Johannessimatupang’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

PERILAKU KONSUMEN ANGKATAN 15 KELAS MM NOVEMBER 2012


Halaman ini diperuntukkan untuk peserta Mata Kuliah Perilaku Konsumen Program Magister Manajemen Pascasarjana Universitas Jambi. Segala sesuatu yg ditaruh pada halaman ini wajib untuk diunduh dan dipelajari.

Pedoman perkuliahan Blog Pedoman dan Tugas Perilaku Konsumen MM November 2012

Powerpoin kuliah Powerpoin Modul Perilaku konsumen September 2011 [Compatibility Mode]

Iklan

November 17, 2012 - Posted by | Uncategorized

5 Komentar »

  1. salamat malam Pak JO,Pak saya Edia Satria NPM C2B011004 Mengirimkan tugas Mata kuliah Prilaku konsumen mengenai Gambaran penelitian yang berjudul “Pengaruh Motivasi Untuk Tampil Unik dan Sikap Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Sepatu Sepak Bola Merek Adidas di Kota Sungai penuh”.

    BAB I
    PENDAHULUAN
    1.1 Latar Belakang
    Seiring dengan perkembangan jaman sepak bola juga telah menjadi salah satu industri, Sepak bola merupakan olahraga yang sangat populer, merakyat, dan digandrungi oleh semua kelompok umur hampir seluruh dunia dan banyak orang yang ingin bercita-cita menjadi pemain sepak bola super star seperti pemain sepak bola dunia yang bergaji miliaran rupiah perpekan. Untuk dapat bermain sepak bola harus memakai alat perlengkapan kaki seperti kaus kaki, dan sepatu sepak bola.
    Dengan semakin populernya olah raga sepak bola, maka Sepatu bola menjadi perlengkapan wajib dimiliki bagi pengemar bola, ini menjadi angin segar bagi industri sepatu sepak bola, Yang mana sangat dibutuhkan oleh para pemain sepak bola. Selain harganya terjangkau dan kualitas yang bagus. Saat ini banyak sekali bermunculan merek sepatu sepak bola dengan berbagai bentuk dan desain memberikan kualitas yang bagus dan harga cukup bersaing. Bagi industri sepatu sepak bola ini merupakan peluang untuk menguasai pangsa pasar. Salah satu merek yang digemari oleh sebagian pemain sepak bola sejak dahulunya adalah merek Adidas.
    Sepatu sepak bola merek Adidas salah satu merek terkenal didunia yang telah berusia 60 tahun lebih yang berasal dari Jerman, Sepatu sepak bola merek Adidas juga banyak dipakai oleh pemain sepak bola top dunia dan terbaik dunia. Pada tahun 2010 sepatu sepak bola merek Adidas tidak lagi menjadi pemimpin pasar dunia yang diambil alih oleh pesaing utamanya yaitu Nike. Menurut Nielsen yang dikutip diwebset batiaviace co.id (diakses 7//10/2011) Nike menguasai 30,2% pasar dunia dan sementara Adidas 14,4%. Salah satu kunci sukses sepatu sepak bola merek Nike menguasai pasar saat ini, yaitu dengan menciptakan warna yang menarik, bentuk, desain dan juga berat sepatu yang tidak terlalu berat dan adidas pun tak mau kalah dengan menciptakan beragam warna, desain juga berat yang sangat ringan untuk sepatu sepak bola dan bentuknya, dahulu adidas hanya menciptakan produk berwarna hitam dan putih saja, juga berat dibanding produk Nike. Untuk menghadapi persaingan tersebut produk Adidas selalu menciptakan penemuan-penemuan yang mana disesuaikan perkembangan jaman dan keingginan dari pada pemain sepak bola agar produknya tetap laku. Dengan pesaing sejenis sepatu sepak bola merek Nike, Lotto, Reebok, Diadora, Umbro, dan Puma.
    Namun hal tersebut tidak membuat sepatu sepak bola merek Adidas berhenti berinovasi, menurut Nielsen yang dikutip di webset http://www. Bataviace co.id (diakses 7/10/2011) Adidas menghadirkan sepatu sepak bola yang menurut mereka teringan didunia, F50 adizero, untuk para pengemarnya di Indonesia.Sepatu itu berbobot 165 gram dan teknologi muthakir melengkapi produk itu. F50 adizero adalah sepatu sepak bola teringan dan tercepat yang pernah dibuat adidas. Bentuk, desain, dan bahannya dibuat agar pemain bisa mengerakkan kakinya senyaman mungkin dan aman.
    Sepak bola menjadi cabang olah raga yang begitu populer dalam tahun 2011. setidak nya ada 2 even yang memasyarakatkan popularitas olahraga ini, yaitu piala AFF yang diselengarakan Pada 1 – 29 Desember atau akhir 2010 dan Sea Game pada tanggal 11- 25 November pada tahun 2011 Indonesia mengelar evan sepak bola terbesar seAsean tenggara (AFF) dan pesta olah raga terbesar seAsean Tenggara yang biasa disebut Sea Game, para penggila bola sadar even tersebut memberikan dampak terhadap penjulan sepatu olah raga sepak bola. diselenggarakan 2 even tersebut olah raga sepak bola yang memberi stimulus terhadap penggila bola untuk memutuskan pembelian sepatu sepak bola karena perhatian terbesar masyarakat Indonesia tertuju pada olahraga sepak bola dan ini diirngi juga dengan keputusan pembelian sepatu sepak bola merek adidas yang menunjukkan peningkatan penjualan dari tahun 2010 sampai 2011 dan dibulan berlangsungnya Sea Geme.
    Penjualan sepatu adidas dibulan Oktober masih 97 dan dibulan november tepatnya berlansung Sea Game penjualan sebanyak 34 pasang sepatu bola menjadi 131 penjualan sepatu sepak bola hanya pada akhir bulan November yang melampaui penjualan pada tahun 2010 dan penjualan pada bulan sebelumnya ini diakibatkan momen piala AFF dan Sea Game, meskipun sepatu sepak bola merek adidas harganya mahal namun konsumen tetap membeli produk adidas dan penjualan sepatu sepak bola merek adidas selalu meningkat ini dapat dilihat dari Tabel 1.1

    Berikut ini volume penjualan sepatu sepak bola pada tabel 1.1
    Tabel 1.1
    Volume penjualan sepatu bola
    Periode 1 januari 2009 sampai 30 november 2011
    Tahun Adidas Nike Lotto Puma
    2009 110 98 23 13
    2010 125 159 20 8
    2011 131 148 16 5
    Sumber : Cv. Daffa Sport Padang ( menjul lebih dari 1 merek)
    Dilihat dari Tabel penjualan sepatu merek adidas masih dibawah penjualan sepatu sepak bola merek nike namun dibanding merek lainnya sepatu merek adidas masih unggul. Pada tahun 2009 adidas masih unggul dari pesaing utamanya dan tahun berikutnya nike menjadi penjualan teratas untuk sepatu sepakbola dibanding adidas. meskipun penjualan sepatu adidas masih dibawah sepatu sepak bola merek nike namun sepatu sepak bola adidas terus mengalami peningkatan penjulan setiap tahun dan berikut volume penjulan sepatu bola kaki merek adidas dan sepatu futsal merek adidas pada Tabel 1.2.
    Tabel 1.2
    Volume penjualan sepatu bola dan sepatu futsal merek adidas
    Periode 1 januari 2009 sampai 30 oktober 2011

    Tahun Sepatu bola Sepatu futsal
    2009 334 64
    2010 413 316
    2011 386 358
    Sumber : Niham Sport Padang ( hanya menjual merek adidas )
    Berdasarkan Tabel diatas penjualan sepatu sepak bola merek adidas mesih menjadi penjualan teratas untuk penjualan produk sepatu adidas meskipun masih dibawah pesaing utamanya yaitu Nike. Akibat dari 2 even tersebut penjualan sepatu sepakbola merek adidas menanjak tajam, hal ini dapat disesabkan dua even yaitu piala AFF dan Sea Game. Ini dikhawatirkan para penggemar olahraga sepak bola membeli sepatu bola adidas tidak lagi memperhatikan kubutuhan, kualitas produk, harga, fungsi produk, merek dan desain atau konsumen tidak memperhatikan lagi kualitas pembelian atau mengabaikan rasionalitas keputusan pembelian. Dengan adanya even tersebut apakah penggemar olahraga sepak bola membeli sepatu sepak bola adidas berdasarkan keputusan yang rasional atau tidak meskipun harga sepatu bola adidas mahal. Ini berdampak pada produsen bila keputusan pembelian konsumen tidak rasional tidak bisa meningkatkan nilai yang mereka ingginkan dan kegunaan produk. Ini lah yang menjadi alasan meneliti keputusan pembelian sepatu bola merek Adidas di kota Sungai Penuh.
    Prilaku konsumen merupakan salah satu tren perhatian para pelaku bisnis modern dan menjadi bagian starategi pemasaran yang perlu dikembangkan agar produsen memiliki ruang untuk tetap survive. Prilaku konsumen terhadap produk dihasilkan memang perlu dan harus dipahami oleh pelaku bisnis karena produk yang diciptakan harus diterima oleh konsumen dipasar sehingga tercipta keputusan pembelian terhadap produk. Menurut Kotler dan Keller (2009: 214) faktor yang mempengaruhi prilaku pembelian konsumen adalah faktor budaya, faktor sosial, pribadi, dan psikologis. Sebagian faktor-faktor tersebut tidak diperhatikan oleh pemasar tetapi sebenarnya harus diperhitungkan untuk mengetahui seberapa jauh faktor-faktor prilaku konsumen tersebut mempengaruhi pembelian konsumen. Dan dimana faktor psikologis yang meliputi motivasi, persepsi, pengetahuan, keyakinan, dan sikap.
    Menurut Schiffman dan Kanuk (2007:488-489), model pengambilan keputusan konsumen ada 4 pandangan, salah satunya pandangan ekonomi. Dalam pandangan ekonomi, konsumen sering diberi ciri sebagai pengambilan keputusan yang rasional. Model ini yang disebut teori manusia ekonomi. Untuk perilaku rasional arti ekonomi untuk seorang konsumen harus mengetahui alternatif produk yang tersedia, mampu memeringkat setiap alternatif dari sudut keuntungan dan kerugiannya dan mampu mengenali suatu alternatif yang terbaik.
    Dalam menganalisa perilaku konsumen perusahaan cendrung mengamati faktor motivasi dan sikap konsumen. Faktor perilaku konsumen merupakan indikator yang akan mempengaruhi terbentuknya keputusan pembelian konsumen untuk membeli sebuah produk. Kemampuan perusahaan dalam menciptakan produk yang inovatif dan sesuai dengan keingginan dan prilaku konsumen adalah salah satu faktor kunci yang mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli sepatu bola. Menurut Schiffman dan Kanuk (2007:72) motivasi merupakan tenaga pendorong dalam individu yang memaksa mereka untuk bertindak.
    Selanjutnya Menurut Abraham Maslow seperti yang dikutip Schiffman & Kanuk (2007:88-93), menyusun teori motivasi manusia yang diterima luas secara berdasarkan gagasan mengenai hierarki kebutuhan manusia yang univesal. Ada lima tingkatan hirarki kebutuhan diantaranya, kebutuhan psikologis, kebutuhan akan keamanan, kebutuhan sosial, kebutuhan ego dan aktualisasi diri. Tetapi menurut teori ini, antara setiap tingkat saling tumpang tindih, karena tidak ada kebutuhan pernah benar – benar terpenuhi, karena alasan ini, walaupun semua tingkatan kebutuhan yang berada dibawah tingkat yang menonjol sekarang terus – menerus memotivasi perilaku sampai tingkat tertentu, motivator yang utama merupakan penggerak yang utama dalam diri seseorang adalah tingkatan kebutuhan yang terendah yang sebagian besar tetap tidak dapat terpenuhi.
    Hirarki diterima secara luas diberbagai disiplin ilmu pengetahuan sosial kerena kelihatan mencerminkan berbagai motivsi yang diduga dan diperkirakan dipunyai banyak orang dimasyarakat. Kelima tingkatan kebutuhan yang didalilkan oleh hirarki itu cukup umum sehingga mencangkup sebagian besar daftra individu. Hirarki kebutuhan merupakan alat yang berguna untuk memahami konsumen dan dapat disesuaikan dengan strategi pemasaran, terutama karena barang-barang konsumen sering digunakan untuk memahami setiap tingkatan kebutuhan.
    Hirarki kebutuhan Maslow tingkat terakhir aktualisasi diri kebutuhan ini mengacu pada keingginan individu untuk melengkapi kemampunnya untuk tampil menjadi apa saja yang mampu diraih. Kebutuhan tersebut dinyatakan berbeda oleh orang yang berbeda. Menurut Malach (1985) Kebutuhan untuk konsumen seharusnya mencerminkan perbedaan individu dalam motivasi takaran kenyamana konsumen, sebuah motivasi membedakan seseorang melelui barang-barang konsumen dan tampil dari barang-barang itu sendiri yang mencangkup kemauan dan keingginan mencari perbedaan yang berhubungan dengan orang lain sebagai jutuan akhir.
    Menurut Fronkin (1997) konsumen juga memiliki kebutuhan untuk unik, kebutuhan keunikan konsumen melihat seseorang sebagai sosok yang berbeda dengan sosok lainya dan menimbulkan persaingan dan motif lain dalam situasi yang mengancam persepsi seseorang terhadap kaunikan. Alat untuk mengekspresikan perbedaan seseorang dengan perbedaan seseorang dengan orang lain sangat berharga karena mereka puas dengan keunikan mereka tanpa resiko sosial yang berat.
    Selain itu faktor yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen adalah sikap. Menurut Mowen & Minor ( 2002: 332-333), semua model yang berbeda telah dikembangkan untuk untuk memprediksi sikap konsumen terhadap objek, dimana terdapat 3 model yaitu: kepercayaan utama, kekuatan kepercayaan, dan mengevaluasi setiap atribut.
    Kepercayaan utama adalah kepercayaan terhadap objek yang diaktivasi ketika seseorang sedang mengevaluasi sikap terhadap sebuah objek. Dari persektif pemrosesan informasi, terhadap sebuah objek. Dari perspektif pemprosesan informasi, terdapat kepercayaan yang diaktivasi dalam memori ketika perhatian difokuskan pada sebuah objek. Kepercayaan utama biasanya memperhatikan atribut yang penting bagi konsumen. Kekuatan kepercayaan di mana objek memiliki atribut yang dipertanyakan. Kekuatan hubungan atribut produk biasanya dinilai dengan bertanya kepada konsumen dan Mengevaluasi setiap atribut utama. Peringkat evaluasi ini memberikan penilaian tentang kebaikan dan keburukan tiap atribut utama.Menurut Robbins (2006:169), sikap adalah peryataan-peryataan atau penilaian evaluatif yang berkaitan dengan obyek, orang atau suatu peristiwa.
    Berdasarkan uraian ringkas latar belakang tersebut peneliti tertarik untuk meneliti “Pengaruh Motivasi Untuk Tampil Unik dan Sikap Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Sepatu Sepak Bola Merek Adidas di Kota Sungai penuh”.
    1.2 Rumusan Masalah
    Berdasarkan latar belakang yang ada, penulis membuat rumusan masalah sabagai berikut:
    1. Bagaimanakah pengaruh motivasi tampil unik terhadap keputusan pembelian sepatu sepak bola merek Adidas di kota Sungai Penuh ?
    2. Bagaimanakah pengaruh sikap terhadap keputusan pembelian sepatu sepak bola merek Adidas di kota Sungai Penuh ?

    1.3 Tujuan Penelitian
    Berdasarkan rumusan masalah, tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
    1. Untuk mengetahui dan menganalisa pengaruh motivasi konsumen tampil unik terhadap keputusan pembelian sepatu sepak bola merek Adidas di kota Sungai Penuh .
    2. Untuk mengetahui dan menganalisa pengaruh sikap konsumen terhadap keputusan pembelian sepatu sepak bola merek Adidas di kota Sungai Penuh.
    1.4 Manfaat Penelitian
    Penelitian ini diharapkan dapat member manfaat bagi :
    1. Bagi perusahaan, hasil yang diperoleh di dalam penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk meningkatkan penjualan produk dan sebagai referensi bagi perusahaan terutama untuk melakukan anlisis terhadap prilaku konsumen yang akan menjadi dasar dalam proses pengambilan kebijakann pemasaran sepatu bola merek Adidas di kota Sungai Penuh
    2. Akademis, untuk menjadi bahan referensi dalam melakukan penelitian yang sejenis, mengenai motivasi dan sikap konsumen yang mempengaruhi keputusan pembelian terhadap produk sepatu sepak bola.

    Edia, konsep tampil unik dan gaya (life style) mempunyai perbedaan. Untuk kasus sepatu adidas lebih kepada tampil bergaya. Penugasan dari saya muaranya adalah agar konsep life style digali lebih luas lagi, setidaknya pada kerangaka pemikiran. Artinya teori life style menjadi fokus penilaian. Selanjutnya saya mengharap agar setidaknya ada lima referensi yang bersumber dari online.

    Komentar oleh edia satria | November 22, 2012 | Balas

  2. Motivasi tampil Unik dan sikap konsumen harus punya kerangka dasar yg jelas. Tampil unik terminologinya dalam perilaku konsumen adalah life style sementara sikap konsumen jelas mempunyai istilah yg pas. Saya beri saran masukkan variabel merek, karena bagaimanapun Adidas punya merek bagi pelanggannya. Untuk topik yg disampaikan saya setuju, akan tetapi tentang variabel masih perlu penjelasan yg lebih tunttas. Sukses selalu.

    Komentar oleh johannes | November 22, 2012 | Balas

  3. salamat malam Pak JOHANNES,Pak saya JIPRANATA.J NPM C2B009090 Mengirimkan tugas Mata kuliah Prilaku konsumen mengenai Gambaran penelitian yang berjudul “ PENGARUH KONSUMEN TERHADAP PROMOSI BATIK JAMBI DAN PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP PEMILIHAN MOTIF BATIK JAMBI ”.

    BAB I
    PENDAHULUAN
    1.1. LATAR BELAKANG
    Dewasa ini perkembangan di bidang pemasaran semakin pesat, terutama dalam menghadapi tantangan dan peluang yang belum pernah di alami sebelumnya. Hal ini di sebabkan karena adanya persaingan antar perusahaan yang begitu ketat. Pemasaran merupakan salah satu kegiatan usaha yang sangat penting dalam upaya untuk mendapatkan laba, serta menjaga kemampuan dan kelangsungan hidup suatu perusahaan.
    Dalam aktivitas pemasaran terdapat kegiatan dan strategi yang dapat membantu perusahaan dalam menjalankan kegiatan pemasaran, salah satunya adalah mengembangkan bauran pemasaran. Menurut Swasta (1984) di dalam system pemasaran dikenal 4 ( empat ) unsur bauran pemasaran atau Marketing Mix yaitu : Produk, Harga, Disribusi, dan promosi. Penyusunan bauran pemasaran yang baik serta antisipasi terhadap perubahan pasar yang akan menjadikan perusahaan mampu bersaing untuk memasarkan produk kepada konsumen.
    Setiap perusahaan selalu membuat perubahan-perubahan dalam menciptakan suatu produk yang berkualitas agar produknya di minati konsumen. Produk tidak bisa terlepas dari promosi , karena dengan adanya promosi dapat menjadi pedoman konsumen dalam memilih suatu produk. Promosi merupakan salah satu startegi penting yang di miliki oleh perusahaan dalam mendatangkan keuntungan ataupun laba.
    Lamb, Hair, Mc-Daniel (2001), promosi adalah komunikasi dari para penjual yang menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan para calon pembeli suatu produk dalam rangka mempengaruhi pendapat mereka atau memperoleh suatu respon.
    Promosi adalah suatu usaha dari penjual/produsen dalam menginformasikan barang/jasa kepada pembeli/konsumen, agar pembeli/konsumen itu tertarik untuk melakukan transaksi pembelian atau pertukaran atas produk barang/jasa yang dijual atau ditawarkan. Promosi merupakan salah satu alat komunikasi antara penjual dengan pembeli yang sangat diperlukan dalam kegiatan usaha bisnis. Dengan promosi penjual bisa menyebar luaskan informasi usaha bisnis, mempengaruhi atau membujuk pembeli/konsumen, dan juga bisa mengingatkan agar barang/jasa yang kita jual tidak terlupakan dari benak para konsumen.
    Dengan dilakukannya kegiatan promosi bisa membuat sebuah usaha semakin dikenal dan diketahui oleh banyak orang. Jika sudah dikenal dan diketahui oleh banyak orang maka kemungkinan pembeli barang/jasa yang dijual akan semakin banyak. Jika pembelinya banyak pastinya kesempatan memperoleh keuntunganpun akan semakin terbuka lebar dan usaha bisnis juga akan semakin berkembang menjadi lebih besar.
    Kemajuan teknologi menjadi suatu tolak ukur yang dapat menjadikan suatu tatanan kehidupan baik dalam kehidupan berorganisasi maupun bermasyarakat. Perkembangan teknologi yang semakin pesat dan banyak di gunakan hampir di segala bidang kegiatan manusia, baik dalam bidang trasportasi, social ekonomi, budaya dan ilmu pengetahuan.
    Perkembangan masyarakat tentang sosial ekonomi, taraf hidup dan ilmu pengetahuan telah menyebabkan masyarakat semakin kritis dalam memilih barang dan jasa yang di tawarkan sehingga menimbulkan persaingan antar perusahaan. Perusahaan-perusahaan yang ada mulai mengubah setrategi pemasaran yang dulu berorientasi pada tingkat produksi, sekarang berorientasi pada konsumen akan mempertahankan atau meningkatkan kualitas konsumen.
    Perkembangan teknologi yang selalu mengalami perubahan sangat merangsang manusia akan kebutuhan yang amat diperlukan salah satunya adalah kebutuhan akan informasi dan komunikasi. Berbagai bentuk dari informasi dan komunikasi beraneka ragam sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen, Melihat dari potensi ini mendorong orang atau organisasi untuk ikut berperan dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan pasar dengan tujan mendapatkan laba. Hal inilah yang mendorong lahirnya berbagai usaha penyedia Kerajinan Batik , salah satunya adalah Batik Jambi.
    Dalam kegiatan pemasaran, strategi pemasaran sangat menentukan, tentunya harus di sesuaikan dengan perubahan-perubahan yang terjadi dalam persepsi, keinginan, dan kebutuhan konsumen. Perbedaan persepsi konsumen terhadap Promosi Produk dan Motif atau Desain suatu produk akan menimbulkan perbedaan dalam menginterprestasikan atau menilai informasi yang di milikinya.
    Tingkat kepuasan dan persepsi konsumen menjadi ukuran mengenai keberhasilan strategi pemasaran yang diterapkan di perusahaan-perusahaan tersebut. Perusahaan yang ingin berhasil harus tahu tentang kepuasan konsumen baik itu terhadap mutu, harga, desain, kualitas produk yang di tawarkan. Maka dari itu perusahaan harus mengidentifikasikan prilaku konsumen sehingga tujuan dari perusahan tersebut tercapai sesuai apa yang di harapkan.
    Persepsi konsumen (Kotler, 2002) Persepsi konsumen adalah proses yang di gunakan seseorang individu untuk memilih, mengorganisasikan, dan menafsirkan masukan-masukan informasi guna menciptakan gambaran tentang dunia yang memiliki arti. Persepsi konsumen dengan variabel-variabel yang melekat pada promosi batik jambi memalui media televisi, majalah dan surat kabar menjadi suatu daya tarik konsumen dalam menentukan keinginan hal ini juga di kaitkan dengan promosi dalam hal.
    1. Iklan seperti iklan koran, majalah, radio, katalog, poster, dll.
    2. Publisitas positif maksimal dari pihak-pihak luar.
    3. Promosi dari mulut ke mulut dengan memaksimalkan hal-hal positian
    4. Promosi penjualan dengan ikut pameran, membagikan sampel, dll.
    5. Public relation / PR yang mengupayakan produk diterima masyarakat.
    6. Personal selling / penjualan personil yang dilakukan tatap muka langsung
    Hal ini yang dapat mempengaruhi konsumen dalam memilih atau membeli suatu produk batik. Persepsi inilah yang akhirnya menjadi faktor penentu dalam pembelian batik jambi di kota jambi.
    Motif Batik Jambi yang mendominasi pasar konsumen di Kota Jambi pada saat ini sangat lah beraneka ragam di antaranya Adapun motif batik Jambi yang hingga saat ini masih bisa dirangkum adalah sebagai berikut :
    1. Motif wayang Gengseng
    2. Motif bungo Durian
    3. Motif Keris
    4. Motif pucuk Rebung
    5. Motif tabor titik
    6. Motif Potong Intan
    7. Motif tabor bengkok
    8. Motif Siput
    9. Motif Kepiting
    10. Motif Ikan
    11. Motif Bungo Tanjung
    12. Motif Jangkar
    13. Motif Daun Kangkung
    14. Motif Riang-riang
    15. Motif Bungo Matahari
    16. Motif Kaca Piring
    17. Motif Kepak Lepas
    18. Motif Taritang
    19. Motif Bungo Pauh
    20. Motif Bungo Melati
    21. Motif Bungo Jatuh
    22. Motif Kapal Sanggat
    23. Motif Tagapo
    24. Motif Antalas
    25. Motif Keluk Paku
    26. Motif Keladi Durian Pecah
    27. Motif Biji Timun
    28. Motif Ancak
    29. Motig Bungo Cengkeh
    30. Motif Merak ngeram
    31. Motif Ayam Lepas
    32. Motif Galo-galo
    33. Motif Bungo Bintang
    34. Motif Bungo Lumut
    35. Motif tampuk Manggis
    36. Motif Bungo Rambat
    37. Motif Patola
    38. Motif Kuao berhias
    39. Motif Kaligrafi

    Rangkuman nama-nama motif ini diperoleh dari data koleksi batik Museum Negeri Jambi pada tahun 1994/1995. Pertumbuhan dan perkembangan batik Jambi pada masa sekarang memberi dampak yang sangat baik bagi penambahan perbendaharaan motif batik Jambi. Diantara penambahan perbendaharaan motif Jambi sebagai ciptaan masa kini oleh para designer motif batik Jambi adalah sebagai berikut :

    1. Motif angso duo 7. Motif incung
    2. Motif keris siginjai 8. Motif cendawan
    3. Motif kerang 9. Motif bungo kopi
    4. Motif sungai batanghari 10.Motif sapit udang
    5.Motif Daun keladi 11.Motif Anggur
    6.Motif kajang lako
    Hal ini dapat di lihat pada data penjualan batik jambi berdasarkan motif pada tokoh Batik Jambi Berkah yaitu merupakan salah satu tokoh menjual batik jambi di Provinsi Jambi, sehingga dari data ini kita dapat melihat produk batik jambi berdasarkan motif mana yang banyak di minati oleh konsumen.

    Tabel 1.1
    Data Penjualan Batik Jambi Sesuai Motif
    “Tokok Batik Jambi Berkah”
    Tahun 2012

    Motif Batik Jumlah Produksi
    ( Meter ) Jumlah terjual
    ( Meter )
    Batang Hari 1.200 1.160
    Angso Duo 1.000 980
    Duren Pecah 900 875
    Kapal Layar/Sanggat 800 787
    Capiring 740 721
    Ancak 500 492
    Pauh 200 186
    Keladi 160 150
    JUMLAH 5.500 5.351
    Keterangan : Rata-rata produksi batik dan penjualan batik berdasarkan motif .
    ( Posisi November 2012 )

    Berdasarkan data produksi dan penjualan batik jambi barokah tahun 2012 di atas maka diketahui pada tahun 2012 Batik Jambi Dengan Motif Batang Hari dengan produksi 1.200 Meter penjualan 1.160 meter, Batik Jambi Dengan Motif Angso Duo dengan produksi 1.000 Meter penjualan 980 meter, Batik Jambi Dengan Motif Duren Pecah dengan produksi 900 Meter penjualan 875 meter, Batik Jambi Dengan Motif Kapal Layar/Sanggat dengan produksi 800 Meter penjualan 787 meter, Batik Jambi Dengan Motif Capiring dengan produksi 740 Meter penjualan 741 meter, Batik Jambi Dengan Motif Acak dengan produksi 500 Meter penjualan 492 meter, Batik Jambi Dengan Motif Pauh dengan produksi 200 Meter penjualan 186 meter.
    Pada Toko Batik Jambi Berkah strategi pemasaran yang di lakukan dalam mengahapin persaingan produk yang sejenis melakukan langkah-langkah salah satunya melalui kegiatan promosi yang di jalankan melalui, Media Televisi, Media Iklan, Pameran baik dalam Provinsi maupun di Luar Provinsi, Majalah, Brosur, dan dari perorangan ( mulut ke mulut ). Untuk itu penulis ingin mengetahui apakah promosi yang di lakukan telah dapat meningkatkan penjualan produk dan perbedaan persepsi konsumen khususnya pegawai negeri sipil Dinas Koperasi, UMKM Provinsi Jambi terhadap pemilihan Motif Batik Jambi.
    Dari data produksi dan penjualan Batik Jambi Barokah di atas peneliti membutuhkan data terhadap persepsi konsumen, yaitu data jumlah Pegawai Dinas Koperasi, UMKM Provinsi Jambi Berdasarkan Golongan I, II, III dan IV yang menggunakan Batik Jambi. Sehingga diharapkan akan mempermudah melakukan penelitian. Berikut ini adalah data jumlah Pegawai Dinas Koperasi, UMKM Provinsi Jambi Berdasarkan Golongan I, II, III dan IV.
    Tabel 1.2
    Jumlah Pegawai Dinas Koperasi, UMKM Provinsi Jambi yang Menggunakan Batik Jambi

    Golongan Pegawai Laki-Laki Pegawai Perempuan
    IV 6 3
    III 31 25
    II 7 7
    I 1 –
    Jumlah 45 35
    Sumber : Hasil Data Primer Tahun 2012 ( Posisi Oktober 2012 )
    Berdasarkan data di atas di ketahui bahwa jumlah Pegawai Laki-laki lebih banyak di bandingkan jumlah pegawai perempuan. Untuk itu penulis ingin mengetahui persepsi konsumen Promosi Batik Jambi serata persepsi konsumen terhadap pemilihan motif batik jambi.
    1.2. PERUMUSAN MASALAH
    Produksi batik Jambi dan perdagangannya secara terbatas sudah dimulai sejak masa Kesultanan. Dimana Di masa ini batik Jambi merupakan hasil karya seni yang tidak dapat dimiliki oleh sembarang orang. Batik Jambi di konsumsi hanya oleh masyarakat yang mempunyai tingkat kehidupan sosial yang tinggi, misalnya kerabat kerajaan atau kaum bangsawan. Dengan berakhirnya masa kesultanan Jambi, kebutuhan akan batik Jambi menurun secara drastis, sehingga jarang ditemukan ada pengrajin batik Jambi. kalaupun ada, pengrajin itu sudah tua. Maka dari itu pengusaha batik jambi harus memiliki strategi pemasaran yang berkaitan dengan promosi produk yang di hasil kan, hal ini di sebabkan karena batik jambi menjadi ciri khas masyarakat jambi dalam memberikan penampilan, sehingga dalam melakukan promosi bayak sekali hal-hal yang dapat mempengaruhi persepsi konsumen terhadap batik itu sendiri dengan demikian dapat berpengaruh besar terhadap persepsi konsumen dalam membeli suatu produk.
    Melihat dari perkembangan ini Keunikan seni batik Jambi terletak pada kesederhanaan bentuk motif dan pewarnaan yang khas, yaitu bentuk motif yang tidak berangkai (ceplok2) dan berdiri sendiri-sendiri. Walaupun nama motif diberikan pada setiap bentuk motif yang hanya terdiri dari satu bentuk (ceplok), namun dalam penerapannya tentu saja tidak monoton terdiri dari satu bentuk motif saja. Dalam sebidang kain biasanya diterapkan beberapa bentuk motif pokok, dan di isi atau di dampingi dengan bentuk motif lainnya. Motif2 isian itu adalah motif tabor titik, motif tabor bengkok, motif belah ketupat dan bentuk motif-motif isian lainnya. Hal ini dapat dilihat pada motif “Kasih Bunda” karya Mahkamah. Motif batik ini di desain dari beberapa unsur antara lain, tulisan Incung, motif paruh enggang dan unsur-unsur motif lain yang menjadi satu kesatuan bentuk yang harmonis.
    Keberadaan ini juga dapat terlihat dari jumlah penjualan batik jambi dengan motif yang mendomisili penjualan terbanyak dan di minati oleh konsumen. Pegawai Negeri Tingkat I Provinsi Jambi melalui peraturan Gubernur dilah di himbau dan di wajibkan setiap pegawai pada hari kamis wajib menggunakan batik jambi, sehingga peneliti mengambil sampel melalui Pegawai Dinas Koperasi, UMKM Provinsi Jambi Berdasarkan Golongan I, II, III dan IV. Hasil pemantauan peneliti sebelum melakukan penelitian ini menggambarkan bila sebagian besar dari Pegawai (laki-laki maupun perempuan) Dinas Koperasi, UMKM Provinsi Jambi telah banyak menggunakan batik jambi. Untuk lebih mengarah pada jumlah pengguna batik jambi dikalangan pegawai khususnya Pegawai Negeri Sipil Dinas Koperasi, UMKM Provinsi Jambi (di sesuaikan dengan kebutuhan penelitian) Dilihat berdasarkan Golongan I, II, III dan IV pada tahun 2012, dengan jumlah pegawai yang menggunakan batik jambi 80 Pegawai yang terdaftar di Dinas Koperasi, UMKM Provinsi Jambi.
    Persepsi konsumen terhadap promosi batik jambi serta faktor yang yang menyebabkan pemilihan motif batik oleh setiap pegawai baik itu laki-laki atau perempuan berdasarkan kenyataan di atas di percaya memiliki alasan yang berbeda satu sama lainnya. Perbedaan ini dapat di sebabkan oleh berbagai faktor baik yang berhubungan dengan kualitas produk maupun yang berhubungan komposisi kepribadian yang di miliki oleh setiap pegawai tersebut. Maka perlu suatu penelitian mengenai persepsi pegawai terhadap promosi batik jambi dan pemilihan motif batik jambi yang di teliti dalam permasalahan penelitian yaitu
    1. Apakah promosi produk batik jambi telah meningkatkan penjualan ?
    2. Faktor apakah yang menyebabkan terdapatnya persepsi kosumen terhadap pemilihan motif batik jambi ?
    1.3. TUJUAN DAN MANFAAT
    1.3.1. TUJUAN PENELITIAN
    1. Untuk mengetahui promosi produk batik jambi telah mendongrak pada penjualan produk batik itu sendiri.
    2. Untuk menganalisis perbedaan persepsi konsumen tehadap pemilihan motif batik jambi
    1.3.2. MANFAAT PENELITIAN
    1. Dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi perusahaan UMKM dalam mengambil keputusan yang berhubungan tentang promosi produk batik jambi.
    2. Sebagai informasi pengembangan ilmu pengetahuan khususnya jurusan manajemen pemasaran dan salah satu sumber kegiatan impiris bagi peneliti yang tertarik pada bidang yang sama.

    1.4. RUANG LINGKUP PENELITIAN
    Dalam penelitian ini Penulis membatasi ruang lingkup yang akan di bahas yaitu pada bidang Manajemen Pemasaran dan aspek yang di teliti adalah perbedaan persepsi konsumen yang menggunakan produk batik di lingkungan Dinas Koperasi, UMKM Provinsi Jambi.

    Jip, penggabungan konsep persepsi dan promosi agak susah, karena dua hal yang memang telaahnya berbeda. Persepsi datang dari kondisi internal pengguna, sementara promosi dilakukan oleh pemasar. Untuk kasus Jambi saya tawarkan persepsi khususnya dalam menganalisis Captive Market Batik Jambi, ada peraturan daerah yang mengharuskan pegawai negeri menggunakan Batik di hari Kamis. Hal inilah yang lebih potensil dijadikan fokus penelitia, yaitu persepsi masyarakat baik yang telah menggunakan Batik Jambi dalam urusan melaksanakan perda maupun yang belum. Sehingga rekomendasinya nanti adalah bagaimana Captive Market Batik Jambi bisa diperluas.

    Komentar oleh Jipranata | November 23, 2012 | Balas

  4. Selamat malam pak Jo, saya Yayuk Sriayudha. NIM. C2B011001 mahasiswa MM angkatan 15. Mengirimkan tugas Mata kuliah Perilaku Konsumen mengenai gambaran penelitian saya yang berjudul “Analisis Pengaruh Pendekatan Experiential Marketing Terhadap Kepuasan Pasien Rumah Sakit Umum Raden Mattaher Jambi”. Mohon masukannya pak terimakasih.
    BAB I
    PENDAHULUAN
    1.1 Latar belakang
    Perkembangan sektor jasa saat ini mengalami peningkatan yang pesat seiring dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat. hal ini terlihat dari perkembangan berbagai sektor industri jasa. Dalam situasi persaingan, salah satu cara memperoleh keunggulan yang kompetitif dan berkesinambungan di industri jasa yaitu mengunakan pemasaran jasa yang berorientasi kepada pelanggan sehingga memungkinkan perusahaan mempertahankan pelangan melalui loyalitas dan komitmen yang diperoleh dari pelanggan. Kotler and Keller (2006 : 372) mengemukakan jasa (service) adalah setiap tindakan atau kinerja yang ditawarkan oleh satu pihak ke pihak lain yang secara prinsip tidak berwujud dan tidak menyebabkan perpindahan kepemilikan.
    Salah satu bentuk perusahaan yang menawarakan jasa adalah rumah sakit. Pelayanan kesehatan di rumah sakit dituntut untuk lebih memfokuskan pada kebutuhan pelanggan, sejalan dengan meningkatnya tuntutan masyarakat akan pelayanan yang lebih baik, dan perkembangan teknologi. Rumah sakit sebagai salah satu unit pelaksana pelayanan kesehatan harus bisa memberikan rasa aman dan nyaman kepada para pengguna jasa pelayanan karena pelayanan yang berkualitas sangat diharapkan oleh para pengguna jasa pelayanan. Hal ini menuntut penyedia jasa pelayanan kesehatan yakni rumah sakit untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih baik, tidak hanya pelayanan yang bersifat penyembuhan penyakit tetapi juga mencakup pelayanan yang bersifat pencegahan. Oleh karena itu, rumah sakit dituntut untuk memberikan pelayanan yang bermutu sesuai dengan standar yang ditetapkan dan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat (Utama,2003)
    Konsep pemasaran yang memberikan pengalaman unik kepada pelanggan sudah dikenal dengan istilah experiental marketing. Experiential marketing merupakan sebuah pendekatan dalam pemasaran yang lebih menekankan diferensiasi produk atau jasa untuk membedakan produknya dengan produk kompetitor. Konsep ini menghadirkan pengalaman yang unik , positif dan mengesankan kepada konsumen. Sehingga pada akhirnya konsumen tidak hanya puas dan loyal tapi juga akan menyebarkan informasi tentang produk atau jasa sebuah perusahaan kepada orang lain.
    Salah satu yang membuat konsumen puas adalah ketika perusahaan mampu menyentuh sisi pengalaman pelanggan. Menurut Schmitt (1999 dalam Bagus Aji Indrakusuma 2011), ada lima elemen yang perlu diperhatikan dalam menarik dan merebut hati pelanggan. Kelima elemen itu antara lain sense, feel, think, act, dan relate. Pendekatan experential marketing menciptakan pengalaman komsumen melalui panca indera (Sense), pengalaman afektif (Feel), pengalaman berpikir secara kreatif (Think), pengalaman konsumen yang berhubungan dengan tubuh secara fisik, perilaku dan gaya hidup, serta dengan penalaman-pengalaman sebagai hasil dari interaksi dengan orang lain (Act), juga menciptakan pengalaman yang terhubung dengan keadaan sosial, gaya hidup, dan budaya yang dapat merefleksikan merek tersebut yang merupakan pengembangan dari sensations, feelings, cognitions, dan actions (relate).
    Melalui konsep ini, perusahaan mencoba melibatkan konsumen tidak hanya secara rasional namun melalui emosi, perasaan, mendorong mereka untuk berpikir, melakukan tindakan, maupun menjalin komunitas. Keberhasilan penerapan lima elemen pendekatan ini akan membuat jasa yang ditawarkan tertanam di hati pelanggan sehingga menimbulkan kepuasan pada pelanggan (consumen satisfaction).
    Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher merupakan sebuah lembaga yang bergerak dibidang jasa pelayanan kesehatan yang berada di Provinsi Jambi. Rumah sakit ini bisa dikatakan memiliki pasien yang cukup banyak, tidak hanya berasal dari kota Jambi saja, tetapi juga dari seluruh kabupaten yang ada di Provinsi Jambi. Alasan banyak orang datang ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher ini karena dinilai dari harga yang ditawarkan bisa diterima bagi semua lapisan masyarkat dan tentunya rumah sakit ini menyediakan fasilitas yang cukup lengkap dengan ahli medis yang mendukung dalam keahliannya. Hal ini yang menjadikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher dituntut untuk terus meningkatkan kualitas akan pelayanan jasa kesehatan yang lebih baik, tidak saja pelayanan kesehatan yang bersifat menyembuhkan saja, tetapi lembaga kesehatan juga dituntut untuk dapat memberikan kepuasan pasien rumah sakit.
    Kepuasan itu tidak hanya dilihat dari sisi fisik atau fasilitas yang ada namun juga dari pelayanan yang diberikan yang diharapkan nanti dapat berdampak positif dalam meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit dan pada akhirnya akan meningkatkan kepuasan dari pasien. Dalam tabel 1 berikut ini adalah gambaran jumlah kunjungan rawat jalan pasien RSUD Raden Mattaher Jambi tahun 2008-2011.

    Tabel 1
    Jumlah Kunjungan Rawat Jalan ( Cara Bayar)
    RSUD Raden Mattaher Jambi
    Tahun 2008-2011

    No Tahun Umum Askes Jamkesmas Astek Jamkesda SKTM Total
    1. 2008 82578 55677 6756 5348 0 0 150359
    2. 2009 63137 63019 9293 2057 5114 83 142703
    3. 2010 50542 81639 16697 6460 2714 137 158189
    4 2011 29556 66407 15312 5102 3220 0 119597
    Jumlah 225813 266742 48058 18967 11048 220 570848
    Sumber : RSUD Raden Mattaher Jambi

    Selanjutnya pada tabel 2 berikut ini terlihat persentase jumlah kunjungan poliklinik RSUD Raden Mattaher Jambi tahun 2008-2011.

    Tabel 2
    Persentase Jumlah Pasien Kunjungan Poliklinik
    RSUD Raden Mattaher Jambi
    Tahun2008-2011
    No Tahun Jumlah Persentase
    (%)
    1. 2008 150359 26,3
    2. 2009 142703 25,0
    3. 2010 158189 27,7
    4. 2011 119597 21,0
    Jumlah 570848 100,0
    Sumber : RSUD Raden Mattaher Jambi

    Dari data pada tabel 2 terlihat fluktuasi kunjungan pasien rawat jalan di poliklinik RSUD Raden Mattaher, namun secara garis besar terjadi penurunan jumlah kunjungan. Jumlah total pasien rawat jalan mengalami penurunan dari tahun 2008-2011. Pada tahun 2008 jumlah pasien sebanyak 150359 orang, tahun 2009 mengalami penurunan sebesar 26,3 % menjadi 142703 orang. Pada tahun 2010 jumlah pasien rawat jalan mengalami kenaikan yang tidak signifikan yaitu 27,7 % yang berasal dari pasien askes dikarenakan RSUD raden Mattaher merupakan rumah sakit pusat rujukan di Provinsi Jambi. Pada tahun 2011 jumlah pasien mengalami penurunan yaitu sebesar 21,0 % menjadi 119597 orang.
    Penurunan jumlah pasien rawat jalan dari tahun ke tahun menunjukan ada indikasi pasien mulai meninggalkan RSUD Raden Mattaher dan beralih ke Rumah sakit lainnya. Pelayanan yang kurang memuaskan dianggap sebagai salah satu penyebab menurunya jumlah pasien. Sebagai rumah sakit pemerintah terbesar di Provinsi Jambi, RSUD Raden Mattaher bisa menawarkan sesuatu yang lebih untuk memuaskan pasien yang pada akhirnya akan membuat pasien loyal. Garbarino dan Johnson dalam Bagus Aji Indrakusuma 2011, menyatakan bahwa kepuasan secara keseluruhan berdasarkan pada pembelian dan pengalaman mengkonsumsi barang atau jasa. Dari penjelasan tentang kepuasaan konsumen tersebut dapat disimpulkan bahwa strategi Experiential Marketing dapat dijadikan suatu alat untuk mengukur kepuasaan konsumen terhadap suatu produk atau jasa.
    Dari uraian di atas maka peneliti tertarik untuk meneliti tentang experience (pengalaman) yang dialami oleh pasien RSUD Raden Mattaher Jambi untuk menganalisis seberapa besar kepuasan pasien rawat jalan dengan mengangkat topik “Analisis Pengaruh Pendekatan Experiential Marketing Terhadap Kepuasan Pasien Rumah Sakit Umum Raden Mattaher Jambi”.

    1.2 Perumusan Masalah
    Konsep pemasaran yang memberikan pengalaman unik kepada pelanggan sudah dikenal dengan istilah experiential marketing yang mencakup sense (panca indra), feel (perasaan), think (berfikir), act (tindakan), relate (pertalian). Hal ini sangat menarik karena ternyata konsep ini berkembang dengan cepat dan mampu menggeser pendekatan pemasaran tradisional dalam menciptakan nilai pelanggan. Oleh karena itu, penelitian ini mengangkat isu experiential marketing dengan studi kasus pada Rumah Sakit Umum Daerah Raden Mattaher Jambi karena sebagai rumah sakit pemerintah terbesar di provinsi Jambi, RSUD Raden Mattaher justru mengalami penurunan jumlah pasien setiap tahunnya. Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat dirumuskan masalah yang akan diteliti sebagai berikut:
    1. Bagaimana pengaruh sense (panca indra) terhadap terciptanya kepuasan pasien RSUD Raden Mattaher jambi?
    2. Bagaimana pengaruh feel (perasaan) terhadap terciptanya kepuasan pasien RSUD Raden Mattaher jambi?
    3. Bagaimana pengaruh think (berfikir) terhadap terciptanya kepuasan pasien RSUD Raden Mattaher jambi? pasien RSUD Raden Mattaher jambi?
    4. Bagaimana pengaruh act (tindakan) terhadap terciptanya kepuasan pasien RSUD Raden Mattaher jambi?
    5. Bagaimana pengaruh relate (pertalian) terhadap terciptanya kepuasan pasien RSUD Raden Mattaher jambi?

    1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian
    1.3.1 Tujuan Penelitian
    Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
    1. Menganalisis pengaruh sense (panca indra) terhadap terciptanya kepuasan pasien RSUD Raden Mattaher jambi?
    2. Menganalisis pengaruh feel (perasaan) terhadap terciptanya kepuasan pasien RSUD Raden Mattaher jambi?
    3. Menganalisis pengaruh think (berfikir) terhadap terciptanya kepuasan pasien RSUD Raden Mattaher jambi?
    4. Menganalisis pengaruh act (tindakan) terhadap terciptanya kepuasan pasien RSUD Raden Mattaher jambi?
    5. Menganalisis pengaruh relate (pertalian) terhadap terciptanya kepuasan pasien RSUD Raden Mattaher jambi?

    1.3.2 Manfaat Penelitian
    Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini bagi beberapa pihak antara lain :
    a. Bagi Rumah Sakit

    Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan masukan sebagai dasar pertimbangan dalam usaha perbaikan rumah sakit pada umumnya dan diharapkan dapat memberikan masukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, sehingga jumlah komplain berkurang dan diharapkan jumlah pasien dapat terus meningkat setiap bulannya.
    b. Bagi Akademisi
    Penelitian ini merupakan proses pembelajaran untuk dapat menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama ini dan diharapkan dapat menambah pengetahuan, pengalaman, dan wawasan mengenai pengaruh dimensi kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen pada pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah Raden Mataher Jambi.
    c. Bagi Pemerintah
    Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan informasi dan masukan bagi pemerintah dalam kepedulian di bidang kesehatan bagi masyarakat.

    Komentar oleh Yayuk Sriayudha | November 27, 2012 | Balas

  5. Selamat Malam Pak Jo, Nama Saya Andiko Agam Matura NIM C2B011031 mengirimkan tugas Mata kuliah Prilaku Konsumen mengenai gambaran penelitian yang berjudul “ANALISIS PERILAKU KONSUMEN DALAM KEPUTUSAN PEMBELIAN KARTU simPATI”

    BAB I
    I. PENDAHULUAN
    1.1. Latar Belakang

    Perkembangan teknologi yang pesat di abad 21 berdampak pada semua bidang kehidupan termasuk bidang komunikasi. Perkembangan teknologi komunikasi yang dapat dilihat langsung dampaknya adalah penemuan telepon seluler (ponsel). Pengunaan alat ini meluas dari desa sampai kota, anak-anak sampai para manula dan dari karyawan sampai eksekutif. Perkembangan pemakaian ponsel semakin membuat produk ini canggih dengan fitur yang lengkap pada akhirnya. Selain kecanggihan dan
    kelengkapan fitur dari merek ponsel sendiri, peranan perusahaan penyedia jasa operator sebagai penghubung antar jaringan juga tidak kalah pentingnya. Tanpa adanya perusahaan penyedia jasa operator, maka telepon seluler tidak akan berfungsi karena keduanya merupakan barang yang tidak dapat dipisahkan. Di Indonesia, ada beberapa perusahaan yang menyediakan jasa operator baik yang menggunakan teknologi Global System for Mobile Communications (GSM) maupun Code Division Multiple Access (CDMA). Menurut data Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI)1 ada tujuh operator yang memperebutkan pasar seluler di Indonesia yaitu operator GSM seperti PT. Telkomsel, PT. Indosat, PT. Excelcomindo dan beberapa
    operator CDMA seperti PT. Telkom, PT. Bakrie Telkom, PT. Mobile-8 Telecom dan
    PT. Natrindo Telepon Seluler. Beberapa perusahaan di atas telah menjalin kerjasama dengan perusahaan asing untuk memperkuat posisinya dalam pasar maupun untuk memperebutkan pangsa pasar yang ada yaitu PT. Telkomsel dengan Singapore Telecom Mobile Pte of Singapore, Indosat dengan Singapore Tecnologies Telemedia Pte, Ltd, PT. Excelcomindo dengan Khazanah Malaysia, dan PT. Natrindo Telepon
    Seluler dengan Maxis Malaysia (Rudiantara, 2006). Peningkatan pelanggan seluler juga cukup drastis.

    Tabel 2. Produk Kartu Seluler Perusahaan Operator GSM di Indonesia
    No. Nama Perusahaan Produk Jenis
    1. PT. Telkomsel Kartu simPATI Prabayar
    Kartu As Prabayar
    KartuHalo Pasca bayar
    2. PT. Indosat IM3 Prabayar
    Mentari Prabayar
    Matrix Pasca bayar
    3. PT. Excelcomindo Bebas Prabayar
    Jempol Prabayar
    X-plor Pasca bayar

    Kartu seluler prabayar merupakan produk yang mendominasi ketiga operator GSM di atas. Hal ini tidak mengherankan karena karakteristik konsumen kartu seluler di Indonesia adalah prabayar (Suriahardja, 2006). Menurut Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) menyebutkan bahwa dari 50,4 juta konsumen seluler di Indonesia, 90 persen adalah pengguna kartu prabayar. Kartu prabayar adalah kartu seluler yang menggunakan sistem pembayaran diawal melalui pembelian nomor perdana dan voucher. Dengan kartu prabayar, konsumen dapat mengatur penggunaan pulsa sendiri setiap periode yaitu dengan pembelian voucher
    yang diinginkan sesuai dengan batas masa aktifnya.
    Peraturan Menteri Komunikasi No.23/M. KOMINFO/10/2005 tentang kewajiban registrasi pelanggan kartu prabayar jasa telekomunikasi yang sudah dilaksanakan dari tanggal 25 Desember 2005 sampai 28 April 2006 tidak membuat pesimis ketiga perusahaan operator GSM di atas sebagai produsen terbesar kartu prabayar. Kebijakan registrasi itu justru merupakan keuntungan karena operator bisa mengetahui jati diri pelanggannya yang dapat digunakan untuk merencanakan strategi pemasaran dan pendistribusian
    Peningkatan jumlah pelanggan Telkomsel yang cukup signifikan juga tidak lepas dari makin luasnya akses Telkomsel. Dukungan 7000 BTS (Base Transceiver Station) yang menghadirkan High Performance Network maka kenyamanan kontinuitas komunikasi mencapai 99 persen. Untuk mengatasi kepadatan lalu lintas seluler maka digunakan teknologi Dual Band (GSM 900 dan 1800) dan juga General Packet Service Radio (GPRS) secara nasional dan Enhanced Data Rates for GSM Evolution (EDGE) di daerah-daerah tertentu untuk melayani komunikasi data dengan kecepatan tinggi

    Komposisi Pelanggan Telkomsel tahun 2011
    No. Nama Produk Pelanggan (juta) Persentase (%)
    1. Kartu simPATI 17,8 73,25
    2. Kartu As 5 20,58
    3. KartuHalo 1,5 6,17

    Mengacu pada Tabel 2, maka dapat diketahui bahwa kartu simPATI Telkomsel merupakan kartu seluler yang mendapatkan pelanggan terbesar yaitu 17,8 juta atau 72,36 persen dari pelanggan Telkomsel. Dengan motto simPATI No Compromise No Problem maka pengguna kartu simPATI dapat berkomunikasi dengan siapa saja dan dari kota-kota kecil sekalipun.
    Kartu simPATI dikeluarkan oleh PT. Telkomsel tahun 1997 dan menjadi kartu prabayar pertama di Indonesia bahkan di Asia. Dengan daya jelajah yang bisa menjangkau seluruh wilayah nusantara, tarif yang terjangkau, pelayanan yang mudah dan mutu prima membuat kartu ini digemari sebagian besar pelanggan kartu seluler. Pada Bulan Februari 2003 Telkomsel meluncurkan fasilitas simPATI International Roaming padakartu simPATI. Dengan fasilias ini maka simPATI menjadi pelopor kartu prabayar di Indonesia yang bisa digunakan untuk menjelajah berbagai belahan bumi. Bahkan untuk meningkatkan pelayanan, saat ini pelanggan simPATI dapat menikmati layanan General Packet Radio Switching (GPRS) dan Multimedia Messaging Services (MMS). Pada awal bulan September 2004, Telkomsel meluncurkan kartusimPATI Hoki perdana dengan harga Rp. 25.000,00 sama dengan harga perdana kartu As. Walaupun harga perdana kartu simPATI Hoki sama dengan kartu As tetapi pulsa yang ada didalamnya berbeda. Perdana kartu As sudah termasuk pulsa Rp.25.000,00 sedangkan dalam kartu simPATI hanya ada pulsa sejumlah Rp.15.000,00. Hal ini dikarenakan perbedaan karakter dari dua kartu tersebut. Fasilitas Multimedia Messaging Services (MMS) serta akses internet melalui General Packet Radio Switching (GPRS) adalah dua contoh fitur yang terdapat dalam kartu simPATI tetapi tidak terdapat dalam kartu As.

    Perkembangan perusahaan operator CDMA di Indonesia juga tidak dapat dipandang sebelah mata. Beberapa operator CDMA seperti PT. Telkom dengan Telkom Flexi, PT. Natrindo dengan Lipotel, PT. Mobile-8 dengan Fren dan PT. Bakrie Telkom dengan Esia siap bersaing dengan perusahaan operator GSM karena bagaimanapun tarif CDMA lebih murah (Rudiantara, 2006). Persaingan antara sesama operator GSM berjalan sangat ketat. Masing-masing perusahaan menawarkan berbagai macam produk kartu seluler baik yang bersifat prabayar maupun pascabayar berbagai keunggulan baik fitur dalam kartu sendiri maupun dalam tarif.

    Adanya berbagai macam produk simcard yang dikeluarkan oleh PT. Telkomsel dan juga operator seluler lain membuat perilaku konsumen dalam mengambil keputusan tentang pembelian simcard khususnya kartu simPATI merupakan salah satu hal yang menarik perhatian. Setiap konsumen melakukan berbagai macam keputusan tentang pencarian, pembelian, penggunaan beragam produk, dan merek setiap periode tertentu. Konsumen melakukan keputusan setiap hari atau setiap periode tanpa menyadari bahwa mereka telah mengambil keputusan. Displin perilaku konsumen berusaha mempelajari bagaimana konsumen mengambil
    keputusan dan memahami faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi dan yang terlibat dalam pengambilan keputusan tersebut

    1.2. Perumusan Masalah

    1. Bagaimana karakteristik mahasiswa S1 sebagai konsumen kartu simPATI di UNJA Pasca Sarjana Magister Manajemen ?

    2. Bagaimana proses keputusan pembelian yang dilakukan oleh mahasiswa S1 sebagai konsumen kartu simPATI di UNJA Pasca Sarjana Magister Manajemen?

    3. Atribut-atribut dominan apakah yang mempengaruhi keputusan pembelian mahasiswa S1 sebagai konsumen kartu simPATI di UNJA Pasca Sarjana Magister Manajemen?

    4. Bagaimana sikap dan perilaku mahasiswa S1 UNJA Pasca Sarjana Magister Manajemen ?

    1.3. Tujuan Penelitian

    1. Mengidentifikasi karakteristik mahasiswa S1 sebagai konsumen kartu simPATI di UNJA Pasca Sarjana Magister Manajemen

    2. Menganalisis proses keputusan pembelian yang dilakukan oleh mahasiswa S1 sebagai konsumen kartu simPATI di UNJA Pasca Sarjana Magister Manajemen

    3. Mengidentifikasi atribut dominan yang dimiliki kartu simPATI.

    4. Menganalisis sikap dan perilaku mahasiswa S1 sebagai konsumen kartu simPATI di UNJA Pasca Sarjana Magister Manajemen

    1.4 Manfaat Penelitian

    1. Penelitian ini diharapkan memberi manfaat dalam ilmu Psikologi khususnya di bidang Psikologi Industri dan Organisasi terutama mengenai pengaruh kepuasan konsumen terhadap loyalitas merek.

    2. Memberi informasi kepada pihak produsen bahwa kepuasan merupakan faktor yang diperlukan dalam meningkatkan loyalitas konsumen terhadap merek. sehingga pihak produsen dapat memuaskan konsumen dengan cara mempertahankan kualitas produk serta dapat menciptakan produk yang sesuai dengan harapan konsumen, sehingga konsumen akan mengembangkan loyalitasnya terhadap merek tersebut.

    Komentar oleh Andiko Agam Matura | Desember 14, 2012 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: