Johannessimatupang’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

MEMBANGUN STRATEGY YANG BERDAYA SAING


Bahan Bacaan Untuk Peserta S2.

1. Pentingnya Strategi

Strategi menjadi bagian penting dalam pembelajaran Manajemen Strategik. Adapun rumusan dalam strategi harus diterjemahkan menjadi sesuatu yang operasional sehingga semua bagian dapat mengimplementasikannya, memfungsikan diri guna merealisasikan visi dan misi. Strategi bukan sesuatu yang dirmuskan begitu saja dan dijadikan dokumen, sehingga setiap devisi akhirnya melaksanakan fungsinya yang seakan-akan benar pada momennya saja.

Adapun  kajian yang termaktub dalam manajemen stategik  semakin luas dan dinamis. Inti daripada kajiannya  memang adalah  strategi,   dimana diakui  mulai diterapkan oleh kalangan militer dalam menaklukkan saingannya.  Namun dalam perkembangan bisnis modern, Porter  yang sampai sekarang membangun dan mengembangkan persaingan sebagai bidang strategis  terus memperluas penerapan stategi. Sehingga  adapun   keharusan menyusun stategi bukan saja korporasi akan  tetapi sampai kepada  Perguruan Tinggi, Rumah Sakit dan lembaga lain harus merumuskan  stateginya dengan baik. Salah satu  bidang  yang dikembangkan menjadi bagian kajian daripada manajemen trategik adalah daya saing.  Sehingga,  setiap organisasi menyusun stategi maka kajian tentang  daya saing mutlak adanya.

2. Isu Daya saing

Sebagai bagian dari strategi, daya saing bukan dimaksudkan untuk  “memusnahkan”  pesaing, akan tetapi menjadi yang terbaik bagi  pelanggannya dibanding dengan pesainnya. Adapun menjadi  yang terbaik maksudnya adalah menyampaikan  produk yang terbaik kepada pelanggan dibanding dengan  pesaingnya. Definisi daya saing  juga senantiasa mengalami  presfektif yang berbeda. Dalam konteks  pembentukan rantai nilai (value of chain) misalnya daya saing  juga dapat ditunjukan dari kemampuan  perusahaan untuk mendatangkan nilai  baik dari kegiatan primer maupun pendukung. Namun muara daripada nilai yang diciptakan seluruhnya adalah pelanggan  dalam arti luas, dalam kaitan ini dapat digunakan istilah stakeholder (pemangku kepentingan)  menggantikan  pelanggan.

Dalam konteks ini perlu juga digarisbawahi  bahwa  balanced scorecard yang diusung oleh Kaplan (financial, customer, learning and growth, dan  internal process)  adalah sesuatu yang sangat penting untuk dijadikan sasaran  dalam rancangan strategis. Artinya kalaupun digarisbawahi pelanggan adalah  utamanya, namun bukan berarti perusahaan harus buntung  kalaupun  mengutamakan pelanggan.

Selanjutnya,  haruslah dicatat bahwa membangun daya saing bukanlah berarti mencari upaya  agar pesaingnya  musnah.  Hewood, R dan Kenley, R. 2008  untuk kasus Real Estate misalnya menggariskan bahwa membangun daya saing  haruslah  menjadi bagian daripada  seluruh fungsi seluruh devisi yang berada pada satu organisasi. Pada bagian tulisannya  dia menjelaskan adapun sumber daripada daya saing adalah biaya, inovasi dan diferensiasi.  Ketiga hal ini adalah menjadi bagian daripada stategi bersaing yang dikembangkan oleh Porter.  Adapun persoalan yang diperoleh dari satu organisasi  yang mempunyai daya saing melulu bukanlah menyampaikan  produk yang lebih baik, akan tetapi pada akhirnya adalah ketika  seluruh pelanggan dan stakeholder menjadikan  segala sesuatu yang berkaitan dengan korporasi dijadikan pilihan. Akibatnya harga saham  mengalami peningkatan, image perusahaan naik, dan  yang terpenting bagi satu negara bahwa wilayahnya dijadikan  menjadi pilihan investasi. Artinya stakeholder  menjadikan segala sesuatu tentang perusahaan menjadi pilihan  investor.

Satu catatan juga harus ditambahkan, sebagaimana disampaikan oleh Gomez et. al. 2007 yang mengatakan bahwa persoalan dalam  membangun daya saing bukanlah mengeksploitasi sumber  daya saing pada satu  korporasi, akan tetapi  bagiamana menyiapkan  strategi sehingga  apa yang menjadi milik perusahaan dapat menciptakan nilai  lebih kepada  perusahaan.

3. Sukses  Karena Strategi

Sebagagimana disampaikan oleh Porter membangun daya saing esensinya adalah menyusun strategi yang berbeda  diantara perusahaan yang berbeda  guna menjadi terbaik dengan strategi sebagaimana dijelaskan di atas. Oleh karena itu tidak akan pernah ada strategi yang sama diantara perusahaan, artinya  adapun duplikasi bukanlah menjadi strategi yang menunjukkan adanya  unsur daya saing di dalamnya. Pendapat demikian diperjelas oleh Kaplan (1989) yang menunjukkan adanya hubungan antara  sasaran capaian dan strategi yg harus diterapkan pada. Adapun  penjelasan yang diterapkan adalah  pernyataan yang tegas menyatakan  bahwa seluruh hasil yang diperoleh adalah karena strategi. Dalam kaitan ini harus digarisbawahi bahwa daya saing adalah satu kondisi, dapat naik dan turun, namun strategi adalah sesuatu yang bersifat  mapan  dan  konsisten bagi seluruh unsur korporasi.  Mapan artinya untuk jangka panjang keberadaannya  akan menjadi acuan bagi seluruh devisi, sementara  konsisten  bermakna dapat diterjemahkan  secara operasional oleh seluruh devisi.

Satu perusahaan yang berlimpah sumberdaya  belum tentu  akan berdaya saing bilamana tidak disertai oleh satu strategi yang dapat mensinergikan  upaya  yang diarahkan untuk menjadi lebih baik dibanding dengan pesainnya.  Atau dapat dikatakan bersaya saing adalah menjadi lebih baik di satu industri.

Diskusi.

1. Jelaskanlah makna daya saing  dengan bahasa anda sendiri dengan mengambil contoh satu korporasi.

2. Ujilah stategi yang diterapkan oleh perusahaan yang menjadi contoh apakah  mempunyai potensi  menciptakan daya saing bagi perusahaan pada insustri yang bersangkutan.

3. Jelaskan pula isu strategis yang berkaitan dengan  perusahaan yang anda jadikan pengamatan, minimal  3 isu dan  jelaskan kenapa hal itu termasuk stategis.

4. Dari berbagai sumber  cobalah rumuskan  apa unsur keberhasilan strategi Nokia sehingga   keberhasilannya tidak saja membangun  korporasi, tapi juga membangun negaranya (Finlandia).

Diskusi.

Referensi

Heywood, C dan Kenley, R. 2008.  Evaluating the sustainable  competitive advantage model for corporate real estate, Journal of Corporate Real Estate
Vol. 10 No. 3, 2008, pp. 160-182,  Emerald Group Publishing Limited

Porter, M.E. 1998. What is Strategy, Harvard Business Review, hal. 74-91.

Gomez, J.O. et.al. 2007.  Achieving competitive advantage in the Mexican footwear industry, Sheffield University Management School, Sheffield, UK,  Benchmarking: An International Journal, Vol. 14 No. 3, 2007, pp. 289-305
Emerald Group Publishing Limited

About these ads

April 16, 2009 - Posted by | Bahan Ajar, Diskusi Mahasiswa, strategy, Umum

44 Komentar »

  1. malam pak jo….
    menurut saya daya saing merupakan suatu bentuk usaha untuk menciptakan nilai atau berinovasi yang tidak dimiliki oleh perusahaan lain untuk menjadikan perusahaan menjadi lebih baik dan berkembang sesuai dengan perkembangan jaman..saya ambil contoh adalah Jambi Prima Mal (JPM) TRONA yang merupakan perusahan lokak jambi tetapi bisa bersaing dengan perusahaan sejenis ataU Mall yang bertaraf nasional contohnya matahari..dengan mengembangkan strategi yang tepat sasaran dan sederhana mulai dari tempat parkir yang luas dan gratis serta harga yang ditawarkan kompetitif dan dalam uji strategi yang diterapkan manajemen trona adalah konsisten mendatangkan artis-artis ibukota untuyk menarik minat konsumen atau pelanggan..
    isu stategi yang diterapkan
    1.menciptakan mall yang serba ada mulai dari swalayan,food corner, area bermain,hot spot gratis,salon..pakaian dll.
    2.tempat yang stategis
    3.harga yang kompetitif.
    tiga komponen ini termasuk dalam strategi karena merupakan pendukung untuk membangun strategi yang berdaya saing secara sehar…sekian dulu pak terimakasih

    Anda yang pertama memberikan respon tuk itu yang pertama selalu punya nilai lebih. Lantas pertanyaan berikut adalah apakah yang dilakukan oleh Trona sekarang merupakan bagian statergi yang berdaya saing? Berikan penjelasan berikutnya.

    Komentar oleh zuwanda(ruang H)MM | April 17, 2009 | Balas

    • menurut saya trona merupakan strategi yang berdaya saing karena dalam perkembangan bisnis nya dapat melakukan ekpansi atau perluasan pengembangan usaha dengan cara akan dibukanya
      mall trona jilid 2,tetapi yang menjadi pemikiran saya apakah sumber daya yang ada dapat berdaya saing, sehingga membuat stakeholder merasa puas,dan dapat berkesinambungan.
      selanjutnya pak jo… saya akan menanggapi diskusi pertanyaan no.4 mengenai keberhasilan strategi nokia.
      menurut saya keberhasilan strategi dan inovasi nokia bertekad menguasai the next big thing yaitu mobille internet,komunikasi dan intertainment device,karena nokia menganggap kedepan ponsel tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat telepon,tetapi menjadi perangakt digital yang lengkap : mulai dari kamera yang mutu sempurna,game interatif hingga tv mobille.
      tetapi nokia akan bertarung dengan pesaingnya seperti:motorolla,samsung,sony dan raksasa microsoft serta inovator.untuk mewujudkan nokia menjadi the next big thing serta menjadi pemimpin strategi yang dilakukan antara lain :
      1.global fokus>>>merupakan strategi yang doiberangkatkan dari sebuah pemahaman yang brilian mengenai dinamika peasing ponsel global.
      2.Strategic market-making>>>sebuah visi yang tajam untuk mendetesi setiap detak perubahan dalam peta teknologi seluler yang amat dinamis dan berubah-ubah, ditengah perubahan pasar yang variatif,nokia terlihat selalu mampu memberikan respon antispatif yang gitu.
      3.Focos on people>>>nokia selalu melakukan pengelolaan Sumber daya manusianya sebagai issue strategi dan bukan sekedar pengelooaan administrasibelaka. secara kesinambungan nokia berihktiar untuk membangun respek terhadap karyawan, membangun iklim dan kultur dimana setiap karyawannya didorong untuk saling bertukat informasi dan gagasan-gagasan inovatif.
      Dengan stategi itulah nokia tetap memnajdi pemimpin dalam dinamika pasar ponsel global dan menjadikan pahlawan sejati bagi rakyat finlandia..demikian pak jo..terimakasih.

      Saudara Zuwanda, seperti dipahami bahwa strategy haruslah memikirkan daya saing perusahana di industrinya masing-masing. Oleh karena itu, setiap kali strategi dirumuskan harus menjawab pertanyaan bagaimana posisi perusahaan dibanding dg perusahaan lain pada industri yang sama. Nokia memang lebih dahulu memikirkan hal ini sehingga integrasi HP yang mereka hasilakan dg device lain semakin hari semakin nyata.

      Komentar oleh zuwanda | April 24, 2009 | Balas

  2. Salam sejahtera pak ” JO ”
    Daya saing adalah suatu upaya atau langkah-langkah yang dilakukan oleh perusahaan agar dapat tetap exsis menjalankan kegiatan usahanya guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan dilaksanakan secara efektif dan efisien. Daya saing suatu perusahaan dapat berbentuk starategi-strategi yang digunakan dan mempunyai nilai lebih dibandingkan dengan kompetitornya sehingga tercipta kesan/imaje yang positif dimata konsumen dan memberikan nilai lebih bagi perusahaan. Starategi dapat berupa inovasi dan kreatifitas yang tinggi dari sebuah berusahaan untuk mencari terobosan baru sehingga menghasilkan karya yang inopatif dan berdaya saing tinggi (Inovation or die), sebagai contoh perusahaan otomotif dengan merek Toyota dengan produk legendarisnya yaitu Kijang, yang menerapkan starategi mulai dari konsep pruduk, perencanaan,strategi pemasaran dan penjualan hingga pelayanan purna jualnya. Kesan yang melekat dengan produk ini adalah tangguh, irit bahan bakar, jumlah penumpang yang lebih banyak dan nilai jual kembali tinggi. Dengan keunggulan yang dimiliki oleh produk toyota kijang dan telah terbukti dan dirasakan langsung oleh konsumen maka toyota kijang akan tetap menjawab tuntutan perkembagan zaman dan menjadi pilihan utama keluarga indonesia dulu kini dan masa mendatang.
    Pak “JO” demikian komentar saya, terimaksih …

    Saudara Deden, penjelasan yang diberikan singkat dan jelas. Saya ingatkan kalau strategi Toyota tidak sama dengan strategi Kijang. Dalam hal ini Kijang adalah Unit Businessnya Toyota yang berlokasi di Indonesia. Satu Unit Business mempunyhai ciri 1) punya pesaing tersendiri dan 2) punya strategi sendiri. Oleh karena itu harap dipisahkan mana kijang dan toyota. Selanjutnya bagaimanakah pendapat anda dengan strategi yang sekarang apakah itu berkelanjutan atau tidak. Saya infokan, sekarang masing-masing industri otomotif membuat bukut semisal Toyota Way, Honda Way dll. Ini dapat dibaca.

    Komentar oleh deden kurnia (kelas H, MM) | April 20, 2009 | Balas

  3. Salam sejahtera Pak Jo,

    Saya coba bahas strategi nokia dalam memenangkan persaingan

    Bersaing di dunia global memang harus memiliki komitmen dan strategi yang kuat agar tidak kalah bersaing dengan para pesaing yang lain. Nokia sebagai market of leader dalam bisnis pertelefonan telah melakukan langkah yang tepat untuk bisnisnya. Strategi yang tepat tersebut telah membawanya untuk menjaring konsumen lebih banyak lagi. Pasar Indonesia merupakan komodoti utama untuk pengembangan bisnis tersebut, karena di Indonesia masih memiliki potensi yang cukup tinggi untuk produknya.

    Adapun langkah-langkah yang dilakukan oleh Nokia sehingga membawanya menjadi market of leader :

    1. Membuat produk yang kreatif dan inovatif.
    Produk ini dibuat dengan menampilkan feature-feature dan fasilitas yang cocok untuk kebutuhan para konsumen.

    2. Melakukan komunikasi yang terpadu dan terintegrasi kepada konsumen.
    Menerapkan strategi ini untuk mempengaruhhi loyalitas konsumen terhadap produknya. Hal ini dilakukan dengan membangun image produk terhadap konsumen.

    3. Penerapan marketing Mix yang cocok dan pantas
    Hal ini dilakukan seperti dengan membuat produk yang inovatif dengan dilengkapi fasilitas yang menarik. Penetapan harga yang sesuai dengan fasilitas yang ada yang melekat pada setiap produknya dan tidak terkesan bahwa produk nokia adalah produk murahan. Melakukan komunikasi yang baik dengan konsumen sehingga konsumen percaya terhadap produk Nokia ini juga akses untuk mendapatkan Nokia yang relative mudah dan terjangkau.

    4. Menanggapi para pesaing dengan jalan damai
    Nokia melakukan analisis terhadap pesaingnya dan Nokia menanggapi pesaing tersebut dengan melakukan strategi prospector dimana nokia terus membuat produk baru tanpa mengusik merk lain.

    Demikian komentar dari saya.

    Fikri
    NIM : C2B008031

    Saudara Fikri, apa makna strategy yang berdaya saing dalam kasus Nokia yang anda jelaskan di atas. Dari penjelasan di atas, apakah strategy yang demikian dapat menjamin posisi Nokia.

    Komentar oleh Fikri | April 22, 2009 | Balas

  4. Pak Jo Yth, Saya coba menambahkan penjelasan saya sebelumnya.

    Makna strategi berdaya saing adalah strategi yang diciptakan dalam menghadapi kompetitor dalam persaingan bisnis untuk produk yang sama dan untuk kelangsungan usaha. Seperti kita ketahui, untuk pasar telepon seluler, Nokia mempunyai pesaing seperti Sony Ericcson, Motorola dan Samsung namun mengapa Nokia lebih unggul dalam pasar telepon seluler tersebut ?

    Saat ini, strategi yang paling banyak diterapkan Nokia adalah strategi prospektor untuk menghadapi pesaingnya.
    Yaitu dengan mengutamakan keberhasilan organisasi dalam menciptakan produk baru, dalam berinovasi dan melihat kesempatan yang baru bagi produknya.

    Memang hal tersebut telah berdampak baik bagi produknya, karena Nokia mampu bersaing tanpa ada kegiatan yang menjatuhkan satu sama lain tetapi cenderung damai.

    Pertanyaan berikutnya, apakah strategy demikian dapat menjamin posisi Nokia ?

    Saya rasa bisa, asal Nokia lebih giat lagi dalam menggali potensinya untuk mendekatkan diri kepada konsumen. Bagian R & D Nokia perlu melakukan terobosan – terobosan yang baru agar merknya tetap menjadi leader di pasar handphone.

    Menurut Michael Treacy dan Fred Wiersema yang menyebutkan ada 3 faktor yang menyebabkan perusahaan menjadi leader di pasar, yaitu :

    1. Operasionalisasi yang prima (operational excellence).
    Faktor ini dianggap sangat penting, karena menjadikan suatu pertimbangan bagi konsumen. Hal ini mempengaruhi konsumen untuk mengambil suatu keputusan dalam memilih produk dan berbelanja.

    2. Kepemimpinan produk (product leadership)
    Perusahaan diharuskan memiliki kemampuan untuk menciptakan produk-produk baru yang kreatif dan inovatif. Hal ini sangat penting, karena pemimpin pasar sudah seharusnya menjadi trend setter bagi perusahaan lain. Contoh di perusahaan Nokia adalah Nokia mampu menciptakan produk untuk setiap kalangan dengan fasilitas yang berbeda dan diminati oleh berbagai kalangan konsumen. Handphone dilengkapi dengan akses internet dan kamera juga dilengkapi warna yang menarik.

    3. Keintiman dengan pelanggan (customer intimacy)
    Dalam hal ini, perusahaan harus mampu mengetahui apa yang diinginkan oleh konsumen. Langkah ini dapat terwujud melalui peranan R & D nya yang diharuskan selalu mamantau keinginan dan kebutuhan-kebutuhan konsumen.

    Untuk produk Nokia, Nokia selalu mencari solusi dengan Reseach and developmentnya dalam menanggapi keinginan konsumen . hal tersebut terbukti dari Nokia yang menerbitkan produk baru setiap kuartal. Dari penerbitan tersebut Nokia memunculkan produk yang baru dan diminati konsumen.

    Demikian tambahan penjelasan dari saya. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih.

    Fikri (MM Angkatan X/Kelas H)
    NIM: C2B008031

    Saudara Fikri penjelasan di atas cukup untuk menambah kejelasan apa yang dimaksud dg strategy yang berdaya saing.

    Komentar oleh Fikri | April 23, 2009 | Balas

  5. Pagi Pak Jo…
    Berikut Komentar saya terhadap Strategi dari Bank Syariah Mandiri :
    I. Strategi yang diterapkan :
    1. Mempekerjakan pegawai yang profesional dan sepenuhnya mengerti operasional perbankan syariah dan menetapkan budaya perusahaan yang mengacu kepada sikap “akhlaqul karimah” (Perilaku mulia)
    2. Memperkuat kemampuan karyawan agar kian kreatif, inovatif dan siap menyongsong tantangan yang ada dan membantu karyawan menjaga fokus mereka dalam melaksanakan tugas sekaligus memperkaya kehidupan karyawan baik di kantor maupun di rumah.
    3. Mengembangkan Teknologi Informasi yang mampu mengakomodir pengembangan produk dan penciptaan pelayanan yang prima
    4. BSM (Bank Syariah Mandiri) difungsikan untuk pasar UKM (Usaha Kecil dan Menengah) dan strategi pembiayaan dialihkan dari ritel ke pembiayaan konsumen yang bersifat massal.

    II. Kriteria Stratagi tersebut :
    Strategi dari Bank Syariah Mandiri ini termasuk strategi yang baik, karena bisa diimplementasikan oleh perusahaan sehingga BSM mampu bersaing secara kompetitif dengan perusahaan lain, hal ini dapat dilihat dari banyaknya penghargaan yang diraih oleh BSM dan tetap eksisnya BSM dalam dunia perbankan syariah.
    Selain itu, dapat dilihat dari rasa bangganya karyawan menjadi anggota keluarga besar BSM, dan untuk bidang IT, Selain up grading mesin dan computer, juga telah dikembangkannya media informasi dan komunikasi nasabah dalam bentuk situs web dan aplikasi core banking yang didukung oleh jaringan LAN dan WAN sehingga pelayanan kepada nasabah semakin baik.
    Dan dengan lebih difungsikannya BSM ke pasar UKM, hal ini mendorong Wirausaha-wirausaha kecil untuk bangkit seiring dengan berkembangnya BSM itu sendiri. Dan dengan strategi mengalihkannya pembiayaan dari sector ritel ke pembiayaan massal, maka BSM mampu mengurangi resiko kredit macet dari sector ritel ini, dan dapat lebih berkembang di pembiayaan massal dengan bekerja sama dengan lembaga leasing.

    III. CSR yang dilakukan perusahaan :
    1. bantuan pembiayaan usaha dan bantuan pembiayaan peralatan (gerobak) dan modal kerja dengan skim qardh hasan yaitu peserta program tidak dibebani margin melainkan hanya pokok pembiayaan usaha dengan jangka waktu satu tahun
    2. memberikan pendidikan dengan materi berisi pelatihan motivasi, entrepreneurship, pengelolaan uang sederhana, etika bisnis, tes minat dan kemandirian, serta workshop tata cara berjualan produk-produk.
    3. BSM juga memberikan beasiswa dan santunan yang totalnya selama 6 tahun ini sudah mencapai sekitar Rp. 35 miliar (Bali Post)
    4. Salah satu program unggulan LAZNAS BSM Umat adalah Mitra Umat (Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Prasejahtera)
    5. BSM menyerahkan dana bantuan beasiswa sebanyak Rp1 milyar yang berasal dari dana zakat perusahaan BSM, zakat profesi karyawan, dan zakat lainnya.
    6. LAZNAS BSM Umat bekerja sama dengan lembaga PSDMS (Pembinaan Sumberdaya Daya Manusia Stategis) Nurul Fikri membuat program Beasiswa Mahasiswa Berprestasi dari seluruh daerah di Indonesia
    7. Selain Program Mitra Umat dan Didik Umat, BSM melalui LAZNAS BSM Umat juga memberikan bantuan kepada keluarga pra sejahtera yang dikemas dalam Program Simpati Umat.
    8. Bank Mandiri melalui Program Mandiri Peduli Pendidikan : memberikan apresiasi kepada guru berprestasi dan berdedikasi.

    Dari banyaknya CSR yang dilakukan oleh BSM ini menggambarkan BSM memiliki tanggung jawab yang lebih masyarakat dan tentunya hal ini memberi dampak yang positif pada BSM yaitu semakin dikenalnya Brand Image BSM di mata masyarakat.

    Terima kasih

    Sumber :

    http://www.syariahmandiri.co.id/ – 56k
    http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/01/18553690/bank.syariah.mandiri.berikan.pinjaman.kebaikan
    http://www.infobanknews.com/artikel/rubrik/artikel.php?aid=12286
    zakatukhuwwah.blogspot.com/2009/01/csr-bank-syariah-mandiri.html
    sr-indonesia.com/new/index.php?option=com_content&view=article&catid=19:klipping-media…perbankan..

    Yuliyanto
    ERC1B005049
    Fakultas Ekonomi Ekstensi
    Jurusan Manajemen

    Yulianto, Bank Syariah Mandiri harus digarisbawahi, bukan korporasi tapi SBU. Jadi manakala dikatakan strategi Bank Syariah Mandiri, harus diperhatikan betul apakah itu strateginya atau strategi Bank Mandiri.

    Komentar oleh Yuliyanto | April 24, 2009 | Balas

    • Sore pak…

      Ya pak.. Bank Syariah Mandiri merupakan salah satu SBU dari Bank Mandiri, yang didirikan setelah payung hukum Perbankan syariah didirikan. berikut sejarah Syariah Mandiri :
      Krisis moneter dan ekonomi sejak Juli 1997, yang disusul dengan krisis politik nasional telah membawa dampak besar dalam perekonomian nasional. Krisis tersebut telah mengakibatkan perbankan Indonesia yang didominasi oleh bank-bank konvensional mengalami kesulitan yang sangat parah. Keadaan tersebut menyebabkan pemerintah Indonesia terpaksa mengambil tindakan untuk merestrukturisasi dan merekapitalisasi sebagian bank-bank di Indonesia.
      Lahirnya Undang-Undang No. 10 tahun 1998, tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan, pada bulan November 1998 telah memberi peluang yang sangat baik bagi tumbuhnya bank-bank syariah di Indonesia. Undang-Undang tersebut memungkinkan bank beroperasi sepenuhnya secara syariah atau dengan membuka cabang khusus syariah.
      PT. Bank Susila Bakti (PT. Bank Susila Bakti) yang dimiliki oleh Yayasan Kesejahteraan Pegawai (YKP) PT. Bank Dagang Negara dan PT. Mahkota Prestasi berupaya keluar dari krisis 1997 – 1999 dengan berbagai cara. Mulai dari langkah-langkah menuju merger sampai pada akhirnya memilih konversi menjadi bank syariah dengan suntikan modal dari pemilik.
      Dengan terjadinya merger empat bank (Bank Dagang Negara, Bank Bumi Daya, BankExim dan Bapindo) ke dalam PT. Bank Mandiri (Persero) pada tanggal 31 Juli 1999, rencana perubahan PT. Bank Susila Bakti menjadi bank syariah (dengan nama Bank Syariah Sakinah) diambil alih oleh PT. Bank Mandiri (Persero).
      PT. Bank Mandiri (Persero) selaku pemilik baru mendukung sepenuhnya dan melanjutkan rencana perubahan PT. Bank Susila Bakti menjadi bank syariah, sejalan dengan keinginan PT. Bank Mandiri (Persero) untuk membentuk unit syariah. Langkah awal dengan merubah Anggaran Dasar tentang nama PT. Bank Susila Bakti menjadi PT. Bank Syariah Sakinah berdasarkan Akta Notaris : Ny. Machrani M.S. SH, No. 29 pada tanggal 19 Mei 1999. Kemudian melalui Akta No. 23 tanggal 8 September 1999 Notaris : Sutjipto, SH nama PT. Bank Syariah Sakinah Mandiri diubah menjadi PT. Bank Syariah Mandiri.
      Pada tanggal 25 Oktober 1999, Bank Indonesia melalui Surat Keputusan Gubernur Bank Indonesia No. 1/24/KEP. BI/1999 telah memberikan ijin perubahan kegiatan usaha konvensional menjadi kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah kepada PT. Bank Susila Bakti. Selanjutnya dengan Surat Keputusan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia No. 1/1/KEP.DGS/1999 tanggal 25 Oktober 1999, Bank Indonesia telah menyetujui perubahaan nama PT. Bank Susila Bakti menjadi PT. Bank Syariah Mandiri.
      Senin tanggal 25 Rajab 1420 H atau tanggal 1 November 1999 merupakan hari pertama beroperasinya PT. Bank Syariah Mandiri. Kelahiran Bank Syariah Mandiri merupakan buah usaha bersama dari para perintis bank syariah di PT. Bank Susila Bakti dan Manajemen PT. Bank Mandiri yang memandang pentingnya kehadiran bank syariah dilingkungan PT. Bank Mandiri (Persero).
      PT. Bank Syariah Mandiri hadir sebagai bank yang mengkombinasikan idealisme usaha dengan nilai-nilai rohani yang melandasi operasinya. Harmoni antara idealisme usaha dan nilai-nilai rohani inilah yang menjadi salah satu keunggulan PT. Bank Syariah Mandiri sebagai alternatif jasa perbankan di Indonesia.

      Dan yang saya cantumkan dikomentar diatas, merupakan strategi dari Bank Syariah Mandiri dalam persaingannya dengan perbankan syariah lainnya antara lain Muamalat, Bank Mega Syariah dan sebagainya.

      Selain tiga pemain utama syariah, yakni Bank Muamalat, Bank Syariah Mandiri (BSM), dan Bank Mega Syariah (BMS), ada 28 unit usaha syariah (UUS) milik bank konvensional. Bank-bank yang membidik kue pasar syariah ini memang pantas tergiur pasar syariah yang gemuk di Indonesia. Sebab, dari 225 juta penduduk Indonesia, 80%-nya merupakan muslim dan ini merupakan target pasar utama perbankan syariah.

      Tak dipungkiri, Bank Muamalat dan BSM sangat mendominasi medan kompetisi perbankan syariah. Dari aset perbankan syariah per Maret 2008 yang sebesar Rp38,33 triliun, kedua bank tersebut menguasai pangsa hingga 65%. Sebagai pemain yang memulai operasinya tatkala konsep perbankan syariah belum sepopuler sekarang, keduanya sudah lama menanamkan brand di benak pasar. Apalagi, Bank Muamalat yang menjadi pionir dan mulai beroperasi sejak 1992, atau tujuh tahun sebelum BSM beroperasi.
      Hanya saja, BSM yang berpacu di bawah payung induknya, Bank Mandiri, aset dan perolehan dana pihak ketiga (DPK)-nya tumbuh cepat. Menurut data Biro Riset InfoBank (birI), per Maret 2008, aset BSM mencapai Rp14,03 triliun dan DPK-nya sebesar Rp12,25 triliun.

      Demikian komentar lanjutan yang dapat saya berikan, mengenai kondisi persaingan yang dihadapi Bank Syariah Mandiri.

      dan Mohon Maaf pak, saya salah masukan komentar di bagian Mahasiswa S2.

      Terima kasih, kritik dan saran yang membangun, saya harapkan.

      Yuliyanto
      ERC1B005049
      Fakultas Ekonomi Ekstensi
      Jurusan Manajemen

      Komentar oleh Yuliyanto (Ekstensi) | April 25, 2009 | Balas

  6. Salam sejahtera, Pak Jo..

    Menurut saya, daya saing merupakan kemampuan suatu perusahaan untuk menciptakan inovasi-inovasi baru, memproduksi produk-produk baru yang diinginkan oleh konsumen agar tercapainya tujuan perusahaan secara efektif dan efisien. Daya saing perusahaan bisa membuat strategi-strategi yang dapat memberikan nilai lebih terhadap perusahaan pesaing. Strategi dapat berupa membuat inovasi serta selalu mengeluarkan produk-produk yang baru sehingga menghasilkan karya yang inovatif dan berdaya saing dipasaran.
    Disini saya mengambil contoh perusahaan honda.
    Perusahaan honda adalah perusahaan yang bergerak dibidang otomotif yaitu yang mengeluarkan produk motor, pada zaman sekarang banyak perusahaan otomotif khususnya motor yang bersaing dipasaran. Diantaranya honda, yamaha, kawasaki, suzuki dan lain-lain. Pada saat ini penjualan honda diindonesia, terutama dijambi, termasuk rangking teratas dibanding perusahaan motor lainnya. Karena perusahaan honda selalu mengeluarkan produk-produk baru setiap tahunnya, seperti: honda vario, honda beat, blade 110R, supra fit x, mega pro, supra x 125 dll, serta kualitas produk honda, bagus, tangguh, mesinnya bandel dan harganya terjangkau oleh masyarakat. Yang lagi pesat penjualannya pada saat ini adalah honda vario dan honda beat, di peruntuk kan untuk wanita khususnya buat ibu-ibu dan para remaja, karena vario dan beat tidaklah sulit digunakan oleh kaum wanita. Penjualan motor honda sangatlah pesat pada saat ini, serta nilai jual kembali tinggi. Perusahaan honda dalam menghadapi persaingan menggunakan cara iklan di TV, koran, reklame serta pameran-pameran yang diadakan di mall-mall, masyarakat dapat membeli produk honda dengan cash ataupun kredit dengan DP yang cukup murah, serta syarat-syarat yang tidak sulit. Pelayanan di perusahaan honda baik dan ramah serta servis motor honda menggunakan tenaga-tenaga profesional dibidang mekanik, alat-alat motor honda juga tidak mahal dan asli. Diharapkan agar produk honda selalu laku dipasaran, serta honda harus terus mengeluarkan produk-produk barunya serta dapat bersaing dipasaran indonesia terutama dijambi. Honda juga harus mempertahankan kualitas produk dan model, serta mempertahankan penjualan dipasaran, agar konsumenn tidak berpaling kepada produk lain.

    Strategi yang digunakan Nokia untuk menghadapi pesaing, Nokia membuat strategi agar sulit bagi para pesaing untuk meniru produk Nokia. Nokia melakukan strategi di pasar agar konsumen tertarik dengan produk Nokia karena
    1. Nokia menawarkan bermacam harga dari yang mahal sampai dengan yang termurah
    2.Nokia selalu menarik konsumen untuk kembali mempercayai nokia dengan mengeluarkan produk-produk yang canggih, seperti: pengintegrasian e-mail ke dalm ponsel, permainan,,musik dengan nokia music store, kemampuan ngage
    3.Nokia menawarkan cara penggunaan ponsel dengan mudah.

    Nokia mencoba tampil beda dari pesaing, karena itu akan sulit bagi para pesaing untuk meniru apa yang dibuat oleh nokia,jadi nokia dalam membangun compotitive advantage dalam hal layanan yang tidak mungkin bisa ditiru.
    Nokia juga membuat selogan dengan kata Nokia Connecting People.

    wiwin alawiyah
    C2B. 008080
    Kelas H/X

    Komentar oleh wiwin alawiyah | April 24, 2009 | Balas

  7. nama: Mery Hastuti AS
    Nim : ERC1B006033
    Fakultas Ekonomi Ekstensi
    Jurusan MAnajemen

    1. Strategi bank Rakyat Indonesia
    Call center merupakan salah satu bagian dalam organisasi bank yang memberikan pelayanan virtual kepada nasabah melalui media akses telepon. Seiring perkembangan teknologi, pelayanan call center meningkat menjadi ” contact center ” dengan menyediakan akses melalui berbagai media elektronik lainnya seperti fax, SMS, web-chatting, web-collaboration dan email.Pada industri jasa perbankan, pelayanan call center sering disebut juga sebagai phone banking , karena aktivitas pelayanan perbankan hanya dilakukan melalui telepon. Perkembangan pelayanan phone banking di Indonesia, terlihat semakin menonjol beberapa tahun belakangan ini, dan telah menjadi bagian dari strategi persaingan bisnis perbankan. Phone banking telah digunakan sebagai penegasan bagi pelayanan perbankan 24 jam yang lebih mudah, lebih cepat dan lebih canggih.

    2. Kriteria Strategi Yang Baik
    Secara garis besar, pelayanan call center perbankan dapat dikategorikan dalam 2 kelompok layanan, yaitu pelayanan melalui mesin ” voice response ” dan melalui operator (disebut ” agent “). Pelayanan melalui mesin umumnya dilakukan untuk keperluan transaksi on-line swalayan, dimana nasabah dapat mengakses berbagai informasi perbankan dan melakukan transaksi pembayaran, serta pemindah-bukuan secara otomatis. Sedang pelayanan melalui agent lebih diarahkan pada pelayanan berbagai informasi yang bersifat konsultasi, bantuan dan transaksi yang lebih rumit.
    Pada dasarnya, fungsi call center hanya memindahkan pelayanan melalui kantor cabang ke telepon, sehingga umumnya Bank mempunyai jenis pelayanan call center yang sama. Beberapa Bank memiliki variasi jenis pelayanan yang berbeda sesuai mekanisme pelayanan dan kebijakan suatu Bank, tetapi bukan merupakan diferensiasi yang menonjol. Keberhasilan manajemen operasional call center untuk memindahkan sebagian besar transaksi dan pelayanan cabang ke call center merupakan diferensiasi nilai yang sering ditonjolkan.Disisi lain, call center sebagai pelayanan swalayan, tentunya juga bersaing dengan kanal transaksi elektronik lainnya seperti mobile-banking, internet-banking, sms-banking dan ATM ( automatic teller Di tengah persaingan bisnis perbankan yang lebih menonjolkan pada hadiah undian dan bunga yang rendah, kemungkinan ” brand ” call center muncul sebagai identitas nilai, menjadi tantangan tersendiri bagi manajemen call center . Pelayanan profesional harus bisa ditunjukkan untuk menjawab tantangan tersebut, sehingga nasabah merasa mendapat pelayanan perbankan yang lebih mudah, cepat, aman dan nyaman melalui telepon.
    Membangun “brand” yang kuat terhadap pelayanan call center , harus melalui kajian terhadap peningkatan pelayanan nasabah. Untuk itu dibutuhkan suatu pandangan menyeluruh terhadap proses pelayanan nasabah dengan kemudahan akses terhadap sumber daya perusahaan. Hal ini harus sejalan dalam suatu strategi perusahaan, sehingga menjadi perangkat yang handal untuk menangani ketidak-pastian penanganan nasabah yang salah satu komponennya adalah pelayanan call center atau phone banking . Untuk itu, strategi pengembangan call center pelayanan nasabah harus menjadi bagian dari pengembangan strategi perbankan, bahkan menjadi bagian utama dalam membentuk strategi “interaksi nasabah”.
    Secara umum perkembangan call center didukung oleh ketersedian jaringan telekomunikasi secara luas dan penggunaannya telah mencapai 8 juta sambungan telepon tetap dan 25 juta sambungan telepon bergerak (selular). Perkembangan ini tentunya membuka peluang bagi perbankan untuk memanfaatkan jaringan tersebut bagi penyediaan interaksi yang luas, murah dan cepat dengan pelayanan dan transaksi bisnis tersentralisasi.

    3. hubungan dengan community social responsibility
    Motivasi utama setiap perusahaan atau industri atau bisnis sudah tentu adalah meningkatkan keuntungan. Logika ekonomi neoklasik adalah bahwa dengan meningkatnya keuntungan dan kemakmuran sebuah perusahaan sudah pasti akan meningkatkan kemakmuran rakyat karena lebih efisien dan murah produk yang dihasilkan.
    Kenyataannya tidak demikian, banyak perusahaan bukan hanya makin kaya tetapi juga semakin berkuasa sementara penduduk miskin dan lemah serta rentan secara sosial, ekonomi, politik, kesehatan dan lingkungan makin banyak. Kemajuan perusahan juga menyumbang ketidak-adilan dan kesenjangan sosial. Pertumbuhan ekonomi tidak selalu sejalan dengan pemerataan atau distribusi kesejahteraan.
    Memperhatikan kesenjangan yang semakin besar muncul berbagai reaksi untuk memperbaiki persoalan kesenjangan. Antara lain program pengentasan kemiskinan, perbaikan kesejahteraan, bantuan subsidi langsung dan sebagainya. Itu jika dilakukan oleh pemerintah sebagai unsur negara yang yang mempunyai peran penting di situ. Kenyataan menunjukkan bahwa upaya-upaya ini sering tidak membawa hasil atau tidak berkelanjutan.
    Namun bagaimana dengan swasta? Swasta dapat dikatakan sering mempunyai kekuasaan yang jauh lebih besar dari pada suatu negara. Data menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan besar dan kaya jika digabungkan akan mempunyai kekayaan yang lebih besar dari negara. Kekuasaan perusahaan swasta di manapun di dunia sering mampu mendikte pembuatan atau pembaruan kebijakan dan peraturan perundangan suatu negara bahkan politik dan kepemimpinan negara dan daerah. Swastapun mempunyai program-program sosial seperti bantuan fisik, pelayanan kesehatan, pembangunan masyarakat (community development), outreach, beasiswa, penyediaan dana filantropis dan sebagainya. Tetapi banyak juga yang tidak berkelanjutan.
    Pada saat banyak perusahaan semakin besar dan semakin kaya pada saat itu pula semakin banyak orang miskin dan semakin rusak lingkungan sekitarnya. Karena itu muncul pula kesadaran untuk mengurangi dampak negative ini.
    Kita sedang berhadapan dengan dunia yang tidak adil dan tidak seimbang. Pada saat ini hanya 20 persen penduduk dunia yang menikmati begitu banyak manfaat atas kekayaan alam dan hasil bumi. Mereka menikmati 85 persen pengeluaran dunia untuk konsumsi, menikmati 45 persen daging yang dikonsumsi, 65 persen listrik, menggunakan 84 persen kertas, menggunakan 85 persen logam dan bahan kimia namun menghasilkan 70 persen emisi gas karbon dioksida di seluruh dunia. Sangat tidak adil. Kesemua konsumsi ini merupakan peluang pasar yang lebih besar dinikmati mereka namun menimbulkan dampak negatif yang diderita masyarakat kecil.
    Jika negara dan perusahaan swasta besar digabung sebagai kekuatan ekonomi dunia maka dari 100 kelompok ekonomi dunia 51 dikuasai swasta sedangkan 49 dikuasai negara termasuk negara-negara besar, adikuasa dan industri maju. Jika sepuluh negara besar dikeluarkan dari daftar ini maka kekayaan 200 perusahaan besar dunia melebuihi kekayaan semua negara lain di dunia ini. Laba sebuah perusahaan Microsoft tahun 2003 mencapai hampir Rp.274 trilyun padahal APBN Indonesia tahun 2004 berjumlah Rp. 341 trilun.
    Ketidak-adilan ini menimbulkan ketidakpuasan bahwa globalisasi hanya menguntungkan pihak yang kuat dan kaya. Kekuasaan dan penguasaan atas sumberdaya alam serta kekayaan ada di tangan di perusahaan multinasional yang bisa mendikte negara lain (baik negara maju maupun negara miskin) sehingga negara tertentu bisa kehilangan kedaulatan atas sumberdaya alam bahkan kehilangan kebebasan dan kedaulatan negaranya serta meningkatkan ekploitasi tenaga kerja dan turut memperbesar degradasi sumberdaya alam.
    Semakin banyak muncul ketidakpuasan bahkan kemarahan di kalangan rakyat sebuah negara karena kekayaan alamnya dikuasai perusahaan asing atau perusahaan multinasional. Melihat tekanan yang semakin besar oleh perusahaan (corporation) multinasional pada negara muncul pertanyaan apa yang bisa dibuat oleh perusahaan multinasional? Apa tanggung jawab mereka atas lingkungan dan masyarakat sekitar?
    Banyak perusahaan swasta kini mengembangkan apa yang disebut Corporate Social Responsibility (CSR), dan Corporate Citizenship (CC). Corporate Social Responsibility (CSR) adalah pengambilan keputusan yang dikaitkan dengan nilai-nilai etika, memenuhi kaidah-kaidah dan keputusan hukum dan menghargai manusia, masyarakat dan lingkungan. Corporate Citizenship (CC) adalah cara perusahaan bersikap atau memperlihatkan perilaku ketika berhadapan dengan para pihak lain sebagai salah satu cara untuk memperbaiki reputasi dan meningkatkan keunggulan kompetitif.
    Corporate Citizenship juga menyangkut pada masalah pembangunan social (social development) dan dilakukan pada konteks partnership dan tata kelola (governnance. Prinsip ini memperhatikan pembangunan masyarakat, perlindungan dan pelestarian lingkungan untuk keberlanjutan lingkungan dan membantu memperbaiki kualitas hidup manusia. Corporate citizenship ini dilakukan melalui manajemen internal yang lebih baik, membantu memberikan bantuan sumberdaya untuk pembangunan sosial dan kemitraan dengan masyarakat bukan bisnis dan masyarakat luas.
    Dengan meningkatnya peran swasta antara lain melalui pasar bebas, privatisasi dan globalisasi maka swasta semakin luas berinteraksi dan bertanggung jawab serta memiliki tanggung jawab sosial dengan masyarakat dan pihak lain. Didalam ekonomi moderen peranan pemerintah semakin berkurang tidak terkecuali dalam hal pelayanan publik. Pelayanan publik yang dulu dikuasai pemerintah kini diambil alih swasta dengan manajemen dan kualitas yang lebih baik. Namun tentu saja harus dibayar dengan lebih mahal oleh publik untuk mendapatkan kualitas yang baik.
    Tanggung jawab sosial perusahaan tidak hanya dalam bidang pembangunan sosial dan ekonomi tetapi juga dalam hal lingkungan hidup. Sebagaimana diketahui tiga pilar utama dalam corporate citizenhip adalah keuangan, social dan lingkungan. Tentu saja perusahaan swasta harus bekerja sama dengan pihak lain dalam hal ini pemerintah dan masyarakat (termasuk ornop, parta politik dan masyarakat luas).
    Menurut Bank Dunia, Tanggung jawab sosial perusahaan terdiri dari beberapa komponen utama: perlindungan lingkungan, jaminan kerja, hak azasi manusia, interaksi dan keteribatan perusahaan dengan masyarakat, standar usaha, pasar, pengembangan ekonomi dan badan usaha, perlindungan kesehatan, kepemimpinan dan pendidikan, bantuan bencana kemanusiaan.
    Teori, konsep dan prinsip CSR memang menarik bagus dan lengkap tetapi apakah dapat dilaksanakan? Tanggung jawab soaial perusahaan tidak bisa hanya pada perusahaan industri yang menghasilkan dampak negatif pada lingkungan dan masyarakat. Tetapi juga sektor keuangan atau financial seperti lembaga keuangan bank dan bukan bank. Persoalannya banyak industri yang merusak lingkungan, melanggar HAM, melakukan pemutusan hubungan kerja sepihak sering bertahan dan berkuasa dengan tetap menerima kredit dari perusahaan-perusahan keuangan yang kuat dan berkuasa di dunia. Motivasi mencari laba bisa menghambat keinginan untuk membangun masyarakat dan lingkungan sekiarnya. Sejauh ini kebijakan pemerintah untuk mendorong dan mewajibkan perusahan swasta untuk menjalankan tanggung jawab sosial ini tidak begitu jelas.

    http://www.beritabumi.or.id/artikelvt.php?idartikel=173

    e-mail: andi.anugrah@danamon.co.id

    Komentar oleh mery hastuti as | April 24, 2009 | Balas

  8. TUGAS MANAJEMEN STRATEGIK U/ S2
    Oleh : Novita Sari, C2B008058

    1. Jelaskanlah makna daya saing dengan bahasa anda sendiri dengan mengambil contoh satu korporasi.
    Menurut saya daya saing adalah kemampuan yang dimiliki oleh sebuah perusahaan untuk mempertahankan eksistensinya dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat. Kemudian dalam perkembangannya, daya saing bukan hanya mampu mempertahankan bahkan meningkatkan kesejahteraan perusahaan yang bersangkutan, namun juga wilayah atau negara dimana mereka membangun usaha.
    Kemampuan ini tercipta dari pemikiran bahwa produk tersebut adalah jawaban dari pertanyaan masyararakat atas kebutuhannya (Nokia : Our promise is to help people feel close to what is important to them) . Hal yang selanjutnya terjadi adalah munculnya keinginan konsumen potensial untuk melakukan pembelian. Jika manfaat produk tersebut memang sesuai dengan apa yang dijanjikan, maka apa yang mereka harapkan akan tercapai lalu terciptalah kepuasan yang maksimal. Pada akhirnya, hal ini akan menciptakan pangsa pasar yang loyal, yang wilayah cakupannya semakin besar dan semakin besar.
    Selanjutnya, perusahaan dituntut untuk mampu mengikuti perkembangan zaman. Perusahaan harus terus memantau selera pasar yang dipengaruhi oleh makin banyak variansi faktor. Seperti referensi konsumen yang merasa puas, pesatnya perkembangan tekhnologi dan juga globalisasi, dimana perusahaan tidak hanya bersaing secara lokal tapi juga internasional. Satu hal yang juga harus diperhatikan oleh perusahaan adalah tingkat pemikiran masyarakat yang semakin kritis atas produk yang mereka konsumsi. Seperti pemanasan global yang menjadi salah satu peringatan, yang menyadarkan mereka untuk memilih produk yang ramah lingkungan.
    NOKIA pertama kali beroperasi pada awal tahun 1980. Sejak berdiri telah berhasil menjadi pemimpin pasar. Nokia telah berkembang di semua negara untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan perkembangan industri telekomunikasi. Berlokasi di Alexandra Technopark di Singapura, kantor regional Nokia adalah basis dari 700 staf pekerja profesional yang menjadi pelopor dalam inovasi teknologi, produk dan solusi bisnis untuk 20 pasar yg berbeda dan semua kantor Nokia di wilayah Asia-Pasifik.
    Pusat perbendaharaan regional Nokia -Nokia Treasury Asia- beroperasi di luar Singapura sebagai in-house bank untuk cabang-cabang Nokia di wilayah Asia Pasifik, sedangkan Nokia Research Centre (unit penelitian perusahaan) berkantor di Jepang dan Cina. Nokia juga membuat produk selain tiga fasilitas utama di Masan, Korea, dan Beijing dan Dongguan di Cina.
    Mulai bulan Januari 2004, Nokia telah mengaktifkan struktur organisasi globalnya untuk memperkuat fokus pada pemusatan, pasar mobilitas baru dan perkembangan. Untuk mencari daerah bisnis baru dalam era Mobilitas selain terus mengembangkan kepemimpinannya dalam komunikasi suara mobile, Nokia mempunyai empat grup bisnis untuk menemukan dinamika unik dari setiap bisnis, sebagai berikut :
    PONSEL. NOKIA menawarkan bermacam-macam ponsel yang sangat kompetitif untuk segmen pasar yang luas, dan mengembangkan ponsel untuk semua standar penting dan segmen pasar di lebih dari 130 negara. Merupakan tanggung jawab dari bisnis ponsel utama Nokia, berbasis pada teknologi WCDMA, GSM, CDMA dan TDMA. Ponsel berfokus pada fitur yang kaya, ponsel yang ditargetkan untuk pasar global.
    MULTIMEDIA. NOKIA menghadirkan multimedia mobile untuk pelanggan dalam bentuk perangkat mobile lanjutan dan aplikasi. Produk-produknya mempunyai fitur dan fungsionalitas seperti imaging, game, musik, media dan bermacam-macam konten menarik, seperti perangkat tambahan mobile dan solusi yang inovatif.
    JARINGAN. NOKIA selalu menawarkan infrastruktur jaringan yang memimpin, teknologi dan layanan terkait, berdasarkan pada standar nirkabel utama untuk operator mobile dan service provider. Berfokus pada teknologi GSM, grup berorientasi kepemimpinan dalam jaringan radio GSM, EDGE dan WCDMA. Jaringan Nokia telah diinstall pada sebagian besar pasar global yang telah mengadopsi standar ini. Jaringan juga merupakan provider pemimpin dari akses broadband dan jaringan TETRA untuk pengguna profesional dalam keselamatan publik dan sektor keamanan.
    SOLUSI PERUSAHAAN. NOKIA menyediakan bermacam-macam terminal dan solusi konektivitas mobile tanpa batas pada arsitektur mobilitas end-to-end, khusus untuk membantu bisnis dan institusi worldwide meningkatkan performansi mereka melalui mobilitas yang ditingkatkan. Solusi end-to-end menawarkan bermacam-macam perangkat mobile yang dioptimalkan untuk bisnis pada front end, sampai portfolio gateway yang dioptimalkan untuk bisnis mobile pada back end meliputi: email nirkabel dan internet, mobilitas aplikasi, perlindungan pesan, jaringan privat virtual, firewall, dan perlindungan dari gangguan.

    2. Apakah stategi yang diterapkan oleh NOKIA mempunyai potensi menciptakan daya saing bagi perusahaan pada insustri yang bersangkutan?
    Ulasan diatas adalah rangkaian strategi Nokia yang sangat potensial dalam penciptaan daya saing. Pada kenyatannya, strategi tersebut telah membawa Nokia pada Keberhasilan.
    Nokia, merupakan salah satu perusahaan ponsel yang terbesar dan terkemuka. Dalam kurun waktu satu dekade (1986-1996) transformasi Nokia menuju bisnis inti di sektor telekomunikasi meningkat secara drastis, dari hanya 17% di tahun 1986 yang kemudian meningkat menjadi 90% pada tahun 1996.
    Setelah melalui penelitian dan pengembangan yang intensif dalam infrastruktur jaringan GSM, Nokia berhasil memperkenalkan jaringan GSM PERTAMA DI DUNIA.
    Pada tahun 1991, yang kemudian diikuti oleh produk ponsel GSM pertamanya yaitu Nokia 1110 pada tahun 1992. Sampai penghujung tahun 1992, Nokia tetap menunjukkan keberhasilannya yang gemilang dalam membangun dan memperkuat brand image sebagai perusahaan telekomunikasi kelas dunia. Nokia telah muncul sebagai salah satu pemain utama dalam industri telepon selular dan bahkan menjadi yang terbesar dengan keuntungan bisnis yang tinggi.
    Nokia memiliki ragam ponsel yang sangat luas untuk berbagai segmen pasar dari low end hingga high end. Produk-produk tersebut sangat handal dengan fitur-fitur paling maju di setiap segmen. Strategi pemasaran yang diterapkan Nokia sangat hebat. Kemampuan mengidentifikasi dan menciptakan segmen pasar yang amat beragam dibarengi dengan program promosi dan pemasaran yang jitu.
    Keberhasilan Nokia tampil sebagai pemimpin industri selular dapat dirunut dari awal tahun 1990-an, saat resesi ekonomi melanda dunia. banyak perusahaan dunia memutuskan untuk memprioritaskan kinerja jangka pendek dan menunda investasi mereka. Namun sebaliknya, Nokia justru tetap pada rencananya semula untuk meningkatkan sumber daya di bidang Penelitian dan Pengembangan, serta pemasaran secara global.
    Keberhasilan Nokia tampil sebagai produsen ponsel terbesar dunia juga didukung oleh beberapa faktor, diantaranya secara konsisten memperkenalkan beragam produk dan solusi serta melakukan berbagai perubahan dalam struktur perusahaan. Selain itu Nokia juga terus mengembangkan produk dan solusi yang inovatif sebagai upaya untuk memenuhi permintaan pasar yang terus berkembang.
    Namun, kunci dari semua kehebatan Nokia justru terletak pada kualitas Human Resource (HR) mereka. Para pekerja Nokia memiliki kompetensi tinggi, sehingga di era desentralisasi dan kompetisi yang amat ketat saat ini, Nokia bisa mengambil keputusan yang tepat dengan cepat. Kecepatan pengambilan keputusan sangat diperlukan dalam bisnis ponsel karena begitu dinamisnya persaingan dan perkembangan di pasar.
    Proses rekrutmen menjadi awal dari upaya Nokia mendapatkan SDM berkualitas. Selanjutnya, SDM dikembangkan melalui serangkaian program training dan pengembangan, terutama disediakan oleh Nokia Global. Nokia sangat banyak memberikan program training kepada karyawannya sejalan dengan prinsip “Nokia is investing in people”. Training untuk setiap staf bisa 2-3 kali setahun, dikirim untuk on the job training mereka terbiasa mengambil keputusan di lapangan. Serta mengikuti seminar terkait.
    Dalam pengembangan SDM, Nokia menganut sejumlah prinsip yang tercermin dengan kata-kata berikut “continous learning, freedom to develop yourself, support each others growth, learn from your world class colleagues”. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan kualitas SDM menjadi prioritas utama Nokia, baik melalui training maupun dengan belajar dari kolega-kolega terbaik dari berbagai negara. Pentingnya kepemimpinan mendorong Nokia untuk mengutamakan training di bidang management and leadership skill. Kebutuhan training untuk subjek ini semakin meningkat sejalan dengan globalisasi bisnis Nokia dan tingginya kompetisi.
    Rangkaian training Nokia terutama ditujukan untuk menanamkan nilai-nilai yang dianut perusahaan dari Finlandia itu, yaitu customer satisfaction, respect, achievement, dan renewal. Setiap orang di Nokia harus menempatkan nilai-nilai itu sebagai panutan dalam bekerja. Yang menarik, Nokia termasuk satu dari sedikit perusahaan kelas dunia yang bersifat terbuka, tidak birokratis, dan memberi peluang karyawan di berbagai negara untuk maju dan berkontribusi. Atasan selalu bisa ditemui untuk berdiskusi atau karyawan juga diperbolehkan memberikan tantangan kepada mereka. Janji manajemen Nokia adalah Your opinions result in action.

    3. Jelaskan pula isu strategis yang berkaitan dengan perusahaan yang anda jadikan pengamatan, minimal 3 isu dan jelaskan kenapa hal itu termasuk stategis.

    STRATEGI IKLIM
    a. Perubahan Iklim
    Nokia bertujuan menjadi perusahaan pemimpin dalam kinerja lingkungan dan bagian integral dari strategi lingkungan Nokia adalah cara Nokia menanggapi tantangan perubahan iklim global. Strategi iklim Nokia menetapkan target yang meliputi semua area yang relevan, yang berperan dalam emisi CO2 secara langsung maupun tidak langsung, termasuk produk dan layanan, kantor, praktik produksi dan manajemen.
    Sebagian besar target yang telah Nokia tetapkan, memerlukan verifikasi kinerja eksternal. Saat ini Nokia telah memperbarui strategi iklim yang dikeluarkan pada tahun 2006 dan mengubah target penghematan energi yang telah ada dan yang baru menjadi target emisi CO2 sebagaimana kesesuaiannya. Untuk mencapai target tersebut, Nokia mengurangi konsumsi energi di dalam produk dan aktivitas Nokia, menggalakkan penggunaan energi ramah lingkungan di kantor Nokia, menyarankan kerja mobile, dan menawarkan peluang untuk offset emisi dari perjalanan bisnis kepada kayawan Nokia.
    b. Efisiensi energi
    Meskipun industri telepon seluler bukan merupakan pengguna energi yang utama – sektor telekomunikasi menyumbang kurang dari 1% dari seluruh CO2 di dunia – Nokia bermaksud untuk mengunakan energi seefisien mungkin melalui cara kerja Nokia dan membantu Anda untuk melakukan hal yang sama melalui produk Nokia.
    Selama tahun 2003 hingga 2006 Nokia meningkatkan efisiensi energi dari fasilitas Nokia di seluruh dunia, mengurangi 3,5 persen dari jumlah energi yang digunakan. Pada tahun 2012, target Nokia adalah menghemat energi hingga 6 persen dan memperoleh 50 persen listrik dari sumber daya yang dapat diperbarui seperti dari angin dan tenaga surya.
    Nokia selalu mencari cara kerja yang baru untuk meminimalkan dampak terhadap lingkungan, sebagai berikut :
    • Perjalanan Bisnis. Tahun 2007, Nokia mengevaluasi praktik kerjanya. Nokia ingin memperkecil emisi dengan mengurangi perjalanan yang dilakukan karyawan. Selama tahun 2007 karyawan Nokia telah menggunakan panggilan telekonferensi selama sekitar 145.000 jam per bulan (termasuk figur Nokia Networks pada bulan Januari-Maret). Untuk lebih meningkatkan panggilan videokonferensi sehingga mengurangi perlunya melakukan perjalanan, Nokia membangun fasilitas video baru yang canggih di 21 lokasi kantor utama. Nokia berencana untuk memperkenalkan teknologi tersebut ke 30 lokasi di seluruh dunia. Nokia juga membangun 20 fasilitas video konferensi tradisional tambahan dan akan menambah jumlahnya menjadi 220 di akhir tahun 2008.
    • Perjalanan pulang pergi. Nokia memperkenalkan langkah untuk mengurangi emisi yang dihasilkan oleh perjalanan karyawan, dari dan ke tempat kerja. Langkah ini mencakup penganjuran kerja jarak jauh yang memungkinkan untuk bekerja di manapun, dan membuat kebijakan setempat untuk mensubsidi mobil dan transportasi umum yang rendah emisi.
    • Offset karbon. Pada tahun 2007, Nokia memperkenalkan skema offset karbon secara sukarela untuk semua jenis penerbangan pada bisnis Nokia. Setelah melakukan perjalanan, pelancong dapat membayar offset emisi CO2 yang dimaksud dan biaya pembayaran akan diganti oleh Nokia. Biaya tersebut akan membantu mendanai portofolio keseimbangan proyek Gold standard di seluruh dunia yang fokus pada energi yang dapat diperbarui dan efisiensi energi.
    • Perangkat Nokia. Fase penggunaan perangkat menghabiskan sepertiga energi dari total siklus hidup, dan hingga dua pertiga konsumsi daya di dalam fase ini dapat dihilangkan. Itulah alasan mengapa Nokia mengembangkan pengisi daya yang lebih efisien energi. Nokia telah mengurangi jumlah energi yang dikonsumsi pengisi daya secara signifikan dan berencana untuk menghemat lebih jauh lagi. Anda dapat membantu dengan cara mewajibkan diri untuk mencabut colokan charger dari stop kontak setelah pengisian daya selesai.
    Model Pengisi Daya Nokia Konsumsi daya tanpa beban Melampaui kriteria tanpa beban Energy Star* Diluncurkan Kepatuhan efisiensi energi
    AC-3 < 0.15W 60% Juni 2005 CEC, EU CoC, Energy Star
    AC-4 < 0.3W 30% Juni 2005 CEC, EU CoC, Energy Star
    AC-5 < 0.3W 30% April 2007 CEC, EU CoC, Energy Star
    AC-6 < 0.15W 60% Juni 2007 CEC, EU CoC, Energy Star
    AC-8 < 0.03W 94% Juli 2007 CEC, EU CoC, Energy Star
    * Energy Star versi 1.1.

    Nokia juga membuat perangkat mobile yang lebih efisien dengan membuatnya lebih cerdas. Ponsel terbaru menghadirkan fitur seperti navigasi, kamera, pemutar musik dan akses internet, sehingga Anda tidak perlu membeli, menggunakan atau mengisi ulang daya item elektronik lainnya. Konsumsi daya perangkat mobile berkisar antara 1-5W sedangkan komputer mengkonsumsi 10-50W – membuat perangkat mobile yang kecil menghemat energi berlipat ganda dibandingkan dengan komputer.

    STRATEGI LINGKUNGAN

    Nokia bagi lingkungan berfokus pada 3 hal :
    • Pengelolaan bahan. Kami bekerja secara dekat dengan pemasok dan meminta penjelasan lengkap tentang bahan yang kami gunakan dalam perangkat. Kerja kami didasarkan pada prinsip pencegahan dan kami bertujuan untuk terus mengurangi jumlah bahan yang kemungkinan dapat menimbulkan masalah. Selain itu, kami terus mencari peluang untuk menggunakan bahan baru yang ramah lingkungan, seperti bioplastik atau logam dan plastik daur ulang.
    • Efisiensi energi. Kami juga memastikan bahwa perangkat kami mengkonsumsi energi sekecil mungkin. Kami juga berusaha untuk mengurangi konsumsi energi di dalam operasional, dan menyetujui target efisiensi energi dengan pemasok utama kami.
    • Program kembali dan daur ulang. Kami ingin meningkatkan kesadaran konsumen terhadap daur ulang, menawarkan daur ulang yang berkualitas di seluruh pasar dan menggalakkan daur ulang perangkat bekas pakai melalui prakarsa dan kampanye tertentu. Tulang punggung program pengembalian Nokia adalah lokasi pengumpulan perangkat bekas pakai di 5000 pusat Nokia care yang tersebar di 85 negara.
    a. Daur Ulang
    Survei terhadap konsumen global menunjukkan bahwa 44% ponsel bekas tergeletak di dalam meja laci dan tidak didaur ulang. Hanya 3% orang di seluruh dunia yang mau mendaur ulang ponsel bekas. Mengapa Anda harus mendaur ulang ponsel bekas yang sudah tidak digunakan? Mendaur ulang berarti kita tidak perlu mengekstraksi dan mengolah banyak bahan untuk produk baru, menghemat energi, bahan kimia dan mengurangi limbah. Apabila semua pengguna Nokia mau mendaur ulang meski hanya satu ponsel bekas, maka kita akan dapat menghemat hampir 80.000 ton bahan mentah.

    Daur ulang juga memberikan kesempatan kedua untuk ponsel anda. Hampir 100 persen bahan ponsel dapat dipulihkan kembali untuk membuat produk baru atau untuk menghasilkan energi. Nokia bekerjasama dengan perusahaan terpilih yang memanfaatkan bahan-bahan dari ponsel dan aksesori yang Nokia berikan kepada mereka. Perusahaan tersebut dievaluasi secara rutin untuk memastikan bahwa mereka bekerja dengan baik dan semua yang diberikan kepada mereka wajib didaur ulang.
    Nokia mendukung konsep tanggung jawab produsen pribadi. Agar Nokia dapat melaksanakan tanggung jawab pribadi, Nokia memerlukan pihak lain di dalam rantai utama, seperti konsumen dan pengecer, untuk berkomitmen mengembalikan perangkat mobile bekas untuk didaur ulang sebagaimana mestinya. Kerjasama seperti di atas akan menciptakan kondisi yang lebih memasyarakatkan driver tertentu untuk desain produk ramah lingkungan yang memberikan kemudahan daur ulang sekaligus menguntungkan bagi konsumen, produsen dan lingkungan.
    Nokia telah menyelenggarakan kampanye program pengambilan sejak akhir tahun 1990-an dan Nokia secara rutin bekerjasama dengan organisasi lingkungan atau organisasi non-pemerintah seperti WWF untuk meningkatkan kewaspadaan konsumen di berbagai pasar di seluruh dunia. Nokia juga bekerjasama dengan pihak lain di dalam industri untuk meningkatkan standar daur ulang.
    Nokia juga berpartisipasi dalam berbagai proyek untuk meningkatkan cara penanganan ponsel bekas. Hal ini termasuk kelompok kerja MPPI yang telah membuat konsep panduan global yang meliputi desain, koleksi, pembaruan dan daur ulang ponsel. Nokia juga menjadi anggota prakarsa StEP (solving the e-waste problem/mengatasi masalah limbah elektronik), suatu industri dan kerja sama akademis yang diselenggarakan oleh universitas UN.
    Mengapa Anda harus mendaur ulang ponsel bekas yang sudah tidak digunakan? Mendaur ulang berarti kita tidak perlu mengekstraksi dan mengolah banyak bahan untuk produk baru, menghemat energi, bahan kimia dan mengurangi limbah. Apabila semua pengguna Nokia mau mendaur ulang meski hanya satu ponsel bekas, maka kita akan dapat menghemat hampir 80.000 ton bahan mentah. Daur ulang memberikan kesempatan kedua untuk ponsel Anda. Apabila Anda sudah tidak lagi menggunakan perangkat mobile tersebut, kembalikan kepada Nokia untuk didaur ulang sehingga Nokia dapat memanfaatkannya – 100 persen bahan ponsel dapat dipulihkan kembali untuk membuat produk baru atau untuk menghasilkan energi.
    Nokia bekerjasama dengan perusahaan terpilih yang memanfaatkan bahan-bahan dari ponsel dan aksesori yang Nokia berikan kepada mereka. Perusahaan tersebut dievaluasi secara rutin untuk memastikan bahwa mereka bekerja dengan baik dan semua yang diberikan kepada mereka wajib didaur ulang.
    Nokia mendukung konsep tanggung jawab produsen pribadi. Untuk itu, Nokia memerlukan pihak lain di dalam rantai utama, seperti konsumen dan pengecer, untuk berkomitmen mengembalikan perangkat mobile bekas untuk didaur ulang sebagaimana mestinya. Kerjasama seperti di atas akan menciptakan kondisi yang lebih memasyarakatkan driver tertentu untuk desain produk ramah lingkungan yang memberikan kemudahan daur ulang sekaligus menguntungkan bagi konsumen, produsen dan lingkungan.
    Nokia telah menyelenggarakan kampanye program pengambilan sejak akhir tahun 1990-an dan Nokia secara rutin bekerjasama dengan organisasi lingkungan atau organisasi non-pemerintah seperti WWF untuk meningkatkan kewaspadaan konsumen di berbagai pasar di seluruh dunia. Nokia juga bekerjasama dengan pihak lain di dalam industri untuk meningkatkan standar daur ulang.
    Nokia juga berpartisipasi dalam berbagai proyek untuk meningkatkan cara penanganan ponsel bekas. Hal ini termasuk kelompok kerja MPPI yang telah membuat konsep panduan global yang meliputi desain, koleksi, pembaruan dan daur ulang ponsel. Nokia juga menjadi anggota prakarsa StEP (solving the e-waste problem/mengatasi masalah limbah elektronik), suatu industri dan kerja sama akademis yang diselenggarakan oleh universitas UN.
    b. Ramah Lingkungan
    Hal pertama yang diperhatikan adalah para desainer Nokia berusaha dan memastikan bahwa perangkat baru akan seramah mungkin terhadap bumi (dan penghuninya). Mereka mewujudkannya dengan mempertimbangkan siklus hidup ponsel. Untuk membuat satu ponsel Nokia memerlukan ratusan komponen, yang diperoleh dari pemasok khusus. Komponen tersebut menggunakan berbagai bahan yang berbeda. Penting untuk memastikan bahwa bahan yang digunakan untuk membuat ponsel tersebut dapat didaur ulang dengan aman setelah ponsel tidak lagi dapat digunakan.
    Karena para desainer Nokia sangat memperhatikan bahan yang digunakan dan Nokia memilih perusahaan daur ulang yang efisien lingkungan untuk mendaur ulang produk Nokia. 65-80% dari bahan yang digunakan dalam ponsel Nokia sekarang dapat didaur ulang dan dimanfaatkan kembali. Praktik terbaik dapat memulihkan kembali 100 persen bahan – sebagian sebagai energi. Bagian casing ponsel dengan jelas ditandai sebagai dapat didaur ulang.
    Aktivitas lingkungan Nokia didasarkan pada Prinsip siklus hidup. Artinya :
    • Menggunakan bahan dan substansi yang telah disetujui, teruji dan awet pada produk.
    • Meningkatkan efisiensi energi pada perangkat, aplikasi & aksesori juga pengisi daya.
    • Mengembangkan kemasan produk yang lebih kecil dan lebih cerdas.
    • Melibatkan pihak yang menggunakan ponsel Nokia via perangkat lunak dan layanan ramah lingkungan dan daur ulang.
    c. Polusi Udara
    Nokia Maps menghadirkan peta dan pengalaman navigasi canggih, yang membantu Anda bepergian dengan lebih efisien. Nokia memperkenalkan Walk – navigasi bagi pejalan kaki, selain Drive – navigasi berkendara kelas dunia, panduan kota multimedia, peta satelit dan fitur inovatif lainnya.
    Hal ini didasarkan pada pemikiran atas peningkatan emisi CO2 dan gas rumah kaca lainnya yang disebabkan oleh aktivitas manusia seperti sarana transportasi yang berkaitan erat dengan pemanasan global. Dengan membeli offset karbon, sangat memungkinkan untuk mendanai proyek untuk menyerap, mengurangi atau menghindari sejumlah gas rumah kaca yang dilepaskan di seluruh bumi.
    Di Nokia, Nokia mengurangi frekuensi penggunaan sarana transportasi dan telah memperkenalkan offset untuk perjalanan penting. Sekarang Nokia dapat membantu Anda menggunakan teknologi mobile untuk melaksanakan sebagian kecil tugas Anda bagi lingkungan. Download we:offset ke perangkat mobile, alat pertama di dunia untuk mengimbangi emisi gas CO2. Aplikasi telah tersedia dalam 46 bahasa.

    d. Substansi berbahaya
    Bahan yang digunakan di dalam produk dan proses Nokia harus aman bagi manusia dan lingkungan. Memenuhi persyaratan peraturan kesehatan dan lingkungan merupakan prioritas dan syarat utama bagi Nokia. Nokia adalah pemimpin industri dalam pengelolaan bahan.
    Semua produk Nokia mematuhi hukum dan standar lingkungan, misalnya EU dan China RoHS. Pengisi daya terbaru Nokia mematuhi standar Energy Star. Selain itu, pendekatan Nokia didasarkan pada prinsip pencegahan. Bilamana Nokia memiliki alasan kekhawatiran yang masuk akal, bahwa suatu bahan dapat menyebabkan kerusakan parah dan tidak terpulihkan bagi kesehatan dan lingkungan, Nokia akan mengumpulkan dan mengevaluasi data tambahan. Nokia dengan sukarela akan mengambil tindakan seperti mengganti bahan yang Nokia khawatirkan dengan bahan alternatif yang lebih aman bilamana tersedia.
    Daftar Bahan Nokia mengidentifikasi bahan yang sudah dilarang, dibatasi, atau ditargetkan oleh Nokia untuk dikurangi dengan tujuan meniadakan penggunaannya secara bertahap di dalam produk Nokia. Nokia bekerjasama dengan pemasok untuk menyelidiki dan memperkenalkan bahan alternatif.
    e. Dampak Lingkungan
    Kemasan sangatlah penting karena berfungsi melindungi produk dalam pengiriman dari perusahaan kepada Anda. Nokia berupaya meminimalkan dampak terhadap lingkungan:
    • dengan memperhatikan jenis bahan yang Nokia gunakan di dalam kemasan
    • dengan mengurangi jumlah bahan yang digunakan dan
    • dengan mempertimbangkan apa yang terjadi setelah kemasan tidak lagi diperlukan.
    Berat dan ukuran kemasan tidak hanya mempengaruhi bahan, namun juga energi yang diperlukan untuk mengirim dan menyimpan produk tersebut. Nokia telah menghemat energi dalam logistik dengan mengurangi jumlah materi cetak yang ada di dalam kemasan penjualan.
    Pada tahun 2007 saja, Nokia telah menghemat 15.000 ton bahan dengan menggunakan kemasan yang lebih kecil. Tindakan ini juga menghemat 100.000 m3 air, hampir seukuran danau kecil. Selama bertahun-tahun Nokia telah mengganti plastik dengan materi berbahan dasar kertas. Nokia juga lebih banyak menggunakan bahan kemasan daur ulang.
    Kemasan adalah area di mana Nokia telah menunjukkan upaya penghematan tidak hanya dilakukan untuk lingkungan, namun juga untuk perusahaan. Sejak bulan Februari 2006, saat pertama kali Nokia menciptakan kemasan yang lebih kecil hingga akhir tahun 2007, Nokia telah mengirim 250 juta ponsel menggunakan kemasan ringkas yang baru tersebut. Hal ini menghemat 5.000 truk yang diperlukan untuk mendistribusikan produk Nokia di seluruh dunia dan menghemat biaya finansial 100 juta euro. Fantastis!
    e. Komunitas Peduli Lingkungan
    Bila menyangkut pelaksanaan bagian kita untuk lingkungan, kita semua harus saling membantu. Kita dapat mendukung organisasi dan bergabung dengan komunitas yang peduli lingkungan. Dengan menggunakan teknologi mobile kita dapat bergabung dalam aksi sosial praktis untuk membantu menyelamatkan lingkungan, di mana pun kita berada. Anda beranggapan, mungkin sulit dipercaya bahwa Anda dapat membuat perubahan. Namun bersama-sama kita bisa membuatnya lebih mudah.
    Dengan bekerja bersama organisasi lingkungan kami dapat membantu orang lain peduli terhadap lingkungan dan sekaligus kita menjadi lebih ramah lingkungan. Apabila Anda berminat untuk menjadi mitra kami, kami sangat senang menyambut Anda.
    h.1. WWF. Kami bekerjasama dengan WWF untuk mencari cara baru dalam meningkatkan kinerja lingkungan Nokia dan meningkatkan kesadaran lingkungan untuk semua orang di dalam perusahaan. Kami juga bekerjasama dengan pihak lain sebagai berikut :
    • European Information Communications and Consumer Electronics Technology Industry Association (EICTA)
    • International Chamber of Commerce (ICC)
    • Cellular Telecommunications Industry Association (CTIA)
    • Electronics Industry Alliance (EIA)
    • World Business Council for Sustainable Development (WBCSD)
    • Global e-Sustainability Initiative (GeSI)
    • RosettaNet
    • Comprehensive Approach for Recycling of Electronics (CARE)
    • Environmental Policy Group (EICTA)
    • Waste Issue Group (EICTA)
    • SteP Solving the e-waste problem
    h.2. IPP : Menetapkan kebijakan lingkungan yang nyata
    Kami juga bergabung dalam pendekatan IPP (Integrated Product Policy) Uni Eropa untuk kebijakan lingkungan. Proses menetapkan contoh langkah sukarela yang dapat melengkapi peraturan. Kami memperhatikan siklus hidup produk dan berusaha mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan yang memungkinkan pada setiap tahapan. Usulan perjanjian sukarela IPP meliputi:
    • Memberikan fakta lingkungan tentang produk yang relevan dan mudah dipahami kepada konsumen untuk membantu mereka memutuskan membeli sesuatu yang bernuansa peduli lingkungan.
    • Mengurangi jumlah energi yang dikonsumsi perangkat dengan cara mengembangkan pengingat internal yang memberitahu pelanggan untuk mencabut pengisi daya setelah baterai ponsel terisi penuh.
    Eco Declaration. Nokia telah memberikan eco declaration (deklarasi lingkungan) untuk semua produknya sejak tahun 2001. Eco Declaration memberikan informasi dasar tentang hubungan lingkungan dengan produk yang meliputi penggunaan bahan, efisiensi energi, kemasan, dan daur ulang.

    4. Dari berbagai sumber cobalah rumuskan apa unsur keberhasilan strategi Nokia sehingga keberhasilannya tidak saja membangun korporasi, tapi juga membangun negaranya (Finlandia).
    Sebagian besar pertanyaan ini sudah tergambar pada tiga jawaban soal sebelumnya. Namun, berikut ini sekilas keberhasilan Nokia dalam membangun perusahaan dan negaranya.
    Pada tahun 1865 – atau sekitar 140 tahun silam, sebuah perusahaan kecil didirikan dipinggiran sebuah kota, di negeri Finlandia. Selama puluhan dekade, perusahaan yang diberi nama Nokia itu menekuni bisnis utamanya dibidang perkebunan karet. Kita tidak pernah menyangka bahwa Nokia – yang kini telah menjelma menjadi ikon telepon seluler global – pada mulanya hanyalah sebuah perusahaan kecil yang bergerak dibidang perkaretan, sebuah bidang usaha yang sama sekali tidak eksotis.
    Namun sejarah kemudian telah menjadi saksi : betapa sejak awal tahun 80-an, Nokia telah mentransformasikan dirinya menjadi raksasa dunia dalam bidang telekomunikasi. Dan di segenap penjuru langit, aneka produk ponselnya yang penuh pilihan telah digenggam jutaan manusia : mulai dari kaum eksekutif berdasi hingga penjual mi tek-tek, mulai dari ibu-ibu pejabat yang parlente hingga pembantu rumah tangga kita. Di negeri ini, produk smart phone-nya telah menjadi simbol status dan beragam serinya merajai kios-kios di seluruh Indonesia. Sampai ada slogan “Nokia, handphone sejuta umat”. Pendeknya, Nokia telah menjadi dewa dalam blantika pasar ponsel – bukan saja di republik ini, namun juga di pasar global.
    Dalam kurun waktu 140 tahun kelahirannya, Nokia telah menciptakan serangkaian jejak dramatis yang mengukuhkan dirinya sebagai penguasa global. Mulai dari keputusannya untuk menutup bisnis perkebunan dan beralih ke bisnis ponsel, kemudian pertarungan sengit dengan Motorola pada era tahun 90-an, hingga peta strategi dan inovasi masa depan yang diraciknya guna menahan gempuran Sonny-Erricson, Samsung dan Apple yang setiap saat bisa merebut posisinya sebagai Market Leader.
    Kreasi dan evolusi strategi global Nokia, seperti terurai pada tiga jawaban soal diatas, diuji pada era tahun 80 hingga era 90-an. Ketika mereka bertekad untuk menjadi penguasa ponsel berteknologi digital (menggantikan model analog yang saat itu masih amat dominan). Nokia beruntung karena memiliki sang CEO legendaris bernama Kari Kairamo, seorang visioner yang memimpin proses transformasi fundamental Nokia, yang meninggal tragis pada tahun 1988 dengan cara bunuh diri. Kepemimpinan Nokia diteruskan oleh penggantinya yang juga tak kalah visioner, Jorma Ollila, dan kemudian diteruskan oleh Olli-Pekka Kallasvuoa. Semuanya adalah warna negara Finlandia.
    Peta strategi dan inovasi masa depan Nokia adalah tekadnya untuk menguasai the next big thing yakni : mobile internet, communication and entertainment device. Nokia menganggap bahwa kedepan ponsel tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat telepon, namun juga menjadi seperangkat digital yang lengkap : mulai dari piranti kamera dengan mutu sempurna, games interaktif dengan resolusi tinggi, hingga menjadi tv mobile yang penuh pilihan. Hanya saja disini, Nokia akan menghadapi pertarungan sesungguhnya, sebab bukan saja ia mesti bertarung dengan Motorola, Samsung serta Sony, tapi juga sang raksasa Microsoft dan sang inovator Apple.
    Ada tiga elemen kunci yang mampu membuat Nokia menjadi pemimpin, yaitu :
    1. Elemen pertama adalah “GLOBAL FOCUS” atau sejumlah strategi yang bermula dari sebuah pemahaman yang brilian mengenai dinamika persaingan ponsel global.
    2. Elemen kedua adalah apa yang disebut sebagai “STRATEGIC MARKET-MAKING” atau sebuah visi yang tajam untuk mendeteksi setiap detak perubahan dalam peta teknologi selular yang amat dinamis dan berubah-ubah. Ditengah perubahan selera pasar yang variatif, Nokia selalu mampu memberikan respon antisipatif yang jitu.
    3. Elemen ketiga adalah strategi Nokia yang bertajuk “FOCUS ON PEOPLE”. Nokia selalu memperlakukan pengelolaan SDM-nya sebagai isu strategik, bukan sekedar pengelola administrasi. Secara berkesinambungan, Nokia selalu berikhtiar untuk membangun respek pada karyawan, membangun iklim dan kultur “learning” dimana setiap karyawannya didorong untuk saling bertukar informasi dan ide inovatif.
    Melihat reputasinya selama ini, bisa jadi Nokia akan tetap menjadi pemimpin dalam dinamika pasar ponsel global. Dengan itu pula, Nokia akan tetap menjadi pahlawan sejati bagi rakyat Finlandia. Dibalik tampilan aneka produknya yang cantik dan menyenangkan, Nokia memang telah menciptakan sebuah revolusi dalam sejarah peradaban umat manusia. (Dan Steinbock, The Nokia Revolution : The Story of An Extraordinary Company that Transformed an Industry).

    Sumber :

    http://www.nokia.com

    http://www.nokia.co.id

    http://www.digilib.petra.ac.id

    JAwaban sudah mengikuti pertanyaan pada bacaan yg posting, hal penting dari kasus yang dikemukakan adalah bagaimana memasukkan unsur daya saing dalam strategi yang dirumuskan Nokia. Hal ini dapat dipelajari bilamana dikemukakan juga bagaimana industri cellular phone lainnya merumuskan strategi.

    Komentar oleh Novita Sari | April 24, 2009 | Balas

  9. Selamat Malam Pak Jo…..

    Dalam komentar saya saat ini, saya ingin memberikan komentar saya terhadap PT. COCA-COLA BOTTLING INDONESIA (PT.CCBI) selaku pemegang lisensi dari The Coca-Cola Company yang mempunyai kewenangan untuk memproduksi dan mendistribusikan produk-produk berlisensi Coca-Cola seperti (Coca-Cola, Fanta, Sprite, Frestea, Ades) di wilayah Indonesia.

    PT.CCBI dalam usahanya mempunyai banyak sekali strategi yang sangat efektif dalam merebut pangsa pasar minuman ringan non-alkohol di Indonesia, strateginya antara lain sebagai berikut :

    1. PT.CCBI selalu berusaha melakukan ekspansi pasar secara besar-besaran sehingga pendistribusian produknya sangat luas agar mudah didapat oleh konsumen hampir di semua pelosok wilayah mulai dari toko besar hingga retail di pinggir jalan.
    2. PT.CCBI melakukan penanaman brand image yang sangat kuat akan produknya terhadap konsumen-konsumennya sebagai minuman bersoda/ringan/non-alkohol yang mempunyai citra dan kelas tersendiri namun mudah ditemukan, sehingga produk-produknya selalu menjadi produk yang familiar dan terkenal di semua kalangan. Melalui promosi yang gencar dan jargon-jargon produknya yang sangat dikenal telah membuat produk-produknya sangat mendunia dan melekat di hati konsumen seperti contohnya slogan “Always Coca-Cola” yang mendunia hingga slogan local seperti “Brrrsama-sama kami hadirkan saat-saat penuh kesegaran setiap hari”.
    3. PT.CCBI berkomitmen penuh terhadap konsumennya, apapun akan dilakukan untuk memuaskan konsumennya antara lain dengan menyediakan produk yang harganya sangat terjangkau oleh semua kalangan hingga membuat Consumer Response Teams dan program-program yang dilaksanakan di semua area operasi di seluruh Indonesia untuk menampung setiap masukan yang disampaikan oleh para konsumen dan pelanggan agar pelanggan menjadi puas dan loyal terhadap produk-produk dan pelayanannya.
    4. PT.CCBI juga berkomitmen terhadap kualitas produknya melalui The Coca-Cola Quality System yang merupakan landasan kebijakan perusahaan terhadap pengawasan mutu yang memotivasi untuk bertindak memenuhi dan bahkan melampaui berbagai standar kualitas, baik itu merupakan standar internasional maupun standar yang ditetapkan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku di Industri makanan dan minuman.
    5. PT.CCBI juga mempunyai strategi perusahaan yang sangat efisien dan efektif, perusahaan ini melakukan kerjasama dengan pihak lain yang mendukung usahanya sehingga cost perusahaan dapat lebih ditekan, contohnya bekerjasama dengan pabrik pembuat tutup botol, media komunikasi, usaha transportasi hingga toko-toko retail dalam proses produksi, distribusi hingga pemasarannya.

    Menurut saya, strategi yang dilaksanakan oleh PT.CCBI tersebut di atas sangatlah optimal sekaligus efektif dan efisien, karena terbukti produk-produk PT.CCBI sangatlah “umum” bagi kita semua, dalam artian mudah didapat, harga terjangkau dan kualitas terjamin, disamping itu inovasi-inovasi produknya sangat beragam dan menarik perhatian konsumennya. Karena itu menjadi hal wajar apabila produk-produk PT.CCBI menjadi market leader dibidangnya untuk saat ini.

    Dukungan system manajemen yang terarah dan diawasi langsung oleh The Coca-Cola Company juga telah membuat PT.CCBI menjadi sebuah perusahaan besar yang kuat dan mapan. Orientasi perusahaan ini tidak hanya berfokus pada orientasi bisnis (keuntungan) semata namun juga sangat peduli terhadap orientasi pasar dan konsumen sekaligus berorientasi terhadap lingkungan dan social.

    Dalam bidang Corporate Social Responsibilty (CSR) atau tanggung jawab perusahaan terhadap sosial, PT.CCBI juga mempunyai beberapa program CSR yang sangat peduli terhadap masyarakat dan kegiatan-kegiatan social bahkan program-program CSR ini juga ada yang disupport langsung dari The Coca-Cola Company, antara lain :

    1. Hal terawal yang mencerminkan kepedulian PT.CCBI adalah dampak langsung pada kehidupan dan kesejahteraan ribuan pemasok lokal, pelanggan dan karyawan yang berasal dari masyarakat sekitar. Setiap tahun PT.CCBI melaksanakan program bantuan kemasyarakatan untuk masyarakat setempat dalam bidang pendidikan, kesehatan, pembangunan prasarana, serta menyalurkan bantuan dalam berbagai bentuk kepada kelompok-kelompok masyarakat membutuhkan.
    2. PT.CCBI melalui yayasan sosialnya yang bernama Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI) mempunyai komitmen untuk membantu penyediaan kesempatan belajar bagi anak-anak dan remaja Indonesia agar dapat menjadi warga negara yang produktif serta berwawasan luas. Demi membantu dunia pendidikan, CCFI melaksanakan serangkaian kegiatan untuk memfasilitasi sarana belajar alternatif guna mengakomodasi kebutuhan pendidikan bagi para siswa maupun anak putus sekolah. Tiga program besar yang telah dicetuskan adalah: Program Community Learning Center, Program Lokakarya Penulisan Cerita Anak dan Program Pelatihan yang berkelanjutan.
    Program Community Learning Center (Rumah Belajar Masyarakat) merupakan salah satu wujud nyata upaya CCFI dalam mengembangkan perpustakaan umum agar dapat menjadi sarana alternatif tempat belajar bagi masyarakat. Hal tersebut dicapai melalui beberapa cara yaitu: mendidik para staf perpustakaan agar mereka lebih berorientasi pada pembaca, peremajaan sarana perpustakaan agar lebih menarik dan menyelenggarakan program-program edukatif di perpustakaan untuk menarik minat pengunjung.
    Selain itu, tiga program besar lain telah dicanangkan untuk memberdayakan Learning Center binaan CCFI.
    Pertama, Program Digital Divide. Melalui program ini, CCFI melengkapi fasilitas Learning Centernya dengan perangkat komputer modern. Selain itu, para pengelola Learning Center dibina menjadi tenaga handal yang dapat mengajarkan manfaat belajar komputer dengan cara yang menyenangkan bagi anak dan remaja yang datang ke Learning Center.
    Kedua, Program Lingkungan Hidup. Bekerja sama dengan organisasi lingkungan, CCFI mengembangkan seri buku pendidikan Keanekaragaman Hayati Indonesia, yang disebarluaskan di setiap Learning Center dan perpustakaan sekolah.
    Ketiga, Program HIV/AIDS. CCFI memasukkan program pendidikan tentang HIV/AIDS di Learning Center binaannya di empat kota, yaitu: Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya. Kegiatan diawali dengan pelatihan para mentor yang terdiri dari pengelola Learning Center dan beberapa aktifis HIV/AIDS, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan komunikasi bagi remaja di sekitar Learning Center.
    3. Adanya keterbatasan kemampuan pengusaha di sektor informal (pengusaha mikro) dalam mengelola usahanya mendorong PT.CCBI mewujudkan kepedulian sosialnya dengan memprakarsai program ekonomi kemasyarakatan berbentuk program pengembangan usaha mikro (Coca-Cola Micro Enterprise Development Program). Program ini mempunyai dua elemen yaitu bantuan teknis (technical assistance) pengembangan dan pendampingan usaha mikro yang didukung sepenuhnya oleh Coca-Cola selama satu tahun. Pendampingan ini dimaksudkan untuk memberdayakan anggota kelompok, meningkatkan jumlah tabungan atas kesadaran sendiri, serta mengembangkan kegiatan usaha produktif anggota dan pengembangan jaringan usaha serta akses terhadap modal kerja yang diberikan oleh lembaga pembiayaan independen atau bank (diluar Coca-Cola).
    4. Komitmen sosial Coca-Cola Bottling Indonesia juga diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial lainnya yang dilakukan bagi masyarakat di sekitar pabrik dan kantor-kantor penjualannya di berbagai daerah di Indonesia. Untuk memfokuskan bantuannya, Coca-Cola memfokuskan pada tujuh bidang utama, yaitu: pendidikan, lingkungan, bantuan atas pembangunan infrastruktur publik, event-event nasional dari berbagai organisasi kepemudaan dan pemerintah, kebudayaan, kesehatan dan olahraga, dan bantuan bagi korban bencana alam.

    Referensi :

    http://www.coca-colabottling.co.id

    ———————————————————-

    FeLLiS Titahbara
    ERC1B006032
    Fakultas Ekstensi Ekonomi
    Jurusan Manajemen

    Komentar oleh FeLLiS Titahbara | April 24, 2009 | Balas

  10. 1. DAYA SAING
    Menurut saya, daya saing merupakan kemampuan perusahaan untuk terus bertahan dan mengembangkan usaha hingga dapat terus berdampingan dengan kompetitor dalam dunia usaha. SAlah satu perusahaan yang menerapkan strategi berdaya saing adalah PERTAMINA melalui program PKBL (Program Kemitraan dan bina lingkungan

    Saudara lamhot, coba jelaskan strategi pertamina itu apa, kemudian baru diuji apakah di dalamnya sudah mempertimbangkan perlunya daya saing? Khususnya bila mengacu kepada pengalaman pertamina.

    2. Program ini jelas menjadi kekuatan pendukung bagi PERTAMINA, PKBL yang dilaksanakan oleh PERTAMINA ini mengundang perhatian lebih nbagi stake holder PERTAMINA:
    a. PEMERINTAH
    Sesuai SK Menteri Keuangan RI No. 316/KMK.016/1994 tanggal 27 Juni 1994, BUMN termasuk PERTAMINA diwajibkan melakukan pembinaan terhadap usaha kecil dan Koperasi dalam rangka mendukung Pemerintah :

    Mendorong kegiatan dan pertumbuhan ekonomi.

    Menciptakan pemerataan pembangunan melalui perluasan lapangan kerja dan kesempatan berusaha.

    Mengembangkan potensi usaha kecl dan koperasi agar menjadi tangguh dan mandiri sehingga menjadi pilar ekonomi nasional dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

    Mendorong tumbuhnya kemitraan antara BUMN dengan usaha kecil dan koperasi.

    MASYARAKAT
    Masyarakat dalam hal ini Rakyat Indonesia merupakan pihak yang memiliki hak untuk disejahterakan oleh NEGARA (sesuai pasal 33 UUD 1945), dalam hal ini Pemerintah memberikan kuasa penuhnya kepada pertamina untuk menggali potensi kekayaan dalam bumi yakni minyak untuk mensejahterakan masyarakat, disamping itu perusahaan melalui program PKBL ini jug MENYUMBANGKAN MINIMAL 2,5% guna membantu mengembangkan perekonomian masyarakat dengan permodalan UMKM. hal ini tentunya akan menuai dukungan positif masyarakat bagi pertamina untuk terus ada bagi bangsa Indonesia.

    3. Berikut 3 isu strategis PERTAMINA

    a. PELAKSANAAN STRATEGI PKBL

    Melakukan koordinasi dan sinkronisasi pembinaan usaha kecil dan koperasi dengan departemen keuangan, kantor menteri negara BUMN, kantor menteri negara koperasi dan usaha kecil / menengah, departemen perindustrian dan perdagangan departemen perindustrian dan perdagangan, departemen luar negeri, pemerintah daerah dan BUMN lain.

    Melakukan kerjasama denga perguruan tinggi terkemuka, LSM terpilih / reputable dan lembaga profesional di setiap propinsi dalam perencanaan dan pelaksanaan pembinaan usaha kecil dan koperasi mitra binaan / calon mitra binaan pertamina.
    Menjembatanu terciptanya aliansi strategis dengan prinsip saling menguntungkan dan berkelanjutan antara usaha kecil dan koperasi mitra binaan pertamina terseleksi dengan pabrikan, distributor, ekspotir dan asosiasi retailer dalam dan luar negeri.

    Menjembatani tersiptanya aliansi strategis dengan perusahaan jasa distribusi / transportasi. Menjembatani terciptanya kerjasama teknis.

    Produksi dengan para pabrikan pengguna. Produksi dalam dan luar negeri. Mengikutsertakan usaha kecil dan koperasi. Mitra binaan pertamina terseleksi dalam berbagai pameran dagang dan industri di dalam dan luar negeri secara bertahap dan berkelanjutan.

    Fokus pada pembinaan usaha kecil dan koperasi di sekitar wilyah operasi pertamina dan mitra bisnis.

    b. STRATEGI BEASISWA BERKELANJUTAN
    DEngan program beasiswa berkelanjutan dari PERTAMINA bagi masyarakat Indonesia (Pelajar dan Mahasiswa) akan mendorong perusahaan dipercaya oleh masyarakat, dengan adanya masyarakat yang merasakan manfaat adanya program ini maka secara tidask langsung masyarakatpun akan selalu berharap perusahaan tetap bertahan dan terus ada.

    c. STRATEGI PERNGUASAAN BLOCK DENGAN ANAK PERUSAHAAN
    Selama ini pertamaina banyak melepas tender pengeboran block perminyakan dengan menawarkan tender yang tentu saja BANYAK DIMENANGKAN OLEH KONTRAKTOR ASING, hal ini tidak hanya merugikan pihak pertamina sendiri namun juga NEGARA an MASYARAKAT. Negara dirugiakan dari kurangnya pemasukan yang semestinya negara dapatkan, sedang masyarakat dengan berkurangnya kesempatan berkarya di bidang perminyakan

    Komentar oleh Lamhot (Kelas H angkatan X MM) | April 25, 2009 | Balas

  11. NAMA ZAKIRA GUSTIANI
    NIM ERC1B006003
    FAKULTAS EKONOMI EKSTENSI
    JURUSAN MANAJEMEN

    1. strategi perusahaan PT. SINAR SOSRO
    PT. Sinar Sosro merupakan salah satu contoh perusahaan terbaik yang sukses mengolah minuman ringan (Soft drink) teh, salah satu produk yang dihasilkan ialah teh dalam kemasan botol dengan merk Teh Botol Sosro.
    Sejak terjadinya krisis ekonomi moneter sejak bulan Juli 1997 yang menimbulkan berbagai perubahan dalam lingkungan perusahaan. Pada masa kondisi ini Sosro terpaksa menaikkan harga produk Teh Botol Sosro karena sebagian komponen Teh Botol Sosro masih menggunakan bahan baku impor, selain itu pada kondisi ini Sosro menghadapi suatu masalah baru yaitu menurunnya daya beli konsumen dan munculnya ancaman dari perusahaan pesaing yaitu Teh Hi-Ci, Teh Kita, Teh Bintang, Teh Giju, dan Teh 2 Tang yang mengancam pangsa pasar Sosro dengan cara mencoba masuk pada jalur distribusi Sosro.
    Berdasarkan permasalahan tersebut diatas maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak langsung situasi krisis terhadap volume penjualan Teh Botol Sosro kemudian juga untuk mengetahui strategi dan taktik pemasaran yang dilakukan oleh pihak Sosro di PT. Saranasangga Mekarluhur-Jawa Barat.
    Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel secara sengaja (purposive) kepada nara sumber yang bergerak pada bidang pemasaran di PT. Saranasangga Mekarluhur-Jawa Barat, serta melalui observasi langsung di wilayah Bandung, selain itu untuk gambaran penjualan Teh Botol Sosro pada periode sebelum masa krisis (tahun 1995-1997) dan pada masa krisis (tahun 1997-2001) digunakan analisis Trend dengan menggunakan analisis Trend debgab persamaan Y = a bx.
    Periode sebelum krisis (tahun 1995-1997) menghasilkan persamaan dan pada periode masa krisis (tahun 1998-2001) menghasilkan persamaan garis . Jika dilihat nilai b pada kedua periode tersebut terdapat perbedaan yang tidak terlalu jauh dan tidak terlalu mencolok, hal ini membuktikan bahwa perusahaan Sosro mampu mempertahankan pertumbuhan penjualannya walaupun pada masa krisis.
    Dari hasil penelitian di PT. Saranasangga Mekarluhur sebagai perwakilan Sosro di Bandung, tetap memilih bertahan, menitikberatkan aktivitas pemasaran pada sasaran yang telah dikuasai (pelanggan), begitu pula dengan strategi dan taktik pemasaran Sosro dalam situasi krisis juga ditekankan pada upaya mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Selain itu pihak Sosro juga selalu memantau otlet-otlet Sosro dari pengaruh pesaing (competitor) yang berniat menggantikan Teh Botol Sosro.

    2. kriteria strategi PT. SINAR SOSRO
    Menurut Hermawan Kertajaya, ada empat kriteria untuk
    menentukan positioning yaitu customer,company, competitor
    dan change dengan uraian sebagai berikut:
    1. Customer.
    Didasarkan atas kajian pelanggan (customer) positioning
    harus dipersepsikan secara positif oleh para pelanggan dan
    menjadi alasan dalam pembelian mereka. Hal ini akan terjadi bila
    positioningnya mendiskripsikan value atau nilai yang diberikan
    kepada para pelanggan dan value ini benar-benar merupakan
    suatu asset bagi mereka. Karena positioning mendiskripsikan
    value yang unggul, maka positioning akan menjadi penentu
    penting bagi pelanggan pada saat memutuskan untuk membeli
    Satu contoh yang menarik untuk kita pelajari bersama
    adalah produk Vegeta yang menyatakan dirinya sebagai sebagai
    minuman berserat. Sebelumnya tidak ada produk yang semacam
    itu. Melalui kerja keras dan keyakinan bahwa produk yang
    ditawarkan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen
    maka produk tersebut pada akhirnya dapat menembus pasar dan
    memiliki posisi tertentu pada benak konsumen
    2. Company
    Didasarkan atas kajian pada kapabilitas dan kekuatan
    internal perusahaan (company), maka positioning harus
    mencerminkan kekuatan dan keunggulan kompetitif perusahaan.
    Dalam hal ini jangan sampai terjadi bahwa perusahaan
    merumuskan positioningnya namun ternyata tidak mampu
    melakukan dan memenuhi janjinya. Hal ini tentunya sangat
    berbahaya karena bisa kelebihan janji. Pelanggan pada akhirnya
    akan berpendapat bahwa perusahaan telah ingkar janji dan
    berbohong. Apabila hal ini terjadi maka hancurlah kredibilitas
    perusahaan dimata pelanggan. Untuk itu dalam merumuskan
    posisi pasarnya perusahaan harus benar-benar dengan
    pertimbangan yang sangat matang. Sebagai contoh Honda
    menyatakan sebagai rajanya Bebek. Ungkapan ini akan selalu
    dipatuhi, agar kepercayaan konsumen akan tetap terpelihara
    3. Competition
    Berdasarkan kajian atas keadaan pesaing, maka
    positioning harus bersifat unik sehingga dapat dengan mudah
    mendiferensiasikan diri dan memiliki perbedaan khusus
    dibanding dengan produk saingannya. Apabila positioning unik
    maka keuntungan akan diperoleh bahwa positioning tersebut
    tidak akan mudah ditiru oleh pesaing. Hal menjadi catatan disini
    keunikan tersebut haruslah menyeluruh bukan hanya pada
    produknya saja. Bila tidak mudah ditiru maka positioningnya akan
    berkelanjutan dalam jangka panjang. Berdasarkan pengamatan
    banyak produk baru yang lahir dengan cara meniru apa yang
    telah dilakukan oleh pesaing. Dengan strategi seperti ini biaya
    marketingnya bisa lebih ditekan
    Contoh sebelum Nokia memasuki industri komunikasi
    tanpa kabel Motorola merupakan market leader yang dikenal
    karena handsetnya berteknologi canggih. Namun secara
    perlahan dan pasti Nokia dapat merebut hati konsumen melalui
    modelnya yang selalu mengikuti jaman dan sporty. Melihat
    kondisi seperti Motorolla pun melakukan gebragan baru dalam
    tehnologi komunikasinya.
    4. Change
    Didasarkan pada kajian atas perubahan yang terjadi dalam
    lingkungan bisnis, positioning harus berkelanjutan dan selalu
    relevan dengan berbagai perubahan dalam lingkungan bisnis
    apakah itu perubahan persaingan, perilaku pelanggan ataupun
    perubahan sosial budaya dan sebagainya. Hal ini berarti bahwa
    apabila positioning dan perangkatnya sudah tidak relevan
    dengan kondisi lingkungan bisnis maka dengan cepat harus
    merubahnya, dengan melakukan perubahan strateginya. Satu
    contoh yang menarik adalah apa yang dilakukan oleh
    perusahaan Sosro. Guna menuju posisi pasarnya, dalam
    slogannya Sosro pernah menyatakan; “Hari-hari Teh Botol”.
    Namun setelah kurun waktu tertentu slogannya berubah menjadi
    “Hari-hari Teh Sosro”. Hal ini terjadi karena yang semula hanya
    ada Teh botol Sosro, saat ini menjadi banyak merek teh yang
    dikemas dalam botol seperti halnya yang dilakukan oleh Sosro.
    Sehingga untuk lebih menegaskan posisi pasarnya perusahaan
    Sosro merubah strategi iklannya.

    3. hubungan strategi PT. SINAR SOSRO dengan CSR
    Agar perusahaan tidak melakukan strategi promosi yang ‘salah’ maka sebaiknya sih mereka mengidentifikasi terlebih dahulu bagaimana respon pasar terhadap kegiatan promosi yang mereka lakukan. Dalam buku Pemasaran Strategik (Fandy Tciptono, Gregorius Chandra & Dadi Andriana), disebutkan bahwa ada enam jenis respon pasar yang bisa diidentifikasi, yaitu :
    1. Redemption Rates
    Jenis respon pasar ini bisa diartikan dengan tingkat penebusan. Maksudnya, seberapa banyak sih pelanggan yang memberikan respon positif terhadap kegiatan promosi perusahaan. Semakin banyak pelanggan yang memberikan respon positif berarti semakin tinggi pula efektifitas promosi yang telah dilakukan. Beberapa perusahaan biasanya menggunakan strategi promosi melalui pemberian voucher, diskon langsung, dan lain sebagainya. Nah jika jumlah kupon atau voucher yang perusahaan keluarkan seimbang atau sama dengan jumlah kupon/ voucher yang ditukarkan kembali oleh pelanggan, ini menandakan bahwa respon mereka positif. Begitupun sebaliknya.
    2. Displacement Rates
    Kalau yang satu ini adalah hal yang paling menyenangkan bagi perusahaan. Kenapa? Karena jenis respon pasar ini menunjukkan bahwa pelanggan akan tetap membeli atau menggunakan produk atau jasa perusahaan apapun situasinya. Jadi walaupun perusahaan tidak mengadakan program promosi, buat mereka sih “Hajar Bleh!!” . Biasanya, Promosi yang dilakukan perusahaan memang pasti akan membuat mereka semakin loyal, tapi tenang dan percayalah, pelanggan setia seperti ini akan selalu memberikan responyang positif apapaun situasinya. Fiuhh, senangnya!
    3. Stock-Up Effect
    Hahaaa, respon yang ini sih menunjukkan bahwa konsumen perusahaan adalah orang yang sangat “pintar”. Bagaimana tidak, saat mereka mengetahui bahwa perusahaan melakukan kegiatan promosi, maka yang mereka lakukan adalah membeli/menggunakan sebanyak mungkin produk/ jasa perusahaan. Menguntungkan kah? Tidak juga! Karena pembelian dalam jumlah besar selama masa promosi tersebut ditujukan untuk ‘menimbun’ produk perusahaan.
    Istilah gaulnya sih “nyetock”. Misalnya nih, biasanya pelanggan rutin membeli sabun detergent 1 kantong seminggu sekali. Saat promosi, mereka akan membeli detergent 5 atau bahkan 10 kantong sekaligus. Bukan untuk dipakai sekaligus pastinya, tapi untuk disimpan sampai waktunya diperlukan. Jadi mereka tidak akan berbelanja detergent itu lagi dalam jangka waktu 5-10 minggu ke depan. Mumpung murah kan! Jika dilihat dari sisi perusahaan ya agak sedikit merugikan ya…tapi itulah resiko program promosi, apalagi untuk produk yang tahan lama atau tidak memiliki masa kadaluarsa.
    4. Acquisition Rates
    Jenis respon ini khusus ditujukan pada konsumen non-reguler, maksudnya konsumen yang sebelumnya tidak menggunakan produk atau jasa perusahaan. Pembelian yang dilakukan mereka tidak rutin seperti yang dilakukan oleh pelanggan tetap. Respon jenis ini sebenarnya sama saja dengan respon redemption rates, hanya targetnya saja yang dibedakan. Pembedaan target pasar ini mungkin ditujukan agar perusahaan dapat membaca sejauh mana program promosi dapat menarik konsumen non-reguler tersebut. Syukur-syukur kan jika mereka bisa berubah menjadi konsumen regular gara-gara program promosi yang dilakukan perusahaan. Ini adalah langkah awal yang sangat baik bagi perusahaan jika memang respon yang didapatkan adalah respon yang positif, karena dari sini akan membuka peluang besar terhadap penjualan di masa depan.
    5. Conversion Rates
    Nah respon ini adalah tindak lanjut dari respon acquisition rates. Seperti yang saya sempat sebutkan sebelumnya, saat perusahaan mampu menarik pembelian dari konsumen non-reguler melalui program promosinya, maka respon selanjutnya yang harus diidentifikasi adalah respon ini. Jadi respon ini dapat dilihat dari seberapa banyak produk atau jasa yang tetap dibeli atau digunakan konsumen non-reguler setelah program promosi berakhir. Jika setelah itu konsumen non-reguler ternyata tetap menggunakan produk atau jasa perusahaan maka ini berarti bahwa program promosi yang dilakukan dinilai berhasil. Berhasil karena mampu membuat konsumen non-reguler berubah menjadi konsumen regular. Tidak sia-sia lah promosi itu!
    6. Product-Line Effects
    Kalau yang satu ini memang lebih tepat disebut efek daripaad respon. Setiap program promosu yang dilakukan oleh perusahaan, sangat memungkinkan untuk terjadinya permintaan silang antara produk perusahaan yang dipromosikan dengan produk lain yang menjadi produk substitusinya (pengganti). Maksudnya disini, saat perusahaan memutuskan untuk mempromosikan salah satu produknya, dimana produk tersebut pasti memiliki produk substitusi, maka aka nada kemungkinan bahwa konsumen produk subtitusi tersebut beralih ke produk yang dipromosikan untuk sementara, hanya sepanjang promosi itu berlangsung. Ibu-ibu biasanya yang jago dalam hal ini. Walaupun sehari-hari telah biasa menggunakan merek A, namun jika merek B sedang dalam program promosi (dimana pasti menguntungkan bagi konsumen) maka yang dibeli saat itu adalah merek B.
    Menyenangakan memang jika program promosi yang perusahaan lakukan memperoleh keberhasilan melalui respon-respon yang positif dari target pasarnya. Seharusnya sih kalau sudah mampu mengidentifikasi jenis-jenis respon pasar di atas, perusahaan mampu membuat program promosi yang sempurna bagi perusahaan maupun bagi konsumennya. Semoga perusahaan biasa berkata seperti Dora The Explorer “Berhasil..Berhasil!!” (sambil lompat-lompat ya! Heheeee!;p)

    REFERENSI:

    http://creasionbrand.blogspot.com/2008_11_01_archive.html

    http://www.smakristencilacap.com/arti-pemasaran-dan-manajemen-pemasaran/strategi-memelihara-diferensiasi/

    Saudara Zakaria, ada perbedaan antara respon pasar dan CSR. Dalam kegiatan CSR, apakah yang dihadapi oleh Sosro sekarang baik, dalam arti memberikan posisi yang strategis kepada korporasi secara keseluruhan.

    Komentar oleh zakira gustiani | April 25, 2009 | Balas

  12. ELLEN NANDIA
    C2B008024
    KELAS H ANGKATAN X.

    menurut saya daya saing merupakan suatu tantangan dimana perusahaan tersebut harus bisa mempertahankan dan menciptakan inovasi – inovasi tentang produk mereka dan menciptakan pelayanan untuk mempertahankan pelanggan bahkan menciptakan pelanggan baru.dan yang mampu mempunyai daya saing menurut saya adalah PT Astra Honda Motor (AHM).PT Astra Honda Motor (AHM) merupakan pelopor industri sepeda motor di Indonesia. Didirikan pada 11 Juni 1971 dengan nama awal PT Federal Motor, yang sahamnya secara mayoritas dimiliki oleh PT Astra International. Saat itu, PT Federal Motor hanya merakit, sedangkan komponennya diimpor dari Jepang dalam bentuk CKD (completely knock down). Tipe sepeda motor yang pertama kali di produksi Honda adalah tipe bisnis, S 90 Z bermesin 4 tak dengan kapasitas 90cc. Jumlah produksi pada tahun pertama selama satu tahun hanya 1500 unit, namun melonjak menjadi sekitar 30 ribu pada tahun dan terus berkembang hingga saat ini. Sepeda motor terus berkembang dan menjadi salah satu moda transportasi andalan di Indonesia. dan AHM mampu membuktikan bahwa bisa bertahan dan tetap menjadi leader.
    strategi yang ada pada pt ahm harus sesuai dengan visi dan misi perusahaan yaitu bagaimana perusahaan tersebut bisa menjalankan fungsi produksi, penjualan dan pelayanan purna jual yang lengkap untuk kepuasan pelanggan.dan untuk itu mereka harus memperhatikan tempat untuk menciptakan funsi produksi yang lebih optimal dan lebih meningkatkan penjualan serta meningkatkan pelayanan. dan perusahaan ini mampu menciptakan daya saing bagi para pesaingnya.dan untuk itu pt ahm terus berusaha untuk survive dan harus mampu menjadi market leader.
    Saat ini PT Astra Honda Motor memiliki 3 fasilitas pabrik perakitan, pabrik pertama berlokasi Sunter, Jakarta Utara yang juga berfungsi sebagai kantor pusat. Pabrik ke dua berlokasi di Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, serta pabrik ke 3 yang sekaligus pabrik paling mutakhir berlokasi di kawasan MM 2100 Cikarang Barat, Bekasi. Pabrik ke 3 ini merupakan fasilitas pabrik perakitan terbaru yang mulai beroperasi sejak tahun 2005.dan itu mendukung untuk produksi yang menjadi salah satu stategi perusahaan.
    Dengan keseluruhan fasilitas ini PT Astra Honda Motor saat ini memiliki kapasitas produksi 3 juta unit sepeda motor per-tahunnya, untuk permintaan pasar sepeda motor di Indonesia yang terus meningkat.
    Salah satu puncak prestasi yang berhasil diraih PT Astra Honda Motor adalah pencapaian produksi ke 20 juta pada tahun 2007. Prestasi ini merupakan prestasi pertama yang yang berhasil diraih oleh industri sepeda motor di Indonesia bahkan untuk tingkat ASEAN. Secara dunia pencapaian produksi sepeda motor Honda 20 juta unit adalah yang ke tiga, setelah pabrik sepeda motor Honda di Cina dan India.
    dan untuk menciptakan pelayanan serta untuk memuaskan pelanggan,saat PT Astra Honda Motor di dukung oleh 1.600 showroom dealer penjualan yang diberi kode H1, 3.800 layanan service atau bengkel AHASS (Astra Honda Authorized Service Station) dengan kode H2, serta 6.500 gerai suku cadang atau H, yang siap melayani jutaan penggunaan sepeda motor Honda di seluruh Indonesia.
    dan uarain di atas merupakan isu strategis karena pada saat ini pt ahm harus bisa bertahan dan tetap menjadi pemimpin pasar.
    dan disamping itu kita bisa melihat kesuksesan pt ahm yaitu dengan adanya pertumbuhan konsumen sepeda motor yang meningkat luar biasa. dan di tengah-tengah persaingan yang begitu tajam akibat banyaknya merek pendatang baru, sepeda motor Honda yang sudah lama berada di Indonesia, dengan segala keunggulannya, tetap mendominasi pasar dan sekaligus memenuhi kebutuhan angkutan yang tangguh, irit dan ekonomis.Menjawab tantangan tersebut, organisasi yang berada di balik kesuksesan sepeda motor Honda di Indonesia terus memperkuat diri.
    PT Astra Honda Motor merupakan sinergi keunggulan teknologi dan jaringan pemasaran di Indonesia, sebuah pengembangan kerja sama antara Honda Motor Company Limited, Jepang, dan PT Astra International Tbk, Indonesia.
    Keunggulan teknologi Honda Motor diakui di seluruh dunia dan telah dibuktikan dalam berbagai kesempatan, baik di jalan raya maupun di lintasan balap. Honda pun mengembangkan teknologi yang mampu menjawab kebutuhan pelanggan yaitu mesin “bandel” dan irit bahan bakar, sehingga menjadikannya sebagai pelopor kendaraan roda dua yang ekonomis.
    tidak heran, jika harga jual kembali sepeda motor Honda tetap tinggi.Astra International memiliki pengetahuan yang komprehensif tentang kebutuhan para pemakai sepeda motor di Indonesia, berkat jaringan pemasaran dan pengalamannya yang luas. Astra juga mampu memfasilitasi pembelian dan memberikan pelayanan purna jual sedemikian rupa sehingga brand Honda semakin unggul.
    dan demikian penjelasan saya.

    Saudara Elen, contoh yang disampaikan diatas baik. Tapi rumusan strateginya belum bisa diperoleh dari bacaan di atas, coba jelaskan dg ringkas.

    Komentar oleh ELLEN NANDIA | April 27, 2009 | Balas

  13. ELLEN NANDIA
    C2B008024

    saya menambahkan rumusan strategi yang dipakai oleh pt ahm.
    1.strategi keterbukaan :
    persaingan antarmerek sepeda motor semakin sengit. Duel paling ketat masih terjadi antara Honda dan Yamaha. Ibarat di sirkuit balap, kedua merek ini saling susul berebut posisi paling depan. Dan anti klimaks pun terjadi pada Maret silam, penjualan Yamaha berhasil mengungguli Honda yang selama ini mendominasi pasar di negeri ini.
    Tapi, peristiwa yang sempat menghebohkan itu berlangsung tak lama. Sebulan kemudian, Honda tancap gas dan berhasil menyodok kembali ke puncak. Sebagai yang terdepan, selama bulan itu Honda ”hanya” terjual 169 ribu unit lebih, alias terpaut 850 unit ketimbang lawan terdekatnya. Artinya, sewaktu-waktu bisa saja Yamaha kembali menyalipnya.
    Agar tetap bisa bertahan di posisi puncak, tiada jalan lain bagi Honda selain membenahi strategi penjualannya. Langkah seperti itu memang tengah digencarkan. Salah satu caranya adalah dengan membuka kesempatan selebar-lebarnya bagi perusahaan pembiayaan mana pun ikut berpartisipasi mendongkrak penjualan motor Honda.
    Strategi yang bisa dibilang tergolong jitu.
    Selain bisa dibeli secara kontan, lazimnya, motor Honda juga bisa dibeli dengan cara mencicil. Untuk itu, hak pembiayaannya dipegang oleh FIF (Federal Internasional Finance), tak lain perusahaan leasing di bawah payung Astra Group. Strategi serupa juga dilakukan oleh Yamaha Motor Kencana Indonesia yang menjadikan Bussan Auto Finance (BAF) sebagai perusahaan pembiayaan yang khusus menangani penjualan motor Yamaha secara leasing.
    Hanya saja, kebijakan satu atap seperti itu belakangan dinilai kurang efektif, terutama untuk menghadapi iklim persaingan yang makin ketat. Nyatanya, dominasi Honda yang telah berlangsung selama puluhan tahun di negeri ini, akhirnya jebol juga. Tapi, setelah pintu pembiayaan dibuka lebar-lebar dalam dua bulan terakhir, penjualan Honda pun kembali berjaya.
    Tapi, sebenarnya pula, kinerja FIF tak buruk-buruk amat. Nyatanya, menurut Suhartono, President Director FIF, pihaknya tetap konsisten bisa menjual motor Honda sesuai targetnya, yakni sebanyak 48% dari total penjualan per tahun. Dan bicara soal kebijakan Honda yang membuka kesempatan selebar-lebarnya bagi perusahaan pembiayaan lain, ternyata bukanlah hal baru. ”Kebijakan ini sudah berjalan sekitar lima tahun lalu,” ujarnya.
    Kalau saja belakangan ini hal itu makin gencar dilakukan, sebenarnya masih berkait dengan dampak yang terjadi pada 2006. Untuk diketahui, selama tahun lalu penjualan mobil merosot cukup tajam, yakni mencapai 40% ketimbang penjualan selama tahun sebelumnya. Gara-gara itu, tahun ini banyak perusahaan pembiayaan mobil yang mulai melirik pasar sepeda motor yang dipandang berprospek lebih cerah. Tentunya, kesempatan ini tak disia-siakan oleh Astra Honda Motor.

    2.strategi mengembangkan kerja sama
    Dasarnya pula, kiat berjualan dengan sistem leasing memang paling diminati kalangan konsumen. Di satu sisi, hal itu berkait dengan budaya yang tengah berkembang di kalangan konsumen, yakni mereka mulai senang berbelanja dengan cara mengkredit. Di sisi lain, ndilalahnya situasinya pun mendukung. Maklum saja, sejak dipicu oleh melonjaknya harga berbagai kebutuhan pascanaiknya tarif BBM, daya beli kebanyakan masyarakat di negeri ini cenderung makin melemah. Nah, di tengah-tengah kegamangan itu, cara berdagang dengan sistem leasing dinilai jadi sangat pas.
    Tapi persoalannya, semakin banyak pemain yang bermain di ceruk yang sama, kecenderungannya akan memicu persaingan di antara mereka jadi semakin sengit. Oleh karena itu, tak tertutup kemungkinannya pangsa pasar yang selama ini dikuasai oleh FIF akan ”terkuras”.
    Untuk mengantisipasi kemungkinan tersebut, ada sejumlah ikhtiar yang tengah digiatkan manajemen perusahaan yang sudah beroperasi sejak 18 tahun lalu itu. Di antaranya, makin memperkokoh pemasaran di daerah—yang notabene selama ini menjadi pasar utamanya. Kiatnya, antara lain, memperluas jaringan kerja sama dengan lebih banyak lagi dealer sepeda motor.
    Pendek kata, menurut Suhartono, pihaknya tak pernah gentar bersaing dengan perusahaan pembiayaan lainnya. Keyakinannya itu juga didorong oleh nama besar FIF. Toh, selama ini masyarakat sudah mafhum, jika mau mengkredit motor Honda, mereka akan datang ke FIF. Menariknya pula, meski dikepung banyak pesaing, FIF tetap hanya akan melayani kredit motor Honda.
    Dan yang tak kalah menariknya, strategi ”terbuka” yang dilakukan Astra Honda Motor itu direspons secara antusias oleh banyak perusahaan leasing lainnya. ”Seharusnya Honda Motor melakukan strategi itu sejak dulu,” ujar Stanley Setia Achmadja, CEO Adira Finance. Adira Finance adalah salah satu perusahaan leasing di luar Astra Group yang mengambil kesempatan ini.
    Dengan lebih terbuka, tambah Stanley, hal itu akan berdampak positif, baik untuk produsen maupun pasar sepeda motor di Tanah Air. Tak terkecuali lembaga pembiayaan. Nyatanya, sejak ikut memasarkan motor Honda, hanya dalam tempo empat bulan (Januari–April lalu) perusahaan ini berhasil menjual tak kurang dari 55 ribu unit. Angka ini meningkat sekitar 37,5 % ketimbang periode yang sama tahun sebelumnya.
    uraian diatas membuat pt ahm harus bisa memberikan kepuasaan baik pelayanan maupun tentang produk yang di produksi agar bisa menjadi leader kemabli..

    Komentar oleh ELLEN NANDIA | April 27, 2009 | Balas

  14. Salam Sejahtera ”Pak JO”
    Daya saing menurut saya yaitu kemampuan dari keunggulan yang kita miliki agar mampu bertahan dan berkompetisi dalam merebut pangsa pasar yang ada.
    Saya mengangkat XL, yang menerapkan Strategi yaitu :
    A. STATEGI PERENCANAAN, Yaitu menghadirkan Produk unggulan, murah dan berkualitas.
    1. Utility dan nilai kepuasan Produk XL yaitu memberikan kemudahan dalam berkomunikasi yang murah dan berkualitas melalui rangkai program promo bertarif murah, berupa :
    a. Tarif Telpon: 10 menit=Rp.1000,-, 30 menit=Rp.1000,-, 1 Jam=Rp.1000,-, 2 Jam=Rp.1000,-
    b. Tarif SMS : Paket 8 SMS akan mendapatkan 100 SMS jam 00.00 – 17.00
    2. Perencanaan dan Strategi Pemasaran, yaitu :
    a. Perluasan Pangsa Pasar, melalui pembangunan BTS mencapai 99 % di Indonesia dengan jumlah lebih dari 14.000 BTS dapat dijangkau pelanggan melalui 156 XL Center.
    b. Inisiatif pemasaran yang inovatif, XL berhasil meluncurkan layanan 3G di 13 kota di 9 Provinsi dengan keunggulan sebagai Penyedia layanan 3G pertama dan terluas.
    3. Program Pemasaran, mengembangkan layanan pasar dengan memperluas dan meningkatkan Jaringan serat optik dan jaringan gelombang mikro digital berkapasitas tinggi.
    4. Strategi Promosi Penjualan XL dengan gencar memasarkan melalui media elektronik, media cetak dan juga mencetak brosur-brosur, pamflet, baleho.
    5. Humas, XL memiliki hubungan dengan masyarakat guna menciptakan lingkungan bisnis yang kondusif melalui program-program sosial perusahaan yang difokuskan pada Pendidikan dan kegiatan Sosial lainnya dalam payung XL CSR.

    B. STRATEGI ANALISIS PASAR.
    Dalam mempertahankan pelanggan yang mencapai 22,9 juta pelanggan maka XL menggunakan analisis SWOT, yaitu :
    a. Kekuatan XL, sebagai operator bertarif murah dan mempunyai sinyal yang begitu kuat serta jaringan yang luas, maka perusahaan menanamkan nilai-nilai yang harus diemban oleh semua Pimpinan dan karyawan yaitu : Integritas, Team Work dan Service Excellence.
    b. Kelemahan XL, dengan luasnya jaringan yang dimiliki sangat memanjakan dan memudahkan pelanggan dalam berkomunikasi, namun tidak semua wilayah dapat menerima signal yang dipancarkan dapat diterima dengan baik oleh pengguna.
    c. Peluang, para pesaing XL juga memiliki kelemahan yang harus dibaca sehingga menjadikan peluang guna menarik pelanggan yang dimiliki pesaing atau konsumen bebas.
    d. Ancaman terhadap XL, kekuatan yang dimiliki oleh pesaing, merupakan bahan masukan bagi XL guna dievaluasi kekuatan pesaing, sehingga dengan adanya evaluasi tersebut diharapan XL terus berimprovisasi dan berinovasi dalam pengembangan produknya.

    Demikian komentar dari saya pak “Jo” Terima kasih
    FAUZAN AZHARI Nim : C2B008029 (KELAS. H)

    Komentar oleh fauzan azhari | April 27, 2009 | Balas

  15. Salam sejahtera “Pak Jo”
    Menurut saya Daya saing yaitu bagaimana suatu usaha / produk yang diperkenalkan kepada masyarakat oleh perusahaan memiliki nilai guna, nilai mutu dan nilai kompetitif.
    1. Nilai guna (Utility) yaitu nilai manfaat yang melekat dari produk tersebut.
    2. Nilai Mutu yaitu suatu nilai yang terdapat pada produk tersebut setelah mengalami proses pabrikasi.
    3. Nilai kompetitif yaitu keunggulan dari produk yang dimiliki sehingga mampu untuk bersaing dan memenangi persaingan dengan produk lain.
    Dalam kasus ini, saya mengambil contoh Produk Sepatu dan Sandal Merk “BATA”, mereka menerapkan strategi :
    1. Nilai guna yang melekat pada Sepatu atau sandal “BATA” yaitu nyaman, lembut dan tidak membuat lecet bila dipakai, hal ini banyak diakui oleh masyarakat.
    2. Pangsa pasar sepatu dan sandal “BATA” mulai dari kalangan atas sampai kalangan bawah.
    3. Mampu berkompetisi dengan produk lain, terbukti mampu bertahan bertahun-tahun walaupun banyak produk Sepatu dan Sandal lain yang beredar dan banyak pula yang menghilang dari pasaran.
    4. Produk sepatu dan sandal Merk “BATA” tidak dijual secara bebas dikalangan kaki lima, tetapi dijual /ada di took-toko/gallery/cabang sepatu dan sandal Merk “BATA” , ini merupakan jaminan bahwa produk “BATA” tidak mudah ditiru.

    Terima kasih, “ Pak Jo” dari ATANG PRIYATNA Reguler/Kelas H (C2B008011)

    Komentar oleh fauzan azhari | April 27, 2009 | Balas

  16. Malam pak Johannes..
    Saya coba membaca pertanyaan bapak mengenai daya saing dan saya mencoba menjawab sebaik mungkin agar saya bisa menjawab secara tepat dan benar baik dari internet,buku,literature dan teori tapi semakin lama saya amati dan membaca komentar dari teman-teman diblog johannessimatupang.wordpress.com semakin pusing saya apa yang paling ideal tapi tidak menjiplak dari teman-teman tentang pemahaman mereka mengenai daya saing karna yang paling ideal dan sederhana telah bapak jawab bahwa daya saing adalah suatu kondisi dapat naik dan turun namun stategi adalah yang bersifat mapan tapi saya akan menjawab sesederhana mungkin pak…tolong di komentari pak takut saya salah…menurut saya daya saing adalah suatu kondisi dimana keadaaan tersebut dapat bertahan baik dari segala aspek yaitu teknologi,ekonomi,politik,dan memahami keadaan serta dapat menyerang dan bangkit tetapi tidak memusnakan lawan tetapi bisa menambah nilai perusahaan/dilirik dan diminati yang pada akhirnya menambah keuntungan perusahaan yang bertujuan memuaskan pelanggan.saya singkat adalah daya saing adalah bertahan,menyerang, disukai,menguasai.(bertahan ketika ada perubahan, menyerang dengan menvcari inovasi dan kreatif, disukai karna produk yang baik mempunyai spesifikasi yang dapat dipercaya dan andal, menguasai dalam arti diminati dan bermanfaat bagi stakeholder)
    Contoh satu korporasi saya ambil Telkom pak karna menurut saya perusahaan besar dan bacaan untuk memperkaya ujian kasus perusahaan telkom..

    Telkom sendiri di masa lalu memang salah strategi. Pada pemerintahan lalu, Telkom bekerjasama dengan pihak asing dengan berharap adanya transfer teknologi serta pengetahuan.
    Kenyataan di lapangan, pihak asing tetap memegang “kartu As” teknologi mereka dan pengetahuan serta pengalaman mereka tidak cocok untuk pasar indonesia. Parahnya lagi, begitu ada krisis moneter, mereka semua hengkang. Inilah sebabnya, sekarang Telkom terpaksa membeli kembali infrastruktur Telkom. “Memang ironis,” kata Garuda, “tapi daripada tidak dibeli, tidak ada pembangunan.”

    Masalah lain yang ada dalam tubuh telkom adalah masalah generation gap. Telkom memiliki 28 ribu karyawan namun juga 25 ribu pensiunan. Enam puluh lima persen karyawan Telkom juga berada di atas 45 tahun. Ini berbeda sekali dengan anak perusahaannya Telkomsel yang rata-rata digerakkan oleh karyawan usia muda.
    strategi yang dilakukan agar bertahan
    Untuk menanggulangi berbagai tantangan itu, Telkom menciptakan pedoman “3 U’s” yaitu
    1. New Users,
    2. New Uses
    3. More Usage.
    Ini dibundel dengan servis pelanggan yang baik, perencanaan harga yang baik, dan inovasi. Telkom juga meningkatkan efisiensi, salah satunya dengan menerapkan sistem e-auction. Dengan ini, broker dan calo yang dulunya kebanjiran untung sementara harga menjadi tidak efisien, tidak terjadi lagi. Untuk meningkatkan peran produk dalam negri, dalam e-auction juga diharuskan 25% content teknologi/produk adalah teknologi/produk dalam negri.
    tujuan akhir strategi adalah
    bahwa Telkom akan segera memfokuskan diri pada pembangunan core competencenya di bidang telekomunikasi, utamanya infrastruktur dan tidak lagi mengurusi berbagai industri pendukung. Industri-industri pendukung inilah yang diharapkan akan tumbuh dari masyarakat Indonesia sendiri sehingga turut meningkatkan kesejahteraan bangsa.

    Contoh efisiensi lain yang diusulkan adalah sharing tower BTS. Jadi, satu menara BTS dapat digunakan oleh lebih dari satu operator. Ini akan menghemat penggunaan lahan, biaya pendirian BTS, pembangunan pelindung (shelter), dan penggunaan listrik.

    .
    Sumber http://www.itb.ac.id/news/trackback/769

    Dan satu lagi pak…stategi telkom agar tetap bersaing yaitu
    Stategi telkom tingkatkan penggunaan telepon
    Paket Tagihan Tetap itu digelar Telkom untuk menepis kekhawatiran konsumen selama ini menggunakan telepon rumahnya dengan dalih khawatir tagihan membengkak
    Konsumen lebih cenderung menggunakan handphone dengan alasan pemakaian bisa dikontrol. Dia menjelaskan, program itu menawarkan paket menarik kepada setiap pelanggan yang disesuaikan dengan kebutuhan
    Untuk dewasa ini misalnya penawaran berlaku pada panggilan sesama pengguna jasa telekomunikasi Telkom lokal maupun SLJJ,” katanya.
    Ada tujuh paket yang ditawarkan yakni, Paket Rp65 ribu, Paket Rp100 ribu, Paket Rp150 ribu, Paket Rp250 ribu, Paket Rp400 ribu, Paket Rp700 ribu dan Paket Rp1,5 juta.
    Menurut dia, Paket Tagihan Tetap itu juga merupakan bagian dari program revitalisasi telepon rumah Telkom. “Melalui berbagai program yang telah diluncurkan, Telkom berharap masyarakat kembali menggunakan telepon rumah untuk berkomunikasi,” katanya,
    Jumlah pengguna telepon rumah di Sumatera ada 1,3 Juta SST (satuan
    sambungan telepon), dimana sebanyak 300 ribu SST ada di area layanan Kandatel Medan.
    “Direncanakan pelanggan telepon rumah itu akan mendapatkan layanan televisi berbayar (Pay TV) dan Video on Demand serta berbagai layanan lainnya yang bernuansa life style in the future society,”

    Stategi telkom tingkatkan penggunaan telepon rumah karena takut telepon rumah tidak diminati saya pernah melatih program peduli lingkungan yang dikenal dengan PKBL dimana mereka menyalurkan dana ke usaha menengah kecil dan diberi pelatihan dan ketika itu pihak telkom melalu bpk Putra Evenbac(junior Manager kancatel jambi) memberikan fleksi gratis kepada peserta dengan harapan semua masyarakat memakai felksi dan harga murah dan untuk mengantipasi gagalnya stategi telpon rumah.
    Isu stategis telkom adalah
    negatif
    1. BUMN milik pemerintah seolah-olah hanya tergantung kebijakan pada pemerintah sehingga sering kali diintervensi
    2. Sumber Daya manusia yang kurang memahami pekerjaan baik dari teknologi dan pengusaan

    Positif
    1. ada dimana-mana dan mempunyai jaringan yang luas didaerah-daerah
    2. milik pemerintah dan memaksimalkan penggunaan untuk keuntungan Negara

    keberhasilan nokia ada pada model yang sederhana pak yaitu konsep ATM(Bukan Anjungan tunai Mandiri) tapi korporasi nokia mempelajari al:
    A = Amati
    T = Tiru
    M = Modifikasi
    Mengamati produk pesaing, apa kelemahan dan keunggulan meniru dan membuat lebih baik dari design,bentuk dan harga… terimakasih

    Saudara Ade, inti daripada perkuliahan Manajemen Strategik adalah Strategi. Penjelasan di atas cukup panjang dibanding dg yang lain. Hal penting yang harus dijawab adalah apakah strategi Telkom dan apakah strategi itu berkelanjutan atau tidak. Alasannya lebih penting.

    Komentar oleh ade jermawinsyah z | April 27, 2009 | Balas

    • Saya mencoba menjawab apakah strategi tekom berkelanjutan menurut saya iya pak…karena dari visi telkom sendiri Telkom berupaya untuk menempatkan diri sebagai perusahaan InfoCom terkemuka di kawasan Asia Tenggara, Asia dan akan berlanjut ke kawasan Asia Pasifik dan Telkom mempunyai misi memberikan layanan ” One Stop InfoCom Services with Excellent Quality and Competitive Price and To Be the Role Model as the Best Managed Indonesian Corporation ” dengan jaminan bahwa pelanggan akan mendapatkan layanan terbaik, berupa kemudahan, produk dan jaringan dan bekerja sama dengan mitra bisnis
      Sasaran strategi TELKOM adalah menciptakan nilai unggul untuk mencapai kapitalisasi pasar sebesar US$ 30 miliar pada tahun 2010.
      Strategi yang dilakukan Telkom
      1. Mengoptimalkan layanan jaringan telepon tidak bergerak kabel / fixed wire line (“FWL”).
      2. Menyelaraskan layanan selular-akses jaringan tidak bergerak nirkabel/fixed wireless
      access (“FWA”) dan mempersiapkan FWA sebagai unit usaha sendiri
      3. Investasi dalam jaringan pita lebar (broadband).
      4. Solusi enterprise terintegrasi.
      5. Mengintegrasikan Next Generation Network (“NGN”).
      6. Mengembangkan layanan teknologi informasi.
      7. Mengembangkan bisnis portal.
      8. Menyederhanakan portofolio anak perusahaan.
      9. Menyelaraskan struktur bisnis dan pengelolaan portofolio.
      10. Transformasi budaya.
      Sementara itu, bidang Corporate Social Responsibility (CSR) sesungguhnya bukanlah sesuatu yang baru bagi TELKOM dilihat dari sisi praktek dan penerapannya. Baik secara langsung, maupun melalui berbagai lembaga yang bernaung di bawahnya seperti Yayasan Pendidikan TELKOM (YPT), Yayasan Kesehatan TELKOM, Yayasan Sandhykara Putra TELKOM (YSPT), dan TELKOM Community Development Center (TELKOM-CDC), TELKOM termasuk perusahaan yang intensif melakukan kegiatan tanggung jawab sosial korporat

      .

      Komentar oleh ade jermawinsyah.z nim C2B008002 | April 28, 2009 | Balas

  17. Salam sejahtera pak…
    Saya Muzakir dari Ruang H menurut saya daya saing adalah suatu sumber daya baik dari manusia,teknologi,yang mampu menunjukkan keberadaaan suatu perusahaan atau keadaan yang terus menerus memberikan suatu nilai positif bagi perusahaan dan mampu bersaing dengan orang lain/perusahaan
    Saya mengambil korporasi perusahaan sampoerna

    perjalanan panjang Sampoerna selama 92 tahun dalam menciptakan ‘an everlasting brand’. Disini kita akan melihat bagaimana sebuah ‘Corporate Brand’ mulai diciptakan, dikembangkan, dan dipertahankan hingga menjadi sekaliber PT HM Sampoerna
    . Kita akan mengikuti berbagai manuver strategi yang telah diambil oleh para pemimpin Sampoerna dalam mempertahankan bisnisnya selama hampir satu abad.

    stategi Terdiri atas bagian:
    Membangaun perusahaan Masa Depan dan The Art of Execution,

    3 winning characteristic yang menjadi alasan sustainablenya yaitu:
    Adaptability, Culture, dan Innovation.
    1. Karakter pertama adalah Adaptability. Segala sesuatu yang ada di dunia bisnis akan selalu dan setiap saat berubah. Untuk bertahan, jelaslah bahwa perusahaan dituntut untuk memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi. Bahkan bilamana memungkinkan, sang pemimpin perusahaan harus mampu membaca ke arah mana perubahan ini bergerak dan sebisa mungkin mengadaptasikan perusahaannya untuk menghadapi situasi tersebut.
    2. Yang kedua adalah Corporate Culture, atau Budaya Perusahaan. Budaya perusahaan bukanlah sekedar peraturan tertulis, dasar operasional, atau sistematika kerja yang menjadi buku suci perusahaan. Lebih dari itu, budaya perusahaan adalah spirit d’corps jiwa perusahaan, yang menjiwai keseharian dan segala aktivitas dalam perusahaan anda. Sangat ditekankan pentingnya Budaya Perusahaan yang menjadi dasar dari kinerja perusahaan agar mampu berkembang dan bersaing dalam jangka panjang.
    3. Solusi Tiga Tangan, yang juga menjadi simbol logo menarik, melambangkan perusahaan yang mementingkan hubungan dengan pedagang, strategi pemasaran kepada konsumen dan management internal perusahaan

    4. Sedangkan yang ketiga, seperti yang sudah disebutkan diatas, adalah Innovation. Innovation bukan lagi sekedar ke arah ‘luar’ dengan menginovasi produk – produk yang dipasarkan, tapi juga ditanamkan dari ‘dalam’ perusahaan. Inovasi ke ‘dalam’ dimulai dari pembentukan prinsip dasar yang dipegang oleh perusahaan dan menjadi jiwa dalam kesehariannya. Inovasi dari dalam ini akan terus berjalan membentuk inovasi ke ‘luar’ untuk mempertahankan market yang telah dikuasai dengan meluncurkan produk – produk yang mencerminkan prinsip perusahaan tersebut dan mampu merebut hati para konsumen. ”
    Ketiga karakter diatas haruslah juga didukung dengan atribut – atribut yang sesuai yaitu: Corporate Credibility (Kredibilitas Perusahaan) dan Well Known Brand kesimpulan dan goal strategi
    Kredibilitas perusahaan tidak dibangun dalam semalam, tetapi dari prestasi sepanjang berdirinya perusahaan tersebut. Kredibilitas perusahaan akan selalu menajdi poin penting yang dipertanyakan baik oleh pihak internal seperti karyawan dan managemen, tapi juga oleh pihak luar seperti investor, partner, bahkan konsumen. Kredibilitas perusahaan inilah yang menjadi dasar terbentuknya trust ‘kepercayaan’ dari para stakeholder yang terbukti menjadi poin krusial dalam pengembangan suatu bisnis.

    Dalam membangun Kredibilitas Perusahaan ini, a
    da 3 hal yang menjadi dimensi utamanya
    1. Honesty (kejujuran),
    2. Competence (kompetensi),
    3. Inspiration (inspirasi).

    Isu stategisnya adalah dikeluarkannya fatwa MUI bahawa merokok haram
    Tapi ini masih menjadi isu yang sangat krusial

    Penjelasanmu padat, tapi apakah strategi yang dikembangkan oleh Sampurna akan berkelanjutan. Apakah strategi demikian tidak dapat ditiru oleh perusahaan lain?

    Komentar oleh muzakir MM(RUANG H) | April 27, 2009 | Balas

  18. Tugas manajemen strategic oleh m.saman (email:superman_saman@yahoo.co.id) oleh DR.Johanes Simatupang
    Menurut saya daya saing adalah kemampuan untuk menghadapi tantangan dan persaingan global untuk meningkatkan kesejahteraan yang nyata dan berkelanjutan serta dapat diterima seluruh masyarakat.
    Arah dari pencapaian daya saing yang diharapkan adalah menuntut pengembangan iptek yang kreatif untuk membuka peluang adanya diversifikasi produk barang dan jasa berbasis iptek yang berorientasi meningkatkan nilai tambah komoditas yang saat ini masih dalam bentuk konvensional. Selain itu masalah standardisasi mutu yang merupakan syarat dalam perdagangan global saat ini merupakan hal yang perlu ditingkatkan dalam upaya kompatibilitas dan penerimaan produk dalam perekonomian dunia.
    Korporasi yang saya pilih adalah PT.UNILEVER
    Agar produk yang diluncurkan sukses di pasar, Unilever membagi tim pemasarannya menjadi dua STRATEGI:
    1. Brand Development
    2. Brand Building.

    MELAKUKAN PEMBUATAN IKLAN
    pembuatan iklan Rinso Clear & Care. Seperti sudah menjadi tradisi, dan yang terbaru adalah
    ide ibu-ibu harus menceritakan pengalaman pribadinya tentang warna.
    Yang tampil dalam iklan mendapat bayaran Rp 100 juta. “
    MEMAHAMI HAL YANG DASAR YANG DIINGINKAN PELANGGAN
    Gaya Unilever menyampaikan pesan melalui pengalaman konsumen bisa dikatakan menarik, tapi juga membutuhkan kerja ekstra. Dengan melakukan cerita yang bagus dan sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan karna perusahaan yang memiliki tim riset dan pemasaran yang solid saja yang bisa melakukannya dengan baik.

    MEMAHAMI BUDAYA LINGKUNGAN
    pentingnya budaya perusahaan yang kuat. Tak bisa diremehkan, budaya perusahaan yang menyangkut nilai-nilai kepercayaan, komitmen, profesionalisme, kolaborasi, knowledge management, serta kerja sama tim dapat menjadi landasan bagi terciptanya kreativitas dan lahirnya intrapreneurship di perusahaan

    Penjelasannya ok, kalau ditambahkan dg adress online pasti lebih baik karena yang lain dapat menelusuri informasi berkenan.

    Komentar oleh M.SAMAN NIM C2B008047 | April 27, 2009 | Balas

  19. Selamat pagi pak Jo ……
    1. Menurut saya makna Daya Saing adalah kemampuan dari suatu perusahaan untuk senantiasa memberikan yang terbaik bagi pelanggannya, dimana hal ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dengan tujuan agar perusahaan tersebut dapat menjadi market leader, Sebagai contoh pada PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Salah satu langkah strategis yang dilakukannya untuk meningkatkan daya saing perusahaan pada saat ini adalah membangun model kemitraan dengan Perusahaan asal Swiss.Nestle.S.A. dengan model kemitraan ini PT. Indofood berharap dapat menguasai produk-produk kuliner di Indonesia pada saat ini.

    2. Dapat dilihat dari strategi yang dilakukan perusahaan Indofood, dimana perusahaan tersebut berhasil mempertahankan loyalitas pelanggannya, dikarenakan Indofood senantiasa mempersembahkan produk-produk yang berkualitas bagi pelanggannya secara konsisten, karena itu Indofood menjadi market leader untuk produk-produk utamanya antara lain mie instan, tepung terigu, minyak goreng, margarin dan lemak nabati. Hal tersebut dapat dilihat dari pergerakan peningkatan harga saham PT. Indofood Sukses Makmur Tbk yang berpeluang terjadinya BULLISH (Situasi pasar yang bergairah, bergerak cepat dan kondisi pasar yang di dominasi oleh aksi beli, sehingga mengakibatkan harga akan mengalami peningkatan). Akibat strategi yang dilakukan oleh perusahaan indofood ini membuat daya saing yang semakin ketat ( adu strategi) dengan beberapa perusahaan yang sama-sama memproduksi produk-produk kuliner lainnya, seperti PT.ABC, PT. Sayap Mas Utama groupWings ( Mie Sedap) yang saling ingin menguasai pangsa pasar produk-produk kuliner di indonesia

    3. Untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat pada saat ini, PT. Indofood Sukses Makmur Tbk menerapkan beberapa manajemen strategis yaitu :

    o Indofood akan menerapkan strategi Mastering The Present, Pre-empting the Future. Strategi ini antara lain fokus kepada organic growth, memanfaatkan competitive advantage melalui scale, scope, span, dan speed.
    o menjalankan program cost efficiency and cost cutting.
    o tetap melanjutkan segmentasi para konsumennya dengan memperkenalkan produk-produk dengan higher price and higher margin.

    Dengan adanya tiga Isu strategis ini membuat PT. Indofood memiliki daya saing yang tinggi dengan perusahaan lainnya.

    4. Keberhasilan Nokia pada saat ini semua dikarenakan Nokia selalu concern dengan terhadap people development. Unsur-unsur Strategi yang digunakan Nokia hingga reputasi saat ini masih bisa tetap mengungguli lawan bisnisnya yaitu
    a. “global focus” atau sejumput strategi yang diberangkatkan dari sebuah pemahaman yang brilian mengenai dinamika persaingan ponsel global.
    b. “strategic market-making” atau sebuah visi yang tajam untuk mendeteksi setiap detak perubahan dalam peta teknologi selular yang amat dinamis dan berubah-ubah. Ditengah perubahan selera pasar yang variatif, Nokia terlihat selalu mampu memberikan respon antisipatif yang jitu.
    c. “focus on people”. Nokia selalu memperlakukan pengelolaan SDM-nya sebagai isu strategik, dan bukan sekedar pengelola administrasi belaka. Secara berkesinambungan, Nokia selalu berikhtiar untuk membangun respek pada karyawan, membangun iklim dan kultur “learning” dimana setiap karyawannya didorong untuk saling bertukar informasi dan gagasan-gasasan inovatif.
    Melihat dengan adanya reputasi ini, nokia akan tetap menjadi pahlawan sejati buat rakyat Finlandia. Tampaknya, Nokia bukan hanya sekedar lips service dalam aspek people development; dan mereka benar-benar mempraktekkan filosofi focus on people itu — terutama dalam kaitannya dengan pengembangkan iklim inovasi dan dorongan kepada key managers-nya untuk secara konstan melakukan strategic innovation moves. Sebab tanpa ada semua itu bisa dipastikan Nokia akan kalah bersaing dengan Sonny-Erricson, Samsung dan Apple.

    Penjelasannya runtun. Dalami terus kasus indofood, karena tulisan berikut akan tetap berkaitan dg kasus yang dipilih oleh mahasiswa.

    Komentar oleh A. Gani .T. (MM/Angktn X/Kelas H) | April 27, 2009 | Balas

  20. Malam Pak Jo,
    Daya saing (competitiveness) adalah upaya yang dilakukan oleh Perusahaan untuk menciptkan keunggulan yang mempunyai nilai (value) lebih dari perusahaan lain dalam satu jenis(bidang) usaha. Daya saing dalam dunia usaha merupakan kemampuan untuk berkompetitor di pasar global, sehingga day saing menjadi suati variabeel penting untuk mengukur maju mundurnya perusahaan.Sebagai contoh korporasi adalah jenis kendaraan bermotor merk YAMAHA. Sebuah perusahaan Jepang yang telah dikenal luas terutama untuk pasar Asia, terbukti mampu eksis sampai sekarang dengan tetap terdepan diantara kompetitornya.
    Pelajaran yang dapat diambil dari Produk Yamaha ini antrara lain Perusahaan ini mampu menerapkan strategi yang tepat untuk memasarkan produknya.Yamaha dapaat menggabungkan sumber modal, inovasi serta diferensiasi menjadi strategi yang memunculkan keunggulan produknya.Sebagai contoh salah satu unit usaha nya yang mampu memikat konsumen adalah produk kendaraan jenis matic Yamaha Mio.Dengan produk berkualitas, mengedapankan mutu, melalui uji coba mutu yang ketat sehingga mengantisipasi adanya gagal produk.Jenis meisn yang bertenaga kuat, lincah, elegan.
    Unsur keberhasilan Nokia dalam membangun korporasinya adalah didukung berbagai faktor antara lain: Sumber daya manusia yang handal, komunikasi yang berkelanjutan dengan konsumen dan persaingan yang sehat.
    Sumber daya manusia yang mampu menterjemahkan keinginan pasar untuk menciptakan telepon genggam yang digemari konsumen. Inovasi yang terus menerus berkembang sesuai perkembangan pasar seperti fitur dan fasilitas yang lengkap dan mudah dioperasionalkan.Komunikasi dengan konsumen dijalankan dengan baik saling menerima dan memberi masukan. Bersaing dengan klompetitor dengan sehat.Produk yang dihasilkan orisinil, dan paripurna.
    sekian dari saya pak Jo.terima kasih. Ander kls H.MM

    Saudara Ander, ulasannya hendaknya fokus kepada pertanyaan yg ada di naskah yg saya tampilkan.

    Komentar oleh ander | April 28, 2009 | Balas

  21. Strategi Hitachi Asia, Ltd
    “Inspire the Next” itulah janji yang dideklarasikan dari merek”HITACHI” untuk dapat memenuhi berbagai harapan masyarakat dan pelanggan di era yang baru.
    “Perubahan apa yang ingin Anda lihat dari Hitachi?”
    dapat ditingkatkan secara menyeluruh, dan sebagai hasilnya, identitas inti dari Grup Hitachi muncul. Yaitu sebuah identitas yang didasarkan kepada DNA Hitachi “Kepercayaan” dan “Kemampuan Teknis” yang telah dibangun selama bertahun- tahun, dan satu yang mengekspresikan komitmen kita untuk menjadi katalis masyarakat yang berubah dan terus menerus menantang diri kita untuk menemukan satu nilai dan kemungkinan yang baru.
    Sebagai sebuah kantor pusat regional, Hitachi Asia Ltd. (HAS) mengkoordinasikan kegiatan pemasaran dan penjualan bagi produk-produk industri, listrik dan elektronik serta solusi sistem informasi, dan juga melakukan pengadaan internasional bagi seluruh pabrik Hitachi di seluruh dunia. HAS kini memiliki jaringan sebanyak sepuluh buah kantor di tujuh negara di Asia, kecuali Asia Timur.
    Pada tahun 1998 HAS berubah dari sebuah perusahaan terbatas menjadi sebuah perusahaan umum yang tak terdaftar dan memperoleh status Pusat Perbendaharaan Keuangan oleh Otoritas Keuangan Singapura (MAS) sehingga dapat mengeluarkan surat obligasi. Perubahan ini bertujuan memperkuat kemampuannya untuk menyediakan dukungan keuangan bagi grup Hitachi di Asia.
    Hitachi percaya bahwa CSR merupakan sebuah usaha keterlibatan dalam berbagai aktivitas yang langsung memberikan sumbangsih kepada masyarakat setempat.
    Di Singapura, sumbangan program sosial masyarakat dari Hitachi yang sudah cukup lama berlangsung adalah kegiatan Christmas Light-Up yaitu penyalaan pohon Natal di sepanjang jalan Orchard Road yang sibuk. Sejak tahun 1991, Hitachi telah menjadi sponsor utama dari kegiatan yang banyak mendapatkan perhatian ini, dan telah mengumpulkan dana sebesar lebih dari S$2 juta bagi para penerima santunan dari Dewan Nasional Layanan Sosial (National Council of Social Services).
    Untuk mendorong perkembangan generasi mendatang dari para pemimpin di Asia, Hitachi memprakarsai program “Hitachi Young Leaders Initiative” di tahun 1996. Melalui program ini, banyak mahasiswa Asia yang berprestasi bersama-sama berkumpul membahas berbagai masalah regional dengan para pemimpin terkemuka.
    Aktivitas-aktivitas tersebut menekankan komitmen Hitachi untuk terus memberikan sumbangsih kepada masyarakat di tingkat lokal.
    Dengan demikian dapat saya simpulkan bahwa Hitachi berkomitmen untuk terus memberikan sumbangsih guna menciptakan ketentraman masyarakat dan berlimpah sebagai “Mitra Solusi terbaik”.
    Dimas Aria Ismet
    ERC1B006029
    Fakultas Ekstensi Ekonomi
    Jurusan Manajemen

    Referensi :

    http://www.hitachi.co.id/

    Dimas contoh mu bagus tetap dipelajari.

    Komentar oleh Dimas | April 28, 2009 | Balas

  22. Salam Sejahtera “Pak JO”
    Daya saing menurut saya ialah suatu strategi yang disusun sesuai dengan rencana dan menunjukan kemampuan / keunggulan yang dimiliki untuk bertahan dalam persaingan dalam mencapai tujuan usaha, seperti yang dicapai oleh Yamaha melalui salah satu strateginya dalam mempertahankan dan menarik konsumen yang bebas yang sama-sama diperebutkan dalam pangsa pasar kendaraan roda 2 (dua), yaitu “Strategi Family Gathering Mataram Sakti”
    Perusahaan yang cerdas akan menciptakan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap pelanggan hal ini juga tidak terlepas dari mendorong karyawan perusahaan untuk bekerja keras, hasilnya adalah kwalitas pelayanan kepada pelanggan semakin tinggi yang pada akhirnya menciptakan kepuasan bagi pelanggan yang tinggi pula.
    Kepuasan pelanggan akan menyebabkan pembelian ulang dan dengan demikian menciptakan pertumbuhan atau laba yang lebih besar. Kegiatan-kegiatan seperti ini merupakan pengaruh yang sangat besar mengarah ke laba dan pertumbuhan perusahaan.Perusahaan dalam mencapai sasaran kepuasan melalui berbagai proses kerja. kegiatan Perusahan secara tradisional dilaksanakan dalam Departemen, tetapi Organisasi menghadapi beberapa masalah dimana Departemen biasanya beroperasi untuk memaksimumkan tujuan Departemen sendiri (bukan tujuan perusahaan).
    Perusahaan yang berhasil kedalam perusahaan yang memiliki kemampuan yang sangat baik dalam pengelolahan proses usaha utamanya sejalan dengan uraian tersebut diatas, maka berikut ini dikemukakan pemberian nilai dengan kepuasan pelanggan yang dilaksanakan oleh “Family Gathering Mataram Sakti” dalam mempertahankan yang ke satu terhadap pelanggan sebagai berikut:
     Pada tgl 14 Desember 2008 yang lalu ada pagelaran agenda pengunjung yang terdiri dari kelurga pelanggan yang mengadakan bermacam lomba lomba yaitu :
    a) Lomba mewarnai tingkat sekolah Dasar (SD) dengan 2 kategori (1-3 tahun dan 4-6 tahun)
    b) Lomba memasak nasi goreng buat kalangan ibu-ibu.
    c) Lomba memakan bakso bagi kalangan ayah.
    Kesemuanya ini merupakan acara yang dilaksanakan seluruhnya oleh pihak perusahaan dengan tanda bayar bagi anggota lomba

    Dalam rangka membahas lebih lanjut tentang strategi yang telah diluncurkan oleh Dealer Yamaha “Family Gathering Mataram Sakti” dalam mencari dan mempertahankan pelanggan dalam kesempatan ini dikemukakan beberapa teori tentang pemasaran sebagai berikut :
    1. Manajemen adalah proses yang dimulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengerahan dan di akhiri dengan pengontrolan.
    2. Pasar adalah pertemuan antara penjual dan pembeli dalam rangka transaksi
    3. Pemasaran adalah suatu proses social yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang dapat mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertahankan produk yang bernilai dengan pihak lain.
    4. Kemudian ada beberapa jenis pasar yang bervariasi tingkat kepentingan dalam lingkungan yang berbeda sebagai berikut :
    a) Pasar Konsumen yaitu perusahaan-perusahaan yang menjual barang dan jasa konsumen masa (seperti minuman ringan, pasta gigi, perangkat TV dan sabagainya) Mereka untuk mencoba membangun suatu citra merk yang unggul, yang tentunya sasarannya adalah konsumen menyangkut kebutuhan, mergkomunikasikan posisinya secara gencar dan kreatif.
    b) Pasar Bisnis yaitu Perusahaan-perusahaan yang menjual barang-barang dan jasa-jasa bisnis menghadapi para pembeli Profesional yang terlatih dengan terinformasi dengan baik dan terampil dalam menilai penawaran yang bersaing biasanya untuk membeli untuk menghabiskan nilai guna dengan juga ada yang bersifat untuk dijual kembali ke konsumen lain untuk memperoleh laba.
    c) Pasar Global yaitu perusahaan-perusahaan menjual barang-barang mereka dipasar global menghadapi keputusan dan tantangan tambahan harus dapat memutuskan tentang Negara mana yang harus dimasuki, bagaimana memasuki masing-masing Negara, bagaimana menyesuaikan fitur produk dan jasa mereka ke masing-masing Negara, menetapkan harga dan lain sebagainya.
    d) Pasar Nirlaba dan Pasar Pemerintah yaitu Perusahaan-perusahaan menjual barang barang mereka kepada organisasi, lembaga-lembaga seperti Gereja, Universitas, Organisasi-organisasi atau perwakilan pemerintah.
    5) Saluran Pemasaran yaitu untuk mencapai psar sasaran pemasaran menggunakan tiga jenis saluran yaitu :
    • Saluran Komunikasi yaitu untuk menyerahkan dan mengirim pesan dari pembeli sasaran (Surat Kabar, Radio, Majalah dll)
    • Saluran Distribusi yaitu untuk memasukkan atau menyerahkan produk fisik atau jasa kepada pembeli/pengguna (pergudangan sarana transportasi dll)
    • Saluran Dagang yaitu Distributor/Grosir, Pengecer dll.

    Dalam mencapai tujuan yang maksimal Perusahaan harus mengetahui arti siapa pihak yang berkepentingan dan apa kebutuhan mereka.saat ini banyak perubahan-perubahan yang sangat mendasar dimana perusahaan telah menyadari perubahan tanpa memuaskan para pemercaya lainnya (pelanggan), perusahaan tersebut tidak akan menghasilkan laba yang memadai. Jadi bila pelanggan tidak puas,maka tidak menutup kemungkinan pelanggan akan beralih kepihak lain yang menurut mereka mampu untuk memuaskannya. Suatu Perusahaan harus berusaha untuk memenuhi harapan maksimum bagi para pelanggan sebagai contoh Perusahaan harus berusaha menyenangkan (memberi pelayanan) bagi pelanggan.
    Perusahaan harus terus meningkatkan kepuasan terhadap pelanggan hal ini juga tidak terlepas dari mendorong Karyawan Perusahaan untuk bekerja keras, hasilnya menyebabkan pelanggan akan terus mempergunakan produk yang kita sediakan, maka ini menciptakan pertumbuha atau laba yang lebih besar.
    Berdasarkan study kasus yang diangkat, maka pengelolaan yang dilakukan Yamaha Mataram Sakti yaitu :
    I. Upaya-upaya yang dilakukan oleh Dealer Yamaha Mataram Sakti dalam mempertahankan pelanggan yaitu :
    1. Menganalisa lingkungan pemasaran (SWOT)
    Upaya ini dilakukan untuk mengetahui sejauhmana kekuatan dan kelemahan yang dimiliki serta untuk mengetahui peluang dan hambatan yang dimiliki oleh pesaing yaitu Honda, Suzuki, KTM, Kawasaki dan lain-lain.
    2. Segmentasi pasar.
    Langkah yang dilakukan untuk mengetahui dan memudahkan produsen dalam membuat dan memasarkan produk, yaitu dengan mengetahui kharakteristik dari konsumen yaitu geografis, demografi, psikografi dan prilaku.

    3. Promosi Penjualan.
    Suatu langkah yang dilakukan dan dirancang untuk merangsang pembeli dimana iklan yang ditawarkan memiliki alas an untk membeli, dan juga itawakan insentif pembelian seperti kupon, pengurangan harga, penawaran uang kembali, dll.
    4. Hubungan masyarakat.
    Yamaha Mataram Sakti merasakan bahwa tanpa konsumen umumnya dan tanpa pelanggan khususnya mereka tiada memiliki arti, maka mereka berusaha melakukan pendekatan-pendekatan yang dilakukan oleh kepada masyarakat sekeliling terutama para pelanggan yamaha baik secara langsung maupun tidak langsung. Seperti yang dilakukan pada tanggal 14 Desember 2008 mereka mengadakan acara yang merupakan bagian dari promosi yaitu ”Family Gathering Mataram Sakti” dengan berbagai ragam acara yang melibatkan keluarga-keluarga para pelanggan yamaha.
    Dengan diadakannya Family Gathering Mataram Sakti maka Yamaha Mataram Sakti berusaha mendekatkan produknya kepada pelanggan, dengan maksud dan bertujuan (Philip Kotler Jilid II, 33:1992) antar lain:
    1. Membangun kesadaran konsumen, yaitu memberikan hal-hal yang menarik minat terhadap produk dan jasa yang ditawarkan.
    2. Membangun kredibilitas, dimana humas dapat meningkatkan kredibilitas dengan mengkomunikasikan pesan lewat konteks editorial.
    3. Merangsang wiraniaga dan penyalur, yaitu membantu kerja para wiraniaga dan antusiasme penyalur.
    4. Menekan anggaran promosi melalui humas dibandingkan periklanan melalui media langsung.

    II. Saluran yang digunakan oleh Dealer Yamaha Mataram Sakti yaitu :
    Produk yamaha saat ini sangat mudah di jumpai, hampir diseluruh kecamatan di Provinsi Jambi ada dealer sebagai penyambung tangan dari Yamaha Mataram Sakti. Dalam memanjakan konsumen dalam mendapatkan motor yamaha maka salur distribusi yang digunakan yaitu :
    a. Produsen (Pemasok), bertindak sebagai produsen yaitu induk dari produsen yamaha yang berada di Jakarta yang melakukan proses perakitan motor yamaha.
    b. Agen (Yamaha Mataram Sakti), setelah barang datang dari produsen, maka Yamaha Mataram Sakti sebagai agen melakukan penjualan dan mendistribusikan kepada penyalur.
    c. Penyalur (Dealer), dealer yang bertindak sebagai ujung tombak terakhir dari Yamaha Mataram Sakti melakukan penjualan kepada konsumen.

    Terima kasih, “ Pak Jo” dari RIJALUDIN Reguler/Kelas H (C2B008067)

    Komentar oleh atang priyatna | April 28, 2009 | Balas

  23. Pak Jo,
    Saya akan mengambil contoh kasus Toyota.
    Toyota didirikan oleh Sakichi Toyoda yang berprofesi sebagai perancang mesin tenun. Didirikan tahun 1926 sebagai Toyoda Automatic Loom Works dan berkembang menjadi satu produsen automotive terbesar di dunia salah. Satu contoh keberhasilan Toyota dapat dilihat pada produk: Lexus yang diperkenalkan pada tahun 1989 dan pada tahun 2002 penjualannya telah melampaui penjualan BMW, Mercedes-Benz, Cadillac di Amerika Serikat selama tiga tahun berturut-turut. Data yang diperoleh dari Consumer Reports (2003) memperlihatkan bahwa dalam kategori mobil kecil & sedan keluarga Toyota mengalahkan Ford, GM, dan lain-lain. Toyota menjadi yang terbaik dikelasnya oleh semua perusahaan lain ataupun pesaingnya di seluruh dunia karena kualitasnya yang tinggi, produktivitas yang tinggi, kecepatan berproduksi, dan fleksibilitas. Toyota memiliki proses pengembangan produk tercepat di dunia. Perancangan mobil dan truk baru hanya memerlukan waktu kurang dari 12 bulan, sementara pesaingnya memerlukan waktu dua samapai tiga tahun.
    Toyota telah menciptakan Toyota Production System (TPS) yang memicu tranformasi global di hampir segala jenis industry. TPS ini didasari oleh Toyota Way yang terdiri dari 14 prinsip sebagai berikut:
    – Buat keputusan manajemen yang berdasarkan filosofi jangka panjang, bahkan dengan mengorbankan tujuan keuangan jangka pendek.
    – Gunakan hanya teknologi yang handal dan benar-benar teruji
    – Gunakan alat pengendali visual sehingga tidak ada maslah yang tersembunyi
    – Lakukan standarisasi pekerjaan untuk peningkatan yang berkelanjutan
    – Hentikan jika terjadi masalah kualitas
    – Ratakan beban kerja
    – Gunakan system tarik untuk menghindari produksi berlebih
    – Ciptakan proses yang mengalir untuk mengungkapkan masalah
    – Hormati, tantang dan bantu para pemasok anda
    – Hormati, Kembangkan, dan tantang orang-orang dalam tim anda
    – Kembangkan pemimpin yang menjiwai dan menjalankan filosofi
    – Buatlah keputusan secara perlahan melalui consensus, dengan hati-hati mempertimbangkan semua kemungkinan. Implementasikan dengan cepat
    – Lihatlah dengan mata kepala sendiri agar lebih memahami situasi dengan benar
    – Pembelajaran organisasi secara terus menerus
    Salah satu hal yang menjadi perhatian semua perusahaan adalah Lean Production dimana perusahaan menghilangkan hal-hal yang tidak memberi nilai tambah agar tercapai penghematan.Toyota adalah salah satu perusahaan yang telah menerapkan Lean Production, diantaranya melakukan system persediaan bahan baku just in time dan lain sebagainya. Toyota selain menerapkan lean manufacturing, juga mau mengajari pesaing utamanya, GM dengan mempertimbangkan bahwa GM adalah salah satu pembuat mobil terbesar di dunia dan sedang memperbaiki operasi manufakturnya. Dengan membantu GM, Toyota berharap dapat membantu komunitas dan masyarakat dan juga menciptakan pekerja munufaktur yang dibayar tinggi. Secara tidak langsung Toyota telah memiliki dan meciptakan daya saing bagi industri otomotif di dunia.

    Sumber: Likers,JK. 2006. The Toyota Way.

    Fenny, contohmu bagus, tapi penyajiannya fokus kepada pertanyaan.

    Komentar oleh Fenny Yuhanty (C2B008030) | April 28, 2009 | Balas

    • Pak Jo,
      Daya saing dapat dilihat dari kemampuan suatu perusahaan untuk bersaing dengan perusahaan lain guna mewujudka tujuan dari perusahaan tersebut. Contohnya saja di perusahaan Toyota yang merupakan suatu perusahaan yang pada mulanya memproduksi alat pemintal seperti yang saya sebutkan sebelumnya. Para pendiri Toyota menyadari bahwa bisnis mesin tenun tidak memiliki peluang bisnis kedepan, beda halnya dengan bisnis mobil yang akan terus berkembang dimasa depan. Salah satu contoh daya saing Toyota dapat digambarkan contohnya saja pada tahun 2003 Toyota sukses menjadi perusahaan yang menjual mobil terbanyak di AS yaitu 1,8 juta kendaraan Toyota/Lexus, debanding perusahaan lain 1,2 juta unit. Atau dapat dilihat dari kempuan Toyota dalam merancang produk tercepat di dunia seperti yang saya sebutkan sebelumnya.
      Strategi yang dilakukan oleh Toyota adalah dengan melakukan lean production dengan mentiadakan hal-hal yang tidak memberikan nilai belajar melalui pengalaman orang lain bahkan pendiri Toyota sendiri mengambil pengalaman pesaingang yaitu Hendri Ford dalam menjalankan perusahaannya (dimana Ford sendiri tidak menerapkan prinsip yang diajarkan oleh pendirinya), memperhatikan seluruh kesejahteraan para karyawannya, melakukan kerjasama dengan pesaingnya dengan tujuan tertentu dan mau mengajari prinsip yang diterapkannya kepada pesaing utamanya. Toyota merupakan perusahaan yang berfikir jauh ke depan tambah dibandingkan mencari keuntungan financial sesaat. Selain itu Toyota juga selalu memperhatikan R&D-nya, sehingga ke orisinilannya tetap terjamin sengan inovasi yang tiada hentinya. Semua hal itu dilakukan oleh Toyota dengan harapan bahwa dapat menjalankan misi-nya an mewujudkan visinya dengan baik.
      Contohisu strategis dari Toyota ini adalah brand Lexus sebagai mobil mewah yang diciptakan untuk menyaingi mobil mewah buatan Eropa dan Amerika. Ide pembuatan Lexus berasal dari salah satu eksekutif Toyota di AS, untuk memproduksi mobil berkualitas tinggi, efisien dalam penggunaan bahan baker dan ekonomis.Untuk merealisasikan hal tersebut maka Toyota menunjuk Ichiro Suzuki yang memulainya dengan melakukan obeservasi terhadap pengguna mobil mewah. Hasil observasinya menunjukkan bahwa para pengguna mobil mewah hanya mementingkan status dan prestise dari citra dan bukan mobil sebagai sarana transportasi. Sehingga Toyota mulai memproduksi mobil yang bekerja lebih baik dari mobil mewah lainnya dengan style yang mampu bersaing, dengan pedoman menghilangkan suara & getaran, penanganan yang hebat/stabilitas pada kecepatan tinggi tetpi juga membuat berkendara menjadi menyenangkan, Cepat dan perjalanan yang lembut tetapi dengan kansumsi bahan baker yang rendah, sangat tenang dengan bobot yang ringan, stle yang elegan dengan aerodinamik yang hebat, dan stabilitas yang baik pada kecepatan tinggi. Dengan membuat sebuah mobil mewah yang lebih berkualitas maka Toyota telah telah mampu bersaing dengan perusahaan besar seperti Benz, BMW dan lain sebagainya.
      Didasari dari prinsip pertama dari Toyota Way yaitu dengan mengambil keputusan manajerial Anda berdasarkan filosofi jangka panjang, walaupun mengorbankan sasaran keuangan jangka pendek, maka Toyota (tahun 1990) menentang dirinya sendiri untuk mebuat mobil kecil yang nyaman dengan pengunaan bahan bakar yang efisien untuk abad ke-21. Atas dasar ide tersebut maka dibuatlan Prius sebagai mobil hibrida dan menempati posisi nomor satu di “Japan Car of the Year” dan “RJC New Car of the Year”, dan pada awal tahun 2003 penjualan mencapai 120.000 unit. Tujuan Prius ini adalah melebihi profitabilitas jangka pendek, yaitu untuk membuka pasar misal untuk mobil yang ramah lingkungan.
      Dua contoh diatas membuktikan Toyota adalah perusahaan yang mampu mengabungkan apa yang menjadi kebutuhan, memecahkan masalah yang ada, inovasi, kenyamanan & kepuasan juga tanpa melupakan desain yang elegan.

      Komentar oleh Fenny Yuhanyu (C2B008030 | April 29, 2009 | Balas

  24. Berikut ini pendapat saya tentang pertanyaan pak Jo.
    Daya saing merupakan kekuatan yang berhasil digalang perusahaan untuk memenangkan persaingan didalam masing-masing industrinya.
    Contonhnya Unilever, perusahaan yang bergerak dalam menyediakan convenience goods ini telah membangun banyak strategic business unit diseluruh dunia serta mengakuisisi merek-merek terkenal yang mendukung bisnisnya.
    Seperti ketika pertama kalinya masuk ke Indonesia perusahaan ini hanya membawa Blue Band, namun pada saat ini perusahaan telah memasarkan hampir seluruh kebutuhan rumah tangga,termasuk kecap tradisional “Bango” yang dibeli hak patennya oleh Unilever.
    Hal seperti ini tidak hanya dilakukak di Indonesia, tetapi hampir diseluruh dunia, Unilever mengakuisisi Pepsodent, Rinso dan produk-produk lain yang sudah lama terkenal.

    Upaya Unilever mengembangkan usahanya keseluruh dunia dengan menaruh tiap SBU di tiap negara, Unilever telah membuka lebar peluang pasar.
    Strategi Akuisisi brand juga sangat membantu Unilever memperluas pasar dengan memperbanyak ragam tawaran kepada konsumen dan meminimalisir pesaing dengan menarik pesaing potensial menjadi mitra.

    Isu Strategis Unilever
    Akuisisi brand: dengan mengakuisisi brand yang tadinya merupakan calon atau bahkan pesaing potensial, perusahaan ini mendapat 2 keuntungan, yang pertama mengurangi pesaing dan yang kedua memperluas pasar dengan menambah jenis tawaran produk.
    Masuk ke seluruh negara: Dengan membangun tiap anak perusahaan ditiap negara akan menjamin rantai pasokan distribusi dan pemasaran diseluruh dunia, sehingga keberlangsungan bisnis internasional perusahaan tetap terjamin.
    Corporate social responsiblity program: Unilever melaksanakan program yang bertujuan untuk mengembangkan potensi SDM dan menjaga keberlangsungan kelestarian alam, dengan ini perusahaan bisa mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.

    Menurut saya mengapa Nokia dapat menciptakan nilai dan daya saing bagi perusahaan dalam industrinya, industri maupun negaranya karena perusahaan sangat fokus dengan usahanya dan perusahaan mengambil pilihan yang tepat, karena industir yang diambil oleh Nokia untuk dimasuki merupakan industri yang mempunyai potensi permintaan yang tak terbatas.

    Komentar oleh Edi Erwan (MM/angkatan X/kelas H) | April 28, 2009 | Balas

  25. Selamat malam Pak Jo.
    Menurut saya daya saing merupakan upaya yang dilakukan oleh perusahaan untuk terus dapat berdampingan, berhadapan dengan pesaing atau bahkan mengungguli pesaing, seperti halnya Honda Corporation.
    Perusahaan yang pertama kali dibangun oleh Soichiro Honda ini kini telah menjadi kerajaan otomotif terbesar di dunia, dengan mengusung jargon THE POWER OF DREAM perusahaan ini kini tidak hanya menjual produk otomotif diseluruh dunia.
    Dengan semakin banyaknya bermunculan pesaing yang kian menggerus pasar Honda kini tidak lagi sangat berfokus pada otomotifnya, tetapi teknologinya, dengan dukungan teknologi perusahaan ini mencoba “mewujudkan mimpi”.
    Honda perusahaan yang pertam merilis kendaraan hemat energi, diawali dengan hybrid vehicle (bbm + listik) lalu dilanjutkan dengan electric car dan solar energy car (zero emition vehicle), yang dipasarkan melalui berbagai SBU Honda diseluruh dunia.
    Selain pengembangan teknologi kendaeraan ramah lingkungan perusahaan mencoba masuk kedalam industri yang lain untuk memperluas pasar, yaitu dengan masuk ke industri robotika, dimana saat ini Honda juga telah menjadi pemain utama.

    Dengan cara meningkatkan dan menggunakan advanced technology, perusahaan uni memciptakan peluan yang lebih besar dimana permintaan berubah seiring dengan banyak perubaghan yang terjadi di dunia akhir-akhir ini.
    Hal ini akan memperkuat posisi perusahaan di industri otomotif dan juga industri baru yang kini dirambahnya.

    3 isu strategis yang dilaksanakan Honda:
    Pengembangn teknologi kendaraan ramah lingkunagn dan hemat energi:
    Dengan memanfaatkan sumberdaya R&Dnya perusahaan ini telah menghasilkan produk-produk baru yang dapat memenuhi kebutuhan pasar masa depan akan hadirnya kendaraan yang hemat energi dan zero emition dimana sumber-sumber penghasil energi semakin terbatas dan pemanasan global semakin parah.
    Membangun SBU disetiap negara diseluruh dunia:
    Dengan membangun jejaring bisnis diseluruh dunia perusahaan ini memiliki peluang menguasai pasar yang lebih besar daripada perusahaan lain di dalam industri.
    Masuk kedalam industri robotika:
    Permintaan yang semakin beragam membuat Honda melirik adanya potensi permintaan baru yang sangat mungkin hadir dimasa depan, perusahaan membuat ASIMO robot humanoid yang dapat menggantikan kerja manusia, mungkin dimasa depan ASIMO akan dproduksi masal dan akan jadi pesaing atau mitra manusia.

    Ada beberapa hal yang menurut saya menyebabkan keberhasilan Nokia:
    Nokia berfokus pada inti bisnisnya dalam memproduksi dan menguasai industri mobile phone
    Nokia menempatkan dirinya tepat sebagai produsen yang mampu memahami keinginan pasar, atau mungkin malah menciptakan kekuatan permintaan.
    Nokia senantiasa melakukan pengembangan & pemanfaatan teknologi terkini pada produk-produknya.

    Komentar oleh Sartiah (MM/angkatan X/kelas H) | April 28, 2009 | Balas

  26. Slmt mlm pak Jo
    Pak Jo Yth.
    1. Menurut saya, daya saing merupakan kemampuan perusahaan untuk menciptakan nilai dan mempertahankan nilai tersebut sehingga perusahaan dapat terus bersaing didalam industri dalam rangka memuaskan pihak-pihak yang berkepentingan.
    Dalam hal ini saya mengambil REPUBLIKA sebagai contoh. Perusahaan ini bila dilihat berada dalam posisi yang kuat, dimana perusahaan telah dikenal luas oleh publik. Selain itu, perusahaan berada dalam industri yang masih memiliki banyak peluang untuk berkembang pesat, yaitu industri informasi.
    Bila kita lihat dalam diagram analisis SWOT maka kita mendapati posisi perusahaan ini berada pada kuadran ke-2 (High Strength and Opportunity), jadi strategi yang sangat cocok diambil oleh perusahaan dalam rangka menciptakan nilai dan memperkuat daya saing ialah melaksanakan strategi “diversifikasi”.
    Ternyata Republika tepat mengambil strategi tersebut untuk memperkuat daya saingnya, Republika saat ini tidak hanya dikenal sebagai perusahaan yang menawarkan informasi media cetak, tetapi juga audio visual dan internet.
    REPUBLIKA kini membangun SBU baru yaitu TV ONE dan REPUBLIKA Online.

    2. Dengan adanya 2 SBU baru yang didirikan REPUBLIKA, perusahaan ini tidak hanya menghasilkan pendapatan dari penjualan dan pendapatan iklan media cetaknya, tetapi perusahaan telah men-create media baru yang dapat digunakan untuk mengakses informasi dan mempromosikan diri, produk atau jasa.
    kedua SBU baru dari REPUBLIKA ini memberikan kesempatan bagi para konsumen yang tidak suka membaca (audio visual: TV ONE) dan konsumen yang tidak dapat melihat koran (mereka bisa mengakses internet : republikaonline.com). Selain konsumen (masyarakat yang butuh berita) dengan diversifikasi ini juga berarti menghadirkan banyak pilihan bagi pihak-pihak yang menggunakan media informasi sebagai media promosi (Organisasi laba, nirlaba, orpol, bahkan individu seperti caleg).
    Hal ini tentunya bukti bahwa perusahaan mampu menciptakan permintaan (demand creation) sehingga berdampak positif bagi perusahaan untuk terus bersaing dan bertahan di industri informasi.
    Selain itu, dari sisi keuangan, pendapatan yang masuk dari 2 SBU baru ini akan sangat membantu meningkatkan nilai-nilai penting rasio keuangan perusahaan, sehingga nilai perusahaan akan meningkat dan meningkatkan kepercayaan pemilik modal (pemegang saham) sehingga perusahaan memiliki dukungan modal yang kuat.

    3. Berikut ini merupakan isu-isu strategis REPUBLIKA
    a. Membuka dua SBU baru (TV ONE & REPUBLIKA Online)
    b. Mendirikan lembaga penyaluran dana dari masyarakat untuk masyarakat yang kurang mampu, korban bencana dan perang (Dompet Dhuafa)
    c. Turut berperan aktif mengurangi pemanasan global dengan mendirikan lembaga pertanian organik yang sekaligus membantu masyarakat lemah dengan cara pembinaan, pendanaan dan konsultasi gratis (Lembaga Pertanian Sehat REPUBLIKA: pertaniansehat.com)
    Isu strategis pertama memberikan dampak positif yang langsung dapat dirasakan oleh perusahaan dalam bentuk pemasukan finansial yang membantu aliran kas positif bagi perusahaan serta kepercayaan dari berbagai pihak yang berkepentingan.
    Sedangkan isu strategis yang kedua dan ketiga akan sangat membantu perusahaan walau secara tidak langsung, perusahaan akan mendapatkan dukungan moril yang positif dari dunia (yang saat ini tengah mendengung-dengungkan global warming dan pertanian organik) maupun pemerintah ataupun masyarakat yang dalam hal ini juga merupakan stakeholder perusahaan.

    4. Berikut merupakan unsur-unsur yang mungkin saja menjadi alasan keberhasilan NOKIA:
    a. Perusahaan terjun kedalam industri yang tepat pada saat yang tepat.
    Pada setiap dekade terjadi satu tren teknologi yang sangat berpeluan besar: 60an dekade microwave, 80an dekade VCR dan cam corder, 90an dekade komputer, awal milenium ini (2000an keatas) telekomunikasi, informasi dan internet.
    NOKIA bukanlah perusahaan yang paling awal terjun ke bisnis telepon cellular, Motorola merupakan perusahaan yang pertama, diikuti Ericsson lalu diikuti oleh Nokia
    Motorola masuk ke industri terlalu dini dimana teknologi pendukung cellular belum berkembang dan pasar masi pada tahap unawarness, sehingga mereka telah banyak mengorbankan banyak investasi yang sia-sia, sedangkan Nokia masuk di pertengahan 90an disaaat teknologi cellular mulai berkembang.
    b. Perusahaan fokus kepada teknologi cellular
    Nokia berkomitmen untuk terus berfokus dalam memproduksi gadget nirkable, perusahaan tetap memproduksi handphone…handphone…handphone… dan handphone… meskipun perusahaan saat ini memproduksi handphone setingkat notebook, mereka tetap menanamkan image kepada konsumen bahwa itu adalah handphone : easy to mobile (lebih mudah dibawa daripada notebook).
    C. R & D yang terus berkembang
    Perusahaan lain boleh membuat mobile phone tatapi Nokia senantiasa menjadi perusahaan yang paling produktif menghasilkan varian baru yang teknologi dan fiturnya selalu meningkat, sehingga sulit bagi kompetitor untuk mengejar pergerakan Nokia, bahkan Nokia tidak lagi mengeluarkan Varian dalam hitungan tahun atau bulan, tetapi hampir setiap minggu.

    Angga, bagaimana dg CSR dan dampaknya terhadap Republika.

    Komentar oleh Angga Rahmat Triana (MM/angkatan X/kelas H) | April 28, 2009 | Balas

  27. nama : nurman sutisnak
    nim : ERC1B006007

    sore pak jo
    saya ingin bertanya
    ada berbagai macam strategi yang dapat membangun perusahaan apabila perusahaan tersebut baru akan memulai untuk memasarkan suatu barang di pasaran, misal barang itu sebuah handphone model terbaru dan merk terbaru seperti esia yang baru memasuki pemasaran didaerah jambi, srategi apa yang cocok agar esia dapat langsung menjadi pesaing didalam pangsa pasar didaerah jambi dalam memasarkan dan bersaing dengan produk lokal seperti fleksi,tolong jelaskan?

    Komentar oleh nurman sutisnak | April 30, 2009 | Balas

  28. ulasan yang sangat lengkap mas
    cukup memotivasi saya

    Komentar oleh Stop Dreaming Start Action | Juni 29, 2009 | Balas

  29. Emsuardi
    NIM : C2B008025
    MM Angkatan X

    Salam Sejahtera Pak Jo.
    Saya mencoba menjawab pertanyaan Bapak Sebagai berikut :
    1. Memberikan contoh satu Perusahaan yang menerapkan CSR, dan CSR ini mendukung keberhasilan Perusahaan.
    Salah satu contoh perusahaan yang menerapkan CSR adalah Apotek K-24, Apotek K 24 adalah contoh bisnis franchise yang sudah menerapkan CSR sebagai bagian dari budaya perusahaan untuk mencapai tujuan bisnis. Apotek K-24 mulai berdiri sejak 24 Oktober 2002 di Jokjakarta, Apotek K-24 telah menjadi CSR sebagai bagian dari filosofi bisnis Apoteknya, menurut Gideon Hartono (Direktur Utama) Apotek K-24, CSR menjadi bagian dari filosofi bisnisnya sudah tergambar jelas dalam logonya. Logo Apotek k-24 menggambarkan yang harmoni ditengah kemajemukan bangsa, ada dominasi warna hijau yang menggambarkan masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim. Ada warna merah yang menggambarkan ada umat kristianinya. Kuning yang berarti ada WNI keturunan dan warna putih yang berarti kelompk masyarakat lain.
    Selain aspek bisnis, Apotek K-24 juga mengejar misi social salah satunya adalah lewat kegiatan CSR yang dilakukan sebagai contoh, waktu kejadian gempa Jokjakarta pada tanggal 27 Mei lalu, secara serentak tanpa di komando seluruh jaringan Apotek K-24 ikut mengumpulkan sumbangan bagi saudara yang tertimpa bencana.
    CSR ini mendukung keberhasilan perusahaan karena terus konsisten dalam misi social, salah satunya memiliki divisi atau team khusus CSR yang selalu siap kapan saja dan dimana saja bila diperlukan K-24 sebagai bisnis harus bisa memahami lngkungan sekitarnya dalam arti harus bisa di terima dan didukung oleh masyarakat sekitarnya, sebab itu kegiatan – kegiatan CSR-nya pun menimal bisa menyentuh masyarakat sekitar cabang k- 24. Salah satunya setiap pendirian dari cabang Apotek K-24 selalu melibatkan tokoh-tokoh masyakat setempat, setiap pendirian dari cabang Apotek K-24 ada saatbya melakukan pengobatan kepada masyarakat sekitarnya.

    2. Tantangan perusahaan dalam menerapkan CSR.
    Diduga bahwa telah terjadi kasus-kasus konflik social pada banyak perusahaan di Indonesia, utamanya terkait dengan perilaku perusahaan, disebabkan oleh tidak di implementasikannya CSR secara baik oleh pewrusahaan, terutama tindakan kurang peduli terhadap stakeholder sekunder, yakni pada masyarakat sekitar.
    Kondisi demikian juga akan membawa dampak terpuruknya dunia usaha dan iklim investasi, serta menurunnya daya saing perusahaan
    Hal ini pernah dialami cabang Apotek K-24 di Rawamangun, awalnya ditolak masyarakat sekitarnya, namun setelah melakukan kegiatan yang melibatkan masyarakat setempat lewat pemberian pengobatan Cuma-Cuma, akhirnya banyak yang semakin sadar bahwa Apotek K-24 adalah Apotek yang ramah, sekali gus usaha yang ramah pula, alhasilnya masyarakat sekitarnya percaya dan berbondong-bondong membeli obat di Apotek K-24, setelah grand opening omsetnya pun lantas meningkat tajam. CSR yang dilakukan berdampak positif terhadap penjualan.
    Realita kasus dari banyak kasus yang lain, memberikan gambaran betapa rentan dunia usaha kita dengan komflik sosial, apa bila CSR-nya rendah. Kondisi demikian juga akan membawa dampak terpuruknya dunia usaha dan iklim investasi, serta menurunnya daya saing perusahaan, baik tingkat nasional maupun global, yang pada akhirnya menghambat pertumbuhan ekonomi Nasional, namun demikian disisi lain ada pula perusahaan besar yang menunjukkan konflik sosialnya rendah karena mampu mewujudkan CSR yang baik, karena CSR yang baik pula, maka keberadaan perusahaan beroperasi menjadi diterima oleh masyarakat, sehingga bisa mewujudkan kinerja ekonomi secara baik dan aman.

    3. CSR Yang Diterapkan Menjadi Kegiatan
    CSR saat ini menjadi fenomena terutama bagi perusahaan-perusahaan besar, pasalnya, CSR di nilai sangat penting untuk membangun corporate image dan kepercayaan masyarakat, sehingga rasanya sudah tidak aneh lagi mendengar perusahaan – perusahaan besar berskala nasional dan multinasional memberikan sumbangan sebagai tanda tanggung jawab perusahaan (CSR). Apalagi ditengah musibah bencana alam yang terus menerus-menerus menimpa tanah air, mereka seakan berlomba-lomba bak Robin Hood yang membagi-bagikan sumbangan untuk para korban bencana. Yang patut diacung jempol adalah kegiatan CSR ini dilakukan oleh bisnis franchise.. Ternyata bisnis franchise saat ini juga sudah melek dengan CSR, dalam arti sudah mengenal arti penting dari corporate image dan kepercayaan masyarakat bagi kelangsungan bisnis. Apotek K-24 contoh bisnis franchise yang sudah menerapkan CSR dalam budaya perusahaan.

    Demikian penjelasan dari saya Pak Jo, terima kasih.

    Daftar Pustaka :
    http://info-csr.blogspot.com/2008/08/hambatan-dalam penerapan-csr.html

    Komentar oleh Emsuardi | Juli 6, 2009 | Balas

  30. Salam Pak Jo
    1. Makna daya saing, Masalah daya saing dalam pasar dunia yang semakin terbuka merupakan isu kunci dan tantangan yang tidak ringan. Tanpa dibekali kemampuan dan keunggulan saing yang tinggi niscaya produk suatu negara, termasuk produk Indonesia, tidak akan mampu menembus pasar internasional. Bahkan masuknya produk impor dapat mengancam posisi pasar domestik. Dengan kata lain, dalam pasar yang bersaing, keunggulan kompetitif (competitive advantage) merupakan faktor yang desisif dalam meningkatkan kinerja perusahaan. Oleh karena itu, upaya meningkatkan daya saing dan membangun keunggulan kompetitif bagi produk Indonesia tidak dapat ditunda-tunda lagi dan sudah selayaknya menjadi perhatian berbagai kalangan, bukan saja bagi para pelaku bisnis itu sendiri tetapi juga bagi aparat birokrasi, berbagai organisasi dan anggota masyarakat yang merupakan lingkungan kerja dari bisnis corporate. Sebagai contoh, PT Telkom dalam memperbanyak satuan sambungan telepon, atau PT Jasa Marga dalam memperluas jaringan jalan tol telah memanfaatkan sistem pembiayaan dengan pola BOT (build-operate-transfer) bersama mitrausaha dari manca negara. Dengan kegiatan bisnis korporasi (bisnis corporate) di atas dapat dikatakan bahwa globalisasi mengarah pada meningkatnya ketergantungan ekonomi antarnegara melalui peningkatan volume dan keragaman transaksi antarnegara (cross-border transactions) dalam bentuk barang dan jasa, aliran dana internasional (international capital flows), pergerakan tenaga kerja (human movement) dan penyebaran teknologi informasi yang cepat. Sehingga secara sederhana dapat dikemukakan bahwa globalisasi secara hampir pasti telah merupakan salah satu kekuatan yang memberikan pengaruh terhadap bangsa, masyarakat, kehidupan manusia, lingkungan kerja dan kegiatan bisnis corporate di Indonesia. Kekuatan ekonomi global menyebabkan bisnis korporasi , termasuk BUMN, perlu melakukan tinjauan ulang terhadap struktur dan strategi usaha serta melandaskan strategi manajemennya dengan basis entrepreneurship, cost efficiency dan competitive advantages.
    2. Uji strategis yang diterapkan oleh perusahaan serta contoh apakah mempunyai potensi menciptakan daya saing bagi perusahaan pada industri bersangkutan. Diluar lembaga bisnis, lingkungan usaha yang kompetitif harus juga dicipatkan. Makna penting dari daya saing, kemampuan saing dan lingkungan persaingan yang kondusif perlu ditransformasikan secara terus-menerus kepada masyarakat luas dan aparat pemerintah. Kesamaan persepsi bahwa persaingan akan memberikan keuntungan kepada masyarakat, yaitu dengan tersedianya berbagai alternatif pilihan jenis dan kualitas produk serta harga murah perlu dibangun. Demikian juga bagi aparat pemerintah, dimana dengan memahami arti dari persaingan maka perilaku entrepreneurship akan terbentuk dalam jiwa aparat pemerintah yang diwujudkan dalam pengambilan keputusan yang tepat dan cepat. Dengan cara ini diharapkan berbagai kelembagaan yang ada dan anggota masyarakat akan ikut memiliki tanggung jawab moral dalam memberikn dukungannya terhadap terciptanya lingkungan persaingan yang sehat.
    3. Isu strategis yang berkaitan dengan perusahaan yaitu sebagai contoh PT. Telkom dalam memperbanyak satuan sambungan telepon, dan PT. Jasa Marga dalam memperluas jaringan jalan tol telah memanfaat system pembiayaan dengan pola BOT (build-operate-transfer).
    4. Unsur keberhasilan strategi Nokia sehingga keberhasilannya tidak saja membangun korporasi, tapi juga membangun negaranya, kita melihat semakin banyak merek ponsel buatan China yang masuk. Umumnya bukan hanya satu merek, tetapi juga banyak merek yang menargetkan pasar low-end. Mereka mempunyai pangsa pasar yang sangat kecil tapi berbagai merek ada. saat merek Nokia memainkan peran yang penting karena meski mereka menawarkan harga yang lebih murah daripada beberapa ponsel milik Nokia, minat yang kuat dari konsumen untuk membeli merek ponsel yang mereka percayai. Nokia telah menjadi merek nomor satu di Asia selama dua tahun terakhir, melampaui 1.000 merek. sebagai merek yang tepercaya, banyak hal yang di tawarkan. Setiap konsumen yang punya masalah dengan ponselnya, bisa kapan saja datang untuk membantu, Juga bagi banyak pengguna, mereka sudah paham betul mengenai kemudahan penggunaan Nokia. Ini suatu hal yang selalu menarik orang untuk kembali memercayai Nokia.

    Terima kasih Pak Jo demikian komentar dari saya.
    Komentar oleh Emsuardi NIM. C2B008025

    Komentar oleh Emsuardi | Juli 22, 2009 | Balas

  31. dalam hal apapun memang sangat membutuhkan strategi

    Komentar oleh Jabon | Juli 30, 2010 | Balas

  32. As usual you have posted by having a number of extremely intriguing elements and also I’ve as of now incorporated this particular website to one I am going to pay attention to ! ? !

    Komentar oleh wordpress designers | Maret 7, 2013 | Balas

  33. Quality content is the secret to attract the viewers to pay a quick visit the web site, that’s what this website is providing.

    Komentar oleh Edna | April 30, 2013 | Balas

  34. Thanks for the marvelous posting! I actually enjoyed reading it, you will be a great author.
    I will ensure that I bookmark your blog and will
    come back in the foreseeable future. I want to encourage you to continue your great writing, have a nice holiday weekend!

    Komentar oleh Splendyr Review | Mei 1, 2013 | Balas

  35. Having read this I thought it was very informative.
    I appreciate you taking the time and effort to put this informative article together.

    I once again find myself personally spending way too much time both reading and posting comments.
    But so what, it was still worth it!

    Komentar oleh seductive Newport Beach massage WOW | Mei 3, 2013 | Balas

  36. I’m very pleased to discover this site. I wanted to thank you for your time for this particularly wonderful read!! I definitely savored every bit of it and I have you saved to fav to look at new information on your blog. I wanted to share with you that, I bookmarked MEMBANGUN STRATEGY YANG BERDAYA SAING | Johannessimatupang’s Weblog at Buzzfeed so my
    coworkers can see it as well. May I also share a word of
    advice. Finding superb video marketing could well be very
    challenging. I find it most worthwhile to speak to a a San Diego Probate Lawyers.
    Our crew of San Diego Estate Planning Lawyers are right here
    to help with all of your legal specifications.

    Komentar oleh Great Bankruptcy Lawyers San Diego | Mei 23, 2013 | Balas

  37. Simply desire to say your article is as astonishing.
    The clarity in your post is simply spectacular and i can
    assume you are an expert on this subject. Fine with your permission let me to grab
    your feed to keep updated with forthcoming post. Thanks a million and please continue the gratifying
    work.

    Komentar oleh nearset video sales | Juni 5, 2013 | Balas

  38. I have learn a few good stuff here. Definitely price bookmarking for
    revisiting. I surprise how a lot attempt you
    place to create any such excellent informative website.

    Komentar oleh Recommended Web site | Juni 18, 2013 | Balas

  39. I for all time emailed this website post
    page to all my associates, as if like to read it next
    my links will too.

    Komentar oleh Costa Mesa Chiropractor | Juli 7, 2013 | Balas

  40. This design is spectacular! You most certainly know how to keep a reader amused.
    Between your wit and your videos, I was almost moved
    to start my own blog (well, almost…HaHa!
    ) Wonderful job. I really enjoyed what you had to say, and more than
    that, how you presented it. Too cool!

    Komentar oleh How To Write A Personal Statement | Agustus 19, 2013 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 186 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: