Johannessimatupang’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

PERILAKU KONSUMEN


Halaman ini diperuntukkan untuk peserta Perilaku Konsumen Program Magister Manajemen Angkatan XII. Berbagai hal yg harus diperhatikan:

1) Peserta diwajibkan mengunduh semua bahan kuliah (powerpoin) dan bahan ajar.

2) Peserta diharuskan melakukan pendalaman satu topik dalam Perilaku Konsumen  yg  yg diharapkan dapat menjadi  materi Tesis

3) Topik sesuai dg poin (2) diharapkan sudah diunduh paling lambat Tanggal 10 April 2011.

4) Topik ini  menjadi bahan untuk didiskusikan oleh peserta selama perkuliahan dilaksanakan.

5) Setiap peserta diharuskan  berkontirbusi terhadap  Topik ataupun  rancangan penelitian tentatif  peserta lain.

SUKSES  BESERTA  ANDA

About these ads

April 3, 2011 - Posted by | Uncategorized

23 Komentar »

  1. Salam pak jo….
    semoga bapak sehat dan sukses selalu…

    Pengirim :
    Nama : DANU DANARDONO
    NPM : C2B009125

    saya mahasiswa bapak Program MM unja Angkatan XII kelas Konsentrasi Pemasaran

    Saya Mempunyai Topik Sebagai berikut pak..

    1.PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN PENETAPAN HARGA TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA PT. PEGADAIAN CABANG SUNGAIPENUH

    Permasalahan : sungaipenuh merupakan kota otonom pertama yang dimekarkan didalam sebuah kabupaten yaitu kabupaten kerinci yang ada di provinsi jambi, singkatnya PT pegadaian salah satu BUMN yang membuka cabang di kota sungaipenuh merupakan BUMN yang mempunyai nasabah cukup besar.
    singkat permasalahannya yaitu:
    1.Bagaimana mutu pelayanan mempengaruhi kepuasan konsumen pada PT Pegadaian Cabang sungaipenuh.
    2.Bagaimana Penetapan Harga mempengaruhi kepuasan konsumen pada PT Pegadaian Cabang sungaipenuh.

    Sekian Pak jo…
    Mohon arahan dan petunjuknya Pak Jo. Trims..

    Danu, judulmu terlalu luas. Di satu sisi mau mengungkapkan kualitas pelayanan dan harga terhadap kepuasan pelanggan. Jelas menimbulkan kerancuan. Kalau mengungkapkan pegadaian, sebenarnya ada masalah menarik yaitu tentang slogan mereka yaitu “menyelesaikan masalah tanpa masalah” sejauh mana konsumen menjadikan kemudahan atribut pelayanan pegadaian misalnya dibanding dg perbankan. Anda bisa ambil pelanggan Pegadaian dibanding dg pelanggan perbankan khususnya yg pernah minjam uang diperbankan. Ok, dikelas kita akan diskusikan. Peserta lain ditunggu.

    Danu, ditunggu proposal tentatifmu kenapa belum masuk?

    Komentar oleh Danu Danardono | April 14, 2011 | Balas

    • Salam Pak Pak Jo….

      Saya Danu Danardono
      NIM C2B009125

      mohon maaf pak jo…..proposasl tentatif ini terlambat……mungkin karena kesibukan waktu saya pak jo……

      adapun proposal tentatif saya ini pak jo..

      BAB I
      PENDAHULUAN

      1.1. Latar Belakang Masalah
      Dalam era perdagangan bebas, proses globalisasi akan mendorong negara-negara untuk dapat turut serta secara aktif dalam pasar bebas atau intemasional dimana dunia menjadi satu unit ekonomi yang saling terkait sehingga suatu perusahaan dapat dengan mudah melakukan kegiatan bisnis dan bersaing melewati batas-batas nasional suatu negara. Suatu perusahaan dari suatu negara dapat menjadi pesaing bag! perusahaan di negara lain.
      Oleh karena itu , untuk dapat bersaing di pasar intemasional, setiap perusahaan dituntut untuk memiliki tingkat efisiensi usaha yang tinggi, profesional serta tanggap terhadap perubahan yang terjadi di lingkungan usahanya dengan merancang suatu strategi agar dapat memiliki daya saing.
      Ketika persaingan semakin ketat, perusahaan akan dihadapkan pada situasi di mana harus mengubah first time buyer ini menjadi repeal customer karena langkah ini merupakan bagian dari proses pembentukan loyalitas dalam jangka panjang. Bila tidak, perusahaan akan dihadapkan kepada biaya yang semakin tinggi dan akhirnya daya saing semakin melemah dibandingkan dengan perusahaan yang sudah memiliki pelanggan yang loyal. Oleh karena itu perusahaan dituntut untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan dan konsumen. Kepuasan pelanggan merupakan suatu tingkatan di mana kebutuhan, keinginan dan harapan dari pelanggan dapat terpenuhi yang akan mengakibatkan terjadinya pembelian ulang atau kesetiaan yang berlanjut (Band, dalam Musanto, 2004). Dari hasil penelitian Jones & Sasser (dalam Musanto, 2004), menjelaskan bahwa, “Dalam pasar yang tingkat persaingan cukup tinggi, kepuasan pelanggan dan loyalitas pelanggan saling berhubungan”. Ini karena dalam kondisi ini banyak badan usaha yang menawarkan produk dan jasa sehingga konsumen mempunyai banyak pilihan produk pengganti dan cost switching sangat rendah, dengan demikian produk atau jasa menjadi tidak begitu berarti bagi konsumen. Hubungan antara kepuasan pelanggan dan loyalitas pelanggan tersebut dapat digambarkan garis lurus dan searah, yang artinya adalah bila badan usaha meningkatkan kepuasan kepada pelanggan maka loyalitas pelanggan juga akan meningkat. Begitu pula sebaliknya bila badan usaha menurunkan kepuasan pelanggan maka secara otomatis loyalitas pelanggan juga akan menurun. Jadi dalam hal ini kepuasan pelanggan merupakan penyebab terjadinya loyalitas pelanggan sehingga kepuasan pelanggan sangat mempengaruhi loyalitas pelanggan. Selain itu. hasil penelitian yang dilakukan oleh Samuel dan Foedjiawati (2005) juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan pengaruh positif yang signifikan antara kepuasan konsumen dengan kesetiaan merek. Dutka (1993, p. 41) menyebutkan bahwa faktor kepuasan konsumen meliputi tiga hal yaitu “attributes related to product, attributes related to service, dan attributes related to purchase”.
      PT. Pegadaian & Bank umum yang berada di kota sungaipenuh dipilih menjadi objek penelitian dikarenakan menjadi salah satu peranan penting dalam penyembuhan perekonomian nasional (national economics recovery). Salah satunya dari segi permodalan masyarakat kecil menengah.
      Misalnya Motto menyelesaikan masalah tanpa masalah, yang didengungkan oleh perum pegadaian nampaknya bukan slogan kosong. Lembaga yang didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda untuk mengatasi kelompok pelepas uang (lintah darat) pada tahun 1934 ini, eksistensinya dalam membantu perekonomian kelompok masyarakat miskin dan masyarakat menengah tidak pernah pudar. Selama 72 tahun, orang yang datang ke pegadaian juga tidak pernah sepi. Pandu Suharto (1986) mengatakan bahkan dibeberapa tempat seperti di Banyumas, Pasar Lama Jatinegara dan Pegaden Jawa Barat, dari adanya pegadaian terbentuk pasar. Hal ini menandakan bahwa pegadaian telah menjadi tempat berkumpul banyak orang dalam mengatasi masalah keuangan, sehingga mulai terjadi juga transaksi diluar pegadaian. Misalnya orang yang ingin mendapatkan uang lebih besar dari nilainya akan menjual barang yang akan digadai kepada pembeli yang juga sudah datang ke tempat tersebut untuk membeli barangdengan harga yang relatif murah (barang dari orang yang kepepet uang).
      Berikut ini data pinjaman dalam bentuk %
      Tabel 1. Struktur Modal Awal Usaha Mikro dan Kecil

      No Sumber Permodalan UMKM

      Usaha mikro Usaha kecil Usaha menengah
      1 Modal sendiri 61, 34 32, 80 20, 39
      2 Pinjaman dari bank 0, 73 11,1 7 43, 16
      3 Pinjaman dari koperasi 4 , 2 8 7, 52 0,12
      4 Perum pegadaian 5 , 68 13, 43 1, 48
      5 Pinjaman perorangan 25, 33 31, 36 31, 12
      6 Sumber-sumber lain 2, 64 3, 72 3, 73
      Jumlah 100 100 100
      Sumber : Diolah dari data Bank Indonesia (2004), BPS (2006) dan Wiryawan (2001)

      Dari Tabel 1 di atas terlihat bahwa sebagian besar (di atas 73%) modal yang saat ini dimiliki oleh usaha mikro adalah modal sendiri, yang jumlahnya sangat kecil. Menurut Wiryawan (2001) modal yang dimiliki oleh para pengusaha mikro sangat kecil yaitu berkisar antara Rp. 50 ribu sampai dengan Rp. 290 ribu. Dengan modal yang sangat sedikit tersebut, nampaknya sangat sulit bagi para pengusaha mikro tersebut untuk mengembangkan usahanya. Hanya sebagian besar modal yang digunakan oleh para pengusaha mikro ini berasal dari pinjaman. Unsur yang paling banyak memberikan pinjaman kepada mereka adalah perorangan (umumnya rentenir). Peranan Bank dalam memberikan kredit kepada para pengusaha mikro hampir tidak ada. (0,73%). Kalaupun ada pinjaman tersebut adalah berasal dari pelaksanaan kegiatan program pemerintah, seperti KCK dan KUK. Tidak jauh berbeda dengan perbankan, peranan perum pegadaian untuk mendukung pemberdayaan kelompok ini juga masih sedikit (5,68%) hal ini dikarenakan kelompok pengusaha mikro umumnya tidak memiliki aset untuk diagunkan. Namun demikian dari kalangan pengusaha mikro sendiri menurut Wiryawan tetap menganggap perum pegadaian merupakan sumber perkreditan yang sangat mereka inginkan.
      Berdasarkan uraian diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai Perbandingan antara Pelayanan PT. Pegadaian dan Bank Umum yang ada Kota Sungaipenuh. Dalam hal ini penulis mengambil judul “Analisis Perbandingan Atribut Pelayanan PT. Pegadaian dan Bank Umum Terhadap Kepuasan Pelanggan (Peminjam Modal) di Kota Sungaipenuh”

      1.2. Rumusan Masalah
      Disini yang saya Bingung pak…Jo……..? Mohon petunjuknya Pak JO…..

      1.3. Tujuan Penelitian
      -

      Mohon petunjuknya pak jo…terima kasih…

      Komentar oleh Danu Danardono | Mei 21, 2011 | Balas

  2. Salam Pak Jo….
    semoga bapak sehat dan sukses selalu…
    Pengirim :
    Nama : Hamzah. J
    NIM : C2B009134
    saya mahasiswa bapak Program MM Unja Angkatan XII kelas Konsentrasi Pemasaran
    Saya Mempunyai Topik Sebagai berikut pak..
    1.Pengaruh Kualitas Jasa Terhadap Kepuasan Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri dikabupaten
    Merangin.
    2.Analisis Pengaruh dimensi Kualitas Jasa terhadap Kepuasan siswa Sekolah Kejuruan Negeri di
    Kabupaten Merangin.
    Permasalah
    Tuntutan jasa pendidikan kejuruan yang tinggi sering masih disertai oleh kurang baiknya kualitas jasa yang diberikan kepada siswaa,hal ini ditunjukkan dengan masih banyaknya keluhan dan belum optimalnya pelayanan yang ada,pada hal pengendalian kualitas jasa yang berdasarkan pada filisofi bahwa memenuhi kebutuhan dan ingin siswa dengan sebaik-baiknya adalah hal yang perlu diperhatikan dengan memandang lembaga pendidikan sebagai jasa.
    Permasalahnya sebagai berikut :
    1.Bagaimana persepsi siswa terhadap SMK dalam Kabupaten Merangin
    2.Bagaimana pengaruh secara langsung dan tidak langsung dimensi Kualitas jasa dan dimensi Kualitas
    Jasa terhadap Kepuasan siswa SMK\Negeri dalam Kabupaten Merangin
    3,Berapa besar Pengaruh dimensi Kualitas jasa dan manakah yang paling berpengaruh terhadap
    Kepuasan siswa pada SMK Negeri dalam Kabupaten Merangin.
    Sekian Pak Jo……
    Mohon Pentunjuk dan arahan pak, Terima kasih.

    Komentar oleh HAMZAH. J | April 18, 2011 | Balas

    • Salam perjuangan….friend..

      mohon maaf sebelumnya,saya mencoba mengomentari topik yang anda kemukakan…

      pada topik anda khususnya permasalahan pada nomor 1.Bagaimana persepsi siswa terhadap SMK dalam Kabupaten Merangin.? menurut saya kurang nyambung dengan topik yang anda ajukan yaitu kualitas jasa…

      demikian komentar saya…. mohon maaf kalo saya salah..selamat berjuang kawan……wisuda bareng yo…

      Topik seperti ini perlu dilihat dalam presfektif: Siswa, Sekolah, dan Orang tua yg berkepentingan terhadap kualitas SMK. Teori yang relevan bisa persepsi, kepuasan, dan lain sebagainya. Saran saya, fokusnya dibatasi bisa kepada kelas tiga saja, karena mereka sudah akan lulus dan sudah punya pengalaman lebih lama sekolah. Kalau diambil persepsi, maka atribut yg menjadi variabel penelitiannya adalah apa yg dijanjikan oleh SMK. Apa yg membedakan SMK dg SMU. Saya akan menunggu responnya, kalau setuju silahkan ditulis saya akan memberikan masukan yg lebih operasional.

      Komentar oleh Danu Danardono | Mei 1, 2011 | Balas

    • saya mohon maaf ,salah tulis ,yang saya maksud permasalahan yang
      1. Bagaimana persepsi siswa terhadap kualitas jasa yang diberikan oleh SMK Negeri di Kabupaten Merangin.

      Komentar oleh HAMZAH. J | Mei 3, 2011 | Balas

  3. Pengirim : INDRI NOVRIKASARI

    NIM : C2B009140

    Salam Pak jo..

    Saya Mahasiswa Bapak di MM angkatan XII pada Konsentrasi Pemasaran.

    Sebelumnya saya minta maaf pak, saya sudah mengirim ke Blog wordpress Bapak, tapi sepertinya tidak masuk, jadi saya mengirim ke email Bapak ini..

    Pada Skripsi S1, saya mengambil topik “ANALISIS FAKTOR PSIKOLOGIS TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN NOVEL LASKAR PELANGI”

    Saya ingin mengembangkan skripsi saya tersebut dengan topik “PENGARUH FAKTOR PERILAKU PSIKOLOGIS TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN NOVEL LASKAR PELANGI”

    Dengan Permasalahan :

    1. Sejauh mana faktor psikologis yang terdiri dari motivasi, persepsi,pengetahuan, keyakinan dan sikap berpengaruh terhadap pengambilan keputusan pembelian Novel Laskar Pelangi?

    2. Faktor psikologis manakah diantara Motivasi, persepsi, pengetahuan,keyakinan dan sikap yang berpengaruh dominan terhadap pengambilan keputusan pembelian Novel Laskar Pelangi?

    Selain itu saya juga sudah menyiapkan proposal thesis dengan topik yang hampir sama hanya beda pada objeknya saja yaitu : “PENGARUH FAKTOR-FAKTOR PERILAKU PSIKOLOGIS KONSUMEN TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK HANDPHONE MERK NOKIA”

    Saya meminta pendapat dari Bapak mana yang bagus untuk di bahas.

    Sekian Pak jo..

    saya mohon arahan dan petunjuk yang membangun untuk saya..

    Terima kasih sebelumnya pak..

    Indiri, sebisa mungkin jangan melakukan pengulangan terhadap apa yg sduah dikerjakan di S1. Masih banyak yg dapat dijadikan topik, pertimbangkan kebermanfaatannya, yg dapat dijadikan topik. Misalnya dg menggali Implementasi Pemasaran Hubungan, Masalah pelanggan Prioritas yg terakhir jadi pemberitaan gencar sehingga terlihat adanhya kemajuan dalam berkarya. Silahkan tuliskan topikmu dulu, sambil menunggu yg lain.

    Komentar oleh johannessimatupang | Mei 8, 2011 | Balas

  4. Tugas Febrioni.
    1.2 Perumusan masalah
    Dilihat dari data, jumlah nasabah Bank BRI Cabang Muara Bulian yang setiap bulan terus meningkat maka diperlukan kualitas pelayanan yang optimal. Kehandalan pegawai dalam memberi pelayanan, keramahan, kecepatan pelayanan dan ketepatan waktu penyelesaian haruslah juga terus meningkat. Tuntutan akan kualitas pelayanan yang diberikan kepada nasabah perlu diperhatikan. Kondisi dimana pegawai dapat memberikan kualitas pelayanan yang baik merupakan keberhasilan pegawai dalam melaksanakan tugasnya. Keberhasilan pegawai dalam melaksanakan tugasnya merupakan keberhasilan perusahaan secara keseluruhan.
    Berdasarkan latar belakang penelitian dapat dirumuskan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut :
    1.Bagaimana tingkat kualitas pelayanan yang diberikan oleh Bank BRI Cabang Muara Bulian ?
    2.Apakah terdapat pengaruh yang signifikan dimensi kualitas pelayanan terhadap kepuasan nasabah pada Bank BRI Cabang Muara Bulian ?
    3.Berapa besar pengaruh dari masing-masing dimensi kualiatas pelayanan terhadap kepuasan Nasabah pada Bank BRI Cabang Muara Bulian?
    4.Dimensi kualitas pelayanan manakah yang palaing berpengaruh terhadap kepuasan nasabah pada Bank BRI Cabang Muara Bulian ?

    1.3 Tujuan dan manfaat penelitian
    Adapun tujuan dari penulisan ini adalah sebagai berikut :
    a. Untuk mengetahui tingkat kualitas layanan yang diberikan Bank BRI cabang Muara Bulian berdasarkan lima demensi kualitas pelayanan
    b. Untuk menganalisis pengaruh dimensi kualitas pelayanan terhadap kepuasan pengguna jasa pada Bank BRI Cabang Muara Bulian.
    c. Untuk mengetahui pengaruh dari masing-masing dimensi kualitas pelayanan terhadap kepuasan pengguna jasa pada Bank BRI Cabang Muara Bulian
    d. Untuk Menentukan dimensi kualitas pelayanan yang mempunyai pengaruh paling dominant terhadap kepuasan pengguna jasa pada Bank BRI Cabang Muara Bulian.
    Adapun manfaat yang diharapkan darihasil penelitian ini adalah :
    a. Diharapkan dari hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan informasi atau masukan Bank BRI Cabang Muara Bulian, dalam mengambil keputusan mengenai pengaruh dimensi kualitas pelayanan terhadap kepuasan nasabah.
    b. Sebagai pengetahuan bagi peneliti yang melakukan studi pengaruh dimensi kualitas pelayanan terhadap kepuasan nasabah.

    Febri cari bidang lainlah, di S1 sudah banyak bidang ini dijadikan tulisan. Kalau mau gabung dg Bapak, mari kita fokus kepada pelayanan publik. Kita bisa pilah topik-topik yang berkenaan. Kebetulan di dua edisi terakhir Jurnal Jurusan Manajemen ada tulisan-tulisan berharga, silahkan dipelajari. Terus berkarya.

    Komentar oleh johannessimatupang | Mei 8, 2011 | Balas

  5. Salam Pak Jo….
    semoga bapak sehat dan sukses selalu…
    Pengirim :
    Nama : Hamzah. J
    NIM : C2B009134
    saya mahasiswa bapak Program MM Unja Angkatan XII kelas Konsentrasi Pemasaran
    Saya Mempunyai Topik Sebagai berikut pak..
    1.Pengaruh Kualitas Jasa Terhadap Kepuasan Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri dikabu

    saya mohon komentar dari bapak tentang judul/masalah yang saya kirim ,dan saya tunggu, komentar bapak.terima kasih.

    Komentar oleh HAMZAH. J | Mei 10, 2011 | Balas

    • Salam Pak Jo….
      semoga bapak sehat dan sukses selalu…
      Pengirim :
      Nama : Hamzah. J
      NIM : C2B009134
      saya mahasiswa bapak Program MM Unja Angkatan XII kelas Konsentrasi Pemasaran
      Saya Mempunyai Topik Sebagai berikut pak..
      1.Pengaruh Kualitas Jasa Terhadap Kepuasan Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri dikabupaten
      Merangin.

      Permasalah
      Tuntutan jasa pendidikan kejuruan yang tinggi sering masih disertai oleh kurang baiknya kualitas jasa yang diberikan kepada siswaa,hal ini ditunjukkan dengan masih banyaknya keluhan dan belum optimalnya pelayanan yang ada,pada hal pengendalian kualitas jasa yang berdasarkan pada filisofi bahwa memenuhi kebutuhan dan ingin siswa dengan sebaik-baiknya adalah hal yang perlu diperhatikan dengan memandang lembaga pendidikan sebagai jasa.
      Permasalahnya sebagai berikut :
      1.Bagaimana persepsi siswa terhadap SMK dalam Kabupaten Merangin
      2.Bagaimana pengaruh secara langsung dan tidak langsung dimensi Kualitas jasa dan dimensi Kualitas
      Jasa terhadap Kepuasan siswa SMK\Negeri dalam Kabupaten Merangin
      3,Berapa besar Pengaruh dimensi Kualitas jasa dan manakah yang paling berpengaruh terhadap
      Kepuasan siswa pada SMK Negeri dalam Kabupaten Merangin.
      Sekian Pak Jo……
      Mohon komentar dan Petunjuk serta arahan bapak, Terima kasih.

      Komentar oleh HAMZAH. J | Mei 10, 2011 | Balas

  6. Pengirim : INDRI NOVRIKASARI
    NIM : C2B009140

    Salam Pak jo..
    Seperti yang sudah Bapak arahkan kepada saya untuk mencari topik lain agar ada kemajuan dalam berkarya..

    saya tertarik untuk mengambil topik tentang “PENGARUH PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP PENJUALAN PERUMAHAN PURI MAYANG PADA KOTA JAMBI”

    Saya tertarik karena Pembangunan perumahan didaerah perkotaan termasuk Kota Jambi dewasa ini semakin menjadi penting peranannya. Menurut Rencana Detail Tata Ruang ( RDTR ) Kota Jambi tahun 2000 – 2010, pada tahun 2002 jumlah unit rumah yang ada sebanyak 76.883 unit, dan pada tahun 2010 diperkirakan jumlah unit rumah di Kota Jambi menjadi 91.990 unit, atau terjadi penambahan sebesar 15.107 unit.Berdasarkan data tersebut maka dapat disimpulkan bahwa kebutuhan akan penimahan akan terus meningkat selling dengan peningkatan jumlah penduduk (konsumen) dan pendapatan perkapita. Jadi dimasa yang akan datang peranan industri perumahan dan pemukiman dalam mendorong ekonomi nasional kiranya tidak dapat dipungkiri. Salah satu Industri perumahan dan pemukiman adalah usaha real estate.

    Dengan permasalahan :
    1. Bagaimana persepsi konsumen terhadap Kualitas yang diberikan pada perumahan Puri Mayang yang meliputi kondisi fisik rumah, spesikasi teknisi rumah, fasilitas umum dan fasilitas sosial, serta sistem pelayanan.
    2. Apakah ada pengaruh dari persepsi konsumen tersebut terhadap tingkat penjualan Perumahan Puri Mayang kota Jambi.

    Bagaimana pendapat bapak tentang topik tersebut?
    saya mengharapkan arahan dan petunjuk yang membangun dari bapak..

    sekian pak jo..
    sebelumnya saya ucapkan terima kasih..

    salam..

    Komentar oleh Indri Novrikasari | Mei 13, 2011 | Balas

    • Nama : INDRI NOVRIKASARI
      NIM : C2B009140

      -PROPOSAL TENTATIF
      Topik
      “PENGARUH PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP PENJUALAN PERUMAHAN PURI MAYANG PADA KOTA JAMBI”

      1.1. Latar Belakang
      Rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok disamping sandang dan pangan. Kebutuhan akan rumah harus dipenuhi dan disesuaikan dengan syarat-syarat sebagai rumah sehat yang dapat menunjang lingkungan yang bersih, indah, tertib dan sehat, sehingga penghuni akan merasa aman dan tenteram untuk tinggal dirumah tersebut Maka untuk membangun rumah harus dapat memenuhi setiap kebutuhan yang diminta masyarakat yang dalam hal ini adalah sebagai konsumen akan sebuah rumah.
      Pembangunan perumahan dan pemukiman merupakan usaha untuk memenuhi salah satu kebutuhan dasar manusia, sekaligus usaha meningkatkan mutu lingkungan kehidupan, memberi arah pada pertumbuhan wilayah, memperluas lapangan kerja serta menggerakkan kegiatan ekonomi dalam rangka peningkatan pemerataan kesejahteraan rakyat.
      Pembangunan perumahan didaerah perkotaan termasuk Kota Jambi dewasa ini semakin menjadi penting peranannya. Menurut Rencana Detail Tata Ruang ( RDTR ) Kota Jambi tahun 2000 – 2010, pada tahun 2002 jumlah unit rumah yang ada sebanyak 76.883 unit, dan pada tahun 2010 diperkirakan jumlah unit rumah di Kota Jambi menjadi 91.990 unit, atau terjadi penambahan sebesar 15.107 unit.
      Berdasarkan data tersebut maka dapat disimpulkan bahwa kebutuhan akan perumahan akan terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk (konsumen) dan pendapatan perkapita. Jadi dimasa yang akan datang peranan industri perumahan dan pemukiman dalam mendorong ekonomi nasional kiranya tidak dapat dipungkiri. Salah satu Industri perumahan dan pemukiman adalah usaha real estate.
      Usaha real estate adalah usaha yang mempunyai resiko yang tinggi, mengingat besarnya biaya yang diperlukan untuk membangun sebuah rumah, tetapi juga mempunyai potensi pembangunan yang juga besar. Sebagai salah satu cara dalam usaha pemenuhan kebutuhan hidup manusia yang tergolong pokok itu, realestat mempunyai potensi berkembang yang sesuai dengan perkembangan tingkat kehidupan sosial ekonomi serta budaya masyarakat yang membutuhkan jasa-jasanya, artinya semakin maju tingkat sosial ekonomi serta budaya suatu masyarakat akan semakin meningkat pula kebutuhan terhadap jasa-jasa real estate.
      Untuk mengatasi kekurangan perumahan di Indonesia khususnya di Kota Jambi, pemerintah telah mendorong usaha pembangunan rumah dengan menggunakan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah ( KPR ) yang dikelola oleh BTN, Bank NISP, BII, Mandiri, Bank Bukopin, Bank Panin dan Bank Bumi Putra melalui usaha Real Estate dan Perumnas.
      Salah satu perusahaan swasta yang bergerak dalam bidang pembangunan perumahan di Kota Jambi adalah PT. Putra Sentosa Prakarsa ( PSP ). Perusahaan ini mulai membangun dan menjual rumah kepada masyarakat semenjak tahun 2005. PT. Putra Sentosa Prakasa ( PSP ) ini merupakan salah satu anggota DPD REAL ESTATE INDONESIA ( REI ) Provinsi Jambi, dan salah satu perumahan yang diusahakan adalah Perumahan Puri Mayang yang berlokasi di JI. Serman Ishak Ahmad. Adapun cluster – cluster rumah yang dikembangkan antara lain adalah Royal Casablanca, Reflesia Residence, Casablanca Residence dan The Green.
      Keputusan konsumen dalam membeli rumah di Perumahan Puri Mayang tentu mempunyai alasan dan daya tarik yang dimiliki perumahan Puri Mayang dibandingkan perumahan lainnya dalam Kota Jambi. Untuk melihat persepsi konsumen dalam membeli rumah di perumahan Puri Mayang diperlukan suatu penelitian. Berdasarkan hal tersebutlah, maka penulis tertarik untuk menganalisis
      “ PENGARUH PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP PENJUALAN PERUMAHAN PURI MAYANG PADA KOTA JAMBI ”
      1.2. Perumusan Masalah
      Peluang usaha perumahan di Kota Jambi cukup baik, dari data yang telah dijelaskan di latar belakang terlihat bahwa akan terjadi peningkatan kebutuhan rumah pada tahun 2010 sebanyak 15.107 unit atau meningkat sebesar 19,65 % dibandingkan dengan tahun 2002.
      Disisi lain usaha ini mempunyai tingkat resiko yang tinggi seperti yang telah dijelaskan di latar belakang, karena besarnya biaya yang dibutuhkan untuk membangun sebuah rumah. Selain itu juga tingkat persaingan diantara pengusaha yang bergerak dibidang ini juga cukup tinggi. Dari data DPD REI Provinsi Jambi pada tahun 2006 terdapat 60 pengusaha yang bergerak dibidang ini.
      Dengan tingginya resiko dan tingkat persaingan di usaha perumahan maka pengusaha ( developer ) sebagai produsen sangat perlu memperhatikan tingkat kepuasan konsumen, karena perilaku konsumen dalam proses pengambilan keputusan pembelian perumahan diawali dengan puas atau tidaknya konsumen terhadap suatu produk. Semantara itu perilaku konsumen merupakan cerminan dari persepsi konsumen. Selanjutnya menurut Supranto ( 2000 ), salah satu tolak ukur daya saing dalam pemasaran adalah tingkat kepuasan konsumen. Kepuasan konsumen ditentukan oleh harga, kualitas, dan pelayanan.
      Oleh karena itu untuk membantu pengusaha (developer ) dalam memasarkan perumahan agar mampu bersaing dipasaran, maka perlu diteliti faktor – faktor yang mempengaruhi persepsi konsumen terhadap perilaku konsumen dalam proses pengambilan keputusan pembelian perumahan, yang meliputi harga, kualitas, model / type, fasilitas, lokasi, serta Sistem Pembelian.
      Dari uraian diatas maka permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah ” Bagaimanakah persepsi konsumen terhadap perumahan Puri Mayang di Kota Jambi. Dan Adakah pengaruh dari persepsi tersebut dengan tingkat penjualan perumahan Puri Mayang di Kota Jambi”
      1.3. Tujuan Penelitian
      1. Untuk memperoleh gambaran tentang presepsi konsumen terhadap perumahan Puri Mayang.
      2. Untuk menganalisis pengaruh persepsi konsumen tersebut terhadap tingkat penjualan perumahan Puri Mayang.

      Indri, walau informasi pada latar belakang masih perlu ditambah, ide untuk melakukan penelitian tentang persepsi terhadap perumahan dapat dipahami. Hal penting yang harus dirumuskan, anda harus menyusun atribut yg dipertimbangkan bila hedak membeli rumah. Dalam kaitan itu, perlulah juga diidetifikasi segemen perumahan Mayang Mangurai, sehingga bisa dipahami pembeda mereka dibanding dg segemen perumahan lain. Silahkan dilanjuti, ditambah informasi di latar belakang, khususnyua atribut perumahan.

      Komentar oleh indri novrikasari | Mei 21, 2011 | Balas

      • salam pak jo..

        sebelumnya saya mengucapkan terimakasih atas saran dan arahan bapak.
        untuk informasi dilatar belakang khususnya atribut perumahan, sudah saya dapatkan pak, tetapi terlalu panjang jika saya masukan ke blok ini..
        mungkin saya akan menambahkan informasi tentang perumahan pembanding agar terlihat pembeda dari perumahan puri mayang ini, seperti arahan bapak..

        sekali lg, terimakasih atas arahan dan petunjuknya pak..

        salam..

        Komentar oleh indri novrikasari | Mei 22, 2011

  7. Salam pak jo….
    Salam Superrrr.,.
    semoga bapak sehat dan sukses selalu…
    Pengirim :
    Nama : ASKAR VETO TREMUDYA
    NPM : C2B009114
    saya mahasiswa bapak Program MM unja Angkatan XII kelas Konsentrasi Pemasaran
    Saya Mempunyai Topik Sebagai berikut pak..
    1.PENGARUH KEPUASAN ATAS BAURAN PEMASARAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN KARTU SIMPATI DI KOTA SUNGAI PENUH
    Permasalahan : Semakin berkembangnya teknologi informasi menyebabkan semakin berkembangnya kebutuhan masyarakat terhadap penggunaan telepon selular termasuk kartu selular. Pada saat ini terjadi persaingan yang sangat ketat pada masing-masing operator kartu selular, sehingga mereka berupaya untuk memberikan nilai lebih kepada pelanggan mereka.
    singkat permasalahannya yaitu:
    1.Sejauhmana kepuasan atas produk berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan katu Simpati
    2.Sejauhmana kepuasan atas harga berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan katu Simpati
    3. Sejauhmana kepuasan atas promosi berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan katu Simpati

    Sekian Pak jo…
    Mohon Petunjuk dan arahan nya Pak Jo.,.Trimakasih
    Salam Superrrrr.,.

    Komentar oleh Askar Veto Tremudya | Mei 14, 2011 | Balas

  8. salam pak jo…
    semoga bapak selalu di berikan kesehatan…
    saya mahasiswa bapak
    nama:kemas mubarrak
    nim:C2B009144
    saya mempunyai topik
    PENGARUH PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PENGGUNA JASA PENERBANGAN(Studi Kasus Garuda Indonesia di Kota Jambi)
    permasalahan yang akan di teliti
    1.bagaiman pengaruh pelayanan terhadap kepuasan pelanggan
    2.bagaimana pengaruh harga tiket terhadap pelayanan yang di berikan oleh jasa penerbangan misalnya sriwijaya,lion,batavia dan garuda
    sekian pak jo..
    terima kasih..mohon komentar dan petunjuk dari bapak

    Saudara Kemas, layanan dan kepuasan itu linier. Kalau layanan baik, maka kepuasan akan baik juga. Untuk kasus Garuda, coba periksa malasalah yg lebih aktual. Misalnya coba periksa masalah perceived price pada Garuda. Garuda harganya relatif mahal, bagaimana strategi Garuda bermain dg harga tiket yg relatif mahal. Pada dasarnnya saya setuju dg topikmu, tpi pilihlah bidang yg paling aktual dan bukan pengulanagan. Pak. Jo.

    Komentar oleh kemas mubarrak | Mei 14, 2011 | Balas

  9. selamat sore pak… semoga sehat selalu, ini usulan topik saya pak mengenai “Tingkat efektifitas manajemen pencitraan diri calon kepala daerah [study kasusu tiga kabupaten]” mohon komentarnya pak apakah topik ini layak atau tidak,terima kasih…wassalam.

    Bungatan, ide yg diusulakan bagus, sangat aktual. Tapi hal yg paling menentukan adalah bidang ilmu yang kita yaitu manajemen pemasaran, bukan ilmu politik. Dalam pemasaran pencitraan memang salah satu bentuk yg menentukan dalam pemasaran, tapi kalau manajemen pencitraan lingkupnya luas sekali. Rumusannya apa, konsepnya bagaiman dan yag lebih penting pendekatannya seperti apa. Kalau toh kasusnya untuk poemerintahan, boleh saja tapi carilah bidang dimana yg sesuai dg ilmu kita. Pak. Jo.

    Komentar oleh bungatan | Mei 20, 2011 | Balas

  10. Tugas Manajemen Strategik – MM.12
    TRANSPORTASI UDARA

    Nama : INDRI NOVRIKASARI
    NIM : C2B009140

    1. Menganalisis pelanggan transportasi udara, apa yg sedang berubah dan akan berubah?
    Sedang :
    Frekuensi dan jadwal
    Frekuensi merupakan faktor yang cukup penting dalam suatu operasi penerbangan. Dari berbagai penelitian yang pernah dilakukan, diamati bahwa kebutuhan mendasar dari pelanggan jasa penerbangan adalah frekuensi penerbangan yang tinggi dengan jadwal yang sesuai dengan kebutuhan. Bagi penumpang yang bepergian point to point, frekuensi penerbangan yang lebih tinggi berarti memberikan fleksibelitas yang lebih tinggi bagi penumpang dalam melakukan perjalanan, karena lebih banyak alternatif penerbangan yang bisa dipilih.
    Seorang business traveler yang umumnya sensitif terhadap waktu akan lebih bisa merencanakan perjalanannya sedekat mungkin dengan saat dimulainya bisnis dan kembali setelah bisnisnya selesai. Bagi penumpang lanjutan, tingginya frekuensi penerbangan dalam suatu jalur pendek (short-haul) akan memungkinkan penumpang memilih penerbangan lanjutan yang lebih cepat dan lebih nyaman ke dan dari penerbangan jarak jauh (long-haul).
    Waktu keberangkatan merupakan hal penting baik bagi penumpang lanjutan maupun penumpang yang bepergian dari point to point. Maskapai penerbangan harus mampu menganalisis permintaan akan tempat duduk pada setiap periode waktu di jalur yang frekuensinya tinggi.
    Kemudahan pemesanan tempat duduk (seat accessibility)
    Penumpang pada dasarnya menghendaki adanya kemudahan dalam mendapatkan tempat duduk (seat accessibility) dari suatu penerbangan yang dipilih, pada waktu dan kelas yang diinginkan. Suatu maskapai dikatakan mempunyai accessibility yang tinggi bila seorang penumpang potensial bisa mendapatkan tempat duduk yang diperlukan menjelang jadwal keberangkatan. Hampir semua layanan penerbangan memanfaatkan fasilitas reservasi. Penumpang mengharapkan ada kursi yang tersedia pada saat melakukan reservasi untuk suatu penerbangan, dan hampir pada semua kasus, pelayanan reservasi terbukti secara efektif sangat membantu tersedianya tempat duduk bagi penumpang.
    Pelayanan
    Pelayanan terhadap pelanggan yang dilakukan oleh maskapai penerbangan dimaksudkan agar pelanggan merasa puas pada saat melakukan perjalanannya. Kepuasan pelanggan merupakan hal yang sangat vital bagi maskapai penerbangan karena besar pengaruhnya terhadap market share dan load factor.
    Pelayanan yang baik membuat pelanggan merasa puas, sehingga timbul loyalitas yang tinggi, dan kemungkinan besar akan menarik pelanggan lain yang potensial, dan pada gilirannya dapat meningkatkan market share.
    Berikut ini adalah beberapa jenis pelayanan yang diberikan oleh maskapai penerbangan.
    a. Pelayanan di tempat penjualan (point-of-sale service)
    Pelayanan di tempat penjualan tiket mempunyai peranan yang cukup penting mengingat penumpang tidak membeli barang yang bisa disentuh (intangible product), melainkan membeli tiket dengan mengharapkan kepuasan terhadap pelayanan. Perencanaan pelayanan di tempat penjualan tiket memerlukan tiga kebijakan yang berbeda.
    b. Pelayanan di bandara
    Pelayanan di bandara meliputi pelayanan sebelum keberangkatan yaitu di check-in counter dan ruang tunggu, dan pada saat kedatangan yaitu di transfer-desk dan daerah penyerahan bagasi.
    c. Pelayanan di udara (inflight service)
    Inflight service merupakan salah satu produk maskapai yang tak kalah pentingnya. Komponen utama dalam inflight service terdiri dari 5 jenis.
    i. Menu makanan dan minuman (meals and drinks)
    Menu makanan dan minuman paling tidak memperhatikan hal-hal seperti tata cara penyajian makanan, rasa, jenis makanan, dan kualitasnya secara keseluruhan. Untuk minuman, rasa, kualitas, dan variasi juga merupakan hal yang harus diperhatikan.
    ii. Hiburan pada saat penerbangan (inflight entertainment)
    Hiburan yang biasanya disajikan di kebanyakan maskapai penerbangan adalah berupa musik (audio channel) dan video. Keberadaan hiburan ini sangat penting artinya, terutama untuk penerbangan jarak jauh.
    iii. Awak kabin
    Keberadaan awak kabin dalam suatu penerbangan sangat penting artinya, baik untuk pelayanan selama penerbangan maupun dalam kaitannya dengan peraturan keselamatan penerbangan. Jumlah awak kabin harus disesuaikan dengan jumlah penumpang yang ada agar mereka mampu membantu penumpang dalam keadaan darurat. Untuk penumpang kelas bisnis dan utama biasanya disediakan awak kabin yang lebih berpengalaman. Awak kabin yang ramah, efisien, bersikap penolong, dan mampu berkomunikasi dengan baik dengan penumpang merupakan beberapa persyaratan utama yang harus dipenuhi.
    iv. Interior pesawat
    Interior pesawat seperti keadaan kabin dan tempat duduk, kebersihan di dalam pesawat, dan kebersihan kamar kecil merupakan hal yang harus benar-benar diperhatikan.
    v. Barang cetakan dan gift away
    Dalam rangka memenuhi harapan pelanggan dalam pelayanan di pesawat, maskapai penerbangan sudah biasa membagikan barang cetakan secara cuma-cuma, baik majalah, surat kabar, atau barang cetakan lainnya yang memuat informasi tentang perusahaan.
    Tujuan perjalanan (journey purpose)
    Menurut tujuan perjalanannya, pelanggan dapat dikategorikan ke dalam dua kelompok,
    yaitu: (i) business traveler, dan (ii) leisure traveler. Kelompok leisure traveler sendiri dapat
    dibagi lagi ke dalam dua kelompok, yaitu (a) vacation or holiday market, dan (b) visiting
    friends and relatives market (VFR).
    a. Segmen bisnis (business traveler)
    Penumpang kategori ini dapat didefinisikan sebagai penumpang yang melakukan perjalanan dalam kaitannya dengan pekerjaan (dinas) ataupun bisnis. Segmen ini dapat dikenali dari ciri-ciri berikut ini.
    i. Tidak membayar tiketnya sendiri, melainkan dibayari oleh kantor (perusahaan). Karena itu, penumpang segmen ini umumnya tidak berkeberatan membayar harga tiket yang tinggi.
    ii. Umumnya price inelastic, artinya perjalanan penumpang relatif tidak dipengaruhi oleh perubahan harga tiket.
    iii. Umumnya bepergian sendiri, atau kalaupun berkelompok paling banyak hanya lima atau enam orang, jauh di bawah jumlah rata-rata sebuah kelompok paket wisata yang dapat mencapai lebih dari 50 orang.
    iv. Biasanya relatif sensitif terhadap waktu. Jadwal kegiatan yang ketat membuat penumpang mencari maskapai penerbangan yang dapat memberikan ketepatan keberangkatan dan kedatangan serta waktu tempuh (trip time) sesingkat mungkin.
    b. Segmen wisata (leisure traveler)
    Kelompok ini dapat didefinisikan sebagai penumpang yang melakukan perjalanan bukan dalam kaitannya dengan pekerjaan atau bisnis, melainkan hanya sebagai kegiatan pribadi dalam rangka wisata atau berlibur . Ciri-ciri segmen ini adalah sebagai berikut.
    i. Umumnya membayar sendiri tiketnya, sehingga segmen ini berusaha mencari harga tiket sesuai dengan kemampuan keuangan. Kenaikan harga tiket umumnya akan mempengaruhi minat segmen ini untuk bepergian, atau dengan kata lain, segmen ini bersifat elastis terhadap harga dan pendapatan.
    ii. Biasanya bepergian bersama keluarga.
    iii. Masa tinggal di suatu tempat relatif lebih lama dari business traveler.
    iv. Melakukan reservasi jauh hari sebelum keberangkatan.
    Dengan demikian, maskapai penerbangan dapat memperkirakan jumlah permintaan tempat duduk sebelumnya.
    v. Tidak sensitif terhadap waktu keberangkatan, kedatangan, dan trip time, sehingga flight frequency-pun menjadi kurang begitu penting.
    vi. Bersifat musiman (seasonal), biasanya terkonsentrasi di akhir minggu atau pada waktu liburan.
    c. Segmen kunjungan keluarga (visiting friends and relatives)
    Kelompok ini merupakan kelompok pengguna jasa penerbangan yang bepergian dengan tujuan pribadi dan membayar tiket dengan uang pribadi. Berbeda dengan leisure traveler, kelompok penumpang ini memiliki kendala waktu dan rute yang ketat, tetapi sensitif terhadap harga tiket.
    Contoh dari personal travel adalah mereka yang bepergian dalam kaitannya dengan masalah keluarga yang bersifat mendesak (emergency) seperti duka cita. Keberangkatan mereka tidak dapat diramalkan, sehingga tidak melakukan reservasi jauh hari sebelumnya.
    (http://digilib.unsri.ac.id/download/Jurnal+MM+Vol+3+No+5+Artikel+1+Diah+Natalisa.pdf&chrome=true)
    Akan Berubah :
    Pada masa selanjutnya, maskapai penerbangan akan melakukan beberapa perubahan, umumnya pada Pelayanan agar pelanggan merasa lebih nyaman dalam memakai jasa penerbangan tesebut.

    2. Apakah yg dilakukan oleh garuda untuk mengantisipasi perubahan ?
    • GARUDA Indonesia sebagai penerbangan terbaik di Indonesia memberikan pelayanan eksklusif berlebih berupa surprise fares (kejutan harga) bagi penerbangan domestik yang sudah diluncurkan sejak beberapa bulan lalu. Surprise fares adalah sebuah bentuk promo Garuda Indonesia terbaru dalam memberikan harga murah di luar harga biasa pada waktu tertentu. Hanya saja, calon penumpang diharapkan aktif melakukan pengecekan agar dapat memantau perubahan harga dengan cara memeriksa situs http://www.garuda-indonesia.com.
    • Garuda Indonesia juga memberikan layanan call center24 jam dan kantor cabang garuda untuk para calon penumpang yang ingin mengetahui informasi penerbangan bila terjadi perubahan jadwal.
    • Garuda Indonesia cabang Padang meluncurkan program layanan Garuda Frequent Flyer (GFF) yang merupakan suatu loyalty program bagi para pengguna jasa Garuda. Pelayanan Garuda Frequent Flyer, diberikan kepada penumpang yang sering melakukan penerbangan dengan Garuda Indonesia, dimana penumpang akan mendapatkan benefit sebagai imbalan atas pengumpulan jarak yang telah ditempuh dengan Garuda pada seluruh rute penerbangan domestik dan beberapa rute internasional (members.bumn.go.id). Untuk melihat jumlah penumpang Garuda Indonesia selama lima bulan terakhir dapat dilihat dari market sharenya. (http://dicky-holic.blogspot.com/2010_06_01_archive.htm)
    • Garuda Indonesia Selalu mementingkan pelayanan yang diberikan kepada konsumennya, agar para konsumen menjadi loyal terhadap maskapai penerbangan ini. Oleh karena itu Garuda Indonesia selalu berusaha meningkatkan pelayanan sebaik-baiknya untuk memuaskan hati para konsumennya.

    3. Bagaimana pesaing garuda menghadapi hal yang sama seperti pada poin 1?
    Sriwijaya air
    Pembelilah yang menentukan akan menggunakan maskapai apa untuk penerbangannya. Hal ini membuat Sriwijaya melakukan law fare untuk menjaring pembeli. Selain itu Sriwijaya juga berusaha meningkatkan pelayanan dan memenuhi semua permintaan dari pelanggan, agar mereka menjadi loyal terhadap maskapai penerbangan ini dan merasa nyaman dalam bepergian. Selain itu, Sriwijaya juga menetapkan tarif yang terjangkau dengan pendapatan konsumen pada umunya.
    (http://www.scribd.com/doc/54234765/Analisis-Sriwijaya-Air)

    Komentar oleh indri novrikasari | Mei 20, 2011 | Balas

  11. Selamat siang Pak Jo, saya mohon maaf terlambat menyampaikan topik rencana tesis yang akan saya telitih yaitu ” PENGARUH MOTIVASI TERHADAP PRESTASI ATLET KHUSUNYA ATLET JAMBI”, maaf Pak Jo mohon arahan dan petunjuknya, terima kasih Wassallam…

    Komentar oleh Baharuddin | Mei 21, 2011 | Balas

  12. Salam Pak Jo semoga sehat dan sukses.
    Tugas Manajemen Strategik MM Angkatan ke 12
    Nama : HAMZAH. J
    NIM : C2B009134
    Konsentrasi : Manajemen Pemasaran
    Berdasarkan kesimpulan transportasi antara Garuda dan Sriwijaya Air
    Transportasi udara selalu membenah diri untuk melaksanakan pelayanan prima kepada penumpang ,juga penumpang menginginkan kenyamanan dan keselamatan dalam penerbangan seperti Garuda dan Sriwijaya sekarang ini.
    1. Maskapai ini telah menerima sertifikasi IATA Operational Safety Audit (IOSA) dari IATA, yang berarti bahwa Garuda telah seluruhnya memenuhi standar keselamatan penerbangan internasional[2]. Garuda masuk dalam daftar maskapai bintang empat dari Skytrax, yang berarti memiliki kinerja dan pelayanan yang bagus[3]. Tahun 2012, Garuda dijadwalkan akan bergabung dengan aliansi penerbangan SkyTeam[4].
    2. Pasar Eropa Pesawat Garuda yang melayani rute Amsterdam terbang setiap hari dari Jakarta sejak 1 Juni 2010 menggunakan Airbus 330-200 berkapasitas 222 kursi, terdiri dari 36 kursi eksekutif dan 186 kursi ekonomi. Pesawat itu terlebih dahulu menyinggahi Bandara Dubai untuk mengisi bahan bakar (avtur).
    3. Pesawat ini juga dilengkapi dengan LCD layar sentuh di semua kursi pada semua kelas yang memberikan pilihan 25 film, 250 track audio, dan 25 video permainan. Semua itu sebagai salah satu upaya memberikan kenyamanan bagi penumpang selama dalam penerbangan.
    4.Amsterdam merupakan kota pertama yang dilayani Garuda di Eropa. Rencananya, pada 2011 akan disusul penerbangan ke Paris, Frankfurt, London, dan Roma. Keempat rute itu dibuka setelah pesawat Boeing 777 milik Garuda yang diharapkan siap pada awal 2011.
    Kami menginginkan Garuda terbang langsung dari Jakarta atau Bali menuju ke kota-kota di Eropa. Rencana tersebut bisa terwujudkan setelah pesawat Boeing 777 dioperasikan, sebab pesawat ini bisa terbang selama 15 jam tanpa henti. Kami menargetkan pada tahun 2011 Garuda terbang lagi ke Paris, London, Frankfurt, dan Roma,” jelas Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar.
    Eropa diyakini akan memainkan peran penting dalam strategi pengembangan Garuda selama lima tahun ke depan dalam jaringan penerbangan internasional. ”Membangun posisi yang kuat di Amsterdam dan kota lainnya di Eropa menjadi hal utama dalam memenuhi target pertumbuhan Garuda lima tahun ke depan,” ujarnya.
    Amsterdam sesungguhnya rute lama Garuda. Rute ini ditutup pada tahun 2004 akibat kondisi keuangan Garuda yang terus merugi. Lalu diperparah lagi dengan keputusan Komisi Transportasi Uni Eropa yang melarang semua maskapai Indonesia terbang ke 27 negara anggota Uni Eropa.
    Itu sebabnya manajemen Garuda pun telah membuat sejumlah target yang ingin diraih pada tahun 2014. Saat itu jumlah pesawat akan menjadi 116 unit yang mengangkut 27,3 juta penumpang dibanding tahun 2009 yang hanya 69 unit dengan 10,3 juta penumpang. Pendapatan perusahaan pun naik menjadi Rp 53,7 triliun dengan keuntungan Rp 3,7 triliun dibanding tahun 2009 yang penghasilannya hanya Rp 18,1 triliun dengan keuntungan Rp 669 miliar.

    SEDANGKAN SRIWIJAYA AIR
    Pada tahun pertama, Sriwijaya Air mengalami pertumbuhan pesat. Pada Juni 2009, Sriwijaya Air telah mengoperasikan 23 pesawat, melayani lebih dari 33 rute domestik dan 2 rute regional.
    Pada tahun 2007 Sriwijaya Air menerima penghargaan tentang Keselamatan dan Pemeliharaan pesawat dari Boeing International Award.. Piagam ini diberikan oleh Boeing setelah melewati pemeriksaan yang dilakukan dalam beberapa bulan. Dalam hal keamanan dan pelayanan, Sriwijaya Air adalah maskapai yang terbang tanpa kecelakaan yang fatal. Pada tahun yang sama Sriwijaya Air menerima Award Kemitraan Pelanggan dari Pertamina karena perusahaan Sriwijaya Air telah melaksanakan ketepatan pembayaran minyak bumi.Pada tahun 2008 Sriwijaya Air menerima penghargaan dari Markplus & Co. Penghargaan ini adalah apresiasi publik terhadap layanan yang diberikan oleh Sriwijaya Air.

    Komentar oleh HAMZAH. J | Mei 30, 2011 | Balas

  13. salam pak jo…
    tugas manajemen strategik
    nama:Kemas Mubarrak
    Nim: C2B009144
    kesimpulan dari transportasi pesawat udara garuda dan sriwijaya

    Transportasi adalah pemindahan manusia atau barang dari satu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan sebuah kendaraan yang digerakkan oleh manusia atau mesin. Transportasi digunakan untuk memudahkan manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Di negara maju, mereka biasanya menggunakan kereta bawah tanah (subway) dan taksi. Penduduk disana jarang yang mempunyai kendaraan pribadi karena mereka sebagian besar menggunakan angkutan umum sebagai transportasi mereka. Transportasi sendiri dibagi 3 yaitu, transportasi darat, laut, dan udara. Transportasi udara merupakan transportasi yang membutuhkan banyak uang untuk memakainya. Selain karena memiliki teknologi yang lebih canggih, transportasi udara merupakan alat transportasi tercepat dibandingkan dengan alat transportasi lainnya.
    Garuda Indonesia merupakan maskapai penerbangan nasional Indonesia. Maskapai ini menguasai 50% pasar penerbangan dosmestik. Berkat perluasan customer service dan kerja sama dengan maskapai penerbangan lain, Garuda menjadi pemain penting di pasaran internasional. Untuk melayani pasaran yang luas ini, garuda memiliki 40 kantor cabang di seluruh Indonesia, 38 kantor cabang di berbagai kota di seluruh dunia, dan kantor perwakilan di 13 kota. Berikut ini merupakan pesawat-pesawat yang dimiliki oleh Garuda Indonesia. Dengan armada ini, Garuda melayani 30 tujuan penerbangan domestik dan 24 penerbangan internasional. Pada 2009 yang lalu[9], Garuda mulai berusaha mensejajarkan diri dengan maskapai-maskapai internasional kelas dunia seperti KLM, Air France dan Singapore Airlines, dengan memperkenalkan sistem hiburan AVOD terbaru (Audio Video on Demand) dengan televisi di setiap kursi, terutama dalam armada jarak jauh. Garuda juga memperkenalkan kursi kelas bisnis yang dapat diubah menjadi tempat tidur pada penerbangan jarak jauh.

    Sriwijaya Air adalah salah satu maskapai terbesar di Indonesia yang menerbangkan lebih dari 500.000 penumpang setiap bulannya. Merambah lebih dari 35 destinasi termasuk dua negara di tingkat regional dan daerah-daerah tujuan wisata populer lainnya di seluruh Indonesia.Sriwijaya Air berkonsentrasi pada bisnis penerbangan penumpang dan layanan pengiriman barang, dengan jangkauan nasional maupun regional.Garuda Indonesia pada Juli 2009 mengumumkan meluncurkan sebuah rencana ekspansi 5 tahun yang agresif yang bernama Quantum Leap. rencana ini juga termasuk meng-overhaul tampilan maskapai seperti mengubah livery maskapai, seragam staf dan logo[6][7]. dalam waktu 5 tahun, Garuda Indonesia akan menggandakan armadanya dari 62 menjadi 116 pesawat. Quantum Leap juga berencana untuk menaikkan jumlah penumpang per tahun menjadi 27.6 juta dalam periode yang sama, bertambah sebanyak 10.1 juta dari sewaktu program pertama kali dijalankan melalui pertambahan tujuan domestik maupun internasional dari 41 menjadi 62. Rute ekspansi mencakup Amsterdam, dengan transit di Dubai, pada tahun 2010. Penerbangan non-stop menggunakan pesawat Boeing 777-300ER direncanakan akan dimulai pada tahun 2011. Rute lain ke Hub-hub dunia seperti London, Frankfurt, Paris, Roma, Madrid, Los Angeles, serta kota lainnya dipertimbangkan untuk dibuka kembali. Sebuah Inisiatif akan lambang baru, dikembangkan oleh konsultan merek Landor Associates, berputar pada sebuah ide baru seputar “sayap alam”. Logo lama Garuda telah diganti, menghilangkan simbol burung ikonik yang dirancang oleh Landor juga 27 tahun sebelumnya. tampilan baru ini diharapkan untuk dapat “menangkap semangat keramahan Indonesia dan profesionalisme”.
    Sejak berdiri pada 10 November 2003, Sriwijaya air berhasil mencapai target-target yang dikemas dalam misi dan visinya, seperti: mengedepankan layanan berkualitas, menjadi maskapai penerbangan yang mampu bersaing secara nasional maupun regional, siap berekspansi bisnis pada level dunia, mengadopsi tekonologi terkini dan manajemen perusahaan yang efektif dan efisien, mengundang turis domestik dan internasional ke berbagai destinasi, serta untung secara bisnis.
    Maskapai Sriwijaya Air yang berbasis di Jakarta, berhasil bertahan dan keluar dari krisis global 2008 tanpa kerugian yang berarti. Bahkan terus melakukan ekspansi ke timur Indonesia dengan armada-armada baru.
    SRIWIJAYA AIR berdasarkan rilis dari Direktorat Jendral Perhubungan Udara Departemen Perhubungan termasuk dalam Kategori Satu untuk syarat keselamatan. Dengan demikian, Sriwijaya Air termasuk ke dalam 12 maskapai pemegang Air Operator Certificate (AOC) di bawah Civil Aviation Safety Regulation (CASR) 121 (penumpang lebih dari 30 orang) yang masuk dalam Kategori Satu. Hal ini membuktikan kinerja Sriwijaya Air yang selalu berkomitmen penuh pada faktor keselamatan penerbangan.
    Piagam penghargaan Safety dari pabrik pesawat Boeing diberikan kepada Sriwijaya Air melalui rangkaian kegiatan auditor yang dilakukan selama beberapa bulan dengan langsung melakukan inspeksi. Para auditor berpendapat bahwa pesawat-pesawat Boeing yang dioperasikan oleh Sriwijaya Air dianggap aman untuk melakukan penerbangan komersial. Dilihat dari segi Keselamatan dan pelayanan, maskapai ini menjadi satu-satunya maskapai yang dianggap dapat menjaga operasional pesawat hingga bersih dari kecelakaan. Selain itu, Sriwijaya Air juga dianggap mampu menjaga performa manajemennya.

    Komentar oleh kemas mubarrak | Juli 29, 2011 | Balas

  14. Salam Pak Jo semoga Bapak dalam keadaan sehat,sehingga Bapak dapat melaksanakan tugas dan sukses selalu….
    Nama : Hamzah. J
    NIM : C2,B009134
    Konsentrasi : Manajemen Pemasaran
    Mahasiswa Magister Manajemen Angkatan Ke XII

    TUGAS MANAJEMEN PEMASARAN STRATEGIK
    Dosen DR Johanessimatupang ,MSi

    1. Jelaskan Ragam strategi Ofensif yang dapat diterapkan oleh maskapai penerbangan Garuda untuk menerapkan Strategi yang berkelanjutan

    Strategi Ofensif
    Ada dua faktor penying yang menentukan keberhasilan sebuah bisnis adalah Pasar yang membedakan adalah kemampuan bersaing Garuda dan produk,sedangkan produk yang bersifat intangible,jasa ).Maka antara Pasar dan produk itu merupakan kombinasi yaitu adalah suatu strategi pertumbuhan Maskapai penerbangan Garuda.

    2. Strategi Defentif khusus oleh Maskapai penerbangan sebagai pengikut, katekan Sriwijaya’
    Yang meliputi Usaha mengurangi kemungkinan beralihnya pelanggan ke pasar yang lain,tujuan strategi defensive ini untuk melindungi produk dan pasarnya dari serangan para pesaing,salah sdatu cara untuk mencapai tujuan untuk dalam meningkatkan kepuasan sekarang, dalam hal ini Sriwijaya Air.

    3. Jelaskan Atribut jasa penerbangan yang dapat dibutuhkan dan dapat membentuk nilai Maskapai.

    Atribut tersebut merupakan keinginan suatu pelanggan adalah :
    a. Harga tiket yang ditawarkan mulai menunjukan perbaikan yang signifikan.
    b. Persaingan yang semakin marak memberikan keuntungan bagi konsumen mendapatkan banyak pilihan atas transportasi bandara yang sesuai dengan inginan Pelanggan.
    c. Citra yang dibentuk oleh jasa transportasi bendara melalui harga dan system keberangkatan pelayanan fasilitas transportasi.

    4. Jelaskan bagaimana industry yang dihilir dan dihulu Maskapai penerbangan dapat menentukan kualitas Pelayanan kepada pelanggan.
    Penggunaan Jasa penerbangan menyadari bahwa iklim bisnis penerbangan demi semakin sehat,ini ditandai dengan tingkat harga dan pelanggan yang berbeda-beda tentunya.

    Oleh sebab itu tingkat tariff dan pelayanan rata-rata dari maskapai penerbangan merupakan tariff bawah( low cost carrum) yang tentu saja pelayanan nya rata-rata kurang memuaskan.

    Contohnya:
    Saja Lion Air dengan pelayanan terburuk di pasara demestik walaupun rtaifnya murah,penumpang seakan dibuat bulan pelayanan yang selalu mengalami keterlambatan waktu sampai-sampai jam layanan mengalami keterlambatan waktu sampai jam layanan,ini merupakan Perusahaan terbesar bagaimanan para maskapai inti memperbaiki kepuasan pelayanan
    5. Kaitan No 4 Bagaimana Masakapai pemnerbangan dapaty mengintergrasikan ke dalam pelayanan yang berkualitas.

    Secara umum strategi-strategi diversifikasi dapaty kita bagi menjadi dua macam strategi yaitu ;

    a. Integration strategis
    Forward Intergration
    Kondisi yang terjadi adalah dimana sebuah perusahaan mengakuasasi ( dapat jaga menbentuk ) perusahaan tersebut kepada penggunanaan akhir barang/jasa tersebut.

    b. Backward Integration
    Kondisi ysng terjadi dimana sebuah perusahaan mengakualisasikan )dapat juga membengtuk ) perusahaan lain yang masih terdapat dalam rantai pasokan barang/jasa yang sama yang mana akan membawa posisi akhir kepada semakin dekaynnya perusahaan tersebut kepada bahan dasar produk yang dihasilkan

    Sebagai contoh : mengsupplier penghasil kayu lapis.

    c. Horizontal integration
    Kondisi yang terjadi diman sebauah perusahaan mengakualisasi ( dapat juga membentuk ) perusahaan lain yang terdapat dalam rantaian pasokan barang /jasa yang sama dan jaga berada di level yang sama dalam rantai pasokan barang/jasa tersebut.

    Komentar oleh Hamzah . J | Juli 29, 2011 | Balas

  15. salam pak jo semoga bapak sukses selalu
    berikut ini tugas saya pak….mohon maaf atas keterlambatannya pak….mungkin karena faktor kesibukan waktu saya pak.

    Nama : DANU DANARDONO

    MM angkatan XII

    NIM : C2B009125

    LION AIR VS GARUDA INDONESIA

    David Vs Goliath adalah analogi yang paling tepat untuk menggambarkan betapa terkaget-kagetnya kita saat kita mengetahui ada operator penerbangan sekelas lion air dapat mengerogoti pasar domestik dan pasar international Garuda Indonesia, Ada apa dengan Garuda Indonesia ?, Apakah Lion Air jauh lebih hebat dari Garuda ?, mari kita telaah dari sisi manajemen strategik.

    MENGAPA LION AIR DAN GARUDA INDONESIA ?
    Kita semua mengetahui bahwa perusahaan penerbangan yang terbesar dan yang dimiliki oleh pemerintah adalah Garuda Indonesia dan perusahaan penerbangan yang terbesar dan yang dimiliki oleh swasta adalah Lion Air sehingga mengapa kami memilih kedua perusahaan penerbangan tersebut untuk bahan makalah kami ini.
    BERAPA LAMA KEDUA PERUSAHAAN PENERBANGAN
    TERSEBUT BEROPERASI ?

    Garuda Indonesia beroperasi di Indonesia selama 68 tahun tepatnya Garuda Indonesia berdiri pada tanggal 26 Januari 1940 dan hanya bermodalkan 1 pesawat DC-3 yang dibeli dari hasil sumbangan dari rakyat aceh dan waktu itu bernama Indonesian Airways. Baru pada tahun 1950 Garuda Indonesia beroperasi dengan sejumlah tambahan pesawat dari hasil pemberian perusahaan penerbangan Belanda yaitu KLM.Garuda Indonesia semakin berkembang dan seluruh pesawatnya kemudian terdiri dari pesawat bermesin jet diantaranya DC-10,MD-11,Boeing 737,Boeing 747, Airbus 300 dan Airbus 330.

    Lion Air beroperasi di Indonesia selama 9 tahun tepatnya Lion Air berdiri pada bulan oktober 1999 setelah berpengalaman di bisnis pariwisata selama 11 tahun yaitu Lion Tour & Travel, dua kakak- beradik Kusnan dan Rusdi Kirana bertekad mendirikan Lion Air dengan bermodal kan US$ 10.000.000. Pada tahun 2005 Lion Air sudah mempunyai sejumlah armada yang cukup memadai dengan jumlah 24 pesawat diantaranya 19 pesawat seri MD-80, 9 pesawat seri DHC-8-301 dan terakhir Lion Air mengembangkan armadanya dengan memesan sebanyak 100 Boeing 737-900ER yang akan secara bertahap masuk ke Indonesia.
    MENGAPA PASAR GARUDA INDONESIA DAPAT DIGEROGOTI
    OLEH LION AIR ?

    Setelah kita mengetahui berapa lama Garuda Indonesia beroperasi maka kita dapat mengibaratkan sebagai Goliath (raksasa) yang notabene sudah lebih kuat dan jauh lebih berpengalaman dibanding dengan Lion Air yang masih anak -anak dan dapat kita ibaratkan sebagai David akan tetapi dapat dengan signifikan mengeser kedudukan sang Raksasa. Loh kok bisa ?. Ada apa dengan Garuda Indonesia ?. Garuda Indonesia sudah cukup lama menikmati monopoli pasar penerbangan domesti dan internasional selama ini, maka itu merupakan suatu kelemahan bagi Garuda Indonesia.Garuda Indonesia merasa terninabobokan oleh keadaan monopoli tersebut sehingga Garuda Indonesia tidak berusaha memelihara pasar penerbangan diIndonesia baik dari segi pelayanan maupun dari segi harga. Seseorang pada waktu itu apabila berpergian keluar negeri atau antar propinsi mepergunakan pesawat terbang dan itu adalah Garuda Indonesia maka akan dianggap bergengsi, dan itu berjalan sudah cukup lama sampai pada tahun 1998 krisis ekonomi melanda seluruh negara asean termasuk Indonesia mengalaminya juga sehingga menjadi suatu pukulan bagi Garuda Indonesia karena jumlah penumpangnya menurun sangat drastis.Celakanya lagi Garuda Indonesia juga harus menanggung hutang yang cukup besar dikarenakan nilai tukar rupia terapresiasi oleh dolar yang cukup tinggi pada saat itu.Dan kami tidak melihat strategi yang dipakai oleh Garuda Indonesia untuk segera bangkit selain mereka harus memutar otak untuk membuat strategi pelunasan atau minimal pengurangan jumlah hutang mereka.
    Lion Air melihat keadaan seperti itu merupakan sebuah peluang dan kesempatan bagi mereka untuk membuat impian mereka menjadi kenyataan yaitu membuat sebuah perusahaan penerbangan swasta dengan strategi harga tiket yang murah sesuai dengan moto mereka yaitu membuat semua orang dapat mempergunakan pesawat terbang apabila ingin berpergian ( We make people fly ),dan pilihan strategi mereka tepat sekali karena Lion Air berkembang sangat pesat dan itu terlihat dalam jangka waktu 8 tahun dari Lion Air mulai beroperasi ( Lion Air beroperasi tahun 2000 ), Lion Air telah memiliki armada yang melebihi Garuda Indonesia yaitu 100 unit Boeing 737-900ER yang akan terealisasi hingga tahun 2010 sedangkan Garuda Indonesia sebagai national flag carrier hingga saat ini hanya mengoperasikan 49 pesawat saja walaupun Garuda Indonesia masih tetap terus menambah armadanya.Dari pertumbuhan jumlah penumpang domestik, Lion Air juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan yaitu sudah 36 juta orang pada tahun 2007 yang sudah terangkut dan kita juga dapat melihat dari perkembangan Load Factor. Load Factor adalah perbandingan antara penumpang terangkut dengan kapasitas tempat duduk tersedia. Berdasarkan data yang kami peroleh dari Cetak Biru Transportasi Udara 2005 – 2024 yang dibuat oleh Dirjen Perhubungan Udara,Departemen Perhubungan, maka akan terlihat perbandingan besaran Load Factor antara Garuda Indonesia dan Lion Air adalah sebagai berikut :

    Setelah kita lihat pada tabel perkembangan Load Factor jelas terlihat bahwa mulai dari awal beroperasi tahun 2000, Lion Air sudah jauh meninggalkan Garuda Indonesia bahkan hingga sekarang pun Lion Air masih tetap unggul dibanding Garuda Indonesia terlepas dari faktor kenyamanan, Pelayanan dan yang terpenting faktor keselamatan.

    JADI PEMBELAJARAN APA YANG DAPAT KITA AMBIL DARI KASUS DI ATAS DARI SEGI MANAJEMEN STRATEGIK ?

    Banyak sekali pembelajaran yang dapat kita ambil dari kasus Lion Air VS Garuda Indonesia diantaranya adalah :
    1. Garuda Indonesia sebagai national flag carrier sangat miskin dengan inovasi produk.
    2. Garuda Indonesia sudah terlalu lama terninabobok dengan kondisi monopoli sehngga melupakan costumernya.
    3. Garuda Indonesia yang mengambil strategi harga tiket hanya untuk kelas menengah keatas justru menjadi suatu celah pasar bagi Lion Air.
    4. Garuda Indonesia yang adalah perusahaan negara yang sarat dengan birokrasi sehingga memperlambat gerak laju perusahaan tersebut dibanding Lion Air yang lebih cepat dan fleksible dalam mengambil suatu keputusan.
    5. Manajemen Garuda Indonesia dikendalikan oleh orang-orang yang tidak berpengalaman dalam bidang perusahaan penerbangan sehingga banyak keputusan yang dibuat tidak efektif dan efisien.

    .

    Komentar oleh Danu Danardono | Agustus 1, 2011 | Balas

  16. Salam Kembali Pak jo.. Semoga bapak sukes selalu
    Berikut Ini Tugas Mengenai Strategi PT GARUDA

    Nama : DANU DANARDONO
    NIM : C2B009125
    MM angkatan XII

    1. Ragam Strategi Offensive Garuda Indonesia yaitu Meningkatkan Daya Saing dengan Teknologi Informasi.

    Pendahuluan

    Perkembangan dunia bisnis yang begitu pesatmenyebabkan semakin tingginya daya saing antar perusahaan bahkan industri dewasa ini. Saat inipenggunaan Teknologi Informasi / SistemInformasi (IT/IS) selain menjadi kunci bagi perusahaan dalam membangun daya saing, IT/IS juga berfungsi sebagai transformator bisnis agar perusahaan tetap dapat membanguneksistensinya.

    Oleh karena itu perusahaan membutuhkan suatu model manajemen IT/IS yang dapat mengoptimalkan manfaat IT/IS bagi perusahaan tanpa perusahaan tersebut kehilangan resource dan tanpa harus mengeluarkan biaya yang mahal. Dan diharapkan dengan perkembangan teknologi yang tidak dapat dikendalikan, tidak lantas menjadikan sebuah perusahaan terlalu diperbudak oleh teknologi tanpa memperhatikan esensi dari TI tersebut, mana yang memang diperlukan untuk menunjang perkembangan bisnis, mana yang sebenarnya kurang sustainable.
    Penerapan teknologi informasi (TI) dalam dunia bisnis merupakan pertimbangan yang cukup penting, bahkan sangat strategis. Berbagai aplikasi TI kini semakin luas diterapkan oleh berbagai jenis industri di seluruh dunia. Perusahaan-perusahaan modern yang menghadapi persaingan yang semakin ketat, hampir tak bisa mengelak dari keharusan memanfaatkan TI dalam meningkatkan daya saingnya.
    Kehadiran TI, ditambah Internet, tampaknya akan terus mendorong perubahan-perubahan yang mendasar, baik dalam cara berkomunikasi, mengelola usaha maupun memunculkan cara-cara baru dalam berbisnis. Namun, teknologi lebih merupakan perangkat dan sarana, namun yang lebih menentukan adalah bagaimana orang-orang menggunakan sarana itu dengan tepat dan cermatdalam menjawab kebutuhannya. Salah satunya adalah bagaimana melayani pelanggan secaralebih baik, sesuai dengan tantangan masa kini. Penggunaan teknologi informasi, dalam hal ini internet, kini memang telah dikembangkan untuk menyampaikan berbagai macam solusi guna meningkatkan pengetahuan dan kinerja perusahaan.
    Garuda Indonesia merupakan salah satu contoh perusahaan penerbangan dimana TI dan Internet diterapkan untuk meningkatkan daya saingnya, yang berarti pula meningkatkan pelayanannya kepada pelanggan yang akhirnya dapat menciptakan loyalitas pelanggan terhadap maskapai penerbangan ini. Tak dapat dipungkiri, berbagai aplikasi yang diterapkannya, seperti ERP (Enterprise Resource Planning), terbukti mampu meningkatkan kinerja dan daya saingnya.
    Saat ini, Garuda Indonesia bahkan telah menerapkan aplikasi proses pengadaan secara online (e-Procurement), dan IT Service Management. Selain itu Garuda juga melakukan lelang real-time online (e-Auction) yang di akhir tahun 2006 mendapatkan penghargaan “E-Procurement & E-Auction Award” kategori ‘application of B2B’ dari Kementrian Negara BUMN.
    Perusahaan ini pun sejak Mei 2006 telah (mulai) menerapkan e-ticketing sesuai dengan ketentuan IATA bahwa semua airlines yang menjadi anggota IATA harus sudah menerapkan sistem e-ticketing secara menyeluruh pada akhir bulan Mei 2008.
    Bagi Garuda Indonesia, transformasi melalui pemanfaatan teknologi menjadi sangat berarti; selain karakteristik industri penerbangan yang padat teknologi juga industri ini penuh dengan tuntutan akan inovasi dalam meraih keunggulan bersaing (competitive advantage).
    Dalam kaitan ini pula, dua dari direktur / figur Board of Directors yang baru (Direktur Strategi & Teknologi Informasi dan Direktur Keuangan) yang ditetapkan Kantor Kementrian BUMN dan Komisaris, terdapat direktur yang khusus menangani strategi dan teknologi informasi, agar pengembangan strategi Garuda Indonesia ke depan dapat didukung oleh teknologi informasi yang lebih sophisticated , sejalan dengan tuntutan lingkungan industri yang dinamis dan kompetitif dewasa ini.
    Kiranya ini memberikan manfaat tersendiri bagi Garuda mengingat secara langsung kita dapat berbagi pengalaman dan transfer of knowledge di bidang teknologi informasi dari penerapan di berbagai perusahaan terkemuka, yang pada akhirnya diharapkan dapat membantu Garuda Indonesia untuk memiliki keunggulan bersaing melalui inovasi dan pengembangan sistem dan teknologi informasi yang tepat untuk peningkatan strategi bisnis yang kompetitif.
    Saat ini persaingan dalam industri penerbangan begitu ketatnya. Sayangnya tidak semua memperhatikan kepuasan pelanggan namun hanya memikirkan keuntungan. Dengan konsep LCC (Low Cost Carier) harga tiket pesawat menjadi lebih murah. Untuk menekan harga tiket tak sedikit maskapai penerbangan yang tidak mengindahkan kualitas pelayanan bahkan keamanan/keselamatan penumpangnya. Berbeda dengan Garuda Indonesia yang menerapkan TI untuk meningkatkan daya saing tanpa mengurangi kualitas pelayanan.
    ERP, E-Procurement, E-Auction, E-Ticketing dan IT Service management merupakan sejumlah penerapan TI yang dilakukan oleh Garuda Indonesia untuk meningkatkan daya saingnya, dan hal ini terbukti dengan loyalnya pengguna jasa penerbangan ini. Secara Objektif penulis pun sebagai pengguna jasa penerbangan yang sudah beberapakali menggunakan berbagai jenis maskapai yang terdapat di Indonesia, merasakan sendiri kualitas pelayanan Garuda Indonesia yang memuaskan mulai dari Ground sampai Air hingga sampai ke Ground lagi, walaupun belum se-the best as Singapore Air. Tapi untuk ukuran Nasional Garuda Indonesia termasuk yang terbaik.
    Seyogyanya, maskapai penerbangan lain dapat menerapkan TI yang tepat dan sustainable untuk menunjang kualitas pelayanannya, sehingga tidak menekan biaya tiket dengan mengurangi kualitas pelayanan bahkan keamanan penumpang.
    Sumber:www.ebizzasia.com
    http://www.kormonev.menpan.go.id
    2. STRATEGI GENERIK GLUECK

    Glueck meyakini bahwa strategi perusahaan pada dasarnya dapat dikategorikan ke dalam empat strategi generik, yaitu: strategi stabilitas (stability), ekspansi (expansion), penciutan (retrenchment), dan kombinasi (combination) dari ketiganya. (Umar, 1999).
    1. Strategi Stabilitas (stability)
    Pada prinsipnya, strategi ini menekankan pada tidak bertambahnya produk, pasar dan fungsi-fungsi perusahaan karena berusaha untuk meningkatkan efisiensi di segala bidang dalam rangka meningkatkan kinerja dan keuntungan. Strategi ini relatif rendah resiko dan biasanya dilakukan untuk produk yang tengah berada pada posisi matang/dewasa (maturity).
    2. Strategi Ekspansi (expansion)
    Strategi ekspansi menekankan pada penambahan atau perluasan produk, pasar dan fungsi dalam perusahaan sehingga aktivitas perusahaan meningkat. Tetapi selain keuntungan yang ingin diraih lebih besar, strategi ini juga mengandung resiko kegagalan yang tidak kecil.

    3. Strategi Penciutan (retrenchment)
    Strategi penciutan dimaksudkan untuk melakukan pengurangan atas pasar maupun fungsi-fungsi dalam perusahaan yang memiliki aliran keuangan (cash-flow) negatif. Biasanya strategi ini diterapkan pada perusahaan yang berada pada tahap menurun (decline).
    4. Strategi Kombinasi (combination)
    Oleh karena berbagai perubahan eksternal seringkali hadir secara tidak seragam (dan bahkan terkadang sulit diduga) terhadap berbagai lini produk (product line) yang dihasilkan suatu perusahaan seperti daur hidup produk (product life cycle) yang tidak seragam, maka perusahaan tersebut dapat saja melakukan kombinasi atas ketiga jenis strategi di atas secara bersama

    3. Atribut Jasa Penerbangan Menurut Penelitian Reni Heviandri Riandarini , SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2011

    1) Menyediakan upgrade pada tiga dari lima penerbangan
    2) Tarif yang paling murah
    3) Paling tidak diperkenankan membawa satu bagasi cabin
    4) Penerbangan memiliki paling tidak 1 sampai 5 kota persinggahan
    5) Waktu check-in dan pengambilan bagasi yg cepat (5menit)
    6) Waktu keberangkatan yang nyaman
    7) Tidak dikenakan biaya adm untuk perubahan reservasi
    8) Makanan yg disediakan terdiri dari 2 pilihan

    Komentar oleh Danu Danardono | Agustus 1, 2011 | Balas

  17. ..salam pak jo,..
    maaf sebelumnya karna tugas saya agak telat..karena ad sesuatu hal..
    ni tugas saya yg belum dikumpul..

    Nama : Pebroni
    NIM : C2B009161
    Tugas Manajemen Strategik
    Magister Manajemen
    UNJA

    TRANSPORTASI UDARA

    1. Apakah yg dilakukan oleh garuda untuk mengantisipasi perubahan ?
    • GARUDA Indonesia sebagai penerbangan terbaik di Indonesia memberikan pelayanan eksklusif berlebih berupa surprise fares (kejutan harga) bagi penerbangan domestik yang sudah diluncurkan sejak beberapa bulan lalu. Surprise fares adalah sebuah bentuk promo Garuda Indonesia terbaru dalam memberikan harga murah di luar harga biasa pada waktu tertentu. Hanya saja, calon penumpang diharapkan aktif melakukan pengecekan agar dapat memantau perubahan harga dengan cara memeriksa situs http://www.garuda-indonesia.com.
    • Garuda Indonesia juga memberikan layanan call center24 jam dan kantor cabang garuda untuk para calon penumpang yang ingin mengetahui informasi penerbangan bila terjadi perubahan jadwal.
    • Garuda Indonesia cabang Padang meluncurkan program layanan Garuda Frequent Flyer (GFF) yang merupakan suatu loyalty program bagi para pengguna jasa Garuda. Pelayanan Garuda Frequent Flyer, diberikan kepada penumpang yang sering melakukan penerbangan dengan Garuda Indonesia, dimana penumpang akan mendapatkan benefit sebagai imbalan atas pengumpulan jarak yang telah ditempuh dengan Garuda pada seluruh rute penerbangan domestik dan beberapa rute internasional (members.bumn.go.id). Untuk melihat jumlah penumpang Garuda Indonesia selama lima bulan terakhir dapat dilihat dari market sharenya. (http://dicky-holic.blogspot.com/2010_06_01_archive.htm)
    • Garuda Indonesia Selalu mementingkan pelayanan yang diberikan kepada konsumennya, agar para konsumen menjadi loyal terhadap maskapai penerbangan ini. Oleh karena itu Garuda Indonesia selalu berusaha meningkatkan pelayanan sebaik-baiknya untuk memuaskan hati para konsumennya.

    2. Menganalisis pelanggan transportasi udara, apa yg sedang berubah dan akan berubah?
    Sedang :
    Frekuensi dan jadwal
    Frekuensi merupakan faktor yang cukup penting dalam suatu operasi penerbangan. Dari berbagai penelitian yang pernah dilakukan, diamati bahwa kebutuhan mendasar dari pelanggan jasa penerbangan adalah frekuensi penerbangan yang tinggi dengan jadwal yang sesuai dengan kebutuhan. Bagi penumpang yang bepergian point to point, frekuensi penerbangan yang lebih tinggi berarti memberikan fleksibelitas yang lebih tinggi bagi penumpang dalam melakukan perjalanan, karena lebih banyak alternatif penerbangan yang bisa dipilih.
    Seorang business traveler yang umumnya sensitif terhadap waktu akan lebih bisa merencanakan perjalanannya sedekat mungkin dengan saat dimulainya bisnis dan kembali setelah bisnisnya selesai. Bagi penumpang lanjutan, tingginya frekuensi penerbangan dalam suatu jalur pendek (short-haul) akan memungkinkan penumpang memilih penerbangan lanjutan yang lebih cepat dan lebih nyaman ke dan dari penerbangan jarak jauh (long-haul).
    Waktu keberangkatan merupakan hal penting baik bagi penumpang lanjutan maupun penumpang yang bepergian dari point to point. Maskapai penerbangan harus mampu menganalisis permintaan akan tempat duduk pada setiap periode waktu di jalur yang frekuensinya tinggi.
    Kemudahan pemesanan tempat duduk (seat accessibility)
    Penumpang pada dasarnya menghendaki adanya kemudahan dalam mendapatkan tempat duduk (seat accessibility) dari suatu penerbangan yang dipilih, pada waktu dan kelas yang diinginkan. Suatu maskapai dikatakan mempunyai accessibility yang tinggi bila seorang penumpang potensial bisa mendapatkan tempat duduk yang diperlukan menjelang jadwal keberangkatan. Hampir semua layanan penerbangan memanfaatkan fasilitas reservasi. Penumpang mengharapkan ada kursi yang tersedia pada saat melakukan reservasi untuk suatu penerbangan, dan hampir pada semua kasus, pelayanan reservasi terbukti secara efektif sangat membantu tersedianya tempat duduk bagi penumpang.
    Pelayanan
    Pelayanan terhadap pelanggan yang dilakukan oleh maskapai penerbangan dimaksudkan agar pelanggan merasa puas pada saat melakukan perjalanannya. Kepuasan pelanggan merupakan hal yang sangat vital bagi maskapai penerbangan karena besar pengaruhnya terhadap market share dan load factor.
    Pelayanan yang baik membuat pelanggan merasa puas, sehingga timbul loyalitas yang tinggi, dan kemungkinan besar akan menarik pelanggan lain yang potensial, dan pada gilirannya dapat meningkatkan market share.
    Berikut ini adalah beberapa jenis pelayanan yang diberikan oleh maskapai penerbangan.
    a. Pelayanan di tempat penjualan (point-of-sale service)
    Pelayanan di tempat penjualan tiket mempunyai peranan yang cukup penting mengingat penumpang tidak membeli barang yang bisa disentuh (intangible product), melainkan membeli tiket dengan mengharapkan kepuasan terhadap pelayanan. Perencanaan pelayanan di tempat penjualan tiket memerlukan tiga kebijakan yang berbeda.
    b. Pelayanan di bandara
    Pelayanan di bandara meliputi pelayanan sebelum keberangkatan yaitu di check-in counter dan ruang tunggu, dan pada saat kedatangan yaitu di transfer-desk dan daerah penyerahan bagasi.
    c. Pelayanan di udara (inflight service)
    Inflight service merupakan salah satu produk maskapai yang tak kalah pentingnya. Komponen utama dalam inflight service terdiri dari 5 jenis.
    i. Menu makanan dan minuman (meals and drinks)
    Menu makanan dan minuman paling tidak memperhatikan hal-hal seperti tata cara penyajian makanan, rasa, jenis makanan, dan kualitasnya secara keseluruhan. Untuk minuman, rasa, kualitas, dan variasi juga merupakan hal yang harus diperhatikan.
    ii. Hiburan pada saat penerbangan (inflight entertainment)
    Hiburan yang biasanya disajikan di kebanyakan maskapai penerbangan adalah berupa musik (audio channel) dan video. Keberadaan hiburan ini sangat penting artinya, terutama untuk penerbangan jarak jauh.
    iii. Awak kabin
    Keberadaan awak kabin dalam suatu penerbangan sangat penting artinya, baik untuk pelayanan selama penerbangan maupun dalam kaitannya dengan peraturan keselamatan penerbangan. Jumlah awak kabin harus disesuaikan dengan jumlah penumpang yang ada agar mereka mampu membantu penumpang dalam keadaan darurat. Untuk penumpang kelas bisnis dan utama biasanya disediakan awak kabin yang lebih berpengalaman. Awak kabin yang ramah, efisien, bersikap penolong, dan mampu berkomunikasi dengan baik dengan penumpang merupakan beberapa persyaratan utama yang harus dipenuhi.
    iv. Interior pesawat
    Interior pesawat seperti keadaan kabin dan tempat duduk, kebersihan di dalam pesawat, dan kebersihan kamar kecil merupakan hal yang harus benar-benar diperhatikan.
    v. Barang cetakan dan gift away
    Dalam rangka memenuhi harapan pelanggan dalam pelayanan di pesawat, maskapai penerbangan sudah biasa membagikan barang cetakan secara cuma-cuma, baik majalah, surat kabar, atau barang cetakan lainnya yang memuat informasi tentang perusahaan.
    Tujuan perjalanan (journey purpose)
    Menurut tujuan perjalanannya, pelanggan dapat dikategorikan ke dalam dua kelompok,
    yaitu: (i) business traveler, dan (ii) leisure traveler. Kelompok leisure traveler sendiri dapat
    dibagi lagi ke dalam dua kelompok, yaitu (a) vacation or holiday market, dan (b) visiting
    friends and relatives market (VFR).
    a. Segmen bisnis (business traveler)
    Penumpang kategori ini dapat didefinisikan sebagai penumpang yang melakukan perjalanan dalam kaitannya dengan pekerjaan (dinas) ataupun bisnis. Segmen ini dapat dikenali dari ciri-ciri berikut ini.
    i. Tidak membayar tiketnya sendiri, melainkan dibayari oleh kantor (perusahaan). Karena itu, penumpang segmen ini umumnya tidak berkeberatan membayar harga tiket yang tinggi.
    ii. Umumnya price inelastic, artinya perjalanan penumpang relatif tidak dipengaruhi oleh perubahan harga tiket.
    iii. Umumnya bepergian sendiri, atau kalaupun berkelompok paling banyak hanya lima atau enam orang, jauh di bawah jumlah rata-rata sebuah kelompok paket wisata yang dapat mencapai lebih dari 50 orang.
    iv. Biasanya relatif sensitif terhadap waktu. Jadwal kegiatan yang ketat membuat penumpang mencari maskapai penerbangan yang dapat memberikan ketepatan keberangkatan dan kedatangan serta waktu tempuh (trip time) sesingkat mungkin.
    b. Segmen wisata (leisure traveler)
    Kelompok ini dapat didefinisikan sebagai penumpang yang melakukan perjalanan bukan dalam kaitannya dengan pekerjaan atau bisnis, melainkan hanya sebagai kegiatan pribadi dalam rangka wisata atau berlibur . Ciri-ciri segmen ini adalah sebagai berikut.
    i. Umumnya membayar sendiri tiketnya, sehingga segmen ini berusaha mencari harga tiket sesuai dengan kemampuan keuangan. Kenaikan harga tiket umumnya akan mempengaruhi minat segmen ini untuk bepergian, atau dengan kata lain, segmen ini bersifat elastis terhadap harga dan pendapatan.
    ii. Biasanya bepergian bersama keluarga.
    iii. Masa tinggal di suatu tempat relatif lebih lama dari business traveler.
    iv. Melakukan reservasi jauh hari sebelum keberangkatan.
    Dengan demikian, maskapai penerbangan dapat memperkirakan jumlah permintaan tempat duduk sebelumnya.
    v. Tidak sensitif terhadap waktu keberangkatan, kedatangan, dan trip time, sehingga flight frequency-pun menjadi kurang begitu penting.
    vi. Bersifat musiman (seasonal), biasanya terkonsentrasi di akhir minggu atau pada waktu liburan.
    c. Segmen kunjungan keluarga (visiting friends and relatives)
    Kelompok ini merupakan kelompok pengguna jasa penerbangan yang bepergian dengan tujuan pribadi dan membayar tiket dengan uang pribadi. Berbeda dengan leisure traveler, kelompok penumpang ini memiliki kendala waktu dan rute yang ketat, tetapi sensitif terhadap harga tiket.
    Contoh dari personal travel adalah mereka yang bepergian dalam kaitannya dengan masalah keluarga yang bersifat mendesak (emergency) seperti duka cita. Keberangkatan mereka tidak dapat diramalkan, sehingga tidak melakukan reservasi jauh hari sebelumnya.
    (http://digilib.unsri.ac.id/download/Jurnal+MM+Vol+3+No+5+Artikel+1+Diah+Natalisa.pdf&chrome=true)
    Akan Berubah :
    Pada masa selanjutnya, maskapai penerbangan akan melakukan beberapa perubahan, umumnya pada Pelayanan agar pelanggan merasa lebih nyaman dalam memakai jasa penerbangan tesebut.

    3. Bagaimana pesaing garuda menghadapi hal yang sama seperti pada poin 1?
    Sriwijaya air
    Pembelilah yang menentukan akan menggunakan maskapai apa untuk penerbangannya. Hal ini membuat Sriwijaya melakukan law fare untuk menjaring pembeli. Selain itu Sriwijaya juga berusaha meningkatkan pelayanan dan memenuhi semua permintaan dari pelanggan, agar mereka menjadi loyal terhadap maskapai penerbangan ini dan merasa nyaman dalam bepergian. Selain itu, Sriwijaya juga menetapkan tarif yang terjangkau dengan pendapatan konsumen pada umunya.
    (http://www.scribd.com/doc/54234765/Analisis-Sriwijaya-Air)

    ……..Terima Kasih…..

    Komentar oleh pebroni | Agustus 6, 2011 | Balas


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 190 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: