Johannessimatupang’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

MANAJEMEN STRATEJIK KELAS MM ANGKATAN XVII


    Halaman ini diperuntukkan untuk peserta Manajemen Stratejik kelas MM, Angkatan XVII, Mulai July 2013
    Seluruh file yg ada di halaman ini wajib diunggah baik oleh kelas Sabtu dan Senin Program MM

    PENGUMUMAN II. Ujian ulang yg direncanakan 10 Februari gagal karena dua alasan. 1) 7 peserta yg gagal ternyata belum masuk menjadi peserta, 2) karena itu (1) sistem tidak dibuka karena mereka tidak berhasil masuk ke sistem. Solusinya, ke 7 peserta ini didibuatkan oleh admin pengguna dan passwordnya. Direncanakan ujian dilaksanakan pada Tanggal 15 Februari pukul 14-15.15. Demikian disampaikan. Sukses selalu.

    NILAI UJIAN ONLINE KE DUA Nilai Ujian Online STR ke dua Februari 2014

    Powerpoin Kuliah
    Formulasi Strategi dan Analisis Situasi dan Strategi BisnisKonsep Dasar Managemen Strategig
    Memantau Lingkungan Industri dan Analisis Organisasi
    Pemantauan Lingkungan dan Analisis Industri
    Pengelolaan Korporasi dan Tanggungjawab Sosial
    STR7 Implementasi Strategi dan Organisasi

    STR 8 Staffing and Directing Mei

    STR9 Evaluasi dan Pengendalian

    STR 10 Mengelola Informasi dan Teknologi inovasi

    STR 11 Perencanaan Stratejik Untuk Non Profit Organization

    STR 11 Perencanaan Stratejik Untuk Non Profit Organization

    STR 12 Kewirausahaan dan presfektif pengusaha kecil

    STR 13 Balance Scorecard dan Perkembangannya

    PENGUMUMAN. Berhubung karena terjadinya kesalahan teknis dalam apikasi LMS, maka ujian semester manajemen stratejik diulang. Pelaksanaan ujian diselenggarakan pada tanggal 7 Februari 2014, sistem dimulai pada pukul 19 dan ditutup pada pukul 20.15. Untuk mereka yg belum register, segera menginfokan melalui email pak. Jo.
    NILAI UJIAN ONLINE Nilai Ujian STR Online Februari 2014
    Untuk nilai dibawah 50, diberi kesempatan ujian ulang pada hari SENIN 10 Februari 2014 pukul 19-20.15

    Soal 1. Kelas Pagi. Tuliskan lima hal yg menurut anda terjadi terhadap industri penerbangan dg mencatatkan sumbernya, khususnya sumber online.
    blog-tugas-1-mm-manajemen-stratejik-kelas-malam-vovember-2013 final

    Soal 1. Kelas Malam Unduh file berikut, dan pelajari perintahnya sehingga dapat dikerjakan dengan baik.
    Blog Tugas-1 MM Manajemen Stratejik Kelas Malam Vovember 2013

    Juli 7, 2013 - Posted by | Uncategorized

48 Komentar »

  1. nama : Yulia Maharani
    Nim : C2B012038
    Berikut 5 Hal menurut saya yang sedang terjadi terhadap industri penerbangan beserta sumbernya.
    1. Lion Air Bangunkan Industri Pesawat Indonesia yang Mati suri. http://m.news.viva.co.id/news/read/436147-lion-air-bangunkan-industri-pesawat-indonesia-yang-mati-suri
    2. Ekspansi citilink panaskan persaingan antara Garuda indonesia dan lion air.
    http://indo-aviation.com/2012/11/12/ekspansi-citilink-panaskan-persaingan-antara-garuda-indonesia-dan-lion-air/
    3. Pesawat Lion Air Delay bukan Karena ATC.
    http://www.tempo.co/read/news/2013/09/03/090509828/Pesawat-Lion-Air-Delay-Bukan-karena-ATC
    4. Lion Air di desak perbaiki layanan.
    http://www.shnews.co/detile-24291-lion-air-didesak-perbaiki-layanan.html
    5. Lion Air pesan 234 pesawat Airbus A320.
    http://www.centroone.com/news/2013/03/3y/lion-air-pesan-234-pesawat-airbus-a320/

    Komentar oleh yulia maharani | September 7, 2013 | Balas

  2. NAMA : HELLENA SAKTIKAWATI SIBURIAN
    1. CSR GARUDA
    Sumber : http://indo-aviation.com/2013/07/09adakan-program-csr-garuda-indonesia-bagian-5-000-paket-sembako
    2. EKSPANSI CITILINK
    Sumber : http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/bisnis/13/07/09/mplman.citilink-percepat-ekspansi-ke-asean
    3. Lion maskapai penerbangan berbiaya murah (Low Cost Carrier) di indonesia
    Sumber : http://economy.okezone.com/read/2013/06/14/320/821987/lion-air-srap-rajai-industri-penerbangan-dunia
    4. Perkembangan industri penerbangan di indonesia (produk baru, peluang SDM)
    Sumber : http://www.investor.co.id/home/geliat-industri-penerbangan/60186
    5. Strategi pemasaran garuda
    Sumber : http//businessiounge.co/?p=1318

    Komentar oleh HELLENA SAKTIKAWATI SIBURIAN | September 7, 2013 | Balas

  3. HELLENA SAKTIKAWATI SIBURIAN,
    maaf pak’ yang nomor 5 alamatnya kurang titik dua, ini alat yang lengkap http://businessiounge.co/?p=13188

    Komentar oleh HELLENA SAKTIKAWATI SIBURIAN | September 7, 2013 | Balas

  4. Nama : Gema Alif Utama
    Nim : C2B012010

    1. Adu Sengit persaingan pasar penerbangan biaya murah
    Sumber : http://www.neraca.co.id/harian/article/17292/Adu.Sengit.Persaingan.Pasar.Penerbangan.Biaya.Murah

    2. Fenomena keterlambatan jadwal penerbangan pesawat
    Sumber : http://latief-abdullah.blogspot.com/2013/05/fenomena-keterlambatan-jadwal.html

    3. Industri penerbangan yang kian kompetitif
    Sumber : http://www.beritasatu.com/fokus/106479-industri-penerbangan-yang-kian-kompetitif.html

    4. Keselamatan penerbangan di Indonesia
    Sumber : http://pesawat-kertasku.blogspot.com/2013/03/keselamatan-penerbangan-di-indonesia.html

    5. Profil industri penerbangan regular di Indonesia
    Sumber : http://www.datacon.co.id/Penerbangan2008.html

    Komentar oleh Gema Alif Utama | September 9, 2013 | Balas

  5. Nama : Gema Alif Utama
    Nim : C2B012010
    Jurusan : Magister Manajemen
    Kelas : Pagi

    Tuliskan lima hal yg menurut anda terjadi terhadap industri penerbangan dg mencatatkan sumbernya, khususnya sumber online.

    1. adu sengit persaingan pasar penerbangan biaya murah.
    sumber : http://www.neraca.co.id/harian/article/17292/Adu.Sengit.Persaingan.Pasar.Penerbangan.Biaya.Murah

    2. fenomena keterlambatan jadwal penerbangan pesawat.
    sumber : http://latief-abdullah.blogspot.com/2013/05/fenomena-keterlambatan-jadwal.html

    3. Industri penerbangan yang kian kompetitif.
    sumber : http://www.beritasatu.com/fokus/106479-industri-penerbangan-yang-kian-kompetitif.html

    4. Keselamatan penerbangan di Indonesia
    sumber : http://pesawat-kertasku.blogspot.com/2013/03/keselamatan-penerbangan-di-indonesia.html

    5. Profil industri penerbangan regular di Indonesia
    sumber : http://www.datacon.co.id/Penerbangan2008.html

    Komentar oleh johannessimatupang | September 10, 2013 | Balas

  6. Nama: Sisca Jayunty Pertiwi
    Angkatan : XVII
    1. Rupiah melemah, citilink renegoisasi kontrak beli pesawat baru
    http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/09/06/2/179957/Rupiah-Melemah-Citilink-Renegosiasi-Kontrak-Beli-Pesawat-Baru

    2. Industri penerbangan yang kian kompetitif
    http://www.beritasatu.com/fokus/106479-industri-penerbangan-yang-kian-kompetitif.html

    3. Penyebab bangkrutnya maskapai penerbangan nasional
    http://www.ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis/penyebab-bangkrutnya-sejumlah-maskapai-penerbangan-nasional

    4. Butuh industri penerbangan tangguh
    http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/127973

    5. Penerbangan lion air ke sejumlah kota delay
    http://www.bisnis.com/penerbangan-lion-air-ke-sejumlah-kota-delay-ada-apa

    Komentar oleh johannessimatupang | September 10, 2013 | Balas

  7. Nama : Gita Persada
    Nim : C2B012011
    Jurusan : Magister Manajemen
    Kelas : Pagi

    Tuliskan lima hal yg menurut anda terjadi terhadap industri penerbangan dg mencatatkan sumbernya, khususnya sumber online.

    1.Kru British Airways Mogok 3 Hari, 1.100 Penerbangan Akan Dibatalkan
    http://hazellsqandinavy.wordpress.com/2012/03/09/beberapa-kasus-dalam-perusahaan/

    2.standar terbaik keselamatan penerbangan dunia untuk masyarakat Indonesia
    http://indonesia-icao.org/

    3. Penumpang dan Puluhan Penerbangan Lion Kacau
    http://www.harianterbit.com/2013/09/02/penumpang-terlantar-puluhan-penerbangan-lion-air-kacau/

    4. Perencanaan Bandara di Inonesia kurang matang
    http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/08/20/2/176115/Perencanaan-Bandara-di-Indonesia-Dinilai-Kurang-Matang

    5.Merpati Nusantara Airlines, maskapai yang memiliki rekor keselematan terburuk
    http://id.wikipedia.org/wiki/Merpati_Nusantara_Airlines

    Komentar oleh gita persada permatasari hartono | September 12, 2013 | Balas

  8. Nama : Amran
    Angkatan : XVII
    Kls : Pagi
    NIM : C2B012003

    1. Manajemen dan Strategi Air Asia
    http://realmanage.wordpress.com/2008/02/02/manajemen-strategi-air-asia/

    2. Strategi Air Asia di pasar Low-Cost Carrier
    http://www.gudono.com/apps/forums/topics/show/3446744

    3. Strategi Low Cost Maskapai Penerbangan Air Asia Indonesia
    http://ilmu-strategik.blogspot.com/2012/08/air-asia-adalah-salah-satu-maskapai.html

    4. AirAsia, Perusahaan Dengan Manajemen Terbaik di Asia
    http://travel.kompas.com/read/2013/01/11/16195854/AirAsia.Perusahaan.Dengan.Manajemen.Terbaik.di.Asia.

    5. Ini strategi Air Asia tetap jadi maskapai murah
    http://industri.kontan.co.id/news/ini-strategi-air-asia-tetap-jadi-maskapai-murah

    Komentar oleh amran | September 12, 2013 | Balas

  9. Nama : Revi Elvira AR
    Jurusan : Magister Manajemen
    Kelas : Pagi
    1. Industri Penerbangan Global Alihkan Fokus Bisnis dari Perluasan Pangsa Pasar ke Perolehan Keuntungan
    http://www.frost.com/prod/servlet/press-release.pag?docid=280726068

    2. Persaingan antara Airbus dan Boeing
    http://id.wikipedia.org/wiki/Persaingan_antara_Airbus_dan_Boeing

    3. Butuh industri penerbangan tangguh
    http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/127973

    4. Tren Merger dan Akuisisi Industri Penerbangan Global
    http://swa.co.id/business-research/tren-mergen-dan-akuisisi-industri-penerbangan-global

    5. Industri Penerbangan Akan Lampaui Pertumbuhan Ekonomi
    http://bisnis.liputan6.com/read/580498/industri-penerbangan-akan-lampaui-pertumbuhan-ekonomi

    Komentar oleh Revi Elvira AR | September 13, 2013 | Balas

  10. Nama : Amjad
    NIM : C2B012002
    Jurusan : Magister Manajemen
    Kelas : Pagi
    Angkatan : XVII

    1. Garuda Indonesia Berstatus Maskapai Bintang Empat
    http://bandara.web.id/garuda-indonesia-berstatus-maskapai-bintang-empat.html

    2. Dahlan Iskan: Garuda Tak Bisa Order Pesawat seperti Lion
    http://dahlaniskan.net/dahlan-iskan-garuda-tak-bisa-order-pesawat-seperti-lion/

    3. Ikuti strategi Garuda, Lion Air akan pasang wifi di pesawat
    http://m.merdeka.com/uang/ikuti-strategi-garuda-lion-air-akan-pasang-wifi-di-pesawat.html

    4. Garuda dan Lion Siap Salip Singapore Airlines
    http://www.solopos.com/2013/09/11/garuda-dan-lion-siap-salip-singapore-airlines-446417

    5. Garuda Baru Bisa Kalahkan Lion dari Sisi Pelayanan
    http://bisnis.liputan6.com/read/674433/garuda-baru-bisa-kalahkan-lion-dari-sisi-pelayanan

    Komentar oleh Amjad | September 13, 2013 | Balas

  11. Selat sore pak’ saya mau mengingatkat bahan kuliah yang baru bapak unggah hanya sampai BAB II, BAB selanjutnya belum diunggah.

    Komentar oleh HELLENA SAKTIKAWATI SIBURIAN | September 18, 2013 | Balas

  12. Maaf Pak’ yang sampai BAB II itu untuk mata kuliah Metode Penelitian Bisnis, kalau MK manajemen Stretegi baru sampai pertemuan V.

    Komentar oleh HELLENA SAKTIKAWATI SIBURIAN | September 18, 2013 | Balas

  13. NAMA : ARFANDI
    NIM : C2B011045

    1. Dua pesawat ATR garuda buat rute labuan bajo dan bali
    http://bisnis.liputan6.com/read/695220/dua-pesawat-atr-garuda-buat-rute-labuan-bajo-dan-bali

    2.Garuda indonesia pindahkan parkiran pesawat
    http://www.tempo.co/topik/lembaga/46/PT-Garuda-Indonesia

    3. Jalur penerbangan/maskapai baru pesaing garuda Indonesia
    http://www.merdeka.com/tag/j/jalur-penerbangan/maskapai-baru-pesaing-garuda-indonesia-di-2013.html

    4. Calon penumpang lion air di bandara kuala namu meninggal
    https://rsscockpit.com/tag/46623/in/lion-air.html

    5 Lion air, penumpang alami ”delay” diberikan penginapan
    http://www.antarasumbar.com/berita/nasional/d/0/308644/lion-air-penumpang-alami-delay-diberikan-penginapan.html

    Komentar oleh ARFANDI | September 20, 2013 | Balas

  14. Nama : Hellena Saktikawati Siburian
    NIm : C2BO12012
    STAFFING DALAM POLTIK
    Kasus : Pelantikan eselon 3 dan 4 yang dilakukan oleh walikota jambi Bambang Priyanto pada
    akhir masa jabatannya, yang hanya tinggal 16 hari hari.
    1. Staffing dalam implementasi Strategi
    Penempatan karyawan sesuai dengan pekerjaan atau jabatannya, dalam praktek sumber daya manusia (steffing) berkaitan erat dalam strategi dan suasana yang terjadi juga akan mempengaruhi kepada keberhasilan penerapan dan hasil yang akan diperoleh dari strategi yang telah tersusun. Dalam kaitan ini, proses penyusunan strategi untuk pemerintah daerah berada pada situasi ini adakalanya mengindikasikan strategi yang diterapkan oleh Bambang Priyanto tidak efektif.
    Isu lain menyatakan saat ini jabatan-jabatan basah di birokrasi daerah tidak berdasarkan kompetensi dan rekam jejak PNS, melainkan transaksi uang dan kedekatan politik dengan bupati atau wali kota. Jika hal ini benar, sulit mengharapkan kebijakan yang berkualitas pada level daerah.

    2. Apa alasannya
    Alasannya karena implikasi penyalahgunaan wewenang ini sering kali terjadi dalam mengelola apartur atau pegawai negeri sipil daerah. Pola pembinaan manajemen dan kaitannya dalam menentukan orang-orang dalam rangka memenuhi pengangkatan, pemindahan dan pemberhentian yang seharusnya dilakukan dengan asas kepastian hukum, asas kepentingan umum, asas keterbukaan, asas proporsionalitas, asas profesionalisme, asas akuntabilitas, asas efisiensi dan asas efektifitas, tetapi kecendenderungan yang terjadi asas-asas tersebut diabaikan, karena seringkali kepala daerah menggunakan pendekatan politis dalam rangka membangun jaringan dan memetakan konsolidasi birokrasi sebagai cara membangun kekuatan politik dari dalam birokrasi. Siapa mendukung siapa, adalah patron yang digunakan dalam rangka membentuk formatur pejabat daerah.

    3. Faktanya
    • Pelantikan ini terkesan mendadak dan dilakukan pada hari libur kerja
    • Sekda Kota Jambi Daru Pratomo-kepala baperjakat-sebelumnya tidak tahu bakal ada pelantikan pejabat. Ia bahkan mendapat undangan beberapa saat sebelum waktu pelantikan.
    • Proses pengangkatan pejabat itu tidak melalui proses di baperjakat. Hal ini terbukti bahwa sekda Kota Jambi yang menjadi ketua Bapperjakat tidak mengetahui proses pengangkatan dan penetapan pejabat tersebut.
    Pengangkatan dalam jabatan struktural eselon II kebawah di Kab/Kota, ditetapkan oleh pejabat pembina kepegawaian daerah Kab/Kota setelah mendapat pertimbangan dari Baperjakat instansi daerah Kab/Kota.

    4. Solusinya
    Keputusan untuk menempatkan PNS ke dalam sebuah jabatan tertentu seharusnya berdasarkan perencanaan SDM yang komprehensif. Menurut Soetjipto (2001), perencanaan SDM meliputi tiga bidang.
    • Pertama, perencanaan kualitas SDM dan desain pekerjaan.
    • Kedua, perolehan dan penempatan SDM. Dalam bidang ini mencakup perekrutan, seleksi, dan penempatan SDM.
    • Ketiga, pengembangan SDM yang meliputi pengembangan karier dan kemampuan kerja. Hal ini dilakukan untuk menjamin pemerintahan berjalan sesuai dengan tujuan yang direncanakan (yaitu memberikan pelayanan kepada rakyat).
    Praktik sumber daya manusia kontemporer mensyaratkan perlunya kompetensi yang tepat bagi sebuah pekerjaan. Pekerjaan sebagai pelayan publik memerlukan persyaratan dan kualifikasi tertentu.
    Artinya basis kompetensi yang tepat diperlukan bagi sebuah jabatan. Kompetensi sumber daya manusia bisa diperoleh dari dua sumber. Pertama, proses perekrutan yang baik. Kedua, proses pelatihan pegawai yang benar. Kedua hal ini jelas tidak terpenuhi pada saat seorang calon pegawai diterima hanya berdasarkan rekomendasi pejabat.

    Proses ini merupakan lanjutan dari perekrutan karyawan dan bagian dari pengembangan karier mereka. Kata kunci dari proses staffing yang baik adalah penyesuaian antara kompetensi dan karakteristik karyawan dengan kebutuhan organisasi.

    5. Perlukah dilakukan Lelang Jabatan ?
    Menurut saya perlu adanya lelang jabatan karena Semangat keterbukaan dalam pengisian jabatan-jabatan eselon I, II, III, dan IV yang pegang kendali birokrasi ini membuka kesempatan yang lebih besar kepada sosok-sosok birokrat yang kompeten.
    Menurut Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM), Erwan Agus Purwanto, lelang jabatan tak hanya akan berimbas positif dalam hal pelayanan publik. Sebab, cara itu juga akan mampu semangat kebhinnekaan.
    Hal senada disampaikan dosen ilmu pemerintahan di Fisipol UGM, Abdul Gaffar Karim. Menurutnya, praktik KKN dalam pengisian jabatan struktural di birokrasi akan terkikis dengan rekrutmen yang sifatnya terbuka. “Promosi birokrasi selama ini cenderung tertutup, rawan penyimpangan. Tapi gebrakan Jokowi membuat rekrutmen itu lebih terbuka,” katanya.

    • Faktor Pendukung

    1. Pengumuman secara terbuka kepada instansi lain dalam bentuk surat edaran melalui papan pengumuman,dan/atau media cetak, media elektronik (termasuk media on-line/internet) sesuai dengan anggaran yang tersedia.
    2. mekanisme seleksi/ penilaian kompetensi manejerial dan kompetensi bidang (substansi tugas) Penilaian kompetensi manejerial dilakukan dengan menggunakan metodologi psikometri, wawancara kompetensi dan analisa kasus dan presentasi.
    3. Panitia Seleksi mengumumkan hasil dari setiap tahap seleksi secara terbuka melalui papan pengumuman, dan/atau media cetak, media elektronik (termasuk media online/internet).

    Sumber:
    http://jambiupdate.com/artikel-fasha-bakal-lakukan-evaluasi-pejabat-baru-pemkot-jambi.html
    http://megapolitan.kompas.com/read/2013/08/28/0948546/Camat.dan.Lurah.Hasil.Lelang.Jabatan.Lebih.Blak-blakan.
    http://www.bkn.go.id/in/peraturan/pedoman/pedoman-angkat-struktural.html
    http://www.jpnn.com/read/2013/10/11/195351/Anggap-Lelang-Jabatan-Ala-Jokowi-Bakal-Hasilkan-Birokrasi-Melayani-
    http://akhmadsatori.blogspot.com/2012/04/patologi-politik-dalam-implementsi.html
    http://www.solopos.com/2013/10/01/gagasan-potret-buram-birokrasi-daerah-452510
    http://jambi.tribunnews.com/2013/10/21/pelantikan-yang-penuh-kontroversi

    Komentar oleh johannessimatupang | November 20, 2013 | Balas

  15. Nama : Nuril Qomar
    NIM : C2B012025
    Makul : Manajemen Strategik
    Implementasi Strategi – Pemda
    Kelas : Malam

    Pemerintah daerah yang saya amati adalah Pemerintah Kota Banjarmasin yang beralamat di Jl. RE. Martadinatan No.1 Banjarmasin Telp. (0511) 4368142 s/d 4368145 Fax.(0511) 3353933. Pemerintah Kota Banjarmasin mempunyai Informasi mengenai Kota Banjarmasin dapat dilihat di http://banjarmasinkota.go.id/. Dari pengamatan saya terhadap informasi yang disajikan dalam web tersebut adalah walikota yang terlihat mengabaikan keberadaan wakilnya, karena hanya terdapat profil walikota saja, sedangkan informasi mengenai profil wakil walikota tidak tersedia. Padahal dalam suatu pemerintahan, tidak mungkin untuk melaksanakan tata pemerintahan yang baik apalagi mewujudkan visi dan misi yang telah disampaikan tanpa bantuan pihak lain, dalam hal ini adalah wakil walikota.
    Pemerintah Kota Banjarmasin sebagaimana tercantum dalam web tersebut, memiliki:
    Visi
    “Terwujudnya Kota Banjarmasin yang maju dan mandiri sebagai pusat pelayanan dan pertumbuhan bagi perkembangan regional Kalimantan dengan didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas dengan dijiwai semangat Kayuh Baimbai”.
    Misi
    1. Peningkatan pemahaman dan pengamalan ajaran agama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sebagai wujud peningkatan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
    2. Pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang berdaya saing tinggi dengan bertumpu pada mekanisme pasar.
    3. Pemanfaatan dan penggalian sumber daya alam dan sumber daya manusia dengan peningkatan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
    4. Peningkatan kesejahtraan masyarakat sehingga mampu mengangkat kualitas kehidupan terutama masyarakat Pra sejahtera dan Keluarga Sejahtera I.
    5. Perwujudan kemandirian masyarakat berprilaku sehat.
    6. Pelestarian kehidupan sosial budaya daerah untuk meningkatkan harkat, martabat, dan memperkuat jati diri serta kepribadian bangsa.
    7. Penegakan dan penghormatan terhadap supremasi hukum serta hak asasi manusia.
    8. Penciptaan keterbukaan dengan mengembangkan sistem informasi dan komunikasi yang sehat.
    9. Penciptaan Pemerintahan yang bersih dan berwibawa (good govermance)
    10. Penciptaan sistem keamanan dan keterlibatan yang mantap dan terkendali serta stabilitas politik yang kondusif dan demokratis.
    11. Peningkatan kemajuan dan kemandirian melalui penyelenggaraan otonomi daerah yang luas, nyata dan bertanggung jawab dengan mewujudkan perimbangan keuangan pusat dan daerah yang adil.
    12. Terciptanya pembangunan kota Banjarmasin sesuai dengan fungsinya yang berpedoman pada Rencana Tata Ruang Kota sehingga terwujud Banjarmasin BUNGAS (Bersih, Unggul, Nyaman, Gagah, Aman dan Serasi).
    Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) yang memegang peranan penting terkait visi yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Banjarmasin adalah BP2TPM (Badan Pelayanan Perijinan Terpadu dan Penanaman Modal) dengan mengacu kepada kata pusat pelayanan dan pertumbuhan dan Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) dengan mengacu kata didukung sumber daya manusia yang berkualitas serta Dinas Pendidikan yang bertugas menyelenggaran sistem pendidikan yang bermutu bagus sehingga dimasa depan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang handal.
    BP2TPM mempunyai visi “Terwujudnya Pelayanan Prima Melalui Satu Pintu Secara Mudah, Cepat, Tepat dan Transparan” dan misi sebagai berikut:
    1. Meningkatkan kualitas pelayanan perizinan dan penanaman modal kepada masyarakat secara professional, untuk mewujudkan pemerintah yang berkualitas.
    2. Melakukan peningkatan potensi peluang investasi daerah secara berkelanjutan guna mewujudkan kerja sama dengan investor dan menumbuhkan peluang berusaha bagi semua pihak.
    3. Meningkatkan Kapasitas dan Akuntabilitas BP2TPM.
    Apabila visi BP2TPM tersebut dikaitkan dengan visi Pemerintah Kota Banjarmasin, maka akan selaras sehingga visi Pemerintah Kota Banjarmasin akan bisa tercapai melalui BP2TPM. Namun, visi Pemerintah Kota Banjarmasin tersebut juga masih harus didudukung oleh SKPD yang lain yaitu BKD dan Dinas Pendidikan yang bertugas untuk menyediakan sumber daya manusia yang profesional dan berkualitas. Berdasarkan hasil penelusuran melalui web yang disediakan oleh Pemerintah Kota Banjarmasin, BKD dan Dinas Pendidikan tidak mencatumkan visi dan misinya, sehingga tidak diketahui bagaimana bentuk dukungan kedua SKPD tersebut terhadap visi Pemerintah Kota Banjarmasin.
    Apabila kedua SKPD tersebut mempunyai visi yang berbeda dengan yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Banjarmasin atau bahkan tidak mempunyai visi sama sekali, maka impelementasi dari semua program yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Banjarmasin untuk mewujudkan misi dan visinya akan terhambat.

    Sumber : http://banjarmasinkota.go.id/

    Komentar oleh Nuril Qomar | November 21, 2013 | Balas

  16. Nama : Edi Karsoni
    NIM : C2B012008
    Angk/ Sem : XVII/ II
    Kelas : Malam
    Mata Kuliah : Manajemen Strategik

    Yang saya amati adalah Pemerintah Daerah Kota Jambi (http://jambikota.go.id/). Pada tanggal 4 November 2013, Pemerintahan Daerah Kota Jambi resmi dipimpin oleh walikota dan wakil walikota yang baru terpilih pada Pemilukada 2013. Saat ini Kota Jambi dipimpin oleh H. Syarif Fasha, ME sebagai walikota dan Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I sebagai wakil walikota. Setelah 16 hari pelantikan Walikota dan Wakil Walikota yang baru, yakni pada tanggal 20 November 2013 terjadi pergantian dua orang pejabat eselon II, yaitu Subhi, S.Sos, MM dilantik menjadi Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Ir. Irwansyah yang semula menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Jambi dilantik menjadi Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

    Visi Kota Jambi di bawah kepemimpinan pasangan Fasya dan Abdullah Sani untuk lima tahun ke depan adalah ” KOTA JAMBI BERNAS 2013 (Bersih, Ekonomi maju, Rukun, amaN, Adil & Sejahtera) “. Untuk mewujudkan visi tersebut maka dijabarkan ke dalam 4 Misi yang menjadi pedoman bagi Pembangunan Kota Jambi, yaitu :
    1. Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang Produktif dan berdaya saing.
    2. Mengembangkan Ekonomi Kota Berbasis Potensi Daerah.
    3. Meningkatkan Infrastruktur dan Daya Dukung Lingkungan Untuk Pembangunan Berkelanjutan.
    4. Meningkatkan Efektifitas Pemerintahan Daerah.

    Permasalahan, tantangan dan peluang pembangunan yang dihadapi dalam 5 (lima) tahun ke depan akan menentukan agenda, sasaran serta program pembangunan yang juga harus bersifat lintas koordinasi. Oleh karena itu, diperlukan suatu sistem perencanaan yang dapat memecahkan masalah yang lebih sistematis dan konsisten. Strategi adalah langkah-langkah berisikan program indikatif untuk mewujudkan visi dan misi, yang dirumuskan dengan kriterianya mencakup (a) hubungan yang rasional antara visi dan misi dengan prioritas program kepala daerah terpilih, (b) hubungan yang kuat dengan analisis daerah dan isu-isu strategik, (c) pernyataan yang umum guna memandu pengembangan program pembangunan tahunan selama lima tahun, dan (d) dikembangkan dalam suatu pemetaan strategi daerah. Strategi diperlukan untuk memperjelas arah pengembangan program prioritas kepala daerah.
    Dengan memperhatikan visi dan misi Kota Jambi di atas, maka bisa dijelaskan bahwa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang memegang peranan penting dalam mencapai visi dan misi tersebut adalah Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda), Dinas Pendidikan (Diknas), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pekerjaan Umum (Dinas PU), Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Diskop, UMKM), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Perhubungan (Dishub) dan Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (KTPSP).

    Dengan mengaitkan antara visi dan misi Kota Jambi tersebut, ada beberapa hal yang dapat mendukung dan menghambat pencapaian visi dan misi yang telah ditetapkan. Beberapa faktor pendukungnya adalah Kota Jambi memiliki sumber potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang cukup tinggi jika dikelola dengan baik, misalnya pajak rumah makan, restoran, tempat hiburan, perhotelan, retribusi parkir, dsb. Faktor pendukung lainnya adalah letak wilayah Kota Jambi yang cukup strategis sehingga bisa dijadikan sasaran para penanam modal untuk berinvestasi. Keragaman suku, adat dan budaya dalam Kota Jambi juga bisa dijadikan faktor pendukung, karena hal ini bisa menciptakan ide-ide atau karya-karya serta produk yang beraneka ragam pula. Sedangkan faktor penghambat pencapaian visi dan misi tersebut antara lain sistem birokrasi yang belum efektif dan efisien, penempatan para pejabat yang tidak sesuai dengan keahlian dan bidangnya, tata ruang kota yang masih berantakan, dsb.

    Komentar oleh Edi Karsoni | November 22, 2013 | Balas

  17. Nama : Edi Karsoni
    NIM : C2B012008
    Angk/ Sem : XVII/ II
    Kelas : Malam
    Mata Kuliah : Manajemen Strategik

    Yang saya amati adalah Pemerintah Daerah Kota Jambi (http://jambikota.go.id/). Pada tanggal 4 November 2013, Pemerintahan Daerah Kota Jambi resmi dipimpin oleh walikota dan wakil walikota yang baru terpilih pada Pemilukada 2013. Saat ini Kota Jambi dipimpin oleh H. Syarif Fasha, ME sebagai walikota dan Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I sebagai wakil walikota. Setelah 16 hari pelantikan Walikota dan Wakil Walikota yang baru, yakni pada tanggal 20 November 2013 terjadi pergantian dua orang pejabat eselon II, yaitu Subhi, S.Sos, MM dilantik menjadi Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Ir. Irwansyah yang semula menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Jambi dilantik menjadi Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

    Di dalam web resmi Pemda Kota Jambi, visi dan misi Kota Jambi di bawah kepemimpinan pasangan Fasya dan Abdullah Sani untuk lima tahun ke depan belum diupdate, jadi yang dijelaskan disini hanya visi dan misi Kota Jambi di bawah kepemimpinan pemerintahan sebelumnya. Adapun visi Kota Jambi adalah ” KOTA JAMBI BERNAS 2013 (Bersih, Ekonomi maju, Rukun, amaN, Adil & Sejahtera) “. Untuk mewujudkan visi tersebut maka dijabarkan ke dalam 4 Misi yang menjadi pedoman bagi Pembangunan Kota Jambi, yaitu :
    1. Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang Produktif dan berdaya saing.
    2. Mengembangkan Ekonomi Kota Berbasis Potensi Daerah.
    3. Meningkatkan Infrastruktur dan Daya Dukung Lingkungan Untuk Pembangunan Berkelanjutan.
    4. Meningkatkan Efektifitas Pemerintahan Daerah.

    Permasalahan, tantangan dan peluang pembangunan yang dihadapi dalam 5 (lima) tahun ke depan akan menentukan agenda, sasaran serta program pembangunan yang juga harus bersifat lintas koordinasi. Oleh karena itu, diperlukan suatu sistem perencanaan yang dapat memecahkan masalah yang lebih sistematis dan konsisten. Strategi adalah langkah-langkah berisikan program indikatif untuk mewujudkan visi dan misi, yang dirumuskan dengan kriterianya mencakup (a) hubungan yang rasional antara visi dan misi dengan prioritas program kepala daerah terpilih, (b) hubungan yang kuat dengan analisis daerah dan isu-isu strategik, (c) pernyataan yang umum guna memandu pengembangan program pembangunan tahunan selama lima tahun, dan (d) dikembangkan dalam suatu pemetaan strategi daerah. Strategi diperlukan untuk memperjelas arah pengembangan program prioritas kepala daerah.
    Dengan memperhatikan visi dan misi Kota Jambi di atas, maka bisa dijelaskan bahwa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang memegang peranan penting dalam mencapai visi dan misi tersebut adalah Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda), Dinas Pendidikan (Diknas), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pekerjaan Umum (Dinas PU), Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Diskop, UMKM), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Perhubungan (Dishub) dan Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (KTPSP).

    Dengan mengaitkan antara visi dan misi Kota Jambi tersebut, ada beberapa hal yang dapat mendukung dan menghambat pencapaian visi dan misi yang telah ditetapkan. Beberapa faktor pendukungnya adalah Kota Jambi memiliki sumber potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang cukup tinggi jika dikelola dengan baik, misalnya pajak rumah makan, restoran, tempat hiburan, perhotelan, retribusi parkir, dsb. Faktor pendukung lainnya adalah letak wilayah Kota Jambi yang cukup strategis sehingga bisa dijadikan sasaran para penanam modal untuk berinvestasi. Keragaman suku, adat dan budaya dalam Kota Jambi juga bisa dijadikan faktor pendukung, karena hal ini bisa menciptakan ide-ide atau karya-karya serta produk yang beraneka ragam pula. Sedangkan faktor penghambat pencapaian visi dan misi tersebut antara lain sistem birokrasi yang belum efektif dan efisien, penempatan para pejabat yang tidak sesuai dengan keahlian dan bidangnya, tata ruang kota yang masih berantakan, dsb.

    Komentar oleh Edi Karsoni | November 22, 2013 | Balas

  18. Nama : Muhamad Sidiq
    Nim : C2B012022
    Kelas : Malam Angkatan XVII
    Tugas Ke : 1 (Satu) implementasi strategi – pemda

    1. Bidang yang saya amati adalah pemerintah daerah kota semarang (Wali Kota);
    Fakta yang saya amati adalah : DPRD kota semarang sepakat mengusulkan (wakil wali kota Semarang) Hendrar Prihadi, SE. MM menjadi Wali Kota Semarang, menggantikan Soemarmo HS dalam Rapat Paripurna Istimewa yang di gelar di DPRD Kota Semarang. Pasangan wakil wali kota terpilih saat ini (wali kota) Soemarmo HSmasih menjalani hukuman atas kasus suap pembahasan RAPBD kota Semarang. Pengangkatan ini berdasarkan keputusan mentri dalam negri Nomro 131.33-2903 Tahun 2013 tanggal 7 Mei tentang pemberhentian Wali Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah.
    Senin 21 Oktober 2013 bertempat di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Semarang, Hendrar Prihadi, SE. MM resmi dilantik menjadi Wali kota Kota Semarang masa jabatan 2010-2015. Pelantikan atas nama Presiden RI dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo, SH pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Semarang Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Wakil Walikota menjadi Walikota Semarang masa jabatan 2010-2015. http://Semarangkota.go.id/portal/index.php di bagian beranda klik berita lalu entri bagian sebelumnya ke-3 (tiga). http://semarangkota.go.id/portal/index.php/article/details/pak-hendi-resmi-walikota-semarang.html

    2.Visi dan Misi Wali Kota Kota Semarang serta Strateginya;
    1. Visi
    ‘ TERWUJUDNYA SEMARANG KOTA PERDAGANGAN DAN JASA, YANG BERBUDAYA MENUJU MASYARAKAT SEJAHTERA “

    2. Misi
    Dalam mewujudkan Visi “Terwujudnya Semarang Kota Perdagangan Dan Jasa, Yang Berbudaya Menuju Masyarakat Sejahtera” ditempuh melalui 5 (lima) misi pembangunan daerah sebagai berikut :
    • Mewujudkan sumberdaya manusia dan masyarakat Kota Semarang yang berkualitas.
    • Mewujudkan Pemerintahan Daerah yang efektif dan efisien, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menjunjung tinggi supremasi hukum.
    • Mewujudkan kemandirian dan daya saing daerah.
    • Mewujudkan tata ruang wilayah dan infrastruktur yang berkelanjutan.
    • Mewujudkan Kesejahteraan Sosial Masyarakat.
    Strategi, implementasi yang telah dirumuskan kedalam visi dan misi adalah:
    Visi :
    Karakteristik Semarang sebagai kota perdagangan mengandung beberapa aspek penting, diantaranya :
    1. Pusat kegiatan (Center Point) distribusi dan transaksi barang dan jasa.
    2. Pengembangan jejaring (networking) dan kerjasama perdagangan.
    3. Pengembangan potensi ekonomi loka.
    Karaktristik Semarang menjadi Kota Jasa lebih menekankan pada fungsi kota dalam pelayanan publik di berbagai bidang. Sebagai kota jasa dengan demikian mencakup kesiapan kota dalam melaksanakan berbagai fungsi, diantaranya :
    1. Penyediaan jasa layanan publik secara memadai, baik mencakup standar pelayanan sesuai kualitas yang diharapkan masyarakat, pengaturan / regulasi yang dapat memberikan jaminan mutu pelayanan, maupun kualitas sumber daya manusia dalam pelayanan.
    2. Penyediaan fasilitas penunjang yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik, seperti hotel, perbankan, transportasi, kesehatan (Rumah Sakit), pendidikan, telekomunikasi, Ruang Pamer Ruang Pertemuan, dan lain sebagainya.
    3. Berorientasi dan mengutamakan kepantingan masyarakat sebagai pelanggan, dalam arti menempatkan masyarakat sebagai pelanggan yang harus dilayani dengan sebaik-baiknya (Customer engagement).
    4. Pola berpikir (Mindset) dan perilaku melayani bagi masyarakat yang dapat mendorong terciptanya budaya pelayanan
    Karaktristik Semarang Kota Berbudaya dan masyarakat sejahtera, mengandung arti bahwa penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan senantiasa dilandasi seluruh aspek kebudayaan yang terdiri dari Cipta, Rasa dan Karsa yang telah tumbuh menjadi kearifan masyarakat seperti pelaksanaan nilai-nilai religiusitas, kemanusiaan, kebersamaan, persaudaraan, ketertiban dan sikap ketauladanan lainnya dalam lingkungan budaya masyarakat, sehingga menghasilkan pembangunan karakter yang mengedepankan kehalusan budi dan perasaan, manusiawi, dan penghormatan terhadap hak azazi manusia.
    Misi :
    A. Mewujudkan sumberdaya manusia dan masyarakat Kota Semarang yang berkualitas.
    • Mengembangkan pemerataan akses dan mutu pendidikan dasar 9 tahun dan rintisan wajar 12 tahun didukung oleh sarana/prasarana yang memadai dan tenaga pendidikan yang profesional serta peningkatan tata kelola pendidikan yang berskala standar nasional.
    • Pengembangan pemerataan jangkauan dan mutu pelayanan kesehatan masyarakat dan pelayanan kesehatan perseorangan /rujukan dengan rintisan pengembangan pelayanan berskala rumah sakit, pengembangan profesionalisme dan kompetensi tenaga kesehatan yang didukung dengan pesebaran sarana dan prasarana dan terwujudnya jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat,dst.
    B. Mewujudkan pemerintahan kota yang efektif dan efisien, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menjunjung tinggi supremasi hukum.
    • Pengembangan pemahaman politik untuk mewujudkan budaya politik demokratis yang santun dan partisipasi politik yang didukung oleh infra dan supra struktur politik yang sehat.
    • Pengembangan kualitas penyelenggaraan pemerintahan yang efektif dan efisien sesuai dengan prinsip-prinsip good governance yang didukung penerapan e-government menuju e-city,dst.
    C. Mewujudkan kemandirian dan daya saing daerah.
    • Mengembangkan peran koperasi dan UMKM serta lembaga keuangan mikro dalam pemenuhan kebutuhan pasar, serta pengembangan kewirausahaan dan pengembangan lokal untuk mendorong daya saing.
    • Mengembangkan struktur perekonomian daerah melalui pengembangan investasi, potensi dan produk unggulan daerah yang berdaya saing serta mengembangkan BUMD dan aset-aset daerah untuk mendorong sektor riil dalam rangka memperluas kesempatan kerja,dst.

    D. Mewujudkan tata ruang wilayah dan infrastruktur yang berkelanjutan.
    • Meningkatkan penataan lahan kritis, penataan lahan bekas galian C dan penataan kawasan pantai dan pengembangan kegiatan perlindungan dan konservasi, rehabilitasi dan pemulihan cadangan sumberdaya alam dan pengendalian polusi.
    • Peningkatan kualitas dan kuantitas prasarana dan sarana pengelolaan sampah serta pengembangan kegiatan penanganan sampah,dst.
    E. Mewujudkan Kesejahteraan Sosial Masyarakat.
    • Pengembangan pengarusutamaan gender melalui fasilitasi pengembangan kelembagaan, kesetaraan dan keadilan gender dalam berbagai bidang kehidupan serta perlindungan anak, remaja dan perempuan dalam segala bentuk diskriminasi dan eksploitas.
    • Pengembangan penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), lansia, anak jalanan dan anak terlantar, anak berkebutuhan khusus, korban napza, penyandang HIV- AIDs, wanita rawan sosial dan penyandang cacat secara sistematis, berkelanjutan dan bermartabat melalui pelayanan panti, non panti maupun rumah singgah dilandasi rasa kesetiakawanan sosial, dst.
    Website, http://Semarangkota.go.id/portal/index.php

    3.SKPD yang memegang peranan penting pemerintah daerah Kota Semarang diantaranya adalah:
    • Sekertariat bagian pembangunan
    • Dinas pendidikan
    • Disnakertrans
    • Dinas kelautan
    • Dinas pariwisata
    • Dinas PJPR
    • Dinas keberhasikan dan pertamanan
    • Bappeda
    • Badan lingkungan hidup
    • BPPT, BKD dan BPPD.

    4. Faktor pendukung dan penghambat terhadap implementasi visi dan misi terkait;
    • Faktor pendukung, Dengan demikian, Visi dan misi tersebut mengandung pengertian bahwa Lima tahun kedepan Kota Semarang diharapkan menjadi Kota Perdagangan dan Jasa yang dapat melayani seluruh aktivitas masyarakat kota dan daerah hinterlandnya, yang memiliki derajat kualitas budaya masyarakat yang tinggi baik dari segi keimanan dan ketaqwaan, keunggulan dan berdaya saing tinggi, berperadaban tinggi, profesional serta berwawasan ke depan dengan tetap menjamin keberlanjutan pengelolaan sumberdaya manusia dan kearifan lokalnya secara bertanggungjawab yang mendasarkan pada aspek perdagangan dan jasa sebagai tulang punggung pembangunan dalam pencapaian kesejahteraan masyarakat.
    • Faktor penghambat, masih banyaknya infrastruktur yang harus di benahi demi terwujudnya Semarang sebagai Kota wisata.

    Komentar oleh Muhamad Sidiq | November 22, 2013 | Balas

  19. Salam pak Johannes

    Nama : Yulia Maharani
    Nim : C2B012038
    Manajemen strategik.
    Tugas individu .
    Staffing dalam pemerintahan daerah.

    Menggabungkan dan Menghapuskan Organisasi Perangkat Daerah
    Keluarnya Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 2007 Tentang Organisasi Perangkat Daerah (OPD), mengharuskan seluruh pemerintah daerah di Indonesia melakukan pembenahan organisasi perangkat daerah. Sesuai dengan konsideran huruf c, PP yang diberlakukan sejak tanggal 1 Juli 2007 ini mencabut dan menyatakan tidak berlaku lagi PP No. 8 Tahun 2003 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah karna belum cukup memberikan pedoman yang menyeleruh bagi penyusunan dan pengendalian organisasi perangkat daerah yang dapat menangani seluruh urusan pemerintahan. Penataan organisasi perangkat daerah harus dilakukan dalam tenggat waktu paling lama 1 (satu) tahun sejak 1 Juli 2007.

    Faktanya :
    OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi terdiri dari Setda, 3 asisten, 9 Biro, 17 Dinas, 10 Badan, 5 Kantor. Mengacu pada variabel dan prinsip OPD , memang perlu dilakukan penataan terhadap OPD Provinsi Jambi.
    Provinsi Jambi, berdasarkan Variabel Besaran Organisasi (VBO) menggunakan ukuran jumlah penduduk + 2,6 juta jiwa, luas wilayah 53.435,72 Km2 dan jumlah APBD tahun terakhir termasuk dalam kategori menengah dengan nilai 47. Artinya Provinsi Jambi harus menata kembali OPD-nya menjadi Sekretariat Daerah yang terdiri dari maksimal 3 asisten dan 9 biro. Maksimal 15 Dinas, 10 Lembaga Teknis Daerah. Artinya terdapat 2 Dinas yang harus dipangkas dan 5 Lembaga Teknis Daerah. Sementara berdasarkan penjelasan Pasal 23 PP OPD Pemerintah Daerah dapat membentuk perangkat daerah, karena bidang urusannya tidak termasuk dalam urusan dinas maupun lembaga teknis daerah.
    Penataan OPD Provinsi khusus Dinas dan Lembaga Teknis Daerah harus dilakukan dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip PP OPD. Beberapa upaya konkrit dan strategis perlu dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jambi. Pertama, menggabungkan beberapa Dinas yang ada dengan memperhatikan prinsip perumpunan. Dinas Pertanian dan Dinas Perkebunan menjadi satu Dinas yakni Dinas Pertanian dan Perkebunan, Dinas Pemuda dan Olah Raga dilebur ke dalam Dinas Pendidikan Nasional. Kedua, menghapuskan dinas daerah. Dinas peternakan provinsi merupakan salah satu dinas yang paling mungkin dihapuskan, karena urusannya sudah tidak memadai dan lebih baik menjadi urusan Dinas Peternakan Kabupaten dan Kota.

    Solusi :
    Mengenai Lembaga Teknis Daerah (Badan dan Kantor), perlu dilakukan penataan dari 15 menjadi maksimal 10. Perumpunan bisa dilakukan dengan penggabungan dan menghilangkan beberapa kantor dan badan. Pertama, menggabungkan. Penggabungan maksudnya menjadikan dua atau tiga badan dalam satu kepala badan. Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda), Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah, digabung menjadi 1 badan yakni Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah atau digabung dengan Bappeda. Kemudian, Kantor Arsip Daerah digabung dengan Badan Perpustakaan daerah. menjadi satu kantor. Kantor Polisi Pamong Praja ke dalam Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat.
    Kedua, menghapuskan Badan atau Kantor. Hal ini dilakukan karena tugas dan fungsi pokok badan atau kantor tersebut pada dasarnya dapat dan telah dilaksanakan oleh badan, kantor atau dinas lain. Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Bandiklatda), ditiadakan saja, karena masuk dalam lingkup tugas, pokok dan fungsi Dinas Pendidikan Nasional. Kemudian Kantor Pengolahan Data juga patut dihapuskan, karena urusan yang ditangani sebenarnya dapat dan telah dilakukan oleh SKPD masing-masing.
    Namun demikian, penggabungan atau penghapusan Dinas, Badan dan Kantor dalam rangka penataan OPD harus dilakukan dengan pengkajian dan langkah-langkah yang tepat, sehingga mampu meningkatkan kinerja pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan daerah. Adanya jabatan fungsional sebagaimana ditentukan oleh PP No. 41 Tahun 2007, walaupun bukan keharusan, namun perlu dimanfaatkan oleh pemerintah daerah. Tentu, bukan sekedar menempatkan mantan pejabat yang instansinya dihapus atau digabung, namun harus benar-benar tenaga profesional dengan memperhatikan tingkat pendidikan dan intelektulitas dengan keahlian khusus. Tenaga-tenaga fungsional ini dapat ditempatkan pada dinas dan lembaga teknis daerah dalam bentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan Rumah Sakit Umum Daerah.

    Sumber : http://helmi71.wordpress.com/menggabungkan-dan-menghapuskan-organisasi-perangkat-daerah/

    Komentar oleh yulia maharani | November 22, 2013 | Balas

  20. Nama : Gita Persada
    NIM : C2B012011
    Kelas : Pagi
    Matkul : Managemen Stratejik
    Staffing Dalam Dunia Politik
    Kasus : Pelantikan Pejabat di Akhir Jabatan Walikota Jambi, Bambang Priyanto

    1. Staffing dalam implementasi Strategi
    Staffing merupakan salah satu fungsi manajemen berupa penyusunan personalia pada suatu organisasi sejak dari merekrut tenaga kerja, pengembangannya sampai dengan usaha agar setiap tenaga petugas memberi daya guna maksimal kepada organisasi. Dalam kasus “Pelantikan Pejabat yang Dilakukan oleh Walikota Jambi, Bambang Priyanto “, menurut saya staffingnya tidak terlalu terlihat, dikarenakan proses yang dilakukan oleh Walikota sendiri terkesan mendadak, yaitu 16 hari sebelum masa jabatannya berakhir, yaitu untuk periode 2008-2013—.4 November. Selain itu, lucunya pelantikan pejabat ini, dilakukan di hari libur.Dimana, pelantikan dilakukan Hal ini yang menjadi sorotan masyarakat dan menimbulkan kontroversi. Karena pelantikan yang terkesan sangat mendadak ini, mengakibatkan kesan negativ terhadap pejabat itu sendiri, misalnya adanya isu dengan istilah ‘birorkasi basah’, dimana birokrasi ini dilakukan bukan berdasarkan atas kompetensi, kemampuan dari pejabat itu sendiri, namun berdasarkan kekuatan materi.

    2. Apa Alasannya
    Karena biasanya hal ini dapat dilakukan karena faktor wewenang yang masih kuat. Dimana, biasanya para petinggi/pejabat melakukan pengangkatan/pelantikan bukan berdasarkan planning dan organizing yang matang. Tetapi berdasarkan kekerabatan yang menguntungkan 2 belah pihak, demi membuka sebuah jaringan politik yang lebih luas. Prinsip ini, yang masih sering digunakan oleh pejabat tinggi di daerah.

    3. Faktanya
    – Pelantikan yang dilakukan di hari libur
    – Pelantikan dilakukan oleh Walikota Jambi dalam periode 2008-2013, yaitu 16 hari sebelum berakhirnya masa jabatannya Walikota tersebut, yaitu Bambang Priyanto.
    – Pelantikan terjadi di rumah dinas Walikota Jambi.
    – Pelantikan dan pengangkatan jabatan ini, tidak diketahui oleh ketua Bapperjakat, Daru Pratomo . Hal ini terbukti ketua Bapperjakat, baru mendapat undangan sesaat sebelum pelantikan.
    – Pelantikan ini mendapat perhatian dari LSM Kota Jambi, sehingga pada saat pelantikan Pejabat Eselon III dan IV, terjadi demo.
    – Walaupun terjadi penolakan dimana-mana, namun pelantikan ini tetap saja berjalan
    – Pejabat yang dilantik lumayan banyak, yaitu sebanyak 55 pejabat Eselon III dan IV, Senin (13/5) sekitar pukul 16.00 dilantik.

    4. Solusinya
    Menurut saya, sebenarnya pelantikan ini sah saja dilakukan oleh Wakil Walikota, karena Walikota masih menjabat, dan masih memiliki hak preogratif. Tetapi, alangkah tidak etisnya, karena pelantikan ini dilakukan di hari libur. Alangkah baiknya apabila pelantikan ini dilakukan di Hari Kerja, dan berunding dengan pejabat tinggi yang terkait, supaya tidak menimbulkan kesan dadakan.Namun,seharusnya pelantikan ini, alangkah baiknya apabila Walikota/Pejabat daerah meniru gaya pengangkatan dan pelantikan yang telah dilakukan oleh Jokowi yaitu dengan cara lelang jabatan. Dengan adanya lelang jabatan, maka pejabat yang terpilih diharapkan lebih kompenten karena kemampuannya bukan karena ada faktor lain, atau yang dikenal dengan istilah birokrasi basah.
    5. Sumber
    -http://birokrasi.kompasiana.com/2013/10/21/16-hari-lagi-tak-jadi-wali-kota-jambi-tetap-melantik-pejabat–602637.html
    -http://politik.kompasiana.com/2013/05/15/ganti-pejabat-di-akhir-jabatan-itu-dilakukan-wali-kota-jambi-560488.html
    http://metro.kompasiana.com/2013/04/08/lelang-kursi-camat-dan-lurah-ala-jokowi-543830.html

    Komentar oleh johannessimatupang | November 22, 2013 | Balas

  21. Salam pak Johannes

    Nama : Yulia Maharani
    Nim : C2B012038
    Manajemen strategik.
    Tugas individu .
    Staffing dalam pemerintahan daerah.

    Menggabungkan dan Menghapuskan Organisasi Perangkat Daerah
    Keluarnya Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 2007 Tentang Organisasi Perangkat Daerah (OPD), mengharuskan seluruh pemerintah daerah di Indonesia melakukan pembenahan organisasi perangkat daerah. Sesuai dengan konsideran huruf c, PP yang diberlakukan sejak tanggal 1 Juli 2007 ini mencabut dan menyatakan tidak berlaku lagi PP No. 8 Tahun 2003 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah karna belum cukup memberikan pedoman yang menyeleruh bagi penyusunan dan pengendalian organisasi perangkat daerah yang dapat menangani seluruh urusan pemerintahan. Penataan organisasi perangkat daerah harus dilakukan dalam tenggat waktu paling lama 1 (satu) tahun sejak 1 Juli 2007.

    Faktanya :
    OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi terdiri dari Setda, 3 asisten, 9 Biro, 17 Dinas, 10 Badan, 5 Kantor. Mengacu pada variabel dan prinsip OPD , memang perlu dilakukan penataan terhadap OPD Provinsi Jambi.
    Provinsi Jambi, berdasarkan Variabel Besaran Organisasi (VBO) menggunakan ukuran jumlah penduduk + 2,6 juta jiwa, luas wilayah 53.435,72 Km2 dan jumlah APBD tahun terakhir termasuk dalam kategori menengah dengan nilai 47. Artinya Provinsi Jambi harus menata kembali OPD-nya menjadi Sekretariat Daerah yang terdiri dari maksimal 3 asisten dan 9 biro. Maksimal 15 Dinas, 10 Lembaga Teknis Daerah. Artinya terdapat 2 Dinas yang harus dipangkas dan 5 Lembaga Teknis Daerah. Sementara berdasarkan penjelasan Pasal 23 PP OPD Pemerintah Daerah dapat membentuk perangkat daerah, karena bidang urusannya tidak termasuk dalam urusan dinas maupun lembaga teknis daerah.
    Penataan OPD Provinsi khusus Dinas dan Lembaga Teknis Daerah harus dilakukan dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip PP OPD. Beberapa upaya konkrit dan strategis perlu dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jambi. Pertama, menggabungkan beberapa Dinas yang ada dengan memperhatikan prinsip perumpunan. Dinas Pertanian dan Dinas Perkebunan menjadi satu Dinas yakni Dinas Pertanian dan Perkebunan, Dinas Pemuda dan Olah Raga dilebur ke dalam Dinas Pendidikan Nasional. Kedua, menghapuskan dinas daerah. Dinas peternakan provinsi merupakan salah satu dinas yang paling mungkin dihapuskan, karena urusannya sudah tidak memadai dan lebih baik menjadi urusan Dinas Peternakan Kabupaten dan Kota.

    Solusi :
    Mengenai Lembaga Teknis Daerah (Badan dan Kantor), perlu dilakukan penataan dari 15 menjadi maksimal 10. Perumpunan bisa dilakukan dengan penggabungan dan menghilangkan beberapa kantor dan badan. Pertama, menggabungkan. Penggabungan maksudnya menjadikan dua atau tiga badan dalam satu kepala badan. Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda), Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah, digabung menjadi 1 badan yakni Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah atau digabung dengan Bappeda. Kemudian, Kantor Arsip Daerah digabung dengan Badan Perpustakaan daerah. menjadi satu kantor. Kantor Polisi Pamong Praja ke dalam Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat.
    Kedua, menghapuskan Badan atau Kantor. Hal ini dilakukan karena tugas dan fungsi pokok badan atau kantor tersebut pada dasarnya dapat dan telah dilaksanakan oleh badan, kantor atau dinas lain. Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Bandiklatda), ditiadakan saja, karena masuk dalam lingkup tugas, pokok dan fungsi Dinas Pendidikan Nasional. Kemudian Kantor Pengolahan Data juga patut dihapuskan, karena urusan yang ditangani sebenarnya dapat dan telah dilakukan oleh SKPD masing-masing.
    Namun demikian, penggabungan atau penghapusan Dinas, Badan dan Kantor dalam rangka penataan OPD harus dilakukan dengan pengkajian dan langkah-langkah yang tepat, sehingga mampu meningkatkan kinerja pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan daerah. Adanya jabatan fungsional sebagaimana ditentukan oleh PP No. 41 Tahun 2007, walaupun bukan keharusan, namun perlu dimanfaatkan oleh pemerintah daerah. Tentu, bukan sekedar menempatkan mantan pejabat yang instansinya dihapus atau digabung, namun harus benar-benar tenaga profesional dengan memperhatikan tingkat pendidikan dan intelektulitas dengan keahlian khusus. Tenaga-tenaga fungsional ini dapat ditempatkan pada dinas dan lembaga teknis daerah dalam bentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan Rumah Sakit Umum Daerah.

    Sumber : http://helmi71.wordpress.com/menggabungkan-dan-menghapuskan-organisasi-perangkat-daerah/
    Salam pak Johannes

    Komentar oleh johannessimatupang | November 22, 2013 | Balas

  22. Nama : Gema Alif Utama
    Nim : C2B012010
    Jurusan : Magister Manajemen
    Kelas : Pagi

    a) STAFFING
    Dalam manajemen kepegawaian, fungsi staffing menempati peranan yang pent¬ing bagi pengembangan organisasi. Staffing pada dasarnya merupakkan suatu kesatuan interrelasi dari manajemen SDM yag harus bersifat proaktif terhadap tuntutan-tuntutan pengembangan organisasi, melalui berbagai program penyesuaian, sejak SDM direkrut, dipekerjakan, dan dikembangkan selama mereka bekerja. Adapun tujuan Staffing adalah:

    • Memberikan pendidikan dan pelatihan untuk mengembangkan kemampuan SDM agar mampu mengemban tugas, tanggung jawab, dan strata yang tepat.
    • Memberikan tekanan pemahaman bahwa manager dalam suatu lingkup organisasi memegang peranan kunci dalam bentuk memikul tanggung jawab organisasi.
    • Merespons kebutuhan organisasi bagi pendayagunaan orang yang tepat, guna menca¬pai tujuan organisasi secara optimal.

    Dalam hal ini, proses staffing yang dilakukan oleh walikota Jambi Bambang Priyanto tidak dalam kondisi yang tepat atau kurang efektif.

    b) FAKTA
    Di akhir masa jabatannya, Walikata Jambi dr. Bambang Priyanto Sabtu 19 Oktober 2013 sore melantik puluhan pejabat eselon dua dan tiga di lingkungan Pemkot Jambi. Acara pelantikan yang dilaksanakan di ruang pola rumah dinas Walikata jambi Jalan Sridewi Jambi sempat molor satu jam dari jadwal yang ditentukan.

    Salah satu pendemo Ardi dari aktifis kelompok Pita Merah Provinsi Jambi menuturkan bahwa Walikota Jambi dr. Bambang Priyanto terlalu memaksakan kehendak di akhir massa jabatannya yang tinggal menghitung hari. “Kami menduga ada unsur jual beli jabatan di lingkungan Pemkot Jambi,” katanya.

    Ironisnya, Sekda Kota jambi Daruh Partomo selaku Baparjakat tidak mengetahui hal ini. Begitu juga Ketua DPRD Kota Jambi, Zainal Abidin selaku wakil rakyat sangat terkejut.

    Hamid Jufri, anggota Komisi A DPRD Kota Jambi dari Fraksi Demokrat, mengatakan pelantikan tersebut tetap sah. Hanya saja, tindakan Walikota Bambang itu dinilai melanggar etika jabatan karena tidak etis jika pejabat dilantik tanpa usulan dari Baperjakat.

    pelantikan pejabat adalah hak prerogatif walikota. Jadi tidak ada salahnya Walikota Bambang melakukan pelantikannya di akhir masa jabatan. Karena sebelum walikota baru dilantik, Bambang masih berstatus sebagai Walikota Jambi.

    c) SOLUSI
    Untuk memposisikan seorang Pegawai Negeri Sipil menjadi pejabat harus berdasarkan pertimbangan – pertimbangan tertentu. Dalam pelaksanaan penempatan pegawai Bedjo Siswanto (1989: 88) mengemukakan bahwa faktor yang harus dipertimbangkan dalam penempatan pegawai adalah sebagai berikut:
    1. Faktor Pengalaman
    2. Faktor Latar Belakang Pendidikan
    3. Faktor Kesehatan Fisik dan Mental
    4. Faktor Usia

    Proses staffing yang baik adalah jika kebutuhan organisasi disesuaikan dengan karakteristik pegawai tersebut.

    d) LELANG JABATAN
    Lelang jabatan atau sering disebut dengan istilah “job tender” sebenarnya bukan hal baru dalam dunia administrasi publik. Dalam konsep New Public Management (NPM), lelang jabatan sudah dikenalkan dan dipraktekkan di negara-negara barat, mungkin dengan istilah yang berbeda-beda. Tujuannya adalah untuk memilih aparatur yang memiliki kapabilitas, kompetensi dan integritas yang baik untuk ditempatkan pada suatu posisi/jabatan yang tepat sehingga dapat menjalankan tugas dengan lebih efektif dan mencegah penyalahgunaan kewenangan oleh orang-orang yang tidak memiliki criteria,itulah tujuannya. Proses lelang jabatan sebetulnya memiliki dasar hukum yang sangat kuat. Dalam UU nomor 22/2004 tentang Pemerintahan daerah sudah diatur mengenai wewenang kepala daerah dalam menentukan struktur Organisasi Pemerintahan Daerah (OPD) dan pengijian jabatannya. UU Nomor 43/1999 yang mengatur tentang kepegawaian juga sudah mengatur tentang persyaratan pengisian jabatan bagi PNS.
    Menurut saya lelang jabatan sangat bagus karena akan mendapatkan seorang pemimpin yang berkompeten dibidangnya.
    Sumber :
    http://triwidodowutomo.blogspot.com/2010/08/rekrutmen-beberapa-masalah-dan-saran_02.html
    http://sentanaonline.com/detail_news/main/13693/1/20/10/2013/Walikota-Jambi-Diduga-Jual-Beli-Jabatan
    http://radarpena.com/read/2013/10/21/7332/24/2/Walikota-Jambi-Dinilai-Langgar-Etika-Jabatan
    http://fiasailormoon.blogspot.com/2012/12/faktor-penempatan-sdm.html
    http://birokrasi.kompasiana.com/2013/04/11/lelang-jabatan-jokowi-melanggar-uu-549966.htm

    Komentar oleh johannessimatupang | November 22, 2013 | Balas

  23. Nama : SUYADI
    Nim : C2B012035
    Kelas : Malam Angkatan XVII
    Tugas Ke : 1 (Satu) Implemetasi Strategi Pemda
    Dosen Pengasuh : Dr.Johannes,SE,M.Si

    Bidang yang saya amati adalah Pemda Kabupaten Musi Rawas, Bersumber dari Website Pemda Kabupaten Musi Rawas sebagai berikut :
    http://www.musi-rawas.go.id/musirawas/index.php?option=com_content&view=frontpage&Itemid=1

    Fakta yang saya amati dari Website Kabupaten Musi Rawas Berikut dalam petikan wawancara Majalah PIP dengan Bpk Bupati H.Ridwan Mukti :

    Pada tahun pertama memimpin Kabupaten Musi Rawas Bapak Bupati H.Ridwan Mukti lebih fokus pada upaya-upaya meningkatkan kesejahtera¬an masyarakat, secara luas. Kebutuhan dasar¬nya, kita penuhi. Ini penting, agar masyarakat benar-benar siap dengan langkah-langkah strategis yang akan kita lakukan untuk mendorong pertumbuhan. Kalau tidak, kelak mereka hanya jadi penonton saja, bahkan bisa menghambat. Investor pun akan lebih mudah masuk, kalau masyarakat kita sudah siap. Tentu saja, upaya ini saya lakukan secara cepat juga, dari berbagai jalur. Termasuk jalur pendidikan dan kesehatan. Yang paling strategis, adalah membuka akses daerah-daerah yang terisolasi, melalui pembangun¬an infrastruktur berupa jalan dan jembatan. Penyebab kemiskinan di daerah-daerah itu, bukan semata-mata karena masyarakatnya malas. Tapi, lebih karena mereka terisolasi. Dan ini terbukti. Setelah pembangunan jalan banyak kita selesaikan, dinamika ekonomi daerah itu langsung ter¬angkat. Indikator sederhananya, penjual¬an kendaraan bermotor di daerah, terus me¬ningkat. Sekarang, secara keseluruhan, ting¬kat pertumbuhan ekonomi kita sudah menyentuh 7 persen.

    Fakakta yang saya amati dari sumber Website Kabupaten Musi Rawas dibawab pimpinan Bupati Musi Rawas, ialah H.Ridwan Mukti adalah :

    Saya sepedapat dengan yang diungkapakan oleh Rizal Effendi, Kepala Humas Pemkab Musi Rawas, Bawasanya,banyak yang berubah di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas, sejak H. Ridwan Mukti menjalankan tugasnya sebagai bupati. “Semuanya mesti serba cepat. Pak Bupati sendiri lebih banyak turun ke lapangan. Bisa seharian bahkan sampai malam, karena lokasi yang dikunjungi umumnya jauh. Ridwan Mukti memang sosok energik dan pekerja keras, yang ingin tahu sampai hal yang detil secara langsung. Kunjungan ke lapangan, sering kali seperti sebuah sidak, berjalan apa adanya tanpa protokoler rumit. Pertanyaan-pertanyaan spontan, kerap terlontar kepada siapa saja, untuk mendapatkan informasi yang akurat.

    Visi & Misi Bupati Kabupaten Musi Rawas dan Strategik yang dilakukan :

    Visi

    “ Terwujudnya Bumi Agropolitan dan Kawasan Pertambangan Menuju Musi Rawas Darussalam “

    Makna dari uraina visi tersebut adalah :

    • Bumi Agropolitan bermakna membangun ekonomi kerakyatan berbasis pertanian dengan melanjutkan pengembagan dan penataan agropolitan distrik dan agropolitan ceter, membangun,memelihara dan meninkatkan infrastruktur untuk mendukung pengembangan agropolitan distrik dan agropolitan center, meningkatkan produksi, kualitas dan daya saing serta promosi produk pertanian dan produk perdesaan lainya.
    • Kawasan Pertambangna mengandung makna : Peningkatan perekonomian daerah melalui peningkatan investasi terutama pertambangan yang bertumbuh pada kemampuan daya dukung kawasan. Kegiatan investasi disektor pertambagan tersebut akan mendorong kegiatan di sektor-sektor lainya, termasuk kegiatan ekspor. Kandungan bumi Musi Rawas yang berada di bagian barat propinsi Sumatra Selatan yang kaya akan tambang dipadukan dengan letak geografis (tempat bertemunya hulu Sungai Musi dan aliran Sungai Rawas), merupakan peluang bagi Kabupaten Musi Rawas sebagai gerbang bagi keluar masuknya barang dan jasa, sebagi tempat pengumpulan dan penyaluran hasil produksi petani dari dan ke seluruh wilayah Sumbagsel, sebagi sentra pengembangan industri sarat teknologi berbasis pertanian dan menjadi pusat pelayanan lalu lintas di Sektor Barat Sumatra Selatan.
    • Menuju Musi Rawas Darussalam maknanya, pembangunan di Kabupaten Musi Rawas bertumpu pada pembangunan kultur Darussalam yaitu peningkatan kesejahteraan dilandasi oleh kualitas kehidupan beragam yang mantap. Peningkatan kerukunan inter dan antar umat beragama serta tetap menjunjung akidah islami.

    Misi

    Untuk dapat mengatisipasi kondisi dan permasalahan dalam pelakanaan tiga pilar pembanguan yaitu :
    1. Musi Rawas Bumi Agropolitan
    2. Musi Rawas Kawasan Pertambangan dan,
    3. Musi Rawas Darusalam dan mewujudkan visi Kabupaten Musi Rawas , ditetapkan 6 (Enam) Misi yaitu :
    1. Pembangunan kultur darussalam
    2. Peningkatan Kesejahteraan dan Perlindungan Sosial
    3. Pengembagnan Agropolitan
    4. Pengembagna Pertambangan dan lingkungan
    5. Penguatan Investasi dan Daya Saing
    6. Penataan Kepemerintahan dan SDM

    Tujuan dan Sasaran :

    Pengembangan Visi dan Misi menjadi tujuan dan sasaran tidak terlepas dari dukungan Urusan Pemerintahan Daerah yang menjadi kewenangan Pemerintahan Kabupaten Musi Rawas sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 38 tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintahan, Pemerintah Daerah Propinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten /Kota serta Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 13 tahun 2006 sebagaimana telah diubah menjadi Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 59 tahun2007 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.

    Perwujudan misi-misi yang telah diuraikan diatas, akan ditempuh melalui pelaksanaan urusan pemerintahaan daerah yang terdiri dari urusan wajib dan urusan pilihan. Penetapan urusan pemerintahaan yang mengandung visi dan misi sangat penting, karena dari ururan pemerintahaan ini akan dapat dijabarkan tujuan dan sasaran, serta cara (strategi ) untuk mencapainya dan sasaran .

    Perwujudan Visi, Misi ke dalam Urusan Wajib dan Urusan Pilihan, dapat diuraikan sebagai berikut :
    Misi 1 : Pembangunan Kultur Darusalam didukung oleh 2 urusan 1 membantu urusan pusat :
    1) kearsipan. Keagamaan,
    2) pendidikan Keagamaan dan
    3) menunjang agama.

    Misi 2 : Peningkatan Kesejahteraan dan Perlindungan Sosial, didukung oleh 9 urusan :
    1) Pendidikan
    2) Kesehatan
    3) Dukcapil
    4) Pemberdayaan Permpuan dan perlindungan Anak
    5) Keluarga Berencana dan keluarga Sejahtera
    6) Sosial
    7) Ketenagakerjaan
    8) Pemuda & olah raga
    9) Pemberdayaan Masyarakat dan pemerintah desa
    Misi 3 : Pengembangan Agropolitan, didukung oleh urusan yaitu :
    1) Ketahanan Pangan
    2) Pertanian
    3) Kelautan & Periklanan
    Misi 4 : Pengembagnan Pertambangan dan Lingkungan didukung oleh 7 urusan yaitu :
    1) Tata ruang
    2) Lingkungan hidup
    3) Pertahanan
    4) Statistik
    5) Kehutanan
    6) Energi dan sumberdaya mineral dan,
    7) Transmigrasi

    Misi 5 : Penguatan Investasi dan daya saing didukung oleh 11 urusan :
    1) PU
    2) Perumahan
    3) Perhubungan
    4) Koperasi dan UKM
    5) Penanaman Modal Daerah
    6) Kebudayaan
    7) OTDA/Ijin
    8) Komunikasi dan informasi
    9) Pariwisata
    10) Perdagangan dan
    11) Perindustrian

    Misi 6 : Penataan Kepemerintahan dan SDM, didukung oleh 3 urusan yaitu :
    1) Perencanaan
    2) Pembangunan
    3) Kesbangpolinmas dan
    4) Otonomi Daerah

    SKPD Penagung Jawab,Terhadap Tujuan dan Sasaran diantaranya adalah:
    • Setda
    • Kantor Perpustakaan,Arsip dan Dokumentasi
    • Dinas pendidikan
    • Dinas Kesehatan
    • Dinas Dukcapil
    • Badan Keluarga Berencana
    • Kantor Pemberdayaan Perempuan
    • Dinas Sosial
    • Dinas Naketrans
    • Badan PM dan PD
    • Dinas Koperasi dan UKM
    • Kantor Ketahanan Pangan
    • Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura
    • Dinas Perternakan Dan Perikanan
    • Dinas Pertambangan Dan Energi
    • Badan Lingkungan Hidup
    • Dinas Kehutanan
    • Dinas PU Bina Marga
    • Dinas PU. Pengairan
    • Dinas Pu.Cipta dan Tata Ruang
    • Badab Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Perizinan
    • Dinas Perindangan dan Pasar
    • Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
    • Badan Kesbang Pol dan Limas
    • Kantor Pol PP
    • Dinas Pendapatan,pengelolaan keuangan dan aset daerah
    • Inspektorat
    • Badan Kepegawaian diklat
    • Bappeda

    Setalah pencapaian strategi Bapak Bupati Musi Rawas ingin menjelma menjadi the exciting of Sumatera. Angka per¬tumbuhan ekonominya paling tinggi di seluruh Sumatera, dan masyarakatnya sejahtera secara merata. Kemudian, SDM-nya juga unggul, sehingga banyak diserap oleh berbagai lembaga strategis di pusat maupun di daerah, pemerintah maupun swasta. Apa yang kami lakukan sekarang, ibaratnya, sedang membuat fondasi untuk mewujudkan obsesi tersebut. Kita tidak sedang membicarakan Musi Rawas satu atau lima tahun ke depan. Tapi, sepuluh tahun atau lebih ke depan. Setiap pemimpin Musi Rawas, harus mempunyai visi jauh ke depan, menembus batas periode kepemimpinannya.
    Dari sisi pencapaian strategi yang baik namun ada yang lebih penting yaitu mengenai Kabupaten Musi Rawas sendiri diamana Kabupaten Musi Rawas relatif tertinggal dibanding beberapa kabupaten lain di Sumatera Selatan (Sumsel). Angka kemiskinan cukup tinggi, dan desa tertinggalnya lumayan banyak. Alih-alih Bapak Bupati harus melakukan target besar agar dapat mengatasiya diamana Bapak bupati ingin membalikkan keadaan itu, secara ekstrim. Musi Rawas kelak justru akan melesat dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi di atas 9 persen. Tidak ada lagi kantung-kantung kemiskinan. Pertumbuhan tinggi itu, mesti berdampak langsung pada meningkatnya kesejahteraan rakyat secara signifikan dan merata. Kalau berkaca pada keadaan Musi Rawas selama ini, mungkin target saya ini terkesan mengada-ada. Tapi sebetulnya tidak. Justru sangat realistis. Musi Rawas memiliki sumberdaya alam (SDA) yang melimpah, dari sektor agraris sampai pertambangan. Ini modal besar untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Asal pemanfaatannya dilakukan secara tepat dan maksimal.

    Komentar oleh suyadi | November 23, 2013 | Balas

  24. Selamat Malam & Salam Sejahtera Pak..
    Nama : Febri Letdiana Naibaho
    NIM : C1B012009
    MK : Manajemen Strategik-Implementasi Strategi Pemda
    Kelas : Malam/angkatan 17
    Tugas : 1

    1. Pemda yang saya amati dalah Pemerintah Kabupaten Garut. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atas nama Presiden Republik Indonesia melantik Wakil Bupati Garut Agus Hamdani sebagai Bupati Garut sisa masa jabatan 2009-2014. Hal itu dilakukan dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Garut dalam Rangka Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Bupati Garut Sisa Masa Jabatan Tahun 2009-2014. Pelantikan Wakil Bupati Agus Hamdani menjadi Bupati berdasarkan ketentuan, dan mengingat Aceng HM. Fikri, selaku Bupati Garut masa jabatan 2009-2014, tidak lagi berkedudukan sebagai Bupati Garut sesuai dengan Keputusan Presiden RI No. 17/P Tahun 2013 tanggal 20 Februari 2013 tentang Pengesahan Pemberhentian Sdr. H. Aceng HM. Fikri, S.Ag sebagai Bupati Garut Masa Jabatan 2009-2014 (terkait penyimpangan etika tentang perkawinan), maka pergantian Bupati Garut dilaksanakan dengan mengangkat Wakil Bupati Garut menjadi Bupati Garut definitif. Seluruh pengusulan dan pengangkatan Wakil Bupati menjadi Bupati dilaksanakan dalam rangka menjalankan Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah. Dengan demikian, Kabupaten Garut tidak memiliki wakil Bupati hingga tahun 2014.
    Website http://www.garutkab.go.id/
    Website http://www.jabarprov.go.id/index.php/subMenu/informasi/artikel/detailartikel/63
    2. Visi dan Misinya serta strategi sebagaimana dirumuskan pada website.
    1. Visi
    Terwujudnya Garut Pangirutan Yang Tata Tengtrem Kerta Raharja Menuju Ridho Allah SWT (Penjelasan)
    Penjelasan Tentang Visi Kabupaten Garut
    Cita-cita ideal Kabupaten Garut, tercermin dari kalimat “tata tengtrem kerta raharja” yang artinya, berkat segala peraturan dilaksanakan dengan konsisten dan konsekuen, maka akan mewujudkan ketentraman yang dapat menimbulkan semangat kerja, sehingga akhirnya tercapailah kebahagiaan hidup lahir dan bathin.
    Untuk mewujudkan cita-cita ideal Garut, seyogyanya terlebih dahulu dimulai dengan me”raharja”kan masyarakat, terutama kesejahteraan ekonomi. Kesejahteraan yang diwujudkan secara bertahap dan sistimatis akan berdampak terhadap tumbuhnya keamanan (kerta) yang diikuti ketrentraman (tengtrem). Apabila tahapan ini sudah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, maka penataan kehidupan dan lingkungan melalui penegakkan peraturan akan lebih mudah dilaksanakan.
    2. Misi
    • Mewujudkan Penyelenggaraan Pemerintah Yang Amanah, Yang Menjunjung Tinggi Supremasi Hukum, Demokrasi dan Ham;
    • Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia;
    • Meningkatkan Kualitas Kehidupan Beragama;
    • Menggali dan Memanfaatkan Sumber Daya Alam dan Buatan Dengan Memperhatikan Kelestarian Lingkungan;
    • Memberdayakan Sistem Ekonomi Kerakyatan Yang Bertumpu Pada Potensi Lokal dan Mekanisme Pasar;
    • Mewujudkan Garut Sebagai Daerah Agribisnis, Agro Industri;
    • Mewujudkan Garut Sebagai Daerah Pariwisata Disertai Pelestarian dan Pengembangan Seni Budaya Lokal.
    3. Strategi
    • Peningkatan kualitas kemampuan dan profesionalisme aparatur pemerintah untuk mewujudkan “Good Governance”;
    • Penegakkan supremasi hukum, demokrasi dan hak azasi manusia;
    • Peningkatan kualitas dan kuantitas pendidikan melalui pengembangan pendidikan melalui pengembangan pendidikan formal dan pendidikan luar sekolah;
    • Peningkatan kualitas dan kuantitas sarana prasarana dan pelayanan kesehatan masyarakat;
    • Peningkatan kualitas kehidupan beragama, fasilitas peribadatan dan pendidikan keagamaan;
    • Pengelolaan sumber daya alam dan buatan dengan memperhatikan aspek manfaat dan resiko terhadap lingkungan;
    • Optimalisasi penataan ruang dengan mempertimbangkan daya dukung lingkungan;
    • Peningkatan kualitas dan kuantitas pertanian dengan memanfaatkan teknologi yang ramah lingkungan;
    • Pemberdayaan dan pengembangan usaha kecil menengah dan koperasi;
    • Peningkatan sarana dan prasarana transportasi, Pos dan Telekomunikasi, Komunikasi dan Media Massa untuk menunjang pembangunan yang berkelanjutan;
    • Peningkatan dan pengembangan sarana, prasarana, serta sumber daya manusia;
    • Pemeliharaan dan pengembangan seni budaya sebagai identitas daerah;
    • Pengentasan kemiskinan melalui penciptaan kesempatan kerja dan penanganan daerah tertinggal.

    3. Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) yang memegang peranan penting adalah (1) Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil, (2) Dinas Pendidikan, (3) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, (4) BAPPEDA, (5) DISPENDA, (6) Dinas PU, (7) Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan, (8) Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, (9) Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pengelolaan Pasar, (10) Kantor Satuan Polisi Pamong Praja
    4. Faktor pendukung dan penghambat terhadap implementasi strategi
    Faktor Pendukung adalah Garut memiliki banyak objek wisata (36 objek wisata), sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pendapatan daerah serta menjadikan Garut sebagai sasaran para penanam modal untuk berinvestasi.
    Faktor Penghambat adalah Garut ditetapkan sebagai daerah tertinggal, karena ada 238 desa dalam status tertinggal. Terdapat beberapa kriteria seperti jalan desa jelek, kantor desa jelek, dan ada beberapa indikator lain baik di sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lainnya. Masih banyak yang harus dibenahi Kabupaten Garut.

    Komentar oleh Febri Letdiana Naibaho | November 23, 2013 | Balas

  25. Nama : Wahyudhi Novenra
    NIM : C2B011098
    Semester 2
    Kelas : Malam
    Manajemen Strategik
    Pemda yang diamati adalah Pemerintah Kota Sungai Penuh
    Semenjak dilantik pada tanggal 25 Juni 2011 sampai dengan November 2014. Walikota sungai penuh telah melakukan banyak perombakan seperti perombakan eselon II, II dan Iv pada januari 2013. Pejabat eselon II yang diganti adalah Kadis Perindag, Koperasi dan UKM, Kepala Inspektorat, Kepala BKD dan Kepala Dinas Pertanian, Kepala Badan Penyuluh, Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kehutanan. Kepala Dinas Sosnakertrans, serta pengisian Kepala DPPAKD dan Asisten III Setda Sungai Penuh.
    Sumber : http://www.sungaipenuhkota.go.id/

    Visi : KOTA SUNGAI PENUH YANG MANDIRI, MAJU DALAM EKONOMI DAN TERDEPAN DALAM PENDIDIKAN (Kota Sungai Penuh MAPAN 2016)
    Penjelasan dari visi tersebut, yaitu:
    • Kota Sungai Penuh yang mandiri : mampu mewujudkan Pemerintahan Daerah yang dinamis dan layak serta kehidupan masyarakat yang sederajat dengan daerah lain, melalui optimalisasi kemampuan dan potensi daerah dalam memenuhi tuntutan kebutuhan dan kemajuan pembangunan.
    • Maju dalam ekonomi : mampu menumbuhkembangkan kekuatan ekonomi rakyat berbasiskan pertanian yang modern, perdagangan dan jasa serta didukung oleh berbagai usaha produktif yang berdaya saing, infrastruktur yang baik, dan kemitraan usaha yang sinergis serta menjadi pusat pertumbuhan ekonomi wilayah.
    • Terdepan dalam pendidikan : Mampu menghasilkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing tinggi yang dilandasi IMTAQ dan IPTEK, didukung oleh lembaga pendidikan yang kredibel, profesional dan berstandar nasional serta merupakan lingkungan yang prospektif dan kondusif untuk belajar dan menuntut ilmu.
    MISI
    1. Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik;
    2. Meningkatkan pendidikan berkualitas yang berbasiskan IMTAQ dan IPTEK;
    3. Meningkatkan kualitas pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana daerah yang berkeadilan;
    4. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang berbasiskan ekonomi kerakyatan;
    5. Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan
    6. Meningkatkan kualitas kehidupan yang agamis, berakhlak mulia dan berbudaya; dan
    7. Pengelolaan potensi daerah, tata ruang dan lingkungan hidup.
    Sumber : http://www.sungaipenuhkota.go.id/index.php/profil/sungaipenuh/visimisi.html

    Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang berperan penting dalam mewujudkan visi dan misi Kota Sungai Penuh adalah : Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda), Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), dan Dinas Pendidikan.

    Faktor Pendukung :
    1. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sungai Penuh dari pajak daerah yang tinggi karena perekonomian Kerinci dan Sungai Penuh Berpusat di Kota Sungai Penuh.
    2. Jiwa wirausaha yang dimiliki masyarakat sungai penuh sehingga perekonomian masyarakat sangat maju dan mengurangi jumlah penduduk miskin di Kota Sungai Penuh.
    3. Memiliki Sekolah – Sekolah yang sudah maju dalam Pendidikan dan bisa berbicara di ajang olimpiade tingkat Provinsi , memiliki beberapa Universitas dan Sekolah tinggi, serta menjamurnya tempat pendidikan non formal di Kota sungai penuh yang bisa melahirkan SDM yang kompeten.
    Faktor Penghambat
    1. Birokrasi yang belum efektif dan efisien
    2. Tidak adanya pantauan khusus dari pemerintah dalam menyalurkan SDM yang berpotensi di Kota Sungai Penuh karena masih sering ditemui nepotisme.
    3. Belum Stabilnya pemerintahan . hal ini bisa dilihat dari sering bergantinya Pejabat di Kota Sungai Penuh . baik Eselon II, III ataupun IV

    Komentar oleh Wahyudhi Novenra | November 24, 2013 | Balas

  26. Salam Sejahtera Pak..!

    Nama : Alex Chandra Erta
    Nim : C2B012001
    Kelas : Malam Angkatan XVII
    Tugas : implementasi strategi

    1. Bidang yang saya amati adalah Pemerintah Kota Sungai Penuh yang Dipimpin oleh Prof. DR. H Asafri Jaya Bakri, MA (AJB) Bersumber dari Website Pemerintah Kota Sungai Penuh sebagai berikut :
    http://www.sungaipenuhkota.go.id/

    Sejarah Singkat Kota Sungai Penuh
    Sungai Penuh merupakan Kota yang terbentuk dari hasil pemekaran dari Kabupaten Induk (Kabupaten Kerinci) dan merupakan salah satu dari 11 Kabupaten/Kota yang diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri Bapak H. Mardiyanto (a.n. Presiden Republik Indonesia) pada tanggal 8 November 2008, dengan dasar hukum No. 25 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kota Sungai Penuh ini diprakarsai oleh mantan Bupati Kabupaten Kerinci, H. Fauzi Siin.

    Kronologis Pembentukan Kota Sungai Penuh
    1. Keputusan Pemerintah Kerajaan Belanda (Government Besluit) Nomor 13 Tanggal 13 Nopember 1909, Sungai Penuh sebagai Ibukota,
    2. Aspirasi masyarakat membentuk Kota Sungai Penuh sejak Tahun 1970-an,
    3. Perkembangan Kota Sungai Penuh tidak efektif dikelola hanya oleh Pemerintah Kecamatan,
    4. Kota Sungai Penuh merupakan Kota terpadat kedua di Propinsi Jambi setelah Kota Jambi,
    5. PP Nomor 129 Tahun 2000 tentang persyaratan pembentukan dan kriteria pemekaran, penghapusan dan penggabungan daerah,
    6. Untuk peningkatan pelayanan publik dan percepatan pembangunan,
    7. Hasil penelitian oleh Prof. Dr. Sadu Wasitiono, MS. (Pasca Sarjana IPDN) Tahun 2005.

    Dasar Hukum
    1. UU No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional
    2. UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah
    3. UU No. 25 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kota Sungai Penuh
    4. PP No. 8 Tahun 2008 tentang Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan
    5. Permendagri No. 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah

    http://www.sungaipenuhkota.go.id/index.php/profil/sungaipenuh/sejarah.html

    2.Visi dan Misi Kota Sugai Penuh serta Strateginya;

    Visi Misi Kota Sungai Penuh 2011 – 2016

    VISI
    Mewujudkan Sungai Penuh :
    KOTA SUNGAI PENUH YANG MANDIRI, MAJU DALAM EKONOMI
    DAN TERDEPAN DALAM PENDIDIKAN
    (Kota Sungai Penuh MAPAN 2016)

    Penjelasan dari visi tersebut, yaitu:
    •Kota Sungai Penuh yang mandiri : mampu mewujudkan Pemerintahan Daerah yang dinamis dan layak serta kehidupan masyarakat yang sederajat dengan daerah lain, melalui optimalisasi kemampuan dan potensi daerah dalam memenuhi tuntutan kebutuhan dan kemajuan pembangunan.
    •Maju dalam ekonomi : mampu menumbuhkembangkan kekuatan ekonomi rakyat berbasiskan pertanian yang modern, perdagangan dan jasa serta didukung oleh berbagai usaha produktif yang berdaya saing, infrastruktur yang baik, dan kemitraan usaha yang sinergis serta menjadi pusat pertumbuhan ekonomi wilayah.
    •Terdepan dalam pendidikan : Mampu menghasilkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing tinggi yang dilandasi IMTAQ dan IPTEK, didukung oleh lembaga pendidikan yang kredibel, profesional dan berstandar nasional serta merupakan lingkungan yang prospektif dan kondusif untuk belajar dan menuntut ilmu.

    MISI
    1. Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik;
    2. Meningkatkan pendidikan berkualitas yang berbasiskan IMTAQ dan IPTEK;
    3. Meningkatkan kualitas pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana daerah yang berkeadilan;
    4. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang berbasiskan ekonomi kerakyatan;
    5. Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan
    6. Meningkatkan kualitas kehidupan yang agamis, berakhlak mulia dan berbudaya; dan
    7. Pengelolaan potensi daerah, tata ruang dan lingkungan hidup.

    http://www.sungaipenuhkota.go.id/index.php/profil/sungaipenuh/visimisi.html

    3. SKPD yang memegang peranan penting dari visi dan misi diatas adalah:
    • Dinas Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Aset Daerah
    • Dinas Pendidikan
    • Dinas Pekerjaan Umum
    • Dinas Kesehatan
    • Dinas Perdagangan dan Jasa
    • Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan & Pariwisata
    • Dinas Pertanian, Perkebunan, Kehutanan
    • Dinas Peternakan & Perikanan
    • Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi Dan UMKM
    • Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
    • Badan Kepegawaian Daerah
    • Kantor Pelayanan dan Perizinan Terpadu
    • Kantor Pengelola Pasar
    • Satuan Polisi Pamong Praja

    4. Menurut saya setelah mengkaitkan dengan visi dan misi Pemerintah Kota Sungai Penuh yang Dipimpin oleh Bapak Prof. DR. H Asafri Jaya Bakri, MA (AJB) terdapat faktor pendukung dan penghambat terhadap dalam implementasi strategi:

    Faktor pendukung
    1. Tata Pemerintahan yang baik.
    2. Sarana dan Prasarana (Infrastruktur) yang memadai.
    3. Kualitas Sumber Daya Manusia yang cukup baik.
    4. Usaha perdagangan, industri dan jasa telah berorientasi pasar dan berbasis ekonomi kerakyatan.
    5. Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Pariwisata yang baik.

    Penghambat/Kendala Serta Solusi yang di tawarkan:
    1. Persentase penduduk miskin yang tinggi mencapai 25,3%,
    solusi sebagai berikut :
    a. Optimalisasi Pemanfaatan SDA berbasis Pertanian
    b. Pengembangan UMKM
    c. Pembangunan Infrastruktur
    2.SDM Aparatur yang masih belum memadai dari kualitas, kuantitas, maupun produktivitas.
    Solusi: Peningkatan pendidikan dan pelatihan SDM, perbaikan pola rekrutmen dan reward and punishment.
    3. Keterbatasan Lahan 23.177 ha (59,2%) TNKS, 8.435 ha (41,8%) Lahan non Produktif.
    Solusi: Optimalisasi lahan non produktif dengan komoditas yang sesuai kebutuhan pasar.
    4. Sumber daya alam yang sangat minim.
    Solusi: Inventarisasi sumber PAD dan peningkatan kerjasama degan swasta.
    5. Belum optimalnya SDA sebagai Sumber Daya Tarik Wisata.
    Solusi: Memperbanyak Kegiatan Promosi.
    6. Rawan Bencana Alam: Gempa Bumi, Tanah longsor, Banjir.
    Solusi: Rencana. Tata Ruang (RTRW) yang komprehensif A Tata Guna Lahan, Peta kawasan rawan bencana, arahan pengembangan permukiman.

    Komentar oleh Alex Chandra Erta | November 24, 2013 | Balas

  27. Nama : Angkasa
    NIM : C2B012006
    Kelas : Malam Angkatan XVII
    Tugas Ke : 1 (Satu) implementasi strategi – pemda

    1. Bidang yang saya amati adalah pemerintah daerah Kabupaten Batang Hari Provinsi Jambi; http://www.batangharikab.go.id/bat/

    2. VISI & MISI
    Dibawah pimpinan Bupati H. Abdul Fattah, SH didampingi Wakil Bupati Sinwan, SH yang dilantik oleh Gubernur Jambi Drs.H. Hasan Basri Agus dalam acara rapat paripuran DPRD tanggal 30 Januari 2011, memiliki Visi “ Bangun Ekonomi Rakyat, Lanjutkan Pembangunan dengan Iman dan Pemerataan “ menuju Batang Hari “ BERLIAN 2016 “, yang diuraikan sebagai berikut :

    1. Ekonomi Rakyat
    Ekonomi rakyat dalah tumbuh dan kembangnya kehidupan perekonomian Kabupaten Batang Hari yang berpihak kepada ekonomi rakyat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan.
    2. Iman
    Iman merupakan sumber insfirasi dan keyakinan ajaran moral dalam menggerakkan masyarakat untuk pembangunan daerah serta sebagai landasan prilaku yang diwujudkan dalam seluruh sendi-sendi kehidupan masyarakat Kabupaten Batanag hari.
    3. Pemerataan
    Maksudnya adalah pembangunan yang dilaksanakan dengan memperhatikan azas pemerataan dan mengurangi kesenjangan antar kecamatan dan antar desa, sehingga diperlukan strategi dan kebijakan pembangunan daerah yang komprehensif dn pendekatan pembangunan yang berbassis kewilayahan.

    Misi kabupaten Batang hari tahun 2011-2016
    1. Meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan menjalankan kebijakan pembangunan ekonomi dengan prinsip-prinsip ekonomi kerakyatan.
    2. Meningkatkan kualitas kehidupan yang agamis, berahklak mulia, yang ditompang oleh kesadaran saling menghormati dan saling mendukung antara ulama dan umaro.
    3. Meningkatkan kualitas sdm termasuk sumber daya aparatur.
    4. Meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah secara proposional, efektif, efisien, akuntable dan transfaran melalui penerapan reformasi birokrasi yang berkeadilan.
    5. Meningkatkan penggalian potensi sumber daya alam sebagai salah satu sumber daya pembangunan, dengan prinsif berkelanjutan, serta menjaga kelestarian lingkungan dan keseimbangan ekosistem.

    Sedang prioritas agenda utama pembangunan Kabupaten Batang Hari 5 tahun kedepan adalah :
    1. Bidang ekonomi rakyat,
    2. Bidang pendidikan,
    3. Bidang kesehatan dan,
    4. Bidang infrastruktur.

    3. Daftar SKPD
    Berikut adalah daftar SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang Hari yang mempunyai peranan penting dalam pencapaiain Visi Pemerintahan Kabupaten Batang Hari Provinsi Jambi.

    Skretariat
    1. Sekretariat Daerah : Sekretaris Daerah mempunyai tugas dan kewajiban membantu Bupati dalam menyusun kebijakan dan mengkoordinasikan dinas daerah dan lembaga teknis daerah.
    2. Sekretariat DPRD : Tertib Administrasi dan Pelayanan Yang Optimal Dalam Mendukung Kelancaran Tugas Pokok Dan Fungsi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Batang Hari”

    Dinas
    3. Dinas Pendapatan Daerah : Keberhasilan suatu pemerintahan tergantung pada pendapatan daerahnya. Ini berarti fungsi fital tergantung pada dinas terkait dalam pengelolaan tersebut.
    4. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan : Sesuai yang tertuang dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (rpjm kabupaten batanghari 2011-2016 adalah bidang pendidikan, untuk meningkatkan dan mempersiapkan SDM yang handal agar nantinya mampu bersaing di era reformasi saat ini. Sektor pendidikan disepakati sebagai sektor strategis dalam rangka meningkatkan mutu SDM di Kabupaten Batang Hari,
    5. Dinas Perkebunan : Terwujudnya Usaha Perkebunan sebagai ekonomi utama masyarakat Batang Hari yang dikelola secara adil, lestari dan berkelanjutan ”.
    6. Dinas Pekerjaan Umum : Pembangunan prasarana jalan di Kabupaten Batang Hari, Pembangunan jalan lingkungan perkotaan/perdesaan dan memenuhi kebutuhan dasar penduduk terhadap perumahan yang layak huni.
    7. Dinas Kesehatan : Pembangunan Sarana Kesehatan juga menjadi Prioritas Pembangunan Pemkab Batanghari, sampai tahun 2010 tersedia 1 Buah RSUD, 16 Unit Puskesmas, 59 Unit Pustu, 16 Unit Pusling, dan 35 Unit Rumah Bidan, Poskesdes 53 Unit, dengan jumlah tenaga dokter umum 41 orang, dokter gigi 13, Dokter spesialis 8, Bidan 225, Perawat 323, apoteker 8, ahli gizi 9, SKM 51, tenaga RSU 211 orang, melalui sarana yang ada diharapkan dapat lebih meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Batang Hari.
    8. Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik : Terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa politik dan perlindungan masyarakat yang demokratis dalam upaya bangun ekonomi rakyat, melanjutkan pembangunan dengan iman dan pemerataan (berlian) dalam kerangka NKRI.

    4. Faktor Pendukung dan Penghambat
    Faktor Pendukung :
    1. Perwujudan Tata Pemerintahan yang baik
    2. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia melalui program beasiswa dan pelatihan.
    3. Pengembangan usaha perdagangan, industri dan jasa yang berorientasi pasar dan berbasis ekonomi kerakyatan.
    4. Peningkatan Sarana dan Prasarana (Infrastruktur) Daerah
    5. Peningkatan Pengelolaan Sumber Daya Alam :
    – Kabupaten Batang Hari yang kaya potensi alamnya, memiliki kawasan hutan untuk Penelitian, Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan, budaya dan wisata alam.
    – Investasi di bidang pertambangan batu bara sangat berpotensi sebagai Alternatif pengganti BBM
    – Posisi geografis Kabupaten Batang Hari yang terletak diantara 1015’ dan 202 LS dan antara 102030’ BT dan 104030’ BT. Daerah ini beriklim tropis dengan tingkat elevasi sebagian besar dataran rendah, dengan ketinggian antara 11 s.d 100 meter dpl (92,67%). Sisanya antara 101 s.d 500 meter dpl.Letak geografis tersebut merupakan karunia Tuhan yang sangat mendukung untuk pembangunan ekonomi kerakyatan, khususnya sektor perkebunan, baik perkebunan rakyat maupun perkebunan besar.

    Faktor Penghambat :
    1. Bupati yang tersandung kasus hukum
    2. SDM Aparatur yang masih belum memadai dari kualitas, kuantitas, maupun produktivitas.
    3. Rawan Bencana Alam: Banjir.

    Komentar oleh Angkasa | November 24, 2013 | Balas

  28. Selamat Pagi Pak.. !
    Nama: Alex Chandra Erta
    NIM : C2B012001
    Kelas: Reguler Malam
    Matakuliah:Managemen Stratejik

    1. Yang saya amati Fakta atau kekuatiran yang dirasakan Adalah Masih terdapat beberapa kendala dalam beberapa kebijakan Pembangunan Pemerintah Kota Sungai Penuh.
    Seperti diketahui Pemerintah Kota Sungai Penuh yang di pimpin oleh Prof. DR. H Asafri Jaya Bakri, MA. telah megeluarkan beberpa Kebijakan dalam Pembangunan demi Mewujudkan Sungai Penuh : “KOTA SUNGAI PENUH YANG MANDIRI, MAJU DALAM EKONOMI DAN TERDEPAN DALAM PENDIDIKAN”
    (Kota Sungai Penuh MAPAN 2016)

    Adapun kebijakan diantaranya adalah
    1. Perwujudan Tata Pemerintahan yang Baik, dengan sasaran sebagai berikut :
    a. Peningkatan kinerja pelayanan publik oleh instansi Pemerintah
    b. Melengkapi sarana dan prasarana kerja aparatur (Kantor, meubelair, komputer, dll)
    c. Peningkatan kualitas SDM aparatur Pemerintah

    2. Peningkatan Sarana dan Prasarana (Infrastruktur) Daerah, dengan sasaran sebagai berikut :
    a. Mitigasi kawasan rawan bencana
    b. Peningkatan partisipati masyarakat dalam pengelolaan irigasi
    c. Peningkatan kondisi jalan lingkungan, jalan Kota dan Propinsi
    d. Meningkatkan sistem jaringan jalan yang masih banyak belum terhubungkan
    e. Mengoptimalkan fungsi saluran drainase
    f. Penigkatan akses jalan pedesaan (JUT)
    g. Pengelolaan Persampahan
    h. Perlengkapan sarana pemadam kebakaran

    3. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia, dengan sasaran sebagai berikut :
    a. Peningkatan akses, pemerataan dan kualitas pendidikan terutama pada jenjang pendidikan dasar
    b. Meningkatkan serapan dunia usaha dan industri untuk menerima tenaga kerja tingkat menengah (SMK)
    c. Meningkatkan kinerja pelayanan kesehatan
    d. Meningkatkan kualitas, pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan
    e. Melengkapi Sarana dan prasarana kesehatan
    f. Menambah jumalh tenaga kesehatan dan pemerataannya

    4. Pengembangan usaha perdagangan, industri dan jasa yang berorientasi pasar dan berbasis ekonomi kerakyatan, dengan sasaran sebagai berikut :
    a. Peningkatan produktivitas dan pendapatan UMKM, khususnya dalam bidang manajemen, organisasi, penguasaan teknologi dan pemasaran
    b. Memperluas Akses UMKM terhadap sumber daya produktif
    c. Pengembangan komoditi yang berbasis pada peternakan rakyat terutama untuk pengembangan komoditas ternak kecil
    d. Mendorong pelaksanaan skim kredit yang berbunga rendah guna menunjang pengembangan petani/peternak kecil dan menengah

    5. Peningkatan Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Pariwisata, dengan sasaran sebagai berikut :
    a. Penataan ruang terbuka hijau (RTH)
    b. Menyusun Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Sungai Penuh yang menjadi acuan pembangunan 20 tahun kedepan
    c. Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana ODTW
    d. Mengoptimalkan promosi kepariwisataan Ikutserta dalam pagelaran event-event budaya

    Dari beberpa Kebijakan yang telah ditetapkan dalam Pembangunan terdapat Kendala atau persoalan yang harus di selsaikan oleh Pemeritah kota Sungai Penuh diantaranya :
    1. Persentase penduduk miskin yang tinggi mencapai 25,3%,
    2. SDM Aparatur yang masih belum memadai dari kualitas, kuantitas, maupun produktivitas.
    3. Keterbatasan Lahan 23.177 ha (59,2%) TNKS, 8.435 ha (41,8%) Lahan non Produktif.
    4. Sumber daya alam yang sangat minim.
    5. Belum optimalnya SDA sebagai Sumber Daya Tarik Wisata.
    6. Rawan Bencana Alam: Gempa Bumi, Tanah longsor, Banjir.

    Sumber : http://sungaipenuhkota.go.id/index.php/pemerintahan/produk-pemerintah/kebijakan.html

    2 Visi dan Misi serta strategi

    Visi
    Mewujudkan Sungai Penuh :
    “KOTA SUNGAI PENUH YANG MANDIRI, MAJU DALAM EKONOMI DAN TERDEPAN DALAM PENDIDIKAN (Kota Sungai Penuh MAPAN 2016)”

    Penjelasan dari visi tersebut, yaitu:
    • Kota Sungai Penuh yang mandiri : mampu mewujudkan Pemerintahan Daerah yang dinamis dan layak serta kehidupan masyarakat yang sederajat dengan daerah lain, melalui optimalisasi kemampuan dan potensi daerah dalam memenuhi tuntutan kebutuhan dan kemajuan pembangunan.
    • Maju dalam ekonomi : mampu menumbuhkembangkan kekuatan ekonomi rakyat berbasiskan pertanian yang modern, perdagangan dan jasa serta didukung oleh berbagai usaha produktif yang berdaya saing, infrastruktur yang baik, dan kemitraan usaha yang sinergis serta menjadi pusat pertumbuhan ekonomi wilayah.
    • Terdepan dalam pendidikan : Mampu menghasilkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing tinggi yang dilandasi IMTAQ dan IPTEK, didukung oleh lembaga pendidikan yang kredibel, profesional dan berstandar nasional serta merupakan lingkungan yang prospektif dan kondusif untuk belajar dan menuntut ilmu.

    MISI
    1. Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik;
    2. Meningkatkan pendidikan berkualitas yang berbasiskan IMTAQ dan IPTEK;
    3. Meningkatkan kualitas pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana daerah yang berkeadilan;
    4. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang berbasiskan ekonomi kerakyatan;
    5. Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan
    6. Meningkatkan kualitas kehidupan yang agamis, berakhlak mulia dan berbudaya; dan
    7. Pengelolaan potensi daerah, tata ruang dan lingkungan hidup.

    Sumber : http://sungaipenuhkota.go.id/index.php/profil/sungaipenuh/visimisi.html

    3. Dengan visi tersebut diatas , dapat di jelaskan SKPD yang memegang peranan penting antara lain:
    • Setda
    • Dinas Pekerjaan Umum
    • Dinas Pendapatan,pengelolaan keuangan dan aset daerah
    • Inspektorat
    • Dinas Kesehatan
    Memiliki Jasa Kesehatan Rumah Sakit (2 unit), Puskesmas (4 unit), Puskesmas Pembantu (8 unit), Rumah Bersalin (4 unit), 10 Unit Apotik.
    • Dinas Perternakan Dan Perikanan
    Tujuan pembangunan kehewanan tidak lain adalah untuk meningkatkan produksi ternak dan meningkatkan pendapatan peternak, memperluas kesempatan kerja serta meningkatkan pendapatan asli daerah.
    • Dinas Perdangan dan Pasar
    Sektor Perdagangan didukung oleh 21 Unit Kelompok pertokoan, 3 unit pasar , 4 unit Swalayan.
    • Dinas Pertanian Dan Perkebunan
    Hampir semua Kecamatan yang ada di Kota Sungai Penuh sebagai sentra produksi tanaman pangan kesemuanya itu mempunyai komoditi unggulan yang menjanjikan untuk berinvestasi.
    • Bappeda
    meningkatkan komitmen pemerintah daerah untuk membangun pola kerja berbasis data dan informasi, serta akan meningkatkan kapasitas daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah. Khususnya bagi masyarakat Kota Sungai Penuh
    • Dinas pendidikan
    Pembentukan sosok manusia sehingga menghasilkan Sumber Daya Manusia yang baik sangat dipengaruhi oleh pendidikan, meskipun pendidikan dapat dilaksanakan melalui berbagai jalur, namun pendidikan formal tetap diakui sebagai indikator utama dalam mengukur kinerja pendidikan suatu daerah
    • Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
    Pariwisata di Kota Sungai Penuh merupakan potensi yang masih sangat mungkin untuk dikembangkan di Kota Sungai Penuh beberapa Objek wisata yang dimiliki Kota Sungai Penuh yang berupa objek Wisata Alam, Objek wisata Budaya dan Objek Wisata Relegius dan berpeluang untuk dikembangkan.

    4. Menurut Saya, dengan mengkaitkan antara visi dan misi yang akan dicapai oleh pemerintah kota sungai penuh terdapat faktor pendukung dan penghambat terhadap implementasi strategi yang dilakukan, suhingga harus ada solusi guna pencapaian suatu strategi berikut terdapat faktor pendukung dan penghambat serta solusi yang di tawarkan :

    Faktor pendukung :
    1. Perwujudan Tata Pemerintahan yang baik
    2. Peningkatan Sarana dan Prasarana (Infrastruktur) yang sedang berjalan
    3. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia.
    4. Pengembangan usaha perdagangan, industri dan jasa yang berorientasi pasar dan berbasis ekonomi kerakyatan.
    5. Peningkatan Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Pariwisata

    Penghambat/Kendala Serta Solusi yang ditawarkan:
    1. Persentase penduduk miskin yang tinggi mencapai 25,3%,
    solusi sebagai berikut :
    a. Optimalisasi Pemanfaatan SDA berbasis Pertanian
    b. Pengembangan UMKM
    c. Pembangunan Infrastruktur

    2. SDM Aparatur yang masih belum memadai dari kualitas, kuantitas, maupun produktivitas.
    Solusi: Peningkatan pendidikan dan pelatihan SDM, perbaikan pola rekrutmen dan reward and punishment.

    3. Keterbatasan Lahan 23.177 ha (59,2%) TNKS, 8.435 ha (41,8%) Lahan non Produktif.
    Solusi: Optimalisasi lahan non produktif dengan komoditas yang sesuai kebutuhan pasar.

    4. Sumber daya alam yang sangat minim.
    Solusi: Inventarisasi sumber PAD dan peningkatan kerjasama dgn swasta.

    5. Belum optimalnya SDA sebagai Sumber Daya Tarik Wisata.
    Solusi: Memperbanyak Kegiatan Promosi.

    6. Rawan Bencana Alam: Gempa Bumi, Tanah longsor, Banjir.
    Solusi: Renc. Tata Ruang (RTRW) yg komprehensif à Tata Guna Lahan, Peta kawasan rawan bencana, arahan pengembangan permukiman.

    Komentar oleh Alex Chandra Erta | November 24, 2013 | Balas

  29. Selamat Pagi Pak.. !
    Nama: Alex Chandra Erta
    NIM : C2B012001
    Kelas: Reguler Malam
    Matakuliah:Managemen Stratejik

    1. Yang saya amati Fakta atau kekuatiran yang dirasakan Adalah Masih terdapat beberapa kendala dalam beberapa kebijakan Pembangunan Pemerintah Kota Sungai Penuh.
    Seperti diketahui Pemerintah Kota Sungai Penuh yang di pimpin oleh Prof. DR. H Asafri Jaya Bakri, MA. telah megeluarkan beberpa Kebijakan dalam Pembangunan demi Mewujudkan Sungai Penuh : “KOTA SUNGAI PENUH YANG MANDIRI, MAJU DALAM EKONOMI DAN TERDEPAN DALAM PENDIDIKAN”
    (Kota Sungai Penuh MAPAN 2016)

    Adapun kebijakan diantaranya adalah
    1. Perwujudan Tata Pemerintahan yang Baik, dengan sasaran sebagai berikut :
    a. Peningkatan kinerja pelayanan publik oleh instansi Pemerintah
    b. Melengkapi sarana dan prasarana kerja aparatur (Kantor, meubelair, komputer, dll)
    c. Peningkatan kualitas SDM aparatur Pemerintah

    2. Peningkatan Sarana dan Prasarana (Infrastruktur) Daerah, dengan sasaran sebagai berikut :
    a. Mitigasi kawasan rawan bencana
    b. Peningkatan partisipati masyarakat dalam pengelolaan irigasi
    c. Peningkatan kondisi jalan lingkungan, jalan Kota dan Propinsi
    d. Meningkatkan sistem jaringan jalan yang masih banyak belum terhubungkan
    e. Mengoptimalkan fungsi saluran drainase
    f. Penigkatan akses jalan pedesaan (JUT)
    g. Pengelolaan Persampahan
    h. Perlengkapan sarana pemadam kebakaran

    3. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia, dengan sasaran sebagai berikut :
    a. Peningkatan akses, pemerataan dan kualitas pendidikan terutama pada jenjang pendidikan dasar
    b. Meningkatkan serapan dunia usaha dan industri untuk menerima tenaga kerja tingkat menengah (SMK)
    c. Meningkatkan kinerja pelayanan kesehatan
    d. Meningkatkan kualitas, pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan
    e. Melengkapi Sarana dan prasarana kesehatan
    f. Menambah jumalh tenaga kesehatan dan pemerataannya

    4. Pengembangan usaha perdagangan, industri dan jasa yang berorientasi pasar dan berbasis ekonomi kerakyatan, dengan sasaran sebagai berikut :
    a. Peningkatan produktivitas dan pendapatan UMKM, khususnya dalam bidang manajemen, organisasi, penguasaan teknologi dan pemasaran
    b. Memperluas Akses UMKM terhadap sumber daya produktif
    c. Pengembangan komoditi yang berbasis pada peternakan rakyat terutama untuk pengembangan komoditas ternak kecil
    d. Mendorong pelaksanaan skim kredit yang berbunga rendah guna menunjang pengembangan petani/peternak kecil dan menengah

    5. Peningkatan Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Pariwisata, dengan sasaran sebagai berikut :
    a. Penataan ruang terbuka hijau (RTH)
    b. Menyusun Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Sungai Penuh yang menjadi acuan pembangunan 20 tahun kedepan
    c. Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana ODTW
    d. Mengoptimalkan promosi kepariwisataan Ikutserta dalam pagelaran event-event budaya

    Dari beberpa Kebijakan yang telah ditetapkan dalam Pembangunan terdapat Kendala atau persoalan yang harus di selsaikan oleh Pemeritah kota Sungai Penuh diantaranya :
    1. Persentase penduduk miskin yang tinggi mencapai 25,3%,
    2. SDM Aparatur yang masih belum memadai dari kualitas, kuantitas, maupun produktivitas.
    3. Keterbatasan Lahan 23.177 ha (59,2%) TNKS, 8.435 ha (41,8%) Lahan non Produktif.
    4. Sumber daya alam yang sangat minim.
    5. Belum optimalnya SDA sebagai Sumber Daya Tarik Wisata.
    6. Rawan Bencana Alam: Gempa Bumi, Tanah longsor, Banjir.

    Sumber : http://sungaipenuhkota.go.id/index.php/pemerintahan/produk-pemerintah/kebijakan.html

    2 Visi dan Misi serta strategi

    Visi
    Mewujudkan Sungai Penuh :
    “KOTA SUNGAI PENUH YANG MANDIRI, MAJU DALAM EKONOMI DAN TERDEPAN DALAM PENDIDIKAN (Kota Sungai Penuh MAPAN 2016)”

    Penjelasan dari visi tersebut, yaitu:
    • Kota Sungai Penuh yang mandiri : mampu mewujudkan Pemerintahan Daerah yang dinamis dan layak serta kehidupan masyarakat yang sederajat dengan daerah lain, melalui optimalisasi kemampuan dan potensi daerah dalam memenuhi tuntutan kebutuhan dan kemajuan pembangunan.
    • Maju dalam ekonomi : mampu menumbuhkembangkan kekuatan ekonomi rakyat berbasiskan pertanian yang modern, perdagangan dan jasa serta didukung oleh berbagai usaha produktif yang berdaya saing, infrastruktur yang baik, dan kemitraan usaha yang sinergis serta menjadi pusat pertumbuhan ekonomi wilayah.
    • Terdepan dalam pendidikan : Mampu menghasilkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing tinggi yang dilandasi IMTAQ dan IPTEK, didukung oleh lembaga pendidikan yang kredibel, profesional dan berstandar nasional serta merupakan lingkungan yang prospektif dan kondusif untuk belajar dan menuntut ilmu.

    MISI
    1. Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik;
    2. Meningkatkan pendidikan berkualitas yang berbasiskan IMTAQ dan IPTEK;
    3. Meningkatkan kualitas pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana daerah yang berkeadilan;
    4. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang berbasiskan ekonomi kerakyatan;
    5. Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan
    6. Meningkatkan kualitas kehidupan yang agamis, berakhlak mulia dan berbudaya; dan
    7. Pengelolaan potensi daerah, tata ruang dan lingkungan hidup.

    Sumber : http://sungaipenuhkota.go.id/index.php/profil/sungaipenuh/visimisi.html

    3. Dengan visi tersebut diatas , dapat di jelaskan SKPD yang memegang peranan penting antara lain:
    • Setda
    • Dinas Pekerjaan Umum
    • Dinas Pendapatan,pengelolaan keuangan dan aset daerah
    • Inspektorat
    • Dinas Kesehatan
    Memiliki Jasa Kesehatan Rumah Sakit (2 unit), Puskesmas (4 unit), Puskesmas Pembantu (8 unit), Rumah Bersalin (4 unit), 10 Unit Apotik.
    • Dinas Perternakan Dan Perikanan
    Tujuan pembangunan kehewanan tidak lain adalah untuk meningkatkan produksi ternak dan meningkatkan pendapatan peternak, memperluas kesempatan kerja serta meningkatkan pendapatan asli daerah.
    • Dinas Perdangan dan Pasar
    Sektor Perdagangan didukung oleh 21 Unit Kelompok pertokoan, 3 unit pasar , 4 unit Swalayan.
    • Dinas Pertanian Dan Perkebunan
    Hampir semua Kecamatan yang ada di Kota Sungai Penuh sebagai sentra produksi tanaman pangan kesemuanya itu mempunyai komoditi unggulan yang menjanjikan untuk berinvestasi.
    • Bappeda
    meningkatkan komitmen pemerintah daerah untuk membangun pola kerja berbasis data dan informasi, serta akan meningkatkan kapasitas daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah. Khususnya bagi masyarakat Kota Sungai Penuh
    • Dinas pendidikan
    Pembentukan sosok manusia sehingga menghasilkan Sumber Daya Manusia yang baik sangat dipengaruhi oleh pendidikan, meskipun pendidikan dapat dilaksanakan melalui berbagai jalur, namun pendidikan formal tetap diakui sebagai indikator utama dalam mengukur kinerja pendidikan suatu daerah
    • Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
    Pariwisata di Kota Sungai Penuh merupakan potensi yang masih sangat mungkin untuk dikembangkan di Kota Sungai Penuh beberapa Objek wisata yang dimiliki Kota Sungai Penuh yang berupa objek Wisata Alam, Objek wisata Budaya dan Objek Wisata Relegius dan berpeluang untuk dikembangkan.

    4. Menurut Saya, dengan mengkaitkan antara visi dan misi yang akan dicapai oleh pemerintah kota sungai penuh terdapat faktor pendukung dan penghambat terhadap implementasi strategi yang dilakukan, suhingga harus ada solusi guna pencapaian suatu strategi berikut terdapat faktor pendukung dan penghambat serta solusi yang di tawarkan :

    Faktor pendukung :
    1. Perwujudan Tata Pemerintahan yang baik
    2. Peningkatan Sarana dan Prasarana (Infrastruktur) yang sedang berjalan
    3. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia.
    4. Pengembangan usaha perdagangan, industri dan jasa yang berorientasi pasar dan berbasis ekonomi kerakyatan.
    5. Peningkatan Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Pariwisata

    Penghambat/Kendala Serta Solusi yang ditawarkan:
    1. Persentase penduduk miskin yang tinggi mencapai 25,3%,
    solusi sebagai berikut :
    a. Optimalisasi Pemanfaatan SDA berbasis Pertanian
    b. Pengembangan UMKM
    c. Pembangunan Infrastruktur

    2. SDM Aparatur yang masih belum memadai dari kualitas, kuantitas, maupun produktivitas.
    Solusi: Peningkatan pendidikan dan pelatihan SDM, perbaikan pola rekrutmen dan reward and punishment.

    3. Keterbatasan Lahan 23.177 ha (59,2%) TNKS, 8.435 ha (41,8%) Lahan non Produktif.
    Solusi: Optimalisasi lahan non produktif dengan komoditas yang sesuai kebutuhan pasar.

    4. Sumber daya alam yang sangat minim.
    Solusi: Inventarisasi sumber PAD dan peningkatan kerjasama dgn swasta.

    5. Belum optimalnya SDA sebagai Sumber Daya Tarik Wisata.
    Solusi: Memperbanyak Kegiatan Promosi.

    6. Rawan Bencana Alam: Gempa Bumi, Tanah longsor, Banjir.
    Solusi: Renc. Tata Ruang (RTRW) yg komprehensif à Tata Guna Lahan, Peta kawasan rawan bencana, arahan pengembangan permukiman.

    Komentar oleh Alex Chandra Erta | November 24, 2013 | Balas

  30. Nama : Wahyudhi Novenra
    Manajemen Strategik
    Kelas Malam

    Pemda yang diamati adalah Pemerintah Kota Sungai Penuh
    Semenjak dilantik pada tanggal 25 Juni 2011 sampai dengan November 2014. Walikota sungai penuh telah melakukan banyak perombakan seperti perombakan eselon II, II dan Iv pada januari 2013.
    Pejabat eselon II yang diganti adalah Kadis Perindag, Koperasi dan UKM, Kepala Inspektorat, Kepala BKD dan Kepala Dinas Pertanian, Kepala Badan Penyuluh, Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kehutanan. Kepala Dinas Sosnakertrans, serta pengisian Kepala DPPAKD dan Asisten III Setda Sungai Penuh.
    http://www.sungaipenuhkota.go.id/

    Visi : KOTA SUNGAI PENUH YANG MANDIRI, MAJU DALAM EKONOMI DAN TERDEPAN DALAM PENDIDIKAN (Kota Sungai Penuh MAPAN 2016)
    Penjelasan dari visi tersebut, yaitu:
    • Kota Sungai Penuh yang mandiri : mampu mewujudkan Pemerintahan Daerah yang dinamis dan layak serta kehidupan masyarakat yang sederajat dengan daerah lain, melalui optimalisasi kemampuan dan potensi daerah dalam memenuhi tuntutan kebutuhan dan kemajuan pembangunan.
    • Maju dalam ekonomi : mampu menumbuhkembangkan kekuatan ekonomi rakyat berbasiskan pertanian yang modern, perdagangan dan jasa serta didukung oleh berbagai usaha produktif yang berdaya saing, infrastruktur yang baik, dan kemitraan usaha yang sinergis serta menjadi pusat pertumbuhan ekonomi wilayah.
    • Terdepan dalam pendidikan : Mampu menghasilkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing tinggi yang dilandasi IMTAQ dan IPTEK, didukung oleh lembaga pendidikan yang kredibel, profesional dan berstandar nasional serta merupakan lingkungan yang prospektif dan kondusif untuk belajar dan menuntut ilmu.
    MISI
    1. Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik;
    2. Meningkatkan pendidikan berkualitas yang berbasiskan IMTAQ dan IPTEK;
    3. Meningkatkan kualitas pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana daerah yang berkeadilan;
    4. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang berbasiskan ekonomi kerakyatan;
    5. Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan
    6. Meningkatkan kualitas kehidupan yang agamis, berakhlak mulia dan berbudaya; dan
    7. Pengelolaan potensi daerah, tata ruang dan lingkungan hidup.
    http://www.sungaipenuhkota.go.id/index.php/profil/sungaipenuh/visimisi.html

    Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang berperan penting dalam mewujudkan visi dan misi Kota Sungai Penuh adalah : Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda), Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Diskop, UMKM), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), dan Dinas Pendidikan
    Faktor Pendukung :
    1. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sungai Penuh dari pajak daerah yang tinggi karena perekonomian Kerinci dan Sungai Penuh Berpusat di Kota Sungai Penuh.
    2. Jiwa wirausaha yang dimiliki masyarakat sungai penuh sehingga perekonomian masyarakat sangat maju dan mengurangi jumlah penduduk miskin di Kota Sungai Penuh.
    3. Memiliki Sekolah – Sekolah yang sudah maju dalam Pendidikan dan bisa berbicara di ajang olimpiade tingkat Provinsi , memiliki beberapa Universitas dan Sekolah tinggi, serta menjamurnya tempat pendidikan non formal di Kota sungai penuh yang bisa melahirkan SDM yang kompeten.
    Faktor Penghambat
    1. Birokrasi yang belum efektif dan efisien
    2. Tidak adanya pantauan khusus dari pemerintah dalam menyalurkan SDM yang berpotensi di Kota Sungai Penuh karena masih sering ditemui nepotisme.
    3. Belum Stabilnya pemerintahan . hal ini bisa dilihat dari sering bergantinya Pejabat di Kota Sungai Penuh . baik Eselon II, III ataupun IV

    Komentar oleh wahyudhi novenra (@wyudhinovenra30) | November 25, 2013 | Balas

  31. Nama : Andri Yandi
    NIM : C2B012005
    Angk/ Sem : XVII/ II
    Kelas : Malam
    Mata Kuliah : Manajemen Strategik

    Pemerintah daerah yang saya amati adalah Pemerintah Kabupaten Bungo yang beralamat di Jl.RM.Thaher No.503 Muara Bungo 37214 Telp.(0747) 21511 Fax. (0747) 21510. Pemerintah Kabupaten mempunyai Bungo Informasi mengenai Kabupaten Bungo dapat dilihat di http://www.infobungo.com. Dari pengamatan saya terhadap informasi yang disajikan dalam web tersebut adalah Bupati yang terlihat mengabaikan keberadaan wakilnya, karena hanya terdapat profil Bupati saja, sedangkan informasi mengenai profil wakil walikota tidak tersedia. Padahal dalam suatu pemerintahan, tidak mungkin untuk melaksanakan tata pemerintahan yang baik apalagi mewujudkan visi dan misi yang telah disampaikan tanpa bantuan pihak lain, dalam hal ini adalah Wakil Bupati.

    Pemerintah Kabupaten Bungo sebagaimana tercantum dalam web tersebut, memiliki:

    Visi
    “Bungo yang Mandiri, Aman dan Sejahtera Tahun 2016”
    atau disingkat menjadi “Bungo MAS 2016”

    Misi
    Untuk mencapai visi tersebut dilakukan melalui Misi:
    1. Meningkatkan kecerdasan dan kualitas sumber daya manusia yang beriman dan bertaqwa ke hadirat Allah SWT, serta meningkatkan derajat kesehatan dan pendidikan masyarakat dalam pembangunan yang berkelanjutan;
    2. Meningkatkan pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, dan pelabuhan udara yang mendorong sekaligus mendukung kemajuan perekonomian daerah;
    3. Menyelenggarakan pemerintahan yang amanah, efisien, efektif, bersih dan demokratis dengan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat secara prima;
    4. Meningkatkan kemampuan dan pengembangan pertumbuhan perekonomian rakyat dengan mendorong pengembangan simpul-simpul ekonomi rakyat utamanya pertanian, industri kecil, perdagangan dan jasa, serta koperasi;
    5. Mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumber daya alam secara cerdas dan bijaksana demi kepentingan masyarakat luas dan kelestarian lingkungan hidup;
    6. Meningkatkan sumber-sumber pendanaan dan investasi pembangunan melalui penciptaan iklim kondusif untuk pengembangan usaha dan penciptaan lapangan kerja;
    7. Mewujudkan kawasan perkotaan dan perdesaan yang sehat dan menarik untuk kegiatan ekonomi dan sosial budaya melalui partisipasi aktif masyarakat;
    8. Mengembangkan pemberdayaan masyarakat dan kehidupan beragama, adat istiadat dan budaya guna mewujudkan rasa aman dan ketentraman masyarakat.
    Dengan memperhatikan visi dan misi Kabupaten Bungo di atas, maka bisa dijelaskan bahwa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang memegang peranan penting dalam mencapai visi dan misi tersebut adalah
    1. Sekretariat Daerah
    2. Sekretariat DPRD
    3. Inspektorat
    4. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda)
    5. Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Dusun, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana
    6. Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kesbang, Politik dan Perlindungan Masyarakat
    7. Badan Kepegawaian dan Diklat
    8. Dinas Pendidikan
    9. Dinas Kesehatan
    10. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)
    11. Dinas Pekerjaan Umum
    12. Dinas Pengelolaan Pasar dan Kebersihan
    13. Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika
    14. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
    15. Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi
    16. Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan
    17. Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga
    18. Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD)
    19. Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura
    20. Dinas Peternakan dan Perikanan
    21. Dinas Kehutanan dan Perkebunan
    22. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral.
    23. Satuan Polisi Pamong Praja
    24. Kantor Lingkungan Hidup
    25. Kantor Ketahanan Pangan
    26. Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan.
    27. Kantor Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal
    28. Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi
    Dengan mengaitkan antara visi dan misi Kota Jambi tersebut, ada beberapa hal yang dapat mendukung dan menghambat pencapaian visi dan misi yang telah ditetapkan. Beberapa faktor pendukungnya adalah Kabupaten Bungo memiliki sumber potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang cukup tinggi jika dikelola dengan baik, misalnya perkebunan karet dan sawit yang sangat luas, area penambangan batu bara, pajak rumah makan, restoran, tempat hiburan, perhotelan, retribusi parkir, dsb. Faktor pendukung lainnya adalah letak wilayah Kabupaten Bungo yang cukup strategis sebagai kota transit sehingga bisa dijadikan sasaran para penanam modal untuk berinvestasi. Keragaman suku, adat dan budaya dalam Kabupaten Bungo juga bisa dijadikan faktor pendukung, karena hal ini bisa menciptakan ide-ide atau karya-karya serta produk yang beraneka ragam pula. Sedangkan faktor penghambat pencapaian visi dan misi tersebut antara lain sistem birokrasi yang belum efektif dan efisien, penempatan para pejabat yang tidak sesuai dengan keahlian dan bidangnya, tata ruang kota yang masih berantakan, dsb.

    Komentar oleh Andri Yandi | November 25, 2013 | Balas

  32. Nama : Intan Putri Kusumathias
    NIM : C2B012014
    Kelas : Malam
    Dosen Pengasuh : Dr. Johannes, SE, M. Si
    Mata Kuliah : Manajemen Stratejik

    Tugas Implemetasi Strategi Pemda

    1.Pemerintah daerah yang saya amati adalah Pemerintah Daerah Tanjung Jabung Barat yang beralamat di Jend. Sudirman No. 182, Kuala Tungkal – Jambi Telp. (0742) 21863, 21864 Fax. (0742) 2322621 Jambi. Pemerintah Daerah tanjung Jabung Barat mempunyai informasi yang dapat dilihat di http://tanjabbarkab.go.id/ dan http://migas.bisbak.com
    Saat ini Kabupaten Tanjung Jabung Barat dipimpin oleh Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Drs. H. Usman Ermulan, MM. dan Katamso. SA, SE, ME yang dilantik pada Kamis,tanggal 27 Januari 2011 untuk masa jabatan 2011-2016.

    2. Visi dan Misinya serta Strategi Pemerintah Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat sebagaimana terdapat dalam website :
    Visi : “TERWUJUDNYA KESEJAHTERAAN MASYARAKAT MAJU, AMAN, ADIL DAN MERATA BERLANDASKAN IMAN DAN TAQWA“ (TANJAB BARAT BERSAMA USMAN – KATAMSO TAHUN 2011 – 2016)
    Misi :
    a. Meningkatkan Kualitas dan Ketersediaan Infrastruktur Pelayanan Umum
    b. Meningkatkan Tata Kelola Pemerintahan yang baik, Jaminan Kepastian Hukum dan HAM serta Kesetaraan Gender
    c. Meningkatkan Kualitas Pendidikan, Kesehatan, Kehidupan Beragama dan Berbudaya
    d. Meningkatkan Perekonomian Daerah dan Pendapatan Masyarakat berbasis Agribisnis dan Agroindustri yang Berwawasan Lingkungan
    e. Meningkatkan Keamanan dan Ketertiban yang didukung oleh Partisipasi Masyarakat

    3. Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) yang memegang peranan penting terkait visi yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat adalah :
    a. Bappeda
    b. Dinas Pendapatan,Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah
    c. Dinas Kesehatan
    d. Dinas Pendidikan
    e. Dinas PU
    f. Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura
    g. Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Promosi Daerah

    4. Faktor pendukung dan penghambat terhadap implementasi visi dan misi :
    a. Faktor Pendukung
    PAD yang terus meningkat. Eksploitasi dan Produksi Minyak dan Gas Bumi. Pencapaian pengembangan bidang ketahanan pangan yang tergambar dari jumlah ketersediaan pangan sepanjang tahun 2006 sampai dengan tahun ini jauh melebihi kebutuhan ketersediaan secara lokal. Memiliki objek wisata yang jika terus dikembangkan dapat menjadi mengundang turis lokal maupun mancanegara.
    b. Faktor Penghambat
    •Perkembangan penduduk dan tingkat pendidikan yang rendah,
    Perkembangan penduduk dapat menjadi pendorong maupun penghambat pembangunan. Perkembangan penduduk yang cepat tidak selalu menjadi penghambat dalam pembangunan ekonomi jika penduduk tersebut mempunyai kapasitas untuk menyerap dan menghasilkan produksi yang dihasilkan.
    •Tingkat pembentukan modal yang rendah dan keterbatasan tekhnologi
    Tingkat pembentukan modal yang rendah merupakan hambatan utama bagi pembangunan ekonomi. Produktivitas yang sangat rendah mengakibatkan rendahnya pendapatan riil. Pendapatan yang rendah mengakibatkan low saving dan low invesment, dan rendahnya pembentukan modal. Pendapatan yang rendah mengakibatkan tabungan rendah pula. Tabungan yang rendah akan melemahkan pembentukan modal yang pada akhirnya kekurangan modal, masyarakat terbelakang, kekayaan alam belum dapat dioalah, dan seterusnya sehingga merupakan lingkaran yang tidak berujung pangkal. Selain itu, keterbatasan tekhnologi juga dapat menjadi faktor penghambat, karena akan menjadi sia-sia daerah yang kaya akan sumber daya alam namun tidak dapat diolah dengan baik karena tekhnogi yang terbatas.

    Komentar oleh Intan Putri Kusumathias | November 25, 2013 | Balas

  33. Nama : Anaseputri Jamira
    Kelas : Malam

    Salam Pak Jo…

    1. Pemda yang diamati, cari yang tersedia di web. Tuliskan sumbernya sebagaimana dapat diakses melalui web.
    Jawab :
    Pemerintahan Kota Jambi, kepemimpinan H. Syarif Fasha, ME dan Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I, periode tahun 2013-2018.

    Sumber:
    http://syfasha.blogspot.com/p/profil.html
    http://jambikota.go.id/id/index.php?option=com_content&task=view&id=936&Itemid=191

    2. Tuliskan Visi dan Misinya serta strategi sebagaimana dirumuskan.
    Jawab :

    Visi:
    Mewujudkan Kota Jambi sebagai Kota Perdagangan dan Jasa yang berbasis pada masyarakat yang berahklak dan berbudaya.

    Misi:

    a. INFRASTRUKTUR
    1) Membuat tata ruang dan pembangunan kota yang jelas, terpadu dan berkesinambungan.
    2) Meratakan pembangunan disemua kelurahan,dimulai dari kelurahan ke kota.
    3) Membenahi infrastruktur jalan, Drainase, fasilitas umum dan fasilitas sosial lainnya.
    4) Memperbaiki sungai-sungai kecil yang berada di kota jambi.
    5) Meningkatkan dan membangun jaringan penerangan sampai ke pelosok kelurahan.
    6) Meningkatkan pelayanan air bersih yang murah dan berkualitas.

    b. INDUSTRI, PERDAGANGAN, PERBANKAN & ASURANSI
    1) Mensinergikan usaha besar dan UKM (Pola saling mendukung).
    2) Membangun pasar-pasar tradisional yang modern (Pasar Angso Duo, Talang Banjar, dll).
    3) Memberikan bantuan pinjaman modal lunak bagi UKM dan PKL.
    4) Membuat pelatihan industri rumah tangga serta menampung dan menyalurkan hasil usaha tersebut.
    5) Menyiapkan tempat-tempat usaha baru bagi PKL dengan Fasilitas yang memadai dan layak.
    6) Memantapkan Sektor Informal.
    7) Meningkatkan Edukasi Perbankan kepada masyarakat.
    8) Meningkatkan Industri Perdagangan, Industri Menengah dan Kecil.
    9) Meningkatkan Peranan Asuransi agar lebih bermanfaat bagi masyarakat kecil.

    c. TRANSPORTASI
    1) Membenahi terminal yang ada dan membangun terminal yang baru dengan fasilitas yang standar, aman dan nyaman.
    2) Menyiapkan sarana transportasi umum yang lebih layak dan nyaman.
    3) Membenahi dan menertibkan pengguna jalan raya serta jalur-jalur lintas untuk mengurangi kemacetan.

    d. TENAGA KERJA
    1) Membuat lapangan kerja baru yang bersifat padat karya .
    2) Membuat lembaga peningkatan produktivitas ketenaga kerjaan.
    3) Membuat regulasi tentang pemanfaatan tenaga kerja yang berasal dari luar Provinsi Jambi.
    4) Mengembangkan Pusat informasi ketenaga kerjaan.

    e. PENDIDIKAN
    1) Membuat pendidikan yang murah dan berkualitas.
    2) Program beasiswa bagi yang berasal dari keluarga tidak mampu serta berprestasi.
    3) Meniadakan pungutan uang pangkal, uang pembangunan, uang daftar ulang dan pungutan-pungutan lain yang memberatkan masyarakat terutama di sekolah-sekolah Pemerintah.
    4) Meninjau ulang aturan penggantian buku pelajaran setiap tahun ajaran baru (terlebih dahulu di konsultasikan & dikoordinasikan dengan Pemerintah Pusat).
    5) Meningkatkan kesejahteraan para guru dan tenaga honorer.
    6) Menambahkan/memperbanyak ruang kelas belajar untuk semua tingkatan pendidikan, mulai dari SD, SMP dan sampai ketingkat SMA.
    7) Membangun sekolah-sekolah di setiap kelurahan yang belum ada fasilitas sekolah sesuai dengan tingkat yang dibutuhkan.

    f. KESEHATAN
    1) Memberikan pelayanan kesehatan yang murah dan berkualitas serta manusiawi bagi masyarakat kurang mampu.
    2) Meningkatkan standar pelayanan dan peralatan/fasilitas serta Dokter Spesialis di puskesmas-puskesmas di Kota Jambi.
    3) Membangun RSU di seberang Kota (Kec.Danau Teluk & Pelayangan).
    4) Meningkatkan Sarana & Prasarana RSU Abdul Manap ( Kota Jambi).
    5) Memberikan tambahan penerima kartu jaminan kesehatan sebanyak 5.000 KK per tahun dan kartu jaminan tersebut dapat juga di pergunakan di RS Swasta di Kota Jambi.

    g. BIROKRASI
    1) Menempatkan Birokrasi berbasis Kompetensi dan Profesionalisme.
    2) Menjadikan Aparatur Pemerintah sebagai pelayanan dan Pengayom Masyarakat.
    3) Menaikan Insentif bagi Ketua RT.
    4) Melakukan Debirokratisasi Birokrasi.
    5) Menerapkan Standar Pengurusan Izin yang murah, mudah dan cepat.
    6) Melaksanakan Penerimaan Pegawai Negeri (PNS) secara profesional, akuntabel dan bebas KKN.

    h. AGAMA
    1) Menjadikan kota seberang sebagai Pusat Pendidikan Agama Islam (Islamic Centre).
    2) Membebaskan Kota Jambi Bebas Buta Aksara Al-Qur’an.
    3) Memberikan insentif bagi guru Mengaji dan Imam Masjid.
    4) Menganggarkan Program umroh/haji Plus gratis bagi para ulama dan tokoh masyarakat Kota Jambi.

    i. SOSIAL BUDAYA
    1) Memberdayakan kembali lembaga adat di semua tingkatan daerah.
    2) Membangkitkan dan mengajak masyarakat untuk kembali bergotong-royong di tiap-tiap RT, Kelurahan, Kecamatan, Kota.
    3) Melestarikan rumah-rumah tradisional dan simbol-simbol budaya (Bahasa, Kesenian).

    j. PARIWISATA
    1) Memperbaiki dan membudayakan Danau Sipin dan Sungai Batanghari yang berada dikota Jambi sebagai Pusat Wisata dengan Konsep WATER FRONT CITY.
    2) Memperbaiki dan memberdayakan aset-aset wisata yang ada seperti Taman Hutan Kota, Kebun Binatang, Taman Rimba, Taman Budaya, Komplek Rumah Adat Jambi, dll.
    3) Membuat Paket-Paket Air dengan tujuan Candi Muara Jambi dan Kota Seberang dengan menggunakan kapal.
    4) Membuat Festival Seni-seni budaya Jambi sebagai hiburan wisata.
    5) Membuat wisata kuliner bagi masyarakat maupun pengunjung dari luar Jambi.
    6) Membangun Ikon Cendramata bagi pengunjung-pengunjung dari Kota Jambi.

    Melalui 10 Misi ini, Insya Allah maka Program BANGKIT akan Terwujud.
    Sehingga terciptalah Kota Jambi, Kota yang Baldatun Toyyibatun Warobun Ghofur.

    BANGKIT :
    – Bersih
    – Aman
    – PembaNGunan
    – Kemandirian
    – Indah
    – Taqwa

    Sumber:
    http://syfasha.blogspot.com/p/visi-dan-misi-visi-kota-jambi-yang.html

    3. Dengan visi tersebut, jelaskan SKPD yang memegang peranan penting.
    Jawab:
    a. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota
    b. Kepala Dinas Pendidikan Kota
    c. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota
    d. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota
    e. Kepala Bappeda Kota
    f. Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota
    g. Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi Kota
    h. Kepala Dinas Kesehatan Kota
    i. Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota
    j. Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Kota
    k. Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kota
    l. Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah Kota
    m. Kepala Inspektorat Kota
    n. Kepala Satpol PP Kota
    o. Kepala Balai Latihan Kerja (BLK)
    p. Kepala Rumah Sakit Kota Abdul Manap
    q. Kepala Rumah Sakit Raden Mattaher
    r. Kepala-kepala Puskesmas di wilayah Kota
    s. Kepala Departemen Agama Kota
    t. Kepala PDAM Tirta Mayang Kota
    u. Kepala PLN Kota
    v. Kapolresta
    w. Kepala DPRD Kota Jambi
    x. Sekda Kota Jambi
    y. Asisten I, II, dan III Walikota
    z. Camat, Lurah, Ketua RW, Ketua RT

    Sumber:
    http://jambikota.go.id/id/index.php?option=com_content&task=view&id=936&Itemid=191
    http://www.pdamtirtamayang.com/index.php/Links/Website-Pemerintah-Kota-Jambi/
    http://disporabudpar.jambikota.go.id/
    http://www.bappedajambi.net/
    http://www.ut.ac.id/html/suplemen/isip4213/frame8.htm
    http://www.deptan.go.id/e-mail/alamat-dinas.htm
    http://www.deptan.go.id/dir-alamatskpd/tampil.php?page=jambi
    http://www.surabaya.go.id/dinamis/?id=263

    4. Menurut anda, dengan mengkaitkan antara visi dan misi adakah faktor pendukung dan penghambat terhadap implementasi strategi dimaksud.
    Jawab :
    a. Faktor Pendukung
    – Dalam hal pembangunan latar belakang walikota sangat membantu pelaksanaan, control dan evaluasi yang baik nantinya dalam prakteknya, sehingga diharapkan tindak kecurangan dapat diminimalisir.
    – Menjadikan jambi sebagai kota perdagangan dan jasa juga mendapat dukungan, dimana memang Jambi pada mulanya adalah kota tempat pelabuhan atau singgah kapal-kapal dagang, candi muaro Jambi yang terletak sepanjang daerah seberang juga mengindikasikan kemajuan Jambi jauh dahulu kalanya. Hal ini juga nantinya yang akan mendukung implementasi konsep WATER FRONT CITY yang akan dijalankan, serta berbagai usaha memajukan ekonomi, pendidikan (Islamic Center) dan pariwisata kota seberang.
    – Pemerintah juga mendukung lewat program pembangunan jembatan Gentala Arasy yang nantinya juga turut menjadi ikon kota Jambi.

    b. Faktor Penghambat
    – Pada dasarnya faktor penghambat utama terlaksananya program dari visi, misi serta program kepemimpinan pemerintahan kota yang baru ini adalah sumber daya manusia atau kepala SKPD yang tidak dapat menjalankan tugasnya sesuai dengan yang seharusnya atau yang diharapkan walikota, baik karena faktor mangkir ataupun faktor perbedaan persepsi dan pemikiran. Kunci dari solusi masalah ini adalah sistem kontrol yang baik. Seperti yang mungkin dilakukan oleh Pak Jokowi, Pak Fasya juga aktif melakukan survey, kunjungan mendadak atau istilahnya blusukan. Apel pagi dan disiplin juga semakin ditingkatkan dengan pemberian contoh kehadiran yang lebih awal waktu baik oleh walikota maupun oleh wakil walikota. Tidak ada niat untuk melakukan pergantian SKPD dalam waktu dekat seperti yang dilakukan oleh walikota sebelumnya, sampai pada akhir proses evaluasi, atau sampai SKPD tersebut menunjukkan kinerja yang kurang baik. Hal ini agar wewenang dan tugas dapat dijalankan dengan optimal oleh para SKPD.
    – Mengenai PROGRAM BANGKIT, yang dijabarkan sebagai Bersih, Aman, Pembangunan, Kemandirian, Indah dan Taqwa. Kata Bersih dan Aman disini rasanya belum terwakilkan dalam penjabaran 10 misi pemerintahan kota. Sehingga tidak dapat dipastikan kiat-kiat jitu atau strategi yang ingin dilakukan kaitannya dengan menjadikan kota Jambi Bersih dan Aman. Disamping mengarah kepada pertanyaan apakah maksud sebenarnya dari kota Jambi Bersih dan Aman tersebut. Seperti Aman dari apa? Kriminalitas atau apa? Dan tindakan apa saja yang seharusnya dilakukan. Hal ini belum tercermin dalam penjabaran misi pemerintahan kota.
    – Satu catatan lagi yang perlu digarisbawahi, visi dan misi walikota tersebut belum tersosialisaiskan dengan baik, ini tercermin dari belum digantinya visi dan misi walikota yang lama dalam situs resmi pemerintahan kota. Ini cukup disayangkan.

    Sumber:
    Observasi
    Wawancara Langsung, 15 Februari 2013, lokasi kediaman Pribadi Walikota, H. Sy Fasya, ME
    http://jambikota.go.id/id/index.php?option=com_content&task=view&id=936&Itemid=191
    http://jambikota.go.id/id/
    http://www.pdamtirtamayang.com/index.php/Links/Website-Pemerintah-Kota-Jambi/
    http://disporabudpar.jambikota.go.id/
    http://www.bappedajambi.net/

    Komentar oleh Anaseputri Jamira | November 25, 2013 | Balas

  34. 1. Bidang yang saya amati adalah pemerintah daerah Pemerintah kota palembang ?
    www. Palembang.go.id

    Kota Palembang merupakan kota tertua di Indonesia berumur setidaknya 1382 tahun jika berdasarkan prasasti Sriwijaya yang dikenal sebagai prasasti Kedudukan Bukit. Menurut Prasasti yang berangka tahun 16 Juni 682. Pada saat itu oleh penguasa Sriwijaya didirikan Wanua di daerah yang sekarang dikenal sebagai kota Palembang. Menurut topografinya, kota ini dikelilingi oleh air, bahkan terendam oleh air. Air tersebut bersumber baik dari sungai maupun rawa, juga air hujan. Bahkan saat ini kota Palembang masih terdapat 52,24 % tanah yang yang tergenang oleh air (data Statistik 1990). Berkemungkinan karena kondisi inilah maka nenek moyang orang-orang kota ini menamakan kota ini sebagai Pa-lembang dalam bahasa melayu Pa atau Pe sebagai kata tunjuk suatu tempat atau keadaan; sedangkan lembang atau lembeng artinya tanah yang rendah, lembah akar yang membengkak karena lama terendam air (menurut kamus melayu), sedangkan menurut bahasa melayu-Palembang, lembang atau lembeng adalah genangan air. Jadi Palembang adalah suatu tempat yang digenangi oleh air.
    Kondisi alam ini bagi nenek moyang orang-orang Palembang menjadi modal mereka untuk memanfaatkannya. Air menjadi sarana transportasi yang sangat vital, ekonomis, efisien dan punya daya jangkau dan punya kecepatan yang tinggi. Selain kondisi alam, juga letak strategis kota ini yang berada dalam satu jaringan yang mampu mengendalikan lalu lintas antara tiga kesatuan wilayah:
    Tanah tinggi Sumatera bagian Barat, yaitu : Pegunungan Bukit Barisan.
    Daerah kaki bukit atau piedmont dan pertemuan anak-anak sungai sewaktu memasuki dataran rendah.
    Daerah pesisir timur laut.
    Ketiga kesatuan wilayah ini merupakan faktor setempat yang sangat mementukan dalam pembentukan pola kebudayaan yang bersifat peradaban. Faktor setempat yang berupa jaringan dan komoditi dengan frekuensi tinggi sudah terbentuk lebih dulu dan berhasil mendorong manusia setempat menciptakan pertumbuhan pola kebudayaan tinggi di Sumatera Selatan. Faktor setempat inilah yang membuat Palembang menjadi ibukota Sriwijaya, yang merupakan kekuatan politik dan ekonomi di zaman klasik pada wilayah Asia Tenggara. Kejayaan Sriwijaya diambil oleh Kesultanan Palembang Darusallam pada zaman madya sebagai kesultanan yang disegani dikawasan Nusantara

    2. Visi dan Misi serta strategi sebagaimana dirumuskan pada website ?
    Visi Pembangunan Kota Palembang 2013 – 2018

    Sesuai dengan visi dan misi dari Walikota Palembang yang terpilih melalui pilkada langsung Kota Palembang tahun 2013, maka visi pembangunan Kota Palembang sampai dengan tahun 2018, adalah:

    “Palembang Emas 2018”

    VISI
    PALEMBANG EMAS 2018 yang mengandung makna Palembang Pemerintahan yang Amanah, Pemberdayaan Lembaga Masyarakat, Ekonomi Kerakyatan, Mandiri, Bersih, Aman, Berkembang Pemerintahan Bersih, Ekonomi, Kerakyatan, Religius dan Adil serta mewujudkan Kota Palembang yang Elok, Metropolis, Beradat dan Sejahtera.

    MISI

    Menciptakan Kota Palembang lebih Aman untuk berinvestasi dan Mandiri dalam pembangunan.
    Menciptakan Tata kelola Pemerintahan Bersih dan berwibawa serta peningkatan pelayanan masyarakat.
    Meningkatkan Ekonomi Kerakyatan dengan pemberdayaan masyarakat Kelurahan.
    Meningkatkan pembangunan bidang keagamaan sehingga terciptanya masyarakat yang Religius.
    Meningkatkan pembangunan yang Adil dan berwawasan lingkungan di setiap sector.
    Melanjutkan pembangunan Kota Palembang sebagai Kota metropolitan bertaraf internasional, BerAdat dan Sejahtera.
    1) PROGRAM PALEMBANG EMAS 2018
    Menciptakan Tata kelola Pemerintahan yang Amanah dan berwibawa serta peningkatan pelayanan masyarakat.
    Meningkatkan Sistem pelayanan prima bagi masyarakat.
    Meningkatkan Sistem Adiministrasi Kependudukan
    Meningkatkan keberdayaan masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan
    Meningkatkan pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan pelaksanaan prinsip-prinsip penyelenggaraan kepemerintahan yang baik / Good Governance.
    Menerapkan nilai-nilai etika aparatur guna membangun budaya kerja yang mendukung produktifitas kerja yang tinggi dalam rangka pemberian pelayanan umum kepada masyarakat.

    Menciptakan Kota Palembang lebih aman untuk berinvestasi dan mandiri dalam pembangunan.
    Meningkatkan iklim yang kondusif untuk berinvestasi.
    Meningkatkan dan menggali sumber pendapatan asli daerah
    Meningkatkan keterlibatan masyarakat dan swasta dalam setiap kegiatan pembangunan.
    Menyiapkan angkatan kerja yang produktif, terampil dan beretika.
    Meningkatkan lembaga pendidikan dan pelatihan non formal.
    Meningkatkan ekonomi kerakyatan dengan permberdayaan masyarakat kelurahan.
    Membentuk Usaha Kecil Menengah (UKM) di tingkat kelurahan.
    Memberikan bantuan modal kepada masyarakat untuk mengembangkan usaha keluarga (home industry).
    Memberikan pelatihan dan pendampingan untuk pengembangan usaha.
    Mendirikan lembaga keuangan mikro dan lembaga perkreditan di tingkat kelurahan.
    Meningkatkan pemberdayaan pengelolaan dan penataan pasar tradisional.
    Mendorong keimanan dan ketakwaan masyarakat sehingga terciptanya masyarakat yang religious.
    Mendirikan lembaga pendidikan keagamaan sampai tingkat perguruan tinggi.
    Meningkatkan kesejahteraan (pemuka agama) alim ulama.
    Meningkatkan sarana dan prasarana ibadah.
    Gerakan wakaf 1 juta Al Quran.
    Melanjutkan program 1000 mesjid.
    Meningkatkan Kota Palembang lebih bersih dan aman untuk berinvestasi dalam pembangunan. Pembangunan taman bermain dan Ruang Terbuka.
    Pembangunan taman bermain dan ruang terbuka hijau di setiap kecamatan dan kelurahan.
    Pembangunan system pengolahan air limbah kawasan dan perkotaan.
    Meningkatkan system dan manajemen pengelolaan persampahan kota.
    Meningkatkan kepedulian lingkungan dengan membentuk kader-kader lingkungan.
    Perbaikan system drainase dan manajemen banjir dengan memperbanyak membuat kolam retensi.

    Melanjutkan perkembangan Kota Palembang yang elok sebagai Kota Metropolitan bertaraf internasional, beradat dan sejahtera.
    Melanjutkan peningkatan kualitas pendidikan dengan membangun sekolah-sekolah unggulan di setiap tingkatan perkecamatan.
    Melanjutkan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan membangun cabang-cabang rumah sakit BARI yang mencakup beberapa kecamatan.
    Melanjutkan pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
    Pembangunan sarana dan prasarana transportasi kota. Jembatan musi 3, Musi 4, Musi 5 dan Musi 6.. Pembangunan flyover simpang bandara, underpass simpang charitas, monorel bandara, angkutan missal transmusi, pedestrian, angkutan air.
    Melanjutkan penataan kawasan wisata tepian Sungai Musi (Musi Riverside Tourism Development).

    3. Dengan visi tersebut, jelaskan SKPD yang memegang peranan penting ?
    SKPD yang memegang peranan sangat penting adalah :

    • Dinas Kebudayaan dan pariwisata
    Pariwisata dan Kebudayaan yang berkualitas.
    Peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor kepariwisataan.
    Pelestarian kebudayaan daerah untuk memperkokoh jati diri.
    Peningkatan kualitas dan kuantitas objek dan daya tarik wisata.
    Peningkatan Sumber Daya Manusia yang pofesional dibidang Kepariwisataan dan Kebudayaan.
    Meningkatkan minat kunjungan wisata ke Kota Palembang.
    Tugas Pokok dan Fungsi
    Melaksanakan kewenangan otonomi daerah di bidang kepariwisataan dan kebudayaan
    Melaksanakan tugas khusus yang diberikan oleh pimpinan (Walikota, Wakil Walikota, dan Setda Kota Palembang).
    Fungsi :
    Merumuskan kebijakan teknis dibidang Kepariwisataan dan Kebudayaan Daerah.
    Pengolahan perizinan pelayanan umum dibidang Kepariwisataan dan Kebudayaan.
    Pembinaan terhadap unsur pelaksanaan Dinas.
    Pelaksanaan unsur Ketatausahaan Dinas.

    • Dinas perdangangan Kota palembang
    Peningkatan kualitas SDM pelaku usaha.
    Peningkatan kualitas dan kuantitas produk industri.
    Peningkatan pelayanan kepada dunia usaha.
    Peningkatan tertib usaha dan perlindungan konsumen.
    Peningkatan peluang pasar produk industri dan perdagangan.
    Peningkatan sarana dan prasarana perdagangan.

    • Dinas tenaga kerja dan transmigrasi kota palembang
    Menyiapkan Tenaga kerja berdaya saing, mandiri, nyaman, berusaha dan bekerja.
    Menyiapkan tenaga terampil.
    Menyediakan tenaga kerja sesuai kebutuhan.
    Pembinaan hubungan industrial.
    Perlindungan tenaga kerja.

    • Dinas kesehatan kota palembang
    Visi dan Misi
    Visi : Terwujudnya Kota Palembang sebagai Kota Industri, Perdagangan dan Koperasi yang semakin berkualitas Tahun 2010
    Misi :
    Mendorong pertumbuhan Wirausaha baru sektor industri, perdagangan dan koperasi.
    Meningkatkan kualitas SDM sektor industri, perdagangan dan koperasi.
    Meningkatkan mutu dan daya saing sektor industri, perdagangan dan koperasi.
    Meningkatkan Pola Kemitraan Koperasi dan UKM dengan usaha-usaha besar secara berkelanjutan.
    Mengupayakan pendalaman struktur industri, perdagangan dan koperasi.

    4. Menurut Saya, dengan mengkaitkan antara visi dan misi adakah faktor pendukung dan penghambat terhadap implementasi strategi dimaksud.

    • Faktor Pendukung
    Palembang sebagai kota yang paling kondusif di Indonesia ditinjau dari social politik
    Masyarakat yang melakukan menyampaikan pendapat/demo didominasi dari luar Kota Palembang
    Tingkat kesadaran masyarakat dalam menyampaikan orasi tanpa melakukan hal-hal anarkis.
    Akselerasi pembangunan di Kota palembang Nomor 1 dan terbaik di Indonesia.
    Tingkat pelayanan air bersih telah mencapai 95% dan memberikan kontribusi ke pemerintah kota hingga 20 Milyar/thn
    Pertumbuhan investasi skala nasional semakin meningkat terdiri dari 34 perusahaan skala nasional.
    Telah terpasang 20.000 titik lampu jalan dan akan terus dilanjutkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
    Pertumbuhan Pasar Tradisional pada Tahun 2012 telah mencapai 35 pasar yang tersebar di seluruh kecamatan di Kota Palembang.
    Palembang Kota Nomor 2 setelah Surabaya paling diminati investor baik secara nasional maupun internasional.

    • Faktor Penghambat
    Kemacetan Lalu Lintas di kota palembang
    Banjir
    Infrastruktur Perkotaan
    Pengangguran semangkin meningkat
    Kemiskinan

    Komentar oleh Budi setiawan | November 26, 2013 | Balas

  35. Nama : Budi setiawan
    Mata kuliah : Manajemen Strategik
    Kelas Reguler malam
    1. Bidang yang saya amati adalah pemerintah daerah Pemerintah kota palembang ?
    http://www. Palembang.go.id/

    Kota Palembang merupakan kota tertua di Indonesia berumur setidaknya 1382 tahun jika berdasarkan prasasti Sriwijaya yang dikenal sebagai prasasti Kedudukan Bukit. Menurut Prasasti yang berangka tahun 16 Juni 682. Pada saat itu oleh penguasa Sriwijaya didirikan Wanua di daerah yang sekarang dikenal sebagai kota Palembang. Menurut topografinya, kota ini dikelilingi oleh air, bahkan terendam oleh air. Air tersebut bersumber baik dari sungai maupun rawa, juga air hujan. Bahkan saat ini kota Palembang masih terdapat 52,24 % tanah yang yang tergenang oleh air (data Statistik 1990). Berkemungkinan karena kondisi inilah maka nenek moyang orang-orang kota ini menamakan kota ini sebagai Pa-lembang dalam bahasa melayu Pa atau Pe sebagai kata tunjuk suatu tempat atau keadaan; sedangkan lembang atau lembeng artinya tanah yang rendah, lembah akar yang membengkak karena lama terendam air (menurut kamus melayu), sedangkan menurut bahasa melayu-Palembang, lembang atau lembeng adalah genangan air. Jadi Palembang adalah suatu tempat yang digenangi oleh air.
    Kondisi alam ini bagi nenek moyang orang-orang Palembang menjadi modal mereka untuk memanfaatkannya. Air menjadi sarana transportasi yang sangat vital, ekonomis, efisien dan punya daya jangkau dan punya kecepatan yang tinggi. Selain kondisi alam, juga letak strategis kota ini yang berada dalam satu jaringan yang mampu mengendalikan lalu lintas antara tiga kesatuan wilayah:
    Tanah tinggi Sumatera bagian Barat, yaitu : Pegunungan Bukit Barisan.
    Daerah kaki bukit atau piedmont dan pertemuan anak-anak sungai sewaktu memasuki dataran rendah.
    Daerah pesisir timur laut.
    Ketiga kesatuan wilayah ini merupakan faktor setempat yang sangat mementukan dalam pembentukan pola kebudayaan yang bersifat peradaban. Faktor setempat yang berupa jaringan dan komoditi dengan frekuensi tinggi sudah terbentuk lebih dulu dan berhasil mendorong manusia setempat menciptakan pertumbuhan pola kebudayaan tinggi di Sumatera Selatan. Faktor setempat inilah yang membuat Palembang menjadi ibukota Sriwijaya, yang merupakan kekuatan politik dan ekonomi di zaman klasik pada wilayah Asia Tenggara. Kejayaan Sriwijaya diambil oleh Kesultanan Palembang Darusallam pada zaman madya sebagai kesultanan yang disegani dikawasan Nusantara

    2. Visi dan Misi serta strategi sebagaimana dirumuskan pada website ?
    Visi Pembangunan Kota Palembang 2013 – 2018

    Sesuai dengan visi dan misi dari Walikota Palembang yang terpilih melalui pilkada langsung Kota Palembang tahun 2013, maka visi pembangunan Kota Palembang sampai dengan tahun 2018, adalah:

    “Palembang Emas 2018”

    VISI
    PALEMBANG EMAS 2018 yang mengandung makna Palembang Pemerintahan yang Amanah, Pemberdayaan Lembaga Masyarakat, Ekonomi Kerakyatan, Mandiri, Bersih, Aman, Berkembang Pemerintahan Bersih, Ekonomi, Kerakyatan, Religius dan Adil serta mewujudkan Kota Palembang yang Elok, Metropolis, Beradat dan Sejahtera.

    MISI

    Menciptakan Kota Palembang lebih Aman untuk berinvestasi dan Mandiri dalam pembangunan.
    Menciptakan Tata kelola Pemerintahan Bersih dan berwibawa serta peningkatan pelayanan masyarakat.
    Meningkatkan Ekonomi Kerakyatan dengan pemberdayaan masyarakat Kelurahan.
    Meningkatkan pembangunan bidang keagamaan sehingga terciptanya masyarakat yang Religius.
    Meningkatkan pembangunan yang Adil dan berwawasan lingkungan di setiap sector.
    Melanjutkan pembangunan Kota Palembang sebagai Kota metropolitan bertaraf internasional, BerAdat dan Sejahtera.
    1) PROGRAM PALEMBANG EMAS 2018
    Menciptakan Tata kelola Pemerintahan yang Amanah dan berwibawa serta peningkatan pelayanan masyarakat.
    Meningkatkan Sistem pelayanan prima bagi masyarakat.
    Meningkatkan Sistem Adiministrasi Kependudukan
    Meningkatkan keberdayaan masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan
    Meningkatkan pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan pelaksanaan prinsip-prinsip penyelenggaraan kepemerintahan yang baik / Good Governance.
    Menerapkan nilai-nilai etika aparatur guna membangun budaya kerja yang mendukung produktifitas kerja yang tinggi dalam rangka pemberian pelayanan umum kepada masyarakat.

    Menciptakan Kota Palembang lebih aman untuk berinvestasi dan mandiri dalam pembangunan.
    Meningkatkan iklim yang kondusif untuk berinvestasi.
    Meningkatkan dan menggali sumber pendapatan asli daerah
    Meningkatkan keterlibatan masyarakat dan swasta dalam setiap kegiatan pembangunan.
    Menyiapkan angkatan kerja yang produktif, terampil dan beretika.
    Meningkatkan lembaga pendidikan dan pelatihan non formal.
    Meningkatkan ekonomi kerakyatan dengan permberdayaan masyarakat kelurahan.
    Membentuk Usaha Kecil Menengah (UKM) di tingkat kelurahan.
    Memberikan bantuan modal kepada masyarakat untuk mengembangkan usaha keluarga (home industry).
    Memberikan pelatihan dan pendampingan untuk pengembangan usaha.
    Mendirikan lembaga keuangan mikro dan lembaga perkreditan di tingkat kelurahan.
    Meningkatkan pemberdayaan pengelolaan dan penataan pasar tradisional.
    Mendorong keimanan dan ketakwaan masyarakat sehingga terciptanya masyarakat yang religious.
    Mendirikan lembaga pendidikan keagamaan sampai tingkat perguruan tinggi.
    Meningkatkan kesejahteraan (pemuka agama) alim ulama.
    Meningkatkan sarana dan prasarana ibadah.
    Gerakan wakaf 1 juta Al Quran.
    Melanjutkan program 1000 mesjid.
    Meningkatkan Kota Palembang lebih bersih dan aman untuk berinvestasi dalam pembangunan. Pembangunan taman bermain dan Ruang Terbuka.
    Pembangunan taman bermain dan ruang terbuka hijau di setiap kecamatan dan kelurahan.
    Pembangunan system pengolahan air limbah kawasan dan perkotaan.
    Meningkatkan system dan manajemen pengelolaan persampahan kota.
    Meningkatkan kepedulian lingkungan dengan membentuk kader-kader lingkungan.
    Perbaikan system drainase dan manajemen banjir dengan memperbanyak membuat kolam retensi.

    Melanjutkan perkembangan Kota Palembang yang elok sebagai Kota Metropolitan bertaraf internasional, beradat dan sejahtera.
    Melanjutkan peningkatan kualitas pendidikan dengan membangun sekolah-sekolah unggulan di setiap tingkatan perkecamatan.
    Melanjutkan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan membangun cabang-cabang rumah sakit BARI yang mencakup beberapa kecamatan.
    Melanjutkan pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
    Pembangunan sarana dan prasarana transportasi kota. Jembatan musi 3, Musi 4, Musi 5 dan Musi 6.. Pembangunan flyover simpang bandara, underpass simpang charitas, monorel bandara, angkutan missal transmusi, pedestrian, angkutan air.
    Melanjutkan penataan kawasan wisata tepian Sungai Musi (Musi Riverside Tourism Development).

    3. Dengan visi tersebut, jelaskan SKPD yang memegang peranan penting ?
    SKPD yang memegang peranan sangat penting adalah :

    • Dinas Kebudayaan dan pariwisata
    Pariwisata dan Kebudayaan yang berkualitas.
    Peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor kepariwisataan.
    Pelestarian kebudayaan daerah untuk memperkokoh jati diri.
    Peningkatan kualitas dan kuantitas objek dan daya tarik wisata.
    Peningkatan Sumber Daya Manusia yang pofesional dibidang Kepariwisataan dan Kebudayaan.
    Meningkatkan minat kunjungan wisata ke Kota Palembang.
    Tugas Pokok dan Fungsi
    Melaksanakan kewenangan otonomi daerah di bidang kepariwisataan dan kebudayaan
    Melaksanakan tugas khusus yang diberikan oleh pimpinan (Walikota, Wakil Walikota, dan Setda Kota Palembang).
    Fungsi :
    Merumuskan kebijakan teknis dibidang Kepariwisataan dan Kebudayaan Daerah.
    Pengolahan perizinan pelayanan umum dibidang Kepariwisataan dan Kebudayaan.
    Pembinaan terhadap unsur pelaksanaan Dinas.
    Pelaksanaan unsur Ketatausahaan Dinas.

    • Dinas perdangangan Kota palembang
    Peningkatan kualitas SDM pelaku usaha.
    Peningkatan kualitas dan kuantitas produk industri.
    Peningkatan pelayanan kepada dunia usaha.
    Peningkatan tertib usaha dan perlindungan konsumen.
    Peningkatan peluang pasar produk industri dan perdagangan.
    Peningkatan sarana dan prasarana perdagangan.

    • Dinas tenaga kerja dan transmigrasi kota palembang
    Menyiapkan Tenaga kerja berdaya saing, mandiri, nyaman, berusaha dan bekerja.
    Menyiapkan tenaga terampil.
    Menyediakan tenaga kerja sesuai kebutuhan.
    Pembinaan hubungan industrial.
    Perlindungan tenaga kerja.

    • Dinas kesehatan kota palembang
    Visi dan Misi
    Visi : Terwujudnya Kota Palembang sebagai Kota Industri, Perdagangan dan Koperasi yang semakin berkualitas Tahun 2010
    Misi :
    Mendorong pertumbuhan Wirausaha baru sektor industri, perdagangan dan koperasi.
    Meningkatkan kualitas SDM sektor industri, perdagangan dan koperasi.
    Meningkatkan mutu dan daya saing sektor industri, perdagangan dan koperasi.
    Meningkatkan Pola Kemitraan Koperasi dan UKM dengan usaha-usaha besar secara berkelanjutan.
    Mengupayakan pendalaman struktur industri, perdagangan dan koperasi.

    4. Menurut Saya, dengan mengkaitkan antara visi dan misi adakah faktor pendukung dan penghambat terhadap implementasi strategi dimaksud.

    • Faktor Pendukung
    Palembang sebagai kota yang paling kondusif di Indonesia ditinjau dari social politik
    Masyarakat yang melakukan menyampaikan pendapat/demo didominasi dari luar Kota Palembang
    Tingkat kesadaran masyarakat dalam menyampaikan orasi tanpa melakukan hal-hal anarkis.
    Akselerasi pembangunan di Kota palembang Nomor 1 dan terbaik di Indonesia.
    Tingkat pelayanan air bersih telah mencapai 95% dan memberikan kontribusi ke pemerintah kota hingga 20 Milyar/thn
    Pertumbuhan investasi skala nasional semakin meningkat terdiri dari 34 perusahaan skala nasional.
    Telah terpasang 20.000 titik lampu jalan dan akan terus dilanjutkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
    Pertumbuhan Pasar Tradisional pada Tahun 2012 telah mencapai 35 pasar yang tersebar di seluruh kecamatan di Kota Palembang.
    Palembang Kota Nomor 2 setelah Surabaya paling diminati investor baik secara nasional maupun internasional.

    • Faktor Penghambat
    Kemacetan Lalu Lintas di kota palembang
    Banjir
    Infrastruktur Perkotaan
    Pengangguran semangkin meningkat
    Kemiskinan

    Komentar oleh Budi setiawan | November 26, 2013 | Balas

  36. Selamat Pagi Pak Jo…

    Semalam tgl 25 Nov tepatnya jam 19.50 sudah saya kirimkan tugasnya dan masuk ke komentar..akan tetapi pagi ini saya cek kok tidak ada ya Pak…apakah sebaiknya saya kirimkan lagi? trimaksih sebelumnya

    Komentar oleh Anaseputri Jamira | November 26, 2013 | Balas

  37. Nama : Radiansyah
    NIM :
    Angk/ Sem : XVII/ II
    Kelas : Malam
    Mata Kuliah : Manajemen Strategik
    Salam Pak
    Yang Saya Amati Adalah :
    VISI KOTA BOGOR 2010 – 2014
    “Kota Perdagangan dengan Sumber Daya Manusia Produktif dan Pelayanan Prima”
    (http://kotaBogor.go.id/).
    MISI KOTA BOGOR 2010 – 2014
    1. Mengembangkan perekonomian masyarakat yang bertumpu pada kegiatan jasa perdagangan.
    2. Mewujudkan kota yang bersih dengan sarana prasarana transportasi yang berkualitas.
    3. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan penekanan pada penuntasan wajib belajar 12 tahun, serta peningkatan kesehatan dan keterampilan masyarakat.
    4. Peningkatan pelayanan publik dan partisipasi masyarakat.

    Menggagas Pemilu yang Partisipatif, KPU Kota Bogor Gelar Sosialisasi

    Guna meningkatkan peran serta masyarakat dalam pemilu yang akan digelar pada 9 April 2014 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor menggelar sosialisasi.
    Kegiatan yang digelar oleh di Hotel Pangrango 2 Jalan Pajajaran Bogor, Rabu (20/11/2013) diikuti oleh sekitar 70 peserta yang berasal dari kalangan akademisi, tokoh masyarakat, LSM dan LPM, PPK, seniman dan budayawan, BEM, dan perwakilan SKPD terkait.

    Ketua KPU Kota Bogor Agus Teguh Suryaman mengatakan bahwa realitas di hampir semua daerah, tingkat partisipasi dalam pemilu, baik walikota/bupati dan gubernur, mengalami penurunan, dengan sejumlah faktor penyebab. Banyak asumsi yang menyebutkan kalau angka partisipasi masyarakat rendah, maka pemilu dianggap tidak berhasil.

    “Untuk itu harapannya dengan kehadiran saudara-saudara sekalian, menjadi penyambung lidah kepada masyarakat sehingga tingkat partisipasi masyarakat meningkat,” jelas Agus.

    Agus memastikan bahwa sudah menjadi tanggung jawab semua elemen masyarakat untuk menggerakkan masyarakat berpartisipasi dalam pemilu. Sehingga harapannya, perbaikan dapat terealisasi. Pemilu tidak lagi sekedar formalitas dan rutinitas lima tahunan.

    1) Komisioner KPU Provinsi Jawa Barat Endun Abdul Haq menjelaskan, secara nasional, dari pemilu pasca reformasi pada tahun 2009, tingkat partisipasi masyakarat cenderung menurun. Dahulu, tahun 2009, tercatata tingkat partisipasi mencapai 91%. sedangkan pada tahun 2004 menurun menjadi 84%. Dan pada tahun 2009 tercatat hanya 71%.

    “Bila tren penurunan dihitung secara linier, maka pada tahun 2014 tingkat partisipasi masyarakat diprediksi hanya 50%,” ujar Endun.

    Endun menjelaskan tingkat partisipasi masyarakat di Indonesia menunjukkan bahwa masyarakat semakin kritis. Pemilih yang semakin cerdas, dimana tingkat partisipasi masyarakat dipengaruhi faktor-faktor mulai dari sosial ekonomi, pendidikan, pengalaman organisasi, akses terhadap informasi, budaya yang dianut, dan tingkat kepercayaan kepada pemerintah, partai politik dan sistem politik.

    “Tingkat trust ini yang paling mempengaruhi tingkat partisipasi masyarakat,” ujar Endun.

    Untuk itu, Endun berharap dengan kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih, maka tingkat partisipasi masyarakat akan meningkat. Tidak hanya dari segi political knowledge, tetapi juga dari segi political awarness dan political will. (dian)

    Komentar oleh radi | November 26, 2013 | Balas

  38. Nama : Rts. Nurhasanah
    Nim : C2B012033
    Kelas : Malam Angkatan XVII
    Tugas Ke : 1 (Satu) Implemetasi Strategi Pemda
    Dosen Pengasuh : Dr.Johannes,SE,M.Si

    1. Bidang yang saya amati adalah Pemda Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Bersumber dari Website Pemda Kabupaten tanjung jabung Barat sebagai berikut :
    http://tanjabbarkab.go.id/site/link-skpd/
    2. Visi Misi
    VISI
    “TERWUJUDNYA KESEJAHTERAAN MASYARAKAT MAJU, AMAN, ADIL DAN MERATA BERLANDASKAN IMAN DAN TAQWA”
    MISI
    1. Meningkatkan Kualitas dan Ketersediaan Infrastruktur pelayanan umum
    2. Meningkatkan Tata Kelola Pemerintahan yang baik, Jaminan Kapastian Hukum dan HAM serta Kesetaraan Gender
    3. Meningkatkan Kualitas Pendidikan, Kesehatan, Kehidupan Beragama dan Berbudaya
    4. Meningkatkan Perekonomian Daerah dan Pendapatan Masyarakat berbasis Agribisnis dan Agroindustri yang Berwawasan Lingkungan

    3. SKPD Penagung Jawab,Terhadap Tujuan dan Sasaran diantaranya adalah:
    – Bapenkahut
    – Bappemdal
    – BKBPMP
    – BKD
    – BLHD
    – DESDM
    – Dinas Pendidikan
    – Dinas Perhubungan
    – Dinsosnakertrans
    – Disbun
    – Disdukcapil
    – Dishut
    – Diskan
    – Disnak
    – Disperindagproda
    – Disporabudpar
    – DKUKM
    – DPPKAD
    – DPRD
    – DTPH
    – Humas Setda
    – Inspektorat
    – Kesbangpolinmas
    – Kesbangpolinmas
    – KPPT
    – KPU
    – Panwaslu
    – PDEPKD
    – PKK
    – PPKTB
    – RSUD
    – Satpol PP
    – Kantor Ketahanan Pangan
    – Kantor Damkar
    – Kodim 0419 Tanjab

    4. Faktor Pendukung dan Penghambat
    Faktor Pendukung :
    1. Perwujudan Tata Pemerintahan yang baik
    2. Peningkatan Potensi Daerah yang baik potensi unggulan yaitu Esdm, Pertanian, Perikanan , perkebunan, Pariwisata
    3. memiliki Perusahaan Daerah Jabung Sakti Barat Hoding Company
    4. Peningkatan Sarana dan Prasarana (Infrastruktur) Daerah
    5. Peningkatan Pengelolaan Sumber Daya Alam :
    – Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang kaya potensi alamnya, Wisata Alam Hutan Mangrove, Wisata Bahari Pesisir Pantai, Wisata Alam Air Terjun Bukit Pinang Bawah, baik untuk wisata yang memiliki kawasan hutan untuk Penelitian, Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan, budaya dan wisata alam.
    – Posisi geografis Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang terletak antara 0053‘ – 0041‘ Lintang selatan dan antara 103023‘ – 104021‘bujur timur. Luas wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat adalah 4.984,25 Km2
    faktor Penghambat :
    1.Potensi alam yang sering terjadi penebangan liar dan pembakaran
    2. SDM Aparatur yang masih belum memadai dari kualitas, kuantitas, maupun produktivitas.
    3. Rawan Bencana banjir bagian bendahara ilir

    Komentar oleh rts.nurhasanah | November 26, 2013 | Balas

  39. Selamat Pagi Pak Jo

    Nama : Berlian Putra
    Kelas : Malam Angkatan XVII
    Tugas Ke : 1 (Satu) Implemetasi Strategi Pemda
    Dosen : Dr.Johannes,SE,M.Si

    1). Pemda yang saya amati adalah Pemerintah Kabupaten Merangin, dapat dilihat pada link berikut :
    http://www.meranginkab.go.id/show.php?mode=artikel&id=643

    Bangko-Guna memperlancar kinerja menuju Merangin Emas 2018, Bupati Merangin Al Haris mulai membenahi kabinetnya. Pada Senin (9/9) bupati melantik sejumlah pejabat eselon II yang dianggap paling penting dalam menjalankan roda pemerintahan.

    Para pejabat yang dilantik di Aula Kantor Bupati Merangin itu sebagian besar yang menduduki jabatan di Kantor Bupati Merangin. Para pejabat yang dilantik diantaranya, Asisten I Setda Merangin dipercayakan kepada Hendri Maidalef.

    Asisten II Setda Merangin dipegang Takat Himawan dan Asisten III Setda Merangin didudukan Amir Achmat. Semua jabatan tersebut sebelumnya memang kosong, karena pejabat sebelumnya telah memasuki masa pensiun.

    Sedangkan untuk Staf Ahli bupati Merangin bidang ekonomi keuangan dan Pembangunan dipercayakan kepada Markoni yang sebelumnya menjabat Kadis ESDM. Untuk Kadis ESDM sekarang dipegang Hamidi.

    Posisi Hamidi sebelumnya sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Merangin diisi oleh Makmur yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten III Setda Merangin. Staf Ahli bupati Merangin bidang Kemasyarakatan dan SDM dijabat Jailani yang sebelumnya calon wakil bupati Merangin berpasangan dengan Handayani.

    Selain itu, Al Haris juga melantik Kepala Badan Lingkungan Hidup yang dipercayakan kepada Taruna Utama. Mantan Camat Bangko Hazwar dilantik sebagai Ispektur Inspektorat Merangin.

    Pada posisi Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan, Kehutanan yagn tadinya kosong karena Mustakim mengundurkan diri diisi oleh Romusdar. Zulhifni yang sebelumnya sekretaris Dinas Perumahan dan Perkotaan dikokohnya sebagai Kadis.

    Mantan Camat Pamenang Nurdin yang selama ini diposisi non job, kini menduduki Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemuda dan Olahraga. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sebelumnya Arwan kini menjadi Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan.

    Jangcik Mohza pejabat dari Sarolangun yang parkir di BKD Merangin, kini dipercaya menduduki Kepala Kesbangpolinmas Merangin.

    Bupati Merangin Al Haris usai melantik dan mengambil sumpah serta penandatangan fakta integritas mengatakan, mutasi pejabat adalah hal yang biasa. Mutasi merupakan ajang evaluasi kinerja dan untuk memenuhi kebutuhan organisasi.

    ‘’Dalam menempatkan pejabat, demi Allah saya tidak dipengaruhi oleh pesoalan politik. Pelantikan ini semata-mata demi kebaikan organisasi agar dapat lebih baik,’’tegas Bupati. Pada kesempatan itu bupati minta kepada pejabat yang dilantik dapat melaksanakan tugasnya dengan baik guna cepat mewujudkan Merangin Emas 2018.

    2). Visi dan Misi dari Pemerintah Kabupaten Merangin :

    Visi :
    BANGUN EKONOMI RAKYAT, BERSIH DAN AMANAH MENUJU MERANGIN
    YANG EKONOMI MAJU. AMAN, ADIL DAN SEJAHTERA 2013-2018

    disingkat dengan

    “BERBENAH MENUJU MERANGIN EMAS 2018”

    Pengertian BERBENAH : Berbenah disini bertujuan untuk menciptakan
    kondisi pemungkin untuk mencapai MERANGIN EMAS (Ekonomi Maju, Aman, Adil dan Sejahtera).

    BANGUN EKONOMI RAKYAT: Mengartikan bahwa hal yang yang utama dilakukan
    oleh aparatur pemerintah daerah adalah menciptakan stabilitas ekonomi yang memungkinkan
    masyarakat menjalankan kegiatan produksi, konsumsi dan distribusi secara efisien dan efektif.

    BERSIH: Mengartikan bahwa suatu kondisi dimana aparatur pemerintah daerah memberiakn pelayanan
    yang prima dan akuntabel.

    AMANAH: Mengartikan bahwa aparatur negara dalam menjalankan tugasnya penuh tanggung jawab,
    jujur dan disiplin.

    Pengertian EMAS : Emas Merupakan singkatan dari Ekonomi Maju,Aman, Adil dan Sejahtera. Ini merupakan harapan
    yang akan dicapai Kabupaten Merangin hingga tahun 2018.

    EKONOMI MAJU : Mengartikan Bahwa adanya pergerakan kondisi perekonomian kearah yang lebih baik.

    AMAN : Keadaan yang menggambarkan perwujudan memiliki perasaan aman dan kepercayaan yang tinggi kepada
    pemerintah sehingga dapat menikmati kehidupan yang lebih bermutu dan maju.

    ADIL : Mengartikan perwujudan pembangunan yang adil dan merata.

    SEJAHTERA : Mengnadung makna bahwa kondisi semua lapisan masyarakat secara menyeluruh dapat
    terpenuhi hak-hak dasarnya, baik di bidang sosial ekonomi dan budaya.

    MISI
    1. Meningkatkan kualitas pelayanan birokrasi kepada masyarakat dengan mengedepanakan transpasransi, efisien,
    efektif dan akuntabilitas.
    2. Meningkatkan kualitas Infrastruktur pelayanan dasar.
    3. Menigkatkan kualitas sumberdaya manusia melalui pendidikan dan kesehatan.
    4. Meningkatkan Pembangunan ekonomi kerakyatan berbasis usaha kecil dan agrobisnis pertanian.
    5. Mengingkatkan prestasi generasi muda dan kesejahteraan gender.

    3). SKPD yang memegang peranan penting terhadap Visi Pemerintah Kabupaten Merangin adalah :

    Visi :
    BANGUN EKONOMI RAKYAT, BERSIH DAN AMANAH MENUJU MERANGIN
    YANG EKONOMI MAJU. AMAN, ADIL DAN SEJAHTERA 2013-2018

    disingkat dengan

    “BERBENAH MENUJU MERANGIN EMAS 2018”

    Pengertian BERBENAH : Berbenah disini bertujuan untuk menciptakan kondisi pemungkin untuk mencapai MERANGIN EMAS (Ekonomi Maju, Aman, Adil dan Sejahtera).
    a. Bappeda,
    b. Dinas Pekerjaan Umum (PU),
    c. Dinas Perhubungan,
    d. Dinas Perumahan dan Perkantoran.

    BANGUN EKONOMI RAKYAT: Mengartikan bahwa hal yang utama dilakukan oleh aparatur pemerintah daerah adalah menciptakan stabilitas ekonomi yang memungkinkan masyarakat menjalankan kegiatan produksi, konsumsi dan distribusi secara efisien dan efektif.
    a. Bappeda,
    b. Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindag),
    c. Dinas Peternakan dan Perikanan,
    d. Dinas Perkebunan dan Kehutanan,
    e. Dinas Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah,
    f. Dinas Pekerjaan Umum (PU),
    g. Dinas Perhubungan,
    h. Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura.

    BERSIH: Mengartikan bahwa suatu kondisi dimana aparatur pemerintah daerah memberikan pelayanan yang prima dan akuntabel.
    a. Kepala Inspektorat,
    b. Badan Kepegawaian Daerah,
    c. Dinas Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah,
    d. Kantor Pelayanan Izin Terpadu,
    e. Kantor Satpol PP,
    f. Dinas Perhubungan,
    g. Dinas Kesehatan,
    h. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil,
    AMANAH: Mengartikan bahwa aparatur negara dalam menjalankan tugasnya penuh tanggung jawab, jujur dan disiplin.
    Seluruh SKPD pada Pemerintah Kabupaten Merangin.
    Pengertian EMAS : Emas Merupakan singkatan dari Ekonomi Maju,Aman, Adil dan Sejahtera. Ini merupakan harapan yang akan dicapai Kabupaten Merangin hingga tahun 2018.
    EKONOMI MAJU : Mengartikan Bahwa adanya pergerakan kondisi perekonomian kearah yang lebih baik.
    a. Bappeda,
    b. Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindag),
    c. Dinas Peternakan dan Perikanan,
    d. Dinas Perkebunan dan Kehutanan,
    e. Dinas Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah,
    f. Dinas Pekerjaan Umum (PU),
    g. Dinas Perhubungan,
    h. Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura.

    AMAN : Keadaan yang menggambarkan perwujudan memiliki perasaan aman dan kepercayaan yang tinggi kepada pemerintah sehingga dapat menikmati kehidupan yang lebih bermutu dan maju.
    a. Badan Penanggulangan Bencana Daerah,
    b. Kepala Inspektorat,
    c. Dinas Kesehatan,
    d. Dinas Pendidikan,
    e. RSUD,
    f. Badan Lingkungan Hidup.
    ADIL : Mengartikan perwujudan pembangunan yang adil dan merata.
    a. Bappeda,
    b. Dinas Pekerjaan Umum (PU),
    c. Dinas Perhubungan,
    d. Dinas Kesehatan,
    e. Dinas Pendidikan,
    f. RSUD,
    g. Dinas ESDM.
    SEJAHTERA : Mengandung makna bahwa kondisi semua lapisan masyarakat secara menyeluruh dapat terpenuhi hak-hak dasarnya, baik di bidang sosial ekonomi dan budaya.
    a. Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindag),
    b. Dinas Peternakan dan Perikanan,
    c. Dinas Perkebunan dan Kehutanan,
    d. Dinas Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah,
    e. Dinas Pekerjaan Umum (PU),
    f. Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura,

    4. Faktor pendukung dan penghambat visi dan misi Pemerintah Kabupaten Merangin.

    Faktor pendukung visi melalui pelaksanaan misi seperti meningkatkan infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan sumber daya manusia yang akan meningkatkan daya perkembangan perekonomian, bersifat adil. Sedangkan faktor penghambat seperti dari birokrasi yang belum sempurna, hal ini dikarenakan masih ada keterkaitan politik dalam Pemerintahan Kabupaten Merangin. Untuk itu dalam mengimplementasikan visi dan misi tersebut masih terkendala.

    Komentar oleh Berlian Putra | November 26, 2013 | Balas

  40. Nama : Monica Putri
    NIM : C2B012021
    Kelas : Malam Angkatan XVII Magister Manajemen
    Tugas Ke : 1 (satu) Implementasi Strategi Pemda
    Dosen Pengasuh : Dr. Johannes, S.E, M.Si

    1. Bidang Yang saya amati adalah Pemda Kabupaten Muaro Bungo yang bersumber dari website Kabupaten Muaro Bungo itu sendiri yaitu http://www.infobungo.com

    2. Visi dan Misi dari Kabupaten Muaro Bungo ini sendiri adalah :

    Visi Kabupaten Muaro Bungo :
    “ Bungo yang mandiri, Aman dan Sejahtera TAhun 2016”
    Atau diangkat menjadi “ Bungo MAS 2016”

    Misi Kabupaten Bungo :
    Untuk Mencapai visi tersebut dilakukan dengan Misi :
    1. Meningkatkan kecerdasan dan kualitas sumber daya manusia yang beriman dan bertaqwa ke hadirat Allah SWT, serta meningkatkan derajat kesehatan dan pendidikan masyarakat dalam pembangunan yang berkelanjutan
    2. Meningkatkan pembangunan Infrastruktur Jalan, Jembatanmdan pelabuhan Udara ysng mendorong dekaligus medukung kemajuan perekonomian daerah
    3. Menyelenggarakan pemerintahan yang amanah, efisien, efektif, bersih dan demokratis dengan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat secara prima
    4. Meningkatkan kemampuan dan PEngembangan Pertumbuhan perekonomian rakyat dengan mendorong pengembangan simpul-simpul ekonomi rakyat utamanya pertanian, indistri kecil, perdagangan dan jasa, serta koperasi
    5. Mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumber daya alam secara cerdas dan bijaksana demi kepentingan masyarakat luas dan kelestarian lingkungan hidup
    6. Meningkatkan sumber-sumber pendanaan dan investasi pembangunan melalui penciptaan iklim kondusif untuk pengembangan usaha dan penciptaan lapangan kerja
    7. Mewujudkan kawasan perkotaan dan pedesaan yang sehat dan menarik untuk kegiatan ekonomi dan social budaya melalui partisipasi aktif masyarakat
    8. Mengembangkan pemberdayaan masyarakat dan kehidupan beragama , adat istiadat dan budaya guna mewujudkan rasa aman dan ketentraman masyarakat.

    Fakta : Berdasarkan berita yang saya dengan di korang maupun televise berita daerah, Kabupaten Bungo satu persatu telah mewujudkan Misi-misi yang dicanangkan oleh bupati mereka, salah satunya adalah tentang pembanguna pelabuhan udara, yang sekarang sudah ada di Kabupaten Bungo ini, ini menunjukkan bahwa KAbupaten Bungo perlahan sudah mulai maju dan berkembang dalam meningkatkan Status Sosial dari Kabupaten Itu sendiri.
    3. Daftar Instasi Pemda / SKPD :
    1. Sekretaris Daerah
    2. Sekretariat DPRD
    3. Inspektorat
    4. Badan Perencanaan pembangunan Daerah (Bappeda)
    5. Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Dusun, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana
    6. Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Politik dan Perlindungan Masyarakat
    7. Badan Kepegawaian Dan Diklat
    8. Dinas Pendidikan
    9. Dinas Kesehatan
    10. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)
    11. Dinas Pekerjaan Umum Dinas Pengelolaan Pasar dan Kebersihan
    12. Dinas Pengelolaan Pasar dan Kebersihan
    13. Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika
    14. Dinas Kependidikan dan Pencatatan Sipil
    15. Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi
    16. Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan
    17. Dinas Kebudayaan, PAriwista, Pemuda dan Olahraga
    18. Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD)
    19. Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura
    20. Dinas Peternakan dan Perikanan
    21. Dinas Kehutanan dan Perkebunan
    22. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral
    23. Satuan Polisi Pamong Praja
    24. Kantor Lingkungan Hidup
    25. Kantor Ketahanan Pangan
    26. Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan
    27. Kantor Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal
    28. Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi

    4. Faktor Pendukung dan Penghambat
    Faktor Pendukung :
    1. Memiliki tatanan pemrintahan yang baik
    2. Potensi daerah nya bagus dan memiliki berbagai kemajuan dalam segala hal
    3. Infastrutruktur Pemerintah yang terus maju dan Berkembang
    Faktor Penghambat :
    1. SDM yang kurang memadai dan kurang berkualitas dalam mengembangkan Bungo menjadi Kabupaten yang Lebih baik lagi
    2. Bersebalahan nya Kabupaten Bungo dengan Prov Sumatra Barat membuat banyak dari Warga disana lebih memilih merantau ke Kota Padang dibanding dengan untuk menetap dan membangun Kotanya Sendiri

    – Sekian dan Terimakasih –

    Komentar oleh Monica Putri - C2B012021 | November 26, 2013 | Balas

  41. Nama : yudi kurnia
    NIM :
    Kelas : Malam Angkatan XVII Magister Manajemen
    Tugas Ke : 1 (satu) Implementasi Strategi Pemda
    Dosen Pengasuh : Dr. Johannes, S.E, M.Si

    Salam hangat buat pak jo …
    Selamat sore pak jo 

    1. Bidang Yang saya amati adalah Pemda kota padang.; https://www.google.com/#q=pemerintahan+kota+padang. Kota Padang adalah ibukota Propinsi Sumatera Barat yang terletak di pantai barat pulau Sumatera dan berada antara 0o 44′ 00″ dan 1o 08′ 35″ Lintang Selatan serta antara 100o 05′ 05″ dan 100o 34′ 09″ Bujur Timur. Menurut PP No. 17 Tahun 1980, luas Kota Padang adalah 694,96 km2 atau setara dengan 1,65 persen dari luas Propinsi Sumatera Barat. Kota Padang terdiri dari 11 kecamatan dengan kecamatan terluas adalah Kota Tangah yang mencapai 232,25 km2.

    Dari keseluruhan luas Kota Padang sebagian besar atau 52,52 persen berupa hutan yang dillindungi oleh pemerintah. Berupa bangunan dan perkarangan seluas 9,01 persen atau 62,63 km2 sedangkan yang digunakan untuk lahan sawah seluas 7,52 persen atau 52,25 km2.

    Selain di daratan pulau Sumatera, Kota Padang memiliki 19 pulau dimana yang terbesar adalah Pulau Sikuai di Kecamatan Bungus Teluk Kabung seluas 38,6 km2, Pulau Toran di kecamatan Padang Selatan seluas 25 km2 dan Pulau Pisang Gadang seluas 21,12 km2 juga di Kecamatan Padang Selatan.

    Wilayah daratan Kota Padang yang ketinggiannya sangat bervariasi, yaitu antara 0-1853 m diatas permukaan laut dengan daerah tertinggi adalah Kecamatan Lubuk Kilangan. Kota Padang memiliki banyak sungai, yaitu 5 sungai besar dan 16 sungai kecil, dengan sungai terpanjang yaitu Batang Kandis sepanjang 20 km. Tingkat curah hujan Kota Padang mencapai rata-rata 405,58 mm perbulan dengan rata-rata hari hujan 17 hari per bulan pada tahun 2003. suhu udaranya cukup tinggi yaitu antara 230-320 C pada siang hari dan pada malam hari adalah antara 220-280 C. Kelembabannya berkisar antara 78-81 perse

    2. Adapula visi dan misi dari kota padang sebagai berikut :
    V I S I D A E R A H 2 0 2 0
    Terwujudnya masyarakat madani yang berbasis industri, perdagangan dan jasa yang unggul dan berdaya saing tinggi dalam kehidupan perkotaan yang tertib dan teratur.

    V I S I P E M E R I N T A H K O T A
    Terwujudnya warga kota yang berbudaya tinggi dengan adat dan kebudayaan minangkabau sebagai nilai dasar utama dengan keimanan dan ketaqwaan yang berkualitas serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tinggi.

    M I S I
    1. Meningkatkan dan menjunjung tinggi nilai-nilai agama, adat, seni dan budaya.
    2. Meningkatan kualitas SDM.
    3. Meningkatkan fungsi dan modal UKM serta perluasan akses pasar.
    4. Meningkatkan sarana dan prasarana kota.
    5. Menegakkan supremasi hukum.
    6. Meningkatkan kualitas aparatur dan kelembagaan pemerintah.
    7. Memfasilitasi kegiatan DPRD dalam meningkatkan fungsi dan peranan kelembagaan.
    8. Pemanfaatan sumber daya alam yang optimal dan berwawasan lingkungan.
    3. Nama SKPD Kepala SKPD Alamat Telp Fax BAGIAN KESEJAHTERAAN RAKYAT Al Amin,S.Sos,MM Terminal Aie Pacah BAGIAN HUKUM Andri Yulika, SH, M.Hum Gedung Graha Telkom Padang Baru 075141630 —- BAGIAN PERTANAHAN Drs. Desmon Danus, MSi Gedung Graha Telkom Padang Baru 24695 BAGIAN PEMBANGUNAN Ir. H. Afrizal, BR Komp TRB Air Pacah 30238 BAGIAN PEREKONOMIAN H. Afrizal Khaidir, SE, MM Komp TRB Air Pacah 0751-463278 0751-463278 BAGIAN PEMERINTAHAN Rosail Akhyari P., SSTP, M.Si Komplek Graha Telkom Padang Baru 08126634831 BAGIAN UMUM Mursalim, AP, MSi Jl. Prof. M. Yamin, SH No. 70 Padang 0751-32366 0751-32386 BAGIAN ORGANISASI Swesti Fanloni Gedung Graha Telkom Padang Baru BAGIAN HUMAS DAN PROTOKOL Suardi, SH, MHum Jl. Prof. M. Yamin, SH No. 70 Padang 081363405807 DINAS PERTANIAN PETERNAKAN BUNHUT Ir. H .Heryanto Rustam, MM Sungai Lareh, Lbk Minturun 0751-7054174 0751- 495892 DINAS PEKERJAAN UMUM Ir. H.Hermen Peri, M.Si Jl Ujung Gurun Padang 0751-21414 0751-21414 DINAS PENDIDIKAN DR Indang Dewata, MSi Gedung Bagindo Aziz Chan 08126631108 DINAS KESEHATAN drg. Eka Lusti, MM Jl. kesehatan dadok tunggul hitam 0751-463905 0751-463904 DINAS KOPERASI DAN UMKM Dr. Hasrul Piliang, MSi Jl Ujung Gurun No 3 Padang 0751-21355 0751-810744 DINAS PERHUBUNGAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA Raju Minropa, S.STP, M.Si Jl. Sutan Syahrir Mata Air 0751-7677980 0751-767977 DINAS PERINDAGTAMBEN Drs.Tasril Tasar Jl.Khatib Sulaiman no.67 Padang 0751-7054037 0751-447881 DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA Drs.H.Deno Indra Firmansyah,MM Jl. Samudra No 1 padang 0751 – 34186 0751 – 33900 DINAS TATA RUANG TATA BANGUNAN DAN PERUMAHAN Ir. H. Dian Fakri, MSP Jl Sudirman No 4 A Padang 0751-26633 0751-38119 DINAS KELAUTAN Zalbadri Jl.Samudra 0751-81228 0751-21518 DINAS PASAR Hendrizal Azhar, SH, MM Kompl.Atom Shopping Centre Lantai 2 0751-810787 DINAS KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN Drs. EDWAR IMUSMAN Jl. Simp. Rambutan Bl. Baru, Kel. Gn. Sarik, Padan 0751-49678 0751-49678 DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL Vidal Trizal, SH Jl Sudirman No 1 Padang (0751) 28814 (0751) 28814 DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA Drs. Dian Wijaya, MPd Jl Batang Rokan No 1 Komp. GOR H. Agus Salim 0751-7055848 / 0751-7055848 / DINAS PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH Syahrul, SE, MSi Jl. Prof. M. Yamin, SH No. 70 Padang 0751-32374 0751-33996 DINAS SOSIAL DAN TENAGA KERJA H. HARIADI DAHLAN, SH. Jl. Rasuna Said No 73 padang 0751- 21536 0751-36118 BAPPEDA Ir. H. Hervan Bahar, MM Jl Raya By Pass samp. TRTB Air Pacah 0751-463886 INSPEKTORAT Drs. Yosefriawan Kompleks. Graha Telkom Lt.II – Padang 0751-4488952 / BAPEDALDA DR. H. Edi Hasymi, MSi Jl. By Pass Km. 15 Palarik Aia Pacah 08126648318 BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT, PEREMPUAN DAN KB Drs. Wedistar, MM Jln. Khatib Sulaiman No.1 Padang 0751-7055317 BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH Ir. Asnel, MSi Graha Telkomsel LT.2 Jl. Batang Tarusan Padang Bar 0751-4488949 0751-4488950 BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH DAN DAMKAR Drs. Budhi Erwanto, MM Jl Rasuna Said No 56 Padang / Jl By Pass KM 7 0751-28558 / 77 0751-22333 BADAN PENANAMAN MODAL DAN P2T Muji Susilawati, SH, MM Jl Sudirman No 1 Padang 0751-775807 KANTOR ARSIP Drs. Zul Iskandar, MM Jl Sudirman No 1 Padang 0751-811413 0751-811413 KANTOR POLISI PAMONG PRAJA Andre Al Gamar, S.STP, M.Si Jl. Tan Malaka Padang – KANTOR KESBANGPOL Drs. Nasrul Sugana Komp. Perkantoran Air Pacah 0751-39439 SEKRETARIAT DPRD drg. Iskandar Syah, M. Kes Jalan Sawahan No. 50 Padang 081266050211 0751-24062 RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. Artati Suryani, MPH Jl Air Paku Sei. Sapih 0751-499158 0751-495330 KANTOR KETAHANAN PANGAN Drs. H.Darwis Candra.MM Jln. Batang Tarusan No.3 Komp. Telkom Padang Baru 07517058835 7058835 KECAMATAN PADANG BARAT Amasrul, SH Jl. Veteran No 85 Padang 0751-27471 KECAMATAN PADANG UTARA Drs. Yalmasril Jl. Beringin Ujung No 74 padang 0751-7054268 KECAMATAN PADANG TIMUR Dra. Hj. Silfeni, MM Jl. Sisingamangaraja No 59 Padang 0751-461065 KECAMATAN PADANG SELATAN Dra. Imelwati,MSi Jl Sutan Syahrir Mata Air 0751-765135 KECAMATAN NANGGALO HENDRA MARDHI,S.SOS,M.SI JL. RAYA PAGANG (0751)7057934 KECAMATAN KURANJI M. Frengky Willianto, SSTP, M. Si Jl. By Pass KM 9 Padang KECAMATAN LUBUK BEGALUNG Teddy Antonius, S.STP Jl Ujung Tanah No 34 Lbk Begalung 0751-775789 KECAMATAN LUBUK KILANGAN Eri Sendjaya, S.Sos, M.Si Jln. Ampera Kel. Bandar Buat 0751-778395 KECAMATAN PAUH Drs.H.Wardas Tanjung,M.Si Jl Sungai Balang No 1 0751-775787 KECAMATAN BUNGUS TELUK KABUNG Faizal, S.Sos Jl. Raya Padang Painan Km 21 0751-771173 KECAMATAN KOTO TANGAH Drs. Amrita Luthan Jl. By Pass KM 16 Kt.Panjang Ikur Koto 0751-463790 Kelurahan Olo J A S M I JL. Ujung Belakang Olo No. 21 081266628850 Kelurahan Ujung Gurun Yusfarida Mn,SH Jl.Duku No.6 – – Kelurahan Berok Nipah DESPRINELLI,S.Sos.M.Hum Jl. Komplek Cemara 2 Blok EE 2 085364959115 Kelurahan Kampung Pondok RICKY JANUAR A, SSTP, MPA Jl. Dobi 6 (0751) 841777 Kelurahan Kampung Jao AFRIZAL,S.Sos Jl.RATULAN5ANO.5A 0751-81225 Kelurahan Purus ALISMAN,B.AC JL.PURUS.I NO.2 08126634680

    4. Factor unggulan kota padang :

    • Perdagangan dan jasa
    • Industry dan kelautan
    • Pariwisata
    Wisata bahari

    PENGEMBANGAN PANTAI PADANG
    1. Pantai Padang
    Pemb. Hotel, Restoran, Taman Bermain, Sarana Olah Raga Mini & Air (Jet Sky & Surfing), dan Tempat Parkir.
    1. Padang Lama (Kota Tua)
    Penyediaan Tempat Atraksi Budaya, Pusat Informasi Sejarah.
    1. Batang Arau
    Pemb. Pelabuhan Marina, Restoran Terapung, Sarana Olahraga Air, Dermaga dan Sandaran Kapal Pesiar.
    WISATA PANTAI

    RENCANA PEMBANGUNAN HOTEL/APARTEMEN
    DI PANTAI PADANG GOLD POINT

    PENGEMBANGAN OBJEK WISATA TERPADU GUNUNG PADANG

    Pelabuhan Muara
    Gunung Padang

    PENGEMBANGAN OBJEK WISATA TAMN SITI NURBAYA

    Taman Siti Nurbaya
    Gunung Padang
    Lobang Jepang
    Makam Siti Nurbaya

    PENGEMBANGAN OBJEK WISATA PANTAI PADANG

    Pulau-Pulau kecil +/- 19 buah
    Pulau Sauh
    Pulau Air
    Pulau Toran
    Pulau Bindalang
    Pulau Sinyaru
    Pulau Pisang Gadang
    Pulau Pisang Ketek
    Pulau Sirandah
    Pulau Sironjong

    TAMAN HUTAN RAYA BUNG HATTA
    PROSPEK PENGEMBANGAN
    1. Wisata Alam/Ekowisata
    2. Wisata Rekreasi
    3. Wisata Konvensi
    FAKTOR PENGHAMBAT:
    1. Sdm yangkurang professional.
    2. Factor alam yang tidak menentu
    3. Kurang kesadaran diri masing masing sumber daya manusia.
    Sekian terima kasih

    Komentar oleh yudi kurnia | November 26, 2013 | Balas

  42. NAMA : Randu Kurniawan
    NIM : C2B012026
    KELAS : Malam
    TUGAS KE : 1 (satu) Implementasi Strategi Pemda
    DOSEN PENGASUH : Dr. Johannes, SE, M.Si

    1) Pemda yang saya amati adalah Pemerintah Kota Medan periode 2010-2015. Kota Medan dipimpin oleh pasangan Rahudman Harahap (Walikota) dan Dzulmi Eldin (Wakil Walikota). Tetapi sejak tanggal 15 Mei 2013, Dzulmi Eldin ditetapkan sebagai Plt. Walikota Medan dikarenakan Rahudman Harahap terlibat kasus korupsi. “(sumber http://www.pemkomedan.go.id dan id.wikipedia.org/wiki/Kota_Medan)”

    2) Visi dan misi Pemerintah Kota Medan
    a) Visi :
    • Jangka panjang (Visi 2025) → Perda Nomor 8 Tahun 2009 : Kota Medan yang maju, sejahtera, religius dan berwawasan lingkungan (Indikasi : Income perkapita Rp. 72 juta / tahun).
    • Jangka menengah (Visi 2015) : Kota Medan menjadi Kota Metropolitan yang berdaya saing, nyaman, peduli dan sejahtera.
    • Jangka pendek (Tahun 2011) : Mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang semakin dinamis dan berkualitas guna menciptakan kesempatan kerja yang luas, mengurangi kemiskinan, meningkatkan mutu pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat (Indikasi : Income perkapita menjadi Rp. 41,3 juta dari Rp. 36 juta Tahun 2010).
    b) Misi :
    Melaksanakan percepatan dan perluasan pembangunan kota terutama pada 6 (enam) aspek dasar, yaitu :
    • Pelayanan pendidikan baik akses, kualitas maupun manajemen pendidikan yagng semakin baik, sehingga dapat menciptakan lulusan yang unggul.
    • Perbaikan infrastruktur, utamanya perbaikan jalan kota, jalan lingkungan, taman kota dan drainase serta penataan pasar tradisional secara simultan.
    • Pelayanan kesehatan, baik akses, mutu maupun manajemen kesehatan yang semakin baik.
    • Peningkatan pelayanan administrasi publik terutama pelayanan KTP/KK/Akte kelahiran dan perizinan usaha.
    • Peningkatan disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk meningkatkan kapasitas dan prestasi kerjanya, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing.
    • Menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan. Catatan : Misi ini tidak ringan dan pencapaiannya akan dipengaruhi faktor eksternal dan internal. Untuk itu, kita harus bekerja lebih efektif.
    “Sumber http://www.pemkomedan.go.id”

    Strategi dan arah pembangunan Kota Medan
    Misi pertama adalah “Mewujudkan percepatan pembangunan daerah lingkar luar, dengan meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan usaha kecil, menengah dan Koperasi (UKMK) untuk kemajuan dan kemakmuran yang berkeadilan bagi seluruh masyarakat kota.”
    Arah kebijakan yang ditetapkan pada agenda :
    1. Percepatan Pembangunan Wilayah Lingkar Luar.
    2. Pengembangan daya saing koperasi, usaha mikro, kecil, dan menengah.
    3. Peningkatan penanaman modal daerah.
    4. Pemberdayaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
    5. Perwujudan kota jasa perdagangan dan industri.
    6. Pengembangan pertanian perkotaan dan perikanan serta kelautan.
    7. Pemantapan iklim lapangan kerja.
    8. Peningkatan kualitas, perlindungan dan penanggulangan masalah sosial serta pemberdayaan perempuan.
    9. Peningkatan derajat pendidikan masyarakat.
    10. Peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
    11. Pengurangan kemiskinan perkotaan.
    12. Pengembangan kebudayaan dan kepariwisataan.

    Misi kedua adalah “Mewujudkan tata pemerintahan yang baik dengan birokrasi yang lebih efisien, efektif, kreatif, inovatif dan responsif.”
    Arah kebijakan yang ditetapkan pada agenda :
    1. Peningkatan kualitas perencanaan dan pengendalian pembangunan kota.
    2. Peningkatan kualitas tata ruang kota dan pelayanan pertanahan.
    3. Penciptaan birokrasi yang efektif, inovatif, responsif dan profesional.
    4. Peningkatan pelayanan kependudukan, keluarga berencana, pemuda dan olahraga.

    Misi ketiga adalah “Penataan kota yang ramah lingkungan berdasarkan prinsip keadilan sosial ekonomi, membangun dan mengembangkan pendidikan, kesehatan serta kebudayaan daerah.”
    Arah kebijakan yang ditetapkan pada agenda :
    1. Pembangunan dan pengembangan sarana dan prasarana serta utilitas kota
    a. Bidang perhubungan.
    b. Bidang perumahan dan pemukiman.
    c. Bidang pencegahan dan pemadam kebakaran.
    d. Bidang pertamanan dan pemakaman.
    e. Bidang pekerjaan umum (Drainase).
    f. Bidang kelistrikan.
    g. Bidang telekomunikasi.
    h. Bidang pelayanan jaringan gas.
    i. Bidang prasarana air bersih.
    j. Bidang prasarana air limbah.
    2. Peningkatan pengendalian lingkungan hidup.
    3. Peningkatan penerapan sistem informasi dan teknologi tepat guna.
    4. Perwujudan kota sehat.

    Misi keempat adalah “Meningkatkan suasana religius yang harmonis dalam kehidupan berbangsa serta bermasyarakat.”
    Arah kebijakan yang ditetapkan pada agenda :
    1. Peningkatan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat.
    2. Mewujudkan kota yang aman, nyaman, tentram dan religius serta hubungan antar kelompok masyarakat yang harmonis dan dinamis.
    “Sumber http://www.pemkomedan.go.id”

    3) Jika dilihat dari visi Pemerintah Kota Medan, SKPD yang memegang peranan penting untuk menjalankan visi tersebut, yaitu :
    • SKPD Pendidikan
    • SKPD Kesehatan
    • SKPD Tata Ruang dan Tata Bangunan
    • SKPD Koperasi dan UMKM
    • SKPD Bina Marga
    • SKPD Pendapatan
    • SKPD Perhubungan
    • SKPD Pertamanan
    • SKPD Kebersihan

    4) Kendala utama dalam implementasi strategi dari visi dan misi tersebut adalah peran ganda yang harus dilaksanakan oleh Plt. Walikota Medan yang dijabat oleh Dzulmi Eldin akan terasa berat karena Dzulmi Eldin harus menjalankan roda pemerintahan secara individu. Hal ini disebabkan karena walikota sebenarnya yaitu Rahudman Harahap terlibat kasus korupsi.
    Kendala kedua adalah bagaimana kondisi geografis demografis Kota Medan itu sendiri karena Kota Medan adalah kota dengan populasi terpadat di Pulau Sumatera. Hal ini akan menjadi tantangan utk Walikota Medan dalam memujudkan Kota Medan sebagai kota yang maju, sejahtera, mtropolitan, religus dan berdaya saing.

    Komentar oleh Randu Kurniawan | November 26, 2013 | Balas

  43. Nama : Anaseputri Jamira
    NPM : C2B012004
    Kelas : Malam

    Salam Pak Jo…

    1. Pemda yang diamati, cari yang tersedia di web. Tuliskan sumbernya sebagaimana dapat diakses melalui web.
    Jawab :
    Pemerintahan Kota Jambi, kepemimpinan H. Syarif Fasha, ME dan Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I, periode tahun 2013-2018.

    Sumber:
    http://syfasha.blogspot.com/p/profil.html
    http://jambikota.go.id/id/index.php?option=com_content&task=view&id=936&Itemid=191

    2. Tuliskan Visi dan Misinya serta strategi sebagaimana dirumuskan.
    Jawab :

    Visi:
    Mewujudkan Kota Jambi sebagai Kota Perdagangan dan Jasa yang berbasis pada masyarakat yang berahklak dan berbudaya.

    Misi:

    a. INFRASTRUKTUR
    1) Membuat tata ruang dan pembangunan kota yang jelas, terpadu dan berkesinambungan.
    2) Meratakan pembangunan disemua kelurahan,dimulai dari kelurahan ke kota.
    3) Membenahi infrastruktur jalan, Drainase, fasilitas umum dan fasilitas sosial lainnya.
    4) Memperbaiki sungai-sungai kecil yang berada di kota jambi.
    5) Meningkatkan dan membangun jaringan penerangan sampai ke pelosok kelurahan.
    6) Meningkatkan pelayanan air bersih yang murah dan berkualitas.

    b. INDUSTRI, PERDAGANGAN, PERBANKAN & ASURANSI
    1) Mensinergikan usaha besar dan UKM (Pola saling mendukung).
    2) Membangun pasar-pasar tradisional yang modern (Pasar Angso Duo, Talang Banjar, dll).
    3) Memberikan bantuan pinjaman modal lunak bagi UKM dan PKL.
    4) Membuat pelatihan industri rumah tangga serta menampung dan menyalurkan hasil usaha tersebut.
    5) Menyiapkan tempat-tempat usaha baru bagi PKL dengan Fasilitas yang memadai dan layak.
    6) Memantapkan Sektor Informal.
    7) Meningkatkan Edukasi Perbankan kepada masyarakat.
    8) Meningkatkan Industri Perdagangan, Industri Menengah dan Kecil.
    9) Meningkatkan Peranan Asuransi agar lebih bermanfaat bagi masyarakat kecil.

    c. TRANSPORTASI
    1) Membenahi terminal yang ada dan membangun terminal yang baru dengan fasilitas yang standar, aman dan nyaman.
    2) Menyiapkan sarana transportasi umum yang lebih layak dan nyaman.
    3) Membenahi dan menertibkan pengguna jalan raya serta jalur-jalur lintas untuk mengurangi kemacetan.

    d. TENAGA KERJA
    1) Membuat lapangan kerja baru yang bersifat padat karya .
    2) Membuat lembaga peningkatan produktivitas ketenaga kerjaan.
    3) Membuat regulasi tentang pemanfaatan tenaga kerja yang berasal dari luar Provinsi Jambi.
    4) Mengembangkan Pusat informasi ketenaga kerjaan.

    e. PENDIDIKAN
    1) Membuat pendidikan yang murah dan berkualitas.
    2) Program beasiswa bagi yang berasal dari keluarga tidak mampu serta berprestasi.
    3) Meniadakan pungutan uang pangkal, uang pembangunan, uang daftar ulang dan pungutan-pungutan lain yang memberatkan masyarakat terutama di sekolah-sekolah Pemerintah.
    4) Meninjau ulang aturan penggantian buku pelajaran setiap tahun ajaran baru (terlebih dahulu di konsultasikan & dikoordinasikan dengan Pemerintah Pusat).
    5) Meningkatkan kesejahteraan para guru dan tenaga honorer.
    6) Menambahkan/memperbanyak ruang kelas belajar untuk semua tingkatan pendidikan, mulai dari SD, SMP dan sampai ketingkat SMA.
    7) Membangun sekolah-sekolah di setiap kelurahan yang belum ada fasilitas sekolah sesuai dengan tingkat yang dibutuhkan.

    f. KESEHATAN
    1) Memberikan pelayanan kesehatan yang murah dan berkualitas serta manusiawi bagi masyarakat kurang mampu.
    2) Meningkatkan standar pelayanan dan peralatan/fasilitas serta Dokter Spesialis di puskesmas-puskesmas di Kota Jambi.
    3) Membangun RSU di seberang Kota (Kec.Danau Teluk & Pelayangan).
    4) Meningkatkan Sarana & Prasarana RSU Abdul Manap ( Kota Jambi).
    5) Memberikan tambahan penerima kartu jaminan kesehatan sebanyak 5.000 KK per tahun dan kartu jaminan tersebut dapat juga di pergunakan di RS Swasta di Kota Jambi.

    g. BIROKRASI
    1) Menempatkan Birokrasi berbasis Kompetensi dan Profesionalisme.
    2) Menjadikan Aparatur Pemerintah sebagai pelayanan dan Pengayom Masyarakat.
    3) Menaikan Insentif bagi Ketua RT.
    4) Melakukan Debirokratisasi Birokrasi.
    5) Menerapkan Standar Pengurusan Izin yang murah, mudah dan cepat.
    6) Melaksanakan Penerimaan Pegawai Negeri (PNS) secara profesional, akuntabel dan bebas KKN.

    h. AGAMA
    1) Menjadikan kota seberang sebagai Pusat Pendidikan Agama Islam (Islamic Centre).
    2) Membebaskan Kota Jambi Bebas Buta Aksara Al-Qur’an.
    3) Memberikan insentif bagi guru Mengaji dan Imam Masjid.
    4) Menganggarkan Program umroh/haji Plus gratis bagi para ulama dan tokoh masyarakat Kota Jambi.

    i. SOSIAL BUDAYA
    1) Memberdayakan kembali lembaga adat di semua tingkatan daerah.
    2) Membangkitkan dan mengajak masyarakat untuk kembali bergotong-royong di tiap-tiap RT, Kelurahan, Kecamatan, Kota.
    3) Melestarikan rumah-rumah tradisional dan simbol-simbol budaya (Bahasa, Kesenian).

    j. PARIWISATA
    1) Memperbaiki dan membudayakan Danau Sipin dan Sungai Batanghari yang berada dikota Jambi sebagai Pusat Wisata dengan Konsep WATER FRONT CITY.
    2) Memperbaiki dan memberdayakan aset-aset wisata yang ada seperti Taman Hutan Kota, Kebun Binatang, Taman Rimba, Taman Budaya, Komplek Rumah Adat Jambi, dll.
    3) Membuat Paket-Paket Air dengan tujuan Candi Muara Jambi dan Kota Seberang dengan menggunakan kapal.
    4) Membuat Festival Seni-seni budaya Jambi sebagai hiburan wisata.
    5) Membuat wisata kuliner bagi masyarakat maupun pengunjung dari luar Jambi.
    6) Membangun Ikon Cendramata bagi pengunjung-pengunjung dari Kota Jambi.

    Melalui 10 Misi ini, Insya Allah maka Program BANGKIT akan Terwujud.
    Sehingga terciptalah Kota Jambi, Kota yang Baldatun Toyyibatun Warobun Ghofur.

    BANGKIT :
    – Bersih
    – Aman
    – PembaNGunan
    – Kemandirian
    – Indah
    – Taqwa

    Sumber:
    http://syfasha.blogspot.com/p/visi-dan-misi-visi-kota-jambi-yang.html

    3. Dengan visi tersebut, jelaskan SKPD yang memegang peranan penting.
    Jawab:
    a. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota
    b. Kepala Dinas Pendidikan Kota
    c. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota
    d. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota
    e. Kepala Bappeda Kota
    f. Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota
    g. Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi Kota
    h. Kepala Dinas Kesehatan Kota
    i. Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota
    j. Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Kota
    k. Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kota
    l. Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah Kota
    m. Kepala Inspektorat Kota
    n. Kepala Satpol PP Kota
    o. Kepala Balai Latihan Kerja (BLK)
    p. Kepala Rumah Sakit Kota Abdul Manap
    q. Kepala Rumah Sakit Raden Mattaher
    r. Kepala-kepala Puskesmas di wilayah Kota
    s. Kepala Departemen Agama Kota
    t. Kepala PDAM Tirta Mayang Kota
    u. Kepala PLN Kota
    v. Kapolresta
    w. Kepala DPRD Kota Jambi
    x. Sekda Kota Jambi
    y. Asisten I, II, dan III Walikota
    z. Camat, Lurah, Ketua RW, Ketua RT

    Sumber:
    http://jambikota.go.id/id/index.php?option=com_content&task=view&id=936&Itemid=191
    http://www.pdamtirtamayang.com/index.php/Links/Website-Pemerintah-Kota-Jambi/
    http://disporabudpar.jambikota.go.id/
    http://www.bappedajambi.net/
    http://www.ut.ac.id/html/suplemen/isip4213/frame8.htm
    http://www.deptan.go.id/e-mail/alamat-dinas.htm
    http://www.deptan.go.id/dir-alamatskpd/tampil.php?page=jambi
    http://www.surabaya.go.id/dinamis/?id=263

    4. Menurut anda, dengan mengkaitkan antara visi dan misi adakah faktor pendukung dan penghambat terhadap implementasi strategi dimaksud.
    Jawab :
    a. Faktor Pendukung
    – Dalam hal pembangunan latar belakang walikota sangat membantu pelaksanaan, control dan evaluasi yang baik nantinya dalam prakteknya, sehingga diharapkan tindak kecurangan dapat diminimalisir.
    – Menjadikan jambi sebagai kota perdagangan dan jasa juga mendapat dukungan, dimana memang Jambi pada mulanya adalah kota tempat pelabuhan atau singgah kapal-kapal dagang, candi muaro Jambi yang terletak sepanjang daerah seberang juga mengindikasikan kemajuan Jambi jauh dahulu kalanya. Hal ini juga nantinya yang akan mendukung implementasi konsep WATER FRONT CITY yang akan dijalankan, serta berbagai usaha memajukan ekonomi, pendidikan (Islamic Center) dan pariwisata kota seberang.
    – Pemerintah juga mendukung lewat program pembangunan jembatan Gentala Arasy yang nantinya juga turut menjadi ikon kota Jambi.

    b. Faktor Penghambat
    – Pada dasarnya faktor penghambat utama terlaksananya program dari visi, misi serta program kepemimpinan pemerintahan kota yang baru ini adalah sumber daya manusia atau kepala SKPD yang tidak dapat menjalankan tugasnya sesuai dengan yang seharusnya atau yang diharapkan walikota, baik karena faktor mangkir ataupun faktor perbedaan persepsi dan pemikiran. Kunci dari solusi masalah ini adalah sistem kontrol yang baik. Seperti yang mungkin dilakukan oleh Pak Jokowi, Pak Fasya juga aktif melakukan survey, kunjungan mendadak atau istilahnya blusukan. Apel pagi dan disiplin juga semakin ditingkatkan dengan pemberian contoh kehadiran yang lebih awal waktu baik oleh walikota maupun oleh wakil walikota. Tidak ada niat untuk melakukan pergantian SKPD dalam waktu dekat seperti yang dilakukan oleh walikota sebelumnya, sampai pada akhir proses evaluasi, atau sampai SKPD tersebut menunjukkan kinerja yang kurang baik. Hal ini agar wewenang dan tugas dapat dijalankan dengan optimal oleh para SKPD.
    – Mengenai PROGRAM BANGKIT, yang dijabarkan sebagai Bersih, Aman, Pembangunan, Kemandirian, Indah dan Taqwa. Kata Bersih dan Aman disini rasanya belum terwakilkan dalam penjabaran 10 misi pemerintahan kota. Sehingga tidak dapat dipastikan kiat-kiat jitu atau strategi yang ingin dilakukan kaitannya dengan menjadikan kota Jambi Bersih dan Aman. Disamping mengarah kepada pertanyaan apakah maksud sebenarnya dari kota Jambi Bersih dan Aman tersebut. Seperti Aman dari apa? Kriminalitas atau apa? Dan tindakan apa saja yang seharusnya dilakukan. Hal ini belum tercermin dalam penjabaran misi pemerintahan kota.
    – Sebuah catatan yang juga berlaku untuk seluruh calon pemimpin dalam pemerintahan, bahwa penyusunan visi dan misi harus disesuaikan dengan penguasaan kondisi di lapangan, diperlukan analisis mendalam dalam tahap perencanaan, sehingga visi dan misi dapat diimplementasikan secara riil nantinya, jangan sampai seperti yang baru diberitakan dalam Harian Jambi tanggal 25 November 2013 kemarin, dimana Walikota Jambi, Sy Fasha menegaskan, Pemerintah Kota Jambi tidak jadi melakukan pembangunan Rumah Sakit di Seberang Kota Jambi dan hanya akan melakukan peningkatan pelayanan di puskesmas yang telah ada. Hal ini tentu bertolak belakang dengan salah satu janji pemimpin daerah tersebut. Meskipun alasannya dikarenakan rumitnya prosedural yang harus dilengkapi dalam proses pembangunan rumah sakit, tetap hal ini tidak dapat dibenarkan, pada akhirnya tetap akan memberikan pencitraan negatif dan menunjukkan kekurangsiapan calon pemimpin dalam mengemban tanggung jawabnya.
    – Satu catatan lagi yang perlu digarisbawahi, visi dan misi walikota tersebut belum tersosialisasikan dengan baik, ini tercermin dari belum digantinya visi dan misi walikota yang lama dalam situs resmi pemerintahan kota. Ini cukup disayangkan.

    Sumber:
    Observasi Langsung
    Wawancara Langsung, 12 Februari 2013, lokasi kediaman Pribadi Walikota, H. Sy Fasya, ME
    http://jambikota.go.id/id/index.php?option=com_content&task=view&id=936&Itemid=191
    http://jambikota.go.id/id/
    http://www.pdamtirtamayang.com/index.php/Links/Website-Pemerintah-Kota-Jambi/
    http://disporabudpar.jambikota.go.id/
    http://www.bappedajambi.net/
    http://www.pasirputih-jbi.com/menara-gentala-arasy-icon-kota-jambi/
    http://infojambi.com/topik-utama/3041-gubernur-inginkan-jambi-kota-seberang-kembali-jaya.html
    http://jambi-independent.co.id/jip/politik/item/860-fasha-bakal-beri-kejutan
    http://www.metrojambi.com/v1/politik/13170-fasha-janji-bangun-rumah-sakit-di-seberang-kota-jambi.html
    http://www.bisnis-sumatra.com/index.php/2013/11/anggaran-kesehatan-pemkot-jambi-dinaikkan/
    http://jambi.antaranews.com/berita/300033/pasangan-ba-yer-resmi-mendaftar-ke-kpu
    http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/03/19/6/139522/Lolos-Verifikasi-KPU-Jambi-Bambang-Yeri-Segera-Deklarasikan-Diri
    http://harianjambi.com/berita-batal-bangun-rs-di-sekoja-fasha-hanya-tingkatkan-pelayanan-puskesmas.html

    Komentar oleh Anaseputri Jamira | November 26, 2013 | Balas

  44. Nama : Anaseputri Jamira
    NPM : C2B012004
    Kelas : Malam

    Salam Pak Jo…

    1. Pemda yang diamati, cari yang tersedia di web. Tuliskan sumbernya sebagaimana dapat diakses melalui web.
    Jawab :
    Pemerintahan Kota Jambi, kepemimpinan H. Syarif Fasha, ME dan Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I, periode tahun 2013-2018.

    Sumber:
    http://syfasha.blogspot.com/p/profil.html
    http://jambikota.go.id/id/index.php?option=com_content&task=view&id=936&Itemid=191

    2. Tuliskan Visi dan Misinya serta strategi sebagaimana dirumuskan.
    Jawab :

    Visi:
    Mewujudkan Kota Jambi sebagai Kota Perdagangan dan Jasa yang berbasis pada masyarakat yang berahklak dan berbudaya.

    Misi:

    a. INFRASTRUKTUR
    1) Membuat tata ruang dan pembangunan kota yang jelas, terpadu dan berkesinambungan.
    2) Meratakan pembangunan disemua kelurahan,dimulai dari kelurahan ke kota.
    3) Membenahi infrastruktur jalan, Drainase, fasilitas umum dan fasilitas sosial lainnya.
    4) Memperbaiki sungai-sungai kecil yang berada di kota jambi.
    5) Meningkatkan dan membangun jaringan penerangan sampai ke pelosok kelurahan.
    6) Meningkatkan pelayanan air bersih yang murah dan berkualitas.

    b. INDUSTRI, PERDAGANGAN, PERBANKAN & ASURANSI
    1) Mensinergikan usaha besar dan UKM (Pola saling mendukung).
    2) Membangun pasar-pasar tradisional yang modern (Pasar Angso Duo, Talang Banjar, dll).
    3) Memberikan bantuan pinjaman modal lunak bagi UKM dan PKL.
    4) Membuat pelatihan industri rumah tangga serta menampung dan menyalurkan hasil usaha tersebut.
    5) Menyiapkan tempat-tempat usaha baru bagi PKL dengan Fasilitas yang memadai dan layak.
    6) Memantapkan Sektor Informal.
    7) Meningkatkan Edukasi Perbankan kepada masyarakat.
    8) Meningkatkan Industri Perdagangan, Industri Menengah dan Kecil.
    9) Meningkatkan Peranan Asuransi agar lebih bermanfaat bagi masyarakat kecil.

    c. TRANSPORTASI
    1) Membenahi terminal yang ada dan membangun terminal yang baru dengan fasilitas yang standar, aman dan nyaman.
    2) Menyiapkan sarana transportasi umum yang lebih layak dan nyaman.
    3) Membenahi dan menertibkan pengguna jalan raya serta jalur-jalur lintas untuk mengurangi kemacetan.

    d. TENAGA KERJA
    1) Membuat lapangan kerja baru yang bersifat padat karya .
    2) Membuat lembaga peningkatan produktivitas ketenaga kerjaan.
    3) Membuat regulasi tentang pemanfaatan tenaga kerja yang berasal dari luar Provinsi Jambi.
    4) Mengembangkan Pusat informasi ketenaga kerjaan.

    e. PENDIDIKAN
    1) Membuat pendidikan yang murah dan berkualitas.
    2) Program beasiswa bagi yang berasal dari keluarga tidak mampu serta berprestasi.
    3) Meniadakan pungutan uang pangkal, uang pembangunan, uang daftar ulang dan pungutan-pungutan lain yang memberatkan masyarakat terutama di sekolah-sekolah Pemerintah.
    4) Meninjau ulang aturan penggantian buku pelajaran setiap tahun ajaran baru (terlebih dahulu di konsultasikan & dikoordinasikan dengan Pemerintah Pusat).
    5) Meningkatkan kesejahteraan para guru dan tenaga honorer.
    6) Menambahkan/memperbanyak ruang kelas belajar untuk semua tingkatan pendidikan, mulai dari SD, SMP dan sampai ketingkat SMA.
    7) Membangun sekolah-sekolah di setiap kelurahan yang belum ada fasilitas sekolah sesuai dengan tingkat yang dibutuhkan.

    f. KESEHATAN
    1) Memberikan pelayanan kesehatan yang murah dan berkualitas serta manusiawi bagi masyarakat kurang mampu.
    2) Meningkatkan standar pelayanan dan peralatan/fasilitas serta Dokter Spesialis di puskesmas-puskesmas di Kota Jambi.
    3) Membangun RSU di seberang Kota (Kec.Danau Teluk & Pelayangan).
    4) Meningkatkan Sarana & Prasarana RSU Abdul Manap ( Kota Jambi).
    5) Memberikan tambahan penerima kartu jaminan kesehatan sebanyak 5.000 KK per tahun dan kartu jaminan tersebut dapat juga di pergunakan di RS Swasta di Kota Jambi.

    g. BIROKRASI
    1) Menempatkan Birokrasi berbasis Kompetensi dan Profesionalisme.
    2) Menjadikan Aparatur Pemerintah sebagai pelayanan dan Pengayom Masyarakat.
    3) Menaikan Insentif bagi Ketua RT.
    4) Melakukan Debirokratisasi Birokrasi.
    5) Menerapkan Standar Pengurusan Izin yang murah, mudah dan cepat.
    6) Melaksanakan Penerimaan Pegawai Negeri (PNS) secara profesional, akuntabel dan bebas KKN.

    h. AGAMA
    1) Menjadikan kota seberang sebagai Pusat Pendidikan Agama Islam (Islamic Centre).
    2) Membebaskan Kota Jambi Bebas Buta Aksara Al-Qur’an.
    3) Memberikan insentif bagi guru Mengaji dan Imam Masjid.
    4) Menganggarkan Program umroh/haji Plus gratis bagi para ulama dan tokoh masyarakat Kota Jambi.

    i. SOSIAL BUDAYA
    1) Memberdayakan kembali lembaga adat di semua tingkatan daerah.
    2) Membangkitkan dan mengajak masyarakat untuk kembali bergotong-royong di tiap-tiap RT, Kelurahan, Kecamatan, Kota.
    3) Melestarikan rumah-rumah tradisional dan simbol-simbol budaya (Bahasa, Kesenian).

    j. PARIWISATA
    1) Memperbaiki dan membudayakan Danau Sipin dan Sungai Batanghari yang berada dikota Jambi sebagai Pusat Wisata dengan Konsep WATER FRONT CITY.
    2) Memperbaiki dan memberdayakan aset-aset wisata yang ada seperti Taman Hutan Kota, Kebun Binatang, Taman Rimba, Taman Budaya, Komplek Rumah Adat Jambi, dll.
    3) Membuat Paket-Paket Air dengan tujuan Candi Muara Jambi dan Kota Seberang dengan menggunakan kapal.
    4) Membuat Festival Seni-seni budaya Jambi sebagai hiburan wisata.
    5) Membuat wisata kuliner bagi masyarakat maupun pengunjung dari luar Jambi.
    6) Membangun Ikon Cendramata bagi pengunjung-pengunjung dari Kota Jambi.

    Melalui 10 Misi ini, Insya Allah maka Program BANGKIT akan Terwujud.
    Sehingga terciptalah Kota Jambi, Kota yang Baldatun Toyyibatun Warobun Ghofur.

    BANGKIT :
    – Bersih
    – Aman
    – PembaNGunan
    – Kemandirian
    – Indah
    – Taqwa

    Sumber:
    http://syfasha.blogspot.com/p/visi-dan-misi-visi-kota-jambi-yang.html

    3. Dengan visi tersebut, jelaskan SKPD yang memegang peranan penting.
    Jawab:
    a. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota
    b. Kepala Dinas Pendidikan Kota
    c. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota
    d. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota
    e. Kepala Bappeda Kota
    f. Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota
    g. Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi Kota
    h. Kepala Dinas Kesehatan Kota
    i. Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota
    j. Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Kota
    k. Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kota
    l. Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah Kota
    m. Kepala Inspektorat Kota
    n. Kepala Satpol PP Kota
    o. Kepala Balai Latihan Kerja (BLK)
    p. Kepala Rumah Sakit Kota Abdul Manap
    q. Kepala Rumah Sakit Raden Mattaher
    r. Kepala-kepala Puskesmas di wilayah Kota
    s. Kepala Departemen Agama Kota
    t. Kepala PDAM Tirta Mayang Kota
    u. Kepala PLN Kota
    v. Kapolresta
    w. Kepala DPRD Kota Jambi
    x. Sekda Kota Jambi
    y. Asisten I, II, dan III Walikota
    z. Camat, Lurah, Ketua RW, Ketua RT

    Sumber:
    http://jambikota.go.id/id/index.php?option=com_content&task=view&id=936&Itemid=191
    http://www.pdamtirtamayang.com/index.php/Links/Website-Pemerintah-Kota-Jambi/
    http://disporabudpar.jambikota.go.id/
    http://www.bappedajambi.net/
    http://www.ut.ac.id/html/suplemen/isip4213/frame8.htm
    http://www.deptan.go.id/e-mail/alamat-dinas.htm
    http://www.deptan.go.id/dir-alamatskpd/tampil.php?page=jambi
    http://www.surabaya.go.id/dinamis/?id=263

    4. Menurut anda, dengan mengkaitkan antara visi dan misi adakah faktor pendukung dan penghambat terhadap implementasi strategi dimaksud.
    Jawab :
    a. Faktor Pendukung
    – Dalam hal pembangunan latar belakang walikota sangat membantu pelaksanaan, control dan evaluasi yang baik nantinya dalam prakteknya, sehingga diharapkan tindak kecurangan dapat diminimalisir.
    – Menjadikan jambi sebagai kota perdagangan dan jasa juga mendapat dukungan, dimana memang Jambi pada mulanya adalah kota tempat pelabuhan atau singgah kapal-kapal dagang, candi muaro Jambi yang terletak sepanjang daerah seberang juga mengindikasikan kemajuan Jambi jauh dahulu kalanya. Hal ini juga nantinya yang akan mendukung implementasi konsep WATER FRONT CITY yang akan dijalankan, serta berbagai usaha memajukan ekonomi, pendidikan (Islamic Center) dan pariwisata kota seberang.
    – Pemerintah juga mendukung lewat program pembangunan jembatan Gentala Arasy yang nantinya juga turut menjadi ikon kota Jambi.

    b. Faktor Penghambat
    – Pada dasarnya faktor penghambat utama terlaksananya program dari visi, misi serta program kepemimpinan pemerintahan kota yang baru ini adalah sumber daya manusia atau kepala SKPD yang tidak dapat menjalankan tugasnya sesuai dengan yang seharusnya atau yang diharapkan walikota, baik karena faktor mangkir ataupun faktor perbedaan persepsi dan pemikiran. Kunci dari solusi masalah ini adalah sistem kontrol yang baik. Seperti yang mungkin dilakukan oleh Pak Jokowi, Pak Fasya juga aktif melakukan survey, kunjungan mendadak atau istilahnya blusukan. Apel pagi dan disiplin juga semakin ditingkatkan dengan pemberian contoh kehadiran yang lebih awal waktu baik oleh walikota maupun oleh wakil walikota. Tidak ada niat untuk melakukan pergantian SKPD dalam waktu dekat seperti yang dilakukan oleh walikota sebelumnya, sampai pada akhir proses evaluasi, atau sampai SKPD tersebut menunjukkan kinerja yang kurang baik. Hal ini agar wewenang dan tugas dapat dijalankan dengan optimal oleh para SKPD.
    – Mengenai PROGRAM BANGKIT, yang dijabarkan sebagai Bersih, Aman, Pembangunan, Kemandirian, Indah dan Taqwa. Kata Bersih dan Aman disini rasanya belum terwakilkan dalam penjabaran 10 misi pemerintahan kota. Sehingga tidak dapat dipastikan kiat-kiat jitu atau strategi yang ingin dilakukan kaitannya dengan menjadikan kota Jambi Bersih dan Aman. Disamping mengarah kepada pertanyaan apakah maksud sebenarnya dari kota Jambi Bersih dan Aman tersebut. Seperti Aman dari apa? Kriminalitas atau apa? Dan tindakan apa saja yang seharusnya dilakukan. Hal ini belum tercermin dalam penjabaran misi pemerintahan kota.
    – Sebuah catatan yang juga berlaku untuk seluruh calon pemimpin dalam pemerintahan, bahwa penyusunan visi dan misi harus disesuaikan dengan penguasaan kondisi di lapangan, diperlukan analisis mendalam dalam tahap perencanaan, sehingga visi dan misi dapat diimplementasikan secara riil nantinya, jangan sampai seperti yang baru diberitakan dalam Harian Jambi tanggal 25 November 2013 kemarin, dimana Walikota Jambi, Sy Fasha menegaskan, Pemerintah Kota Jambi tidak jadi melakukan pembangunan Rumah Sakit di Seberang Kota Jambi dan hanya akan melakukan peningkatan pelayanan di puskesmas yang telah ada. Hal ini tentu bertolak belakang dengan salah satu janji pemimpin daerah tersebut. Meskipun alasannya dikarenakan rumitnya prosedural yang harus dilengkapi dalam proses pembangunan rumah sakit, tetap hal ini tidak dapat dibenarkan, pada akhirnya tetap akan memberikan pencitraan negatif dan menunjukkan kekurangsiapan calon pemimpin dalam mengemban tanggung jawabnya.
    – Satu catatan lagi yang perlu digarisbawahi, visi dan misi walikota tersebut belum tersosialisasikan dengan baik, ini tercermin dari belum digantinya visi dan misi walikota yang lama dalam situs resmi pemerintahan kota. Ini cukup disayangkan.

    Sumber:
    Observasi Langsung
    Wawancara Langsung, 12 Februari 2013, lokasi kediaman Pribadi Walikota, H. Sy Fasya, ME
    http://jambikota.go.id/id/index.php?option=com_content&task=view&id=936&Itemid=191
    http://jambikota.go.id/id/
    http://www.pdamtirtamayang.com/index.php/Links/Website-Pemerintah-Kota-Jambi/
    http://disporabudpar.jambikota.go.id/
    http://www.bappedajambi.net/
    http://www.pasirputih-jbi.com/menara-gentala-arasy-icon-kota-jambi/
    http://infojambi.com/topik-utama/3041-gubernur-inginkan-jambi-kota-seberang-kembali-jaya.html
    http://jambi-independent.co.id/jip/politik/item/860-fasha-bakal-beri-kejutan
    http://www.metrojambi.com/v1/politik/13170-fasha-janji-bangun-rumah-sakit-di-seberang-kota-jambi.html
    http://www.bisnis-sumatra.com/index.php/2013/11/anggaran-kesehatan-pemkot-jambi-dinaikkan/
    http://jambi.antaranews.com/berita/300033/pasangan-ba-yer-resmi-mendaftar-ke-kpu
    http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/03/19/6/139522/Lolos-Verifikasi-KPU-Jambi-Bambang-Yeri-Segera-Deklarasikan-Diri
    http://harianjambi.com/berita-batal-bangun-rs-di-sekoja-fasha-hanya-tingkatkan-pelayanan-puskesmas.html

    Komentar oleh Anaseputri Jamira | November 26, 2013 | Balas

  45. TUGAS I

    Nama : RIRIEN PUJI UTAMI.S, SE
    No Mahasiswa :
    Kelas : MALAM MASTER OF MANAGEMENT UNIVERSITAS JAMBI ANGKATAN 17 SEMESTER 2
    Tugas Ke : TUGAS 1

    1. Pemda yang diamati, cari yang tersedia di web. Tuliskan sumbernya sebagaimana dapat diakses melalui web. Lacak pemda yang memiliki website. Tidak harus di Jambi .

    Fakta atau kekuatiran yang anda rasakan:
    Yang saya amati Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jambi sektor pertanian yaitu : Meningkatkan Perekonomian Daerah dan Pendapatan Masyarakat berbasis Agribisnis dan Agroindustri; Meningkatkan Pengelolaan Sumberdaya Alam yang Optimal dan Berwawasan Lingkungan dan dalam upaya untuk mewujudkan pemerintahan yang baik (good governance) dan pemerintah yang bersih (clean government) maka norma – norma pokok dalam pemerintahan yang baik dan pemerintah yang bersih mendasari spirit dalam pembangunan pertanian tanaman pangan dan hortikultura.

    2. Tuliskan Visi dan Misinya serta strategi sebagaimana dirumuskan pada website.

    Fakta atau kekuatiran yang anda rasakan:
    Sejalan Visi Gubernur Jambi, yakni JAMBI EMAS 2015 (EKONOMI MAJU, AMAN, ADIL DAN SEJAHTERA), dan MISI Pembangunan Provinsi Jambi Tahun 2010 – 2015 diantaranya yang berkaitan dengan sektor pertanian yaitu : Meningkatkan Perekonomian Daerah dan Pendapatan Masyarakat berbasis Agribisnis dan Agroindustri; Meningkatkan Pengelolaan Sumberdaya Alam yang Optimal dan Berwawasan Lingkungan dan dalam upaya untuk mewujudkan pemerintahan yang baik (good governance) dan pemerintah yang bersih (clean government) maka norma – norma pokok dalam pemerintahan yang baik dan pemerintah yang bersih mendasari spirit dalam pembangunan pertanian tanaman pangan dan hortikultura.

    3. Dengan visi tersebut, jelaskan SKPD yang memegang peranan penting.

    Fakta atau kekuatiran yang anda rasakan:
    Prioritas utama Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jambi dalam melakukan pembangunan pertanian

    4. Menurut anda, dengan mengkaitkan antara visi dan misi adakah faktor pendukung dan penghambat terhadap implementasi strategi dimaksud.

    Fakta atau kekuatiran yang anda rasakan:
    Sesuai dengan Prioritas Pembangunan Provinsi Jambi 2010 – 2015, yakni Ketahanan Pangan dan Sumberdaya Alam serta Lingkungan Hidup dengan memperhatikan potensi sumber daya alam, sumber daya manusia yang menjadi perhatian pemerintah daerah Jambi untuk menunjang pembangunan pertanian tanaman pangan dan hortikultura, untuk mengacu pada visi pemerintah Provinsi Jambi, maka Dinas Pertanian

    Tanaman Pangan Provinsi menetapkan visi yaitu :
    Untuk mencapai Visi tersebut disusunlah Misi Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jambi 2010 – 2015 sebagai berikut :
    Mendorong Pembangunan sumber daya manusia pertanian yang cerdas, terampil, kreatif, inovatif dan produktif. Membina Kelembagaan dan Manajemen Usahatani yang Efektif, Efisien dan Profesional. Mendorong peningkatan produksi pertanian tanaman pangan dan hortikultura Yang Optimal dan bermutu. Menfasilitasi Terwujudnya Kawasan Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura yang Menghasilkan Produk yang Mempunyai Nilai Daya Saing Kompetitif dan Komparatif. Membangun Pertanian Tanaman Pangan Dan Hortikultura Ramah Lingkungan Yang Terintegrasi.

    Komentar oleh RIRIEN PUJI UTAMI.S, SE | November 26, 2013 | Balas

  46. NAMA : Randu Kurniawan
    NIM : C2B012026
    KELAS : Malam
    TUGAS KE : 1 (satu) Implementasi Strategi Pemda
    DOSEN PENGASUH : Dr. Johannes, S.E, M.Si

    1) Pemda yang saya amati adalah Pemerintah Kota Medan periode 2010-2015. Kota Medan dipimpin oleh pasangan Rahudman Harahap (Walikota) dan Dzulmi Eldin (Wakil Walikota). Tetapi sejak tanggal 15 Mei 2013, Dzulmi Eldin ditetapkan sebagai Plt. Walikota Medan dikarenakan Rahudman Harahap terlibat kasus korupsi.
    “(sumber http://www.pemkomedan.go.id dan id.wikipedia.org/wiki/Kota_Medan)”

    2) Visi dan misi Pemerintah Kota Medan
    a) Visi :
    • Jangka panjang (Visi 2025) → Perda Nomor 8 Tahun 2009 : Kota Medan yang maju, sejahtera, religius dan berwawasan lingkungan (Indikasi : Income perkapita Rp. 72 juta / tahun).
    • Jangka menengah (Visi 2015) : Kota Medan menjadi Kota Metropolitan yang berdaya saing, nyaman, peduli dan sejahtera.
    • Jangka pendek (Tahun 2011) : Mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang semakin dinamis dan berkualitas guna menciptakan kesempatan kerja yang luas, mengurangi kemiskinan, meningkatkan mutu pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat (Indikasi : Income perkapita menjadi Rp. 41,3 juta dari Rp. 36 juta Tahun 2010).

    b) Misi :
    Melaksanakan percepatan dan perluasan pembangunan kota terutama pada 6 (enam) aspek dasar, yaitu :
    • Pelayanan pendidikan baik akses, kualitas maupun manajemen pendidikan yagng semakin baik, sehingga dapat menciptakan lulusan yang unggul.
    • Perbaikan infrastruktur, utamanya perbaikan jalan kota, jalan lingkungan, taman kota dan drainase serta penataan pasar tradisional secara simultan.
    • Pelayanan kesehatan, baik akses, mutu maupun manajemen kesehatan yang semakin baik.
    • Peningkatan pelayanan administrasi publik terutama pelayanan KTP/KK/Akte kelahiran dan perizinan usaha.
    • Peningkatan disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk meningkatkan kapasitas dan prestasi kerjanya, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing.
    • Menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan. Catatan : Misi ini tidak ringan dan pencapaiannya akan dipengaruhi faktor eksternal dan internal. Untuk itu, kita harus bekerja lebih efektif.
    “Sumber http://www.pemkomedan.go.id”

    Strategi dan arah pembangunan Kota Medan
    Misi pertama adalah “Mewujudkan percepatan pembangunan daerah lingkar luar, dengan meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan usaha kecil, menengah dan Koperasi (UKMK) untuk kemajuan dan kemakmuran yang berkeadilan bagi seluruh masyarakat kota.”
    Arah kebijakan yang ditetapkan pada agenda :
    1. Percepatan Pembangunan Wilayah Lingkar Luar.
    2. Pengembangan daya saing koperasi, usaha mikro, kecil, dan menengah.
    3. Peningkatan penanaman modal daerah.
    4. Pemberdayaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
    5. Perwujudan kota jasa perdagangan dan industri.
    6. Pengembangan pertanian perkotaan dan perikanan serta kelautan.
    7. Pemantapan iklim lapangan kerja.
    8. Peningkatan kualitas, perlindungan dan penanggulangan masalah sosial serta pemberdayaan perempuan.
    9. Peningkatan derajat pendidikan masyarakat.
    10. Peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
    11. Pengurangan kemiskinan perkotaan.
    12. Pengembangan kebudayaan dan kepariwisataan.

    Misi kedua adalah “Mewujudkan tata pemerintahan yang baik dengan birokrasi yang lebih efisien, efektif, kreatif, inovatif dan responsif.”
    Arah kebijakan yang ditetapkan pada agenda :
    1. Peningkatan kualitas perencanaan dan pengendalian pembangunan kota.
    2. Peningkatan kualitas tata ruang kota dan pelayanan pertanahan.
    3. Penciptaan birokrasi yang efektif, inovatif, responsif dan profesional.
    4. Peningkatan pelayanan kependudukan, keluarga berencana, pemuda dan olahraga.

    Misi ketiga adalah “Penataan kota yang ramah lingkungan berdasarkan prinsip keadilan sosial ekonomi, membangun dan mengembangkan pendidikan, kesehatan serta kebudayaan daerah.”
    Arah kebijakan yang ditetapkan pada agenda :
    1. Pembangunan dan pengembangan sarana dan prasarana serta utilitas kota.
    a. Bidang perhubungan.
    b. Bidang perumahan dan pemukiman.
    c. Bidang pencegahan dan pemadam kebakaran.
    d. Bidang pertamanan dan pemakaman.
    e. Bidang pekerjaan umum (Drainase).
    f. Bidang kelistrikan.
    g. Bidang telekomunikasi.
    h. Bidang pelayanan jaringan gas.
    i. Bidang prasarana air bersih.
    j. Bidang prasarana air limbah.
    2. Peningkatan pengendalian lingkungan hidup.
    3. Peningkatan penerapan sistem informasi dan teknologi tepat guna.
    4. Perwujudan kota sehat.

    Misi keempat adalah “Meningkatkan suasana religius yang harmonis dalam kehidupan berbangsa serta bermasyarakat.”
    Arah kebijakan yang ditetapkan pada agenda :
    1. Peningkatan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat.
    2. Mewujudkan kota yang aman, nyaman, tentram dan religius serta hubungan antar kelompok masyarakat yang harmonis dan dinamis.
    “Sumber http://www.pemkomedan.go.id”

    3) Jika dilihat dari visi Pemerintah Kota Medan, SKPD yang memegang peranan penting untuk menjalankan visi tersebut, yaitu :
    • SKPD Pendidikan
    • SKPD Kesehatan
    • SKPD Tata Ruang dan Tata Bangunan
    • SKPD Koperasi dan UMKM
    • SKPD Bina Marga
    • SKPD Pendapatan
    • SKPD Perhubungan
    • SKPD Pertamanan
    • SKPD Kebersihan

    4) Kendala utama dalam implementasi strategi dari visi dan misi tersebut adalah peran ganda yang harus dilaksanakan oleh Plt. Walikota Medan yang dijabat oleh Dzulmi Eldin akan terasa berat karena Dzulmi Eldin harus menjalankan roda pemerintahan secara individu. Hal ini disebabkan karena walikota sebenarnya yaitu Rahudman Harahap terlibat kasus korupsi.
    Kendala kedua adalah bagaimana kondisi geografis demografis Kota Medan itu sendiri karena Kota Medan adalah kota dengan populasi terpadat di Pulau Sumatera. Hal ini akan menjadi tantangan utk Walikota Medan dalam memujudkan Kota Medan sebagai kota yang maju, sejahtera, metropolitan, religus dan berdaya saing.

    Komentar oleh Randu Kurniawan | November 26, 2013 | Balas

  47. Nama : Revi Elvira AR
    Jurusan : Magister Manajemen
    Kelas : Pagi

    Kasus : Pilkada Lebak Banten terkait dengan Politik Dinasti
    1. Staffing dalam Strategi daerah
    Staffing merupakan salah satu fungsi manajemen berupa penyusunan personalia pada suatu organisasi sejak dari merekrut tenaga kerja, pengembangannya sampai dengan usaha agar setiap tenaga memberi daya guna maksimal kepada organisasi.
    Amich Alhumami, peneliti sosial di University of Sussex, Inggris, menyebut politik kekerabatan itu tidak sesuai dengan prinsip meritokrasi. Sebab, proses rekrutmen didasarkan pada sentimen kekeluargaan, bukan kompetensi. Menurutnya, jika terus berlanjut, gejala ini bisa kontraproduktif bagi ikhtiar membangun sistem demokrasi modern.
    Semenjak otonomi daerah diberlakukan di sejumlah daerah bermunculan dinasti-dinasti politik. Beberapa contoh dinasti politik daerah dapat disebut, di antaranya adalah: (1) dinasti keluarga Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, yang menguasai jajaran eksekutif dan legislatif di tingkat provinsi dan seluruh kabupaten di Banten;

    2. Alasannya
    Staffing dalam Dinasti politik perlu dibatasi karena pertimbangan berikut.
    1) Dinasti politik, terutama di daerah, hanya akan memperkokoh politik oligarkhi yang bernuansa negatif. Bila jabatan-jabatan penting di lembaga eksekutif dan legislatif dikuasai oleh satu keluarga, maka mekanisme checks and balances tidak akan efektif. Akibatnya, rawan terjadi penyalahgunaan kekuasaan untuk kepentingan diri dan keluarga.
    2) Dinasti politik mengarah pada terbentuknya kekuasaan yang absolut.
    3) Dinasti politik pada masyarakat Indonesia yang pendidikan politiknya relatif kurang dan sistem hukum serta penegakan hukum (law enforcement) yang lemah, maka akan menyebabkan proses kontestasi politik menjadi tidak adil.
    4) Dinasti politik dapat menutup peluang warga negara lainnya di luar keluarga incumbent untuk menjadi pejabat public
    5) Pembatasan dinasti politik diarahkan untuk meningkatkan derajat kualitas demokrasi kita dengan cara memperluas kesempatan bagi warga negara untuk berpartisipasi dalam jabatan-jabatan publik dan mereduksi penyalahgunaan jabatan incumbent dalam kontestasi Pemilu maupun Pemilukada.
    3. Faktanya
    Bila keluargapun turut berbisnis ikut dalam tender-tender dalam proyek pemerintah di daerah bersangkutan, maka dapat dibayangkan dana-dana pemerintah dalam bentuk proyek mudah menjadi bancakan dengan aneka warna KKNnya. Dana pemerintah seolah milik uang keluarga.
    Kekuasaan absolut yang rawan korup akan terbentuk, sebagaimana adagium politik terkenal dari Lord Acton: “Power tends to corrupt, and Absolute Power Tends to Corrupt Absolutely” (kekuasaan itu cenderung korup, dan kekuasaan yang absolut akan cenderung korup secara absolut pula).

    4. Solusinya
    Usul pengaturan pembatasan dinasti politik di daerah dari kemendagri, dengan misalnya ada jeda satu masa jabatan sebelum keluarga dekat seorang kepala daerah mencalonkan diri. Atau dilarang mencalonkan diri di wilayah provinsi yang sama. Dan undang Undang Pemilukada.
    Menurutnya, untuk menghilangkan politik dinasti di daerah, perlu adanya mekanisme yang dimiliki partai, untuk mendukung kader sebagai pejabat publik. Artinya, seorang pejabat publik minimal memiliki pengalaman dan kapasitas.”Sehingga partai tidak hanya dijadikan kendaraan rentalan, untuk menjadi pejabat publik.

    5. Sumber
    http://whatindonews.com/id/post/822
    http://fastkaya.blogspot.com/2010/12/pengertian-staffing-dalam-manajemen.html
    http://nasional.sindonews.com/read/2013/10/17/12/795048/ini-solusi-hilangkan-politik-dinasti
    http://sosbud.kompasiana.com/2013/10/16/politik-dinasti-dan-teori-keadilan-rawls-600964.html
    http://nasional.sindonews.com/read/2013/10/16/18/794623/hegemoni-dinasti-politik

    Komentar oleh Revi Elvira AR | November 27, 2013 | Balas

  48. NAMA : HENDRA ADMAJA
    NIM : P2C213031
    KELAS : KELAS MALAM ANGKATAN 18
    HARI/TGL : SENIN / 21-4-2014
    TUGAS : LINGKUNGAN EKSTERNAL INDUSTRI
    MATA KULIAH : MANAJEMEN STRATEGIK

    LINGKUNGAN INDUSTRI UNTUK PRODUK RETAILER AQUA

    Sebagaimana Tirto Utomo merenungkan masa depan, dia telah memikirkan peluang-peluang dan ancaman pada usaha air dalam botolnya. Rahasia keberhasilan AQUA adalah kemampuannya untuk tumbuh secara cepat untuk menciptakan ledakan permintaan untuk air dalam botol di Indonesia dan kemudian memasok permintaan itu. Pada dasarnya, orang Indonesia mengkonsumsi lebih kecil dari satu liter air dalam botol per tahun. Dibandingkan dengan 40 liter pertahun diantara orang Amerika dan 60 liter pertahun untuk orang Eropa. Ada terlihat banyak ruang untuk tumbuh , keduanya didalam negeri Indonesia dan diseputar kawasan Asia-Pasifik.
    Di pihak lain, Tirto telah tahu bahwa Asia Tenggara adalah kawasan yang melayang-layang. Kegiatan-kegiatan Sosial, Politik dan Ekonomi yang tiba-tiba muncul adalah hal yang umum. Dalam kurun 10 tahun terakhir berkali-kali terjadi booming ekonomi untuk Indonesia. Akankah hal ini terus berlangsung? Dapatkah AQUA melanjutkan eksport ke kawasan? Akankah pesaing, dalam negeri dan luar negeri, berhasil dalam mengambil pangsa pasar?.
    Suatu hal mendesak yang dapat menyulitkan Tirto, adalah konsentrasi penjualan AQUA didaerah Jakarta, Apakah hal ini telah menjadi masalah? Apakah jika persaiangan yang kuat, atau kekuatan-kekuatan lain mengakibatkan penjualan AQUA di Jakarta jatuh ? Jakarta adalah pasar yang sangat besar, tapi juga tempat tinggal warga intelektual kelas menengah di Indonesia yang sedang tumbuh. Kelompok-kelompok lingkungan telah menyampaikan ketidakpuasannya terhadap masalah sampah yang ditimbulkan akibat kemasan AQUA kosong. Surat kabar memberitakan satu dari otoritas air minum masyarakat (PDAM Jaya) di Jakarta menyelesaikan rencana pendahuluan untuk menyusun kemitraan dengan perusahaan-perusahaan botol air swasta. Idenya adalah menyalurkan air minum yang diproduksinya melalui pipa ke pengusaha pembotolan swasta untuk dikemas dan distribusi ke saluran pengecer. Direktur PDAM Jaya memperkirakan bahwa air yang dipasarkan dibawah susunan tertentu akan berharga jauh lebih murah dari pada merek-merek dagang air dalam botol yang sekarang beredar.
    Hotel kelas satu di Jakarta sekarang, mengoperasikan instalasi sistem air bersihnya sendiri sehingga para tamu dapat meminum air kraan. Pengembang perumahan dan perkantoran secara rutin memasukkan instalasi pemroses air dalam proyeknya. Pada kompleks perumahan raksasa yang baru dipusat kota Jakarta dimana bekas Pelabuhan Udara Kemayoran, setiap kantor dan rumah telah dialiri air minum dalam pipa.
    Sumber-sumber air di Seputar Jakarta sangat melimpah, namun bukan takterbatas. Muka air tanah telah turun sebagai hasil dari penggunaan sejalan dengan ledakan pertumbuhan penduduk dan perkembangan industri. Pemukim dataran tinggi Jawa Barat selatan Jakarta telah mulai mengeluh bahwa sumber air segar yang digunakan orang desa selama beberapa generasi telah dijual oleh perusahaan air dan dipagari, melarang masyarakat untuk masuk melewatinya.
    Upaya penganekaragaman dengan memperkenalkan Es Teh Lipton berarti bergerak menjauh dari air dalam botol, satu ceruk pasar dimana AQUA memimpin, menuju persaingan langsung dalam industri minuman lunak yang didominasi oleh lawan yang sudah mapan Coca Cola dan Es Teh Botol Peraga 11 memperlihatkan pangsa pasar dalam industri minuman lunak di Indonesia. Penjualan soft drink meningkat secara cepat sejalan dengan lebih banyak warga Indonesia bergabung dalam kelas menengah. Coca Cola memperkirakan bahwa di tahun 1995, kelas menengah akan meliputi 30% penduduk, meningkat 20% dari tahun 1992. Ini berarti peningkatan sekitar 20 juta orang yang mampu membeli softdrink.
    Punyakah AQUA sumber-sumber daya untuk bersaing sukses dalam industri ini? Membutuhkan waktu 20 tahun Tirto membangun perusahaanya kedalam pesaing kelas dunia. Apa yang harus dilakukan untuk menjaga AQUA pada puncaknya?

    Kekuatan

    AQUA memegang saham lebih dari 62% dari pasar botol di Indonesia, negara berpenduduk terbanyak kelima didunia. Memegang tampuk pimpinan menjadi sulit. Ada beberapa rintangan yang effektif untuk masuk dalam industry air dalam botol. Teknologi air dlam botol tidak terlalu sulit dan kebutuhan modal tidak terlalu berlebihan. Pemasaran menyediakan keunggulan bersaing yang utama diantara pembuat air dalam botol. Penyaluran yang efisien dan pengiklananan untuk membedakan dan memproduksi satu kesetiaan pada merek adalah kunci sukses.
    Pembedaan telah menjadi tujuan pertama Tirto. Dalam satu penggelaran pemasaran yang cemerlang, dia telah memberi nama produknya dengan AQUA (Nama Latin untuk “Air”. Orang asing di Indonesia, sasaran asli pemasaran , dapat mengerti apa arti kata itu. Lebih dari 300 bahasa dipakai di Indonesia dan kepekaan suku sangat penting. Pemilihan bentuk nama Latin dalah netral , dan tidak ada kepentingannya dengan kelompok suku tertentu. Sebaga bonus AQUA adalah kata yang mudah untuk diucapkan untuk pembicara setiap bahasa.
    Strategi pemasaran yang asli tidak ditujukan di Indonesia . Tirto bermaksud untuk memapankan ceruk pasar kecil memasok air aman dan es pada orang asing di Indonesia. Satu hal yang mengejutkan, uji pemasaran di Terminal besar di Jakarta dan sepanjang jalan Pantura membuktikan bahwa orang-orang Indonesia ada kemauan untuk membeli air dalam botol. Berita tentang AQUA menyebar dari kota besar ke desa-desa kecil diseluruh pelosok tanah air. Tetapi perkiraan konsumen harus dipikirkan. Sementara perkiraan tersebut AQUA mengandung mineral sehat, sebenarnya tidak ada apa-apanya selain air dalam botol.Tidak dikarbonasi dan tidak pula dibumbui. Sejak semula, bagaimanapun, AQUA secara umum mengacu pada “Air Mineral AQUA” orang Indonesia tidak tahu bagaiman memperkirakan. Pada awalnya contoh promosi penjualan AQUA dilaksanakan pada pengunjung bioskop.
    Untuk memoles citra AQUA Tirto mencoba slogan bersih, bening, bebas bakteriuntuk empat tahun yang pertama. Penjualan tetap tertahan dibawah dua juta liter per tahun – tidak cukup apabila perusahaan telah menjadi distributor utama. Dalam tahun 1979 Tirto merubah slogan secara permanen menjadi air sehat setiap saat, sedikit penedekatan klinis. Berhasil, Slogan yang baru berpasangan dengan perkenalan dengan kemasan plastik yang baru, mendorong penjualan AQUA sampai lebih 13 juta liter di tahun 1983.
    AQUA menggunakan seluruh media untuk iklannya. Bis, taxi, TV, radio, koran, dan majalah membawakan logo dan slogan biru AQUA yang berbeda. Dalam menjaga kesehatannya, mengangkat citra, AQUA secara aktif mendukung penyelenggaraan atletik internasional seperti pada jalur dan lapangan, mendaki gunung, angkat berat. Pada maraton yang populer dan balapan 10.000 meter truk-truk AQUA menyediakan pelari yang kelelahan dengan pancuran air segar. Sebagai bagian dari hubungan masyarakat, AQUA juga membuka pabriknya untuk dikunjungi masyarakat untuk meyakinkan masyarakat pelanggan bahwa AQUA diproduksi dengan cara yang higienis dengan fasilitas, personel, dan manajemen yang utama.
    Sementara pengiklanan dan humas “menarik” AQUA melalui saluran-saluran distribusi, promosi eceran lokal dan potongan harga “mendorong” produksi pada pelanggan. Pelayanan adalah krusial dalam bisnis air. Ada pusat-pusat distribusi AQUA di Indonesia, dijalankan oleh PT. Wirabuana Intrent, distributor tunggal produk-produk AQUA. Truk-truk AQUA yang selalu siap sedia dimana saja kapan saja memastikan pengiriman yang handal pada outlet eceran dan perusahaan-perusahaan yang menyediakan pendingin air AQUA untuk karyawannya. Penerbangan besar seperti Garuda Indonesia, Penerbangan Nasional Indonesia, menawarkan AQUA pada penumpangnya. Pelanggan-pelanggan ini membutuhkan pelayanan yang segera dan handal. Pendingin air kantoran yang kosong atau rusak menciptakan citra yang buruk dan penerbangan membutuhkan pengiriman tepat waktu.
    AQUA melanjutkan untuk mengembangkan upaya pemasarannya ke pulau yang lain di Indonesia. Untuk memotong biaya transportasi, fasilitas produksi dioperasikan dengan lisensi yang memproduksi air dalam persyaratan AQUA telah dibuka di Manado, Sulawesi Utara, dan Medan, Sumatera Utara. Satu instalasi kecil mulai berproduksi airl SEHAT dalam botol di Brunei Darrussalam, satu negara minyak yang merdeka di pantai utara Borneo. Bukan suatu hal yang kecil, hampir dua per tiga penjualan AQUA tetap berada di daerah Jakarta, dipasok oleh lima lima fasilitas produksi terletak di Jawa Barat mewakili 65% total kapasitas AQUA. Proyek-proyek baru sedang berlangsung dibeberapa bagian di Indonesia sebaik diluar Indonesia, di Philippina dan Vietnam.

    Persaingan

    AQUA adalah pemimpin pasar yang tidak dipertanyakan dalam industri air dalam botol. Sistem penyaluran, strategi pemasaran, dan kemasan yang istimewa menciptakan keunggulan bersaing.Memungkinkan harga premium sekitar 10% sampai 25% diatas harga-harga yang dipatok merek-merek pesaing. AQUA bersaing disegala segmen pasar, memproduksi Vit dibawah lisensi dari Vittel Perancis dan pemegang merekuntuk beberapa rantai supermarket Indonesia. Franchise Mc. Donalds di Jakarta menjual AQUA yang menampakkan busur emas Mc. Donalds bersama logo AQUA . Selama lima tahun terakhir sukses AQUA telah menarik persaingan dari sekitar 50 perusahaan air dalam botol di Indonesia, yang menjual lebih dari 70 merek dagang. Sementara sebagian besar adalah pabrik regional kecil, beberapa pesaing memiliki pangsa pasar mendasar sejalan dengan sumber-sumber keuangan, memasarkan pengetahuan, dan sistem-sistem distribusi yang dapat menjadi ancaman serius akankah AQUA goyah.
    Peraga 5 merupakan daftar pesaing utama AQUA. Ades, Oasis, Air Sosro secara agrsif menantang tampuk pimpinan AQUA dalam pasar air dispenser yang sangat menguntungkan di Jakarta. Prusahaan keluarga Air Sosro mengendalikan pasar teh dalam botol di Indonesia denga menjual satu juta botol perhari dengan bendera merek Teh Botol Sosro. Air sosro menhargai airnya sekitar 20% dibawah AQUA, Bonaqua, satu produk Coca Cola dihargai sama dengan AQUA, adalah nama dagang internasional dengan sistem distribusi yang kuat di Indonesia. ABC Pure diproduksi oleh PT ABC Central Food, distributor besar konsentrat minuman lunak tradisional di Indonesia.
    Keberhasilan merek dagang AQUA telah menarik paling tidak 10 peniru untuk menggunakan kata “aqua”. Tirto secara aktif mempertahankan merekdagangnya, memenangkan pertarungan hukum melawan perusahaan yang menggunakan nama Club AQUA dan Aquaria. Dalam keputusannya pada bulan Mei 1992, Kejaksaan Agung di Indonesia memaklumkan bahwa kata “aqua”, bilamana digunakan pada air dalam botol bukan nama latin yang umum, namun merek dagang yang dilindungi.Pengacara AQUAmembantah bahwa kata itu telah didaftarkan sebagai merek dagang sejak 1973, diperbaharui di tahun 1986, bahwa AQUA telah membelanjakan jutaan dolar mengiklankan merekdagang tersebut, dan akibat dari pengiklanan ini, dibenak pelanggan Indonesia kata AQUA sambung dengan air dalam botol yang diproduksi PT. AQUA Golden Mississippi. Oleh sebab itu perusahaan air dalam botol yang lain tidak dapat menggunakan kata “aqua” pada namanya atau logo kecuali dibawah perjanjian lisensi. Pengadilan telah menyetujui.

    Komentar oleh Hendra Admaja | April 21, 2014 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: