Johannessimatupang’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

EVALUASI SEMINAR MANAJEMEN


Diperuntukkan  Peserta Seminar Manajemen Program Ekstens,  berlaku 3- 10 Juli 2009

Laporkanlah  kisi-kisi  Makalah yang anda tulis  pada makalah yang anda telah seminarkan.

1. Tuliskan  Judul Makalah dan anggota Nomor dan anggota kelompok  anda

2. Tuliskan rumusan masalah (cukup dua poin) sebaik mungkin

3. Tuliskan Konsep setidaknya 3 konsep yang anda gunakan dalam  pendekatan yang anda gunakan dalam pembahasan. Konsep ini  harus  mengacu kepada  pengertian dari sumber aslinya, setidaknya dua sumber untuk masing-masing konsep.

4. Tuliskan apa yang anda temukan setelah pembahasan lakukan, cukup dua temuan saja.

5. Tuliskan dua kesimpulan saja dari pembahasan yang anda  lakukan  dari makalah yang telah anda seminarkan.

SUKSES  SELALU

About these ads

Juli 2, 2009 - Posted by | Uncategorized

52 Komentar »

  1. NAMA : DWI RESTI INDAH SAPUTRI
    NIM : ERC1B006055
    JURUSAN : MANAJEMEN EKSTENSI
    KELOMPOK : 8 (DELAPAN)

    1. Judul : Analisis Penilaian Kinerja Terhadap Pegawai Negeri Sipil
    2. perumusan masalah :
     Mengetahui apa manfaat dan tujuan dari penilaian kinerja?
     Mengetahui bagaimana system penilaian kinerja terhadap Pegawai Negeri Sipil?
    3. Penilaian kinerja adalah Cascio (1991:73) menyebutkan bahwa “Penilaian kinerja ialah suatu gambaran yang sistematis tentang kebaikan dan kelemahan dari pekerjaan individu atau kelompok. Beberapa tinjauan lainnya terkait dengan penilaian prestasi kerja antara lain disebutkan menurut Dessler (1997) penilaian prestasi kinerja adalah suatu proses penilaian prestasi kinerja pegawai yang dilakukan pemimpin perusahaan secara sistematik berdasarkan pekerjaan yang ditugaskan kepadanya. Menurut Handoko (1996) penilaian prestasi kinerja adalah proses mengevaluasi dan menilai prestasi kerja karyawan. Kegiatan ini dapat memperbaiki keputusan keputusan personalia dan memberikan umpan balik kepada para karyawan tentang pelaksanaan kerja mereka. Penilaian kinerja dapat digunakan untuk bermacam-macam tujuan, tetapi secara keseluruhan memiliki 3 (tiga) fungsi umum yaitu :
    a) tujuan administratif, antara lain : dalam pengambilan keputusan, monetary rewards, tranfer, PHK, atau untuk dasar melakukan penugasan-penugasan, dan juga untuk dokumentasi mengenai keputusan yang dibuat
    b) untuk pengembangan karyawan melalui konseling, pelatihan atau hal-hal lain yang terkait dengan peningkatan kinerja karyawan
    c) berguna juga sebagai kriteria suatu penelitian. (Dipboye, et. al, 1994).
    4. Daftar Penilaian pekerjaan Pegawai Negeri Sipil atau disebut DP-3 adalah suatu daftar yang memuat hasil penilaian pelaksanaan pekerjaan seorang PNS dalam jangka waktu satu tahun. Hasil dari penilaian kinerja digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pembinaan Pegawai Negeri Sipil, antara lain pengangkatan, kenaikan pangkat, pengangkatan dalam jabatan, pendidikan dan pelatihan, serta pemberian penghargaan.
    Tujuan yang ingin dicapai dengan dilakukannya penilaian prestasi kerja adalah :
    1. Sebagai sumber data untuk administrasi kepegawaian seperti perencanaan kepegawaian dan kegiatan pengembangan jangka panjang bagi organisasi yang bersangkutan
    2. Untuk memberikan konseling kepada pegawai
    3. Memberikan umpan balik yang mendorong kearah kemajuan dan kemungkinan memperbaiki ataupun meningkatkan kualitas kerja pegawai
    Adapun manfaat dari penilaian kinerja adalah untuk mengetahui keberhasilan atau ketidak berhasilan seorang Pegawai Negeri Sipil, dan untuk mengetahui kekurangan-kekurangan dan kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan dalam melaksanakan tugas.
    Unsur – unsur yang dinilai dalam DP3 yaitu : Kesetiaan, prestasi kerja, rasa tanggung jawab, kejujuran, prakarsa, disiplin, kerjasama dan kepemimpinan.
    Berikut ini ada beberapa kelemahan sistem DP3, yang menunjukkan ketidakrelevanan DP3 sebagai sistem penilaian kinerja yang efektif :
    1. Proses penilaian karyawan dan proses pengisisan DP3 yang hanya dilakukan sekali tiap tahun dan dilaksanakan tiap akhir tahun. Hal ini menyebabkan terjadinya bias recency effect, yang terjadi apabila pihak penilai (atasan) yang menilai berdasarkan hasil pengamatan kinerja pada waktu – waktu terakhir mendekati waktu penilaian, tanpa memperhatikan prestasi kerja di waktu – waktu yang lalu. Penilai juga cenderung menilai dengan skor yang sedang atau ditengah – tengah.
    2. Pada proses penilaian kinerja PNS, DP3 hanya merupakan produk akhir, sehingga seringkali DP3 dipergunakan hanya untuk kenaikan pangkat dan sebagai dasar keputusan promosi tidak digunakan sebagai pengembangan.
    3. Penilaian DP3 tidak pernah berdasarkan pada analisis jabatan, bahkan jarang sekali ada analisis jabatan yang tepat dijajaran pemerintahan. Padahal analisis jabatan merupakan hal yang sangat penting dan mendasar.
    4. Pada DP3 tidak tercantum standar penilaian yang jelas, sehingga seringkali proses pemberian nilai DP3 bersifat perkiraan kepantasan, dan sangat subyektif.
    5. Unsur – unsur yang dinilai dalm DP3 merupakan sifat atau ciri pribadi seseorang. Kelemahan dari sistem penilaian berdasarkan ciri sifat pribadi antara lain adalah :
     Ciri sifat seseorang tidak dapat memberikan informasi yang banyak tentang kemampuan seseorang dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.
     Slit dicari keandalan dan obyektifitasnya, sehingga sering terjadi bias.
     Penilaian cenderung ditujukan pada kualitas pribadi bukan hasil kerjanya.
    5. Kesimpulan
    Dari uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa system penilaian kinerja Pegawai Negeri Sipil atau yang disebut dengan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) hanya digunakan sebagai dasar pertimbangan kenaikan pangkat dan sebagai dasar untuk keputusan promosi atau mengangkat seseorang dalam jabatan tertentu. Unsur – unsur yang dinilai dalam DP3 adalah kesetiaan, prestasi kerja, rasa tanggung jawab, kejujuran, prakarsa, kedisiplinan, keja sama dan kepemimpinan. DP3 memiliki banyak sekali kelemahan, terlebih apabila ditinjau dari perkembangan jaman, dimana keterbukaan terjadi diantara atasan dan bawahan. Bahkan untuk system penilaian terbaru, penilaian tidak hanya dilakukan oleh atasan kepada bawahan, tetapi penilaian juga dilakukan oleh bawahan yang ditunjukkan kepada atasan, juga penilaian yang dilakukan oleh teman sekerja (co-worker). Maka bisa disimpulkan bahwa DP3 sudah tidak lagi relevan untuk digunakan dengan situasi dan kondisi seperti sekarang ini, sehingga perlu diadakan perubahan atau pergantian system kinerja pada PNS.

    Komentar oleh DWI RESTI INDAH SAPUTRI | Juli 3, 2009 | Balas

  2. Nama : Yulianto
    NIM : ERC1B005049
    Fakultas Ekonomi Ekstensi

    1. Judul Makalah : “Pengaruh Pelaksanaan Bauran Promosi Terhadap Penjualan Produk XL pada PT. Excelcomindo Tbk”.
    2. Rumusan Masalah :
    1. Apa saja Program promosi dan bauran promosi yang dilakukan oleh PT. Excelcomindo?
    2. Bagaimana pengaruh bauran promosi terhadap peningkatan jumlah konsumen PT. Excelcomindo?.
    3. Teori :
    Pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial. (Basu Swastha dan Ibnu Sukotjo W 1998 : 178-179)
    Pemasaran adalah suatu proses sosial dan melalui proses itu individu-individu dan kelompok dapat memperoleh apa yang dibutuhkan dan diinginkan dengan cara menciptakan dan mempertukarkan produk dan nilai individu dan kelompok (Kotler Philip,1993:7).
    Pengertian pemasaran menurut Kotler (2000: 8), pemasaran adalah proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk dengan pihak lain. Dalam hal ini pemasaran merupakan proses pertemuan antara individu dan kelompok dimana masing-masing pihak ingin mendapatkan apa yang mereka butuhkan/inginkan melalui tahap menciptakan, menawarkan, dan pertukaran.
    Menurut Basu Swastha DM dan Irawan (1999), promosi merupakan insentif jangka pendek untuk mendorong pembelian atau penjualan dari suatu prodak atau jasa.
    Menurut Stanson (1999), promosi adalah kombinasi strategi yang paling baik dari variabel-variabel periklanan, penjualan personal dan alat promosi yang lain, yang semuanya direncanakan untuk mencapai tujuan program penjualan.
    Sedang Menurut Lamb, Hair, Mc-Daniel (2001), promosi adalah komunikasi dari para penjual yang menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan pora calon pembeli suatu produk dalam rangka mempengaruhi pendapat mereka atau memperoleh suatu respon.
    Menurut Kotler dan Gary A. (2000). Bauran promosi adalah ramuan khusus dari iklan pribadi, promosi penjualan dan hubungan masyarakat yang dipergunakan perusahaan untuk mencapai tujuan iklan dan pemasarannya.
    Menurut Basu Swastha (1999), promotional mix adalah “Kombinasi Strategi yang paling baik dari variabel-variabel Periklanan, Personal Selling dan alat Promosi lainnya, yang kesemuanya direncanakan untuk mencapai tujuan program penjualan”.
    Perusahaan mengembangkan ilmu pemasaranya melalui penggunaan iklan (advertensi), penjualan pribadi (personal selling), promosi penjualan, hubungan masyarakat (public relation). Program perusahaan tersebut disebut bauran promosi (promotional mix, promotional blend, communication mix). (Fandy Tjiptono, 2000 : 222),
    4. Temuan :
    PT. Excelcomindo Pratama, Tbk atau disingkat XL merupakan anak perusahaan dari Telekom Malaysia (TM), adalah salah satu perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia. XL beroperasi secara komersial sejak 8 Oktober 1996, dan bisnis XL saat ini adalah Consumer Solutions sebagai penyedia jaringan selular dual band melalui kartu prabayar jempol dan bebas serta pascabayar Xplor dan Business Solutions sebagai penyedia layanan solusi korporat berbasis sirkit sewa (leased line), broadband dan IP (Internet Protocol)
    PT. Excelcomindo Pratama Tbk (XL) telah membangun lebih dari 1.600 BTS, dengan demikian per tanggal 30 Juni 2007, XL telah memiliki hampir 9,000 BTS di seluruh Indonesia dengan jangkauan 85% penduduk Indonesia dan pada akhir 2007, jangkauan XL telah mencapai sekitar 90% populasi penduduk Indonesia. Di awal tahun 2007, XL telah meluncurkan sejumlah program pemasaran untuk meningkatkan pemakaian oleh pelanggan. Untuk pelanggan bebas, XL meluncurkan Rp 10/detik untuk operator lain dan Rp1/detik untuk sesama XL tanpa syarat apapun. Di 2008, XL telah menjalin kerja sama dengan 353 operator selular di 140 negara, sehingga pengguna XL pasca bayar dapat menikmati fasilitas jelajah internasional.
    Kegiatan-kegiatan bauran promosi XL antara lain : Iklan Televisi yang sangat sering kita lihat di beberapa stasiun televisi dengan bintang iklan Luna Maya, Iklan media cetak menggunakan koran, contoh di Iklan XL di Koran Jambi Independent dan Express, Brosur/flyer, Poster dan Baliho yang dapat dengan mudah kita temui di jalan-jalan raya, Promosi Penjualan yakni dengan mengadakan festival musik XLvaganza di tahun 2008 di Mendalo, serta Publisitas atau Publik Relation dengan cara menjadi sponsor suatu kegiatan tertentu seperti acara pertandingan bola basket dan lain-lain.
    PENGARUH PROMO XL PADA PENJUALAN PRODUK XL :
    Pada Juni 2007 : Pelanggan XL mencapai 10,2 juta
    pada semester 1 2008 : Pelanggan XL melonjak menjadi 22 Juta Pelanggan
    Pada September 2008 : Jumlah pelanggan EXCL telah mencapai 25 juta orang
    Pada kwartal ke-3 2008 : Pelanggan XL telah mencapai 25,1 juta Pelanggan
    Pada akhir tahun 2008 : Pelanggan XL mencapai 26,1 Juta Pelanggan
    Pada kuartal I 2009 : Pelanggan XL sebanyak 24,9 juta pelanggan
    Menurunnya jumlah pelanggan XL ini karena semakin giatnya Kompetitor melakukan promosi terutama dari PT. Telkomsel, yang mulai menurunkan tarif dan memperbanyak kegiatan bauran promosinya.

    5. Kesimpulan :
    1. Pelaksanaan bauran promosi dilakukan oleh PT. Excelcomindo melalui beberapa media antara lain iklan televisi, iklan Koran, personal selling (SPG), sales counter, publisitas dan juga melalui penyebaran brosur, pemasangan spanduk serta melalui pembagian kartu perdana XL secara gratis, Dimana Kegiatan bauran promosi diatas dilakukan oleh PT. Excelcomindo untuk menunjang program promosi perusahaan yaitu tarif bicara dan sms murah serta program XL dalam peningkatan perluasan jaringan dan teknologi.
    2. Program promosi dan bauran promosi yang dilakukan PT. Excelcomindo, dapat meningkatkan pelanggan yaitu pada tahun 2007 dan 2008 , dimana jumlah pelanggan meningkat secara signifikan, Akan tetapi pada tahun 2009 terjadi penurunan jumlah pelanggan XL, karena Gencarnya promosi kompetitor dan terjadinya perang tarif yang sangat ketat.
    6. Saran :
    1. Pelaksanaan bauran promosi sebaiknya dilakukan setelah dilakukan riset pasar, agar promosi yang dilakukan dapat tepat sasaran dan mampu mengefisiensikan penggunaan dana promosi.
    2. Perang tarif yang menyebabkan penurunan pendapatan sebisa mungkin dihindari dan dapat diganti dengan program promosi yang mampu membuat pelanggan semakin loyal kepada perusahaan misalnya dalam bentuk kegiatan CSR dan Publisitas lainnya.

    Demikian komentar pada ujian Mata kuliah Seminar Manajemen dari saya, Terima kasih.
    Sumber :
    Basu Swastha DH, 1999, Saluran Pemasaran, BPFE Yogyakarta.
    Kotler, (terjemahan A.B. Susanto), 2001, Manajemen Pemasaran di Indonesia, Edisi Pertama, Salemba Empat, Jakarta.
    Nuria el”aziz, 2008. ISAT, EXCL Lomba Raih Pelanggan, Jakarta http://www.inilah.com/berita/ekonomi/2008/08/28/46637/isat-excl-lomba-raih-pelanggan/
    Bayu Suta, 2009. EXCL Fokus Optimalkan Pelayanan, Jakarta http://www.inilah.com/berita/ekonomi/2009/06/05/112711/excl-fokus-optimalkan-pelayanan/

    Komentar oleh YULIANTO | Juli 3, 2009 | Balas

  3. Tugas akhir seminar manajemen

    IMELDA ANDRIYETTI
    ERC1B006009
    Manajemen Ekstensi

    Judul Makalah : PENTINGNYA PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN PADA PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS)
    Perumusan Masalah :
    Apa alasan perlunya pelatihan dan pengembangan ?
    Apa manfaat dari pelatihan dan pengembangan bagi PNS ?
    Bagaimana kaitan pengembangan karier terhadap pendidikan dan pelatihan pegawai negeri sipil?
    Teori / Konsep :
    Defenisi Pelatihan :
    Pelatihan merupakan suatu proses pengajaran terhadap karyawan terutama terhadap karyawan baru mengenai keterampilan dasar yang mereka butuhkan dalam menyelesaikan pekerjaan.
    Pelatihan adalah proses mengajari karyawan baru mengenai keterampilan dasar yang mereka butuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan
    Menurut Andrew E. Sikula pelatihan adalah suatu proses pendidikan jangka pendek yang menggunakan prosedur sestematis, dan terorganisir dimana pegawai non-managerial mempelajari pengetahuan dan keterampilan teknis dalam tujuan terbatas
    Menurut Notoatmodjo (2003), pendidikan dan pelatihan adalah suatu proses yang akan menghasilkan suatu perubahan perilaku sasaran diklat, secara konkret perubahan perilaku ini berbentuk penigkatan kemampuan dari sasaran diklat
    Dalam konteks kepegawaian, pendidikan dan pelatihan  jabatan PNS (diklat) adalah proses penyelenggaraan belajar mengajar dalam rangka meningkatkan kemampuan PNS (pasal 1, PP No.101 tahun 2000).
    Defenisi Pengembangan :
    Pengembangan merupakan segala upaya untuk meningkatkan kinerja manajemen saat ini atau masa depan dengan memberikan pengetahuan, perubahan sikap, atau peningkatan keterampilan
    Menurut Andrew E. Sikula pengembangan adalah suatu proses pendidikan jangka panjang yang mempergunakan prosedur sistematis dan terorganisir dimana pegawai menagerial mempelajari pengetahuan konseptual dan teoritis guna mencapai tujuan yang umum
    Defenisi Pegawai Negeri Sipil :
    Menurut Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian PNS adalah setiap Warga Negara Republik Indonesia yang telah memenuhi syarat yang ditentukan, diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri atau, diserahi tugas Negara lainnya dan digaji berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku

    Temuan yang didapat :
    Bahwa Pegawai Negeri Sipil melakukan pendidikan dan pelatihan dalam pengembangan karier mereka dengan tujuan :
    1. Meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan dan sikap untuk dapat melaksanakan tugas jabatan secara profesional dengan dilandasi kepribadian dan etika PNS sesuai dengan kebutuhan instansi;
    2. Menciptakan aparatur yang mampu berperan sebagai pembaharu dan perekat persatuan dan kesatuan bangsa;
    3. Memantapkan sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi pada pelayanan, pengayoman dan pem-berdayaan masyarakat.
    4. Menciptakan kesamaan visi dan dina-mika pola pikir dalam melaksanakan tugas pemerintahan umum dan pembangunan demi terwujudnya kepemerintahan yang baik.
    Adapun sasaran diklat PNS adalah terwujudnya PNS yang memiliki kompetensi sesuai dengan persyaratan jabatan masing-masing
    Komponen diklat terdiri dari :
    Pendidikan Formal : pendidikan yang ditamatkan melalui sekolah yang diakui oleh pemerintah. Pendidikan formal merupakan dasar yang penting bagi seorang PNS maupun instansi, yaitu sebagai pedoman awal untuk mengembangkan potensi PNS yang bersangkutan
    Pendidikan dan Pelatihan
    Jenis diklat :
    Diklat prajabatan adalah diklat yang dilaksanakan sebagai syarat pengangkatan calon PNS menjadi PNS
    Diklat dalam jabatan adalah diklat yang dilaksanakan untuk mengembangkan pengetahuan , keterampilan dan sikap PNS agar dapat melaksanakan tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan dengan sebaik-baik-nya
    Diklat fungsional, yaitu diklat yang dilaksanakan untuk mencapai persyaratan kompetensi yang sesuai dengan jenis dan jenjang jabatan fungsional masing-masing
    Diklat teknis, yaitu diklat yang dilaksanakan untuk mencapai persyaratan kompe-tensi teknis yang di-perlukan untuk pelaksanaan tugas PNS
    Peserta Diklat :
    Peserta diklat prajabatan adalah semua calon pegawai negeri sipil (CPNS). Untuk diklatpim pesertanya adalah PNS yang akan atau telah menduduki jabatan struk-tural. Diklat fungsional, pesertanya adalah PNS yang akan atau telah menduduki jabatan fungsional tertentu dan peserta diklat teknis adalah PNS yang membutuhkan peningkatan kompetensi teknis dalam pelaksanaan tugasnya.
    Tenaga Kediklatan terdiri dari Widyaswara, pengelola lembaga diklat pemerintah, tenaga kediklatan lainnya.
    Ternyata pendidikan dan pelatihan bagi Pegawai Negeri Sipil memiliki sasaran khusus untuk Mewujudkan PNS yang memiliki kompetensi sesuai dengan persyaratan jabatan masing-masing.
    Pendidikan dan pelatihan yang dilakukan memiliki kurikulum dan metode diklat yang diatur khusus dalam PP No. 101 Tahun 2000 sehingga apa-apa saja yang dilakukan oleh peserta didik dalam hal ini PNS melewati prosedur-prosedur yang telah ditetapkan dan sesuai dengan kurikulum pengajaran. Begitu pula dengan sarana dan prasarana, penyelenggaraan, pembiayaan, pengendalian dan pembinaan diklat semuanya juga diatur dalam PP nomor 101 Tahun 2000.
    DARI KAJIAN YANG TELAH DILAKUKAN DITARIK SUATU BENANG MERAH BAHWA PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN BAGI PNS SANGAT DIPERLUKAN DALAM RANGKA MENINGKAT KOMPETENSI DAN KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL SEBAGAI APARAT PEMERINTAH DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN BAGI MASYARAKAT.

    Kesimpulan :
    1.Alasan pentingnya pelatihan dan pengembangan bagi pegawai negeri sipil :
    f. Kualitas angkatan kerja yang ada
    g. Persaingan global
    h. Perubahan yang cepat dan terus menerus
    i. Masalah-masalah alih teknologi
    j. Perubahan keadaan demografi
    2.Manfaat pelatihan dan pengembangan bagi pegawai negeri sipil :
    k. Meningkat pengetahuan dan keterampilan
    l. Meningkatkan kinerja pegwai negeri sipil
    m. Memantapkan sikap dan semangat pengabdian
    n. Meningkatkan jenjang karier menjadi lebih baik
    o. Menciptakan aparatur negara yang bersih dan kreatif
    Kaitan pengembangan karier dengan pendidikan dan pelatiahan PNS :
    Pola karier merupakan arah pembinaan PNS yang menggambarkan karier yang menunjukkan keterkaitan dan keserasian antara jabatan, pangkat, pendidikan dan pelatihan jabatan, kompetensi, serta masa jabatan seseorang PNS sejak pengangkatan pertama dalam jabatan tertentu sampai dengan pensiun

    Sumber :
    http://www.depkumham.go.id/NR/rdonlyres/11A21B5A-0783-43DA-ABA6-97AC90D0C027/1743/KepegawaianPembinaankarierPNS.pdf
    http://bkd-purworejo.co.cc/index.php?option=com_content&view=article&id=61&Itemid=67
    http://ronawajah.wordpress.com/2007/09/07/pengembangan-sdm/
    http://pojokinfo.wordpress.com/2008/03/03/pentingnya-pengembangan-karyawan-dalam-suatu-perusahaan/

    Komentar oleh IMELDA ANDRIYETTI | Juli 4, 2009 | Balas

  4. NAMA : FAUZAN ADE SYAPUTRA
    NIM : ERC1B 006011
    JURUSAN : MENEJEMEN EKSTENSI
    KELOMPOK : 5 (Lima)

    1. Judul Makalah : “Analisis Brand Image Lotion Anti Nyamuk Autan”
    2. Rumusan Masalah :
    -A. Mengetahui seberapa besar pengaruh “PENGARUH BRAND AUTAN TERHADAP PRODUK LOTION ANTI NYAMUK ” ?
    -B. Mengetahui Strategi apa yang dilakukan oleh Pesaing Autan Untuk dapat mengambil alih pimpinan Pasar yang telah dipegang oleh Autan?

    3. Teori
    Merek sebagai sekumpulan citra dan pengalaman kompleks dalam benak pelanggan yang mengkomunikasikan harapan mengenai manfaat yang diperoleh dari suatu produk yang diproduksi oleh perusahaan tertentu (Keagen,1995)

    “A brand is a name, term, sign, symbol, or desingn or a combination of them, intended to identify the goods or services of one seller or group of seller and to differentiate them from those competitors”(Kotler,2003).

    “Brand is an identifiable product, service, person or place, augmented in such a way that the buyer or user perceives relevant,unique,sustainable added values which match their needs most closely”(De chernatony dan Mc Donald,1998)

    Dari beberapa pemandangan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa menciptakan merek dapat dinilai dengan memilih nama, logo, symbol, desain serta atribut lainnya atau dapat saja merupakan kombinasi dari aspek-aspek tersebut yang bertujuan untuk membedakan produk dengan produk pesaing melalui keunikan serta segala sesuatu yang dapat menambah nilai bagi pelanggan
    Jika kita menengok literatur asing, makna yang terkandung pada konsep strategi pemasaran adalah sepadan maknanya dengan konsep marketing strategy dalam bahasa Inggris. Kebanyakan para penulis memaknai konsep tersebut dengan pernyataan yang agak meluas. Chang and Campo (1980) melihat marketing strategy sebagai suatu isu sentral dan krusial dalam fungsi pemasaran. Guiltiman dan Paul (1985) melihat strategi pemasaran sebagai “a broad means of achieving given aims.” Kotler (1976) mengartikan strategi pemasaran sebagai “the grand design to achieve an objective.” McCarthy dkk. (1998,p.41) mendefinisikan marketing strategy sebagai “the specification of target market and related marketing mix.” Rao dan Steckel (1995, p.3) menemukan bahwa kebanyakan para menejer mendefinisikan strategi pemasaran sebagai “…the way you go about accomplishing your objectives.” Dan terakhir pengertian yang lebih spesipik disampaikan oleh Zikmund dan D’Amico (1989, p.669) yang menyatakan bahwa:
    Marketing strategy includes the identification and evaluation of opportunities, analysis of market segments, selection of a target market or of target markets, and planning an appropriate marketing mix.
    Dari beberapa pengertian strategi pemasaran yang dikemukakan oleh para penulis di atas, didapat gambaran bahwa strategi pemasaran pada hakikatnya merupakan serangkaian upaya yang ditempuh dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Untuk kepentingan kita dalam merancang strategi pemasaran, kita akan berpijak pada pengertian strategi pemasaran yang disampaikan oleh William Zikmund dan Michael D’Amico.
    Pembahasan
    A. Perusahaan yang mampu membanggun mereknya dengan baik akan mampu menangkal serangan pesaing sehingga dapat terus mempertahankan pelanggan.
    Merek yang kuat akan memberikan jaminan kualitas dan nilai yang tinggi kepaada pelanggan yang akhirnya juga berdampak luas terhadap perusahaan. Berikut ini terdapat beberapa manfaat merek yang dapat diperoleh pelanggan dan perusahaan

    Pelanggan Perusahaan
    • Merek sebagai sinyal kualitas
    • Mempermudah proses memandu pembelian
    • Alat mengidentifikasi produk
    • Mengurangi resiko
    • Memberi nilai pisikologis
    • Dapat mewakili kepribadian. • Magnet pelanggan
    • Alat proteksi dari imitator
    • Memiliki segmen pelanggan yang loyal
    • Membedakan produk dari pesaing
    • Menguranggi perbandingan harga sehingga dapat dijual premium
    • Memudahkan penawaran produk baru
    • Bernilai financial tinggi
    • Senjata dalam kompetisi

    Merek dan produk memang tidak terpisahkan terkadang pelanggan menyebut sebuah merek padahal yang dimaksud adalah sebuah produk demikian pula sebaliknya.

    Brand adalah sesuatu yang umum untuk didengar orang, melekat dibenak pasar serta dikenal dan diucapkan untuk mewakili suatu produk tertentu. Brand yang melekat pada suatu produk tertentu menunjukan suatu keunggulan yang melekat pada produk tersebut.

    Apabila sebuah Brand pada produk tertentu telah begitu dikenal oleh public/pasar, itu menjadi sebuah tanda penting bahwa Brand produk tersebut telah memperoleh posisi yang kuat di pasar produknya, dan tidak menutup kemungkinan untuk menjadikan pasar sasarannya menjadi loyal terhadap Brand produk tersebut dan pengaruhnya dapat meningkatkan penjualan.

    Sebuah Brand digunakan sebagai media untuk menjalin ikatan emosional dengan konsumen karena Brand lah yang menjadi objek konsumen. Apabila kepercayaan terhadap Brand suatu produk telah terbentuk dimasyarakat maka akan berpengaruh terhadap meningkatkan keuntungan dari penjualan dan keberlangsungan hidup produk tersebut akan terjamin dan secara otomatis pula apabila sebuah perusahaan akan melaunching sebuah produk baru dan brand dari perusahaan tersebut sudah cukup dipercaya oleh masyarakat pada umumnya yang memiliki image positif, maka dengan mudahnya produk tersebut dapat diterima oleh masyarakat umum, dengan demikian pula perusahaan dapat menghemat biaya yang akan dikeluarkan untuk mempromosikan produk baru tersebut.

    Di Indonesia produk lotion anti nyamuk pertama kali diluncurkan oleh PT. Bayer Indonesia 50 tahun yang lalu. Sehingga dengan ini Autan menjadi trendsentre produk lotion anti nyamuk di Indonesia.

    Dengan gebrakan yang inovatif yang dilakukan oleh PT. Bayer Indonesia ini Autan menjadi brand untuk produk lotion anti nyamuk yang sangat dikenal di kalangan masyarakat Indonesia. Lebih kurang selama lebih dari 30 tahun Autan dapat menjadi pemimpin pasar untuk produk lotion anti nyamuk dikarenakan pesaing untuk produk ini masih sangat minim bahkan bisa dikatakan tidak ada sama sekali.

    Autan sangat berpengaruh sekali terhadap perkembangan produk lotion anti nyamuk di Indonesia. Apa sebabnya? Karena perusahaan-perusahaan di Indonesia semakin tertantang untuk mengeluarkan produk sejenis sebagai penantang pasar bisnis lotion anti nyamuk di Indonesia. Dengan semakin banyaknya pendatang baru di bisnis lotion anti nyamuk menjadikan persaingan semakin sehat sehingga hal ini mencegah dapat terjadinya pasar monopoli yang dilakukan oleh PT. Bayer Indonesia khususnya untuk produk lotion anti nyamuk.

    B. Setiap pesaing baru mempunyai senjata yang ampuh untuk dapat mengambil pangsa pasar yang telah dikuasai oleh pimpinan pasar. Untuk itulah semua pesaing harus memiliki beberapa strategi yang harus diterapkan untuk mengalah para pemimpin pasar, termasuk di dunia bisnis Lotion Anti Nyamuk ini.

    Menurut Porter (2003), terdapat beberapa macam strategi yang biasanya digunakan oleh para pesaing-pesaing untuk meningkatkan pangsa pasarnya, antara lain:
    1. Keunggulan biasa secara keseluruhan
    Unit bisnis bekerja keras untuk mencapai biaya produksi dan distribusi yang terendah, sehingga harga yang ditawarkan akan menjadi lebih rendah daripada pesaingnya dan mendapatkan pangsa pasar yang besar.
    2. Diferensiasi
    Unit bisnis berkonsentrasi untuk mencapai kinerja yang terbaik dalam memberikan manfaat bagi pelanggan yang dinilai penting oleh sebagian besar pasar.
    3. Focus
    Unit bisnis memfocuskan diri pada satu atau lebih titik segmen pasar yang sempit daripada mengejar pasar yang lebih besar.

    Dalam industri Anti nyamuk (Lotion anti Nyamuk) sebagian besar perusahaan-perusahaan pesaing menggunkan strategi diferensiasi. Seperti yang kita ketahui, bahwa para pesaing –pesaing tersebut selalu membuat produk-produk lotion anti nyamuk lebih baik daripada produk-produk terdahulu. Dengan tujuan utama untuk meningkatkan atau memperbaiki manfaat yang dapat diperoleh ketika menggunakan produk anti nyamuk tersebu.

    Pesaing utama produk lotion anti nyamuk Autan yaitu Sari puspa yang lebih dikenal dengan Soffel, perusahaan ini berdiri pada tahun 1989 sebelum meluncurkan produknya dipasar mereka terlebih dahulu melakukan riset pasar. Dari riset pasar inilah Sari puspa mengembangkan produknya dan berusaha menantang dominasi Autan di pangsa pasar ini beberapa strategi yang dilakukan Sari puspa untuk dapat terus bersaing dalam memperebutkan pangsa pasar ini antara lain:
    1. Dengan riset pasar yang dilakukan Sari puspa mereka meluncurkan produk lotion anti nyamuk dalam bentuk gel, hal ini membuat mereka menjadi dapat dengan cepat merebut pangsa pasar karena produk yang dibuat Autan pada waktu itu hanya berupa tisu oles yang tahan selama 1-1,5 jam,dalam riset pasar yang mereka lakukan,mereka mengembangkan produk lotion antinyamuk dalam bentuk gel yang tahan 5-6 jam. Hal ini merupakan langkah awal yang dilakukan Sari puspa/Soffel.
    2. Pada awalnya strategi pendistribusian yang dilakukan Sari puspa yaitu dengan menyisiri daerah daerah diluar kendali Autan, mereka memasuki pasar diluar kota terlebih dahulu baru perlahan-lahan mereka memasuki daerah dalam kekuasaan Autan,dapat disebut juga mereka terlebih dahulu mendistribusikan produk dipasar yang lebih luas dahulu baru masuk kedalam.
    3. Melihat Brand Autan begitu kuat dan pemasaran produk telah mencapai hingga keluar negeri maka sari puspa mengganti merek produknya menjadi Soffel, Sari puspa sendiri saat ini dibeberapa Negara juga menjadi pemimpin pasar di lotion anti nyamuk dengan kata lain luasnya pangsa pasar yang mereka peroleh membuat mereka mengganti mereknya.
    4. Kegiatan promosi dan periklanan yang dilakukan Sari puspa yang sangat efektif dan agresif meskipun saat ini mereka telah menjadi pemimpin pasar.
    5. Modifikasi produk yang dilakukan terus menerus oleh Sari puspa merupakan suatu bentuk strategi yang digunakan sari puspa untuk terus mencari peluang pasar.
    6. Eekspansi pasar yang dilakukan Sari puspa hingga mencapai pasar luar negeri, hal ini juga yang menjadi pendorong Sari puspa mengganti Brand produknya sehingga dapat beraing di pasar luar negeri.
    7. Harga yang ditawarkan Sari puspa lebih bersaing dari para pesaing pasarnya,dengan produk yang lebih inovatif dan harga yang lebih bersaing tentu merupakan peluang besar bagi sari puspa/soffel untuk penjadi penguasa pasar.

    Kesimpulan :
    - Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengaruh Autan sebagai Brand dari produk lotion anti nyamuk sangat amat besar bagi perkembangan produk lotion anti nyamuk di Indonesia.
    - Strategi yang harus diterapkan oleh para pesaing untuk dapat mengambil pangsa pasar haruslah benar-benar dapat diandalkan jangan sampai perusahaan salah mengambil strategi yang akan menyebabkan perusahaan mengalami kerugian yang cukup besar.
    - Brand produk yang kuat dan didukung oleh strategi pemasaran yang tepat sasaran otomatis akan mempermudah menguasai pangsa pasar yang diinginkan oleh perusahaan.

    Sumber:
    Kotler,P & Armstrong. G (2000) : Dasar-dasar pemasaran, jilid 1, edisi ke sembilan, penerbit PT. Indeks

    Download http://www.dechacare.com/Autan-50-gr-P451.html
    Download http://www.autan.com/nqcontent.cfm?4_id=1
    Download http://www.scjohnson.co.uk/nqcontent.cfm?a_id=5841
    Download http://www.antown.holic.blogspot.com/2008/04/autan-dan-antown.html

    Komentar oleh Fauzan Ade Syaputra | Juli 4, 2009 | Balas

  5. Nama : deddy pramana putra
    Nim : ERC1B006023
    fakultas ekonomi program ekstensi

    1. judul makalah : analisis brand image lotion anti nyamuk autan
    2. perumusan masalah :
     bagaimana brand image autan dapat melekat kuat di pangsa pasar Indonesia?
     Apa pengaruh brand image autan terhadap produk lotion lainnya?
    3. konsep :

    1. Istilah Brand berasal dari kata brand yang berarti to brand yaitu aktifitasa yang sering dilakukan para peternak sapi amerika dengan memberi tanda pada ternak-ternak mereka untuk memudahkan identifikasi kepemilikan sebelum dijual kepasar (Keller,1998).
    2. Sementara itu kata merek yang sering kita gunakan sebagai terjemahan kata brand berasal dari bahasa belanda yang diadopsi dan digunakan secara luas dalam bahasa pemasaran kita (Afiff,2002).
    3. Merek sebagai sekumpulan citra dan pengalaman kompleks dalam benak pelanggan yang mengkomunikasikan harapan mengenai manfaat yang diperoleh dari suatu produk yang diproduksi oleh perusahaan tertentu (Keagen,1995)

    4. temuan :

    Autan merupakan produk lotion anti nyamuk ( kategori produk insect repellent) pertama kali di produksi oleh PT. Bayer Indonesia yang kemudian berahli pada perusahaan Johnson.
    Autan merupakan sebuah Brand produk lotion anti nyamuk yang sudah begitu melekat di benak masyarakat khususnya masyarakat Indonesia. Brand Autan di Indonesia begitu kuat, di mana Autan menjadi salah satu brand generic, otak masyarakat Indonrsia sudah dibranding ( sejak zaman nenek moyang ) untuk mengatakan bahwa semua produk lotion anti nyamuk adalah “AUTAN” meskipun banyak produk pesaing baru, seperti : Sari puspa/ Soffel.
    Melihat dari lamanya Autan berada di pasar yaitu lebih dari 50 tahun, hal ini tidak diragukan lagi bahwa Brand yang dimiliki Autan sangat kuat sekali dimasyarakat indonesia khususnya, bahkan merek produk pesaing (Sari puspa) dengan alasan tertentu mengganti mereknya dengan merek baru (Sari puspa menganti mereknya dengan Soffel). Hal ini menandakan bahwa Brand Autan tidak dapat digoyahkan dengan produk lain.
    Kekuatan Brand Autan dapat terlihat dengan makin banyaknya masyarakat yang mengenal dengan produk ini. Ini dapat terjadi karena PT. Johnson melakukan promosi di segala media baik elektronik maupun massa. Saat itu Autan memfocuskan pendistribusiannya langsung kekota-kota besar, pusat perbelanjaan dll sehingga hal ini membantu masyarakat untuk dengan mudah mendapatkan produk Autan tersebut.
    Brand image Autan memang telah melekat di benak masyarakat Indonesia tetapi untuk hal market share merek produk Autan masih tertinggal jauh dengan pesaingnya yaitu soffel. Soffel dapat menguasai pasar di Indonesia sebesar 65% dan sisanya sebesar 35% dikuasai oleh Autan dan merek produk sejenis. Ini membuktikan bahwa tidak selamanya Brand Image yang telah melekat di benak masyarakat Indonesia dapat membantu pemasaran dan peningkatan penjualan dari produk tersebut.
    Autan sangat berpengaruh sekali terhadap perkembangan produk lotion anti nyamuk di Indonesia. Apa sebabnya? Karena perusahaan-perusahaan di Indonesia semakin tertantang untuk mengeluarkan produk sejenis sebagai penantang pasar bisnis lotion anti nyamuk di Indonesia. Dengan semakin banyaknya pendatang baru di bisnis lotion anti nyamuk menjadikan persaingan semakin sehat sehingga hal ini mencegah dapat terjadinya pasar monopoli yang dilakukan oleh PT. Bayer Indonesia khususnya untuk produk lotion anti nyamuk.

    5. kesimpulan :
    Autan memang berhasil menjadi brand image bagi produk lotion anti nyamuk di Indonesia, namun brand image itu sendiri tidak menjadi jaminan bagi autan untuk memimpin pangsa pasar d Indonesia, autan perlu lebih inovatif dalam mengeluarkan produk-produknya serta lebih gencar lagi dalam pemasaran produknya karena kita lihat sekarang banyak pesaing yg muncul dengan inovasi yg lebih inofatif sehingga autan dapat bertahan dalam pasar dan dapat kembali menjadi pangsa pasar.

    Komentar oleh Deddy pramana putra | Juli 4, 2009 | Balas

  6. Nama : Ahmad Iskandar
    Nim : ERC1B.006006
    Jurusan : Manajemen (Program Ekstensi)

    1. Judul Makalah :

    “ Strategi Pemasaran PT.Toyota Astra Motor Dalam Mencapai Penjualan Tertinggi Di Indonesia “

    2. Rumusan Masalah :

    a. Strategi apa yang diterapakan PT.Toyota Astra Motor dalam meningkatkan penjualan dan kepuasan konsumen dalam menggunakan produknya ??
    b. Apa yang membuat konsumen konsumen di Indonesia lebih memilih produk – produk Toyota disbanding produk – produk lainnya ??

    3. Landasan Teori & Konsep Teori :

    Untuk mendapatkan kesatuan arti dan memberikan pemahaman terhadap istilah – istilah yang digunakan maka berikut dijelaskan beberapa pengertian dan istilah :

    Ilmu ekonomi tergolong ilmu – ilmu sosial yang mempelajari tingkah laku manusia dalam masyarakat dan dapat didefinisikan menurut T. Gilarso (1991 hal 13) ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari cara–cara manusia memutuskan untuk mengalokasikan sumber daya yang terbatas (tanah, tenaga kerja,pengetahuan teknologi ,peralatan produksi) antara berbagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan manusia.
    Dalam perusahaan diperlukan adanya suatu manajemen. dimana manajemen itu suatu proses karena dalam mencapai tujuan harus melalui tahap – tahap mulai dari perencanaan sampai pengawasan maka dapat didefinisikan menurut Hani Handoko (1995 hal 8) manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian,pengarahan dan pengawasan usaha–usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumberdaya–sumberdaya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

    Sedangkan menurut Malayu Hasibuan (2001 hal 2) Manajemen adalah ilmu dan sei mengatur proses – proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

    Untuk mendistribusikan suatu produk perusahaan memerlukan pasar, menurut Fandi (1997 hal 59) pasar terdiri atas semua pelanggan potensial yang memiliki kebutuhan dan keinginan tertentu yang bersedia dan sanggup melibatkan diri dalam proses pertukaran guna memuaskan kebutuhan dan keinginan tersebut.
    Sedangkan menurut Bsu swastha (1996 hal 50) pasar adalah tempat dimana penjual dan pembeli bertemu dan berfungsi , barang atau jasa tersedia untuk dijual dan terjadinya perpindahan hak milik.

    Maka dapat disimpulkan pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli dimana terjadi perpindahan hak milik guna memuaskan kebutuhan dan keinginan.

    Ukuran pasar tergantung para jumlah orang yang menunjukkkan kebutuhan ,memiliki sumber daya untuk terlibat dalam pertukaran dan mau menawarkan sumber daya ini dalam pertukaran yang mereka inginkan .

    Kegiatan pemasaran dapat terjadi akibat adanya permintaan barang atau jasa dari permintaan tersebut akan terjadi kesepakatan antara produsen dan konsumen yang dapat menyebabkan transaksi . menurut Stanton (Basu swastha 1996 hal 10) mengemukakan pemasaran adalah suatu system keseluruhan dari kegiatan – kegiatan bisnis yang ditunjukkan untuk merencanakan ,menentukan harga , mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.

    Sedangkan menurut Kohler dan amstrong (2000 hal 3) mengatakan pemasaran adalah kegiatan manusia yang diarahkan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia melalui proses pertukaran.

    Manajemen pemasaran menurut Kohler dan Amstrong (2003 hal 18) adalah analisis perencanaan penerapan dan pengendalian terhadap program yang direncanakan untuk menciptakan ,membangun dan mempertahankan pertukaran dan hubungan yang menguntungkan dengan pasar sasaran untuk mencapai tujuan organisasi. Tidak hanya iti saja manajemen pemasaran juga terkait dengan proses manajemen perusahaan yang terdiri dari empat langkah yaitu menganalisis peluang pemasaran , pengembangan strategi pemasaran , perencanaan program pemasaran dan pengelolaan usaha pemasaran.

    Untuk dapat terciptanya suatu pertukaran dan permintaan ,penjual haruslah mempunyai ilmu dan seni tersendiri yang dapat menggugah atau menarik minat pembeli untuk membeli produk atau jasa yang ditawarkan. Penjualan adalah suatu ilmu dan seni mempengaruhi pribadi yang dilakukan oleh penjual untuk mengajak orang lain agar bersedia membeli barang atau jasa yang ditawarkan (swastha.1996.78).

    Analisis adalah kegiatan berfikir,mempelajari bagian–bagian komponen atau elemen dari suatu keseluruhan untuk masing–masing bagian ,komponen atau elemen itu sendiri,hubungan mereka satu sama lain dan fungsi–fungsi mereka dalam keseluruhan .(Komaruddin,1994;56).

    4. Temuan

    PT.TAM(Toyota Astra Motor) adalah merupakan agen tunggal pemegang saham merek toyota di Indonesia yang telah menjadi pemasar mobil terbesar di Indonesia dengan jaringan pemasaran dan purna jual yang terluas dan terbaik.
    Dalam meningkatkan penjualannya PT.Toyota Astra Motor menerapakan strategi ofensif dengan memadukan semua kegiatan unit bisnis dibawahnya yang didukung oleh :
    a. Auto 2000 yang bertugas memasarkan produk Toyota
    b. Astra Credit Company yang bertugas menyediakan fasilitas kredit bagi konsumen yang ingin membeli mobil merek Toyota secara kredit.
    c. Asuransi Astra Buana yang menyediakan fasilitas asuransi yang terbukti cukup handal.
    Dan dari hasil survey GMBI menemukan faktor kebutuhan orang Indonesia yakni mobil yang serba bisa,yang pertama bisa mengangkut penumpang sekeluarga (4-6 orang) sekaligus barang,Untuk itu jelas mobil yang fisiknya semungil sedan tidak dilirik sama sekali.kedua orang juga cenderung membeli mobil yang memiliki chasis yang tinggi,dengan alasan masih banyak jalan – jalan di Indonesia yang berlubang dan tergenang air di musim hujan.
    Merespon hal itu Toyota langsung menghadirkan mobil merek Avanza yang secara fisik dan kegunaan sesuai dengan yang didinginkan para konsumen di Indonesia.
    Dan itu secara jelas membuktikan kalau PT.TAM(Toyota Astra Motor) Sangat agresif dalam mempertahankan pangsa pasar dari para pesaingnya dan kepuasan para konsumennya.
    Hasilnya saat ini Toyota telah meraih prestasi yang mengagumkan dengan menduduki peringkat tujuh dunia dalam penjualan mobil pada bulan februari 2009 dengan penjualan sebanyak 13.839 unit.
    Dan untuk asia tenggara Indonesia menduduki peringkat kedua dibawah Thailand dengan penjualan sebanyak 14.227 unit, sedangkan untuk penjualan tertinggi dicapai oleh Amerika Serikat dengan angka penjualan mecapai 109.583 unit.
    Namun hal itu belum cukup buat Toyota, karena sampai sekarang Toyota masih menduduki peringkat kedua dibawah General Motor dalam hal perusahaan pemproduksi mobil terbesar di dunia.
    Untuk itu Toyota menargetkan menggeser dominasi General Motor pada tahun 2010 dari segi jumlah unit kendaraan yang telah diproduksi,dengan dua perusahaan yang dimiliki Toyota yang dalam perkembangannya sangat baik yakni Toyota Astra Motor yang khusus bergerak dibidang distribusi pemasaran otomotif dan TMMI yang bergerak dibidang produksi.
    Disamping itu Toyota terus menciptakan produk – produk yang bisa menarik konsumen sehingga bisa terjual dengan mudah dan dapat memenuhi kepuasan para pelanggannya karena produk yang berkualitas akan membuat para konsumennya setia menggunakan produk yang ditawarkan sehingga menguntungkan perusahaan.
    Maka dari itu Toyota terus mengembangkan produk – produknya dari segi kualitas,futuristic,kecanggihan – kecanggihan teknologi serta dari segi ekonomisnya yang berupa keiritan konsumsi bahan bakar,purna jual dan juga termasuk pandangan dari segi utilitas, sehingga para konsumen lebih memilih produk – produk merek Toyota.
    Salah satu faktor penting lainnya yaitu purna jual yang terbukti memiliki nilai jual kembali yang lebih lebih tinggi disbanding merek mobil lainnya.
    Dan dalam strategi pemasarannya Toyota sangat memanjakan para konsumennya dari segi pelayanan dengan mendirikan pusat – pusat penjualan,service centre dan spare part diseluruh kota – kota besar dan daerah – daerah sehingga memudahkan para pelanggannya untuk mendapatkan apa yang mereka butuhkan. dan juga dengan strategi promosi yang bagus sehingga dapat mencapai target yang dituju.
    Alhasil faktanya dapat dilihat langsung dijalan karena hampir disetiap jalan – jalan di Indonesia banyak terdapat mobil – mobil merek Toyota, mulai dari pelajar,mahasiswa,dosen,pegusaha,instansi swasta hingga instansi – instansi pemerintah.

    5. Kesimpulan

    a. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa PT.TAM (Toyota Astra Motor) menerapkan strategi ofensif dengan selalu merespon melakukan inovasi – inovasi dalam memproduksi produk – produk mobil yang sesuai dengan keinginan para konsumen sehingga Toyota mampu mencapai penjualan tertinggi di Indonesia dan secara langsung dapat meningkatkan kepuasan konsumen dan juga dapat meningkatkan kuantitas pelanggan.

    b. Perusahaan Toyota Astra Motor selalu mempelajari hal – hal perilaku konsumen di Indonesia dalam mendasari pengambilan keputusan dalam pembelian produk Toyota,dan setiap perusahaan dapat memahami perilaku konsumen dan memahami faktor – faktor atau alasan mengapa para konsumen memilih suatu produk,sehingga PT.Toyota dapat menetapkan pasar sasaran yang tepat bagi perusahaan.

    Sekian penjelasan dari saya untuk mata kuliah Seminar Manajemen
    Saya ucapkan Terima Kasih ..

    Komentar oleh ahmad iskandar | Juli 4, 2009 | Balas

  7. NIM :ERC1B006027
    NAMA :MELLI YULIANI
    JURUSAN :MANAJEMEN EKSTENSI
    KELOMPOK :7(TUJUH)
    1.Judul : Pentingnya Pelatihan dan Pengembangan pada Pegawai Negeri Sipil
    2.Perumusan masalah :
    a.)Bagaimana mengetahui kebutuhan pelatihan dan pengembangan bagi pegawai?
    b.)Mengetahui bagaimana kaitan pengembangan karier terhadap pendidikan dan pelatihan pegawai negeri sipil?
    3.Konsep/teori yang digunakan dalam pendekatan:
    a.)Andrew E. Sikula mengemukakan bahwa pelatihan adalah suatu proses pendidikan jangka pendek yang menggunakan prosedur sestematis, dan terorganisir dimana pegawai non-managerial mempelajari pengetahuan dan keterampilan teknis dalam tujuan terbatas.
    b.) (Mangkunegara, 2001) Sedangkan pengembangan adalah suatu proses pendidikan jangka panjang yang mempergunakan prosedur sistematis dan terorganisir dimana pegawai menagerial mempelajari pengetahuan konseptual dan teoritis guna mencapai tujuan yang umum.
    c.)Notoatmodjo (2003), pendidikan dan pelatihan adalah suatu proses yang akan menghasilkan suatu perubahan perilaku sasaran diklat, secara konkret perubahan perilaku ini berbentuk penigkatan kemampuan dari sasaran diklat. Kemampuan ini mencakup kognitif, afektif, maupun psikomotor. Apabila dilaihat dari pendekatan sistem, maka proses pendidikan dan pelatihan terdiri dari input (karyawan) dan output (perubahan perilaku karyawan), dan faktor yang mempengaruhi proses tersebut.
    4.Temuan yang didapatkan setelah pembahasan:
    a.) Sistem pelatihan yang dapat mendorong daya bersaing suatu SDM adalah instructional design process, yaitu pendekatan sistematis untuk mengembangkan program pelatihan yang memiliki komponen dari melakukan penilaian kebutuhan pegawai negeri sipil, hingga pada tahap mengevaluasi pelatihan itu sendiri
    b.) Diklat prajabatan adalah diklat yang dilaksanakan sebagai syarat pengangkatan calon PNS menjadi PNS
    c.) Pola karier merupakan arah pembinaan PNS yang menggambarkan karier yang menunjukkan keterkaitan dan keserasian antara jabatan, pangkat, pendidikan dan pelatihan jabatan, kompetensi, serta masa jabatan seseorang PNS sejak pengangkatan pertama dalam jabatan tertentu sampai dengan pensiun
    5.Kesimpulan pembahasan:
    a).Pelatihan merupakan proses pengajaran karyawan mengenai keterampilan dasar yang mereka butuhkan dalam menyelesaikan pekerjaan. Pengembangan adalah suatu proses pendidikan jangka panjang yang mempergunakan prosedur sistematis dan terorganisir dimana pegawai menagerial mempelajari pengetahuan konseptual dan teoritis guna mencapai tujuan yang umum. Dengan tetap mengacu pada metode-metode pelatihan yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya.
    b).Tujuan pelatihan dan pengembangan itu sendiri untuk dapat Mengurangi dan menghilangkan kinerja buruk terhadap karyawan serta Meningkatkan produktivitas SDM yang akan menciptakan Meningkatnya fleksibelitas dari angkatan kerja yang dapat membangun komitmen karyawan dalam bekerja sehingga dengan sendirinya dapat Mengurangi turn over dan absensi

    Komentar oleh MELLI YULIANI | Juli 4, 2009 | Balas

  8. Nama : Herlina Reski
    Nim : ERC1BOO6OO8
    Jurusan : Manajemen
    Kelompok : 8(delapan)

    1.Judul : Analisis Penilaian Kinerja Terhadap Pegawai Negeri Sipil
    2.Perumusan Masalah :
    •Mengetahui apa manfaat dan tujuan penilaian kinerja pegawai negeri sipil dengan DP3 ?
    •Mengetahui gambaran mengenai sistem penilaian kinerja terhadap pegawai negeri sipil ?
    •Mengetahui bagaimana pengaruh penilaian kinerja dengan DP3 terhadap kinerja pegawai negeri sipil ?
    3.Dalam rangka usaha mencapai tujuan nasional yaitu mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang merata dan berkesinambungan materiil dan spirituil, diperlukan adanya Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai Abdi Negara dan Abdi Masyarakat yang bersatu padu, bermental baik, berwibawa, berdaya guna, bersih, bermutu tinggi dan sadar akan tanggung jawabnya untuk menyelenggarakan tugas pemerintahan dan pembangunan sangat dibutuhkan adanya system penilaian kinerja. Menurut Andrew F. Sikula (Hasibuan, 1995:97) disebutkan bahwa “penilaian ialah suatu proses mengestimasi atau menetapkan nilai, penampilan, kualitas, atau status dari beberapa obyek, orang atau benda”. Sedangkan Kinerja (Performance) adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing, dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun etika. Disamping itu, kinerja (performance) diartikan sebagai hasil kerja seseorang pegawai, sebuah proses manajemen atau suatu organisasi secara keseluruhan, dimana hasil kerja tersebut harus dapat ditunjukan buktinya secara konkrit dan dapat diukur (dibandingkan dengan standar yang telah ditentukan). Menurut Stoner et al. (1996) penilaian kinerja adalah proses yang meliputi:
    •Penetapan standar prestasi kerja
    •Penilaian prestasi kerja aktual karyawan dalam hubungan dengan standar-standar ini
    •Memberi umpan balik kepada karyawan dengan tujuan memotivasi orang tersebut untuk menghilangkan kemerosotan prestasi kerja.
    Bernardin and Russell (1993 : 401) mendefinisikan penilaian kinerja adalah sebagai alat penting bagi organisasi yang digunakan untuk mengelola dan memperbaiki kinerja yang tepat dan akurat serta untuk meningkatkan kualitas produk dan jasa perusahaan secara keseluruhan. Penilaian kinerja dapat digunakan untuk bermacam-macam tujuan dan memberi manfaat. Dan menurut Siagian (1995:223-224) pentingnya penilaian prestasi kerja yang rasional dan diterapkan secara obyektif terlihat paling sedikit memiliki dua kepentingan (manfaat) baik bagi karyawan itu sendiri maupun bagi organisasi dimana dia bekerja, yaitu :
    1. Bagi karyawan
    Penilaian tersebut berperan sebagai umpan balik tentang berbagai hal seperti kemampuan, keletihan, kekurangan dan potensinya yang pada gilirannya bermanfaat untuk menentukan tujuan, jalur, rencana dan pengembangan kariernya. Apabila hasil dari penilaian tersebut memberikan hasil nilai yang positif, maka diharapkan bisa memberikan motivasi untuk dapat bekerja, mengembangkan dan meningkatkan kompetensinya dengan lebih baik, dimasa yang akan datang. Sedangkan bila hasilnya negatif, maka diharapkan pegawai yang bersangkutan bisa mengetahui kelemahan dan kekurangannya sehingga diharapkan pegawai tersebut bisa memperbaiki baik kinerja maupun perilakunya dimasa mendatang.
    2. Bagi organisasi
    Apabila hasil dari penilaian tersebut positif, maka akan membantu pimpinan dalam mengambil keputusan untuk kemungkinan melakukan program pengembangan yang tepat bagi pegawai bersangkutan sesuai dengan bakat dan kemampuannya. Selain itu pula berguna untuk memberikan kompensasi, kenaikan pangkat, dan promosi jabatan. Sedangkan apabila hasil penilaian tersebut negatif, akan berguna bagi pimpinan untuk identifikasi kebutuhan program pendidikan dan pelatihan, konseling, desain pekerjaan, penempatan, dan demosi.
    4.Dengan adanya mata kuliah seminar ini memberikan banyak sekali pengetahuan di diri saya, khususnya mengenai penilaian kinerja pada pegawai negeri sipil itu sendiri. Dan beberapa hal yang saya dapatkan dari pembahasan seminar kemarin adalah :
    Penilaian kinerja Pegawai Negeri Sipil dilaksanakan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1979 tentang Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan Pegawai Negeri Sipil. Daftar Penilaian pekerjaan Pegawai Negeri Sipil atau disebut DP-3 adalah suatu daftar yang memuat hasil penilaian pelaksanaan pekerjaan seorang PNS dalam jangka waktu satu tahun. Berdasarkan teori metode penilaian kinerja maka sistem penilaian dalam DP3 tersebut merupakan metode penilaian yang berorientasi pada masa lalu, dengan menggunakan beberapa teknik penilaiannya seperti :
    1. Rating scale (skala peringkat), dimana digunakan peringkat nilai yang memiliki interval tertentu mulai dari yang sangat baik sampai sangat buruk. Hal ini sebagaimana yang dinyatakan dalam PP 10/1979 pasal 5 yang berbunyi “Nilai pelaksanaan pekerjaan dinyatakan dengan sebutan dan angka sebagai berikut : amat baik (91 – 100), baik (76 – 90), cukup (61 – 75), sedang (51 – 60) dan kurang (50 ke bawah)”. Model penilaian seperti ini merupakan teknik penilaian yang mudah untuk dilaksanakan namun sangat berisiko terhadap subyektivitas penilainya, sehingga memungkinkan adanya berbagai bias penilaian. Dan unsur-unsur yang menjadi penilaian adalah kesetiaan,ketaatan tanggung jawab, prakarsa,prestasi kerja,kejujuran,kepemimpinan,kerja sama.
    2. Critical incident method, dimana adanya keharusan bagi setiap pejabat penilai untuk mengisi dan memelihara Buku Catatan Penilaian yang berisi semua catatan tentang perilaku dan tindakan setiap pegawai yang menjadi bawahannya, baik perilaku yang bersifat positif, maupun yang negatif. Buku Catatan Penilaian inilah yang dijadikan sebagai bahan untuk mengisi DP3 pegawai bersangkutan. Hal ini disebutkan dalam SE BAKN No. 02/SE/1980 bagian IV poin 11: Setiap Pejabat Penilai, berkewajiban mengisi dan memelihara Buku Catatan Penilaian. Dalam Buku Catatan Penilaian tersebut, dicatat tingkah laku/perbuatan/tindakan PNS yang bersangkutan yang menonjol baik yang positif maupun yang negatif, umpamanya prestasi kerja yang luar biasa baiknya, tindakan mengatasi keadaan yang sulit,sering tidak masuk kerja, berkelahi, dan lain-lain.
    DP3 memiliki kelebihan yaitu DP3 merupakan suatu sistem yang memiliki landasan hukum yang kuat yaitu berdasarkan pada UU No. 8/1974 terakhir dengan UU No. 43/1999 pasal 20, tentang Pokok-pokok Kepegawaian, yang berbunyi “Untuklebih menjamin obyektivitas dalam mempertimbangkan pengangkatan dalam jabatan dan kenaikan pangkat diadakan penilaian prestasi kerja ”. Dan untuk operasionalisasinya pemerintah mengeluarkan PP No.10/1979 serta sebagai petunjuk teknis pelaksanaannya diatur dalam SE BAKN No.02/SE/1980.
    Dan kelemahan yang dimilki DP3 adalah:
    •Periode penilaian relative lama yaitu setahun sekali ( Januari – Desember ). Banyak masalah yang timbul pada saat penilaian atau pengisian DP3, Salah satu masalah yang timbuladalah terjadinya bias recency effect yaitu apabila pihak penilai (atasan) hanya menilai berdasarkan hasil pengamatan/penilaian kinerja pada waktu-waktu terakhir tanpa memperhatikan prestasi kerja di waktu-waktu yang lalu.
    •DP3 hanya merupakan produk akhir, sehingga seringkali DP3 tidak dipergunakan untuk keperluan apapun, kecuali hanya untuk 2 hal yaitu untuk kenaikan pangkat dan sebagai dasar keputusan promosi.
    •Pada DP3 tidak tercantum standar penilaian yang jelas, sehingga seringkali proses pemberian nilai DP3 bersifat perkiraan kepantasan, dan sangat subyektif
    •Unsur-unsur yang dinilai dalam DP3 adalah merupakan sifat atau ciri pribadi seseorang, Kelemahan dari sistem penilaian berdasarkan ciri sifat pribadi antara lain adalah; (1) ciri sifat seseorang tidak dapat memberikan informasi yang banyak tentang kemampuan seseorang dalam menyelesaikan suatu pekerjaan, (2) sulit dicari keandalan dan obyektifitasnya, sehingga sering terjadi bias, (3) penilaian cenderung ditujukan pada kualitas pribadi, bukan hasil kinerjanya.
    Kesimpulan
    Penilaian kinerja sangat penting dilakukan untuk mengetahui kinerja karyawan. Demikian pula dengan PNS yang bertugas sebagai abdi masyarakat dan negara. Tetapi pada kenyataan format DP3 terkesan kurang fleksibel untuk mengekspresikan hal-hal yang menjadi karakter khusus yang membedakansuatu profesi dengan profesi lainnya. Unsur-unsur yang dinilaipun item-itemnya banyak yang tumpang tindih, dan standarnya juga tidak jelas dan imerpretable. Penilaian DP3 tersebut juga rentan dengan terjadinya bias subyektifitas. Apalagi hasil penilaian tersebut tidak pernah didiskusikan atau dievaluasi bersama untuk mendapatkan feedback dari pegawai. Idealnya sebagai Abdi Negara, seorang PNS harus selalu melaksanakan tugas-tugas negara dan mendahulukan kepentingan negara diatas kepentingan pribadi atau golongan. Sedangkan sebagai Abdi Masyarakat, mengandung pengertian bahwa dalam melaksanakan tugasnya, seorang PNS harus tetap berusaha melayani kepentingan masyarakat dan mempelancar segala urusan anggota masyarakat.
    DAFTAR PUSTAKA
    Situngkir, Sihol. 2006. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jambi. Penerbit: Fakultas Ekonomi Universitas Jambi.
    Handoko, T.Hani. 1989. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. Yogyakarta. Penerbit: BPFE-Yogyakarta.
    http://www.bkn.go.id/dp3.php
    http://r1d4o.multiply.com/reviews/item/8
    http://www.batan.go.id/bsdm/Presentasi%20DP.3.pdf

    Komentar oleh HERLINA RESKI | Juli 4, 2009 | Balas

  9. Nama : ALBADRU
    NIM : ERC 1B 006005
    Fakultas Ekonomi Ekstensi

    1.Judul Makalah : ““Pengaruh Kualitas Produk Simpati PeDe terhadap Kepuasan Pelanggan pada PT.TELKOMSEL”
    2.rumusan masalah :
    A. Strategi dan promosi PT TELKOMSEL dalam produk2 nya terutama simpati PeDe ?
    B. Seberapa besar tingkat kepuasan pelanggan pada layanan jasa produk simPATI PeDe PT. TELKOMSEL ?

    3.Teori :
    PENGERTIAN MANAJEMEN
    menurut Stoner (T.Hani Handoko,1997 hal 8)manajemen adalah proses perencanaan,pengorganisasian,pengahrahan,dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dari sumber-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah di ciptakan.
    Sedangkan menurut Mary Parker (T.Hani Handoko,1997 hal 8) manajemen adalah suatu ilmu dan seni.ada wadah pengetahuan tentang manajemen yang teroganisir,ada juga ilmu pengetahuan yang menjelaskan manajemen dapat di buktikan kebenaran nya secara umum.sedangkan seni merupakan pengetahuan untuk mencapai hasil yang di ingin kan.
    Berdasarkan kedua pengertian di atas maka dapat di simpulkan pengertian manajemen adalah suatu ilmu dan seni yang mengandung proses perncanaan,pengorganisasian,pengarahan,dan pengawasan usaha-usaha anggota organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang di capai.
    PENGERTIAN PRODUK
    Produk adalah merupakan hasil dari kegiatan produksi yang berujud barang. Variabel pertama dari pemasaran dan cukup penting dan yang mempengaruhi kepuasan konsumen adalah produk, karena produk merupakan sesuatu yang ditawarkan ke pasar untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.
    Menurut Kotler (1997 : 430 ) A Product is anything that can be offered to be a market for attention, acquasition, use or consumption that might satisfy a want or need. Definisi di atas menjelaskan bahwa produk adalah apa saja yang ditawarkan ke pasar untuk dipertahankan, diperoleh, digunakan atau dikonsumsi yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan.
    Produk sebagai hasil dari kegiatan produksi akan mempunyai ujud tertentu, mempunyai sifat – sifat fisik dan kimia tertentu. Disamping itu akan terdapat tenggang waktu (yang betapapun kecilnya ) antara saat diproduksinya produk tersebut dengan saat dikonsumsinya produk yang bersangkutan oleh konsumen produk tersebut. (Ahyari, 1996 : 8 )

    Menurut Stanton dalam Angipora (2002 : 152) produk mempunyai definisi yang sempit dan luas. Definsi tersebut sebagai berikut :
    1. Definisi sempit
    Produk adalah sekumpulan atribut fisik nyata (tangible) yang terkait dalam sebuah bentuk yang dapat diidentifikasikan.
    2. Definisi luas
    Produk adalah sekumpulan atribut yang nyata (tangible) dan tidak nyata (intangible) di dalamnya sudah tercakup warna, harga, kemasan, prestive pabrik, prestive pengecer dan pelayanan di pabrik serta pengecer yang mungkin diterima oleh pembeli sebagai sesuatu yang bisa memuaskan keinginannya.
    Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan pada suatu pasar untuk mendapatkan perhatian untuk dimiliki, penggunaan ataupun konsumsi yang bisa memuaskan keinginan atau kebutuhan (Angipora, 2002 :4)
    4. temuan :
    PT Telkomsel adalah sebuah perusahaan operator telekomunikasi seluler di Indonesia.
    Telkomsel merupakan operator telekomunikasi seluler GSM kedua di Indonesia, dengan layanan paskabayarnya yang diluncurkan pada tanggal 26 Mei 1995. Waktu itu kepemilikan saham Telkomsel adalah PT Telkom (51%) dan PT Indosat (49%). Kemudian pada November1997 Telkomsel menjadi operator seluler pertama di Asia yang menawarkan layanan prabayar GSM. Telkomsel ini mengklaim sebagai operator telekomunikasi seluler terbesar di Indonesia, dengan 26,9 juta pelanggan dan memiliki market share sebesar 55% (Maret 2006).
    Telkomsel memiliki tiga produk GSM, yaitu SimPATI (prabayar), KartuAS (prabayar), serta KartuHALO (paskabayar).
    Kegiatan promosi yang di lakukan PT.TELKOMSEL antara lain :
    -iklan di televise
    -iklan di media cetak
    -brosur
    -baliho
    -melakukan promo-promo yang menarik
    -fitur yang menarik

    Dari sisi promo,PT telkomsel melalui SIMPATI PEDE memiliki promo yang menarik.
    Dapat di lihat dari penggunaan kalimat yang juga menarik yaitu “Juara Fitur dan layanannya”
    GPRS untuk internetan, chatting, browsing
    -Roaming Internasional
    -Transfer Pulsa
    -Video Call
    -BlackBerry
    -t-cash
    -TELKOMSELFlash
    -M-ATM Bersama
    -Dan masih banyak lagi

    Dan memilki komunitas untuk pengguna simpatidan memiliki kemudahan dalam proses gabung nya,yaitu
    Gabung di komunitas terbesar simPATIzone, ketik REG kirim ke 8888 (Gratis) dan nikmati berbagai diskon merchant.

    Tingkat kepuasan pelanggan PT.TELKOMSEL dapat di lihat dari meningkatnya jumlah pengguna karu telkomsel mulai dari halo,As,simpati ekstra dan simpati pede.
    Bahkan Operator seluler PT Telkomsel mencatat jumlah pelanggan di Pulau Sumatera pada kuartal I 2009 mencapai 22 juta nomor, tumbuh tiga nomor dibanding akhir tahun 2009 sebesar 19 juta pelanggan.
    Saat ini total jumlah pelanggan Telkomsel secara nasional lebih dari 74 juta pelanggan atau meningkat sekitar 9 juta pelanggan dari jumlah akhir tahun 2008 sebanyak 65,3 juta pelanggan.

    5.Kesimpulan
    1. dalam pelaksanaan promosi yang di lakukan oleh PT TELKOMSEL melalui media media yang ada saperti televise,cetak,brosur,baliho cukup efektif dalam mempromosikan promo-promo yang di keluarkan oleh berbagai produk PT.TEKOMSEL termasuk simpati PeDe di dalam nya.misal nya dari promo tariff harga telfon hingga sms murah yang ada

    2. program promosi yang gencar di lakukan oleh PT TELKOMSEL dan juga melalui fitur-fitur yang mearik di dalam nya PT TELKOMSEL dapat meningkatkan jumlah pelanggan nya itu dapat di ,lihat dari data bahwa total jumlah pelanggan Telkomsel secara nasional lebih dari 74 juta pelanggan atau meningkat sekitar 9 juta pelanggan dari jumlah akhir tahun 2008 sebanyak 65,3 juta pelanggan.

    Sekian pak penjelasan saya untuk bahan ujian mata kuliah seminar management.
    Terima kasih dan sukses selalu pak.

    Tugasmu sudah saya baca. Tugas kelompok dikirim juga.

    Komentar oleh AL BADRU | Juli 4, 2009 | Balas

  10. Nama : Fenny Martina
    Nim : ERC1B006002
    Jurusan : Manajemen Ekstensi
    Kelompok : 7

    Judul Makalah : Pentingnya Pelatihan Dan Pengembangan Pada Pegawai Negri Sipil (PNS)
    Perumusan Makalah :
    Seberapa penting pelatihan dan pengembangan bagi PNS?
    Peran pelatihan dan pengembangan bagi karir dari pegawai?
    Alasan dilakukan pelatihan dan pengembangan bagi Pegawai/
    Teori :
    Dalam tahap pengembangan sumber daya manusia ini terdapat dua aspek kegiatan penting yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain, yakni kegiatan pelatihan dan kegiatan pengembangan sumber daya manusia.
    Pelatihan merupakan suatu proses pengajaran terhadap karyawan terutama terhadap karyawan baru mengenai keterampilan dasar yang mereka butuhkan dalam menyelesaikan pekerjaan.
    Pengembangan merupakan segala upaya untuk meningkatkan kinerja manajemen saat ini atau masa depan dengan memberikan pengetahuan, perubahan sikap, atau peningkatan keterampilan
    Berdasarkan pendapat Andrew E. Sikula dapat dikemukakan bahwa pelatihan adalah suatu proses pendidikan jangka pendek yang menggunakan prosedur sestematis, dan terorganisir dimana pegawai non-managerial mempelajari pengetahuan dan keterampilan teknis dalam tujuan terbatas.
    Menurut Mangkunegara, 2001 pengembangan adalah suatu proses pendidikan jangka panjang yang mempergunakan prosedur sistematis dan terorganisir dimana pegawai menagerial mempelajari pengetahuan konseptual dan teoritis guna mencapai tujuan yang umum. Dalam konteks kepegawaian, pendidikan dan pelatihan jabatan PNS (diklat) adalah proses penyelenggaraan belajar mengajar dalam rangka meningkatkan kemampuan PNS (pasal 1, PP No.101 tahun 2000.Penentuan spesifikasi jabatan berarti kita menentukan keterampilan-keterampilan,tanggung jawab,pengetahuan,wewenang,lingkungan dan antar hubungan yang teribat dalam setiap jabatan (Handoko,1986)
    Temuan yang didapat :
    Tujuan Pelatihan dan Pengembangan
    1. Memutakhirkan keahlian para karyawan sejalan dngan perubahan teknologi
    2. Mengurangi waktu belajar bagi karyawan baru untuk menjadi kompeten dalam pekerjaan
    3. Membantu memecahkan permasalahan operasional
    4. Mempersiapkan karyawan untuk promosi
    Jenis Diklat :
    1. Diklat Prajabatan : Diklat prajabatan adalah diklat yang dilaksanakan sebagai syarat pengangkatan calon PNS menjadi PNS.
    2. Diklat dalam Jabatan:
    a) Diklat kepemimpinan (Diklatpim), yaitu diklat yang dilak-sanakan untuk mencapai persyaratan kompetensi kepe-mimpinan aparatur pemerintah yang sesuai dengan jenjang jabatan struktural.
    b) Diklat fungsional, yaitu diklat yang dilaksanakan untuk mencapai persyaratan kompetensi yang sesuai dengan jenis dan jenjang jabatan fungsional masing-masing.
    c) Diklat teknis, yaitu diklat yang dilaksanakan untuk mencapai persyaratan kompe-tensi teknis yang di-perlukan untuk pelaksanaan tugas PNS. Kedua diklat tersebut (fungsional dan teknis) untuk masing-masing jabatan ditetapkan oleh instansi pembina jabatan fung-sional dan instansi teknis yang bersangkutan.
    Aspek yang berkaitan dengan pendidikan formal dan diklat.:
    1). Aspek institusi
    2).Aspek kurikulum
    3). Aspek lamanya pendidikan
    4). Aspek tenaga pengajar
    5). Aspek peserta pendidikan
    6). Aspek metoda proses belajar mengajar
    7). Aspek laboratorium dan
    8). Aspek kepustakaan
    Untuk melaksanakan pengembangan pegawai dilakukan berdasarkan hasil penyusunan analisa jabatan dengan langkah-langkah sebagai berikut :
    - Mengadakan seleksi tenaga kerja guna memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang ada
    - Mengadakan identifikasi kemampuan, keterampilan, potensi pegawai yang telah ada dengan mengarah alat ukur yaitu sistem penilaian pegawai, sehingga dapat diketahui :
    1. Seberapa jauh pegawai sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan
    2. Seberapa jauh penempatan pegawai sesuai dengan kemampuan dan keterampilan yang bersangkutan
    3. Seberapa jauh pegawai dapat dikembangkan sesuai dengan potensinya
    Kesimpulan :
    1. Pelatihan dan Pengembangan merupakan proses pembelajaran yang sangat penting bagi para pegawai negri sipil untuk kemajuan karir dari setiap pegawai
    2. Pengembangan merupakan proses pendidikan untuk jangka panjang yang mempergunakan prosedur secara sistematis dan terorganisir dimana pegawai manajerial mempelajari pengetahuan konseptual dan teoritis.Dengan menambah pengetahuan diharapkan menghasilkan sumber daya yang potensial bagi pemerintahan.

    Tugasmu sudah saya baca. Sukses selalu.

    Komentar oleh FENNY MARTINA | Juli 5, 2009 | Balas

  11. LITA ELMAWANTI
    ERC1B006019
    FE. MANAJEMEN
    EKSTENSI SEMESTER VI

    1. KELOMPOK 5
    Judal seminar :
    “ Analisis Persaingan Brand AUTAN Dan Brand SOFFELL “

    2. RUMUSAN MASALAH

    A. Bagaimana perkembangan brand Autan dan brand Soffell di pasar industri Indonesia ?
    B. Apa kekuatan dan kelemahan dari masing-masing brand Autan dan brand Soffell ?

    3. LANDASAN TEORITIS

    A. PRODUK
    Produk merupakan salah satu unsur terpenting di dalam bauran pemasaran karena produk merupakan elemen utama tawaran pasar, ( WY. STANTON ).
    Definisi produk adalah segala sesuatu yang bisa ditawarkan ke pasar dan dapat memenuhi kebutuhan konsumen, ( PHILIP dan DUNCANG ).
    Aspek produk :
    • Manfaat penggunaan
    • Visualisasi produk
    • Kualitas produk
    • Merk ( brand )
    • Kemasan, dll

    B. BRAND
    Brand adalah suatu nama, simbol, tanda, desain atau gabungan diantaranya untuk di pakai sebagai identitas suatu perorangan, organisasi, atau perusahaan pada barang atau jasa yang dimiliki untuk membedakan dengan produk jasa yang lain, ( KOTLER,1987 ).
    Brand sebagai sekumpulan citra dan pengalaman kompleks dalam benak pelanggan yang mengkomunikasikan harapan mengenai manfaat yang diperoleh dari suatu produk yang diproduksi oleh perusahaan tertentu, ( KEAGEN, 1995).
    Brand didefinisikan sebagai emosi atau perasaan yang timbul terhadap sebuah produk, jasa, atau perusahaan, ( KELLER, 2000 ).
    Brand image adalah kumpulan persepsi konsumen mengenai brand tersebut atau bagaimana konsumen mengenal brand tersebut, (Dr, paul dan rod davies, branding asia.com ).

    C. PERSAINGAN
    Persaingan dalam konteks pemasaran adalah keadaan dimana perusahaan pada pasar produk atau jasa tertentu akan memperlihatkan keunggulannya masing-masing, dengan atau tampa terikat peraturan tertentu dalam rangka meraih pelanggan, ( KOTLER, 2002 ).
    Persaingan akan terjadi pada beberapa kelompok pesaing yang tidak hanya pada produk atau jasa sejenis, dapat pada produk atau jasa subsitusi maupun persaingan pada hulu dan hilir, ( PORTER, 1996 )

    4. PEMBAHASAN
    A. PERKEMBANGAN BRAND AUTAN DAN BRAND SOFFELL DI PASAR INDUSTRI INDONESIA

    - BRAND AUTAN ( sebagai pemimpin pasar yang akhirnya dapat di kalahkan oleh produk pesaing soffell ).
    Autan merupakan produk lotion anti nyamuk ( kategori produk insect repellent ) pertama DI Indonesia dan pertama kali di produksi oleh pt. bayer Indonesia yang kemudian berahli pada perusahaan Johnson.
    AUTAN adalah sebuah brand produk lotion anti nyamuk ( kategori produk insect repellent ) yang sudah begitu melekat di benak masyarakat khususnya masyarakat Indonesia…
    Brand autan telah membudidaya pada masyarakat Indonesia dan jadi tradisi dan kebiasaan bertahun-tahun hingga berpuluh tahun sehingga nama brand autan sudah hampir atau sudah masuk dalam bahasa Indonesia, fakta ini semakin memperkuat brand autan di pasar Indonesia.
    Brand autan dapat tumbuh besar dalam pasar industri di Indonesia karena brand autan :
    a. Autan merupakan produk lotion anti nyamuk pertama di Indonesia yang telah tumbuh berkembang selama hampir 50 tahun, serta autan merupakan produk yang inovatif
    b. Autan dalam kurun waktu yang lama merupakan satu-satunya produk lotion anti nyamuk di Indonesia.
    “AUTAN” merupakan Industri multinasional yang telah berkembang di Indonesia hampir 50 tahun. Jenis-jenis produk autan yang di pasarkan di Indonesia : autan protection plus, autan famili care dalam bentuk soft spray dan gel, autan coolng insect spray, dan yang paling terbaru autam mengeluarkan produk autan kids.
    “AUTAN” merupakan pemimpi pasar selama hampir 30 tahun sebelum akhirnya di kalahkan oleh penantangnya yaitu soffell.

    - BRAND SOFFELL ( produk pesaing yang akhirnya mampu menjadi pemimpin pasar ).
    Sari puspa/soffell adalah lotion anti nyamuk pertama di Indonesia yang berbentuk gel. Sari puspa muncul di industri Indonesia untuk memberikan inovasi baru dalam industri lotion anti nyamuk yang dapat di gunakan dalam 5-6 hari dengan harga Rp 200/sachet ( harga pada saat pertama kali dipasarkan ) .
    Soffell di luncurkan pertama kali di Indonesia pada tahun 1989, oleh PT. Sari Enesis (SE). Sebelum meluncurkan soffell di pasar PT. Sari Enesis (SE) terlebih dahulu meriset pasar dan memperoleh gambaran bahwa pasar lotion anti nyamuk didominasi merk Autan yang di produksi Bayer (pesaing yang tidak mudah dilangkahi). Dari segi brand awareness dan jalur distribusi, tentu Autan lebih unggul. Tapi disini PT. Sari Enesis (SE) tidak menyerah begitu saja, bersama tim pemasaran di bawah payung PT Herlina Indah, selama dua tahun ia menguliti pesaing, mencari kelemahan agar bisa di lampaui.
    PT. Sari Enesis (SE) lewat produknya Soffell mampu menemukan celah yang membuat Soffell seakan berbeda dari produk yang sudah ada di pasar dan di pasarkan dengan harga yang jauh lebih murah.
    Dari pengamatan PT. Sari Enesis (SE) saat itu bayer sebagai perusahaan multinasional kurang berkonsentrasi pada obat anti nyamuk lotion juga dalam sistem distribusi kurang serius menggarap saluran arus bawah. Berangkat dari temuan itu, PT. Sari Enesis (SE) lewat produknya soffell mulai menggepur pasar, dan ternyata sukses. Perjuangannya selama 5 tahun mempersiapkan produk soffell tidak sia-sia. Sekarang soffell menguasai 65% pasar obat anti nyamuk lotion ( pemimpin pasar ) yang market sharenya sangat luas.
    Mengamati perkembangan brand produk lotion anti nyamuk dari PT. Sari Enesis (SE) yang mengganti nama brand produknya dari sari puspa menjadi soffell, pergantian nama merek yang di lakukan oleh PT. Sari Enesis (SE) bertujuan untuk menginformasikan kepada konsumen Indonesia bahwa sari puspa juga menjadi pemimpin pasar di pasar internasional, maka dari itu brand sari puspa di Indonesia di ganti menjadi “ SOFFELL”.

    B. KEKUATAN DAN KELEMAHAN DARI MASING-MASING BRAND AUTAN DAN SOFFELL

    - BRAND AUTAN
     KEKUATAN
    Brand autan di Indonesia begitu kuat, di mana autan menjadi salah satu brand generic, otak masyarakat Indonrsia sudah dibranding ( sejak zaman nenek monyang ) untuk mengatakan bahwa semua produk lotion anti nyamuk adalah “AUTAN”
    Dengan Kuatnya Brand Autan dibenak masyarakat Indonesia merupakan kunci utama membuka peluang produk-produk turunan dari Autan dengan sangat mudah diterima di tengah-tengah masyarakat Indonesia.
    Kekuatan dari produk “AUTAN”.yaitu memiliki strategi yang inovatif dan kreatif, dimana secara tidak terduga bahwa pasar lotion anti nyamuk yang notabene dipakai oleh siapa saja ternyata perlu dibuat khusus untuk anak-anak, maka dari itu “AUTAN”. Memberikan solusi baru untuk pasar Indonesia dengan mengeluarkan produk “AUTAN KIDS”.yang aman dan cocok digunakan anak-anak yang beraroma buah segar.
    Dengan produk barunya “AUTAN KIDS”. Telah membuktikan kekuatan dari brand “AUTAN” yang akan berusaha terus untuk menjadi pemimpin pasar di Indonesia kembali dalam kategori produk insect repellent.

     KELEMAHAN
    Kelemahan dari brand Autan Terletak pada peruhaannya yang kurang kosentrasi dan serius memasarkan dan mengembangkan produk Autan akibatnya lewat produk tisu anti nyamuk “AUTAN” didapat beberapa kelemahan : tidak efektif karena hanya tahan digunakan dalam waktu 0,5-1 jam, hanya bisa digunakan satu kali pakai dan di buang. Serta produknya terlalu mahal.
    Dari penemuan di atas pesaing baru pun muncul untuk menciptakan produk yang sama dengan kualitas yang lebih baik, sehingga disini Autan kehilangan market sharenya.

    - BRAND SOFFELL
     KEKUATAN
    Kekuatan dari brand Soffell yaitu Soffell merupakan brand yang dimiliki Indonesia yang telah menjadi merk internasional dan telah mampu menjadi produk yang sudah memenuhi standar mutu konsumen internasional.
    Saat ini Soffell menjadi brand terbesar di kategori produk insect repellent di dunia, dan brand equity-nya sangat kuat di Indonesia, terutama brand awareness-nya masih tinggi dan persepsi kualitas konsumen bagus sehingga inovasi-inovasi produk dari brand Soffell akan cepat dan mudah di terima langsung di masyarakat.

     KELEMAHAN
    Soffell merupakan produk lotion anti nyamuk yang baru + 20 tahun di luncurkan, sehingga pengalaman bisnis yang dimilikinya jauh lebih sedikit di bandingkan produk sebelumnya yaitu Autan ( 50 tahun ).
    Meskipun Brand Sofeell telah kuat di masyarakat dan telah menjadi pemimpin pasar di industri kategori insect repellent. Tapi kenyataannya brand autan disini, tetap menjadi brand generic Indonesia. Dimana otak masyarakat Indonrsia sudah dibranding ( sejak zaman nenek monyang ) untuk mengatakan bahwa semua produk lotion anti nyamuk adalah “AUTAN”, fakta ini dapat memberitahukan mungkin saja Autan dapat kembali merebut posisi sebagai pemimpin pasar apalagi sekarang Autan di pegang oleh PT Jhonshon.

    5. KESIMPULAN

    1) Persaingan antar brand yang terjadi antara Autan dan Soffell merupakan hal yang wajar terjadi dalam suatu industri yang sejenis. Persaingan ini terjadi dalam perebutan market share dan membangun brand image yang kuat di masyarakat nasional maupun internasional. Soffell sebagai penantang Autan di sini ingin bersaing untuk menaklukan dominasi produk brand Autan yang telah begitu lama menjadi pemain satu-satunya di dalam industri kategri insect repellent.
    2) Soffell memiliki strategi bersaing yang bagus, dimana PT. Sari Enesis (SE) selaku produsen dari produk Soffell sangat jeli menemukan kelemahan dari produk-produk pesaing terutama Autan yang saat itu menjadi pemimpin pasar. Dengan temuan kelemahan-kelemahan dari produk pesaing Soffell hadir mengisi celah pasar untuk menghadirkan produk yang lebih berkualitas.
    3) Soffell sekarang menjadi pemimpin pasar dikategori produk insect repellent dan brand Soffell pun semakin kuat di pasar nasional maupun internasional dengan terus mengembangkan market sharenya..

    Referansi :
     Business oppurtunity, management, entrepreneurship, pelung usaha, entrepreneurship in Indonesia > swa majalah > tren & analisa.
    http://www.swa.co.id/swamajalah/tren/details.php?cid=1&id=1736
     Business oppurtunity, management, entrepreneurship, pelung usaha, entrepreneurship in Indonesia > swa majalah > sajian utama
    http://www.swa.co.id/swamajalah/sajian/details.php?cid=1&id=2650
     Dinamika persaingan – communication channel
    http://blog.uad.ac.id/sulisworo/2009/04/01/dinamika persaingan/
    http://www.autan.com/nqcontent.cfm?4_id=1

    Komentar oleh LITA ELMAWANTI | Juli 5, 2009 | Balas

  12. Nama : Titin Yusrina
    NIM : ERC1B 006024
    Manajemen Ekstensi

    Judul makalah: Pelaksanaan Promosi Jabatan Bagi Karyawan
    Rumusan Masalah :
    1.Bagaimanakah pelaksanaan promosi jabatan pada suatu perusahaan atau organisasi?
    2.Seberapa besar pengaruh promosi jabatan terhadap motivasi kerja karyawan pada perusahaan atau organisasi?
    3.Bagaimana motivasi kerja karyawan pada pada suatu perusahaan atau organisasi?

    Teori:
    Sumber daya manusia (sdm) memegang peranan yang sangat dominan dalam aktivitas atau kegiatan perusahaan. Oleh karena itu, setiap perusahaan perlu memikirkan bagaimana cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan sdm-nya agar dapat mendorong kemajuan baik bagi perusahaan maupun karyawan. Salah satu caranya adalah dengan promosi jabatan. Untuk memutuskan promosi yang akan diberikan pada karyawan, maka perusahaan harus memiliki suatu sistem balas jasa yang tepat.

    Menurut Edwin B. Flipo promosi berarti perpindahan dari suatu jabatan ke jabatan lain yang mempunyai status dan tanggung jawab yang lebih tinggi. Biasanya perpindahan ke jabatan yang lebih disertai dengan peningkatan gaji/upah lainnya, walaupun tidak selalu demikian.
    Menurt Andrew F. Sikula promosi adalah suatu perpindahan di dalam suatu organisasi dari satu posisi ke posisi lainnya yang melibatkan baik peningkatanupah maupun status.
    Menurut Malayu S.P Hasibuan promosi adalah perpindahan yang memperbesar authority dan responsibility karyawan ke jabatan yang lebig tinggi di dalam satu organisasi sehingga kewajiban hak, status, dan penghasilannya semakin besar.
    Menurut Moekijat promosi jabatan adalah kemajuan yang diperoleh sebagai pada suatu tugas yang lebih baik, lebih baik dimaksud dipandang dari sudut tanggung jawab yang lebih baik, dan yang terpenting adalah penambahan jumlah gaji atau upah.
    Kesimpulan dari definisi di atas, promosi adalah perpindahan yang memperbesar authority dan responsibility karyawan ke jabatan yang lebih tinggi di dalam suatu organisasi sehinnga kewajiban, hak, status, dan penghasilan semakin besar.

    Temuan yang didapat:
    Dasar-dasar promosi:
    1.Pengalaman,
    Yaitu, promosi yang didasarkan pada lamanya pengalaman kerja karyawan.
    2.Kecakapan,
    Kecakapan (ability) yaitu seseorang akan dipromosikan berdasarkan penilaian kecakapan.
    3.Kombinasi pengalaman kerja dan kecakapan,
    Yaitu, promosi yang berdasarkan pada lamanya pengalaman dan kecakapan.
    Tujuan-tujuan promosi adalah:
    1.Untuk memberikan pengakuan, jabatan, dan imbalan balas jasa yang semakin besar kepada karyawan yang berprestasi kerja tinggi.
    2.Dapat menimbulkan kepuasan dan kebanggan pribadi, status sosial yang semakin tinggi, dan penghasilan yang semakin besar.
    3.Untuk merangsang agar karyawan lebih bergairah bekerja, berdisiplin tinggi, dan memperbesar produktivitas kerjanya.
    4.Untuk menjamin stabilitas kepegawaian dengan direalisasinya promosi kepada karyawan dengan dasar dan pada waktu yang tepat serta penilaian yang jujur.
    5.Kesempatan promosi dapat menimbulkan keuntungan berantai dalam perusahaan karena timbulnya lowongan berantai.
    Manfaat promosi jabatan:
    •Meningkatnya semangat dan kegairahan kerja
    •Meningkatnya disiplin kerja terwujudnya iklim kerja yang menyenangkan
    •Meningkat produktivitas kerja
    Sedangkan cara untuk melakukan promosi yakni:
    1.menetapkan syarat-syarat promosi
    2.menentukan calon yang akan dipromosikan
    3.menetapkan orang-orang yang akan mengadakan penilaian terhadap calon yang akan dipromosikan
    4.menetapkan beberapa kali promosi yang harus dilakukan dalam organisasi.
    Promosi jabatan juga berpengaruh pada motivasi kerja
    Cara meningkatkan motivasi kerja yaitu:
    1.gaji yang cukup
    2.memperhatikan kebutuhan dasar karyawan
    3.menciptakan suasana kerja yang kondusif
    4.memberikan penghargaanmenempatkan karyawan pada posisi yang tepat
    5.memberikan kesempatan untuk maju/promosi jabatan.
    Kesimpulan:
    -Penilaian pelaksanaan pekerjaan bagi karyawan sebaiknya dinilai oleh atasan langsung sehingga dapat memberi gambaran secara keseluruhan bagaimana setiap karyawan melakukan pekerjaan.
    -Promosi jabatan sebaiknya dinilai berdasarkan kombinasi dari pengalaman kerja dan kecakapan dari karyawan tersebut. Karena dari kedua kombinasi itu maka atasan dapat menilai langsung kelebihan yang dimiliki oleh karyawan.

    Sumber:
    Hasibuan, SP Malayu, 2001, Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi Revisi Bumi Aksara, Jakarta
    Moekijat, 1988, Perencanaan Tenaga Kerja. Pionir Jaya, Bandung
    http://www.scribd.com/doc/16351016/Konsep-Promosi-Jabatan
    http://pustakaonline.wordpress.com/2008/03/21/pengaruh-promosi-jabatan-terhadap-motivasi-kerja-karyawan-pada-pt-multi-top-indonesia-di-bandung/
    http://redinasantia.tripod.com/karya.htm

    Komentar oleh Titin Yusrina | Juli 5, 2009 | Balas

  13. Nama : Dini Rizky Wulandari
    NIM : ERC1B005045
    Ekonomi Manajemen Ekstensi

    1.Judul Makalah : “ Strategi Pemasaran Terhadap Penjualan Produk Toyota Di Indonesia pada PT.Toyota astra motor ”.

    2.Rumusan Masalah :
    1.Bagaimana kualitas produk yang dihasilkan Toyota dibandingkan dengan produk lainnya?

    2.Bagaimana Strategi Pemasaran PT.Toyota Astra Motor dalam meningkatkan kepuasan pelanggan dalam menggunakan produknya?

    3.Teori :
    Sehubungan dengan permasalahan yang terdapat dalam penelitian ini maka diperlukan adanya teori-teori atau konsep-konsep yang memerlukan penjelasan. Dalam banyak perusahaan dewasa ini, pemasaran memegang peranan sebagai suatu faktor penting untuk tetap bertahan menjalankan usaha dan bergelut dalam dunia persaingan. Pemasaran merupakan factor vital sebagai strategi perusahaan dalam menjalankan usahanya, yang terutama berhubungan dengan konsumen. Kata pemasaran sendiri berasal dari kata pasar, atau bisa juga diartikan dengan mekanisme yang mempertemukan permintaan dan penawaran.
    Menurut Kotler ( 2002 : 9 )“Pemasaran adalah proses social yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang meraka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan,dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain”.

    Menurut Stanton ( 1996 : 6 ) “Pemasaran adalah suatu system keseluruhan dari kegiatan-kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial”.

    Menurut Lamb, Hair, Me Daniel ( 2001 : 6 ) “Pemasaran adalah suatu proses perencanaan dan menjalankan konsep, harga, promosi, dan sejumlah ide, barang, dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang mampu memuaskan tujuan individu dan organisasi”.

    Produk
    Menurut Chavens (1998 ; 37) Produk adalah segala sesuatu yang memiliki nilai di suatu pasar sasaran dimana kemampuannya tersebut memberikan kepuasan tersebut baik benda, jasa, organisasi, tempat, orang, dan ide.

    Strategi
    Menurut Swasta (1985 ; 67) Strategi adalah rencana yang di utamakan untuk mencapai tujuan.
    Menurut Stoner (1998 ;7) Strategi adalah program kerja yang luas untuk mencapai tujuan organisasi.

    Pemasaran
    Menurut Stanton ( Basu dan Irawan,1993;5 ) adalah suatu system dari keseluruhan dari kegiatan- kegiatan bisnis yang di tujukan untuk merencanakan , menentukan harga, mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan baik kepada pembeli yang ada maupun yang potensial.

    Manajemen Pemasaran
    Menurut swasta adalah ; penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan, pengawasan program-program yang bertujuan menimbulkan pertukaran dengan pasar yang di tuju dengan maksud untuk mencapai tujuan perusahaan.
    Menurut kotler (1997 ; 13 ) adalah ; suatu proses perusahaan, perencanaan, pemilihan ,penetapan harga, promosi, serta penyaluran gagasan barang dan jasa untuk di ciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan-tujuan individu dan tujuan-tujuan organisasi.

    Prilaku Konsumen
    Menurut Swasta ( 1992 : 9 ) “Prilaku konsumen dapat didefinisikan sebagai kegiatan-kegiatan individu-individu yang secara langsung terlibat dalam memdapatkan termasuk mempergunakan barang-barang dan jasa, keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan-kegiatan tersebut ”. Menurut Peter J. Paul dan jerry C. Olson ( 2000 : 6 ) “Prilaku konsumen merupakan interaksi dinamis antara pengaruh dan kondisi prilaku dan kejadian di sekitar lingkungan di mana manusia melakukan aspek pertukaran dalam kehidupan mereka”.
    Pasar sasaran
    Menurut Kasali Rhenald ( 1995 ; 11 ) yaitu ‘ pasar sasaran di tambah dengan faktor-faktor di sekelilingnya yang mempengaruhi pasar sasaran untuk mengambil keputusan.

    Strategi Pemasaran
    Menurut Philip Kotler (1994,hal 17 ) strategi pemasaran adalah pendekatan pokok yang akan digunakan oleh unit bisnis dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan terlebih dahulu, didalamnya tercantum keputusan – keputusan pokok mengenai target pemasaran, penempatan produk di pasar, bauran pemasaran dan tingkat pemasaran yang diperlukan.

    4.Temuan :
    PT Toyota Astra Motor atau biasa disingkat dengan TAM merupakan Agen Tunggal Pemegang Merk Mobil Toyota di Indonesia. TAM merupakan perusahaan joint venture antara PT. Astra International Tbk dengan persentase saham 51% dan Toyota Motor Corporation, Jepang dengan persentase saham 49 %.
    PT Toyota Astra Motor diresmikan pada tanggal 12 April 1971. Peranan TAM semula hanya sebagai importir kendaraan Toyota, namun setahun kemudian sudah berfungsi sebagai distributor. Pada tanggal 31 Desember 1989, TAM melakukan merger bersama tiga perusahaan antara lain :
    • PT Multi Astra (pabrik perakitan, didirikan tahun 1973)
    • PT Toyota Mobilindo (pabrik komponen bodi, didirikan tahun 1976)
    • PT Toyota Engine Indonesia (pabrik mesin, didirikan tahun 1982)
    Gabungan semuanya diberi nama PT Toyota Astra Motor. Merger ini dilakukan guna menyatukan langkah dan efisiensi dalam menjawab tuntutan akan kualitas serta menghadapi ketatnya persaingan di dunia otomotif.
    Selama lebih dari 30 tahun, PT. Toyota-Astra Motor telah memainkan peranan penting dalam pengembangan industri otomotif di Indonesia serta membuka lapangan pekerjaan termasuk dalam industri pendukungnya. PT. Toyota-Astra Motor telah memiliki pabrik produksi seperti stamping, casting, engine dan assembly di area industri Sunter, Jakarta. Untuk meningkatkan kualitas produk dan kemampuan produksi, pada tahun 1998 diresmikan pabrik di Karawang yang menggunakan teknologi terbaru di Indonesia.
    Sejak tanggal 15 Juli 2003, TAM direstrukturisasi menjadi 2 perusahaan,yaitu :
    • PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia disingkat TMMIN yang merupakan perakit produk Toyota dan eksportir kendaraan dan suku cadang Toyota. Komposisi kepemilikan saham di perusahaan ini adalah Astra International 5 % dan TMC menjadi 95%
    • PT. Toyota Astra Motor sebagai agen penjualan, importir dan distributor produk Toyota di Indonesia. Komposisi kepemilikan saham di perusahaan ini adalah Astra International 51 % sedangkan TMC 49%
    Produk yang dijual di Indonesia
    • Sedan = Starlet*, Soluna*, Cressida*, Corona*, Vios, Corolla, Camry, Crown
    • Kendaraan Penumpang = Yaris, Fortuner, Kijang Innova, Kijang*, Avanza, Hiace*, Land Cruiser, Previa
    • Truk dan kendaraan Niaga = Dyna, Hilux & Kijang Pick up

    Kesimpulan :
    1.Strategi pemasaran dapat dijadikan ujung tombak bagi suatu kegiatan perusahaan baik yang memproduksi barang maupun jasa atau pelayanan.Tanpa adanya suatu strategi pada suatu perusahaan , sudah jelas perusahaan tidak akan mampu berkembang
    2. Dengan mempelajari hal-hal perilaku konsumen di Indonesia dalam mendasari pengambilan keputusan dalam pembelian produk Toyota tersebut, setiap perusahaan dapat memahami perilaku konsumen dan memahami faktor – faktor atau alasan konsumen dalam memilih suatu produk sehingga dapat menetapkan pasar sasaran yang tepat bagi perusahaan.
    Saran :
    1.Dari penelitian ini dapat menjadi pelajaran atau contoh untuk produsen – produsen lainnya untuk dapat mengimbangi atau bahkan menyaingi Toyota yang sukses memasarkan produknya di pasaran Indonesia hingga menduduki penjualan tertinggi.
    2.PT Toyota astra sendiri harus bisa untuk lebih meningkatkan penjualan produk Toyota dengan merumuskan kebijaksanaan strategi pemasaran yang tepat sehingga dapat membantu memecahkan permasalahan yang dihadapi saat ini maupun dimasa yang akan datang.
    Demikian komentar pada ujian Mata Kuliah Seminar Manajemen dari saya, Terima Kasih.

    Sumber pustaka :
    .
    Lamb, Hair, Mc Daniel.2001. Pemasaran (terjemahan). Edisi Bahasa Indonesia, Jilid Pertama. Salemba Empat. Jakarta.
    Kotler, Philip. 2002. Manajemen Pemasaran (terjemahan). Edisi Millenium, jilid 1.PT. Prenhallindo Jakarta.
    http://www.antara.co.id/arc/2008/8/11/penjualan-toyota-di-indonesia-tertinggi/
    http://www.tempointeraktif.com/hg/prototype/2009/04/04/brk,20090404-168295,id.html
    http://id.wikipedia.org/wiki/Toyota_Astra_Motor
    http://www.swa.co.id/primer/pemasaran/strategi/details.php?cid=1&id=8938
    http://infostieipwija.blogspot.com/

    Dini, laporan anda telah diterima, perbaikan makalah dikirimkan juga.
    SUkses.

    Komentar oleh dini rizky wulandari | Juli 5, 2009 | Balas

  14. Nama : Rena Novita
    Kelompok : 5 (lima)
    Seminar Manajemen Program Ekstensi

    1.Judul : Analisis Brand lotion anti nyamuk Autan

    2.Perumusan Masalah :
    1.Analisis bagaimana kekuatan Brand Autan?
    2.Apa yang menjadi kekuatan merek Autan?

    3.Pengertian tentang merek, “ Merek adalah istilah, tanda, simbol, desain atau kombinasi dari semuanya ini yang dimaksudkan untuk mengidentifikasikan produk atau jasa dari seorang atau sekelompok penjual, yang membedakan produk/jasa tersebut dengan produk lain terutama produk saingannya ” (Kotler,1987, p. 440).
    Merek sebagai sekumpulan citra dan pengalaman kompleks dalam benak pelanggan yang mengkomunikasikan harapan mengenai manfaat yang diperoleh dari suatu produk yang diproduksi oleh perusahaan tertentu(Keagen,1995)
    brand is an identifiable product,service,person or place,augmented in such a way that the buyer or user perceives relevant, unique, sustainable added values which match their needs most closely” (De Chernatony dan MC Donald,1998)

    4.Brand image autan memang telah melekat di benak masyarakat Indonesia tetapi untuk hal market share merek produk autan masih tertinggal jauh dengan pesaingnya yaitu soffel. Soffel dapat menguasai pasar di Indonesia sebesar 65% dan sisanya sebesar 35% dikuasai oleh Autan dan merek produk sejenis. Ini membuktikan bahwa tidak selamanya Brand Image yang telah melekat di benak masyarakat Indonesia dapat membantu pemasaran dan peningkatan penjualan dari produk tersebut.
    Brand autan telah membudidaya pada masyarakat Indonesia dan jadi tradisi dan kebiasaan bertahun-tahun hingga berpuluh tahun sehingga nama brand autan sudah hampir atau sudah masuk dalam bahasa Indonesia, fakta ini semakin memperkuat brand autan di pasar Indonesia. Brand autan dapat tumbuh besar dalam pasar industri di Indonesia karena:
    a.Autan merupakan produk lotion anti nyamuk pertama di Indonesia yang telah tumbuh berkembang selama hampir 50 tahun, serta autan merupakan produk yang inovatif.
    b.Autan dalam kurun waktu yang lama merupakan satu-satunya produk lotion anti nyamuk di Indonesia sebelum muncul beberapa pemain baru dalam industri yang sama

    5.Kesimpulan :
    Melihat dari lamanya autan berada di pasar yaitu lebih dari 50 tahun,hal ini tidak diragukan lagi bahwa brand yang dimiliki autan sangat kuat sekali dimasyarakat indonesia khususnya, bahkan merek produk pesaing dengan alasan tertentu mengganti mereknya dengan merek baru agar melekat di benak masyarakat, namun tidak dapat menyaingi brand Autan. Hal ini menandakan bahwa brand autan tidak dapat digoyahkan dengan produk lain.
    Saran :
    Brand yang begitu baik merupakan kekuatan yang dimiliki autan untuk bersaing di pangsa pasar ini, namun Autan juga harus memperbaiki dan memperbaharui brand yang dimilki sesiau tuntutan zaman, dengan berbagai strategi-strategi sesuai dengan tuntutan perubahan pasar yang sangat cepat terjadi saat ini
    Demikian komentar pada ujian Mata kuliah Seminar Manajemen dari saya, Terima kasih.

    Komentar oleh Rena Novita | Juli 5, 2009 | Balas

  15. Nama : Rena Novita
    NIM : ERC1B006040
    Kelompok : 5 (lima)
    Seminar Manajemen Program Ekstensi

    1.Judul : Analisis Brand lotion anti nyamuk Autan

    2.Perumusan Masalah :
    1.Analisis bagaimana kekuatan Brand Autan?
    2.Apa yang menjadi kekuatan merek Autan?

    3.Pengertian tentang merek, “ Merek adalah istilah, tanda, simbol, desain atau kombinasi dari semuanya ini yang dimaksudkan untuk mengidentifikasikan produk atau jasa dari seorang atau sekelompok penjual, yang membedakan produk/jasa tersebut dengan produk lain terutama produk saingannya ” (Kotler,1987, p. 440).
    Merek sebagai sekumpulan citra dan pengalaman kompleks dalam benak pelanggan yang mengkomunikasikan harapan mengenai manfaat yang diperoleh dari suatu produk yang diproduksi oleh perusahaan tertentu(Keagen,1995)
    brand is an identifiable product,service,person or place,augmented in such a way that the buyer or user perceives relevant, unique, sustainable added values which match their needs most closely” (De Chernatony dan MC Donald,1998)

    4.Brand image autan memang telah melekat di benak masyarakat Indonesia tetapi untuk hal market share merek produk autan masih tertinggal jauh dengan pesaingnya yaitu soffel. Soffel dapat menguasai pasar di Indonesia sebesar 65% dan sisanya sebesar 35% dikuasai oleh Autan dan merek produk sejenis. Ini membuktikan bahwa tidak selamanya Brand Image yang telah melekat di benak masyarakat Indonesia dapat membantu pemasaran dan peningkatan penjualan dari produk tersebut.
    Brand autan telah membudidaya pada masyarakat Indonesia dan jadi tradisi dan kebiasaan bertahun-tahun hingga berpuluh tahun sehingga nama brand autan sudah hampir atau sudah masuk dalam bahasa Indonesia, fakta ini semakin memperkuat brand autan di pasar Indonesia. Brand autan dapat tumbuh besar dalam pasar industri di Indonesia karena:
    a.Autan merupakan produk lotion anti nyamuk pertama di Indonesia yang telah tumbuh berkembang selama hampir 50 tahun, serta autan merupakan produk yang inovatif.
    b.Autan dalam kurun waktu yang lama merupakan satu-satunya produk lotion anti nyamuk di Indonesia sebelum muncul beberapa pemain baru dalam industri yang sama

    5.Kesimpulan :
    Melihat dari lamanya autan berada di pasar yaitu lebih dari 50 tahun,hal ini tidak diragukan lagi bahwa brand yang dimiliki autan sangat kuat sekali dimasyarakat indonesia khususnya, bahkan merek produk pesaing dengan alasan tertentu mengganti mereknya dengan merek baru agar melekat di benak masyarakat, namun tidak dapat menyaingi brand Autan. Hal ini menandakan bahwa brand autan tidak dapat digoyahkan dengan produk lain.
    Saran :
    Brand yang begitu baik merupakan kekuatan yang dimiliki autan untuk bersaing di pangsa pasar ini, namun Autan juga harus memperbaiki dan memperbaharui brand yang dimilki sesiau tuntutan zaman, dengan berbagai strategi-strategi sesuai dengan tuntutan perubahan pasar yang sangat cepat terjadi saat ini
    Demikian komentar pada ujian Mata kuliah Seminar Manajemen dari saya, Terima kasih.

    Komentar oleh Rena Novita | Juli 5, 2009 | Balas

  16. Nama : Rena Novita
    Kelompok : 5 (lima)
    Seminar Manajemen Program Ekstensi

    1.Judul : Analisis Brand lotion anti nyamuk Autan

    2.Perumusan Masalah :
    1.Analisis bagaimana kekuatan Brand Autan?
    2.Apa yang menjadi kekuatan merek Autan?

    3.Pengertian tentang merek, “ Merek adalah istilah, tanda, simbol, desain atau kombinasi dari semuanya ini yang dimaksudkan untuk mengidentifikasikan produk atau jasa dari seorang atau sekelompok penjual, yang membedakan produk/jasa tersebut dengan produk lain terutama produk saingannya ” (Kotler,1987, p. 440).
    Merek sebagai sekumpulan citra dan pengalaman kompleks dalam benak pelanggan yang mengkomunikasikan harapan mengenai manfaat yang diperoleh dari suatu produk yang diproduksi oleh perusahaan tertentu(Keagen,1995)
    brand is an identifiable product,service,person or place,augmented in such a way that the buyer or user perceives relevant, unique, sustainable added values which match their needs most closely” (De Chernatony dan MC Donald,1998)

    4.Brand image autan memang telah melekat di benak masyarakat Indonesia tetapi untuk hal market share merek produk autan masih tertinggal jauh dengan pesaingnya yaitu soffel. Soffel dapat menguasai pasar di Indonesia sebesar 65% dan sisanya sebesar 35% dikuasai oleh Autan dan merek produk sejenis. Ini membuktikan bahwa tidak selamanya Brand Image yang telah melekat di benak masyarakat Indonesia dapat membantu pemasaran dan peningkatan penjualan dari produk tersebut.
    Brand autan telah membudidaya pada masyarakat Indonesia dan jadi tradisi dan kebiasaan bertahun-tahun hingga berpuluh tahun sehingga nama brand autan sudah hampir atau sudah masuk dalam bahasa Indonesia, fakta ini semakin memperkuat brand autan di pasar Indonesia. Brand autan dapat tumbuh besar dalam pasar industri di Indonesia karena:
    a.Autan merupakan produk lotion anti nyamuk pertama di Indonesia yang telah tumbuh berkembang selama hampir 50 tahun, serta autan merupakan produk yang inovatif.
    b.Autan dalam kurun waktu yang lama merupakan satu-satunya produk lotion anti nyamuk di Indonesia sebelum muncul beberapa pemain baru dalam industri yang sama

    5.Kesimpulan :
    Melihat dari lamanya autan berada di pasar yaitu lebih dari 50 tahun,hal ini tidak diragukan lagi bahwa brand yang dimiliki autan sangat kuat sekali dimasyarakat indonesia khususnya, bahkan merek produk pesaing dengan alasan tertentu mengganti mereknya dengan merek baru agar melekat di benak masyarakat, namun tidak dapat menyaingi brand Autan. Hal ini menandakan bahwa brand autan tidak dapat digoyahkan dengan produk lain.
    Saran :
    Brand yang begitu baik merupakan kekuatan yang dimiliki autan untuk bersaing di pangsa pasar ini, namun Autan juga harus memperbaiki dan memperbaharui brand yang dimilki sesiau tuntutan zaman, dengan berbagai strategi-strategi sesuai dengan tuntutan perubahan pasar yang sangat cepat terjadi saat ini
    Demikian komentar pada ujian Mata kuliah Seminar Manajemen dari saya, Terima kasih.

    Rena, laporan anda telah diterima, perbaikan makalah dikirimkan juga. Selamat.

    Komentar oleh Rena Novita | Juli 5, 2009 | Balas

  17. Nama : Zakira Gustiani
    NIM : ERC1B006003

    1. Judul Makalah : kerjasama strategis Coca-cola company dan Bintang Toedjoe
    anggota nomor : 2 (dua)
    anggota kelompok : riki
    zakira gustiani
    mery hastuti
    sri yuliani
    andi rifaldi

    2.rumusan masalah
    - menganalisis strategi produk yang digunakan peusahaan Coca-cola untuk menguasai semua pangsa pasar di Indonesia.
    - mengetahui strategi produk apa yang digunakan PT.Coca-cola dalam memasarkan produknya.

    3.konsep
    - Drs. Radiosunu “produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan kepasar untuk diperhatikan, dibeli atau dikonsumsi”
    - Kotler “produk adalah sesuatu yang ditawarkan dan dapat memuaskan keinginan dan kebutuhan konsumen, macam produk bisa berciri fisik dan jasa”
    - Stanton “produk adalah sekumpulan produk yang berwujud dan tidak berwujud yang termasuk unsur-unsur warna, harga, kualitas dan merek serta pelayanan dan reputasi penjual.”

    4.temuan dari pembahasan makalah
    - diketahui bahwa ini merupakan kali pertama PT. Coca-cola Indonesia memproduksi dan memasarkan produk minuman siap saji di Indonesia.
    - minuman energi merupakan salah satu dari kategori yang paling cepat pertumbuhannya dalam pasar minuman di Indonesia, dengan volume sebesar 314 juta liter dan pertumbuhan sebesar 12% daam 5tahun.

    5.kesimpulan
    - perusahaan Coca-cola menerapkan strategi produk yaitu selalu melakukan perluasan merek terhadap produknya dalam arti perusahaan bukannya pindah kesegmen yang baru, tetapi menambah merek baru pada segmen lama, tanpa mempengaruhi produk yang lain.
    - perusahaan Coca-cola selalu mengembangkan produk dan melakukan inovasi terhadap produknya guna memenuhi keinginan konsumen dan demi memperoleh pelanggan baru dam mempertahankan pelanggan lama.

    Saudara Zakira, tugas anda sudah saya baca. Jangan lupa makalah perbaikan kelompok dikirimkan juga. sukses selalu.

    Komentar oleh zakira gustiani | Juli 6, 2009 | Balas

  18. NAMA : SRI YULIANI
    NIM : ERC1B006015
    KELOMPOK : 9
    M.KULIAH : SEMINAR MANAJEMEN PROGRAM EKSTENSI

    SALAM PAK…

    1. Judul : ” KERJASAMA STRATEGIS COCA – COLA COMPANY DAN BINTANG TOEDJOE ”

    2.Rumusan Masalah :
    1) untuk mengetahui strategi produk apa yang di gunakan PT. COCA COLA dalam memasarkan produknya
    2) menganalisis bagaimana kerjasama strategis antara coca – cola company dengan bintang toedjoe

    3. perencanaan strategi produk dan merk merupakan salah satu unsur pokok strategi pemasaran.pengertian produk adalah sesuatu yang di tawarkan dan dapat memuaskan keinginan dan kebutuhan konsumen, macam produk bisa berciri fisik dan jasa. ( Kotler,2005)
    penggunaan merk merupakan masalah utama dalam strategi merk.ada 6 makna yang bisa di sampaikan melalui merk (Kotler,1996 ) yaitu :
    a.atribut
    b.manfaat
    c.nilai
    d.budaya
    e.kepribadian
    f.pemakai
    Pelabelan melakukan beberapa fungsi yaitu mengidentifikasikan produk atau merk, menunjukkan kelas produk, mempromosikan produk melalui grafik-grafik yang menarik.

    4. kerjasama strategis antara Coca Cola Company dan Bintang toedjoe meluncurkan produk minuman ” Energi Ekstra Joss Strike “,kerjsama ini menandai babak baru bisnis CocaCola di indonesia,karena ini adalah pertama kalinya memproduksi dan memasarkan produk minuman energi siap saji di Indonesia.
    manfaat dari kerjasama ini yaitu dapat memperluas portfolio produk,dan menimbulkan persaingan terhadap produk sejenis.

    5. kesimpulan :
    1.perusahaan Coca Cola Company menerapkan strategi produk yaitu selalu melakukan perluasan merk terhadap produknya
    2.kerjasama yang baik atara Coca cola Company dan Bintang toedjoe menciptakan produk baru yang sesuai dengan keinginan konsumen demi memperoleh pelanggan baru dan mempertahankan pelanggan lama.
    saran: sebelum melakukan perluasan merk perusahaan harus tetap meneliti dan melakukan riset kelemahan dan kekuatan produk.

    Komentar oleh SRI YULIANI | Juli 6, 2009 | Balas

  19. 1. Judul Makalah : ” Kerjasama Strategis Coca – cola company dan Bintang Toedjoe.(Peluncuran Minuman Energi Extra Joss Strike)”
    anggota Nomor : 3 (Tiga)
    anggota kelompok : Riki ERC1B004089
    Zakira Gustiani ERC1B006003
    Mery Hastuti AS ERC1B006033
    Sri Yuliani ERC1B006015
    Andi Rifaldi ERC1B006010

    2. Rumusan masalah :
    • Strategi apa yang direncanakan dalam pembuatan produk Ekstra joss Strike yang diperlukan pengelolaan yang baik mulai dari pengembangan ide sampai produk tersebut dipasarkan.
    • Mengetahui strategi apa yang digunakan PT.coca – cola dalam memasarkan produknya.
    3. Teori / konsep :
    Menurut Drs.Radiosunu, Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepasar untuk diperhatikan, dibeli atau dikonsumsi.
    Produk adalah sesuatu yang ditawarkan dan dapat memuaskan keinginan dan kebutuhan konsumen, macam produk bisa berciri fisik dan jasa “ ( Kotler,2005 ).
    Merek adalah suatu nama, simbol, tanda, desain atau gabungan di antaranya untuk dipakai sebagai identitas suatu perorangan, organisasi atau perusahaan pada barang dan jasa yang dimiliki untuk membedakan dengan produk jasa lainnya. Merek yang kuat ditandai dengan dikenalnya suatu merek dalam masyarakat, asosiasi merek yang tinggi pada suatu produk, persepsi positif dari pasar dan kesetiaan konsumen terhadap merek yang tinggi.
    Strategi Merek / Merk (Brand Strategies)
    1.Individual Branding / Merek Individu :
    Individual branding adalah memberi merek berbeda pada produk baru seperti pada deterjen surf dan rinso dari unilever untuk membidik segmen pasar yang berbeda seperti halnya pada wings yang memproduksi deterjen merek so klin dan daia untuk segmen pasar yang beda.
    2. Family Branding / Merek Keluarga :
    Family branding adalah memberi merek yang sama pada beberapa produk dengan alasan mendompleng merek yang sudah ada dan dikenal mesyarakat. Contoh famili branding yakni seperti merek gery yang merupakan grup dari garudafood yang mengeluarkan banyak produk berbeda dengan merek utama gery seperti gery saluut, gery soes, gery toya toya, dan lain sebagainya. Contoh lain misalnya yaitu seperti motor suzuki yang mengeluarkan varian motor suzuki smash, suzuki sky wave, suzuki spin, suzuki thunder, suzuki arashi, suzuki shodun ,suzuki satria, dan lain-lain.

    Menurut Kotler, 1996, Ada 6 makna yang bisa disampaikan melalui suatu merk yaitu :
    Atribut
    Sebuah merk menyampaikan atribut – atribut tertentu , misal Mercedes mengisyaratkan mahal, tahan lama, berkualitas, nilai jual kembali yang tinggi , dsb.
    Manfaat
    Merk bukan sekedar atribut , karena yang dibeli konsumen adalah manfaat bukan atributnya.
    Nilai
    Merk juga menyatakan nilai – nilai produsennya, contohnya Mercedes berarti kinerja tinggi ,keamanan, prestise , dsb.
    Budaya
    Merk juga mungkin mencerminkan budaya tertentu , Mercedes mencerminkan budaya jerman , yaitu terorganisasi , rapi , efisien , dan berkualitas tinggi.
    Kepribadian
    Merk juga dapat memproyeksikan kepribadian tertentu,Mecedes memberi kesan pimpinan yang baik ( orang ).
    Pemakai
    Merk memberi kesan mengenai jenis konsumen yang membeli atau menggunakan produk.

    4. yang di temukan setelah pembahasan lakukan adalah :
    Strategi yang direncanakan dalam pembuatan produk Ekstra joss Strike adalah PT. Coca cola Company, dapat membaca peluang masyarakat Indonesia, dengan selalu memberikan produk yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Sebagai contoh, PT.Coca Cola company dan Bintang Toejoe, mengeluarkan Ekstra Joss Strike yang mampu menulihkan energi masyarakat Indonesia Yang Gemar Bekerja Keras. Setidaknya minuman energi yang paling dikenal oleh masyarakat Indonesia adalah Ekstra Joss Strike, ini terbukti dengan pertumbuhan pasar minunan berenergi yang mencapai 314 juta liter (56,3 Juta Cases), dan pertumbuhan sebesar 12% dalam 5 tahun.
    perusahaan coca – cola ingin memperluas portfolio produknya dengan cara menyediakan minuman energi yang diketahui mereka bahwa minuman ini disukai oleh masyarakat Indonesia dan mereka berjasama dengan perusahaan Bintang Toedjoe meluncurkan Extra Joss Strike dengan inovasi baru yaitu minuman energi yang siap saji,karena seperti yang kita ketahui Extra Joss terkenal dengan minuman serbuk.
    Jadi perusahaan coca – cola selalu melakukan inovasi dan selalu melakukan perluasan merk dalam strategi produknya dalam arti perusahaan bukannya pindah segmen yang baru tetapi menambah merk baru pada segmen lama , yang kenyataannya merk – merk barunya dapat meningkatkan laba perusahaan, tanpa mempengaruhi penjualan produknya yang lain.

    5. kesimpulan :
    1. Coca-cola Company menerapkan strategi produk yaitu selalu melakukan perluasan merk terhadap poduknya dalam arti perusahaan bukannya pindah segmen yang baru tetapi menambah merk baru pada segmen lama , tanpa mempengaruhi produk yang lain. Coca-cola Company menerapkan Family Branding / Merek Keluarga.
    2. Perusahaan Coca – cola mengembangkan produk dan melakukan inovasi terhadap produknya guna memenuhi keinginan konsumen dan demi memperoleh pelanggan baru dan mempertahankan pelanggan lama.

    SUMBER :
    http://organisasi.org/strategi-jenis-macam-dan-pengertian-merek-merk-brand-produk-barang-dan-jasa-manajemen-pemasaran.
    http://www.coca-colabottling.co.id/ina/product/index.php?act=prod_detail&p_id=19.

    Mery, tugas anda telah saya baca. Kirimkan juga perbaikan makalah. Sukses selalu.

    Komentar oleh MERY HASTUTI AS | Juli 6, 2009 | Balas

  20. Nama : NANDA REZKI AMALIA
    No Mahasiswa : ERC1B006016
    Jurusan : Manajemen
    Mata Kuliah : Seminar Manajemen
    Kelompok : 7

    1.JUDUL MAKALAH : PENTINGNYA PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN
    PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS)

    2.PERUMUSAN MASALAH :
    a.Bagaimana hubungan pelatihan dan pengembangan sebagai faktor internal dengan tingkat kinerja pegawai ?
    b.Apa implikasi yang ditimbulkan akibat oleh lemahnya pengembangan pegawai negeri sipil melalui pendidikan dan pelatihan ?

    3.LANDASAN TEORI
    a.Pengembangan pegawai
    Pengembangan pegawai/karyawan adalah untuk memperbaiki efektivitas kerja pegawai/karyawan dalam mencapai hasil-hasil kerja yang telah ditetapkan. Perbaikan efektivitas kerja dapat dilakukan dengan cara memperbaiki pengetahuan, keterampilan maupun sikap pegawai/karyawan itu sendiri terhadap tugas-tugasnya (Heidjrahman Ranupandojo dan Suad Husnan, 1983 : 67-71).
    Sementara itu, Mondy dan Noe dalam Mukaram dan Marwansah, (1997:54) mendefinisikan Pengembangan Pegawai/ Karyawan dengan istilah “Pengembangan Sumber Daya Manu-sia” sebagai upaya manajemen yang terencana dan dilakukan secara berkesinambungan untuk meningkatkan kompetensi pe-kerja dan unjuk kerja organisasi melalui program pelatihan, pendidikan dan pengembangan
    Pengembangan (development) meliputi pemberian kesempatan belajar yang bertujuan untuk mengembangkan individu, tetapi tidak dibatasi pada pekerjaan tertentu pada saat ini atau di masa yang akan datang. Menurut Buckley dan Caple (1990:32), tujuan pengembangan adalah agar individu dalam situasi kerja dapat memperoleh kemampuan untuk mengerjakan tugas-tugas atau pekerjaan tertentu secara memuaskan
    b.Pelatihan pegawai
    Pengertian Diklat dalam kebanyakan buku disebutkan dengan istilah Latihan dan Pengembangan (personil). Menurut Wexley dan Yukl (1976 : 282) dikatakan:
    “Training and development are terms referring to planned efforts designedte facilitate the acquisition of relevant skills, knowledge. And attitudes by or organizational members”
    Disini Latihan dan Pengembangan adalah istilah-istilah yang menyangkut usaha-usaha yang berencana yang diselenggarakan agar dicapai penguasaan akan keterampilan, pengetahuan dan sikap-sikap yang relevan terhadap pekerjaan. Sementara itu, terdapat pendapat-pendapat lain mengenai La-tihan dan Pengembangan, misalnya yang dikemukakan oleh Campbell, Dunnette, Lawler and Weick (1970) (seperti dikutip dalam Wexley dan Yukl, 1976:282). Mereka mengemukakan pengertian latihan dan pengembangan sebagai: “Developing focuses more on improving the decision-making and human relations skills of middle and upper level management, while training involves lower level employees and presentation of a more factual and narrow subyect matter”
    Pendapat di atas didukung oleh Adrew E. Sikula (1976) seperti dikutip dalam Munandar (1978 : 22) sebagai berikut: training adalah proses pendidikan jangka pendek yang mempergunakan prosedur sistematis dan terorganisir, dimana tenaga kerja non-manajerial mempelajari pengetahuan dan keterampilan teknis untuk tujuan-tujuan tertentu.
    Sedangkan Wexley dan Latham (1991:12), menyatakan bahwa sasaran langsung dari program pelatihan dan pengembangan dalam organisasi adalah untuk meningkatkan kesadaran diri individu, me-ningkatkan keterampilan dalam satu bidang tertentu atau lebih dan meningkatkan motivasi individu untuk melaksanakan tugas atau pekerjaannya secara memuaskan. Dengan kata lain, melalui peningkatan kemampuan dan unjuk kerja individu dan kelom-pok, program pelatihan pada gilirannya diharapkan dapat me-ningkatkan unjuk kerja organisasi.
    Mariot Tua Efendi H (2002) latihan dan pengembangan dapat didefinisikan sebagai usaha yang terencana dari organisasi untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan pegawai. Selanjutnya mariot Tua menambahkan pelatihan dan pengembangan merupakan dua konsep yang sama, yaitu untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan.
    Kita bisa melihat hubungannya pelatihan dan pengembangan pegawai terhadap kinerja dari dua sisi, yaitu:
    1.Hubungan antara Pelatihan & Pengembangan dengan Tingkat motivasi pegawai dan lalu pada akhirnya dengan kinerja pegawai.
    Berbagai studi memperlihatkan bahwa ada korelasi yang positif antara tingkat motivasi dan komitmen karyawan dengan beberapa faktor-faktor tertentu di dalam organisasi, seperti gaji/kompensasi (compensation), kesempatan untuk mengembangkan karir (training & careerdevelopment) termasuk di dalamnya pelatihan dan pengembangan karir yang Bapak tanyakan, kepemimpinan di dalam organisasi (leadership), komunikasi (communication), lingkungan kerja fisik (physical working environment), hubungan kerja antar pegawai (working relationship, culture), visi, misi, dan tujuan organisasi (sense of direction). Faktor-faktor lain, seperti reputasi perusahaan atau organisasi juga penting, namun pengaruhnya tidak sebesar faktor-faktor di atas.
    2.Hubungan antara Pelatihan & Pengembangan dengan Tingkat Kompetensi/Kapabilitas pegawai dan lalu pada akhirnya dengan kinerja pegawai.
    Yang perlu diingat adalah, ini adalah hasil studi atau modelling mengenai hubungan antara motivasi dan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat motivasi. Sehingga, para peneliti yang berbeda bisa saja datang dengan faktor-faktor dan definisi yang tidak sama persis mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat motivasi karyawan, namun pengamatan kami atas berbagai model yang ada, faktor-faktor yang disebutkan di atas, termasuk Pelatihan & Pengembangan, umumnya terlihat pada berbagai model yang ada.
    Kelemahan-kelemahan atas pengembangan sumber daya manu-sia melalui pendidikan dan pelatihan pada akhirnya menim-bulkan implikasi pada lemahnya birokrasi dalam melaksanakan pelayanan kepada publik. Gambaran tersebut adalah seperti di-paparkan pada laporan penelitian yang menyebutkan bahwa rata-rata kemampuan pemerintah daerah untuk melaksanakan pelayanan masyarakat hanya mencapai 43,98 persen. Namun, untuk tugas-tugas birokrasi yang mencerminkan kekuasaan atau wewenang pemerintah (yaitu pengaturan dan pengawasan), se-perti pemberian ijin, pelaksanaan aturan, dan pengawasan kegiatan masyarakat paling sedikit mencapai 75 persen (Adi Sasono, 1999). Artinya, dalam birokrasi masih terdapat catatan-catatan buruk yang sering menjadi keluhan masyarakat, seperti: inefisiensi, pengambilan keputusan yang berbelit-belit, prosedur pelayanan yang panjang, koordinasi yang lemah dan sebagainya (Adi Sasono, 1999).
    Uraian di atas memperlihatkan bahwa berbagai pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan oleh beberapa institusi pemerintahan masih belum secara maksimal menyentuh kepada tujuan yang hendak dicapai. Hal yang diyakini perlu untuk ditinjau kembali adalah pada penerapan kurikulum, metode atau teknik pengajaran serta sasaran (peserta) yang benar-benar se-suai/relevan dengan kebutuhannya. Dengan demikian, menjadi hal yang penting dalam pengembangan sumber daya aparatur negara dilakukan penelaahan secara intensif terhadap berbagai pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan.
    Untuk mencapai tujuan Aparatur Negara yang profesional, netral dari kegiatan politik, berwawasan global, bermoral tinggi serta berkemampuan sebagai penyangga persatuan dan kesatuan bangsa. Pengembangan kepegawaian negara pada Pemerintahan Pasca Pemilu 1999 diarahkan untuk mengatur aspek-aspek kepegawaian negara berikut:
    a) Penataan struktur Kepegawaian Negara;
    b) Profesionalitas dan netralitas Aparatur Negara;
    c) Desentralisasi kewenangan kepegawaian dengan tetap mempertahankan mobilitas PNS; dan
    d) Meningkatkan Kesejahteraan PNS.

    KESIMPULAN
    Sumber daya manusia merupakan elemen utama organisasi dibandingkan dengan elemen lain seperti modal, teknologi, dan uang sebab manusia itu sendiri yang mengendalikan yang lain. Latihan dan pengembangan dapat didefinisikan sebagai usaha yang terencana dari organisasi untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan pegawai
    Dengan adanya pelatihan dan pengembangan pegawai ada hubungan yang positif antara tingkat motivasi dan komitmen kerja pegawai dengan kinerja mereka. Dengan kemampuan yang sama, karyawan yang memiliki motivasi dan komitmen yang lebih tinggi dapat diperkirakan akan memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan pegawai yang lain.
    DAFTAR PUSTAKA
    • Malayu S.P. Hasibuan, Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi Revisi, Bumi Aksara, Jakarta, Tahun 2006
    http://www.ptfi.com/social/ipn.asp
    http://ronawajah.wordpress.com/2007/09/07/pengembangan-sdm/

    Nanda, tugasmu telah saya baca. Tugas kelompok dikirimkan juga. sukses.

    Komentar oleh Nanda Rezki Amalia | Juli 6, 2009 | Balas

  21. NAMA :MARTINI NUR
    NIM : ERCIB 006031
    JURUSAN : MANAJEMEN
    KELOMPOK : 6 (ENAM)

    Judul Makalah : “PELAKSANAAN PROMOSI JABATAN KARYAWAN”
    Perumusan masalah : 1. Seberapa besar pengaruh senioritaas seseorang dalam mempromosikannya ?
    2. Bagaimana pelaksanaan promosi jabatan pada suatu organisasi?
    3. Apakah hubungan anatara pelaksaan promosi jabatan terhadap kinerja pegawai ?

    TEORI
    Sumber daya manusia memegang peranan yang sangat penting dalam aktifitas atau kegiatan perusahaan, olehn karena itu, setiap perusahaan perlu memikirkan bagaimana cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan SDM agar dapat mendorong kemajuan baik bagi perusahaan maupun karyawan. Salah satu caranya adalah dengan promosi jabatan.untuk memutuskan promosi yang akan diberikan pada karyawan, maka perusahaan harus memiliki suatu system batas jasa yang tepat.

    - Menurut Menurut Malayu S.P Hasibuan promosi adalah perpindahan yang memperbesar authority dan responsibility karyawan ke jabatan yang lebih tinggi di dalam satu organisasi sehingga kewajiban hak, status, dan penghasilannya semakin besar.
    - Menurut Menurt Andrew F. Sikula promosi adalah suatu perpindahan di dalam suatu organisasi dari satu posisi ke posisi lainnya yang melibatkan baik peningkatan upah maupun status.
    - Menurut Drs.Manulang dengan mengutip definisi yang diberikan oleh Arun Manappo dan Mirzas Saiyudin dalam bukunya “Promotion is the up word reassionment of an individual in an organisazition’s hierarchys accompanied by in creased responsibilities, enhanced,status,and usually with increased income though not always so”
    Kesimpulan dari definisi diatas, Promosi adalah perpindahan yang memperbesar authority dan responsibility karyawan ke jabatan yang lebih tinggi di dalam suatu organisasi sehingga kewiban, hak,status dan penghasilan semakin besar.

    TEMUAN YANG DIDAPAT
    Asas – asas promosi karyawan
    1. Kepercayaan
    Promosi hendaknya berasaskan pada kepercayaan atau keyakinan mengenai kejujuran , kemampuan, da kecakapan karyawan bersangkutan dalam melaksanakan tugas –tugasnya dengan baik pada jabatan tersebut.karyawan baru akan dipromosikan, jika karyawan itu menunjukkan kejujuran, kemampuan dan kecakapannya dalam memengku jabatan.
    2. Keadilan
    Promosi berdasrkan keadilan, terhadap penilaian hurus jujur dan objektif tidak pilih kasih atau like and dislike. Karyawan yang mempunyai peringkat terbaik hebdaknya mendapat kesempatan pertama untuk mempromosikan tanapa melihat suku, golongan,dan keturunannya. Promosi yang berdasarkan keadilan akan menjadi alat motivasi bagi karyawan untuk mrningkatkan prestasi.
    3. Formasi
    Promosi harus berdasrkan kepada formasi yang ada, karena promosi karyawan hanya mungkin dilakukan jika ada formasi jabatan lowong. Untuk itu harus ada uraian pekerjaan atau jabatan yang akan dilaksanakan karyawan. Jadi, promosi hendaknya disesuaikan dengan formasi jabatan yang ada di dalam perusahaan.
    Syarat – syarat promosi
    1. Kejujuran
    Krayawan harus jujur terutama pada dirinya sendiri, bawahannya, perjanjian dalam menjalankan atau mengelola jabatan trsebut, harus sesuai dengan prbuatan.
    2. Disiplin
    Karyawan harus disiplin pada dirinya, tugas – tugasnya. Serta mentaati peraturan yang berlaku baik tetulis maupun kebiasaan.
    3. Prestasi kerja
    Karywan itu mampu mencapai hasil kerja yang dapat dipertanggungn jawabkan kualitas maupun kuantitasnya dan bekerja secara efektif dan efisien.
    4. Kecakapan
    Karyawan itun cakap, kreratif , dan inovatif dalam menyelesaikan tugas – tugas pada jabatan tersebut dengan baik.
    5. Loyalitas
    Karywan harus loyal dalam membela perusahaan dari tindakan yang merugikan perusahaan.
    Tujuan promosi
    1. Menberikan kesempatan kepada karyawan untuk mengembangkan kreativitas dan inovasinya yang lebih demi keuntungan optimal perusahaan.
    2. Untuk menambah atau memperluas pengetahuan serta pengalaman kerja para karyawan dan ini merupakan daya dorong bagi karyawan lainnya.
    3. Untuk mengisi kekosongan jabatan karena pejabtnya berhenti. Agar jabatan tidak lowong maka dipromosikan karyawan lainnya.
    4. Karyawan yang dipromoosikan pada jhabatan yang tepat, semangat, kesenangan, dan ketengannya dalam bekerja semakin meningkat sehingga produktivitas kerjanya juga meningkat.
    5. Untuk mempermudah penarikan pelamar sebab dengan adanya kesempatan promosi merupakan daya pendorong serta perangsang bagi pelamar – pelamar untuk memasuki lamarannya.
    6. promosi akan memperbaiki status karyawan dari karyawan sementara menjadi karyawan tetap setelah lulus dalam masa percobaan.
    Faktor – factor penghambat promosi
    1. Selalu terlambat
    2. Selalu mengeluh
    3. Serring lupa
    4. Tidak memiliki prioritas
    5. Selalu membela diri.
    KESIMPULAN

    1. Pelaksanaan promosi sebaiknya mengacu kepada kecapan maka akan memudahkan organisasi untuk menempatkan karyawan yang terdapat pada organisasikan untuk menempatkan karyawan yang terbaik pada setiap jabatan yang telah ditentukan.
    2. Penilaian pelaksanaan pekerjaan bagi karyawan sebaiknya dinilai oleh atasan langsung sehingga dapat memberikan gambaran secara keseluruhan bagaimana setiap karyawan melakukan pekerjaan.
    SUMBER
    Hasibuan, SP Malayu, 2001, Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi Revisi Bumi Aksara, Jakarta
    Susilo martoyo Drs, 2000, Manajemen Sumber Daya Manusia ,Edisi Keempat, Yogyakarta
    http://www.jurnalskripsi.com/pengaruh-promosi-jabatan-terhadap-motivasi-kerja-karyawan-pada-pt-multi-top-indonesia-di-bandung-pdf.htm
    http://www.skripsi-tesis.com/

    Komentar oleh Martini Nur | Juli 7, 2009 | Balas

  22. Nama : Muhammad Nuh
    NIM : ERC1B006004
    Fak. : Ekonomi Manajemen Prog. Ekstensi
    Kelompok : 6 (seminar manajemen)

    1). Judul makalah : “ Pelaksanaan Promosi Jabata Bagi Karyawan “
    2). Perumusan Masalah
    1. Seberapa penting pelaksanaan promosi jabatan bagi karyawan?
    2. Bagaimana pelaksanaan promosi jabatan dalam perusahaan
    3). Teori
    Sumber daya manusia adalah faktor penting dalam kegiatan perusahaan, karena mampu dalam memberikan prestasi tinggi, serta produktivitas yang maksimal bagi perusahaan. Dalam hal ini perusahaan harus tetap mempertahankan dan terus mendorong sumber daya manusia yang selalu memberikan kontribusi besar tersebut agar tetap memiliki semangat kerja yang tinggi dalam perusahaan. Salah satu cara untuk terus mendorong sumber daya manusia atau karyawan ini agar terus berprokduktivitas adalah dengan melaksanakan promosi jabatan untuk para karyawan yang berptrestasi tersebut. Promosi jabatan akan berarti suatu perluasan dari tugas,wewenang ,tanggung jawab, status jabatan serta pendapatan yang semakin tinggi.
    Menurut Alex S. Nitisemito (1996:8).
    ” Promosi adalah proses kegiatan pemindahan pegawai dari satu jabtan ke jabatan yang lain yang lebih tinggi dari jabatan sebelumnya “.
    Promosi adalah perpindahan yang memperbesar authority(wewenang) dan responsibility(tanggung jawab) karyawan ke jabatan yang lebih tinggi di dalam organisasi sehingga kewajiban ,hak, status, dan penghasilan semakin besar. (Malayu S.P Hasibuan 2002:81).
    Menurut Edwin .B.Flippo yang dikutip oleh Malayu S.P Hasibuan (2002:108),” Promosi jabatan adalah perpindahan dari satu jabatan ke jabatan yang lain yang mempunyai status dan tanggung jawab yang lebih tinggi. Biasanya perpindahan kejabatan yang lebih tinggi disertai dengan peningkatan gaji atau upah lainnya walaupun tidak selalu demikian.
    4). Temuan
    1.Tujuan-tujuan Promosi
    a). Untuk memberikan pengakuan jabatan dan imbalan jasa yang semakin besar kepada karyawan yang berprestasi tinggi.
    b). Dapat menimbulkan kepuasan dan kebangaan pribadi, status social yang semakin tinggi
    c). Untuk menjamin stabilitas pegawai yang direalisasikannya promosi kepada karyawan dengan dasar dan waktu yang tepat serta penilaian yang jujur.
    d). Merangsang peningkatan semangat kerja dan kepuasan pribadi karyawan sehingga produktivitas meningkat.
    e). Menambah dan memperluas pengetahuan serta pengalaman kerja karyawan.
    Untuk mencapai tujuan promosi maka hendaknya promosi jabatan harus dilaksanakan berdasarkan azas-azas promosi jabatan.
    2. Azas-azas promosi jabatan yaitu :
    a).Kepercayaan
    Promosi hendaknya berazaskan kepercayaan mengenai kejujuran, kemampuan dan kecakapan karyawan yang bersangkutan dalam melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik pada jabatan tersebut.
    b). Keadilan
    Promosi hendaknya berazaskan kepada keadilan, mengenai penilaian kejujuran, kemampuan dan kecakapan terhadap semua karyawan. Penilaian harus jujur dan objektif tanpa pilih kasih,tanpa melihat suku, golongan dan keturunannya.
    c). Formasi
    Promosi juga harus berazaskan pada formasi yang ada, karena promosi karyawan hanya mungkin dilakukan jika ada formasi jabatan yang lowong, supaya ada uraian pekerjaan yang akan dilaksanakan karyawan tersebut.
    5. kesimpulan
    a). Promosi jabatan sangat penting dilaksanakan, karena promosi jabatan mempunyai nilai tersendiri bagi meningkatnya kinerja dan produktivitas karyawan. Promosi juga adalah bukti pengukuhan terhadap prestasi ,sehingga bagi karyawan yang mempunyai produktif kerja tinggi dan kontribusi terhadap perusahaan sangat besar akan dapat ditingkatkan jabatan sesuai dengan kemampuannya.
    b). Dalam pelaksanaan Promosi harus selalu berazaskan kepada azas-azas promosi sehingga penilaian dan pelaksanaanya selalu bersifat objektif, jujur,tanpa pilih kasih serta sesuai dengan kemampuan karyawan.

    Komentar oleh MUHAMMAD NUH | Juli 7, 2009 | Balas

  23. Nama : Riyan Mushlih
    Nim : ERC1B006026
    Jurusan : Manajemen Ekstensi
    1.Judul Seminar : “Analisis Pengembangan Good Corporate Governance dalam Konteks Kondisi Lokal Perbankan Indonesia”.
    2.Perumusan Masalah :
    •Mengetahui bagaimana pengembangan good corporate perbankan indonesia ?
    •Mengetahui sistem pengembangan good corporate perbankan indonesia ?
    3.Corporate Governance (selanjutnya disingkat CG) dapat didefinisikan dari berbagai displin ilmu (Turnbull, 1997); misalnya hukum, phychology, ekonomi, manajemen, keuangan, akuntansi, philsafat bahkan dalam disiplin ilmu agama.
    Syakhroza (2002) telah mendefinisikan Corporate Governance secara lebih gamblang, mudah dan jelas dimana ia mengatakan bahwa :“Corporate governance adalah suatu sistim yang dipakai “board” untuk mengarahkan dan mengendalikan serta mengawasi (directing, controlling, and supervising) pengelolaan sumber daya organisasi secara efisien, efektif, ekonomis, dan produktif-E3P dengan prinsip-prinsip transparan, accountable, responsible, independent, dan fairness – TARIF dalam rangka mencapai tujuan organisasi”.
    Definisi Corporate Governance OECD ini adalah konsisten dengan Turnbull (1977) dimana keduanya fokus kepada bagaimana organisasi itu bisa berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
    Syakhroza mengatakan secara tegas bahwa Corporate Governance terdiri dari 6 (enam) elemen, yaitu :
    1.Fokus kepada Board
    2.Hukum dan Peraturan sebagai alat untuk mengarahkan dan mengendalikan.
    3.Pengelolaan sumber daya organisasi secara efisien, efektif, ekonomis, dan produktif – E3P.
    4.Transparan, accountable, responsible, independent, dan fairness – Tarif.
    5.Tujuan organisasi.
    6.Strategic control
    4.Prinsip-prinsip Good Corporate Governance. Pada umumnya prinsip-prinsip-prinsip Corporate Governance terdiri dari 5 (lima) yaitu, Transparency, Accountability, Responsibility, Indenpendency, dan Fairness – disingkat TARIF.
    1.Transparency (keterbukaan informasi), yaitu keterbukaan dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan dan keterbukaan dalam mengemukakan informasi materil dan relevan mengenai perusahaan.
    2.Accountibility (akuntabilitas), yaitu kejelasan fungsi, struktur, sistem, dan pertanggungjawaban organ perusahaan sehingga pengelolaan perusahaan terlaksana secara efektif.
    3.Responsibility (pertanggungjawaban), yaitu kesesuaian (kepatuhan) di dalam pengelolaan perusahaan terhadap prinsip korporasi yang sehat serta peraturan perundangan yang berlaku.
    4.Independency (kemandirian), yaitu suatu keadaan dimana perusahaan dikelola secara profesional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh/tekanan dari pihak manajemen yang tidak sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat.
    5.Fairness (kesetaraan dan kewajaran), yaitu perlakuan yang adil dan setara didalam memenuhi hak-hak stakeholder yang timbul berdasarkan perjanjian serta peraturan perundangan yang berlaku.
    Lukviarman (2000) menyimpulkan bahwa dalam rangka merancang model Corporate Governance harus mempertimbangkan 3 (tiga) pondasi yang sangat menentukan bentuk bangunan model CG :
    1.Philosophical foundation : Philosophical foundation ini disebut sebagai paham structural functionalism, dimana paham ini lebih memberikan penekanan pada struktur dan fungsi dari suatu organisasi sebagai suatu open sytem. Organisasi diasumsikan sebagai suatu organisme yang hanya bisa survive jika mampu berinteraksi secara baik dengan lingkungannya. Dalam konteks suatu organisasi, interaksi organisasi tersebut diwujudkan dalam suatu struktur baku organisasi (tapi fleksibel sesuai dengan perubahan lingkungan). Dengan kata lain, struktur dan fungsi organisasi harus dirancang dengan mempertimbangkan faktor-faktor lingkungannya, apakah lingkungan internal organisasi ataupun lingkungan eksternal organisasi. Referensi utama untuk lebih memahami philosophical foundation dalam suatu organisasi adalah Burrel and Morgan (1979) serta Morgan (1998) dalam bukunya the images of organization.
    2.Historical foundation, berdasarkan teori the division of labour oleh Adam Smith (1932) yang dikembangkan secara lebih jauh oleh Berle and Means (1932) menyimpulkan perlunya perubahan struktur organisasi untuk mengantisipasi terjadinya perubahan lingkungan. Perusahaan kecil (yang biasanya dikelola oleh pemilik) menjadi besar, sehingga terjadi krisis otonomi yang memerlukan pendelegasian wewenang. Pendelegasian diberikan kepada (professional) manager untuk menggelola operasional perusahaan dan agar kepentingan pemilik (kapitalis) terjaga, maka dibentuk suatu struktur yang baku dengan adanya BOD (dewan komisaris, dalam konteks hukum Indonesia) yang bertindak atas nama dari kepentingan kapitalis (pemilik) di dalam mengawasi management. Disini muncul agency teori (AT) dengan segala bentuk dan jenis model yang ada.

    3.Psychological foundation, sebenarnya berhubungan dengan point 2, karena adanya anggapan (thesis) bahwa manusia itu adalah self-interested behavior yang akan mengutamakan kepentingannya dibanding dengan kepentingan orang (pihak) lain. Dalam konsep thesis ini bermakna bahwa agen akan menggumbar kepentingannya (seandainya mereka melakukan pengembangan perusahaan untuk mendapatkan pertumbuhan yang berkelanjutan tetapi investasi yang dilakukan cenderung memiliki tingkat pengembalian yang relatif kecil) yang tentunya secara tidak langsung hal ini merupakan expense pemilik. Anti-thesis yang muncul dari thesis ini adalah dalam upaya memperkuat struktur (terutama internal control mechanism) lewat pemberdayaan BOD. Dalam anti-thesis ini, tingkat independensi dan knowledge dari BOD sangat krusial (namun hal ini memunculkan thesis berikutnya bahwa independent BOD pun adalah manusia yang secara psikologis mempunyai sifat yang sama).
    KESIMPULAN
    Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, good corporate governance fokus kepada Board tentang bagaimana melakukan pengelolaan sumber daya organisasi dalam rangka pencapaian tujuan organisasi. Dasar pemikirannya adalah bahwa biasanya suatu perusahaan (di Indonesia khususnya) memilih untuk meminjam dari bank sebagai sumber pembiayaannya dan bukan menjual saham karena mempertimbangkan faktor kepemilikan dan kekuasaan pemilik untuk turut menentukan arah kebijakan perusahaan. Dengan melakukan pinjaman, dana tambahan tetap akan dapat diperoleh tetapi pemilik lama tidak perlu berbagi kepemilikan dan kekuasaan dengan pemberi dana yang baru. Dengan kata lain, kreditur, walaupun memiliki hak untuk menentukan arah kebijakan perusahaan, tetapi bukan pemilik yang memegang kendali perusahaan.
    DAFTAR PUSTAKA
    Syakhroza, Akhmad., 2003., Best Practices Corporate Governance dalam Konteks Kondisi Lokal Perbankan Indonesia., Majalah Usahawan., No. 06/TH.XXXII Juni.
    Laporan Akhir Tahun 2006 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Good Corporate Governance, http://www.bankmandiri.co.id, April 2009

    Komentar oleh Riyan Mushlih | Juli 7, 2009 | Balas

  24. 1. Nama : Dhariska Putri ( Kelompok 8 )
    Nim : Erc1b006025 ( Manajemen Ekstensi)
    Judul Seminar : “Penilaian Kinerja terhadap Pegawai Negeri Sipil dengan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3)”
    2. Rumusan Masalah dari makalah ini adalah :
    • Bagaimana metode dan ketentuan penilaian kinerja terhadap Pegawai Negeri Sipil ?
    • Apa kekurangan dan kelebihan dari metode dan ketentuan penilaian kinerja PNS yang berlaku saat ini ?
    3. Konsep
    Pengertian penilaian kinerja:
    • Menurut Andrew F. Sikula (Hasibuan, 1995:97) disebutkan bahwa “penilaian ialah suatu proses mengestimasi atau menetapkan nilai, penampilan, kualitas, atau status dari beberapa obyek, orang atau benda”. Sedangkan Kinerja (Performance) adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing, dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun etika.
    • Dan menurut Cascio (1991:73) menyebutkan bahwa “Penilaian kinerja ialah suatu gambaran yang sistematis tentang kebaikan dan kelemahan dari pekerjaan individu atau kelompok.
    Manfaat Penilaian Kinerja
    • Menurut (Dipboye, et. al, 1994), Penilaian kinerja dapat digunakan untuk bermacam-macam tujuan, tetapi secara keseluruhan memiliki 3 (tiga) fungsi umum yaitu :
    a) tujuan administratif, antara lain : dalam pengambilan keputusan, monetary rewards, tranfer, PHK, atau untuk dasar melakukan penugasan-penugasan, dan juga untuk dokumentasi mengenai keputusan yang dibuat
    b) untuk pengembangan karyawan melalui konseling, pelatihan atau hal-hal lain yang terkait dengan peningkatan kinerja karyawan
    c) berguna juga sebagai kriteria suatu penelitian.
    Dan menurut Siagian (1995:223-224) manfaat penilain kinerja, yaitu:
    1. Bagi karyawan
    Penilaian tersebut berperan sebagai umpan balik tentang berbagai hal seperti kemampuan, keletihan, kekurangan dan potensinya yang pada gilirannya bermanfaat untuk menentukan tujuan, jalur, rencana dan pengembangan kariernya. Apabila hasil dari penilaian tersebut memberikan hasil nilai yang positif, maka diharapkan bisa memberikan motivasi untuk dapat bekerja, mengembangkan dan meningkatkan kompetensinya dengan lebih baik, dimasa yang akan datang. Sedangkan bila hasilnya negatif, maka diharapkan pegawai yang bersangkutan bisa mengetahui kelemahan dan kekurangannya sehingga diharapkan pegawai tersebut bisa memperbaiki baik kinerja maupun perilakunya dimasa mendatang.
    2. Bagi organisasi
    Apabila hasil dari penilaian tersebut positif, maka akan membantu pimpinan dalam mengambil keputusan untuk kemungkinan melakukan program pengembangan yang tepat bagi pegawai bersangkutan sesuai dengan bakat dan kemampuannya. Selain itu pula berguna untuk memberikan kompensasi, kenaikan pangkat, dan promosi jabatan. Sedangkan apabila hasil penilaian tersebut negatif, akan berguna bagi pimpinan untuk identifikasi kebutuhan program pendidikan dan pelatihan, konseling, desain pekerjaan, penempatan, dan demosi.
    Metode- metode penilaian kinerja
    Menurut Handoko (1989), ada 2 orientasi metode penilaian kinerja karyawan, yaitu:
    1. Metode-metode penilaian berorientasi masa lalu
    Teknik-teknik penilaian tersebut antara lain :
    • Rating Scale
    Pada metode ini, evaluasi subyektif dilakukan oleh penilai terhadap prestasi kerja karyawan dengan skala tertentu dari rendah sampai tinggi.
    • Checklist
    Penilai tinggal memilih kalimat-kalimat atau kata-kata yang menggambarkan prestasi kerja dan karakteristik-karakteristik karyawan.
    • Metode Peristiwa Kritis
    Adalah metode penilaian yang mendasarkan pada catatan-catatan penilai yang menggambarkan perilaku karyawan sangat baik atau sangat jelek
    • Metode Peninjauan Lapangan
    Dalam metode ini wakil ahli departemen personalia turun ke lepangan dan membantu para penyelia dalam penilaiaan karyawan.
    • Tes dan Observasi Prestasi Kerja
    Bila jumlah pekerjaan terbatas penilaian prestasi kerja bisa didasarkan pada tes pengetahuan dan keterampilan.
    2. Metode-Metode Penilaian yang Berorientasi Masa Depan
    Teknik-teknik yang bisa digunakan adalah :
    • Penilaian Diri (self – appraisals)
    Teknik ini berguna bila tujuan evaluasi adalah untuk melanjutkan pengembangan diri.
    • Penilaian Psikologis (psikological appraisals)
    Penilaian ini pada umumnya terdiri dari wawancara mendalam, tes – tes psikologi, diskusi dengan atasan langsung, dan review evaluasi – evaluasi lainnya.
    • Pendekatan Management By Objectives (MBO)
    Inti pendekatan ini adalah setiap karyawan dan penyelia secara bersama menetapkan tujuan – tujuan atau sasaran – sasaran pelaksanaan kerja diwaktu yang akan datang.
    4. Dari makalah yang telah kelompok kami buat, saya menemukan pengetahuan, yaitu :
    1. Daftar Penilaian pekerjaan Pegawai Negeri Sipil atau disebut DP-3 adalah suatu daftar yang memuat hasil penilaian pelaksanaan pekerjaan seorang PNS dalam jangka waktu satu tahun. DP3 mempunyai 8 unsur yang dinilai yaitu kejujuran, kesetiaan, ketaatan, prestasi kerja, tanggung jawab, kerjasama, kepemimpinan dan prakarsa. Nilai Pelaksanaan pekerjaan dinyatakan dengan sebutan dan angka sebagai berikut : Amat baik= 91 – 100, Baik= 76 – 90, Cukup= 61 – 75, Sedang= 51 – 60,Kurang = 50 Ke bawah. Kelebihan DP3, DP3 merupakan suatu sistem yang memiliki landasan hukum yang kuat yaitu berdasarkan pada UU No. 8/1974 terakhir dengan UU No. 43/1999 pasal 20, tentang Pokok-pokok Kepegawaian, yang berbunyi “Untuklebih menjamin obyektivitas dalam mempertimbangkan pengangkatan dalam jabatan dan kenaikan pangkat diadakan penilaian prestasi kerja ”. Dan untuk operasionalisasinya pemerintah mengeluarkan PP No.10/1979 serta sebagai petunjuk teknis pelaksanaannya diatur dalam SE BAKN No.02/SE/1980. sedangkan kelemahannya:
    1. Periode penilaian relative lama yaitu setahun sekali ( Januari – Desember ).
    2. Pada proses penilaian kinerja PNS, DP3 dipergunakan untuk 2 hal yaitu untuk kenaikan pangkat dan sebagai dasar keputusan promosi
    3. Penilaian kinerja DP3 tidak didasarkan pada hasil analisis jabatan, untuk mendapatkan penilaian yang tepat pada unsur yang dinilai.
    4. Pada DP3 tidak tercantum standar penilaian yang jelas, sehingga seringkali proses pemberian nilai DP3 bersifat perkiraan kepantasan, dan sangat subyektif sehingga dapat terjadi bias.
    2. Melihat sistem DP3 ini jika dikaitkan dengan konsep penilaian kinerja, maka metode yang digunakan adalah :
    1. Rating scale (skala peringkat), dimana digunakan peringkat nilai yang memiliki interval tertentu mulai dari yang sangat baik sampai sangat buruk. Hal ini sebagaimana yang dinyatakan dalam PP 10/1979 pasal 5 yang berbunyi “Nilai pelaksanaan pekerjaan dinyatakan dengan sebutan dan angka sebagai berikut : amat baik (91 – 100), baik (76 – 90), cukup (61 – 75), sedang (51 – 60) dan kurang (50 ke bawah)”
    2. Critical incident method, dimana adanya keharusan bagi setiap pejabat penilai untuk mengisi dan memelihara Buku Catatan Penilaian yang berisi semua catatan tentang perilaku dan tindakan setiap pegawai yang menjadi bawahannya, baik perilaku yang bersifat positif, maupun yang negative.
    5. Kesimpulan dari makalah yang telah saya seminarkan adalah :
    • Penilaian kinerja sangat diperlukan demi peningkatan kualitas SDM di jajaran pemerintahan agar visi misi serta harapan negara dan masyarakat dapat terealisasikan.
    • Metode yang digunakan sekarang masih terdapat kekurangan sehingga harus diperbaiki menjadi yang lebih baik sehingga bias dalam penilaian dapat diminimalkan dan penilaian akan lebih objektif.

    Komentar oleh DHARISKA PUTRI | Juli 7, 2009 | Balas

  25. Nama:Desmi Rahman
    Nim: ERC1B006021
    Fak: Ekonomi Manajemen prog.Ekstensi
    Kelompok 4(seminar manajemen)

    1)Judul makalah;”pengaruh kualitas produk simpati PE DE terhadap kepuasan pelanggan pada PT TELKOMSEL”
    2)Rumusan masalah;
    A.STRATEGI dan promosi produk TELKOMSEL,terutama simpati PE DE
    B.berapa besar tingkat pelayanan kualitas produk simpati PE DE dari PT.TELKOMSEL
    C.Bagaimana pelayanan jasa simpati PeDe terhadap kepuasan pelanggan
    3)TEORI/KONSEP
    -PENGERTIAN MANAJEMEN; manajemen adalah proses perencanaan,pengorganisasian,pengarahan dan pengawasan usaha para anggota organisasidari sumber-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah di cipta kan.
    menurut mary parker(T.Hani Handoko,1997 hal 8) manajemen adalah suatu ilmu dan seni. Adawadah pengetahuan tentang manajemen yang terorganisir,ada ilmu pengetahuan yang menjeleskan manajemen dapat di buktikan kebenaran nya secara umum. sedangkan seni merupakan pengetahuan untuk mencapai hasil yang di ingin kan.
    Berdasar kan kedua pengertian kedua di atas maka dapat di simpul kan pengertian manajemen adalah suatu ilmu dan seni yang mengandung proses perencananaan,pengorganisasian,pengarahan,dan pengawasan usaha-usaha anggota organisasi untuk mencapai tujuan organisasi untuk mmencapi tujuan organisasi yang di capai.
    jadi,apabila ada nya planning yang tepat di dalam kegiatan dalam suatu organisasi, maka sekitar 90 % tujuan akan tercapai. dengan tingkat kegagalan yang minim.
    -PENGERTIAN PRODUK; Produk merupakan hasil dari kegiatan produksi yang berwujud barang.Variabel pertama dari pemasaran dan cukup penting yang mempengaruhi kepuasan konsumen,karena produk merupakan suatu yang di tawar kan ke pasar untuk memenuhi kebutuhaan dan keinginan konsumen.
    produk hasil dari kegiatan produksi akan mempunyai ujud tertentu,mempunyai sifat fisik dan kimia tertentu.di samping itu akan terdapat tenggang waktu (yang betapa pun kecil nya)antara saat di produksi nya produk tersebut dengan saat di konsumsi nya produk yang bersangkutan oleh konsumen produk tersebut.(Ahyari 1996:8)
    produk,adalah baik berupa barang/jasa apabila tidak memiliki nilai guna dan tidak memberikan kepuasan kepada konsumen tidk dapat di katakan produk, karena tidak memiliki nilai guna.
    4)Temuan Dari Pembahasan makalah
    PT.TELKOMSEL adalah sebuah perusahaan operator selularm GSM kedua di indonesia,dengan layanan pasca bayar nya yang di luncur kan pada tanggal 26 mei 1995.
    kepemilikan saham telkomsel adalah PT.TELKOM (51%) PT.INDOSAT (49%)
    kemudian november 1997 telkomsel menjadi operator telekomunikasi terbesar di indonesia dengan 26,9 juta pelanggan.
    Dari sisi promo PT.TELKOMSEL melalui simpati PeDe memiliki promo yang menarik,dapat di lihat dari penggunaan kalimat yang juga menarik yaitu “juara fitur dan layanan nya”
    GPRS untuk internetan,browsing,chatting.
    -Gratis NSP
    -Gratis pulsa pada isi ulang pertama senilai rp.5000
    -Gratis pulsa pada isi ulang kedua senilai rp.5000
    -Video call
    -3G
    -M-ATM BERSAMA
    -Dan masih banyak yang lain nya lagi
    5)Kesimpulan
    a.Dengan hadir nya produk simpati PeDe dari PT.TELKOMSEL memberikan persaingan baru dalam dunia GSM telefon selular,dan muncul nya variasi promosi yang memikat hati konsumen dan pelanggan.
    b.Dalam memberikan prmosi produk diharap kan agar tidak berlebihan, dalam arti tidak menjatuh kan produk pesaing. karena dengan hal itu akan terjadi persaingan yang tidak sehat.
    terima kasih pak joe,. sukses selalu

    Komentar oleh Desmi Rahman | Juli 7, 2009 | Balas

  26. NAMA : M. RIDHO SATRIAWAN
    NIM : ERCIB004134
    FAKULTAS EKSTENSI EKONOMI MANAJEMEN
    KELOMPOK : 3 (tiga)

     Judul : “Good Corporate Governance pada PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk”
    Rumusan masalah:
    A.Bagaimana penerapan Good Corporate Governance di institusi perbankan indonesia
    B.Bagaimana Cara yang dilakukan oleh PT. Bank Mandiri dalam menerapkan Good Corporate Governance.
    Teori/konsep:
    Adapun konsep yang menunjang dalam membentuk Good Corporate Governance:
    Corporate Governance (selanjutnya disingkat CG) dapat didefinisikan dari berbagai displin ilmu (Turnbull, 1997); misalnya hukum, phychology, ekonomi, manajemen, keuangan, akuntansi, philsafat bahkan dalam disiplin ilmu agama. Oleh karena itu, seringkali kita melihat beberapa pakar mendenifisikan CG secara eksplisit berbeda (menurut penulis secara implisit adalah sama). Turnbull (1997) mendefinisikan corporate governance sebagai berikut :
    “Corporate governance describes a the influences affecting the institutional processes including those for appointing the controllers and/or regulators, involved in organizing the production and sale of goods and services”.
    Turnbull lebih menekankan bagaimana melakukan tata kelola dalam sebuah organisasi dengan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi kepada proses organisasi dalam rangka menghasilkan dan menjual barang atau jasa. Disamping itu, Turnbull juga berpendapat bahwa penunjukkan “controllers dan regulators” merupakan juga substansi penting dalam membangun Good Corporate Governance.
    Syakhroza (2002) telah mendefinisikan Corporate Governance secara lebih gamblang, mudah dan jelas dimana ia mengatakan bahwa :
    “Corporate governance adalah suatu sistim yang dipakai “board” untuk mengarahkan dan mengendalikan serta mengawasi (directing, controlling, and supervising) pengelolaan sumber daya organisasi secara efisien, efektif, ekonomis, dan produktif-E3P dengan prinsip-prinsip transparan, accountable, responsible, independent, dan fairness – TARIF dalam rangka mencapai tujuan organisasi”.
    Dalam makalahnya, Syakhroza mengatakan secara tegas bahwa Corporate Governance terdiri dari 6 (enam) elemen, yaitu :
    1.Fokus kepada Board
    2.Hukum dan Peraturan sebagai alat untuk mengarahkan dan mengendalikan.
    3.Pengelolaan sumber daya organisasi secara efisien, efektif, ekonomis, dan produktif – E3P.
    4.Transparan, accountable, responsible, independent, dan fairness – Tarif.
    5.Tujuan organisasi.
    6.Strategic control
    Suatu organisasi membutuhkan suatu perangkat hukum dan peraturan yang ditujukan kepada Board (dalam konteks Indonesia terdiri dari dewan komisaris dan dewan direksi) untuk melindungi dan memagari agar supaya keputusan yang dibuat oleh board bisa independen (Holland, 1998; Maasen and Van den Bosch, 1999), pengelolaan sumber daya perusahaan menjadi optimal. Secara tidak berlebihan jika banyak para peneliti CG menyatakan bahwa inti disiplin ilmu yang membentuk Corporate Governance adalah hukum (antara lain Seiznick, 1948; Burel & Morgan, 1979; Fama and Jensen, 1983).
    Jika kita membicarakan penegakkan Corporate Governance maka perhatian kita bagaimana Board mengelola sumber daya perusahaan? Apakah Board telah mengalokasikan sumber daya ini secara efisien, efektif, ekonomis, dan produktif? Adanya perangkat hukum dan peraturan adalah sebagai upaya untuk memberikan pedoman yang berisi petunjuk dan batasan kepada Board untuk bertindak lebih independen. Board Governance yang baik tentu saja akan berupaya mengalokasikan sumber daya secara maksimal dalam kerangka pencapaian tujuan perusahaan (Kakabadse, Kakabadse, and Kouzmin, 2001; Brickley and James, 1987; Mayers, 1987).Pentingnya penegakkan good corporate governance adalah merupakan cerminan keseriusan Board dalam memberikan komitmen kepada pencapaian tujuan perusahaan yang telah ditetapkan. Kakabadse, Kakabadse, and Kouzmin (2001) telah secara tegas menyimpulkan bahwa Board Governance yang telah tertata dengan baik akan selalu “concern” terhadap bagaimana operasional perusahaan in line with tujuan organisasi. Untuk itu maka Board akan menyiapkan suatu perangkat pengukuran kinerja yang link up dengan tujuan organisasi yang dipakai oleh Board sebagai alat untuk melakukan pemantauan dan pengendalian kinerja perusahaan (Mayer, 1997); Macmilan and Downing, 1999; Sternberg and Bromilow, 2000; Kakabadse; Kakabadse, and Kouzmin, 2001). Dari penjelasan elemen Corporate Governance sebelumnya maka dapat disimpulkan bahwa Corporate Governance merupakan salah satu instrumen strategic control perusahaan (Fama and Jensen, 1993; Mayers, Shivdasani and Smith, 1997; lihat juga gambar 2; tentang mekanisme kontrol terhadap Corporate Governance). Fokus kepada Board dan berorientasi kepada tujuan perusahaan adalah menunjukkan bahwa CG merupakan alat pengendalian strategis perusahaan.
    Temuan:
    Temuan yang didapatkan setelah melakukan pembahasan adalah:
    PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk merupakan salah satu perusahaan BUMN yang bergerak dalam industri perbankan. Komisaris dan Direksi Bank Mandiri berkomitmen untuk menegakkan sistem perbankan yang sehat dan kuat di Indonesia dan menstranformasi Bank Mandiri menjadi bank publik terkemuka (Blue Chip Company) di kawasan Asia Tenggara (Regional Champion Bank). Manajemen berkeyakinan bahwa penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) merupakan salah satu prasyarat mutlak dalam proses transformasi ini. Penerapan prinsip secara baik akan meningkatkan kepercayaan investor dan merupakan nilai tambah bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya.Bank Mandiri percaya bahwa penerapan prinsip-prinsip dan praktek-praktek terbaik GCG yang konsisten akan memberikan manfaat baik bagi Bank maupun para pemangku kepentingan lainnya dengan :
    1.Meningkatnya kesungguhan manajemen dalam menerapkan prinsip-prinsip keterbukaan, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, kewajaran dan kehati-hatian dalam pengelolaan Bank.
    2.Meningkatnya kinerja Bank, efisiensi dan pelayanan kepada stakeholders.
    3.Mempermudah perolehan dana pembiayaan yang lebih murah yang pada akhirnya akan meningkatkan shareholders values.
    4.Meningkatnya minat dan kepercayaan investor.
    5.Terlindunginya Bank dari intervensi eksternal dan tuntutan hukum.
    6.Mengembalikan kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

    Sebelum dikeluarkannya PBI No. 8/4/PBI/2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance Bagi Bank Umum beserta PBI No. 8/14/PBI/2006 tentang Perubahan atas PBI No. 8/4/PBI/2006 tersebut, Bank Mandiri sebagai Bank Umum yang merupakan BUMN, dengan status perusahaan publik dan perusahaan terbuka, merupakan badan hukum yang highly regulated sehingga implementasi GCG beserta praktek-praktek terbaiknya di Bank Mandiri mengacu tidak hanya pada aturan Bank Indonesia, tetapi juga pada Undang-Undang Perseoran Terbatas, Keputusan Menteri BUMN No. 117/M-MBU/2002 tentang Penerapan Praktek Good Corporate Governance Pada BUMN serta peraturan BUMN terkait, Peraturan BAPEPAM, dan Pedoman Good Corporate Governance yang dikeluarkan Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG).
    Bank Mandiri telah menyadari pentingnya penerapan GCG sebelum dikeluarkannya PBI No. 8/4/PBI/2006. Hal ini terbukti dengan telah dibentuknya Komite Good Corporate Governance di level Komisaris pada tanggal 18 Juli 2005. Pembentukan Komite GCG di level Komisaris sejalan dengan tugas Komisaris dalam melakukan pengawasan atas jalannya pengurusan perseroan oleh Direksi termasuk memantau efektivitas implementasi GCG beserta praktek-praktek terbaik.
    Sosialisasi prinsip-prinsip dan praktek-praktek terbaik GCG serta kebijakan terkait lainnya, seperti corporate values dan corporate behaviours dilaksanakan kepada seluruh jajaran Bank Mandiri melalui berbagai cara, antara lain sosialisasi secara langsung melalui Forum Sosialisasi di Kantor Pusat, kunjungan ke wilayah-wilayah, dalam training/workshop, focus group, maupun sosialisasi melalui media, seperti buletin internal Bank Mandiri, internet Bank Mandiri yang dapat diakses oleh seluruh pegawai Bank Mandiri, dan melalui Knowledge-Based Management System (KMS). Dalam sosialisasi kepada Unit Kerja Kantor Pusat dan Wilayah, seluruh anggota Komite GCG terlibat secara langsung dalam menyiapkan dan menyampaikan materi sosialisasi. Tujuan sosialisasi adalah agar seluruh jajaran Bank dapat memahami dan melaksanakan prinsip-prinsip dan praktek-praktek terbaik GCG dalam menjalankan tugas. Selain sosialisasi kepada pihak internal, sosialisasi dilakukan pula kepada pemangku kepentingan lainnya, antara lain forum-forum Corporate Governance seperti Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG), diskusi rutin yang diselenggarakan oleh perusahaan-perusahaan BUMN dan seminar GCG berskala nasional maupun internasional. Disamping itu, sosialisasi dilakukan juga melalui pemuatan materi GCG dalam Laporan Tahunan Bank Mandiri, situs Bank Mandiri, forum investor, dan media komunikasi lainnya sehingga diharapkan pelaksanaan GCG di Bank Mandiri dapat mudah diketahui oleh seluruh pemangku kepentingan.
    Untuk memastikan adanya peningkatan kualitas penerapan GCG secara berkesinambungan ke dalam proses bisnis, sejak tahun 2003 Bank Mandiri setiap tahun menugasi lembaga independen untuk melakukan penilaian terhadap implementasi GCG, yaitu Standard and Poor’s, PricewaterhouseCoopers dan The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG).Hasil penilaian yang dilakukan oleh IICG sejak Maret 2006 telah diumumkan pada bulan Desember 2006. Dalam penilaian yang diikuti beberapa bank dan perusahaan non-keuangan, Bank Mandiri mendapat peringkat runner-up untuk kategori sektor keuangan dengan predikat “terpercaya”. Peringkat ini telah mengalami peningkatan yang signifikan dari CGPI 2004 yaitu peringkat keenam. Secara keseluruhan Bank Mandiri menempati posisi ketiga dalam 10 God Corporate Governance Perception Index 2006.Selain itu, Bank Mandiri meraih dua penghargaan dari Asiamoney yaitu The Best Corporate Governance Award dan The Best Disclosure & Transparancy yang penghargaannya diserahkan pada tanggal 24 Januari 2007. Kepada para responden, Asiamoney menanyakan beberapa hal, antara lain adalah masalah keterbukaan dan transparansi, pertanggungjawaban manajemen dan direksi, perlakuan terhadap pemegang saham serta hubungan dengan investor.
    Kesimpulan :
    Kesimpulan yang didapat mengenai Good Corporate Governance Perbankan Indonesia yang dikhususkan pada PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk adalah:
    A.Berbagai perangkat pendukung terbentuknya suatu organisasi yang memiliki tata kelola yang baik sudah distimulasi oleh Pemerintah melalui UU Persero, UU Perbankan, UU Pasar Modal, Standar Akuntansi, Komite Pemantau Persaingan Usaha, Komite Corporate Governance, dan sebagainya yang pada prinsipnya adalah membuat suatu aturan agar supaya tujuan perusahaan dapat dicapai melalui suatu mekanisme tata kelola secara baik oleh jajaran dewan komisaris, dewan direksi dan tim manajemennya.
    B.PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk merupakan salah satu perusahaan BUMN yang bergerak dalam industri perbankan. Komisaris dan Direksi Bank Mandiri berkomitmen untuk menegakkan sistem perbankan yang sehat dan kuat di Indonesia dan menstranformasi Bank Mandiri menjadi bank publik terkemuka (Blue Chip Company) di kawasan Asia Tenggara (Regional Champion Bank). Bank Mandiri percaya bahwa prinsip dan praktek Good Corporate Governance yang konsisten akan bermanfaat bagi nama baiknya, pemegang saham,dan para pemangku kepentingan lainnya.

    Komentar oleh M.RIDHO SATRIAWAN | Juli 7, 2009 | Balas

  27. nama : Nurman sutisnak
    nim : ERC1B006007

    selamat malam pak jo

    1. Judul makalah
    “FUNGSI SALESFORCE SEBAGAI JALUR DISTRIBUSI PRODUK DALAM
    PT ASTRA OTOPART.TBK”

    2. Rumusan masalah

    • Pengertian sales forse?
    • Kekuatan dan kelemahan sales force?
    • Pengaruh sales force terhadap tujuan perusahaan?

    3. Teori

    Sehubungan dengan permasalahan yang terdapat dalam penelitian ini maka diperlukan adanya teori-teori atau konsep-konsep yang memerlukan penjelasan. Dalam banyak perusahaan dewasa ini, pemasaran memegang peranan sebagai suatu faktor penting untuk tetap bertahan menjalankan usaha dan bergelut dalam dunia persaingan. Pemasaran merupakan factor vital sebagai strategi perusahaan dalam menjalankan usahanya, yang terutama berhubungan dengan konsumen. Beberapa teori yang dikemukakan para ahli dalam melakukan perindustrian produk merupakan salah satu poin tersendiri yang harus dilakukan perusahaan dalam menjalankan kegiatannya, beberapa teori yang diungkapkan para ahli dalam sales force antara lain:
    • Andre carnegei menyatakan bahwa asset terbesar yang dimiliki oleh perusahaan dalah SDM
    • Menempatkan sales force sesuai dengan minat dan kemampuannya
    • Teori-teori SWOT yang digunakan, analisis SWOT yang digunakan oleh perusahaan sangat penting diketahui dalam pendistribusian produk ,mengetahui kekuatan,kelemahan,peluang maupun hambatan
    • Selalu tersedianya produk dipasar agar dapat mempengaruhi pembelian produk
    Maka ada beberapa pengertian tentang pemasaran itu sendiri yang diterangkan oleh beberapa pakarnya yaitu :
    “Pemasaran adalah proses sosial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang meraka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan,dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain”. Ini dikemukakan oleh kotler (2002 :9)
    “Pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial. Ini di kemukakan oleh (Basu Swastha dan Ibnu Sukotjo W 1998 : 178-179)
    “Pemasaran adalah suatu proses perencanaan dan menjalankan konsep, harga, promosi, dan sejumlah ide, barang, dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang mampu memuaskan tujuan individu dan organisasi”. Ini juga dikemukakan oleh (Lamb, Hair, Me Daniel ( 2001 : 6 )
    “Pemasaran adalah sesuatu yang meliputi seluruh sistem yang berhubungan dengan tujuan untuk merencanakan dan menentukan harga sampai dengan mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan pembeli aktual maupun potensial. Inin dikemukakan oleh WY. Stanton”
    “Menurut Pemasaran yaitu sesuatu yang meliputi semua langkah yang dipakai atau dibutuhkan untuk menempatkan barang yang bersifat tangible ke tangan konsumen Di kemukakan oleh Philip dan Duncan”
    faktor –faktor yang mempengaruhi pemasaran yaitu antara lain adalah :
    • Organisasi dalam pemasaran
    • Sesuatu yang sedang dipasarkan
    Pasar yg di tuju
    • Faktor lingkungan dapat berupa demografi ,kondisi perekonomian ,faktor sosial, dan kebudayaan
    “Pengertian distribusi adalah serangkaian kegiatan yang berhubungan dengan usaha untuk menyampaikan barang-barang hasil produksi suatu perusahaan dari produsen kepada konsumen atau pembeli”.
    Dari pengertian ini dapat diambil kesimpulan bahwa kegiatan distribusi memiliki sistem untuk melakukan kegiatannya dari :
    • Membangun organisasi yang terlibat dalam kegiatan ini
    • Perncanaan bauran pemasaran
    • Menetapkan pasar yang ingin dimasukkan
    • Menyediakan produk yang diinginkan pasar
    • Membuat jalur-jalur distribusi pemasaran produk

    4. Temuan

    Pt astra otopart.tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan suku cadang kendaraan bermotor, merupakan anak perusahhaan dari PT. Astra internasional
    Saat ini persaingan pangsa pasar komponen kendaraan bermotor di Indonesia bukan hanya melibatkan perusahaan domestic saja, tetapi perusahaan asing yang sejenis telah melakukan pemasaran di Indonesia,ini dikarenakan telah dibukanya gerbang free trade(pasar bebas)
    Salah satu yg dilakukan PT astra otopart sendiri yaitu melakukan kegiatan distribusi yang langsung menuju ke konsumen sasaran mereka dan memperluas jaringan penjualannya. Untuk melakukan itu semua perusahaan memerlukan sales force dalam melakukan kegiatannya
    Menurut saya sales force adalah orang yang menjadi perantara dalam mamasarkan atau mendistribusikan dari produsen ke konsumen
    Sales force banyak sekali manfaatnya bagi perusahaan yaitu pendistribusian menggunakan sales force dapat menyalurkan barang secara efektif dan dapat memperkecil resiko pemalsuan dan dan peniruan dari pihak lain tetapi tidak kita dapat pungkiri penggunaan aluran distribusi ini akan menyebabkan biaya yang di keluarkan juga lebih besar
    sales force terhadap tujuan perusahaan PT astra otopart yaitu :
    PT astra otopart saat ini melakukan strategi untuk mengantisifasi dampak krisis global agar dapat mengfokus kan pemasaran produknya di pasar local sebanyak (85%)
    Dan sisanya mereka libatkan dalam pasar internasional (15%) pada saat sekarang ini perusahaan ini bekerja sama dengan mengandeng produsen sepeda motor Honda yang merupakan penguasa pasar kendaraan bermotor di Indonesia sales force sendiri memiliki pengaruh sangat besar dalam jalur distribusi yang dibuat oleh PT astra otopart pengaruhnya iyalah :
    • Menjaga ketersediaan produk
    • Menjaga brand produk dijalur distribusi dan konsumen
    • Dapat melakukan eksfansi pasar
    • Sales force menjadi media promosi yang lebih efektif dan efisien bagi produk baru
    Adapun beberapa kelemahan dan kekuatan yang dimiliki oleh sales force yaitu:
    • Kekuatan sales force
     Pendistribusian semakin efektif
     Dapat menyentuh daerah diluar target pendistribusian swemula
     Menjadi wakil perusahaan dalam public relation
     Menyeimbangkan antara iklan yang ditayangkan dengan ketersediaan produk dipasar
    • Kelemahan sales force
     Perusahaan mengeluarkan biaya yang cukup besar
     Pengaturan wilayah kerja

    5. Kesimpulan dan saran

    Melihat begitu kompleksnya persaingan kendaraan bermotor maka perusahaan PT astra otopart akhirnya langsung menjadi distributor dalam pendistribusian produknya dengan menggunakan sales force
    Faktor-faktor yang mempengaruhi dalm penggunaan sales force antara lain :
    • Persaingan global
    • Penggunaan teknologi modern
    • Perencanaan distribusi yang dibuat perusahaan
    • Ketersediaan produk
    selain itu ternyata sales force dapat mempengaruhi beberapa hal didalam perusahaan yaitu :
     Ketersediaan produk
     Membangun brand produk pasar
     Dapat melakukan eksfansi pasar
     Sarana promosi yang efektif dan efisien
     Mempengaruhi tujuan akhir

    Saran
    Agar perusahaan ini tetap menjadi nomor satu dalam penyediaan komponen kendaraan bermotor terutama motor merk Honda, penggunaan sales force juga harus diperhatikan karena tidak selalu sales force dapat bekerja secara efekif dan efisien, dan selalu dapat mengontrol dalam jumlah penggunaan sales force trsebut

    6. Daftar pustaka

    Mursid. M ,manajemen pemasaran,bumi aksara,Jakarta,1997
    Royan.frans m.Sun tzu creating distribution strategy,gramedia pustaka,Jakarta,2005
    Wirajaya.daniel, Wiliam m.pride o.cFerrel:pemasaran teori dan prakteknya sehari-hari,gramedia pustaka,Jakarta,1995

    http://chinmi.wordpress.com/2007/07/31/arti-definisi-pengertian-pemasaran-menurut-para-ahli/

    Komentar oleh nurman sutisnak | Juli 7, 2009 | Balas

  28. nama : Ledys hotmaria.S
    NIM : ERC1B006028

    selamat Pagi pak Jo…

    1. Judul : Analisis Penilaian Kinerja Terhadap Pegawai Negeri Sipil
    2. perumusan masalah :
    mengetahui apa tujuan dan manfaat dari penilaian kinerja terhadap Pegawai Negeri Sipil “
    Untuk mengetahui gambaran mengenai system penilaian kinerja terhadap Pegawai Negeri Sipil “
    3. untuk mencapai tujuan nasional yaitu mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang merata dan berkesinambungan materiil dan spirituil, diperlukan adanya Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai Abdi Negara dan Abdi Masyarakat yang bersatu padu, bermental baik, berwibawa, berdaya guna, bersih, bermutu tinggi dan sadar akan tanggung jawabnya untuk menyelenggarakan tugas pemerintahan dan pembangunan sangat dibutuhkan adanya system penilaian kinerja
    Menurut Andrew F. Sikula (Hasibuan, 1995:97) disebutkan bahwa “penilaian ialah suatu proses mengestimasi atau menetapkan nilai, penampilan, kualitas, atau status dari beberapa obyek, orang atau benda”. Sedangkan Kinerja (Performance) adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing, dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun etika. Disamping itu, kinerja (performance) diartikan sebagai hasil kerja seseorang pegawai, sebuah proses manajemen atau suatu organisasi secara keseluruhan, dimana hasil kerja tersebut harus dapat ditunjukan buktinya secara konkrit dan dapat diukur (dibandingkan dengan standar yang telah ditentukan).
    Maka penilaian kinerja adalah Cascio (1991:73) menyebutkan bahwa “Penilaian kinerja ialah suatu gambaran yang sistematis tentang kebaikan dan kelemahan dari pekerjaan individu atau kelompok. Beberapa tinjauan lainnya terkait dengan penilaian prestasi kerja antara lain disebutkan menurut Dessler (1997) penilaian prestasi kinerja adalah suatu proses penilaian prestasi kinerja pegawai yang dilakukan pemimpin perusahaan secara sistematik berdasarkan pekerjaan yang
    ditugaskan kepadanya.
    Menurut Stoner et al. (1996) penilaian prestasi kinerja adalah proses yang meliputi:
    1. Penetapan standar prestasi kerja
    2. Penilaian prestasi kerja aktual karyawan dalam hubungan dengan standar-standar ini
    3. Memberi umpan balik kepada karyawan dengan tujuan memotivasi orang tersebut untuk menghilangkan kemerosotan prestasi kerja.
    Penilaian kinerja dapat digunakan untuk bermacam-macam tujuan, tetapi secara keseluruhan memiliki 3 (tiga) fungsi umum yaitu :
    a) tujuan administratif, antara lain : dalam pengambilan keputusan, monetary rewards, tranfer, PHK, atau untuk dasar melakukan penugasan-penugasan, dan juga untuk dokumentasi mengenai keputusan yang dibuat
    b) untuk pengembangan karyawan melalui konseling, pelatihan atau hal-hal lain yang terkait dengan peningkatan kinerja karyawan
    c) berguna juga sebagai kriteria suatu penelitian. (Dipboye, et. al, 1994).
    4. yang saya temukan setelah pembahasan dilakukan adalah :
    Daftar Penilaian pekerjaan Pegawai Negeri Sipil atau disebut DP-3 adalah suatu daftar yang memuat hasil penilaian pelaksanaan pekerjaan seorang PNS dalam jangka waktu satu tahun. Hasil penilaian kinerja digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pembinaan Pegawai Negeri Sipil, antara lain pengangkatan, kenaikan pangkat, pengangkatan dalam jabatan, pendidikan dan pelatihan, serta pemberian penghargaan. Penilaian kinerja Pegawai Negeri Sipil dilaksanakan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1979 tentang Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan Pegawai Negeri Sipil
    Hasil dari penilaian prestasi kerja yang terdokumentasi ini yang paling banyak digunakan ialah untuk kebutuhan rewards financial, promosi, mutasi dan demosi, serta untuk pelatihan, perencanaan SDM seperti proyeksi jumlah dan mutu karyawan yang dibutuhkan.
    Selain itu, manfaat dari penilaian kinerja adalah untuk mengetahui keberhasilan atau ketidak berhasilan seorang Pegawai Negeri Sipil, dan untuk mengetahui kekurangan-kekurangan dan kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan dalam melaksanakan tugas.
    DP3 memiliki kelebihan yaitu DP3 merupakan suatu sistem yang memiliki landasan hukum yang kuat yaitu berdasarkan pada UU No. 8/1974 terakhir dengan UU No. 43/1999 pasal 20, tentang Pokok-pokok Kepegawaian, yang berbunyi “Untuklebih menjamin obyektivitas dalam mempertimbangkan pengangkatan dalam jabatan dan kenaikan pangkat diadakan penilaian prestasi kerja ”. Dan untuk operasionalisasinya pemerintah mengeluarkan PP No.10/1979 serta sebagai petunjuk teknis pelaksanaannya diatur dalam SE BAKN No.02/SE/1980.
    Dan kelemahan yang dimilki DP3 adalah:
    •Periode penilaian relative lama yaitu setahun sekali ( Januari – Desember ). Banyak masalah yang timbul pada saat penilaian atau pengisian DP3, Salah satu masalah yang timbuladalah terjadinya bias recency effect yaitu apabila pihak penilai (atasan) hanya menilai berdasarkan hasil pengamatan/penilaian kinerja pada waktu-waktu terakhir tanpa memperhatikan prestasi kerja di waktu-waktu yang lalu.
    •DP3 hanya merupakan produk akhir, sehingga seringkali DP3 tidak dipergunakan untuk keperluan apapun, kecuali hanya untuk 2 hal yaitu untuk kenaikan pangkat dan sebagai dasar keputusan promosi.
    •Pada DP3 tidak tercantum standar penilaian yang jelas, sehingga seringkali proses pemberian nilai DP3 bersifat perkiraan kepantasan, dan sangat subyektif
    •Unsur-unsur yang dinilai dalam DP3 adalah merupakan sifat atau ciri pribadi seseorang, Kelemahan dari sistem penilaian berdasarkan ciri sifat pribadi antara lain adalah; (1) ciri sifat seseorang tidak dapat memberikan informasi yang banyak tentang kemampuan seseorang dalam menyelesaikan suatu pekerjaan, (2) sulit dicari keandalan dan obyektifitasnya, sehingga sering terjadi bias, (3) penilaian cenderung ditujukan pada kualitas pribadi, bukan hasil kinerjanya.
    5. kesimpulan :
    1)Dengan sistem penilaian yang sempurna, diharapkan apa yang menjadi tujuan dari penilaian itu sendiri bisa tercapai secara efektif, sehingga bisa dihasilkan Aparatur Negara yang sempurna dan seimbang lahir maupun bathinnya, yang ditandai dengan adanya tingkat kompetensi yang tinggi dan perilaku yang mencerminkan seorang Abdi Negara, dan Abdi Masyarakat.
    2)Adanya perilaku yang baik dan tingkat kompetensi yang tinggi pada masing-masing individu, secara langsung juga akan meningkatkan kompetensi organisasi atau instansi dimana pegawai tersebut mengabdi.

    http://www.google.com/cse?cx=partner-pub-5710469513356228%3A7x70xb-agg3&q=daftar+penilaian+negri+sipil&sa=Search
    http://www.batan.go.id/bsdm/Presentasi%20DP.3.pdf
    http://www.lamongan.go.id/admin/photo_instansi/badan…daerah/DP3.htm

    Komentar oleh LEDYS HOTMARIA | Juli 8, 2009 | Balas

  29. Nama : Fauzan Saputra
    Nim : ERC1B006042
    Fak : Ekonomi Manajemen prog. Ekstensi
    Kelompok : 2 Seminar Manajemen

    1.Judul makalah “Sales force dalam jalur distribusi produk PT. Astra Otopart. tbk”
    2.Rumusan masalah
    a)Seberapa penting sales forces dalam jalur distribusi produk PT. Astra Otopart. tbk?
    b)Apa alas an utama PT. Astra Otopart. tbk memakai sales Force dalam jalur distribusi produk?
    3.Teori:
    Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial dimana individu atau kelompok memperoleh apa yang mereka inginkan melalui penciptaan dan pertukaran produk serta nilai dengan pihak lain. Jadi intinya pemasaran itu bukan hanya sekedar melakukan penjualan seperti konsep kuno dahulu tetapi lebih dari itu pemasaran merupakan kegiatan memuaskan kebutuhan konsumen. Distribusi adalah serangkaian kegiatan yang berhubungan dengan usaha untuk menyampaikan barang-barang hasil produksi dari produsen kepada para pembeli. Kegiatan distribusi tidak akan berjalan sesuai dengan perencanaan perusahaan apabila tidak didukung faktor dan bidang lain baik faktor internal maupun faktor eksternal perusahaan. Selain menggunakan jalur distribusi perusahaan juga bisa menggunakan armada penjualan (sales force), ini dilakukan agar perusahaan dapat dengan cepat mengisi outlet-outletnya diberbagai daerah dan dapat mendristribusikan produknya didaerah-daerah plosok. Pendistribusian menggunakan sales force memang dapat menyalurkan produknya secara efektif, dengan menggunakan tenaga sales force ini juga dapat memperkecil resiko pemalsuan dan peniruan produk dengan pihak lain, apalagi terhadap produk baru yang memiliki potensi bagus dipasar. Dengan menggunakan armada ini pula perusahaan dapat melakukan transaksi kekonsumun dengan cepat. Menurut salah satu teori Andre Carnegie menyatakan bahwa menempatkan sales force sesuai dengan minat dan kemampuannya (the right man in the right place), sales force yang memiliki kemampuan yang baik dan sesuai dengan minat serta dan bakatnya akan menjadi sember kekuatan jika diberdayakan secara benar. Dengan demikian pendistribusian produk dengan menggunakan tenaga sales force sanga perlu dilakukan perusahaan untuk menjaga ketersediaan produk tersebut dipasar, memberikan brand tersendiri terhadap produk dan produsen serta mempercepat penjualan perusahaan yang akhirnya dapat memberikan laba sesuai dengan apa yang ditargetkan perusahaan.

    4.Temuan:
    PT. Astra Otopart. tbk merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pembuatan suku cadang kendaraan bermotor, merupakan anak perusahaan dari PT. Astra Internasional. Saat ini persaingan pangsa pasar komponen kendaraan bermotor di Indonesia bukan hanya melibatkan perusahaan domestik saja, tetapi perusahaan asing yang sejenis telah melakukan kegiatan pemasarannya di Indonesia. Hal ini dikarenakan telah dibukanya gerbang free trade (pasar bebas) di Indonesia. Melihat telah banyaknya perusahaan asing yang terlibat dalam persaingan ini maka PT. Astra Otopart harus dapat manjaga brand yang telah mereka bangun tersebut. Salah satu yang dilakukan PT. Astra Otopart sendiri yaitu melakukan kegiatan distribusi yang langsung menuju ke konsumen sasaran mereka, dan memperluas jaringan penjualannya. Untuk melakukan itu semua perusahaan membutuhkan sales force dalam melakukan kegiatannya. Beberapa faktor yang mempengaruhi sales force di PT. Astra Otopart antara lain karena pengaruh pasar global yang mau tidak mau Indonesia harus menjadi anggota dan terlibat langsung didalam pasar global itu sendiri, penggunaan teknologi modern disegala bidang pemasaran, perencanaan distribusi yang dilakukan perusahaan, ketersediaan produk itu sendiri di produsen, kegiatan promosi produk yang dilakukan, dan strategi penjualan yang direncanakan PT. Astra Otopart tersebut. Selain itu sales force itu sendiri memiliki pengaruh yang sangat besar dalam jalur distribusi yang dibuat oleh PT. Astra Otopart, seperti menjaga ketersediaan produk agar selale tersedia diberbagai tingkatan jalur distribusi perusahaan, menjaga brand produk dijalur distribusi dan konsumen, dapat melakukan ekspansi pasar, sales force menjadi media promosi yang lebih efektif dan efesien bagi produk baru, dan dapat mempengaruhi tujuan akhir dari penjualan PT. Astra Otopart. Sales force yang dimiliki PT. Astra Otopart ini memiliki kekuatan dan kelemahan masing-masing, kekuatan yang dimilikinya adalah dengan menggunakan armada sales force yang banyak akan mempercepat proses pendistribusian, sedangkan kelemahannya terletak pada biaya operasionalnya.

    5.Kesimpulan:
    a)sales force sangat penting dalam jalur distribusi produk PT. Astra Otopart. Tbk, dengan menggunakan armada sales force ini perusahaan dapat dengan cepat mengisi outlet-outletnya diberbagai daerah dan dapat mendistribusikan produknya didaerah-daerah plosok. Pendistribusian dengan menggunakan sales force dapat menyalurkan produk secara efektif, selain itu menggunakan tenaga sales force ini juga dapat memperkecil resiko pemalsuan dan peniruan produk oleh pihak lain, apalagi terhadap produk baru yang memiliki potensi bagus di pasar.
    b)Alasan utama PT. Astra Otopart. Tbk menggunakan sales force dalam jalur distribusi produknya tidak lain karena persaingan pangsa pasar komponen kendaraan bermotor di Indonesia bukan hanya melibatkan perusahaan domestik saja tetapi perusahaan asing yang sejenis telah melakukan kegiatan pemasarannya di Indonesia. Hal ini dikarenakan telah dibukanya gerbang free trade (pasar bebas) di Indonesia, oleh karena itu PT. Astra Otopart harus dapat menjaga brand yang telah mereka bangun tersebut, salah satu yang dilakukan PT. Astra Otopart yaitu melakukan kegiatan distribusi yang langsung menuju ke konsumen sasaran mereka dan memperluas jaringan penjualan.

    Fauzan, kemana referensimu?

    Komentar oleh Fauzan Saputra | Juli 8, 2009 | Balas

  30. Nama : DEDI PRIANSYA
    Nim : ERC1B 006001
    Jurusan : MANAJEMEN
    Mata Kulia : SEMINAR

    1. Judul makalah seminar!
    PELAKSANAAN PROMOSI JABATAN BAGI KARYAWAN
    2. Perumusan masalah
    Agar karyawan lebih bergaira dan lebih berprestasi , serta rasa ketelibatan dalam suatu organisasi dalam melaksanakan tugas maka salah satu cara yang di lakukan melalui promosi jabatan.
    Apabilah promosi tidak di laksanakan maka akan timbul hal-hal yang tidak di inginkan. Seperti, penuruna kinerja, prestasi, kejenuhan karyawan karena mendapat tugas yang bersifat monoton, penurunan semangat dan gaira kerja, tidak ada rasa kepemilikan terhadap organisasi, serta mengham bat inisiatif dan kretif karyawan
    Bagai mana cara melekukan promosi jabatan terhadap karyawan dengan baik?.

    3. Teori
    Manajen adalah ilmu dan seni mengatur proses pememfaatan SDM dan sumber-sumberlainya secara efektif dan efisen dalam pencapaian tujuan.Manajemen sumberdaya manusia adalah kegiatan yang mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja dengan mengginakan fungsi-fungsi manajemen untuk membantui terwujudnya tujuan perusahaan, karyawa, dan masyarakat.
    Menurut Edwin B. Flipo promosi berarti perpindahan dari suatu jabatan ke jabatan lain yang mempunyai status dan tanggung jawab yang lebih tinggi. Biasanya perpindahan ke jabatan yang lebih tinggi bdi sertai dengan peningkatan gaji/ upah lainya, walaupun tidak selalu demikian
    Menurut Andrew F.Sikula promosi adalah suatu perpindahan di dalam suatu organisasi dari satu posisi ke posisi lainnya yang melibatkan baik peningkatan upah maupun status. Jadi, kesimpulan dari definisi di atas, promosi adalah perpindahan yang membesar authority dan responsibily karyawan kejabatan yang lebih tinggi didalam suatu organisasi sehingga kewajiban , haak, status, dan penghasilan semakin besar.

    4. temuan ( hal yang dapat di kutip )
    Dasar- dasar promosi
    @. Pengalaman,
    @. Kecakapan;
    @. Kombinasi pengalaman kerja dan kecakapan
    Cara-cara untuk melakukan promosi
     Melihat seberapa banyak kekosongan jabatan
     Persyaratan-persyaratan untuk menduduki jabatan tersebut
     Membuat daftar penilaian
     Penilaian karyawan di nilai oleh atasan secara loangsung di lihat dari kinerja karyawan
    Pertimbangan promosi adalah, berdasarkan lamanya bekerja yang pengalaman- pengalaman kerja, ijaza formal yang di miliki, dan hasil ujian kenaikan golonga kerja ( jabatan ).
    5. kesimpulan
    Kesimpulan
    @. Dalam pelaksanaan promosi sebaiknya mengacu pada senioritas dan kecakapan. Dalam kombinasi tersebut organisasi dapat menempatkan karyawan yang terbaik pada tiap- tiap posisi jabatan.
    @. Penilaian pada karyawan yang akan di promosi sebaiknya di nilai oleh atasan langsung. Dan jangan mementingkan factor kekeluargaan.

    Dedy, kemana referensimu?

    Komentar oleh Dedi Priansya | Juli 8, 2009 | Balas

  31. Nama; Syawal Syah Pahlevi
    Nim; ERC1B006045
    Fakultas Ekonomi Program Ekstensi
    SEMINAR MANAJEMEN (KELOMPOK 4)
    1.Judul Makalah : “Pengaruh Kualitas Produk SIMPATI PeDe terhadap Kepuasan Pelanggan pada PT.TELKOMSEL”
    2.Rumusan Masalah :
    A. Strategi dan promosi produk-produk PT TELKOMSEL terutama SIMPATI PeDe ?
    B. Seberapa besar tingkat kepuasan pelanggan pada layanan jasa produk SIMPATI PeDe PT. TELKOMSEL ?
    3.Teori :
    PENGERTIAN MANAJEMEN
    Stoner (T.Hani Handoko,1997) mengemukakan manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dari sumber-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah diciptakan.
    Sedangkan menurut Mary Parker (T.Hani Handoko,1997) manajemen adalah suatu ilmu dan seni. Ada wadah pengetahuan tentang manajemen yang teroganisir, ada juga ilmu pengetahuan yang menjelaskan manajemen dapat dibuktikan kebenarannya secara umum. Sedangkan seni merupakan pengetahuan untuk mencapai hasil yang diinginkan.
    Berdasarkan kedua pengertian di atas maka dapat di simpulkan pengertian manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan yang berwujud dalam bentuk ilmu dan seni yang dilakukan oleh suatu organisasi guna mencapai tujuan yang telah diciptakan.
    PENGERTIAN PRODUK
    Produk adalah hasil dari kegiatan produksi yang berwujud barang maupun jasa, yang merupakan variabel pertama dari pemasaran dan cukup penting serta yang mempengaruhi kepuasan konsumen, karena produk merupakan sesuatu yang ditawarkan ke pasar untuk memenuhi kebutuhan serta keinginan konsumen.
    Menurut Kotler (1997 : 430 ) A Product is anything that can be offered to be a market for attention, acquasition, use or consumption that might satisfy a want or need. Definisi di atas menjelaskan bahwa produk adalah apa saja yang ditawarkan ke pasar untuk dipertahankan, diperoleh, digunakan atau dikonsumsi yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan.
    Produk sebagai hasil dari kegiatan produksi akan mempunyai wujud tertentu, mempunyai sifat – sifat fisik dan kimia tertentu. Disamping itu akan terdapat tenggang waktu (yang betapapun kecilnya) antara saat diproduksinya produk tersebut dengan saat dikonsumsinya produk yang bersangkutan oleh konsumen produk tersebut. (Ahyari, 1996)
    Menurut Stanton dalam Angipora (2002 : 152) produk mempunyai definisi yang sempit dan luas. Definsi tersebut sebagai berikut :
    1. Definisi sempit
    Produk adalah sekumpulan atribut fisik nyata (tangible) yang terkait dalam sebuah bentuk yang dapat diidentifikasikan.
    2. Definisi luas
    Produk adalah sekumpulan atribut yang nyata (tangible) dan tidak nyata (intangible) di dalamnya sudah tercakup warna, harga, kemasan, prestive pabrik, prestive pengecer dan pelayanan di pabrik serta pengecer yang mungkin diterima oleh pembeli sebagai sesuatu yang bisa memuaskan keinginannya.
    Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan pada suatu pasar untuk mendapatkan perhatian untuk dimiliki, penggunaan ataupun konsumsi yang bisa memuaskan keinginan atau kebutuhan (Angipora, 2002 :4)

    4. Temuan :
    PT Telkomsel adalah salah satu perusahaan operator telekomunikasi seluler di Indonesia.
    Telkomsel merupakan operator telekomunikasi seluler GSM kedua di Indonesia, dengan layanan paskabayarnya yang diluncurkan pada tanggal 26 Mei 1995. Waktu itu kepemilikan saham Telkomsel adalah PT Telkom (51%) dan PT Indosat (49%). Kemudian pada November 1997 Telkomsel menjadi operator seluler pertama di Asia yang menawarkan layanan prabayar GSM. Telkomsel diklaim sebagai operator telekomunikasi seluler terbesar di Indonesia, dengan 26,9 juta pelanggan dan memiliki market share sebesar 55% (Maret 2006).
    Telkomsel memiliki tiga produk GSM, yaitu SimPATI (prabayar), KartuAS (prabayar), serta KartuHALO (paskabayar).
    Kegiatan promosi yang di lakukan PT.TELKOMSEL antara lain :
    -iklan di televisi
    -iklan di media cetak
    -brosur
    -baliho
    -melakukan promo-promo yang menarik, seperti mengadakan even-even di kampus-kanpus, sekolah-sekolah maupun di pusat perbelanjaan tentang fitur SIMPATI PEDE.
    -fitur yang menarik, seperti nelpon murah dengan tarif Rp 0,5 perdetik.
    Dari sisi promo, PT TELKOMSEL melalui SIMPATI PEDE memiliki promo yang menarik.
    Dapat di lihat dari penggunaan kalimat yang juga menarik yaitu “Juara Fitur dan layanannya”
    GPRS untuk internetan, chatting, browsing
    -Roaming nasional dan Internasional
    -Layanan 3G
    -Transfer Pulsa
    -Bonus pulsa Rp 10.000 pada isi ulang pertama
    -Gratis Nada Sambung Pribadi (NSP) pada lagu-lagu tertentu
    -Video Call
    -BlackBerry
    -t-cash
    -TELKOMSELFlash
    -M-ATM Bersama
    -Dan masih banyak lagi
    Dan memiliki komunitas untuk pengguna simpati dan memiliki kemudahan dalam proses registrasi (bergabung), yaitu:
    Gabung di komunitas terbesar simPATIzone, ketik REG kirim ke 8888 (Gratis) dan nikmati berbagai diskon merchant.
    Tingkat kepuasan pelanggan PT.TELKOMSEL dapat dilihat dari meningkatnya jumlah pengguna kartu telkomsel mulai dari halo,As,simpati ekstra dan simpati pede.
    Bahkan Operator seluler PT Telkomsel mencatat jumlah pelanggan di Pulau Sumatera pada kuartal I 2009 mencapai 22 juta nomor, tumbuh 3 juta nomor dibanding akhir tahun 2008 sebesar 19 juta pelanggan.
    Saat ini total jumlah pelanggan Telkomsel secara nasional lebih dari 74 juta pelanggan atau meningkat sekitar 9 juta pelanggan dari jumlah akhir tahun 2008 sebanyak 65,3 juta pelanggan.
    5. Kesimpulan :
    1. Pelaksanaan promosi yang di lakukan oleh PT TELKOMSEL yaitu melalui media media yang ada saperti televisi, media cetak, brosur, baliho, serta melalui promosi langsung oleh salesman dan promo-promo menarik lainnya yang dilakukan melalui berbagai event sudah cukup efektif dalam mempromosikan produk yang di keluarkan oleh PT.TEKOMSEL termasuk simpati PeDe di dalamnya. Misalnya dari promo tarif GPRS untuk chatting, browsing, dan internetan murah, nelfon murah hingga sms murah.
    2. Program promosi yang gencar dilakukan oleh PT TELKOMSEL tersebut telah terbuktu dapat meningkatkan jumlah pelanggannya. Hal itu dapat dilihat dari data bahwa total jumlah pelanggan Telkomsel di Pulau Sumatera pada kuartal I 2009 berjumlah 22 juta nomor, dan secara nasional lebih dari 74 juta pelanggan atau meningkat sekitar 9 juta pelanggan dari jumlah akhir tahun 2008 sebanyak 65,3 juta pelanggan.

    Perbaikanmu sudah saya baca, makalah kelompok juga dikirimkan.

    DEMIKIAN KOMENTAR SAYA UNTUK UJIAN SEMESTER MATA KULIAH “SEMINAR MANAJEMEN”. TERIMA KASIH.

    Komentar oleh Syawal Syah Pahlevi | Juli 8, 2009 | Balas

  32. TUGAS INDIVIDU SEMINAR MANAJEMEN

    NAMA : ANTON MAULANA
    NIM: ERC1B006 036
    Kelompok 5

    1. JUDUL MAKALAH :
    Analisis persaingan brand lotion anti nyamuk Autan dan Soffel
    2. PERUMUSAN MASALAH
    Brand(merek) merupakan suatu identitas yang dimiliki oleh produk untuk membedakan satu produk dengan produk lainnya.brand(merek) memilki arti atau makna bagi setiap perusahaan yang memproduksi atau bagi konsumen yang membeli.perusahaan harus memiliki keyakinan yang kuat terhadap brand yang mereka ciptakan dan selalu konsisten terhadap brand tersebut.
    Konsumen memberi produk berdasarkan brand yang mereka kenal,bahkan mereka akan terus menggunakan produk dengan brand tertentu(loyal) berdasarkan pembelian terdahunya.brand dapat memunculkan kesan tersendiri bagi konsumen.hal itulah yang membuat brand begitu penting bagi kelangsungan hidup
    Beberapa hal yang dibahas mengenai brand dalam makalah ini,diantara masalah-masalah itu antara lain:
    1. Brand yang baik tidak terlepas dari bagaimana cara perusahaan mempertahankan kualitas produknya?
    2. strategi apa saja yang mereka lakukan untuk masuk,berkembang bersaing dengan para competitor,bahkan mampu menguasai pangsa pasar(market share)?
    3. Kenapa brand yang begitu kuat dibenak masyarakat dan bahkan mampu membranding pemikiran konsumen pada saat membeli produk,tetapi justru brand yang dimiliki tidak dapat diimbangi dengan market sharenya?
    4. kenapa brand yang baru dibuat mampu menjadi pemimpin pasar?

    3. KONSEP DAN TEORI
    Beberapa konsep yang ada dalam makalah ini antara lain:
    a. Produk
    Beberapa ahli mengungkapkan pengertian produk bermacam-macam antara lain:
    • Menurut Kotler (1997 : 430 ) A Product is anything that can be offered to be a market for attention, acquasition, use or consumption that might satisfy a want or need. Definisi di atas menjelaskan bahwa produk adalah apa saja yang ditawarkan ke pasar untuk dipertahankan, diperoleh, digunakan atau dikonsumsi yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan.
    • diproduksinya produk tersebut dengan saat dikonsumsinya produk yang bersangkutan oleh konsumen produk tersebut. (Ahyari, 1996 : 8 )
    • Menurut Stanton dalam Angipora (2002 : 152) produk mempunyai definisi yang sempit dan luas. Definsi tersebut sebagai berikut :
    1. Definisi sempit produk
    Produk adalah sekumpulan atribut fisik nyata (tangible) yang terkait dalam sebuah bentuk yang dapat diidentifikasikan.
    2. Definisi luas produk
    • Produk adalah sekumpulan atribut yang nyata (tangible) dan tidak nyata (intangible) di dalamnya sudah tercakup warna, harga, kemasan, prestive pabrik, prestive pengecer dan pelayanan di pabrik serta pengecer yang mungkin diterima oleh pembeli sebagai sesuatu yang bisa memuaskan keinginannya.
    • Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan pada suatu pasar untuk mendapatkan perhatian untuk dimiliki, penggunaan ataupun konsumsi yang bisa memuaskan keinginan atau kebutuhan (Angipora, 2002 : 4)
    • Produk merupakan Segala sesuatu yang ditawarkan ke dalam pasar untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen. Produk juga merupakan seperangkat kepuasan yang diperoleh konsumen jika mereka melakukan transaksi (jual beli). (Hadi dalam http
    • Menurut Gitosudarmo (1994 : 177) produk adalah segala sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan manusia . Produk dapat mencakup benda fisik, jasa, prestise, tempat, organisasi maupun idea. Produk yang berujud biasa disebut sebagai barang, sedangkan yang tidak berujud disebut jasa
    b. Brand secara umum
    Setiap ahli ekonomi memiliki pendapat yang berbeda mengenai brand produk,pendapat-pendapat tersebut antara lain:
    • Istilah brand berasal dari kata brandr yang berarti to brand yaitu aktifitas yang sering dilakukan para peternak sapi amerika dengan memberi tanda pada ternak-ternak mereka untuk memudahkan identifikasi kepemilikan sebelum dijual kepasar(Keller,1998).
    • Sementara itu kata merek yang sering kita gunakan sebagai terjemahan kata brand berasal dari bahasa belanda yang diadopsi dan digunakan secara luas dalam bahasa pemasaran kita(Afiff,2002).
    • Merek sebagai sekumpulan citra dan pengalaman kompleks dalam benak pelanggan yang mengkomunikasikan harapan mengenai manfaat yang diperoleh dari suatu produk yang diproduksi oleh perusahaan tertentu(Keagen,1995)
    • “a brand is a name,term,sign,symbol,or desingn or a kombination of them,intended to identify the goods or services of one seller or group of seller and to differentiate them from those competitors”(Kotler,2003).
    • “brand is an identifiable product,service,person or place,augmented in such a way that the buyer or user perceives relevant,unique,sustainable added values which match their needs most closely”(De chernatony dan mc Donald,1998)
    Dari beberapa pengertian diatas dapat dianalisis bahwa brand merupakan suatu indentitas diri yang dimiliki suatu produk untuk membedakan suatu produk dengan produk pesaing dengan memiliki keunikan dan segala sesuatu yang dapat menambah nilai bagi pelanggan.menciptakan suatu merek dapat dimulai dengan memilih nama,symbol,logo,desain,serta atribut lainnya

    c.Macam-macam brand
    1. Brand image
    Beberapa teori mengenai brand image menurut para ahli antara lain:
    • Pengertian image (citra) menurut Kotler (1992) adalah kepercayaan, ide, dan impressi seseorang terhadap sesuatu (Kotler, 1997, p.57). Sedangkan pengertian citra menurut Alma, Buchari (1992) citra merupakan kesan, impressi, perasaan atau persepsi yang ada pada publik mengenai perusahaan, suatu obyek, orang atau lembaga. (p.32).
    • Pengertian brand image (Keller, 2003):
    1. Anggapan tentang merek yang direfleksikan konsumen yang berpegang pada ingatan konsumen.
    2. Cara orang berpikir tentang sebuah merek secara abstrak dalam pemikiran mereka, sekalipun pada saat mereka memikirkannya, mereka tidak berhadapan langsung dengan produk Membangun brand image yang positif dapat dicapai dengan program marketing yang kuat terhadap produk tersebut, yang unik dan memiliki kelebihan yang ditonjolkan, yang membedakannya dengan produk lain. Kombinasi yang baik dari elemen–elemen yang mendukung (seperti yang telah dijelaskan sebelumnya) dapat menciptakan brand image yang kuat bagi konsumen.
    Faktor – faktor pendukung terbentuknya brand image dalam keterkaitannya dengan asosiasi merek: (Keller, 2003)
    Salah satu pendukung terciptanya brand image produk dalam persaingan adalah keunggulan prduk,produk yang memiliki kualitas yang baik dapat menciptakan image tersendiri bagi pelanggan.
    2.Brand equity.
    Beberapa pengertian tentang brand equity antara lain:
    • Susanto dan Wijanarko (2004), ekuitas merek adalah seperangkat aset dan liabilitas merek yang berkaitan dengan suatu merek, nama dan simbolnya, yang menambah atau mengurangi nilai yang diberikan oleh suatu barang atau jasa kepada perusahaan atau pelanggan (p. 127).
    • East (1997), “Brand equity or brand strength is the control on purchase exerted by a brand, and, by virtue of this, the brand as an asset that can be exploited to produce revenue” (p. 29).
    Artinya ekuitas merek atau kekuatan merek adalah kontrol dari pembelian dengan menggunakan merek, dan, kebaikan dari merek, merek sebagai aset yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan pendapatan.
    • Kotler dan Armstrong (2004), “Brand equity is the positive differential effect that knowing the brand name has on customer response to the product or service” (p. 292).
    Artinya ekuitas merek adalah efek diferensiasi yang positif yang dapat diketahui dari respon konsumen terhadap barang atau jasa
    Dari beberapa teori mengenai brand equity ini dapat disimpulkan bahwa brand equity adalah kekuatan suatu brand yang dapat menambah atau mengurangi nilai dari brand itu sendiri yang dapat diketahui dari respon konsumen terhadap barang atau jasa yang dijual.
    3.Brand awareness.
    Beberapa pengertian tentang brand awareness antara lain:
    • ° Brand awareness adalah kesanggupan seorang calon pembeli untuk mengenali atau mengingat kembali bahwa suatu merek merupakan bagian dari kategori merek tertentu.
    ° Menurut East (1997), “Brand awareness is the recognition and recall of a brand and its differentiation from other brands in the field” (p. 29).

    Artinya brand awareness adalah pengakuan dan pengingatan dari sebuah merek dan pembedaan dari merek yang lain yang ada di lapangan.
    Jadi brand awareness adalah kemampuan konsumen untuk mengingat suatu brand dan yang menjadikannya berbeda bila dibandingkan dengan brand lainnya

    d.Market share.

    Beberapa teori tentang market share yang dikemukakan oleh para ahli antara lain:
    • “market share” merupakan besarnya bagian atau luasnya total pasar yang dapat di kuasai oleh suatu perusahaan yang biasanya di nyatakan dengan persentase(Sofyan assauri,2001:95)
    • “market share” adalah memecah-mecah suatu keseluruhan yang heterogen menjadi bagian yang homogen yang mencakup para pelanggan yang mempunyai kepentingan yang sama untuk tujuan yang berbeda-beda.(Douglas w.foster yang disadur Bambang kusriyanto,2000:45)
    e.Strategi
    Beberapa pengertian tentang strategi antara lain:
    • . Chang and Campo (1980) melihat marketing strategy sebagai suatu isu sentral dan krusial dalam fungsi pemasaran.
    • Guiltiman dan Paul (1985) melihat strategi pemasaran sebagai “a broad means of achieving given aims.”
    • Kotler (1976) mengartikan strategi pemasaran sebagai “the grand design to achieve an objective.”
    • McCarthy dkk. (1998,p.41) mendefinisikan marketing strategy sebagai “the specification of target market and related marketing mix.”
    • Rao dan Steckel (1995, p.3) menemukan bahwa kebanyakan para menejer mendefinisikan strategi pemasaran sebagai “…the way you go about accomplishing your objectives.”
    • Dan terakhir pengertian yang lebih spesipik disampaikan oleh Zikmund dan D’Amico (1989, p.669) yang menyatakan bahwa: Marketing strategy includes the identification and evaluation of opportunities, analysis of market segments, selection of a target market or of target markets, and planning an appropriate marketing mix.
    Dari beberapa pengertian strategi pemasaran yang dikemukakan oleh para penulis di atas, didapat gambaran bahwa strategi pemasaran pada hakikatnya merupakan serangkaian upaya yang ditempuh dalam rangka mencapai tujuan tertentu
    4. Temuan-temuan
    1. Autan merupakan brand yang pertama kali muncul di pasar Indonesia sebagai produk lotion anti nyamuk.produk lotion anti nyamuk dengan brand Autan pertama kali di produksi oleh Pt.Bayer Indonesia yang merupakan produsen produk-produk anti nyamuk.
    Focus utama perusahaan ini adalah produk anti nyamuk bakar sedangkan Autan sendiri merupakan produk pendukung mereka.pertama kali keluar brand Autan merupakan produk tissue anti nyamuk dengan ketahanan 1-1.5 jam.dengan kualitas tersebut Autan terus menguasai pasar lotion anti nyamuk di Indonesia sebelum brand pesaingnya muncul di pasar.setelah munculnya pesaing,brand Autan bergabung dengan pt.Jhonsons
    2. Brand Soffel merupakan keluaran dari Pt.Herlina putra.Soffel pertama kali diluncurkan pada tahun 1989 dengan produk berupa gel lotion anti nyamuk,sebagai pemain baru di pasar,Soffel menghadirkan kualitas yang lebih baik,bahkan mereka dapat dikatakan sebagai pelopor lotion anti nyamuk dalam bentuk gel dan dengan ketahanan produk lebih lama yaitu 5-6 jam.dalam persaingannya merebut pangsa pasar di Indonesia,soffel membutuhkan waktu 5 tahun untuk dapat menjadi pemimpin pasar.
    3. Strategi-strategi yang baik mengenai kualitas produk adalah factor terpenting dalam persaingan brand.dimana produk yang memiliki kualitas yang baik akan membuat brand image produk sangat baik dimasyarakat.
    4. setiap perusahaan dalam membanggun merek harus memiliki keyakinan yang kuat terhadap brand yang telah diciptakan,karena hal ini juga merupakan salah satu hal yang diperhatikan konsumen dalam membeli.
    5. dalam memasarkan produknya perusahaan setidaknya memiliki strategi –strategi yang efektif dan efisien untuk dapat bersaing dipasar,
    6. Brand yang begitu kuat di tengah masyarakat tidak menjadi jaminan produk dapat menjadi pemimpin pangsa pasar,apabila tidak ditunjang dengan modifikasi produk sesuai dengan tuntutan kemajuan zaman
    5.Kesimpulan
    Beberapa kesimpulan yang dapat diambil dari tulisan ini antara lain:
    • Brand merupakan identitas diri yang dimiliki perusahaan untuk membedakan suatu produk dengan produk pesaing dengan memiliki keunikan pada produknya,disertai dengan symbol,logo,ataupun slogan-slogan yang menarik perhatian konsumen.
    • dalam menghadapi persaingan pangsa pasar teryata hanya dengan memiliki brand yang telah lama berdiri tidak cukup untuk tetap bisa menjadi pemimpin pasar,tetapi dengan dilakukannya modivikasi terhadap produk sesuai dengan keinginan pasar dan melakukan strategi-strategi yang terus menerus mengempur pasar dengan segala kemampuan yang dimiliki merupakan hal yang harus dapat terus diperhatikan untuk tetap konsisten dipasar.
    • Dalam membangun sebuah produk dan brand perusahaan harus tetap selalu melakukan riset pasar untuk mengetahui apa yang diinginkan konsumen.

    Bahan bahan literature:
    Mursid.m,Manajemen pemasaran,Bumi aksara,Jakarta,1997
    Royan.frans m.Sun tzu creating distribution strategy,Gramedia pustaka,Jakarta,2005
    daniel,William m.pride o.c.ferrel:Pemasaran teori dan prakteknya sehari-hari(diterjemahkan wirajaya),Gramedia pustaka,Jakarta,1995
    Sadat.andi m,Brand belief,salemba empat,Jakarta,2009
    Korler dan amstrong,manajemen pemasaran,indeks,Jakarta,2000

    Komentar oleh anton maulana | Juli 8, 2009 | Balas

  33. Nama : Nella Ariani
    Nim : ERC1B006013
    Jurusan : Ekstensi Ekonomi Manajemen
    Kelompok 5 (lima)
    Judul Makalah : “Analisis Brand Image Lotion Anti Nyamuk Autan”

    Rumusan Masalah :
    -Mengetahui Strategi yang dilakukan oleh Autan Untuk mempertahankan kwalitasnya kepada konsumen dan pesaing pasar agar dapat unggul di pasar.
    -Ingin mengetahui seberapa besar pengaruh yang diberikan oleh brand autan sehingga konsumen mempercayai keunggulan di pasar.
    Teori
    Lotion anti nyamuk autan ini memiliki brand yang sangat kuat di pangsa pasar. Mereka berdiri pada tahun 1959. dengan perusahaan PT. bayer.dengan lamanya waktu mereka berdiri tentu keyakinan masyarakat dalam membeli produk ini sangat kuat, bila melihat dari brand produk mereka tentu memiliki pangsa pasar yang sangat kuat tetapi melihat data yang ada justru pangsa pasar dari lotion anti nyamuk ini justru dikuasai oleh pesaingnya yaitu produk dengan brand soffel dengan menguasai 65% pangsa pasar dan sisanya dimiliki oleh autan,lavenda dan merek lain.
    Istilah brand berasal dari kata brandr yang berarti to brand yaitu aktifitasa yang sering dilakukan para peternak sapi amerika dengan memberi tanda pada ternak-ternak mereka untuk memudahkan identifikasi kepemilikan sebelum dijual kepasar(keller,1998).
    Merek merupakan sekumpulan citra dan pengalaman kompleks dalam benak pelanggan yang mengkomunikasikan harapan mengenai manfaat yang diperoleh dari suatu produk yang diproduksi oleh perusahaan tertentu (Keagen,1995)
    “a brand is a name,term,sign,symbol,or desingn or a kombination of them,intended to identify the goods or services of one seller or group of seller and to differentiate them from those competitors”(kotler,2003).
    “brand is an identifiable product,service,person or place,augmented in such a way that the buyer or user perceives relevant,unique,sustainable added values which match their needs most closely”(de chernatony dan mc Donald,1998)
    Dari beberapa pemandangan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa menciptakan merek dapat dinilai dengan memilih nama,logo,symbol,desain,serta atribut lainnya,atau dapat saja merupakan kombinasi dari aspek-aspek tersebut yang bertujuan untuk membedakan produk dengan produk pesaing melalui keunikan serta segala sesuatu yang dapat menambah nilai bagi pelanggan.
    . Brand adalah sesuatu yang umum untuk didengar orang, melekat dibenak pasar serta dikenal dan diucapkan untuk mewakili suatu produk tertentu. Brand yang melekat pada suatu produk tertentu menunjukan suatu keunggulan yang melekat pada pada produk tersebut.
    Apabila sebuah brand pada produk tertentu telah begitu dikenal oleh public/pasar, itu menjadi sebuah tanda penting bahwa brand produk tersebut telah memperoleh posisi yang kuat di pasar produknya, dan tidak menutup kemungkinan untuk menjadikan pasar sasarannya menjadi loyal terhadap brand produk tersebut dan pengaruhnya dapat meningkatkan penjualan.
    Sebuah brand digunakan sebagai media untuk menjalin ikatan emosional dengan konsumen karena brandlah yang menjuadi objek konsumen. Apabila kepercayaan terhadap brand suatu produk telah terbentuk dimasyarakat maka akan berpengaruh terhadap meningkatkan keuntungan dari penjualan dan keberlangsungan hidup produk tersebut akan terjamin.

    Pembahasan
    Makin maraknya kasus penyakit demam berdarah dan malaria merupakan panen besar bagi produsen antinyamuk. Berdasarkan pemantauan, jenis obat antinyamuk lotion paling banyak diminati masyarakat. Terutama untuk kepentingan anak-anak yang berangkat ke sekolah. Para orang tua tampaknya semakin berhati-hati untuk mencegah virus demam berdarah menjangkiti anak-anaknya
    Produk autan muncul di Indonesia karena memiliki manfaat yang besar bagi masyarakat Indonesia, dimana Indonesia merupakan salah satu Negara yang sering terjadi wabah penyakit demam berdarah, dari situ lahirlah autan sebagai alternative baru yaitu obat pembasmi nyamuk berupa lotion yang beraroma wangi.
    Perusahaan yang mampu membanggun mereknya dengan baik akan mampu menangkal serangan pesaing sehingga dapat terus mempertahankan pelanggan.
    Merek yang kuat akan memberikan jaminan kualitas dan nilai yang tinggi kepaada pelanggan yang akhirnya juga berdampak luas terhadap perusahaan. Berikut ini terdapat beberapa manfaat merek yang dapat diperoleh pelanggan dan perusahaan
    Pelanggan Perusahaan
    • Merek sebagai sinyal kualitas
    • Mempermudah proses memandu pembelian
    • Alat mengidentifikasi produk
    • Mengurangi resiko
    • Memberi nilai pisikologis
    • Dapat mewakili kepribadian. • Magnet pelanggan
    • Alat proteksi dari imitator
    • Memiliki segmen pelanggan yang loyal
    • Membedakan produk dari pesaing
    • Menguranggi perbandingan harga sehingga dapat dijual premium
    • Memudahkan penawaran produk baru
    • Bernilai financial tinggi
    • Senjata dalam kompetisi
    Merek dan produk memang tidak terpisahkan terkadang pelanggan menyebut sebuah merek padahal yang dimaksud adalah sebuah produk demikian pula sebaliknya.
    Brand adalah sesuatu yang umum untuk didengar orang, melekat dibenak pasar serta dikenal dan diucapkan untuk mewakili suatu produk tertentu. Brand yang melekat pada suatu produk tertentu menunjukan suatu keunggulan yang melekat pada produk tersebut.
    Apabila sebuah Brand pada produk tertentu telah begitu dikenal oleh public/pasar, itu menjadi sebuah tanda penting bahwa Brand produk tersebut telah memperoleh posisi yang kuat di pasar produknya, dan tidak menutup kemungkinan untuk menjadikan pasar sasarannya menjadi loyal terhadap Brand produk tersebut dan pengaruhnya dapat meningkatkan penjualan.
    Sebuah Brand digunakan sebagai media untuk menjalin ikatan emosional dengan konsumen karena Brand lah yang menjadi objek konsumen. Apabila kepercayaan terhadap Brand suatu produk telah terbentuk dimasyarakat maka akan berpengaruh terhadap meningkatkan keuntungan dari penjualan dan keberlangsungan hidup produk tersebut akan terjamin dan secara otomatis pula apabila sebuah perusahaan akan melaunching sebuah produk baru dan brand dari perusahaan tersebut sudah cukup dipercaya oleh masyarakat pada umumnya yang memiliki image positif, maka dengan mudahnya produk tersebut dapat diterima oleh masyarakat umum, dengan demikian pula perusahaan dapat menghemat biaya yang akan dikeluarkan untuk mempromosikan produk baru tersebut.
    Di Indonesia produk lotion anti nyamuk pertama kali diluncurkan oleh PT. Bayer Indonesia 50 tahun yang lalu. Sehingga dengan ini Autan menjadi trendsentre produk lotion anti nyamuk di Indonesia.
    Dengan gebrakan yang inovatif yang dilakukan oleh PT. Bayer Indonesia ini Autan menjadi brand untuk produk lotion anti nyamuk yang sangat dikenal di kalangan masyarakat Indonesia. Lebih kurang selama lebih dari 30 tahun Autan dapat menjadi pemimpin pasar untuk produk lotion anti nyamuk dikarenakan pesaing untuk produk ini masih sangat minim bahkan bisa dikatakan tidak ada sama sekali.
    Autan sangat berpengaruh sekali terhadap perkembangan produk lotion anti nyamuk di Indonesia. Apa sebabnya? Karena perusahaan-perusahaan di Indonesia semakin tertantang untuk mengeluarkan produk sejenis sebagai penantang pasar bisnis lotion anti nyamuk di Indonesia. Dengan semakin banyaknya pendatang baru di bisnis lotion anti nyamuk menjadikan persaingan semakin sehat sehingga hal ini mencegah dapat terjadinya pasar monopoli yang dilakukan oleh PT. Bayer Indonesia khususnya untuk produk lotion anti nyamuk.
    B. Setiap pesaing baru mempunyai senjata yang ampuh untuk dapat mengambil pangsa pasar yang telah dikuasai oleh pimpinan pasar. Untuk itulah semua pesaing harus memiliki beberapa strategi yang harus diterapkan untuk mengalah para pemimpin pasar, termasuk di dunia bisnis Lotion Anti Nyamuk ini.
    Menurut Porter (2003), terdapat beberapa macam strategi yang biasanya digunakan oleh para pesaing-pesaing untuk meningkatkan pangsa pasarnya, antara lain:
    1. Keunggulan biasa secara keseluruhan
    Unit bisnis bekerja keras untuk mencapai biaya produksi dan distribusi yang terendah, sehingga harga yang ditawarkan akan menjadi lebih rendah daripada pesaingnya dan mendapatkan pangsa pasar yang besar.
    2. Diferensiasi
    Unit bisnis berkonsentrasi untuk mencapai kinerja yang terbaik dalam memberikan manfaat bagi pelanggan yang dinilai penting oleh sebagian besar pasar.
    3. Focus
    Unit bisnis memfocuskan diri pada satu atau lebih titik segmen pasar yang sempit daripada mengejar pasar yang lebih besar.
    Strategi-strategi Pesaing pasar Autan
    Pesaing utama produk lotion anti nyamuk Autan yaitu Sari puspa yang lebih dikenal dengan Soffel, perusahaan ini berdiri pada tahun 1989 sebelum meluncurkan produknya dipasar mereka terlebih dahulu melakukan riset pasar. Dari riset pasar inilah Sari puspa mengembangkan produknya dan berusaha menantang dominasi Autan di pangsa pasar ini beberapa strategi yang dilakukan Sari puspa untuk dapat terus bersaing dalam memperebutkan pangsa pasar ini antara lain:
    1. Dengan riset pasar yang dilakukan Sari puspa mereka meluncurkan produk lotion anti nyamuk dalam bentuk gel, hal ini membuat mereka menjadi dapat dengan cepat merebut pangsa pasar karena produk yang dibuat Autan pada waktu itu hanya berupa tisu oles yang tahan selama 1-1,5 jam,dalam riset pasar yang mereka lakukan,mereka mengembangkan produk lotion antinyamuk dalam bentuk gel yang tahan 5-6 jam. Hal ini merupakan langkah awal yang dilakukan Sari puspa/Soffel.
    2. Pada awalnya strategi pendistribusian yang dilakukan Sari puspa yaitu dengan menyisiri daerah daerah diluar kendali Autan, mereka memasuki pasar diluar kota terlebih dahulu baru perlahan-lahan mereka memasuki daerah dalam kekuasaan Autan,dapat disebut juga mereka terlebih dahulu mendistribusikan produk dipasar yang lebih luas dahulu baru masuk kedalam.
    3. Melihat Brand Autan begitu kuat dan pemasaran produk telah mencapai hingga keluar negeri maka sari puspa mengganti merek produknya menjadi Soffel, Sari puspa sendiri saat ini dibeberapa Negara juga menjadi pemimpin pasar di lotion anti nyamuk dengan kata lain luasnya pangsa pasar yang mereka peroleh membuat mereka mengganti mereknya.
    4. Kegiatan promosi dan periklanan yang dilakukan Sari puspa yang sangat efektif dan agresif meskipun saat ini mereka telah menjadi pemimpin pasar.
    5. Modifikasi produk yang dilakukan terus menerus oleh Sari puspa merupakan suatu bentuk strategi yang digunakan sari puspa untuk terus mencari peluang pasar.
    6. Eekspansi pasar yang dilakukan Sari puspa hingga mencapai pasar luar negeri, hal ini juga yang menjadi pendorong Sari puspa mengganti Brand produknya sehingga dapat beraing di pasar luar negeri.
    7. Harga yang ditawarkan Sari puspa lebih bersaing dari para pesaing pasarnya,dengan produk yang lebih inovatif dan harga yang lebih bersaing tentu merupakan peluang besar bagi sari puspa/soffel untuk penjadi penguasa pasar.
    Kesimpulan :
    - Strategi yang harus dilakukan oleh autan ini sangat tepat sehingga bisa menjadi peminpin pasar.dan autan bias mencari strategi yang baik untuk memimpin pangsa pasar serta mempertahankan mutu dari produk yang dihasilkan sehingga konsumen merasa puas terhadap produknya.oleh sebab itu di harapka pada para pesaing hendaknya menciptakan strategi yang baik untuk menarik pangsa pasar sehingga tidak mengalami kerugian.
    Sumber:
    Kotler,P & Armstrong. G (2000) : Dasar-dasar pemasaran, jilid 1, edisi ke sembilan, penerbit PT. Indeks
    Download http://www.dechacare.com/Autan-50-gr-P451.html
    Download http://www.autan.com/nqcontent.cfm?4_id=1
    Download http://www.scjohnson.co.uk/nqcontent.cfm?a_id=5841
    Download http://www.antown.holic.blogspot.com/2008/04/autan-dan-antown.html

    Nella, laporan individu telah sampai. Jangan lupa makalah perbaikan kelompok. Sukses selalu. Pak. Jo.

    Komentar oleh NELLA ARIANI | Juli 8, 2009 | Balas

  34. NAMA : APRIANTO
    NIM : ERCIB006056
    JURUSAN : MANAJEMEN (PROGRAM EKSTENSI)

    1. JUDUL : “STRATEGI PEMASARAN PRODUK TOYOTA PADA PT. TOYOTA ASTRA MOTOR (TAM)”

    2. -.Strategi apa saja yang dilakukan PT. Toyota Astra Motor dalam menanggapi persaingan di bidang Otomotif di Indonesia.
    – Faktor – faktor apa saja yang mempengaruhi konsumen otomotif di Indonesia dalam menentukan produk otomotif (kendaraan roda empat khususnya).

    3. a. Orang yang tahu mengenai musuhnya dan dirinya tidak akan berada dalam keadaan bahaya disetiap pertempuran
    Orang yang tidak tahu mengenai musuhnya tetapi mengetahui tentang dirinya kadang – kadang menang dan kadang – kadang kalah disetiap pertempuran
    Orang yang tidak tahu mengenai musuhnya maupun dirinya akan selalu kalah disetiap pertempuran.
    (Philosophi dalam Sun Tzu)
    Dalam Philosopi ini Toyota hanya mengenali musuhnya (pesaingnya) tetapi juga telah memahami keadaan persaingan yang kompetitif itu yang menjadi Toyota betahan di puncak.
    b. Menurut Swasta ( 1992 : 9 ) “Prilaku konsumen dapat didefinisikan sebagai kegiatan- kegiatan individu-individu yang secara langsung terlibat dalam memdapatkan termasuk mempergunakan barang-barang dan jasa, keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan-kegiatan tersebut ”.
    Memahami perilaku konsumen adalah strategi penting Toyota dalam memasarkan produknya, dan terbukti Toyota adalah pilihan terbaik konsumen, itu dapat dilihat dari angka penjualan.
    c. Merek sebagai sekumpulan citra dan pengalaman kompleks dalam benak pelanggan yang mengkomunikasikan harapan mengenai manfaat yang diperoleh dari suatu produk yang diproduksi oleh perusahaan tertentu (Keagen,1995)
    Nama “TOYOTA” Nama Toyota sendiri sebetulnya adalah plesetan Toyoda. Salah satu versi menyebutkan, Toyoda diplesetkan menjadi Toyota disebabkan karena dalam huruf Jepang, Toyota hanya perlu delapan sapuan kuas untuk menuliskannya, sementara Toyoda perlu sepuluh. Pada saat ini siapa yang tidak tahu Toyota, hampir semua orang diseluruh dunia mengenal Toyota. sementara Toyoda perlu sepuluh. Dan pada Tahun 2009 Merk “TOYOTA” termasuk 10 Besar Brand ternama di Dunia.

    4. Temuan :
    Toyota adalah Produsen Terbesar di Indonesia dan berada Posisi kedua Dunia dibawah General Motor (data sampai akhir tahun 2008). Untuk di Indonesia Toyota dipasarkan oleh PT. TOYOTA ASTRA MOTOR sebagai agen tunggal pemegang merk Toyota di Indonesia.
    Toyota masuk ke Indonesia diawali dengan Corolla pada tahun 70-an. Pada saat itu Corolla bersama mobil-mobil Jepang lainnya seperti Datsun/Nissan, Mitsubishi, Mazda, Daihatsu, Subaru, Honda, dan Suzuki masih dikenal sebagai mobil murahan dan ringkih. Belakangan, Toyota dan Honda dipersepsi masyarakat sebagai mobil dengan kualitas terbaik di Indonesia.
    Pada pertengahan tahun 70-an Toyota memperkenalkan Kijang yang mulai menggeser dominasi Corolla sebagai mobil khalayak ramai. Sepanjang sejarah permobilan di Indonesia cukup banyak produk Toyota sempat beredar, seperti: Corolla, Kijang, Starlet, Soluna, Corona, Crown, Mark-II, Cressida, Camry, Land Cruiser, RAV-4, Hi-Ace, Hilux, dan sejumlah truk. Saat ini, TAM (Toyota Astra Motor).
    Tidak mudah bagi Toyota dalam meraih dan mempertahankan posisi puncak dalam bidang pemasaran produknya. PT. TAM sebagai pemegang merk Toyota di Indonesia melakukan berbagai strategi untuk memasarkan produknya dan sekarang strategi itu berhasil gemilang.
    Dan dapat dilihat beberapa strategi yang di jalani PT. TAM dalam memasarkan produknya:
    1. Memahami Perilaku konsumen, yang dimaksudkan disini adalah Toyota paham sekali apa yang menjadi kebutuhan masyarakat Indonesia dalam mengambil keputusan dalam memilih suatu produk otomotif, kendaraan roda empat khususnya. Konsumen otomotif di Indonesia pada umumnya memilih produk yang bisa menyeseuaikan dengan situasi dan kondisi. Melihat situasi dan kondisi di Indonesia pilihan tersebut jatuh kepada kendaraan yang memiliki kapasitas 4 sampai 6 orang penumpang, karena konsumen di Indonesia senang berkendaraan beramai-ramai seperti dengan keluarga jalan-jalan, mudik, dsb. Kendaraan dengan Chasis yang tinggi juga menjadi pertimbangan konsumen, mengingat kondisi jalan-jalan di Indonesia yang berlubang dan mudah tergenang air saat hujan. Ini terbukti dengan laris manisnya porduk Toyota seperti Fortuner (untuk kelas SUV), Kijang Innova (kelas MVP), dan Avanza (Kelas Ekonomi). Diketahui konsumen yang ingin membeli Toyota Avanza pada akhir tahun 2008 harus melakukan indent hingga 3 bulan. Avanza dan Kijang Innova mendapat pengahargaan mobil terbaik tahun 2008 Versi majalah Otomotif, untuk bidangnya masing-masing.
    2. Innovasi, adalah simbol yang menjadi brand Toyota saat ini. Ditengah persaingan ketat saat ini Toyota melakukan berbagai innovasi dalam menahan serangan pasar yang sangat kompetitif saat ini, innovasi yang paling yang paling spektakuler adalah pada saat Toyota melakukan kerjasama bersama saingan terdekatny Daihatsu dalam menciptakan Avanza dan Xenia, kolaborasi dua pabrikan Jepang ini sempat menghebohkan pasar Otomotif di Indonesia. Dua mobil kembar ini sempat menduduki penjualan tertinggi di Indonesia pada tahun 2006. Strategi yang diambil Toyota ini adalah langkah yang cerdas dalam merebut pasar. Dan masih banyak lagi innovasi dari Toyota yang membuatnya bertahan di puncak hingga saat ini.
    3. Pelayanan, adalah salah satu faktor konsumen di Indonesia dalam memilih suatu produk. Toyota memahami betul keinginan konsumen dalam memasarkan produknya. Dalam dalam hal ini Toyota sangat memanjakan konsumen dalam bidang pelayanan, yaitu dengan mendirikan pusat penjualan (Dealer) di seluruh kota-kota besar di Indonesia, mendirikan pusat – pusat perbaikan dan pelayanan yang bagus seluruh penjuru Indonesia (Service Centre & Care Center), Suku cadang (Spare Parts) yang mudah terdapat dimana-mana sehingga memudahkan konsumen dalam merawat kendaraannya. Alasan lain konsumen memilih produk Toyota adalah Harga jual kembalinya yang tinggi.

    5. Kesimpulan.
    1. Dari pembahasan diatas dapat di simpulkan bahwa Strategi –strategi yang dijalankan Toyota dalam memasarkan produknya sangatlah cocok dengan situasi dan kondisi persaingan pemasaran otomotif di Inonesia. Dan Toyota telah membuktikannya dengan menduduki posisi puncak di Indonesia.
    2. Toyota sangat memahami betul perilaku konsumen dalam memilih produk. Seperti yang kita ketahui komsumen di Indonesia sangat selektif dalam menentukan pilihannya untuk memilih suatu produk, dan Toyota berhasil memikat konsumen di Indonesia dengan pilihannya. Dari sekian banyak produsen otomotif di Indonesia, konsumen lebih banyak memilih produk Toyota dan mereka punya alas an tersediri dalam menentukan produk, Toyota berhasil menjawab alasan tersebut.

    Aprianto, referensimu kemana?

    Komentar oleh APRIANTO | Juli 8, 2009 | Balas

  35. Nama : M. Yusuf Hanafiah
    Nim : ERC1B006035

    1. Pentingnya pelatihan dan pengembangan pada pegawai negeri sipil (PNS).

    2. Dalam melaksanakan pelatihan dan pengembangan pegawai negeri sipil dalam rangka meningkatkan prestasi kerja dan peningkatan kualitas pelayanan akan menghadapi masalah, yaitu :

    a. Bagaimana agar kita mengetahui kebutuhan pelatihan dan pengembangan bagi pegawai?
    b. Bagaimana kaitan pengembangan karier terhadap pendidikan dan pelatihan pegawai negeri sipil?
    3. Pendidikan pelatihan dan pengembangan pada pegawai negeri sipil (PNS). tersebut disebutkan bahwa diklat mempunyai konsep-konsep dasar dalam pembahasan yaitu :
    a. Kualitas angkatan kerja yang ada
    Perhatian terhadap angkatan kerja disini adalah orang-orang yang berharap (calon) menjadi Pegawai Negeri Sipil. Tugas-tugas/pekerjaan-pekerjaan baru yang menjadi beban bagi aparat/birokrasi pemerintah akan dipenuhi oleh angkatan kerja tersebut. Oleh karenanya, kualitas angkatan kerja me-rupakan hal yang penting Kualitas angkatan kerja mencakup kesiapsediaan dan potensi yang dimilikinya.
    b. Persaingan global
    Semua organisasi, baik sektor privat maupun sektor publik, pada saat ini harus menyadari bahwa mereka tengah meng-hadapi era baru, globalisasi. Dalam konteks suatu bangsa, pada era ini dimana persaingan yang begitu ketat akan men-jadi kendala bagi kemajuan atau bahkan menemui kehan-curannya. Agar dapat mampu bersaing dan memenangkan persaingan itu, suatu bangsa harus mempersiapkan diri di semua sektor. Satu hal penting yang menjadi senjata paling ampuh dalam mengantisipasi kecenderungan itu adalah sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Disini peran pendidikan dan pelatihan sangat dibutuhkan bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki.
    c. Perubahan yang cepat dan terus menerus
    Perubahan yang berlangsung dalam lingkungan organisasi (birokrasi) pada saat ini begitu cepat dan dinamis. Pengetahuan dan keterampilan sebagai sarana pendukung kinerja organisasi telah berkembang terus menerus tanpa ada yang dapat menghalangi. Dalam lingkungan seperti ini sangat penting memperbaharui kemampuan pegawai secara konstan. Organisasi yang tidak memahami perlunya pendidikan dan pelatihan tidak akan mungkin dapat mengikuti perubahan tersebut.

    4. Adapun yang saya temukan setelah pembahasan adalah :
    - Mengetahui betapa pentingnya pelatihan dan pengembangan terhadap kinerja pegawai negeri sipil (PNS).
    - Mengingat adanya perubahan terus menerus mengenai tekhnologi dan pengetahuan, perlu di adakan pelatihan-pelatihan guna meningkatkan kualitas kinerja mereka.
    5. Dari makalah yang telah di seminarkan di dapatkan kesimpulan :
    - Pelatihan merupakan proses pengajaran karyawan mengenai keterampilan dasar yang mereka butuhkan dalam menyelesaikan pekerjaan.
    - Pengembangan adalah merupakan suatu proses pendidikan jangka panjang yang mempergunakan prosedur sistematis dan terorganisir dimana pegawai menagerial mempelajari pengetahuan konseptual dan teoritis guna mencapai tujuan yang umum.

    Komentar oleh M.yusuf hanafiah | Juli 9, 2009 | Balas

  36. NAMA : M. IQBAL
    NIM : ERC1B004135

    salam pak loe,,,

    1. Judul
    Pengaruh sales force dalam jalur distribusi produk PT. Astra Otopar,Tbk

    2. Perumusan Masalah

    Melihat banyaknya jalur pemasaran yang digunakan oleh PT. Astra otopart.tbk. Dalam mendistribusikan produknya, maka dalam makalah ini yang khusus dibahas adalah jalur distribusi yang melibatkan sales force, adapun hal-hal yang dibahas antara lain :
    1. pengertian sales force.
    2. faktor yang mempengaruhi sales force itu sendiri
    3. pengaruh sales force tertradap tujuan perusahaan
    4. kegiatan-kegiatan yang dilakukan sales force
    5. kekuatan dan kelemahan sales force

    3. Teori yang berkaitan dengan konsep
    1. Manajemen
    James A.F. Stoner mendefinisikan bahwa manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang ditetapkan.
    2. Pemasaran
    George E. Belch dan michael A. Belch, dalam buku advertising and promotion: an IMC perspective,2007:8 mengemukakan pemasaran didefinisikan konsep pemasaran sebagai fungsi organisasi dan seperangkat proses untuk kreasi, komunikasi dan penyampaian nilai kepada para pelanggan dan mengelola hubungan pelanggan yang memberikan manfaat bagi organisasi dan para pemangku kepentingan (stakeholders) yang memiliki hubungan erat dengan organisasi.
    3. Jasa
    Menurut Philip Kotler, pengertian jasa adalah : jasa merupakan aktivitas maupun manfaat apapun yang ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya tanpa wujud dan tidak menghasilkan kepemilikan apapun. Jasa tidak menghasilkan kepemilikan apapun seperti produk, karena jasa sifatnya adalah sifatnya tidak terlihat, tetapi berupa pemberian bantuan dalam pemuasan kebutuhan dan atau keinginan pelanggan dengan atau tanpa imbalan tertentu sebagai timbal baliknya.
    4. Kualitas pelayanan
    menurut Khotler (2000) dalam Tjiptono dan Chandra (2004:121). Kualitas pelayanan pertama kali dikemukakan oleh Parasuraman et. Al, (1988) dalam Setyawan dan Ihwan (2004:30) yang mendefinisikan kualitas pelayanan sebagai sebuah perbandingan dari harapan pelanggan dengan persepsi dari layanan aktual yang mereka terima.
    5. Pangsa Pasar
    menurut Sofyan Assauri (2001 : 95 ) Pangsa pasar merupakan besarnya bagian atau luasnya total pasar yang dapat dikuasai oleh suatu perusahaan yang biasanya dinyatakan dengan persentase
    6. Bauran pemasaran
    menurut Sofjan Assauri (1999:126) :Bauran Pemasaran adalah strategi yang dijalankan perusahaan, yang berkaitan dengan penentuan bagaimana perusahaan menyajikan penawaran produk pada segment pasar tertentu yang merupakan pasar sasarannya.
    7. Distribusi
    Menurut Basu Swastha ( 2000 : 43 ),Distribusi adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan barang tersebut dari produsen samapai ke konsumen atau pemakai industri.
    8. Waralaba
    Sejumlah pakar juga ikut memberikan definisi terhadap waralaba. Campbell Black dalam bukunya Black’’s Law Dict menjelaskan franchise sebagai sebuah lisensi merek dari pemilik yang mengijinkan orang lain untuk menjual produk atau service atas nama merek tersebut.

    4. Temuan Teori
    Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial dimana individu atau kelompok tersebut. Memperoleh apa yang mereka inginkan melalui penciptaan dan pertukaran produk serta nilai-nilai dengan pihak yang lain.
    Kegiatan distribusi tidak akan berjalan sesuai dengan perencanaan perusahaan apabila tidak didukung faktor dan bidang lain baik faktor internal maupun faktor eksternal perusahaan, adapun faktor yang menentukan kegiatan distribusi perusahaan itu antara lain:
    a. Faktor internal
     Perencanaan Perusahaan
     Penetapan Harga Produk
     Promosi
     Sumber Daya Manusia yang terlibat di dalam distribusi ini
     Produk yang Dipasarkan
    b. Faktor Eksternal
     Konsumen yang Dituju
     Menurut Mata Rantai
    PT. Astra otopart merupakan perusahaan yang memproduksi dan menjual suku cadang otomotif. Saat ini PT. Astra otopart telah memiliki lebih dari 28 anak perusahaan yang memproduksi produknya. Jalur distribusi yang dibuat perusahaan ini terbagi menjadi 2 yaitu jalur distribusi langsung dan jalur distribusi semi langsung, perusahaan ini pada base gudang langsung menyalurkan produknya kekonsumen, sementara pada daerah tertentu pendistribusian dilakukan hanya pada satu perantara.
    Salah satu bagian dari pendistribusian langsung ini PT.Astra otopart mengeluarkan strategi penjualan waralaba dengan menggunakan brand shop and drive dan super shop and drive. Analisis dari shop and drave sendiri adalah perusahaan ini selain menjual produknya sendiri juga menjual produk lain dari pnrduksinya sendiri dan menjadi drive dari produk-produk baru dari orang atau perusahaan yang lain yang belum memiliki jalur distribusi produknya.
    Selain menggunakan jalur distribusi diatas,perusahaan ini juga menggunakan armada penjualan (sales force) yang cukup banyak. Hal ini dilakukan perusahaan agar dapat dengan cepat mengisi outlet-outletnya diberbagai daerah dan dapat mendistribusikan produknya di daerah-daerah pelosok. Dengan menggunakan armada ini pula perusahaan dapat melakukan transaksi kekonsumen dengan cepat.
    Perusahaan ini juga menggunakan media pameran. Pameran ini digunakan perusahaan sebagai media penarik perantara yang mau mendistibusikan produknya diberbagai daerah .
    Semua langkah yang di ambil tentu memilki faktor penyebabnya masing masing, faktor tersebut antara lain:
    1. Pengaruh pasar global
    2. Penggunaan teknologi modern di segala bidang pemasaran
    3. Perencanaan distribusi yang dilakukan perusahaan
    4. Ketersediaan produk itu sendiri di produsen
    5. Kegiatan promosi produk yang dilakukan
    6. Strategi penjualan yang direncanakan PT. Astra otopart
    Krisis global saat ini sangat mempengaruhi perusahaan yang telah terlibat dalam persaingan pangsa pasar global (free trade) seperti PT.Astra otopart.tbk, saat ini strategi yang dilakukan perusahaan untuk mengantisipasi dampak krisis tersebut yaitu lebih memfokuskan pemasaran produknya pada pasar domestic saja (85%) dan sisanya mereka terlibat didalam pasar internasional (15%), alasan mereka melirik pasar domestic ini disebabkan masih banyaknya peluang untuk produk ini dipasar domestic apalagi saat ini perusahaan menggandeng produsen sepeda motor Honda yang merupakan penguasa pangsa pasar kendaraan bermotor di Indonesia (54%).
    Melihat dari persaingan pasar domestic saat ini yang telah melibatkan produsen komponen kendaraan bermotor dari luar, akhirnya perusahaan ini memutuskan untuk menjadi distributor komponen yang mereka produksi sendiri, disamping mereka juga mendistribusikan produk lain yang ikut dalam jalur distribusi yang mereka buat.
    Sales force sendiri memiliki pengaruh yang sangat besar dalam jalur distriibusi yang dibuat oleh PT. Astra otopart adapun pengaruh sales force sendiri dalam jalur distribusi PT. Astra otopart antara lain:
    1. Menjaga ketersediaan produk
    2. Menjaga brand produk dijalur distribusi dan konsumen
    3. Dapat melakukan eksfansi pasar
    4. Sales force rnenjadi media promosi yang lebih efektif dan efisien bagi produk baru
    5. Mempengaruhi tujuan akhir dari penjualan PT.Astra otopart
    Banyak hal yang dapat dipengaruhi sales force ini terhadap jalur dan strategi distribusi yang akan dilakukan PT. Astra otopart.tbk untuk menghadapi persaingan pasar global saat ini, dan sales force inilah yang merupakan kekuatan besar yang harus dijaga perusahaan
    5. Kesimpulan

    1.Sales force (armada penjualan) menerpakan individu dan alat yang terlibat dalam menyalurkan prduk dari tangan produsen keberbagai pengecer hingga sampai ke tangan konsumen. Melihat begitu kompleksnya persaingan di komponen kendaraan bermotor perusanaan PT.Astra Otopart akhirnya larmgsung menjadi distributor produk yang mereka buat sendiri. PT. Astra Otopart dalam pendistibusian produknya menggunakan sales force untuk mengisi berbagai pengecernya.
    Faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan sales force ini antara lain :
    7. Pasar persaingan global
    8. Pengaruh penggunaan teknologi modern.
    9. Perencanaan distribusi yang dibuat perusahaan
    10. Ketersediaan produk
    11. Promosi produk
    12. Strategi pemasaran yang dilakukan.
    Selain faktor tersebut teryata sales force dapat mempengaruhi beberapa hal dalam perusahaan ini diantaranya :
    Ketersediaan produk
    Membangun brand produk dipasar
    Dapat melakukan eksfansi pasar
    Sarana promosi yang efektif dan efisien
    Mempengaruhi tujuan akhir

    2.Sales force yang dimiliki PT.Astra Otopart ini memiliki kekuatan dan kelemahan masing-masing. Kekuatan yang dimilikinya adalah dengan menggunakan armada force yang banyak akan mernpercepat proses pendistribusian, sedangkan kelemahannya terletak pada biaya operasionalnya.

    Iqbal, tugas anda telah sampai, saya ingtkan makalah perbaikan uga haurs dilaporkan.

    Komentar oleh m. iqbal | Juli 9, 2009 | Balas

  37. Nama : FERDIAN
    Nim : ERC1B 006018
    Jurusan : MANAJEMEN
    Mata Kuliah : SEMINAR
    Kelompok : enam ( 6 )

    1. Judul makalah seminar!
    PELAKSANAAN PROMOSI JABATAN BAGI KARYAWAN

    2. Perumusan masalah

    Untuk karyawan lebih semangat kerja,lebih bergairah,dan lebih berprestasi,serta ketelibatan dalam suatu organisasi dalam melaksanakan tugasnya maka salah satu cara yang di lakukan yaitu dengan melalui promosi jabatan dalam kestabilan karyawan termotivasi.
    Apabilah promosi ini tidak di laksanakan,maka akan timbul hal-hal yang tidak di inginkan. Seperti, penuruna kinerja,turunya prestasi kerja, kejenuhan karyawan dalam mendapat tugas yang begitu monoton, penurunan semangat gairah kerja,rasa kepemilikan terhadap organisasi tidak ada, serta menghambat insiatif karyawan dalam melakukan pekerjaanya sendiri.untuk itu bagaimana cara melakukan promosi jabatan terhadap karyawan supaya dapat bekerja dengan lebih baik dan bersemangat lagi.
    3. Teori
    Manajen adalah sebagai aktivitas/kegiatan dalam proses mengelo9la sumber daya agar tujuan tercapai dengan secara efektif dan efesien.
    Manajemen sumberdaya manusia adalah kegiatan yang mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja dengan menggunakan fungsi-fungsi manajemen yang terdiri dari perencaaan,pengorgaisasia,pengarahan dan pengawasan untuk membantui terwujudnya suatu tujuan organisasi/perusahaan, kepemimpian,karyawan, dan masyarakat.
    Menurut Edwin B. Flipo promosi berarti perpindahan dari suatu jabatan ke jabatan lain yang mempunyai status dan tanggung jawab yang lebih tinggi. Dalam perpindahan ke jabatan yang lebih tinggi maka peningkatan gaji/ upah lainya aka semakin meningkat, walaupun tidak selalu demikian
    Menurut Andrew F.Sikula promosi adalah perpindahan yang sangat membesar di dalam suatu organisasi dari satu posisi ke posisi lainnya yang melibatkan baik peningkatan upah maupun status dan authority,responsibily karyawan kejabatan yang lebih tinggi dalam suatu organisasi sehingga kewajiban yang dilakukan karyawan harus ditingkatkan dengan hak,status,dan penghasilan yang semaki besar.

    4.temuan ( hal yang dapat di kutip)dari dasar-dasar promosi

    A. Pengalaman.
    Yaitu promosi yang didasarkan pada lamanya pengalaman kerja karyawan.
    B. Kecakapan.
    Yaitu seseorang yang akan dipromosikan berdasarkan penilaian kecakapan.
    C. Kombinasi pengalaman kerja dan kecakapan
    Yaitu promosi yang berdasrkan lamanya bekerja yang pengalama kerja,ijazah yang dimiliki,dan hasil ujian kenaikan golongan kerja (jabatan).
    Cara-cara untuk melakukan promosi
    -Memantau seberapa banyak kekosongan para prajabatan
    -Persyaratan-persyaratan untuk menduduki prajabatan tersebut
    -Membuat daftar penilaian yang sangat ketat
    -Penilaian karyawan di nilai oleh atasan secara langsung di lihat dari sikap,tegas.kedisiplian serta kinerjanya.promosi dengan kejujuran tidak melihat kedekata atasan dengan karyawan tetap.kalau melakukan promosi atas dasar kekeluargaan akan menimbulkan kecemburuan sosial.Maka tidak sehatlah antara sesama karyawan begitu juga antara atasan dengan bawahan yang mengakibatkan penurunan kinerja dan semangat karyawan.
    5. Kesimpulan
    1. Dalam pelaksanaan promosi sebaiknya mengacu pada senioritas dan kecakapan. Dalam kombinasi tersebut organisasi dapat menempatkan karyawan yang terbaik pada tiap- tiap posisi jabatan.
    2. Penilaian pada karyawan yang akan di promosi sebaiknya di nilai oleh atasan langsung.
    3. Dalam promosi jabatan jangan mementingkan factor kekeluargaan karna itu sangat berpengaruh terhadap karyawan yang lainya.
    4. Penilaian karyawan sebaiknya setiap saat jangan pada saat promosi saja.

    Komentar oleh Ferdian | Juli 9, 2009 | Balas

  38. Tugas Individu Seminar Manajemen
    Nama : Riki
    Ercib : 004089
    Fakultas : Ekstensi Ekonomi Manajemen
    Kelompok : 9

    1.Judul Makalah : ” Kerjasama Strategis Coca – cola company dan Bintang Toedjoe.(Peluncuran Minuman Energi Extra Joss Strike)”

    2. Rumusan masalah :
    • Strategi apa yang direncanakan dalam pembuatan produk Ekstra joss Strike agar produk tersebut dapat diterima pasar.
    • Mengetahui strategi apa yang digunakan PT.coca – cola dalam kerja sama dengan pt.bintang toejoe.

    3. Teori / konsep :
    Menurut Drs.Radiosunu, Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepasar untuk diperhatikan, dibeli atau dikonsumsi.
    Produk adalah sesuatu yang ditawarkan dan dapat memuaskan keinginan dan kebutuhan konsumen, macam produk bisa berciri fisik dan jasa “ ( Kotler,2005 ).
    Merek adalah suatu nama, simbol, tanda, desain atau gabungan di antaranya untuk dipakai sebagai identitas suatu perorangan, organisasi atau perusahaan pada barang dan jasa yang dimiliki untuk membedakan dengan produk jasa lainnya. Merek yang kuat ditandai dengan dikenalnya suatu merek dalam masyarakat, asosiasi merek yang tinggi pada suatu produk, persepsi positif dari pasar dan kesetiaan konsumen terhadap merek yang tinggi.
    4. yang di temukan setelah pembahasan lakukan adalah :
    Strategi yang direncanakan dalam pembuatan produk Ekstra joss Strike adalah PT. Coca cola Company, dapat membaca peluang masyarakat Indonesia, dengan selalu memberikan produk yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Sebagai contoh, PT.Coca Cola company dan Bintang Toejoe, mengeluarkan Ekstra Joss Strike yang mampu menulihkan energi masyarakat Indonesia Yang Gemar Bekerja Keras. Setidaknya minuman energi yang paling dikenal oleh masyarakat Indonesia adalah Ekstra Joss Strike, ini terbukti dengan pertumbuhan pasar minunan berenergi yang mencapai 314 juta liter (56,3 Juta Cases), dan pertumbuhan sebesar 12% dalam 5 tahun.
    perusahaan coca – cola ingin memperluas portfolio produknya dengan cara menyediakan minuman energi yang diketahui mereka bahwa minuman ini disukai oleh masyarakat Indonesia dan mereka berjasama dengan perusahaan Bintang Toedjoe meluncurkan Extra Joss Strike dengan inovasi baru yaitu minuman energi yang siap saji,karena seperti yang kita ketahui Extra Joss terkenal dengan minuman serbuk.
    Jadi perusahaan coca – cola selalu melakukan inovasi dan selalu melakukan perluasan merk dalam strategi produknya dalam arti perusahaan bukannya pindah segmen yang baru tetapi menambah merk baru pada segmen lama , yang kenyataannya merk – merk barunya dapat meningkatkan laba perusahaan, tanpa mempengaruhi penjualan produknya yang lain.
    5. kesimpulan :
    1. Coca-cola Company menerapkan strategi produk yaitu selalu melakukan perluasan merk terhadap poduknya dalam arti perusahaan bukannya pindah segmen yang baru tetapi menambah merk baru pada segmen lama serta melakukan inovasi yang terus dilakukan ,
    2. Perusahaan Coca – cola mengembangkan produk dan melakukan penelitian pasar terhadap produknya guna memenuhi keinginan konsumen indonesia khususnya.

    Riki, tugas dan makalah anda telah sampai.
    Sukses.

    Komentar oleh Riki | Juli 9, 2009 | Balas

  39. Nama : Dimas Aria Ismet
    Nim : ERC1B006029 Kel.3
    Jurusan : Manajemen Ekstensi
    1. Judul “Analisis Pengembangan Good Corporate Governance dalam Konteks Kondisi Lokal Perbankan Indonesia”.
    2. Perumusan Masalah :
    • Sistem Penerapan Good Corporate Governance pada industri perbankan Indonesia ?
    • Penerapan Good Corporate Governance pada PT.Bank Mandiri,Tbk ?
    3. Corporate Governance (CG) dapat didefinisikan dari berbagai displin ilmu (Turnbull, 1997); misalnya hukum, phychology, ekonomi, manajemen, keuangan, akuntansi, philsafat bahkan dalam disiplin ilmu agama.
    Syakhroza (2002) telah mendefinisikan Corporate Governance secara lebih gamblang, dan jelas. mengemukakan bahwa : “Corporate governance” adalah suatu sistim yang dipakai “board” untuk mengarahkan dan mengendalikan serta mengawasi (directing, controlling, and supervising) pengelolaan sumber daya organisasi secara efisien, efektif, ekonomis, dan produktif-E3P dengan prinsip-prinsip transparan, accountable, responsible, independent, dan fairness – TARIF dalam rangka mencapai tujuan organisasi.
    Syakhroza mengemukakan bahwa Corporate Governance terdiri dari 6 (enam) elemen, yaitu :
    1.Fokus kepada Board
    2.Hukum dan Peraturan sebagai alat untuk mengarahkan dan mengendalikan.
    3.Pengelolaan sumber daya organisasi secara efisien, efektif, ekonomis, dan produktif – E3P.
    4.Transparan, accountable, responsible, independent, dan fairness – Tarif.
    5.Tujuan organisasi.
    6.Strategic control
    Pada umumnya prinsip-prinsip-prinsip Corporate Governance terdiri dari 5 (lima) yaitu, Transparency, Accountability, Responsibility, Indenpendency, dan Fairness – disingkat TARIF.
    1.Transparency (keterbukaan informasi), yaitu keterbukaan dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan dan keterbukaan dalam mengemukakan informasi materil dan relevan mengenai perusahaan.
    2.Accountibility (akuntabilitas), yaitu kejelasan fungsi, struktur, sistem, dan pertanggungjawaban organ perusahaan sehingga pengelolaan perusahaan terlaksana secara efektif.
    3.Responsibility (pertanggungjawaban), yaitu kesesuaian (kepatuhan) di dalam pengelolaan perusahaan terhadap prinsip korporasi yang sehat serta peraturan perundangan yang berlaku.
    4.Independency (kemandirian), yaitu suatu keadaan dimana perusahaan dikelola secara profesional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh/tekanan dari pihak manajemen yang tidak sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat.
    5.Fairness (kesetaraan dan kewajaran), yaitu perlakuan yang adil dan setara didalam memenuhi hak-hak stakeholder yang timbul berdasarkan perjanjian serta peraturan perundangan yang berlaku.
    Lukviarman (2000) model Corporate Governance harus mempertimbangkan 3 (tiga) pondasi yang sangat menentukan bentuk bangunan model CG :
    1.Philosophical foundation : disebut sebagai paham structural functionalism, dimana paham ini lebih memberikan penekanan pada struktur dan fungsi dari suatu organisasi sebagai suatu open sytem. Organisasi diasumsikan sebagai suatu organisme yang hanya bisa survive jika mampu berinteraksi secara baik dengan lingkungannya. Dalam konteks suatu organisasi, interaksi organisasi tersebut diwujudkan dalam suatu struktur baku organisasi (tapi fleksibel sesuai dengan perubahan lingkungan). Dengan kata lain, struktur dan fungsi organisasi harus dirancang dengan mempertimbangkan faktor-faktor lingkungannya, apakah lingkungan internal organisasi ataupun lingkungan eksternal organisasi. Referensi utama untuk lebih memahami philosophical foundation dalam suatu organisasi adalah Burrel and Morgan (1979) serta Morgan (1998) dalam bukunya the images of organization.

    2.Historical foundation, berdasarkan teori the division of labour oleh Adam Smith (1932) yang dikembangkan secara lebih jauh oleh Berle and Means (1932) menyimpulkan perlunya perubahan struktur organisasi untuk mengantisipasi terjadinya perubahan lingkungan. Perusahaan kecil (yang biasanya dikelola oleh pemilik) menjadi besar, sehingga terjadi krisis otonomi yang memerlukan pendelegasian wewenang. Pendelegasian diberikan kepada (professional) manager untuk menggelola operasional perusahaan dan agar kepentingan pemilik (kapitalis) terjaga, maka dibentuk suatu struktur yang baku dengan adanya BOD (dewan komisaris, dalam konteks hukum Indonesia) yang bertindak atas nama dari kepentingan kapitalis (pemilik) di dalam mengawasi management. Disini muncul agency teori (AT) dengan segala bentuk dan jenis model yang ada.
    3.Psychological foundation,
    bahwa manusia itu adalah self-interested behavior yang akan mengutamakan kepentingannya dibanding dengan kepentingan orang (pihak) lain. Dalam konsep thesis ini bermakna bahwa agen akan menggumbar kepentingannya (seandainya mereka melakukan pengembangan perusahaan untuk mendapatkan pertumbuhan yang berkelanjutan tetapi investasi yang dilakukan cenderung memiliki tingkat pengembalian yang relatif kecil) yang tentunya secara tidak langsung hal ini merupakan expense pemilik. Anti-thesis yang muncul dari thesis ini adalah dalam upaya memperkuat struktur (terutama internal control mechanism) lewat pemberdayaan BOD. Dalam anti-thesis ini, tingkat independensi dan knowledge dari BOD sangat krusial (namun hal ini memunculkan thesis berikutnya bahwa independent BOD pun adalah manusia yang secara psikologis mempunyai sifat yang sama)
    Kesimpulan’’
    bahwa perangkat yang mendukung good corporate governance yaitu berfokus kepada Board tentang cara melakukan pengelolaan sumber daya organisasi dalam rangka pencapaian tujuan organisasi. Dasar pemikirannya adalah bahwa biasanya suatu perusahaan (di Indonesia khususnya) memilih untuk meminjam dari bank sebagai sumber pembiayaannya dan bukan menjual saham karena mempertimbangkan faktor kepemilikan dan kekuasaan pemilik untuk turut menentukan arah kebijakan perusahaan. Dengan melakukan pinjaman, dana tambahan tetap akan dapat diperoleh tetapi pemilik lama tidak perlu berbagi kepemilikan dan kekuasaan dengan pemberi dana yang baru. Dengan kata lain, kreditur, walaupun memiliki hak untuk menentukan arah kebijakan perusahaan, tetapi bukan pemilik yang memegang kendali perusahaan.
    Daftar Pustaka
    Syakhroza, Akhmad., 2003., Best Practices Corporate Governance dalam Konteks Kondisi Lokal Perbankan Indonesia., Majalah Usahawan., No. 06/TH.XXXII Juni.
    Laporan Akhir Tahun 2006 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Good Corporate Governance.
    http://www.jejakusahawan.com/,
    http://www.bankmandiri.co.id,

    Dimas, perbaikan telah diterima. Makalah kelompok juga dilaporkan.
    Sukses selalu.

    Komentar oleh Dimas Aria Ismet | Juli 9, 2009 | Balas

  40. Nama :Dendy ruliyanda
    NIM :ERC1B 006054
    Jurusan :Ekonomi Manajemen(Program Ekstensi)

    1.Judul : Pengaruh Kualitas Produk Simpati PeDe terhadap Kepuasan Pelanggan pada PT.TELKOMSEL

    2.Rumusan Masalah :
    A.promosi yang di lakukan oleh PT.TELKOMSEL dalam memasarkan produk nya ???

    B.seberapa besar pengaruh promosi PT.TELKOMSEL terhadap kepuasan pelanggan????

    3.Landasan Teori :

    Menurut Stanton ( 1996 : 6 ) “Pemasaran adalah suatu system keseluruhan dari kegiatan-kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial”.
    Menurut Lamb, Hair, Me Daniel ( 2001 : 6 ) “Pemasaran adalah suatu proses perencanaan dan menjalankan konsep, harga, promosi, dan sejumlah ide, barang, dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang mampu memuaskan tujuan individu dan organisasi”.
    Produk
    Menurut Chavens (1998 ; 37) Produk adalah segala sesuatu yang memiliki nilai di suatu pasar sasaran dimana kemampuannya tersebut memberikan kepuasan tersebut baik benda, jasa, organisasi, tempat, orang, dan ide.
    Strategi
    Menurut Swasta (1985 ; 67) Strategi adalah rencana yang di utamakan untuk mencapai tujuan.
    Menurut Stoner (1998 ;7) Strategi adalah program kerja yang luas untuk mencapai tujuan organisasi.
    Pemasaran
    Menurut Stanton ( Basu dan Irawan,1993;5 ) adalah suatu system dari keseluruhan dari kegiatan- kegiatan bisnis yang di tujukan untuk merencanakan , menentukan harga, mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan baik kepada pembeli yang ada maupun yang potensial.
    Manajemen Pemasaran
    Menurut swasta adalah ; penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan, pengawasan program-program yang bertujuan menimbulkan pertukaran dengan pasar yang di tuju dengan maksud untuk mencapai tujuan perusahaan.
    Menurut kotler (1997 ; 13 ) adalah ; suatu proses perusahaan, perencanaan, pemilihan ,penetapan harga, promosi, serta penyaluran gagasan barang dan jasa untuk di ciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan-tujuan individu dan tujuan-tujuan organisasi.
    Prilaku Konsumen
    Menurut Swasta ( 1992 : 9 ) “Prilaku konsumen dapat didefinisikan sebagai kegiatan-kegiatan individu-individu yang secara langsung terlibat dalam memdapatkan termasuk mempergunakan barang-barang dan jasa, keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan-kegiatan tersebut ”. Menurut Peter J. Paul dan jerry C. Olson ( 2000 : 6 ) “Prilaku konsumen merupakan interaksi dinamis antara pengaruh dan kondisi prilaku dan kejadian di sekitar lingkungan di mana manusia melakukan aspek pertukaran dalam kehidupan mereka”.
    Pasar sasaran
    Menurut Kasali Rhenald ( 1995 ; 11 ) yaitu ‘ pasar sasaran di tambah dengan faktor-faktor di sekelilingnya yang mempengaruhi pasar sasaran untuk mengambil keputusan.
    Strategi Pemasaran
    Menurut Philip Kotler (1994,hal 17 ) strategi pemasaran adalah pendekatan pokok yang akan digunakan oleh unit bisnis dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan terlebih dahulu, didalamnya tercantum keputusan – keputusan pokok mengenai target pemasaran, penempatan produk di pasar, bauran pemasaran dan tingkat pemasaran yang diperlukan.
    4.Temuan :

    PT Telkomsel Merupakan sebuah perusahaan operator telekomunikasi seluler di Indonesia.
    Telkomsel merupakan operator telekomunikasi seluler GSM kedua di Indonesia, dengan layanan paskabayarnya yang diluncurkan pada tanggal 26 Mei 1995. Waktu itu kepemilikan saham Telkomsel adalah PT Telkom (51%) dan PT Indosat (49%). Kemudian pada November1997 Telkomsel menjadi operator seluler pertama di Asia yang menawarkan layanan prabayar GSM. Telkomsel ini mengklaim sebagai operator telekomunikasi seluler terbesar di Indonesia, dengan 26,9 juta pelanggan dan memiliki market share sebesar 55% (Maret 2006).
    Telkomsel memiliki tiga produk GSM, yaitu SimPATI (prabayar), KartuAS (prabayar), serta KartuHALO (paskabayar).
    Kegiatan promosi yang di lakukan PT.TELKOMSEL antara lain :
    -iklan di televise
    -iklan di media cetak
    -brosur
    -baliho
    -melakukan promo-promo yang menarik
    -fitur yang menarik
    Dari sisi promo,PT telkomsel melalui SIMPATI PEDE memiliki promo yang menarik.
    Dapat di lihat dari penggunaan kalimat yang juga menarik yaitu “Juara Fitur dan layanannya”
    GPRS untuk internetan, chatting, browsing
    -Roaming Internasional
    -Transfer Pulsa
    -Video Call
    -BlackBerry
    -t-cash
    -TELKOMSELFlash
    -M-ATM Bersama
    -Dan masih banyak lagi
    Dan memilki komunitas untuk pengguna simpatidan memiliki kemudahan dalam proses gabung nya,yaitu
    Gabung di komunitas terbesar simPATIzone, ketik REG kirim ke 8888 (Gratis) dan nikmati berbagai diskon merchant.
    Tingkat kepuasan pelanggan PT.TELKOMSEL dapat di lihat dari meningkatnya jumlah pengguna karu telkomsel mulai dari halo,As,simpati ekstra dan simpati pede.
    Bahkan Operator seluler PT Telkomsel mencatat jumlah pelanggan di Pulau Sumatera pada kuartal I 2009 mencapai 22 juta nomor, tumbuh tiga nomor dibanding akhir tahun 2009 sebesar 19 juta pelanggan.
    Saat ini total jumlah pelanggan Telkomsel secara nasional lebih dari 74 juta pelanggan atau meningkat sekitar 9 juta pelanggan dari jumlah akhir tahun 2008 sebanyak 65,3 juta pelanggan.
    Kesimpulan :

    1. dalam pelaksanaan promosi yang di lakukan oleh PT TELKOMSEL melalui media media yang ada saperti televise,cetak,brosur,baliho cukup efektif dalam mempromosikan promo-promo yang di keluarkan oleh berbagai produk PT.TEKOMSEL termasuk simpati PeDe di dalam nya.misal nya dari promo tariff harga telfon hingga sms murah yang ada
    2. program promosi yang gencar di lakukan oleh PT TELKOMSEL dan juga melalui fitur-fitur yang mearik di dalam nya PT TELKOMSEL dapat meningkatkan jumlah pelanggan nya itu dapat di ,lihat dari data bahwa total jumlah pelanggan Telkomsel secara nasional lebih dari 74 juta pelanggan atau meningkat sekitar 9 juta pelanggan dari jumlah akhir tahun 2008 sebanyak 65,3 juta pelanggan.
    Sekian Terima Kasih ..

    Dendy, tugas individu sudah saya baca. Tugas kelompok dikirimkan juga.

    Komentar oleh DENDY RULIYANDA | Juli 9, 2009 | Balas

  41. SIGIT WASONO
    MANAJEMEN ( EKSTENSI )
    ERCIB 006037
    KELOMPOK : 1 ( SATU )

    JUDUL
    “ ANALISIS PENTINGNYA PENERAPAN PROMOSI PT EXELCOMINDO PRATAMA Tbk “

    RUMUSAN MASALAH
    1. Seberapa penting kegiatan promosi dilakukan oleh suatu perusahaan ?
    2. Bagaimana PT Exelcomindo Pratama Tbk melakukan kegiatan promosinya tahun 2009 ?

    PEMBAHASAN

    Definisi Promosi
    1. Definisi promosi menurut William J Stanton dalam bukunya “Fundamental of Marketing” (1990 : 467) adalah :
    “Promotion is an excecise in information, persuation and cmmunication, these three are related becouse to inform is to persuade and conversely a person who is persuaded is also being informed. An persuation and information become effective through some form of communication”

    2. Menurut Drs. H. Oka A. Yoeti, MBA, pada umumnya yang dimaksud dengan promosi yaitu :
    “Semua kegiatan dunia usaha yang ditujukan untuk meningkatkan penjualan. Termasuk diantaranya adalah advertising, personal selling, display, demonstration, publicity, labeling,premi, hadiah dan lain-lain”
    Kata “promotion” sendiri memberikan interprestasi dan bahasa yang bermacam-macam. Pada dasarnya maksud kata promotion adalah untuk memberi tahu, membujuk, atau mengingatkan lebih khusus lagi.

    PROMOSI XL 2009

    Salah satu promosi XL dari sekian banyak promo yang dilakukan tahun 2009 ini yaitu program telepon murah bagi sesama pengguna XL yang bertajuk “Bayar Sedikit Langsung Gratis Nelpon Sampe Puas” itu, XL hanya mengenakan tarif Rp 300, Rp 1.050, dan Rp 1.800 setiap panggilan telepon yang dilakukan pada waktu tertentu. Dengan promo ini setidaknya XL memiliki daya saing dalam pertelekomunikasian di Indonesia.
    Promo lainnya seperti “Paket XL Pasca Bayar Priority ( 150, 300, 500 ), Paket Internet Harian & Mingguan XL Pasca Bayar, Nikmati Akses Data di Luar Negeri Hanya Rp 25.000/ Hari, Dengan XL Pasca Bayar ( untuk Negara : kamboja, Bangladesh,Malaysia, singapura, sri Langka, hongkong ).

    TEMUAN

    1. Inti dari promosi yaitu :
    1. Menginformasikan
    maksudnya adalah menginformasikan pasar tentang produk baru, mengemukakan manfaat baru sebuah produk, menginfonnasikan pasar tentang perubahan harga, menjelaskan bagaimana produk bekerja, menggambarkan jasa yang tersedia, memperbaiki kesan yang salah, mengurangi ketakutan pembeli, membangun citra perusahaan.

    2. Membujuk
    maksudnya mengubah persepsi mengenai atribut produk agar diterima pembeli.

    3. Mengingatkan
    maksudnya agar produk tetap diingat pembeli sepanjang
    masa, mempertahankan kesadaran akan produk yang paling mendapat
    perhatian.

    2. Telekomunikasi diandonesia diramaikan oleh adu lomba murah yang diiklankan secara intensif oleh para operator besar dan kecil yang banyak bermunculan / pendatang baru. Termasuk didalamnya PT Exelcomindo Pratama Tbk yang giat menggalakkan promonya. Konsumen di untungkan, Namun dilain sisi perang promo / tariff ini berdampak buruk bagi persaingan dunia telekomunikasi di Indonesia sehingga pemerintah perlu turuntangan dalam hal ini.

    KESIMPULAN
    Berdasarkan pembahasan diatas maka dapat saya simpulkan :
    1. Kegiatan promosi sangat perlu dilakukan oleh setiap perusahaan dengan tepat disesuaikan dengan strategi – strategi perusahaan yang ada dalam menghadapi persaingan yang ada, kegiatan promosi ini intinya memberikan informasi terhadap konsumen yang ada yang nantinya konsumen dapat mengetahui dan tertarik untuk membelinya.

    2. PT Exelcomindo Pratama Tbk dalam memberikan promo jika dilihat memang sangat berani,disamping tariff yang rendah , iklan yang di lakukan di berbagai media pun sangat gencar dilakukan, hal ini dilakukan agar posisi PT Exelcomindo Pratama Tbk sebagai penantang pasar dapat menggeser telkomsel sebagai pemimpin pasar.

    http://www.forumkami.com/forum/cafe-handphone/2448-promo-xl-2009-telepon-murah-bagi-sesama-xl.html

    http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/03/24/01235089

    http://www.xl.co.id/XLPascabayar/PromodanPoinHadiah/Promo/tabid/174/newsId/217/Default.aspx

    Sigit, tugas individu anda telah saya baca. Tugas kelompok silahkan dikirimkan. Sukses

    Komentar oleh sigit wasono | Juli 9, 2009 | Balas

  42. Nama : Tri Bagus Satrio
    Nim : Erc1B006014
    Jurusan : Manajemen
    Kelompok: 8

    1. Judul Makalah

    “ Penilaian Kinerja Pegawai Negri Sipil dengan Daftar Penilaian Pelaksanan Pekerjaan ( DP3 ) “

    2. Rumusan Masalah :
    1. Sejauh mana tingkat efektifitas Dp3 terhadap Pegawai Negri Sipil ?
    2. Bagaimana manfaat yang dirasakan oleh Pegawai Negri Sipil setelah adanya Dp3 ?

    3. Landasan Teori
    Pendahuluan
    1.1 Pengertian

    Menurut Handoko (1996) penilaian prestasi kinerja adalah proses mengevaluasi dan menilai prestasi kerja karyawan. Kegiatan ini dapat memperbaiki keputusan keputusan personalia dan memberikan umpan balik kepada para karyawan tentang pelaksanaan kerja mereka.
    Menurut Stoner et al. (1996) penilaian prestasi kinerja adalah proses yang meliputi:
    1. Penetapan standar prestasi kerja
    2. Penilaian prestasi kerja aktual karyawan dalam hubungan dengan standar-standar ini
    3. Memberi umpan balik kepada karyawan dengan tujuan memotivasi orang tersebut untuk menghilangkan kemerosotan prestasi kerja.

    Sedangkan yang dimaksud dengan dimensi kerja menurut Gomes (1995: 142) memperluaskan dimensi prestasi kerja karyawan yang berdasarkan Quantity work; Quality of work; Job knowledge; dan Creativeness.Dari beberapa pendapat ahli diatas dapat disimpulkan bahwa sistem penilaian prestasi kinerja ialah proses untuk mengukur prestasi kinerja pegawai berdasarkan peraturan yang telah ditetapkan, dengan cara membandingkan sasaran (hasil kerjanya) dengan persyaratan deskripsi pekerjaan yaitu standard pekerjaan yang telah ditetapkan selama periode tertentu. Standard kerja tersebut dapat dibuat baik secara kualitatif maupun kuantitatif.

    Maka penilaian kinerja adalah Cascio (1991:73) menyebutkan bahwa “Penilaian kinerja ialah suatu gambaran yang sistematis tentang kebaikan dan kelemahan dari pekerjaan individu atau kelompok. Beberapa tinjauan lainnya terkait dengan penilaian prestasi kerja antara lain disebutkan menurut Dessler (1997) penilaian prestasi kinerja adalah suatu proses penilaian prestasi kinerja pegawai yang dilakukan pemimpin perusahaan secara sistematik berdasarkan pekerjaan yang ditugaskan kepadanya.

    1.2 Dasar Penilaian Kinerja

    Dasar penilaian kinerja sangat perlu ditetapakan terlebih dahulu sebelum penilaian dilukukan. Hal ini dipandang penting karena penilaian akan sulit dilakukan secara obyektif bila mana dasar penilaiannya tidak jelas. Oleh karena itu, maka dasr penilaian menjadi sangat vital dalam melakukan penilaian kinerja baik individu, kelompok /tim maupun organisasi.
    Pada umumnya dasar penilaian kinerja adalah standar kinerja (performance standard). Standar kinerja merupakan patokan tentang tingkat pencapaian kinerja oleh individu, kelompok/tim maupun organisasi. Untuk itu pula, maka standar kinerja diarahkan terhadap tingkat (level) pencapaian, yaitu kineja tinggi (high performance), kinerja menengah (medium performance), dan kinerja rendah (low performance). Tentu saja ketiga tingkatan ini diperkuat oleh indicator-indikator sejalan dengan tingkat pencapaian yang dimaksud. Singkatnya, semakin jelas standar kinerja, maka semakin mudah obyektif dalam melakkan penilaian kinerja baik individu, kelompok maupun organisasi. Oleh karena itu, sebelum melakukan kinerja, maka standar penilaian harus ditetapakan secara tegas dan dapat terukur (measureable).

    1.3 Jenis Penilaian Kinerja

    Penilaian kinerja dapat digolongkan menjadi 3, yakni:
    1. Penilaian kinerja individu
    merupakan hasil pkerjaan hasil pribadi sesuai dengan tugas dan funsi yag dibebankan kpadanya. Penilaian kinerja individu merupakan penilaian yang hany tertuju pada seseorang, yakni seorang karyawan , manajer, atau direktur dalam sautu perusahaan.
    2. Penilaian kinerja kelompok/tim
    Merupakan hasil pekerjaan sekelompok pegawai dengan tugas dan fungsi yangdibebankan kepada mereka.
    3. Penialain kinerja organisasi
    Merupakan hasil aktivitas semua departemen dan unit kerja sesuai dengan tugas dan fungsi yang dibebankan.

    Pembahasan

    2.1. Pengertian Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3)

    Era reformasi dan dampak persaingan globalisasi mendorong percepatan perubahan perbaikan kinerja aparatur pemerintah. Aparatur pemerintah dituntut bekerja lebih professional, bermoral, bersih dan beretika dalam mendukung reformasi birokrasi dan menunjang kelancaran tugas pemerintahan dan pembangunan. Reformasi birokrasi sudah dan sedang berlangsung di semua lini departemen/ lembaga pemerintahan baik di tingkat pusat maupun daerah untuk mencapai tujuan pembangunan nasional. Aparatur pemerintah yang dimaksud adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas disemua instansi pemerintahan. Penilaian kinerja Pegawai Negeri Sipil, adalah penilaian secara periodik pelaksanaan pekerjaan seorang Pegawai Negeri Sipil. Penilaian PNS ini dilakukan dengan menggunakan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3).

    Daftar Penilaian pekerjaan Pegawai Negeri Sipil atau disebut DP-3 adalah suatu daftar yang memuat hasil penilaian pelaksanaan pekerjaan seorang PNS dalam jangka waktu satu tahun. Hasil penilaian kinerja digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pembinaan Pegawai Negeri Sipil, antara lain pengangkatan, kenaikan pangkat, pengangkatan dalam jabatan, pendidikan dan pelatihan, serta pemberian penghargaan. Penilaian kinerja Pegawai Negeri Sipil dilaksanakan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1979 tentang Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan Pegawai Negeri Sipil
    Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) tersebut merupakan penjabaran dari Undang-Undang Nomor 8/1974 jo UU No. 43/1999 pasal 20 tentang Pokok-pokok Kepegawaian, yang berbunyi: “Untuk lebih menjamin obyektivitas dalam mempertimbangkan pengangkatan dalam jabatan dan kenaikan pangkat diadakan penilaian prestasi kerja”. Sedangkan dalam implementasinya, Pemerintah mengeluarkan peraturan yaitu PP No. 10/1979 tentang Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan PNS. Serta untuk lebih menjamin adanya keseragaman dalam pelaksanaannya, maka BAKN mengeluarkan petunjuk teknis tentang pelaksanaan penilaian pekerjaan PNS berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 10/1979, berupa Surat Edaran yaitu SE. BAKN No. 02/SE/1980 tentang petunjuk pelaksanaan DP3 PNS.

    2.2 Tujuan dan Manfaat DP3

    Mengacu pada SE. BAKN No. 02/SE/1980 bagian II poin 1 – 2, tujuan dari DP3 ialah untuk memperoleh bahan-bahan pertimbangan yang obyektif dalam pembinaan PNS berdasarkan sistem karier dan sistem prestasi kerja. Ini mengandung arti bahwa tujuan yang ingin dicapai dengan dilakukannya penilaian prestasi kerja adalah :
    1. Sebagai sumber data untuk administrasi kepegawaian seperti perencanaan kepegawaian dan kegiatan pengembangan jangka panjang bagi organisasi yang bersangkutan
    2. Untuk memberikan konseling kepada pegawai
    3. Memberikan umpan balik yang mendorong kearah kemajuan dan kemungkinan memperbaiki ataupun meningkatkan kualitas kerja pegawai
    4. Memberikan motivasi terhadap pegawai

    Sesuai dengan tujuannya, maka DP3 harus dibuat seobyektif dan seteliti mungkin berdasarkan data yang tersedia. Untuk itu, maka setiap pejabat yang berwenang membuat DP3, berkewajiban membuat dan memelihara catatan mengenai PNS yang berada dalam lingkungannya masing-masing. Hasil dari penilaian prestasi kerja yang terdokumentasi ini yang paling banyak digunakan ialah untuk kebutuhan rewards financial, promosi, mutasi dan demosi, serta untuk pelatihan, perencanaan SDM seperti proyeksi jumlah dan mutu karyawan yang dibutuhkan.
    Selain itu, manfaat dari penilaian kinerja adalah untuk mengetahui keberhasilan atau ketidak berhasilan seorang Pegawai Negeri Sipil, dan untuk mengetahui kekurangan-kekurangan dan kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan dalam melaksanakan tugas. Atas dasar penilaian yang dilaksanakan secara akurat dan ditindaklanjuti dengan berbagai bentuk pengembangan pegawai yang tepat maka apa yang menjadi tujuan yang ingin dicapai atas diadakannya penilaian tersebut yaitu untuk bisa teciptanya kesempurnaan Aparatur Negara yang memiliki tingkat kompetensi yang tinggi dalam bidang tugasnya masing-masing dan disertai dengan adanya moral dan prilaku pegawai yang mencerminkan sikapnya sebagai Abdi Negara dan Abdi Masyarakat, maka akan bisa terwujudkan.

    2.3 Faktor yang Mempengaruhi Penilaian

    Melaksanakan penilaian prestasi kerja yang baik bukanlah suatu hal yang mudah. Ada berbagai faktor baik eksternal maupun internal yang akan mempengaruhi penilaian terhadap prestasi kerja pegawai. Berbedanya lingkungan dan bentuk organisasi serta kurangnya kemampuan dan motivasi penilai dalam melaksanakan penilaian dapat mempengaruhi penilaian yang dilakukan sehingga bisa mengakibatkan bias dalam penilaian, apalagi ukuran-ukuran yang digunakan bersifat kualitatif.

    1. Lingkungan Eksternal Organisasi
    2. Lingkungan Internal Organisasi

    2.4 Ketentuan DP3

    1. Hasil Penilaian pelaksanaan pekerjaan PNS, dituangkan dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan.
    2. Dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan unsur-unsur yang dinilai adalah:
    * Kesetiaan
    * Prestasi Kerja
    * Tanggung Jawab
    * Ketaatan
    * Kejujuran
    * Kerjasama
    * Prakarsa
    * Kepemimpinan

    Daftar Penilaian pekerjaan Pegawai Negeri Sipil atau disebut DP-3 adalah suatu daftar yang memuat hasil penilaian pelaksanaan pekerjaan seorang PNS dalam jangka waktu satu tahun. Hasil penilaian kinerja digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pembinaan Pegawai Negeri Sipil, antara lain pengangkatan, kenaikan pangkat, pengangkatan dalam jabatan, pendidikan dan pelatihan, serta pemberian penghargaan. Penilaian kinerja Pegawai Negeri Sipil dilaksanakan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1979 tentang Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan Pegawai Negeri Sipil. Karena penurunan nilai DP3 dimungkinkan hanya apabila yang bersangkutan melakukan pelanggaran disiplin pegawai, maka penilaian pelaksanaan pekerjaan PNS setiap tahunnya nilai tidak boleh turun, lebih baik jumlah nilainya tetap dan apabila PNS tersebut akan naik pangkat baru dinaikkan nilainya. Penilaian pelaksanaan pekerjaan bagi pegawai negeri sipil yang akan diusulkan kenaikan pangkat dalam setiap unsurnya harus bernilai baik (minimal 76). Khusus calon pegawai negeri sipil yang akan diusulkan menjadi pegawai negeri sipil, penilaian DP3 nya sesudah satu tahun nyata. Buku catatan penilaian pelaksanaan pekerjaan PNS dipelihara lima tahun sesudah itu tidak digunakan lagi.
    Dari semua argumen di atas beberapa fonomena yang sering ditemukan adalah kurangnya respon yang kuat dari kalangan pegawai negri sipil,ada sebagian beberapa pegawai negri sipil yang masih mengabaikan sistem penilaian kinerja dengan DP3,padahal pada dasarnya Dp3 berperan penting sekali terhadap individual dalam upaya mendapatkan kenaikan pangkat,jadi dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya Dp3 belum berjalan sesuai yang diinginkan,namun hanya sebatas formalitas saja.Bahkan yang lebih anehnya lagi faktor budaya ikut mendominasi di kalangan instansi atau organisasi.Seperti misalnya seseorang yang menjabat di sebuah instansi kemudian merekruit saudara nya sebagai karyawan tanpa ada dasar sistem rekruit pegawai dan standar penilaian kinerja.Dan yang lebih parahnya lagi pegawai itu bukan ahli pada bidang yang ditujukan.Kalau kenyataan nya seperti ini bagaimanakah pemerintah harus menetapkan dan menstandarkan penilaian kinerja melalui DP3,sementara destinasinya kurang jelas.Jadi intinya Dp3 jika harus di laksanakan maka pemerintah harus lebih tegas,kemudian peraturan DP3 melalui perundang – undangnya harus berjalan sesuai norma – norma yang ditetapkan.

    Komentar oleh TRI BAGUS SATRIO | Juli 9, 2009 | Balas

    • Tri, kok referensimu tak ada?

      Komentar oleh johannessimatupang | Juli 24, 2009 | Balas

  43. Nama : Fellis Titahbara
    NIM : ERC1B006032
    Fakultas Ekonomi Program Ekstensi Jurusan Manajemen

    1. Judul Makalah : Analisis Penerapan Bauran Promosi ada PT Excelcomindo Pratama Tbk
    2. Rumusan Masalah :
    1. Apa dampak daripada promosi yang dilakukan oleh PT Excelcomindo Pratama Tbk ?
    2. Promosi seperti apa sajakah yang dilakukan oleh PT Excelcomindo Pratama Tbk?
    3. Pengertian pemasaran menurut Kotler (2000 : 8) adalah proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk dengan pihak lain. Dalam hal ini pemasaran merupakan proses pertemuan antara individu dan kelompok dimana masing-masing pihak ingin mendapatkan apa yang mereka butuhkan melalui tahap menciptakan, menawarkan dan pertukaran.
    Pengertian pemasaran menurut Boyd, Walker dan Larreche (2000) adalah proses sosial yang melibatkan kegiatan-kegiatan penting yang memungkinkan individu dan perusahaan mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui pertukaran dengan pihak lain dan untuk mengembangkan hubungan pertukaran.
    Pengertian promosi menurut Stanson (1999) adalah kombinasi strategi yang paling baik dari variabel-variabel periklanan, penjualan personal dan alat promosi yang lain, yang semuanya direncanakan untuk mencapai tujuan program penjualan.
    Pengertian promosi menurut Lamb, Hair, Mc-Daniel (2001) adalah komunikasi dari para penjual yang menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan pora calon pembeli suatu produk dalam rangka mempengaruhi pendapat mereka atau memperoleh suatu respon.
    Menurut Basu Swastha (1999), promotional mix adalah “Kombinasi Strategi yang paling baik dari variabel-variabel Periklanan, Personal Selling dan alat Promosi lainnya, yang kesemuanya direncanakan untuk mencapai tujuan program penjualan”.
    Menurut Kotler dan Gary A. (2000). Bauran promosi adalah ramuan khusus dari iklan pribadi, promosi penjualan dan hubungan masyarakat yang dipergunakan perusahaan untuk mencapai tujuan iklan dan pemasarannya.

    4. TEMUAN
    * PT Excelcomindo Pratama Tbk pada tahun 2009 telah melakukan serangkaian kegiatan promosi yang besar-besaran dengan tema PAKET MURAH SAMPE PUAS dimana semua tarif untuk layanannya mulai dari telpon, sms, chatting hingga Ring Back Tone dihargai Rp 0,01 saja. Promonya sangat besar-besaran dan disalurkan melalui semua media antara lain media cetak dan elektronik seperti televisi, koran, majalah dan berbagai macam cara promosi lainnya, contohnya melalui billboard dan baliho di jalan-jalan besar di kota-kota besar hingga mengdakan festival-festival musik untuk menarik peminat yang utamanya ditujukan pada kawula muda. Promosi inipun didukung dengan pemakaian Luna Maya sebagai bintang iklan dari XL itu sendiri, hal ini tentunya diharapkan mampu mendongkrak penjualan XL secara signifikan dan mampu bertarung dengan kompetitornya di pasar.

    * Sebagai operator GSM terbesar ke 3 di Indonesia, langkah yang dilakukan PT Excelcomndo Pratama Tbk dalam melakukan promosi sangatlah menarik perhatian dan memang terbukti mampu mendongkrak penjualan produknya secara signifikan, namun disisi lain apa yang telah dilakukannya juga tergolong sangat beresiko dan menghabiskan banyak biaya apalagi kompetitor lain terus mengungguli kegiatan XL, namun hal ini tampaknya dinilai wajar oleh PT Excelcomindo Pratama Tbk karena dengan promosi yang total mereka juga mengharapkan benefit dan profit yang total sesuai dengan biaya yang mereka keluarkan untuk promos tersebut, setidaknya konsumen luas lebih mengenal produk XL dan sebagai penantang pasar XL memang dituntut untuk berani dalam bertarung di pasaran yang semakin ketat.

    5. KESIMPULAN
    * Kegiatan Promosi yang dilakukan oleh XL memang sangat gencar dan menghabiskan banyak biaya, hal ni membuahkan hasil pada tahun 2007-2008 namun pada tahun 2009 terjadi penurunan karena ketatnya persaingan dengan operator lain terutama dalam segi tarif. Perang tarif yang menyebabkan penurunan pendapatan sebisa mungkin dihindari dan dapat diganti dengan program promosi yang mampu membuat pelanggan lebih tertarik. Hal ini menuntut XL untuk lebih maju dan berbenah diri dalam melakukan promosi dan pengembangan fasilitas produk dan layanannya.
    * Bauran promosi dilakukan oleh PT. Excelcomindo melalui beberapa media antara lain iklan televisi, iklan Koran, personal selling (SPG), sales counter, publisitas dan juga melalui penyebaran brosur, pemasangan spanduk serta melalui pembagian kartu perdana XL secara gratis, Dimana Kegiatan bauran promosi diatas dilakukan oleh PT. Excelcomindo untuk menunjang program promosi perusahaan yaitu tarif bicara dan sms murah serta program XL dalam peningkatan perluasan jaringan dan teknologi.

    Demikian komentar dari Saya.

    Kotler dan Gary A. 2000. Tentang Bauran Promosi
    Basu Swastha DH, 1999, Saluran Pemasaran, BPFE Yogyakarta.
    http://www.inilah.com/berita/ekonomi/2009/06/05/112711/excl-fokus-optimalkan-pelayanan/
    http://www.xl.co.id/tabid/176/language/en-US/newsld/329/Default.aspx

    Fellis tugasmu sudah saya baca. Pasitkan tugas kelompok sudah dikirim, tidak lewat hari Jumat. Sukses selalu.

    Komentar oleh FeLLiS Titahbara | Juli 10, 2009 | Balas

    • Terima kasih pak…
      Tugas kelompok akan dikirimkan ke email bapak malam ini.
      sekian dan terima kasih

      Komentar oleh Fellis Titahbara | Juli 10, 2009 | Balas

  44. Nama : ABIDIN
    Nim : ERC1B006034
    Fakultas : Ekomnomi
    Jurusan : Manajemen (Ekstensi 2006)
    Kelompok : 1 (Satu)

    1. Judul
    PENGARUH PENERAPAN BAURAN PROMOSI PADA PT. XLCOMINDO PRATAMA TBK.

    2. Rumusan Masalah
    1. Bagaimana PT. XLCOMINDO PRATAMA TBK dalam melakukan promosinya?
    2. Apa pengaruh kegiatan promosi terhadap PT. XLCOMINDO PRATAMA TBK?

    Teori :
    Pengertian pemasaran menurut ( Kotler, 2000). Pemasaran merupakan suatu proses sosial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatka apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas menukarkan produk yang bernilai dengan phak lain.

    Pengertian pemasaran menurut ( Boyd, Walker dan Larreche, 2000). Pemasaran adalah proses social yang melibatkan kegiatan-kegiatan penting yang memungkinkan individu dan perusahaan mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui pertukaran dengan pihak lain dan untuk mengembangkan hubungan pertukaran.

    Pengertian konsep pemasaran menurut Basu Swastha dan Ibdu Sukotjo:
    Konsep pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan social bagi kelangsungan hidup perusahaan.

    Menurut Kotler dan Gary A. (2000). Bauran promosi adalah ramuan khusus dari iklan pribadi, promosi penjualan dan hubungan masyarakat yang dipergunakan perusahaan untuk mencapai tujuan iklan dan pemasarannya.

    Menurut Basu Swastha (1999), promotional mix adalah “Kombinasi Strategi yang paling baik dari variabel-variabel Periklanan, Personal Selling dan alat Promosi lainnya, yang kesemuanya direncanakan untuk mencapai tujuan program penjualan”.

    Apa atri seorang pelanggan?
    Pelanggan adalah orang yang paling pentina dalam perusahaan ini, baik secara pribadi maupun pos. pelanggan tidak tergantung kepada kita, kita tergantung pada dia. Pelanggan bukan pengganggu kerja kita, tetapi dia merupakan tujuan kerja kita. Kita tidak membantu di melayaninya, dia yang memberi kita dengan memberi kita peluang untuk melayaninya. Pelanggan bukan orang untuk berdebat atau beradu kecerdasan, tidak seorangpunpernah menang bila berdebat dengan pelanggan. Pelanggan adalah orang yang membawa keinginannya kepada kita. Tugas kita adalah menanganinya secara menguntungkan bagi dia dan bagi kita sendiri.
    Dikutip dari buku Kotler dan Amstronng.

    4. TEMUAN
    1. Tujuan promosi:
    - Menyebarkan informasi produk kepada target pasar potensial
    - Untuk mendapatkan kenaikan penjualan dan profit
    - Untuk mendapatkan pelanggan baru dan menjaga kesetiaan pelanggan baru
    - Untuk menjaga kesetabilan penjualan ketika terjadi lesu pasar.
    - Membedakan serta mengumpulkan produk disbanding produk pesaing.
    - Membentuk citra produk di mata konsumen sesuai dengan yang diinginkan.

    2. Pelaksanaan promosi dilakukan oleh PT. Excelcomindo melalui beberapa media antara lain iklan televisi, iklan Koran, personal selling, sales counter, publisitas dan juga melalui penyebaran brosur, pemasangan spanduk serta melalui pembagian kartu perdana XL secara gratis, Dimana Kegiatan bauran promosi diatas dilakukan oleh PT. Excelcomindo untuk menunjang program promosi perusahaan yaitu tarif bicara dan sms murah serta program XL dalam peningkatan perluasan jaringan dan teknologi.

    5. KESIMPULAN

    1. Kegiatan promomosi yang gencar dan menarik akan menimbulkan pengaruh positif terhadap perusahaan ksususnya perusahaan yang kami teliti yaitu PT. XLCOMINDO PRATAMA TBK. Dan begitu sebaliknya, apabila peasing melakukan promosi yang lebih gencar dan lebih menarik maka akan berpengaruh negative terhadap pelanggan atau konsumen yang telah dikuasai.
    Sebagai dasar dapat dilihat dari penjualan PT. XLCOMINDO PRATAMA TBK sebagai berikut:
    Pada Juni 2007 : Pelanggan XL mencapai 10,2 juta
    pada semester 1 2008 : Pelanggan XL melonjak menjadi 22 Juta Pelanggan
    Pada September 2008 : Jumlah pelanggan EXCL telah mencapai 25 juta orang
    Pada kwartal ke-3 2008 : Pelanggan XL telah mencapai 25,1 juta Pelanggan
    Pada akhir tahun 2008 : Pelanggan XL mencapai 26,1 Juta Pelanggan
    Pada kuartal I 2009 : Pelanggan XL sebanyak 24,9 juta pelanggan
    Menurunnya jumlah pelanggan XL ini karena semakin giatnya Kompetitor melakukan promosi terutama dari PT. Telkomsel, yang mulai menurunkan tarif dan memperbanyak kegiatan bauran promosinya.

    2. Kegiatan promosi (strategi pemasaran) yang akurat sangat dibutuhkan oleh setiap perusahaan, tidakboleh lengah dan tidak boleh merasa puas dengan hasil yang ada. Dikarenakan pesaing akan melihat setiap celah kelemahan dan kekurangan lawan usahanya (pesaingnya).

    Demikian komentar saya tentang evaluasi seminar manajemen, Terima kasih.
    Sumber dari:
    Kotler dan Gary A. 2000. Tentang Bauran promosi
    Boyd, Walker dan Larreche, 2000. tentang pemasaran
    Basu Swastha DH, 1999, Saluran Pemasaran, BPFE Yogyakarta.
    Kotler, (terjemahan A.B. Susanto), 2001, Manajemen Pemasaran di Indonesia, Edisi Pertama, Salemba Empat, Jakarta.
    http://www.inilah.com/berita/ekonomi/2009/06/05/112711/excl-fokus-optimalkan-pelayanan/
    http://www.inilah.com/berita/ekonomi/2008/08/28/46637/isat-excl-lomba-raih-pelanggan/
    http://www.xl.co.id/XLPascabayar/PromodanPoinHadiah/Promo/tabid/174/newsId/217/Default.aspx
    http://www.forumkami.com/forum/cafe-handphone/2448-promo-xl-2009-telepon-murah-bagi-sesama-xl.html

    Abidin, tugasmu sudah say abaca. TInggal makalah kelompok dipastikan sudah dikirim, tidak lewat hari Jumat ini.

    Komentar oleh ABIDIN | Juli 10, 2009 | Balas

  45. TUGAS INDIVIDU SEMINAR MANAJEMEN
    NAMA ; YOGI KURNIAWAN
    NIM :ERC1B006 051
    KELOMPOK 2

    JUDUL MAKALAH
    Sales force dalam jalur distribusi produk PT.Astra otopart.tbk

    PERUMUSAN MASALAH
    1.Apa saja yang dapat dilakukan sales force di jalur distribusi produk Pt.Astra otopart?
    2.Bagaimana seharusnya yang dilakukan sales force dalam mendistribusikan produk?
    3.strategi apa saja yang dilakukan sales force dalam mendistribusikan produk

    KONSEP DAN TEORI
    Berbagai konsep dan teori yang ditemukan dalam makalah ini antara lain:
    1.Produk
    Berbagai pengertian tentang produk antara lain:
    • Menurut Kotler (1997 : 430 ) A Product is anything that can be offered to be a market for attention, acquasition, use or consumption that might satisfy a want or need. Definisi di atas menjelaskan bahwa produk adalah apa saja yang ditawarkan ke pasar untuk dipertahankan, diperoleh, digunakan atau dikonsumsi yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan.
    • diproduksinya produk tersebut dengan saat dikonsumsinya produk yang bersangkutan oleh konsumen produk tersebut. (Ahyari, 1996 : 8 )
    • Menurut Stanton dalam Angipora (2002 : 152) produk mempunyai definisi yang sempit dan luas. Definsi tersebut sebagai berikut :
    a. Definisi sempit produk
    Produk adalah sekumpulan atribut fisik nyata (tangible) yang terkait dalam sebuah bentuk yang dapat diidentifikasikan.
    b. Definisi luas produk
    • Produk adalah sekumpulan atribut yang nyata (tangible) dan tidak nyata (intangible) di dalamnya sudah tercakup warna, harga, kemasan, prestive pabrik, prestive pengecer dan pelayanan di pabrik serta pengecer yang mungkin diterima oleh pembeli sebagai sesuatu yang bisa memuaskan keinginannya.
    • Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan pada suatu pasar untuk mendapatkan perhatian untuk dimiliki, penggunaan ataupun konsumsi yang bisa memuaskan keinginan atau kebutuhan (Angipora, 2002 : 4)
    • Produk merupakan Segala sesuatu yang ditawarkan ke dalam pasar untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen. Produk juga merupakan seperangkat kepuasan yang diperoleh konsumen jika mereka melakukan transaksi (jual beli). (Hadi dalam http
    • Menurut Gitosudarmo (1994 : 177) produk adalah segala sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan manusia . Produk dapat mencakup benda fisik, jasa, prestise, tempat, organisasi maupun idea. Produk yang berujud biasa disebut sebagai barang, sedangkan yang tidak berujud disebut jasa

    2.STRATEGI
    Beberapa pengertian tentang strategi antara lain:
    • . Chang and Campo (1980) melihat marketing strategy sebagai suatu isu sentral dan krusial dalam fungsi pemasaran.
    • Guiltiman dan Paul (1985) melihat strategi pemasaran sebagai “a broad means of achieving given aims.”
    • Kotler (1976) mengartikan strategi pemasaran sebagai “the grand design to achieve an objective.”
    • McCarthy dkk. (1998,p.41) mendefinisikan marketing strategy sebagai “the specification of target market and related marketing mix.”
    • Rao dan Steckel (1995, p.3) menemukan bahwa kebanyakan para menejer mendefinisikan strategi pemasaran sebagai “…the way you go about accomplishing your objectives.”
    • Dan terakhir pengertian yang lebih spesipik disampaikan oleh Zikmund dan D’Amico (1989, p.669) yang menyatakan bahwa: Marketing strategy includes the identification and evaluation of opportunities, analysis of market segments, selection of a target market or of target markets, and planning an appropriate marketing mix.
    Dari beberapa pengertian strategi pemasaran yang dikemukakan oleh para penulis di atas, didapat gambaran bahwa strategi pemasaran pada hakikatnya merupakan serangkaian upaya yang ditempuh dalam rangka mencapai tujuan tertentu
    3 PASAR
    • Pasar merupakan suatu mata rantai yang menghubungkan antara produsen dan konsumen. Ajang pertemuan antara penjual dan pembeli, antara dunia usaha dengan masyarakat konsumen. Pasar memainkan peranan yang sangat penting dalam perekonomian modern, karena harga-harga terbentuk di pasar.
    ( Gilarso, 1998 : 154 )
    • Selanjutnya menurut Gilarso pengertian pasar dalam arti sempit adalah “suatu tempat dimana pada hari tertentu oara penjual dan pembeli dapat bertemu untuk jual beli barang.
    • Para penjual menawarkan barang ( beras, buah-buahan, dan sebagainya )
    dengan harapan dapat laku terjual dan memperoleh sekedar uang sebagai gantinya. Para konsumen (pembeli) datang ke pasar untuk berbelanja dengan membawa uang unutk membayar harganya. ( Gilarso, 1998 hal : 154 )
    pasar dalam arti luas, Gilarso berpendapat bahwa pasar terjadi kalau ada :
    - Suatu “pertemuan’’ antara
    - Orang yang mau menjual,dan
    - Orangyang mau membeli
    - Suatu barang dan jasa tertentu
    - Dengan harga tertentu
    ( Gilarso, 1998 hal : 154 )
    • Sedangkan menurut Sudarsono pasar adalah jumlah barang atau jasa yang ditawarkan pengusaha tergantung atas titik optimal usahanya. Konsep titik optimal usaha ini berlaku pada semua bentuk pasar yang dihadapi oleh pengusaha.
    (Sudarsono 1995 hal : 266 )
    • Menurut Miller dan Meiners, pasar dalam arti luas adalah suatu pasar tidaklah harus suatu tempat, tetapi suatu institusi yang menjadi ajang operasi kekuatan-kekuatan yang menentukan harga. Dengan kata lain dalam pasarlah pemasokan dan permintaan beroperasi.
    • Dipihak lain, lokasi pasar adalah lokasi geografis tempat pertukaran terjadi, tempat hasil pemasokan dan permintaan berlangsung dan tempat syarat-syarat terdaftar.
    • Selain itu pasar juga harus mempunyai mekanisme pasar yang merujuk pada jaringan informasi dalam dan antar pasar ( atau lokasi pasar ). Misalnya mekanisme pasar memungkinkan individu-individu saling berhubungan mengenai harga dan ketersediaan.
    ( Miller dan Meiners, 1997,hal :23 )
    4.DISTRIBUSI
    Pengertian dari distribusi itu sendiri adalah “Lembaga-lembaga distributor atau lembaga penyalur yang mempunyai kegiatan untuk menyalurkan atau menyampaikan barang-barang atau jasa-jasa dari produsen ke konsumen. Distributor-distributor ini bekerja secara aktif untuk mengusahakan perpindahan bukan hanya secara fisik tetapi dalam arti agar barang-barang tersebut dapat dibeli oleh konsumen”. (Nitisemito, 1993:102)

    “Saluran distribusi adalah setiap rangkaian perusahaan atau orang yang ikut serta dalam arus barang dan jasa dari produsen kepada pemakai atau konsumen akhir”. (MC.Carthy,1993:228)
    Pemilihan terhadap saluran distribusi harus efektif dan efisien dan pemilihan saluran distribusi juga perlu memperhatikan situasi dan kondisi dari perusahaan. Dalam hal ini perusahaan menggunakan saluran pemasaran atau saluran distribusi tingkat nol yang terdiri dari sebuah produsen yang secara langsung ke pelanggan akhir. Saluran distribusi untuk barang konsumsi yang biasa digunakan adalah sebagai berikut:
    1. Saluran nol tingkat
    ProdusenKonsumen

    2. Saluran satu tingkat
    ProdusenPengecerKonsumen
    3. Saluran dua tingkat
    ProdusenPedagang BesarPengecerKonsumen
    4. Saluran tiga tingkat
    ProdusenPedagang BesarPemborongPengecerKonsumen
    Ada tiga aspek pokok yang berkaitan dengan keputusan-keputusan tentang distribusi (tempat). Aspek tersebut adalah:
    1. Sistem transportasi perusahaan
    2. Sistem Penyimpanan
    3. Pemilihan saluran distribusi
    (Swastha & Irawan,1990:12)
    Penetapan saluran distribusi sangat penting bagi perusahaan sebab suatu saluran distribusi yang tepat akan dapat memperlancar arus barang dan jasa sampai ke
    TEMUAN-TEMUAN
    1. Dalam mendistribusikan produknya perusahaan sangat membutuhkan tenaga sales force,tujuan pendistribusian dengan menggunakan tenaga sales force yaitu agar barang yang akan didistribusikan cepat sampai ke konsumen.
    2. dengan menggunakan sales force perusahaan dapat melakukan eksfansi pasar ,karena sales force disamping sebagai penyalur produk sales force juga sebagai tempat mencari informasi bagi perusahaan.
    3. dalam melakukan kegiatannya sales force dapat juga berfungsi sebagai sarana promosi yang efektif untuk menawarkan produk baru yang dikeluarkan perusahaan.
    4. sales forcememiliki kekuatan dan kelemahan,kekuatan sales force yaitu dapat menghantarkan produk dengan cepat kekonsumen,dan kekurangan sales force yaitu apabila menggunakan tenaga sales force terlalu banyak tentu yang menjadi masalah adalah biaya operasional perusahaan yang semakin besar
    KESIMPULAN
    1.Sales force merupakan salah satu kekuatan yang dimiliki perusahaan untuk mendistribusikan produknya.
    2.penggunaan sales force juga pelu dilakukan penyeimbangan antara tenaga yang dibutuhkan dengan biaya yang dikeluarkan.
    literatur

    Royan.frans m.Sun tzu creating distribution strategy,Gramedia pustaka,Jakarta,2005
    daniel,William m.pride o.c.ferrel:Pemasaran teori dan prakteknya sehari-hari(diterjemahkan wirajaya),Gramedia pustaka,Jakarta,1995
    Sadat.andi m,Brand belief,salemba empat,Jakarta,2009
    Korler dan amstrong,manajemen pemasaran,indeks,Jakarta,2000

    Komentar oleh YOGI KURNIAWAN | Juli 10, 2009 | Balas

  46. Nama : Dewi Suryani
    NIM : ERC1B006047
    Jurusan : Manajemen
    Kelompok: 3 (Tiga)

    Salam Pak Jo,
    Terima kasih atas kesempatan dan izin yang telah bapak berikan untuk mengirimkan tugas Evaluasi Seminar Manajemen ini. Saya mohon maaf atas keterlambatan pengiriman tugas saya ini.

    I. JUDUL MAKALAH
    “Good Corporate Governance pada PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk”

    II. RUMUSAN MASALAH

    1. Bagaimana penerapan Good Corporate Governance dalam sebuah institusi perbankan di Indonesia?
    2. Bagaimana penerapan Good Corporate Governance pada PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk?

    III. TEORI

    1. Pengertian Good Corporate Governance.

    Turnbull (1997) mendefinisikan corporate governance sebagai berikut :

    “Corporate governance describes a the influences affecting the institutional processes including those for appointing the controllers and/or regulators, involved in organizing the production and sale of goods and services”.

    2. Fokus kepada Board.

    Mengenai Board (Maasen dan Van Den Bosch, 1999; Turnbull, 1997; Fama, 1980, Fama and Jensen, 1983). Board adalah pucuk pimpinan suatu organisasi yang bertanggung jawab untuk mengarahkan dan mengendalikan serta mengawasi pemakaian sumber daya agar supaya selaras dengan tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

    Steinberg dan Bromilow (2000) menyatakan secara tegas bahwa good corporate governance akan bisa dibangun dalam suatu perusahaan apabila perusahaan tersebut memiliki strategy dan planning (lazim disebut strategic planning) yang dapat diimplementasikan secara terukur dari waktu ke waktu (lihat Kaplan and Norton, 2001; Niven, 2002) dan juga lihat kembali definisi tentang CG). Apabila strategy dan planning ini terukur secara jelas maka akan memudahkan bagi board untuk mengukur dan memantau kinerja perusahaan secara berkesinambungan (Steinberg dan Bromilow, 2000).

    3. Hukum dan Peraturan.

    Suatu organisasi membutuhkan suatu perangkat hukum dan peraturan yang ditujukan kepada Board (dalam konteks Indonesia terdiri dari dewan komisaris dan dewan direksi) untuk melindungi dan memagari agar supaya keputusan yang dibuat oleh board bisa independen (Holland, 1998; Maasen and Van den Bosch, 1999), pengelolaan sumber daya perusahaan menjadi optimal. Secara tidak berlebihan jika banyak para peneliti CG menyatakan bahwa inti disiplin ilmu yang membentuk Corporate Governance adalah hukum (antara lain Seiznick, 1948; Burel & Morgan, 1979; Fama and Jensen, 1983).

    4. Pengelolaan Sumber Daya dengan Kaidah E3P.

    Board Governance yang baik tentu saja akan berupaya mengalokasikan sumber daya secara maksimal dalam kerangka pencapaian tujuan perusahaan (Kakabadse, Kakabadse, and Kouzmin, 2001; Brickley and James, 1987; Mayers, 1987).

    5. Tujuan perusahaan.

    Kakabadse, Kakabadse, and Kouzmin (2001) telah secara tegas menyimpulkan bahwa Board Governance yang telah tertata dengan baik akan selalu “concern” terhadap bagaimana operasional perusahaan in line with tujuan organisasi. Untuk itu maka Board akan menyiapkan suatu perangkat pengukuran kinerja yang link up dengan tujuan organisasi yang dipakai oleh Board sebagai alat untuk melakukan pemantauan dan pengendalian kinerja perusahaan (Mayer, 1997); Macmilan and Downing, 1999; Sternberg and Bromilow, 2000; Kakabadse; Kakabadse, and Kouzmin, 2001).

    6. Strategic Control.

    Corporate Governance merupakan salah satu instrumen strategic control perusahaan (Fama and Jensen, 1993; Mayers, Shivdasani and Smith, 1997).

    7. Pondasi utama terbentuknya good corporate governance

    Berdasarkan review terhadap historical teori dari konsep serta cakupan Corporate Governance, Lukviarman (2000) menyimpulkan bahwa dalam rangka merancang model Corporate Governance harus mempertimbangkan 3 (tiga) pondasi yang sangat menentukan bentuk bangunan model CG, jika tidak maka efektivitas model Corporate Governance yang kita gunakan akan menjadi kurang tepat. Tiga pondasi utama terbentuknya good corporate governance; yaitu philosophical foundation, historical foundation, dan psychological foundation.

    8. Cakupan Board Governance

    Kakabadse Kakabadse, Kouzman (2001) dan Beasley and Petroni (2001) menyatakan bahwa jika perusahaan memiliki Board Governance yang baik maka perusahaan tersebut akan memiliki kinerja yang baik. Kakabadse, dan Kouzman (2001) menyimpulkan bahwa ada 4 (empat) elemen Board Governance yaitu : Board composition, board characteristic, board structure; dan board process.

    Turnbull (1997) dan Williamson (1975) telah menyatakan bahwa sistim corporate governance sangat ditentukan oleh budaya atau disebut juga dengan local content. Hal ini konsisten dengan contingency theory yang menyatakan bahwa tidak ada satu sistem perusahaan yang dapat diterapkan kepada berbagai perusahaan lainnya.

    IV. HASIL PENELITIAN

    1. Prinsip-prinsip Good Corporate Governance Bank Mandiri

    PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk merupakan salah satu perusahaan BUMN yang bergerak dalam industri perbankan. Komisaris dan Direksi Bank Mandiri berkomitmen untuk menegakkan sistem perbankan yang sehat dan kuat di Indonesia dan menstranformasi Bank Mandiri menjadi bank publik terkemuka (Blue Chip Company) di kawasan Asia Tenggara (Regional Champion Bank). Manajemen berkeyakinan bahwa penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) merupakan salah satu prasyarat mutlak dalam proses transformasi ini. Penerapan prinsip secara baik akan meningkatkan kepercayaan investor dan merupakan nilai tambah bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya. Prinsip-prinsip Good Corporate Governance Bank Mandiri :
    a. Keterbukaan (Tranparency)
    b. Akuntabilitas (Accountability)
    c. Tanggung Jawab (Responsibility)
    d. Independensi (Independency)
    e. Kewajaran (Fairness)

    2. Penilaian Penerapan GCG Bank Mandiri dan Survei dengan Metode Self Assessment

    Untuk memastikan adanya peningkatan kualitas penerapan GCG secara berkesinambungan ke dalam proses bisnis, sejak tahun 2003 Bank Mandiri setiap tahun menugasi lembaga independen untuk melakukan penilaian terhadap implementasi GCG, yaitu Standard and Poor’s, PricewaterhouseCoopers dan The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG). Sebelum dikeluarkannya PBI No. 8/4/PBI/2006 yang mengharuskan Bank untuk melakukan penilaian sendiri secara internal (internal self assessment) terhadap pelaksanaan GCG, Komite GCG telah melakukan survei dengan menggunakan metode tersebut. Survei tersebut dilakukan untuk mengetahui sampai sejauh mana prinsip-prinsip dan praktek-praktek terbaik GCG telah diterapkan oleh Bank Mandiri.

    V. KESIMPULAN

    1. Semangat untuk menerapkan Good Corporate Governance telah dimulai di Indonesia baik di kalangan akademinisi maupun praktisi baik di sektor swasta maupun pemerintah. Berbagai perangkat pendukung terbentuknya suatu organisasi yang memiliki tata kelola yang baik sudah distimulasi oleh Pemerintah melalui UU Persero, UU Perbankan, UU Pasar Modal, Standar Akuntansi, Komite Pemantau Persaingan Usaha, Komite Corporate Governance, dan sebagainya yang pada prinsipnya adalah membuat suatu aturan agar supaya tujuan perusahaan dapat dicapai melalui suatu mekanisme tata kelola secara baik oleh jajaran dewan komisaris, dewan direksi dan tim manajemennya.
    2. PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk merupakan salah satu perusahaan BUMN yang bergerak dalam industri perbankan. Komisaris dan Direksi Bank Mandiri berkomitmen untuk menegakkan sistem perbankan yang sehat dan kuat di Indonesia dan menstranformasi Bank Mandiri menjadi bank publik terkemuka (Blue Chip Company) di kawasan Asia Tenggara (Regional Champion Bank). Manajemen berkeyakinan bahwa penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) merupakan salah satu prasyarat mutlak dalam proses transformasi ini. Penerapan prinsip secara baik akan meningkatkan kepercayaan investor dan merupakan nilai tambah bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya. Bank Mandiri percaya bahwa penerapan prinsip-prinsip dan praktek-praktek terbaik GCG yang konsisten akan memberikan manfaat baik bagi Bank maupun para pemangku kepentingan lainnya.

    Referensi :

    Syakhroza, akhmad., 2003., Best Practices Corporate Governance dalam Konteks Kondisi Lokal Perbankan Indonesia., Majalah Usahawan., No. 06/TH.XXXII Juni. http://74.125.153.132/search?q=cache:i4_EgG1y9QIJ:www.digilib.ui.ac.id/file%3Ffile%3Ddigital/114433-Best%2520practice%2520corporate%2520(MUIN-XXXII-06-%2520Juni2003-13).pdf+Good+corporate+governance+pada+Perbankan+indonesia&cd=26&hl=id&ct=clnk&gl=id&client=firefox-a

    Laporan Akhir Tahun Bank Mandiri, 2006, Good Corporate Governance, http://www.bankmandiri.co.id

    Note :
    Makalah perbaikan kelompok Seminar Manajemen akan saya kirimkan via e-mail.

    Dewi, anda juga termasuk yang terlambat.

    Komentar oleh Dewi Suryani | Juli 13, 2009 | Balas

  47. Nama : Marlina
    Nim : ERCIB006061
    Jurusan : Manajemen Ekstensi
    Kelompok: 3 (Tiga)

    1. Judul Makalah
    “Good Corporate Governance pada PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk”

    2 Perumusan Masalah

    a. Bagaimana penerapan Good Corporate Governance dalam sebuah institusi perbankan di Indonesia?
    b. Bagaimana penerapan Good Corporate Governance pada PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk?

    3. Teori-Teori

    Corporate Governance (CG) dapat didefinisikan dari berbagai displin ilmu (Turnbull, 1997); misalnya hukum, phychology, ekonomi, manajemen, keuangan, akuntansi, philsafat bahkan dalam disiplin ilmu agama.

    Syakhroza (2002) telah mendefinisikan Corporate Governance secara lebih gamblang, dan jelas. mengemukakan bahwa : “Corporate governance” adalah suatu sistim yang dipakai “board” untuk mengarahkan dan mengendalikan serta mengawasi (directing, controlling, and supervising) pengelolaan sumber daya organisasi secara efisien, efektif, ekonomis, dan produktif-E3P dengan prinsip-prinsip transparan, accountable, responsible, independent, dan fairness – TARIF dalam rangka mencapai tujuan organisasi.

    Syakhroza mengemukakan bahwa Corporate Governance terdiri dari 6 (enam) elemen, yaitu :
    1. Fokus kepada Board
    2. Hukum dan Peraturan sebagai alat untuk mengarahkan dan mengendalikan.
    3. Pengelolaan sumber daya organisasi secara efisien, efektif, ekonomis, dan produktif – E3P.
    4. Transparan, accountable, responsible, independent, dan fairness – Tarif.
    5. Tujuan organisasi.
    6. Strategic control

    Pada umumnya prinsip-prinsip-prinsip Corporate Governance terdiri dari 5 (lima) yaitu, Transparency, Accountability, Responsibility, Indenpendency, dan Fairness – disingkat TARIF.
    1. Transparency (keterbukaan informasi), yaitu keterbukaan dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan dan keterbukaan dalam mengemukakan informasi materil dan relevan mengenai perusahaan.
    2. Accountibility (akuntabilitas), yaitu kejelasan fungsi, struktur, sistem, dan pertanggungjawaban organ perusahaan sehingga pengelolaan perusahaan terlaksana secara efektif.
    3. Responsibility (pertanggungjawaban), yaitu kesesuaian (kepatuhan) di dalam pengelolaan perusahaan terhadap prinsip korporasi yang sehat serta peraturan perundangan yang berlaku.
    4. Independency (kemandirian), yaitu suatu keadaan dimana perusahaan dikelola secara profesional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh/tekanan dari pihak manajemen yang tidak sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat.
    5. Fairness (kesetaraan dan kewajaran), yaitu perlakuan yang adil dan setara didalam memenuhi hak-hak stakeholder yang timbul berdasarkan perjanjian serta peraturan perundangan yang berlaku.

    Lukviarman (2000) model Corporate Governance harus mempertimbangkan 3 (tiga) pondasi yang sangat menentukan bentuk bangunan model CG :
    1. Philosophical foundation
    2. Historical foundation
    3. Psychological foundation
    4 Hasil Penelitian
    PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk merupakan salah satu perusahaan BUMN yang bergerak dalam industri perbankan. Komisaris dan Direksi Bank Mandiri berkomitmen untuk menegakkan sistem perbankan yang sehat dan kuat di Indonesia dan menstranformasi Bank Mandiri menjadi bank publik terkemuka (Blue Chip Company) di kawasan Asia Tenggara (Regional Champion Bank). Manajemen berkeyakinan bahwa penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) merupakan salah satu prasyarat mutlak dalam proses transformasi ini. Penerapan prinsip secara baik akan meningkatkan kepercayaan investor dan merupakan nilai tambah bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya. Bank Mandiri percaya bahwa penerapan prinsip-prinsip dan praktek-praktek terbaik GCG yang konsisten akan memberikan manfaat baik bagi Bank maupun para pemangku kepentingan lainnya dengan :
    1. Meningkatnya kesungguhan manajemen dalam menerapkan prinsip-prinsip keterbukaan, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, kewajaran dan kehati-hatian dalam pengelolaan Bank.
    2. Meningkatnya kinerja Bank, efisiensi dan pelayanan kepada stakeholders.
    3. Mempermudah perolehan dana pembiayaan yang lebih murah yang pada akhirnya akan meningkatkan shareholders values.
    4. Meningkatnya minat dan kepercayaan investor.
    5. Terlindunginya Bank dari intervensi eksternal dan tuntutan hukum.
    6. Mengembalikan kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia.
    Sosialisasi prinsip-prinsip dan praktek-praktek terbaik GCG serta kebijakan terkait lainnya, seperti corporate values dan corporate behaviours dilaksanakan kepada seluruh jajaran Bank Mandiri melalui berbagai cara, antara lain sosialisasi secara langsung melalui Forum Sosialisasi di Kantor Pusat, kunjungan ke wilayah-wilayah, dalam training/workshop, focus group, maupun sosialisasi melalui media, seperti buletin internal Bank Mandiri, internet Bank Mandiri yang dapat diakses oleh seluruh pegawai Bank Mandiri, dan melalui Knowledge-Based Management System (KMS). Dalam sosialisasi kepada Unit Kerja Kantor Pusat dan Wilayah, seluruh anggota Komite GCG terlibat secara langsung dalam menyiapkan dan menyampaikan materi sosialisasi. Tujuan sosialisasi adalah agar seluruh jajaran Bank dapat memahami dan melaksanakan prinsip-prinsip dan praktek-praktek terbaik GCG dalam menjalankan tugas. Selain sosialisasi kepada pihak internal, sosialisasi dilakukan pula kepada pemangku kepentingan lainnya, antara lain forum-forum Corporate Governance seperti Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG), diskusi rutin yang diselenggarakan oleh perusahaan-perusahaan BUMN dan seminar GCG berskala nasional maupun internasional. Disamping itu, sosialisasi dilakukan juga melalui pemuatan materi GCG dalam Laporan Tahunan Bank Mandiri, situs Bank Mandiri, forum investor, dan media komunikasi lainnya sehingga diharapkan pelaksanaan GCG di Bank Mandiri dapat mudah diketahui oleh seluruh pemangku kepentingan.
    Untuk memastikan adanya peningkatan kualitas penerapan GCG secara berkesinambungan ke dalam proses bisnis, sejak tahun 2003 Bank Mandiri setiap tahun menugasi lembaga independen untuk melakukan penilaian terhadap implementasi GCG, yaitu Standard and Poor’s, PricewaterhouseCoopers dan The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG).Hasil penilaian yang dilakukan oleh IICG sejak Maret 2006 telah diumumkan pada bulan Desember 2006. Dalam penilaian yang diikuti beberapa bank dan perusahaan non-keuangan, Bank Mandiri mendapat peringkat runner-up untuk kategori sektor keuangan dengan predikat “terpercaya”. Peringkat ini telah mengalami peningkatan yang signifikan dari CGPI 2004 yaitu peringkat keenam. Secara keseluruhan Bank Mandiri menempati posisi ketiga dalam 10 God Corporate Governance Perception Index 2006.Selain itu, Bank Mandiri meraih dua penghargaan dari Asiamoney yaitu The Best Corporate Governance Award dan The Best Disclosure & Transparancy yang penghargaannya diserahkan pada tanggal 24 Januari 2007. Kepada para responden, Asiamoney menanyakan beberapa hal, antara lain adalah masalah keterbukaan dan transparansi, pertanggungjawaban manajemen dan direksi, perlakuan terhadap pemegang saham serta hubungan dengan investor.

    5. Kesimpulan

    1. Semangat untuk menerapkan Good Corporate Governance telah dimulai di Indonesia baik di kalangan akademinisi maupun praktisi baik di sektor swasta maupun pemerintah. Berbagai perangkat pendukung terbentuknya suatu organisasi yang memiliki tata kelola yang baik sudah distimulasi oleh Pemerintah melalui UU Persero, UU Perbankan, UU Pasar Modal, Standar Akuntansi, Komite Pemantau Persaingan Usaha, Komite Corporate Governance, dan sebagainya yang pada prinsipnya adalah membuat suatu aturan agar supaya tujuan perusahaan dapat dicapai melalui suatu mekanisme tata kelola secara baik oleh jajaran dewan komisaris, dewan direksi dan tim manajemennya.

    2. PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk merupakan salah satu perusahaan BUMN yang bergerak dalam industri perbankan. Komisaris dan Direksi Bank Mandiri berkomitmen untuk menegakkan sistem perbankan yang sehat dan kuat di Indonesia dan menstranformasi Bank Mandiri menjadi bank publik terkemuka (Blue Chip Company) di kawasan Asia Tenggara (Regional Champion Bank). Manajemen berkeyakinan bahwa penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) merupakan salah satu prasyarat mutlak dalam proses transformasi ini. Penerapan prinsip secara baik akan meningkatkan kepercayaan investor dan merupakan nilai tambah bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya. Bank Mandiri percaya bahwa penerapan prinsip-prinsip dan praktek-praktek terbaik GCG yang konsisten akan memberikan manfaat baik bagi Bank maupun para pemangku kepentingan lainnya.

    Referensi :

    Syakhroza, akhmad., 2003., Best Practices Corporate Governance dalam Konteks Kondisi Lokal Perbankan Indonesia., Majalah Usahawan., No. 06/TH.XXXII Juni. http://74.125.153.132/search?q=cache:i4_EgG1y9QIJ:www.digilib.ui.ac.id/file%3Ffile%3Ddigital/114433-Best%2520practice%2520corporate%2520(MUIN-XXXII-06-%2520Juni2003-13).pdf+Good+corporate+governance+pada+Perbankan+indonesia&cd=26&hl=id&ct=clnk&gl=id&client=firefox-a

    Laporan Akhir Tahun Bank Mandiri, 2006, Good Corporate Governance, http://www.bankmandiri.co.id

    Marlina, perbaikan makalah anda sedikit terlambat dari ketentuan yang kita bua. Sukses.

    Komentar oleh Marlina | Juli 13, 2009 | Balas

  48. Tulisan yang sangat menarik, kritis serta membangun…. trim’s

    Komentar oleh Peduli Pendidikan Indonesia | Juli 18, 2009 | Balas

  49. Barang Duluan Bayar Belakangan
    Perihal : CD Presentasi New Version 695MB/472Files (Training Seminar Workshop Pelatihan ISO, ISO, 5S, GMP, SM-K3, Hospital, Plastics, Sanitation, HVAC dan Ice Breaker)
    Jika perusahaan Anda memiliki kebutuhan yang berkaitan dengan ISO (International Standard Organization), 5S (Dasar dasar tentang Rapi, Bersih dan Tertata), GMP (Good Manufacturing Practice), SM-K3 (Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja), Hospital, Plastics (Dasar dasar Plastics), Sanitation (Kebersihan Sebenarnya) dan HVAC (Penyediaan AC Central yang Memenuhi Standard), akan tetapi mungkin perusahaan dimana Anda bekerja memiliki budget yang terbatas, waktu yang sempit, dan berbagai kendala faktor lainnya untuk mengikuti seminar atau training dengan topik tersebut di atas yang rata-rata kisaran harganya 1,5 – 2,5 juta per orang.
    Maka berikut ini adalah salah satu solusi terbaik yaitu kumpulan presentasi untuk kebutuhan perusahaan Anda atau bahkan untuk Anda pribadi yang dikemas dalam 1 (satu) CD yang berisi 697 MB/573 Files. Dengan isi sebagai berikut, dengan format semuanya powerpoint :
    1 5S-5R-5P (10 Files)

    2 CPOB-GMP (11 Files)

    3 Hospital (94 Files)

    4 HVAC (16 Files)

    5 ISO 9001 (15 Files)

    6 ISO 14001 (27 Files)

    7 Others (128 Files)

    8 Plastics (31 Files)

    9 Sanitation (11 Files)

    10 SM-K3 (91 Files)

    Khusus bagi yang berminat kami menawarkan untuk mengirimkan 1 keping CD tersebut, dengan menggantikan biaya pembuatan dan biaya pengiriman (khusus untuk pulau Jawa) dengan biaya sejumlah Rp. 125.000,- (#seratus dua puluh lima ribu rupiah#) included, sedangkan untuk diluar pulau Jawa dengan biaya sejumlah Rp. 175.000,- (#seratus tujuh puluh lima puluh ribu rupiah#) included
    Bila bapak ibu telah melakukan transfer dari bank dibawah ini : Sebagai alternatif Bank, kami sampaikan 3 alternatif yang bisa dipilih salah satu untuk memudahkan dalam transfernya :
    1. Buku : Tabungan Mandiri,
    Kantor Cabang : Surabaya, Gentengkali,
    Nama : Silvia Eka Sri Setioningsih (Istri).
    No. Rekening : 141 000 456 8127
    2. Buku : Tahapan BCA,
    No. Rekening : 331 020 8018,
    KCP : Jl. Ahmad Yani No. 183, Blimbing – Malang,
    Atas Nama : Silvia Eka Sri Setioningsih (Istri).
    3. Buku : Tabungan Syariah Plus, BNI 46 Syariah,
    Kacab Syariah Malang : Jaksa Agung Suprapto,
    No. Rekening : 01 2501 4127,
    Atas Nama : Agus Setiyawan Mulyono
    Mohon untuk segera mengirimkan data alamat selengkap lengkapnya terlebih dahulu dan nama yang tercantum direkening yang melakukan transfer jika sudah terima barang (untuk memudahkan kami dalam tracingnya di internet banking), sms ke 081 333 841183, 0817 537894 atau ke email : piranhamasgroup@gmail.com. Demikian yang kami sampaikan, semoga bisa memberikan manfaat dan menjadikan ilmu yang berguna. Terima kasih banyak, dan sekali lagi mohon maaf bila tidak berkenan.
    Hormat Kami,
    Agus Setiyawan, http://piranhamas.wordpress.com
    KANTOR I : Plaza Segi 8 Kav. D – 812, Jl. Raya Darmo Permai III, Surabaya,
    KANTOR II : Puri Indah Sidoarjo Blok CS – 14, Sidoarjo,
    KANTOR III : The Balearjosari Residence B – 41, (Trikarya) Jl. Pahlawan No. 278 – Balearjosari, Malang
    Catatan : Lebih Komplit Isinya Ada Di Attachment

    Komentar oleh Agus Setiyawan | Agustus 24, 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 185 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: