Johannessimatupang’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KELAS PAGI MEI 2012


Halaman ini diperuntukkan untuk peserta  Sistem Informasi Manajemen Kelas pagi,  dengan dosen Dr. Johannes, S.E., M.Si.

Pedoman.

1. Powerpoin kuliah harus dicetak, disusun pada map khusus warna Kuning. Seluruh power poin disusun pada map yg dimaksud.

2. Seluruh tugas, baik yg diunggah maupun tidak disisipkan pada map kuliah.

3. Tugas Unggah hanya disiapkan pada halaman ini. Setiap mahasiswa yg mengunggah harus menuliskan Nama, No, Mahasiswa,  Peserta gi dan Tugas ke..

SEMOGA ANDA BERHASIL

Tugas. 1. Anda mengunjungi situs http://www.lkpp.go.id,  selanjutnya jawablah pertanyaan berikut.

1. Apakah yg dimaksud dg LPSE

2. Apakah LPSE  merupakan satu sistem, jelaskan  ciri-cirinya  bila dikategorikan menjadi satu sistem.

3. Menurut anda, apakah  tujuan LPSE.

4, Paling lambat jawaban  sudah diterima  tanggal 28 Mei 2012.

File Untuk Survei  LPSE, semua peserta diharapkan  mengunduh dan mencetak  file  yg disiapkan berikut untuk dibawa ke kelas. Menambahkan penjelasan di kelas tadi pagi, diharapkan satu orang  peserta dapat memilih minimal  tiga perusahaan dg  pertimbangan bahwa perusahaannya  dekat dengan lokasi domisilinya. Oleh karena itu  silahkan unggah nama perusahaan yg potensil anda jadikan sampel untuk dicacah. Sukses selalu.

Harus dibaca. Selama menyimak hasil unggahan peserta, kesan saya  ada kecenderungan tulisan menjadi plagiat. Semua peserta diwajibkan mencetak dan membaca tulisan yang  dilapirkan berikut.

Menulis Artikel tanpa Plagiat

Nama Perusahaan PTSP Maret 2012

Survei Nama Msw dan Perusahaan Terpilih

About these ads

Mei 21, 2012 - Posted by | Bahan Ajar, competitive advantage, Diskusi Mahasiswa, kompetensi, Manajemen Pemasaran Lanjutan, metode penelitian, Pendidikan Tinggi, strategy

39 Komentar »

  1. salam pak jo,

    saya MARLINA PUTRI AYU C1B010036
    Peserta Kelas Pagi

    mohon maaf sebelumnya pak,
    saya sudah cari cari diblog bapak…
    powerpoint SIM yang harus diunggah itu…
    tapi tidak ketemu….

    jika bapak berkenan,
    menuliskan atau men-share di halaman SISTEM INFORMASI MANAJEMEN…

    terima kasih pak jo…

    Komentar oleh marlina putri ayu C1B010036 | Mei 25, 2012 | Balas

    • Sudah diberikan kepeserta dalam bentuk file, ada di flash peserta, mintakan kepada mereka. Pak. Jo.

      ________________________________

      Komentar oleh johannessimatupang | Mei 25, 2012 | Balas

  2. Nama: Anita Agustina Sinambela
    NIM: C1B010114
    Manajemen G kelas pagi

    1. Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) adalah suatu unit yang melayani proses pengadaan barang/jasa yang dilaksanakan secara elektronik. LPSE atau Layanan Pengadaan Secara Elektronik pada awalnya merupakan sistem e-procurement (pengadaan secara elektronik) yang dikembangkan oleh LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah). Pada perkembangan selanjutnya, LPSE didefinisikan sebagai unit pelaksana yang memfasilitasi Panitia/Unit Layanan Pengadan (ULP) pada proses pengadaan barang/jasa secara elektronik. LPSE sendiri mengoperasikan sistem e-procurement bernama SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik) yang dikembangkan oleh LKPP. Namun secara umum, LPSE diartikan sebagai sistem e-procurement termasuk di dalamnya aplikasi dan unit pelaksana.

    2.Ciri- ciri sistem yaitu memiliki tujuan, punya batas, terbuka, tersusun dari subsistem, ada saling keterkaitan dan saling ketergantungan.
    Sesuai dengan ciri-ciri tersebut LPSE dapat dikategorikan sbagai sebuah sistem karena,
    a. LPSE memiliki tujuan untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas, transparansi, dan akuntabilitas pengadaan barang/jasa yang dilakukan oleh pemerintah
    b. punya batas, LPSE juga wajib memenuhi persyaratan sebagaimana ketentuan pasal 15, 16 dan 109 ayat (7) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, dengan pembinaan dan pengawasan atas pelaksanaannya dilakukan oleh LKPP. LPSE memiliki tugas antara lain: 1) Mengelola sistem e-Procurement, 2) Menyediakan pelatihan kepada PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa baik dilingkungan satuan kerjanya maupun satuan kerja lain disekitar wilayahnya, 3) Menyediakan sarana akses internet bagi PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa, 4) Menyediakan bantuan teknis untuk mengoperasikan SPSE kepada PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa, 5) Melakukan pendaftaran dan verifikasi terhadap PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa.
    c. terbuka, LPSE hadir untuk proses pelelangan yang lebih akuntabel dan transparan menunjang kerja dinas dalam pengadaan barang/jasa. LPSE sebagai sebuah inovasi dalam pengadaan barang/jasa pemerintah yang dapat menunjang peningkatan kualitas pelayanan publik. Peningkatan kualitas pelayanan publik merupakan persyaratan untuk mewujudkan good governance yang didukung persyaratan lain, yaitu pemerintah yang bersih dan bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) serta pembenahan kapasitas birokrasi agar efektif, efisien dan akuntabel.
    d. tersusun dari subsistem, Secara umum LPSE memiliki 2 (dua) tipe yakni :
    1. LPSE System Provider
    Pada LPSE Sistem Provider ini menjalankan seluruh tugas LPSE, memiliki alamat website sendiri dan mengelola sistem (database) sendiri. LPSE dengan tipe ini juga melaksanakan fungsi lainnya, misal: 1) sosialisasi kepada PPK/Panitia Pengadaan dan Penyedia Barang/Jasa; 2) pelatihan kepada PPK/Panitia Pengadaan dan Penyedia Barang/Jasa; 3) melayani PPK/Panitia Pengadaan untuk mendapatkan kode akses 4). melakukan verifikasi terhadap dokumen (Akta, SIUP, TDP, ijin usaha sesuai bidang, KTP Pemilik dan/atau Direktur Perusahaan, dll).
    2. LPSE Service Provider
    Pada LPSE ini memiliki organisasi sebagai berikut:
    -Penanggung Jawab
    – Ketua
    – Bidang Pelatihan dan Sosialisasi
    -Bidang Registrasi dan Verifikasi
    -Bidang Layanan Pengguna
    LPSE Service Provider berfungsi mengelola server yang telah terinstalasi SPSE tidak diperlukan karena LPSE tipe ini akan menginduk pada LPSE terdekat sehingga tidak memiliki alamat website sendiri namun tetap menjalankan fungsi lainnya, misal: Pemohon berasal dari Pemkot Tasikmalaya dengan alamat website http://www.lpse.jabarprov.go.id (alamat ini milik LPSE Provinsi Jawa Barat).
    Alur proses Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) menjadi 3 bagian besar, yaitu:
    -Pendaftaran penyedia barang/jasa.
    -Persiapan pengadaan.
    – Pelaksanaan pengadaan.
    E-lelang umum Pasca kualifikasi dengan 1 (satu) file.
    E-lelang umum Pasca kualifikasi dengan 2 (dua) file.
    E-lelang umum Pra kualifikasi dengan 2 (dua) file.

    e. ada saling keterkaitan dan ketergantungan, pada proses pengadaan LPSE hanya sebagai fasilitator yang tidak ikut dalam proses pengadaan. Pelaksanaan proses pengadaan sepenuhnya dilakukan oleh panitia pengadaan atau Unit Layanan Pengadaan/ULP. LPSE harus memberikan akses kepada Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) untuk dapat melakukan, mengikuti proses pengadaan barang/jasa di lingkungan Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah.

    3. LPSE dibentuk dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, transparansi dan akuntabilitas pengadaan barang/jasa yang dilakukan oleh pemerintah. Selain itu penggunaan teknologi informasi untuk menyelenggarakan sebagian aktivitas pemerintahan ternyata efektif dan efisien.

    Anita anda yg pertama mengunggah jawaban. sukses untuk mu.

    Komentar oleh ANITA AGUSTINA SINAMBELA (C1B010114) | Mei 25, 2012 | Balas

  3. Reblogged this on marlinaputriayutanjung.

    Komentar oleh marlinaputriayu | Mei 25, 2012 | Balas

  4. Nama : Febby Nanda Utami
    NIM : C1B0101110
    KELAS : MANAJEMEN G PAGI
    TUGAS KE-1
    1. Apa yang dimaksud dengan LPSE?
    Pengadaan barang/jasa adalah kegiatan untuk memperoleh barang/jasa oleh Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah/Institusi lainnya yang prosesnya dimulai dari perencanaan kebutuhan sampai diselesaikannya seluruh kegiatan untuk memperoleh Barang/Jasa. Selama ini pengadaan barang/jasa dilakukan dengan langsung mempertemukan pihak-pihak yang terkait seperti penyedia barang/ jasa. Proses yang dilakukan secara fisik ini memiliki beberapa kelebihan dan kelemahan. Kelebihan yang didapat yaitu para pengguna dan penyedia barang/jasa panitia dan penyedia bertemu secara langsung”face to face”, berinteraksi dan bekerja sama secara intens. Kelemahannya pelaksanaan pengadaan barang/jasa konvesional sarat dengan KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme), serta penilaian tender tidak dilakukan secara objektif, selain itu pelaksanaan pengadaan barang/ jasa konvensional membutuhkan waktu yang cukup lama.
    Pengadaan barang/jasa saat ini sudah terjadi secara online dimana terdapat fasilitas SPSE yang telah tersebar di unit-unit kerja LPSE di seluruh Indonesia sehingga proses pengadaan barang/jasa tidak dilakukan secara manual dan mudah dipantau karena pengarsipan dokumennya lebih jelas. E-procurement yang diterapkan merupakan sistem pengadaan barang/jasa yang proses pelaksanaannya dilakukan secara elektronik dengan memanfaatkan fasilitas teknologi komunikasi, informasi, dan sistem aplikasi serta layanan pengadaan elektronik.
    LPSE adalah singkatan dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik yang merupakan unit kerja penyelenggara sistem elektronik pengadaan barang/jasa yang didirikan oleh Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah/Institusi lainnya yang dibentuk untuk menyelenggarakan/memfasilitasi ULP/Pejabat Pengadaan dalam melaksanakan pengadaan barang/jasa secara elektronik. LPSE mengoperasikan sistem e-procurement bernama SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik) yang dikembangkan oleh LKPP yang melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan sistem pengadaan barang/jasa secara elektronik, termasuk tata cara e-tendering. Pelaksanaan standar prosedur operasional yang dilaksanakan oleh LPSE berkaitan dengan registrasi, verifikasi, sertifikat elektronik, dan prosedur operasional lainnya. Sistem LPSE dikembangkan dengan basis free license untuk diterapkan seluruh instansi pemerintah di Indonesia. Pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik dapat dilakukan dengan e-Tendering atau e-Purchasing:
    1. E-Tendering merupakan tata cara pemilihan penyedia barang/jasa yang dilakukan secara terbuka dan dapat diikuti oleh semua penyedia barang/jasa yang terdaftar pada sistem pengadaan elektronik dengan cara menyampaikan satu kali penawaran dalam waktu yang telah ditentukan.
    2. E-Purchasing merupakan tata cara pembelian barang/jasa melalui sistem katalog elektronik.
    LPSE mempunyai fungsi sebagai berikut:
    a. Penyusunan program kegiatan, ketatausahaan, evaluasi dan pelaporan pengelolaan Pengadaan Barang/Jasa secara Elektronik di lingkunganKementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah/Institusi lainnya.
    b. Pengelolaan SPSE dan infrastrukturnya
    c. Melakukan registrasi dan verifikasi penyedia barang/jasa untuk memastikan penyedia barang/jasa memenuhi persyaratan yang berlaku.
    d. Melaksanakan pengadaan barang/jasa secara elektronik serta memberikan pelatihan bagi panitia pengadaan barang/jasa, pejabat pembuat komitmen, dan penyedia barang/jasa dalam rangka pelaksanaan pengadaan barang/jasa secara elektronik.
    e. Memfasilitasi pelaksanaan pengadaan barang/jasa secara elektronik, baik kepada panitia pengadaan barang/jasa, pejabat pembuat komitmen, maupun penyedia barang/jasa.
    f. Memberikan layanan konsultasi mengenai pelaksanaan pengadaan barang/jasa secara elektronik.

    Tugas LPSE antara lain :
    a. Memfasilitasi PA/ KPA mengumumkan rencana umum pengadaan.
    b. Memfasilitasi ULP menayangkan pengumuman pelaksanaan pengadaan’
    c. Memfasilitasi ULP/Pejabat Pengadaan melaksanakan pemilihan penyediA barang/jasa secara elektronik.
    d. Memfasilitasi Penyedia Barang/Jasa dan pihak-pihak yang berkepentingan menjadi pengguna SPSE.
    e. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah/Institusi
    2. Apakah LPSE merupakan satu sistem, jelaskan ciri-cirinya bila dikategorikan menjadi satu sistem
    Sistem adalah kumpulan elemen-elemen (baik bentuk fisik maupun non fisik) yang saling berinteraksi satu sama lain untuk mencapai satu atau lebih tujuan,sasaran dan akhir dari sistem. LPSE merupakan suatu sistem, karena dalam pelaksanaannya menggunakan SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik) yang sistemnya meliputi aplikasi dan database e-procurement, dikembangkan oleh Direktorat E-Procurement LKPP untuk digunakan pada implementasi LPSE. SPSE bersifat terbuka, bebas lisensi dan bebas biaya, dan dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman Java dan menggunakan database PostgreSQL serta diinstal di sistem berbasis Linux. LKPP dalam pengembangan SPSE berkerjasama dengan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) untuk fungsi enkripsi dokumen dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk sub sistem audit.
    ULP/Panitia Pengadaan dan penyedia barang/jasa harus terkoneksi dalam suatu jaringan internet melalui website LPSE yang telah disediakan. Pihak panitia lewat beberapa tahapan mengumumkan pengadaan secara elektronik lalu penyedia barang/jasa akan mendaftarkan diri melalui tahapan yang terkoneksi dan dicatat dengan sistem. Dan pada akhirnya panitia akan mengumumkan pemenang tender melalui website tersebut. Dalam LPSE tersedia Apendo (Aplikasi Pengamanan Dokumen) panitia maupun peserta. Apendo peserta digunakan untuk menyandi file-file penawaran yang dibuat oleh peserta lelang LPSE sebelum diupload/dikirim ke server LPSE. Apendo Peserta diberikan kepada semua peserta lelang yang telah terdaftar secara sah pada LPSE. Apendo Panitia digunakan untuk mendeskripsi file-file penawaran yang dienkripsi oleh peserta lelang LPSE. Apendo Panitia khusus diberikan untuk Panitia Lelang LPSE. LPSE dikatakan sebagai suatu sistem karena memiliki ciri-ciri yang terkandung dalam sistem atau pendekatan sistem, adalah:
    1. Adanya tujuan
    Setiap rakitan sistem pasti bertujuan, tujuan sistem telah ditentu¬kan lebih dahulu, dan itu menjadi tolak ukur pemilihan kompo¬nen serta kegiatan dalam proses kerja sistem. Komponen, fungsi komponen, dan tahap kerja yang ada dalam suatu sistem meng¬arah ke pencapaian tujuan sistem. Tujuan sistem adalah pusat orientasi dalam suatu sistem. Dalam LPSE salah satu tujuan yang ingin dicapai adalah untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas yaitu meminimalisir terjadinya penyimpangan negatif dari LPSE, serta memperbaiki tingkat efisiensi proses pengadaan.
    2. Adanya komponen sistem
    Semua unsur yang tercakup di dalam suatu sistem dan kegiatan-kegiatan lain yang terjadi di dalamnya merupakan komponen sistem. Demikian pula halnya dengan sistem pengadaan LPSE. Dalam pengadaan barang/jasa secara elektronik ada tahapan-tahapan yang jelas yang harus dilakukan, dari mulai prosedur panitia mempublish pengadaan, prosedur calon penyedia barang/jasa mendaftar. Jika tahapan-tahapan tersebut tidak dilakukan secara sesuai, maka proses pengadaan tidak akan terjadi. Dalam operasionalnya, LPSE membutuhkan akses internet sebagai komponen utama dalam melakukan transaksi di dalam aplikasi SPSE. Adapun akses internet yang dimaksudkan adalah koneksi data atau bandwidth yang diperuntukkan bagi perangkat server agar dapat tetap menjalankan sistem SPSE selama 24 jam penuh dan juga koneksi tambahan yang diperuntukkan bagi para anggotanya untuk menjalankan tugas dan kewajibannya masing-masing yang berkaitan dengan paparan tugas (job description) di LPSE. Dengan adanya koneksi tambahan ini, serta didukung pula oleh kemajuan perangkat yang ada saat ini makin mempermudah akses menuju portal LPSE yang dapat dilakukan secara mobile dari berbagai perangkat termutakhir dan diluar jam kerja sekalipun.
    3. Adanya fungsi yang menjamin dinamika dan kesatuan kerja sistem dan adanya interaksi antar komponen
    Sistem dan subsistem saling berhubungan satu sama lain untuk membantu tercapainya tujuan organisasi. Dalam rangka mencapai tujuan, semua fungsi dari komponen sistem yang ada harus terkoordinasi dengan baik. Fungsi komponen sistem dalam SPSE contohnya internet, berguna untuk membuat transaksi LPSE menjadi lebih lancar. Informasi seputar pengadaan barang dan jasa tersebut dapat diakses kapanpun dimanapun dengan fasilitas internet di website LPSE. Interaksi antara komponen yang satu dan yang lainnya dalam LPSE menyebabkan panitia dapat mengumumkan lelang, dan para penyedia barang/jasa bisa mengikuti lelang tersebut dengan mendaftar telebih dahulu. Dalam LPSE tersedia Apendo (Aplikasi Pengamanan Dokumen) panitia maupun peserta yang diberikan supaya kesalahan dapat diminimlaisir dan transaksi menjadi lebih lancar dan. Antar komponen dalam suatu sistem saling berhubungan untuk membantu tercapainya tujuan LPSE.

    3. TUJUAN LPSE
    Pengadaan barang/jasa secara konvensional merupakan sebuah proses yang melibatkan beberapa pihak seperti Pengguna Anggaran, Kuasa Pengguna Anggaran, PPK, ULP, Panitia Pemeriksa Hasil Pekerjaan serta Penyedia Barang/Jasa yang memiliki kepentingan yang berbeda-beda. Karena adanya perbedaan kepentingan inilah maka kerap kali terjadi KKN . Oleh sebab itu, tujuan dari LPSE ini adalah
    1. Untuk mengatur pelaksanaan pengadaan barang/jasa yang sebagian atau seluruhnya dibiayai dari APBN/APBD agar pengadaan tersebut dapat dilakukan secara efisien, efektif, terbuka dan bersaing, transparan adil/tidak diskriminatif dan akuntable, dengan demikian maka KKN maupun penyimpangan lainnya bisa diminimalisir
    2. Dengan melakukan pengadaan melalui LPSE, maka biaya pengumuman pengadaan dan pengumuman pemenang lelang dapat diminimalisir karena sistem pengumuman dilakukan secara online dan lebih mudah diakses oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Dengan demikian maka efisiensi dan efektifitas penggunaan keuangan negara yang dibelanjakan melalui proses Pengadaan Barang/Jasa dapat dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik guna menciptakan daya saing nasional.
    3. Pelaksanaan LPSE mendukung terciptanya pelaksanaan pengadaan barang/jasa yang lebih transparan, fair dan partisipatif mendukung persaingan usaha sehat dimana pengadaan barang/jasa dilakukan. Pengadaan secara elektronik dapat memberikan kesempatan besar kepada pihak yang ingin mengikuti pengadaan barang/jasa karena sistemnya berbasis internet Dengan demikian akses pasar dan persaingan usaha yang sehat mengalami peningkatan.
    4. LPSE menyebabkan pengadaan barang/jasa dapat dilakukan dalam jangka waktu yang lebih cepat dibandingkan dengan pengadaan barang/jasa konvensional. Dengan demikian tujuan LPSE adalah memperbaiki tingkat efisiensi proses pengadaan
    5. Mendukung proses monitoring dan audit,serta memenuhi kebutuhan akses informasi yang real time.
    6. Layanan yang diterapkan dalam pengadaan barang/ jasa yaitu sistem elektronik (E-procurement) melalui LPSE sehingga dapat menunjang peningkatan kualitas layanan publik dimana itu merupakan persyaratan mewujudkan good governance.

    Febby jawabanmu tuntas, malah memberi nilai lebih dari pertanyaan yg diajukan. Sukses

    Komentar oleh febby nanda utami (@febbynanda) | Mei 25, 2012 | Balas

  5. Salam Pak jo

    Nama                            :  Marlina Putri Ayu

    Nomor  mahasiswa        :  C1BO10036

    Kelas                             : Manajemen A

    Peserta Pagi

    Tugas Sistem Informasi Manajemen ke -1

    Apakah  yang dimaksud dengan LPSE?

    LPSE  singkatan dari Lembaga Pengadaan Secara Elektronik. Lpse adalah suatu lembaga yang dibentuk oleh Pemerintah Daerah/ lembaga/ BUMN / perguruan tinggi / kementrian Indonesia yang merupakan suatu sistem untuk meningkatkan nilai transparansi dan akuntabilitas dalam melaksanakan proses pengadaan barang dan atau jasa secara elektronik dimana mengurangi kontak langsung antara panitia pengadaan dengan pelaku usaha. Sehingga dalam pelaksanaan proses pengadaan barang dan jasa tidak terjadi penyimpangan. Karena menurut salah satu survey bahwa kasus KKN yang banyak terjadi di Indonesia, salah satu adalah kasus penyimpangan proses pengadaan dan atau jasa. Aplikasi yang digunakan LPSE di seluruh Indonesia dikembangkan oleh LKPP yaitu Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan atau jasa Pemerintah.

    Apakah LPSE merupakan sebuah sistem, jelaskan ciri – cirinya bila dikategorikan menjadi satu sistem?

    Iya benar, LPSE mempunyai ciri ciri yang dapat dikategorikan sebagai suatu sistem. Ciri ciri yang dapat dikategorikan sebagai suatu sistem sebagai berikut;

    Harus mempunyai elemen/ komponen yang saling berinterkasi, artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. LPSE memiliki elemen elemen yang saling berkaitan yaitu panita pengadaan dengan pelaku usaha, dan LKPP. Dimana LPSE mengoperasikan sistem e-procurement bernama SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik) yang dikembangkan oleh LKPP untuk memfasilitasi panitia pengadaan dengan penyedia barang/ pelaku usaha dalam proses pengadaan.

    ·         Harus mempunyai batas sistem yang merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem lainnya atau dengan lingkungnnya lainnya. Batas sistem dalam LPSE yaitu mengumumkan pengadaan barang dan atau jasa sampai pemenang pengadaan barang dan atau jasa. Jadi disini Lpse hanya sebagai fasilitator antara panitia pengadaan dengan penyedia barang /pelaku usaha. Batas sistem peraturan LPSE dimuat dalam Peraturan Kepala LKPP Nomor 2 Tahun 2010 Tentang Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), Peraturan Kepala LKPP Nomor 1 Tahun 2011 Tentang e-Tendering, Peraturan Kepala LKPP Nomor 5 Tahun 2011 Tentang Standar Dokumen Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Secara Elektronik.

    Harus mempunyai lingkungan luar sistem yang merupakan segala sesuatu diluar dari batas sistem yg mempengaruhi operasi dari suatu sistem disebut Lingkungan luar sistem (environment). LPSE memiliki lingkungan luar sistem yang harus dipertahankan yaitu sistem e-procurement (sistem pengadaan secara elektronik) jika aplikasi sistem ini rusak atau tidak digunakan lagi maka proses pengadaan secara elektronik tidak ada lagi.

    Harus mempunyai Penghubung (interface) yang merupakan media penghubung antar subsistem, yang memungkinkan sumber – sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lainnya. Penghubung dalam LPSE adalah koneksi internet dengan sistem e- procurment server lalu dibentuk terminal terminal penyedia barang/pelaku usaha dan panitia pengadaan yang membantu operasi proses pengadaan.

    Harus mempunyai masukan (input) yang merupakan  sesuatu yang dimasukkan ke dalam sistem e- procurment server, yang dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Input dalam LPSE adalah soft copy dokumen dokumen pengadaan dan data data perusahaan atau penyedia barang yang akan ditampilkan dalam website atau account resmi lpse /lpkk.

    Harus mempunyai keluaran (output) yang merupakan  hasil dari sesuatu yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna. Keluaran yang berguna tersebut dalam LPSE adalah data data yang diterima dari penyedia barang atau pelaku usaha yang ditampilkan dalam website atau account resmi lpse /lpkk.

    Menurut Anda , apakah tujuan LPSE?

    LPSE mempunyai tujuan untuk meningkatkan transparansi dan akuntibilitas proses pengadaan barang dan atau jasa. Jadi proses pengadaan dapat dilihat secara elektronik atau melalui website resmi lpse atau lpkk. Karena di website/ account resmi lpse atau lpkk sudah terlampir dokumen dokumen tentang pengumuman atau penganggaran pengadaan barang dan atau jasa tersebut.

    LPSE dapat mengurangi tingkat korupsi di Indonesia karena hubungan antara panitia pengadaan dengan pelaku usaha diawasi atau dilindungi oleh APENDO (aplikasi pengaman dokumen) dari Badan inteligen negara (BIN). Jadi apabila terjadi penyimpangan dapat diketahui segera.

    LPSE dapat meningkatkan efisiensi biaya dan waktu dalam proses pengadaan barang dan atau jasa karena dokumen dokumen pengadaan tidak perlu dicetak jika pelaku usaha ingin melihat tentang dokumen pengadaan barang dan atau jasa dapat dilihat di website atau account resmi lpse daerah tersebut atau lpkk sehingga tidak menghabiskan waktu yang cukup lama dalam mempelajari tentang dokumen tersebut.

    LPSE dapat mendukung monitoring atau audit dari pihak yang berkepentingan atau KPK yang memberantas korupsi.

    LPSE dapat membantu pemerintah daerah / BUMN / perguruan tinggi / lembaga / kementrian dalam melakukan proses pengadaan barang dan atau jasa.

    Referensi

    http://lpse.jambikota.go.id/eproc/app?service=page/TentangKami

    http://openmind4shared.blogspot.com/2012/04/karakteristik-sistem-dalam-sistem.html

    http://lpse.jambiprov.go.id/eproc/app

    http://www.pengadaannasional-bappenas.go.id/eproc/app?service=page/SyaratKetentuan2

    http://www.lkpp.go.id/v2/

    http://lpse.blogdetik.com/2011/01/12/tujuan-e-procurement-pada-perpres-542010/

    Marlin, jawaban dan sumber bacaan yg anda unggah cukup memberi penjelasan terhadap apa yg dimaksud dg LPSE.

    Komentar oleh marlinaputriayu | Mei 25, 2012 | Balas

  6. http://wp.me/iYwe

    Salam Pak jo

     

    Nama                             :  Marlina Putri Ayu

    Nomor  mahasiswa        :  C1BO10036

    Kelas                             : Manajemen A

    Peserta Pagi

    Tugas Sistem Informasi Manajemen ke -1

     

    Apakah  yang dimaksud dengan LPSE?

    LPSE  singkatan dari Lembaga Pengadaan Secara Elektronik. Lpse adalah suatu lembaga yang dibentuk oleh Pemerintah Daerah/ lembaga/ BUMN / perguruan tinggi / kementrian Indonesia yang merupakan suatu sistem untuk meningkatkan nilai transparansi dan akuntabilitas dalam melaksanakan proses pengadaan barang dan atau jasa secara elektronik dimana mengurangi kontak langsung antara panitia pengadaan dengan pelaku usaha. Sehingga dalam pelaksanaan proses pengadaan barang dan jasa tidak terjadi penyimpangan. Karena menurut salah satu survey bahwa kasus KKN yang banyak terjadi di Indonesia, salah satu adalah kasus penyimpangan proses pengadaan dan atau jasa. Aplikasi yang digunakan LPSE di seluruh Indonesia dikembangkan oleh LKPP yaitu Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan atau jasa Pemerintah.

    2.   Apakah LPSE merupakan sebuah sistem, jelaskan ciri – cirinya bila dikategorikan menjadi satu sistem?

     

    Iya benar, LPSE mempunyai ciri ciri yang dapat dikategorikan sebagai suatu sistem. Ciri ciri yang dapat dikategorikan sebagai suatu sistem sebagai berikut;

     

    Harus mempunyai elemen/ komponen yang saling berinterkasi, artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. LPSE memiliki elemen elemen yang saling berkaitan yaitu panita pengadaan dengan pelaku usaha, dan LKPP. Dimana LPSE mengoperasikan sistem e-procurement bernama SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik) yang dikembangkan oleh LKPP untuk memfasilitasi panitia pengadaan dengan penyedia barang/ pelaku usaha dalam proses pengadaan.

     

    ·         Harus mempunyai batas sistem yang merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem lainnya atau dengan lingkungnnya lainnya. Batas sistem dalam LPSE yaitu mengumumkan pengadaan barang dan atau jasa sampai pemenang pengadaan barang dan atau jasa. Jadi disini Lpse hanya sebagai fasilitator antara panitia pengadaan dengan penyedia barang /pelaku usaha. Batas sistem peraturan LPSE dimuat dalam Peraturan Kepala LKPP Nomor 2 Tahun 2010 Tentang Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), Peraturan Kepala LKPP Nomor 1 Tahun 2011 Tentang e-Tendering, Peraturan Kepala LKPP Nomor 5 Tahun 2011 Tentang Standar Dokumen Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Secara Elektronik.

     

    Harus mempunyai lingkungan luar sistem yang merupakan segala sesuatu diluar dari batas sistem yg mempengaruhi operasi dari suatu sistem disebut Lingkungan luar sistem (environment). LPSE memiliki lingkungan luar sistem yang harus dipertahankan yaitu sistem e-procurement (sistem pengadaan secara elektronik) jika aplikasi sistem ini rusak atau tidak digunakan lagi maka proses pengadaan secara elektronik tidak ada lagi.

     

    Harus mempunyai Penghubung (interface) yang merupakan media penghubung antar subsistem, yang memungkinkan sumber – sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lainnya. Penghubung dalam LPSE adalah koneksi internet dengan sistem e- procurment server lalu dibentuk terminal terminal penyedia barang/pelaku usaha dan panitia pengadaan yang membantu operasi proses pengadaan.

     

    Harus mempunyai masukan (input) yang merupakan  sesuatu yang dimasukkan ke dalam sistem e- procurment server, yang dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Input dalam LPSE adalah soft copy dokumen dokumen pengadaan dan data data perusahaan atau penyedia barang yang akan ditampilkan dalam website atau account resmi LPSE / LPKK

     

    Harus mempunyai keluaran (output) yang merupakan  hasil dari sesuatu yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna. Keluaran yang berguna tersebut dalam LPSE adalah data data yang diterima dari penyedia barang atau pelaku usaha yang ditampilkan dalam website atau account resmi LPSE / LPKK

     

    Harus mempunyai tujuan (sasaran) yang merupakan tujuan dari sesuatu yang diolah atau pencapaian sasaran suatu objek. Tujuan dalam LPSE adalah untuk meningkatkan transparansi dan akuntibilitas dalam melakukan proses pengadaaan barang dan atau jasa.

     

    3.  Menurut Anda , apakah tujuan LPSE?

    LPSE mempunyai tujuan untuk meningkatkan transparansi dan akuntibilitas proses pengadaan barang dan atau jasa. Jadi proses pengadaan dapat dilihat secara elektronik atau melalui website resmi lpse atau lpkk. Karena di website/ account resmi lpse atau lpkk sudah terlampir dokumen dokumen tentang pengumuman atau penganggaran pengadaan barang dan atau jasa tersebut.

     

    LPSE dapat mengurangi tingkat korupsi di Indonesia karena hubungan antara panitia pengadaan dengan pelaku usaha diawasi atau dilindungi oleh APENDO (aplikasi pengaman dokumen) dari Badan inteligen negara (BIN). Jadi apabila terjadi penyimpangan dapat diketahui segera.

     

    LPSE dapat meningkatkan efisiensi biaya dan waktu dalam proses pengadaan barang dan atau jasa karena dokumen dokumen pengadaan tidak perlu dicetak jika pelaku usaha ingin melihat tentang dokumen pengadaan barang dan atau jasa dapat dilihat di website atau account resmi lpse daerah tersebut atau lpkk sehingga tidak menghabiskan waktu yang cukup lama dalam mempelajari tentang dokumen tersebut.

     

     

    LPSE dapat mendukung monitoring atau audit dari pihak yang berkepentingan atau KPK yang memberantas korupsi.

     

    LPSE dapat membantu pemerintah daerah / BUMN / perguruan tinggi / lembaga / kementrian dalam melakukan proses pengadaan barang dan atau jasa.

     

    Referensi

    http://lpse.jambikota.go.id/eproc/app?service=page/TentangKami

    http://openmind4shared.blogspot.com/2012/04/karakteristik-sistem-dalam-sistem.html

    http://lpse.jambiprov.go.id/eproc/app

    http://www.pengadaannasional-bappenas.go.id/eproc/app?service=page/SyaratKetentuan2

    http://www.lkpp.go.id/v2/

    http://lpse.blogdetik.com/2011/01/12/tujuan-e-procurement-pada-perpres-542010/

    Komentar oleh marlinaputriayu | Mei 26, 2012 | Balas

  7. Nama : Gusnita Ariyani
    Nim : C1B010120
    Kelas : Manajemen G pagi

    1. Apakah yang dimaksud dengan LPSE?
    jawab:
    LPSE adalah singkatan dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik yang merupakan unit kerja penyelenggara sistem elektronik pengadaan barang/jasa yang didirikan oleh Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah/Institusi lainnya yang dibentuk untuk menyelenggarakan/memfasilitasi ULP/Pejabat Pengadaan dalam melaksanakan pengadaan barang/jasa secara elektronik. LPSE mengoperasikan sistem e-procurement bernama SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik) yang dikembangkan oleh LKPP yang melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan sistem pengadaan barang/jasa secara elektronik, termasuk tata cara e-tendering. Pelaksanaan standar prosedur operasional yang dilaksanakan oleh LPSE berkaitan dengan registrasi, verifikasi, sertifikat elektronik, dan prosedur operasional lainnya. Sistem LPSE dikembangkan dengan basis free license untuk diterapkan seluruh instansi pemerintah di Indonesia. Pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik dapat dilakukan dengan e-Tendering atau e-Purchasing:
    1. E-Tendering merupakan tata cara pemilihan penyedia barang/jasa yang dilakukan secara terbuka dan dapat diikuti oleh semua penyedia barang/jasa yang terdaftar pada sistem pengadaan elektronik dengan cara menyampaikan satu kali penawaran dalam waktu yang telah ditentukan.
    2. E-Purchasing merupakan tata cara pembelian barang/jasa melalui sistem katalog elektronik.
    LPSE mempunyai fungsi sebagai berikut:
    a. Penyusunan program kegiatan, ketatausahaan, evaluasi dan pelaporan pengelolaan Pengadaan Barang/Jasa secara Elektronik di lingkunganKementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah/Institusi lainnya.
    b. Pengelolaan SPSE dan infrastrukturnya
    c. Melakukan registrasi dan verifikasi penyedia barang/jasa untuk memastikan penyedia barang/jasa memenuhi persyaratan yang berlaku.
    d. Melaksanakan pengadaan barang/jasa secara elektronik serta memberikan pelatihan bagi panitia pengadaan barang/jasa, pejabat pembuat komitmen, dan penyedia barang/jasa dalam rangka pelaksanaan pengadaan barang/jasa secara elektronik.
    e. Memfasilitasi pelaksanaan pengadaan barang/jasa secara elektronik, baik kepada panitia pengadaan barang/jasa, pejabat pembuat komitmen, maupun penyedia barang/jasa.
    f. Memberikan layanan konsultasi mengenai pelaksanaan pengadaan barang/jasa secara elektronik.
    Tugas LPSE antara lain :
    a. Memfasilitasi PA/ KPA mengumumkan rencana umum pengadaan.
    b. Memfasilitasi ULP menayangkan pengumuman pelaksanaan pengadaan’
    c. Memfasilitasi ULP/Pejabat Pengadaan melaksanakan pemilihan penyedia barang/jasa secara elektronik.
    d. Memfasilitasi Penyedia Barang/Jasa dan pihak-pihak yang berkepentingan menjadi pengguna SPSE.
    e. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah/Institusi K/L/D/I.

    2. Apakah LPSE merupakan satu sistem, jelaskan ciri-cirinya bila dikategorikan menjadi satu sistem
    jawab:
    Sistem adalah kumpulan elemen-elemen (baik bentuk fisik maupun non fisik) yang saling berinteraksi satu sama lain untuk mencapai satu atau lebih tujuan,sasaran dan akhir dari sistem. LPSE merupakan suatu sistem, karena dalam pelaksanaannya menggunakan SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik) yang sistemnya meliputi aplikasi dan database e-procurement, dikembangkan oleh Direktorat E-Procurement LKPP untuk digunakan pada implementasi LPSE. SPSE bersifat terbuka, bebas lisensi dan bebas biaya, dan dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman Java dan menggunakan database PostgreSQL serta diinstal di sistem berbasis Linux. LKPP dalam pengembangan SPSE berkerjasama dengan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) untuk fungsi enkripsi dokumen dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk sub sistem audit.
    ULP/Panitia Pengadaan dan penyedia barang/jasa harus terkoneksi dalam suatu jaringan internet melalui website LPSE yang telah disediakan. Pihak panitia lewat beberapa tahapan mengumumkan pengadaan secara elektronik lalu penyedia barang/jasa akan mendaftarkan diri melalui tahapan yang terkoneksi dan dicatat dengan sistem. Dan pada akhirnya panitia akan mengumumkan pemenang tender melalui website tersebut. Dalam LPSE tersedia Apendo (Aplikasi Pengamanan Dokumen) panitia maupun peserta. Apendo peserta digunakan untuk menyandi file-file penawaran yang dibuat oleh peserta lelang LPSE sebelum diupload/dikirim ke server LPSE. Apendo Peserta diberikan kepada semua peserta lelang yang telah terdaftar secara sah pada LPSE. Apendo Panitia digunakan untuk mendeskripsi file-file penawaran yang dienkripsi oleh peserta lelang LPSE. Apendo Panitia khusus diberikan untuk Panitia Lelang LPSE. LPSE dikatakan sebagai suatu sistem karena memiliki ciri-ciri yang terkandung dalam sistem atau pendekatan sistem, adalah:
    1. Adanya tujuan
    Setiap rakitan sistem pasti bertujuan, tujuan sistem telah ditentu¬kan lebih dahulu, dan itu menjadi tolak ukur pemilihan kompo¬nen serta kegiatan dalam proses kerja sistem. Komponen, fungsi komponen, dan tahap kerja yang ada dalam suatu sistem meng¬arah ke pencapaian tujuan sistem. Tujuan sistem adalah pusat orientasi dalam suatu sistem. Dalam LPSE salah satu tujuan yang ingin dicapai adalah untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas yaitu meminimalisir terjadinya penyimpangan negatif dari LPSE, serta memperbaiki tingkat efisiensi proses pengadaan.
    2. Adanya komponen sistem
    Semua unsur yang tercakup di dalam suatu sistem dan kegiatan-kegiatan lain yang terjadi di dalamnya merupakan komponen sistem. Demikian pula halnya dengan sistem pengadaan LPSE. Dalam pengadaan barang/jasa secara elektronik ada tahapan-tahapan yang jelas yang harus dilakukan, dari mulai prosedur panitia mempublish pengadaan, prosedur calon penyedia barang/jasa mendaftar. Jika tahapan-tahapan tersebut tidak dilakukan secara sesuai, maka proses pengadaan tidak akan terjadi. Dalam operasionalnya, LPSE membutuhkan akses internet sebagai komponen utama dalam melakukan transaksi di dalam aplikasi SPSE. Adapun akses internet yang dimaksudkan adalah koneksi data atau bandwidth yang diperuntukkan bagi perangkat server agar dapat tetap menjalankan sistem SPSE selama 24 jam penuh dan juga koneksi tambahan yang diperuntukkan bagi para anggotanya untuk menjalankan tugas dan kewajibannya masing-masing yang berkaitan dengan paparan tugas (job description) di LPSE. Dengan adanya koneksi tambahan ini, serta didukung pula oleh kemajuan perangkat yang ada saat ini makin mempermudah akses menuju portal LPSE yang dapat dilakukan secara mobile dari berbagai perangkat termutakhir dan diluar jam kerja sekalipun.
    3. Adanya fungsi yang menjamin dinamika dan kesatuan kerja sistem dan adanya interaksi antar komponen
    Sistem dan subsistem saling berhubungan satu sama lain untuk membantu tercapainya tujuan organisasi. Dalam rangka mencapai tujuan, semua fungsi dari komponen sistem yang ada harus terkoordinasi dengan baik. Fungsi komponen sistem dalam SPSE contohnya internet, berguna untuk membuat transaksi LPSE menjadi lebih lancar. Informasi seputar pengadaan barang dan jasa tersebut dapat diakses kapanpun dimanapun dengan fasilitas internet di website LPSE. Interaksi antara komponen yang satu dan yang lainnya dalam LPSE menyebabkan panitia dapat mengumumkan lelang, dan para penyedia barang/jasa bisa mengikuti lelang tersebut dengan mendaftar telebih dahulu. Dalam LPSE tersedia Apendo (Aplikasi Pengamanan Dokumen) panitia maupun peserta yang diberikan supaya kesalahan dapat diminimlaisir dan transaksi menjadi lebih lancar dan. Antar komponen dalam suatu sistem saling berhubungan untuk membantu tercapainya tujuan LPSE.
    3.apakah tujuan LPSE
    jawab:
    1.Pelaksanaan LPSE mendukung terciptanya pelaksanaan pengadaan barang/jasa yang lebih transparan, fair dan partisipatif mendukung persaingan usaha sehat dimana pengadaan barang/jasa dilakukan. Pengadaan secara elektronik dapat memberikan kesempatan besar kepada pihak yang ingin mengikuti pengadaan barang/jasa karena sistemnya berbasis internet Dengan demikian akses pasar dan persaingan usaha yang sehat mengalami peningkatan. 2.Untuk mengatur pelaksana pengadaan barang/jasa yang sebagian atau seluruhnya dibiayai dari APBN/APBD agar pengadaan tersebut dapat dilakukan secara efisien, efektif, terbuka dan bersaing, transparan adil/tidak diskriminatif dan akuntable, dengan demikian maka KKN maupun penyimpangan lainnya bisa diminimalisir
    3.Layanan yang diterapkan dalam pengadaan barang/ jasa yaitu sistem elektronik (E-procurement) melalui LPSE sehingga dapat menunjang peningkatan kualitas layanan publik dimana itu merupakan persyaratan mewujudkan good governance. 4.Dengan melakukan pengadaan melalui LPSE, maka biaya pengumuman pengadaan dan pengumuman pemenang lelang dapat diminimalisir karena sistem pengumuman dilakukan secara online dan lebih mudah diakses oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Dengan demikian maka efisiensi dan efektifitas penggunaan keuangan negara yang dibelanjakan melalui proses Pengadaan Barang/Jasa dapat dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik guna menciptakan daya saing nasional..
    5.LPSE menyebabkan pengadaan barang/jasa dapat dilakukan dalam jangka waktu yang lebih cepat dibandingkan dengan pengadaan barang/jasa konvensional. Dengan demikian tujuan LPSE adalah memperbaiki tingkat efisiensi proses pengadaan
    6.Mendukung proses monitoring dan audit,serta memenuhi kebutuhan akses informasi yang real time.

    Gustina, kurangnya tidak memuat sumber bacaan online.

    Komentar oleh gusnita ariyani | Mei 26, 2012 | Balas

  8. NAMA : SRI MARDIANTI
    NIM : C1B010129
    KELAS : MANAJEMEN G PAGI
    TUGAS :KE-1
    1. Apakah yg dimaksud dg LPSE
    Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) adalah merupakan unit kerja penyelenggara sistem elektronik pengadaan barang/jasa yang di dirikan oleh Kementerian/Lembaga/Perguruan Tinggi/BUMN dan Pemerintah Daerah untuk memfasilitasi ULP/Pejabat Pengadaan dalam melaksanakan pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik.
    LPSE adalah Layanan Pengadaan Secara Elektronik pada awalnya merupakan sistem e-procurement (pengadaan secara elektronik) yang dikembangkan oleh LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah). Sistem LPSE dikembangkan dengan basis free license untuk diterapkan seluruh instansi pemerintah di Indonesia. Hingga pertangahan 2010, telah terdapat sekitar 60 instansi yang memiliki LPSE.
    Pada perkembangan selanjutnya, LPSE didefinisikan sebagai unit pelaksana yang memfasilitasi Panitia/Unit Layanan Pengadan (ULP) pada proses pengadaan barang/jasa secara elektronik. LPSE sendiri mengoperasikan sistem e-procurement bernama SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik) yang dikembangkan oleh LKPP. Namun secara umum, LPSE diartikan sebagai sistem e-procurement termasuk di dalamnya aplikasi dan unit pelaksana.
    Pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik dapat dilakukan dengan e-Tendering atau e-Purchasing:
    1. E-Tendering merupakan tata cara pemilihan penyedia barang/jasa yang dilakukan secara terbuka dan dapat diikuti oleh semua penyedia barang/jasa yang terdaftar pada sistem pengadaan elektronik dengan cara menyampaikan satu kali penawaran dalam waktu yang telah ditentukan.
    2. E-Purchasing merupakan tata cara pembelian barang/jasa melalui sistem katalog elektronik.

    LPSE mempunyai fungsi sebagai berikut
    a. Penyusunan program kegiatan, ketatausahaan, evaluasi dan pelaporan pengelolaan Pengadaan Barang/Jasa secara Elektronik di lingkunganKementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah/Institusi lainnya.
    b. Pengelolaan SPSE dan infrastrukturnya
    c. Melakukan registrasi dan verifikasi penyedia barang/jasa untuk memastikan penyedia barang/jasa memenuhi persyaratan yang berlaku
    d. Melaksanakan pengadaan barang/jasa secara elektronik serta memberikan pelatihan bagi panitia pengadaan barang/jasa, pejabat pembuat komitmen, dan penyedia barang/jasa dalam rangka pelaksanaan pengadaan barang/jasa secara elektronik.
    e. Memfasilitasi pelaksanaan pengadaan barang/jasa secara elektronik, baik kepada panitia pengadaan barang/jasa, pejabat pembuat komitmen, maupun penyedia barang/jasa.
    f. Memberikan layanan konsultasi mengenai pelaksanaan pengadaan barang/jasa secara elektronik.

    2. Apakah LPSE merupakan satu sistem, jelaskan ciri-cirinya bila dikategorikan menjadi satu sistem.
    Sistem adalah kumpulan elemen-elemen yang saling berinteraksi satu dengan yang lain untuk mencapai suatu tujuan yang akan dicapaikan.LPSE merupakan suatu system. Karena didalam menggunakan layanan SPSE (sistem pengadaan secara elektronik) meliputi aplikasi untuk digunakan pada implementasi LPSE. Dalam LPSE tersedia Apendo (Aplikasi Pengamanan Dokumen) panitia maupun peserta. Apendo peserta digunakan untuk menyandi file-file penawaran yang dibuat oleh peserta lelang LPSE sebelum diupload/dikirim ke server LPSE. LPSE dikatakan sebagai suatu sistem karena memiliki ciri-ciri yang terkandung dalam sistem atau pendekatan sistem, adalah sebagai berikut :
    • Adanya tujuan : Tujuan sistem adalah pusat orientasi dalam suatu sistem. Dalam LPSE salah satu tujuan yang ingin dicapai adalah untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas yaitu meminimalisir terjadinya penyimpangan negatif dari LPSE, serta memperbaiki tingkat efisiensi proses pengadaan.
    • Adanya komponen sistem : Dalam pengadaan barang/jasa secara elektronik ada tahapan-tahapan yang jelas dan komponen-komponen system yang harus dilakukan, dari mulai prosedur panitia mempublish pengadaan, prosedur calon penyedia barang/jasa mendaftar. Jika tahapan-tahapan tersebut tidak dilakukan secara sesuai, maka proses pengadaan tidak akan terjadi. Dalam operasionalnya, LPSE membutuhkan akses internet sebagai komponen utama dalam melakukan transaksi di dalam aplikasi SPSE. Adapun akses internet yang dimaksudkan adalah koneksi data atau bandwidth yang diperuntukkan bagi perangkat server agar dapat tetap menjalankan sistem SPSE selama 24 jam penuh dan juga koneksi tambahan yang diperuntukkan bagi para anggotanya untuk menjalankan tugas dan kewajibannya masing-masing yang berkaitan dengan paparan tugas (job description) di LPSE.
    • Adanya fungsi yang menjamin dinamika dan kesatuan kerja sistem dan adanya interaksi antar komponen : dimana didalam rangka mencapai tujuan suatu system dan subsistem salalu terhubung satu sama lain untuk mencapai tujuan tertentu. Seperti, Informasi seputar pengadaan barang dan jasa tersebut dapat diakses kapanpun dimanapun dengan fasilitas internet di website LPSE. Interaksi antara komponen yang satu dan yang lainnya dalam LPSE menyebabkan panitia dapat mengumumkan lelang, dan para penyedia barang/jasa bisa mengikuti lelang tersebut dengan mendaftar telebih dahulu.

    3. Menurut anda, apakah tujuan LPSE.
    Didalam Pengadaan barang/jasa merupakan sebuah proses yang melibatkan beberapa pihak seperti Pengguna Anggaran, Kuasa Pengguna Anggaran ,dll. serta Penyedia Barang/Jasa yang memiliki kepentingan yang berbeda-beda didalam LPSE (layanan pengadaan secara elektronik. Oleh karena itu, tujuan dari LPSE ini adalah sebagai berikut :
    1. Untuk mengatur pelaksanaan pengadaan barang/jasa yang sebagian atau seluruhnya dibiayai dari APBN/APBD agar pengadaan tersebut dapat dilakukan secara efisien, efektif.
    2. Dengan melakukan pengadaan melalui LPSE, maka biaya pengumuman pengadaan dan pengumuman pemenang lelang dapat diminimalisir karena sistem pengumuman dilakukan secara online dan lebih mudah diakses oleh pihak-pihak yang berkepentingan.
    3. Pelaksanaan LPSE mendukung terciptanya pelaksanaan pengadaan barang/jasa yang lebih transparan, fair dan partisipatif mendukung persaingan usaha sehat dimana pengadaan barang/jasa dilakukan.
    4. LPSE menyebabkan pengadaan barang/jasa dapat dilakukan dalam jangka waktu yang lebih cepat dibandingkan dengan pengadaan barang/jasa konvensional
    5. Mendukung proses monitoring dan audit,serta memenuhi kebutuhan akses informasi yang real time.
    6. Layanan yang diterapkan dalam pengadaan barang/ jasa yaitu sistem elektronik (E-procurement) melalui LPSE sehingga dapat menunjang peningkatan kualitas layanan publik dimana itu merupakan persyaratan mewujudkan good governance.

    Komentar oleh sri mardianti | Mei 26, 2012 | Balas

  9. Nama : FENY TIALONAWARMI
    NIM: C1B010109
    Peserta: Kelas Manajemen G Pagi
    Tugas ke: 1

    1. Apakah yang dimaksud dengan LPSE?

    Pengertian LPSE
    Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) adalah unit layanan penyelenggara sistem elektronik pengadaan barang/jasa yang didirikan oleh Kementerian atau Lembaga atau Perguruan Tinggi atau BUMN dan Pemerintah Daerah untuk memfasilitasi ULP (Unit Layanan Pengadaan) dalam melaksanakan pengadaan barang atau jasa pemerintah secara elektronik. LPSE sendiri mengoperasikan sistem e-procurement bernama SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik) yang dikembangkan oleh LKPP. Pada awalnya LPSE hanya sebagai tim ad hoc yang dibentuk oleh kepala instansi (gubernur, walikota, menteri). Pada perkembangan selanjutnya, sebagian instansi telah mendirikan LPSE secara struktural seperti di Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Provinsi Jawa Barat, dan Provinsi Sumatera Barat. Pada proses pengadaan LPSE hanya sebagai fasilitator yang tidak ikut dalam proses pengadaan. Pelaksanaan proses pengadaan sepenuhnya dilakukan oleh panitia pengadaan atau Unit Layanan Pengadaan/ULP. Landasan hukum yang mendasari lahirnya layanan ini adalah:
    1. Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Publik
    2. Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2003 tentang Paket Kebijakan Ekonomi Menjelang dan Sesudah Berakhirnya Program Kerjasama dengan International Monetary Fund (IMF)
    3. Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi;
    4. Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2006 tentang Perubahan Keempat atas Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 2003 (tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jada Pemerintah).
    LPSE akan menjalankan fungsi sebagai berikut :
    a. Mengelola Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE);
    b. Menyediakan pelatihan kepada PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa;
    c. Menyediakan sarana akses internet bagi PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa;
    d. Menyediakan bantuan teknis untuk mengoperasikan SPSE kepada PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa;
    e. Melakukan pendaftaran dan verifikasi terhadap PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa.

    2. Apakah LPSE merupakan satu sistem, jelaskan ciri-cirinya bila dikategorikan menjadi satu sistem!.

    LPSE atau Layanan Pengadaan Secara Elektronik pada awalnya merupakan sistem e-procurement (pengadaan secara elektronik) yang dikembangkan oleh LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah). Sistem LPSE dikembangkan dengan basis free license untuk diterapkan seluruh instansi pemerintah di Indonesia. Hingga pertangahan 2010, telah terdapat sekitar 60 instansi yang memiliki LPSE. Pada perkembangan selanjutnya, LPSE didefinisikan sebagai unit pelaksana yang memfasilitasi Panitia/Unit Layanan Pengadan (ULP) pada proses pengadaan barang/jasa secara elektronik. LPSE sendiri mengoperasikan sistem e-procurement bernama SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik) yang dikembangkan oleh LKPP. Namun secara umum, LPSE diartikan sebagai sistem e-procurement termasuk di dalamnya aplikasi dan unit pelaksana.
    Alur proses Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) menjadi 3 bagian besar, yaitu:
    1. Pendaftaran Penyedia Barang/Jasa
    Untuk dapat mengikuti proses pengadaan barang/jasa secara elektronik, Penyedia barang/jasa mendaftar secara online pada website LPSE kemudian mengikuti proses verifikasi dokumen pendukung sebagaimana dipersyaratkan oleh LPSE.
    2. Persiapan Lelang
    Untuk membuat paket pekerjaan pada SPSE, PPK/Panitia/Pokja ULP Pengadaan terlebih dahulu meminta pengelola LPSE (Admin Agency) untuk membentuk kepanitiaan paket pekerjaan pada SPSE dan User ID dan Password bagi PPK/Panitia/Pokja ULP Pengadaan paket pekerjaan tersebut.
    3. Pelaksanaan Pelelangan
    Pada proses pelelangan ini melibatkan Penyedia barang/jasa, Panitia/Pokja ULP Pengadaan, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
    a. E-lelang umum Pasca kualifikasi
    b. E-lelang umum Pra kualifikasi

    3. Menurut anda, apakah tujuan LPSE?.

    • Memahami Pengorganisasian Pengadaan Barang dan Jasa baik ULP maupun LPSE
    • Untuk mendukung proses pengadaan barang atau jasa secara eletronik (e-pengadaan) dapat berjalan secara lebih efisien, efektif, transparan serta akuntabel sehingga dapat tercipta persaingan sehat antar pelaku usaha dan optimalisasi belanja negara dapat diwujudkan.
    • Mampu menyusun dan membentuk organisasi ULP dan LPSE
    • Memahami alur informasi dalam proses ULP dan LPSE
    • Memahami Siklus Logistik
    • Memahami alur komunikasi dalam proses ULP dan LPSE
    • Memahami pengelolaan organisasi dalam proses ULP dan LPSE
    • Memahami pengelolaan sistem IT di LPSE

    Komentar oleh Feny Tialonawarmi | Mei 26, 2012 | Balas

  10. NAMA : ARNA MEGA SARI SIMARMATA
    NIM : C1B010099
    KELAS : MANAJEMEN-G PAGI
    TUGAS KE : SATU
    1. Apa yang dimaksud dengan LPSE ?
    Pembahasan : LPSE singkatan dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik yang merupakan unit kerja penyelenggara pengadaan barang/ jasa secara elektronik dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi berbasis internet (e-procurement) yang memfasilitasi lelang secara cepat, transparan, mudah, akurat dan terlindungi.
    Pada dasarnya lelang pengadaan barang/jasa secara elektronik tidak berbeda dengan penyelenggaraan lelang secara manual yang mengacu kepada Keputusan Presiden RI No. 80 Tahun 2003 tentang Pedoman pelaksanaan Pengadaan barang / Jasa. Pengadaan barang dan jasa dapat didefinisikan sebagai pengadaan atau pemasokan barang, layanan jasa pekerjaan bangunan atau konstruksi atau pekerjaan fisik lainnya atau konsultansi atas hal tertentu dengan suatu spesifikasi fisik yang ditetapkan pengguna barang atau jasa dan dalam pelaksanaanya diawasi oleh pengguna barang atau jasa tersebut.
    Aplikasi LPSE merupakan aplikasi e-procurement yang dikembangkan oleh LKPP. Pada menu atau modul dalam aplikasi LPSE terdapat sejumlah fungsi-fungsi proses pelelangan dan transaksi pengadaan barang dan jasa yang bersifat umum, seperti registrasi peserta, daftar barang dan jasa yang ditenderkan, penjelasan persyaratan lelang barang atau jasa beserta harganya, pengisian proposal, mekanisme negosiasi dan penyanggahan, lelang on line, transaksi/ purchase order, form serah terima dan database para penyedia.
    2. Apakah LPSE merupakan satu sistem, jelaskan ciri-cirinya bila dikategorikan menjadi satu system?
    Pembahasan : Ya LPSE merupakan suatu sistem. System adalah sekumpulan unsur atau komponen yang berinteraksi untuk mencapai tujuan dan kombinasi dari masing-masing komponen yang bekerja bersama. Dikatakan suatu system karena dalam LPSE terdapat sekumpulan komponen mulai dari input, Processing mechanisms dan Output yang saling berinteraksi satu dengan lainnya sehingga bisa mencapai tujuan. Dalam pelayanannya, LPSE menggunakan sistem aplikasi e-Procurement SPSE, sebuah sistem aplikasi pengadaan yang dikembangkan oleh LKPP yang bersifat terbuka, bebas lisensi dan bebas biaya. Selain sebagai pengelola sistem e-Procurement, LPSE juga berfungsi untuk menyediakan pelatihan, akses internet dan bantuan teknis kepada Panitia pengadaan/ULP dan Penyedia barang/jasa, serta melakukan registrasi dan verifikasi terhadap Penyedia barang/jasa.
    Dalam operasionalnya, LPSE membutuhkan akses internet sebagai komponen utama dalam melakukan transaksi proses di dalam aplikasi SPSE. Adapun akses internet yang dimaksudkan adalah koneksi data atau bandwidth yang diperuntukkan bagi perangkat server agar dapat tetap menjalankan sistem SPSE selama 24 jam penuh dan juga koneksi tambahan yang diperuntukkan bagi para anggotanya untuk menjalankan tugas dan kewajibannya masing-masing yang berkaitan dengan paparan tugas (job description) di LPSE. Dengan adanya koneksi tambahan ini, serta didukung pula oleh kemajuan perangkat yang ada saat ini makin mempermudah akses menuju portal LPSE yang dapat dilakukan secara mobile dari berbagai perangkat termutakhir dan diluar jam kerja sekalipun, secara eksternal komunikasi dilaksanakan sehubungan dengan bantuan teknis dan pelatihan baik kepada Panitia Pengadaan /Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan (POKJA ULP) maupun Penyedia Barang/Jasa terkait penggunaan dan pembaharuan cara kerja sistem.
    Pada LPSE Sistem Provider ini memiliki organisasi sebagaimana tersebut dan mempunyai, mengelola dan memelihara perangkat keras yang tidak terbatas pada perangkat jaringan dan server yang telah terinstalasi Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE).
    Berikut ini diuraikan beberapa terminologi dalam penyelenggaraan lelang dan pengadaan barang dan jasa umumnya sebagaimana yang diatur dalam Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 beserta aturan-aturan perubahannya, serta layanan pengadaan barang dan jasa pemerintah daerah secara elektronik.
    • Publik adalah perusahaan yang berminat untuk menjadi peserta lelang.
    • Agency adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) atau instasi pemerintah yang ikut dalam LPSE Regional.
    • Pengelola Sistem Informasi Layanan Pengadaan Secara Elektronik yang selanjutnya disebut Pengelola LPSE adalah pengelola sistem informasi layanan pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik.
    • Pengguna Anggaran atau yang lazim disingkat PA, adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi SKPD yang dipimpinnya.
    • Kuasa Pengguna Anggaran atau yang lazim disingkat KPA, adalah pejabat yang diberi kuasa untuk melaksanakan sebagian kewenangan PA dalam melaksanakan sebagian tugas dan fungsi SKPD serta untuk menggunakan anggaran SKPD.
    • Pejabat Pembuat Komitmen atau yang lazim disingkat PjPK, adalah pejabat yang diangkat oleh Kepala SKPD selaku PA sebagai pemilik pekerjaan yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pengadaan barang/jasa.
    • Panitia Pengadaan adalah tim yang diangkat oleh PA/KPA untuk melaksanakan pemilihan penyedia barang/jasa.
    • Unit Layanan Pengadaan adalah unit yang terdiri dari pegawai-pegawai yang telah memiliki sertifikat keahlian pengadaan barang/jasa pemerintah, yang dibentuk oleh PA yang bertugas secara khusus untuk melaksanakan pemilihan penyedia barang/jasa di lingkungan pemerintah daerah.
    • Penyedia Barang/Jasa atau Vendor adalah badan usaha atau orang perseorangan yang kegiatan usahanya menyediakan barang/jasa.
    • Registrasi adalah proses pendaftaran penyedia barang/jasa untuk mendapatkan kode akses (user id dan password) ke dalam sistem aplikasi Layanan Pengadaan Secara Elektronik.
    • Verifikasi adalah proses penentuan kelayakan penyedia barang/jasa oleh LPSE melalui mekanisme kontrol secara asas nyata dalam proses registrasi/pendaftaran calon penyedia barang/jasa yang meliputi persetujuan password dan penyampaian notifikasi persetujuan.
    • Verifikator. adalah pejabat yang bertugas melakukan verifikasi .
    • Certificate Agent adalah pejabat yang memberikan jaminan keamanan baik kepada rekanan maupun panitia. CA memberikan kepastikan kepada rekanan bahwa dokumen penawaran yang dikirimkannya tidak dapat dibuka oleh panitia sebelum tanggal yang ditentukan.
    • Tanda Tangan Elektronik adalah tanda tangan yang terdiri atas informasi elektronik yang dilekatkan, terasosiasi atau terkait dengan informasi elektronik lainnya yang digunakan sebagai alat verifikasi dan otentikasi.
    3. Menurut anda, apakah tujuan LPSE ?
    Pembahasan : Menurut saya tujuan LPSE antara lain :
    1. Dengan adanya LPSE ini bisa meminimalisir terjadinya praktek KKN yang sekarang ini semakin rentan dan meningkatkan transparansi, akuntabilitas dalam proses tender di pemerintahan sehingga bisa tercipta clean and good government.
    2. LPSE dapat memberikan kesempatan yang lebih besar lagi kepada para rekanan-rekanan lokal untuk bisa bersaing karena sistemn LPSE sudah sangat kapabel dan transparan.
    3. LPSE bisa meningkatkan akses pasar dan persaingan usaha yang semakin sehat.
    4. Memperbaiki tingkat efisiensi proses pengadaan
    5. Mendukung proses monitoring dan audit
    6. Memenuhi kebutuhan akses informasi yang real time.
    7. LPSE akan manjadi sebuah filter untuk menyaring keberadaan kontraktor konrtraktor nakal
    8. Meningkatkan efisiensi belanja Negara
    9. Mempercepat pelaksanaan APBD

    Untuk semua peserta diharapkan tidak meniru seutuhnya penulisan dari sumber yang digunakan, setidaknya harus menggunakan bahasa sendiri. Sukses untuk semua.

    Komentar oleh Arna Mega Sari (@arnamegasarii) | Mei 26, 2012 | Balas

  11. nama : mhd azrin
    nim : c1b010128
    manajemen kelas G SIM pagi

    LPSE (LAYANAN PENGADAAN SECARA ELEKTRONIK)
    1. Apakah yg dimaksud dg LPSE ?
    JAWAB :
    Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) merupakan unit kerja penyelenggara sistem elektronik pengadaan barang/jasa yang di dirikan oleh Kementerian /Lembaga /Perguruan Tinggi/BUMN dan Pemerintah Daerah untuk memfasilitasi ULP/Pejabat Pengadaan dalam melaksanakan pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik.Terhadap ULP/Pejabat Pengadaan pada Kementerian/Lembaga/Perguruan Tinggi/BUMN dan Pemerintah Daerah yang tidak membentuk LPSE,dapat melaksanakan pengadaan secara elektronik dengan menjadi pengguna dari LPSE terdekat.
    Selain sebagai unit kerja sebagaimana tersebut diatas LPSE wajib memenuhi persyaratan sebagaimana ketentuan pasal 15, 16 dan 109 ayat (7) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008, dan atas pemenuhan hal tersebut LKPP akan melakukan pembinaan dan pengawasan atas pelaksanaannya.

    LPSE merupakan unit yang dibentuk oleh sebuah instansi untuk mengoperasikan ssitem e-procurement SPSE. Pada awalnya LPSE hanya sebagai tim ad hoc yang dibentuk oleh kepala instansi (gubernur, walikota, menteri). Pada perkembangan selanjutnya, sebagian instansi telah mendirikan LPSE secara struktural seperti di Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Provinsi Jawa Barat, danProvinsi Sumatera Barat. Pada proses pengadaan LPSE hanya sebagai fasilitator yang tidak ikut dalam proses pengadaan. Pelaksanaan proses pengadaan sepenuhnya dilakukan oleh panitia pengadaan atau Unit Layanan Pengadaan/ULP.

    LPSE tidak hanya melayani pengadaan dari instansi tempat LPSE tersebut berada. LPSE Kementerian Keuangan misalnya, memfasilitasi pengadaan dari LKPP, KPK, Komisi Yudisial, dan PPATK. Hal serupa juga terjadi di LPSE-LPSE lain seperti di LPSE Universitas Diponegoro, LPSE Provinsi Jawa Barat, LPSE Provinsi Sumatera Barat, LPSE Kota Yogyakarta, dan LPSE Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik dapat dilakukan dengan e-Tendering atau e-Purchasing:
    1. E-Tendering merupakan tata cara pemilihan penyedia barang/jasa yang dilakukan secara terbuka dan dapat diikuti oleh semua penyedia barang/jasa yang terdaftar pada sistem pengadaan elektronik dengan cara menyampaikan satu kali penawaran dalam waktu yang telah ditentukan.
    2. E-Purchasing merupakan tata cara pembelian barang/jasa melalui sistem katalog elektronik.

    Tugas LPSE antara lain :
    a. Memfasilitasi PA/ KPA mengumumkan rencana umum pengadaan.
    b. Memfasilitasi ULP menayangkan pengumuman pelaksanaan pengadaan’
    c. Memfasilitasi ULP/Pejabat Pengadaan melaksanakan pemilihan penyediA barang/jasa secara elektronik.
    d. Memfasilitasi Penyedia Barang/Jasa dan pihak-pihak yang berkepentingan menjadi pengguna SPSE.
    e. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah/Institus

    LPSE akan menjalankan fungsi sebagai berikut :
    a. Mengelola Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE);
    b. Menyediakan pelatihan kepada PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa;
    c. Menyediakan sarana akses internet bagi PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa;
    d. Menyediakan bantuan teknis untuk mengoperasikan SPSE kepada PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa;
    e. Melakukan pendaftaran dan verifikasi terhadap PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa.

    2. Apakah LPSE merupakan satu sistem, jelaskan ciri-cirinya bila dikategorikan menjadi satu sistem?
    Jawab :
    LPSE merupakan sebuah sistem karena di dalam LPSE sendiri mengoperasikan sistem e-procurement bernama SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik) yang dikembangkan oleh LKPP untuk diterapkan oleh instansi-instansi pemerintah di seluruh Indonesia.
    LPSE dikatakan sebuah sistem karena LPSE merupakan suatu unit kesatuan yang saling berinteraksi dan bergantung satu dengan lainnya yang diarahkan oleh sistem provider yang mengelola dan memelihara perangkat keras yang tidak terbatas pada perangkat jaringan dan server yang telah terinstalasi Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE), adanya tujuan dari LPSE serta adanya unsur atau komponen dari sistem LPSE sendiri.

    3. Menurut anda, apakah tujuan LPSE.
    Pengadaan barang/jasa secara elektronik bertujuan untuk:
    1. Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas;
    2. Meningkatkan akses pasar dan persaingan usaha yang sehat;
    3. Memperbaiki tingkat efisiensi proses pengadaan;
    4. Mendukung proses monitoring dan audit; dan
    5. Memenuhi kebutuhan akses informasi yang real time.

    Komentar oleh mhd azrin | Mei 27, 2012 | Balas

  12. Nama : Zaki Aprifals
    NIM : C1B010119
    KELAS : MANAJEMEN G PAGI
    TUGAS KE-1

    1. LPSE adalah unit kerja yang dibentuk di berbagai instansi dan pemerintah daerah untuk melayani Unit Layanan Pengadaan (ULP) atau Panitia/Pokja ULP Pengadaan yang akan melaksanakan pengadaan secara elektronik. Seluruh ULP dan Panitia/Pokja ULP Pengadaan dapat menggunakan fasilitas LPSE yang terdekat dengan tempat kedudukannya. LPSE melayani registrasi penyedia barang dan jasa yang berdomisili di wilayah kerja LPSE yang bersangkutan. LPSE berada di bawah pengawasan LKPP Deputi Bidang Monitoring, Evaluasi, dan Pengembangan Sistem Informasi.
    Berdasarkan pengalaman sejak tahun 2004 dalam hal pemberlakuan Keppres No. 80 Tahun 2003, efisiensi akan akan tercapai apabila proses pengadaan barang/jasa berlangsung secara transparan dan diikuti oleh sejumlah peserta pengadaan yang cukup banyak serta mengedepankan proses persaingan yang sehat.
    Pengadaan barang/jasa secara elektronik (e-pengadaan) akan meningkatkan transparansi, sehingga persaingan sehat antar pelaku usaha dapat lebih cepat terdorong. Dengan demikian optimalisasi dan efisiensi belanja negara segera dapat diwujudkan.
    Pengadaan barang/jasa secara elektronik (e-pengadaan) yang diterapkan merupakan sistem pengadaan barang/jasa yang proses pelaksanaannya dilakukan secara elektronik dengan memanfaatkan fasilitas teknologi komunikasi dan informasi, dan sistem aplikasi serta layanan pengadaan elektronik yang disediakan oleh Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Nasional dari LKPP. Metode pemilihan penyedia barang/jasa secara elektronik yang sudah digunakan saat ini adalah e-lelang umum (e-regular tendering). Metode pemilihan lainnya akan diterapkan secara bertahap sesuai dengan pengembangan sistem dan aplikasi pengadaan elektronik serta kerangka hukum yang menopangnya.
    Untuk memperluas akses e-pengadaan ke seluruh instansi pemerintah, LKPP memberi kesempatan kepada departemen, kementerian, LPND (Lembaga Pemerintah Non Departemen) pemerintah provinsi, kabupaten, kota, dan instansi pemerintah lainnya untuk mendirikan LPSE di instansi masing-masing. LPSE menyelenggarakan layanan e-pengadaan menggunakan aplikasi SPSE.

    2. Sistem adalah suatu unit kesatuan yang saling berinteraksi dan bergantung satu dengan lainnya yang diarahkan pada suatu tujuan dan dapat bertahan dalam jangka waktu tertentu. sistem tentunya memiliki ciri-cirinya tersendiri, dan jika LPSE akan dikatekan sebagai suatu sistem maka LPSE harus memenuhi kriteria ciri dari suatu sistem, yaitu :

    – Sistem itu mempunyai tujuan
    Sebelum membuat atau merancang suatu sistem, pastilah melalui proses perencanaan. Pada proses ini pembuat sistem tentunya akan menseting tujuan-tujuan dari sistem tersebut agar dapat bermanfaat dan memiliki daya guna yang baik. Hal senada juga terjadi pada LPSE. LPSE dibentuk sudah pasti memiliki berbagai tujuan tertentu seperti memperbaiki tingkat efisiensi proses pengadaan,mendukung proses monitoring dan audit serta memenuhi kebutuhan akses informasi yang real time.

    - Suatu sistem merupakan suatu keseluruhan yang bulat dan utuh
    Suatu sistem merupakan kumpulan dari berbagai unit yang saling berinteraksi. Dari interaksi inilah maka akan timbul keseragaman baik itu dalam tujuan maupun yang lainnya. Keseragaman ini membuktikan bahwa sistem merupakan keseluruhan yang bulat dan juga utuh. Untuk menunjang fungsi dari LPSE maka ada beberapa unit penunjangnya seperti sarana tekhnologi dan komunikaasi. Sarana ini agar bekerja secra optimal haruslah saling melengkapi dengang sarana lainnya agar tercapai keseluruhan yang bulat dan utuh

    - Suatu sistem melakukan kegiatan transformasi
    Transformasi merupakan pengubahan dari input menjadi output. Setiap sistem haruslah melakukan transformasi agar data yang diterima dapat diperbanyak dan di arsipkan. Begitu juga LPSE yang terus mentransformasikan data-datanya. Transformasi juga bisa diartikan merubah masukan menjadi hasil karya LPSE pastilah memiliki berbagai kekurangan. Dan kekurangan ini pastilah akan terus di transformasikan agar menjadi lebih baik lagi.
    - Dalam sistem terdapat saling keterkaitan
    Saling keterkaitan dalam suatu sistem adalah hal yang sangat mendasar. Karena sistem tidak akan ada jika tidak memiliki keterkaitan dari unit-unitnya. LPSE dibuat pastilah harus ditunjang oleh aplikasi dan tekhnologi yang memadai. Jika orang yang hendak menggunakan sarana LPSE tapi tidak memiliki aplikasi dan tekhnologinya maka ia tidak akan bisa melaksanakan apa yang ia inginkan.

    3. Tujan LPSE :
    • memperbaiki tingkat efisiensi proses pengadaan, karena dengan adanya LPSE lebih mudah dan efisien dalam proses pengadaan barang ataupun jasa
    • mendukung proses monitoring dan audit, dengan adanya LPSE akan lebih mudah untuk mengontrol perkembangan pengadaan barang ataupun jasa dan dapat dilakukan dengan monitoring yang tepat.
    • memenuhi kebutuhan akses informasi yang real time, dengan LPSE maka informasi-informasi yang diterima dalam hal pengadaan pun akan lebih mudah diakses dan data yang diterima pun lebih up to date
    • menumbuhkan persaingan sehat dalam pengadaan barang dan jasa, dengan adanya LPSE akan mengurangi kecurangan dalam pengadaan barang dan jasa sehingga dunia persaingan pengadaan akan lebih lancar.

    Komentar oleh Zaki Aprifals | Mei 27, 2012 | Balas

  13. NAMA : SISKA LIANI ROZALINA
    NIM : C1B010107
    TUGAS : 1
    SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KELAS PAGI
    1.Apa itu LPSE ?
    Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) merupakan unit kerja penyelenggara sistem elektronik pengadaan barang/jasa yang di dirikan oleh Kementerian/Lembaga/Perguruan Tinggi/BUMN dan Pemerintah Daerah untuk memfasilitasi ULP/Pejabat Pengadaan dalam melaksanakan pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik.
    Terhadap ULP/Pejabat Pengadaan pada Kementerian/Lembaga/Perguruan Tinggi/BUMN dan Pemerintah Daerah yang tidak membentuk LPSE,dapat melaksanakan pengadaan secara elektronik dengan menjadi pengguna dari LPSE terdekat.
    Selain sebagai unit kerja sebagaimana tersebut diatas LPSE wajib memenuhi persyaratan sebagaimana ketentuan pasal 15, 16 dan 109 ayat (7) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008, dan atas pemenuhan hal tersebut LKPP akan melakukan pembinaan dan pengawasan atas pelaksanaannya.LPSE merupakan unit yang dibentuk oleh sebuah instansi untuk mengoperasikan sistem e-procorement spse,pada awalnya LPSE hanya sebagai ad hoc yang dibentuk oleh kepala gubernur ,walikota,menteri. pada perkembangan nya sebagian instansi telah mendirikan LPSE secara struktural seperti kementrian keuangan republik indonesia.provinsi jawa barat, dan provinsi sumatera barat .pada proses pengadaan LPSE hanya sebagai fasilitator yang tidak ikut dalam proses pengadaan dari LKPP,KPK,KOMISI YUDISIAL,DAN PPATK.

    FUNGSI LPSE
    1.mengelola sistem e-procurement
    2.menyediakan pelatihan kepada ppk/ panitia dan peyedia barang dan jasa dilingkungan satuan kerjanya
    3.menyediakan sarana akses internet bagi ppk / panitia dan peyedia barang dan jasa
    4.menyediakan bantuan teknis untuk mengoperasikan SPSE kepada ppk / panitia dan peyedia barang dan jasa
    5.melakukabn pendaftran dan verifikasi terhadap ppk / panitia dan peyedia barang dan jasa

    2.apakah LPSE merupaka suatu sistem

    LPSE pada awalnya merupak sistem e-procorement yang dikembangkan oleh LKPP , sistem LPSE dikembangkan dengan basis free license untuk diterapkan seluruh instansi pemerintah di indonesia.hingga pertengahan 2010 telah terdapat sekitar 60 instansi pemerintah yang memiliki LPSE. pada perkembangan selanjutnya LPSE didefinisikan sebagai unit pelaksana yang memfasilitasi panitia / unit layanan pengadaan ( ULP ) pada proses pengadaan barang / jasa secara elektronik. L[SE sendiri mengoperasikan sistem e-procurement bernama SPSE yang dikembangkan oleh LKPP . namun secara umum LPSE diartikan sebagai sistem e-procurement termasuk didalam nya aplikasi dan unit pelaksana.

    ORGANISASI LPSE

    Organisasi LPSE sekurang-kurangnya meliputi:
    a. administrator sistem elektronik;
    b. unit registrasi dan verifikasi pengguna; dan
    c. unit layanan pengguna.

    prosedur implementasi LPSE

    a. Pemohon menerbitkan Surat Keputusan tentang Pembentukan Tim LPSE, yang dalam tim tersebut sekurang-kurangnya terdiri dari:
    i. Penanggung Jawab
    ii. Ketua
    iii. Bidang Pelatihan dan Sosialisasi
    iv. Bidang Administrasi Sistem Informasi (kecuali LPSE Service Provider)
    v. Bidang Registrasi dan Verifikasi
    vi. Bidang Layanan Pengguna
    b. Diinformasikan bahwa untuk implementasi e-Procurement pemohon dapat memilih satu dari 2 (dua) jenis LPSE, yaitu:

    1. LPSE Sistem Provider
    Pada LPSE Sistem Provider ini memiliki organisasi sebagaimana tersebut pada huruf b, dan mempunyai, mengelola dan memelihara perangkat keras yang tidak terbatas pada perangkat jaringan dan server yang telah terinstalasi Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE).
    Adapun selain fungsi diatas yang merupakan tugas dari Bidang Administrasi Sistem Informasi, LPSE dengan tipe ini juga melaksanakan fungsi lainnya, misal: 1) sosialisasi kepada PPK/Panitia Pengadaan dan Penyedia Barang/Jasa; 2) pelatihan kepada PPK/Panitia Pengadaan dan Penyedia Barang/Jasa; 3) melayani PPK/Panitia Pengadaan untuk mendapatkan kode akses 4). melakukan verifikasi terhadap dokumen (Akta, SIUP, TDP, ijin usaha sesuai bidang, KTP Pemilik dan/atau Direktur Perusahaan, dll.)

    2.LPSE service provider
    pada LPSE ini memiliki organisasi sbb :
    * penanggung jawab
    * ketua
    * bidang pelatihan dan sosialisasi
    * bidang registrasi dan verifkasi
    * bidang layanan pengguna

    3. menurut anda apa tujuan LPSE
    # meningkatkan transparansi dan akuntabilitas
    # meningkatkan akses pasar dan persaingan usaha yang sehat
    # memperbai,i tingkat efisiensi proses pengadaan
    # mendukung proses monitoring dan audit
    # memenuhi kebutuhan akses informasi yang real time
    pengadaan barang / jasa pemerintah secara elektronik dapat dilakukan dengan :
    - e-tendering
    merupakan tata cara pemilihan peyedia barbg / jasa yang dilakukan secara terbuka dan dapat diikuti oleh setiap penyedia barang / jasa
    - e-purchasing
    merupakan tata cara pembelian barang / jasa melalui sistem katalog elrktronik.

    Komentar oleh SISKA LIANI ROZALINA | Mei 27, 2012 | Balas

  14. Nama: Kms Alirakhman P.
    Nim: C1B010118.
    Kelas: Manajemen G pagi.
    Tugas ke-1:

    1. Apakah yg dimaksud dg LPSE
    LPSE adalah unit kerja yang dibentuk di berbagai instansi dan pemerintah daerah untuk melayani Unit Layanan Pengadaan (ULP) atau Panitia/Pokja ULP Pengadaan yang akan melaksanakan pengadaan secara elektronik. Seluruh ULP dan Panitia/Pokja ULP Pengadaan dapat menggunakan fasilitas LPSE yang terdekat dengan tempat kedudukannya. LPSE melayani registrasi penyedia barang dan jasa yang berdomisili di wilayah kerja LPSE yang bersangkutan. LPSE berada di bawah pengawasan LKPP cq Deputi Bidang Monitoring, Evaluasi, dan Pengembangan Sistem Informasi.
    Landasan hukum yang mendasari lahirnya layanan ini adalah:
    1.Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah;
    2.Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2003 tentang Paket Kebijakan Ekonomi Menjelang dan Sesudah Berakhirnya Program Kerjasama dengan International Monetary Fund (IMF);
    3.Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi;
    4.Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2006 tentang Perubahan Keempat atas Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 2003 (tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jada Pemerintah).

    2. Apakah LPSE merupakan satu sistem, jelaskan ciri-cirinya bila dikategorikan menjadi satu sistem.
    LPSE merupakan satu system,cirri-cirinya:
    a. E-Tendering
    merupakan tata cara pemilihan penyedia barang/jasa yang dilakukan secara terbuka dan dapat diikuti oleh semua penyedia barang/jasa yang terdaftar pada sistem pengadaan elektronik dengan cara menyampaikan satu kali penawaran dalam waktu yang telah ditentukan.
    b. E-Purchasing
    merupakan tata cara pembelian barang/jasa melalui sistem katalog elektronik.
    Beberapa instansi saat ini telah mengimplementasikan sistem pengadaan berbasis teknologi informasi (e-Procurement) yang di fasilitasi oleh Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Implementasi e-Procurement di lingkungan instansi pemerintah memberikan tantangan bagi dunia auditing, dimana dalam proses e-Procurement bisa di katakan penggunaan kertas telah di kurangi. LKPP sebagai pengembang Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) mulai tahun 2009 bekerjasama dengan BPKP untuk mengembangkan e-Audit (modul dalam SPSE) suatu alat bantu auditor yang untuk melakukan audit terhadap paket pengadaan yang dilelangkan melalui LPSE.
    Implementasi e-Procurement di lingkungan instansi pemerintah memberikan tantangan bagi dunia auditing, dimana dalam proses e-Procurement bisa di katakan penggunaan kertas telah di kurangi. LKPP sebagai pengembang Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) mulai tahun 2009 bekerjasama dengan BPKP untuk mengembangkan e-Audit (modul dalam SPSE) suatu alat bantu auditor yang untuk melakukan audit terhadap paket pengadaan yang dilelangkan melalui LPSE.
    Pengguna e-Audit yaitu:
    1. Auditor Internal;
    2. Auditor Eksternal.
    Karakteristik e-Audit yaitu:
    1. PPK, Panitia Pengadaan dan Penyedia Barang/Jasa, berinteraksi langsung dengan perangkat teknologi informasi dalam proses pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik.
    2. Auditor tidak lagi melakukan audit secara manual, tetapi secara elektronik yaitu dengan alat bantu.

    3. Menurut anda, apakah tujuan LPSE.
    Tujuan LPSE adalah sebagai berikut:
    1. Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas;
    2. Meningkatkan akses pasar dan persaingan usaha yang sehat;
    3. Memperbaiki tingkat efisiensi proses pengadaan;
    4. Mendukung proses monitoring dan audit; dan
    5. Memenuhi kebutuhan akses informasi yang real time.

    Komentar oleh KMS Alirakhman P (@Mamanputratama) | Mei 27, 2012 | Balas

  15. NAMA :: TANREZA
    NIM :: C1B010095
    Peserta kelas Manajemen G Pagi
    1.Apa itu LPSE ?
    LPSE merupakan singkatan dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik. LPSE merupakan unit kerja K/L/D/I yang menyelenggarakan sistem pelayanan Pengadaan Barang/Jasa secara elektronik. Penyelenggaraan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah secara elektronik diatur dalam Perpres nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Dan seterusnya, silahkan search di Google.
    Kalau saya lanjutkan paragraf di atas, akan menjadi sangat formal dan mungkin susah di mengerti oleh orang awam (termasuk saya pada mulanya). Untuk itu saya akan mencoba menjelaskan dengan bahasa sederhana dari apa yang saya dapatkan hingga saat ini.
    Jadi begini, seperti kita ketahui, dari kasus-kasus korupsi yang terjadi di negara ini yang merugikan keuangan negara, sebagian besar merupakan kasus-kasus korupsi yang berkaitan dengan Pengadaan Barang/Jasa. *CMIIW. Sebagian besar orang mungkin juga sudah mengetahui bahwa proses Pengadaan Barang/Jasa di pemerintahan ini merupakan ladang bagi para koruptor.
    Di samping itu, biaya untuk proses lelang secara manual sebelumnya ternyata menghabiskan biaya yang sangat mahal. Misalnya untuk biaya iklan lelang, biaya pembuatan dokumen, waktu dan berbagai hal lainnya yang membuat proses lelang menjadi mahal dan tidak efisien.
    Dengan dua alasan diatas, maka dibuatkan sebuah sistem yang mengandalkan Teknologi Informasi untuk membantu proses lelang Pengadaan Barang/Jasa tersebut. Tujuannya adalah untuk meningkatkan dan menjadi terjadinya efisiensi, efektifitas, transparansi dan akuntabilitas dalam pembelanjaan uang negara. *nah bahasa saya mulai formal lagi :D Tentunya untuk mewujudkan tujuan diatas tidak semudah membalikkan telapak kaki, eh maksud saya telapak tangan.
    Maka dari itu, dibentuklah sebuah unit kerja yang bernama LPSE. LPSE ini bisa dibentuk oleh Bupati, Walikota, Gubernur, Rektor dan instansi pemerintah lainnya. Jadi di Indonesia akan terdapat banyak LPSE, masing-masing Kabupaten memiliki satu LPSE, begitu juga Provinsi dan instansi-instansi pemerintah lainnya.
    Kalau sebelumnya proses lelang pengadaan barang/jasa biasanya secara manual yaitu mempertemukan antara panitia pengadaan dan penyedia/rekanan/vendor, maka kali ini akan dibuat sebuah perantara yaitu LPSE. LPSE ini akan mengelola sebuah aplikasi berbasis web yang disebut dengan SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik). Tugas utama LPSE adalah menjamin aplikasi dapat berjalan dengan baik.
    Kalau diibaratkan seperti sebuah pasar, maka LPSE adalah pengelola pasar. LPSE yang akan memberikan izin (membuatkan akun) untuk penjual (panitia) dan juga pembeli (penyedia/rekanan). Tapi dalam proses transaksi/lelang, LPSE tidak bisa ikut campur dan itu sepenuhnya menjadi pekerjaan panitia dan rekanan.
    Dalam proses lelang, semua kegiatan tercatat dalam aplikasi. Begitu juga dokumen-dokumen mulai dari awal hingga akhir akan tersimpan dalam aplikasi. Dengan adanya SPSE ini, maka intensitas pertemuan / tatap muka antara panitia pengadaan dan rekanan akan berkurang.
    Lalu, apa hebatnya? Apa bedanya dengan proses manual?
    Pertama, tentu saja penghematan. Biaya-biaya seperti penggandaan dokumen, biaya iklan lelang dan hal-hal lainnya bisa dihemat. Kedua, mempermudah panitia dan rekanan. Oke pada awalnya mungkin dirasakan sulit oleh panitia dan rekanan karena mereka harus belajar dan membiasakan diri menggunakan aplikasi. Tapi bagi mereka yang terbiasa menggunakan komputer, seperti tidak akan menemui masalah berarti.
    Ketiga, dan ini mungkin yang terpenting yaitu transparansi. Karena semua dokumen serta informasi lelang tersimpan dalam aplikasi, maka auditor bisa melakukan audit setiap saat dengan user dan password yang mereka gunakan untuk masuk ke aplikasi. Jika terdapat hal-hal yang melanggar aturan, maka bisa saja diusut lebih lanjut. Dengan begitu, otomatis mereka yang ingin “bermain-main” akan memikirkan kembali niatnya.
    Itu mungkin gambaran umum tentang LPSE yang saya ketahui hingga saat ini. Karena belum berpengalaman dan baru terbentuk, maka kami belum membayangkan apa kendala dan kesulitan yang ditemui nanti. Harapan saya tidak muluk-muluk, saya hanya ingin menjalankan tugas dalam tim LPSE ini dengan baik sesuai dengan tugas dan tanggung jawab saya.

    2. Apakah LPSE merupakan satu sistem, jelaskan ciri-cirinya bila dikategorikan menjadi satu sistem?
    Jawab :
    LPSE merupakan sebuah sistem karena di dalam LPSE sendiri mengoperasikan sistem e-procurement bernama SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik) yang dikembangkan oleh LKPP untuk diterapkan oleh instansi-instansi pemerintah di seluruh Indonesia.
    LPSE dikatakan sebuah sistem karena LPSE merupakan suatu unit kesatuan yang saling berinteraksi dan bergantung satu dengan lainnya yang diarahkan oleh sistem provider yang mengelola dan memelihara perangkat keras yang tidak terbatas pada perangkat jaringan dan server yang telah terinstalasi Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE), adanya tujuan dari LPSE serta adanya unsur atau komponen dari sistem LPSE sendiri.
    LPSE akan menjalankan fungsi sebagai berikut :
    1. Mengelola sistem e-Procurement
    2. Menyediakan pelatihan kepada PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa
    3. Menyediakan sarana akses internet bagi PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa
    4. Melakukan pendaftaran dan verifikasi terhadap PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa

    3. Menurut anda, apakah tujuan LPSE?.

    Pasal 107 memuat tujuan e-procurement sebagai berikut:
    a. meningkatkan transparansi dan akuntabilitas;
    b. meningkatkan akses pasar dan persaingan usaha yang sehat;
    c. memperbaiki tingkat efisiensi proses Pengadaan;
    d. mendukung proses monitoring dan audit; dan
    e. memenuhi kebutuhan akses informasi yang real time.
    Menarik untuk dicermati pada poin c bahwa e-procurement bertujuan meningkatkan efisiensi proses Pengadaan. Efisiensi yang dimaksud di sini adalah efisiensi waktu (proses pengadaan lebih cepat) maupun efisiensi biaya (transportasi, penggandaan dokumen). Perpres tidak menyebut bahwa efisiensi hasil pengadaan menjadi tujuan e-procurement, yaitu selisih antara nilai kontrak dengan pagu/HPS.
    Efisiensi sebagai selisih antara kontrak dengan pagu/HPS tidak dapat dijadikan ukuran. Sebagai contoh, nilai kontrak 80% dari HPS paket A dibandingkan dengan nilai kontrak 95% dari HPS paket B tidak dapat dibandingkan. Secara angka hasil lelang paket A lebih efisien 15% dari paket B. Artinya paket A dapat menghemat uang lebih banyak dari paket B. Mengapa tidak dapat dijadikan ukuran?
    Pada tahap perencanaan, penyusun anggaran dapat saja membuat pagu yang ‘asal’ atau ‘ngawur’. Dia mungkin saja tidak memiliki dasar yang kuat untuk mendapatkan angka pagu tersebut. Jaga-jaga agar nanti tidak kurang, maka pagu tersebut dibuat lebih besar dari angka sebenarnya. Sementara itu penyusun anggaran yang bagus, dia memiliki referensi yang kuat sehingga pagu yang dibuat akan sangat mendekati harga riil.

    Komentar oleh Tanreza (C1B010095) | Mei 27, 2012 | Balas

  16. Nama : Bisri Altasrip
    Nim : C1B010115
    Kelas : Manajemen G Kelas Pagi
    Tugas : I

    LPSE (LAYANAN PENGADAAN SECARA ELEKTRONIK)
    1) Apakah yg dimaksud dg LPSE ?

    Jawab :
    LPSE merupakan singkatan dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik. LPSE merupakan unit kerja K/L/D/I yang menyelenggarakan sistem pelayanan Pengadaan Barang/Jasa secara elektronik. Penyelenggaraan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah secara elektronik diatur dalam Perpres nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
    Selain sebagai unit kerja sebagaimana tersebut diatas LPSE wajib memenuhi persyaratan sebagaimana ketentuan pasal 15, 16 dan 109 ayat (7) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008, dan atas pemenuhan hal tersebut LKPP akan melakukan pembinaan dan pengawasan atas pelaksanaannya.
    LPSE merupakan unit yang dibentuk oleh sebuah instansi untuk mengoperasikan ssitem e-procurement SPSE. Pada awalnya LPSE hanya sebagai tim ad hoc yang dibentuk oleh kepala instansi (gubernur, walikota, menteri). Pada perkembangan selanjutnya, sebagian instansi telah mendirikan LPSE secara struktural seperti di Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Provinsi Jawa Barat, danProvinsi Sumatera Barat. Pada proses pengadaan LPSE hanya sebagai fasilitator yang tidak ikut dalam proses pengadaan. Pelaksanaan proses pengadaan sepenuhnya dilakukan oleh panitia pengadaan atau Unit Layanan Pengadaan/ULP.
    LPSE tidak hanya melayani pengadaan dari instansi tempat LPSE tersebut berada. LPSE Kementerian Keuangan misalnya, memfasilitasi pengadaan dari LKPP, KPK, Komisi Yudisial, dan PPATK. Hal serupa juga terjadi di LPSE-LPSE lain seperti di LPSE Universitas Diponegoro, LPSE Provinsi Jawa Barat, LPSE Provinsi Sumatera Barat, LPSE Kota Yogyakarta, dan LPSE Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
    Pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik dapat dilakukan dengan e-Tendering atau e-Purchasing:
    • E-Tendering merupakan tata cara pemilihan penyedia barang/jasa yang dilakukan secara terbuka dan dapat diikuti oleh semua penyedia barang/jasa yang terdaftar pada sistem pengadaan elektronik dengan cara menyampaikan satu kali penawaran dalam waktu yang telah ditentukan.
    • E-Purchasing merupakan tata cara pembelian barang/jasa melalui sistem katalog elektronik.

    2) Apakah LPSE merupakan satu sistem, jelaskan ciri-cirinya bila dikategorikan menjadi satu sistem?

    Jawab :
    LPSE merupakan sebuah sistem karena di dalam LPSE sendiri mengoperasikan sistem e-procurement bernama SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik) yang dikembangkan oleh LKPP untuk diterapkan oleh instansi-instansi pemerintah di seluruh Indonesia.
    LPSE dikatakan sebuah sistem karena LPSE merupakan suatu unit kesatuan yang saling berinteraksi dan bergantung satu dengan lainnya yang diarahkan oleh sistem provider yang mengelola dan memelihara perangkat keras yang tidak terbatas pada perangkat jaringan dan server yang telah terinstalasi Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE), adanya tujuan dari LPSE serta adanya unsur atau komponen dari sistem LPSE sendiri.

    3) TUJUAN LPSE

    Jawab:
    a) Meningkatkan dan menjadi terjadinya efisiensi, efektifitas, transparansi dan akuntabilitas dalam pembelanjaan uang Negara.
    b) Menerapkan layanan jasa melalui sistem elektronik (E-procurement).
    c) Meningkatkan persaingan yang sehat.
    d) Memeberikan pengarahan prosedur bagi pelaksananya
    e) Memenuhi kebutuhan akses informasi yang real time.
    f) Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas

    Komentar oleh بسري التصريف (@bisrialta) | Mei 27, 2012 | Balas

  17. Nama : Nurrahma Sari Putri
    NIM: C1B009117
    Peserta: KELAS MANAJEMEN G PAGI
    Tugas ke: 1

    1. Apa yang dimaksud dengan LPSE?
    LPSE adalah unit kerja yang dibentuk di seluruh Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah/lnstitusi Lainnya (K/L/D/I) untuk menyelenggarakan sistem pelayanan pengadaan barang/jasa secara elektronik serta memfasilitasi ULP/Pejabat Pengadaan dalam melaksanakan pengadaan barang/jasa secara elektronik. ULP/Pejabat Pengadaan pada Kementerian/Lembaga/Perguruan Tinggi/BUMN yang tidak membentuk LPSE dapat menggunakan fasilitas LPSE yang terdekat dengan tempat kedudukannya untuk melaksanakan pengadaan secara elektronik. Selain memfasilitasi ULP/Pejabat Pengadaan dalam melaksanakan pengadaan barang/jasa secara elektronik LPSE juga melayani registrasi penyedia barang dan jasa yang berdomisili di wilayah kerja LPSE yang bersangkutan. Pengadaan barang/jasa secara elektronik akan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, meningkatkan akses pasar dan persaingan usaha yang sehat, memperbaiki tingkat efisiensi proses pengadaan, mendukung proses monitoring dan audit dan memenuhi kebutuhan akses informasi yang real time guna mewujudkan clean and good government dalam pengadaan barang/jasa pemerintah. Layanan yang tersedia dalam Sistem Pengadaan Secara Elektronik saat ini adalah e-tendering yang ketentuan teknis operasionalnya. Selain itu LKPP juga menyediakan fasilitas Katalog Elektronik (e-Catalogue) yang merupakan sistem informasi elektronik yang memuat daftar,jenis, spesifikasi teknis dan harga barang tertentu dari berbagai penyedia barang/jasa pemerintah, proses audit secara online (e-Audit), dan tata cara pembelian barang/jasa melalui katalog elektronik (e-Purchasing). Pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik dapat dilakukan dengan e-Tendering atau e-Purchasing:
    a. E-Tendering merupakan tata cara pemilihan penyedia barang/jasa yang dilakukan secara terbuka dan dapat diikuti oleh semua penyedia barang/jasa yang terdaftar pada sistem pengadaan elektronik dengan cara menyampaikan satu kali penawaran dalam waktu yang telah ditentukan. Para pihak yang terlibat dalam e-Tendering adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)/Unit Layanan Pengadaan (ULP)/Pejabat Pengadaan dan Penyedia barang/jasa. Aplikasi e-Tendering wajib memenuhi unsur perlindungan hak atas kekayaan intelektual dan kerahasiaan dalam pertukaran dokumen serta tersedianya sistem keamanan dan penyimpanan dokumen elektronik yang menjamin dokumen elektronik tersebut hanya dapat dibaca pada waktu yang telah ditentukan. E-Tendering dilaksanakan dengan menggunakan Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) yang diselenggarakan oleh Layanan Pengadaan Secara Elektronik. Sistem Pengadaan Secara Elektornik yang diselenggarakan oleh Layanan Pengadaan Secara Elektronik wajib memenuhi persyaratan sebagai berikut:
    (-) mengacu pada standar yang telah ditetapkan LKPP berkaitan dengan interoperabilitas dan intergerasi dengan Sistem Pengadaan Secara Elektronik yang dikembangkan oleh LKPP
    (-) mengacu pada standar proses pengadaan secara elektronik yang ditetapkan oleh LKPP
    (-) bebas lisensi (free lisence)

    b. E-Purchasing merupakan tata cara pembelian barang/jasa melalui sistem katalog elektronik. Sistem katalog elektronik diselenggarakan oleh LKPP dan sekurang-kurangnya memuat informasi spesifikasi dan harga barang/jasa. Pemuatan informasi dalam sistem katalog elektronik oleh LKPP di lakukan dengan membuat frame work contact dengan penyedia barang/jasa. Barang/jasa yang di informasikan pada sistem katalog elektronik di tentukan oleh LKPP. E-Purchasing diselenggarakan dengan tujuan (1) terciptanya proses pemilihan barang/jasa secara langsung melalui sistem katalog elektronik sehingga memungkinkan semua ULP/Pejabat Pengadaan dapat memilih barang/jasa pada pilihan terbaik; dan (2) efisiensi biaya dan waktu proses pemilihan barang/jasa dari sisi penyedia barang/jasa dan pengguna.

    LPSE memiliki tugas antara lain:
    (1) Mengelola sistem e-Procurement
    (2) Menyediakan pelatihan kepada PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa baik dilingkungan satuan kerjanya maupun satuan kerja lain disekitar wilayahnya
    (3) Menyediakan sarana akses internet bagi PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa
    (4) Menyediakan bantuan teknis untuk mengoperasikan SPSE kepada PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa, 5) Melakukan pendaftaran dan verifikasi terhadap PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa.

    2. Apakah LPSE merupakan satu sistem, jelaskan ciri-cirinya bila dikategorikan menjadi satu sistem!
    Pengertian Sistem adalah suatu kesatuan prosedur atau komponen yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya bekerja bersama sama sesuai dengan aturan yang diterapkan sehingga membentuk suatu tujuan yang sama dimana dalam sebuah sistem bila terjadi satu bagian saja yang tidak bekerja atau rusak maka suatu tujuan bisa terjadi kesalahan hasilnya atau outputnya.
    LPSE merupakan suatu sistem karena LPSE mengoperasikan sistem e-procurement bernama SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik) yang dikembangkan oleh LKPP. Dalam mengembangan SPSE, LKPP melibatkan instansi-instansi terkait yaitu Lembaga Sandi Negara dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan(BPKP). Lembaga Sandi Negara mengembangkan Aplikasi Pengaman Dokumen (APENDO). Dokumen penawaran dari peserta lelang di-enkripsi dan di-dekripsi menggunakan Aplikasi Pengaman Dokumen (APENDO). Sub sistem e-audit dikembangkan bekerja sama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan yang memungkinkan SPSE mengeluarkan informasi detail tentang proses lelang untuk keperluan audit. Semua sistem pasti memiliki tujuan. LPSE mempunyai tujuan yaitu untuk memfasilitasi ULP/Pejabat Pengadaan dalam melaksanakan pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik. Selain itu, sebuah sistem biasanya memiliki input dan output. Input LPSE yaitu adalah data-data yang dimasukkan (input) oleh si pengelola, lalu outputnya yaitu data-data yang telah diproses misalnya e-KTP. disamping itu, suatu sistem pasti memmpunyai proses. Adapun langkah/proses pengadaan LPSE secara umum adalah sbb:
    (1) Pendaftaran Penyedia Barang/Jasa. Untuk dapat mengikuti proses pengadaan barang/jasa secara elektronik, Penyedia barang/jasa mendaftar secara online pada website LPSE kemudian mengikuti proses verifikasi dokumen pendukung sebagaimana dipersyaratkan oleh LPSE.
    (2) Persiapan Lelang. Untuk membuat paket pekerjaan pada SPSE, PPK/Panitia/Pokja ULP Pengadaan terlebih dahulu meminta pengelola LPSE (Admin Agency) untuk membentuk kepanitiaan paket pekerjaan pada SPSE dan User ID dan Password bagi PPK/Panitia/Pokja ULP Pengadaan paket pekerjaan tersebut.
    (3) Pada proses pelelangan ini melibatkan Penyedia barang/jasa, Panitia/Pokja ULP Pengadaan, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
    – E-lelang umum Pasca kualifikasi
    – E-lelang umum Pra kualifikasi

    3. Menurut anda, apakah tujuan LPSE?
    menurut saya, tujuan LPSE yaitu:
    - Mendukung pencapaian good governance sekaligus meningkatkan transparansi seluruh proses yang ada. Karena Proses LPSE tersebut nantinya akan menjamin dan meningkatkan efisiensi dan transparansi pembelanjaan keuangan negara.
    - Meminilisir praktek KKN dalam transparansi dana anggaran ditambah lagi untuk meningkatkan akses pasar dan persaingan usaha yang sehat.
    - Memperbaiki tingkat efisiensi proses pengadaan,mendukung proses monitoring dan audit dan memenuhi kebutuhan akses informasi yang real time.
    - Terciptanya transparansi dan akuntabilitas pada pengadaan barang di pemerintahan sehingga tercipta clean and good government. Semua pengadaan barang/Jasa yang terjadi dapat diketahui secara jelas sehingga tidak ada yang merasa bahwa ada pihak lain yang lebih diuntungkan.

    Komentar oleh Nurrahma Sari Putri | Mei 27, 2012 | Balas

  18. Nama : Melan Deviana S.
    Nim : C1B010103
    Kelas : MANAJEMEN G (PAGI)
    Tugas Ke-1
    1. Apakah yg dimaksud dengan LPSE?
    LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik) merupakan unit kerja K/L/D/I yang menyelenggarakan sistem pelayanan Pengadaan Barang/Jasa secara elektronik. Penyelenggaraan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah secara elektronik diatur dalam Perpres nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. LPSE merupakan unit yang dibentuk oleh sebuah instansi untuk mengoperasikan sitem e-procurement SPSE.
    LPSE atau Layanan Pengadaan Secara Elektronik pada awalnya merupakan sistem e-procurement (pengadaan secara elektronik) yang dikembangkan oleh LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah). Sistem LPSE dikembangkan dengan basis free license untuk diterapkan seluruh instansi pemerintah di Indonesia. Hingga pertangahan 2010, telah terdapat sekitar 60 instansi yang memiliki LPSE.
    Pada perkembangan selanjutnya, LPSE didefinisikan sebagai unit pelaksana yang memfasilitasi Panitia/Unit Layanan Pengadan (ULP) pada proses pengadaan barang/jasa secara elektronik. LPSE sendiri mengoperasikan sistem e-procurement bernama SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik) yang dikembangkan oleh LKPP. Namun secara umum, LPSE diartikan sebagai sistem e-procurement termasuk di dalamnya aplikasi dan unit pelaksana.
    Pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik dapat dilakukan dengan e-Tendering atau e-Purchasing:
    1. E-Tendering merupakan tata cara pemilihan penyedia barang/jasa yang dilakukan secara terbuka dan dapat diikuti oleh semua penyedia barang/jasa yang terdaftar pada sistem pengadaan elektronik dengan cara menyampaikan satu kali penawaran dalam waktu yang telah ditentukan.
    2. E-Purchasing merupakan tata cara pembelian barang/jasa melalui sistem katalog elektronik.

    FUNGSI LPSE :
    1) Mengelola sistem e-Procurement,
    2) Menyediakan pelatihan kepada PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa baik dilingkungan satuan kerjanya maupun satuan kerja lain disekitar wilayahnya,
    3) Menyediakan sarana akses internet bagi PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa,
    4) Menyediakan bantuan teknis untuk mengoperasikan SPSE kepada PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa,
    5) Melakukan pendaftaran dan verifikasi terhadap PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa.

    2. Apakah LPSE merupakan satu sistem, jelaskan ciri-cirinya bila dikategorikan menjadi satu sistem.
    System merupakan suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energy sehingga membentuk suatu tujuan yang sama.. Ada beberapa elemen yang membentuk sebuah sistem, yaitu : tujuan, masukan, proses, keluaran, batas, mekanisme pengendalian dan umpan balik serta lingkungan
    LPSE merupakan satu system. Karena memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
    1. Memiliki tujuan
    LPSE bertujuan untuk meningkatkan efisiensi proses Pengadaan. Efisiensi yang dimaksud di sini adalah efisiensi waktu (proses pengadaan lebih cepat) maupun efisiensi biaya (transportasi, penggandaan dokumen).
    2. Adanya masukan
    Masukan (input) sistem adalah segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan yang diproses. Untuk dapat mengikuti proses pengadaan barang/jasa secara elektronik, Penyedia barang/jasa harus mendaftar secara online pada website LPSE kemudian mengikuti proses verifikasi dokumen pendukung sebagaimana dipersyaratkan oleh LPSE.
    3. Adanya proses
    Alur proses Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) menjadi 3 bagian besar, yaitu:
    a. Pendaftaran penyedia barang/jasa.
    b. Persiapan pengadaan.
    c. Pelaksanaan pengadaan.
    - E-lelang umum Pasca kualifikasi
    - E-lelang umum Pasca kualifikasi
    - E-lelang umum Pra kualifikasi
    4. Keluaran
    Keluaran (output) dari hasil pemrosesan Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) adalah sebuah informasi yang terkait dengan pembatalan/pemutusan, evaluasi dan penilaian proses pengadaan barang dan jasa yang akan diumumkan dalam website LPSE maupun dikirim kealamat email para pangguna LPSE.
    5. Lingkungan
    Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada diluar sistem. Sebagian instansi telah mendirikan LPSE secara struktural seperti di Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Provinsi Jawa Barat, dan Provinsi Sumatera Barat. Pada proses pengadaan LPSE hanya sebagai fasilitator yang tidak ikut dalam proses pengadaan. Pelaksanaan proses pengadaan sepenuhnya dilakukan oleh panitia pengadaan atau Unit Layanan Pengadaan/ULP.
    3. Menurut anda, apakah tujuan LPSE ?
    Menurut saya, LPSE pengadaan barang/jasa secara elektronik bertujuan untuk:
    1. Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas; Dari aspek integritas, sistem e-procurement dikelola secara impartial (independent)
    2. Meningkatkan akses pasar dan persaingan usaha yang sehat; Penerapan e-procurement bukan sekedar kebijakan atau kewajiban melainkan telah menjadi gerakan pembaruan yang digulirkan oleh banyak pihak
    3. Memperbaiki tingkat efisiensi proses pengadaan; Efisiensi yang dimaksud di sini adalah efisiensi waktu (proses pengadaan lebih cepat) maupun efisiensi biaya (transportasi, penggandaan dokumen).
    4. Mendukung proses monitoring dan audit; Karena prosesnya digunakan melalui online maka sangat memudahkan LPSE dalam memonitoring dan mengaudit data.
    5. Memenuhi kebutuhan akses informasi yang real time; LPSE memberikan informasi secara real tanpa adanya kecurangan serta didasari dengan undang-undang.

    Komentar oleh MELAN DEVIANA S. | Mei 27, 2012 | Balas

  19. Nama : Citra Alvionita Sinaga
    Nim : C1B010091
    Kelas Management G pagi
    Tugas 1.
    1. LPSE ( lembaga pengadaan secara elektronik ) adalah suatu unit yang melayani proses pengadaan barang / jasa yang di laksanakan secara elektronik. Selama ini pengadaan barang / jasa dilakukan dengan mempertemukan pihak – pihak yang terkait secara langsung. LPSE didirikan oleh Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah/Institusi lainnya yang dibentuk untuk menyelenggarakan/memfasilitasi ULP/Pejabat Pengadaan dalam melaksanakan pengadaan barang/jasa secara elektronik. LPSE mengoperasikan sistem e-procurement bernama SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik) yang dikembangkan oleh LKPP yang melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan sistem pengadaan barang/jasa secara elektronik, termasuk tata cara e-tendering. Sistem LPSE dikembangkan dengan basis free license untuk diterapkan seluruh instansi pemerintah di Indonesia. Pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik dapat dilakukan dengan e-Tendering atau e-Purchasing:
    • E-Tendering
    Merupakan tata cara pemilihan penyedia barang/jasa yang dilakukan secara terbuka dan dapat diikuti oleh semua penyedia barang/jasa yang terdaftar pada sistem pengadaan elektronik dengan cara menyampaikan satu kali penawaran dalam waktu yang telah ditentukan.
    • E-Purchasing
    Merupakan tata cara pembelian barang/jasa melalui sistem katalog elektronik.
    LPSE mempunyai fungsi sebagai berikut:
    a) Penyusunan program kegiatan, ketatausahaan, evaluasi dan pelaporan pengelolaan Pengadaan Barang/Jasa secara Elektronik di lingkunganKementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah/Institusi lainnya.
    b) Pengelolaan SPSE dan infrastrukturnya
    c) Melakukan registrasi dan verifikasi penyedia barang/jasa untuk memastikan penyedia barang/jasa memenuhi persyaratan yang berlaku.
    d) Melaksanakan pengadaan barang/jasa secara elektronik serta memberikan pelatihan bagi panitia pengadaan barang/jasa, pejabat pembuat komitmen, dan penyedia barang/jasa dalam rangka pelaksanaan pengadaan barang/jasa secara elektronik.
    e) Memfasilitasi pelaksanaan pengadaan barang/jasa secara elektronik, baik kepada panitia pengadaan barang/jasa, pejabat pembuat komitmen, maupun penyedia barang/jasa.
    f) Memberikan layanan konsultasi mengenai pelaksanaan pengadaan barang/jasa secara elektronik.
    Adapun tugas – tugas LPSE antara lain :
    a. Memfasilitasi PA/ KPA mengumumkan rencana umum pengadaan.
    b. Memfasilitasi ULP menayangkan pengumuman pelaksanaan pengadaan
    c. Memfasilitasi ULP/Pejabat Pengadaan melaksanakan pemilihan penyedia barang/jasa secara elektronik.
    d. Memfasilitasi Penyedia Barang/Jasa dan pihak-pihak yang berkepentingan menjadi pengguna SPSE.
    e. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah/Institusi
    2. Apakah LPSE merupakan suatu system?, jelaskan ciri – cirinya bila dikategorikan menjadi suatu system?
    LPSE merupakan suatu sistem, karena dalam pelaksanaannya menggunakan SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik) yang sistemnya meliputi aplikasi dan database e-procurement, dikembangkan oleh Direktorat E-Procurement LKPP untuk digunakan pada implementasi LPSE. SPSE bersifat terbuka, bebas lisensi dan bebas biaya, dan dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman Java dan menggunakan database PostgreSQL serta diinstal di sistem berbasis Linux.
    o LPSE dikatakan sebagai suatu sistem karena memiliki ciri-ciri yang terkandung dalam sistem atau pendekatan sistem, adalah:
    o Adanya tujuan
    Setiap rakitan sistem pasti bertujuan, tujuan sistem telah ditentukan lebih dahulu, dan itu menjadi tolak ukur pemilihan komponen serta kegiatan dalam proses kerja sistem. Tujuan sistem adalah pusat orientasi dalam suatu sistem. Dalam LPSE salah satu tujuan yang ingin dicapai adalah untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas yaitu meminimalisir terjadinya penyimpangan negatif dari LPSE, serta memperbaiki tingkat efisiensi proses pengadaan.
    o Adanya komponen sistem
    Semua unsur yang tercakup di dalam suatu sistem dan kegiatan-kegiatan lain yang terjadi di dalamnya merupakan komponen sistem. Demikian pula halnya dengan sistem pengadaan LPSE. Dalam pengadaan barang/jasa secara elektronik ada tahapan-tahapan yang jelas yang harus dilakukan, dari mulai prosedur panitia mempublish pengadaan, prosedur calon penyedia barang/jasa mendaftar. Jika tahapan-tahapan tersebut tidak dilakukan secara sesuai, maka proses pengadaan tidak akan terjadi. Dalam operasionalnya, LPSE membutuhkan akses internet sebagai komponen utama dalam melakukan transaksi di dalam aplikasi SPSE.
    o Adanya fungsi yang menjamin dinamika dan kesatuan kerja sistem dan adanya interaksi antar komponen
    Sistem dan subsistem saling berhubungan satu sama lain untuk membantu tercapainya tujuan organisasi. Dalam rangka mencapai tujuan, semua fungsi dari komponen sistem yang ada harus terkoordinasi dengan baik. Fungsi komponen sistem dalam SPSE contohnya internet, berguna untuk membuat transaksi LPSE menjadi lebih lancar.
    3. Menurut anda apakah tujuan LPSE ?
    • Dengan melakukan pengadaan melalui LPSE, maka biaya pengumuman pengadaan dan pengumuman pemenang lelang dapat diminimalisir karena sistem pengumuman dilakukan secara online sehingga lebih mudah diakses oleh pihak-pihak yang berkepentingan.
    • Mendukung proses monitoring dan audit,serta memenuhi kebutuhan akses informasi yang real time.
    • Pelaksanaan pengadaan barang/jasa yang sebagian atau seluruhnya tersebut dapat dilakukan secara efisien, efektif, terbuka dan bersaing, transparan adil/tidak diskriminatif dan akuntable, dengan demikian maka KKN maupun penyimpangan lainnya bisa diminimalisir.
    • Memperbaiki tingkat efisiensi proses pengadaan, karena LPSE menyebabkan pengadaan barang / jasa dapat dilakukan dalam jangka waktu yang lebih cepat apabila dibandingkan dengan pengadaan barang / jasa konvensional.
    • Layanan yang diterapkan dalam pengadaan barang/ jasa yaitu sistem elektronik (E-procurement) melalui LPSE sehingga dapat menunjang peningkatan kualitas layanan public.
    • Pelaksanaan LPSE mendukung terciptanya pelaksanaan pengadaan barang/jasa yang lebih transparan, fair dan partisipatif mendukung persaingan usaha sehat dimana pengadaan barang/jasa dilakukan.

    Komentar oleh Citra Alvionita Sinaga | Mei 27, 2012 | Balas

  20. NAMA : DIAN MALA FITHRIANI AIRA
    NIM : C1B010111
    MANAJEMEN G KELAS PAGI

    1. Apakah yg dimaksud dg LPSE
    Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) merupakan unit kerja penyelenggara sistem elektronik pengadaan barang/jasa yang di dirikan oleh Kementerian/Lembaga/Perguruan Tinggi/BUMN dan Pemerintah Daerah untuk memfasilitasi ULP/Pejabat Pengadaan dalam melaksanakan pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik.

    2. Apakah LPSE merupakan satu sistem, jelaskan ciri-cirinya bila dikategorikan menjadi satu sistem.

    LPSE secara sistem elektronik pengadaan barang/jasa. Ciri- ciri sistem yaitu memiliki tujuan, punya batas, terbuka, tersusun dari subsistem, ada saling keterkaitan dan saling ketergantungan.
    Sesuai dengan ciri-ciri tersebut LPSE dapat dikategorikan sbagai sebuah sistem karena :
    a. LPSE memiliki tujuan untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas, transparansi, dan akuntabilitas pengadaan barang/jasa yang dilakukan oleh pemerintah
    b. Punya batas, LPSE juga wajib memenuhi persyaratan sebagaimana ketentuan pasal 15, 16 dan 109 ayat (7) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, dengan pembinaan dan pengawasan atas pelaksanaannya dilakukan oleh LKPP. LPSE memiliki tugas antara lain: 1) Mengelola sistem e-Procurement, 2) Menyediakan pelatihan kepada PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa baik dilingkungan satuan kerjanya maupun satuan kerja lain disekitar wilayahnya, 3) Menyediakan sarana akses internet bagi PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa, 4) Menyediakan bantuan teknis untuk mengoperasikan SPSE kepada PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa, 5) Melakukan pendaftaran dan verifikasi terhadap PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa.
    c. terbuka, LPSE hadir untuk proses pelelangan yang lebih akuntabel dan transparan menunjang kerja dinas dalam pengadaan barang/jasa. LPSE sebagai sebuah inovasi dalam pengadaan barang/jasa pemerintah yang dapat menunjang peningkatan kualitas pelayanan publik. Peningkatan kualitas pelayanan publik merupakan persyaratan untuk mewujudkan good governance yang didukung persyaratan lain, yaitu pemerintah yang bersih dan bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) serta pembenahan kapasitas birokrasi agar efektif, efisien dan akuntabel.
    d. tersusun dari subsistem, Secara umum LPSE memiliki 2 (dua) tipe yakni :
    1. LPSE Sistem Provider
    Pada LPSE Sistem Provider ini memiliki organisasi sebagaimana tersebut pada huruf b, dan mempunyai, mengelola dan memelihara perangkat keras yang tidak terbatas pada perangkat jaringan dan server yang telah terinstalasi Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE).
    Adapun selain fungsi diatas yang merupakan tugas dari Bidang Administrasi Sistem Informasi, LPSE dengan tipe ini juga melaksanakan fungsi lainnya, misal:
    1) sosialisasi kepada PPK/Panitia Pengadaan dan Penyedia Barang/Jasa;
    2) pelatihan kepada PPK/Panitia Pengadaan dan Penyedia Barang/Jasa;
    3) melayani PPK/Panitia Pengadaan untuk mendapatkan kode akses
    4). melakukan verifikasi terhadap dokumen (Akta, SIUP, TDP, ijin usaha sesuai bidang, KTP Pemilik dan/atau Direktur Perusahaan, dll.) penyedia barang/jasa yang sebelumnya telah melakukan pendaftaran untuk mendapatkan kode akses secara online; dan fungsi-fungsi lainnya.
    Dengan LPSE ini maka pemohon akan memiliki alamat website sendiri, misal: Pemohon berasal dari Pemkot Tulungagung maka alamat website adalah http://www.lpse.kotatulungangung.go.id
    2. LPSE Service Provider
    Pada LPSE ini memiliki organisasi sebagai berikut:
    1. Penanggung Jawab
    2. Ketua
    3. Bidang Pelatihan dan Sosialisasi
    4. Bidang Registrasi dan Verifikasi
    5. Bidang Layanan Pengguna
    Pada LPSE Service Provider ini fungsi mengelola server yang telah terinstalasi SPSE tidak diperlukan karena LPSE tipe ini akan menginduk pada LPSE terdekat sehingga tidak memiliki alamat website sendiri namun tetap menjalankan fungsi lainnya, misal: Pemohon berasal dari Pemkot Tasikmalaya dengan alamat website http://www.lpse.jabarprov.go.id (alamat ini milik LPSE Provinsi Jawa Barat).

    3. Menurut anda, apakah tujuan LPSE.
    LPSE mempunyai tujuan sebagai berikut :
    Memberikan arahan prosedur bagi pelaksanaan proses verifikasi calon penyedia barang dan jasa sebagai pengguna LPSE
    Menyediakan pelatihan kepada PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa;
    Menyediakan sarana akses internet bagi PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa;
    Menyediakan bantuan teknis untuk mengoperasikan SPSE kepada PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa;
    Melakukan pendaftaran dan verifikasi terhadap PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa.

    Komentar oleh Dian Mala Fithriani Aira | Mei 27, 2012 | Balas

  21. Nama: Nabila rousa
    NIM: C1B009140
    Manajemen G kelas pagi

    1.LPSE adalah suatu unit yang melayani proses pengadaan barang/jasa yang dilaksanakan secara elektronik. LPSE didefinisikan sebagai unit pelaksana yang memfasilitasi Panitia/Unit Layanan Pengadan (ULP) pada proses pengadaan barang/jasa secara elektronik. LPSE sendiri mengoperasikan sistem e-procurement bernama SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik) yang dikembangkan oleh LKPP. Namun secara umum, LPSE diartikan sebagai sistem e-procurement termasuk di dalamnya aplikasi dan unit pelaksana.

    2.Ciri- ciri sistem yaitu memiliki tujuan, punya batas, terbuka, tersusun dari subsistem, ada saling keterkaitan dan saling ketergantungan.
    Sesuai dengan ciri-ciri tersebut LPSE dapat dikategorikan sbagai sebuah sistem karena,
    a. LPSE memiliki tujuan untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas, transparansi, dan akuntabilitas pengadaan barang/jasa yang dilakukan oleh pemerintah
    b. punya batas, LPSE juga wajib memenuhi persyaratan sebagaimana ketentuan pasal 15, 16 dan 109 ayat (7) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, dengan pembinaan dan pengawasan atas pelaksanaannya dilakukan oleh LKPP. LPSE memiliki tugas antara lain: 1) Mengelola sistem e-Procurement, 2) Menyediakan pelatihan kepada PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa baik dilingkungan satuan kerjanya maupun satuan kerja lain disekitar wilayahnya, 3) Menyediakan sarana akses internet bagi PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa, 4) Menyediakan bantuan teknis untuk mengoperasikan SPSE kepada PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa, 5) Melakukan pendaftaran dan verifikasi terhadap PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa.
    c. terbuka, LPSE hadir untuk proses pelelangan yang lebih akuntabel dan transparan menunjang kerja dinas dalam pengadaan barang/jasa. LPSE sebagai sebuah inovasi dalam pengadaan barang/jasa pemerintah yang dapat menunjang peningkatan kualitas pelayanan publik. Peningkatan kualitas pelayanan publik merupakan persyaratan untuk mewujudkan good governance yang didukung persyaratan lain, yaitu pemerintah yang bersih dan bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) serta pembenahan kapasitas birokrasi agar efektif, efisien dan akuntabel.
    d. tersusun dari subsistem, Secara umum LPSE memiliki 2 (dua) tipe yakni :
    * LPSE System Provider
    Pada LPSE Sistem Provider ini menjalankan seluruh tugas LPSE, memiliki alamat website sendiri dan mengelola sistem (database) sendiri. LPSE dengan tipe ini juga melaksanakan fungsi lainnya, misal: 1) sosialisasi kepada PPK/Panitia Pengadaan dan Penyedia Barang/Jasa; 2) pelatihan kepada PPK/Panitia Pengadaan dan Penyedia Barang/Jasa; 3) melayani PPK/Panitia Pengadaan untuk mendapatkan kode akses 4). melakukan verifikasi terhadap dokumen (Akta, SIUP, TDP, ijin usaha sesuai bidang, KTP Pemilik dan/atau Direktur Perusahaan, dll).
    * LPSE Service Provider
    Pada LPSE ini memiliki organisasi sebagai berikut:
    -Penanggung Jawab
    – Ketua
    – Bidang Pelatihan dan Sosialisasi
    -Bidang Registrasi dan Verifikasi
    -Bidang Layanan Pengguna
    LPSE Service Provider berfungsi mengelola server yang telah terinstalasi SPSE tidak diperlukan karena LPSE tipe ini akan menginduk pada LPSE terdekat sehingga tidak memiliki alamat website sendiri namun tetap menjalankan fungsi lainnya, misal: Pemohon berasal dari Pemkot Tasikmalaya dengan alamat website http://www.lpse.jabarprov.go.id (alamat ini milik LPSE Provinsi Jawa Barat).
    Alur proses Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) menjadi 3 bagian besar, yaitu:
    -Pendaftaran penyedia barang/jasa.
    -Persiapan pengadaan.
    – Pelaksanaan pengadaan.
    E-lelang umum Pasca kualifikasi dengan 1 (satu) file.
    E-lelang umum Pasca kualifikasi dengan 2 (dua) file.
    E-lelang umum Pra kualifikasi dengan 2 (dua) file.

    e. ada saling keterkaitan dan ketergantungan, pada proses pengadaan LPSE hanya sebagai fasilitator yang tidak ikut dalam proses pengadaan. Pelaksanaan proses pengadaan sepenuhnya dilakukan oleh panitia pengadaan atau Unit Layanan Pengadaan/ULP. LPSE harus memberikan akses kepada Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) untuk dapat melakukan, mengikuti proses pengadaan barang/jasa di lingkungan Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah.

    3. Tujuan LPSE :
    meningkatkan transparansi dan akuntabilitas,meningkatkan akses pasar dan persaingan usaha yang sehat,meningkatkan efisiensi proses Pengadaan,mendukung proses monitoring dan audit , memenuhi kebutuhan akses informasi yang real time.Memberikan arahan prosedur bagi pelaksanaan proses verifikasi calon penyedia barang dan jasa sebagai pengguna LPSE,.

    Komentar oleh nabila | Mei 27, 2012 | Balas

  22. NAMA : YOGA YOHANES
    NIM : C1B010130
    KELAS : MANAJEMEN G (PAGI)

    1. Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) adalah suatu unit yang melayani proses pengadaan barang/jasa yang dilaksanakan secara elektronik. Pengadaan barang/jasa saat ini sudah terjadi secara online dimana terdapat fasilitas SPSE yang telah tersebar di unit-unit kerja LPSE di seluruh Indonesia sehingga proses pengadaan barang/jasa tidak dilakukan secara manual dan mudah dipantau karena pengarsipan dokumennya lebih jelas. E-procurement yang diterapkan merupakan sistem pengadaan barang/jasa yang proses pelaksanaannya dilakukan secara elektronik dengan memanfaatkan fasilitas teknologi komunikasi, informasi, dan sistem aplikasi serta layanan pengadaan elektronik.
    LPSE adalah singkatan dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik yang merupakan unit kerja penyelenggara sistem elektronik pengadaan barang/jasa yang didirikan oleh Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah/Institusi lainnya yang dibentuk untuk menyelenggarakan/memfasilitasi ULP/Pejabat Pengadaan dalam melaksanakan pengadaan barang/jasa secara elektronik. LPSE mengoperasikan sistem e-procurement bernama SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik) yang dikembangkan oleh LKPP yang melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan sistem pengadaan barang/jasa secara elektronik, termasuk tata cara e-tendering. Pelaksanaan standar prosedur operasional yang dilaksanakan oleh LPSE berkaitan dengan registrasi, verifikasi, sertifikat elektronik, dan prosedur operasional lainnya. Sistem LPSE dikembangkan dengan basis free license untuk diterapkan seluruh instansi pemerintah di Indonesia.

    2. LPSE atau Layanan Pengadaan Secara Elektronik pada awalnya merupakan sistem e-procurement (pengadaan secara elektronik) yang dikembangkan oleh LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah). Sistem LPSE dikembangkan dengan basis free license untuk diterapkan seluruh instansi pemerintah di Indonesia. Hingga pertangahan 2010, telah terdapat sekitar 60 instansi yang memiliki LPSE. Pada perkembangan selanjutnya, LPSE didefinisikan sebagai unit pelaksana yang memfasilitasi Panitia/Unit Layanan Pengadan (ULP) pada proses pengadaan barang/jasa secara elektronik. LPSE sendiri mengoperasikan sistem e-procurement bernama SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik) yang dikembangkan oleh LKPP. Namun secara umum, LPSE diartikan sebagai sistem e-procurement termasuk di dalamnya aplikasi dan unit pelaksana.
    LPSE akan menjalankan fungsi sebagai berikut :
    1. Mengelola sistem e-Procurement
    2. Menyediakan pelatihan kepada PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa
    3. Menyediakan sarana akses internet bagi PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa
    4. Melakukan pendaftaran dan verifikasi terhadap PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa
    • Sistem itu mempunyai tujuan
    Sebelum membuat atau merancang suatu sistem, pastilah melalui proses perencanaan. Pada proses ini pembuat sistem tentunya akan menseting tujuan-tujuan dari sistem tersebut agar dapat bermanfaat dan memiliki daya guna yang baik. Hal senada juga terjadi pada LPSE. LPSE dibentuk sudah pasti memiliki berbagai tujuan tertentu seperti memperbaiki tingkat efisiensi proses pengadaan,mendukung proses monitoring dan audit serta memenuhi kebutuhan akses informasi yang real time.
    • Suatu sistem merupakan suatu keseluruhan yang bulat dan utuh
    Suatu sistem merupakan kumpulan dari berbagai unit yang saling berinteraksi. Dari interaksi inilah maka akan timbul keseragaman baik itu dalam tujuan maupun yang lainnya. Keseragaman ini membuktikan bahwa sistem merupakan keseluruhan yang bulat dan juga utuh. Untuk menunjang fungsi dari LPSE maka ada beberapa unit penunjangnya seperti sarana tekhnologi dan komunikaasi. Sarana ini agar bekerja secra optimal haruslah saling melengkapi dengang sarana lainnya agar tercapai keseluruhan yang bulat dan utuh
    • Suatu sistem melakukan kegiatan transformasi
    Transformasi merupakan pengubahan dari input menjadi output. Setiap sistem haruslah melakukan transformasi agar data yang diterima dapat diperbanyak dan di arsipkan. Begitu juga LPSE yang terus mentransformasikan data-datanya. Transformasi juga bisa diartikan merubah masukan menjadi hasil karya LPSE pastilah memiliki berbagai kekurangan. Dan kekurangan ini pastilah akan terus di transformasikan agar menjadi lebih baik lagi.
    - Dalam sistem terdapat saling keterkaitan
    Saling keterkaitan dalam suatu sistem adalah hal yang sangat mendasar. Karena sistem tidak akan ada jika tidak memiliki keterkaitan dari unit-unitnya. LPSE dibuat pastilah harus ditunjang oleh aplikasi dan tekhnologi yang memadai. Jika orang yang hendak menggunakan sarana LPSE tapi tidak memiliki aplikasi dan tekhnologinya maka ia tidak akan bisa melaksanakan apa yang ia inginkan.

    3. Tujuan LPSE
    • Memenuhi kebutuhan akses informasi yang real time
    • Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas
    • Memeberikan pengarahan prosedur bagi pelaksananya
    • Mendukung proses monitoring dan audit; Karena prosesnya digunakan melalui online maka sangat memudahkan LPSE dalam memonitoring dan mengaudit data.
    • Menyediakan sarana akses internet bagi PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa

    Komentar oleh YOGA YOHANES | Mei 27, 2012 | Balas

  23. Nama : Nurannice
    Nim :C1B010133
    Manajemen G kelas pagi
    Tugas ke-1

    1. apa yang dimaksud dengan LPSE?
    pelayanan pengadaan barang atau jasa yang dilakukan secara elektronik di lingkungan pemerintahan agar para penyedia lebih efektif dan efisien dalam melakukan proses pengadaan barang/jasa. dimana proses secara langsung tidak perlu digunakan lagi karena dengan memanfaatkan teknologi. LPSE dilaksanakan secara elektronik (e-procurement) yang nantinya akan mempermudah proses pengadaan/pelelangan barang/jasa pemerintah. LPSE didirikan oleh kementrian/lembaga/satuan kerja perangkat daerah/instansi lain. LPSE merupakan sarana untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pengadaan barang/jasa pemerintah.

    http://www.lkpp.go.id/v2/berita-detail.php?id=8219670350

    2. apakah LPSE merupakan satu sistem, jelaskan ciri-cirinya bila dikategorikan sebagai satu sistem?
    sistem adalah kumpulan elemen-elemen yang saling berhubungan untuk mencapai suatu tujuan tertentu.Metode pemilihan penyedia barang/jasa secara elektronik yang sudah digunakan saat ini adalah e-lelang umum (e-regular tendering). Metode pemilihan lainnya akan diterapkan secara bertahap sesuai dengan pengembangan sistem dan aplikasi pengadaan elektronik serta kerangka hukum yang menopangnya.
    Untuk memperluas akses e-pengadaan ke seluruh instansi pemerintah, LKPP memberi kesempatan kepada departemen, kementerian, LPND (Lembaga Pemerintah Non Departemen) pemerintah provinsi, kabupaten, kota, dan instansi pemerintah lainnya untuk mendirikan LPSE di instansi masing-masing. LPSE menyelenggarakan layanan e-pengadaan menggunakan aplikasi SPSE.
    SPSE merupakan aplikasi e-pengadaan yang dikembangkan oleh Direktorat E-Procurement – LKPP untuk digunakan oleh LPSE di instansi pemerintah seluruh Indonesia. Aplikasi ini dikembangkan dengan semangat efisiensi nasional sehingga tidak memerlukan biaya lisensi; baik lisensi SPSE itu sendiri maupun perangkat lunak pendukungnya.
    SPSE dikembangkan oleh LKPP bekerja sama dengan:
    1. Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) untuk fungsi enkripsi dokumen
    2. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk sub sistem audit.
    Pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik dapat dilakukan dengan e-Tendering atau e-Purchasing:
    1. E-Tendering merupakan tata cara pemilihan penyedia barang/jasa yang dilakukan secara terbuka dan dapat diikuti oleh semua penyedia barang/jasa yang terdaftar pada sistem pengadaan elektronik dengan cara menyampaikan satu kali penawaran dalam waktu yang telah ditentukan. Ruang lingkup e-Tendering meliputi proses pengumuman pengadaan barang/jasa sampai dengan pengumuman pemenang.Para pihak yang terlibat dalam e-Tendering adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)/Unit Layanan Pengadaan (ULP)/Pejabat Pengadaan dan Penyedia barang/jasa. Aplikasi e-Tendering wajib memenuhi unsur perlindungan hak atas kekayaan intelektual dan kerahasiaan dalam pertukaran dokumen serta tersedianya sistem keamanan dan penyimpanan dokumen elektronik yang menjamin dokumen elektronik tersebut hanya dapat dibaca pada waktu yang telah ditentukan. E-Tendering dilaksanakan dengan menggunakan Sistem Pengadaan Secara Elektronik yang diselenggarakan oleh Layanan Pengadaan Secara Elektronik.ULP/Pejabat Pengadaan dapat menggunakan Sistem Pengadaan Secara Elektronik yang diselenggarakan oleh Layanan Pengadaan Secara Elektronik terdekat.Sistem Pengadaan Secara Elektornik yang diselenggarakan oleh Layanan Pengadaan Secara Elektronik wajib memenuhi persyaratan sebagai berikut:
    1. mengacu pada standar yang telah ditetapkan LKPP berkaitan dengan interoperabilitas dan intergerasi dengan Sistem Pengadaan Secara Elektronik yang dikembangkan oleh LKPP;
    2. mengacu pada standar proses pengadaan secara elektronik yang ditetapkan oleh LKPP; dan bebas lisensi (free lisence).
    2. E-Purchasing merupakan tata cara pembelian barang/jasa melalui sistem katalog elektronik.E-Purchasing diselenggarakan dengan tujuan:
    1. terciptanya proses pemilihan barang/jasa secara langsung melalui sistem katalog elektronik sehingga memungkinkan semua ULP/Pejabat Pengadaan dapat memilih barang/jasa pada pilihan terbaik; dan
    2. efisiensi biaya dan waktu proses pemilihan barang/jasa dari sisi penyedia barang/jasa dan pengguna.
    Sistem katalog elektronik diselenggarakan oleh LKPP dan sekurang-kurangnya memuat informasi spesifikasi dan harga barang/jasa.Pemuatan informasi dalam sistem katalog elektronik oleh LKPP di lakukan dengan membuat frame work contact dengan penyedia barang/jasa. Barang/jasa yang di informasikan pada sistem katalog elektronik di tentukan oleh LKPP.

    http://www.lkpp.go.id/v2/content.php?mid=8474545499
    http://pengadaan.galihgumelar.com/2011/04/apa-itu-lpse.html

    3. tujuan LPSE?
    meningkatnya transparansi, sehingga persaingan sehat antar pelaku usaha dapat lebih cepat terdorong. Dengan demikian optimalisasi dan efisiensi belanja negara segera dapat diwujudkan.dengan didirikannya LPSE juga maka terciptanya Iklim pengadaan barang/jasa pemerintah yang akan semakin kondusif seiring penggunaan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). selain itu juga dapat mendukung proses monitoring dan audit dan juga memenuhi akses kebutuhan informasi yang real time.

    Komentar oleh nurannice | Mei 27, 2012 | Balas

  24. Nama : Rimma Sari Pinem
    NIM : C1B010092
    Kelas : Manajemen G Kelas Pagi
    1. Apa yang dimaksud dengan LPSE ?
    Jawaban :
    LPSE adalah organisasi yang menyediakan pelayanan pengadaan secara elektronik untuk mendukung proses pengadaan berjalan secara lebih efisien, efektif, transparan dan akuntabel. Melihat kebutuhan barang/jasa di institusi Pemerintah yang semakin besar (baik dari sisi nilai maupun jumlah paket) menuntut pengelolaan pengadaan yang semakin baik. Sehingga diharapkan dengan terbentuknya kedua organisasi tersebut di atas (permanen dan terstruktur) akan semakin mempertegas peranan strategis pengadaan dalam keseluruhan pelaksanaan APBN/APBD.
    Fungsi LPSE :
    *Mengelola sistem e-Procurement
    *Menyediakan pelatihan kepada PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa
    *Menyediakan sarana akses internet bagi PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa
    *Melakukan pendaftaran dan verifikasi terhadap PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa
    Langkah-langkah membentuk LPSE :

    *Membentuk tim/gugus tugas untuk menyiapkan LPSE
    *Menyusun perangkat peraturan untuk implementasi e-Procurement, antara lain :
    *Peraturan tentang Pembentukan Tim
    *Peraturan tentang Implementasi e-Procurement
    *Peraturan tentang Organisasi Unit LPSE
    *Menyiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan untuk beroperasinya LPSE, yaitu :
    Ruangan, Server, Komputer, Jaringan internet
    *Menyiapkan SDM pengelola LPSE
    *Menyelenggaraan sosialisasi kepada satuan kerja dan Penyedia
    *Melakukan pelatihan kepada pengelola LPSE, PPK/Panitia dan Penyedia
    Dasar Hukum penggunaan LPSE
    • Keppres 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
    • Inpres 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi
    • Peraturan Presiden Nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
    • Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik
    2. Apakah LPSE merupakan satu sistem, jelaskan ciri-cirinya bila dikategorikan menjadi satu sistem?
    Benar, LPSE merupakan suatu sistem, istilah LPSE merujuk ke sistem dan unit pelaksana. LPSE dapat menggunakan sistem eproc yang dikelola oleh LPSE lain. LPSE Kabupaten Gunung Kidul misalnya, mengunakan sistem (dengan kata lain website) LPSE Provinsi DIY.
    LPSE didukung oleh komponen/sistem lain yang saling berkaitan antara lain:
    1. SPSE
    Sistem Pengadaan Secara Elektronik adalah kesisteman meliputi aplikasi dan database e-procurement yang dikembangkan oleh Direktorat E-Procurement LKPP untuk digunakan pada implementasi LPSE.
    2. Direktorat Eprocurement LKPP
    yaitu suatu direktorat di bawah naungan Deputi Monitoring, Evaluasi, dan Pengembangan Sistem Informasi LKPP yang bertugas melakukan koordinasi, pembinaan, pengawasan, dan pengembangan sistem pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik.
    3. Agregrasi Data Penyedia (ADP) & Clustering
    yaitu sistem yang menghubungkan data penyedia antara satu SPSE dengan SPSE lain sehingga memungkinkan satu penyedia dapat mengikuti lelang di LPSE lain. Dengan adanya sistem ini maka akan terbentuk satu pasar pengadaan secara nasional. Konsep clustering yang sebelumnya digagas melalui sinkronisasi database tidak lagi diperkenalkan. Konsep clustering antara dua SPSE atau lebih di satu daerah yang berdekatan dapat terbentuk dengan sendirinya melalui ADP.
    Ada 2 (dua) jenis LPSE yang menyatakan sebuah system yaitu pertama, LPSE Sistem Provider yang mempunyai, mengelola dan memelihara perangkat keras yang tidak terbatas pada perangkat jaringan dan server yang telah terinstalasi Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE). LPSE dengan tipe ini juga melaksanakan fungsi lainnya, misal: 1) sosialisasi kepada PPK/Panitia Pengadaan dan Penyedia Barang/Jasa; 2) pelatihan kepada PPK/Panitia Pengadaan dan Penyedia Barang/Jasa; 3) melayani PPK/Panitia Pengadaan untuk mendapatkan kode akses 4). melakukan verifikasi terhadap dokumen (Akta, SIUP, TDP, ijin usaha sesuai bidang, KTP Pemilik dan/atau Direktur Perusahaan, dll.) penyedia barang/jasa yang sebelumnya telah melakukan pendaftaran untuk mendapatkan kode akses secara online; dan fungsi-fungsi lainnya. Kedua, LPSE Service Provider Pada LPSE Service Provider ini fungsi mengelola server yang telah terinstalasi SPSE tidak diperlukan karena LPSE tipe ini akan menginduk pada LPSE terdekat sehingga tidak memiliki alamat website sendiri namun tetap menjalankan fungsi lainnya. LPSE diasumsikan akan membangun jaringan (LAN) baru atau tidak terhubung dengan jaringan (LAN) lain.
    3. Tujuan dari LPSE
    meningkatkan transparansi dan akuntanbilitas, meningkatkan akses pasar dan persaingan usaha yang sehat, memperbaiki tingkat efisiensi proses pengadaan, mendukung proses monitoring dan audit serta memenuhi kebutuhan akses informasi yang real time. Tujuan bagi unit layanan pengadaan (ULP)/pejabat pengadaan, penyedia barang/jasa dan masyarakat. Untuk ULP, untuk mendapat penawaran yang lebih banyak, mempermudah proses administrasi dan mempermudah pertanggungjawaban proses pengadaan. Sementara untuk penyedia barang dan jasa dapat menciptakan persaingan usaha yang sehat, memperluas peluang usaha, membuka kesempatan pelaku usaha mengikuti lelang dan mengurangi biaya transportasi untuk mengikuti lelang, dan dapat memberikan kesempatan masyarakat luas untuk mengetahui proses pengadaan. Karena fungsi LPSE yakni mengelola sistem pengadaan secara elektronik (SPSE), menyediakan pelatihan, sarana akses internet, bantuan teknis dan pendaftaran verifikasi kepada PPK/panitia dan penyedia barang/jasa.
    Sumber :
    http://lpse.blogdetik.com/
    http://www.lkpp.go.id/
    http://lpse.blog.unair.ac.id/tentang-lpse/

    Komentar oleh Rimma Sari Pinem | Mei 27, 2012 | Balas

  25. NAMA : DESFA NABILLAH
    NIM : C1B010108
    KELAS : MANAJEMEN G
    1. LPSE adalah suatu unit yang melayani proses pengadaan barang/jasa yang dilaksanakan secara elektronik.organisasi yang menyediakan pelayanan pengadaan secara elektronik untuk mendukung proses pengadaan berjalan secara lebih efisien, efektif, transparan dan akuntabel. Melihat kebutuhan barang/jasa di institusi Pemerintah yang semakin besar (baik dari sisi nilai maupun jumlah paket) menuntut pengelolaan pengadaan yang semakin baik. Sehingga diharapkan dengan terbentuknya kedua organisasi tersebut di atas (permanen dan terstruktur) akan semakin mempertegas peranan strategis pengadaan dalam keseluruhan pelaksanaan APBN/APBD. Penyelenggaraan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah secara elektronik diatur dalam Perpres nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Aplikasi LPSE merupakan aplikasi e-procurement yang dikembangkan oleh LKPP. Pada menu atau modul dalam aplikasi LPSE terdapat sejumlah fungsi-fungsi proses pelelangan dan transaksi pengadaan barang dan jasa yang bersifat umum, seperti registrasi peserta, daftar barang dan jasa yang ditenderkan, penjelasan persyaratan lelang barang atau jasa beserta harganya, pengisian proposal, mekanisme negosiasi dan penyanggahan, lelang on line, transaksi/ purchase order, form serah terima dan database para penyedia.

    2. Iya , E-procurement sebagai suatu sistem informasi merupakan suatu sinergi antara data, mesin pengolah data (yang biasanya meliputi komputer, program aplikasi, dan jaringan), dan manusia untuk menghasilkan informasi. Banyak manfaat yang telah diperoleh selain dapat menghemat anggaran, sebagaimana diungkapkan oleh beberapa lembaga yang telah menerapkan e-procurement, seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Permukiman dan Prasarana Wilayah (Depkimpraswil), Bappenas, LKPP, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), BPPT, dan beberapa pemerintah daerah.LPSE merupakan suatu sistem. LPSE sendiri mengoperasikan sistem e-procurement bernama SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik) yang dikembangkan oleh LKPP. Namun secara umum, LPSE diartikan sebagai sistem e-procurement termasuk di dalamnya aplikasi dan unit pelaksana. Ciri – cirinya :
    a. mempunyai tujuan (sasaran) yang merupakan tujuan dari sesuatu yang diolah atau pencapaian sasaran suatu objek. Tujuan dalam LPSE adalah untuk meningkatkan transparansi dan akuntibilitas dalam melakukan proses pengadaaan barang dan atau jasa.
    b. mempunyai elemen/ komponen yang saling berinterkasi, artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. LPSE memiliki elemen elemen yang saling berkaitan yaitu panita pengadaan dengan pelaku usaha, dan LKPP.
    c. Mempunyai batas waktu tertentu yang Batas sistem dalam LPSE yaitu mengumumkan pengadaan barang dan atau jasa sampai pemenang pengadaan barang dan atau jasa. Jadi disini Lpse hanya sebagai fasilitator antara panitia pengadaan dengan penyedia barang /pelaku usaha. Batas sistem peraturan LPSE dimuat dalam Peraturan Kepala LKPP Nomor 2 Tahun 2010 Tentang Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), Peraturan Kepala LKPP Nomor 1 Tahun 2011 Tentang e-Tendering, Peraturan Kepala LKPP Nomor 5 Tahun 2011 Tentang Standar Dokumen Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Secara Elektronik.
    3 Tujuan LPSE :
    1. Memperbaiki transparansi dan akuntabilitas;
    2. Meningkatkan akses pasar dan persaingan usaha yang sehat;
    3. Memperbaiki tingkat efisiensi proses pengadaan;
    4. Mendukung proses monitoring dan audit.
    5. Memenuhi kebutuhan akses informasi yang real time.
    Penerapan e-procurement di berbagai instansi membuat proses interaksi antara
    pengguna dan penyedia jasa, serta masyarakat, berjalan lebih mudah serta mempercepat proses pengadaan barang. Yang tak kalah penting, penerapan eprocurement secara otomatis telah meningkatkan sistem kontrol terhadap berbagai penyimpangan dan pelanggaran aturan.Perubahan dalam proses ini ditempuh dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi sebagai media interaksi antara kedua belah pihak. e-procurement berakibat terjadinya sejumlah pengurangan,mulai dari harga pembelian barang, waktu proses pembelian, penagihan dan pembayaran, hingga pengurangan biaya
    administrasi. Selain itu,melalui e-procurement terjadi peningkatan kemampuan untuk
    mengelola basis pasokan secara optimal, memperlancar komunikasi antara penjual dan pembeli,menunjang pelaksanaan pembelian tepat waktu dan pelaksanaan manajemen rantai pasokan serta pelaksanaan kemitraan pembeli dan penjual.

    Komentar oleh Desfa Nabillah | Mei 27, 2012 | Balas

  26. NAMA : SYARIF HIDAYATULLAH
    NIM : C1B010131
    MANAGEMEN G KELAS PAGI
    1. Apakah yg dimaksud dg LPSE
    Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) merupakan unit kerja penyelenggara sistem elektronik pengadaan barang/jasa yang di dirikan oleh Kementerian/Lembaga/Perguruan Tinggi/BUMN dan Pemerintah Daerah untuk memfasilitasi ULP/Pejabat Pengadaan dalam melaksanakan pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik.
    2. Apakah LPSE merupakan satu sistem, jelaskan ciri-cirinya bila dikategorikan menjadi satu sistem
    Sistem adalah kumpulan elemen-elemen (baik bentuk fisik maupun non fisik) yang saling berinteraksi satu sama lain untuk mencapai satu atau lebih tujuan,sasaran dan akhir dari sistem. LPSE merupakan suatu sistem, karena dalam pelaksanaannya menggunakan SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik) yang sistemnya meliputi aplikasi dan database e-procurement, dikembangkan oleh Direktorat E-Procurement LKPP untuk digunakan pada implementasi LPSE. SPSE bersifat terbuka, bebas lisensi dan bebas biaya, dan dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman Java dan menggunakan database PostgreSQL serta diinstal di sistem berbasis Linux. LKPP dalam pengembangan SPSE berkerjasama dengan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) untuk fungsi enkripsi dokumen dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk sub sistem audit.
    ULP/Panitia Pengadaan dan penyedia barang/jasa harus terkoneksi dalam suatu jaringan internet melalui website LPSE yang telah disediakan. Pihak panitia lewat beberapa tahapan mengumumkan pengadaan secara elektronik lalu penyedia barang/jasa akan mendaftarkan diri melalui tahapan yang terkoneksi dan dicatat dengan sistem. Dan pada akhirnya panitia akan mengumumkan pemenang tender melalui website tersebut. Dalam LPSE tersedia Apendo (Aplikasi Pengamanan Dokumen) panitia maupun peserta. Apendo peserta digunakan untuk menyandi file-file penawaran yang dibuat oleh peserta lelang LPSE sebelum diupload/dikirim ke server LPSE. Apendo Peserta diberikan kepada semua peserta lelang yang telah terdaftar secara sah pada LPSE. Apendo Panitia digunakan untuk mendeskripsi file-file penawaran yang dienkripsi oleh peserta lelang LPSE. Apendo Panitia khusus diberikan untuk Panitia Lelang LPSE. LPSE dikatakan sebagai suatu sistem karena memiliki ciri-ciri yang terkandung dalam sistem atau pendekatan sistem, adalah:
    1. Adanya tujuan
    Setiap rakitan sistem pasti bertujuan, tujuan sistem telah ditentu¬kan lebih dahulu, dan itu menjadi tolak ukur pemilihan kompo¬nen serta kegiatan dalam proses kerja sistem. Komponen, fungsi komponen, dan tahap kerja yang ada dalam suatu sistem meng¬arah ke pencapaian tujuan sistem. Tujuan sistem adalah pusat orientasi dalam suatu sistem. Dalam LPSE salah satu tujuan yang ingin dicapai adalah untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas yaitu meminimalisir terjadinya penyimpangan negatif dari LPSE, serta memperbaiki tingkat efisiensi proses pengadaan.
    2. Adanya komponen sistem
    Semua unsur yang tercakup di dalam suatu sistem dan kegiatan-kegiatan lain yang terjadi di dalamnya merupakan komponen sistem. Demikian pula halnya dengan sistem pengadaan LPSE. Dalam pengadaan barang/jasa secara elektronik ada tahapan-tahapan yang jelas yang harus dilakukan, dari mulai prosedur panitia mempublish pengadaan, prosedur calon penyedia barang/jasa mendaftar. Jika tahapan-tahapan tersebut tidak dilakukan secara sesuai, maka proses pengadaan tidak akan terjadi. Dalam operasionalnya, LPSE membutuhkan akses internet sebagai komponen utama dalam melakukan transaksi di dalam aplikasi SPSE. Adapun akses internet yang dimaksudkan adalah koneksi data atau bandwidth yang diperuntukkan bagi perangkat server agar dapat tetap menjalankan sistem SPSE selama 24 jam penuh dan juga koneksi tambahan yang diperuntukkan bagi para anggotanya untuk menjalankan tugas dan kewajibannya masing-masing yang berkaitan dengan paparan tugas (job description) di LPSE. Dengan adanya koneksi tambahan ini, serta didukung pula oleh kemajuan perangkat yang ada saat ini makin mempermudah akses menuju portal LPSE yang dapat dilakukan secara mobile dari berbagai perangkat termutakhir dan diluar jam kerja sekalipun.
    3. Adanya fungsi yang menjamin dinamika dan kesatuan kerja sistem dan adanya interaksi antar komponen
    Sistem dan subsistem saling berhubungan satu sama lain untuk membantu tercapainya tujuan organisasi. Dalam rangka mencapai tujuan, semua fungsi dari komponen sistem yang ada harus terkoordinasi dengan baik. Fungsi komponen sistem dalam SPSE contohnya internet, berguna untuk membuat transaksi LPSE menjadi lebih lancar. Informasi seputar pengadaan barang dan jasa tersebut dapat diakses kapanpun dimanapun dengan fasilitas internet di website LPSE. Interaksi antara komponen yang satu dan yang lainnya dalam LPSE menyebabkan panitia dapat mengumumkan lelang, dan para penyedia barang/jasa bisa mengikuti lelang tersebut dengan mendaftar telebih dahulu. Dalam LPSE tersedia Apendo (Aplikasi Pengamanan Dokumen) panitia maupun peserta yang diberikan supaya kesalahan dapat diminimlaisir dan transaksi menjadi lebih lancar dan. Antar komponen dalam suatu sistem saling berhubungan untuk membantu tercapainya tujuan LPSE.
    3. Menurut anda, apakah tujuan LPSE?.
    • Memahami Pengorganisasian Pengadaan Barang dan Jasa baik ULP maupun LPSE
    • Untuk mendukung proses pengadaan barang atau jasa secara eletronik (e-pengadaan) dapat berjalan secara lebih efisien, efektif, transparan serta akuntabel sehingga dapat tercipta persaingan sehat antar pelaku usaha dan optimalisasi belanja negara dapat diwujudkan.
    • Mampu menyusun dan membentuk organisasi ULP dan LPSE
    • Memahami alur informasi dalam proses ULP dan LPSE
    • Memahami Siklus Logistik
    • Memahami alur komunikasi dalam proses ULP dan LPSE
    • Memahami pengelolaan organisasi dalam proses ULP dan LPSE
    • Memahami pengelolaan sistem IT di LPSE

    Komentar oleh SYARIF HIDAYATULLAH | Mei 27, 2012 | Balas

  27. Nama : Gusnita Ariyani
    Nim : C1B010120
    Kelas : Manajemen G pagi
    Tuga ke -1
    1. Apakah yang dimaksud dengan LPSE?
    jawab:
    LPSE adalah singkatan dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik yang merupakan unit kerja penyelenggara sistem elektronik pengadaan barang/jasa yang didirikan oleh Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah/Institusi lainnya yang dibentuk untuk menyelenggarakan/memfasilitasi ULP/Pejabat Pengadaan dalam melaksanakan pengadaan barang/jasa secara elektronik. LPSE mengoperasikan sistem e-procurement bernama SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik) yang dikembangkan oleh LKPP yang melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan sistem pengadaan barang/jasa secara elektronik, termasuk tata cara e-tendering. Pelaksanaan standar prosedur operasional yang dilaksanakan oleh LPSE berkaitan dengan registrasi, verifikasi, sertifikat elektronik, dan prosedur operasional lainnya. Sistem LPSE dikembangkan dengan basis free license untuk diterapkan seluruh instansi pemerintah di Indonesia. Pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik dapat dilakukan dengan e-Tendering atau e-Purchasing:
    1. E-Tendering merupakan tata cara pemilihan penyedia barang/jasa yang dilakukan secara terbuka dan dapat diikuti oleh semua penyedia barang/jasa yang terdaftar pada sistem pengadaan elektronik dengan cara menyampaikan satu kali penawaran dalam waktu yang telah ditentukan.
    2. E-Purchasing merupakan tata cara pembelian barang/jasa melalui sistem katalog elektronik.
    LPSE mempunyai fungsi sebagai berikut:
    a. Penyusunan program kegiatan, ketatausahaan, evaluasi dan pelaporan pengelolaan Pengadaan Barang/Jasa secara Elektronik di lingkunganKementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah/Institusi lainnya.
    b. Pengelolaan SPSE dan infrastrukturnya
    c. Melakukan registrasi dan verifikasi penyedia barang/jasa untuk memastikan penyedia barang/jasa memenuhi persyaratan yang berlaku.
    d. Melaksanakan pengadaan barang/jasa secara elektronik serta memberikan pelatihan bagi panitia pengadaan barang/jasa, pejabat pembuat komitmen, dan penyedia barang/jasa dalam rangka pelaksanaan pengadaan barang/jasa secara elektronik.
    e. Memfasilitasi pelaksanaan pengadaan barang/jasa secara elektronik, baik kepada panitia pengadaan barang/jasa, pejabat pembuat komitmen, maupun penyedia barang/jasa.
    f. Memberikan layanan konsultasi mengenai pelaksanaan pengadaan barang/jasa secara elektronik.
    Tugas LPSE antara lain :
    a. Memfasilitasi PA/ KPA mengumumkan rencana umum pengadaan.
    b. Memfasilitasi ULP menayangkan pengumuman pelaksanaan pengadaan’
    c. Memfasilitasi ULP/Pejabat Pengadaan melaksanakan pemilihan penyedia barang/jasa secara elektronik.
    d. Memfasilitasi Penyedia Barang/Jasa dan pihak-pihak yang berkepentingan menjadi pengguna SPSE.
    e. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah/Institusi K/L/D/I.

    2. Apakah LPSE merupakan satu sistem, jelaskan ciri-cirinya bila dikategorikan menjadi satu sistem
    jawab:
    Sistem adalah kumpulan elemen-elemen (baik bentuk fisik maupun non fisik) yang saling berinteraksi satu sama lain untuk mencapai satu atau lebih tujuan,sasaran dan akhir dari sistem. LPSE merupakan suatu sistem, karena dalam pelaksanaannya menggunakan SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik) yang sistemnya meliputi aplikasi dan database e-procurement, dikembangkan oleh Direktorat E-Procurement LKPP untuk digunakan pada implementasi LPSE. SPSE bersifat terbuka, bebas lisensi dan bebas biaya, dan dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman Java dan menggunakan database PostgreSQL serta diinstal di sistem berbasis Linux. LKPP dalam pengembangan SPSE berkerjasama dengan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) untuk fungsi enkripsi dokumen dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk sub sistem audit.
    ULP/Panitia Pengadaan dan penyedia barang/jasa harus terkoneksi dalam suatu jaringan internet melalui website LPSE yang telah disediakan. Pihak panitia lewat beberapa tahapan mengumumkan pengadaan secara elektronik lalu penyedia barang/jasa akan mendaftarkan diri melalui tahapan yang terkoneksi dan dicatat dengan sistem. Dan pada akhirnya panitia akan mengumumkan pemenang tender melalui website tersebut. Dalam LPSE tersedia Apendo (Aplikasi Pengamanan Dokumen) panitia maupun peserta. Apendo peserta digunakan untuk menyandi file-file penawaran yang dibuat oleh peserta lelang LPSE sebelum diupload/dikirim ke server LPSE. Apendo Peserta diberikan kepada semua peserta lelang yang telah terdaftar secara sah pada LPSE. Apendo Panitia digunakan untuk mendeskripsi file-file penawaran yang dienkripsi oleh peserta lelang LPSE. Apendo Panitia khusus diberikan untuk Panitia Lelang LPSE. LPSE dikatakan sebagai suatu sistem karena memiliki ciri-ciri yang terkandung dalam sistem atau pendekatan sistem, adalah:
    1. Adanya tujuan
    Setiap rakitan sistem pasti bertujuan, tujuan sistem telah ditentu¬kan lebih dahulu, dan itu menjadi tolak ukur pemilihan kompo¬nen serta kegiatan dalam proses kerja sistem. Komponen, fungsi komponen, dan tahap kerja yang ada dalam suatu sistem meng¬arah ke pencapaian tujuan sistem. Tujuan sistem adalah pusat orientasi dalam suatu sistem. Dalam LPSE salah satu tujuan yang ingin dicapai adalah untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas yaitu meminimalisir terjadinya penyimpangan negatif dari LPSE, serta memperbaiki tingkat efisiensi proses pengadaan.
    2. Adanya komponen sistem
    Semua unsur yang tercakup di dalam suatu sistem dan kegiatan-kegiatan lain yang terjadi di dalamnya merupakan komponen sistem. Demikian pula halnya dengan sistem pengadaan LPSE. Dalam pengadaan barang/jasa secara elektronik ada tahapan-tahapan yang jelas yang harus dilakukan, dari mulai prosedur panitia mempublish pengadaan, prosedur calon penyedia barang/jasa mendaftar. Jika tahapan-tahapan tersebut tidak dilakukan secara sesuai, maka proses pengadaan tidak akan terjadi. Dalam operasionalnya, LPSE membutuhkan akses internet sebagai komponen utama dalam melakukan transaksi di dalam aplikasi SPSE. Adapun akses internet yang dimaksudkan adalah koneksi data atau bandwidth yang diperuntukkan bagi perangkat server agar dapat tetap menjalankan sistem SPSE selama 24 jam penuh dan juga koneksi tambahan yang diperuntukkan bagi para anggotanya untuk menjalankan tugas dan kewajibannya masing-masing yang berkaitan dengan paparan tugas (job description) di LPSE. Dengan adanya koneksi tambahan ini, serta didukung pula oleh kemajuan perangkat yang ada saat ini makin mempermudah akses menuju portal LPSE yang dapat dilakukan secara mobile dari berbagai perangkat termutakhir dan diluar jam kerja sekalipun.
    3. Adanya fungsi yang menjamin dinamika dan kesatuan kerja sistem dan adanya interaksi antar komponen
    Sistem dan subsistem saling berhubungan satu sama lain untuk membantu tercapainya tujuan organisasi. Dalam rangka mencapai tujuan, semua fungsi dari komponen sistem yang ada harus terkoordinasi dengan baik. Fungsi komponen sistem dalam SPSE contohnya internet, berguna untuk membuat transaksi LPSE menjadi lebih lancar. Informasi seputar pengadaan barang dan jasa tersebut dapat diakses kapanpun dimanapun dengan fasilitas internet di website LPSE. Interaksi antara komponen yang satu dan yang lainnya dalam LPSE menyebabkan panitia dapat mengumumkan lelang, dan para penyedia barang/jasa bisa mengikuti lelang tersebut dengan mendaftar telebih dahulu. Dalam LPSE tersedia Apendo (Aplikasi Pengamanan Dokumen) panitia maupun peserta yang diberikan supaya kesalahan dapat diminimlaisir dan transaksi menjadi lebih lancar dan. Antar komponen dalam suatu sistem saling berhubungan untuk membantu tercapainya tujuan LPSE.
    3.apakah tujuan LPSE
    jawab:
    1.Pelaksanaan LPSE mendukung terciptanya pelaksanaan pengadaan barang/jasa yang lebih transparan, fair dan partisipatif mendukung persaingan usaha sehat dimana pengadaan barang/jasa dilakukan. Pengadaan secara elektronik dapat memberikan kesempatan besar kepada pihak yang ingin mengikuti pengadaan barang/jasa karena sistemnya berbasis internet Dengan demikian akses pasar dan persaingan usaha yang sehat mengalami peningkatan. 2.Untuk mengatur pelaksana pengadaan barang/jasa yang sebagian atau seluruhnya dibiayai dari APBN/APBD agar pengadaan tersebut dapat dilakukan secara efisien, efektif, terbuka dan bersaing, transparan adil/tidak diskriminatif dan akuntable, dengan demikian maka KKN maupun penyimpangan lainnya bisa diminimalisir
    3.Layanan yang diterapkan dalam pengadaan barang/ jasa yaitu sistem elektronik (E-procurement) melalui LPSE sehingga dapat menunjang peningkatan kualitas layanan publik dimana itu merupakan persyaratan mewujudkan good governance. 4.Dengan melakukan pengadaan melalui LPSE, maka biaya pengumuman pengadaan dan pengumuman pemenang lelang dapat diminimalisir karena sistem pengumuman dilakukan secara online dan lebih mudah diakses oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Dengan demikian maka efisiensi dan efektifitas penggunaan keuangan negara yang dibelanjakan melalui proses Pengadaan Barang/Jasa dapat dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik guna menciptakan daya saing nasional..
    5.LPSE menyebabkan pengadaan barang/jasa dapat dilakukan dalam jangka waktu yang lebih cepat dibandingkan dengan pengadaan barang/jasa konvensional. Dengan demikian tujuan LPSE adalah memperbaiki tingkat efisiensi proses pengadaan
    6.Mendukung proses monitoring dan audit,serta memenuhi kebutuhan akses informasi yang real time.
    Sumber:
    http://pengadaan.galihgumelar.com/2011/04/apa-itu-lpse-bag-ii.html
    http://www.pengadaannasional-bappenas.go.id/eproc/app?service=page/SyaratKetentuan2
    http://www.lkpp.go.id/v2/content.php?mid=8474545499

    Komentar oleh gusnita ariyani | Mei 27, 2012 | Balas

  28. NAMA : ACHMAD RIZKI H
    NIM : C1B010097
    KELAS : MANAJEMEN G PAGI

    1. Apakah yg dimaksud dg LPSE
    Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) merupakan unit kerja penyelenggara sistem elektronik pengadaan barang/jasa yang di dirikan oleh Kementerian/Lembaga/Perguruan Tinggi/BUMN dan Pemerintah Daerah untuk memfasilitasi ULP/Pejabat Pengadaan dalam melaksanakan pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik

    2. Apakah LPSE merupakan satu sistem, jelaskan ciri-cirinya bila dikategorikan menjadi satu sistem
    LPSE atau Layanan Pengadaan Secara Elektronik pada awalnya merupakan sistem e-procurement (pengadaan secara elektronik) yang dikembangkan oleh LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah). Sistem LPSE dikembangkan dengan basis free license untuk diterapkan seluruh instansi pemerintah di Indonesia. Hingga pertangahan 2010, telah terdapat sekitar 60 instansi yang memiliki LPSE. Pada perkembangan selanjutnya, LPSE didefinisikan sebagai unit pelaksana yang memfasilitasi Panitia/Unit Layanan Pengadan (ULP) pada proses pengadaan barang/jasa secara elektronik. LPSE sendiri mengoperasikan sistem e-procurement bernama SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik) yang dikembangkan oleh LKPP. Namun secara umum, LPSE diartikan sebagai sistem e-procurement termasuk di dalamnya aplikasi dan unit pelaksana.
    LPSE akan menjalankan fungsi sebagai berikut :
    a. Mengelola sistem e-Procurement
    b. Menyediakan pelatihan kepada PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa
    c. Menyediakan sarana akses internet bagi PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa
    d. Melakukan pendaftaran dan verifikasi terhadap PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa
    Sistem itu mempunyai tujuan
    Sebelum membuat atau merancang suatu sistem, pastilah melalui proses perencanaan. Pada proses ini pembuat sistem tentunya akan menseting tujuan-tujuan dari sistem tersebut agar dapat bermanfaat dan memiliki daya guna yang baik. Hal senada juga terjadi pada LPSE. LPSE dibentuk sudah pasti memiliki berbagai tujuan tertentu seperti memperbaiki tingkat efisiensi proses pengadaan,mendukung proses monitoring dan audit serta memenuhi kebutuhan akses informasi yang real time.
    Suatu sistem merupakan suatu keseluruhan yang bulat dan utuh
    Suatu sistem merupakan kumpulan dari berbagai unit yang saling berinteraksi. Dari interaksi inilah maka akan timbul keseragaman baik itu dalam tujuan maupun yang lainnya. Keseragaman ini membuktikan bahwa sistem merupakan keseluruhan yang bulat dan juga utuh. Untuk menunjang fungsi dari LPSE maka ada beberapa unit penunjangnya seperti sarana tekhnologi dan komunikaasi. Sarana ini agar bekerja secra optimal haruslah saling melengkapi dengang sarana lainnya agar tercapai keseluruhan yang bulat dan utuh
    Suatu sistem melakukan kegiatan transformasi
    Transformasi merupakan pengubahan dari input menjadi output. Setiap sistem haruslah melakukan transformasi agar data yang diterima dapat diperbanyak dan di arsipkan. Begitu juga LPSE yang terus mentransformasikan data-datanya. Transformasi juga bisa diartikan merubah masukan menjadi hasil karya LPSE pastilah memiliki berbagai kekurangan. Dan kekurangan ini pastilah akan terus di transformasikan agar menjadi lebih baik lagi.
    - Dalam sistem terdapat saling keterkaitan
    Saling keterkaitan dalam suatu sistem adalah hal yang sangat mendasar. Karena sistem tidak akan ada jika tidak memiliki keterkaitan dari unit-unitnya. LPSE dibuat pastilah harus ditunjang oleh aplikasi dan tekhnologi yang memadai. Jika orang yang hendak menggunakan sarana LPSE tapi tidak memiliki aplikasi dan tekhnologinya maka ia tidak akan bisa melaksanakan apa yang ia inginkan.

    3. Tujuan LPSE
    a. Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.
    b. Meningkatkan akses pasar dan persaingan usaha yang sehat.
    c. Meningkatkan efisiensi proses Pengadaan.
    d. Mendukung proses monitoring dan audit.
    e. Memenuhi kebutuhan akses informasi yang real time.
    f. Memberikan arahan prosedur bagi pelaksanaan proses verifikasi calon penyedia barang dan jasa sebagai pengguna LPSE.

    Komentar oleh a. rizki hartyadi | Mei 27, 2012 | Balas

  29. SYALLOM Pak Jo
    Nama : Martin Julijan
    NIM : C1B010132
    Kelas : G Manajemen (pagi)
    Tugas ke 1

    1. Apakah yg dimaksud dengan LPSE ?
    LPSE merupakan singkatan dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik. LPSE merupakan unit kerja K/L/D/I yang menyelenggarakan sistem pelayanan Pengadaan Barang/Jasa secara elektronik. Penyelenggaraan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah secara elektronik diatur dalam Perpres nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Dan seterusnya, silahkan search di Google.
    Kalau saya lanjutkan paragraf di atas, akan menjadi sangat formal dan mungkin susah di mengerti oleh orang awam (termasuk saya pada mulanya). Untuk itu saya akan mencoba menjelaskan dengan bahasa sederhana dari apa yang saya dapatkan hingga saat ini.
    Jadi begini, seperti kita ketahui, dari kasus-kasus korupsi yang terjadi di negara ini yang merugikan keuangan negara, sebagian besar merupakan kasus-kasus korupsi yang berkaitan dengan Pengadaan Barang/Jasa. *CMIIW. Sebagian besar orang mungkin juga sudah mengetahui bahwa proses Pengadaan Barang/Jasa di pemerintahan ini merupakan ladang bagi para koruptor.
    Di samping itu, biaya untuk proses lelang secara manual sebelumnya ternyata menghabiskan biaya yang sangat mahal. Misalnya untuk biaya iklan lelang, biaya pembuatan dokumen, waktu dan berbagai hal lainnya yang membuat proses lelang menjadi mahal dan tidak efisien.
    Dengan dua alasan diatas, maka dibuatkan sebuah sistem yang mengandalkan Teknologi Informasi untuk membantu proses lelang Pengadaan Barang/Jasa tersebut. Tujuannya adalah untuk meningkatkan dan menjadi terjadinya efisiensi, efektifitas, transparansi dan akuntabilitas dalam pembelanjaan uang negara. *nah bahasa saya mulai formal lagi :D Tentunya untuk mewujudkan tujuan diatas tidak semudah membalikkan telapak kaki, eh maksud saya telapak tangan.
    Maka dari itu, dibentuklah sebuah unit kerja yang bernama LPSE. LPSE ini bisa dibentuk oleh Bupati, Walikota, Gubernur, Rektor dan instansi pemerintah lainnya. Jadi di Indonesia akan terdapat banyak LPSE, masing-masing Kabupaten memiliki satu LPSE, begitu juga Provinsi dan instansi-instansi pemerintah lainnya.
    Kalau sebelumnya proses lelang pengadaan barang/jasa biasanya secara manual yaitu mempertemukan antara panitia pengadaan dan penyedia/rekanan/vendor, maka kali ini akan dibuat sebuah perantara yaitu LPSE. LPSE ini akan mengelola sebuah aplikasi berbasis web yang disebut dengan SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik). Tugas utama LPSE adalah menjamin aplikasi dapat berjalan dengan baik.
    Kalau diibaratkan seperti sebuah pasar, maka LPSE adalah pengelola pasar. LPSE yang akan memberikan izin (membuatkan akun) untuk penjual (panitia) dan juga pembeli (penyedia/rekanan). Tapi dalam proses transaksi/lelang, LPSE tidak bisa ikut campur dan itu sepenuhnya menjadi pekerjaan panitia dan rekanan.
    Dalam proses lelang, semua kegiatan tercatat dalam aplikasi. Begitu juga dokumen-dokumen mulai dari awal hingga akhir akan tersimpan dalam aplikasi. Dengan adanya SPSE ini, maka intensitas pertemuan / tatap muka antara panitia pengadaan dan rekanan akan berkurang.
    Lalu, apa hebatnya? Apa bedanya dengan proses manual?
    Pertama, tentu saja penghematan. Biaya-biaya seperti penggandaan dokumen, biaya iklan lelang dan hal-hal lainnya bisa dihemat. Kedua, mempermudah panitia dan rekanan. Oke pada awalnya mungkin dirasakan sulit oleh panitia dan rekanan karena mereka harus belajar dan membiasakan diri menggunakan aplikasi. Tapi bagi mereka yang terbiasa menggunakan komputer, seperti tidak akan menemui masalah berarti.
    Ketiga, dan ini mungkin yang terpenting yaitu transparansi. Karena semua dokumen serta informasi lelang tersimpan dalam aplikasi, maka auditor bisa melakukan audit setiap saat dengan user dan password yang mereka gunakan untuk masuk ke aplikasi. Jika terdapat hal-hal yang melanggar aturan, maka bisa saja diusut lebih lanjut. Dengan begitu, otomatis mereka yang ingin “bermain-main” akan memikirkan kembali niatnya.
    Itu mungkin gambaran umum tentang LPSE yang saya ketahui hingga saat ini. Karena belum berpengalaman dan baru terbentuk, maka kami belum membayangkan apa kendala dan kesulitan yang ditemui nanti. Harapan saya tidak muluk-muluk, saya hanya ingin menjalankan tugas dalam tim LPSE ini dengan baik sesuai dengan tugas dan tanggung jawab saya.

    http://imadewira.com/apa-itu-lpse/

    2. Apakah LPSE merupakan satu sistem, jelaskan ciri-cirinya bila dikategorikan menjadi satu system ?
    Iya, karena didalam LPSE terdapat SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik) yang memiliki definisi sebagai berikut :
    Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) dibuat untuk mewujudkan harapan
    pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah secara elektronik. Layanan yang
    tersedia dalam SPSE saat ini adalah E-Tendering yaitu tata cara pemilihan Penyedia
    Barang/Jasa yang dilakukan secara terbuka dan dapat diikuti oleh semua Penyedia
    Barang/Jasa yang terdaftar pada Sistem Pengadaan Secara Elektronik dengan
    menyampaikan 1 (satu) penawaran dalam waktu yang telah ditentukan. Tata cara ETendering,
    syarat dan ketentuan serta panduan pengguna (user guide) diatur dalam
    Petunjuk Pengoperasian SPSE 3.2.4 2
    Peraturan Kepala LKPP Nomor 1 Tahun 2011 tentang Tata Cara E-Tendering. Selain
    itu di dalam SPSE juga telah disiapkan fasilitas untuk proses audit secara online (EAudit),
    Katalog Elektronik (E-Catalogue) yang merupakan sistem informasi elektronik
    yang memuat daftar, jenis, spesifikasi teknis dan harga barang tertentu dari berbagai
    penyedia barang/jasa pemerintah dan tata cara pembelian barang/jasa melalui sistem
    katalog elektronik (E-Purchasing).
    Sebagai pedoman bagi ULP (pokja/panitia pengadaan) atau pejabat pengadaan dalam
    menyusun dokumen Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah secara elektronik LKPP
    akan segera merilis Standar Dokumen Pengadaan (SDP E-Procurement) dengan
    tujuan agar Pengadaan Barang/Jasa di lingkungan K/L/D/I yang dilakukan secara
    elektronik berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip dan etika pengadaan.
    1.1 Pengguna SPSE
    Pengguna SPSE adalah orang yang mempunyai kode akses (User ID dan Password)
    dan dapat melakukan aktifitas sesuai hak akses yang dimilikinya. Berikut adalah
    pengguna yang terdapat dalam SPSE:
    • Admin PPE, adalah Administrator dengan otoritas tertinggi dalam SPSE;
    • Admin Agency, adalah Administrator Agency/Instansi yang menyiapkan data
    sebelum dilakukannya proses lelang;
    • Verifikator, adalah personil yang bertugas menangani pendaftaran publik menjadi
    Penyedia barang/jasa dalam SPSE;
    • Helpdesk, adalah personil yang bertugas memberikan
    layanan/dukungan/pendampingan kepada pengguna SPSE;
    • Panitia, adalah orang sebagai bagian dari tim kepanitiaan lelang yang bertanggung
    jawab untuk melaksanakan pemilihan penyedia barang/jasa;
    • Penyedia, adalah orang/badan usaha yang menjadi peserta lelang;
    • Auditor, adalah pemeriksa yang ditugaskan untuk mengaudit kegiatan paket lelang.

    Penyedia
    Aktivitas yang dapat dilakukan oleh Penyedia dalam SPSE, yaitu:
    • Pendaftaran Penyedia;
    • Melengkapi data Penyedia;
    • Mendaftar untuk ikut lelang;
    • Mengunduh dokumen lelang;
    • Mengikuti penjelasan lelang (aanwijzing);
    • Mengirim dokumen kualifikasi;
    • Mengirim dokumen penawaran;
    • Melakukan sanggah;
    • Mengunggah tembusan sanggah banding.
    Jadi kesimpulannya Layanan Pengadaan Secara Online(SPSE) itu merupakan bagian dari sistem LPSE.
    http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=definisi%20sistem%20pengadaan%20secara%20elektronik&source=web&cd=29&ved=0CFMQFjAIOBQ&url=http%3A%2F%2F118.97.212.11%2Feproc%2Fapp%3Fservice%3Dblob%26sp%3D6c34333231%26sp%3D34%26sp%3D-1467838132&ei=MD_CT6vdC4rSrQeg_tXYCQ&usg=AFQjCNFFfoIG-3dkd-x5R43B62BxMhvh2A&cad=rja

    3. Menurut anda, apakah tujuan LPSE ?
    1. Memperbaiki transparansi dan akuntabilitas;
    2. Meningkatkan akses pasar dan persaingan usaha yang sehat;
    3. Memperbaiki tingkat efisiensi proses pengadaan;
    4. Mendukung proses monitoring dan audit.
    5. Memenuhi kebutuhan akses informasi yang real time.
    6. Ruang lingkup e-Tendering meliputi proses pengumuman pengadaan barang/jasa sampai dengan pengumuman pemenang.
    7. Para pihak yang terlibat dalam e-Tendering adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)/Unit Layanan Pengadaan (ULP)/Pejabat Pengadaan dan Penyedia barang/jasa.
    8. Aplikasi e-Tendering wajib memenuhi unsur perlindungan hak atas kekayaan intelektual dan kerahasiaan dalam pertukaran dokumen serta tersedianya sistem keamanan dan penyimpanan dokumen elektronik yang menjamin dokumen elektronik tersebut hanya dapat dibaca pada waktu yang telah ditentukan.
    9. E-Tendering dilaksanakan dengan Sistem Pengadaan Secara Elektronik yang diselenggarakan oleh Layanan Pengadaan Secara Elektronik.
    10. ULP/Pejabat Pengadaan dapat menggunakan Sistem Pengadaan Secara Elektronik yang diselenggarakan oleh Layanan Pengadaan Secara Elektronik terdekat.
    11. Sistem Pengadaan Secara Elektornik yang diselenggarakan oleh Layanan Pengadaan Secara Elektronik wajib memenuhi persyaratan sebagai berikut:
    1. mengacu pada standar yang telah ditetapkan LKPP berkaitan dengan interoperabilitas dan intergerasi dengan Sistem Pengadaan Secara Elektronik yang dikembangkan oleh LKPP;
    2. mengacu pada standar proses pengadaan secara elektronik yang ditetapkan oleh LKPP; dan
    3. bebas lisensi (free lisence)
    http://awok90.wordpress.com/2011/03/25/sistem-pengadaan-secara-elektronik-spse/

    Komentar oleh Martin Julijan (C1B010132) | Mei 27, 2012 | Balas

  30. NAMA: ULFA RIA FITRI
    NIM: C1B010127
    KELAS: Manajemen G pagi

    1. Apakah yg dimaksud dg LPSE
    LPSE/Layanan Pengadaan Secara Elektronik adalah unit pelaksana yang memfasilitasi Panitia/Unit Layanan Pengadan (ULP) pada proses pengadaan barang/jasa secara elektronik. Sebelumnya istilah LPSE merujuk ke sistem dan unit pelaksana. LPSE dapat menggunakan sistem eproc yang dikelola oleh LPSE lain. Sistem Pengadaan Secara Elektronik adalah kesisteman meliputi aplikasi dan database e-procurement yang dikembangkan oleh Direktorat E-Procurement LKPP untuk digunakan pada implementasi LPSE

    2. Apakah LPSE merupakan satu sistem, jelaskan ciri-cirinya bila dikategorikan menjadi satu sistem.
    LPSE merupakan suatu sistem, karena dalam pelaksanaannya menggunakan SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik) yang sistemnya meliputi aplikasi dan database e-procurement, dikembangkan oleh Direktorat E-Procurement LKPP untuk digunakan pada implementasi LPSE. SPSE bersifat terbuka, bebas lisensi dan bebas biaya, dan dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman Java dan menggunakan database PostgreSQL serta diinstal di sistem berbasis Linux
    a). Adanya tujuan : Dalam LPSE salah satu tujuan yang ingin dicapai adalah untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas yaitu meminimalisir terjadinya penyimpangan negatif dari LPSE, serta memperbaiki tingkat efisiensi proses pengadaan.
    b). Adanya komponen sistem : Dalam pengadaan barang/jasa secara elektronik ada tahapan-tahapan yang jelas dan komponen-komponen system yang harus dilakukan, dari mulai prosedur panitia mempublish pengadaan, prosedur calon penyedia barang/jasa mendaftar. Jika tahapan-tahapan tersebut tidak dilakukan secara sesuai, maka proses pengadaan tidak akan terjadi. Dalam operasionalnya, LPSE membutuhkan akses internet sebagai komponen utama dalam melakukan transaksi di dalam aplikasi SPSE. Adapun akses internet yang dimaksudkan adalah koneksi data atau bandwidth yang diperuntukkan bagi perangkat server agar dapat tetap menjalankan sistem SPSE selama 24 jam penuh dan juga koneksi tambahan yang diperuntukkan bagi para anggotanya untuk menjalankan tugas dan kewajibannya masing-masing yang berkaitan dengan paparan tugas (job description) di LPSE.
    c). Adanya fungsi yang menjamin dinamika dan kesatuan kerja sistem dan adanya interaksi antar komponen : dimana didalam rangka mencapai tujuan suatu system dan subsistem salalu terhubung satu sama lain untuk mencapai tujuan tertentu

    3. Menurut anda, apakah tujuan LPSE

    a). Memperbaiki tingkat efisiensi proses pengadaan
    b). Mendukung proses monitoring dan audit
    c). Memenuhi kebutuhan akses informasi yang real time.
    d). LPSE akan manjadi sebuah filter untuk menyaring keberadaan kontraktor konrtraktor nakal
    e). Meningkatkan efisiensi belanja Negara
    f). Mempercepat pelaksanaan APBD

    Komentar oleh Ulfa Ria Fitri | Mei 27, 2012 | Balas

  31. NAMA: SELVYANA
    NIM: C1B010105
    KELAS: MANAJEMEN G PAGI

    1. Apakah yg dimaksud dg LPSE
    LPSE atau Layanan Pengadaan Secara Elektronik pada awalnya merupakan sistem e-procurement (pengadaan secara elektronik) yang dikembangkan oleh LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah). Sistem LPSE dikembangkan dengan basis free license untuk diterapkan seluruh instansi pemerintah di Indonesia. Hingga pertangahan 2010, telah terdapat sekitar 60 instansi yang memiliki LPSE.
    Pada perkembangan selanjutnya, LPSE didefinisikan sebagai unit pelaksana yang memfasilitasi Panitia/Unit Layanan Pengadan (ULP) pada proses pengadaan barang/jasa secara elektronik. LPSE sendiri mengoperasikan sistem e-procurement bernama SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik) yang dikembangkan oleh LKPP. Namun secara umum, LPSE diartikan sebagai sistem e-procurement termasuk di dalamnya aplikasi dan unit pelaksana.
    LPSE akan menjalankan fungsi sebagai berikut :
    1. Mengelola sistem e-Procurement
    2. Menyediakan pelatihan kepada PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa
    3. Menyediakan sarana akses internet bagi PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa
    4. Melakukan pendaftaran dan verifikasi terhadap PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa

    2. Apakah LPSE merupakan satu sistem, jelaskan ciri-cirinya bila dikategorikan menjadi satu sistem.
    E-procurement sebagai suatu sistem informasi merupakan suatu sinergi antara data, mesin pengolah data (yang biasanya meliputi komputer, program aplikasi, dan jaringan), dan manusia untuk menghasilkan informasi. Banyak manfaat yang telah diperoleh selain dapat menghemat anggaran, sebagaimana diungkapkan oleh beberapa lembaga yang telah menerapkan e-procurement, seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Permukiman dan Prasarana Wilayah (Depkimpraswil), Bappenas, LKPP, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), BPPT, dan beberapa pemerintah daerah.LPSE merupakan suatu sistem. LPSE sendiri mengoperasikan sistem e-procurement bernama SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik) yang dikembangkan oleh LKPP. Namun secara umum, LPSE diartikan sebagai sistem e-procurement termasuk di dalamnya aplikasi dan unit pelaksana. Ciri – cirinya :
    a. mempunyai tujuan (sasaran) yang merupakan tujuan dari sesuatu yang diolah atau pencapaian sasaran suatu objek. Tujuan dalam LPSE adalah untuk meningkatkan transparansi dan akuntibilitas dalam melakukan proses pengadaaan barang dan atau jasa.
    b. mempunyai elemen/ komponen yang saling berinterkasi, artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. LPSE memiliki elemen elemen yang saling berkaitan yaitu panita pengadaan dengan pelaku usaha, dan LKPP.
    c. Mempunyai batas waktu tertentu yang Batas sistem dalam LPSE yaitu mengumumkan pengadaan barang dan atau jasa sampai pemenang pengadaan barang dan atau jasa

    3. Menurut anda, apakah tujuan LPSE.

    LPSE mempunyai tujuan untuk meningkatkan transparansi dan akuntibilitas proses pengadaan barang dan atau jasa. Jadi proses pengadaan dapat dilihat secara elektronik atau melalui website resmi lpse
    LPSE dapat meningkatkan efisiensi biaya dan waktu dalam proses pengadaan barang dan atau jasa karena dokumen dokumen pengadaan tidak perlu dicetak jika pelaku usaha ingin melihat tentang dokumen pengadaan barang dan atau jasa

    Komentar oleh Selvyana | Mei 27, 2012 | Balas

  32. Nama : Gunanda Dharmawan
    NIM : CIB010100
    Kelas : Manajemen G Pagi
    tugas ke : 1 (satu)

    1. Apa yang dimaksud LPSE

    LPSE adalah unit kerja yang dibentuk di berbagai instansi dan pemerintah daerah untuk melayani Unit Layanan Pengadaan (ULP) atau Panitia/Pokja ULP Pengadaan yang akan melaksanakan pengadaan secara elektronik. Seluruh ULP dan Panitia/Pokja ULP Pengadaan dapat menggunakan fasilitas LPSE yang terdekat dengan tempat kedudukannya. LPSE melayani registrasi penyedia barang dan jasa yang berdomisili di wilayah kerja LPSE yang bersangkutan. LPSE berada di bawah pengawasan LKPP cq Deputi Bidang Monitoring, Evaluasi, dan Pengembangan Sistem Informasi.
    Fungsi LPSE
    LPSE akan menjalankan fungsi sebagai berikut :
    1. Mengelola sistem e-Procurement
    2. Menyediakan pelatihan kepada PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa
    3. Menyediakan sarana akses internet bagi PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa
    4. Melakukan pendaftaran dan verifikasi terhadap PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa

    Langkah-langkah membentuk LPSE
    1. Membentuk tim/gugus tugas untuk menyiapkan LPSE
    2. Menyusun perangkat peraturan untuk implementasi e-Procurement, antara lain :
    1. Peraturan tentang Pembentukan Tim
    2. Peraturan tentang Implementasi e-Procurement
    3. Peraturan tentang Organisasi Unit LPSE
    3. Menyiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan untuk beroperasinya LPSE, yaitu :
    1. Ruangan
    2. Server
    3. Komputer
    4. Jaringan internet
    5. Menyiapkan SDM pengelola LPSE
    6. Menyelenggaraan sosialisasi kepada satuan kerja dan Penyedia
    7. Melakukan pelatihan kepada pengelola LPSE, PPK/Panitia dan Penyedia

    Pengadaan barang/jasa secara elektronik (e-pengadaan) akan meningkatkan transparansi, sehingga persaingan sehat antar pelaku usaha dapat lebih cepat terdorong. Dengan demikian optimalisasi dan efisiensi belanja negara segera dapat diwujudkan.
    Untuk memperluas akses e-pengadaan ke seluruh instansi pemerintah, LKPP memberi kesempatan kepada departemen, kementerian, LPND (Lembaga Pemerintah Non Departemen) pemerintah provinsi, kabupaten, kota, dan instansi pemerintah lainnya untuk mendirikan LPSE di instansi masing-masing. LPSE menyelenggarakan layanan e-pengadaan menggunakan aplikasi SPSE.

    2. Apakah LPSE merupakan suatu system ?
    LPSE merupakan suatu sistem, LPSE menggunakan E-procurement pada SPSE (sistem pengadaan secara elektronik) yang dikembangkan LKPP yang diimplenmentasikan LPSE dan dilaksanakan instansi pemerintah, BUMN/BUMD.
    LPSE sebagai satu unit pelaksana saling terhubung yang diarahkan sistem provider menggunakan perangkat dan server yang diinstalasi sistem pengadaan secara elektronik (SPSE) contoh LPSE kabupaten Muara Jambi yang terafiliasi di LPSE Provinsi Jambi.

    - LPSE Memiliki target capaian
    pada saat perencanaan sistem tentu didapatkan apa yang akan dicapai (diraih) sehingga didalam menyusun proses, ditetapkan langkah langkah untuk mendukung raihan. LPSE dibentuk sudah pasti memiliki berbagai tujuan tertentu seperti memperbaiki tingkat efisiensi proses pengadaan,mendukung proses monitoring dan audit serta memenuhi kebutuhan akses informasi yang real time.
    - LPSE adalah Rangkaian yang menyatu
    Untuk menunjang fungsi dari LPSE maka ada beberapa unit penunjangnya seperti sarana tekhnologi dan komunikaasi. Sarana ini agar bekerja secra optimal haruslah saling melengkapi dengang sarana lainnya agar tercapai keseluruhan yang bulat dan utuh.
    - LPSE adalah kegiatan Tranformasi
    LPSE yang terus mentransformasikan data-datanya. pemuktahiran data dimaksud untuk memiliki sistem yang baik.
    Dalam sistem terdapat saling keterkaitan
    Saling keterkaitan dalam suatu sistem adalah hal yang sangat mendasar. Karena sistem tidak akan ada jika tidak memiliki keterkaitan dari unit-unitnya. LPSE dibuat pastilah harus ditunjang oleh aplikasi dan tekhnologi yang memadai. Jika orang yang hendak menggunakan sarana LPSE tapi tidak memiliki aplikasi dan tekhnologinya maka ia tidak akan bisa melaksanakan apa yang ia inginkan.

    3. tujuan LPSE?

    menurut saya tujuan LPSE adalah untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengadaan pada instansi-instansi,dengan begitu akan terjadi akses pasar dengan persaingan usaha yang sehat, serta memperbaiki tingkat efisiensi proses pengadaan, dapat dengan terbuka melakukan monitoring dan audit dan Memenuhi kebutuhan akses informasi yang real time tentang pengadaan yang akan dilakukan dengan e-Tendering atau e-Purchasing.

    Komentar oleh Gunanda (C1B010100) | Mei 27, 2012 | Balas

  33. Nama : M. Nurmawan
    NIM : C1B010126
    Kelas : Manajemen G Pagi

    1. Apa yang dimaksud dengan LPSE ?
    Layanan Pengadaan Secara Elektronik atau yang lebih dikenal dengan sebutan LPSE, merupakan sebuah unit kerja yang melayani proses pengadaan barang/jasa pemerintah yang dilaksanakan secara elektronik. Dalam pelayanannya, LPSE menggunakan sistem aplikasi e-Procurement SPSE, sebuah sistem aplikasi pengadaan yang dikembangkan oleh LKPP yang bersifat terbuka, bebas lisensi dan bebas biaya. Selain sebagai pengelola sistem e-Procurement, LPSE juga berfungsi untuk menyediakan pelatihan, akses internet dan bantuan teknis kepada Panitia pengadaan/ULP dan Penyedia barang/jasa, serta melakukan registrasi dan verifikasi terhadap Penyedia barang/jasa.
    LPSE merupakan unit yang dibentuk oleh sebuah instansi untuk mengoperasikan sitem e-procurement SPSE. Pada awalnya LPSE hanya sebagai tim ad hoc yang dibentuk oleh kepala instansi (gubernur, walikota, menteri). Pada perkembangan selanjutnya, sebagian instansi telah mendirikan LPSE secara struktural seperti di Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Provinsi Jawa Barat, dan Provinsi Sumatera Barat. Pada proses pengadaan LPSE hanya sebagai fasilitator yang tidak ikut dalam proses pengadaan. Pelaksanaan proses pengadaan sepenuhnya dilakukan oleh panitia pengadaan atau Unit Layanan Pengadaan/ULP.
    LPSE tidak hanya melayani pengadaan dari instansi tempat LPSE tersebut berada. LPSE Kementerian Keuangan misalnya, memfasilitasi pengadaan dari LKPP, KPK, Komisi Yudisial, dan PPATK. Hal serupa juga terjadi di LPSE-LPSE lain seperti di LPSE Universitas Diponegoro, LPSE Provinsi Jawa Barat, LPSE Provinsi Sumatera Barat, LPSE Kota Yogyakarta, dan LPSE Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

    LPSE mengoperasikan sistem e-procurement bernama SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik) yang dikembangkan oleh LKPP yang melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan sistem pengadaan barang/jasa secara elektronik, termasuk tata cara e-tendering. Pelaksanaan standar prosedur operasional yang dilaksanakan oleh LPSE berkaitan dengan registrasi, verifikasi, sertifikat elektronik, dan prosedur operasional lainnya. Sistem LPSE dikembangkan dengan basis free license untuk diterapkan seluruh instansi pemerintah di Indonesia. Pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik dapat dilakukan dengan e Tendering atau e-Purchasing:
    a. E-Tendering merupakan tata cara pemilihan penyedia barang/jasa yang dilakukan secara terbuka dan dapat diikuti oleh semua penyedia barang/jasa yang terdaftar pada sistem pengadaan elektronik dengan cara menyampaikan satu kali penawaran dalam waktu yang telah ditentukan.
    b. E-Purchasing merupakan tata cara pembelian barang/jasa melalui sistem katalog elektronik. LPSE mempunyai fungsi sebagai berikut:
    1) Penyusunan program kegiatan, ketatausahaan, evaluasi dan pelaporan pengelolaan Pengadaan Barang /Jasa secaraElektronikdilingkunganKementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah/Institusi lainnya.
    2) Pengelolaan SPSE dan infrastrukturnya
    3) Melakukan registrasi dan verifikasi penyedia barang/jasa untuk memastikan penyedia barang/jasa memenuhi persyaratan yang berlaku.
    4) Melaksanakan pengadaan barang/jasa secara elektronik serta memberikan pelatihan bagi panitia pengadaan barang/jasa, pejabat pembuat komitmen, dan penyedia barang/jasa dalam rangka pelaksanaan pengadaan barang/jasa secara elektronik.
    5) Memfasilitasi pelaksanaan pengadaan barang/jasa secara elektronik, baik kepada panitia pengadaan barang/jasa, pejabat pembuat komitmen, maupun penyedia barang/jasa.
    6) Memberikan layanan konsultasi mengenai pelaksanaan pengadaan barang/jasa secara elektronik.
    Sayangnya untuk dapat melakukan semua komunikasi diatas, LPSE kemudian dibebankan biaya yang cukup tinggi setiap bulannya sebagai konsekuensi dari penyampaian maksud yang lebih banyak dilakukan secara verbal atau telepon baik menggunakan sarana komunikasi telepon milik kantor (pada jam kerja) dan telepon genggam selular milik pribadi (di luar jam kerja). Padahal dengan adanya kemajuan perangkat Teknologi komunikasi yang notabene sudah memiliki banyak aplikasi pendukung untuk membantu mempermudah akses antar perangkat, ditambah ketersediaan infrastruktur koneksi data pada masing-masing unit LPSE ataupun anggotanya yang telah dibekali sarana koneksi skala kecil, seharusnya dapat dioptimalkan secara maksimal untuk mendukung jalannya operasional LPSE.
    LPSE atau Layanan Pengadaan Secara Elektronik pada awalnya merupakan sistem e-procurement (pengadaan secara elektronik) yang dikembangkan oleh LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah). Sistem LPSE dikembangkan dengan basis free license untuk diterapkan seluruh instansi pemerintah di Indonesia. Hingga pertangahan 2010, telah terdapat sekitar 60 instansi yang memiliki LPSE.
    Pada perkembangan selanjutnya, LPSE didefinisikan sebagai unit pelaksana yang memfasilitasi Panitia/Unit Layanan Pengadan (ULP) pada proses pengadaan barang/jasa secara elektronik. LPSE sendiri mengoperasikan sistem e-procurement bernama SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik) yang dikembangkan oleh LKPP. Namun secara umum, LPSE diartikan sebagai sistem e-procurement termasuk di dalamnya aplikasi dan unit pelaksana.
    LPSE akan menjalankan fungsi sebagai berikut :
    1) Mengelola sistem e-Procurement,
    2) Menyediakan pelatihan kepada PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa baik dilingkungan satuan kerjanya maupun satuan kerja lain disekitar wilayahnya,
    3) Menyediakan sarana akses internet bagi PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa,
    4) Menyediakan bantuan teknis untuk mengoperasikan SPSE kepada PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa,
    5) Melakukan pendaftaran dan verifikasi terhadap PPK/Panitia dan Penyedia barang/jasa.

    2. Apakah LPSE merupakan suatu system, jelaskan cirinya bila dikategorikan menjadi suatu system ?
    a) Tujuan
    Setiap rangkaian sistem pasti bertujuan, tujuan sistem telah ditentukan lebih dahulu, dan hal itu akan menjadi tolak ukur pemilihan komponen-komponen serta kegiatan dalam proses kerja sistem. Tujuan sistem adalah pusat orientasi dalam suatu sistem. LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik) merupakan suatu system yang dibuat untuk mencapai tujuan Transparansi dalam Hal Pengadaan (tender) dan meningkatkan akuntabilitas yaitu meminimalisir terjadinya penyimpangan yang bersifat negative serta meningkatkan efisiensi proses
    b) Komponen System
    Dalam operasionalnya, LPSE membutuhkan akses internet sebagai komponen utama dalam melakukan transaksi proses di dalam aplikasi SPSE. Adapun akses internet yang dimaksudkan adalah koneksi data atau bandwidth yang diperuntukkan bagi perangkat server agar dapat tetap menjalankan sistem SPSE selama 24 jam penuh dan juga koneksi tambahan yang diperuntukkan bagi para anggotanya untuk menjalankan tugas dan kewajibannya masing-masing yang berkaitan dengan paparan tugas (job description) di LPSE. Dengan adanya koneksi tambahan ini, serta didukung pula oleh kemajuan perangkat yang ada saat ini makin mempermudah akses menuju portal LPSE yang dapat dilakukan secara mobile dari berbagai perangkat termutakhir dan diluar jam kerja sekalipun.
    Disisi lain LPSE kerap harus melakukan komunikasi baik internal maupun eksternal, secara lisan maupun tulisan. Secara internal, LPSE biasanya berinteraksi baik dengan keanggotaan sendiri dalam mengelola lembaga yang diemban, dan juga berinteraksi dengan LKPP Pusat manakala dibutuhkan suatu koordinasi atau penyampaian keluhan/permasalahan, sedangkan secara eksternal komunikasi dilaksanakan sehubungan dengan bantuan teknis dan pelatihan baik kepada Panitia Pengadaan /Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan (POKJA ULP) maupun Penyedia Barang/Jasa terkait penggunaan dan pembaharuan cara kerja sistem.
    c) Adanya fungsi yang menjamin dinamika dan kesatuan kerja sistem dan adanya interaksi antar komponen
    Sistem dan subsistem saling berhubungan satu sama lain untuk membantu tercapainya tujuan organisasi. Dalam rangka mencapai tujuan, semua fungsi dari komponen sistem yang ada harus terkoordinasi dengan baik. Fungsi komponen sistem dalam SPSE contohnya internet, berguna untuk membuat transaksi LPSE menjadi lebih lancar. Informasi seputar pengadaan barang dan jasa tersebut dapat diakses kapanpun dimanapun dengan fasilitas internet di website LPSE. Interaksi antara komponen yang satu dan yang lainnya dalam LPSE menyebabkan panitia dapat mengumumkan lelang, dan para penyedia barang/jasa bisa mengikuti lelang tersebut dengan mendaftar telebih dahulu. Dalam LPSE tersedia Apendo (Aplikasi Pengamanan Dokumen) panitia maupun peserta yang diberikan supaya kesalahan dapat diminimlaisir dan transaksi menjadi lebih lancar dan. Antar komponen dalam suatu sistem saling berhubungan untuk membantu tercapainya tujuan LPSE.
    3. Menurut anda apakah Tujuan LPSE ?
    Sistem pengadaan Barang yang selama ini diterapkan sangatlah syarat kepada praktek Korupsi Kolusi dan Nepotisme, dalam hal pengadaan ini biasanya hanya dimenagkan oleh pihak tertentu yang memiliki Link/jaringan yang kuat terhadap pemerintah/pihak yang mengadakan pengadaan barang.
    a) Meminimalisir terjadinya praktek KKN pada proses pengadaan barang serta, meningkatkan keefektifan dank e efisiensian proses pengadaan barang sehingga proses pengadaan barang ini menjadi transparan dan akuntabel
    b) Dengan pemanfaatan system LPSE para kontrantor pengadaan dapat memperoleh informasi secara cepat dan jelas mengenai pengadaan barang yang diinginkan suatu lembaga/instansi
    c) Mendukung proses monitoring dan audit,serta memenuhi kebutuhan akses informasi yang real time.
    d) Layanan yang diterapkan dalam pengadaan barang/ jasa yaitu sistem elektronik (E-procurement) melalui LPSE sehingga dapat menunjang peningkatan kualitas layanan publik dimana itu merupakan persyaratan mewujudkan good governance.

    http://www.lkpp.go.id/v2/content.php?mid=8474545499
    http://ruwana.blogspot.com/search/label/LPSE
    http://www.pandebaik.com/2012/02/08/pengembangan-teknologi-akses-komunikasi-data-untuk-lpse-bagian-2/
    http://www.library.upnvj.ac.id/pdf/3sipdf/207512100/bab2.pdf
    http://lpse.blogdetik.com/2011/06/08/keamanan-sistem-lpse/

    Komentar oleh M. Nurmawan | Mei 28, 2012 | Balas

  34. TUGAS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM)
    NAMA:DIAN SURIADI GINTING
    NIM:C1B010124
    KELAS:MANAJEMEN G
    1. Apakah yang di maksud dengan LPSE?
    Jawab:
    Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) merupakan unit kerja penyelenggara sistem elektronik pengadaan barang/jasa yang di dirikan oleh Kementerian/Lembaga/Perguruan Tinggi/BUMN dan Pemerintah Daerah untuk memfasilitasi ULP/Pejabat Pengadaan dalam melaksanakan pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik.
    2. Apakah LPSE merupakan satu sistem, jelaskan ciri-cirinya bila dikategorikan menjadi satu sistem.
    Jawab:
    Menurut saya LPSE itu adalah sebuah sistem karena memiliki ciri-ciri sebagai sebuah
    Sistem,jika ciri-ciri sistem adalah seperti memiliki tujuan, punya batas, terbuka, tersusun dari subsistem, ada saling keterkaitan dan saling ketergantungan maka ciri-ciri dari LPSE yang menjadikandia sebagai sebuah sistem adalah seperti:
    a) Memiliki tujuan,tujuan dari LPSE adalah seperti Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dan Meningkatkan akses pasar dan persaingan usaha yang sehat;
    b) Salaing keterkaitan,LPSE yg ada di seluruh Indonesia saling terhubung satu sama lain dalam jaringan internet
    c) Terbuka,LPSE terbuka dapat di ikuti oleh seluruh perusahaan yang ada di Indonesia.

    3. Menurut anda, apakah tujuan LPSE?.
    4. Jawab:
    1. Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas;
    2. Meningkatkan akses pasar dan persaingan usaha yang sehat;
    3. Memperbaiki tingkat efisiensi proses pengadaan;
    4. Mendukung proses monitoring dan audit; dan
    5. Memenuhi kebutuhan akses informasi yang real time.
    6. terciptanya proses pemilihan barang/jasa secara langsung melalui sistem katalog elektronik sehingga memungkinkan semua ULP/Pejabat Pengadaan dapat memilih barang/jasa pada pilihan terbaik; dan
    7. efisiensi biaya dan waktu proses pemilihan barang/jasa dari sisi penyedia barang/jasa dan pengguna.

    Komentar oleh Dian Suriadi Ginting | Mei 28, 2012 | Balas

  35. TASK OF MANAGEMENT INFORMATION SYSTEM

    NAMA : JONE R. HUTAURUK
    NIM : C1B010096
    Kelas Pagi
    Tugas Ke-1

    1. Defenisi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE)

    LPSE adalah suatu unit yang di dalamnya terdapat aplikasi dan unit pelaksana yang bertujuan untuk mengoperasikan sistem e-procurement melalui proses pengadaan barang/jasa yang dilaksanakan secara elektronik yang transparan tanpa perlu bertatap muka antara Panitia Pengadaan dengan Penyedia/Rekanan.
    LPSE tidak hanya melayani pengadaan dari instansi tempat LPSE tersebut berada. LPSE Kementerian Keuangan misalnya, memfasilitasi pengadaan dari LKPP, KPK, Komisi Yudisial, dan PPATK.

    2. Apakah LPSE merupakan satu sistem? Jelaskan ciri-cirinya bila dikategorikan menjadi satu sistem

    Sistem adalah suatu kesatuan prosedur atau komponen yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya bekerja bersama sama sesuai dengan aturan yang diterapkan sehingga membentuk suatu tujuan yang sama.
    LPSE adalah suatu sistem karena merupakan kesatuan dari sekumpulan komponen, unsur dan prosedur berupa komputer, network, SDM, peraturan, aplikasi dan pihak-pihak(lembaga) yang terkait di dalamnya yang kemudian bekerja sama sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan yang sama yaitu sebagai unit pengadaan barang/jasa secara elektronik.

    Ciri-Ciri LPSE Sebagai Sebuah Sistem

    a. Komponen (components)
    LPSE terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, dan bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen ini terdiri dari beberapa subsistem atau subbagian, dimana setiap subsistem tersebut memiliki fungsi khusus dan akan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Misalnya panitia pengadaan dengan penyedia barang/jasa, kemudian orang/pihak yang terlibat didalam struktur organisasi LPSE yang saling berinteraksi dalam rangka mewujudkan visi dan misi LPSE.

    b. Batas sistem (boundary)
    LPSE membatasi scope sistem mereka dengan sistem lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas suatu sistem LPSE ini menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem yang mereka jalankan yaitu adanya batasan bagi pihak luar (bukan member yang tidak teregistrasi) untuk tidak dapat mengakses informasi atau ikut serta dalam e-procurement ini.

    c. Lingkungan luar sistem (environments)
    Adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Perusahaan-perusahaan dan lembaga/instansi lainnya yang berada diluar dalam maupun diluar negeri merupakan lingkungan luar dari sistem LPSE yang juga turut serta mempengaruhi operasi sistem yang dijalankan oleh LPSE sendiri. Lingkungan yang menguntungkan harus tetap dijaga dan dipelihara, seperti investor domestik maupun asing yang turut serta berpartisipasi atau terdaftar dalam tender dan sebagainya. sebaliknya lingkungan yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, seperti kontraktor-kontraktor nakal yang ingin bergabung di LPSE dan Cybercrime yang marak saat ini. Karena kalau tidak maka kelangsungan hidup sistem.

    d. Penghubung (interface)
    Media penghubung antar subsistem yang ada pada LPSE yaitu komputer didukung dengan akses jaringan internet sehingga memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lainnya. Keluaran (output) dari satu subsistem akan menjadi masukan (input) untuk subsistem lainnya. Misalnya menghubungkan antara staf, server, panitia pengadaan, penyedia/rekanan, lembaga/pihak lainnya melalui media penghubung komputer dengan network untuk mengintegrasikan subsistem-subsistem tersebut menjadi satu kesatuan dalam pengadaan barang/jasa. Untuk kendala yang dikhawatirkan dalam menjalankan LPSE yaitu bila terjadi mati lampu saja, karena otomatis askes ke rekanan akan terputus karena media penghubung ke internet mati.

    e. Masukan (input)
    Adalah barang/jasa yang dimasukkan ke dalam sistem, yang dapat berupa pelelangan dan proyek-proyek pemerintahan misalnya. Sebagai contoh di dalam sistem pelelangan, barang/jasa adalah input yang digunakan oleh vendor dalam pendaftaran secara online untuk kemudian diolah melalui komputer yang kemudian akan menjadi informasi yang bermanfaat bagi orang/pihak yang membutuhkannya.

    f. Keluaran (output)
    Adalah hasil dokumen-dokumen yang sebelumnyaa telah didaftarkan secara online ke LPSE yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna. Keluaran ini dapat merupakan masukan untuk pembeli barang/jasa. Misalnya untuk sistem pelelangan, dokumen atau persyaratan yang berkaitan didalamnya telah didaftarkan ke LPSE kemudian diolah menjadi output yang berkualitas berupa file data yang berguna bagi peserta lelang barang/jasa itu sendiri.

    g. Pengolah (process)
    Sistem LPSE mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran yaitu tenaga staf yang saling terhubung ke server yang bertugas mengoperasikan komputer dengan mengolah data-data yang masuk ke dalam LPSE sehingga menjadi output (menghasilkan informasi yang di butuhkan secara cepat dan optimal). Salah satu contoh Proses yang terjadi di LPSE yaitu dapat berupa pengambilan data dari server LPSE berjalan secara otomatis satu kali dalam sehari, sehingga data akan selalu mutakhir setiap hari. Proses penarikan data dari LPSE ke server report LPSE Nasional dilakukan atas persetujuan pengelola LPSE setempat, setelah itu dilakukan langkah konfigurasi untuk menjalankan skrip otomatis pengiriman data. Jenis data yang ditampilkan adalah data pengadaan yang diproses melalui SPSE saja, meliputi jumlah dan pagu paket pengadaan barang/jasa, efisiensi, serta jumlah pelaku pengadaan.

    h. Sasaran (objectives) atau tujuan (goal)
    Tujuan dari LPSE (Layanan Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik) yaitu:
    1) meningkatkan transparansi dan akuntabilitas
    2) meningkatkan akses pasar dan persaingan usaha yang sehat
    3) meningkatkan akses pasar dan persaingan usaha yang sehat
    4) memenuhi kebutuhan akses informasi yang real time
    5) mendukung proses monitoring dan audit

    3. Tujuan LPSE (Layanan Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik)

    a. meningkatkan transparansi dan akuntabilitas
    proses tender yang dilakukan selama ini yang terjadi di Indonesia baik itu di dalam bisnis maupun lembaga kepemerintahan dan lembaga lainnya disinyalir rentan praktek KKN karena tidak ada transparansi dalam proses tender, sehingga LPSE ini berusaha untuk meminilisir hal tersebut melalui pengadaan secara elektronik yang disclosure sehingga optimalisasi belanja negara dapat diwujudkan.

    b. meningkatkan akses pasar dan persaingan usaha yang sehat
    LPSE memberikan kesempatan yang lebih besar kepada para rekanan-rekanan lokal untuk bersaing karena sistemnya sudah sangat kapabel dan transparan, tinggal sekarang adalah niat baik untuk menjalankan amanah pekerjaan dengan penuh tanggung jawab, karena LPSE ini akan manjadi sebuah filter untuk menyaring keberadaan kontraktor-kontraktor nakal sehingga akan menciptakan persaingan usaha yang sehat.

    c. meningkatkan akses pasar dan persaingan usaha yang sehat
    LPSE bertujuan meningkatkan efisiensi proses Pengadaan. Efisiensi yang dimaksud di sini adalah efisiensi waktu (proses pengadaan lebih cepat) maupun efisiensi biaya (transportasi, penggandaan dokumen).

    d. mendukung proses monitoring dan audit
    Dengan dilakukannya monitoring untuk setiap transaksi-transaksi yang terjadi maka dapat dipastikan kemungkinan akan terjadinya tindakan-tindakan yang diluar sistem prosedur LPSE dapat diminimalisir. Fasilitas network memungkinkan semua komputer terhubung antara satu dengan lainnya sampai kepada server, sehingga proses-proses selama transaksi misalnya dengan e-purchasing atau e-tendering dapat di-monitoring secara keseluruhan.

    e. memenuhi kebutuhan akses informasi yang real time
    Pada tampilan data LPSE, beberapa item pengadaan telah terpampang dengan jelas setiap waktu. Ketika ada yang berubah dan ada item yang bertambah atau berkuran maka akan lebih mudah dan cepat diupdate setiap saat karena menggunakan sistem network access. Dengan demikian untuk setiap pihak yang terkait baik itu Panitia Pengadaan,Penyedia/Rekanan, maupun tender serta purchaser yang telah terdaftar dapat mengakses informasi dengan tepat waktu sehingga menjadi lebih efisien dan efektif.

    Horas Pak JO!!

    Komentar oleh Jone R. Hutauruk | Mei 28, 2012 | Balas

  36. Nama : Safna Purnawan
    Nim : C1B010098
    KELAS : Manajemen G pagi
    Tugas : 1
    1. LPSE adalah suatu unit yang melayani proses pengadaan barang atau jasa yang dilaksanakan secara elektronik.organisasi yang menyediakan pelayanan pengadaan secara elektronik untuk mendukung proses pengadaan berjalan secara lebih efisien, efektif, transparan dan akuntabel. Melihat kebutuhan barang/jasa di institusi Pemerintah yang semakin besar (baik dari sisi nilai maupun jumlah paket) menuntut pengelolaan pengadaan yang semakin baik. Sehingga diharapkan dengan terbentuknya k edua organisasi tersebut di atas (permanen dan terstruktur) akan semakin mempertegas peranan strategis pengadaan dalam keseluruhan pelaksanaan APBN/APBD. Penyelenggaraan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah secara elektronik diatur dalam Perpres nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Aplikasi LPSE merupakan aplikasi e-procurement yang dikembangkan oleh LKPP. Pada menu atau modul dalam aplikasi LPSE terdapat sejumlah fungsi-fungsi proses pelelangan dan transaksi pengadaan barang dan jasa yang bersifat umum, seperti registrasi peserta, daftar barang dan jasa yang ditenderkan, penjelasan persyaratan lelang barang atau jasa beserta harganya, pengisian proposal, mekanisme negosiasi dan penyanggahan, lelang on line, transaksi/ purchase order, form serah terima dan database para penyedia.
    2. Menurut saya iya” E-procurement sebagai suatu sistem informasi merupakan suatu sinergi antara data, mesin pengolah data (yang biasanya meliputi komputer, program aplikasi, dan jaringan), dan manusia untuk menghasilkan informasi. Banyak manfaat yang telah diperoleh selain dapat menghemat anggaran, sebagaimana diungkapkan oleh beberapa lembaga yang telah menerapkan e-procurement, seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Permukiman dan Prasarana Wilayah (Depkimpraswil), Bappenas, LKPP, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), BPPT, dan beberapa pemerintah daerah.LPSE merupakan suatu sistem. LPSE sendiri mengoperasikan sistem e-procurement bernama SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik) yang dikembangkan oleh LKPP. Namun secara umum, LPSE diartikan sebagai sistem e-procurement termasuk di dalamnya aplikasi dan unit pelaksana. Ciri – cirinya :
    a. mempunyai tujuan (sasaran) yang merupakan tujuan dari sesuatu yang diolah atau pencapaian sasaran suatu objek. Tujuan dalam LPSE adalah untuk meningkatkan transparansi dan akuntibilitas dalam melakukan proses pengadaaan barang dan atau jasa.
    b. mempunyai elemen/ komponen yang saling berinterkasi, artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. LPSE memiliki elemen elemen yang saling berkaitan yaitu panita pengadaan dengan pelaku usaha, dan LKPP.
    c. Mempunyai batas waktu tertentu yang Batas sistem dalam LPSE yaitu mengumumkan pengadaan barang dan atau jasa sampai pemenang pengadaan barang dan atau jasa. Jadi disini Lpse hanya sebagai fasilitator antara panitia pengadaan dengan penyedia barang /pelaku usaha. Batas sistem peraturan LPSE dimuat dalam Peraturan Kepala LKPP Nomor 2 Tahun 2010 Tentang Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), Peraturan Kepala LKPP Nomor 1 Tahun 2011 Tentang e-Tendering, Peraturan Kepala LKPP Nomor 5 Tahun 2011 Tentang Standar Dokumen Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Secara Elektronik.
    3 Tujuan LPSE :
    1. Memperbaiki transparansi dan akuntabilitas;
    2. Meningkatkan akses pasar dan persaingan usaha yang sehat;
    3. Memperbaiki tingkat efisiensi proses pengadaan;
    4. Mendukung proses monitoring dan audit.
    5. Memenuhi kebutuhan akses informasi yang real time.
    Penerapan e-procurement di berbagai instansi membuat proses interaksi antara
    pengguna dan penyedia jasa, serta masyarakat, berjalan lebih mudah serta mempercepat proses pengadaan barang. Yang tak kalah penting, penerapan eprocurement secara otomatis telah meningkatkan sistem kontrol terhadap berbagai penyimpangan dan pelanggaran aturan.Perubahan dalam proses ini ditempuh dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi sebagai media interaksi antara kedua belah pihak. e-procurement berakibat terjadinya sejumlah pengurangan,mulai dari harga pembelian barang, waktu proses pembelian, penagihan dan pembayaran, hingga pengurangan biaya
    administrasi. Selain itu,melalui e-procurement terjadi peningkatan kemampuan untuk
    mengelola basis pasokan secara optimal, memperlancar komunikasi antara penjual dan pembeli,menunjang pelaksanaan pembelian tepat waktu dan pelaksanaan manajemen rantai pasokan serta pelaksanaan kemitraan pembeli dan penjual.

    Komentar oleh Nawan Sp | Mei 28, 2012 | Balas

  37. NAMA : SUPRIYONO
    NIM : C1B010113
    manajemen G pagi
    tugas ke-1

    1. Apakah yg dimaksud dg LPSE?
    Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) merupakan unit kerja penyelenggara sistem elektronik pengadaan barang/jasa yang di dirikan oleh Kementerian/Lembaga/Perguruan Tinggi/BUMN dan Pemerintah Daerah untuk memfasilitasi ULP/Pejabat Pengadaan dalam melaksanakan pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik.
    Terhadap ULP/Pejabat Pengadaan pada Kementerian/Lembaga/Perguruan Tinggi/BUMN dan Pemerintah Daerah yang tidak membentuk LPSE,dapat melaksanakan pengadaan secara elektronik dengan menjadi pengguna dari LPSE terdekat.
    Selain sebagai unit kerja sebagaimana tersebut diatas LPSE wajib memenuhi persyaratan sebagaimana ketentuan pasal 15, 16 dan 109 ayat (7) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008, dan atas pemenuhan hal tersebut LKPP akan melakukan pembinaan dan pengawasan atas pelaksanaannya.

    2. Apakah LPSE merupakan satu sistem, jelaskan ciri-cirinya bila dikategorikan menjadi satu sistem.?
    LPSE merupakan sebuah sistem karena di dalam LPSE sendiri mengoperasikan sistem e-procurement bernama SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik) yang dikembangkan oleh LKPP untuk diterapkan oleh instansi-instansi pemerintah di seluruh Indonesia.
    LPSE dikatakan sebuah sistem karena LPSE merupakan suatu unit kesatuan yang saling berinteraksi dan bergantung satu dengan lainnya yang diarahkan oleh sistem provider yang mengelola dan memelihara perangkat keras yang tidak terbatas pada perangkat jaringan dan server yang telah terinstalasi Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE), adanya tujuan dari LPSE serta adanya unsur atau komponen dari sistem LPSE sendiri.

    3. Menurut anda, apakah tujuan LPSE.?
    - Mendukung pencapaian good governance sekaligus meningkatkan transparansi seluruh proses yang ada. Karena Proses LPSE tersebut nantinya akan menjamin dan meningkatkan efisiensi dan transparansi pembelanjaan keuangan negara.
    - Meminilisir praktek KKN dalam transparansi dana anggaran ditambah lagi untuk meningkatkan akses pasar dan persaingan usaha yang sehat.
    - Memperbaiki tingkat efisiensi proses pengadaan,mendukung proses monitoring dan audit dan memenuhi kebutuhan akses informasi yang real time.
    - Terciptanya transparansi dan akuntabilitas pada pengadaan barang di pemerintahan sehingga tercipta clean and good government. Semua pengadaan barang/Jasa yang terjadi dapat diketahui secara jelas sehingga tidak ada yang merasa bahwa ada pihak lain yang lebih diuntungkan.

    Komentar oleh SUPRIYONO | Mei 28, 2012 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 186 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: