Johannessimatupang’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

METODE PENELITIAN KELAS PAGI DAN SORE NOVEMBER 2012


Halaman ini diperuntukkan untuk kelas Metode Penelitian baik  kelas pagi dan sore.  Seluruh materi yg diunggah pada halaman ini wajib dicetak dan dibundel pada map khusu. Map tersebut akan  menjadi bagian dalam penilaian akhir. Sukses menyertai anda.

Blog Pedoman dan Penugasan MEP Pemasaran November 2012

Sampling

Metode Penelitian Pemasaran Sampling Desember 2010

Kuesioner sebelum ke lapangan, kelas pagi  Kuesioner Analisis Persepsi Penylenggara LPSE Desember 2012

PEDOMAN PENILAIAN PROPOSAL TENTATIF Blog Pedoman Penilaian Proposal Tentatif Januari 2013

November 19, 2012 - Posted by | Bahan Ajar, Diskusi Mahasiswa, kompetensi, krisis enerji

104 Komentar »

  1. Topik : Experiential Marketing
    Judul : Analisis pengaruh experiential marketing terhadap terciptanya keputusan pelanggan menggunakan jasa operator Telkomsel.
    Pendahuluan :
    1. Latar belakang
    Konsep pemasaran experiential marketing ini termasuk konsep pemasaran yang unik. Konsep ini berusaha menghadirkan pengalaman yang unik, positif dan mengesankan kepada konsumen. Sehingga nantinya akan tercipta rasa puas dan loyal konsumen kepada produk tersebut. Tidak hanya itu, konsumen tersebut juga secara tidak langsung memasarkan produk yang dipakainya. Dengan kata lain, konsumen menyebarkan informasi kepada calon konsumen lain secara word of mouth.
    Melalui experiential marketing, pemasar berusaha melibatkan pelanggan secara emosional maupun psikologikal ketika mengkonsumsi produk yang ditawarkan. Experiential marketing merupakan salah satu bentuk perkembangan pemasaran yang diharapkan dapat menghubungkan antara dunia akademis dan praktik (Mc. Cole, 2004 dalam Adhi Hendra Baskara 2006).
    Experiential marketing mempunyai lima unsur yaitu panca indera (sense), perasaan (feel), pikiran (think), tindakan (act), dan pertalian (relate).
    Secara implisit Schmitt (1999:64) menjelaskan bahwa experiential marketing merupakan cara untuk membuat konsumen menciptakan pengalaman melalui panca indera (sense), menciptakan afektif (feel), menciptakan pengalaman berpikir secara kreatif (think), menciptakan pengalaman konsumen yang berhubungan dengan tubuh secara fisik, dengan perilaku dan gaya hidup, serta dengan pengalaman-pengalaman sebagai hasil dari interaksi dengan orang lain (act), juga menciptakan pengalaman yang terhubung dengan keadaan sosial, gaya hidup, dan budaya yang dapat merefleksi merek tersebut yang merupakan pengembangan dari sensations, feelings, cognitions, dan actions (relate).

    2. Rumusan Masalah
    a. Bagaimana pengaruh panca indera (sense) terhadap terciptanya keputusan pelanggan menggunakan jasa operator Telkomsel?
    b. Bagaimana pengaruh perasaan (feel) terhadap terciptanya keputusan pelanggan menggunakan jasa operator Telkomsel?
    c. Bagaimana pengaruh pikiran (think) terhadap terciptanya keputusan pelanggan menggunakan jasa operator Telkomsel?
    d. Bagaimana pengaruh tindakan (act) terhadap terciptanya keputusan pelanggan menggunakan jasa operator Telkomsel?
    e. Bagaimana pengaruh pertalian (relate) terhadap terciptanya keputusan pelanggan menggunakan jasa operator Telkomsel?

    3. Tujuan
    a. Mengetahui pengaruh panca indera (sense) terhadap terciptanya keputusan pelanggan menggunakan jasa operator Telkomsel.
    b. Mengetahui pengaruh perasaan (feel) terhadap terciptanya keputusan pelanggan menggunakan jasa operator Telkomsel.
    c. Mengetahui pengaruh pikiran (think) terhadap terciptanya keputusan pelanggan menggunakan jasa operator Telkomsel.
    d. Mengetahui pengaruh tindakan (act) terhadap terciptanya keputusan pelanggan menggunakan jasa operator Telkomsel.
    e. Mengetahui pengaruh pertalian (relate) terhadap terciptanya keputusan pelanggan menggunakan jasa operator Telkomsel.

    4. Manfaat
    a. Diharapkan menjadi sebagai bahan masukan bagi perusahaan dalam kegiatan pemasaran experiential marketing di kegiatan yang masa akan datang.
    b. Agar mengetahui strategi dan manfaat dari penggunaan konsep pemasaran experiential marketing di dalam bisnis.

    Kerangka Pemikiran :
    Konsep pemasarn experiential marketing sebenarnya sudah sering terjadi di sekitar kita. Hanya saja beberapa orang dan kalangan tidak menyebutnya seperti istilah tersebut, tetapi word of mouth. Di situaasi seperti saat ini, statement atau judgement seorang konsumen terhadap suatuu produk sangat mempengaruhi pola pikir bahkan hingga kepada jeputusan pembelian calon konsumen lain terhadap produk tersebut.
    Saya tertarik mengambil tema ini karena proses experiential marketing ini banyak terjadi di kehidupan sehari-hari. Penilaian seorang konsumen terhadap produk yang saya pilih (Telkomsel) dapat mempengaruhi puas tidaknya seorang konsumen. Jika konsumen merasa puas atas jasa yang telah diberikan dan disediakan Telkomsel, maka konsumen ttersebut akan loyal memakai jasa operator ini. Tidak menutup kemungkinan konsumen yang loyal ini menyebarkan informasi-informasi baik tentang produk (Telkomsel) ini. Jika word of mouth ini menyebar ke banyak orang, ini dapat membentuk semacam mindset bahwa produk Telkomsel memang produk yang berkualitas baik dibanding kompetitor lainnya.

    Sari idemu bagus, sesuatu yang baru. Hanya pemilihan objeknya yang harus dipikir ulang. Experiental Marketing (EM) menekankan kepada sensasi pada saat terjadi interaksi sehingga konsep bauran pemasaran kurang mengena pada konsep EM. Coba pilih dimana terdapat interaksi antara pelanggan dan pemasar yg mengarah terciptanya pelasure (kesenangan). Sambil Sari juga menulis proposal tetantatif.

    Komentar oleh Nurrahma Sari Putri (@nengfung) | Desember 2, 2012 | Balas

  2. Nama : Andrias Simon
    NIM : ERC1B010121
    Jurusan : Manajemen Kelas Sore

    Judul :
    Analisis Pengaruh Kualitas Terhadap Keputusan Pembelian Spareparts Mesin Pada Industri Minyak CPO di PT. Mitra Agrolika Sejahtera.

    Latar Belakang :
    Dalam beberapa tahun terakhir, banyak pabrik-pabrik CPO yang telah berkembang di daerah Sumatera, khususnya pada daerah Sumatera bagian selatan. Hal ini sekaligus diikuti oleh berkembangnya industri dan supplaier spareparts mesin industri pabrik CPO.
    Banyak sekali produk-produk yang dipasarkan ke perusahaan-perusahaan industri minyak CPO seperti pada PT. Mitra Agrolika Sejahtera yang merupakan salah satu perusahaan pabrik CPO yang sedang berkembang di industri minyak CPO di Jambi. Banyak faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian terhadap spareparts mesin pabrik CPO, seperti kualitas dan harga.
    Menurut M. Suyanto ( http://carapedia.com/pengertian_definisi_kualitas_info2137.html ) “Kualitas merupakan seberapa baik sebuah produk sesuai dengan kebutuhan spesifik pelanggan. Kualitas meliputi kualitas kinerja, kesesuaian, daya tahan, dan keandalan”.
    PT. Mitra Agrolika Sejahtera merupakan perusahaan yang mementingkan kualitas jika dibandingkan dengan harga.
    Dari pemaparan singkat diatas maka hal inilah yang melatarbelakangi penelitian ini sehingga diangkat judul “Analisis Pengaruh Kualitas Terhadap Keputusan Pembelian Spareparts Mesin Pada Industri Minyak CPO di PT. Mitra Agrolika Sejahtera“.

    Pembelian Sparepart termasuk kepada pasar industri, sehingga pendekatannya harus menggunakan pendekatan industri. Andrias silahkan diperbaiki lagi.

    Komentar oleh andrias simon | Desember 9, 2012 | Balas

    • Nama : Andrias Simon
      NIM : ERC1B010121
      Jurusan : Manajemen Kelas Sore

      Judul :
      Pengaruh Kualitas terhadap keputusan pembelian spareparts mesin pada industri minyak CPO di PT. Mitra Agrolika Sejahtera.

      Latar Belakang :
      Dalam beberapa tahun terakhir, banyak pabrik-pabrik CPO (Crude Palm Oil) yang telah berkembang di daerah Sumatera, khususnya pada daerah Sumatera bagian selatan. Hal ini sekaligus diikuti oleh berkembangnya industri dan supplaier spareparts mesin industri pabrik CPO.
      Industri adalah bidang mata pencaharian yang menggunakan ketrampilan dan ketekunan kerja (bahasa Inggris: industrious) dan penggunaan alat-alat di bidang pengolahan hasil-hasil bumi dan distribusinya sebagai dasarnya. Maka industri umumnya dikenal sebagai mata rantai selanjutnya dari usaha-usaha mencukupi kebutuhan (ekonomi) yang berhubungan dengan bumi, yaitu sesudah pertanian, perkebunan dan pertambangan yang berhubungan erat dengan tanah. Kedudukan industri semakin jauh dari tanah, yang merupakan basis ekonomi, budaya, dan politik (Alvin Toffler, 1971, Future Shock. Bantam Books).
      Banyak sekali produk-produk yang dipasarkan ke perusahaan-perusahaan industri minyak CPO seperti pada PT. Mitra Agrolika Sejahtera yang merupakan salah satu perusahaan pabrik CPO yang sedang berkembang di industri minyak CPO di Jambi. Banyak faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian terhadap spareparts mesin pabrik CPO, seperti kualitas dan harga.
      Menurut M. Suyanto ( http://carapedia.com/pengertian_definisi_kualitas_info2137.html ) “Kualitas merupakan seberapa baik sebuah produk sesuai dengan kebutuhan spesifik pelanggan. Kualitas meliputi kualitas kinerja, kesesuaian, daya tahan, dan keandalan”.
      Kualitas dalam spareparts industri sangat perlu diperhatikan karena mesin-mesin dalam Pabrik harus tetap berjalan 24 jam. Agar produksinya tetap terjaga, maka perlu memilih kualitas spareparts yang mempunyai kualitas terjamin tetapi dengan harga yang relatif murah.
      Dalam divisi Pembelian, banyak sekali penawaran spareparts yang pastinya mempunyai aneka ragam kualitas dan harga. Dari sinilah divisi pembelian harus bijak memilih produk yang bisa memperkecil pengeluaran.
      PT. Mitra Agrolika Sejahtera merupakan perusahaan yang mementingkan kualitas jika dibandingkan dengan harga.
      Dari pemaparan singkat diatas maka hal inilah yang melatarbelakangi penelitian ini sehingga diangkat judul “Pengaruh Kualitas Terhadap Keputusan Pembelian Spareparts Mesin Pada Industri Minyak CPO di PT. Mitra Agrolika Sejahtera“.

      Rumusan masalah
      Berdasarkan uraian latar belakang yang telah dipaparkan diatas, maka penulis merumuskan suatu permasalahan yang akan diteliti sebagai berikut
      1. Bagaimana pengaruh kualitas spareparts terhadap keputusan pembelian spareparts mesin pada pabrik CPO di PT. Mitra Agrolika Sejahtera?
      2. Apa kriteria keputusan pembelian perusahaan tersebut terhadap pembelian spareparts mesin?

      Tujuan penelitian
      1. Untuk mengetahui pengaruh kualitas spareparts terhadap keputusan pembelian spareparts mesin pada pabrik CPO di PT. Mitra Agrolika Sejahtera.
      2. Untuk mengetahui kriteria keputusan pembelian perusahaan tersebut terhadap pembelian spareparts mesin.

      Manfaat Penelitian
      Adapun manfaat yang diharapkan penulis melalui proses penelitian ini adalah sebagai berikut :
      a. Sebagai masukan bagi pengembangan ilmu pengetahuan yang terkait dengan disiplin ekonomi khususnya manajemen pemasaran.
      b. Sebagai informasi dan masukan kepada produsen untuk pertimbangan dalam memasarkan produknya.
      c. Sebagai wacana dalam upaya pembentukan pemahaman kepada masyarakat dan konsumen.
      d. Sebagai bahan referensi dan acuan untuk penelitian lainnya

      Komentar oleh andreas simon | Januari 22, 2013 | Balas

      • Lanjutan..

        BAB II
        Tinjauan Pustaka
        Kualitas mengandung banyak pengertian, beberapa contoh dari pengertian kualitas menurut Tjiptono (1996:55) adalah :
        1) kesesuaian dengan persyaratan.
        2) kecocokan untuk pemakaian.
        3) perbaikan berkelanjutan.
        4) bebas dari kerusakan/cacat.
        5) pemenuhan kebutuhan pelanggan sejak awal dan setiap saat.
        6) melakukan segala sesuatu secara benar.
        7) sesuatu yang bisa membahagiakan pelanggan.

        Definisi Kualitas lainnya :
        Scherkenbach (1991): kualitas ditentukan oleh pelanggan; pelanggan menginginkan produk dan jasa yang sesuai dengan kebutuhan dan harapannya pada suatu tingkat harga tertentu yang menunjukkan nilai produk tersebut.
        Elliot (1993): kualitas adalah sesuatu yang berbeda untuk orang yang berbeda dan tergantung pada waktu dan tempat, atau dikatakan sesuai dengan tujuan.
        Goetch dan Davis (1995): kualitas adalah suatu kondisi dinamis yang berkaitan dengan produk, pelayanan, orang, proses yang memenuhi atau melebihi apa yang diharapkan.
        Perbendaharaan istilah ISO 8402 dan dari Standar Nasional Indonesia (SNI 19-8402-1991): kualitas adalah keseluruhan ciri dan karakteristik produk atau jasa yang kemampuannya dapat memuaskan kebutuhan, baik yang dinyatakan secara tegas maupun tersamar. Istilah kebutuhan diartikan sebagai spesifikasi yang tercantum dalam kontrak maupun kriteria-kriteria yang harus didefinisikan terlebih dahulu.
        Berdasarkan uraian tersebut, maka kualitas menurut penulis dapat diberi pengertian sebagai totalitas dari karakteristik suatu produk (barang atau jasa) yang menunjang kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan. Kualitas sering kali diartikan sebagai segala sesuatu yang memuaskan konsumen atau sesuai dengan persyaratan atau kebutuhan.

        Stanton (1985:222-223) mendefinisikan produk sebagai berikut :
        Sekumpulan atribut yang nyata (intangible) yang terkait dalam sebuah bentuk yang dapat didentifikasikan, di dalamnya sudah ter-cakup warna, harga, kemasan, prestise pabrik, prestise pengecer, dan pelayanan dari pabrik serta pengecer yang mungkin diterima oleh pembeli sebagai sesuatu yang bisa memuaskan keinginan.
        Menurut Kotler (1998:53) produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke suatu pasar untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan. Jadi, pada dasarnya produk adalah segala sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan atau keinginan masyarakat atau konsumen. Bagi perusahaan yang memproduksi suatu produk atau jasa, produk adalah alat atau sarana untuk mencapai sasaran, yaitu keuntungan perusahaan atau tujuan tertentu.

        Dalam era globalisasi ini, tampaknya masyarakat atau konsumen semakin kritis dalam menilai suatu produk.
        Stanton (1985:285-286) memberi pengertian kualitas produk :
        Suatu jaminan dalam rangka memenuhi kebutuhan konsumen dalam memilih suatu produk dan dalam masalah ini citra rasa pribadi sangat berperan.

        Dalam konsteks tersebut, penulis dapat memetik beberapa hal penting dalam membahas “kualitas produk”, yakni :
        1) Kata “jaminan” mengandung pengertian bahwa produk yang ditawarkan kepada konsumen benar-benar telah melalui proses pengukuran dan pengujian yang cermat dan rasional, sehingga layak untuk disertai dengan jaminan.

        2) Kata “cita rasa” yang menjadi motivasi konsumen dalam memilih produk adalah faktor yang menjadi fokus perhatian produsen atau pemasar. Jadi siapa yang menjadi konsumen atau pembeli itu sangat penting diketahui oleh pihak produsen atau pemasar.

        3) Antara jaminan dan faktor kebutuhan terdapat rasionalisasi dan relevansi yang harus diterjemahkan secara tepat oleh pihak produsen atau pemasar.

        Tujuan umum pembentukan kualitas produk itu sendiri adalah untuk meyakinkan konsumen bahwa produk yang terbaik menurut kebutuhan konsumen. Bahkan untuk lebih meyakinkan ada perusahaan-perusahaan yang berani memberi jaminan ganti rugi bila produknya tidak berkualitas atau tidak sesuai dengan promosi yang disampaikan.
        Dalam era perdagangan bebas seperti sekarang ini, dimana per-saingan produk semakin marak, perkara kualitas produk dan pelayanan menjadi sangat penting untuk ditonjolkan. Sebab bila hal ini tidak ditonjolkan maka konsekuensi logisnya adalah bahwa kualitas produk dan pelayanan yang ditawarkan bisa tergeser oleh kualitas produk dan pelayanan lain yang sejenis, yang lebih meyakinkan konsumen.

        Komentar oleh andreas simon | Januari 22, 2013

      • Lanjutan..

        Kualitas pada Insdustri
        Orientasi dari kualitas adalah kepuasan pelanggan yang merupakan tujuan perusahaan atau organisasi yang berorientasi pada kualitas. Dari beberapa definisi terdahulu secara garis besar, kualitas adalah keseluruhan ciri atau karateristik produk atau jasa dalam tujuannya untuk memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan. Dengan demikian produk yang kualitas mempunyai nilai subjektivitas yang tinggi antara satu konsumen dengan konsumen lain sehingga dimensi kualitas berbeda satu dari yang lain. Kualitas produk atau jasa akan dapat diwujudkan bila seluruh kegiatan perusahaan atau organisasi berorientasi pada
        kepuasan pelanggan.

        Kualitas memiliki dua perspektif, yaitu perspektif produsen dan perspektif konsumen, di mana bila kedua hal tersebut disatukan maka akan dapat tercapai kesesuaian antara kedua sisi tersebut yang dikenal sebagai kesesuaian untuk digunakan oleh konsumen (Russel, Fitness for Consumer Use, 1996).

        Dimensi kualitas untuk industri
        Dimensi kualitas untuk industri (Garvin, 1996), meliputi:
        Performance: kesesuaian produk dengan fungsi utama produk itu sendiri
        Feature: ciri khas produk yang membedakan dari produk lain
        Reliability: kepercayaan pelanggan terhadap produk karena kehandalannya atau karena kemungkinan kerusakan yang rendah.
        Conformance: kesesuaian produk dengan syarat, ukuran, karakteristik desain, dan operasi yang ditetapkan
        Durability: tingkat ketahanan/awet produk atau lama umur produk.
        Serviceability, yaitu kemudahan perbaikan atau ketersediaan komponen produk
        Aesthetic: keindahan atau daya tarik produk.
        Perception: fanatisme konsumen akan merek suatu produk tertentu karena citra atau reputasinya.
        Kualitas pada industri manufaktur selain menekankan pada produk yang dihasilkan, juga perlu diperhatikan kualitas pada proses produksi.

        Quality by objective (QBO).
        Dalam istilah kualitas dikenal dengan kualitas berdasarkan sasaran atau quality by objective (QBO). Menurut Bester (1999), metode QBO tersebut menggunakan tiga patokan, yaitu:
        1. Manajer kualitas harus mempunyai komitmen untuk menentukan biaya sasaran kualitas. Berdasarkan sasaran tersebut, kontribusi yang pada keuntungan tiap tahun dapat diprediksi.
        2. Sasaran kualitas secara menyeluruh merupakan serangkaian sasaran dan pencapaian masing-masing bagian. Oleh karenanya perlu diadakan identifikasi secara tepat sasaran masing-masing bagian.
        3. Masing-masing dan setiap orang dari manajer yang memegang fungsi kualitas harus mendukung pencapaian sasarannya untuk menjamin pencapaian sasaran kualitas secara menyeluruh.

        Komentar oleh andreas simon | Januari 22, 2013

  3. PENGARUH KUALITAS PELAYANAN
    TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN
    PADA HOTEL ABADI SUITE

    BAB I
    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang Masalah Penelitian
    Kegiatan pemasaran saat ini menjadi sangat penting bagi usaha perhotelan, karena perhotelan merupakan salah satu usaha jasa pelayanan yang cukup rumit pengelolaannya dan menyediakan berbagai fasilitas yang dapat digunakan oleh tamu-tamunya selama 24 jam. Disamping itu, usaha perhotelan juga dapat menunjang kegiatan para usahawan yang sedang melakukan perjalanan usaha atau para wisatawan yang melakukan perjalanan untuk mengunjungi daerah-daerah tujuan wisata, membutuhkan tempat untuk menginap, makan dan minum serta hiburan. Oleh karena itu, hotel merupakan salah satu bentuk usaha bidang jasa yang mengedepankan kualitas pelayanan bagi para pelanggannya.
    Semakin tinggi tingkat persaingan, tingkat kompleksitas pasar dan tamu yang semakin kritis akan pasar mengakibatkan kegiatan pemasaran pada dunia bisnis perhotelan perlu dikelola secara profesional. Karena keberhasilan perusahaan di bidang jasa khususnya hotel, bergantung pada kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan dan selanjutnya untuk memuaskan konsumen. Pada awalnya setiap tamu memiliki kebutuhan, keinginan, dan tujuan yang berbeda. Kenyataan ini mendorong timbulnya konsep pangsa pasar. Artinya kita berusaha mendapatkan sekelompok orang di pasar sasaran untuk memasarkan produk dan/atau jasa pelayanan hotel sesuai dengan harapan tamu sehingga konsumen akan merasa puas, dan akan terus menerus mengkonsumsi jasa pelayanan dari hotel tersebut.
    Kepuasan pelanggan adalah tingkat kesesuaian antara produk dan/atau jasa pelayanan yang diinginkan dengan kenyataan yang diterima. Tingkat kesesuaian tersebut adalah hasil penilaian yang dilakukan oleh tamu berdasarkan pada pengetahuan dan pengalamannya. Kepuasan pelanggan ditentukan oleh kualitas jasa yang dikehendaki sehingga jaminan kualitas menjadi prioritas utama dan dijadikan tolok ukur keunggulan daya saing perusahaan. Untuk memperoleh gambaran tentang kepuasan konsumen, maka perlu diketahui arti kualitas pelayanan.
    Kualitas pelayanan adalah sesuatu yang komplek terdiri dari lima unsur, yaitu: Reliabilitas, Responsiveness, Assurance, Empathy, dan Tangible. Buruknya kualitas jasa yang diberikan penyedia jasa kepada pelanggan telah disadari mengakibatkan banyaknya kerugian yang dialami oleh perusahaan. Mereka yang kecewa tidak hanya meninggalkan perusahaan, tetapi juga akan menceritakan keburukan jasa yang diterima kepada orang lain. Selain itu perusahaan akan lebih banyak mengeluarkan biaya untuk mendapatkan satu orang pelanggan baru. Kurangnya kualitas jasa dibidang ekonomi merupakan harga tertinggi yang tumbuh sangat cepat, dari pada harga produk nyata.
    Bila dalam usaha perhotelan mampu menciptakan kepuasan pelanggan, maka kepuasan pelanggan dapat memberikan manfaat diantaranya hubungan antara perusahaan dan pelanggannya menjadi harmonis, memberikan dasar yang baik bagi pembelian ulang dan terciptanya loyalitas pelanggan, serta membentuk suatu rekomendasi dari mulut ke mulut (word of mouth) yang menguntungkan bagi perusahaan.
    Hal ini disebabkan konsumen yang datang ke Hotel Abadi Suite mempunyai motivasi atau pendorong yang berbeda dalam memanfaatkan produk jasa yang ditawarkan apakah menyewa kamar, memanfaatkan fasilitas yang ada seperti fasilitas rapat, hiburan dan lainnya, keistimewaan-keistimewaan yang ditawarkan oleh pihak Hotel nantinya akan menjadi suatu indikator bagi kepuasan konsumen sehingga pihak perusahaan perlu meningkatkan kualitas jasanya.
    Berdasarkan latar belakang tersebut, maka judul penelitian adalah “Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Hotel Abadi Suite”.
    B. Rumusan Masalah
    Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
    1. Apakah Variabel kualitas pelayanan yang terdiri dari: (Reliabilitas, Responsiveness, Assurance, Empathy, dan Tangible) berpengaruh terhadap kepuasan konsumen pada Hotel Kalpataru Malang ?
    2. Di antara variabel tersebut yang meliputi (Reliabilitas, Responsiveness, Assurance, Empathy, dan Tangible) manakah yang berpengaruh dominan terhadap kepuasan konsumen pada Hotel Kalpataru Malang ?

    C. Tujuan Penelitian
    Agar peneliti mempunyai arah yang jelas, maka ditetapkan tujuan penelitian sebagai berikut:
    1. Untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan yang terdiri dari: (Reliabilitas, Responsiveness, Assurance, Empathy, dan Tangible) terhadap kepuasan konsumen pada Hotel Kalpataru Malang?
    2. Untuk mengetahui variabel kualitas pelayanan manakah yang berpengaruh dominan terhadap kepuasan konsumen pada Hotel Kalpataru Malang?

    D. Kegunaan Penelitian
    1. Bagi Penulis
    Untuk mengetahui penerapan teori yang diperoleh dibangku kuliah dengan realita yang terjadi di lapangan, mengenai masalah-masalah yang ada dalam pemasaran khususnya tentang variabel pelayanan yang berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan.
    2. Bagi Perusahaan
    Sebagai bahan pertimbangan bagi Hotel dalam membuat kebijaksanaan untuk memecahkan masalah kualitas pelayanan yang sedang dihadapi perusahaan.
    3. Bagi Peneliti Lain
    Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan referensi atau acuan bagi peneliti berikutnya dan menindaklanjuti dengan penelitian yang baru.

    Pendekatan kualitas layanan telah banyak dilakukan, coba yang lain misalnya dg “brand name” karena ada indikasi bahwa Abadi Suits semakin mengalami peningkatan merek berhubung dg tutupnya Novotel di Jambi. Silahkan diperbaiki.

    Komentar oleh Nama: Lamhot Simanungkalit | Desember 10, 2012 | Balas

  4. Nama : Lamhot Simanungkalit
    Nim: ERC1B010003
    PENGARUH KUALITAS PELAYANAN
    TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN
    PADA HOTEL ABADI SUITE

    BAB I
    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang Masalah Penelitian
    Kegiatan pemasaran saat ini menjadi sangat penting bagi usaha perhotelan, karena perhotelan merupakan salah satu usaha jasa pelayanan yang cukup rumit pengelolaannya dan menyediakan berbagai fasilitas yang dapat digunakan oleh tamu-tamunya selama 24 jam. Disamping itu, usaha perhotelan juga dapat menunjang kegiatan para usahawan yang sedang melakukan perjalanan usaha atau para wisatawan yang melakukan perjalanan untuk mengunjungi daerah-daerah tujuan wisata, membutuhkan tempat untuk menginap, makan dan minum serta hiburan. Oleh karena itu, hotel merupakan salah satu bentuk usaha bidang jasa yang mengedepankan kualitas pelayanan bagi para pelanggannya.
    Semakin tinggi tingkat persaingan, tingkat kompleksitas pasar dan tamu yang semakin kritis akan pasar mengakibatkan kegiatan pemasaran pada dunia bisnis perhotelan perlu dikelola secara profesional. Karena keberhasilan perusahaan di bidang jasa khususnya hotel, bergantung pada kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan dan selanjutnya untuk memuaskan konsumen. Pada awalnya setiap tamu memiliki kebutuhan, keinginan, dan tujuan yang berbeda. Kenyataan ini mendorong timbulnya konsep pangsa pasar. Artinya kita berusaha mendapatkan sekelompok orang di pasar sasaran untuk memasarkan produk dan/atau jasa pelayanan hotel sesuai dengan harapan tamu sehingga konsumen akan merasa puas, dan akan terus menerus mengkonsumsi jasa pelayanan dari hotel tersebut.
    Kepuasan pelanggan adalah tingkat kesesuaian antara produk dan/atau jasa pelayanan yang diinginkan dengan kenyataan yang diterima. Tingkat kesesuaian tersebut adalah hasil penilaian yang dilakukan oleh tamu berdasarkan pada pengetahuan dan pengalamannya. Kepuasan pelanggan ditentukan oleh kualitas jasa yang dikehendaki sehingga jaminan kualitas menjadi prioritas utama dan dijadikan tolok ukur keunggulan daya saing perusahaan. Untuk memperoleh gambaran tentang kepuasan konsumen, maka perlu diketahui arti kualitas pelayanan.
    Kualitas pelayanan adalah sesuatu yang komplek terdiri dari lima unsur, yaitu: Reliabilitas, Responsiveness, Assurance, Empathy, dan Tangible. Buruknya kualitas jasa yang diberikan penyedia jasa kepada pelanggan telah disadari mengakibatkan banyaknya kerugian yang dialami oleh perusahaan. Mereka yang kecewa tidak hanya meninggalkan perusahaan, tetapi juga akan menceritakan keburukan jasa yang diterima kepada orang lain. Selain itu perusahaan akan lebih banyak mengeluarkan biaya untuk mendapatkan satu orang pelanggan baru. Kurangnya kualitas jasa dibidang ekonomi merupakan harga tertinggi yang tumbuh sangat cepat, dari pada harga produk nyata.
    Bila dalam usaha perhotelan mampu menciptakan kepuasan pelanggan, maka kepuasan pelanggan dapat memberikan manfaat diantaranya hubungan antara perusahaan dan pelanggannya menjadi harmonis, memberikan dasar yang baik bagi pembelian ulang dan terciptanya loyalitas pelanggan, serta membentuk suatu rekomendasi dari mulut ke mulut (word of mouth) yang menguntungkan bagi perusahaan.
    Hal ini disebabkan konsumen yang datang ke Hotel Abadi Suite mempunyai motivasi atau pendorong yang berbeda dalam memanfaatkan produk jasa yang ditawarkan apakah menyewa kamar, memanfaatkan fasilitas yang ada seperti fasilitas rapat, hiburan dan lainnya, keistimewaan-keistimewaan yang ditawarkan oleh pihak Hotel nantinya akan menjadi suatu indikator bagi kepuasan konsumen sehingga pihak perusahaan perlu meningkatkan kualitas jasanya.
    Berdasarkan latar belakang tersebut, maka judul penelitian adalah “Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Hotel Abadi Suite”.
    B. Rumusan Masalah
    Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
    1. Apakah Variabel kualitas pelayanan yang terdiri dari: (Reliabilitas, Responsiveness, Assurance, Empathy, dan Tangible) berpengaruh terhadap kepuasan konsumen pada Hotel Kalpataru Malang ?
    2. Di antara variabel tersebut yang meliputi (Reliabilitas, Responsiveness, Assurance, Empathy, dan Tangible) manakah yang berpengaruh dominan terhadap kepuasan konsumen pada Hotel Kalpataru Malang ?

    C. Tujuan Penelitian
    Agar peneliti mempunyai arah yang jelas, maka ditetapkan tujuan penelitian sebagai berikut:
    1. Untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan yang terdiri dari: (Reliabilitas, Responsiveness, Assurance, Empathy, dan Tangible) terhadap kepuasan konsumen pada Hotel Kalpataru Malang?
    2. Untuk mengetahui variabel kualitas pelayanan manakah yang berpengaruh dominan terhadap kepuasan konsumen pada Hotel Kalpataru Malang?

    D. Kegunaan Penelitian
    1. Bagi Penulis
    Untuk mengetahui penerapan teori yang diperoleh dibangku kuliah dengan realita yang terjadi di lapangan, mengenai masalah-masalah yang ada dalam pemasaran khususnya tentang variabel pelayanan yang berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan.
    2. Bagi Perusahaan
    Sebagai bahan pertimbangan bagi Hotel dalam membuat kebijaksanaan untuk memecahkan masalah kualitas pelayanan yang sedang dihadapi perusahaan.
    3. Bagi Peneliti Lain
    Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan referensi atau acuan bagi peneliti berikutnya dan menindaklanjuti dengan penelitian yang baru

    Lamhot judul dan topikmu sudah banyak dilakukan di FE, kamu diberi waktu untuk mengusulakan topik yang anyar. Berusaha lagi.

    Komentar oleh Nama: Lamhot Simanungkalit | Desember 10, 2012 | Balas

    • Trimah kasih pak atas kemasukan nya yang sangat berharga.
      saya akan memperbaiki nya.
      terimah kasih pak

      Komentar oleh Nama: Lamhot Simanungkalit | Januari 8, 2013 | Balas

  5. NAMA:YULI ANDRIAWAN
    NIM ERC1B01012
    MANAJEMEN SORE
    JUDUL
    Analisis pengaruh strategi pemasaran dalam hal pengembangan dan meningkatkan penjualan perumahan azahra
    I.PENDAHULUAN
    1. LATAR BELAKANG
    Dalam era modern sekarang ini persaingan usaha yang akan semakin kompetitif,Maka setiap pelaku bisnis yang ingin memenangkan kompetisi dalam persaingan pasar akan memberikan perhatian penuh pada srategi pemasaran yang dijalankannya. Produk yang akan dipasarkan tersebut haruslah memiliki kualitas dan keunggulan serta keistimewaan yang dapat memberikan nilai tambah sehingga dapat mudah diterima dipasaran, Selain itu produk tersebut harus dapat memenuhi keinginan konsumen. Dengan demikian konsumen akan menjadi loyal terhadap produk tersebut dan akan rela mengeluarkan uangnya untuk membeli produk itu
    Melalui strategi pemasaran yang tepat seorang pemasar dapat dengan mudah masuk dan diterima dipasaran sehingga produk yang di jual mendapatkan nilai tambah berupa keuntungan yang signifikkan .
    Strategi pemasaran yang baik harus memiliki unsur –unsur antara lain menjelaskan tentang bauran pemasaran yaitu tentang produk, harga, promosi, serta cara pemasaran yang efektif serta efesien
    Menurut McCarthy ddk (1998) setiap langkah yang dilakukan dalam mempormulasikan strtegi pemasaran harus diorientasikan pada upaya untuk mencapai kepuasan pelanggan. Kepuasan pelanggan merupakan kunci utama dari konsep pemasaran dan strategi pemasaran. Ini berarti bahwa proses yang ditempuh oleh setiap pihak boleh jadi bermacam-macam sesuai dengan kesanggupan dan karakteristik masing-masing tetapi tujuan akhirnya tetap akan bermuara pada tercapainya kepuasan konsumen atau consumer satisfaction.
    Menurut Solomon dan Elnora (2003:221), segmentasi adalah ”The process of dividing a larger market into smaller pieces based on one or more meaningful, shared characteristic”. Dengan melaksanakan segmentasi pasar, kegiatan pemasaran dapat dilakukan lebih terarah dan sumber daya yang dimiliki perusahaan dapat digunakan secara lebih efektif dan efisien dalam rangka memberikan kepuasan bagi konsumen
    Dalam strategi pemasaran kita harus dapat membedakan segmentasi, targeting, positioning dari apa yang menjadi tujuAn perusahaan.

    RUMUSAN MASALAH
    a. Strategi pemasaran apakah yang cocok untuk diterapkan di masa sekarang ini?
    b. STRATEGI APA YANG HARUS DILAKUKAN DALAM MENINGKATKAN PENJUALAN?
    c. BAGAIMANA MENENTUKAN SEGMENTASI, TARGETING, POSITIONING DALAM PEMASARAN PERUMAHAN
    d. APA YANG MENYEBABKAN PEMASARAN HARUS MEMBAGI- MEMBAGI SEGMENTASI PASAR?

    Kata strategi memang baik pada kasus ini, tapi coba pilih sesuatu yang lebih menonjol pada kasus yg anda ajukan. Coba lagi.

    Komentar oleh YULI ANDRIAWAN | Desember 10, 2012 | Balas

    • Analisis pengaruh iklan terhadap terciptanya brand awerrness serta dampaknya pada keputusan pembelian produk perumahan di mendalo (studi kasus pada perumahan aston villa)
      Pendahuluan
      Latar belakang

      Iklan merupakan salah satu media komunikasi pemasaran yang kerap digunakan dalam aktivitas ekonomi dalam upaya mengenalkan produk kepada konsumen. Situasi pasar yang kompetitif menjadikan tidak ada suatu bisnis yang mampu bertahan lama tanpa didukung oleh bauran komunikasi pemasaran semisal iklan yang efektif dan efisien. Iklan sebagai salah satu sarana pemasaran produk barang atau jasa harus mampu tampil menarik dan persuasif (Jefkins, 1997:15).
      Tentu ketika kita melihat semakin bertambahnya jumlah penduduk maka meniscayakan pula semakin besarnya kebutuhan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut menjadi suatu konsekuensi bagi para produsen yang hadir dalam upaya menjawab pemenuhan kebutuhan masyarakat melihat hadirnya persaingan diantara berbagai perusahaan terkait. Salah satu jalan yang ditempuh oleh perusahaan adalah dengan kemampuan mengelola dan menyampaikan informasi kepada konsumen terkait produknya melalui aktivitas periklanan.
      Dalam strategi pemasaran modern, keberadaan iklan sudah menjadi tuntutan yang tidak dapat dihindari demi sebuah produk yang ditawarkan agar mendapat perhatian dalam kehidupan masyarakat. Representasi iklan produk yang ditampilkan dalam berbagai ruang dan media baik media cetak maupun elektronik, sebagian dari penanda verbal maupun nonverbal tidak memiliki hubungan antara produk barang atau jasa yang dipasarkan. Interpretasi iklan lewat berbagai media tersebut cenderung membangun realitasnya dalam membangun nilai guna suatu produk. Nilai yang ditampilkan agar memperoleh respon yang kuat dari konsumen.

      Iklan bertujuan untuk meraih pencapaian perspektif positif. Iklan merupakan sumber informasi konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian. Iklan tidak hanya sebagai medium penyadaran konsumen tentang suatu produk, tetapi mendorong konsumen untuk membeli. Tujuan akhir dari sebuah iklan bagi sebuah perusahaan adalah untuk mempengaruhi sikap, persepsi dalam perilaku konsumen sehingga konsumen berperilaku sesuai dengan yang diinginkan perusahaan yaitu membeli dan menggunakan produknya.

      Dalam hal ini iklan dari perumahan. Iklan dari perumahan yang aktraktif dapat menimbulkan efek yang sangat besar terhadap konsumen karena semakin baik sebuah iklan kita dapat mengerti tentang kelebihan yang kan ditimbulkan pada perumahan / produk tersebut.

      Setiap orang pasti mebutuhkan rumah, dengan pertumbuhan penduduk yang semakin cepat di kota jambi ini maka parumahan menjadin salah satu hal yang paling dicari dari para konsumen baik itu yang kaya maupun yang ditingkat menengah dari hasil pendapatan.
      Oleh sebab itu penulis mengambil judul “analisis pengaruh iklan terhadap keputusan pembelian perumahan di mendalo”

      Rumusan masalah

      Berdasarkan uraian latar belakang yang telah dipaparkan diatas, maka penulis merumuskan suatu permasalahan yang akan diteliti sebagai berikut

      1. Apakah iklan yang diterapkan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk perumahan?

      2. Apakah iklan dapat menimbulkan terciptanya brand terhadap produk perumahan?

      Tujuan penelitian

      1. Untuk mengetahui seberapa besar dampak yang ditumbulkan dari iklan terhadap keputusan konsumen untuk membeli perumahan
      2. Untuk mengetahui iklan tersebut dapat meninimbulkan brand yang seperti apa

      Manfaat Penelitian
      Adapun manfaat yang diharapkan penulis melalui proses penelitian ini adalah sebagai berikut :
      a. Sebagai masukan bagi pengembangan ilmu pengetahuan yang terkait dengan disiplin ekonomi khususnya manajemen pemasaran.
      b. Sebagai informasi dan masukan kepada produsen untuk pertimbangan dalam memasarkan produknya.
      c. Sebagai wacana dalam upaya pembentukan pemahaman kepada masyarakat dan konsumen.
      d. Sebagai bahan referensi dan acuan untuk penelitian lainnya

      Ruang Lingkup Penelitian
      Berdasarkan perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, maka peneliti perlu membatasi ruang lingkup penelitian ini agar penelitian ini lebih terarah dan sesuai dengan permasalahan yang ditelliti secara konsitten dengan tujuan yang hendak dicapai.
      Adapu ruang lingkup pemmbahasan penelitian ini, yaitu:
      a. Tempat penelitian : aston villa regency
      b. Perusahaan yang diteliti : PT. ngk
      c. Bidang penelitian : Pemasaran
      d. Aspek yang diteliti : analisis Pengaruh iklan terhadap terciptanya brand serta dampaknya pada kepuusan pembelian produk perumahan di mendalo( perumahan aston villa)
      Bab II
      Tinjauan pusataka
      LANDASAN TEORI
      Definisi dan konsep
      Pemasaran
      Sehubungan dengan permasalahan yang terdapat dalam penelitian ini maka diperlukan adanya teori-teori atau konsep-konsep yang memerlukan penjelasan. Dalam benyak perusahaan dewasa ini, pemasaran memegang peranan sebagai suatu faktor penting untuk tetap bertahan menjalankan usaha dan bergelut dalam dunia persaingan. Pemasaran merupakan factor vital sebagai strategi pesrusahaan dalam menjalankan usahanya, yang terutama berhubungan dengan konsumen. Kata pemasaran sendiri berasal dari kata pasar, atau bias juga diartikan dengan mekanisme yang mempertemukan permintaan dan penawaran.
      Menurut Kotler ( 2002 : 9 ) “Pemasaran adalah proses social yang didalamnyaa individu dan kelompok mendapatkan apa yang meraka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produks yang bernilai dengan pihak lain”.
      Menurut Stanton ( 1996 : 6 ) “Pemasaran adalah suatu system keseluruhan dari kegiatan-kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada meupun pembeli potensial”.
      Menurut Lamb, Hair, Me Daniel ( 2001 : 6 ) “Pemasaran adalah suatu proses perencanaan dan menjalankan konsep, harga, promosi, dan sejumlah ide, barang, dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang mampu memuaskan tujuan individu dan organisasi”.
      Dari ketiga definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa pada dasarnya pemasaran bukan hanya kegiatan menjual barang maupun jasa tetapi juga meliputi kegiatan untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan dengan berusaha mempengaruhi konsumen untuk bersedia membeli barang dan jasa perusahaan melalui penciptaan, penawaran, dan pertukaran produk yang bernilai. Hal ini sangat penting bagi manajer pemasaran untuk memahami tingkah laku konsumen tersebut. Sehingga perusahaan dapat mengembangkan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan produk secara lebih baik. Dengan mempelajari prilaku konsumen, manajer akan mengetahui kesempatan, mengidentifikasi, serta menentukan segmentasi pasar secara tepat dan akurat.
      Pengertian iklan
      Iklan yang berarti pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan kepada masyarakat melalui suatu media (Kasali, 1995:9). Iklan merupakan sarana komunikasi terhadap produk yang disampaikan melalui berbagai media dengan biaya pemrakarsa agar masyarakat tertarik untuk menyetujui dan mengikuti (Pujiyanto, 2001:3-4). Iklan merupakan media informasi yang dibuat sedemikian rupa agar dapat menarik minat khalayak, orisinal, serta memiliki karakteristik tertentu dan persuasive sehingga para konsumen atau khalayak secara suka rela terdorong untuk melakukan suatu tindakan sesuai dengan yang diinginkan pengiklan (Jefkins, 1997:18).
      Ralph S. Alexander dalam Jefkins (1997, 110) merumuskan dengan Association Marketing Association (AMA), bahwa iklan menegaskan empat pokok batasan, yaitu :
      1. Penyajian gagasan terhadap barang, yaitu suatu bentuk iklan yang ditampilkan berdasarkan konsep produknya.
      2. Iklan ditujukan kepada khalayak, yaitu iklan dapat menjangkau masyarakat kelompok besar yang dipersempit menjadi kelompok pasar.
      3. Iklan mempunyai sponsor yang jelas, yaitu terciptanya iklan atas pemrakarsa perusahaan yang membiayainya.
      4. Iklan dikenai biaya penyajian, yaitu dalam penyebaran, penerbitan dan penayangan atas biaya perusahaan.

      Pengertian brand
      Menurut Kotler (2005:82), merek merupakan janji penjual untuk secara konsisten memberikan tampilan, manfaat dan jasa tertentu pada pembeli. Merek-merek terbaik memberikan mutu, tetapi merek lebih dari sekedar simbol.
      Sementara definisi merek yang dikemukakan oleh American Marketing Association dalam buku The Power of Brand, Freddy Rangkuti (2002:2) adalah: “nama, istilah, simbol atau rancangan atau kombinasi dari hal-hal tersebut. Tujuan pemberian merek adalah untuk mengidentifikasi produk atau jasa yang dihasilkan sehingga berbeda dari produk atau jasa yang dihasilkan oleh pesaing.

      Faktor-faktor Yang Mempengaruhi keputusan Pembelian Konsumen

      Menurut Kotler ( 2002 : 183 ) Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen yaitu :
      a.Faktor Kebudayaan
      Kebudayaan mempunyai penaruh paling luas dan mendalam terhadap prilaku konsumen. Terdiri dari budaya, sub budaya, dan kelas social. Budaya yang merupakan karakter paling penting dari suatu social yang membedakannya dari kelompok budaya lain menjadi penentu dan keinginan dan prilaku yang paling mendasar. Masing-masing budaya terdiri dari sub budaya yang memberikan lebih banyak ciri-ciri dan sosialisasi.Sub budaya adalah suatu kelompok homogeny atas sejumlah orang yang terbagi menjadi beberapa bagian dari keseluruhan suatu budaya. Masyarakat dalam suatu budaya dan sub budaya sesungguhnya terbagi dalam strata atau kelas social. Kelas social merupakan sekelompok orang yang sama-sama mempertimbangkan secara dekat persamaan diantara mereka sendiri.

      b.Faktor Sosial
      Pada umumnya konsumen sering meminta pendapat dari orang sekitas dan lingkungannya tentang produk apa yang harus dibeli. Karena itulah lingkungan sosial memberikan pengaruh terhadap prilaku konsumen. Faktor Sosial terdiri dari 3 bagian, yaitu : kelompok acuan, keluarga, dan peran. Kelompok acuan adalah semua kelompok yang memilki pengaruh langsung terhadap sikap / prilaku seseorang. Dengan pendapat yang diperoleh dari suatu kelompok maka konsumen dapat membuat keputusan konsumsi. Keluarga sebagai organisasi pembelian konsumen yang paling penting juga berpengaruh secara langsung terhadap keputusan seseorang dalam membeli barang sehari-hari. Sedangkan peran meliputi kegiatan yang diharapkan akan dilakukan seseorang. Suatu produk atau merk dapat menggambarkan peran dan status pamakainya.

      c.Faktor Pribadi
      Mulai dari bayi hingga dewasa dan menjadi tua, manusia selalu membutuhkan barang dan jasa. Pilihan barang yang dibeli secara otomatis dipengaruhi oleh keadaan ekonomi dan gaya hidup yang bersangkutan. Gaya hidup adalah cara hidup seseorang yang terlihat melalui aktivitas sehari-hari, minat dan pendapat seseorang. Seseorang dengan pendapatan yang tinggi dan gaya hidup mewah tentunya akan menentukan pilihan pada barang dan jasa yang berkualitas. Selain itu kepribadian dan konsep diri juga mempengaruhi pilihan produk. Konsep diri adalah bagaimana konsumen mempresepsikan diri mereka sendiri, yang meliputi sikap, persepsi, keyakinan, dan evaluasi diri. Karena sangat berguna dalam menganalisis prilaku sonsumen sehingga banyak perusahaan menggunakan konsep yang berhubungan dengan kepribadian seseorang.

      d.Faktor Psikologis
      Sikap pembelian psikologis dipengaruhi oleh empat facktor psikologis utama, yaitu : motivasi, persepsi, pembelajaran dan kepercayaan. Motivasi merupakan kebutuhan yang mendorong seseorang dalam melakukan sesuatu sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Melalui motivasi proses pengamatan dan belajar seseorang memperoleh kepercayaan terhadap suatu produk yang secara otomatis mempengaruhi prilaku pembelian konsumen. Para konsumen mengembangkan beberapa kenyakinan mengenai ciri-ciri dari suatu produk dan selanjutnya akan membentuk suatu sikap konsumen terhadap produk tersebut.
      Kerangka teoritis
      Kerangka kerja teoritis merupakan dasar dari keseluruhan proyek penelitian. Di dalamnya dikembangkan, diuraikan dan dielaborasi hubungan-hubungan di antara variabel-variabel yang telah diidentifikasi melalui proses pengumpulan data awal, baik wawancara atau observasi, dan juga studi literatur dalam kajian pustaka. Menurut Uma Sekaran (1984), yang dimaksud dengan “kerangka kerja teoritis adalah model konseptual yang menggambarkan hubungan di antara berbagai macam faktor yang telah diidentifikasikan sebagai sesuatu hal yang penting bagi suatu masalah.“ [1]. Dengan kata lain, kerangka kerja teoritis membahas keterhubungan antar variabel yang dianggap terintegrasikan dalam dinamika situasi yang akan diteliti. Melalui pengembangan kerangka kerja konseptual, memungkinkan kita untuk menguji beberapa hubungan antar variabel, sehingga kita dapat mempunyai pemahaman yang komprehensif atas masalah yang sedang kita teliti.

      Kerangka kerja teoritis yang baik, mengidentifikasikan dan menyebutkan variabel-variabel penting yang terkait dengan masalah penelitian. Secara logis menguraikan keterhubungan di antara variabel tersebut. Hubungan antara variabel independen dengan dependen, dan kalau ada, variabel moderator dan juga intervening akan dimunculkan. Hubungan tersebut tidak hanya digambarkan, melainkan juga diterangkan secara rinci. Seringkali, kerangka kerja teoritis dikenal dengan model, karena model juga merupakan representasi dari hubungan antara konsep-konsep.

      Ada komponen dasar yang seharusnya ditampakkan dalam kerangka kerja teoritis.
      1. Variabel-variabel yang dianggap relevan untuk diteliti harus diidentifikasi secara jelas dan diberi label.
      2. Penjelasan tentang bagaimana hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya.
      3. Penjelasan sifat hubungan antar variable tersebut, positif atau negatif.
      4. Penyertaan diagram sebagai visualisasi, agar pembaca lebih mempunyai gambaran.

      Hipotesis

      Berdasarkan pada kerangka pemikiran diatas, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut :
      1. Diduga variable -variabel dari iklan tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan brand
      2. Diduga terjadi peningkatan pembelian perumahan
      3. Diduga variabel Attention (daya tarik iklan) merupakan variable yang paling dominan berpengaruh terhadap keputusan pembelian perumahan.

      Bab iii

      METODE PENELITIAN

      METODEPENELITIAN
      Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Penggunaan metode survey ini didasarkan pada pertimbangan bahwa metode ini lebih ekonomis, cepat, dan menjamin, keleluasaan responden dapat menjawab dan merahasiakan identitas mereka, sehingga responden mudah untuk memberikan informasi yang dibutuhkan.

      Jenis dan Sumber Data
      a) Data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dari objek yang diteliti melalui penyebaran kuesioner yang dilakukan secara langsung pada responden yaitu WARGA perumahan aston villa dan warga sekitar mendalo
      b) Data sekunder yaitu data yang diperoleh dari buku, data perusahaan dan literatur penunjang yang berkaitan dengan masalah penelitian
      Metode Penentuan Sample
      Populasi
      Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang sedang bertempat tinggal di perumahan aston villa Residence.

      Sampel
      Sampel adalah sebagian dari populasi yang karakteristiknya dianggap mewakili populasi (Djarwanto Ps, 1996: 108).

      Pada penelitian ini, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Accidental sampling yaitu sampel ditentukan dengan cara memilih siapa saja yang ditemui pada saat penelitian atau pengumpulan data. Dengan cara wawancara atau pemberian kuesioner pada saat peneliti bertemu dengan responden yang dipandang cocok sebagai sumber data selama penelitian berlangsung.

      Komentar oleh yuliandriawan | Januari 15, 2013 | Balas

  6. Nama : Ahyar Eldine
    Nim : ERC 1B 010006
    Jurusan : manajemen kelas sore

    Judul : “Pengaruh Biaya Promosi Terhadap Volume Penjualan Pada TB Dimas jaya Kenali Bawah Jambi”

    1. Latar Belakang Masalah
    Era globalisasi telah menuntut adanya perubahan paradigma lama dalam segala bidang, salah satunya adalah bidang pemasaran. Semakin tingginya tingkat persaingan di bisnis lokal maupun global dan kondisi ketidakpastian memaksa perusahaan untuk mencapai keunggulan kompetitif agar mampu memenangkan persaingan di bisnis global..
    Pesaing yang dihadapi sebuah industri tidak lagi datang dari kawasan atau wilayah geografis setempat, tetapi raksasa global dari mancanegara hadir untuk saling berebut pasar. Setiap industri mengalami globalisasi yang dipicu oleh 4 faktor utama yaitu Cutomers, Cost, Country, dan Competition.
    Pada saat ini banyak bermunculan perusahaan – perusahaan yang beragam bentuk usahanya, yang menandakan bahwa dunia usaha semakin maju. Dalam mengembangkan usahanya suatu perusahaan harus juga memperhatikan unsur – unsur penting dalam manajemen pemasaran yang terdiri dari produk, harga, distribusi, dan promosi
    Pemasaran umumnya dilihat sebagai tugas menciptakan, mempromosikan, serta menyerahkan barang dan jasa kepada konsumen.
    Pemasaran merupakan inti dari seluruh aktivitas bisnis, karena pemasaran merupakan penghubung antara perusahaan dan konsumen
    Promosi merupakan salah satu variabel dari bauran pemasaran yang sangat penting, yang dilaksanakan oleh perusahaan, dalam memasarkan produk atau jasanya. Tanpa promosi keberadaan produk kurang mendapat perhatian dari konsumen atau bahkan konsumen tidak tahu sama sekali mengenai produk tersebut.
    Pada umumnya perusahaan akan selalu berusaha untuk tetap berkembang serta mampu bersaing untuk mencapai tujuan perusahaan. Agar tujuan perusahaan dapat tercapai diperlukan strategi promosi yang efektif. Kegiatan promosi yang dilakukan oleh suatu perusahaan tentu saja memerlukan anggaran yang cukup memadai agar tujuan yang ingin dicapai yaitu meningkatkan penjualan dapat tercapai. Sasaran promosi dapat tercapai apabila perusahaan menganggarkan biaya promosi yang memadai, dan dengan adanya biaya promosi yang memadai diharapkan dapat membantu perusahaan dalam memasarkan produknya.
    Berdasarkan gambaran umum permasalahan di atas, penulis tertarik untuk membahas masalah biaya promosi yang dikaitan dengan penjualan dengan mengambil judul penelitian “Pengaruh Biaya Promosi Terhadap Volume Penjualan Pada TB Dimas jaya Kenali Bawah Jambi”

    2.Identifikasi Masalah
    Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penulis dalam hal ini mengidentifikasikan masalah sebagai berikut :
    1.Bagaimanakah Biaya Promosi pada TB Dimas Jaya kenali Bawah Jambi
    2.Bagaimanakah Volume Penjualan produk pada TB Dimas Jaya Kenali Bawah Jambi
    3.Bagaimanakah Pengaruh Biaya Promosi terhadap Volume Penjualan produk pada TB Dimas Jaya Kenali Bawah Jambi

    3. Maksud dan Tujuan Penelitian
    Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah yang dipaparkan di atas, maksud dari penelitian yang penulis lakukan adalah untuk mengetahui pengaruh Biaya Promosi dalam meningkatkan penjualan produk pada TB Dmas Jaya Kenali Bawah Jambi
    Adapun tujuan penelitian ini adalah :
    1. Untuk mengetahui bagaimana perusahaan melakukan kegiatan promosi terhadap produk yang dipasarkannya serta Biaya Promosi yang telah dianggarkan oleh TB Dimas Jaya Kenali Bawah Jambi
    2.Untuk mengetahui Volume Penjualan produk pada TB Dimas Jaya Kenali Bawah Jambi
    3. Untuk mengetahui Pengaruh Biaya Promosi terhadap Volume Penjualan produk pada TB Dimas Jaya Kenali Bawah Jambi

    4. Manfaat Penelitian
    Dari hasil penelitian yang penulis lakukan, diharapkan akan bermanfaat bagi penulis dan pelaku bisnis selaku obyek penelitian. Adapun kegunaan penelitian ini adalah :
    1.Manfaat Teoritis, diharapkan penelitian ini dapat menambah pengetahuan ilmiah dan pengalaman, terutama dalam mengaplikasikan teori yang diterima di perguruan tinggi dengan praktek yang ada di Perusahaan.
    2. Manfaat Praktis, sebagai masukan bagi perusahaan mengenai pengaruh Biaya Promosi dalam meningkatkan penjualan produk pada TB Dimas Jaya Kenali Bawah Jambi

    Judulmu sudah terlalu umum dan banyak ditulis oleh kakak-kakak kelasmu, silahkan cari judul yg lain.

    Komentar oleh Ahyarnasution | Desember 11, 2012 | Balas

    • Salam sejahtera pak jo…
      Berikut adalah judul baru dari proposal tentatif saya.

      FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
      PERILAKU KONSUMEN DALAM MEMBELI HELM MEREK GV
      STUDY KASUS FAKULTAS EKONOMI
      UNIVERSITAS JAMBI

      BAB I
      PENDAHULUAN

      A.Latar Belakang
      Pada tahun 2003 dimulainya operasi pemusnahan helm yang bukan standar oleh jajaran kepolisian, ada beberapa warga jambi yang mengeluh/segan dengan penggunaan helm standar. Berbagai alasan mulai dari kepala terasa berat,tidak nyaman,tidak mendengar kalo ada yang memanggil, dan sebagainya.Helm yang baik adalah helm yang aman dan nyaman. Biasanya helm semacam ini lulus persyaratan DOT (Departement of Transportation) atau standar transportasi Amerika Serikat. Ada juga standar-standar lain seperti untuk Eropa, Jepang, bahkan Indonesia sendiri. Apapun itu, helm yang aman adalah helm yang terbuat dari lapisan cangkang luar yang membungkus seluruh kepala dan menyisakan cukup ruang untuk melihat kedepan.Orang-orang sering menyebutnya helm full face. Juga cangkangnya harus lumanyan tebal dan anti benturan.

      Helm yang aman mestinya berbanding lurus dengan tingkat kenyamanan meskipun hampir-hampir tidak ada helm yang benar-benar nyaman. Helm haruslah cukup ringan dan memungkinkan anda melihat dengan jelas, baik kala siang dan malam ataupun teruk hujan. Hindari penggunaan jenis kaca mika yang kurang bening yang mengurangi jarak pandang,terutama saat malam. Kaca yang sudah penuh dengan goresan, sebaiknya diganti. Pilihlah yng berkualitas oleh kebeningan dan tidak berefek cembung atau cekung.

      Sekarang ini banyak sekali terdapat merk-merk helm yang ditawarkan kepada konsumen seperti Arai, Shoe, Nolan, dan merk helm GV yang palsu yaitu GM dan sebagainya. Dimana masing-masing merk helm tersebut berusaha untuk membuat produknya lebih unggul dibandingkan dengan merk lain. Maka kegiatan pemasaran yang baik dan tepatlah yang memegang peranan yang penting dalam menunjang kelangsungan usaha dan perkembangan suatu perusahaan. Dengan kata lain, pihak produsen harus mampu merebut hati konsumen akan hasil produksi yang dijual dan berupaya untuk memuaskan kebutuhan konsumennya.

      Dalam memahami prilaku konsumen tentu tidak mudah karena konsumen mempunyai sifat yang berbeda-beda sebagaimana dari kebutuhan manusia yang tidak terbatas disamping dipengaruhi oleh kondisi eksternal dan internal lainnya yang berakibat langsung terhadap prilaku konsumen. Faktor eksternal yang dimaksud meliputi kebudayaan, sub budaya,kelas social,kelompok social, kelompok referensi, dan keluarga. Sedangkan factor internal adalah factor yang ada pada diri konsumen itu sendiri (psikologis) yang meliputi: belajar, kepribadian, dan konsep diri,serta sikap (Stanton,1996:155).

      Oleh sebab itu konsumen harus dapat mengendalikan perubahan perilaku tersebut dengan berusaha mengimbanginya, yakni dengan mempengaruhi konsumen dalam membeli produk yang ditawarkan dan melalui evaluasi berkala demi kelangsungan hidup produsen itu sendiri. Tidak semua merk helm yang mampu diminati oleh sebagian besar konsumen yang ada, tetapi hanya beberapa saja.Salah satunya adalah merk GV yang menjadi pilihan konsumen khususnya mahasisiwa fakultas ekonomi jambi.Helm merk GV ini memiliki kualitas yang berstandar internasional yang menggunakan teknologi dari Italia. Berat helm half face idealnya 1 sampai 1,3 kg, sedangkan untuk helm full face bobotnya berkisar 1,3-1,7 kg.

      Helm GV nampaknya sudah menjadi tuntutan para pengendara sepeda motor, khususnya mahasiswa. Sering dikatakan oleh para mahasiswa “Kalau naik motor helmnya harus GV kalo tidak mau di cap tidak gaul”. Melihat keadaan inilah penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai perilaku konsumen yang merupakan salah satu dasar dalam menerapkan strategi pemasaran untuk mencapai tujuan, yaitu memberikan kepuasan kepada konsumen, sehingga diharapkan dapat membawa kepada peningkatan penjualan yang berakibat langsung pada peningkatan pasar.

      B.Rumusan Masalah
      Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan, maka dapat diidentifikasi beberapa hal sebagai berikut :
      Banyaknya merk-merk helm sepada motor yang ditawarkan oleh produsen kepada konsumen.
      Helm merupakan salah satu penunjang keselamatan berkendaraan yang sangat penting.
      Pentingnya memahami prilaku konsumen untuk meningkatkan penjualan.
      Helm GV diminati oleh para mahasiswa Fakultas Ekonomi UNJA.Sehingga berdasarkan uraian di atas, maka permasalahannya dapat dirumuskan sebagai berikut :
      1.Apakah faktor-faktor seperti harga, selera, kualitas, harga jual kembali, prestise dan promosi secara simultan mempengaruhi prilaku konsumen dalam membeli helm merk GV?
      2.Dari factor-faktor tersebut, factor manakah yang paling dominan memberikan pengaruh terhadap prilaku konsumen terhadap pembelian helm merk GV?

      C.Tujuan Penelitian
      Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian yang hendak dicapai adalah :
      1.Untuk mengetahui prilaku konsumen dalam pembelian helm merk GV dilihat dari harga, selera, kualitas, harga jual kembali, prestise dan promosi.
      2.Untuk mengetahui factor yang paling dominan mempengaruhi prilaku konsumen dalam pembelian helm merk GV.

      D.Manfaat Penelitian
      Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

      1.Penelitian ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan dan masukan bagi perusahaan dalam menetapkan kebijakan dan strategi di bidang pemasaran untuk mengembangkan usaha bisnis mereka.
      2.Diharapkan dapat menjadi bahan acuan bagi penelitian selanjutnya.

      Komentar oleh Ahyarnasution | Januari 21, 2013 | Balas

    • Salam sejahtera pak jo…
      Berikut adalah judul baru dari proposal tentatif saya.

      FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
      PERILAKU KONSUMEN DALAM MEMBELI HELM MEREK GV
      STUDY KASUS FAKULTAS EKONOMI
      UNIVERSITAS JAMBI

      BAB I
      PENDAHULUAN

      A.Latar Belakang
      Pada tahun 2003 dimulainya operasi pemusnahan helm yang bukan standar oleh jajaran kepolisian, ada beberapa warga jambi yang mengeluh/segan dengan penggunaan helm standar. Berbagai alasan mulai dari kepala terasa berat,tidak nyaman,tidak mendengar kalo ada yang memanggil, dan sebagainya.Helm yang baik adalah helm yang aman dan nyaman. Biasanya helm semacam ini lulus persyaratan DOT (Departement of Transportation) atau standar transportasi Amerika Serikat. Ada juga standar-standar lain seperti untuk Eropa, Jepang, bahkan Indonesia sendiri. Apapun itu, helm yang aman adalah helm yang terbuat dari lapisan cangkang luar yang membungkus seluruh kepala dan menyisakan cukup ruang untuk melihat kedepan.Orang-orang sering menyebutnya helm full face. Juga cangkangnya harus lumanyan tebal dan anti benturan.

      Helm yang aman mestinya berbanding lurus dengan tingkat kenyamanan meskipun hampir-hampir tidak ada helm yang benar-benar nyaman. Helm haruslah cukup ringan dan memungkinkan anda melihat dengan jelas, baik kala siang dan malam ataupun teruk hujan. Hindari penggunaan jenis kaca mika yang kurang bening yang mengurangi jarak pandang,terutama saat malam. Kaca yang sudah penuh dengan goresan, sebaiknya diganti. Pilihlah yng berkualitas oleh kebeningan dan tidak berefek cembung atau cekung.

      Sekarang ini banyak sekali terdapat merk-merk helm yang ditawarkan kepada konsumen seperti Arai, Shoe, Nolan, dan merk helm GV yang palsu yaitu GM dan sebagainya. Dimana masing-masing merk helm tersebut berusaha untuk membuat produknya lebih unggul dibandingkan dengan merk lain. Maka kegiatan pemasaran yang baik dan tepatlah yang memegang peranan yang penting dalam menunjang kelangsungan usaha dan perkembangan suatu perusahaan. Dengan kata lain, pihak produsen harus mampu merebut hati konsumen akan hasil produksi yang dijual dan berupaya untuk memuaskan kebutuhan konsumennya.

      Dalam memahami prilaku konsumen tentu tidak mudah karena konsumen mempunyai sifat yang berbeda-beda sebagaimana dari kebutuhan manusia yang tidak terbatas disamping dipengaruhi oleh kondisi eksternal dan internal lainnya yang berakibat langsung terhadap prilaku konsumen. Faktor eksternal yang dimaksud meliputi kebudayaan, sub budaya,kelas social,kelompok social, kelompok referensi, dan keluarga. Sedangkan factor internal adalah factor yang ada pada diri konsumen itu sendiri (psikologis) yang meliputi: belajar, kepribadian, dan konsep diri,serta sikap (Stanton,1996:155).

      Oleh sebab itu konsumen harus dapat mengendalikan perubahan perilaku tersebut dengan berusaha mengimbanginya, yakni dengan mempengaruhi konsumen dalam membeli produk yang ditawarkan dan melalui evaluasi berkala demi kelangsungan hidup produsen itu sendiri. Tidak semua merk helm yang mampu diminati oleh sebagian besar konsumen yang ada, tetapi hanya beberapa saja.Salah satunya adalah merk GV yang menjadi pilihan konsumen khususnya mahasisiwa fakultas ekonomi jambi.Helm merk GV ini memiliki kualitas yang berstandar internasional yang menggunakan teknologi dari Italia. Berat helm half face idealnya 1 sampai 1,3 kg, sedangkan untuk helm full face bobotnya berkisar 1,3-1,7 kg.

      Helm GV nampaknya sudah menjadi tuntutan para pengendara sepeda motor, khususnya mahasiswa. Sering dikatakan oleh para mahasiswa “Kalau naik motor helmnya harus GV kalo tidak mau di cap tidak gaul”. Melihat keadaan inilah penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai perilaku konsumen yang merupakan salah satu dasar dalam menerapkan strategi pemasaran untuk mencapai tujuan, yaitu memberikan kepuasan kepada konsumen, sehingga diharapkan dapat membawa kepada peningkatan penjualan yang berakibat langsung pada peningkatan pasar.

      B.Rumusan Masalah
      Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan, maka dapat diidentifikasi beberapa hal sebagai berikut :
      Banyaknya merk-merk helm sepada motor yang ditawarkan oleh produsen kepada konsumen.
      Helm merupakan salah satu penunjang keselamatan berkendaraan yang sangat penting.
      Pentingnya memahami prilaku konsumen untuk meningkatkan penjualan.
      Helm GV diminati oleh para mahasiswa Fakultas Ekonomi UNJA.Sehingga berdasarkan uraian di atas, maka permasalahannya dapat dirumuskan sebagai berikut :
      1.Apakah faktor-faktor seperti harga, selera, kualitas, harga jual kembali, prestise dan promosi secara simultan mempengaruhi prilaku konsumen dalam membeli helm merk GV?
      2.Dari factor-faktor tersebut, factor manakah yang paling dominan memberikan pengaruh terhadap prilaku konsumen terhadap pembelian helm merk GV?

      C.Tujuan Penelitian
      Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian yang hendak dicapai adalah :
      1.Untuk mengetahui prilaku konsumen dalam pembelian helm merk GV dilihat dari harga, selera, kualitas, harga jual kembali, prestise dan promosi.
      2.Untuk mengetahui factor yang paling dominan mempengaruhi prilaku konsumen dalam pembelian helm merk GV.

      D.Manfaat Penelitian

      Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

      1.Penelitian ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan dan masukan bagi perusahaan dalam menetapkan kebijakan dan strategi di bidang pemasaran untuk mengembangkan usaha bisnis mereka.
      2.Diharapkan dapat menjadi bahan acuan bagi penelitian selanjutnya.

      BAB II
      TINJAUAN PUSTAKA
      Landasan Teori

      1.Pengertian Pemasaran
      Sehubungan dengan permasalahan yang terdapat dalam penelitian ini maka diperlukan adanya teori-teori atau konsep-konsep yang memerlukan penjelasan. Dalam benyak perusahaan dewasa ini, pemasaran memegang peranan sebagai suatu faktor penting untuk tetap bertahan menjalankan usaha dan bergelut dalam dunia persaingan. Pemasaran merupakan factor vital sebagai strategi pesrusahaan dalam menjalankan usahanya, yang terutama berhubungan dengan konsumen. Kata pemasaran sendiri berasal dari kata pasar, atau bias juga diartikan dengan mekanisme yang mempertemukan permintaan dan penawaran.
      Menurut Kotler ( 2002 : 9 ) “Pemasaran adalah proses social yang didalamnyaa individu dan kelompok mendapatkan apa yang meraka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produks yang bernilai dengan pihak lain”.
      Menurut Stanton ( 1996 : 6 ) “Pemasaran adalah suatu system keseluruhan dari kegiatan-kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada meupun pembeli potensial”.
      Menurut Lamb, Hair, Me Daniel ( 2001 : 6 ) “Pemasaran adalah suatu proses perencanaan dan menjalankan konsep, harga, promosi, dan sejumlah ide, barang, dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang mampu memuaskan tujuan individu dan organisasi”.
      Dari ketiga definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa pada dasarnya pemasaran bukan hanya kegiatan menjual barang maupun jasa tetapi juga meliputi kegiatan untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan dengan berusaha mempengaruhi konsumen untuk bersedia membeli barang dan jasa perusahaan melalui penciptaan, penawaran, dan pertukaran produk yang bernilai. Hal ini sangat penting bagi manajer pemasaran untuk memahami tingkah laku konsumen tersebut. Sehingga perusahaan dapat mengembangkan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan produk secara lebih baik. Dengan mempelajari prilaku konsumen, manajer akan mengetahui kesempatan, mengidentifikasi, serta menentukan segmentasi pasar secara tepat dan akurat.

      2.Prilaku Konsumen
      Menurut Swasta ( 1992 : 9 ) “Prilaku konsumen dapat didefinisikan sebagai kegiatan-kegiatan individu-individu yang secara langsung terlibat dalam memdapatkan termasuk mempergunakan barang-barang dan jasa, keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan-kegiatan tersebut”.
      Menurut Peter J. Paul dan jerry C. Olson ( 2000 : 6 ) “Prilaku konsumen merupakan interaksi dinamis antara pengaruh dan kondisi prilaku dan kejadian di sekitar lingkungan di mana manusia melakukan aspek pertukaran dalam kehidupan mereka”.
      Dari dua jenis definissi di atas dilihat ada dua hal penting dari prilaku konsumen yaitu proses pengembalian keputusan dan kegiatan fisik yang semuanya ini melibatkan individu dalam menilai, mendapatlkan dan mempergunakan barang-barang dan jasa secara ekonomis. Dengan kata lain prilaku konsumen adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku konsumen dalam arti tindakan-tindakan yang dilakukan untuk membeli suatu barang atau jasa tertentu.

      3.Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Prilaku Pembelian Konsumen
      Menurut Kotler ( 2002 : 183 ) Faktor-faktor yang mempengaruhi prilaku pembelian konsumen yaitu :
      a.Faktor Kebudayaan
      Kebudayaan mempunyai penaruh paling luas dan mendalam terhadap prilaku konsumen. Terdiri dari budaya, sub budaya, dan kelas social. Budaya yang merupakan karakter paling penting dari suatu social yang membedakannya dari kelompok budaya lain menjadi penentu dan keinginan dan prilaku yang paling mendasar. Masing-masing budaya terdiri dari sub budaya yang memberikan lebih banyak ciri-ciri dan sosialisasi.Sub budaya adalah suatu kelompok homogeny atas sejumlah orang yang terbagi menjadi beberapa bagian dari keseluruhan suatu budaya. Masyarakat dalam suatu budaya dan sub budaya sesungguhnya terbagi dalam strata atau kelas social. Kelas social merupakan sekelompok orang yang sama-sama mempertimbangkan secara dekat persamaan diantara mereka sendiri.

      b.Faktor Sosial
      Pada umumnya konsumen sering meminta pendapat dari orang sekitas dan lingkungannya tentang produk apa yang harus dibeli. Karena itulah lingkungan sosial memberikan pengaruh terhadap prilaku konsumen. Faktor Sosial terdiri dari 3 bagian, yaitu : kelompok acuan, keluarga, dan peran. Kelompok acuan adalah semua kelompok yang memilki pengaruh langsung terhadap sikap / prilaku seseorang. Dengan pendapat yang diperoleh dari suatu kelompok maka konsumen dapat membuat keputusan konsumsi. Keluarga sebagai organisasi pembelian konsumen yang paling penting juga berpengaruh secara langsung terhadap keputusan seseorang dalam membeli barang sehari-hari. Sedangkan peran meliputi kegiatan yang diharapkan akan dilakukan seseorang. Suatu produk atau merk dapat menggambarkan peran dan status pamakainya.

      c.Faktor Pribadi
      Mulai dari bayi hingga dewasa dan menjadi tua, manusia selalu membutuhkan barang dan jasa. Pilihan barang yang dibeli secara otomatis dipengaruhi oleh keadaan ekonomi dan gaya hidup yang bersangkutan. Gaya hidup adalah cara hidup seseorang yang terlihat melalui aktivitas sehari-hari, minat dan pendapat seseorang. Seseorang dengan pendapatan yang tinggi dan gaya hidup mewah tentunya akan menentukan pilihan pada barang dan jasa yang berkualitas. Selain itu kepribadian dan konsep diri juga mempengaruhi pilihan produk. Konsep diri adalah bagaimana konsumen mempresepsikan diri mereka sendiri, yang meliputi sikap, persepsi, keyakinan, dan evaluasi diri. Karena sangat berguna dalam menganalisis prilaku sonsumen sehingga banyak perusahaan menggunakan konsep yang berhubungan dengan kepribadian seseorang.

      d.Faktor Psikologis
      Sikap pembelian psikologis dipengaruhi oleh empat facktor psikologis utama, yaitu : motivasi, persepsi, pembelajaran dan kepercayaan. Motivasi merupakan kebutuhan yang mendorong seseorang dalam melakukan sesuatu sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Melalui motivasi proses pengamatan dan belajar seseorang memperoleh kepercayaan terhadap suatu produk yang secara otomatis mempengaruhi prilaku pembelian konsumen. Para konsumen mengembangkan beberapa kenyakinan mengenai ciri-ciri dari suatu produk dan selanjutnya akan membentuk suatu sikap konsumen terhadap produk tersebut.

      4.Faktor Pribadi
      Menurut Kotler ( 2002 : 204 ) tujuan pemasaran adalah memenuhi dan memuaskan kebutuhan serta keinginan pelanggan yang menjadi sasaran. Pada bidang prilaku konsumen ini mempelajari bagaimana individu, kelompok, dan organisasi memilih, membeli, memakai, dan membuang barang , jasa, gagasan atau pengalaman dalam rangka memuasakan kebutuhan dan hasrat mereka. Para perusahaan yang cermat melakukan riset atau Quesioner atas riset atas proses keputusan pembelian yang ada dalam jenis produk mereka. Ketika membuat keputusan untuk membeli suatu produk, konsumen melewati tahap-tahap sebagai berikut :

      a. Pengenalan Masalah
      Proses pembelian dimulai saat pembeli mengenali sebuah masalah atau kebutuhan. Pembeli merasakan perbedaan antara keadaan aktualnya dengan keadaan yang diinginkannya. Kebutuhan umum seseorang seperti lapar, haus, saat mencapai titik tertentu dapat menjadi sebuah dorongan. Kebutuhan juga dapat ditimbulkan oleh rangsangan eksternal seperti ketika seseorang melihat iklan mobil dan ingin membelinya. Dengan mengumpulkan informasi dari sejumlah konsumen, pemasar dapat menidentifikasi rangsangan yang paling sering membengkitkan minat akan suatu jenis produk. Pemasar kemudian dapat membangkitkan strategi pemasaran yang memicu minat konsumen.

      b.Pencarian Informasi
      Saat seseorang mulai menyadari kebutuhannya, maka pilihan produk dan merk harus diidentifikasi untuk memenuhi kebutuhanya. Dalam mencari berbagai alternative pilihan untuk memuaskan kebutuhan, seorang konsumen dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti beberapa banyak biaya waktu, berapa banyak informasi dari masa alalu dan sumber-sumber lain yang sudah dimiliki oleh konsumen. Yang menjadi minat utama pemasar adalah sumber-sumber informasi utama yang menjadi acuan konsumen dan pengaruh relative dari tiap sumber tersebut terhadap kepuasan pembelian selanjutnya. Sewcara umum konsumen mendapatkan informasi tentang suatu produk dari sumber komersial yaitu sumber yang didominasi oleh pemasar.

      c. Evaluasi Alternatif
      Jika samua alternative yang wajar telah diidentifikasikan, konsumen harus mengevaluasinya satu per satu sebagai persiapan untuk mengadakan pembelian. Kriteria evaluasi yang dipakai konsumen mencakup pengalaman masa lalu dan sikap terhadap aneka merk. Konsumen juga mendengarkan tanggapan-tanggapan keluarga dan kelompok lain. Beberapa konsep dasar akan dapat membantu pemasar dalam memahami proses evaluasi konsumen. Pertama, konsumen berusaha memenuhi suatu kebutuhan. Kedua, konsumen mencari manfaat tertentu dari suatu produk. Ketiga, konsumen memandang setiap produk sebagai sekumpulan atribut dengan kemampuan yang berbeda-beda dalam memberikan manfaat yang dicari untuk memuasakan kebutuhan.

      d.Keputusan Pembelian
      Setelah mencari dan mengvaluasi berbagai alternative untuk memenuhi kebutuhan, konsumen pada titik tertentu harus memutuskan antara membeli atau tidak membeli, jika keputusan yang diambil adalah membeli, konsumen harus membuat rangkaian keputusan yang menyangkut merk, harga, tempat penjualan, warna, dan lain-lain.

      e.Prilaku Pasca Pembelian
      Saat membeli suatu produk,bagi seorang konsumen akan mengalami tingkat kepuasan dan ketidakpuasan tertentu. Perasaan konsumen setelah malakukan pembelian dapat mempengaruhi pembelian ulang dan juga ditambah dengan apa yang dikatakan oleh konsumen kepada teman atau kerabat tentang produk tersebut.Biasanya konsumen akan mengalami kecemasan purnabeli,kecemasan ini disebut disonasi kognitif purnabeli yang terjadi karena setiap alternative yang dihadapi konsumen memiliki kelebihan dan kekurangan.
      Penelitian sebelumnya.

      KERANGKA FIKIRAN

      Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kepuasan pelanggan helm merk GV di
      Jambi
      |
      Tanggapan terhadap Pelanggan
      |
      Tingkat Kepuasan Pelanggan Helm Merk GV di Jambi

      Penelitian sebelumnya.
      Penelitian sebelumnya yang berkaitan adalah Agus Fitriadi (2003) yang meneliti tentang Analisis Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Keputusan dalam Pembelian Pada UD MIkrocom di Banjarmasin. Dari hasil penelitian diketahui bahwa variabel bebas seperti harga, kahandalan system, vga card, tampilan layar,kelengkapan multi media, pelayanan purna jual berpengaruh secara simultan terhadap keputusan konsumen dalam pembelian computer pada UD Mikrocom.Persamaan penelitian ini dengan penelitain penulis adalah sama-sama menganalisis tentang prilaku konsumen, sedangkan perbedaannya adalah pada objek penelitiannya.

      Hipotesis Penelitian

      a.Hipotesis I
      Ho : Duduga factor-faktor seperti harga, selera, kualitas,harga jual kembali, prestise dan promosi, secara simultan tidak berpengaruh terhadap prilaku konsumen dalam pembelian hel merk GV.
      Ha : Duduga factor-faktor seperti harga, selera, kualitas,harga jual kembali, prestise dan promosi, secara simultan berpengaruh terhadap prilaku konsumen dalam pembelian hel merkGV.

      b.Hipotesis II
      Ho : Diduga factor kualitas tidak mempunyai pengaruh dominan terhadap prilaku konsumen dalam pembelian helm merk GV pada mahasiswa Fakultas Ekonomi JAMBI.
      Ha : Diduga factor kualitas mempunyai pengaruh dominan terhadap prilaku konsumen dalam pembelian helm merk GV pada mahasiswa Fakultas Ekonomi JAMBI.

      BAB III
      METODE PENELITIAN

      A.Lokasi Penelitian
      Penelitian ini mengambil lokasi pada Fakultas Ekonomi Universitas Jambi Kampus pinang masak telanai

      B.Populasi dan Sampel
      1.Populasi Penelitian
      Populasi dalam penlitian ini adalah seluruh mahasiswa fakultas Ekonomi JAMBI yang membeli serta menggunakan helm merek GV.
      2.Sampel Penelitian
      Karena jumlah populasi yang terlalu besar yaitu lebih dari 100 dan keterbatasan dan, waktu, serta tenaga yang dimiliki, maka jumlah sampel yang akan diambil sebanyak 50 responden yang terdapat dalam populasi tersebut. Dimana manurut Arikunto ( 2002 : 112 ) jika populasi lebih dari 100 orang maka diambil sampai 5%-10% atau 20%-30% dari jumlah populasi. Sedangkan menurut Guildford ( 1987 : 125 ) jumlah sampel yang diambil adalah lebih besar dari persyaratan minimal sebanyak 30 responden dimana semakin besar sampel akan memberikan hasil yang lebih akurat.

      C.Jenis dan Sumber Data
      1.Jenis Data
      Jenis data dalam penelitian ini berupa :
      a.Data Kualitatif, yaitu data yang berbentuk kata, kalimat, skema, dan gambar, sepertu literature-literatur serta teori-teori yang berkaitan dengan penelitian penulis.
      b.Data Kuantitatif, yaitu data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan ( scoring ).
      2.Sumber Data
      Sumber data dalam penelitian ini berupa :
      a.Data primer, yaitu data yang diperoleh langsung dari responden penelitian melalui wawancara dan kuesioner di lapangan.
      b.Data Sekunder, yaitu data yng diperoleh dalam bentuk yang sudah jadi, sudah dikumpulkan dan diolah oleh pihak lain. Biasanya sudah dalam bentuk publikasi saperti data yang diperoleh dari situasi-situasi internet dan data lainnya yang berhubungan langsung dengan objek yang diteliti.

      D.Teknik Pengumpulan Data
      Metode pengumpulan data yang dipergunakan pada penelitian ini adalah :
      a.Interview, yaitu suatu metode pengumpulan data dengan cara mengadakan wawancara langsung dengan responden dengan bantuan daftar pertanyaan untuk mengumpulkan data primer.
      b.Kuesioner, yaitu suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pertanyaan tertulis pada responden untuk menjawab.

      E.Variabel penelitian
      Variabel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah :
      1.VAriabel terikat (Y) : Prilaku konsumen dalam pembelian helm merk GV di Fakultas Ekonomi UNJA.
      2.Variabel bebas (X) : Harga,selera, kualitas, harga jual kembali, prestise dan promosi.
      Untuk mengetahui hasil tanggapan responden terhadap variabel-veriabel penelitian maka digunakan data interval dengan skala 0-10. Sedangkan untuk mengetahui pengukuran dan interpretasi data, maka data interval dibagi menjadi 5 (lima) skor interval sebagai berikut :
      0 ≤ 2 Skor 1
      2,1 ≤ 4 Skor 2
      4,1 ≤ 6 Skor 3
      6,1 ≤ 8 Skor 4
      8,1 ≤ 10 Skor 5

      F.Definisi Operasional Variabel
      1.Harga (X1)
      Melihat tanggapan konsumen mengenai variabel harga harga helm merk GV yang ditetapkan dibandingkan dengan harga produk pesaingnya yang sejenis.
      X1.1Perbandingan dengan harga pesaing
      Tanggapan konsumen terhadap perbandingan harga helm merk GV dengan helm merk lain yang sejenis seperti Arai, Shoe, Nolan, dan lain-lain. Diukur dalam rupiah.
      X1.2Harga yang ditetapkan
      Tanggpan konsumen terhadap harga yang ditetapkan dari produk yang dbeli konsumen. Diukur dalam rupiah.
      2.Selera (X2)
      Gambaran produk helm GV yang diinginkan konsumen dalam memberikan kesenangan dan kepuasan. Indikatornya adalah :

      X2.1Jenis Model
      Penilaian konsumen terhadap berbagai tipe pilihan helm merk GV yang ditawarkan oleh produsen.
      X2.2Warna
      Penilaian konsumen terhadap ragam pilihan warna yang ada pada helm merk GV.
      X2.3Penampilan Luar (Body)
      Penilaian konsumen terhadap penampilan luar helm merk GV dibandingkan dengan produksi pesaingnya.
      Ketiga indicator di atas diukur berdasarkan tingkat kesenangan dan kepuasan konsumen.
      3.Kualitas (X3)
      Melihat tanggapan konsumen mengenai kualitas helm merk GV.
      X3.1Kenyamanan
      Penilaian konsumen pada saat menggunakan helm.
      X3.2Daya Tahan
      Penilaian konsumen terhadap usia operasional helm merk GV yang diharapkan dalam berbagai kondisi cuaca.
      4.Harga Jual Kembali (X4)
      Mengetahui tanggapan konsumenterhadap harg jual kembali serta kamudahan dalam memasarkan produk yang sudah dipakai.
      X6.1Harga jual kembali
      Penilaian konsumen terhadap harga dari helm merk GV. Diukur dalam rupiah

      X6.2Pemasaran produk purna pakai
      Penilaian konsumen terhadap tingkat kemudahan pemasaran dan penerimaan dari konsumen lainnya terhadap jal merk GV purna pakai. Di ukur berdasarkan perlakuan.
      5.Prestise (X5)
      Nilai kebanggaan yang dirasakan seseorang akibat penggunaan suatu produk. Diukur berdasarkan tingkat kesenangan konsumen.
      6.Promosi (X6)
      Suatu bentuk komunikasi pemasaran seperti akivitas untuk menyebarkan informasi, mempengaruhi, membujuk konsumennya untuk membeli helm merk GV.
      X6.1Tanggapan konsumen terhadap iklan helm merk GV yang disampaikan oleh pemasar. DApat diukur dri frekuensi, luas jangkauan, serta ukuran.
      X6.2Hadiah
      Respon konsumen terhadap sikap simpatik pamasar pada saat membeli helm GV. Diukur berdasarkan tingkat kesenangan konsumen.

      G.Uji Validasi dan Rehabilitasi Instrumen Penelitian
      Uji validasi dan rehabilitasi yang dilakukan dalam penelitian ini dimaksudkan agar data yang diperoleh dengan cara penyetaraan quisioner valid dan reliable.
      Instrumen dikatakan valid jika mampu mengukur apa yang diingikan dan mempu mengungkapkan data yang diteliti secara tepat. Tinggi rendahnya instrument menunjukkan sejauh mana data yang dikumpulkan tidak menyimpang dari gambaran variabel yang dimaksud ( Suharsimi Arikunto, 145 : 2002 ).

      Uji validasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji validasi item, yaitu menguji terhadap kualitas item-itemnya. Yaitu dengan menghitung korelasi antara setiap item dengan skor total sebagai kriteria validilitasnya.

      Uji reabilitas bertujuan untuk menguji sejauh mana alat pengukur dapat dipercaya atau diandalkan. Pengukur reliabilitas dilakukan dengan menggunakan koefisien Alpha Cronbach (a). Dimana, biasanya reliabilitas minimal 0,5.

      H.Teknik Analisis Data
      Data yang terkumpul akan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistic dengan menggunakan program SPSS,dimana rumus statistic yang digunakan adalah Linier Multiple Regression (regresi linier berganda), dimana fungsinya adalah :
      Y = a + b1 . X1 + b2 .X2 + b3 . X3 + b4 . X4 + b5 . X5 + b6 . X6 + e

      Fungsi tersebut menerangkan hubungan antara dua variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y), dimana :
      Y : Prilaku konsumen
      A : Konstanta
      b1 s/d b7 : Koofesien Regresi
      X1 : Harga
      X2 : Selera
      X3 : Kualitas
      X4 : Harga Jual Kembali
      X5 : Prestise
      X6 : Promosi
      e : Faktor ganguan

      I.Uji Asumsi Klasik
      a.Uji Multikolinieritas
      Uji multikolinieritas dugunakan untuk mengetahui ada tidaknya kolerasi antara variabel independent, jika terjadi kolerasi maka terdapat problem multikolonieritas. Untuk mengetahui ada tidaknya multi kolonieritas antar variabel, dapat dilihat dari Variabel Inflation (VIF) dari masing-masing variabel bebas terdapat variabel terikat. Jika nilai VIF kurang dari sepuluh dapat dinyatakan tidak terjadi multikolonieritas ( Gujarati, 1995).

      b.Uji Heteroskedastisitas
      Uji heteroskedastitas digunakan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual suatu pengamatan kepengamatan yang lain. Jika varian dari residual dari suatu pengamatan kepengamatan yang kain tetap, maka disebut omoskedastisitas. Dan jika varian berbeda disebut heteroskedasitas ( Santoso, Singgih, 2002 :208 ). Untuk mengetahui ada tidaknya gejala heterosskedatisitas dalam penelitian ini menggunakan metode Sperman Rank Correlation. Apabila hasil pengujian menunjukkan lebih dari α = 5% maka tidak ada heteroskedasitas.

      c.Uji Autokorelasi
      Uji autokorelasi digunakan untuk mengetahui apakan dalam persamaan regrasi mengandung korelasi serial atau tidak diantara variabel penggangu. Menurut Singgih Santoso ( 2002 : 219 ) untuk mengetahui adanya autokorelasi digunakan uji Durbin – Watson mendekati angka 2 berarti tidak ada autokorelasi.

      d.Uji Normalitas
      Uji normalitas dilakukan untuk mgnetahui apakah sebuah model regresi, variabel independen, variabel dependen, atau keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Untuk mengetahuinya digunakan uji Kolmongorov-Smirnov, menurut Singgih Santoso ( 2001 : 142 ) pedoman pengambilam keputusan dalam uji normalitas yaitu, bila nilai Sig atau signifikan lebih besar daripada 0,05 maka distribusi adalah normalitas (simetris).

      DAFTAR PUSTAKA

      Stanton, William J.1996. Prinsip Pemasaran (terjemahan). Edisi 7,jilid 1.Erlangga. Jakarta.
      Lamb,Hair,Mc Daniel.2001. Pemasaran (terjemahan).Edisi Bahasa Indonesia,Jilid Pertama.Salemba empat.Jakarta.
      Kotler, Philip.2002.Manajemen Pemasaran (terjemahan).Edisi Millenium, jilid 1.PT. Prenhallindo. Jakarta.
      Enggel,Blackwell,Miniard.1994. Prilaku Konsumen (terjemahan).Edisi Enam.Jilid Pertama.Binarupa Aksara.Jakarta.
      Fitriadi,Agus.2003. Analisis beberapa factor yang mempengaruhi keputusan dalam pembelian pada UD Microcom di Banjarmasin,Sripksi.Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin.
      Arikunto,Suharsimi.2002. Prosedur Penelitian.Edisi Revisi V.PT.Rineka Cipta.Jakarta.
      FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
      PERILAKU KONSUMEN DALAM MEMBELI HELM MEREK GV
      STUDY KASUS FAKULTAS EKONOMI
      UNIVERSITAS JAMBI

      BAB I
      PENDAHULUAN

      A.Latar Belakang
      Pada tahun 2003 dimulainya operasi pemusnahan helm yang bukan standar oleh jajaran kepolisian, ada beberapa warga jambi yang mengeluh/segan dengan penggunaan helm standar. Berbagai alasan mulai dari kepala terasa berat,tidak nyaman,tidak mendengar kalo ada yang memanggil, dan sebagainya.Helm yang baik adalah helm yang aman dan nyaman. Biasanya helm semacam ini lulus persyaratan DOT (Departement of Transportation) atau standar transportasi Amerika Serikat. Ada juga standar-standar lain seperti untuk Eropa, Jepang, bahkan Indonesia sendiri. Apapun itu, helm yang aman adalah helm yang terbuat dari lapisan cangkang luar yang membungkus seluruh kepala dan menyisakan cukup ruang untuk melihat kedepan.Orang-orang sering menyebutnya helm full face. Juga cangkangnya harus lumanyan tebal dan anti benturan.

      Helm yang aman mestinya berbanding lurus dengan tingkat kenyamanan meskipun hampir-hampir tidak ada helm yang benar-benar nyaman. Helm haruslah cukup ringan dan memungkinkan anda melihat dengan jelas, baik kala siang dan malam ataupun teruk hujan. Hindari penggunaan jenis kaca mika yang kurang bening yang mengurangi jarak pandang,terutama saat malam. Kaca yang sudah penuh dengan goresan, sebaiknya diganti. Pilihlah yng berkualitas oleh kebeningan dan tidak berefek cembung atau cekung.

      Sekarang ini banyak sekali terdapat merk-merk helm yang ditawarkan kepada konsumen seperti Arai, Shoe, Nolan, dan merk helm GV yang palsu yaitu GM dan sebagainya. Dimana masing-masing merk helm tersebut berusaha untuk membuat produknya lebih unggul dibandingkan dengan merk lain. Maka kegiatan pemasaran yang baik dan tepatlah yang memegang peranan yang penting dalam menunjang kelangsungan usaha dan perkembangan suatu perusahaan. Dengan kata lain, pihak produsen harus mampu merebut hati konsumen akan hasil produksi yang dijual dan berupaya untuk memuaskan kebutuhan konsumennya.

      Dalam memahami prilaku konsumen tentu tidak mudah karena konsumen mempunyai sifat yang berbeda-beda sebagaimana dari kebutuhan manusia yang tidak terbatas disamping dipengaruhi oleh kondisi eksternal dan internal lainnya yang berakibat langsung terhadap prilaku konsumen. Faktor eksternal yang dimaksud meliputi kebudayaan, sub budaya,kelas social,kelompok social, kelompok referensi, dan keluarga. Sedangkan factor internal adalah factor yang ada pada diri konsumen itu sendiri (psikologis) yang meliputi: belajar, kepribadian, dan konsep diri,serta sikap (Stanton,1996:155).

      Oleh sebab itu konsumen harus dapat mengendalikan perubahan perilaku tersebut dengan berusaha mengimbanginya, yakni dengan mempengaruhi konsumen dalam membeli produk yang ditawarkan dan melalui evaluasi berkala demi kelangsungan hidup produsen itu sendiri. Tidak semua merk helm yang mampu diminati oleh sebagian besar konsumen yang ada, tetapi hanya beberapa saja.Salah satunya adalah merk GV yang menjadi pilihan konsumen khususnya mahasisiwa fakultas ekonomi jambi.Helm merk GV ini memiliki kualitas yang berstandar internasional yang menggunakan teknologi dari Italia. Berat helm half face idealnya 1 sampai 1,3 kg, sedangkan untuk helm full face bobotnya berkisar 1,3-1,7 kg.

      Helm GV nampaknya sudah menjadi tuntutan para pengendara sepeda motor, khususnya mahasiswa. Sering dikatakan oleh para mahasiswa “Kalau naik motor helmnya harus GV kalo tidak mau di cap tidak gaul”. Melihat keadaan inilah penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai perilaku konsumen yang merupakan salah satu dasar dalam menerapkan strategi pemasaran untuk mencapai tujuan, yaitu memberikan kepuasan kepada konsumen, sehingga diharapkan dapat membawa kepada peningkatan penjualan yang berakibat langsung pada peningkatan pasar.

      B.Rumusan Masalah
      Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan, maka dapat diidentifikasi beberapa hal sebagai berikut :
      Banyaknya merk-merk helm sepada motor yang ditawarkan oleh produsen kepada konsumen.
      Helm merupakan salah satu penunjang keselamatan berkendaraan yang sangat penting.
      Pentingnya memahami prilaku konsumen untuk meningkatkan penjualan.
      Helm GV diminati oleh para mahasiswa Fakultas Ekonomi UNJA.Sehingga berdasarkan uraian di atas, maka permasalahannya dapat dirumuskan sebagai berikut :
      1.Apakah faktor-faktor seperti harga, selera, kualitas, harga jual kembali, prestise dan promosi secara simultan mempengaruhi prilaku konsumen dalam membeli helm merk GV?
      2.Dari factor-faktor tersebut, factor manakah yang paling dominan memberikan pengaruh terhadap prilaku konsumen terhadap pembelian helm merk GV?

      C.Tujuan Penelitian
      Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian yang hendak dicapai adalah :
      1.Untuk mengetahui prilaku konsumen dalam pembelian helm merk GV dilihat dari harga, selera, kualitas, harga jual kembali, prestise dan promosi.
      2.Untuk mengetahui factor yang paling dominan mempengaruhi prilaku konsumen dalam pembelian helm merk GV.

      D.Manfaat Penelitian

      Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

      1.Penelitian ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan dan masukan bagi perusahaan dalam menetapkan kebijakan dan strategi di bidang pemasaran untuk mengembangkan usaha bisnis mereka.
      2.Diharapkan dapat menjadi bahan acuan bagi penelitian selanjutnya.

      BAB II
      TINJAUAN PUSTAKA
      Landasan Teori

      1.Pengertian Pemasaran
      Sehubungan dengan permasalahan yang terdapat dalam penelitian ini maka diperlukan adanya teori-teori atau konsep-konsep yang memerlukan penjelasan. Dalam benyak perusahaan dewasa ini, pemasaran memegang peranan sebagai suatu faktor penting untuk tetap bertahan menjalankan usaha dan bergelut dalam dunia persaingan. Pemasaran merupakan factor vital sebagai strategi pesrusahaan dalam menjalankan usahanya, yang terutama berhubungan dengan konsumen. Kata pemasaran sendiri berasal dari kata pasar, atau bias juga diartikan dengan mekanisme yang mempertemukan permintaan dan penawaran.
      Menurut Kotler ( 2002 : 9 ) “Pemasaran adalah proses social yang didalamnyaa individu dan kelompok mendapatkan apa yang meraka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produks yang bernilai dengan pihak lain”.
      Menurut Stanton ( 1996 : 6 ) “Pemasaran adalah suatu system keseluruhan dari kegiatan-kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada meupun pembeli potensial”.
      Menurut Lamb, Hair, Me Daniel ( 2001 : 6 ) “Pemasaran adalah suatu proses perencanaan dan menjalankan konsep, harga, promosi, dan sejumlah ide, barang, dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang mampu memuaskan tujuan individu dan organisasi”.
      Dari ketiga definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa pada dasarnya pemasaran bukan hanya kegiatan menjual barang maupun jasa tetapi juga meliputi kegiatan untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan dengan berusaha mempengaruhi konsumen untuk bersedia membeli barang dan jasa perusahaan melalui penciptaan, penawaran, dan pertukaran produk yang bernilai. Hal ini sangat penting bagi manajer pemasaran untuk memahami tingkah laku konsumen tersebut. Sehingga perusahaan dapat mengembangkan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan produk secara lebih baik. Dengan mempelajari prilaku konsumen, manajer akan mengetahui kesempatan, mengidentifikasi, serta menentukan segmentasi pasar secara tepat dan akurat.

      2.Prilaku Konsumen
      Menurut Swasta ( 1992 : 9 ) “Prilaku konsumen dapat didefinisikan sebagai kegiatan-kegiatan individu-individu yang secara langsung terlibat dalam memdapatkan termasuk mempergunakan barang-barang dan jasa, keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan-kegiatan tersebut”.
      Menurut Peter J. Paul dan jerry C. Olson ( 2000 : 6 ) “Prilaku konsumen merupakan interaksi dinamis antara pengaruh dan kondisi prilaku dan kejadian di sekitar lingkungan di mana manusia melakukan aspek pertukaran dalam kehidupan mereka”.
      Dari dua jenis definissi di atas dilihat ada dua hal penting dari prilaku konsumen yaitu proses pengembalian keputusan dan kegiatan fisik yang semuanya ini melibatkan individu dalam menilai, mendapatlkan dan mempergunakan barang-barang dan jasa secara ekonomis. Dengan kata lain prilaku konsumen adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku konsumen dalam arti tindakan-tindakan yang dilakukan untuk membeli suatu barang atau jasa tertentu.

      3.Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Prilaku Pembelian Konsumen
      Menurut Kotler ( 2002 : 183 ) Faktor-faktor yang mempengaruhi prilaku pembelian konsumen yaitu :
      a.Faktor Kebudayaan
      Kebudayaan mempunyai penaruh paling luas dan mendalam terhadap prilaku konsumen. Terdiri dari budaya, sub budaya, dan kelas social. Budaya yang merupakan karakter paling penting dari suatu social yang membedakannya dari kelompok budaya lain menjadi penentu dan keinginan dan prilaku yang paling mendasar. Masing-masing budaya terdiri dari sub budaya yang memberikan lebih banyak ciri-ciri dan sosialisasi.Sub budaya adalah suatu kelompok homogeny atas sejumlah orang yang terbagi menjadi beberapa bagian dari keseluruhan suatu budaya. Masyarakat dalam suatu budaya dan sub budaya sesungguhnya terbagi dalam strata atau kelas social. Kelas social merupakan sekelompok orang yang sama-sama mempertimbangkan secara dekat persamaan diantara mereka sendiri.

      b.Faktor Sosial
      Pada umumnya konsumen sering meminta pendapat dari orang sekitas dan lingkungannya tentang produk apa yang harus dibeli. Karena itulah lingkungan sosial memberikan pengaruh terhadap prilaku konsumen. Faktor Sosial terdiri dari 3 bagian, yaitu : kelompok acuan, keluarga, dan peran. Kelompok acuan adalah semua kelompok yang memilki pengaruh langsung terhadap sikap / prilaku seseorang. Dengan pendapat yang diperoleh dari suatu kelompok maka konsumen dapat membuat keputusan konsumsi. Keluarga sebagai organisasi pembelian konsumen yang paling penting juga berpengaruh secara langsung terhadap keputusan seseorang dalam membeli barang sehari-hari. Sedangkan peran meliputi kegiatan yang diharapkan akan dilakukan seseorang. Suatu produk atau merk dapat menggambarkan peran dan status pamakainya.

      c.Faktor Pribadi
      Mulai dari bayi hingga dewasa dan menjadi tua, manusia selalu membutuhkan barang dan jasa. Pilihan barang yang dibeli secara otomatis dipengaruhi oleh keadaan ekonomi dan gaya hidup yang bersangkutan. Gaya hidup adalah cara hidup seseorang yang terlihat melalui aktivitas sehari-hari, minat dan pendapat seseorang. Seseorang dengan pendapatan yang tinggi dan gaya hidup mewah tentunya akan menentukan pilihan pada barang dan jasa yang berkualitas. Selain itu kepribadian dan konsep diri juga mempengaruhi pilihan produk. Konsep diri adalah bagaimana konsumen mempresepsikan diri mereka sendiri, yang meliputi sikap, persepsi, keyakinan, dan evaluasi diri. Karena sangat berguna dalam menganalisis prilaku sonsumen sehingga banyak perusahaan menggunakan konsep yang berhubungan dengan kepribadian seseorang.

      d.Faktor Psikologis
      Sikap pembelian psikologis dipengaruhi oleh empat facktor psikologis utama, yaitu : motivasi, persepsi, pembelajaran dan kepercayaan. Motivasi merupakan kebutuhan yang mendorong seseorang dalam melakukan sesuatu sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Melalui motivasi proses pengamatan dan belajar seseorang memperoleh kepercayaan terhadap suatu produk yang secara otomatis mempengaruhi prilaku pembelian konsumen. Para konsumen mengembangkan beberapa kenyakinan mengenai ciri-ciri dari suatu produk dan selanjutnya akan membentuk suatu sikap konsumen terhadap produk tersebut.

      4.Faktor Pribadi
      Menurut Kotler ( 2002 : 204 ) tujuan pemasaran adalah memenuhi dan memuaskan kebutuhan serta keinginan pelanggan yang menjadi sasaran. Pada bidang prilaku konsumen ini mempelajari bagaimana individu, kelompok, dan organisasi memilih, membeli, memakai, dan membuang barang , jasa, gagasan atau pengalaman dalam rangka memuasakan kebutuhan dan hasrat mereka. Para perusahaan yang cermat melakukan riset atau Quesioner atas riset atas proses keputusan pembelian yang ada dalam jenis produk mereka. Ketika membuat keputusan untuk membeli suatu produk, konsumen melewati tahap-tahap sebagai berikut :

      a. Pengenalan Masalah
      Proses pembelian dimulai saat pembeli mengenali sebuah masalah atau kebutuhan. Pembeli merasakan perbedaan antara keadaan aktualnya dengan keadaan yang diinginkannya. Kebutuhan umum seseorang seperti lapar, haus, saat mencapai titik tertentu dapat menjadi sebuah dorongan. Kebutuhan juga dapat ditimbulkan oleh rangsangan eksternal seperti ketika seseorang melihat iklan mobil dan ingin membelinya. Dengan mengumpulkan informasi dari sejumlah konsumen, pemasar dapat menidentifikasi rangsangan yang paling sering membengkitkan minat akan suatu jenis produk. Pemasar kemudian dapat membangkitkan strategi pemasaran yang memicu minat konsumen.

      b.Pencarian Informasi
      Saat seseorang mulai menyadari kebutuhannya, maka pilihan produk dan merk harus diidentifikasi untuk memenuhi kebutuhanya. Dalam mencari berbagai alternative pilihan untuk memuaskan kebutuhan, seorang konsumen dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti beberapa banyak biaya waktu, berapa banyak informasi dari masa alalu dan sumber-sumber lain yang sudah dimiliki oleh konsumen. Yang menjadi minat utama pemasar adalah sumber-sumber informasi utama yang menjadi acuan konsumen dan pengaruh relative dari tiap sumber tersebut terhadap kepuasan pembelian selanjutnya. Sewcara umum konsumen mendapatkan informasi tentang suatu produk dari sumber komersial yaitu sumber yang didominasi oleh pemasar.

      c. Evaluasi Alternatif
      Jika samua alternative yang wajar telah diidentifikasikan, konsumen harus mengevaluasinya satu per satu sebagai persiapan untuk mengadakan pembelian. Kriteria evaluasi yang dipakai konsumen mencakup pengalaman masa lalu dan sikap terhadap aneka merk. Konsumen juga mendengarkan tanggapan-tanggapan keluarga dan kelompok lain. Beberapa konsep dasar akan dapat membantu pemasar dalam memahami proses evaluasi konsumen. Pertama, konsumen berusaha memenuhi suatu kebutuhan. Kedua, konsumen mencari manfaat tertentu dari suatu produk. Ketiga, konsumen memandang setiap produk sebagai sekumpulan atribut dengan kemampuan yang berbeda-beda dalam memberikan manfaat yang dicari untuk memuasakan kebutuhan.

      d.Keputusan Pembelian
      Setelah mencari dan mengvaluasi berbagai alternative untuk memenuhi kebutuhan, konsumen pada titik tertentu harus memutuskan antara membeli atau tidak membeli, jika keputusan yang diambil adalah membeli, konsumen harus membuat rangkaian keputusan yang menyangkut merk, harga, tempat penjualan, warna, dan lain-lain.

      e.Prilaku Pasca Pembelian
      Saat membeli suatu produk,bagi seorang konsumen akan mengalami tingkat kepuasan dan ketidakpuasan tertentu. Perasaan konsumen setelah malakukan pembelian dapat mempengaruhi pembelian ulang dan juga ditambah dengan apa yang dikatakan oleh konsumen kepada teman atau kerabat tentang produk tersebut.Biasanya konsumen akan mengalami kecemasan purnabeli,kecemasan ini disebut disonasi kognitif purnabeli yang terjadi karena setiap alternative yang dihadapi konsumen memiliki kelebihan dan kekurangan.
      Penelitian sebelumnya.

      KERANGKA FIKIRAN

      Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kepuasan pelanggan helm merk GV di
      Jambi
      |
      Tanggapan terhadap Pelanggan
      |
      Tingkat Kepuasan Pelanggan Helm Merk GV di Jambi

      Penelitian sebelumnya.
      Penelitian sebelumnya yang berkaitan adalah Agus Fitriadi (2003) yang meneliti tentang Analisis Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Keputusan dalam Pembelian Pada UD MIkrocom di Banjarmasin. Dari hasil penelitian diketahui bahwa variabel bebas seperti harga, kahandalan system, vga card, tampilan layar,kelengkapan multi media, pelayanan purna jual berpengaruh secara simultan terhadap keputusan konsumen dalam pembelian computer pada UD Mikrocom.Persamaan penelitian ini dengan penelitain penulis adalah sama-sama menganalisis tentang prilaku konsumen, sedangkan perbedaannya adalah pada objek penelitiannya.

      Hipotesis Penelitian

      a.Hipotesis I
      Ho : Duduga factor-faktor seperti harga, selera, kualitas,harga jual kembali, prestise dan promosi, secara simultan tidak berpengaruh terhadap prilaku konsumen dalam pembelian hel merk GV.
      Ha : Duduga factor-faktor seperti harga, selera, kualitas,harga jual kembali, prestise dan promosi, secara simultan berpengaruh terhadap prilaku konsumen dalam pembelian hel merkGV.

      b.Hipotesis II
      Ho : Diduga factor kualitas tidak mempunyai pengaruh dominan terhadap prilaku konsumen dalam pembelian helm merk GV pada mahasiswa Fakultas Ekonomi JAMBI.
      Ha : Diduga factor kualitas mempunyai pengaruh dominan terhadap prilaku konsumen dalam pembelian helm merk GV pada mahasiswa Fakultas Ekonomi JAMBI.

      BAB III
      METODE PENELITIAN

      A.Lokasi Penelitian
      Penelitian ini mengambil lokasi pada Fakultas Ekonomi Universitas Jambi Kampus pinang masak telanai

      B.Populasi dan Sampel
      1.Populasi Penelitian
      Populasi dalam penlitian ini adalah seluruh mahasiswa fakultas Ekonomi JAMBI yang membeli serta menggunakan helm merek GV.
      2.Sampel Penelitian
      Karena jumlah populasi yang terlalu besar yaitu lebih dari 100 dan keterbatasan dan, waktu, serta tenaga yang dimiliki, maka jumlah sampel yang akan diambil sebanyak 50 responden yang terdapat dalam populasi tersebut. Dimana manurut Arikunto ( 2002 : 112 ) jika populasi lebih dari 100 orang maka diambil sampai 5%-10% atau 20%-30% dari jumlah populasi. Sedangkan menurut Guildford ( 1987 : 125 ) jumlah sampel yang diambil adalah lebih besar dari persyaratan minimal sebanyak 30 responden dimana semakin besar sampel akan memberikan hasil yang lebih akurat.

      C.Jenis dan Sumber Data
      1.Jenis Data
      Jenis data dalam penelitian ini berupa :
      a.Data Kualitatif, yaitu data yang berbentuk kata, kalimat, skema, dan gambar, sepertu literature-literatur serta teori-teori yang berkaitan dengan penelitian penulis.
      b.Data Kuantitatif, yaitu data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan ( scoring ).
      2.Sumber Data
      Sumber data dalam penelitian ini berupa :
      a.Data primer, yaitu data yang diperoleh langsung dari responden penelitian melalui wawancara dan kuesioner di lapangan.
      b.Data Sekunder, yaitu data yng diperoleh dalam bentuk yang sudah jadi, sudah dikumpulkan dan diolah oleh pihak lain. Biasanya sudah dalam bentuk publikasi saperti data yang diperoleh dari situasi-situasi internet dan data lainnya yang berhubungan langsung dengan objek yang diteliti.

      D.Teknik Pengumpulan Data
      Metode pengumpulan data yang dipergunakan pada penelitian ini adalah :
      a.Interview, yaitu suatu metode pengumpulan data dengan cara mengadakan wawancara langsung dengan responden dengan bantuan daftar pertanyaan untuk mengumpulkan data primer.
      b.Kuesioner, yaitu suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pertanyaan tertulis pada responden untuk menjawab.

      E.Variabel penelitian
      Variabel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah :
      1.VAriabel terikat (Y) : Prilaku konsumen dalam pembelian helm merk GV di Fakultas Ekonomi UNJA.
      2.Variabel bebas (X) : Harga,selera, kualitas, harga jual kembali, prestise dan promosi.
      Untuk mengetahui hasil tanggapan responden terhadap variabel-veriabel penelitian maka digunakan data interval dengan skala 0-10. Sedangkan untuk mengetahui pengukuran dan interpretasi data, maka data interval dibagi menjadi 5 (lima) skor interval sebagai berikut :
      0 ≤ 2 Skor 1
      2,1 ≤ 4 Skor 2
      4,1 ≤ 6 Skor 3
      6,1 ≤ 8 Skor 4
      8,1 ≤ 10 Skor 5

      F.Definisi Operasional Variabel
      1.Harga (X1)
      Melihat tanggapan konsumen mengenai variabel harga harga helm merk GV yang ditetapkan dibandingkan dengan harga produk pesaingnya yang sejenis.
      X1.1Perbandingan dengan harga pesaing
      Tanggapan konsumen terhadap perbandingan harga helm merk GV dengan helm merk lain yang sejenis seperti Arai, Shoe, Nolan, dan lain-lain. Diukur dalam rupiah.
      X1.2Harga yang ditetapkan
      Tanggpan konsumen terhadap harga yang ditetapkan dari produk yang dbeli konsumen. Diukur dalam rupiah.
      2.Selera (X2)
      Gambaran produk helm GV yang diinginkan konsumen dalam memberikan kesenangan dan kepuasan. Indikatornya adalah :

      X2.1Jenis Model
      Penilaian konsumen terhadap berbagai tipe pilihan helm merk GV yang ditawarkan oleh produsen.
      X2.2Warna
      Penilaian konsumen terhadap ragam pilihan warna yang ada pada helm merk GV.
      X2.3Penampilan Luar (Body)
      Penilaian konsumen terhadap penampilan luar helm merk GV dibandingkan dengan produksi pesaingnya.
      Ketiga indicator di atas diukur berdasarkan tingkat kesenangan dan kepuasan konsumen.
      3.Kualitas (X3)
      Melihat tanggapan konsumen mengenai kualitas helm merk GV.
      X3.1Kenyamanan
      Penilaian konsumen pada saat menggunakan helm.
      X3.2Daya Tahan
      Penilaian konsumen terhadap usia operasional helm merk GV yang diharapkan dalam berbagai kondisi cuaca.
      4.Harga Jual Kembali (X4)
      Mengetahui tanggapan konsumenterhadap harg jual kembali serta kamudahan dalam memasarkan produk yang sudah dipakai.
      X6.1Harga jual kembali
      Penilaian konsumen terhadap harga dari helm merk GV. Diukur dalam rupiah

      X6.2Pemasaran produk purna pakai
      Penilaian konsumen terhadap tingkat kemudahan pemasaran dan penerimaan dari konsumen lainnya terhadap jal merk GV purna pakai. Di ukur berdasarkan perlakuan.
      5.Prestise (X5)
      Nilai kebanggaan yang dirasakan seseorang akibat penggunaan suatu produk. Diukur berdasarkan tingkat kesenangan konsumen.
      6.Promosi (X6)
      Suatu bentuk komunikasi pemasaran seperti akivitas untuk menyebarkan informasi, mempengaruhi, membujuk konsumennya untuk membeli helm merk GV.
      X6.1Tanggapan konsumen terhadap iklan helm merk GV yang disampaikan oleh pemasar. DApat diukur dri frekuensi, luas jangkauan, serta ukuran.
      X6.2Hadiah
      Respon konsumen terhadap sikap simpatik pamasar pada saat membeli helm GV. Diukur berdasarkan tingkat kesenangan konsumen.

      G.Uji Validasi dan Rehabilitasi Instrumen Penelitian
      Uji validasi dan rehabilitasi yang dilakukan dalam penelitian ini dimaksudkan agar data yang diperoleh dengan cara penyetaraan quisioner valid dan reliable.
      Instrumen dikatakan valid jika mampu mengukur apa yang diingikan dan mempu mengungkapkan data yang diteliti secara tepat. Tinggi rendahnya instrument menunjukkan sejauh mana data yang dikumpulkan tidak menyimpang dari gambaran variabel yang dimaksud ( Suharsimi Arikunto, 145 : 2002 ).

      Uji validasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji validasi item, yaitu menguji terhadap kualitas item-itemnya. Yaitu dengan menghitung korelasi antara setiap item dengan skor total sebagai kriteria validilitasnya.

      Uji reabilitas bertujuan untuk menguji sejauh mana alat pengukur dapat dipercaya atau diandalkan. Pengukur reliabilitas dilakukan dengan menggunakan koefisien Alpha Cronbach (a). Dimana, biasanya reliabilitas minimal 0,5.

      H.Teknik Analisis Data
      Data yang terkumpul akan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistic dengan menggunakan program SPSS,dimana rumus statistic yang digunakan adalah Linier Multiple Regression (regresi linier berganda), dimana fungsinya adalah :
      Y = a + b1 . X1 + b2 .X2 + b3 . X3 + b4 . X4 + b5 . X5 + b6 . X6 + e

      Fungsi tersebut menerangkan hubungan antara dua variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y), dimana :
      Y : Prilaku konsumen
      A : Konstanta
      b1 s/d b7 : Koofesien Regresi
      X1 : Harga
      X2 : Selera
      X3 : Kualitas
      X4 : Harga Jual Kembali
      X5 : Prestise
      X6 : Promosi
      e : Faktor ganguan

      I.Uji Asumsi Klasik
      a.Uji Multikolinieritas
      Uji multikolinieritas dugunakan untuk mengetahui ada tidaknya kolerasi antara variabel independent, jika terjadi kolerasi maka terdapat problem multikolonieritas. Untuk mengetahui ada tidaknya multi kolonieritas antar variabel, dapat dilihat dari Variabel Inflation (VIF) dari masing-masing variabel bebas terdapat variabel terikat. Jika nilai VIF kurang dari sepuluh dapat dinyatakan tidak terjadi multikolonieritas ( Gujarati, 1995).

      b.Uji Heteroskedastisitas
      Uji heteroskedastitas digunakan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual suatu pengamatan kepengamatan yang lain. Jika varian dari residual dari suatu pengamatan kepengamatan yang kain tetap, maka disebut omoskedastisitas. Dan jika varian berbeda disebut heteroskedasitas ( Santoso, Singgih, 2002 :208 ). Untuk mengetahui ada tidaknya gejala heterosskedatisitas dalam penelitian ini menggunakan metode Sperman Rank Correlation. Apabila hasil pengujian menunjukkan lebih dari α = 5% maka tidak ada heteroskedasitas.

      c.Uji Autokorelasi
      Uji autokorelasi digunakan untuk mengetahui apakan dalam persamaan regrasi mengandung korelasi serial atau tidak diantara variabel penggangu. Menurut Singgih Santoso ( 2002 : 219 ) untuk mengetahui adanya autokorelasi digunakan uji Durbin – Watson mendekati angka 2 berarti tidak ada autokorelasi.

      d.Uji Normalitas
      Uji normalitas dilakukan untuk mgnetahui apakah sebuah model regresi, variabel independen, variabel dependen, atau keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Untuk mengetahuinya digunakan uji Kolmongorov-Smirnov, menurut Singgih Santoso ( 2001 : 142 ) pedoman pengambilam keputusan dalam uji normalitas yaitu, bila nilai Sig atau signifikan lebih besar daripada 0,05 maka distribusi adalah normalitas (simetris).

      DAFTAR PUSTAKA

      Stanton, William J.1996. Prinsip Pemasaran (terjemahan). Edisi 7,jilid 1.Erlangga. Jakarta.
      Lamb,Hair,Mc Daniel.2001. Pemasaran (terjemahan).Edisi Bahasa Indonesia,Jilid Pertama.Salemba empat.Jakarta.
      Kotler, Philip.2002.Manajemen Pemasaran (terjemahan).Edisi Millenium, jilid 1.PT. Prenhallindo. Jakarta.
      Enggel,Blackwell,Miniard.1994. Prilaku Konsumen (terjemahan).Edisi Enam.Jilid Pertama.Binarupa Aksara.Jakarta.
      Fitriadi,Agus.2003. Analisis beberapa factor yang mempengaruhi keputusan dalam pembelian pada UD Microcom di Banjarmasin,Sripksi.Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin.
      Arikunto,Suharsimi.2002. Prosedur Penelitian.Edisi Revisi V.PT.Rineka Cipta.Jakarta.

      Komentar oleh Ahyarnasution | Januari 21, 2013 | Balas

  7. NAMA : ANDRI
    NIM : ERC1B010014
    judul : PENGARUH CORPORATE SOCIAL
    RESPONSIBILITY TERHADAP KINERJA
    PERUSAHAAN

    1.1 Latar Belakang Masalah
    Corporate social responsibility (CSR) merupakan klaim stakeholders agar
    perusahaan tidak hanya beroperasi untuk kepentingan para pemegang saham
    (shareholders), tapi juga untuk kemaslahatan pihak stakeholders dalam praktik
    bisnis, yaitu para pekerja, komunitas lokal, pemerintah, Lembaga Swadaya
    Masyarakat (LSM), konsumen, dan lingkungan (Nugroho, 2007). Oleh karena itu,
    suatu perusahaan tidak hanya beroperasi untuk kepentingan para pemegang saham
    (shareholders), tetapi juga untuk kepentingan pihak stakeholders dalam praktik
    bisnis. Kajian mengenai corporate social responsibility semakin berkembang
    pesat seiring banyak kasus yang terjadi dimana perusahaan tidak memberikan
    kontribusi positif secara langsung kepada masyarakat bahkan memberikan
    dampak negatif atas beroperasinya perusahaan, seperti kasus PT Freeport dan PT
    Newmont. Hal ini pun ditegaskan Owen (2005) yang mengatakan bahwa kasus
    Enron di Amerika telah menyebabkan perusahaan-perusahaan lebih memberikan
    perhatian yang besar terhadap sustainabilitas dan pertanggungjawaban sosial
    perusahaan. Isu-isu yang berkaitan dengan reputasi, manajemen risiko dan
    keunggulan kompetitif mendorong perusahaan untuk melakukan pengungkapan
    informasi sosial.
    Menurut Marhun dalam Sueb (2001), apabila perusahaan tidak
    memperhatikan seluruh faktor yang mengelilinginya, mulai dari karyawan,
    2konsumen, lingkungan dan sumber daya alam sebagai satu kesatuan yang
    saling mendukung suatu sistem, maka tindakan itu akan mengakhiri eksistensi
    perusahaan itu sendiri. Kerusakan dan gangguan yang timbul dari faktor eksternal
    tersebut mengganggu bahkan dapat menghentikan operasi perusahaan. Citra
    perusahaan akan semakin baik di mata masyarakat apabila dapat menunjukkan
    tanggung jawab dan kepeduliannya terhadap lingkungan eksternal. Adanya
    fenomena di atas menyebabkan dunia bisnis mengalami pergeseran orientasi,
    yaitu dari shareholders ke stakeholders. Tanggung jawab sosial perusahaan
    diperlukan untuk menjaga keharmonisan hubungan antara perusahaan dengan
    lingkungan sekitarnya. Berdasarkan tujuan laporan keuangan, laporan perusahaan
    harus pula mencerminkan informasi tersebut.

    1.2 Perumusan Masalah
    Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, perumusan pertanyaan
    penelitian ini adalah apakah corporate social responsibility berpengaruh terhadap
    kinerja keuangan perusahaan dan kinerja pasar perusahaan?
    1.3 Tujuan Penelitian
    Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:
    1. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh corporate social responsibility
    terhadap kinerja keuangan perusahaan (ROE)
    2. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh corporate social responsibility
    terhadap kinerja pasar perusahaan (CAR)
    1.4 Manfaat Penelitian
    Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat antara lain:
    8
    1. Bagi Penulis
    Bagi penulis penelitian ini dapat memacu minat dan keinginan untuk
    memahami tentang Corporate Social Responsibility (CSR) dan mengetahui
    manfaat dari pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR).
    2. Bagi Perusahaan
    Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pertimbangan dalam pembuatan
    kebijaksanaan perusahaan agar lebih meningkatkan tanggung jawab dan
    kepeduliannya pada lingkungan sosial dan sebagai informasi kepada pihak
    manajemen perusahaan tentang pentingnya pertanggungjawaban sosial
    perusahaan yang dipercaya dapat meningkatkan kinerja perusahaan.
    3. Bagi Investor
    Penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran untuk
    mempertimbangkan aspek-aspek yang perlu diperhitungkan dalam investasi
    yang tidak hanya dilihat pada ukuran-ukuran moneter.

    Komentar oleh ANDRI | Desember 11, 2012 | Balas

    • maaf pak jo yang ini salah

      Judulmu bagus, tapi silahkan gali lagi kasusnya lebih rinci agar terlihat ada sesuatu yang layak untuk dijadikan penelitian.

      Komentar oleh ANDRI | Desember 11, 2012 | Balas

  8. Salam pak JO
    Nama : SUPRIYANTO
    Nim : ERC1B010045
    Kelas : SORE
    Denagn ini saya mengajukan judul proposal denagan judul sebagai berikut:

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FREKUENSI BELI KONSUMEN PADA MINI MARKET CENTRAL MAYANG KOTA JAMBI
    BAB I
    A. Latar belakang
    Setiap manusia selalu berusaha memenuhi keinginan dan kebutuhan hidup dengan sebaik-baiknya,usaha pemenuhan kebutuhan dan keinginan tersebut akan menyebabkan penwaran barang semakin komplek baik dari segi macam maupun jumlahnya.keadaan tersebut berdampak positif bagi dunia eceran yang ada di Indonesia mulai dari toko kecil sampai mini market. Sekarang banyak pertokoan merubah tokonya menjadi mini market hingga supermarket dengan tujuan agar memudahkan masyarakat dalam memnuhkan kebutuhan pokok sehari-hari secara praktis.
    Perlaku konsumen merupakan suatu tindakan yang diambil konsumen dalam melaksanakan keputusan untuk membeli barang atau jasa .dalam mempengaruhi keputusan beli akan dipengaruhi oleh faktor intern dan faktor ektern.maka dari itu perusahaan harus dapat mengambil tindakan yang tepat dalam memotivasi konsumennya untuk memeenuhi produk yang dihasilkan dan dapat menciptakan kepuasan bagi konsumen.
    Banyaknya mini market yang ada sekarang ini menyebabkan timbulnya persaingan yang sangat ketat antar mini market lainnya. dalam hal ini, pemasaran sangat mempunyai peranan yang sangat penting untuk menggugah dan menarik konsumen. pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang didalamnya ada individu dan kelompok untuk mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan,menawarkan,dan mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain ( kotler,1997:8)
    Di jambi sendiri sudah banyak terdapat beberapa mini market,di antranya mini market abadi,mini market mentari,termasuk mini market central mayang sendiri dan masih banyak yang lainnya. Dengan munculnya berbagai mini market ini menyebabkan persaingan antara mini market yang lainnya semakin ketat sehingga mendorong setiap mini market untuk berusaha meningkatkan kualitas strategi mixnya untuk menjaring luas permintaan pasar.
    Pada dasarnya setiap perusahaaningin terus meningkatkan laba, ada pun untuk meningkatkan harus di sertai dengan peningkatan volume penjualan. Persaingan yang semakin ketat terutama antra usaha yang sejenis menyebabkan perushaan harus menentukan strategi pemasran dengan tepat. Strategi pemasran dari setiap perusahaan merupakan suatu rencana keseluruhan untuk mencapai tujuan
    Mini market central mayang merupakan salah satu mini market yang yang memilikidaya tarik tersendri untuk dikunjungi, dimna manajer harus bias meningkatkan kualitas pemasrannya agar bisa menarik dan memperthankan pelanggan atau konsumennya.dengan adanya mini market ini bisa membantu konsumen dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga dan mutu yang sama dengan pengecer biasa. Belum lagi kenyamanan-kenyamanan yang ditawarkan,seperti pn=enyejuk ruangan,lokasi yang tidak becek,ruangan yang membuat konsumen leluasa dapat memilih barang yang ditawarkan .

    Pakai istilah yg umum, frekuensi pembelian dalam pemasaran dikenal sebagai loyalitas. Oleh karena itu pastikan untuk menggunakan istilah yang umum. Selanjutnya tulis lebih komplit proposal tentatifmu untuk penilaian akhir.

    Komentar oleh supriyanto | Desember 11, 2012 | Balas

  9. Nama : Yoyo Karioso
    NIM : ERC1B010055
    Kelas : Sore

    PERILAKU MAHASISWA DALAM PAMAKAIAN SMARTPHONE TAB DI FKIK UNIVERSITAS JAMBI

    A. Latar Belakang
    Perkembangan teknologi informasi dan globalisasi yang begitu pesat, berdampak semakin tingginya persaingan memperebutkan pangsa pasar pada dunia usaha saat ini. Perusahaan yang ingin berhasil dalam persaingan pada era globalisasi harus memiliki strategi perusahaan yang dapat memahami perilaku konsumen. Perusahaan yang baik adalah memahami betul siapa konsumennya dan bagaimana mereka berperilaku. Pemahaman mengenai siapa konsumennya akan menuntun para pengusaha kepada keberhasilan memenangkan persaingan dunia usaha yang telah melampaui batas negara.
    Dalam dunia teknologi memang selalu menarik untuk diamati, terutama yang berkaitan dengan telekomunikasi. Ini ditandai dengan perkembangan internet, kemudian disusul dengan teknologi smartphone yang begitu cepat dan canggih sehingga setiap orang tertarik untuk memiliki. Sekarang ini setiap orang tidak hanya memiliki suatu produk karena fungsinya saja, tetapi juga rasa bangga dan pengakuan yang didapatkan dari memiliki produk tersebut.
    Teknologi dalam smartphone merupakan salah satu daya tarik untuk menarik perhatian konsumen untuk membeli. Desain atau model unik serta teknologi yang digunakan seperti kamera, fasilitas aplikasi yang dapat berinternet merupakan daya tarik untuk mempengaruhi perilaku konsumen. Seperti yang dilakukan oleh perusahaan smartphone Apple yang memiliki keunggulan dalam hal desain/model dibandingkan dengan pesaing-pesaingnya seperti LG, SAMSUNG,MITTO,NEXIAN.

    Judul dan topik bagus, ajukan lebih rinci lagi. Ditunggu.

    Komentar oleh yoyo karioso | Desember 11, 2012 | Balas

  10. NAMA : ANDRI
    NIM : ERC1B010014
    judul : Pengaruh penggunaan layanan blackberry massenger terhadap pulsa bbm yang ditawarkan im3 di kalangan mahasiswa jambi

    1.1 Latar belakang
    Teknologi yang semakin berkembang sangat berpengaruh pada perubahan pemakai. Salah satu contohnya adalah blackberry massenger. Blackberry massenger adalah salah satu layanan yang ditawarkan oleh blackberry. Smartphone ini memakai layanan yang disebut blackberry massenger ini sebagai alat komunikasi.
    Saat ini mahasiswa/I di jambi sebagian besar menggunakan layanan blackberry massenger. Paket yang di tawarkan untuk layanan ini pun bermacam-macam.
    Salah satu nya im3, im3 menawarkan paket blackberry ini yaitu
    Tarif layanan gaul:
    Gaul harian : rp. 2000
    Gaul mingguan : rp. 15.000
    Gaul bulanan : rp. 45.000
    Dengan adanya penawaran tariff seperti ini para mahasiswa tidak perlu “meronggoh krocek” terlalu banyak.

    1.2 rumusan masalah
    berdasarkan latar belakang yang di tuliskan, maka inti masalh dengan objek penelitian ini adalah :
    berapa rata-rata anggaran mahasiswa perbulan untk menggunakan layanan blackberry massenger ini

    1.3 tujuan penelitian
    untuk mengetahui apa pengaruh paket layanan blacberry massenger di kalangan mahasiswa

    1.4 manfaat penelitian
    sebagai sumber informasi mahasiswa dalam efektifitas penggunaan layanan blackberry messenger.

    Topik baik, judulnya aja yang perlu diperbaiki.

    Komentar oleh ANDRI | Desember 11, 2012 | Balas

  11. Salam hangat n sukses sllu buat pak joe………
    Saya yang bernama : DJAINUL ASWARI
    Nim : ERC1B010037
    Kelas sore pak..

    MENGANALISA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
    PERILAKU KONSUMEN DALAM MEMBELI
    MESIN PHOTOCOPY MEREK CANON

    BAB I
    PENDAHULUAN

    Latar Belakang

    Perkembangan dunia saat ini berjalan dengan pesat, yang menciptakan suatu persaingan yang semakin ketat. Hal ini yang menuntut produsen untuk lebih peka, kritis dan reaktif terhadap perubahan yang ada, baik politik, sosial budaya, dan ekonomi.
    Syarat yang harus dipenuhi oleh suatu perusahaan agar dapat mencapai sukses dalam persaingan adalah berusaha mencapai tujuan untuk menciptakan dan mempertahankan pelanggan. Agar tujuan tersebut tercapai, maka setiap perusahaan harus berupaya menghasilkan dan menyampaikan barang dan jasa yang diinginkan konsumen dengan harga yang pantas.

    Sekarang ini banyak sekali terdapat perusahaan mesin photocopy merek lain yang ditawarkan kepada konsumen melalui anak cabang mereka. Dimana masing-masing perusahaan tersebut berusaha untuk menjual mesin photocopy yang lebih diunggulkn dibandingkan dengan perusahaan lain. Maka kegiatan pemasaran yang baik dan tepatlah yang memegang peranan yang penting dalam menunjang kelangsungan usaha dan perkembangan suatu perusahaan. Dengan kata lain, pihak produsen harus mampu merebut hati konsumen akan kualitas mesin yang dijual dan berupaya untuk memuaskan keinginan konsumennya.

    Dalam memahami prilaku konsumen tentu tidak mudah karena konsumen mempunyai sifat yang berbeda-beda sebagaimana dari kebutuhan manusia yang tidak terbatas disamping dipengaruhi oleh kondisi eksternal dan internal lainnya yang berakibat langsung terhadap prilaku konsumen.

    Oleh sebab itu konsumen harus dapat mengendalikan perubahan perilaku tersebut dengan berusaha mengimbanginya, yakni dengan mempengaruhi konsumen dalam membeli produk yang ditawarkan dan melalui evaluasi berkala demi kelangsungan hidup produsen itu sendiri. Melihat keadaan ini penelitian mengenai perilaku konsumen yang merupakan salah satu dasar dalam menerapkan strategi pemasaran untuk mencapai tujuan, yaitu memberikan kepuasan kepada konsumen, sehinggan diharapkan dapat membawa kepada peningkatan penjualan yang berakibat langsung pada peningkatan pasar

    Kalau pembeli Canon mereka adalah produsen, pedagang bukan konsumen. Silahakan diperbaiki lagi.

    Komentar oleh djainul aswari | Desember 11, 2012 | Balas

  12. Salam hangat pak jo,,,Horas,,,
    Nama saya : Anna gib Muthahar
    NIM : ERC1B010126
    Kelas : Sore

    MENGANALISA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
    PERILAKU KONSUMEN DALAM MENGKONSUMSI
    MINUMAN SIAP SAJI FRANCHISE CAPUCINO CINCAU
    BAB I
    PENDAHULUAN
    1.1 Latar Belakang
    Perkembangan kuliner belakangan ini sering menjadi trending topic di kalangan masyarakat terutama pecinta kuliner siap saji atau franchise,sebut saja salah satu kemasan minuman es capucino cincau saat ini menjadi salah satu alternative pilihan masyarakat jambi untuk mengkonsumsi minuman – minuman dingin segar dan sehat.Tidak hanya itu saja yang menjadi sorotan utamanya sebagai upaya meningkatkan kualitas serta kuantitas produk produsen harus memperhatiakan rasa serta kemasannya,karena itu mempengaruhi daya tarik pembeli.@gieb capucino cincau salah satu tempat penjual es capucino cincau yang terletak di telanai pura di depan IAIN jambi yang berjualan mulai pukul 16.00 s/d 24.00,usaha ini sudah berlangsung sejak 5 bulan yang lalu,letak usaha yang sangat strategis menjadi salah satu factor pendukung minat konsumen untuk membeli produk ini,
    Menurut informasi penjual tingkat average pembeli di dominasi oleh mahasiswa atau anak – anak kost di lingkungan telanai pura jambi, namun tidak menutup kemungkinan sedikit kalangan orang tua bahkan ada yang membeli minuman ini, dari segi harga @gieb capucino cincau menawarkan harga yang cukup ekonomis untuk kalangan masyarakat jambi sehingga dengan banrol harga yang di tetapkan tidak menjadi factor enggan bagi konsumen adapun harga yang ditawarkan adalah Rp.5.000 /gelas untuk semua jenis rasa untuk minuman nya.

    1.2 Rumusan Masalah

    Dari paparan latar belakang di atas maka dapat saya rumuskan permasalahan sebagai berikut :
    1. Perilaku konsumen yang di jumpai ketika mengkonsumsi minuman siap saji atau franchise di pengaruhi oleh tingkat strategis tempat konsumen mendapatkan produk
    2. Harga yang di banrol tidak menyulitkan konsumen untuk membeli sehingga bisa di konsumsi setiap hari
    3. Kualitas dan kuantitas produk harus siap di andalkan
    4. Minuman yang di jual adalah minuman yang menyehatkan
    5. Tingkat rata – rata pembeli adalah kalangan mahasiswa

    1.3 Tujuan Penelitian

    1. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi serta memperhatikan apakah jenis franchise minuman siap saji ini memberikan efek yang baik atau buruk bagi konsumen
    2. Mengetahui sejauh apa tingkat prilaku konsumen terhadap produk ini
    3. Mengetahui apakah usaha waralaba ini merupakan usaha kontinu ( terus menerus ) atau usaha musiman ( tidak tetap )
    4. Mengetahui apakah usaha ini menguntungkan atau tidak

    1.4 Manfaat Penelitian

    1. Bagi penulis : Sebagai informasi mengenai usaha waralaba minuman siap saji es capucino cincau dan bagaimana proses perkembangannya di kalangan masyarakat serta minat dari konsumen
    2. Bagi Produsen : sebagai bahan parameter serta kajian evaluasi apakah usaha ini dapat di kembangkan kedepan dan mengetahui sikap prilaku konsumen dalam mengkonsumsi minuman siap saji ini.

    Ini kasusnya dimana, tulis lebih komplit.

    Komentar oleh M anna gib Muthahar | Desember 11, 2012 | Balas

  13. Nama : Muhammad Fauzi
    Nim : ERC1B010056
    Jurusan: Manajemen
    Judul : Pengaruh Kualitas Produk dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Mebel CV Akbar Jaya

    a. Latar Belakang
    Perkembangan zaman yang semakin pesat seiring dengan peningkatan peradaban manusia menyebabkan persaingan yang semakin ketat. Dengan adanya persaingan tersebut mendorong setiap perusahaan untuk menciptakan keunggulan. hal yang harus dilakukan oleh suatu perusahaan adalah berinofasi dan mempertahankan pelanggan. Agar tujuan tersebut tercapai, maka setiap perusahaan harus berupaya menghasilkan dan menyampaikan barang dan jasa yang diinginkan konsumen dengan harga yang pantas (reasonable). Dengan demikian setiap perusahaan harus mampu memahami perilaku konsumen pada pasar sasarannya, karena kelangsungan hidup perusahaan tersebut sebagai organisasi yang berusaha memenuhi kebutuhan dan keinginan para konsumen sangat tergantung pada perilaku konsumennya. Apabila perusahaan sudah menetapkan strategi pemasarannya khususnya dalam kebijakan harga maka konsumen akan mempelajari, mencoba, dan menerima produk tersebut. Proses penerimaan konsumen pada suatu produk akan diimplementasikan dalam suatu bentuk keputusan pembelian. Produk pun dipersepsikan memiliki kualitas yang baik. Anggapan bahwa mebel tersebut merupakan produk yang bagus, awet. membuat harga purna jual produk mebel relative tetap tinggi dibandingkan mebel-mebel lainnya. Pengembangan yang terus menerus dari cv akbar jaya seperti pengembangan dari sisi bentuk dan juga asesoris, juga telah semakin memperkuat persepsi kualitas dari mebel tersebut. Hal ini tentu saja sebagai bagian dari upaya membendung pesaing-pesaing yang kini semakin banyak bermunculan dan terus menerus berusaha mengikis pangsa pasar. Berdasarkan kenyataan yang ada di masyarakat, ternyata produk Mebel cv akbar jaya cukup diminati oleh konsumen, tetapi ada saja hambatan konsumen dalam hal keputusan pembelian, seperti konsumen setelah melihat produk mebel ada yang tidak langsung membeli, tetapi ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan. Faktor yang menjadi penyebabnya antara lain adalah harga yang ditawarkan perusahaan kurang pantas, kualitas produknya tidak sesuai dengan harga produk tersebut. Untuk mengetahui permasalahan yang ada maka penulis mengadakan penelitian yang didasarkan pada asumsi bahwa adanya keterkaitan yang erat antara harga dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian mebel. Hal ini terbukti dengan adanya harga dan kualitas produk yang sesuai dengan harapan konsumen cv akbar jaya kota baru semakin meningkat. Dari permasalahan diatas penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan mengambil judul “Pengaruh Kualitas Produk dan harga terhadap Keputusan Pembelian mebel (studi kasus pada cv akbar jaya kota baru)“

    Tulis lebih komplit lagi proposal tenttif ini.

    Komentar oleh Muhammad fauzi | Desember 11, 2012 | Balas

  14. NAMA : HUSNI MUBARAK
    NIM : ERC1B010074
    KELAS MANAJEMEN SORE

    JUDUL
    Analisis faktor-faktor psikologis yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam mengambil keputusan untuk membeli sepeda motor suzuki satria fu 150 (studi kasus PT.SAMUDERA BERSAUDARA,KOTA JAMBI).

    BAB 1
    1.PENDAHULUAN
    1.1.Latar belakang
    Dalam perkembangan zaman seperti saat ini,persaingan berbagai merek produk semakin kompetitif,dimana setiap perusahaan saling bersaing dalam memasarkan produknya,seperti yang telah kita ketahui sepeda motor suzuki satria fu 150 merupakan salah satu jenis sepeda motor unggulan di indonesia saat ini apa lagi diwilayah jambi dan sekitarnya.
    Meskipun dengan harga yang terus meningkat setiap tahun terhadap jenis produk tersebut,tidak menutup minat konsumen untuk membelinya,bahkan telah menjadi produk yang digandrungi oleh kalangan atas tetapi juga kalangan menengah, anak muda,bahkan orang tua sekalipun.
    Menurut james F.Engel-Roger D.Black well-paul W. Miniard dalam saladin (2003 : 19 ),menjelaskan bahwa terdapat tiga faktot yang mempengaruhi perilaku konsumen yaitu :
    1.Pengaruh lingkungan,terdiri dari budaya,kelas sosial,keluarga dan situasi.sebagai dasar utama perilaku konsumen adalah memahami pengaruh lingkungan yang membentuk atau menghambat individu dalam mengambil keputusan berkonsumsi mereka.
    2.Perbedaan dan pengaruh individu,terdiri dari motivasi dan keterlibatan,pengetahuan,sikap,kepribadian,gaya hidup,dan demografi.perbedaan individu merupakan faktor internal (Interpersonal)yang menggerakkan serta mempengaruhi perilaku.kelima faktor tersebut akan memperluas pengaruh perilaku konsumen dalam proses keputusannya.
    3.Proses psikologis,terdiri dari pengolahan informasi pembelajaran,perubahan sikap dan perilaku.ketiga faktor tersebut menambah minat utama dari penelitian konsumen sebagai faktor yang turut mempengaruhi perilaku konsumen dalam pengambilan keputusan pembeliaan.
    Menurut lubis(dalam lina dan rasyid,1997),menjelaskan perilaku konsumtif sebagai perilaku membeli atau memakai yang tidak lagi didasarkan pada pertimbangan yang rasional melainkan ada nya keinginan yang sudah mencapai taraf yang tidak rasional lagi,salah satunya yaitu gaya hidup konsumen yang cenderung terjadi di dalam lingkungan dan masyarakat merupakan gaya hidup yang menganggap materi sebagai sesuatu yang bisa mendatangkan kepuasan.gaya hidup seperti ini disebut gejala konsumtifisme yang mengkonsusmsi/membeli barang yang kurang atau tidak diperlukan.

    1.2.Rumusan masalah
    1.Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi psikologis konsumen dalam pengambilan keputusan untuk membeli jenis produk sepeda motor suzuki satria fu150 ?
    2.Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kepuasan konsumen dengan membeli jenis produk sepeda motor suzuki satria fu150?

    Tulis proposal lebih komplit.

    Komentar oleh HUSNI MUBARAK | Desember 11, 2012 | Balas

  15. NAMA : WINDA LARA AMALIA
    NIM : ERCIB010062
    JURUSAN : MANAJEMEN EKONOMI

    JUDUL : PENGARUH EKUITAS MEREK LISTRIK PINTAR TERHADAP KUALITAS PELAYANAN
    DI PT. PLN PERSERO RAYON KOTA BARU

    “Listrik untuk kehidupan yang lebih baik” itulah motto yang sering digunakan PT.PLN (Persero) dalam komitmen perusahaan listrik Negara tersebut untuk memberikan pelayanan suplai listrik bagi seluruh masyarakat di Indonesia. Listrik telah menjadi salah satu kebutuhan yang mendasar bagi manusia untuk melakukan berbagai aktifitas. Pemanfaatan penggunaan tenaga listrik pun kini beragam sesuai kebutuhan manusia itu sendiri. Tidak dapat dipungkiri, kini manusia sudah sangat bergantung dengan listrik karena hampir seluruh kegiatan dan aktifitas yang dilakukan manusia menggunakan listrik. Listrik diperlukan untuk memenuhi hajat hidup orang banyak, maka pemerintah sebagai pihak yang bertanggung jawab untuk dapat mengatur potensi listrik yang ada membentuk satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk dapat mengaturnya dengan baik untuk kepentingan bersama.
    Suatu perusahaan yang ditunjuk pemerintah sebagai penyedia listrik untuk masyarakat adalah PT. PLN(Persero). Perusahaan ini bertanggung jawab untuk memberikan suplai listrik yang memadai kepada semua kalangan masyarakat. PT.PLN (Persero) telah melistriki hampir seluruh pelosok tanah air dari Indonesia bagian barat hingga Indonesia bagian timur. Sebagai perusahan yang memasok listrik dalam jumlah yang sangat besar kepada masyarakat maka PT. PLN (Persero) juga memberikan pelayanan kepada masyarakat sebagai upaya untuk dapat memenuhi kepentingan dan kebutuhan demi kemajuan bangsa. PT. PLN (Persero) sebagai pemasok utama listrik berkomitmen untuk dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyakat dalam menggunakan listrik secara optimal.

    “Semakin berkembangannya ilmu dan teknologi maka di bidang kelistrikan pun mengalami perkembangan baik dari segi teknik maupun pelayanan publik, salah satunya dimunculkan inovasi produk listrik prabayar atau lebih dikenal dengan sebutan listrik pintar. Listrik pintar ini merupakan brand baru dari PLN untuk dapat memberikan kenyamanan kepada masyarakat dalam menggunakan listrik secara efektif dan efisien.
    Listrik Pintar merupakan layanan baru dari PLN untuk pelanggan dalam mengelola konsumsi listrik melalui meter elektronik prabayar. Dengan Listrik Pintar, pelanggan bisa lebih mudah mengoptimalkan konsumsi listrik, disamping itu pelanggan tidak perlu berurusan dengan pencatatan meter setiap bulan, dan tidak perlu terikat dengan jadwal pembayaran listrik bulanan. Karena persediaan kWh dapat ditambah berapa saja dan kapan saja sesuai kebutuhan dan keinginan pelanggan. Latar belakang diluncurkannya program ini sebagai wujud komitmen PLN untuk terus meningkatkan pelayanannya kepada pelanggan dengan berbagai bentuk inovasi. Selama ini banyak pelanggan mengeluhkan mengenai pencatatan meter, jumlah tagihan yang tidak menentu setiap bulan, banyak pula keluhan mengenai tagihan listrik di rumah kontrakan/kos. Dengan adanya Listrik Prabayar pelanggan dapat dengan mudah mengendalikan pemakaian listriknya sesuai dengan kebutuhan.” (http://www.pln.co.id/kaltim/?p=108)

    Dengan adanya brand listrik pintar tersebut, penulis tertarik untuk mengetahui bagaimana hubungan antara ekuitas merek (equity brand) dan kualitas pelayanan yang ada di PT.PLN (Persero) setelah diluncurkannya listrik pintar, sehingga dapat ditentukan ide penelitian penulis berjudul “ Pengaruh Ekuitas Merek Listrik Pintar terhadap Kualitas Pelayanan di PT. PLN (Persero) Rayon Kotabaru”

    Listrik pintar produk PLN, oleh karena itu pengaruhnya terhadap konsumen. Tulis lebih komplit lagi proposalmu.

    Komentar oleh WINDA LARA AMALIA | Desember 12, 2012 | Balas

    • NAMA : WINDA LARA AMALIA
      NIM : ERCIB010062
      kELAS : MANAJEMEN EKONOMI KELAS SORE

      BAB I

      PENDAHULUAN

      1.1. Latar Belakang

      “Listrik untuk kehidupan yang lebih baik” itulah motto yang sering digunakan PT.PLN (Persero) dalam komitmen perusahaan listrik Negara tersebut untuk memberikan pelayanan suplai listrik bagi seluruh masyarakat di Indonesia. Listrik telah menjadi salah satu kebutuhan yang mendasar bagi manusia untuk melakukan berbagai aktifitas. Pemanfaatan penggunaan tenaga listrik pun kini beragam sesuai kebutuhan manusia itu sendiri. Tidak dapat dipungkiri, kini manusia sudah sangat bergantung dengan listrik karena hampir seluruh kegiatan dan aktifitas yang dilakukan manusia menggunakan listrik. Listrik diperlukan untuk memenuhi hajat hidup orang banyak, maka pemerintah sebagai pihak yang bertanggung jawab untuk dapat mengatur potensi listrik yang ada membentuk satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk dapat mengaturnya dengan baik untuk kepentingan bersama.
      Suatu perusahaan yang ditunjuk pemerintah sebagai penyedia listrik untuk masyarakat adalah PT. PLN(Persero). Perusahaan ini bertanggung jawab untuk memberikan suplai listrik yang memadai kepada semua kalangan masyarakat. PT.PLN (Persero) telah melistriki hampir seluruh pelosok tanah air dari Indonesia bagian barat hingga Indonesia bagian timur. Sebagai perusahan yang memasok listrik dalam jumlah yang sangat besar kepada masyarakat maka PT. PLN (Persero) juga memberikan pelayanan kepada masyarakat sebagai upaya untuk dapat memenuhi kepentingan dan kebutuhan demi kemajuan bangsa. PT. PLN (Persero) sebagai pemasok utama listrik berkomitmen untuk dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyakat dalam menggunakan listrik secara optimal.
      “Semakin berkembangannya ilmu dan teknologi maka di bidang kelistrikan pun mengalami perkembangan baik dari segi teknik maupun pelayanan publik, salah satunya dimunculkan inovasi produk listrik prabayar atau lebih dikenal dengan sebutan listrik pintar. Listrik pintar ini merupakan brand baru dari PLN untuk dapat memberikan kenyamanan kepada masyarakat dalam menggunakan listrik secara efektif dan efisien. Listrik Pintar merupakan layanan baru dari PLN untuk pelanggan dalam mengelola konsumsi listrik melalui meter elektronik prabayar. Dengan Listrik Pintar, pelanggan bisa lebih mudah mengoptimalkan konsumsi listrik, disamping itu pelanggan tidak perlu berurusan dengan pencatatan meter setiap bulan, dan tidak perlu terikat dengan jadwal pembayaran listrik bulanan. Karena persediaan kWh dapat ditambah berapa saja dan kapan saja sesuai kebutuhan dan keinginan pelanggan. Latar belakang diluncurkannya program ini sebagai wujud komitmen PLN untuk terus meningkatkan pelayanannya kepada pelanggan dengan berbagai bentuk inovasi. Selama ini banyak pelanggan mengeluhkan mengenai pencatatan meter, jumlah tagihan yang tidak menentu setiap bulan, banyak pula keluhan mengenai tagihan listrik di rumah kontrakan/kos. Dengan adanya Listrik Prabayar pelanggan dapat dengan mudah mengendalikan pemakaian listriknya sesuai dengan kebutuhan.” (http://www.pln.co.id/kaltim/?p=108)
      Listrik pintar ini merupakan re-branding (branding ulang ) yang dilakukan PT. PLN (Persero) pada awal kemunculannya produk ini dikenalkan dengan nama merek listrik prabayar, namun seiring perjalannya ternyata listrik prabayar kurang dikenal oleh masyarakat, oleh karena itu perusahaan mengubah nama merek produknya dengan Listrik Pintar dan mulai kembali mensosialisasi dan mengenalkan kepada masyarakat Indonesia dengan nama Listrik Pintar. Merek listrik pintar ini memunculkan pertanyaan pada masyarakat dan membuat masyarakat awam memiliki rasa ingin tahu, apa sebenarnya listrik pintar itu dan ingin mengetahui apa keunggulan serta manfaatnya bagi masyarakat. Semakin hari, perkembangan jumlah masyarakat yang menggunakan listrik pintar ini pun terus mengalami peningkatan yang signifikan, hal ini dapat terjadi berkat kerjasama pihak internal PLN sendiri maupun masyakarat yang sudah menggunakan listrik pintar yang rela mensosialisasikan produk PLN ini dilingkungan sekitar mereka melalui informasi mouth of mouth.
      Brand atau merek adalah nama suatu produk yang dipasarkan. Merek adalah suatu nama, istilah, tanda, symbol, desain atau kombinasi untuk menandai produk atau jasa dari satu penjual atau kelompok penjual dan untuk membedakannya dari pesaing. Suatu merek adalah janji penjual untuk menyerahkan seperangkat atribut, manfaat dan jasa kepada pembeli secara konsisten (Ginting, 2011:99).
      “Brand Equity atau Ekuitas merek adalah menyangkut nilai tambah yang terjadi kepada produk sebagai akibat investasi merek dalam pemasaran. Karena itu, merek juga mewakili nilai yang diciptakan oleh hubungan antara merek dan pelanggan sepanjang masa.” (Johannes, 2012:165)
      Dalam penggunaan dan perkembangannya juga listrik pintar masih mendapati pendapat positif dan negative dari masyarakat, ada pelanggan yang puas dalam menggunakannya, namun ada pula yang kecewa setelah mereka menggunakannya. Persepsi masyakarat bisa berbeda-beda tergantung tingkat kepuasan pelanggan dalam menikmati produk listrik pintar tersebut.
      Selama ini pelanggan PLN mendapat layanan listrik paskabayar, yaitu Pelanggan menggunakan energi listrik dulu dan membayar belakangan, pada bulan berikutnya. Setiap bulan PLN harus mencatat meter, menghitung dan menerbitkan rekening yang harus dibayar Pelanggan, melakukan penagihan kepada Pelanggan yang terlambat atau tidak membayar, dan memutus aliran listrik jika konsumen terlambat atau tidak membayar rekaning listrik setelah waktu tertentu. Mekanisme tersebut di atas tidak dilaksanakan pada sistem listrik pintar (prabayar). Menurut Doank (2012) bahwa “Pada sistem listrik pintar, pelanggan mengeluarkan uang/biaya lebih dulu untuk membeli energi listrik yang akan dikonsumsinya. Besar energi listrik yang telah dibeli oleh pelanggan dimasukkan ke dalam Meter Pintar Berbayar (MPB) yang terpasang dilokasi Pelanggan melalui sistem ‘token’ (pulsa) atau stroom.”
      “PT. PLN menyadari kebutuhan listrik masyarakat yang semakin ketergantungan akan adanya tenaga listrik, dengan terus melakukan berbagai kajian untuk meningkatkan mutu pelayanan dengan menawarkan berbagai program layanan. Seiring berjalannya waktu dan untuk mengembangkan pelayanan suatu perusahaan, maka dibuatlah suatu inovasi demi mempertahankan eksistensi dan juga untuk kemajuan serta pengembangan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Bentuk inovasi yang diciptakan oleh PT. PLN adalah dengan mengeluarkan program listrik Pintar. Listrik pintar adalah inovasi layanan dari PLN yang mulai disosialisasikan sejak tahun 2008 namun baru resmi diluncurkan pada tahun 2009. Selama ini pelanggan PLN mendapat layanan listrik paskabayar, yaitu Pelanggan menggunakan energi listrik dulu dan membayar belakangan, pada bulan berikutnya. Setiap bulan PLN harus mencatat meter, menghitung dan menerbitkan rekening yang harus dibayar Pelanggan, melakukan penagihan kepada Pelanggan yang terlambat atau tidak membayar, dan memutus aliran listrik jika konsumen terlambat atau tidak membayar rekening listrik setelah waktu tertentu.” (DHUHURIAWAN, 2012 :2-3)

      Dengan adanya brand listrik pintar tersebut, penulis tertarik untuk mengetahui bagaimana hubungan antara ekuitas merek (equity brand) dan kualitas pelayanan yang ada di PT.PLN (Persero) setelah diluncurkannya listrik pintar, sehingga dapat ditentukan ide penelitian penulis berjudul “ Pengaruh Ekuitas Merek Listrik Pintar terhadap Kualitas Pelayanan di PT. PLN (Persero) Rayon Kotabaru”

      1.2. Rumusan Masalah
      Berdasarkan latar belakang masalah yang sudah diuraikan maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut bagaimana pengaruh ekuitas merek listrik pintar terhadap kualitas pelayanan di PT. PLN Persero Rayon Kota Baru?

      1.3. Tujuan Penulisan
      Tujuan dari penulisan karya ilmiah ini yaitu untuk mengetahui pengaruh ekuitas merek terhadap kualitas pelayanan suatu perusahaan dalam memberikan kepuasan kepada pelanggan.

      1.4. Manfaat Penulisan
      Manfaat yang diharapkan dari penulisan ini yaitu agar mengetahui Pengaruh ekuitas merek listrik pintar terhadap kualitas pelayanan PT.PLN (Persero) dalam memberikan kepuasan pelayanannya kepada masyarakat.
      Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan ilmu pengetahuan, khususnya Manajemen Pemasaran terutama bagi akademisi yang ingin menganalisis pengaruh ekuitas merek terhadap kualitas pelayanan suatu perusahaan.
      Secara praktis, merupakan bahan masukan dan evaluasi praktek lapangan, khususnya bagi perusahaan tentang citra merek dalam perspektif konsumen berdasarkan strategi pemasaran yang akan dilakukan perusahaan sebagai dasar menentukan langkah strategi pemasaran selanjutnya.

      BAB II
      TINJAUAN PUSTAKA

      2.1. Kajian teori
      Merek untuk suatu produk adalah nilai yang penting untuk suatu perusahaan dalam memasarkan produknya. “Merek adalah suatu nama, istilah, tanda, symbol, desain atau kombinasi untuk menandai produk atau jasa dari satu penjual atau kelompok penjual dan untuk membedakannya dari pesaing. Suatu merek adalah janji penjual untuk menyerahkan seperangkat atribut, manfaat dan jasa kepada pembeli secara konsisten.” (Ginting, 2011:99).
      Nama merek yang baik dapat menambah suksesnya produk. Kebanyakan perusahaan besar mengembangkan nama mereknya secara formal. Menurut Susanto dan Wijanarko (2004), dalam menghadapi persaingan yang ketat, merek yang kuat merupakan suatu pembeda yang jelas, bernilai, dan berkesinambungan, menjadi ujung tombak bagi daya saing perusahaan dan sangat membantu dalam strategi pemasaran.
      Keller (1993) juga menyatakan bahwa brand equity adalah keinginan dari seseorang untuk melanjutkan menggunakan suatu brand atau tidak. Pengukuran dari brand equity sangatlah berhubungan kuat dengan kesetiaan dan bagian pengukuran dari pengguna baru menjadi pengguna yang setia.
      Pemberian nama pada suatu produk merupakan bagian penting dengan pemberian merek bisa menambah nilai produk. Misalnya bagi kalangan ibu rumah tangga untuk jenis pasta gigi, mereka sudah familiar dan biasa menggunakan produk pepsodent, sehingga apabila mereka akan menggosok gigi otomatis mereka akan menggunakan pasta gigi pepsodent. Merek yang kuat memiliki waralaba konsumen yang memiliki loyalitas yang kuat. Konsumen yang loyalitasnya tinggi terhadap suatu merek tertentu dia akan dengan sukarela menyebarkan kebaikan dan keunggulan dari merek produk yang digunakannya tersebut. Oleh karena itu, merek yang dibuat untuk suatu produk harus singkat, mudah diingat dan menarik bagi pelanggan.
      Menurut Ginting, 2011:99-100 bahwa merek terbaik membawa jaminan mutu< suatu merek dapat memiliki tingkatan arti :
      1) Atribut : Suatu merek pertama membawa ingatan kepada atribut suatu produk tertentu. Misalnya listrik Pintar, atribut pendukungnya yaitu : modern, teknologi canggih, hemat, pulsa, aman dan nyaman.
      2) Manfaat : pelanggan bukan membeli atribut, mereka membeli manfaat. Karena itu atribut haruslah diterjemahkan ke dalam manfaat fungsional dan emosional. Misalnya atribut pada listrik pintar “hemat” diterjemahkan biaya yang dikeluarkan untuk membeli pulsa prabayar ini bisa menghemat biaya selama satu bulan dibandingkan menggunakan listrik pascabayar (manual). “Aman dan nyaman” diterjemahkan bahwa privatisasi pelanggan terjaga dan bisa dikontrol sendiri pemakaiannya, serta tidak ada kesalahan pembacaan meter dan apabila ada kesalahan pada instalasi rumah dan kwh maka kwh ini akan segera memberitahunya melalui layar yang tertera di kwh. “Modern dan Canggih” diterjemahankan kwh yang digunakan sudah pintar dalam mengelola sendiri pulsa dan kilometernya.
      3) Nilai, spesifik nilai yang ditawarkan sesuai dengan manfaat yang diperolehnya, yaitu prestise dan keamanan.
      4) Kepribadian, merek menyesuaikan dengan pribadi si pemilik. Merek menarik orang ke citra diri orang yang sesungguhnya atau yang diinginkan cocok dengan citra merek yang ditawarkan oleh perusahaan. Misalnya listrik pintar apabila digunakan oleh pelanggan, Pelanggan akan merasa telah memiliki tingkat intelektual yang baik, memiliki kemampuan untuk efektif dan efisien dalam menggunakan listrik dan dia merasa listrik pintar ini sudah sesuai dengan kepribadian dirinya yang pintar dan cerdas pula.
      Merek sebagai asset perusahaan yang paling tahan, lebih dari produk khusus dan fasilitas perusahaan. Di belakang setiap merek yang kuat selalu berdiri para pelanggan yang setia. Oleh karena itu, asset dasar yang melandasi kekayaan merek adalah kekayaan pelanggan. Hal itu menekankan bahwa strategi pemasaran seharusnya dipusatkan kepada perpanjangan nilai kesetiaan seumur hidup pelanggan, dengan manajemen merek sebagai alat pemasaran yang penting. (Ginting, 2011:101-102)
      Ekuitas merek yaitu nilai yang dimiliki oleh suatu merek. Menurut Susanto dan Wijanarko (2004), ekuitas merek adalah seperangkat aset dan liabilitas merek yang berkaitan dengan suatu merek, nama dan simbolnya, yang menambah atau mengurangi nilai yang diberikan oleh suatu barang atau jasa kepada perusahaan atau pelanggan.
      East (1997), “Brand equity or brand strength is the control on purchase exerted by a brand, and, by virtue of this, the brand as an asset that can be exploited to produce revenue”. Artinya ekuitas merek atau kekuatan merek adalah kontrol dari pembelian dengan menggunakan merek, dan, kebaikan dari merek, merek sebagai aset yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan pendapatan.
      Kotler dan Armstrong (2004), “Brand equity is the positive differential effect that knowing the brand name has on customer response to the product or service”. Artinya ekuitas merek adalah efek diferensiasi yang positif yang dapat diketahui dari respon konsumen terhadap barang atau jasa. Jadi brand equity adalah kekuatan suatu brand yang dapat menambah atau mengurangi nilai dari brand itu sendiri yang dapat diketahui dari respon konsumen terhadap barang atau jasa yang dijual.
      Menurut Soehadi (2005), kekuatan suatu merek (brand equity) dapat diukur berdasarkan 7 indikator, yaitu:
      1. Leadership: kemampuan untuk mempengaruhi pasar, baik harga maupun atribut non-harga.
      2. Stability: kemampuan untuk mempertahankan loyalitas pelanggan.
      3. Market: kekuatan merek untuk meningkatkan kinerja toko atau distributor.
      4. Internationality: kemampuan merek untuk keluar dari area geografisnya atau masuk ke negara atau daerah lain.
      5. Trend: merek menjadi semakin penting dalam industri.
      6. Support: besarnya dana yang dikeluarkan untuk mengkomunikasikan merek.
      7. Protection: merek tersebut mempunyai legalitas.
      Menurut Davis yang dikutip oleh Satria, (online, 2011) mengatakan bahwa merek yang kuat (ekuitas merek) memperoleh manfaat berikut :
      1. Loyalitas memungkinkan terjadinya pembelian/transaksi berulang atau jika konsumen tersebut merupakan commited buyer, tidak hanya terhenti pada pembelian ulang, namun konsumen tersebut juga dapat menganjurkan/merekomendasikannya kepada orang lain.
      2. Merek yang kuat memungkinkan perusahaan menetapkan harga yang lebih tinggi (premium), yang berarti margin yang lebih tinggi bagi perusahaan.
      3. Merek yang kuat akan memberikan kredibilitas pada produk lain yang menggunakan merek tersebut. d. Merek yang kuat memungkinkan return yang lebih tinggi.
      4. Merek yang kuat memungkinkan diferensiasi relatif dengan pesaing yang jelas, bernilai dan berkesinambungan.
      5. Merek yang kuat memungkinkan fokus internal yang jelas.
      6. Merek yang kuat, dapat menciptakan toleransi konsumen terhadap kesalahan produk atau perusahaan, melalui loyalitas yang tinggi terhadap merek tersebut.
      7. Merek yang kuat menjadi faktor yang menarik karyawan–karyawan berkualitas, sekaligus mempertahankan karyawan–karyawan (yang puas).
      8. Merek yang kuat dapat menarik konsumen untuk hanya menggunakan faktor merek dalam pengambilan keputusan pembelian.
      Kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berpengaruh dengan produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan (Tjiptono, 2013). Sehingga definisi kualitas pelayanan dapat diartikan sebagai upaya pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen serta ketetapan penyampaian dalam mengimbangi harapan konsumen (Tjiptono, 2013). Kualitas pelayanan (Service Quality) dapat diketahui dengan cara membandingkan persepsi para konsumen atas pelayanan yang nyata-nyata mereka terima atau peroleh dengan pelayanan yang sesungguhnya mereka harapkan atau inginkan terhadap atribut-atribut pelayanan suatu perusahaan. Jika jasa yang diterima atau dirasakan sesuai dengan yang diharapkan, maka kualitas pelayanan dipersepsikan baik dan memuaskan, jika jasa yang diterima melampaui harapan konsumen, maka kualitas pelayanan dipersepsikan sangat baik dan berkualitas. Sebaliknya, jika jasa yang diterima lebih rendah daripada yang diharapkan, maka kualitas pelayanan dipersepsikan buruk.

      Roesanto (2010) dalam Budi Wahyono (2013) berpendapat bahwa “Kualitas layanan mengacu pada penilaian – penilaian pelanggan tentang inti pelayanan, yaitu si pemberi pelayanan itu sendiri atau keseluruhan organisasi pelayanan, sebagian besar masyarakat mulai menampakkan tuntutan terhadap pelayanan prima, mereka buka lagi sekedar membutuhkan produk yang bermutu tetapi mereka lebih senang menikmati kenyamanan pelayanan.” Kualitas pelayanan suatu perusahaan sangat berhubungan dan bergantung dengan tingkat kepuasaan pelanggan, semakin pelanggan puas dengan ekuitas merek suatu produk maka semakin baik pula tingkat kualitas pelayanan yang ada di perusahaan.

      2.2. Kerangka Pemikiran

      Penulisan karya tulis ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengaruh yang terjadi pada Ekuitas Merek listrik pintar terhadap kualitas pelayanan yang ada di PT. PLN (Persero) Rayon Kotabaru. Dari penulisan ini diharapkan penulis dan masyarakat mengetahui keunggulan dan manfaat yang diperoleh dari menggunakan produk merek Listrik pintar ini serta mengetahui bagaimana tingkat kepuasan pelanggan dalam menggunakan listrik pintar ini yang berpengaruh pada tingkat kualitas suatu pelayanan suatu perusahaan, terutama di PT. PLN (Persero).

      Listrik Prabayar atau Listrik Pintar merupakan layanan terbaru dari PLN untuk konsumen listrik menggunakan KWH meter prabayar/ MPB (Meter Elektronik Prabayar ). listrik pintar (prabayar) adalah produk kwh yang ditawarkan kepada pelanggan untuk mengeluarkan uang/biaya lebih dulu untuk membeli energi listrik yang akan dikonsumsinya. Besar energi listrik yang telah dibeli oleh pelanggan dimasukkan ke dalam Meter Pintar Berbayar (MPB) yang terpasang dilokasi Pelanggan melalui sistem ‘token’ (pulsa) atau stroom. “Dengan listrik pintar, setiap pelanggan bisa mengendalikan sendiri penggunaan listriknya sesuai kebutuhan dan kemampuannya.” (http://www.pln.co.id/ , diakses tanggal 21 Januari 2013)
      Ekuitas merek merupakan hasil dari persepsi konsumen yang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Ekuitas merek tidak dapat mudah dipahami tanpa memperhitungkan faktor-faktor yang membentuk ekuitas merek dalam benak konsumen. Ekuitas merek digunakan sebagai suatu bentuk respon konsumen terhadap perbedaan kesadaran dan asosiasi merek berdasarkan strategi pemasarannya.

      2.3. Hipotesis
      Dari penjelasan diatas dapat dipaparkan bahwa hipotesa sementara yang akan dikemukan penulis yaitu:
      1. Ekuitas merek listrik pintar memberikan dampak positif terhadap kualitas pelayanan di PT. PLN (Persero)
      2. Listrik pintar dapat meningkatkan ekuitas merek yang dipasarkan oleh PT. PLN (Persero) dalam melayani konsumen.

      BAB III
      METODE PENELITIAN

      3.1. Desain Penelitian
      “Desain penelitian merupakan penggambaran secara jelas tentang hubungan antara variabel, pengumpulan data, dan analisis data, sehingga dengan desain yang baik peneliti maupun orang lain yang berkepentingan mempunyai gambaran tentang bagaimana keterkaitan antar variabel, bagaimana mengukurnya, dst.” (Sukardi, 2004 dalam Hidayat, 2012). Desain penelitian yang digunakan yaitu desain penelitian secara deskriptif dengan menggunakan studi kasus dan survey. Untuk kegiatan penelitian ekuitas merek listrik pintar ini, peneliti melakukan studi kasus di PT. PLN (Persero) rayon Kotabaru dengan mengumpulkan informasi, pengkajian dan menganalisis hasil survey penelitian.

      3.2. Jenis dan Sumber Data
      3.2.1.Data Primer

      Data primer merupakan data yang didapat dari sumber pertama, dari individu, seperti: hasil wawancara atau hasil pengisian kuesioner yang biasanya dilakukan peneliti. Jenis data ini diperoleh langsung dari wawancara berdasarkan daftar pertanyaan kepada para konsumen pengguna listrik pintar di kota Jambi saat penelitian ini dimulai.

      3.2.2.Data Sekunder

      Merupakan jenis data yang ada kaitannya dengan masalah yang diteliti. Data ini diperoleh melalui literatur-literatur, jurnal-jurnal penelitian terdahulu, majalah maupun data dokumen yang sekiranya diperlukan untuk menyusun penelitian ini, seperti jumlah pengguna listrik pintar di lingkungan PT. PLN (Persero) rayon Kotabaru.

      3.3. Metode pengumpulan data
      Metode untuk pengumpulan data pada penelitian ini yaitu melalui survey, yaitu peneliti mengajukan pertanyaan kepada masyarakat yang menggunakan listrik pintar dan mengumpulkan jawaban-jawabannya melalui cara-cara yang personal maupun non personal. Survey kelapangan dengan menyebarkan kuisioner yang berisikan beberapa pertanyaan seputar ekuitas merek, listrik pintar dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

      3.4. Populasi dan Sample
      Populasinya yaitu pelanggan PT. PLN (Persero) Rayon Kota Baru dan untuk sample penelitiannya yaitu pelanggan- pelanggan yang sudah menggunakan listrik pintar di PT. PLN (Persero) Rayon Kotabaru.

      BAB IV
      PENUTUP

      4.1. Simpulan
      Ekuitas merek adalah komponen-komponen pendukung yang melengkapi keberhasilan suatu merek. Ekuitas merek merupakan bagian terpenting dalam suatu produk yang ditawarkan dalam perusahaan. Dengan adanya ekuitas merek, penulis dapat melihat seberapa besar pengaruh ekuitas merek listrik pintar terhadap kualitas yang ada di dalam perusahaan PT. PLN (Persero) rayon Kotabaru dalam memberikan pelayanan kepada para konsumennya. Listrik pintar adalah merek salah satu produk yang ditawarkan oleh PT. PLN (Persero) untuk membantu masyarakat dalam mengendalikan penggunaan listrik di rumah mereka. Listrik pintar memberikan kemudahan kepada konsumen untuk mengontrol sendiri pemakaian kwh mereka.
      Kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berpengaruh dengan produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan (Tjiptono, 2013). Kualitas pelayanan (Service Quality) dapat diketahui dengan cara membandingkan persepsi para konsumen atas pelayanan yang nyata-nyata mereka terima atau peroleh dengan pelayanan yang sesungguhnya mereka harapkan atau inginkan terhadap atribut-atribut pelayanan suatu perusahaan. Jika jasa yang diterima atau dirasakan sesuai dengan yang diharapkan, maka kualitas pelayanan dipersepsikan baik dan memuaskan, jika jasa yang diterima melampaui harapan konsumen, maka kualitas pelayanan dipersepsikan sangat baik dan berkualitas. Sebaliknya, jika jasa yang diterima lebih rendah daripada yang diharapkan, maka kualitas pelayanan dipersepsikan buruk.

      4.2. Saran
      Menurut penulis, dalam penggunaan listrik pintar ini masih memiliki beberapa kendala dalam penggunakannya karena listrik pintar masih termasuk produk dan merek baru yang disosialisasikan oleh PT. PL (Persero) Rayon Kotabaru, oleh karena itu mungkin masih terdapat masalah dan keluhan dalam penggunaannya. Diharapkan PT. PLN (Persero) terus meningkatkan kehandalan dan pelayanan terbaiknya kepada para pelanggan. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dan bisa digunakan oleh masyarakat umum untuk mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan merek, listrik pintar dan kualitas pelayanan.

      DAFTAR PUSTAKA

      —————. 2012. Listrik Pintar, (online), (http://www.pln.co.id/kaltim/?p=108. Diakses 12 Desember 2012).

      —————-. 2012. Listrik Pintar, (online), http://www.pln.co.id/ diakses 21 Januari 2013).

      —————–. 2012. Pengertian Definisi Kualitas Pelayana, (online), (http://skripsi-manajemen.blogspot.com/2011/02/pengertian-definisi-kualitas-pelayanan.html. diakses 12 Desember 2012)

      Dhuhuriawan, Friki. 2012. Kualitas Pelayanan Program Listrik Pintar Di PT. PLN (Persero) Upj Surabaya Selatan (Studi Tentang Pelayanan Pasang Baru Listrik Prabayar Berdasarkan Indeks Kepuasan Masyarakat). Skripsi, Surabaya: Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik.

      Doank, Marwaji. 2012. Listrik Pintar Solusi Hemat Dari PLN, (online), (http://monyetgudig.blogspot.com/2012/12/listrik-pintar-solusi-hemat-dari-pln.html. diakses 18 Januari 2013)

      Ginting, Nembah F. Hartimbul. 2011. Manajemen Pemasaran. Jakarta : CV YRAMA WIDYA

      Hidayat, Anwar. 2012. Desain Penelitian (Pengantar), (online), (http://statistikian.blogspot.com/2012/05/desain-penelitian-pengantar.html#.UP4ZsB1g-y8 diakses tgl 22 Januari 2013)

      Johannes. 2012. Manajemen Pemasaran Lanjutan dan Isu Teraktual. Jambi : Fakultas Ekonomi Universitas Jambi.

      Mazwahid. 2012. Ekuitas Merek, (online), (http://kampus.marketing.co.id/2012/05/23/ekuitas-merk/ di akses 12 Desember 2012)

      Satria. 2011. Definisi/Pengertian dan Manfaat Ekuitas Merek (Brand Equity), (online), (http://id.shvoong.com/business-management/marketing/2171558-definisi-pengertian-dan-manfaat-ekuitas/ diakses 21 Januari 2013).

      Wahyono, Budi. 2013. Pengertian Tentang Kualitas Pelayanan, (online), (http://pend-ekonomi.blogspot.com/2012/05/pengertian-tentang-kualitas-pelayanan.html. diakses 21 Januari 2013)

      Komentar oleh WINDA LARA AMALIA | Januari 22, 2013 | Balas

  16. SALAM SEJAHTERA PAK JO !!
    Nama : Nyimas Fadillah
    Nim : ERC1B010064
    Manajemen Pemasaran kelas Sore..

    ANALISIS PENGARUH POTONGAN HARGA TERHADAP VOLUME PENJUALAN PRODUK SOPHIE MARTIN PARIS
    BAB I
    PENDAHULUAN
    1.1 Latar Belakang
    Sebagaimana yang dikatakan oleh William J. Stanton (1993:7) bahwa pemasaran adalah ” suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang-barang yang dapat memuaskan keinginan dan jasa baik kepada konsumen saat ini maupun konsumen potensial”. Dari definisi tersebut dapat diketahui bahwa dalam pemasaran terdapat empat unsur pokok kegiatan pemasaran yakni produk, harga, promosi dan distribusi yang dimana satu sama lain saling berkaitan. Sehingga untuk menciptakan pemasaran yang baik dan berhasil dalam mencapai tujuan perusahaan serta memberikan kepuasan terhadap konsumen, maka keempat unsur tadi perlu dirancang sebaik mungkin terutama dengan memperhatikan apa yang diinginkan dan dibutuhkan konsumen sesuai dengan konsep pemasaran.
    Dewasa ini pertumbuhan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh konsumen semakin bertambah banyak, baik dalam jumlah maupun jenisnya. Hal ini mendorong perusahaan-perusahaan saling berpacu agar dapat memuaskan kebutuhan konsumen dengan cara menghasilkan barang dan jasa sesuai dengan keinginan konsumen. Keadaan ini mengakibatkan terciptanya persaingan sesama perusahaan yang menghasilkan barang dan jasa yang sejenis.
    Agar tujuan perusahaan untuk meningkatkan hasil penjualan tercapai maka perusahaan harus mempunyai cara-cara atau metode-metode yang digunakan sebagai pedoman terutama dalam bidang pemasaran. Strategi pemasaran adalah cara yang paling tepat dalam upaya meningkatkan penjualan, caranya ialah dengan menetapkan harga, promosi serta saluran distribusi, terhadap barang dan jasa yang bisa memberikan kepuasan kepada konsumen.
    Dari beberapa strategi pemasaran tersebut di atas, promosi dan kebijakan harga dalam hal ini adalah pemberian potongan harga merupakan bagian yang penting serta berpengaruh terhadap peningkatan hasil penjualan.

    PT Sophie Martin Indonesia merupakan perusahaan Multi Level Marketing (MLM) yang beroperasi di Indonesia sejak tahun 1994. Sudah lebih dari 13 tahun lamanya Sophie Martin berusaha memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. Perusahaan ini tumbuh menjadi perusahaan penyedia produk fashion yang mempunyai peranan penting di Indonesia.
    Multi Level Marketing (MLM) merupakan suatu cara atau metode menjual barang secara langsung kepada pelanggan melalui jaringan yang dikembangkan oleh para distributor lainnya; pendapatan dihasilkan terdiri dari laba eceran dan laba grosir ditambah dengan pembayaran-pembayaran berdasarkan penjualan total kelompok yang dibentuk oleh sebuah distributor. (clothier, 1994:33).
    Dengan adanya promosi dan kebijakan harga dalam hal ini adalah potongan harga yang diberikan oleh perusahaan diharapkan penjualan akan dapat ditingkatkan. Agar perusahaan dapat menggunakan promosi dan harga secara efektif, maka sebelum mengadakan kegiatan tersebut hendaknya diadakan suatu perencanaan yang baik dengan memperhatikan segala faktor yang berkaitan dengan promosi dan kebijakan harga sehingga apa yang dilaksanakan dapat berhasil dengan baik. Oleh karena itu, PT. Sophie Martin menerapkan strategi pemasaran untuk merebut pasar sasaran sebanyak mungkin dengan mengantisipasi setiap perubahan yang terjadi dalam lingkungan pemasarannya.
    Berdasarkan hal tersebut maka penulis tertarik mengambil topik dalam penelitian ini adalah “Analisis Pengaruh Potongan Harga Terhadap Volume Penjualan Produk Sophie Martin Paris”.

    Judulmu terlalu simple, coba temukan judul atau topik yang lebih meanantang.

    Komentar oleh Nyimas | Desember 12, 2012 | Balas

    • PERANAN CONTACT CENTRE 123 DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN DAN CITRA PERUSAHAAN PADA PT PLN ( PERSERO ) AREA JAMBI

      BAB I
      PENDAHULUAN
      1.1 Latar Belakang
      Contact centre dioperasikan oleh sebuah perusahaan sebagai pemberi layanan administrasi yang mendukung produk maupun layanan dan menyelidiki informasi tentang konsumen. Contact centre dioperasikan sebagai sebuah ruang lingkup kerja yang terbuka secara luas yang dikerjakan oleh sejumlah agen contact centre, dilengkapi dengan sebuah workstation berupa computer bagi setiap agen , sebuah telepon set / headset yang terhubung ke jaringan telekomunikasi dan sebuah atau lebih stasiun pengawas.
      Menurut Chan ( 2007 ) , semenjak operasi call center sebagian besar berfokus pada orang dan telepon, riset menyebutkan bahwa sebuah call center merupakan sebuah tempat dimana pelanggan melakukan kontrak dengan sebuah organisasi atau perusahaan dengan menggunakan telepon.
      Seorang pelanggan yang bertempat tinggal dipinggiran kota Jambi, mengeluh karena harus mengeluarkan ongkos yang besar dari pada jumlah rekening listriknya. Bukan hanya itu, untuk sekedar menanyakan sesuatu atau melaporkan gangguan harus mengeluarkan uang yang cukup besar untuk datang ke kantor PLN.
      Keluhan yang juga dirasakan oleh ratusan bahkan ribuan pelanggan lainnya, mulai mendapat jawaban. Untuk urusan membayar rekening listrik, PLN telah menyediakan Payment Point Online Bank ( PPOB ) melalui program Pengelolaan dan Pengawasan Arus Pendapatan Secara Terpusat ( P2APST ). Dan untuk urusan pasang baru , perubahan daya, sambungan pesta, menanyakan berbagai informasi termasuk menyampaikan keluhan kini tersedia Contact Centre 123.
      Contact Centre 123 ini adalah untuk menjawab keluhan pelanggan dan memberikan berbagai informasi yang dibutuhkan pelanggan dimana saja dan kapan saja. Ini adalah komitmen perusahaan agar lebih dekat dengan masyarakat menuju pelayanan yang optimal demi mewujudkan cita-cita PLN menjadi perusahaan listrik kelas dunia.
      Berdasarkan hal tersebut maka penulis tertarik mengambil topik dalam penelitian ini adalah “ Peranan Contact Centre 123 Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan dan Citra Perusahaan pada PT PLN (Persero) Area Jambi”.

      Komentar oleh dyelacanabiz | Januari 17, 2013 | Balas

    • PERANAN CONTACT CENTRE 123 DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN DAN CITRA PERUSAHAAN PADA PT PLN ( PERSERO ) AREA JAMBI

      BAB I
      PENDAHULUAN

      1.1 Latar Belakang
      Contact centre dioperasikan oleh sebuah perusahaan sebagai pemberi layanan administrasi yang mendukung produk maupun layanan dan menyelidiki informasi tentang konsumen. Contact centre dioperasikan sebagai sebuah ruang lingkup kerja yang terbuka secara luas yang dikerjakan oleh sejumlah agen contact centre, dilengkapi dengan sebuah workstation berupa computer bagi setiap agen , sebuah telepon set / headset yang terhubung ke jaringan telekomunikasi dan sebuah atau lebih stasiun pengawas.

      Menurut Chan ( 2007 ) , semenjak operasi call center sebagian besar berfokus pada orang dan telepon, riset menyebutkan bahwa sebuah call center merupakan sebuah tempat dimana pelanggan melakukan kontrak dengan sebuah organisasi atau perusahaan dengan menggunakan telepon.
      Seorang pelanggan yang bertempat tinggal dipinggiran kota Jambi, mengeluh karena harus mengeluarkan ongkos yang besar dari pada jumlah rekening listriknya. Bukan hanya itu, untuk sekedar menanyakan sesuatu atau melaporkan gangguan harus mengeluarkan uang yang cukup besar untuk datang ke kantor PLN.

      Keluhan yang juga dirasakan oleh ratusan bahkan ribuan pelanggan lainnya, mulai mendapat jawaban. Untuk urusan membayar rekening listrik, PLN telah menyediakan Payment Point Online Bank ( PPOB ) melalui program Pengelolaan dan Pengawasan Arus Pendapatan Secara Terpusat ( P2APST ). Dan untuk urusan pasang baru , perubahan daya, sambungan pesta, menanyakan berbagai informasi termasuk menyampaikan keluhan kini tersedia Contact Centre 123.
      Contact Centre 123 ini adalah untuk menjawab keluhan pelanggan dan memberikan berbagai informasi yang dibutuhkan pelanggan dimana saja dan kapan saja. Ini adalah komitmen perusahaan agar lebih dekat dengan masyarakat menuju pelayanan yang optimal demi mewujudkan cita-cita PLN menjadi perusahaan listrik kelas dunia.

      Berdasarkan hal tersebut maka penulis tertarik mengambil topik dalam penelitian ini adalah “ Peranan Contact Centre 123 Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan dan Citra Perusahaan pada PT PLN (Persero) Area Jambi”.

      Komentar oleh Nyimas Fadillah | Januari 18, 2013 | Balas

    • Pak jo, ini Proposal saya yg lebih lengkap..mohon koreksinya pak jo..

      JUDUL :
      PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP CITRA PERUSAHAAN PADA LAYANAN CONTACT CENTER 123
      ( STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN PT PLN (PERSERO) AREA JAMBI )

      BAB I
      PENDAHULUAN

      1.1 Latar Belakang
      Contact center dioperasikan oleh sebuah perusahaan sebagai pemberi layanan administrasi yang mendukung produk maupun layanan dan menyelidiki informasi tentang konsumen. Contact center dioperasikan sebagai sebuah ruang lingkup kerja yang terbuka secara luas yang dikerjakan oleh sejumlah agen contact center, dilengkapi dengan sebuah workstation berupa computer bagi setiap agen , sebuah telepon set / headset yang terhubung ke jaringan telekomunikasi dan sebuah atau lebih stasiun pengawas.
      Menurut Chan ( 2007 ) , semenjak operasi call center sebagian besar berfokus pada orang dan telepon, riset menyebutkan bahwa sebuah call center merupakan sebuah tempat dimana pelanggan melakukan kontrak dengan sebuah organisasi atau perusahaan dengan menggunakan telepon.
      PT PLN ( Persero ) merupakan satu – satunya perusahaan BUMN yang memonopoli dibidang kelistrikan . Citra PLN sebagai perusahaan yang terpercaya, harus dapat meyakinkan pelanggan dalam menangani masalah dan meningkatkan kepedulian pelanggan terhadap kesinambungan penyediaan tenaga listrik karena pelanggan sudah dianggap sebagai raja yang harus dipenuhi segala kebutuhan dan keinginannya dengan cepat, tepat dan akurat.
      Seorang pelanggan yang bertempat tinggal dipinggiran kota Jambi, mengeluh karena harus mengeluarkan ongkos yang besar dari pada jumlah rekening listriknya. Bukan hanya itu, untuk sekedar menanyakan sesuatu atau melaporkan gangguan harus mengeluarkan uang yang cukup besar untuk datang ke kantor PLN , belum lagi jika seorang pelanggan hendak melakukan penyambungan baru , perubahan daya maupun sambungan pesta mereka harus meyediakan waktu yang cukup lama untuk melakukan proses tersebut dengan mendatangi kantor PLN pada waktu dan jam kerja ditambah lagi dengan proses administrasi yang berbelit- belit yang menyita waktu serta lamanya proses pemasangan dilapangan oleh petugas yang memakanwaktu sampai berbulan – bulan. Sehingga tidak sedikit pelanggan yang kecewa dengan pelayanan PLN dan akhirnya mereka memutuskan untuk menggunakan jasa calo dengan biaya yang hampir 3 kali lipat dari tarif resmi untuk melakukan proses penyambungan baru ataupun perubahan daya . Dan ada beberapa komentar negative dari masyarakat terhadap PLN yakni “ kenapa jika kami menggunakan jasa calo cepat sekali proses pemasangannya dibandingkan dengan kami yang datang langsung ke kantor PLN , apakah pelayanan PLN harus menggunakan calo ? “ ujar salah satu calon pelanggan PLN.
      Citra didalam suatu perusahaan diartikan sebagai persepsi suatu masyarakat terhadap jati diri perusahaan itu sendiri. Citra perusahaan menjadi salah satu pegangan bagi banyak orang dalam mengambil keputusan atas barang dan jasa yang akan digunakan. Contoh keputusan tersebut yakni membeli atau menggunakan suatu barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu perusahaan , kemudian berlangganan, dan merekomendasikan produk perusahaan kepada orang lain.
      Melihat komentar diatas, sungguh sangat disayangkan disaat PLN berusaha untuk memperbaiki citra perusahaan dimata masyarakat dan pelanggannya namun kualitas pelayanan yang diberikan masih sangat minim. PLN dicitrakan sebagai institusi yang kurang bersahabat terhadap stakeholdernya , sehingga dalam menjalankan program-programnya PLN terlihat kurang mendapat dukungan penuh dari para stakeholdernya, terutama dari pelanggan. Dikutip langsung dari http://economy.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/09/19/19/147485/citra-pln-negatif-di-mata-stakeholder-pelanggan.
      Keluhan yang juga dirasakan oleh ratusan bahkan ribuan pelanggan lainnya, mulai mendapat jawaban. Untuk urusan membayar tagihan listrik maupun non-tagihan listrik , PLN telah menyediakan Payment Point Online Bank ( PPOB ) melalui program Pengelolaan dan Pengawasan Arus Pendapatan Secara Terpusat ( P2APST ). Dan untuk urusan pasang baru , perubahan daya, sambungan pesta, menanyakan berbagai informasi termasuk menyampaikan keluhan kini tersedia Contact center 123. Dikutip langsung dari Majalah Info Musi edisi 30/ 2012.
      Ini adalah untuk menjawab keluhan pelanggan dan memberikan berbagai informasi yang dibutuhkan pelanggan dimana saja dan kapan saja. Dengan implementasi contact center secara terpusat, maka call center 123 yang selama ini sudah ada dibeberapa unit distribusi/wilayah otomatis digantikan dengan Contact Center PLN 123 .Dengan demikian tidak ada lagi yang namanya Call Center PLN Disjaya, PLN Disjateng, PLN Disjatim dan lainnya yang selama ini memiliki standar aplikasi dan kualitas pelayanan yang berbeda . Dengan adanya contact center 123 pelanggan tidak perlu repot-repot lagi datang ke kantor pelayanan. Pelanggan dimanapun diseluruh Indonesia dan kapan saja dapat menghubungi PLN melalui contact center 123 selama 7 kali 24 jam nonstop. Layanan contact center PLN 123 ini juga untuk menghilangkan potensi korupsi berupa gratifikasi atau pungutan tambahan biaya oleh petugas dan praktik – praktik percaloan. Ini adalah komitmen perusahaan agar lebih dekat dengan masyarakat menuju pelayanan yang optimal demi mewujudkan cita-cita PLN menjadi perusahaan listrik kelas dunia.
      Berdasarkan latar belakang masalah seperti publikasi pelayanan PLN dan fasilitas layanan contact center 123, maka penulis tertarik mengambil topik dalam penelitian ini adalah “ Pengaruh kualitas pelayanan pada citra perusahaan pada PT PLN (Persero) Area Jambi . Studi kasus pada layanan Contact center 123”

      1.2 Rumusan Masalah
      Berdasarkan latar belakang diatas, maka identifikasi masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimana pengaruh kualitas pelayanan melalui layanan contact center 123 terhadap citra perusahaan pada PT PLN ( Persero ) Area Jambi.
      1.3 Tujuan Penelitian
      Berkaitan dengan masalah yang telah diuraikan diatas,maka tujuan dari penelitian ini adalah: Menganalisis seberapa besar pengaruh kualitas pelayanan melalui layanan contact center 123 terhadap citra perusahaan pada PT PLN ( Persero ) Area Jambi.
      1.4 Manfaat Penelitian
      Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat . Adapun manfaat yang dapat disumbangkan dari hasil penelitian ini yaitu :
      1. Manfaat untuk PT PLN ( Persero ) Area Jambi
      Manfaat untuk perusahaan adalah sumbangan pemikiran yang dapat digunakan sebagai alternative strategi dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan citra perusahaan melalui layanan contact center 123.
      2. Manfaat untuk penulis.
      Harapan penulis adalah dapat menambah pengetahuan. Dengan teori yang pernah dipelajari dan penulis ketahui, serta membandingkan dengan kenyataan yang ada dan membuat penulis lebih cermat dalam menganalisa , mengamati dan mengevaluasi peranan layanan contact center 123 di PT PLN ( Persero ) Area jambi itu sendiri serta mengetahui kendala – kendala yang dihadapi dalam implementasi layanan contact center 123 ini.
      3. Manfaat bagi ilmu pengetahuan.
      Sebagai literature pendukung dalam pokok pembahasan peranan layanan contact center 123 sehingga dapat menjadi acuan bagi peneliti lain diwaktu yang akan datang.

      1.5 Ruang Lingkup Penelitian
      Dalam penulisan penelitian ini , penulis memberikan batasan ruang lingkup penelitian pada PT PLN ( Persero ) Area Jambi ( Jl. Urip Sumoharjo No.02 , Jambi 36122 , Telp (0741) 63100). Dimana yang menjadi subjek penelitian adalah pelanggan yang menggunakan layanan contact center 123 pada PT PLN ( Persero ) Area Jambi.

      BAB II
      TINJAUAN PUSTAKA

      2.1 Tinjauan Pustaka
      2.1.1 Layanan Call Center
      2.1.1.2 Definisi dan Layanan Call Center
      Call center merupakan suatu sarana perusahaan untuk menerima dan meneruskan sejumlah permintaan lewat telepon. Biasanya sebuah call centre memiliki kemampuan untuk menangani beberapa panggilan untuk satu waktu dan meneruskannnya kepada seseorang yang dinilai pantas untuk menanganinya. Kebanyakan perusahaan menggunakan call centre sebagai sarana berkomunikasi dengan pelanggannya, tak jarang banyak juga perusahaan yang memanfaatkan call centre untuk kebutuhan internal seperti helpdesk dan sales support. Hal ini didukung Andi Anugrah dalam bukunya “Sukses Mengelola Call Center”
      “Call center sendiri merupakan salah satu bentuk strategi suatu perusahaan (produsen) dalam menjalani bisnisnya. Target dari strategi tersebut adalah untuk menjangkau seluruh lapisan konsumen (channel distribution).” (Anugrah,2004:1)
      Dalam situs Wikipedia (http://id.wikipedia.org/wiki/Call_center) , istilah call center dapat juga didefiniskan sebagai merupakan suatu kantor informasi yang terpusat yang digunakan untuk tujuan menerima dan mengirimkan sejumlah besar permintaan melalui telepon.
      Tujuan dibuatnya call center oleh perusahaan adalah untuk melayani pelanggan, mengatasi panggilan pelanggan, untuk melayani dan sarana penjualan kepadapelanggan, untuk menciptakan kesetiaan pelanggan (loyalitas) terhadap perusahaan, untuk menarik pelanggan baru, bahkan call center digunakan sebagai sarana untuk membangun suatu citra yang baik bagi suatu perusahaan. Namun tujuan utama dari call center ini untuk mempertahankan pelanggan sehingga perusahaan tidak terjatuh dalam persaingan yang diakibatkan pelayanan call center yang buruk.

      2.1.2 Kualitas Pelayanan ( Service Quality )
      2.1.2.1 Definisi Kualitas Pelayanan
      Kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berpengaruh dengan produk , jasa , manusia, proses dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan (Tjiptono,2001). Sehingga definisi kualitas pelayanan dapat diartikan sebagai upaya pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen serta ketepatan penyampaiannya dalam mengimbangi harapan konsumen (Tjiptono,2007). Kualitas pelayanan (service quality) dapat diketahui denagn cara membandingkan persepsi para konsumen atas pelayanan yang nyata-nyata mereka terima atau peroleh dengan pelayanan yang sesungguhnya mereka harapkan atau inginkan terhadap atribut- atribut pelayanan suatu perusahaan. Jika jasa yang diterima atau dirasakan (perceived service) sesuai dengan yang diharapkan, maka kualitas pelayanan dipersepsikan baik dan memuaskan, jika jasa yang diterima melampaui harapan konsumen, maka kualitas pelayanan dipersepsikan sangat baik dan berkualitas.Sebaliknya jika jasa yang diterima lebih rendah daripada yang diharapkan, maka kualitas pelayanan dipersepsikan buruk.
      2.1.3 Citra Perusahaan ( Corporate Image )
      2.1.3.1 Definisi dan Manfaat Citra Baik Bagi Perusahaan
      Menurut Lawrence L. Steinmetz, Ph.D, penulis buku Managing Small Business (kutipan dari buku “ Membangun Citra Perusahaan, Siswanto Sutojo, 2004 : 1), mengartikan citra sebagai pancaran atau reproduksi jati diri atau bentuk perorangan , benda , atau organisasi. Menurut beliau, citra perusahaan juga dapat diartikan sebagai bentuk persepsi seseorang terhadap perusahaan didasari atas apa yang mereka ketahui atau mereka kira tentang perusahaan yang bersangkutan. Oleh karena itu, citra sebuah perusahaan yang sama dapat berbeda dimata orang yang berlainan.
      Citra perusahaan menjadi salah satu pegangan bagi banyak orang dalam mengambil berbagai macam keputusan penting. Contoh keputusan tersebut adalah membeli barang atau jasa yang dihasilkan perusahaan (konsumen), berlangganan (pelanggan), dan merekomendasikan produk perusahaan kepada orang lain, keputusan mengucurkan kredit, membeli saham atau obligasi yang diterbitkan perusahaan, juga untuk memberikan ijin usaha atau konsesi (instansi pemerintah).

      Citra perusahaan yang baik dan kuat memiliki manfaat berikut :
      • Daya saing jangka menengah dan jangka panjang yang mantap ( mid and long term sustainable competitive position )
      • Menjadi prisai selama masa krisis ( an insurance for adverse time )
      • Menjadi daya tarik eksekutif yang handal ( attracting the best executives available )
      • Meningkatkan efektivitas strategi pemasaran ( increase-ing the the effectiveness of marketing instrument )
      • Penghematan biaya operasional ( cost saving )

      2.2 Kerangka Pemikiran
      Kerangka konseptual atau kerangka pikiran merupakan fondasi dimana seluruh proyek penelitian didasarkan. Kerangka pikiran adalah jaringan asosiasi yang disusun, dikelaskan dan dielaborasi secara logis antara variable yang dianggap relevan pada situasi masalah dan identifikasi melalui proses seperti wawancara, dan survey literature (Sekaran, 2006:57).

      Kerangka konseptual penelitian di atas merupakan suatu perumusan untuk memperjelas pola pikir dalam melakukan penelitian mengenai pengaruh kualitas pelayanan terhadap citra perusahaan. Gambar di atas menunjukan bahwa variable independen (X) adalah kualitas pelayanan sedangkan variable dependen (Y) adalah citra perusahaan . Tanda panah pada kerangka tersebut menunjukkan terdapat hubungan atau pengaruh antara kualitas pelayanan (service quality) terhadap citra perusahaan (corporate image).

      2.3 Hipotesa
      Sesuai dengan masalah yang diteliti, tujuan penelitian, maka hipotesa yang digunakan sebagai jawaban sementara terhadap beberapa permasalahan yang ada seperti dalam perumusan masalah adalah sebagai berikut :
      Ho : Kualitas pelayanan melalui layanan contact center 123 tidak mempengaruhi citra perusahaan PT PLN (Perseo) Area Jambi.
      Ha : Kualitas pelayanan melalui layanan contact center 123 mempengaruhi citra perusahaan PT PLN (Perseo) Area Jambi

      BAB III
      METODE PENELITIAN

      3.1 Metode Penelitian
      3.1.1 Rancangan Penelitian
      Berdasarkan tujuan penelitian yang berkaitan dengan masalah yang diteliti dalam penelitian ini peneliti ingin mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara Kualitas Pelayanan terhadap Citra Perusahaan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Riset konklusif. Riset konklusif adalah jenis riset di mana tujuan utama menguji suatu hipotesis atau hubungan tertentu, bersifat kausal yaitu penelitian yang didesain untuk mencari hubungan antara variable sebab dan akibat, dengan tujuan untuk mengetahui variable yang menjadi penyebab atau pengaruh (variable independen) dan variable yang akibat (variable dependen).
      3.1.2 Langkah – Langkah Pengujian Hipotesis
      Dalam melakukan pengujian Hipotesis maka perlu di lakukan langkah-langkah sebagai berikut:
      1. Menentukan mana varibel bebas dan mana variabel tak bebas berdasarkan teori atau kerangka pemikiran yang logis.
      2. Melihat ada atau tidaknya data yang outlier (ekstrim)
      3. Menguji asumsi-asumsi pada regresi sederhana, seperti asumsi stokastik model regresi klasik
      4. Menguji signifikansi model (Uji t)
      5. Interprestasi Model Regresi

      3.1.3 Jenis dan Metode Pengumpulan Data
      3.1.3.1 Jenis Data
      Jenis data yang peneliti kumpulkan dan gunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder.
      1. Data Primer adalah data yang diperoleh dan dikumpulkan langsung dari objek penelitian. Jenis data ini didapat langsung dari penyebaran kuesioner yang berisi daftar pertanyaan berkenaan dengan kualitas pelayanan melalui layanan contact center 123 terhadap citra perusahaan PT PLN (Pesero) Area Jambi.
      2. Data Sekunder adalah data yang diperoleh penulis melalui buku-buku yang berkaitan dengan penelitian ini, data sekunder yang digunakan adalah informasi dari majalah, jurnal dan publikasi melalui internet.
      3.1.3.2 Metode Pengumpulan Data
      Dalam penelitain ini peneliti melakukan survey untuk mengumpulkan data yang berkaitan dengan proposal penelitian melalui cara sebagai berikut:
      1. Wawancara, dimana penulis mengajukan pertanyaan secara langsung kepada pihak yang dapat memberikan informasi yang dibutuhkan dalam proposal penelitian ini.
      2. Kuesioner, penulis memberikan daftar pertanyaan secara tertulis kepada responden untuk mendapatkan informasi dari pelanggan PLN.
      3.2 Metode Penarikan Sampel
      3.2.1 Populasi
      Secara umum populasi dapat didefinisikan sebagai sekumpulan data (elemen) yang mengidentifikasikan sekumpulan fenomena dimana data (elemen) tersebut memiliki karakteristik yang sama.
      Populasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pelanggan PT PLN (Persero) Area Jambi yang menggunakan layanan contact center 123.
      3.2.2 Sampel
      Sampel merupakan bagian dari populasi yang dipilih secara cermat untuk mewakili populasi
      3.2.3 Jumlah Sampel
      Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Ronald, 1995). Dalam penelitian ini besarnya sampel dari jumlah variable dikalikan 20 dan siapa saja responden ditentukan oleh peneliti mengingat pertimbangan waktu penelitan yang singkat dan biaya yang lebih murah. Sehingga sampel yang terpilih dapat memberikan informasi atau data sesuai dengan tujuan penelitian.

      DAFTAR PUSTAKA

      Haris, Victory Kusuma Wardhana.2009. Skripsi Analisis Pengaruh Efektivitas Program Layanan Praqtis dan Fasilitas Layanan Call Center 123 Terhadap Citra PLN di Mata Pelanggan pada PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tanggerang.

      http://economy.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/09/19/19/147485/citra-pln-negatif-di-mata-stakeholder-pelanggan dikutip Jumat, 19 September 2008.

      http://id.wikipedia.org/wiki/Call_center dikutip Minggu, 4 November 2012.

      Musi, Majalah Info, Edisi 30/2012, Palembang : PT. PLN(Persero) Wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu ( WS2JB ).

      Komentar oleh Nyimas Fadillah | Januari 21, 2013 | Balas

  17. Andri Sagita
    ERC1B010086
    Manajemen Pagi
    Judul : Analisis kualitas terhadap perilaku konsumen Bank 9 Jambi
    1. Latar Belakang
    Sejak zaman orde baru, Bank merupakan tempat penyimpanan yang banyak dipilih oleh kalangan masyarakat Indonesia untuk menyimpan uang agar aman dan bisa menjadi modal untuk kelangsungan hidup mereka dimasa yang akan datang.
    Bank Pembangunan Daerah Jambi didirikan berdasarkan Akte Notaris Adi Putra Parlindungan No.6 tanggal 12 Februari 1959 dengan nama PT. Bank Pembangunan Daerah Jambi. Dalam rangka penyempurnaan lembaga ini melalui Akte Notaris Habropoerwanto No.70 tanggal 12 Oktober 1959 diadakan perubahan seperlunya dan mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman RI No. J.A/5/115/6 tanggal 6 November 1969 dan dimuat pada tambahan Berita Negara RI No. 110.104 tanggal 29 Desember 1959. Melalui Peraturan Daerah Tingkat I jambi No.3 Tahun 1963 dengan pengesahan Menteri Dalam Negeri No. Des.9/32/127-164 tanggal 25 September 1964 PT. Bank Pembangunan Daerah Jambi menjadi Bank Pembangunan Daerah Jambi.
    BPD Jambi didirikan dengan maksud untuk menunjang serta mendorong pembangunan daerah dan mengembangkan pertumbuhan ekonomi daerah dalam rangka mempertinggi taraf hidup rakyat. Dalam menjalankan fungsinya BPD Jambi bertindak sebagai Bank Pembangunan, Bank Umum, Pemegang Kas Daerah dan merupakan salah satu sumber pendapatan daerah. Perubahan Peraturan Daerah No.5 Tahun 1999 hanya dalam ayat modal dasar BPD Jambi yang semula Rp 10 milyar mengubah menjadi Rp 50 milyar dan share saham masing-masing Pemerintah Daerah. Sesuai dengan hasil Due Diligance BPD Jambi masuk dalam kategori A. melalui surat Bank Indonesia No.31/9/UpwB/AdWB1/Jb/Rahasia tanggal 21 Januari 1999, sehingga BPD Jambi tidak perlu mengikuti program rekapitalisasi.
    Nama Jambi sebagai sebuah wilayah, dipercaya masyarakat berasal dari kata “Jambe” yang berarti “Pinang”. Nama ini berhubungan dengan legenda yang pernah hidup dalam masyarakat, yaitu legenda ”Putri Selaras Pinang Masak”. Kejayaan Jambi adalah wujud nyata dari terjaganya kesatuan dan persatuan masyarakat setempat. Budaya dan kehidupan masyarakat Jambi merupakan representasi dari persatuan antar beberapa etnis yang ada, dengan adagium adat :

    ”Sepucuk Jambi Sembilan Lurah, Batangnyo Alam Rajo”

    Artinya :
    ◊ Pucuk yaitu ulu (dataran tinggi).
    ◊ Sembilan Lurah adalah representasi dari sembilan negeri/wilayah.
    ◊ Batangnyo Alam Rajo, maksudnya adalah daerah teras kerajaan yang terdiri dari dua
    belas daerah/suku.

    Hal ini menyiratkan bahwa wilayah Jambi memegang teguh kesatuan dan persatuan yang terbentuk dari beragam daerah/wilayah di kesultanan Jambi. Sebuah semangat persatuan dan kesatuan yang kemudian diterjemahkan dalam visualisasi Sebagai salah satu motor penggerak perekonomian daerah Jambi, Bank Jambi terus berupaya meningkatkan eksistensinya di masyarakat.

    Dengan latar belakang kedaerahan yang positif, Bank Jambi mengadopsi spirit masyarakat setempat. Berkarya dengan idealisme nan luhur namun membumi, memberikan layanan terbaik dan lebih bermakna untuk meningkatkan kualitas perekonomian daerah Jambi.

    Perumusan masalah :
    1. Standar kualitas yang seperti apa yang diterapkan agar dapat bersaing dengan Bank-bank lainnya ?
    2. Strategi apa yang harus dilakukan untuk menarik perhatian konsumen ?

    Kualitas apa yang dimaksud disini? Hendaknya dijelaskan dalam latar belakang.

    Komentar oleh Andri Sagita | Desember 12, 2012 | Balas

  18. NAMA : SITI FATIMAH
    NIM : ERC1B010084
    JURUSAN : MANAJEMEN KELAS SORE
    JUDUL : ANALISIS SIKAP KONSUMEN TERHADAP PROMOSI PENJUALAN
    PT.TELKOMSEL JAMBI

    1. Latar Belakang
    Pada era globalisasi sekarang ini persaingan antara perusahaan semakin ketat membuat perusahaan untuk saling berlomba menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumennya.prioritas utama program pemasaran yang dibuat perusahaan saat ini ditujukan untuk memberikan layanan yang semaksimal mungkin kepada pelanggan.
    Perusahaan memberikan layanan yang maksimal untuk mencapai tujuannya yaitu agar tercapainya kepuasan dari para konsumennya.berbagai perbaikan disetiap aspek dilakukan perusahaan dari perbaikan layanan dan menciptakan inovasi-inovasi baru,sehingga konsumen mendapatkan kepuasan tersendiri didalam menggunakan produk tersebut .selain itu juga perusahaan harus berusaha mengenal karakteristik produk yang dibutuhkan para konsumennya,sehingga perusahaan dapat memenuhi keinginan dari para konsumen baik dari kualitas produk,harga dan sebagainya.
    Untuk mengetahui itu semua,perusahaan membutuhkan suatu informasi mengenai apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen,karena dengan informasi tersebut dapat diketahui karakteristik barang dan jasa yang diinginkan oleh konsumen.karena apabila produk yang dihasilkan oleh perusahaan telah dapat memikat minat konsumen,maka perusahaan tersebut mempunyai peluang untuk dapat bersaing dengan perusahaan lain yang menghasilkan produk yang sama
    Dalam promosi ada istilah yang dikenal dengan bauran promosi atau promotion mix yang terdiri dari advertising ( periklanan ),personal selling ( penjualan tatap muka ),publicity (publisitas ),dan sales promotion (promosi penjualan).
    Promosi penjualan yang baik ialah dapat mempengaruhi minat beli konsumen terhadap produk yang ditawarkan tentunya promosi penjualan tersebut disertai dengan dengan kuaalitas yang membuat konsumen yakin bahwa produk yang ditawarkan dapat memberikan nilai yang positif bagi mereka.Apabila promosi tersebut memberikan persepsi positif kepada konsumen secara tidak langsung harapan akan meningkatnya penjualan akan terwujud .
    PT.Telkomsel adalah salah satu perusahaan yang bergerak dibidang jasa operator seluler,untuk memperkenalkan produk mereka kepada konsumen,salah satunya melalui promosi penjualan ,perusahaan harus lebih kreatif lagi dalam promosi penjualan produk yang mereka tawarkan sehingga mereka dapat mempertahankan para pelanggan dan tidak menutup kemungkinan mendapatkan pelanggan baru melalui promosi penjualan.

    Judul dan topikmu dapat dilanjuti. Silahkan tulis proposal yang lebih komplit.

    Komentar oleh nadia | Desember 12, 2012 | Balas

  19. NAMA : NADIA
    NIM : ERC1B010039
    JURUSAN : MANAJEMEN KELAS SORE
    JUDUL : ANALISIS SIKAP KONSUMEN TERHADAP SEPEDA MOTOR
    HONDA SPAACY PADA PT. SINAR SENTOSA PRIMATAMA JAMBI

    1. Latar Belakang Penelitian
    Setiap perusahaan memiliki tujuan yang ingin dicapai, dan untuk mencapai tujuan tersebut maka perusahaan membutuhkan sumber daya-sumber daya atau faktor produksi yang secara umum terdiri dari manusia (man), material (materials), mesin-mesin (mechines), modal atau uang (money), metode (methods), dan pasar (market). Keenam faktor produksi diatas dikelola melalui suatu alat yang biasa disebut manajemen.
    Manajemen Pemasaran mempunyai peranan yang sangat penting, karena pemasaran merupakan salah satu fungsi bisnis disamping fungsi produksi, personalia dan keuangan. Perusahaan berproduksi bukan karena mau berproduksi saja, tetapi karena mau menjual produknya untuk mendapat penerimaan dan laba.
    Dalam hal perkembangan dunia otomotif pada akhir-akhir ini ditandai dengan semakin tajamnya persaingan yang ada, terutama antara perusahaan yang menghasilkan produk-produk sejenis. Hal ini memotivasi produsen untuk terus berinovasi menciptakan produk-produk yang bertekhnologi tinggi, diantaranya menciptakan sepeda motor dengan mesin automatic.
    Dengan memiliki berbagai keunggulan motor automatic atau lebih sering dikenal masyarakat dengan “motor matic”, diantaranya memiliki benr\tuk yang dinamis, mesin bandel dan yang paling menonjol dari motor matic ini adalah kepraktisan dalam berkendara, karena mesinnya tidak menggunakan transmisi sehingga memudahkan pengendara dalam mengendarai kendaraannya.
    Dewasa ini pelayanan, kualitas, dan kenyaman dipandang sebagai alat untuk meraih keunggulan bersaing dalam berbagai organisasi atau perusahaan sehingga dapat menumbuhkan kepuasan pelanggan yang pada akhirnya memberikan manfaat terhadap perkembangan perusahaan.
    PT. SINAR SENTOSA MOTOR adalah salah satu perusahaan dagang yang bergerak dalam bidang usaha penjualan sepeda motor merek HONDA. Dengan berkembangnya keinginan dan kebutuhan akan adanya kendaraan transportasi yang sporty, trendy, dan yang paling utama adalah keunggulan mesin yang dipakai kendaraan tersebut. Maka perusahaan SINAR SENTOSA PRIMATAMA berupaya meningkatkan kegiatan pemasaran dan profesionalisme pimpinan maupun karyawan dalam bekerjasama untuk mencapai tujuan yang maksimal. Dimana salah satu faktor yang terpenting dalam memasarkan produk adalah perusahaan harus mampu memberikan yang terbaik dengan menawarkan produk yang berkualitas dan dapat memenuhi harapan konsumen.

    Nadia temukan topik dan judul lain. Topik ini telah banyak ditulis oleh kakak-kakak kelasmu.

    Komentar oleh nadia | Desember 12, 2012 | Balas

    • DENGAN INI SAYA LAMPIRKAN JUDUL PROPOSAL YANG BARU

      NAMA ; NADIA
      NIM ; ERC1B010039
      JURUSAN ; MANAJEMEN KELAS SORE
      PROPOSAL SKRIPSI
      ” ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT BELI KONSUMEN PADA IKLAN FLEXY”
      BAB I
      PENDAHULUAN
      1. Latar Belakang
      A. Latar Belakang Masalah
      Seiring dengan kemajuan pesat dalam dunia ilmu pengetahuan dan teknologi, bidang telekomunikasi juga mengalami kemajuan yang cukup pesat. Komunikasi merupakan suatu hal yang penting yang dianggap mampu membantu hidup manusia. Sejak ditemukannya alat komunikasi, gerak hidup Semakin lama pola pikir konsumen berubah seiring perkembangan telepon, kini mulai beralih menggunakan telepon seluler, sehingga perusahaan penyedia jasa layanan telekomunikasi dapat mengambil peluang baru dari keinginan-keinginan dan kebutuhan konsumen yang belum terpenuhi.
      Pilihan-pilihan teknologi telekomunikasi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Salah satunya telepon seluler yang berbasis teknologi CDMA (Code Division Multiple Access) yang beroperasi menggunakan lisensi telepon saluran tetap (fixed wireless) memiliki tarif jauh lebih rendah (sama dengan tarif telepon tetap/ fixed line) dibanding dengan tarif telepon seluler yang berbasis GSM. Teknologi CDMA juga menyediakan kapasitas suara dan komunikasi data, memungkinkan lebih banyak pelanggan untuk terhubungkan pada waktu bersamaan serta memungkinkan untuk tugas-tugas multimedia. Teknologi CDMA mengkonsumsi tenaga listrik yang kecil sehingga memungkinkan untuk memperpanjang daya tahan baterai dan waktu bicara dapat lebih lama. Selain itu, rancangan teknologi CDMA menjadikan CDMA aman dari upaya penyadapan. Melihat kondisi konsumen seperti itu, perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi mulai berlomba-lomba mengeluarkan kartu Sim Card (isi dari telepon seluler) dengan jenis CDMA demi memuaskan konsumen. PT. Telekomunikasi Tbk, atau yang biasa dikenal dengan sebutan TELKOM merupakan perusahaan informasi dan komunikasi (InfoCom) serta penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi secara lengkap (full service and network provider) yang terbesar di Indonesia. Produk dan layanan TELKOM menjadi dua yaitu produk dan layanan untuk korporat dan produk dan layanan untuk personal. Produk dari TELKOM yang berkaitan dengan CDMA adalah TELKOMFlexi (sering disebut Flexi). Flexi mulai diperkenalkan pada bulan Desember 2002 dan secara komersial mulai diluncurkan Mei 2003. Flexi beroperasi pada dua frekuensi yaitu 1,9 GHz untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya serta 800 MHz di daerah-daerah. Tantangan Flexi semakin besar ketika perusahaan pesaing mulai memunculkan teknologi-teknologi terbaru (misalnya 3G) dengan harga di bawah standart. Salah satu strategi yang digunakan oleh perusahaan TELKOM untuk menawarkan produk FLEXY agar menarik minat konsumen terhadap produk tersebut adalah melalui iklan. Seiring pertumbuhan ekonomi, iklan menjadi sangat penting karena konsumen potensial akan memperhatikan iklan dari produk yang ia akan beli. Fungsi iklan selain sebagai promosi juga berfungsi (Kotler : 2000); menginformasikan suatu produk atau jasa ataupun profit perusahaan dan sebagai media untuk mengingatkan konsumen terhadap suatu produk atau jasa. Iklan mempengaruhi minat beli konsumen dalam tindakannya dan keyakinannya akan merek produk yang ditawarkan perusahaan. Peran iklan dalam mempengaruhi penjualan seperti yang terlihat dari berbagai teknik periklanan televisi dengan tingkat eksposur iklan memberikan image tersendiri bagi konsumen (Lutz : 1995). Perusahaan berharap konsumen potensial akan berperilaku seperti yang diharapkan melalui iklan komersialnya. Iklan yang di tayangkan media televisi membentuk pernyataan sikap konsumen yang mempengaruhi minat beli konsumen. Pembentukan sikap terhadap iklan dipengaruhi oleh persepsi konsumen terhadap iklan. Sikap terhadap iklan ini diawali cara konsumen berfikir mengenai sebuah Iklan. Sikap terhadap iklan (afektif) merupakan cara konsumen merasakan hal tersebut. Assael (2001: 368) mendefinisikan sikap terhadap iklan adalah kecenderungan konsumen untuk menjawab dengan baik atau tidak baik terhadap iklan tertentu. Dalam penelitian ini selain dipengaruhi secara langsung oleh sikap terhadap iklan, minat beli konsumen dipengaruhi langsung oleh sikap terhadap merek. Pembentukan sikap terhadap merek menurut Burke dan Edell (1989); Mackenzie, Lutz dan Belch (1986) dipengaruhi secara langsung oleh persepsi konsumen terhadap produk atau pesan. Sikap terhadap merek diawali oleh proses kognitif yang bekerja terhadap rangsangan. kemudian akan mempengaruhi minat beli konsumen terhadap produk yang ditawarkan. Menurut Assael (2001: 82) sikap terhadap merek yaitu merupakan pernyataan mental Yang menilai positif atau negatif, bagus tidak bagus, suka tidak suka suatu produk.
      Dari latar belakang yang dikemukakan maka penelitian ini mencoba untuk meneliti hal tersebut yaitu dengan mengambil topik yang berkaitan dengan ”ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT BELI KONSUMEN PADA IKLAN FLEXY”. (Studi pada Masyarakat KECAMATAN DANAU TELUK KOTA JAMBI).

      B. Perumusan Masalah
      Dari latar belakang masalah, perumusan dalam penelitian ini adalah
      sebagai berikut:
      1. Apakah persepsi produk/pesan berpengaruh pada sikap terhadap merek?
      2. Apakah persepsi terhadap sumber/model berpengaruh pada sikap terhadap merek?
      3. Apakah persepsi terhadap sumber/model berpengaruh pada sikap terhadap iklan?
      4. Apakah persepsi terhadap iklan berpengaruh pada sikap terhadap iklan?
      5. Apakah sikap terhadap iklan berpengaruh pada sikap terhadap merek?
      6. Apakah sikap terhadap merek berpengaruh pada minat beli?
      7. Apakah sikap terhadap iklan berpengaruh pada minat beli?
      C. Tujuan Penelitian
      Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
      1. Untuk menganalisis pengaruh persepsi produk/pesan terhadap sikap terhadap merek.
      2. Untuk menganalisis pengaruh persepsi terhadap sumber/model terhadap sikap terhadap merek.
      3. Untuk menganalisis pengaruh persepsi terhadap sumber/model terhadap sikap terhadap iklan.
      4. Untuk menganalisis pengaruh persepsi terhadap iklan terhadap sikap terhadap iklan.
      5. Untuk menganalisis pengaruh sikap terhadap iklan terhadap sikap terhadap merek.
      6. Untuk menganalisis pengaruh sikap terhadap merek terhadap minat beli.
      7. Untuk menganalisis pengaruh sikap terhadap iklan terhadap minat beli.

      D. Manfaat Penelitian
      1. Bagi Praktisi
      Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan konsumen dalam mengevaluasi citra produk FLEXY melalui persepsi produk, persepsi terhadap sumber, persepsi terhadap iklan, sikap terhadap merek dan sikap terhadap iklan.
      2. Bagi Akademisi
      Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan referensi atau kajian bagi penelitian-penelitian berikutnya mampu memperbaiki dan menyempurnakan kelemahan dalam penelitian ini.

      BAB II
      TINJAUAN PUSTAKA

      A. Pengertian Perilaku Konsumen
      Semakin majunya perekonomian dan teknologi, berkembang pula strategi yang harus dijalankan perusahaan, khususnya dibidang pemasaran. Untuk itu perusahaan perlu memahami atau mempelajari perilaku konsumen dalam hubungannya dengan pembelian yang dilakukan oleh konsumen tersebut. Dalam menentukan jenis produk atau jasa, konsumen selalu mempertimbangkan tentang produk atau jasa apa yang dibutuhkan, hal ini dikenal dengan perilaku konsumen.
      Perilaku konsumen (consumer behavior) adalah kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang-barang dan jasa-jasa tersebut didalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan-kegiatan tersebut (Dharmmesta dan Handoko, 2000 : 10). Hubungannya dengan keputusan pembelian suatu produk atau jasa, pemahaman mengenai perilaku konsumen meliputi jawaban atas pertanyaan seperti apa (what) yang dibeli, dimana membeli (where), bagaimana kebiasaan (how often) membeli dan dalam keadaan apa (under what condition) barang-barang dan jasa-jasa dibeli.

      Perilaku Konsumen
      perilaku konsumen yang dikemukakan Kotler (1997 : 10) menerangkan bahwa keputusan konsumen dalam pembelian selain dipengaruhi oleh karakteristik konsumen, dapat dipengaruhi oleh rangsangan perusahaan yang mencakup produk, harga, tempat dan promosi. Variabel-variabel diatas saling mempengaruhi proses keputusan pembelian sehingga menghasilkan keputusan pembelian yang didasarkan pada pilihan produk, pilihan merek, pilihan penyalur, waktu pembelian, jumlah pembelian.
      Persepsi Konsumen
      Menurut Kotler (1997) persepsi adalah proses memilih, menata, menafsir stimuli yang dilakukan seseorang agar mempunyai arti tertentu. Stimuli adalah rangsangan fisik, visual dan komunikasi verbal dan non verbal yang dapat mempengaruhi respon seseorang (Sodik, 2003). Assael (1995) dalam Sodik (2003) menyebutkan bahwa persepsi terhadap suatu produk melalui proses itu sendiri terkait dengan komponennya (kemasan, bagian produk, bentuk) serta komunikasi yang ditunjukkan untuk mempengaruhi perilaku konsumen yang mencerminkan produk melalui latar kata-kata, gambar dan simbolisasi atau melalui stimuli lain yang diasosiasikan dengan produk (harga, tempat, penjualan, dampak dari negara pejualan).
      Implikasi Perilaku Konsumen Pada Strategi Pemasaran
      Strategi pemasaran terdiri atas unsur-unsur pemasaran yang terpadu yang selalu berkembang sejalan dengan gerak perusahaan dan perubahan-perubahan lingkungan pemasarannya serta perubahan perilaku konsumen. Hal ini disebabkan karena strategi pemasaran menyangkut dua kegiatan pemasaran yang pokok yaitu : pemilihan pasar-pasar yang akan dijadikan sasaran pemasaran dan merumuskan dan menyusun suatu kombinasi yang dapat tepat dari bauran pemasaran, agar kebutuhan para konsumen dapat dipenuhi secara memuaskan.

      Keputusan Pembelian
      Dalam memahami perilaku konsumen, terdapat banyak pengaruh yang mendasari seseorang dalam mengambil keputusan pembelian suatu produk atau merek. Rangsangan tersebut kemudian diproses (diolah) dalam diri, sesuai dengan karakteristik pribadinya, sebelum akhirnya diambil keputusan pembelian.

      B. Periklanan
      1. Definisi Periklanan
      Periklanan pada dasarnya merupakan salah satu tahap dari pemasaran, yang tiap-tiap tahap itu bagaikan mata rantai yang saling berhubungan dan jaringannya akan terputus jika salah satu mata rantai itu lemah. Periklanan menjadi tahap yang penting yang sama pentingnya dengan tahap-tahap lain dalam proses pemasaran. Definisi periklanan menurut institute praktisi periklanan Inggris dalam Jefkins (1996: 5) adalah: Periklanan merupakan pesan-pesan penjualan yang paling persuasive yang diarahkan kepada (calon) konsumen yang paling potensial atas produk barang atau jasa tertentu dengan dengan biaya yang paling ekonomis. Kotler (1997: 236) mengartikan periklanan sebagai berikut: Periklanan adalah segala bentuk penyajian non-personal dan promosi ide, barang,atau jasa oleh suatu sponsor tertentu yang memerlukan pembiayaan. Dalam membuat program periklanan manajer pemasaran harus selalu mulai dengan mengidentifikasi pasar sasaran dan motif pembeli. Kemudian membuat lima keputusan utama dalam pembuatan program periklanan yang disebut lima M ( kotler 1997: 236) Sebagai berikut:
      a) Mission (misi)
      b) Money (uang)
      c) Message (pesan)
      d) Media (media)
      e) Measuremen (pengukuran)
      2. Tujuan Periklanan

      Tujuan periklanan menurut kotler (1997: 236) sebagai berikut:
      a) Periklanan menjalankan sebuah fungsi ”informasi”. Biasanya dilakukan secara besar-besaran pada tahap awal suatu jenis produk, tujuannya untuk membentuk permintaan pertama.
      b) Periklanan menjalankan sebuah fungsi ”Persuasif”
      Penting dilakukan dalam tahap kompetitif. Tujuannya untuk membentuk permintaan selektif untuk suatu merk tertentu.
      c) Periklanan menjalankan sebuah fungsi ”Pengingat”
      Iklan pengingat sangat penting bagi produk yang sudah mapan. Bentuk iklan yang berhubungan dengan iklan ini adalah iklan penguat (Inforcement advertising) yang bertujuan meyakinkan pembeli sekarang bahwamereka telah melakukan pilihan yang benar.
      3. Anggaran Periklanan
      Setelah memutuskan tujuan periklanan. Langkah selanjutnya adalah memutuskan anggaran periklanan untuk setiap produk.
      4. Pesan Periklanan
      Iklan diadakan untuk memberi informasi dan membujuk. Isi komunikasi iklan adalah inti apa yang dapat dilakukan oleh iklan tersebut. Aspek ini sering disebut ”kreatif”, pesan atau isi iklan disebut ”pekerjaan kreatif ”. Iklan meliputi latihan menulis dan mendesain dalam kata-kata dan gambar, serta memerlukan kemampuan verbal maupun kemampuan menggambar yang memadai. Perbedaan antara satu iklan dengan iklan yang lain seringkali terletak pada pesan itu sendiri itulah arti komunikasi.

      5. Pemilihan Media Iklan
      Pemilihan media iklan sangat penting agar pesan yang disampaikan dalam iklan dapat efektif mencapai dan diterima konsumen sasaran.
      C. Persepsi
      1. Pengertian Persepsi
      Menurut Kotler (1997) persepsi adalah proses memilih, menata, menafsir stimuli yang dilakukan seseorang agar mempunyai arti tertentu. Stimuli adalah rangsangan fisik, visual dan komunikasi verbal dan non verbal yang dapat mempengaruhi respon seseorang (Sodik, 2003). Persepsi tidak hanya tergantung pada sifat-sifat rangsangan fisik, tapi juga pada pengalaman dan sikap sekarang dari individu. Pengalaman dapat diperoleh dari semua perbuatannya di masa lampau atau dapat pula dipelajari, sebab dengan belajar seseorang akan dapat memperoleh pengalaman. Hasil dari pengalaman yang berbeda-beda, akan membentuk suatu pandangan yang berbeda sehingga menciptakan proses pengamatan dalam perilaku pembelian yang berbeda pula. Makin sedikit pengalaman dalam perilaku pembelian, makin terbatas pula luasan interpretasinya. Dan juga persepsi ini juga ada hubungannya antara rangsangan dengan medan yang mengelilingi dan kondisi dalam diri seseorang. Informasi yang diperoleh dan diproses konsumen akan membentuk preferensi (pilihan) seseorang terhadap suatu obyek. Preferensi akan membentuk sikap konsumen terhadap suatu obyek, yang pada gilirannya akan sikap ini seringkali secara langsung akan mempengaruhi apakah konsumen akan membeli suatu produk atau tidak.
      2. Persepsi Produk/pesan
      Persepsi produk/pesan tertuju pada produk yang dibuat dalam komunikasi. Perhatian berfokus pada dua tipe respon yaitu argumen yang mendukung (support argument) dan argumen yang menentang (counter argument) (Belch dan Belch, 1995). Counter argument merupakan persepsi konsumen yang berkebalikan dengan pesan dalam iklan. Konsumen akan mengekspresikan ketidakyakinan dan ketidaksetujuan terhadap klaim dalam iklan mengenai produk, Sehingga indikasi bahwa pemrosesan informasi iklan berjalan efektif bila seorang konsumen memberikan argumen yang mendukung ( support argument ). Assael (1995) dalam Sodik (2003) menyebutkan bahwa persepsi terhadap suatu produk melalui proses itu sendiri terkait dengan komponennya (kemasan, bagian produk, bentuk) serta komunikasi yang ditunjukkan untuk mempengaruhi perilaku konsumen yang mencerminkan produk melalui latar kata-kata, gambar dan simbolisasi atau melalui stimuli lain yang diasosiasikan dengan produk (harga, tempat, penjualan, dampak dari negara pejualan). Persepsi mengenai pesan/produk yang telah terbentuk setelah konsumen sasaran menyaksikan penayangan iklan akan membentuk sikap mereka terhadap merek yangakan mempengaruhi minat beli secara tidak langsung.
      3. Persepsi Sumber/Model Iklan
      Persepsi sumber/model iklan tertuju pada sumber atau model yang mengkomunikasikan iklan. Respon paling kritis dari konsumen adalah penghinaan sumber/model atau persepsi negatif terhadap model. Hal ini akan mendorong penurunan penerimaan pesan. Umumnya ini terjadi ketika konsumen berpendapat bahwa model berkata tidak jujur atau membohongi sehingga konsumen kurang menerima apa yang model katakan.
      4. Persepsi Terhadap Iklan
      Persepsi terhadap iklan tertuju pada iklan itu sendiri. Pada saat melihat iklan, banyak konsumen yang tidak memperhatikan klaim produk dan atau pesan secara langsung, tetapi reaksi afektif menimbulkan perasaan terhadap iklan. Persepsi ini meliputi reaksi terhadap faktor iklan seperti kreatifitas efek gambar, warna dan intonasi suara ( Belch dan Belch, 1995 ). Persepsi terhadap iklan dapat berupa tanggapan baik atau tidak baik. Hal ini penting karena efeknya pada sikap terhadap iklan dan juga merek secara langsung.

      D. Sikap
      1. Pengertian Sikap
      Sikap disebut juga sebagai konsep yang paling khusus dan sangat dibutuhkan dalam psikologis sosial kontemporer. Sikap juga merupakan salah satu konsep yang paling penting yang digunakan pemasar untuk memahami konsumen. Definisi sikap menurut Allport dalam setiadi (2003) adalah suatu mental dan syaraf sehubungan dengan kesiapan untuk menanggapi, diorganisasi melalui pengalaman dan memiliki pengaruh yang mengarahkan dan atau dinamis terhadap perilaku.
      2. Sikap terhadap Iklan
      Sikap terhadap iklan adalah cara konsumen mengenai sebuah iklan : sikap terhadap iklan (afektif) merupakan cara konsumen merasakan hal tersebut. Assael (2001: 368) mendefinisikan sikap terhadap iklan sebagai berikut”Attitude toward the ad is the consumer`s predisposition to respond favorably or anfavorably to a particular ad”. yaitu sikap terhadap iklan adalah kecenderungan konsumen menjawab dengan baik atau tidak baik iklan tertentu. Respon kognitif yang positif (support arguments dan source bolstering)umumnya akan menghasilkan sikap positif konsumen terhadap iklan: respon kognitif yang negative (counterarguments dan source derogation) umumnya menghasilkan sikap negatif. Karena aspek afektif yang dominan maka sikap terhadap iklan diukur dalam afektif penerima pesan yang menilai baik-tidak baik, suka-tidak suka, menarik-tidak menarik, kreatif-tidak kreatif, informati-tidak informatif. Mowen dan Minor (2002: 378) mengemukakan bahwa konsumen mengembangkan sikap terhadap iklan seperti terhadap merek, dan sikap terhadap iklan ini mempengaruhi sikap mereka terhadap merek. Sikap terhadap iklan mengacu pada kesukaan atau ketidaksukaan konsumen secara umum atas rangsangan iklan tertentu.
      3. Sikap terhadap Merek
      Sikap terhadap merek menurut Assael (2001: 282) adalah kecenderungan yang dipelajari oleh konsumen untuk mengevaluasi merek dengan cara mendukung (positif) atau tidak mendukung (negatif) secara konsisten. Evaluasi konsumen terhadap merek tertentu ini di mulai dari sangat jelek sampai sangat bagus. Sikap terhadap merek didasarkan pada skema tentang merek tersebut yang telah tertanam dibenak konsumen. seperti telah disebutkan diatas bahwa komponen sikap ada 3 yaitu: Kognitif, Afektif dan Konatif maka ketiga komponen sikap ini juga terdapat dalam sikap konsumen terhadap produk, yaitu Assael (2001: 283):

      a. Brand believe adalah komponen kognitif (pemikiran).
      b. Brand evaluation adalah komponen afektif yang mewakili semua evaluasi terhadap merek oleh konsumen. Kepercayaan terhadap suatu merek adalah multi dimensional karena mereka mewakili atribut merek yang dipersepsikan oleh konsumen.
      c. Kecenderungan untuk bertindak adalah komponen konatif (tindakan) dan pada umumnya komponen ini dengan melihat ”maksud untuk membeli” dari seorang konsumen adalah penting dalam mengembangkan strategi pemasaran.
      2. Penelitian Terdahulu
      Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan Mochammad Yuliostiano & Retno Tanding Suryandari (2003), menyatakan bahwa semua variabel predictor yaitu persepsi terhadap produk, persepsi terhadap model persepsi terhadap iklan, serta sikap terhadap merek dan sikap terhadap iklan secara bersama-sama mempunyai pengaruh signifikan dalam pembentukan minat beli konsumen pada iklan. Terdapat sebuah penemuan bahwa keterlibatan pembuatan iklan (adexecution involvement) tinggi dan keterlibatan pesan iklan (ad message) rendah, aspek peripheral dari iklan bekerja lebih dominan (Mackenzie dan Lutz, 1989). Dalam kondisi ini, sikap terhadap iklan menjadi dominan mempengaruhi sikap terhadap iklan dan pengaruh hal-hal yang berhubungan dengan pesan menjadi minimal (Muehlin, Laczmick, dan Stoltman, 1991).

      3. Kerangka Pikir
      Hipotesis
      Berdasarkan kerangka pemikiran tersebut diatas hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah :
      H1 : Persepsi produk/pesan berpengaruh signifikan terhadap sikap terhadap merek.
      H2 : Persepsi terhadap sumber /model berpengaruh signifikan terhadap sikap terhadap merek.
      H3 : Persepsi terhadap sumber /model berpengaruh signifikan terhadap sikap terhadap iklan.
      H4 : Persepsi terhadap iklan berpengaruh signifikan terhadap sikap terhadap iklan.
      H5 : Sikap terhadap iklan berpengaruh signifikan terhadap sikap terhadap merek.
      H6 : Sikap terhadap merek berpengaruh signifikan terhadap minat beli.
      H7 : Sikap terhadap iklan berpengaruh signifikan terhadap minat beli.

      BAB III
      METODOLOGI PENELITIAN

      Lokasi Penelitian
      Target populasi dari penelitian ini adalah masyarakat di kalangan kecamatan pelayangan yang pernah melihat iklan televisi dari produk FLEXY. Karena baik merek produk maupun iklan, produk yang diteliti dalam penelitian ini sudah sering dilihat dan diketahui. Dengan asumsi jumlah dalam penlitian ini bahwa jumlah populasi terbatas.

      3.2 Jenis Dan Sumber data Penelitian
      Jenis Data Yang Digunakan Adalah :
      data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Data primer adalah data yang dikumpulkan dan diolah sendiri oleh suatu organisasi atau perorangan langsung dari objeknya. Dalam penelitian ini, data primer diperoleh dari jawaban responden yang disebar melalui responden.
      SumberData Yang Didapat Adalah :
      Menurut Supomo (2002: 107) yang dimaksud sumber data adalah subjek dari data dapat diperoleh.
      Menurut Supomo (1999: 147), data primer adalah sumber data penelitan yang langsung dikumpulkan dari tangan pertama atau sumber asli dan diolah oleh perorangan (tidak melalui media perantara). Data ini diperoleh dari wawancara langsung dengan responden dan menyebar kuesioner.

      Sampel
      Sampel adalah sebagian dari populasi yang karakteristiknya dianggap mewakili populasi (Djarwanto Ps, 1996: 108). Ferdinand (2002: 48) memberikan pedoman ukuran sampel yang diambil, yaitu :
      a. 100-200 sampel untuk teknik Maximum Likelihood Estimation.
      b. Tergantung pada jumlah parameter yang diestimasi. Pedomannya
      adalah 5-10 kali jumlah parameter yang diestimasi.
      c. Tergantung pada jumlah indikator yang digunakan dalam seluruh variabel laten.
      d. Bila sampelnya sangat besar, maka peneliti dapat memilih teknik estimasi.
      Dalam penelitian ini sampel yang diambil sebanyak 100 sampel dengan pertimbangan bahwa jumlah tersebut sudah melebihi jumlah sampel minimal dalam penelitian (n=30).

      3.3 Teknik Pengumpulan Data
      Teknik pengambilan sampel menggunakan metode Purposive Sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang dapat dilakukan dengan kriteria-kriteria tertentu berdasarkan tujuan penelitian (Jogiyanto, 2004). Yaitu semua masyarakat yang pernah melihat iklan FLEXY di media televisi dan pernah menggunakannya.
      3.4 Definisi Oprasioanal
      a. Persepsi Produk/Pesan
      Persepsi produk/pesan tertuju pada produk yang dibuat dalam komunikasi. Perhatian berfokus pada dua tipe respon yaitu argumen yang mendukung (support argument)dan argumen yang menentang (counter argument) (Belch dan Belch, 1995). Counter argument merupakan persepsi konsumen yang berkebalikan dengan pesan dalam iklan. Konsumen akan mengekspresikan ketidakyakinan dan ketidaksetujuan terhadap klaim dalam iklan mengenai produk. Konsumen lain ada yang mendukung argumen atau berpersepsi bahwa konsumen setuju atau sependapat dengan klaim dalam iklan. Argumen yang menolak berhubungan secara negatif dengan penerimaan pesan, semakin menolak pesan yang disampaikan maka penerimaan pesan juga akan semakin minimal. Sehingga indikasi bahwa pemrosesan informasi iklan berjalan efektif bila seorang konsumen memberikan argumen yang mendukung (support argument).
      b. Persepsi Terhadap Sumber/Model
      Persepsi sumber/model iklan tertuju pada sumber atau model yangmengkomunikasikan iklan. Respon paling kritis dari konsumen adalah penghinaan sumber/model atau persepsi negatif terhadap model. Hal ini akan mendorong penurunan penerimaan pesan. Umumnya ini terjadi ketika konsumen berpendapat bahwa model berkata tidak jujur atau membohongi sehingga konsumen kurang menerima apa yang model katakan. Persepsi terhadap sumber/model tidak selalu negatif. Konsumen yang bereaksi baik terhadap sumber/ model iklan menghasilkan persepsi yang baik atau mendukung model iklan. Pembuat iklan dapat menyewa seorang pembicara atau model yang disukai oleh konsumen sasaran untuk membawa efek atas pesan yang disampaikan.
      c. Persepsi Terhadap Iklan
      Persepsi ini meliputi reaksi terhadap faktor iklan seperti kreatifitas efek gambar, warna dan intonasi suara ( Belch dan Belch, 1995 ). Persepsi terhadap iklan dapat berupa tanggapan baik atau tidak baik. Hal ini penting karena efeknya pada sikap terhadap iklan dan juga merek secara langsung. Selain dengan ukuran suka tidak suka, reaksi afektif konsumen terhadap iklan, khususnya iklan komersial di televisi dapat diukur dengan pernyataan terhadap gaya, ide, produksi, audio pembuatan suatu iklan(Mehta, 1994). Reaksi ini akan ditransformasikan pada sikap terhadap merek dan minat beli konsumen.

      d. Sikap Terhadap Merek
      Sikap terhadap merek menurut Assael (2001) adalah kecenderungan yang dipelajari oleh konsumen untuk mengevaluasi merek dengan cara mendukung (positif) atau tidak mendukung (negatif) secara konsisten. Variable ini diukur dengan menggunakan dimensi sikap terhadap merek yaitu tentang pernyataan mental penerima pesan yang menilai positif atau negative, bagus-tidak bagus, suka-tidak suka, berkualitas-tidak berkualitas suatu produk (Assael, 2001 ).
      e. Sikap Terhadap Iklan
      Sikap terhadap iklan adalah cara konsumen mengenai sebuah iklan: sikap terhadap iklan (afektif) merupakan cara konsumen merasakan hal tersebut.. Assael (2001) mendefinisikan sikap terhadap iklan sebagai berikut ”Attitude toward the ad is the consumer`s predisposition to respond favorably or anfavorably to a particular ad”. artinya sikap terhadap iklan adalah kecenderungan konsumen menjawab dengan baik atau tidak baik terhadap iklan tertentu.
      f. Minat Beli
      Minat beli merupakan kecenderungan konsumen untuk membeli suatu merek atau mengambil tindakan yang berhubungan dengan pembelian yang diukur dengan tingkat kemungkinan konsumen melakukan pembelian (Assael, 2001). Mehta (1994: 66) mendefinisikan minat beli sebagai kecenderungan konsumen untuk membeli suatu merek atau mengambil tindakan yang berhubungan dengan pembelian yang diukur dengan tingkat kemungkinan konsumen melakukan pembelian.

      Uji validitas Dan Uji Reabilitas
      a. Uji Validitas
      Pengujian validitas item-item pertanyaan dalam kuesioner bertujuan mengetahui apakah item-item tersebut benar-benar mengukur konsep-konsep yang dimaksudkan dalam penelitian ini dengan tepat. Butir-butir pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini dari kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini dan dipadukan dengan penjabaran atas definisi teoritis dari variabel yang digunakan dalam penlitian ini. Hal ini memberikan dukungan bahwa butir-butir pengukuran yang dijadikan indikator konstruk terbukti memiliki validitas isi (content validity) yaitu butir-butir pengukuran tersebut merupakan alat ukur yang mencukupi dan representative yang telah sesuai dengan konsep teoritis (Cooper dan Schindler, 2006: 318). Dikarenakan syarat untuk dapat menganalisis model dengan SEM, indikator masing-masing konstruk harus memiliki loading factor yang signifikan terhadap konstruk yang diukur maka dalam penelitian ini pengujian validitas instrument yang digunakan adalah Confirmatory Factor Analisys (CFA) dengan bantuan SPSS FOR WINDOWS versi 12, dimana setiap item pertanyaan harus mempunyai factor loading yang lebih dari 0,40 (Hair et al., 1998: 111). Dalam CFA kita juga harus melihat pada output dari rotated component matrix yang harus secara ekstrak secarasempurna. Jika masing-masing item pertanyaan belum ekstrak secara sempurna, maka proses pengujian validitas dengan Factor analisys harus diulang dengan cara menghilangkan item pertanyaan yang memiliki nilai ganda.
      b. Uji Reliabilitas
      Uji reliabilitas untuk mengetahui apakah instrumen memiliki indeks kepercayaan yang baik jika diujikan berulang. Uji reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan rumus Cronbach Alpha denga bantuan SPSS FOR WNDOWS versi 12. Ukuran yang dipakai untuk menunjukkan pernyataan tersebut reliable, apabila nilai Cronbach Alpha > 0,6 ( Suharsimi Arikunto, 2002: 172). Indikator pengukuran reliabilitas menurut Sekaran (2000: 312) yang membagi tinjatan reliabilitas dengan criteria sebagai berikut :

      Jika alpha atau r hitung:
      1. 0,8-1,0 = Reliabilitas baik
      2. 0,6-0,799 = Reliabilitas diterima
      3. kurang dari 0,6 = Reliabilitas kurang baik
      5. Teknik Analisis Data
      Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Structural Eqation Modelling (SEM). SEM merupakan teknik multivariate yang mengkombinasikan aspek regresi berganda dan analisis fktor untuk mengstimasi serangkaian hubungan ketergantungan secara simultan (Hair et al, 1998). Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan program AMOS versi 4 untuk menganalisis hubungan kausalitas dalam model struktural yang diusulkan.
      3.7 Uji Analisis
      Dalam analisis ini SEM, tidak ada uji statistik tunggal untuk menguji hipotesis mengenai model (Hair et al., 1998), tetapi berbagai fit index yang digunakan untuk mengukur derajat kesesuaian antara model yang disajikan dan data yang disajikan. Fit index yang digunakan meliputi :
      a. Chi Square
      Tujuan analisis ini adalah mengembangkan dan menguji apakah sebuah model yang sesuai dengan data. Chi Square sangat bersifat sensitif terhadap sampel yang terlalu kecil maupun yang terlalu besar. Oleh karenanya pengujian ini perlu dilengkapi dengan alat uji lainnya. nilaiChi-squares merupakan ukuran mengenai buruknya fit suatu model (Ghozali dan Fuad, 2005: 29).

      b. Goodness Of Fit Indeks (GFI)
      Indeks yang mnggambarkan tingkat kesesuaian model secara keseluruhan yang dihitung dari residual kuadrat dari model yang diprediksi dibandingkan data yang sebenarnya. Nilai GFI ≥ 0,90 mengisyaratkan model yang diuji memiliki kesesuaian yang baik.
      c. Root Mean Square Error of Approximation (RMSEA)
      RMSEA merupakan ukuran yang mencoba memperbaiki kecenderungan statistic chi ssquare menolak model dengan jumlah sampel yang besar. Nilai RMSEA antara 0,05 dan 0,08 mengindikasikan indeks yang baik untuk menerima kesesuaian sebuah model (Gozali dan Fuad, 2005: 24).
      d. Adjusted Goodness Fit Of Index (AGFI) Indeks ini merupakan pengembangan dari Goodness Fit Of Index (GFI) yang telah disesuaikan dengan ratio dari degree of freedom (Ghozali dan Fuad, 2005: 31). Analog dengan R2 pada regresi berganda. Nilai yang direkomendasikan adalah AFGI ≥ 0,90, semakin besar nilai AFGI maka semakin baik kesesuaian yang dimiliki model.
      e. Tucker Lewis Index (TLI)
      TLI merupakan indeks kesesuaian incremental yang membandingkan model yang diuji dengan baseline model. TLI digunakan untuk mengatasi permasalahan yang timbul akibat kompleksitas model (Ghozali dan Fuad, 2005: 34). Nilai penerimaan yang direkomendasikan adalah nilai TLI ≥ 0,90. TLI merupakan indeks yang kurang dipengaruhi oleh ukuran sampel.
      f. Normed Fit Index (NFI) Indeks ini juga merupakan ukuran perbandingan antara proposed model dan null model (Ghozali dan Fuad, 2005: 25). Nilai yang direkomendasikan adalah NFI ≥ 0,90.

      g. Comparative Fit Index (CFI)
      CFI juga merupakan indeks kesesuaian incremental. Besaran indeks ini adalah dalam rentang 0 sampai 1 dan nilai yang mendekati 1 mengindikasikan model memiliki tingkat kesesuaian yang baik. Indeks ini sangat dianjurkan untuk dipakai karena indeks ini relatif tidak sensitif terhadap besarnya sampel dan kurang dipengaruhi oleh kerumitan model. Nilai penerimaan yang direkomendasikan adalah CFI ≥ 0,90 (Ghozali dan Fuad, 2005: 34)
      h. Normed Chi Square (CMIN/DF)
      CMIN/DF adalah ukuran yang diperoleh dari nilai chisquare dibagi dengan degree of freedom. Indeks ini merupakan indeks kesesuaian parsimonius yang mengukur hubungan goodness of fit model dan jumlah-jumlah koefisien estimasi yang diharapkan untuk mencapai tingkat kesesuaian. Nilai yang direkomendasikan untuk menerima adalah CMIN/DF
      DAFTAR PUSTAKA

      Assauri, Sofjan, SE MBA, 2002, Manajemen pemasaran, dasar, konsep, dan strategi. Jakarta.
      Cooper, Donal R and Schindler, Pamela S, 2003, business research methods, the. MC Grow-Hill Lumpanies, Singapore.
      Kotler Philip, 2000, manajemen pemasaran edisi millennium, terjemahan, edisi kelima, jilid I dan II, PT. Prihalindo, Jakarta.
      Swee Hoo ang, Sew Meng Kong, Chin Tien Tan, 2000, Manajemen pemasaran perfektif asia, penerbit Andi, Yogyakarta.
      Lamb, Hair Mc, Daniel, 2001 Manajemen pemasaran, erlangga, Jakarta

      Komentar oleh Ahyarnasution | Januari 21, 2013 | Balas

  20. NAMA : SITI FATIMAH
    NIM : ERC1B010084
    JURUSAN : MANAJEMEN KELAS SORE
    JUDUL : ANALISIS SIKAP KONSUMEN TERHADAP PROMOSI PENJUALAN
    PT.TELKOMSEL JAMBI

    1. Latar Belakang
    Pada era globalisasi sekarang ini persaingan antara perusahaan semakin ketat membuat perusahaan untuk saling berlomba menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumennya.prioritas utama program pemasaran yang dibuat perusahaan saat ini ditujukan untuk memberikan layanan yang semaksimal mungkin kepada pelanggan.
    Perusahaan memberikan layanan yang maksimal untuk mencapai tujuannya yaitu agar tercapainya kepuasan dari para konsumennya.berbagai perbaikan disetiap aspek dilakukan perusahaan dari perbaikan layanan dan menciptakan inovasi-inovasi baru,sehingga konsumen mendapatkan kepuasan tersendiri didalam menggunakan produk tersebut .selain itu juga perusahaan harus berusaha mengenal karakteristik produk yang dibutuhkan para konsumennya,sehingga perusahaan dapat memenuhi keinginan dari para konsumen baik dari kualitas produk,harga dan sebagainya.
    Untuk mengetahui itu semua,perusahaan membutuhkan suatu informasi mengenai apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen,karena dengan informasi tersebut dapat diketahui karakteristik barang dan jasa yang diinginkan oleh konsumen.karena apabila produk yang dihasilkan oleh perusahaan telah dapat memikat minat konsumen,maka perusahaan tersebut mempunyai peluang untuk dapat bersaing dengan perusahaan lain yang menghasilkan produk yang sama
    Dalam promosi ada istilah yang dikenal dengan bauran promosi atau promotion mix yang terdiri dari advertising ( periklanan ),personal selling ( penjualan tatap muka ),publicity (publisitas ),dan sales promotion (promosi penjualan).
    Promosi penjualan yang baik ialah dapat mempengaruhi minat beli konsumen terhadap produk yang ditawarkan tentunya promosi penjualan tersebut disertai dengan dengan kuaalitas yang membuat konsumen yakin bahwa produk yang ditawarkan dapat memberikan nilai yang positif bagi mereka.Apabila promosi tersebut memberikan persepsi positif kepada konsumen secara tidak langsung harapan akan meningkatnya penjualan akan terwujud .
    PT.Telkomsel adalah salah satu perusahaan yang bergerak dibidang jasa operator seluler,untuk memperkenalkan produk mereka kepada konsumen,salah satunya melalui promosi penjualan ,perusahaan harus lebih kreatif lagi dalam promosi penjualan produk yang mereka tawarkan sehingga mereka dapat mempertahankan para pelanggan dan tidak menutup kemungkinan mendapatkan pelanggan baru melalui promosi penjualan.

    Siti, promosi telkom kegiatan yang luas. Pertimbangkan topik atau judul yang bisa dikerjakan untuk Skripsi.

    Komentar oleh titi | Desember 12, 2012 | Balas

    • NAMA : SITI FATIMAH
      NIM : ERC1B010084
      JURUSAN : MANAJEMEN KELAS SORE
      JUDUL : ANALISIS SIKAP KONSUMEN TERHADAP PRODUK KARTU AS
      SCHOOL COMMUNITY PT.TELKOMSEL JAMBI
      BAB I
      PENDAHULUAN
      1.1. Latar Belakang
      Pada era globalisasi sekarang ini persaingan antara perusahaan semakin ketat membuat perusahaan untuk saling berlomba menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumennya.prioritas utama program pemasaran yang dibuat perusahaan saat ini ditujukan untuk memberikan layanan yang semaksimal mungkin kepada pelanggan.
      Perusahaan memberikan layanan yang maksimal untuk mencapai tujuannya yaitu agar tercapainya kepuasan dari para konsumennya.berbagai perbaikan disetiap aspek dilakukan perusahaan dari perbaikan layanan dan menciptakan inovasi-inovasi baru,sehingga konsumen mendapatkan kepuasan tersendiri didalam menggunakan produk tersebut .selain itu juga perusahaan harus berusaha mengenal karakteristik produk yang dibutuhkan para konsumennya,sehingga perusahaan dapat memenuhi keinginan dari para konsumen baik dari kualitas produk,harga dan sebagainya.
      Untuk mengetahui itu semua,perusahaan membutuhkan suatu informasi mengenai apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen,karena dengan informasi tersebut dapat diketahui karakteristik barang dan jasa yang diinginkan oleh konsumen.karena apabila produk yang dihasilkan oleh perusahaan telah dapat memikat minat konsumen,maka perusahaan tersebut mempunyai peluang untuk dapat bersaing dengan perusahaan lain yang menghasilkan produk yang sama
      Fenomena persaingan di era pembangunan saat ini semakin mengarahkan perusahaan untuk memposisikan usahanya dengan mengembangkan dan merebut pangsa pasar. Salah satu cara yang dilakukan oleh perusahaan adalah menghasikan produk dengan meggunakan produk yang meledak pada produk tersebut. Hal ini ditujukan untuk dapat menarik perhatian konsumen dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka.
      PT.Telkomsel adalah salah satu perusahaan yang bergerak dibidang jasa operator seluler,untuk meningkatkan konsumen perusahaan ini melakukan inovasi-inovasi baru dari produk kartu as yaitu kartu as school community.

      1.2. Perumusan Masalah

      PT.Telkomsel Cabang Jambi merupakan perusahaan yang bergerak dibidang telekomunikasi yang salah satu produk yang ditawarkan merupakan kartu AS. Untuk memasarkan produknya, perusahaan telah menempuh berbagai kegiatan pemasaran, di mana salah satu aspek pemasaran tersebut merupakan kegiatan promosi program baru digunakan untuk meningkatkan penjualan.
      Tujuan utama perusahaan adalah untuk mendapatkan profit atau laba. Keberhasilan untuk mendapatkan laba tersebut sangat ditentukan oleh kemampuan pihak pengelola ( pihak manajemen ) dari perusahaan dalam menjalankan fungsi-fungsi bisnis dengan baik, salah satu fungsi itu adalah fungsi pemasaran. Dalam kegiatan pemasaran ada istilah yang dikenal dengan sebutan bauran pemasaran ( marketing mix), yang terdiri dari produk, harga, promosi, dan distribusi, keempat pariabel ini saling bekaitan satu sama lain.
      Promosi merupakan suatu bentuk komunikasi perusahaan kepada konsumen yang mereka tuju, agar para konsumen yang menjadi target pasar untuk produk mereka dapat mengetahui informasi tentang produk yang ditawarkan oeh perusahaan tersebut.
      Persepsi yang positif dari konsumen adalah hal yang diharapkan oleh perusahaan dengan adanya promo program baru dari kartu as yaitu school community yang mereka buat.
      Sehubungan dengan hal tersebut diatas penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang “ Analisis Sikap Konsumen Terhadap Produk Kartu As School Community PT.Telkomsel Jambi “ .

      1.3. Tujuan Dan Manfaat Penelitian
      1.3.1 Tujuan Penelitian
      Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu :
      1. Untuk mengetahui persepsi konsumen terhadap produk kartu As School Community PT.Telkomsel
      2. Untuk menganalisis persepsi konsumen terhadap produk kartu as School Community PT.Telkomsel
      1.3.2 Manfaat Penelitian
      Adapun manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut:
      1. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan masukan bagi PT.Telkomsel Jambi dalam hal kegiatan Promo Program baru.
      2. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk bahan penelitian lanjutan bagi penelitian yang mengkaji topic yang sama dengan teknik analisis yang berbeda.

      BAB II
      TINJAUAN PUSTAKA
      2.1 Defenisi-Defenisi
      a. Pemasaran
      Menurut Philip Kotler dan Amstrong pemasaran adalah sebagai suatu proses sosial dan managerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain.
      b. Manajemen

      Menurut Kotler (1997) manajemen adalah suatu proses perencanaan dan pelaksanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan sumber daya organisasi yang telah ditetapkan.

      c. Manajemen Pemasaran

      Menurut kotler (2004) manajemen pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran, penetapan harga, promosi, serta menyalurkan gagasan barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memenuhi sasaran-sasaran individu dan organisasi.

      d. Produk
      Kotler (1997), mendefenisikan produk yaitu : “segala sesuatu yang dapat ditawarkan untuk dapat memuaskan sesuatu kebutuhan dan keinginan”.

      e. Merek

      Kotler dan Amstrong (1994), mendefenisikan merek yaitu: “sebuah nama, istilah,tanda,symbol,atau desain, atau kombinasi dari semiuannya ini yang di maksudkan untuk mendefenisikan produk atau jasadari seorang atau kelompok penjualan dan untuk membedakannya dari produk atau jasa pesaing.

      f. sikap

      Kotler (dalam cahyono, 1999) mendefenisikan sikap yaitu “Sikap menjelaskan evaluasi kognitif, perasaan emosional dan kecenderungan tindakan seorang yang menguntungkan atau tidak menguntungkan terhadap suatu benda atau sebuah gagasan.

      g. Analisis

      Komarudin (1991), mendefenisikan analisis yaitu “kegiatan berfikir untuk mengelompokkan suatu keseluruhan menjadi komponen-komponen yang dapat mengenali tanda-tanda komponen,hubungan sama lain dan fungsi masing-masing dalam suatu keseluruhan yang padu”.

      h. Pelanggan
      Anonim ISO 8420(1997) mendefenisikan pelanggan yaitu “penerima barang atau jasa”. Pelanggan sering disebut sebagai pihak kedua bisnis. Pelanggan juga dapat berupa suatu unit dalam suatu organisasi.
      2.2. Kerangka Pemikiran
      Produk merupakan titik awal keberhasilan maupun kegagalan dari pada kegiatan perusahaan secara keseluruhan, tanggapan konsumen mengenai suatu produk, berhubungan dengan sikap konsumen tersebut terhadap produk yang dibutuhkannya, dalam hal ini sikap seseorang atas suatu kebutuhan tentu juga dipengaruhi oleh harapan dan kemampuan untuk memuaskan kebutuhan tersebut.
      Menurut Kristanto ( dalam Cahyono, 1999), ada beberapa atribut yang mempengaruhi konsumen membeli Kartu As. Atribut ini yang digunakan untuk mengukur sikap konsumen terhadap produk kartu as School Community, yaitu :
      1. Nilai Informasi
      2. Jasa
      3. Pengalaman
      4. Kualitas Signal
      5. Even
      6. Tarif yang relative murah
      7. Harga yang relative murah

      BAB III
      METODE PENELITIAN
      3.1 Bentuk Penelitian
      Bentuk Penelitian ini adalah survey, yaitu dengan melakukan penelitian langsug terhadap pihak-pihak tertentu yang termasuk komponen-komponen yang behubungan dengan kegiatan penelitian yang dilakukan.
      3.2 Jenis dan Sumber Data
      a. Data Primer
      Merupakan data yang diperoleh dari sumber pertama
      b. Data Sekunder
      Merupakan data yang diperoleh dari publikasi atau laporan dari pihak lain
      3.3 Metode Pengumpulan Data
      a.Wawancara
      Yaitu upaya mengumpulan data dengan mewawancarai pimpinan beserta karyawan bagian penjualan PT.Telkomsel Jambi. Wawancara dilakukan agar data yang dilakukan melalui observasi dapat disesuaikan dan juga sebagai upaya mendapatkan data yang penting lainnya yang terkait dengan masalah penelitian ini.
      b. kuisioner
      Yaitu upaya mengumpulkan data dengan menyusun daftar pertanyaan untuk mendeskripsikan sikap konsumen terhadap produk kartu as school community di kota jambi.

      DAFTAR PUSTAKA

      Cahyono,B.T.1999, Manajemen Pemasaran, IPWI, Jakarta
      Kotler, P dan Amstrong, G. 1994 Dasar-dasar pemasaran, Intermedia, Jakarta
      Stanton. J.W, 1993. Prinsip Pemasaran,Erlangga, Jakarta.
      Rambat, L, 2002 Manajemen Pemasaran, Jilid Jasa Teori dan Praktek, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
      Sugianto. Iqbal Hasan, 2002 materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya, Ghalia Indonesia, Jakarta
      http://www.Wikipedia.Orng/wiki/produk.
      http://www.telkom.co.id/produk-layanan/
      http://www.id.wikipedia.org/../perilaku_konsumen

      Komentar oleh Ahyarnasution | Januari 21, 2013 | Balas

  21. Salam Pak JO,
    saya Sri Mulyani ( ERC1B010057 )
    Judul :
    Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen dalam Memilih Ojek Berargo (Transjek)
    1.1 Latar Belakang Masalah
    Kondisi jakarta yang supermacet di setiap ruas jalan memaksa banyak orang, termasuk kalangan profesional berdasi, naik sepeda motor ojek, satu-satunya transportasi yang bisa menembus momok macet, bila perlu sampai naik trotoar. Jadi, tak heran, kebutuhan akan moda transportasi yang “antimacet” sangat dibutuhkan. Masalahnya, yang membuat orang malas menggunakan jasa ojek adalah proses tawar menawar tarif dengan tukang ojek yang kadang menguras energi dan waktu. Terkadang, mereka asal menyebutkan nominal yag harus kita bayar tanpa mempertimbangkan seberapa jauh ( km ) kita menggunakan jasa ojek.
    Dari sinilah, dua pemuda: Nusa Ramadhan dan Riyandri Tjahjadi; menawarkan Transjek. Transjek adalah ojek yang menggunakan argo. Konsepnya secara garis besar seperti taksi karena ada argonya. Jadi penumpang tidak perlu tawar-menawar tarif. Sedangkan tarif transjek adalah Rp 4000 pada km pertama dan Rp 3000 pada km selanjutnya. Sangat berbeda jauh dengan tarif ojek yang tidak berargo.
    Dari masalah tersebut, saya tertarik untuk membahas tentang transjek. Saya berharap transjek segera hadir di kota Jambi agar konsumen yang menggunakan jasa ojek tidak merasa berat harus membayar ojek yang mahal.

    1.2 Permusan Masalah
    1. Bagaimana sistem pelayanan transjek berpengaruh terhadap keputusan konsumen dalam memilih menggunakan jasa transjek ?
    2. Bagaimana pengaruh harga terhadap keputusan konsumen dalam memilih jasa transjek?
    3. Bagaimana strategi pemasaran transjek agar lebih dikenal oleh masyarakat luas ?

    1.3 Tujuan Penelitian
    1. Mengetahui bagaimana sistem pelayanan transjek berpengaruh terhadap keputusan konsumen dalam memilih menggunakan jasa transjek ?
    2. Mengetahui bagaimana pengaruh harga terhadap keputusan konsumen dalam memilih jasa transjek?
    3. Mengetahui bagaimana strategi pemasaran transjek agar lebih dikenal oleh masyarakat luas?

    1.4 Manfaat Penelitian
    1. Agar mengetahui bagaimana sistem pelayanana, harga berpengaruh terhadap keputusan konsumen memilih jasa transjek
    2. Agar mengetahui bagaimana sistem pemasaran transjek agar lebih dikenal oleh masyarakat luas
    3. Sebagai bahan pertimbangan bagi orang yang mau berwirausaha mendirikan ojek berargo di Jambi

    Sri, apa ojek berargo sudah ada di Jambi?

    Komentar oleh sri mulyani | Desember 12, 2012 | Balas

  22. Nama : M. Ari kurniawan
    Nim : ERC IB 010 020
    Jurusan Manajemen kelas sore

    Judul : Analisis Prilaku Konsumen Dalam Pengambilan Keputusan Berbelanja di Pasar Baru Jambi

    I. PENDAHULUAN
    1.1 Latar Belakang
    Dengan seiring perkembangan zaman pada saat sekarang ini, dimana dengan pertumbuhan penduduk yang semakin banyak, tak jarang setiap individu masyarakat membutuhkan sandang dan pangan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari harinya.
    Dalam upaya pemenuhahan kebutuhan tersebut masyrakat membutuhkan suatu tempat perbelanjaan, contoh nya saja sebuah pasar
    Pasar menjadi tempat pertemuannya penjual dan pembeli dalam transaksi jual beli, di dalam pasar banyak menjual barang dan berbagai macam produk, mulai dari barang untuk kalangan bawah sampai barang untuk kalangan menengah dan atas.
    Pasar yang baik itu adalah pasar yang dalam penempatannya tertata dengan baik, bersih, aman, menydiakan lahan parkir yang luas, di dalam pasar menjual barang barang yang lengkap sehingga memudahkan konsumen mencari dan memilih barang yang di inginkan.
    Di dalam pasar juga menjadi tempat negosiasi atau tawar menawar antara penjual dan pembel, biasa pembeli mengginkan barang yang bagus dengan harga yang semurah mungkin, berbeda hal nya dengan penjual yang ingin menjual barang nya dengan harga setinggi mungkin.
    Di sinilah konsumen harus lebih teliti dan pandai pandai bernegosiasi agar barang yang di dapat bagus dan di peroleh dengan harga murah. Di kota jambi telah banyak sekali pasar pasar yang tersebar luas, disetiap daerah telah memiliki pasar, di daerah Talang Banjar jambi contoh ada sebuah pasar yaitu Pasar Baru Talang Banjar. Disini banyak menjual berbagai macam jenis produk kebutuhan yang di ingin kan konsumen. Sehingga konsumen yang berkunjung di pasar ini di pastikan tidak akan kecewa, karena pasar ini memiliki faktor faktor pendukungnya yang dapat meningkatkan mutu dari Pasar Baru Jambi hal ini memungkinkan konsumen untuk dapat mengambil keputusan berbelanja lagi di Pasar Baru Jambi

    Penelitian yang kamu ajukan terlalu luas, pilih yang lebih sempit aja agar bisa diteliti lebih baik.

    Komentar oleh M. Ari Kurniawan | Desember 12, 2012 | Balas

  23. Nama : Muhammad Fauzi
    Nim : ERC1B010056
    Jurusan: Manajemen
    Judul : Pengaruh Kualitas Produk dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Mebel CV Akbar Jaya

    a. Latar Belakang
    Perkembangan zaman yang semakin pesat seiring dengan peningkatan peradaban manusia menyebabkan persaingan yang semakin ketat. Dengan adanya persaingan tersebut mendorong setiap perusahaan untuk menciptakan keunggulan. hal yang harus dilakukan oleh suatu perusahaan adalah berinofasi dan mempertahankan pelanggan. Agar tujuan tersebut tercapai, maka setiap perusahaan harus berupaya menghasilkan dan menyampaikan barang dan jasa yang diinginkan konsumen dengan harga yang pantas (reasonable). Dengan demikian setiap perusahaan harus mampu memahami perilaku konsumen pada pasar sasarannya, karena kelangsungan hidup perusahaan tersebut sebagai organisasi yang berusaha memenuhi kebutuhan dan keinginan para konsumen sangat tergantung pada perilaku konsumennya. Apabila perusahaan sudah menetapkan strategi pemasarannya khususnya dalam kebijakan harga maka konsumen akan mempelajari, mencoba, dan menerima produk tersebut. Proses penerimaan konsumen pada suatu produk akan diimplementasikan dalam suatu bentuk keputusan pembelian. Produk pun dipersepsikan memiliki kualitas yang baik. Anggapan bahwa mebel tersebut merupakan produk yang bagus, awet. membuat harga purna jual produk mebel relative tetap tinggi dibandingkan mebel-mebel lainnya. Pengembangan yang terus menerus dari cv akbar jaya seperti pengembangan dari sisi bentuk dan juga asesoris, juga telah semakin memperkuat persepsi kualitas dari mebel tersebut. Hal ini tentu saja sebagai bagian dari upaya membendung pesaing-pesaing yang kini semakin banyak bermunculan dan terus menerus berusaha mengikis pangsa pasar. Berdasarkan kenyataan yang ada di masyarakat, ternyata produk Mebel cv akbar jaya cukup diminati oleh konsumen, tetapi ada saja hambatan konsumen dalam hal keputusan pembelian, seperti konsumen setelah melihat produk mebel ada yang tidak langsung membeli, tetapi ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan. Faktor yang menjadi penyebabnya antara lain adalah harga yang ditawarkan perusahaan kurang pantas, kualitas produknya tidak sesuai dengan harga produk tersebut. Untuk mengetahui permasalahan yang ada maka penulis mengadakan penelitian yang didasarkan pada asumsi bahwa adanya keterkaitan yang erat antara harga dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian mebel. Hal ini terbukti dengan adanya harga dan kualitas produk yang sesuai dengan harapan konsumen cv akbar jaya kota baru semakin meningkat. Dari permasalahan diatas penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan mengambil judul “Pengaruh Kualitas Produk dan harga terhadap Keputusan Pembelian mebel (studi kasus pada cv akbar jaya kota baru)“.

    Fauzi, kualitas produk konsep yg luas, ditambah lagi dg harga. Judul seperti ini terlalu luas. Silahkan ajukan ajukan judul lain.

    Komentar oleh Muhammad fauzi | Desember 12, 2012 | Balas

  24. Nama : Dedi Wijaya
    Nim : ERC 1B 010048
    Jurusan : Manajemen

    Judul : “RAWAT INAP PADA RS Dr BRATANATA JAMBI ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN ”

    Pelayanan kesehatan salah satu tujuannya adalah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap masyarakat mandiri dengan kesehatannya, serta terselenggaranya pelayanan kesehatan yang semakin bertemu dan merata.Dengan perkembagan zaman yang terus megalami perubahan seperti saat ini, keberadaan negara terus dituntut oleh warga masyarakatnya untuk meyelenggarakan pemerintah yang teransparan, akuntabel, reponsive, kompeten. Seleras degan hal itu, muncul berbagai tuntutan-tuntutan akan pelayanan yang lebih baik (pelayanan yang lebih prima) terhadap masyarakat sebagai penerima layanan.
    Rumah sakit yang ingin berkembang dan mendapat keunggulan kompetitif harus dapat memberikan produk berupa barang atau jasa yang berkualitas dan pelayanan yang baik kepada para pelanggan dari pesaingnya.Kualitas harus di mulai dari kebuthan pelanggan dan berakhir pada persepsi pelanggan (Kotler, 1994:54). Salah satu bidang jasa menjadi kebutuhan masyarakat adalah dibidang kesehatan. Pelayannan di bidang kesehatan akan senantiasa di butuhkan oleh masyarakat yang akan selalu megalami perkembagan ke arah yang lebih baik semakin maju pembaruan dibidang teknologi, maka pelayannan di bidang kesehatan juga megalami kemajuan, dibidang sarana dan prasana yang moderen serta menjadi akurat dalam bidang pelayannya.
    Masyarakat dalam memakai jasa sebuah pelayannan rumah sakit harus mendapatkan keputusan, masyarakat sangat mempertimbakan dan melihat kualitas pelayannan rumah sakit dan pelayannan medis serta memiliki lokasi yang mudah di jangkau. Sebagian besar calon konsumen akan berubah menjadi detektif, mencari bukti kopetensi, perhatian dan integritas. Perusahaan jasa harus memperhatikan hal-hal yang dapat memberi persepsi yang baigi calon konsumen sehinga dapat menumbuhkan kepuasan dan kepercayaan. Kepercayaan konsumen sangat mahal harganya dan akan sulit menumbuhkan karena melihat empat karakteristik jasa itu sendiri yaitu tak berwujud, bervariasi, tak terpisah, dan dapat musnah menurut tjiptono (2002:15-18). Serta tidak dapapat diulang untuk mengkonsumsi degan hal yang sama, oleh karna itu apabila pelayanaan jasa rumah sakit yang baik yaitu handal, canggih, modem, lengkap dan cepat dalam merespon pasien serta lokasi yang dapat di jangkau dengan mudah dan strategis, degan begitu konsumen atau pasien akan megambil keputusan untuk menggunakan jasa rawak inap yang di tawarkan dan setelah pemakaian jasa tersebut akan timbul sikap tentang kepuasan (Kotler,2002:278).
    Kualitas pelayannan di pegaruhi oleh harapan, kualitas proses dan output yang berkualitas. Pelayanan yang baik dapat dijadikan sebagai modal untuk menarik minat konsumen atau pasien (tjiptono,2000:235). Bagi rumah sakit yang meyediakan jasa tentu cukup sulit untuk mendapatkan setandar pelayanan yang sama di mata konsumen . Hal ini menurut kejelian pegelola SDM yang dimiliki agar kinerjanya optimum dalam memasukan konsumen (Luppiyoadi,2006:139).
    Oleh karna itu pelayanan yang baik dapat dijadikan modal untuk menarik minat konsumen karena kualitas pelayanan dapat menetukan kepuasan dan keingginan menggunakan jasa lagi tersebut.
    Kepuasan pasien adalah kebutuhan mendasar bagi peyedia layanan kesehatan. Kepuasan itu penting, ketika pasiean sendiri mencari jasa layanan kesehatam maka kepuasan akan menjadi patokan untuk keputusan pembelian di masa yang akan datang.
    Pada dasarnya pelayanan rumah sakit diperlukan oleh setiap orang untuk keperluan kesehatannya maka diharapkan kualitas pelayanan yang baik dapat menumbuhkan dan mempegaruhi keputusan dan kepercayaan pasien demi menimbulkan kepuasan pasien untuk megunakan jasa layanan kesehatan RS Dr Bratanata Jambi. Rumah sakit Dr Bratanata merupan intistusi jasa kesehatan milik TNI AD. Di dalam oprasionalnya rumah sakit ini mencoba menerapkan nilai-nilai kedisiplinan militer kedalam seluruh aspek dan managemennya.
    Berdasarkan uraian latar belakang maka judul yang saya pilih
    “RAWAT INAP PADA RS Dr BRATANATA JAMBI ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN ”

    Judulnya susah dipahami, mana variabel independen dan dependen kurang jelas.

    Komentar oleh Dedi Wijaya | Desember 12, 2012 | Balas

    • NAMA : Dedi Wijaya
      Nim :ERC1B010048
      Judul Proposal Tentatif : ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN JASA TERHADAP PASIEN DI RUMAH SAKIT Dr Bratanata Jambi

      Latar Belakang Masalah

      Dewasa ini masalah kesehatan telah menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat. Semua orang megingginkan kesehatan karena kesehatan dimulai sangat berharga dan mahal. Untuk itu, dalam rangka mendukung kesehatan bagi semua orang, harus ada upaya yang harus dilakukan, salah satunya adalah pemerintah memeberikan sarana kesehatan bagi masyarakatnya. Salah satu sarana tersebut adalah rumah sakit. (Griselda dan Tagor, 2007)
      Peusahaan yang bergerak dalam usaha jasa, khususnya Rumah sakit sudah
      harus mengetahui bagaimana kualitas pelayanan mereka dapat diterima oleh
      konsumennya, baik pasien rawat inap maupun pasien rawat jalan. Kualitas
      pelayanan sangat berhubungan erat dengan pelanggan. Semakin baik kualitas
      pelayanan yang diberikan akan mendorong pelanggan untuk menjalin hubungan
      kerja sama dalam jangka waktu yang panjang. Munculnya rumah sakit-rumah
      sakit swasta bahkan rumah sakit milik pemerintah serta klinik-klinik kesahatan
      semakin memperketat persaingan dalam menyediakan pelayanan jasa kesehatan.
      Salah satu strategi yang umum dillakukan oleh rumah sakit adalah dengan
      memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas.
      Persaingan dalam dunia usaha dewasa ini memberikan dorongan bagi pelaku
      usaha, khusunya usaha jasa, untuk mengedepankan kualitas layanan jasa dalam
      bersaing. Hal ini juga perlu diperhitungkan oleh RS Dr Bratanata Jambi dalam menjalankan
      usaha jasa kesehatan. Dengan melihat status RS Dr Bratanata yang merupakan rumah
      sakit swasta mendorong RS Dr Bratanata memperhatikan bagaimana layanan yang
      seharusnya diberikan kepasa konsumen sehingga konsumen merasa puas akan
      layanan yang mereka peroleh.
      Rumah sakit adalah sebagai salah satu sarana kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan memiliki peran yang sangat penting dalam mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Hal ini menuntut penyedia jasa pelayanan kesehatan yakni rumah sakit untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih baik, tidak hanya pelayanan yang bersifat penyembuhan penyakit tetapi juga mencakup pelayanan yang bersifat pencegahan. Oleh karena itu, rumah sakit dituntut untuk memberikan pelayanan yang bermutu sesuai dengan standar yang ditetapkan dan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat (Utama,2003)
      Mutu pelayanan rumah sakit mempunyai dua komponen, yaitu pemenuhan terhadap standar mutu yang telah ditetapkan dan pemenuhan akan kepuasan pelanggan. Rumah sakit harus memberikan pelayanan yang berfokus pada kepuasan pelanggan. Perbaikan kualitas jasa pelayanan kesehatan dapat dimulai dengan mengevaluasi setiap unsur-unsur yang berperan dalam membentuk
      kepuasan pasien. Sistem kepedulian kesehatan dapat diperbaiki melalui jalur klinis, layanan, termasuk perspektif pasien seperti seberapa baik jasa pelayanan kesehatan yang mereka butuhkan. (Utama, 2003)
      Pelayanan kesehatan yang bermutu adalah pelayanan kesehatan yang dapat memuaskan setiap pemakai jasa pelayanan sesuai dengan tingkatkepuasanrataratapenduduksertapenyelenggaraannya sesuai dengan kode etik dan standar pelayanan yang telah ditetapkan (Azwar, 1996). Dua unsur penting dalam upaya peningkatan pelayanan kesehatan adalah tingkat kepuasan pasien sebagai pengguna jasa dan pemenuhan standar pelayanan yang telah ditetapkan. Kenyataan ini bisa dilihat, bahwa ada beberapa hal yang dapat memberikan kepuasan pelanggan yaitu nilai total pelanggan yag terdiri dari nilai produk, nilai pelayanan, nilai personal, nilai image atau citra, dan biaya total pelanggan yang terdiri dari biaya moneter, biaya waktu, biaya tenaga, dan biaya pikiran (Kotler, 2000:50).

      Menuju era globalisasi dimana persaingan akan lebih terbuka, maka industri pelayanan kesehatan harus mampu merubah paradigma dalam memberikan pelayanan kesehatan. Tumbuhnya persaingan antar rumah sakit yang semakin ketat dan tajam sehingga setiap rumah sakit dituntut untuk mempertinggi daya saing dengan berusaha memberikan kepuasan kepada semua pasiennya. Kepuasan pasien merupakan satu elemen yang penting dalam mengevaluasi kualitas layanan dengan mengukur sejauh mana respon pasien setelah menerima jasa. Dengan adanya kualitas pelayanan yang baik di dalam rumah sakit, akan menciptakan kepuasan bagi para pasien. Secara teorinya, kepuasan didefinisikan sebagai suatu reaksi konsumen terhadap pelayanan yang diterima dan ditinjau berdasarkan pengalaman yang dialami. Selain itu, kepuasan juga mempertimbangkan tentang apa yang dirasakan oleh konsumen. Konsumen akan memberikan penilaian tentang suatu yang mereka dapatkan.

      Sesuai dengan UU No. 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen masuk dalam lingkup pelayanan kesehatan oleh rumah sakit terhadap pasien. Di samping itu dalam UU No. 23 tahun 1992 yang mengatur tentang kesehatan, semakin memberi kepastian mengenai hak-hak pasien yang dilindungi oleh undang-undang. Kedua undang-undang ini membawa konsekuensi hukum tentang kewajiban dan tanggung jawab rumah sakit atau dokter untuk memenuhi hak-hak pasien. Akibatnya para pelaku usaha atau pemberi jasa dapat diwajibkan untuk memberikan kompensasi, ganti rugi, atau penggantian bila ada keluhan dari konsumen. Melalui pemahaman ini diharapkan perusahaan jasa dapat mampu mengeliminasi tuntutan konsumen dan mengoptimalkan kepuasan konsumen.

      Selain itu berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan nomor 1197/Menkes/SK/X/2004 tentang standar pelayanan farmasi rumah sakit menyebutkan bahwa pelayanan farmasi rumah sakit adalah bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pelayanan kesehatan yang berorientasi kepada pelayanan pasien, penyediaan obat yang bermutu, termasuk pelayanan farmasi klinik yang terjangkau bagi semua lapisan masyarakat. Tuntutan pasien akan mutu pelayanan mengharuskan adanya perubahan pelayanan dari paradigma lama ke paradigma baru. Kebutuhan pasien yang diutamakan sehingga pasien merasa terpuaskan akan setiap pelayanna yang meerka terima dan kemudian dari kepuasan itu lahirlah loyal atau kesetiaan mereka sehingga membuat mereka untuk tidak beralih rumah sakit.Berkembangnya jumlah rumah sakit di Jambi menjadikan masyarakat Jambi memiliki banyak pilihan untuk menentukan rumah sakit mana yang akan mereka pilih. Masyarakat akan memilih rumah sakit yang mereka pandang memberikan kepuasan yang maksimal bagi mereka. Itu alasannya setiap rumah sakit hendaknya berorientasi pada kepuasan pasien untuk dapat bersaing dengan rumah sakit lain. Pasien akan merasa puas apabila ada persamaan antara harapan dan kenyataan pelayanan kesehatan yang diperoleh. Kepuasaan pengguna pelayanan kesehatan mempunyai kaitan yang erat dengan hasil pelayanan kesehatan, baik secara medis maupun non medis seperti kepatuhan terhadap pengobatan, pemahaman terhadap informasi medis dan kelangsungan perawatan (Kotler, 1997). RS Dr Bratanata merupakan sebuah lembaga yang bergerak dibidang jasa pelayanan kesehatan yang berada di Jambi. Rumah sakit ini bisa dikatakan memiliki pasien yang cukup banyak, tidak hanya berasal dari daerah Jambi saja, bahkan dari seluruh daerah di Sumatra lainnya. Alasan banyak orang datang ke RS Dr Bratanata ini karena dinilai dari harga yang ditawarkan bisa diterima bagi semua lapisan masyarkat dan tentunya rumah sakit ini menyediakan fasilitas yang lengkap dengan ahli medis yang mendukung dalam keahliannya dibanding dengan rumah sakit pemerintah lainnya. Hal ini yang menjadikan RS Dr Bratanata dituntut untuk terus meningkatkan kualitas akan pelayanan jasa kesehatan yang lebih baik, tidak saja pelayanan kesehatan yang bersifat menyembuhkan saja, tetapi lembaga kesehatan juga dituntut untuk dapat memberikan kepuasan pasien rumah sakit. Kepuasan itu tidak hanya dilihat dari sisi fisik atau fasilitas yang ada namun juga dari pelayanan yang diberikan. Untuk itu perlu adanya umpan balik terutama dari pasien sebagai pengguna pelayanan. Yang diharapkan nanti dapat berdampak positif dalam meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit dan pada akhirnya akan meningkatkan kepuasan dari pasien.Kepuasan pasien adalah kebutuhan mendasar bagi peyedia layanan kesehatan. Kepuasan itu penting, ketika pasiean sendiri mencari jasa layanan kesehatam maka kepuasan akan menjadi patokan untuk keputusan pembelian di masa yang akan datang.
      Pada dasarnya pelayanan rumah sakit diperlukan oleh setiap orang untuk keperluan kesehatannya maka diharapkan kualitas pelayanan yang baik dapat menumbuhkan dan mempegaruhi keputusan dan kepercayaan pasien demi menimbulkan kepuasan pasien untuk megunakan jasa layanan kesehatan RS Dr Bratanata Jambi. Rumah sakit Dr Bratanata merupan intistusi jasa kesehatan milik TNI AD. Di dalam oprasionalnya rumah sakit ini mencoba menerapkan nilai-nilai kedisiplinan militer kedalam seluruh aspek dan managemennya.
      Berdasarkan uraian latar belakang maka judul yang saya pilih
      ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN JASA TERHADAP PASIEN DI RUMAH SAKIT Dr Bratanata Jambi

      Rumusan Masalah :

      Berdasarkan uraian serta penjelasan yang telah dikemukanan pada latar
      belakang maka rumusan malasah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

      1. Apakah kualitas layanan jasa yang meliputi Tangible, Emphaty,
      Reliability, Responsiveness, dan Assurance berpengaruh terhadap
      kepuasan pasien di RS Dr Bratanata

      2. Apakah variabel assurance yang paling dominan berpengaruh
      terhadap kepuasan pasien di RS Dr Baratanata.

      Tujuan dan Manfaat Penelitian

      Tujuan Penelitian
      Tujuan yang hendak dicapai dari penelitian ini adalah :
      1. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kualitas layanan jasa yang
      meliputi Tangible, Emphaty, Reliability, Responsiveness, dan
      Assurance terhadap kepuasan pasien di RS Dr Bratanata.
      2. Untuk mengetahui variabel apa yang paling berpengaruh terhadap
      kepuasan pasien di RS Dr Bratanata.

      Manfaat Penelitian
      Adapun manfaat dari penelitian ini adalah:
      1. Sebagai masukan bagi pimpinan RS Dr Bratanata untuk mengetahui
      sejauh mana persepsi pasien terhadap kualitas layanan jasa dalam
      menciptakan kepuasan pasien.
      2. Sebagai bahan acuan dan bahan pustaka bagi mahasiswa maupun
      pihak-pihak lain yang ingin melakukan penelitian dengan obyek yang
      sama dimasa yang akan datang.
      3. Sebagai sumber informasi bagi RS Dr Bratanata dalam membuat
      kebijakan untuk memperbaiki kualitas layana jasa.

      Kerangka Pemikkiran

      Kunci keberhasilan suatu perusahaa adalah ketika mampu memberikan
      kepuasan bagi konsumen. Kepuasan konsumen merupakan perbandingan antara
      harapan konsumen dengan kenyataan yang dirasakan. Apabila harapan konsumen
      sama atau melebihi apa yang dirasakan maka dapat dikatan bahwa konsumen
      merasa puas. Begitu pula sebaliknya, jika harapan konsumen tidak sama atau jauh
      dari apa yang diharapkan maka dapat dikatakan bahwa konsumen merasa tidak
      puas. Konsumen yang merasa puas kemungkinan akan melakukan pembelian
      ulang atau merekomendasikan kepada orang lain.
      Kepuasan konsemen bisa timbul dari kualitas playanan yang diterima
      konsumen, khususnya usaha jasa. Kualitas layanan itu sendiri terdiri dari lima
      dimensi yaitu Tangible (bukti fisik), Reliability (keandalan), Responsiveness
      (ketanggapan), Assurance (jaminan), dan Emphaty (empati). Tangble ini meliputi
      fasilitas fisik, teknologi, serta penampilan pegawainya. Reliability ini meliputi
      kinerja yang tepat waktu, pelayanan tanpa kesalahan, sikap simpatik, dan dengan
      akurasi tinggi. Responsiveness ini meliputi kemauan untuk membantu dan
      memberikan pelayanan yang cepat dan tepat kepada pelanggan. Assurance ini
      meliputi komunikasi (communication), kredibilitas (credibility), keamanan
      (security), kompetensi (competence), dan sopan santun (courtesy). Emphaty ini
      meliputi upaya memahami keinginan pelanggan.

      TINJAUAN PUSTAKA

      Pengertian Pemasaran

      Pemasaran berhubungan dengan mengidentifikasi dan memenuhi
      kebutuhan manusia dan masyarakat. Untuk menjadi seorang pemasar,
      seseorang harus memahami arti pemasaran, bagaimana menjalankan usaha
      pemasaran, jenis apa yang akan dipasarkan serta untuk siapa usaha itu
      dipasarkan.
      Manajemen Pemasaran menurut Kotler dalam buku Basu Swastha dan
      Irawan (2003 : 10) mengemukakan bahwa : “Manajemen pemasaran
      adalah penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan
      program-program yang ditujukan untuk mengadakan pertukaran dengan
      pasar yang dituju dengan maksud untuk mencapai tujuan organisasi. Hal
      ini sangat tergantung pada penawaran organisasi dalam memenuhi
      kebutuhan dan keinginan pasar tersebut serta menentukan harga,
      mengadakan komunikasi, dan distribusi yang efaktif untuk memberitahu,
      mendorong serta melayani pasar.”
      Orang dapat mengasumsikan akan selalu ada kebutuhan penjualan.
      Pemasaran merupakan sebuah siklus yang berawal dari kebutuhan dan
      keinginan konsumen yang berorientasi pada kepuasan konsumen untuk
      mendapatkan persepsi konsumen. Tujuan pemasaran adalah mengetahui
      dan memahami pelanggan sedemikian rupa sehingga produk atau jasa itu
      8
      cocok dengan pelanggan. Idealnya, pemasaran hendaknya menghasilkan
      seseorang yang siap untuk membeli dimana pemasar tinggal menyediakan
      produk atau jasa yang dibutuhkan.
      Menurut Asosiasi Pemasaran Amerika dalam Kotler dan Keller (2009
      : 6) mengemukakan bahwa : “Pemasaran adalah satu fungsi organisaasi
      dan seperangkat proses untuk menciptakan, mengkomunikasikan dan
      menyerahkan nilai kepada pelanggan dan mengelola hubungan pelanggan
      dengan cara yang menguntungkan organisasi dan para pemilik sahamnya.”
      Sedangkan menurut Willam J. Stanton (Basu Swastha dan Irawan
      2003 : 5) “Pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatankegiatan
      bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga,
      mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan
      kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.”
      Kegiatan pemasaran diharapkan dapat menumbuhkan rasa kepuasan
      bagi para konsumen. Hal ini sangat bermanfaat dalam mempertahankan
      konsumen atau dapat memberikan sudut pandang yang baik terhadap
      perusahaan.
      Dalam konteks yang lebih luas, pemasaran merupakan jalan bagi
      perusahaan untuk memperoleh pemenuhan kebutuhan. Kebutuhan manusia
      untuk melakukan pemasaran maka manajer pemasaran sebagai salah satu
      fungsi perusahaan harus mengenali seluk beluk keinginan atau kebutuhan
      manusia dengan menawarkan kepuasan bagi konsumen.
      Pemasaran menurut Kotler dan Keller (2009 : 6) adalah : “Proses
      sosial yang didalamanya individu dan kelompok mendapatkan apa yang
      mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan
      secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.”
      9
      Defenisi ini mengakui bahwa manajemen pemasaran adalah proses
      yang melibatkan analisa, perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian yang
      mencakup barang, jasa dan gagasan yang tergantung pada pertukaran
      dengan tujuan menghasilkan kepuasan bagi pihak-pihak yang terlibat.
      Konsep pemasaran menegaskan bahwa kunci untuk mencapai tujuan
      organisasi yang ditetapkan adalah perusahaan tersebut harus menjadi lebih
      efektif dibandingkan para pesaing dalam menciptakan, menyerahkan, dan
      mengkomunikasikan nilai pelanggan kepada pasar sasaran yang terpilih.
      Theodore Levitt dari Harvard menggambarkan perbedaan pemikiran
      yang kontras antara konsep penjualan dam pemasaran: Penjualan berfokus
      pada kebutuhan penjualan, sementara pemasaran mempunyai gagasan
      untuk memuaskan kebutuhan pelanggan lewat sarana-sarana produk dan
      keseluruhan kelompok barang yang dihubungkan dengan hal menciptakan,
      menyerahkan dan akhirnya mengkonsumsinya (Kotler dan Keller 2009 :
      19).

      Pengertian Jasa
      Jasa pada dasarnya adalah seluruh aktivitas ekonomi dengan output
      selain produk dalam pengertian fisik, dikonsumsi dan diproduksi pada saat
      bersamaan, memberikan nilai tambahan dan secara prinsip tidak berwujud
      (intangible) bagi pembeli pertamanya.
      Jasa sering dilihat sebagai aktivitas atau manfaat yang ditawarkan oleh
      suatu pihak kepada pihak lain yang tidak berwujud. Segala usaha yang
      bergerak dibidang jasa sangat menekankan pada kualitas proses. Hal ini
      sangat berpengaruh karena konsumen biasanya terlibat langsung dengan
      10
      proses tersebut. Proses layanan yang baik akan langsung dirasakan oleh
      konsumen dan begitupun sebaiknya. Sehingga proses jasa tidak sama
      dengan proses produk dimana konsumen tidak berhubungan secara
      langsung dengan pelaku usaha.
      “Jasa adalah sertiap tindakan atau perbuatan yang dapat ditawarkan
      oleh suatu pihak kepada pihak lain yang pada dasarnya tidak berwujud
      fisik (intangible) dan tidak menghasilkan kepemilikan atas suatu apapun”
      (Philip Kotler 1996 : 260).
      Dalam rumusan yang agak mirip dengan definisi Kotler, Adrian Payne
      (Yazid 1999 : 2), merumuskan jasa sebagai : “Aktivitas ekonomi yang
      mempunyai sejumlah elemen (nilai atau manfaat) intangible yang
      berkaitan dengannya, yang melibatkan sejumlah interaksi dengan
      konsumen atau dengan barang-barang milik, dan tidak menghasilkan
      transfer kepemilikan. Perubahan dalam kondisi bisa saja muncul dan
      produksi suatu jasa bisa saja atau bisa juga tidak mempunyai kaitan
      dengan
      Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa jasa pada
      dasarnya merupakan suatu kegiatan yang memiliki beberapa unsur
      ketakberwujudan yang dapat diberikan oleh suatu pihak kepada pihak
      lainnya dan memberikan berbagai manfaat bagi pihak-pihak yang terkait.

      Karakteristik dan Klasifikasi Jasa

      Menurut Kotler dan AB Sutanto (2001 : 605) jasa memiliki empat
      karakteristik utama yang sangat mempengaruhi rancangan program
      pemasaran.
      1. Tidak berwujud
      Jasa merupakan sesuatu yang tidak berwujud. Tidak seperti produk
      fisik, jasa tidak dapat dilihat, dirasa, diraba, didengar, atau dicium sebelum
      jasa itu dibeli. Untuk mengurangi ketidakpastian, pembeli akan mencari
      tanda atau bukti kualitas jasa. Mereka akan menarik kesimpulan mengenai
      kualitas jasa dari tempat, orang, peralatan, alat komunikasi, simbol dan
      harga yang mereka lihat.
      2. Tidak Dapat Dipisahkan
      Umumnya jasa dihasilkan dan dikonsumsi secara bersamaan. Tidak
      seperti barang fisik yang diproduksi, disimpan dalam persediaan,
      didistribusikan lewat berbagai penjual, dan kemudian baru dikonsumsi.
      Jika jasa itu dilakukan oleh orang, maka penyedianya adalah bagian dari
      jasa. Karena klien juga hadir saat jasa itu dilakukan, interaksi penyediaklien
      adalah ciri khusus dari pemasaran jasa. Baik penyedia maupun klien
      mempengaruhi hasil jasa.
      3. Variabilitas
      Jasa sangat bervariasi, karena tergantung pada siapa menyediakan dan
      kapan serta dimana jasa itu dilakukan. Perusahaan jasa dapat mengambil
      tiga langkah ke arah kontrol kualitas. Pertama adalah investasi dalam
      seleksi dan pelatihan karyawan yang baik. Langkah kedua adalah
      menstandarisasi proses pelaksanaan jasa di seluruh organisasi. Langkah
      ketiga adalah memonitor kepuasan pelanggan lewat sistem saran dan
      keluhan, survei pelanggan, dan belanja perbandingan, sehingga pelayanan
      yang kurang dapat dideteksi dan diperbaiki.
      12
      4. Tidak Tahan Lama
      Jasa tidak disimpan. Tidak tahan lamanya jasa tidak menjadi masalah
      bila permintaan tetap karena mudah mengatur staf untuk melakukan jasa
      itu terlebih dahulu. Jika permintaan berfluktuasi, perusahaan jasa
      menghadapi masalah yang rumit.
      Untuk mengklasifikasikan jasa, dapat dipandang dari dua hal berikut
      (Ririn dan Martuti 2002 : 3) :
      1. Tingkat kontak pelanggan dengan pemberi jasa sebagai bagian dari
      sistem saat jasa tersebut dihasilkan.
      a) High-contak system. Untuk menerima jasa pelanggan harus
      menjadi bagian dari sistem, misalnya pendidikan, rumah sakit,
      dan transportasi.
      b) Law-contak system. Pelanggan tidak perlu menjadi bagian dari
      sitem untuk menerima jasa, misalnya jasa perbankan, reparasi
      mobil atau sepeda motor.
      2. Melihat kesamaannya dengan operasi manufaktur.
      a) Pure service. Jasa yang tergolong high contact dengan tanpa
      persediaan, dengan kata lain benar-benar beda dengan
      manufaktur.
      b) Quasi manufacturing service. Jasa ini mirip dengan
      manufaktur, karena jasa ini bersifat low contact dan pelanggan
      tidak harus menjadi bagian dari proses produksi jasa.
      c) Mixed service. Merupakan kelompok jasa dengan tingkat
      kontak menengah (moderate contact) yang menggabungkan
      13
      beberapa fitur/sifat pure service dan quasi manufacturing
      service.

      Kualitas Layanan Jasa

      Pengertian Layanan

      Sebagai pelaku usaha dalam dunia bisnis, setiap perusahaan yang
      bergerak dalam penjualan jasa dapat bersaing dengan usaha jasa sejenis
      dengan memberikan pelayanan yang bermutu serta memenuhi tingkat
      kepentingan konsumen.Tingkat kepentingan konsumen terhadap jasa yang
      akan mereka terima dapat dibentuk berdasarkan pengalaman dan saran
      yang mereka peroleh. Konsumen memilih pemberi jasa berdasrkan
      peringkat kepentingan. Dan setelah menikmati jasa tersebut mereka
      cenderung akan membandingkannya dengan yang mereka harapkan.
      “Pelayanan adalah aktivitas atau manfaat yang ditawarkan oleh
      satu pihak, yang tidak berwujud dan tidak menghasilkan kepemilikan
      apapun” (M Taufik Amir 2005 :11).
      Keputusan Menteri Pendayagunaan AparaturNegara Nomor :
      63/KEP/M.PAN/7/2003 tentang Pedoman Umum Penyelanggaraan
      Pelayanan Publik adalah: “segala kegiatan pelayanan yang dilaksanakan
      oleh penyelenggara pelayanan publik sebagai upaya pemenuhan
      kebutuhan penerima pelayanan maupun pelaksanaan ketentuan peraturan
      perundang-undangan”.
      Adapun kelompok pelayanan publik menurut Keputusan Menteri
      Pendayagunaan AparaturNegara Nomor : 63/KEP/M.PAN/7/2003 adalah
      sebagai berikut :
      1. Kelompok Pelayanan Administratif yaitu pelayanan yang
      menghasilkan berbagai bentuk dokumen resmi yang dibutuhkan oleh
      publik, misalnya status kewarganegaraan, sertifikat kompetensi,
      kepemilikan atau penguasaan terhadap suatu barang dan sebagainya.
      Dokumen-dokunen ini antara lain Kartu Tanda Penduduk (KTP), Akte
      Pernikahan, Akte Kelahiran, Akte Kematian, Buku Pemilik Kendaraan
      Bermotor (BPKB), Surat Ijin Mengemudi (SIM), Surat Tanda Nomor
      Kendaraan Bermotor (STNK), Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), Paspor,
      Sertifikat Kepemilikan/Penguasaan Tanah, dan sebagainya.
      2. Kelompok Pelayanan Barang yaitu pelayanan yang menghasilkan
      berbagai bentuk/jenis barang yang digunakan oleh publik, misalnya
      jaringan telepon, penyediaan tanaga listrik, air bersih, dan sebagainya.
      3. Kelompok Pelayanan jasa yaitu pelayanan yang menghasilkan
      berbagai bentuk jasa yang dibutuhkan oleh publik, misalnya pendidikan,
      pemeliharaan kesehatan, penyelenggaraan transportasi, pos, dan
      sebagainya.

      Kualitas Jasa

      Salah satu cara utama membedakan sebuah jasa adalah
      memberikan jasa dengan kualitas yang lebih tinggi dari pesaing secara
      konsisten. Kuncinya adalah memenuhi atau melebihi ekspektasi kualitas
      jasa pelanggan sasaran.
      15
      Menurut American Society fot Quality Control, “kualitas adalah
      keseluruhan dari ciri-ciri dan karakteristik-karakteristik dari suatu
      produk/jasa dalam hal kemampuannya untuk memenuhi kebutuhankebutuhan
      yang telah ditentukan atau bersifat laten, dan dengan kata lain
      kualitas suatu produk/jasa adalah sejauh mana produk/jasa memenuhi
      spesifikasi-spesifikasinya” (Ririn danMastuti 2011 : 105).
      Kualitas layanan harus dimulai dari kebutuhan pelanggan dan berakhir
      dengan kepuasan pelanggan serta persepsi terhadap kualitas jasa. Sebagai
      pihak yang membeli dan mengkonsumsi jasa, pelanggan (dan bukan
      penyedia jasa) yang menilai tingkat kualitas jasa sebuah perusahaan.

      Dimensi Kualitas Layanan

      Dalam salah satu studi mengenai SERVQUAL, oleh Parasuraman
      (19980 yang melibatkan 800 pelanggn (yang terbagi dalam 4 perusahaan)
      berusia 25 tahun ke atas disimpulkan, terdapat 5 dimensi SERVQUAL,
      yaitu sebagai berikut (Ririn dan Martuti 2002 : 107)
      1. Tangible atau bukti fisik, yaitu kemampuan suatu perusahaan
      dalam menunjukkan eksistensinya pada pihak eksternal. Penampilan dan
      kemampuan sarana dan prasarana fisik perusahaan dan keadaan
      lingkungan sekitarnya adalah bukti nyata dari pelayanan yang diberikan
      oleh pemberi jasa, ini meliputi fasilitas fisik, teknologi, serta penampilan
      pegawainya.
      2. Reliability atau keandalan, yaitu kemampuan perusahaan untuk
      memberikan pelayanan sesuai yang dijanjikan secara akurat dan
      terpercaya. Harus sesuai dengan harapan pelanggan, berarti kinerja yang
      tepat waktu, pelayanan tanpa kesalahan, sikap simpatik, dan dengan
      akurasi tinggi.
      16
      3. Responsiveness atau ketanggapan, yaitu suatu kemauan untuk
      membantu dan memberikan pelayanan yang cepat dan tepat kepada
      pelanggan, dengan penyampaian informasi yang jelas. Membiarkan
      pelanggan menunggu tanpa alasan yang jelas, menyebabkan persepsi yang
      negatif dalam kualitas jasa.
      4. Assurance atau jaminan dan kepastian, yaitu pengetahuan,
      kesopanan, dan kemampuan para pegawai perusahaan untuk
      menumbuhkan rasa percaya pelanggan kepada perusahaan. Terdiri atas
      komponen komunikasi (communication), kredibilitas (credibility),
      keamanan (security), kompetensi (competence), dan sopan santun
      (courtesy).
      5. Emphaty, yaitu memberikan perhatian, tulus, dan bersifat
      individual atau pribadi kepada pelanggan dengan berupaya memahami
      keinginan pelanggan, dimana suatu perusahaan diharapkan memiliki suatu
      pengertian dan pengetahuan tentang pelanggan, memahami kebutuhan
      pelanggan secara spesifik, serta memiliki waktu pengoperasian yang
      nyaman bagi pelanggan.

      Analisis Kesenjangan Kualitas Jasa

      Terdapat lima kesenjangan (gap) yang menyebabkan perbedaan
      persepsi tentang kualitas jasa adalah sebagai berikut (Ririn dan Mastuti
      2011 :111) :
      1. Gap persepsi manajemen, yaitu adanya perbedaan antara penilaian
      pelayanan menurut pengguna jasa dan persepsi manajeman mengenai
      harapan pengguna jasa
      17
      2. Gap spesifikasi kualitas, yaitu kesenjangan antara persepsi
      manajemen mengenai harapan pengguna jasa dan spesifikasi kualitas jasa.
      3. Gap penyampaian pelayanan, yaitu kesenjangan antara spesifikasi
      kualitas jasa dan penyampaian jasa (service delivery).
      4. Gap komunikasi pemasaran, yaitu kesenjangan antara
      penyampaian jasa dan komunikasi internal.
      5. Gap dalam pelayanan yang dirasakan, yaitu perbedaan persepsi
      antara jasa yang dirasakan dan diharapkan oleh pelanggan.

      Kepuasan Konsumen

      Pengertian Konsumen/Pelanggan

      Kata pelanggan sangatlah tidak asing dalam dunia bisnis. Setiap
      usaha pasti memiliki pelanggan tersendiri. Dari usaha rumah tangga
      sampai usaha bertaraf internasional, dari usaha yang bergerak dibidang
      produk sampai usaha dibidang jasa sangatlah paham arti pelanggan itu.
      Menurut Webster 1928 Dictionary 2 (Ririn dan Mastuty 2011
      :103), pelanggan adalah “one of frequents any place of sale for the sake or
      purchasing good or wares” (pelanggan adalah seseorang yang beberapa
      kali datang ke tempat yang sama untuk membeli suatu barang atau
      peralatan) atau “customer is one who frequents or visit any place for
      procuring what he wants” (pelanggan adalah seseorang yang beberapa kali
      datang ketempat yang sama untuk memenuhi apa yang diinginkan).
      Pelanggan merupakan fokus utama dalam pembahasan mengenai
      kepuasan dan kualitas jasa. Dalam hal ini pelanggan memegang peranan
      cukup penting dalam mengukur tingkat kepuasan terhadap pelayanan yang
      diberikan oleh perusahaan untuk menilai kualitas layanan.
      Pentingnya peranan pelanggan bagi kelangsungan hidup
      perusahaan seringkali diungkapkan oleh para pelaku bisnis dengan cara
      mengungkapkannya dalam bentuk pujian dan kebanggaan kepada
      pelanggan.
      Jadi dengan kata lain, pelanggan adalah seseorang yang secara
      berulang kali datang ke suatu tempat yang sama untuk memuaskan
      20
      keinginannya dengan memiliki suatu produk atau mendapatkan jasa dan
      membayar produk atau jasa tersebut.

      Pengertian Kepuasan Konsumen/Pelanggan

      “Pelanggan mengalami berbagai tingkat kepuasan atau
      ketidakpuasan setelah mengalami masing-masing jasa sesuai dengan
      sajauh mana harapan mereka terpenuhi atau ttidak. Karena kepuasan
      adalah keadaan emosional, reaksi pascapembelian mereka dapat berupa
      kemarahan, ketidakpuasan, kejengkelan, netralitas, kegembiraan, atau
      kesenangan” (Chirstopher dan Lauren 2001 : 102).
      Kepuasan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang
      muncul setelah membandingkan kinerja (hasil) produk yang dipikirkan
      terhadap kinerja (atau hasil) yang diharapkan. Jika kinerja berada di bawah
      harapan, pelanggan tidak puas. Jika kinerja memenuhi harapan, pelanggan
      puas. Jika kinerja melebihi harapan, pelanggan amat puas atau senang
      (Kotler dan Keller 2009 :177).
      Tujuan dari sebuah usaha tidak hanya sebatas besaran laba yang
      diterima, terlebih dari itu tujuan yang lebih utama adalah kepuasan dari
      pelanggan. Kepuasan pelanggan sangat terasa dalam dunia usaha jasa
      karena pelanggan berhubungan langsung secara aktif dengan pemberi jasa
      tersebut. Kepuasan yang diperoleh plelanggan akan dirasakan juga oleh
      perusahaan penyalur jasa. Kepuasan yang dirasakan pelanggan akan
      meningkatkan transaksi akan perusahaan tersebut yang tentu saja akan
      meningkatkan laba perusahaan.

      Kepuasan pelanggan telah menjadi konsep sentral dalam teori dan
      praktek pemasaran, serta merupakan salah satu tujuan penting bagi
      aktifitas bisnis. Kepuasan pelanggan berkontribusi pada sejumlah aspek
      krusial, seperti terciptanya loyalitas pelanggan dan meningkatnya reputasi
      perusahaan.
      “Kepuasan konsumen didefinisikan sebagai keseluruhan sikap
      yang ditunjukkan konsumen atas barang atau jasa setelah mereka
      memperoleh dan menggunakannya. Ini merupakan penilaian evaluatif
      pascapemilihan yang disebabkan oleh seleksi pembelian khusus dan
      pengalaman menggunakan/mengkonsumsi barang atau jasa tersebut” (John
      C Mowen dan Michael Minor 2002 : 89)
      Namun, definisi yang banyak diacu adalah dari Oliver (Husein
      Umar 2003 : 14) yang menyatakan bahwa kepuasan pelanggan
      didefinisikan sebagai evaluasi purnabeli, dimana persepsi terhadap kinerja
      alternatif produk/jasa yang dipilih memenuhi atau melebihi harapan
      sebelum pembelian. Apabila persepsi terhadap kinerja tidak dapat
      memenuhi harapan, maka yang terjadi adalah ketidakpuasan.
      Karena itu, pelanggan tidak akan merasa puas bila harapannya
      belum terpenuhi. Pelanggan dapat dikatakan merasakan kepuasan apabila
      kesan yang diperoleh sama dengan atau lebih dari apa yang diharapkan.
      Kepuasan merupakan fungsi dari kesan kinerja dan harapan. Jika kinerja
      berada dibawah harapan, pelanggan tidak puas. Jika kinerja memenuhi
      harapan, pelanggan puas. Jika kinerja melebihi harapan, pelanggan amat
      puas atau senang.

      Harapan pelanggan dipengaruhi oleh pengalaman pembelian
      mereka sebelumnya, nasihat teman atau kolega, serta janji dan informasi
      pemasar dan para pesaingnya. Jika pemasar meningkatkan harapan terlalu
      tinggi, para pembeli kamungkinan besar akan merasa kecewa. Beberapa
      perusahaan paling berhasil di masa kini sdang meningkatkan harapan dan
      memberikan kinerja yang memenuhinya
      Mengukur Kepuasan Pelanggan

      Setiap perusahaan diharapkan melakukan pengukuran tingkat
      kepuasan pelanggannya secara tertur, karena jika ingin mempertahankan
      pelanggan kuncinya adalah kepuasan yang dirasakan oleh pelanggan.
      Seorang pelanggan yang merasa puas akan jasa yang diperoleh cenderung
      lebih lama setia, akan menggunakan produk baru yang dikeluarkan oleh
      perusahaan, dan merekomendasikan produk perusahaan kepada orang lain.
      Berikut ini adalah enam konsep yang umum dipakai dalam
      mengukur kepuasan pelanggan, yaitu (Husein Umar 2003 :15) :
      1. Kepuasan pelanggan keseluruhan. Caranya yaitu dengan
      menanyakan pelanggan mengenai tingkat kepusan atas jasa yang
      bersangkutan serta menilai dan membandingkan dengan tingkat kepuasan
      pelanggan keseluruhan atas jasa yang mereka terima dari para pesaing.
      2. Dimensi kepuasan pelanggan. Prosesnya melalui empat langkah.
      Pertama, mengidentifikasi dimensi-dimensi kunci kepuasan pelanggan.
      Kedua, meminta pelanggan menilai jasa perusahaan berdasarkan item-item
      spesifik seperti kecepatan layanan atau keramahan staf pelayanan terhadap
      pelanggan. Ketiga, meminta pelanggan menilai jasa pesaing berdasarkan
      23
      item-item spesifik yang sama. Keempat, meminta pelanggan menentukan
      dimensi-dimensi yang menurut mereka ada dikelompok penting dalam
      menilai kepuasan pelanggan keseluruhan.
      3. Konfirmasi harapan. Pada cara ini, kepuasan tidak diukur
      langsung, namun disimpulkan berdasarkan kesesuaian/ketidaksesuaian
      antara harapan pelanggan dengan kinerja aktual jasa yang dijual
      perusahaan.
      4. Minat pembeli ulang. Kepuasan pelanggan diukur berdasarkan
      apakah mereka akan mengadakan pembelian ulang atas jasa yang sama
      yang dia konsumsi.
      5. Kesediaan untuk merekomendasi. Cara ini merupakan ukuran yang
      penting, apalagi bagi jasa yang pembelian ulangnya relatif lama, seperti
      jasa pendidikan tinggi.
      6. Ketidakpuasan pelanggan. Dapat dikaji misalnya dalam hal
      komplain, biaya garansi, word of mouth yang negatif, serta defections.

      DAFTAR PUSTAKA

      Amir, M. Taufiq. 2005. Dinamika Pemasaran. Jakarta: PT Raja Grafi
      Persada.
      Griffin, Ricky W. Ronald J. Ebert. 2005. Bisnis. Edisi VI. Jakarta: PT Indeks.
      Kotler, Philip. 1997. Manajemen Pemasaran. 1 jld. Jakarta: PT
      Prenhalindo.
      Kotler, Philip. Kevin Lane Keller. 2009. Manajemen Pemasaran. 1 jld. Edisi 12.
      Jakarta: Indeks
      Kotler, Philip. A. B. Susanto. 2001. Manajemen Pemasaran di Indonesia. Jakarta:
      Salemba Empat.
      Kotler, Philip, et al. 1996. Manajemen Pemasaran: Perspektif Asia. Buku 2.
      Yogyakarta: Andi.
      Lovelock, Christopher H. Lauren K. Wright. 2001. Manajemen Pemasaran Jasa.
      Jakarta: Indeks.
      Mower, John C. Michael Minor. 2002. Perilaku Konsumen. 2 jld. Edisi 5. Jakarta:
      Erlangga.
      Ratnasari, Ririn Tri. Martuti H. Aksa. 2002. Manajemen Pemasaran Jasa. Jakarta:
      Ghalia Indonesia.
      Simamora, Bilson. 2001. Memenangkan Pasar. Jakarta: gramedia Pustaka Utama.
      Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Administrasi. Cetakan kelima belas. Bandung:
      Alfabeta.
      Swastha, Basu DH. Drs. M.B.A. drs. Irawan, M.B.A. 2003. Manajemen
      Pemasaran Modern. Cetakan II. Yogyakarta: Liberty.
      Umar, Husein. 2003. Manajemen Riset Perilaku Konsumen Jasa. Jakarta: Ghalia
      Indonesia.
      Umar, Husein. 2005. Riset Pemasaran dan Perilaku Konsumen. Cetakan IV.
      Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
      Yazid. 1999. Pemasaran Jasa: Konsep dan Implementasi. Edisi 1. Cetakan 1.
      Yogyakarta: Ekonisia.

      Komentar oleh dedi wijaya | Januari 21, 2013 | Balas

  25. Selamat sore pak jo
    Nama : siska liani rozalina
    Nim : C1B010107
    Manajemen kelas pagi
    Mengajukan proposal skripsi dengan judul :
    ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PRODUK SMARTPHONE
    1.1 LATAR BELAKANG
    Dalam era globalisasi seperti sekarang ini , kemajuan teknologi pada saat ini sudah sangat pesat dan terus melaju dengan cepat . teknologi mengalami perkembangan yang sangat cepat karena setiap teknologi yang ada selalu mengalami inovasi dari waktu kewaktu, hal inilah yang menyebabkan terjadinya sebuah evolusi teknologi sehingga teknologi yang sekarang ada akan semakin maju dan canggih .
    Dengan semakin canggihnya sebuah teknologi secara otomatis akan memebawa dampak positif bagi penggunanya. Salah satu contoh produk yang saat ini banyak dinikmati oleh masyarakat adalah produk smartphone . ini ditunjukan dengan meningkatnya angka penjualan smartphone dari tahun ke tahun dan banyak nya perusahaan yang bersaing dalam ruang lingkup gadget khusus nya smartphone , produk smartphone diantaranya blackberry , android , apple dan banyak nya perusahaan yang melirik pangsa pasar ini yang mana nokia juga sudah mengeluarkan produk smartphone nya . produk smartphone memiliki fitur dan kemampuan yang berbeda dari jenis produk
    IT yang lain . dengan smartphone nya user dapat mengakses , menyimpan data atau program program khusus dan data data penting lainnya dalam smartphone mereka .tentunya ini akan memepermudah dan mempercepat suatu pekerjaan dan sangat mendukung mobilitas yang tinggi dari setiap orang yang memakainya.

    Ada sejumlah faktor yang menyebabkan smartphone begitu cepat dikenal dan diterima masyarakat , saat ini muncul fenomena dikalangan masyarakat yang ingin segala sesuatu yang cepat ,apalagi didukung fitur smartphone yang saat ini telah lengkap . dari sisi harga smartphone dengan seri tertentu terlihat jauh lebih mahal dari produk IT yang lain , namun sekarang banyak smartphone yang memiliki fitur yang lengkap namun dengan harga yang lumayan terjangkau . smartphone tak hanya berguna untuk melakukan fungsi dasarnya saja yaitu telpon dan sms tetapi smartphone adalah media multi fungsi yang dapt digunakan sebagai alat multimedia seperti browsing , chatting di internet , merekam , mendengarkan musik , main games dan memotret dalam segala momen , tentunya smartphone banyak sekali manfaat nya bagi penggunanya .

    Peta persaingan di industri smartphone pada saat ini sudah tidak asing lagi dilihat berbagai perusahaan IT sudah mulai unjuk gigi dalam mengisi persaingan di industri teknologi informasi dengan mengeluarkan produk produk yang memilki fitur fitur lengkap .namun keputusan apakah sesorang ingin membeli ataupun menggunakan produk smartphone apa dan mereka apa mutlak adalah keputusan dan keinginan masing masing ,serta apakah sampai saat ini para pengguna dan konsumen dari smartphone tersebut merasa puas terhadap kinerja dari produk tersebut . guna mencari informasi lebih lanjut tentang pemaparan dari latar belakang diatas , maka judul yang penulis ambil untuk proposal skripsi adalah “analisis tingkat kepuasan konsumen terhadap produk smartphone “

    1.2 rumusan masalah
    sebuah perusahaan harus mengetahui bagaimanakah kinerja dari produk mereka sendiri dimata konsumennya , dengan kata lain , apakah masyarakat dan konsumen mereka puas terhadap produk serta jasa yang mereka berikan . maka penilaian konsumen akan sangat bervariasi serta tidak terukur . pengukuran terhadap atribut atribut produk yang dihasilkan oleh sebuah perusahaan akan sangat berperan penting untuk mengetahui kepuasan konsumen terhadap produk yang mereka hasilkan . oleh sebab itu , pokok permasalahan nya adalah untuk melihat sejauh manakah tingkat kepuasan konsumen terhadap kinerja produk smartphone , dan apakah kinerja produk yang dihasilkan tersebut telah mampu memenuhi harapan konsumen .

    1.3 tujuan penelitian
    1. mengetahui seberapa besar harapan konsumen terhadap produk smartphone berdasarkan kepentingan dari atributnya
    2. mengetahi seberapa besar tingkat kepuasan konsumen terhadap produk smartphone

    1.4 manfaat penelitian
    manfaat penelitian yang ingin dicapai adalah :

    1. bagi penulis
     hasil dari penelitian ini diharapkan akan menambah pengetahuan dan wawasan bagi penulis mengenai tingkat kepuasan konsumen terhadap produk smartphone

    2. bagi pembaca
     dapat menjadi acuan bagi khalayak ramai dalam menentukan pilihan dalam mengambil keputusan pembelian sebuah produk smartphone
     sebagai sarana dan media untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan bahan literatur untuk menambah wacana baru dalam dunia teknologi

    3. Bagi pengembang produk smartphone

    a. Dapat mengetahui gambaran harapan serta tibgkat kepuasan konsumen terhadap kualitas produk nya yang telah mereka kembangkan .
    b. Dapat mengetahui karakter dan keinginan konsumen terhadap suatu produk teknologi , sehingga dapat digunakan oleh pengembang sebagai dasar untuk mengembangkan produk smartphone nya .

    Ide dan topik bagus, tapi perlu dibatasi apakah untuk seluruh merek smartphone?

    Komentar oleh SISKA LIANI ROZALINA | Desember 14, 2012 | Balas

    • Disini saya memakai seluruh merek smartphone dengan alasan saya ingin mengetahui seberapa besar kepuasan masing masing individu dengan smartphone yang mereka punya , dengan banyak nya jenis dan merek smartphone yang beredar dan tentunya dengan fitur dan inovasi yang berbeda , maka saya ingin mengetahui kepuasan mereka dengan smartphone yang mereka punya , setiap orang memiliki alasan yang berbeda beda dalam memilih merek smartphone.

      Komentar oleh SISKA LIANI ROZALINA | Januari 7, 2013 | Balas

      • selamat sore pak jo saya mau nanya kemaren malam saya telah membuat lanjutan proposal tentatif saya , tapi setelah saya cek ternyta tidak terposting diblog ini ,khusus nya di proposal tentatif saya , apa bapak sudah sempat membaca lanjutan proposal tentatif saya ?

        Komentar oleh SISKA LIANI ROZALINA | Januari 8, 2013

  26. Salam pak jo.
    Nama: Siti Romlah
    Nim: C1B010009
    Manajemen A kelas pagi

    Topik: Persepsi Konsumen
    Judul: Analisis pengaruh harga dalam persepsi konsumen terhadap kualitas produk laptop Toshiba.

    A. Latar Belakang
    Semakin banyak variasi produk yang membanjiri pasar Indonesia menjadikan konsumen semakin cermat dalam memilih produk yang sesuai dengan kebutuhannya. Hal ini yang mengindikasi tingkat persaingan dalam dunia usaaha Indonesia semakin ketat. Setiap perusahaan harus mampu mengatur strategi sebaik mungkin agar dapat menguasai pangsa pasar dan mampu menarik konsumen baru serta mampu mempertahankan pelanggan lamanya
    Demikian pula dengan produk elektronik khususnya laptop. Banyaknya produk laptop yang memenuhi pasar Indonesia membuat perusahaan harus benar-benar memilih strategi yang tepat dalam menentukan serta memasarkan produknya.
    Toshiba sebagai salah satu perusahaan elektronik terbesar dan terkenal di Indonesia telah menyadari persaingan tersebut. Toshiba senantiasa memberikan keyakinan kepada konsumennya tentang kualitas produknya serta selalu melakukan diferensiasi produk dengan selalu meluncurkan produk laptop dengan tipe serta fitur baru agar kebutuhan masyarakat yang bervariasi dapat diatasi dengan produk dan harga produk yang juga bervariasi. Sehingga tujuan utama perusahaan yaitu mencapai penjualan optimal dapat tercapai.
    Banyak pertimbangan yang dilakukan konsumen sebelum memutuskan untuk membeli suatu produk misalnya kualitas produk, harga, dan iklan (Engel,1994).. Dalam menentukan harga suatu produk biasanya didasarkan atas biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk membuat produk tersebut. Dalam persaingan seperti sekarang ini, perusahaan dituntut untuk menawarkan produk yang berkualitas dan mempunyai nilai lebih, sehingga tampak berbeda dengan produk pesaing. Kualitas merupakan salah satu faktor yang menjadi pertimbangan konsumen sebelum membeli suatu produk. Kualitas ditentukan oleh sekumpulan kegunaan dan fungsinya, termasuk di dalamnya daya tahan, ketidaktergantungan pada produk lain atau komponen lain, eksklusifitas, kenyamanan, wujud luar (warna, bentuk, pembungkusan, dan sebagainya).(T.Hani Handoko, 2000; 49). Kebijakan dalam penetapan harga menjadi salah faktor penentu penilaian konsumen terhadap kualitas suatu produk yang dipasarkan. Biasanya persepsi konsumen tentang kualitas suatu produk berbanding lurus dengan harga dari produk tersebut. Jika harga tinggi maka kualitas tinggi, jika harga rendah maka kualitas rendah pula.
    Melihat keadaan inilah penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai persepsi konsumen terhadap kualitas produk Laptop Toshiba berdasarkan harga yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Persepsi konsumen yang dimaksud adalah persepsi konsumen setelah menggunakan produk Laptop Toshiba. Dalam hal Ini yang akan dianalisis adalah apakah persepsi konsumen sebelum dan setelah menggunakan produk tersebut adalah sama atau malah tidak sesuai dengan persepsi mereka sebelum menggunakan produk tersebut.

    B. Rumusan Masalah
    Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas, maka dapat diidentifikasi beberapa hal sebagai berikut:
    – Toshiba merupakan salah satu perusahaan elektronik terbesar dan terkenal di Indonesia yang telah meluncurkan beberapa tipe laptop yang dibutuhkan oleh masyarakat Iindonesia.
    – Konsumen memiliki persepsi yang berbeda dalam menentukan kualitas produk.
    – Untuk dapat menguasai pasar, perusahaan harus menciptakan produk yang berkualitas.

    Sehingga berdasarkan uraian diatas, maka permasalahannya dapat dirumuskan sebagai berikut:
    1. Apakah faktor harga menjadi tolok ukur dalam menentukan kualitas produk?
    2. Apakah harga laptop Toshiba sesuai dengan kualitas produknya?
    3. Bagaimana persepsi konsumen terhadap kualitas laptop Toshiba?

    Harga dan persepsi dua variabel yang berbeda sifat. Harga dikendalikan oleh pemasar, sedangkan persepsi berkaitan dg konsumen. Silahkaan ditulis ulang.

    Komentar oleh Siti Romlah | Desember 14, 2012 | Balas

  27. Salam Pak jo.
    Nama: Siti Romlah
    Nim: C1B010009
    Manajemen A kelas pagi

    Topik: Persepsi Konsumen
    Judul: Analisis Pengaruh harga dalam persepsi konsumen terhadap kualitas produk laptop Toshiba.

    A. Latar Belakang
    Semakin banyak variasi produk yang membanjiri pasar Indonesia menjadikan konsumen semakin cermat dalam memilih produk yang sesuai dengan kebutuhannya. Hal ini yang mengindikasi tingkat persaingan dalam dunia usaaha Indonesia semakin ketat. Setiap perusahaan harus mampu mengatur strategi sebaik mungkin agar dapat menguasai pangsa pasar dan mampu menarik konsumen baru serta mampu mempertahankan pelanggan lamanya
    Demikian pula dengan produk elektronik khususnya laptop. Banyaknya produk laptop yang memenuhi pasar Indonesia membuat perusahaan harus benar-benar memilih strategi yang tepat dalam menentukan serta memasarkan produknya.
    Toshiba sebagai salah satu perusahaan elektronik terbesar dan terkenal di Indonesia telah menyadari persaingan tersebut. Toshiba senantiasa memberikan keyakinan kepada konsumennya tentang kualitas produknya serta selalu melakukan diferensiasi produk dengan selalu meluncurkan produk laptop dengan tipe serta fitur baru agar kebutuhan masyarakat yang bervariasi dapat diatasi dengan produk dan harga produk yang juga bervariasi. Sehingga tujuan utama perusahaan yaitu mencapai penjualan optimal dapat tercapai.
    Banyak pertimbangan yang dilakukan konsumen sebelum memutuskan untuk membeli suatu produk misalnya kualitas produk, harga, dan iklan (Engel,1994).. Dalam menentukan harga suatu produk biasanya didasarkan atas biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk membuat produk tersebut. Dalam persaingan seperti sekarang ini, perusahaan dituntut untuk menawarkan produk yang berkualitas dan mempunyai nilai lebih, sehingga tampak berbeda dengan produk pesaing. Kualitas merupakan salah satu faktor yang menjadi pertimbangan konsumen sebelum membeli suatu produk. Kualitas ditentukan oleh sekumpulan kegunaan dan fungsinya, termasuk di dalamnya daya tahan, ketidaktergantungan pada produk lain atau komponen lain, eksklusifitas, kenyamanan, wujud luar (warna, bentuk, pembungkusan, dan sebagainya).(T.Hani Handoko, 2000; 49). Kebijakan dalam penetapan harga menjadi salah faktor penentu penilaian konsumen terhadap kualitas suatu produk yang dipasarkan. Biasanya persepsi konsumen tentang kualitas suatu produk berbanding lurus dengan harga dari produk tersebut. Jika harga tinggi maka kualitas tinggi, jika harga rendah maka kualitas rendah pula.
    Melihat keadaan inilah penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai persepsi konsumen terhadap kualitas produk Laptop Toshiba berdasarkan harga yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Persepsi konsumen yang dimaksud adalah persepsi konsumen setelah menggunakan produk Laptop Toshiba. Dalam hal Ini yang akan dianalisis adalah apakah persepsi konsumen sebelum dan setelah menggunakan produk tersebut adalah sama atau malah tidak sesuai dengan persepsi mereka sebelum menggunakan produk tersebut.

    B. Rumusan Masalah
    Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas, maka dapat diidentifikasi beberapa hal sebagai berikut:
    – Toshiba merupakan salah satu perusahaan elektronik terbesar dan terkenal di Indonesia yang telah meluncurkan beberapa tipe laptop yang dibutuhkan oleh masyarakat Iindonesia.
    – Konsumen memiliki persepsi yang berbeda dalam menentukan kualitas produk.
    – Untuk dapat menguasai pasar, perusahaan harus menciptakan produk yang berkualitas.

    Sehingga berdasarkan uraian diatas, maka permasalahannya dapat dirumuskan sebagai berikut:
    1. Apakah faktor harga menjadi tolok ukur dalam menentukan kualitas produk?
    2. Apakah harga laptop Toshiba sesuai dengan kualitas produknya?
    3. Bagaimana persepsi konsumen terhadap kualitas laptop Toshiba?
    C. Tujuan Penelitian
    Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian yang hendak dicapai adalah:
    1. Untuk mengetahui hubungan antara faktor harga dengan kualitas suatu produk.
    2. Untuk menganalisis kualitas Laptop Toshiba dan kesesuainnya dengan harga yang ditetapkan perusahaan.
    3. Untuk menganalisis persepsi konsumen terhadap kualitas laptop Toshiba.

    D. Manfaat Penelitian
    Hasil dari penelitian ini diharapkan akan mempunyai manfaat, yaitu:
    1. Manfaat Teoritis
    Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan bahan yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu penelitian dalam bidang Manajemen Pemasaran kaitannya dengan penilaian konsumen terhadap kualitas produk berdasarkan harga produk tersebut.

    2. Manfaat Praktis
    a. Bagi Perguruan Tinggi.
    Memberikan informasi mengenai pengaruh harga terhadap kualitas dari suatu produk.
    b. Bagi Perusahaan.
    Sebagai sumbangan pemikiran dan bahan pertimbangan perusahaan untuk meningkatkan kualitas produk sesuai dengan harga yang ditetapkan, sehingga menciptakan penilai positif dari konsumen tentang produk tersebut.
    c. Bagi Penulis
    Untuk menerapkan teori-teori yang telah diterima di bangku kuliah terhadap kondisi yang ada di pasar dan untuk menambah serta memperluas pikiran terutama menyangkut masalah persepsi harga serta kualitas produk.

    Sepertinya dua kali tulis.

    Komentar oleh Siti Romlah | Desember 14, 2012 | Balas

  28. Analisis Kepuasan Terhadap Produk Blackberry
    Dikalangan Mahasiswa UNJA

    A. Latar Belakang
    BlackBerry pertama kali diperkenalkan pada tahun 1999 oleh perusahaan Kanada, Research In Motion (RIM). Kemampuannya menyampaikan informasi melalui jaringan data nirkabel dari layanan perusahaan telepon genggam hingga mengejutkan dunia.
    Disaat jaman modern sekarang ini handphone black berry sangat digemari oleh sebagian kalangan mahasiswa unja, berbeda dengan Handphone android yang lebih sedikit penggunanya, dikarenakan produk blackberry ini sangat praktis pemakaiannya, dan juga produk ini mempunyai software” atau aplikasi pendukung yang menonjolkan sisi pengguna produk ini.
    Blackberry saat ini mempunyai tingkat teratas dikalangan anak muda ataupun mahasiswa didaerah jambi, dikarenakan produk ini dapat mencakup kaum sosial menengah dan kaum sosial teratas.
    Produk ini mempunyai keunggulan-keunggulan yang sangat baik jika tahu menggunakannya dan tahu pengaplikasian terhadap produk ini.

    Awalnya saya tidak menyukai produk blackberry ini, dikarenakan yang mempunyai produk ini, orangnya suka sibuk sendiri, sampe-sampe sewaktu diajak bicara sampai gak dengerin temennya.
    Tetapi ada sisi positifnya, selain produk blackberry bisa BBM, Facebook, Twitter, Browsing, Ada juga banyak manfaat lainnya, produk blackberry ini seperti sebuah informasi bagi saya, karena saya dapat menerima e.mail dengan cepat, dan mempunyai rekanan teman dari luar kota, maupun dosen-dosen dan bisa melihat update-update harga sawit lebih terperinci.
    Oleh karena itu saya melakukan penelitian terhadap kalangan mahasiswa ataupun anak muda tentang apa yang didasari saat membeli produk ini dan apa kepuasannya ?
    B. Rumusan Masalah

    – Blackberry adalah produk dengan pengguna tebanyak di daerah kota jambi ini, yaitu dikalangan anak muda
    – Pengguna blackberry mempunyai persepsi berbeda terhadap produk ini
    – untuk dapat terus menjadi produk yang digemari, blackberry harus melakukan pemberian fitur-fitur yang baru terhadap produk ini.

    Jadi berdasarkan uraian diatas, dapat dirumuskan sebagai berikut :
    1. Apakah produk blackberry hanya dikalangan anak muda saja ?
    2. Apakah karena harga blackberry terjangkau, banyak anak muda yang menggunakannya ?
    3. Bagaimana pihak blackbeery menjaga konsumennya ?

    C. Tujuan Penelitian
    – untuk mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa dan anak muda terhadap produk ini
    – mengetahui lebih rinci fitur-fitur terhadap blackberry ini
    – mengetahui fitur-fitur terbaru yang dilakukan pihak blackberry dalam menjaga konsumen

    D. Manfaat Penelitian
    – untuk menjadikan dasar akan pentingnya informasi bagi pengguna blackberry
    – memberikan sisi positif kepada mahasiswa dan anak muda akan kegunaan produk ini
    – menyegarkan pengguna produk blackberry ini, dengan memberikan pengertian terhadap produk ini

    Komentar oleh Ade Surya Febriardy (C1B010071) | Desember 15, 2012 | Balas

    • Pak jo, mohon tanggapan bapak terhadap prposal saya ini ?

      Komentar oleh Ade surya f | Desember 15, 2012 | Balas

  29. Analisis Kepuasan Terhadap Produk Blackberry
    Dikalangan Mahasiswa FE Unja

    A. Latar Belakang
    BlackBerry pertama kali diperkenalkan pada tahun 1999 oleh perusahaan Kanada, Research In Motion (RIM). Kemampuannya menyampaikan informasi melalui jaringan data nirkabel dari layanan perusahaan telepon genggam hingga mengejutkan dunia.
    Disaat jaman modern sekarang ini handphone black berry sangat digemari oleh sebagian kalangan mahasiswa unja, berbeda dengan Handphone android yang lebih sedikit penggunanya, dikarenakan produk blackberry ini sangat praktis pemakaiannya, dan juga produk ini mempunyai software” atau aplikasi pendukung yang menonjolkan sisi pengguna produk ini.
    Blackberry saat ini mempunyai tingkat teratas dikalangan anak muda ataupun mahasiswa didaerah jambi, dikarenakan produk ini dapat mencakup kaum sosial menengah dan kaum sosial teratas.
    Produk ini mempunyai keunggulan-keunggulan yang sangat baik jika tahu menggunakannya dan tahu pengaplikasian terhadap produk ini.

    Awalnya saya tidak menyukai produk blackberry ini, dikarenakan yang mempunyai produk ini, orangnya suka sibuk sendiri, sampe-sampe sewaktu diajak bicara sampai gak dengerin temennya.
    Tetapi ada sisi positifnya, selain produk blackberry bisa BBM, Facebook, Twitter, Browsing, Ada juga banyak manfaat lainnya, produk blackberry ini seperti sebuah informasi bagi saya, karena saya dapat menerima e.mail dengan cepat, dan mempunyai rekanan teman dari luar kota, maupun dosen-dosen dan bisa melihat update-update harga sawit lebih terperinci.
    Oleh karena itu saya melakukan penelitian terhadap kalangan mahasiswa ataupun anak muda tentang apa yang didasari saat membeli produk ini dan apa kepuasannya ?
    B. Rumusan Masalah

    – Blackberry adalah produk dengan pengguna tebanyak di FE unja, yaitu dikalangan mahasiswa
    – Pengguna blackberry mempunyai persepsi berbeda terhadap produk ini
    – untuk dapat terus menjadi produk yang digemari, blackberry harus melakukan pemberian fitur-fitur yang baru terhadap produk ini.

    Jadi berdasarkan uraian diatas, dapat dirumuskan sebagai berikut :
    1. Apakah produk blackberry hanya dikalangan FE saja ?
    2. Apakah karena harga blackberry terjangkau, banyak Mahasiswa dan Mahasiswi yang menggunakannya ?
    3. Bagaimana pihak blackbeery menjaga konsumennya ?

    C. Tujuan Penelitian
    – untuk mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa terhadap produk ini
    – mengetahui lebih rinci fitur-fitur terhadap blackberry ini
    – mengetahui fitur-fitur terbaru yang dilakukan pihak blackberry dalam menjaga Produsen

    D. Manfaat Penelitian
    – untuk menjadikan dasar akan pentingnya informasi bagi pengguna blackberry
    – memberikan sisi positif kepada mahasiswa akan kegunaan produk ini
    – menyegarkan pengguna produk blackberry ini, dengan memberikan pengertian terhadap produk ini

    Judul terlalu luas, faktanya harap lebih diungkapkan lagi.

    Komentar oleh Ade surya f | Desember 15, 2012 | Balas

  30. Salam sejahtera Pak Jo,
    Nama: Mentari
    NIM: C1B010030
    Jurusan : Manajemen a kelas pagi
    Judul: Analisis Pengaruh Nilai Pelanggan,Kualitas Pelayanan,danKedekatan Emosional terhadap Loyalitas Pelanggan (Studi Kasus pada Resto & Café Dine&Chat Jambi)
    BAB I PENDAHULUAN
    1.1. Latar Belakang
    Makan dan Minum adalah suatu kebutuhan bagi manusia dalam kehidupan sehari-hari,akan tetapi makanan dan minuman beranekaragam,dan yang kita tahu makanan terdiri dari 2 macam yaitu makanan berat dan makanan ringan.
    Dalam dunia usaha,makanan dan minuman yang biasa di sebut kuliner adalah prospek usaha yang menjanjikan. Bisnis kuliner ini khususnya di salurkan melalui restoran atau café. Kehidupan modern dan sosialita di Kota Jambi pun mulai berkembang ,sehingga di Kota Jambi resto dan café juga ikut berkembang.
    Di tengah persaingan sekarang ini, para pemilik restoran dan café saling bersaing untuk menarik perhatian pelanggan. Setiap perusahaan harus mempunyai modal manajemen yang baik terutama dalam perancangan strategi agar terciptanya nilai pelanggan yang baik dan dapat mencapai tujuan yang perusahaan inginkan yaitu terciptanya loyalitas pelanggan.
    Ini bukanlah kegiatan yang mudah ,karena bidang resto dan café mempunyai karakter yang berbeda-beda dimana pelanggan akan memilih makanan atau minuman sesuai dengan keinginan dan harapan,tidak mudah juga untuk mengingat perubahan yang sangat banyak yang biasa terjadi pada setiap pelanggan,maka dari itu perlu adanya kedekatan emosional agar terdapat kecocokan antara pelayanan dengan harapan pelangggan dan perusahaan juga harus mampu melakukan perubahan yang lebih inovatif dengan strategi yang baik.
    Pada dasarnya, produk dan jasa pelayanan resto dan café sudah mulai di nikmati oleh pelanggan pada saat datang dan masuk ke ruangan cara menyambut tamu dengan ramah dan sopan,kemudian ketika pelanggan makan dan minum pelanggan juga dapat merasakan kenyamanan atau menikmati hiburan yang tersedia.
    Kualitas pelayanan di bidang jasa pada resto dan café merupakan salah satu pemikiran yang sering digunakan oleh pelanggan dalam menilai kualitas tempat tersebut. Di samping cita rasa dan kualitas makanan,kualitas pelayanan dan kinerja yang baik juga sangat menunjang kepuasan pelanggan.Kepuasan pelanggan dapat mempengaruhi perilaku pelanggan khususnya loyalitas pelanggan yang terwujud dalam datang kembali,membeli ualng dan niat merekomendasikan kepada orang lain.
    Berdasarkan pengamatan menunjukkan beberapa resto dan café berusaha memberikan pelayanan yang maksimal dan berkualitas melalui cara-cara yang inovatif seperti merancang desain menu yang menarik,menciptakan keadaan ruangan yang menjamin kenyamanan pengunjung,menjga kebersihan,cara penyajian makanan yang baik dan unik,menetapkan harga yang sesuai, menciptakan kesan ramah melalui pelayanan karyawan, memperhatikan kebutuhan dan keinginan pelanggan dan mendesain interior yang menarik. Usaha ini dirancang agar pelanggan mendapatkan gambaran tentang penciptaan nilai dari perusahaan di bandingkan pesaing,dengan harapan dapat menciptakan ikatan emosional yang tinggi terhadap perusahaan hingga meningkatkan kepuasan pelanggan,sehingga perusahaan dapat membangun loyalitas sejati pada diri pelanggan.
    Resto dan Café Dine&Chat Jambi merupakan salah satu resto yang cukup punya nama di kalangan masyarakat Kota Jambi karena tempatnya yang strategis dan berada di tengah perkotaan,walaupun di daerah Resto dan Café ini banyak terdapat wisata kuliner akan tetapi resto ini selalu berusaha melakukan inovasi dan pelayanan jasa yang berkualitas serta pendekatan terhadap pelanggan agar pelanggan merasa puas dan loyal. Hal ini terbukti karena cukup banyak pelaggan yang merasa puas datang ke resto dan café ini termasuk saya sendiri.
    Kualitas selalu berfokus pada pelanggan. Pelayanan jasa dapat dikatakan berkualitas apabila sesuai dengan keinginan pelanggan. Kualitas pelayanan jasa berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan, jika sebuah perusahaan mempunyai produk dan pelayanan yang berkualitas makan dengan sendirinya pelanggan akan loyal terhadap perusahaan tersebut.. Sehingga memberikan manfaat bagi perusahaan yang bersangkutan.

    1.2. Rumusan Masalah

    Berdasarkan latar belakang masalah dan judul,maka rumusan masalah yang akan di teliti adalah sebagai berikut:
    1. Bagaimana nilai pelanggan di Resto dan Café Dine&Chat Jambi ?
    2. Bagaimana kualitas pelayanan di Resto dan Café Dine&Chat Jambi ?
    3. Bagaimana kedekatan emosional antara karyawan dan pelanggan di Resto dan Café Dine&Chat Jambi ?
    4. Apa pengaruh nilai pelanggan, kualitas pelayanan dan kedekatan emosional terhadap loyalitas pelanggan pada Resto dan Café Dine&Chat Jambi ?

    1.3. Tujuan Penelitian

    1. Untuk mengetahui, menganalisis dan menjelaskan nilai pelanggan pada resto dan café Dine&Chat Jambi
    2. Untuk mengetahui, menganalisis dan menjelaskan kualitas layanan pada resto dan café Dine&Chat Jambi
    3. Untuk mengetahui, menganalisis dan menjelaskan kedekatan emosional pada resto dan café Dine&Chat Jambi
    4. Untuk mengetahui, menganalisis dan menjelaskan pengaruh nilai pelanggan,kualitas layanan dan kedekatan emosional terhadap loyalitas pelanggan resto dan café Dine&Chat Jambi

    1.4. Manfaat Penelitian

    1. Bagi peneliti, agar dapat menambah ilmu penegtahuan dan wawasan khususnya dalam bidang manajemen pemasaran dan sebagai pelatihan dalam menerapkan serta mengaplikasikan ilmu di dunia kerja.
    2. Bagi perusahaan, diharapkan dapat memberikan masukan dan sumbangan pemikiran yang berguna kepada pihak Dine& Chat Jambi agar dapat di gunakan sebagai bahan pertimbangan dalam memperbaiki masalah yang berkaitan dengan perusahaan dan usaha meningkatkan loyalitas pelanggan yang berdampak pada peningkatan volume penjualan.
    3. Bagi pembaca, di harapkan menjadi bahan referensi, dapat menambah informasi,sumbangan pemikiran dan menambah pengetahuan pembaca mengenai pengaruh nilai pelanggan,kualitas layanan,kedekatan emosional terhadap loyalitas pelanggan.

    Mentari variabel independennya terlalu banyak, variabel dependennya oklah. Topik potensil untuk dijadikan penelitian. Silahkan dipilih variabel independen yang lebih pas untuk menunjukkan loyalitas.

    Komentar oleh mentari | Desember 15, 2012 | Balas

  31. Salam sejahtera Pak Jo..
    Nama : Ayunda Bisnarti
    NIM : C1B010041
    Jurusan : Manajemen A (kelas pagi)
    Judul : PENGARUH KOMUNIKASI PEMASARAN TERHADAP PERILAKU KONSUMEN STUDI KASUS PADA PRODUK TABUNGAN SIMPEDES BANK RAKYAT INDONESIA

    BAB I
    PENDAHULUAN

    1.1. Latar Belakang
    Setiap perusahaan tentunya mempunyai tujuan untuk mendapatkan profit yang tinggi dalam setiap periodenya. Untuk mencapai tujuan tersebut, setiap perusahaan mempunyai strategi tersendiri dalam menarik konsumen. Terutama dalam melakukan kegiatan pemasaran. Karena dalam kegiatannya, pemasaran tidak hanya sekedar menawarkan produknya kepada konsumen tetapi juga dalam penyampaianya melalui komunikasi pemasaran terdapat pesan yang disampaikan perusahaan kepada konsumen. Apalagi di era globalisasi seperti sekarang ini persaingan sangatlah ketat. Cara penyampaiannya informasi tentang produk terutama dalam hal promosi harus benar-benar bisa mempengaruhi konsumen terhadap produk yang ditawarkan.
    Dengan melihat persaingan pasar yang sangat ketat maka informasi atau pesan yang disampaikan melalui komunikasi pemasaran harus unik dan mudah dipahami oleh konsumen serta harus sesuai dengan apa yang ada dalam produk tersebut. Agar konsumen tidak jenuh dan tertarik pada produk yang ditawarkan. Hal ini merupakan strategi bagaimana untuk menarik konsumen. Ketika cara penyampaian produk tersebut unik, biasanya konsumen itu bersifat penasaran. Komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan merupakan suatu keharusan. Hal ini dilakukan untuk mempertahankan konsumen yang ada dan menarik calon konsumen baru.
    Setelah konsumen menerima informasi dari perusahaan tentang produk yang ditawarkkan maka perilaku konsumen terhadap produk tersebut tentunya berbeda pada setiap konsumen. Karena konsumen itu merupakan manusia biasa yang sering berubah-ubah dalam perilakunya. Kiranya tidak terlalu mudah untuk dipahami apa saja yang mereka ingin. Maka dari itu perusahaan harus mengetahui dan mempelajari keinginan daripada konsumen yang sudah ada dan calon konsumen agar perusahaan bisa memenuhi kebutuhan dan dapat mempertahankannya. Sehingga secara tidak langsung akan menambah profit perusahaan.
    Dari uraian diatas, penulis menyimpulkan bahwa dalam mencapai profit yang tinggi perusahaan harus melakukan kegiatan komunikasi pemasaran agar komunikasi antara perusahaan dengan konsumen berjalan dengan sebagaimana mestinya. Karena akan berdampak pada perilaku konsumen. Oleh karena itu, penulis akan melakukan penelitian dengan judul
    “Pengaruh Komunikasi Pemasaran Terhadap Perilaku Konsumen Studi Kasus pada Produk Tabungan Simpedes Bank Rakyat Indonesia”

    1.2. Perumusan Masalah
    Dari uraian diatas, ada beberapa masalah yang terdapat dalam proses komunikasi dan perilaku konsumen, Di antaranya:
    a) Bagaimana kondisi persaingan pasar yang ada dalam menjalankan komunikasi pemasaran pada era globalisasi ini pada produk tabungan simpedes BRI?
    b) Bagaimana cara menarik dan mempertahankan konsumen dalam persaingan pasar pada produk tabungan simpedes BRI?
    c) Bagaimana komunikasi pemasaran yang ada pada produk tabungan simpedes BRI?
    d) Bagaimana perilaku konsumen yang ada pada produk tabungan simpedes BRI?
    e) Bagaimana Pengaruh komunikasi pemasaran terhadap perilaku konsumen pada produk tabungan simpedes BRI?

    1.3. Tujuan Penelitian
    Maksud dan tujuan dilakukannya penelitian ini adalah :
    a) Untuk mengetahui bagaimana cara melakukan kegiatan komunikasi pemasaran dalam mempertahankan konsumen yang ada dan menarik calon konsumen terhadap produk tabungan simpedes BRI.
    b) Untuk mengetahui bagaimana pengaruh komunikasi pemasaran terhadap perilaku konsumen pada produk tabungan simpedes BRI.

    1.4. Manfaat Penelitian
    Kegunaan dalam membuat penelitian ini yaitu :
    a) Bagi penulis
    Kegunaan penelitian bagi penulis yaitu untuk mengaplikasikan ilmu perkuliahan ke dalam keadaan yang sebenarnya serta untuk mengetahui bagaimana pengaruh komunikasi pemasaran terhadap perilaku konsumen pada produk tabungan simpedes BRI.
    b) Bagi pembaca
    Untuk mengetahui informasi tentang bagaimana pengaruh komunikasi pemasaran terhadap perilaku konsumen pada produk tabungan simpedes BRI sebagai penambah informasi bagi pembaca sebagai konsumen.
    c) Bagi perusahaan
    Untuk mengetahui bagaimana pengaruh komunikasi pemasaran terhadap perilaku konsumen pada produk tabungan simpedes BRI, serta sebagai pedoman dan acuan perusahaan dalam rangka memperbaiki kegiatan pemasaran dalam penyampaian informasi melalui komunikasi pemasaran kepada konsumen pada produk tabungan simpedes BRI.

    Bisnarti, komunikasi pemasaran konsepnya luas. Pilih salat satu variabel saja yang sesuai dengan fakta yang anda temukan. Silahkan diperbaiki.

    Komentar oleh Ayunda Bisnarti | Desember 15, 2012 | Balas

  32. Salam Pak jo ..
    Nama : ILUNITEDRA
    NIM : C1B0100007
    Jurusan : Manajemen a kelas pagi
    Judul : PENGARUH STRATEGI PEMASARAN PRODUK DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN DI MINIMARKET TRIDMART

    BAB 1 Pendahuluan

    1.1. Latar Belakang Masalah

    Dalam kondisi persaingan yang semakin ketat, setiap perusahaan harus mampu bertahan hidup, bahkan harus dapat terus berkembang. Salah satu hal yang perlu dilakukan dan diperhatikan oleh setiap perusahaan adalah mempertahankan pelanggan yang telah ada dan terus mengharap pelanggan-pelanggan potensial baru agar tidak berpaling keperusahaan lain.
    Persaingan yang dihadapi perusahaan- perusahaan saat ini semakin ketat, sehingga menuntut manajemen untuk lebih cermat dalam menentukan strategi bersaingnya baik dari strategi pemasaran produk maupun kualitas pelayanan. Untuk dapat memenangkan persaingan yang dihadapi dari perspektif pemasaranya pada situasi persaingan yang demikian, maka untuk dapat keluar sebagai pemenang perusahaan dituntut untuk dapat mendesain dan mengimplementasikan strategi pemasaran yang mampu menciptakan, mempertahankan dan meningkatkan kepuasan konsumennya, sehingga pada akhirnya dapat tercipta loyalitas yang tinggi dari konsumennya terhadap produk yang ditawarkan perusahaan. Ekuitas merk sangat penting bagi pemasar dan tingkat loyalitas merk dari pelanggan menjadi pendukung utamanya. Dalam kenyataanya, merk dianggap sebagai identitas saja untuk membedakan dengan pesaing. Oleh karena itu perusahaan harus mempertajam paradigmanya, tidak hanya berusaha untuk mencapai kepuasan pelanggan tetapi juga pencapaian loyalitas pelanggan terhadap merk. Bagi perusahaan salah satu faktor penentu kesuksesan dalam menciptakan loyalitas kepada pelangganya adalah kepuasan terhadap loyalitas yang diberikan.
    Pelayanan pelanggan merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan suatu perusahaan, karena tanpa pelanggan, maka tidak akan terjadi transaksi jual beli diantara keduanya. Untuk itu kegiatan pelayanan perusahaan haruslah berorientasi pada kepuasan pelanggan. Kualitas pelayanan karyawan terhadap kepuasan konsumen dapat memberikan kontribusi kepada perusahaan dalam meningkatkan pendapatan jangka panjangnya. kualitas pelayanan menjadi satu-satunya faktor penentu dari eksistensi perusahaan yang terlibat di dalam bisnis yang penuh dengan persaingan, karena jika kualitas pelayanan tidak diperhatikan, maka konsekuensinya pelanggan akan berpindah perusahaan lain yang sejenis yang lebih memberikan pelayanan yang memuaskan bagi konsumennya. Kepuasan pelanggan dipengaruhi oleh persepsi kualitas jasa, kualitas produk, harga dan faktor-faktor yang bersifat pribadi serta yang bersifat situasi sesaat.
    Obyek yang digunakan dalam penelitian ini adalah Mini Market TRIDMART yang dengan menelit dari segi pemasaran produk dan kualitas pelayanan sehiggah terjadinya loyalitas pelanggan terhadap perusahaan tersebut. Berdasarkan paparan diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian terhadap strategi pemasaran dan kualitas pelayanan. maka judul penelitian yang ingin adalah” PENGARUH STRATEGI PEMASARAN PRODUK DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN DI MINIMARKET TRIDMART”

    1.2. Rumusan Masalah
    Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalah yang diajukan penelitian ini adalah :

    1. Apakah Strategi pemasaran produk mempunyai pengaruh terhadap kepuasan Pelanggan yang berbelanja di Mini Market Tridmart ?
    2. Apakah kualitas layanan mempunyai pengaruh terhadap loyalitas pelanggan yang berbelanja di Mini Market Tridmart ?

    1.3. Tujuan Penelitian
    Tujuan yang diharapkan dalam penelitian ini adalah :

    1. Untuk mengetahui pengaruh strategi pemasaran produk terhadap kepuasan pelanggan yang berbelanja di Mini Market Tridmart.
    2. Untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan yang berbelanja di Mini Market Tridmart.

    1.4. Manfaat Penulisan
    Manfaat dan kegunaan penulisan adalah :

    1. Bagi Peneliti
    Diharapkan dapat menambah wawasan pengetahuan bagi penulis dalam memahami ilmu manajemen pemasaran, khususnya mengenai strategi pemasaran produk dan kualitas pelayanan karyawan serta kepuasan konsumen selama berbelanja di mini market Tridmart .

    2. Bagi perusahaan
    Diharapkan penelitian ini dapat menjadi masukan yang dipertimbangkan sebagai faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan dan kepuasan konsumen, dalam merumuskan program dan tujuan serta pengambilan keputusan strategis dalam rangka pengembangan perusahaan.

    Ilu untuk topiknya setuju, tapi strategi pemasaran satu konsep yg luas. Oleh karena itu pilih variabel yg lebih sesuai dg topik yang akan ditulis.

    Komentar oleh ilunitedra | Desember 15, 2012 | Balas

  33. Horas pak Jo…
    slam Sjahtera buat kita semua
    .
    .
    Nama: Jone R. HUtauruk
    NIM: C1B010096
    .
    .
    ANALISIS PENGARUHKUALITAS PELAYANAN TERHADAP TINGKAT KEPUASAN DAN LOYALITAS KONSUMEN PERUMAHAN VALENCIA RESIDENCE
    (Studi Kasus: Masyarakat Penghuni Perumahan Valencia Residence-Jambi)

    BAB I
    PENDAHULUAN
    1.1 Latar Belakang
    Industri property saat ini berkembang dengan sangat cepat. Persaingan yang terjadi saat ini sangat kompetitif dalam bidang industri ini. Hunian/tempat tinggal, fasilitas, sarana dan prasarana pendukung lainnyaserta pelayanan yang diberikan antara satu developer dengan developer lainnya sangat bervariatif yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumennya.
    Pelayanandi kawasan perumahan juga harus dapat memuaskan keinginan dan kebutuhan konsumen karena dengan kualitas pelayanan terpadu yang secara substansial ditawarkan dapat menumbuhkan kepuasan serta loyalitas bagi setiap konsumen yang dilayani. Kegiatan pelayanan tidaklah terlepas dari produsen dan konsumen itu sendiri, jasa yang diberikan oleh produsen kepada konsumen akanbermanfaat apabila jasa yang diberikan dapat sampai kepada konsumen untuk memenuhi kebutuhannya.
    Masyarakat, sebagai konsumen, tentu selalu mengharapkan adanya pelayanan yang baik dalam usaha memenuhi kebutuhan dan keinginannya, dengan berkembangnya ekonomi, teknologi dan daya pikir masyarakat, konsumen pasti menyadari bahwa dirinya mempunyai hak untuk mendapatkan pelayanan yang baik serta biaya yang dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan harus sesuai dengan yang diharapkan, sehingga dalam rangka pemenuhan kebutuhan dan keinginan tersebut harus diiringi oleh tingkat kepuasan.
    Perusahaan property adalah salah satu bidang industri perumahan yang tidak terpisahkan dari pengelolaan kegiatan pemasaran, tujuan utama dari diterapkannya pendekatan pemasaran jasa pada perumahan adalah untuk memuaskan konsumen yang menempati hunian tersebut. Tujuan tersebut dapat terwujud apabila pelayanan yang diberikan lebih dari apa yang diharapkan oleh konsumen. Banyak faktor yang mempengaruhi kepuasan pelanggan salah satunya adalah faktor harga. Harga merupakan aspek penting, namun yang terpenting adalah kualitas pelayanan guna mencapai kepuasan konsumen. Meskipun demikian elemen ini mempengaruhi pasien dari segi biaya yang dikeluarkan, biasanya semakin mahal harga dari produk jasa yang ditawarkan maka konsumen mempunyai harapan yang lebih besar.
    Valencia Residence merupakan salah satu perumahan yang menawarkan produk rumah permanen yang berkualitas disertai dengan sistem pelayanan didalamnya, baik itu sarana dan prasarana serta fasilitas lainnya yang dikonsep sedemikian rupa agar dapat memenuhi kebutuhan serta harapan konsumen. Harga yang ditawarkan oleh perusahaan sesuai dengan kualitas pelayanan dan produk yang diberikan sehingga pengguna dan/atau pembeli mendapat suatu kepuasan. Hal ini tampak dari jumlah penghuni perumahan yang semakin meningkat setiap tahunnya.
    Setiap perusahaan dan semua elemen-elemen dalam perusahaan harus berupaya meningkatkan kualitas jasa pelayanannya secara terus menerus. Semakin tinggi tingkat pemahaman masyarakat terhadap pentingnya kenyamanan dan kepuasan untuk bertempat tinggal di suatu tempat, maka masyarakat pengguna akan semakin kritis dalam menerima produk jasa ataupun barang, oleh karena itu peningkatan kualitas kinerja pihak Valencia Resicence perlu terus menerus dilakukan.

    1.2 Perumusan Masalah
    Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan sebelumnya, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut: ”Apakah faktor kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kepuasaan dan loyalitas penghuni perumahan Valencia Residence-Jambi?”
    1.3 Pembatasan Masalah
    Adapun batasan operasional dalam penelitian ini ádalah membahas pengaruh kualitas pelayanan terhadap tingkat kepuasandan loyalitas penghuni perumahan Valencia Residence-Jambi.

    1.4 . Tujuan dan Manfaat Penelitian
    1.4.1 Tujuan Penelitian
    Berdasarkan pada masalah pokok yang disebutkan diatas, maka tujuan dari penelitian ini adalah:
    1. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kualitas pelayanan (Quality Service) terhadap kepuasan penghuni dan loyalitas perumahan Valencia Residence-Jambi.
    2. Untuk mengetahui seberapa baik kualitas pelayanan yang ditawarkan Valencia Residence.

    1.5.2 Manfaat Penelitian
    Berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan, maka penelitian ini akan dapat memberi manfaat sebagai berikut:
    1. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi manajemen Valencia Residence dalam meningkatkan kualitas pelayanan agar dapat memenuhi kebutuhan penghuni perumahan dan menciptakan kepuasan yang memberikan loyalitas di masa mendatang.
    2. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan penulis tentang kualitas pelayanan dan pengaruhnya terhadap kepuasan dan loyalitas konsumen Valencia Residence.
    3. Sebagai bahan informasi atau pengetahuan bagi peneliti yang melakukan studi dengan topic yang sama.

    1.6 Ruang Lingkup Penelitian
    Berdasarkan perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, maka peneliti perlu membatasi ruang lingkup penelitian ini agar penelitian ini lebih terarah dan sesuai dengan permasalahan yang ditelliti secara konssitten dengan tujuan yang hendak dicapai.
    Adapu ruang lingkup pemmbahasan penelitian ini, yaitu:
    a. Tempat penelitian : Kabupaten Muaro Jambi, Jambi
    b. Perusahaan yang diteliti : Valencia Residence
    c. Bidang penelitian : Pemasaran
    d. Aspek yang diteliti : pengaruh Kualitas Pelayanan Valencia Residence Terhadap Kepuasan dan Loyalitas Konsumen

    BAB II
    TINJAUAN PUSTAKA
    2.1. Landasan Teori
    2.1.1. Defenisi dan Konsep
    1. Pemasaran
    Kotler (2001) mengemukakan definisi pemasaran berarti bekerja dengan pasar sasaran untuk mewujudkan pertukaran yang potensial dengan maksud memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia. Sehingga dapat dikatakan bahwa keberhasilan pemasaran merupakan kunci kesuksesan dari suatu perusahaan.
    Menurut Stanton (2001), definisi pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang atau jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.
    Konsep Pemasaran
    Pemasaran merupakan faktor penting untuk mencapai sukses bagi perusahaan akan mengetahui adanya cara dan falsafah yang terlibat didalamnya. Cara dan falsafah baru ini disebut konsep pemasaran (marketing concept). Konsep pemasaran tersebut dibuat dengan menggunakan tiga faktor dasar yaitu:
    a. Saluran perencanaan dan kegiatan perusahaan harus berorientasi pada konsumen/ pasar.
    b. Volume penjualan yang menguntungkan harus menjadi tujuan perusahaan, dan bukannya volume untuk kepentingan volume itu sendiri.
    c. Seluruh kegiatan pemasaran dalam perusahaan harus dikoordinasikan dan diintegrasikan secara organisasi
    Menurut Swastha dan Irawan, (2005 : 10) mendefinisikan konsep pemasaran sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan. Bagian pemasaran pada suatu perusahaan memegang peranan yang sangat penting dalam rangka mencapai besarnya volume penjualan, karena dengan tercapainya sejumlah volume penjualan yang diinginkan berarti kinerja bagian pemasaran dalam memperkenalkan produk telah berjalan dengan benar. Penjualan dan pemasaran sering dianggap sama tetapi sebenarnya berbeda.
    Tujuan utama konsep pemasaran adalah melayani konsumen dengan mendapatkan sejumlah laba, atau dapat diartikan sebagai perbandingan antara penghasilan dengan biaya yang layak. Ini berbeda dengan konsep penjualan yang menitikberatkan pada keinginan perusahaan. Falsafah dalam pendekatan penjualan adalah memproduksi sebuah pabrik, kemudian meyakinkan konsumen agar bersedia membelinya. Sedangkan pendekatan konsep pemasaran menghendaki agar manajemen menentukan keinginan konsumen terlebih dahulu, setelah itu baru melakukan bagaimana caranya memuaskan.
    2. Kualitas
    Roger (1995:157) mendefinisikan kualitas sebagai kecocokan penggunaan yang artinya barang atau jasa dalam rangka memenuhi kebutuhan pelanggan atau pelanggan.
    Crosby dalam Nasution (2004:41) kualitas adalah conformance to requirement, yaitu sesuai dengan yang disyaratkan atau distandarkan, bila suatu produk memiliki kualitas apabila sesuai dengan standar kualitas yang telah ditentukan dengan meliputi bahan baku, proses produksi, dan produk jadi.
    Garvin dan Davis dalam Nasution (2004:41) menyatakan, bahwa kualitas adalah kondisi dinamis lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan pelanggan atau pelanggan.
    3. Pelayanan
    Menurut Kotler (2002:83) definisi pelayanan adalah setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun. Produksinya dapat dikaitkan atau tidak dikaitkan pada satu produk fisik. Pelayanan merupakan perilaku produsen dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen demi tercapainya kepuasan pada konsumen itu sendiri. Kotler juga mengatakan bahwa perilaku tersebut dapat terjadi pada saat, sebelum dan sesudah terjadinya transaksi. Pada umumnya pelayanan yang bertaraf tinggi akan menghasilkan kepuasan yang tinggi serta pembelian ulang yang lebih sering.
    Kata kualitas mengandung banyak definisi dan makna, orang yang berbeda akan mengartikannya secara berlainan tetapi dari beberapa definisi yang dapat kita jumpai memiliki beberapa kesamaan walaupun hanya cara penyampaiannya saja biasanya terdapat pada elemen sebagai berikut:
    a. Kualitas meliputi usaha memenuhi atau melebihkan harapan pelanggan.
    b. Kualitas mencakup produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan
    c. Kualitas merupakan kondisi yang selalu berubah.
    Menurut Fitzsiman (2000), pelayanan diartikan sebagai kualitas yang dibuat selama proses dengan menghadapkan pelanggan dengan pelayanan pribadi.
    4. Kualitas Pelayanan
    Definisi dari Nasution (2004:47), kualitas pelayanan adalah tingkat keunggulan yang diharapkan dan pengendalian atas tingkat keunggulan tersebut untuk memenuhi keinginan pelanggan.
    Kualitas pelayanan (service quality) dapat diketahui dengan cara membandingkan persepsi para konsumen atas pelayanan yang nyata-nyata mereka terima / peroleh dengan pelayanan yang sesungguhnya mereka harapkan / inginkan terhadap atribut-atribut pelayanan suatu perusahaan. Jika jasa yang diterima atau dirasakan (perceived service) sesuai dengan yang diharapkan, maka kualitas pelayanan dipersepsikan baik dan memuaskan, jika jasa yang diterima melampaui harapan konsumen, maka kualitas pelayanan dipersepsikan sangat baik dan berkualitas.Sebaliknya jika jasa yang diterima lebih rendah daripada yang diharapkan, maka kualitas pelayanan dipersepsikan buruk.
    Berbagai definisi telah diuraikan diatas bisa ditarik kesimpulan pengertian dari kualitas pelayanan yaitu segala bentuk penyelenggaraan pelayanan secara maksimal yang diberikan perusahaan dengan segala keunggulan dalam rangka memenuhi kebutuhan pelanggan demi memenuhi harapan pelanggan.
    Persoalan yang sering dikritisi konsumen atau para penerima layanan adalah persepsi terhadap “kualitas” yang melekat pada selurus aspek pelayanan. Istilah “kualitas” ini, menurut Tjiptono (1996 : 55) mencakup pengertian 1) kesesuaian dengan persyaratan ; 2) kecocokan untuk pemakaian ; 3) perbaikan berkelanjutan ; 4) bebas dari kerusakan/cacat ; 5) pemenuhan kebutuhan pelanggan sejak awal dan setiap saat ; 6) melakukan segala sesuatu secara benar ; dan 7) sesuatu yang bisa membahagiakan pelanggan.

    5. Pelayanan Prima
    Dalam perkembangan dunia jasa dewasa ini dikenal istilah pelayanan prima
    (service excellence). Istilah pelayanan prima, yang artinya adalah kepedulian kepada
    pelanggan dengan memberikan layanan terbaik untuk memfasilitasi kemudahan
    pemenuhan kebutuhan dari mewujudkan kepuasannya, agar mereka selalu loyal
    kepada perusahaan (Barata, 2004). Untuk mencapai suatu pelayanan yang prima
    pihak perusahaan haruslah memiliki keterampilan tertentu, diantaranya
    berpenampilan baik dan rapi, bersikap ramah, memperlihatkan gairah kerja dan sikap
    selalu siap untuk melayani, tenang dalam bekerja, tidak tinggi hati karena merasa
    dibutuhkan, menguasai pekerjaannya baik tugas yang berkaitan pada bagian atau
    departemennya maupun bagian lainnya, mampu berkomunikasi dengan baik, mampu
    mengerti dan memahami bahasa isyarat (gesture) pelanggan serta memiliki
    kemampuan menangani keluhan pelanggan secara profesional.
    Menurut Barata (2004) pelayanan prima (service excellence) terdiri dari 6
    unsur pokok, antara lain :
    1. Kemampuan (Ability)
    2. Sikap (Attitude)
    3. Penampilan (Appearance)
    4. Perhatian (Attention)
    5. Tindakan (Action)
    6. Tanggung jawab (Accounttability)
    Sedangkan menurut Tjiptono (2008) pelayanan prima (service excellence) terdiri dari 4 unsur pokok, antara lain:
    1. Kecepatan.
    2. Ketepatan.
    3. Keramahan.
    4. Kenyamanan.

    6. Kepuasan Konsumen
    Menurut Kotler (2001, hal.158), kepuasan merupakan tingkat perasaan dimana seseorang menyatakan hasil perbandingan atas kinerja yang diterima atau diharapkan. Bila kinerja melebihi harapan mereka akan merasa puas dan sebaliknya bila kinerja tidak sesuai harapan maka akan kecewa.
    Menurut Yazid (200), kepuasan konsumen merupakan perbedaan antara harapan dan unjuk kerja (yang senyatanya diterima).
    Pada dasarnya tujuan dari suatu bisnis adalah untuk menciptakan konsumen yang merasa puas. Terciptanya kepuasan konsumen dapat memberikan beberapa manfaat antara lain pengaruh antara perusahaan dan konsumen menjadi harmonis, memberikan dasar yang baik bagi pembelian ulang dan terciptanya loyalitas konsumen, dan membentuk suatu rekomendasi dari mulut ke mulut (word of-mouth) yang menguntungkan bagi perusahaan.
    Ada beberapa pakar yang memberikan definisi mengenai kepuasan atau ketidakpuasan konsumen. Kepuasan atau ketidakpuasan konsumen adalah respon konsumen terhadap evaluasi ketidaksesuaian (disconfirmation) yang dirasakan antara harapan sebelumnya (atau norma kinerja lainnya) dan kinerja aktual produk yang dirasakan setelah pemakaiannya.
    Ada beberapa cara mengukur kepuasan pelanggan (Kotler, 2000) :
    1. Complaint and suggestion system (Sistem keluhan dan saran). Banyak
    perusahaan membuka kotak saran dan menerima keluhan yang dialami oleh
    langganan. Ada juga perusahaan yang memberi amplop yang telah ditulis
    alamat perusahaan untuk digunakan menyampaikan saran, keluhan, serta
    kritik.
    2. Customer satisfaction surveys (Survei kepuasan pelanggan), dalam hal
    perusahaan melakukan survei untuk mendeteksi komentar pelanggan survei
    ini dapat dilakukan melalui pos, telepon atau wawancara pribadi atau
    pelanggan diminta mengisi angket.
    3. Ghost shopping (Pembeli bayangan), dalam hal ini perusahaan menyuruh
    orang tertentu sebagai pembeli ke perusahaan lain atau ke perusahaannya
    sendiri. Pembeli misteri ini melaporkan keunggulan dan kelemahan pelayan
    yang melayaninya. Juga dilaporkan segala sesuatu yang bermanfaat sebagai
    bahan pengambilan keputusan oleh manajemen.
    4. Lost Customer Analysis ( Analisis pelanggan yang lari), langganan yang
    hilang, dicoba dihubungi. Mereka diminta untuk mengungkapkan mengapa
    mereka berhenti, pindah ke perusahaan lain, adakah sesuatu masalah yang
    terjadi yang tidak bisa diatasi atau terlambat di atasi. Dari kontak semacam
    itu akan diperoleh informasi dan akan memperbaiki kinerja perusahaan
    sendiri agar tidak ada lagi langganan yang lari dengan cara meningkatkan
    kepuasan mereka.

    7. Loyalitas Konsumen
    Sebagaimana diketahui bahwa tujuan dari suatu bisnis adalah untuk menciptakan para pelanggan merasa puas. Terciptanya kepuasaan dapat memberikan beberapa manfaat, diantaranya hubungan antara perusahaan dengan pelanggannya menjadi harmonis sehingga memberikan dasar yang baik bagi pembelian ulang dan terciptanya kesetiaan terhadap merek serta membuat suatu rekomendasi dari mulut ke mulut (word of mouth) yang menguntungkan bagi perusahaan (Tjiptono, 2000 : 105).
    Menurut Tjiptono (2000 : 110) loyalitas konsumen adalah komitmen pelanggan terhadap suatu merek, toko atau pemasok berdasarkan sifat yang sangat positif dalam pembelian jangka panjang. Dari pengertian ini dapat diartikan bahwa kesetiaan terhadap merek diperoleh karena adanya kombinasi dari kepuasan dan keluhan. Sedangkan kepuasan pelanggan tersebut hadir dari seberapa besar kinerja perusahaan untuk menimbulkan kepuasan tersebut dengan meminimalkan keluhan sehingga diperoleh pembelian jangka panjang yang dilakukan oleh konsumen.
    Loyalitas pelanggan sangat penting artinya bagi perusahaan yang menjaga kelangsungan usahanya maupun kelangsungan kegiatan usahanya. Pelanggan yang setia adalah mereka yang sangat puas dengan produk dan pelayanan tertentu, sehingga mempunyai antusiasme untuk memperkenalkannya kepada siapapun yang mereka kenal. Selanjutnya pada tahap berikutnya pelanggan yang loyal tersebut akan memperluas “kesetiaan” mereka pada produk-produk lain buatan produsen yang sama. Dan pada akhirnya mereka adalah konsumen yang setia pada produsen atau perusahaan tertentu untuk selamanya.
    Philip Kotler (2001) menyatakan bahwa loyalitas tinggi adalah pelanggan yang melakukan pembelian dengan prosentasi makin meningkat pada perusahaan tertentu daripada perusahaan lain.
    Dalam upaya untuk mempertahankan pelanggan harus mendapatkan prioritas yang lebih besar dibandingkan untuk mendapatkan pelanggan baru. Oleh karena itu, loyalitas pelanggan berdasarkan kepuasan murni dan terus-menerus merupakan salah satu aset terbesar yang mungkin didapat oleh perusahaan.
    8. Konsumen
    Menurut Lupiyoadi (2001, hal.143), pelanggan adalah seseorang yang senyara kontinyu dan berulang kali dating ke suatu tempat yang sama untuk memuaskan keinginannya dengan memiliki suatu produk atau mendapatkan suatu jasa dan membayaar produk atau jasa tersebut.
    Menurut Vincent (2006:15), pelanggan adalah semua orang yang menuntut perusahaan untuk memenuhi standar kualitas tertentu, dan karena itu memberikan pengaruh pada kinerja/performance perusahaan.
    Ada dua wujud konsumen, yaitu :
    a. Personal Konsumer
    Konsumen ini membeli atau menggunakan barang atau jasa untuk penggunaanya sendiri.
    b. Orgazational Consumer
    Konsumen ini membeli atau menggunakan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan dan menjalankan organisasi tersebut.

    2.1.2. Kerangka Teoritis
    Pada kondisi sekarang ini dimana perusahaan-perusahaan harus menghadapi persaingan yang ketat maka dibutuhkan suatu konsep pemasaran yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen dengan tujuan agar dapat memenangkan persaingan. Kegiatan pemasaran bukan hanya menjual barangdan jasa saja, tetapi juga mencakup kegiatan sebelum dan sesudah penjualan.
    Menurut Kotler (2001, hal.158) bahwa pencapaian kualitas pelanggan melalui kualitas pelayanan, dapat ditingkatkan dengan beberapa pendekatan. Pertama memperkecil kesenjangan-kesenjangann yang terjadi antara pihak manajemen dan pelanggan. Kedua, peruusahaan harus mampu membangun komitmen bersama uuntuk menciptakan visi di dalam proses perbaikan pelayanan, yang termasuk di dalamnya adalah memperbaiki cara berpikir, perilaku, kemampuan dan pengetahuan dari semua sumber daya manusia yang ada.
    Ada beberapa dimensi atau atribut yang harus diperhatikan dalam perbaikan kualitas (Gaspersz, 2001, hal.235), yaitu:
    a. Ketepatan waktu pelayanan. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah berkaitan dengan waktu unggu dan proses waktu.
    b. Akurasi pelayanan. Yang berkaitan dengan reabilitas pelayanan dan bebas kesalahan-kesalahan.
    c. Kesopanan dan keramahan dalam memberikan pelayanan, terutama bagi mereka yang berinteraksi langsung dengan pelanggan eksternal, seperti: petugas keamanan dan kebersihan, petugas air minum, petugas penyedia listrik, dan lain-lain.
    d. Tanggung jawab. Berkaitan dengann penanganan keluhan dari pelanggan.
    e. Kelengkapan. Menyangkut lingkup pelayanan dan ketersediaan sarana pendukung, serta pelayanan komplementer lainnya.
    f. Kemudahan mendapatkan pelayanan. Berkaitan dengan banyaknya rak-rak barang, banyaknya petugas yang melayani seperti petugas keamanan dan lain-lain.
    g. Variasi model pelayanan. Berkaitan dengan inovasi untuk memberikan pola baru dalam pelayanan, features dari pelayanan, dan lain-lain.
    h. Pelayanan pribadi. Berkaitan dengan fleksibilitas, penanganan permintaan khusus dan lain-lain.
    i. Kenyamanan dalam memperoleh pelayanan. Berkaitan dengan lokasi, tempat pelayanan, ruangan, kemudahan menjangkau, tempat parker kendaraan, dan lain-lain.
    j. Atribut pendukung pelayanan lainnya, seperti: lingkungan, kebersihan, AC, dan lain-lain.

    2.1.3. Hipotesis Penelitian
    Hipotesis merupakan suatu kesimpulan awal yang masih belum final, karena masih harus perlu pembuktian terlebih dahulu. Hipotesa dijadikan suatu pedoman dalam melakukan penelitian.
    Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan penelitian yang telah dirumuskan diatas maka penulis memberikan hipotesa sebagai berikut:
    1 : Diduga bahwakualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap tingkat
    kepuasan dan loyalitas konsumen penghuni Valencia Residence.
    2 : kualitas pelayanan yang ditawarkan Valencia Residence sejauh ini terbilang
    cukup baik.

    BAB III
    METODE PENELITIAN
    3.1. Metode Penelitian
    Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Penggunaan metode survey ini didasarkan pada pertimbangan bahwa metode ini lebih ekonomis, cepat, dan menjamin, keleluasaan responden dapat menjawab dan merahasiakan identitas mereka, sehingga responden mudah untuk memberikan informasi yang dibutuhkan.

    3.2. Jenis dan Sumber Data
    a) Data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dari objek yang diteliti melalui penyebaran kuesioner yang dilakukan secara langsung pada responden pengguna jasa atau penghuni perumahan dan manajemen Valencia Residence.
    b) Data sekunder yaitu data yang diperoleh dari buku, data perusahaan dan literature penunjang yang berkaitan dengan masalah penelitiann.

    3.3. Metode Penentuan Sample
    3.3.1. Populasi
    Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang sedang bertempat tinggal di perumahan Valencia Residence.

    3.3.2. Sampel
    Sampel adalah sebagian dari populasi yang karakteristiknya dianggap mewakili populasi (Djarwanto Ps, 1996: 108).
    Setelah melakukan small research ke lokasi penelitian, pegawai kantor pemasaran Valencia Residence tidak dapat memberikan berapa banyak jumlah warga yg menghuni perumahan tersebut dikarenakan belum adanya kebijakan dari pemerintah setempat (Kepala Desa) untuk melakukan sensus penduduk dan berhubung karena penghuni di perumahan Valencia Residence mayoritas atau lebih dari 90% adalah mahasiswa Universitas Jambi sehingga tidak terlihat adanya perbedaaan strata (homogen), maka dengan demikian, dalam teknik pengambilan sample peneliti menggunakan “Simple Random Sampling”.
    Simple Random Sampling adalah teknik sampling dengan cara mengambil sampel random sederhana atau sampel acak. Pengambilan sampel dari semua anggota populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam anggota poipulasi. Hal ini dapat dilakukan apabila anggota poipulasi dianggap homogen.

    .
    ,
    ,
    DAFTAR PUSTAKA

    Tjiptono, Fandy. 2001. Strategi Pemasaran, Edisi Pertama. Andi Ofset.Yogyakarta.
    ______. 2007. Strategi Pemasaran, Edisi Pertama. Andi Ofset. Yogyakarta.
    Kotler, Philip. 2002. Manajemen Pemasaran di Indonesia : Analisis, Perencanaan, Implementasi dan Pengendalian, Salemba Empat. Jakarta.
    Tjiptono, Fandy. 2000. Prinsip & Dinamika Pemasaran, Edisi Pertama. J & J Learning. Yogyakarta.
    Sumber Referensi online(internet):
    http://www.hrcentro.com/artikel/Pengertian_Kualitas_Pelayanan_110502.html
    http://skripsi-manajemen.blogspot.com/2011/02/pengertian-definisi-kualitas-pelayanan.html
    http://buabuazone88.blogspot.com/2008/12/contoh-proposal-skripsi-manajemen_14.html
    http://tesisdisertasi.blogspot.com/2010/09/teori-kualitas-pelayanan.html
    http://damarkanggoro.blogspot.com/2010/11/bab-ii-landasan-teori.html
    http://www.4skripsi.com/metodologi-penelitian/teknik-pengambilan-sampel-penelitian.html#ixzz2FBsAw2bo

    Daftar pustakamu oklah, demikian juga dengan topik tapi variabel yang ditampilkan: Kepuasan, kyualitas pelayanan terhadap loyalitas itu variabel yang berdekatan. Kualitas dan kepuasan itu bila dikaitkan dg loyalitas sama. Oleh karena itu tinggal pilih variabel independen yg lebih sesuai saja.

    Komentar oleh J.R. Hutauruk | Desember 16, 2012 | Balas

    • ok. Mauliate Bpk atas advice nya.
      GBU

      Komentar oleh J.R. Hutauruk | Januari 10, 2013 | Balas

  34. Salam Pak jo ..
    Nama : Suci Amalia Nalita
    NIM : ERC1B010021
    Jurusan : Manajemen kelas sore
    Judul : PENGARUH SERVICE QUALITY TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN (STUDI KASUS HOTEL GRAND ABADI JAMBI)

    BAB 1 Pendahuluan

    1.1. Latar Belakang Penelitian
    Jasa merupakan bagian terbesar dari perekonomian sekarang ini, bukan hanya dinegara-negara maju, tetapi juga di negara-negara yang berkembang saat ini sektor jasa merupakan salah satu yang menghasilkan sebagian besar pertumbuhan dalam lapangan kerja baru di Negara-negara ini. Di dalamnya, sector jasa perekonomian mengalami perubahan yang hampir revolusioner. Di seluruh dunia, pendatang baru inovatif yang menawarkan standar jasa baru telah sukses dipasar, di mana pesaing yang telah mapan gagal memenuhi keinginan pelanggan yang banyak menuntut sekarang ini.Karena keragamannya, jasa secara tradisonal sulit didefenisikan. Yang lebih menyulitkan lagi adalah kenyataan bahwa cara menciptakan dan mengirimkan jasa kepada pelanggan sulit dipahami, karena banyak masukan dan keluaran yang tidak nyata.. Arti kualitas secara tradisional (yang didasarkan pada pemenuhan suatu standar yang ditetapkan oleh manejer operasional) telah digantikan oleh pandangan baru yang meletakkan kualitas yang didorong oleh pelanggan, yang memiliki banyak implikasi bagi kepentingan pemasaran jasa dan peran riset pemasaran. Banyak perusahaan jasa telah melakukan investasi dalam bidang riset untuk mengetahui apa keinginan pelanggannya dalam semua dimensi jasa, dalam program peningkatan kualitas yang didesain untuk memberikan apa yang diinginkan pelanggan dan dalam pengukuran terus menerus seberapa puas pelanggan mereka dengan kualitas jasa yang diterimanya.Sebagai salah satu dampaknya timbullah persaingan dalam industri kepariwisataan. Dewasa ini menimbulkan dampak positif bagi perekonomian masyarakat, hal ini dikarenakan masyarakat turut pula mendapatkan banyak kesempatan dalam lapangan pekerjaan yang cukup luas bagi mereka. Menurut Buchari Alma (2005, hal. 342) Industri Pariwisata adalah kumpulan dari macam-macam perusahaan yang secara bersama menghasilkan barang-barang dan jasa (Good and Service) yang dibutuhkan para wisatawan pada khususnya dan traveler pada umumnya, selama perjalanannya. Kumpulan macam-macam perusahaan yang dimaksudkan antara lain: Travel Agent, Tourist transportation, Hotel dan Akomodasi lainnya, Catering, Trading Bar dan Restaurant, Tour Operator, dan lain sebagainya.Semua Perusahaan ini saling melengkapi sehingga merupakan industri sendiri yang hasilnya dibeli oleh wisatawan dalam bentuk paket. Konsumennya tidak lain adalah wisatawan dalam bentuk paket. Yang tidak lain adalah wisatawan itu sendiri dan travelers lainnya. Bagi konsumen tidak hanya satu macam jasa yang diperlukan dalam perjalanan tersebut, tetapi serangkaian jasa-jasa yang merupakan produk Industri Pariwisata. Itu pulalah sebabnya dalam kalangan kepariwisataan dikenal istilah “Package Tour” berarti suatu rencana perjalanan wisata yang disusun secara tetap dengan biaya menginap, angkutan, makan, sightseeing tour transfer, dan lain-lain yang semuanya digambarkan dalam satu paket.Secara rinci dapat kita gambarkan jasa-jasa yang merupakan produk Industri Pariwisata yang dibutuhkan seorang wisatawan, semenjak ia meninggalkan tempat kediamannya hingga ia kembali kerumahnya secara berurutan adalah sebagai berikut:
    1. Jasa-jasa travel biro untuk mengurus dokumen perjalanan, seperti passport, exit permit, visa ataupun tickets pesawat udara.
    2. Jasa-jasa taxi service/coach bus untuk transfer dari airport waktu berangkat.
    3. Jasa-jasa maskapai penerbangan yang akan membawanya ke tempat tujuan yang dikehendaki.
    4. Jasa-jasa taxi service/coach bus untuk transfer dari airport ke hotel waktu tiba di tempat tujuan.
    5. Jasa-jasa bar dan restaurant, baik di dalam hotel, maupun di luar hotel
    6. Jasa-jasa tour operator untuk kegiatan sightseeing tour ke obyek-obyek wisata
    7. Jasa-jasa yang diberikan pada obyek wisata, berupa atraksi wisatawan, dan hiburan di tempat yang dikunjungi
    8. Jasa Souvenir shop dan Handycraft center
    Seirama dengan meningkatnya arus kunjungan wisatawan baik domestic maupun mancanegara ke Provinsi Jambi (Laporan Dinas Pariwiasata Propinsi Jambi), maka bermunculanlah usaha dibidang Industri Pariwisata. Salah satunya dibidang perhotelan, jasa akomodasi ini terus berkembang dan menjadi indikator berkembangnya industri pariwisata lain di kota Jambi.

    Judulmu sudah sering diajukan bahkan kaka kelasmu telah lulus ujian. Saran saya temukan kasus dan judul yang baru.

    Komentar oleh Suci Amalia Nalita | Desember 16, 2012 | Balas

  35. Salam Pak jo ..
    Nama : Nova Linda
    NIM : ERC1B010058
    Jurusan : Manajemen kelas sore
    Judul : PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN KEPUASAN KONSUMEN PADA RESTORAN SIAP SAJI KFC

    BAB 1 Pendahuluan

    1.1 Latar Belakang
    Dewasa ini industri layanan atau industri jasa memegang peranan
    yang sangat penting dalam perekonomian suatu negara.
    Pelayanan dan kepuasan konsumen pada restoran siap saji KFC memiliki beberapa karakteristik yang unik yang tidakdimiliki oleh produk massa lainnya. Keunikan karakter yang dimiliki olehlayanan ini adalah presence the customer in the service delivery system.Adapun bagaimana sistem delivery dari layanan tersebut, menjadi focus utama telaah dari kualitas layanan. Salah satu pihak yang menjadi penentu
    delivery service adalah penyaji layanan yang dikenal pula dengan istilah
    service provider. Para penyaji layanan memilki fungsi utama sebagai pihak yang
    memberikan layanan yang dapat diterima baik oleh konsumen. Salah satu tolakukur penerimaan yang baik terhadap suatu pelayanan adalah
    tercapainya rasa puas atas layanan tersebut. artinya bahwa pengguna
    layanan menilai baik kaulitas layanan yang diberikan oleh penyaji layanan.
    Kualitas memiliki hubungan yang erat dengan kepuasan konsumen. Dalam jangka panjang ikatan seperti itu memungkinkan perusahaan untuk memahami dengan
    seksama harapan konsumen serta kebutuhan mereka . Untuk memaksimalkan kinerja bisnis di masa depan, Perusahaan harus berfokus pada aset-aset mereka yang paling berharga-para konsumen mereka-sekarang. Mengutamakan konsumen membantu mengembangkan keterampilan mereka yang berorientasi konsumen, merencanakan secara efektif untuk memenuhi aneka keperluan konsumen tepat pada waktunya dan memberikan konsumen berbagai keuntungan yang mereka inginkan.
    Menurut Schnnars (dalam Tjiptono, 1997) tujuan suatu bisnis
    adalah untuk menciptakan para konsumen merasa puas. Kualitas jasa yang
    unggul dan konsisten dapat menumbuhkan kepuasan konsumen dan akan
    memberikan berbagai manfaaat (Tjiptono, 1996 : 87) seperti :
    1. Hubungan perusahaan dan para konsumennya menjadi harmonis.
    2. Memberikan dasar yang baik bagi pembelian ulang.
    3. Dapat mendorong terciptanya loyalitas konsumen
    4. Membentuk rekomendasi dari mulut ke mulut (word-of-mouth) yang
    menguntungkan bagi perusahaan.
    5. Reputasi perusahaan menjadi baik dimata konsumen.
    6. Laba yang diperoleh dapat meningkat.
    Kepuasan konsumen merupakan respons konsumen terhadap
    ketidak sesuaian antara tingkat kepentingan sebelumnya dan kinerja actual yang dirasakan setelah pemakaian (Rangkuti, 2002). Kepuasan konsumen
    dipengaruhi oleh persepsi kualitas jasa, kualitas produk, harga dan faktorfaktor
    yang bersifat pribadi serta yang bersifat situasi sesaat. Salah satu
    faktor yang menentukan kepuasan konsumen adalah persepsi konsumen
    mengenai kualitas jasa yang berfokus pada lima dimensi kulitas jasa,
    yaitu : bukti fisik (tangibels), kehandalan (reliability), daya tanggap
    (responsiveness), jaminan (assuarance), empati (assuarance).
    Oleh karena itu dalam penelitian ini, kualitas layanan sejauh mana
    memiliki pengaruh terhadap kepuasan konsumen . KFC merupakan salah satu restoran cepat saji yang menyajikanproduk ayam dan produk lain yang berkaitan dengan daging ayam.Banyaknya restoran cepat saji, akan menimbulkan persaingan dalam menyajikan produk yang berkualitas dan disukai masyarakat. KFC harus
    menyadari betul tentang persaingan ini, KFC harus menyajikan kulitas
    produk dan layanan yang baik jika mereka tidak menginginkan
    konsumennya pindah ke restoran lain. Dalam bidang jasa, layanan
    merupakan hal yang utama, jika layanan baik maka akan memberikan
    gambaran yang baik terhadap perusahaan.

    Hampir sama dg No 34, judul terlalu umum silahkan temukan judul lain.

    Komentar oleh Nova Linda | Desember 16, 2012 | Balas

  36. Salam Sukses selalu Pak Jo ..
    Nama : Arfad Fermady
    NIM : C1B010086 ( Manajemen B Kelas Pagi)

    Topik : Keputusan Pembelian
    Judul : Analisis Pengaruh Kualitas pelayanan dan promosi terhadap keputusan pembelian jasa pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas jambi . (Studi kasus DIVA’S Family Karaoke Selincah)

    1. Latar Belakang
    Perkembangan industri hiburan di Indonesia dan kebutuhan masyarakat terhadap hiburan yang begitu besar terutama dari kalangan muda khususnya mahasiswa merupakan kabar yang menggembirakan bagi pelaku bisnis hiburan di Indonesia, salah satunya bisnis family karaoke .Saat ini sudah ada beberapa perusahaan family’s karaoke yang berjalan di daerah kota jambi , salah satunya divas karaoke yang bertempat di payo selincah .
    Tiap-tiap perusahaan umumnya mempunyai berbagai strategi untuk mencapai target profit yang tinggi dalam setiap periodenya. Untuk pencapaian tujuan tersebut, setiap perusahaan harus mempunyai strategi terbaik mereka untuk menarik konsumen terlebih lagi diantara pesaing-pesaing dalam usaha serupa . Kualitas pelayanan perusahaan kepada konsumen dan metode-metode promosi yang perusahaan berikan sangat berpengaruh terhadap Keputusan pembelian karena hal ini tentu akan menjadi suatu pertimbangan bagaimana suatu strategi pemasaran yang akan dilakukan oleh perusahaan , Dengan upaya ini, maka akan diketahui bagaimana respon konsumen akan produk jasa tersebut.
    Hal ini juga harus dilakukan oleh perusahaan yang bergerak dalam bidang entertaint. DIVAS Family karaoke yang bergerak dibidang jasa. Divas harus memiliki strategi pemasaran yang ampuh dan mampu memunculkan minat bagi para konsumen. Mempromosikan dan mengkomunikasikan produk kepada konsumen menjadi hal yang demikian penting bagi suatu produk jasa , karena dari komunikasi inilah konsumen akan mengetahui keberadaan suatu produk.
    Berdasarkan Ulasan yang penulis paparkan diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian seputar kegiatan promosi dan kualitas pelayanan jasa, dan judul penelitian yang akan digunakan adalah “Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Jasa Dan Promosi Oleh DIVAS Family’s Karaoke Terhadap Keputusan Pembelian Jasa Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Jambi.”.

    2. Perumusan Masalah

    Dari latar belakang yang telah diuraikan, dirumuskan masalah sebagai berikut:

    1. Bagaimana kualitas pelayanan jasa pada Perusahaan Divas Family’s karaoke?
    2. Bagaimana strategi promosi yang ditawarkan perusahaan Divas Family’s karaoke?
    3. Bagaimana Pengaruh promosi dan kualitas pelayanan jasa Divas family’s karaoke terhadap keputusan pembelian jasa dikalangan mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Jambi ?

    3. Tujuan Penelitian

    1. Untuk mengetahui bagaimana kualitas pelayanan jasa yang diberikan Perusahan Divas Family’s Karaoke .
    2. Untuk Mengetahui apa saja strategi promosi yang ditawarkan perusahaan Divas Family’s karaoke .
    3. Untuk Mengetahui Bagaimana Pengaruh Kualitas Pelayanan Jasa dan Promosi yang dilakukan Divas Family’s karaoke terhadap keputusan pembelian jasa dikalangan mahasiswa fakultas ekonomi universitas Jambi .

    4. Manfaat Penelitian

    Bagi penulis :
    1. Sebagai informasi dan pengetshuan mengenai perusahaan divas family’s karaoke dan bagaimana proses perkembangannya di kalangan masyarakat serta minat beli dari konsumen.
    2. Sebagai proses belajar pengaplikasian ilmu di bangku perkuliahan kedalam suatu keadaan yang real disekitar penulis .

    Bagi Perusahaan :

    1. sebagai bahan parameter serta kajian evaluasi apakah kualitas pelayanan jasa dan strategi promosi yang diberikan mendapat respon positif dari konsumen atau tidak .
    2. sebahai sumbangan pemikiran agar perushaan dapat mengetahui gambaran harapan serta tingat pengaruh kualitas pelayanan dan promosi nya yang telah mereka berikan .

    Judulmu masih rancu, kualitas pelayanan dan promosi terlalu luas. Pilih salah satu terminologi yg memungkinkan Arfad dapat melakukan penelitian yang lebih baik.

    Komentar oleh Arfad Fermady | Desember 17, 2012 | Balas

  37. hallo pak jo.
    horas

    NAMA : WAHMAD DIATMIKA K.TALA
    NIM : C1B010075
    JUDUL : Analisis Pengaruh layanan paket blackberry massenger dari Kartu 3 terhadap pembelian oleh mahasiswa/i Universitas Jambi

    BAB 1
    1.1 Latar belakang
    BlackBerry adalah perangkat selular yang memiliki kemampuan layanan push e-mail, telepon, sms, menjelajah internet, messenger (Blackberry Messenger/BBM), dan berbagai kemampuan nirkabel lainnya. Penggunaan gadget canggih ini begitu fenomenal belakangan ini, sampai menjadi suatu kebutuhan untuk fashion . Teknologi yang semakin berkembang sangat berpengaruh pada perubahan pemakai. Salah satu contohnya adalah blackberry massenger. Blackberry massenger adalah salah satu layanan yang ditawarkan oleh blackberry. Smartphone ini memakai layanan yang disebut blackberry. massenger ini sebagai alat komunikasi.
    Saat ini mahasiswa/i di Universitas Jambi sebagian besar menggunakan layanan blackberry massenger. Paket yang di tawarkan untuk layanan ini pun bermacam-macam. Kartu 3 pun menawarkan berbagai macam paket Blackberry , yaitu :

    1. Paket layanan lengkap / Full BIS (Blackberry Internet Service)
     Bulanan : REG(spasi)BB. Tarif 69 ribu/bln
     Mingguan : REG(spasi)BB1. Tarif 21 ribu/minggu
     3 Harian : REG(spasi)BB2. Tarif 9.500/3 hari
     Harian : REG(spasi)BB3. Tarif 3.500/hari
    2. Paket Gaul
     Bulanan : REG(spasi)GAUL. Tarif 40 ribu/bln
     Mingguan : REG(spasi)GAUL1. Tarif 12 ribu/minggu
     Harian : REG(spasi)GAUL2. Tarif 1.800/hari
    3. Paket Mail
     Bulanan : REG(spasi)MAIL. Tarif 40 ribu/bln
     Mingguan : REG(spasi)MAIL1. Tarif 12 ribu/minggu
     Harian : REG(spasi)MAIL2. Tarif 1.800/hari

    Dengan berbagai macam paket yang di tawarkan oleh kartu 3 , mahasiswa/i Universitas Jambi bisa memilih paket dengan kebutuhan ataupun kemampuan dari setiap individu .

    1.2 rumusan masalah
    Berdasarkan latar belakang yang telah di uraikan, maka inti masalah dengan objek penelitian ini adalah :
    1.Dari berbagai banyak operator yang ada , bagaimana mahasiswa/i Universitas Jambi bisa memilih kartu 3 sebagai pilihan gsm yg tepat untuk menjadi kartu yang terpercaya ?
    2.Apakah pengaruh biaya pada paket blackberry yang di tawarkan oleh kartu 3 mempengaruhi minat pembelian mahasiswa/i Universitas Jambi

    1.3 tujuan penelitian
    Untuk mengetahui seberapa besar minat mahasiswa/i Universitas Jambi untuk memakai kartu 3 sebagai paket blackberry massenger

    1.4 manfaat penelitian
    Hasil penelitian ini , di harapkan menjadi sumber informasi untuk mahasiswa/I Universitas Jambi dalam mendapatkan kepuasan dengan memakai paket yang di tawarkan oleh kartu 3

    Judulmu ok, tulislah lebih lengkap untuk kepentingan penilaian akhir.

    Komentar oleh Wahmad diatmika k.tala | Desember 18, 2012 | Balas

  38. NAMA : WAHMAD DIATMIKA K.TALA
    NIM : C1B010075
    JUDUL : Analisis Pengaruh layanan paket blackberry massenger dari Kartu 3 terhadap pembelian oleh mahasiswa/i Universitas Jambi

    BAB 1
    1.1 Latar belakang
    BlackBerry adalah perangkat selular yang memiliki kemampuan layanan push e-mail, telepon, sms, menjelajah internet, messenger (Blackberry Messenger/BBM), dan berbagai kemampuan nirkabel lainnya. Penggunaan gadget canggih ini begitu fenomenal belakangan ini, sampai menjadi suatu kebutuhan untuk fashion . Teknologi yang semakin berkembang sangat berpengaruh pada perubahan pemakai. Salah satu contohnya adalah blackberry massenger. Blackberry massenger adalah salah satu layanan yang ditawarkan oleh blackberry. Smartphone ini memakai layanan yang disebut blackberry. massenger ini sebagai alat komunikasi.
    Saat ini mahasiswa/i di Universitas Jambi sebagian besar menggunakan layanan blackberry massenger. Paket yang di tawarkan untuk layanan ini pun bermacam-macam. Kartu 3 pun menawarkan berbagai macam paket Blackberry , yaitu :

    1. Paket layanan lengkap / Full BIS (Blackberry Internet Service)
     Bulanan : REG(spasi)BB. Tarif 69 ribu/bln
     Mingguan : REG(spasi)BB1. Tarif 21 ribu/minggu
     3 Harian : REG(spasi)BB2. Tarif 9.500/3 hari
     Harian : REG(spasi)BB3. Tarif 3.500/hari
    2. Paket Gaul
     Bulanan : REG(spasi)GAUL. Tarif 40 ribu/bln
     Mingguan : REG(spasi)GAUL1. Tarif 12 ribu/minggu
     Harian : REG(spasi)GAUL2. Tarif 1.800/hari
    3. Paket Mail
     Bulanan : REG(spasi)MAIL. Tarif 40 ribu/bln
     Mingguan : REG(spasi)MAIL1. Tarif 12 ribu/minggu
     Harian : REG(spasi)MAIL2. Tarif 1.800/hari

    Dengan berbagai macam paket yang di tawarkan oleh kartu 3 , mahasiswa/i Universitas Jambi bisa memilih paket dengan kebutuhan ataupun kemampuan dari setiap individu .

    1.2 rumusan masalah
    Berdasarkan latar belakang yang telah di uraikan, maka inti masalah dengan objek penelitian ini adalah :
    1.Dari berbagai banyak operator yang ada , bagaimana mahasiswa/i Universitas Jambi bisa memilih kartu 3 sebagai pilihan gsm yg tepat untuk menjadi kartu yang terpercaya ?
    2.Apakah pengaruh biaya pada paket blackberry yang di tawarkan oleh kartu 3 mempengaruhi minat pembelian mahasiswa/i Universitas Jambi

    1.3 tujuan penelitian
    Untuk mengetahui seberapa besar minat mahasiswa/i Universitas Jambi untuk memakai kartu 3 sebagai paket blackberry massenger

    1.4 manfaat penelitian
    Hasil penelitian ini , di harapkan menjadi sumber informasi untuk mahasiswa/I Universitas Jambi dalam mendapatkan kepuasan dengan memakai paket yang di tawarkan oleh kartu 3

    Komentar oleh Wahmad diatmika k.tala | Desember 18, 2012 | Balas

  39. Salam sejahtera pak jo

    NAMA :RAMA TRIANTO
    NIM ;C1B010084
    JUDUL ;ANALISIS PENGARUH DESAIN PRODUK TERHADAP PRILAKU KONSUMEN DI KALANGAN REMAJA DALAM MEMBELI SEPEDA MOTOR HONDA SCOOPY”

    BAB1 pendahuluan
    1.1 Latar belakang masalah
    Di zaman sekarang kemajuan tekhnologi dan informasi yang semakin berkembang membuat perusahaan-perusahaan berusaha meningkatkan kualitas produknya menjadi lebih baik. Semua ini dilakukan agar perusahaan lebih kompetitif dari perusahaan lainnya. Pada saat ini perusahaan harus lebih fleksibel di zaman yang selalu berubah, ini akan menjadi suatu dorongan bagi perusahaan untuk selalu meningkatkan produk yang dihasilkannya baik dari segi kualitas maupun ragam produknya. Upaya yang harus dilakukan perusahaan dalam memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen serta mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan adalah dengan melakukan strategi pemasaran yang tepat dan terarah, seperti meningkatkan atribut produk, kebijakan harga, mendesain dan memilih saluran distribusi yang tepat untuk menghadapi persaingan yang ketat pada saat ini.honda scoopy merupakan sepeda motor yg sangat di gemari para remaja, di karnakan produk ini salah satu kendaraan yg paling alternatif untuk bepergian dari satu tempat ke tempat yang lain secara mudah, cepat, luwes, efisien, dan lain sebagagainya. Bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah, honda scoopy menjadi harapan satu-satunya kendaraan yang dapat dimiliki masyarakat sebagai alat transportasi darat pribadi yang terjangkau.Honda scoopy saat ini sangat di gemari oleh kaum remaja di karenakan kendaraan tersebut sangat irit bahan bakar dan trendy tidak mati gaya sehingga membuat para remaja senang membeli produk tersebut.oleh karna itu saya melakukan penelitian terhadap remaja tentang pengaruh desain produk terhadap perilaku konsumen dalam membeli sepada motor honda scoopy.

    1.2 Rumusan masalah
    Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah yang di ajukan penelitian ini adalah :
    1.Apakah pengaruh desain produk, mempengaruhi prilaku konsumen dalam membeli sepeda motor honda scoopy?
    2. Apakah prilaku konsumen dalam memutuskan membeli sepeda motor honda scoopy dipengaruhi oleh desain produk?
    3. Seberapa besar pengaruh desain produk terhadap prilaku konsumen dalam membeli sepada motor honda scoopy?

    1.3 Tujuan penelitian
    Tujuan yang di harapkan dalam penelitian ini adalah :
    1.Untuk mengetahui pengaruh desain produk,terhadap prilaku konsumen dalam membeli sepeda motor honda scoopy
    2.Untuk mengetahui prilaku konsumen dalam memutuskan pembelian sepeda motor honda scoopy yang dipengaruhi oleh desain produk
    3.Untuk mengetahui Seberapa besar pengaruh desain produk terhadap prilaku konsumen dalam membeli sepada motor honda scoopy.
    1.4 Manfaat penulisan
    Manfaat dan kegunaan penulisan adalah :
    – Agar dapat memahami keinginan konsumen dalam membeli produk tersebut.
    – Memberikan kepuasan akan desain produk yg trendy sehingga membuat para remaja senang menggunakan produk tersebut.
    – Memberikan kemudahan konsumen untuk mebeli produk sesuai keinginan.

    Kjalau hendak dilanjutkan, silahkan tambahkan penjelasan tentang disain khususnya yang berkaitan dg motor.

    Komentar oleh rama trianto | Desember 18, 2012 | Balas

  40. NAMA : ASSYAD
    NIM : C1B010085
    JUDUL : Analisis kepuasan pelanggan terhadap layanan internet SIMPATI di universitas negeri jambi

    BAB 1:
    LATAR BELAKANG
    Era telepon selular, khususnya Global System for Mobile communications (GSM),
    memang baru marak dalam beberapa tahun belakangan ini. Dari segi teknologi dan merek
    serta jenis, ponsel yang beredar di Indonesia sama sekali tidak ketinggalan dari negara
    lain. Performance sebuah ponsel sangat tergantung pada kecepatan mengatasi masalah
    after sales service yang sangat diharapkan oleh pelanggan.
    Salah satu indikator yang cukup handal untuk kelangsungan hidup dan kemampulabaan dari suatu proses bisnis adalah kepuasan yang berkelanjutan. Peningkatan
    kelangsungan hubungan dengan pelanggan lama dan terus mengakuisisi pelanggan baru
    dengan konsep kepuasan pelanggan, akan mempunyai pengaruh yang lebih besar
    terhadap bagian pasar (market share).
    Terdapat banyak operator selular di Indonesia, namun hanya beberapa yang
    menyediakan berbagai fasilitas untuk kemudahan pelanggannya. Dari beberapa operator
    tersebut Telkomsel dengan kartu SIMPATI-nya adalah operator yang menyediakan feature
    yang paling banyak, disamping memiliki keunggulan dalam hal cakupan wilayah SIMPATI juga memberikan paket internet.
    Guna memenuhi kebutuhan pelanggan terhadap akses internet berkualitas, Telkomsel menghadirkan paket data simPATI dengan kuota 2 GB yang memiliki koneksi tercepat hingga 7.2 Mbps. Paket terbaru simPATI ini dapat diperoleh seharga Rp 60.000 dengan masa berlaku 45 hari. Untuk mendukung promo tersebut, Telkomsel menggelar kompetisi Dance Like Agnes yang bisa diikuti oleh para talenta berbakat Indonesia.
    Pelanggan juga bisa menikmati paket internetan sebesar 500 MB hanya dengan Rp 20.000 untuk 30 hari. Dengan kedua pilihan paket tersebut, kini pelanggan simPATI dapat melakukan asyiknya chatting, browsing, social networking, email, upload, dan download di ponsel cukup dengan mengakses *999#. Kartu perdana simPATI terbaru hadir dengan harga yang lebih terjangkau hanya Rp 3.000 sudah termasuk kuota akses 3G sebesar 100 MB selama 30 hari sejak diaktifkan.
    Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen dalam meningkatkan pemasaran jasa di Telkomsel jambi khususnya di kawasan universitas negeri jambi

    1.2 rumusan masalah
    Berdasarkan latar belakang yang telah di uraikan, maka inti masalah dengan objek penelitian ini adalah :
    1.Dari sekian banyak operator yang menawarkan layanan paket internet, bagaimana mahasiswa/i Universitas Jambi bisa memilih kartu SIMPATI sebagai gsm yang tepat bagi mahasiswa, khususnya dalam mengakses internet ?
    2.Apakah pengaruh biaya pada paket yg diberikan oleh SIMPATI dapat mempengaruhi minat mahasiswa dalam pemakaian paket internet yang akan di gunakan ?

    1.3 tujuan penelitian
    Untuk mengetahui bagaimana kepuasan mahasiswa/I universitas negeri jambi dalam menggunakan paket internet yang diberikan oleh SIMPATI.

    1.4 manfaat penelitian
    Hasil penelitian ini , di harapkan menjadi sumber informasi untuk mahasiswa/I Universitas Jambi dalam mendapatkan kepuasan dalam mengakses internet chatting, browsing, social networking, email, upload, dan download di ponsel mereka dengan mudah

    Assyad, topikmu baik tapi sampai di judul terlalu sederhana. coba bandingkan dua provider sehingga ada perbedaan dg skripsi sebelumnya. Silahkan tulis proposal tentatif yang lebih komplit.

    Komentar oleh assyad | Desember 18, 2012 | Balas

  41. Nama : Eko Anom Susilo
    N I M : ERC 1B0 10 143
    KELAS MANAJEMEN SORE

    JUDUL PROPOSAL
    ANALISA KEPUASAN KONSUMEN PENGGUNA JASA PARKIR DI BANDARA SULTAN THAHA JAMBI
    (STUDI KASUS PENGELOLAAN JASA PARKIR OLEH PIHAK SWASTA DI PT ANGKAS PURA II – JAMBI)

    BAB I
    PENDAHULUAN
    1.1 Latar Belakang
    Dalam perkembangannya menuju world class company, banyak perusahaan yang beusaha meningkatkan pelayanannya pada berbagai lini usahanya dalam memuaskan pengunjungnya atau konsumennya. Ada berbagai banyak jasa yang ditawarkan guna membuat nyaman, aman, serta memungkin para konsumen tersebut terpikat dan terkesan akan pelayanan tersebut.

    PT Angkasa Pura II – Bandara Sultan Thaha Jambi dimana sedang dalam perkembangan menuju Bandara yang bertaraf Internasional. Sudah tentu selain pembangunan yang sedang berlangsung saat ini, perusaahan ini tetap mengoptimalkan pelayanannya terhadap konsumennya yang tidak lain adalah mereka yang juga merupakan penumpang dari berbagai airliner yaitu perusahaan penerbangan yang juga merupakan pengguna jasa layanan yang disediakan oleh bandara.

    Salah satu sarana dan fasilitas penunjang kelancaran operasional bandara salah satunya tersedianya lahan parkir yang memadai. Bandara yang proporsional sudah harus memiliki kelancaran dalam akses pelayanan parkirnya. Hal ini memudahkan bagi para penumpang dalam memarkirkan kendaraannya.

    Oliver (dalam Peter dan Olson, 1996) menyatakan bahwa kepuasan
    pelanggan adalah rangkuman kondisi psikologis yang dihasilkan ketika emosi
    yang mengelilingi harapan tidak cocok dan dilipatgandakan oleh perasaanperasaan
    yang terbentuk mengenai pengalaman pengkonsumsian. Westbrook &
    Reilly (dalam Tjiptono, 2005) mengemukakan bahwa kepuasan konsumen
    merupakan respon emosional terhadap pengalaman yang berkaitan dengan produk
    atau jasa yang dibeli.

    Layanan jasa parkir yang selama ini disediakan oleh bandara yang menyerahkannya kepada pengelola layanan jasa parkir swasta. Dalam hal ini bersifat tender kemudian dilakukan kontrak untuk pengelolaan tersebut. Namun tidak lepas dari pngawasan dari pihak bandara sendiri.

    1.2 Rumusan Masalah
    Dalam perkembangannya menuju bandara sekelas International Airport, bandara Sultan Thaha sudah tentu dihadapkan kepada tantangan. Seperti yang terjadi dalam proses pengembangannya saat ini. Bandara mengalami kendala dalam hal ketersediaannya lahan yang sangat terbatas. Sedangkan untuk membangun sebuah bandara bertaraf internasional, setidaknya butuh ketersediaan lahan yang sangat luas, guna membangun infrastruktur penunjang operasional bandara itu sendiri.
    Terutama dalam penyediaan lahan parkir. Bandara sudah tentu harus menyediakan lahan parkir yang cukup memadai guna membuat nyaman para pengunjungnya.
    Sering kali di bandara masih ditemukan ketidak-tertiban pengguna kendaraan bermotor dalam memarkirkan kendaraannya sehingga masih banyak ditemui kendaraan yang parkir liar di luar areal parkir yang sudah disediakan.

    Eko, jasa parkir termasuk kepada pelayanan umum. Daripada jasa parkir, kenapa tidak meneliti tentang e-KTP misalnya, bagaimana kepuasan masyarakat ketika mendapat pelayanan e-KTP ambil kasus pada mahasiswa.

    Komentar oleh eko anom susilo | Desember 19, 2012 | Balas

    • Semangat Pagi,
      Salam sejahtera buat kita semua pak Joe

      Nama : Eko Anom Susilo
      N I M : ERC 1B0 10 143
      KELAS MANAJEMEN SORE
      ANALISIS KEPUASAN PELANGGAN MASKAPAI PENERBANGAN LION AIR TERHADAP PILIHAN WAKTU YANG DISEDIAKAN PERUSAHAAN
      (Studi Kasus Penambahan Jadwal Penerbangan Maskapai Penerbangan Lion Air di Bandara Sultan Thaha Jambi)

      I. Pendahuluan

      1.1 Latar Balakang Masalah
      Dengan seiring bertambahnya waktu, menuntun seluruh individu di dunia ini untuk terus berpacu mengejar segala ketertinggalan. Sebagai contohnya perkembangan ekonomi, yang telah membuka lebar pandangan kita akan sangat jauh tertinggalnya kemajuan negeri ini dari negara lain.
      Dibutuhkan kesigapan dan kecepatan dalam mengejar ketertinggalan tersebut. Sebagai buktinya, dimasa perkembangannya negara kita yang merupakan negara kepulauan memiliki jarak pemisah yang memungkinkan akan dibutuhkan banyak waktu untuk mendistribusikan berbagai macam kesempatan.
      Oleh karena itulah dibutuhkan moda transportasi yang cepat untuk segera meminimalisirkan segala bentuk ketimpangan antar daerah, sehingga akhirnya ketertinggalan antar daerah dapat segera teratasi.
      Pesawat Udara merupakan moda transportasi pilihan terkini dalam memajukan dan membuat jarak yang tadinya jauh kini semakin dekat. Sudah barang tentu segala objek yang menjadi kebutuhan satu sama lain akan terpenuhi. Tak hanya itu, segala permasalahan yang selama ini tidak terduga yang senantiasa dihadapkan pada model transportasi darat dan laut kini seakan tidak menjadi permasalahan ketika pesawat udara memberikan kontribusi dalam memacu berkembangnya suatu daerah dan dirasakan sangat membantu masyarakat dalam melakukan penghematan waktu dan biaya.
      Dewasa ini banyak masyarakat sebagai pelaku bisnis dan pemilik kepentingan melakukan perjalanannya dengan menggunakan pesawat terbang. Hal ini sudah tentu akan menghemat waktu dan semakin menimbulkan kesadaran masyarakat dalam menghargai waktu. Dengan efisiensi waktu tersebut, maka manusia pun dapat melakukan banyak kegiatan dan segala kebutuhan yang berbau kepentingan pribadi maupun umum dapat segera terpenuhi.
      PT Lion Mentari Airlines atau biasa disebut Lion Air, merupakan sebuah perusahaan maskapai penerbangan yang ada di Indonesia dengan mengoperasikan sejumlah pesawat generasi terbaru dengan konsep penerbangan yang peduli lingkungan. Setidaknya, dalam beberapa tahun terakhir maskapai ini telah melakukan pemesanan pesawat generasi terbaru berjenis boeing series guna menunjang operasionalnya untuk dapat terus memuaskan pelanggan setianya.
      “Seperti yang diberitakan mass media Indonesia maupun press release dari Boeing Corporation yang berkantor pusat di Seattle, Washington State Amerika Serikat pada dua hari lalu, Boeing telah menandatangani order penjulanan pesawat Boeing 737 seri terbaru dengan Lion Air , dan ini merupakan jumlah tertinggi dalam sejarah penjualan Boeing, yakni 230 unit dengan satu perusahaan penerbangan, dan perusahaan itu berasal dari Indonesia dengan nilai $ 21,7 billion atau Rp 195 Trilyun.” (Sumber, http://ekonomi.kompasiana.com , 20 November 2011)
      Dimana setahun sebelum pemberitaan tersebut, dalam informasi yang disampaikan maskapai tersebut melalui tiketnya, Lion Air akan mengudarakan 170 unit armada pesawat boeing series terbaru yang didatangkan langsung dari pabrikannya. Sudah tentu hal ini menjadi sebuah komitmen bagi perusahaan yang memiliki semboyan “We Make People Fly” sebagai upaya memberikan pelayanan terbaik bagi konsumennya.
      Menurut Kotler & Amstrong (2001), definisi dari kepuasan konsumen:
      Kepuasan pelanggan merupakan tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan hasil yang dirasakan dengan harapannya. Seorang pelanggan akan mengalami berbagai tingkat kepuasanbila kinerja produk dan produk yang dihasilkan sesuai dengan harapan, dan merasa akan tidak puas apabila barang yang dihasilkan tidak sesuai dengan harapan.
      Bandara Sultan Thaha merupakan salah satu Bandar Udara yang ada di wilayah Barat Indonesia tepatnya di kepulauan Sumatera telah menjadi salah satu wilayah pengoperasian pesawatnya. Diawal mengudaranya di propinsi Jambi, maskapai ini hanya memiliki 2 (dua) nomor/jadwal penerbangan saja. Namun lambat laun, seiring dengan komitmen perusahan ini dalam hal memuaskan konsumen atau pelanggan akhirnya di pertengahan tahun 2010 maskapai ini membuat 3 (tiga) jadwal penerbangan Route Jambi – Jakarta. Kemudian di awal Tahun 2011 kembali Lion Air menambahkan armadanya dengan menambah jadwal penerbangannya sebanyak satu jadwal dimana satu pesawatnya di inapkan di bandara Sultan Thaha guna membuka pelayanan penerbangan pagi hari.
      Kemudian pada pertengahan tahun 2011, kembali Lion Air menambah satu jadwal penerbangannya, sehingga sampai Januari 2013 ini Lion Air telah memiliki 5 nomor penerbangan Jakarta dan Jambi. Sebagai informasi tambahan, nomor penerbangan yang dimiliki PT Lion Air dari Jambi ke Jakarta yakni, JT – 607 berangkat dari Jambi Pkl 05.50 WIB, JT – 601 berangkat dari Jambi Pkl. 07.30 WIB, JT – 605 berangkat dari Jambi Pkl. 11.30 WIB, JT – 603 berangkat dari Jambi Pkl. 14.00 WIB, dan JT – 609 berangkat dari Jambi Pkl. 18.00 WIB, sedangkan nomor penerbangan dari Jakarta ke Jambi yakni, JT – 600 berangkat dari Jakarta Pkl. 06.00 WIB, JT – 604 berangkat dari Jakarta Pkl. 10.00 WIB , JT – 602 berangkat dari Jakarta Pkl. 12.30 WIB, JT – 608 berangkat dari Jakarta Pkl. 16.00 WIB, dan JT – 606 berangkat dari Jakarta Pkl. 20.00 WIB..
      1.2 Rumusan Masalah
      Lion Air adalah nama sebuah maskapai penerbangan berbiaya murah yang berasal dari Indonesia. Maskapai ini melayani penerbangan domestik maupun internasional. Lion Air merupakan maskapai pertama di Indonesia yang menggunakan armada jenis Boeing 737-900ER dengan jumlah yang cukup banyak. Armada maskapai tersebut digunakan untuk penerbangan domestik dan internasional (Singapura, Kuala Lumpur, Ho Chi Minh).
      Perjalanan panjang yang telah ditempuh Lion Air berawal dari penerbangan domestik yang kecil. Setelah 13 tahun pengalaman di bisnis wisata yang ditandai dengan kesuksesan biro perjalanan Lion Tours, kakak-beradik Kusnan dan Rusdi Kirana bertekad menjadikan impian mereka untuk memiliki usaha penerbangan menjadi kenyataan. Dibekali ambisi yang tinggi dan modal awal 10 juta dolar Amerika Serikat, Lion Air secara hukum didirikan pada bulan Oktober tahun 1999. Namun pengoperasian baru berjalan di mulai pada tanggal 30 Juni tahun 2000, dengan menggunakan sebuah pesawat Boeing 737-200. Saat ini, Rusdi Kirana sebagai salah satu pemilik Lion Air memegang jabatan sebagai Presiden dan juga Direktur.
      Memulai operasionalnya tahun 2006 PT Lion Mentari Air mencoba menjawab kebutuhan penerbangan untuk masyarakat Jambi. Dengan mengoperasikan pesawat B737-300 (boeing series, jenis lama) namun tidak mengurungkan niatnya untuk menarik minat pelanggan.
      Berawal dengan dua nomor penerbangan diawal penerbangannya, Lion Air hanya berangkat pagi dan sore yaitu nomor penerbangan JT – 607 penerbangan pagi, dan JT – 609 penerbangan sore. Dengan keoptimisannya Lion mampu menarik minat pelanggan, dimana dengan dua penerbangan tersebut kemudian Lion mampu memiliki 5 penerbangan dalam jangka waktu lebih kurang hanya 5 tahun.
      Kebutuhan akan bepergian dengan menempuh jarak yang cukup jauh, dan dalam waktu singkat serta keinginan bepergian dalam berbagai pilihan waktu menjadi tantangan buat Bandar Udara Sultan Thaha Jambi dalam menjawab pertanyaan pasar (keinginan masyarakat) tersebut. Setelah sekian lama menjadi kebutuhan barulah dalam beberapa tahun ini lain mencoba menjawab keinginan tersebut. Keseriusan Lion dalam menarik minat para pelanggan membuktikan dirinya sesuai dengan semboyannya “We Make People Fly” dimana artinya sendiri “Kami membuat siapa saja terbang” yang ingin bepergian jauh dalam waktu singkat serta dengan biaya yang tidak terlalu mahal. Tidak akan terjadi hal yang demikian bilamana Lion tidak sungguh-sungguh dalam memberikan pelayanan yang baik bagi pelanggannya.
      Berdasarkan dari uraian tersebut, maka yang menjadi pokok dalam penelitian ini adalah “Bagaimana kepuasan pelanggan Maskapai Lion Air Terhadap Pilihan Waktu yang disediakan”.

      1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian
      1.3.1 Tujuan Penelitian
      Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :
      1. Untuk mengetahui seberapa besar kepuasan konsumen yang telah menggunakan jasa maskapai penerbangan PT Lion Mentari Airlines.
      2. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pemberian pilihan waktu penerbangan sebagai daya tarik untuk memikat konsumen.
      3. Untuk menganalisis hal apa saja yang membuat konsumen loyal terhadap pemberian waktu yang tersedia ini.
      1.3.2 Manfaat Penelitian
      1. Diharapkan nantinya pihak Lion Air sendiri mendapat gambaran terhadap konsumennya tentang seberapa besar pengaruh pemberian pilihan waktu terbang, sehingga dapat lebih memaksimalkan lagi antusiasme konsumen.
      2. Bagi penulis sendiri hasil penelitian ini digunakan untuk memenuhi syarat memperoleh gelar sarjana ekonomi pada Fakultas Ekonomi Program Ekstensi Unuversitas Jambi.
      1.3.4 Ruang Lingkup Penelitian
      Dalam penelitian ini, penulis membatasi ruang lingkup yang akan dibahas yaitu bidang manajemen pemasaran dan aspek yang diteliti adalah kepuasan pelanggan terhadap pilihan waktu terbang yang telah disediakan perusahaan penerbangan Lion Air wiayah operasional Jambi.

      Bab II
      Tinjauan Pustaka

      2.1 Definisi – definisi
      a. Pemasaran
      Menurut Kotler (2004, 9) pemasaran adalah suatu proses yang di dalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.
      b. Manajemen
      Menurut Kotler (1997, 13) manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan sumber daya organisasi yang telah ditetapkan.
      c. Konsep Pemasaran
      Menurut Kotler (2002, 34) konsep pemasaran adalah filosofi manajemen pemasaran yang menyatakan bahwa pencapaian sasaran organisasi tergantung pada penentuan kebutuhan dan keinginan pasar dan menyampaikan kepuasan yang didampakkan itu secara lebih efektif dan efisien dibanding pesaing.
      d. Kepuasan Pelanggan
      Menurut Kotler & Amstrong (2001) kepuasan pelanggan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan hasil yang dirasakan dengan harapannya. Seorang pelanggan akan mengalami berbagai tingkat kepuasanbila kinerja produk dan produk yang dihasilkan sesuai dengan harapan, dan merasa akan tidak puas apabila barang yang dihasilkan tidak sesuai dengan harapan.
      e. Jasa
      Menurut Kotler (2003) jasa adalah setiap tindakan atau kinerja yang dapat ditawarkan satu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan sesuatu.

      2.2 Kerangka Teoritis
      Pemasaran bertujuan memenuhi dan memuaskan kebutuhan serta keinginan para pelanggan sebagai objek sasaran dari pasar itu sendiri. Dengan memahami kebutuhan pelanggan, perusahaan diharapkan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada individu maupun kelompok. Memberikan pelayanan sehingga meninggalkan bekas terhadap individu yang memakai jasa sangat penting untuk diperhatikan. Dengan pelayanan tersebut maka pelanggan akan menjadi loyal terhadap perusahaan yang menawarkan pelayanan jasa tersebut.
      Kepuasan konsumen adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang dialami setelah membandingkan antara persepsi kinerja atau hasil suatu produk dengan harapan-harapannya (Kotler, 2003). Kepuasan konsumen merupakan fenomena setelah pembelian (Giese & Cote, 2000). Maksudnya bahwa kepuasan konsumen terjadi setelah pembelian, dimana konsumen setelah melakukan pembelian kemudian akan melakukan evaluasi terhadap produk tersebut apakah sesuai dengan harapannya atau tidak. Apabila kinerja produk sesuai dengan harapan maka konsumen akan merasa puas. Sebaliknya, bila kinerja produk tidak sesuai dengan harapan maka konsumen akan merasa tidak puas.
      Dalam berbagai kasus yang ditemui di lapangan, usaha penerbangan tidak lepas dari penuaian kritik dari konsumennya. Kegiatan usaha penerbangan sangat menghargai sekali waktu itu. Bagaimana tidak, apabila salah satu jadwal penerbangan yang ada berantakan, maka kesemua jadwal penerbangan yang telah direncanakan sebelumnya akan turut mengalami kekacauan juga. Manajemen yang telah melakukan penjadwalan penerbangan ini tentunya harus jeli dalam menyusun serta mempertimbangan segala hal yang nantinya berdampak akan mengacaukan jadwal penerbangan.
      Delay (keterlambatam) merupakan faktor yang disebabkan oleh beberapa faktor yang tidak direncanakan sebelumnya, ada beberapa hal yang terjadi di luar dugaan seperti rusaknya beberapa instrumen pesawat, cuaca maupun keadaan Bandar Udara juga sebagai faktor penyumbang keterlambatan tersebut.
      Pada dasarnya sebagian besar keuntungan yang didapat oleh perusahaan berasal dari kepuasan konsumen dalam menikmati produknya. Konsep penawaran jasa yang dikemukakan Tjiptono (2002), setidaknya ada 5 (lima) kategori diantaranya, 1) Produk fisik murni, 2) Produk fisik dengan jasa pendukung, 3) Hybrid, 4) Jasa utama yang didukung dengan barang dan jasa minor, dan 5) Jasa murni. Pada usaha penerbangan sendiri termasuk kategori yang keempat, yaitu Jasa utama yang didukung dengan barang dan jasa minor. Penawaran terdiri atas suatu jasa pokok bersama-sama dengan jasa tambahan (pelengkap) dan atau barang-barang pendukung. Penumpang pesawat terbang yang membeli jasa transportasi juga dilayani makanan dan minuman, majalah, atau surat kabar selama penerbangan sebagai unsur produk fisik yang terlibat. Jasa seperti ini memerlukan barang yang bersifat capital intensif (dalam hal ini pesawat) untuk realisasinya, tapi penawaran utamanya adalah jasa.

      DAFTAR PUSTAKA
      http://ekonomi.kompasiana.com
      http://id.wikipedia.org/wiki/Lion_Air
      Kotler, Phillip, 2002, ”Manajemen Pemasaran Jilid I (Edisi Bahasa Indonesia)”. Jakarta: PT. Prenthalindo Indonesia
      Kotler, Philip, 2003, ”Manajemen Pemasaran, Edisi Milenium Jilid I, PT. Prenthalindo. Jakarta
      Kotler, Philip, 2003, ”Manajemen Pemasaran, Edisi Milenium Jilid II, PT. Prenthalindo. Jakarta

      Komentar oleh Eko Anom Susilo | Januari 22, 2013 | Balas

  42. Salam sejahtera bapak

    NAMA : MEZYLA YUANDA
    NIM : C1B010080
    JUDUL : “ANALISIS KEPUASAN PELANGGAN DAN LOYALITAS PELANGGANTERHADAP MEREK SEPATU OLAHRAGA NIKE”

    BAB I
    PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang Masalah
    Pada perkembangan dunia pemasaran dimasa kini, masyarakat dimanjakan dengan banyaknya tawaran pemasaran dari perusahaan-perusahaan sejenis. Dinamika dalam dunia perusahaan yang semakin menantang,membuat perusahaan menciptakan adanya suatu persaingan bisnis.
    Perusahaan harus mampu menarik konsumen (pelanggan) sebanyak-banyaknya dan perusahaan mampu memperoleh keuntungan sebesar-besarnya. Pihak-pihak perusahaan harus lebih aktif dalam mendistribusikan dan memperkenalkan produnya agar sesuai dengan apa yang diharapka oleh perusahaan.
    Tidak hanya itu perusahaan juga harus mampu meyakini pelanggannya agar tetap bertahan pada produknya dan tidak lari ke perusahaan lain yang sejenis. Pelanggan merupakan aset penting bagi perusahaan yang harus diberikan layanan sebaik-baiknya. Tidak ada cela bagi perusahaan lain untuk menarik pelanggan yang sudah tetap.
    Dalam hal ini berlaku juga bagi perusahaan yang memproduksi sepatu olahraga. Pada masyarakat Indonesia,olahraga merupakan salah satu aktifitas yang menjadi kegemaran banyak orang yang dilakukan secara terus-menerus dan disegala golongan. Seperti halnya olahraga badminton,sepakbola, basket dan lainnya. Di dalam kegiatan ini pastinya masyarakat yang hobi berolahraga membutuhkan kenyamanan bagi diri mereka,seperti kebutuhan akan sepatu olahraga.
    Masyarakat membutuhkan sepatu olahraga yang berkualitas baik,yang mampu membuat kenyamanan ketika dipakai. Banyaknya jenis-jenis merek sepatu seperti Nike, Adidas, Allstar dll merek-merek ini sangat bersaing untuk memikat para pembeli dengan produk yang dihasilkan. Tidak hanya merek ini saja yang ada dipasaran saat ini,sepatu dengan merek-merek barupun mulai bermunculan.
    Oleh karena itu perusahaan harus mampu mempertahankan,menjaga loyalitas para pelanggan terhadap merek mereka,karena merek dapat menentukan apakah perusahaan bisa dipertahankan atau tidak oleh konsumen. Begitu halnya dengan sepatu Nike yang sudah dikenal di Internasional,perusahaan yang memproduksi merk sepatu nike harus mampu mempertahankan nama besar Nike dipasaran luas,khusunya bagi masyarakat Indonesia yang notabenenya pengguna sepatu olahraga bermerek Nike ini.

    1.2 Rumusan Masalah
    Latarbelakang diatas menjelaskan bahwa perusahaan harus mampu mempertahankan merek produk mereka. Dan dapat ditentukan beberapa pertanyaan sbb;
    1.) Apakah kualitas dari sepatu tersebut dapat memberikan kenyamanan bagi konsumen?
    2.) Bagaimana merek mereka dapat menjamin bahwa sepatu tersebut layak dipertahankan pelanggan?

    1.3 Tujuan Penelitian

    1.) Agar mengetahui kualitas dari merek sepatu nike memang layak untuk dipertahankan?
    2.) Untuk mengetahui apakah faktor-faktor yang menerapkan loyalitas pelanggan kepada perusahaan?

    1.4 Manfaat Penelitian

    • Bagi perusahaan
    Sebagai bahan masukan untuk perusahaan dalam meningkatkan kualitas produk untuk lebih baik lagi dan menjadi perusahaan yang dapt diperhitungkan keunggulnnya di dunia bisnis
    • Bagi peneliti
    Peneliti bisa menjadikan ini sebagai bahan pertimbangan atau acuan untuk penelitian selanjutnya.

    Untuk kasus sepatu NIKE lebih tepat menggunakan konsep life style daripada kepuasan. Kalau kepuasan terlalu umum, tapi konsep life style akan lebih dekat dg alasan kenapa orang menggunakannya.

    Komentar oleh mezyla yuanda | Desember 19, 2012 | Balas

    • Baik pak, akan saya coba perbaiki lagi mengenai konsep nya

      Komentar oleh mezyla yuanda | Januari 10, 2013 | Balas

  43. Nama: Nadia Rani
    NIM: ERC1B010024
    Jurusan: Manajemen kelas sore

    Judul : Pengaruh Keputusan Nasabah Dalam Memilih Pembiayaan Pada PT. Adira Dinamika Multi Finance Cabang Kota Jambi

    1. Latar Belakang
    Dalam Manajemen pemasaran ditekankan bahwa para pemasaran wajib memahami keragaman dan kesamaan konsumen agar mereka mampu memamasarkan produknya dengan baik. Para pemasar harus memahami mengapa dan bagaimana konsumen mengambil keputusan konsumsi sehingga pemasar dapat merancang strategi pemasaran dengan lebih baik.
    Model perilaku konsumen menunjukkan penekanan pada interaksi antara pemasar dan konsumen. Komponen sentral dari model adalah pengambilan keputusan konsumen, yaitu pemahaman dan evaluasi merek, bagaimana pertimbangan alternatif merek disesuaikan dengan kebutuhan konsumen dan kepuasan untuk merek. ( Daryanto, 2011;222).
    Kebiasaan konsumen dalam membeli adalah suatu cara yang dilakukan konsumen dalam melakukan aksi dan reaksi dari bermacam-macam situasi yang terdapat dalam suatu proses pembelian barang,jasa atau penerimaan konsumen akan sebuah ide. Perusahaan hendak nya memberikan penghargaan pada konsumen ini, dengan cara lebih memahami konsumennya sehingga kedua belah pihak dapat saling melengkapi kebutuhannya. Informasi yang dibutuhkan konsumennya dalam membeli adalah hal-hal yang berhubungan dengan apa dan berapa banyak konsumen membeli, siapa yang melakukan pembelian serta bagaimana dan dimana konsumen membeli ( Vinci, 2009 ; 33 ).
    PT. Adira Dinamika Multi Finance Cabang Kota Jambi adalah salah satu perusahaan pembiayaan terbesar berbagai merek otomotif di kota Jambi. PT. Adira Dinamika Multi Finance Cabang kota Jambi lebih berkonsentrasi kepada pembiayaan dengan tingkat pengembalian yang tinggi. Alamat PT. Adira Dinamika Multi Finance Cabang kota Jambi di jalan Hayam Wuruk No 49-50 Kelurahan Jelutung Kota Jambi.
    Adapun perkembangan jumlah konsumen yang menggunakan jasa pembiayaan pada PT. Adira Dinamika Multi Finance Cabang Kota Jambi selama lima tahun terakhir yaitu dari tahun 2008 – 20012 cenderung mengalami berfluktuasi seperti pada tabel dibawah ini :

    Tabel 1.1 . Jumlah Konsumen PT. Adira Dinamika multi Finance Cabang Kota Jambi
    Tahun 2008 – 2012

    Tahun Jumlah Konsumen
    ( orang ) Persentase Perkembangan
    ( % )
    2008 13.279 –
    2009 16.090 21,17 ( % )
    2010 19.522 21,33 ( % )
    2011 22.087 13,14 ( % )
    2012 25.108 13,68 ( % )
    Sumber : PT. Adira Dinamika Multi Finance Cabang Kota Jambi (2008 – 2012)

    Berdasarkan keterangan diatas diketahui bahwa dalam lima tahun terakhir jumlah konsumen pada PT. Adira Dinamika Multi Finance Cabang Kota Jambi terus menggalami peningkatan. Tahun 2008 jumlah konsumen sebanyak 13.279 orang, tahun 2009 naik menjadi 16.090 orang atau meningkat sebesar 21,17 ( % ), tahun 2010 sebanyak 19.522 orang atau naik sebesar 211,33 ( % ), tahun 2011 sebanyak 22.087 orang atau naik sebesar 3,14 ( % ), tahun 2012 sebanyak 25.108 orang atau naik sebesar 13,68 ( % ).
    Peningkatan jumlah konsumen tidak terlepas dari adanya faktor-faktor yang mempengaruhi mereka dalam mengambil keputusan untuk menggunakan jasa perusahaan. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen terrsebut antara lain : faktor psikologis, faktor pribadi dan faktor sosial.
    Berdasarkan keterangan diatas maka saya tertarik untuk meneliti dan dituangkan dalam bentuk jurnal dengan judul “ Pengaruh Keputusan Nasabah Dalam Memilih Pembiayaan Pada PT. Adira Dinamika Multi Finance Cabang Kota Jambi “.

    2. Rumusan Masalah
    Ada beberapa kenyataan yang terjadi berkaitan dengan perilaku konsumen pada PT. Adira Dinamika Multi Fianance Cabang Kota Jambi diantaranya adalah :
    1. Bagaimana perilaku konsumen pada PT. Adira Dinamika Multi Finance Cabang Kota Jambi ?
    2. Faktor – faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku konsumen pada PT. Adira Dinamika Multi Finance Cabang Kota Jambi ?

    3. Tujuan Penelitian
    1. Untuk mengetahui faktor-faktor apa yang mempengaruhi keputusan konsumen untuk menggunakan jasa pembiayaan pada PT. Adira Dinamika Multi Finance Cabang Kota Jambi.
    2. Untuk menganalisis faktor yang paling dominan mempengaruhi keputusan konsumen untuk menggunakan jasa pembiayaan pada PT. Adira Dinamika Multi Finance Cabang Kota Jambi.

    3. Manfaat Penelitian
    1. Diharapkan penelitiian ini menjadi salah satu sumbangan pemikiran buat PT. Adira Dinamika Multi Finance Cabang Kota Jambi, dalam upaya meningkatkan konsumennya.
    2. Sebagai bahan referensi bagi peneliti yang ingin melakukan penelitian pada masa yang akan datang.

    Kerangka Pemikiran
    Perilaku konsumen tidak dapat secara langsung dikendalikan perusahaan, oleh karena itu informasi mengenai perilaku ini perlu dikumpulkan sebanyak mungkin. Dengan memahami pperilaku konsumen secra tepat, perusahaan akan mamppu memberikan kepuasan yang lebih baik kepada konsumennya. Perilaku konsumen erat kaitannya dengan perilaku yang diperlihatkan konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi dan menghabiskan produk dan jasa yang mereka harapkan dapat memuaskan kebutuhan mereka.
    Perusahaan berkewajiban untuk memahami konsumennya, mengetahui apa yang dibutuhkannya, dan bagaimana menggambil keputusan. Sehingga ppihak perusahaan dapat menyediakan produk dan jasa yang sesuai dengan kebutuhan para konsumen.
    Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan untuk menggunakan jasa suatu perusahaan antara lain : factor psikologis, pribadi dan sosial.

    Silahkan dilanjuti, ini potensil untuk dijadikan penelitian.

    Komentar oleh Nadia Rani | Desember 20, 2012 | Balas

  44. selamat pagi pak jo
    Nama : SUCI WULANDARI
    NIM : C1B0100002
    Jurusan : Manajemen a kelas pagi
    Judul : ANALISIS TINGKAT BRAND LOYALITY PADA PRODUK PASTA GIGI PEPSODENT

    Analisis Tingkat Brand Loyality pada Produk pasta gigi Pepsodent

    Bab I. Pendahuluan
    1.1 Latar Belakang
    Semakin hari bisnis semakin berkembang dengan pesatnya, dan semakin ketat persaingan yang terjadi didalam dunia bisnis dengan intesitas yang makin hari makin tinggi. Persaingan ini terjadi hampir pada seluruh sektor bisnis termasuk pada bisnis pasta gigi. Bisnis pasta gigi di indonesia, mempunyai persaingan pasar yang begitu ketat bisa dilihat dari gencarnya penayangan iklan pada media televisi (TV). Setidaknya ada beberapa produsen merek pasta gigi yang dikenal luas oleh masyarakat di pasar indonesia, yaitu : pepsodent, close up (unilever) , ciptadent, sensodyne, maxam, dan masih banyak lagi merek pasta gigi yang lain. Produk pasta gigi dengan merek tertentu memiliki pangsa pasar dan segmen pasar konsumen yang cukup kuat, disebabkan adanya kecocokan ataupun kepuasaan dengan kualitas yang diberikan. Konsumen yang merasa nyaman atau pas menggunakan produk pasta gigi tidak akan bersedia mengganti merek pasta gigi yang dipakai. Konsumen menjadi setia (loyal) dengan merek pasta gigi yang mampu memberikan hasil gigi yang putih bersih, menghilangkan bau mulut seperti yang mereka harapkan. Kesetian konsumen terhadap produk pasta gigi pilihannya disebut brand loyality, yaitu komitmen hakiki dalam membeli ulang merek yang istimewa (Peter & Olson,2003).
    Dengan melakukan beberapa pengamatan di beberapa toko ataupun swalayan yang berada di daerah kota jambi, pasta gigi pepsodent adalah salah satu pasta gigi yang paling dicari oleh masyarakat dibandingkan dengan pasta gigi lainya seperti close up, dan ciptadent.
    Untuk mempertahankan eksistensi dan pamor produk di masyarakat pepsodent mengeluarkan beberapa varian produk untuk menghadapi pesaingnya seperti pepsodent meluncurkan Pepsodent sensitive Expert untuk menggaet konsumen yang memiliki masalah dengan gigi sensitive. Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana tingkat brand loyality konsumen terhadap produk pasta gigi dengan mengambil merek Pepsodent sebagai studi kasus.

    1.2 Rumusan Masalah
    Berdasarkan Latar belakang, rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
    1. Bagaimana Loyalitas konsumen terhadap produk pasta gigi pepsodent ?
    2. Bagaimana Persepsi atau pandangan konsumen tentang kulitas dari produk pepsodent ?

    1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian
    1.3.1 Tujuan Penelitian
    Sejalan dengan Rumusan Masalah yang dikemukakan di atas maka penelitian ini bertujuan untuk :
    1. Mengetahui loyalitas konsumen terhadap produk pasta gigi pepsodent

    1.3.2 Manfaat Penelitian
    Berdasarkan dengan tujuan penelitian maka penelitian ini diharapkan sebagai berikut :
    1. Bagi Peneliti
    Diharapkan dapat menambah wawasan pengetahuan bagi penulis, khususnya mengenai loyalitas konsumen terhadap merek/brand.
    2. Bagi Pembaca
    Di harapkan menjadi bahan referensi, dapat menambah informasi,sumbangan pemikiran dan menambah pengetahuan pembaca mengenai loyalitas konsumen.

    Silahkan ditulis lebih komplit aga ide utamanya terlihat pada proposal tentatif.

    Komentar oleh wulan.dari991@yahoo.com | Desember 21, 2012 | Balas

  45. Salam Pak Jo
    Nama : NAJLA
    Nim : C1B009011
    Kelas: Manajemen A kelas pagi
    Judul : PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN DAN WORD OF MOUTH PADA BIRO PERJALANAN PT.TAZAKKA CERIA WISATA KOTA JAMBI
    1.1. Latar belakang
    Salah satu rukun islam, yaitu rukun islam yang kelima diwajibkan untuk menunaikan ibadah haji bagi yang mampu .Di era globalisasi saat ini peningkatan ekonomi masyarakat semakin baik seiring itu pula semakin tingginya minat dan keinginan sebagian masyarakat (muslim) untuk meningkatkan sebuah ibadah , dimana haji dan umroh merupakan salah satu bidikan sebagian masyarakat (muslim) selain ibadah-ibadah lainnya .seiring meningkatnya kebutuhan sebagian masyarakat(muslim) akan pelayanan yang khusus untuk tours&travel haji dan umroh .
    Banyaknya kebutuhan sebagian masyarakat dalam menjalankan haji dan umroh selain ibadah mereka juga memanfaatkan perjalanan tersebut sebagai salah satu wisata rohani . Banyak pula perusahaan yang bergerak dalam bisnis jasa pelayanan haji dan umroh , kelas ONH plus dan paket-paket wisata umroh lainnya ,PT Tazakka ceria wisata merupakan salah satu perusahaan di provinsi jambi yang bergerak dibidang jasa pelayanan tours&tavel haji dan umroh.hal itu tentunya akan menimbulkan konsekuensi pada tajamnya persaingan dalam mendapatkan pelanggan dan mempertahankan pelanggan yang ada.hal ini diperberat oleh adanya perang dalam sebuah kualitas pelayanan.
    Gejolak bisnis tersebut terdapat adanya pergeseran tuntutan pelanggan , menuntut manajemen perusahaan PT tazakka ceria wisata untuk mampu beradaptasi dengan pesaing . seperti konsumen membutuhkan kenyamanan selama perjalanan yaitu dari bidang transportasi konsumen membutuhkan suasana kendaraan yang kondusif ,service personal yang sopan dan ramah , penginapan hotel yang terbaik , makanan yang disajikan selalu enak disantap sehingga konsumen dapat menikmati perjalanan yang menyenangkan.oleh karena itu perusahaan harus mampu memberikan pelayanan yang sangat berkualitas dan memuaskan pelanggannya.Ketidakmampuan perusahaan dalam melakukan sebuah inovasi dalam sebuah persaingan menimbulkan ancaman bagi kelangsungan hidup perusahaan bersangkutan.
    Kualitas pelayanan kepada para jamaah merupakan sebuah kunci yang sangat penting bagi keberhasilan perusahaan tour&travel haji dan umroh. “Menurut Kotler” (2000) ,kualitas dimulai dari pelanggan dan berakhir pada persepsi pelanggan . pelanggan akan merasa puas bila mereka mendapatkan pelayanan yang baik atau yang sesuai dengan yang mereka harapkan .

    Berhasilnya suatu jasa travel tidak terlepas dari anggapan konsumen atas kualitas pelayanan , dan semakin tinggi kualitas pelayanan biro jasa travel maka akan meningkatkan tingkat kepuasan pelanggan/konsumen , selain peningkatan kualitas biro jasa harus melakukan promosi . promosi merupakam hal yang perlu diperhatikan karena promosi yang tepat akan memberikan suatu keuntungan yang diharapkan oleh pihak biro jasa yang berguna untuk mempertahankan kelangsungan perusahaan.

    Dari beberapa alat komunikasi pemasran yang ada , bentuk WOM merupakan alat promosi yang menunjang seperti seorang konsumen jasa , umumnya akan lebih percaya atas cerita dari pengalaman kerabat terdekat atau orang lain dibandingkan selogan melalui media iklan , koran dll .
    Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pemasaran jasa tours&travel PT tazakka ceria wisata akan lebih bermanfaat bila dilakukannya melalui WOM.artinya jasa tersebut harus memberikan pelayanan yang paling baik bagi konsumen jasanya , agar pengguna jasa bisa menceritakan hal yag positif tentang perusahaan jasa PT tazakka ceria wisata .

    Konsumen yang telah menggunakan jasa tersebut dapat menjadi alat promosi efektif untuk mempengaruhi calon konsumen yang lain . 2 manfaat dari wom :
    1. Sumber wom meyakinkan
    2. Sumebr wom berbiaya rendah

    Penelitian yang dilakukan Anderson (1998) menyimpulkan bahwa konsumen yang sangat puas atas jasa yang mereka konsumsi akan melakukan WOM positif lebih tinggi dari mereka yang puas, dansebaliknya konsumen yang tidak puas akan melakukan WOM negatif yang lebih tinggi lagi. Jadi dapat disimpulkan bahwa hal tersebut dapat mempengaruhi kinerja pemasaran serta bagaimana memanfaatkan WOM positif untuk merebut peluang pasar.
    Dari beberapa uraian dan masalah yang dihadapi bisnis biro jasa maka penulis meneliti tentang “PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN DAN WORD OF MOUTH PADA BIRO PERJALANAN PT.TAZAKKA CERIA WISATA JAMBI.
    1.2. RUMUSAN MASALAH
    Adapun penelitian mempunyai rumusan masalah dalam bentuk pertanyaan:
    1. Bagaimana pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen jasa biro perjalanan umroh dan haji PT. Tazakka Ceria Wisata Jambi ?
    2. Bagaimana pengaruh kualitas pelayanan terhadap WOM konsumen jasa biro perjalanan PT. Tazakka Wisata Ceria Jambi?
    3. Bagaimana pengaruh kepuasan word of mouth PT. Tazakka Ceria Wisata Jambi terhadap tingkat kepuasan konsumen ?

    1.3. Tujuan Penelitian
    Berdasarkan rumusan pokok permasalaan maka tujuan penelitian adalah sebagai berikut:
    1. Untuk mengetahui tingkat pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan/konsumen PT. Tazakka Ceria Wisata Jambi
    2. 2.Untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap WOM konsumen jasa biro perjalanan PT. Tazakka Ceria Wisata Jambi
    3. Untuk mengetahui pengaruh kepuasan terhadap WOM konsumen PT. Tazakka Ceria Wisata Jambi.

    1.4. Manfaat Penelitian
    1. Manfaat teoritis
    Dapat dijadikan sumbangan hasil kajian tentang hubungan kualitas pelayanan kepuasan dan WOM yang diterapkan dalam bidang jasa khususnya jasa layanan biro perjalanan haji dan umroh.
    2. Manfaat praktis
    Penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh manajemen PT. Tazakka Ceria Wisata Jambi untuk merancang strategi peningkatan kepuasan pelanggan ataupun tingkat inovatif dalam melakukam upaya meningkatkan kualitas pelayanan, kepuasan, dan WOM konsumen/pelanggan.

    Lebih baik menggunakan word of mouth saja agar ada pembedanya dg yang lain.

    Komentar oleh NAJLA | Desember 21, 2012 | Balas

  46. Salam Pak jo.
    Horas, Semoga Dalam Keadaan Baik-Baik Saja Amin
    NAMA: SATRIO NUGROHO
    NIM : C1B010063
    (KELAS MGT B PAGI)

    Judul :Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Jasa Rumah Makan Terhadap Loyalitas Pelanggan Mie Ayam Dan Bakso Ojolali Di Kota Jambi (studi kasus rumah makan mie ayam dan bakso ojolali pusat)

    1,1 Latar belakang
    Kebutuhan manusia akan pangan selalu menjadi salah satu kebutuhan utama, pengusaha dapat melihat hal ini sebagai prospek dalam berbisnis, sesuai dengan adanya permintaan dan penawaran. Jumlah populasi manusia yang terus bertambah, membuat tingkat kebutuhan manusia akan pangan juga ikut terus bertambah, bisnis pangan khususnya di bidang rumah makan di kota jambi saat ini menunjukan perkembangan yang baik, dengan prospek usaha yang meningkat dan cukup pesat. Ditengah ketatnya persaingan bisnis usaha rumah makan, para pengusaha saling berlomba bersaing untuk merebut hati pelanggan, upaya mempertahankan pelanggan yang loyal menjadi tantangan pihak pengusaha, karena pelanggan saat ini semakin kritis dalam memilih makanan yang sesuai dengan selera mereka, tentu ini bukan hal yang mudah mengingat banyak perubahan yang dapat terjadi setiap saat pada diri pelanggan, maka pengusaha harus mampu melakukan berbagai inovasi dan strategi yang baik. Kualitas pelayanan di bidang jasa rumah makan merupakan salah satu pemikiran yang sering digunakan oleh pelanggan dalam menilai kualitas rumah makan tersebut, di samping cita rasa dan kualitas makanan, kualitas pelayanan dan kinerja yang baik juga sangat menunjang kepuasaan pelanggan, kepuasan pelanggan dapat mempengaruhi perilaku pelanggan khususnya loyalitas pelanggan yang terwujud dalam keinginan membeli ulang dan niat merekomendasikan, keberadaan rumah makan jenis mie ayam dan bakso di kota jambi pun kini sudah banyak sekali, salah satu rumah makan mi ayam dan bakso yang terkenal di jambi yaitu mie ayam dan bakso ojolali berada di kawasan strategis yang mempunyai 3 cabang, yang pertama (pusat) terletak di karya, yang kedua di kambang, dan yang ketiga di dekat RSJ jambi, menjadi salah satu rumah makan favorit di masyarakat kota jambi, hal ini terbukti karena cukup banyak pelanggan yang merasa puas dan dating ke rumah makan ini lebih dari dua kali

    1.2 perumusan masalah
    Berdasarkan latar belakang masalah dan judul, maka dalam penelitian ini penulis merumuskan masalah, sebagai berikut:
    1. Bagaimana kualitas dan pelayanan jasa pada rumah makan ojo lali?
    2. bagaimana loyalitas pelanggan rumah makan ojolali?
    3. bagaimana pengaruh kualitas dan pelayanan jasa terhadap loyalitas pelanggan rumah makan ojolalai?

    1.3 Tujuan penilitian
    1. untuk mengetahui menganalisis, dan menjelaskan kualitas pelayanan jasa menurutut pelanggan rumah makan ojolali
    2. untuk mengetahui, menganalisis, dan menjelaskan loyalitas pelanggan rumah makan ojolali

    1.4 Kegunaan peniltian
    Penilitian ini diharapkan dapat menambah ilmun pengetahuan dan wawasan khususnya dalam bidang manajemen pemasaran dan sebagai pelatihan dalam menerapkan serta mengaplikasikan ilmu (akademis) di dunia kerja

    Topik dapat saya setujui, tapi judul saya harap ada perubahan.

    Komentar oleh SATRIO NUGROHO | Desember 21, 2012 | Balas

  47. salam sejahteran pak jo.
    Horas, Semoga Dalam Keadaan Baik-Baik Saja Amin

    NAMA:GEMI AGUSTIN
    NIM :C1B010059
    (KELAS MJT B PAGI)

    Judul :Analisis Pengaruh harga dalam persepsi konsumen terhadap kualitas produk RUMAH TANGGA TUPPERWARE

    BAB I. Pendahuluan
    1.1 Latar belakang
    Pada perkembangan dunia pemasaran saat ini, masyarakat banyak disuguhkan atau dimanjakan dengan banyaknya tawaran produk-produk industri dari perusahaan-perusahaan yang memproduksi produk barang yang sama atau sejenis. dalam dunia persaingan pasar,inilah yang membuat perusahaan-perusahan tersebut saling bersaing dalam memproduksi produk yang bagus dan berkualitas untuk menarik masyarakat untuk menggunakan atau memakai produk yang mereka produksi.pada masyarakat indonesia,banyak para-para ibu rumah tangga yang ingin memiliki atau menggunakan barang yang berkualitas bagus. Banyaknya produk rumah tangga yang memenuhi pasar Indonesia membuat perusahaan harus benar-benar memilih strategi yang tepat dalam menentukan serta memasarkan produknya.
    TUPPERWARE sebagai salah satu perusahaan industri terbesar dan terkenal di Indonesia telah menyadari persaingan tersebut.TUPPERWARE senantiasa memberikan keyakinan kepada konsumennya tentang kualitas produknya serta selalu melakukan diferensiasi produk dengan selalu meluncurkan produk rumah tangga dengan tipe serta fitur baru agar kebutuhan masyarakat yang bervariasi dapat diatasi dengan produk dan harga produk yang juga bervariasi. Sehingga tujuan utama perusahaan yaitu mencapai penjualan optimal yang dapat mencapai tujuan.Kepuasan pelanggan dapat mempengaruhi perilaku pelanggan khususnya loyalitas pelanggan yang terwujud dalam menggunakan kembali,membeli ulang dan niat merekomendasikan kepada orang lain. Kebijakan dalam penetapan harga menjadi salah faktor penentu penilaian konsumen terhadap kualitas suatu produk yang dipasarkan. Biasanya persepsi konsumen tentang kualitas suatu produk berbanding lurus dengan harga dari produk tersebut. Jika harga tinggi maka kualitas tinggi, jika harga rendah maka kualitas rendah pula.
    Melihat keadaan inilah penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai persepsi konsumen terhadap kualitas produk rumah tangga TUPPERWARE berdasarkan harga yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Persepsi konsumen yang dimaksud adalah persepsi konsumen setelah menggunakan produk TUPPERWARE.Dalam hal Ini yang akan dianalisis adalah apakah persepsi konsumen sebelum dan setelah menggunakan produk tersebut adalah sama atau malah tidak sesuai dengan persepsi mereka sebelum menggunakan produk tersebut.

    1.2 Rumusan Masalah
    Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas, maka dapat diidentifikasi beberapa hal sebagai berikut:
    – TUPPERWARE merupakan salah satu perusahaan industri rumah tangga terbesar dan terkenal di Indonesia yang telah meluncurkan beberapa variasi yang menarik yang dibutuhkan oleh masyarakat Iindonesia.
    – Konsumen memiliki persepsi yang berbeda dalam menentukan kualitas produk.
    – Untuk dapat menguasai pasar, perusahaan harus menciptakan produk yang menarik dan berkualitas.

    1.3 Tujuan Penelitian
    Berdasarkan rumusan pokok permasalaan maka tujuan penelitian adalah sebagai berikut:
    1. Untuk mengetahui hubungan antara faktor harga dengan kualitas suatu produk industri rumah tangga.
    2. Untuk menganalisis kualitas TUPPERWARE dan kesesuainnya dengan harga yang ditetapkan perusahaan.
    3. Untuk menganalisis persepsi konsumen terhadap kualitas TUPPERWARE.

    1.4 Manfaat Penelitian
    Hasil dari penelitian ini diharapkan akan mempunyai manfaat, yaitu:
    1. Manfaat Teoritis
    Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan bahan yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu penelitian dalam bidang Manajemen Pemasaran kaitannya dengan penilaian konsumen terhadap kualitas produk berdasarkan harga produk tersebut.

    2. Manfaat Praktis
    a. Bagi Perguruan Tinggi.
    Memberikan informasi mengenai pengaruh harga terhadap kualitas dari suatu produk rumah tangga.
    b. Bagi Perusahaan.
    Sebagai sumbangan atau masukan pemikiran dan bahan pertimbangan perusahaan untuk meningkatkan kualitas produk sesuai dengan harga yang ditetapkan, sehingga menciptakan penilai positif dari konsumen tentang produk tersebut rumah tangga tersebut
    c. Bagi Penulis
    Untuk menerapkan teori-teori yang telah diterima di bangku kuliah terhadap kondisi yang ada di pasar dan untuk menambah wawasan serta memperluas pikiran terutama menyangkut masalah persepsi harga serta kualitas suatu produk.

    Gemi coba periksa yang kamu buat dg yg dibuat oleh temanmu pada posting no 27, sepertinya ada kemiripan yang tak disengaja. Kenapa ini bisa terjadi?

    Komentar oleh Gemi Agustin | Desember 21, 2012 | Balas

    • Sebelum nya saya minta maaf pak,saya sudah baca posting yg bpk sebutkan,ternyata memang ada kesamaan yg tidak disengaja pak,seumpamanya bapak berkenan,itu akan saya perbaiki secepat nya, untuk selanjutnya saya berjanji untuk lebih teliti dan hati hati sehingga kejadian ini tidak akan terulang lagi atas pengertiannya saya ucapkan terima kasih pak

      Komentar oleh gemi agustin | Desember 24, 2012 | Balas

      • Nama:Gemi Agustin
        Nim:C1B010059
        (Kelas MJT B pagi)
        Judul:analisis kepuasan akan produk TUPPERWARE dikalangan ibu rumah tangga

        BAB 1.Pendahuluan
        1.1 latar belakang
        Pada perkembangan zaman di indonesia saat ini,masyarakat banyak disuguhkan atau dimanjakan degan berbagai macam produk yang di rancang sesuai dengan keinginan masyarakat pada umum nya,di era yang bisa dikatakan sudah modern ini,banyak terjadi persaingan antara perusahaan-perusahaan yang bertujuan untuk menarik para pelanggan agar membeli atau menggunakan produk yg mereka produksi tanpa berpindah ke lain produk dengan maksud memberi kenyamanan kepada pelanggan atas produk yg mereka suguhkan.contohnya dengan merancang suatu produk misal yaitu produk rumah tangga TUPPERWARE dengan seunik mungkin dan dengan variasi berbeda dengan produk yg lain nya yang sama jenis dan kegunaan nya,hanya saja produk ini mempunyai keunggulan yang sangat banyak,misal nya merancang produk sedemikian mungkin tahan akan kerusakan dengan kata lain tahan banting,sehingga para pelanggan tidak kecewa menggunakan produk yang kita rancang,dan untuk menambakan nilat lebih (+) pada produk ini,perusahaan bisa memberi garansi atas produk mereka,misal nya apabila terjadi kerusakan mereka memberi jaminan menggati dengan produk yang baru dengan jenis produk yang sama,hal ini bertujuan untuk memberi kepercayaan kepada pelanggan agar tidak ragu-ragu lagi menggunakan produk kita,soal ny mereka sudah memberi jaminan yang bisa dikatakan tidak merugikan mereka karna telah membeli produk tersebut.

        1.2 Rumusan Masalah
        -TUPPERWARE adalah produk yang sudah banyak diggunakan oleh para ibu-ibu rumah tangga
        -Agar dapat menarik para pelanggan,perusahaan harus mempunyai strategi untuk mengalahkan pesaing yang memproduksi produk degan jenis yang sama,Jadi berdasarkan masalah diatas dapat dirumuskan sebagai berikut:
        -apakah produk TUPPERWARE ini bisa mengungguli produk yang lain?
        -apakah dengan memberi garansi jaminan pelanggan akan yakin membeli produk tersebut?
        -bagaimana produk TUPPERWARE tetap membunyai nilai lebih dimata pelanggan
        1.3 Tujuan Penelitian
        -bermaksud untuk memberi masukan kepada perusahaan tentang selera masyarat terutama selera ibu rumah tangga pada umumnya
        -agar pelanggan tidak bosan dengan variasi produk tersebut

        1.4 Manfaat Penelitian
        -untuk menjadikan patokan kepada perusahaan supaya bisa mengungguli persaingan pasar
        -memberikan sisi baik kepada pelanggan atas manfaat produk ini

        Untuk tupperware coba teliti tentang WOM dan Garansi produk yang sampai seumur hidup.

        Komentar oleh gemi agustin | Desember 24, 2012

  48. Nama : Aliya Rizka Pratami
    Nim : C1B010076

    Judul : Strategi Pemasaran Kasur Pegas ( springbed ) merk Procella

    Pendahuluan :

    Pada tahun 2012 saat ini,banyak anak-anak yang sudah mulai menggemari karakter dari berbagai tokoh kartun atau anime. Terlihat dari banyaknya produk yang diproduksi oleh berbagai perusahaan dengan menonjolkan berbagai macam karakter seperti naruto,doraemon, hello kitty,cars dan lainnya pada produk mereka. Mulai dari alat tulis sekolah,peralatan mandi seperti sabun,shampoo,sampai ukiran dan bentuk kasur pegas (Springbed).
    Saat ini banyak sekali ditawarkan merk-merk kasur pegas kepada konsumen. Dimana masing-masing merk berusaha membuat produknya lebih unggul. Maka berbagai perusahaan yang memproduksi kasur pegas ( springbed ) berlombailomba meningkatkan kualitas pegas pada kasur produksi mereka yang kuat dan nyaman hingga mengubah bentuk atau motiv dari kasur springbed ini.
    Di daerah Sumatra khususnya Provisnsi Jambi terdapat perusahaan yang memproduksi kasur pegas ( springbed ) dengan berbagai macam karakter kartun , kasur pegas yang berukuran single ( perorangan ) ini ditargetkan kepada konsumen anak- anak baik lelaki atau perempuan yang menggemari kartun.
    Kasur bermerk Procella ini membuat startegi pemasaran dengan tujuan utama pangsa pasarnya adalah anak-anak atau remaja yang menggemari obyek kartun atau anime, hingga kepada orang dewasa dengan desain klasiknya. Procella mempromosikan produknya di lantai mall terbuka yang dapat dilihat langsung oleh calon konsumen,harga yang ditawarkan pun tidak terlalu mahal.
    Oleh sebabl itu saat ini Procella mulai menguasai penjualan pasar kasur springbed di daerah Jambi terlihat dari banyaknya konsumen yang membeli kasur dengan berbagai macam tokoh kartun.

    Rumusan Masalah :

    1. Apakah faktor harga,selera,kualitas dan promosi mempengaruhi konsumen dalam membeli kasur bermerk Procella?

    2. Dari Faktof tersebut, manakah yang domoninan memberikan pengaruh terhadap pembelian kasur bermerk Procella?

    Tujuan Penelitian.

    1. Untuk mengetahui perilaku konsumen dalam pembelian kasur merk Procella dilihat dari harga, selera, kualitas dan promosi

    2. Untuk mengetahui faktor yang dominan mempengaruhi perilaku konsumen dalam pembelian kasur pegas merk Procella

    Manfaat Penelitian

    1. Penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi perusahaan dalam menetapkan kebijakan dan strategi dibidang pemasaran

    2. Diharapkan menjadi bahan acuan bagi peneliti selanjutnya

    Topikmu ok, judulnya yang harus diperbaiki misalnya tentang persepsi terhadap kasur ….

    Komentar oleh Aliya Rizka Pratami (@aliyaRp) | Desember 22, 2012 | Balas

  49. Sebelum nya saya minta maaf pak,saya sudah baca posting yg bpk sebutkan,ternyata memang ada kesamaan yg tidak disengaja pak,seumpamanya bapak berkenan,itu akan saya perbaiki secepat nya, untuk selanjutnya saya berjanji untuk lebih teliti dan hati hati sehingga kejadian ini tidak akan terulang lagi atas pengertiannya saya ucapkan terima kasih pak

    Komentar oleh gemi agustin | Desember 24, 2012 | Balas

  50. Selamat pagi pak jo.selamat natal pak jo.God Bless You.
    sebelumnya saya mohon maaf atas keterlambatan saya dalam mengucapkan selamat natal bagi bapak dan keluarga..

    berikut proposal saya.semoga dapat diterima dan bermanfaat.amin
    NAMA:FAJAR RAMADHANI
    NIM:C1B010018
    KELAS :MANAJEMEN A 2010 PAGI

    PENGARUH KELOMPOK REFERENSI DAN KONSEP DIRI TERHADAP PERILAKU KONSUMEN SMARTPHONE

    BAB I
    PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang
    Twitter, facebook, yahoo messenger, skype dan berbagai layanan sosial networking lainnya telah mampu mengubah persepsi kita terhadap dunia. Dimana Amerika bukan lagi sebuah benua yang jauh entah dimana, Eropa bukan lagi sebuah negeri asing yang tidak tahu dimana keberadaannya, Jepang, China, Korea bahkan Afrika sekali pun bukan lagi hanya sekedar cerita dalam berita televisi. Namun negara – negara tersebut telah menjadi bagian nyata dari kehidupan masyarakat saat ini. Dengan difasilitasi oleh berbagai layanan Internet semua lapisan masyarakat dapat berkomunikasi dan berinteraksi langsung dengan orang – orang di berbagai belahan dunia tanpa harus menapakan kaki ke tempat – tempat tersebut. Sehingga dunia yang dulunya luas telah menjadi sempit di sebuah ruang publik virtual.
    Tidak ada lagi hambatan ruang dan waktu dalam berkomunikasi dan berinteraksi. Hilangnya hambatan ini dikenal dengan istilah Globalisasi dimana setiap orang memiliki akses yang global dalam memperoleh informasi. Globalisasi sangat identik dengan technologi karena globalisasi sendiri tidak akan pernah terjadi tanpa adanya perkembangan teknologi. Dewasa ini teknologi berkembang begitu pesat sehingga hampir seluruh aktivitas kehidupan manusia tidak bisa terlepas dari unsur teknologi.
    Salah satu bentuk teknologi yang memicu semakin kencangnya proses globalisasi adalah Gadget. Gadget adalah perangkat elektronik yang bersifat praktis yang memiliki fungsi tertentu seperti handphone dan komputer. Pada awalnya handphone hanya berfungsi sebagai alat komunikasi yang bersifat praktis karena bisa digunakan dimanapun dan kapanpun. Namun dewasa ini handphone bukan lagi hanya sekedar alat komunikasi audio dengan layanan telepon dan sms namun handphone telah berubah menjadi sebuah benda yang super canggih karena hampir semua hal bisa dilakukan dengan berbagai faslilitasnya mulai dari audio call,video call, sms, mms, email, layanan internet,hingga fasilitas hiburan seperti music player ,video player, camera dan lain sebagainya semua dikemas dalan sebuah benda yang disebut handphone.
    Bahkan akhir – akhir ini telah berkembang handphone yang bisa menjalankan aplikasi komputer. Handphone ini dikenal dengan istilah telepon pintar atau smartphone. Telepon pintar (smartphone) adalah telepon genggam yang mempunyai kemampuan tingkat tinggi, kadang-kadang dengan fungsi yang menyerupai komputer. Bagi beberapa orang, telepon pintar merupakan telepon yang bekerja menggunakan seluruh perangkat lunak sistem operasi yang menyediakan hubungan standar dan mendasar bagi pengembang aplikasi. Bagi yang lainnya, telepon pintar hanyalah merupakan sebuah telepon yang menyajikan fitur canggih seperti surel (surat elektronik), internet dan kemampuan membaca buku elektronik (e-book) atau terdapat papan ketik ( keyboard ) dan penyambung VGA. Dengan kata lain, telepon cerdas merupakan komputer kecil yang mempunyai kemampuan sebuah telepon.
    Dewasa ini smartphone berkembang sangat pesat di berbagai kalangan masyarakat terutama kalangan anak muda ( youth ). Hal ini dapat di lihat dari banyaknya pengguna smartphone berupa symbian, apple, android,blackberry dan lain -lain dikalangan anak muda Indonesia. Menurut asia media journal 19% dari pengguna handphone di Indonesia menggunakan smartphone. Blackberry dan android adalah smartphone yang mayoritas digunakan oleh kalangan anak muda Indonesia. Menurut artikel yang dimuat dalam tekno.compas, 27% pangsa pasar smartphone Indonesia dikuasai oleh blackberry dan 10% dikuasai oleh android.
    Mewabahnya penggunaan smarthphone di Indonesia ternyata mempengaruhi pola perilaku para penggunanya terutama kalangan anak muda. Dengan berkembangnya smarthphone dan layanannya, memberikan pengaruh positif terhadap kehidupan masyarakat seperti meningkatnya efektifitas pekerjaan dan mempermudah akses informasi. Namun smarthphone juga memiliki pengaruh negatif seperti munculnya komunitas alay dengan kata – kata dan ciri khas berlebihan di kalangan masyarakat. Dampak negatif dan positif penggunaan smarthphone sebenarnya di tentukan oleh pengguna dan bagaimana mereka menggunakannya. Pada dasarnya jika setiap pengguna smaertphone benar – benar menfungsikan smartphone sebagai alat bantu pekerjaan maka tidak akan timbul dampak negatif seperti komunitas alay dan criber crime seperti hacker dan hoak.
    Pertanyaannya adalah apakah semua pengguna smarthphone mengerti bagaimana menfungsikan smartphone mereka secara optimal ? apakah yang melatarbelakangi mereka untuk menggunakan smarthphone ? apakah karena kualitas yang ditawarkan oleh smartphone tersebut atau pretise karena berkembangnya persepsi anak muda gaul identik dengan smarthphone ? Youth adalah segmen pasar yang unik karena youth memiliki kecenderungan bersifat labil dalam menentukan sesuatu salah satunya adalah gadget berupa smartphone. Terkadang kualitas bukan menjadi prioritas namun rasa menjadi bagian dari sebuah kelompok menjadi faktor yang lebih kuat daripada kualitas. Oleh karena penulis tertarik untuk meneliti pengaruh globalisasi terhadap potensi pasar di segmen youth dengan mengangkat fenomena smarthphone sebagai fokus penelitian ini.

    1.2 Rumusan Masalah
    • Apakah faktor dominan yang melatarbelakangi penggunaan smartphone dikalangan anak muda ?
    • Seberapa besarkah kemampuan pengguna smarthphone mengoptimalkan fungsi smarthphone yang mereka miliki ?
    • Bagaimanakah strategi dalam memenangkan pangsa pasar ponsel segmen youth di Indonesia ?
    1.3 Tujuan Penelitian
    • Mengetahui faktor dominan yang melatarbelakangi penggunaan smartphone dikalangan anak muda
    • Mengetahui seberapa besar kemampuan pengguna smarthphone mengoptimalkan fungsi smarthphone yang mereka miliki.
    • Merumuskan strategi dalam memenangkan pangsa pasar ponsel segmen youth di Indonesia.
    1.4 Manfaat Penelitian
    • Penelitian ini diperuntukan kepada akademisi,mahasiswa serta stakeholder terkait agar mampu menelaah perilaku konsumen smartphone agar menjadi bahan kebijakan kemajuan teknologi di masa akan datang.

    BAB II
    TINJAUAN PUSTAKA

    2.1 Landasan Teori
    2.1.1 Defenisi
    1. Pemasaran
    Menurut William J. Staton “Pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.” (Stanton, 1986 : 7).
    Philip Kotler “Pemasaran adalah proses sosial dan managerial dengan mana seseorang atau kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan dan pertukaran produk dan nilai. (Kotler, 1986 : 5)”
    2. Manajemen pemasaran
    Philiph Kotler dalam bukunya Marketing Management, Analysis, Planning and Control (Prentice-Hall of India Ltd, New Delhi, 1978) yang dikutip oleh Komaruddin (1995) mengatakan bahwa manajemen pemasaran (marketing management) adalah tugas untuk mengatur tingkatan, penetapan waktu, dan sifat permintaan dengan suatu cara yang akan membantu organisasi mencapai sasaran-sasarannya

    Swastha (1995 : 5) memberikan definisi atau pengertian manajemen pemasaran sebagai penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan program-program yang bertujuan menimbulkan pertukaran dengan pasar yang dituju dengan maksud untuk mencapai tujuan perusahaan.

    3. Konsumen

    Philip Kotler (2000) dalam bukunya Prinsiples Of Marketing adalah semua individu dan rumah tangga yang membeli atau memperoleh barang atau jasa untuk dikonsumsi pribadi.

    4. Perilaku konsumen

    perilaku konsumen menurut Engel et al. (1994 : 3) adalah tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses yang mendahului dan menyusul dari tindakan ini .

    Mowen (1990 : 5) mengatakan bahwa perilaku konsumen adalah studi unit-unit dan proses pembuatan keputusan yang terlibat dalam menerima, menggunakan dan penentuan barang, jasa, dan ide.

    5. Actualisasi diri

    Maslow dalam (Arinato, 2009), menyatakan aktualisasi diri adalah proses menjadi diri sendiri dan mengembangkan sifat-sifat dan potensi psikologis yang unik.

    6. Kelompok referensi

    Menurut Herbet H. Hyman kelompok acuan ( kelompok referensi ) didefinisikan sebagai orang atau kelompok orang yang mempengaruhi secara bermakna suatu perilaku individu.

    7. Smart phone

    Telepon cerdas (smartphone) adalah telepon genggam yang mempunyai kemampuan tingkat tinggi, kadang-kadang dengan fungsi yang menyerupai komputer.( wikipedia )

    2.1.3 Hipotesis
    Dugaan sementara :
    -Faktor dominan yang melatarbelakangi penggunaan smartphone bagi kalangan muda dikarenakan mengikuti zaman yang ada saat ini.
    -pengoptimalan fungsi smartphone bagi kalangan muda mempunyai dampak yang signifikan karena fungsi smartphone itu sendiri mengedepankan kepraktisan.
    -Dalam memenangkan pangsa pasar smartphone bagi kalangan muda harus mengedepankan fungsi kepraktisan serta mempunyai konsep baru dalam smartphone itu sendiri baik dalam desain dan fitur layanan..

    Fajar silahkan lanjuti, saya belum melihat ada daftar bacaan yang digunakan pada rencana proposalmu ini.

    Komentar oleh fajar ramadhani (@fajarramadh) | Desember 28, 2012 | Balas

  51. NAMA : GUSNITA ARIYANI
    NIM : C1B010120
    PESERTA PAGI
    Inilah Hasil Penelitian kami, (PROPOSAL TENTATIF)
    TEMA : PERILAKU KONSUMEN
    JUDUL: Faktor Sosial Salah Satu Perilaku Konsumen Yang Mempengaruhi pilihan Konsumen Untuk Menggunakan perdanaXL DAN TELKOMSEL

    BAB I
    PENDAHULUAN

    1.1 Latar belakang

    Individu sebagai makhluk sosial memiliki berbagai macam kebutuhan,salah satuny adalah kebutuhan untuk berkomunikasi, Komunikasi yang baik adalah komunikasi yang dapat dipahami.Oleh karena itu komunikasi berjalan dua arah, dimana ada pemberi pesan (komunikator), penerima pesan (komunikasi), dengan perkembangan zaman dari tahun ke tahun maka alat komunikasi yang di gunakan adalah telepon seluler.
    Telepon seluler merupakan pengembangan teknologi di mana perangkatnya dapat di gunakan sebagai perangkat untuk berpindah-pindah, persaingan ketat pada bisnis dari berbagai Operator Telepon Seluler menuntut strategi perubahan dan perbaikan secara lebih baik dalam menghasilkan produk atau layanan yang berkualitas tinggi dengan harga yang wajar dan bersaing. Maka itu para konsumen harus pintar-pintar dalam mentukan Operator apa yang akan di gunakan
    Dengan perkembangan tersebut terciptanya banyak provider – provider yang di tawarkan ke pasaran,terjadinya persingan ketat pada bisnis dari berbagai Operator Telepon Seluler,persaingan yang saya amati antara provider XL DAN TELKOMSEL mereka berlomba-lomba untuk menawarkan layanan terbaiknya dengan harga yang terjangkau, ke dua provider tersebut menggunakan media promosi untuk menggenalkan kelebihan setiap providernya,dengan di gunakan berbagai macam promosi yang di gunakan, maka dengan itu faktor yang di gunakan banyak dalam berbagai macam faktor terutama faktor sosial berkaitan dengan pengaruh dan peran lingkungan sekitar konsumen dengan cangkupan kelompok,keluarga serta peran dan status dalam pemilihan dan penggunaan operator seluler.

    1.2 RUMUSAN MASALAH

    Berdasarkan latar belakang yang telah di uraikan sebelumnya maka penulis merumuskan masalah – masalah sebagai berikut :
    1.Apakah faktor sosial berpengaruh positif terhadap suatu keputusan proses konsumen dalam menggunakan kartu XL DAN TELKOMSEL

    1.3 TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN

    1.3.1 TUJUAN PENELITIAN

    1.untuk dapat mengetahui perkembangan yang terjadi dalam setiap kartu perdana XL DAN TELKOMSEL
    2.untuk dapat mengetahui bagaimana kelebihan yang ada dalam kartu XL DAN TELKOMSEL dalam persaingan konsumen
    3.untuk mengetahui bagaimana faktor sosial yang terjadi untuk pemilihan kartu provider XL DAN TELKOMSEL dalam perilaku konsumen

    1.3.2 MANFAAT PENELITIAN

    1.Bagi penulis,di harapkan dapat mengetahui dan menambah ilmu mengenai bisnis provider terutama kartu XL Dan TELKOMSEL
    2.Bagi perusaahan,dapat di jadikan bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perilaku konsumen dalam mengambil keputusan untuk menggunakan provider yang mau di gunakan
    3.Bagi pihak lain sebagai bahan referensi untuk pebandingan penelitian dalam masa yang akan datang

    faktor sosial yang dimaksud silahkan dilanjuti.

    Komentar oleh gusnita ariyani | Januari 2, 2013 | Balas

  52. selamat malam pak jo…
    Nama:DIAN SURIADI GINTING
    Nim:c1b010124
    MANAJEMEN G 2010 KELAS PAGI
    ANALISIS FAKTOR PERSEPSI YANG MEMPENGARUHI MINAT KONSUMEN UNTUK BERBELANJA PADA MINI MARKET INDOMARET JAMBI

    BAB I
    PENDAHULUAN
    1.1 Latar Belakang
    Mini market beberapa tahun belakangan ini menjadi salah salah alternative tempat berbelanja bagi konsumen. Banyak nya mini market yang tumbuh belakangan ini mulai dari mini market local sampai mini market yang nasional seperti INDOMARET.Alternatif yang begitu banyak menyebabkan mini market harus memperhatikan berbagai faktor,salah satu faktor yang perlu untuk diperhatiakan oleh mini market adalah faktor persepsi konsumen yang akan mempengaruhi perilaku konsumen untuk mengambil keputusan memilih tempat berbelanja yang menurut persepsi mereka merupakan tempat berbelanja yang terbaik,dan keputusan yang di buat oleh konsumen akan mempengaruhi kesuksesan dari mini market tersebut.Penelitian ini di lakukan untuk menguji pengaruh dari lokasi,kelengkapan produk,kualitas produk,harga produk,pelayanan,kenyamanan berbelanja dan promosi secara bersama maupun secara terpisah terhadap minat konsumen untuk berbelanja dan untuk menganalisis variabel manakah yang paling dominan dalam mempengaruhi minat konsumen untuk berbelanja.
    Dalam memilih minimarket untuk tempat berbelanja konsumen memiliki kriteria evaluasi diantaranya adalah faktor lokasi,kelengkapan produk,kualitas produk,harga,pelayanan,kenyamanan berbelanja dan promosi.hal tersebut menjadi faktor yang sangat penting dan harus di perhatikan produsen karena akan menjadi bahan pertimbangan bagi konsumen dalam melakukan proses persepsi dan untuk memilih minimarket mana yang akan di jadikan tempat berbelanja.
    1.2 Rumusan Masalah
    Adapun Rumusan Masalah Dari Penelitian ini adalah
    1. Apakah lokasi mempengaruhi minat konsumen untuk berbelanja pada INDOMARET Jambi?
    2. Apakah kelengkapan Produk mempengaruhi minat konsumen untuk berbelanja pada INDOMARET Jambi?
    3. Apakah kualitas produk mempengaruhi minat konsumen untuk berbelanja pada INDOMARET Jambi?
    4. Apakah harga Produk mempengaruhi minat konsumen untuk berbelanja pada INDOMARET Jambi?
    5. Apakah pelayanan mempengaruhi minat konsumen untuk berbelanja pada INDOMARET Jambi?
    6. Apakah kenyamanan berbelanja mempengaruhi minat konsumen untuk berbelanja pada INDOMARET Jambi?
    7. Apakah promosi mempengaruhi minat konsumen untuk berbelanja pada INDOMARET Jambi?
    8. Apakah lokasi,kelengkapan produk,kualitas produk,harga produk,pelayanan,kenyamanan berbelanja dan promosi mempengaruhi minat konsumen untuk berbelanja pada INDOMARET Jambi?

    1.3 Tujuan Penelitian
    Sesuai dengan rumusan masalah,penelitian ini memiliki tujuan sebagai berikut:
    1. Untuk membuktikan apakah lokasi mempengaruhi minat konsumen untuk berbelanja pada INDOMARET Jambi
    2. Untuk membuktikan apakah kelengkapan produk mempengaruhi minat konsumen untuk berbelanja pada INDOMARET Jambi
    3. Untuk membuktikan apakah kualitas produk mempengaruhi minat konsumen untuk berbelanja pada INDOMARET Jambi
    4. Untuk membuktikan apakah harga produk mempengaruhi minat konsumen untuk berbelanja pada INDOMARET Jambi
    5. Untuk membuktikan apakah pelayanan mempengaruhi minat konsumen untuk berbelanja pada INDOMARET Jambi
    6. Untuk membuktikan apakah kenyamanan berbelanja mempengaruhi minat konsumen untuk berbelanja pada INDOMARET Jambi
    7. Untuk membuktikan apakah promosi mempengaruhi minat konsumen untuk berbelanja pada INDOMARET Jambi
    8. Untuk membuktikan apakah lokasi,kelengkapan produk,kualitas produk,harga produk,pelayanan, kenyamanan berbelanja dan promosi mempengaruhi minat konsumen untuk berbelanja pada INDOMARET Jambi

    1.4 Manfaat Penelitian
    Hasil penelitian ini di harapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:
    1. Manfaat bagi INDOMARET Jambi. Penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi Manajer Pemasaran INDOMARET Jambi dalam nenigkatkan dan menjaga Penjualan.
    2. Bagi Peneliti, bermanfaat sebagai media untuk menerapkan dan mengaplikasikan teori-teori yang diperoleh selama kuliah dan juga untuk menambah pengalaman di bidang penelitian, khususnya pengetahuan di bidang Pemasaran mengenai pengaruh lokasi,kelengkapan Produk,Kualitas Produk,Harga Produk,Pelayanan,Kenyamanan Berbelanja,Promosi terhadap minat Konsumen Untuk berbelanja
    3. Bagi Dunia Akademis, sebagai sumbangan informasi dan wawasan dan kajian dibidang pemasaran dan penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan penelitian lebih lanjut di bidang pemasaran.

    BAB II
    LANDASAN TEORI

    2.1 Pengertian Pemasaran
    Menurut kotler(2000),pemasaran adalah sebagai suatu proses social dan manajerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan perukaran timbal balik dan nilai dengan orang lain.Pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang u tuk merencankan,menentukan harga,promosi,dan mendistribusikan barang-barang yang dapat memuaskan keinginan dan mencapai pasar sasarab serta tujuan perusahaan(saladin,2003).Secara umum pengertian pemasaran adalah kegiatan untuk menjalankan bisnis guna memenuhi kebutuhan pasar dengan barang atau jasa,menetapkan harga dan atau jasa,menetapkan harga,mendistribusikan,serta mempromosikannya melalui proses pertukaran agar memuaskan konsumen dan mencapai tujuan perusahaan.
    2.2 Pengertian persepsi
    Menurut Stanton et al.(1998) persepsi dapat di defenisikan sebagai makna yang kita pertalikan berdasarkan pengalaman masa lalu,stimuli(ransangan) yang kita temui melalui lima indra.Adapun menurut Deshpande,Farley,& Webster(1993):Persepsi adalah proses bagaimana stimuli-stimuli itu di seleksi,diorganisasi,dan di interpretasikan.Proses persepsi bukan hanya proses psikologi semata,tetapi di awali dengan proses fisiologis yang di kenal sebagai sensasi.
    Persepsi merupakan suatu proses yang timbul akibat adanya sensasi,dimana sensasi adalah aktivitas merasakan penyebab keadaan emosi yang menggembirakan,sensasi dapat juga didefenisikan juga sebagai tanggapan yang cepat dari indra penerima kita terhadap stimuli dasar seperti cahaya,warna,dan suara.Dengan adanya semua itu,maka akan timbul persepsi.
    2.3 Pengertian Ritel
    Menurut Christian Whidya Utami(2006),ritel berasal dari bahasa Prancis(riteller) yang berarti memotong atau memecah sesuatu.usaha ritel atau eceran dapat di pahami sebagai semua kegiatan yang terlibat dalam penjualan barang atau jasa secara langsung kepada konsumen akhir untuk penggunaan pribadi.kegiatan yang dilakukan dalam bisnis ritel adalah menjual berbagai produk,jasa,atau keduanya kepada konsumen untuk keperluan konsumsi pribadi maupun bersama.dengan demikian ritel adalah kegiatan terakhir dalam jalur distribusi yang menghubungkan produsen dengan konsumen.

    2.4 Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Belanja
    Keputusan belanja di pengaruhi oleh kepercayaan ,sikap dan nilai-nilai pelanggan,serta berbagai faktor dalam lingkungan social pelanggan(Christina Whidya Utami,2006).proses keputusan memilih barang atau jasa di pengaruhi oleh faktor limgkungan dan faktor pribadi di dalam diri seseorang.
     Faktor External
    1. Keluarga
    Banyak keputusan belanja di buat untuk produk yang di konsumsi oleh keluarga secara keseluruhan.Ritel harus memehami bagaimana suatu keluarga membuat keputusan belanja dan bagaimana anggota keluarga lain nya mepengaruhi keputusan ini.
    2. Kelompok Acuan
    Kelompok yang dijadikan acuan Kelompok yang dijadikan acuan satu atau lebih orang-orang yang digunakan seseorang sebagai dasar perbandingan untuk kepercayaan, perasaan, dan perilaku.
    3. Budaya
    Budaya adalah faktor yang mendasar dalam pembentukan norma-norma yang dimiliki seseorang yang kemudian membentuk atau mendorong keinginan dan perilakunya menjadi seorang konsumen. Budaya dalam hal ini meliputi hal-hal yang dapat dipelajari dari keluarga, tetangga, teman, guru maupun tokoh masyarakat.

     Faktor Internal
    Faktor pribadi atau internal di dalam diri seseorang yang memengaruhi keputusan belanja antara lain:
    1. Aspek pribadi
    Seorang pelanggan akan mempunyai perbedaan dengan pelanggan yang lain karena faktor-fakt or pribadi yang berbeda misalnya, tahapan usia, kondisi keuangan, gaya hidup, kepribadian, dan konsep diri.

    2. Aspek psikologis
    Faktor psikologi yang memengaruhi seseorang dalam tindakan membeli suatu barang atau jasa didasarkan pada motivasi, persepsi, kepercayaan, dan perilaku serta proses belajar yang dilalui konsumen.

    2.5 Proses Belanja Pelanggan

    Menurut Christina Whidya Utami (2006), beberapa tahapan dalam proses belanja pelanggan adalah sebagai berikut.
    1. Pengenalan kebutuhan
    Proses belanja muncul ketika orang menyadari bahwa mereka mempunyai suatu kebutuhan yang tidak terpuaskan. Kebutuhan ini muncul ketika seorang pelanggan ingin meningkatkan kepuasan yang berbeda dengan tingkat kepuasan yang dirasakan saat ini. Ketika pelanggan menyadari adanya kebutuhan yang belum terpuaskan, pada saat itulah ia berada pada tahapan pengenalan kebutuhan.
    2. Pencarian informasi
    Setelah pelanggan mengidentifikasi suatu kebutuhan, ia mungkin mencari informasi tentang suatu ritel atau produk untuk membantu mencukupi kebutuhan mereka.
    3. Evaluasi atas berbagai alternatif
    Setelah mempertimbangkan berbagai faktor sebagai hasil dari proses pencarian informasi, pelanggan berada pada tahapan mangevaluasi alternatif-alternatif yang telah ditetapkan oleh pelanggan.
    4. Menentukan pilihan
    Setelah mengevaluasi berbagai alternatif yang telah ditetapkan oleh pelanggan, maka pelanggan berada pada tahapan mementukan pilihan ritel mana yang akan dipilih.
    5. Transaksi belanja
    Ketika konsumen telah memilih ritel yang akan dikunjungi maka konsumen akan melakukan transaksi pembelian pada ritel tersebut.
    6. Evaluasi belanja
    Proses belanja tidak berakhir ketika pelanggan membeli suatu produk. Setelah berbelanja, pelanggan menggunakan produk itu dan kemudian mengevaluasi pengalaman ini untuk menentukan apakah produk ini memuaskan atau tidak. Kepuasan adalah evaluasi pasca konsumsi tentang seberapa baik suatu toko atau produk memenuhi atau melebihi harapan pelanggan

    PErsepsinya saya setuju, tapi konsepnya harus lebih jelas dan dalam untuk kasus Indomart, karena Indomart relatif baru di JAmbi.

    Komentar oleh Dian Suriadi Ginting | Januari 5, 2013 | Balas

  53. Salam hangat pak joe, sukses slalu…
    Maaf pak joe saya mau merubah judul buat tugas saya
    Nama : djainul aswari
    Nim : ERC1B010037
    MANAJEMEN KELAS SORE PAK JOE

    Analisis efesiensi ekonomi usaha peternakan ayam potong di desa pondok meja kabupaten muaro jambi
    BAB I PENDAHULUAN
    A. Latar Balakang Masalah
    Usaha peternakan yang ada di Indonesia sebagian besar atau sekitar sembilan puluh persen dilakukan oleh rakyat dan sisanya sepuluh persen dijalankan perusahaan- perusahaan. Usaha kecil dan menengah merupakan subsektor yang cukup besar andilnya dalam pembentukan pendapatan suatu daerah. Setiap daerah memiliki berbagai macam industri sesuai dengan karakteristik daerah masing-masing.
    Di desa pondok meja banyak sekali berbagai macam usaha kecil dan menengah. Sesuai dengan dengan karakteristik daerah tersebut yang merupakan kawasan bahari, adapun beberapa usaha yang ada di desa pondok meja diantaranya adalah peternakan sapi dan ayam. Salah satu usaha peternakan ayam yang banyak digeluti ini yang terletak di desa pondok meja kabupaten muaro jambi adalah usaha peternakan ayam. Usaha peternakan ayam di desa ini merupakan jenis usaha kecil jika di sejajarkan dengan usaha peternakan ayam yang besar lainnya .Hanya saja usaha peternakan ini memiliki kelemahan pada modal usaha dan peralatan yang masih tradisional.
    Salah satu hal yang perlu mendapatkan perhatian lebih dalam pengembangan dan untuk menjaga eksistensi usaha peternakan ayam ini adalah bagaimana mengkondisikan para pengusaha peternakan ayam yang ada untuk menggunakan faktor-faktor produksi yang dalam hal ini adalah bahan baku, dan tenaga kerja dengan seefisien mungkin sehingga akan menghasilkan output dan keuntungan yang optimal. Kenyatan yang ada di lapangan bahwa para pengusaha peternakan ayam di desa ini masih menghadapi masalah dalam hal permodalan, peningkatan ketrampilan tenaga kerja, alat-alat yang digunakan untuk berproduksi masih tradisional dan jumlah produksi yang masih dipengaruhi oleh musim. Oleh sebab itu dapat dikatakan bahwa produksi ayam di desa ini belum optimal sehingga keuntungan yang diperoleh pengusaha ayampun masih belum maksimum.
    Mengingat besarnya kontribusi industri terhadap perekonomian daerah maka perlu adanya sebuah penelitian yang bisa dijadikan salah satu alternatif solusi masalah-masalah yang dihadapi oleh para pengusaha Ayam. Dalam hal ini yaitu bagaimana mengkombinasikan semua faktor-faktor produksi yang ada agar dapat dikelola dengan baik.

    Komentar oleh djainul aswari | Januari 7, 2013 | Balas

  54. salam pak jo..
    Saya,
    nama; TAMIA DESI WULANDARI
    nim : ERC1B010041
    maaf baru mengirim tugas karna kemarin sibuk tutup buku akhir tahun ditempat saya kerja.
    ini tugas saya pak,mohon dinilai.
    sesuai dengan prodi yang saya ambil,yaitu perpajakan.
    judul; PROSEDUR PENYELESAIAN PERMOHONAN SURAT KETERANGAN BEBAS (SKB) PPN ATAS PENYERAHAN BARANG KENA PAJAK ( BKP ) TERTENTU YANG BERSIFAT STRATEGIS PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA JAMBI
    BAB I
    PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang

    Pajak merupakan kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Oleh karenanya pajak perlu dikelola secara seksama dengan meningkatkan peran serta seluruh lapisan masyarakat dan petugas perpajakan itu sendiri.
    Wajib pajak adalah Orang Pribadi atau Badan, meliputi pembayar Pajak, Pemotong Pajak, dan Pemungut Pajak, yang mempunyai hak dan kewajiban perpajakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan perpajakan.Pajak Pertambahan Nilai merupakan pajak tidak langsung, yang dikenakan atas transaksi penyerahan Barang Kena Pajak maupun pemanfaatan Jasa Kena Pajak. Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai dibebankan kepada konsumen akhir.
    Karena merupakan pajak tidak langsung, pengenaan Pajak Pertambahan Nilai atas Barang Kena Pajak yang sama dapat dikenakan berkali-kali. Namun demikian, Pajak Pertambahan Nilai yang harus dibayar setiap pengenaan PPN tersebut, terlebih dahulu harus diperhitungkan dengan pajak masukan yang berkaitan dengan pengadaan Barang Kena Pajak tersebut. Ini mengandung arti bahwa PPN atas penyerahan Barang Kena Pajak pada setiap transaksi tersebut dikenakan atas nilai tambah dari Dasar Pengenaan Pajak setiap transaksi. (Djoko M, 2008).
    Pajak masukan adalah Pajak Pertambahan Nilai yang seharusnya sudah dibayar oleh pengusaha kena pajak karena perolehan BKP dan atau penerimaan JKP dan atau pemanfaatan BKP tidak terwujud dari luar daerah pabean dan atau pemanfaatan JKP dari luar pabean dan atau impor BKP. Barang kena pajak (BKP) sendiri adalah barang berwujud yang menurut sifat atau hukumnya dapat berupa barang bergerak atau barang tidak bergerak,dan barang tidak berwujud yang dikenakan pajak berdasarkan Undang-Undang PPN.
    Pada dasarnya semua barang adalah BKP, kecuali Undang-Undang menetapkan sebaliknya. Jenis barang yang tidak dikenakan PPN ditetapkan dengan peraturan Pemerintah didasarkan atas kelompok-kelompok barang seperti:barang hasil pertambangan, penggalian, pengeboran, kebutuhan pokok, makan dan minuman yang disajikan di hotel, restoran, rumah makan dan warung serta uang, emas batangan dan surat-surat beharga.
    Adapun tujuan Undang-undang nomor 8 tahun 1983 sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan undang-undang nomor 42 tahun 2009 tentang PPN yaitu untuk :
    1) Meningkatkan kepastian hukum dan keadilan bagi pengenaan pajak pertambhan nilai .
    2) Menyederhanakan sistem pajak pertambahan nilai
    3) Mengurangi biaya kepatuhan.
    4) Meningkatkan kepatuhan wajib pajak .
    5) Tidak menganggu penerimaan pajak pertambahan nilai.
    6) Mengurangi distorsi dan peningkatan kegiatan ekonomi,
    Selain itu dalam rangka mendorong perkembangan dunia usaha dan meningkatkan daya saing maka Pemerintah menetapkan jenis-jenis Barang Kena Pajak Tertentu yang bersifat strategis yang dibebaskan dari pengenaan Pajak Pertambahan Nilai, yang bertujuan untuk menjamin tersedianya barang-barang yang bersifat strategis tersebut.
    Barang kena pajak tertentu yang bersifat strategis atas impor atau penyerahan berupa barang modal berupa mesin dan peralatan pabrik, baik dalam keadaan tepasang maupun terlepas, tidak termasuk suku cadang yang diperlukan secara langsung dalam proses menghasilkan barang kena pajak tersebut.pengusaha yang mengimpor dan/atau menerima penyerahan barang kena pajak tertentu yang bersifat strategis diwajibkan mempunyai surat keterangan bebas pajak pertambahan nilai yang diterbitkan oleh direktorat jendral pajak. Berdasarkan latar belakang yang telah disebutkan di atas maka penulis tertarik untuk membuat Laporan Magang dengan judul:
    “Prosedur Penyelesaian Permohonan Surat Keterangan Bebas (SKB) PPN Atas Penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) Tertentu Yang Bersifat Strategis Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jambi”

    1.2 Masalah Pokok
    Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka rumusan masalah laporan adalah sebagai berikut :
    1) Siapa saja pihak yang terlibat dalam penyelesaian permohonan SKB PPN atas penyerahan BKP Tertentu yang bersifat strategis berupa barang modal serta cara pengajuannya pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jambi?
    2) Bagaimana prosedur pembebasan PPN atas penyerahan BKP tertentu yang bersifat strategis selain barang modal ?
    3) Bagaimana perlakuan dan perhitungan PPN bagi perusahaan yang melakukan penyerahan barang kena pajak sekaligus barang yang dibebaskan pajaknya?

    1.3 Tujuan dan Manfaat Penulisan
    1.3.1 Tujuan Penulisan
    Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan laporan ini adalah sebagai berikut :
    1) Mengetahui pihak-pihak yang terlibat dalam penyelesaian permohonan SKB PPN dan tata cara pengajuannya pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jambi,
    2) Mengetahui prosedur pembebasan PPN atas penyerahan BKP tertentu yang bersifat strategis selain barang modal.
    3) Mengetahui perlakuan dan perhitungan PPN bagi perusahaan yang melakukan penyerahan barang kena pajak sekaligus barang yang dibebaskan pajaknya.

    1.3.2 Manfaat Penulisan
    Sedangkan manfaat dari penulisan laporan magang ini antara lain :
    1) Untuk menambah wawasan dan pengetahuan penulis dan petugas KPP Pratama Jambi khususnya dan masyarakat pada umumnya tentang mekanisme pelayanan perpajakan,
    2) Untuk menambah wawasan dan pengetahuan penulis dan petugas KPP Pratama Jambi dalam Prosedur Penyelesaian Pemohonan Surat Keterangan Bebas (SKB) PPN atas barang kena pajak (BKP) tertentu yang bersifat strategis

    1.4 Metode Penulisan
    1.4.1 Metode Pengumpulan Data
    Dalam penyusunan laporan ini penulis menggunakan beberapa metode untuk memperoleh data yaitu :
    1) Data Primer
    a. Observasi
    Merupakan proses pencatatan pola perilaku subjek (orang), objek (benda), atau kejadian yang sistematis tanpa adanya pertanyaan atau komunikasi dengan individu yang diteliti (pengamatan langsung ke Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jambi).
    b. Wawancara
    Merupakan teknik pengumpulan data yang menggunakan pertanyaan secara lisan kepada subjek penelitian.
    2) Data Sekunder
    Studi Pustaka
    Metode ini dilakukan dengan mencari dan mengumpulkan kerangka referensi dan landasan teori baik dalam buku, peraturan-peraturan perpajakan, sumber-sumber pustaka atau literatur maupun informasi dan keterangan yang memiliki keterkaitan dengan judul laporan yang dibahas.
    2.5 Sistematika Penulisan
    Dalam laporan magang ini penulis membagi pokok bahasan menjadi 4 (empat) bab dan masing-masing bab terbagi menjadi beberapa sub bab. Ringkasan isi tiap bab laporan magang ini sebagai berikut :
    BAB I PENDAHULUAN
    Bab ini akan diuraikan latar belakang, identifikasi masalah, tujuan penulisan laporan , manfaat penulisan laporan, metode pengumpulan data serta sistematika penulisan.
    BAB II LANDASAN TEORI
    Bab ini menguraikan tentang landasan teori, Ketentuan Umum Perpajakan, serta definisi pajak secara umum.
    BAB III PEMBAHASAN
    Bab ini menguraikan jenis-jenis Barang Kena Pajak (BKP) yang dibebaskan PPN-nya, syarat permohonan SKB atas BKP tertentu serta prosedur penyelesaian SKB PPN tertentu yang besifat strategis.
    BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN
    Bab ini berisi tentang kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil pada bab sebelumnya, serta saran yang dapat penulis ajukan sebagai alternatif pemecahan masalah yang dihadapi

    Judul kurang menggambarkan dimensi pemasaran.

    Komentar oleh TAMIA DESI WULANDARI | Januari 8, 2013 | Balas

  55. salam Pak joe.
    maaf pak saya mau merubah tgs saya.
    Nama : Lamhot Simanungkalit
    Nim : ERC1B010003

    BAB 1
    PENDAHULUAN
    1.1 Latar Belakang
    Dalam era globalisasi akhir-akhir ini dunia harus memiliki misi yang jelas untuk
    membawa usahanya kearah yang lebih baik dan siap dengan berbagai perubahan situasi
    lingkungan, kebutuhan, dan harapan masyarakat yang tidak menentu. Bila dunia usaha
    itu tidak mengikuti arus globalisasi maka akan tertinggal jauh diantara para pesaing yang
    semakin kompetitif.
    Pertumbuhan ekonomi yang disertai dengan naiknya pendapatan perkapita
    masyarakat terutama di Kota Jambi besar akan meningkatkan standar hidup
    masyarakatnya, sehingga menimbulkan perubahan perilaku konsumen dimana konsumen
    akan menginginkan sesuatu yang serba cepat dan mudah.
    Dalam pola kebiasan makan konsumen maka muncul kecenderungan untuk
    mengkonsumsi makanan yang berubah kearah kemudahan dan kenyamanan bagi
    konsumen.
    Seperti halnya dengan bisnis restoran Khas Batak, masyarakat akan semakin
    mengutamakan segi praktis, cepat, bersih, dan cenderung memilih tempat yang nyaman
    untuk mengkonsumsi makanan tersebut. Hal ini juga dapat dilihat dari ketatnya
    persaingan produk berupa makanan, harga, dan kualitas pelayanan diantara sekian
    banyaknya restoran Khas Batak.
    Dengan banyaknya restoran siap saji yang ada, maka konsumen pun memiliki
    pilihan yang leluasa pula untuk melakukan pengkonsumsian yang akan membuat dirinya
    merasa puas.
    Dalam kondisi persaingan yang ketat, maka yang harus diprioritaskan oleh
    restoran khas Batak adalah tingkat kepuasan konsumen dengan maksud agar
    konsumen tetap loyal dan tidak pindah ke restoran Khas Batak lain. Hal tersebut hanya
    dapat dicapai jika kebutuhan konsumen terpenuhi, yang artinya makanan yang dijual
    tidak hanya berkualitas tapi juga bervariasi, harga yang bersaing dan pelayanan yang
    menyenangkan.
    Kepuasan konsumen juga sulit diukur namun harus dicari dimensi-dimensinya
    untuk mempermudah pengukurannya. Dimensi yang digunakan untuk mengukur
    kepuasan konsumen adalah dimensi produk, dimensi kualitas jasa pelayanan dan dimensi
    pengiriman.
    Dimensi produk terdiri dari elemen-elemen yaitu variasi harga disertai indikatorindikatornya.
    Dimensi kualitas jasa terdiri dari elemen-elemen yaitu keandalan,
    keresponsifan, keyakinan, empati dan berwujud disertai indikator-indikatornya.
    Sedangkan elemen-elemen dari dimensi pengiriman adalah waktu, jaminan, dan
    keramah-tamahan disertai indikator-indikatornya.
    Restoran Batak khas merupakan salah satu restoran yang mengikuti
    globalisasi untuk memenuhi tuntutan dari pengkonsumsian makanan bagi masyarakat
    yang menginginkan penyediaan makanan yang bervariasi, praktis, bersih berkualitas dan
    harga yang terjangkau. Penelitian yang mengarah pada kebutuhan konsumen terhadap
    produk yang penting dilakukan oleh Restoran Khas Batak.
    Pengambilan keputusan dalam memilih restoran Khas Batak yang menyediakan
    produk berupa makanan, jasa pelayanan dan pengiriman tidak hanya didasarkan pada
    harga semata-mata tapi banyak hal lainnya yang menjadi bahan pertimbangan, misalnya
    kualitas makanan, kualitas jasa, kepercayaan terhadap pelaksanaan service
    dan tingkat kepuasan yang diperoleh.
    Penelitian ini juga diarahkan untuk mengetahui hal yang mempengaruhi tingkat
    kepuasan konsumen sehingga konsumen tidak kecewa dan tetap menjadi pelanggan
    Usaha yang bersangkutan khususnya batak khas, bahkan menjadi
    pelanggan usaha yang loyal sehingga dapat meningkatkan penjualan dan pada
    gilirannya akan meningkatkan laba restoran tersebut.
    Maka berdasarkan perlunya kepuasan konsumen di dalam kondisi persaingan
    yang ketat, judul yang digunakan adalah “ Analisis Tingkat Kepuasan Konsumen : Studi
    Kasus Di Restoran khas Batak “.
    4
    1.2 Identifikasi Masalah
    Adapun masalah-masalahnya antara lain :
    1. Bagaimanakah tingkat kepuasan konsumen di Restoran Khas Batak tersebut ?
    1.3 Tujuan dan Manfaat
    1.3.1 Tujuan penelitian adalah :
    1. Untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen di Restoran Khas Batak tersebut.
    1.3.2 Manfaat Penelitian
    1. Untuk lebih dapat memahami hal-hal dari harapan para pengunjung restoran
    Khas batak
    2. Untuk memahami gambaran tingkatan dari kepuasan konsumen di Restoran Khas Batak.
    3. Hasil dari penelitian dapat menjadi pengalaman yang menarik bagi penulis
    terutama dalam melihat tentang penerapan dan perbandingan antara teoriteori
    yang telah diperoleh dengan keadaan kenyataan di lapangan

    Lamhot, judulnya apa nih. Kamu masih bisa memperbaikinya sampai hari H ujian, jangan lupa melengkapi daftar pustaka.

    Komentar oleh Nama: Lamhot Simanungkalit | Januari 8, 2013 | Balas

  56. Nama kelompok : Nurrahma Sari Putri C1B009117
    Dian Suryadi Ginting C1B010124

    SKPD : Dinas Pekerjaan Umum
    Dinas Pengelola Pasar

    Selama pengambilan sample kuesioner tentang pelaksanaan LPSE di SKPD Kota Jambi, kami tidak menemukan kesulitan yang berarti. Di Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jambi, kami mewawancarai dua narasumber yaitu Ibu Nurdiyati dan Bapak Arfah. Ibu Nurdiyati menangani urusan pekerjaan umum (tender) yang bernilai dibawah dua ratus juta rupiah. Beliau mengatakan bahwa penunjukan perusahaan yang memenangkan tender tersebut adalah secara manual, akan tetapi jenis pekerjaan tersebut tetap dipublikasikan di jurnal LPSE Kota dan Provinsi Jambi. Sedangkan Bapak Arfah, mengurus pekerjaan umum (tender) yang bernilai tinggi dan mencakup seluruh daerah Provinsi jambi. Beliau mengatakan bahwa realisasi dari LPSE ini baru dilaksanakan pada tahun 2012 walaupun Presiden RI telah merilis Surat Keputusan-nya pada tahun 2008.
    Sedangkan di Dinas Pengelola Pasar Kota Jambi, kami menemui Bapak Ade Chandra selaku salah satu kasubbag di dinas tersebut dan berkuantitas mengisi kuesioner tersebut. Beliau mengatakan bahwa hingga saat ini, Dinas Pengelola Pasar Kota Jambi masih belum merealisasikan LPSE tersebut. Beliau menjelaskan bahwa selama ini, mereka hanya menyerahkan draft (file-file tender) dari Dinas ke panitia LPSE Kota Jambi di Kota Baru. Mengenai penentuan pemenang atas tender tersebut, Dinas Pengelola Pasar tidak ikut campur tangan dan tidak tahu menahu mengenai rekonstruksi penentuannya karena yang sangat berwenang akan hal tersebut adalah panitia LPSE yang telah terbentuk sebelumnya. Oleh karena itu, jawaban kuesioner yang kami dapatkan dari Dinas Pengelola Pasar Kota Jambi tidak lengkap (banyak jawaban yang kosong).

    Komentar oleh Nurrahma Sari Putri (@nengfung) | Januari 11, 2013 | Balas

  57. NAMA : ANDRI
    NIM : ERC1B010014
    judul : Pengaruh pulsa bbm yang ditawarkan im3 terhadap penggunaan layanan blackberry massenger di kalangan mahasiswa Universitas jambi.
    BAB I PENDAHULUAN
    1.1 Latar belakang
    Teknologi yang semakin berkembang sangat berpengaruh pada perubahan pemakai. Salah satu contohnya adalah blackberry massenger. Blackberry massenger adalah salah satu layanan yang ditawarkan oleh blackberry. Smartphone ini memakai layanan yang disebut blackberry massenger sebagai alat komunikasi.
    Saat ini mahasiswa/I di jambi sebagian besar menggunakan layanan blackberry massenger. Paket yang di tawarkan untuk layanan ini pun bermacam-macam.
    Salah satu nya im3, im3 menawarkan paket blackberry ini yaitu
    Tarif layanan gaul:
    Gaul harian : Rp. 2000
    Gaul mingguan : Rp. 15.000
    Gaul bulanan : Rp. 45.000
    Dengan adanya penawaran tarif seperti ini para mahasiswa tidak perlu “meronggoh krocek” terlalu banyak.
    1.2 rumusan masalah
    berdasarkan latar belakang yang di tuliskan, maka inti masalh dengan objek penelitian ini adalah :
    Apakah penggunaan layanan BBM yang ditawarkan IM3 berpengaruh terhadap
    1.3 tujuan penelitian
    untuk mengetahui apa pengaruh paket layanan blacberry massenger di kalangan mahasiswa?
    1.4 manfaat penelitian
    sebagai sumber informasi mahasiswa dalam efektifitas penggunaan layanan blackberry messenger.
    1.5 Ruang Lingkup Penelitian
    Berdasarkan perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, maka peneliti perlu membatasi ruang lingkup penelitian ini agar penelitian ini lebih terarah dan sesuai dengan permasalahan yang ditelliti secara konsitten dengan tujuan yang hendak dicapai.
    Adapu ruang lingkup pemmbahasan penelitian ini, yaitu:
    a. Tempat penelitian : Galery Indosat Jambi dan kampus unja
    b. Perusahaan yang diteliti : PT. Indosat Indonesia
    c. Bidang penelitian : Pemasaran
    d. Aspek yang diteliti : Pengaruh pulsa bbm yang ditawarkan im3 terhadap penggunaan layanan blackberry messenger

    BAB II TINJAUAN PUSTAKA
    2.1. Landasan Teori
    2.1.1. Defenisi dan Konsep
    1. Blackberry Messenger
    BlackBerry Messenger adalah program pengirim pesan instan yang disediakan untuk para pengguna perangkat BlackBerry. Aplikasi ini mengadopsi kemampuan fitur atau aktivitas yang populer di kalangan pengguna perangkat telepon genggam. Contohnya fitur di aplikasi Google Maps atau Yahoo Messenger hingga aktivitas dengan Facebook atau Twitter. Semuanya bisa didapatkan oleh pengguna perangkat BlackBerry pada aplikasi ini. BlackBerry Messenger merupakan salah satu keunggulan dari penggunaan perangkat BlackBerry selain layanan Push Mail. Layanan Messenger ini dibuat khusus bagi pemilik BlackBerry dan dirancang khusus untuk berkomunikasi di antara pengguna. Cara menggunakan BlackBerry Messenger adalah dengan penghubung nomor PIN yang juga eksklusif dimiliki masing-masing perangkat BlackBerry.

    2. Pelayanan
    Menurut Kotler (2002:83) definisi pelayanan adalah setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun. Produksinya dapat dikaitkan atau tidak dikaitkan pada satu produk fisik. Pelayanan merupakan perilaku produsen dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen demi tercapainya kepuasan pada konsumen itu sendiri. Kotler juga mengatakan bahwa perilaku tersebut dapat terjadi pada saat, sebelum dan sesudah terjadinya transaksi. Pada umumnya pelayanan yang bertaraf tinggi akan menghasilkan kepuasan yang tinggi serta pembelian ulang yang lebih sering.
    Kata kualitas mengandung banyak definisi dan makna, orang yang berbeda akan mengartikannya secara berlainan tetapi dari beberapa definisi yang dapat kita jumpai memiliki beberapa kesamaan walaupun hanya cara penyampaiannya saja biasanya terdapat pada elemen sebagai berikut:
    a. Kualitas meliputi usaha memenuhi atau melebihkan harapan pelanggan.
    b. Kualitas mencakup produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan
    c. Kualitas merupakan kondisi yang selalu berubah.
    Menurut Fitzsiman (2000), pelayanan diartikan sebagai kualitas yang dibuat selama proses dengan menghadapkan pelanggan dengan pelayanan pribadi.
    3. Pulsa
    Pulsa adalah satuan perhitungan biaya telepon yang kita bayar di depan (prabayar) untuk dapat menggunakan layanan dari suatu provider
    Jenis-jenis Pulsa yang ditawarkan
    Pulsa Fisik / Voucher Fisik
    Voucher fisik adalah voucher yang pertama kali diperkenalkan oleh para provider di Indonesia untuk para pelanggan prabayarnya agar dapat terus menggunakan layanan yang diberikan. Cara penggunaaan voucher fisik ialah dengan menggosok bagian timah pelindung nomor voucher, lalu memasukkan angka-angka yang tersembunyi di dalamnya sesuai dengan prosedur dan kebijakan masing-masing penyedia layanan.
    Pulsa Elektrik / Voucher Elektrik
    Disamping voucher fisik ada juga voucher elektrik, apa yang dimaksud dengan voucher elektrik? voucher elektrik adalah salah satu jenis voucher isi ulang yang dikeluarkan oleh provider yang hanya dapat di-top up oleh chip khusus keluaran provider yang telah diotorisasi penggunaannya untuk melakukan top up voucher isi ulang. jenis voucher ini tidak berbentuk karena saat digunakan / di top up maka akan langsung otomatis terisi sesuai dengan nominal yang diinginkan ke nomor handphone yang dituju.
    2.1.2. Kerangka Teoritis

    Kerangka teoritis merupakan satu komponen penting dalam penelitian kuantitatif. Apa yang disebut dengan kerangka teoritis adalah penjelasan teoritis atas maslah empiris dalam rumusan masalah penelitian. Tentunya teori yang digunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang mengapa dan bagaimana suatu masalah harus relevan dengan konteks dan isi.
    Dalam paradigma kuantitatif atau positivis, penelitian membutuhkan teori yang cukup sebab prosedur penyelidikan (pengumpulan data) dan pemecahan masalah bergantung pada pernyataan teori dan metodologi. Teori adalah suatu set proposisi yang menyatakan secara logis saling hubungan antara dua atau lebih konsep (variabel) untuk tujuan menjelaskan suatu fenomena atau hubungan antara satu fenomena tertentu untuk menjelaskan atau bahkan memprediksi gejala-gejala tersebut (Kerlinger, 1994).
    Teori yang ditulis oleh peneliti untuk menjelaskan gejala atau hubungan antara gejala yang menadi perhatian dinamakan kerangka teoritis atau kerangka pemikiran teoritis (Hussey dan Hussey, 1997), perspektif teoritis (Creswell, 1994), review teoritis, rasional teoritis. Hussey dan Hussey, 1997).
    Variabel independen dinamakan pula dengan variabel yang diduga sebagai sebab (presumed couse variabel) dari variabel dependen, yaitu variabel yang diduga sebagai akibat (presumed effect variabel). Variabel independen juga dapat disebut sebagai variabel yang mendahului (antecendent variable) dan variabel dependen sebagai variabel konsekuensi (consequent variable).
    Hubungan langsung antara variabel-variabel independen dengan variabel-variabel dependen kemungkinan dipengaruhi oleh variabel-variabel lain. Salah satu diantaranya adalah variabel moderating, yaitu tipe variabelvariabel yang memperkuat atau memperlemah hubungan langsung antara variabel independen dengan variabel dependen. Variabel moderating merupakan tipe variabel yang mempunyai pengaruh terhadap sifat atau arah hubungan antar variabel. Sifat atau arah hubungan antara variabel-variabel independen dengan variabel-variabel dependen kemungkinan positif atau negatif dalam hal ini tergantung pada variabel moderating. Oleh karena itu, variabel moderating dinamakan pula dengan variabel contingency.
    kerangka teoritik yang menunjukkan mengenai model konseptual bagaimana satu teori berhubungan dengan berbagai faktor faktor yang telah diidentifikasi penting terhadap masalah penelitian misalnya:

    Dalam hubungan antara proporsi kelas menengah, intensitas tuntutan demokratisasi dan tingkat demokratisasi sistem politik dipengaruhi oleh varibel spesifik yakni, misalnya: tekanan internasional terhadap demokratisasi. Dan dalam mengukur tingkat demokratisasi sistem politik masih dipengaruhi oleh variabel kontrol yakni fragmentasi kekuasaan elit politik masa itu.

    2.1.3. Hipotesis Penelitian
    Hipotesis merupakan suatu kesimpulan awal yang masih belum final, karena masih harus perlu pembuktian terlebih dahulu. Hipotesa dijadikan suatu pedoman dalam melakukan penelitian.
    Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan penelitian yang telah dirumuskan diatas maka penulis memberikan hipotesa sebagai berikut:
    1 : adanya pengaruh penggunaan pulsa terhadap layanan blackberry messeger
    2 : kualitas pelayanan yang di berikan provider IM3 memuaskan pengguna di kalangan mahasiswa jambi
    BAB III
    METODE PENELITIAN
    3.1. Metode Penelitian
    Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Penggunaan metode survey ini didasarkan pada pertimbangan bahwa metode ini lebih ekonomis, cepat, dan menjamin, keleluasaan responden dapat menjawab dan merahasiakan identitas mereka, sehingga responden mudah untuk memberikan informasi yang dibutuhkan.
    3.2. Jenis dan Sumber Data
    a) Data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dari objek yang diteliti melalui penyebaran kuesioner yang dilakukan secara langsung pada responden yaitu mahasiswa universitas jambi
    b) Data sekunder yaitu data yang diperoleh dari buku, data perusahaan dan literatur penunjang yang berkaitan dengan masalah penelitiann.
    3.3. Metode Penentuan Sample
    3.3.1. Populasi
    Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa universitas jambi yang menggunakan paket blackberry IM3
    3.3.2. Sampel
    Sampel adalah sebagian dari populasi yang karakteristiknya dianggap mewakili populasi (Djarwanto Ps, 1996: 108).
    Teknik yang dilakukan dalam penelitian ini adalah simple random sampling,
    Simple Random Sampling adalah teknik sampling dengan cara mengambil sampel random sederhana atau sampel acak. Pengambilan sampel dari semua anggota populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam anggota populasi. Hal ini dapat dilakukan apabila anggota poipulasi dianggap homogen. Teknik yang dilakukan yaitu dengan mengambil secara acak mahasiswa yang berada di universitas jambi.

    Andri biar tidak terlalu dangkal, saya sarankan membuat studi perbandingan antara IM3 dan Simpati misalnya. Sehingga cakupannya lebih luas. Tapi saya belum melihat daftar pustaka, tambahkan daftar pustaka ya.

    Komentar oleh andri | Januari 11, 2013 | Balas

  58. NAMA : WIJINING RAHAYU
    NIM : ERC IB 010 112
    KELAS : SORE

    STRATEGI DISTRIBUTOR CV. TRIAS ANUGRAH MANDIRI
    UNTUK MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN

    1.1. Latar Belakang Masalah
    Persaingan dalam dunia bisnis yang semakin ketat, membuat para pengusaha berusaha mencari strategi yang tepat dalam memasarkan produknya. Beberapa faktor yang membuat pengusaha harus merubah strategi adalah; semakin banyaknya pesaing atau perusahaan baru, merek baru, nilai guna baru, harga yang bersaing dan banyaknya agen / distributor sebagai perantara serta kebutuhan dan keinginan konsumen / pelanggan yang setiap saat berubah.
    Salah satu ukuran keberhasilan perusahaan dalam persaingan yang semakin ketat ini adalah dengan diperolehnya laba melalui peningkatan penjualan. Peningkatan volume penjualan dari suatu perusahaan ditunjang dengan adanya program-program pemasaran yang sebaik-sebaiknya yaitu menyangkut semua aktivitas yang berhubungan dengan arus barang dari produsen sampai konsumen.
    Distribusi adalah suatu proses penyampaian barang atau jasa dari produsen ke konsumen dan para pemakai, sewaktu dan dimana barangatau jasa tersebut diperlukan. Proses distribusi tersebut pada dasarnya menciptakan dua faedah (utility), waktu, tempat, dan pengalihan hak milik. Dalam menciptakan faedah tersebut, terdapat aspek penting yang terlibat didalamnya yaitu : lembaga yang berfungsi sebagai saluran distribusi (Channel of distribution/marketing channel) dan aktivitas yang menyalurkan arus fisik barang (phisical distribution).
    Untuk melaksanakan fungsi-fungsi pemasaran tersebut maka kegiatan saluran distribusi barang dari produsen ke konsumen dengan tepat dan efisien merupakan salah satu kegiatan dalam mencapai tujuan, di samping kegiatan-kegiatan lainnya.
    Berdasarkan peranan distribusi dalam pencapaian target penjualan yang maksimal maka penulis mengambil judul STRATEGI DISTRIBUTOR CV. TRIAS ANUGRAH MANDIRI UNTUK MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN.

    1.2. Tujuan Penelitian

    1. Untuk mengetahui strategi apa yang digunakan CV. Trias Anugrah Mandiri untuk meningkatkan penjualan.
    2. Untuk mengetahui apakah strategi tersebut merupakan alternatife terbaik dan efektif digunakan oleh CV. Trias Anugrah Mandiri untuk mencapai target penjualan.

    1.3. Rumusan Masalah

    Perusahaan CV. Trias Anugrah Mandiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang distributor alat kesehatan di daerah Jambi. Perusahaan ini terus berkembang dengan adanya strategi – strategi yang digunakan untuk meningkatkan penjualan dan mampu bersaing dengan kompetitif dengan perusahaan lain.
    Berdasarkan pemikiran tersebut, maka penulis ingin mengetahui strategi apa saja yang digunakan perusahaan untuk meningkatkan penjualan.

    1.4. Manfaat Penelitian

    a. Bagi Penulis
    Sebagai alat untuk mempraktekkan teori-teori yang telah diperoleh selama di bangku kuliah sehingga penulis dapat menambah pengetahuan secara praktis tentang masalah-masalah yang dihadapi oleh perusahaan.
    b. Bagi CV. Trias Anugrah Mandiri
    Hasil penelitian ini diharapkan dapat dapat menjadi bahan masukan bagi perusahaan dalam menentukan strategi yang efektif dan efisien pada khususnya dan dalam mencapai target penjualan pada umumnya.
    c. Bagi Pihak Lain
    Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran dan sebagai referensi bagi peneliti lain yang melakukan studi dengan topic yang sama.

    1.5. Tinjauan Pustaka

    Dalam rangka meningkatkan penjualan produk, maka perusahaan perlu melakukan kegiatan pemasaran. Kegiatan pemasaran yang dimaksud adalah marketing mix (bauran pemasaran). Salah satu variabel marketing mix adalah place (tempat) atau dapat diartikan sebagai saluran distribusi.
    Kedudukan saluran distribusi di dalam saluran pemasaran bahwa saluran distribusi merupakan bagian dari saluran pemasaran yang berfungsi dalam membantu produsen mendistribusikan hasil produksinya untuk bisa ke tangan konsumen dimana tugasnya mencakup penyebaran promosi, transportasi dan sebagainya, tetapi saluran distribusi tidak melakukan tugas yang seperti dilakukan fungsi saluran pemasaran, dimana tugasnya sebagai fasilitator, artinya orang atau lembaga yang memfasilitasi kegiatan atau operasional kegiatan perusahaan diantaranya pelayanan perbaikan dan sebagainya sehingga dapat diketahui bahwa cakupan distribusi relative lebih kecil daripada saluran pemasaran ( Kotler, 2007).
    Saluran distribusi adalah saluran yang dipakai oleh produsen untuk mendistribusikan hasil barang produksinya kepada konsumen, baik sampai berpindahnya hak ( penguasan ) sampai dengan pemindahan barang maupunn hanya pemindahan hak kepemilikannya saja.
    Menurut Revzan (Lubis, 2004) saluran distribusi adalah suatu jalur yang dilalui oleh arus barang – barang dari produsen ke perantara dan akhirnya sampai kepada pemakai.
    Menurut Nitisemito (Lubis, 2004) saluran distribusi adalah lembaga –lembaga distributor atau lembaga – lembaga penyalur yang mempunyai kegiatan untuk menyalurkan barang – barang atau jasa – jasa dari produsen ke konsumen.
    Menurut The American Marketing Association (Lubis, 2004) saluran distribusi merupakan suatu struktur organisasi dalam perusahaan dan luar perusahaan yang terdiri dari agen, dealer, pedagang besar dan pengecer, melalui komoditi, produk atau jasa yang dipasarkan.
    Menurut Walters ( Lubis, 2004) saluran distribusi adalah sekelompok pedagang dan agen perusahaan yang mengkombinasikan antara pemindahan fisik dan nama dari suatu produk untuk menciptakan kegunaan bagi pasar tertentu.
    Menurut Armstrong (1997) saluran distribusi merupakan kumpulan organisasi saling tergantung dan terlibat dalam proses menyediakan produk atau jasa agar dipakai atau dikonsumsi oleh konsumen atau penguna distribusi.
    Berdasarkan pendapat para ahli tersebut dapat dijelaskan mengenai unsur – unsur saluran distribusi yaitu : Saluran distribusi merupakan jalur yang dipakai oleh produsen untuk memindahkan produk mereka melalui suatu lembaga yang mereka pilih. Saluran mengalihkan kepemilikan produk baik secara langsung maupun tidak langsungdan produsen kepada konsumen. Saluran distribusi bertujuan untuk mencapai pasar tertentu. Jadi pesar merupakan tujuan akhir dari kegiatan saluran. Saluran distribusi merupakan suatu kesatuan dan melaksanakan sistem kegiatan (fungsi) yang lengkap dalam menyalurkan produk.
    Bauran pemasaran atau Marketing mix adalah kombinasi variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran, variabel mana dapat dikendalikan oleh perusahaan untuk mempengaruhi reaksi para pembeli atau konsumen. Jadi marketing mix terdiri dari himpunan variabel yang dapat dikendalikan dan digunakan oleh perusahaan untuk mempengaruhi tanggapan konsumen dalam pasar sasarannya. Variabel atau kegiatan tersebut perlu dikombinasikan dan dikoordinasikan oleh perusahaan seefektif mungkin dalam melakukan tugas atau kegiatan pemasarannya. Dengan demikian, perusahaan tidak hanya sekedar memiliki kombinasi kegiatan yang terbaik saja, akan tetapi dapat mengkoordinasikan berbagai variabel marketing mix tersebut untuk melaksanakan program pemasaran secara efektif.
    Marketing mix adalah variabel-variabel pemasaran yang terdiri dari produk (product), harga (price), distribusi atau penempatan produk (place), dan promosi (promotion).
    Keempat macam tindakan tersebut sering disebut sebagai “bauran pemasaran” atau “marketing mix” atau “4P”. Menurut Sunarto (2003, Hal 13) bahwa bauran pemasaran (marketing mix) adalah seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk terus menerus mencapai tujuan pemasarannya di pasar sasaran.
    Pengertian marketing mix menurut Assauri (2008, Hal 198) bahwa marketing mix merupakan kombinasi variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran, variabel yang dapat dikendalikan oleh perusahaan untuk mempengaruhi reaksi para pembeli atau konsumen.
    Selanjutnya Gitosudarmo (2001, Hal 182) bahwa : “ Bauran pemasaran atau marketing mix merupakan alat yang dapat dipergunakan oleh pengusaha untuk mempengaruhi konsumennya ”.
    Pengusaha dapat mempengaruhi konsumennya lewat produk yang ditawarkan. Dalam hal ini produk tersebut harus didesain sedemikian rupa sehingga dapat menarik perhatian konsumen. Misalnya pembungkus yang menarik dari segi warna, mudah di bawa kesana-kemari atau agar eksklusif.
    Selain itu pengusaha dapat pula mencantumkan harga yang rendah serta pemberian potongan harga, mencantumkan harga obral serta harga cuci gudang dan sebagainya. Dengan cara penetapan harga semacam ini akan dapat menarik perhatian serta mendorong konsumen untuk segera melakukan transaksi pembelian agar tidak terlewatkan kesempatan yang terbatas waktunya bagi berlakunya harga obral tersebut.
    Cara distribusi yang memenuhi kebutuhan konsumen juga dapat diterapkan agar dapat menarik para konsumen untuk membeli produk yang ditawarkannya. Misalnya saja untuk barang kebutuhan sehari-hari distribusinya dibuat dekat dengan konsumen agar kebutuhan sehari-harinya yang biasanya memiliki sifat frekuensi pembelian tinggi dengan jumlah kebutuhan yang kecil-kecil itu dapat segera terpenuhi.
    Cara lainnya lagi adalah dengan melakukan kegiatan promosi untuk memperkenalkan produk kepada konsumen. Hal ini dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu melalui iklan atau promosi penjualan. Promosi penjualan pada dasarnya agar konsumen lebih mengenal atau tetap diingat konsumennya, ataupun bagi yang sudah kenal dapat menjadi lebih menyenangi produk itu, bahkan bagi yang sudah agak lupa diharapkan agar dapat menjadi ingat kembali akan produk tersebut.
    Untuk lebih jelasnya keempat unsur-unsur bauran pemasaran tersebut maka akan diuraikan sebagai berikut :
    1. Produk (Product)
    Produk adalah barang dan jasa yang bisa ditawarkan di pasar untuk mendapatkan perhatian, permintaan, pemakaian, atau konsumsi yang dapat memenuhi keinginan atau kebutuhan. Definisi produk menurut Philip Kotler dalam Alma (2004, Hal 139) produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan di pasar untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen. Produk terdiri dari barang, jasa, pengalaman, events, orang, tempat, kepemilikan, organisasi, info, dan ide.
    Menurut Angipora (2002, Hal 152) produk adalah sekumpulan atribut yang nyata (tangible) dan tidak nyata (intangible) di dalamnya sudah tercakup warna, harga, kemasan, prestive pabrik, prestive pengecer dan pelayanan dari pabrik serta pengecer yang mungkin diterima oleh konsumen sebagai sesuatu yang bisa memuaskan keinginannya.
    Produk juga mengalami siklus kehidupan (life cycle) sejalan dengan berubahnya corak kehidupan manusia/konsumen serta adanya kemajuan teknologi. Adapun empat tahap siklus produk, yang mana tahap lebih tinggi tingkatannya tidak dapat dilalui oleh setiap perusahaan tanpa melalui tahap yang lebih dulu tingkatannya, tahap-tahap dalam daur hidup produk sebagai berikut :
    a. Tahap Perkenalan (Intruduction)
    b. Tahap Pertumbuhan (Growth)
    c. Tahap Kedewasaan (Maturity)
    d. Tahap Kemunduran (Decline)

    2. Harga (Price)
    Harga adalah sejumlah kompensasi (uang maupun barang) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi barang atau jasa. Pada saat ini, bagi sebagian besar anggota masyarakat harga masih menduduki tempat teratas sebagai penentu dalam keputusan untuk membeli suatu barang atau jasa. Karena itu, penentuan harga merupakan salah satu keputusan penting bagi manajemen perusahaan. Harga yang ditetapkan harus dapat menutup semua biaya yang telah dikeluarkan untuk produksi dan ditambah besarnya persentase keuntungan yang diinginkan. Jika harga ditetapkan terlalu tinggi, secara umum akan kurang menguntungkan, karena pembeli dan volume penjualan berkurang. Akibatnya semua biaya yang telah dikeluarkan tidak dapat tertutup, sehingga pada akhirnya perusahaan menderita rugi. Jadi, salah satub prinsip dalam penentuan harga adalah menitikberatkan pada kemauan pembeli terhadap harga yang telah ditentukan dengan jumlah yang cukup untuk menutup biaya-biaya yang telah dikeluarkan beserta pencapaian keuntungan yang diinginkan.
    Di samping itu, masih diberikan berupa potongan harga, kelonggaran dalam pembayaran dengan persyaratan kredit dan sebagainya. Harga harus diukur dengan nilai yang dirasakan konsuen dari tawaran itu, atau kalau tidak maka pembeli akan beralih pada pesaing untuk membeli barang/jasa yang dibutuhkan.

    3. Saluran distribusi (Place)
    Saluran distribusi adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan produk sampai ke konsumen atau berbagai aktivitas perusahaan yang mengupayakan agar produk sampai ke tangan konsumen. Saluran distribusi penting, karena barang yang telah dibuat dan harganya sudah ditetapkan itu masih menghadapi masalah, yakni harus disampaikan kepada konsumen. Para penyalur dapat menjadi alat bagi perusahaan untuk mendapatkan umpan balik dari konsumen di pasar. Penentuan jumlah penyalur juga merupakan masalah yang penting untuk dipertimbangkan, dalam kasus-kasus tertentu disesuaikan dengan sifat produk yang ditawarkan. Barang kebutuhan sehari-hari, misalnya membutuhkan banyak penyalur, sedangkan barang-barang berat seperti peralatan industri tidak demikian. Kesalahan dalam menentukan jumlah penyalur akan mendatangkan persoalan baru bagi perusahaan. Bila jumlah penyalur terlalu sedikit menyebabkan penyebaran produk kurang luas, sedangkan jumlah penyalur yang terlalu banyak mengakibatkan pemborosan waktu, perhatian, dan biaya. Karena itu manajer pemasaran harus berhati-hati dalam menyeleksi dan menentukan jumlah penyalur. Barbagai kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan untuk menjadikan produk dapat diperoleh dan tersedia bagi konsumen sasaran. Dengan demikian produsen harus mengatur seluruh distribusi yang tepat (melalui grosir, pengecer). Disamping itu mengecek persediaan dan mengatur pengangkutan dan penyimpanan produk secara efisien harus dilakukan secara teratur.
    Adapun lembaga-lembaga yang ikut mengambil bagian dalam penyaluran barang ini adalah sebagai berikut :
    a. Pedagang perantara
    Pedagang perantara (merchant middlemen) adalah pedagang besar maupun pedagang eceran yang membeli suatu barang atau jasa (oleh karena itu sempat memiliki atau mempunyai hak kepemilikan atas barang tersebut) kemudian menjualnya kembali. Walaupun mereka membantu produsen tetapi mereka ini adalah suatu lembaga yang bebas, jadi tidak dikendalikan oleh produsen.
    b. Agen perantara
    Agen perantara (agent middlemen) adalah para agen, broker, manufacturers representative, padagang komisioner, salasmen dan sebagainya yang mencari konsumen dan kemudian melakukan negosiasi atas nama produsen untuk suatu barang dan jasa yang disalurkannya. Bedanya dengan pedagang perantara adalah pada hak kepemilikan barang atau jasa, dimana agen perantara tidak mempunyai hak atas kepemilikan barang tersebut.
    c. Lembaga pelayanan
    Lembaga pelayanan (facilitator) adalah lembaga-lembaga yang bebas (independent). Contohnya adalah lembaga keuangan, biro perjalanan dan pengiriman barang, perusahaan pergudangan, agen periklanan yang membantu dalam penyaluran barang. Lembaga ini bersifat membantu penyaluran, akan tetapi mereka tidak mempunyai hak kepemilikan barang atau negosiasi pembelian dan penjualan suatu barang atau jasa tertentu.
    Lembaga-lembaga perantara diatas sangat dibutuhkan karena untuk menyalurkan secara langsung barangnya kepada konsumen dengan armadanya sendiri akan menyerap sumber daya dan dana yang sangat besar.

    4. Promosi (Promotion)
    Promosi adalah bagian dari bauran pemasaran yang besar peranannya. Promosi merupakan kegiatan-kegiatan yang secara aktif dilakukan perusahaan untuk mendorong konsumen membeli produk yang ditawarkan. Karena itu promosi dipandang sebagai arus informasi atau persuasi satu arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi agar melakukan pertukaran dalam pemasaran.
    Promosi merupakan kegiatan yang ditujukan untuk mempengaruhi konsumen agar mereka dapat menjadi kenal akan produk yang ditawarkan oleh perusahaan kepada mereka dan kemudian merek menjadi senang lalu membeli produk tersebut.
    Berdasarkan variabel tersebut diatas maka seorang pimpinan perusahaan harus dapat menyelesaikan dengan baik setiap persoalan yang timbul dalam perusahaan maupun diluar perusahaan yang mungkin membawa pengaruh bagi perusahaan tersebut. Variabel-variabel marketing mix tersebut dapat dipakai sebagai dasar untuk menetapkan suatu strategi dalam usaha untuk memenuhi atau melayani kebutuhan konsumen. Variabel-variabel marketing tersebut juga dapat merupakan dasar untuk mendapatkan posisi yang kuat di pasaran.

    1.6. Kerangka Pemikiran

    Strategi yang digunakan perusahaan untuk meningkatkan volume penjualan dengan cara :
    1. Persiapkan pendorong penjualan, memberikan dorongan kepada staf marketing untuk melakukan penjualan, karena staf marketing yang dipercaya oleh perusahaan untuk menangani dan mengandalkan penjualan. Dengan cara menawarkan sebuah bonus perjalanan liburan ke luar negeri untuk target yang telah dicapai.
    2. Menumbuhkan semangat keberanian untuk menjual kepada staf marketing, agar penjualan lebih sukses, meyakinkan konsumen dengan sebuah keuntungan dan manfaat dari sebuah produk dan jasa yang dipasarkan ke konsumen. Dengan cara menerima kritik dan saran jika staf marketing melakukan kesalahan di lapangan baik yang di buat secara pribadi ataupun dari perusahaan.
    3. Memberikan konsumen dongkrak dari dalam, perusahaan promosi ke konsumen dengan menawarkan harga yang bersaing, lebih rendah jika di bandingkan perusahaan lain dengan produk dan kualitas yang sama caranya dpat dengan bertatap muka langsung, e mail dan menghubungi mereka melalui telepone.
    4. Mengutamakan pelanggan, dengan cara memberikan discon hanya untuk yang di anggap perusahaan sudah menjadi pelanggan. Melayani, menghargai pelanggan dan menomor satukan pelanggan.
    5. Merencanakan sebuah program penghargaan bagi pelanggan perusahaan, dengan cara memberikan bantuan – bantuan jika dibutuhkan oleh pelanggan, memberikan sebuah tunjangan hari raya yang bertujuan untuk merekatkan hubungan antara perusahaan dengan pelanggan, meningkatkan penjualan, dan menciptakan kesetiaan pelanggan terhadap perusahaan.

    1.7. Metode Penelitian

    1. Metode Penelitian

    Metode penelitian yang digunakan adalah survey, penggunaan metode survey ini didasarkan pada pertimbangan bahwa metode ini lebih ekonomis, cepat dan menjamin keleluasaan responden dapat menjawab dan merahasiakan iddentitas mereka, sehingga responden mudah untuk memberrikan informasi yang dibutuhkan.

    2. Jenis dan Sumber Data
    a. Data Primer
    Data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dari objek yang diteliti melalui penyebaran kuisioner yang dilakukan secara langsung kepada responden konsumen atau pelanggan CV. Trias Anugrah Mandiri.
    b. Data Skunder
    Data skunder yaitu data yang diperoleh dari buku, data perusahaan dan literature penunjang yang berkaitan dengan masalah penelitian.

    DAFTAR PUSTAKA

    http://id.m.wikipedia.org/wiki/distribusi_
    http://denboengzoe.blogspot.com/2012/05/pengertian-saluran-distribusi-menurut.html?m=1
    http://tirman.wordpress.com/strategi-pemasaran/
    http://anneahira.com/kepuasan-konsumen.htm
    http://www.google.com/search?q=volume+penjualan&btnG=
    http://abangbursa.blogspot.com/2012/01/strategi-pemasaran-dalam-usaha.html?m=1
    http://dansite.wordpress.com/2009/03/25/pengertian-distribusi/

    Komentar oleh wijining Rahayu | Januari 12, 2013 | Balas

  59. Salam hangat pak jo…
    Maaf pak saya memperbaiki tugas saya sebelumnya dengan mengganti judul dan topik bahasan yang baru
    Nama : Suci Amalia Nalita
    Nim : ERC1B010021 (manajemen kelas sore)
    Judul : Pengaruh kualitas pelayanan jasa terhadap kepuasan pengguna jasa perbankan di bank BTN cabang kota jambi

    BAB 1
    PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang
    Salah satu sektor ekonomi yang memberikan kontribusi yang cukup besar dalam hal pembangunan di suatu Negara salah satunya adalah dunia perbankan. Perbankan adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan Bank, mencakup kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan usahanya.
    Bank adalah lembaga keuangan yang kegiatannya menghimpun dan menyalurkan dana dari dan kepada masyarakat yang memiliki fungsi memperlancar lalu lintas pembayaran, dengan kata lain bank adalah suatu lembaga keuangan yang usaha pokoknya memberikan kredit serta jasa dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang. (Kasmir,2005:hal 5)
    Lembaga Keuangan perbankan mempunyai peranan penting dalam perekonomian suatu Negara. Perbankan mempunyai kegiatan yang mempertemukan pihak yang membuthkan dana dan pihak yang mempunyai kelebihan dana. Kontribusi yang diberikan dalam bentuk pemberian kredit, bank berusaha memenuhi kebutuhan masyarakat untuk kelancaran usahanya. Dukungan terhadap dunia usaha akan menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Perbankan seperti perusahaan pada umumnya harus di kelola secara professional karena jasa perbankan harus menunjukan kinerja yang memuaskan terutama bagi nasabah.
    Perbankan juga memiliki kedudukan yang strategis, yaitu sebagai penunjang kelancaran sistem pembayaran, pelaksanaan kebijakan moneter dan pencapaian stabilitas system keuangan, sehingga diperlukan perbankan yang sehat, transparan dan dapat di pertanggung jawabkan.
    Ekonomi masyarakat akan tumbuh dan berkembang sejalan dengan perkembangan dan kemajuan bank dalam melayani kebutuhan masyarakat, apalagi dalam masa ini yang dibarengi dengan perkembangan yang sangat pesat pada sistem ekonomi global.
    Bank dituntut untuk maju kedepan sebagai pemberi informasi yang cepat dan akurat sekaligus sebagai penyandang dana keuangan bagi berbagai transaksi bisnis baik berskala lokal, nasional maupun internasional. Bank Dituntut untuk muncul sebagai pemikir dan perencana pengembangan usaha baik dalam skala nasional maupun internasional. Tenaga – tenaga analisis bank harus jeli melihat perubahan yang terjadi dengan mengantisipasi berbagai peluang yang mungkin terjadi, sehingga bank harus dapat melakukan pelayanan secara menyeluruh (overall).
    Dalam era pembangunan perbankan memiliki kaitan yang sangat penting sebagai sumber permodalan dan perantara keuangan. Sebagai lembaga keuangan, Bank sangat dibutuhkan masyarakat karena itu pengaturan gerak langkah perbankan sangat erat kaitannya dengan kebijakan moneter pemerintah sebagaimana eratnya kaitan antara bank dengan uang. Pengaturan arus uang dari dan kepada masyarakat harus diselenggarakan secara teratur dan terencana serta diarahkan bagi kesejahteraan masyarakat.
    Semakin maju dan berkembangnya dunia perbankan di Indonesia dapat kita lihat dari semakin banyaknya Bank swasta yang berdiri. Bank swasta yang baru berdiri ini biasanya menawarkan berbagai macam program-program yang dapat menarik calon nasabah sebagai strategi untuk mendukung kegiatan operasionalnya. Namun tidak menutup kemungkinan bagi Bank Pemerintah untuk bersaing menarik calon nasabah dengan cara yang sama dalam menawarkan produk-produk jasa perbankan, memperluas jaringan atau Kantor Cabang dan meningkatkan pelayanan bagi Nasabah.
    Persaingan perbankan yang semakin ketat menuntut masing-masing Bank proaktif dalam merebut posisi dimata masyarakat guna mencapai tujuan yang maksimal. Oleh karena itu Bank tidak saja harus memperhatikan kualitas performance dari produknya tetapi harus memperhatikan kepuasan costumernya melalui jasa layanan (service) yang diberikan, kualitas bukanlah untuk memenuhi sejumlah criteria yang ditetapkan pimpinan, namun sejumlah criteria yang ditetapkan costumer dan apa saja yang mereka inginkan.
    Persepsi nasabah biasanya ditentukan oleh beberapa kondisi atau dimensi dari suatu produk atau jasa yang ditawarkan. Pilihan atas suatu Bank mungkin didasarkan atas beberapa kombinasi, diantaranya pelayanan yang baik, banyaknya undian dengan hadiah dengan menarik, tinggi dan rendahnya bunga simpanan yang diberikan atau gedung kantornya yang representative. Karakteristik seperti ini merupakan bagian dari dimensi-dimensi persepsi nasabah terhadap produk maupun jasa yang diberikan.
    Bank BTN merupakan salah satu Bank yang berlokasi di Kota Jambi, selain Bank BTN terdapat pula Bank lain seperti BNI, BRI, Bank Mandiri, BTN, BCA, Bank Mega, Bank Sembilan jambi dan lain sebagainya. Hal ini tidak bisa dipungkiri untuk maju dan berkembangnya suatu daerah dapat ditentukan oleh perbankan yang ada. Untuk menghadapi hal tersebut Bank BTN diharapkan mampu dan bertanggung jawab dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi nasabahnya.
    Kantor Bank BTN terletak di komplek perkantoran kota Jambi kecamatan Telanai Pura Jambi. Dilihat dari keragaman Bank BTN dalam 5 tahun terakhir, perolehan laba serta kolektibilitasnya cukup membanggakan ini dapat dilihat dari jumlah nasabah dari tahun ke tahun semakin meningkat dimana perkembangannya sangat signifikan. Hal ini didukung dengan daerah yang sedang berkembang, dimana pada umumnya sektor usaha yang dominan adalah sector perdagangan dan sektor swasta.
    Berikut adalah tabel jumlah nasabah di Bank BTN.
    Tabel 1.1
    Jumlah Nasabah Bank BTN
    No. Tahun Jumlah Nasabah Perkembangan
    1 2004 16.520 –
    2 2005 17.782 7,6 %
    3 2006 20.400 14,7 %
    4 2007 22.800 11,7 %
    5 2008 16.470 27,7 %
    Sumber : Bank BTN
    Berdasarkan tabel 1.1 di atas dapat dilihat bahwa perkembangan jumlah nasabah Bank BTN cenderung mengalami fluktuasi. Hal ini dilihat dari jumlah nasabah selama lima tahun ke belakang, yaitu dimulai dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2008. Jumlah nasabah Bank BTN dari tahun 2004 adalah 16.250 nasabah, pada tahun 2005 mengalami peningkatan sebesar 7.6 % dengan jumlah sebesar 17.782 pengunjung, begitu juga pada tahun 2006 jumlah nasabah Bank BTN mengalami peningkatan sebesar 14.7 % dengan jumlah sebesar 20.400 pengunjung. Pada tahun 2007 jumlah nasabah Bank BTN mengalami peningkatan sebesar 11.7 % dengan jumlah 22,800 pengunjung. Tetapi pada tahun 2008 jumlah nasabah Bank BTN mengalami penurunan yang sangat drastis yaitu sebesar 27,7 % dengan jumlah sebesar 16.470 nasabah.
    Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perkembangan nasabah Bank BTN cukup baik dan meningkat setiap tahunnya.
    Mengingat dalam dunia perbankan jasa pelayanan merupakan kunci terhadap loyalitas konsumen dan begitu pentingnya aspek pelayanan oleh karyawan Bank terhadap Nasabah, oleh kareana itu penulis merasa tertarik melakukan penelitian yang berjudul :
    “Analisis Persepsi Nasabah terhadap pelayana Bank BTN”

    1.2 Perumusan Masalah Penelitian
    Dalam usahanya menghimpun dana dari masyarakat Bank-bank melakukan berbagai strategi untuk menarik calon nasabah agar menempatkan dananya pada bank tersebut, salah satu strategi yang dilakukan adalah meningkatkan pelayanan yang baik untuk para nasabah.
    Pelayanan sangat penting bagi suatu perusahaan untuk mencapai suatu tujuan. Pelayanan yang baik akan memberikan kesan yang positif bagi nasabah/pelanggan. Sebaliknya, pelayanan yang buruk akan memberikan kesan yang negatif bagi pelanggan. Pelayanan merupakan sebuah kata kunci yang senantiasa diupayaka oleh suatu perusahaan dalam rangka untuk mencari dan mempertahankan pelanggan yang ada dalam menunjang keberhasilan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
    Bagi perusahaan, kehilangan pelanggan adalah sesuatu yang menakutkan. Lebih tepatnya lagi, kehilangan pelanggan merupakan bencana besar. Tanpa pelanggan, apalah artinya sebuah perusahaan. Pelanggan, bagaimanapun ibarat seorang raja yang harus dilayani dengan baik, oleh karena itu prinsip pelanggan adalah raja tidak bisa dianggap sekedar selogan saja.
    Persepsi merupakan suatu perasaan yang timbul dan dirasakan oleh nasabah/pelanggan sebelum atau sesudah mengkonsumsi suatu barang atau jasa, persepsi juga merupakan suatu pengalaman yang dihasilkan melalui panca indera. Baik buruknya persepsi pelanggan terhadap suatu jasa sangat tergantung pada kepuasan pelanggan atas pelayanan yang telah diterima oleh nasabah/pelanggan.
    Kepuasan pelanggan harus selalu diutamakan. Kepuasan pelanggan merupakan tingkat perasaan seseorang bersadarkan hasil perbandingan antara hasil yang dirasakan oleh pembeli dengan harapan yang dirasakan oleh pelanggan itu sendiri.
    Agar perusahaan dapat mengetahui apakah pelayanan yang diberikan mampu memuaskan keinginan pelanggan atau tidak, maka perusahaan haruslah mengetahui persepsi, persepsi nasabah merupakan acuan bagi sebuah Bank untuk mengetahui pengalaman dari nasabah atas pelayanan yang mereka terima, apakah pelayanan yang diberikan itu baik atau buruk.
    Dari data yang telah didapat, diketahui bahwa jumlah Nasabah Bank Jambi dari tahun 2004-2008 mengalami peningkatan yang cukup pesat.
    Suatu pelayanan akan memiliki kualitas yang baik apabila pelayanan tersebut mempu memenuhi harapan pelanggan, dan ini dapat terlihat melalui persepsi mereka. Oleh karena persepsi pelanggan bersifat subjektif dan tidak dapat secara langsung dikendalikan oleh penyedia jasa, maka perlu dicari informasinya semaksimal mungkin.
    Berdasarkan keterangan yang telah diuraikan dan data yang didapat, maka penulis merumuskan suatu masalah yang akan dibahas yaitu “Pengaruh kualitas pelayanan jasa terhadap kepuasan pengguna jasa perbankan di bank BTN cabang kota jambi”

    1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian
    1.3.1 Tujuan Penelitian
    1. Untuk menjelaskan bagaimana persepsi nasabah terhadap pelayanan yang diberikan oleh Bank BTN.
    2. Untuk menganalisis persepsi nasabah terhadap pelayanan yang diberikan oleh Bank BTN.

    1.3.2 Manfaat Penelitian
    1. Diharapkan dapat memberikan penambahan wawasan pengetahuan praktis dalam pengembangan ilmu bidang manajemen pemasaran.
    2. Sebagai salah satu syarat memenuhi gelar sarjana.

    1.4 Ruang Lingkup Penelitian
    Agar penelitian ini lebih terarah dan sesuai dengan permasalahan yang diteliti serta konsisten dengan tujuan yang hendak dicapai, maka penulis menetapkan batasan-batasan permasalahan. Adapun penelitian yang dilakukan berkenaan dengan bidang pemasaran. Adapun masalah yang akan dibahas yaitu:
    1. Persepsi Nasabah terhadap pelayanan yang diberikan oleh Bank BTN.
    2. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah periode tahun 2004 – 2008.
    3. Lokasi penelitian ini berada di kota Jambi tepatnya di Bank BTN.

    BAB II
    TINJAUAN PUSTAKA
    2.1 Defenisi dan Konsep

    a. Manajemen
    Menurut Stephen P. Robbins, Mary Coulter (2004 : 6) Manajemen merupakan suatu proses pengkoordinasian kegiatan-kegiatan pekerjaan sehingga pekerjaan tersebut terselesaikan secara efisien dan efektif dengan dan melalui orang lain.
    Menurut SP Hasibuan (2001 hal 1) Manajemen adalah Ilmu dan seni yang mengatur pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan tertentu.

    b. Pemasaran
    Pemasaran adalah proses sosial dan manajerial dimana masing-masing individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan, penawaran, dan pertukaran produk yang bernilai bagi pihak lainnya (Kotler, 2002, hal.13).
    Sedangkan menurut Stanton (1993,Hal. 7) pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang-barang dan jasa-jasa yang dapat memuaskan keinginan para konsumen saat ini maupun konsumen potensial.

    c. Manajemen Pemasaran
    Menurut Kotler (2002) Manajemen pemasaran adalah proses perencanaan, dan pelaksanaan konsepsi, penetapan harga, promosi dan distribusi gagasan baranga dan jasa untuk menghasilkan pertukaran yang memenuhi sasaran-sasaran perorangan dan organisasi.

    d. Bank
    a. Menurut Siamat (2004, Hal 88) Bank adalah “sebuah organisasi yang melaksanakan kegiatannya memberikan jasa dalam lalulintas pembayaran”.
    b. Sedangkan menurut Undang-Undang No. 10 tahun 1998 tentang perubahan UU. No 7 tahun 1992 tentang perbankan, bank adalah “lembaga keuangan yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan tarif hidup rakyat banyak”.
    Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa bank adalah “lembaga keuangan yang dalam melaksanakan kegiatan pokoknya bank melaksanakan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk lainnya, dan diharapakan dapat meningkatkan taraf hidup rakyat banyak”.

    e. Perbankan
    Menurut booklet Perbankan Indonesia (2006). Perbankan adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan Bank, mencakup kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan usahanya.

    f. Jasa
    Menurut Kotler dalam Fandy Tjiptono (2002). Jasa adalah setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun.
    Jasa menurut Kotler, dkk (2002, Hal 260) adalah setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain yang pada dasarnya tidak berwujud fisik (intangible) dan tidak menghasilkan kepemilikan atas sesuatu apapun. Produksi jasa bisa berkaitan dengan produk fisik atau sebaliknya.
    Produk jasa memiliki karakteristik yang berbeda dengan produk barang (fisik). Griffin (1996) dalam Rambat Lupiyoadi (2006, hal : 6) menyebutkan karakteristik jasa sebagai berikut :

    1. Intagibilty ( Tidak Berwujud )
    Jasa tidak dapat dilihat, dirasa. Diraba, didengar, atau dicium sebelum jasa itu dibeli. Nilai penting dari hal ini adalah nilai tak berwujud yang dialami konsumendalambentuk kenikmatan, kepuasan, atau kenyamanan.

    2. Unstorability (tidak dapat disimpan)
    Jasa tidak mengenal persediaan atau penyimpanan dari produk yang telah dihasilkan. Karakteristik ini disebut inseparability (tidak dapat dipisahkan) , mengingat pada umumnya jasa dihasilkan dan dikonsumsi secara bersamaan.

    3. Customization (kustomisasi)
    Jasa sering kali didesain khusus untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

    g. Persepsi
    Menurut FandyTjiptono (1998 : 61). Persepsi adalah perasaan yang timbul dan dirasakan oleh pelanggan setelah mengkonsumsi atau menikmati produk barang atau jasa.
    Solomon (2000) mendefinisikan persepsi sebagai proses di mana sensasi yang diterima oleh seseorang dipilah dan dipilih, kemudian diatur dan akhirnya diinterprestasikan.
    Menurut William J. Stanton (dalam Nugroho J. setiadi, 2008, hal :160) persepsi dapat didefinisikan sebagai makna yang kita pertalikan berdasarkan pengalaman masa lalu, stimuli ( rangsangan-rangsangan) yang kita terima melalui lima indera.
    Sedangkan menurut Webster (1993) dalam Nugroho J. Setiadi (2008, hal : 160) Persepsi adalah proses bagaimana stimuli-stimuli itu diseleksi, diorganisasi, dan diinterprestasikan.

    h. Pelayanan
    Menurut Kotler (2000) sebagai Pelayanan kualitas yang dibuat selama proses pelayanan dengan menghadapi pelanggan dengan pelayanan pribadi, sedangkan kualitas pelayanan yang dirasakan dibandingkan dengan pelayanan yang diharapkan.

    i. Perilaku Konsumen
    Menurut Basu Swastha (2000 : 10) Perilaku Konsumen merupakan kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang-barang atau jasa-jasa, yang termasuk didalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan-kegiatan tersebut.

    j. Kepuasan Pelanggan
    Menurut Kotler dalam Fandy (2000 : 90), Kepuasan pelanggan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja (hasil) yang telah ia dapatkan dibandingkan dengan harapannya.

    2.2 Kerangka Teoritis

    Perbankan sebagai Lembaga Keuangan perbankan mempunyai peranan penting dalam perekonomian suatu Negara. Perbankan mempunyai kegiatan yang mempertemukan pihak yang membuthkan dana dan pihak yang mempunyai kelebihan dana. Perbankan juga memiliki kedudukan yang strategis, yaitu sebagai penunjang kelancaran sistem pembayaran, pelaksanaan kebijakan moneter dan pencapaian stabilitas sistem keuangan. Berjalannya fungsi tersebut sangat tergantung pada kinerja perbankan dalam menjalankan kegiatannya sebagai lembaga keuangan. Oleh karena itu upaya peningkatan pelayanan perbankan perlu mendapat perhatian yang optimal.
    Pelayanan berhubungan erat dengan keputusan pelanggan dan profitabilitas. Tingkat kualitas yang lebih tinggi akan menghasilkan keputusan pelanggan yang lebih tinggi. Oleh sebab itu para pemasar saat ini memandang tugas peningkatan kualitas produk dan jasa sebagai prioritas utama dalam memberikan nilai tambah bagi pelanggan. Dengan semakin banyaknya produsen yang menawarkan produk dan jasa maka konsumen memiliki pilihan yang semakin banyak, sehingga kekuatan tawar menawar konsumen semakin besar. Hak-hak konsumen pun mulai mendapatkan perhatian besar terutama aspek keamanan dalam pemakaian barang/jasa tertentu.
    Pelayanan yang baik merupakan hal yang sangat penting dalam menciptakan kepuasan pelanggan, namun untuk memahami bagaiman mengevaluasi pelayanan yang diterima oleh konsumen/nasabah tidaklah mudah.
    Tuntutan konsumen terhadap kualitas layanan semakin tinggi. Era globalisasi memaksa perusahaan untuk selalu memperbaiki kualitas jasanya agar bisa mempertahankan kelangsungan hidupnya, karena konsumen semakin pintar dan kritis untuk memutuskan apa yang akan diputuskannya.
    Rambat Lupiyoadi (2006, hal : 182) mengemukakan bahwa ada 5 dimensi pokok yang menentukan kualitas jasa dimana konsumen menggunakan kelima dimensi tersebut untuk memberikan penilaian terhadap jasa.
    Adapun kelima dimensi tersebut adalah sebagai berikut :

    1. Tanggibles (Bukti langsung)
    Yaitu kemampuan suatu perusahaan dalam menunjukkan eksistensinya kepada pihak eksternal. Penampilan dan kemampuan sarana dan prasarana fisik perusahaan dan keadaan lingkungan sekitarnya merupakan bukti nyata dari pelayanan yang diberikan oleh pemberi jasa. Hal ini meliputi fasilitas fisik, perlengkapan dan peralatan yang digunakan (teknologi), serta penampilan pegawainya.

    2. Reliability (Keandalan)
    Yaitu komponen perusahaan untuk memberikan pelayanan sesuai dengan yang dijanjikan secara akurat dan terpercaya. Kinerja harus sesuai dengan harapan pelanggan yang berarti ketepatan waktu, pelayanan yang sama untuk semua pelanggan tanpa kesalahan, sikap yang simpatik, dan dengan akurasi yang tinggi.

    3. Responsiveness (Daya tanggap)
    Yaitu suatu kebijakan untuk membantu dan memberikan pelayanan yang cepat dan tepat kepada pelanggan dengan penyampaian informasi yang jelas. Membiarkan konsumen menunggu persepsi yang negatif dalam kualitas pelayanan.

    4. Assurance (Jaminan dan kepastian)
    Yaitu pengetahuan, kesopan santunan dan kemampuan para karyawan perusahaan untuk menumbuhkan rasa percaya konsumen kepada perusahaan. Hal ini meliputi beberapa komponen antara lain komunikasi (communication), kredibilitas (credibility), keamanan (security), kompetensi (competence), dan sopan santun (courtesy).

    5. Emphaty (Empati )
    Yaitu memberikan perhatian yang tulus dan bersifat individual atau pribadi yang diberikan kepada konsumen dengan berupaya memahami keinginan konsumen. Dimana suatu perusahaan diharapkan memiliki pengertian dan pengetahuan tentang pelanggan, memahami kebutuhan pelanggan secara spesifik, serta memiliki waktu pengoperasian yang nyaman bagi pelanggan.
    Dimensi-dimensi kualitas jasa yang telah disebutkan di atas harus diramu dengan baik. Bila tidak, hal tersebut dapat menimbulkan kesenjangan antara perusahaan dan pelanggan, karena perbedaan persepsi mereka tentang wujud pelayanan.
    Agar perusahaan mengetahui apakah pelayanan yang diberikan sesuai atau tidak dengan harapan pelanggan maka setiap perusahaan sebaiknya mengetahui perilaku konsumen dalam pemilihan keputusan pembelian suatu produk atau jasa dimana dalam hal ini dipengaruhi oleh empat faktor psikologis utama yakni motivasi, persepsi, pembelajaran dan keyakinan konsumen.
    Baik atau jeleknya pelayanan yang diberikan perusahaan kepada pelanggan akan dapat diketahui dan berakhir pada persepsi pelanggan. Dengan mengetahui persepsi dari pelanggan maka perusahaan akan lebih mudah untuk mengetahui bagaimana penilaian pelanggan atas produk atau pelayanan yang diberikan perusahaan. Dengan demikian perusahaan akan dapat memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan dimasa yang akan datang. Dimana harapan pelanggan dapat terpenuhi yang pada akhirnya pelanggan merasa terpuaskan dengan produk barang atau jasa yang telah dikonsumsinya.
    Produk jasa memiliki karakteristik yang berbeda dengan barang (produk fisik). Berikut adalah pendapat para ahli mengenai berbagai karakteristik jasa, menurut Kotler (2001:603) :

    a. Tidak berwujud. Jasa merupakan sesuatu yang tidak berwujud, tidak dapat didengar, tidak dapat diraba, tidak dapat dirasa, tidak dapat dicium sebelum jasa itu dibeli.

    b. Tidak dapat dipisahkan. Umumnya jasa yang dihasilkan dan dikonsumsi secara bersamaan. Jika jasa itu dilakukan oleh orang, maka penyedianya adalah bagian dari jasa.

    c. Variabilitas, jasa sangat bervariasi karena tergantung pada siapa yang menyediakan dan kapan serta dimana jasa itu dilakukan.
    d. Tidak tahan lama. Jasa tidak dapat disimpan dan tidak tahan lamanya jasa tidak menjadi masalah bila permintaan tetap karena mudah mengatur staf atau karyawan untuk melakukan jasa itu lebih dahulu. Namun jika permintaan berfluktuasi, perusahaan jasa menghadapi masalah yang rumit (misal, perusahaan jasa transportasi mikrolet).

    BAB III
    METODE PENELITIAN
    1.2 Jenis Data
    Data yang digunakan penulis ini merupakan data primer dan skunder baik bersifat kuantitatif maupun kualitatif, Data yang diperlukan :

    1. Data Primer
    Harapan nasabah terhadap jasa pelayanan Bank BTN.
    Persepsi nasabah Bank BTN yaitu pengalaman nasabah setelah menggunakan jasa pelayanan Bank BTN.

    2. Data sekunder
    Sejarah singkat Bank BTN
    Struktur Organisasi Bank BTN
    Keadaan tempat Bank BTN
    Perkembangan jumlah nasabah di Bank BTN

    3.2 Metode Pengumpulan data
    Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

    3.2.1. Pengumpulan Data Primer
    a. Wawancara
    Melakukan Tanya jawab dengan pihak yang berwenang yaitu pihak dari Bank BTN dan nasabah-nasabah Bank BTN mengenai hal-hal yang ada hubungannya dengan penelitian ini.

    b. Observasi
    Yaitu pengamatan secara langsung dan melakukan pencatatan data, informasi yang dibutuhkan dari objek penelitian yang dituju.

    c. Kuisioner
    Teknik pengumpulan informasi konsumen melalui kuisioner dimaksudkan untuk menyebarkan kuisioner kepada nasabah. Nasabah diharapkan dapat mengisi kuisioner, kuisioner tersebut harus dibuat sesederhana mungkin, yang mudah dijawab oleh respondensi nasabah. Tujuan kuisioner antara lain adalah untuk mendapatkan informasi mengenai tanggapan dan penilaian nasabah terhadap suatu pelayanan yang perlu mendapat perhatian oleh perusahaan.

    3.2.2 Pengumpulan Data Sekunder
    Pengumpulan data sekunder dengan mempelajari buku literatur untuk menelaah teori-teori yang ada hubungannya dengan penelitian ini.

    3.3 Metode Penarikan Sampel
    Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data dan informasi yang benar dan akurat dan dapat dipercaya tentang persepsi nasabah terhadap pelayanan yang diberikan oleh Bank BTN.Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah nasabah Bank BTN yang tercatat pada tahun 2008 sebanyak 16.470 nasabah.
    Adapun yang menjadi responden sebanyak 100 orang dengan menggunakan teknik pengambilan sampel adalah Quota, dimana setiap responden mempunyai kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel yang bisa digunakan sebagai wakil dari populasi seluruh nasabah Bank BTN. Responden diminta untuk mempertimbangkan dan memberikan pendapat mengenai 17 item pertanyaan yang berhubungan dengan persepsi nasabah terhadap pelayanan Bank BTN.
    Dalam hubungan ini agar data yang diperoleh cukup akurat maka sampel yang akan dijadikan responden, usia/umurnya dibatasi untuk 17 tahun keatas.

    3.4 Sumber Data
    Adapun data yang dipergunakan dalam penelitian ini diperoleh dari :
    Bank BTN Pusat di kota Jambi
    Pengguna jasa Bank BTN yang mengisi daftar penyataan
    Perpustakaan

    3.5 Metode Analisis Data
    Adapun metode analisis yang digunakan dalam penelitian adalah metode Analisis deskriptif dan metode analisis kuantitatif. Analisis deskriptif berusaha memberikan gambaran yang cermat dan lengkap tentang objek yang diteliti, tujuannya adalah untuk menggambarkan secara sistematis dan faktual mengenai faktor-faktor yang ada dilapangan berdasarkan teori-teori yang ada didalam literatur yang berkaitan dengan penelitian ini, serta menganalisis masalah pelayanan di Bank BTN. Analisis kuantitatif adalah suatu proses menemukan pengetahuan yang menggunakan data berupa angka sebagai alat menemukan keterangan mengenai apa yang ingin kita ketahui. S. Margono (1997 : 105 ).

    3.6 Alat Analisis Data
    Adapun alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tabulasi data dan pengukuran nilai rata-rata hitung (mean). Tabulasi data disusun berdasarkan banyaknya pernyataan dalam kuisioner. Dalam Iqbal Hasan ( 2001 : 71 )
    Adapun nilai rata-rata hitung ( mean ) akan diukur dengan metode biasa yaitu dengan rumus sebagai berikut :

    fixiX =
    fi

    Keterangan : fi = frekuensi pada interval kelas
    xi = bobot nilai
    X = nilai rata-rata hitung

    Pertanyaan yang disebarkan berhubungan dengan variabel dan atribut yang diteliti dengan mengacu pada skala likert. Menurut Kinnear (1988) dalam Husein umar ( 2005 : 137 ) skala likert ini berhubungan pernyataan tentang sikap seseorang terhadap sesuatu , misalnya setuju – tidak setuju, senang – tidak senang dan baik – tidak baik. Responden diharuskan memilih salah satu dari sejumlah kategori jawaban yang tersedia kemudian masing-masing jawaban diberi skor (bobot nilai ) sebagai berikut :

    Sangat tidak baik diberi bobot nilai = 1
    Tidak baik diberi bobot nilai = 2
    Cukup Baik (netral) diberi bobot nilai = 3
    Baik diberi bobot nilai = 4
    Sangat baik diberi bobot nilai = 5

    Persepsi nasabah terhadap pelayanan Bank Jambi dikatakan sangat positif dan positif apabila responden menyatakan sangat baik atau baik,sangat negatif dan negatif apabila responden menyatakan sangat tidak baik dan tidak baik, sedangkan apabila konsumen memberikan pernyataan cukup baik terhadap atribut yang dinilainya maka pengalaman pelanggan terhadap atribut yang dinilainya tersebut cukup menyenangkan (netral).
    Untuk mengetahui kecenderungan persepsi konsumen terhadap pelayanan apakah positif, netral atau negatif maka hasil dari nilai rata-rata hitung yang diperoleh dipetakan kerentang skala yang mempertimbangkan informasi interval yaitu sebagai berikut :

    Interval = Nilai tertinggi – Nilai terendah
    Banyak kelas

    5-1
    = = 0,8
    5

    Kemudian dibuat rentang nilai sehingga dapat diketahui letak rata-rata persepsi konsumen terhadap masing-masing atribut persepsi konsumen dalam penelitian ini, rentang nilai tersebut yaitu sebagai berikut :

    Rentang nilai : 1,00 – 1.80 termasuk kategori negatif ( sangat tidak baik )
    1,81 – 2,60 termasuk kategori negatif (tidak baik )
    2,61 – 3,40 termasuk kategori netral (cukup baik )
    3,41 – 4,20 termasuk kategori positif ( baik )
    4,21 – 5,00 termasuk kategori positif (sangat baik )
    Kualitas jasa yang baik adalah apabila terpenuhinya atau terlampauinya apa yang diharapkan konsumen dari jasa yang diberikan.

    3.7 Operasional Variabel
    Variabel Dimensi Definisi Atribut Indikator Skala
    Persepsi Tanggibles Bukti nyata dari pelayanan yang diberikan oleh pembei jasa – Lokasi
    – Fasilitas
    – Penampilan karyawan
    – Kebersihan
    – Tempat parkir Ordinal
    Reliability Komponen perusahan untuk memberikan pelayanan sesuai dengan yang dijanjikan secara akurat dan terpercaya – Pelayana yang akurat dan terpercaya
    – Pelayanan yang sama
    – Sikap simpatik Ordinal
    Responsiveness Kebijakan untuk membantu dan memberikan pelayanan yang cepat dan tepat kepada pelanggan dengan informasi yang jelas – Pelayanan yan cepat dan tepat
    – Perhatian serius karyawan
    – Kesediaan karyawan Ordinal
    Assurance Pengetahuan dan kempuan karyawan perusahaan untuk menumbuhkan rasa percaya consumen kepada perusahaan – Karyawan yang terpercaya
    – Perasaan aman
    – Sikap sopan karyawan
    – Keakuratan pengadmiitrasian Ordinal
    Emphaty Memberikan perhatian yang tulus dan bersifat individu dengan berupaya memahami keinginan konsumen. – Perhatian pribadi kepada nasabah
    – Memahami kebutuhan nasabah Ordinal

    DAFTAR PUSTAKA

    Amirullah, SE., MM. (2002),Perilaku Konsumen,
    Graha Ilmu, YogyakartaAting Tedjasutisna (1999).Pemasaran,
    Jilid 1, Penerbit CV. Armico, BandungEngel, james E. Roger D, black Well & Paul W. Muniard (1994).
    PerilakuKonsumen,
    Jilid I, edisi Keenam, Penerbit Bina Rupa, Jakarta.Kotler, Philip (1993).
    Manajemen Pemasaran, Analisis, Perencanaan,Implementasi dan Pengendalian,
    Jilid I. Penerbit Erlangga. Jakarta.———————(1995).Marketing,
    Jilid 2, Erlangga, Jakarta.Kotler, Philp dan Armstrong, Garry (1997),
    Prinsip-Prinsip Pemasaran,Edisi 8,Jilid 1 Erlangga, Jakarta

    http://pengusahamuslim.com/kekuatan-persepsi-dalam-membentuk-kepuasan-pelanggan
    http://zoeldhan-informatika.blogspot.com/2012/10/penjelasan-mengenai-pengaruh-kualitas.html
    http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/10404
    http://edratna.wordpress.com/2007/09/05/apa-yang-perlu-diperhatikan-dari-pemasaran-produkjasa-perbankan/

    Komentar oleh suci amalia nalita | Januari 12, 2013 | Balas

  60. Salam pak jo…
    Maaf pak saya memperbaiki tugas saya sebelumnya dengan mengganti judul dan topik bahasan yang baru
    Nama : Nova Linda
    Nim : ERC1B010058 (manajemen kelas sore)
    Judul : ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU MAHASISWA UNJA DALAM MEMUTUSKAN MEMBELI BUKU DI TOKO BUKU GRAMEDIA.

    BAB I
    PENDAHULUAN
    1.1 Latar Belakang

    Buku merupakan sebuah alat komunikasi berjangka waktu panjang dan sarana komunikasi yang paling berpengaruh dalam perkembangan dan peradapan manusia. Namun seiring dengan perkembangan dewasa ini yang diwarnai dengan berbagai macam persaingan usaha di segala bidang, termasuk usaha toko buku Gramedia. Melihat kondisi persaingan yang semakin ketat maka di sini perusahaan dituntut untuk mempunyai strategi yang tepat agar dapat memenuhi target volume penjualan serta dapat membuat terobosan/peluang baru yang belum di lakukan oleh para pesaing lainnya, agar supaya dapat menarik minat konsumen untuk berbelanja buku yang dibutuhkan dan diminati oleh konsumen sebagai hiburan atau meningkatkan pengetahuan dan wawasan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berkaitan terhadap keputusan pembelian buku dan faktor mana yang sering dipilih oleh konsumen dalam menentukan keputusan pembelian buku di toko Gramedia jambi.

    Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan fokus penelitian pada berbagai faktor yang mempengaruhi konsumen dalam pemilihan dan keputusan pembelian buku. Lokasi penelitian yaitu Toko Buku Gramedia jambi. Informan penelitian yaitu para pengunjung Gramedia terdiri dari pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, karyawan swasta, pegawai negeri sipil, profesional, wirausahawan, tokoh masyarakat, serta informan lainnya. Instrumen penelitian yaitu peneliti itu sendiri. Pengumpulan data dalam bentuk wawancara.

    Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang berkaitan dengan keputusan mahasiswa unja untuk membeli buku di Gramedia jambi. yaitu produk buku yang lengkap, bervariasi, teratur, mudah diperoleh dan berkualitas. Kualitas pelayanan yang mempengaruhi keputusan membeli yaitu keramahan, kebersihan toko, kenyamanan toko, serta layout toko; serta promosi toko yaitu diskon buku. Faktor-faktor yang dijadikan pilihan dalam keputusan pembelian buku di Gramedia yaitu produk serta pelayanan.

    Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa faktor yang berkaitan dengan keputusan konsumen khususnya mahasiswa unja berbelanja buku di Toko Buku Gramedia jambi, yaitu produk buku lengkap, bervariasi, teratur, mudah diperoleh, dan berkualitas; kualitas pelayanan toko, yaitu keramahan, kebersihan, kenyamanan, layout promosi, yaitu diskon buku. Dan lokasi toko gramedia juga strategis dan nyaman untuk dikunjungi.

    Dari latar belakang yang dikemukakan maka penulis mencoba untuk melakukan penelitian dengan judul “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Mahasiswa Unja Dalam Memutuskan Membeli Buku Di Toko Buku Gramedia”

    1.2 Rumusan Masalah
    Dari latar belakang tersebut, maka dapat dirumuskan masalah yang akan di teliti yaitu tentang sikap keputusan pembelian oleh konsumen dan adanya ketidakpuasan pelanggan maka dari itu perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan individu, kelompok atau organisasi yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan dalam mendapatkan barang-barang atau jasa ekonomi yang dapat dipengaruhi oleh lingkungan. Karena keputusan membeli dapat dipengaruhi oleh lingkungan, maka perusahaan haruslah mampu memanfaatkan hal tersebut. perlu adanya peningkatkan kualitas pelayanan kepada konsumen, sehingga konsumen tidak kecewa terhadap produk yang dibeli, serta peningkatan kualitas pelayan dalam memperkenalkan/memberitahukan kepada konsumen produk buku yang baru dan menawarkan berbagai promosi misalnya diskon buku dan lainnya

    1.3 Tujuan Penelitian
    1. Untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi perilaku mahasiswa unja dalam memutuskan pembelian buku di toko buku gramedia.
    2. Untuk mengetahui hal apa yang paling dominan dalam keputusan pembelian.

    1.4. Manfaat Penelitian
    1. Sebagai sarana dan media untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan sebagai bahan literature untuk menambah wacana baru bagi dunia akademis.
    2. Sebagai sarana untuk memperoleh informasi yang tepat dan akurat dalam mempengaruhi dan mengetahui pengambilan keputusan oleh konsumen yang dilihat dari peilaku konsumen.
    3. Bagi penulis, pengembangan ilmu yang dimiliki melalui sebuah penelitian merupakan suatu tantangan terendiri, dimana explorasi keilmuan yang diperoleh dengan mencoba menerapkannya pada kenyataansebenarnya akan lebih membantu peneliti untuk memahami bidang ilmu yang ditekuni.
    4. Penelitian ini dapat dijadikan referensi untuk penelitian-penelitian selanjutnya.

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    2.1 Perilaku Konsumen

    Semakin majunya perekonomian dan teknologi, berkembang pula strategi yang harus dijalankan perusahaan, khususnya dibidang pemasaran. Untuk itu perusahaan perlu memahami atau mempelajari perilaku konsumen dalam hubungannya dengan pembelian yang dilakukan oleh konsumen tersebut. Dalam menentukan jenis produk atau jasa, konsumen selalu mempertimbangkan tentang produk atau jasa apa yang dibutuhkan, hal ini dikenal dengan perilaku konsumen.
    Perilaku konsumen (consumer behavior) adalah kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang-barang dan jasa-jasa tersebut didalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan-kegiatan tersebut (Dharmmesta dan Handoko, 2000 : 10).
    Perilaku konsumen yang dikemukakan Kotler (1997 : 10) menerangkan bahwa keputusan konsumen dalam pembelian selain dipengaruhi oleh karakteristik konsumen, dapat dipengaruhi oleh rangsangan perusahaan yang mencakup produk, harga, tempat dan promosi. Variabel-variabel diatas saling mempengaruhi proses keputusan pembelian sehingga menghasilkan keputusan pembelian yang didasarkan pada pilihan produk, pilihan merek, pilihan penyalur, waktu pembelian, jumlah pembelian.
    Menurut Swasta ( 1992 : 9 ) “Prilaku konsumen dapat didefinisikan sebagai kegiatan-kegiatan individu-individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan termasuk mempergunakan barang-barang dan jasa, keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan-kegiatan tersebut”. Menurut Peter J. Paul dan jerry C. Olson ( 2000 : 6 ) “Prilaku konsumen merupakan interaksi dinamis antara pengaruh dan kondisi prilaku dan kejadian di sekitar lingkungan di mana manusia melakukan aspek pertukaran dalam kehidupan mereka”.Dari dua jenis definissi di atas dilihat ada dua hal penting dari prilaku konsumen yaitu proses pengembalian keputusan dan kegiatan fisik yang semuanya ini melibatkan individu dalam menilai, mendapatlkan dan mempergunakan barang-barang dan jasa secara ekonomis.
    Menurut James F Engel ( 1988 : 8 )” Perilaku konsumen di definisikan tindak-tindakan individu secara langsung terlibata dalam usaha memperoleh dan menggunakan barang-barang jasa ekonomi termasuk proses pengambilan kepustusan yang mendahuli dan menentukan tindakan-tindakan tersebut”
    Menurut David L London ( 1984 : 6 )” Perilaku konsumen dapat diDefinisikan sebagai proses pengambilan keputusan dan aktivitas individu secara fisik yang dilibatkan dalam mengevaluasi, memperoleh, menggunakan atau dapat mempergunakan barang-barang atau jasa”
    Menurut Gerald Zaltman ( 1979 : 6 )” Perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan, proses dan hubungan sosial yang di lakukan oleh individu, kelompok dan organisasi dan mendapatkan, menggunakan suatu produk atau lainnya sebagai sutu akibat dari pengalaman dengan produk, pelayanan dan dumber-sumber lainya
    Dari beberapa Definisi tersebut di atas maka dapat di tarik suatu kesimpulan bahwa perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu, kelompok, atau organisasi yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan dalam mendapakan, menggunakan barang-barang atau jasa ekonomi yang dapat di pengaruhi lingkungan.
    2.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen
    Menurut James F. Engel – Roger D. Blackwell – Paul W. Miniard dalam Saladin (2003 : 19) terdapat tiga faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen yaitu :
    1. Pengaruh lingkungan, terdiri dari budaya, kelas sosial, keluarga dan situasi. Sebagai dasar utama perilaku konsumen adalah memahami pengaruh lingkungan yang membentuk atau menghambat individu dalam mengambil keputusan berkonsumsi mereka. Konsumen hidup dalam lingkungan yang kompleks, dimana perilaku keputusan mereka dipengaruhi oleh keempat faktor tersebut diatas.

    2. Perbedaan dan pengaruh individu, terdiri dari motivasi dan keterlibatan, pengetahuan, sikap, kepribadian, gaya hidup, dan demografi. Perbedaan individu merupkan faktor internal (interpersonal) yang menggerakkan serta mempengaruhi perilaku. Kelima faktor tersebut akan memperluas pengaruh perilaku konsumen dalam proses keputusannya.
    3. Proses psikologis, terdiri dari pengolahan informasi, pembelajaran, perubahan sikap dan perilaku. Ketiga faktor tersebut menambah minat utama dari penelitian konsumen sebagai faktor yang turut mempengaruhi perilaku konsumen dalam penambilan keputusan pembelian.

    2.3 Keputusan Pembelian
    Dalam memahami perilaku konsumen, terdapat banyak pengaruh yang mendasari seseorang dalam mengambil keputusan pembelian suatu produk atau merek. Rangsangan tersebut kemudian diproses (diolah) dalam diri, sesuai dengan karakteristik pribadinya, sebelum akhirnya diambil keputusan pembelian.
    Menurut Sumarwan (2003), segencar apapun persaingan yang ada di pasar, konsumen tetaplah sebagai penentu dalam membuat keputusan pembelian. Pilihan-pilihan produk yang ditawarkan tentunya secara tidak langsung akan mempengaruhi pengambilan keputusan membeli bagi konsumen. Pasar hanya menyediakan berbagai pilihan produk dan merek yang bermacam-macam. Namun pada akhirnya, konsumen yang memiliki hak untuk bebas memilih apa dan bagaimana produk yang nantinya akan mereka konsumsi. Dalam membeli dan mengkonsumsi sesuatu, konsumen terlebih dahulu membuat keputusan mengenai produk apa yang dibutuhkan, kapan, bagaimana dan dimana proses pembelian atau konsumsi itu akan terjadi. Dengan kata lain diperlukan suatu proses pengambilan keputusan untuk membeli sesuatu baik barang atau jasa.
    Menurut Setiadi (2003), pengambilan keputusan yang diambil oleh seseorang dapat disebut sebagai pemecahan masalah. Dalam proses pengambilan keputusan, konsumen memiliki sasaran atau perilaku yang ingin dicapai. Selanjutnya konsumen membuat keputusan perilaku mana yang ingin dilakukan untuk dapat mencapai sasaran tersebut. Dengan demikian hal ini dapat memecahkan masalahnya. Pemecahan masalah merupakan suatu aliran timbal balik yang berkesinambungan diantara faktor lingkungan, proses kognitif dan afektif, serta tindakan perilaku. Pada tahap pertama merupakan pemahaman adanya masalah. Selanjutnya terjadi evaluasi terhadap alternatif yang ada dan tindakan yang paling sesuai dipilih. Pada tahap berikutnya, pembelian dinyatakan dalam tindakan. Pada akhirnya produk yang telah dibeli akan digunakan dan konsumen melakukan evaluasi ulang mengenai keputusan yang telah diambilnya.

    Tipologi pengambilan keputusan konsumen :
    1. Keluasaan pengambilan keputusan (the extent of decision making)
    Menggambarkan proses yang berkesinambungan dari pengambilan keputusan menuju kebiasan. Keputusan dibuat berdasrkan proses kognitip dari penyelidikan informasi dan evaluasi pilihan merek. Disisi lain, sangat sedikit atau tidak ada keputusan yang mungkin terjadi bila konsumen dipuaskan dengan merek khusus dan pembelian secara menetap.
    2. Dimensi atau proses yang tidak terputus dari keterlibatan kepentingan pembelian yang tinggi ke yang rendah.
    Keterlibatan kepentingan pembelian yang tinggi adalah penting bagi konsumen. Pembelian berhubungan secara erat dengan kepentingan dan image konsumen itu sendiri. Beberapa resiko yang dihadapi konsumen adalah resiko keuangan , sosial, psikologi. Dalam beberapa kasus, untuk mempertimbangkan pilihan produk secara hati-hati diperlukan waktu dan energi khusus dari konsumen.
    Keterlibatan kepentingan pembelian yang rendah dimana tidak begitu penting bagi konsumen, resiko finansial, sosial, dan psikologi tidak begitu besar. Dalam hal ini mungkin tidak bernilai waktu bagi konsumen, usaha untuk pencarian informasi tentang merek dan untuk mempertimbangkan pilihan yang luas. Dengan demikian, keterlibatan kepentingan pembelian yang rendah umumnya memerlukan proses keputusan yang terbatas “a limited process of decision making”.
    Pengambilan keputusan yang komplek (complex decision making)
    Untuk memahami keputusan yang komplek maka perlu dipahami hakekat keterlibatan konsumen dengan suatu produk.

    Kondisi keterlibatan konsumen akan suatu produk, apabila produk tersebut adalah :
    1. Penting bagi konsumen karena image konsumen sendiri, misalnya pembelian mobil sebagai simbol status.
    2. Memberikan daya tarik yang terus menerus kepada konsumen, misal dalam dunia mode ketertarikan konsumen model pakaian.
    3. Mengandung resiko tertentu, misal resiko keuangan untuk membeli rumah, resiko teknologi untuk pembelian computer.
    4. Mempunyai ketertarikan emosional, misal pencinta musik membeli Sistem stereo yang baru.

    2.4 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian

    1. Motivasi (motivation) merupakan suatu dorongan yang ada dalam diri manusia untuk mencapai tujuan tertentu.
    2. Persepsi (perception) merupakan hasil pemaknaan seseorang terhadap stimulus atau kejadian yang diterimanya berdasarkan informasi dan pengalamannya terhadap rangsangan tersebut.
    3. Pembentukan sikap (attitude formation) merupakan penilaian yang ada dalam diri seseorang yang mencerminkan sikap suka/tidak suka seseorang akan suatu hal.
    4. Integrasi (integration) merupakan kesatuan antara sikap dan tindakan. Integrasi merupakan respon atas sikap yang diambil. Perasaan suka akan mendorong seseorang untuk membeli dan perasaan tidak suka akan membulatkan tekad seseorang untuk tidak membeli produk tersebut.

    2.5 Periklanan

    1. Definisi Periklanan
    Periklanan pada dasarnya merupakan salah satu tahap dari pemasaran, yang tiap-tiap tahap itu bagaikan mata rantai yang saling berhubungan dan jaringannya akan terputus jika salah satu mata rantai itu lemah. Periklanan menjadi tahap yang penting yang sama pentingnya dengan tahap-tahap lain dalam proses pemasaran. Definisi periklanan menurut institute praktisi periklanan Inggris dalam Jefkins (1996: 5) adalah: Periklanan merupakan pesan-pesan penjualan yang paling persuasive yang diarahkan kepada (calon) konsumen yang paling potensial atas produk barang atau jasa tertentu dengan dengan biaya yang paling ekonomis. Kotler (1997: 236) mengartikan periklanan sebagai berikut: Periklanan adalah segala bentuk penyajian non-personal dan promosi ide, barang,atau jasa oleh suatu sponsor tertentu yang memerlukan pembiayaan. Dalam membuat program periklanan manajer pemasaran harus selalu mulai dengan mengidentifikasi pasar sasaran dan motif pembeli. Kemudian membuat lima keputusan utama dalam pembuatan program periklanan yang disebut lima M ( kotler 1997: 236) Sebagai berikut:
    a) Mission (misi)
    b) Money (uang)
    c) Message (pesan)
    d) Media (media)
    e) Measuremen (pengukuran)
    2. Tujuan Periklanan
    Tujuan periklanan menurut kotler (1997: 236) sebagai berikut:
    a) Periklanan menjalankan sebuah fungsi ”informasi”. Biasanya dilakukan secara besar-besaran pada tahap awal suatu jenis produk, tujuannya untuk membentuk permintaan pertama.
    b) Periklanan menjalankan sebuah fungsi ”Persuasif”
    Penting dilakukan dalam tahap kompetitif. Tujuannya untuk membentuk permintaan selektif untuk suatu merk tertentu.
    c) Periklanan menjalankan sebuah fungsi ”Pengingat”
    Iklan pengingat sangat penting bagi produk yang sudah mapan. Bentuk iklan yang berhubungan dengan iklan ini adalah iklan penguat (Inforcement advertising) yang bertujuan meyakinkan pembeli sekarang bahwamereka telah melakukan pilihan yang benar.
    3. Anggaran Periklanan
    Setelah memutuskan tujuan periklanan. Langkah selanjutnya adalah memutuskan anggaran periklanan untuk setiap produk.
    4. Pesan Periklanan
    Iklan diadakan untuk memberi informasi dan membujuk. Isi komunikasi iklan adalah inti apa yang dapat dilakukan oleh iklan tersebut. Aspek ini sering disebut ”kreatif”, pesan atau isi iklan disebut ”pekerjaan kreatif ”. Iklan meliputi latihan menulis dan mendesain dalam kata-kata dan gambar, serta memerlukan kemampuan verbal maupun kemampuan menggambar yang memadai. Perbedaan antara satu iklan dengan iklan yang lain seringkali terletak pada pesan itu sendiri itulah arti komunikasi.

    5. Pemilihan Media Iklan
    Pemilihan media iklan sangat penting agar pesan yang disampaikan dalam iklan dapat efektif mencapai dan diterima konsumen sasaran.

    BAB III

    METODELOGI PENELITIAN

    1. Lokasi Penelitian
    Penelitian dilakukan di Toko Buku Gramedia Jambi Di Daerah Kebun Jeruk.
    Dan Beberapa Mahasiswa Unja FE Ekstensi.

    2. Populasi dan Sample

    2.1 Populasi
    Populasi adalah sekelompok orang, kejadian atau segala sesuatu yang mempunyai karakteristik tertentu (Indriantoro dan Supomo, 2002; 115).

    2.2 Sample
    Sample adalah sebagian dari populasi yang diambil dengn menggunakan meode tertentu(indriantoro dan supomo, 2002). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Purposive sampling adalah metode penentuan sampel yang didasarkan pada ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu yang dipandang mempunyai sangkut paut yang erat dengan ciri-ciri atau sifat-sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya

    3. Jenis Dan Sumber Data

    1.Jenis Data
    Jenis data dalam penelitian ini berupa:
    • Data Kualitatif, yaitu data yang berbentuk kata, kalimat, skema, dan gambar, sepertu literature-literatur serta teori-teori yang berkaitan dengan penelitian penulis.
    • Data Kuantitatif, yaitu data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan(scoring)

    2.Sumber Data Sumber data dalam penelitian ini berupa:
    • Data Sekunder, yaitu data yng diperoleh dalam bentuk yang sudah jadi, sudah dikumpulkan dan diolah oleh pihak lain. Biasanya sudah dalam bentuk publikasi saperti data yang diperoleh dari situasi-situasi internet dan data lainnya yang berhubungan langsung dengan objek yang diteliti.

    4. Teknik Pengumpulan Data

    Metode pengumpulan data yang dipergunakan pada penelitian ini adalah:
    • Kuesioner, yaitu metode pengumpulan data yang pengumpulan datanya dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Indriansto dan Supomo, 2002;154).

    DAFTAR PUSTAKA

    Kotler, Philip dan Armstrong Gary. 1996. Dasar-Dasar Pemasaran-Jilid 2 Edisi 6, Jakarta: Intermedia.
    ……, 2004, Manajemen Kualitas Pelayanan, Jakarta, STIA LAN Press.
    Lukman, Sampara, 1999, Manajemen Kualitas Pelayanan, Jakarta : STIA LAN Press.
    Tjipto,Fandy.2000.Prinsip & Dinamika Pemasaran,Edisi Pertama. J&J Learning.Yogyakarta
    Sumber Referensi Online (internet):
    http://ilmumanajemenpemasaran.wordpress.com/2009/10/31/fktr-pngarh-kep-pmblian/
    http://skripsi-manajemen.blogspot.com/2011/02/pengertian-definisi-kualitas-pelayanan.html
    http://ratni_itp.staff.ipb.ac.id/2012/06/07/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-perilaku-konsumen/
    http://akbarginda.wordpress.com/2011/11/08/pembelian/

    Komentar oleh Nova linda | Januari 12, 2013 | Balas

  61. salam pak joe
    NAMA : SARAH SUCIATI
    NIM : ERC1B010049
    JURUSAN: MANAJEMEN KELAS SORE
    MK : METODOLOGI PENELITIA

    Judul : Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Loyalitas Pelanggan Studi di PT ULTRA DISC jambi

    BAB 1
    1.Pendahuluan

    A.Latar Belakang
    Pada era saat ini minat masyarakat terhadap VCD/DVD Original sangatlah banyak, tetapi harga VCD/DVD Original saat ini masih tergolong cukup mahal apalagi film mancanegara. Oleh karena itu ada beberapa perusahaan yang melihat hal ini sebagai suatu peluang besar untuk mengembangkan usaha dalam bidang rental atau penyewaan VCD/DVD Original, salah satunya adalah Ultra Disc.
    Namun seiring berjalannya waktu dengan kecanggihan teknologi, saat ini sudah ada beberapa alternative lain bagi pecinta film untuk menikmati alur cerita film. Seperti VCD dan DVD bajakan yang banyak sekali beredar. Paling tidak lebih dari 1 juta keping VCD bajakan yang terjual per hari, ujar Wihadi Wiyoto, Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Rekaman Video Indonesia. Dari segi produk, VCD/ DVD bajakan tersebut secara kualitas tidak kalah jauh dengan VCD dan DVD original dan dari segi harga pun jauh lebih murah serta menyediakan judul film yang belum diputar di bioskop. Kecenderungan masyarakat saat ini membeli produk dengan merek terkenal yang bukan asli alasannya adalah harganya yang sangat murah dibanding produk aslinya, DVD bajakan diburu oleh pencinta film karena lebih cepat menghadirkan film-film atau album musik terbaru serta kualitas gambar dan suara yang lumayan baik. Ujar Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) Depkeh Abdul Bari Azed. Berikut ini adalah tabel mengenai perbandingan harga antara VCD/ DVD original, bajakan, serta harga penyewaan VCD/ DVD original yang disewakan di Ultra Disc.

    Daftar Harga VCD dan DVD
    Item Original Bajakan Sewa
    VCD Rp 20.000,00 – Rp 100.000,00 Rp 2500,00 – Rp 8000,00 Rp 2000,00 – Rp 8000,00
    DVD Rp 50.000,00 – Rp 150.000,00 Rp 2500,00 – Rp 10.000,00 Rp 2000,00 – Rp 8000,00

    Dari tabel di atas terlihat bahwa harga VCD maupun DVD original masih tergolong tinggi, sedangkan harga VCD/DVD bajakan lebih murah dan hampir sama dengan menyewa. Harga sewa VCD/DVD bajakan memang lebih murah tetapi terdapat masa tenggang peminjaman dan berisiko terkena denda apabila terlambat mengembalikan. Salah satu pelanggan Ultra Disc berkata Kalau VCD/ DVD bajakan harganya lebih mahal sedikit tetapi ditonton berulang kali dan tidak terpaku dengan lama peminjaman, intinya lebih bisa dimiliki. Berikut adalah daftar harga dan paket sewa Ultra Disc yang lebih teperinci.
    Daftar Harga dan Paket Sewa Ultra Disc di Kota Jambi
    No. Item Harga Keterangan
    1 VCD/ DVD New Release Rp 5.000,00 Menambah 1 hari harga tambah Rp 1.000,00
    2 VCD/ DVD Catalog Rp 3.000,00-Rp 4.000,00 Menambah 1 hari harga tambah Rp 500,00 – Rp 1.000,00
    3 Deposit Rp 50.000,00 Mendapat bonus deposit Rp 10.000,00 – Rp 15.000,00 ; diskon sewa 5%; diskon denda 50%; masa aktif deposit 90 hari (tambah deposit minimal Rp 20.000,00)
    4 Paket Regular Rp 15.000,00 Gratis sewa 1 film
    5 Paket Anime Rp 25.000,00 Gratis sewa film kartun dalam 1 tahun maksimal 3 film per hari
    6 Paket Hemat 1 Rp 10.000,00 5 film catalog selama 3 hari
    7 Paket Hemat 2 Rp 15.000,00 2 film new release 1 hari dan 4 film catalog 5 hari
    8 Sewa Hari Rabu Harga Normal Sewa 2 film gratis 1 film, 3 film gratis 3 film, 4 film gratis 4 film hingga sewa 5 gratis 5 film
    9 Happy Hours Harga Normal Sewa hari minggu dari jam 9.00 – 14.00, mulai sewa 2 gratis 2 hingga sewa 3 gratis 3
    10 Sewa Serial Rp 6.000,00 -Rp 8.000,00 Sewa film Jepang, Korea, Mandarin sampai tamat
    11 Paket Film Lama 1 Rp 10.000,00 5 Film lama selama 1 hari
    12 Paket Film Lama 2 Rp 15.000,00 5 Film lama selama 3 hari

    Dari tabel di atas terlihat bahwa harga sewa VCD/DVD original di Ultra Disc tergolong murah, dengan adanya beberapa paket sewa, serta deposit dapat memberikan bonus lebih kepada pelanggan. Ditambah lagi dengan adanya globalisasi dan kecanggihan internet saat ini manusia dapat menikmati alur cerita film melalui internet dan dapat mengunduhnya secara cuma-cuma.
    Ultra Disc, perusahaan yang bergerak di bidang home entertaintment, khususnya penyewaan VCD dan DVD original dengan nilai investasi yang rendah, kini dalam posisi bertahan sambil terus berinovasi mengakali perkembangan IT serta begitu banyaknya alternative hiburan rumah. Demikian dikatakan Subrata, pemilik Ultra Disc kepada majalahfranchise.com. IT ibaratnya menjadi musuh utama kami karena kini pelanggan kami lebih suka download lagu atau apa saja dari internet dengan gratis lalu mereka membukannya di rumah. Ini merupakan tantangan utama bagi Ultra Disc,tegasnya.
    Selain itu, alternatif hiburan lainnya seperti TV kabel dan bioskop yang kini banyak digandrungi juga membuat pelanggan Ultra Disc enggan menggunakan berbagai produk Ultra Disc karena semuanya bisa ditonton secara gratis di TV kabel, serta penonton juga bisa merasakan efek yang lebih jika menontoh di bioskop.
    Serta ada beberapa perusahaan sejenis yang ikut bersaing dalam memperebutkan pangsa pasar penyewaan VCD/ DVD original, seperti Video Ezy yang juga melebarkan sayap di berbagai kota di Indonesia. Hal ini merupakan suatu pukulan keras terhadap perusahaan penyewaan VCD/DVD original seperti Ultra Disc.
    mayoritas orang membeli VCD/DVD bajakan karena mereka beranggapan bahwa membeli VCD/DVD bajakan harganya lebih murah, sedangkan jika dilihat secara terperinci, menyewa film di rental nilainya akan jauh lebih besar. Hal ini bisa disebabkan karena kurangnya sosialisasi maupun promosi dari Ultra Disc.
    Daftar Perbandingan Bauran Pemasaran dan Permasalahan yang dihadapi Ultra Disc
    No. Bauran Pemasaran Permasalahan
    1 Produk produk Ultra Disc memiliki beberapa pesaing seperti VCD/DVD bajakan, download film di internet, Menonton di bioskop, serta menonton di TV Kabel, film-film yang tersedia di penjual VCD/DVD bajakan dan download film di internet masih lebih lengkap dibandingkan dengan film yang tersedia di Ultra Disc, Film di bioskop dan film VCD/DVD bajakan lebih update daripada film yang tersedia di Ultra Disc
    2 Harga harga sewa di Ultra Disc hampir sama dengan membeli VCD/DVD bajakan, lebih mahal dari free download film di internet, serta menonton di TV Kabel
    3 Promosi Promosi yang dilakukan Ultra Disc hanya melalui poster yang ditempel di outlet serta website Ultra Disc, kurangnya sosialisasi dari Ultra Disc kepada calon pelanggan maupun pelanggannya menimbulkan kurangnya informasi yang didapat sehingga mind set pelanggan mengira bahwa membeli VCD/DVD bajakan lebih murah
    4 Place Outlet Ultra Disc di Kota Jambi hanya beberapa saja sedangkan penjual VCD/DVD bajakan tersebar di banyak tempat dan memudahkan konsumen untuk mendapatkannya
    Untuk menghadapi tantangan tersebut tentunya perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang jasa penyewaan VCD/DVD original seperti Ultra Disc sudah memiliki strategi untuk tetap memberikan kepuasan terhadap pelanggan, salah satunya adalah strategi bauran pemasaran.
    B.Perumusan Masalah
    Berdasarkan latar belakang masalah mengenai permasalahan bauran pemasaran yang dihadapi Ultra Disc, maka penulis mengidentifikasikan masalah sebagai berikut:
    1. Bagaimana tanggapan pelanggan terhadap bauran pemasaran Ultra Disc di jambi?
    2. Bagaimana tanggapan pelanggan mengenai loyalitasnya dalam menggunakan jasa Ultra Disc di jambi?
    3. Berapa besar pengaruh produk, harga, promosi, dan tempat terhadap loyalitas pelanggan Ultra Disc di Kota jambi?
    C.Tujuan penelitian
    1. Untuk mengetahui tanggapan pelanggan terhadap produk, harga, promosi, dan tempat Ultra Disc di Jambi
    2. Untuk mengetahui tanggapan pelanggan mengenai loyalitasnya dalam menggunakan jasa Ultra Disc di Jambi
    3. Untuk mengetahui berapa besar pengaruh produk, harga, promosi, dan tempat Ultra Disc baik secara parsial maupun simultan terhadap loyalitas pelanggan Ultra Disc di Kota Jambi
    D.Manfaat Penelitian
    Hasil dari penelitian ini diharapkan akan berguna bagi pihak-pihak yang terkait, yaitu:
    1.Kegunaan PraktisHasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan manajemen dalam menentukan strategi perusahaan agar dapat lebih meningkatkan penjualan dan memberikan kepuasan bagi pelanggan di masa yang akan datang serta dapat digunakan untuk memahami, memecahkan, dan mengantisipasi masalah yang sebelumnya tidak diketahui menjadi diketahui. Sehingga bagi perusahaan Ultra Disc bisa meningkatkan kinerja bauran pemasaran jasa dalam upaya meningkatkan loyalitas pelanggan.

    2.Kegunaan Akademis
    Untuk mengembangkan dan menerapkan ilmu dan teori tentang manajemen pemasaran yang selama ini didapat di perkuliahan serta membandingkannya dengan kenyataan yang terjadi di lapangan.

    3.Kegunaan Akademis
    Diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak lain yang ingin menggunakannya sebagaibahan pertimbangan atau referensi dalam kegiatan penelitian atau karya ilmiah yang lain.

    Komentar oleh shuci jiyong | Januari 12, 2013 | Balas

  62. Salam Pak Jo
    Saya Sri Mulyani. Saya mengganti judul proposal saya beserta bahasannya. Karena yang saya ajukan sebelumnya belum ada di Jambi. Mohon sekiranya Bapak mau memberikan penilaian pada tugas saya.
    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN
    PEMAKAIAN JASA CUCI MOTOR “KINCLONG” DI KOTA JAMBI
    BAB 1
    PENDAHULUAN
    1.1 Latar Belakang
    Usaha cuci motor tergolong mudah dan hanya membutuhkan modal relatif sedikit. Apalagi jika kita memiliki rumah dengan halaman luas dan bertempat strategis.
    Tetapi, tidak sembarang tempat cuci motor dipilih semua orang. Tempat cuci motor yang paling dipilih adalah jika pelayanan di tempat tersebut memuaskan. Apalagi adanya bonus bagi konsumen. Seperti “ cuci 10X gratis cuci 1X”. Pelanggan di masa kini ini sangat memperhatikan pelayanan. Bahkan dibeberapa literatur menyebutkan bahwa pelayananlah yang membuat usaha berbeda dan sulit dicontoh. Service yang baik bukan sekedar memberikan senyuman, tapi harusmemberi solusi bagi pelanggan. Buatlah standar keramahan yang unik di tempat usaha cuci mobil dan motor anda darimulai greeting, hingga proses pelayanan yang cepat dan praktis. Ucapan terimakasih sangat penting untuk mengakhiri pelayanan.
    Pelanggan tentunya akan datang kembali, dan kembali dan kembali lagi bila kualitas jasa yang diberikan dapat memenuhi ekspektasi mereka. Jadi harus dapat dipastikan bahwa hasil cuci di tempat usaha cuci motor kita sangat baik dan bersih.
    Pentingnya diskon (bonus) pada produk dan jasa pasti telah disadari oleh hampir semua pebisnis, terutama bagi pebisnis yang mempunyai usaha yang baru saja berdiri. Memberikan diskon bukan hanya sebagai langkah marketing saja, ternyata diskon mempunyai arti lebih dari itu. Perlu Anda tahu bahwa diskon mungkin solusi perusahaan Anda agar berkembang dan tetap eksis.
    1.2 Rumusan Masalah
    Berdasarkan uraian di atas, maka perumusan masalah penelitian ini adalah sebagai berikut: “apakah faktor kualitas pelayanan dan bonus dapat mempengaruhi konsumen dalam pengambilan keputusan pemakaian jasa cuci motor “kinclong” di kota Jambi?”
    1.3 Tujuan Penelitian
    Berdasarkan pada rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah :
    1. Untuk mengetahui & menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan bonus terhadap pengambilan keputusan konsumen pemakai jasa cuci motor kinclong.
    2. Untuk mengetahui seberapa baik kualitas pelayanan yang telah dilakukan oleh tempat cuci motor kinclong.
    1.4 Manfaat Penelitian
    1. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan penulis tentang faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen
    2. Diharapkan, hasil penelitian ini dapat menjadi bahan masukan bagi pengelola cuci motor kinclong dalam memberikan pelayanan & bonus agar dapat memenuhi kebutuhan konsumen dan menciptakan kepuasan yang memberikan loyalitas konsumen di waktu mendatang
    3. Sebagai bahan pertimbangan bagi peneliti yang akan melakukan penelitian dengan kasus yang sama

    1.5 Ruang Lingkup Penelitian
    Agar penelitian ini lebih terarah dan sesuai dengan permasalahan yang diteliti, maka penulis perlu membatasi ruang lingkup penelitian ini. Adapun ruang lingkup pembahasan penelitian ini meliputi :
    a. Perusahaan yang diteliti : cuci motor kinclong
    b. Tempat penelitian : kota jambi ( daerah Sungai Kambang )
    c. Bidang penelitian : pemasaran
    d. Aspek yang diteliti : pengaruh kualitas pelayanan dan bonus terhadap keputusan konsumen menggunakan jasa cuci motor kinclong

    BAB II
    PEMBAHASAN
    2.1 Tinjauan Pustaka

    Pengertian Jasa (Service)
    Menurut Kotler (2000), pengertian jasa adalah setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak dapat mengakibatkan kepemilikan apapun. Produksinya dapat dikaitkan atau tidak dikaitkan pada suatu produk fisik.

    Karakteristik dan Sifat Jasa
    Kotler (2000) menyatakan bahwa jasa memiliki empat karakteristik utama yang sangat mempengaruhi rancangan program pemasaran jasa, yaitu tidak nyata (intangible), tidak terpisahkan (inseparable), variabel (variable), dan tidak dapat disimpan (perishable).

    Bauran Pemasaran Jasa
    Menurut Payne (2000) bauran pemasaran yang diperluas (4P + 3P) adalah tepat untuk jasa, yaitu meliputi unsur-unsur tradisional bauran pemasaran 4P (Product, Price, Promotion, dan Place) ditambah 3P (People, Process, dan Provision of Customer Service).

    Konsumen
    Menurut Lupiyoadi (2001, hal.143), pelanggan adalah sesorang yang secara kontinyu dan berulang kali datang ke suatu tempat yang sama untuk memuaskan keinginannya dengan memiliki suatu produk atau mendapatkan suatu jasa dan membayar produk atau jasa tersebut. Menurut Vincent (2006:15), pelanggan adalah semua orang yang menuntut perusahaan untuk memenuhi standar kualitas tertentu, dan karena itu memberikan pengaruh pada kinerja / performance perusahaan.
    Ada 2 wujud konsumen, yaitu :
    a. Personal Konsumer
    Konsumen ini membeli atau menggunakan barang atau jasa untuk penggunannya sendiri
    b. Orgazational Consumer
    Konsumen ini membeli atau menggunakan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan dan menjalankan organisasi tersebut.

    Perilaku Konsumen
    Menurut James F. Angel, Roger D Blackwell, dan Paul W Miniard (1995), merupakan suatu konsep tindakan yang mempelajari bagai mana individu, kelompok, dan organisasi memilih, membeli, menggunakan produk (barang atau jasa) yang dapat memberikan kepuasan, kebutuhan dan keinginannya.

    Bonus ( diskon )
    Diskon adalah kata ‘ramah’ yang sering diinginkan oleh setiap pembeli. Disaat harga-harga melambung tinggi, ekonomi semakin sulit, pengangguran dimana-mana maka diskon adalah kata kunci yang sering dicari oleh setiap pembeli.
    Diskon bukan berarti harus tidak bermutu, tetapi Diskon adalah sebuah strategi yang beberapa penjual telah melupakannya karena takut rugi. Penjual harus berani melakukan diskon untuk melakukan strategi promosi dalam usahanya, sehingga masyarakat umum cepat mengenal dan antusias dengan promo yang dilakukan. Diskon akan tetap digandrungi, dicari, dan diperebutkan jika diskon sesuai dengan kualitas benda yang akan dibeli pembeli. Semakin tinggi diskon biasanya semakin dicari.

    Service Performance ( kinerja pelayanan )
    Service performance adalah kinerja dari pelayanan yang diterima oleh konsumen itu sendiri dan menilai kualitas dari pelayanan yang benar-benar mereka rasakan (Cronin dan Taylor, 1994). Dari sekian peneliti yang tidak sependapat dengan Parasuraman, Zeithaml, dan Berry adalah Cronin dan taylor (1992,1994) yang menyatakan bahwa pengukuran kualitas jasa seperti yang diajukan model SERVQUAL telah menimbulkan kebingungan dan mendwi arti. Penulis ini menyatakan bahwa ukuran yang berdasarkan kinerja akan lebih merefleksikan kualitas jasa/pelayanan. Selain itu para peneliti juga mengakui bahwa pengukuran terhadap kualitas jasa dengan model SERVQUAL membentuk paradigma yang kurang kuat (Bitner, Bolton, dan Drew, 1992) karena harapan konsumen terhadap kualitas jasa mengacu kepada harapan konsumen terhadap penyedia jasa secara umum, sedangkan persepsi terhadap kinerja jasa mengarah kepada perusahaan jasa yang lebih spesifik.Skala SERVICE PERFORMANCE dinyatakan lebih tepat dalam mengukur kualitas jasa (R.kenneth Teas, 1994) karena skala SERVQUAL yang menggunakan perbandingan persepsi dan harapan untuk mengukur kualitas jasa, mendefinisikan konsep kualitas jasa yang diterima dihubungkan dengan konsepsi (persepsi-harapan). Definisi harapan yang digunakan, bukan sebagai apa yang akan disediakan melainkan apa yang ‘seharusnya’ disediakan oleh penyedia jasa. Dari kata ‘harus’ bias disimpulkan bahwa yang dimaksud Parasuraman,et al tentang harapan adalah harapan normative konsumen yang mewakili harapan standar ideal kinerja jasa pada umumnya, bukan ukuran terhadap penyedia jasa tertentu. Terdapat problem yang serius dalam kualitas jasa/pelayanan yang dinyatakan sebagai perbedaan nilai antara harapan dan persepsi konsumen, sehingga penggunaan pengukuran kualitas jasa yang paling tepat adalah berdasarkan kinerja/performancebased (Peter, Churchil, dan Brown, 1994). Hanya ada sedikit bukti yang mendukung relevansi dari adanya jarak atau gap yang terdapat diantara harapan dan persepsi sebagai dasar dalam menilai kualitas jasa sehingga kinerja jasa/SERVICE PERFORMANCE menjadi prediktor yang baik baik bagi kualitas jasa dan kepuasan konsumen (Alford dan Sherrell, 1996). Service performance lebih bisa menjawab permasalahan yang muncul dalam menentukan kualitas jasa karena bagaimanapun konsumen hanya akan bisa menilai kualitas yang mereka terima dari suatu produsen tertentu bukan pada persepsi mereka atas kualitas jasa pada umumnya (Bolton dan Drew, 1991; Cronin dan Taylor, 1992, 1994; Teas 1993; Gotlieb, Grewal dan Brown,1994).
    Dari beberapa teori diatas dapat disimpulkan bahwa service performance adalah penilaian menyeluruh konsumen terhadap hasil pelayanan yang dirasakan saat menerima pelayanan dari penyedia jasa, sehingga kualitas jasa/pelayanan lebih tepat dan spesifik menggunakan model SERVICE PERFORMANCE.

    Kepuasan Pelanggan (Customer Satisfaction)
    Satisfaction is a person’s feeling of pleasure or disappointment resulting from comparing a product perceived in relations to his or her expectations (Kotler,2000).
    Kepuasan pelanggan adalah perasaan (feeling) yang dirasakan pembeli dari kinerja perusahaan yang memenuhi harapan mereka. Namun ditinjau dari perspektif perilaku konsumen, ’kepuasan pelanggan’ lantas menjadi sesuatu yang kompleks. Perilaku setelah pembelian akan menimbulkan sikap puas atau tidak puas pada konsumen, maka kepuasan konsumen merupakan fungsi dari harapan pembeli atas produk atau jasa dengan kinerja yang dirasakan (Spreng, Mackenzie, dan Olshvskhy, 1996). Meskipun banyak definisi mengenai kepuasan, definisi yang dominan dan banyak dipakai adalah definisi yang didasarkan pada pada disconfirmation paradigm (Oliver, 1997). Dalam paradigma diskonfirmasi, kepuasan pelanggan dirumuskan sebagai evaluasi purnabeli, dimana persepsi terhadap kinerja jasa yang dipilih memenuhi harapan pelanggan. Pada industri jasa, kepuasan pelanggan selalu
    dipengaruhi oleh kualitas interaksi antara pelanggan dan karyawan yang melakukan kontak layanan (service encounter) yang terjadi pada saat pelanggan berinteraksi dengan organisasi untuk memperoleh jasa yang dibelinya.

    Loyalitas

    Loyalitas adalah respon perilaku/pembelian yang yang bersifat bias dan terungkap secara terus menerus oleh pengambil keputusan dengan memperhatikan satu atau lebih merek alternative dari sejumlah merek sejenis dan merupakan fungsi proses psikologis. Namun perlu ditekankan bahwa hal tersebut berbeda dengan perilaku beli ulang, loyalitas pelanggan menyertakan aspek perasaan didalamnya (Dharmmesta,1999).
    Orientasi perusahaan masa depan mengalami pergeseran dari pendekatan konvensional ke arah
    pendekatan kontemporer (Bhote,1996). Pendekatan konvensional menekankan kepuasan pelanggan
    sedangkan pendekatan kontemporer berfokus pada loyalitas pelanggan, retensi pelanggan, zero defections, dan lifelong customer. Menurut Schnaars dalam Tjiptono (2000), ada empat macam kemungkinan hubungan antara kepuasan pelanggan dengan loyalitas pelanggan : failures, forced loyalty, defectors, dan successes, sehingga kepuasan tidak lagi menjadi variabel intervening terhadap loyalitas pelanggan. Menurut Griffin (1996), pelanggan yang loyal adalah mereka yangsangat puas dengan produk atau jasa tertentu sehingga mempunyai antusiasme untuk memperkenalkannya kepada siapapun yang mereka kenal. Menurut Griffin (1996) karakteristik pelanggan yang loyal antara lain:
    1. Melakukan pembelian secara teratur
    2. Membeli diluar lini produk atau jasa
    3. Menolak produk atau jasa dari perusahaan lain
    4. Kebal terhadap daya tarik pesaing
    5. Menarik pelanggan baru untuk perusahaan
    6. Kelemahan atau kekurangan akan diberitahukan
    kepada perusahaan
    Dari berbagai teori diatas, dapat disimpulkan bahwa loyalitas nasabah adalah kesetiaan nasabah
    setelah mengalami pelayanan yang dinyatakan dalam perilaku untuk menggunakan jasa bank tersebut dan mencerminkan adanya ikatan jangka panjang antara bank dan nasabah.

    2.2 Hipotesis Penelitian

    Hipotesis merupakan suatu kesimpulan awal yang masih belum final, karena masih harus perlu pembuktian terlebih dahulu. Hipotesa dijadikan suatu pedoman dalam melakukan penelitian. Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan penelitian yang telah dirumuskan di atas maka penulis memberikan hipotesa sebagai berikut:
    H1 : Diduga bahwa faktor kualitas pelayanan dan bonus berpengaruh dalam pengambilan keputusan konsumen pemakai jasa cuci motor “kinclong” di kota Jambi.
    H2 : kualitas pelayanan dan bonus yang diberikan cuci motor kinclong sejauh ini terbilang cukup baik.

    BAB III
    METODE PENELITIAN

    Desain Penelitian
    Rancangan penelitian menunjukkan kegiatan yang dilakukan oleh peneliti mulai dari perumusan hipotesis sampai pada analisis data. Penelitian ini merupakan metode penelitian survey yaitu suatu penelitian yang mengambil sampel dari suatu populasi dengan mengandalkan kuisioner sebagai instrumen pengumpulan data. Dengan demikian penelitian ini dikategorikan sebagai explanatory research, yaitu penelitian yang menjelaskan hubungan kausal antara variabel-variabel penelitian melalui pengujian hipotesis (Singarimbun, 1995).
    Unit analisis dalam penelitian ini adalah konsumen yang memakai jasa cuci motor kinclong di kota Jmabi.

    Identifikasi Variabel
    Sesuai dengan tujuan penelitian ini, variabel yang akan diuji meliputi variabel dependen (Y) yaitu keputusan konsumen memakai jasa warnet dan variabel independen (X) adalah faktor-faktor perilaku konsumen.

    Populasi Dan Sampel Penelitian Populasi

    Populasi
    Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pemakai jasa cuci motor kinclong yang ada di kota Jambi.

    Teknik Pengumpulan Data
    a. Data primer, kuisioner.
    b. Data sekunder, dokumentasi, buku-buku dan jurnal-jurnal.

    Sampel
    Penelitian ini jumlah populasinya tidak bisa diketahui secara pasti, maka berdasarkan Malhotra (1999), untuk menentukan jumlah sampel dapat ditentukan yaitu minimum 4 atau 5 kali jumlah variabel yang digunakan. Maka jumlah sampel yang digunakan sebanyak 125 responden.

    Metode Pengambilan Sampel
    Metode pengambilan sempel penelitian adalah teknik accidental sampling yaitu metode pengambilan sampel yang dilakukan berdasarkan kebetulan (Sugiyono, 1999). Dalam arti seluruh pengunjung yang kebetulan sedang menggunakan jasa cuci motor kinclong.

    DAFTAR PUSTAKA

    http://puslit2.petra.ac.id/ejournal/index.php/mar/article/view/18360
    http://puslit2.petra.ac.id/ejournal/index.php/mar/article/view/18362

    http://blognyaridho.wordpress.com/2012/03/06/peluang-bisnis-cuci-motor/

    http://galeriabiee.wordpress.com/bisnis/usaha-cuci-mobil-dan-motor-kiat-dan-tips-agar-ramai-pengunjung/

    http://roes-wibowo.com/pentingnya-diskon-produk-jasa/

    https://johannessimatupang.wordpress.com/2012/11/19/metode-penelitian-kelas-pagi-dan-sore-november-2012/ ( jone R Hutauruk )

    Komentar oleh sri mulyani | Januari 14, 2013 | Balas

  63. Salam pak jo
    NAMA : SARAH SUCIATI
    NIM : ERC1B010049
    JURUSAN: MANAJEMEN KELAS SORE
    MK : METODOLOGI PENELITIA

    Judul : Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Loyalitas Pelanggan Studi di PT ULTRA DISC jambi
    Bab 1.
    1.Pendahuluan

    A.Latar Belakang
    Pada era saat ini minat masyarakat terhadap VCD/DVD Original sangatlah banyak, tetapi harga VCD/DVD Original saat ini masih tergolong cukup mahal apalagi film mancanegara. Oleh karena itu ada beberapa perusahaan yang melihat hal ini sebagai suatu peluang besar untuk mengembangkan usaha dalam bidang rental atau penyewaan VCD/DVD Original, salah satunya adalah Ultra Disc.
    Namun seiring berjalannya waktu dengan kecanggihan teknologi, saat ini sudah ada beberapa alternative lain bagi pecinta film untuk menikmati alur cerita film. Seperti VCD dan DVD bajakan yang banyak sekali beredar. Paling tidak lebih dari 1 juta keping VCD bajakan yang terjual per hari, ujar Wihadi Wiyoto, Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Rekaman Video Indonesia. Dari segi produk, VCD/ DVD bajakan tersebut secara kualitas tidak kalah jauh dengan VCD dan DVD original dan dari segi harga pun jauh lebih murah serta menyediakan judul film yang belum diputar di bioskop. Kecenderungan masyarakat saat ini membeli produk dengan merek terkenal yang bukan asli alasannya adalah harganya yang sangat murah dibanding produk aslinya, DVD bajakan diburu oleh pencinta film karena lebih cepat menghadirkan film-film atau album musik terbaru serta kualitas gambar dan suara yang lumayan baik. Ujar Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) Depkeh Abdul Bari Azed. Berikut ini adalah tabel mengenai perbandingan harga antara VCD/ DVD original, bajakan, serta harga penyewaan VCD/ DVD original yang disewakan di Ultra Disc.

    Daftar Harga VCD dan DVD
    Item Original Bajakan Sewa
    VCD Rp 20.000,00 – Rp 100.000,00 Rp 2500,00 – Rp 8000,00 Rp 2000,00 – Rp 8000,00
    DVD Rp 50.000,00 – Rp 150.000,00 Rp 2500,00 – Rp 10.000,00 Rp 2000,00 – Rp 8000,00

    Dari tabel di atas terlihat bahwa harga VCD maupun DVD original masih tergolong tinggi, sedangkan harga VCD/DVD bajakan lebih murah dan hampir sama dengan menyewa. Harga sewa VCD/DVD bajakan memang lebih murah tetapi terdapat masa tenggang peminjaman dan berisiko terkena denda apabila terlambat mengembalikan. Salah satu pelanggan Ultra Disc berkata Kalau VCD/ DVD bajakan harganya lebih mahal sedikit tetapi ditonton berulang kali dan tidak terpaku dengan lama peminjaman, intinya lebih bisa dimiliki. Berikut adalah daftar harga dan paket sewa Ultra Disc yang lebih teperinci.
    Daftar Harga dan Paket Sewa Ultra Disc di Kota Jambi
    No. Item Harga Keterangan
    1 VCD/ DVD New Release Rp 5.000,00 Menambah 1 hari harga tambah Rp 1.000,00
    2 VCD/ DVD Catalog Rp 3.000,00-Rp 4.000,00 Menambah 1 hari harga tambah Rp 500,00 – Rp 1.000,00
    3 Deposit Rp 50.000,00 Mendapat bonus deposit Rp 10.000,00 – Rp 15.000,00 ; diskon sewa 5%; diskon denda 50%; masa aktif deposit 90 hari (tambah deposit minimal Rp 20.000,00)
    4 Paket Regular Rp 15.000,00 Gratis sewa 1 film
    5 Paket Anime Rp 25.000,00 Gratis sewa film kartun dalam 1 tahun maksimal 3 film per hari
    6 Paket Hemat 1 Rp 10.000,00 5 film catalog selama 3 hari
    7 Paket Hemat 2 Rp 15.000,00 2 film new release 1 hari dan 4 film catalog 5 hari
    8 Sewa Hari Rabu Harga Normal Sewa 2 film gratis 1 film, 3 film gratis 3 film, 4 film gratis 4 film hingga sewa 5 gratis 5 film
    9 Happy Hours Harga Normal Sewa hari minggu dari jam 9.00 – 14.00, mulai sewa 2 gratis 2 hingga sewa 3 gratis 3
    10 Sewa Serial Rp 6.000,00 -Rp 8.000,00 Sewa film Jepang, Korea, Mandarin sampai tamat
    11 Paket Film Lama 1 Rp 10.000,00 5 Film lama selama 1 hari
    12 Paket Film Lama 2 Rp 15.000,00 5 Film lama selama 3 hari

    Dari tabel di atas terlihat bahwa harga sewa VCD/DVD original di Ultra Disc tergolong murah, dengan adanya beberapa paket sewa, serta deposit dapat memberikan bonus lebih kepada pelanggan. Ditambah lagi dengan adanya globalisasi dan kecanggihan internet saat ini manusia dapat menikmati alur cerita film melalui internet dan dapat mengunduhnya secara cuma-cuma.
    Ultra Disc, perusahaan yang bergerak di bidang home entertaintment, khususnya penyewaan VCD dan DVD original dengan nilai investasi yang rendah, kini dalam posisi bertahan sambil terus berinovasi mengakali perkembangan IT serta begitu banyaknya alternative hiburan rumah. Demikian dikatakan Subrata, pemilik Ultra Disc kepada majalahfranchise.com. IT ibaratnya menjadi musuh utama kami karena kini pelanggan kami lebih suka download lagu atau apa saja dari internet dengan gratis lalu mereka membukannya di rumah. Ini merupakan tantangan utama bagi Ultra Disc,tegasnya.
    Selain itu, alternatif hiburan lainnya seperti TV kabel dan bioskop yang kini banyak digandrungi juga membuat pelanggan Ultra Disc enggan menggunakan berbagai produk Ultra Disc karena semuanya bisa ditonton secara gratis di TV kabel, serta penonton juga bisa merasakan efek yang lebih jika menontoh di bioskop.
    Serta ada beberapa perusahaan sejenis yang ikut bersaing dalam memperebutkan pangsa pasar penyewaan VCD/ DVD original, seperti Video Ezy yang juga melebarkan sayap di berbagai kota di Indonesia. Hal ini merupakan suatu pukulan keras terhadap perusahaan penyewaan VCD/DVD original seperti Ultra Disc.
    mayoritas orang membeli VCD/DVD bajakan karena mereka beranggapan bahwa membeli VCD/DVD bajakan harganya lebih murah, sedangkan jika dilihat secara terperinci, menyewa film di rental nilainya akan jauh lebih besar. Hal ini bisa disebabkan karena kurangnya sosialisasi maupun promosi dari Ultra Disc.
    Daftar Perbandingan Bauran Pemasaran dan Permasalahan yang dihadapi Ultra Disc
    No. Bauran Pemasaran Permasalahan
    1 Produk produk Ultra Disc memiliki beberapa pesaing seperti VCD/DVD bajakan, download film di internet, Menonton di bioskop, serta menonton di TV Kabel, film-film yang tersedia di penjual VCD/DVD bajakan dan download film di internet masih lebih lengkap dibandingkan dengan film yang tersedia di Ultra Disc, Film di bioskop dan film VCD/DVD bajakan lebih update daripada film yang tersedia di Ultra Disc
    2 Harga harga sewa di Ultra Disc hampir sama dengan membeli VCD/DVD bajakan, lebih mahal dari free download film di internet, serta menonton di TV Kabel
    3 Promosi Promosi yang dilakukan Ultra Disc hanya melalui poster yang ditempel di outlet serta website Ultra Disc, kurangnya sosialisasi dari Ultra Disc kepada calon pelanggan maupun pelanggannya menimbulkan kurangnya informasi yang didapat sehingga mind set pelanggan mengira bahwa membeli VCD/DVD bajakan lebih murah
    4 Place Outlet Ultra Disc di Kota Jambi hanya beberapa saja sedangkan penjual VCD/DVD bajakan tersebar di banyak tempat dan memudahkan konsumen untuk mendapatkannya
    Untuk menghadapi tantangan tersebut tentunya perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang jasa penyewaan VCD/DVD original seperti Ultra Disc sudah memiliki strategi untuk tetap memberikan kepuasan terhadap pelanggan, salah satunya adalah strategi bauran pemasaran.
    B.Perumusan Masalah
    Berdasarkan latar belakang masalah mengenai permasalahan bauran pemasaran yang dihadapi Ultra Disc, maka penulis mengidentifikasikan masalah sebagai berikut:
    1. Bagaimana tanggapan pelanggan terhadap bauran pemasaran Ultra Disc di jambi?
    2. Bagaimana tanggapan pelanggan mengenai loyalitasnya dalam menggunakan jasa Ultra Disc di jambi?
    3. Berapa besar pengaruh produk, harga, promosi, dan tempat terhadap loyalitas pelanggan Ultra Disc di Kota jambi?
    C.Tujuan penelitian
    1. Untuk mengetahui tanggapan pelanggan terhadap produk, harga, promosi, dan tempat Ultra Disc di Jambi
    2. Untuk mengetahui tanggapan pelanggan mengenai loyalitasnya dalam menggunakan jasa Ultra Disc di Jambi
    3. Untuk mengetahui berapa besar pengaruh produk, harga, promosi, dan tempat Ultra Disc baik secara parsial maupun simultan terhadap loyalitas pelanggan Ultra Disc di Kota Jambi
    D.Manfaat Penelitian
    Hasil dari penelitian ini diharapkan akan berguna bagi pihak-pihak yang terkait, yaitu:
    1.Kegunaan Praktis
    Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan manajemen dalam menentukan strategi perusahaan agar dapat lebih meningkatkan penjualan dan memberikan kepuasan bagi pelanggan di masa yang akan datang serta dapat digunakan untuk memahami, memecahkan, dan mengantisipasi masalah yang sebelumnya tidak diketahui menjadi diketahui. Sehingga bagi perusahaan Ultra Disc bisa meningkatkan kinerja bauran pemasaran jasa dalam upaya meningkatkan loyalitas pelanggan.

    2.Kegunaan Akademis
    Untuk mengembangkan dan menerapkan ilmu dan teori tentang manajemen pemasaran yang selama ini didapat di perkuliahan serta membandingkannya dengan kenyataan yang terjadi di lapangan.

    3.Kegunaan Akademis
    Diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak lain yang ingin menggunakannya sebagaibahan pertimbangan atau referensi dalam kegiatan penelitian atau karya ilmiah yang lain.

    Komentar oleh sarah suciati | Januari 14, 2013 | Balas

  64. nama: yuli andriawan
    nim erc1b010012
    manajemen sore

    Analisis pengaruh iklan terhadap terciptanya brand awerrness serta dampaknya pada keputusan pembelian produk perumahan di mendalo (studi kasus pada perumahan aston villa)
    Pendahuluan
    Latar belakang

    Iklan merupakan salah satu media komunikasi pemasaran yang kerap digunakan dalam aktivitas ekonomi dalam upaya mengenalkan produk kepada konsumen. Situasi pasar yang kompetitif menjadikan tidak ada suatu bisnis yang mampu bertahan lama tanpa didukung oleh bauran komunikasi pemasaran semisal iklan yang efektif dan efisien. Iklan sebagai salah satu sarana pemasaran produk barang atau jasa harus mampu tampil menarik dan persuasif (Jefkins, 1997:15).
    Tentu ketika kita melihat semakin bertambahnya jumlah penduduk maka meniscayakan pula semakin besarnya kebutuhan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut menjadi suatu konsekuensi bagi para produsen yang hadir dalam upaya menjawab pemenuhan kebutuhan masyarakat melihat hadirnya persaingan diantara berbagai perusahaan terkait. Salah satu jalan yang ditempuh oleh perusahaan adalah dengan kemampuan mengelola dan menyampaikan informasi kepada konsumen terkait produknya melalui aktivitas periklanan.
    Dalam strategi pemasaran modern, keberadaan iklan sudah menjadi tuntutan yang tidak dapat dihindari demi sebuah produk yang ditawarkan agar mendapat perhatian dalam kehidupan masyarakat. Representasi iklan produk yang ditampilkan dalam berbagai ruang dan media baik media cetak maupun elektronik, sebagian dari penanda verbal maupun nonverbal tidak memiliki hubungan antara produk barang atau jasa yang dipasarkan. Interpretasi iklan lewat berbagai media tersebut cenderung membangun realitasnya dalam membangun nilai guna suatu produk. Nilai yang ditampilkan agar memperoleh respon yang kuat dari konsumen.

    Iklan bertujuan untuk meraih pencapaian perspektif positif. Iklan merupakan sumber informasi konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian. Iklan tidak hanya sebagai medium penyadaran konsumen tentang suatu produk, tetapi mendorong konsumen untuk membeli. Tujuan akhir dari sebuah iklan bagi sebuah perusahaan adalah untuk mempengaruhi sikap, persepsi dalam perilaku konsumen sehingga konsumen berperilaku sesuai dengan yang diinginkan perusahaan yaitu membeli dan menggunakan produknya.

    Dalam hal ini iklan dari perumahan. Iklan dari perumahan yang aktraktif dapat menimbulkan efek yang sangat besar terhadap konsumen karena semakin baik sebuah iklan kita dapat mengerti tentang kelebihan yang kan ditimbulkan pada perumahan / produk tersebut.

    Setiap orang pasti mebutuhkan rumah, dengan pertumbuhan penduduk yang semakin cepat di kota jambi ini maka parumahan menjadin salah satu hal yang paling dicari dari para konsumen baik itu yang kaya maupun yang ditingkat menengah dari hasil pendapatan.
    Oleh sebab itu penulis mengambil judul “analisis pengaruh iklan terhadap keputusan pembelian perumahan di mendalo”

    Rumusan masalah

    Berdasarkan uraian latar belakang yang telah dipaparkan diatas, maka penulis merumuskan suatu permasalahan yang akan diteliti sebagai berikut

    1. Apakah iklan yang diterapkan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk perumahan?

    2. Apakah iklan dapat menimbulkan terciptanya brand terhadap produk perumahan?

    Tujuan penelitian

    1. Untuk mengetahui seberapa besar dampak yang ditumbulkan dari iklan terhadap keputusan konsumen untuk membeli perumahan
    2. Untuk mengetahui iklan tersebut dapat meninimbulkan brand yang seperti apa

    Manfaat Penelitian
    Adapun manfaat yang diharapkan penulis melalui proses penelitian ini adalah sebagai berikut :
    a. Sebagai masukan bagi pengembangan ilmu pengetahuan yang terkait dengan disiplin ekonomi khususnya manajemen pemasaran.
    b. Sebagai informasi dan masukan kepada produsen untuk pertimbangan dalam memasarkan produknya.
    c. Sebagai wacana dalam upaya pembentukan pemahaman kepada masyarakat dan konsumen.
    d. Sebagai bahan referensi dan acuan untuk penelitian lainnya

    Ruang Lingkup Penelitian
    Berdasarkan perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, maka peneliti perlu membatasi ruang lingkup penelitian ini agar penelitian ini lebih terarah dan sesuai dengan permasalahan yang ditelliti secara konsitten dengan tujuan yang hendak dicapai.
    Adapu ruang lingkup pemmbahasan penelitian ini, yaitu:
    a. Tempat penelitian : aston villa regency
    b. Perusahaan yang diteliti : PT. ngk
    c. Bidang penelitian : Pemasaran
    d. Aspek yang diteliti : analisis Pengaruh iklan terhadap terciptanya brand serta dampaknya pada kepuusan pembelian produk perumahan di mendalo( perumahan aston villa)
    Bab II
    Tinjauan pusataka
    LANDASAN TEORI
    Definisi dan konsep
    Pemasaran
    Sehubungan dengan permasalahan yang terdapat dalam penelitian ini maka diperlukan adanya teori-teori atau konsep-konsep yang memerlukan penjelasan. Dalam benyak perusahaan dewasa ini, pemasaran memegang peranan sebagai suatu faktor penting untuk tetap bertahan menjalankan usaha dan bergelut dalam dunia persaingan. Pemasaran merupakan factor vital sebagai strategi pesrusahaan dalam menjalankan usahanya, yang terutama berhubungan dengan konsumen. Kata pemasaran sendiri berasal dari kata pasar, atau bias juga diartikan dengan mekanisme yang mempertemukan permintaan dan penawaran.
    Menurut Kotler ( 2002 : 9 ) “Pemasaran adalah proses social yang didalamnyaa individu dan kelompok mendapatkan apa yang meraka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produks yang bernilai dengan pihak lain”.
    Menurut Stanton ( 1996 : 6 ) “Pemasaran adalah suatu system keseluruhan dari kegiatan-kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada meupun pembeli potensial”.
    Menurut Lamb, Hair, Me Daniel ( 2001 : 6 ) “Pemasaran adalah suatu proses perencanaan dan menjalankan konsep, harga, promosi, dan sejumlah ide, barang, dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang mampu memuaskan tujuan individu dan organisasi”.
    Dari ketiga definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa pada dasarnya pemasaran bukan hanya kegiatan menjual barang maupun jasa tetapi juga meliputi kegiatan untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan dengan berusaha mempengaruhi konsumen untuk bersedia membeli barang dan jasa perusahaan melalui penciptaan, penawaran, dan pertukaran produk yang bernilai. Hal ini sangat penting bagi manajer pemasaran untuk memahami tingkah laku konsumen tersebut. Sehingga perusahaan dapat mengembangkan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan produk secara lebih baik. Dengan mempelajari prilaku konsumen, manajer akan mengetahui kesempatan, mengidentifikasi, serta menentukan segmentasi pasar secara tepat dan akurat.
    Pengertian iklan
    Iklan yang berarti pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan kepada masyarakat melalui suatu media (Kasali, 1995:9). Iklan merupakan sarana komunikasi terhadap produk yang disampaikan melalui berbagai media dengan biaya pemrakarsa agar masyarakat tertarik untuk menyetujui dan mengikuti (Pujiyanto, 2001:3-4). Iklan merupakan media informasi yang dibuat sedemikian rupa agar dapat menarik minat khalayak, orisinal, serta memiliki karakteristik tertentu dan persuasive sehingga para konsumen atau khalayak secara suka rela terdorong untuk melakukan suatu tindakan sesuai dengan yang diinginkan pengiklan (Jefkins, 1997:18).
    Ralph S. Alexander dalam Jefkins (1997, 110) merumuskan dengan Association Marketing Association (AMA), bahwa iklan menegaskan empat pokok batasan, yaitu :
    1. Penyajian gagasan terhadap barang, yaitu suatu bentuk iklan yang ditampilkan berdasarkan konsep produknya.
    2. Iklan ditujukan kepada khalayak, yaitu iklan dapat menjangkau masyarakat kelompok besar yang dipersempit menjadi kelompok pasar.
    3. Iklan mempunyai sponsor yang jelas, yaitu terciptanya iklan atas pemrakarsa perusahaan yang membiayainya.
    4. Iklan dikenai biaya penyajian, yaitu dalam penyebaran, penerbitan dan penayangan atas biaya perusahaan.

    Pengertian brand
    Menurut Kotler (2005:82), merek merupakan janji penjual untuk secara konsisten memberikan tampilan, manfaat dan jasa tertentu pada pembeli. Merek-merek terbaik memberikan mutu, tetapi merek lebih dari sekedar simbol.
    Sementara definisi merek yang dikemukakan oleh American Marketing Association dalam buku The Power of Brand, Freddy Rangkuti (2002:2) adalah: “nama, istilah, simbol atau rancangan atau kombinasi dari hal-hal tersebut. Tujuan pemberian merek adalah untuk mengidentifikasi produk atau jasa yang dihasilkan sehingga berbeda dari produk atau jasa yang dihasilkan oleh pesaing.

    Faktor-faktor Yang Mempengaruhi keputusan Pembelian Konsumen

    Menurut Kotler ( 2002 : 183 ) Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen yaitu :
    a.Faktor Kebudayaan
    Kebudayaan mempunyai penaruh paling luas dan mendalam terhadap prilaku konsumen. Terdiri dari budaya, sub budaya, dan kelas social. Budaya yang merupakan karakter paling penting dari suatu social yang membedakannya dari kelompok budaya lain menjadi penentu dan keinginan dan prilaku yang paling mendasar. Masing-masing budaya terdiri dari sub budaya yang memberikan lebih banyak ciri-ciri dan sosialisasi.Sub budaya adalah suatu kelompok homogeny atas sejumlah orang yang terbagi menjadi beberapa bagian dari keseluruhan suatu budaya. Masyarakat dalam suatu budaya dan sub budaya sesungguhnya terbagi dalam strata atau kelas social. Kelas social merupakan sekelompok orang yang sama-sama mempertimbangkan secara dekat persamaan diantara mereka sendiri.

    b.Faktor Sosial
    Pada umumnya konsumen sering meminta pendapat dari orang sekitas dan lingkungannya tentang produk apa yang harus dibeli. Karena itulah lingkungan sosial memberikan pengaruh terhadap prilaku konsumen. Faktor Sosial terdiri dari 3 bagian, yaitu : kelompok acuan, keluarga, dan peran. Kelompok acuan adalah semua kelompok yang memilki pengaruh langsung terhadap sikap / prilaku seseorang. Dengan pendapat yang diperoleh dari suatu kelompok maka konsumen dapat membuat keputusan konsumsi. Keluarga sebagai organisasi pembelian konsumen yang paling penting juga berpengaruh secara langsung terhadap keputusan seseorang dalam membeli barang sehari-hari. Sedangkan peran meliputi kegiatan yang diharapkan akan dilakukan seseorang. Suatu produk atau merk dapat menggambarkan peran dan status pamakainya.

    c.Faktor Pribadi
    Mulai dari bayi hingga dewasa dan menjadi tua, manusia selalu membutuhkan barang dan jasa. Pilihan barang yang dibeli secara otomatis dipengaruhi oleh keadaan ekonomi dan gaya hidup yang bersangkutan. Gaya hidup adalah cara hidup seseorang yang terlihat melalui aktivitas sehari-hari, minat dan pendapat seseorang. Seseorang dengan pendapatan yang tinggi dan gaya hidup mewah tentunya akan menentukan pilihan pada barang dan jasa yang berkualitas. Selain itu kepribadian dan konsep diri juga mempengaruhi pilihan produk. Konsep diri adalah bagaimana konsumen mempresepsikan diri mereka sendiri, yang meliputi sikap, persepsi, keyakinan, dan evaluasi diri. Karena sangat berguna dalam menganalisis prilaku sonsumen sehingga banyak perusahaan menggunakan konsep yang berhubungan dengan kepribadian seseorang.

    d.Faktor Psikologis
    Sikap pembelian psikologis dipengaruhi oleh empat facktor psikologis utama, yaitu : motivasi, persepsi, pembelajaran dan kepercayaan. Motivasi merupakan kebutuhan yang mendorong seseorang dalam melakukan sesuatu sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Melalui motivasi proses pengamatan dan belajar seseorang memperoleh kepercayaan terhadap suatu produk yang secara otomatis mempengaruhi prilaku pembelian konsumen. Para konsumen mengembangkan beberapa kenyakinan mengenai ciri-ciri dari suatu produk dan selanjutnya akan membentuk suatu sikap konsumen terhadap produk tersebut.
    Kerangka teoritis
    Kerangka kerja teoritis merupakan dasar dari keseluruhan proyek penelitian. Di dalamnya dikembangkan, diuraikan dan dielaborasi hubungan-hubungan di antara variabel-variabel yang telah diidentifikasi melalui proses pengumpulan data awal, baik wawancara atau observasi, dan juga studi literatur dalam kajian pustaka. Menurut Uma Sekaran (1984), yang dimaksud dengan “kerangka kerja teoritis adalah model konseptual yang menggambarkan hubungan di antara berbagai macam faktor yang telah diidentifikasikan sebagai sesuatu hal yang penting bagi suatu masalah.“ [1]. Dengan kata lain, kerangka kerja teoritis membahas keterhubungan antar variabel yang dianggap terintegrasikan dalam dinamika situasi yang akan diteliti. Melalui pengembangan kerangka kerja konseptual, memungkinkan kita untuk menguji beberapa hubungan antar variabel, sehingga kita dapat mempunyai pemahaman yang komprehensif atas masalah yang sedang kita teliti.

    Kerangka kerja teoritis yang baik, mengidentifikasikan dan menyebutkan variabel-variabel penting yang terkait dengan masalah penelitian. Secara logis menguraikan keterhubungan di antara variabel tersebut. Hubungan antara variabel independen dengan dependen, dan kalau ada, variabel moderator dan juga intervening akan dimunculkan. Hubungan tersebut tidak hanya digambarkan, melainkan juga diterangkan secara rinci. Seringkali, kerangka kerja teoritis dikenal dengan model, karena model juga merupakan representasi dari hubungan antara konsep-konsep.

    Ada komponen dasar yang seharusnya ditampakkan dalam kerangka kerja teoritis.
    1. Variabel-variabel yang dianggap relevan untuk diteliti harus diidentifikasi secara jelas dan diberi label.
    2. Penjelasan tentang bagaimana hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya.
    3. Penjelasan sifat hubungan antar variable tersebut, positif atau negatif.
    4. Penyertaan diagram sebagai visualisasi, agar pembaca lebih mempunyai gambaran.

    Hipotesis

    Berdasarkan pada kerangka pemikiran diatas, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut :
    1. Diduga variable -variabel dari iklan tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan brand
    2. Diduga terjadi peningkatan pembelian perumahan
    3. Diduga variabel Attention (daya tarik iklan) merupakan variable yang paling dominan berpengaruh terhadap keputusan pembelian perumahan.

    Bab iii

    METODE PENELITIAN

    METODEPENELITIAN
    Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Penggunaan metode survey ini didasarkan pada pertimbangan bahwa metode ini lebih ekonomis, cepat, dan menjamin, keleluasaan responden dapat menjawab dan merahasiakan identitas mereka, sehingga responden mudah untuk memberikan informasi yang dibutuhkan.

    Jenis dan Sumber Data
    a) Data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dari objek yang diteliti melalui penyebaran kuesioner yang dilakukan secara langsung pada responden yaitu WARGA perumahan aston villa dan warga sekitar mendalo
    b) Data sekunder yaitu data yang diperoleh dari buku, data perusahaan dan literatur penunjang yang berkaitan dengan masalah penelitian
    Metode Penentuan Sample
    Populasi
    Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang sedang bertempat tinggal di perumahan aston villa Residence.

    Sampel
    Sampel adalah sebagian dari populasi yang karakteristiknya dianggap mewakili populasi (Djarwanto Ps, 1996: 108).

    Pada penelitian ini, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Accidental sampling yaitu sampel ditentukan dengan cara memilih siapa saja yang ditemui pada saat penelitian atau pengumpulan data. Dengan cara wawancara atau pemberian kuesioner pada saat peneliti bertemu dengan responden yang dipandang cocok sebagai sumber data selama penelitian berlangsung.

    Komentar oleh yuliandriawan | Januari 15, 2013 | Balas

  65. SELAMAT MALAM PAK JO.. SEMOGA DALAM KONDISI SEHAT.. SALAM HANGAT DAN SUKSES SELALU BUAT BAPAK..

    SEBELUMNYA SAYA MINTA MAAF KEPADA PAK JO.. KARENA SAYA TERLAMABAT DALAM MENGUPLOAD/POSTING TUGAS YANG BAPAK BERIKAN.. KARENA SATU DAN LAIN HAL YANG TIDAK BISA SAYA TINGGALKAN..

    NAMA : FIRLY FALIAN PRAMANA
    NIM : C1B007063
    KELAS : MANAJEMEN B, PAGI

    JUDUL : ANALISIS PENGGUNAAN SISTEM OPERASI PERANGKAT MOBILE ANDROID PADA TELEPON PINTAR SAMSUNG GALAXY SIII DAN iOS PADA APPLE IPHONE 4S TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN.
    STUDI KASUS PADA MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI KELAS REGULER UNIVERSITAS JAMBI.

    BAB I PENDAHULUAN
    1.1 Latar Belakang
    Dinamis. Itulah kata yang sesuai untuk menggambarkan kondisi dari Teknologi, Telekomunikasi, dan Informasi yang terjadi saat ini. Pada zaman sekarang ini, perkembangan teknologi telah melebihi ekspektasi dari para penciptanya. Terus bergerak dengan sendirinya yang melahirkan kreativitas tanpa batasan untuk menciptakan inovasi-inovasi yang semakin memudahkan orang banyak dalam melakukan kegiatannya. Semakin canggihnya teknologi, akan memberikan dampak positif maupun negative bagi para penggunanya. Berbagai perangkat Telekomunikasi sudah banyak beredar secara luas di masyarakat. Seperti PC ( Personal Computer ) atau Komputer Pribadi, CellPhone/Smartphone ( Telepon Seluler/Telepon Pintar ), dll.
    Saat ini perangkat tersebut, seolah sudah menjadi Sebuah Kebutuhan Primer selain sandang, pangan, dan papan. Karena jumlah penggunaanya yang terus meningkat. Salah satu perangkat telekomunikasi yang paling banyak digunakan oleh masyarakat luas, hingga saat ini, adalah Telepon Pintar ( SmartPhone ). Telepon pintar (Smartphone) adalah telepon genggam yang memiliki sistem operasi untuk masyarakat luas, dimana pengguna dapat dengan bebas menambahkan aplikasi, menambah fungsi-fungsi atau mengubah sesuai keinginan pengguna. Dengan kata lain, telepon pintar merupakan komputer mini yang mempunyai kapabilitas sebuah telepon. Saat ini pemakaian telepon pintar di Indonesia mengalami kemajuan yang sangat pesat, terutama telepon pintar yang memiliki fasilitas chatting / instant messaging yang terintegrasi. Berdasarkan data statistik ITU (International Telecommunication Union, 2009), pada tahun 2002 pengguna telepon seluler di Indonesia mencapai 11,7 juta orang, lima tahun kemudian pengguna telepon seluler di Indonesia mencapai 93 juta orang, dan pada tahun 2009 mencapai 159 juta orang. Sejak akhir 1990an, penggunaan telepon genggam diantara remaja terus meningkat. Pada tahun 2005, sebuah penelitian menemukan kurang lebih 33% remaja memiliki telepon genggam. Dari 33% remaja yang melaporkan memiliki telepon genggam tersebut, kurang lebih 64% mengatakan mereka secara rutin mengirimkan pesan singkat. Asosiasi Telekomunikasi Selular Indonesia (ATSI) mencatat jumlah pengiriman telepon pintar meningkat dari hanya 6% (2009) menjadi 12% dari jumlah pengiriman semua model ponsel ke Indonesia pada 2010. Menurut Dian Siswarini, Sekretaris Jenderal ATSI, layanan data internet kini menjadi bagian dari aktivitas harian pelanggan ponsel di Indonesia. Ia mencatat sebagian besar pengguna telepon pintar dewasa ini menggunakan perangkat mereka untuk menelusuri internet, membaca berita online, bergaul di jejaring sosial, dan saling mengirim surat elektronik.
    Menurut laporan lembaga survey seperti , Gartner dan Nielsen, pada akhir tahun 2012, menyebutkan bahwa Samsung dan Apple menjadi dua produsen smartphone teratas. Dimana Samsung berada pada posisi 1 dengan persentase 29% dan Apple pada posisi 2 dengan persentase 20%. Samsung menggunakan Sistem Operasi Mobile milik Google, Android, pada Smartphone Samsung Galaxy besutannya. Sedangkan Apple menggunakan Sistem Operasi Mobile buatan mereka sendiri, iOS, pada Smartphone Apple iPhone andalannya. Dua sistem operasi mobile yang berbeda platform, Android, Open Source, sedangkan iOS, Closed Source, telah menjadi penguasa sistem operasi mobile di dunia.
    FeaturePhone ( Telepon Fitur ) atau telepon seluler biasa, telah banyak ditinggalkan oleh para penggunanya yang beralih ke SmartPhone. Samsung mengandalkan jajaran smartphone mereka yang berbasis Android, Samsung Galaxy SIII, selama kuarter ke-3 dan ke-4 tahun 2012, untuk mengalahkan produk Apple yang berbasis iOS, Apple iPhone4S.
    Kedua perangkat tersebut, Samsung Galaxy SIII dan Apple iPhone 4S, begitu pula dengan sistem operasi mobile nya, sudah sangat populer di kalangan pengguna smartphone. Hal ini pula lah yang menjadi alasan penulis untuk melakukan penelitian tentang loyalitas pelanggan, dan judul penelitian yang akan digunakan adalah “ Analisis Penggunaan Sistem Operasi Perangkat Mobile Pada Telepon Pintar Samsung Galaxy SIII dan iOS Pada Apple iPhone 4S Terhadap Loyalitas Konsumen ”

    1.2 Rumusan Masalah
    Berdasarkan uraian latar belakang , maka rumusan masalah yang akan diteliti adalah sebagai berikut :
    1. Bagaimana penilaian konsumen pada kedua perangkat smartphone tersebut ?
    2. Bagaimana loyalitas konsumen dalam menggunakan kedua perangkat smartphone tersebut ?
    3. Apakah faktor brand atau merek menjadi tolok ukur dalam menentukan kualitas kedua perangkat smartphone tersebut ?

    1.3 Tujuan Penelitian

    1. Untuk mengetahui, menganalisis, dan menjelaskan penilaian konsumen pada kedua perangkat smartphone tersebut.
    2. Untuk mengetahui, menganalisis, dan menjelaskan loyalitas konsumen dalam menggunakan kedua perangkat smartphone tersebut.
    3. Untuk mengetahui, menganalisis, dan menjelaskan apakah faktor brand atau merek menjadi tolok ukur dalam menentukan kualitas kedua perangkat smartphone tersebut.

    1.4 Manfaat Penelitian

    1. Bagi penulis : Memperoleh informasi dan menambah pengetahuan khususnya dibidang manajemen pemasaran, serta dapat menerapkan teori-teori selama perkuliahan pada dunia kerja dan usaha.
    2. Bagi Perusahaan : Agar dapat menjadi alat atau bahan evaluasi untuk perusahaan dalam menentukan rencana pemasaran produknya dikemudian hari.
    3. Bagi pembaca : Untuk dijadikan bahan referensi dan informasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

    Komentar oleh Firly Falian Pramana | Januari 15, 2013 | Balas

  66. siang pak
    saya mahasiswa manajemen pagi
    atas nama
    firly falian pramana (C1B007063)
    gusnita ariyani (C1B010120)

    yang mendapat kantor
    kantor satuan pamong praja/civil service unit office dan
    kantor pengelola data elektronik data management office

    ternyata di dalam menyebarkan kuesioner tersebut tidak lah muda dimana kami sendiri mengalami kendala dan kemudahan juga, ya di waktu kami ke kantor satuan pamong praja kami membutuhkan 3 hari untuk bisa bertemu dengan kepala bagian tata usahanya atau staf-stafny, dimana hari pertama pada hari jumat waktu kami cari tahu dengan bertanya kepada orang-orang di sana ternyata bagian KABAG TU nya belum datang, hanya beberapa orang yang ada d kantor pada waktu itu kondisi di kantor tersebut sangat sepi,sampai selesai sholat jumat pun kami tunggu di sekitar kantor tersebut dan kami tanyain lagi ternyata kabag tu nya tidak datang,berarti tidak ada hasil,terus waktu kesempatan hari ke dua hari rabu sesudah tahun baru kondisi kantor juga sangat sepidan itu kami tidak melanjutkan lagi tapi di hari ke 3 di hari kamis ny dengan keyakinan kami,akhrnya kami datang dan sebelum kami msuk ternyata kami di tanyain oleh beberapa orang yang di sana,kami dikira anggota LSM dengan mereka tapi dengan kepercayaan diri kami,kami menjelaskan kalaw kami bukanlah anggota dari LSM kami mahasiswa dari universitas jambi fakultas ekonomi DLL nya setelah kami jelaskan tersebut barulah mereka bisa menerima kedatangan kami dan kami pun langsung di antar ke ruangan KABAG TU nya, setelah kami masuk ke ruangan bapak KABAG TU ny baru lah kami menjelaskan akan kedatangan kami ke kantor tersebut,
    dan dengan itu akhrnhya kuisioner kami pun telah di isi dan kami pun mendapatkan hasil.
    di waktu ke kantor pengelola data elektronik data management office,kami sangat senang di mana waktu kami sampai di kantor tersebut kami langsung di sambut sangat baik,dengan penjelasan akan kedatangan kami ke sana mereka pun langsung bisa merespon kedatangan kami ,dan cuman butuh waktu beberapa menit kami mendaptkan hasil dan setelah kuesioner tersebut telah di isi kami pun bisa dengan tersenyum keluar dari kantor tersebut

    Komentar oleh gusnita ariyani dan firly falian pramana | Januari 16, 2013 | Balas

  67. NAMA : SISKA LIANI ROZALINA
    NIM : C1B010107
    Nama skpd : dinas penggelola parkir
    Dinas kebersihan , pertamanan dan pemakaman

    Pada saat melakukan survey saya sangat mendapatkan kesulitan karna saya harus mencari alamat kantor skpd sendiri dan melakukan survey sendiri , waktu itu saya berinisiatif untuk mencari alamat dan menemukan kantor skpd itu terlebih dahulu baru bsok nya saya datg kesana , karna saya pikir bila saya mencari alamat dan survey dalam waktu bersamaan akan banyak membuang waktu karna mencari alamat dikota jambi tidak lah mudah dikarnakan jarak yang jauh ,saya terus bertanya dari 1 orang ke orang lainnya menanyakan kantor skpd ini wlaupun ada yang memberi almat palsu tapi akhirnya saya menemukan alamat kantor skpd yang saya cari ,hal yang sangat miris pun terjadi dimana jhone hutauruk tidak memberitahu saya kalau KECAMATAN PELAYANGAN itu tidak dicari sementara saya yang bertekad harus menemukan semua kantor skpd , melakukan perjalanan yang sangat jauh ke SEBRANGuntuk menemukan KECAMATAN PELAYANGAN , sesampainya saya DI KECAMATAN PELAYANGAN itu tepat jam 11.30 dan mengabadikan tulisan kecamatan pelayangan itu dengan ponsel saya , pada saat itu saya ditemani oleh seorang teman yang merasa kasian melihat saya harus keliling kota jambi sendiri sementara jhone hutauruk yang ditunjuk sebagai pasangan saya tidak ada sama sekali beretikad baik untuk mengerjakan tugas ini , karna terus menerus tidak mau setiap diajak survey akhirnya saya berfikir bila menunggu dia semua ini tidak akan selesai sementara waktu suda sangat mepet tepatnya 3 hari sebelum pengumpulan kuesionernya. Pada saat saya survey saya mendapat kendala kepala kantor nya waktu itu lagi ada rapat di knator DPR , sehingga saya disuruh untuk menunggu atau kuesioner nya ditinggal , keputusan saya waktu itu terpaksa meninggalkan kuesioner tersebut karna saya harus kekantor yang lain , hal yang tidak saya sangka pun terjadi sesampainya saya dikantor dinas kebersihan saya bertemu langsung dengan sekretaris kantor yang mana waktu itu beliau mengatakan kamu harus membuat surat permohonan dulu karna semua yang berhubungan dengan data kantor itu pribadi . tapi saya tetap memohon dan akhirnya beliau bilang” ya sudah saya coba pakai surat tugas kamu ini , semoga bisa ya “dan akhirnya kuesioner itu pun lagi lagi harus saya tinggalkan , bsok nya saya jatuh sakit dikarnakan terlau capek dokter mensarankan istirahat sejenak ,waktu itu saya meminta jhone hutauruk untuk mengambil kuesioner nya tapi lagi lagi dia tidak bisa, maka kuesioner itupun saya ambil hari jumat hari terakhir kantor buka sebelum libur untuk tahun baru .itu lah kisah saya dan semoga bpak bisa memberikan penilain yang objektif ,

    Komentar oleh SISKA LIANI ROZALINA | Januari 16, 2013 | Balas

  68. NAMA ; ANDRI
    NIM ; ERC1B010014
    Salam pak , saya mau merubah tugas saya yg kemarin , semoga tugas ini ;ebih baik dari yg kemarin terimakasih
    JUDUL
    ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN DALAM MEMILIH PRODUK BLACKBERRY DI KALANGAN MAHASISWA UNIVERSITAS JAMBI FAKULTAS EKONOMI

    BAB I
    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang

    Di era globalisasi ini banyak sekali terdapat merk-merk Handphone yang ditawarkan kepada konsumen seperti merk Nokia, Samsung, Blackberry, I Phone dan lain sebagainya. Dimana masing-masing merk handphone tersebut berusaha untuk membuat produknya lebih unggul dibandingkan merk lain maka, kegiatan pemasaran yang baik dan tepatlah yang memegang peranan yang penting dalam menunjang kelangsungan usaha dan perkembangan suatu perusahaan. Dengan kata lain pihak produsen harus mampu merebut hati konsumen akan hasil suatu produksi yang dijual dan berupaya untuk memuaskan konsumennya.

    Smartphone BLACKBERRY sepertinya sudah menjadi tuntutan para pengguna telfon pintar terutama pengguna yang membutuhkan teknologi canggih bukan hanya sekedar Telfon dan SMS tetapi juga jaringan internet dan layanan lain yang ditawarkan smartphone ini. Padahal masih ada layanan yang diberikan smartphone lain dengan penawaran teknologi yang lebih canggih yang diberikan. Melihat keadaan ini penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai perilaku konsumen yang yang merupakan salah satu dasar dalam menerapkan strategi pemasaran untuk mencapai tujuan, yaitu memberikan kepuasan kepada konsumen, sehingga diharapkan dapat membawa kepada peningkatan penjualan yang berakibat langsung pada peningkatan pasar.

    B. Rumusan Masalah

    Berdasarkan latar belakang masalah yang di kemukakan, maka dapat diidentifikasikan beberapa hal sebagai berikut :

    • Banyaknya merk-merk handphone yang ditawarkan oleh produsen kepada konsumen.
    • Handphone merupakan alat komunikasi yang efesien dan mudah mengunakannya.
    • Pentingnya memahami prilaku konsumen untuk meningkatkan penjualan.
    • Handphone Blackberry diminati oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi UNJA.

    Sehingga berdasarkan uraian diatas, maka permasalahannya dapat dirumuskan sebagai berikut :
    1. Apakah faktor-faktor seperti harga, selera, kualitas, harga jual kembali, prestice, dan promosi secara simultan mempengaruhi prilaku konsumen dalam membeli handphone BLACKBERRY ?
    2. Dari faktor-faktor tersebut, faktor manakah yang paling dominan memberikan pengaruh terhadap prilaku konsumen terhadap pembelian handphone BLACKBERRY !

    C. Tujuan dan Manfaat Penelitian

    1. Tujuan Penelitian
    Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian yang hendak dicapai adalah sebagai berikut :

    1.1 Untuk mengetahui perilaku konsumen dalam pembelian handphone BLACKBERRY, dilihat dari harga, selera, kuallitas, harga jual kembali, prestice, dan promosi.
    1.2 Untuk mengetahui faktor yang paling dominan mempengaruhi prilaku konsumen dalam pemnelian handphone BLACKBERRY.

    2. Manfaat Penelitian
    Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
    2.1 Penelitian ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan dan masukan bagi perusahaan dalam menetapkan kebijakan dan strategi dibidang pemasaran untuk mengimbangi usaha bisnis mereka.
    2.2 Diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi penelitian selanjutnya.

    BAB II
    TINJAUAN PUSTAKA

    A.Landasan Teori

    1. Pengetian Pemasaran

    Sehubungan dengan permasalahannya yang terdapat dalam penelitian ini maka diperlikan teori-teori dan konsep-konsep yang memerlukan penjelasan. Dalam banyak perusahaan dewasa ini, pemasaran memegang peranan sebagai suatu faktor penting untuk bertahan menjalan usaha dan bergelut dalam dunia persaingan. Pemasaran merupakan faktor penting sebagai strategi perusahaan dalam menjalankan usahanya terutama yang berhubungan dengan konsumen. Kata pemasaran berasal dari kata pasar, atau bisa juga diartikan dengan mekanisme yang mempertemukan permintaan dan penawaran.

    Menurut Kotler ( 2002 : 9 ) Pemasaran adalah proses sosial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.

    Menurut Stanton ( 1996 : 6 ) Pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegatan-kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.

    Menurut Lamb, Hair, Me Daniel ( 2001 : 6 ) Pemasaran adalah suatu proses perencanaan dan menjalankan konsep, harga, promosi, dan sejumlah ide, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang mampu memuaskan tujuan individu dan organisasi.
    Dari ketiga definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa pada dasarnya pemasaran bukan hanya kegiatan menjual barang maupun jasa tetapi juga meliputi kegiatan untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan dengan berusaha mempengaruhi konsumen untuk bersedia membeli barang dan jasa perusahaan melalui penciptaan, penawaran, dan pertukaran produk yang bernilai.

    Hal ini sangat penting bagi manajer pemasaran untuk memahami tingkah laku konsumen tersebut. Sehingga perusahaan dapat mengembangkan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan produk secara lebih baik. Dengan mempelajari prilaku konsumen, manajer akan mengetahui kesempatan, mengidentifikasi, serta menentukan segmentasi pasar
    2. Prilaku Konsumen

    Menurut Swasta ( 1996 : 6) “Prilaku konsumen dapat didefisikan sebagai kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan termasuk mempergunakan barang dan jasa keputusan pada persiapan dan menentukan kegiatan-kegiatan tersebut.”
    Menurut Peter J. Paul dan Jerry C. Olson ( 200 : 6 ) “Prilaku konsumen merupakan interaksi dinamis antara pengaruh dan kondisi kejadian disekitar lingkungan, dimana manusia melakukan aspek pertukaran dalam kehidupan mereka.”

    Dari dua jenis definisi di atas dilihat ada dua hal penting dari prilaku konsumen yaitu proses pengembalian keputusan dan kegiatan fisik yang semuanya ini melibatkan individu dalam menilai, mendapatlkan dan mempergunakan barang-barang dan jasa secara ekonomis. Dengan kata lain prilaku konsumen adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku konsumen dalam arti tindakan-tindakan yang dilakukan untuk membeli suatu barang atau jasa tertentu.

    3. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Prilaku Pembelian Konsumen

    a. Kebudayan

    Kebudayaan mempunyai pengaruh paling luas dan mendalam terhadap prilaku konsumen yang terdiri dari budaya, sub budaya, dan kelas sosial. Budaya merupakan karakter yang paling penting dari suatu sosial yang membedakannya hanyalah dari kelompok budaya lain menjadi penentu dan keinginan dan prilaku paling mendasar. Masing-masing budaya terdiri dari keseluruhan suatu budaya, terbagi dalam suatu strata atau kelas sosial, kelas sosial merupakan kelompok orang yang sama-sama mempertimbangkan secara dekat persamaan diantara mereka sendiri.

    b. Faktor Sosial

    Pada umumnya konsumen sering meminta pendapat orang lain dari sekitar dan lingkungannya tentang produk apa yang akan dibeli. Karena itulah lingkungan sosial ini memberikan pengaruh terhadap prilaku konsumen, faktor sosial ini terdiri dari 3 ( tiga ) bagian, yaitu : kelompok acuan, keluarga, dan peran seseorang. Dengan pendapat yang diperoleh dari suatu kelompok maka konsumen dapat membuat keputusan kosumsi, keluaga sebagai organisasi pembelian konsumen yang paling penting juga berpengaruh secara langsung terhadap keputusan seseorang dalam membeli barang sehari-hari. Suatu produk atau merk dapat mengambarkan peran dan status pemakainya.
    c. Faktor Psikologis

    Sikap pembelian psikologis dipengaruhi oleh 4 faktor psikologis utama yaitu : motivasi, persepsi, pembelajaran, dan kepercayaan. Motivasi merupakan bentuk yang mendorong seseorang dalam melakukan sesuatu sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Melalui motivasi proses pengamatan dan belajar sesorang memperoleh kepercayaan terhadap suatu produk yang secara otomatis mempengaruhi prilaku pembelian konsumen. Para konsumen mengembangkan beberapa keyakinan mengenai ciri-ciri suatu produk dan selanjutnya akan membentuk suatu sikap konsumen terhadap produk tersebut.

    d. Faktor Pribadi

    Mulai dari bayi hingga dewasa dan menjadi tua, manusia selalu membutuhkan barang dan jasa. Pilihan barang yang dibeli secara otomatis dipengaruhi oleh keadaan ekonomi dan gaya hidup yang bersangkutan. Gaya hidup adalah cara hidup seseorang yang terlihat melalui aktifitas dan gaya hidup mewah tentunya akan menentukan pilihan barang dan jasa yang berkualitas.

    Selain itu kepribadian dan konsep diri juga mempengaruhi pilihan produk, konsep diri adalah bagaimana konsumen memprepsikan diri mereka sendiri yang meliputi sikap, persepsi-persepsi, keyakinan, dan evaluasi diri karena sangat berguna dalam menganalisis prilaku konsumen sehingga perusahaan mengunakan konsep yang berhubungan dengan keprinadian seseorang.

    Menurut Kotler ( 2002 : 204 ) “Tujuan pemasaran adalah mempengaruhi dan memuaskan kebutuhan serta keinginan pelanggan yang menjadi sasaran. Pada bidang prilaku konsumen ini mempelajari bagaimana individu, kelompok, dan organisasi memilih, membeli, memakai, dan membuang barang dan jasa, gagasan, atau pengalaman dalam rangka memuaskan keputusan dari hasrat mereka. Para perusahaan yang cermat melakukan riset atau quesioner atas proses keputusan yang ada dalam jenis produk mereka. Ketika membuat keputusan untuk membeli suatu produk kosumen melewati tahap-tahap sebagai berikut :

    1. Pengenalan Masalah

    Proses pembelian dimulai saat pembeli mengenali sebuah masalah atau kebutuhan. pembeli merasakan perbedaan antara keadaan akatualnya dengan keadaan yang diinginkannya. Kebutuhan umum seseorang seperti lapar dan haus saat mencapai titik tertentu dapat menjadi dorongan. Kebutuhan dapat juga ditimbulkan oleh rangsangan eksternal seperti ketika seseorang memperhatikan atau melihat iklan mobil dan ingin membelinya. Dengan mengumpulkan informasi dari sejumlah konsumen, pemasar dapat mengidentifikasi rangsangan yang paling sering membangkitkan minat akan suatu jenis produk. Pemasar kemudian dapat membangkitkan strategi pemasaran yang mampu memacu minat konsumen.

    2. Pencarian Informasi

    Saat seseorang mulai menyadari kebutuhannya, maka produk dan merk harus diidentifikasikan untuk memenuhi kebutuhannya. Dalam mencapai berbagai alternative untuk memuaskan kebutuhan konsumen dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti beberapa banyak biaya waktu, beberapa banyak informasi dari masa lalu dan sumber-sumber lain yang sudah dimiliki konsumen. Yang menjadi minat utama pemasar adalah sumber-sumber informasi utama yang menjadi acuan konsumen dan pengaruh relative dari tiap sumber tersebut terhadap kepuasan pembelian selanjutnya. Secara umum konsumen mendapatkan informasi tentang suatu produk dari sumber komersial yaitu sumber yang didiominasi oleh pemasar.

    3. Evaluasi Alternatif

    Jika semua alternatif yang wajar diidentifikasikan, konsumen harus mengeveluasinya satu per satu sebagai persiapan untuk mengadakan pembelian. Kriteria evaluasi yang dipakai konsumen mencakup pengalaman masa lalu dan sikap terhadap aneka merk. Konsumen juga mendengarkan tanggapan-tanggapan keluarga dan orang lain. Beberapa konsep dasar akan membantu pemasar dalam memahami evaluasi konsumen yakni yang pertama, konsumen berusaha memenuhi suatu kebutuhan. Kedua, konsumen mencari manfaat tertentu dari suatu produk. Ketiga, konsumen memandang setiap produk sebagai sekumpulan atribut dengan kemampuan yang berbeda-beda dalam memberikan manfaat yang dicari untuk memuaskan kebutuhan.

    4. Keputusan Pembelian

    Setelah mencari dan mengevaluasi berbagai alternative untuk memenuhi kebutuhan pada titik tertentu harus memutuskan antara membeli atau tidak membeli, jika keputusan yang diambil adalah membeli, konsumen harus membuat rangkaian keputusan yang menyangkut merk, harga, tempat penjualan, warna, dan lain-lain.

    5. Prilaku Paska Pembelian

    Saat membeli suatu produk, bagi seseorang konsumen akan mengalami tingkat kepuasan dan ketidak puasan tertentu. Perasaan konsumen setelah melakukan pembelian dapat mempengaruhi pembelian ulang dan juga ditambah dengan apa yang dikatakn konsumen kepada teman atau kerabat tentang produk tersebut. Biasanya konsumen akan mengalami kecemasan purnabeli, kecemasan ini disebut disonasi kognitif purnabeli yang terjadi karena setiap alternative yang dihadapi konsumen memiliki kelebihan dan kekurangan.

    B. Kerangka Analisa

    Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan pelanggan handphone BLACKBERRY dilingkungan mahasiswa Fakultas Ekonomi UNJA

    Tanggapan terhadap pelanggan

    Tingkat kepuasan pelanggan handphone BLACKBERRY dilingkungan mahasiswa Fakultas Ekonomi UNJA

    C. Hipotesis Penelitian

    a. Hipotesis I

    Ho : Diduga faktor-faktor seperti harga, selera, kualitas, harga jual kembali, prestice, dan promosi, secara simultan tidak berpengaruh terhadap prilaku konsumen dalam pembelian handphone BLACKBERRY.
    Ha : Diduga faktor-faktor seperti harga, selera, kualitas, harga jual kembali, prestice, dan promosi, secara simultan berpengaruh terhadap prilaku konsumen dalam pembelian handphone BLACKBERRY.

    b. Hipotesis II

    Ho : Diduga faktor kualitas tidak mempunyai pengaruh dominan terhadap prilaku konsumen dalam pembelian handphone BLACKBERRY dilingkungan Fakultas Ekonomi UNJA.
    Ha : Diduga faktor kualitas mempunyai pengaruh dominan terhadap prilaku konsumen dalam pembelian handphone BLACKBERRY dilingkungan Fakultas Ekonomi UNJA.

    BAB III
    METODOLOGI PENELITIAN

    A. Lokasi Penelitian

    Penelitian ini mengambil lokasi pada Fakultas Ekonomi Universitas Jambi.

    B. Populasi dan Sampel

    1. Populasi penelitian
    Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh mahasiswa Fakultas Ekonomi UNJA yang memiliki handphone BLACKBERRY.

    2. Sampel Penelitian
    Karena jumlah populasi yang sangat besar yaitu lebih dari 100 dan keterbatasan waktu, serta tenaga yang dimiliki, maka jumlah yang akan diambil sebanyak 50 responden yang terdapat dalam populasi tersebut. Dimana menurut Arikunto ( 2002 : 12 ) jika populasi lebih dari 100 orang maka diambil sampai 5%-10% atau 20%-30% dari jumlah populasi. Sedangkan menurut Guilford ( 1987 : 125 ) jumlah sampel yang diambil adalah lebih besar dari persyaratan minimal sebanyak 30 responden dimana semakin besar sampel akan memberikan hasil yang akurat.

    C. Jenis dan Sumber Data

    1. Jenis Data
    Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa :
    a. Data Kualitatif
    Yaitu data yang berbentuk kata, kalimat, skema, dan gambar, seperti literatur-literatur serta teori-teori yang berkaitan dengan penelitian penulis.
    b. Data Kuantitatif
    Yaitu data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan ( scoring ).

    2. Sumber Data
    Sumber data dalam penelitian ini berupa :
    a. Data Primer
    Yaitu data yang diperoleh langsung dari responden penelitian melalui wawancara dan kuesioner di lapangan.
    D. Teknik Pengumpulan Data
    Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah :
    a. Interview
    Yaitu suatu metode yang secara langsung mengadakan wawancara kepada koresponden dengan beberapa pertanyaan untuk mendapatkan data primer.
    b. Quesioner
    Yaitu teknik pengambilan data dengan memberikan seperangkat pertanyaan atau pertanyaan tertulis kepada responden untuk menjawab.

    F. Defenisi Operasional Variabel

    1. Harga
    Melihat tanggapan konsumen mengenai variabel harga-harga handphone BLACKBERRY dibandingkan dengan produk yang sejenis.

    1.1 Perbandingan dengan harga pesaing
    Tanggapan konsumen terhadap perbandingan harga handphone BLACKBERRY dengan handphone lain seperti, Nokia, Samsung, I Phone dan lain-lain. Diukur dalam rupiah.
    1.2 Harga yang ditetapkan
    Tanggapan konsumen terhadap harga yang ditetapkan dari produk yang dibeli konsumen. Diukur dalam rupiah.

    2. Selera
    Gambaran produk handphone BLACKBERRY yang diinginkan konsumen dalam memberikan kesenangan dan kepuasan. Indikatornya adalah :
    2.1 Jenis Model
    Penilaian konsumen terhadap berbagai tipe pilihan handphone BLACKBERRY yang ditawarkan oleh produsen.
    2.2 Warna
    Penilaian konsumen terhadap ragam pilihan warna yang ada pada handphone BLACKBERRY.
    2.3 Penampilan Luar atau Body
    Penilaian penampilan luar handphone BLACKBERRY dibandingkan dengan produk pesaingnya.
    Ketiga indikator diatas diukur berdasarkan tingkat kesenangan dan kepuasan konsumen.

    3. Kualitas
    Melihat tanggapan konsumen terhadap kualitas handphone BLACKBERRY.
    3.1 Kenyamanan
    Penilaian konsumen pada saat menggunakan handphone BLACKBERRY.
    3.2 Fasilitas
    Penilaian konsumen terhadap fasilitas-fasilitas yang diberikan handphone BLACKBERRY

    4. Harga Jual Kembali
    Mengetahui tanggapan kosumen terhadap harga jual kembali dan kemudahan dalam memasarkan produk yang sudah dipakai.
    4.1 Harga Jual Kembali
    Penilaian konsumen terhadap harga handphone BLACKBERRY. Diukur dalam rupiah.
    4.2 Pemasaran Produk Purna Pakai
    Penilaian konsumen terhadap tingkat kemudahan pemasaran dan penerimaan dari konsumen lainnya terhadap harga jual handphone BLACKBERRY. Di ukur berdasarkan perlakuan.

    5. Prestice
    Nilai kebanggan yang dirasakan seseorang akibat penggunaan suatu produk. Diukur dari tingkat kesenangan konsumen.

    6. Promosi
    Suatu bentuk komunikasi pemasaran seperti akivitas untuk menyebarkan informasi, mempengaruhi, membujuk konsumennya untuk membeli handphone BLACKBERRY.
    6.1 Iklan
    Tanggapan konsumen terhadap iklan handphone BLACKBERRY yang disampaikan oleh pemasar. Dapat diukur dari frekuensi, luas jangkauan, serta ukuran.
    6.2 Hadiah
    Respon konsumen terhadap sikap simpatik pemasar pada saat membeli handphone BLACKBERRY. Diukur berdasarkan tingkat kesenangan konsumen.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Stanton, William J.1996. Prinsip Pemasaran (terjemahan). Edisi 7, jilid 1. Erlangga. Jakarta.
    2. Lamb, Hair,Mc Daniel.2001. Pemasaran (terjemahan).Edisi Bahasa Indonesia,Jilid Pertama. Salemba 4.Jakarta.
    3. Kotler, Philip.2002.Manajemen Pemasaran (terjemahan).Edisi Millenium, jilid 1.PT. Prenhallindo. Jakarta.
    4. Enggel, Blackwell,Miniard.1994. Prilaku Konsumen (terjemahan).Edisi Enam.Jilid Pertama. Binarupa Aksara. Jakarta.
    5. Arikunto, Suharsimi.2002. Prosedur Penelitian.Edisi Revisi V.PT.Rineka Cipta.Jakarta.

    Komentar oleh andri | Januari 18, 2013 | Balas

  69. Nama : Tamia Desi Wulandari
    Nim : ERC1B010041
    Judul : “FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN PELANGGAN SEWA LAPANGAN FUTSAL CITY DI KOTA JAMBI”
    BAB I
    PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang
    Olahraga merupakan solusi yang tepat untuk menjaga kondisi tubuh agar selalu sehat, dan melakukan loahraga juga sebagai media untuk penyaluran hobi. Salah satu olahraga yang memiliki peminat sangat banyak adalah sepakbola, yang mana hampir diseluruh dunia banyak yang menggemari jenis olahraga ini. Tapi untuk jenis olahraga seperti ini memerlukan fasilitas lapangan yang cukup luas, waktu bermain yang sesuai dan juga jumlah pemain yang cukup banyak. Dan hal ini lah yang terkadang menyebabkan peminat olahraga ini sulit untuk menyesuaikan diri dengan faktor-faktor yang disebutkan diatas.
    Maka dari itu muncullah jenis olahraga futsal yang mana olahraga ini merupakan jenis olahraga turunan dari sepakbola, hanya saja yang menjadi beda antara futsal dan sepakbola adalah futsal sifatnya jauh lebih sederhana dari sepakbola mulai dari peraturan, durasi pertandingan, jumlah pemain, sampai dengan lapangan yang digunakan semuanya lebih bersifat lebih sederhana jika dibandingkan dengan sepakbola.
    Dengan besarnya minat masyarakat akan jenis olahraga seperti ini membuat para pelaku bisnis tertarik untuk menjadikannya sebagai jenis usaha baru yang cukup menjanjikan. Dimana banyak pelaku bisnis membuat sarana olahraga futsal yang dilengkapi dengan tambahan fasilitas lainnya, jenis usaha seperti ini sekarang mulai menjamur ditengah masyarakat dengan melihat dari fakta dilapangan khususnya di Kota Jambi. Usaha seperti ini mulai tumbuh dan berkembang dalam beberapa tahun belakangan ini, dan hal ini terbukti dengan makin banyaknya tempat-tempat penyewaan lapangan futsal. Fasilitas yang ditawarkan pada saat penyewaan lapangan futsal antara lain, lapangan, bola, ruang ganti, sampai dengan ruang tunggu yang disediakan bagi para pemain.
    Dengan melihat adanya peluang tersebut , saat ini di Kota Jambi banyak para pelaku bisnis yang memulai usaha dibidang usaha jasa sewa tempat olahraga ini. Kebutuhan masyarakat merupakan sesuatu yang harus dapat disediakan oleh berbagai pihak agar dapat terpenuhi, Masyarakat dewasa ini memiliki sebuah pertimbangan yang cukup baik dalam hal memilih diantara beberapa pilihan yang akan diambil keputusannya untuk menikmati nilai guna dari jasa yang akan dikonsumsi tersebut. Yang mana para pelaku bisnis harus mampu memberikan kualitas pelayanan terbaik dari mereka.
    Dengan fasilitas yang disediakan tersebut berbagai tarif harga pun ditawarkan mulai dari Rp. 100.000 – Rp. 200.000 perjam. Dari berbagai tarif yang ditawarkan tersebut konsumen dapat memilih sendiri tempat penyewaan yang sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Selain pembayaran yang dilakukan berdasarkan tarif per jam lepas setiap kali sewa, ada juga penawaran bagi siapa saja untuk menjadi anggota yang mana pembayarannya dilakukan untuk berapa jam selama satu bulan mulai dari Rp. 400.000 – Rp. 800.000 yang mana dapat digunakan sebanyak empat kali bermain dengan durasi satu jam.
    Kepuasan konsumen tidaklah mudah untuk bisa dicapai oleh pelaku bisnis, dan ini merupakan sebuah tantangan bagi pelaku bisnis. Perubahan keinginan dan harapan konsumen terhadap jasa sangatlah dinamis sehingga produsen harus menciptakan strategi yang tepat untuk memperoleh kepuasan konsumen tersebut. Konsumen merasa puas atas jasa yang diberikan, maka akan muncullah sebuah kesetiaan. Kesetiaan merupakan sumber pendapatan dan juga pertumbuhan bagi usaha tersebut. Dengan adanya kesetiaan tersebut akan membuat hubungan jangka panjang antara produsen dan konsumen.
    Lapangan Futsal City adalah salah satu tempat penyewaan lapangan futsal di Jambi yang bertempat di Kelurahan Pasir Putih Kecamatan Jambi Selatan. Futsal City sendiri menyediakan 4 buah lapangan yang terdiri dari 2 lapangan indoor dan 2 lapangan outdoor. Sampai sejauh ini sejak dua tahun berdirinya tempat sewa lapangan futsal ini telah menunjukan keyakinan bahwa mereka mampu bersaing dengan tempat-tempat baru yang bermunculan. Lapangan Futsal City memberikan standar tersendiri atas kualitas yang mereka miliki.
    Selama periode 2008 – 2009 Futsal City mampu bertahan diantara para pesaing yang bermunculan. Dapat dilihat grafik pendapatan dari Futsal City periode 2008 – 2009 dibawah ini.
    Di lihat grafik diatas, bahwa telah terjadi fluktuasi pendapatan selama periode 2008-2009. Berfluktuasinya pendapatan tersebut dapat diakibatkan oleh kepuasan konsumen yang beraneka ragam. Munculnya keaneka ragaman tersebut bisa saja di akibatkan oleh kualitas dari jasa yang diberikan tidak konsisten, dan muncullah keanekaragaman persepsi atas apa yang konsumen terima.
    Oleh karena itu peneliti tertarik untuk mencari tau apa yang terjadi dengan Futsal City tersebut mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pelangganya sewa lapangan futsal. Sehingga penelitian ini dibuat dalam bentuk proposal yang berjudul “FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN PELANGGAN SEWA LAPANGAN FUTSAL CITY DI KOTA JAMBI”

    1.2 Perumusan Masalah Penelitian
    Futsal City bergerak dibidang pelayanan jasa sewa lapangan futsal yang berdiri sejak tahun 2008. Futsal City menawarkan lapangan berstandar eropa guna menarik perhatian para konsumen untuk memakai jasa tersebut. Dilihat dari perkembangan pendapatan yang diperoleh selama 2 tahun dari 2008-2009 terjadi fluktuasi. Hal ini dapat disebabkan oleh kepuasan konsumen yang terusik, dan berkaitan dengan kualitas jasa pelayanan yang diberikan oleh Futsal City tersebut kepada pelanggannya.
    Dengan adanya kualitas jasa yang baik maka tingkat kepuasan pelangganpun tinggi, tapi sebaliknya jika kualitas jasa yang diberikan jelek maka tingkat kepuasan pelanggan pun semakin rendah dan ini merupakan sebuah masalah besar bagi perusahaan, karena perusahaan akan kehilangan pelanggan dan kehilangan pendapatan mereka.
    Bertolak dari fakta dan uraian sebelumnya, maka dirumuskan masalah pokok dalam penelitian ini adalah :
    1. Apa faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pelanggan yang menggunakan sewa lapangan Futsal City di Kota Jambi?
    2. Faktor mana yang paling dominan mempengaruhi kepuasan pelanggan yang menggunakan sewa lapangan Futsal City di Kota Jambi

    1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian
    1.3.1 Tujuan Penelitian
    Bertolak dari perumusan masalah penelitian diatas, maka yang menjadi tujuan dalam penelitian ini yaitu :
    1. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pelanggan yang menggunakan sewa lapangan Futsal City di Kota Jambi!
    2. Untuk mengetahui faktor mana yang paling dominan mempengaruhi kepuasan pelanggan yang menggunakan sewa lapangan Futsal City di Kota Jambi!

    1.3.2 Manfaat Penelitian
    Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah :
    1. Dapat dijadikan bahan masukan bai Futsal City dalam meningkatkan kualitas pelayanan jasa.
    2. Dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi perusahaan sejenis.
    3. Dapat dijadikan bahan acuan bagi peneliti selanjutnya guna referensi dalam membuat atau melakukan penelitian.
    4. Untuk menambah dan memperluas wawasan secara teoritis dan kenyataan yang ada dilapangan.

    1.4 Ruang Lingkup Penelitian
    Adapun peneliti melakukan penelitian ini dengan mengambil objek penelitian berupa lapangan Futsal City yang ada di Kota Jambi. Peneliti akan melakukan penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pelanggan. Dalam menganalisa faktor-faktor tersebut, peneliti melakukan penelitiannya menggunakan lima dimensi utama kualitas pelayanan antara lain, Tangibl e(Bukti Fisik), Realiability (Kehandalan), Responsiveness (Daya Tanggap), Emphaty (Empati), Assurance (Jaminan). Dari kelima dimensi tersebut kita melihat secara langsung bahwa kepuasan pelanggan meneliti hubungan langsung dengan Fasilitas, Lokasi, Harga dan Pelayanan.

    Komentar oleh Tamia Desi Wulandari | Januari 20, 2013 | Balas

  70. Nama : Andri Sagita
    NIM : ERC1B010086
    Kelas : Manajemen Sore

    Salam pak Joe, semoga selalu diberikan kesehatan dan sebelumnya tugas ini telah saya perbaiki sesuai keinginan bapak.

    Judul : Analisis kualitas terhadap perilaku konsumen Bank 9 Jambi

    BAB I
    Pendahuluan

    1.1. Latar Belakang

    Sejak zaman orde baru, Bank merupakan tempat penyimpanan yang banyak dipilih oleh kalangan masyarakat Indonesia untuk menyimpan uang agar aman dan bisa menjadi modal untuk kelangsungan hidup mereka dimasa yang akan datang. Bank 9 Jambi merupakan salah satu tempat penyimpanan uang yang aman didaerah Jambi, namun dengan makin menjamurnya tempat penyimpanan uang (bank), para konsumen lebih memilih bank-bank ternama sebagai tempat untuk menyimpan uang mereka ketimbang Bank daerah, dengan itulah saya memilih judul Analisis Kualitas Terhadap Perilaku Konsumen Bank 9 Jambi. Banyaknya Bank-bank yang telah berdiri di Jambi, membuat Bank 9 jambi melakukan peningkatan kualitas dan serta fitur lain agar dapat bersaing dengan Bank-bank ternama dan dalam melayani masyarakat, salah satunya meluncurkan Tabungan Simpanan Gerakan Investasi Jambi (SIGINJAI), yang keunggulannya bisa melakukan penarikan tunai lebih dari 6000 mesin ATM yang berlogo ATM Bersama, bisa menggunakan debet card pembelanjaan pada seluruh merchent yang ditunjuk, dan lebih istimewanya adalah disediakannya hadiah milyaran rupiah untuk nasabah yang membuka tabungan SIGINJAI, dan peluang untuk menang lebih besar karena diundi secara lokal.
    dan sebagai salah satu motor penggerak perekonomian daerah Jambi, Bank Jambi terus berupaya meningkatkan eksistensinya di masyarakat dan juga dengan latar belakang kedaerahan yang positif, Bank Jambi mengadopsi spirit masyarakat setempat. Berkarya dengan idealisme nan luhur namun membumi, memberikan layanan terbaik dan lebih bermakna untuk meningkatkan kualitas perekonomian daerah Jambi.

    1.2. Perumusan masalah :

    1. Faktor apa yang membuat para nasabah lebih memilih Bank-bank umum ternama ketimbang Bank Daerah?
    2. Strategi apa yang lebih tepat untuk menarik para nasabah ?

    1.3. Tujuan Penelitian

    2. Lebih mengetahui apa saja yang harus dilakukan dalam menarik para nasabah.
    3. Agar lebih bisa bersaing dengan Bank-bank ternama lainnya.

    1.4. Manfaat Penelitian

    Ini diperuntukkan kepada perusahaan agar lebih kompetitif dan lebih berimajinasi dalam mengembangkan dan memajukan Bank 9 Jambi, karena pada saat sekarang persaingan antar Bank sangatlah kuat dalam menarik perhatian para nasabah dengan segala kualitas dan fitur-fitur yang ditawarkan.

    BAB II

    2.1. Tinjauan Pustaka

    Tujuan pemasaran adalah memenuhi dan memuaskan kebutuhan serta keinginan konsumen adalah kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk atau jasa (Engel et. al., 1994; Lamb et. al., (2001). Sedangkan Peter dan Olson menjelaskan bahwa perilaku konsumen sebagai interaksi dinamis antara pengaruh fikiran (kognisi), perilaku (behavioral) dan kejadian sekitar, dimana manusi melakukan aspek pertukaran dalam hidup mereka.
    Selanjutnya Setiadi menjelaskan bahwa perilaku konsumen adalah tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi dan menghabiskan produk atau jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan ini. Berdasarkan pendapat tersebu dapat disimpulkan bahwa perilaku konsumen akan berubah dari waktu ke waktu sesuai dengan dipikiran (cognitive), dirasakan (affective) dan yang dilakukan (conative) oleh konsumen. Oleh karena itu dalam pengembangan strategi pemasaran, sifat perilaku konsumen yang dinamis tersebut merupakan isyarat bahwa seorang manajer pemasaran hendaknya selalu mengevaluasi keberhasilan kinerja pemasaran.

    2.2. Kerangka Pemikiran

    Perilaku konsumen merupakan proses dan aktivitas seseorang dalam berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan serta pengevaluasian produk dan jasa yang ditawarkan demi memenuhi kebutuhan dan keinginan masing-masing.
    Pemahaman akan perilaku konsumen dapat diaplikasikan dalam beberapa hal, yang pertama adalah untuk merancang sebuah strategi pemasaran yang baik, misalnya menentukan kapan saat yang tepat perusahaan memberikan pelayanan yang mudah bagi para nasabah dan menawarkan sejumlah hadiah yang menggiurkan yang dapat menarik perhatian para nasabah.

    2.2.1. Pendekatan dalam meneliti perilaku konsumen

    Terdapat tiga pendekatan utama dalam meneliti perilaku konsumen. Pendekatan pertama adalah pendekatan interpretif. Pendekatan ini menggali secara mendalam perilaku konsumsi dan hal yang mendasarinya. Studi dilakukan dengan melalui wawancara panjang dan focus group discussion untuk memahami apa makna sebuah produk dan jasa bagi konsumen dan apa yang dirasakan dan dialami konsumen ketika membeli dan menggunakannya.

    Pendekatan ke dua adalah pendekatan tradisional yang didasari pada teori dan metode dari ilmu psikologi kognitif, sosial, dan behaviorial serta dari ilmu sosiologi. Pendekatan ini bertujuan mengembangkan teori dan metode untuk menjelaskan perilaku dan pembuatan keputusan konsumen. Studi dilakukan melalui eksperimen dan survei untuk menguji coba teori dan mencari pemahaman tentang bagaimana seorang konsumen memproses informasi, membuat keputusan, serta pengaruh lingkungan sosial terhadap perilaku konsumen.

    Pendekatan ke tiga disebut sebagai sains pemasaran yang didasari pada teori dan metode dari ilmu ekonomi dan statistika. Pendekatan ini dilakukan dengan mengembangkan dan menguji coba model matematika berdasarkan hierarki kebutuhan manusia menurut Abraham Maslow untuk memprediksi pengaruh strategi marketing terhadap pilihan dan pola konsumsi, yang dikenal dengan sebutan moving rate analysis.

    Ketiga pendekatan sama-sama memiliki nilai dan tinggi dan memberikan pemahaman atas perilaku konsumen dan strategi marketing dari sudut pandang dan tingkatan analisis yang berbeda. Sebuah perusahaan dapat saja menggunakan salah satu atau seluruh pendekatan, tergantung permasalahan yang dihadapi perusahaan tersebut.

    2.2.2. Roda analisis konsumen

    Roda analisis konsumen adalah kerangka kerja yang digunakan pemasar untuk meneliti, menganalisis, dan memahami perilaku konsumen agar dapat menciptakan strategi pemasaran yang lebih baik. Roda analisis konsumen terdiri dari tiga elemen: afeksi dan kognisi, lingkungan, dan perilaku.

    2.2.3. Afeksi dan kognisi

    Tipe respons afektif
    Elemen pertama adalah afeksi dan kognisi. Afeksi merujuk pada perasaan konsumen terhadap suatu stimuli atau kejadian, misalnya apakah konsumen menyukai sebuah produk atau tidak. Kognisi mengacu pada pemikiran konsumen, misalnya apa yang dipercaya konsumen dari suatu produk. Afeksi dan kognisi berasal dari sistem yang disebut sistem afeksi dan sistem kognisi. Meskipun berbeda, namun keduanya memiliki keterkaitan yang sangat kuat dan saling memengaruhi.

    Manusia dapat merasakan empat tipe respons afektif: emosi, perasaan tertentu, suasana hati/mood, dan evaluasi. Setiap tipe tersebut dapat berupa respons positif atau negatif. Keempat tipe afeksi ini berbeda dalam hal pengaruhnya terhadap tubuh dan intensitas perasaan yang dirasakan. Semakin kuat intensitasnya, semakin besar pengaruh perasaan itu terhadap tubuh, misalnya terjadi peningkatan tekanan darah, kecepatan pernapasan, keluarnya air mata, atau rasa sakit di perut. Bila intensitasnya lemah, maka pengaruhnya pada tubuh tidak akan terasa.

    Sistem kognisi terdiri dari lima proses mental, yaitu: memahami, mengevaluasi, merencanakan, memilih, dan berpikir. Proses memahami adalah proses menginterpretasi atau menentukan arti dari aspek tertentu yang terdapat dalam sebuah lingkungan. mengevaluasi berarti menentukan apakah sebuah aspek dalam lingkungan tertentu itu baik atau buruk, positif atau negatif, disukai atau tidak disukai. Merencanakan berarti menentukan bagaimana memecahkan sebuah masalah untuk mencapai suatu tujuan. Memilih berarti membandingkan alternatif solusi dari sebuah masalah dan menentukan alternatif terbaik, sedangkan berpikir adalah aktivitas kognisi yang terjadi dalam keempat proses yang disebutkan sebelumnya.

    Fungsi utama dari sistem kognisi adalah untuk menginterpretasi, membuat masuk akal, dan mengerti aspek tertentu dari pengalaman yang dialami konsumen. Fungsi ke dua adalah memproses interpretasi menjadi sebuah task kognitif seperti mengidentifikasi sasaran dan tujuan, mengembangkan dan mengevaluasi pilihan alternatif untuk memenuhi tujuan tersebut, memilih alternatif, dan melaksanakan alternatif itu.

    Besar kecilnya intensitas proses sistem kognitif berbeda-beda tergantung konsumennya, produknya, atau situasinya. Konsumen tidak selalu melakukan aktivitas kognisi secara ekstensif, dalam beberapa kasus, konsumen bahkan tidak banyak berpikir sebelum membeli sebuah produk.

    2.2.4. Faktor-faktor yang memengaruhi

    Terdapat lima faktor internal yang relevan terhadap proses pembuatan keputusan pembelian:
    – Motivasi (motivation) merupakan suatu dorongan yang ada dalam diri manusia untuk mencapai tujuan tertentu.
    – Persepsi (perception) merupakan hasil pemaknaan seseorang terhadap stimulus atau kejadian yang diterimanya berdasarkan informasi dan pengalamannya terhadap rangsangan tersebut.
    – Pembentukan sikap (attitude formation) merupakan penilaian yang ada dalam diri seseorang yang mencerminkan sikap suka/tidak suka seseorang akan suatu hal.
    – Integrasi (integration) merupakan kesatuan antara sikap dan tindakan. Integrasi merupakan respon atas sikap yang diambil.
    – Perasaan suka akan mendorong seseorang untuk membeli dan perasaan tidak suka akan membulatkan tekad seseorang untuk tidak membeli produk tersebut.

    BAB III

    Metodologi Penelitian

    Penelitian ini menggunakan variabel/atribut yang diteliti, meliputi lima dimensi
    kualitas pelayanan jasa yakni keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness),
    jaminan / keyakinan (assurance), empati (emphaty) dan berwujud (tangible).
    Kelima dimensi tersebut dinilai dengan menggunakan lima kategori pengukuran
    (skala likert) terhadap dua bagian, yaitu: harapan nasabah, dan pelayanan yang diterima
    nasabah. Lima kategori harapan nasabah dan pelayanan yang diterima nasabah terdiri
    dari :
    1. Tidak penting / tidak puas
    2. Kurang penting / kurang puas
    3. Cukup penting / cukup puas
    4. Penting / puas
    5. Sangat penting / sangat puas

    Dalam penelitian ini metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode
    survei, dimana pengambilan sampelnya menggunakan teknik purposive random
    sampling yaitu metode pengambilan sampel yang didasarkan atas penilaian atau
    pertimbangan tertentu dari peneliti. Adapun kriteria sampel yaitu:

    • Responden adalah nasabah yang menggunakan jasa kredit dan bertransaksi langsung dengan Security/Satpam dan Customer Service
    • Waktu pengambilan sampel dilakukan
    • Jumlah sampel yang ditentukan agar sampel memiliki ciri-ciri yang esensial dari populasi dan dapat dianggap cukup representatif.

    Daftar Pustaka

    1. Peter & Olson, 1996. Perilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran. D.Sihombing (penerjemahan).Consumen Behaviour.Jilid 1& 2
    2. Setiadi, Nugroho J. 2003. Perilaku Konsumen. Kencana Prenada Media Group. Jakarta
    3. http://www.bankjambi.co.id/?v=vscf&id=18
    4. http://www.bankjambi.co.id/
    5. http://id.m.wikipedia.org/wiki/Perilaku_konsumen#section_2

    Komentar oleh Andri Sagita | Januari 21, 2013 | Balas

  71. Nama : Muhammad Fauzi
    Nim : ERC1B010056
    Kelas : Manajemen sore
    Judul : Pengaruh Kualitas Produk dan Harga Terhadap Motivasi Keputusan Pembelian Mebel CV Akbar Jaya

    BAB 1
    1.1 Latar Belakang
    Perkembangan zaman yang semakin pesat seiring dengan peningkatan peradaban manusia menyebabkan persaingan yang semakin ketat. Dengan adanya persaingan tersebut mendorong setiap perusahaan untuk menciptakan keunggulan. hal yang harus dilakukan oleh suatu perusahaan adalah berinofasi dan mempertahankan pelanggan. Agar tujuan tersebut tercapai, maka setiap perusahaan harus berupaya menghasilkan dan menyampaikan barang dan jasa yang diinginkan konsumen dengan harga yang pantas (reasonable). Dengan demikian setiap perusahaan harus mampu memahami perilaku konsumen pada pasar sasarannya, karena kelangsungan hidup perusahaan tersebut sebagai organisasi yang berusaha memenuhi kebutuhan dan keinginan para konsumen sangat tergantung pada perilaku konsumennya. Apabila perusahaan sudah menetapkan strategi pemasarannya khususnya dalam kebijakan harga maka konsumen akan mempelajari, mencoba, dan menerima produk tersebut. Proses penerimaan konsumen pada suatu produk akan diimplementasikan dalam suatu bentuk keputusan pembelian. Produk pun dipersepsikan memiliki kualitas yang baik. Anggapan bahwa mebel tersebut merupakan produk yang bagus, awet. membuat harga purna jual produk mebel relative tetap tinggi dibandingkan mebel-mebel lainnya. Pengembangan yang terus menerus dari cv akbar jaya seperti pengembangan dari sisi bentuk dan juga asesoris, juga telah semakin memperkuat persepsi kualitas dari mebel tersebut. Hal ini tentu saja sebagai bagian dari upaya membendung pesaing-pesaing yang kini semakin banyak bermunculan dan terus menerus berusaha mengikis pangsa pasar. Berdasarkan kenyataan yang ada di masyarakat, ternyata produk Mebel cv akbar jaya cukup diminati oleh konsumen, tetapi ada saja hambatan konsumen dalam hal keputusan pembelian, seperti konsumen setelah melihat produk mebel ada yang tidak langsung membeli, tetapi ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan. Faktor yang menjadi penyebabnya antara lain adalah harga yang ditawarkan perusahaan kurang pantas, kualitas produknya tidak sesuai dengan harga produk tersebut. Untuk mengetahui permasalahan yang ada maka penulis mengadakan penelitian yang didasarkan pada asumsi bahwa adanya keterkaitan yang erat antara harga dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian mebel. Hal ini terbukti dengan adanya harga dan kualitas produk yang sesuai dengan harapan konsumen cv akbar jaya kota baru semakin meningkat. Dari permasalahan diatas penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan mengambil judul “Pengaruh Kualitas Produk dan harga terhadap Keputusan Pembelian mebel (studi kasus pada cv akbar jaya kota baru).

    1.2 Rumusan Masalah
    Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas maka dapat disampaikan permasalah sebagai berikut :
    Bagaimana pengaruh motivasi konsumen terhadap keputusan pembelian Mebel Akbar jaya di Kota Baru?
    Bagaimana pengaruh persepsi kualitas terhadap keputusan pembelian Mebel Akbar Jaya di Kota Baru?
    Bagaimana pengaruh sikap konsumen terhadap keputusan Mebel Akbar Jaya di Kota baru?

    1.3 Tujuan Penelitian
    Tujuan dari penelitian ini adalah :
    Untuk menganalisis pengaruh motivasi konsumen terhadap keputusan pembelian Mebel Akbar Jaya di Kota Baru.
    Untuk menganalisis pengaruh persepsi kualitas terhadap keputusan pembelian Mebel Akbar Jaya di Kota Baru
    Untuk menganalisis pengaruh sikap konsumen terhadap keputusan pembelian Mebel Akbar Jaya di Kota Baru
    .
    1.4 Manfaat penelitian
    1.4.1 Manfaat Teoritis
    Hasil penelitian ini diharapkan dapat sebagai sumbangan pemikiran yang dapat digunakan untuk menguatkan teori yang ada mengenai perilaku konsumen, khususnya keputusan pembelian terhadap Mebel Akbar Jaya.

    1.4.2 Manfaat Praktis
    Sebagai bahan pertimbangan bagi toko-toko mebel untuk mengetahui factor manakah yang paling mempengaruhi keputusan pembelian. Bagai peneliti lain, hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan masukan dan bahan referensi.

    BAB 2
    Kerangka pemikiran & tinjauan pustaka
    TELAAH PUSTAKA
    2.1. Landasan Teori
    2.1.1. Manajemen Pemasaran
    2.1.1.1.Pengertian Pemasaran
    Pemasaran adalah proses di mana perusahaan menciptakan nilai bagi pelanggan dan membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan dengan tujuan untuk menangkap nilai dari pelanggan sebagai imbalannya.
    Pemasaran harus dimulai dengan kebutuhan calon pelanggan, bukan dengan proses produksi. Pemasaran harus mencoba untuk mengantisipasi kebutuhan.

    2.1.1.2.Manajemen Pemasaran
    Manajemen pemasaran adalah proses perencanaan aktivitas pemasaran, pengarahan implementasi dan pengelolaan rencana-rencana tersebut (Cannon, dkk, 2008:39).

    2.1.2. Keputusan Pembelian
    2.1.2.1.Pengertian Keputusan Pembelian
    Keputusan pembelian adalah keputusan konsumen mengenai preferensi atas merek-merek yang ada di dalam kumpulan pilihan (Kotler dan Keler, 2009:240). Definisi lain keputusan pembelian adalah keputusan pembeli tentang merek mana yang dibeli (Kotler dan Amstrong,2008:181).

    2.1.2.2.Jenis-Jenis Perilaku Keputusan Pembelian
    Perilaku keputusan pembelian sangat berbeda untuk masing-masing produk.
    perilaku keputusan pembelian terbagi menjadi empat jenis, yaitu :
    Perilaku pembelian kompleks
    Konsumen melakukan perilaku pembelian kompleks ketika mereka sangat terlibat dalam pembelian dan merasa ada perbedaan yang signifikan antar merek.
    Perilaku pembelian pengurangan disonansi (ketidaknyamanan)
    Perilaku pembelian pengurangan disonansi terjadi ketika konsumen sangat terlibat dalam pembelian yang mahal, jarang dilakukan, atau beresiko, tetapi hanya melihat sedikit perbedaan antarmerek.
    Perilaku pembelian kebiasaan
    Perilaku pembelian kebiasaan terjadi ketika dalam keadaan keterlibatan konsumen yang rendah dan sedikit perbedaan merek.
    Perilaku pembelian mencari keragaman
    Perilaku pembelian mencari keragaman dalam situasi yang mempunyai karakter keterlibatan konsumen rendah, tetapi anggapan perbedaan merek yang signifikan.

    2.1.2.3.Proses Pengambilan Keputusan Konsumen
    Ketika membeli produk, secara umum konsumen mengikuti proses pengambilan keputusan yaitu pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, pembelian, dan perilaku pasca pembelian. Proses pengambilan keputusan konsumen dapat diuraikan sebagai berikut:
    Pengenalan kebutuhan
    Pengenalan kebutuhan terjadi ketika konsumen menghadapi ketidakseimbangan antara keadaan sebenarnya dan keinginan.
    Pencarian informasi
    Setelah mengenali kebutuhan atau keinginan, konsumen mencari informasi tentang beragam alternatif yang ada untuk memuaskan kebutuhannya.
    Evaluasi alternatif
    Konsumen akan menggunakan informasi yang tersimpan di dalam ingatan, ditambah dengan informasi yang diperoleh dari luar untuk membangun suatu kriteria tertentu.
    Pembelian
    Sejalan dengan evaluasi atas sejumlah alternatif-alternatif tadi, maka konsumen dapat memutuskan apakah produk akan dibeli atau diputuskan untuk tidak dibeli sama sekali.
    Perilaku setelah pembelian
    Ketika membeli suatu produk, konsumen mengharapkan bahwa dampak tertentu dari pembelian tersebut. Bagaimana harapan-harapan itu terpenuhi, menentukan apakah konsumen puas atau tidak puas dengan pembelian tersebut.

    2.1.3. Motivasi Konsumen
    2.1.3.1.Pengertian Motivasi Konsumen
    Motivasi adalah kebutuhan dengan tekanan kuat yang mendorong seseorang untuk mencari kepuasan atas kebutuhan tersebut. Kebanyakan orang tidak akan sadar akan kekuatan psikologi sejati yang membentuk perilaku mereka. Keputusan pembelian dipengaruhi oleh motif bawah sadar yang bahkan tidak dipahami sepenuhnya oleh pembeli. Oleh karena itu, riset motivasi menggunakan beragam teknik pencarian untuk mengungkap emosi dan sikap yang mendasari perilaku terhadap merek dan situasi pembelian. Teknik ini kadang-kadang merupakan teknik yang unik mulai dari penyelesaian kalimat, asosiasi kata, dan interpretasi gambar, untuk mendapatkan gambaran impian dan fantasi konsumen tentang merek atau situasi pembelian.
    Dalam penelitian ini, indikator motivasi konsumen dapat dijelaskan
    sebagai berikut :
    Kebutuhan terhadap produk
    Mencari kenyamanan
    Meningkatkan prestise
    Merasa aman

    2.1.3.2.Teori Motivasi Konsumen
    Pada umumnya teori motivasi dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:
    Teori Freud
    Teori ini mengasumsikan bahwa kekuatan psikologis yang membentuk perilaku manusia sebagian besar tidak disadari dan bahwa seseorang tidak dapat sepenuhnya memahami motivasi dirinya.
    Teori Maslow (Abraham Maslow)
    Teori ini menyatakan bahwa kebutuhan manusia tersusun dalam hierarki, dari yang paling mendesak sampai yang paling kurang mendesak.
    Teori Herzberg (Teori Dua Faktor)
    Teori ini menyatakan bahwa terdapat dua faktor yang membedakan dissatisfiers (faktor-faktor yang menyebabkan ketidakpuasan) dan satisfiers (faktor-faktor yang menyebabkan kepuasan).

    2.1.3.3. Pengaruh Motivasi Konsumen Pada Keputusan Pembelian
    Motivasi adalah kebutuhan yang cukup mampu mendorong seseorang bertindak. Motivasi muncul karena ada kebutuhan yang dirasakan oleh konsumen. Motivasi terbentuk karena adanya rangsangan yang datang dari dalam diri seseorang (kondisi fisiologis). Rangsangan terjadi karena adanya gap antara apa yng dirasakan dengan apa yang seharusnya dirasakan. Gap inilah yang mengakibatkan motivasi, sehingga konsumen merasakan adanya pengenalan kebutuhan. Pengenalan kebutuhan akan menyebabkan tekanan kepada konsumen, sehingga adanya dorongan pada dirinya untuk melakukan tindakan.

    2.1.4. Persepsi Kualitas
    2.1.4.1.Pengertian Persepsi Kualitas
    Persepsi kualitas adalah persepsi konsumen terhadap keseluruhan kualitas atau keunggulan suatu produk atau jasa layanan berkaitan dengan apa yang diharapkan oleh pelanggan. Menurut “Simamora (2001:74)”, persepsi kualitas adalah persepsi pelanggan terhadap kualitas atau keunggulan suatu produk atau layanan ditinjau dari fungsinya dengan produkproduk lain.

    2.1.4.2.Proses Persepsi
    Dalam pemasaran, persepsi itu lebih penting daripada realitas, karena persepsi itulah yang akan mempengaruhi perilaku aktual konsumen. Orang dapat memiliki persepsi yang berbeda atas obyek yang sama karena tiga proses persepsi: Perhatian, distorsi selektif, ingatan selektif.

    2.1.4.3. Pengaruh Persepsi Kualitas Pada Keputusan Pembelian
    Persepsi kualitas adalah persepsi konsumen terhadap keseluruhan kualitas atau keunggulan suatu produk atau jasa layanan berkaitan dengan apa yang diharapkan oleh pelanggan. Konsumen seringkali memutuskan pembelian suatu produk berdasarkan persepsinya terhadap produk tersebut. Konsumen yang menerima dan memperhatikan suatu stimulus (rangsangan) yang sama, mungkin akan mengartikan stimulus tersebut berbeda. Bagaimana seseorang memahami stimulus akan sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai, harapan dan kebutuhannya, yang sifatnya sangat individual. Semakin tinggi stimulus, maka akan berpengaruh terhadap tindakan konsumen, seperti melakukan pembelian.

    2.1.5. Sikap Konsumen
    2.1.5.1.Pengertian Sikap Konsumen
    Sikap adalah evaluasi, perasaan seseorang, dan kecenderungan tindakan yang menguntungkan atau tidak menguntungkan dan bertahan lama pada seseorang terhadap obyek atau gagasan tertentu. Definisi lain sikap adalah evaluasi, perasaan, dan tendensi yang relatif konsisten dari seseorang terhadap sebuah obyek atau ide.

    2.1.5.2.Fungsi Sikap
    Seberapa besar konsumen menyukai sesuatu atau bagaimana perasaan mereka terhadap sesuatu, maka jawabannya akan mengungkapkan sikap merek terhadap obyek. Setelah sikap terbentuk, hal ini tersimpan dalam memori jangka panjang mereka yang dapat diingat kembali pada saat yang tepat untuk membantu seseorang menghadapi sebuah isu atau masalah. Pada keadaan seperti ini, orang orang menggunakan sikap untuk membantunya berinteraksi secara lebih efektif
    dengan lingkungan.

    2.1.5.3. Pengaruh Sikap Konsumen Pada Keputusan Pembelian
    Sikap merupakan evaluasi, perasaan seseorang, dan kecenderungan tindakan yang menguntungkan atau tidak menguntungkan dan bertahan lama pada seseorang terhadap obyek atau gagasan tertentu. Konsumen akan meyakini informasi yang diterimanya dan memilih merek tertentu untuk dibeli, hal itu berkaitan dengan sikap yang dikembangkan. Keyakinan-keyakinan dan pilihan konsumen (preference) atas suatu merek merupakan suatu sikap konsumen. Dalam banyak hal, sikap terhadap suatu merek tertentu sering mempengaruhi apakah konsumen akan membeli atau tidak. Sikap positif terhadap suatu merek tertentu akan memungkinkan konsumen melakukan pembelian terhadap merek itu, sebaliknya sikap negatif akan menghalangi konsumen dalam melakukan pembelian. Menurut Wahyuni (2008) serta Supriyanto dan Kristianto (2004), sikap mempunyai pengaruh terhadap keputusan pembelian.

    2.3. Kerangka Pemikiran
    Pada suatu proses pembelian, biasanya seseorang mempertimbangkan lebih dahulu tentang produk apa yang akan dibelinya, apa manfaatnya, apa kelebihannya dari produk merek lain, sehingga konsumen mempunyai keyakinan untuk mengambil keputusan pembelian. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi konsumen untuk melakukan pembelian, yaitu motivasi, persepsi dan sikap. Motivasi merupakan keinginan dari seseorang untuk melakukan pembelian. Sedangkan motivasi konsumen untuk melakukan pembelian didorong oleh berbagai faktor, yaitu kebutuhan fisiologis, rasa aman, sosial, ego dan kebutuhan aktualisasi diri. Semakin tinggi faktor-faktor motivasi tersebut, maka semakin tinggi keputusan seseorang untuk melakukan pembelian. Persepsi kualitas adalah persepsi konsumen terhadap keseluruhan kualitas atau keunggulan suatu produk atau jasa layanan berkaitan dengan apa yang diharapkan oleh pelanggan. Persepsi seseorang dengan orang lain bisa beda, namun bisa sama. Seseorang melakukan pembelian terhadap suatu produk, karena didorong oleh persepsi kualitas dari suatu produk, seperti hemat, kuat, tidak ada efek lain, lebih cepat dan tepat bila digunakan. Semakin baik dan tinggi persepsi seseorang, maka semakin tinggi keputusannya untuk melakukan pembelian. Sikap merupakan evaluasi, perasaan seseorang, dan kecenderungan tindakan yang menguntungkan atau tidak menguntungkan dan bertahan lama pada seseorang terhadap obyek atau gagasan tertentu. Sikap seseorang untuk melakukan pembelian juga disebabkan oleh kondisi lingkungan sekitarnya. Bila lingkungan sekitarnya melakukan pembelian atau produk yang ditawarkan memang sudah terkenal dan terbukti manfaatnya yang besar, maka konsumen akan melakukan pembelian. Semakin baik sikap seseorang terhadap keberadaan suatu produk, maka semakin besar tindakannya untuk melakukan pembelian.

    BAB 3
    3.4. Metode Penelitian
    Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket atau kuesioner. Angket atau kuesioner merupakan cara pengumpulan data dengan memberikan pertanyaan secara tertulis yang akan dijawab oleh responden, agar peneliti memperoleh data lapangan/empiris untuk memecahkan masalah penelitian dan menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Cara pengumpulan data tersebut dilakukan dengan prosedur : 1) responden diberi kuesioner, 2) sambil mengisi kuesioner, ditunggu dan diberikan penjelasan jika belum jelas terhadap apa yang dibaca, 3) setelah responden mengisi kemudian jawaban tersebut ditabulasi, diolah, dianalisis dan disimpulkan.

    Daftar pustaka
    1. http://skripsi-manajemen.blogspot.com/2012/12/pengertian-keputusan-pembelian.html
    2. http://journal.uii.ac.id/index.php/JSB/article/viewFile/1027/959
    3. http://id.wikipedia.org/wiki/Perilaku_konsumen

    Komentar oleh Muhammad fauzi | Januari 21, 2013 | Balas

  72. Salam Hangat Pak Jo
    Nama : Supriyanto
    NIM : ERC1B010045
    Pak, ini adalah lanjutan proposal tentative saya. Sedianya dapat diterima, atas perhtaian bapak saya ucapkan terima kasih.

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LOYALITAS KONSUMEN PADA MINI MARKET CENTRAL MAYANG KOTA JAMBI
    BAB I
    PENDAHULUAN
    1.1 Latar Belakang
    Setiap manusia selalu berusaha memenuhi keinginan dan kebutuhan hidup dengan sebaik-baiknya, usaha pemenuhan kebutuhan dan keinginan tersebut akan menyebabkan penwaran barang semakin komplek baik dari segi macam maupun jumlahnya. Keadaan tersebut berdampak positif bagi dunia eceran yang ada di Indonesia mulai dari toko kecil sampai mini market. Sekarang banyak pertokoan merubah tokonya menjadi mini market hingga supermarket dengan tujuan agar memudahkan masyarakat dalam memnuhkan kebutuhan pokok sehari-hari secara praktis.
    Perlaku konsumen merupakan suatu tindakan yang diambil konsumen dalam melaksanakan keputusan untuk membeli barang atau jasa .dalam mempengaruhi keputusan beli akan dipengaruhi oleh faktor intern dan faktor ektern.maka dari itu perusahaan harus dapat mengambil tindakan yang tepat dalam memotivasi konsumennya untuk memeenuhi produk yang dihasilkan dan dapat menciptakan kepuasan bagi konsumen.
    Banyaknya mini market yang ada sekarang ini menyebabkan timbulnya persaingan yang sangat ketat antar mini market lainnya. dalam hal ini, pemasaran sangat mempunyai peranan yang sangat penting untuk menggugah dan menarik konsumen. pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang didalamnya ada individu dan kelompok untuk mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan,menawarkan,dan mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain ( kotler,1997:8)
    Di jambi sendiri sudah banyak terdapat beberapa mini market,di antranya mini market abadi,mini market mentari,termasuk mini market central mayang sendiri dan masih banyak yang lainnya. Dengan munculnya berbagai mini market ini menyebabkan persaingan antara mini market yang lainnya semakin ketat sehingga mendorong setiap mini market untuk berusaha meningkatkan kualitas strategi mixnya untuk menjaring luas permintaan pasar.
    Pada dasarnya setiap perusahaaningin terus meningkatkan laba, ada pun untuk meningkatkan harus di sertai dengan peningkatan volume penjualan. Persaingan yang semakin ketat terutama antra usaha yang sejenis menyebabkan perushaan harus menentukan strategi pemasran dengan tepat. Strategi pemasran dari setiap perusahaan merupakan suatu rencana keseluruhan untuk mencapai tujuan
    Mini market central mayang merupakan salah satu mini market yang yang memilikidaya tarik tersendri untuk dikunjungi, dimna manajer harus bias meningkatkan kualitas pemasrannya agar bisa menarik dan memperthankan pelanggan atau konsumennya.dengan adanya mini market ini bisa membantu konsumen dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga dan mutu yang sama dengan pengecer biasa. Belum lagi kenyamanan-kenyamanan yang ditawarkan,seperti pn=enyejuk ruangan,lokasi yang tidak becek,ruangan yang membuat konsumen leluasa dapat memilih barang yang ditawarkan , ini semua menyebabkan para konsumen lebih memilih lari ke mini market.

    1.2 Tujuan penelitian
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh yang segnifikan dari faktor harga, faktor pelayanan, faktor kelengkapan barang, dan faktor kenyamanan terhadap daya beli konsumen.

    1.3 Rumusan masalah
    Rumusan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh yang signifikan dari faktor harga, pelayanan, kelengkapan barang dan kenyamanan terhadap daya beli konsumen.

    1.4 Manfaat Penelitian
    Adapun manfaat penelitian ini:
    1. Dapat memberikan sumbangan pemikiran dalam memperhitungkan dan mengantisipasi berbagai macam faktor-faktor yang mempengaruhi daya beli konsumen.
    2. Dapat memberikan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dan memberikan kepuasan dalam berbelanja di mini market
    3. Penelitian ini di harapkan bisa menambah wawasan dan pengetahuan dalam dunia bisnis.

    BAB II
    TINJAUAN PUSTAKA

    2.1 Kerangka pemikiran
    Berikut gambaran kerangka pemikiran dari penelitian yang dapat di lihat sebagai berikut:
    Independent Dependen

    2.2 Telaah Pustaka
    2.2.1 Pemasaran
    2.2.1.1 Pengertian Pemasaran
    Pemasaran merupakan salah satu kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan oleh para pengusaha dalam usahanya untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, untuk berkembang dan mendapatkan laba. Proses pemasaran itu dimulai sejak sebelum barang-barang diproduksi dan tidak berakhir dengan penjualan, kegiatan pemasran perusahaan harus dapat juga memberikan kepuasan kepada konsumen jika menginginkan usahanya berjalan terus , atau konsumen mempunyai pandangan yang baik terhadap perusahaan.
    Menurut William j Stanton, pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli maupun pembeli potensial (swasta dan irawan 2003:5).
    Pemasaran mencakup usaha perusahaan yang dimulai dengan mengidentifikasi kebutuhan konsumen yang perlu untuk dipuaskan, menentukan produk yang hendak diproduksi, menentukan harga produk, yang sesuai, menentukan cara-cara promosi dan penyaluran atau penjualan produk tersebut. Jadi, kegiatan pemasaran adalah kegiatan –kegiatan yang saling berhubungan sebagai satu sistem.
    Kegiatan-kegiatan tersebut beropersai didalam satu lingkungan yang terus menerus berkembang sebagai konsekuensi sosial dari perusahaan, tapi dibatasi juga oleh sumber-sumber dari perusahaan itu sendiri dan peraturan-peraturan yang ada. Bagi pemasaran, perubahan lingkungan dapat merupakan tantangan baru yang memerlukan cara penyelesaian yang baru pula, atau sebaliknya dapat berubah menjadi suatu peluang atau kesempatan untuk mengembangkan usahanya.

    2.2.1.2 Konsep Pemasaran
    Perusahaan yang sudah mulai mengenal bahwa pemasaran merupakan faktor penting untuk mencapai suksesnya,akan mengetahui adanya cara dan falsafah baru yang terlibat didalamnya. Cara dan falsafah baru ini disebut konsep pemasaran (marketing concept). Sebagai falsafah bisnis, konsep pemasaran bertujuan memberikan kepuasan terhadap keinginan dan kebutuhan konsumen, atau berorentasi pada konsumen (consumer oriented).
    Konsep pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan (swasta dan irawan ,2003:6) ada tiga unsur pokok konsep pemasaran adalah sebagai berikut:
    a. Orientasi pada kosumen
    1. Menentukan kebutuhan pokok (basic needs) dari pembeli yang akan dilayani dan dipenuhi.
    2. Menentukan kelompok pembeli yang akan dijadikan sasaran penjualan.
    3. Menentukan produk dan program pemasrannya.
    4. Menentukan dan melaksanakan strategi yang baik , apakah menitik beratkan pada mutu yang tinggi, harga yang murah, atau model yang menarik.
    b. Penyusunan kegiatan pemasaran secara intengral
    Pengintegrasikan kegiatan pemasaran berarti bahwa setiap orang dan setiap bagian dalam perusahaan turut berkecimpung dalam suatu usaha yang terkoordinir untuk memberikan kepuasan konsumen. Sehingga tujuan perusahaan dapat direalisir. Artinya, harga jual harus sesuai dengan kualitas produk, promosi harus disesuaikan dengan saluran distribusi, harga dan kualitas produk. Usaha-usaha ini perlu juga dikoordinasikan dengan waktu yang tepat.
    c. Kepuasan konsumen
    Faktor yang akan menetukan apakah perusahaan dalam jangka panjang akan mendapatkan laba, adalah banyak sedikitnya kepuasan konsumen yang dapat dipenuhi, ini tidaklah berari perusahaan harus berusaha memaksimalisaikan kepuasan konsumen, tapi perusahaan harus mendapatkan laba dengan cara memberikan kepuasan kepada kosumen.

    2.2.2 Perilaku Konsumen
    2.2.2.1 Pengertian Perilaku Konsumen
    Perilaku konsumen (consumer behavior) adalah kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang dan jasa, termasuk didalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan-kegiatan tersebut. Ada dua elemen penting dari arti prilaku konsumen:
    a. Proses pengambilan keputusan.
    b. Kegiatan fisik,yang semua ini melibatkan individu dalam menilai, mendapatkan, dan mempergunakan barang-barang dan jasa-jasa yang ekonomis.
    Perubahan lingkungan yang tercermin pada prilaku konsumen yang menyebabkan manajer pemasran dituntut untuk selalu memperbaharui pengenalan terhadap konsumennya.

    2.2.3 Loyalitas
    2.2.3.1 Pengertian Loyalitas
    Horton (Suryani,1997) loyalitas menunjuk pada tingkat komitmen psikologis terhadap suatu produk. Artinya, konsumen akan setia pada produk tertentu kalau merasa senang dan menyukainya.
    Definisi lain dikemukakan Jacoby dan Kryner (Ismarrahmini dan Brotoharsojo, 2005) bahwa loyalitas merupakan pembelian yang bersifat acak, terungkap terus menerus oleh unit pengambilan keputusan dengan memperhatikan satu atau beberapa produk alternatif dari sejumlah produk sejenis dan merupakan fungsi proses psikologis (pengambilan keputusan, evaluatif). Menurut definisi ini, loyalitas selalu berkaitan dengan kecenderungan konsumen dan pembelian aktual meskipun bobot relatif yang diberikan pada kedua variabel itu dapat berbeda, bergantung pada bidang produk yang terlibat dan faktor situasional yang ada pada saat pembelian tertentu dilakukan.
    Mowen dan Minor (2002) mendefinisikan loyalitas sebagai sejauhmana
    seorang pelanggan menunjukkan sikap positif terhadap suatu produk, mempunyai
    komitmen pada produk tertentu, dan berniat untuk terus membelinya di masa
    depan.
    Purwani dan Dharmmesta (2002) loyalitas adalah sikap terhadap produk
    berwujud yang diekspresikan oleh konsumen dalam bentuk keyakinan suka atau tidak suka, dan memutuskan apakah ingin membeli produk tersebut atau tidak.
    Loyalitas tinggi jika konsumen memiliki keteguhan pada produk yang dipilihnya,
    sedangkan loyalitas rendah jika konsumen rentan untuk berpindah ke produk lain.
    Griffin (2005) mendefinisikan loyalitas berdasarkan perilaku membeli, yaitu pelanggan yang melakukan pembelian berulang secara teratur dan membeli antar lini produk dan jasa. Pelanggan juga mereferensikan kepada orang lain dan menunjukkan kekebalan terhadap tawaran menarik dari pesaing.

    2.2.3.2 Aspek-aspek yang Membentuk Loyalitas
    Menurut Suryani (1997) aspek-aspek yang membentuk loyalitas konsumen
    adalah :
    1. Aspek kognitif
    Aspek kognitif meliputi accessibility, confidence, centrality, dan clarity. Accessibility merupakan kemudahan bagi seseorang untuk mengingat kembali sikap yang sudah terbentuk. Confidence merupakan derajat kepastian hubungan sikap atau penilaian. Centrality menunjukkan keterkaitan antara sikap terhadap merek dengan sistem nilai. Clarity merupakan kejelasan pelanggan terhadap merek yang ditunjuk.
    2. Aspek afektif
    Aspek afektif meliputi emosi, moods, primary affect, dan kepuasan. Emosi akan mengarahkan seseorang untuk terlibat secara khusus dengan sesuatu hal dan bahkan bila tidak terkendalikan dapat mengarah pada terbentuknya perilaku yang tidak terkehendaki. Moods atau suasana hati, jika dibandingkan dengan emosi memiliki intensitas yang rendah. Primary affect merupakan kesan yang ditangkap oleh konsumen atas merek produk tertentu. Kepuasan merupakan penilaian positif konsumen atas merek produk tertentu.
    3. Aspek konatif
    Konasi merupakan kecenderungan yang ada pada diri konsumen untuk melakukan suatu tindakan. Dharmmesta (1999), serta Mowen dan Minor (2002) aspek-aspek yang membentuk loyalitas konsumen adalah :
    a. Keyakinan (kognitif) artinya informasi produk yang dipegang oleh konsumen harus menunjuk pada produk superior dalam persaingan.
    b. Sikap (afektif) artinya tingkat kesukaan konsumen harus lebih tinggi daripada produk saingan, sehingga ada preferensi afektif yang jelas pada produk fokal.
    c. Niat (konatif) konsumen terhadap produk fokal artinya konsumen harus mempunyai niat untuk membeli produk fokal bukannya produk lain, ketika keputusan beli dilakukan.
    Berdasarkan uraian diatas tampak bahwa aspek-aspek dari loyalitas yang dikemukakan tokoh-tokoh diatas memiliki kesamaan. Dengan demikian peneliti menyimpulkan bahwa aspek loyalitas adalah kognitif, afektif, dan konatif.

    2.2.3.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Loyalitas
    1. Faktor Harga
    Harga suatu barang atau jasa merupakan penentu bagi permintaan pasarnya. Harga dapat mempengaruhi posisi persaingan perusahaan dan juga mempengaruhi market share-nya. Bagi perusahaan, harga tersebut akan memberikan hasil dengan menciptakan sejumlah pendapatan dan keuntungan bersih. Harga suatu barang juga dapat mempengaruhi program pemasaran perusahaan.
    Mahal murahnya suatu barang atau produk juga bisa mempengaruhi loyalitas konsumen, karena konsumen lebih cenderung memilih harga yang murah dari pesaing lain.
    2. Faktor Pelayanan
    Banyaknya kasir, kereta dorong atau keranjang belanja, pramuniaga yang ramah dan bagian informasi dapat membuat konsumen konsisten pada produk awa dan mereka akan berusaha meningkatakn loyalitas pembelian pada perusahaan yang mereka suakai atau gemari.
    3. Faktor Kenyamanan
    Dengan kenyamanan yang di berikan oleh perushaan,seperti penataan barang yang rapi d an teratur, mudah untuk di cari, keadaan lantai yang bersih, keamanan parker dan fasilitas penyejuk ruangan ( AC ) atau kipas angin , membuat konsumen akan meneruskan pembeliaannya terhadap bebrapa produk untuk jangka waktu yang sangat lama.
    4. Faktor Kelengkapan Barang
    Dengan ketersedianya berbagai macam produk dan merek barang akan membuat konsumen menjadi terasa sangat puas dan lebih leluasa mencari produk kebutuhan sehari-harinya.

    2.2.4 Karakteristik Konsumen
    Karaktiristik konsumen merupakan ciri individu yang berperan sebagai pembentukan sikap dan merupakan petunjuk penting mengenai nilai-nilai yang dianut oleh seseorang konsumen.sikap dalam menentukan pilihan produk dipengaruhi oleh karakteristik konsumen. Adapun karakteristik yang mempengaruhi sikap komsumen adalah:
    1. Kepribadian
    Kepribadian merupakan pola prilaku yang konsisten dan bertahan lama, dengan memehami karakteristik kepribadian tersebut dapat diketahui prilaku konsumen yang bersifat permanen guna menjadikan dasar untuk memposisikan produk dipasar.
    2. Gaya Hidup
    Gaya hidup didenifisikan sebagai cara hidup yang didentifikasikan oleh bagai mana orang menghabiskan waktu mereka, apa yang mereka anggap penting dalam lingkungannya dan apa yang mereka pikirkan tentang diri mereka sendiri dan juga dunia sekitarnya (sutisna, 2001:145)

    2.2.5 Sikap
    2.2.5.1 Pengertian Sikap
    Sikap adalah suatu kecenderungan yang dipelajri untuk bereaksi terhadap penawaran produk dalam masalah-masalah yang baik atau pun kurang baik secara konsekuen (swasta dan handoko,1999:92). Sikap mempunyai beberapa karakteristik yang penting yaitu:
    1. Sikap dapat mempelajari, mereka berkembang dari pengalaman pribadi dan berbagai macam informasi, jadi sangat penting untuk menyadari perubahan bahwa pengetahuan dapat mendahului perubahan dan pembentukan sikap serta prinsip-prinsip pengetahuan.
    2. Sikap memiliki arah dan tujuan yang baik atau tidak baik,setuju atau tidak sejutu atas objeknya.
    3. Sikap memiliki objek.
    4. Sikap harus memiliki objek yang bisa abstrak dan nyata.

    2.2.5.2 Komponen-Komponen Sikap
    Komponen-komponen terdiri dari efektif,komponen kogninitif dan komponen perilaku. Masing-masing komponen memiliki manifestasi yang berbeda-beda yang akan menghasilakn suatu sikap yang menyeluruh sebagai tanggapan dari rangsangan yang diterima. Tetapi dari tiga komponen sikap ini konsisten satu sama lain. Jika dipengaruhi satu kelompok, maka komponen yang lain akan berubah.

    BAB III
    METODE PENELITIAN

    3.1 Desain Penelitian
    Penelitian ini merupakan penelitian kuasalitas yang berupaya untuk meneliti apa dan seberapa jauh faktor-faktor yang diperkirakan mempengaruhi suatu variable tertentu, misalnya kita ingin mengetahui apa faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas beli konsumen,kita dapat menguji apakah faktor harga, kelengkapan barang, pelayanan dan kenyamananberpengaruh terhadap loyalitas beli konsumen.

    3.2 Populasi dan Sampel
    Populasi merupakan jumlah keseluruhan anggota subjek penelitian yang memiliki kesamaan karakteristik, populasi dalam penelitian ini yaitu konsumen yang berbelanja di mini market central mayang, dalam sebuah penelitian yang jumlah populasinya terlalu banyak atau besar, dan peneli tidak mungkin mempelajri semua yang ada pada populasi, misalnya karna keterbatasan waktu, tenaga dan biaya, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu.
    Dalam penentuan jumlah sampel sebenarnya tidak ada aturan yang tegas dan berapa jumlah berapa sampel yang harus diambil dari populasi yang tersedia. Tidak ada batasan yang pasti yang dimaksud dengan sampel yang besar atau kecil, mutu dari suatu penelitian tidak semata-mata ditentukan oleh kokohnya dasar-dasar teori, rancangan penelitian serta mutu pelaksanaan dan pengolahnya (soeratno dan arsyad,1999:33) .
    Karena yang diteliti adalah sebagian dari populasi maka cara pengambilan data menggunakan tekink sampling yang merupakan wakil dari yang akan di teliti, hal ini di lakukan karena akan mengeneralisasikan hasil dari penelitian.
    Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling yaitu penelitian hanya ditujukan kepada konsumen yang berbelanja dimni market central mayang. Purposive sampling adalah teknik-teknik penentuan sampel dengan pertimbangan dari si peneliti (sugiono, 1999:51)
    Sampel purposive adalah sampel yang dipilih dengan cermat sehingga relevan dengan rancangan penelitian.peneliti akan berusaha agar dalam sampel terdapat wakil-wakil segala lapisan populasi yang sesuai denagn tujuan penelitia, sampel yang dipilih adalah individu yang menurut pertimbangan peneliti dapat mendukung penelitian (soeratno dan arsad, 1999:38)
    Dalam penyebaran angket, peneliti menggunakan teknik sampel acak (random sampel) maksudnya yaitu setiap anggota dari populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dimasukan sebagai sampel.

    DAFTAR PUSTAKA
    Stanton, William J. Prinsip Pemasaran. Jakarta: Erlangga, 2002
    Kotler, Philip. 2002. Manajemen Pemasaran: analisis, Perencanaan dan Pengendalian. Jakarta: Erlangga
    Alma, Buchari. 2005. Manajemen Pemasaran dan Pemsaran Jasa. Bandung: Alfabeta, Cet. Ke-7
    Swasta, Basu. Manajemen Pemasaran Modern, Yogyakarta: Liberty, 2002
    http://marketing-teori.blogspot.com/2007/04/loyalitas-pelanggan.html
    http://www.slideshare.net/gusjuniart/arti-loyalitas-dan-implementasinya-dalam-suatu-organisasi-hal
    http://noorikhfan.web.id/2012/06/pengertian-pemasaran-menurut-para-ahli/

    http://ngapackers.blogspot.com/2008/10/pengertian-definisi-pemasaran-menurut.html
    http://allou28.blogspot.com/2012/01/strategi-penetapan-harga.html
    http://mbegedut.blogspot.com/2012/04/pengertian-definisi-harga-pokok.html#.UO4W_cUeZlo
    http://skripsi-manajemen.blogspot.com/2011/02/pengertian-definisi-kualitas-pelayanan.html
    http://library.binus.ac.id/eColls/eThesis/Bab2/BAB%20II_11-81.pdf
    http://dedylondong.blogspot.com/2011/11/kualitas-pelayanan.html

    http://achmadsaerozi.wordpress.com/2010/10/23/perilaku-konsumen/
    http://library.binus.ac.id/eColls/eThesis/Bab2/2009-1-00341-MN%20Bab%202.pdf
    http://coecoesm.wordpress.com/2011/11/28/perilaku-konsumen/

    Komentar oleh Supriyanto | Januari 21, 2013 | Balas

  73. salam hangat pak joe…Saya mau melanjutkan tugas saya pak.
    NAMA : HUSNI MUBARAK
    NIM : ERC1B010074
    MANAJEMEN KELAS SORE

    JUDUL
    Analisis faktor-faktor psikologis yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam mengambil keputusan untuk membeli sepeda motor suzuki satria fu 150 (studi kasus PT.SAMUDERA BERSAUDARA,KOTA JAMBI).

    1.3.Pembatasan Masalah
    Adapun batasan-batasan dalam penelitian ini adalah membahas tentang analisis faktor psikologis yang mempengaruhi prilaku konsumen dalam mengambil sebuah keputusan dalam membeli sepeda motor suzuki satria fu di kota jambi.
    1.4.Tujuan dan Manfaat penelitian
    1.4.1 Tujuan Penelitian
    Berdasarkan pada masalah pokok yang disebutkan diatas,maka tujuan dari penelitian ini adalah :
    1. untuk menguji pengaruh faktor psikologis konsumen terhadap keputusan pembelian sepeda motor suzuki satria fu 150 di kota jambi.
    2. untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi tingkat kepuasan konsumen terhadap pembelian sepeda motor suzuki satria fu 150
    1.5.2 Manfaat Penelitian
    1. penelitian ini diharapkan dapat menjadi alat ukur bagi manajerial dealer motor suzuki agar tetap menjaga kualitas terhadap produk nya untuk tetap bertahan di pasaran.
    2. dengan ada nya penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan penulis dan pembaca tentang faktor psikologis yang mempengaruhi perilaku konsumen dealer suzuki lebak bandung (jambi).
    3. sebagai bahan informasi atau pengetahuan bagi peneliti yang melakukan studi dengan topik yang sama.
    1. 6 Ruang lingkup penelitian
    Berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraikan, maka permasalahan dalam penelitian ini adalah,keputusan pembelian yang dilakukan oleh konsumen dipengaruhi oleh faktor-faktorpsikologis diantaranya motivasi, persepsi,pembelajaran, keyakinan dan sikap,agar penelitian ini lebih terarah dan sesuai dengan permasalahan yang diteliti dengan tujuan yang ingin dicapai,adapun ruang lingkup pembahasan penelitian yaitu ;
    a. Tempat penelitian : Lebak bandung,kota jambi
    b. Perusahaan yang diteliti : Dealer Sepeda Motor Suzuki Samudera Bersaudara
    c. Bidang penelitian : pemasaran dan pengaruh prilaku konsumen
    d.Aspek yang diteliti :analisis faktor psikologis yang mempengaruhi prilaku konsumen dalam membeli sepeda motor suzuki satria fu 150.
    BAB II
    TINJAUAN PUSTAKA
    2.1.Landasan Teori
    2.1.1.Defenisi dan konsep
    1. faktor yang mempengaruhi konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian suatu produk.
    Dalam memahami perilaku konsumen perlu dipahami siapa konsumen,sebab dalam suatu lingkungan yang berbeda. Menurut kotler (2001: 144): Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen adalah kebudayaan,faktor sosial ,pribadi,psikologis.sebagian faktor-faktor tersebut tidak diperhatikan oleh pemasar tetapi sebenarnya harus diperhitungkan untuk mengetahui seberapa jauh faktor-faktor tersebut mempengaruhi pembelian konsumen.
    2. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkah laku konsumen
    • Budaya sosial
    • Kelompok acuan
    • Keluarga
    • Peran dan status
    • Pribadi
    • Umur dan tahap
    • Daur hidup
    • Pekerjaan
    • Situasi ekonomi
    • Gaya hidup
    • Kepribadian dan konsep diri
    • Psikologis
    • Motivasi
    • Persepsi
    • Pengetahuan
    • Keyakinan dan sikap
    • Budaya pembeli
    • Subbudaya
    • Kelas sosial
    Sumber : (Kotler,2001:144)
    Adapun penjelasannya sebagai berikut :
    a. faktor kebudayaan
    kebudayaan merupakan penentu keinginan dan perilaku yang paling mendasar untuk mendapatkan nilai,persepsi,prefensi dan prilaku lembaga-lembaga penting lainnya. pemasar harus mengetahui peran yang dimainkan oleh :
    kebudayaan
    1) budaya
    Budaya adalah kumpulan nilai-nilai dasar,persepsi,keinginan dan tingkah laku yang dipelajari oleh seorang anggota masyarakat dari keluarga dan lembaga penting lainnya.
    Menurut Kotler dan Amstrong (1997:144)termasuk dalam budaya ini adalah pergeseran budaya serta nilai dalam keluarga.
    2) sub budayda
    Sub budaya adalah sekelompok orang dengan sistem nilai terpisah berdasarkan pengalaman dan situasi kehidupan yang umum.
    Sub budaya termasuk nasionalitas,agama,kelompok,ras,dan wilayah geografis
    3) kelas sosial
    Kelas sosial adalah divisi masyarakat yang relatif permanen dan teratur dengan para anggotanya menganut nilai-nilai,minat dan tingkah laku yang serupa.

    b. Faktor Sosial

    Faktor sosial merupakan pembagian masyarakat yang relatif homogen dan permanen yang tersusun secara hierarkis dan yang anggotanya menganut nilai-nilai,minat,dan perilaku yang serupa.
    Tingkah laku konsumen juga dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial yaitu:
    1) kelompok
    Kelompok adalah dua orang atau lebih yang berinteraksi untuk mencapai sasaran individu atau bersama.beberapa merupakan kelompok primer yang mempunyai interaksi yang reguler tapi informal seperti keluarga,teman,tetangga dan rekan sekerja.beberapa merupakan kelompok sekunder yang mempunyai interaksi lebih formal dan kurang reguler.
    2) keluarga
    Keluarga adalah organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat dan telah di teliti secara mendalam,pemasar tertarik dalam peran dan pengaruh suami,istri dan anak-anak pada pembelian berbagai produk dan jasa.
    3) peran dan status
    Peran terdiri dari aktivitas yang diharapkan dilakukan seseorang menurut orang-orang yang ada di sekitarnya.setiap peran membawa status yang mencerminkan penghargaan yang diberikan oleh masyarakat.

    c. faktor pribadi
    Faktor pribadi adalah didefenisikan sebagai karakteristik psikologis seseorang yang berbeda dengan orang lain yang menyebabkan tanggapan yang relatif konsisten dan bertahan lama terhadap lingkungan.
    Keputusan membeli juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi yaitu:
    1) Umur dan tahap daur hidup
    Orang mengubah barang dan jasa yang mereka beli selama masa hidupnya.selera akan makanan ,pakaian,perabot dan rekreasi seringkali berhubungan dengan umur.membeli juga dibentuk oleh daur hidup.
    2) Pekerjaan
    Mempengaruhi barang dan jasa yang dibelinya.pemasar berusaha mngenali kelompok pekerjaan yang mempunyai minat di atas rata-rata akan produk dan jasa mereka.
    3) Situasi ekonomi
    ` Situasi ekonomi sekarang akan mempengaruhi pilihan produk,pemasar produk yang peka terhadap pendapatan mengamati kecenderungan dalam pendapatan pribadi,tabungan,dan tingkat minat.
    4) Gaya hidup
    Pola kehidupan seseorang yang diwujudkan dalam aktivitas (pekerjaan, hobi, berbelanja, olahraga, kegiatan sosial).
    5) Kepribadian dan konsep diri
    Kepribadian setiap orang jelas mempengaruhi tingkah laku membelinya.kepribadian mangacu pada karakteristik psikologi unik yang menyebabkan respons yang relatif konsisten dan bertahan lama terhadap lingkungan dirinya sendiri.kepribadian bermanfaat untuk menganalisis tingkah laku konsumen untuk pemilihan produk atau merek tertentu.

    d. faktor psikologis
    Faktor psikologi merupakan sebagai bagian dari pengaruh lingkungan dimana ia tinggal dan hidup pada waktu sekarang tanpa mengabaikan pengaruh dimasa lampau atau antisipasinya pada waktu yang akan datang

    2.1.2. kerangka teoritis
    Pada kondisi saat ini dimana setiap perusahaan saling bersaing ketat dalam memasarkan produknya untuk menarik minat para konsumen agar memenangkan persaingan tersebut .kagiatan jual beli tidaklah hanya menjual sebuah produk,tetapi juga sebuah kenyaman agar konsumen merasa puas dan terpengaruh terhadap produk yang ditawarkan perusahaan. Menurut Philip Kotler dan Gary Armstrong (1996), keputusan pembelian dari pembeli sangat dipengaruhi oleh faktor kebudayaan, sosial, pribadi dan psikologi dari pembeli.

    Keputusan pembelian
    Keputusan seorang pembeli juga dipengaruhi oleh ciri-ciri kepribadiannya,termasuk usia,pekerjaan,keadaan ekonomi.prilaku konsumen akan menentukan proses pengambilan keputusan,antara lain :
    1. Pengenalan masalah
    Merupakan faktor terpenting dalam melakukan proses pembelian,dimana pembeli akan mengenalin suatu masalah atau kebutuhan.
    2. Pencarian informasi
    Seseorang selalu mempunuai minat untuk mencari informasi,apabila dorongan tersebut kuat maka konsumen akan bersedia untuk membelinya.
    3. Evaluasi alternatif
    Konsumen akan mempunyai pilihan yang tepat dan membuat pilihan alternatif secara teliti terhadap produk yang akan dibelinya.
    4. Keputusan pembeli
    Setelah konsumen mempunyai evaluasi alternatif maka konsumen akan membuat keputusan untuk membeli.penilaian keputusan menyebabkan konsumen membentuk pilihan merek di antara beberapa merek yang tersedia.
    2.1.3. Hipotesis penelitian
    Merupakan suatu kesimpulan awal yan g masih belum selesai,karena masih harus perlu pemb uktian terlebih dahulu.hipotesa dijadikan suatu pedoman dalam melakukan penelitian.berdasarkan rumusan masalah dan tujuan penelitian yang telah dirumuskan,maka penulis memberikan hipotesa sebagai berikut
    1. Bahwa sebuah kepuasan, kualitas, sangat berpengaruh terhadap perilaku konsumen dalam mengambil keputusan untuk membeli sebuah produk sepeda motor suzuki satria fu 150.
    2. kualitas produk dan pelayanan yang di sediakan oleh PT.SUZUKI SAMUDERA BERSAUDARA cukup terbilang baik.

    BAB III
    METODE PENELITIAN
    3.1 metode penelitian
    Metode penelitian yang digunakan ialah survey langsung kepada para konsumen yang mnggunakan produk tersebut,hal ini dilakukan atas dasar pertimbangan bahwa dengan metode ini lebih mudah dilakukan,cepat,dan terjamin,dan juga lebih memastikan apakah yang membuat konsumen tertarik pada produk tersebut.
    3.2. Jenis dan Sumber Data
    a). Data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dari objek yang diteliti melalui penyebaran kuesioner yang dilakukan secara langsung pada konsumen pengguna produk sepeda motor suzuki satria fu 150.
    b). Data Sekunder yaitu data yang diperoleh melalui buku,media elektronik,data perusahaan dan literature penunjang yang berkaitan dengan masalah penelitian.
    3.3. Metode Penentuan Sample
    3.3.1.Populasi
    Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang menggunakan produk sepeda motor suzuki satria fu 150
    3.3.2. Sampel
    Sampel adalah sebagian dari populasi yang karakteristiknya di anggap mewakili populasi.Setelah melakukan penelitian ke pegawai dealer,pegawai dan staf dealer tidak memberikan data yang signifikan dikarenakan ada ketetapan dari perusahaan.Dalam penelitian ini,tekhnik yang digunakan adalah Simple Random Sampling,tekhnik ini dilakukan dengan mengambil sampel random sederhana atau sampel acak.pengambilan semua sampel dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam anggota populasi.hal ini dapat dilakukan apabila anggota populasi di anggap homogen.tekhnik yang dilakukan yaitu mengambil secara acak mulai dari saudara,keluarga,tetangga dan teman.

    DAFTAR PUSTAKA
    Angipora, Marius P,1999,Dasar-Dasar Pemasaran. RajaGrafindo Persada,Jakarta.
    Arief, Muhtosin. 2006 Pemasaran jasa dan Kualitas Pelayanan:Bagaimana mengelola kualitas pelayanan agar memuaskan pelanggan.Malang:Bayumedia Publishing.
    Barata, Atep Adya, 2003. Dasar-dasar pelayanan prima, persiapan membangun budaya prima untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan,Jakarta:PT.Elex Media Komputindo.
    Craven, David W, 1996, Pemasaran Strategis. Erlangga,Jakarta.
    http://andriyani22.blogspot.com/2011/10/faktor-yang-mempengaruhi-konsumen-dalam.html
    http://mgtabersaudara.blogspot.com/2010/10/perilaku-konsumen.html

    Komentar oleh HUSNI MUBARAK | Januari 22, 2013 | Balas

  74. Salam Pak Joe,,
    Maaf pak saya memperbaiki tugas saya sebelumnya dengan mengganti judul dan topik bahasan yang baru.
    Nama: Lamhot Simanungkalit
    Nim :ERC1B010003
    Manajemen sore

    Judul : ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN DI RESTORAN BETA RAYA KHAS BATAK

    BAB 1
    PENDAHULUAN
    1.1 Latar Belakang
    Jambi merupakan salah satu kota Pariwisata di Indonesia karena selain
    Sebagai kota pariwisata, Jambi secara secara
    langsung maupun tidak langsung menjadi pusat dari kegiatan bisnis dan ekonomi,
    hal tersebut merupakan daya tarik bagi Jambi yang menyebabkan banyaknya
    masyarakat daerah datang ataupun pindah ke Jambi untuk mengadu nasib dan
    mencari rezeki. Banyaknya masyarakat daerah yang pindah ke Jambi menjadikan
    Jambi sebagai salah satu kota berkembang di Indonesia dengan 139.961 Rumah Tangga.
    penduduk pada bulan September tahun 2012.
    Jumlah penduduk Jambi yang besar merupakan sebuah peluang bisnis
    yang sangat potensial, terutama dalam pemenuhan kebutuhan manusia. Kebutuhan
    manusia dapat dibedakan menjadi kebutuhan rohani dan kebutuhan fisik.
    Kebutuhan rohani merupakan kebutuhan manusia akan hal yang berhubungan
    dengan spiritual dan batin, seperti agama. Kebutuhan fisik adalah kebutuhan
    manusia yang berhubungan dengan fisik atau jasmani manusia, seperti makanan,
    pakaian, dan tempat tinggal.
    Makanan merupakan kebutuhan fisik manusia yang bersifat primer dan
    mendasar, sehingga makanan mendapatkan porsi yang cukup besar dalam
    pengeluaran per kapita per bulan.

    Prospek bisnis pengolahan dan
    penyedian makanan masih tetap menjanjikan, karena makanan adalah salah satu
    dari kebutuhan dasar manusia.
    Restoran adalah salah satu bentuk bisnis dalam pengolahan dan
    penyediaan makanan. Dalam perkembangannya sekarang ini, restoran tidak hanya
    mengolah dan menyediakan makanan saja, tetapi menyediakan suasana yang
    nyaman pada saat kita menikmati makanan. Keberadaan restoran pada awalnya
    merupakan alternatif pilihan bagi masyarakat Jambi yang tidak memiliki Banyak
    waktu untuk memasak, karena menawarkan kemudahan dalam memperoleh
    makanan. Seiring berjalannya waktu, restoran saat ini tidak hanya sebagai
    alternatif pilihan, keberadaan restoran mulai dirasakan sebagai sebuah kebutuhan,
    hal tersebut merupakan salah satu faktor yang mendorong berkembangnya jumlah
    restoran di Jambi.

    Perkembangan tersebut
    menunjukkan bahwa para pelaku usaha restoran mencoba memanfaatkan potensi
    penduduk Jambi yang paling besar di antara kotamadya Jambi. Pertambahan jumlah restoran ini akan meningkatkan tingkat persaingan
    antar restoran diJambi , restoran harus berusaha membangun dan
    memperkuat image restoran, salah satunya dengan menciptakan sebuah keunikan
    yang dapat memuaskan konsumen yang akan menyebabkan konsumen untuk
    datang kembali ke restoran tersebut.
    Beta Raya dalah salah satu restoran yang menawarkan
    citarasa hidangan khas yang berasal dari Sumatera Utara, di tengah menjamurnya
    restoran dengan berbagai citarasa dari seluruh dunia, Beta Raya
    menawarkan sebuah keunikan tersendiri, namun perkembangan restoran yang
    semakin pesat menyebabkan munculnya restoran yang memiliki ciri sejenis
    denganBeta Raya, oleh karena itu dibutuhkan pendekatan perilaku
    konsumen yang nantinya dapat digunakan sebagai informasi dalam merumuskan
    strategi pemasaran yang tepat bagi suatu usaha.

    1.2. Permusan Masalah
    Beta Raya adalah sebuah restoran yang menawarkan masakan
    khas dari daerah Sumatra Utara, khususnya Suku Batak. Beta Raya
    adalah restoran yang menyediakan masakan khas Suku Batak. Saat ini
    populasi suku Batak di Jambi cukup besar, bahkan persentasenya sudah hamper
    sama dengan penduduk asli Jambi, yaitu Suku melayu.

    Populasi Suku Batak yang cukup besar tersebut merupakan salah satu
    target pasar potensial dalam pemenuhan kebutuhan fisik manusia, terutama
    makanan, hal tersebut merupakan salah satu faktor pendorong yang menyebabkan
    semakin bertambahnya restoran-restoran yang sejenis denganBeta Raya,
    pertambahan jumlah restoran yang sejenis tentunya akan menyebabkan persaingan
    menjadi semakin ketat. Pihak restoran harus menyadari bahwa kepuasan
    konsumen merupakan suatu hal yang sangat berharga dalam mempertahankan
    keberadaan konsumen untuk tetap berjalannya suatu bisnis atau usaha.

    Jambi merupakan wilayah yang penduduknya hamper padat
    diantara wilayah lain. Jumlah penduduk sebesar
    139.961 orang merupakan sebuah peluang pasar yang besar untuk pemenuhan
    kebutuhan manusia.Jumlah restoran khas Batak diJambi bertambah Pertambahan jumlah restoran sejenis terutama yang lokasinya berdekatan
    perlu direspon serius, salah satunya adalah dengan melakukan survei kepuasan
    konsumen agar pihak Beta Raya mengetahui sejauh mana atribut-atribut
    perusahaan memiliki kinerja yang dapat membuat konsumen puas dan perusahaan
    dapat memperbaiki atribut yang kinerjanya dirasa kurang oleh konsumen,
    sehingga konsumen tetap melakukan pembelian diBetaRaya . Kepuasan
    konsumen merupakan dasar dari loyalitas konsumen, jika kepuasan konsumen
    terpenuhi diharapkan dapat meningkatkan loyalitas pelanggan tehadap Beta Raya
    Tondongta dan pada akhirnya melakukan pembelian ulang secara berkala di Lapo. Berdasarkan uraian di atas, maka permasalahan yang akan
    dianalisis dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
    1. Bagaimana karakteristik konsumen diBeta raya ?
    2. Bagaimana tingkat kepuasan konsumen terhadap atribut-atribut yang ada di
    Beta raya ?
    3. Bagaimana tingkat loyalitas konsumen terhadap Lapo Ni tondongta?
    1.3. Tujuan Penelitian
    Berdasarkan perumusan masalah yang telah diuraikan, maka tujuan dari
    penelitian ini adalah :
    1. Mengidentifikasi karakteristik konsumen diBeta Raya.
    2. Menganalisis tingkat kepuasan konsumen terhadap atribut-atribut pada
    Raya.
    3. Mengidentifikasi tingkat loyalitas konsumen restoranBeta Raya.

    1.4. Manfaat Penelitian
    Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat mempunyai manfaat bagi :
    1. Pengusaha, sebagai bahan masukan dalam meningkatkan mutu produk dan
    layanan, serta sebagai bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan apa
    yang harus dilakukan dalam meningkatkan kepuasan pelanggan.
    2. Peneliti, merupakan proses pembelajaran yang berharga sekaligus sebagai
    wadah latihan dalam menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama proses
    perkuliahan.

    1.5. Ruang Lingkup Penelitian
    Ruang lingkup penelitian ini difokuskan pada karakteristik umum
    konsumen, analisis tingkat kepuasan terhadap atribut dan tingkat loyalitas
    konsumen di restoranBeta Raya . Penelitian
    dimaksudkan untuk memberikan gambaran tentang karakteristik umum
    konsumen, tingkat kepuasan konsumen, dan tingkat loyalitas konsumen kepada
    pihak restoranBeta Raya. Rekomendasi yang dirumuskan pada
    penelitian ini mengacu pada hasil analisis metode Costumer Satisfaction Index
    (CSI), Importance Performance Analysis (IPA), dan analisis tingkat loyalitas.
    II. TINJAUAN PUSTAKA
    2.1. Konsep Restoran
    2.1.1. Definisi Restoran
    Menurut Atmodjo (1995), restoran adalah suatu tempat atau bangunan
    yang diorganisir secara komersial, yang menyelenggarakan pelayanan dengan
    baik kepada semua tamunya baik berupa makanan maupun minuman. Usaha
    restoran termasuk pada pengolahan pelayanan jasa yang bersifat campuran yang
    dalam pelaksanaannya mengkombinasikan produk dan jasa (Kotler, 2001).
    Menurut Andrikus (2005), restoran dalam operasinya terjadi semacam
    barter antara pembeli dengan penjual, dalam hal ini antara produk dengan uang.
    Hubungan tersebut tidak akan berjalan dengan mulus apabila petugas yang akan
    menangani pelayanan tidak terseleksi secara cermat, dididik dan dilatih dengan
    baik, diajar berkomunikasi serta dikoordinasikan dengan teliti serta dipersiapkan
    dengan kesungguhan hati.
    2.1.2. Jenis Restoran
    Menurut Torsina (2000), terdapat 10 jenis restoran berdasarkan tingkat
    keorisinilannya, yaitu :
    1. Family Continental, yaitu restoran tradisi untuk keluarga dimana restoran ini
    mementingkan masakan yang enak, suasana yang nyaman serta harga yang
    bersahabat namun pelayanan dan dekorasinya biasa-biasa saja.
    2. Fast Food, yaitu eat-in (makan di restoran) dan take-out (dibungkus untuk
    dimakan diluar restoran), menu agak terbatas dan segera disiapkan. Pada jenis
    ini, diberi dekorasi dengan warna-warna utama dan terang, harga tidak mahal,
    serta mengutamakan banyak pelanggan.
    3. Cafeteria, biasanya terdapat di dalam gedung-gedung perkantoran atau pusat
    perjalanan, sekolah, pabrik-pabrik. Menu agak terbatas dan biasa bergantiganti
    menurut hari, dan berharga ekonomis.
    4. Gourmet, merupakan restoran berkelas memerlukan suasana restoran yang
    sangat nyaman dengan dekorasi artistic. Jenis ini ditujukan kepada mereka
    yang menuntut standar penyajian yang tinggi dan bergengsi.
    5. Etnik, yaitu sebuah restoran yang menyajikan masakan dari daerah (suku atau
    negara) yang spesifik, misalnya masakan Padang, Jawa Timur, Cina, Jepang,
    dan lain-lain. Dekorasi biasanya disesuaikan menurut etnik yang bersangkutan
    bahkan termasuk seragam karyawannya.
    6. Buffet, restoran dengan ciri utamanya adalah pemberian satu harga untuk
    makan sepuas-puasnya apa yang disajikan pada buffet. Peragaan dan display
    makanan sangat penting disini, sebab ia langsung menjual dirinya.
    7. Coffe Shop, jenis restoran yang ditandai dengan pelayanan secara cepat dan
    cepat pegantian tempat duduk. Banyak seating menempati counter service
    untuk menekan suasana informal. Lokasi utama biasanya di gedung
    perkantoran dan pusat perbelanjaan.
    8. Snack Bar, suatu ruangan yang biasanya lebih kecil namun cukup untuk
    melayani orang-orang yang ingin makanan kecil atau jajanan.
    9. Drive in/thru or parking, dimana para konsumen yang mengendarai mobil
    tidak perlu turun dari mobilnya. Pesanan diantar hingga ke mobil untuk ‘eat
    in’ (sementara parkir) atau ‘take away’. Jenis makanan harus bisa dikemas
    secara praktis. Lokasi biasanya tertentu dan harus sesuai untuk tempat parkir
    mobil atau motor.
    10. Speciality Restaurant, jenis restoran yang terletak jauh dari keramaian, tetap
    menyajikan makanan khas yang menarik dan bermutu. Ditujukan kepada turis
    atau keluarga dalam suasana khas yang lain daripada yang lain.
    2.1.3. Cara Pelayanan di Restoran
    Mukhtar (2004) mengklasifikasikan sistematika pelayanan di sebuah
    restoran dapat dibedakan dalam empat kategori penyajian, yaitu :
    1. Table Service, merupakan sebuah sistem penyajian pelayanan makanan di atas
    meja yang disajikan oleh waiter atau waitress. Penyajian table service dapat
    dibedakan atas 4 jenis, yaitu :
    a. American Service, yaitu sistem pelayanan yang bersifat sederhana, tidak
    resmi, cepat dan pemorsian makanan dilakukan di dapur. Disebut juga
    dengan ready plate service atau quick service. Penggunaannya diterapkan
    di coffee shop, cafetaria dan sebagainya.
    b. English Service (family style service), yaitu sistem pelayanan di mana
    makanan datang dari dapur, diletakkan diatas platter yang besar dan
    dioperasikan dari tamu yang satu ke tamu yang lainnya. Atau platter itu di
    diletakkan ditengah meja dan tamu mengambil sendiri makanan tersebut.
    c. Russian Service (Platter Service), yaitu makanan dibawa dengan
    menggunakan platter dan dipindahkan ke piring tamu dengan
    menggunakan sepasang sendok dan garpu service yang disebut dengan
    Clamp. Biasanya diterapkan pada restoran utama, seperti Grill Room,
    Dining Room, Super Restaurant dan jamuan-jamuan yang bersifat resmi.
    d. French Service (Gueridon Service), yaitu pelayanan yang biasanya
    dilakukan dalam jamuan resmi. Pelayanan dilaksanakan oleh dua orang
    pramusaji yang bertugas sebagai Chef de Rang (captain) dan Commis de
    Rang (waiter) serta menggunakan alat bantu, yakni gueridon atau meja
    atau kereta dorong.
    2. Counter Service, merupakan suatu teknik pelayanan dengan penyajian
    makanan dan minuman diletakkan diatas counter. Counter adalah meja
    panjang yang membatasi ruang restoran dengan ruang dapur.
    3. Self Service (Buffet Service), yaitu suatu sistem pelayanan dimana pengunjung
    dapat mengambil langsung makanan yang diinginkannya yang telah tersedia
    di meja buffet, sedangkan untuk minuman panas biasanya disajikan oleh
    pelayan.
    4. Carry Out Service (Take Out Service), satu sistem pelayanan dimana
    pengunjung datang untuk membeli makanan yang telah disiapkan
    sebelumnya, kemudian dibungkus dalam kotak dan dibawa pulang oleh
    pengunjung untuk dimakan di luar restoran. Pengunjung tidak makan di
    tempat atau dalam ruang restoran.

    III. KERANGKA PEMIKIRAN
    3.1. Kerangka Pemikiran Teoritis
    3.1.1. Perilaku Konsumen
    Menurut Sumarwan (2002) perilaku konsumen adalah semua kegiatan,
    tindakan, serta proses psikologis yang mendorong tindakan tersebut pada saat
    sebelum membeli, menggunakan, menghabiskan produk dan jasa setelah
    melakukan hal-hal di atas atau mengevaluasi. Sedangkan menurut Sunarto (2006),
    perilaku konsumen didefinisikan sebagai studi unit pembelian dan proses
    pertukaran. Proses pertukaran melibatkan serangkaian langkah-langkah, dimulai
    dengan tahap perolehan atau akusisi, lalu tahap konsumsi dan terakhir tahap
    disposisi produk atau jasa.
    3.1.2. Karakteristik Konsumen
    Karakteristik konsumen dapat mempengaruhi pilihan konsumen terhadap
    produk maupun merek yang akan dibeli. Menurut Sumarwan (2002), karakteristik
    konsumen meliputi pengalaman dan pengetahuan konsumen, kepribadian
    konsumen dan karakteristik demografi. Menurut Sunarto (2006), karakteristik
    konsumen berguna untuk mengetahui sebuah segmentasi pasar.
    3.1.3. Atribut dan Dimensi Kualitas
    Pengertian atribut menurut Simamora (2004) ada dua, yang pertama,
    atribut sebagai karakteristik yang membedakan merek atau produk dari yang lain.
    Kedua, atribut adalah faktor-faktor yang dipertimbangkan konsumen dalam
    mengambil keputusan pembelian suatu merek atau produk, yang melekat pada
    produk atau menjadi bagian produk itu sendiri. Seorang konsumen akan melihat
    suatu produk berdasarkan karakteristik atau ciri atribut dari produk tersebut
    (Sumarwan, 2002).
    Restoran adalah suatu usaha yang dalam pelaksanaannya
    mengkombinasikan produk dan jasa. Kelompok dari atribut-atribut yang saling
    berkaitan erat disebut dimensi atau komponen atau faktor (Aritonang, 2005).
    Dimensi kualitas dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu dimensi kualitas jasa dan
    dimensi kualitas produk.

    3.1.4. Kepuasan Konsumen
    3.1.4. Konsep Kepuasan Konsumen
    Kotler (2005) mendefinisikan kepuasan sebagai perasaan senang atau
    kecewa seseorang sebagai hasil perbandingan antara prestasi atas produk yang
    dirasakan dan yang diharapkan. Menurut Engel, Blackward dan Miniard (1994),
    kepuasan adalah evaluasi pasca konsumsi bahwa suatu alternatif yang dipilih
    setidaknya memenuhi atau melebihi harapan konsumen. Sedangkan ketidakpuasan
    adalah hasil dari harapan yang diteguhkan secara negatif.
    Menurut Simamora (2004), sesudah terjadinya pembelian terhadap suatu
    produk, konsumen akan mengalami kepuasan atau ketidakpuasan. Konsumen
    mendasarkan harapannya kepada informasi yang diterima tentang produk. Jika
    konsumen mendapatkan kenyataan yang ternyata berbeda dengan harapannya,
    maka konsumen merasa tidak puas. Sebaliknya, jika produk tersebut memenuhi
    harapan, maka konsumen akan merasa puas.
    Sementara itu, menurut Rangkuti (2006) kepuasan pelanggan adalah respon
    pelanggan terhadap ketidaksesuaian antara tingkat kepentingan sebelumnya dan
    kinerja sosial yang dirasakannya setelah pemakaian. Mengukur kepuasan
    pelanggan sangat bermanfaat bagi perusahaan dalam rangka mengevaluasi posisi
    perusahaan saat ini dibandingkan dengan pesaing dan pengguna akhir, serta
    menemukan bagian mana yang membuahkan peningkatan. Umpan balik dari
    pelanggan secara langsung atau dari fokus group dari keluhan pelanggan
    merupakan alat untuk mengukur kepuasan pelanggan.

    IV. METODE PENELITIAN
    4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian
    Penelitian ini dilakukan di Beta raya yang berlokasi di Jalan
    Simoang kawat, Pal 5 kota jambi. Penentuan lokasi ini dilakukan secara sengaja
    (purposive)
    Pengumpulan data untuk keperluan penelitian dilakukan dari
    tanggal 4 januari 2012 sampai dengan 17 Mei 2012.
    4.2. Jenis dan Sumber Data
    Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan
    data sekunder. Data primer berasal dari pengamatan langsung, wawancara dengan
    pihak pengelola restoran, dan wawancara terstruktur dengan konsumen melalui
    bantuan kuesioner.
    Data sekunder yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh dari studi
    literatur berbagai buku, internet, dan instansi terkait seperti Dinas Pariwisata DKI
    Jakarta dan Badan Pusat Statistik.
    4.3. Metode Pengambilan Sampel
    Pengambilan sampel atau disebut juga responden dilakukan dengan
    menggunakan metode non probability sampling, jenisnya adalah Accidental
    sampling. Accidental Sampling dilakukan dengan cara memperoleh data dari
    sekumpulan populasi, yang cara memperoleh data untuk sampel tersebut dengan
    cara insidental atau secara kebetulan saja dengan tidak menggunakan perencanaan
    tertentu (Mardalis, 2004). Menurut Nasution (2007), sampel aksidental adalah
    sampel yang diambil dari siapa saja yang kebetulan ada. Setiap konsumen Beta Raya
    bebas dipilih sebagai responden, namun harus lulus tahap
    screening.
    Kategori data konsumen yang diambil adalah konsumen yang telah
    melakukan kunjungan pembelian minimal dua kali, sehingga dapat dipastikan
    bahwa konsumen telah mengenal restoran Beta Raya dan pernah
    mengkonsumsi makanan di restoran tersebut, hal tersebut dilakukan agar
    konsumen mempunyai pertimbangan untuk perbandingan tingkat kepentingan dan
    tingkat kinerja di restoranBeta Raya. Apabila pengunjung restoran
    adalah keluarga, maka yang berhak mengisi kuisioner adalah kepala keluarga atau
    siapa saja yang telah berusia 17 tahun atau lebih, sedangkan jika pengunjung
    adalah rombongan teman maka yang berhak mengisi kuisioner adalah salah satu
    atau seluruhnya jika bersedia, namun harus berumur 17 tahun atau lebih.
    Ukuran populasi konsumen Beta Raya tidak diketahui secara
    pasti, oleh karena itu jumlah sampel yang digunakan adalah berdasarkan
    pendekatan jumlah pengunjung rata-rata per minggu. Menurut wawancara dengan
    pihak restoran, diketahui bahwa Beta Raya dikunjungi rata-rata 200
    orang setiap harinya, dengan demikian jumlah pengunjung rata-rata per minggu
    adalah sebanyak 200 orang, maka jumlah sampel yang diambil ditetapkan 100
    orang, jumlah tersebut dianggap dapat mewakili populasi konsumen yang ada di
    Beta raya. Menurut Nasution (2007), tidak ada aturan yang tegas
    tentang jumlah sampel yang dipersyaratkan untuk suatu penelitian dari populasi
    yang tersedia, juga tidak ada batasan yang jelas apa yang dimaksud dengan
    sampel yang besar dan sampel yang kecil. Jumlah sampel lebih banyak
    bergantung pada faktor-faktor lain seperti biaya, fasilitas, waktu yang tersedia,
    dan populasi yang ada atau bersedia dijadikan sampel. Namun setelah
    pengambilan data responden dilakukan, terdapat 10 orang responden yang
    jawabannya dalam kuisioner tidak konsisten, sehingga selanjutnya data responden
    yang akan digunakan adalah 90 orang.
    4.4. Metode Pengumpulan Data
    Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan metode
    survei. Menurut Simamora (2004), metode survei adalah pengumpulan data
    primer dengan melakukan tanya jawab dengan responden. Instrumen utama yang
    digunakan dalam penelitian ini adalah berupa kuesioner yang dibagikan kepada
    responden. Jenis pertanyaan dalam kuisioner tersebut adalah pertanyaan
    berstruktur. Menurut Nazir (2003), pertanyaan berstruktur adalah pertanyaan yang
    dibuat sedemikian rupa sehingga responden dibatasi dalam memberi jawaban
    kepada beberapa alternatif saja atau kepada satu jawaban saja. Responden yang
    digunakan adalah responden yang sesuai dengan kriteria pada penarikan sampel.
    Penyebaran kuisioner dilakukan pada hari kerja (Senin-Jumat).
    waktu penyebaran kuisioner ialah sepanjang jam kerja restoran (09.00-20.00.00 WIB). Pemilihan waktu tersebut
    dimaksudkan agar seluruh populasi konsumen terwakili, baik yang makan siang
    hari maupun malam hari, ataupun yang makan pada hari kerja (Senin-Jumat)
    maupun hari libur (Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional), sehingga diharapkan
    hasil penelitian yang diperoleh merupakan kesimpulan dari keseluruhan populasi
    di Beta Raya.
    4.5. Metode Analisis Data
    Dalam melakukan penelitian ini, digunakan metode analisis deskriptif
    (descriptive analysis), Customer Satisfaction Index (CSI), Importance
    Performance Analysis (IPA). Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan
    alat bantu software computer Microsoft Excel 2003 untuk tabulasi data, Minitab
    14 untuk analisis Importance Performance Analysis (IPA) dan SPSS versi 13 for
    windows untuk uji validitas dan reliabilitas. Berikut ini akan dijelaskan mengenai
    metode-metode analisis data tersebut.
    4.5.1. Analisis Deskriptif
    Analisis deskriptif digunakan untuk melihat karakteristik pengunjung dan
    tingkat loyalitas konsumen di restoranBeta raya. Data primer yang
    diperoleh melalui penyebaran kuisioner ditabulasikan dalam kerangka tabel yang
    telah dipersiapkan, kemudian data primer tersebut dianalisis untuk melihat hasil
    yang diperoleh. Karakteristik pengunjung yang akan dianalisis meliputi jenis
    kelamin, usia, status pernikahan, jenis pekerjaan, tingkat pendapatan, daerah
    domisili, hari kunjungan, dan waktu kunjungan. Tingkat loyalitas konsumen akan
    dibagi kedalam lima kategori yaitu, switcher buyer, habitual buyer, satisfied
    buyer, liking the brand dan committed buyer.
    4.5.2. Analisis Tingkat Loyalitas
    Dalam melakukan analisis terhadap loyalitas konsumen dapat digunakan
    metode-metode sebagai berikut :
    a. Analisis Switcher Buyer
    Switcher adalah konsumen yang sensitif terhadap perubahan harga,
    sehingga pada tingkatan loyalitas ditempatkan pada urutan paling bawah.
    Responden yang termasuk dalam kategori switcher adalah responden yang
    menjawab “setuju” dan “sangat setuju”. Perhitungan selanjutnya melalui tabulasi
    sebagai berikut :
    Perhitungan Switcher Buyer
    Switcher Buyer
    Merek Jawaban X f f.X %
    Sangat Tidak Setuju 1
    Tidak Setuju 2
    Ragu-Ragu 3
    Setuju 4
    Lapo Ni
    Tondongta
    Sangat Setuju 5
    Total A B 100%
    Rata-rata
    A
    B
    Switcher Buyer
    100%
    f
    fsetuju fsangatsetuju
    Sumber : Durianto, Sugiarto, Sitinjak.2001
    Keterangan :
    X = bobot masing-masing jawaban
    F = jumlah responden yang menjawab
    % = persentase responden yang menjawab setuju dan sangat setuju
    Interval untuk rentang skala perhitungan ini adalah sebagai berikut :
    0,80
    5
    5 1
    banyaknya kelas
    nilai tertinggi nilai terendah
    interval 
    Hasil perhitungan akan diinterpretasikan berdasarkan nilai rata-rata yang
    dihasilkan kedalam rentang skala sebagai berikut :
    1,00 – 1,80 = Sangat jarang
    1,81 – 2,60 = Jarang
    2,61 – 3,40 = Cukup sering
    3,41 – 4,20 = Sering
    4,21 – 5,00 = Sangat sering

    4.6. Definisi Operasional
    1. Cita rasa makanan yaitu seberapa enak masakan yang disajikan sehingga
    konsumen menyukai masakan tersebut.
    •Sangat puas jika bumbunya terasa, masakannya enak dan dapat membuat
    konsumen ingin mencoba kembali.
    •Puas jika bumbunya terasa dan masakan enak dimakan.
    •Cukup puas jika bumbunya cukup terasa dan masakannya cukup enak
    dimakan.
    •Kurang puas jika bumbunya kurang terasa dan masakan kurang enak.
    •Tidak puas jika bumbunya kurang enak dan masakan tidak enak
    2. Porsi makanan yaitu seberapa takaran makanan yang membuat konsumen
    kenyang dalam satu kali penyajian makanan.
    •Sangat puas jka porsi makanan yang disajikan dapat membuat konsumen
    merasa sangat kenyang.
    •Puas jika porsi makanan yang disajikan membuat konsumen merasa
    kenyang.
    •Cukup puas jika porsi makanan yang disajikan membuat konsumen cukup
    kenyang
    •Tidak puas jika porsi makanan yang disajikan membuat konsumen merasa
    agak kenyang
    •Sangat tidak puas jika porsi makanan yang disajikan membuat konsumen
    merasa tidak kenyang.
    3. Aroma makanan yaitu bagaimana keharuman makanan dapat menggugah
    selera konsumen.
    •Sangat puas jika aroma makanan harum, menggugah selera dan dapat
    membuat teringat dengan aromanya.
    •Puas jika aroma makanan harum dan menggugah selera.
    •Cukup puas jika aroma makanan cukup menggugah selera

    V. KARAKTERISTIK, TINGKAT KEPUASAN
    DAN TINGKAT LOYALITAS
    5.1. Karakteristik Umum Responden
    Karakteristik umum responden yang dianalisis dalam penelitian ini
    meliputi jenis kelamin, usia, suku, status pernikahan, tingkat pendidikan, jenis
    pekerjaan, tingkat pendapatan per bulan, daerah domisili, hari kunjungan, dan
    waktu kunjungan.

    DAFTAR PUSTAKA
    Andriani, B. 2007. Analisis Kepuasan dan Loyalitas Konsumen Restoran
    Aritonang R, Lerhin R. 2005. Kepuasan Pelanggan : Pengukuran dan

    Simamora, B. 2004. Panduan Riset Perilaku Konsumen. Jakarta : Gramedia.
    Sumarwan, U. 2002. Perilaku Konsumen Teori dan Penerapannya dalam

    Komentar oleh Lamhot | Januari 22, 2013 | Balas

  75. SALAM PAK JOE
    Maaf pak saya memperbaiki tugas saya sebelumnya dengan mengganti judul dan topik bahasan yang baru.
    Nama : M. ANNA GIB MUTHAHAR
    NIM : ERC1B010126
    KELAS : SORE

    MENGANALISA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
    PERILAKU KONSUMEN DALAM MEMBELI HELM MEREK GV

    BAB I
    PENDAHULUAN

    A.Latar Belakang

    Pada tahun 2003 dimulainya operasi pemusnahan helm yang bukan standar oleh jajaran kepolisian, ada beberapa warga Banjarmasin yang mengeluh/segan dengan penggunaan helm standar. Berbagai alasan mulai dari kepala terasa berat,tidak nyaman,tidak mendengar kalo ada yang memanggil, dan sebagainya.

    Helm yang baik adalah helm yang aman dan nyaman. Biasanya helm semacam ini lulus persyaratan DOT (Departement of Transportation) atau standar transportasi Amerika Serikat. Ada juga standar-standar lain seperti untuk Eropa, Jepang, bahkan Indonesia sendiri. Apapun itu, helm yang aman adalah helm yang terbuat dari lapisan cangkang luar yang membungkus seluruh kepala dan menyisakan cukup ruang untuk melihat kedepan.Orang-orang sering menyebutnya helm full face. Juga cangkangnya harus lumanyan tebal dan anti benturan.

    Helm yang aman mestinya berbanding lurus dengan tingkat kenyamanan meskipun hampir-hampir tidak ada helm yang benar-benar nyaman. Helm haruslah cukup ringan dan memungkinkan anda melihat dengan jelas, baik kala siang dan malam ataupun teruk hujan. Hindari penggunaan jenis kaca mika yang kurang bening yang mengurangi jarak pandang,terutama saat malam. Kaca yang sudah penuh dengan goresan, sebaiknya diganti. Pilihlah yng berkualitas oleh kebeningan dan tidak berefek cembung atau cekung.

    Sekarang ini banyak sekali terdapat merk-merk helm yang ditawarkan kepada konsumen seperti Arai, Shoe, Nolan, dan merk helm GV yang palsu yaitu GM dan sebagainya. Dimana masing-masing merk helm tersebut berusaha untuk membuat produknya lebih unggul dibandingkan dengan merk lain. Maka kegiatan pemasaran yang baik dan tepatlah yang memegang peranan yang penting dalam menunjang kelangsungan usaha dan perkembangan suatu perusahaan. Dengan kata lain, pihak produsen harus mampu merebut hati konsumen akan hasil produksi yang dijual dan berupaya untuk memuaskan kebutuhan konsumennya.

    Dalam memahami prilaku konsumen tentu tidak mudah karena konsumen mempunyai sifat yang berbeda-beda sebagaimana dari kebutuhan manusia yang tidak terbatas disamping dipengaruhi oleh kondisi eksternal dan internal lainnya yang berakibat langsung terhadap prilaku konsumen. Faktor eksternal yang dimaksud meliputi kebudayaan, sub budaya,kelas social,kelompok social, kelompok referensi, dan keluarga. Sedangkan factor internal adalah factor yang ada pada diri konsumen itu sendiri (psikologis) yang meliputi: belajar, kepribadian, dan konsep diri,serta sikap (Stanton,1996:155).

    Oleh sebab itu konsumen harus dapat mengendalikan perubahan perilaku tersebut dengan berusaha mengimbanginya, yakni dengan mempengaruhi konsumen dalam membeli produk yang ditawarkan dan melalui evaluasi berkala demi kelangsungan hidup produsen itu sendiri. Tidak semua merk helm yang mampu diminati oleh sebagian besar konsumen yang ada, tetapi hanya beberapa saja.Salah satunya adalah merk GV yang menjadi pilihan konsumen khususnya mehasisiwa fakultas ekonomi UNLAM Banjarmasin.

    Helm merk GV ini memiliki kualitas yang berstandar internasional yang menggunakan teknologi dari Italia. Berat helm half face idealnya 1 sampai 1,3 kg, sedangkan untuk helm full face bobotnya berkisar 1,3-1,7 kg.

    Helm GV nampaknya sudah menjadi tuntutan para pengendara sepeda motor, khususnya mahasiswa. Sering dikatakan oleh para mahasiswa “Kalau naik motor helmnya harus GV kalo tidak mau di cap tidak gaul”. Melihat keadaan inilah penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai perilaku konsumen yang merupakan salah satu dasar dalam menerapkan strategi pemasaran untuk mencapai tujuan, yaitu memberikan kepuasan kepada konsumen, sehinggan diharapkan dapat membawa kepada peningkatan penjualan yang berakibat lengsung pada peningkatan pasar.

    B.Rumusan Masalah

    Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan, maka dapat diidentifikasi beberapa hal sebagai berikut :
    Banyaknya merk-merk helm sepada motor yang ditawarkan oleh produsen kepada konsumen.
    Helm merupakan salah satu penunjang keselamatan berkendaraan yang sangat penting.
    Pentingnya memahami prilaku konsumen untuk meningkatkan penjualan.
    Helm GV diminati oleh para mahasiswa Fakultas Ekonomi UNLAM.

    Sehingga berdasarkan uraian di atas, maka permasalahannya dapat dirumuskan sebagai berikut :
    1.Apakah faktor-faktor seperti harga, selera, kualitas, harga jual kembali, prestise dan promosi secara simultan mempengaruhi prilaku konsumen dalam membeli helm merk GV?
    2.Dari factor-faktor tersebut, factor manakah yang paling dominan memberikan pengaruh terhadap prilaku konsumen terhadap pembelian helm merk GV?

    C.Tujuan Penelitian

    Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian yang hendak dicapai adalah :
    1.Untuk mengetahui prilaku konsumen dalam pembelian helm merk GV dilihat dari harga, selera, kualitas, harga jual kembali, prestise dan promosi.
    2.Untuk mengetahui factor yang paling dominan mempengaruhi prilaku konsumen dalam pembelian helm merk GV.

    D.Manfaat Penelitian

    Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

    1.Penelitian ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan dan masukan bagi perusahaan dalam menetapkan kebijakan dan strategi di bidang pemasaran untuk mengembangkan usaha bisnis mereka.
    2.Diharapkan dapat menjadi bahan acuan bagi penelitian selanjutnya.

    BAB II
    TINJAUAN PUSTAKA
    Landasan Teori

    1.Pengertian Pemasaran
    Sehubungan dengan permasalahan yang terdapat dalam penelitian ini maka diperlukan adanya teori-teori atau konsep-konsep yang memerlukan penjelasan. Dalam benyak perusahaan dewasa ini, pemasaran memegang peranan sebagai suatu faktor penting untuk tetap bertahan menjalankan usaha dan bergelut dalam dunia persaingan. Pemasaran merupakan factor vital sebagai strategi pesrusahaan dalam menjalankan usahanya, yang terutama berhubungan dengan konsumen. Kata pemasaran sendiri berasal dari kata pasar, atau bias juga diartikan dengan mekanisme yang mempertemukan permintaan dan penawaran.
    Menurut Kotler ( 2002 : 9 ) “Pemasaran adalah proses social yang didalamnyaa individu dan kelompok mendapatkan apa yang meraka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produks yang bernilai dengan pihak lain”.
    Menurut Stanton ( 1996 : 6 ) “Pemasaran adalah suatu system keseluruhan dari kegiatan-kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada meupun pembeli potensial”.
    Menurut Lamb, Hair, Me Daniel ( 2001 : 6 ) “Pemasaran adalah suatu proses perencanaan dan menjalankan konsep, harga, promosi, dan sejumlah ide, barang, dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang mampu memuaskan tujuan individu dan organisasi”.
    Dari ketiga definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa pada dasarnya pemasaran bukan hanya kegiatan menjual barang maupun jasa tetapi juga meliputi kegiatan untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan dengan berusaha mempengaruhi konsumen untuk bersedia membeli barang dan jasa perusahaan melalui penciptaan, penawaran, dan pertukaran produk yang bernilai. Hal ini sangat penting bagi manajer pemasaran untuk memahami tingkah laku konsumen tersebut. Sehingga perusahaan dapat mengembangkan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan produk secara lebih baik. Dengan mempelajari prilaku konsumen, manajer akan mengetahui kesempatan, mengidentifikasi, serta menentukan segmentasi pasar secara tepat dan akurat.

    2.Prilaku Konsumen
    Menurut Swasta ( 1992 : 9 ) “Prilaku konsumen dapat didefinisikan sebagai kegiatan-kegiatan individu-individu yang secara langsung terlibat dalam memdapatkan termasuk mempergunakan barang-barang dan jasa, keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan-kegiatan tersebut”.
    Menurut Peter J. Paul dan jerry C. Olson ( 2000 : 6 ) “Prilaku konsumen merupakan interaksi dinamis antara pengaruh dan kondisi prilaku dan kejadian di sekitar lingkungan di mana manusia melakukan aspek pertukaran dalam kehidupan mereka”.
    Dari dua jenis definissi di atas dilihat ada dua hal penting dari prilaku konsumen yaitu proses pengembalian keputusan dan kegiatan fisik yang semuanya ini melibatkan individu dalam menilai, mendapatlkan dan mempergunakan barang-barang dan jasa secara ekonomis. Dengan kata lain prilaku konsumen adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku konsumen dalam arti tindakan-tindakan yang dilakukan untuk membeli suatu barang atau jasa tertentu.

    3.Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Prilaku Pembelian Konsumen
    Menurut Kotler ( 2002 : 183 ) Faktor-faktor yang mempengaruhi prilaku pembelian konsumen yaitu :
    a.Faktor Kebudayaan
    Kebudayaan mempunyai penaruh paling luas dan mendalam terhadap prilaku konsumen. Terdiri dari budaya, sub budaya, dan kelas social. Budaya yang merupakan karakter paling penting dari suatu social yang membedakannya dari kelompok budaya lain menjadi penentu dan keinginan dan prilaku yang paling mendasar. Masing-masing budaya terdiri dari sub budaya yang memberikan lebih banyak ciri-ciri dan sosialisasi.Sub budaya adalah suatu kelompok homogeny atas sejumlah orang yang terbagi menjadi beberapa bagian dari keseluruhan suatu budaya. Masyarakat dalam suatu budaya dan sub budaya sesungguhnya terbagi dalam strata atau kelas social. Kelas social merupakan sekelompok orang yang sama-sama mempertimbangkan secara dekat persamaan diantara mereka sendiri.

    b.Faktor Sosial
    Pada umumnya konsumen sering meminta pendapat dari orang sekitas dan lingkungannya tentang produk apa yang harus dibeli. Karena itulah lingkungan sosial memberikan pengaruh terhadap prilaku konsumen. Faktor Sosial terdiri dari 3 bagian, yaitu : kelompok acuan, keluarga, dan peran. Kelompok acuan adalah semua kelompok yang memilki pengaruh langsung terhadap sikap / prilaku seseorang. Dengan pendapat yang diperoleh dari suatu kelompok maka konsumen dapat membuat keputusan konsumsi. Keluarga sebagai organisasi pembelian konsumen yang paling penting juga berpengaruh secara langsung terhadap keputusan seseorang dalam membeli barang sehari-hari. Sedangkan peran meliputi kegiatan yang diharapkan akan dilakukan seseorang. Suatu produk atau merk dapat menggambarkan peran dan status pamakainya.

    c.Faktor Pribadi
    Mulai dari bayi hingga dewasa dan menjadi tua, manusia selalu membutuhkan barang dan jasa. Pilihan barang yang dibeli secara otomatis dipengaruhi oleh keadaan ekonomi dan gaya hidup yang bersangkutan. Gaya hidup adalah cara hidup seseorang yang terlihat melalui aktivitas sehari-hari, minat dan pendapat seseorang. Seseorang dengan pendapatan yang tinggi dan gaya hidup mewah tentunya akan menentukan pilihan pada barang dan jasa yang berkualitas. Selain itu kepribadian dan konsep diri juga mempengaruhi pilihan produk. Konsep diri adalah bagaimana konsumen mempresepsikan diri mereka sendiri, yang meliputi sikap, persepsi, keyakinan, dan evaluasi diri. Karena sangat berguna dalam menganalisis prilaku sonsumen sehingga banyak perusahaan menggunakan konsep yang berhubungan dengan kepribadian seseorang.

    d.Faktor Psikologis
    Sikap pembelian psikologis dipengaruhi oleh empat facktor psikologis utama, yaitu : motivasi, persepsi, pembelajaran dan kepercayaan. Motivasi merupakan kebutuhan yang mendorong seseorang dalam melakukan sesuatu sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Melalui motivasi proses pengamatan dan belajar seseorang memperoleh kepercayaan terhadap suatu produk yang secara otomatis mempengaruhi prilaku pembelian konsumen. Para konsumen mengembangkan beberapa kenyakinan mengenai ciri-ciri dari suatu produk dan selanjutnya akan membentuk suatu sikap konsumen terhadap produk tersebut.

    4.Faktor Pribadi
    Menurut Kotler ( 2002 : 204 ) tujuan pemasaran adalah memenuhi dan memuaskan kebutuhan serta keinginan pelanggan yang menjadi sasaran. Pada bidang prilaku konsumen ini mempelajari bagaimana individu, kelompok, dan organisasi memilih, membeli, memakai, dan membuang barang , jasa, gagasan atau pengalaman dalam rangka memuasakan kebutuhan dan hasrat mereka. Para perusahaan yang cermat melakukan riset atau Quesioner atas riset atas proses keputusan pembelian yang ada dalam jenis produk mereka. Ketika membuat keputusan untuk membeli suatu produk, konsumen melewati tahap-tahap sebagai berikut :

    a. Pengenalan Masalah
    Proses pembelian dimulai saat pembeli mengenali sebuah masalah atau kebutuhan. Pembeli merasakan perbedaan antara keadaan aktualnya dengan keadaan yang diinginkannya. Kebutuhan umum seseorang seperti lapar, haus, saat mencapai titik tertentu dapat menjadi sebuah dorongan. Kebutuhan juga dapat ditimbulkan oleh rangsangan eksternal seperti ketika seseorang melihat iklan mobil dan ingin membelinya. Dengan mengumpulkan informasi dari sejumlah konsumen, pemasar dapat menidentifikasi rangsangan yang paling sering membengkitkan minat akan suatu jenis produk. Pemasar kemudian dapat membangkitkan strategi pemasaran yang memicu minat konsumen.

    b.Pencarian Informasi
    Saat seseorang mulai menyadari kebutuhannya, maka pilihan produk dan merk harus diidentifikasi untuk memenuhi kebutuhanya. Dalam mencari berbagai alternative pilihan untuk memuaskan kebutuhan, seorang konsumen dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti beberapa banyak biaya waktu, berapa banyak informasi dari masa alalu dan sumber-sumber lain yang sudah dimiliki oleh konsumen. Yang menjadi minat utama pemasar adalah sumber-sumber informasi utama yang menjadi acuan konsumen dan pengaruh relative dari tiap sumber tersebut terhadap kepuasan pembelian selanjutnya. Sewcara umum konsumen mendapatkan informasi tentang suatu produk dari sumber komersial yaitu sumber yang didominasi oleh pemasar.

    c. Evaluasi Alternatif
    Jika samua alternative yang wajar telah diidentifikasikan, konsumen harus mengevaluasinya satu per satu sebagai persiapan untuk mengadakan pembelian. Kriteria evaluasi yang dipakai konsumen mencakup pengalaman masa lalu dan sikap terhadap aneka merk. Konsumen juga mendengarkan tanggapan-tanggapan keluarga dan kelompok lain. Beberapa konsep dasar akan dapat membantu pemasar dalam memahami proses evaluasi konsumen. Pertama, konsumen berusaha memenuhi suatu kebutuhan. Kedua, konsumen mencari manfaat tertentu dari suatu produk. Ketiga, konsumen memandang setiap produk sebagai sekumpulan atribut dengan kemampuan yang berbeda-beda dalam memberikan manfaat yang dicari untuk memuasakan kebutuhan.

    d.Keputusan Pembelian
    Setelah mencari dan mengvaluasi berbagai alternative untuk memenuhi kebutuhan, konsumen pada titik tertentu harus memutuskan antara membeli atau tidak membeli, jika keputusan yang diambil adalah membeli, konsumen harus membuat rangkaian keputusan yang menyangkut merk, harga, tempat penjualan, warna, dan lain-lain.

    e.Prilaku Pasca Pembelian
    Saat membeli suatu produk,bagi seorang konsumen akan mengalami tingkat kepuasan dan ketidakpuasan tertentu. Perasaan konsumen setelah malakukan pembelian dapat mempengaruhi pembelian ulang dan juga ditambah dengan apa yang dikatakan oleh konsumen kepada teman atau kerabat tentang produk tersebut.Biasanya konsumen akan mengalami kecemasan purnabeli,kecemasan ini disebut disonasi kognitif purnabeli yang terjadi karena setiap alternative yang dihadapi konsumen memiliki kelebihan dan kekurangan.
    Penelitian sebelumnya.

    KERANGKA FIKIRAN

    Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kepuasan pelanggan helm merk GV di Banjarmasin
    |
    Tanggapan terhadap Pelanggan
    |
    Tingkat Kepuasan Pelanggan Helm Merk GV di Banjarmasin

    Penelitian sebelumnya.
    Penelitian sebelumnya yang berkaitan adalah Agus Fitriadi (2003) yang meneliti tentang Analisis Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Keputusan dalam Pembelian Pada UD MIkrocom di Banjarmasin. Dari hasil penelitian diketahui bahwa variabel bebas seperti harga, kahandalan system, vga card, tampilan layar,kelengkapan multi media, pelayanan purna jual berpengaruh secara simultan terhadap keputusan konsumen dalam pembelian computer pada UD Mikrocom.Persamaan penelitian ini dengan penelitain penulis adalah sama-sama menganalisis tentang prilaku konsumen, sedangkan perbedaannya adalah pada objek penelitiannya.

    Hipotesis Penelitian

    a.Hipotesis I
    Ho : Duduga factor-faktor seperti harga, selera, kualitas,harga jual kembali, prestise dan promosi, secara simultan tidak berpengaruh terhadap prilaku konsumen dalam pembelian hel merk GV.
    Ha : Duduga factor-faktor seperti harga, selera, kualitas,harga jual kembali, prestise dan promosi, secara simultan berpengaruh terhadap prilaku konsumen dalam pembelian hel merk GV.

    b.Hipotesis II

    Ho : Diduga factor kualitas tidak mempunyai pengaruh dominan terhadap prilaku konsumen dalam pembelian helm merk GV pada mahasiswa Fakultas Ekonomi UNLAM.
    Ha : Diduga factor kualitas mempunyai pengaruh dominan terhadap prilaku konsumen dalam pembelian helm merk GV pada mahasiswa Fakultas Ekonomi UNLAM.

    BAB II
    TINJAUAN PUSTAKA
    Landasan Teori

    1.Pengertian Pemasaran
    Sehubungan dengan permasalahan yang terdapat dalam penelitian ini maka diperlukan adanya teori-teori atau konsep-konsep yang memerlukan penjelasan. Dalam benyak perusahaan dewasa ini, pemasaran memegang peranan sebagai suatu faktor penting untuk tetap bertahan menjalankan usaha dan bergelut dalam dunia persaingan. Pemasaran merupakan factor vital sebagai strategi pesrusahaan dalam menjalankan usahanya, yang terutama berhubungan dengan konsumen. Kata pemasaran sendiri berasal dari kata pasar, atau bias juga diartikan dengan mekanisme yang mempertemukan permintaan dan penawaran.
    Menurut Kotler ( 2002 : 9 ) “Pemasaran adalah proses social yang didalamnyaa individu dan kelompok mendapatkan apa yang meraka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produks yang bernilai dengan pihak lain”.
    Menurut Stanton ( 1996 : 6 ) “Pemasaran adalah suatu system keseluruhan dari kegiatan-kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada meupun pembeli potensial”.
    Menurut Lamb, Hair, Me Daniel ( 2001 : 6 ) “Pemasaran adalah suatu proses perencanaan dan menjalankan konsep, harga, promosi, dan sejumlah ide, barang, dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang mampu memuaskan tujuan individu dan organisasi”.
    Dari ketiga definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa pada dasarnya pemasaran bukan hanya kegiatan menjual barang maupun jasa tetapi juga meliputi kegiatan untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan dengan berusaha mempengaruhi konsumen untuk bersedia membeli barang dan jasa perusahaan melalui penciptaan, penawaran, dan pertukaran produk yang bernilai. Hal ini sangat penting bagi manajer pemasaran untuk memahami tingkah laku konsumen tersebut. Sehingga perusahaan dapat mengembangkan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan produk secara lebih baik. Dengan mempelajari prilaku konsumen, manajer akan mengetahui kesempatan, mengidentifikasi, serta menentukan segmentasi pasar secara tepat dan akurat.

    2.Prilaku Konsumen
    Menurut Swasta ( 1992 : 9 ) “Prilaku konsumen dapat didefinisikan sebagai kegiatan-kegiatan individu-individu yang secara langsung terlibat dalam memdapatkan termasuk mempergunakan barang-barang dan jasa, keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan-kegiatan tersebut”.
    Menurut Peter J. Paul dan jerry C. Olson ( 2000 : 6 ) “Prilaku konsumen merupakan interaksi dinamis antara pengaruh dan kondisi prilaku dan kejadian di sekitar lingkungan di mana manusia melakukan aspek pertukaran dalam kehidupan mereka”.
    Dari dua jenis definissi di atas dilihat ada dua hal penting dari prilaku konsumen yaitu proses pengembalian keputusan dan kegiatan fisik yang semuanya ini melibatkan individu dalam menilai, mendapatlkan dan mempergunakan barang-barang dan jasa secara ekonomis. Dengan kata lain prilaku konsumen adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku konsumen dalam arti tindakan-tindakan yang dilakukan untuk membeli suatu barang atau jasa tertentu.

    3.Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Prilaku Pembelian Konsumen
    Menurut Kotler ( 2002 : 183 ) Faktor-faktor yang mempengaruhi prilaku pembelian konsumen yaitu :
    a.Faktor Kebudayaan
    Kebudayaan mempunyai penaruh paling luas dan mendalam terhadap prilaku konsumen. Terdiri dari budaya, sub budaya, dan kelas social. Budaya yang merupakan karakter paling penting dari suatu social yang membedakannya dari kelompok budaya lain menjadi penentu dan keinginan dan prilaku yang paling mendasar. Masing-masing budaya terdiri dari sub budaya yang memberikan lebih banyak ciri-ciri dan sosialisasi.Sub budaya adalah suatu kelompok homogeny atas sejumlah orang yang terbagi menjadi beberapa bagian dari keseluruhan suatu budaya. Masyarakat dalam suatu budaya dan sub budaya sesungguhnya terbagi dalam strata atau kelas social. Kelas social merupakan sekelompok orang yang sama-sama mempertimbangkan secara dekat persamaan diantara mereka sendiri.

    b.Faktor Sosial
    Pada umumnya konsumen sering meminta pendapat dari orang sekitas dan lingkungannya tentang produk apa yang harus dibeli. Karena itulah lingkungan sosial memberikan pengaruh terhadap prilaku konsumen. Faktor Sosial terdiri dari 3 bagian, yaitu : kelompok acuan, keluarga, dan peran. Kelompok acuan adalah semua kelompok yang memilki pengaruh langsung terhadap sikap / prilaku seseorang. Dengan pendapat yang diperoleh dari suatu kelompok maka konsumen dapat membuat keputusan konsumsi. Keluarga sebagai organisasi pembelian konsumen yang paling penting juga berpengaruh secara langsung terhadap keputusan seseorang dalam membeli barang sehari-hari. Sedangkan peran meliputi kegiatan yang diharapkan akan dilakukan seseorang. Suatu produk atau merk dapat menggambarkan peran dan status pamakainya.

    c.Faktor Pribadi
    Mulai dari bayi hingga dewasa dan menjadi tua, manusia selalu membutuhkan barang dan jasa. Pilihan barang yang dibeli secara otomatis dipengaruhi oleh keadaan ekonomi dan gaya hidup yang bersangkutan. Gaya hidup adalah cara hidup seseorang yang terlihat melalui aktivitas sehari-hari, minat dan pendapat seseorang. Seseorang dengan pendapatan yang tinggi dan gaya hidup mewah tentunya akan menentukan pilihan pada barang dan jasa yang berkualitas. Selain itu kepribadian dan konsep diri juga mempengaruhi pilihan produk. Konsep diri adalah bagaimana konsumen mempresepsikan diri mereka sendiri, yang meliputi sikap, persepsi, keyakinan, dan evaluasi diri. Karena sangat berguna dalam menganalisis prilaku sonsumen sehingga banyak perusahaan menggunakan konsep yang berhubungan dengan kepribadian seseorang.

    d.Faktor Psikologis
    Sikap pembelian psikologis dipengaruhi oleh empat facktor psikologis utama, yaitu : motivasi, persepsi, pembelajaran dan kepercayaan. Motivasi merupakan kebutuhan yang mendorong seseorang dalam melakukan sesuatu sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Melalui motivasi proses pengamatan dan belajar seseorang memperoleh kepercayaan terhadap suatu produk yang secara otomatis mempengaruhi prilaku pembelian konsumen. Para konsumen mengembangkan beberapa kenyakinan mengenai ciri-ciri dari suatu produk dan selanjutnya akan membentuk suatu sikap konsumen terhadap produk tersebut.

    4.Faktor Pribadi
    Menurut Kotler ( 2002 : 204 ) tujuan pemasaran adalah memenuhi dan memuaskan kebutuhan serta keinginan pelanggan yang menjadi sasaran. Pada bidang prilaku konsumen ini mempelajari bagaimana individu, kelompok, dan organisasi memilih, membeli, memakai, dan membuang barang , jasa, gagasan atau pengalaman dalam rangka memuasakan kebutuhan dan hasrat mereka. Para perusahaan yang cermat melakukan riset atau Quesioner atas riset atas proses keputusan pembelian yang ada dalam jenis produk mereka. Ketika membuat keputusan untuk membeli suatu produk, konsumen melewati tahap-tahap sebagai berikut :

    a. Pengenalan Masalah
    Proses pembelian dimulai saat pembeli mengenali sebuah masalah atau kebutuhan. Pembeli merasakan perbedaan antara keadaan aktualnya dengan keadaan yang diinginkannya. Kebutuhan umum seseorang seperti lapar, haus, saat mencapai titik tertentu dapat menjadi sebuah dorongan. Kebutuhan juga dapat ditimbulkan oleh rangsangan eksternal seperti ketika seseorang melihat iklan mobil dan ingin membelinya. Dengan mengumpulkan informasi dari sejumlah konsumen, pemasar dapat menidentifikasi rangsangan yang paling sering membengkitkan minat akan suatu jenis produk. Pemasar kemudian dapat membangkitkan strategi pemasaran yang memicu minat konsumen.

    b.Pencarian Informasi
    Saat seseorang mulai menyadari kebutuhannya, maka pilihan produk dan merk harus diidentifikasi untuk memenuhi kebutuhanya. Dalam mencari berbagai alternative pilihan untuk memuaskan kebutuhan, seorang konsumen dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti beberapa banyak biaya waktu, berapa banyak informasi dari masa alalu dan sumber-sumber lain yang sudah dimiliki oleh konsumen. Yang menjadi minat utama pemasar adalah sumber-sumber informasi utama yang menjadi acuan konsumen dan pengaruh relative dari tiap sumber tersebut terhadap kepuasan pembelian selanjutnya. Sewcara umum konsumen mendapatkan informasi tentang suatu produk dari sumber komersial yaitu sumber yang didominasi oleh pemasar.

    c. Evaluasi Alternatif
    Jika samua alternative yang wajar telah diidentifikasikan, konsumen harus mengevaluasinya satu per satu sebagai persiapan untuk mengadakan pembelian. Kriteria evaluasi yang dipakai konsumen mencakup pengalaman masa lalu dan sikap terhadap aneka merk. Konsumen juga mendengarkan tanggapan-tanggapan keluarga dan kelompok lain. Beberapa konsep dasar akan dapat membantu pemasar dalam memahami proses evaluasi konsumen. Pertama, konsumen berusaha memenuhi suatu kebutuhan. Kedua, konsumen mencari manfaat tertentu dari suatu produk. Ketiga, konsumen memandang setiap produk sebagai sekumpulan atribut dengan kemampuan yang berbeda-beda dalam memberikan manfaat yang dicari untuk memuasakan kebutuhan.

    d.Keputusan Pembelian
    Setelah mencari dan mengvaluasi berbagai alternative untuk memenuhi kebutuhan, konsumen pada titik tertentu harus memutuskan antara membeli atau tidak membeli, jika keputusan yang diambil adalah membeli, konsumen harus membuat rangkaian keputusan yang menyangkut merk, harga, tempat penjualan, warna, dan lain-lain.

    e.Prilaku Pasca Pembelian
    Saat membeli suatu produk,bagi seorang konsumen akan mengalami tingkat kepuasan dan ketidakpuasan tertentu. Perasaan konsumen setelah malakukan pembelian dapat mempengaruhi pembelian ulang dan juga ditambah dengan apa yang dikatakan oleh konsumen kepada teman atau kerabat tentang produk tersebut.Biasanya konsumen akan mengalami kecemasan purnabeli,kecemasan ini disebut disonasi kognitif purnabeli yang terjadi karena setiap alternative yang dihadapi konsumen memiliki kelebihan dan kekurangan.
    Penelitian sebelumnya.

    KERANGKA FIKIRAN

    Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kepuasan pelanggan helm merk GV di Banjarmasin
    |
    Tanggapan terhadap Pelanggan
    |
    Tingkat Kepuasan Pelanggan Helm Merk GV di Banjarmasin

    Penelitian sebelumnya.
    Penelitian sebelumnya yang berkaitan adalah Agus Fitriadi (2003) yang meneliti tentang Analisis Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Keputusan dalam Pembelian Pada UD MIkrocom di Banjarmasin. Dari hasil penelitian diketahui bahwa variabel bebas seperti harga, kahandalan system, vga card, tampilan layar,kelengkapan multi media, pelayanan purna jual berpengaruh secara simultan terhadap keputusan konsumen dalam pembelian computer pada UD Mikrocom.Persamaan penelitian ini dengan penelitain penulis adalah sama-sama menganalisis tentang prilaku konsumen, sedangkan perbedaannya adalah pada objek penelitiannya.

    Hipotesis Penelitian

    a.Hipotesis I
    Ho : Duduga factor-faktor seperti harga, selera, kualitas,harga jual kembali, prestise dan promosi, secara simultan tidak berpengaruh terhadap prilaku konsumen dalam pembelian hel merk GV.
    Ha : Duduga factor-faktor seperti harga, selera, kualitas,harga jual kembali, prestise dan promosi, secara simultan berpengaruh terhadap prilaku konsumen dalam pembelian hel merk GV.

    b.Hipotesis II
    Ho : Diduga factor kualitas tidak mempunyai pengaruh dominan terhadap prilaku konsumen dalam pembelian helm merk GV pada mahasiswa Fakultas Ekonomi UNLAM.
    Ha : Diduga factor kualitas mempunyai pengaruh dominan terhadap prilaku konsumen dalam pembelian helm merk GV pada mahasiswa Fakultas Ekonomi UNLAM.

    BAB III
    METODE PENELITIAN

    A.Lokasi Penelitian
    Penelitian ini mengambil lokasi pada Fakultas Ekonomi Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin dengan alamat JL. Brigjen H. Hasan Basri Banjarmasin Telp. 0511-3305116,3306654 FAX. 0511-3306654

    B.Populasi dan Sampel
    1.Populasi Penelitian
    Populasi dalam penlitian ini adalah seluruh mahasiswa fakultas Ekonomi UNLAM yang membeli serta menggunakan helm merek GV.
    2.Sampel Penelitian
    Karena jumlah populasi yang terlalu besar yaitu lebih dari 100 dan keterbatasan dan, waktu, serta tenaga yang dimiliki, maka jumlah sampel yang akan diambil sebanyak 50 responden yang terdapat dalam populasi tersebut. Dimana manurut Arikunto ( 2002 : 112 ) jika populasi lebih dari 100 orang maka diambil sampai 5%-10% atau 20%-30% dari jumlah populasi. Sedangkan menurut Guildford ( 1987 : 125 ) jumlah sampel yang diambil adalah lebih besar dari persyaratan minimal sebanyak 30 responden dimana semakin besar sampel akan memberikan hasil yang lebih akurat.

    C.Jenis dan Sumber Data
    1.Jenis Data
    Jenis data dalam penelitian ini berupa :
    a.Data Kualitatif, yaitu data yang berbentuk kata, kalimat, skema, dan gambar, sepertu literature-literatur serta teori-teori yang berkaitan dengan penelitian penulis.
    b.Data Kuantitatif, yaitu data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan ( scoring ).
    2.Sumber Data
    Sumber data dalam penelitian ini berupa :
    a.Data primer, yaitu data yang diperoleh langsung dari responden penelitian melalui wawancara dan kuesioner di lapangan.
    b.Data Sekunder, yaitu data yng diperoleh dalam bentuk yang sudah jadi, sudah dikumpulkan dan diolah oleh pihak lain. Biasanya sudah dalam bentuk publikasi saperti data yang diperoleh dari situasi-situasi internet dan data lainnya yang berhubungan langsung dengan objek yang diteliti.

    D.Teknik Pengumpulan Data
    Metode pengumpulan data yang dipergunakan pada penelitian ini adalah :
    a.Interview, yaitu suatu metode pengumpulan data dengan cara mengadakan wawancara langsung dengan responden dengan bantuan daftar pertanyaan untuk mengumpulkan data primer.
    b.Kuesioner, yaitu suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pertanyaan tertulis pada responden untuk menjawab.

    E.Variabel penelitian
    Variabel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah :
    1.VAriabel terikat (Y) : Prilaku konsumen dalam pembelian helm merk GV di Fakultas Ekonomi UNLAM Banjarmasin.
    2.Variabel bebas (X) : Harga,selera, kualitas, harga jual kembali, prestise dan promosi.
    Untuk mengetahui hasil tanggapan responden terhadap variabel-veriabel penelitian maka digunakan data interval dengan skala 0-10. Sedangkan untuk mengetahui pengukuran dan interpretasi data, maka data interval dibagi menjadi 5 (lima) skor interval sebagai berikut :
    0 ≤ 2 Skor 1
    2,1 ≤ 4 Skor 2
    4,1 ≤ 6 Skor 3
    6,1 ≤ 8 Skor 4
    8,1 ≤ 10 Skor 5

    F.Definisi Operasional Variabel
    1.Harga (X1)
    Melihat tanggapan konsumen mengenai variabel harga harga helm merk GV yang ditetapkan dibandingkan dengan harga produk pesaingnya yang sejenis.
    X1.1Perbandingan dengan harga pesaing
    Tanggapan konsumen terhadap perbandingan harga helm merk GV dengan helm merk lain yang sejenis seperti Arai, Shoe, Nolan, dan lain-lain. Diukur dalam rupiah.
    X1.2Harga yang ditetapkan
    Tanggpan konsumen terhadap harga yang ditetapkan dari produk yang dbeli konsumen. Diukur dalam rupiah.
    2.Selera (X2)
    Gambaran produk helm GV yang diinginkan konsumen dalam memberikan kesenangan dan kepuasan. Indikatornya adalah :

    X2.1Jenis Model
    Penilaian konsumen terhadap berbagai tipe pilihan helm merk GV yang ditawarkan oleh produsen.
    X2.2Warna
    Penilaian konsumen terhadap ragam pilihan warna yang ada pada helm merk GV.
    X2.3Penampilan Luar (Body)
    Penilaian konsumen terhadap penampilan luar helm merk GV dibandingkan dengan produksi pesaingnya.
    Ketiga indicator di atas diukur berdasarkan tingkat kesenangan dan kepuasan konsumen.
    3.Kualitas (X3)
    Melihat tanggapan konsumen mengenai kualitas helm merk GV.
    X3.1Kenyamanan
    Penilaian konsumen pada saat menggunakan helm.
    X3.2Daya Tahan
    Penilaian konsumen terhadap usia operasional helm merk GV yang diharapkan dalam berbagai kondisi cuaca.
    4.Harga Jual Kembali (X4)
    Mengetahui tanggapan konsumenterhadap harg jual kembali serta kamudahan dalam memasarkan produk yang sudah dipakai.
    X6.1Harga jual kembali
    Penilaian konsumen terhadap harga dari helm merk GV. Diukur dalam rupiah

    X6.2Pemasaran produk purna pakai
    Penilaian konsumen terhadap tingkat kemudahan pemasaran dan penerimaan dari konsumen lainnya terhadap jal merk GV purna pakai. Di ukur berdasarkan perlakuan.
    5.Prestise (X5)
    Nilai kebanggaan yang dirasakan seseorang akibat penggunaan suatu produk. Diukur berdasarkan tingkat kesenangan konsumen.
    6.Promosi (X6)
    Suatu bentuk komunikasi pemasaran seperti akivitas untuk menyebarkan informasi, mempengaruhi, membujuk konsumennya untuk membeli helm merk GV.
    X6.1Tanggapan konsumen terhadap iklan helm merk GV yang disampaikan oleh pemasar. DApat diukur dri frekuensi, luas jangkauan, serta ukuran.
    X6.2Hadiah
    Respon konsumen terhadap sikap simpatik pamasar pada saat membeli helm GV. Diukur berdasarkan tingkat kesenangan konsumen.

    G.Uji Validasi dan Rehabilitasi Instrumen Penelitian
    Uji validasi dan rehabilitasi yang dilakukan dalam penelitian ini dimaksudkan agar data yang diperoleh dengan cara penyetaraan quisioner valid dan reliable.
    Instrumen dikatakan valid jika mampu mengukur apa yang diingikan dan mempu mengungkapkan data yang diteliti secara tepat. Tinggi rendahnya instrument menunjukkan sejauh mana data yang dikumpulkan tidak menyimpang dari gambaran variabel yang dimaksud ( Suharsimi Arikunto, 145 : 2002 ).

    Uji validasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji validasi item, yaitu menguji terhadap kualitas item-itemnya. Yaitu dengan menghitung korelasi antara setiap item dengan skor total sebagai kriteria validilitasnya.

    Uji reabilitas bertujuan untuk menguji sejauh mana alat pengukur dapat dipercaya atau diandalkan. Pengukur reliabilitas dilakukan dengan menggunakan koefisien Alpha Cronbach (a). Dimana, biasanya reliabilitas minimal 0,5.

    H.Teknik Analisis Data
    Data yang terkumpul akan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistic dengan menggunakan program SPSS,dimana rumus statistic yang digunakan adalah Linier Multiple Regression (regresi linier berganda), dimana fungsinya adalah :
    Y = a + b1 . X1 + b2 .X2 + b3 . X3 + b4 . X4 + b5 . X5 + b6 . X6 + e

    Fungsi tersebut menerangkan hubungan antara dua variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y), dimana :
    Y : Prilaku konsumen
    A : Konstanta
    b1 s/d b7 : Koofesien Regresi
    X1 : Harga
    X2 : Selera
    X3 : Kualitas
    X4 : Harga Jual Kembali
    X5 : Prestise
    X6 : Promosi
    e : Faktor ganguan

    I.Uji Asumsi Klasik

    a.Uji Multikolinieritas
    Uji multikolinieritas dugunakan untuk mengetahui ada tidaknya kolerasi antara variabel independent, jika terjadi kolerasi maka terdapat problem multikolonieritas. Untuk mengetahui ada tidaknya multi kolonieritas antar variabel, dapat dilihat dari Variabel Inflation (VIF) dari masing-masing variabel bebas terdapat variabel terikat. Jika nilai VIF kurang dari sepuluh dapat dinyatakan tidak terjadi multikolonieritas ( Gujarati, 1995).

    b.Uji Heteroskedastisitas

    Uji heteroskedastitas digunakan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual suatu pengamatan kepengamatan yang lain. Jika varian dari residual dari suatu pengamatan kepengamatan yang kain tetap, maka disebut omoskedastisitas. Dan jika varian berbeda disebut heteroskedasitas ( Santoso, Singgih, 2002 :208 ). Untuk mengetahui ada tidaknya gejala heterosskedatisitas dalam penelitian ini menggunakan metode Sperman Rank Correlation. Apabila hasil pengujian menunjukkan lebih dari α = 5% maka tidak ada heteroskedasitas.

    c.Uji Autokorelasi

    Uji autokorelasi digunakan untuk mengetahui apakan dalam persamaan regrasi mengandung korelasi serial atau tidak diantara variabel penggangu. Menurut Singgih Santoso ( 2002 : 219 ) untuk mengetahui adanya autokorelasi digunakan uji Durbin – Watson mendekati angka 2 berarti tidak ada autokorelasi.

    d.Uji Normalitas

    Uji normalitas dilakukan untuk mgnetahui apakah sebuah model regresi, variabel independen, variabel dependen, atau keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Untuk mengetahuinya digunakan uji Kolmongorov-Smirnov, menurut Singgih Santoso ( 2001 : 142 ) pedoman pengambilam keputusan dalam uji normalitas yaitu, bila nilai Sig atau signifikan lebih besar daripada 0,05 maka distribusi adalah normalitas (simetris).

    DAFTAR PUSTAKA

    Stanton, William J.1996. Prinsip Pemasaran (terjemahan). Edisi 7,jilid 1.Erlangga. Jakarta.
    Lamb,Hair,Mc Daniel.2001. Pemasaran (terjemahan).Edisi Bahasa Indonesia,Jilid Pertama.Salemba empat.Jakarta.
    Kotler, Philip.2002.Manajemen Pemasaran (terjemahan).Edisi Millenium, jilid 1.PT. Prenhallindo. Jakarta.
    Enggel,Blackwell,Miniard.1994. Prilaku Konsumen (terjemahan).Edisi Enam.Jilid Pertama.Binarupa Aksara.Jakarta.
    Fitriadi,Agus.2003. Analisis beberapa factor yang mempengaruhi keputusan dalam pembelian pada UD Microcom di Banjarmasin,Sripksi.Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin.
    Arikunto,Suharsimi.2002. Prosedur Penelitian.Edisi Revisi V.PT.Rineka Cipta.Jakarta.
    http://www.slideshare.net/YUSTUSSAKAN/bab-iii-metode-penelitian-15258811
    http://harisahmad.blogspot.com/2010/05/contoh-proposal-skripsi.

    Komentar oleh m annagib muthahar | Januari 22, 2013 | Balas

  76. Salam hangat bapak JO…
    Nama : Abdul Ghoni
    Nim :Erc1b010134
    Manajemen Kelas Sore

    Judul : Menganalisa Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen Dalam Membeli HElm Merk ‘KYT’

    BAB I
    PENDAHULUAN

    A.Latar Belakang
    Pada tahun 2003 dimulainya operasi pemusnahan helm yang bukan standar oleh jajaran kepolisian, ada beberapa warga Jambi yang mengeluh dengan penggunaan helm standar. Berbagai alasan mulai dari kepala terasa berat,tidak nyaman,tidak mendengar kalo ada yang memanggil, dan sebagainya.

    Helm yang baik adalah helm yang aman dan nyaman. Biasanya helm semacam ini lulus persyaratan DOT (Departement of Transportation) atau standar transportasi Amerika Serikat. Ada juga standar-standar lain seperti untuk Eropa, Jepang, bahkan Indonesia sendiri. Apapun itu, helm yang aman adalah helm yang terbuat dari lapisan cangkang luar yang membungkus seluruh kepala dan menyisakan cukup ruang untuk melihat kedepan.Orang-orang sering menyebutnya helm full face. Juga cangkangnya harus lumanyan tebal dan anti benturan.

    Sekarang ini banyak sekali terdapat merk-merk helm yang ditawarkan kepada konsumen seperti Arai, Shoe,Nolan,Airow dan merk helm KYT dan sebagainya. Dimana masing-masing merk helm tersebut berusaha untuk membuat produknya lebih unggul dibandingkan dengan merk lain. Maka kegiatan pemasaran yang baik dan tepatlah yang memegang peranan yang penting dalam menunjang kelangsungan usaha dan perkembangan suatu perusahaan. Dengan kata lain, pihak produsen harus mampu merebut hati konsumen akan hasil produksi yang dijual dan berupaya untuk memuaskan kebutuhan konsumennya.

    Dalam memahami prilaku konsumen tentu tidak mudah karena konsumen mempunyai sifat yang berbeda-beda sebagaimana dari kebutuhan manusia yang tidak terbatas disamping dipengaruhi oleh kondisi eksternal dan internal lainnya yang berakibat langsung terhadap prilaku konsumen. Faktor eksternal yang dimaksud meliputi kebudayaan, sub budaya,kelas sosial,kelompok sosial, kelompok referensi, dan keluarga. Sedangkan faktor internal adalah faktor yang ada pada diri konsumen itu sendiri (psikologis) yang meliputi: belajar, kepribadian, dan konsep diri,serta sikap (Stanton,1996:155).

    Oleh sebab itu konsumen harus dapat mengendalikan perubahan perilaku tersebut dengan berusaha mengimbanginya, yakni dengan mempengaruhi konsumen dalam membeli produk yang ditawarkan dan melalui evaluasi berkala demi kelangsungan hidup produsen itu sendiri. Tidak semua merk helm yang mampu diminati oleh sebagian besar konsumen yang ada, tetapi hanya beberapa saja.Salah satunya adalah merk KYT yang menjadi pilihan.

    B.Rumusan Masalah
    Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan, maka dapat diidentifikasi beberapa hal sebagai berikut :
    Banyaknya merk-merk helm sepada motor yang ditawarkan oleh produsen kepada konsumen.
    Helm merupakan salah satu penunjang keselamatan berkendaraan yang sangat penting.
    Pentingnya memahami prilaku konsumen untuk meningkatkan penjualan.

    Sehingga berdasarkan uraian di atas, maka permasalahannya dapat dirumuskan sebagai berikut :
    1.Apakah faktor-faktor seperti harga, selera, kualitas, harga jual kembali, prestise dan promosi secara simultan mempengaruhi prilaku konsumen dalam membeli helm merk KYT?
    2.Dari faktor-faktor tersebut, faktor manakah yang paling dominan memberikan pengaruh terhadap prilaku konsumen terhadap pembelian helm merk KYT?

    C.Tujuan Penelitian
    Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian yang hendak dicapai adalah :
    1.Untuk mengetahui prilaku konsumen dalam pembelian helm merk KYT dilihat dari harga, selera, kualitas, harga jual kembali, prestise dan promosi.
    2.Untuk mengetahui faktor yang paling dominan mempengaruhi prilaku konsumen dalam pembelian helm merk KYT.

    D.Manfaat Penelitian

    Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

    1.Penelitian ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan dan masukan bagi perusahaan dalam menetapkan kebijakan dan strategi di bidang pemasaran untuk mengembangkan usaha bisnis mereka.
    2.Diharapkan dapat menjadi bahan acuan bagi penelitian selanjutnya.

    BAB II
    TINJAUAN PUSTAKA
    Landasan Teori

    1.Pengertian Pemasaran
    Sehubungan dengan permasalahan yang terdapat dalam penelitian ini maka diperlukan adanya teori-teori atau konsep-konsep yang memerlukan penjelasan. Dalam benyak perusahaan dewasa ini, pemasaran memegang peranan sebagai suatu faktor penting untuk tetap bertahan menjalankan usaha dan bergelut dalam dunia persaingan. Pemasaran merupakan factor vital sebagai strategi pesrusahaan dalam menjalankan usahanya, yang terutama berhubungan dengan konsumen. Kata pemasaran sendiri berasal dari kata pasar, atau bias juga diartikan dengan mekanisme yang mempertemukan permintaan dan penawaran.
    Menurut Kotler ( 2002 : 9 ) “Pemasaran adalah proses sosial yang didalamnyaa individu dan kelompok mendapatkan apa yang meraka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produks yang bernilai dengan pihak lain”.
    Menurut Stanton ( 1996 : 6 ) “Pemasaran adalah suatu system keseluruhan dari kegiatan-kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada meupun pembeli potensial”.
    Menurut Lamb, Hair, Me Daniel ( 2001 : 6 ) “Pemasaran adalah suatu proses perencanaan dan menjalankan konsep, harga, promosi, dan sejumlah ide, barang, dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang mampu memuaskan tujuan individu dan organisasi”.
    Dari ketiga definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa pada dasarnya pemasaran bukan hanya kegiatan menjual barang maupun jasa tetapi juga meliputi kegiatan untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan dengan berusaha mempengaruhi konsumen untuk bersedia membeli barang dan jasa perusahaan melalui penciptaan, penawaran, dan pertukaran produk yang bernilai. Hal ini sangat penting bagi manajer pemasaran untuk memahami tingkah laku konsumen tersebut. Sehingga perusahaan dapat mengembangkan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan produk secara lebih baik. Dengan mempelajari prilaku konsumen, manajer akan mengetahui kesempatan, mengidentifikasi, serta menentukan segmentasi pasar secara tepat dan akurat.

    2.Prilaku Konsumen
    Menurut Swasta ( 1992 : 9 ) “Prilaku konsumen dapat didefinisikan sebagai kegiatan-kegiatan individu-individu yang secara langsung terlibat dalam memdapatkan termasuk mempergunakan barang-barang dan jasa, keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan-kegiatan tersebut”.
    Menurut Peter J. Paul dan jerry C. Olson ( 2000 : 6 ) “Prilaku konsumen merupakan interaksi dinamis antara pengaruh dan kondisi prilaku dan kejadian di sekitar lingkungan di mana manusia melakukan aspek pertukaran dalam kehidupan mereka”.
    Dari dua jenis definissi di atas dilihat ada dua hal penting dari prilaku konsumen yaitu proses pengembalian keputusan dan kegiatan fisik yang semuanya ini melibatkan individu dalam menilai, mendapatlkan dan mempergunakan barang-barang dan jasa secara ekonomis. Dengan kata lain prilaku konsumen adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku konsumen dalam arti tindakan-tindakan yang dilakukan untuk membeli suatu barang atau jasa tertentu.

    3.Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Prilaku Pembelian Konsumen
    Menurut Kotler ( 2002 : 183 ) Faktor-faktor yang mempengaruhi prilaku pembelian konsumen yaitu :
    a.Faktor Kebudayaan
    Kebudayaan mempunyai penaruh paling luas dan mendalam terhadap prilaku konsumen. Terdiri dari budaya, sub budaya, dan kelas social. Budaya yang merupakan karakter paling penting dari suatu social yang membedakannya dari kelompok budaya lain menjadi penentu dan keinginan dan prilaku yang paling mendasar. Masing-masing budaya terdiri dari sub budaya yang memberikan lebih banyak ciri-ciri dan sosialisasi.Sub budaya adalah suatu kelompok homogeny atas sejumlah orang yang terbagi menjadi beberapa bagian dari keseluruhan suatu budaya. Masyarakat dalam suatu budaya dan sub budaya sesungguhnya terbagi dalam strata atau kelas social. Kelas social merupakan sekelompok orang yang sama-sama mempertimbangkan secara dekat persamaan diantara mereka sendiri.

    b.Faktor Sosial
    Pada umumnya konsumen sering meminta pendapat dari orang sekitas dan lingkungannya tentang produk apa yang harus dibeli. Karena itulah lingkungan sosial memberikan pengaruh terhadap prilaku konsumen. Faktor Sosial terdiri dari 3 bagian, yaitu : kelompok acuan, keluarga, dan peran. Kelompok acuan adalah semua kelompok yang memilki pengaruh langsung terhadap sikap / prilaku seseorang. Dengan pendapat yang diperoleh dari suatu kelompok maka konsumen dapat membuat keputusan konsumsi. Keluarga sebagai organisasi pembelian konsumen yang paling penting juga berpengaruh secara langsung terhadap keputusan seseorang dalam membeli barang sehari-hari. Sedangkan peran meliputi kegiatan yang diharapkan akan dilakukan seseorang. Suatu produk atau merk dapat menggambarkan peran dan status pamakainya.

    c.Faktor Pribadi
    Mulai dari bayi hingga dewasa dan menjadi tua, manusia selalu membutuhkan barang dan jasa. Pilihan barang yang dibeli secara otomatis dipengaruhi oleh keadaan ekonomi dan gaya hidup yang bersangkutan. Gaya hidup adalah cara hidup seseorang yang terlihat melalui aktivitas sehari-hari, minat dan pendapat seseorang. Seseorang dengan pendapatan yang tinggi dan gaya hidup mewah tentunya akan menentukan pilihan pada barang dan jasa yang berkualitas. Selain itu kepribadian dan konsep diri juga mempengaruhi pilihan produk. Konsep diri adalah bagaimana konsumen mempresepsikan diri mereka sendiri, yang meliputi sikap, persepsi, keyakinan, dan evaluasi diri. Karena sangat berguna dalam menganalisis prilaku sonsumen sehingga banyak perusahaan menggunakan konsep yang berhubungan dengan kepribadian seseorang.

    d.Faktor Psikologis
    Sikap pembelian psikologis dipengaruhi oleh empat facktor psikologis utama, yaitu : motivasi, persepsi, pembelajaran dan kepercayaan. Motivasi merupakan kebutuhan yang mendorong seseorang dalam melakukan sesuatu sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Melalui motivasi proses pengamatan dan belajar seseorang memperoleh kepercayaan terhadap suatu produk yang secara otomatis mempengaruhi prilaku pembelian konsumen. Para konsumen mengembangkan beberapa kenyakinan mengenai ciri-ciri dari suatu produk dan selanjutnya akan membentuk suatu sikap konsumen terhadap produk tersebut.

    4.Faktor Pribadi
    Menurut Kotler ( 2002 : 204 ) tujuan pemasaran adalah memenuhi dan memuaskan kebutuhan serta keinginan pelanggan yang menjadi sasaran. Pada bidang prilaku konsumen ini mempelajari bagaimana individu, kelompok, dan organisasi memilih, membeli, memakai, dan membuang barang , jasa, gagasan atau pengalaman dalam rangka memuasakan kebutuhan dan hasrat mereka. Para perusahaan yang cermat melakukan riset atau Quesioner atas riset atas proses keputusan pembelian yang ada dalam jenis produk mereka. Ketika membuat keputusan untuk membeli suatu produk, konsumen melewati tahap-tahap sebagai berikut :

    a. Pengenalan Masalah
    Proses pembelian dimulai saat pembeli mengenali sebuah masalah atau kebutuhan. Pembeli merasakan perbedaan antara keadaan aktualnya dengan keadaan yang diinginkannya. Kebutuhan umum seseorang seperti lapar, haus, saat mencapai titik tertentu dapat menjadi sebuah dorongan. Kebutuhan juga dapat ditimbulkan oleh rangsangan eksternal seperti ketika seseorang melihat iklan mobil dan ingin membelinya. Dengan mengumpulkan informasi dari sejumlah konsumen, pemasar dapat menidentifikasi rangsangan yang paling sering membengkitkan minat akan suatu jenis produk. Pemasar kemudian dapat membangkitkan strategi pemasaran yang memicu minat konsumen.

    b.Pencarian Informasi
    Saat seseorang mulai menyadari kebutuhannya, maka pilihan produk dan merk harus diidentifikasi untuk memenuhi kebutuhanya. Dalam mencari berbagai alternative pilihan untuk memuaskan kebutuhan, seorang konsumen dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti beberapa banyak biaya waktu, berapa banyak informasi dari masa alalu dan sumber-sumber lain yang sudah dimiliki oleh konsumen. Yang menjadi minat utama pemasar adalah sumber-sumber informasi utama yang menjadi acuan konsumen dan pengaruh relative dari tiap sumber tersebut terhadap kepuasan pembelian selanjutnya. Secara umum konsumen mendapatkan informasi tentang suatu produk dari sumber komersial yaitu sumber yang didominasi oleh pemasar.

    c. Evaluasi Alternatif
    Jika samua alternative yang wajar telah diidentifikasikan, konsumen harus mengevaluasinya satu per satu sebagai persiapan untuk mengadakan pembelian. Kriteria evaluasi yang dipakai konsumen mencakup pengalaman masa lalu dan sikap terhadap aneka merk. Konsumen juga mendengarkan tanggapan-tanggapan keluarga dan kelompok lain. Beberapa konsep dasar akan dapat membantu pemasar dalam memahami proses evaluasi konsumen. Pertama, konsumen berusaha memenuhi suatu kebutuhan. Kedua, konsumen mencari manfaat tertentu dari suatu produk. Ketiga, konsumen memandang setiap produk sebagai sekumpulan atribut dengan kemampuan yang berbeda-beda dalam memberikan manfaat yang dicari untuk memuasakan kebutuhan.

    d.Keputusan Pembelian
    Setelah mencari dan mengvaluasi berbagai alternative untuk memenuhi kebutuhan, konsumen pada titik tertentu harus memutuskan antara membeli atau tidak membeli, jika keputusan yang diambil adalah membeli, konsumen harus membuat rangkaian keputusan yang menyangkut merk, harga, tempat penjualan, warna, dan lain-lain.

    e.Prilaku Pasca Pembelian
    Saat membeli suatu produk,bagi seorang konsumen akan mengalami tingkat kepuasan dan ketidakpuasan tertentu. Perasaan konsumen setelah malakukan pembelian dapat mempengaruhi pembelian ulang dan juga ditambah dengan apa yang dikatakan oleh konsumen kepada teman atau kerabat tentang produk tersebut.Biasanya konsumen akan mengalami kecemasan purnabeli,kecemasan ini disebut disonasi kognitif purnabeli yang terjadi karena setiap alternative yang dihadapi konsumen memiliki kelebihan dan kekurangan.
    Penelitian sebelumnya.

    BAB III
    METODE PENELITIAN

    A.Metode Penelitian

    Metode penelitian yang digunakan ialah survey langsung kepada para konsumen yang mnggunakan produk tersebut,hal ini dilakukan atas dasar pertimbangan bahwa dengan metode ini lebih mudah dilakukan,cepat,dan terjamin,dan juga lebih memastikan apakah yang membuat konsumen tertarik pada produk tersebut.

    B.Populasi dan Sampel
    1.Populasi Penelitian
    Populasi dalam penlitian ini adalah konsumen masyarakat Jambi yang membeli serta menggunakan helm merek KYT.
    2.Sampel Penelitian
    Karena jumlah populasi yang terlalu besar dan keterbatasan , waktu, serta tenaga yang dimiliki, maka jumlah sampel yang akan diambil sebanyak 100 responden yang terdapat dalam populasi tersebut. Dimana manurut Arikunto ( 2002 : 112 ) jika populasi lebih dari 100 orang maka diambil sampai 5%-10% atau 20%-30% dari jumlah populasi. Sedangkan menurut Guildford ( 1987 : 125 ) jumlah sampel yang diambil adalah lebih besar dari persyaratan minimal sebanyak 30 responden dimana semakin besar sampel akan memberikan hasil yang lebih akurat.

    http://ngapackers.blogspot.com/2008/10/pengertian-definisi-pemasaran-menurut.html
    http://mgtabersaudara.blogspot.com/2010/10/perilaku-konsumen.html
    http://uwie-kreatifnaxcampuz.blogspot.com/2010/10/prilaku-konsumen.html

    DAFTAR PUSTAKA

    Stanton, William J.1996. Prinsip Pemasaran (terjemahan). Edisi 7,jilid 1.Erlangga. Jakarta.
    Lamb,Hair,Mc Daniel.2001. Pemasaran (terjemahan).Edisi Bahasa Indonesia,Jilid Pertama.Salemba empat.Jakarta.
    Kotler, Philip.2002.Manajemen Pemasaran (terjemahan).Edisi Millenium, jilid 1.PT. Prenhallindo. Jakarta.
    Enggel,Blackwell,Miniard.1994. Prilaku Konsumen (terjemahan).Edisi Enam.Jilid Pertama.Binarupa Aksara.Jakarta.
    Fitriadi,Agus.2003. Analisis beberapa factor yang mempengaruhi keputusan dalam pembelian pada UD Microcom di Banjarmasin,Sripksi.Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin.
    Arikunto,Suharsimi.2002. Prosedur Penelitian.Edisi Revisi V.PT.Rineka Cipta.Jakarta.

    Komentar oleh Abdul Ghoni | Januari 22, 2013 | Balas

  77. Nama : Andrias Simon
    NIM : ERC1B010121
    Jurusan : Manajemen Kelas Sore

    Judul :
    Pengaruh Kualitas terhadap keputusan pembelian spareparts mesin pada industri minyak CPO di PT. Mitra Agrolika Sejahtera.
    Latar Belakang :
    Dalam beberapa tahun terakhir, banyak pabrik-pabrik CPO (Crude Palm Oil) yang telah berkembang di daerah Sumatera, khususnya pada daerah Sumatera bagian selatan. Hal ini sekaligus diikuti oleh berkembangnya industri dan supplaier spareparts mesin industri pabrik CPO.
    Industri adalah bidang mata pencaharian yang menggunakan ketrampilan dan ketekunan kerja (bahasa Inggris: industrious) dan penggunaan alat-alat di bidang pengolahan hasil-hasil bumi dan distribusinya sebagai dasarnya. Maka industri umumnya dikenal sebagai mata rantai selanjutnya dari usaha-usaha mencukupi kebutuhan (ekonomi) yang berhubungan dengan bumi, yaitu sesudah pertanian, perkebunan dan pertambangan yang berhubungan erat dengan tanah. Kedudukan industri semakin jauh dari tanah, yang merupakan basis ekonomi, budaya, dan politik (Alvin Toffler, 1971, Future Shock. Bantam Books).
    Banyak sekali produk-produk yang dipasarkan ke perusahaan-perusahaan industri minyak CPO seperti pada PT. Mitra Agrolika Sejahtera yang merupakan salah satu perusahaan pabrik CPO yang sedang berkembang di industri minyak CPO di Jambi. Banyak faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian terhadap spareparts mesin pabrik CPO, seperti kualitas dan harga.
    Menurut M. Suyanto ( http://carapedia.com/pengertian_definisi_kualitas_info2137.html ) “Kualitas merupakan seberapa baik sebuah produk sesuai dengan kebutuhan spesifik pelanggan. Kualitas meliputi kualitas kinerja, kesesuaian, daya tahan, dan keandalan”.
    Kualitas dalam spareparts industri sangat perlu diperhatikan karena mesin-mesin dalam Pabrik harus tetap berjalan 24 jam. Agar produksinya tetap terjaga, maka perlu memilih kualitas spareparts yang mempunyai kualitas terjamin tetapi dengan harga yang relatif murah.
    Dalam divisi Pembelian, banyak sekali penawaran spareparts yang pastinya mempunyai aneka ragam kualitas dan harga. Dari sinilah divisi pembelian harus bijak memilih produk yang bisa memperkecil pengeluaran.
    PT. Mitra Agrolika Sejahtera merupakan perusahaan yang mementingkan kualitas jika dibandingkan dengan harga.
    Dari pemaparan singkat diatas maka hal inilah yang melatarbelakangi penelitian ini sehingga diangkat judul “Pengaruh Kualitas Terhadap Keputusan Pembelian Spareparts Mesin Pada Industri Minyak CPO di PT. Mitra Agrolika Sejahtera“.
    Rumusan masalah
    Berdasarkan uraian latar belakang yang telah dipaparkan diatas, maka penulis merumuskan suatu permasalahan yang akan diteliti sebagai berikut
    1. Bagaimana pengaruh kualitas spareparts terhadap keputusan pembelian spareparts mesin pada pabrik CPO di PT. Mitra Agrolika Sejahtera?
    2. Apa kriteria keputusan pembelian perusahaan tersebut terhadap pembelian spareparts mesin?
    Tujuan penelitian
    1. Untuk mengetahui pengaruh kualitas spareparts terhadap keputusan pembelian spareparts mesin pada pabrik CPO di PT. Mitra Agrolika Sejahtera.
    2. Untuk mengetahui kriteria keputusan pembelian perusahaan tersebut terhadap pembelian spareparts mesin.
    Manfaat Penelitian
    Adapun manfaat yang diharapkan penulis melalui proses penelitian ini adalah sebagai berikut :
    a. Sebagai masukan bagi pengembangan ilmu pengetahuan yang terkait dengan disiplin ekonomi khususnya manajemen pemasaran.
    b. Sebagai informasi dan masukan kepada produsen untuk pertimbangan dalam memasarkan produknya.
    c. Sebagai wacana dalam upaya pembentukan pemahaman kepada masyarakat dan konsumen.
    d. Sebagai bahan referensi dan acuan untuk penelitian lainnya

    Komentar oleh andreas | Januari 22, 2013 | Balas

  78. Lanjutan..

    Tinjauan Pustaka
    Kualitas mengandung banyak pengertian, beberapa contoh dari pengertian kualitas menurut Tjiptono (1996:55) adalah :
    1) kesesuaian dengan persyaratan.
    2) kecocokan untuk pemakaian.
    3) perbaikan berkelanjutan.
    4) bebas dari kerusakan/cacat.
    5) pemenuhan kebutuhan pelanggan sejak awal dan setiap saat.
    6) melakukan segala sesuatu secara benar.
    7) sesuatu yang bisa membahagiakan pelanggan.

    Definisi Kualitas lainnya :
    Scherkenbach (1991): kualitas ditentukan oleh pelanggan; pelanggan menginginkan produk dan jasa yang sesuai dengan kebutuhan dan harapannya pada suatu tingkat harga tertentu yang menunjukkan nilai produk tersebut.
    Elliot (1993): kualitas adalah sesuatu yang berbeda untuk orang yang berbeda dan tergantung pada waktu dan tempat, atau dikatakan sesuai dengan tujuan.
    Goetch dan Davis (1995): kualitas adalah suatu kondisi dinamis yang berkaitan dengan produk, pelayanan, orang, proses yang memenuhi atau melebihi apa yang diharapkan.
    Perbendaharaan istilah ISO 8402 dan dari Standar Nasional Indonesia (SNI 19-8402-1991): kualitas adalah keseluruhan ciri dan karakteristik produk atau jasa yang kemampuannya dapat memuaskan kebutuhan, baik yang dinyatakan secara tegas maupun tersamar. Istilah kebutuhan diartikan sebagai spesifikasi yang tercantum dalam kontrak maupun kriteria-kriteria yang harus didefinisikan terlebih dahulu.
    Berdasarkan uraian tersebut, maka kualitas menurut penulis dapat diberi pengertian sebagai totalitas dari karakteristik suatu produk (barang atau jasa) yang menunjang kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan. Kualitas sering kali diartikan sebagai segala sesuatu yang memuaskan konsumen atau sesuai dengan persyaratan atau kebutuhan.

    Stanton (1985:222-223) mendefinisikan produk sebagai berikut :
    Sekumpulan atribut yang nyata (intangible) yang terkait dalam sebuah bentuk yang dapat didentifikasikan, di dalamnya sudah ter-cakup warna, harga, kemasan, prestise pabrik, prestise pengecer, dan pelayanan dari pabrik serta pengecer yang mungkin diterima oleh pembeli sebagai sesuatu yang bisa memuaskan keinginan.
    Menurut Kotler (1998:53) produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke suatu pasar untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan. Jadi, pada dasarnya produk adalah segala sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan atau keinginan masyarakat atau konsumen. Bagi perusahaan yang memproduksi suatu produk atau jasa, produk adalah alat atau sarana untuk mencapai sasaran, yaitu keuntungan perusahaan atau tujuan tertentu.

    Dalam era globalisasi ini, tampaknya masyarakat atau konsumen semakin kritis dalam menilai suatu produk.
    Stanton (1985:285-286) memberi pengertian kualitas produk :
    Suatu jaminan dalam rangka memenuhi kebutuhan konsumen dalam memilih suatu produk dan dalam masalah ini citra rasa pribadi sangat berperan.

    Dalam konsteks tersebut, penulis dapat memetik beberapa hal penting dalam membahas “kualitas produk”, yakni :
    1) Kata “jaminan” mengandung pengertian bahwa produk yang ditawarkan kepada konsumen benar-benar telah melalui proses pengukuran dan pengujian yang cermat dan rasional, sehingga layak untuk disertai dengan jaminan.

    2) Kata “cita rasa” yang menjadi motivasi konsumen dalam memilih produk adalah faktor yang menjadi fokus perhatian produsen atau pemasar. Jadi siapa yang menjadi konsumen atau pembeli itu sangat penting diketahui oleh pihak produsen atau pemasar.

    3) Antara jaminan dan faktor kebutuhan terdapat rasionalisasi dan relevansi yang harus diterjemahkan secara tepat oleh pihak produsen atau pemasar.

    Tujuan umum pembentukan kualitas produk itu sendiri adalah untuk meyakinkan konsumen bahwa produk yang terbaik menurut kebutuhan konsumen. Bahkan untuk lebih meyakinkan ada perusahaan-perusahaan yang berani memberi jaminan ganti rugi bila produknya tidak berkualitas atau tidak sesuai dengan promosi yang disampaikan.
    Dalam era perdagangan bebas seperti sekarang ini, dimana per-saingan produk semakin marak, perkara kualitas produk dan pelayanan menjadi sangat penting untuk ditonjolkan. Sebab bila hal ini tidak ditonjolkan maka konsekuensi logisnya adalah bahwa kualitas produk dan pelayanan yang ditawarkan bisa tergeser oleh kualitas produk dan pelayanan lain yang sejenis, yang lebih meyakinkan konsumen.

    Komentar oleh andreas | Januari 22, 2013 | Balas

  79. Lanjutan

    Kualitas pada Insdustri
    Orientasi dari kualitas adalah kepuasan pelanggan yang merupakan tujuan perusahaan atau organisasi yang berorientasi pada kualitas. Dari beberapa definisi terdahulu secara garis besar, kualitas adalah keseluruhan ciri atau karateristik produk atau jasa dalam tujuannya untuk memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan. Dengan demikian produk yang kualitas mempunyai nilai subjektivitas yang tinggi antara satu konsumen dengan konsumen lain sehingga dimensi kualitas berbeda satu dari yang lain. Kualitas produk atau jasa akan dapat diwujudkan bila seluruh kegiatan perusahaan atau organisasi berorientasi pada
    kepuasan pelanggan.

    Kualitas memiliki dua perspektif, yaitu perspektif produsen dan perspektif konsumen, di mana bila kedua hal tersebut disatukan maka akan dapat tercapai kesesuaian antara kedua sisi tersebut yang dikenal sebagai kesesuaian untuk digunakan oleh konsumen (Russel, Fitness for Consumer Use, 1996).

    Dimensi kualitas untuk industri
    Dimensi kualitas untuk industri (Garvin, 1996), meliputi:
    Performance: kesesuaian produk dengan fungsi utama produk itu sendiri
    Feature: ciri khas produk yang membedakan dari produk lain
    Reliability: kepercayaan pelanggan terhadap produk karena kehandalannya atau karena kemungkinan kerusakan yang rendah.
    Conformance: kesesuaian produk dengan syarat, ukuran, karakteristik desain, dan operasi yang ditetapkan
    Durability: tingkat ketahanan/awet produk atau lama umur produk.
    Serviceability, yaitu kemudahan perbaikan atau ketersediaan komponen produk
    Aesthetic: keindahan atau daya tarik produk.
    Perception: fanatisme konsumen akan merek suatu produk tertentu karena citra atau reputasinya.
    Kualitas pada industri manufaktur selain menekankan pada produk yang dihasilkan, juga perlu diperhatikan kualitas pada proses produksi.

    Quality by objective (QBO).
    Dalam istilah kualitas dikenal dengan kualitas berdasarkan sasaran atau quality by objective (QBO). Menurut Bester (1999), metode QBO tersebut menggunakan tiga patokan, yaitu:
    1. Manajer kualitas harus mempunyai komitmen untuk menentukan biaya sasaran kualitas. Berdasarkan sasaran tersebut, kontribusi yang pada keuntungan tiap tahun dapat diprediksi.
    2. Sasaran kualitas secara menyeluruh merupakan serangkaian sasaran dan pencapaian masing-masing bagian. Oleh karenanya perlu diadakan identifikasi secara tepat sasaran masing-masing bagian.
    3. Masing-masing dan setiap orang dari manajer yang memegang fungsi kualitas harus mendukung pencapaian sasarannya untuk menjamin pencapaian sasaran kualitas secara menyeluruh.

    Komponen QBO.
    Selanjutnya, menurut Bester (1999), QBO juga harus mencakup empat komponen utama, yaitu:
    1. Jarak efektivitas kualitas, yang merupakan penentuan syarat-syarat yang dibutuhkan secara umum untuk hasil yang berkualitas. Ukuran efek-tivitas manajemen dalam hal ini meliputi jarak efektivitas dari faktor–faktor yang memberikan kontribusi pada investasi seperti desain kualitas, bahan baku yang berkualitas, proses produksi yang berkualitas, dan sebagainya serta jarak efektivitas dari hasil yang menyusun laba seperti kualitas produk, biaya kualitas, kepuasan pelanggan, dan sebagainya.
    2. Efektivitas kualitas, yang merupakan alat dan kriteria di mana pencapaian kualitas dapat diukur.
    3. Sasaran kualitas, yang merupakan penentuan hasil kualitas secara kuantitatif dan khusus yang dibutuhkan oleh manajer secara individu.
    4. Efekfivitas manajemen kualitas, yang merupakan pengukuran di mana manajer berhasil dalam mencapai kualitas hasil yang dibutuhkan.

    Komentar oleh andreas | Januari 22, 2013 | Balas

  80. Selamat Sore Pak Jo..
    Mohon saran dan kritiknya Pak, mengenai tugas Metode Penelitian saya ini Pak. makasih.. 🙂

    Nama : Annisa Arsila
    Nim : ERC1B010124
    Jurusan : Manajemen Kelas Sore

    1. Judul : ” ANALISIS TINGKAT KEPUASAN NASABAH TERHADAP JASA PELAYANAN PERUM PEGADAIAN CABANG SENGETI ”

    2. Latar Belakang

    Kondisi makro ekonomi di Indonesia yang masih belum stabil saat ini menyebabkan perturnbuhan dan perkembangan industri-industri mengalami penurunan. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi harga yang tidak menentu. Dengan demikian industri-industri yang hanya memiliki modal sedikit tidak dapat bertahan dan mengalami kebangkrutan (pailit). Dengan adanya masalah tersebut, pemerintah banyak sekali rnengeluarkan kebijakan-kebijakan untuk membantu perkembangan usaha kecil dan mikro yang ada di tanah air diantaranya dengan ditetapkannya tahun kredit usaha mikro, dan lain-lain.
    Untuk menunjang kegiatan tersebut pemerintah telah menunjuk lembaga–lembaga keuangan baik pemerintah maupun swasta sebagai penyalur kredit usaha tersebut kepada industri-industri baik yang sudah ada maupun industri-industri yang baru terbentuk.
    Lembaga-lembaga keuangan yang ditunjuk oleh pemerintah dalam menyalurkan kredit usaha adalah bank-bank pemerintah dan swasta serta lembaga keuangan non bank. Sebagai contoh lembaga perbankan yang bisa menyalurkan kredit usaha yaitu Bank BRI, BNI, Mandiri dan lain-lain, sedangkan untuk lembaga keuangan non bank yang ditunjuk oleh pemerintah salah satunya adalah Perum Pegadaian.

    Dalam menyalurkan kredit, tiap-tiap lembaga atau badan usaha memiliki aturan-aturan serta kebijaksanaan-kebijaksanaan yang harus dipatuhi oleh nasabah atau debitur, seperti contoh pada Bank BRI, untuk mendapatkan modal usaha, debitur harus bisa menyerahkan angsuran serta syarat-syarat pelengkap lainnya dan itupun memerlukan proses antara tiga hari sampai dengan satu minggu. Lamanya proses tersebut disebabkan pihak debitur (bank) harus mempelajari dan membuat analisa terhadap usaha yang dijalankan oleh kreditur tadi, selain itu untuk mempersiapkan kontrak kredit juga memakan waktu yang cukup lama.
    Lain halnya dengan Perum Pegadaian, dalam menyalurkan kredit kepada nasabah, Perum Pegadaian mampu memberikan kecepatan waktu dalam pencairan kredit, dengan barang jaminan yang berupa barang bergerak Pegadaian mampu menyalurkan kredit dalam waktu 15 menit. Karena kecepatan waktu pencairan kredit inilah biasanya masyarakat yang membutuhkan dana baik untuk modal usaha atau keperluan lainnya lebih memilih Perum Pegadaian.

    Selain jangka waktu pencairan yang relatif singkat, Perum Pegadaian juga menjamin keamanan barang-barang nasabah dengan asuransi, selain itu bunga yang diberikan pun relatif rendah. Oleh karena itulah kebanyakan pelaku-pelaku usaha baik yang berskala kecil, menengah maupun mikro lebih memilih Perum Pegadaian sebagai debitur bagi penambahan modal usaha mereka.
    Kenyataan tidak semua masyarakat memiliki uang tunai, tabanas, deposito yang siap dipakai, meskipun tergolong berpenghasilan cukup. Disamping itu sebagian masyarakat ada yang menginvestasikan dananya dalam bentuk barang berharga (emas, motor, elektronik) baik sebagai perhiasan maupun sebagai penyangga (bumper). Jika ada kebutuhan mendesak seperti : hajatan, keluarga sakit, uang kuliah, gagal panen, ternyata pembayaran terlambat, lonjakan order seketika, diperlukan dana yang jika datang ke bank belum tentu terpenuhi segera. Dengan barang berharga tersebut masyarakat punya pilihan menjualnya atau menggadaikannya ke Pegadaian pada saat uang tunai diperlukan.

    Peningkatan jumlah nasabah ini sudah barang tentu akan berdampak positif terhadap kesinambungan perusahaan, dan dari sisi nasabah pun menginginkan pelayanan yang baik dari perusahaan. Kondisi ini menjadi dilema tersendiri bagi Perum Pegadaian Sengeti dalam melayani nasabahnya.
    Peningkatan pelayanan merupakan suatu tuntutan yang mutlak mendapat perhatian dari perusahaan apalagi seiring dengan semakin meningkatnya nasabah, maka sebagian besar menuntut perbaikan dari pelayanan dari Perum Pegadaian.
    Tuntutan ini agaknya tidak berlebihan karena bagaimanapun juga Perum Pegadaian Cabang Sengeti perlu meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam operasionalnya. Dengan demikian diharapkan dari tahun ke tahun akan terjadi peningkatan propit perusahaan, peningkatan profit ini akan semakin meningkatkan kinerja perusahaan.

    3. Rumusan Masalah

    perum pegadaian dalam kegiatannya mengalami surplus, dimana jumlah nasabah pada tahun 2004 sebanyak 1100 orang, pada tahun 2005 meningkat menjadi 1600 orang, pada tahun 2006 jumlah nasabah mengalami peningkatan sebanyak 1810 orang, dan pada tahun 2007 terjadi peningkatan menjadi 2090 orang, sedangkan pada tahun 2008 jumlah nasabah meningkat menjadi 1150 orang.
    Sebagaimana yang telah diuraikan sebelumnya dalam membeli barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan, konsumen dipengaruhi oleh faktor internal adalah kepuasan. Tingkat kepuasan menjadi harapan mereka, artinya masyarakat yang menjadi nasabah tersebut menginginkan pelayanan dari pegadaian yang baik.
    Tingkat kepuasan nasabah biasanya dalam bentuk pelayanan baik dari sisi kualitas pelayanan yang diberikan maupun dalam kontinuitas dalam penyaluran pinjaman. Kondisi pada akhirnya akan tercermin dari tingkat kepuasan.

    4. Tujuan Penelitian

    1. Untuk mengetahui bentuk-bentuk pelayanan jasa pada Perum Pegadaian Cabang Sengeti.
    2. Untuk menganalisa tingkat kepuasan nasabah terhadap penggunaan jasa pelayanan Perum Pegadaian Cabang Sengeti

    5. Manfaat penelitian

    Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat yaitu :
    1. Dapat menjadi masukan bagi Perum Pegadaian Cabang Sengeti dalam menetapkan kebijakan pelayanan terhadap nasabah.
    2. Sebagai bahan referensi bagi peneliti lain yang membahas penelitian yang sama pada masa yang akan datang.

    Perum pegadaian di satu sisi mengalami kenaikan pelanggan, lantas apa yang menjadi pertanyaan dg kualitas pelayanan. Adakah indikasi penurunan pelayanan ketika terjadi peningkatan pelanggan? Atau adakah pertambahan jasa pegadaian yang mengalami perubahan yang bersamaan dg kenaikan jumlah pelanggan? Kalau pada judul yang dinyatakan adalah kualitas pelayanan, maka pada tujuan penelitian juga harus ditunjukkan “setidaknya” dimensi kualitas pelayanan yang ditampakkan. Topik yang diajukan saya setuju, cuma dibutuhkan perbaikan secara teknis. Silahkan kerjakan lebih lanjut.

    Komentar oleh Annisa Arsila | Januari 25, 2013 | Balas

    • Selamat Pagi Pak Jo,,
      Makasih Pak atas saran dan kritiknya sangat membantu sekali.
      Pak 1 pertanyaan kalo tugas ini udah saya kerjakan lebih lanjut, apa yang harus saya lakukan lagi?
      menemui bapak dg hasil print-an metodologi saya ini, atau cukup saya kirim lewat Bloq lagi Pak??

      Komentar oleh Annisa Arsila | Januari 26, 2013 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: