Johannessimatupang’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

PERILAKU KONSUMEN KELAS MM ANGKATAN 14


Halaman ini diperuntukan untuk Kelas MM angkatan 14.  Semua proses  pengunggahan  tugas dilakukan di sini, jangan pada halaman yang lain. Sukses selalu.

About these ads

Juni 16, 2012 - Posted by | Uncategorized

60 Komentar »

  1. Pak Jo…

    Saya FITRIAH, mahasiswi MM Unja Angkatan 14

    meneruskan pembicaraan dikelas tempo hari ttg pengajuan judul untuk proposal/tesis,
    bersama ini saya coba ajukan rencana judul proposal/tesis saya. yaitu:

    ” Analisis Pengaruh kualitas layanan bengkel rekanan terhadap kepuasan dan loyalitas nasabah produk Asuransi kendaraan, studi kasus pada PT Asuransi Jasa Indonesia (JASINDO) Kantor Cabang Jambi”

    berdasarkan judul diatas, saya ingin melihat pengaruh dari kualitas layanan bengkel rekanan PT JASINDO terhadap kepuasan dan loyalitas nasabah yang telah membeli produk asuransi kendaraan pada PT JASINDO. yang mana selama ini kalau saya perhatikan pada saat klaim terkadang pihak bengkel merasa dibutuhkan jadi tidak mementingkan kepuasan nasabah, sementara pihak nasabah karna tidak mau ribet cuek saja dengan pelayanan yg diberikan pihak bengkel.

    dari kasus tersebut, mohon kiranya bapak dan teman-teman dapat memberikan koreksi, artikel dan masukan atas judul saya diatas apakah sudah baik atau masi kurang variabelnya, sebagai bahan atau referensi saya untuk melanjutkan proposal / tesis ini.

    Terimakasih,
    FITRIAH

    Fitriah ada tiga elemen dalam penelitian anda. Pelanggan, Bengkel rekanan, dan Asuransi. Posisikan dulu fokus yg akan diteliti, kalau berbicara tentang kepuasan, kepuasan yg mana. Pelanggan terhadap bengekel rekanan, atau pelanggan dg Asuransi, atau dua-duanya. Lantas kalau ada loyalitas, maka yg perlu diperhatikan adalah loyalitas siapa. Loyalitas di sini tentu akan berbeda batasannya dg loyalitas di bidang usaha lain. Pada dasarnya saya setuju fitri meneliti bidang ini. Saya ikuti terus perkembangannya. Anda boleh menulis latar belakannya, silahkan muat juga pada halaman ini agar yg lain ikut. Sukses selalu.

    Komentar oleh FITRIAH | Juni 17, 2012 | Balas

  2. salam pak jo…
    saya khosiah mahsiswi MM angkatan XIV .
    bapak, saya fropesi saya sebagai guru SMK jurusan penasaran
    saya mau mengadakan penelitian di sekolah saya, alasanya agar suatu saat saya bisa menetapkan kebijakan yang tepat di sekolah tersebut,,, permasalahnya yaitu
    1. apakah kualitas pelayanan sarana, prasarana, guru, karyawan, kurikulum, bimbingan konseling berpengaruh nsignifikan terhadap kepuasan siswa/siswi pada SMK Negeri 04 muaro jambi
    2. Variabel mana yng paling berpengaruh terhadap kepuasan pada siswa/i SMK Negeri 04 muaro jambi.

    judul yang mau saya angkat adalah : PENGARUH KUALITAS PELAYANAN, HARGA DAN PRODUK PADA KEPUASAN SISWA/I SMK NEGERI 04 MUARO JAMBI.
    Mohon saranya bapak ,,,
    terma kasih.

    Judulnya masih terkesan ribet. Coba simak kualitas pelayanan di satu sisi ditambah dg harga, produk terhadap kepuasan. Dalam unsur kualitas layanna, sudah terjelaskan unsur produk. Saran saya coba dirampingkan dg memilah variabel di atas seraya mempertimbangkan variabel yg ditemuai di lapangan. Misalnya saja variabel harga memang ada, tapi di lapangan siswa tidak memiliki pilihan tentang harga. Coba kaitkan dg ekspektasi mereka masuk ke SMK, misalnya untuk segera mendapat pekerjaan. Apakah hal ini dterpunhi. Jadi dapat dirobah: Pengaruh kualitas layanan dan ekspektasi siswa SMK terhadap kepuasan siswa SMK. Silahkan disimak lebih seksama lagi. Hal yg paling penting lebih baik buatkan latar belakangnya sehingga yg lain dapat berkontribusi. Sukses selalu.

    Komentar oleh khosiah MM angkatan !4 | Juni 18, 2012 | Balas

    • mbak khosiah, saya ingin menambahkan..

      kalau dari permasalahan yang mbk akan angkat memang jelas mau melihat pengaruhnya, namun dilihat dari judul yang mbk akan angkat yaitu PENGARUH KUALITAS PELAYANAN, HARGA DAN PRODUK PADA KEPUASAN SISWA/I SMK NEGERI 04 MUARO JAMBI agak membingungkan karena disini tidak menjelaskan apakah yang dimaksud kualitas pelayan seperti apa? harga apa? dan produk apa? karena biasanya judul itu menggambarkan apa yang akan kita teliti, mungkin itu yang dapat saya berikan semoga bisa membantu ^_^

      Komentar oleh FITRIAH | Juni 18, 2012 | Balas

  3. salam pak jo..
    Mf bapak saya mau ralat tulisan saya yaiitu penasaran itu seharusnya pemasaran,.. Mf bapak.. :

    Komentar oleh khosiah MM angkatan !4 | Juni 18, 2012 | Balas

  4. Pak Jo…

    iyaa pak, ada 3 elemen yaitu pelanggan / nasabah, bengkel rekanan dan pihak asuransi.

    untuk masalah kepuasan disini adalah keduanya pak yaitu antara pihak pelanggan / nasabah terhadap bengkel rekanan dan pelanggan terhadap pihak asuransi karena saling keterkaintan satu sama lain nya, dimana (hipotesa saya) apabila pihak pelanggan / nasabah puas dengan kinerja bengkel rekanan maka otomatis pihak pelanggan puas juga terhadap pihak asuransi karena memberikan bengkel rekanan yang sesuai dengan keinginan (harapan) begitu juga sebaliknya, namun yang perlu juga diteliti apakah signifikan? kemudian tentang loyalitas disini adalah loyalitas pelanggan/ nasabah terhadap pihak asuransi dimana akan diteliti apakah ada pengaruh antara kepuasan pelanggan / nasabah terhadap loyalitasnya terhadapa pihak asuransi.

    untuk latar belakangnya saya akan buat pak, nanti akan saya muat dihalaman ini.

    Terimakasih Pak Jo,
    Fitriah

    Komentar oleh FITRIAH | Juni 18, 2012 | Balas

  5. salam Pak Jo…
    Saya Dian Prima, mahasiswa MM Unja Angkt 14
    Pak Jo…saya berencana melakukan penelitian di tempat saya bekerja yaitu Akademi Farmasi Propinsi Jambi..
    saya memiliki 2 ide untuk judul proposal saya
    1. Perumusan Strategi pemasaran Akademi Farmasi melalui pendekatan SWOT
    2. Analisis pengaruh strategi bauran pemasaran terhadap keputusan mahasiswa memilih Akademi farmasi Propinsi Jambi
    mohon kiranya bapak memberikan kritikan dan masukan untuk ide saya ini..judul mana yang kira-kira baik untuk saya angkat..
    terima kasih Pak Jo..

    Komentar oleh Dian Prima Kurniati | Juni 20, 2012 | Balas

  6. Salam Pak Jo !
    my name is Hendra
    mahasiswa Bapak anggkatan 14

    Rencana Judul Tesis
    “Partisifasi dan Kepuasan penyedia pengadaan barang/jasa terhadap layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) di Provinsi Jambi”

    Latar Belakang
    Pada perpres 54 transparansi dan good govengrnance merupakan dua hal yang mengemuka karena perpres ini mengharuskan pengadaan barang/jasa dilakukan secara elektronik (Electronic Procurement) dengan menggunakan teknologi informasi sebagai medianya. Semangat ini dimaksudkan sebagai keterbukaan kepada masyarakat (publik) sebagaimana telah diamanatkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Selain itu, membuka kesempatan yang sama kepada seluruh penyedia barang/jasa untuk ikut serta dalam pengadaan barang/jasa dimanapun diwilayah Republik Indonesia, diharapkan akan terjadi efisiensi anggaran Negara dari pengadaan barang/jasa pemerintah.

    Menindak lanjuti Peraturan Presiden nomor 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang/jasa pemerintah, yang pada pelaksanaannya dipemerintah provinsi jambi dikelolah oleh Kantor Pengelolaan Data Elektronik (PDE).

    Pada kenyataanya baik penyedia maupun penerima jasa belum siap dari segi SDM yang dapat menggunakan suatu program berbasis online tersebut. Sehingga dalam prakteknya proses lelang sering kali mengalami kegagalan dikarenakan peserta yang mendaftar terkadang kurang mencukupi dari keharusan yang telah ditetapkan sesuai Pepres 54 dalam proses lelang umum. Sehingga terjadi keterlambatan proses pengadaan dan tidak efesiennya waktu yang digunakan.Dan proses lelang harus diulang sesuai ketentuan

    Selanjutnya mohon pendapat dan saran dari Pak Joe untuk kelanjutan rencana TESIS ini

    Hendra judul toipiknya setuju, tapi tentang judul perlu lagi didiskusikan. Saya tawarkan misalnya judulnya demikian: Tingkat Kepuasan Pelanggan Terhadap Praktik Transparansi Pengadaan Barang dan Jasa Melalui LPSE. Silahkan Tulis Proposalnya.

    Komentar oleh Kemas Hendra | Juni 22, 2012 | Balas

    • Salam pak Jo ! saya mau bertanya tentang pengolahan data tesis .

      menurut tesis yang sudah sudah, harus mengumpulkan data time series minimal 5 tahun terakhir

      nah menurut bapak gimana jika judul saya ” tingkat Kepuasan Pelanggan Terhadap Praktik Transparansi Pengadaan Barang dan Jasa Melalui LPSE

      sedangkan Pepres 54 tahun 2010 masih seumur jagung. sehingga belum ada data dukung terhadap hal tersebut

      Komentar oleh Kemas Hendra | Juni 25, 2012 | Balas

      • pak hendra…jika data tahunan belum mendukung bapak bisa gunakan data bulanan…..untuk data yg mendukung atau srsuai dengan permasahan yg bapak te mukan……

        Komentar oleh khosiah | Juni 29, 2012

  7. ia bapak, akan saya tindak lanjuti….terima kasih atas sarannya.

    Komentar oleh khosiah | Juni 22, 2012 | Balas

  8. Selamat Malam Pak Jo

    Saya Sofian Frenki Nainggolan berencana ingin membuat tesis dengan judul ; Analisa pelayanan dan pendapatan masyrakat dengan keberadaan Hutan Tanaman Industri PT.Wirakarya Sakti terhadap masyarakat sekitar HTI PT.WKS.

    Mohon masukannya Pak karena saya ingin melakukan penelitian ini tetapi saya belum bisa memulai dari mana (bingung Pak:(),serta refrensi artikel dan jurnal yang berhubungan dengan judul tesis diatas belum saya dapat pak dan metodologinya mohon bantuanya pak. Thanks….

    Komentar oleh Sofian Frenki Nainggolan | Juni 22, 2012 | Balas

  9. Selamat Malam Pak Jo

    Saya Sofian Frenki Nainggolan berencana ingin membuat tesis dengan judul ; Analisa pelayanan dan pendapatan masyrakat dengan keberadaan Hutan Tanaman Industri PT.Wirakarya Sakti terhadap masyarakat sekitar HTI PT.WKS.

    Mohon masukannya Pak karena saya ingin melakukan penelitian ini tetapi saya belum bisa memulai dari mana (bingung Pak:(),serta referensi artikel dan jurnal yang berhubungan dengan judul tesis diatas belum saya dapat pak dan metodologinya mohon bantuanya pak. Thanks….

    Sofian hal pertama yg harus diingat bahwa variabel yg digunakan adalah variabel perilaku konsumen. Misalnya analisis persepsi masyarakat sekitar terhadap Hutan Tanaman Induistri PT. Wirakarya Sakti. Pertanyaan dalam hal ini adalah apakah masyarakat mendukung atau tidak terhadap HTI. Hal yg lebih teknis dapat kita diskusikan di kelas. Perihal artikel, bisa saja kita siapkan asal proposal tentatifnya sudah bisa dipahami. Sukses selalu.

    Komentar oleh Sofian Frenki Nainggolan | Juni 22, 2012 | Balas

    • Thanks pak jo….

      Sampai pada saat ini masyarakat disekitar hutan menerima keberadaan adanya HTI karena sebagian masyrakat mengantungkan hidup terhadapa perusahaan seperti menjadi karyawan serta sebagai harian di HTI tersebut selain hal itu masyrakat juga mencari madu hutan dan mencari ikan dengan cara memancing dan memasang bubu..yang hasilnya akan dijual untuk memenuhi kehidupan masyarakat tersebut…selain ituperusahaan juga membantu masyrakat dengan pembangunan mushola serta perbaikan jalan menuju desa atau dusun mereka, serta pembangunan lapangan bola dan pemeriksaan kesehatan dan lain-lain

      Komentar oleh Sofian Frenki Nainggolan | Juni 24, 2012 | Balas

  10. Selamat Malam Pak Jo

    Saya Sofian Frenki Nainggolan berencana ingin membuat tesis dengan judul ; Analisa pelayanan dan pendapatan masyrakat dengan keberadaan Hutan Tanaman Industri PT.Wirakarya Sakti terhadap masyarakat sekitar HTI PT.WKS.

    Mohon masukannya Pak karena saya ingin melakukan penelitian ini tetapi saya belum bisa memulai dari mana (bingung Pak:(),serta referensi artikel dan jurnal yang berhubungan dengan judul tesis diatas belum saya dapat pak dan metodologinya mohon bantuanya pak. Thanks….

    Komentar oleh Sofian Frenki Nainggolan | Juni 22, 2012 | Balas

    • Silahkan simak komentar saya atas judul yg diajukan.Sukses selalu.

      Komentar oleh johannessimatupang | Juni 22, 2012 | Balas

  11. Selamat Pagi Pak Jo

    Saya Sofian Frenki Nainggolan berencana ingin membuat tesis dengan judul ; Analisa pelayanan dan pendapatan masyrakat dengan keberadaan Hutan Tanaman Industri Distrik 1 PT.Wirakarya Sakti terhadap masyarakat sekitar HTI PT.WKS.

    Mohon masukannya Pak karena saya ingin melakukan penelitian ini tetapi saya belum bisa memulai dari mana (bingung Pak:(),serta referensi artikel dan jurnal yang berhubungan dengan judul tesis diatas belum saya dapat pak dan metodologinya mohon bantuanya pak. Thanks….

    Komentar oleh Sofian Frenki Nainggolan | Juni 24, 2012 | Balas

    • mas Sofian, saya mau memberikan tambahan, bahwa permasalahan yang akan anda diangkat sangat menarik, namun masi kurang jelas karena berdasarkan judul diatas ” Analisa pelayanan dan pendapatan masyrakat dengan keberadaan Hutan Tanaman Industri Distrik 1 PT.Wirakarya Sakti terhadap masyarakat sekitar HTI PT.WKS.”
      dari judul diatas belum apat diketahui apa korelasinya antara pelayanan dengan pendapatan, disini pelayanan seperti apa? kemudian apakah ada hubungannya dengan perilaku konsumen, terimakasih.

      Sofian, saya anjurkan lebih baik meneliti persepsi masyarakat tentang program CSR Wirakarya Sakti. Kalau ini langsung kena, karena masalahnya sedang hangat. Ditunggu responnya segera.

      Komentar oleh FITRIAH | Juni 24, 2012 | Balas

      • pak sofian….bisa di lampirkan latar belakang dengan data tabel yg sesusai dengan permasahan yg bapak temukan dilapangan itu ….. sehinggs aksn tergambar apa yang akan bapak tulis judul bisa berubah …gak penting tapi yg penting bapak punya permaslahan….terima kasih mudahan bermanfaat…

        Komentar oleh khosiah | Juni 29, 2012

    • Judul : PERSEPSI MASYARAKAT DI SEKITAR HUTAN DISTRIK I
      PT. WIRAKARYA SAKTI JAMBI

      I. PENDAHULUAN
      1.1 Latar Belakang
      Perusahaan dan masyarakat yang bermukim di sekitarnya merupakan dua komponen yang saling mempengaruhi. Aktivitas perusahaan tidak dapat dipungkiri memiliki dampak terhadap masyarakat sekitarnya. Dampak tersebut dapat berupa dampak positif (seperti antara lain penciptaan lapangan pekerjaan dan peningkatan ekonomi), maupun dampak negatif (seperti antara lain penurunan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat).
      Masyarakat memiliki cara pandang tersendiri mengenai perusahaan. Cara masyarakat sekitar memandang perusahaan tersebut dapat diartikan sebagai persepsi. Leavitt (1978) menyatakan bahwa persepsi (perception) adalah pandangan atau pengertian, yaitu bagaimana seseorang memandang atau mengartikan sesuatu. Menurut Ambadar (2008), paradigma perusahaan yang hanya berorientasi memperoleh laba (profit) sebesar-besarnya sudah mulai bergeser dan mulai berupaya memberikan dampak positif keberadaannya bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.
      Tanggung jawab sosial perusahaan merupakan salah satu upaya perusahaan untuk membina hubungan baik dengan masyarakat. Dalam hubungan bisnis dan pemangku kepentingan (stakeholder) pada tahap awal diakui bahwa tanggung jawab sosial adalah fungsi pemerintah, bukan tanggung jawab bisnis ataupun perusahaan. Pendapat ini tentunya terjadi pada awal dekade dimana hasil alam masih berlimpah, persaingan industri tidak ketat, dan tuntutan pemangku kepentingan terhadap perusahaan belum tinggi. Dapat dicatata pendapat Friedman dalam Robin, F (2008) hal 232. menuliskan bahwa The business of business is to maximise profits, to earn a good return on capital invested and to be good corporate citizen obeying the law- no more and no less. Sejalan evolusi pada seluruh bidang, termasuk adanya globalisasi, hal demikian berubah drastis.
      Dalam perkembangan bisnis baru, diakui bahwa tanggung jawab sosial perusahaan yang dikenal sebagai Community Social Responsibility (CSR) adalah fungsi perusahaan. Adapun “desakan” untuk itu bersumber dari banyak hal baik karena tekanan global maupun regional. Bilamana dikaitkan fungsi maka ini dilakukan secara sukarela (voluntary) bukan karena adanya paksaan dari luar, utamanya dari pemerintah. Lebih dari itu, pembeda terminologi CSR dengan penerapan sebelumnya terletak kepada fungsi “tanggung jawab ” yang bermakna bahwa CSR sifatnya datang dari perusahaan.
      Banyak konsep CSR yang dipubllikasikan, Wibisono (2007) melaporkan CSR bahwa CSR didefinisikan sebagai komitmen dunia usaha untuk terus-menerus bertindak secara etis, beroperasi secara legal dan berkontibusi untuk peningkatan ekonomi, bersamaan dengan peningkatan kualitas hidup komunitas lokal dan masyarakat secara lebih luas. Dalam versi World Bank CSR didefinisikan sebagai “the comitment of business to contribute to sustainable economic development working with employees and their representatives the local community and society at large to improve quality of life, in ways that are both and good fo business development”
      Dalam batasan demikian, maka CSR sesungguhnya merupakan konsep dan program yang menucnul secara sukarela, karena perusahaan menganggap penting sehingga harus diformulasikan sedemikian rupa. Selanjutnya, di dalam konsep CSR terdapat berbagai aspek seperti nilai, kultur, kompetensi, sejarah perusahaan bahkan etika yang dijadikan dasar bertindak oleh seluruh pihak internal manajemen perusahaan .
      Dalam hubungannya dengan tanggung jawab sosial, prinsip sederhana yang mendasari perkembangannya adanya satu pengakuan prinsip mutualisme, dimana antara perusahaan dan masyarakat harus hidup berdampingan dan saling memberikan manfaat bersama. Hal ini kemudian diakui oleh bisnis bahwa hanya dengan masyarakat – yang dikenal juga dengan sebutan stakeholder yang kuat – maka bisnis dapat berkembang dengan baik.
      Dalam perkembangan yang lebih lanjut, perkembangan teknologi menjadi isu yang paling dominan sebagai bagian daripada tanggung jawab sosial. Teknologi cloning misalnya telah berkembang demikian pesat, akan tetapi tetap dilaksanakan untuk mengapresiasi keberdaan daripada manusia dan masyarakat. Demikian juga dengan teknologi transgenik di bidang budidaya secara teknologi telah lolos akan tetapi secara sosial dan kemasyarakatan masih terus dipertanyakan. Sesuai dengan penjelasan di atas, fokus diskusi pada studi ini adalah bagaimanakah model pengembangan tanggung jawab sosial perusahaan dalam presfektif penggunaan hasil penelitian dan teknologi.
      Upaya perusahaan untuk menjalin hubungan dengan masyarakat lainnya adalah melalui komunikasi publik perusahaan. Menurut Hadi (2001) hubungan perusahaan dengan komunitas merupakan suatu tindakan yang harus dilakukan perusahaan untuk memelihara dan membina hubungan dengan lingkungannya melalui komunikasi yang saling menguntungkan. Sejauhmana upaya perusahaan tersebut dapat mempengaruhi persepsi masyarakat sekitar terhadap aktivitas perusahaan merupakan hal yang menarik peneliti untuk melaksanakan penelitian ini.
      1.2 Rumusan Masalah
      Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan tersebut, maka rumusan masalah dari tulisan ini adalah:
      1. Bagaimana persepsi masyarakat di kawasan industri terhadap aktivitas perusahaan berdasarkan faktor individu dan faktor lingkungan?
      2. Bagaimana strategi perusahaan dalam membina hubungan baik dengan masyarakat di sekitar lingkungannya?
      3. Bagaimana hubungan antara strategi perusahaan tersebut dengan persepsi masyarakat sekitar?
      1.3 Tujuan Penulisan
      Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka tujuan dari penulisan Studi Pustaka ini yaitu untuk mengetahui dan mempelajari :
      1. Mengetahui persepsi masyarakat di kawasan industri terhadap dampak aktivitas perusahaan.
      2. Mengetahui upaya yang dilakukan perusahaan untuk membina hubungan baik dengan masyarakat di sekitar lingkungannya.
      3. Mengetahui pengaruh upaya perusahaan untuk membina hubungan baik dengan masyarakat terhadap persepsi masyarakat sekitar.
      1.4 Manfaat Penelitian
      Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan pemahaman penulis dan kalangan akademisi mengenai persepsi masyarakat sekitar terhadap aktivitas perusahaan. Selain itu, penelitian ini diharapkan juga dapat menambah pengetahuan perusahaan mengenai persepsi masyarakat sekitar terhadap aktivitas perusahaan dan juga hubungannya dengan strategi perusahaan untuk membina hubungan baik dengan masyarakat sekitarnya. Bagi masyarakat, penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi perusahaan dalam menjalankan kegiatannya di wilayah tersebut dan dapat menambah pengetahuan masyarakat mengenai aktivitas perusahaan. Sedangkan bagi instansi terkait, penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam mengeluarkan kebijakan yang terkait dengan keberadaan perusahaan.

      masih latar belakang yang selesai pak…mohon masukkanya….Thanks….

      Sofian, anda telah melakukan kemajuan. Teruskan menulis, setidaknya sampai kepada konsep persepsi dan temuan yang anda peroleh. Ingatin saya di hari Sabtu, saya akan bawakan berbagai file yg berkaitan. Peserta lain dapat menanggapi propoesal tentatif sofian ini. Sukses selalu.

      Komentar oleh sofian frenki Nainggolan | Juli 7, 2012 | Balas

  12. salam Pak Jo..
    menindaklanjuti diskusi kita di kelas perilaku konsumen kemarin dan berdasarkan ringkasan tesis tentang apotek yg bapak kirimkan pada saya , saya menemukan beberapa ide penelitian antara lain:
    1. analisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap keputusan Apotek memilih distributor (PBF)
    latar belakang: disini yang ingin saya lihat adalah apakah ada pengaruh produk yang dimiliki PBF, tanggapan PBF dan pelayanannya, citra dan reputasi PBF, sikap dan kemampuan salesman PBF, pengiriman, pelayanan salesman, sifat dan penampilan salesman, jaminan PBF atas produk yang dijual, kemudahan bertransaksi, diskon dan bonus, informasi dan lokasi PBF, hub jangka panjang yg telah terjadi, faktor harga, faktor pembayaran dan masalah retur (pengembalian) terhadap alasan apotek memilih PBF.
    2. analisis persepsi konsumen terhadap keputusan pembelian obat OTC (over the counter) di Apotek Kimia Farma
    latar belakang: Apotek Kimia Farma merupakan apotek percontohan yang melakukan strategi pemasaran dengan mengubah lay out apotek. lay out apotek di buat menyerupai swalayan akan tetapi hanya obat-obat OTC/obat yang di jual bebas dan alat kesehatan (ex : pasta gigi dll) yang di jual dengan pelayanan self service., disini yang ingin saya lihat bagaimana pengaruh persepsi konsumen pada sifat produk, atribut fisik produk, rancangan kemasan, merek, periklanan dan posisi iklan terhadap keputusan konsumen membeli obat bebas dan alkes di Apotek.
    mohon masukan nya Pak Jo..
    terima kasih

    Dian, saya anjurkan judul yg kedua saja, karena judul pertama mirip dg yg dibuat oleh Prahyudi. Sukses selalu.

    Komentar oleh Dian Prima Kurniati | Juni 25, 2012 | Balas

    • bu dian…..untuk latar belakang ibu bisa di tambahkan data yang berkaitan dengan permasalan, jika data bulan berarti darii januari sampai desember. jika tahunan maka jangka waktu lima tahun..sekian mudahan betmanfaat buat ibu…trimakasih…

      Komentar oleh khosiah | Juni 29, 2012 | Balas

      • data seperti itu hanya dibutuhkan untuk penelitian yang bersifat data sekunder sedangkan kita adalah data primer.

        Komentar oleh FITRIAH | Juli 12, 2012

  13. Salam pak jo……..
    Saya khosiah, menindak lanjuti saran yang bapak berikan, maka saya mencoba melampirkan latar Belakang dari judul yang bapak berikan….,
    Judul : Pengaruh kualitas layanan dan ekspektasi kepuasan siswa/i pada SMK N 04 Muaro Jambi

    Latar Belakang Masalah

    Sekarang ini efek dari globalisasi telah menyentuh ke dunia pendidikan di Indonesia,
    yaitu menjamurnya berbagai sekolah, kursus dan playgroup yang merupakan waralaba
    (franchise) dari luar negeri misalnya, Montessori, NIIT, Informatics, dan berbagai sekolah
    lain. Mereka mengambil sistem pendidikan, materi dan modul pengajaran dari induknya
    (prinsipal) di berbagai negara dan mengadopsinya di Indonesia. Model lain yang juga marak
    adalah mengambil sistem pendidikan beserta modul dan materi pengajarannya, tetapi tetap
    memakai nama lokal. Contoh kasus ini adalah Sekolah Pelita Harapan dan beberapa sekolah
    lain yang memakai kurikulum dan metode dari IB World, sebuah metode pendidikan
    internasional. di Indonesia sekarang ini juga tumbuh dengan pesat berbagai waralaba
    pendidikan ataupun kursus yang asli Indonesia. Sebut saja Primagama, Ganesha, dan Sony
    Sugema yang merupakan kegiatan kursus pelajaran di sekolah, Purwacaraka Music School,
    Al-Azhar, Sanggar Kegiatan Bobo, dan berbagai waralaba lokal yang lain.

    Kebutuhan akan kualitas pendidikan saat ini semakin diperhatikan oleh masyarakat.
    Saat ini sebagian masyarakat rela mengorbankan biaya yang tinggi asalkan mendapatkan
    pendidikan yang berkualitas dan menjajikan akan masa depan yang lebih baik. Pendidikan
    saat ini sangat menentukan ke arah mana seseorang akan melanjutkan pendidikan yang lebih
    tinggi.

    Melihat perkembangan pendidikan di Indonesia, tentu saja tidak bisa dipisahkan dari
    tumbuhnya berbagai sekolah unggulan, baik yang dikelola oleh Pemerintah (Sekolah Negeri)
    maupun swasta. Sekolah-sekolah unggulan ini membedakan diri dari yang lain dengan
    berbagai program pendidikan dan pengajaran yang berkualitas, fasilitas sarana dan prasarana
    pendidikan yang sangat memadai, dan penguasaan bahasa asing yang baik. Namun demikian,
    di sisi lain biasanya biaya untuk masuk sekolah unggulan semacam ini, dan biaya bulanan
    yang harus dikeluarkan siswa juga sangat mahal.

    Berbagai fenomena di atas mempunyai beberapa implikasi yang mendorong
    percepatan pendidikan sebagai sebuah industri. Dari sisi pelaku dunia pendidikan, sekarang
    ini dituntut untuk lebih meningkatkan kualitas pendidikan dari segala sisi. Karena sekarang
    ini persaingan menjadi semakin ketat dengan tumbuh suburnya lembaga pendidikan di
    lingkungan sekitar.

    Pendidikan sekarang ini sudah mengarah pada proses industrialisasi. Dunia
    pendidikan tidak bisa lagi dianggap sebagai lembaga sosial, tetapi harus diperlakukan sebagai
    industri yang harus dikelola secara profesional. Karena, dengan semakin ketatnya persaingan,
    lembaga pendidikan akan ditinggalkan konsumen jika dikelola seadanya. Hal tersebut
    menyebabkan persaingan didalam bisnis pendidikan akan semakin ketat, dimana masing-masing instansi pendidikan baik swasta maupun negeri, instansi pendidikan formal maupun
    informal berlomba memberikan produk-produk terbaik mereka. Semakin tingginya tingkat
    persaingan dan semakin banyaknya instansi pendidikan yang ada, maka pelanggan memiliki
    semakin banyak pilihan untuk menentukan instansi pendidikan yang terbaik bagi anak-anak
    mereka.

    Irawan (2004) mengatakan jumlah konsumen dipengaruhi oleh harga, pelayanan dan
    produk itu sendiri. Sedang menurut Kotler (2004) pelanggan dipengaruhi oleh kualitas
    pelayanan dan nilai. Menurut Zeithaml, Bitner dan Gremler (2006) konsumen dipengaruhi
    kualitas produk, kualitas jasa, harga, situasional faktor dan personal faktor.

    Diantara sekian banyak instansi pendidikaan negeri dan swasta di Muaro Jambi salah satunya adalah sekolah menengah kejuruan (SMK) Negeri 4 muaro jambi. Sekolah ini merupakan lembaga pendidikan formal yang berada dibawah naungan Dinas Pendidikan Muaro Jambi. Sekolah ini memiliki program-program keahlian diantaranya Pertaniaan dan pemasaran. Sekolah ini memiliki beberapa fasilitas untuk mendukung berbagai kegiatan akademik, beberapa fasilitas yang terdapat di SMK Negeri 4 Muaro Jambi adalah : lab. komputer dan bahasa; unit kesehatan sekolah (UKS); kantin; Unit produksi dan perpustakaan.Dengan disahkannya Undang – undang Badan Hukum Pendidikan (UBHP) oleh pemerintah menuntut setiap lembaga pendidikan untuk meningkatkan kualitas pendidikannya.

    SMK Negeri 4 Muaro Jambi sebagai salah satu sekolah menengah kejuruan dengan bidang keahlian pertaniaan, bisnis dan manajemen ( Pemasaran ) harus selalu meningkatkan mutu layanan pendidikannya. Dan untuk memenuhi ekspektasi siswa/i maka pihak sekolah menjalin kerjasama dengan Dunia industri yaitu untuk jurusan pertanian pihak sekolah menjalin kerjasama dengan PTP Nusantara 6 Batang Hari, Bahar, kayu aro kerinci, tujuanya siswa/i nantinya melakukan praktek kerja indutri di PTP tersebut selama 3 bulan pada kelas 2 , tujuanya agar nantinya siswa/i bisa langsung bekerja karena mereka sudah di bekali dengan sertifikat tanda telah praktek bekerja, sedangkan untuk Jurusan pemasaran, pihak sekolah menjalin kerjasama dengan Dunia Industri pada swalayan-swalayan di kota jambi sperti JAMTOS, TRONA, TROFI, Mandala, siswi magang di swalayan-swalayan tersebut selama 3 bulan juga dan mereka di akhir praktek di di adakan ujian untuk menilai praktek kerja tersebut. Alumni Siswi/i N 04 ada yang bekerja di berbagai industri dan juga swalayan dan mereka yang ingin kuliah juga ad yang di terima di UNJA, akan tetapi Data menunjukkan bahwa banyaknya siswa yang mengundurkan diri dengan berbagai alasan.

    Dari hasil wawancara dengan pihak SMK SMK Negeri 4 Muaro Jambi dan pengamatan langsung terhadap siswa, menunjukkan bahwa siswa yang mengundurkan diri disebabkan oleh berbagai hal, diantaranya tidak puas dengan pelayanan pendidikan, tidak cocok dengan lingkungan sekolah, pindah ke luar kota, dikeluarkan oleh pihak sekolah dan meninggal dunia. Dari beberapa alasan tersebut yang mendominasi adalah ketidakpuasan siswa terhadap pelayanan pendidikan dan ekspektasi sisswa/i di SMK Negeri 4 Muaro Jambi.
    Data jumlah murid SMK Negeri 4 Muaro Jambi selama tahun 2007 hingga 2012dapat dilihat
    pada tabel 1.1.
    Tabel 1.1
    Data Jumlah Siswa SMK Negeri 4 Muaro Jambi

    Tahun Pelajaran 2007-2008 2008-2009 2009-2010 2010-2011 2011-2012
    Kelas L P L P L P L P L P
    X pertanian 15 10 20 12 18 10 18 8 21 18
    X pemasaran 8 15 12 17 6 12 18 20 9 15
    Jumlah 48 62 46 56 63
    XI pertanian 10 7 18 10 16 10 18 7 20 16
    XI
    Pemasaran 15 12 12 16 7 10 9 18 8 12
    Jumlah 44 56 43 44 56
    XII pertanian 10 7 15 8 16 10 18 7 20 6
    XII pemasaran 15 11 10 16 10 10 10 19 18 14
    Jumlah 43 49 46 54 58

    Jumlah Total 135 167 135 154 177
    Sumber : Data Bagian Tata Usaha SMK Negeri 4 Muaro Jambi (2012)

    Dari data pada tabel 1.1 tersebut dapat diketahui bahwa jumlah siswa pada kelas
    X (sepuluh) tahun ajaran 2007-2008 akan menjadi siswa kelas XI (sebelas) pada tahun ajaran
    2008-2009, siswa kelas XI pada tahun ajaran 2007-2008 akan menjadi siswa kelas XII
    (duabelas) pada tahun ajaran 2008-2009, dan begitu seterusnya.

    Dari data yang ada di siswa SMK Negeri 4 Muaro Jambi menunjukkan bahwa siswa yang mengundurkan diri pada tahun ajaran 2007-2008 adalah sebanyak 4 orang. Untuk lebih
    jelasnya mengenai jumlah siswa yang mengundurkan diri dari SMK Negeri 4 Muaro Jambi dapat dilihat pada tabel 1.2
    Tabel 1.2
    Data Jumlah Siswa yang Mengundurkan Diri

    Tahun Ajaran 2007-2008 2008-2009 2009-2010 2010-2011 2011-2012
    Siswa-Siswi yang keluar 4 6 5 3 7
    Sumber : Data Bagian Tata Usaha SMK Negeri 4 Muaro Jambi ( 2012)

    Dari data diatas yang menunjukan kecendrungan meningkatkan siswa yang mengundurkan diri perlu di waspadai, peningkatan tersebut dapat terjadi karena ketidakpuasan siswa terhadap pelayanan dan ekspektasi yang di alami siswa/siswi tidak sesuai dengan harapan siswa/idi SMK Negeri 4 Muaro Jambi. Oleh sebab itu pihak Dinas Pendidikan dan sekolah merasa perlu melakukan setrategi-setrategu agar siswa-siswa dapat menyelesaikan pendidikanya di SMK Negeri 4 Muaro Jambi dan ekspektasi mereka bisa sesuai dengan harapan, misalnya setelah tamat bisa langsung di terima di Dunia industri, sesuai dengan jurusan masing-masing, Salah satu yang harus dilakukan adalah meningkatkan kepuasan siswa dalam menjalani pendididkan di SMK Negeri 4 Muaro Jambi. Namun upaya-upaya untuk meningkatkan kepuasan pelanggan senantiasa berhubungan erat dengan kualitas layanan di berikan oleh pihak sekolah.

    Kualitas Pelayanan secara umum dapat di bentuk oleh lima variabel yaitu ( Parasuraman et.al, 1990 ) :
    1. Tangible ( keterwujudan )
    2. Reability ( Kehandalan )
    3. Responsiveness (daya tanggap)
    4. Assurance (jaminan)
    5. Empathy (empati)

    Meskipun variabel kualitas pelayanan yang dikemukakan oleh Parasuraman et. al
    (1990) tersebut telah terbukti valid diberbagai industri namun variabel tersebut tetap saja
    memiliki kekurangan terutama dalam penerapannya kepada industri jasa pendidikan. Bahkan
    Carman (1990) manyatakan bahwa variabel – variabel tersebut tidaklah cukup bagi
    penerapannya dalam suatu bidang pelayanan jasa karena ada beberapa variabel kualitas
    pelayanan yang hanya khusus dimiliki suatu bidang tertentu. Selain hal tersebut, kekurangan
    pengetahuan dan pengalaman mengenai pendidikan sekolah dan harapan yang tidak realistis
    yang berhubungan dengan kesuksesan siswa – siswi dalam studi mereka (Chapman, 1979).
    Untuk mengatasi kelemahan dari variabel – variabel dalam kualitas pelayanan yang telah
    dikembangkan oleh Parasuraman et al (1990) dalam kaitannya dengan penerapannya pada
    industri jasa pendidikan maka sebuah metode alternatif untuk mengukur kualitas pelayanan
    dalam penelitian ini akan disarankan pada paradigma kepentingan-kinerja. Hal ini merupakan
    sesuatu yang lebih beralasan untuk mengasumsikan bahwa ketika para siswa mengevaluasi
    kualitas pengalaman pendidikan mereka, mereka mungkin menempatkan kepentingan yang
    berbeda-beda dalam kriteria yang berbeda. Martila dan James (1977) mengembangkan
    sebuah gambaran dua dimensi yang menunjukkan pentingnya penilaian kepentingan dan
    kinerja bagi atribut – atribut yang digunakan untuk mengukur atau menilai kualitas terhadap
    sebuah pelayanan yang khusus.

    Selanjutnya saya mohon pendapat dan saran dari Bapak dan juga teman seangkatan 14 … untuk kelanjutan renacana profosal tesis saya ini….. Terima kasih…

    Khosiah, ada kemajuan. Bidang yg diteliti berkaitan dg pendidikan, oleh karena itu pendekatan kualitas juga harus berkaitan dg jasa pendidikan. Silahkan dicari teorinya. Leat Google, silahkan search PENGUKURAN KUALITAS PENDIDIKAN di Indonesia. Untuk peserta lain, diharap juga segera menyusun proposalnya. Diminta juga untuk memberikan pendapatnya atas proposal yg diunggah oeh teman-temanya. Sukses selalu.

    Komentar oleh khosiah MM angkatan !4 | Juni 28, 2012 | Balas

    • Akan saya tindak lanjuti…..terima kasih bapak atas saranya……..

      Komentar oleh khosiah | Juni 29, 2012 | Balas

  14. salam pak jo

    saya Masrita masiswi MM Unja angkatan 14

    dengan ini saya mengajukan judl untuk proposal tesis :

    “ANALISIS PENGARUH KWALITAS PELAYANAN UKURAN, TAKARAN, TIMBANGAN DAN PERLENGKAPANNYA (UTTP) DALAM RANGKA TERTIP UKUR DI KOTA JAMBI”

    dari judul tersebut di atas saya melihat permasalahan bahwa belum semua Ukuran, Takaran, Timbangan dan Perlengkapannya (UTTP) yang ditera ulang di kota jambi, hal ini disebabkan karena jankauan pelayanannya masih terbatas. akibatnya belum terlaksananya tertib ukur secara optimal.

    dari judul tersebut di atas mohon kiranya bapak dapat memberikan saran koreksi mengenai judul tersebut di atas. dan kepada teman – teman juga dapat memberikan masukan terhadap judul tersebut di atas.

    Komentar oleh masrita | Juni 29, 2012 | Balas

    • buuu….. saran saya judulnya,,,, Analisis kualitas pelayanan pada (………nama instansi yang bertugas menertibkan ukuran….. ) dalam rangka tertib ukur di kota jambi. muadahan bermanfaat. terimakasih.

      Komentar oleh khosiah MM angkatan !4 | Juli 1, 2012 | Balas

  15. Salam sejahtera pak joe.
    Nama : m. Iqbal
    Nim : c2bo10077
    Saya mahasiswa bapak, magister manajemen angkatan 14.pada waktu tatap muka kuliah perilaku konsumen, bahwa diwajibkan pada mahasiswa untuk memberikan rencana judul tesis. Berikut rencana judul tesis saya. Tesisnya adalah Studi tentang kualitas pelayanan pada PT. PLN (persero) unit . alsan saya memilih judul tersebut dikarenakan saya sangat tertarik dengan bagaimana perusahaan negara khususnya PLN tersebut memberikan pelayanan yang maksimal kepada konsumennya. Rencananya, model penelitian tersebut menggunakan model servqual (service quality) dengan pengumpulan data tersebut menggunakan kueisioner dan untuk mengukur akurasi data tersebut menggunakan skala likert. Demikian pak, atas rencana judul tesis saya. Di harapkan pada bapak untuk memberikan arahan maupun rekomendasi bapak. Terima kasih.

    Iqbal, judul ini sudah ada menjadi Tesis di MM, pembimbingnya saya. Cuma lokasinya di Muara Bulian, saran saya jangan terpaku ke satu topik misalnya Kualitas Pelayanan saja. Sukses selalu.

    Komentar oleh m.iqbal | Juli 1, 2012 | Balas

    • iqbal, kalo boleh saya kasi saran lebih baik ambil judul tentang persepsi masyarakat terhadap layanan PLN karna lanjutan dari kualitas layanan dari tesis yang sudah ada.

      Komentar oleh FITRIAH | Juli 12, 2012 | Balas

  16. Salam Pak Jo.
    Saya Masrita , Mahasiswa angkatan 14…
    Sehubungan dengan pengajuan judul proposal penelitian Saya tgl 29 Juni 2012 yang belum Bapak komentari dengan ini Saya sampaikan kembali judul dimaksud :
    Saya bertugas di Kantor Dinas Perindag Provinsi Jambi, salah satu Bidang yang ada di Dinas Perindag adalah UPTD Kemetrologian yang bertugas menangani Tera, Tera Ulang UTTP (Ukuran, Takaran, Timbangan dan Perlengkapannya). Permasalahannya adalah Belum semua UTTP yang wajib ditera ulang setiap tahun di Kota Jambi disebabkan karena jangkauan pelayanan masih terbatas akibatnya belum terciptanya tertib ukur secara optimal yang pada akhirnyapembeli sering dirugikan. Berdasarkan permasalahan tersebut saya mengajukan judul proposal peneliian sebagai berikut :
    “Analisis Pengaruh kualitas pelayanan tera dan tera ulang UTTP (Ukuran Takaran Timbangan dan Perlengkapannya) dalam rangka tertib ukur di Kota Jambi”.
    Demikian pak Jo rencana judul proposal penelitian Saya, Atas perhatian dan arahan Bapak Saya haturkan terima kasih.

    Ibu Masrita, topik ibu menarik akan tetapi menurut saya kita jangan semua mengkaji dari sisi kualitas pelayanan. Masih ada sisi lain misalnya Kinerja Pelyanan apakah sesuai dg harpaan pelanggan. Cara ini juga menjadi salah satu cara untuk memperkaya kandungan Tesis. Sukses selalu.

    Demikian Pak Jo

    Komentar oleh masrita | Juli 1, 2012 | Balas

  17. Terima kasih Pak Jo…
    Dari saran Bapak Saya ambil judul ” Analisis Kinerja Pelayanan pada UPTD Kemetrologian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi dalam rangka tertib ukur di Kota Jambi ”
    Demikian Pak Jo… atas saran dan perbaikan dari Bapak untuk kelanjutan penulisan proposal penelitian ini Saya haturkan terima kasih,

    Kalau menggunakan kinerja pelayanan, maka dapat menggunakan pendekatan IPA (Important performance analysis), sabtu kita bahas lagi. Harapan saya semua sudah punya proposal tentatif dg syarat pendekatannya menggunakan bidan ilmu perilaku konsumen. Sukses selalu.

    Komentar oleh masrita | Juli 2, 2012 | Balas

  18. Salam pak jo….saya khosiah menindak lanjuti saran yang bapak berikan, ………..

    KUALITAS PENDIDIKAN INDONESIA

    A. Era Kolonial
    Pada jaman kolonial pendidikan hanya diberikan kepada para penguasa serta kaum
    feodal. Pendidikan rakyat cukup diberikan untuk memenuhi kebutuhan dasar
    penguasa kolonial. Pendidikan diberikan hanya terbatas kepada rakyat di
    sekolah-sekolah kelas 2 atau ongko loro tidak diragukan mutunya. Sungguhpun
    standar yang dipakai untuk mengukur kualitas rakyat pada waktu itu diragukan
    karena sebagian besar rakyat tidak memperoleh pendidikan, namun demikian apa
    yang diperoleh pendidikan seperti pendidikan rakyat 3 tahun, pendidikan rakyat 5
    tahun, telah menghasilkan pemimpin masyarakat bahkan menghasilkan
    pemimpin-pemimpin gerakan nasional.
    Pendidikan kolonial untuk golongan bangsawan serta penguasa tidak diragukan lagi
    mutunya. Para pemimpin nasional kita kebanyakan memperoleh pendidikan di
    sekolah-sekolah kolonial bahkan beberapa mahasiswa yang dapat melanjutkan di
    Universitas terkenal di Eropa. Dalam sejarah pendidikan kita dapat katakana bahwa
    intelegensi bangsa Indonesia tidak kalah dengan kaum penjajah. Masalah yang
    dihadapi oleh bangsa Indonesia pada waktu itu adalah kekurangan kesempatan
    yang sama yang diberikan kepada semua anak bangsa. Oleh sebab itu di dalam
    Undang Undang Dasar 1945 dinyatakan dengan tegas bahwa pemerintah akan
    menyusun suatu sistem pendidikaan nasional untuk rakyat, untuk semua bangsa.
    B. Era Orde Lama
    Masa revolusi pendidikan nasional mulai meletakkan dasar-dasarnya. Pada masa
    revolusi sangat terasa serba terbatas, tetapi bangsa kita dapat melaksanakan
    pendidikan nasional sebagaimana yang diamanatkan dalam UUD 1945. Kita dapat
    merumuskan Undang Undang Pendidikan No. 4/1950 junto no. 12/ 1954. Kita dapat
    membangun sistem pendidikan yang tidak kalah mutunya. Para pengajar, pelajar
    melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya walaupun serba terbatas. Dengan
    segala keterbatasan itu memupuk pemimpin-pemimpin nasional yang dapat
    mengatasi masa pancaroba seperti rongrongan terhadap Negara Kesatuan Republik
    Indonesia. Sayang sekali pada akhir era ini pendidikan kemudian dimasuki oleh
    politik praktis atau mulai dijadikan kendaraan politik. Pada masa itu dimulai
    pendidikan indoktrinasi yaitu menjadikan pendidikan sebagai alat untuk
    mempertahankan kekuasaan Orde Lama.
    Pada Orde Lama sudah mulai diadakan ujian-ujian negara yang terpusat dengan
    sistem kolonial yang serba ketat tetapi tetap jujur dan mempertahankan kualitas.
    Hal ini didukung karena jumlah sekolah belum begitu banyak dan guru-guru yang
    ditempa pada zaman kolonial. Pada zaman itu siswa dan guru dituntut disiplin
    tinggi. Guru belum berorientasi kepada yang material tetapi kepada yang ideal.
    Citra guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa yang diciptakaan era Orde Baru
    sebenarnya telah dikembangkan pada Orde Lama.
    Kebijakan yang diambil pada Orde Lama dalam bidang pendidikan tinggi yaitu
    mendirikan universitas di setiap provinsi. Kebijakan ini bertujuan untuk lebih
    memberikan kesempatan memperoleh pendidikan tinggi. Pada waktu itu pendidikan
    tinggi yang bermutu terdapat di Pulau Jawa seperti UI, IPB, ITB, Gajah Mada, dan
    UNAIR, sedangkan di provinsi-provinsi karena kurangnya persiapan dosen dan
    keterbatasaan sarana dan prasarana mengakibatkan kemerosotan mutu pendidikan
    tinggi mulai terjadi.
    C. Era Orde Baru
    Dalam era ini dikenal sebagai era pembangunan nasional. Dalam bidang
    pembangunan pendidikan, khususnya pendidikan dasar terjadi suatu loncatan yang
    sangat signifikan dengan adanya INPRES Pendidikan Dasar. Tetapi sayang sekali
    INPRES Pendidikan Dasar belum ditindaklanjuti dengan peningkatan kualitas tetapi
    baru kuantitas. Selain itu sistem ujian negara (EBTANAS) telah berubah menjadi
    bumerang yaitu penentuan kelulusan siswa menurut rumus-rumus tertentu.
    Akhirnya di tiap-tiap lembaga pendidikan sekolah berusaha untuk meluluskan
    siswanya 100%. Hal ini berakibat pada suatu pembohongan publik dan dirinya
    sendiri dalam masyarakat. Oleh sebab itu era Orde Baru pendidikan telah dijadikan
    sebagai indikator palsu mengenai keberhasilan pemerintah dalam pembangunan.
    Dalam era pembangunan nasional selama lima REPELITA yang ditekankan ialah
    pembangunan ekonomi sebagai salah satu dari TRILOGI pembangunan. Maka
    kemerosotan pendidikan nasional telah berlangsung.
    Dari hasil manipulasi ujian nasional sekolah dasar kemudian meningkat ke sekolah
    menengah dan kemudian meningkat ke sekolah menengah tingkat atas dan
    selanjutnya berpengaruh pada mutu pendidikan tinggi. Walaupun pada waktu itu
    pendidikan tinggi memiliki otonomi dengan mengadakan ujian masuk melalui
    UMPTN, tetapi hal tersebut tidak menolong. Pada akhirnya hasil EBTANAS juga
    dijadikan indikator penerimaan di perguruan tinggi. Untuk meningkatkan mutu
    pendidikan tinggi maka pendidikan tinggi negeri mulai mengadakan penelusuran
    minat dari para siswa SMA yang berpotensi. Cara tersebut kemudian diikuti oleh
    pendidikan tinggi lainnya.
    Di samping perkembangan pendidikan tinggi dengan usahanya untuk
    mempertahankan dan meningkatkan mutunya pada masa Orde Baru muncul gejala
    yaitu tumbuhnya perguruan tinggi swasta dalam berbagai bentuk. Hal ini
    berdampak pada mutu perguruan semakin menurun walaupun dibentuk
    KOPERTIS-KOPERTIS sebagai bentuk birokrasi baru.
    D. Era Reformasi
    Indonesia sejak tahun 1998 merupakan era transisi dengan tumbuhnya proses
    demokrasi. Demokrasi juga telah memasuki dunia pendidikan nasional antara lain
    dengan lahirnya Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
    Nasional. Dalam bidang pendidikan bukan lagi merupakan tanggung jawab
    pemerintah pusat tetapi diserahkan kepada tanggung jawab pemerintah daerah
    sebagaimana diatur dalam Undang – Undang No 32 tahun 2004 tentang Pemerintah
    Daerah, hanya beberapa fungsi saja yang tetap berada di tangan pemerintah pusat.
    Perubahan dari sistem yang sentralisasi ke desentralisasi akan membawa
    konsekuensi-konsekuensi yang jauh di dalam penyelenggaraan pendidikan nasional.
    Selain perubahan dari sentralisasi ke desentralisasi yang membawa banyak
    perubahan juga bagaimana untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia dalam
    menghadapi persaingan bebas abad ke-21. Kebutuhan ini ditampung dalam
    Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, serta pentingnya
    tenaga guru dan dosen sebagai ujung tombak dari reformasi pendidikan nasional.
    Sistem Pendidikan Nasional Era Reformasi yang diatur dalam Undang-Undang No.
    20 Tahun 2003 diuraikan dalam indikator-indikator akan keberhasilan atau
    kegagalannya, maka lahirlah Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang
    Standar Nasional Pendidikan yang kemudian dijelaskan dalam Permendiknas RI.
    Di dalam masyarakat Indonesia dewasa ini muncul banyak kritikan baik dari praktisi
    pendidikan maupun dari kalangan pengamat pendidikan mengenai pendidikan
    nasional yang tidak mempunyai arah yang jelas. Dunia pendidikan sekarang ini
    bukan merupakan pemersatu bangsa tetapi merupakan suatu ajang pertikaian dan
    persemaian manusia-manusiaa yang berdiri sendiri dalam arti yang sempit,
    mementingkan diri dan kelompok.
    Menurut H.A.R. Tilaar, hal tersebut disebabkan adanya dua kekuatan besar yaitu
    kekuatan politik dan kekuatan ekonomi.
    Kekuatan Politik :
    Pendidikan masuk dalam subordinasi dari kekuatan-kekuatan politik praktis, yang
    berarti pendidikan telah dimasukkan ke dalam perebutan kekuasaan partai-partai
    politik, untuk kepentingan kekuatan golongannya. Pandangan politik ditentukan
    oleh dua paradigma yaitu paradigma teknologi dan paradigma ekonomi. Paradigma
    teknologi mengedepankan pembangunan fisik yang menjamin kenyaman hidup
    manusia. Paradigma ekonomi lebih mengedepankan pencapaian kehidupan modern
    dalam arti pemenuhan-pemenuhan kehidupan materiil dan mengesampingkan
    kebutuhan non materiil duniawi. Contoh pengembangan dana 20 %.
    Kekuatan Ekonomi:
    Manusia Indonesia tidak terlepas dari modernisasi seperti teknologi informasi dan
    teknologi komunikasi. Neoliberalisme pendidikan membawa dampak positif dan
    negatif. Positifnya yaitu pendidikan menunjang perbaikan hidup dan nilai negatifnya
    yaitu mempersempit tujuan pendidikan atas pertimbangan efisiensi, produksi, dan
    menghasilkan manusia-manusia yang dapat bersaing, yaitu pada profit orientit
    yang mencari keuntungan sebesar-besarnya terhadap investasi yang dilaksanakan
    dalam bidang pendidikan.
    Demi mencapai efisiensi dan kualitas pendidikan maka disusunlah beberapa upaya
    standardisasi. Untuk usaha tersebut maka muncul konsep-konsep seperti : Ujian
    Nasional.
    Dalam menyusun RENSTRA Departemen Pendidikan Nasional tahun 2005 – 2009
    lebih menekankan pada manajemen dan kepemeimpinan bukan masalah pokok
    yaitu pengembangan anak Indonesia. Anak Indonesia dijadikan obyek, anak
    Indonesia bukan merupakan suatu proses humanisasi atau pemanusiaan. Anak
    Indonesia dijadikan alat untuk menggulirkan suatu tujuan ekonomis yaitu
    pertumbuhan, keterampilan, penguasaan skil yang dituntut dalam pertumbuhan
    ekonomi.

    Mohon bapak dan juga teman-teman seangkatan 14 konsentrasi pemasaran dapat memberikan saran untuk kelajutan rencana profosal tesis ini….terima kasih

    Kosiah, judul tentatif hendaknya disertakan dibagian atas sehingga peserta lain dapat mengikuti perkembangan proposal. Sekedar mengingatkan mulai proposal tidak dari hal yg terlalu luas. Kerja keras lagi.

    Komentar oleh khosiah MM angkatan !4 | Juli 5, 2012 | Balas

  19. TAUFIK DIYA (NIM: C2B.010104)

    Salam Pak Jo,

    Sebelumnya saya mohon maaf atas keterlambatan saya dalam mengekspos rencana judul tesis yang bermuara kepada proposal tesis tentatif nantinya. Saya juga minta maaf tidak dapat mengikuti materi di kelas karena pada hari Sabtu kami masih buka pelayanan (setengah hari) dan tidak dapat meninggalkan kantor karena keterbatasan jumlah “Penaksir” sebagai ujung tombak perusahaan.

    Rencana judul tesis saya adalah, “Pengaruh Servicescape Terhadap Perilaku Nasabah PT. Pegadaian (Persero) Cabang Jambi.”

    Alasan saya memilih judul ini, antara lain:
    1. Masih sedikit yang meneliti tentang servicescape di MM – UNJA
    2. Servicescape (fasilitas fisik) adalah salah satu elemen dari physical evidence yang merupakan salah satu bauran pemasaran jasa yang penting (essential evidence) dalam mempengaruhi perilaku nasabah, apakah mereka akan merespon positif (mendekat) atau merespon negatif (menjauh).
    3. Alasan objek penelitiannya adalah PT. Pegadaian (Persero) karena saya ingin meneliti untuk perusahaan saya sendiri yang nanti bisa bermanfaat bagi manajemen untuk melakukan continues improvement dalam pelayanan, selain itu Pegadaian merupakan Lembaga Keuangan Non-Bank yang bergerak di bidang jasa milik pemerintah (BUMN) yang sudah cukup tua (111 tahun) usianya dan baru beralih badan hukumnya dari Perum ke Persero pada tanggal 1 April 2012 lalu. Tapi sayang, masih banyak masyarakat terutama kalangan mahasiswa yang tidak tau bahkan asing apa itu PEGADAIAN?

    Mohon masukan dari Pak Jo dan teman-teman tentang rencana judul proposal tesis saya ini untuk bisa saya jadikan proposal tesis yang sesungguhnya. Tak ada gading yang tak retak. Sekian dan Terima kasih.

    Taufik yang harus disampaikan pada latar belakang adalah fakta pentingnya servicecape di objek yg dijadikan penelitian. Kemudian harus pula diingat bahwa tidak semua produk pegadaian membutuhkan servicecape yg lebih baik. Akan tetapi silahkan tulis dulu sehingga saya dan peserta lain dapat mengikuti perkembangannya. Ditunggu penyajian yg lebih baik, silahkan pelajari teknik yg dibuat oleh Sofian. Sukses selalu.

    Komentar oleh Taufik Diya | Juli 10, 2012 | Balas

    • Taufik, judulyang akan diteliti bagus, tapi apakah termasuk dalam perilaku konsumen?

      Komentar oleh FITRIAH | Juli 12, 2012 | Balas

      • Yap mbak Pipit, konsepnya perpaduan antara jasa (servicescape) sebagai variabel independent dan perilaku konsumen (perilaku nasabah) sebagai variabel dependent. Trims

        Komentar oleh Taufik Diya | Juli 12, 2012

    • Baik pak, trims.

      Komentar oleh Taufik Diya | Juli 12, 2012 | Balas

  20. Salam Pak Jo,

    saya FITRIAH, ini latar belakang proposal tesis saya, untuk proposal tesis tentatif secara keseluruhan akan saya kirim melalui email ya pak, thanks before pak.

    I.1 Latar Belakang Masalah

    Persaingan di bisnis asuransi kian ketat, pengetahuan masyarakat tentang manfaat asuransi kian tinggi, serta kebutuhan akan adanya rasa nyaman membuat para nasabah untuk Berbagai cara dilakukan perusahaan asuransi untuk menarik nasabah. Selain mengenalkan produknya lewat berbagai promosi, banyak perusahaan yang mengemas produk baru agar masyarakat semakin berminat menginvestasikan dananya ke asuransi. Salah satu produk yang tampaknya akan menjadi andalan perusahaan asuransi adalah asuransi kerugian.
    Munculnya perusahaan-perusahaan pembiayan (Leasing Company) dalam bidang pembiayaan kendaraan bermotor dan juga kredit pemilikan kendaraan bermotor dari sejumlah bank swasta dan negeri juga turut membuat pasar asuransi kendaraan bermotor di Indonesia berkembang.
    PT. Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) sebagai salah satu jasa perasuransian terkemuka di kota Jambi cukup memiliki andil dalam pembangunan ekonomi terutama dalam memberikan perlindungan kepada nasabah terhadap risiko yang dihadapi baik perorangan maupun risiko yang dihadapi perusahaan (Korporasi).
    Dalam upaya untuk lebih mengoptimalkan perannya dalam bisnis perasuransian terutama dalam mengahadapi kondisi perekonomian yang tidak menentu dan persaingan yang kian marak, pihak manajemen perusahaan perlu merumuskan suatu kebijakan dalam rangka mengimplementasikan konsep pemasarannya melalui berbagai pilihan seperti kombinasi produk, saluran distribusi, promosi dan kebijakan harga (pricing) agar dapat tercipta mekanisme yang baik sehingga pengelolaan pemasaran jasa asuransi diharapkan dapat disesuaikan dengan perubahan-perubahan, baik eksternal (pasar) maupun internal (organisasi) yang pada gilirannya target penjualan jasa asuransi yang diharapkan dapat dicapai.
    Menghadapi situasi tersebut, peranan tenaga pemasaran sangat dibutuhkan sebagai jalur penghubung antara perusahaan, PT. Jasindo dan nasabah dalam memperkenalkan dan menawarkan keunggulan – keunggulan dari produk jasa asuransi yang ditawarkan dan untuk mendukung keberhasilan perusahaan dalam mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan.
    Salah satu keunggulan dalam bersaing adalah keunggulan kompetitif, karena hal ini dipandang sebagai suatu proses yang dinamis dari pada hanya sekedar suatu hasil. Penentuan keunggulan kompetitif perusahaan dan identifikasi peluang-peluang baru untuk mendapatkan keunggulan memerlukan analisis nasabah dan pesaing yang mencakup kualitas pelayanan dan kepuasan yang diberikan oleh perusahaan.
    Salah satu cara agar penjualan jasa suatu perusahaan lebih unggul dibandingkan dengan para pesaingnya adalah dengan memberikan pelayanan yang berkualitas dan bermutu yang memenuhi tingkat kepuasan konsumen asuransi.
    Tingkat kepuasan konsumen terhadap jasa yang ditawarkan yang akan mereka terima dapat dibentuk berdasarkan pengalaman dan saran yang mereka peroleh. Konsumen memilih pemberi jasa berdasarkan peringkat kepentingan dan menikmati jasa tersebut. Mereka cenderung akan membandingkannya dengan yang mereka harapkan.
    Tingkat kualitas pelayanan tidak hanya dinilai berdasarkan sudut pandang perusahaan tetapi juga harus dipandang dari sudut pandangan penilaian nasabah. Karena itu, dalam merumuskan strategi dan program pelayanan, perusahaan harus berorientasi pada kepentingan nasabah dengan memperhatikan komponen kualitas pelayanan karena faktor tersebut lebih efektif peranannya dalam meningkatkan volume penjualan dan laba, ketimbang faktor promosi ataupun periklanan. Jadi dapat dimengerti jika pelayanan semakin besar fungsinya dalam keseluruhan strategi pemasaran yang ditetapkan.
    Menyadari arti pentingnya pelayanan bagi konsumen sebagai salah satu usaha untuk tetap unggul dan memenangkan persaingan jangka panjang, penulis mencoba menganalisis sebuah perusahaan yang aktivitasnya bergerak di bidang asuransi yaitu PT. Asuransi Jasa Indonesia (JASINDO), mengingat bahwa pada masa sekarang ini, dunia usaha asuransi sangat kompetitif yang diakibatkan mulai tumbuhnya kesadaran untuk berasuransi serta nasabah mampu menilai baik buruknya suatu perusahaan asuransi, dengan terdapatnya berbagai produk jasa asuransi yang ditawarkan oleh perusahaan.
    Dalam pembahasan ini penulis memfokuskan pada salah satu jenis asuransi yakni asuransi kendaraan bermotor, mengingat bahwa jenis asuransi ini memberikan kontribusi premi yang cukup besar bagi perusahaan. Seiring dengan perkembangan dunia asuransi saat ini yang diwarnai dengan persaingan yang semakin ketat dan perjuangan untuk menciptakan bisnis yang berulang dengan nasabah yang sudah di eksis menyebabkan PT. Jasindo berupaya untuk meningkatkan pelayanan kepada nasabahnya. Dengan pelayanan yang profesional senantiasa dijiwai dengan karakter cepat, akurat, ramah dan efisien (CARE) membuat asuransi Jasindo sangat berpengalaman menangani, mengkoordinasikan, membayar, serta menyelesaikan klaim-klaim besar.
    Di samping faktor – faktor tradisional yang mewarnai penilaian nasabah atas pelayanan yang diterimanya, juga terdapat faktor – faktor lain yang sifatnya kualitatif seperti pelayanan terhadap klaim asuransi dimana berhubungan dengan pihak bengkel rekanan, dimana pelayanan yang diberikan sangat berpengaruh terhadap kepuasan nasabah yang berefek pada loyalitas nsabah terhadap produk asuransi yang ditawarkan yaitu asuransi kendaraan. Dengan demikian tidak hanya pihak asuransi yang harus memberikan pelayanan yang berkualitas namun pihak bengkel rekanan juga harus memberikan pelayanan yang terbaik pula, karena apabila pelayanan nya kurang maka pada saaat evaluasi kinerja layanan bengkel rekanan kemungkinan pihak asuransi akan mengurangi jatah perbaikan kendaraan kepada pihak asuransi dan yang lebih parah menghentikan kerjasamanya. Pelayanan seperti itulah yang dapat diharapkan akan membuat masuknya nasabah baru dan bertahannya nasabah lama untuk tetap mempercayakan perlindungan asuransinya kepada PT. Jasindo di Jambi.
    Hasil pengamatan penulis menunjukkan bahwa pelayanan sementara yang dapat dijadikan sebagai dasar untuk mengukur kepuasan Nasabah PT. Jasindo terhadap pelayanan yang diberikan kepada nasabahnya terkait dengan klaim asuransi dan pelayanan bengkel rekanan adalah :
    a. Kecepatan pelayanan akan memberikan kepastian dan ketenangan nasabah
    b. Keakurasian menjamin kepuasan nasabah dalam memperoleh kepastian berasuransi
    c. Ketepatan waktu penyelesaian klaim asuransi.
    d. Kualitas dari hasil pengerjaan klaim asuransi.
    Pelayanan inilah yang harus lebih diperhatikan dan ditingkatkan dalam menangani kepuasan nasabah yang memiliki persoalan dan pemikiran yang beragam.
    Sehubungan dengan hal tersebut, penulis berniat untuk mengkaji dan meneliti serta membahas tema ini dengan memilih judul : “ Analisis Pengaruh Kualitas Layanan Bengkel Rekanan Terhadap Kepuasan dan loyalitas Nasabah produk Asuransi Kendaraan studi kasus pada PT Asuransi Jasa Indonesia (JASINDO) kantor cabang Jambi.”

    Untuk diperhatikan semua peserta. Proposal tentatif harus dikirimkan sebagai bagian penilaian. Isinya mulai dari Latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian hingga studi pustaka dan kerangka pemikiran. Penilaian utamanya akan difokuskan kepada studi pustaka yg menggunakan variabel perilaku konsumen. Dalam studi pustaka sajikan konsep, temuan, hingga variabel penelitian yg digunakan. Sukses selalu.

    Komentar oleh FITRIAH | Juli 13, 2012 | Balas

  21. Salam Pak Jo.

    ini saya lampirkan jawaban Tugas 1 Matkul Manj. Strategik

    Tugas 1:

    Pertanyaan :
    1. Siapakah yang dimaksud dengan pelanggan pada rancangan penelitian anda?
    2. Informasi apakah yang perlu diketahui tentang pelanggan yang anda maksud?
    3. Adakah faktor yang teridentifikasi yang menyebabkan perubahan yang dimaksud
    4. Bagaimana cara mengetahui perubahan lanjutan dari perubahan yang dimaksud

    Jawaban :

    1. Yang dimaksud pelanggan adalah Nasabah Asuransi atau yang biasa disebut Tertanggung.

    2. Informasi yang perlu diketahui adalah:
    - Siapakah pelanggan tersebut apakah pribadi (perorangan) atau perusahaan.
    - Apa yang akan di asuransikan, misal mobil / motor / rumah / kesehatan.
    - Bagaimana kondisi barang yang akan diasuransikan.
    - Dimana lokasi / keberadaaan barang yang akan diasuransikan.
    - Status barang yang akan di asuransikan.
    - Berkas-berkas pendukung, misal STNK, SIM, Sertifikat,dll.

    3. Faktor-faktor yang teridentifikasi yang menyeradbabkan perubahan adalah:
    - Kenyaman : baik secara pelayanan maupun manfaat yang didapat dari produk asuransi tersebut
    - Rasa Aman : dimana tertanggung merasa bahwa barang yang diasuransikan nya telah diasuransikan sehingga aman.
    - Kualitas Layanan : bahwa pihak Asuransi Jasindo memberikan pelayanan yang terbaik kepada nasabahnya

    4. Cara mengetahui perubahan lanjutan adalah dengan cara menerapkan faktor-faktor teridentifikasi yang menyebabkan perubahan tersebut, sehingga mengeluarkan feedback berupa tanggapan dari nasabah yang dituangkan kedalam kuesioner , dimana kuesioner tersebut dapat dijadikan bahan evaluasi bagi perusahaan atau pihak asuransi.

    Terimakasih pak Jo.

    Komentar oleh FITRIAH | September 13, 2012 | Balas

  22. Salam Pak Jo
    Berikut sy sampaikan jawaban tugas mnjmn stratejik
    1. Pelanggan pada rancangan penelitian : pembeli/konsumen yang membeli obat over the counter (OTC)/obat bebas dan alat-alat kesehatan yang di jual di lay out swalayan apotek dan pasien yang menebus resep di apotek Kimia Farma.
    2. Informasi yang perlu diketahui tentang pelanggan :
    - Apakah pelanggan pernah membeli obat di apotek selain Kimia Farma
    - Apakah pelanggan membeli obat atau hanya menebus resep
    - Apakah tempat tinggal pelanggan memang dekat dengan apotek atau pelanggan memang memilih untuk membeli obat di apotek tersebut
    - Apakah perubahan lay out apotek menjadi swalayan memberikan daya tarik bagi pelanggan
    - Apakah perubahan lay out apotek menjadi swalayan dapat memenuhi ekspektasi pelanggan
    3. Faktor yang teridentifikasi yang menyebabkan perubahan:
    - Ketertarikan pelanggan terhadap produk
    - Kemudahan pelanggan dalam memilih produk yang diinginkan
    - Kenyamanan memperoleh produk
    - Kecepatan memperoleh produk
    4. Cara mengetahui perubahan lanjutan:
    Dapat di lihat dari animo pelanggan, apakah perubahan ini memberikan dampak positif/negatif terhadap apotek. Apabila tanggapan pelanggan baik maka perubahan ini memberikan dampak positif terhadap citra dan income apotek maka dapat dilakukan perubahan lanjutan.

    Terima Kasih Pak Jo

    Komentar oleh Dian Prima Kurniati | September 14, 2012 | Balas

  23. TUGAS I SOAL :
    1. Siapakah yang dimaksud dengan pelanggan pada rancangan penelitian anda?
    2. Informasi apakah yang perlu diketahui tentang pelanggan yang anda maksud
    3. Adakah faktor yang teridentifikasi yang menyebabkan perubahan dimaksud
    4. Bagaimana cara mengetahui perubahan lanjutan dari perubahan yang dimaksud.

    JAWAB ;

    1. Yang dimaksud dengan pelanggan pada rancangan penelitian Saya adalah PRODUSEN (Wajib tera ulang)
    sebagai pemilik UTTP.
    2. yang perlu diketahui tentang pelanggan (produsen Alat UTTP) yang saya maksud adalah
    – Jenis dan junlah Alat UTTP yang dipakai
    – Kondisi Informasi alat UTTP Legal atau tidak Legal
    – Kapan alat UTTP ditera/ditera ulang
    – Dimana tempat tera/tera ulang dilaksanakan
    – Bagaimana pelayanan yang diberikan oleh Balai Pelayanan Kemetrologian :
    Lama pelayanan, Biaya yang dikeluarkan
    – Siapa yang membawa alat UTTP untuk ditera ulangkan ke Kantor Pelayanan Kemetrologian.

    3. Ada yaitu : Informasi tentang Pelayanan yang diberikan oleh Balai Kemetrologian Disperindag prov. Jambi
    kepada Produsen pemilik alat UTTP yaitu : Produsen pemilik Alat UTTP (pelanggan) mengharapkan adanya
    Service Delivery yaitu adanya njasa menjemput UTTP untuk diteraulangkan ke Kantor Balai Pelayanan
    Kemetrologian dan menghantarkan Alat UTTP yang sudah ditera ulangkan ke pemilik Alat UTTP (produsen)

    4. Cara mengetahui perubahan lanjutan dari perubahan dimaksud yaitu :
    – Tumbuhnya kesadaran pemilik Alat UTTP (produsen) untuk menera ulangkan Alat UTTPnya sesuai
    dengan Undang-Undang No. 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal.
    – mengadakan control/pengawasan dari PPNS Metrologi ke tempat usaha/pemilik UTTP (produsen).

    TUGAS II TUGAS INDIVIDU
    1. Pilih salah satu perusahaan, kemudian jelaskan proses pemasarannya, siapa saja dan bagaimana terlibat
    dalam pemasaran (Perantara, organisasi Khusus, Individu).
    2. Apakah anda melihat ada permasalahan, kalau ada bagaimana solusinya menurut anda.

    JAWAB :

    1. Perusahaan yang Saya pilih adalah PT NAZILA JAMBI NUGRAHA
    Distributor produk plastik TUPPERWARE
    Alamat Jln. Hos Cokroaminoto Simpang III Sipin Kec. Kota Baru Jambi
    Adapun proses pemasarannya dengan metode penjualan langsung yang dikenal dengan julukan Independen
    Sales Force. Strategi penjualan langsung dengan apa yang disebut sebagai Tupperware Party.
    Yang terlibat dalam pemasaran Tupperware adalah : individu yang telah menjadi anggota disebut :Dealer,
    Team Captain, Manager, Group Manager.
    - Dealer adalah orang yang menjadi anggota sesuai ketentuan
    - Team Captain adalah : Dealer yang sudah menjadi anggota 3 bulan
    - Manager adalah : Team captain yang sudah menjadi anggota bulan sesuai ketentuan
    - Group Manager adalah : manager yang sudah mempunyai manager …orang

    Penjualan melalui Party dengan cara : mengundang/mengumpulkan Ibu-ibu 5-10 orang atau lebih
    - mendemonstrasikan keunggulan produk
    - Transakasi Penjualan
    - merekrut Ibu-ibu untuk menjadi anggota
    - membuat dating untuk party selanjutnya

    2. Ada permasalahan yaitu : Kurangnya Ketersediaan Produk Tupperware yang diinginkan oleh konsumen di
    Kantor Distributor.
    Solusinya :
    - Memberikan solusi kepada konsumen tentang alternative pilihan lain produk yang hampir sama
    kegunaan/fungsinya.
    - Membawa produk yang tersedia di Distributor pada waktu Party Tupperware.

    Terma Kasih Pak Jo… Oleh Hj. Masrita / September, 17, 2012

    Komentar oleh masrita | September 17, 2012 | Balas

  24. Salam Pak Jo,

    Berikut saya upload judul proposal tesis (revisi) dan Chapter I (Pendahuluan) yang ditugaskan pada mata kuliah “Perilaku Konsumen”. Proposal tentatif akan saya kirim melalui email. Tugas I dan Tugas II “Pemasaran Strategik” akan saya upload segera. Mohon masukan dari Bapak Jo dan rekan-rekan.
    Maaf kata, maaf hati. Terima kasih

    Judul:
    Pengaruh Persepsi Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Produk MULIA PT. Pegadaian (Persero) Di Kota Jambi

    BAB I
    PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang Masalah
    Pemasaran berkembang dengan pesat dan memahami perilaku konsumen menjadi salah satu strategi dalam keberhasilan memasarkan produk. Menghasilkan suatu produk yang diinginkan konsumen akan mengefisienkan kegiatan pemasaran, melalui pemahaman perilaku konsumen akan diperoleh informasi bagaimana konsumen mengembangkan sejumlah alternatif dalam pembeliannya. Informasi ini akan menjadi fokus kegiatan pemasaran untuk mendesain produk, harga, bauran promosi, dan distribusi sampai dengan sistem pelayanan sesuai dengan yang diperlihatkan konsumen melalui perilakunya (Ade Octavia, 2009).
    Dalam persaingan memperebutkan konsumen, sebuah perusahaan harus dapat memahami konsumen dengan lebih baik dibanding pesaingnya. Pemahaman terhadap perilaku konsumen (consumer behaviour) memegang peranan penting di dalam hal ini. Untuk itu perlu dilakukan upaya secara sistematis untuk menggali data dan informasi mengenai perilaku konsumen, baik perilaku yang tampak maupun yang tidak tampak (Nang Among, 2009).
    Konsumen akan menetapkan berbagai kriteria dalam melakukan keputusan pembelian dan memakai suatu produk. Berbagai hal yang dapat mempengaruhi keputusan konsumen untuk melakukan atau tidak melakukan keputusan pembelian terhadap suatu produk dan merek antara lain pendapatan, pendidikan, pengaruh lingkungan, cara memandang suatu produk (persepsi) dan sebagainya. Persepsi yang dibentuk oleh seseorang dipengaruhi oleh pikiran dan lingkungan sekitarnya. Selain itu satu hal yang perlu diperhatikan dari persepsi adalah bahwa persepsi secara substansial bisa sangat berbeda dengan realitas. Setiadi (2003: 160) dalam M. Fauzi (2011) persepsi merupakan salah satu pembentuk sikap konsumen terhadap suatu objek (produk dan merek). Bahkan sering terjadi, bahwa persepsi konsumen terhadap obyek tersebut menjadi faktor yang menentukan preferensi dan keputusan konsumen.
    Persepsi yang dimiliki konsumen biasanya mempunyai dampak dan implikasi strategis bagi perusahaan pemasar, karena konsumen membuat keputusan-keputusan berdasarkan pada persepsi konsumen bukan berdasarkan kenyataan atau realita yang ada secara obyektif. Sehingga dapat dikatakan bahwa persaingan yang terjadi antar perusahaan bukan lagi persaingan antar produk secara langsung tetapi persaingan persepsi di dalam pikiran konsumen. Walaupun demikian keputusan pembelian konsumen tetap dapat dilihat melalui berbagai atribut yang dipertimbangkan dan dievaluasi konsumen antara lain yaitu perspektif kognitif dan perspektif afektif mereka (M. Fauzi, 2011).
    Perspektif kognitif mencakup pemilihan merek atau produk berdasarkan manfaat dan utilitas fungsional yang mencakup reliabilitas, daya tahan, kinerja, kualitas dan fitur. Sedangkan perspektif afektif mencakup aspek-aspek eksperiensial atau pengalaman dari konsumsi yaitu nilai emosional yang diperoleh dari mengkonsumsi produk. Persepsi konsumen terhadap produk dan merek terbentuk dari stimuli yang diciptakan pemasar maupun yang berasal dari lingkungan sosial konsumen. Hal ini menyebabkan pemasar perlu mengetahui persepsi konsumen terhadap produk dan mereknya (M. Fauzi, 2011).
    Membangun dan mempertahankan persepsi yang baik di mata konsumen dapat dibedakan melalui jalur merek dan pemahaman yang baik terhadap perilaku konsumen. Semakin kuat merek suatu produk dimata konsumen, maka semakin kuat daya tariknya untuk menggiring konsumen mengonsumsi produk tersebut yang pada akhirnya membawa perusahaan mendapatkan keuntungan dari waktu ke waktu. Pemahaman ini akan memungkinkan pemasar dapat menyusun dan mengembangkan strategi untuk mempengaruhi, merubah dan menciptakan persepsi yang baik mengenai perusahaan tersebut yang akan berimplikasi dalam mempengaruhi konsumen untuk melakukan keputusan pembelian terhadap produk dan merek perusahaan. Persepsi atau pandangan setiap konsumen atas suatu hal sangat berbeda-beda, tetapi persepsi konsumen tersebut akan sama ketika dilihat berdasarkan kualitas produk, nilai emosional, dan kesesuaian harga (M. Fauzi, 2011).
    Menurut Kotler dan Amstrong (2004:283) dalam M. Fauzi (2011), arti dari kualitas produk adalah “the ability of a product to perform its functions, it includes the product’s overall durability, reliability, precision, ease of operation and repair, and other valued attributes” yang artinya kemampuan sebuah produk dalam memperagakan fungsinya, hal itu termasuk keseluruhan durabilitas, reliabilitas, ketepatan, kemudahan pengoperasian dan reparasi produk juga atribut produk lainnya.
    Menurut Barlow dan Maul (2000:17) dalam M. Fauzi (2011), nilai emosional adalah nilai ekonomi atau bernilai moneter perasaan ketika palanggan pengalaman positif produk organisasi atau jasa. Menurut Kotler dan Phlip (2002:518) dalam M. Fauzi (2011), kesesuaian harga adalah nilai suatu barang atau jasa yang diukur dengan sejumlah uang yang dikeluarkan oleh pembeli untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang atau jasa berikut pelayanannya.
    Emas batangan adalah produk investasi emas yang paling menguntungkan jika dibandingkan dengan investasi dalam bentuk emas lainnya. Dibanding emas perhiasan dan koin emas, emas batangan lebih mudah untuk dijual kembali. Selain itu, emas batangan tidak dibebani ongkos pembuatan seperti halnya emas perhiasan. Jika kita membeli emas batangan, kita membayar untuk harga emasnya saja, begitu juga ketika kita akan menjualnya. Ukuran emas batangan bermacam-macam, mulai dari satu gram, 2,5 gram, lima gram, 10 gram, 25 gram, 50 gram, 100 gram, 250 gram, dan satu kilogram. Emas batangan sangat cocok untuk dijadikan sarana investasi karena sangat likuid. Di mana pun dan kapan pun kita ingin menjualnya, nilainya akan mengikuti standar internasional. Di Indonesia dikenal dua jenis emas batangan, yaitu emas batangan yang diproduksi PT. Aneka Tambang (Antam) dan emas lokal. Emas batangan yang diproduksi Antam memiliki kadar 99,99 persen dan disertai sertifikat yang diakui secara internasional. Sedangkan emas lokal adalah emas yang biasa ada di toko-toko emas dengan kadar sekitar 97 persen (Ari Triyanti, 2012).
    Logam Mulia atau Emas mempunyai berbagai aspek yang menyentuh kebutuhan manusia disamping memiliki nilai estetis yang tinggi juga merupakan jenis investasi yang nilainya sangat stabil, likuid, dan aman secara riil. MULIA (Murabahah Logam Mulia untuk Investasi Abadi) memfasilitasi kepemilikan emas batangan melalui penjualan Logam Mulia oleh Pegadaian kepada masyarakat secara tunai dan/atau dengan pola angsuran dengan proses cepat dalam jangka waktu tertentu yang fleksibel. Akad MULIA menggunakan Akad Murabahah dan Rahn (www.pegadaian.co.id).
    Kota Jambi yang merupakan ibukota Propinsi Jambi, selain sebagai pusat dari kegiatan Pemerintah baik Propinsi maupun Pemerintah Kota Jambi sendiri, juga merupakan kawasan pusat perdagangan dan pelayanan jasa utama di Propinsi Jambi. Dalam kerangka regional, Kota Jambi adalah daerah yang menghubungkan lintas tengah dan lintas timur Sumatera, yang merupakan jalur distribusi utama yang memiliki keunggulan komparatif dan sangat berpotensi menjadi simpul perdagangan regional, karena letak geografisnya yang sangat mendukung. Disamping aksesnya yang mudah ke kota-kota utama di Sumatera, Kota Jambi juga berdekatan dengan pusat pertumbuhan regional Batam, Singapura dan Johor. Oleh karenanya, dimasa yang akan datang, daerah ini diproyeksikan akan sangat berpeluang memainkan peranan penting sebagai daerah pendukung utama (main hinterland) dalam kerjasama ekonomi regional IMS-GT (Indonesia, Malaysia and Singapore-Growth Triangle). Dengan kondisi perkotaan yang berkembang pesat dewasa ini, potensi perdagangan dan jasa senantiasa memiliki peluang dan prospek. Dukungan infrastruktur dan pengembangan kawasan perdagangan merupakan peluang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan produk barang dan jasa, disamping potensi perdagangan dan jasa umum yang cukup baik (www.kotajambi.go.id).
    Pada Tahun 2009 Cabang Pegadaian Syariah di kota Jambi me-launching Produk Investasi Emas bernama MULIA ini. Dalam perkembangannya sampai dengan saat ini (September, 2012) di Kota Jambi telah berdiri empat kantor cabang PT. Pegadaian (Persero) dengan tiga kantor Cabang Konvensional (Cabang Jambi, Cabang Simpang Pulai, dan Cabang Sipin) dan satu kantor Cabang Syariah (Cabang Syariah Jelutung). Semua kantor cabang tersebut sekarang merupakan Kantor Cabang Pelaksana Mulia (KCPM). Dengan berbagai kemudahan yang telah ditawarkan oleh Pegadaian angka kenaikan investasi emas masih di rasa kurang (Teguh, 2010), banyak hal yang mempengaruhi seseorang berinvestasi emas salah satunya adalah persepsi konsumen.
    Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul, “Pengaruh Persepsi Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Produk MULIA PT. Pegadaian (Persero) Di Kota Jambi.”

    1.2 Perumusan Masalah
    Berdasarkan latar belakang masalah yang dikemukakan, maka masalah dapat dirumuskan sebagai berikut: “Apakah persepsi konsumen (kualitas produk, nilai emosional, dan kesesuaian harga) mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk MULIA PT. Pegadaian (Persero) di Kota Jambi”?

    1.3 Tujuan Penelitian
    Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh persepsi konsumen (kualitas produk, nilai emosional, dan kesesuaian harga) terhadap keputusan Pembelian.

    1.4 Manfaat Penelitian
    Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
    a. Bagi perusahaan
    Sebagai referensi dan informasi bagi perusahaan tentang persepsi konsumen dan strategi pemasaran untuk meningkatkan volume penjualannya.
    b. Bagi penulis
    Merupakan kesempatan bagi penulis untuk menerapkan ilmu secara teori dan praktek dan khususnya dalam perilaku konsumen.
    c. Bagi peneliti lain
    Sebagai bahan referensi dan perbandingan bagi peneliti yang lain dalam menganalisis perilaku konsumen untuk pengembangan lebih lanjut.

    1.5 Ruang Lingkup Penelitian
    Agar penulisan ini lebih terarah penulis membatasi pada PT. Pegadaian (Persero) di Kota Jambi sebagai penyedia jasa dengan objek menyangkut tentang persepsi konsumen. Desain yang digunakan adalah metode survai dan datanya bersumber dari konsumen (nasabah) PT. Pegadaian (Persero) di Kota Jambi yang dijadikan responden dalam penelitian ini.

    TAUFIK DIYA
    NIM: C2B.010104

    Komentar oleh Taufik Diya | September 20, 2012 | Balas

  25. salam pak joe, berikut jawaban TUGAS 1
    nama :m. iqbal
    nim : C2BO1OO77
    1. Dalam kondisi keterbatasan keuangan, PT PLN (Persero) tetap berupaya memberikan perlindungan terhadap Pelanggan dengan melaksanakan prioritas layanan kepada masyarakat. PT PLN (Persero) selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan listrik calon pelanggan mulai dari kelas rumah tangga, usaha atau bisnis,industri dan umum.
    Peningkatan kualitas layanan yang dimaksud, antara lain:
    • Peningkatan mutu produk berupa keandalan pasokan listrik, tegangan dan frekuensi listrik sesuai dengan standar yang ditetapkan termasuk kecukupan pasokan listrik.
    • Peningkatan akurasi pencatatan meter pemakaian listrik kWh, kVARh.
    • Peningkatan mutu layanan di mana seluruh jajaran karyawan PT PLN (Persero) memperlakukan pelanggan sebagai mitra bisnis.
    2.Minimnya pemahaman masyarakat atas informasi, produk dan layanan PLN menimbulkan berbagai permasalahan dan kendala yang berdampak pada penurunan citra pelayanan PLN maupun dapat merugikan masyarakat / pelanggan itu sendiri. Penyampaian suatu produk layanan maupun suatu produk pemasaran memerlukan lebih dari sekedar dari penyampaian yang menarik, kepastian waktu maupun harga yang terjangkau dari produk itu sendiri namun juga harus dapat berkomunikasi dengan baik secara beda melalui penguatan citra merk (Brand Image) dan positioning yang kuat. PLN dituntut dapat berperan sebagai komunikator dan promotor dengan cara dan etika yang benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta mampu menjadi jembatan internal dan eksternal.
    Layanan komunikasi dan pemasaran terpadu ini dilaksanakan secara mobile, hadir ditengah-tengah masyarakat secara proaktif dengan pendekatan yang berbeda dan unik. Ide dasar dari layanan komunikasi dan pemasaran terpadu ini adalah dengan menggunakan 1 (satu) unit kendaraan roda 4 yang dirancang khusus dengan tampilan unik yang dimaksudkan sebagai simbol / ikon brand image citra pelayanan PLN. Kendaraan ini selanjutnya diberi nama Mobil Informasi (MOFI) dimaksudkan untuk memudahkan masyarakat mengenali layanan komunikasi dan pemasaran terpadu.
    Program kerja dari Mobil Informasi (MOFI) dilakukan secara berkesinambungan dengan skala prioritas, antara lain :
    • Sosialisasi Kelistrikan meliputi P2TL, PPJU, Tips dan Himbauan mengenai hemat listrik / bahaya-bahaya listrik, serta Penekanan Tunggakan.
    • Membuka loket keliling untuk Pasang Baru / Tambah Daya Program.
    • Mengadakan dialog langsung / sambung rasa dengan masyarakat disertai dengan penyampaian brosur-brosur produk layanan dan produk pemasaran PLN.
    • Kunjungan ke siswa tingkat Sekolah Dasar dalam upaya proses pembelajaran dan pemahaman masalah kelistrikan sejak dini bagi generasi muda.
    . Bakti sosial dalam bentuk pemutaran film (layar tancap) dengan selingan spot iklan PLN, sebagai bentuk kepedulian memberikan hiburan yang positif terutama pada daerah-daerah terpencil dan minim hiburan
    Dengan dilaksanakannya program Layanan Komunikasi dan Pemasaran Terpadu secara mobile dengan Mobil Informasi (MOFI) ini betujuan untuk lebih mendekatkan diri dan menyampaikan informasi kepada masyarakat seluas-luasnya, bukan menunggu dari masyarakat yang menanyakan informasi ke PLN.
    3. kualitas pelayanan sangatlah perlu bagi suatu perusahaan untuk dapat menjaga citra dihadapan konsumennya. Pelayanan yang baik akan membuat konsumen merasa diperhatikan kebutuhan dan keinginannya. Respon yang positif akan diberikan oleh konsumen apabila konsumen merasa diperhatikan, dan akan menghasilkan nilai balik yang positif pula untuk perusahaan. Tiap pelayanan yang diberikan oleh perusahaan adalah penting, akan tetapi perlu dipertimbangkan manakah yang paling diprioritaskan untuk secepatnya dibenahi jika memang terdapat kekurangan.
    PT. PLN (PERSERO) merupakan sebuah perusahaan yang memiliki banyak pelanggan. Setiap pelanggan menginginkan pelayanan yang terbaik dari PLN.
    Berdasarkan hal tersebut maka penting untuk memilih mana saja pelayanan yang perlu ditingkatkan oleh PLN. Berdasarkan permasalahan di atas, metode yang digunakan untuk melakukan analisa dalam rangka mengetahui seberapa besar kepuasan responden saat ini dan berguna untuk mempertahankan pelanggan yang ada adalah SERVQUAL (Service Quality) .Metode Servqual digunakan untuk menentukan atribut kebutuhan pelanggan serta mengukur kesenjangan (gap) antara harapan dengan persepsi pelanggan terhadap suatu layanan.

    4.PT. PLN (Persero) adalah suatu perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan jasa listrik di Indonesia. pelayanan yang sudah diberikan kepada masyarakat dan juga perlu mengetahui posisinya dimata pelanggan dalam hal kualitas layanan dan kepuasan konsumen atas layanan yang telah mereka berikan. Hal tersebut dilakukan guna membangun citra yang baik di mata masyarakat, karena jika tidak dilakukan peningkatan kinerja dalam hal kualitas pelayanan maka kepuasan pelanggan akan terus menurun dan jumlah keluhan pelanggan atas kinerja PT. PLN (persero) dalam hal kualitas pelayananpun akan terus meningkat. Disamping itu dengan ditetapkannya UU No.20 tahun 2002 tentang ketenagalistrikan sebagai pengganti UU No.15/1985 yang menyatakan bahwa PT. PLN tidak lagi merupakan satu-satunya penyedia jasa listrik di Indonesia namun akan ada penyedia jasa yang lain. UU ini memberikan dasar baru bagi sektor ketenagalistrikan untuk berkembang dalam kompetisi dunia usaha dengan tuntutan untuk memuaskan konsumen (customer oriented). (Fokus Media Komunikasi PLN, 2009). Hal tersebut sedikit banyak membuat PT. PLN harus kembali melihat pelayanan yang sudah diberikan. Salah satu indikator untuk membangun citra yang baik di mata pelanggan adalah melalui pengukuran tingkat kepuasan pelanggan PT. PLN (Persero). Selanjutnya dari hasil pengukuran ini menjadi dasar perbaikan dan penyempurnaan layanan untuk masa yang akan datang guna mencapai kepuasan pelanggan karena kepuasan pelanggan merupakan salah satu faktor keberhasilan bagi setiap perusahaan jasa. Menurut Parasuraman, dkk ada lima dimensi dalam kualitas jasa, yaitu: Tangibles (bukti fisik) yaitu, tampilan fisik perusahaan yang dapat dilihat secara langsung oleh pihak luar dan berpengaruh terhadap minat untuk mendatangi perusahaan tersebut, Reliability (keandalan) yaitu, kemampuan perusahaan untuk memberikan pelayanan yang berkualitas berkaitan dengan core business perusahaan, Responsiveness (ketanggapan) yaitu keinginan perusahaan melalui para pegawainya untuk membantu, merespon dan memberikan pelayanan yang cepat kepada konsumen, Assurance (jaminan) yaitu jaminan perusahaan yang diberikan perusahaan kepada konsumen untuk menumbuhkan rasa percaya konsumen kepada perusahaan. Bentuknya berupa jaminan pengetahuan, kesopanan, kejujuran dan keamanan, Emphaty (Empati) yaitu perusahaan melalui pegawainya menunjukkan rasa empati kepada konsumen dengan memberikan perhatian yang tulus dan memahami konsumennya (Parasuraman, dkk, 1988).

    Komentar oleh M. IQBAL | September 21, 2012 | Balas

  26. salam pakjoe,berikut jawaban untuk tugas II
    nama : m. iqbal
    nim : C2B010077
    1. TUGAS II
    1. Pilih salah satu perusahaan, kemudian jelaskan proses pemasarannya, siapa saja dan bagaimana terlibat
    dalam pemasaran (Perantara, organisasi Khusus, Individu).
    2. Apakah anda melihat ada permasalahan, kalau ada bagaimana solusinya menurut anda.
    JAWAB :
    1. Perusahaan yang di pilih PENGARUH KINERJA CREDIT MARKETING OFFICER TERHADAP VOLUME PEMBIAYAAN MOBIL PADA PT.CIMB NIAGA AUTO FINANCE
    Dalam dunia pembiayaan mobil CIMB Niaga Auto Finance tidak bergerak sendiri, banyak peasaing bermunculan sehingga industri jasa ini menjadi semakin ramai. Oleh karena itu untuk bisa memperoleh keuntungan dalam industri jasa pembiayaan mobil, performa kerja dari semua elemen tenaga kerja harus maksimal. Salah satu bagian yang harus bekerja keras untuk meningkatkankan produktivitas perusahaan adalah divisi marketing dimana divisi ini yang bertugas
    untuk memasarkan produk pembiayaan dari sebuah perusahaan pembiayaan mobil.
    Tenaga pemasar kredit atau Credit marketing officer yang tergabung dalam divisi marketing atau pemasaran merupakan tenaga kerja yang bertanggung jawab dalam memasarkan produk pembiayaan mobil.
    Credit Marketing Officer adalah ujung tombak dari perusahaan pembiayaan mobil dan citra dari perusahaan bisa terbentuk dari kinerja seorang Credit marketing Officer. Membina hubungan antara perusahaan dengan dealer mobil dan membina hubungan antara konsumen dengan perusahaan menjadi salah satu peran yang dijalankan oleh seorang Credit Marketing Officer.
    Dengan tujuan meningkatkan produktivitas tidak sedikit perusahaan pembiayaan mobil menggunakan jumlah tenaga pemasar yang banyak. Dengan jumlah tenaga pemasar yang banyak mereka berharap bisa mendapatkan lebih banyak konsumen dari pada perusahaan yang hanya memiliki sedikit tenaga pemasar kredit atau Credit Marketing Officer. Secara sederhana dapat dilihat bahwa semakin banyak Credit Marketing Officer yang mereka miliki berarti mereka dapat menjangkau pasar lebih luas. Informasi mengenai produk pembiayaan mereka dapat disampaikan ke lebih banyak calon konsumen. Namun jumlah tenaga pemasar yang banyak kemudian bisa tidak menimbulkan efek yang diharapkan apabila kinerja atau performa dari tenaga pemasar tersebut tidak maksimal atau mereka tidak bisa mencapai target yang diberikan. Akhirnya jumlah tidak menjadi berguna apabila tidak diiringi dengan kualitas dari tenaga pemasar atau Credit Marketing Officer tersebut. Oleh karena itu kinerja yang maksimal dari seorang Credit Marketing Officer sangat diharapkan guna membentuk citra positif dan meningkatkan produktivitas perusahaan. Credit marketing Officer yang biasa disingkat dengan CMO adalah bagian dari divisi pemasaran dari sebuah perusahaan pembiayaan mobil yang bertanggung jawab dalam memasarkan produk pembiayaan mobil dan menyampaikan segala macam jenis informasi mengenai produk pembiayaan mobil serta melayani segala sesuatu kebutuhan konsumen yang berhubungan dengan prosedur penggunaan produk pembiayaan mobil dari perusahaan yang bersangkutan. Secara garis besar, tugas dari seorang Credit Marketing Officer adalah memproses aplikasi pembiayaan, mulai dari mengambil data dari nasabah, melakukan survey dan membina hubungan dengan dealer/Showroom. tugas dari seorang Credit Marketing Officer adalah sebagai berikut:
    a. Mencari order penjualan/memasarkan produk pembiayaan mobil melalui berbagai sumber costumer.
    b. Melakukan survey dan membuat analisa kemampuan costumer serta merekomendasikan kalayakan atau menolak aplikasi kredit yang diajukan.
    c. Melakukan kunjungan rutin ke dealer untuk menjaga hubungan baik.
    d. Membina dan menjaga hubungan dengan costumer agar menjadi repeat order.
    e. Membantu collector dalam pemberian informasi costumer.

    2. masalah yang di hadapi yaitu minimya pelatihan untuk karyawan tersebut.
    Solusi :
    1. Perusahaan sebaiknya memberikan pelatihan kepada Credit Marketing Officer guna meningkatkan kinerja Credit Marketing Officer yang dari hasil penelitian dapat meningkatkan volume pembiayaan mobil sehingga dapat menambah laba perusahaan.
    2. Memberikan apresiasi kepada Credit Marketing Officer guna memotivasi mereka agar bisa memaksimalkan kemampuan yang mereka miliki dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

    Komentar oleh M. IQBAL | September 21, 2012 | Balas

  27. Salam Pak jo
    K. Hendra SW menyampaikan tugas manajemen stratejik
    Tugas 1
    Pertanyaan :
    1. Siapakah yang dimaksud dengan pelanggan pada rancangan penelitian anda
    2. Informasi apakah yg perlu diketahui tentang pelanggan yang anda maksud
    3. Apakah factor yang teridentifikasi yang menyebabkan perubahan dimaksud ( dulu ketemu langsung sekarang online)
    4. Bagaimana cara mengetahui perubahan lanjutan dari perubahan yang dimaksud

    Jawaban :
    1. Yang dimaksud dengan pelanggan adalah para peserta yang mendaftar untuk mengikuti proses pengadaan/penyedia barang/jasa secara online/elektronik

    2. Informasi yang diperlukan oleh pelanggan
    a) Tempat atau dimana website yang mengadakan pelelangan/tender secara elektronik
    b) Persyaratan dan ketentuan penggunan system secara elektronik
    c) Keanggotaan pengguna
    d) Melakukan proses verifikasi dokumen
    e) Pembatalan / pemutusan proses pengadaan akibat sesuatu dan lain hal
    f) Penilaian
    g) Tanggungjawab dan akibat dalam proses pengadaan
    h) Perselisihan dalam proses pengadaan
    i) Dan lain-lain

    3. Faktor yang teridentifikasi yang menyebabkan perubahan dimaksud
    a) Dahulu : pelanggan/penyedia melakukan kontak/ tatap muka kepada penyelenggara, sekarang tidak terjadi tatap muka/ secara online
    b) Tidak dapat bernegosiasi seperti dahulu
    c) Dapat menghidari selisih pendapat/adu fisik
    d) Yang tidak memenuhi perysaratan secara otomatis gugur
    e) Penilaian telah melalui proses komputerisasi

    4. cara mengetahui perubahan lanjutan dari perubahan yang dimaksud menerapkan faktor-faktor yang teridentifikasi dari hasil kuesioner kepada pelanggan/penyedia barang/jasa, sehingga mengeluarkan umpan balik dan perbaikan dari system yang ada sesuai tanggapan dan harapan dari pelanggan/penyedia barang/jasa yang dituangkan kedalam kuesioner yang dibuat dapat dijadikan bahan evaluasi bagi pihak penyelenggara

    Komentar oleh Kemas Hendra | September 22, 2012 | Balas

  28. Judul Tesis
    “Partisifasi dan Kepuasan penyedia pengadaan barang/jasa pada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jambi terhadap layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) di LPSE Provinsi Jambi ”

    1.1. Latar Belakang
    Pada perpres 54 transparansi dan good govengrnance merupakan dua hal yang mengemuka karena perpres ini mengharuskan pengadaan barang/jasa dilakukan secara elektronik (Electronic Procurement) dengan menggunakan teknologi informasi sebagai medianya.
    e-Procurement adalah suatu proses pengadaan barang dan jasa secara online melalui internet, proses ini akan menjadi transparan dan dapat mudah diawasi oleh masyarakat sehingga proses pengadaan barang dan jasa Pemerintah akan adil (fair). Pemilihan penyedia barang dan jasa dengan menggunakan sistem e-Procurement diaplikasikan untuk mewujudkan tujuan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa pemerintah yang efektif, efisien, transparan, adil atau tidak diskriminatif dan akuntabel
    Semangat ini dimaksudkan sebagai keterbukaan kepada masyarakat (publik) sebagaimana telah diamanatkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Selain itu, membuka kesempatan yang sama kepada seluruh penyedia barang/jasa untuk ikut serta dalam pengadaan barang/jasa dimanapun diwilayah Republik Indonesia, diharapkan akan terjadi efisiensi anggaran Negara dari pengadaan barang/jasa pemerintah.

    Menindak lanjuti Peraturan Presiden nomor 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang/jasa pemerintah, yang pada pelaksanaannya dipemerintah provinsi jambi dikelolah oleh Kantor Pengelolaan Data Elektronik (PDE).

    Pada kenyataanya baik penyedia maupun penerima jasa belum siap dari segi SDM yang dapat menggunakan suatu program berbasis online tersebut. Sehingga dalam prakteknya proses lelang sering kali mengalami kegagalan dikarenakan peserta yang mendaftar terkadang kurang mencukupi dari keharusan yang telah ditetapkan sesuai Pepres 54 dalam proses lelang umum. Sehingga terjadi keterlambatan proses pengadaan dan tidak efesiennya waktu yang digunakan.

    1.2. Rumusan Masalah
    Pengadaan barang dan jasa pemerintah merupakan salah satu bagian yang rawan terhadap terjadi korupsi, kolusi dan nepotisme. Salah satu upaya untuk menghilangkan kerawanan tersebut adalah dengan menerapkan sistem lelang elektronik (e-procurement). Dalam proses pengadaan menjadi masalah apabila jumlah peserta minimum tidak mencukupi dan apakah masalahnya. Sehingga Penelitian bermaksud untuk menganalisa partisifasi dan kepuasan penyedia dengan sistem lelang elektronik (e-procurement).

    1.3. Tujuan Penelitian
    Penelitian ini untuk menganalisis proses pengadaan secara elektronik mulai dari pendaftaran sampai pengumuman pemenang dapat mempengaruhi kepuasan pelanggan/penyedia barang/jasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem lelang e-procurement lebih mempunyai keunggulan dalam hal kemudahan.
    1.4. Manfaat Penelitian
    Manfaat penelitian ini Penelitian ini untuk perbaikan dalam proses pengadaan selanjutnya oleh pihak penyelenggara/LPSE maupun pihak penyedia sehingga penyelenggaraan pelelangan dapat berjalan tepat waktu dan efesien
    1.5. Ruang Lingkup
    Penelitian ini menggunakan kuesioner yang ditebar kepada penyedia barang/jasa yang mendaftar pada proses pegadaan kegiatan Dinas Kelautan dan Perikanan yang melalui LPSE.

    Mohon saran lebih lanjut…………. K. Hendra SW

    Komentar oleh Kemas Hendra | September 22, 2012 | Balas

  29. MANAJEMEN STRATEGIK
    (Taufik Diya, NIM: C2B.010104)

    TUGAS I

    1. Yang dimaksud dengan pelanggan pada rancangan penelitian Saya adalah nasabah yang membeli (berinvestasi) produk MULIA

    2. Informasi yang perlu diketahui tentang pelanggan yang Saya maksud, antara lain:
    a. Bagaimana jenis pembelian / investasi yang diinginkan nasabah? Apakah secara tunai atau kredit (angsuran)?
    b. Jika kredit, berapa besarnya uang muka yang ingin disetor atau diinvestasikan oleh nasabah? Uang muka (DP) dengan setoran minimum atau lebih?
    c. Berapa berat LM (Logam Mulia) yang ingin dibeli nasabah? Apakah 5 gr, 10 gr, 25 gr, 50 gr, 100 gr, 250 gr, atau 1 kg?
    d. Berapa keping yang ingin dibeli? 1 keping atau banyak keping (kombinasi)?
    e. Berapa jangka waktu (tenor) yang dipilih oleh nasabah? 1 bln, 3 bln, 6 bln, 12 bln, 18 bln, 24 bln, atau 36 bln?
    f. Apa tujuan nasabah untuk berinvestasi? Apakah untuk naik haji, untuk biaya pendidikan anak di masa mendatang, untuk memiliki tempat tinggal dan kendaraan, untuk digadaikan kembali dalam memenuhi kebutuhan mendesak, maupun untuk dijual, dsb?
    g. Kapan biasanya calon nasabah cenderung berinvestasi emas? Apakah saat harga emas turun, saat terima bonus atau THR, saat harga emas naik terus menerus, dsb?
    h. Apakah nasabah sudah paham dengan prinsip Murabahah Emas di Pegadaian?

    3. Faktor yang teridentifikasi yang menyebabkan perubahan pada pembelian produk MULIA:
    a. Adanya SE (Surat Edaran) dari Direksi mengenai Pembelian Kembali (Buyback) MULIA oleh Pegadaian, dimana nasabah dapat menjual kembali LM (Logam Mulia) yg dibelinya kepada seluruh outlet KCPE (Kantor Cabang Penyalur Emas) dengan harga yang kompetitif. SE ini muncul karena banyaknya nasabah yang ingin Pegadaian membeli emas yang telah mereka beli tsb dengan harga yang kompetitif (sedang persiapan).
    b. Adanya inovasi baru dalam hal pemesanan objek Logam Mulia (LM) dengan sistem on-line (Order By Webs) yang digunakan untuk internal perusahaan dalam mengatasi masalah distribusi dan limitasi yang terjadi selama ini (mengurangi waktu indent).

    4. Cara mengetahui perubahan lanjutan dari perubahan yang dimaksud adalah dengan melihat dampak dari diberlakukannya sistem Buyback di Pegadaian terutama dalam hal masalah stock LM. Selama ini Pegadaian tidak men-stock LM di KCPE, LM langsung didatangkan dari PT. ANTAM Jakarta. Diharapkan dengan adanya stock nanti nasabah yang membeli cash tidak indent lama lagi, tapi bisa cash & carry.
    Serta dengan pemesanan order by webs yang hanya berlaku di kalangan internal perusahaan bisa juga diberlakukan untuk eksternal perusahaan (pemesanan LM Antam on-line oleh nasabah ke Pegadaian).

    TUGAS II

    1. Perusahaan yang Saya pilih adalah PT. Pegadaian (Persero), semua departemen bahkan setiap individu dalam perusahaan ini adalah sebagai pemasar, mulai dari security, OB, Kasir, Penaksir, TU, Penyimpan, Analis Kredit, Manop/Manul, dan Kacab adalah marketer. Mereka semua terlibat dalam pemasaran sesuai dengan fungsinya masing-masing. Seorang security harus ramah dan santun dalam menerima nasabah yang datang dan pergi, front-liner juga dituntut untuk bisa memberikan pelayanan prima, bahkan back-office sekalipun juga bisa menjadi marketer di saat mereka berada di lingkungan masyarakat / tempat tinggal masing-masing.

    Untuk menunjang tugas pemasaran ini, Pegadaian merekrut pegawai outsourcing yang bernama PAP (Pembantu Administrasi dan Pembayaran) serta PAUL (Pembantu Administrasi Usaha Lain), mereka dikerahkan sebagai sales force-nya Pegadaian dalam promosi, sosialisasi, pameran, kunjungan ke rumah nasabah, dan event-event yang diselenggarakan atau disponsori oleh Pegadaian.

    2. Permasalahan yang saya lihat adalah, untuk produk KCA (Kredit Cepat Aman) atau yang familiar disebut “Gadai” masih adanya budaya malu untuk datang ke Pegadaian serta masih banyak ditemukan masyarakat yang meminjam kepada rentenir (tengkulak) dengan alasan cepat mendapatkan pinjaman. Sementara Pegadaian sendiri tidak kalah cepat mencairkan pinjaman dengan syarat mudah (KTP saja) serta bunga pengembalian yang terjangkau (mulai 0,75% per 15 hari). Solusi nya adalah dengan banyak mengadakan sosialisasi kepada masyarakat melalui acara arisan, ibu-ibu PKK, Majelis Taklim, dsb.

    Sementara untuk produk MULIA (Investasi emas) ditemukan kondisi bahwa nasabah belum banyak yang tau kalau Pegadaian memberikan fasilitas pembiayaan dalam kepemilikan emas batangan. Anggapan mereka emas adalah untuk orang kaya saja. Padahal sekarang orang yang serba berkecukupan juga bisa menabung / membeli emas dengan angsuran (flat). Sehingga tidak harus cash seperti membeli di toko emas. Solusinya adalah memberikan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat investasi emas serta kemudahan yang didapat dalam berinvestasi emas di Pegadaian melalui memasang iklan dan artikel di media massa, melakukan seminar, dan presentasi ke instansi-instansi atau perusahaan lain mengenai produk MULIA ini.

    Sekian & Terima Kasih

    Komentar oleh Taufik Diya | September 24, 2012 | Balas

  30. Salam Pak Jo
    Rencana Proposal Tesis saya yang berjudul : ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMAMPUAN DAN MOTIVASI KERJA PUSTAKAWAN TERHADAP PELAYANAN INFORMASI
    (Studi Kasus: Pada Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jambi)

    BAB I
    PENDAHULUAN

    1.1. Latar Belakang Masalah
    Berbagai upaya dilakukan oleh lembaga informasi dan perpustakaan untuk tetap bertahan hidup (survive) di tengah perkembangan teknologi informasi yang berdampak pada kemudahan akses informasi bagi setiap pemustaka. Salah satu cara yang harus ditempuh lembaga informasi dan perpustakaan dalam hal ini adalah dengan menentukan strategi yang tepat supaya tetap bertahan hidup di tengah persaingan serta dapat meningkatkan profitabilitasnya. Namun dalam melakukan strateginya, lembaga informasi dan perpustakaan akan mengalami suatu kegagalan apabila tanpa didukung baik oleh pihak internal lembaga informasi dan perpustakaan itu sendiri maupun pihak luar lembaga informasi dan perpustakaan yang dalam hal ini adalah para pemustaka yang selalu menuntut kepuasan atas kinerja dari lembaga informasi dan perpustakaan. (Prichard et al, 1999).

    Dewasa ini, persaingan penyedia akses informasi baik antar perpustakaan maupun dengan warung internet dan lembaga informasi lain semakin ketat, dan indikasi ini terlihat semakin berkembangnya lembaga-lembaga yang menawarkan media akses informasi. Lembaga informasi dan perpustakaan yang ingin berkembang dan mendapatkan keunggulan kompetitif harus mampu memberikan produk berupa jasa yang berkualitas dengan harga murah, penyerahan cepat, dan memberikan pelayanan yang baik kepada konsumennya dibanding dengan kompetitornya. Untuk memenuhi kepuasan pemustaka pada lembaga informasi dan perpustakaan, kualitas pelayanan sangat penting bagi lembaga informasi dan perpustakaan untuk dikelola dengan baik agar memenuhi keinginan pemustaka. (Lovelock, 1988).
    Masyarakat sebagai pengguna jasa perpustakaan dewasa ini semakin selektif dalam memilih informasi artinya masyarakat membutuhkan media untuk mengakses informasi yang cepat, efektif dan efisien. Dalam hal ini, unsur kepuasan menjadi faktor kunci bagi lembaga informasi dan perpustakaan. Penyediaan akses informasi yang cepat merupakan ekspektasi bagi setiap pengguna sehingga eksistensi perpustakaan sebagai penyedia informasi tetap menjadi kebutuhan masyarakat. Tentunya dalam hal ini masalah rasa percaya, keunggulan koleksi yang mencakup (up to date, current, , kualitas, ketersediaan berbagai jenis koleksi), nilai pemustaka, kualitas layanan dan citra lembaga menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan pelayanan informasi perpustakaan.
    Untuk mencapai hal demikian, menurut Doney dan Cannon bahwa ada tiga pilar yang harus dipahami perpustakaan untuk tetap menjadi primadona agar pemustaka senantiasa setia terhadap pelayanan perpustakaan sebagai penyedia berbagai informasi. Pilar tersebut mencakup ; kemampuan menganalisis kebutuhan dan keinginan masyarakat, mengembangkan produk jasa yang berorientasi kepuasan pengguna, dan ketersediaan media akses dalam hal ini pemanfaatan media teknologi informasi.

    Komentar oleh Syamsuddin | Oktober 6, 2012 | Balas

  31. MAKALAH PRILAKU KONSUMEN
    Oleh : Syamsuddin / C2B010103)

    BAB I
    PENDAHULUAN
    A. Pendahuluan
    Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, juga turut mempengaruhi prilaku masyarakat dalam mengkonsumsi berbagai produk yang diproduksi oleh perusahaan atau lembaga yang berorientasi untuk kebutuhan konsumen / masyarakat. Masayarakat sebagai konsumen akan menentukan suatu produk jika mereka mendapatkan informasi tentang suatu kegunaan, keunggulan, perbandingan dengan produk lain, dan yang paling penting adalah keamanan dalam menggunakan produk.
    Bagi suatu lembaga perusahaan akan dapat memahami hal demikian jika melakukan langkah-langkah yang tepat dalam pemasaran produk jika tidak, konsekeunsinya sulit produk terjual. Selanjutnya perusahaan juga harus melakukan kajian analisis tentang faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam memanfaatkan suatu produk misalnya survey tentang trend yang berkembang dalam suatu masyarakat, budaya, lingkungan sosial, dan hal-hal yang terkait dengan pemanfaatan atau penggunaan suatu produk.
    Di Indonesia, dinamika prilaku konsumen berkembang seiring dengan semakin berkembangnya jenis-jenis produk yang diproduksi oleh perusahaan, mulai dari kebutuhan pangan sampai dengan kebutuhan sandang. Bagi perusahaan pengembangan produk juga didasarkan pada kesesuaian budaya masyarakat masing-masing menyebabkan jenis suatu produk tertentu diproduksi dalam berbagai bentuk. Ini dilakukan juga dalam upaya memahami kebutuhan konsumen yang disesuaikan dengan prilaku mereka.
    Namun yang menjadi masalah bagi perusahaan adalah seringkali suatu produk dihasilkan hanya bisa bertahan dalam jangka waktu tertentu menyebabkan tidak sebandingnya jumlah pengeluaran / biaya produksi dengan hasil penjualan. Di sisi lain, perubahan-perubahan prilaku konsumen juga turut mempengaruhi perusahaan dalam memproduksi produk. Berdasarkan masalah ini peneliti mencoba mengurai dalam fokus penelitian sederhanah mengenai strategi pengembangan produk melalui analisis “ Prilaku Konsumen”.

    B. Fokus Masalah
    Dalam kajian sederhanah ini, penulis menfokuskan pada masalah ini dengan :
    1. Apa itu prilaku konsumen ?
    2. Faktor-faktor yang mempengaruhi prilaku konsumen ?
    3. Apa efek pengembangan produk melalui pemahaman prilaku konsumen ?

    C. Kajian Teori
    1. Pengertian Prilaku konsumen
    Menurut Engel, Blackwell dan Miniard (1990), perilaku konsumen diartikan “…. Those actions directly involved in obtaining, consuming, and disposing of products and services, including the decision processes that precede and follow this action” (p.3).
    Perilaku konsumen merupakan tindakan–tindakan yang terlibat secara langsung dalam memperoleh, mengkonsumsi, dan membuang suatu produk atau jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan – tindakan tersebut. Menurut Mowen (1995), “ Consumer behavior is defined as the study of the buying units and the exchange processes involved in acquiring, consume, disposing of goods, services, experiences, and ideas” (p.5).
    Perilaku konsumen adalah aktivitas seseorang saat mendapatkan, mengkonsumsi, dan membuang barang atau jasa (Blackwell, Miniard, & Engel, 2001). Sedangkan The American Marketing Association mendefinisikan perilaku konsumen sebagai interaksi dinamis dari pengaruh dan kesadaran, perilaku, dan lingkungan dimana manusia melakukan pertukaran aspek hidupnya. Dalam kata lain perilaku konsumen mengikutkan pikiran dan perasaanyang dialami manusia dan aksi yang dilakukan saat proses konsumsi (Peter & Olson, 2005). Perilaku konsumen menitikberatkan pada aktivitas yang berhubungan dengan konsumsi dari individu. Perilaku konsumen berhubungan dengan alasan dan tekanan yang mempengaruhi pemilihan, pembelian, penggunaan, dan pembuangan barang dan jasa yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan pribadi (Hanna & Wozniak, 2001).
    Katona (dalam Munandar, 2001) memandang perilaku konsumen sebagai cabang ilmu dari perilaku ekonomika (behavioral economics). Selain itu, menurut Dieben (2004) perilaku konsumen adalah “the decision process and physical activity individuals engange in when evaluating, acquiring, using or disposing of goods and services” mencakup perolehan, penggunaan disposisi produk, jasa, waktu, dan gagasan. Dalam perilaku konsumen terdapat consumer dan customer.
    Menurut Engel (dalam Mangkunegara, 2002) mengemukakan bahwa perilaku konsumen dapat didefinisikan sebagai tindakan-tindakan individu yang secara langsung terlibat dalam usaha memperoleh dan menggunakan barang-barang jasa ekonomis termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan menentukan tindakan-tindakan tersebut. Loudon dan Bitta (1984) mendefinisikan perilaku konsumen yaitu sebagai proses pengambilan keputusan dan aktivitas individu secara fisik yang dilibatkan dalam mengevaluasi, memperoleh, mempergunakan barang-barang dan jasa. Menurut Peter dan Oslo (dalam Rangkuti, 2002) menyatakan bahwa perilaku konsumen merupakan interaksi dinamis antara pengaruh dan kognisi, perilaku dan kejadian di sekitar kita dimana manusia melakukan aspek pertukaran dalam hidup mereka.
    Gerald Zaltman dan Melanie Wallendorf menjelaskan bahwa perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan proses dan hubungan sosial yang dilakukan oleh individu, kelompok dan oraganisasi dalam mendapatkan, menggunakan sesuatu produk sebagai suatu akibat dari pengalamannya dengan produk, pelayanan dan sumber-sumber lainnya.
    Berdasarkan beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu, kelompok atau organisasi yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan dalam mendapatkan, menggunakan barang-barang atau jasa ekonomi yang selalu berubah dan bergerak sepanjang waktu.

    2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prilaku Konsumen.

    Tujuan dari pemasaran adalah untuk memenuhi dan memuaskan kebutuhan dan keinginan pelanggan secara lebih baik dari pada pesaing. Perilaku konsumen merupakan studi Tentang cara individu, kelompok, organisasi dalam menyeleksi, membeli, menggunakan, dan mendisposisikan barang, jasa, gagasan, atau pengalaman untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka.
    Studi konsumen memberikan petunjuk untuk memperbaiki dan memperkenalkan produk atau jasa, menetapkan harga, perencanaan saluran, menyusun pesan, dan mengembangkan kegiatan pemasaran lain termasuk dalam mengetahui perilaku konsumen.
    Pemasar harus sepenuhnya memahami teori maupun realitas perilaku konsumen, mencakup beberapa fakta penting tentang konsumen dan tren konsumen masa depan, seperti PT. Toyota-Astra Motor dengan mulai menganalisa pasar dengan perencanaan tren mobil keluarga ideal terbaik Indonesia.
    Perilaku pembelian konsumen sebenarnya di pengaruhi oleh faktor-faktor budaya, sosial, pribadi, dan psikologis. Sedangkan faktor yang paling berpengaruh dan paling luas dan paling dalam adalah faktor budaya.
    Menurut Kolter, Philip, Keller, Kevin Lane factor yang mempengaruhi perilaku konsumen sebagai berikut :
    a. Faktor budaya
    Budaya, sub-budaya, dan kelas sosial sangat penting bagi perilaku pembelian. Budaya merupakan penentu keinginan dan perilaku pembentuk paling dasar. Anak-anak yang sedang tumbuh mendapatkan seperangkat nilai, persepsi, preferensi, dan perilaku dari keluarga dan lembaga-lembaga penting lainnya.

    b. Faktor Sosial

    Selain faktor budaya, perilaku konsumen di pengaruhi oleh faktor-faktor sosial, seperti kelompok acuan, keluarga, peran, dan status sosial. Kelompok acuan terdiri dari semua kelompok yang memiliki pengaruh langsung atau tidak langsung terhadap sikap atau perilaku orang tersebut.
    c. Faktor Pribadi
    Keputusan membeli juga di pengaruhi oleh karakteristik pribadi. Karakteristik tersebut meliputi usia dan tahap dalam siklus hidup, pekerjaan, keadaan ekonomi, kepribadian dan konsep diri, juga nilai dan gaya hidup pembeli.
    d. Faktor Psikologi
    Titik awal untuk memahami perilaku konsumen adalah adanya rangsangan pemasaran luar seperti ekonomi, teknologi, politik, budaya. Satu perangkat psikologi berkombinasi dengan karakteristik konsumen tertentu untuk menghasilkan proses keputusan dan keputusan pembelian. Tugas pemasar adalah memahami apa yang terjadi dalam kesadaran konsumen antara datangnya rangsangan pemasaran luar dengan keputusan pembelian akhir. Empat proses psikologis (motivasi, persepsi, ingatan dan pembelajaran) secara fundamental, mempengaruhi tanggapan konsumen terhadap rangsangan pemasaran.
    Sementara Leoan Scjhiffman dan Leslie Lazar Kanuk menyebutkan bahwa bahwa faktor budaya sangat mempengaruhi terhadap prilaku konsumen. Budaya menurut beliau adalah keseluruhan kepercayaan, nilai-nilai, dan kebiasaan yang dipelajari yang membantu mengarahkan prilaku konsumen para anggota masyarakat tertentu. (p.356).

    Menurut beliau mempelajri budaya dalam kaitannya dengan prilaku konsumen ada tiga bentuk yaitu ; pembelajaran formal, pembelajaran informal dan pembelajaran teknis. (p.359). Pembelajaran formal adalah proses pembelajaran dimana orang-orang dewasa dan saudara-saudara yang lebih tua mengajar anggota keluarga yang lebih muda. Pembelajaran informal adalah dimana seorang anak terutama belajar dengan meniru prilaku orang-orang lain tertentu seperti keluarga, teman-teman, atau pahlawan. Pembelajaran teknis adalah dimana guru mengajar murid dalam lingkungan pendidikan mengenai apa yang harus dilakukan, bagaimana harus dilakukan dan mengapa harus dilakukan.

    Ketiga konsep ini merupakan deskripsi dari upaya memahami budaya prilaku konsumen dalam memasarkan produk-produk yang dihasilkan oleh suatu perusahaan. Namun tidak efektif hanya sebatas mempelajari budaya suatu masyarakat jika tidak memahami bahasanya. Memahami bahasa merupakan upaya untuk mengakulturasikan diri dengan lingkungannya sehingga dapat mempengaruhi proses percepatan pemasaran produk. Memahami bahasa dalam hal ini tidak hanya sebatas memahami bahasa lisan tetapi juga kemampuan memahami simbol-simbol yang ada dalam masyarakat tersebut. Mempelajari peilaku dalam bertindak sehari-hari. Dalam ilmu komunikasi dikenal dengan istilah komunikasi non verbal.
    Leoan Scjhiffman dan Leslie Lazar Kanuk juga melakukan penelitian lapangan mengenai prilaku konsumen. Berdasarkan penelitiannya, Leoan Scjhiffman dan Leslie Lazar Kanuk mengambil kesimpulan mengenai nilai-nilai, kepercayaan, dan kebiasaan masyarakat yang sedang diteliti.
    Dengan demikian prilaku konsumen akan dapat dipahami jika dilakukan suatu penelitian bagaimana mengenali kebiasaan-kebiasaan yang terjadi dalam masyarakat sehingga dapat mempengaruhi prilaku mereka dalam bertindak termasuk dalam menggunakan hasil-hasil produksi.

    D. Kesimpulan
    Berdasarkan pembahasan di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa untuk mengetahui prilaku konsumen adalah dengan mengetahui budaya yang mencakup bahasa, sosial, psikologi, pribadi, organisasi, nilai-nilai dan kepercayaan yang dianut oleh masyarakat. Kesemuanya ini merupakan faktor yang mendasari pentingnya meneliti prilaku mereka sehingga dapat ditentukan bagaimana konsumen dapat mengkonsumsi suatu hasil produk.

    Komentar oleh Syamsuddin | Oktober 6, 2012 | Balas

  32. Jawaban MPS; Persaingan dan Keberlanjutan Produk-Produk Seluler Pada Industri Telekomunikasi

    Nama: TAUFIK DIYA
    NIM: C2B.010104
    Angkatan: XIV

    I. Kartu telepon yang diamati:

    AS vs IM3

    II. Atribut produk masing-masing kartu telepon yang ditawarkan kepada pelanggan:

    AS: Atribut produknya adalah sebagai berikut:
    1. Kartu AS Gratis 100x Lipat; Promo terbaru dari Kartu As! Skali pakai, langsung dapetin pulsa gratis 100x lipat buat nelpon, SMS, online & chatting sepuasnya!
    2. Kartu As Gratis Nelpon 300 Menit & Online; Promo terbaru dari Kartu As! Skali nelpon pelanggan dapat menikmati gratis nelpon 300 menit berlaku 30 jam sekaligus online 1 MB untuk Facebook, Twitter dan chatting.
    3. Kartu As Extra Ampuh; Tarif Paling Murah dari Kartu As, cukup pakai sedikit langsung dapat gratis nelpon 300 menit dan 1000 SMS . Cukup dengan pindah paket ke *100*50# (tarif perpindahan paket Rp.2000).
    4. Kartu As Rp 0; Untuk menjadi lebih kompetitif, Kartu As akan memberikan penawaran dan tarif baru bagi seluruh pelanggan yang melakukan aktivasi kartu starterpack sejak 6 April 2011. Pelanggan lama tidak dapat menikmati tarif Kartu As ini, kecuali pelanggan yang melakukan aktivasi starterpack Kartu As dengan kemasan baru dan sedang berada di skema tarif Kartu As Rp 0.
    5. Kartu As Jagoan Serbu; Satu lagi dari Kartu As yaitu paket Jagoan Serbu sebagai jenis paket yang dapat digunakan oleh pelanggan Kartu As.
    6. Kartu As Madura; Kini Anda yang tinggal di Pulau Madura bisa menikmati keistimewaan nelpon murah serta bonus yang tidak putus-putus dari Kartu As. Dengan Perdana Kartu As Madura, pengguna akan langsung mendapatkan Gratis 90 Menit Nelpon, Gratis 600 SMS plus Gratis Internetan 10MB.
    7. Kartu As Lombok; Kini Anda yang tinggal di Lombok bisa menikmati keistimewaan gratis SMS dan nelpon yang tidak putus-putus dari Kartu As. Dengan Perdana Kartu As Lombok, pelanggan bisa menikmati gratis 1000 SMS, gratis nelpon 300 menit, Tarif Paling Murah Nelpon ke operator lain dan ke Arab Saudi.
    8. Kartu As Pantura; Kini Anda yang tinggal di sepanjang jalur Pantura bisa menikmati keistimewaan gratis SMS dan nelpon yang tidak putus-putus dari Kartu As. Dengan Perdana Kartu As Pantura yang meliputi Tegal, Brebes, Pemalang, Pekalongan, pelanggan bisa menikmati Gratis 500 SMS 24 jam dan Gratis Nelpon 300 menit.
    9. Kartu As Sumbawa; Kini Anda yang tinggal di Sumbawa bisa menikmati keistimewaan gratis SMS dan nelpon yang tidak putus-putus dari Kartu As. Dengan Perdana Kartu As Sumbawa, pelanggan bisa menikmati gratis 500 SMS 24 jam dan gratis nelpon 1.000 menit.
    10. Kartu As Cianjur; Kini Anda yang tinggal di Cianjur bisa menikmati keistimewaan gratis SMS dan nelpon yang tidak putus-putus dari Kartu As. Dengan Perdana Kartu As Cianjur, pelanggan bisa menikmati gratis 500 SMS dan gratis nelpon 500 menit 24 jam.
    11. Kartu As Subang; Kini Anda yang tinggal di Subang bisa menikmati keistimewaan gratis SMS dan nelpon yang tidak putus-putus dari Kartu As – “Kartu Asli Urang Subang”. Dengan Perdana Kartu As Subang, pelanggan bisa menikmati gratis 1.000 SMS ke semua operator domestik dan gratis nelpon 400 menit ke sesama TELKOMSEL berlaku 30 jam.
    12. Kartu As Indramayu; Kini Anda yang tinggal di Indramayu bisa menikmati keistimewaan gratis SMS dan nelpon yang tidak putus-putus dari Kartu As – “Kartu Asli Wong Dermayu”. Dengan Perdana Kartu As Indramayu, pelanggan bisa menikmati gratis 1.000 SMS ke semua operator domestik dan gratis nelpon 400 menit ke sesama TELKOMSEL berlaku 30 jam.
    13. Kartu As Magelang; Kini Anda yang tinggal di Magelang bisa menikmati keistimewaan gratis SMS, nelpon, Facebook, Twitter & Chatting yang tidak putus-putus dari Kartu As – “Kartu Tiyang Magelang”
    14. Kartu As Tanjungpinang; Kini Anda yang tinggal di Tanjungpinang bisa menikmati keistimewaan gratis SMS, nelpon, Facebook, Twitter & Chatting yang tidak putus-putus dari Kartu As – “Kartunya Orang Tanjungpinang”. Dengan Perdana Kartu As Tanjungpinang, pelanggan bisa menikmati gratis ribuan SMS ke semua operator domestik, gratis nelpon 300 menit ke sesama TELKOMSEL berlaku 30 jam, serta gratis lebih dari 3 MB untuk Facebook, Twitter & Chatting per hari.
    15. Kartu As Tanjung Balai Karimun; Kini Anda yang tinggal di Tanjung Balai Karimun bisa menikmati keistimewaan gratis SMS, nelpon, Facebook, Twitter & Chatting yang tidak putus-putus dari Kartu As – “Kartunya Orang Tanjung Balai Karimun”. Dengan Perdana Kartu As Tanjung Balai Karimun, pelanggan bisa menikmati gratis ribuan SMS ke semua operator domestik, gratis nelpon 300 menit ke sesama TELKOMSEL berlaku 30 jam, serta gratis lebih dari 3 MB untuk Facebook, Twitter & Chatting per hari.
    16. Kartu As Purwakarta; Kini Anda yang tinggal di Purwakarta bisa menikmati keistimewaan gratis SMS & Nelpon dari Kartu As Purwakarta – “Kartu-Na Purwakarta”. Dengan Perdana Kartu As Purwakarta, pelanggan bisa menikmati gratis ribuan SMS ke semua operator domestik, gratis nelpon 300 menit ke sesama TELKOMSEL berlaku 30 jam.
    17. Kartu As Belitung; Kabar gembira buat warga Belitong, kini dapat menikmati penawaran spesial dari Kartu As. Sekali nelpon Rp. 500,- ke sesama Telkomsel langsung mendapatkan gratis 300 menit nelpon dan gratis 1 MB data untuk Facebook, Twitter dan Chatting.

    (http://www.telkomsel.com/product/kartu-as)

    IM3: Atribut produknya adalah sebagai berikut:
    1. GRATIS SEMUANYA HINGGA 3HARI 3MALAM++ Lanjut; Setelah selama Ramadhan Indosat memberikan promo GRATIS NELPON hingga 3 Hari 3 Malam, kali ini Indosat memberikan promo 3Hari 3Malam Lanjuut. Nikmati GRATIS INTERNETAN LEBIH BANYAK kapan saja dengan PLUSSS GRATIS Nelpon & SMS SEPUASNYA tiap habis isi ulang mulai dari Rp.10.000, dengan cara registrasi dahulu, tanpa biaya!! Promo ini berlaku mulai 27 Agustus 2012 – 24 Oktober 2012.
    2. SERUNYA PAKAI IM3 SERU ANTI GALAU; Sekarang nggak perlu pusing lagi, karena IM3 ngasih paket serba MURAH di HP-mu lewat IM3 SERU Anti Galau. Dari pada nge-share masalah yang bikin kamu makin pilu, mending seru-seruan lewat GRATIS Facebook & Social Network SEPUASNYA serta Internetan MURAH hanya dengan Rp.1/kb dengan kecepatan hingga 2Mbps.
    3. Layanan SERU lainnya; IM3 Buzz adalah layanan buat kamu yang senang chatting bareng temen-temen kamu atau buat yang seneng gabung ke forum dan chatting bareng groupmu pakelah IM3 Buzz. Bisa buat forum pribadi bareng temen-temenmu sendiri atau bikin forum buat gabung dan kenalan dengan teman-teman barumu. Dengan IM3 Buzz kamu juga bisa video call dan conference ma temen-temenmu.
    4. Bundling IM3 – NEXIAN SLANK Series; Dapatkan GRATIS Social media dengan quota 2,5 MB perhari, GRATS Nelpon, GRATIS SMS dan GRATIS Konten ekslusif dari SLANK.

    (http://www.indosat.com/IM3)

    III. Faktor yang terjadi dengan pelanggan:

    1. Yang terlibat dalam pembelian; konsumen yang membeli perdana kartu AS dan IM3 (segmen kawula muda)
    2. Kriteria pembelian; pembelian secara partai besar (distributor/agen) dan secara eceran (retail)
    3. Kapan; jika konsumen membutuhkan perdana kartu AS dan IM3 dapat membelinya langsung ke counter.
    4. Kenapa dibeli; karena fungsi dasar kedua kartu ini adalah untuk menelpon dan SMS.
    5. Dimana dibeli; bisa diseluruh outlet atau counter yang menjual perdana kartu AS dan IM3 (khusus daerah tertentu memiliki kartu AS perdana yang hanya bisa dibeli di daerah tersebut).
    6. Bagaimana mereka menggunakan; Untuk mengaktifkan kartu, pelanggan harus melakukan registrasi terlebih dahulu, sesuai dengan Peraturan Menkominfo No. 23/Kominfo/M/10/2005 tentang kewajiban registrasi pengguna prabayar dan pascabayar (http://agusw.com/archives/141), setelah itu barulah pelanggan dapat menggunakan SIMCARD nya untuk kepentingan telepon/sms/internet. Baik kartu perdana AS maupun IM3 sekarang hanya terisi pulsa dengan limit tertentu, sehingga pelanggan harus mengisi ulang dulu agar jumlah pulsa di kartu tersebut bertambah.

    IV. Yang mengakibatkan faktor seperti pada (no.3) mengalami perubahan:

    1. Yang terlibat dalam pembelian kartu AS sekarang tidak hanya segmen muda saja, kartu AS juga dilirik oleh segmen tua. Hal ini terjadi karena kartu AS lebih banyak dimiliki oleh masyarakat (sesama AS lebih hemat), dibanding dengan IM3 belum begitu digemari oleh segmen tua karena pemakai IM3 belum sebanyak AS.
    2. Kriteria pembelian untuk kartu AS ataupun IM3 lebih banyak secara eceran (retail) oleh pelanggan, mereka beranggapan membeli perdana lebih menguntungkan daripada mengisi ulang pulsa, sebab disamping starterpack harganya murah, provider memberikan banyak bonus bagi pengguna kartu baru.
    3. Mengenai kapan membeli khususnya dalam hal pulsa prabayar (isi ulang) dengan kemajuan IT dapat dilakukan setiap saat (24 jam) tanpa harus membeli ke counter dengan menggunakan Sms Banking/Phone Banking/Internet Banking/ATM.
    4. Kebutuhan akan kartu perdana sekarang tidak saja untuk menelopon atau SMS, ada kegunaan lain seperti internetan dan social networking (BlackBerry), ini adalah trend dalam berkomunikasi melalui Group yang terhubung 24 jam, untuk kedua kartu ini masing-masingnya memiliki paket BB yang Social Network saja atau Full-Service (Social Network+Browsing).
    5. Bagaimana pelanggan menggunakan? Sekarang ada layanan customer (Online Self Care) di masing-masing webs provider tersebut (Telkomsel Care; https://my.telkomsel.com/GTConnect/index.jsp dan Indosat Care; https://i-care.indosat.com/). Fasilitas ini disediakan bagi pelanggan untuk memudahkan dalam mengatur layanan sesuai kebutuhan secara online. Provider memberikan kemudahan disela-sela kesibukan pelanggan untuk mengetahui layanan yang dimiliki dan transaksi yang bisa dilakukan dimanapun berada, seperti: layanan kartu, isi ulang, layanan tambahan, dan tagihan. Tentunya dengan Log-in terlebih dahulu.

    V. Identifikasi persaingan yang terjadi pada penggunaan kartu seluler, mana yang lebih diyakini mendapat posisi di benak konsumen:

    Contoh
    1. Untuk Fitur Telepon:
    • Pada kartu AS dikenal dengan paket “Jagoan Serbu” yang dibagi jadi dua “Jagoan Serbu Siang” (00.01-17.00) dan “Jagoan Serbu Malam” (17.01-00.00), untuk mendapatkan ini harus mendaftar dulu dimana untuk Serbu Siang biayanya Rp. 1.000,- dan mendapat bonus bicara sesama Telkomsel selama 60 menit (berbatas waktu), sementara untuk Serbu malam biayanya Rp. 1.500,- dan mendapat bonus bicara sesama Telkomsel selama 50 menit (berbatas waktu).
    • Pada kartu IM3 dikenal dengan paket “Ngobrol” yang dibagi jadi dua “Ngobrol Siang” (00.01-17.00) dan “Ngobrol Malam” (17.01-00.00), untuk mendapatkan ini juga harus mendaftar dulu dimana untuk Ngobrol Siang biayanya Rp. 1.000,- dan mendapat bonus bicara sesama Indosat selama 100 menit (berbatas waktu), sementara untuk Ngobrol Malam biayanya Rp. 1.500,- dan mendapat bonus bicara sesama Indosat selama 100 menit juga (berbatas waktu).
    2. Untuk Fitur SMS:
    • Pada Kartu AS, dikenal dengan nama “Paket Jagoan Serbu SMS”, dimana semua pelanggan bisa mendapatkan Gratis 980 SMS ke Telkomsel dan 20 SMS ke Operator lain s.d. pukul 23.59. Biaya yang dikenakan Rp. 1.000,-/reg/hari.
    • Pada Kartu IM3, dikenal dengan nama“SMS Anti Galau”, dimana untuk pelanggan di Jambi bisa mendapatkan Gratis 1000 SMS ke Indosat dan 30 SMS ke Operator lain s.d. pukul 24.00. Setelah kirim 2 SMS (Rp. 200/sms) jadi biayanya cuma Rp. 400,- (program ini berbeda di setiap daerah).
    3. Untuk Fitur Internet:
    • Pada Kartu AS, ada fitur “Internet Rp. 1000an”, dimana gratis 2,5 MB (1 hari) dengan biaya pendaftaran Rp. 1.500,-/hari (Rp. 45.000/bulan)
    • Pada Kartu IM3, ada fitur Internet Gratis 2,7 GB (1 bulan) dengan biaya pendaftaran Rp. 50.000,-

    Dari ketiga contoh di atas yang paling saya yakini mendapat posisi di benak pelanggan adalah, Fitur telepon yang di gawangi oleh Indosat IM3, karena menelpon adalah fungsi dasar dari kegunaan Handphone yang paling praktis dan efektif dalam berkomunikasi daripada SMS atau Internet. Pada Indosat mengenai jam berlakunya bonus dan biaya pendaftaran dengan Telkomsel As adalah sama. Namun, total bonus sehari di IM3 lebih banyak yaitu 200 menit (3,3 jam), sementara pada AS hanya 110 menit (1,8 jam).

    VI. Makna dari konsep strategi yang kompetitif dan kaitannya dengan produk yang diamati:

    Strategi yang kompetitif adalah pencarian posisi yang kompetitif dalam satu industri. Strategi yang kompetitif mewujudkan posisi yang menguntungkan dan berkelanjutan atas kekuatan yang menentukan persaingan industri (ppt Johannes Simatupang)

    Dalam industri telekomunikasi, Telkomsel melalui produknya kartu AS menerapkan strategi berbasis geografis, hal ini terlihat adanya kartu perdana untuk daerah-daerah tertentu (Soal No. 2). Dimana Telkomsel menawarkan program khusus (bonus telepon/sms/internet) untuk pembelian kartu perdana di daerah tersebut yang hanya berlaku disana. Ini menggambarkan telkomsel melalui kartu As-nya memposisikan diri mereka sebagai kartu yang dekat dengan masyarakat di daerah.
    Sementara Indosat dalam pencarian posisi melalui IM3 sebagai kartu prabayar untuk anak muda Indonesia, lebih fokus kepada internet dengan basis strategi harganya. Mereka memahami bahwa anak muda zaman sekarang sudah melek teknologi khususnya internet, fasilitas yang diberikan mulai dari buat blog sampai download internet. Dari voice call sampai video call. Apalagi di tambah dengan layanan GRATIS Social Media. Terbukti dengan harga akses internet regulernya yang lebih murah daripada pesaingnya yaitu Rp. 1/Kb sedangkan Telkomsel Rp. 5/Kb dan untuk paket social network (BlackBerryMassenger) untuk Indosat Rp. 45.000,-/bulan, sementara Telkomsel Rp. 99.000,-/bulan.

    VII. Keunikan menjadi kata penting dalam hal mempertahankan pelanggan pada pasar yang bersaing. Penggerak keunikan produk kartu AS dan IM3?

    Kelebihan dan kekurangan Telkomsel
    Telkomsel adalah perusahaan telekomunikasi seluler tertua di Indonesia. Sesuai dengan usianya, Telkomsel memiliki jumlah pangguna yang paling banyak hingga hari ini. Konsumen Telkomsel mencapai puluhan juta orang di usianya yang menginjak 17 tahun. Telkomsel memiliki kelebihan pada sektor wilayah covered. Jaringan Telkomsel lebih luas dibandingkan operator seluler lainnya. Ini mencerminkan keberadaannya sebagai operator seluler tertua.
    Kekurangan utama Telkomsel terletak pada mahalnya tarif. Telkomsel secara keseluruhan merupakan operator dengan presentasi biaya yang paling mahal. Telkomsel mematok harga yang cukup mahal untuk biaya telepon, pengiriman pesan, akses internet dan berbagai layanan lainnya. Selain itu, jika dibandingkan dengan nama besarnya yang memiliki jumlah konsumen paling banyak dengan jaringan yang luas, komunikasi menggunakan kartu Telkomsel belum berada pada tingkat kecepatan dan akurasi yang baik. Di beberapa wilayah pelosok, signal Telkomsel juga masih sangat sulit didapat yang artinya jaringan tower mereka belum memenuhi standar sebagai operator ternama. Padahal seharusnya harga dapat disesuaikan dengan servisnya.

    Kelebihan dan kekurangan Indosat
    Indosat termasuk operator tertua setelah Telkomsel. Kelebihan Indosat terletak pada traif yang sedikit lebih murah dibandingkan Telkomsel. Tidak heran jika diawal kartu IM3 di launching banyak yang beralih ke IM3 karena tarif yang diberlakukan jauh lebih murah dengan tarif berlaku milik Telkomsel kala itu. IM3 adalah operator seluler lokal pertama yang berani memberikan bonus sms dengan jumlah bonus yang sangat banyak.
    Kekurangan Indosat berkaitan dengan jaringan yang masih belum mencakup seluruh wilayah di Indonesia. Telkomsel juga belum sepenuhnya memiliki covered area yang bagus, namun jaringan Indosat masih berada agak jauh dibawah Telkomsel.

    (http://infokecilku.blogspot.com/2012/06/keunikan-operator-seluler-indonesia.html)

    VIII. Peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah dimaksudkan untuk mengatur persaingan dalam industri telekomunikasi. Peraturan demikian pada dasarnya diarahkan untuk menciptakan pasar yang efisiensi dan dapat mensejahterakan masyarakat:

    Cuplikan tentang peraturan yang mengatur persaingan dalam industri telekomunikasi (UU No.36 Tahun 1999, Tentang Telekomunikasi).

    (http://www.komisiinformasi.go.id/assets/data/arsip/UU_No.36_Telekomunikasi_.pdf)

    Regulasi ini berfungsi untuk menciptakan kompetisi yang sehat dan memperluas pasar telekomunikasi diantara provider sekaligus melarang praktek monopoli yang merugikan rakyat. Seperti larangan praktek monopoli pada pasal 10:
    1) Dalam penyelenggaraan telekomunikasi dilarang melakukan kegiatan yang dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat di antara penyelenggara telekomunikasi.
    2) Larangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    Pada pasal 25 juga diatur tentang interkoneksi antar penyelenggara layanan telekomunikasi ayat 1 sampai dengan ayat 4.
    1) Setiap penyelenggara jaringan telekomunikasi berhak untuk mendapatkan interkoneksi dari penyelenggara jaringan telekomunikasi lainnya.
    2) Setiap penyelenggara jaringan telekomunikasi wajib menyediakan interkoneksi apabila diminta oleh penyelenggara jaringan telekomunikasi lainnya.
    3) Pelaksanaan hak dan kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dilakukan berdasarkan prinsip:
    a. pemanfaatan sumber daya secara efisien;
    b. keserasian sistem dan perangkat telekomunikasi;
    c. peningkatan mutu pelayanan; dan
    d. persaingan sehat yang tidak saling merugikan.
    4) Ketentuan mengenai interkoneksi jaringan telekomunikasi, hak dan kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) diatur dengan Peraturan Pemerintah. (PP No. 52 Tahun 2000, Tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi)
    (http://idsirtii.or.id/content/files/regulasi_telekomunikasi_pp_pp_52_th2000.pdf).

    Berdasarkan konsep agar dapat membangun perusahaan dalam industri yang kompetitif harus memiliki tiga persyaratan untuk menciptakan daya saing yang berkelanjutan:
    1) Menciptakan nilai kepada pelanggan,
    2) Perusahaan mempunyai sesuatu yang unik,
    3) Pesaing sulit meniru.

    (ppt Johannes Simatupang)

    IX. Dalam acara tahunan Indonesia Cellular Show (ICS) menggelar acara penghargaan, dalam hal apakah acara ini dapat memberikan nilai tambah kepada produk yang diamati:

    Salah satu program unggulan yang selalu ada pada ICS setiap tahunnya adalah Indonesia Cellular Award telah tujuh kali dilaksanakan, yang digagas oleh Tabloid Sinyal bersama dengan Dyandra Promosindo. ICA merupakan penghargaan selular yang paling independen di tanah air karena tidak disponsori oleh vendor manapun. Penghargaan diberikan kepada ponsel-ponsel terbaik dan operator-operator terbaik selama bulan Juni 2011 sampai dengan Mei 2012. Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada insan yang berkarya sekaligus berprestasi dalam industri seluler di Indonesia.
    Periode penilaian oleh juri dilakukan sejak tanggal 1 April 2012 sampai 23 Mei 2012. Seleksi diikuti oleh 32 prinsipal ponsel yang menominasikan 65 seri ponsel serta 10 operator. Selain itu dinilai juga 10 figur yang dianggap berperan besar di dunia telekomunikasi seluler.
    Operator yang saya amati juga mendapat penghargaan:
    • The Best Data Package (GSM & CDMA): Telkomsel
    • The Best Corporate Social Responsibility): Indosat

    (http://ics-expo.com/2012/penghargaan-bagi-pelaku-industri-telekomunikasi-indonesia-2012/)

    Salah satu program yang menarik bagi masyarakat adalah Temu Pelanggan Selular, yang secara rutin digelar pada ICS. Dengan tema “Operator Ideal?” Temu Pelanggan Selular kali ini menghadirkan lima operator terdepan di Indonesia, Axis, Indosat, Smartfren, Telkomsel, dan XL Axiata. Acara Temu Pelanggan Selular ini merupakan ajang bertemunya para operator selular di Indonesia dengan pelanggannya, dimana masyarakat umum dapat bertemu langsung dengan manajemen puncak operator selular tersebut, dan menyampaikan berbagai pertanyaan serta keluhan secara langsung.

    (http://ics-expo.com/2012/mencari-inspirasi-dan-mengembangkan-networking-di-icc-dan-ics-2012/)

    Secara konseptual, program ini bertujuan untuk menjembatani antara masyarakat dengan opeartor seluler (Public Relation). Operator berkesempatan menerangkan lebih detail mengenai produk dan layanan mereka kepada pelanggan, dan begitu sebaliknya (Customer Education), dimana pelanggan bisa secara langsung menyampaikan keluhan bahkan kritikan kepada manajemen operator selular (Customer Relationship Marketing). Diharapkan melalui ajang ini, bisa memberikan masukan yang berarti bagi para operator sehingga berguna terhadap peningkatan layanan kepada masyarakat.

    == Sekian & Terima Kasih ==

    Komentar oleh Taufik Diya | Oktober 12, 2012 | Balas

  33. Tugas Individu
    Makalah yang saya pilih sesuai dengan rencana penelitian yaitu :
    Pengaruh kualitas pelayanan dan ekspektasi kepuasansiswa/siswi pada SMK N 04 Muaro jambi.

    Latar Belakang Masalah

    Sekarang ini efek dari globalisasi telah menyentuh ke dunia pendidikan di Indonesia,
    yaitu menjamurnya berbagai sekolah, kursus dan playgroup yang merupakan waralaba
    (franchise) dari luar negeri misalnya, Montessori, NIIT, Informatics, dan berbagai sekolah
    lain. Mereka mengambil sistem pendidikan, materi dan modul pengajaran dari induknya
    (prinsipal) di berbagai negara dan mengadopsinya di Indonesia. Model lain yang juga marak
    adalah mengambil sistem pendidikan beserta modul dan materi pengajarannya, tetapi tetap
    memakai nama lokal. Contoh kasus ini adalah Sekolah Pelita Harapan dan beberapa sekolah
    lain yang memakai kurikulum dan metode dari IB World, sebuah metode pendidikan
    internasional. di Indonesia sekarang ini juga tumbuh dengan pesat berbagai waralaba
    pendidikan ataupun kursus yang asli Indonesia. Sebut saja Primagama, Ganesha, dan Sony
    Sugema yang merupakan kegiatan kursus pelajaran di sekolah, Purwacaraka Music School,
    Al-Azhar, Sanggar Kegiatan Bobo, dan berbagai waralaba lokal yang lain.

    Kebutuhan akan kualitas pendidikan saat ini semakin diperhatikan oleh masyarakat.
    Saat ini sebagian masyarakat rela mengorbankan biaya yang tinggi asalkan mendapatkan
    pendidikan yang berkualitas dan menjajikan akan masa depan yang lebih baik. Pendidikan
    saat ini sangat menentukan ke arah mana seseorang akan melanjutkan pendidikan yang lebih
    tinggi.

    Melihat perkembangan pendidikan di Indonesia, tentu saja tidak bisa dipisahkan dari
    tumbuhnya berbagai sekolah unggulan, baik yang dikelola oleh Pemerintah (Sekolah Negeri)
    maupun swasta. Sekolah-sekolah unggulan ini membedakan diri dari yang lain dengan
    berbagai program pendidikan dan pengajaran yang berkualitas, fasilitas sarana dan prasarana
    pendidikan yang sangat memadai, dan penguasaan bahasa asing yang baik. Namun demikian,
    di sisi lain biasanya biaya untuk masuk sekolah unggulan semacam ini, dan biaya bulanan
    yang harus dikeluarkan siswa juga sangat mahal.

    Berbagai fenomena di atas mempunyai beberapa implikasi yang mendorong
    percepatan pendidikan sebagai sebuah industri. Dari sisi pelaku dunia pendidikan, sekarang
    ini dituntut untuk lebih meningkatkan kualitas pendidikan dari segala sisi. Karena sekarang
    ini persaingan menjadi semakin ketat dengan tumbuh suburnya lembaga pendidikan di
    lingkungan sekitar.

    Pendidikan sekarang ini sudah mengarah pada proses industrialisasi. Dunia
    pendidikan tidak bisa lagi dianggap sebagai lembaga sosial, tetapi harus diperlakukan sebagai
    industri yang harus dikelola secara profesional. Karena, dengan semakin ketatnya persaingan,
    lembaga pendidikan akan ditinggalkan konsumen jika dikelola seadanya. Hal tersebut
    menyebabkan persaingan didalam bisnis pendidikan akan semakin ketat, dimana masing-masing instansi pendidikan baik swasta maupun negeri, instansi pendidikan formal maupun
    informal berlomba memberikan produk-produk terbaik mereka. Semakin tingginya tingkat
    persaingan dan semakin banyaknya instansi pendidikan yang ada, maka pelanggan memiliki
    semakin banyak pilihan untuk menentukan instansi pendidikan yang terbaik bagi anak-anak
    mereka.

    Irawan (2004) mengatakan jumlah konsumen dipengaruhi oleh harga, pelayanan dan
    produk itu sendiri. Sedang menurut Kotler (2004) pelanggan dipengaruhi oleh kualitas
    pelayanan dan nilai. Menurut Zeithaml, Bitner dan Gremler (2006) konsumen dipengaruhi
    kualitas produk, kualitas jasa, harga, situasional faktor dan personal faktor.

    Diantara sekian banyak instansi pendidikaan negeri dan swasta di Muaro Jambi salah satunya adalah sekolah menengah kejuruan (SMK) Negeri 4 muaro jambi. Sekolah ini merupakan lembaga pendidikan formal yang berada dibawah naungan Dinas Pendidikan Muaro Jambi. Sekolah ini memiliki program-program keahlian diantaranya Pertaniaan dan pemasaran. Sekolah ini memiliki beberapa fasilitas untuk mendukung berbagai kegiatan akademik, beberapa fasilitas yang terdapat di SMK Negeri 4 Muaro Jambi adalah : lab. komputer dan bahasa; unit kesehatan sekolah (UKS); kantin; Unit produksi dan perpustakaan. Dengan disahkannya Undang – undang Badan Hukum Pendidikan (UBHP) oleh pemerintah menuntut setiap lembaga pendidikan untuk meningkatkan kualitas pendidikannya.

    SMK Negeri 4 Muaro Jambi sebagai salah satu sekolah menengah kejuruan dengan bidang keahlian pertaniaan, bisnis dan manajemen ( Pemasaran ) harus selalu meningkatkan mutu layanan pendidikannya. Dan untuk memenuhi ekspektasi siswa/i maka pihak sekolah menjalin kerjasama dengan Dunia industri yaitu untuk jurusan pertanian pihak sekolah menjalin kerjasama dengan PTP Nusantara 6 Batang Hari, Bahar, kayu aro kerinci, tujuanya siswa/i nantinya melakukan praktek kerja indutri di PTP tersebut selama 3 bulan pada kelas 2 , tujuanya agar nantinya siswa/i bisa langsung bekerja karena mereka sudah di bekali dengan sertifikat tanda telah praktek bekerja, sedangkan untuk Jurusan pemasaran, pihak sekolah menjalin kerjasama dengan Dunia Industri pada swalayan-swalayan di kota jambi sperti JAMTOS, TRONA, TROFI, Mandala, siswi magang di swalayan-swalayan tersebut selama 3 bulan juga dan mereka di akhir praktek di di adakan ujian untuk menilai praktek kerja tersebut. Alumni Siswi/i N 04 ada yang bekerja di berbagai industri dan juga swalayan dan mereka yang ingin kuliah juga ad yang di terima di UNJA, akan tetapi Data menunjukkan bahwa banyaknya siswa yang mengundurkan diri dengan berbagai alasan.

    Dari hasil wawancara dengan pihak SMK SMK Negeri 4 Muaro Jambi dan pengamatan langsung terhadap siswa, menunjukkan bahwa siswa yang mengundurkan diri disebabkan oleh berbagai hal, diantaranya tidak puas dengan pelayanan pendidikan, tidak cocok dengan lingkungan sekolah, pindah ke luar kota, dikeluarkan oleh pihak sekolah dan meninggal dunia. Dari beberapa alasan tersebut yang mendominasi adalah ketidakpuasan siswa terhadap pelayanan pendidikan dan ekspektasi sisswa/i di SMK Negeri 4 Muaro Jambi.
    Data jumlah murid SMK Negeri 4 Muaro Jambi selama tahun 2007 hingga 2012dapat dilihat
    pada tabel 1.1.
    Tabel 1.1
    Data Jumlah Siswa SMK Negeri 4 Muaro Jambi

    Tahun Pelajaran 2007-2008 2008-2009 2009-2010 2010-2011 2011-2012
    Kelas L P L P L P L P L P
    X pertanian 15 10 20 12 18 10 18 8 21 18
    X pemasaran 8 15 12 17 6 12 18 20 9 15
    Jumlah 48 62 46 56 63
    XI pertanian 10 7 18 10 16 10 18 7 20 16
    XI
    Pemasaran 15 12 12 16 7 10 9 18 8 12
    Jumlah 44 56 43 44 56
    XII pertanian 10 7 15 8 16 10 18 7 20 6
    XII pemasaran 15 11 10 16 10 10 10 19 18 14
    Jumlah 43 49 46 54 58

    Jumlah Total 135 167 135 154 177
    Sumber : Data Bagian Tata Usaha SMK Negeri 4 Muaro Jambi (2012)

    Dari data pada tabel 1.1 tersebut dapat diketahui bahwa jumlah siswa pada kelas
    X (sepuluh) tahun ajaran 2007-2008 akan menjadi siswa kelas XI (sebelas) pada tahun ajaran
    2008-2009, siswa kelas XI pada tahun ajaran 2007-2008 akan menjadi siswa kelas XII
    (duabelas) pada tahun ajaran 2008-2009, dan begitu seterusnya.

    Dari data yang ada di siswa SMK Negeri 4 Muaro Jambi menunjukkan bahwa siswa yang mengundurkan diri pada tahun ajaran 2007-2008 adalah sebanyak 4 orang. Untuk lebih
    jelasnya mengenai jumlah siswa yang mengundurkan diri dari SMK Negeri 4 Muaro Jambi dapat dilihat pada tabel 1.2
    Tabel 1.2
    Data Jumlah Siswa yang Mengundurkan Diri

    Tahun Ajaran 2007-2008 2008-2009 2009-2010 2010-2011 2011-2012
    Siswa-Siswi yang keluar 4 6 5 3 7
    Sumber : Data Bagian Tata Usaha SMK Negeri 4 Muaro Jambi ( 2012)

    Dari data diatas yang menunjukan kecendrungan meningkatkan siswa yang mengundurkan diri perlu di waspadai, peningkatan tersebut dapat terjadi karena ketidakpuasan siswa terhadap pelayanan dan ekspektasi yang di alami siswa/siswi tidak sesuai dengan harapan siswa/idi SMK Negeri 4 Muaro Jambi. Oleh sebab itu pihak Dinas Pendidikan dan sekolah merasa perlu melakukan setrategi-setrategu agar siswa-siswa dapat menyelesaikan pendidikanya di SMK Negeri 4 Muaro Jambi dan ekspektasi mereka bisa sesuai dengan harapan, misalnya setelah tamat bisa langsung di terima di Dunia industri, sesuai dengan jurusan masing-masing, Salah satu yang harus dilakukan adalah meningkatkan kepuasan siswa dalam menjalani pendididkan di SMK Negeri 4 Muaro Jambi. Namun upaya-upaya untuk meningkatkan kepuasan pelanggan senantiasa berhubungan erat dengan kualitas layanan di berikan oleh pihak sekolah.

    Pengukuran kualitas pendidikan di Indonesia terbagi menjadi 3 yaitu :

    A. Era Kolonomi
    Pada jaman kolonial pendidikan hanya diberikan kepada para penguasa serta kaum
    feodal. Pendidikan rakyat cukup diberikan untuk memenuhi kebutuhan dasar
    penguasa kolonial. Pendidikan diberikan hanya terbatas kepada rakyat di
    sekolah-sekolah kelas 2 atau ongko loro tidak diragukan mutunya. Sungguhpun
    standar yang dipakai untuk mengukur kualitas rakyat pada waktu itu diragukan
    karena sebagian besar rakyat tidak memperoleh pendidikan, namun demikian apa
    yang diperoleh pendidikan seperti pendidikan rakyat 3 tahun, pendidikan rakyat 5
    tahun, telah menghasilkan pemimpin masyarakat bahkan menghasilkan
    pemimpin-pemimpin gerakan nasional.
    Pendidikan kolonial untuk golongan bangsawan serta penguasa tidak diragukan lagi
    mutunya. Para pemimpin nasional kita kebanyakan memperoleh pendidikan di
    sekolah-sekolah kolonial bahkan beberapa mahasiswa yang dapat melanjutkan di
    Universitas terkenal di Eropa. Dalam sejarah pendidikan kita dapat katakana bahwa
    intelegensi bangsa Indonesia tidak kalah dengan kaum penjajah. Masalah yang
    dihadapi oleh bangsa Indonesia pada waktu itu adalah kekurangan kesempatan
    yang sama yang diberikan kepada semua anak bangsa. Oleh sebab itu di dalam
    Undang Undang Dasar 1945 dinyatakan dengan tegas bahwa pemerintah akan
    menyusun suatu sistem pendidikaan nasional untuk rakyat, untuk semua bangsa.

    B. Era Orde Lama
    Masa revolusi pendidikan nasional mulai meletakkan dasar-dasarnya. Pada masa
    revolusi sangat terasa serba terbatas, tetapi bangsa kita dapat melaksanakan
    pendidikan nasional sebagaimana yang diamanatkan dalam UUD 1945. Kita dapat
    merumuskan Undang Undang Pendidikan No. 4/1950 junto no. 12/ 1954. Kita dapat
    membangun sistem pendidikan yang tidak kalah mutunya. Para pengajar, pelajar
    melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya walaupun serba terbatas. Dengan
    segala keterbatasan itu memupuk pemimpin-pemimpin nasional yang dapat
    mengatasi masa pancaroba seperti rongrongan terhadap Negara Kesatuan Republik
    Indonesia. Sayang sekali pada akhir era ini pendidikan kemudian dimasuki oleh
    politik praktis atau mulai dijadikan kendaraan politik. Pada masa itu dimulai
    pendidikan indoktrinasi yaitu menjadikan pendidikan sebagai alat untuk
    mempertahankan kekuasaan Orde Lama.
    Pada Orde Lama sudah mulai diadakan ujian-ujian negara yang terpusat dengan
    sistem kolonial yang serba ketat tetapi tetap jujur dan mempertahankan kualitas.
    Hal ini didukung karena jumlah sekolah belum begitu banyak dan guru-guru yang
    ditempa pada zaman kolonial. Pada zaman itu siswa dan guru dituntut disiplin
    tinggi. Guru belum berorientasi kepada yang material tetapi kepada yang ideal.
    Citra guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa yang diciptakaan era Orde Baru
    sebenarnya telah dikembangkan pada Orde Lama.
    Kebijakan yang diambil pada Orde Lama dalam bidang pendidikan tinggi yaitu
    mendirikan universitas di setiap provinsi. Kebijakan ini bertujuan untuk lebih
    memberikan kesempatan memperoleh pendidikan tinggi. Pada waktu itu pendidikan
    tinggi yang bermutu terdapat di Pulau Jawa seperti UI, IPB, ITB, Gajah Mada, dan
    UNAIR, sedangkan di provinsi-provinsi karena kurangnya persiapan dosen dan
    keterbatasaan sarana dan prasarana mengakibatkan kemerosotan mutu pendidikan
    tinggi mulai terjadi.

    C. Era Orde Baru
    Dalam era ini dikenal sebagai era pembangunan nasional. Dalam bidang
    pembangunan pendidikan, khususnya pendidikan dasar terjadi suatu loncatan yang
    sangat signifikan dengan adanya INPRES Pendidikan Dasar. Tetapi sayang sekali
    INPRES Pendidikan Dasar belum ditindaklanjuti dengan peningkatan kualitas tetapi
    baru kuantitas. Selain itu sistem ujian negara (EBTANAS) telah berubah menjadi
    bumerang yaitu penentuan kelulusan siswa menurut rumus-rumus tertentu.
    Akhirnya di tiap-tiap lembaga pendidikan sekolah berusaha untuk meluluskan
    siswanya 100%. Hal ini berakibat pada suatu pembohongan publik dan dirinya
    sendiri dalam masyarakat. Oleh sebab itu era Orde Baru pendidikan telah dijadikan
    sebagai indikator palsu mengenai keberhasilan pemerintah dalam pembangunan.
    Dalam era pembangunan nasional selama lima REPELITA yang ditekankan ialah
    pembangunan ekonomi sebagai salah satu dari TRILOGI pembangunan. Maka
    kemerosotan pendidikan nasional telah berlangsung.
    Dari hasil manipulasi ujian nasional sekolah dasar kemudian meningkat ke sekolah
    menengah dan kemudian meningkat ke sekolah menengah tingkat atas dan
    selanjutnya berpengaruh pada mutu pendidikan tinggi. Walaupun pada waktu itu
    pendidikan tinggi memiliki otonomi dengan mengadakan ujian masuk melalui
    UMPTN, tetapi hal tersebut tidak menolong. Pada akhirnya hasil EBTANAS juga
    dijadikan indikator penerimaan di perguruan tinggi. Untuk meningkatkan mutu
    pendidikan tinggi maka pendidikan tinggi negeri mulai mengadakan penelusuran
    minat dari para siswa SMA yang berpotensi. Cara tersebut kemudian diikuti oleh
    pendidikan tinggi lainnya.
    Di samping perkembangan pendidikan tinggi dengan usahanya untuk
    mempertahankan dan meningkatkan mutunya pada masa Orde Baru muncul gejala
    yaitu tumbuhnya perguruan tinggi swasta dalam berbagai bentuk. Hal ini
    berdampak pada mutu perguruan semakin menurun walaupun dibentuk
    KOPERTIS-KOPERTIS sebagai bentuk birokrasi baru.

    D. Era Reformasi
    Indonesia sejak tahun 1998 merupakan era transisi dengan tumbuhnya proses
    demokrasi. Demokrasi juga telah memasuki dunia pendidikan nasional antara lain
    dengan lahirnya Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
    Nasional. Dalam bidang pendidikan bukan lagi merupakan tanggung jawab
    pemerintah pusat tetapi diserahkan kepada tanggung jawab pemerintah daerah
    sebagaimana diatur dalam Undang – Undang No 32 tahun 2004 tentang Pemerintah
    Daerah, hanya beberapa fungsi saja yang tetap berada di tangan pemerintah pusat.
    Perubahan dari sistem yang sentralisasi ke desentralisasi akan membawa
    konsekuensi-konsekuensi yang jauh di dalam penyelenggaraan pendidikan nasional.
    Selain perubahan dari sentralisasi ke desentralisasi yang membawa banyak
    perubahan juga bagaimana untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia dalam
    menghadapi persaingan bebas abad ke-21. Kebutuhan ini ditampung dalam
    Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, serta pentingnya
    tenaga guru dan dosen sebagai ujung tombak dari reformasi pendidikan nasional.
    Sistem Pendidikan Nasional Era Reformasi yang diatur dalam Undang-Undang No.
    20 Tahun 2003 diuraikan dalam indikator-indikator akan keberhasilan atau
    kegagalannya, maka lahirlah Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang
    Standar Nasional Pendidikan yang kemudian dijelaskan dalam Permendiknas RI.
    Di dalam masyarakat Indonesia dewasa ini muncul banyak kritikan baik dari praktisi
    pendidikan maupun dari kalangan pengamat pendidikan mengenai pendidikan
    nasional yang tidak mempunyai arah yang jelas. Dunia pendidikan sekarang ini
    bukan merupakan pemersatu bangsa tetapi merupakan suatu ajang pertikaian dan
    persemaian manusia-manusiaa yang berdiri sendiri dalam arti yang sempit,
    mementingkan diri dan kelompok.
    Menurut H.A.R. Tilaar, hal tersebut disebabkan adanya dua kekuatan besar yaitu
    kekuatan politik dan kekuatan ekonomi.

    Kekuatan Politik :
    Pendidikan masuk dalam subordinasi dari kekuatan-kekuatan politik praktis, yang
    berarti pendidikan telah dimasukkan ke dalam perebutan kekuasaan partai-partai
    politik, untuk kepentingan kekuatan golongannya. Pandangan politik ditentukan
    oleh dua paradigma yaitu paradigma teknologi dan paradigma ekonomi. Paradigma
    teknologi mengedepankan pembangunan fisik yang menjamin kenyaman hidup
    manusia. Paradigma ekonomi lebih mengedepankan pencapaian kehidupan modern
    dalam arti pemenuhan-pemenuhan kehidupan materiil dan mengesampingkan
    kebutuhan non materiil duniawi. Contoh pengembangan dana 20 %.

    Kekuatan Ekonomi:
    Manusia Indonesia tidak terlepas dari modernisasi seperti teknologi informasi dan
    teknologi komunikasi. Neoliberalisme pendidikan membawa dampak positif dan
    negatif. Positifnya yaitu pendidikan menunjang perbaikan hidup dan nilai negatifnya
    yaitu mempersempit tujuan pendidikan atas pertimbangan efisiensi, produksi, dan
    menghasilkan manusia-manusia yang dapat bersaing, yaitu pada profit orientit
    yang mencari keuntungan sebesar-besarnya terhadap investasi yang dilaksanakan
    dalam bidang pendidikan.
    Demi mencapai efisiensi dan kualitas pendidikan maka disusunlah beberapa upaya
    standardisasi. Untuk usaha tersebut maka muncul konsep-konsep seperti : Ujian
    Nasional.
    Dalam menyusun RENSTRA Departemen Pendidikan Nasional tahun 2005 – 2009
    lebih menekankan pada manajemen dan kepemeimpinan bukan masalah pokok
    yaitu pengembangan anak Indonesia. Anak Indonesia dijadikan obyek, anak
    Indonesia bukan merupakan suatu proses humanisasi atau pemanusiaan. Anak
    Indonesia dijadikan alat untuk menggulirkan suatu tujuan ekonomis yaitu
    pertumbuhan, keterampilan, penguasaan skil yang dituntut dalam pertumbuhan
    ekonomi
    Pendidkian Kejuruan merupakan pendidikan yang mempersiapkan pesrta didik untuk dapat bekerja dalam bidang tertentu, dalam implementasi penyelenggaraan pendidikan selama ini masih gagal dalam mencapai rancangan tujuan yang telah ditetapkan tersebut. Indikatornya adalah banyaknya lulusan pendidikan kejuruan yang tidak memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan bidang keahlian yang di miliknya.
    Kualitas Pelayanan
    Salah satu cara untuk membedakan sebuah perusahaan jasa adalah dengan
    memberikan jasa dengan kualitas yang lebih tinggi dari pesaingnya secara konsisten.
    Kuncinya adalah dengan memenuhi atau melebihi ekspektasi pelanggan. Ekspektasi
    pelanggan dibentuk oleh pengalaman masa lalunya, pembicaraan dari mulut ke mulut dan
    promosi yang dilakukan perusahaan. Dalam membeli jasa, pelanggan memilih penyedia jasa
    berdasarkan hal ini, dan setelah menerima jasa itu, mereka akan membandingkan jasa yang
    diterima dengan jasa yang diharapkan. Jika jasa yang diterima terletak di bawah jasa yang
    diharapkan, pelanggan tidak berminat lagi dengan penyedia jasa tersebut, sedangkan bila jasa
    yang diterima dirasakan memenuhi atau melebihi harapan maka pelanggan cenderung akan
    menggunakan kembali penyedia jasa tersebut.

    Jasa mempunyai beberapa karakteristik unik yang membuatnya berbeda dari
    produk fisik. Jasa sering dicirikan dengan tidak berwujud, tidak terpisah, beragam dan mudah
    lenyap (Zeithaml dan Bitner, 1996). Implikasi dari karakteristik tersebut adalah sulit bagi
    pelanggan untuk mengevaluasi jasa pada tahap sebelum dikonsumsi, saat dikonsumsi dan
    setelah dikonsumsi untuk pembuatan keputusan pelanggan. Sebuah perusahaan jasa dapat
    memenangkan persaingan dengan menyampaikan secara konsisten layanan yang berkualitas
    lebih tinggi dibandingkan para pesaing dan yang lebih tinggi daripada harapan pelanggan.
    Harapan – harapan itu dibentuk oleh pengalaman dimasa lalu, pembicaraan dari mulut ke
    mulut, dan iklan perusahaan jasa. Setelah menerima jasa itu, pelanggan membandingkan jasa
    yang dialami dengan jasa yang diharapkan. Jika jasa yang dialami berada dibawah jasa yang
    diharapkan, pelanggan tidak berminat lagi terhadap penyedia jasa itu. Jika jasa yang dialami
    memenuhi atau melebihi harapan, mereka akan menggunakan penyedia jasa itu lagi (Kotler,
    2000).

    Kualitas pelayanan merupakan totalitas bentuk dari karakteristik barang atau jasa
    yang menunjukkan kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan – kebutuhan pelanggan,
    baik yang Nampak jelas maupun yang tersembunyi (Kotler, 2000). Kualitas layanan jasa
    dapat diukur dengan melihat seberapa jauh efektifitas layanan jasa dapat mempertipis
    kesenjangan antara harapan dengan layanan jasa yang diberikan.
    Rowley (1997:2, dalam Riswono, 2009) menyatakan bahwa kualitas (quality)
    dipandang sebagai sebuah bentuk evaluasi keseluruhan sebuah produk atau sebagai sebuah
    perkiraan nilai global secara menyeluruh. Sallis (2002:15) menyatakan bahwa kualitas
    (quality) diartikan sebagai sesuatu yang memuaskan dan melampaui kebutuhan dan keinginan
    pembeli.
    Tjiptono (2005:110) menyatakan bahwa kualitas adalah kondisi dinamis yang
    berhubungan dengan produk, pelayanan, sumber daya manusia, proses dan lingkungan yang
    memenuhi atau melebihi harapan. Contoh, lokasi, biaya, status akreditasi, jumlah dan
    kualifikasi staf dan guru. Lebih lanjut Tjiptono, dkk (2008 : 67) menyatakan bahwa dalam
    rangka menciptakan kepuasan pelanggan, produk yang ditawarkan organisasi harus
    berkualitas. Karena kualitas memiliki sejumlah level: universal (sama dimanapun), kultural
    (tergantung sistem nilai budaya), sosial (dibentuk oleh kelas sosial ekonomi, kelompok etnis,
    keluarga, teman sepergaulan), dan personal (tergantung preferensi atau selera setiap
    individu). Kualitas layanan berkontribusi signifikan bagi pengembangan diferensiasi,
    positioning, dan strategi bersaing setiap organisasi pemasaran, baik perusahaan manufaktur
    maupun penyedia jasa.

    Pelanggan umumnya mengharapkan produk berupa barang atau pelayanan yang
    dia konsumsi dapat diterima dan dinikmati dengan pelayanan yang memuaskan. Perusahaan
    harus memperhatikan mutu dari jasa (service) dan pelayanan yang diberikan oleh
    perusahaannya. Perusahaan tentunya berupaya untuk memberikan jasa atau pelayanan
    (service quality) yang baik kepada pelanggannya. Hal ini merupakan upaya perusahaan untuk
    dapat tampil beda dengan para pesaingnya.

    Lebih lanjut Tjiptono dkk (2008 : 70) menyatakan bahwa kualitas layanan
    mencerminkan perbandingan antara tingkat layanan yang disampaikan perusahaan
    dibandingkan ekspektasi pelanggan. Kualitas layanan diwujudkan melalui pemenuhan
    kebutuhan dan keinginan pelanggan serta ketepatan penyampaiannya dalam mengimbangi
    atau melampaui harapan pelanggan. Harapan pelanggan bisa berupa tiga standar, yaitu:

    1. Will expectation, yaitu tingkat kinerja yang diantisipasi atau diperkirakan
    konsumen akan diterimanya, berdasarkan semua informasi yang diketahuinya.
    2. Should expectation, yaitu tingkat kinerja yang dianggap sudah sepantasnya
    diterima konsumen. Biasanya tuntutan dari apa yang seharusnya diterima jauh
    lebih besar daripada apa yang diperkirakan bakal diterima.
    3. Ideal expectation, yaitu tingkat kinerja optimum atau terbaik yang diharapkan
    dapat diterima konsumen.

    Dari ketiga standar diatas dapat dikatakan bahwa factor utama yang
    mempengaruhi kualitas layanan adalah expected perceived dan perceived service.
    Pelham (1997), dalam penelitiannya menyatakan bahwa profitabilitas perusahaan
    sangat tergantung dari kemampuan perusahaan dalam menghasilkan produk yang memiliki
    kualitas yang unggul dan handal yang mereka hasilkan. Maka dapat disimpulkan bahwa
    dalam konteks perusahaan yang bergerak dibidang jasa pendidikan dapat diartikan bahwa
    sebenarnya profitabilitas perusahaan tergantung pada sejauh mana perusahaan dapat
    menghasilkan pelayanan yang berkualitas pada siswa sehingga dapat memberi kepuasan
    kepada siswa.
    Dalam kasus pemasaran jasa, dimensi kualitas yang paling sering dijadikan acuan
    adalah (Tjiptono dkk, 2008 : 68) :

    1. Reliabilitas, yakni kemampuan memberikan layanan yang dijanjikan dengan segera,
    akurat, dan memuaskan. Contohnya, keterampilan karyawan dalam menangani
    administrasi, kemampuan guru / karyawan dalam melayani orang tua murid dengan
    cepat dan tepat.
    2. Responsivitas, yaitu keinginan dan kesediaan para karyawan untuk membantu para
    pelanggan dan memberikan layanan dengan tanggap. Contohnya, kecepatan guru /
    karyawan dalam menanggapi keluhan – keluhan yang muncul, kecepatan dalam
    memberikan informasi yang dibutuhkan oleh orang tua murid, kesigapan karyawan
    (satpam) dalam mengatur parkir, kesigapan uks menangani siswa yang sakit.
    3. Jaminan, mencakup pengetahuan, kompetensi, kesopanan, dan sifat dapat dipercaya
    yang dimiliki para karyawan; bebas dari bahaya fisik, risiko atau keragu-raguan.
    Contihnya, keamanan dalam lingkungan sekolah, kemampuan guru dalam
    menyampaikan pelajaran, ketepatan guru dalam mengajar dikelas, keramahan
    karyawan dalam memberikan pelayanan.
    4. Empati, meliputi kemudahan dalam menjalin hubungan, komunikasi yang efektif,
    perhatian personal, dan pemahaman atas kebutuhan individual para pelanggan.
    Contohnya, memberikan pelayanan dengan ramah dan sopan, memberikan konseling
    kepada siswa, adanya perhatian guru terhadap siswa.
    5. Bukti fisik, meliputi fasilitas fisik, perlengkapan, karyawan, dan sarana komunikasi.
    Contohnya, kenyamanan ruang belajar, fasilitas ruang belajar, kebersihan toilet,
    penampilan guru dan karyawan, areal parkir.

    Kualitas produk yang dirasakan pelanggan akan menentukan persepsi pelanggan
    terhadap kinerja, yang pada gilirannya akan berdampak pada kepuasan pelanggan.
    Dari penjelasan di atas maka dalam penelitian ini dikembangkan dimensi yang
    dapat mewakili kualitas pelayanan di lingkungan SMK Negeri 4 muaro jambi, diantaranya adalah sarana, prasarana, guru, karyawan, kurikulum, dan tata pamong.

    Kepuasan Pelanggan

    Konsep operasional kepuasan pelanggan dimulai pada pertengahan 1970an,
    tepatnya ditahun 1977 ketika laporan konferensi tentang konseptualisasi dan pengukuran
    kepuasan/ketidakpuasan pelanggan dipublikasikan pertama kali (Hunt, 1977 dalam Tjiptono
    dkk, 2008 : 43). Kata kepuasan (satisfaction) sendiri berasal dari bahasa latin “satis” (artinya
    cukup baik, memadai) dan “facio” (melakukan atau membuat). Kepuasan dapat diartikan
    sebagai “upaya pemenuhan sesuatu” atau “membuat sesuatu memadai”.

    Kepuasan (satisfaction) adalah perasaan senang atau kecewa sesrorang yang
    muncul setelah membendingkan kinerja (hasil) produk yang dipikirkan terhadap kinerja (atau
    hasil) yang diharapkan (kotler & Keller, 2007). Jika kinerja berada dibawah harapan,
    elanggan tidak puas. Jika kinerja memenuhi harapan, Pelanggan puas. Jika kinerja melebihi
    harapan, pelanggan amat puas atau senang.

    Pada dasarnya kepuasan merupakan tingkat perasaan pelanggan setelah
    membandingkan antara kinerja layanan yang diterimanya dengan kinerja layanan yang
    diharapkannya. Ini berarti bahwa tingkat kepuasan merupakan fungsi dari perbedaan antara
    harapan dengan kinerja layanan. Apabila kinerja layanan dibawah harapan, maka pelanggan
    akan kecewa. Bila kinerja layanan sesuai dengan harapan, maka pelanggan akan merasa puas.
    Sedangkan bila kinerja melebihi harapan, pelanggan akan merasa sangat puas. Patut diingat
    pula bahwa pelayanan yang memuaskan merupakan bagian masa depan perusahaan
    (Budiono, 1996 dalam Kaihatu, 2008).

    Umumnya faktor-faktor yang menentukan harapan pelanggan meliputi kebutuhan
    pribadi, pengalaman masa lampau, rekomendasi dari mulut ke mulut, dan iklan (Tjiptono,
    2001). (Zeithaml et al. 1993 dalam Tjiptono, 2001) melakukan penelitian khusus dalam
    sektor jasa dan mengemukakan bahwa harapan pelanggan terhadap kualitas suatu jasa
    terbentuk oleh beberapa faktor berikut :

    1. Enduring Service Intensifiers
    Faktor ini merupakan faktor yang bersifat stabil dan mendorong pelanggan untuk
    meningkatkan sensitivitasnya terhadap jasa. Faktor ini meliputi harapan yang disebabkan
    oleh orang lain dan filosofi pribadi seseorang tentang jasa. Seorang siswa akan akan berharap patut mendapatkan pelayanan pendidikan yang baik apabila siswa lainnya dilayani dengan baik oleh pihak sekolah. Selain itu, filosofi individu (misalnya seorang siswa sekolah) tentang bagaimana memberikan pelayanan yang benar akan menentukan harapannya pada sekolah tempat ia bersekolah.
    2. Personal Needs
    Kebutuhan yang dirasakan seseorang mendasar bagi kesejahteraannya juga sangat
    menentukan harapannya. Kebutuhan tersebut meliputi kebutuhan fisik, sosial, dan psikologis.
    3. Transitory service intensifiers
    Faktor ini merupakan faktor individual yang besifat sementara (jangka pendek)
    yang meningkatkan sensitivitas pelanggan terhadap jasa. Faktor ini meliputi:
    1) Situasi darurat pada saat pelanggan sangat membutuhkan jasa dan ingin
    perusahaan bisa membantunya (misalnya jasa pendidikan SMK pada saat
    siswa belum mampu membayar spp).
    2) Jasa terakhir yang dikonsumsi pelanggan dapat pula menjadi acuannya untuk
    menentukan baik-buruknya jasa berikutnya.
    4. Perceived Service Alternatives
    Perceived Service Alternatives Merupakan persepsi pelanggan terhadap tingkat
    atau derajat pelayanan perusahaan lain yang sejenis.Jika konsumen memiliki beberapa
    alternatif, maka harapannya terhadap suatu jasa cenderung akan semakin besar.
    5. Self-Perceived Service Roles
    Faktor ini adalah persepsi pelanggan tentang tingkat atau derajat keterlibatannya
    dalam mempengaruhi jasa yang diterimanya. Jika konsumen terlibat dalam proses pemberian
    jasa dan jasa yang terjadi ternyata tidak begitu baik, maka pelanggan tidakmenimpakan
    kesalahan sepenuhnya pada si pemberi jasa. Oleh karena itu, persepsi tentang derajat
    keterlibatannya ini akan mempengaruhi tingkat jasa/pelayanan yang bersedia diterimanya.
    6. Situational Factors
    Faktor situasional terdiri atas segala kemungkinan yang bisa mempengaruhi
    kinerja jasa, yang berada diluar kendali penyedia jasa. Misalnya pada waktu batas akhir
    pembayaran ADM sekolah, siswa akan antri untuk membayar ADM karena banyaknya siswa yang terlambat membayar ADM dan ini akan menyebabkan seorang siswa akan relatif lama menunggu. Untuk sementara waktu, siswa tersebut akan menurunkan tingkat pelayanan minimal yang bersedia diterimanya karena keadaan itu bukanlah kesalahan pihak sekolah.
    7. Explicit Service Promises
    Faktor ini merupakan pernyataan (secara personal maupun non personal) oleh
    organisasi tentang jasanya kepada pelanggan. Janji ini bisa berupa iklan, personal selling,
    perjanjian, atau komunikasi dengan karyawan organisasi tersebut.
    8. Implicit Service Promises
    Faktor ini menyangkut petunjuk yang berkaitan dengan jasa, yang memberikan
    kesimpulan bagi pelanggan tentang jasa yang bagaimana yang seharusnya dan yang akan
    diberikan. Petunjuk yang memberikan gambaran jasa ini meliputi biaya untuk
    memperolehnya (harga) dan alat-alat pendukung jasanya. Pelangan biasanya menghubungkan harga dan peralatan (tangible assets) pendukung jasa dengan kualitas jasa. Harga yang mahal dihubungkan secara positif dengan kualitas yang tinggi. Misalnya, setiap ruang kelas diberi pendingin ruangan dan dispenser air minum.
    9. Word Of Mouth (Rekomendasi / Saran dari Orang lain)
    Word Of Mouth merupakan pernyataan (secara personal atau non personal) yang
    disampaikan oleh orang lain selain organisasi (service provider) kepada pelanggan. Word Of Mouth ini biasanya cepat diterimaoleh pelanggan karena yang menyampaikannya adalah mereka yang dapat dipercayainya, seperti para ahli, teman, keluarga, dan publikasi media massa. Disamping itu Word Of Mouth juga cepat diterima sebagai referensi karena pelanggan jasa biasanya sulit mengevaluasi jasa yang belum dibelinya atau belum dirasakannya sendiri.
    10. Past Experience
    Pengalaman masa lampau meliputi hal-hal yang telah dipelajari atau diketahui
    pelanggan dari yang pernah diterimanya dimasa lalu.Apabila harapan pelanggan lebih besar daripada yang mereka dapatkan, maka akan timbul rasa tidak puas terhadap perusahaan tersebut. Sebaliknya, jika perusahaan menetapkan harapan pelanggan yang terlalu rendah, akan banyak orang yang tidak membeli produknya, meskipun semua pelanggannya puas. Oleh karena itu, sangat penting bagi perusahaan untuk membentuk harapan pelanggan yangdiselaraskan dengan kinerja perusahaannya.

    Mujiharjo dan Bagyo (2006) menyatakan bahwa Kepuasan dan ketidakpuasan
    pelanggan atas produk dan kualitas layanan akan berpengaruh pada pola perilaku selanjutnya.
    Hal ini dapat ditunjukkan pelanggan sebelum, saat mengkonsumsi / membeli atau setelah
    terjadi proses pembelian / mengkonsumsi produk atau layanan. Apabila pelanggan merasa
    puas, maka ia akan menunjukkan besarnya kemungkinan untuk kembali membeli produk
    yang sama, dan cenderung akan memberikan referensinya terhadap produk kepada orang lain.
    Pelanggan yang tidak puas dapat melakukan tindakan pengembalian produk, bahkan dapat
    mengajukan complain kepada perusaan.

    Tjiptono, dkk (2008 : 37) menyatakan bahwa konsekuensi kepuasan /
    ketidakpuasan pelanggan sangat krusial bagi kalangan bisnis, pemerintah, dan jasa
    pelanggan. Bagi bisnis, kepuasan dipandang sebagai salah satu dimensi kinerja pasar.
    Peningkatan kepuasan pelanggan berpotensi mengarah pada pertumbuhan penjualan jangka
    panjang dan jangka pendek, serta pangsa pasar sebagai hasil pembelian ulang. Sementara itu
    ketidakpuasan pelanggan memunculkan sejumlah risiko, seperti boikot atau protes dari
    lembaga pelanggan, intervensi pemerintah, reaksi pesaing, dan masuknya produk substitusi
    baru kepasar. Ketidakpuasan pelanggan sesungguhnya dapat membantu perusahaan
    mengidentifikasi aspek-aspek yang menjadi kelemahan produk atau jasanya yang tidak
    mampu memenuhi standar pelanggan dan pemerintah.

    Kepuasan pelanggan itu sendiri ditentukan oleh lima faktor utama, yaitu :

    1. Kualitas sesungguhnya, yang dipengaruhi oleh dua hal, yaitu kualitas produk
    sesungguhnya dan persepsi pelanggan.
    2. Kualitas pelayanan terutama industri jasa, yang dikenal dengan SERVQUAL (
    service quality ), meliputi : Relibilitas, Responsivitas, Jaminan, Empati, dan Bukti
    fisik.
    3. Emosional, kepuasan yang diperoleh pelanggan apabila mereka menggunakan
    suatu produk dengan merek tertentu.
    4. Harga yang kompetitif, produk dengan kualitas yang sama, tetapi dengan harga
    yang lebih murah tentu akan memberikan nilai yang lebih tinggi.
    5. Manfaat yang diperoleh sesuai dengan yang diharapkan pada saat pelanggan
    membeli produk tersebut.

    Tingkat kepuasan dapat dirumuskan sebagai berikut :

    S = P
    E

    Keterangan :
    S = Satisfaction
    E = Expectation
    P = Performance
    Pelanggan memang harus dipuaskan, sebab jika mereka tidak puas akan
    meninggalkan perusahaan dan menjadi pelanggan pesaing, hal ini akan menyebabkan
    penurunan penjualan dan pada gilirannya akan menurunkan laba dan bahkan kerugian
    (Supranto, 2006). Maka dari itu, SMK Negeri 4 Muaro Jambi harus berusaha untuk memuaskan para siswa dengan salah satu cara adalah meningkatkan mutu pelayanan pendidikan yang selama ini telah di terapkan. Untuk menciptakan kepuasan pelanggan, perusahaan harus menciptakan dan
    mengelola suatu produk yang bermutu. Suatu produk bermutu bagi seseorang jika produk
    tersebut dapat memenuhi kebutuhannya
    Pada dasarnya tujuan dari suatu bisnis adalah untuk menciptakan rasa puas pada
    pelanggan. Terciptanya kepuasan pelanggan dapat memberikan beberapa manfaat,
    diantaranya adalah hubungan antara siswa dengan pengelola sekolah menjadi harmonis,
    memberikan dasar yang baik bagi pembelian ulang dari orang tua siswa dan terciptanya
    loyalitas, dan membentuk suatu rekomendasi dari mulut ke mulut (Word Of Mouth) yang
    menguntungkan bagi sekolah.

    Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan
    Pemantauan dan pengukuran terhadap kepuasan pelanggan telah menjadi hal
    yang sangat esensial bagi setiap perusahaan yang bergerak dibidang jasa. Langkah tersebut
    diharapkan dapat member umpan balik dan masukan untuk keperluan pengembangan dan
    implementasi strategi peningkatan kepuasan pelanggan. Pada prinsipnya kepuasan pelanggan dapat diukur dengan berbagai metoda.
    Kotler (2000) mengidentifikasi empat metoda pengukuran tingkat kepuasan pelanggan, yaitu:
    1. Sistem Keluhan dan Saran

    Perusahaan dapat menyediakan formulir berisi keluhan dan saran yang dapat diisi
    setiap konsumen. Formulir tersebut dapat diletakkan pada setiap pintu masuk dan meja
    penerima tamu. Di dalam formulir tersebut konsumen dapat menyampaikan keluhan-keluhan mereka secara tertulis, sehingga perusahaan dapat mengetahui kesulitan yang dihadapi oleh konsumen serta perusahaan dapat mengambil langkah untuk mengatasi masalah tersebut. Selain itu konsumen juga diminta untuk memberikan saran-saran peningkatan pelayanan.

    2. Survey Kepuasan Konsumen

    Bila perusahaan menganggap bahwa sistem keluhan dan saran tersebut kurang
    berhasil, disebabkan masih ada konsumen yang beranggapan walaupun mereka menuliskan keluhan dan saran, perusahaan tidak menanggapi sehingga akan membuang waktu. Karena adanya anggapan demikian maka perusahaan yang inovatif akan mengadakan suatu survey untuk mengetahui sejauh mana kepuasan konsumen terhadap produk mereka.

    3. Ghost Shopping
    Perusahaan dapat mengirimkan orang untuk berpura-pura untuk menjadi pembeli
    produk mereka maupun produk dari pesaingnya. Pembeli pura-pura ini dapat mengajukan suatu masalah pada wiraniaga yang bertugas dan melihat bagaimana cara mereka menyelesaikan masalah tersebut.
    4. Metode Pelaporan Keluhan
    Untuk mengukur kepuasan konsumen dapat digunakan metode pelaporan keluhan lansung, yaitu para konsumem di tanyai secara langsung mengenai keluhan mereka dan penilaian mereka terhadap produk perusahaan

    Membangun Kepuasan Pelanggan

    Kepuasan pelanggan dapat dibangun melalui kualitas layanan dan dapat
    ditingkatkan melalui beberapa pendekatan sebagai berikut (Kotler, 2000 : 40):

    a. Memperkecil kesenjangan yang terjadi antara pihak manajemen dan pelanggan.
    b. Perusahaan harus mampu membangun komitmen bersama untuk menciptakan visi
    dan misi dalam perbaikan proses layanan.
    c. Memberi kesempatan kepada pelanggan untuk menyampaikan keluhan.
    d. Mengembangkan penerapan prinsip-prinsip accountable, proactive, dan
    marketing sesuai dengan situasi pemasaran

    KESIMPULAN

    1. Produk hukum ( undang-undang, peraturan pemerintah, dan keputusan menteri ) yang mengatur penyelnggaraan jenjang pendidikan menengah belum dilaksanakan secara konsisten.
    2. Pengembangan kurikulum pada jenjang pendidikan menengah masih belum mantap
    3. Dukungan peranserta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan masih kurang optimal, khususnya peran serta dunia usaha dan industri dalam pengembangan pendidikan kejuruaan
    4. .Fasilitas pembelajaran pendidikan yang kurang memadai untuk pembentukan kompetensi siswa, terutama fasilitas praktik pada pendidikan kejuruaan sehingga kepuasan siswa dan siswi belum sesuai dengan harapanya.
    5. Sumber daya manusia penyelenggara pendidikan di tingkat sekolah yang belum profesional sesuai bidangnya.

    REFERENSI

    http://www.ips.web.id/2011/08/pengertian-status-sosial-macam-macam.html
    id.wikipedia.org/wiki/Keluarga
    Irawan, A. 2004, 10 Prinsip Kepuasan Pelanggan, Jakarta : PT. Elex Media Komputindo.
    Penditiumarmand. Blogspot.com/../….

    Komentar oleh khosiah MM angkatan !4 | Oktober 12, 2012 | Balas

  34. TUGAS UJIAN AKHIR SEMESTER MANAJEMEN PEMASARAN STRATEJIK
    Dosen pengampu : Dr Johannes, SE, M.Si
    Dra Erida M.Si
    Oleh :
    NAMA : KHOSIAH
    NIM : C2B010072
    JAWABAN
    1 . Kartu telpon yang di amati …
    Jawaban : Simpati VS IM3
    2. Jelaskan masing-masing atribut produk yang di tawarkan kepada pelanggan…
    Jawaban :
    a. Atribut Simpati yaitu : harga, mutu, merek, kemasan, faslitas
    b. Atribut M3 yaitu :
    * Tarip sms yang murah sebesar 80 %
    * Harga kartu perdana yang murah sebesar 80%
    * Haraga Vaucer ulang sebesar 80%
    * Tarip yelpon yang murah sebesar 76,7%
    * Kekuatan sinyal 76,7 %

    ( Library.un. ac. Id/…/ pengaruh atribut )

    3. Faktor yang terjadi dengan pelanggan….
    Jawaban :
    a. Inisiator, individu yang mencari solusi atas masalah yang di hadpi, untuk masing-masing produk berbeda.
    b. Influencer, individu yang berpengaruh dalam mempengaruhi kepurusan pembelian
    c. Deciencer, Individu yang benar-benar memutuskan
    d. Pembelian, orang yang secara aktual melakuakn pembelian
    e. Pengguna individu yang menggunakan barang maupun jasa

    *Yang terlibat dalam pembelian : Pasar organisasi ( konter pulsa tekomsel dan Indosat ) dan pasar individu ( konsumen Pemakai kartu simpati telokomsel dan IM3 indosat )
    *Kriteria pembelian : Simpati yaitu Murah harganya, bermutu, mereknya terkenal , kemesanya menarik, fasilitas banyak sedangkan IM3 yaitu banyak gratisanya, dan sinyal kuat dan tidak banyak gangguan, nelpon murah, sms murah,
    *kapan di beli : di beli ketika pulsa habis dan pelanggan ada perlu yang membutuhkan media untuk menyampaikan pesan dari komunikator ke komunikan.
    *Kenapa di beli : di beli karena banyak untungnya, sinyal kuat, banyak di pakai teman, nelpon murah ada sms gratis
    * bagaimana mereka menggunakan kedua produk yang di amati : mereka menggunakan produk simpati dan IM3 dengan membeli di konter terdekat di rumah atau dengan melaui sms juga bisa di layani sebab di sini kedua produk kartu tersebut di minati oleh masyarakat di sini karena di sini keduanya sinyalnya kuat.
    ( Bahan kuliah manajemen stratejik MPSM power point )
    4. Kedepan, apa yang mengakibatkan faktor seperti pada ( no 3 ) mengalami perubahan. Jelaskan faktor perubah…..
    Jawaban :
    Faktor pengubahnya yaitu :
    Pertama : pelanggan selalu mengalami perubhan dalam hal kebutuhan, keinginan,
    dan harapan.
    Kedua : Pelanggan baru perlu dicermati, mereka mempunyai permintan yang
    berbeda. Misalnya permintaan untuk alat-alat kesehatan, sport dan produk
    untuk senang-senang, permintaan kartu simpati dan IM3.
    Oleh sebab itu semua faktor di atas bisa berubah apabila di lakukan Riset pemasaran, riset eksploratory,. Baiknya penelitian itu dilakukan oleh beberapa orang atau kelompok .
    ( bahan kuliah manajemen stratejik MPSM Power ponit)
    5. Identifikasi persaingan yang terjadi pada pengguna kartu seluler, setidaknya dengan menggunakan tiga contoh. Selanjutnya jelaskan oendapat anda mana diantara contoh tadi yang paling anda yakini mendapatkan posisi di benak pelanggan….

    Jawaban :
    • Persaingan simpati yaitu simpati mempunyai fitur-fitur : simpati cek kuota data/bonus ringkas, Simpati tarif internetnya normal tapi bisa di siasati dengan flesh community . Simpati ada tarif vidio callmurah , Simpati ada tarif ke sesama operator, Simpati panggilan k cs 116 tetap geratis .
    • Persaingan XL yaiu : mengakses dunia pertemana tanpa batas seperti jejaring sosial dan twitter,messenger dan permainan dan dapat mengunduh aplikasi yang di sediakan xl dengan mengunjungi situs yang di sediakan, pengguna bisa menaktifkan paket internet untuk mengunjungi dunia maya,

    • Persaingan IM3 Yaitu : seru anti galau ( layana sms dan internetnaya murah )
    *kartu perdana yang murah, gratis langsung ke jejaring sosial.
    * perlu melakukan registrasi terlebih dahulu untuk mendapatkan benus nelpon gratis 30 jam.

    Banyak promo dan pakt menarik yang di tawarkan oleh ketiga operator ini, namun sebagai pengguna harus memahami betul yang di tawarkan oleh ketiga operator tersebutjangan sampai terjebak oleh permainan kata yang di luncurkan oleh masing-masing operator pada iklan produknya, berdasarkan dari 3 contoh identifikasi persaingan yang terjadi maka yang paling mendapat posisi di benak pelanggan adalah simpati

    www. Indosat. Com/….Akses data mudah….
    www. Kocz. Com / …. 3341-IM3-vs simpati

    6. Dalam konteks persaingan di kenal istilah strategi yang kompetitif. Apa makna dari konsep ini dan jelaskan hal ini dapat terjadi pada dua produk yang anda amati……

    Jawaban :
    Berkaitan dengan seberapa sengitnya perusahaan bertarung di pasar, semakin homogen perusahaan yang terlibat persaingan pun semakin besar. Selain itu strategi yang di gunakan perusahaan pun mempeengaruhi tingkat persaingan semakin serupa setrategi yang di gunakan tentang tingkat persaingan semakin tinggi .
    Tidak bisa terbantahkan lagi, pemasok menjadi salah satu stakeholder penting dalam rangka usaha sebuah perusahaan pemasok yang memiliki nilai tawar tinggi, tentuntunya akan menjadikanya seamakin memiliki kekuatan dalam mengendalikan kegiatan usaha, hal ini di tandai dengan apakah pemasok tersebut merupakan satu-satunya pemasok yang terlibat atau ada barang substitusi lain yang bisa di jadikan bahan baku.
    Konsumen disisi lain menjadi salah satu tolak ukur penentu keberhasilan perusahaan dalam bahasa pemasaran, semakin kecil tingkat diferensiansi antara produk, akan memberikan kesempatan konsumen untuk cepat beralih mencari produk perusahaan lain, apa lagi jika tidak ada perbedaan mencolok misalnya: Faktor harga ketika konsumen beralih keperusahan lain.
    Tentunya dari barang-barang substitusi dan adanya pendatang baru juga mempengaruhi performansi perusahaan tentang pendatang baru ini dapat di lihat apakah tingkat kemudahan perusahaan memasuki pasar, semakin mudah perusahan masuk, akan semakin banyak perusahan yang akan masuk kepasar pada akhirnya akan mempersengit tingkat persaingan.
    Berdasarkan makna dari persaingan kompetitif diatas maka kaitanya dengan produk yang saya amati yaitu simpati VS IM3 yang mana kedua produk tersebut di tempat saya sama-sama memiliki hati pelangan dengan kelebiha-kelebihan yang kedua produk tersebut tawarkan, akan tetapi produk simpati lebih mengusai pasar di tempat saya karena kebanyakan masyarakat sini menguunakan simpati sebab sinyalnya lebih dulu ada baru lah indosat yaitu telomsel jadi walaupun indosat menawarkan produk dengan segala atributnya yang menawan kurang di minati sebab menelpon beda kartu akan memkan biaya mahal jadi cendrung masyarakat disini akan menggunkakan kartu yang banyak di gunakan temanya agar tak boros pulsa. Persaingan antara keduanya terus terjadi karena sekarang di tempat saya sudah banyak yang menggunakan IM3 terutama anak muda kerena IM3 banyak geratis sannya terutama gratis internetan. Dan ini akan mempersengit tingkat persaingan keduanya tampak jelas namun di harapkan tentunya persaingan yang kompetitip dengan strategi pemasaran yang setrategis.

    ( www. Anneahira. Com / tokoh setrategi. Htm )

    7. Keunikan menjadi kata penting dalan hal mempertahankan pelanggan pada pasar yang bersaing. Jelaskan penggerak keunikan produk kartu seluler yang anda amati dengan konsep penggerak keunikan produk…..

    Jawaban :
    Keunikan produk yang saya amati yaitu simpati dan IM3 berdasarkan konsep penggerak keunikan produk yaitu simpel ( Komunikasikan diferensiasi produk maupun merek kita dalam bahasa sederhana serta kata-kata singkat ) Bermakna ( pilih kata-kata dan ungkapan sederhana tapi bermakna.) Fokus ( jangan mengusung banyak makna dan tafsiran dalam bahasa komunikasi tersebut, usunglah sebuah fokus pada point yang membedakan produk telomsel ( simpati ) dengan produk indosat ( IM3)
    Jadi penggerak keunikan kartu simpati adalah Keamaman ( bebas dari penyadapan dan penggadaan, aksesibilitas, harga yang terjangkau mutu prima serta jangkauan luas menjadikan simpati mendapatkan nilai maksimal dari aneka pelaanan yang berkesinambungan dari kartu simpati dimana seluruh features dan VAS ( velue addeds service ) yang ada pada keru halo terdapat juga di simpati. Selain kemampuan yang umum menelpon dan menerima telpon dari sembarang tempat dan kapan saja dan bisa menjangkau seluruh wilayah nusantara.
    Sedangkan keunikan IM3 adalah : dapat menikmati paket-paket datalain indosat yang sangat variatif dan kompetitif dengan harga yang terjangkau, tersedia paket data harian, dan bulanan, indosat akses mudah tanpa batas bersekala di dunia maya, untuk setting modem juga sangat mudah untuk di lakukan, bisa internet bangking, sms bangking yang telah melakukan kerjasama.

    ( fresponitory. Usu. Co. Id/ …. /I / 09E00869 pdf )

    8. Peraturan yang di keluarkan oleh pemerintah di maksud untuk mengatur persaingan dalam industri telekomunikasi. Peraturan demikian pada dasarnya diarahkan untuk menciptakan pasar yang efisiensi dan dapat mensejahtrekan masyarakat…….

    Jawaban :
    Peraturan yang di keluarkan oleh pemerintah yaitu
    • Undang-undang R.I. No 36 tahun 1999 tentang telekomunikasi telah menetapkan perubahan industri telekomunikasi dari era monopoli ke era persaingan bebas, yang memberikan peluang kepada peyenggara telekomunikasi untuk melakukan bernagai enovasi pelayanan dengan menerapkan setrategi/ usaha yang sefekti dan seefesien mungkin sekaligus tetap mengutamakan kepentingan pelanggan, maka dari itu pasal 10 ayat 1 secara tegas di nytakan bahwa dalam menyelenggarakan telekomunikasi di larang melakukan kegiatan yang dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat diantara peyelenggara telekomunikasi. Pasal ini di maksudkan agar terdapat persaingan yang sehat anatara peyelenggara telekomunikasi dalam melakukan kegiatanya.
    • Unadang-Uandang R.I no 05 tahun 1999 tentang larangan usaha praktek monopoli dan persainga usaha tidak sehat meliputi perjanjian yang larang antara lain oligopoli, kartel, pembaikokan, dan trust.

    ( Isjd. Pdii. Lipi. Go. Id/ admin / 6208122152-16093. Pdf )

    9. Dalam acara tahunan indonesia cellular show menggelar acara penghargaan, dalam hal apakah acara ini dapat memberikan nilai tambah kepada produk yang anda amati….

    Jawaban :
    Fungsi daripada penghargaan simpati yaitu : Memperkuat motovasi untuk memacu diri agar mencapai prestasi, memberikan tanda bagi seseorang yang memiliki kemampuan lebih , bersifat universal.
    Sedangkan IM3 kartu prabayar telepon genggam keluaran indosat mendapatkan penghargaan superbrand 2012 sebagai merek yang di minati masysarakat, penghargaan itu membuktikan kepercayaan konsumen terhadap IM3 selain itu juga IM3 berhasil keluar sebagai salah satu merek yang banyakdi minati masyarakat. Organisasi yang mempromosikan disiplin branding dan memberikan penghargaan kepada merek luar biasa di lebih dari 90 negara seluruh dunia.

    ( Jaring News . com/… im di pilih sebagai…..)

    Komentar oleh khosiah MM angkatan !4 | Oktober 12, 2012 | Balas

  35. UJIAN SEMESTER

    N a m a : Syamsuddin
    N I M : C2B010103
    MK : Manajemen Pemasaran Strategi
    Dosen : Dr. Johannes, S.E., M.S

    1. Kartu telepon yang diamati adalah :
    Simpati Vs XL

    2. Jelaskan masing-masing atribut produk yang ditawarkan kepada pelanggan.
    Simpati : Atribut produknya adalah sebagai berikut :

    a. Telkomsel memiliki tiga produk GSM, yaitu SimPATI (prabayar),
    Kartu AS (prabayar), dan kartu HALO (pascabayar).
    b. Simpati memiliki produk layanan internet nirkabel lewat jaringan
    telepon seluler, yaitu Telkomsel Flash. Telkomsel bekerja pada
    jaringan 900/1.800 MHz.
    c. Telkomsel Poin Program TELKOMSEL poin adalah merupakan
    program loyalitas pelanggan, yang ditujukkan untuk seluruh
    pelanggan TELKOMSEL.
    d. HSPA+
    Mulai September 2009, Telkomsel menambah layanan HSPA+
    (High-Speed Packet Access) dengan kecepatan akses hingga 21
    Mbps.

    XL : XL atribut produknya adalah :
    Prabayar XL merupakan peleburan dari 3 produk prabayar XL
    sebelumnya, yaitu Bebas, Jempol, dan Jimat.

    XL Pascabayar
    XL Pascabayar sebelumnya dikenal dengan nama Xplor.
    Perubahan ini seiring dengan restrukturisasi lini produk XL
    dimana hanya ada 1 lini produk masing-masing untuk prabayar
    dan pascabayar.

    3. Faktor yang terjadi dengan pelanggan (perhatikan ini adalah bagian dari
    kuliah). Siapa yang terlibat dalam pembelian, kriteria pembelian, kapan,
    kenapa dibeli, dimana dan bagaimana mereka menggunakan kedua produk
    yang diamati.

    Insisator, influencer, decider, pembelian dan pengguna.
    Kriterian pembelian adalah memiliki nilai kompetitif barang yang dibeli
    yang mencakup :
    a. Pemenuhan kebutuhan (need)
    b. Pemahaman kebutuhan (recognition)
    c. Proses mencari barang (search)
    d. Proses evaluasi (evaluation)
    e. Pengambilan keputusan pembelian (decision)
    Pelanggan membeli produk berdasarkan kebutuhan, dimana harga juga
    dapat mempengaruhi selera pelanggan. Alasan mereka membeli karena
    adanya penawaran yang kompetitif dan faktor-faktor yang
    mempengaruhinya. Alasan pelanggan membeli karena kebutuhan, life
    style (trend) dan hobi. Umumnya pelanggan membeli pusat-pusat
    perbelanjaan, elektronik, teman sejawat, internet dan lain-lain.

    4. Ke depan, apa yang mengakibatkan faktor seperti pada (no.3) mengalami
    perubahan. Jelaskan faktor peubah.
    Jelaskan pemahaman anda bagaimana faktor itu dapat berubah.

    a. Pelanggan selalu mengalami perubahan dalam hal kebutuhan, keinginan
    dan harapan
    b. Pelanggan baru perlu dicermati, mereka mempunyai permintaan yang
    berbeda, misalnya permintaan untuk suatu produk yang baik

    5. Identifikasi persaingan yang terjadi pada penggunaan kartu seluler, setidaknya
    dengan menggunakan tiga contoh. Selanjutnya jelaskan pendapat anda mana
    diantara contoh tadi yang paling anda yakini mendapat posisi dibenak
    pelanggan.
    Berikan contoh yang dapat mendukung jawaban anda.

    a. Tarif
    Pelanggan yang peka terhadap tarif, bila operator telepon seluler
    menurunkan tarif percakapan atau SMS yang murah, maka pelanggan
    akan cepat berpindah ke operator telepon seluler lain. Bila jumlah
    pelanggan yang pindah mencapai jutaan, maka akan memberikan
    pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan pelanggan.

    b. Jaringan
    Pembangunan BTS-BTS dalam rangka meningkatkan kualitas jaringan
    telekomunikasi seluler diperlukan investasi yang sangat besar, sehingga
    para operator lebih tertarik membangun BTS-BTS didaerah potesial atau
    didaerah-daerah besar saja, mengingat peminat terhadap penggunaan
    telepon seluler sangat banyak.

    c. Layanan
    Layanan yang dimiliki operator telepon seluler merupakan salah satu
    aspek yang penting dalam memberikan kepuasan kepada pelanggan.
    Layanan berupa fitur-fitur memberikan nilai tambah, terkadang layanan
    ini harus dimiliki operator dalam menarik simpati pelanggan. Suatu contoh
    fitur-fitur layanan yang dimiliki XL, yaitu : Panggilan Menunggu,
    Pengiriman Data/Faksimili, Identitas Pemanggil Ditampilkan, Multi Party
    Calling, Sambungan Langsung Internasional, SMS, GPRS dan MMS
    Voice Mail Plus, Voice SMS, dan VoIP.

    Menurut saya, yang paling memberikan kepuasan dalam ketiga faktor
    persaingan di atas, maka XL dapat memberikan kemudahan dalam
    menggunakan transaksi komunikasi.

    6. Dalam konteks persaingan dikenal istilah strategi yang kompetitif. Apa
    makna dari konsep ini dan jelaskan hal ini dapat terjadi pada dua produk
    yang anda amati.
    Persaingan kompetitif apa maknanya.

    Keunggulan Kompetitif adalah merujuk pada kemampuan sebuah
    perusahaan untuk memformulasikan strategi yang menempatkannya
    pada suatu posisi yang menguntungkan berkaitan dengan perusahaan
    lainnya. Keunggulan Kompetitif muncul bila pelanggan merasa bahwa
    mereka menerima nilai lebih dari transaksi yang dilakukan dengan
    sebuah perusahaan pesaingnya.

    7. Keunikan menjadi kata penting dalam hal mempertahankan pelanggan
    pada pasar yang bersaing. Jelaskan penggerak keunikan produk kartu
    seluler yang anda amati dengan konsep penggerak keunikan produk.

    Keunikan merupakan ciri atau ikon pada setiap perusahaan seluler,
    keunikan ini muncul sebagai media untuk tampil beda dengan yang
    lain. Keunikan ini menjadi daya tarik pada setiap pelanggan, mskipun
    ada kelebihan dan kekurangan yang dirasan dalam menggunakan
    produk misalnya pada simpati maupun XL.

    Perusahaan harus kreatif dan fokus pada pengembangan keunikan
    atau keunggulan produk yang dimiliki.Keunikan yang ada harus
    menambah value added suatu produk atau perusahaan.Keunikan
    tersebut tidak hanya semata-mata pada perbedaan dari segi produk
    tapi bisa juga keunikan dalam hal pemberian layanan kepada
    customer.

    Keunikan produk atau layanan suatu perusahaan menjadi penting
    dan harus selalu ditingkatkan. Dengan terus mengembangkan
    keunikan suatu produk, maka akan terbentuk image produk yang
    menjadi pembeda diantara produk yang ada di pasaran.

    Masalah keunikan pada Simpati dan XL misalnya dalam menciptakan
    keunikan lebih disebabkan pada upaya untuk memberikan
    kemudahan dan memanjakan pelanggan dalam melaksanakan
    aktivitas.

    8. Peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah dimaksudkan untuk
    mengatur persaingan dalam industri telekomunikasi. Peraturan demikian
    pada dasarnya diarahkan untuk menciptakan pasar yang efisiensi dan
    dapat mensejahterakan masyarakat.
    Buat cuplikan tentang peraturan yang dapat diakses secara online yang
    mengatur persaingan dalam industri telekomunikasi. Jelaskan konsep
    yang menurut anda dapat membangun industri yang kompetitif.
    Jelaskan apa yang dimaksud dengan keunikan dan bagaimana masalah
    produk yang anda amati menciptakan keunikan.

    a. Pasal 37 ayat (3) Peraturan Pemerintah (PP) No.52 Tahun 2000
    tentang penyelenggaraan telekomunikasi.
    b. Undang-Undang R.I. Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Usaha
    Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat meliputi
    perjanjian yang dilarang antara lain oligopoli, kartel, pemboikokan
    dan trust.
    c. Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor :
    9/PER/M.KOMINFO/04/2008 Tentang Tata Cara Penetapan Tarif
    Jasa Telekomunikasi yang disalurkan melalui Jaringan Bergerak
    Seluler.

    Peraturan tersebut mengharuskan adanya formula yang akan dijadikan
    sebagai pedoman dalam menentukan perhitungan tarif, bukan besaran
    tarifnya. Regulasi ini juga akan memberikan efek pada upaya pemerintah
    dalam membangun industri telekomunikasi yang sehat dan dinamis.
    Salah satu yang harus diperhatikan dalam membangun kompetisi industri
    telekomunikasi yang sehat adalah penetapan tarif yang harus ditetapkan
    oleh operator jasa telekomunikasi, dimana di dalam rancangan regulasi
    tersebut diatur mengenai tarif maksimum, tarif minimum dan tarif promosi
    jasa telekomunkasi seluler. Selain tarif tarif maksimum mungkin dapat
    dibenarkan, mengingat bahwa dengan struktur industri telekomunikasi
    seluler yang berstruktur oligopoli, pengaturan mengenai tarif maksimum
    diharapkan dapat memberikan perlindungan kepada konsumen dari
    perilaku oligopolis operator jasa telekomunikasi yang selalu berusaha
    untuk mencoba memaksimalkan laba yang bisa diraih, melalui pengenaan
    tarif setinggi mungkin kepada konsumen.
    Pengenaan tarif yang tinggi ini sudah barang tentu memberikan
    pengaruh positif bagi peningkatan laba yang bisa didapatkan para
    operator jasa telekomunikasi, sehingga tidak heran jika melihat laporan
    keuangan dari operator jasa telekomunikasi selalu berhasil membukukan
    perolehan laba yang cukup tinggi dari kegiatan usaha mereka.

    9. Dalam acara tahunan Indonesia cellular show menggelar acara
    penghargaan, dalam hal apakah acara ini dapat memberikan nilai tambah
    kepada produk yang anda amati.
    Fungsi dari pada penghargaan kepada masing-masing produk yang anda
    amati, jelaskan secara konseptual.

    Acara seperti cellular show yang dilakukan oleh setiap perusahaan
    seluler pada haikatnya adalah untuk lebih memperkenalkan
    produknya terhadap masyarakat sekaligus sebagai ajang untuk
    menarik minat masyarakat dalam menggunakan produknya. Namun
    yang paling penting adalah bagaimana perusahaan dapat
    memahami kepuasan pelanggan sehingga produk senantiasa
    menjadi salah kebutuhan komunikasi pelanggan. Karena itu, fungsi
    penghargaan menjadi penting agar masyarakat senantiasa setia
    terhadap produknya.

    Komentar oleh SYAMSUDDIN MM Angkatan 14 | Oktober 12, 2012 | Balas

  36. Jawaban Tugas Akhir Semester, Manajemen Pemasaran Strategik.

    Nama : FITRIAH

    1. Pertanyaan: Kartu telepon yang diamati
    Jawaban: SimPATI dan Smartfren

    2. Pertanyaan: Jelaskan masing-masing atribut produk yang ditawarkan kepada pelanggan

    Jawaban: simPATI: merupakan kartu prabayar (prepaid) yang dikeluarkan oleh telkomsel. Simpati dapat digunakan diseluruh Indonesia dengan tarif terjangkau, telepon hemat kesesama pelanggan telkomsel maupun operator lain dan sms hemat untuk mengirim pesan didalam maupun luar negeri.

    Atribut produk yang ditawarkan: MMS & GPRS ( dapat mengirim atau menerima pesan dalam bentuk teks, gambar, klip suara ataupun kombinasi. Layanan internet & MMS dapat langsung digunakan di kartu simpati anda.) Roaming Internasional ( layanan langsung aktif di lebih dari 190 negara, tetap bisa berkomunikasi saat berada diluar negeri), Transfer pulsa ( Anda dapat mengirimkan pulsa ke nomor simpati lainnya, sesuai kebutuhan dengan cara hubungi *858#dan ikuti petunjuknya), Video Call ( komunikasi semudah dan semurah voice call).

    Smartfren: PT Smartfren Telecom, Tbk. adalah operator penyedia jasa telekomunikasi berbasis teknologi CDMA yang memiliki lisensi selular dan mobilitas terbatas (fixed wireless access), serta memiliki cakupan jaringan CDMA EV-DO (jaringan mobile broadband yang setara dengan 3G) yang terluas di Indonesia. Smartfren juga merupakan operator telekomunikasi pertama di dunia yang menyediakan layanan CDMA EV-DO Rev. B (setara dengan 3,5G dengan kecepatan unduh s.d. 14,7 Mbps) dan operator CDMA pertama yang menyediakan layanan Blackberry.
    Atribut produk yang ditawarkan: Gratis telpon kesemua Smartfren, dapat digunakan untuk telepon atau koneksi internet cepat, tersedia nomor-nomor cantik yang bisa dipilih ( layanan ini mrupakan fitur inovatif dari Smartfren yang memungkinkan anda untuk memilki 2 nomor dalam 1 kartu yang aktif secara bersama antara nomor seluler dan nomor telpon lokal), EVDO Ready ( nikmati akses internet berkecepatan tinggi dan murah di seluruh jaringan sampai dengan 14,7 Mbps), Layanan Facebook Chat (Chatting dengan teman Facebook melalui SMS), Layanan data Smartfren Connex, Layanan Yahoo Messenger on SMS (Chatting sepuasnya di Yahoo Messenger melalui SMS), Layanan Conference Call.

    3. Pertanyaan: Faktor yang terjadi dengan pelanggan

    Jawaban: Informasi yang perlu kita ketahui dari pelanggan adalah:
    1. Inisiator. Individu yg memulai mencari solusi atas masalah yg dihadapi. Untuk masing-masing produk akan berbeda.
    2. Influencer. Individu yg berpengaruh dalam mempengaruhi keputusan pemebelian.
    3. Decider. Individu yg benar-benar memutuskan.
    4. Pembelian. Orang yg secara aktual melakukan pembelian.
    5. Pengguna. Individu yg menggunakan barang maupun jasa.
    Setelah itu kita perlu memahami pelanggan yaitu:
    - Siapa yang terlibat dalam pembelian? yang terlibat adalah para pelanggan yang membutuhkan kartu seluluer baik untuk telpon maupun akses internet.
    - Apa kriteria pilihan? kriteria pilihan tiap pelanggan sebenarnya berbeda sesuai dengan kebutuhan masing-masing pelanggan, Cuma kebanyakan biasanya pelanggan akan tertarik pada tarif yang murah dan kecepatas akses.
    - Kapan mereka membeli dan menggunakan? Ketika para pelanggan membutuhkan kartu tersebut untuk komunikasi, akses internet dan keperlua sosial lainnya.
    - Kenapa mereka membeli produk dan jasa? Karena mereka membutuhkan produk dan jasa terebut untuk mempermudah dan memenuhi segala kebutuhan komunikasi dan akses informasi melalui internet.
    - Dimana dibeli? Kartu seluler tersebut bisa pelanggan daptkan di counter-counter kartu seluluer, pameran kartu seluler, stand-stand pameran dan bazar kartu seluler.
    - Bagaimana mereka menggunakan? Pelanggan dapat menggunakan nya dengan cara memasuka kartu seluler tersebut kedala hand phone, kemudian mengaktifkan layanan tersebut sesuai dengan petunjuk pengaktifan yang sudah tertera di staterkit kartu seluler tersebut.

    4. Pertanyaan: Kedepan, apa yang mengakibatkan faktor seperti pada no.3 mengalami perubahan, jelaskan faktor peubah.

    Jawaban: Untuk kedepannya faktor yang menjadi peubah adalah:
    1. Pelanggan selalu mengalami perubahan dalam hal kebutuhan, keinginan dan harapan, begitu juga yang terjadi pada produk karu seluler tersebut, mungkin bisa jadi kedepan nanti pelanggan akan beralih ke kartu seluluer yang lain supaya dapat meemnuhi kebutuhan, keinginan dan harapannya.
    2. Adanya pelanggan baru yang perlu dicermati, karena mereka mempunyai permintaan yang berbeda sesuai dengan kebutuhannya, sehingga pihak kartu seluluer harus selalu tanggap terhadap perubahan dan keinginan pelanggan, karena pelanggan akan mencari tawaran yang lebih menarik dari produk kartu seluler yang ditawarkan.

    5. Pertanyaan: Identifikasi persaingan yang terjadi pada penggunaan kartu seluler, setidaknya dengan menggunakan 3 contoh. Selanjutnya jelaskan pendapat anda mana diantara contoh tersebut yang paling anda yakini mendapat posisi dibenak pelanggan

    Jawaban: Persaingan yang terjadi pada penggunaan kartu seluler adalah
    - persaingan tarif yang ditawarkan, dimana setiap kartu menawarkan tarif yang paling murah.
    - persaingan fitur yang ditawarkan, dimana setiap kartu memberikan layanan fitur yang paling baik.
    - persaingan promosi, setiap kartu berlomba-lomba saling mempromosikan kartu seluler nya baik melalui media massa, elektronik, dll.
    - persaingan kemudahan akses dan signal, dimana setiap kartu ingin menunjukan kehebatan tentang sinyal yang mereka berikan serta kemudahan dalam mengakses internet.
    Dari keempat contoh persaingan diatas, menurut saya semua nya sangat mendapatkan posisi dibenak pelanggan karena kebutuhan dari tiap pelanggan berbeda, namun diantara keempat contoh diatas, persaingan tarif dan kecepatan akses yang paling mendapat posisi dibenak pelanggan.

    6. Pertanyaan: Identifikasi persaingan yang terjadi pada penggunaan kartu seluler, setidaknya dengan menggunakan 3 contoh. Selanjutnya jelaskan pendapat anda mana diantara contoh tersebut yang paling anda yakini mendapat posisi dibenak pelanggan:
    Dalam konteks persaingan dikenal istilah strategi yang kompetitif, apa makna dari konsep ini dan jelaskan hal ini dapat terjadi pada dua produk yang anda amati

    Jawaban: Strategi kompetitif adalah pencapaian posisi yang diidamkan dalam industri tempat dimana industri itu berada. Tujuan strategi kompetitif adalah menciptakan keuntungan dan posisi yang mendukung dalam melawan kekuatan yang menentukan persaingan industri. Suatu perusahaan dikatakan memiliki keunggulan kompetitif ketika perusahaan mempunyai sesuatu yang tidak dimilki pesaing, melakukan sesuatu lebih baik dari perusahaan lain, atau mampu melakukan sesuatu yang tidak mampu dilakukan oleh perusahaan lain.
    Pada dua produk yang penulis amati setiap produk memilki strategi masing-masing dalam menawarkan produknya, simPATI yang menawarkan banyak promo dan kemudahan akses diseluruh Indonesia karena banyaknya BTS yang tersebar, sementara Smartfren menawarkan kecepataan akses nya dengan jargonnya “anti lelet”. Jadi terlihat bahwa setiap kartu seluluer yang penulis amati mereka saling menawarkan keunggulan masing-masing produk yang mereka tawarkan sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

    7. Pertanyaan: Keunikan menjadi kata penting dalam hal mempetahankan pelanggan pada pasar yang bersaing. Jelaskan penggerak keunikan produk kartu seluler yang anda amati dengan konsep penggerak keunikan produk

    Jawaban: Keunikan simPATI: sinyalnya bagus karena terdapat banyak BTS tersebar diseluruh iIndonesia, banyak Promo dan bonus pulsa, sms dan data, banyak program-program promo simpati seperti: simPATI Puas 2 yaitu puas internetan Cuma Rp.2/Kb, selanjutnya Rp. 0,5 Kb setelah 3,5MB, Puas SMSan ke seluruh pelanggan Telkomsel dengan Gratis 500 SMS siang setelah kirim 8 SMS dan Gratis 200 SMS malam setelah kirim 8 SMS.
    Keunikan Smartfren: Smart Telecom yang fokus di jaringan CDMA 2000, namun kini Smart Telecom telah bergabung dengan Mobile-8 Telecom (Fren) yang menghasilkan produk Smartfren.
    Dalam mendulang karirnya di bidang Telekomunikasi, Smart Telecom memiliki tiga jenis jaringan di antaranya jaringan CDMA 2000 1x 1900 Mhz, CDMA 2000 EV-DO Rev A dan CDMA 200 EV-DO Rev. B yang dicoba pada tanggal 10 Desember 2009.
    Beberapa produk telekomunikasi pun sudah pernah diluncurkan oleh Smart Telecom di antaranya Smart Prabayar, Smart Pascabayar dan Smart Jump untuk rentang waktu hingga Maret 2010. Sedangkan untuk produk yang kini telah terintegrasi menjadi satu produk tunggal adalah Smartfren.
    Smart Telecom juga pernah meluncurkan paket bundling BlackBerry untuk seri Curve 8330 yang berkemampuan EV-DO. Jadi sebelum Smart Telecom bergabung dengan Mobile-8 Telecom, terlebih dahulu Smart Telecom telah meluncurkan paket bundling yang produknya begitu fenomenal saat ini.
    Selain menggaet beberapa manufaktur Smart Telecom juga sempat bekerja sama dengan opera software untuk ditanamkan pada dua produk paket bundling-nya yaitu Nexian C951 dan Samsung Pinger.
    Selain itu Smartfren akses internet nya cepat dengan slogannya “i hate slow”, hali ini diakui karena Smartfren sudah support EVDO Rev. A bahkan sekarang sudah Rev.B
    Untuk pemakain internet tidak adanya batasan quota yang ditentukan.
    Tidak pernah terjadi bentrok paket saat digunakan.

    8. Pertanyaan: Peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah dimaksudkan untuk mengatur persaingan dalam industri telekomunikasi. Peraturan demikian pada dasarnya diarahkan untuk menciptakan pasar yang efisien dan dapat mensejahterkan masyarakat.

    Jawaban: Peraturan yang dikeluarkan pemerintah:
    - Mungkin tidak lama lagi, iklan operator jasa telekomunikasi di media massa yang mempromosikan tarif murah yang sedang diberlakukan atas produk jasa telekomunikasi seluler, serta kesempatan konsumen untuk mendapatkan manfaat dari murahnya tarif jasa telekomunikasi saat ini, dikhawatirkan akan berkurang atau bahkan hilang jika Rancangan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika tentang tata cara penetapan tarif jasa telekomunikasi yang disalurkan melalui jaringan bergerak seluler jadi diberlakukan.
    Barangkali Pemerintah melalui Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) memandang persaingan atau perang tarif sekarang ini sudah menjurus ke arah praktek predatory pricing dan persaingan usaha tidak sehat, sehingga tidak baik lagi bagi masa depan perkembangan industri telekomunikasi seluler, maka oleh karena itu Menkominfo perlu mengambil langkah untuk segera mengakhirinya.
    Memang berdasarkan Pasal 37 ayat (3) Peraturan Pemerintah (PP) No.52 Tahun 2000 tentang penyelenggaraan telekomunikasi, pengaturan mengenai tarif jasa telekomunikasi ini di atur dengan Keputusan menteri (baca= Peraturan Menteri), namun berdasarkan PP tersebut yang perlu diregulasi seharusnya mengenai formula yang akan dijadikan sebagai pedoman dalam menentukan perhitungan tarif, bukan besaran tarifnya.
    Dan jika membaca Rancangan Peraturan Menteri tersebut, regulasi yang akan dibuat sepertinya tidak hanya sebatas kepada pengaturan mengenai formula perhitungan tarif saja, tetapi juga sudah mengarah kepada tarif yang harus ditetapkan oleh operator jasa telekomunikasi, dimana di dalam rancangan regulasi tersebut diatur mengenai tarif maksimum, tarif minimum dan tarif promosi jasa telekomunkasi seluler.
    Pengaturan mengenai tarif maksimum mungkin dapat dibenarkan, mengingat bahwa dengan struktur industri telekomunikasi seluler yang berstruktur oligopoli, pengaturan mengenai tarif maksimum diharapkan dapat memberikan perlindungan kepada konsumen dari perilaku oligopolis operator jasa telekomunikasi yang selalu berusaha untuk mencoba memaksimalkan laba yang bisa diraih, melalui pengenaan tarif setinggi mungkin kepada konsumen.
    Pengenaan tarif yang tinggi ini sudah barang tentu memberikan pengaruh positif bagi peningkatan laba yang bisa didapatkan para operator jasa telekomunikasi, sehingga tidak heran jika melihat laporan keuangan dari operator jasa telekomunikasi selalu berhasil membukukan perolehan laba yang cukup tinggi dari kegiatan usaha mereka.
    - Undang-undang RI nomor 36 tahun 1999 tentang Telekomunikasi telah menetapkan perubahan telekomunikasi dari era persaingan bebas, pasal 10 ayat (1) secara tegas dinyatakan bahwa dalam penyelanggaraan telekomunikasi dilarang melakukan kegiatan yang dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat diantara penyelenggara telekomunikasi. Pasal ini dimaksudkan agar terdapat persaingan yang sehat antar penyelenggara telekomunikasi dalam melakukan kegiatannya.
    - Persaingan usaha tidak sehat lenih jauh diatur melalui undang-undang R.I nomor 5 tahun 1999 tentang Larangan Usaha Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha tidak sehat meliputi perjanjian yang dilarang antara lain Oligopoli, kartel, pemboikotan dan trust. Sedangkan kegiatan yang dilarang adalah Monopoli, penguasaan pasar, persekongkolan dan Monopsoni.
    - Keputusan Menkominfo No. 01/PER/ M.KOMIN FO/ 01/2010 tanggal 25 Januari 2010 tentang penyelenggaraan Jaringan Telekomunikasi dan Keputusan Menhub No.KM. 21/2001 tanggal 31 Mei 2001 mengenai Operasi Layanan Telekomunikasi, (yang diubah berdasarkan keputusan Menhub.No. KM 30/2004 tanggal 11 Maret 2004, Peraturan Menkominfo No. 07/P/M.KKOMINFO/04/2008 tanggal 4 April 2008 dan Peraturan Menkominfo No.31/PER/M.KOMINFO/09/2008 tanggal 9 September 2008) melaksanan ketentuan Undang-Undang Telekomunikasi mengenai kategori baru atas jaringan Telekomunikasi dan Layanan Operasi.

    9. Pertanyaan: Dalam acara tahunan Indonesia Celluler show menggelar acara penghargaan, dalam hal apakah acara ini dapat memberikan nilai tambah kepada produk yang anda amati

    Jawaban: Penghargaan adalah sebuah bentuk apresiasi kepada suatu prestasi tertentu yang diberikan, baik oleh dan dari perorangan ataupun suatu lembaga yang biasanya diberikan dalam bentuk material atau ucapan.
    Fungsi Penghargaan:
    - memperkuat motivasi untuk memacu diri agar mencapai prestasi.
    - memberikan tanda bagi seseorang yang memiliki kemampuan lebih.
    - bersifat Universal.
    Dengan adanya acara penghargaan tersebut, dapat memberikan nilai tambah terhadap produk yag ditawarkan, karena dengan penghargaan tersebut dapat membuktikan kepada pelanggan bahwa produk yang ditawarkan memiliki kualitas produk dan layanan yang lebih baik dengan produk-produk sejenisnya.dan bagi perusahaan ini merupakan bentuk prestasi yang bisa dibanggakan dan memilki nilai atau value terhadap produk yang diluncurkannya.

    Contoh pada dunia praktisi:
    Pemakaian kartu seluler simPATI saat sekarang ini lebih digunakan untuk pemakain komunikasi karena signal yang bagus dieseluruh pelosok Indonesia dikarenakan tersebarnya BTS-BTS di Seluruh Indonesia. simPATI juga banyak digunakan karena sudah lama dan terdapat banyak bonus pulsa, sms, data serta promo-promo sehingga menarik pelanggan.
    Pemakain kartu seluluer SmartFren banyak digunakan untuk akses data Intenet karena SmartFren terkenal dengan slogan nya yang “I Hate Slow” atau “Anti Lelet” dimana untuk kalangan pengguna internet sangat menguntungakan apalgi dengan tarif paket yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Smartfren juga sangat menarik kalangan mahasiswa yang mana saat sekarang ini setiap kegiatan perkuliahan sangat membutuhkan layanan akses internet dan Smartfren bisa memenuhi kebutuhan tersebut.
    Jadi kesimpulannya antara simPATI dan Smartfren sama-sama memiliki dan menawarkan keuntungan masing-masing kartu seluler sesuai dengan kebutuhan pelanggan saat ini. Semua kembali lagi kepada pelanggan kartu seluler mana yang bisa memenuhi kebutuhan, keinginan dan harapannya.

    Referensi:
    http://www.telkomsel.com
    http://www.smartfren.com
    http://www.wikipedia.org
    http://portal.paseban.com/review/3936/smart-telecom
    http://www.reviewgadget-id.com/cgi-sys/suspendedpage.cgi
    Analisis Pelanggan, buku Marketing Strategy and Competitive Positioning,
    Dr. Johannes. Manajemen Strategik (materi kuliah)
    Whelen, Thomas L. And Hunger, J, David. 2002 strategic Management and business policy. Addison- Wesley Publishing Company, Massachusetts.

    Komentar oleh FITRIAH | Oktober 13, 2012 | Balas

  37. UJIAN AKHIR SEMESTER III
    MATA KULIAH : MANAJEMEN PEMASARAN STRATEJIK
    DOSEN ; Dr. Johaness, M.Si

    Soal :
    1. Kartu telepon yang diamati misal Simpati Vs XL
    2. Jelaskan masing-masing atribut produk yang ditawarkan kepada pelanggan
    3. Faktor yang terjadi dengan pelanggan (perhatikan ini ini adalah bagian dari kuliah)
    4. Ke depan, apa yang mengakibatkan faktor seperti pada (no3) mengalami perubahan
    5. Identifikasi persaingan yang terjadi pada penggunaan kartu seluler, setidaknya dengan menggunakan tiga contoh. Selanjutnya jelaskan pendapat anda mana diantara contoh tadi yang paling anda yakini mendapat posisi dibenak pelanggan.
    6. Dalam kontek persaingan dikenal istilah strategi yang kompetitif. Apa makna dari konsep ini dan jelaskan hal ini dapat terjadi pada dua produk yang anda amati.
    7. Keunikan menjadi kata penting dalam hal mempertahankan pelanggan pada pasar yang bersaing. Jelaskan penggerak keunikan produk kartu seluler yang anda amati dengan konsep penggerak keunikan produk.
    8. Dalam acara tahunan Indonesia Celluler Show menggelar acara penghargaan, dalam hal apakah acara ini dapat memberikan nilai tambah kepada produk yang anda amati.
    `
    Jawab :
    1. Kartu telepon yang diamati adalah Simpati dan Xl
    Menurut Chen (2007), incumbent brand kartu seluler yang sudah establish di Indonesia adalah :
    1. Premier Brand Prabayar : Simpati, Mentari, XL Bebas
    2. Ist Layer Brand : Kartu AS, Jempol, IM3
    3. Challenger Brand : Esia, Flexi
    4. Potential Brand : Ceria (Sampooerna Telco), Jimat (XL), Fren.
    2. a. Simpati : Atribut produknya adalah sebagai berikut :
    Ciri-ciri yang melekat pada produk kartu Handpone Simpati yang meliputi :
    Derajat, kepentingan, keunikan, superioritas, dapat dikomunikasikan dan tidak mudah ditiru.
    Derajat : Simpati adalah produk telkomsel tertua di Indonesia
    Kepentingan : Konsumen Telkomsel mencapai puluhan juta orang.
    Keunikan : Jika vulsa habis bisa minta telepon balik ke nomor yang dituju
    Contoh : ketik : bintang, 808 pagar , nomor yang dituju
    Superioritas : Memiliki jumlah pengguna terbanyak. Signalnya sampai ke Kecamatan.
    Dapat dikomunikasikan : Layanan langsung aktif lebih dari 190 negara.
    Tidak mudah ditiru : Program-programnya tidak mudah ditiru
    1) MMS & GPRS
    Mengirim atau menerima pesan dalam bentuk teks, gambar, klip suara ataupun kombinasi. Layanan internet & MMS dapat langsung digunakan di kartu simPATI . Dapat langsung mengirim atau menerima pesan dalam bentuk teks, gambar, klip, suara ataupun kombinasi. Bagi pelanggan simPATI yang aktif sebelum Desember 2009, dapat mengaktifkan fitur internet dengan ketik GPRS, SMS ke 6616.
    2) Roaming Internasional
    Layanan langsung aktif di lebih dari 190 negara, tetap bisa berkomunikasi saat berada di luar negeri

    Transfer Pulsa
    Anda dapat mengirimkan pulsa ke nomor simPATI lainnya, sesuai kebutuhan dengan cara hubungi *858# dan ikuti petunjuknya.

    Video Call
    Komunikasi semudah dan semurah voice call
    b. XL : Atribut produknya adalah sebagai berikuit : promo, trend setter, kreatif, social, terjangkau dan modern.
     Kecepatan akses Internet. Speed internet menggunakan kartu XL jelas berada jauh diatas Telkomsel dan Indosat.
     koneksi internet menggunakan kartu XL jauh lebih cepat daripada menggunakan kartu telkomsel.
     Mempunyai Are covered yang sangat bagus, hal ini dibuktikan dengan kuatnya radiasi signal XL dibanyak tempat (plosok). Jarang mengalami trouble, cepat dan inovatif
    3. Faktor yang terjadi dengan pelanggan :
    - Inisiator :Individu yang memulai mencari solusi atas masalah yang dihadapi. Untuk masi8ng-masing produk akan berbeda
    - IOnfluencer : individu yang berpengaruh dalam mempengartuhi keputusan pembelian.
    - Decider : Individu yang benar-benar memutuskan
    - Pembelian : orang yang secara actual melakukan pembelian
    - Pengguna : individu yang menggunakan barang maupun jasa.
    Yang terlibat dalam pembelian adalah orang yang secara actual melakukan pembelian : Pasar Organisasi (counter vulsa) dan pasar individu (konsumen pemakai kartu simpati dan XL)
    Kriteria Pembelian : Simpati murah harganya, mere3knya terkenal, fasilitasnya banyak dan XL : paket cara hidup hemat.
    Kapan : ketika vulsa habis dan pelanggan ada perlu
    Kenapa dibeli : karena banyak keuntungannya dengan program paket murahnya, Sinyal kuat, banyak dfipakai teman, biaya telepon murah dan sms gratis.
    Dimana : Mereka menggunakan produk simpati dan XL
    Bagaimana mereka menggunakan kedua produk tersebut : dengan membeli di counter terdekat, melalui sms, karena kedua produk tersebut diminati masyarakat.
    4. Kedepan yang mengakibatkan faktor yang terjadi dengan pelanggan .mengalami perubahan
    Pertama : Pelanggan selalu mengalami perubahan dalam hal kebutuhan, keinginan dan harapan
    Kedua : Pelanggan baru perlu dicermati, mereka mempunyai permintaan yang berbeda. Misalnya permintaan produk untuk senang-senang. (Semua informasi diatas perlu membutuhkan RISET PEMASARAN) (bahan kuliah manajemen strategik MPS MM)
    - Memahami pelanggan adalah initi daripada strategi possitioning
    - Untuk itu dibutuhkan beberapa inormasi berkaitan dengan pelanggan untuk menentukan posisi
    - Selanjutnya dibutuhkan riset untuk menentukan, mengidentifikasi pangsa pasar dan kebutuhan
    - Untuk menentukan posisi dibutuhkana penentuan pangsa pasar yang tepat agar dapat menentukan posisi.
    5. Identifikasi persaingan yang terjadi pada penggunaan kartu seluler :
    Dalam Sistim Pemasaran :
    a. Berlomba untuk mendapatkan tarif murah melalui berbagai paket hemat.
    Contoh Simpati : – memberikan penawaran Talkmania dan Freetak. Paket hemat simpati :
    - TM Mingguan *999*88# TM Jumbo,
    - TM Malam : *999*20#, TM ON2,
    - TM 24 jam *000*30# TM jam 00-18.06 = a. *999*99#ok b. TM ON c. CM ON semua sms..8999.
    - Kartu simpati bisa aktif sampai dengan puluhan tahun tanpa isi vulsa/pemakaian vulsa asal didaftarkan sebagai agen penjualan vulsa elektronik dari Telkom MKIOS
    Contoh XL : – paling menguasai banyak persepsi positif di mata konsumen.
    - XL Promo TANJAB : Haii! Ayo ikuti cara hidup hemat pake XL sebelum sms/tlpn/innet ketik *123*1000#ok bisa 24 jam, 1000sms kesemua operator/200 menit tlpn/innet 10mb.
    - Terdaftar sebagai penjual vulsa elektronik Resmi di XL Dompet vulsa resmi di XL, kartu ini bisa membuat 2 anggota agen dan 1 anggota agen bisa membuat 5 anggota komoditi.
    - Jika agen resmi isi vulsa 25 ribu rupiah bisa telepon ke seluruh Indonesia selama 35 hari dari pukul 24.00 – 17.00 sore.
    b. Jaringan internet 3G yang cepat dan murah
    c. Jaringan yang luas sampai ke desa.
    Contoh simpati : Simpati : “begitu dekat, begitu nyata” Positioning ini hendak menggambarkan bahwa dengan menggunakan simpati yang jaringannya luas, jarak seolah menjadi dekat, sedangkan nyata adalah nyata kualitasnya.
    Contoh XL : “Jangkauan luas “ sebagai positioningnya
    Untuk produknya : XL Rp 1,- (satu rupiah)
    6. Strategi kompetitif adalah : pencarian posisi yang kompetitif dalam satu industry.Strategi yang kompetitif mewujudkan posisi yang menguntungkan dan berkelanjutan atas kekuatan yang menentukan persaiangan industri.
    Maknanya membuat keunggulan-keunggulan yang kompetitif diantara 2 produk sehingga produk yang mempunyai keunggulan akan memenangkan persaiangan dan menguntungkan perusahaan yang menghasilkan produk tersebut dan senantiasa memperoleh keuntungan dalam jangka panjang. Hal ini menu njukkan semakin pentingnya perusahaan untuk mengembangkan keunggulan kompetitif berkelanjutan berlandaskan pada kompetisi non harga, Salah satu jalan untuk meraih keunggulan kompetitif berkelanjutan adalah dengan membentuk brand image yang baik di mata konsumen.
    7. Yang dimaksud dengan keunikan adalah : nilai itu tidak dapat ditiru.
    Penggerak keunikan produk :
    - Product Diferentation
    - Promosional Diferentional
    - Brand Differentation
    - Distribution Diferentation
    - Pricing Diferentation
    Disamping penggerak keunikan kartu seluler diatas Penggerak keunikan produk simpati adalah keamanan (bebas dari penyadapan dan penggandaan, aksesibilitas harga yang terjangkau mutu prima serta jangkauan luas menjadikan simpati mendapatkan nilai maksimal dari aneka pelayanan yang berkesinambungan dari kartu simpati dimana seluruh feature dan Value Added service yang ada . Selain kemampuan menelepon dan menerima telepon dari sembarang tempat dan kapan saja dan bisa manjangkau selurtuh wilayah nusantara.
    Disamping penggerak keunikan suatu produk, Penggerak keunikan produk XL adalah : Product Diferentional yaitu yang menjadi operator yang gencar menurunkan harga tariff murah Rp1,-/detik bicara dan JPS (where are you) bisa melacak keberadaan seseorang : 1. Cari no hp 2. UNREG SUBS 3. Block NO. HP, 4. Daftar 5. nama, Tambah no hp, 6.nama teman kirim ke: 9455. Menu yang tersedia untuk lacak lokasi/block pggln no.XL 1. cari no hp XL, 2.UNREG no XL 3. SUBS XL 4. Block No HP XL 5. Daftar nama, 6. Tambah no hp[ Nama teman kirim ke :9455.
    8. Peraturan yang dikeluarkan oleh Pemerintah yaitu Undang-Undang No 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi. Dalam pasal 10 ayat 1 tentang Larangan Praktek Monopoli disebutkan bahwa Dalam penyelenggaraan Telekomunikasi dilarang melakukan kegiatan yang dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat diantara penyelenggara telekomunikasi. Dengan adanya peraturan Pemerintah tentang telekomunikasi maka jelas bahwa peran pemerintah pada dasarnya memfasilitasi terselenggaranya lingkungan bisnis yang efisien. Oleh karena itu, falsafah membangun persaingan diantara pelaku industri telekomunikasi menjadi dasar pengembangan di Indonesia pada masa mendatang
    Dasar daripada pengembangan bisnis di Indonesia termasuk telekomunikasi yang diatur dalam Undang-Undang No 36 Tahun 1999 pasal 10 ayat 1 yaitu Larangan Praktek Monopoli, Dalam penyelenggaraan telekomunikasi dilarang melakukan kegiatan yang dapat mengakibatkan terjadinya praktek Monopoli dan persaingan usaha tidak sehat diantara penyelenggara telekomunikasi. Dalam industri telekomunikasi diharuskan satu dengan yang lain untuk saling membuka kemungkinan saling menggunakan fasilitas. Perusahaan yang membangun satu jaringan pada dasarnya dapat melayani perusahaan lain untuk tujuan yang sama . Istilah seperti “any to anya connectivity” yang berarti setiap penyelenggara jaringan wajib membuka interkoneksi atas jaringan denga jaringannya dengan jaringan milik penyedia jaringan yang lain. Biaya interkoneksi harus disepakati oleh setiap penyedia jaringan dan dihitung secara transparan. Dalam posisi demikian, peran satu perusahaan yang dominan bahkan diatur untuk tidak menguasai terhadap yang lain. Dengan demikian dapat menciptakan pasar yang efisien, dapat membangun industryi yang kompetitif dan dapat mensejahterakan masyarakat.
    9. Dalam acara tahunan Indonesia Celluler Show menggelar acara penghargaan, Fungsi daripada penghargaan kepada : Simpati dan XL adalah untuk meningkatkan inovasi baru/kreativitas dalam menciptakan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat luas. 2. Untuk meningkatkan Brand Image dan penjualan.
    Indonesia Celluler Show, Penghargaan tahun 2012 : (Diberikan tabloid Sinyal setiap tahun (acara ICS tanggal 10 Juni 2012).
    Penghargaan diberikan kepada ponsel-ponsel terbaik , ada 15 penghargaan
    1. Smartfren meraih 4 penghargaan
    2. (Diberikan tabloid Sinyal setiap tahun (acara ICS tanggal 10 Juni 2012).
    3. Penghargaan diberikan kepada ponsel-ponsel terbaik , ada 15 penghargaan
    4. Smartfren terpilih sebagai The Berst operator CDMA dan Smartfren Andro sukses menyabet 2 penghargaan sebagai The best buy Phone dan The Best CDMA phone . (Sumber Majalah SSC, Info Sobat Smartfren Club) Smartfren live smart edisi juli 2012)

    Komentar oleh masrita | Oktober 13, 2012 | Balas

  38. UJIAN AKHIR SEMESTER MANAJEMEN STRATEGIK
    Kartu seluler yang dipilih : 3 (three) VS XL
    1. Atribut produk yang ditawarkan kartu 3 (three):
    - Menikmati internet selama 24 jam nonstop
    - Murah sms hanya butuh Rp. 410 seharian
    - Online yahoo messenger hanya bayar Rp. 11.000/bulan
    - Nelpon murah
    Atribut yang ditawarkan kartu Xl :
    - Kecepatan akses internet
    - Jangkauan jaringan luas
    - Layanan yang terdapat pada kartu prabayar bebas XL, , yaitu : memiliki layanan ekstra yang ditambahkan pada layanan dasar suara dan SMS, termasuk diantaranya layanan 3G, MMS, layanan GPRS download dan browsing. Kartu prabayar bebas juga menyediakan layanan-layanan nilai tambah (VAS) lainnya seperti m-banking, XL Mobile Mail, Voice SMS, Voice Music SMS, Xpressive SMS, Secret SMS, XL Phonebook, Myw@p, dan XL Instant Messenger.
    - Strategi penetapan tarif promosi XL yang baru telah memberikan pengaruh yang sangat berarti. Dimulai dengan penyederhanaan tarif pada kuartal pertama tahun 2007, dengan menawarkan tarif bicara Rp 25/detik untuk semua pelanggan bebas baik untuk panggilan ke sesama nomor XLmaupun ke operator lain.. Hal ini kemudian dilanjutkan dengan promosi yang lain pada kuartal kedua tahun 2007. Menawarkan tarif panggilan ke sesama XL sebesar Rp 10/detik. dan kuartal ketiga, untuk meningkatkan durasi per panggilan dengan meluncurkan Rp 1/detik untuk panggilan ke sesama XL dan Rp 10/detik untuk panggilan ke operator lain.
    2. – Siapa terlibat dalam pembelian dan penggunaan
    Konsumen yang membutuhkan kartu seluler dengan akses cepat dan tarif murah
    - Apa kriteria pilihan
    Kartu seluler yang jaringannya luas, aksesnya cepat, memberikan banyak layanan dan harganya murah
    - Kapan mereka membeli dan menggunakan
    Ketika konsumen membutuhkan komunikasi yang cepat, informasi up date, jaringan sosial yang luas, kemudahan menggunakan berbagai macam fitur
    - Kenapa mereka membeli produk dan jasa
    Karena mereka membutuhkan kartu seluler yang dapat memenuhi semua layanan yang mereka inginkan dengan harga murah.
    - Dimana dibeli
    Di counter kartu seluler
    - Bagaimana mereka menggunakan
    Dengan memasukkan kartu seluler ke hp dan mengaktifkan layanan yang diinginkan.
    3. Hal yang mengakibatkan faktor di atas mengalami perubahan:
    Semakin meningkatnya kebutuhan konsumen akan telekomunikasi dan keinginan konsumen bahwa semua hal bisa dilakukan menggunakan kartu seluler.
    4. Secara umum masyarakat diuntungkan dengan perkembangan baru ini baik karena harga yang terus menerus turun dan pelayanan yang bersaing antara suatu operator dengan operator lain. Tarif murah denga kualitas jaringan yang baik seperti yang dijanjikan para operator seluler menjadi pilihan menarik untuk masyarakat. Bahkan sejumlah konsumen rela beralih meninggalkan operator lamanya. Contohnya : sejak diluncurkannya tariff promo Rp. 0,1/detik tanggal 8 januari 2008 silam untuk produk XL bebas menghasilkan peningkatan jumlah pelanggan hamper sekitar 50% total pelanggan XL 10,2 juta pelanggan. Murahnya biaya internet dan akses yang cepat juga merupakan bentuk persaingan kartu seluler. Murahnya paket Blacberry (BB) dan BBM an yang tidak lemot juga merupakan salah satu indikator persaingan kartu seluler.
    Yang paling melekat dibenak pelanggan adalah Murahnya biaya internet dan akses yang cepat.
    5. Strategi kompetitif adalah pencarian posisi yang kompetitif dalam industri kartu seluler dalam mewujudkan posisi yang menguntungkan dan berkelanjutan atas kekuatan yang menentukan persaingan industri.
    Iklan yang makin menggiurkan bukan tentang janji-janji dari operator seluler tersebut. Tapi yang ditawarkan adalah tarif murah melakukan telpon, sms dan fasilitas lainnya. Namun konsumen tidak memilih dari segi kualitas, baik dari kartu, jaringan sampai dengan pelayanan yang bagus. Percuma jika memilih kartu yang paling murah namun susah buat telepon, susah buat sms, bahkan ada yang susah ditelpon. Di tambah lagi dengan tarif mahal, masalahnya banyak. Kondisi operator seluler saat ini, karena ketatnya persaingan untuk mendapatkan pelanggan sehingga menurunkan tarif untuk memikat pelanggan baru sehingga terjadi penurunan kualitas baik kartu sampai jaringan. Persaingan yang ketat dan tidak sehat ini menyebabkan proses pembangunan/perluasan wilayah yang terhambat, proses peningkatan fiture yang tidak optimal dan terjadi penurunan kualitas karena biaya operasional yang tinggi sedangkan pendapatan kecil. Dan buruknya lagi operator lebih mementingkan kepada pertambahan jumlah pelanggan sedangkan pelanggan lama tidak diperhatikan. Contohnya: saya menggunakan kartu XL yang saya beli tahun 2002 dengan 10 digit nomor (0817xxxxxx). Dibandingkan kartu seluler yang beredar saat ini, fasilitas yang saya terima tidak sama. Tarif telpon saya lebih mahal apalagi saya menggunakan kartu dengan nomor Bandung yang di pakai di Jambi.
    Jika pesaing lemah untuk menawarkan harga murah, tawarkan harga spesial pada konsumen.jika pesaing lemah dalam hal distribusi, maka konsentrasikan produk kita pada wilayah yang tidak dijangkau pesaing. Cari segmen yang belum terlayani pesaing. Lakukan iklan secara gencar dan berikan bonus. Lakukan pula peluncuran produk baru.
    6. Keunikan adalah strategi difrensiasi dalam memproduksi produk yang lebih unik dan memberikan nilai lebih bagi konsumen. Strategi ini dinilai berhasil apabila keunikan produk tidak bisa di tiru. Diferensiasi yang sukses akan menyebabkan perusahaan dapat menjadi pengendali harga di pasar dan memperoleh loyalitas konsumen karena keinginannya terpenuhi.
    Three (3) memiliki keunikan dibandingkan pesaingnya adalah akses internetnya cepat dengan tagline “we are always ON “ sedangkan kartu XL memiliki keunikan yaitu telpon murah berulang kali hanya seribu rupiah.

    7. Peraturan yang dikeluarkan pemerintah
    Undang-Undang R.I. Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi telah menetapkan perubahan industri telekomunikasi dari era monopoli ke era persaingan bebas, pasal 10 ayat (1) secara tegas dinyatakan bahwa dalam penyelenggaraan telekomunikasi dilarang melakukan kegiatan yang dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat diantara penyelenggara telekomunikasi. Pasal ini dimaksudkan agar terdapat persaingan yang sehat antar penyelenggara telekomunikasi dalam melakukan kegiatannya.
    8. Acara Indonesia Cellular Show
    Indonesia Cellular Show (ICS) bekerjasama dengan Tabloid Sinyal memberikan penghargaan kepada operator yang telah berpartisipasi di ajang ICS 2012. Ajang ini merupakan apresiasi terhadap operator di tanah air.Juri Indonesia Cellular Award (ICA) FX. Penilaian juri ini dilakukan sejak tanggal 1 April 2012 hingga 23 Mei 2012. Seleksi diikuti oleh 32 prinsipal ponsel yang menominasikan 65 seri ponsel serta 10 operator. Merek provider yang tahun sebelumnya dominan bisa saja tergantikan dengan merek lain yang memiliki kiat baru memenangkan persaingan di tahun ini. Sebaliknya ada juga yang sanggup mempertahankan kinerja bisnisnya dalam kondisi yang tak begitu kondusif bagi perkembangan bisnis. ICA merupakan penghargaan seluler yang paling independen di tanah air, tidak disponsori oleh vendor manapun. Dewan juri dipilih dari pihak independen, seperti mantan wartawan Kompas serta staf ahli redaksi Tabloid Sinyal Moch S Hendrowijono, Editor in Chief Tabloid Sinyal FX Bambang Irawan, Editor in Chief Majalah Forsel Vaksiandra Nuryadi, praktisi pasar seluler Djatmiko Wardoyo dan pengamat telekomunikasi Herry Setiadi Wibowo.

    Berikut penghargaan dalam bidang operator di masing-masing kategori:
    1. Best Operator
    Dinilai dari inovasi, pertumbuhan pelanggan, tarif, kinerja dan layanan pelanggan

    Nominasi:
    Telkomsel
    XL Axiata
    Axis

    Pemenang:
    XLAxiata

    2. Best Customer Growth
    Dihitung dari pertumbuhan jumlah pelanggan selama 2011
    Nominasi:
    Telkomsel
    Axis
    XLAxiata

    Pemenang:
    XLAxiata

    3. Best Value Added Services (VAS)
    Dinilai berdasarkan akumulasi dari layanan-layanan bernilai tambah yang diterima pasar dan mempunyai nilai manfaat yang tinggi
    Nominasi:
    XLAxiata
    Telkomsel
    Axis

    Pemenang:
    XLAxiata

    4. Corporate Social Responsibilities (CSR) Award
    Dianugerahkan bagi program-program CSR dari operator yang sudah diselenggarakan yang memiliki nilai kemanusiaan dan ketepatgunaan yang tinggi
    Nominasi:
    Indosat
    XLAxiata
    Telkomsel

    Pemenang:
    Indosat

    5.Best Data Package
    Didasarkan atas user benefit, cakupan layanan, penerimaan pasar, teknologi yang disuguhkan dan tingkat reliabilitas koneksi
    Nominasi:
    Smartfren
    Indosat
    Telkomsel

    Pemenang:
    Telkomsel

    6. Best BlackBerry Package
    Diberikan untuk mengakomodasi fenomena layanan khusus BlackBerry yang jumlahnya signifikan. Penilaian didasarkan pada aspek tarif, inovasi, pertumbuhan pelanggan, performa dan customer service
    Nominasi:
    XLAxiata
    Telkomsel
    Axis

    Pemenang:
    XL Axiata

    Komentar oleh Dian Prima Kurniati | Oktober 13, 2012 | Balas

  39. salam pak joe,
    berikut jawaban dari ujian akhir semester
    Fitur dan tarif kartu As
    1. Nelpon murah.
    Tarif murah nelpon sesama Telkomsel dari pukul 00.00-16.59 dengan tarif Rp. 0 sampai 30 detik pertama. Sedangkan pukul 17.00-23.59 dikenakan biaya Rp. 400/30 detik selama 2,5 menit pertama setelah itu Gratis Rp. 0 rupiah.
    2. Sms Murah
    Dengan mengirimkan 3 sms, bisa menikmati gratis 5000 sms kesemua operator.
    3. Gratis Facebook dan Chatting
    Fitur Kartu As diatas merupakan jawaban mengapa produk ini sangat laku dipasaran. Dengan harga jual Rp 3.000 sudah bisa menikmati beragam fitur yang disediakan Kartu As.
    Semua Tentang Perdana 3
    Dengan 3Prabayar, dapat memilih tarif termurah sesuai dengan kebutuhan. Juga bisa nikmati promo menarik dan konten yang seru. Dengan kartu perdana 3, bisa menikmati tarif lokal ke operator lain termurah hanya Rp399 / menit. Gratis SMS semua operator dan Tarif Rp 1/Menit akan berlaku setelah melakukan isi ulang Rp 10.000.
    Tiga hal yang diperhatikan setelah mengaktifkan kartu 3Prabayar:
    1. Masa aktif
    Masa dimana bisa menggunakan kartu 3 Prabayar selama 30 hari sejak pertama kali mengaktifkannya.
    2. Masa tenggang
    Masa tenggang ini berlangsung selama 30 hari setelah masa aktif berakhir. Selama masa tenggang, hanya bisa menerima panggilan masuk.
    3. Masa Isi Ulang
    Masa Isi Ulang ini berlangsung selama 60 hari setelah masa tenggang berakhir. Selama masa isi ulang, hanya bisa menerima panggilan masuk.
    Jawaban no 3
    Dipicu faktor program undian berhadiah yang dilaksanakan Tri dengan Hi-Tech Mall dan BII, ternyata berdampak pada pelanggan Tri, saat ini mengalami pertumbuhan signifikan yang mampu mendongkrak pertumbuhan pelanggan baru Tri. Dalam program undian berhadiah, setiap konsumen yang membeli modem, tablet maupun smartphone yang bundling dengan mendapatkan 1 kupon undian. Tri saat ini meluncurkan program AlwaysOn yakni bebas internetan setahun hanya Rp50 ribu.
    As
    Komitmen Telkomsel untuk mendukung karya dan kebudayaan anak bangsa melalui komunitas digital Paling Indonesia, meraih penghargaan dari Majalah Mix Marketing. Telkomsel berhasil membuktikan bahwa karya nyata untuk Indonesia bisa dilakukan lewat komunitas digital sesuai dengan core bisnis-nya.
    Komunitas Paling Indonesia merupakan komunitas kreatif anak negeri yang melakukan berbagai upaya melalui dunia digital dan sosial media untuk mengumpulkan khazanah kekayaan budaya Indonesia. Sejalan dengan itu sebagai perusahaan milik bangsa, Telkomsel juga turut mendukung upaya-upaya pelestarian budaya dan warisan keluhuran Indonesia. Komunitas Paling Indonesia juga merupakan perwujudan visi Telkomsel untuk menyatukan dan mewadahi anak-anak bangsa yang memiliki kepedulian terhadap kekayaan budaya dan keindahan tanah air.
    Dengan visi menjadi best and leading mobile lifestyle and solutions provider in the region, Telkomsel menyadari bahwa gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini tidak lagi dibatasi waktu dan tempat sehingga wadah digital kreatif yang menarik menjadi kebutuhan sekaligus daya tarik bagi masyarakat dan generasi muda Indonesia. Keberhasilan Telkomsel Paling Indonesia menjadi Best Public Relations Program 2012 makin mendorong komitmen Telkomsel untuk terus berkontribusi bagi perkembangan serta kemajuan teknologi, informasi dan komunikasi di Indonesia.
    Jawaban no 4
    As
    Kompetisi yang semakin ketat antar prodesen kartu seluler dan pelambatan pertumbuhan yang dialami oleh Kartu As mendorong produsen Kartu As melakukan strategi repositioning. Kartu As menggambarkan strategi reposisinya melalui perubahan dari musik pop ke dangdut, sehingga produsen Kartu As memilih celebrity endorser Ridho dan Rhoma Irama untuk mengkomunikasikan strategi reposisinya. Strategi tersebut dimaksudkan untuk mengingatkan konsumen dan sebagai upaya untuk meningkatkan pertumbuhan Kartu As.
    3
    “Kebebasan itu Omong Kosong”. Itulah sepenggal kalimat dalam iklan Paket internet Tri terbarunya. Tri memang sedikit “menyindir” operator lain yang memberikan kebebasan internet namun banyak embel-embel di belakangnya. Program Paket internet tri (3) bernama AlwaysOn. Dengan paket tri AlwaysOn, pengguna tri dapat menikmati akses internet dengan murah dan tanpa batas. Tri memberikan paket internet dengan pilihan yang simpel mudah murah dan tanpa batas. Dengan paket internet tri AlwaysOn, pengguna kartu tri bisa mengakses internet dengan kecepatan normal meskipun tanpa pulsa.
    Jawaban no 5
    Kartu as
    Ketatnya persaingan di pasar telekomunikasi membuat para tenaga pemasaran perusahaan operator harus memutar otak untuk membuat gebrakan yang mampu menambah jumlah pelanggan dan revenue. Undian berhadiah masih menjadi strategi yang diminat PT Telkomsel Tbk dalam menggenjot penjualan kartu perdana.
    Saat ini persaingan lebih ketat, jika dulu cukup dengan menjual produk bundling, kartu perdana sudah laku, Namun serbuan gadget yang lebih murah lainnya telah membuat pangsa pasar berkurang jauh. Dan untuk menggenjotnya undian mampu menyemangatkan pasar untuk menggunakan Telkomsel.
    3
    Perbedaan tarif pulsa di kalangan masyarakat sudah semakin memanas. Karena semua operator akan mengklaim bahwa jasa yang mereka tawarkan adalah yang paling termurah. Adegan promosi di media elektronik pun memberikan gambar dan pesan yang offense sesama penyedia. Imbasnya, beberapa merek kartu terkenal menjadi turun drastis karena persaingan bisnis di bidang ini.
    Perang tarif antara operator di berbagai media memiliki multi efek yang luar biasa. Dilihat dari berbagai sudut pandang, kondisi ini menguntungkan berbagai kalangan, mulai dari operator selular, pengusaha, karyawan, masyarakat pedesaan, konsumen, bahkan negara diuntungkan dari kondisi ini.
    Perang tarif memang terjadi diindustri Telekomunikasi. Namun, dengan adanya persaingan maka konsumen juga diuntungkan, karena dimanjakan dengan banyak fasilitas dan banyak fitur dengan harga super murah dan banyak pilihan. Akibat dari usaha tarif murah tersebut mengakibatkan semakin luas kalangan dalam masyarakat Indonesia yang mampu mendapatkan layanan telekomunikasi karena tarifnya menjadi sangat terjangkau.

    Jawaban no 6
    Strategi berkaitan dengan keputusan “besar” yang dihadapi organisasi dalam melakukan bisnis, berkaitan dengan perilaku yang konsisten, Manajemen strategis didefinisikan sebagai suatu proses yang berorientasi masa depan yang memungkinkan organisasi untuk membuat keputusan hari ini untuk memposisikan diri untuk kesuksesan di masa mendatang.
    Tugas Ahli Strategi Yang Efektif
    Kerja keras, analisis yang teliti dan akal sehat merupakan persyaratan keberhasilan seorang ahli strategi. Selain kerja keras, analisis yang menyeluruh dan akal sehat, ahli strategi yang efektif harus dapat berpikir dengan jernih dan melontarkan banyak pertanyaan. Pekerjaan ahli stratgei tidak sederhana, melainkan situasi keputusan yang tidak terlalu jelas-situasi dimana solusi yang paling efektif tidak mudah ditentukan. Pekerjaan ini menawarkan peluang yang menarik untuk berkhayal dan bereaksi.
    Strategi Kompetitif Porter
    1. Diferensiasi (Differentiation), adalah salah satu tipe strategi kompetitif di mana organisasi berupaya membuat produk atau jasa yang ditawarkan.
    2. Kepemimpinan Biaya (Cost Leadership), merupakan salah satu tipe strategi kompetitif di mana organisasi secara agresif berupaya menjadi lebih efisien (melakukan reduksi biaya) dari pesaing-pesaingnya dengan memotong biaya produksi dan pengawasan biaya yang sangat ketat.
    3. Fokus (Focus), adalah salah satu tipe strategi kompetitif yang menekankan pada kondentrasi terhadap suatu segmen pasar atau kelompok pembeli tertentu. (source : blognauun.blogspot.com)
    3
    Tri (3), operator GSM milik PT Hutchison CP Telecommunications, tarif murah berlaku nasional untuk telepon ke semua operator. Tarif ini memberikan solusi hemat untuk sambungan telepon berdurasi pendek maupun durasi panjang ke semua operator. Tri (3), operator GSM milik PT Hutchison CP Telecommunications tetap konsisten untuk memberikan layanan komunikasi yang murah dan terjangkau. Tri tetap optimis layanan voice masih menjadi pilihan pelanggan mengingat voice masih menjadi kebutuhan dasar komunikasi selular. Mekanisme perhitungan tarifnya sangat mudah dan menguntungkan pelanggan baik yang ingin telepon dengan durasi pendek maupun panjang. Tri memberikan gratis telepon lokal dan SLJ berdurasi pendek berkali kali ke jutaan pengguna telepon selular maupun PSTN selama 24 jam.
    Sementara tarif untuk telepon berdurasi panjang diberikan dengan tarif yang hemat yaitu hanya Rp 15/menit. Jika pelanggan melakukan panggilan ke nomor Tri pada pukul 17.00 – 24.00 WIB, maka tarif yang berlaku setelah gratis 30 detik pertama adalah Rp 15/menit. Sementara jika dilakukan pada pukul 00.00 – 17.00 WIB, tarif dikenakan setelah gratis 30 detik pertama dikenakan Rp 15/5 detik selama 5 menit, lalu setelahnya Rp 15/menit.
    Selain manfaat telepon sangat murah untuk panggilan berdurasi pendek dan lama, pelanggan Tri masih dapat menikmati manfaat gratis lainnya yaitu: Gratis SMS 20 Hari hanya dengan mengirim 1 SMS berbayar seharga Rp 1.000 berlaku dari jam 00.00 – 17.00. Sesudah waktu tersebut, pelanggan cukup mengirim 1 SMS berbayar seharga Rp 99 untuk mendapatkan gratis 10.000 SMS sampai keesokan harinya.
    As
    Perkembangan teknologi telekomunikasi pada era globalisasi saat ini sangat pesat. Sebagai contoh, perkembangan tersebut menyebabkan setiap individu mengalami perubahan besar dalam cara berkomunikasi dan bertransaksi dimana sebagian besar memilih menggunakan sarana elektronik dan media internet dalam aktivitasnya. Salah satu sarana komunikasi yang mengalami perubahan dalam kebutuhan individu sekarang ini adalah penggunaan telekomunikasi seluler. Perubahan ini memunculkan peluang bisnis bagi para penyedia layanan operator seluler (provider) di tanah air.
    Para produsen (provider) terus menerus bersaing dalam melakukan berbagai cara agar dapat memenuhi permintaan konsumen terhadap kebutuhan komunikasi yang terus mengalami peningkatan. Fenomena yang terjadi hingga saat ini adalah usaha para provider dalam menurunkan tarif telepon yang akhirnya menimbulkan persaingan tarif murah atau lebih dikenal dengan istilah perang tarif.
    Keberhasilan pengembangan usaha yang telah dilakukan memungkinkan seluruh potensi yang dimiliki sehingga dapat memposisikan diri sebagai penyedia total solusi kepada para pelanggan dan memperkuat posisi menghadapi kompetisi yang ketat.
    TELKOM Group menawarkan lebih dari 200 produk dan layanan yang dikelompokkan berdasarkan portofolio bisnis. Produk dan layanan kami dapat dikelompokkan sebagai berikut: sambungan telepon tidak bergerak kabel, sambungan telepon tidak bergerak nirkabel, seluler, data & internet dan network & interkoneksi.

    Keunikan 3
    Sekilas tentang Three. ISP ini adalah milik PT. Hutchison CP Telecommunications. Di banding ISP lain, Three ini punya keunikan tersendiri. Nama nya hanya menggunakan 1 angka yaitu “3″, sehingga agak membingungkan pengejaannya. Three, Tri atau Tiga? Situsnya sendiri menggunakan alamat “tri.co.id”,
    Mini hotspot yang di-bundle dengan paket Three dapat menikmati quota hingga 1GB per bulan selama 3 bulan dengan hanya membayar Rp. 10.000. Tentang performance? Performance Three ini masih ok, jika dibandingkan dengan tariff nya. Three dibilang memang punya tariff termurah di kelas GSM
    Keunikan as
    Teknologi komunikasi seluler diperkenakan di Indonesia tahun 1984. Pada saat itu, PT. Telkom bersama dengan PT. Rajasa Hazanah Perkasa mulai menyelenggarakan layanan komunikasi seluler. Pada Oktober 1993, PT. Telkom memulai pilot-project pengembangan teknologi generasi kedua (2G), GSM, di Indonesia.
    Jawaban no 7
    Pada sektor telekomunikasi, kompetensi inti dalam aspek operasional dapat melingkupi backbone, mobile network dan local access. Sedangkan dari sisi layanan (service) pada sektor telekomunikasi meliputi multimedia, voice dan data communication. Pemfokusan pada setiap kompetensi inti yang dimiliki seperti inilah yang akan membantu meningkatkan efisiensi suatu pelaku usaha telekomunikasi.
    Suatu bentuk pasar yang dapat menciptakan iklim usaha yang kondusif sangat dibutuhkan bagi program pengembangan dan percepatan di sektor telekomunikasi – informasi. Rencana dan komitmen pemerintah untuk membuka lebih lebar lagi keran deregulasi bagi industri telekomunikasi merupakan suatu langkah yang tepat yang patut didukung oleh para pelaku usaha bagi pengembangan iklim berusaha yang kondusif di sektor tersebut. Guna memenuhi kebutuhan akan peningkatan mutu layanan bagi kepentingan publik, Pemerintah telah pula menerapkan sistem lisensi moderen (modern licencing system) dimana setiap pelaku usaha swasta yang akan masuk ke dalam pasar telekomunikasi memiliki kewajiban untuk memenuhi komitmen penyelenggaraan usahannya dengan tingkat mutu pelayanan tertentu. Kegagalan pelaku usaha dalam memenuhi komitmennya akan mengakibatkan timbulnya penalti.
    Diperlukan dukungan yang kuat tidak hanya dari sektor telekomunikasi, namun juga dari sektor-sektor lain yang merupakan pengguna jasa telekomunikasi. Langkah tersebut akan menciptakan suatu bentuk pasar persaingan sempurna (perfect competition) yang ideal yang menunjang terbentuknya iklim persaingan yang sehat antar pelaku usaha. Pada gilirannya akan mempercepat pemenuhan kebutuhan akan sarana telekomunikasi – informasi bagi seluruh masyarakat Indonesia.
    Pemberian lisensi bagi para pelaku usaha swasta maupun kemudahan penanaman modal, khususnya dalam menarik mitra usaha asing untuk melakukan investasi sangat diperlukan dalam menciptakan tingkat persaingan yang sehat. Ada banyak faktor yang perlu diperhatikan dan ditempuh oleh pemerintah untuk dapat menciptakan pasar dengan tingkat persaingan yang sempurna serta iklim usaha yang benar-benar kondusif.
    Pertama, adalah dengan menjamin terciptanya stabilitas nasional, termasuk stabilitas dalam kepastian penerapan hukum yang berlaku maupun jaminan keamanan. Situasi yang penuh dengan gejolak massa serta ketidakpastian hukum tidak akan mampu menarik pelaku usaha baru maupun investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia.
    Iklim usaha tanpa gangguan (distorsi), dengan menghilangkan birokratisasi serta diskriminasi regulasi juga merupakan faktor penting bagi terciptanya iklim usaha yang kondusif. Tingginya tingkat birokrasi serta adanya perbedaan perlakuan membuat persaingan pasar tidak berlangsung dengan sempurna, sehingga akan terdapat sekelompok pelaku usaha yang diuntungkan dan dapat mengambil keuntungan lebih banyak tanpa perlu memperhatikan tingkat kepentingan konsumen.
    Disamping itu peningkatan kemampuan serta keahlian tenaga kerja yang terlatih juga akan dapat menarik para investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Ketersediaan tenaga kerja ahli (skilled employee) sangat diperlukan bagi sektor telekomunikasi yang menggunakan teknologi tingkat tinggi (high technology) dalam pengoperasiannya.
    Tidak kalah pentingnya adalah adanya insentif dari pemerintah dalam bentuk kebijakan keringanan bea masuk yang berlaku adil (tanpa diskriminasi) bagi seluruh pelaku usaha sektor layanan publik seperti telekomunikasi – informasi. Kebijakan berupa keringanan bea masuk akan sangat menunjang program percepatan mengingat industri telekomunikasi – informasi merupakan sektor layanan publik yang memerlukan perangkat teknologi tinggi dengan biaya cukup mahal.
    Peraturan pemerintah tentang izin pembangunan menara, kewajiban penggunaan bersama menara dengan operator lainnya, serta kontrak dan kepemilikan menara yang 100% harus lokal memberikan tantangan sendiri. Terutama pengaruhnya terhadap kualitas layanan, tingkat daya saing, dan biaya tambahan atas penyesesuaian pembangunan dan penggunaan menara terhadap peraturan tersebut.
    Jawaban no 8
    3
    Tri Final 3 Mobile Academy 2012 – Mengembangkan program–program dan kegiatan untuk membina generasi muda Indonesia yang mandiri, cerdas, kreatif dan berprestasi diwujudkan tri dengan menghadirkan program perdana 3 hitam Mobile Academy, sebuah wadah pembekalan berbagai kegiatan positif sambil mengisi liburan seru bersama 3. Setelah mengikuti serangkaian kegiatan 3 Mobile Academy, tri menggelar Grand Final 3 Mobile Academy ke-5

    Tri Gelar 3 Mobile Academy ke-5 – Mengisi liburan dengan kegiatan positif dan memberikan banyak pengalaman berharga bagi generasi muda, menjadi tujuan utama tri menghadirkan program 3 Mobile Academy ke-5 tahun 2012. Mengusung tema Gw Mau Gw Bisa – 3 DREAM BIG CAMP, program ini diikuti oleh 137 orang yang merupakan para Duta 3 yang menjadi wakil terbaik di seluruh Indonesia dari 69 Sales Area tri. Sebagai brand anak muda, 3 Mobile Academy merupakan wadah pembekalan positif selama masa liburan bagi anak muda pelajar SMU/sederajat kelas 1 dan 2 yang berbakat untuk menjadi remaja mandiri yang kreatif, sportif dan memiliki jiwa kepemimpinan serta mampu menjadi trendsetter di lingkungannya serta loyal terhadap produk-produk Indosat.
    ________________________________________
    Ass
    Telkomsel menyambut baik kerjasama pengembangan layanan games online lintas platform yang dijalin Telkom Group bersama Antix Labs, permainan inovatif teknologi perusahaan asal Inggris. Kerjasama yang dijalin dalam pengembangan konten dan layanan games online sejalan dengan upaya Telkomsel yang terus mengembangkan komunitas Dunia Games.
    Hasil pertemuan antara Telkom Group dengan pihak Antix Labs menghasilkan rencana bersama pemanfaatan layanan games online lintas platform melalui jaringan Telkomsel (GSM) dan Flexi (CDMA) sebagai bagian dari rencana pengembangan layanan games online generasi terbaru di tanah air. Kerjasama ini didukung oleh mitra dari Telkom Group dan Antix, yaitu Studio9 and SpeedUp (MLW Telecom) dengan memasukkan permainan-permainan Antix ke dalam Studio9
    Telkom Group berkomitmen untuk memberikan kenyamanan dan layanan games berkualitas untuk seluruh pelanggan. Dengan kerjasama yang dijalin, Telkom Group ke depan akan lebih mengembangkan kemampuan Antix Game Player sebagai “social games” saat ini menjadi lebih saling berhubungan. Lebih menekankan pada hubungan kedekatan antar teman, kolega, serta memungkinkan antar pelanggan saling share permainan, memberikan tantang satu sama lain, dan bermain games bersama bahkan pada saat online melalui Wi-Fi ataupun Bluetooth. Fitur layanan games tersebut tetap dapat bekerja online antar telephone, handset tablet, komputer desktop, televisi, dan perangkat lain yang terkoneksi internet meskipun software-nya tidak saling kompatibel.
    Telkomsel sebagai anak perusahaan Telkom memiliki komitmen kuat kembali meningkatkan kualitas dan kuantitas industri konten dalam negeri. Kerja sama dengan Antix Game Player akan membuka peluang untuk tumbuhnya pengembang games (game developer) dan industri kreatif dari kalangan putra-putri Indonesia.

    Komentar oleh m. iqbal | Oktober 13, 2012 | Balas

  40. Kartu Perdana Layanan XL Internet Unlimited Prabayar
    Kartu Perdana XL Internet Unlimited Prabayar merupakan layanan akses Internet berkecepatan tinggi yang digunakan sepuasnya (unlimited) selama periode tertentu, dengan memanfaatkan ketersediaan jaringan berteknologi GPRS-EDGE-3G-serta HSDPA dari XL, memungkinkan pelanggan melakukan akses internet dimana saja, kapan saja.
    Kartu Perdana Layanan XL Internet Unlimited Prabayar ini bisa langsung digunakan. Cukup mengaktifkan kartu, dan langsung menikmati aktifitas email, browsing, dan chatting sepuasnya. Layanan XL Internet Unlimited Prabayar juga dinikmati oleh pelanggan di berbagi area lainnya di Indonesia, selama masih berada di dalam cakupan jaringan XL
    Fitur XL
    • Kapasitas SIM Card 250 nomor telepon dan 30 SMS.
    • Private Number
    Dengan fitur ini, dapat menyembunyikan identitas nomor ponsel, sehingga tidak muncul di layar ponsel orang yang di hubungi. Dan tidak akan dikenakan biaya tambahan untuk menggunakan fitur ini.
    • Voice Mail
    Setiap panggilan akan dialihkan ke dalam sistem Kotak Suara, apabila ponsel tidak aktif, diluar jangkauan, sibuk atau tidak ada jawaban maka pemanggil dapat meninggalkan pesan untuk dapat didengarkan kemudian.
    • Call Forwarding
    Mengalihkan semua panggilan yang ditujukan ke nomor kartu XL Prabayar ke nomor lainnya sesuai diinginkan.
    • Multiparty Calling
    Fitur ini memungkinkan melakukan pembicaraan dengan beberapa orang pada waktu bersamaan melalui nomor XL. Pembicaraan ini dapat dilakukan oleh pihak pemanggil yang menggunakan jenis atau merek ponsel tertentu yang memiliki fitur Multi Pihak.
    • Call Waiting/Call Hold
    Fitur ini mendapatkan pemberitahuan adanya telepon masuk saat sedang menggunakan ponsel.
    • Who Called
    Layanan informasi melalui SMS yang berisi nomor telepon yang tidak berhasil menghubungi saat ponsel sedang tidak aktif, sibuk atau berada di luar jangkauan. Anda tidak dikenakan biaya tambahan saat menerima SMS layanan ini.
    • Layanan Notify Me
    Fitur dalam bentuk SMS ini memungkinkan untuk mengetahui nomor yang dihubungi sebelumnya telah aktif kembali ketika sebelumnya nomor tersebut tidak tersambung.
    • Value Added Services (Layanan Nilai Tambah)
    Nikmati ribuan konten menarik (Games, RBT, Video Music, SMS, Video Portal) baik ke nomor telepon genggam maupun telepon rumah.
    • MMS
    Mengirim pesan bergambar atau animasi, teks dan suara bisa dilakukan melalui fitur SMS pada kartu XL Prabayar.
    • Layanan Data
    Layanan Data memudahkan pengguna kartu XL Prabayar untuk mengakses Layanan Data tanpa harus menghafal keyword maupun Short Dialing Code.
    • Identitas Pemanggil (CLI)
    Fitur ini akan menampilkan nama penelpon pada layar ponsel. Tidak dikenakan biaya tambahan untuk menggunakan fitur ini.
    • Voice SMS (Pesanku)
    Merupakan layanan SMS bersuara yang memungkinkan untuk merekam suara dan mengirimkan pesan bersuara kepada teman atau keluarga.
    kartuHALO adalah card GSM Telkomsel. KartuHALO ini tertampung data pelanggan, fasilitas / jasa yang dinikmati pelanggan serta (PIN) menjaga kerahasiaan data di dalamnya. Selain itu, mampu menampung 200 nomor telepon serta menyimpan 40 pesan singkat yang tidak ingin dihapus.
    Tampilan kartuHALO memiliki keunikan, dengan menampilkan gambar adat istiadat dari seluruh propinsi di Indonesia, Telkomsel ingin menyampaikan pesan melalui kartuHALO ini bahwa Telkomsel adalah operator yang memiliki cakupan di seluruh tanah air dan semangat jiwa nasionalisme.
    PIN
    P I N (Personal Identification Number)
    adalah kode akses rahasia yang diketahui oleh pembuat sehingga kerahasiaannya terjaga.

    KEUNGGULAN kartuHALO
    kartuHALO memiliki keunggulan dibandingkan dengan sim card operator lain yaitu :
    • Cakupan Terluas di Indonesia
    kartuHALO memiliki cakupan bukan hanya kota-kota besar / ibukota propinsinya, tetapi lebih dari 340 kota-kota kecil dan Dati II di seluruh Indonesia.
    Keragaman Fitur
    Pelanggan dapat menggunakan beraneka ragam fitur yang tidak terdapat dalam sim card operator lain seperti Farida, e-phone, dan lain sebagainya.
    • Tarif Ekonomis
    Dengan memberlakukan point of charging, tarif kartuHALO menjadi ekonomis. Hal ini didukung dengan sistem penghitungan pulsa yang tidak mengenal nilai minimum.

    Jawaban no 3

    PT XL Axiata Tbk (XL) sangat memperhatikan kualitas layanan pelanggan. Inovasi dan inisiatif dan efektif telah mampu meningkatkan kinerja unit CS dalam memberikan solusi atas keluhan, sekaligus meningkatkan edukasi kepada pelanggan.
    kepuasan pelanggan menjadi faktor penentu dalam menghadapi ketatnya kompetisi industri telekomunikasi saat ini. Karena itu, pihak PT XL Axiata Tbk (XL) meningkatkan kualitas layanan pelanggan, dengan cara membentuk Direktorat Service Management.”
    Ada 5 inisiatif yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh pelanggan.
    Pertama, aplikasi yang mempercepat CS untuk melakukan investigasi problem jaringan.
    Kedua, email informasi paduan untuk pelanggan setelah melakukan call.
    Ketiga, SMS informasi paduan untuk pelanggan (proaktif) .
    Keempat, profiling CS sesuai tingkat keahlian atas gadget. Inisiatif ini diharapkan bisa lebih memaksimalkan CS dalam membantu pelanggan mendapatkan layanan.
    Kelima, menambah saluran baru dalam pelayanan pelanggan. Langkah ini berupa perluasan jangkauan layanan CS kepada segment pelanggan yang belum tersentuh layanan.
    Atas penerapan inisiatif tersebut, saat ini XL menjadi provider nomor satu untuk tingkat kepuasan pelanggan berdasarkan Survey yang dilakukan oleh OPSI pada kuartal empat 2011 .

    Kartu halo
    Sejak diperkenalkan pada tahun 1995, sudah 16 tahun KartuHalo tidak melakukan terobosan baru. Akhirnya Telkomsel melakukan penyegaran sekarang. Tahun ini, KartuHalo melakukan perubahan drastis, mulai dari perubahan logo, hingga diferensiasi layanan.
    Seiring dengan usianya, anak usaha Telkom ini menyasar ke segmen yang lebih baru. Telkomsel ingin menawarkan kepada anak muda yang lebih ke data minded. Manfaat diperoleh, yaitu potongan harga spesial hingga senilai Rp 2,7 juta untuk berbagai variasi paket bundling high-end device. Keuntungan lainnya, bila pelanggan sedang ada di luar negeri dan menghadapi keluhan, bisa menghubungi ke customer service
    Saat ini, Telkomsel ingin menyasar positioning ke profesional muda, yang punya relasi tidak hanya lokal, namun global. “Young and youth yang data minded serta pergaulan yang luas, adalah sasaran KartuHalo untuk saat ini
    Jawaban no 4
    Xl
    XL Axiata, operator terbesar ketiga di Indonesia berdasarkan jumlah pelanggan, melakukan gebrakan untuk memulai “perang tarif” layanan akses Internet BlackBerry. XL Axiata yang terlibat persaingan ketat merebut pelanggan dengan Telkomsel dan Indosat, tentunya mensiasati hal ini dengan memberikan harga yang lebih murah dari kedua pesaingnya.
    Dulu sempat mengalami perang tarif telepon dan SMS hingga IDR 0 koma sekian, Penurunan tarif tentu disambut baik, tapi diharapkan tidak mengorbankan kualitas karena kebanyakan pengguna BlackBerry adalah kalangan menengah ke atas yang lebih sensitif terhadap kualitas dan reliabilitas, ketimbang harga.

    Kartu halo
    Kemungkinan besar maksud Kartu Halo Keluarga menangkap pasangan muda adalah untuk mengambil pangsa pasar kartu prabayar. Kompetitor terbesar Kartu Halo adalah kartu prabayar, termasuk Simpati yang mengkanibalisasi pasar Kartu Halo. Dengan segala kepraktisan yang ditawarkan kartu prabayar mengalami pertumbuhan yang jauh lebih cepat. Para lajang lebih banyak yang memegang kartu prabayar, karena pertimbangan kepraktisan ini. Mereka juga dapat digolongkan sebagai brand switcher, yang dengan mudah berganti kartu.
    Pemilihan posisioning sebagai kartu keluarga bagi Telkomsel memang tepat, mengingat potensinya yang sangat besar, Ikatan keluarga ini akan mengikuti anak-anak mereka hingga mereka dewasa. Family values memang selalu menarik untuk dieksplorasi, sebagai brand culture. Inilah salah satu pendekatan dalam Customer Centered Marketing, pelanggan dijadikan subyek dengan mempelajari perilaku dan kebutuhannya, dan melakukan customization agar kebutuhannya dapat dipenuhi yang menimbulkan customer satisfaction. Pada tahap selanjutnya, dapat dilakukan individualizing yaitu pemahaman konsumen bukan sekedar bagian dari sebuah kelompok, tetapi sebagai individu. Konsekuensinya pendekatan yang dipakai bukan lagi mass customization tetapi sudah one to one marketing.
    Inovasi yang dilakukan Telkomsel melalui kartu prabayar Simpati, ikut membantu penetrasi pasar. Sebagai pelopor kartu prabayar, Telkomsel juga merasakan kanibalisasi Simpati terhadap Kartu Halo. Simpati, memang menjadi favorit konsumen, sehingga sering menjadi ajang spekulasi para pedagang. Kartu perdananya harganya berlipat karena ditahan oleh pedagang. Spekulasi ini dapat diredam ketika Telkomsel mencamtumkan masa aktif kartu perdana Simpati.

    Jawaban no 5
    Xl
    Dunia periklanan telah menjadi salah satu industri terbesar yang sangat menjanjikan dan melibatkan media massa. Persaingan di dunia iklan mengharuskan para produsen dan pembuat iklan untuk menampilkan iklan yang efektif demi meningkatkan brand awareness konsumen atas produknya.
    Pada masa sekarang ini persaingan para produsen kartu telepon selular sangat kompetitif, hal ini dapat kita lihat dari iklan yang mereka tawarkan di media massa khususnya media elektronik yaitu televisi. Para produsen kartu selular ini sangat terang-terangan dalam bersaing, mereka berlomba-lomba membuat iklan yang berbeda dan lain dari yang lain, bahkan mereka juga bersaing dalam tarif telepon yang ditawarkan, sehingga media pun menyebutkan para produsen kartu telepon sedang perang tarif.
    Di dalam iklannya kali ini, XL (PT. Excelcomindo Pratama) menawarkan sesuatu yang berbeda dari iklan yang lain dan iklan sebelumnya, provider XL melakukan terobosan dengan mulai memasukkan hewan di dalam iklan kartu telepon selularnya, dan dalam hal ini peneliti melihat terjadi peningkatan dalam penggunaan kartu telepon selular XL di karenakan iklan tersebut.
    Iklan ini sendiri mengambil setting di sebuah jalan raya, dimana dua orang pemuda sedang berjalan dan berbincang-bincang mengenai tarif kartu GSM yang murah. Menurut pemuda yang bertubuh gemuk, tidak ada tarif kartu GSM yang paling murah, semuanya sama dan mahal jika menghubungi operator yang berbeda. Kemudian dia berkata kepada temannya, pemuda yang bertubuh langsing, bahwa ia bertaruh, jika ada tarif kartu GSM yang murah, maka ia akan bersedia kawin dengan monyet.
    Halo
    pasar potensial Kartu Halo Keluarga bukanlah orang yang baru menikah. Justru pasar yang lebih potensial adalah keluarga yang sudah mempunyai anak yang beranjak remaja, terutama siswa SMU atau mahasiswa.
    Kemungkinan besar maksud Kartu Halo Keluarga menangkap pasangan muda adalah untuk mengambil pangsa pasar kartu prabayar. Kompetitor terbesar Kartu Halo adalah kartu prabayar, termasuk Simpati yang mengkanibalisasi pasar Kartu Halo. Dengan segala kepraktisan yang ditawarkan kartu prabayar mengalami pertumbuhan yang jauh lebih cepat. Pemilihan posisioning sebagai kartu keluarga bagi Telkomsel memang tepat, mengingat potensinya yang sangat besar, cenderung lebih loyal, dan dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lama.
    Inilah salah satu pendekatan dalam Customer Centered Marketing, pelanggan dijadikan subyek dengan mempelajari perilaku dan kebutuhannya, dan melakukan customization agar kebutuhannya dapat dipenuhi yang menimbulkan customer satisfaction. Konsekuensinya pendekatan yang dipakai bukan lagi mass customization tetapi sudah one to one marketing.
    CRM adalah strategi memperoleh, mengkonsolidasi dan menganalisis data pelanggan dan kemudian dimanfaatkan untuk berinteraksi dengan pelanggan. Sehingga memberikan suatu pandangan yang komprehensif terhadap pelanggan yang dapat diamnfaatkan untuk mengembangkan hubungan yang lebih baik dengan pelanggan.
    Inovasi yang dilakukan Telkomsel melalui kartu prabayar Simpati, ikut membantu penetrasi pasar. Sebagai pelopor kartu prabayar, Telkomsel juga merasakan kanibalisasi Simpati terhadap Kartu Halo. Simpati, memang menjadi favorit konsumen, sehingga sering menjadi ajang spekulasi para pedagang. Kartu perdananya harganya berlipat karena ditahan oleh pedagang. Spekulasi ini dapat diredam ketika Telkomsel mencamtumkan masa aktif kartu
    Jawaban no 6
    Ketchen (2009) mendefinisikan manajemen strategis sbg analisis, keputusan, & aksi yg dilakukan perusahaan ukt menciptakan & mempertahankan keunggulan kompetitif. Definisi ini menggambarkan 2 elemen utama manajemen strategis.
    Pertama, manajemen strategis dalam sebuah perusahaan berkaitan dgn proses yg berjalan (ongoing processes): analisis, keputusan, & tindakan.
    Elemen kedua, manajemen strategis adl studi tentang mengapa sebuah perusahaan mampu mengalahkan perusahaan lainnya.
    Porter (1996) mendefinisikan strategi sbg “penciptaan posisi unik & berharga yg didapatkan dgn melakukan serangkaian aktivitas.“
    Porter menjabarkan 3 basis posisi strategis. Ketiganya tdk mutually exclusive & seringkali saling bersinggungan.
    Basis pertama didapatkan dgn memproduksi bagian kecil (subset) sebuah produk dari industri tertentu.
    Basis kedua adl melayani sebagian besar atau bahkan seluruh kebutuhan dari sekelompok konsumen tertentu, yg disebut sbg needs-based positioning.
    Basis ketiga didapatkan dgn menarget konsumen yg dpt diakses dalam cara yg berbeda, yg disebut sbg access-based positioning”.
    Manajemen strategis merupakan aktivitas manajemen tertinggi yg biasanya disusun oleh dewan direksi & dilaksanakan oleh CEO serta tim eksekutif organisasi tersebut. Manajemen strategis memberikan arahan menyeluruh ukt perusahaan & terkait erat dgn bidang perilaku organisasi. Manajemen strategis berbicara tentang gambaran besar. Inti dari manajemen strategis adl mengidentifikasi tujuan organisasi, sumber dayanya, & bagaimana sumber daya yg ada tersebut dpt digunakan secara paling efektif ukt memenuhi tujuan strategis. Manajemen strategis di saat ini harus memberikan fondasi dasar atau pedoman ukt pengambilan keputusan dalam organisasi. Ini adl proses yg berkesinambungan & terus-menerus.
    Xl
    perkembangan industri telekomunikasi indonesia bahwa trend telekomunikasi masih semarak di indonesia, xl sendiri menjadi salah satu kekuatan kartu gsm dikarenakan beberapa ide yang diselalu jitu dan mengena dipasar. Raksasa gsm masih dipegang oleh xl, hal itu karena dalam mengemas produk kartu gsm ke dalam berbagai macam varian.
    Indonesia sendiri menjadi kekuatan tersendiri di asia, dengan menjadi pasar telekomunikasi yang diperhitungkan masuknya investor asing menambha kancah pasar baru perkembangan industri telekomunikasi. Xl berhasil dalam merubah strategi marketing dengan merubah varian produk kartu, penetrasi iklan ke masyarakat juga terbukti cukup kuat.

    Halo

    pasar potensial Kartu Halo Keluarga bukanlah orang yang baru menikah, yang hanya melibatkan suami-istri, dan mungkin dengan anak yang masih balita. Justru pasar yang lebih potensial adalah keluarga yang sudah mempunyai anak yang beranjak remaja, terutama yang sudah menjadi siswa SMU atau mahasiswa.
    Kartu Halo Keluarga menangkap pasangan muda adalah untuk mengambil pangsa pasar kartu prabayar.
    Pemilihan posisioning sebagai kartu keluarga bagi Telkomsel memang tepat, mengingat potensinya yang sangat besar, cenderung lebih loyal, dan dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lama. Ikatan keluarga ini akan mengikuti anak-anak mereka hingga mereka dewasa. Family values memang selalu menarik untuk dieksplorasi, sebagai brand culture. Sayang Kartu Halo Keluarga hanya mengetengahkan konsep keluarga dalam konteks nucleus family saja dengan anggota keluarga terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak. Akan lebih besar lagi potensinya jika mendefinisikan keluarga dalam konteks extended family yang banyak dianut keluarga Indonesia. Satu paket kartu Halo dapat menjaring sebuah keluarga yang ayahnya sedang beritugas di Pekanbaru, Ibu yang bekerja di Jakarta dan tinggal bersama anaknya yang bersekolah di bangku SMA, sementara anaknya yang sulung kuliah di Bandung dan kakek-neneknya tinggal di Solo. Jika konsep extended family ini yang diterapkan berarti sebenarnya sasaran pasar Kartu Halo sangat luas.

    Jawaban no 7
    Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) dan Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) mulai menyusun pedoman untuk mengawasi kompetisi di industri telekomunikasi. Pedoman tersebut nantinya bisa berbentuk peraturan menteri atau keputusan dirjen postel. Indonesia hingga saat ini, lanjutnya, belum memiliki payung hukum yang kuat untuk mengawasi persaingan di sektor telekomunikasi meskipun telah memiliki UU No 5/1999 yang mengatur persaingan usaha dan anti monopoli.
    BRTI baru saja memulai masa konsultasi publik untuk menyeleksi usulan dari berbagai pihak terkait atas point-point yang perlu menjadi perhatian dalam kompetisi yang sehat. Setelah dianalisa, usulan tersebut bakal dituangkan ke dalam rancangan pada 2007 ini.
    Jawaban no 8
    xl
    PT XL Axiata Tbk (XL) kembali mendapatkan pengakuan atas kualitas sejumlah layanannya. Kali ini pengakuan datang dari Tabloid Sinyal berupa Indonesia Cellular Award (ICA). XL berhasil meraih 4 dari 7 penghargaan untuk kategori operator, yakni Best GSM Operator, Best Customer Growth, Best Value Added Service, serta Best BlackBerry Package.
    Tingkat edukasi pelanggan dan masyarakat atas layanan seluler semakin tinggi. Mereka hanya akan memilih layanan yang terbaik. Karena itu menjadi tantangan bagi XL untuk mampu menjamin kualitas layanan. Penghargaan ini sangat membanggakan dan akan semakin memotivasi kami untuk memaksimalkan lagi layanan kepada pelanggan”.
    Penghargaan Best GSM Operator, Best Customer Growth, dan Best Value Added Service diberikan berdasarkan penilaian pada berbagai bidang yakni inovasi, pertumbuhan jumlah pelanggan 2011, tarif, kinerja, layanan pelanggan, akumulasi dari layanan bernilai tambah yang diterima pasar dan mempunyai nilai manfaat tinggi. Sedangkan kategori Best BlackBerry Package diberikan berdasarkan aspek tarif, inovasi, pertumbuhan pelanggan, kinerja dan layanan pelanggan khusus layanan BlackBerry.

    Komentar oleh mustafa kamal | Oktober 13, 2012 | Balas

  41. Salam Pak jo
    Saya mohon Maaf atas keterlambat ini karena ada sesuatu dan lain hal,
    K. Hendra SW
    Jawaban Ujian Semester Manajemen Stratejik

    1. Kartu Seluler yang diamati
    Kartu SimPATI dan Kartu AS
    2. Masing-msing atribut yang ditawarkan……
    Atribut Kartu SimPATI yang ditawarkan kepada pelanggan ;
     Paket talkmania yang berlaku untuk seluruh pelanggan Simpati
     Dalam paket yang satu ini, pelanggan bisa mendapatkan Talkmania Siang dan Talkmania malam dengan skema waktu dan tarif yang berbeda. Talkmania siang berlaku mulai pukul 01:00 – 18:00 waktu setempat, sedangkan Talkmania malam berlaku mulai pukul 17:00 – 24:00 waktu setempat
     tarif yang berlaku untuk Talkmania siang adalah Rp2.500 per 100 menit, sementara selama masa Talkmania malam adalah Rp3.000 per 100 menit. Beda halnya dengan tarif yang berlaku di Jawa, Bali, dan NTB. Di tiga wilayah ini, pelanggan cukup merogoh kocek sebesar Rp2.500 per 100 menit pada masa Talkmania siang, dan Rp2.500 per 50 menit
     Untuk mendaftar paket ini, Anda cukup mengakses *999#,

    Atribut Kartu AS yang ditawarkan kepada pelanggan ;
     Kartu AS Rp0,-. Sejatinya, ini bukanlah paket promo, melainkan paket yang didapatkan pelanggan setelah membeli kartu perdana “Kartu AS Rp0,-”. Artinya, pelanggan Kartu AS lama tidak dapat menikmati skema tarif ini sebelum membeli kartu perdana “Kartu AS Rp0,-”.
     Setelah aktivasi pertama, pemberlakukan wilayah tarif telepon ke sesama pelanggan Kartu AS dikenakan berdasarkan lokasi di mana pelanggan melakukan panggilan, di mana paket ini dibagi menjadi 10 zona wilayah. Wilayah Jabotabek berada di zona III bersama Situbondo dan NTB (kecuali Lombok). Pada zona ini, pelanggan Kartu AS Rp0 dapat menikmati empat skema tarif yang dibagi berdasarkan waktu
     Selama pukul 00:00 – 05:59 waktu setempat, tarif yang berlaku adalah Rp0 sampai 30 detik pertama, Rp 45/menit untuk 240 detik berikutnya, dan Rp 20/menit untuk seterusnya. Memasuki pukul 06:00 – 10:59, berlaku tarif Rp 1/detik sampai 30 detik pertama, Rp 45/menit untuk 240 detik berikutnya, dan Rp 20/menit sepuasnya.
     Di pukul 11:00 – 16:59, pelanggan akan dikenai tarif Rp 1/detik sampai 30 detik pertama, Rp 45/5 detik untuk 45 detik berikutnya, Rp 20/mnt sepuasnya. Sedangkan, pukul 17:00 – 23:59, berlaku tarif Rp 1/detik sampai 5 detik pertama, Rp 70/5 detik untuk 155 detik berikutnya, dan gratis hingga seterusnya

    3. Faktor yang terjadi dengan pelanggan
    Untuk kartu seluler simPATI ; Yang terlibat dalam pembelian adalah adalah kalangan orang dewasa/orang tua dan sedikit remaja sedangkan untuk kartu selules AS di dominasi anak muda, segmen pasar menengah kebawah khususnya remaja dan pemakai pemula. Kartu AS diposisikan sebagai kartu selular yang memberikan kualitas terbaik dengan harga terjangkau serta dilengkapi dengan berbagai layanan yang memenuhi keinginan konsumen dengan keunggulan tariff rendah, jangkauan luas dan bebas roaming nasional.
    Kriteria pembelian dimana kartu AS banyak memiliki paket hemat yang selalu digemari anak muda sedangkan kartu SimPATI paket yang ditawarkan standar saja dan umumnya dipakai oleh orang tua/dewasa yang tidak mau dipusingkan dengan berbagai macam paket yang ditawarkan oleh produk tersebut.
    Pada kartu AS respon anak muda /pelanggan terhadap evaluasi sesuaian yang dirasakan antara harapan dan kinerja aktual produk yang dirasakan sangat bermanfaat bagi mereka.Sehingga tanggapan emosional pada evaluasi terhadap pengalaman konsumsi suatu produk yang dipakai sudah cukup memuaskan.
    Namun dapat disimpulkan pula terdapat segmentasi pasar untuk kedua kartu seluler ini :
    konsumen yang tidak memperhatikan atribut-atribut yang terdapat pada kartu simPATI, konsumen yang memperhatikan harga kartu perdana yang kompetitif sinyal yang baik dan masa aktif yang cukup konsumen yang memperhatikan voucher (kemudahan isi ulang), tarif panggilan yang murah, harga voucher yang kompetitif Iayanan sms yang cukup, tarif sms yang murah, ketersediaan kartu perdana.

    4. Faktor penyebab perubahan
    Pelanggan selalu mengalami perubahan dalam hal; kebutuhan, keinginan, dan harapan.
    Kebutuhan manusia adalah sesuatu yang harus dipenuhi untuk bertahan dan mendapatkan tingkat kepuasan yang paling dasar.
    Keinginan adalah suatu kebutuhan yang lebih spesifik untuk mendapatkan sesuatu kepuasan tertentu.
    Harapan pelanggan adalah kepercayaan sebelum mencoba mengenai suatu produk, yang kemudian dijadikan sebagai standar untuk mengevaluasi performen suatu produk. Harapa pelanggan bukan hanya dipengaruhi oleh personal need, tetapi juga adanya komunikasi eksternal, baik dari perusahaan itu sendiri atau dari pesaing sehingga tingkat pesaing sangat menentukan tingkat harapan pelanggan.
    Harapan dan keinginan orang atau masyarakat pesti selalu berubah dan berkembang. Perubahan kebutuhan dan harapan tidak hanya terjadi pada produk barang tetapi juga pelayanan. Faktor pemicu terjadinya perubahan antara lain adalah taraf hidup yang semakin baik, terobosan dibidang teknologi. Sehingga untuk menghadapi perubahan SIMPATI dan AS tidak boleh puas dengan atribut yang ada perlu penambahan kemampuan dan pelayanan yang lebih baik lagi

    5. Identifikasi persaingan
    Kartu Simpati Kartu AS dan XL
    Persaingan yang terjadi dapat kita lihat pada iklan di TV adalah Perang tarif Masing-masing provider GSM Telkomsel dan XL berlomba-lomba untuk menarik pelanggan/masyarakat dengan slogan tarif termurah.
    Saingan yang terus terjadi antara Kartu As dengan XL terutama terjadi dalam hal tarik menarik pengguna baru taupun hanya memperebutkan pengguna yang masih setia bertahan di jaringan GSM. Dalam strategi marketing, terutama dalam iklan-iklan keduanya yang bisa kita lihat secara terus menerus yang bertebaran di layar televisi, masing-masing provider tersebut tidak mau kalah. Tidak mau kalah dan sangat terlihat saling menyerang satu sama-lain.
    Keunggulan simPATI dapat memenuhi 5 parameter kebutuhan pokok, yakni: cakupan yang luas, kualitas jaringan yang handal, inovasi produk, pelayanan pelanggan berstandar ISO, dan tarif yang semakin terjangkau. Meskipun memiliki jaringan terluas se-Indonesia dan cocok untuk orang yang sangat mobile, namun mahalnya biaya roaming merupakan kendala tersendiri jika kita menggunakan kartu ini, sedangkan untuk anda yg mobilitasnya sempit, ataupun mendapat tugas untuk kerja di daerah terpencil, maka SimPATI merupakan pilihan yang tepat, sinyal tidak akan mengalami banyak masalah. Selain itu, kemampuan jelajah Internasional juga akan sangat berguna jika anda banyak melalukan travelling ke luar negeri dan tentunya jika anda termasuk orang yg lebih sering dihubungi daripada menghubungi, maka akan semakin hemat. Jika anda merupakan pemakai SimPATI yang sering keluar kota, sebaiknya gunakan kartu pendamping lain yang bebas roaming, seperti Pro XL ataupun Kartu As
    Kartu As:
    Dengan fitur bebas roaming total dan tarif hemat antar pengguna ditambah pembulatannya hanya per 6 detik, Kartu As akan terasa sangat hemat jika digunakan antar pengguna saja, sedangkan untuk komunikasi antar-operator bahkan dengan sesama Tsel akan terasa memberatkan karena tingginya tarif panggilan, SMS juga hanya akan terasa hemat antar-As maupun Tsel karena tingginya tarif jika melalukan panggilan diluar sesama Kartu As dan juga tidak adanya layanan data. Keunggulan lainnya adalah tarif flat antar Kartu As
    Pro XL merupakan layanan yang cukup prima dari segi layanan data dan suara,namun untuk saat ini ProXL belum meluncurkan paket paskabayar yang baru buat pelanggannya.Adapun kelebihannya:
     Jaringan Kuat
     Komunikasi Suara cukup jernih
     Pelayanan Komplain yang sangat Handal dan professional
     Layanan GPRS,MMS yang paling Stabil
     Layanan menu browers yang paling menarik
     Biaya SMS,GPRS,MMS sebanding dengan kualitas layanannya
     Layanan Pengiriman data seperti SMS,MMS,GPRS tercepat dan terstabil
     Time Unit yang termurah yakni 6 detik
     Loyalitas Pelanggan Tinggi
     Dapat berpindah-pindah dari prabayar ke paskabayar atau sebaliknya
    Untuk menghadapi persaingan ini, masing-masing perusahaan (operator seluler) harus mengetahui dengan baik siapa yang menjadi konsumen dan mengetahui alasan mereka memilih produk tersebut. Banyaknya produk sejenis yang berbeda merk di pasaran menimbulkan banyaknya pilihan bagi konsumen dalam membeli
    Menurut saya yang mendapat posisi di benak pelanggan adalah kartu seluler sesuai kebutuhan pelanggan itu sendiri karena masing masing mempunyai keunggulan dan segmentasi. Tetapi untuk era internet sekarang saya lebih memilih XL sebagai yang terbaik dengan berbagai keunggulan diatas,. Xl Lebih cepat beradaptasi mempunyai keahlian dan teknologi baru, menciptakan produk yang didiferensiasi dengan biaya yang rendah, Memanfaatkan Total Quality Management (TQM) untuk menciptakan produk yang didiferensiasi dengan kualitas tinggi yang secara terus menerus menekan biaya.

    6. Makna dari konsep strategi yang kompetitif pada kartu simPATI dan XL .
    Landasan kompetitif perusahaan yang terdiri dari konsumen, perusahaan, pesaing dan perubahan. Strategi kompetitif pemasaran yang terdiri atas segmentasi, targeting dan positioning, Taktik pemasaran yang dilakukan perusahaan diferensiasi, bauran pemasaran dan penjualan. Barang harga murah, Peningkatan layanan pelanggan, Perluasan produk, Inovasi produk, Pengurangan biaya manufaktur, Promosi iklan yang gencar. Semua itu telah dilakukan oleh simPATI , AS dan XL .
    Strategi yang dilakukan Kartu AS untuk menciptakan loyalitas konsumennya adalah melakukan penguatan positioning atau melakukan repositioning, program reward, program klub pengguna kartu As, dan penerapan fasilitas GPRS, MMS, dan internet pada kartu As.

    Kongkritnya yang dilakukan XL adalah program gratis 60 sms dengan tujuan memberikan suatu kepuasan berkomunikasi kepada pelanggan dan calon pelanggan. Hal ini merupakan sesuatu yang baru karena promosi gratis sms ini adalah baru pertama kali diberikan kepada customer XL. Kartu XL memberikan bonus gratis lebih banyak dari pada pesaingnya dengan tujuan mendapat sesuatu yang lebih dari pelanggan. Selain untuk memberikan bonus, image yang diharapkan yaitu XL menjadi brand image yang affordable (murah) terbukti dari kesadaran dan perhatian pelanggan terhadap promosi XL yang diberikan.
    Makna persaingan kompetitif adalah Strategi pemasaran yang direncanakan untuk mencapai tujuan perusahaan dengan mengembangkan keunggulan bersaing yang berkesinambungan melalui pasar yang dimasuki dan program pemasaran yang digunakan untuk melayani pasar sasaran tertentu. Strategi kompetitif adalah pencapaian posisi kompetitif yang diidamkan dalam industri, tempat dimana industri berada. Tujuan strategi kompetitif adalah menciptakan keuntungan dan posisi yang mendukung dalam melawan kekuatan yang menentukan persaingan industry Suatu perusahaan dikatakan memiliki keunggulan kompetitif ketika perusahaan tersebut mempunyai sesuatu yang tidak dimiliki pesaing, melakukan sesuatu lebih baik dari perusahaan lain, atau mampu melakukan sesuatu yang tidak mampu dilakukan oleh perusahaan lain.

    7. Keunikan dicirikan oleh barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan tidak dapat mudah ditiru oleh pesaing, Bentuk jenis keunikan ini berupa kelebihan ciri-ciri produk kartu seluler yang ada dibanding produk yang sama dari perusahaan lain. Perusahaan harus memiliki ciri berbeda dalam membuat dan menyajikan produk ke para pelanggan dibanding perusahaan lain.
    Keunikan XL terus mempelopori penawaran paket tarif murah baik untuk voice, SMS maupun data hingga tutup tahun ini. Paling gres, meluncurkan Paket Serbu(Serba Seribu). untuk paket Serbu sudah disiapkan 2 juta unit SP (starter pack/kartu perdana) sampai akhir 2012. XL berani targetkan pelanggan eksisting yang registrasi paket Serbu di kisaran 30-40 persen, Jaringan Kuat, komunikasi Suara cukup jernih, apat berpindah-pindah dari prabayar ke paskabayar atau sebaliknya, imeg Unit yang termurah yakni 6 detik, dan sebagainya.
    Kartu AS dengan fitur bebas roaming total dan tarif hemat antar pengguna ditambah pembulatannya hanya per 6 detik, Kartu As akan terasa sangat hemat jika digunakan antar pengguna kartu AS saja
    Kartu simPATI dengan Paket talkmanianya. keamanan (bebas dari penyadapan dan penggandaan, aksesibilitas harga yang terjangkau serta jangkauan luas menjadikan simpati mendapatkan nilai tersendiri bagi pelanggan.
    Perusahaan dapat menciptakan keunikan produk jika berbeda satu sama lainnya ;
     diferensiasi Produk Kreativitas yang tinggi dalam menciptakan keunikan produk yang lebih menarik. Keunggulan bersaing yang berkesinambungan adalah kemampuan suatu perusahaan untuk menciptakan suatu produk yang pada saat pesaing berusaha untuk menirunya akan selalu mengalami kegagalan secara signifikan
     Kepemimpinan Biaya (Cost Leadership), merupakan salah satu tipe strategi kompetitif di mana organisasi secara agresif berupaya menjadi lebih efisien dari pesaingnya dengan memotong biaya produksi dan pengawasan biaya yang sangat ketat
     Fokus , salah satu tipe strategi kompetitif yang menekankan pada konsentrasi terhadap suatu segmen pasar atau kelompok pembeli tertentu.

    Pada peta posisi, tampak posisi masing-masing merk kartu seluler saling berjauhan Hal ini menandakan bahwa persepsi konsumen terhadap satu merk kartu seluler dianggap berbeda dengan merk kartu seluler yang lainnya atau tiap kartu mempunyai keunikan tersendiri bahwa simPATI mempunyai kelebihan pada kualitas dan pelayanan XL mempunyai kelebihan pada iklan dan feature.

    8. NoMoR: 1.7 /1<EP/M.i<oM1NFo/ 01 /2012 http://www.postel.go.id/…/39/20120321141630-KM_-_47_-_2012.pdf PENETAPAN TARIF TELEPON SELULER … – Elib Unikom
    elib.unikom.ac.id/download.php,
    Pengaruh UU No.36/1999 Terhadap Dinamika Telekomunikasi …
    Penetapan Tarif Jasa Telekomunikasi Pada Jaringan Bergerak Selular
    supremasihukumusahid.org/…/179-penetapan-tarif-jasa-telekomunik…

    Konsep Perang tarif merupakan suatu fenomena yang wajar di dalam dunia usaha yang bersaing dan tidak bisa dihindari. Dan memang tidak dapat dipungkiri sejauh ini, tarif atau harga bagi konsumen masih merupakan salah satu faktor yang cukup menentukan dalam memilih suatu produk di dalam pasar. Sehingga hal ini kemudian membuat pelaku usaha selalu berusaha berlomba-lomba untuk memberikan tarif atau harga yang serendah-rendahnya kepada para konsumen, agar produk mereka bisa menjadi pilihan dari konsumen. Tujuan pengaturan penetapan tarif minimum dan tarif promosi ini diarahkan untuk mencegah terjadinya praktek predatory pricing yang dapat mengakibatkan terjadinya persaingan usaha yang tidak sehat di dalam pasar, sepertinya ketentuan itu akan mubazir.
    Melakukan predatory pricing sebagai strategi perusahaan untuk memenangkan persaingan di dalam pasar, menurut Lynne Pepall, Daniel J. Richards dan George Norman (2005) sudah menjadi konsensus para ahli, merupakan suatu strategi bersaing yang sangat jarang sekali dilakukan. Karena resiko gagalnya jauh lebih besar dibandingkan dengan kemungkinan berhasilnya.
    Pada tahap awal strategi predatory pricing, pelaku usaha biasanya akan menjual dengan cara jual rugi atas produknya untuk kurun waktu tertentu, dan diharapkan hal ini dapat membuat pesaingnya keluar dari pasar dan calon pesaing potensial yang ingin masuk ke dalam pasar menjadi tertahan, tetapi pelaku usaha tesebut tidak akan mungkin selamanya menjual produknya dengan cara jual rugi, pastilah ada tahap dimana pelaku usaha akan menaikan kembali harga jual dari produknya bahkan terkadang jauh lebih tinggi dari harga sebelum pelaku usaha tersebut melakukan predatory pricing.
    Pengenaan harga yang jauh lebih tinggi ini dimaksudkan untuk mengkompensasi kerugian yang pernah diderita selama melakukan praktek predatory pricing, serta mengambil kesempatan untuk mengeruk laba yang sebanyak-banyaknya ketika di dalam pasar si pelaku usaha tidak memiliki pesaing.
    Tahap dimana si pelaku usaha kembali menjual produknya dengan harga lebih tinggi inilah yang kemudian akan mengundang pesaingnya untuk masuk kembali ke dalam pasar. Pada akhirnya si pelaku usaha yang melakukan predatory pricing biasanya tidak akan sempat menikmati keuntungan dalam jangka lama, bahkan mungkin belum sempat sama sekali menikmati keuntungan dari praktek predatory pricing-nya.

    9. Keterlibatan langsung masyarakat sebagai pemilih menjadikan penghargaan ICSA sebagai representasi kenyataan di lapangan. Meraih predikat Best of The Best selama 11 tahun berturut turut menggambarkan konsistensi Telkomsel dalam upaya memberikan kemanfaatan yang lebih dibandingkan produk-produk sejenis di pasaran. Penghargaan ini merupakan wujud customer experience yang mendasari bahwa simPATI untuk terus berinovasi menghadirkan nilai tambah bagi kepuasan pelanggan. simPATI sebagai layanan selular yang dianggap relatif mampu memberi kepuasan sesuai ekspektasi pelanggan
    Kualitas layanan pelanggan PT XL Axiata Tbk (XL) kembali meraih penghargaan bergengsi berskala internasional. Kali ini XL meraih penghargaan dalam ajang Customer Relationship Excellence Awards 2011, suatu kompetisi global tahunan yang diselenggarakan oleh APCSC (Asia Pacific Customer Service Consortium) yang berpusat di Hongkong. XL meraih tiga penghargaan sekaligus yaitu untuk kategori Contact Center of the Year above 500-seat, Best Use of Technology of the Year, dan CRM Manager of the Year untuk Manager Customer Service XL – Rudy Azhary Dalimunthe. Penghargaan diterima di Hongkong, akhir pekan lalu. Tahun ini Customer Relationship Excellence Awards memasuki tahun ke-10 dan diikuti oleh para profesional dan perusahaan di bidang customer services. Pada kompetisi tingkat Asia Pasifik ini, XL bersaing dengan puluhan perusahaan dari negara lain dan berbagai macam industri se Asia Pasifik seperti China Mobile, SmarTone, CSL, Qnet Ltd, SAP, DHL Express, Fedex, dan lainnya.
    Kartu AS merupakan Operator Seluler PT Telkomsel yang mendapatkan penghargaan dari Rekor Muri , yakni rekor aktivasi kartu perdana operator seluler Kartu As serentak di 13 kota dengan peserta terbanyak, Kota tersebut adalah, Banda Aceh, Batam, Jambi, Palembang, Bangka, Belitung, Lampung, Pontianak, Banjarmasin, Banjarbaru, Balikpapan, Makassar, dan Kupang.
    Penghargaan membuktikan bahwa produk tersebut lebih unggul. Keunggulan produk merupakan salah satu penentu kesuksesan produk baru disamping pengaruh dari reputasi perusahaan dan asosiasi merek. Indikator suatu produk sukses atau tidak dipasar adalah produk menjadi pemimpin pasar, menjadi prioritas pembelian dan rendah complain. Keunggulan produk berkaitan dengan atribut produk seperti kualitas teknologi, penggunaan baru dan keunikannya. Menurut Cooper (2000) keunikan produk pada dasarnya berasal dari riset untuk memenuhi kebutuhan pelanggan (orientasi pelanggan) dan melibatkan Inovasi serta teknologi yang tinggi. Cooper (1994), Kleinschmidt dan Cooper (1995) menyatakan bahwa penentu kesuksesan produk baru lainnya adalah keunggulan bukan produk,yang berkaitan dengan atribut pelayanan yang superior perusahaan yang benar-benar memiliki kompetensi teknis yang tinggi atas produk, tenaga penjual yang handal, reputasi perusahaan, ketersediaan produk dan merk yang kuat atas produk.

    Komentar oleh K. Hendra Surya Wahyu | Oktober 20, 2012 | Balas

  42. Nama : Sofian F. Nainggolan
    NIM : C2B010097

    Pertanyaan :
    1. Siapakah yang dimaksud dengan pelanggan pada rancangan penelitian anda?
    Jawaban :
    Pelanggan yang dimaksud dalam rancangan penelitian adalah masyarakat di sekitar perusahaan IUPHHK-HTI PT. Wirakarya Sakti Distrik-1 yang berinteraksi langsung dengan wilayah yang termasuk di dalam areal konsesi PT. Wirakarya Sakti.

    2. Informasi apakah yang perlu diketahui tentang pelanggan yang anda maksud ?
    Jawaban :
    Informasi yang perlu diketahui tentang pelanggan adalah cara masyarakat sekitar dalam memandang (persepsi) perusahaan PT. Wirakarya Sakti, upaya perusahaan untuk menjalin hubungan dengan masyarakat (komunikasi publik perusahaan), serta tindakan perusahaan untuk memelihara dan membina hubungan dengan lingkungan masyarakat melalui komunikasi yang saling menguntungkan.

    3. Adakah faktor yang teridentifikasi yang menyebabkan perubahan yang dimaksud ?
    Jawaban :
    Pada awalnya masyarakat di sekitar hutan menggantungkan hidupnya sebagai pembalak liar, yang pada akhirnya akan merusak ekosistem hutan. Apabila kegiatan itu terus berlanjut maka akan merugikan perusahaan, lingkungan sekitarnya maupun masyarakat itu sendiri.
    Faktor yang teridentifikasi yang menyebabkan perubahan yang dimaksud adalah adanya tindakan perusahaan dalam membina hubungan dengan lingkungan masyarakat melalui pendampingan dan pembinaan aktivitas yang dapat menghasilkan pendapatan bagi masyarakat tanpa adanya pengrusakan hutan dan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kayu sebagai sumber penghasilan utama sebelum adanya pembinaan.

    4. Bagaimana cara mengetahui perubahan lanjutan dari perubahan yang dimaksud ?
    Jawaban :
    Cara mengetahui perubahan lanjutan dari perubahan yang dimaksud adalah dengan menerapkan faktor-faktor yang teridentifikasi yang menyebabkan perubahan dari hasil kuisioner kepada masyarakat yang berinteraksi langsung dengan PT. Wirakarya Sakti. Dari hasil kuisioner diharapkan akan menghasilkan umpan balik sehingga dapat menjadi dasar untuk perbaikan dari sistem yang ada sesuai tanggapan dan harapan dari masyarakat di sekitar hutan (pelanggan) dan dapat dijadikan bahan evaluasi bagi pihak penyelenggara (PT. Wirakarya Sakti)

    Komentar oleh frenki_n@yahoo.com | Oktober 21, 2012 | Balas

  43. BAB I
    PENDAHULUAN
    1.1 Latar Belakang Masalah
    Salah satu faktor penting untuk kemajuan suatu Negara adalah pertumbuhan ekonominya. Perdagangan internasional amat diperlukan dalam memacu pertumbuhan ekonomi. Namun terdapat penghambat yang besar untuk peningkatan perdagangan antar Negara, salah satunya adalah Technical Barrier to Trade (TBT) atau hambatan tehnis perdagangan.
    Lemahnya infrastruktur metrologi yang diakui internasional merupakan akar penyebab hambatan teknis, yang juga berarti menghambat perkembangan ekonomi Negara. Dalam hal ini Negara-negara berkembang merupakan kelompok yang paling dirugikan oleh adanya TBT, termasuk diantaranya Indonesia.
    1. Metrologi (ilmu pengukuran) adalah disiplin ilmu yang mempelajari cara-cara pengukuran, kalibrasi, dan akurasi dibidang industri, ilmu pengetahuan dan teknologi. Metrologi mencakup tiga hal utama yaitu (Wikipedia Indonesia didownload tanggal 6 Oktober 2010) :Penetapan definisi satua-satuan ukuran yang diterima secara internasional (misalnya meter).
    2. Perwujudan satua-satuan ukuran berdasarkan metode ilmiah (misalnya perwujudan nilai meter menggunakan sinar laser).
    3. .Penetapan rantai ketertelusuran dengan menentukan dan merekam nilai dan akurasi suatu pengukuran dan menyebarluaskan pengetahuan itu (misalnya hubungan antara nilai ukur suatu micrometer ulir di bengkel dan standard panjang di laboratorium standard).

    Metrologi dikelompokkan ke dalam tiga kategori dengan tingkat kerumitan dan akurasi yang berbeda-beda (Wikipedia Indonesia didownload tanggal Oktober 2010):
    4. Metrologi ilmiah : berhubungan dengan pengaturan dan pengembangan standard-standar pengukuran dan pemeliharaannya.
    5. Metrologi industri : bertujuan untuk memastikan bahwa sistem pengukuran dan alat-alat ukur di industri berfungsi dengan akurasi yang memadai, baik dalam proses persiapan, produksi, maupun pengumjiannya.
    6. Metrologi Legal : berkaitan dengan pengukuran yang berdampak pada transaksi ekonomi, kesehatan, dan keselamatan.

    Legalitas Metrologi di Indonesia berpijak pada Undang-undang Republik Indonesia No.2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal (UUML) yang mengatur hal-hal mengenai pembuatan, pengedaran, penjualan, pemakaian, dan pemeriksaan alat-alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya. (Wikepedia Indonesia didownload tanggal Oktober 2010).
    Permasalahan mengenai segala sesuatu dalam ukur-mengukur, takar-menakar dan timbang menimbang secara luas yang lazim disebut permasalahan “metrologi” mencakup semua teori maupun praktek yang berhubungan dengan pengukuran yaitu macamnya, sifatnya, kesaksamaan dan kebenarannya.
    Metrologi yang berhubungan dengan satuan-satuan ukuran, cara-cara atau metoda pengukuran dan alat alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya dan syarat-syarat teknik serta peraturan peraturan pelengkap yang ditetapkan dalam atau berdasarkan Undang-undang yang bertujuan untuk dan kebenaran pengukuran disebut “metrologi legal” (legal metrology atau metrologie legale).
    Pengaturan tentang metrologi menjadi semakin penting karena tertib ukur, di segala bidang menyangkut juga segi keamanan bagi manusia sendiri, antara lain :
    -dosis obat obatan, penyinaran, suntikan;
    pengukuran tekanan darah, suhu manusia, suara polusi;
    pengukuran dalam navigasi dan lain sebagainya.
    Kantor UPTD Balai Pelayanan Kemetrologian Sebagai Unit Teknis dibawah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi maka menjadi tanggungjawab dari Kantor UPTD Balai Pelayanan Kemetrologian untuk mewujudkan jaminan terhadap standar mutu khususnya dalam bidang pengukuran sebagaimana diamatkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 tantang Metrologi Legal yakni melindungi kepentingan umum melalui jaminan dalam kebenaran pengukuran serta ketertiban dan kepastian hukum dalam pemakaian satuan ukuran, standar satuan, metode pengukuran dan alat-alat UTTP.
    Pelaksanaan tugas pokok Balai Pelayanan kemetrologian memegang peranan penting dalam menciptakan tertib ukur, tertib niaga, perlindungan konsumen dan produsen yang pada gilirannya akan mampu meningkatkan daya saing. Sebagai institusi Metrologi Legal peranan paling utama adalah melaksanakan amanah Undang-Undang 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal yang berorientasi pada pelayanan masyarakat dan penegakkan hukum. Oleh karena itulah tujuan penyelenggaraan kemetrologian yang ingin dicapai adalah sebagai berikut
    1. Konsumen terlindungi karena kebenaran (truth)
    4. Persaingan antara penjual, juga akan berjalan dengan sehat dan adil (Fair Competation)
    5. Terhindar adanya unsur penipuan..
    Adapun di dalam ketentuan Umum UU tentang Metrologi Legal dan peraturan pelaksanaannya tentang Kemetrologian adalah sbb :
    j. Metrologi adalah ilmu pengetahuan tentang ukur mengukur secara luas
    k. Metrologi Legal adalah Metrologi yang mengelola satuan-satuan ukuran, metoda-metoda pengukuran dan alat-alat ukur yang menyangkut persyaratan taeknik dan peraturan yang berdasarkan Undang-uandang yang bertujuan melindungi kepentingan umum dalam hal kebenaran pengukuran.
    l. Alat ukur ialah alat yang diperuntukkan atau dipakai bagi pengukuran kuantitas dan atau kualitas.
    m. Alat takar ialah alat yang diperuntukkan atau dipakai bagi pengukuran kuantitas atau penakaran.
    n. Alat timbang ialah alat yang diperuntukkan atau dipakai bagi pengukuran massa atau penimbangan.
    o. Alat perlengkapan ialah alat yang diperuntukkan atau diapakai sebagai pelengkap atau tambahan pada alat-alat ukur, takar, timbang, yang menentukan hasil pengukuran, penakaran atau penimbangan.
    p. menera ialah hal menandai dengan tanda tera sah atau tanda tera batal yang berlaku, atau memberikan keterangan-keterangan tertulis yang bertanda tera sah atau tanda tera batal yang berlaku, dilakukan oleh pegawai-pegawai yang berhak melakukannya berdasarkan pengujian yang dijalankan atas alat-alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya yang belum dipakai;
    q. tera ulang ialah hal menandai berkala dengan tanda-tanda tera sah atau tera batal yang berlaku atau memberikan keterangan-keterangan tertulis yang bertanda tera sah atau tera batal yang berlaku, dilakukan oleh pegawai-pegawai yang berhak melakukannya berd asarkan pengujian yang dijalankan atas alat-alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya yang telah ditera;
    r. menjustir ialah mencocokkan atau melakukan perbaikan ringan dengan tujuan agar alat yang dicocokkan atau diperbaiki itu memenuhi persyaratan tera atau tera ulang.
    Fenomena yang terjadi pada Kinerja Pelayanan UPTD Balai Kemetrologian adalah Pada 5 tahun terakhir yaitu tahun 2007-2011 peningkatan jumlah UTTP yang ditera ulang setiap tahun kenaikannya tidak signifikan dapat dilihat pada tabel berikut :
    Tabel1.1 Perkembangan Jumlah UTTP yang ditera ulang Tahun 2007 s.d. 2010.
    No. Tahun Jumlah UTTP
    % Perkembangan UTTP Jumlah Wajib Tera Ulang
    1.
    2.
    3.
    4.
    5. 2007
    2008
    2009
    2010
    2011 13.177 Unit
    11.607 Unit
    12.957 Unit
    15.284 Unit
    15.299 Unit -
    (13,53)
    10,42
    15,23
    0,10 3047
    3380
    3471
    4856
    3933
    Sumber : UPTD Balai Pelayanan Kemetrilogian
    Dari Tabel 1 terlihat perkembangan jumlah UTTP yang ditera ulang setiap tahun terus bertambah sejalan dengan bertambahnya jumlah produsen yang memiliki UTTP, namun perkembangan ini setiap tahunnya belum dapat memenuhi capaian keinginan tujuan organisasi karena peningkatannya tidak signifikan dan belum dapat menyamai capaian pada tahun 2010 sebesar 15,23% untuk tahun 2009 sebesar 10,42% dan Tahun 2011 sebesar 0,10%. Hal ini harus menjadi perhatian yang serius oleh Balai Pelayanan Kemetrologian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi. Pada tahun 2007-2008 terjadi penurunan jumlah UTTP yang ditera ulang Pada Tahun 2010-2011 tidak ada peningkatan jumlah UTTP yang ditera ulang. Untuk mencapai harapan Produsen dan konsumen dalam menciptakan Perasaan aman bagi produsen dan konsumen berhubungan erat dengan Kinerja Kantor Balai Pelayanan Kemetrologian Dinas Perindag provinsi Jambi.
    .
    Berdasarkan Latar Belakang tersebut diatas, peneliti berkeinginan untuk melakukan penelitian dengan judul “ Analisis Pengaruh Kinerja Pelayanan pada Kantor UPTD Balai Pelayanan Kemetrologian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi dalam menciptakan Perasaan aman Produsen dan Konsumen di Provinsi Jambi “

    1.2. Perumusan Masalah
    Berdasarkan Latar Belakang yang telah dikemukakan maka masalah dapat dirumuskan sebagai berikut : “ Bagaimana Kinerja Pelayanan (pelayanan tera/tera ulang alat UTTP dan pengawasan penggunaan UTTP) Kantor UPTD Balai Pelayanan Kemetrologian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi dalam menciptakan Perasaan aman Produsen dan Konsumen di Provinsi Jambi “
    1.3 Tujuan Penelitian
    1. untuk menjelaskan pengaruh variable kinerja pelayanan Tera /tera ulang Alat UTTP dan Pengawasan Penggunaan UTTP terhadap produsen dan konsumen di Provinsi Jambi
    2. untuk menjelaskan variabel kinerja pelayanan yang mempunyai pengaruh dominan terhadap perasaan aman bagi produsen dan konsumen.
    1.4. Manfaat Penelitian
    Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
    a. Bagi Kantor UPTD Balai Pelayanan Kemetrologian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi sebagai referensi dan informasi untuk meningkatkan kinerja pelayanan untuk menjamin keakuratan dan keseksamaan Standar ukuran yang mampu telusur terhadap standar nasional dan internasional (tracebility)
    b. Bagi Produsen : Perasaan aman bahwa UTTP miliknya sudah ditera ulang dan akan terhindar dari hukum, sesuai dengan pasal 25, 26 27 dan 28 UU Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal dan Persaingan antara penjual, juga akan berjalan dengan sehat dan adil (Fair Competation)
    Persaingan antara penjual, juga akan berjalan dengan sehat dan adil (Fair Competation)
    c. Bagi Konsumen : Perasaan Aman bahwa alat-alat UTTP yang sudah diuji kebenarannya untuk alat-alat pengukuran : dosis obat obatan, panyinaran, suntikan; pengukuran tekanan darah, suhu manusia, suara polusi; dsbnya
    B. Bagi Penulis
    Merupakan kesempatan bagi penulis untuk menerapkan ilmu secara teori dan praktek dan membantu Kantor UPTD Balai Pelayanan Kemetrologian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi untuk meningkatkatkan kinerja pelayanan pada unit kerja Penulis bertugas.
    C. Bagi peneliti lain
    Sebagai bahan referensi dan perbandingan bagi peneliti lain dalam menganalisis Kinerja Pelayanan dan perasaaan Aman bagi produsen dan konsumen untuk pengembangan lebih lanjut.
    1.5 Ruang Lingkup Penelitian
    Agar penelitian ini lebih terarah penulis membatasi pada Kantor UPTD Balai Pelayanan Kemetrologian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi sebagai penyedia jasa pelayanan dengan objek menyangkut tentang kinerja pelayanan. Metode yang digunakan adalah metode survai dan datanya bersumber dari Kantor Balai Pelayanan Kemetrologian Disperindag Provinsi Jambi, Produsennya adalah pemilik UTTP Timbangan obat, timbangan emas, pengukuran tekanan darah Konsumennya adalah pembeli dan pasien di tempat praktek Dokter.

    Komentar oleh masrita | November 11, 2012 | Balas

  44. Salam Pak Jo

    Berikut ini Saya upload judul proposal Penelitian yang ditugaskan pada mata kuliah ”Perilaku konsumen” Proposal tentatif sudah saya kirim melalui email tapi tidak terkirim ke blog, Tugas I dan Tugas II ”Pemasaran Stratejik” sudah saya upload. Mohon masukan dari Pak Jo dan rekan-rekan,
    Judul :
    ”Analisis Pengaruh Kinerja Pelayanan Kantor UPTD Balai Pelayanan Kemetrologian Dinans Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi dalam menciptakan Perasaan Aman bagi Produsen dan Konsumen di Provinsi Jambi”

    BAB I
    PENDAHULUAN
    1.1 Latar Belakang Masalah
    Salah satu faktor penting untuk kemajuan suatu Negara adalah pertumbuhan ekonominya. Perdagangan internasional amat diperlukan dalam memacu pertumbuhan ekonomi. Namun terdapat penghambat yang besar untuk peningkatan perdagangan antar Negara, salah satunya adalah Technical Barrier to Trade (TBT) atau hambatan tehnis perdagangan.
    Lemahnya infrastruktur metrologi yang diakui internasional merupakan akar penyebab hambatan teknis, yang juga berarti menghambat perkembangan ekonomi Negara. Dalam hal ini Negara-negara berkembang merupakan kelompok yang paling dirugikan oleh adanya TBT, termasuk diantaranya Indonesia.
    1. Metrologi (ilmu pengukuran) adalah disiplin ilmu yang mempelajari cara-cara pengukuran, kalibrasi, dan akurasi dibidang industri, ilmu pengetahuan dan teknologi. Metrologi mencakup tiga hal utama yaitu (Wikipedia Indonesia didownload tanggal 6 Oktober 2010) :Penetapan definisi satua-satuan ukuran yang diterima secara internasional (misalnya meter).
    2. Perwujudan satua-satuan ukuran berdasarkan metode ilmiah (misalnya perwujudan nilai meter menggunakan sinar laser).
    3. .Penetapan rantai ketertelusuran dengan menentukan dan merekam nilai dan akurasi suatu pengukuran dan menyebarluaskan pengetahuan itu (misalnya hubungan antara nilai ukur suatu micrometer ulir di bengkel dan standard panjang di laboratorium standard).

    Metrologi dikelompokkan ke dalam tiga kategori dengan tingkat kerumitan dan akurasi yang berbeda-beda (Wikipedia Indonesia didownload tanggal Oktober 2010):
    4. Metrologi ilmiah : berhubungan dengan pengaturan dan pengembangan standard-standar pengukuran dan pemeliharaannya.
    5. Metrologi industri : bertujuan untuk memastikan bahwa sistem pengukuran dan alat-alat ukur di industri berfungsi dengan akurasi yang memadai, baik dalam proses persiapan, produksi, maupun pengumjiannya.
    6. Metrologi Legal : berkaitan dengan pengukuran yang berdampak pada transaksi ekonomi, kesehatan, dan keselamatan.

    Legalitas Metrologi di Indonesia berpijak pada Undang-undang Republik Indonesia No.2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal (UUML) yang mengatur hal-hal mengenai pembuatan, pengedaran, penjualan, pemakaian, dan pemeriksaan alat-alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya. (Wikepedia Indonesia didownload tanggal Oktober 2010).
    Permasalahan mengenai segala sesuatu dalam ukur-mengukur, takar-menakar dan timbang menimbang secara luas yang lazim disebut permasalahan “metrologi” mencakup semua teori maupun praktek yang berhubungan dengan pengukuran yaitu macamnya, sifatnya, kesaksamaan dan kebenarannya.
    Metrologi yang berhubungan dengan satuan-satuan ukuran, cara-cara atau metoda pengukuran dan alat alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya dan syarat-syarat teknik serta peraturan peraturan pelengkap yang ditetapkan dalam atau berdasarkan Undang-undang yang bertujuan untuk dan kebenaran pengukuran disebut “metrologi legal” (legal metrology atau metrologie legale).
    Pengaturan tentang metrologi menjadi semakin penting karena tertib ukur, di segala bidang menyangkut juga segi keamanan bagi manusia sendiri, antara lain :
    -dosis obat obatan, penyinaran, suntikan;
    pengukuran tekanan darah, suhu manusia, suara polusi;
    pengukuran dalam navigasi dan lain sebagainya.
    Kantor UPTD Balai Pelayanan Kemetrologian Sebagai Unit Teknis dibawah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi maka menjadi tanggungjawab dari Kantor UPTD Balai Pelayanan Kemetrologian untuk mewujudkan jaminan terhadap standar mutu khususnya dalam bidang pengukuran sebagaimana diamatkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 tantang Metrologi Legal yakni melindungi kepentingan umum melalui jaminan dalam kebenaran pengukuran serta ketertiban dan kepastian hukum dalam pemakaian satuan ukuran, standar satuan, metode pengukuran dan alat-alat UTTP.
    Pelaksanaan tugas pokok Balai Pelayanan kemetrologian memegang peranan penting dalam menciptakan tertib ukur, tertib niaga, perlindungan konsumen dan produsen yang pada gilirannya akan mampu meningkatkan daya saing. Sebagai institusi Metrologi Legal peranan paling utama adalah melaksanakan amanah Undang-Undang 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal yang berorientasi pada pelayanan masyarakat dan penegakkan hukum. Oleh karena itulah tujuan penyelenggaraan kemetrologian yang ingin dicapai adalah sebagai berikut
    1. Konsumen terlindungi karena kebenaran (truth)
    4. Persaingan antara penjual, juga akan berjalan dengan sehat dan adil (Fair Competation)
    5. Terhindar adanya unsur penipuan..
    Adapun di dalam ketentuan Umum UU tentang Metrologi Legal dan peraturan pelaksanaannya tentang Kemetrologian adalah sbb :
    j. Metrologi adalah ilmu pengetahuan tentang ukur mengukur secara luas
    k. Metrologi Legal adalah Metrologi yang mengelola satuan-satuan ukuran, metoda-metoda pengukuran dan alat-alat ukur yang menyangkut persyaratan taeknik dan peraturan yang berdasarkan Undang-uandang yang bertujuan melindungi kepentingan umum dalam hal kebenaran pengukuran.
    l. Alat ukur ialah alat yang diperuntukkan atau dipakai bagi pengukuran kuantitas dan atau kualitas.
    m. Alat takar ialah alat yang diperuntukkan atau dipakai bagi pengukuran kuantitas atau penakaran.
    n. Alat timbang ialah alat yang diperuntukkan atau dipakai bagi pengukuran massa atau penimbangan.
    o. Alat perlengkapan ialah alat yang diperuntukkan atau diapakai sebagai pelengkap atau tambahan pada alat-alat ukur, takar, timbang, yang menentukan hasil pengukuran, penakaran atau penimbangan.
    p. menera ialah hal menandai dengan tanda tera sah atau tanda tera batal yang berlaku, atau memberikan keterangan-keterangan tertulis yang bertanda tera sah atau tanda tera batal yang berlaku, dilakukan oleh pegawai-pegawai yang berhak melakukannya berdasarkan pengujian yang dijalankan atas alat-alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya yang belum dipakai;
    q. tera ulang ialah hal menandai berkala dengan tanda-tanda tera sah atau tera batal yang berlaku atau memberikan keterangan-keterangan tertulis yang bertanda tera sah atau tera batal yang berlaku, dilakukan oleh pegawai-pegawai yang berhak melakukannya berd asarkan pengujian yang dijalankan atas alat-alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya yang telah ditera;
    r. menjustir ialah mencocokkan atau melakukan perbaikan ringan dengan tujuan agar alat yang dicocokkan atau diperbaiki itu memenuhi persyaratan tera atau tera ulang.
    Fenomena yang terjadi pada Kinerja Pelayanan UPTD Balai Kemetrologian adalah Pada 5 tahun terakhir yaitu tahun 2007-2011 peningkatan jumlah UTTP yang ditera ulang setiap tahun kenaikannya tidak signifikan dapat dilihat pada tabel berikut :
    Tabel1.1 Perkembangan Jumlah UTTP yang ditera ulang Tahun 2007 s.d. 2010.
    No. Tahun Jumlah UTTP
    % Perkembangan UTTP Jumlah Wajib Tera Ulang
    1.
    2.
    3.
    4.
    5. 2007
    2008
    2009
    2010
    2011 13.177 Unit
    11.607 Unit
    12.957 Unit
    15.284 Unit
    15.299 Unit -
    (13,53)
    10,42
    15,23
    0,10 3047
    3380
    3471
    4856
    3933
    Sumber : UPTD Balai Pelayanan Kemetrilogian
    Dari Tabel 1 terlihat perkembangan jumlah UTTP yang ditera ulang setiap tahun terus bertambah sejalan dengan bertambahnya jumlah produsen yang memiliki UTTP, namun perkembangan ini setiap tahunnya belum dapat memenuhi capaian keinginan tujuan organisasi karena peningkatannya tidak signifikan dan belum dapat menyamai capaian pada tahun 2010 sebesar 15,23% untuk tahun 2009 sebesar 10,42% dan Tahun 2011 sebesar 0,10%. Hal ini harus menjadi perhatian yang serius oleh Balai Pelayanan Kemetrologian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi. Pada tahun 2007-2008 terjadi penurunan jumlah UTTP yang ditera ulang Pada Tahun 2010-2011 tidak ada peningkatan jumlah UTTP yang ditera ulang. Untuk mencapai harapan Produsen dan konsumen dalam menciptakan Perasaan aman bagi produsen dan konsumen berhubungan erat dengan Kinerja Kantor Balai Pelayanan Kemetrologian Dinas Perindag provinsi Jambi.
    .
    Berdasarkan Latar Belakang tersebut diatas, peneliti berkeinginan untuk melakukan penelitian dengan judul “ Analisis Pengaruh Kinerja Pelayanan pada Kantor UPTD Balai Pelayanan Kemetrologian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi dalam menciptakan Perasaan aman Produsen dan Konsumen di Provinsi Jambi “

    1.2. Perumusan Masalah
    Berdasarkan Latar Belakang yang telah dikemukakan maka masalah dapat dirumuskan sebagai berikut : “ Bagaimana Kinerja Pelayanan (pelayanan tera/tera ulang alat UTTP dan pengawasan penggunaan UTTP) Kantor UPTD Balai Pelayanan Kemetrologian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi dalam menciptakan Perasaan aman Produsen dan Konsumen di Provinsi Jambi “
    1.3 Tujuan Penelitian
    1. untuk menjelaskan pengaruh variable kinerja pelayanan Tera /tera ulang Alat UTTP dan Pengawasan Penggunaan UTTP terhadap produsen dan konsumen di Provinsi Jambi
    2. untuk menjelaskan variabel kinerja pelayanan yang mempunyai pengaruh dominan terhadap perasaan aman bagi produsen dan konsumen.
    1.4. Manfaat Penelitian
    Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
    a. Bagi Kantor UPTD Balai Pelayanan Kemetrologian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi sebagai referensi dan informasi untuk meningkatkan kinerja pelayanan untuk menjamin keakuratan dan keseksamaan Standar ukuran yang mampu telusur terhadap standar nasional dan internasional (tracebility)
    b. Bagi Produsen : Perasaan aman bahwa UTTP miliknya sudah ditera ulang dan akan terhindar dari hukum, sesuai dengan pasal 25, 26 27 dan 28 UU Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal dan Persaingan antara penjual, juga akan berjalan dengan sehat dan adil (Fair Competation)
    Persaingan antara penjual, juga akan berjalan dengan sehat dan adil (Fair Competation)
    c. Bagi Konsumen : Perasaan Aman bahwa alat-alat UTTP yang sudah diuji kebenarannya untuk alat-alat pengukuran : dosis obat obatan, panyinaran, suntikan; pengukuran tekanan darah, suhu manusia, suara polusi; dsbnya
    B. Bagi Penulis
    Merupakan kesempatan bagi penulis untuk menerapkan ilmu secara teori dan praktek dan membantu Kantor UPTD Balai Pelayanan Kemetrologian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi untuk meningkatkatkan kinerja pelayanan pada unit kerja Penulis bertugas.
    C. Bagi peneliti lain
    Sebagai bahan referensi dan perbandingan bagi peneliti lain dalam menganalisis Kinerja Pelayanan dan perasaaan Aman bagi produsen dan konsumen untuk pengembangan lebih lanjut.
    1.5 Ruang Lingkup Penelitian
    Agar penelitian ini lebih terarah penulis membatasi pada Kantor UPTD Balai Pelayanan Kemetrologian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi sebagai penyedia jasa pelayanan dengan objek menyangkut tentang kinerja pelayanan. Metode yang digunakan adalah metode survai dan datanya bersumber dari Kantor Balai Pelayanan Kemetrologian Disperindag Provinsi Jambi, Produsennya adalah pemilik UTTP Timbangan obat, timbangan emas, pengukuran tekanan darah Konsumennya adalah pembeli dan pasien di tempat praktek Dokter.

    Komentar oleh masrita | November 11, 2012 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 186 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: