Johannessimatupang’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

MANAJEMEN OPERASI UNTUK MAHASISWA PROGRAM MM TAHUN ANGKATAN 2013


Halaman ini diperuntukan untuk peserta mata kuliah Manajemen Operasi. Semua powerpoin yg disiapkan pada halaman ini harus diunggah oleh setiap peserta. semua bentuk penugasan hanya dimuat pada halaman ini. Sukses untuk anda.

PENGUMUMAN
Peserta Kuliah MM untuk Matakuliah Manajemen Operasi silahkan menulis dikomentar tentang kesiapannya ikut kuliah lapang ke lontar. Paling lambat Kamis Tanggal 5 Desember. Pengumuman ini untuk kelas malam dan Pagi. Ditunggu.
Pengumuman.
1) Ujian akhir semester kelas malam dilakukan pada hari Selasa, jam 19-21. Tugas ke lontar untuk semua kelompok paling lambat tanggal 8 February sudah harus diupload di blog pada halaman yg sesuai.
2). Sehubungan dg Seminar Nasional Tanggal 6 February (Rabu) 2014 yang dilaksanakan oleh MM, mahasiswa manajemen operasi diwajibkan hadir. Yang membutuhkan surat izin silahkan diminta ke MM.
Bolg Tabel Isian Peserta Manajemen Operasi Khusus Januari 2014

Silabus
Silabus Progam MM Manajemen Operasional September 2013
Pedoman ke lapangan
Blog Pembagian Tugas ke Lontar
Surat Tugas ke Lapang.
Surat ke Lontar Januari 2014
Pedoman Tugas ke Lontar Phapirus
Pedoman Tugas Kelompok Manajemen Operasi Januari 2014

Powerpoin
Memahami Manajemen Operasi
Bab 2 Sifat Strategy
Bab-3 Sifat Jasa
Bab-3 Pentingnya Pasokan (Supply)
Inovasi
Bab-4a Strategy Service
Ujian Midsemester Manajemen Operasional November 2013
ujian-midsemester-manajemen-operasional-kelas pagi november-2013
Bab-6 Perancangan Produk

Bab-8a Service Quality

Pengumuman. Untuk mata kuliah manajemen operasional dipastikan ke lapangan Tanggal 23 Januari 2014. DIminta Melani dapat mengkordinir keberangkatan ke lapangan. Pak. Jo.

Iklan

September 10, 2013 - Posted by | Uncategorized

49 Komentar »

  1. https://johannessimatupang.wordpress.com/2013/09/10/manajemen-operasi-untuk-mahasiswa-program-mm-tahun-angkatan-2013/#respond
    Nama : Ahmad Faisol
    NIM : P2C213037

    Lembar Jawaban

    1. Manajemen operasi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang bagaimana suatu organisasi atau perusahaan menstranspormasi sejumlah imput baik itu berupa bahan, tenaga, pelayanan, inpormasi, dan keahlian menjadi suatu hasil yang dapat digunakan oleh konsumen.
    Dengan kata lain manajemen Operasi adalah suatu ilmu yang digunakan oleh suatu perusahaan untuk menjalankan perusahaanya dengan memaksimalkan sistem yang dibangun oleh perusahaan itu sehingga menghasilkan suatu kepuasan terhadap konsumen.
    2. Defenisi manajemen operasi melihat dari industri bubur kertas adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh suatu perusahaan secara terencana dengan tujuan yang jelas mulai dari pengelolaan karyawan , bahan pasokan yang selalu tersedia, sampai dengan hasil produksi yang di pasarkan secara nasional maupun internasional

    3. Tiga modal Dasar dalam manajemen Operasi
    Input adalah suatu aset yang dimiliki oleh suatu perusahaan untuk mencapai tujuan dengan menggunakan sistem yang telah ditetapkan sehingga perusahaan dapat berjalan dengan baik’
    Transpormasi adalah bagaimana sistem yang telah di bangun oleh suatu perusahaan tersebut bekerja secara maksimat tanpa ada gannguan yang bersifat teknis sehingga konsumen menjadi puas
    Output adalah hasil yang dicapai oleh suatu perusahaan yang menyebabkan konsumen merasa puas terhadap layanan baik berupa barang ataupun jasa yang telah diberikan oleh perusahaan.

    Tanggung Jawab Manajemen Operasi
    Mengelola Nilai. Nilai yang yang telah dihasilkan oleh suatu perusahaan harus dikelola dengan menejemen yang baik, Manajemen operasi harus membuat sistem didalam mengelola nilai dari suatu Perusahaan
    Mengelola Kapasitas. Kapasitas merupakan kemampuan suatu perusahaan untuk menampung barang yang dihasilkan oleh perusahaan. Manajemen operasi bertanggung jawab untuk mengelola kapasitas ini dengan baik dengan menggunakan sistem yang telah ditentukan sehingga barang dapat terjaga dengan teratur dan mutu barang dapat terjamin.
    Memutuskan Lokasi, dalam hal memutuskan lokasi seorang menejer memang harus betul-betul memperhatikan hal-hal yang dapat menguntungkan perusahaannya
    4. Batasan –batasan dalam manajemen operasi
    Stretgi adalah proses pengambilan keputusan – keputusan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan utama dari suatu perusahaan.
    1. penggunaan tenaga kerja
    dalam menggunakan tenaga kerja perusahaan memang harus betul-betul memperhatikan hak-hak tenaga kerja tersebut, jangan sampai hanya ingin mendapatkan untung yang besar perusahaan sampai mengabaikan yang menjadi kewajiaban perusahaan untuk membayarnya, karena menajemen operasi di gunakan agar sistem dari suatu perusahaan itu dapat berjalan lancar.
    2. lingkungan sekitar perusahaan
    linkungan sekitar perusahaan merupakan hal yang penting diperhatikan oleh perusahaan. Suatu perusahaan hendaknya memperhatikan kondisi sosial yang berkembang di sekitar perusahaannya, baik itu berupa mungkin terjadi pencemaran yang disebabkan oleh limbah perusahaan tersebut ataupun kondisi ekonomi masyarakat yang ada sekitar perusahaan.
    3. Penggunaan sumber daya
    Penggunaan sumber daya baik itu manusia ataupun alam memang betul-betul harus diperhatikan, manejemen dari suatu perusahaan tersebut harus membuat strategi yang baik untuk menggunakan sumber daya ini sehingga dapat berlangsung secara terus menerus.

    5. Daya saing adalah suatu kemampuan perusahaan untuk bisa bersaing dengan perusahaan lain untuk mendapatkan simpatik atau pangsa pasar dari produk yang ditawarkan oleh perusahaan, baik itu berupa barang ataupun jasa sehingga konsumen menjadi percaya dan menjadikan praduk barang ataupun jasa tersebut menjadi pilihan konsumen unruk memakainya atau untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
    Kalau yang dimaksud dgn bapak Industri bubur makanan, untuk dijambi industri makanan ini tidak bisa bersaing dengan industri makanan lain hal ini dikarenakan masyrakat jambi kurang meminati makanan tersebut sebab yang lebih populer dngan mansyarakat jambi yaitu nasi gemuk, lontong sayur, model , tekwan dan lain-lain sehingga bubur kurang diminati mansyarakat jambi pangsa pasarnya hanya masyarakat tertentu saja.

    Tapi kalau yang bapak maksud dengan bubur kertas, ini suatu industri yang sangat menjajikan mengapa, karena daya saing untuk industri bubur kertas ini di jambi belum ada yang ada hanya satu perusahaan yaitu Pt lontar papirus kemudian bahan baku dari bubur kertas ini masih sangat banyak.
    6. a. Adalah suatu cara atau sistem yang dilakukan atau dibangun oleh suatu perusahaan untuk dapat memuaskan pelanggan contohnya dalam penerbangan adalah jarangnya penerbangan itu mengalami penundaan keberangkatan yang disebabkan oleh hal yang teknis. Kalaupun ada penundaan kebarangkatan hal itu cepat dikonpirmasikan kepada penumpang, perusahaan penerbangan itu memberikan konpensasi berupa makan bagi para penumpangya sampai pesawat tersebut berangkat. Ataupun pelayanan yang ramah dari personil atau kru pesewat yang sopan berwibawa dan menyenangkat para pelanggan
    b. memang terkadang suatu perusahaan dalam menawarkan prodaknya berbeda-beda antara kelompok orang yang berduit dengan kelompok orang yang tidak berduit.
    Contohnya pelayanan dalam bidang kesehatan. Bagi kelompok orang yang berduit suatu perusahaan itu akan secara kontinyu dalam menawarkan prodak-prodak barang dan jasanya agar dapat digunakan oleh kelompok konsumennya yang berduit secara terus menerus.

    Komentar oleh ahmad faisal | November 13, 2013 | Balas

  2. Nama : Melani Kadar
    NIM : P2C213023
    Kelas : Malam
    Fakultas : Pascasarjana
    Program Studi : Manajemen
    Jenjang : S2 Reguler
    Universitas Jambi

    Mata Kuliah : Manajemen Operasional
    Dosen Penguji : DR. JOHANNES, S.E., M.SI

    Salam sukses Pak Jo!!!
    Semoga kita selalu sehat dalam lindungan Tuhan..Amin.

    Jawaban Ujian Mid Semester
    1. Manajemen operasional bertanggung jawab untuk memproduksi barang dan jasa dalam organisasi. Manajemen operasional merupakan perancangan dan pengoperasian sistem produktif (system for getting work done). Sistem produktif yang dimaksud adalah serangkaian kegiatan yang membuat barang dan jasa melalui proses transformasi dan kombinasi dari input, menjadi output dan outcomes yang melibatkan berbagai macam sumber daya antara lain adalah modal, mesin, material, pekerja, teknologi, dan informasi. Sementara itu, sistem adalah susunan dari komponen-komponen yang saling tergantung di desaign untuk mencapai tujuan. Manajemen operasional merupakan suatu area dari bisnis terkait dengan produksi dari barang dan jasa, yang melibatkan tanggung jawab dari memastikan bahwa operasi bisnis adalah efisien dalam kaitan dengan bertemu persyaratan pelanggan.
    Manajemen operasional sebagai bagian dari disiplin ilmu di bidang manajemen, karena manajemen operasional adalah salah satu fungsi manajemen yang membuat rencana dan melakukan pengendalian sistem produksi serta kegiatan sistem interface dengan fungsi lain di dalam organisasi dan lingkungan organisasi. Jadi, manajemen operasional adalah decision making dalam bidang proses, kualitas, kapasitas, dan persediaan. Di dalam manajemen operasional yang merupakan bagian dari disiplin ilmu di bidang manajemen terdapat aktivitas-aktivitas perencanaan , pengorganisasian, pengendalian, penempatan, pengarahan, pemotivasian, komunikasi untuk mengkoordinasikan berbagai sumber daya yang dimiliki oleh organisasi sehingga akan dihasilkan suatu produk atau jasa secara efisien sehingga tercapai pengambilan keputusan oleh manajer operasional dalam fungsi operasi yang berupa suatu proses transformasi barang dan jasa, meliputi input dan output.

    2. Dengan menyimak industri bubur kertas (paper pulp) yaitu PT. Lontar Papyrus, manajemen operasional adalah suatu area dari bisnis terkait dengan produksi dari bahan baku menjadi bahan jadi yaitu dari kayu menjadi bubur kertas yang akan diolah menjadi kertas dan tissue, yang melibatkan tanggung jawab untuk memproduksi barang. Di dalam manajemen operasional terdapat rancangan dan pengoperasian system produksi dengan kualitas teknologi terjamin, melalui proses transformasi dari input menjadi output yang melibatkan sumber daya yang ada antara lain modal, mesin, material, sumber daya manusia, teknologi, dan informasi yang di desaign untuk mencapai tujuan perusahaan. Manajemen operasional pada industri bubur kertas tersebut melingkupi proses pengolahan kayu sebagai bahan baku, untuk mencapai kualitas bubur kertas yang baik, dengan kapasitas sebagai kemampuan pembatas dari unit produksi untuk berproduksi dalam waktu tertentu, dan biasanya dinyatakan dalam bentuk keluaran (output) per satuan waktu serta persediaan bahan baku yang selalu tersedia.

    3. Model dasar manajemen operasional terdapat 3 kegiatan yaitu:
    1. Input, berupa material, bahan baku, komponen, bahan bakar, uang, tenaga kerja, jam orang, waktu, atau sumber daya lainnya. Pada dasarnya input dalam sistem produksi diklasifikasikan menjadi input tetap dan input variabel. Input tetap adalah input bagi system produksi yang tingkat penggunaannya tidak tergantung pada jumlah output yang akan diproduksi, sedangkan input variabel adalah input bagi system produksi yang bergantung pada jumlah output yang akan diproduksi.
    2. Transformasi, adalah proses. Jika nilai dari yang dibayar pelanggan untuk output lebih dari biaya input, maka bisnis memiliki nilai tambah. Proses dikatakan baik jika mampu memberi nilai tambah pada input yang diterima. Proses transformasi adalah tentang menambahkan nilai. Di dalam proses transformasi terdiri dari operation management, system design, operation planning and control. Proses merupakan integrasi sekuensial dari tenaga kerja, material, informasi, metode kerja, dan mesin atau peralatan dalam lingkungan untuk menghasilkan nilai tambah bagi produk atau jasa agar dapat dijual dengan harga kompetitif di pasar.
    3. Output, merupakan hasil dari proses yang dicirikan dengan adanya nilai yang bertambah dari input yang diterima. Output adalah hasil dari kegiatan usaha yang tercermin dalam produk dan jasa yang dijual kepada pelanggan. Output juga bisa berupa produk sampingan dan sisa-sisa produk.
    Ada 3 hal yang berkaitan dengan tanggung jawab manajemen operasional yaitu:
    1. Mengelola nilai, dalam manajemen operasional merupakan kumpulan aktivitas untuk menciptakan nilai dalam suatu produk, baik yang berbentuk barang maupun jasa, dengan cara mengubah input menjadi output. Dalam mengelola nilai, terdapat urutan aktivitas kinerja organisasi yang memberi nilai tambah pada setiap langkah dari bahan baku hingga bahan jadi. Manajemen rantai nilai dalam manajemen operasional merupakan proses mengelola urutan aktivitas dan informasi di sepanjang rantai produk. Tujuan dari manajemen rantai nilai adalah untuk menciptakan strategi rantai nilai yang memenuhi atau melebihi kebutuhan dan keinginan pelanggan, memungkinkan integrasi penuh dan tanpa hambatan antar anggota rantai nilai tersebut dan bermanfaat untuk , peningkatan pengadaan, logistik, pengembangan produk, dan manajemen pesanan pelanggan.
    2. Mengelola kapasitas, merupakan tanggung jawab manajemen operasional untuk menyesuaikan antara jumlah kapasitas yang ditawarkan perusahaan dengan jumlah permintaan konsumen berdasarkan operasi sehari-hari dalam lingkungan yang selalu berubah. Setelah perusahaan menentukan jumlah kapasitas usaha jasa tertentu, selanjutnya perusahaan harus memikirkan bagaimana caranya memenuhi kapasitas tersebut agar tetap menguntungkan (profitable). Peningkatan kapasitas dapat diartikan sebagai upaya peningkatan kemampuan tenaga kerja dalam menghasilkan suatu produksi. Berkaitan dengan usaha jasa, peningkatan kapasitas bisa berarti peningkatan kemampuan pemangku peran usaha (stakeholder) jasa dalam mengelola sumberdaya alam secara lestari dan menghasilkan keuntungan ekonomi. Kapasitas jasa adalah suatu komoditi yang tidak dapat disimpan, dalam pengertian cepat rusak (perishable). Pada saat permintaan meningkat sedangkan kapasitas tidak memadai maka perusahan akan mengalami kerugian. Dan sebaliknya pada saat permintaan turun maka ada kapasitas yang tidak digunakan. Untuk itu penyedia jasa dituntut mengelola permintaan dengan baik. Ada lima pendekatan yang dapat digunakan untuk managing demand capacity yaitu tidak melakukan apa-apa; mengurangi permintaan; peningkatan permintaan; sistem reservasi melalui persediaan permintaan dan antrian formal melalui persediaan permintaan.
    Kapasitas (capacity) adalah hasil produksi (throughtphut), atau jumlah unit yang dapat ditahan, diterima, disimpan, atau diproduksi oleh sebuah fasilitas dalam suatu periode waktu tertentu. Kapasitas mempengaruhi sebagian besar biaya tetap. Kapasitas juga menentukan apakah permintaan dapat dipenuhi, atau apakah fasilitas yang ada akan berlebih. Jika fasilitas terlalu besar, sebagian fasilitas akan mengenggur dan akan terdapat biaya tambahan yang dibebankan pada produk yang ada atau pelanggan. Jika fasilitas terlalu kecil, pelanggan bahkan pasar keseluruhan akan hilang. Oleh karena itu, penetapan ukuran fasilitas sangat menentukan tujuan pencapaian tingkat utilitas tinggi dan tingkat pengembalian investasi tinggi. Kapasitas adalah kemampuan pembatas dari unit produksi untuk berproduksi dalam waktu tertentu, dan biasanya dinyatakan dalam bentuk keluaran (output) per satuan waktu. Pengertian kapasitas ini harus dilihat dari tiga perspektif agar lebih jelas, yaitu:
    • Kapasitas Desain: Menunjukkan output maksimum pada kondisi ideal dimana tidak ada produk yang rusak atau cacat, hanya untuk perawatan yang rutin.
    • Kapasitas Efektif: Menunjukkan output maksimum pada tingkat operasi tertentu. Pada umumnya kapasitas efektif lebih rendah dari pada kapasitas desain. Kapasitas efektif sering kali lebih rendah daripada kapasitas desain karena fasilitas yang ada mungkin telah didesain untuk versi produk sebelumnya atau bauran produk yang berbeda daripada yang sekarang sedang diproduksi.
    • Kapasitas Aktual: Menunjukkan output nyata yang dapat dihasilkan oleh fasilitas produksi. Kapasitas aktual sedapat mungkin harus diusahakan sama dengan kapasitas efektif.
    Dalam mengelola kapasitas, penentuan kapasitas biasanya membutuhkan dua tahap, yaitu:
    • Tahap pertama, permintaan masa depan diramalkan dengan model tradisional
    • Tahap kedua, peramalan ini digunakan untuk menentukan kebutuhan kapasitas serta peningkatkan ukuran untuk setiap penambahan kapasitas.
    Capacity (out put per satuan waktu), sangat penting untuk menjamin kontinuitas suplai. Kalau demand besar maka capacity harus besar.
    3. Memutuskan lokasi, perencanaan pabrik (factory planning) sangat penting karena diperlukan untuk menjamin kelangsungan hidup dan perkembangan perusahaan agar tujuan perusahaan tercapai dengan efektif dan efisien. Di antara perencanaan pabrik adalah penentuan lokasi, bangunan, peralatan, hingga penerangan, dan sirkulasi udara. Penentuan atau pemilihan lokasi adalah penting, karena mempengaruhi kedudukan perusahaan dalam persaingan, dan kelangsungan hidupnya. Penentuan lokasi harus mempertimbangkan kemungkinan adanya ekspansi. Agar perusahaan bisa berjalan lancar, efektif, dan efisien, ada banyak faktor yang mempengaruhi lokasi yang masih terkait dengan manajemen operasional, di antaranya adalah lingkungan masyarakat, dekat dengan pasar, dan tenaga kerja, kedekatan dari pengiriman bahan pemasok, biaya transportasi, dan juga sumber daya alam di sekitar lokasi yang mempengaruhi.

    4. Sifat strategi dalam pendekatan manajemen operasional , berkaitan dengan kebutuhan, pasar existing dengan mengeksploitasi kesempatan untuk memperoleh pangsa pasar potensil mengenai penggunaan sumber daya secara maksimal, dan menggunakan sumberdaya baik sendiri maupun bersama. Strategi memepertimbangkan standarisasi, diferensiasi dan biaya, stocking to the knitting, fit and scope, stretch and leverage, differentiating managerial tasks and asserting vital continuity, exploiting leverage, bertahan (survival), memenangkan (winning), dan global coordination. Beberapa hal yang kompleks dalam strategy adalah aliansi, kolaborasi, konfrontasi, posisi jaringan, membawa keteraturan dari kekacauan, memilih perusahaan yang baik, dan memilih industri yang baik. Strategi dapat terjadi secara generik, disengaja atau muncul, rasional atau tambahan, preskriptif, deskriptif, atau configurational, dan implisit maupun eksplisit.
    Sebuah indikasi dari konten strategis dalam perencanaan operasi strategi adalah:
    • Proses pilihan, pemilihan pendekatan yang tepat untuk memproduksi barang atau memberikan layanan
    • Inovasi, adaptasi atau pembaharuan proses organisasi atau output untuk memastikan beradaptasi dengan perubahan dalam lingkungan eksternal
    • Manajemen rantai suplai, manajemen eksternal berhubungan dengan pemasok untuk menjamin pasokan yang efektif dan efisien input
    • Pengendalian sumber daya, manajemen internal persediaan
    • Pengendalian produksi, manajemen yang efektif dan efisien proses
    • Kerja organisasi, manajemen dan organisasi tenaga kerja dalam organisasi
    • Kepuasan pelanggan, pengelolaan kualitas
    Pokok strategi operasi adalah jumlah kapasitas yang dibutuhkan oleh organisasi untuk mencapai tujuan, jangkauan dan lokasi fasilitas, investasi teknologi untuk mendukung proses dan produk perkembangan, pembentukan pembeli strategis, hubungan pemasok sebagai bagian dari organisasi, tingkat pengenalan produk baru atau layanan, dan struktur organisasi. Strategi operasi di dukung pelaksanaannya oleh sumber daya manusia perusahaan, peralatan produktif, bahan dan komponen produk, metode pengolahan dan teknologi, serta organisasi dan manajemen. Alat untuk mewujudkan visi dan misi perusahaan melalui kegiatan operasi-produksi merupakan perumusan keputusan tentang desain proses meliputi teknologi produksi, penentuan skala produksi,perencanaan dan pengendalian persediaan, pemilihan lokasi, perencanaan dan pengendalian produksi , penjaminan dan pengendalian mutu , sistem kompensasi, penataan organisasi fungsi produksi , dan lain-lain.
    Batasan strategi yang dipilih adalah service strategy atau strategi pelayanan.
    Strategi Pelayanan adalah Suatu strategi untuk memberikan layanan dengan mutu yang sebaik mungkin kepada para pelanggan (Albrecht & Zemke, 1990). Strategi pelayanan yang efektif harus didasari oleh konsep atau misi yang mudah dimengerti oleh seluruh individu dalam perusahaan dan diikuti oleh berbagai tindakan nyata yang bermanfaat bagi para pelanggan, serta mampu membedakan perusahaan yang menerapkan strategi tersebut dengan para pesaingnya sehingga perusahaan mampu mempertahankan pelanggan yang ada dan mampu menarik pelanggan baru. Strategi pelayanan yang efektif memerlukan beberapa unsur pendukung, sebagai berikut.
    1. Struktur organisasi yang dapat menjadi media untuk mengembangkan budaya perusahaan yang menitikberatkan pada penyempurnaan kualitas pelayanan.
    2. Teknologi yang dapat diimplementasikan untuk memperbaiki sumber daya, metode kerja, dan sistem informasi untuk men-dukung upaya perbaikan kualitas pelayanan.
    3. Sumber daya manusia yang memiliki sikap, perilaku, pengetahuan, dan kemampuan yang mendukung efektivitas strategi pelayanan.
    Pelayanan kepada pelanggan adalah tentang memberikan sesuatu kepada pelanggan tentang apa yang mereka inginkan atau tentang memuaskan pelanggan.
    Service adalah Intangible Service yang merupakan sisi manusia dari organisasi Intangible mencakup aspek emosi, perilaku, pemahaman, perasaan, dan persepsi manusia.
    Strategi pelayanan kepada pelanggan adalah:
    1. Mengkaji dan menghubungkan misi, visi, nilai dan tujuan perusahaan
    2. Mengevaluasi posisi saat ini
    3. Merumuskan strategi
    4. Mengembangkan suatu perencanaan kegiatan yang spesifik
    5. Mengembangkan criteria keberhasilan
    6. Mengidentifikasikan penghambat kemajuan
    7. Implementasi.

    5. Dimensi daya saing yang dapat dimiliki oleh suatu perusahaan digambarkan oleh dimensi dari Manajemen Operasional yaitu :
    1. Kualitas ( Quality ), dalam Quality Orientation membuat produk yang sebaik mungkin sesuai dengan kebutuhan konsumen yang terdiri dari Kualitas Produk (Product Quality) dan Kualitas Proses (Process Quality). Dalam kualitas produk berbicara tentang mengidentify dan persyaratan mutu pelanggan sasaran sedangkan kualitas proses berbicara tentang bahan yang diolah , teknologi yang digunakan, kompetensi SDM, dan alat-alat produksi .
    2. Biaya ( Cost ), dalam Cost Minimization Orientation membuat produk tertentu dengan harga yang murah , tidak mengurangi kualitas produk. Komponen Biaya Produksi meliputi material / bahan (raw, consumable, tools), tenaga (tetap, outsourcing), dan biaya overhead.
    3. Kecepatan Menyerahkan (Speed of Delivery ) merupakan kemampuan perusahaan untuk menyerahkan produk atau jasa dengan lebih cepat dari pada perusahaan saingan.
    4. Keandalan Penyerahan (Reliability of Delivery) merupakan kemampuan perusahaan untuk menyerahkan produk atau jasa tepat sesuai atau lebih cepat dari pada waktu yang dijanjikan.

    Jika mempertimbangkan industri pulp, yang dimaksud daya saing yang ada di industri pulp sample PT. Lontar Papyrus yang merupakan anak perusahaan dari Sinarmas Group dilihat dari segi kualitas, menyatakan bahwa bahan baku berupa kayu akasia dan ecaliptus yang dihasilkan oleh PT. Wira Karya Sakti yang juga merupakan anak perusahaan dari Sinarmas Group yang mengelola plantation hingga harvesting kayu bermutu tinggi. Pembibitan (nursery) pun dilakukan secara terkelola dengan baik di lingkungannya sendiri . Teknologi yang digunakan pun menggunakan high technology mulai dari proses pemotongan pohon di HTI, mobilisasi kayu menggunakan system pengangkutan dengan Tronton oleh kontraktor PT. Wira Karya Sakti, hingga dimasukkan ke dalam pabrik pengolahan PT. Lontar Papyrus yang terdiri dari mesin-mesin perajangan kayu hingga pengolahan menjadi bubur kertas (paper pulp). Kompetensi Sumber Daya Manusia yang dimiliki oleh PT. Lontar Papyrus adalah dengan mempekerjakan karyawan dari dalam negeri dengan panduan kerja dari Principal (training) terlebih dahulu, agar setiap karyawan memiliki kompetensi di bidang pekerjaan masing-masing. Program-program pengembangan sumber daya manusia yang dilakukan antara lain, melalui:
    1. Executive Management Development Program
    2. Strategic Management Development Program
    3. Management Development Program
    4. Advance Supervisory Program
    5. Basic Supervisory
    Selain program pengembangan karyawan, untuk regenerasi sumber daya manusia dan kesinambungan kepemimpinan di tingkat manajemen menengah, Perseroan menjalankan Program Management Trainee, Talent Management, dan Program Beasiswa.
    Kontraktor yang bekerja di PT. Wira Karya Sakti untuk proses pemotongan hingga mobilisasi kayu ke pabrik diberikan kontrak kerja dengan disiplin waktu tinggi, yaitu pada periode tertentu kontraktor harus mampu memotong hingga memobilisasi kayu dengan jumlah tonase yang telah ditargetkan. PT. Lontar Papyrus memiliki daya saing tinggi terhadap pesaing karena perusahaan tersebut bekerja sama dengan anak perusahaan dalam Groupnya sendiri yaitu PT. Wira Karya Sakti, penyerahan bahan baku lebih cepat dengan kualitas yang terjaga dari PT. WKS kepada PT. LP. Dengan hasil kecepatan menyerahkan dan keandalan penyerahan paper pulp dari PT. Lontar Papyrus dengan dukungan dermaga sendiri dekat dengan pabrik (lokasi berada di lingkungan pabrik) kepada jaringan pengolahan dari bubur kertas ke bahan jadi menghasilkan kertas dan tissue.

    6. a. Kustomisasi massal merupakan pembuatan produk dan jasa yang dapat memenuhi keinginan pelanggan yang semakin unik secara cepat dan murah. Kustomisasi massal memberikan keragaman produk yang biasanya dapat disediakan oleh manufaktur bervolume rendah (fokus pada proses) dengan biaya seperti manufaktur bervolume tinggi dan terstandarisasi (fokus pada produk). Membangun proses yang gesit yang memproduksi produk terkustomisasi secara cepat dan murah membutuhkan pemanfaatan sumber daya organisasi secara imajinatif dan agresif.
    Customization dalam service dan peran sumber daya manusia dalm hal customization pada industri penerbangan contohnya adalah Garuda Indonesia Airways. Indonesia patut berbangga karena memiliki Maskapai terbaik peringkat ke-7 bahkan mengalahkan penerbangan internasional lain seperti Etihad Airways,Japan Airline,Turkish Airlines hingga Cathay Pacific.Maskapai ini mendapat nilai 80 untuk pengalaman terbang dan 74 untuk ketepatan waktu. Maskapai yang didirikan pada 29 Januari 1949 sebagai Garuda Indonesia Airways ini mendapatkan nilai tertinggi yaitu 90 untuk kenyamanan kursi dan pelayanan yang memuaskan,pada tahun 2014 Garuda Indonesia akan masuk dalam Aliansi penerbangan Sky Team.
    Armada Garuda Indonesia yang pertama untuk melayani jaringan penerbangan di dalam negeri terdiri dari 20 pesawat DC-3/C-47 dan 8 pesawat jenis PBY – Catalina Amphibi. Untuk melebarkan sayapnya, Garuda kemudian mengadakan pembaruan armadanya untuk melayani penerbangannya. Jaringan penerbangan Garuda Indonesia diperluas meliputi seluruh wilayah Republik Indonesia kecuali Irian Jaya sedangkan ke luar negeri menjangkau kota – kota seperti Singapura, Bangkok dan Manila.
    Garuda semakin berkembang dan seluruh pesawatnya kemudian terdiri dari pesawat bermesin jet. Kekuatan armadanya berturut – turut ditambah dengan tipe – tipe pesawat seperti DC-10, MD-11, Boeing 747, 737, Airbus 300 dan Airbus 330.
    Kegiatan Garuda lainya adalah mengangkut ribuan jemaah haji setiap tahunnya. Selain itu Garuda Indonesia juga merupakan sarana angkutan bagi kunjungan resmi kepala negara ke berbagai negara.
    Sebagai perusahaan penerbangan pembawa bendera bangsa nasional, Garuda Indonesia berjuang sekuat tenaga dalam menegakkan citra bangsa dan negara melalui pelayanannya. Kini jaringan penerbangan Garuda telah menjangkau seluruh wilayah Republik Indonesia, sedangkan ke luar negeri meliputi kota – kota di benua Asia, Australia dan Eropa.
    Saat ini, Garuda merupakan satu-satunya maskapai nasional yang disegani di ASEAN karena memberikan pelayanan terbaik kepada para pengguna jasa transportasi udara. Posisi teratas ini dibuktikan dari hasil survei yang dilakukan Center for Asia Pacific Aviation (CAPA) pada 2010. Garuda dinobatkan sebagai maskapai penerbangan teratas di ASEAN.
    CAPA merupakan lembaga survei independen penerbangan di Asia Pasifik. Hasil kesimpulannya juga mengacu pada hasil survei Skytrax. Cakupan survei CAPA meliputi kenyamanan penumpang, kualitas makanan, pelayanan awak kabin, pelayanan di darat, dan nilai selama penerbangan (perbandingan tarif dengan manfaat yang diperoleh penumpang).
    Hasilnya, Garuda meraih nilai tertinggi (8,48) di antara maskapai bintang 4 Skytrax di kawasan Asia Tenggara menyisihkan Thai Airways (8,40) dan Bangkok Airways (7,32). Menurut CAPA, keramahan dan pelayanan awak kabin Garuda mendapat pujian terbanyak dari penumpang. Hidangan makanan/minuman di Garuda juga lebih unggul dibanding maskapai lainnya. Garuda juga dinilai unggul dengan jaringan rute domestik dan bisa tetap memberikan pelayanan terbaik di penerbangan berdurasi 50 menit, selain disenangi karena memiliki armada terbaru.
    Kekuatan armada Garuda Indonesia Airways
    – On time performance
    – Service yang cepat dan memuaskan
    – Dibandingkan dengan perusahaan penerbanan domestik lainnya, keamanan penerbangan Garuda paling terjamin
    – Memiliki business unit yang mendukung aktivitas perusahaannya
    – Memiliki SDM yang qualified (kompeten)
    Garuda Indonesia merupakan salah satu contoh perusahaan penerbangan dimana TI dan Internet diterapkan untuk meningkatkan daya saingnya, yang berarti pula meningkatkan pelayanannya kepada pelanggan yang akhirnya dapat menciptakan loyalitas pelanggan terhadap maskapai penerbangan ini. Tak dapat dipungkiri, berbagai aplikasi yang diterapkannya, seperti ERP (Enterprise Resource Planning), terbukti mampu meningkatkan kinerja dan daya saingnya.
    Saat ini, Garuda Indonesia bahkan telah menerapkan aplikasi proses pengadaan secara online (e-Procurement), dan IT Service Management. Selain itu Garuda juga melakukan lelang real-time online (e-Auction) yang di akhir tahun 2006 mendapatkan penghargaan “E-Procurement & E-Auction Award” kategori ‘application of B2B’ dari Kementrian Negara BUMN.
    Perusahaan ini pun sejak Mei 2006 telah (mulai) menerapkan e-ticketing sesuai dengan ketentuan IATA bahwa semua airlines yang menjadi anggota IATA harus sudah menerapkan sistem e-ticketing secara menyeluruh pada akhir bulan Mei 2008.
    Garuda juga memperkenalkan kursi kelas bisnis yang dapat diubah menjadi tempat tidur pada penerbangan jarak jauh.
    • Kelas Utama
    Kelas utama akan tersedia pada pesawat B777-300ER. Akan tersedia 8 kursi kelas utama dengan konfigurasi 1-2-1. Kabin kelas utama akan dilengkapi dengan 23″ AVOD dan kursi yang dapat disandarkan hingga 180 derajat menjadi flat-bed.
    • Kelas Eksekutif
    Pesawat A330 (seri -200 dan -300) memiliki produk kelas eksekutif baru dengan Flat-Bed seats yang memiliki ruang kaki 74″ dan dapat disandarkan hingga 180 derajat. Kursi ini memiliki sandaran tangan 11 inci,layar sentuh LCD dengan AVOD di setiap kursi, colokan laptop pribadi, dan lampu baca pribadi. Pesawat Boeing 747-400 dan Boeing 737 masih menggunakan kursi eksekutif lama. Boeing 747–400 memiliki ruang kaki 46″-48″ dengan panjang kursi 16″. Sementara di Boeing 737 , termasuk seri -300, -400, -500, dan seri -800 yang terbaru memiliki ruang kaki 41″ to 44″ dengan panjang 19″. Di beberapa pesawat, tersedia TV di setiap kursi.
    • Kelas Ekonomi
    Tersedia di semua pesawat. Ruang kaki terdiri dari 30″ hingga 35″ tergantung jenis pesawat, dengan panjang kursi 17″. Pesawat Airbus A330-200, Airbus A330-300 aircraft dan Boeing 737-800 yang lebih baru memiliki kursi kelas ekonomi yang lebih baru yang menawarkan layar sentuh LCD 9-inci dengan AVOD. Makanan dan minuman ditawarkan tergantung lamanya penerbangan. Anggur dan bir juga ditawarkan dalam penerbangan internasional.

    b. Dalam mengelola jasa terkait penyampaian dan peran hubungan antar orang. Pada jenis penyampaian jasa yang bersifat continous di antara lain adalah pada industri jasa telekomunikasi baik milik pemerintah maupun swasta. Pada industri ini, orang yang sudah menggunakan alat telekomunikasi, maka secara terus menerus pemakai jasa industri ini akan berkomunikasi dengan sang pemberi pelayanan jasa, baik itu ketika pada saat menentukan jasa mana yang ia pilih, pengaktifan, pembayaran, hingga terhadap pelayanan gangguan ataupun keinginan untuk menggunakan produk lain pada industri telekomunikasi yang diplih. Contohnya seperti penggunaan sim card (provider)telepon seluler dengan brand tertentu, diibaratkan menggunakan Telkomsel, maka mulai dari pembelian sim card, cara pengaktifan (registrasi), pemilihan paket penggunaan, pembayaran hingga keluhan customer, maka penyampaian jasa dalam pengelolaannya akan berjalan secara continous. Selain itu, penyampaian jasa yang bersifat continous di antara lain industri otomotif. Pada industri otomotif, ketika barang yang dihasilkan sudah jadi dan sampai ke tangan konsumen, maka untuk maintenance akan diteruskan pada dealer-dealer penjualan. Pada saat produk masih dalam masa warranty, maka customer dan penjual akan selalu berkomunikasi dalam hal penyampaian jasa, selain itu juga untuk pengecheckan kondisi produk yang dibeli penyampaian jasa akan terjadi terus menerus oleh sang penjual (after sales service) untuk menghasilkan repeat order (pembelian kembali). Pada industri yang penyampain jasanya secara continous terdapat hubungan antara orang yang kuat.
    Sedangkan pada jenis penyampaian jasa yang bersifat discrete di antara lain adalah pada industri tekstil. Pada industri ini, produk yang dijual tidak memerlukan schedule maintenance. Ketika customer sudah memilih untuk membeli, maka sang penjual tidak perlu melakukan after sales service dimana tidak terdapat hubungan orang yang kuat. Jadi pada industri tekstil ini, customer fleksibel untuk menentukan pilihan produk dan sang penjual tidak memerlukan penyampaian jasa yang tidak terus menerus.

    Komentar oleh Melani Kadar P2C213023 | November 13, 2013 | Balas

  3. NAMA : Romie Trisnadinata
    NIM : P2C13006
    MATA KULIAH : Manajemen Operasi
    DOSEN : Dr. Johannnes, SE,M.Si
    KELAS : Kelas Malam
    PROGRAM : MAGISTER MANAJEMEN UNIVERSITAS JAMBI

    “JAWABAN / ANSWER/ beantworten”

    1. Manjemen operasional sebagai bagian dari disiplin ilmu manajemen adalah ilmu manajemen yang berfokus pada proses baik produksi barang barang atau pun jasa, serta memastikan seluruh kegiatan operasi bisnis berlangsung secara efektif dan efesien atau kegiatan suatu organisasi dalam mentransformasikan input seperti modal, sumber daya, teknologi, pengetahuan dan pengalaman menjadi output produk atau jasa yang dapat digunakan oleh konsumen

    2. Manajemen operasional untuk PT. Lonthar Papyrus dapat didefenisikan sebagai kegiatan perusahaan yang mengolah bahan baku kayu yang dipasok oleh PT. Wirakarya Sakti kemudian diproses sedemikian rupa sehingga dengan kemampuan teknologi yang mereka miliki sehingga menghasilkan produk andalan seperti bubur kertas (pulp), kertas dan tissue kemudian dijual ke pasar untuk memenuhi kebutuhan konsumen

    3. A .Input adalah kegiatan yang dimulai dengan mengumpulkan sumber daya seperti modal, material (bahan baku), teknologi,pengetahuan dan pengalaman.
    B. Transformasi adalah proses menambahkan nilai dari seluruh input dasar barang dan jasa sampai selesai
    c. Output adalah hasil akhir dari proses yang berupa produk atau jasa yang siap untuk ditawarkan ke konsumen dan memiliki nilai manfaat dari produk yang dihasilkan

    INPUT output

    Feedback

    Tanggung jawab Manajemen Operasional
    A. Mengelola nilai yaitu aktivitas kinerja organisasi yang memberi nilai tambah pada seiap langkah dari bahan baku menjadi bahan jadi hal ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan memungkinkan integrasi penuh tanpa hambatan selama proses dilakukan
    B. Mengelola kapasitas yaitu aktivitas kinerja organisasi dalam menetukan besaran supply yang ditawarkan mulai dari merencanakan banyaknya supply, keragaman supply, metode apa yang digunakan yang apabila menggunakan metode yang baru seharusnya lebih mudah digunakan dari metode yang lama, peralatan mesin yang akan digunakan serta kapasitas pabrik tempat mengolah produk tersebut.
    C. Memutuskan Lokasi adalah aktivitas organisasi untuk menentukan dimana tempat produksi akan dilakukan serta setelah produk tersbut dihasilkan kemana produk itu akan ditawarkan atau dilepas kepasar termasuk juga jenis pasarnya

    4. Perusahaan harus menerapkan strategi dalam menghadapi persaingan di pasar,untuk itu manajer harus mampu menterjemahkan strategi yang matang setelah memahami apa tujuan perusahaan. Strategi yang bagus yang dapat diambil adalah pembedaan, biaya rendah dan respon cepat. Differeniasi produk menjadi penting karena produk yang berbeda dari yang lainnya tentu menjadi menarik perhatian bagi para konsumen, sebagai contoh dulu sewaktu Nokia masih merajai pasar hanphone, Blackberry hadir dengan produknya yang berbeda yaitu dengan qwerty dan fitur-fitur yang saat itu tidak dimiliki oleh para pesaingnya sehingga akhirnya berhasil mencuri perhatian pecinta hanphone dan berhasil sukses di pasar sampai tahun 2012, sebelum akhirnya dipertengahan 2013 muncul lagi differensiasi produk dari produsen lainnya seperti SAMSUNG dan APPLE yang menawarkan produk dengan bentuk layar sentuh dan sistem android dan IOS yang tak dimiliki oleh BLACBERRY dan akhirnya SAMSUNG pun berhasil merebut posisi pasar melewati BB yang sebelumnya sangat laris di pasaran. Begitulah pentingya strategi differensiasi produk dalam manajemen operasi.

    5. Memiiki daya saing yang tinggi kini bukan lagi sekedar kebutuhan melainkan suatu keharusan, karena tanpa daya saing yang tinggi mustahil suatu bisnis dapat bertahan apalagi memenangkan persaiangan. Sedangkan daya saing itu sendiri adalah kemampuan yang dimiliki individu ataupun organisasi perusahaan untuk dapat bersaing dalam mendapatkan market share dalam pasar dengan organisasi atau perusahaan lainnya dengan segala keungulan produk atau jasa yang mereka tawarkan.

    • Daya saing industri pulp (bubur kertas) menurut saya adalah bagaimana perusahaan seperti PT. Lonthar Papyrus yang memproduksi bubur kertas sejak tahun 1994, tissue 1998 dan kertas sejak tahun 1976 menunjukkan bahwa perusahaan ini masih dapat eksis dan bersaing hingga saat inisebagai salah satu produsen kertas dan tissue di Indonesia serta merupakan salah satu pelaku usaha penting di pasar utama Cina, Tmur Tengah,Australia, Amerika Serikat, Taiwan, Jepang dan negara Asia lainnya
    • Daya saing dalam industri ini adalalah kemampuan perusahaan selaku produsen pulp dalam menggunakan segala sumber daya yang dimilikinya untuk dapat bersaing dengan produsen pulp lainnya dalam memperebutkan market share dan mempertahan posisi dalam persaingan dengan menjaga dan meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan.

    6. a. Customization dalam servis merupakan pembuatan pelayanan jasa yang dapat memenuhi keinginan pelanggan yang semakin unik, secara cermat dan murah, merupakan suatu tantangan bagi para manajer yang membutuhkan peningkatan kemampuan sumber daya manusianya dalam hal peningkatan pelayanan untuk par konsumennya.
    Dalam industri penerbangan customization dapat berupa penyediaan pelayanan yang menarik oleh masakapai Garuda Indonesia pada saat penerbangan, penumpang dimanjakan dengan TV layar sentuh yang terdapat dibelakang kursi yang dapat dinikmati oleh setiap penumpang dan dilengkapi pula audio yang yang bagus dan aneka tontonan yang menarik serta pelayanan yang ramah oleh para pramugari dan pramugara yang sigap dalam melayani setiap peunumpang
    b. Industri dengan penyampaian jasa secara continious dan descrete, secara continous maksudnya adalah adanya kesinambungan secara terus menerus antara proodusen dan konsumen. Indsutri yang dapat diambil sebagai contoh adalah pelayanan pada industri perbankan dimana antar BANK dan nasabahnya tetap terjalin interaksi dalam berhubungan, sebagai contoh di Bank menyediakan tempat costumer sevis yang disediakan bagi para nasabah yang ingin datang untuk menanyakan sesuatu tentang segala keluhannya atau hal-hal yang ingin diketahuinya mengenai produk2 perbankan. Contoh lain yang dapat diambil adalah produk kartu seluler seperti kartu XL yang mana perusahaan ini selain menyediakan gerai khusus untuk para pelanggannya juga menyediakan layanan call center bagi pelanggan yang ingin mengakses langsung menggunakan hanphone mereka.
    Descret tidak ada hubungan yang terus menerus pasca pelanggan mendapatkan produk atau jasa, contohnya adalah industri hiburan karaoke seperti Inul atau Happy Puppy, dsini pelanggan hanya datang untuk menggunakan jasa karaoke untuk refreshing melepas penat dan hanya sebatas datang dan pergi.

    Komentar oleh ROMIE TRISNADINATA | November 13, 2013 | Balas

  4. Dear Pak Jo, berikut saya kirimkan ujian Mid Manajemen Operional kelas malam a.n Jones P Nadapdap. http://www.4shared.com/office/xC6752nX/MID_OPR.html
    Terima Kasih

    Komentar oleh Jones P Nadapdap (@joe_groban) | November 13, 2013 | Balas

  5. DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
    UNIVERSITAS JAMBI FAKULTAS EKONOMI
    PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN

    UJIAN MIDSEMESTER
    MATA UJI : Manajemen Operasional
    HARI/TANGGAL : Selasa, 12 November 2013
    WAKTU : 120 menit
    DOSEN PENGUJI : DR. JOHANNES, S.E., M.SI

    Nama : Safariantoni
    No. Mhsw : P2C213001
    Kelas : Malam (MM Angk.XVIII)

    Petunjuk.

    1) Anda diharuskan mengunggah jawaban pada blog yang disediakan, dengan waktu terakhir Kamis, 14 November 2013 pukul 20 wib.
    2) Bilamana gagal pada blog, anda dapat mengirimkan lewat email. .
    3) Jawaban di ketik, 1 spasi. Selanjutnya jawaban diserahkan ke bidang akademik dan harus sesuai dengan jawaban yang di blog. Arsip jawaban jangan hilang, bilamana ada masalah itu menjadi bukti bahwa anda ikut midsemester pada mata kuliah manajemen operasional.
    4) Anda disarankan membuka alamat satu perusahaan (Lontha Papirus misalnya) bilamana itu berkaitan dengan pertanyaan.

    Pertanyaan.
    PT. Lonthar Papyrus (PP) adalah industri pengolah bubur kertas terkemuka di Asia Pasifik, dimana bahan bakunya adalah kayu yang dihasilkan oleh PT. Wirakarya Sakti. Dalam kaitan ini jelaskanlah pertanyaan berikut.
    1) Apakah yang anda maksud dengan Manajemen Operasional sebagai bagian dari disiplin ilmu di bidang manajemen.
    Jawab:
    Disiplin ilmu dibidang manajemen merupanakan ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Juga dapat diartikan sebagai kegiatan pengarahan dalam menggerakkan sekelompok orang dan fasilitas dalam usaha untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan operasional berasal dari kata operasi yang mempunyai arti sebagai kegiatan untuk mengubah bentuk untuk menambah manfaat atau menciptakan manfaat baru dari suatu barang atau jasa.
    Manajemen operasional merupakan bagian bidang manajemen yang mengkhususkan pada produksi barang, serta menggunakan alat-alat dan tekhnik-tekhnik khusus untuk memecahkan masalah-masalah produksi. Jadi operasi (operation) dalam bidang manajemen ini merupakan proses transformasi dari input menjadi output yang mempunyai nilai lebih tinggi dibandingkan inputnya. Manajemen Operasional juga dapat diartiakan sebagai usaha pengelolaan secara optimal penggunaan faktor produksi : tenaga kerja, mesin-mesin, peralatan, bahan mentah dan faktor produksi lainnya dalam proses tranformasi menjadi berbagai produk barang dan jasa
    2) Dengan menyimak industri bubur kertas (paper pulp) bagaimanakah anda bisa memberikan definisi manajemen operasional untuk industri seperti Lontar.
    Jawab:
    Manajemen operasional dalam industry bubur kertas (paper pulp) dapat diartikan sebagai kegiatan mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan faktor produksi : tenaga kerja, mesin-mesin, peralatan, bahan mentah (kayu dan lainnya) dan faktor produksi lainnya secara efektif dan efisien dalam proses tranformasi menjadi berbagai produk barang lainnya (seperti kertas dan tisu) secara efektif dan efisien dalam rangka mengubah bentuk dan menambah manfaat atau menciptakan manfaat baru dari suatu barang/bahan baku (kayu)
    3) Dalam model dasar Manajemen Operasional didapat tiga kegiatan yaitu 1) Input, 2) Transformasi, dan 3) Outputs. Jelaskan ketiga hal ini secara konseptual, kemudian jelaskan pula tiga hal yang berkaitan dengan tanggungjawab Manajemen Operasional yaitu (Mengelola nilai, Mengelola kapasitas, dan memutuskan lokasi)
    Jawab:
    3 kegiatan dalam model dasar manajemen operasional , yakni:
    a. Kegiatan In Put, kegiatan masukan seluruh sumberdaya yang dapat berupa material, bahan baku, komponen, bahan bakar, uang, tenaga kerja, jam orang, waktu atau sumber daya lainnya
    b. Kegiatan Transformasi, merupakan proses kegiatan dalam membuat bahan in put (bahan baku) atau produk dengan lebih baik dari kondisi sebelumnya atau lebih baik dalam pemenuhan spesifikasi. Indikator proses diturunkan dari tipikal kebutuhan industri: Quality, Cost, Delivery (responsif), dan Safety
    c. Kegiatan Out Put, merupakan hasil dari proses yang dicirikan dengan adanya nilai yang bertambah dari input yang diterima.
    Ketiga hal diatas sangat berhubungan dengan tanggung jawab manajemen operasional yaitu Mengelola nilai, Mengelola kapasitas, dan memutuskan lokasi.
     Mengelola nilai, bertanggung jawab akan pengambilan keputusan dalam menghasilkan suatu barang/jasa dimana nilai dari out put memiliki nilai lebih dari in put dengan cost produksi yang rendah dan kualitas barang yang tinggi.
     Mengelola kapasitas, dalam hal ini merupakan kemampuan dalam menghasilkan produk/jasa. Misalnya perusahaan mampu menghasilkan 1.000.000 ton pulp dan tissue 60.000 ton per tahun.
     Memutuskan lokasi, dalam hal ini bertanggung jawab dalam menentukan lokasi fasilitas perusahaan dan areanya.
    4) Dalam pendekatan Manajemen Operasional dikenal sifat strategy, pilihlah salah satu batasan strategi dan berikan penjelasan apa yang penting dari batasan yang anda kemukakan.
    Jawab:
    Sifat strategi dalam pendekatan manajemen operasional merupakan fungsi operasi yang menetapkan arah untuk pengambilan keputusan yang diintegrasikan dengan strategi bisnis melalui perencaan formal. Menghasilkan pola pengambilan keputusan operasi yang konsisten dan keunggulan bersaing bagi perusahaan. Salah satu batasan strategi yang ada yakni strategi produksi biaya rendah, melalui penekanan biaya produksi, teknologi tinggi, biaya tenaga kerja rendah, tingkat persediaan rendah, mutu terjamin. Dukungan bagian pemasaran dan keuangan sangat diperlukan
    5) Kegiatan Manajemen Operasional dimaksudkan untuk membangun daya saing perusahaan secara keseluruhan. Apa yang anda maksud dengan daya saing, dan bilamana anda mempertimbangkan industri pulp, apa yang anda maksud dengan daya saing.
    Jawab:
    Daya saing perusahaan dapat diartikan sebagai kemampuan suatu perusahaan menguasai, meningkatkan dan mempertahankan suatu posisi pasar atau dapat juga diartikan sebagai kemampuan suatu perusahaan mengatasi perubahan dan persaingan pasar dalam memperbesar dan mempertahankan keuntungannya (profitabilitas), pangsa pasar, dan/atau ukuran bisnisnya (skala usahanya).
    Dalam pertimbangan industry pulp, daya saing disini dapat diartikan sebagai kemampuan perusahaan industry pulp dalam menguasai, meningkatkan dan mempertahankan posisi pasarnya atau dapat juga diartikan sebagai kemampuan perusahaan industry pulp dalam mengatasi perubahan dan persaingan pasar dalam memperbesar dan mempertahankan keuntungannya (profitabilitas), pangsa pasar, dan/atau ukuran bisnisnya (skala usahanya) dengan tetap menjaga mutu dari produknya..
    6) Pendekatan Manajemen Operasional peralahan-lahan mempertimbangkan jasa sebagai bidang penting, karena perannya dalam perekonomian. Hal ini dapat dilihat pada perkembangan industri penerbangan yang semakin marak di Indonesia dengan didapatnya pertambahan Maskapai Penerbangan . Dalam kaitannya dengan pertanyaan dan fakta yang berkaitan jelaskanlah hal berikut.
    a) Customization dalam serivce dan peran sumberdaya manusia dalam hal Customization, beri contoh hal ini didapat juga dalam industri penerbangan .
    b) Dalam mengelola jasa dikenal kaitan antara penyampaian dan peran hubungan antar orang. Masing-masing tingkatan hubungan ini didapat pada industri yang berbeda. Jelaskan contoh industri dimana terdapat hubungan antara orang yang kuat dengan dua jenis penyampaian jasa yaitu continous dan descrete.
    Jawab:
    a) Customization dalam service dalam artian memberikan pelayanan yang disesuaikan dengan kondisi konsumen, baik kondisi biologis, pengetahuan, ekonomi, jenis kelamin dan lain. Dan peran sumber daya manusia sangat penting dalam memberikan customization mengingat sumber daya manusia inilah yang secara langsung berhadapan dengan konsumen. Sebagai contoh dalam industry penerbangan. Para crew pesawat seperti pramugari mengatur para penumpang sesuai dengan tempat duduk menurut nomor tiket yang konsumen dapat, akan tetapi jika ada kondisi-kondisi tertentu mereka harus mengatur demi keselamatan dan kenyamanan/kepuasan penumpang. Misalnya untuk posisi duduk didekat pintu darurat ditempatkanlah orang dewasa pria terutama, bagi anak kecil/bayi – ibu menyusui – ibu hamil ditempatkan pada posisi depan yang amat yang dapat langsung dijangkau oleh crew pasawat jika terjadi apa-apa.’hal ini dilakukan dengan ketanggapan, jaminan, kehandalan, pengetahuan, dan empati untuk menimbulkan rasa nyaman dan puas para konsumen/penumpang.
    b) Dalam mengelola jasa dikenal kaitan antara penyampaian dan peran hubungan antar orang sebagai contoh pada industri penerbangan dalam penjualan tiket. Perusahaan/maskapai penerbangan menggunakan jasa/biro perjalan untuk mengedarkan dan sekaligus melakukan penjualan tiket yang saat ini sudah mulai dirintis denga menggunakan jasa penjualan on-line elektronik. Namum jasa penjulan tiker pada biro perjalan bahkan para calo penjual tiket masih berperan besar dalam memasarkan tiket pesawat.

    Komentar oleh safariantoni | November 13, 2013 | Balas

  6. JAWABAN UJIAN MIDSEMESTER
    MATA UJI : MANAJEMEN OPERASIONAL
    DOSEN PENGUJI : DR. JOHANNES, S.E., M.SI
    NAMA : JULRAHMATIYAL FAJRI
    NIM : P2C213027

    Pertanyaan :

    PT. Lonthar Papyrus (PP) adalah industri pengolah bubur kertas terkemuka di Asia Pasifik, dimana bahan bakunya adalah kayu yang dihasilkan oleh PT. Wirakarya Sakti. Dalam kaitan ini jelaskanlah pertanyaan berikut.

    1) Apakah yang anda maksud dengan Manajemen Operasional sebagai bagian dari disiplin ilmu di bidang manajemen.
    2) Dengan menyimak industri bubur kertas (paper pulp) bagaimanakah anda bisa memberikan definisi manajemen operasional untuk industri seperti Lontar.
    3) Dalam model dasar Manajemen Operasional didapat tiga kegiatan yaitu 1) Input, 2) Transformasi, dan 3) Outputs. Jelaskan ketiga hal ini secara konseptual, kemudian jelaskan pula tiga hal yang berkaitan dengan tanggungjawab Manajemen Operasional yaitu (Mengelola nilai, Mengelola kapasitas, dan memutuskan lokasi)
    4) Dalam pendekatan Manajemen Operasional dikenal sifat strategy, pilihlah salah satu batasan strategi dan berikan penjelasan apa yang penting dari batasan yang anda kemukakan.
    5) Kegiatan Manajemen Operasional dimaksudkan untuk membangun daya saing perusahaan secara keseluruhan. Apa yang anda maksud dengan daya saing, dan bilamana anda mempertimbangkan industri pulp, apa yang anda maksud dengan daya saing.
    6) Pendekatan Manajemen Operasional peralahan – lahan mempertimbangkan jasa sebagai bidang penting, karena perannya dalam perekonomian. Hal ini dapat dilihat pada perkembangan industri penerbangan yang semakin marak di Indonesia dengan didapatnya pertambahan Maskapai Penerbangan. Dalam kaitannya dengan pertanyaan dan fakta yang berkaitan jelaskanlah hal berikut.
    a) Customization dalam serivce dan peran sumber daya manusia dalam hal Customization, beri contoh hal ini didapat juga dalam industri penerbangan .
    b) Dalam mengelola jasa dikenal kaitan antara penyampaian dan peran hubungan antar orang. Masing-masing tingkatan hubungan ini didapat pada industri yang berbeda. Jelaskan contoh industri dimana terdapat hubungan antara orang yang kuat dengan dua jenis penyampaian jasa yaitu continous dan descrete.

    Jawab :

    1. Menurut saya, Manajemen Operasi merupakan bagian dari fungsi manajemen. Salah satu fungsi manajemen adalah untuk membuat rencana (planing) dan melakukan pengendalian (controling). Manajemen operasi berfungsi sebagai pembuat rencana dan melakukan pengendalian sistem produksi serta kegiatan sistem interface dengan fungsi lain di dalam organisasi dan lingkungan organisasi. Jadi, secara tidak langsung saya menyimpulkan bahwa manajemen operasi ini adalah alat untuk membuat keputusan manajemen dalam dalam fungsi operasi yang berupa proses transformasi barang atau jasa meliputi input dan output dan terkait dengan bidang Proses, kualitas, kapasitas dan persediaan.

    2. Manajemen operasi dalam konteks PT. Lontar Papirus adalah proses merubah nilai (transformasi) dari input yang berdasarkan pada material yang berkualitas tinggi dan sesuai dengan standar ISO 9001 dan ditransformasikan dengan Modal yang sangat memadai untuk kegiatan perusahaan, Proses pengolahan menggunakan teknologi yang canggih, perusahaan tahu untuk berbuat apa dalam melaksanakan operasinya (berpengalaman) serta menjadi output yang sangat berkualitas dimana produk kertas dan tissue yang dihasilkan berkualitas internasional (Sesuai standar Amerika, Eropa, Jepang dan Asia) dan lolos sertifikasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta proses produksi yang selalu menjaga standar kemanan lingkungan yang dibuktikan dengan penilaian pengelolaan lingkungan hidup oleh Kementerian Negara dan Lingkungan Hidup Republik Indonesia memperoleh peringkat yang cukup baik serta memiliki program perlindungan satwa yang terancam punah.

    3. Model dasar Manajemen Operasi terdiri atas 3 hal pokok yaitu :

    a. Input  bagaimana perusahaan menyediakan input yang baik, dimana input tersebut terdiri dari bahan baku yang berkualitas, modal yang memadai serta tenaga kerja yang berkualitas untuk pekerjaan tersebut. Dalam konteks PT. Lontar papirus kita bisa melihat bahwa manajemen telah menjalankan hal ini dengan baik dimana bahan baku yang tersedia sudah berkualitas bagus dan berstandarkan internasional (ISO 9001)
    b. Transformasi  bagaimana perusahaan menambah nilai dari input yang ada dengan efisiensi yang cukup, pengalaman pekerjaan yang mantap serta selalu menjaga kualitas pekerjaan dengan standar yang tinggi. Dalam hal ini PT. Lontar pun sudah melakukan transformasi dengan baik dimana perusahaan ini melakukan transformasi dengan modal yang cukup, proses pengolahan menggunakan teknologi yang canggih dan tenaga kerja yang ahli dan profesional.
    c. Output  perusahaan harus menghasilkan produk yang sesuai dengan standar yang diinginkan konsumen atau standar tertentu dengan tetap menjaga keamanan dan kebersihan lingkungan sekitar. Pada PT. Lontar terlihat dari hasil kertas yang dihasilkan berstandar internasional, produkpun lolos uji kehalalan (Dari MUI), proses produksi yang selalu menjaga keamaman lingkungan yang dibuktikan dengan lulus uji penggelolaan lingkungan hidup dari Kementerian Lingkungan Hidup serta mempunyai program konservasi satwa liar yang terancam punah.

    Tanggung jawab manajemen operasional yaitu :

    a. Mengelola Nilai
    Input – Transformasi – Output adalah inti dari manajemen operasi. Setiap transformasi pasti memiliki input dan output. Input dapat berupa material, bahan baku, komponen, bahan bakar, uang, tenaga kerja, jam orang, waktu atau sumber daya lainnya. Output merupakan hasil dari proses yang dicirikan dengan adanya nilai yang bertambah dari input yang diterima. Transformasi dikatakan baik jika mampu memberi nilai tambah pada input yang diterima. Jadi pengelolaan nilai adalah bagaimana manajemen operasi membuat nilai input perusahaan menjadi lebih baik setelah menjadi output (saya memberi istilah dengan istilah transformasi positif). Jangan sampai menjadi transformasi negatif. Dalam konteks PT. Lontar, perusahaan ini berusaha membuat input yang berupa batang kayu akasia menjadi lebih bernilai yakni clumber, kertas dan tissue dengan menggunakan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya yang dimiliki oleh PT. Lontar Papirus.
    b. Mengelola kapasitas
    Pengelolaan kapasitas terkait erat dengan permintaan dari konsumen. Manajemen operasional harus bisa menanggulangi permasalah kapasitas. Jangan sampai ketika permintaan naik, kapasitas yang ada tidak mampu untuk menyediakan produk. Demikian pula sewaktu permintaan turun, jangan sampai ada kapasitas yang kosong. Oleh karenanya, manajemen operasi dituntut untuk dapat mengelola permintaan dengan baik dengan beberapa cara, diantaranya;
    – Tidak melakukan apa-apa ketika tidak permintaan
    – mengurangi / menolak permintaan, ketika permintaan mengalami peningkatan melebihi kapasitas produksi walaupun menyimpan resiko pelanggan akan kecewa dan tidak puas.
    – Membuat persediaan permintaan dengan cara menyediakan terlebih dahulu stok produk dengan batasan tertentu
    – Membuat antrian permintaan, dengan cara memberikan konsumen batas waktu kapan barang akan dikirimkan ke konsumen (dalam bahasa sehari – hari adalah “indent barang”)
    Dalam konteks PT. Lontar papirus, perusahaan selalu berusaha memenuhi kebutuhan permintaan dengan membuatn persediaan permintaan, sehingga kebutuhan permintaan selalu bisa diatasi.
    c. Memutuskan Lokasi
    Lokasi yang strategis adalah lokasi yang yang dapat memberikan keuntungan maksimal terhadap perusahaan tersebut, karena tujuan strategi lokasi adalah untuk memaksimalkan manfaat lokasi bagi perusahaan. Keputusan yang paling penting yang perlu dibuat oleh perusahaan adalah dimana mereka harus menempatkan operasi mereka. Nah, ini merupakan salah satu tugas manajemen operasional. Manajemen operasional harus memikirkan dimana lokasi yang tepat bagi perusahaan, karena lokasi sangat mempengaruhi biaya, baik biaya tetap maupun biaya variabel. Lokasi juga mempengaruhi resiko dan keuntungan perusahaan secara keseluruhan. Jangan sampai sebagian besar biaya yang dikeluarkan perusahaan hanya untuk menutup biaya pengangkutan bahan mentah yang masuk dan produk jadi yang keluar dari perusahaan karena lokasi yang tidak strategis. PT. Lontar Papirus sudah melaksakan ini dengan baik dimana lokasi pabriknya dengan sumber bahan baku sehingga bisa meminimalisri biaya operasi serta mengurangi resiko produksi.

    4. Saya mencoba mengambil batasan strategi dalam hal supply bahan baku (Supply chain management). Pembatasan supplay bahan baku sangat penting. Selain saling menjaga kelangsungan antara perusahaan yang berada dalam satu induk, pembatasan suplay bahan baku juga dapat menjaga kualitas standar bahan baku itu sama. Contoh dari hal ini bisa kita lihat pada PT. Lontar Papirus. Perusahaan ini selalu mengambil bahan baku dari sesama Sinarmas Group, yaitu PT. Wira Karya Sakti. Dengan membatasi pengambilan bahan baku hanya dan selalu dari PT. WKS, PT. Lontar secara tidak langsung sudah menjaga kelangsungan hidup PT. WKS. Selain itu PT. Lontar juga mendapatkan keuntungan berupa input yang selalu standar dan sama. Hal ini karena PT. WKS sudah dan selalu menghasilkan output yang seragam dan sesuai standar yang dibutuhkan PT. Lontar. Oleh karena itu, saya mencoba menyimpulkan bahwa pembatasan suplay bahan baku yang dibuat oleh PT. Lontar menghasilkan 2 keuntungan penting yaitu ;
    – Menjaga agar input selalu sesuai dengan standar yang dibutuhkan.
    – Menjaga kelangsungan sesama perusahan Sinarmas Group yaitu PT. WKS.

    5. Menurut saya, daya saing adalah berbagai kondisi, faktor dan sumber daya yang ada dalam suatu perusahaan yang dapat digunakan untuk mengembangkan perusahaan sehingga memiliki keunggulan lebih dibanding perusahaan lain yang sejenis.
    Jika kita melihat dalam konteks PT. Lontar papirus, saya melihat kemampuan daya saingnya dari keunggulan komparatif yang dimiliki perusahaan ini. Saya melihat bahwa perusahaan ini mampu menghasilkan kertas dalam jumlah yanng banyak serta berkualitas tinggi namun tetap dalam biaya yang murah. Hal ini tidak lepas dari beberapa faktor lain yang mendukung, diantaranya :
    – Bahan baku yang dekat dari tempat produksi
    – Kualitas bahan baku yang selalu terjaga sesuai dengan standar internasional karena diproduksi langsung oleh grup yang sama yang menaungi PT. Lontar.
    – Tenaga kerja yang murah, karena sebagian besar tenaga kerja adalah tenaga kerja lokal, hanya sedikit sekali tenaga kerja yang berasal dari luar.
    Dengan keunggulan-keunggulan ini, PT. Lontar mempunyai daya saing global sehingga mampu menguasai pasaran dunia internasional.

    6. a. Berdasarkan beberapa sumber yang saya baca, saya menyimpulkan bahwa customization adalah kemampuan dari maskapai penerbangan untuk menawarkan jasa yang disesuaikan secara individu dengan menggunakan sumber daya manusia dan standar pelayanan yang sama. Saya mencontohkan kepada Maskapai Penerbangan Air Asia, dimana pada maskapai tersebut dalam satu penerbangan yang sama, pelanggan bisa meminta menu makanan yang berbeda – beda. Hal ini karena Air Asia sudah menyediakan beragam menu yang berbeda sebelum keberangkatan. Untuk pemesan menu khusus seperti daging steak, lobster saus tiram dan menu khusus lainnya juga bisa dipesan. Menu khusus ini bisa dipesan pelanggan minimum 2 jam sebelum penerbangan dilakukan. Dan menu tersebut nantinya akan disajikan pada waktu penerbangan. Dari contoh ini kita dapat melihat bahwa Air Asia dapat meng – customization – kan pelayanan jasa servisnya terhadap permintaan pelanggan yang berbeda – beda dengan standar pelayanan yang sama.
    b. Dua jenis penyampaian jasa yaitu :
    – Penyampaian jasa secara continues adalah penyampaian jasa yang bercirikan terus menerus antara pelanggan dengan penyedian jasa. Dalam industri penerbangan terlihat pada hubungan yang terus menerus antara jasa katering dengan maskapai penerbangan. Saya melihat contoh kasus pada setiap penerbangan maskapai Air Asia dari Kuala Lumpur (Malaysia) ke Padang (Indonesia). Pada setiap penerbangan itu terlihat yang mensuplay makanan ke dalam pesawat air asia adalah merek katering AAA. Hal ini sudah berlangsung lebih dari 5 tahun. Ini membuktikan ada hubungan yang terus menerus antara katering AAA (sebagai penyedia jasa) terhadap Air Asia (sebagai pengguna jasa).
    – Penyampaian jasa secara discrete adalah penyampaian jasa yang biasanya hanya berlangsung secara singkat dan hampir tidak ada interaksi lanjutan. Contoh dalam penerbangan bisa kita lihat pada pelayanan yang diberikan oleh pramugari pesawat yang hanya ada sebatas dipesawat saja. Setelah mendarat, pelayanan tersebutpun berakhir.

    Komentar oleh julrahmatiyal fajri | November 14, 2013 | Balas

  7. Nama : Maulidia Imastary Tan
    NIM : P2C213018
    Mata Uji : Manajemen Operasional

    1. Manajemen operasional sebagai bagian dari disiplin ilmu di bidang manajemen yaitu ilmu pengetahuan untuk mengelola suatu kegiatan dimana kegiatan itu dilakukan dengan menggunakan faktor produksi : tenaga kerja, mesin, peralatan, bahan mentah dan faktor produksi lainnya dalam proses menjadi barang dan jasa dengan mengubah input menjadi output dengan menggunakan fungsi-fungsi manajemen antara lain: fungsi perencanaan, fungsi pengorganisasi, fungsi pelaksanaan dan fungsi pengawasan untuk mencapai tujuan.

    2. Manajemen operasional untuk industri adalah suatu proses produksi pengelolaan bahan baku dengan mengubah input menjadi output dengan menggunakan sumberdaya manusia yang professional dan peralatan yang teruji dan canggih yang nantinya akan meningkatkan produktivitas industri dengan mengutamakan pengadaan bahan baku, kelestarian lingkungan, kesehatan dan keselamatan.

    3. Model dasar manajemen operasional ada tiga kegiatan yaitu
    1) Input terdiri dari tenaga kerja, bahan baku, modal kerja, mesin yang digunakan dan cara membuat barang.
    2) Transformasi yaitu lokasi, tata letak, standard produksi, lingkungan kerja.
    3) Output terdiri dari barang jadi yang dipasarkan yaitu berupa nama perusahaan, brand name, brand mark, trade mark, register, packaging.
    Bila di kaitkan dengan tanggung jawab manajemen operasional yaitu mengelola nilai, mengelola kapasitas, memutuskan lokasi.
    • Dalam mengelola nilai perusahaan harus dapat mengelola nilai dari input sampai menjadi output dengan begitu apabila suatu perusahaan sudah berjalan sesuai dengan nilai yang ditentukan dengan pendekatan apa yang sudah di bangun, dipromosikan, dan dipraktekkan perusahaan, karena nilai perusahaan mencerminkan tujuan dan kepercayaan perusahaan.
    • Dalam mengelola kapasitas perusahaan harus mengetahui jumlah bahan baku yang dapat diproses dan jumlah produk yang dapat dihasilkan. Didalam mengelola kapasitas di perusahaan merupaka aktivitas penting karena apabila kapasitasnya terlalu besar maka sumber daya yang mahal mungkin tidak termanfaatkan dan sebaliknya apabila kapasitas kurang memadai maka perusahaan dimasa mendatang harus membangun dengan biaya yang mahal.
    • Dalam memutuskan lokasi perusahaan harus memutuskan dimana nantinya lokasi barang akan diproduksi karena dalam menentukan lokasi mempengaruhi biaya produksi dan fleksibilitas.

    4. Sifat strategi volume and variety of products melibatkan penetapan bagaimana memproduksi barang / menyediakan jasa. Strategi ini dilihat dari peralatan, layout dan pengawasan. Dari ketiga hal ini lah yang memberikan keuntungan berupa;
    a. Fleksibilitas produk lebih besar karena terorganisir berdasarkan proses dan proses yang sama disatukan,
    b. Tujuan peralatan lebih umum
    c. Penanaman modal awal rendah

    5. Perusahaan bertujuan untuk mencari keuntungan, keuntungan akan diperoleh apabila produk tersebut mempunyai daya saing dipasar. Daya saing tersebut terukur dari pakah produk tersebut dapat bersaing denga produk lain dipasar secara teoritis daya saing dipengaruhi oleh banyak faktor yaitu :
    a. Keuntungan komperatif, apakah suatu produk tersebut merupakan produk yang berbasis pada sumber daya yang dimiliki misalnya biaya yang murah akibat dari murahnya tenaga kerja yang kita sebut dengan labor intensif dalam keuntungan komperatif dari sumber daya alam (intensive resources),
    b. Faktor – faktor lain seperti merek, promosi, model, packaging, lobby dan dukungan system.
    Dari Dua faktor yang disebutkan, inilah yang menentukan daya saing suatu produk dipasar.
    Bila mempertimbangkan industri pulp daya saing dipengaruhi oleh banyak faktor yaitu :
    a. Faktor Permintaan dan penawaran
    Di Indonesia permintaan dan penawaran pulp cukup besar
    b. Faktor Inputnya
    Di Indonesia memiliki lahan yang cukup luas, sumber daya manusianya berpengalaman dan telah mampu mengoperasikan industri pulp, teknologinya setara dengan teknologi Negara maju.
    Dari dua faktor inilah dapat diketahui bahwa daya saing merupakan kemampuan produsen untuk memproduksi bahan baku dengan mutu yang baik dan ongkos yang rendah sehingga dapat memperoleh laba, dapat mempertahankan kelanjutkan kegiatan produksinya, dan mempertahankan pertumbuhannya.

    6. Manajemen operasional perlahan – lahan mempertimbangkan jasa sebagai bidang penting.

    A) Customization dalam jasa merupakan jasa yang dapat memenuhi keinginan pelanggan secara cepat dan sesuai pesanan pelanggan. Didalam customization peran sumber daya manusia sangat diperlukan karena pelanggan menginginkan jasa yang serba cepat dan manajemen persediaan memerlukan pengendalian yang ketat sehingga jadwal pemesanan hingga pengiriman merupakan hal penting. Jadwal pemesanan dan pengiriman tidak boleh terlambat karena itu adalah sumber dimana diperlukannya fleksibilitas jadwal dengan adanya fleksibilitas jadwal maka tidak adanya keterlambatan.
    Sebagai contoh, penjadwalan dan pergantian karyawan penjualan tiket dimaskapai penerbangan terjadi selang waktu 15 menit.
    B) Dalam mengelola jasa dikenal kaitannya antara penyampaian dan peran hubungan dengan orang. Penyampaian jasa ada 2 yaitu secara countinius dan descrete.
    • Contoh hubungan antar orang yang kuat dengan penyampaian jasa secara countinius misalnya pada barang elektronik seperti LG. LG harus terus mengembangkan produknya secara countinius agar dapat bersaing dan mendapatkan laba. Sedangkan aktivitas pengembangan produk bisa dilakukan apabila ada interaksi yang selalu dan berkelanjutan dilakukan perusahaan dengan konsumen untuk mengetahui keinginan dan kebutuhan konsumen.
    • Contoh hubungan antar orang yang kuat dengan penyampaian jasa secara descrete misalnya ada dua orang yang datang ke salon yang sama dan memilih model yang sama tetapi dua orang ini memiliki bentuk muka yang berbeda. Orang pertama memiliki bentuk muka lonjong sangat bagus dengan model rambut yang boob, sedangkan orang kedua memiliki bentuk muka bulat tidak terlihat bagus memotong rambut model boob memperlihatkannya semakin bulat. Jadi orang yang kedua hanya menggunakan jasa salon nya sekali dan tidak berkelanjutan.
    Dari kedua contoh inilah kita tau hubungan yang kuat antar orang dengan penyampaian jasa secara berkelanjutan (countinius) dan tidak berkelanjutan (descrete)

    Komentar oleh Maulidia Imastary Tan | November 14, 2013 | Balas

  8. Sore Pak Joe…

    NAMA : Yayuk Sulistiyo Ningsih
    NIM : P2C213039
    MATA KULIAH : Manajemen Operasi
    DOSEN : Dr. Johannnes, SE,M.Si
    KELAS : Malam
    PROGRAM : MAGISTER MANAJEMEN UNIVERSITAS JAMBI

    JAWABAN
    1. Manajemen operasional sebagai bagian dari disiplin ilmu manajemen yaitu dalam manajemen mengacu pada tiga fungsi utama perusahaan, salah satunya terdapat fungsi operasional, maka dalam fungsi operasional diperlukan Manajemen Operasional. Sehingga dengan demikian Manajemen Operasional dapat diartikan rangkaian aktifitas yang menciptakan nilai produk baik berupa barang maupun jasa melalui proses transformasi input seperti modal, sumber daya, teknologi, pengetahuan dan pengalaman menjadi output produk atau jasa yang dapat digunakan oleh konsumen.

    2. Manajemen Operasional pada industri Lonthar Papyrus dapat di artikan sebagai bentuk pengelolaan secara menyeluruh dan optimal pada masalah tenaga kerja, barang-barang seperti mesin, peralatan, bahan mentah berupa kayu yang kemudian diproses menjadi bubur kertas (pulp), kertas, dan tissue untuk dijualbelikan.

    3. a. Input bagi suatu proses transformasi dapat dibedakan dalam kategori
    sebagai berikut :
    1.Bahan baku atau bagian-bagian komponen untuk pemrosesan.
    2.Konsumen untuk pemrosesan ulang.
    3.Konsumen yang berhubungan langsung dengan material, barang atau
    informasi untuk pemrosesan ulang.
    INPUT adalah kegiatan yang dimulai dengan mengumpulkan sumber daya
    seperti modal, material, teknologi, pengetahuan dan pengalaman.

    b. Transformasi yaitu proses menciptakan penambahan nilai dari suatu input dasar
    barang atau jasa sampai selesai.
    c. Kategori output adalah :
    1.Barang-barang yang telah selesai diproses dan siap dijual.
    2.Pelanggan yang diproses.
    3.Sesuatu yang diproses untuk pelanggan.Output (produk) dapat berupa
    barang yang dihasilkan oleh perusahaan Manufaktur, dan dapat berupa
    jasa yang dihasilkan oleh perusahaan Jasa.
    OUTPUT adalah hasil akhir dari proses yang berupa produk atau jasa yang
    siap untuk ditawarkan ke konsumen dan memiliki nilai manfaat dari produk
    yang dihasilkan.

    Tanggung jawab manajemen operasional :
    a. Mengelola nilai yaitu kinerja organisasi dalam memberi nilai tambah pada seiap
    langkah dari bahan baku menjadi bahan jadi
    b. Mengelola kapasitas yaitu aktivitas organisasi dalam mengelola kegiatan
    perusahaan yang meliputi perencanaan, penetapan, pengukuran,
    pemantauan, dan penyesuaian tingkat kapasitas.
    c. Memutuskan lokasi yaitu aktivitas organisasi untuk pemilihan lokasi pabrik
    serta lokasi pemasaran (produk tersebut akan di tawarkan).

    4. Produk merupakan unsur kunci yang penting dalam pemasaran. Pemimpin
    pasar umumnya menawarkan produk dan jasa yang bermutu superior.
    Contohnya saat blackberry merajai pasar handphone, samsung hadir dengan
    androidnya yang saat ini masih unggul dengan style,fitur,Quality,durability,dan
    reability nya yang mengagumkan sehingga mampu merebut pasar dengan
    mengalahkan blackberry.

    5. Daya saing yaitu : kemampuan organisasi dalam bersaing untuk mencapai
    sasaran dengan segala keungulan produk atau jasa yang mereka tawarkan.
    Bila dipertimbangkan dengan industri pulp maka daya saing itu merupakan
    kemampuan perusahaan atau industri pulp dalam menghadapi tantangan
    persaingan dari para pesaing pulp lainnya dalam memperebutkan market
    share dan mempertahankan posisi dalam persaingan dengan meningkatkan
    kualitas produk yang di hasilkan pada perusahaan pulp tersebut.

    6. a. Customization dalam servis merupakan segala sesuatu penyampaian
    produk kepada pelanggan secara tepat waktu dan akurat sesuai harapan.
    Dalam industri penerbangan PT. Garuda Indonesia Airlines dalam
    menghadapi pesaing tidak terlalu takut dengan kebijakan-kebijakan para
    pesaingnya. Hal ini disebabkan karena perusahaan tersebut sudah memiliki
    standard Internasional dan persepsi masyarakatpun dapat dikatakan positif.
    Hal ini didukung berbagai pelayanan yang prima dan fasilitas yang canggih
    serta ketepatan waktu dan empati sehingga dapat bertahan, bersaing dan
    menguasai pangsa pasar.

    b. Industri dengan penyampaian jasa secara continious dan descrete, secara
    continous maksudnya adalah secara berkelanjutan atau berhubungan secara
    terus menerus antara produsen dan konsumen.
    Sebagai contoh adalah BANK, ketika seseorang telah resmi menjadi nasabah
    sebuah Bank, maka bank secara berkelanjutan akan memberikan pelayanan
    kepada nasabahnya, setiap saat ketika nasabahnya membutuhkan, selama
    konsumen masih menjadi nasabah pada bank tersebut.
    Sedangkan secara descrete maksudnya adalah tidak ada hubungan yang terus
    menerus pasca pelanggan mendapatkan produk atau jasa.
    Contoh adalah Bioskop seperti Cinema 21, pelanggan hanya menggunakan jasa
    untuk menonton sebagai sarana hiburan, hanya sebatas datang dan pergi tanpa
    adanya keterkaitan.

    Komentar oleh Yayuk Sulistiyo Ningsih | November 14, 2013 | Balas

  9. NAMA : GUSMAN
    NIM : P2C213046

    1. Manajemen operasi merupakan satu dari fungsi manajemen (functional management) dalam perusahaan. Selain pemasaran, keuangan, sumber daya manusia, maka operasi adalah satu fungsi yang sangat penting dalam menjalankan suatu perusahaan. Belakangan ini sudah umum kita jumpai jabatan dalam perusahaan yang terkait dengan manajemen operasi, seperti manajer dan direktur operasi.
    Manajemen operasional adalah bentuk pengelolaan secara menyeluruh dan optimal pada masalah tenaga kerja, barang-barang seperti mesin, peralatan, bahan-bahan mentah, atau produk apa saja yang sekiranya bisa dijadikan sebuah produk barang dan jasa yang biasa dijualbelikan.
    Sesuai dengan definisinya sendiri, manajeman yang berasal dari kata manage yang berarti mengatur penggunaan. Jika disandingkan dengan kata operasional, artinya dalah pengaturan pada masalah produksi atau operasional baik dalam bidang barang atau jasa.
    Selanjutnya, secara definisi, manajemen operasional juga sebagai penanggung jawab dalam sebuah organisasi bisnis yang mengurusi persoalan produksi. Baik dalam bidang barang atau jasa.

    2). PT. Lonthar Papyrus dan APP memiliki visi menjadi produsen bubur kertas (Pulp) dan Tissue nomor satu di dunia dengan standar internasional abad ke-21 yang berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi para pelanggan, pemegang saham, karyawan dan masyarakat. Oleh karena itu, perusahaan seperti Lonthar Papyrus dan APP yang bergerak di industry Pulp harus menjalankan usahanya secara berkelanjutan dengan menerapkan manajemen operasional atau pengelolaan industrinya dalam bidang ekonomi, social maupun lingkungan. Mereka harus pula menerapkan seperti: praktek kerja terbaik dengan menggunakan teknologi produksi yang efisien dan ramah lingkungan, memberdayakan masyarakat sekitar, menjalankan berbagai program pelestarian lingkungan dan senantiasa melakukan perbaikan secara berkelanjutan.

    3). a. Fogarty, Schroeder (1994) memberikan penekanan terhadap definisi kegiatan dalam manajemen operasional yaitu:
    1. Pengelolaan fungsi organisasi dalam menghasilkan barang dan jasa
    2. Adanya system transformasi yang menghasilkan barang dan jasa
    3. Serta adanya pengambilan keputusan
    Manajemen operasional merupakan bagian dari kegiatan organisasi yang melakukan proses transformasi dari masukan (Input) menjadi keluaran (Output). Masukan berupa semua sumber daya yang diperlukan (Misalnya material, modal, peralatan), sedangkan keluaran berupa barang jadi, barang setengah jadi, atau jasa. Proses ini biasanya dilengkapi dengan kegiatan umpan balik untuk memastikan bahwa keluaran yang diperoleh sesuai dengan yang dikehendaki atau sering disebut proses transformasi menjadi keluara (Output).

    Gambar Skema Proses Transformasi

    Melalui proses transformasi masukan itu diolah menjadi keluaran yang memiliki nilai tambah. Kegiatan umpan balik dilakukan dengan melakukan pengecekan pada beberapa titik kunci dan membandingkannya dengan standar atau acuan yang telah ditetapkan. Apabila terjadi perbedaan antara hasil (Keluaran) dengan standar, dilakukan tindakan koreksi, yang dapat berupa perbaikan dalam komponen masukan atau penyempurnaan dalam proses produksi sehingga keluarannya dapat sesuai dengan yang diharapkan.
    b. Tanggungjawab dalam Manajemen Operasional (Mengelola Nilai, Mengelola Kapasitas dan Memutuskan Lokasi)
    Manajemen operasional sangat penting dalam pencapaian tujuan perusahaan yaitu profit dan keberlangsungan usaha, maksudnya dalam kegiatan pemprosesan input menjadi output, tentunya peran manajemen operasional sangat diperlukan untuk dapat mewujudkan keuntungan perusahaan, salah satunya adalah dengan peningkatan aktivitas operasi yang efisien.
    Tanggung jawab dalam manajemen operasional, Yaitu:
    1. Mengelola proses produksi dengan menambah nilai barang atau jasa yang dihasilkan, Seperti desain barang atau jasa. Keputusan ini menyangkut sebagian besar proses transformasi yang akan dilakukan, dengan kata lain keputusan operasional berikutnya tergantung pada keputusan desain barang atau jasa.
    2. Desain proses dan mengelola kapasitas. Menentukan proses yang akan digunakan dalam kegiatan operasional dan kapasitas yang akan digunakan merukan hal penting dalam manajemen operasional karena berkaitan dengan berbagai hal.
    3. Dalam memutuskan lokasi yang dipilih untuk melakukan kegiatan operasional perusahaan baik yang bergerak di sector barang maupun jasa akan sangat menetukan prestasi perusahaan di masa datang. Agar perusahaan bisa berjalan lancar, efektif, dan efisien, kita bisa melihat banyak faktor yang bisa mempengaruhi lokasi pabrik yang masih terkait dengan menejemen operasional, di antaranya lingkungan masyarat, dekat dengan pasar, dan tenaga kerja, kedekatan dari pengiriman bahan pemasok, biaya transportasi, dan juga sumber daya alam di sekitar lokasi yang mempengaruhi. Ini peting dalam praktik manajemen operasional

    4. Sifat strategi dalam pendekatan manajemen operasional juga merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mengembangkan industri yang digelutinya serta sebagai acuan dalam kegiatan produksi dan pelayanan kepada pelanggan guna mewujudkan tujuan perusahaan dan menciptakan kepuasan pelanggan. Strategi operasional adalah sebuah pendekatan yang sejalan dengan strategi organisasi untuk digunakan dalam fungsi operasi. Batasan atau ruang lingkup strategi dalam manajemen operasional adalah sebagai berikut:
    a. Desain proses : Teknologi produksi, penentuan skala produksi, perencanaan dan pengendalian persediaan, pemilihan lokasi
    b. Perencanaan dan pengendalian produksi
    c. Penjaminan dan pengendalian mutu
    d. System kompensasi
    e. Penataan organisasi fungsi produksi
    f. Dan lain-lain.

    • Perencanaan dan Pengendalian Produksi
    a. Mengimplementasian Rencana Produksi
    Kegiatan ini meliputi:
    1. Memutuskan apakah akan membuat, membeli dari pemasok, atau me-release (Sewa beli) komponen yang diperlukan
    2. Memilih pemasok bahan terbaik
    3. Mengendalikan persediaan agar tetap cukup, tetapi tidak terlalu banyak
    b. Mengendalikan Proses Produksi
    – Pengendalian produksi, usaha menciptakan satu set prosedur yang jelas untuk mengkoordinasikan orang, bahan dan mesin guna mendapatkan efisiensi produksi yang maksimum
    – Lima langkah dalam pengendalian produksi:
    1. Perencanaan produksi: Menentukan jumlah masukan bahan, kesediaan mesin dan pekerja yang diperlukan untuk memproduksi output tertentu.
    2. Rute: Menetapkan urutan pekerjaan, siapa yangmengerjakan dan di lokasi (Pos) mana.
    3. Penjadwalan: Menentukan berapa lama waktu yang diperlukan dan kapan harus dilaksanakan.
    4. Pengiriman perintah: perintah tentang apa yang harus dikerjakan dan waktu yang diijinkan untuk menyelesaikan.
    Tindak Lanjut: Adalah fase dimana supervisor menemukan masalah dalam proses produksi dan menentukan penyesuaian yang diperlukan.
    5). Daya saing dalam manajemen operasional dan pertimbangannya dalam industri pulp.
    Dimensi daya saing yang dapat dimiliki oleh suatu perusahaan digambarkan oleh dimensi dari manajemen operasional, yaitu:
    a. Kualitas (Quality)
    Membuat produk yang sebaik mungkin sesuai dengan kebutuhan konsumen, Seperti:
    • Kualitas Produk
    Mengidentifikasi pelanggan sasaran dan persyaratan mutu pelanggan sasaran dimana produk akan di pasarkan
    • Kualitas Proses
    Dimulai dari kualitas bahan yang akan diolah, teknologi yang digunakan, kompetensi Sumber Daya Manusia serta alat-alat produksi yang digunakan.

    b. Biaya (Cost)
    Membuat produk tertentu dengan harga yang murah, tetapi tidak mengurangi kualitas produk itu sendiri.
    c. Kecepatan Menyerahkan (Speed Of Delivery)
    Kemampuan perusahaan untuk menyerahkan prosuk atau jasa dengan lebih cepat dari pada perusahaan saingan
    d. Keandalan Penyerahan (Reliability Of Delivery)
    Kemampuan perusahaan untuk menyerahkan produk atau jasa tepat sesuai atau lebih cepat daripada waktu yang dijanjikan

    Bagi perusahaan yang bergerak dalam industri Pulp, dengan adanya globalisasi perekonomian dunia, industry ini dituntut untuk meningkatkan daya saing produk-produknya melalui usaha-usaha peningkatan efisiensi dan profesinalisme perusahaan. Hal-hal yang sangat berpengaruh dalam pasar domestic dan internasional adalah merek dagang, kualitas produk, distribusi serta harga. Untuk itu perusahaan yang bergerak dlaam industry ini harus melakukan upaya dalam berbagai bidang untuk meningkatkan kemampuannya agar mampu menghadapi persaingan.

    6). a. Customization dalam service dan peran sumber daya manusia dalam hal customization.
    Maskapai penerbangan adalah sebuah organisasi yang menyediakan jasa penerbangan bagi penumpang atau barang. Mereka menyewa atau memiliki pesawat terbang untuk menyediakan jasa tersebut dan dapat membentuk kerja sama atau aliansi dengan maskapai lainnya untuk keuntungan bersama.Jasa penerbangan memberikan pengarahan untuk merancang produk, sistem pelayanan dan pengukuran. Dalam industry jasa penerbangan, setiap perusahaan harus memiliki tujuan pelayanan yang sangat memuaskan dalam melayani setiap pelanggan. Minat beli konsumen terhadap suatu jasa penerbangan dapat terwujud setelah setiap individu-individu konsumen menerima jasa tersebut yang sesuai dengan harapan mereka. Salah satu peran sumber daya manusia itu sendiri adalah mempengaruhi minat beli konsumen dengan memberikan tingkat pelayanan yang menggambarkan citra produk dan jasa itu sendiri.

    b). Keberhasilan karyawan bukan hanya berdasar pada profesionalisme dan kerja keras, networking dan hubungan dengan rekan kerja juga memegang peranan penting. Walaupun perkembangan teknologi kini sudah sangat berkembang akan tetapi communication skill masih memegang peranan penting untuk penyampaian informasi yang efektif. Agar penyampaian jasa yang diberikan dimengerti atau dipahami oleh si penerima jasa, maka peran dari penyampai jasa haruslah dilatih dan dikembangkan. Hal ini penting dalam proses pengelolaan industry jasa.

    Komentar oleh GUSMAN, NIM P2C213046 | November 14, 2013 | Balas

  10. 1. Yang dimaksud Manajemen Operasional sebagai bagian dari disiplin ilmu di bidang manajemen adalah karena manajemen operasional merupakan suatu proses yang secara berkesinambungan dan efektif menggunakan fungsi manajemen untuk mengintegrasikan berbagai sumber daya secara efisien dalam rangka mencapai tujuan.

    2. definisi manajemen operasional untuk industri seperti PT. Lonthar Papyrus :
    PT. Lonthar Papyrus merupakan suatu perusahaan yang memiliki area bisnis yang berfokus pada proses produksi barang dengan menciptakan nilai dalam suatu produk dengan mengubah input (yang pada perusahaan ini berupa bahan baku kayu, tenaga kerja, dan energi) melalui suatu proses yang kemudian menjadi output (bubuk kertas, tissue, dan kertas), serta memastikan operasi bisnis berlangsung secara efektif dan efesien.
    3. Input-Transformasi-Output menjadi inti dari aktivitas manajemen. Setiap proses pasti memiliki input dan output. Input dapat berupa material, bahan baku, komponen, bahan bakar, uang, tenaga kerja, orang, waktu atau sumber daya lainnya. Output merupakan hasil dari proses yang dicirikan dengan adanya nilai yang bertambah dari input yang diterima. Proses/transformasi dikatakan baik jika mampu memberi nilai tambah pada input yang diterima. Terlepas apakah hasil aktivitas evaluasi terhadap proses menyatakan baik atau tidak, adanya indikator proses dapat menjadi pemicu aktivitas perbaikan. Hasilnya diharapkan setiap proses dapat menjadi lebih baik, lebih cepat, lebih murah dan/atau lebih aman.

    Tiga hal yang berkaitan dengan tanggungjawab Manajemen Operasional yaitu (Mengelola nilai, Mengelola kapasitas, dan memutuskan lokasi)

    Mengelola nilai berkaitan dengan penetapan strategi keputusan manajemen operasional perusahaan berupa memberikan nilai tambah dalam suatu barang baik dalam desain yang menarik maupun manfaat yang akan diperoleh oleh nasabah (added value).
    Mengelola kapasitas artinya bahwa manajemen operasional harus bisa mengetahui dengan pasti batasan kapasitasnya dan yang menjadi tanggung jawabnya dimana dituntut untuk dapat menyeimbangkan waktu, kinerja, dan hasil secara efektif dan efisien.
    Memutuskan lokasi berkaitan dengan menentukan tata letak dimana meliputi penempatan mesin pada tempat yang terbaik (dalam pengaturan produksi), kantor dan meja-meja (pada pengaturan kantor) atau pusat pelayanan. Sebuah tata letak yang efektif memfasilitasi adanya aliran bahan, orang, dan informasi di dalam dan antar wilayah.

    4. Salah satu batasan strategi adalah agile manufacturing yaitu strategi yang berhubungan dengan ide dari fleksibilitas yang merespon dengan cepat apa yang diinginkan oleh konsumen. Dengan adanya batasan ini maka perusahaan akan lebih fokus dan lebih responsif terhadap perubahan keinginan konsumen, sehingga nantinya prod uk yang dibuat tidak out of time atau ketinggalan.

    5. Yang dimaksud dengan daya saing adalah kemampuan sebuah perusahaan membuat suatu produk atau jasa dimana lebih unggul dibandingkan dengan produk pesaing. Daya saing itu sendiri terdiri dari 4 dimensi yang mengukur efektivitas fungsi operasi yaitu :
    a. Biaya
    Meskipun harga merupakan senjata bersaing yang digunakan di pasar, profitabilitas berkaitan dengan selisih antara harga dan biaya. Biaya adalah variable yang dapat memungkinkan harga lebih rendah namun tetap menguntungkan. Agar dapat bersaing atas dasar harga dituntut kemampuan fungsi operasi untuk berproduksi dengan biaya rendah, karenanya efek lokasi, desain produksi, penggunaan dan penggantian peralatan, produktivitas tenaga kerja, manajemen persediaan yang baik, pemanfaatan teknologi proses dll memberi kontribusi pada biaya yang dihasilkan
    b. Kualitas
    kualitas produk seringkali dinyatakan sebagai alasan untuk memilih produk yang dibeli.
    c. Keandalan sebagai Pemasok
    Reputasi akan keandalan pasokan atau bahkan ketersediaan “diluar toko” seringkali merupakan senjata bersaing yang kuat. Pelanggan mungkin mau berkompromi dalam hal harga atau bahkan mutu untuk mendapatkan waktu penyerahan barang yang sesuai kebutuhan mereka.
    d. Fleksibilitas/Layanan
    Kemampuan untuk fleksibel banyak bergantung pada desain sistem produksi dan teknologi proses yang digunakan.

    Apabila daya saing dihubungkan dengan industri pulp maka industri ini harus fokus pada 4 dimensi tersebut diatas agar dapat memenangi persaingan dimana perusahaan harus dapat memproduksi bubuk kertas maupun tissue dengan biaya yang lebih murah, memiliki produk yang berkualitas/lebih baik dari pesaing, memiliki jaringan distribusi yang banyak dan luas, dan memberikan layanan yang terbaik kepada pelanggan.

    6. Customization dalam serivce dan peran sumberdaya manusia dalam hal Customization, beri contoh hal ini didapat juga dalam industri penerbangan.
    a. Customization dalam service artinya bahwa industri penerbangan harus memberikan pelayanan terbaik kepada customers-nya dengan membuat suatu bentuk service yang mencangkup pelayanan terbaik, baik dari fasilitas, Sumber Daya Manusia, maupun maanfaat yang terbaik yang diperoleh nasabah (one packet service) dan melebihi ekspektasi mereka (extramile).
    Peran Sumber Daya Manusia di dalam customization adalah dengan membentuk SDM yang imajinatif, kreatif, dan memiliki jiwa service melalui pelatihan dan pengembangan pegawainya.
    b. Contoh industri yang terdapat hubungan antara orang yang kuat dengan dua jenis penyampaian jasa yaitu continous dan descrete adalah :
    Perbankan, dimana di bisnis perbankan para karyawan dituntut untuk memilihara hubungan yang baik dengan nasabah, seperti misalnya seorang Relationship Manager dimana harus mengelola beberapa nasabah dan melayani kebutuhan mereka dalam transaksi perbankan, bahkan perbankan juga menawarkan privat banking bagi nasabah prioritas dimana karyawan akan melayani kebutuhan nasabah secara berkelanjutan.

    Komentar oleh helfenta P2C213055 | November 14, 2013 | Balas

  11. Selamat sore Pak Joe..

    Mata Uji : Manajemen Operasional
    Dosen : DR. JOHANNES, S.E., M.SI
    Nama : M. Syaifuddin
    No.Mhs : P2C213042

    1. Yang di maksud dengan Manajemen Operasional sebagai bagian dari disiplin ilmu di bidang manajemen merupakan salah satu cabang manajemen yang kegiatannya mengatur agar dapat menciptakan dan menambah kegunaan suatu barang dan jasa. Manajemen operasional berkaitan dengan kegiatan yang memampukan organisasi mentransformasi sejumlah input (materials, energy, customers’ requirements, information, skills, finance, etc.) menjadi output yang akan digunakan oleh konsumen. Manajemen operasi dapat terus berkembang dengan bantuan disiplin ilmu lainnya, termasuk teknik industry dan ilmu manajemen. Disiplin ilmu ini seiring dengan ilmu statistik, manajemen, dan ekonomi telah banyak menyumbang untuk produktifitas yang lebih baik.

    Elemen-elemen yang mendasari manajemen operasi secara umum dapat di jelaskan sebagai berikut :

    a. Konsep dasar manajemen produksi, yang membedakan dari disiplin ilmu yang lain, misalnya konsep perencanaan tata letak, perencanaan kapasitas, perencanaan kebutuhan material, persediaan, penjadwalan dan pengendalian mutu.

    b. Teknik dan konsep yang di kembangkan melalui teori organisasi dan manajemen. Teknik dan konsep tersebut banyak di gunakan terutama dalam perencanaan kerja, pengorganisasian sumber daya dan pengendalian proses.

    c. Penerapan pengetahuan atau praktek yang di kembangkan daridisiplin ilmu lain, seperti ekonomi, keuangan dan matematika. Sebagai contoh, penentuan tingkat produksi di dasarkan atas pendekatan permintaan-penawaran dari teori ekonomi, analisis kinerja operasi dengan menggunakan rasio-rasio keuangan, penggunaan metode kuantitatif atau matematik dalam pengambilan keputusan dan lailnnya.

    d. Penemuan-penemuan teknologi. komputer dan laser merupakan contoh dari penemuan teknologi terakhir yang sangat berpengaruh dalam system produksi serta mendorong perkembangan teknologi proses maupun produksi, yang antara lain menyebabkan perubahan tata letak, jenis mesin/peralatan, maupun proses produksi.

    2. Manajemen operasional untuk industri seperti Lontar adalah bagaimana perusahaan tersebut mengatur dan menambah nilai kegunaan dari input bahan baku yang berupa kayu yang kemudian melalui proses transformasi sehingga menghasilkan output berupa paper pulp, kertas, dan tissu.

    3. Input merupakan masukan dalam aktivitas manajemen yang berupa tenaga kerja,modal, material, energy, tanah, informasi, manajerial, dan sumber daya lainnya.
    Transformasi merupakan proses menciptakan penambahan / peningkatan manfaat nilai dari suatu output.
    Output merupakan apa saja yang di hasilkan oleh proses transformasi berupa barang oleh perusahaan manufaktur dan jasa oleh perusahaan jasa.
    – Mengelola nilai, memberikan perhatian utama pada proses-proses yang memberikan nilai secara langsung kepada pelanggan, kegiatan uutamanya mencakup logistik masuk produksi, logistik keluar, penjualan dan pemasaran. Kegiatan tersebut di dukung oleh administrasi sumber daya manusia, riset dan pengembangan dan pengadaan. Tujuannya adalah penyampaian nilai maksimum dengan biaya yang serendah mungkin.
    – Mengelola kapasitas, sejauh mana sebuah organisasi dapat melayani pelanggannya. Inilah yang menentukan bagaimana nilai di sampaikan kepada pelanggan, hal ini penting karena terkait dengan kepuasan pelanggan yang dapat menciptakan kesetiaan pelanggan yang akan berlangsung secara terus-menerus.
    – Memutuskan lokasi, masalah lokasi sangat mempengaruhi resiko dan keuntungan perusahaan secara keseluruhan, karena lokasi mempengaruhi biaya dan menentukan penghasilan. misalnya biaya pengangkutan bahan mentah yang masuk atau produk jadi yang keluar dari perusahaan. Selain itu lokasi juga dapat mempengaruhi biaya pajak, upah, biaya bahan baku, dan sewa. Keputusan lokasi bergantung pada jenis bisnis. Untuk keputusan lokasi industry, strategi yang di gunakan biasanya adalah strategi untuk meminimalkan biaya. Untuk bisnis eceran dan jasa profesi, strategi yang di gunakan di fokuskan pada memaksimalkan pendapatan. Tujuan strategi lokasi adalah memaksimalkan manfaat lokasi bagi perusahaan.

    4. Strategi di bidang manajemen operasional sangat penting di rumuskan dan di tetapkan secara tepat karena strategi tersebut harus mampu menuntun para manajer yang bersangkutan yaitu para manajer operasional dalam mengambil keputusan mengenai berbagai hal seperti :

    – Sifat dasar dari system manajemen operasional dalam perusahaan
    – Keseimbangan antara berbagai masukan dan keluaran
    – Lokasi berlangsungnya kegiatan operasional
    – Rancangan fasilitas kerja dan
    – Perencanaan dan penyusunan program operasional

    Strategi dalam bidang manajemen operasional harus mampu memperlancar proses pengambilan keputusan yangn antara lain menyangkut :
    – Tingkat inventaris yang tepat
    – Prosedur pembelian
    – Pengendalian mutu
    – Biaya yang harus di keluarkan untuk mempertahankan mutu produk
    – Tinigkat produktifitas kerja
    – Jadwal produksiJaminan penyerahan produk kepada distributor, agen, pengecer
    – Penggunaan fasilitas kerja
    – Penghapusan sarana dan prasarana karena tidak efisien lagi apabila terus di gunakan

    5. Daya saing merupakan salah satu alat ukur untuk mengetahui posisi setiap entitas (unit, produk, organisasi, perusahaan, industri maupun negara) dalam peta persaingan, baik lingkup industri, nasional, regional maupun internasional. Daya saing banyak digunakan sebagai alat banding masing-masing entitas untuk mengetahui peta keberadaannya terhadap mitra/ pesaingnya. Dengan mengetahui daya saing yang dimiliki oleh entitas tersebut dibandingkan dengan mitra/pesaingnya, maka dapat ditentukan strategi apa yang tepat agar entitas tersebut dapat bertahan atau memenangkan persaingan. Daya saing adalah kemampuan produsen untuk memproduksi suatu komoditas dengan mutu yang baik dan ongkos produksi yang rendah, sehingga pada harga-harga di pasar internasional tetap dapat diperoleh laba yang mencukupi, serta dapat mempertahankan kelanjutan kegiatan produksinya dan mampu memperpanjang pertumbuhannya.

    Daya saing industy pulp, bagaimana kemampuan perusahaan industry pulp meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber bahan baku, penggunaan faktor produksi, dan pengelolaan lingkungan. efisiensi dalam penggunaan input (sumber daya produksi) untuk menghasilkan output (pulp) serta meminimisasi atau mencegah output yang tidak diharapkan (limbah pencemar lingkungan).

    Keunggulan bersaing dalam industri pulp lebih ditekankan kepada biaya (produksi dan pemasaran) yang rendah dibandingkan dengan pemberian nilai tambah pada produk (diferensiasi). Hal tersebut merupakan ciri dari industri yang menekankan kepada skala ekonomi (economies of scale). Industri pulp merupakan industri yang sudah memiliki standar produk yang baku sesuai dengan teknologi yang digunakannya, sehingga kualitas dan nilai tambah relatif tidak jauh berbeda antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya.

    Faktor yang dapat dikelompokkan sebagai penentu daya saing adalah faktor produksi (biaya produksi, kualitas barang/jasa, inovasi, teknologi, produktivitas, diferensiasi dan lainnya), faktor pemasaran (pangsa pasar, delivery, pertumbuhan, harga, distribusi dan lainnya), faktor keuangan (likuiditas, profitabilitas, kontrol biaya, proyek baru, dan lainnya), faktor SDM (terutama organisasi dan manajemen, kepemimpinan, optimalisasi karyawan) dan lingkungan bisnis (tingkat persaingan, kerjasama, benchmarking, politik, ekonomi, hukum). Variabel-variabel penting lainnya seperti masalah lingkungan (limbah) dan sosial (dampak terhadap masyarakat sekitar) tampaknya masih belum dipertimbangkan. Padahal tuntutan pasar masa depan yang lebih mengarah kepada produk hijau (green product) dan pengembangan masyarakat (community development) akan semakin besar pengaruhnya.

    6. – Industri perusahaan penerbangan domestik di Indonesia tumbuh dengan pesat, dengan jumlah perusahaan penerbangan yang semakin banyak, pertumbuhan ini di ikuti dengan persaingan tajam yang ditandai dengan adanya perang tarif seperti menetapkan tarif yang sangat murah, diskon harga yang tinggi, dan kemudahan untuk mendapatkan tiket. Oleh karena itu, setiap produk diharapkan mempunyai nilai yang lebih tinggi dan berada pada posisi yang unggul di mata konsumen sebagai upaya dalam memenangkan pangsa ingatan konsumen dengan meningkatkan pelayanan, fasilitas, keamanan dan kenyamanan penerbangan.

    – Penyampaian jasa secara continious merupakan penyampaian pelayanan jasa atas kerjasama yang akan berlangsung terus-menerus selama terjadinya interaksi antara penyedia jasa kepada para pelanggannya.
    – Penyampaian jasa secara descrete merupakan penyampaian pelayanan jasa atas kerjasama yang hanya berlangsung sementara pada saat terjadi interaksi antara penyedia jasa dan pelanggan.

    Komentar oleh M. Syaifuddin | November 14, 2013 | Balas

  12. NAMA : MUHAMAD SANUSI
    NIM : P2C213012
    MATA KULIAH : Manajemen Operasi
    DOSEN : DR. Johannes, S.E,M.Si
    KELAS : Malam
    PROGRAM : MAGISTER MANAJEMEN UNIVERSITAS JAMBI

    JAWABAN

    1. Manajemen operasional sebagai bagian dari disiplin ilmu manajemen adalah ilmu manajemen yang berfokus pada kegiatan suatu organisasi dalam mengolah input seperti modal, sumber daya, teknologi, pengetahuan dan pengalaman menjadi output produk barang dan jasa yang dapat digunakan oleh konsumen. Manajemen operasional juga merupakan suatu proses produksi barang dan/atau jasa yang memastikan seluruh kegiatan operasi bisnis berlangsung secara efektif dan efesien,

    2. Definisi Manajemen operasional untuk Industri yang dihasilkan oleh PT. Lonthar Papyrus merupakan kegiatan perusahaan yang mengolah bahan baku kayu yang dipasok oleh PT. Wirakarya Sakti kemudian diproses sedemikian rupa dengan kemampuan teknologi yang memadai sehingga menghasilkan produk andalan yaitu bubur kertas (pulp), kertas dan tissue kemudian dijual ke pasar untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

    3. Model Dasar Manajemen Operasional
    a. Input adalah kegiatan yang dimulai dengan mengumpulkan sumber daya seperti bahan baku, modal , teknologi,pengetahuan dan pengalaman.
    b. Transformasi adalah proses menambahkan nilai dari seluruh input dasar barang dan jasa untuk selanjutnya diolah dengan mekanisme kerja yang sesuai.
    c. Output adalah hasil akhir dari proses transformasi berupa produk dan jasa yang siap untuk ditawarkan ke konsumen dan memiliki nilai manfaat dari produk yang dihasilkan.

    Bagan Model Dasar Manajemen Operasional

    Tanggung jawab Manajemen Operasional
    a. Mengelola Nilai yaitu aktivitas kinerja organisasi yang memberi nilai tambah pada setiap langkah dari bahan baku menjadi bahan jadi untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang memungkinkan terjadinya integrasi penuh tanpa hambatan selama proses dilakukan.
    b. Mengelola Kapasitas yaitu kegiatan kinerja organisasi dalam menetukan besaran supply yang ditawarkan mulai dari merencanakan banyaknya supply, keragaman supply, metode baru yang sesuai dengan jenis output, peralatan mesin yang capable dan kapasitas pabrik sebagai tempat mengolah produk tersebut.
    c. Memutuskan Lokasi adalah kegiatan organisasi untuk menentukan dimana tempat produksi akan dilakukan dan kemana hasil produksi tersebut dipasarkan dengan sistem manajemen dan pemasaran yang telah ditentukan.

    4. Tepat dalam menentukan strategi sangat penting guna menghadapi persaingan dalam memasarkan produk. Maka dari itu seorang manajer harus mampu menjabarkan strategi yang matang setelah memahami apa tujuan perusahaan. Perbedaan produk menjadi penting disebabkan lebih ketertarikannya konsumen kepada produk yang berkualitas dan berbeda dari produk. Contohnya, beberapa tahun yang lalu Ponsel Blackberry dengan fitur andalannya yaitu Blackberry Messanger hadir sebagai produk yang diminati oleh banyak pengguna handphone, hal ini dikarenakan fitur andalan tersebut hanya terdapat pada handphone jenis ini sehingga walaupun harganya lumayan relatif mahal pada saat itu, tetap saja handphone ini menjadi favourite. Tapi sekarang produk semakin bervariasi. Sekarang produk lain, yaitu Samsung dan Sony juga memiliki fitur andalan yang dimiliki Blackberry. Dengan system Android yang dimiliki produk Samsung dan Sony, BBM juga bisa dilakukan sesama pengguna Andoid bahkan pengguna BBM.
    Dengan kata lain, konsumen dimanjakan dengan produk yang berbeda tapi dengan andalan dan fitur yang sama bahkan lebih canggih. Adanya produk yang bervariatif (differenisasi) merupakan salah satu strategi pemasaran yang penting untuk dipilih dan dilakukan.

    5. Daya saing adalah kemampuan yang dimiliki individu ataupun organisasi suatu perusahaan untuk dapat bersaing dalam mendapatkan market share dalam pasar dengan egala keunggulan produk barang atau jasa yang mereka tawarkan. Memiliki daya saing yang tinggi merupakan suatu keharusan bukan hanya sekedar kebutuhan saja agar dapat memenangkan atau minimal mengimbangi persaingan di pasar.

    ◊ Daya saing industri pulp (bubur kertas) menurut saya adalah bagaimana perusahaan seperti PT. Lonthar Papyrus yang memproduksi bubur kertas sejak tahun 1994, tissue 1998 dan kertas sejak tahun 1976 menunjukkan bahwa perusahaan ini masih dapat eksis dan bersaing hingga saat inisebagai salah satu produsen kertas dan tissue di Indonesia serta merupakan salah satu pelaku usaha penting di pasar utama Cina, Tmur Tengah,Australia, Amerika Serikat, Taiwan, Jepang dan negara Asia lainnya
    ◊ Daya saing dalam industri ini adalalah kemampuan perusahaan selaku produsen pulp dalam menggunakan segala sumber daya yang dimilikinya untuk dapat bersaing dengan produsen pulp lainnya dalam memperebutkan market share dan mempertahan posisi dalam persaingan dengan menjaga dan meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan.

    6. a. Customization dalam service adalah pembuatan pelayanan jasa yang dapat memenuhi keinginan pelanggan yang semakin baik, berbeda (unik) karena perbedaan jasa yang diberikan secara tepat, cermat dan murah sehingga menjadi suatu tantangan bagi para manajer untuk mengupayakan peningkatan kemampuan sumber daya manusia dalam memberikan pelayanan kepada konsumennya.
    Contohnya : Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia mengupayakan pelayanan prima kepada konsumennya dengan meningkatkan fasilitas utama dan pendukung di dalam pesawat tersebut. Tersedianya TV Layar Sentuh dibelakang kursi penumpang sangat memanjakan setiap penumpang karena dilengkapi dengan audio yang baik dan variasi jenis acara yang tersedia di TV tersebut.
    Selain itu, Para Pramugari dan Pramugaranya dengan cekatan melayani apa saja kebutuhan setiap penumpang.
    b. Penyampaian Jasa Industri secara continous maksudnya adanya kesinambungan secara terus menerus antara proodusen dan konsumen. Industri yang dapat diambil sebagai contoh adalah produk kartu seluler seperti kartu Telkomsel yang selain menyediakan gerai khusus untuk para pelanggannya juga menyediakan layanan call center bagi pelanggan yang ingin mengakses langsung menggunakan hanphone mereka.
    Sedangkan Descret maksudnya tidak ada hubungan yang terus menerus pasca pelanggan mendapatkan produk atau jasa. Contohnya adalah industri hiburan karaoke seperti Diva dan Charlie Van Houten yang mana pelanggan hanya datang untuk menggunakan jasa karaoke sebagai sarana refreshing yang hanya sebatas datang dan pergi.

    Komentar oleh muhamad sanusi | November 14, 2013 | Balas

  13. MANAJEMEN OPERASIONAL
    Dosen : Dr. Johannes, S.E.,M.Si

    UJIAN MID SEMESTER

    DIBUAT OLEH :

    NAMA : M. H A F I Z
    NIM : P2C213014

    PROGRAM PASCA SARJANA
    MAGISTER MANAJEMEN
    UNIVERSITAS NEGERI JAMBI
    2013
    DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
    UNIVERSITAS JAMBI FAKULTAS EKONOMI
    PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN

    UJIAN MIDSEMESTER
    MATA UJI : Manajemen Operasional
    HARI/TANGGAL : Selasa, 12 November 2013
    WAKTU : 120 menit
    DOSEN PENGUJI : DR. JOHANNES, S.E., M.SI

    Petunjuk.

    1) Anda diharuskan mengunggah jawaban pada blog yang disediakan, dengan waktu terakhir Kamis, 14 November 2013 pukul 20 wib.
    2) Bilamana gagal pada blog, anda dapat mengirimkan lewat email. .
    3) Jawaban di ketik, 1 spasi. Selanjutnya jawaban diserahkan ke bidang akademik dan harus sesuai dengan jawaban yang di blog. Arsip jawaban jangan hilang, bilamana ada masalah itu menjadi bukti bahwa anda ikut midsemester pada mata kuliah manajemen operasional.
    4) Anda disarankan membuka alamat satu perusahaan (Lontha Papirus misalnya) bilamana itu berkaitan dengan pertanyaan.

    Pertanyaan.
    PT. Lonthar Papyrus (PP) adalah industri pengolah bubur kertas terkemuka di Asia Pasifik, dimana bahan bakunya adalah kayu yang dihasilkan oleh PT. Wirakarya Sakti. Dalam kaitan ini jelaskanlah pertanyaan berikut.
    1) Apakah yang anda maksud dengan Manajemen Operasional sebagai bagian dari disiplin ilmu di bidang manajemen.
    2) Dengan menyimak industri bubur kertas (paper pulp) bagaimanakah anda bisa memberikan definisi manajemen operasional untuk industri seperti Lontar.
    3) Dalam model dasar Manajemen Operasional didapat tiga kegiatan yaitu 1) Input, 2) Transformasi, dan 3) Outputs. Jelaskan ketiga hal ini secara konseptual, kemudian jelaskan pula tiga hal yang berkaitan dengan tanggungjawab Manajemen Operasional yaitu (Mengelola nilai, Mengelola kapasitas, dan memutuskan lokasi)
    4) Dalam pendekatan Manajemen Operasional dikenal sifat strategy, pilihlah salah satu batasan strategi dan berikan penjelasan apa yang penting dari batasan yang anda kemukakan.
    5) Kegiatan Manajemen Operasional dimaksudkan untuk membangun daya saing perusahaan secara keseluruhan. Apa yang anda maksud dengan daya saing, dan bilamana anda mempertimbangkan industri pulp, apa yang anda maksud dengan daya saing.
    6) Pendekatan Manajemen Operasional peralahan-lahan mempertimbangkan jasa sebagai bidang penting, karena perannya dalam perekonomian. Hal ini dapat dilihat pada perkembangan industri penerbangan yang semakin marak di Indonesia dengan didapatnya pertambahan Maskapai Penerbangan . Dalam kaitannya dengan pertanyaan dan fakta yang berkaitan jelaskanlah hal berikut.
    a) Customization dalam serivce dan peran sumberdaya manusia dalam hal Customization, beri contoh hal ini didapat juga dalam industri penerbangan .
    b) Dalam mengelola jasa dikenal kaitan antara penyampaian dan peran hubungan antar orant. Masing-masing tingkatan hubungan ini didapat pada industri yang berbeda. Jelaskan contoh industri dimana terdapat hubungan antara orang yang kuat dengan dua jenis penyampaian jasa yaitu continous dan descrete.

    SUKSES UNTUK ANDA

    JAWABAN SOAL :

    1). Defenisi Teori Manajemen Operasional
    Menurut beberapa para ahli :
    a. Menurut T. Hani Handoko ( 2003 : 3 ) adalah Proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya – sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
    b. Menurut Melayu S.P Hasibuan ( 2006 : 2 ) adalah
    ”Ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu.”
    c. Menurut Kosasih dan Soewedo (2009:1) adalah: ”Pengarahan menggerakkan sekelompok orang dan fasilitas dalam usaha untuk mencapai tujuan tertentu.”
    d. Menurut Richard L. Daft ( 2006 : 216) adalah
    ”Bidang manajemen yang mengkhususkan pada produksi barang, serta menggunakan alat-alat dan tekhnik-tekhnik khusus untuk memecahkan masalah-masalah produksi.”
    e. Menurut Subagyo (2000 : 1) ialah “kegiatan untuk mengubah bentuk untuk menambah manfaat atau menciptakan manfaat baru dari suatu barang atau jasa.”
    f. Menurut Soentoro ali idris (2000:1) dalam bukunya cara mudah belajar Manajemen Operasi bahwa dari Perkembangan dari konsep manajemen produksi yang menyangkut masalah produksi produk riel. Jadi operasi (operation) merupakan proses transformasi dari input menjadi output yang mempunyai nilai lebih tinggi dibandingkan inputnya.

    Menurut yang saya pahami :
    a. Manajemen operasi merupakan satu kesatuan utuh yang berkesinambungan dengan mengintegrasikan berbagai daya/asset secara optimal hingga tercapainya tujuan suatu perusahaan.
    b. Manajemen operasi adalah sesuatu yang kelihatan yang berkaitan dengan jasa dan manufaktur dan berorientasi pada produksi dari sebuah produk.

    2). Rangkaian aktivitas-aktivitas yang saling terkait satu kesatuan utuh, yang melibatkan perancangan, pemilihan material, perencanaan, produksi, penjaminan kualitas dan manajemen pemasaran produk-produk industri manufaktur tersebut.

    3). Input
    Untuk industri manufaktur seperti PT. Lontar Papyrus, tahap awal persiapan pembuatan bubur kertas sebelum memasuki proses pembentukan kertas prosesnya adalah melakukan pemilihan yang sangat selektif untuk bahan baku yang berkualitas yakni dalam hal ini adalah bahan baku pohon akasia, baik jenis dan kwalitas kayu yang menjadi sumber utama penghasil bubur kertas.

    Transformasi
    Proses menambah nilai-nilai dari input, pengubahan atau pengolahan bahan baku dengan berbagai proses serta bahan pembantu yang sebagian besar terdiri dari perlengkapan listrik dan mekanik, peralatan dan instrumen bahan-bahan kimia dan perlengkapan pabrik sehingga menjadi produk setengah jadi atau produk jadi.

    Output
    Proses dihasilkannya suatu produk yang telah dilakukan perancangan, perencanaan, pengolahan sampai menjadi produk jadi. Seperti untuk PT. Lontar Papyrus, output yang dihasilkan adalah menjadi kertas, tisu, dll.
    Sedangkan 3 (tiga) hal yang berkaitan dengan tanggungjawab Manajemen Operasional yaitu :

    1. Mengelola nilai
    Proses mengelola nilai didalam manajemen operasi sangat diperhatikan sekali, pengelolaan ini menyangkut nilai-nilai yang ada di dalam perusahaan. Nilai tersebut dapat berupa bahan baku pengolahan kertas, yakni pohon akasia yang berkualitas tinggi, peralatan pengolahan sehingga menjadi bubur kertas (pulp), tenaga ahli yang berpengalaman dan potensial serta sumber daya manusia yang ada di dalam perusahaan, sehingga dapat mewujudkan tujuan perusahaan secara bersama-sama dan bertanggung jawab secara proporsional dan profesional.

    2. Mengelola kapasitas
    Proses mengelola kapasitas menyangkut berbagai hal, yakni dapat berupa bahan baku yang tersedia dengan kapasitas yang sangat cukup, sehingga dapat memenuhi permintaan konsumen secara tepat dan berkesinambungan. Dapat juga pengelolaan kapasitas tersebut menyangkut sumber daya manusia yang dibutuhkan pada pos-pos atau bagian-bagian yang sangat vital sekali, sehingga tidak mengganggu proses produksi.

    3. Memutuskan lokasi
    Memutuskan lokasi pabrik tentu saja melalui proses kajian yang sangat mendalam secara menyeluruh tentang berbagai efek yang akan akan muncul atau yang akan dihadapi baik efek secara langsung maupun tidak langsung dalam jangka pendek, menengah dan jangka panjang yang mengacu pada faktor-faktor utama dan faktor pendukung lainnya, termasuk faktor biaya produksi dan biaya. Penentuan atau pemilihan lokasi pabrik tersebut bertujuan agar perusahaan dapat beroperasi dengan lancar, efektif dan efisien.

    4). Batasan strategi yang dapat saya jelaskan adalah tentang penggunaan sumber daya secara maksimal dan menggunakan sumber daya baik sendiri maupun bersama-sama, yaitu dalam hal meningkatkan sumber daya manusia melalui pelatihan. Dapat kita ketahui bersama bahwa sumber daya manusia adalah aset terpenting bagi sebuah perusahaan termasuk PT. Lontar Papyrus Perseroan menyadari bahwa pengembangan sumber daya manusia memiliki korelasi langsung terhadap pengembangan perusahaan.

    Program-program pengembangan yang dilakukan antara lain, melalui:
    1. Executive Development
    2. Senior Manager Development
    3. Management Development
    4. Supervisory Development

    5). Daya saing yang saya pahami ketika mengelola perusahaan pulp adalah tentang merancang dan melaksanakan proses yang akan memungkinkan perusahaan untuk bersaing dengan menciptakan keunggulan kompetitif serta kemampuan mengembangkan operasi perusahaan yang lebih unggul dengan kompetitor lain.
    Daya saing ini juga menyangkut dengan sistem operasi manajemen perusahaan secara keseluruhan, yaitu menyangkut sumber daya alam yang dimiliki perusahaan, lingkungan perusahaan yang sangat harmonis, peralatan produksi yang sangat canggih, bahan baku yang sangat berkualitas, sumber daya manusia yang berpengalaman dan handal dibidangnya masing-masing serta memiliki jaringan distribusi bisnis, baik jaringan bisnis pemasok dan jaringan bisnis penjual sampai jaringan lainnya sehingga sebuah produk yang dihasilkan sampai ketangan konsumen.

    6). a. Adapun Customization dalam service adalah kemampuan menawarkan jasa serta menyesuaikan selera pelanggan dengan jasa yang diberikan. Sedangkan peran sumber daya manusia dalam hal meng-Customization dalam industri penerbangan adalah dapat dilihat dari berbagai hal.
    Contoh :
    Untuk maskapai penerbangan Citilink (yang merupakan anak perusahaan Garuda Airlines). Maskapai ini menawarkan pada penjualan tiket yang sangat murah serta dapat dipesan melalui akses internet dengan menggunakan mobile aplication, check ini yang sangat mudah serta menggunakan pesawat airbus A320 sehingga banyak sekali memberikan kemudahan-kemudahan yang dapat dinikmati oleh pelanggan.
    b. – Penyampaian jasa continous : adalah mengelola jasa yang berkaitan denga hubungan antar orang secara terus menerus dan berkesimabungan. Contoh dalam industri otomotif, jasa akan terus menerus diberikan kepada konsumen, dimulai dari pemesanan, pembelian, perbaikan, asuransi bahkan sampai penjualan kembali. Terjadinya ikatan yang sangat menyeluruh antara distibutor dan konsumen.

    – Penyampaian jasa descrete adalah : pengelolaan atau penyampaian jasa yang umunya hanya berlangsung secara singkat dan hampir tidak ada interaksi lanjutan setelah jasa itu berakhir.
    Contoh : pada jasa pengiriman barang (pos, tiki, dll).
    Jasa tersebut akan berakhir ketika barang telah diantar kepada penerima barang.

    Komentar oleh M. HAFIZ | November 14, 2013 | Balas

  14. http://www.4shared.com/office/1U-Gzjez/RATNA_TUGAS_UJIAN_MIDSEMESTER_.html

    Nama: Ratna Wijayanti
    NIM: P2C203009
    Program: MM Kelas Pagi

    Komentar oleh Ratna WijaYanti (@yant3ra) | November 14, 2013 | Balas

  15. Nama : Doni Ikhsan
    NIM: P2C203008
    Program: MM Kelas Pagi

    https://www.4shared.com/office/fWiqp8Vg/DONI_IKHSAN_TUGAS_UJIAN_MIDSEM.html?

    Komentar oleh Doni Ikhsan | November 14, 2013 | Balas

  16. Selamat malam pak johanes. Nama saya Rino Wahyu Susilo. Saya mahasiswa bapak di kelas Magister Manajemen thn 2013, kelas malam. Berikut saya kirimkan jawaban midsemester.

    1. Manajemen Operasional yaitu seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
    2. Di dalam industry bubur kertas, definisi manajemen operasional yaitu bagaimana memanfaatkan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya untuk memproduksi bubur kertas sehingga di dapatkan cara yang efektif dan efisien yang pada akhirnya dapat memberikan profit yang baik bagi perusahaan.
    3. Input yaitu kegiatan untuk menciptakan suatu produk barang atau jasa. Di dalam perusahaan lonthar papyrus input yaitu mensuplai bahan baku yang di gunakan untuk pembuatan bubur kertas ke bagian produksi.
    Transformasi yaitu kegiatan mensinergikan segala sumber daya yang ada untuk mengantarkan produk yang sedang di produksi tersebut menjadi produk yang mempunyai daya saing di pasar.
    Outputs yaitu kegiatan penciptaan barang atau jasa yang di siap untuk di pasarkan dan telah memenuhi standar yang ditetapkan. Pada perusahaan lonthar papyrus outputnya yaitu bubur kertas.

    – Mengelola nilai yaitu merujuk kepada seperangkat peranan yang dilakukan oleh manajemen merujuk kepada fungsi-fungsi yang melekat pada peran tersebut. Fungsi-fungsi manajemen tersebut adalah sebagai berikut : Plannin, Directing, Organizing, Controlling.
    – Mengelola kapasitas yaitu kemampuan untuk menghasilkan produksi barang atau jasa. menyesuaikan antara jumlah yang ditawarkan perusahaan dengan jumlah permintaan konsumen berdasarkan operasi sehari-hari yang selalu berubah.
    – Memutuskan lokasi yaitu manajemen memutuskan dengan tepat lokasi yang akan digunakan untuk memproduksi barang atau jasa. Didalam industri bubur kertas ini manajemen akan memutuskan lokasi pengolahan agar dekat dengan sumber bahan baku bubur kertas tersebut.
    4. Salah satu batasan strategi yaitu evaluasi strategi. Yaitu tahap akhir dalam manajemen strategis. Para manajer sangat perlu mengetahui kapan strategi tertentu tidak berfungsi dengan baik; evaluasi strategi terutama berarti usaha untuk memperoleh informasi ini. Semua strategi dapat dimodifikasi di masa depan karena faktor-faktor eksternal dan internal selali berubah. Tiga macam aktivitas mendasar untuk mengevaluasi strategi adalah (1) meninjau faktor-faktor eksternal dan internal yang menjadi dasar strategiyang sekarang, (2) mengukur prestasi, (3) mengambil tindakan korektif. Evaluasi strategi diperlukan karena keberhasilan hari ini bukan merupakan jaminan keberhasilan d imasa yang depan! Keberhasilan selalu menciptakan masalah baru dan berbeda; organisasi yang merasa puas akhirnya mati.
    5. Daya saing merupakan kemampuan suatu komoditi untuk memasuki pasar luar negeri dan kemampuan untuk dapat bertahan di dalam pasar tersebut, dalam artian jika suatu produk mempunyai daya saing maka produk tersebutlah yang banyak diminati konsumen.
    Di dalam industri pulp / bubur kertas, daya saing dapat diartikan kemampuan perusahaan untuk menciptakan produk yang dapat bertahan dipasar dan diminati konsumen.
    6. Customization merupakan suatu kemampuan perusahaan untuk menghasilkan produk dalam variasi yang besar dan dengan lead time yang pendek. Prinsip ini kemudian memungkinkan perusahaan untuk dapat menangkap peluang pasar baru dan juga kebutuhan customer yang sifatnya personal yang sebelumnya tidak dapat dipenuhi oleh produk yang umumnya memiliki variasi yang telah terstandarisasi.
    Contohnya yaitu maskapai Garuda yang mempunyai perbedaan dengan maskapai lain dalam hal pelayanan. Garuda memberikan reward yang baik kepada pelanggannya dengan memberikan pelayanan yang ramah, tepat waktu, penyajian makanan yang beraneka ragam dan kebersihan penerbangan. Semuanya disajikan sesuai dengan culture bangsa Indonesia yang terkenal ramah dan santun.
    7. Contohnya yaitu pada industri perakitan motor. Pada industri ini bagian produksi akan saling bersinergi dengan bagian accounting. Bagian accounting akan menghitung biaya / cost yang di butuhkan dan di keluarkan untuk merakit sepeda motor. Dan tentunya biaya tersebut harus di kelola dengan baik agar tidak terbuang sia-sia dan sesuai di gunakan pada post-post yang membutuhkan.

    Komentar oleh Rino Wahyu Susilo | November 14, 2013 | Balas

  17. Selamat Malam Pak Johaness. Saya Revie Chantika Afrihami, mahasiswi bapak kelas Magister Manajemen thn 2013, kelas malam. Berikut saya kirimkan jawaban midsemester Manajemen Operasional.

    1. Manajemen operasional adalah seluruh aktivitas untuk mengatur dan mengkoordinir faktor – faktor produksi secara efektif dan efisien untuk dapat menciptakan dan menambah nilai dan benefit dari produk (barang atau jasa) yang dihasilkan oleh sebuah organisasi.
    2. – Sumber daya manusia yang terdapat pada PT. Lonthar Papyrus memliki kemampuan dalam melaksanakan prosedur pembuatan bubur kertas dengan cepat dan aman.
    Peralatan penunjang untuk menunjang kegiatan pengolahan bubur kertas tersedia dengan baik.
    Aspek manajerial atau system manajemen dalam pengolahan bubur kertas dapat di laksanakan dengan aman dan lancar
    3. Input yaitu aktivitas untuk menciptakan nilai suatu produk baik berbentuk barang atau jasa dalam hal ini lonthar papyrus memasukkan bahan baku bubur kertas untuk di olah sehingga di hasilkan output
    Transformasi yaitu Perancangan, pengoperasian, dan perbaikan suatu sistem yang menciptakan dan mengantarkan produk dan jasa utama dari sebuah perusahaan.
    Outputs yaitu yang terkait dengan proses penciptaan nilai pada suatu produk dengan cara yang efektif dan efisien. Dalam hal ini output dari proses tersebut yaitu bubur kertas.

    – Mengelola nilai dapat diartikan manajemen memanfaatkan dengan baik segala sumber daya yang ada di dalam perusahaan demi tercapainya visi dan misi perusahaan
    – Mengelola kapasitas dapat diartikan manajemen mengelola semua unsur-unsur yang ada di dalam perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa sesuai dengan volume yang telah direncanakan
    – Memutuskan lokasi yaitu manajemen dengan cepat dan tepat memutuskan lokasi yang akan di gunakan untuk mengelola sumber daya yang tersedia untuk menghasilkan barang dan jasa
    4. Salah satu batasan strategi yaitu implementasi strategi. Yaitutahap tindakan manajemen strategi. Strategi implementasi berarti memobilisasi karyan dan manajer untuk mengubah strategi yang dirumuskan menjadi tindakan. Sering dianggap sebagai tahap palng sulit dalam manajemen strategis, implementasi strategis memerlukan disiplin pribadi, komitmen, dan pengorbanan. Keberhasilan implementasi strategi tergantung pada kemampuan manajer untuk memotivasi karyawan, yang lebih merupakan seni ketimbang pengetahuan. Strategi yang dirumuskan tetapi tidak diimplementasikan sama sekali tidak ada gunanya.
    5. Daya saing yaitu himpunan faktor, kebijakan dan kelembagaan yang menentukan tingkat produktivitas suatu perusahaan.
    Di dalam indsutri pulp daya saing dapat diartikan factor-faktor pendukung di dalam pengolahan dan produksi bubur kertas sehingga di dapatkan standar mutu yang dapat diandalkan.
    6. Customization memiliki pengertian kemampuan untuk mensuplai produk maupun jasa sesuai dengan spesifikasi produk yang ditetapkan oleh customer. Contohnya yaitu maskapai Lion Air yang mempunyai diferensiasi dengan maskapai lain. Diferensiasinya yaitu maskapai dengan low cost, sehingga harga yang di berikan sesuai dengan kebutuhan banyak orang dan dapat menjangkau lebih banyak customer. Dengan slogan We Make People Fly.
    7. Terdapat dalam indsutri perakitan mobil. Di dalam indsutri perakitan mobil, divisi marketing tentu akan bekerjasama dengan divisi operasional. Divisi marketing akan meriset kondisi pasar mobil di suatu wilayah dan memproyeksikannya untuk masa kini dan akan datang. Setelah di dapat hasil riset, lalu di koordinasikan dengan divisi operasional dalam hal produksinya. Divisi operasional akan berusaha untuk mewujudkannya dalam suatu output nyata dari hasil riset marketing tadi.

    Komentar oleh Revie Chantika Afrihami | November 14, 2013 | Balas

  18. Nama : Nita Budiarni
    Jawaban Soal MID Semester Manajemen Operasional
    Magister Manajemen

    Jawaban :
    1. Manajemen operasional adalah bentuk pengelolaan secara menyeluruh dan optimal pada masalah tenaga kerja, barang-barang seperti mesin, atau produk apa saja yang sekiranya bisa dijadikan sebuah produk barang dan jasa yang biasa dijual belikan serta Manajemen operasional juga sebagai penanggung jawab dalam sebuah organisasi bisnis yang mengurusi persoalan produksi. Menurut saya manajemen operasional adalah bagian dari ilmu manajemen sebab :
    • manajemen operasional dibutuhkan dalam hal pengambilan keputusan yakni mengenai kebutuhan-kebutuhan operasional
    • manajemen operasional dibutuhkan untuk membuat sistem pengurusan mengenai membuat rancangan serta analisis dalam operasi nanti.
    • Hak pengambilan keputusan dalam sebuah manajemen operasi.
    Jadi manajemen operasional itu berkaitan dengan tanggung jawab dan memastikan bahwa operasi bisnis adalah efisien dalam penggunaan sumber daya manusia dan efektif dalam kaitan dengan bertemu persyaratan pelanggan.
    2. Manajemen operasi sangat penting diterapkan dalam industri bubur kertas tersebut karena dengan adanya manajemen operasi perusahaan dapat menguraikan langkah-langkah dalam proses produksi, dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang terkait dalam pemilihan lokasi perusahaan, dan dapat mengambil keputusan-keputusan yang efektif dan efisien. Apalagi dalam perkembangan industri yang semakin pesat saat ini, adanya persaingan di perusahhaan sejenis maka manajemen operasi harus sangat diterapkan. Menurut saya defenisi manajemen operasi yang sesuai dengan industri bubur kertas tesebut adalah manajemen operasi merupakan cara pandang yang sistematik dalam hal melihat proses-proses organisasi, dan serangkaian aktifitas yang menghasilkan nilai dalam bentuk barang dan jasa dengan mengubah input menjadi output.
    3. Dasar manajemen operasional terdapat 3 kegiatan yaitu , input , transformasi, dan output . seperti yang kita ketahi bersama operasi atau operation adalah kegiatan yang merubah masukan menjadi keluaran sehingga lebih bermanfaat daripada bentuk aslinya. Secara lebih rinci di dalam input atau biasa disebut sebagai transformed resources (sumber daya yang akan ditransformasi) unsur-unsur yang berperan antara lain : bahan baku, informasi, dan pelanggan. Selanjutnya input akan masuk ke dalam proses transformasi dimana yang akan berperan didalamnya selain proses itu sendiri adalah transforming resources (sumber daya dalam proses transformasi). Unsur-unsur yang ikut berperan dalam transformasi ini berupa fasilitas (tanah,bangunan,peralatan). Dan terakhir output berupa barang/jasa dan kepuasan pelanggan. Manajer operasi mempunyai tanggung jawab sangat luas dan akan berada pada setiap fungsi pada suatu organisasi.contohnya dalam mengelola nilai manager harus dapat membangun sitem pengembangan produk dan menghasilkan produk yang berkompetisi bagi perusahaan, selanjutnya dalam pengelolaan kapasitas manajemen operasional harus mengambil keputusan dalam hal transformasi produk,dan yang terakhir dalam hal pemilihan lokasi yang strategis manager operasi harus mempertimbangkan biaya-biaya yang dikeluarkan jika memilih suatu lokasi.
    4. Batasan strategi dalam operasi ada 3 yaitu: time based competition (bagaimana cara memperkenalkan produk dengan cepat), agile manufacturing (berhubungan dengan ide dan respon pasar) dan mass customizing ( variasi produk ). Dalam hal ini saya akan mengambil batasan startegi dalam hal variasi produk. Tidak dipungkiri bahwa varian(ragam) suatu produk menjadi pertimbangan konsumen.apalagi banyak pesaing dalam produk yang sama membuat manager operasi harus cepat menangkap kemauan konsumen yang semakin maju. Variasi produk bisa mencerminkan ke kreatifan suatu perusahaan atau tidak , perusahaan yang tidak mengikuti perubahan zaman pasti akan tertinggal. Maka dari itu tugas manager operasi harus bisa menyesuaikan selera pasar dengan menghadirkan ragam produk yang sesuai kebutuhan dn keinginan konsumen.
    5. Daya saing merupakan kemampuan perusahaan menguasai,meningkatkan dan mempertahankan suatu posisi pasar atau kemampuan perusahaan mengatasi perubahan dan persaingan pasar dalam memperbesar dan mempertahankan keuntungannya . jika diamati pengertian daya saing diatas dapat di gunakan dalam industri bubur kertas tersebut karena perusahaan tersebut mampu bertahan dan tetap menjadi industri terkemuka di kawasan asia pasifik meskipun ada perusahaan pesaing sejenis.
    6. a). Customization merupakan penyesuain produk dengan cepat untuk pasar. Produksi efisisiensi dari produksi masal dan waktu produksi lebih cepat. Dalam keinginan perusahaan untuk memenuhi keinginan pelanggan,mendorong perusahaan menciptakan program-program baru namun tetap dengan cara yang efektif dan efisien. Misalnya dalam industri penerbangan diindonesia , banyak industri-industri penerbangan baru yang muncul dengan menawarkan standar keamanan dan kenyaman dengan harga yang murah. Disinilah peran manager operasi dalam mengambil keputusan agar industri yang dia kelola mampu bersaing dengan pesaing-pesaing baru yang lebih kompetitif.
    b). industri dimana terdapat hubungan antara orang yang kuat dengan dua jenis penyampaian jasa yaitu continous dan descrete yaitu industri transportasi (taksi blue bird ) yang mana jasa yang ditawarkan adalah jasa continous ( terus menerus ) dan descrete ( ciri tersendiri) baik dalam penampilan karyawan , maupun pelayanan.

    Komentar oleh nita budiarni | November 14, 2013 | Balas

  19. NAMA : HENDRA ADMAJA
    NIM : P2C213031
    KELAS : KELAS MALAM
    HARI/TGL : KAMIS, 14-11-2013
    UJIAN : MID SEMESTER
    MATA KULIAH : MANAJEMEN OPERASI

    JAWABAN

    1. Di dalam manjemen terdapat empat fungsi yakni:
    – Manajemen operasi
    – Manajemen pemasaran
    – Manajemen keuangan dan
    – Manjemen Sumber daya manusia

    Dari 4 (empat) fungsi diatas terlihat bahwa Manajemen Operasional adalah bagian ilmu dari manajemen yang berfungsi untuk memproses bahan baku sampai menjadi bahan jadi atau barang/jasa yang bermanpaat dan bernilai.

    2. Manajemen operasional untuk industri PT. Lontar Papyrus adalah suatu proses pengolahan input yang berupa hasil hutan berupa kayu yang diolah secara menyeluruh dan optimal dimulai dari masalah tenaga kerja, barang-barang seperti mesin, peralatan, dengan menggunakan bahan mentah/baku berupa kayu yang kemudian diproses menjadi bahan jadi yang bermanpaat dan bernilai seperti bubur kertas (pulp), kertas, dan tissue untuk dijualbelikan.

    3.
    a) Input adalah semua sumber daya yang diperlukan dalam proses untuk menghasilkan output. Input berupa faktor produksi seperti bahan baku, tenaga kerja, teknologi, modal, energi, pengetahuan, pengalaman, informasi pelanggan, dan lain-lain.
    Input didalam PT. Lonthar Papyrus ini bisa dicontohkan seperti : Peralatan, Fasilitas, Buruh/Tenaga Kerja dan Bahan Mentah. Di dalam PT. Lontar Papyrus Sumber daya manusia merupakan asset yang sangat penting, dimana Perusahaan menyadari bahwa pengembangan sumber daya manusia memiliki korelasi langsung terhadap pengembangan perusahaan. Perseroan menerapkan system sumber daya manusia yang terintegrasi, dimulai dari perekrutandan memberikan program pendidikan dan pelatihan baik internalmaupun eksternal.
    b) Transformasi adalah suatu proses mengubah input menjadi output dengan memberikan nilai tambah pada input yang diterima.
    c) Output adalah hasil dari proses transformasi yang mempunyai ciri adanya nilai tambah pada input yang diterima. Output dapat berupa barang dan jasa.
    Kategori output adalah :
    1.Barang-barang yang telah selesai diproses dan siap dijual.
    2.Pelanggan yang diproses.
    3.Sesuatu yang diproses untuk pelanggan

    d) Tanggung jawab manajemen operasional :
    1) Mengelola nilai adalah karakteristik kinerja, fasilitas, atribut dan segala aspek lain dari barang dan jasa di mana konsumen bersedia untuk memberikan sumber dayanya. Tanggung jawab manajemen operasional dalam mengelola nilai berarti bagaimana cara manajemen operasional untuk bisa memberi nilai tambah pada input sehingga menghasilkan output yang berkualitas dan lebih berharga bagi konsumen.
    2) Mengelola kapasitas berhubungan dengan jumlah yang dihasilkan, tempat dan waktu yang tepat. Dalam hal ini manajer diharapkan untuk bisa mengolah dan mengambil keputusan tentang kapasitas dengan baik. Manajer harus bisa menentukan berapa jumlah yang dihasilkan per tahun agar tidak terjadi kerugian, harus bisa menentukan tempat produksinya dan output yang diproduksi dalam waktu yang tepat sehingga perusahaan bisa mencapai tujuannya.
    3) Keputusan lokasi suatu perusahaan baik manufaktur maupun jasa sangat menentukan kesuksesan perusahaan tersebut, karena bisa mempengaruhi kedudukan perusahaan dalam persaingan dan kelangsungan hidup perusahaan. Agar perusahaan bisa berjalan secara efektif dan efisien, maka manajer dituntut untuk bisa menentukan lokasi yang tepat dengan mempertimbangkan beberapa faktor seperti lingkungan masyarakat, dekat dengan pasar dan tenaga kerja, dekat dengan pemasok.

    4. Dalam pendekatan Manajemen Operasional dikenal sifat strategy, dalam hal ini saya memilih salah satu batasan strategi yaitu strategy Pasokan atau pemasok, Keputusan ini menjelaskan apa yang harus dibuat dan apa yang harus di beli, pertimbangannya ada pada kualitas, pengiriman dan inovasi, kesemuanya harus ditingkat harga yang memuaskan. Kepercayaan antara pembeli dan penjual sangat dibutuhkan untuk proses pembelian yang efektif. Rantai pasokan ( supply chain ) sering kali dapat diperbaiki dengan menempatkan fasilitas di negara dimana sumberdaya tertentu itu berada. Sumberdaya ini bisa berupa keahlian, pekerja atau bahan baku.

    5. Daya saing adalah kemampuan perusahaan untuk dapat berkembang di antara perusahaan lain sebagai pesaing. Daya saing juga bisa diartikan sebagai kemampuan perusahaan mengatasi perubahan dan persaingan pasar dalam mendapatkan keuntungan, pangsa pasar dan menjamin kelangsungan usahanya.
    Dalam kaitannya dengan PT Lontar Papyrus, daya saing berarti bagaimana cara manajer meningkatkan kemampuannya untuk menghasilkan produk-produk yang berkualitas melalui usaha peningkatan efisiensi dan profesionalisme perusahaan agar tidak kalah saing dengan perusahaan-perusahaan pesaing. PT Lontar Papyrus menghadapi persaingan dari dalam maupun dari dalam negeri. Di pasar internasional tingkat persaingan penjualan produk pulp dan tissue cukup tinggi karena melibatkan banyak produsen di seluruh dunia dan para pesaing memiliki lokasi yang dekat dengan pasar utama dunia sehingga hal tersebut menjadi kelebihan dari pesaing. Untuk meningkatkan daya saingnya, PT Lontar Papyrus harus melakukan berbagai upaya dalam berbagai bidang seperti merek dagang, kualitas produk, distribusi dan harga agar bisa mengungguli para pesaing.
    6.
    a) Customization dalam servis merupakan segala sesuatu penyampaian produk kepada pelanggan secara tepat waktu dan akurat sesuai harapan.
    Dalam industri penerbangan PT. Garuda Indonesia Airlines adalah maskapai penerbangan yang paling tepat waktu di Indonesia, walau masih sering delai namun disbanding dengan maskapai berbiaya murah Garuda masih bisa mengelola waktu dengan baik dalam jadwal penerbangan.

    b) Industri dengan penyampaian jasa secara continious dan descrete, secara continu
    Maksudnya adalah secara berkelanjutan atau berhubungan secara terus menerus antara produsen dan konsumen.
    Sebagai contoh adalah BANK, ketika seseorang telah resmi menjadi nasabah sebuah Bank, maka bank secara berkelanjutan akan memberikan pelayanan kepada nasabahnya, setiap saat ketika nasabahnya membutuhkan, selama konsumen masih menjadi nasabah pada bank tersebut.

    Sedangkan secara descrete maksudnya adalah tidak ada hubungan yang terus menerus pasca pelanggan mendapatkan produk atau jasa.
    Contoh adalah Bioskop seperti Cinema 21, pelanggan hanya menggunakan jasa untuk menonton sebagai sarana hiburan, hanya sebatas datang dan pergi tanpa adanya keterkaitan.

    *******00000000*******

    Komentar oleh Hendra Admaja | November 14, 2013 | Balas

  20. Nama : INDAH SYELVIANI RIZKI
    M.K : Manajemen Operasional
    Dosen Pembimbing : DR. JOHANNES, S.E, M.Si
    Hari/Tanggal : Kamis, 14 November 2013

    1. Manajemen operasional adalah bentuk pengelolaan secara menyeluruh dan optimal pada masalah tenaga kerja, barang – barang seperti mesin, peralatan, bahan-bahan mentah, atau produk pendukung yang bisa dijadikan produk akhir barang atau jasa yang diperjualbelikan dengan menggunakan fungsi-fungsi manajemen Planning,Actuating,Organizing dan Controlling agar proses produksi berlangsung secara efektif dan efisien.
    2. Manajemen Operasional pada industri seperti PT.Lontar Papyrus adalah mengelola kayu yang dihasilkan oleh PT. Wirakarya Sakti menjadi kertas dengan mekanisme:
    a). Kayu diambil dari hutan produksi PT. Wirakarya Sakti kemudian dipotong – potong atau lebih dikenal dengan log. log disimpan ditempat penampungan beberapa bulan sebelum diolah dengan tujuan untuk melunakan log dan menjaga kesinambungan bahan baku
    b). Kayu dibuang kulitnya dengan mesin atau dikenal dengan istilah De – Barker
    c). Kayu dipotong – potong menjadi ukuran kecil (chip) dengan mesin chipping. Chip yang sesuai ukuran diambil dan yang tidak sesuai diproses ulang.
    d). Chip dimasak didalam digester untuk memisahkan serat kayu (bahan yang digunakan untuk membuat kertas) dengan lignin. proses pemasakan ini ada dua macam yaitu Chemical Pulping Process dan Mechanical pulping Process. Hasil dari digester ini disebut pulp (bubur kertas). Pulp ini yang diolah menjadi kertas pada mesin kertas (paper machine).

    3. a. Input-Transformasi-Output menjadi inti dari aktivitas manajemen Operasional. Setiap proses pasti memiliki input dan output. Input dapat berupa material, bahan baku seperti Kayu, komponen, bahan bakar, uang, tenaga kerja, jam orang, waktu atau sumber daya lainnya. Output merupakan hasil dari proses yang dicirikan dengan adanya nilai yang bertambah dari input yang diterima seperti kayu yang diproses menjadi tissue dan kertas. Proses operasional dikatakan baik jika mampu memberi nilai tambah pada input yang diterima. Terlepas apakah hasil aktivitas evaluasi terhadap proses menyatakan baik atau tidak, adanya indikator proses/transformasi dapat menjadi pemicu aktivitas perbaikan. Hasilnya diharapkan setiap proses dapat menjadi lebih baik, lebih cepat, lebih murah dan/atau lebih aman.
    b. Manajer Operasional memiliki tanggung jawab yang tidak sedikit, diantaranya sebagai manager harus mempunyai pikiran yang luas sehingga konsepnya mesti menghasilkan barang dan jasa. Mengenai pengambilan keputusan sebagi bentuk operasi dan sistem transformasi yang akan dilakukan. Namun sebelum mengambil keputusan, manajer harus mengelola nilai-nilai melalui fungsi operasional agar tidak salah dalam mengambil keputusan. Jika dilihat dari segi ruang lingkup manajemen operasional, akan mengarah pada kriteria yang memang wajib dilaksanakan. Contohnya, kita membuat perencanaan suatu desain sistem produksi dan operasi itu sendiri. Kita tentu harus melakukan seleksi dari perencanaan suatu desain produk tersebut, seperti desain untuk produk kertas atau buku tulis yang akan diproduksi, seleksi yang meliputi mengenai perancangan dan peralatan, memilih lokasi dan site perusahaan serta unit produksi. Selain itu, kita juga mesti menyiapkan rancangan sebagai tata letak dan arus kerja nanti, juga membuat rancangan tugas pekerjaan. Langkah terakhir, menyusun strategi dalam memproduksi serta pemilihan kapasitas yang baik. Sementara itu, adanya penyusunan rencana produk dan operasi dalam manajemen operasional, pengendalian persadiaan atau dalam hal penambahan bahan baku kayu, upgrade mesin pencetak kertas yang ada, pengendalian mutu kertas atau tissue yang dihasilkan juga meliputi manajemen sumber daya manusia atau karyawan perusahaan agar mereka bekerja secara optimal sehingga menghasilkan produk dengan standar kwaliatas yang baik hingga ketangan konsumen.

    4. Strategi Operasional melalui IPO (Input-Proses-Output)
    Indikator proses diturunkan dari tipikal kebutuhan industri: Quality, Cost, Delivery (responsif), dan Safety. Quality menyatakan kualitas yang dapat diterjemahkan sebagai upaya membuat produk dengan lebih baik dari kondisi sebelumnya atau lebih baik dalam pemenuhan spesifikasi kertas/tissue dan lebih unggul dari produk pesaing yg sejenis. Cost menyatakan ukuran biaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan suatu proses. Suatu proses makin baik bila memerlukan biaya lebih murah dengan output yang sama. Delivery/responsif menyatakan kecepatan perusahaan mengantarkan barang kepada pelanggan. Suatu proses makin baik jika dapat melakukannya lebih cepat. Termasuk ke dalam pengertian responsif adalah fleksibilitas perusahaan dalam membuat Tissue atau kertas yang dibutuhkan pelanggan. Safety menyatakan tingkat keamanan dan keselamatan kerja bagi karyawan dan belakangan diperluas hingga keamanan dampak proses bagi lingkungan. Proses yang lebih aman harus terus diupayakan dalam perbaikan proses.

    5. Daya saing merupakan proses kerja yang optimal untuk menghasilkan produk yang bermutu dan berkualitas sehingga dapat memenangkan tingkat persaingan yang kian ketat dengan produk pesaing lainnya. Dan pada industri pulp yang dimaksud dengan daya saing adalah kemampuan perusahaan dalam memproduksi kertas,tissue dan buku tulis dengan mutu dan kualitas yang terbaik dengan harga yang terjangkau agar mendapatkan loyalitas dari konsumen dan selalu menjaga mutu dan kualitas tersebut.

    6. Pelayanan jasa seperti dalam industri penerbangan harus memperhatikan cara bersikap kepada konsumen seperti pramugari ramah kepada penumpang memiliki standar pelayanan yang baik, memberikan layanan yang prima seperti keberangkatan yang tepat pada waktu nya, sehingga penumpang betah dan menjadi loyal terhadap maskapai tersebut. dalam hal ini maskapai garuda airlines merupakan maskapai penerbangan terbaik di indonesia, ontime dan pelayanan nya bagus.

    Maksud nya secara continu adalah hubungan pelanggan dengan penyedia jasa secara berkelanjutan disini contohnya adalah pelanggan dengan pihak asuransi kesehatan. dan secara descrete adalah tidak ada hubungan terus menerus setelah pelanggan mendapatkan barang atau jasa, contohnya pelanggan dengan penyedia jasa rental mobil.

    Komentar oleh Indah Syelviani | November 15, 2013 | Balas

  21. Syaloom pak jo.. untuk lembaran jawaban mid saya terkirim melalui Email bapak dengan format PDF. terima kasih.

    Komentar oleh RD. SUKMA AHMADI | November 15, 2013 | Balas

  22. JAWABAN UJIAN MID SEMESTER MANAJEMEN OPERASI
    NAMA : EBTA SYAFRIZAL S. MUHI
    NIM : P2C213015
    MK : MANAJEMEN OPERASI
    KELAS : PAGI
    DOSEN : Dr. JOHANNES, SE, M.Si

    1. Manajemen Operasional sebagai bagian dari disiplin ilmu di bidang manajemen
    adalah seni dan ilmu dalam memahami praktik operasi, baik pada bisnis manufaktur maupun di bidang jasa yang memiliki tujuan yaitu menghasilkan barang dan jasa, adanya kegiatan proses transformasi dan adanya mekanisme yang tersedia yang mengendalikan pengoperasian. Peran yang dikendalikan dalam manajemen operasi inilah yang diterapkan dalam perusahaan manufaktur maupun jasa untuk menyusun strategi-strategi dan win-win solution dalam menyelesaikan masalah perusahaan guna mencapai tujuan-tujuanyang diinginkan perusahaan atau organisasi.

    2. Definisi Manajemen Operasional untuk industri Kesehatan
    Menurut pandangan saya, Industri kesehatan adalah organisasi yang bergerak di Bidang Jasa Kesehatan yang mempunyai visi dan misi. Untuk mewujudkan semua visi dan misi tersebut tentu membutuhkan manajemen yaitu Manajemen Operasional untuk mengoperasikan atau menjalankan seluruh system dari perusahaan mulai dari yang terkecil sampai yang sangat penting sekalipun. Peranan manajemen operasional sangatlah penting dalam mengambil suatu keputusan atau menjalankan system yang berlaku dalam perusahaan untuk mewujudkan tujuan perusahaan secara keseluruhan.
    Industri kesehatan ini bergerak dibidang jasa kesehatan yang didalamnya terdapat beberapa factor yang berperan yaitu orang atau tenaga kerja, sebagai salah satu asset dari industry kesehatan. Dari factor tersebut mengalami proses-proses tertentu berupa pengambilan keputusan yang berkenaaan dengan fungsi operasi. Tahapan-tahapan proses tersebutlah yang diatur dalam system manajemen operasional perusahaan. Dari factor tersebut terdapat proses transformasi yang menghasilkan nilai tambah yang keluaran atau output berupa barang atau jasa. Dalam proses transformasi untuk menghasilkan nilai tambah inilah Manajemen Operasional mengambil peranan yang sangat penting.
    Misalnya Manajemen Operasi dari industry kesehatan dalam hal Sistemnya. Sistem disini diartikan rangkaian dari unsur-unsur yang saling terkait dan tergantung serta saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya yang keseluruhannya merupakan suatu kesatuan bagi pelaksanaan kegiatn bagi pencapaian suatu perusahaan. Contohnya bagaimana proses atau prosedur orang akan berobat di Puskesmas atau Rumah Sakit, merupakan proses atau system yang dikendalikan oleh Manajemen Operasi sebagai pengambil keputusan-keputusan terbaik untuk mencapai tujuan perusahaan atau organisasi. Contoh tata letak atau Layout missal kita lihat dari prosedur pengecekan kesehatan, apakah layoutnya sudah efesien, efektif dan menghemat waktu?. Disinilah peranan manejemen operasional memutuskan layout nya.
    Tentunya dalam pengoperasian perusahaan besar sebesar di industry kesehatan ini tidaklah mudah. Banyaknya lini manajemen perusahaan yang sangat komplit merupakan tugas besar bagi Manajemen Operasional dalam mengelola dan mengatur secara keseluruhan agar tercapai tujuan bersama yaitu Visi dan Misi dari perusahaan atau organisasi kesehatan tersebut. Dengan menjalankan secara efektif dan efisien setiap lini manajemen perusahaan tersebut di bidang jasa kesehatan, bukan tidak mungkin akan berkembang dan menciptakan inovasi-inovasi ataupun kenyamanan-kenyamanan terutama dalam hal pelayanan bagi pelanggan dari jasa kesehatan yang digunakannya. Disitulah letak arti penting Manajemen Operasi yang dijalankan.
    3. Ada tiga model dasar Manajemen Operasi khususnya dalam Siloam Hospital
    Terdapat tiga model dasar dari Manajemen Operasi:
    a. Inputs (masukan)
    b. Transformasi/Proses
    c. Outputs (Keluaran atau hasil kegiatan)
    Siloam Hospital rumah sakit bertaraf internasional memiliki sisi Input atau masukan terdapat tenaga kerja atau karyawan yang propesional di bidangnya masing seperti Tenaga Medis ; Dokter yang ahli di bidang masing-masing, Perawat dan asisten perawat, Farmasi dan asisten Farmasi, Radiografer, Laboratorium yang berteknologi, Teknik Rekam Medis, Ahli Gizi, Ahli Biomedis.
    Sedangkan Dibidang Non Medis seperti; Staf Keuangan dan akunting, Staf Marketing, Staf Informasi dan Teknologi, Staf Maintenance, dan Sekretaris dan Staf Administrasi. Para tenaga kerja atau karyawan tersebut bekerja secara propesional dan telah di training dan didik serta dilatih sehingga menghasilkan SDM yang berkualitas.
    Bersama dengan input lainnya yang tidak kalah berkualitasnya , lengkap dan terbaik ditransformasikan atau diproses dalam bentuk system yang ada dan dikendalikan dalam Manajemen Operasional untuk memenuhi pelayanan terbaik kepada masyarakat, memberikan kenyamanan, efektif dan efisien, guna mencapai visi dan misi atau tujuan dari organisasi atau perusahaan dalam hal ini adalah Siloam Hospital. Nilai yang diciptakan dari hasil transformasi semua input oleh Manajemen Operasional dari Siloam Hospital memberikan output jasa kesehatan yang terbaik dan berstandar Internasional.
    Kualitas dan kuantitas yang diberikan Siloam Hospital kepada pelanggan sangat bebeda dengan apa yang diberikan oleh organisasi yang lain yang bergerak dibidang yang sama. Demikianlah Siloam Hospital sangat unggul dan terbaik serta memiliki manajemen operasional yang baik dalam memproses input menjadi output jasa yang berkualitas. Keunggulan Siloam dalam perawatan klinis, proses inovasi yang diciptakan, kepemimpinan dalam nilai pelanggan (costumer value) penetrasi pasar dan strategi pertumbuhan telah diakui dunia. Siloam juga terintegrasi dengan riset dan pendidikan untuk memberikan perawatan mutakhir melalui penelitian dan pasokan sumber daya yang penting bagi pengembangan dan ekspansi di masa yang akan datang.
    Adanya Bidang dalam melayani terbaik (exelence at) yang dimiliki Siloam Hospital dan kegunaan satu bidang terbaik bagi perusahaan
    Mempunyai satu Bidang terbaik dan unggul Siloam Hospital dalam hal melayani juga harus dimiliki oleh suatu Perusahaan atau organisasi. Hal itu untuk membedakan atau mendapatkan posisi di mata pelanggan jika dibandingkan dengan perusahaan lain. Adanya suatu inovatif yang dikedepankan tidak dimiliki saingan memberikan nilai tambah atau terciptanya nilai dari perusahaan atau organisasi tersebut. Peralatan canggih dan mutakhir, dokter yang handal dan SDM lain yang berkualitas yang dimiliki Siloam Hospital adalah harga mati bagi perusahaan bergerak di Bidang jasa kesehatan. Perpaduan hal itu akan dikombinasikan dengan Manajemen Operasional yang bagus akan menghasilkan output yang memiliki kualitas dan kuantitas yang terbaik dan dapat membedakan Siloam Hospital dengan Rumah Sakit lainnya.
    4. Manajemen operasi dikenal dengan sifat strategy salah satu batasan strategy yang saya pilih adalah service strategy (Strategi Pelayanan)
    Strategi Pelayanan adalah suatu strategy untuk memberikan mutu dan kualitas layanan yang sebaik mungkin kepada pelanggan atau pengguna jasa. Bila dikaitkan dengan industry kesehatan startegi ini sangatlah penting dalam mengembangkan organisasi dalam bidang kesehatan. Jasa kesehatan memerlukan pelayanan yang prima karena menyangkut nyawa. Seperti kita lihat di berita televisi adanya orang meninggal dunia karena tidak dilayani atau lambannnya pelayanan yang diterima masyarakat dari penyedia jasa pihak Rumah Sakit. Demikian pentingnya strategi pelayanan.
    Disinilah Siloam Hospital menciptakan pelayanan yang prima dan berkualitas kepada pelanggan untuk menarik pelanggan, mempersiapkan layanan berupa peralatan yang canggih dan fasilitas rumah sakit dan sarana prasarana yang baik dan berkelas Internasional untuk menciptakan sebuah inovasi demi kenyamanan bagi pengguna jasa kesehatan.

    5. Apa yang dimaksud dengan daya saing dan jika mempertimbangkan industry kesehatan apa yang membuat rumah sakit mempunyai daya saing
    Daya saing adalah keunggulan atau kemampuan berbeda yang dimiliki oleh suatu organisasi atau perusahaan agar mampu berkompetisi dengan para pesaing yang bergerak dibidang yang sama untuk mendapatkan posisi atau tempat dimata pelanggan dan pangsa pasar dengan memberikan segala yang terbaik yang ditawarkan kepada konsumen atau pelanggan.
    Yang membuat sebuah Rumah Sakit memiliki daya saing adalah terutama dilihat dari beberapa indicator manajemen operasionalnya yaitu input, transformasi atau proses dan output atau hasilnya. Output berupa sisi service (pelayanan), dan Fasilitas input yang tersedia yang diberikan oleh Rumah Sakit kepada penerima jasa untuk menciptakan rasa aman, nyaman, proses yang cepat. Disini kita meyimak kepada Siloam Hospital yang memiliki keunggulan-keunggulan klinis dan medis yang tidak dipunyai oleh Rumah Sakit lainnya, sehingga mereka mampu bersaing baik di domestic maupun Internasional. Seperti halnya mereka meiliki dokter-dokter yang handal di bidangnya, peralatan yang digunakan canggih dan mutakhir, fasilitas ruangan yang berkelas, mereka mempunyai exelence at, tenaga medis yang handal dan berkualitas. Itulah beberapa poin yang ditawarkan oleh Siloam Hospital kepada pelanggannya sehingga organisasi ini mampu bersaing dengan Rumah Sakit lainnya karena beberapa item tidak dimiliki oleh pesaing yang bergerak di Bidang yang sama.
    Keunggulan-keunggulan tersebut mereka padukan dan dengan system dan manajemen operasional yang terbaik dengan menerapkan strategi-strategi guna meningkatkan kualitas dan mempertahankan kualitas dengan memberdayakan dan mengelola seluruh sumber daya yang ada dan menciptakan inovatif yang membuat mereka tampil berbeda dengan Rumah Saikit lain dan mereka juga melakukan riset dan pendidikan dan terintegrasi dengan universitas untuk menciptkan inovasi-inovasi terbaru sehingga Siloam Hospital tetap selalu bisa bersaing bahkan di tingkat Internasional.
    6. a). Costumization dalam service (pelayanan) adalah merupakan penyampaian suatu jasa atau produk(output) kepada pelanggan secara cepat, tepat waktu akurat sesuai dengan harapan.
    Peran Sumber Daya Manusia dalam Costumization adalah sebagai penyampai yang efektif dan efisien. Yang berperan penting dalam hal ini adalah SDM Manajemen Operasional perusahaan tersebut untuk membuat bagaimana agar penyampaian dari output tersebut disampaikan dalam waktu yang singkat, tepat dan akurat. Mereka berperan mengambil keputusan-keputusan penting yang berkaitan dengan costumization. Pendidikan dan pelathihan SDM menjadikan handal sebagai penunjang penting peranannya dalam suatu costumization dalam pelayanan.
    Contoh bila dikaitkan dengan industry kesehatan ; Siloam Hospital memberikan pelayanan terbaik kepada pasien secara tepat, cepat tanpa proses yang panjang sehingga menghasilkan output berupa kesembuhan bagi pasien. Contoh lain pelayanan Puskesmas kepada masyarakat berupa kartu sehat haruslah cepat, tepat dan akurat.

    b). Penyampaian Jasa Continous adalah penyampaian jasa yang terjadi hubungan yang kuat secara kontinu atau terus menerus antara penyedia jasa dengan pelanggannya.
    Contoh : Pada industry jasa perbankan menciptakan hubungan yang kuat antara pihak bank dengan konsumen dengan cara memberikan kemudahan-kemudahan bagi konsumen dalam bertransaksi.

    Penyampaian Jasa Descrete adalah penyampaian Jasa tidak terjadi hubungan yang kuat antara penyedia jasa dengan pelanggan.
    Contoh : Industri Jasa Pengiriman Barang seperti TIKI dan JNE. Disini hubungannnya hanya pada saat pengiriman dan penerimaan barang saja antara pelanggan dan penyedia jasa, tidak hubungan yang terus menerus.
    Contoh lain dari Industri Jasa Perhotelan yang hanya berhubungan antara penyedia jasa dengan konsumen hanya saat konsumen akan menyewa hotel tersebut.

    Komentar oleh EBTA SYAFRIZAL S. MUHI | November 16, 2013 | Balas

  23. DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
    UNIVERSITAS JAMBI FAKULTAS EKONOMI
    PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN

    UJIAN MIDSEMESTER
    Nama Mahasiswa : ANDRI FARIKO, SE
    Hari/Tanggal : Minggu, 17 November 2013
    No. Induk Mahasiswa : P2C213036
    Jurusan : MM / Kelas Pagi
    DOSEN PENGUJI : DR. JOHANNES, S.E., M.SI

    JAWABAN UJIAN MID SEMESTER
    1. Manajemen Operasi adalah Bentuk pengelolaan secara menyeluruh dan optimal pada masalah tenaga kerja, barang-barang seperti mesin, peralatan bahan – bahan mentah, atau produk apa saja yang sekiranya bisa dijadikan sebuah produk dan jasa yang biasa di perjual belikan.
    2. Manajemen Operasional dalam bidang kesehatan adalah suatu kegiatan atau suatu seni untuk mengatur dan mengelola kegiatan di dalam bidang kesehatan, mulai dari alat-alat kesehatan, pasien serta para petugas kesehatan dan non petugas kesehatan guna meningkatkan kesehatan masyarakat melalui program kesehatan.” Dengan kata lain manajemen operasi kesehatan masyarakat adalah penerapan manajemen umum dalam sistem pelayanan kesehatan masyarakat sehingga yang menjadi objek dan sasaran manajemen operasionalnya adalah sistem pelayanan kesehatan masyarakat.
    3. Input pada Rumah sakit siloam yaitu merupakan sumber daya yang digunakan untuk melaksanakan suatu kebijakan, program dan aktivitas yang ada di rumah sakit siloam tersebut.
    Contoh : Perawat, dokter, dan staff yang ada di rumah sakit tersebut.
    Output pada Rumah sakit siloam yaitu merupakan hasil yang di capai dari suatu program, aktivitas, dan kebijakan yang ada dalam rumah sakit siloam tersebut.
    Contoh : 1. Pasien yang datang untuk berobat dan setelah berobat pasien akan mendapat hasil nya yaitu kesembuhan dari penyakit nya.
    2. Rincian pelaporan yang sudah disesuaikan dengan berbagai jenis kegiatan yang ada di dalam rumah sakit siloam tersebut.
    Transformasi pada rumah sakit siloam yaitu ada nya keinginan untuk melakukan perubahan untuk lebih baik lagi dari keadaan yang sekarang.

    Contoh : 1. Meningkatkan efektivitas pelayanan Kesehatan publik
    2. Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan publik
    3. Menurunkan biaya pelayanan kesehatan publik karena hilangnya inefisiensi dan terjadinya penghematan dalam penggunaan input.
    4. Alokasi belanja yang lebih berorientasi pada kepentingan publik, dan Meningkatkan kesadaran akan uang publik (public costs awareness) sebagai akar pelaksanaan akuntabilitas publik.

    Bidang terbaik dalam suatu organisasi pada rumah sakit siloam yaitu Rumah sakit siloam lebih Fokus untuk meningkatkan keunggulan klinis dan kepemimpinan dalam multidisiplin, penelitian pasien melalui setiap tahap penyakit kanker, di mulai dari edukasi, pencegahan, dan deteksi dini, diagnosis dan pengobatan, bertahan hidup, perawatan pada akhir hidup. Sebagai pasien kita akan berhubungan langsung dengan tim multidisiplin unggulan dimana ahli bedah, onkologi medis, ahli terapi radiologi, dan ahli kanker lainnya bekerjasama dalam satu atap untuk menyediakan pengobatan kanker yang holistik.

    4. Batasan Strategi dalam bidang kesehatan ini salah satu nya yaitu pelayanan kesehatan. Kemampuan Pusat-pusat pelayanan kesehatan baik pemerintah maupun swasta yang menyediakan jasa pelayanan kesehatan yang bermutu dan harga obat yang terjangkau oleh masyarakat umum semakin menurun, di sisi lain, kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan semakin meningkat sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan arti hidup sehat, namun daya beli masyarakat untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan semakin menurun akibat krisis ekonomi yang berkepanjangan, terutama harga obat-obatan yang hampir semua komponennya masih di impor dari luar negeri. Untuk mengatasi hal tersebut di atas ada beberapa kajian dari manajemen operasional dalam menghadapi krisis kesehatan ini, antara lain :
    1. Meletakkan landasan kebijakan kesehatan yang lebih bersifat pencegahan ( preventif )
    2. Kebijakan obat nasional harus diarahkan untuk pemasyarakatan obat-obatan esensial yang terjangkau oleh masyarakat, meskipun dengan dalih untuk membuka peluang bagi penanaman modal asing ( PMA ), Pembatasan jumlah industri farmasi harus dilaksanakan secara ketat.
    3. Etika kedokteran dan tanggung jawab profesi seharusnya mendapat porsi yang lebih besar dalam pendidikan dokter agar dokter yang di tamatkan oleh fakultas kedokteran di indonesia juga dapat berfungsi sebagai cendikiawan di bidang kesehatan.
    4. Kesehatan merupakan hak masyarakat yang perlu terus di perjuangkan terutama bagi penduduk miskin karena sudah menjadi komitmen global pemerintah. Oleh karena itu, LSM kesehatan perlu terus di berdayakan ( bagian dari reformasi kesehatan ) agar mereka mampu menjadi pendamping kelompok-kelompok masyarakat yang membutuhkan perlindungan.
    5. Pengertian daya saing dalam bidang kesehatan yaitu Kapasitas Rumah Sakit untuk menghadapi tantangan persaingan dari dalam maupun dari luar seperti dari persaingan kompetitor dari satu Rumah sakit dengan Rumah sakit yang lain tetapi tetap menjaga nilai dan aturan yang berlaku di negara dimana rumah sakit itu berdiri serta tetap menjaga atau meningkatkan pendapatan riil-nya.
    Adapun alasan yang membuat Rumah sakit mempunyai daya saing yaitu :
    a. Ketidak siapan rumah sakit dalam menerapkan sistem informasi yang terintergrasi dan berbasis komputer.
    b. Penyajian data yang belum semua menjadi data elektronik yang akan memudahkan pada proses migrasi data.
    c. Komitment yang dilaksanakan secara bersamaan dan menyeluruh sehingga menimbulkan kekacaun pada data transaksi rumah sakit.
    d. Koordinasi antar unit bagian yang terkesan mementingkan unit masing-masing.
    e. Berubah-ubahnya kebijakan yang di buat oleh pimpinan .
    f. Mengubah pola kerja yang sudah terbiasa dengan manual ke komputerisasi.
    g. Pemahaman yang belum merata antara SDM terkait,

    6. A) Customization dalam bidang kesehatan yaitu Suatu cara atau sistem yang dilakukan atau di bangun oleh rumah sakit untuk dapat memuaskan pelanan terhadap pasiennya.
    Contoh : Di dirikan nya UGD ( Unit Gawat Darurat ) pada setiap Rumah sakit yang mana bertujuan untuk memberi pertolongan pertama dan pertolongan paling dini terhadap pasien.

    B) Dalam mengelola jasa di kenal kaitan antara penyampaian dan peran hubungan antar orang, Contoh nya pada bisnis penerbangn dan perhotelan yang mana perusahaan perhotelan dan penerbangan manjalin kerja sama dengan biro perjalanan atau tour and travel agent untuk membantu menjual tiket pesawat dan menawarkan jasa kamar hotel kepada pelanggan melalui media on line mau pun pelanggan bisa langsung datang ke biro perjalan tersebut untuk membooking langsung tiket pesawat dan hotel sesuai jadwal keberangkatan dan jadwal untuk pelanggan tersebut menginap di hotel yang diinginkan.

    Komentar oleh Andri Fariko | November 17, 2013 | Balas

  24. Nama : Hikcher Pasma Franata
    NIM : P2C213007
    Kelas : Pagi
    Fakultas : Pascasarjana
    Program Studi : Manajemen
    Jenjang : S2 Reguler
    Universitas Jambi
    Mata Kuliah : Manajemen Operasional
    Dosen : DR. JOHANNES, S.E., M.SI
    Selamat Malam Pak Jo!!!
    Berikut saya kirimkan tugas MID semester manajemen Operasi Kelas Pagi!!
    Semoga berkenan dan ilmu yang didapat semoga bermanfaat bagi saya,
    terimakasih.
    Jawaban Ujian Mid Semester
    1. Manajemen Operasional sebagai bagian dari disiplin ilmu di bidang manajemen karena Manajemen operasi merupakan satu dari fungsi manajemen (functional management) dalam perusahaan. Selain pemasaran, keuangan, sumber daya manusia, maka operasi adalah satu fungsi yang sangat penting dalam menjalankan suatu perusahaan, hal ini mengundang pengertian kompleks dimana di dalam manajemen mengandung kegiatan untuk merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan, dan mengendalikan suatu kumpulan aktivitas. Kumpulan aktivitas tersebut berfungsi untuk menciptakan nilai dalam suatu produk, baik yang berbentuk barang maupun jasa, dengan cara mengubah input menjadi output, Aktivitas perubahan input menjadi output tersebutlah yang menggunakan fungsi manajemen dalam proses [Plan-Do-Check (evaluation)-Action (improvement)] yang terkait dengan proses penciptaan nilai pada suatu produk dengan cara yang efektif dan efisien. Dimana diperlukan perancangan, pengoperasian, dan perbaikan suatu sistem yang menciptakan dan mengantarkan produk dan jasa utama dari sebuah perusahaan.

    2. Dengan menyimak industri kesehatan dalam pengoperasian manajemen operasional tentunya terdapat peran penting manajemen operasi dalam setiap proses aktivitas di industri kesehatan tersebut karena dengan pengertian dari manajaemen operasi tersebut dalam menciptakan output yang berupa barang dan jasa, sehingga untuk industri kesehatan sendiri mecakupi untuk hasil output berupa jasa yang berkualitas, bermanfaat serta efektif dan efisien dimana peran dari manajemen operasi pada industri kesehatan ini tidak luput dari peran yang harus dikembangkan yang berupa inovasi yang berupa perbaikan kualitas jasa kesehatan yang berupa efisiensi, diferensiasi pelayanan dan mampu membangun loyalitas pelanggan demi kualitas jasa industri kesehatan tersebut. Di dalam manajemen operasional tentunya terdapat rancangan dan pengoperasian system produksi berupa kualitas jasa dengan didukung kualitas teknologi terjamin, fasilitas yang diunggulkan sehingga transformasi dari input menjadi output yang melibatkan sumber daya yang ada antara lain modal, mesin/peralatan, keahlian dan sumber daya manusia mampu menghasilkan output yang bekualitas di industri kesehatan.

    3. Model dasar Manajemen Operasional didapat tiga kegiatan, yaitu:
    Input
    Pada dasarnya input dapat berupa material, bahan baku, komponen, bahan bakar, uang, tenaga kerja, jam orang, waktu atau sumber daya lainnya. Adapun input yang harus ada pada rumah sakit siloam hospital yaitu harus Memiliki Kebijakan, tujuan dan sasaran mutu yang jelas berupa adanya visi dan misi rumah sakit, memilik sumber daya manusia yang tersedia dan siap, staf yang kompeten, ahli pada bidangnya masing-masing dan berdedikasi tinggi, serta fokus pada pelanggan (khususnya Customer) dan ditunjang dengan berbagai fasilitas dan peralatan yang canggih dan moderen.
    Transformasi
    Transformasi merupakan suatu tahapan proses, Indikator proses diturunkan dari tipikal kebutuhan industri: Quality, Cost, Delivery (responsif), dan Safety. Quality menyatakan kualitas yang dapat diterjemahkan sebagai upaya membuat produk dengan lebih baik dari kondisi sebelumnya atau lebih baik dalam pemenuhan spesifikasi. Cost menyatakan ukuran biaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan suatu proses. Suatu proses makin baik bila memerlukan biaya lebih murah dengan output yang sama. Delivery/responsif menyatakan kecepatan perusahaan mengantarkan barang dan jasanya kepada pelanggan. Suatu proses makin baik jika dapat melakukannya lebih cepat. Termasuk ke dalam pengertian responsif adalah fleksibilitas perusahaan dalam membuat barang dan jasa yang dibutuhkan pelanggan. Safety menyatakan tingkat keamanan dan keselamatan kerja bagi karyawan dan belakangan diperluas hingga keamanan dampak proses bagi lingkungan. Sehingga trnsformasi pada siloam hospital harus terus diupayakan dalam perbaikan proses dan menciptakan output yang bekualitas sari segi pelayanan jasa kesehatan, sehingga proses dikatakan baik jika mampu memberi nilai tambah pada input yang diterima.
    Output
    Output merupakan hasil dari proses yang dicirikan dengan adanya nilai yang bertambah dari input yang diterima. Output yang bisa dihasilkan siloam hospital pada umumnya adalah merupakan kinerja rumah sakit sendiri. Kinerja merupakan prestasi yang dihasilkan dari proses/perilaku sumber daya yang ada pada siloam hospital. Kinerja ini dapat diukur dari kualitasnya, efektifitasnya, produktivitasnya, efisiensinya, inovasinya, kualitas kehidupan kerja, dan moral kerjanya. Oleh karena demikian dapat disimpulkan bahwa output yang diharapkan adalah prestasi yang dihasilkan oleh proses pembelajaran dan manajemen di siloam hospital.

    Jelaskan kegunaan satu bidang terbaik (bidang dimana siloam hospital terbaik melayani (excelence at) untuk satu organisasi.
    Siloam Hospitals Group adalah kelompok rumah sakit swasta terkemuka di Indonesia yang memiiliki enam rumah sakit di Jakarta, Surabaya dan Jambi. Dalam beberapa tahun mendatang, Siloam Hospitals Group telah merencanakan untuk membangun beberapa rumah sakit baru di Jakarta, Tangerang, Makassar, Balikpapan dan Bali.Tidak hanya berinvestasi membangun rumah sakit baru saja, Siloam Hospitals Group juga mengembangkan kemampuan intelektual dan teknik dengan berinvestasi pada sumber daya manusia yang handal, teknologi baru, termasuk sistem informasi yang canggih serta sistem manajemen operasional yang inovatif. Hal ini ditunjukkan dengan pembentukan “Medical Sciences Group” yang menciptakan sinergi dengan Mochtar Riady Institute of Nanotechnology (MRIN) dan Universitas Pelita Harapan School of Medicine and School of Nursing, yang menyediakan tenaga medis yang cakap yang dibutuhkan oleh Siloam Hospitals Group dan masyarakat Indonesia.
    Dari penjelasan singkat diatas jelas bahwasanya siloam hospital memberikan dan memiliki pelayanan terbaik bagi pemakai jasanya dalam hal pelayanan terbaik dibidangnya (excellence at), hal ini perlu diterapkan oleh siloam hospital karena sebagai pembeda dan pembanding kualitas jasa kesehatan diantara jasa rumah sakit lainnya sehngga ada yang diunggulkan dari siloam hospital itu sendiri, apalagi sekarang siloam merupakan rumah sakit yang memberi kualitas layanan klinis yang terbaik di Indonesia dan memenuhi standar internasional. Dan ini mejadi brand image bagi masyarakat Indonesia yang sekarang mulai percaya bahwa siloam hospital dapat melakukannya dan mereka sekarang memiliki pilihan yang lebih baik daripada berobat ke Singapura atau Australia. Hal ini adalah baik bagi masyarakat sehingga memunculkan output berupa loyalitas.

    4. Batasan sifat strategi dalam pendekatan manajemen operasional
    Sifat strategi adalah Tentang membuat penggunaan sumberdaya secara maksimal, dan menggunakan sumberdaya baik sendiri maupun bersama. . Strategi dapat terjadi secara generik, disengaja atau muncul, rasional atau tambahan, preskriptif, deskriptif, atau configurational, dan implisit maupun eksplisit. Sebuah indikasi dari konten strategis dalam perencanaan operasi strategi adalah (Sumber Power Point Materi Sifat /strategi):
    • Proses pemilihan pendekatan yang tepat untuk memproduksi barang atau memberikan layanan
    • Inovasi – adaptasi atau pembaharuan proses organisasi atau output untuk memastikan mereka beradaptasi dengan perubahan dalam lingkungan eksternal
    • Manajemen rantai suplai – manajemen eksternal hubungan dengan pemasok untuk menjamin pasokan yang efektif dan efisien input
    • Pengendalian sumber daya – manajemen internal persediaan
    • Kontrol Produksi – manajemen yang efektif dan efisien proses
    • Bekerja organisasi – manajemen dan organisasi tenaga kerja dalam organisasi
    • Kepuasan pelanggan – manajemen kualitas
    Jadi untuk batasan sifat strategi yang penting bagi organisasi yang khusus di kesehatan yaitu terdapat pada poin standardisasi dan inovasi, standardisasi perlu ditrapkan untuk sektor jasa kesehatan dikarenakan untuk pelayanan terbaik maka perlu adanya batas standar playanan sehingga ada patokan kepuasan konsumen dan kualitas jasa yang diberikan. Sedangkan untuk sifat strategi berupa inovasi memang harus diterapkan pada setiap bidang organisasi kesehatan dikarenakan adanya persaingan antara organisasi yang sejenis yang mengunggulkan kualitas pelayanan jasa, maka dari itu inovasi demi inovasi berupa pelayanan dari organisasi kesehatan perlu dikembangkan, dengan cara peningkatan sdm nya dan peningkatan peralatan canggih serta dimodali oleh para staf yang ahli dibidangnya.
    Adapun Strategi pelayanan kepada pelanggan mencakupi:
    1. Mengkaji dan menghubungkan misi, visi, nilai dan tujuan perusahaan
    2. Mengevaluasi posisi saat ini
    3. Merumuskan strategi yang perlu diterapkan
    4. Mengembangkan suatu perencanaan kegiatan yang spesifik
    5. Mengembangkan kriteria keberhasilan
    6. Mengidentifikasikan penghambat kemajuan
    7. Melakukan implementasi

    5. Ada tiga macam nilai utama yang harus bisa dipenuhi untuk dapat meningkatkan daya saing, yaitu:
    – Operational excellence.
    Operational excellence merupakan suatu nilai dimana produsen harus selalu menjaga efisiensi dan meningkatkan kualitas dari system / proses penghasil produk maupun system pelayanan yang diberikan untuk senantiasa dapat memuaskan konsumen. Kepuasan konsumen akan kualitas serta layanan yang diberikan oleh brand dari suatu produk / jasa akan membuat sulitnya konsumen melakukan brand switching (beralih pada brand lain).
    – Customer Intimacy.
    Merupakan suatu nilai dimana produsen harus dapat memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen. Suatu produk / jasa yang baik tidak hanya sekedar dapat memenuhi apa yang menjadi kebutuhan dasar (basic need) dari konsumen tapi sebaiknya juga dapat memenuhi apa yang menjadi kebutuhan yang mendalam (deeply need) dari konsumen. Kebutuhan yang mendalam (deeply need) merupakan kebutuhan konsumen yang belum dirasakannya pada saat suatu produk / jasa ditawarkan kepadanya, sehingga seringkali disebut sebagai kebutuhan terselubung yang belum terucapkan (unarticulated need). Namun ketika produk / jasa tersebut ditawarkan, konsumen menyadari bahwa produk / jasa itu dapat memenuhi kebutuhan maupun harapannya akan sebuah produk / jasa yang bermutu. Untuk itu diperlukan inovasi terus-menerus agar nilai yang ditawarkan suatu produk selalu dapat menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen, bahkan melebihi apa yang menjadi harapan konsumen (exceeding the customer expectation).
    – Product Leadership
    Merupakan nilai yang harus dianut produsen dengan mendasarkan pada keunggulan untuk terus menerus melakukan inovasi pada produk maupun jasa yang dihasilkan sehingga dapat selalu menjadi leader dalam industrinya. Nilai semacam ini menuntut kreatifitas yang tinggi serta kecepatan dalam membaca kebutuhan pasar, terutama kebutuhan yang terselubung agar dapat meraih keunggulan. Namun penerapan nilai ini harus tetap dapat memenuhi tuntutan dari nilai ke – 2 tersebut di atas yaitu Customer intimacy, sehingga setiap inovasi yang dilakukan haruslah selalu disesuaikan dengan kebutuhan dan harapan konsumen. Dengan demikian walaupun produk yang ditawarkan dapat melebihi harapan konsumen pada saat itu (exceeding the customer expectation) namun tidak menyimpang dari kebutuhan konsumen agar tidak terjadi penawaran produk / jasa yang tidak dibutuhkan dan tidak dapat diserap oleh pasar.

    Bagi suatu oraginasi dibidang kesehatan maka ke – 3 nilai utama tersebut di atas sangat penting dalam meningkatkan daya saing produk / jasa dibidang kesehatan untuk dapat menjadi leader dalam industrinya serta dapat meraih loyalitas konsumen dan bahkan memperbesar pangsa pasarnya melalui terbentuknya citra (image) yang baik dan mampu bersaing dengan sesame industry kesehatan yang sejenis maupun yang telah lama berdiri berkecimpung di industri kesehatan

    6. A. Customization dan peran SDM serta contohnya
    Dari beberapa sumber yang di baca, dapat disimpulkan bahwa customization adalah kemampuan dari organisasi untuk menawarkan jasa yang disesuaikan secara individu dengan menggunakan sumber daya manusia dan standar pelayanan yang sama terhadap siapapun.
    Contohnya dibidang kesehatan yaitu pada rumah sakit siloam hospital dimana diberlakuakn sistem pembiayaan operasi yang distandarkan sesuai keinginan kostumer, sehingga kostumer bisa memilih cara pembaiayaan operasi sesuai keinginan, adapun cara pembiayaan operasi yang diberlakukan oleh siloam hospital yaitu:
    • Pembayaran pribadi (private)
    • Jaminan Perusahaan
    • Asuransi
    • ASKES

    B. Penyampaian jasa secara continiues dan discrete
    – Penyampaian jasa secara continous adalah proses penyampaian jasa yang dilakukan oleh puhak produsen atau pencipta jasa kepada konsumennya secara berkelanjutan atau berhubungan secara terus menerus.
    Sebagai contoh adalah pelayanan jasa pada Perbankan, ketika seseorang sudah menjadi bagian dari bank atau sudah menjadi nasabah di sebuah Bank, maka customer akan selalau mendapatkan fasilitas pelayanan jasa dari bank tersebut secara kontiniu atau berkelanjutan selagi masih menjadi nasabah pada bank tersebut dan bank sendiri wajib memberikan pelayanan
    kepada nasabahnya, setiap saat ketika nasabahnya membutuhkan.
    – Penyampaian Jasa Secara descrete maksudnya adalah penyampaian jasa yang dilakukan oleh pemberi jasa kepadah pemakai jasa secara tidak terus menerus atau tidak berhubungan berkelanjutan setelah jasa tersebut diperoleh.
    Contoh adalah Rumah Makan, pelanggan rumah makan hanya mendapat pelayanan jasa berupa pelayanan cepat saji, keramahan dan kenyamanan, sehingga tidak ada keterikatan didalam pemenuahan servis dari pemberi jasa, dan pelangagn sendiri hanya mendapatkan rasa puas atas pelayanan jasa yang didapat berupa kenikmatan setelah mengkonsumsi menu dirumah makan tersebut.

    Komentar oleh Hikcher Pasma Franata | November 17, 2013 | Balas

  25. DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
    UNIVERSITAS JAMBI FAKULTAS EKONOMI
    PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN

    UJIAN MIDSEMESTER
    Nama Mahasiswa : MEILANNY PURBA, SP
    Hari/Tanggal : Minggu, 17 November 2013
    No. Induk Mahasiswa : P2C213024
    Jurusan : MM / Kelas Pagi
    DOSEN PENGUJI : DR. JOHANNES, S.E., M.SI

    Salam sukses Pak Jo
    Semoga kita selalu sehat dalam lindungan Tuhan..Amin

    JAWABAN UJIAN MID SEMESTER
    1) Apakah yang anda maksud dengan Manajemen Operasional sebagai bagian dari disiplin ilmu di bidang manajemen.
    – Teori Manajemen Operasional dari beberapa para ahli :
    1. Manajemen menurut T. Hani Handoko (2003:3) adalah Proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya – sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
    2. Operasional berasal dari kata operasi yang mempunyai arti menurut Subagyo (2000:1) adalah kegiatan untuk mengubah bentuk untuk menambah manfaat atau menciptakan manfaat baru dari suatu barang atau jasa.
    3. Manajemen operasional menurut Richard L. Daft (2006:216) adalah Bidang manajemen yang mengkhususkan pada produksi barang,serta menggunakan alat-alat dan tekhnik-tekhnik khusus untuk memecahkan masalah-masalah produksi. Menurut Soentoro ali idris (2000:1) dalam bukunya cara mudah belajar Manajemen Operasi bahwa dari Perkembangan dari konsep manajemen produksi yang menyangkut masalah produksi produk riel. Jadi operasi (operation) merupakan proses transformasi dari input menjadi output yang mempunyai nilai lebih tinggi dibandingkan inputnya.

    2) Dengan menyimak industri kesehatan, bagaimana anda memberi penjelasan tentang manajemen operasi. Manajemen operasional pada Perusahaan Rumah Sakit Siloam begerak dibidang kesehatan produk yang dihasilakannya adalah jasa pelayanan kesehatan. Output yang dihasilkan adalah pelayanan rawat jalan, rawat inap, laboratorium, radiologi, kamar bedah, dll. Inputnya adalah gedung, alat medis dan non medis tenaga medis Transformasinya mempunyai manfaat secara langsung kepada pasien.

    3) Dalam model dasar Manajemen Operasional didapat tiga kegiatan yaitu 1) Input, 2) Transformasi, dan 3) Outputs. Jelaskan ketiga hal ini khususnya dalam Siloam Hospital yang bergerak di bidang jasa kesehatan, haruskah mempunyai satu bidang yang merupakan bidang dimana mereka terbaik melayani (excelence at). Jelaskan kegunaan satu bidang terbaik untuk satu organisasi. Output yang dihasilkan adalah pelayanan rawat jalan, rawat inap, laboratorium, radiologi, kamar bedah, dll. Inputnya adalah gedung, alat medis dan non medis tenaga medis Transformasinya mempunyai manfaat secara langsung kepada pasien. Siloam Hospital memberikan kepuasan pelayanan terhadap pasien dengan cara para medis dan non medis memberikan informasi sesuai kebutuhan dan mudah dimengerti pasien. Adanya ketersediaan dan kemudahan pelayanan yaitu kelengkapan peralatan kerja, ketersediaan obat dan fasilitas yang digunakan oleh para medis dan non medis Siloam Hospital.

    4) Dalam pendekatan Manajemen Operasional dikenal sifat strategy, pilihlah salah satu batasan strategi dan berikan penjelasan apa yang penting dari batasan yang anda kemukakan khususnya organisasi di bidang kesehatan. 1. Strategi batasan dengan mencapai visi dan misi yang efektif dengan cara Siloam Hospital memiliki beberapa tenaga profesional sehingga pelayanan kesehatan dan membentuk tim tetap dengan dokter dan perawat. Tenaga professional medis bisa dari tenaga medis yang tetap ataupun tenaga medis yang tidak tetap namun tetap dikoordinasikan dengan jelas. Pelayanan Siloam Hospital berperan penting sebagai mediator antara dokter ahli dengan pasien atau keluarganya karena saat ini semakin banyak keluarga yang merawat pasien di rumah mereka dengan berbagai stadium penyakit. Oleh karena itu, strategi yang bisa diterapkan yaitu memfokuskan pelayanan pelayanan kesehatan pasien. 2. Perencanaan kapasitas Siloam hospital dibangun dengan terencana guna watu yang lama kemudian diperluas secara bertahap, pemilihan lokasi dan fasilitas fisik. 3. Terdapat sistem pengendalian yang baik, sistem pengendalian kualitas, penaganan antrian disetiap instalasi, pemeliharaan sarana dan prasarana alat, efisiensi sistem pendukung seperti listrik, air, gas dan sampah. 4. Memiliki perencanaan yang baik mengenai estimasi pasien dan kebutuhan rumah sakit setiap tahun agar terencana kerja tahunan dapat direalisasikan dengan baik.

    5) Kegiatan Manajemen Operasional dimaksudkan untuk membangun daya saing perusahaan secara keseluruhan. Apa yang anda maksud dengan daya saing, dan bilamana anda mempertimbangkan industri kesehatan apa yang membuat satu rumah sakit mempunyai daya saing?
    – Daya saing adalah perusahaan tetap bertahan diantara perusahaan pesaing yang ada,perusahaan itu mempunyai keunikan dan karakteristik. Definisi daya saing juga senantiasa mengalami presfektif yang berbeda. Dalam konteks pembentukan rantai nilai (value of chain) misalnya daya saing juga dapat ditunjukan dari kemampuan perusahaan untuk mendatangkan nilai baik dari kegiatan primer atau operasional maupun pendukung.
    – Daya saing Siloam Hospital terhadap perusahaan jasa kesehatan Menurut Jay Heizer dan Barry Render (2009:51), perusahaan mencapai visi dan misi mereka melalui tiga cara yakni: a. Bersaing dalam diferensiasi. Diferensiasi berhubungan dengan penyajian sesuatu keunikan. Diferensiasi harus diartikan melampaui ciri fisik dan atribut jasa yang mencakup segala sesuatu mengenai produk atau jasa yang mempengaruhi nilai dimana konsumen dapatkan darinya. b. Bersaing dalam biaya. Kepemimpinan biaya rendah berarti mencapai nilai maksimum sebagaimana yang diinginkan pelanggan. Hal ini membutuhkan pengujian sepuluh keputusan manajemen operasi dengan usaha yang keras untuk menurunkan biaya dan tetap memenuhi nilai harapan pelanggan. Strategi biaya rendah tidak berarti nilai atau kualitas barang menjadi rendah. c. Bersaing dalam respons. Keseluruhan nilai yang terkait dengan pengembangan dan pengantaran barang yang tepat waktu, penjadwalan yang dapat diandalkan dan kinerja yang fleksibel. Respons yang fleksibel dapat dianggap sebagai kemampuan memenuhi perubahan yang terjadi di pasar dimana terjadi pembaruan rancangan dan fluktuasi volume.
    – Tiga strategi yang ada masing-masing memberikan peluang bagi para manajer operasi untuk meraih keunggulan bersaing. Keunggulan bersaing berarti menciptakan sistem yang mempunyai keunggulan unik atas pesaing lain. Idenya adalah menciptakan nilai pelanggan (customer value) dengan cara efisien dan efektif.

    6) Pendekatan Manajemen Operasional peralahan-lahan mempertimbangkan jasa sebagai bidang penting, karena perannya dalam perekonomian. Hal ini dapat dilihat pada perkembangan industri kesehatan yang semakin marak di Indonesia, contohnya Siloam membuka cabang di berbagai provinsi termasuk di Jambi. Dalam kaitan itu jelaskanlah hal berikut.
    a) Customization dalam serivce dan peran sumberdaya manusia dalam hal Customization, beri contoh hal ini didapat juga dalam industri kesehatan. Custumization dalam service meliputi 1. Kepuasan pasien terhadap pelayanan adanya informasi atau interaksi antara pasien dan para medis dan non medis, ketersediaan dan kemudahan pelayanan yaitu kelengkapan peralatan kerja, ketersediaan obat dan fasilitas yang digunakan. 2. Manfaat yang dirasakan oleh pasien dilihat dari tingkat kepuasan dan kualitas pemulihan pasien yang ternyata lebih baik. 3. ketergantungan pasien terhadap pelayanan.
    b) Dalam mengelola jasa dikenal kaitan antara penyampaian dan peran hubungan antar orang. Masing-masing tingkatan hubungan ini didapat pada industri yang berbeda. Jelaskan contoh industri dimana terdapat hubungan antara orang yang kuat dengan dua jenis penyampaian jasa yaitu continous dan descrete. Continus adalah hubungan secara terus – menerus atau berkesinambungan atara produsen dan konsumen. Contohnya pada pelayanan jasa dibidang pendidikan antara Guru dan Murid, dengan adanya interaksi antara guru para murid sehingga murid mendapatkan pendidikan atau ilmu yang bermafaat. Pelayanan jasa dibidang perbankan, adanya interaksi antara pelayanan (pekerja Bank) dengan pelanggan (nasabah) sehingga nasabah mengerti pentingnya Bank sebagai tempat penjamin simpanan atau hal – hal lainnya mengenai perbankkan. Descreate adalah tidak adanya hubungan secara terus – menerus pasca pelanggan mendapatkan produk atau jasa. Contohnya Industri perfilman seperti bioskop dan industri jasa hiburan tempat karoke industry ini digunakan refresing melepas penat dari aktivitas kerjadan sebatas datang dan pergi tanpa berkelanjutan.

    Komentar oleh MEILANNY PURBA | November 17, 2013 | Balas

  26. NIM : P2C213043
    KELAS : PAGI
    FAKULTAS : PASCA SARJANA
    PROGRAM S : MANAJEMEN
    NAMA : YANTI
    JENJANG : S2 REGULER
    UNIVERSITAS JAMBI

    MATA KULIAH : MANAJEMEN OPERASI
    DOSEN PENGUJI : JOHANNES,SE.M.Si

    SALAM SEJAHTERA DR.JO !!!

    JAWABAN UJIAN MID SEMESTER
    1.Manajemen operasional adalah merupakan fungsi utama didalam kelangsungan hidup sebuah organisasi dan berhubungan secara menyeluruh dengan fungsi bisnis lainnya (pemasaran, penjualan, produksi atau operasional atau biaya) Manajemen operasi adalah area bisnis yang berfokus pada proses produksi barang dan jasa, serta memastikan operasi bisnis berlangsung secara efektif dan efesien. Seorang manajer operasi bertanggung jawab mengelola proses pengubahan input (dalam bentuk material, tenaga kerja, dan energi) menjadi output (dalam bentuk barang dan jasa). Sehingga manajemen operasi merupakan ilmu yang kaya dan menarik, dimana adanya peningkatan dalam kehidupan kita dan disiplin ilmu disebabkan inovasi dan konstribusi pemikiran banyak orang.

    2.Dengan adanya manajemen operasi didalam organisasi (terutama diindustri kesehatan), yg bergerak dibidang jasa membuat proses pelaksanaan dari suatu tujuan dapat tercapai melalui kegiatan untuk mengatur/mengolah kegiatan didalam bidang kesehatan, menyelesaikan pekerjaannya /pelayanannya baik kepada alat-alat kesehatan yang digunakan, maupun kepada pasien.manajemen operasi diterapkan dalam bidang kesehatan maka , siklus/segala kegiatan dari para petugas kesehatan /pelaksana kesehatan guna meningkatkan kesehatan masyarakat melalui program kesehatan. Dengan kata lain manajemen kesehatan masyarakat adalah; penerapan manajemen umum dalam system pelayanan kesehatan masyarakat sehingga yang menjadi obyek dan sasaran manajemen adalah system pelayanan kesehatan masyarakatnya.

    3.Pelayanan prima merupakan sebuah tuntutan didalam proses pelayanan public. Terutama dibidang kesehatan merupakan sector public yang mengemban fungsi untuk melaksanakan pelayanan public yang berkualitas atau pelayanan prima. Dalam proses manajemen mutu layanan, sector kesehatan memiliki peran langsung dalam pelayanan public seperti RS.Siloam telah menerapkan standar pelayanan prima. Agar memenuhi standar kualitas layanan karena terkait erat dengan kepuasan (output) penerima layanan/ pasien( input ).
    Belum lagi perkembangan technology computer (input) dibidang kesehatan yang maju sangat pesat untuk membantu diagnosa penyakit dan proses penyembuhannya/Mentransformations. Dokter-Dokter terbaikpun/skill (input) didatangkan dari luar baik Dokter umum maupun specialist ahli dalam, bahkan perawat-perawat RS.Siloam telah terlatih dengan sangat baik dengan Berdasarkan pedoman internasional praktik terbaik dalam kaitannya dalam menangani pasien yang emergency seperti sakit jantung, stroke, dsbnya. Begitupun dengan transportasi ambulance yang digunakan dilengkapi dengan fasilitas sarana yang terbaik bagi costumer. Sehingga costumer benar benar terbantukan sekalipun dalam situasi yang tidak terduga..bilamana sekitarnya yang memerlukan perawatan medis yang mendesak dan segera serta evakuasi medis ke Jakarta maupun di daerah . Nomor darurat 24 jam kami adalah 0741-573 911 (information)/input siap melayani.

    Excellence AT Dari RS.Siloam
    Salah satu yang menjadi excellence at RS.siloam adalah merupakan aksesnya yang cepat dalam melayani costumers, dimana RS.Siloam ini dapat mendatangkan tenaga ahli specialist dari luar negeri, bahkan bisa dengan mudahnya konsultasi via skyp dengan Dokter yang bersangkutan yang diinginkan. dari sisi tehnology/media yg digunakan disamping bidang terbaik dalam suatu organisasi pada rumah sakit siloam yaitu Rumah sakit siloam lebih Fokus untuk meningkatkan keunggulan klinis dan kepemimpinan dalam multidisiplin, penelitian pasien melalui setiap tahap penyakit kanker, di mulai dari edukasi, pencegahan, dan deteksi dini, diagnosis dan pengobatan, bertahan hidup, perawatan pada akhir hidup. Sebagai pasien kita akan berhubungan langsung dengan tim multidisiplin unggulan dimana ahli bedah, onkologi medis, ahli terapi radiologi, dan ahli kanker lainnya bekerjasama dalam satu atap untuk menyediakan pengobatan kanker yang holistik.
    Keuntungannya bagi pihak RS.Siloam Adalah membuat costumer percaya dan menaruh harapan /optimis untuk menyerahkan masalah kesehatan pada RS.Siloam ini.

    4.Batasan strategi
    Strategi efektivitas didalam memuaskan kebutuhan dan keinginan costumer untuk mencapai sasaran, maka pihak pelaku (RS.Siloam),selalu continue dievaluasi terhadap nilai yang diberikan pada costumer dan realitas persaingan. Dengan begitu menerapkan strategi yg dibuat akan dapat terlihat sejauh mana kekuatan dan kelemahannya serta peluang dan tantangan dari sekitar lingkungannnya. Kemudian dapat memposisikan diri mereka sendiri melalui keputusan-keputusan mereka untuk memiliki keunggulan dalam bersaing.
    Contoh : Strategi yang digunakan oleh pihak RS.Siloam.
    Salah satunya mengimplementasikan system baik prossedur formal dan informal termasuk system inovasi, system informasinya (tehnologi yang saat ini digunakan), dan manajerial system yang meliputi;
    >style
    Dimana pendekatan operasional secara keseluruhan juga meliputi cara dimana para pegawai RS.Siloam mewakili diri mereka pada dunia luar dan kepada masyarakat.
    Pelayanan individu dalam proses terapi bagi pasien rawat inap dan rawat jalan, serta menunjang pelayanan medis.
    >skill
    Disinilah keunggulan RS.Siloam ini yang membedakannya dengan RS. Yang lainnya. Baik dari keahlian para Dokter-Dokter (spesialist ahli) yang didatangkan sampai kepada para staff dan perawat-perawat yang sangat trampil didalam menghandle costumernya. Staff yang merupakan sumber daya manusianya mengacu kepada bagaimana manusia dikembangkan, dilatih, disosialisasikan, diintegrasikan, dimotivasi sampai bagaimana karier mereka dikelola.
    Menurut saya dengan mengimplementasikan system yang dijelaskan diatas RS.Siloam ini dapat memprakarsai keunggulan kompetitif. Selain dapat meningkatkan kualitas, penggunaan tehnology barunya yang aman dan informasi yang diberikan memudahkan hubungan antara lokasi satu dengan lainnya tanpa dibatasi oleh jarak dan waktu, RS.Siloam ini lebih mudah untuk melayani pasiennya khususnya, Secara hal ini menjadi nilai tambah bagi costumer pada umumnya.
    Sistim Informasi Manajemen Rumah Sakit adalah sistem komputerisasi yang memproses dan mengintegrasikan seluruh alur proses bisnis layanan kesehatan dalam bentuk jaringan koordinasi,pelaporan dan prosedur administrasi untuk memperoleh informasi secara cepat, tepat dan akurat.
    Sistim Informasi Manajemen (SIM) berbasis komputer merupakan sarana pendukung yang sangat penting bahkan bisa dikatakan mutlak untuk operasional rumah sakit.

    5.Daya saing dalam ERA globalisasi menuntut organisasi bisnis/industry kesehatan tidak sekadar bertahan hidup tapi harus berani maju dan mampu bersaing dengan kompetitor. Demikian pula RS.Siloam sebagai lembaga bisnis dan sosial yang mengelola kegiatan multiusaha syogyanya mampu menjawab tantangan zaman agar tidak ditinggalkan costumernya.
    Keunggulan daya saing pada dasarnya tumbuh dari nilai atau manfaat yang dapat diciptakan organisasi bagi costumernya, lebih dari biaya yang harus dikeluarkan olehnya. Nilai atau manfaat inilah yang dibayar oleh costumer, dan nilai yang unggul itu berasal dari penawaran harga yang lebih rendah daripada harga pesaing untuk manfaat yang setara atau manfaat unik yang melebihi harga yang ditawarkan. Menjamin keamanan, khasiat dan mutu obat yang beredar. Secara umum pelayanan rumah sakit masih perlu ditingkatkan mengingat belum optimalnya jumlah dan kemampuan tenaga profesional, keterbatasan sarana penunjang pelayanan, dan budaya mutu organisasi yang belum berorientasi pada kepuasan pelanggan. Dalam bidang kesehatan yaitu kapasitas Rumah Sakit untuk tetap menjaga nilai dan aturan yang ada. Secara umum pelayanan rumah sakit masih perlu ditingkatkan mengingat belum optimalnya jumlah dan kemampuan tenaga profesional, keterbatasan sarana penunjang pelayanan, dan budaya mutu organisasi yang belum berorientasi pada kepuasan pelanggan. Keunggulan merupakan sasaran yang selalu berubah dan cepat berubah, beberapa strategi untuk meningkatkan daya saing, RS.Siloam di tengah persaingan regional dan global. Objek yang berkaitan dengan sumber daya fisik, misalnya meningkatkan tampilan dan kenyamanan gedung rawat jalan sebagai unit pelayanan terdepan,
    Terkait dengan pelayanan prima, perlu memperbarui software dan hardware sistem informasi manajemen untuk memperpendek proses pelayanan, dan melengkapi teknologi canggih peralatan kesehatan yang dibutuhkan sehingga tak perlu merujuk pasien ke rumah sakit lain.

    6.customization dalam bidang kesehatan misalnya saja sistem yang dijalankan atau dibuat oleh rumah sakit untuk dapat memenuhi keinginan serta memuaskan pelayanan terhadap pasiennya.
    Contoh :
    1.Di dirikan nya UGD ( Unit Gawat Darurat ) pada setiap Rumah sakit yang mana bertujuan untuk memberi pertolongan pertama dan pertolongan paling dini terhadap pasien.
    2.Waktu pelayanan terdiri dari 3 shift (24 jam) pelayanan 2 shift, dan pelayanan 1 shift disesuaikan dengan system pendistribusian perbekalan farmasi dirumah sakit.
    B.Dalam mengelolah jasa peranan antara penyampaian dan peran hubungan antar orang, Contoh nya pada bisnis maskapai penerbangan dan akomodasi yang mana perusahaan akomodasi dan maskapai penerbangan menjalin hubungan kerja sama dengan biro perjalanan atau tour and travel agent untuk membantu menjual tiket pesawat dan menawarkan jasa kamar hotel kepada pelanggan melalui media online maupun pelanggan bisa langsung datang ke biro perjalan tersebut untuk membooking langsung tiket pesawat dan hotel sesuai jadwal keberangkatan dan jadwal untuk pelanggan tersebut menginap di hotel yang diinginkan.

    Komentar oleh yanti | November 18, 2013 | Balas

  27. Nama : Hikcher Pasma FranataNIM : P2C213007Kelas : PagiFakultas : PascasarjanaProgram Studi : ManajemenJenjang : S2 RegulerUniversitas Jambi
    Mata Kuliah : Manajemen OperasionalDosen : DR. JOHANNES, S.E., M.SI
    Selamat Malam Pak Jo!!!Berikut saya kirimkan tugas MID semester manajemen Operasi Kelas Pagi!!
    Semoga berkenan dan ilmu yang didapat semoga bermanfaat bagi saya,
    terimakasih.
    Jawaban Ujian Mid Semester
    Manajemen Operasional sebagai bagian dari disiplin ilmu di bidang manajemen karena Manajemen operasi merupakan satu dari fungsi manajemen (functional management) dalam perusahaan. Selain pemasaran, keuangan, sumber daya manusia, maka operasi adalah satu fungsi yang sangat penting dalam menjalankan suatu perusahaan, hal ini mengundang pengertian kompleks dimana di dalam manajemen mengandung kegiatan untuk merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan, dan mengendalikan suatu kumpulan aktivitas. Kumpulan aktivitas tersebut berfungsi untuk menciptakan nilai  dalam suatu produk, baik yang berbentuk barang maupun jasa, dengan cara mengubah input menjadi output, Aktivitas perubahan input menjadi output tersebutlah yang menggunakan fungsi manajemen dalam proses [Plan-Do-Check (evaluation)-Action (improvement)] yang terkait dengan proses penciptaan nilai pada suatu produk dengan cara yang efektif dan efisien. Dimana diperlukan perancangan, pengoperasian, dan perbaikan suatu sistem yang menciptakan dan mengantarkan produk dan jasa utama dari sebuah perusahaan.

    Dengan menyimak industri kesehatan dalam pengoperasian manajemen operasional tentunya terdapat peran penting manajemen operasi dalam setiap proses aktivitas di industri kesehatan tersebut karena dengan pengertian dari manajaemen operasi tersebut dalam menciptakan output yang berupa barang dan jasa, sehingga untuk industri kesehatan sendiri mecakupi untuk hasil output berupa jasa yang berkualitas, bermanfaat serta efektif dan efisien dimana peran dari manajemen operasi pada industri kesehatan ini tidak luput dari peran yang harus dikembangkan yang berupa inovasi yang berupa perbaikan kualitas jasa kesehatan yang berupa efisiensi, diferensiasi pelayanan dan mampu membangun loyalitas pelanggan demi kualitas jasa industri kesehatan tersebut. Di dalam manajemen operasional tentunya terdapat rancangan dan pengoperasian system produksi berupa kualitas jasa dengan didukung kualitas teknologi terjamin, fasilitas yang diunggulkan sehingga transformasi dari input menjadi output yang melibatkan sumber daya yang ada antara lain modal, mesin/peralatan, keahlian dan sumber daya manusia mampu menghasilkan output yang bekualitas di industri kesehatan.

    Model dasar Manajemen Operasional didapat tiga kegiatan, yaitu:
    Input
    Pada dasarnya input dapat berupa material, bahan baku, komponen, bahan bakar, uang, tenaga kerja, jam orang, waktu atau sumber daya lainnya. Adapun input yang harus ada pada rumah sakit siloam hospital yaitu harus Memiliki Kebijakan, tujuan dan sasaran mutu yang jelas berupa adanya visi dan misi rumah sakit, memilik sumber daya manusia yang tersedia dan siap, staf yang kompeten, ahli pada bidangnya masing-masing dan berdedikasi tinggi, serta fokus pada pelanggan (khususnya Customer) dan ditunjang dengan berbagai fasilitas dan peralatan yang canggih dan moderen.
    Transformasi
    Transformasi merupakan suatu tahapan proses, Indikator proses diturunkan dari tipikal kebutuhan industri: Quality, Cost, Delivery (responsif), dan Safety. Quality menyatakan kualitas yang dapat diterjemahkan sebagai upaya membuat produk dengan lebih baik dari kondisi sebelumnya atau lebih baik dalam pemenuhan spesifikasi. Cost menyatakan ukuran biaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan suatu proses. Suatu proses makin baik bila memerlukan biaya lebih murah dengan output yang sama. Delivery/responsif menyatakan kecepatan perusahaan mengantarkan barang dan jasanya kepada pelanggan. Suatu proses makin baik jika dapat melakukannya lebih cepat. Termasuk ke dalam pengertian responsif adalah fleksibilitas perusahaan dalam membuat barang dan jasa yang dibutuhkan pelanggan. Safety menyatakan tingkat keamanan dan keselamatan kerja bagi karyawan dan belakangan diperluas hingga keamanan dampak proses bagi lingkungan. Sehingga trnsformasi pada siloam hospital harus terus diupayakan dalam perbaikan proses dan menciptakan output yang bekualitas sari segi pelayanan jasa kesehatan, sehingga proses dikatakan baik jika mampu memberi nilai tambah pada input yang diterima.
    Output
    Output merupakan hasil dari proses yang dicirikan dengan adanya nilai yang bertambah dari input yang diterima. Output yang bisa dihasilkan siloam hospital pada umumnya adalah merupakan kinerja rumah sakit sendiri. Kinerja merupakan prestasi yang dihasilkan dari proses/perilaku sumber daya yang ada pada siloam hospital. Kinerja ini dapat diukur dari kualitasnya, efektifitasnya, produktivitasnya, efisiensinya, inovasinya, kualitas kehidupan kerja, dan moral kerjanya. Oleh karena demikian dapat disimpulkan bahwa output yang diharapkan adalah prestasi yang dihasilkan oleh proses pembelajaran dan manajemen di siloam hospital.

    Jelaskan kegunaan satu bidang terbaik (bidang dimana siloam hospital terbaik melayani (excelence at) untuk satu organisasi.
    Siloam Hospitals Group adalah kelompok rumah sakit swasta terkemuka di Indonesia yang memiiliki enam rumah sakit di Jakarta, Surabaya dan Jambi. Dalam beberapa tahun mendatang, Siloam Hospitals Group telah merencanakan untuk membangun beberapa rumah sakit baru di Jakarta, Tangerang, Makassar, Balikpapan dan Bali.Tidak hanya berinvestasi membangun rumah sakit baru saja, Siloam Hospitals Group juga mengembangkan kemampuan intelektual dan teknik dengan berinvestasi pada sumber daya manusia yang handal, teknologi baru, termasuk sistem informasi yang canggih serta sistem manajemen operasional yang inovatif. Hal ini ditunjukkan dengan pembentukan “Medical Sciences Group” yang menciptakan sinergi dengan Mochtar Riady Institute of Nanotechnology (MRIN) dan Universitas Pelita Harapan School of Medicine and School of Nursing, yang menyediakan tenaga medis yang cakap yang dibutuhkan oleh Siloam Hospitals Group dan masyarakat Indonesia.
    Dari penjelasan singkat diatas jelas bahwasanya siloam hospital memberikan dan memiliki pelayanan terbaik bagi pemakai jasanya dalam hal pelayanan terbaik dibidangnya (excellence at), hal ini perlu diterapkan oleh siloam hospital karena sebagai pembeda dan pembanding kualitas jasa kesehatan diantara jasa rumah sakit lainnya sehngga ada yang diunggulkan dari siloam hospital itu sendiri, apalagi sekarang siloam merupakan rumah sakit yang memberi kualitas layanan klinis yang terbaik di Indonesia dan memenuhi standar internasional. Dan ini mejadi brand image bagi masyarakat Indonesia yang sekarang mulai percaya bahwa siloam hospital dapat melakukannya dan mereka sekarang memiliki pilihan yang lebih baik daripada berobat ke Singapura atau Australia. Hal ini adalah baik bagi masyarakat sehingga memunculkan output berupa loyalitas.

    Batasan sifat strategi dalam pendekatan manajemen operasional
    Sifat strategi adalah Tentang membuat penggunaan sumberdaya secara maksimal, dan menggunakan sumberdaya baik sendiri maupun bersama. . Strategi dapat terjadi secara generik, disengaja atau muncul, rasional atau tambahan, preskriptif, deskriptif, atau configurational, dan implisit maupun eksplisit. Sebuah indikasi dari konten strategis dalam perencanaan operasi strategi adalah (Sumber Power Point Materi Sifat /strategi):
    • Proses pemilihan pendekatan yang tepat untuk memproduksi barang atau memberikan layanan
    • Inovasi – adaptasi atau pembaharuan proses organisasi atau output untuk memastikan mereka beradaptasi dengan perubahan dalam lingkungan eksternal
    • Manajemen rantai suplai – manajemen eksternal hubungan dengan pemasok untuk menjamin pasokan yang efektif dan efisien input
    • Pengendalian sumber daya – manajemen internal persediaan
    • Kontrol Produksi – manajemen yang efektif dan efisien proses
    • Bekerja organisasi – manajemen dan organisasi tenaga kerja dalam organisasi
    • Kepuasan pelanggan – manajemen kualitas
    Jadi untuk batasan sifat strategi yang penting bagi organisasi yang khusus di kesehatan yaitu terdapat pada poin standardisasi dan inovasi, standardisasi perlu ditrapkan untuk sektor jasa kesehatan dikarenakan untuk pelayanan terbaik maka perlu adanya batas standar playanan sehingga ada patokan kepuasan konsumen dan kualitas jasa yang diberikan. Sedangkan untuk sifat strategi berupa inovasi memang harus diterapkan pada setiap bidang organisasi kesehatan dikarenakan adanya persaingan antara organisasi yang sejenis yang mengunggulkan kualitas pelayanan jasa, maka dari itu inovasi demi inovasi berupa pelayanan dari organisasi kesehatan perlu dikembangkan, dengan cara peningkatan sdm nya dan peningkatan peralatan canggih serta dimodali oleh para staf yang ahli dibidangnya.
    Adapun Strategi pelayanan kepada pelanggan mencakupi:
    1. Mengkaji dan menghubungkan misi, visi, nilai dan tujuan perusahaan
    2. Mengevaluasi posisi saat ini
    3. Merumuskan strategi yang perlu diterapkan
    4. Mengembangkan suatu perencanaan kegiatan yang spesifik
    5. Mengembangkan kriteria keberhasilan
    6. Mengidentifikasikan penghambat kemajuan
    7. Melakukan implementasi

    Ada tiga macam nilai utama yang harus bisa dipenuhi untuk dapat meningkatkan daya saing, yaitu:
    – Operational excellence.
    Operational excellence merupakan suatu nilai dimana produsen harus selalu menjaga efisiensi dan meningkatkan kualitas dari system / proses penghasil produk maupun system pelayanan yang diberikan untuk senantiasa dapat memuaskan konsumen. Kepuasan konsumen akan kualitas serta layanan yang diberikan oleh brand dari suatu produk / jasa akan membuat sulitnya konsumen melakukan brand switching (beralih pada brand lain).
    – Customer Intimacy.
    Merupakan suatu nilai dimana produsen harus dapat memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen. Suatu produk / jasa yang baik tidak hanya sekedar dapat memenuhi apa yang menjadi kebutuhan dasar (basic need) dari konsumen tapi sebaiknya juga dapat memenuhi apa yang menjadi kebutuhan yang mendalam (deeply need) dari konsumen. Kebutuhan yang mendalam (deeply need) merupakan kebutuhan konsumen yang belum dirasakannya pada saat suatu produk / jasa ditawarkan kepadanya, sehingga seringkali disebut sebagai kebutuhan terselubung yang belum terucapkan (unarticulated need). Namun ketika produk / jasa tersebut ditawarkan, konsumen menyadari bahwa produk / jasa itu dapat memenuhi kebutuhan maupun harapannya akan sebuah produk / jasa yang bermutu. Untuk itu diperlukan inovasi terus-menerus agar nilai yang ditawarkan suatu produk selalu dapat menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen, bahkan melebihi apa yang menjadi harapan konsumen (exceeding the customer expectation).
    – Product Leadership
    Merupakan nilai yang harus dianut produsen dengan mendasarkan pada keunggulan untuk terus menerus melakukan inovasi pada produk maupun jasa yang dihasilkan sehingga dapat selalu menjadi leader dalam industrinya. Nilai semacam ini menuntut kreatifitas yang tinggi serta kecepatan dalam membaca kebutuhan pasar, terutama kebutuhan yang terselubung agar dapat meraih keunggulan. Namun penerapan nilai ini harus tetap dapat memenuhi tuntutan dari nilai ke – 2 tersebut di atas yaitu Customer intimacy, sehingga setiap inovasi yang dilakukan haruslah selalu disesuaikan dengan kebutuhan dan harapan konsumen. Dengan demikian walaupun produk yang ditawarkan dapat melebihi harapan konsumen pada saat itu (exceeding the customer expectation) namun tidak menyimpang dari kebutuhan konsumen agar tidak terjadi penawaran produk / jasa yang tidak dibutuhkan dan tidak dapat diserap oleh pasar.

    Bagi suatu oraginasi dibidang kesehatan maka ke – 3 nilai utama tersebut di atas sangat penting dalam meningkatkan daya saing produk / jasa dibidang kesehatan untuk dapat menjadi leader dalam industrinya serta dapat meraih loyalitas konsumen dan bahkan memperbesar pangsa pasarnya melalui terbentuknya citra (image) yang baik dan mampu bersaing dengan sesame industry kesehatan yang sejenis maupun yang telah lama berdiri berkecimpung di industri kesehatan

    A. Customization dan peran SDM serta contohnya
    Dari beberapa sumber yang di baca, dapat disimpulkan bahwa customization adalah kemampuan dari organisasi untuk menawarkan jasa yang disesuaikan secara individu dengan menggunakan sumber daya manusia dan standar pelayanan yang sama terhadap siapapun.
    Contohnya dibidang kesehatan yaitu pada rumah sakit siloam hospital dimana diberlakuakn sistem pembiayaan operasi yang distandarkan sesuai keinginan kostumer, sehingga kostumer bisa memilih cara pembaiayaan operasi sesuai keinginan, adapun cara pembiayaan operasi yang diberlakukan oleh siloam hospital yaitu:
    Pembayaran pribadi (private)
    Jaminan Perusahaan
    Asuransi
    ASKES

    B. Penyampaian jasa secara continiues dan discrete
    – Penyampaian jasa secara continous adalah proses penyampaian jasa yang dilakukan oleh puhak produsen atau pencipta jasa kepada konsumennya secara berkelanjutan atau berhubungan secara terus menerus.
    Sebagai contoh adalah pelayanan jasa pada Perbankan, ketika seseorang sudah menjadi bagian dari bank atau sudah menjadi nasabah di sebuah Bank, maka customer akan selalau mendapatkan fasilitas pelayanan jasa dari bank tersebut secara kontiniu atau berkelanjutan selagi masih menjadi nasabah pada bank tersebut dan bank sendiri wajib memberikan pelayanankepada nasabahnya, setiap saat ketika nasabahnya membutuhkan.
    – Penyampaian Jasa Secara descrete maksudnya adalah penyampaian jasa yang dilakukan oleh pemberi jasa kepadah pemakai jasa secara tidak terus menerus atau tidak berhubungan berkelanjutan setelah jasa tersebut diperoleh.
    Contoh adalah Rumah Makan, pelanggan rumah makan hanya mendapat pelayanan jasa berupa pelayanan cepat saji, keramahan dan kenyamanan, sehingga tidak ada keterikatan didalam pemenuahan servis dari pemberi jasa, dan pelangagn sendiri hanya mendapatkan rasa puas atas pelayanan jasa yang didapat berupa kenikmatan setelah mengkonsumsi menu dirumah makan tersebut.

    Komentar oleh Hikcher Pasma Franata | November 18, 2013 | Balas

  28. TUGAS UJIAN MID SEMESTER
    MANAJEMEN OPERASI
    Dosen : DR. JOHANNES, SE, M. Si

    Oleh :
    I P E N T I L I A N A
    P2C213029
    KELAS PAGI

    PROGRAM PASCASARJANA MAGISTER MANAJEMEN
    UNIVERSITAS JAMBI
    2013

    1. Yang dimaksud dengan Manajemen Operasional sebagai bagian dari disiplin ilmu di bidang manajemen.

    Manajemen operasional adalah bentuk pengelolaan secara menyeluruh dan optimal pada masalah tenaga kerja, barang-barang seperti mesin, peralatan, bahan-bahan mentah, atau produk apa saja yang sekiranya bisa dijadikan sebuah produk barang dan jasa yang biasa dijualbelikan. Sesuai dengan definisinya sendiri, manajeman yang berasal dari kata manage yang berarti mengatur penggunaan. Jika disandingkan dengan kata operasional, artinya dalah pengaturan pada masalah produksi atau operasional baik dalam bidang barang atau jasa. Selanjutnya, secara definisi, manajemen operasional juga sebagai penanggung jawab dalam sebuah organisasi bisnis yang mengurusi persoalan produksi. Baik dalam bidang barang atau jasa. Dilihat dari definisi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, fungsi manajemen operasional, yakni dalam hal pengambilan keputusan mengenai kebutuhan-kebutuhan operasional. Kedua, manajamen operasional mesti juga memperhatikan mengenai sistemnya. Terutama sistem transformasi. Sistem ini termasuk juga dalam sistem pengurusan mengenai membuat rancangan serta analisis dalam operasi nanti. Yang ketiga atau terakhir mengenai hak pengambilan keputusan dalam sebuah manajemen operasional. Sebagaimana diketahui bahwa keputusan adalah hal yang terpenting bagi seseorang agar bisa bersikap tegas dan tepat, demi lancarnya manajemen operasional yang tengah dijalankan. Oleh karena itu, manjemen operasional sangat erat kaitannya dengan pengambilan keputusan seorang pemimpin operasional.

    2. Dengan menyimak industri kesehatan pada Siloam Hospital,

    Manajemen Operasi adalah aktivitas manajemen (plan do check action – desain eksekusi perbaikan) dalam menciptakan nilai bagi pelanggan melalui transformasi input menjadi output dengan efektif dan efisien. Manajemen operasi tidak berarti hanya terkait dengan masalah operasional, tetapi menyeluruh dari isu strategis sampai isu operasional. Kalau boleh mengklaim, manajemen operasi adalah inti dari proses manajemen. Karena aktivitas operasi itulah dibutuhkan fungsi manajemen yang lain seperti manajemen sdm, keuangan, dan pemasaran. Di rumah sakit, isu strategis yang perlu dijawab adalah bagaimana strategi operasi rumah sakit untuk mencapai visi, misi RS dengan efektif. Selain itu, isu perencanaan kapasitas juga tidak kalah penting. Tidak mungkin RS dibangun untuk waktu yang singkat, dan kemudian diperluas secara sporadis. Isu yang menyangkut investasi yang besar serta waktu yang panjang lainnya adalah pemilihan lokasi atau fasilitas fisik RS. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana RS menjawab isu-isu keberlanjutan (sustainability).
    • Pada tingkat taktis, RS harus memiliki perencanaan yang baik mengenai estimasi pasien dan kebutuhan RS setiap tahun agar rencana kerja tahunan dapat direalisasikan dengan baik. Berdasarkan estimasi tersebut, maka RS harus memperkirakan sumber daya yang dibutuhkan, khususnya SDM. Manajemen persediaan juga tidak kalah penting dan mendesak mengingat fakta menunjukkan besar sekali biaya yang dikeluarkan untuk persediaan.
    • Pada tingkat operasional, RS harus memiliki sistem penjadwalan yang baik, sistem pengendalian kualitas, penanganan antrian di setiap instalasi, pemeliharaan sarana dan prasarana alat, efisiensi sistem pendukung (seperti air, listrik, gas, dan sampah). Ini semua tidak dapat dikelola dengan ala kadarnya. Diperlukan manajemen yang profesional agar misi mulianya kepada para pemangku kepentingannya terpenuhi, juga pengelolaannya efisien.
    3. Model Dasar Manajemen Operasional ada 3 kegiatan, yaitu :

     Input dapat berupa material, bahan baku, komponen, bahan bakar, uang, tenaga kerja, jam orang, waktu atau sumber daya lainnya.
     Transformasi dikatakan baik jika mampu memberi nilai tambah pada input yang diterima. Terlepas apakah hasil aktivitas evaluasi terhadap proses menyatakan baik atau tidak, adanya indikator proses dapat menjadi pemicu aktivitas perbaikan. Hasilnya diharapkan setiap proses dapat menjadi lebih baik, lebih cepat, lebih murah dan/atau lebih aman. Indikator proses diturunkan dari tipikal kebutuhan industri: Quality, Cost, Delivery (responsif), dan Safety. Quality menyatakan kualitas yang dapat diterjemahkan sebagai upaya membuat produk dengan lebih baik dari kondisi sebelumnya atau lebih baik dalam pemenuhan spesifikasi.Cost menyatakan ukuran biaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan suatu proses. Suatu proses makin baik bila memerlukan biaya lebih murah dengan output yang sama.Delivery/responsif menyatakan kecepatan perusahaan mengantarkan barang dan jasanya kepada pelanggan. Suatu proses makin baik jika dapat melakukannya lebih cepat. Termasuk ke dalam pengertian responsif adalah fleksibilitas perusahaan dalam membuat barang dan jasa yang dibutuhkan pelanggan.Safety menyatakan tingkat keamanan dan keselamatan kerja bagi karyawan dan belakangan diperluas hingga keamanan dampak proses bagi lingkungan. Proses yang lebih aman harus terus diupayakan dalam perbaikan proses.
     Output merupakan hasil dari proses yang dicirikan dengan adanya nilai yang bertambah dari input yang diterima.
    Efisiensi adalah ukuran tingkat penggunaan sumber daya dalam suatu proses. Semakin hemat/sedikit penggunaan sumber daya, maka prosesnya dikatakan semakin efisien. Proses yang efisien ditandai dengan perbaikan proses sehingga menjadi lebih murah dan lebih cepat.
    Efektivitas adalah ukuran tingkat pemenuhan output atau tujuan proses. Semakin tinggi pencapaian target atau tujuan proses maka dikatakan proses tersebut semakin efektif. Proses yang efektif ditandai dengan perbaikan proses sehingga menjadi lebih baik dan lebih aman.

    4. Pendekatan Manajemen Operasional dikenal sifat Strategy

    Peran strategis manajemen operasional sangat ditentukan kondisi ekonomi dan aspek tekonologi di dalam proses konversi yang paling mendasar harus diperhatikan. Sudah menjadi fakta pada banyak perusahaan yang paling banyak menjadi masalah adalah faktor ekonomi dan efisiensi dari proses konversi operasional, tetapi masalah ini hanya merupakan faktor kedua dari keseluruhan sasaran yang ada di dalam suatu organisasi, sasaran utama adalah permasalahan yang berhubungan dengan kebutuhan pasar.
     Sasaran Operasional
    Sasaran dari semua subsistem operasional adalah membuat kapasitas konversi berdasarkan sasaran dan strategi organisasi. Di mana bagian dari sasaran operasional, penetapan spesifikasinya diikuti dengan :
    1. produk atau layanan yang memiliki karakter tersendiri
    2. proses yang memiliki karakter khusus
    3. kualitas produk atau layanan

    4. Efisiensi :
    a. efektivitas karyawan yang berhubunagn dengan pengendalian biaya SDM
    b. pengendalian biaya bahan
    c. pengendalian biaya atas penggunaan fasilitas
    5. skedul pelayanan pelanggan :
    a. jumlah produksi yang disesuaikan dengan permintaan pelanggan
    b. menyesuaikan tanggal kebutuhan pengiriman dengan produk dan layanan
    6. adaptasi kebutuhan dan pertumbuhan masa depan. Pengembangan strategi dan implementasinya dapat dilakukan dengan SWOT Analysis yang merupakan analisis terhadap: Keunggulan [Strength], Kelemahan [Weakneses], Peluang [Opportunity], dan Ancaman [Threats]. Kenggulan dan kelemahan organisasi dapat dianalisis scara internal organisasi, sedangkan peluang dan ancaman merupakan analisis eksternal organisasi. Hasil analisis internal untuk mengetahui keunggulan yang ada dapat dimanfaatkan dengan mengombinasikan peluang yang ada secara eksternal organisasi, misalnya dengan mengadakan perluasan segmen pasar dengan cara holding company, afiliasi [expantion]. Sedangkan kelemahan yang ada di internal organisasi harus cepat diantisipasi menghadapi ancaman dari eksternal organisasi. Analisis SWOT dapat dipergunakan untuk menyusun strategi organisasi di dalam menentukan kapasitas operasional, manjemen sumber dana, efisiensi operasional, serta peningkatan kualitas operasional.

    5. Yang dimaksud dengan daya saing dan dalam industri kesehatan yang membuat satu Rumah Sakit mempunyai daya saing.

     Daya saing sebenarnya bergantung kepada kecekapan. Kecekapan di peringkat individu, organisasi dan di setiap peringkat kehidupan. Kunci kepada kecekapan dan daya saing tinggi adalah berdasarkan pengetahuan, perwatakan dan kemahiran yang gunakan untuk mencapai sesuatu. Oleh itu, penekanan kepada pembinaan modal insan yang tinggi sememangnya penting. Keutuhan keupayaan individu merupakan asas kepada daya saing yang kukuh. Berbagai sebab wujud mengapa keupayaan individu penting. Antara dua yang penting adalah keupayaan menangani perubahan dalam keadaan persekitaran dan keupayaan mengadaptasi kepada pembaharuan pembangunan.
    Perubahan Persekitaran : Setiap hari di dalam pasaran dan tempat kerja dipenuhi dengan saingan, permintaan dan juga kepelbagaian perkhidmataan serta barangan yang ditawarkan. Semua ini menyukarkan sesuatu organisasi maupun perniagaan untuk dipisahkan. Berapakah organisasi menjalankan perkhidmataan yang sama? Oleh itu, ramai yang cuba memberi perkhidmataan yang lebih canggih atau mewujudkan persekitaran yang lebih mesra pelanggan. Inilah cara yang boleh membawa kelainan.
    Pembangunan Organisasi : Daya saing bukan sahaja secara luaran tetapi juga secara dalaman. Dalam sebuat organisasi budaya kerja yang dipupuk dan dipaparkan penting. “Kerja berpasukan” dan kepentingan innovasi adalah antara daya saingan yang dipentingkan kerana dapaat secaara efektif meningkatkan imej organisasi. Ini tidak kira organisasi itu badan kerajaan, NGO ataupun perniagaan. Model bekerja yang membawa kepada kecekapan dan kecemerlangan adalah penting dan setiap warga kerja perlu memainkan peranan.
     Yang membuat Rumah Sakit mempunyai daya saing, yaitu : ECONOMIC PERFORMANCE, GOVERNMENT EFFICIENCY, BUSINESS EFFICIENCY, dan INFRASTRUCTURE.

    6. a. Penjelasan Customization dalam service dan peran Sumber Daya Manusia
    dalam Industri Kesehatan.

    Customization adalah ketika pelanggan secara proaktif memilih satu elemen marketing mix atau lebih bagi mereka. Siloam Hospital adalah yang memegang peran utama dalam industri kesehatan. Siloam Hospital membuka cabang di berbagai Provinsi Jambi. Manfaat utama yang diperoleh dari customization adalah kepuasan pelanggan yang lebih besar. Mengapa? Karena pada customization, order dibuat sesuai dengan keinginan pelanggan. Sehingga, ketika pelanggan memperoleh hasil pesanan yang sesuai dengan keinginan dan ekspektasinya, maka mereka akan puas. Salah satu keunggulan potensial yang ditawarkan oleh customization adalah memberikan diferensiasi produk tersendiri. Pada beberapa industri yang tingkat persaingannya tinggi, misalnya restoran, perbankan, apparel, hingga computer, diferensiasi produk sulit untuk dicapai. Melalui customization, maka suatu produk akan memiliki diferensiasi produk tersendiri yang unik. Siloam Hospitalnya karena keunggulannya dalam Fasilitas dan Service, Medical Check Up dan Hospitals Floor Map. Namun, customization juga memiliki kelemahan, yakni pada biaya. Tentunya customization memicu biaya yang lebih besar.

    b. Penjelasan contoh industri dimana terdapat hubungan anatara orang yang
    kuat dan 2 jenis penyampaian jasa yaitu Continious dan Descrete.

     Personalization terjadi ketika perusahaan mengambil keputusan marketing mix yang sesuai, berdasarkan dengan kumpulan data pelanggan yang telah diperoleh. Personalization mempunyai beberapa keunggulan, antara lain kepuasan pelanggan yang lebih tinggi dan laba yang juga lebih tinggi. Kepuasan diharapkan akan meningkat, karena perusahaan melakukan marketing mix yang relevan dengan data pelanggan. Hanya saja, personalization juga memiliki beberapa kelemahan. Pertama, adalah kekhawatiran menyerang privasi orang. personalization adalah mengumpulkan data dan memanfaatkan data yang diperoleh. Kedua, personalization ini cukup mahal, karena membutuhkan data dan software yang mahal untuk melakukannya karena tergantung pada keakuratan personalization itu sendiri. Misalnya, apakah Amazon merekomendasikan buku tertentu kepada orang yang tepat? Tentunya ini sulit untuk dipastikan dan membutuhkan survey tersendiri.
    Contoh personalization antara lain adalah :
     Rekomendasi buku dan musik yang sesuai dengan profil pribadi
    pelanggan dari Amazon.com.
     e-Bay yang dapat melihat tren penggunaan user dan sejarah pencarian
    yang dilakukannya, sehingga system dapat mengeluarkan link yang
    relevan dengan sejarah pencarian user.
     Search engine seperti Google atau AltaVista menganalisa jenis
    pencarian yang dilakukan oleh user. Sehingga, ketika user mencari
    topic yang serupa, search engine dapat merespon secara lebih cepat.
     Penyampaian Jasa Industri secara continous maksudnya adanya kesinambungan secara terus menerus antara produsen dan konsumen. Industri yang dapat diambil sebagai contoh adalah produk kartu seluler seperti kartu Telkomsel yang selain menyediakan gerai khusus untuk para pelanggannya juga menyediakan layanan call center bagi pelanggan yang ingin mengakses langsung menggunakan hanphone mereka. Sedangkan Descret maksudnya tidak ada hubungan yang terus menerus pasca pelanggan mendapatkan produk atau jasa. Contohnya adalah industri hiburan karaoke seperti Diva dan Charlie Van Houten yang mana pelanggan hanya datang untuk menggunakan jasa karaoke sebagai sarana refreshing yang hanya sebatas datang dan pergi.

    Komentar oleh IPENTILIANA | November 18, 2013 | Balas

  29. Selamat malam pak jou!
    Berikut saya kirimkan jawaban mid semester manajemen operasioanal kelas pagi .
    Sudilah kiranya bapak berkenan untuk membacanya dan smoga ini bermanfaat dan menambah pengetahuan saya. Terima kasih
    Nama : Sri Handayani
    Nim : P2C213045
    Prog. Studi : S2 MM unja
    Kelas : Pagi
    Dosen pengampu : DR. Johannes,SE.,MSi
    Jawaban ujian mid semester
    1. Apakah yang anda maksud dengan manajemen operasional sebagai disiplin ilmu dibidang manajemen?
    Jawab : Manajemen Operasional sebagai disiplin ilmu dibidang manajemen maksudnya adalah manajemen operasional tersebut tidak terlepas dari pengertian manajemen pada umumnya yaitu mengandung unsur adanya kegiatan yang dilakukan dengan mengkoordinasikan berbagai kegiatan dan sumber daya untuk mencapai suatu tujuan tertentu. adapun unsur – unsur pokok tersebut yaitu :
     kontinyu, yang berarti manajemen operasi bukan merupakan suatu kegiatan yang berdiri sendiri. Keputusan manajemen tidak merupakan suatu tindakan sesaat, melainkan tindakan yang berkelanjutan atau suatu proses yang kontinyu.
     Efektif, yang berarti segala pekerjaan harus dilakukan secara tepat dan sebaik – baiknya, serta mencapai hasil sesuai dengan yang diharapkan.
     Kegiatan manajemen operasi memerlukan pengetahuan yang luas karena mencakup berbagai fungsi manajemen seperti perencanaan, penggorganisasian, penggerakkan dan pengendalian. Adapaun dalam pelaksanaanya berbagai sumber daya ( manusia, material, modal, mesin manajemen atau metode energy dan informasi) diintegrasikan untuk menghasilkan barang dan jasa. Integrasi tersebut merupakan penggabungan dua atau lebih sumber daya dalam bernagai kombinasi yang terbaik.
     Selain itu manajer operasi/ produksi dituntut untuk mempunyai kemampuan kerja secara efisien agar dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan memperkecil limbah.
     Kegiatan manajemen operasi harus mempunyai tujuan yaitu menghasilkan suatu produk sesuai dengan yang direncanakan.
    Istilah manajemen menunjuk pada konsep pengaturan dengan penekanan efisiensi sedangkan istilah operasi menunjuk pada konsep perubahan dengan penekanannya nilai tambah. Kegiatan penciptaan nilai tambah karena adanya faktor faktor produksi seperti bahan – bahan, orang – orang, mesin – mesin dan peralatan lainnya dan metode.
    Sehingga dapat disimpulkan manajemen operasional adalah suatu proses berkesinambungan dan efektif menggunakan fungsi manajemen untuk mengintegrasikan berbagai sumber daya secara efisien dalam rangka mencapai tujuan.

    2. Dengan menyimak industri kesehatan , bagaimana anda memberi penjelasan tentang manajemen operasi.
    Jawab :
    Manajemen operasi adalah aktivitas manajemen (plan do check action – desain eksekusi perbaikan) dalam menciptakan nilai bagi pelanggan melalui transformasi input menjadi output dengan efektif dan efisien. Manajemen operasi tidak berarti hanya terkait dengan masalah operasional, tetapi menyeluruh dari isu strategis sampai isu operasional. Manajemen operasi adalah inti dari proses manajemen. Karena aktivitas operasi itulah dibutuhkan fungsi manajemen yang lain seperti manajemen sdm, keuangan, dan pemasaran. Adapun definisi manajemen operasi menyimak dari industri kesehatan Siloam Hospital adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh suatu rumah sakit Siloam Hospital yang bergerak dibidang jasa dengan visi yaitu skala kualitas internasional, jangkauan yang mudah, dan ketulusan serta misi yaitu tujuan terpercaya pilihan untuk holistik kesehatan kelas dunia, pendidikan kesehatan dan penelitian dengan penerapan nilai kasih sayang, kepedulian, Integritas, Kejujuran, dll. Pada rumah sakit Siloam Hospital, isu strategis yang perlu dijawab adalah bagaimana strategi operasi rumah sakit tersebut untuk mencapai visi, misi rumah sakit dengan efektif. Selain itu, isu perencanaan kapasitas juga tidak kalah penting. Tidak mungkin rumah sakit dibangun untuk waktu yang singkat, dan kemudian diperluas secara sporadis. Isu yang menyangkut investasi yang besar serta waktu yang panjang lainnya adalah pemilihan lokasi atau fasilitas fisik rumah sakit. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana rumah sakit Siloam Hospital menjawab isu-isu keberlanjutan (sustainability). Pada tingkat taktis, rumah sakit Siloam Hospital memiliki perencanaan yang baik mengenai estimasi pasien dan kebutuhan rumah sakit setiap tahun agar rencana kerja tahunan dapat direalisasikan dengan baik. Berdasarkan estimasi tersebut, maka dapat memperkirakan sumber daya yang dibutuhkan, khususnya Sumber Daya Manusia. Manajemen persediaan juga tidak kalah penting dan mendesak mengingat fakta menunjukkan besar sekali biaya yang dikeluarkan untuk persediaan. Pada tingkat operasional, rumah sakit Siloam Hospital memiliki sistem penjadwalan yang baik, sistem pengendalian kualitas, penanganan antrian di setiap instalasi, pemeliharaan sarana dan prasarana alat, efisiensi sistem pendukung (seperti air, listrik, gas, dan sampah). Diperlukan manajemen yang profesional agar misi mulianya kepada para pemangku kepentingannya terpenuhi, juga pengelolaannya efisien.

    3. Dalam model dasar Manajemen Operasional didapat tiga kegiatan yaitu 1) Input, 2) Transformasi, dan 3) Outputs. Jelaskan ketiga hal ini khususnya dalam Siloam Hospital yang bergerak di bidang jasa kesehatan, haruskah mempunyai satu bidang yang merupakan bidang dimana mereka terbaik melayani (excelence at). Jelaskan kegunaan satu bidang terbaik untuk satu organisasi.
    Jawab :
    Ada tiga model dasar manajemen operasional yaitu : input, transformasi dan output. Dalam Siloam Hospital yang bergerak di bidang jasa kesehatan, :
    a) Input
    inputnya ialah segala sumber daya yang diperlukan untuk melakukan pelayanan kesehatan, seperti SDM, dana, obat, fasilitas, peralatan , bahan, teknologi, organisasi, informasi dan lain-lain.
    b) Transformasi
    Input tersebut kemudian diproses /transformasi. Proses yaitu semua kegiatan sistem / Suatu bentuk kegiatan yang berjalan dengan dan antara dokter dan pasien. Proses ini merupakan variable penilaian mutu yang penting. Melalui proses akan mengubah input menjadi output. Pengubahan/Transformasi berbagai masukan oleh kegiatan operasi/produksi menjadi keluaran yang berbentuk produk dan/atau jasa.
    c) Output
    Output ialah hasil pelayanan kesehatan, merupakan perubahan yang terjadi pada konsumen (pasien/masyarakat), termasuk kepuasan dari konsumen tersebut. Hasil akhir kegiatan dan tindakan tenaga kesehatan profesional terhadap pasien rumah sakit. Hasil pelayanan kesehatan / medis dapat dinilai antara lain dengan melakukan audit medis, review rekam medis dan review medis lainnya, adanya keluhan pasien, dan informed consent.
    Siloam harus mempunyai satu bidang yang terbaik (excellence at) karena agar memiliki competitive advantages dan dapat bersaing dan strategi ini membedakan kelompok melalui keunggulan dalam perawatan medis, teknologi yang mutakhir dan pengalaman pasien unggul dengan rumah sakit lainnya. Satu bidang terbaik dari Siloam Hospital adalah The Cancer Centre / pusat pelayanan penyakit kanker menyediakan deteksi, diagnosis dan pengobatan kanker yang paling umum di Indonesia termasuk: kanker serviks, kanker payudara, kanker kolorektal, kanker nasopharyngal, kanker paru-paru, kanker anak, leukemia, kanker hati, kanker prostat, kanker ginjal dan kanker kulit. Dalam mengenali pendekatan kontemporer yang diperlukan untuk mencegah dan mengobati kanker yang paling umum pada populasi Indonesia, MRCCC memanfaatkan teknologi medis state-of-the-art dan dokter spesialis atas untuk mencapai hasil terbaik untuk setiap pasien. Kanker yang paling umum di Indonesia adalah kanker serviks, dengan 300.000 kasus baru setiap tahun. The Cancer Centre mengadopsi pendekatan pencegahan, mendorong tes pap smear rutin dan vaksin kanker serviks.
    4. Dalam pendekatan Manajemen Operasional dikenal sifat strategy, pilihlah salah satu batasan strategi dan berikan penjelasan apa yang penting dari batasan yang anda kemukakan khususnya dibidang kesehatan !
    Jawab :
    Strategi adalah suatu cara dimana organisasi / lembaga akan mencapai tujuannya, sesuai dengan peluang – peluang dan ancaman – ancaman lingkungan eksternal yang dihadapi, serta sumber daya dan kemampuan internal.
    Batasan atau ruang lingkup strategi dalam manajemen operasional adalah sebagai berikut:
    a. Desain proses : Teknologi produksi, penentuan skala produksi, perencanaan
    dan pengendalian persediaan, pemilihan lokasi
    b. Perencanaan dan pengendalian produksi
    c. Penjaminan dan pengendalian mutu
    d. System kompensasi
    e. Penataan organisasi fungsi produksi
    f. Kepuasan pelanggan
    g. Inovasi sebagai suatu gagasan baru yang diterapkan untuk memprakarsai atau memperbaiki suatu produk atau proses dan jasa
    Diantara batasan tersebut yang penting dalam industry jasa kesehatan khususnya untuk rumah sakit adalah inovasi dalam hal pelayanan kesehatan dimana perlu adanya inovasi dalam hal pelayanan yang diberikan baik dari pihak manajemen maupun oleh perawat dan tenaga medis lainnya dengan metode pelayanan informasi yang diberikan dan didukung dengan peralatan yang canggih yg diperlukan bagi pasien sehingga menjadi efektif dan efisien serta memiliki competitive advantages.
    5. Kegiatan Manajemen Operasional dimaksudkan untuk membangun daya saing perusahaan secara keseluruhan. yang dimaksud dengan daya saing, dan bilamana anda mempertimbangkan industri kesehatan apa yang membuat satu rumah sakit mempunyai daya saing?
    Jawab :
    Pengertian dari daya atau power dalam ruang lingkup ability (kemampuan)merupakan natural skill atau kemampuan dalam melakukan sesuatu.Sedangkan pengertian saing atau compete yaitu kompetisi atau usaha untuk lebihunggul akan seseorang maupun sesuatu. Daya saing atau power to dompet adalah kemampuan untuk berkompetisi atau kemampuan untuk menjadi unggul.
    Yang membuat suatu rumah sakit siloam hospital memiliki daya saing diantaranya adalah :
    a) Dilihat dari segi peralatan,
     Rumah sakit tersebut menggunakan adalah Electronic Health Record merupakan catatan elektronik informasi kesehatan klien yang dihasilkan oleh satu atau lebih pertemuan dalam pelayanan pemberian perawatan.Termasuk didalamnya terdapat informasi mengenai data demografi klien, catatan kemajuan kesehatan, masalah kesehatan, obat-obatan yang digunakan, tanda-tanda vital, riwayat kesehatan masa lalu, imunisasi, data laboratorium, dan data laporan radiologi.
     Memiliki ambulans modern dengan peralatan dan perlengkapan untuk on-the –run stabilisasi pasien . Tim Ambulans dikirim untuk setiap panggilan darurat termasuk obat, dokter terlatih dan paramedis atau perawat , yang berhubungan dengan penelepon atau pasien sebelum kedatangan mereka.

    b) Keunggulan dalam layanan darurat
     Digital Tele – Medicine
    Mengadopsi strategi hub dan berbicara , dimana mereka menyampaikan/berbicara dg rumah sakit yang umumnya beroperasi di kota- kota kecil dan kota-kota besar , bertindak sebagai sumber rujukan untuk kasus yang lebih kompleks untuk pehubung yang umumnya beroperasi di pusat-pusat perkotaan besar dan menawarkan lebih besar jumlah spesialisasi klinis. Via ” Tele – Medicine ” sistem komunikasi kami , kami dapat menyediakan akses real-time ke highquality , informasi klinis khusus dari Center of Excellence kami , di mana satu atau lebih rumah sakit berfungsi sebagai penghubung untuk memungkinkan diagnosis dan pengobatan pasien di daerah terpencil . Ini secara efektif memperluas cakupan spesialis
     rangkaian lengkap layanan medis spesialis seperti bedah prosedur kompleks , serta pelayanan laboratorium , radiologi dan layanan pencitraan, perawatan kesuburan , pelayanan kesehatan umum dan pelayanan diagnostik dan darurat
     Rumah sakit siloam hospital yang akan diakreditasi oleh Joint Commission International ( ” IHSG ” ) pada tahun 2007 dan telah berhasil mempertahankan nya
     Siloam Hospital telah mengembangkan ” Center of Excellence ” di sejumlah bidang spesialis rumah sakit. Centers of Excellence diakui di Indonesia untuk menyediakan beberapa yang paling canggih layanan dan kesehatan yang tersedia di Indonesia . Secara khusus , dokter yang berpraktik di rumah sakit bersaing publik dan swasta secara teratur merekomendasikan layanan kami di daerah khusus tersebut. Siloam hospital percaya reputasi mereka untuk keunggulan klinis , fasilitas kesehatan utama , program pelatihan melalui Pusat kami Excellence dan program kemitraan dokter juga membantu untuk menarik dan mempertahankan dokter spesialis di rumah sakit tersebut, yang terutama penting di Indonesia karena kekurangan dokter yang berkualitas . Kami percaya bahwa kemampuan kita untuk menarik dan mempertahankan sangat dicari. Dokter dan profesional medis membantu kita mempertahankan keunggulan atas pesaing kami di pasar yang semakin kompetitif
     Siloam hospital memenangkan ” Indonesia Kesehatan Penyedia Jasa tahun : Best Practices “penghargaan dari Frost & Sullivan pada tahun 2010 dan 2012 , dan menerima ” Excellence ” penghargaan dari Asian
    penghargaan manajemen Rumah Sakit
    Siloam telah mengadopsi penting strategis membuat orang-orang kami dan keragaman mereka keunggulan kompetitif . Untuk mencapai tujuan ini , kami telah mengidentifikasi tiga prioritas :
    1 . Untuk memiliki sumber daya manusia yang tersedia dalam jumlah dan
    kualitas dengan keterampilan yang sesuai untuk menanggapi harapan
    pasien kami & klien .

    2 . Menjadi salah satu perusahaan terbaik di wilayah yang paling dihargai oleh karyawan .
    3 . Untuk berinvestasi dalam pelatihan dan pengembangan staf kami untuk
    menjadi pemimpin masa depan Siloam. Siloam juga memiliki manajemen
    yang sangat baik Asosiasi Program untuk mengembangkan pemimpin
    masa depan Siloam.

    6. Pendekatan Manajemen Operasional peralahan-lahan mempertimbangkan jasa sebagai bidang penting, karena perannya dalam perekonomian. Hal ini dapat dilihat pada perkembangan industri kesehatan yang semakin marak di Indonesia, contohnya Siloam membuka cabang di berbagai provinsi, termasuk di Jambi.
    a) Customization dalam service dan peran sumberdaya manusia dalam hal Customization, contoh dalam industri kesehatan
    Jawab :
    Customization dalam service memiliki arti sebagai salah satu kelebihan tersendiri yang telah menarik banyak orang yang diikuti dengan perkembangan zaman dalam hal pelayanan jasa yang dapat memenuhi keinginan pelanggan.
    Peran SDM dalam kostumisasi adalah
    SDM merupakan sumber keunggulan kompetitif yang tak lekang oleh panas, tak lapuk oleh hujan Hal ini berbeda dengan teknologi produk dan proses produksi yang dinilai makin berkurang keampuhannya sebagai sumber keunggulan kompetitif. Kesuksesan pemasaran jasa sangat tergantung pada SDM yang dimiliki. Apalagi untuk mencapai hasil yang optimal diperlukan keterlibatan langsung antara penyedia jasa dengan konsumennya. Perusahaan juga harus mengantisipasi segala kemungkinan terjadi dan permasalahan dalam pengelolaan SDM mulai dari tahap seleksi hingga proses manajeen SDM yang lebih kompleks. Tingkat perhatian dan penekanan pada peran SDM dalam memasarkan jasa adalah sangat penting, apalagi pada era globalisasi saat ini di mana tidak akan ada batas mobilitas sumber daya termasuk SDM. Peran penting SDM dalam perusahaan jasa harus dibedakan untuk pengelolaannya lebih lanjut, yang pada umumnya dapat dikelompokkan atas:
    Contaetors, SDM yang berhubungan secara intens dengan konsumen dan memilih aktivitas memasarkan secara konvensional. Mereka memiliki posisi dalam hal menjual dan perannya sebagai customer service.
    Modifiers, yaitu SDM yang tidak terlibat secara langsung dalam aktivitas pemasaran ini. Kontak dengan konsumen hanya dilakukan sesekali saja. Peran ini sangat penting: karena itu mereka harus mempunvai pandangan yang luas tentang strategi pemasaran jasa perusahaan. Modifiers memerlukan keahlian untuk dapat menjalin kerja sama yang erat dengan para konsumen.
    Influencers, peran SDM ini lebih berfokus pada implementasi dari strategi pemasaran perusahaan. Keberhasilan dicapai dengan standar keinginan konsumen.
    Isolateds, SDM yang berada pada peran ini tampaknya akan sulit berhasil apabila mendapat dukungan yang memadai dari manajemen terutama untuk memotivasi mereka SDM harus diarahkan untuk mengetahui perannya serta strategi pemasaran perusahaan sehingga mereka dapat berkontribusi lebih optimal bagi perusahaan.

    b) Dalam mengelola jasa dikenal kaitan antara penyampaian dan peran hubungan antar orang. Masing-masing tingkatan hubungan ini didapat pada industri yang berbeda. contoh industri dimana terdapat hubungan antara orang yang kuat dengan dua jenis penyampaian jasa yaitu continous dan descrete
    Jawab :
    Penyampaian Jasa Industri secara continous disini bukan berarti berproduksi secara terus menerus 24 jam tanpa henti, melainkan maksudnya adanya kesinambungan secara terus menerus antara proodusen dan konsumen dan sebagai proses yang dilakukan secara tumpukan, bukan per unit produk
    Descret maksudnya tidak ada hubungan yang terus menerus pasca pelanggan mendapatkan produk atau jasa. Secara umum, perbedaan antara kedua jenis variabel ini adalah bahwa variable descrete merupakan industri yang memproduksi barang secara proses individu, unit per unit. Hubungan antar orang ini adalah hubungan antara si pemberi jasa dengan si penerima jasa/ layanan.
    Contoh industri dimana terdapat hubungan antar orang dengan dua jenis penyampaian jasa adalah hotel, hal ini dikarenakan pelanggan akan merasa terpuaskan apabila telah mendapatkan pelayanan jasa berupa keadaaan kamar yang disewakan harus berada dalam keadaan bersih, nyaman, menarik dan aman (terbebas dari berbagai kemungkinan terjadi kecelakaan, pencurian dan penyakit), pelayanan yang cepat dari si pelayan hotel itu sendiri dalam penyajian penggunakan alat – alat komunikasi didalam kamar hotel sehingga tidak ada hubungan atau keterikatan antara si pemberi jasa
    dengan pemenuhan layanan/ jasa. Dalam hal ini si pelanggan atau konsumen akan mendapatkan kepuasan setelah mendapatkan layanan jasa berupa keadaaan kamar yang nyaman, aman dan layanan cepat setalah itu terpenuhi kemudian barulah pelanggan terpuaskan dengan jasa lainnya yang diberikan dan mendapatkan tempat dihati pelanggan sehingga memberikan citra suatu produk yang dihasilkan suatu hotel.

    Komentar oleh Sri handayani | November 18, 2013 | Balas

  30. NAMA : ISKANDAR MUDA
    NIM : P21C213057
    MATA UJIAN : Manajemen Operasional / Kelas Pagi
    DOSEN : DR. JOHANNES, S.E. M.Si

    JAWABAN :

    1. Maksud dengan Manajemen Operasional sebagai bagian dari disiplin ilmu dibidang manajemen adalah : Seluruh aktivitas untuk mengatur dan mengkoordinirkan faktor – faktor produksi secara efektif dan efisien untuk menciptakan dan menambah nilai dari produk barang atau jasa yang dihasilkan oleh sebuah organisasi atau suatu perusahaan dengan cara mengubah input menjadi output melalui proses perencanaan, pengoperasian dan perbaikan suatu sistem (evaluasi)

    2. Manajemen operasi bidang insdustri kesehatan adalah Suatu kegiatan yang berhubungan dengan jasa pelayanan dibidang kesehatan yang meliputi proses perencanaan, pelaksanaan pengoperasian, dan pengkoordinasian dalam pengembangan sistem yang akan menghasilkan pelayanan bidang jasa kesehatan yang memuaskan.

    3. a. Input dalam Siloam Hospital adalah berupa bangunan yang lengkap, komponen
    peralatan medis yang canggih, tenaga medis yang lengkap serta pelayanan yang
    lebih diberikan kepada seluruh pasien
    b.Transformasi pada Siloam Hospital adalah upaya Siloam Hospital dalam mengubah sumber daya secara maksimal untuk pemberian pelayanan pada seluruh pasien sehingga menghasilkan pelayanan yang berkualitas
    c. Output pada Siloam Hospital adalah proses dalam pemberian pelayanan yang lebih baik, lebih cepat, lebih murah sehingga memiliki nilai tambah.
    – Kegunaan suatu bidang terbaik untuk satu organisasi adalah untuk mencari nilai tambah yang berkualitas, baik dari hasil produksi barang atau pelayanan dalam jasa di bandingkan dengan bidang lainnya.

    4. Batasan strategi bidang kesehatan dapat berupa bangunan yang lengkap, komponen
    peralatan medis yang canggih, tenaga medis yang lengkap serta pelayanan yang lebih cepat, lebih murah dan berkualitas yang diberikan kepada seluruh pasien

    5. Rumah Sakit yang mempunyai daya saing adalah rumah sakit yang dapat memberikan kepuasan dalam sisi pelayanan kepada seluruh pasien dengan didukung oleh bangunan yang lengkap, komponen peralatan medis yang canggih, tenaga medis yang lengkap serta pelayanan yang lebih cepat, lebih murah dan berkualitas serta mempunyai keunggulan dalam suatu bidang tertentu.

    6. a. Customization dalam service adalah adalah adanya interaksi antara pemberi jasa
    dengan yang menerima jasa ada interaksi

    Contoh :
    – Kemudahan registrasi pasien dimana pasien yang hendak berobat diberikan pilihan
    Paket biaya sesuai kemampuan pasien dan dapat menggunakan pembayaran
    melalui pembayaran tunai, Jaminan Perusahaan dan Asuransi.

    b. Contoh industri dimana terdapat hubungan antara orang yang kuat dengan dua
    jenis penyampai jasa :

    1. Continous adalah penyampaian jasa yang dilakukan secara terus – menerus oleh pihak produsen atau pemberi Jasa kepada konsumennya yang berkelanjutan atau berhubungan terus menerus. Contoh : pada pelayanan perbankan dimana ketika kita sudah menjadi nasabah sebuah bank, maka akan mendapatkan fasilitas jasa dari Bank tersebut.

    2. Descrete adalah penyampaian jasa yang dilakukan oleh pemberi jasa kepada pemakai jasa secara seketika dan tidak berkelanjutan atau berhubungan berkelanjutan setelah jasa tersebut diperoleh.

    Contoh : Supermarket dan swalayan dimana ketika kita berbelanja hanya mendapatkan pelayanan jasa yang cepat ramah dan nyaman, namun tidak adaketerkaitan didalam pemenuhan service dari pemberi jasa.

    Komentar oleh ISKANDAR MUDA | November 19, 2013 | Balas

  31. MATA KULIAH : Manajemen Operasi
    DOSEN : Dr. Johannnes, SE,M.Si
    NAMA : Imas Yunismana
    NIM : P2C213049
    KELAS : Kelas Pagi

    Selamat siang pak Jou…..
    Saya sampaikan jawaban mid saya, trima kasih atas perhatiannya.

    Jawaban Ujian Mid :
    1). Dikarenakan Manajemen Operasional kalau dilihat dari beberapa difinisi-difinisi dari Manajemen Operasional itu sendiri merupakan bagian daripada proses manajemen keseluruhan yaitu berupa Input, proses Transformasi dan output.
    2). Sudah diakui bahwa organisasi dan manajemen tidak dapat dipisahkan. Setiap organisasi memerlukan manajemen untuk meraih tujuan organisasinya. Tidak terkecuali institusi penyelenggara pelayanan kesehatan, apalagi sekelas rumah sakit. Semua fungsi manajemen sangat dibutuhkan rumah sakit. Satu diantara fungsi tersebut, bahkan boleh dikatakan yang berperan sangat penting adalah manajemen operasi.
    Manajemen operasi adalah aktivitas manajemen (plan do check action – desain eksekusi perbaikan) dalam menciptakan nilai bagi pelanggan melalui transformasi input menjadi output dengan efektif dan efisien. Manajemen operasi tidak berarti hanya terkait dengan masalah operasional, tetapi menyeluruh dari isu strategis sampai isu operasional. Kalau boleh mengklaim, manajemen operasi adalah inti dari proses manajemen. Karena aktivitas operasi itulah dibutuhkan fungsi manajemen yang lain seperti manajemen sdm, keuangan, dan pemasaran.

    3).- Input dalam Siloam Hospital adalah berobat , karena orang yang ingin datang kerumah sakit pasti ingin berobat.
    – Transformasi adalah perubahan/pemindahan input menjadi output atau perubahan bentuk yang lebih, perubahan ini adalah dari sakit menjadi sembuh/sehat.
    – Output adalah hasil kegiatan usaha yang tercermin dalam produk dan jasa yang dijual, yaitu sembuh/sehat hal ini yang diidam-idamkan oleh pesakit yang berobat ke Siloam Hospital.
    – Siloam Hospital harus mempunyai bidang operasional, dimana RS Siloam Hospital harus memiliki sistem penjadwalan yang baik, sistem pengendalian kualitas, penanganan antrian di setiap instalasi, pemeliharaan sarana dan prasarana alat, efisiensi sistem pendukung (seperti air, listrik, gas, dan sampah). Ini semua tidak dapat dikelola dengan ala kadarnya. Diperlukan manajemen yang profesional agar misi mulianya kepada para pemangku kepentingannya terpenuhi.
    4). Di dalam pelayanan kesehatan terutama rumah sakit, isu strategis yang perlu dijawab adalah bagaimana strategi operasi rumah sakit untuk mencapai visi, misi RS dengan efektif. Untuk itu pihak Manajemen operasi pada organisasi rumah sakit perlu mencapai keinginan dari pada Visi dan Misi rumah sakit itu sendiri.
    5). Daya saing adalah sebagai posisi relative dari salah satu pesaing terhadap para pesaing yang lain serta agar menjadi kompotitif dalam arti memeiliki peluang untuk menang. Karena Rumah Sakit merupakan salah satu bentuk usaha jasa yang memberikan pelayanan kesehatan dalam memenuhi hidup masyarakat, dimana rumah sakit pada zaman sekarang ini bukan lagi hanya bagaimana seseorang itu lekas sembuh. Perkembangan yang sangat signifikan terhadap berjamurnya klinik-klinik dan rumah sakit, sehingga pihak manajemen harus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada pasien bukan hanya cara menyembuhkannya saja tetapi juga menerapkan bagaimana memberikan fasilitas-fasilitas pendukung kepada pasien, dengan tujuan meningkatkan layanan jasa kepada konsumen dalam hal ini pasien, sehingga daya saing

    6).a. Customization dalam serivce dan peran sumberdaya manusia dalam hal Customization, dimana ada kemampuan pelanggan untuk mempengaruhi secara personal sifat jasa yang disampaikan contoh dimana pasien memberi saran dan kritikan kepada Rumah Sakit terutama dalam hal kebersihan kamar pasien dll.
    b. yaitu pada usaha jasa perbankan, dimana ada interaksi terus-menerus, terbatas dan singkat.

    Komentar oleh Imas Yunismana | November 20, 2013 | Balas

  32. Nama Mahasiswa : Ida Royani Sijabat
    No Mahasiswa : P2C213030
    Mata Kuliah : Manajemen Operasi
    Dosen : DR. JOHANNES, S.E., M.SI

    1) Apakah yang anda maksud dengan Manajemen Operasional sebagai bagian dari disiplin ilmu di bidang manajemen.
    Jawab :
    Manajemen Operasi yaitu rangkaian kegiatan atau aktivitas yang menciptakan nilai produk baik berupa barang maupun jasa melalui proses transformasi input menjadi output. Manajemen operasi sebagai bagian dari disiplin ilmu di bidang manajemen, dikarenakan fungsi utama dari manajemen operasi sangat berkaitan dengan fungsi manajemen yang mana antara lain fungsi tersebut adalah sbb :
    • Fungsi produksi atau operasi berkaitan dengan penciptaan barang dan jasa yang dihasilkan (Berkaitan dengan perencanaan).
    • Fungsi keuangan yang mengelola berbagai urusan keuangan didalam perusahaan didalam perusahaan maupun perusahaan dengan pihak luar (Proses mengendalikan )
    • Fungsi pemasaran yang berhubungan dengan pasar untuk menciptakan permintaan dan pada akhirnya menyampaikan produk yang dihasilkan kepasar (memperbaiki atau mengelola sistem)

    2) Dengan menyimak industri kesehatan , bagaimana anda memberi penjelasan tentang manajemen operasi.
    Jawab :
    Manjemen Operasi dalam industri kesehatan bisa ibaratkan sebagai sebuah upaya membangun input untuk menghasilkan output, input dalam Industri kesehatan adalah berupa Dokter, bidan ataupun perawat berkualitas, ketersediaan sarana dan prasarana dibidang kesehatan, administrasi yang baik, sedangkan outputnya adalah berupa pasien yang merasakan kepuasaan atas kondisi yang lebih baik dan mengatasi keluhan kesehatan yang diderita oleh pasien.

    3) Dalam model dasar Manajemen Operasional didapat tiga kegiatan yaitu 1) Input, 2) Transformasi, dan 3) Outputs. Jelaskan ketiga hal ini khususnya dalam Siloam Hospital yang bergerak di bidang jasa kesehatan, haruskah mempunyai satu bidang yang merupakan bidang dimana mereka terbaik melayani (excelence at). Jelaskan kegunaan satu bidang terbaik untuk satu organisasi.
    Jawab :
    Model dasar Manajemen Operasi antara lain :
    Input adalah suatu susunan elemen masukan , dan didalam siloam hospitals input tersebut berupa berupa Dokter, bidan ataupun perawat berkualitas, ketersediaan sarana dan prasarana dibidang kesehatan, administrasi yang baik.
    • Transformasi adalah upaya mengubah sumber daya menjadi hasil yang mempunyai kualitas. Bila di dalam siloam hospitals , transformasi ini berupa proses penyembuhan, pengecekan, pengobatan dan perawatan dan yang dilakukan dengan menggunakan input yang ada agar memberikan output maksimal yang memberikan kepuasan kepada pasien.
    • Ouput adalah suatu susunan elemen keluaran yang spesifik, didalam siloam hospitals output dapat berupa hasil dari pengecekan berupa laporan ataupun hasil scan dari alat input yang ada yang memberikan informasi kepada pasien, fasilitas kontrol ulang, rawat jalan ataupun jasa konsultasi dengan dokter pihak yang berwenang.
    Siloam hospitals seharusnya mempunyai satu bidang terbaik didalam melayani karena hal ini menjadi pembeda dan daya saing bagi siloam hospitals supaya dalam mengungguli rumah sakit yang lainnya.

    4) Dalam pendekatan Manajemen Operasional dikenal sifat strategy, pilihlah salah satu batasan strategi dan berikan penjelasan apa yang penting dari batasan yang anda kemukakan khususnya organisasi di bidang kesehatan.
    Jawab :
    Salah satu batasan strategy yang saya pilih pada rumah sakit siloam yaitu pelayanan prima. Dimana pada kondisi gawat darurat dan penyakit kritis tertentu yang tidak semua rumah sakit mampu untuk menangganinya. Sehingga mampu menyelamatkan jiwa seseorang pada kondisi yang sangat darurat.

    5) Kegiatan Manajemen Operasional dimaksudkan untuk membangun daya saing perusahaan secara keseluruhan. Apa yang anda maksud dengan daya saing, dan bilamana anda mempertimbangkan industri kesehatan apa yang membuat satu rumah sakit mempunyai daya saing?
    Jawab :
    Daya saing adalah kombinasi antara tujuan atau competitive strategic goal dengan faktor yang menentukan keberhasilan atau determinant factors of competitive advantage (Li dan Deng, 1999). Atau Daya saing adalah kemampuan menerapkan strategi penciptaan nilai yang tidak diterapkan serta tidak dapat ditiru oleh perusahaan lain (Vastag, 2000). Yang membuat sebuah rumah sakit siloam mempunyai daya saing yaitu ada nya excelence at yang terdiri dari Neuroscience Centre, Siloam Heart Institute, Orthopaedic Centre (Trauma & Sport Injury), Urology Centre, Fertility Centre, Liver GI Centre, Trauma Centre, Cancer Centre, Children Center, dan selain itu siloam juga memiliki beberapa cabang di wilayah indonesia yang memberikan pelayanan prima, kemudahan bagi para pasien ataupun masyarakat luas karena tidak harus terfokus pada satu tempat serta menjaga kualitas kebersihan agar para pasien merasa puas dan mendapat informasi yang cukup.

    6) Pendekatan Manajemen Operasional peralahan-lahan mempertimbangkan jasa sebagai bidang penting, karena perannya dalam perekonomian. Hal ini dapat dilihat pada perkembangan industri kesehatan yang semakin marak di Indonesia, contohnya Siloam membuaka cabang di berbagai provinsi, terkmasuk di Jambi . Dalam kaitan itu jelaskanlah hal berikut.
    a) Customization dalam serivce dan peran sumberdaya manusia dalam hal Customization, beri contoh hal ini didapat juga dalam industri kesehatan .
    Jawab :
    Adanya kartu anggota pasien yang memudahkan pelanggan mendapat kan informasi dan dalam pencatatan rekam medis sehingga mengoptimalisasikan rumah sakit siloam dalam pengolahan data dan adanya fasilitas pembayaran dengan menggunakan kartu debit dan kredit, pengunaan asuransi kesehatan, layanan rawat jalan.
    b) Dalam mengelola jasa dikenal kaitan antara penyampaian dan peran hubungan antar orang. Masing-masing tingkatan hubungan ini didapat pada industri yang berbeda. Jelaskan contoh industri dimana terdapat hubungan antara orang yang kuat dengan dua jenis penyampaian jasa yaitu continous dan descrete.
    Jawab :
    Contoh hubungan yang kuat antara orang dengan penyampaian jasa continous.
    • Asuransi
    • Member card pada jenis pelayanan jasa tertentu contoh klinik kulit , pusat kebugaran , kecantikan dan pengisian tinta printer.
    Contoh hubungan yang kuat antara orang dengan penyampaian jasa descrete.
    • Proses pengadaan barang dan jasa pada pemerintahan ataupun pihak swasta yang menggunakan dana anggaran APBN maupun APBD serta perusahaan terbuka dalam bentuk Tender.

    Komentar oleh Ida Royani Sijabat | November 20, 2013 | Balas

  33. Selamat Siang pak jo, berikut jawaban midtest Manajemen Operasi kelas pagi, Regards.
    Nama Mahasiswa :Habiburrahman
    NIM : P2C213017

    DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
    UNIVERSITAS JAMBI FAKULTAS EKONOMI
    PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN
    UJIAN MIDSEMESTER
    MATA UJI: Manajemen Operasional
    HARI/TANGGAL: Sabtu, 16 November 2013
    WAKTU: 120 menit
    DOSEN PENGUJI: DR. JOHANNES SIMATUPANG. SE, MSI

    Jawaban :
    1) Manajemen operasional sebagai bagian dari disiplin ilmu manajemen. sebelumnya saya akan menjelaskan makna dari istilah operasi (operations) dan manajemen (management) ;
    Operations/operasi dalam manajemen operasional diartikan sebagai kumpulan dari seluruh kegiatan yang berhubungan dengan produksi baik berupa barang maupun jasa, sedangkan productions/produksi diartikan sebagai proses konversi sumber-sumber yang dimiliki perusahaan untuk menjadi sebuah output. selanjutnya istilah management/manajemen diartikan sebagai pengeloaan yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, dan pengendalian. Sehingga dapat di definisikan bahwa manajemen operasi sebagai sebuah kajian pengambilan keputusan dari suatu fungsi operasi atau semua kegiatan dalam fungsi manajemen (perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, pengendalian) yang berfungsi sebagai pengelola system transformasi yang mengubah input menjadi output yang berupa barang dan jasa. atau bisa juga didefinisikan bahwa manajemen operasi adalah aktifitas manajemen (plan do check action-desain eksekusi perbaikan) dalam menciptakan nilai bagi pelanggan melalui transformasi input menjadi output dengan efektif dan efisien.

    Oleh karena itulah mengapa manajemen operasional menjadi sebagai bagian dari disiplin ilmu manajemen dikarenakan fungsinya yang digunakan oleh para manajer operasional baik dalam bidang manufaktur atau jasa sebagai alat pengambilan keputusan dari proses manajemen yang dijalankan dalam mengelola system transformasi input untuk menghasilkan output yang berguna bagi keberlangsungan sebuah organisasi atau perusahaan.

    Sebagai contoh sebuah system operasi adalah sebagai berikut :
    Operasi Input Output
    – Bank Kasir, Staf, peralatan computer , Jasa keuangan (pinjaman
    Fasilitas, dan tenaga. deposito,tabungan,dll)
    – Rumah sakit Dokter,Perawat,Staf,Peralatan Jasa kesehatan, dan kesehatan
    Medis,fasilitas,tenaga,dll. Bagi para pasien
    – Universitas Fakultas,Staf pengajar &adminstrasi, Mahasiswa terdidik, riset dan
    Peralatan pendidikan, dll jasa public (konsultasi)
    – Pabrik Peralatan,Mesin,fasilitas penunjang, barang jadi (produk)
    Buruh,dan bahan baku.
    – Rumah makan koki,pelayan,peralatan, fasilitas Makanan,hiburan,dan kepuasan
    Penunjang, dan tenaga lain-lain. Konsumen.

    2) Manajemen operasi jika kita lihat dari sudut industri kesehatan. Seperti yang telah kita ketahui bahwa organisasi dan manajemen tidak dapat dipisahkan. Setiap organisasi memerlukan peran manajemen untuk meraih tujuan organisasinya. Tidak terkecuali institusi penyelenggara kesehatan, apalagi sekelas rumah sakit, semua fungsi manajemen dibutuhkan dalam sebuah rumah sakit. Dan satu di antara fungsi tersebut yang berperan sangat penting adalah manajemen operasi. Seperti telah saya sebutkan pada jawaban No.1 di bagian contoh sebuah system operasi yang mana operasional dalam sebuah rumah sakit sebagai alat pengelola system transformasi dengan input ; Dokter, tenaga perawat dan adminstrasi, peralatan medis, fasilitas dan instrument penunjang lainnya. Tidak akan dapat mengahasilkan output yang maksimal atau memuaskan ketika fungsi dari manajemen operasi itu sendiri tidak dijalankan dengan baik dan benar. Maka bisa dikatakan bahwa manajemen operasi sebagai inti dari seluruh proses manajemen.

    3) Input, transformasi, dan output pada manajemen rumah sakit siloam ;
    Siloam hospital group didirikan pada tahun 1996, merupakan anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya oleh PT. Lippo Karawaci (LKPR) Tbk. Dan merupakan kelompok rumah sakit swasta terbesar dan paling menonjol di Indonesia, dengan memiliki jaringan empat rumah sakit umum dan spesialis di Jakarta dan beberapa kota besar di Indonesia. Siloam melayani masyarakat kelas menengah Indonesia dan memiliki lebih dari 2.000 perawat dan tenaga medis yang melayani lebih dari satu juta pasien setiap tahunnya. Siloam terkenal dengan keunggulan medis dan klinis. Rumah sakit utamanya merupakan rumah sakit internasional pertama dan satu-satunya di Indonesia dan juga dua puluh dari rumah sakit di Asia Tenggara yang mendapat akreditasi dari Joint Commission International (JCI) dari Amerika Serikat. Departemen Kesehatan Republik Indonesia telah mengumumkan bahwa hanya rumah sakit yang mendapat akreditasi dari JCI yang diijinkan untuk menggunakan nama “Rumah Sakit Internasional”. Akreditasi JCI merupakan pengakuan dunia untuk kualitas dan standar pelayanan kesehatan berskala internasional di industrinya. Siloam merupakan satu-satunya kelompok rumah sakit yang terintegrasi dengan riset (melalui Mochtar Riady Institute of Nanotechnology-MRIN) dan pendidikan (melalui Universitas Pelita Harapan-Medical School and School of Nursing) untuk memberikan perawatan mutakhir melalui penelitian dan pasokan sumber daya manusia yang penting bagi pengembangan rumah sakit yang ada serta ekspansi di masa mendatang. Semua rumah sakit siloam dilengkapi dengan peralatan tercanggih dan memiliki kerjasama dengan lembaga bereputasi internasional untuk memberikan perawatan klinis modern dan evidence based.

    Dari profil singkat tentang rumah sakit siloam di atas dapat saya jelaskan bahwa sebagai perusahaan jasa yang bergerak dalam industry kesehatan, rumah sakit siloam telah menjalankan fungsi utamanya sebagai sarana pelayanan kesehatan bagi para pasien. Jika kita lihat dari input yang dimiliki rumah sakit siloam seperti : dokter, tenaga perawat, staf administrasi, peralatan kesehatan, dan fasilitas lainnya yang kemudian bertransformasi dengan menghadirkan sumber daya yang berkualitas baik dari segi dokter, perawat, serta sumber daya lain yang terlibat dalam keberlangsungan operasionalnya, dan juga melengkapi peralatan medis nya dengan peralatan medis tercanggih bertaraf internasional sehingga rumah sakit siloam mampu menghasilkan output yang sangat luar biasa, seperti ; akreditasi dari lembaga internasional yang melayani lebih dari satu juta pasien setiap tahunnya dan pada tahun 2010 pendapatan laba bersih nya mencapai 3 trilyun dan 524 milyar. Itu merupakan output yang sangat luar biasa dalam arti bahwa rumah sakit siloam telah berhasil menghadirkan sebuah kepuasan bagi para pasien nya dan meningkatkan daya saing di mata para pesaing dalam industri kesehatan.

    Haruskah perusahaan dalam industry kesehatan seperti rumah sakit siloam mempunyai satu bidang yang dimana mereka terbaik melayani (exelence at) ? saya rasa sangat perlu. Apalagi untuk sebuah rumah sakit yang pelayanan jasanya berhubungan langsung terhadap keberlangsungan hidup seseorang/pasien artinya setiap pasien yang datang untuk berobat pasti nya ada suatu harapan untuk sembuh. Disamping harapan untuk sembuh ada hal yang tidak boleh kita lupakan selama masa interaksi pasien dengan sumber daya terkait di rumah sakit (dari security, customer service, sampai kepada tenaga perawat dan dokter). Karena ketika rumah sakit berhasil menciptakan nilai kepuasan di mata pelanggan (pasien) maka akan menimbulkan image positive di mata pasien untuk kembali menggunakan jasa rumah sakit tersebut. Exelence at dapat berupa pelayanan dalam bidang apapun, misalkan system tunggu antrian yang teratur, keramahan para karyawan dari pintu depan sampai masuk ke dalam ruang periksa dokter, atau bisa juga fasilitas sarana pendukung yang nyaman seperti ruang tunggu, toilet, dll. Dan bidang yang tak kalah penting yang bisa menjadi exelence at dalam industry kesehatan adalah dokter spesialis yang memiliki pengetahuan dan pengalaman sehingga dapat menimbulkan kepercayaan pada diri pasien untuk di tangani oleh dokter tersebut.

    4) Strategi operasi adalah : suatu strategi yang harus berpedoman pada strategi bisnis agar dapat agar dapat menghasilkan suatu pola yang konsisten dalam keputusan-keputusan operasi. Strategi operasi terdiri dari 4 komponen yaitu : misi (mission), tujuan (objectives), kemampuan khusus (distinctive competence), dan kebijakan (policy). Factor-faktor yang mempengaruhi perlunya strategi operasi dalam suatu perusahaan adalah :
    – Dorongan oleh keinginan menekan biaya (efisiensi) dan meningkatkan kualitas produk.
    – Melemahnya bargaining position dalam menghadapi supplier bahan baku, suku cadang/komponen.
    – Saingan semakin kuat dalam pemasaran produk yang sama.
    – Ketiadaan/kelangkaan tenaga professional untuk bidang keahlian tertentu dalam menciptakan kemampuan khusus.

    Salah satu batasan strategi yang dinilai sangat penting salah satunya adalah strategi proses pelayanan, karena kunci utama dalam memilih suatu adalah jumlah kontak pelanggan. Jika derajat kontak rendah, proses dapat di abaikan dari pelanggan atau pengaruh eksternal lainnya. Dalam hal ini potensi pelanggan untuk mengganggu proses produksi adalah kecil. Jumlah kontak yang rendah cocok dengan jenis proses manufaktur sehingga efisiensinya dapat menjadi tinggi. Sebaliknya dalam proses perusahaan yang mengutamakan jasa dalam pelayanannya tingkat kontak pelanggan yang tinggi justru dinilai sangat efektif dan efisien, karena semakin tinggi kontak pelanggan yang ada dalam perusahaan jasa maka artinya semakin tinggi pula nilai kepercayaan dan kepuasan pelanggan akan jasa yang diberikan.

    Dalm industry kesehatan seperti rumah sakit, isu strategis yang perlu dijawab adalah bagaimana strategi operasi rumah sakit untuk mencapai visi&misi rumah sakit dengan efektif. Selain itu isu perencanaan kapasitas juga tidak kalah penting. Tidak mungkin rumah sakit dibangun untuk waktu yang singkat, dan kemudian diperluas secara sporadic. Isu yang menyangkut investasi yang besar serta waktu yang panjang lainnya adalah pemilihan lokasi atau fasilitas fisik rumah sakit, dan yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana rumah sakit menjawab isu-isu yang berkelanjutan (sustainability).
    Pada tingkat taktis, rumah sakit harus memiliki perencanaan yang baik mengenai estimasi pasien dan kebutuhan rumah sakit setiap tahun agar rencana kerja tahunan dapat direalisasikan dengan baik. Berdasarkan estimasi tersebut, maka rumah sakit harus memperkirakan sumber daya yang dibutuhkan, khususnya SDM. Manajemen persediaan juga tidak kalah penting dan mendesak mengingat fakta menunjukkan besar sekali biaya yang dikeluarkan untuk persediaan.
    Pada tingkat operasional, rumah sakit harus memiliki system penjadwalan yang baik, system pengendalian kualitas, penanganan antrian disetiap instalasi, pemeliharaan sarana dan prasarana alat, efisiensi system pendukung(seperti listrik,air,gas,dan sampah). Ini semua tidak dapat dikelola dengan ala kadarnya. Diperlukan manajemen yang professional agar misi mulianya kepada para pemangku kepentingannya dapat terpenuhi dengan pengeloaan yang efektif dan efisien.

    5) Perumusan strategi adalah suatu proses yang dijalani perusahaan untuk menentukan bagaimana perusahaan untuk menentukan bagaimana perusahaan akan bersaing dalam industrinya. Perumusan srategi mencakup penetapan tujuan dan pengembagan kebijakan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, strategi itu sendiri harus terkait dengan sekumpulan factor-faktor eksternal seperti factor ekonomi dan nilai-nilai masyarakat dan dengan factor-faktor internal seperti kekuatan dan kelemahan perusahaan serta nilai-nilai pribadi para eksekutif kuncinya.
    Tugas manajer operasi adalah menetapkan strategi manajemen operasional yang dapat meningkatkan produktivitas, system transformasi dan memberikan keunggulan bersaing. Selain itu manajer operasi dapat membangun dan mengelola fungsi-fungsi manajemen operasional yang memberikan kontribusi pada daya saing organisasi.

    Sedangkan yang dimaksud dengan daya saing, menurut saya adalah :
    – Himpunan factor, kebijakan dan kelembagaan yang menentukan tingkat produktifitas suatu organisasi/perusahaan.
    – Kapasitas suatu organisasi/perusahaan untuk menghadapi tantangan persaingan pasar (baik domestic maupun internasional) dengan menjaga atau meningkatkan pendapatan riil nya.

    Dalam suatu industry kesehatan seperti rumah sakit, yang membuat sebuah rumah sakit memiliki daya saing adalah ketika rumah sakit sudah mampu menjalankan fungsi utama dari rumah sakit itu sendiri sebagai penyedia jasa bagi para pasien, dengan memiliki visi dan misi yang dapat menunjang keberlangsungan operasionalnya serta memperhatikan faktor-faktor operasional dan taktis dalam mengelola manajemen nya (seperti yang telah saya bahas pada jawaban no.4) sehingga rumah sakit tersebut akan di senangi oleh pelanggan(pasien) dan di segani oleh para kompetitor nya, maka barulah sebuah rumah sakit dapat dikatakan memiliki daya saing.

    6) a) Customization dalam service merupakan pendekatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang saling menguntungkan antara hubungan pelanggan dengan perusahaan.
    Customization mempunyai dua implikasi yaitu : biaya dan pendapatan. Hal itu berarti strategis karena dapat menghasilkan keunggulan kompetitif, tetapi dapat juga menimbulkan biaya. Atau dapat diartikan bahwa customization dalam service yaitu :
    Variabel pemasaran yang menggambarkan kemampuan pelanggan untuk mempengaruhi secara personal sifat jasa yang disampaikan.
    Dan peran sumber daya terutama sumber daya manusia sangatlah penting, karena produk yang ditawarkan adalah berupa jasa yang secara langsung kaitannya berhubungan dengan pelanggan, dari SDM yang berada di luar pintu masuk, seperti security, petugas parkir, kebersihan, sampai dengan front liner dan SDM inti dalam sebuah perusahaan. Ketika mereka melayani dengan hati dan mau untuk mendengarkan keluh kesah dari pelanggan, maka perusahaan tersebut berhasil menciptakan nilai (value) di hati para pelanggan nya.
    Sebagai contoh dalam industry kesehatan, rumah sakit misalnya. Ketika seorang pasien merasakan ada pelayanan yang kurang memuaskan mereka baik itu dalam hal sarana dan prasarana, keramahan para karyawan, sampai pada hal yang menyangkut kekurang profesioanalan tenaga medis (Dokter,perawat) dalam menangani pasien. Biasanya pada sebuah rumah sakit disediakan kotak kritik dan saran yang bertujuan untuk membangun kualitas pelayanan dari rumah sakit itu sendiri, bahkan dirumah sakit tertentu sudah menyediakan kolom keluhan pelanggan pada website mereka. Yang kesemuanya itu merupakan customization dalam service industry kesehatan yang bertujuan untuk menciptakan hubungan yang saling menguntungkan antara pasien dan penyedia jasa tersebut (rumah sakit).

    b) Dalam mengelola jasa dikenal kaitan antara penyampaian dan peran hubungan antar orang, disini saya akan mencotohkan pada industry otomotif, pada sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang penjualan mobil yang ditawarkan adalah produk dan jasa. Walaupun Produk yang ditawarkan berupa unit kendaraan roda empat atau lebih, namun dalam menjalankan operasionalnya tidak lepas dari fungsi jasa dari para sumber daya manusia yang terlibat di dalamnya. Baik dari keramahan para penerima pelanggan di pintu depan seperti ; security, customer service, dan sales counter sampai pada pelayanan jasa seorang sales ketika mempromosikan produk kendaraan tersebut. Bahkan adanya service after sales seperti ; pemberitahuan perawatan service berkala, keluhan pelanggan atas unit yang digunakan setelah service, sampai kepada saran mengenai pemeliharaan suku cadang, dll. Yang kesemuanya itu bertujuan untuk membina hubungan yang secara terus menerus antara pelanggan dengan perusahaan otomotif tersebut sehingga dapat menciptakan sebuah nilai (value). Dan orang-orang kuat yang terlibat dalam proses tersebut antara lain :
    – customer service : yang mempunyai fungsi sebagai pemberi info mengenai kebutuhan pelanggan akan produk yang di inginkan.
    – Sales : sebagai tenaga penjual yang mempunyai fungsi sebagai garda lini terdepan yang berhubungan langsung dengan pelanggan
    – service advisor : yang mempunyai fungsi sebagai pemberi layanan after sales.

    -sekian & terima kasih-

    Komentar oleh habiburrahman | November 20, 2013 | Balas

  34. DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
    UNIVERSITAS JAMBI FAKULTAS EKONOMI
    PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN

    UJIAN MIDSEMESTER
    Selamat Petang Menjelang malam Pak jo, Berikut jawaban dari midtest nya.

    NAMA MAHASISWA :AMBO UPE
    NOMOR MAHASISWA : P2C213016
    DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
    UNIVERSITAS JAMBI FAKULTAS EKONOMI
    PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN
    UJIAN MIDSEMESTER
    MATA UJI: Manajemen Operasional
    HARI/TANGGAL: Sabtu, 16 November 2013
    WAKTU: 120 menit
    DOSEN PENGUJI: Dr. JOHANNES SIMATUPANG. SE, MSi

    Pertanyaan.
    1) Apakah yang anda maksud dengan Manajemen Operasional sebagai bagian dari disiplin ilmu di bidang manajemen.
    Jawab:
    Manajemen Operasional adalah usaha pengelolaan secara optimal penggunaan faktor produksi : tenaga kerja, mesin-mesin, peralatan, bahan mentah dan faktor produksi lainnya dalam proses tranformasi menjadi berbagai produk barang dan jasa. Manajemen operasi sangat luas dalam lingkup tanggung jawab dan akan memanfaatkan berbagai fungsi dalam organisasi, tidak terbatas pada departemen tertentu.
    Apa Yang Bisa Dilakukan Manajer Operasi Dan Orientasi Manajer Operasi
    Melakukan fungsi-fungsi proses manajemen : perencanaan, pengorganisasian, pembentukan staf, kepemimpinan dan pengendalian.
    Orientasi manajer operasi ialah mengarahkan keluaran/output dalam jumlah, kualitas, harga, waktu dan tempat tertentu sesuai dengan permintaan konsumen.

    2) Dengan menyimak industri kesehatan , bagaimana anda memberi penjelasan tentang manajemen operasi.
    Jawab:
    Manajemen Operasi dalam industri kesehatan bisa kita ibaratkan sebagai sebuah upaya membangun input untuk menghasilkan output, input dalam industri kesehatan adalah berupa tenaga dokter dan tenaga kesehatan yang berkualitas, ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan, administrasi yang baik, sedangkan outputnya adalah berupa kepuasan,kenyamanan dari pasien yang berobatke rumah sakit. Untuk mencapai output ini, dibutuhkan suatu proses, Pembangunan industri kesehatan saat ini membutuhkan manajer strategi dan operasi yang mampu mengidentifikasi apa yang harus dilakukan sekarang untuk meraih tingkat kepuasan yang diharapkan setiap pasien , untuk itu manajer strategi dan operasi tersebut harus mengetahui kekuatan, kelemahan, ancaman dan tantangan yang ada saat ini,dan masa depan.

    3) Dalam model dasar Manajemen Operasional didapat tiga kegiatan yaitu 1) Input, 2) Transformasi, dan 3) Outputs. Jelaskan ketiga hal ini khususnya dalam Siloam Hospital yang bergerak di bidang jasa kesehatan, haruskah mempunyai satu bidang yang merupakan bidang dimana mereka terbaik melayani (excelence at). Jelaskan kegunaan satu bidang terbaik untuk satu organisasi.
    Jawab :
    a. Input berupa modal,teknologi,energi, serta bahan dan informasi pelanggan.
    b. Transformasi atau Proses merupakan nilai tambah diseluruh proses dari dasar input sampai selesai menjadi barang dan jasa.
    c. Output atau hasil yaitu proses akhir sampai selesai produk/layanan yang menawarkan untuk pelanggan, berwujud dan tidak berwujud elemen,menggabungkan fisik dan psikis yang bermanfaat bagi pelanggan. Sehingga menghasilkan layanan dan operasi yang baik dan memuaskan.
    Sebagai rumah sakit yang terkenal dengan keunggulan medis dan klinis dan rumah sakit utamanya merupakan rumah sakit internasional pertama dan satu-satunya di Indonesia. Semua rumah sakit Siloam dilengkapi dengan peralatan tercanggih dan memiliki kerja sama dengan lembaga bereputasi internasional untuk memberikan perawatan klinis modern danevidence based. Tidak hanya berinvestasi membangun rumah sakit baru saja, Siloam Hospitals Group juga mengembangkan kemampuan intelektual dan teknik dengan berinvestasi pada sumber daya manusia yang handal, teknologi baru, termasuk sistem informasi yang canggih serta sistem manajemen operasional yang inovatif. Hal ini ditunjukkan dengan pembentukan “Medical Sciences Group” yang menciptakan sinergi dengan Mochtar Riady Institute of Nanotechnology (MRIN) dan Universitas Pelita Harapan School of Medicine and School of Nursing, yang menyediakan tenaga medis yang cakap yang dibutuhkan oleh Siloam Hospitals Group dan masyarakat Indonesia.Artinya, Rumah sakit Siloam paham betul konsep dari Manajemen Operasional dan tiga kegiatan yaitu Input,transformasi dan Output, itu ditunjukkan dari rumah sakit siloam yang berinvestasi pada sumber daya manusia yang berkualitas,teknologi dan sistem informasi yang canggih.Dan semua input tadi di olah secara baik sehingga menghasilkan output yang diharapkan yaitu berupa kepuasan pasien terhadap kinerja para sumber daya manusia yang berkualitas dan teknologi yang canggih tadi.
    4) Dalam pendekatan Manajemen Operasional dikenal sifat strategy, pilihlah salah satu batasan strategi dan berikan penjelasan apa yang penting dari batasan yang anda kemukakan khususnya organisasi di bidang kesehatan .
    Jawab:
    Sifat strategi dibidang kesehatan ialah berupa pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas dan handal,sistem informasi yang canggih serta manajemen operasional yang inovaif. Sehingga tercapai tujuan yang diinginkan yaitu melayani pasien secepat mungkin dan mendapatkan kepuasan yang maksimal.
    5) Kegiatan Manajemen Operasional dimaksudkan untuk membangun daya saing perusahaan secara keseluruhan. Apa yang anda maksud dengan daya saing, dan bilamana anda mempertimbangkan industri kesehatan apa yang membuat satu rumah sakit mempunyai daya saing?
    Daya saing adalah kemampuan menghasilkan produk dan jasa yang memenuhi pengujian internasional dan dalam saat bersamaan juga dapat memelihara pendapatan yang tinggi dan berkelanjutan atau kemampuan perusahaan menghasilkan pendapatan dan kesempatan kerja yang tinggu dengan tetap terbuka terhadap persaingan eksternal. Yang harus membuat satu rumah sakit mempunyai daya saing yaitu dari segi sumber daya manusia nya dan dari pelayanan terhadap pasien. Contoh nya rumah sakit siloam, Rumah sakit ini merupakan rumah sakit yang mempunyai daya saing tinggi karena merupakan Sebagai rumah sakit yang terkenal dengan keunggulan medis dan klinis. Dan dilengkapi pula dengan teknologi serta pelayanan yang cepat dan memuaskan. Ini lah yang menjadikan siloam mempunyai daya saing terhadap rumah sakit yang lain.
    6) Pendekatan Manajemen Operasional peralahan-lahan mempertimbangkan jasa sebagai bidang penting, karena perannya dalam perekonomian. Hal ini dapat dilihat pada perkembangan industri kesehatan yang semakin marak di Indonesia, contohnya Siloam membuaka cabang di berbagai provinsi, terkmasuk di Jambi . Dalam kaitan itu jelaskanlah hal berikut.
    a) Customization dalam serivce dan peran sumberdaya manusia dalam hal Customization, beri contoh hal ini didapat juga dalam industri kesehatan .
    Customization dalam service merupakan sistem penyampaian yang dapat mengukur sejauh mana perusahaan dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. Dalam industri kesehatan contoh nya rumah sakit siloam yang memiliki sumber daya manusia yang tersedia dalam jumlah dan kualitas dengan keterampilan yang sesuai untuk menanggapi harapan pasien dan klien nya.
    b) Dalam mengelola jasa dikenal kaitan antara penyampaian dan peran hubungan antar orang. Masing-masing tingkatan hubungan ini didapat pada industri yang berbeda. Jelaskan contoh industri dimana terdapat hubungan antara orang yang kuat dengan dua jenis penyampaian jasa yaitu continous dan descrete.
    Contoh industri dimana terdapat hubungan antara orang yang kuat dengan dua jenis penyampaian jasa yaitu continous dan descrete ialah salah satu nya di perusahaan Perbankan dimana pihak perbankan mulai dari kita masuk kedalam bank sudah memberikan kita kenyamanan sampai pada kita berdiri di depan teller atau duduk di depan customer service.
    SEKIAN DAN TERIMA KASIH.

    Komentar oleh AMBO UPE | November 20, 2013 | Balas

  35. Selamat Sore Pak Jo..
    Salam sukses selalu..

    Berikut saya kirimkan jawaban MIDSemester Manajemen Operasi Kelas Pagi
    Nama : Ratna Wijayanti
    NIM : P2C203009

    http://www.4shared.com/office/z702FrvA/RATNA_WIJAYANTI_TUGAS_UJIAN_MI.html

    sekian dan terima kasih

    Komentar oleh Ratna WijaYanti (@yant3ra) | November 20, 2013 | Balas

  36. Selamat Sore Pak Jo….
    Semangattt Pagi….

    Berikut saya kirimkan jawaban Ujian MID SEMESTER Manajemen Operasi
    Nama : DONI IKHSAN
    NIM : P2C2003008
    Kelas : PAGI

    http://www.4shared.com/office/5WyhIujl/DONI_IKHSAN_P2C203008_TUGAS_UJ.html

    Sekian dan terimakasih

    Komentar oleh Doni Ikhsan (@DoNyX_MiRaCLe) | November 20, 2013 | Balas

    • Doni, unggah aja langsung tak usah pakai forshare.

      Komentar oleh johannessimatupang | November 22, 2013 | Balas

  37. TELAH KAMI COBA. MOHON BANTUAN PAK JO, UNTUK KELAS MALAM MM SEMESTER.I 2013 SIAKAD KAMI BELUM BERHASIL MASIH TERBLOKIR DALAM KAPASITAS PESERTA ->2 TERIMA KASIH.

    Komentar oleh RD.SUKMA AHMADI | Desember 10, 2013 | Balas

  38. berikut tgas manajmen operasi kelompok I klas pagi mm unja tentang observasi ke PT. Lontar
    LAPORAN OBSERVASI LAPANGAN
    Pemahaman Manajemen Operasi, Khusus dalam Konteks Operasi
    PT. LONTAR PAPYRUS PULP AND PAPER INDUSTRY
    di Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi
    Dosen : Dr. Johannes Simatupang, SE,M.Si

    OLEH :
    KELOMPOK I
    1. SRI HANDAYANI P2C213045
    2. MEILANNY PURBA P2C213024
    3. IDA ROYANI SIJABAT P2C213030
    4. ELMI SURYANI P2C213034
    5. IMAS YUNISMANA P2C213049

    PROGRAM PASCA SARJANA MAGISTER MANAJEMEN
    UNIVERSITAS JAMBI
    2013 / 2014
    BAB I
    PENDAHULUAN

    1.1. Latar Belakang
    PT. Lontar Papyrus Pulp and Paper Industry merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam industry pulp ( bubur kertas ). Metoda pembuatan pulp yang digunakan diperusahaan adalah proses kraft, dimana bahan baku yang digunakan adalah Acasia Mangium yang diperoleh dari HTI PT. Wira Karya Sakti (WKS). Disamping pembuatan pulp PT. Lontar Papyrus Pulp and Paper Industry juga memproduksi bahan chemical yang mendukung pembuatan pulp, seperti NaOH, Cl2, H2, dan lainnya. PT. Lontar Papyrus adalah perusahaan sinar mas dengan logo matahari terbit.

    1.2. Tujuan
    Observasi lapangan ini bertujuan untuk :
    1. Mengetahui bagaimana praktik operasi PT. Lontar Papyrus mulai dari Input, proses dan output.
    2. Mengetahui apa saja aktivitas yang dilakukan oleh PT. Lontar Papyrus sehingga dapat tercermin bagaimana praktik operasi pada PT. Lontar Papyrus
    3. Mengetahui apa yang dimaksud dengan tanggung jawab dalam mengelola value dan bagaimana maknanya pada PT. Lontar Papyrus.
    4. Mengetahui apa link kritis antara manajemen operasi dengan kegiatan pemasaran.

    1.3. Manfaat
    Dengan pelaksanaan observasi lapangan ini, penulis mengetahui dan menambah pengetahuan mengenai proses pengolahan kertas dan tissue mulai dari bahan mentah hingga menjadi barang yang siap untuk diolah produsen untuk dibentuk dan dipasarkan ke konsumen atau masyarakat luas, dan mengetahui pemahaman tentang manajemen operasi kaitan dengan konteks khususnya operasi PT. Lontar Papyrus.

    1.4. Tempat dan waktu pelaksanaan
    Observasi lapangan pada PT. Lontar Papyrus bertempat di Desa Tebing Tinggi Kec. Tebing Tinggi Kab. Tanjung Jabung Barat Propinsi Jambi. Adapun waktu pelaksanaan observasi lapangan ini pada hari kamis, 23 Januari 2014 mulai pukul 10.00 sampai dengan selesai.

    BAB II
    PROFIL PERUSAHAAN

    2.1. Berdirinya PT. Lontar Papyrus
    PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry (“Perseroan”) didirikan di Republik Indonesia pada tanggal 13 Februari 1974 dalam rangka Undang-undang Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6 tahun 1968, yang telah diubah dengan Undang-undang No. 12 tahun 1970 berdasarkan Akta Notaris Malem Ukur Sembiring, S.H., No. 44. Perusahaan ini merupakan perusahaan penghasil bubur kertas (pulp) dan tissue terbesar didunia. PT. Lontar Papyrus Pulp and Paper Industry (PT. LPPPI) adalah salah satu perusahaan di dalam Group APP (Asia Pulp and Paper). Anak perusahaan lain dari PT. Asia Pulp and Paper adalah PT. Wira Karya Sakti (WKS) adalah perusahaan HTI ( Hutan Tanaman Industri) yang menghasilkan kayu akasia dan eucaliptus. Kayu disuplai ke PT. Lontar Papyrus untuk diolah jadi bubur kertas (pulp). Dari bubur kertas kemudian diolah menjadi kertas tissue, HVS, dan karton. PT Asia Pulp and Paper itu salah satu anak perusahaan sinar mas. Eka Tjipta Widjaja merupakan pendiri sekaligus pemilik sinar mas group tersebut. Bisnis utamanya adalah pulp dan kertas, agribisnis, properti dan jasa keuangan. PT. Lontar Papyrus adalah perseroan menjual produk pulp, kertas dan tissue dan memulai kegiatan usaha komersialnya sejak tahun 1976. Perseroan mulai didirikan dan memproduksi bubur kertas (pulp) pada tanggal 5 Juli tahun 1994 dan tissue pada tahun 1998, dengan keseluruhan kapasitas produksi terpasang saat ini adalah bubur kertas (pulp) sebesar 1.020.800 ton per tahun dan tissue sebesar 60.000 ton per tahun. Perseroan merupakan anak perusahaan dari PT. Pindo Deli Pulp And Paper Mills yang merupakan salah satu produsen kertas dan tissue di Indonesia. Gabungan kedua perusahaan tersebut menjadi salah satu produsen pulp, kertas dan tissue yang terintegrasi vertikal terbesar di dunia.
    Dalam menjalankan operasinya, perseroan mempekerjakan secara langsung sekitar 2300 karyawan. Perseroan ini berkedudukan di Jambi, Sumatera, Indonesia dan pabriknya berlokasi di Tebing Tinggi, Propinsi Jambi. Pabrik PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry berdiri di atas lahan seluas 1,150 Ha dengan jumlah Chipping Machine sebanyak 10 line, Pulping Machine sebanyak 4 line dan Tissue Machine sebanyak 2 line production. PT. Lontar Papyrus Pulp and Paper Industry (PT. LPPPI) memproduksi bubur kayu (pulp) dan tissue dengan kapasitas produksi 220 ton per hari dan untuk produk pulp sebelumnya produksi 1300 adt/ hari dan sampai saat ini menjadi 7500 adt/hari lalu project- project terus menjadi sebesar 3.100 adt/day.

    2.2. Visi dan Misi
    Adapun yang menjadi visi dari PT. Lontar Papyrus Pulp and Paper industry adalah :
    Menjadi perusahaan bubur kertas dan tissue nomor 1 didunia dengan Standar Internasional dan masyarakat luas. Mewujudkan visi dengan melakukan misi – misi sebagai berikut :
    – Meningkatkan pangsa pasar di seluruh dunia
    – Menggunakan teknologi mutakhir dan pengembangan produk baru serta penerapan efisiensi pabrik
    – Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan pelatihan – pelatihan
    – Mewujudkan komitmen usaha berkelanjutan di semua kegiatan operasional.

    2.3. Ruang Lingkup Industri Pulp dan Kertas
    PT. Lontar Papyrus Pulp and Paper industry ini hanya memproduksi barang setengah jadi. Produk PT. Lontar Papyrus ini untuk bahan baku berasal dari PT. Wirakarya Sakti yang selanjutnya untuk diolah oleh PT. Lontar Papyrus. Adapun cakupan industri pulp dan kertas berdasarkan pengelompokan atau kategorisasi yang dilakukan oleh Departemen Perindustrian dan Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) adalah sebagai berikut :
    – Cakupan industri pulp sering dikelompokkan kedalam berbagai kelompok/kategori sebagai berikut:
    • Berdasarkan panjang seratnya dibedakan atas : pulp serat panjang (needle bleached kraft pulp ) dan pulp serat pendek (leaf bleached kraft pulp).
    • Berdasarkan proses pembuatannya dibedakan atas : pulp kimia (chemical pulp) dan pulp mekanikal (mechanical pulp).
    • Berdasarkan bahan bakunya dibedakan atas : pulp kayu (wood pulp) dan pulp non-kayu (non-wood pulp).
    • Pulp kadang-kadang juga dibedakan atas : pulp virgin (pulp yang masih asli yang diperoleh dari pemrosesan bahan baku kayu/non-kayu menjadi pulp baik melalui proses kimiawi atau mekanikal) dan pulp daur ulang yang diperoleh dari pemrosesan kembali kertas bekas (recovered paper).

     Cakupan industri kertas meliputi :
    • Kertas budaya terdiri atas : kertas koran, kertas tulis cetak dan kertas berharga (kertas untuk saham, kertas perangko, dan lain-lain).
    • Kertas industri terdiri atas : sack kraft (kertas kantong semen), kraft liner, corrugating medium, board, dan kertas bungkus.
    • Kertas tissue terdiri atas : kertas tissue rumah tangga dan kertas sigaret.
    • Kertas khusus (specialty paper), meliputi : kertas uang, kertas dekor, kertas overlay, kertas thermo, kertas label, dan lain-lain.
    Sinar Mas Pulp & Paper Products (“APP”) bersama dengan PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry (“Lontar Papyrus” atau “Perseroan”) berkomitmen untuk menjalankan usahanya secara berkelanjutan. APP dan Perseroan memiliki visi menjadi produsen bubur kertas (pulp) dan tissue nomor satu di dunia dengan standar internasional abad ke-21 yang berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi para pelanggan, pemegang saham, karyawan dan masyarakat. Guna mewujudkan visi tersebut, APP dan Perseroan berkomitmen untuk selalu menjalankan usahanya secara berkelanjutan, baik di bidang ekonomi, sosial maupun lingkungan. APP dan Perseroan berusaha mewujudkan komitmen tersebut dengan menerapkan praktek kerja terbaik dengan menggunakan teknologi produksi yang efisien dan ramah lingkungan, memberdayakan masyarakat sekitar, menjalankan berbagai program pelestarian lingkungan dan senantiasa melakukan perbaikan secara berkelanjutan. Selama tahun 2011, Perseroan bersama dengan APP, dan pemasok bahan baku kayunya (“Pemasok”) yang beroperasi di bawah naungan Sinar Mas Forestry telah melakukan peningkatan yang signifikan dalam hal pelestarian lingkungan, sistem pasokan bahan baku, program konservasi, dan program sosial dan pemberdayaan masyarakat.
    Strategi pemasaran yang dilakukan dengan lebih fokus kepada pasar Asia dan domestik yang relatif tidak terpengaruh secara signifikan oleh krisis ekonomi serta penetrasi terhadap pasar-pasar baru yang prospektif telah mengurangi dampak krisis ekonomi global terhadap Perseroan. Dengan strategi yang tepat, diharapkan Perseroan meningkatkan kinerja di tahun-tahun mendatang. Perseroan berkomitmen untuk melaksanakan prinsip – prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG) dalam setiap kegiatan usahanya. Perseroan senantiasa mengembangkan dan meningkatkan proses tata kelola perusahaan sesuai dengan prinsip-prinsip GCG yaitu transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, kewajaran dan kesetaraan. Dengan GCG diharapkan Perseroan dijalankan oleh manajemen secara lebih profesional sehingga dapat mencapai tujuan Perseroan dan meningkatkan nilai jangka panjang Perseroan.
    Ada 4 perusahaan besar dibawah PT. Asia Pulp and Paper yaitu :
    1. PT. Lontar Papyrus
    2. PT. Indah Kiat
    3. PT. Tjiwi Kimia
    4. PT. Pindo deli

    Terdapat 7 divisi pada PT. Asia Pulp and Paper :
    1. Pulp and Paper (PT. Lontar Papyrus, PT. Indah Kiat, PT. Tjiwi Kimia, PT. Pindo deli)
    2. Smart (untuk sawit )
    3. Property ( PT. Duta anggada seperti ; mangga dua , mall ambassador)
    4. Perbankan dan keuangan ( bank sinar mas, asuransi sinar mas)
    5. Teknologi dan komunikasi ( seperti ; smart fren
    6. Air minum ( seperti : pristine)
    7. Forestry ( PT. Wira Karya Sakti di Jambi, dan Arara abadi di perawang Riau)

    2.4. Struktur organisasi
    Proj1111222BWSBBBect
    2.5. Penghargaan dan sertifikat PT. Lontar Papyrus
    Penghargaan dan sertifikat yang dimiliki oleh PT. Lontar Papyrus antara lain :
    – ISO 9001,dikeluarkan pada tanggal 24 Oktober 2005
    – PEFC Certificate
    – SMK3 Certificate, since Januari 1998
    – Halal Certificate, khusus untuk tissue
    – Lei Certificate
    – Proper Certificate

    BAB II
    PEMBAHASAN

    3.1. Hasil Pengamatan
    Dari penjelasan laporan observasi lapangan di PT. Lontar Papyrus yang dilakukan oleh kelompok I, diketahui bahwa :
    1) Praktik operasi mulai dari input, proses hingga output

    GAMBAR PROSES PEMBUATAN BUBUR KERTAS

    Keterangan :
    a. Pulp cair (C=1,5-2,0%) membentuk formasi sheet diantara double wire DWP pada bagian forming board dimana terjadi pengurangan awal kandungan air dengan bantuan gaya gravitasi
    b. Sheet yang mulai terbentuk akan mengalami pengurangan kadar air lanjut melalui Vacuum Box sebelum memasuki DWP Nip press (zona pengepresan)
    c. Pada DWP terdapat 5 zona pengepresan meliputi S-module roll, Baby Press, Pre Press 1, Pre press 2(suction roll) dan main press. Besar loading pengepresan dinaikkan secara bertahap untuk menjamin pembentukan formasi secara sempurna dengan konsistensi akhir mencapai 35%
    d. Diujung DWP terdapat Edge Cutler untuk memotong kedua ujung sisi sheet sehingga diperoleh sheet dengan lebar 7800mm.
    e. Sheet kemudian ditransfer ke HDP 1,2 (cross cutter) untuk pengepresan lanjut sehingga diperoleh konsistensi 45-50%
    f. Dari HDP 2, sheet ditransfer ke Dryer untuk proses pengeringan menggunakan udara panas dari pemanasan steam.

    GAMBAR PROSES PEMBUATAN TISSUE

    Keterangan :
    1. Serat panjang dari kayu Acasia Mangium, daun lebar dengan serat pendek diolah dan diberi air untuk dicairkan menjadi bubur kertas.
    2. Kemudian dibersihkan di HD cleaner lalu diaduk hingga menjadi serat serat halus kemudian dimasukan kepenyulingan setelah itu dicampur (zat pewarna diberikan zat pewarna sesuai warna yang diinginkan)
    3. Dicampurkan diteruskan ke vertical screen untuk proses pengeringan lalu digulung dengan rel pengulung dan dipotong sesuai ukuran lalu dibungkus
    4. kemudian dikemas dengan mesin mengempress dan dimasukan ke Kontainer (Gudang sementara yang akan didistribusikan produsen atau pemesan.

    2). Aktivitas – aktivitas yang dilakukan PT. Lontar Papyrus yang tercermin pada praktik operasi adalah:
    – Perencanaan barang, dalam hal perencanaan jenis barang yang akan diproduksi dan barang tersebut harus memenuhi kebutuhan pasar
    – Perencanaan Sumber Daya Manusia, dalam hal ini pengembangan skill sumber daya manusia dalam mengelola perusahaan memanage proses produksi mulai dari input hingga menjadi output
    – Perencanaan Layout pabrik (tata letak), dalam hal ini meliputi tata letak untuk bangunan – bangunan utama dan penunjang seperti bagian produksi, gudang, bengkel pemeliharaan, kantor direksi, bagian personalia, dan tempat fasilitas lain diantaranya tempat parker
    – Perencanaan Pabrik, dalam hal ini mencakup penentuan tempat fasilitas pabrik itu sendiri berada, yang dipilih dengan memperhatikan faktor – faktor seperti tata letak pasar, bahan baku dan keadaan lingkungan
    – Perencanaan bahan baku, dalam hal ini apakah pengangkutan produk tersebut lancar dan bagaimana proses mendapatkan bahan baku sehingga dapat diolah menjadi suatu produk
    – Plant maintenance, modul yang membantu menjalankan maintenance activities di departemen dibawah engineering division dan sedikit material management untuk keperluan observasi dan order material.
    – Preventive maintenance, dalam hal ini melakukan preventive /mencegah kerusakan yang parah, mengurangi downtime dan penghematan biaya
    – Simultance maintenance, meliputi pemeliharaan yang berkelanjutan dan terus menerus

    3). Yang dimaksud tanggung jawab dalam mengelola value adalah upaya mempertahankan nilai perusahaan agar tetap dapat berkembang secara berkeninambungan.
    Upaya ini di maknai oleh PT Lontar Papyrus dengan :
    Implementasi Panduan ISO 26000 Perseroan dan APP berkomitmen pada implementasi Panduan ISO 26000 mengenai tanggung jawab social institusi. Dimana pada tahun 2011 ini Perseroan tengah melakukan kajian menyeluruh mencakup identifikasi kesenjangan internal serta langkah-langkah perbaikanbagi pemenuhan 7 (tujuh) komponen ISO 26000 di fasilitas produksi Perseroan dengan dukungan konsultan independen. Pada tahun depan, seluruh kajian dan rekomendasi langkah-langkah perbaikan diharapkan dapat diselesaikan dan selanjutnya dilakukan verifikasi oleh pihak eksternal. Ke depan, APP dan Perseroan berkomitmen untuk mengikuti Panduan ISO 26000 dalam seluruh lini operasi Perseroan.

    a. Sustainability Report
    Pada tahun 2011, Perseroan bersama APP sedang menyusun Sustainability Report-nya yang keempat. Laporan ini akan merangkum kegiatan Perseroan dalam hal sustainabilitas sepanjang tahun 2010-2011. Sustainability Report ini akan disusun berdasarkan standar dan indikator yang terdapat di Global Reporting Initiative (GRI). Isi dari laporan tersebut akan melaluiproses verifikasi dari pihak ketiga independen, yang akan melakukan verifikasi berdasarkan standar prinsip dari Institut Akuntabilitas Sosial dan Etika (Institute for Social and Ethical Accountability) AA1000. Sustainability Report tahun 2008-2009 telah dipublikasikan pada tahun 2011.

    b. APP’s Carbon Footprint
    Sebagai langkah awal, untuk mengurangi jumlah emisi karbon dan gas rumah kaca dalam kegiatan operasinya, APP dan Perseroan memulai penyusunan Laporan Emisi Karbon (Carbon Footprint Assessment) untuk mengukur tingkat produksi emisi yang dihasilkan saat ini yang akan dijadikan sebagai dasar untuk penyusunan rencana pengurangan emisi dan produksi gas rumah kaca ke depannya, untuk mewujudkan visi jangka panjang Perseroan dalam menghasilkan kertas bebas emisi karbon.
    Pada bulan Agustus 2008, APP mempublikasikan hasildari pendataan emisi karbon tersebut, dimana dijelaskanhasil dari pendataan bahwa tingkat emisi dan produksi gasrumah kaca yang dihasilkan Perseroan dalam operasinya berada di bawah batas regulasi industri. Jika penyerapan karbon hutan tanaman dimasukkan dalam perhitungan rata-rata emisi karbon Perseroan akan menjadi lebih rendah, bahkan mendekati netral. Sejak tahun 2009, Perseroan dan APP melakukan Pendataan Emisi Karbon Perseroan tahap kedua dengan bekerja sama dengan Environmental Resources Management (ERM), sebuah lembaga independen berbasis di Inggris yang merupakan konsultan global terkemuka dalam bidang lingkungan dan sosial. Selain Laporan Emisi Karbon untuk tahun 2007-2008, kajian tahap kedua ini juga meliputi kalkulasi besaran selisih antara laporan sebelumnya dan cara untuk menutup selisih tersebut sesuai dengan Protokol Gas Rumah Kaca (GHG Protocol) dan standar ISO 14064. Dalam proyek tersebut juga akan dilakukan pendataan hasil emisi sejumlah produk dari hulu ke hilir (Life Cycle Assesment). Pendataan emisi karbon secara lebih mendetil ini merupakan bagian dari komitmen dan kontribusi Perseroan dalam penanggulangan dampak pemanasan global.

    c. APP’s Social Footprint
    Sejak diselesaikannya Social Footprint Assessment atau Pendataan atas Kontribusi dan Dampak Sosial di 2009, Perseroan dan APP mulai melakukan perencanaan dan pemantauan lebih baik dalam kegiatan tanggung jawab sosial Perseroan. Ini diharapkan dapat meningkatan efektifitas program serta meningkatkan keberlanjutan manfaat yang diterima oleh masyarakat lokal. Dengan fokus pada pemberdayaan melalui pendekatan kolaboratif dengan pemerintah dan masyarakat lokal, Perseroan berupaya terus bagi peningkatan kesejahteraan bersama yang dicapai melalui program-program pemberdayaan ekonomi, peningkatan akses dan kualitas pendidikan, peningkatan akses dan kualitas kesehatan masyarakat serta peningkatan kualtas lingkungan hidup termasuk akses air dan sanitasi dasar.

    Dalam CSR (corporate sosial responsibility) informasi untuk laporan tahunan terpadu pada GRI (global reporting indeks). Adapun nilai – nilai yang ada saat ini pada PT. Lontar Papyrus Pulp and Paper dalam tanggungjawab mengelola value terwujukan berupa :
    1. Kesetaraan, kesederhanaan, sosial
    2. Nilai kasih sayang
    3. Antusias
    4. Pro aktif
    5. Inisiatif
    6. Ambisi

    4). Link kritis antara menajemen operasi dengan kegiatan pemasaran / Peranan pemasaran
    ( marketing) dalam manajemen operasi adalah sbb :
    Didalam suatu unit usaha dikenal adanya berbagai macam fungsi yang saling berkaitan antara yang satu dengan yang lainnya, diantaranya terdapat tiga fungsi pokok yang selalu di jumpai, yaitu :
    1. Pemasaran (marketing) yang merupakan ujung tombak dari unit usaha,sebab bagian ini langsung berkaitan dengan konsumen. Keterkaitan ini dimulai dari identifikasi kebutuhan konsumen (jenis dan jumlah) maupun pelayanan dan pengantaran produk ke tangan konsumen.
    2. Keuangan (finance) yang bertanggung jawab atas perolehan dana untuk pembiayaan aktifitas unit usaha serta pengelolaan dana secara ekonomis sehingga kelangsungan dan perkembangan unit usaha dapat dipertahankan keberlangsungannya.
    3. Produksi (operasi) yang merupakan penghasil dari produk atau jasa yang akan dipasaran kepada konsumen.
    Jadi dapat disimpulkan bahwa fungsi pemasaran memegang peranan penting di dalam manajemen operasi. Hal ini disebabkan fungsi pemasaran sebagai media penghubung antara konsumen (pemakai produk) dan industri sebagai pembuat produk. Sebab fungsi dari pemasaran ialah yang berhubungan dengan pasar untuk dapat menciptakan permintaan produk dan pada akhirnya menyampaikan produk yang dihasilkan ke pasar. Dengan adanya komunikasi dan kerjasama yang baik diantara kedua fungsi ini diharapkan dapat menunjang kelangsungan industri didalam manajemen operasi. Peranan pemasaran juga sangat di perlukan untuk menentukan efisiensi dan efektivitas perusahaan dalam periode yang telah di rencanakan.

    BAB IV
    PENUTUP

    4.1. Kesimpulan
    Berdasarkan observasi lapangan di PT. Lontar Papyrus maka dapat disimpulkan :
    a. PT. Lontar Papprus adalah anak perusahaan besar adalah anak perusahaan Sinarmas yang memproduksi kertas dan tissue dan pengolahannya berupa barang setengah jadi dimana bahan bakunya berasal dari anak perusahaan lain dari sinar mas yaitu PT. Wira Karya Sakti.
    b. PT. Lontar memproduksi dengan penggunaan tingkat efisien dengan kadar bahan baku Air yang seminimal mungkin. Dalam kegiatan praktik operasi PT. Lontar Papprus melakukan aktivitas yaitu perencanaan untuk pemeliharaan alat dan mesin – mesin melakukan mencegahan (prefentif), melakukan pemeliharaan yang berkelanjutan (simultan) dan terus proaktif terhadap pemeliharaan atas tata letak dan mesin – mesin pabrik yang sudah ada.
    c. Dalam kegiatan produksinya PT. Lontar Papprus tidak hanya memproduksi bubur kertas dan tissue untuk dijual melainkan memiliki tanggung jawab dalam mengelola value, dengan program GRI ( Global Reforting Indeks ). Adapun nilai yang diterapkan adalah kesetaraan, kesederhanaan, sosial marketing, nilai kasih sayang dengan simbol Low Profile, antusias, proaktif, inisiatif menciptakan hal yang baru, ambisi untuk mencapai kinerja yang lebih baik lagi untuk kelangsungan jangka panjang.
    d. PT. Lontar Papprus telah melakukan berbagai kegiatan Sosial Marketing terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar seperti program bagi – bagi buku, bedah rumah, dlm bidang pendidikan dengan mendirikan sekolah kejuruan dengan lulusan keahlian siap pakai untuk dunia kerja.
    e. PT. Lontar Papyrus telah melakukan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan yang sangat Baik (Good Corporate Governance/GCG) yang tidak hanya untuk membantu Perseroan dalam mencapai visi dan misi Perseroan melainkan mendorong Perseroan untuk meningkatkan efisiensi, daya saing serta meningkatkan kepercayaan mitra usaha Perseroan dan pada akhirnya akan memberikan nilai tambah dan mendorong pertumbuhan kinerja keuangan Perseroan.

    4.2. Saran
    Adapun saran dari kelompok I adalah sebagai berikut :
    a. Setelah melakukan observasi ke PT. Lontar Papyrus dan melihat kondisi jalan akses masuk menuju perusahaan yang kurang baik (berdebu) ini akan berdampak kepada lingkungan dan masyarakat sekitar dimana menimbulkan polusi serta menganggu tumbuhan yang ada dipinggir jalan.
    b. Mengurangi tingkat polusi udara khususnya untuk bau dari proses produksi di lingkungan perusahaan yang sangat tidak enak untuk dihirup bagi tenaga kerja maupun masyarakat sekitar. Bagaimana strategi yang dilakukan perusahaan agar proses pengelolaan hasil produksi maupun limbah dari hasil produksi dapat didaur ulang dan tidak menimbulkan bau tidak sedap.
    c. Agar perusahaan PT. Lontar Papyrus tidak hanya “low profil” melainkan lebih mempromosikan perusahaannya agar memiliki daya saing yang tinggi dg perusahaan – perusahaan lainnya dan go internasional dan akan berdampak pada income yang tinggi bagi perusahaan
    d. Untuk fasilitas tempat beribadah mungkin adanya perbaikan tata kelola gedung atau ruangan untuk beribadah dengan desain yang lebih baik dan terawat.
    e. Adanya informasi berupa peta atau denah/ papan petunjuk jalan untuk masing – masing tempat area produksi sehingga memudahkan bagi pengunjung dalam mendapatkan informasi tentang tata letak pabrik dimasing – masing proses produksi.

    Komentar oleh Sri handayani | Januari 29, 2014 | Balas

  39. Kelompok : III

    Kelas Pagi Angkatan XVIII 2013

    1. Iskandar Muda NIP.P2C213057
    2. Johni Paul Karolus Pasaribu NIP. P2C213005
    3. Ebta Syafrizal S. Muhi NIP.P2C213015
    4. Ramadhan Lubis NIP. P2C213052
    5. Hendri NIP. P2C213013

    PENDAHULUAN

    Latar Belakang
    Untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah Manajemen Operasi yang di bimbing oleh Bapak DR, Johannes, SE. M.Si sehingga pada tanggal 23 Januari 2014 seluruh Mahasiswa dan Mahasiswi pada Program Pascasarjana Magister Manajeman Universitas Jambi Ankatan XVIII Tahun 2013 di adakan kuliah lapangan ke PT. LONTAR PAPHYRUS di Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Adapun maksud dan tujuan dari diadakannya kuliah lapangan ini untuk memberikan pemahaman secara langsung kepada seluruh mahasiswa dan mahasiswi Magister Manajemen yang mayoritas sudah bekerja dan terdiri dari berbagai profesi sehingga akan dapat memahami tentang proses produksi yang terjadi di Pabrik PT. LONTAR PAPHYRUS di Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Tanjung Jabung Barat
    Selanjutnya kepada seluruh mahasiswa dan mahasiswi di berikan tugas membuat laporan berdasarkan hasil pengamatan yang di dapat pada Pabrik PT. LONTAR PAPHYRUS di Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan kami sangat menyadari bahwa kami mengalami kesulitan dalam membuat laporan hasil kunjungan tersebut hal ini dikarenakan hal yang besifat teknis seperti kurang akuratnya penjelsan dan adanya pembatasan akses dari pihak PT. LONTAR PAPHYRUS sehingga kami merasa laporan ini masih banyak kekurangan dan Akhirnya kami sangat menghargai kritik dan saran yang bersifat membangun.

    Kepada pihak terkait kami memohon maaf apabila dalam laporan kami ini terdapat hal yang kurang baik atau dapat merugikan terutama bagi Pabrik PT. LONTAR PAPHYRUS di Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Tanjung Jabung Barat serta kami ucapkan terima kasih kepada pihak yang telah membantu dalam pembuatan laporan ini.
    Kami dari kelompok .III (tiga) mendapat tugas tentang Suatu proses produksi tak sepenuhnya berkaitan dengan pabrik, akan tetapi selalu ada unsur jasa dengan keterangan sebagai berikut :
    1. Jelaskan jasa yang terjadi antara unit pada Lontar Paphyrus ?
    2. Jasa, lebih banyak perannya dalam bentuk informasi, informasi apa yang dibutuhkan, dan siapa menjadi sumber informasi ?
    3. Bagaimana caranya agar Lontar Paphyrus tidak tertinggal bila dilihat dari sisi informasi ?

    A. Jelaskan Jasa yang terjadi antara unit pada Lontar Paphyrus ?

    PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry

    merupakan salah satu perusahaan penghasil bubur kertas (pulp) dan tissue terbesar di dunia yang terintegrasi secara vertikal salah satu pelaku usaha penting di pasar dunia terutama Cina,Timur Tengah, Amerika Serikat, Taiwan dan negara Asia lainnya, perusahaan ini berlokasi di tempat strategis di wilayah Asia – Pasifik. Dan Perusahaan ini dikenal dengan produk bubur kertas (pulp) dan tissue berkualitas tinggi. Perusahaan mempekerjakan secara langsung sekitar 2.300 karyawan serta Perusahaan memiliki komitmen untuk menerapkan prinsip usaha berkelanjutan (sustainability) di setiap kegiatan operasionalnya.

    Perseroan berkedudukan di Jambi, Sumatera, Indonesia dan pabriknya berlokasi di Tebing Tinggi, Jambi. Perseroan memulai kegiatan usaha komersialnya sejak tahun 1976.Kegiatan usaha Perseroan adalah memproduksi bubur kertas (pulp) dan tissue. Perseroan mulai memproduksi bubur kertas (pulp) pada tahun 1994 dan tissue pada tahun 1998, dengan keseluruhan kapasitas produksi terpasang saat ini adalah bubur kertas (pulp) sebesar 1.020.800 ton pertahun dan tissue sebesar 60.000 ton per tahun.Perseroan merupakan anak perusahaan dari PT. Pindo Deli Pulp And Paper Mills yang merupakan produsen kertas dan tissue di Indonesia. Gabungan kedua perusahaan tersebut menjadi salah satu produsen pulp, kertas dan tissue yang terintegrasi vertikal terbesar di dunia. Perseroan menjual produk pulp dan tissue di pasar domestik dan ekspor.

    Dalam menjalankan operasinya, Perseroan mempekerjakan secara secara langsung sekitar 2.300 karyawan dan PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry mempunyai Visi Menjadi produsen bubur kertas (pulp) dan tissue nomor satu di dunia dengan standar internasional pada abad ke-21 yang berdedikasi memberikan yang terbaik bagi para pelanggan,pemegang saham, karyawan dan masyarakat dan mempunyai Misi Meningkatkan pangsa pasar di seluruh dunia. Menggunakan teknologi mutakhir dalam pengembangan produk baru serta penerapan efisiensi pabrik. Meningkatkan sumber daya manusia melalui pelatihan mewujudkan komitmen usaha berkelanjutan di semua kegiatan operasional

    Nama Perseroan : PT. Lontar Papyrus Pulp & PaperIndustry
    Tanggal Berdiri : 13 Februari 1974
    Alamat Perseroan : Jalan Ir. H. Juanda No. 14 Simpang III Sipin-Kota Baru,Jambi, Indonesia
    Alamat Pabrik : Desa Tebing Tinggi,Kecamatan Tebing Tinggi,
    Kabupaten Tanjung Jabung Barat,Jambi, Indonesia

    Dari penjelasan diatas dan menurut pengamatan kami kelompok III. (tiga)… Jasa yang terjadi antara unit pada Lontar Paphyrus adalah adanya pelayanan yang terbaik yang diberikan kepada para pelanggan pemegang saham, karyawan dan masyarakat di sekitar perusahaan sesuai standar yang ada dan proses produksi menggunakan sistem teknologi modern yang sesuai standar internasional yang dibuktikan dengan banyaknya jumlah relasi bisnis diseluruh dunia merasa terlayani dengan tingkat kepuasan maksimal dan dengan kualitas tinggi yang terjamin dianatranya negara yang menggunakan jasa produksi PT. Lontar Papyrus Pulp & PaperIndustry diantaranya Cina,Timur Tengah, Amerika Serikat, Taiwan dan negara Asia lainnya dan PT Lontar Papyrus Pulp and Paper merupakan anak perusahaan Sinarmas Group– salah satu perusahaan besar di Jambi. Yang memasok dan mengurusi lahan hutan tanaman industri adalah PT Wira Karya Sakti dan beberapa perusahaan lainnya. Dari 1,2 juta hektare hutan produksi di Jambi, hampir seperempatnya dikuasai Sinarmas Forestry. Menurut data Komunitas Konservasi Indonesia WARSI, total lahan yang sudah dikonversi mencapai 346.576 hektare. Belum lagi ditambah dengan rencana ekspansi mereka seluas 573.604 hektare berarti totalnya mencapai 920.180 hektare.

    Contoh proses produksi :

    Pada umumnya sebuah prusahaan mempunyai struktur yang dibagi atas beberapa fungsi, yaitu fungsi pemasaran, fungsi keuangan, fungsi produksi dan fungsi administrasi umum. fungsi yang saling berkaitan antara yang satu dengan lainnya, diantaranya terdapat tiga fungsi pokok yang selalu dijumpai yaitu :
    Pemasaran (marketing) yang merupakan ujung tombak dari unit usaha, sebab bagian ini langsung berkaitan dengan konsumen. Keterkaitan ini dimulai dari identifikasi kebutuhan konsumen (jenis dan jumlahnya) maupun pelayanan dan pengantaran produk ketangan konsumen.
    Keuangan (finance) yang bertanggung jawab atas perolehan dana guna pembiayaan aktivitas unit usaha serta pengelolaan dana secara ekonomis sehingga kelangsungan dan perkembangan unit usaha dapat dipertahankan.
    Produksi (operasi) yang merupakan penghasil dari produk atau jasa yang akan dipasarkan kepada konsumen. Ada manajemen produksi dalam sistem produksi, terkait karakteristik, pengukuran kinerja serta ruang lingkup keputusan yang perlu diambil serta strategi operasi yang merupakan penjabaran dari strategi bisnis/ korporasi.

    Administrasi umum dan personalia memiliki tugas dan tanggung jawab untuk menjalankan segala aktivitas untuk menunjang kegiatan perusahaan (untilities function) serta melengkapi perusahaan dengan sumber daya manusia.
    Fokus perhatian pada makalah ini adalah fungsi produksi (production function atau production system). Seperti yang telah dijabarkan di atas bahwa fungsi produksi merupakan fungsi yang ada di sebuah perusahaan manufaktur atau jasa yang mengemban fungsi untuk menciptakan kegunaan bentuk (form utility). Dalam keberadaan seperti itu, maka fungsi produksi atau operasi menjadi tempat terjadinya proses perubahan secara fisik atau sumber daya produksi (intput) menjadi keluaran (output).

    B. Jasa, lebih banyak perannya dalam bentuk informasi, informasi apa yang dibutuhkan, dan siapa menjadi sumber informasi ?

    Peranan SIM (Sistem Informasi Manajemen) dalam sebuah perusahaan sangat penting yaitu sebagai penunjang kinerja perusahaan, karena sebuah perusahaan yang besar / mempunyai jaringan yang sangat luas membutuhkan data yang cepat, akurat dan inovatif dalam kinerja dan untuk menunjang operasional sebuah perusahaan.
    Dalam Sistem Informasi Manajemen (SIM) dapat berfungsi karena adanya sistem keuangan yang lengkap, memadai dan akurat. dan tentunya Sistem informasi manajemen perusahaan tidak akan berjalan dengan baik apabila tidak ditunjang dengan sistem informasi masing-masing divisi misalnya sistem informasi operasional keuangan yang memegang peranan amat penting dalam sebuah perusahaan seperti bank.
    Didalam suatu organisasi, Sistem Informasi Manajemen dipergunakan pada tiga tingkatan manajemen :

    1. Manajemen Tingkat bawah, Sistem Informasi Manajemen dipergunakan untuk keperluan pengendalian operasional. Pada tingkatan ini SIM dipergunakan dengan tujuan untuk penghematan disegala bidang yang mungkin untuk dilakukan
    2. Tingkatan manajemen menengah, penerapan SIM dipergunakan untuk keperluan pengendalian manajemen. Tugas seorang manajer menengah ialah mengelola semua sumberdaya milik organisasi agar benar-benar dipergunakan untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan oleh manajemen puncak oleh semua personilnya secara efektif dan efisien. Untuk dapat melaksanakan tugas seperti ini manajer harus mempunyai segala macam informasi tentang segala kegiatan organisasi dalam operasinya sehari-hari. Dalam hal inilah SIM dapat berperanan secara nyata untuk membantu manajer. Hal ini disebabkan karena komputer mempunyai kemampuan untuk menyimpan sejumlah besar data dengan mudah, dan menggali informasi yang terkandung didalamnya secara cepat.
    3. Manajemen tingkat puncak, yang tugas utamanya adalah untuk membuat perencanaan yang strategis.

    Manfaat sistem informasi manajemen dalam sebuah perusahaan untuk :

    1. Meningkatkan Efisiensi Operasional
    Investasi di dalam teknologi sistem informasi dapat menolong operasi perusahaan menjadi lebih efisien. Efisiensi operasional membuat perusahaan dapat menjalankan strategi keunggulan biaya low-cost leadership.
    Dengan menanamkan investasi pada teknologi sistem informasi, perusahaan juga dapat menanamkan rintangan untuk memasuki industri tersebut (barriers to entry) dengan jalan meningkatkan besarnya investasi atau kerumitan teknologi yang diperlukan untuk memasuki persaingan pasar. Selain itu, cara lain yang dapat ditempuh adalah mengikat (lock in) konsumen dan pemasok dengan cara membangun hubungan baru yang lebih bernilai dengan mereka.

    2. Memperkenalkan Inovasi Dalam Bisnis

    Penggunaan ATM. automated teller machine dalam perbankan merupakan contoh yang baik dari inovasi teknologi sistem informasi. Dengan adanya ATM, bank-bank besar dapat memperoleh keuntungan strategis melebihi pesaing mereka yang berlangsung beberapa tahun.
    Penekanan utama dalam sistem informasi strategis adalah membangun biaya pertukaran (switching costs) ke dalam hubungan antara perusahaan dengan konsumen atau pemasoknya. Sebuah contoh yang bagus dari hal ini adalah sistem reservasi penerbangan terkomputerisasi yang ditawarkan kepada agen perjalanan oleh perusahaan penerbangan besar. Bila sebuah agen perjalanan telah menjalankan sistem reservasi terkomputerisasi tersebut, maka mereka akan segan untuk menggunakan sistem reservasi dari penerbangan lain.

    3. Membangun Sumber-Sumber Informasi Strategis

    Teknologi sistem informasi sangat membantu perusahaan untuk membangun sumber informasi strategis sehingga mendapat kesempatan dalam keuntungan strategis. Hal ini berarti memperoleh perangkat keras dan perangkat lunak, mengembangkan jaringan telekomunikasi, menyewa spesialis sistem informasi, dan melatih end users.
    Sistem informasi memungkinkan perusahaan untuk membuat basis informasi strategis (strategic information base) yang dapat menyediakan informasi untuk mendukung strategi bersaing perusahaan. Informasi ini merupakan aset yang sangat berharga dalam meningkatkan operasi yang efisien dan manajemen yang efektif dari perusahaan. Sebagai contoh, banyak usaha yang menggunakan informasi berbasis komputer tentang konsumen mereka untuk membantu merancang kampanye pemasaran untuk menjual produk baru kepada konsumen.
    Fungsi dari sistem informasi tidak lagi hanya memproses transaksi, penyedia informasi, atau alat untuk pengambilan keputusan. Sekarang sistem informasi dapat berfungsi untuk menolong end user manajerial membangun pelayanan jasa informasi yang menggunakan teknologi sistem informasi untuk menghadapi tantangan dari persaingan yang ketat.

    C. Bagaimana caranya agar PT. Lontar Paphyrus tidak tertinggal bila dilihat dari sisi informasi ?

    Memasuki era globalisasi berarti PT. Lontar Paphyrus memasuki era perdagangan bebas, yang menuntut setiap pelaku usaha untuk lebih meningkatkan keunggulan kompetitifnya bila ingin tetap eksis dalam pasar global. Seluruh pelaku usaha mau tidak mau harus mempersiapkan diri bila ingin tetap sukses dalam era perdagangan bebas. Tidak terkecuali bagi PT Lontar Papyrus Pulp and Paper merupakan anak perusahaan Sinarmas Group– salah satu perusahaan besar di Jambi dan para pelaku usaha di Indonesia lainya harus sudah terbiasa dengan penggunaan perangkat teknologi modern sehingga inovasi – inovasi yang dilakukan perusahaan dapat menujang pembangunan bidang layanan jasa atau produk sehingga untuk dapat melaksanakan tugas seperti ini pimpinan perusahaan harus mempunyai jaringan segala macam informasi tentang kegiatan organisasi dalam sehari-hari. dan informasi yang di desaign untuk mencapai tujuan perusahaan. Manajemen operasional pada industri bubur kertas tersebut mencakupi proses pengolahan kayu sebagai bahan baku, untuk mencapai kualitas bubur kertas yang baik, dengan kapasitas sebagai kemampuan pembatas dari unit produksi untuk berproduksi dalam waktu tertentu, dan biasanya dinyatakan dalam bentuk keluaran (output) per satuan waktu serta persediaan bahan baku yang selalu tersedia.

    1.Peran strategis teknologi sebagai bagianstrategi korporasi
    2.Inovasi Radical dan Incremental
    3.Tantangan Pengembangan Inovasi
    4.Peran organisasi dalam pengembangan inovasi
    5.Kultur entrepreneurship yang inovatif
    Teknologi dapat didefnisikan sebagai seluruh ilmu, produk,proses, peralatan, metode, dan sistem yg digunakan untuk menciptakan barang dan jasa. Teknologi menyangkut
    bagaimana cara kita menghasilakan sesuatu.
    Ragam Pemanfaatan Teknologi
     Riset dan inovasi. Mempercepat praktek riset dan teknologi.
     Produksi. Pusat dan praktek perusahaan berada pada tempat yg berbeda.
     E-business. Adanya kontak bisnis secara langsung, business to business.
     Diaspora. Mensinkronkan sebaran teknologi dari satu tempat (sumber) ke arah
    engggunaan yg lebih baik.
     Advokasi. Teknologi dapat digunakan sebagai bagian praktik advokasi kepada pihak
    Tertentu

    Teknologi dibedakan menjadi:

    1. Radical innovation. Teknologi ini demikian besar pengaruhnya terhadap perusahaan
    sehingga membuat berbagai perubahan yang radikal bahkan revolusiner.
    2. Incremental innovations. Merupakan kelanjutan dari praktek perusahaan yang
    sedang berlangsung.

    lima dilema dalam menerapkan inovasi :

    Seeds versus weeds. Banyak ide tentang pemanfaatan usulan teknologi dihadapkan pada pertanyaan apa manfaat dari usulan teknologi ini terhadap perusahaan; jenis mana yang akan digunakan atau mana pula yang akan diabaikan.
    Experience versus initiative. Bilamana telah diterima satu usulan, maka persoalan yang muncul adalah siapa yang akan melaksanakannya.
    Internal versus external staffing. Dalam mengelola usulan teknologi adakalanya dihadapkan pada pilihan penggunaan karyawan internal ataukah eksternal.
    Building capabilities versus collaborating. Usulan teknologi juga membutuhkan kapabilitas dan kemahiran yang berbeda, bukan hanya membutuhkan biaya.
    Incremental versus preemptive launch. perusahaan harus mempertimbangkan apakah usulan diterapkan perlahan-lahan, sehingga tidak menimbulkan resiko – incremental. Sementara preemptive adalah penerapan yang langsung dilakukan secara besar-besaran akan tetapi

    Peranan Manajemen

    Peranan manajemen dalam hal ini bukan hanya mendorong terciptanya produk baru, akan tetapi juga menciptakan sistem yang menjamin bahwa produk yang dikembangkan akan menggunakan teknologi yang dikembangkan sesuai dengan
    kebutuhan pelanggan.

    Artinya perspektif pengembangan teknologi yang digunakan oleh korporasi tidak saja dari sisi produk, akan tetapi harus mempertimbangkan kenyamanan dan kebutuhan pelanggan.

    Dengan mempertimbangkan keterkaitan operasional dan pentingnya strategi maka kemungkinan yang akan dilakukan :
    Direct Integration. Perusahaan baru yang mempunyai keterkaitan erat dengan perusahaan lain harus menjadi bagian daripada perusahaan yang lebih besar.
    New Product Business Department. Perusahaan dapat berbagi keahlian dan kapabilitas dalam mengembangkan produk baru.
    Special Business Units. Perusahaan tidak mempunyai keterkaitan operasional,sementara di sisi lain perusahaan mempertimbangkan pentingnya strategi, oleh karena itu perusahaan mempunyai pilihan mendirikan special business unit.

    Micro New Venture Department. Dengan mempertimbangkan bahwa barang dan jasa yang dihasilkan berkaitan erat, namun belum ditemui apakah ada kaitan pentingnya dengan strategi, itu korporasi biasanya membentuk devisi kecil, digunakan untuk menggodok berbagai kepentingan penemuan ide.
    New Venture Division. Perusahaan hanya berkaitan sebahagian dengan korporasi sedangkan kepentingan strategi tidak jelas maka pilihannya adalah membentuk devisi baru.
    Independent Business Unit. Sama sekali kegiatan operasional perusahaan tidak terkait dengan korporasi, sementara pentingnya strategi tidak penting. Maka pilihan korporasi adalah menjadikan perusahaan baru menjadi independent business unit.
    Nurturing and Contracting. Perusahaan mempunyai keterkaitan dengan korporasi,akan tetapi secara strategi tidak mempunyai kaitan maka pilihannya dapat berupamemisahkan perusahaan dari korporasi, akan tetapi korporasi tetap memberikan
    dukungan kepada perusahaan baru tersebut.
    Contracting. Keterkaitan operasional perusahaan dengan korporasi kecil, maka pilihannya dapat menjadikan perusahaan baru menjadi kontraktor. .
    Complete Spin-Off. Sama sekali kegiatan operasional perusahaan tidak terkait dengan korporasi, sementara pentingnya strategi tidak penting

    Dengan mengamati industri bubur kertas (paper pulp) yaitu PT. Lontar Papyrus, manajemen operasional adalah suatu area dari bisnis terkait dengan produksi dari bahan baku menjadi bahan jadi yaitu dari kayu menjadi bubur kertas yang akan diolah menjadi kertas dan tissue, yang melibatkan tanggung jawab untuk memproduksi barang. Di dalam manajemen operasional terdapat rancangan dan pengoperasian system produksi dengan kualitas teknologi terjamin, melalui proses transformasi dari input menjadi output yang melibatkan sumber daya yang ada antara lain modal, mesin, material, sumber daya manusia, teknologi, dan informasi yang di desaign untuk mencapai tujuan perusahaan. Manajemen operasional pada industri bubur kertas tersebut melingkupi proses pengolahan kayu sebagai bahan baku, untuk mencapai kualitas bubur kertas yang baik, dengan kapasitas sebagai kemampuan pembatas dari unit produksi untuk berproduksi dalam waktu tertentu, dan biasanya dinyatakan dalam bentuk keluaran (output) per satuan waktu serta persediaan bahan baku yang selalu tersedia.

    Strategi pelayanan kepada pelanggan adalah:

    1. Mengkaji dan menghubungkan misi, visi, nilai dan tujuan perusahaan
    2. Mengevaluasi posisi saat ini
    3. Merumuskan strategi
    4. Mengembangkan suatu perencanaan kegiatan yang secara spesifik
    5. Mengembangkan secara terus – menerus inovasi untuk mencapai keberhasilan
    6. Mengidentifikasikan dan mengevaluasi penghambat kemajuan
    7. Implementasi.dalam pelaksanaan

    Komentar oleh ISKANDAR MUDA | Januari 30, 2014 | Balas

  40. Tugas Manajemen Operasi Kelompok II Kelas Pagi

    LAPORAN OBSERVASI LAPANGAN
    Pemahaman Strategik dalam Manajemen Operasi
    PT. LONTAR PAPYRUS PULP AND PAPER INDUSTRY
    Di Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi

    Dosen : Dr. Johannes Simatupang, SE, M.Si

    Oleh :
    KELOMPOK II
    1. ANDRI FARIKO (P2C213036)
    2. AMBO UPE (P2C213016)
    3. HABIBURRAHMAN (P2C213017)
    4. IPENTILIANA (P2C213029)
    5. YANTI (P2C213043)

    PROGRAM PASCA SARJANA MAGISTER MANAJEMEN
    UNIVERSITAS JAMBI
    2014

    BAB I
    PENDAHULUAN

    1.1. LATAR BELAKANG
    PT Lontar Papyrus Pulp dan Paper Industry merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam industry pulp (bubur kertas). Metoda pembuatan pulp yang digunakaniperusahaan adalah proses kraft, dimana bahan baku yang digunakan adalah Acasia Mangium yang diperoleh dari HTI PT. WKS. Disamping pembuatanpulp PT. Lontar Papyrus Pulp dan Paper Industry juga memproduksi bahan chemical yang mendukung proses pembuatan pulp, seperti NaOH,Cl2, H2 dan lainnya.

    1.2. TUJUAN
    1. Mengetahui tentang kaitan strategi dalam manajemen operasi yang sesuai dengan PT. Lontar Papyrus Pulp dan Paper Industry.
    2. Mengetahui batasan strategi yang dikaitkan dengan aspek lingkungan.
    3. Mengetahui jenis keputusan taktikal operasion dan strategi yang dilaksanakan PT. Lontar Papyrus Pulp dan Paper Industry.
    4. Mengetahui jenis keputusan strategis yang dilaksanakan oleh PT. Lontar Papyrus Pulp dan Paper Industry.

    1.3. MANFAAT
    Dengan pelaksanaan kuliah lapangan ini, penulis mendapatkan pengalaman dan menambah serta meningkatkan pengetahuan dalam menggunakan alat dan proses pembuatan tissue dan kertas.

    1.4. LOKASI DAN WAKTU OBSERVASI LAPANGAN
    Observasi dilakukan di PT. LONTAR PAPYRUS Pulp and Paper Industry, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi. Pelaksanaan observasinya pada hari Kamis tanggal 23 Januari 2014.

    BAB II
    PROFIL PERUSAHAAN

    II.1. Berdirinya PT. Lontar Papyrus
    PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry (“Perseroan”) didirikan di Republik Indonesia pada tanggal 13 Februari 1974 dalam rangka Undang-undang Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6 tahun 1968, yang telah diubah dengan Undang-undang No. 12 tahun 1970 berdasarkan Akta Notaris Malem Ukur Sembiring, S.H., No. 44. Perusahaan ini merupakan perusahaan penghasil bubur kertas (pulp) dan tissue terbesar didunia. PT. Lontar Papyrus Pulp and Paper Industry (PT. LPPPI) adalah salah satu perusahaan di dalam Group APP (Asia Pulp and Paper). Anak perusahaan lain dari PT. Asia Pulp and Paper adalah PT. Wira Karya Sakti (WKS) adalah perusahaan HTI ( Hutan Tanaman Industri) yang menghasilkan kayu akasia dan eucaliptus. Kayu disuplai ke PT. Lontar Papyrus untuk diolah jadi bubur kertas (pulp). Dari bubur kertas kemudian diolah menjadi kertas tissue, HVS, dan karton. PT Asia Pulp and Paper itu salah satu anak perusahaan sinar mas. Eka Tjipta Widjaja merupakan pendiri sekaligus pemilik sinar mas group tersebut. Bisnis utamanya adalah pulp dan kertas, agribisnis, properti dan jasa keuangan. PT. Lontar Papyrus adalah perseroan menjual produk pulp, kertas dan tissue dan memulai kegiatan usaha komersialnya sejak tahun 1976. Perseroan mulai didirikan dan memproduksi bubur kertas (pulp) pada tanggal 5 Juli tahun 1994 dan tissue pada tahun 1998, dengan keseluruhan kapasitas produksi terpasang saat ini adalah bubur kertas (pulp) sebesar 1.020.800 ton per tahun dan tissue sebesar 60.000 ton per tahun. Perseroan merupakan anak perusahaan dari PT. Pindo Deli Pulp And Paper Mills yang merupakan salah satu produsen kertas dan tissue di Indonesia. Gabungan kedua perusahaan tersebut menjadi salah satu produsen pulp, kertas dan tissue yang terintegrasi vertikal terbesar di dunia.
    Dalam menjalankan operasinya, perseroan mempekerjakan secara langsung sekitar 2300 karyawan. Perseroan ini berkedudukan di Jambi, Sumatera, Indonesia dan pabriknya berlokasi di Tebing Tinggi, Propinsi Jambi. Pabrik PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry berdiri di atas lahan seluas 1,150 Ha dengan jumlah Chipping Machine sebanyak 10 line, Pulping Machine sebanyak 4 line dan Tissue Machine sebanyak 2 line production. PT. Lontar Papyrus Pulp and Paper Industry (PT. LPPPI) memproduksi bubur kayu (pulp) dan tissue dengan kapasitas produksi 220 ton per hari dan untuk produk pulp sebelumnya produksi 1300 adt/ hari dan sampai saat ini menjadi 7500 adt/hari lalu project- project terus menjadi sebesar 3.100 adt/day.

    II.2. Visi dan Misi
    1. Meningkatkan pangsa pasar di seluruh dunia.
    2. Menggunakan teknologi mutakhir dan pengembangan produk baru serta penerapan efisiensi pabrik.
    3. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan pelatihan – pelatihan.
    4. Mewujudkan komitmen usaha berkelanjutan di semua kegiatan operasional.

    II.3. Ruang Lingkup Industri Pulp dan Kertas
    PT. Lontar Papyrus Pulp and Paper industry ini hanya memproduksi barang setengah jadi. Produk PT. Lontar Papyrus ini untuk bahan baku berasal dari PT. Wirakarya Sakti yang selanjutnya untuk diolah oleh PT. Lontar Papyrus. Adapun cakupan industri pulp dan kertas berdasarkan pengelompokan atau kategorisasi yang dilakukan oleh Departemen Perindustrian dan Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) adalah sebagai berikut :
    1. Cakupan industri pulp sering dikelompokkan kedalam berbagai kelompok/kategori sebagai berikut:
     Berdasarkan panjang seratnya dibedakan atas : pulp serat panjang (needle bleached kraft pulp ) dan pulp serat pendek (leaf bleached kraft pulp).
     Berdasarkan proses pembuatannya dibedakan atas : pulp kimia (chemical pulp) dan pulp mekanikal (mechanical pulp).
     Berdasarkan bahan bakunya dibedakan atas : pulp kayu (wood pulp) dan pulp non-kayu (non-wood pulp).
     Pulp kadang-kadang juga dibedakan atas : pulp virgin (pulp yang masih asli yang diperoleh dari pemrosesan bahan baku kayu/non-kayu menjadi pulp baik melalui proses kimiawi atau mekanikal) dan pulp daur ulang yang diperoleh dari pemrosesan kembali kertas bekas (recovered paper).

    2. Cakupan industri kertas meliputi :
     Kertas budaya terdiri atas : kertas koran, kertas tulis cetak dan kertas berharga (kertas untuk saham, kertas perangko, dan lain-lain).
     Kertas industri terdiri atas : sack kraft (kertas kantong semen), kraft liner, corrugating medium, board, dan kertas bungkus.
     Kertas tissue terdiri atas : kertas tissue rumah tangga dan kertas sigaret.
     Kertas khusus (specialty paper), meliputi : kertas uang, kertas dekor, kertas overlay, kertas thermo, kertas label, dan lain-lain.
    Sinar Mas Pulp & Paper Products (“APP”) bersama dengan PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry (“Lontar Papyrus” atau “Perseroan”) berkomitmen untuk menjalankan usahanya secara berkelanjutan. APP dan Perseroan memiliki visi menjadi produsen bubur kertas (pulp) dan tissue nomor satu di dunia dengan standar internasional abad ke-21 yang berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi para pelanggan, pemegang saham, karyawan dan masyarakat. Guna mewujudkan visi tersebut, APP dan Perseroan berkomitmen untuk selalu menjalankan usahanya secara berkelanjutan, baik di bidang ekonomi, sosial maupun lingkungan. APP dan Perseroan berusaha mewujudkan komitmen tersebut dengan menerapkan praktek kerja terbaik dengan menggunakan teknologi produksi yang efisien dan ramah lingkungan, memberdayakan masyarakat sekitar, menjalankan berbagai program pelestarian lingkungan dan senantiasa melakukan perbaikan secara berkelanjutan. Selama tahun 2011, Perseroan bersama dengan APP, dan pemasok bahan baku kayunya (“Pemasok”) yang beroperasi di bawah naungan Sinar Mas Forestry telah melakukan peningkatan yang signifikan dalam hal pelestarian lingkungan, sistem pasokan bahan baku, program konservasi, dan program sosial dan pemberdayaan masyarakat.
    Strategi pemasaran yang dilakukan dengan lebih fokus kepada pasar Asia dan domestik yang relatif tidak terpengaruh secara signifikan oleh krisis ekonomi serta penetrasi terhadap pasar-pasar baru yang prospektif telah mengurangi dampak krisis ekonomi global terhadap Perseroan. Dengan strategi yang tepat, diharapkan Perseroan meningkatkan kinerja di tahun-tahun mendatang. Perseroan berkomitmen untuk melaksanakan prinsip – prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG) dalam setiap kegiatan usahanya. Perseroan senantiasa mengembangkan dan meningkatkan proses tata kelola perusahaan sesuai dengan prinsip-prinsip GCG yaitu transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, kewajaran dan kesetaraan. Dengan GCG diharapkan Perseroan dijalankan oleh manajemen secara lebih profesional sehingga dapat mencapai tujuan Perseroan dan meningkatkan nilai jangka panjang Perseroan.
    Ada 4 perusahaan besar dibawah PT. Asia Pulp and Paper yaitu :
    1. PT. Lontar Papyrus
    2. PT. Indah Kiat
    3. PT. Tjiwi Kimia
    4. 4. PT. Pindo deli

    Terdapat 7 divisi pada PT. Asia Pulp and Paper :
    1. Pulp and Paper (PT. Lontar Papyrus, PT. Indah Kiat, PT. Tjiwi Kimia, PT. Pindo deli)
    2. Smart (untuk sawit )
    3. Property ( PT. Duta anggada seperti ; mangga dua , mall ambassador)
    4. Perbankan dan keuangan ( bank sinar mas, asuransi sinar mas)
    5. Teknologi dan komunikasi ( seperti ; smart fren)
    6. Air minum ( seperti : pristine)
    7. 7. Forestry ( PT. Wira Karya Sakti di Jambi, dan Arara abadi di perawang Riau)

    II.4. Penghargaan dan sertifikat PT. Lontar Papyrus
    Penghargaan dan sertifikat yang dimiliki oleh PT. Lontar Papyrus antara lain :
    – ISO 9001,dikeluarkan pada tanggal 24 Oktober 2005
    – PEFC Certificate
    – SMK3 Certificate, since Januari 1998
    – Halal Certificate, khusus untuk tissue
    – Lei Certificate
    – Proper Certificate

    BAB III
    PEMBAHASAN

    III.1. Berkaitan dengan strategi, definisi yang sesuai dengan PT. Lontar Papyrus

    Strategi operasi adalah suatu fungsi yang menetapkan keseluruhan arah atau daya dorong untuk mengambil keputusan.
    Secara konseptual bisnis dapat dicapi dengan 3 cara :
    Diferensiasi => Berbeda; Lebih baik
    Biaya => Lebih murah (kualitas,dll)
    Fokus? Delivery lebih cepat
    Perusahaan mencapai nilai mereka melalui 3 cara yaitu :
    1. Bersaing dalam diferensiasi.
    Diferensiasi berhubungn dengan penyajian sesuatu keunikan. Diferensiasi harus diartikan melampaui cirri fisik dan atribut jasa yang mencakup segala sesuatu mengenai produk atau jasa yang mempengaruhi nilai dimana konsumen dapat darinya.
    2. Bersaing dalam biaya.
    Kepemimpinan biaya rendah berarti mencapai nilai maksimum sebagaimana yang diinginkan pelanggan. Hal ini membutuhkan pengujian sepuluh keputusan manajemen operasi dengan usaha yang keras untuk menurunkan biaya dan tetap memenuhi nilai harapan pelanggan.
    3. Bersaing dalam respon
    Keseluruhan nilai yang terkait dengan pengembangan dan pengantaran barang yang tepat mempunyai keunggulan unik atas pesaing lain. Idenya adalah menciptakan nilai pelanggan (customer value) dengan cara efisien dan efektif.
    Strategi operasi seharusnya menghasilkan suatu pola pengambilan keputusan operasi yang konsisten dan suatu keunggulan bersaing bagi perusahaan.
     Analisis Eksternal : meliputi : Kebutuhan konsumen, teknologi baru, perubahan social, perubahan ekonomi, persaingan, perubahan undang-undang, perubahan politik dan factor lainnya diluar perusahaan yang berdampak terhadap perusahaan secara langsung maupun tidak langsung.
    a. Analisis Peluang (Opportunity)
    Setiap perusahaan memiliki sumber daya yang membedakan dirinya dari perusahaan lain. Peluang dan terobosan atau keunggulan bersaing tertentu dan beberapa peluang membutuhkan sejumlah besar modal untuk dapat dimanfaatkan. Dipihak lain, perusahaan-perusahaan baru bemunculan. Peluang pemasaran adalah suatu daerah kebutuhan pembeli di mana perusahaan dapat beroperasi secara menguntungkan.
    b. Analisis Ancaman (Threats)
    Ancaman adalah tantangan yang diperlihatkan atau diragukan oleh suatu kecenderungan atau suatu perkembangan yang tidak menguntung-kan dalam lingkungan yang akan menyebabkan kemerosotan kedudukan perusahaan. Pengertian ancaman merupakan kebalikan pengertian peluang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa ancaman adalah faktor-faktor lingkungan yang tidak menguntungkan suatu satuan bisnis.
    .

     Analisis internal meliputi : bahan baku, overhead, tenaga kerja, manajemen serta kondisi di dalam perusahaan yang bersangkutan.
    a. Analisis Kekuatan (Strenght)
    Setiap perusahaan perlu menilai kekuatan dan kelemahannya dibandingkan para pesaingnya. Penilaian tersebut dapat didasarkan pada faktor-faktor seperti teknologi, sumber daya finansial, kemampuan kemanufakturan, kekuatan pemasaran, dan basis pelaggan yang dimiliki. Strenght (kekuatan) adalah keahlian dan kelebihan yang dimiliki oleh perusahaan pesaing.
    b. Analisis Kelemahan (Weaknesses)
    Merupakan keadaan perusahaan dalam menghadapi pesaing mempunyai keterbatasan dan kekurangan serta kemampuan menguasai pasar, sumber daya serta keahlian. Jika orang berbicara tentang kelemahan yang terdapat dalam tubuh suatu satuan bisnis, yang dimaksud ialah keterbatasan atau kekurangan dalam hal sumber, keterampilan dan kemampuan yang menjadi penghalang serius bagi penampilan kinerja organisasi yang memuaskan. Dalam praktek, berbagai keterbatasan dan kekurangan kemampuan tersebut bisa terlihat pada sarana dan prasarana yang dimiliki atau tidak dimiliki, kemampuan manajerial yang rendah, keterampilan pemasaran yang tidak sesuai dengan tuntutan pasar, produk yang tidak atau kurang diminta oleh para pengguna atau calon pengguna dan tingkat perolehan keuntungan yang kurang memadai.
    c. Opportunities (peluang)
    Opportunities (peluang) merupakan kondisi peluang berkembang di masa datang yang terjadi. Kondisi yang terjadi merupakan peluang dari luar organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri. misalnya kompetitor, kebijakan pemerintah, kondisi lingkungan sekitar.

    III.2. Dikaitkan dengan Aspek Lingkungan, Bagaimana Memberikan Batasan Strategi.

    Perseroan menjalankan operasinya sesuai dengan persyaratan dan peraturan terkait dengan kelestarian, pengadaan bahan baku, pelestarian lingkungan, serta kesehatan dan keselamatan kerja. Persyaratan dan peraturan tersebut telah diterapkan sebagai kebijakan dan prosedur operasional yang senantiasa dipantau oleh Perseroan. Perseroan juga telah menerapkan program ‘Tiga R’ yang merupakan program penghematan sumber daya dengan Reduce, Reuse, Recycle dan mengintegrasikannya dalam operasional Sistem Manajemen Lingkungan Perseroan.Dengan menguasai lingkungan internal dan eksternal perusahaannya. Antara factor-faktor yang biasa dinilai untuk lingkungan internal adalah factor-faktor yang telah diidentifikasi melalui Analisis 7-Snya; Superordinate goal, strategy, system, style, staff, skill dan structure disamping factor-faktor lain yang tidak kurang pentingnya yaitu keuangan, budaya, nilai, kepercayaan, asset (nyata/tidak nyata) dan aturan perusahaan. Untuk lingkungan eksternal, dibagi menjadi dua tingkat; makro dan industry. Analisis PEST (Politik, Ekonomi, Sosial Budaya dan Teknologi) untuk lingkungan makro dan Analisis Porter 5 kekuatan (pembeli, pemasok, pesaing, pendatang baru dan produk ganti) disamping LSM, pemerintah, masyrakat dan serikat buruh disamping factor-faktor lain yang dirasakan mampu menciptakan peluang atau ancaman kepada perusahaannya harus dinilai.

    III.3. Jenis Keputusan Taktikal Operasion dan Strategi yang dilaksanakan oleh PT. Lontar Papyrus.

    Kinerja Perseroan sensitif terhadap fluktuasi harga pulp dan kertas di pasaran dunia yang dipengaruhi olehpermintaan dan penawaran di tingkat regional dan internasional. Saat ini, konsumsi pulp dan kertas di Asia masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan Eropa maupun Amerika. Dengan pertumbuhan ekonomi kawasan Asia yang cukup baik ditambah laju pertumbuhan populasi yang tinggi, Perseroan memperkirakan permintaan dan harga produk Perseroan dapat terus meningkat. Dengan adanya globalisasi perekonomian dunia, Perseroan dituntut untuk meningkatkan daya saing produk produknya melalui usaha-usaha peningkatan efisiensi dan profesionalisme perusahaan. Tidak dapat dihindarkan pula bahwa pasar bidang usaha industri pulp dan kertas yang dikelola Perseroan juga menghadapi persaingan yang semakin tajam baik dari dalam maupun luar negeri. Hal-hal yang sangat berpengaruh dalam pasar domestik dan internasional adalah merek dagang, kualitas produk, distribusi serta harga. Untuk itu, Perseroan harus melakukan upaya dalam berbagai bidang untuk meningkatkan kemampuan Perseroan agar dapat menghadapi persaingan. Dengan permintaan di pasar Asia yang masih besar Perseroan akan lebih fokus untuk memasarkan produknya di kawasan Asia termasuk pasar domestic untuk menangkap peluang yang ada dan meningkatkan penjualannya. Pendapatan Perseroan terutama diperoleh dari penjualan produk pulp dan tissue. Penjualan lokal/domestik sebesar 72,0% dari seluruh penjualan sedangkan sisanya sebesar 28,0% ditujukan untuk pasar ekspor. Pasar ekspor Perseroan sebagian besar (84,8%) ditujukan ke negara-negara di Asia sedangkan sisanya sebesar 15,2% antara lain ditujukan ke Timur Tengah, Australia dan Amerika Serikat. PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry sudah memiliki perjanjian kontrak jual beli dengan semua supplier yang digunakan dimana realisasinya sudah sesuai dengan dokumen RPBBI (Rencana Pemenuhan Bahan Baku Industri) dan SK RKT. Dari hasil penelusuran satu rantai kebelakang, tim auditor mengambil jumlah sampel 5 (lima) terbagi dalam 2 (dua) supplier IUPHHK-HT dan 3 (tiga) supplier hutan rakyat Metodologi pengambil sampel dilakukan secara random sampling dengan jumlah sampel akar n. Tim auditor dapat memutuskan bahwa kebenaran data dapat tertelusur ke satu rantai kebelakang. PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry memiliki izin impor yang sah untuk melakukan kegiatan impor bahan baku pulp. Kegiatan impor bahan baku tersebut dilengkapi dengan dokumen PIB (Pemberitahuan Impor Barang) yang terkonfirmasi keabsahan dan kebenaran dengan dokumen pendukung lainnya (Bill Of Lading, Packing List, Invoice, SPPB – Surat Persetujuan Pengeluaran Barang dan SERA – Supplier Evaluation and Risk Assessment.

    III.4. Jenis Keputusan Strategi yang sedang dilaksanakan oleh PT. Lontar Papyrus.

    1. Keputusan Strategis, adalah keputusan yang dibuat oleh manajemen puncak dalam sebuah perusahaan.
    2. Keputusan taktis, adalah keputusan yang dibuat oleh manajemen menengah
    3. Keputusan operasional, adalah keputusan yang dibuat oleh tingkat manajemen yang paling bawah, misalnya operator mesin di lantai produksi.
    Berdasarkan tersedianya pemecahan masalah, jenis keputusan yang biasanya muncul adalah:
     Keputusan Terprogram. Keputusan ini berkaitan dengan kebiasaan, aturan, dan prosedur. Dalam hal ini kondisi yang dihadapi semuanya dapat diketahui dengan pasti.
     Keputusan tidak terprogram. Keputusan tidak terprogram ini adalah keputusan yang tidak mempunyai suatu aturan yang baku, tergantung pada jenis masalahnya. Biasanya, masalah yang membutuhkan keputusan tidak terprogram ini terjadinya tidak dapat diprediksi.
     Keputusan tidak terstruktur.disebut tidak terstruktur karena tidak diketahui pemecahannya karena ketidakjelasan masalahnya.

    Komentar oleh ipentiliana | Januari 30, 2014 | Balas

  41. 23 Januari 2014
    Kelompok 4 Kelas Malam
    Program PascaSarjana Magister Manajemen
    Fakultas Ekonomi
    Universitas Jambi
    1. Melani Kadar P2C213023
    2. Mohd. Rhana Satria P2C213053
    3. Ahmad Faisal P2C213037
    4. Dedi Arizal P2C213047
    5. Rd. Sukma Ahmadi P2C213025
    6. Reza Pahlefi P2C213019
    7. Hendro Juliposo P2C213003
    8. Nurul Komariah P2C213054

    Salam Sukses & Sehat Selalu untuk kita semua Pak Jo,
    Berikut hasil report Kelompok kami atas study lapangan yang dilakukan di PT. LP3I pada tanggal 23 Januari 2014.

    PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry

    PT. LP3I yang mill site terletak di Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi Indonesia dan loading port terletak di Tebing Tinggi, Tungkal/Pengabuan River merupakan perusahaan yang memiliki multi disiplin baik berupa soft skill maupun hard skill serta manajerial yang baik. PT. LP3I ini merupakan salah satu perusahaan yang merupakan anak perusahaan dari Sinarmas Group yang kita ketahui bahwa group ini berdiri sejak tahun 1976. Ada divisi-divisi dalam group ini yaitu:
    1. Pulp, paper, & stationary yang menghasilkan bubur kertas, kertas, tissue, buku, Al-Qur’an dsb.
    2. Perbankan, berupa Bank Sinarmas, Sinarmas Oto, dan Asuransi Sinarmas.
    3. Pembangunan yang salah satu hasilnya adalah Bumi Serpong Damai.
    4. Otomotif Technology yang menghasilkan air mineral dan telekomunikasi berupa SmartFren.
    5. Smart Group Agriculture yang memproduksi teh, gula, kopra, dan minyak kelapa sawit.
    6. Forestry yang merupakan divisi mendirikan bahan baku dulu baru memproduksi yaitu PT. Wira Karya Sakty.
    Pada divisi Pulp, Paper, & Stationary, Sinarmas Group memiliki 25 pabrik, dan diantaranya terdapat 7 pabrik besar yaitu PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry yang berada di Jambi sendiri, IKPP Perawang, Tjiwi Kimia Jawa Timur, IKPP Tangerang Jawa Barat yang menghasilkan Al-Qur’an terbaik di dunia, Pindo Deli, Ekamas Fortuna, dan IKPP Serang Jawa Barat.
    PT. LP3I memiliki Visi yaitu “Menjadi perusahaan bubur kertas (pulp) & tissue nomor 1 di dunia dengan standart internasional pada abad ke 21 yang berdedikasi memberikan yang terbaik bagi para pelanggan, pemegang saham, karyawan dan masyarakat. Sedangkan Misi untuk pencapaian Visi adalah:
    1. Meningkatkan pangsa pasar di seluruh dunia.
    2. Menggunakan teknologi muktahir dalam pengembangan produk baru serta penerapan efisiensi pabrik.
    3. Meningkatkan kualitas SDM melalui pelatihan.
    4. Mewujudkan komitmen usaha berkelanjutan di semua kegiatan operasional.
    PT. LP3I memiliki harapan menjadi perusahaan yang memiliki kualitas nomor 1 di bidangnya. Sifat sosial, keadilan, dan pemerataan sangat diutamakan yang juga merupakan harapan dari pemilik Sinarmas Group yaitu Bp. Eka Cipta Wijaya.
    Terdapat 5 minds in MBOS yaitu sikap pribadi, antara lain:
    1. Love: kasih sayang
    2. Enthusiasm : antusias
    3. Care : perhatian
    4. Resolution : tekad
    5. Ambitions : ambisi
    3 Degrees in MBOS yaitu sikap kerja, antara lain:
    1. Strength : kuat
    2. Speed : cepat
    3. Coordination : koordinasi
    Inovasi dibuat karena ketidakpuasan, hari ini dan besok kebutuhan setiap manusia akan berbeda. PT. LP3I sesuai dengan ISO 9001 tahun 2008 dan ISO 14001 tahun 2004 yang merupakan Environmental Management System. Key performance indikator PT. LP3I adalah target. Pencapaian dihitung untuk performance perusahaan dan untuk individu. Produksi perdana yang dilakukan oleh PT. LP3I pada tanggal 5 Juni 1994.
    PT. LP3I melakukan efisiensi air yaitu perusahaan yang letaknya dengan air dan memiliki loading port sendiri yang berada di Pengabuan River. Efisiensi SDM dengan penggunaan technology dimana lingkungan tetap dijaga, baik itu darat, air, maupun udara. Salah satu product yang dihasikan berupa tissue dengan brand Nice, Jolly, Paseo, dan Toply serta kertas salah satunya dengan brand Mirage. Produksi pulp dilakukan secara terus menerus tanpa dipesan sedangkan tissue produksinya dilakukan sesuai dengan orderan. PT. LP3I merupakan Object Vital Negara dan saat ini mempekerjakan sekitar 2.639 karyawan. Sertifikasi-sertifikasi yang diperoleh oleh PT. LP3I antara lain adalah Sertifikasi Kompetensi, Sertifikasi Bahan Baku, Sertifikasi Sistem Verifikasi dan Legalitas Kayu, dan Sertifikasi Sistem Manajemen K3 dan Jaminan Halal.
    Production rate PT. LP3I saat ini yaitu 2.700 Adt/day, 950.000 Adt/year. Pulp Production Process: BBS—Drum Barker—Chipper—Digester—Screening—Washing—Breaching—Drying—Cutting—Baling—Warehouse. Tissue Paper Production: Water NBKP LBKP—Pulper—HD Cleaner—Deflaker—Refiner—Blending—Vertikal Screen—Felt—Yankee Dryer—Pope Rell—Rewinder—Wrapping—Labelling—Warehouse.
    Inovasi dapat dibedakan menjadi jenis inovasi, antara lain:
    1. Inovasi produk (lebih besar: inovasi teknologi), pemasaran produk baru atau secara signifikan ditingkatkan atau jasa. Termasuk perubahan signifikan terhadap spesifikasi teknis mereka, komponen, bahan, perangkat lunak yang tertanam, antarmuka pengguna atau karakteristik fungsional lainnya.
    2. inovasi Proses : pelaksanaan proses produksi baru atau secara signifikan ditingkatkan dan logistik barang atau jasa. Termasuk perubahan signifikan dalam teknik, peralatan atau perangkat lunak.
    3. Inovasi Organisasi : penerapan metode organisasi baru dalam praktik bisnis, kerja organisasi dan / atau hubungan eksternal.
    4. Inovasi Marketing : penerapan metode pemasaran baru, yang melibatkan perbaikan yang signifikan dalam desain produk atau kemasan, harga, distribusi dan promosi.
    5. Selain itu, tergantung pada sumber, inovasi dapat dibedakan dari Inovasi Terbuka dan Inovasi Tertutup tertutup. Inovasi tertutup mengacu pada proses membatasi pengetahuan untuk penggunaan internal sebuah perusahaan dan tidak menggunakan atau hanya menggunakan sedikit pengetahuan eksternal sedangkan Open Inovasi mengacu pada proses dan juga menggunakan sumber informasi eksternal (seperti lisensi, paten , dll.), meningkatkan pengetahuan dan manajemen, antara lain, pengetahuan perusahaan, yang bertujuan untuk mempercepat proses inovasi. Inovasi terbuka merupakan perkembangan yang akan datang dari masyarakat umum, dan dibedakan dengan partisipasi terbuka individu dari seluruh dunia.
    6. Inovasi inkremental: mengacu pada penciptaan nilai tambah pada produk yang sudah ada, menambahkan beberapa perbaikan. Sebagai contoh, mobil, Anda dapat menempatkan airbag dan produk lainnya.
    7. Inovasi radikal: perubahan atau pengenalan produk baru, layanan atau proses tidak diketahui sebelumnya. Misalnya, perubahan radikal akan menggunakan kuda untuk menggunakan mesin mobil.
    8. Inovasi manajemen: adalah yang secara substansial mengubah cara melaksanakan tugas manajemen atau secara signifikan mengubah bentuk organisasi adat dan karena itu memberikan kemajuan dalam tujuan organisasi.

    Inovasi radikal yaitu inovasi yang berskala besar, dilakukan para ahli di bidangnya, dan biasanya dikelola oleh department. Inovasi radikal merupakan perubahan atau pengenalan produk baru, layanan atau proses tidak diketahui sebelumnya.
    Inovasi incremental yaitu inovasi yang bersakala kecil, dilakukan secara berangsur-angsur dan dilakukan oleh semua pihak terkait. Inovasi inkremental mengacu pada penciptaan nilai tambah pada produk yang sudah ada, menambahkan beberapa perbaikan.
    Bentuk inovasi yaitu Product Innovation: changes in the things (products services) which an organization offers, Process Innovation: changes in the ways in which they are created and delivered, Position Innovation: changes in the context in which the products services are introduced, and Paradigm Innovation: changes in the underlying mental models which frame what the organization does.
    Inovasi dilakukan karena adanya trend yang meningkat, kualitas juga harus meningkat dengan pertimbangan regulasi dan SDM yang juga mengalami peningkatan. PT. LP3I yang bukan merupakan pabrik produk retail sehingga tidak adanya inovasi product. PT. LP3I selalu berupaya meningkatkan kualitas marketing antar perusahaan, memuaskan perusahaan pembeli dengan meningkatkan kualitas, memperlancar distribusi dan selalu melayani keluhan. Inovasi pulp dilakukan secara 100% meningkatkan kecerahan. Inovasi pada PT. LP3I dilakukan pada sistem teknikal, sistem laporan PRS yaitu production report dan inovasi dilakukan pada sistem pengolahan yang saat ini yaitu pengolahan tissue dilakukan hasilnya disesuaikan dengan orderan baik pada inovasi lebar tissue dan warna tissue yang di order. Inovasi dilakukan untuk mengatasi masalah efisiensi dimana semua yang diproduksi jadi semua, tidak ada sisa dan diolah sesuai warna yang dipesan yang dulunya hanya warna putih,namun saat ini menghasilkan warna pink, hijau, kuning, dan putih. Inovasi proses yang dilakukan oleh PT. LP3I adalah saat ini menggunakan sistem sensor.

    Komentar oleh Melani Kadar P2C213023 | Februari 5, 2014 | Balas

  42. Salam sukses Pak Jo,
    Berikut kami upload tugas Manajemen Operasi (yang tidak bisa ikut ke Lontar)

    TUGAS MANAJEMEN OPERASI
    (Kualitas Pelayanan di Perbankan)
    PT. BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk.

    Nama : Doni Ikhsan (P2C213008)
    Hikcher Pasma Franata (P2C213007)
    Ratna Wijayanti (P2C213009)

    Soal:
     Kualitas Pelayanan di Perbankan (Mandiri).
    Jelaskan penerapan kualitas pelayanan yang menggunakan konsep Parasuraman (Lima dimensi). Jelaskan satu persatu.
    Jawab:
     Dimensi pertama adalah tangible, maksudnya karena suatu service tidak bisa dilihat, tidak bisa dicium dan tidak bisa diraba, maka aspek tangible menjadi penting sebagai ukuran terhadap pelayanan. Nasabah akan menggunakan indra penglihatan untuk menilai suatu kualitas pelayanan. Nasabah akan mempunyai presepsi bahwa bank mempunyai pelayanan yang baik apabila banking hall nya terlihat mewah, bersih, dan layout nya tertata rapi dan strategis. Selain gedung dan perlengkapan peralatan serta fasilitas-fasilitas yang memudahkan nasabah untuk bertransaksi seperti mesin ATM, nasabah juga akan menilai seragam dan penampilan fisik dari para pegawainya. Hal tersebut akan memberikan kekuatan yang besar terhadap presepsi para nasabah bahwa Bank Mandiri mempunyai kualitas pelayanan yang baik.

     Dimensi kedua adalah reliability, maksudnya dimensi yang mengukur kehandalan dari perusahaan dalam memberikan pelayanan kepada pelanggannya. Dari berbagai dimensi, dimensi inilah yang paling penting bagi pelanggan dari berbagai industri jasa. Ada dua aspek dari dimensi ini, pertama adalah kemampuan perusahaan untuk memberikan pelayanan seperti yang dijanjikan. Kedua adalah seberapa jauh perusahaan mampu memberikan pelayanan yang akurat atau tidak ada error. Bank Mandiri sendiri senantiasa memberikan pelayanan seperti yang dijanjikan, misalnya sesuai dengan iklan yang telah diterbitkan atau brosur-brosur, baliho dan sesuai dengan budaya kerja insan Bank Mandiri agar nasabah merasa puas dan tidak kecewa terhadap pelayanan yang diberikan. Bank Mandiri juga sebisa mungkin untuk memberikan pelayanan yang akurat atau tidak ada errror. Contohnya Teller selalu berhati-hati saat posting permintaan nasabah agar tidak terjadi kesalahan debet/kredit rekening. Sedangkkan untuk customer service berhati-hati saat link kartu ATM baru dengan rekening saat pembukaan rekening baru agar tidak terjadi kesalahan ketika nasabah melakukan transaksi. Selain itu juga berhati-hati saat input atau mendaftarkan mobile banking/internet banking agar tidak terjadi kesalahan dalam memasukkan nomor HP atau tidak terjadi yang merugikan nasabah ataupun orang lain.

    Ada tiga hal besar yang dapat dilakukan perusahaan dalam upaya meningkatkan tingkat reliability. Pertama, pembentukan budaya kerja ‘error free’ atau ‘no mistake’. Top management perlu meyakinkan kepada semua bawahannya bahwa mereka perlu melakukan sesuatu benar 100%. Kesalahan 1% bisa menurunkan tingkat profitabilitas hingga 5-20%. Kedua, perusahaan perlu mempersiapkan insfratruktur yang memungkinkan perusahaan memberikan pelayanan ‘no mistake’. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memberikan pelatihan secara terus-menerus dan menekankan kerja team work. Dengan kerja team work koordinasi antar bagian menjadi lebih baik. Ketiga, diperlukan tes sebelum suatu layanan benar-benar diluncurkan. Contohnya sebelum bank meluncurkan fitur ATM yang baru, maka diperlukan kesabaran untuk melakukan tes seberapa jauh tingkat reliability dari layanan ini. Apabila belum 100%, dapat dicoba dan dikomunikasikan bahwa hal ini merupakan layanan baru yang sedang dicoba.
     Dimensi ketiga adalah responsiveness, adalah dimensi kualitas pelayanan yang paling dinamis. Harapan pelanggan terhadap kecepatan pelayanan hampir dapat dipastikan akan berubah dengan kecenderungan naik dari waktu ke waktu. Pelayanan yang responsif atau yang tanggap juga sangat dipengaruhi oleh sikap front-liner. Salah satunya adalah kesigapan dan ketulusan dalam menjawab pertanyaan atau permintaan nasabah. Kepuasan pelanggan dalam hal ini juga seringkali ditentukan melalui pelayanan melalui telepone. Front liner Bank Mandiri senantiasa bersikap ramah kepada nasabah dan tanggap terhadap permintaan dan pertanyaan nasabah dan memberikan solusi disetiap masalah nasabah. Membiarkan nasabah menunggu terlalu lama tanpa alasan yang jelas menyebabkan presepsi negatif dalam kualitas layanan.
     Dimensi keempat adalah assurance, maksudnya dimensi kualitas yang berhubungan dengan kemampuan perusahaan dan prilaku front-liner dalam menanamkan rasa percaya dan keyakinan kepada nasabah. Ada empat aspek dari dimensi ini. Pertama keramahan, adalah salah satu aspek kualitas pelayanan yang paling mudah diukur. Ramah berarti banyak senyum dan bersikap sopan. Dalam melayani nasabah fron liner sebagai gardan depan sebuah perbankan hendaknya selalu ramah, selalu senyum dan bersikap sopan terhadap nasabah. Aspek kedua adalah, kompetensi. Customer service dalam melayani nasabah hendaknya melayani nasabah dengan ramah, ini adalah kesan pertama yang baik, dan sebisa mungkin menjawab pertanyaan nasabah dengan baik jika nasabah mengajukan pertanyaan karena hal ini akan dapat berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan terhadap kualitas pelayanan. Aspek ketiga dari dimensi ini adalah reputasi. Apa yang dijual dari perusahaan perbankan? Salah satunya nomor rekening atau buku tabungan beserta kartu ATM, dimana nasabah yakin ketika membuat rekening baru akan dapat melakukan banyak transaksi misalkan menabung uang mereka dan setiap saat bisa mengambilnya jika dibutuhkan dengan melalui mesin ATM (selain dicabang) dan pihak bank menjaga kerahasiaan identitas nasabah beserta transaksi dan jumlah saldonya sehingga nasabah merasa nyaman dan aman untuk menabung. Aspek keempat dari dimensi ini adalah security. Nasabah mempunyai rasa aman dalam melakukan transaksi, aman karena bank jujur dalam bertransaksi (transparan), bank akan mencatat/ membukukan dan melakukan penagihan sesuai dengan yang diminta dan dijanjikan nasabah.
     Dimensi kelima adalah empathy, adalah merupakan kepedulian terhadap nasabah, memberikan perhatian bagi semua nasabah. Memberikan perhatian yang tulus dan bersifat individual atau pribadi yang diberikan kepada nasabah dengan berupaya memahami keinginan nasabah, serta memahami kebutuhan nasabah secara spesifik. Menanyakan kabar nasabah ketika memulai komunikasi baik melalui telepone ataupun saat bertatap muka agar merasa lebih akrab dan lebih dekat. Pegawai bank harus memahami masalah para nasabahnya dan bertindak demi kepentingan nasabahnya, serta memberikan perhatian personal kepada nasabah dan memiliki jam operasi yang nyaman.

    Soal:
     Didalam pendekatan lima dimensi, didapat lima kesenjangan. Pilih salah dua kesenjangan yang menurut anda didapat dari pendekatan tersebut. Jelaskan kenapa hal ini bisa terjadi!
    Jawaban:
     Pertama, Kesenjangan Penyampaian Jasa (delivery gap): kesenjangan kesenjangan antara spesifikasi kualitas jasa dan penyampaian jasa. Ada beberapa penyebab terjadinya kesenjangan ini, misalnya pegawai yang kurang terlatih, sebab kerja yang melampaui batas, ketidak mampuan memenuhi standar kerja, atau bahkan ketidak mauan memenuhi standar kinerja yang ditetapkan.
     Kedua, Kesenjangan Persepsi (perseption gap): kesenjangan antara jasa yang dirasakan dan jasa yang diharapkan. Kesenjangan ini terjadi apabila pelanggan mengukur kinerja atau presepsi perusahaan dengan cara yang berbeda, atau bila pelanggan keliru mempresepsikan kualitas jasa tersebut.

    Soal:
     Pendekatan lima dimensi dibanding dengan pendekatan yg sudah ada. Jelaskan pendekatan kualitas pelayanan yang telah ada di Mandiri. Adakah perbedaan dengan pendekatan lima dimensi?
    Jawaban:
    Pendekatan kualitas pelayanan di Bank Mandiri memiliki pengaruh yang sangat signifikan dalam keterkaitannya terhadap kepuasan pelanggan, hal ini termasuk juga dalam pendekatan lima dimensi menurut parasuraman yaitu salah satunya berupa tangible yaitu pelayanan yang tidak bisa dilihat, tidak bisa dicium dan tidak bisa diraba, tetapi bisa dirasakan. Yang diterapkan Bank Mandiri yang sudah ada saat ini adalah Pelayanan Mandiri Prioritas yang bertujuan untuk peningkatan terhadap kualitas pelayanan yang lebih bagus dan lebih baik dibandingkan dengan kualitas pelayanan yang reguler.
    Sejak tahun 2008, Bank Mandiri telah didaulat sebagai Bank dengan pelayanan terbaik di Indonesia oleh MRI (Marketing Research Indonesia) secara berturut-turut (sebanyak 6 kali), karena konsisten telah menerapkan Service Excellent yang merupakan faktor penentu pelayanan prima Bank Mandiri dalam memenangkan persaingan di industri perbankan. Hal tersebut termasuk dalam pendekatan dimensi Reliability, Responsiveness, Emphaty dan Assurance yang mana Bank Mandiri mampu memberikan pelayanan sesuai yang dijanjikan secara akurat dan terpercaya sesuai dengan harapan pelanggan dan juga Pegawai Bank Mandiri memberikan perhatian yang tulus sehingga nyaman bagi pelanggan, selain itu juga pegawai Bank Mandiri memiliki pengetahuan, kesopan santunan, dan kemampuan para pegawai untuk menumbuhkan rasa percaya pelanggan terhadap Bank Mandiri. Pencapaian ini menjadi kebanggaan sekaligus tantangan bagi Bank Mandiri untuk memempertahankan bahkan meningkatkan kualitas layanan dimasa mendatang sehingga kenyamanan dan kebutuhan nasabah dalam melakukan transaksi perbankan dapat terpenuhi dengan baik. Selain itu Bank Mandiri juga terus meningkatkan performa teknologi informasi yang dapat mendukung berbagai inovasi layanan yang bertujuan untuk memudahkan nasabah seperti layanan mobile internet dan layanan elektronik banking lainnya,
    Jadi Bank Mandiri telah menerapkan lima dimensi menurut parasuraman dan tidak ada perbedaan yang signifikan.

    Komentar oleh Ratna Wijayanti P2C213009 | Februari 6, 2014 | Balas

  43. Salam Sukses pak jo,
    Mohon maaf pak jo, kami tidak bisa menghadiri acara Seminar Nasional Tanggal 6 February (Rabu) 2014 yang dilaksanakan oleh MM di mendalo, karena pada hari dan jam yang sama kami juga mengadakan acara FDG Perencanaan penyelamatan Ekosistem koridor RIMBA di BAPPEDA.

    Komentar oleh Hendra Admaja | Februari 6, 2014 | Balas

  44. Selamat siang,
    Salam Sukses Pak Jo ysh..
    Berikut dikirimkan laporan kelompok VI hasil dari study lapangan di PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry, Tanggal 23 Januari 2014.
    Laporan ini diharapkan dapat memberikan informasi yang kemudian bermanfaat bagi Mahasiswa, khususnya Mahasiswa Ekonomi Jurusan Magister Manajemen Universitas Jambi.
    Dalam mengerjakan laporan dan perkuliahan, kami telah banyak menerima bimbingan dan saran-saran dari berbagai pihak, maka pada kesempatan ini kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Bapak. Dr. Johannes Simatupang, SE, M.Si sebagai dosen pengajar yang telah memberikan penjelasan teori dan rekan-rekan MM Unja Angkatan VXII Tahun 2013 serta semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu.

    oO&#&Oo

    Laporan Study Lapangan :
    Pelaksanaan Manajemen Operasi
    tentang Produk, Perencanaan Produk dan Ancaman IT
    pada PT. Lontar Papyrus Pulp And Paper Industry

    Dosen Pembimbing :
    Bpk. Dr. Johannes Simatupang, SE, M.Si

    Disusun Oleh :
    Kelompok VI,
    1. Hendra Admaja (P2C213031)
    2. Kurniyati (P2C213026)
    3. Sutian (P2C213044)
    4. Yayuk Sulistyo (P2C213039)
    5. Maulidia Imastary Tan (P2C218013)
    6. Nita Burdiani (P2C213022)
    7. Ferdi Arief Mulyawan (P2C213033)
    8. Novian Heryanto (P2C213021)
    9. Indah Syelviani (P2C213010)
    10. Helventa (P2C213055)
    11. Rino Wahyu Susilo (P2C213041)
    12. Revie Chantika Afrihami (P2C213038)

    MAGISTER MANAJEMEN
    FAKULTAS EKONOMI
    UNIVERSITAS JAMBI
    2014

    I. PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang Perusahaan
    PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry berdiri pada tanggal 13 Februari 1974. Alamat Perseroan di Jalan Ir. H. Juanda No. 14 Simpang III Sipin-Kota Baru,Jambi, Indonesia, sedangkan alamat pabriknya di Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, Indonesia.
    PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry merupakan salah satu perusahaan penghasil bubur kertas (pulp) dan tissue terbesar di dunia yang terintegrasi secara vertikal salah satu pelaku usaha penting di pasar dunia terutama Cina, Timur Tengah, Amerika Serikat, Taiwan dan negara Asia lainnya. Perusahaan ini berlokasi di tempat strategis di wilayah Asia – Pasifik, dan Perusahaan ini dikenal dengan produk bubur kertas (pulp) dan tissue berkualitas tinggi. Perusahaan memiliki komitmen untuk menerapkan prinsip usaha berkelanjutan (sustainability) di setiap kegiatan operasionalnya.
    PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry berkedudukan di Jambi, Sumatera, Indonesia dan pabriknya berlokasi di Tebing Tinggi, Jambi. PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry memulai kegiatan usaha komersialnya sejak tahun 1976. Kegiatan usaha Perseroan adalah memproduksi bubur kertas (pulp) dan tissue. PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry mulai memproduksi bubur kertas (pulp) pada tahun 1994 dan tissue pada tahun 1998, dengan keseluruhan kapasitas produksi terpasang saat ini adalah bubur kertas (pulp) sebesar 1.020.800 ton pertahun dan tissue sebesar 60.000 ton per tahun. PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry merupakan anak perusahaan dari PT. Pindo Deli Pulp And Paper Mills yang merupakan produsen kertas dan tissue di Indonesia. Gabungan kedua perusahaan tersebut menjadi salah satu produsen pulp, kertas dan tissue yang terintegrasi vertikal terbesar di dunia. Perseroan menjual produk pulp dan tissue di pasar domestik dan ekspor.
    Dalam menjalankan operasinya, PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry mempekerjakan secara secara langsung sekitar 2.300 karyawan. PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry mempunyai visi menjadi produsen bubur kertas (pulp) dan tissue nomor satu di dunia dengan standar internasional pada abad ke-21 yang berdedikasi memberikan yang terbaik bagi para pelanggan, pemegang saham, karyawan dan masyarakat, sedangkan misinya adalah meningkatkan pangsa pasar di seluruh dunia. Menggunakan teknologi mutakhir dalam pengembangan produk baru serta penerapan efisiensi pabrik. Meningkatkan sumber daya manusia melalui pelatihan, mewujudkan komitmen usaha berkelanjutan di semua kegiatan operasional.

    1.2 Tujuan Studi Lapangan
    Studi lapangan ini bertujuan untuk mengetahui, mempelajari, dan memahami tentang:
    1. Produk yang dihasilkan oleh PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry.
    2. Perencanaan produk PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry agar produk dikenal.
    3. Ancaman (penurunan pulp) akibat dari berkembangnya penggunaan IT secara online.

    II. PEMBAHASAN

    2.1 Produk yang dihasilkan oleh PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry.
    Produk menurut Kotler dan Amstrong (1996) adalah : “A product as anything that can be offered to a market for attention, acquisition, use or consumption and that might satisfy a want or need”. Artinya produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, dipergunakan dan yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan konsumen.
    Berdasarkan tujuan konsumsi, barang dibagi menjadi 2 jenis yaitu:
    a) Barang konsumsi (consumer’s goods)
    Barang konsumsi merupakan suatu produk yang langsung dapat dikonsumsi tanpa melalui pemrosesan lebih lanjut untuk memperoleh manfaat dari produk tersebut.
    b) Barang industri (industrial’s goods)
    Barang industri merupakan suatu jenis produk yang masih memerlukan pemrosesan lebih lanjut untuk mendapatkan suatu manfaat tertentu. Biasanya hasil pemrosesan dari barang industri diperjual belikan kembali.
    Produk PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry yaitu bubur kertas (pulp) dan tissue. Produk yang dihasilkan oleh PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry termasuk dalam jenis barang industri, yaitu produk yang masih memerlukan pemrosesan lebih lanjut atau bisa disebut dengan barang setengah jadi. Produk tersebut menjadi bahan baku bagi perusahaan pelanggan.
    Pulp yang dihasilkan oleh PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry diolah lagi oleh perusahaan pelanggan menjadi kertas. Pulp PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry terkenal dengan kualitasnya yang tinggi, terbukti dengan hasil kertasnya yang bagus. Salah satu contohnya adalah kertas yang digunakan untuk Al-Qur’an yang terkenal dengan kualitas terbaik di dunia. Sedangkan tissue yang dihasilkan oleh PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry adalah tissue facial, tissue toilet dan tissue untuk makan dengan 4 warna yaitu merah, kuning, hijau dan biru. Tissue tersebut merupakan produk setengah jadi yang merupakan bahan baku bagi perusahaan pelanggan, tissue tersebut diolah lagi oleh perusahaan pelanggan sehingga menjadi produk tissue yang biasa kita temui dipasaran. Tissue yang dihasilkan oleh PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry merupakan tissue yang berkualitas tinggi.

    2.2 Perencanaan produk PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry agar produk dikenal.
    Proses perencanaan produk dilakukan sebelum suatu proyek pengembangan produk secara formal disetujui, sumber daya yang penting dipakai dan sebelum tim pengembang yang lebih besar dibentuk. Perencanaan produk merupakan suatu kejadian yang mempertimbangkan portofolio suatu proyek, sehingga suatu organisasi dapat mengikuti dan menetukan bagian apa dari proyek yang akan diikuti selama periode tertentu. Kegiatan perencanaan produk menjamin bahwa proyek pengembangan produk mendukung strategi bisnis perusahaan yang lebih luas dan menentukan:
    1. Proyek-proyek pengembangan produk apa yang akan dilakukan.
    2. Kombinasi pengembangan produk (produk baru, produk platform, atau produk turunan).
    3. Keterkaitan antar proyek dalam suatu portofolio.
    4. Waktu dan urutan proyek.
    Setiap proyek terpilih dilengkapi dengan tim pengembang produk. Tim ini harus mengetahui misi proyek sebelum dimulai pengembangan. Misi setiap proyek seharusnya memuat: segmen pasar yang dapat dipertimbangkan untuk merancang dan mengembangkan produk, teknologi yang digunakan, target proyek secara financial, anggaran dan deadline proyek.
    Rencana produk mengidentifikasi portofolio produk-produk yang dikembangkan dan waktu pengenalan ke pasar. Proses perencanaan mempertimbangkan peluang-peluang pengembangan produk yang diidentifikasi oleh banyak sumber, mencakup usulan bagian pemasaran, penelitian, pelanggan, tim pengembangan produk dan analisis keunggulan para pesaing. Rencana produk perlu diperbarui secara berkala agar dapat mengakomodasi perubahan dan perkembangan yang ada. Untuk mengembangkan suatu rencana produk dan pernyataan misi proyek perlu 5 tahapan proses:
    1. Mengidentifikasi peluang
    Identifikasi peluang dapat dilakaukan dengan cara keluhan pelanggan terhadap produk sejenis yang sudah ada, analisa keunggulan dan kelemahan produk pesaing, usulan pelanggan yang dikumpulkan produk pesaing, pertimbangan implikasi terhadap adanya kecenderungan dalam gaya hidup, demografi dan teknologi.
    2. Mengevaluasi dan Memprioritaskan Proyek
    Empat perspektif dasar yang berguna dalam mengevaluasi dan memprioritaskan peluang-peluang bagi produk baru dalam kategori produk yang sudah ada adalah:
    a. Strategi bersaing
    Strategi bersaing perusahaan merupakan sebuah pendekatan pasar dan produk yang mendasar dengan memperhatikan para pesaing. Strategi ini digunakan untuk memilih peluang. Pada umumnya perusahaan melakukan diskusi pada tingkat manajemen merupakan sebuah kompetensi strategi dan membantu dalam bersaing. Beberapa strategi yang mungkin untuk diterapkan yaitu kepemimpinan yang berbasis pada teknologi, kepemimpinan berbasis efisiensi biaya, fokus pelanggan, dan produk tiruan.
    b. Segmentasi pasar
    Pembagian pasar ke dalam segmen-segmen memungkinkan perusahaan untuk mempertimbangkan tindakan-tindakan pesaing dan kekuatan produk perusahaan sekarang berdasarkan kelompok pelanggan yang jelas. Pemetaan produk-produk pesaing dan milik sendiri dalam segmen-segmen akan membantu perusahaan dalam memperkirakan peluang produk yang menyebabkan kelemahan lini produknya dan yang memanfaatkan kelemahan dari penawaran pesaing.
    c. Perkembangan teknologi
    Dalam bisnis yang sifatnya intensif teknologi, keputusan perencanaanyang utama adalah penentuan waktu untuk menggunakan teknologi dasar yang baru dalam lini produk.
    d. Perencanaan platform produk
    Platform produk merupakan sekumpulan aset yang dibagi dalam sekumpulan produk. Platform yang efektif dapat memungkinkan variasi turunan produk untuk dirancang lebih cepat dan mudah, yang setiap produk memberikan ciri-ciri dan fungsi-fungsi yang diinginkan oleh pasar utama. Keputusan mengenai platform produk sangat berkaitan dengan usaha pengembangan produk dari perusahaan dan untuk memutuskan mengenai teknologi mana yang akan digunakan untuk produk baru. Satu teknik untuk mengkoordinasikan pengembangan teknologi dengan perencanaan produk adalah peta jalur teknologi. Peta jalur teknologi merupakan cara untuk menunjukkan ketersediaan yang diharapkan dan masa depan penggunaan berbagai teknologi yang relevan untuk produk yang dipertimbangkan.
    e. Evaluasi peluang produk baru secara fundamental
    Beberapa kriteria untuk mengevaluasi peluang produk baru secara fundamental adalah ukuran pasar (unit/tahun x harga rata-rata), tingkat pertumbuhan pasar (persen per tahun), intensitas persaingan (jumlah pesaing dan kekuatannya), pengetahuan perusahaan mengenai pasar, pengetahuan perusahaan mengenai teknologi, kesesuaian dengan produk perusahaan lain, kesesuaian dengan kemampuan perusahaan.
    3. Pengalokasian Sumber Daya dan Perencanaan Waktu
    a. Pengelolaan sumber daya
    Perencanaan agregat akan membantu perusahaan dalam penggunaan sumber daya secara efisien dengan mengambil proyek-proyek yang beralasan untuk diselesaikan berdasarkan sumber daya yang dianggarkan.
    b. Penentuan waktu proyek
    Penentuan waktu dan urutan proyek harus mempertimbangkan faktor penentuan waktu pengenalan produk, faktor kesiapan teknologi, faktor esiapan pasar, dan faktor persaingan dalam penawaran produk.
    4. Penyelesaian Perancangan Proyek Pendahuluan
    Tahap ini dilakukan setelah proyek disetujui, tetapi sebelum sumber daya penting digunakan. Kegiatan ini melibatkan tim fungsional silang yang disebut tim inti. Pada poin ini pernyataan kesempatan yang lebih sesegera mungkin ditulis kembali sebagai suatu pernyataan visi produk.
    Sasaran yang terdefinisi dalam pernyataan visi produk kadang sangatlah umum. Untuk memberikan petunjuk yang jelas bagi organisasi pengembangan produk, biasanya tim memformulasikan suatu definisi yang lebih detail dari pasar target dan asumsi-asumsi yang mendasari operasional tim pengembangan.
    5. Merefleksikan hasil dengan proses
    Langkah terakhir dari perencanaan dan proses strategi, tim seharusnya menanyakan beberapa pertanyaan untuk memperlirakan kualitas hasil dan proses. Reality check harus dilakukan sebelum melalui proses pengembangan. Langkah awal ini merupakan waktu untuk perbaikan.
    Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan olek kelompok kami, PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry tidak melakukan perencanaan dalam mengenalkan produknya. Produk yang dihasilkan dijual ke perusahaan-perusahaan yang masih tergabung dalam satu grup. Untuk penjualan tersebut sudah ada bagian pemasaran yang mempromosikannya.
    Untuk penjualan ke perusahaan-perusahaan lain yang sampai ke luar negeri juga tidak ada unsurnya. Perusahaan di luar grup memesan produk PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry karena percaya bahwa produk yang dihasilkan bagus dan berkualitas tinggi. Hal itu didasarkan oleh adanya beberapa penghargaan dan sertifikat yang diterima oleh PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry seperti ISO certificate, PEFC certificate, SMK3 certificate, LEI certificate, Halal certificate dan Proper certificate.
    Pada PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry juga terdapat audit yang dilakukan secara mendadak yang waktunya tidak ditentukan, bisa 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan atau 1 tahun sekali. Dari hasil audit tersebut juga bisa menjadi dasar pertimbangan bagi perusahaan lain untuk membeli produk PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry.

    2.3 Ancaman (penurunan pulp) akibat dari berkembangnya penggunaan IT secara online..
    Setiap organisasi atau industri atau perusahaan pasti mempunyai dua jenis permasalahan atau tantangan yang dihadapinya yaitu permasalahan lingkungan internal dan permasalahan lingkungan eksternal. Semakin besar suatu organisasi maka semakin komplek juga implikasi yang dihadapi, salah satunya adalah proses pengambilan keputusaan semakin sulit dan rumit. Secara internal, manajemen dihadapkan kepada tuntutan dan pemuasan kepentingan dari berbagai pihak, baik itu di dalam organisasi maupun di luar organisasi. Secara eksternal, manajemen dihadapkan pada suatu lingkungan yang sifatnya tidak menentu dan suasana yang tidak pasti dimasa depan seperti terjadi globalisasi ekonomi, perubahan geopolitik dan lain sebagainya.
    Dengan berkembangnya penggunaan IT secara online membuat pulp mengalami fase penurunan tetapi tidak signifikan. Banyak perusahaan menggunakan sistem komputerisasi yaitu dengan menggunakan email, hal tersebut bisa menjadi ancaman terhadap produk PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry khususnya pulp. Berdasarkan hasil wawancara kelompok kami dengan salah satu pegawai PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry, hal tersebut tidak menjadi ancaman bagi produk mereka. Permintaan terhadap pulp masih tinggi karena tidak semua perusahaan menggunakan sistem komputerisasi secara penuh, kertas masih dibutuhkan dalam aktivitas perusahaan ssehingga permintaan terhadap pulp masih tinggi.

    III. KESIMPULAN

    Berdasarkan hasil studi lapangan dan wawancara yang telah dilakukan tentang produk PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry, terdapat 2 jenis produk yaitu bubur kertas (pulp) dan tissue dengan kualitas terbaik. Produk yang dihasilkan ini merupakan barang setengah jadi, dan digunakan sebagai bahan baku bagi perusahaan-perusahaan pelanggan. Dalam pemasarannya PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry tidak melakukan promosi, tetapi berdasarkan atas sertifikat dan penghargaan yang diterima oleh PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry sehingga perusahaan berharap pelanggan percaya bahwa produk yang dihasilkan berkualitas tinggi, terbukti dengan kualitas kertas untuk Al-Qur’an yang terbaik di dunia dengan menggunakan produk pulp dari PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry. Seiring dengan berkembangnya zaman, tidak dipungkiri bahwa PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry juga mendapat ancaman terhadap produknya terutama pulp. Dengan adanya IT secara online, sedikit membuat pulp terancam karena akan mengalami fase penurunan. Akan tetapi belum semua perusahaan menerapkan system komputerisasi secara keseluruhan. Jadi permintaan terhadap produk pulp masih meningkat. Perusahaan terus meningkatkan great produknya agar tetap menjadi produsen bubur kertas (pulp) dan tissue yang terbaik di dunia.

    oO&#&Oo

    Komentar oleh Hendra Admaja | Februari 8, 2014 | Balas

  45. Tugas Manajemen Operasional
    Study Tour ke PT. Lontar Papyrus
    Tentang
    “Inovasi di PT. Lontar Papyrus”

    Kelompok IV:
    1. Aris Tri Saputra (P2C213004)
    2. Dede Triamiyanto (P2C213035)
    3. Fitri Meliyanti (P2C213032)
    4. Gusman (P2C213046)
    5. Julrahmatiyal Fajri (P2C213027)
    6. Jones P. Nadapdap (P2C213028)
    7. Maryani A. Syukur (P2C213011)
    8. M. Hafiz (P2C213014)
    9. M. Syaifuddin (P2C213042)
    10. Novi Rama (P2C213220)
    11. Safariantoni (P2C213001)

    Universitas Negeri Jambi
    Program Magister Manajemen
    2013
    BAB I
    PENDAHULUAN

    1. LATAR BELAKANG

    Suatu perusahaan didirikan tentunya disertai dengan harapan bahwa kelak dikemudian hari akan mengalami perkembangan yang pesat. Apapun lingkup usaha yang dikelola dari perusahaan tersebut serta bagaimanapun bentuk dari perusahaan itu didirikan. Harapan yang cerah dikemudian hari merupakan salah satu dasar mengambil tindakan-tindakan yang dianggap diperlukan sekarang. Dalam pembuatan usaha baru, perusahaan-perusahaan ini mempunyai beberapa kesulitan dalam melaksanakan kegiatan operasinya, sehingga dalam perusahaan tersebut akan menghambat dalam pengembangannya.

    Mendirikan suatu perusahaan bukanlah merupakan pekerjaan yang mudah. Namun demikian untuk memelihara dan mengembangkan perusahaan yang sudah didirikan tersebut merupakan suatu pekerjaan yang jauh lebih berat, karena akan menyangkut berbagai macam masalah yang lebih banyak dan banyaknya tantangan untuk mempertahankan konsistensi perusahaan tersebut karena masalah yang datang akan datang silih berganti. Persoalan akan selalu muncul baik yang berasal dari dalam perusahaan maupun dari luar perusahaan tersebut.

    Untuk mempertahankan perusahaan tersebut berjalan dengan konsistensi, maka perusahaan tersebut sebaiknya tidak lari atau menghindar dari tiap masalah yang menimpa perusahaan tersebut. Perusahaan tersebut harus bisa menyelesaikan tiap-tiap masalah yang dihadapi dengan inovasi yang memadai sehingga mampu mengatasi akibat fatal yang mungkin terjadi.

    Makalah ini dilatar belakangi untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Operasional. Manajemen operasi adalah kegiatan yang berhubungan dengan perencanaan, pengkoordinasian, penggerakan dan pengendalian aktivitas organisasi atau perusahaan bisnis atau jasa yang berhubungan dengan proses pengolahan masukan menjadi keluaran dengan nilai tambah yang lebih besar.

    2. PROFIL PERUSAHAAN

    PT. Lontar Papyrus merupakan: Salah satu perusahaan penghasil bubur kertas (pulp) dan tissue terbesar di dunia yang terintegrasi secara vertikal. Salah satu pelaku usaha penting di pasar utama Cina, Timur Tengah, Amerika Serikat, Taiwan dan negara Asia lainnya. Perusahaan berlokasi di tempat strategis di wilayah Asia – Pasifik. Perusahaan dikenal dengan produk bubur kertas (pulp) dan tissue berkualitas tinggi. Perusahaan memiliki komitmen untuk menerapkan prinsip usaha berkelanjutan (sustainability) di setiap kegiatan operasionalnya.

    PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry (“Perseroan”) didirikan di Republik Indonesia pada tanggal 13 Februari 1974 dalam rangka Undang – undang Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6 tahun 1968, yang telah diubah dengan Undang – undang No. 12 tahun 1970 berdasarkan Akta Notaris Malem Ukur Sembiring, S.H., No. 44. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman dalam Surat Keputusan No. Y.A.5/263/11 tanggal 7 Mei 1976 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 60 Tambahan No. 6235 tanggal 28 Juli 1995. Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan seluruh anggaran dasar Perusahaan dalam rangka penyesuaian terhadap Undangundang Republik Indonesia No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas termuat dalam Akta No. 22 tanggal 10 Desember 2007 yang dibuat di hadapan Linda Herawati, S.H., Notaris di Jakarta. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan Surat Keputusan No. AHU-01211.AH.01.02 tahun 2008 tertanggal 9 Januari 2008 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 92 Tambahan No.23727 tanggal 14 Nopember 2008.

    Perubahan terakhir anggaran dasar Perseroan termuat dalam akta No. 54 tanggal 29 Januari 2010 yang dibuat di hadapan Linda Herawati, S.H., Notaris di Jakarta. Perubahan tersebut telah diterima dan dicatat di dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana ternyata dari surat No. AHU-AH.01.10-03372 tertanggal 10 Februari 2010.

    Perseroan berkedudukan di Jambi, Sumatera, Indonesia dan pabriknya berlokasi di Tebing Tinggi, Jambi. Perseroan memulai kegiatan usaha komersialnya sejak tahun 1976. Kegiatan usaha Perseroan adalah memproduksi bubur kertas (pulp) dan tissue. Perseroan mulai memproduksi bubur kertas (pulp) pada tahun 1994 dan tissue pada tahun 1998, dengan keseluruhan kapasitas produksi terpasang saat ini adalah bubur kertas (pulp) sebesar 1.020.800 ton per tahun dan tissue sebesar 60.000 ton per tahun.

    Perseroan merupakan anak perusahaan dari PT. Pindo Deli Pulp And Paper Mills yang merupakan produsen kertas dan tissue di Indonesia. Gabungan kedua perusahaan tersebut menjadi salah satu produsen pulp, kertas dan tissue yang terintegrasi vertikal terbesar di dunia. Perseroan menjual produk pulp dan tissue di pasar domestik dan ekspor. Dalam menjalankan operasinya, Perseroan mempekerjakan secara langsung sekitar 2.300 karyawan.

    Visi
    Menjadi produsen bubur kertas (pulp) dan tissue nomor satu di dunia dengan standar internasional pada abad ke-21 yang berdedikasi memberikan yang terbaik bagi para pelanggan, pemegang saham, karyawan dan masyarakat.

    Misi
    • Meningkatkan pangsa pasar di seluruh dunia.
    • Menggunakan teknologi mutakhir dalam pengembangan produk baru serta penerapan efisiensi pabrik.
    • Meningkatkan sumber daya manusia melalui pelatihan.
    • Mewujudkan komitmen usaha berkelanjutan di semua kegiatan operasional.

    BAB II
    SOAL DAN JAWABAN PERTANYAAN

    1. Praktek manufaktur apa yang dapat dikategorikan sebagai inovasi pada PT. Lontar Papyrus?

    Jawab

    Sesuai dengan penjelasan dari Bapak Hadi sewaktu kunjungan ke PT. Lontar Papyrus, maka kami dapat mengambil beberapa poin penting yang dapat menjelaskan tentang praktek manufaktur apa saja yang dikategorikan sebagai inovasi pada perusahaan tersebut, yaitu:

    a. Praktek Pemasaran

    Praktek pemasaran yang dilakukan oleh PT. Lontar Papyrus adalah pemasaran yang bersifat global. Hal ini dapat mereka lakukan karena mereka selalu berinovasi dalam menjaga kualitas produk supaya mempunyai standar pasaran global. Bagaiaman cara mereka menjaga kualitas produknya supaya selalu mempunyai standar internasional? PT. Lontar Papyrus melakukannya dengan selalu mempunyai standar internasional untuk setiap sistem produksi produknya, diantaranya :

    – ISO 14001 untuk sistem manajemen lingkungan.
    – ISO 9001 untuk sistem manajemen mutu.
    – Sertifikat CoC (Chain of Custody) dari PEFC (Programe Of The Endoresement Of Forest Certification) yaitu sistem lacak balak yang dapat menjamin dari mana asal bahan baku PT. Lontar Papyrus.
    – ISO 26000 untuk tanggung jawab sosial institusi.
    – ISO 14064 untuk pendataan emisi karbon dalam proses produksi.

    Tanpa sertifikat – sertifikat internasional ini (terutama sertifikat ISO) akan sulit bagi PT. Lontar Papyrus memasarkan produknya secara global, karena untuk negara – negara Eropa, Amerika dan bahkan Jepang mempunyai standar yang sangat ketat bagi produk yang ingin masuk kepasaran mereka. Hanya produk – produk bersertifikat internasional – lah yang dapat masuk ke pasaran mereka, dan PT. Lontar Papyrus telah sukses melakukan inovasi dalam praktek pemasaran sehingga mampu mempunyai pasar sampai ke Jepang, Eropa bahkan Amerika.

    b. Penggunaan Teknologi

    PT. Lontar Papyrus selalu memperbarui teknologi mereka. Awalnya PT. Lontar Papyrus menggunakan teknologi yang membutuhkan banyak tenaga kerja. Seiring dengan berjalannya waktu, PT. Lontar Papyrus berinovasi dengan menggunakan teknologi terbaru yang terkomputerisasi yang dapat mengurangi penggunaan tenaga kerja tetapi menghasilkan produk yang lebih banyak.

    c. Penerapan Efisiensi Pabrik

    PT. Lontar Papyrus berinovasi dengan cara melakukan efisiensi dalam segala bidang di pabrik, namun dapat menghasilkan produk yang lebih banyak dari pada sebelumnya. Menurut Bapak Hadi, efesiensi tersebut mencakup:

    – Penggunaan bahan baku, dimana sebelumnya PT. Lontar Papyurus menghasilkan 1 ton bubur kertas dari 3,4 ton kayu namun sekarang mereka sudah berhasil berinovasi sehingga bisa membuat 1 ton bubur kertas dari 3 ton kayu saja. Untuk kedepannya PT. Lontar Papyrus menargetkan dapat menghasilkan 1 ton bubur kertas dari 2,8 ton kayu.

    – Tenaga Kerja, dimana sebelumnya untuk melaksanakan produksi PT. Lontar Papyrus membutuhkan tenaga kerja yang banyak, namun sekarang dengan adanya tekonologi dan sistem yang terkomputerisasi, penggunaan tenaga kerja dapat mereka pangkas sampai titik optimal. Sehingga secara tidak langsung mereka telah efisien dalam biaya gaji tenaga kerja.

    – Penggunaan ulang bahan – bahan bekas produksi (recycle). PT. Lontar Papyrus selalu melakukan inovasi dalam hal efesiensi produksi. Bahan – bahan bekas produksi mereka gunakan ulang. Contohnya air hasil pencucian kayu, mereka daur ulang kembali, sehingga dapat digunakan kembali untuk proses pencucian selanjutnya. Begitupun kulit kayu yang tidak terpakai dari produksi bubur kertas serta kertas – kertas reject yang tidak terpakai lagi, mereka gunakan sebagai bahan bakar untuk proses memasak bubur kertas. Hal ini dapat menghemat biaya pembakaran dalam produksi mereka.

    d. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia.

    PT. Lontar Papyrus juga melakukan inovasi dalam hal peningkatan kualitas karyawannya. Kami kelompok IV menangkap pesan yang disampaikan Bapak Hadi bahwa inovasi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia yang dilakukan PT. Lontar Papyrus adalah dengan cara mengadakan pelatihan – pelatihan. Untuk karyawan yang baru masuk, mereka menerapkan pelatihan dasar dalam pelaksanaan pekerjaan. Biasanya hal ini dilakukan selama 3 bulan. Setelah 3 bulan akan dievaluasi ulang apakah karyawan ini layak untuk bekerja di PT. Lontar Papyrus atau tidak. Untuk karyawan lama, pelatihan yang ditekankan adalah pelatihan peningkatan kualitas pekerjaan, pelatihan penggunaan teknologi baru, pelatihan dasar – dasar manajemen serta training motivasi. Hal ini perlu dilakukan agar karyawan lama semakin berkualitas dalam pekerjaannya juga semakin termotivasi dalam melakukan pekerjaannya.

    2. Bagaimana inovasi dapat dikembangkan diantara bagian yang ada pada PT. Lontar Papyrus?

    Jawab

    Menurut Bapak Hadi selaku Humas PT. Lontar Papyrus, inovasi yang dilakukan oleh PT. Lontar Papyrus mencakup semua bagian yang ada pada mereka. PT. Lontar Papyrus tidak berinovasi pada satu bagian saja, tetapi berinovasi pada seluruh bagian yang ada di PT. Lontar Papyrus. Kita dapat melihat perbidangnya, sepeti :

    – Bidang Sumber Daya Manusia  PT. Lontar Papyrus mengembangkan inovasi dimana pekerja dapat menanggung beban kerja yang lebih banyak dengan jumlah pekerja yang lebih sedikit. Setiap tahunnya perusahaan ini selalu berusaha agar bagaimana pekerja dapat melakukan pekerjaan sampai batas limit kemampuan mereka namun selalu mempertimbangkan kualitas pekerjaan yang dihasilkan dan asas kemanusian untuk pekerja. Hal ini dapat dilakukan oleh PT. Lontar Papyrus dengan menggunakan metode pelatihan yang benar dan penerapan teknologi industri terbaru yang terkomputerisasi.

    – Bidang Bahan Baku  PT. Lontar Papyrus mengembangkan inovasi dengan cara meningkatkan mutu bahan baku dengan standar yang tinggi. Mereka melakukannya dengan cara menekan PT. WKS agar menghasilkan bahan baku yang berkualitas tinggi. Jika gagal memenuhinya, maka PT. WKS harus membayar denda kepada PT. Lontar Papayrus.

    – Bidang Teknologi Produksi  PT. Lontar Papyrus mengembangkan inovasi pada bidang ini dengan cara memperbarui mesin – mesin pabrik dengan mesin terbaru dan menggunakan pengendalian mesin melalui sistem yang terkomputerisasi. Dengan inovasi tersebut, perusahaan ini dapat meningkatkan produksi bubur kertas menjadi lebih baik dan lebih efisien dalam penggunaan tenaga kerja.

    – Bidang Proses Produksi  PT. Lontar Papyrus juga melakukan pengembangan inovasi dalam proses produksi dengan cara efesiensi. Hal ini terlihat dari penghematan penggunaan air dalam proses pencucian kayu sebelum dihancurkan. Air yang sudah digunakan pada proses pencucian ini diproses lagi sehingga dapat digunakan untuk pencucian kayu selanjutnya. Selanjutnya juga terlihat dari penggunaan kulit kayu yang awalnya tidak digunakan, tapi dengan inovasi efesiensi yang dilakukan oleh PT. Lontar Papyrus, kulit kayu yang awalnya jadi limbah industri sekarang digunakan sebagai bahan bakar untuk proses memasak kayu menjadi bubur kertas.

    3. Dalam pengertian inovasi, dikenal “inovasi sistemik”, bagaimana hal ini dijelaskan pada praktek manufaktur PT. Lontar Papyrus?

    Jawab

    Inovasi sistemik adalah inovasi yang berkaitan antara bagian satu dengan bagian lainnya. Menurut kami, PT. Lontar Papyrus terlihat jelas telah melakukan hal tersebut dimana inovasi – inovasi mereka saling berkaitan antar bidang. Kami mencoba menganalogikannya pada tabel dibawah ini :

    Tabel 1.

    Dari tabel diatas dapat kita ambil kesimpulan bahwa semua inovasi yang di yang dilakukan oleh PT. Lontar Papyrus (SDM yang berkualitas, bahan baku berstrandar internasional, Proses Produksi yang efektif dan efesien serta teknologi terbaru yang terkomputerisasi) semata – mata bertujuan untuk membuat perusahan berdaya saing global dan membuat perusahaan dapat berkembang secara berkesinambungan.

    4. Seberapa penting peran inovasi menentukan keberhasilan PT. Lontar Papyrus kedepan?

    Jawab

    Inovasi sangat berperan penting dalam menentukan keberhasilan PT. Lontar Papyrus ke depannya. Pertumbuhan ekonomi sejak abad ke 18 ditandai dengan inovasi (Boumol 2002, dalam Slide Presentasi Pak Johannes tentang Inovasi). Artinya jika PT. Lontar Papyrus ingin tumbuh dan berkembang secara berkesinambungan serta mempunyai daya saing global, harus dengan inovasi. Inovasi – inovasi yang ada sekarang ini telah membantu PT. Lontar Papyrus tumbuh dan berkembang serta berdaya saing global untuk masa sekarang. Namun, jika tidak melakukan inovasi lagi kedepannya, inovasi sekarang ini akan jadi usang/kuno, sehingga dengan kecepatan inovasi yang ada di dunia ini, maka akan membuat inovasi PT. Lontar Papyrus yang sekarang dilakukan akan tertinggal dari pesaing – pesaingnya. Oleh karena itu kami menyimpulkan bahwa inovasi mempunyai peran yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan PT. Lontar Papyrus dimasa depan.

    BAB III
    KESIMPULAN

    Pelaksanaan kegiatan Study Tour ke PT. Lontar Papyrus mempunyai manfaat yang sangat besar bagi kami (kelompok IV), karena dari kegiatan ini kami dapat mengambil beberapa kesimpulan mengenai inovasi yang terjadi di PT. Lontar Papyrus, diantaranya :

    1. PT. Lontar Papyrus mempunyai inovasi – inovasi yang bertujuan untuk menghemat biaya produksi, membuat perusahaan berdaya saing global dan mampu berkembang secara berkesinambungan.
    2. Inovasi yang dilakukan oleh PT. Lontar Papyrus mencakup segala bidang yang ada di perusahaan tersebut dan berkaitan satu dengan lainnya.
    3. Inovasi yang ada dilakukan dengan semangat motivasi untuk maju dan berkembang kedepannya.

    Komentar oleh Julrahmatiyal Fajri | Februari 8, 2014 | Balas

    • Pak, tugas kuliah kami (kelompok IV) ada memakai tabel. Ketika kami posting di Blog bapak, tabelnya tidak muncul. Oleh karena itu kami kirimkan ulang tugas kami ke email bapak supaya tabel yang kami buat bisa jadi pertimbangan bagi bapak. Sekian, terima kasih.

      Komentar oleh Julrahmatiyal Fajri | Februari 8, 2014 | Balas

      • Kita-kita mau baca juga nih, tugas kelompok IV. Apa bisa di emailkan juga.. he he

        Komentar oleh Hendra Admaja | Februari 8, 2014

  46. Reblogged this on linokisobri and commented:
    semoga bermanfaat

    Komentar oleh linokisobri | Mei 9, 2014 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: