Johannessimatupang’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

MANAJEMEN STRATEJIK UNTUK PESERTA MM ANGKATAN 18 MARET 2014


Pengumuman.
1) Untuk powerpoin kuliah dapat diunduh dari halaman Manajemen Strtejik pada Blog ini
2) Seluruh tugas di upload hanya disampaikan pada halaman ini.

SUKSES UNTUK ANDA.
Tugas-1
Peserta dibagi menjadi 7 kelompok, sesuai dengan topik bahasan dan jumlah kelompok.
1. Pengamatan adalah industri penerbangan di Indonesia yang fokus kepada penjelasan apakah kondisi lingkungan eksternal positif atau negatif terhadap industri penerbangan .
2. Menggunakan Google untuk mengeksplorsi ketersediaan data dan informasi relevan
3. Peserta melaporkan di halaman yang telah tersedia
4. Upload paling lambat 22 April 2014.

BAB 6
STR6 Formulasi Strategi dan Strategi Korporasi Mei 2010

SOAL UJIAN UTS MEI 2014 Soal UTS STR Kelas MM Kelas Malam Mei 2014

SOAL UTS JUNI 2014
soal-manajemen-stratejik-malam-juni-2014

Iklan

Maret 24, 2014 - Posted by | Uncategorized

11 Komentar »

  1. selamat sore Pak Jo.
    Berikut tugas manajemen strategik kelompok 5 kelas malam.

    Analisis Lingkungan Internal (VIOR) Pada Perusahaan Samsung

    Dosen Pembimbing: Bpk. Dr. Johannes Simatupang, SE, M.Si

    Disusun Oleh:
    Kelompok V:

    Ambo Upe (P2C213016)
    Ferdi Arief Mulyawan (P2C213033)
    Fitri Meliyanti (P2C213032)
    Hendra Admaja (P2C213031)
    Julrahmatiyal Fajri (P2C213027)
    Kurniyati (P2C213026)

    MAGISTER MANAJEMEN
    FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
    UNIVERSITAS JAMBI
    2014

    BAB I
    PENDAHULUAN

    1.1 Sejarah Perusahaan

    The Samsung Group adalah salah satu perusahaan terbesar di dunia yang berkecimpung didalam bisnis internasional dengan pusat bisnisnya terletak di negara Korea Selatan dengan semua kesatuan merk Samsung, termasuk didalamnya Samsung Electronics (perusahaan elektronik terbesar di dunia), Samsung Heavy Industries (salah satu shipbuilders terbesar di dunia), dan Samsung Engineering & Construction (perusahaan kontraktor global utama). Dimanapun berada, di tengah keramaian jalan raya atau dalam kenyamanan rumah, Samsung adalah bagian dari kehidupan. Sebagai pemimpin global, Samsung ada di garis terdepan perubahan, mengantisipasi apa yang diinginkan oleh pelanggan di seluruh dunia pada hari esok. Dengan penjualan bersih yang terus meningkat, pada tahun 2007 mencapai angka $ 174,2 milyar dengan aset dan kewajiban total pada tahun 2007 sebesar $ 302,9 milyar dan $ 192,7 milyar. Memperkerjakan 263.000 karyawan yang tersebar diseluruh dunia, memanfaatkan kekuatan revolusi digital untuk menciptakan terobosan produk dan layanan yang akan membawa konsumen dan bisnis di luar imajinasi mereka.

    Dalam perusahaan Samsung prinsip bisnis menjadi dasar dari setiap keputusan yang dibuat, diantaranya:
    1. Prinsip memenuhi hukum dan standar etika
    2. Prinsip menghargai konsumen
    3. Pemegang saham dan karyawan
    4. Prinsip tanggung jawab secara sosial sebagai warga korporat
    5. Prinsip menjaga budaya organisasi yan bersih
    6. Prinsip peduli akan lingkungan, kesehatan, dan keamanan.

    Berawal dari bisnis ekspor kecil di Taegu, Korea, Samsung telah tumbuh menjadi salah satu perusahaan elektronik terkemuka di dunia, dengan spesialisasi pada media dan peralatan digital, semi konduktor, memori, dan integrasi sistem. Kini proses dan produk inovatif dan berkualitas Samsung telah diakui di dunia. Itu semua menjadi tonggak utama dalam sejarah Samsung, menunjukkan bagaimana perusahaan ini telah mengembangkan jajaran dan pencapaian produknya, meningkatkan pendapatan dan saham pasarnya, dan mengikuti misinya untuk memberikan hidup yang lebih baik bagi pelanggan di seluruh dunia.

    Pada tanggal 1 Maret 1938, pendiri dan sekaligus chairman Byung-Chull Lee memulai bisnis di Taegu, Korea dengan modal 30,000 won. Pada awalnya, bisnis kecil-kecilan Lee bergerak dalam bidang ekspor barang dagangan, menjual ikan, sayur, dan buah-buahan kering dari Korea ke Manchuria dan Beijing. Namun hanya dalam waktu satu dekade, Samsung, yang secara harfiah berarti “tiga bintang” dalam Bahasa Korea, telah memiliki pabrik tepung dan pabrik gula sendiri, berikut mesin dan operasional penjualannya sendiri, dan akhirnya menjadi cikal-bakal sebuah perusahaan global modern yang saat ini masih tetap mengemban nama yang sama.

    Pada tahun 1970 pada awalnya Samsung memproduksi TV hitam putih model P3202 yang dimulai oleh Samsung-Sanyo. Bisnis teknologi inti Samsung mengalami diversifikasi dan dikembangkan secara global pada akhir 1970-an dan awal 1980-an. Fokus Samsung yang semakin meningkat pada pengembangan teknologi berhasil mendirikan dua institut penelitian dan pengembangan perusahaan (Research and Development) membantu mengembangkan jangkauan Samsung lebih jauh ke dalam elektronika, semi konduktor, chemical high polymer, genetic engineering, telekomunikasi optik, aerospace, dan bidang teknologi baru dari nanoteknologi untuk mengembangkan arsitektur jaringan.

    Pada 19 November 1987, Pendiri Samsung Byung-Chull Lee meninggal dunia setelah hampir lima puluh tahun memimpin perusahaan. Anak laki-lakinya, Kun-Hee Lee menggantikannya sebagai chairman baru. Selama periode ini, Samsung memiliki tantangan untuk me-restrukturisasi bisnis lama dan memasuki bisnis baru dengan tujuan untuk menjadi salah satu dari lima perusahaan elektronik teratas dunia.
    Tahun 1990-an menghadirkan tantangan besar untuk bisnis teknologi tinggi. Merger, koalisi dan pembelian adalah hal biasa ketika persaingan dan konsolidasi semakin berkembang. Perusahaan ditekan untuk memikirkan kembali teknologi dan penawaran layanannya. Bisnis mulai melintasi perbatasan antar negara dan perusahaan. Samsung membuka sebagian besar peluang ini dengan memfokuskan kembali strategis bisnisnya untuk merespon keinginan pasar dengan lebih baik.

    Pada pertengahan 1990-an, Samsung merevolusi usahanya melalui dedikasi untuk membuat produk berkelas dunia, dengan memberikan kepuasan pelanggan sepenuhnya, dan menjadi perusahaan yang bersih – semua di bawah visi “kualitas adalah yang utama”. Meskipun pada tahun 1997 terjadi krisis keuangan yang mempengaruhi hampir semua bisnis di Korea, Samsung tetap menjadi salah satu perusahaan yang dapat terus tumbuh, berkat kepemimpinannya di bidang teknologi digital dan jaringan, dan konsentrasinya pada bidang elektronik, keuangan dan layanan terkait.
    Samsung merespons krisis dengan mengurangi jumlah perusahaan afiliasi menjadi 45 (jumlah yang sesuai dengan aturan pada Peraturan Monopoli dan Hukum Perdagangan Bebas), mengurangi hampir 50.000 orang karyawan, menjual 10 unit bisnis, dan meningkatkan struktur keuangan, menurunkan rasio utang pada tahun 1997 sebesar 365% menjadi 148% pada akhir tahun 1999.

    Pada awal tahun 2000-an, era digital telah membawa perubahan dan kesempatan yang revolusioner bagi bisnis secara global, dan Samsung telah menjawabnya dengan teknologi yang canggih, produk yang kompetitif, dan inovasi yang konstan. Komitmen Samsung untuk menjadi yang terbaik di dunia telah membuatnya sebagai pemegang pangsa pasar global terbesar untuk tiga belas item di antara produknya, termasuk semi konduktor, TFT-LCD, monitor dan ponsel CDMA. Dengan pandangan ke depan, Samsung telah membuat kemajuan bersejarah di bidang riset dan pengembangan lini semi konduktor, termasuk flash memori dan non-memori, semi konduktor khusus pesanan, DRAM dan SRAM, dan juga memproduksi LCD yang terbaik di kelasnya, telepon seluler, peralatan digital, dan lebih banyak lagi.

    1.2 Ruang Lingkup Pembahasan

    Pembahasan pada makalah ini akan mencakup tentang Analisis Value, Imitability, Organization dan Rareness (VIOR) pada sebuah Perusahaan Samsung.

    1.3 Tujuan Pembahasan

    Tujuan pembahasan adalah untuk mengetahui, mempelajari, dan memahami tentang:
    1. Landasan Teori/ Telaah Pustaka tentang VIOR.
    2. Tabel VIOR Lingkungan Internal Perusahaan Samsung.
    3. Analisis VIOR pada Perusahaan Samsung.

    BAB II
    PEMBAHASAN

    2.1 Landasan Teori / Telaah Pustaka tentang VIOR

    Kondisi internal perusahaan, seringkali dijadikan sebagai dasar pembentukan kekuatan dan kelemahan perusahaan. Analisis lebih jauh terhadap kondisi ini akan memberikan seberapa besar sumber daya yang dimiliki perusahaan, mana yang bisa memberikan keunggulan yang berkelanjutan (sustained advantage), mana yang bersifat sementara (temporary advantage) dan mana yang justru menjadi kerugian (disadvantage).
    Alat analisis untuk mengetahui kondisi tersebut disebut VIOR (Value, Imitability, Organization, Rareness). Barney (2012) menyebutkan bahwa VIOR dapat digunakan untuk melihat perbandingan komparatif mengenai kekuatan dan kelemahan kondisi internal perusahaan.

    Bila dipergunakan secara benar, maka peta kondisi internal perusahaan akan terlihat jelas. Penelitian sebelumnya menggunakan menunjukan hasil yang cukup mengejutkan dimana perusahaan yang diteliti hanya memiliki 4 % kondisi yang Sustained Advantage, 17% yang Temporary Advantage dan sisanya adalah Disadvantage. Kondisi ini artinya, perusahaan secara internal memiliki kelemahan dasar dan akan mengalami masa-masa sulit di kemudian hari, karena masih banyaknya kelemahan dan kekurangan dibandingkan keunggulan yang ada.

    Pengujian dan evaluasi VIOR berdasarkan pertanyaan untuk setiap kondisi yaitu :
    1. Pertanyaan untuk Value
    Apakah dengan memiliki sumber daya yang ada dapat dihasilkan keunggulan kompetitif, sehingga pelanggan siap membayar lebih mahal atas barang dan jasa yang dihasilkan?
    2. Pertanyaan untuk Imitability
    Apakah kondisi tersebut sulit untuk ditiru atau direplikasi perusahaan lain?
    3. Pertanyaan untuk Organization
    Apakah kondisi tersebut didukung dan dikelola perusahaan secara pantas?
    4. Pertanyaan untuk Rareness
    Apakah perusahaan lain mempunyai sumber daya yang sama dengan apa yang perusahaan kita miliki?

    Jika sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan memiliki karakteristik yang dapat menjawab pertanyaan diatas dengan baik, maka dapat dikatakan bahwa sumber daya tersebut dapat dianggap kekuatan perusahaan karena perusahaan memiliki kompetensi yang berbeda (distinctive competency) dengan pesaingnya.

    2.2 Lingkungan Internal Perusahaan (VIOR)

    VALUE
    • SDM Berkulitas
    • Sebagian pendapatan digunakan untuk R & D
    • Metode produksi efektif dan efesien
    • Market Share luas
    • Brand Image terkenal di dunia
    • Material berkualitas tinggi
    • Pabrik ramah lingkungan

    IMITABILITY
    • Inovasi tidak tersaingi
    • Reputasi mendunia
    • Produk mempunyai paten

    ORGANIZATION
    • Sukses mengelola promosi produk
    • Sukses mengelola brand image untuk menambah pelanggan
    • Sukses mengelola ide-ide kreatif karyawan untuk diterapkan dalam pengembangan produk

    RARENESS
    • Kreaativitas dan inovasi tidak tersaingi
    • Brand image merupakan salaha satu top brand dunia
    • Market share hampir tidak bisa disaingi perusahaan sejenis

    2.3 Analisis VIOR pada Perusahaan Samsung.

    Berdasarkan analisa VIOR, kekuatan dari sumber daya dan kemampuan perusahaan Samsung adalah sebagai berikut:

    VALUE
    – Sumber daya manusia perusahaan Samsung yang berpengalaman di bidangnya terlihat dari banyaknya inovasi produk yang dimiliki Samsung.
    – Pendapatan sebesar ₩ 201.103 triliun, keuntungan sebesar ₩ 23.845 triliun dan hampir 9% dari pendapatan dialokasikan untuk divisi Research and Development-nya (data tahun 2012). Aktifitas Research and Development tidak hanya memperluas pandangan, namun mereka juga membukakan jalan bagi kelanjutan teknologi terkini dibidang digital elektronik. Artinya secara positif, Samsung selalu berusaha mengembangkan produknya untuk menjaga agar pelanggan tidak beralih ke pesaing.
    – Metode produksinya adalah dengan berproduksi di negara yang rendah biaya produksinya. Ini membuat Samsung bisa menghasilkan produk dengan biaya yang rendah dan tentunya akan menghasilkan keuntungan yang tinggi.
    – Pangsa pasar Samsung sangat luas, mencakup produk-produk seperti mobilephones, smartphones, semi konduktor dan televisi. Pasar yang sangat luas tersebut merupakan salah satu nilai lebih Samsung, karena Samsung bisa berstrategi dengan biaya produksi dan permintaan sesuai dengan pangsa pasar yang ada.
    – Merek Samsung yang merupakan salah satu top rising brand dikelasnya dan diperkirakan bernilai $ 33 milyar dan selalu bergerak naik 40% per tahunnya. Dengan merek ini mereka berhasil menciptakan image produk yang bertahan lama dimata konsumen serta menjaga pangsa pasar mereka tetap luas.
    – Material produk samsung berkualitas tinggi dan berdaya saing global, terlihat dari mampunya samsung bersaing dengan produk global lainnya seperti Apple, Sony, Dell, dan HP.
    – Samsung mempunyai pabrik yang ramah lingkungan, hemat energi dan air, mengurangi polusi dan mengeliminasi bahan beracun.

    RARENESS
    – Samsung juga memiliki pegawai dengan jumlah total 221.726 (data tahun 2012), ini menunjukkan bahwa samsung memiliki sumber daya manusia yang cukup, bahkan terbilang besar dibandingkan pesaingnya. Kelebihan dari banyaknya pegawai ini adalah tidak perlu takut kekurangan pegawai sehingga menghambat produksi dan operasional pabrik. Namun, dari segi efisiensi pegawai, Samsung kalah dari perusahaan sejenis yang memiliki jumlah karyawan yang lebih ramping. Nantinya jumlah karyawan yang besar ini jika tidak termanfaatkan dengan maksimal, malah akan membebani Samsung dari segi biaya gaji pegawai.
    – Samsung memiliki tingkat kreativitas dan inovasi karyawan yang tinggi terbukti dengan produk yang dihasilkan selalu jadi market leader di pasaran global. Untuk sekarang ini, samsung fokus dalam mengembangkan sistem operasi android (OS) dimana pesaing sejenisnya (Apple dengan produk iOS dan OS X) yang malah kehilangan pasar di bidang ini.
    – Reputasi yang dibangun oleh perusahaan Samsung berhasil menciptakan brand image yang baik dan hanya segelintir perusahaan sejenis yang mampu menyainginya ditingkat global. Mungkin Apple secara image mampu menyaingi Samsung, namun keunggulan mencolok samsung dibanding pesaing sejenisnya adalah teknologi yang mumpuni serta harga yang lebih bersaing sedangkan Appel terperangkap dengan ke-ekslusif-an produknya yang terpola hanya untuk kalanngan menengah keatas.
    – Samsung merupakan perusahaan yang mempunyai pangsa pasar nomor 1 (satu) untuk penjualan produk televisi, mobile phone dan beberapa bagian hardware komputer (prosesor dan memori komputer). Artinya Samsung memiliki market share yang luas. Ini berbeda dengan pesaing beratnya (Apple) yang memiliki market share terbatas (hanya utuk mobilephone dan komputer saja, televisi belum ada)

    IMITABILITY
    – Samsung mempunyai sumber daya inovasi yang hampir tidak bisa ditiru oleh pesaing, atau malah terlalu mahal bagi perusahaan sejenis lain untuk menirunya. Pada tahun 2011, US Top Paten Assignees memberikan Samsung peringkat kedua dalam hal kekuatan inovasi produk yang telah dipatenkan dibanding kompetitor sejenis. Samsung juga memenangkan banyak penghargaan dalam hal desain produk dan membuktikan kepada pesaing bahwa Samsung mempunyai kemampuan untuk bersaing dan bertahan secara berkesinambungan terhadap gempuran produk pesaing.
    – Samsung juga mempunyai sumber daya reputasi yang baik karena untuk mendapatkan reputasi atau image yang baik dari masyarakat diperlukan waktu tidak sebentar. Sehingga untuk menyaingi hal ini, pesaing Samsung akan memerlukan waktu dan dana yang tidak sedikit kedepannya.

    ORGANIZTION
    – Sumber daya keuangan yang dimiliki oleh perusahaan Samsung dipergunakan untuk melakukan promosi yang sukses, mendapatkan sumber daya manusia yang berpengalaman dan meningkatkan kualitas produk sehingga berdaya saing global.
    – Reputasi yang dimiliki oleh merek perusahaan Samsung sukses digunakan untuk menambah jumlah pelanggannya.
    – Sumber daya manusia yang ada di perusahaan Samsung dapat mengimplementasikan ide-ide yang ada dengan baik. Hal ini terlihat dari inovasi produknya di pasaran global, sehingga samsung dinobatkan sebagai salah satu market leader untuk produk sejenis.

    BAB III
    KESIMPULAN

    Berdasarkan pembahasan VIOR terhadap perusahaan Samsung, dapat disimpulkan bahwa:
    1. Samsung memiliki keunggulan yang sangat kuat dibidang inovasi, brand image, market share dan harga
    2. Kelemahan Samsung hanya terlihat pada terlalu banyaknya karyawan yang ada dibandingkan dengan perusahaan sejenis.
    3. Rangkuman dari analisis VIOR ini membuktikan bahwa Samsung hanya perlu melakukan sedikit efesiensi dan efektifitas dibidang tenaga kerja. Namun secara keseluruhan, Samsung mempunyai kekuatan untuk dapat bertahan secara berkelanjutan (sustained advantage).

    DAFTAR PUSTAKA

    http://www.strategicmanagementinsight.com/topics/resource-based-view.html

    http://Www.Studymode.Com/Subjects/Vrio-Analysis-Of-Samsung-Page1.Html

    https://Www.Google.Com/Search?Q=Vrio+Analysis+Samsung&Client=Firefox-A&Rls=Org.Mozilla:EnUs:Official&Channel=Sb&Tbm=Isch&Tbo=U&Source=Univ&Sa=X&Ei=RwhduU5bm7grae9moc4ag&Ved=0ccqqsaq&Biw=1366&Bih=639

    http://www.strategicmanagementinsight.com/swot-analyses/samsung-swot-analysis.html

    http://trialagungl.blogspot.com/2013/06/analisis-manajemen-strategi-ptsamsung.html

    Siregar, Saonganon. 2009. Analisis Kasus Strategi Pemasaran Pada Perusahaan “X”. Fakultas Ekonomi, Program Studi Magister Manajemen, Universitas Indonesia. Jakarta.

    Komentar oleh Kurniyati | April 28, 2014 | Balas

  2. Salam Sukses Pak Jo!!!…
    Semoga kita selalu sehat dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.. Amin.

    Ini merupakan Tugas Kelompok 1 berkaitan dengan “Analisis Lingkungan Eksternal Perusahaan SONY”
    Anggota Kelompok 1 ini adalah sebagai berikut:
    – Melani Kadar (P2C213023)
    – Ahmad Faisal (P2C213037)
    – Hendro Juliposo (P2C213003)
    – Romie Trisnadinata (P2C213006)
    – M. Reza Fahlevi (P2C213013)
    – M. Rhana Satria (P2C213053)

    A. LATAR BELAKANG SONY

    Sony didirikan pada 7 Mei 1946 dengan nama Perusahaan Telekomunikasi Tokyo dengan sekitar 20 karyawan. Produk konsumen mereka yang pertama adalah sebuah penanak nasi pada akhir 1940-an. Seiring dengan berkembangnya Sony sebagai perusahaan internasional yang besar, ia membeli perusahaan lain yang mempunyai sejarah yang lebih lama termasuk Columbia Records (perusahaan rekaman tertua yang masih ada, didirikan pada tahun 1888).
    Ketika Tokyo Tsushin Kogyo sedang mencari nama yang sudah diromanisasi untuk memasarkan perusahaan mereka, mereka mempertimbangkan dengan kuat untuk menggunakan singkatan mereka, TTK. Alasan mereka tidak memilihnya adalah karena ada perusahaan kereta api Tokyo Kyuko yang saat itu dikenal sebagai TKK.
    Nama Sony dipilih sebagai gabungan kata Latin sonus, yang merupakan akar dari sonik dan bunyi, dan kata Inggrissonny (“anak kecil”) yang setelah dikombinasikan berarti sekelompok kecil anak muda yang memiliki energi dan kemauan keras terhadap kreasi dan inovasi ide yang tak terbataskan. Pada saat itu, sangatlah aneh bagi sebuah perusahaan Jepang untuk menggunakan huruf Roman untuk mengeja namanya, apalagi penggunaan aksara fonetis yang digunakan dalam penulisan bahasa Jepang (daripada menggunakan aksara Tionghoa). Dan pada 1958 perusahaan mulai secara formal mengadopsi nama ” Sony Corporation ” sebagai nama perusahaan. Mudah digunakan dan mudah dieja dalam segala bahasa dunia. Nama Sony menggaungkan semangat kebebasan dan keterbukaan dalam inovasi.
    Langkah ini mendapatkan tentangan bank yang merupakan sponsor TTK saat itu, Mitsui mempunyai perasaan yang kuat terhadap nama tersebut. Mereka menginginkan nama seperti Sony Electronic Industries, atau Sony Teletech. Tetapi pendirian Akio Morita tetap teguh, karena dia tidak ingin nama perusahaannya terkait dengan industri apapun juga. Akhirnya, sang Ketua Bandai dan Presiden Masaru Ibuka memberikan persetujuannya.
    Pada 1988, Sony membeli CBS (Columbia) Records Group dari CBS. Ia kemudian dinamakan “Sony Music Entertainment”. Pada 2000, Sony mempunyai penjualan sebesar US$63 milyar dan 189.700 karyawan. Sony mengakuisisi perusahaan Aiwa pada 2002. Sony juga memiliki saluran televisi di India dan saluran-saluran yang ditujukan untuk komunitas India di Eropa.
    Sony secara sejarah terkenal karena sering memaksakan standar ciptaan mereka sendiri untuk teknologi perekaman dan penyimpanan, yang sering berbeda dari buatan perusahaan lain ataupun dari tren di pasaran . Yang paling terkenal dari semuanya adalah perang format kaset video pada awal 1980-an, ketika Sony memasarkan sistem Betamax mereka untuk perekam kaset video melawan format VHS buatan JVC. Pada akhirnya, VHS mendapatkan tempat di pasaran luas dan menjadi standar dunia untuk pemutar kaset video rumahan dan Sony terpaksa mengalah.
    Sony terus mencoba taktik yang sama dengan teknologi ciptaan mereka selanjutnya; misalnya format rekaman digital mereka, Minidisc didorong untuk menjadi pengganti kaset audio sementara saingannya memilih CD-R dan MP3.
    Sony juga menggunakan secara besar-besaran modul memori MemoryStick mereka untuk kamera digital dan peralatan portabel lainnya, yang sedikit digunakan perusahaan lainnya. Sony juga mencoba bersaing dengan zip drive Iomega dan Imation Superdisk melalui HiFD buatan mereka namun gagal besar.
    Pada 20 Juli 2004, Uni Eropa menyetujui merger 50-50 antara Sony Music Entertainment dan BMG. Perusahaan baru tersebut akan bernama Sony BMG dan akan bersama rekan RIAA Universal, menguasai 60% dari pasar musik dunia. Pada 13 September 2004, sebuah konsorsium pimpinan Sony menyelesaikan perjanjian untuk membeli studio film terkenal Metro-Goldwyn-Mayer seharga US$5 milyar, termasuk US$2 juta dalam bentuk hutang.
    PT. Sony Indonesia (Perusahaan Sales & Marketing) didirikan pada tahun 1995. Kantor pusat mereka berada di Gedung Sentra Mulia Jakarta Selatan. Sony pernah mempunyai dua buah pabrik di Cibitung yaitu PT. Sony Electronics Indonesia dan PT. Sony Manufacturing Indonesia, namun sudah ditutup. Dalam dunia musik, Sony (dalam hal ini namanya adalah Sony Music) telah melakukan merger besar-besaran dengan perusahan rekaman BMG menjadi Sony BMG Music Entertainment Indonesia (sekarang Sony Music Entertainment Indonesia).

    B. ANALISIS LINGKUNGAN EKSTERNAL SONY

    Dalam menentukan faktor eksternal perusahaan, trend kunci yang dipertimbangkan baik jangka pendek dan panjang yang kemungkinan terjadinya sedang dan tinggi serta berdampak terhadap perusahaan.
    Lingkungan ekonomi yang dinilai bahwa terdapat perkembangan ekonomi saat ini dan secara signifikan terjadi peningkatan pendapatan masyarakat merupakan keunggulan SONY dalam memperkuat pasar sasaran. Trend pendapatan masyarakat yang meningkat merupakan peluang besar SONY untuk memperluas pasar sasaran untuk menjual lebih banyak lagi produk kepada masyarakat.
    Teknologi yang semakin berkembang mengharuskan SONY harus lebih berinovasi dalam meningkatkan fitur-fitur pada produk yang dihasilkan. Penjualan secara online dan juga promosi secara luas melalui internet merupakan strategi unggulan yang harus dipertimbangkan.
    Kekuatan perusahaan SONY yang merupakan perusahaan elektronik yang pernah menguasai pasar dapat melihat potensi peraturan pada setiap negara tentang segala jenis kebijakan maupun peraturan pemerintah dengan mudah sehingga bisa masuk kepada pasar setiap negara.
    Faktor strategis dalam lingkungan eksternal SONY adalah akan adanya pendatang potensial dalam persaingan industri elektronik. Hal yang paling kuat dalam persaingan ini adalah akan adanya perusahaan substitusi yang dapat mengambil alih SONY dalam menaklukan pasar, sehingga persaingan perusahaan lain dalam bidang yang sama adalah faktor penting yang harus diperhatikan.

    C. BEBERAPA ARTIKEL MENGENAI SONY

    Source: http://www.islamtimes.org/vdcayanew49nyo1.h8k4.html

    Rugi Miliaran Dollar, Sony Pecat 5.000 Karyawan

    Islam Times- Tindakan rekonstruksi itu berlaku Maret 2015 dan akan mempengaruhi sekitar 1.500 karyawan Sony di Jepang dan 3.500 karyawan lain di negara-negara dunia.
    Perusahaan raksasa elektronik Sony memecat 5.000 karyawannya, karena menderita kerugian sekitar $ 1 miliar, demikian rilis pernyataan Sony pada Kamis, 06/02/14.
    Menurut Sony, pemecatan itu merupakan bagian dari rencana restrukturisasi yang akan menghemat sekitar $ 1,0 miliar per tahun.
    Tindakan rekonstruksi itu berlaku Maret 2015 dan akan mempengaruhi sekitar 1.500 karyawan Sony di Jepang dan 3.500 karyawan lain di negara-negara dunia.
    Sony juga mengumumkan penjualan Vaio-brand PC division- kepada perusahaan raksasa Japan Industrial Partners (JIP).
    Perusahaan itu mengatakan akan fokus pada produk mobile terutama ponsel smart dan tablet dan mentransfer bisnis PC-nya ke sebuah perusahaan baru yang didirikan oleh JIP yang akan melanjutkannya.
    Akhir bulan lalu, Moody’s credit rating agency menurunkan peringkat utang Sony dengan status “junk”. Badan ini dalam laporannya memperingatkan profitabilitas perusahaan Jepang itu kemungkinan besar akan tetap melemah dan tidak stabil.
    “Kami berharap mayoritas [Sony] yang berfokus pada bisnis elektronik konsumen – seperti TV, ponsel, kamera digital dan komputer pribadi – akan terus menghadapi tekanan penurunan laba yang signifikan,” kata Moody`s pada tanggal 27 Januari lalu.
    Sony juga menghadapi tantangan besar dari saingan asing, termasuk perusahaan dari Korea Selatan Samsung, dan raksasa AS Apple Inc. [IT/Onh/Ass]

    Source: http://www.biskom.web.id/2009/12/17/presdir-pt-sony-indonesia-koji-wakaizumi-vaio-dan-playstation-kunci-pertumbuhan-sony.bwi

    Presdir PT Sony Indonesia, Koji Wakaizumi: VAIO dan Playstation, Kunci Pertumbuhan Sony

    Nama Sony adalah sebuah jaminan kualitas untuk produk-produk elektronik dan teknologi informasi (TI). Mulai dari televisi, perangkat audio, camcorder, kamera digital, notebook hingga konsol game, Sony menjadi salah satu pilihan utama bagi masyarakat Indonesia.
    Khusus di bidang konsol game, PlayStation One sampai PlayStation 3 buatan Sony menempati pasar pengguna terbanyak di Indonesia. PlayStation 2 bahkan menjadi konsol wajib di bisnis penyewaan video game di berbagai tempat di negeri ini. Tapi tak banyak yang tahu, ternyata pasar Indonesia baru digarap serius oleh Sony Computer Entertainment yang membawahi penjualan PlayStation, mulai awal bulan Oktober lalu.
    Sony Computer Entertainment melalui PT Sony Indonesia secara resmi baru membuka bisnisnya di Indonesia, ditandai dengan peluncuran rangkaian produk PS3 Slim dan PlayStation Portable (PSP) Go. Indonesia sendiri menjadi negara ke-7 di wilayah Sony Computer Entertainment Asia, setelah Hong Kong, Taiwan, Thailand, Singapura, Korea Selatan dan Malaysia.
    “Peluncuran PS3 dan PSP Go di pasar Indonesia adalah tonggak sejarah,” kata Koji Wakaizumi, Presiden Direktur PT Sony Indonesia, kepada BISKOM di Senayan City – Jakarta, awal Desember ini.
    Selain PS, seperti tahun sebelumnya, Sony masih terus menggebrak pasar notebook dengan seri VAIO-nya. Berkat kualitas dan kemampuannya, VAIO menjadi brand terdepan dalam bisnis Personal Computer.
    Semua kesuksesan yang diraih Sony di Indonesia tentu tak lepas dari tangan dingin Waka-san, demikian Wakaizumi biasa disapa.
    Karirnya di Sony dimulai dari bawah, dengan posisi Officer, International Sales, kemudian terus meningkat hingga mencapai jabatan sekarang ini sejak 2007. Tak heran jika kelahiran Tokyo, 16 September ini begitu mengenal pola bisnis yang diterapkan Sony di seluruh dunia.
    Alumni Aoyama Gakuin University di Tokyo ini adalah seorang penjelajah dunia. Ia telah mengunjungi tak kurang dari 97 negara, sehingga Waka-san sangat berpengalaman dalam mengenal karakter konsumen di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
    Kepada BISKOM, Waka-san yang pernah menjadi Managing Director di Afrika Selatan ini memperkenalkan Sony secara lebih mendalam, termasuk kiat-kiatnya dalam menaklukkan pasar sehingga membawa perusahaan ke posisi nomor satu dibanding perusahaan kompetitor. Simak kutipannya.

    Bisakah Anda ceritakan perjalanan bisnis Anda di Sony dan apa tantangan terbesar yang Anda hadapi?
    Sebelum bergabung dengan Sony, saya mendapat tawaran dari beberapa perusahaan, namun karena Sony adalah perusahaan internasional dan memberi kesempatan kepada saya untuk berkarir, akhirnya saya memilih Sony. Saya bergabung dengan Sony pada tahun 1986 dan telah menempuh perjalanan jauh untuk mengembangkan citra merek di berbagi pasar negara berkembang.
    Tantangan terbesar yang saya hadapi baik di Indonesia maupun di negara-negara berkembang lainnya adalah membuat sadar karyawan bahwa mereka memiliki potensi sehingga perusahaan tidak perlu membatasi kemampuannya untuk terus berkembang. Kadang-kadang ada karyawan yang tidak dapat melihat potensi pada dirinya, yang akhirnya tidak mendapat kesempatan dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Padahal rata-rata tipe karyawan hampir sama, tinggal bagaimana mengatur proses untuk mencapai sebuah kesuksesan.
    Secara internal kami fokus kepada pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan memberikan kepercayaan ke karyawan bahwa mereka adalah bagian penting dari suatu proyek. Jadi tidak ada yang merasa lebih penting dari yang lain, sehingga semua merasa berkontribusi terhadap perusahaan.

    Sebenarnya bagaimana gaya kepempimpinan yang Anda terapkan di perusahaan?
    Sederhana saja, apabila karyawan memberikan input yang bagus, maka saya juga akan memberikan output yang bagus pula. Meski begitu, seorang pimpinan idealnya perlu tetap menempatkan setidaknya dua tahun untuk menstabilkan operasi, namun sebaliknya memiliki gaya manajemen yang sama dalam waktu yang terlalu lama juga tidak sehat.
    Satu hal yang tak kalah penting, saya menempatkan transparansi sebagai sebuah prioritas. Anggaplah dirimu pilot kapal atau pesawat terbang. Para penumpang harus diberitahu tentang tujuan mereka, dan pilot yang baik harus memelihara komunikasi dengan penumpang dari waktu ke waktu, baik selama cuaca cerah maupun buruk.

    Apa strategi yang Anda terapkan untuk mengembangkan pasar Sony di Indonesia?
    Di sini, Sony telah menemukan reputasi sebagai produk-produk yang berkualitas, namun untuk produk-produk tertentu mungkin harganya masih belum terjangkau. Itu lah sebabnya sangat penting bagi Sony untuk dapat berkomunikasi dengan pelanggan manfaat dari produk dalam cara yang benar.
    Bagi saya, iklan saja tak cukup. Sebuah strategi komunikasi pemasaran total sangat dibutuhkan agar konsumen sepenuhnya dapat memahami produk yang dibutuhkannya.

    Adakah tips agar perusahaan bisa bersaing dengan para kompetitor, mengingat dalam bidang teknologi, pertumbuhan bisnis sangat cepat?
    Bicara mengenai teknologi, memang dewasa ini banyak produk baru yang bermunculan. Namun jika tidak bisa menterjemahkannya ke dalam bahasa yang mudah untuk dipahami pelanggan, maka kita akan gagal menjualnya.
    Oleh karena itu salah satu fokus dari faktor kunci sukses Sony adalah marketing communications yang baik. Touch point-nya menyangkut berbagai aspek seperti website, pusat layanan informasi serta public relations. Apabila konsumen mempunyai keinginan untuk membeli produk Sony, maka ia harus paham betul apa yang mereka beli dan apa saja kapabilitas dari produk itu.
    Ada lima hal yang membuat Sony semakin dipercaya masyarakat. Pertama adalah inovasi produk yang pertama di dunia. Kemudian branding yang unik. Ketiga, memiliki pemimpin-pemimpin perusahaan yang kharismatik, keempat budaya perusahaan yang terbuka dan transparan serta selalu memotivasi karyawan dan yang kelima adalah peraturan penggunaan brand manajemen yang cukup ketat.

    Di tahun ini, produk apa yang menjadi unggulan Sony?
    Ada beberapa kategori produk yang berkembang sangat cepat, diantaranya televisi LCD (BRAVIA), Digital SLR (), konsol game (PlayStation) dan notebook (VAIO). Selain teknologi dan inovasi yang muncul di produk-produk tersebut, permintaan masyarakat juga sangat banyak dan terus meningkat sehingga perkembangan Sony di ke-empat produk ini terus meningkat.

    Awal Oktober 2009 lalu, Sony meluncurkan beberapa tipe konsol game. Bisa diceritakan sambutan pasar sejauh ini?
    Salah satu misi Sony adalah menjadi penyedia produk-produk consumer electronic berbasis jejaring yang mendunia dan terdepan. Peluncuran PS3 dan PSP Go di pasar Indonesia, merupakan tonggak bersejarah untuk Sony dalam misi globalnya dan kami percaya akan memperkaya pengalaman menyeluruh dari produk elektronik dan hiburan bagi konsumen di Indonesia. Peluncuran PSP Go di Indonesia bersamaan dengan wilayah Eropa dan Amerika, sementara di Jepang baru diluncurkan satu bulan kemudian yaitu pada bulan November lalu.
    Hingga hari ini, permintaan PS3 da PSP sangat tinggi di Indonesia ditambah dengan momen akhir tahun yang sangat tepat, dimana orang banyak menghabiskan dana untuk kebutuhan hiburan.

    Apa keunggulan dua produk Sony terbaru tersebut?
    PlayStation 3 terbaru memiliki kapasitas memori sebesar 120Gb yang memungkinkan pengguna untuk menyimpan konten dan layanan yang terdapat pada PlayStation Network. Mengenai fisiknya, PS3 terbaru ini 37 % lebih kecil, 28 % lebih ringan dan 7 % lebih hemat energi, serta menggunakan optik Blu-ray.
    Sementara PlayStation Portable yang sangat portabel dan dinamis hadir dalam dua versi yaitu PSP-3006 dan PSP Go. Produk kecil yang mengagumkan ini tersedia berbagai pilihan warna seperti hitam, merah, biru, kuning, hijau, silver dan putih.
    PS-3006 tampil dengan pengendali dan tombol yang berada di samping kiri dan kanan layar. Sementara PSPgo hadir dalam tampilan panel display slide yang membuatnya sangat aerodinamis.

    Nama Sony tidak lepas dari VAIO, bisa Anda paparkan tentang VAIO?
    VAIO yang dirancang untuk pasar premium merupakan singkatan dari Visual Audio Intelligent Organizer yang setiap kata tersebut mewakili kemampuan superior VAIO.
    Saat ini VAIO telah mendapat pengakuan dunia sebagai notebook teringkas, yang dikembangkan berdasarkan gabungan teknologi audio video (AV) tercanggih yang ada dan perkembangan teknologi informatika terkini serta dilengkapi dengan peralatan multimedia profesional dan keseluruhan desain yang canggih.
    Prestasi ini terus diraih berkat kehadiran beberapa produk penerus VAIO. Dengan VAIO, Sony ingin menawarkan pengalaman baru di dunia komputer dan hiburan komprehensif, sekaligus mendekatkan jarak antara kerja dan kesenangan dalam style sempurna.

    Bagaimana konsentrasi Sony untuk VAIO di tahun ini di tahun mendatang?
    Kami terus menyempurnakan produk VAIO, sejak generasi pertama hingga kini. Dimulai pada musim panas tahun 2006 di Indonesia, VAIO meluncurkan generasi-generasi penerus yang tentunya setiap tahunnya akan bermunculan produk-produk terbaru. Pada tahun ini saja kami telah meluncurkan seri-seri terbaru seperti seri P, W dan X.
    Seperti di Jepang, Sony Indonesia juga menerapkan strategi touch point atau sentuhan langsung untuk memperkuat pemasaran VAIO di pasar komputer domestik tahun ini. Ada enam touch point yang menjadi fokus Sony dalam mengembangkan bisnis notebook, yaitu aktivitas hubungan masyarakat (humas), pameran dan expo, iklan melalui website, display produk toko, pusat informasi, dan tenaga penjualan yang kesemuanya saling terintegrasi.

    Berapa target bisnis notebook Sony?
    Sampai 2010 mendatang, Sony menargetkan nilai bisnis notebook Sony secara global akan mencapai angka US$ 10 miliar.

    Dengan kondisi politik dan ekonomi yang tidak menentu seperti akhir-akhir ini, bagaimana pengaruhnya dengan bisnis Sony secara keseluruhan?
    Walaupun Indonesia mengalami gangguan di bidang politik dan keamanan, tetapi saya pribadi menilai Indonesia bukanlah negara yang tidak stabil, karena berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, kondisi ini segera berlalu dan perekonomian Indonesia cepat pulih. Terbukti, saat ini kondisi rupiah terus menguat dan pemerintah terus menunjukkan komitmennya untuk memajukan industri TI.

    Bagaimana dukungan Sony sendiri terhadap kesejahteraan bangsa? Dan bagaimana dengan industri kreatif dimana pemuda Indonesia akhir-akhir ini menaruh perhatian pada bidang ini?
    Perhatian kami terhadap lingkungan sekitar tidak kami lupakan. Sejak didirikan tahun 1995, aktivitas corporate social responsibility (CSR) kami tetap dijalankan. Dan sejak Desember 2007 lalu, kami mulai mengambil suatu proyek dengan mengadopsi sekolah gratis di sekitar kantor Sony. Kami mendukung penggalangan buku-buku anak-anak untuk sekolah tersebut yang ditangani oleh karyawan Sony sendiri, serta merenovasi perpustakaan dan fasilitas baca untuk murid-murid disekolah tersebut. Disamping itu, Sony secara rutin mengadakan workshop-workshop untuk meningkatkan kemampuan anak bangsa.
    Sony juga mendukung aktivitas kreatif, salah satunya pada Sony Expo, Sony menggelar audisi untuk anak muda, misalnya di bidang musik, desain interior dan lain sebagainya.

    Pertanyaan terakhir, bagaimana pandangan Anda dengan hadirnya produk lokal, produk bajakan dan ilegal yang pastinya mempengaruhi penjualan Sony di Indonesia?
    Keberadaan produk lokal di Indonesia tetap dipandang Sony sebagai kompetitor seperti layaknya merek-merek pesaing yang beredar di Indonesia, namun dapat menciptakan persaingan yang sehat dan dinamis.
    Mengenai barang atau aksesoris tiruan untuk produk Sony, Sony mengembalikan pilihan pada konsumen dan Sony tetap percaya diri karena telah menciptakan produk yang kuat, tahan lama dan berkualitas dengan garansi yang jelas, sehingga resiko untuk konsumen lebih kecil. Sementara untuk produk ilegal, kami berharap pemerintah terus membuktikan keseriusannya menangani hal ini.

    Demikianlah Tugas Kelompok 1 yang membahas tentang “Analisis Lingkungan Eksternal Perusahaan SONY”.

    Terima Kasih, Salam Sukses Selalu!!!…

    Komentar oleh Melani Kadar | April 28, 2014 | Balas

  3. Salam sukses Pak Jo!!!
    Semoga kita selalu sehat dalam lindungan Tuhan..Amin.

    Tugas Kelompok 1
    Nama Anggota Kelompok :
    Melani Kadar (P2C213023)
    Romie Trisnadinata (P2C213006)
    M. Reza Fahlevi (P2C213013)
    Ahmad Faisal (P2C213037)
    M. Rhana Satria (P2C213053)
    Hendro Juliposo (P2C213003)

    PROGRAM PASCASARJANA
    MAGISTER MANAJEMEN
    FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
    UNIVERSITAS JAMBI
    Mata Kuliah : Manajemen Strategik

    Maskapai yang diamati : PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk

    Berikut ini adalah hasil laporan kelompok kami mengenai strategi yang diterapkan oleh PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk:

    Garuda Indonesia adalah maskapai penerbangan Indonesia yang berkonsep sebagai full service airline (maskapai dengan pelayanan penuh). Saat ini Garuda Indonesia mengoperasikan 82 armada untuk melayani 33 rute domestik dan 18 rute internasional termasuk Asia (Regional Asia Tenggara, Timur Tengah, China, Jepang dan Korea Selatan), Australia serta Eropa (Belanda). Sebagai bentuk kepeduliannya akan keselamatan, Garuda Indonesia telah mendapatkan sertifikasi IATA Operational Safety Audit (IOSA). Hal ini membuktikan bahwa maskapai ini telah memenuhi standar internasional di bidang keselamatan dan keamanan.

    Untuk meningkatkan pelayanan, Garuda Indonesia telah meluncurkan layanan baru yang disebut “Garuda Indonesia Experience”. Layanan baru ini menawarkan konsep yang mencerminkan keramahan asli Indonesia dalam segala aspek. Garuda Indonesia Experience adalah konsep layanan baru yang menyajikan aspek-aspek terbaik dari Indonesia kepada para penumpang. Mulai dari saat reservasi penerbangan hingga tiba di bandara tujuan, para penumpang akan dimanjakan oleh layanan tulus dan bersahabat yang menjadi ciri keramahtamahan Indonesia, dan disimbolkan oleh ‘Salam Garuda Indonesia’ dari para awak kabin.

    Untuk mendukung layanan ini, semua armada baru dilengkapi dengan interior paling mutakhir, yang dilengkapi LCD TV layar sentuh individual di seluruh Business Class dan Economy Class. Selain itu, penumpang juga dimanjakan dengan Audio and Video on Demand (AVOD), yaitu sistem hiburan yang menawarkan berbagai pilihan film atau lagu, sesuai pilihan masing-masing penumpang.

    Kini Garuda Indonesia melanjutkan kesuksesan dengan menjalankan program 5 tahun ekspansi secara agresif. Program ini dikenal dengan nama ‘Quantum Leap’. Program ini diharapkan akan membawa perusahaan menjadi lebih besar lagi, dengan jaringan yang lebih luas dan diiringi dengan kualitas pelayanan yang semakin baik. Saat ini Garuda Indonesia memiliki tiga hub di Indonesia. Pertama adalah hub bisnis yang berada di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Kedua adalah hub di daerah pariwisata yang berada di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Kemudian untuk meningkatkan frekuensi penerbangan ke bagian timur Indonesia, Garuda Indonesia juga memiliki hub di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.

    Terlepas dari bisnis utamanya sebagai maskapai penerbangan, Garuda Indonesia juga memiliki unit bisnis (Strategic Business Unit/SBU) dan anak perusahaan. Unit bisnis Garuda Indonesia adalah Garuda Cargo dan Garuda Medical Center. Sedangkan anak perusahaan Garuda Indonesia adalah PT Citilink Indonesia, yaitu maskapai tarif rendah (Low Cost Carrier), PT Aerowisata (hotel, transportasi darat, agen perjalanan dan katering), PT Abacus Distribution System Indonesia (penyedia layanan sistem pemesanan tiket), PT Aero System Indonesia/Asyst (penyedia layanan teknologi informasi untuk industri pariwisawata dan transportasi) dan PT Garuda Maintenance Facility (GMF AeroAsia), yaitu perusahaan yang bergerak di bidang perawatan pesawat, perbaikan, dan overhaul.

    Garuda Indonesia Cargo menempatkan orang di setiap regulated agent untuk melakukan proses Acceptance, capture data dan Supervisi AVSEC sehingga Barang pengiriman tidak perlu melewati proses random check dan acceptance di warehouse Garuda Indonesia Cargo. Kerjasama ini adalah One Stop Service yang diberikan Garuda Indonesia Cargo untuk para pengguna jasa dan pelanggan.

    Garuda Sentra Medika memiliki fungsi utama yaitu memastikan setiap Cockpit Crew dan Cabin Crew (Air Crew) yang bertugas, berada dalam kondisi sehat sehingga keselamatan dalam penerbangan lebih terjamin. Dengan melaksanakan fungsi ini, diharapkan penumpang merasa aman untuk terbang bersama Garuda Indonesia. Untuk mencapai tujuan ini, GSM melaksanakan program-program pemeliharaan kesehatan bagi Air Crew sesuai ketentuan yang mengacu pada ketentuan ICAO Annex 9, Civil Aviation Safety Regulations (CASR) Part 67 dan part 183 tentang pemeliharaan kesehatan oleh operator penerbangan.

    PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk harus menyusun strategi guna memastikan bahwa ke depan perusahaan masih tetap dapat bertahan dan berkembang. Penggabungan antara tiga bentuk strategi akan menghasilkan pencapaian tujuan yang baik. Firm’s portfolio strategy yang diutamakan oleh PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk harus melihat pasar dimana jasa yang ditawarkan harus bersaing terhadap maskapai lain baik maskapai dalam negeri maupun luar negeri. Di dalam Firm’s directional strategy, orientasi PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk harus mengarah pada pertumbuhan dan stabilitas maskapai itu sendiri. Selain itu juga di dalam Firm’s parenting strategy, manajemen PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk harus bisa mengkoordinasikan dalam seluruh aktiitas, mentransfer sumber daya agar secara keseluruhan berjalan merata secara baik, dan mengolah kecakapan di antara produk lini dan unit bisnis yang ada di PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

    Strategi pertumbuhan pada PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk harus dirancang untuk meningkatkan penjualan, pertumbuhan aset, keuntungan, dan peningkatan pelayanan untuk mengimbangi penjualan pada pasar. Persyaratan untuk pemanfaatan strategi di PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk yaitu permintaan pasar yang besar dan maskapai ini memiliki kesempatan maju dan promosi yang menarik untuk meningkatkan pertumbuhan bahkan menarik investasi.

    Strategi diversifikasi yang dilakukan oleh PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan membuka unit bisnis lain dalam hal tujuan pengembangan untuk pencapaian tujuan dirasakan cukup cerdas dalam hal perluasan bisnis.

    Promosi yang dilakukan oleh PT. Garuda Indonesia dengan menggunakan system online yaitu website PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang memiliki tujuan untuk promosi secara luas dengan low cost harus diimbangi dengan perbaikan dan pengembangan system tersebut. Website Garuda Airline harus mengarah pada penciptaan kepuasan pelanggan dengan mencirikan ketradisionalan Negara Indonesia dimana terdapat ciri khas Negara Indonesia. Promosi secara online merupakan strategi cerdas dan sangat terkini jika seluruh isi pada akun yang ada dapat menarik minat para pembaca untuk mengetahui isi website tersebut. Dimulai pada kata-kata yang ada hingga dibarengi dengan ketepatan pemasangan gambar yang baik akan membuat minat pelanggan untuk membaca website Garuda Airlines sehingga tujuan untuk mengetahui informasi penerbangan hingga pemesanan ticket secara online dapat dijadikan nilai tambah bagi PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk dalam hal strategi penjualan. Website Garuda Airlines juga harus bisa mempromosikan keindahan alam Negara Indonesia dengan mencantumkan tempat-tempat tujuan wisata yang ada dengan diisi oleh foto yang menarik akan menambah keindahan website.
    Konsep Garuda Indonesia Experience didasarkan pada 5 pancaindra atau “5 senses” (sight, sound, scent, taste, dan touch) dan mencakup 24 “customer touch points”; mulai dari pelayanan pre-journey, pre-flight, in-flight, post-flight dan post-journey. Pengembangan pelayanan Garuda Airlines harus diikuti oleh kenyamanan dan keamanan bagi pelanggan. Konsep ini diterima dengan baik oleh pelanggan Garuda Indonesia.
    5 senses ini merupakan :
    1. Sight, Indonesia menawarkan berbagai keindahan untuk para pengunjung, termasuk beragam tekstil tradisional yang menyajikan warna cerah, pola indah, serta tekstur unik. Semua ini memanjakan mata, menghadirkan kehangatan di hati dan memberi inspirasi bagi jiwa.
    2. Sound, Musik dan alat musik tradisional Indonesia adalah cerminan beragam kelompok etnis dan budaya yang hidup damai berdampingan di Nusantara yang luas. Mendengarkan nada-nada unik musik tradisional Indonesia dapat menjadi cara menyenangkan untuk menikmati musik sekaligus memberikan pengalaman khas Indonesia.
    3. Scent, Beragam kelopak bunga dan tumbuhan beraroma telah digunakan di Indonesia sejak zaman dahulu. Kini, konsep serupa dipakai untuk aromaterapi dan spa modern. Sementara itu, penelitian terus dilakukan untuk menemukan aroma yang tepat untuk aromaterapi di kabin pesawat. Semua ini menciptakan pengalaman khas Indonesia bagi penumpang selama terbang bersama Garuda Indonesia. Keharuman aromatis Garuda Indonesia diciptakan secara eksklusif untuk Garuda Indonesia. Keharuman ini merupakan perpaduan aromatis dari minyak sari yang dihasilkan oleh tumbuhan dan rempah-rempah asli Indonesia seperti cengkeh dan pala, demi menciptakan aroma yang menyegarkan sekaligus menenangkan.
    4. Taste, Selama berabad-abad, Indonesia dikenal sebagai negeri rempah-rempah dan surga buah-buahan tropis. Terletak di persimpangan jalur perdagangan peradaban kuno, Indonesia telah menyerap pengaruh seni kuliner berbagai negeri, yang kini menyatu dalam cita-rasa makanan tradisional Indonesia yang mengundang selera.
    Cita-rasa dan pengalaman khas Indonesia terwujud dalam makanan yang disajikan dengan senyum awak kabin selama penerbangan. Kami merekomendasikan sajian makanan dan minuman khas Garuda Indonesia seperti nasi kuning dan jus martebe, racikan buah markisa dan terung belanda.
    5. Touch, Keramahtamahan khas Indonesia telah cukup dikenal, dan menjadikan negara kepulauan ini salah satu tujuan favorit di dunia. Berbagai tarian tradisional Indonesia pun menyajikan ucapan selamat datang dan memberikan sentuhan keramahtamahan Garuda Indonesia.

    Keberhasilan PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk sebagai maskapai terbesar di Indonesia harus dilakukan dengan strategi yang dijelaskan di atas secara menyeluruh dan focus. Pengembangan unit bisnis yang ada harus dilengkapi dengan sumber daya manusia yang berkualitas agar tercipta kenyaman dan keamanan bagi pengguna jasa Garuda Airlines.

    Demikianlah hasil laporan Kelompok 1 yang membahas tentang maskapai penerbangan PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Terima kasih.

    Komentar oleh Melani Kadar P2C213023 | Mei 4, 2014 | Balas

  4. Selamat Siang Pak Joe, Moga Sehat Selalu

    Berikut kami dari kelompok V mengirimkan tugas Manajemen Strategik mengenai “Strategi Air Asia” sebagai berikut:

    Tugas Manajemen Stategik

    Tentang

    Strategi Air Asia

    Disusun Oleh:

    Kelompok V:

    Ambo Upe (P2C213016)
    Ferdi Arief Mulyawan (P2C213033)
    Fitri Meliyanti (P2C213032)
    Hendra Admaja (P2C213031)
    Julrahmatiyal Fajri (P2C213027)
    Kurniyati (P2C213026)

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1 Profil Perusahaan

    Air Asia adalah maskapai penerbangan murah asal Malaysia yang berkantor pusat di Kuala Lumpur. Air Asia telah dinobatkan sebagai maskapai terbaik penerbangan bertarif rendah di dunia dan pelopor perjalanan berbiaya rendah di Asia.

    Sekilas mengenai Air Asia, pada awalnya maskapai penerbangan ini dimiliki oleh Pemerintah Malaysia dibawah nama DRB-HICOM. Namun karena manajemen dan kegiatan operasional yang tidak efisien maka maskapai tersebut mengalami kerugian yang sangat besar, sehingga mengalami kebangkrutan. Keinginan Pemerintah Malaysia untuk menutup kegiatan operasional Air Asia, disambut oleh seorang eksekutif ternama dari perusahaan Time Warner, yaitu Datuk Tony Fernandes, melihat hal tersebut ia jadikan suatu peluang untuk menghidupkan dan memperbaiki kembali manajemen Air Asia. Lalu dia membeli saham Air Asia dari Pemerintah Malaysia pada 2 Desember 2001.
    Sesuai namanya, saham maskapai ini tidak hanya dimiliki oleh Malaysia saja, namun dimiliki juga oleh Singapura, Thailand, dan Indonesia. Untuk di Indonesia, maskapai penerbangan ini berafiliasi dengan maskapai penerbangan AWAIR (Air Wagon International) adalah sebuah maskapai penerbangan berbiaya rendah yang berbasis di Indonesia. Seiring perjalanannya AWAIR pun berganti nama menjadi PT Indonesia Air Asia.

    Dengan tagline “Now Everyone Can Fly”, Air Asia melayani kota-kota utama di 11 negara Asia. Langkah Tony ini meniru Southwest Airlines (Amerika Serikat). Mengusung tagline “Now Everyone Can Fly” membuat maskapai penerbangan ini tidak asing lagi ditelinga dan dimata khalayak. Ditambah lagi dengan banyaknya media promosi yang digunakan maskapai penerbangan ini dalam menawarkan promo yang sedang mereka tawarkan. Tagline dari Air Asia semakin nyata ketika dalam sebuah promo maskapai penerbangan ini menawarkan harga tiket penerbangan yang tidak tanggung-tanggung murahnya. Kita sering melihat iklan di televisi atau media lain baik di media cetak maupun media baru seperti internet yang memuat penawaran harga yang ditawarkan Air Asia yang sangat murah. Contonya, harga tiket penerbangan dari Medan ke Jakarta hanya Rp. 50.000,- pulang pergi, atau juga ada dari Medan ke Penang dengan harga Rp. 45.000, tak heran maskapai penerbangan ini kini dilirik banyak orang khususnya mahasiswa yang ingin berlibur ala backpacker yang tentunya memiliki budget liburan yang minim.
    Hanya dalam waktu satu tahun saja Tony Fernandes berhasil menyelesaikan masalah hutang Air Asia. Ia juga telah berhasil memperbaiki prestasi Air Asia dan memperoleh keuntungan serta membuka rute baru penerbangan. Air Asia adalah salah satu pemenang penghargaan dan penerbangan bertarif rendah terbesar di Asia yang berkembang pesat sejak tahun 2001. Dengan armada 72 pesawat, Air Asia terbang ke lebih dari 61 tujuan domestik dan internasional dengan 108 rute, dan beroperasi lebih dari 400 penerbangan setiap hari. Dengan jaringan rute yang membentang dilebih dari 20 negara, Air Asia terus membuka jalan bagi penerbangan berbiaya terjangkau lewat solusi inovatif, proses efisien dan pendekatan yang baru dalam usaha ini.

    Bersama anak-anak perusahaan seperti Air Asia X, Thai Air Asia, Indonesia Air Asia dan Philippines’ AirAsia Inc. Air Asia percaya pada tanpa embel-embel, kerumitan-bebas, konsep bisnis tarif rendah dan merasa bahwa menjaga biaya rendah membutuhkan efisiensi yang tinggi dalam setiap bagian dari bisnis. Melalui filosofi perusahaan “Now everyone can fly”, Air Asia telah memicu sebuah revolusi dalam perjalanan udara dengan lebih banyak orang di seluruh wilayah memilih Air Asia sebagai pilihan yang mereka sukai untuk transportasi.

    Visi:

    Menjadi maskapai penerbangan berbiaya hemat di Asia dan melayani 3 juta orang yang sekarang dilayani dengan konektivitas yang kurang baik dan tarif yang mahal.

    Misi:

    • Menjadi perusahaan terbaik untuk bekerja, di mana para karyawan dianggap sebagai anggota keluarga besar
    • Menciptakan brand ASEAN yang diakui secara global
    • Mencapai tarif terhemat sehingga semua orang bisa terbang dengan AirAsia
    • Mempertahankan produk berkualitas tinggi, menggunakan teknologi untuk mengurangi pembiayaan dan meningkatkan kualitas layanan

    Value:

    • Utamakan keselamatan:
    Bekerja sama dengan penyedia perawatan paling terkenal di dunia dan mematuhi standar operasi penerbangan dunia.
    • Pemanfaatan aircraft:
    Waktu perputaran (turn around time) tercepat di region dengan hanya 25 menit, memastikan tarif terhemat dan produktivitas yang tinggi.
    • Tarif hemat, tanpa embel-embel:
    Menyediakan pilihan layanan yang sesuai dengan kebutuhan bagi para penumpang tanpa menurunkan kualitas dan layanan.
    • Pengoperasian sederhana:
    Memastikan bahwa setiap proses dilakukan secara sesederhana dan efisien.
    • Sistem distribusi yang ringkas:
    Menawarkan kanal distribusi yang luas dan inovatif untuk memudahkan proses pembelian dan perjalanan.
    • Jaringan Point to Point:
    Menerapkan jaringan point to point agar pengoperasian menjadi sederhana dengan berbiaya yang rendah.

    1.2 Ruang Lingkup Pembahasan

    Pembahasan pada makalah ini akan mencakup tentang strategi yang diterapkan pada maskapai penerbangan Air Asia.

    1.3 Tujuan Pembahasan

    Tujuan pembahasan adalah untuk mengetahui, mempelajari, dan memahami tentang strategi yang diterapkan pada maskapai penerbangan Air Asia.

    BAB II

    PEMBAHASAN

    2.1 Landasan Teori / Telaah Pustaka tentang Strategi

    Dalam menghadapi persaingan, korporasi ataupun perusahaan harus menyusun strategi guna memastikan bahwa ke depan perusahaan masih tetap dapat bertahan dan berkembang. Strategi menjadi bagian yang harus disiapkan sedini mungkin dan dilaksanakan sedemikian rupa hingga dapat menjamin kelanjutan korporasi ataupun perusahaan. Strategi bukanlah sesuatu yang dirumuskn begitu saja karena diminta, kemudian tidak pernah dievaluasi apakah efektif atau tidak. Melainkan, strategi disusun untuk dapat memberikan jaaminan bahwa organisasi dapat berjalan dalam satu rancangan yang sudah diprediksikan.

    Strategi berada pada satu korporasi mempunyai fungsi yang berbeda. Untuk kepentingan korporasi, strategi dapat dibedakan dalam tiga hal yaitu:
    1. Firm’s directional strategy. Orientasi umum perusahaan menyangkut pertumbuhan, stabilitas atau pengurangan. Orientasi demikian menjadi pedoman dalam bertindak untuk seluruh divisi pada korporasi.
    2. Firm’s porofolio strategy. Pasar di mana barang dan jasa perusahaan harus bersaing terhadap barang dan jasa korporasi lain.
    3. Firm’s parenting strategy. Manajemen perusahaan harus berkoordinasi dalam aktifitas, mentransfer sumber daya, dan mengolah kecakapan di antara produk lini dan unit bisnis perusahaan.

    Strategi perusahaan pada dasarnya berkaitan dengan penentuan arah perusahaan dan tindakan yang dibutuhkan. Bagi korporasi, penyusunan strategi membutuhkan tindakan lanjutan sampai ke perubahan dan pengembangan lini produk korporasi. Selanjutnya strategi perusahaan juga berkaitan dengan bagaimana mengatur aliran dana yang dibuuhkan untuk mendukung seluruh kegiatan yang akan dilaksanakan. Jadi permasalahan strategi bukan hanya menentukan arah, akan juga menyangkut bagaimana menyesuaikan proses internal agar sesuai dengan perubahan kondisi eksternal.

    Untuk memenangkan persaingan secara berkesinambungan, perusahaan bisa memilih diantara dua strategi bersaing yaitu cost leadership atau product differentiation.
    • Cost leadership adalah strategi bersaing di mana perusahaan berupaya untuk memproduksi barang atau jasa dengan biaya paling rendah di dalam industrinya. Dengan biaya yang sangat murah, maka perusahaan dapat menetapkan harga jual yang rendah, sehingga dalam persaingan akan dapat memenangkan secara berkesinambungan. Keunggulan biaya biasanya dihasilkan dari produktivitas proses produksi, distribusi, atau keseluruhan operasi perusahaan.
    • Product differentiation adalah suatu strategi bersaing di mana suatu perusahaan berhasil/sukses dengan mengembangkan dan memelihara keunikan nilai untuk produk yang disediakan perusahaan. Keunikan sebagai strategi bersaing dapat berupa kualitas, keamanan, fitur, pelayanan, gengsi, dan sebagainya. Dengan strategi ini perusahaan tidak harus menjual produk dengan harga murah seperti dalam cost leadership, bahkan dengan harga tinggipun konsumennya tidak akan merasa keberatan karena value yang diberikan produk tersebut sangat tinggi.

    2.2 Strategi pada Maskapai Penerbangan Air Asia

    Air Asia adalah sebuah maskapai penerbangan bertarif murah yang berpusat di Bandara Internasional Kuala Lumpur. Air Asia memfokuskan diri pada segmen dengan biaya terjangkau atau low cost carrier (LCC). Air Asia telah menjadi perusahaan LCC terkemuka di Asia dengan perolehan laba bersih tahun 2012 sebesar RM 1,87 miliar ringgit (sekitar Rp 5,88 triliun), melonjak 238 persen dibanding 2011, sebesar 555 juta ringgit (Rp 1,73 triliun). Hal tersebut tidak lepas dari strategi perusahaan dalam menerapkan cost leadership yang baik.
    Kunci dalam menyajikan tarif rendah adalah konsisten menjaga biaya tetap rendah. Untuk mencapai biaya rendah dibutuhkan efisiensi tinggi di setiap bagian dari bisnis dan mempertahankan kesederhanaan. Oleh karena itu setiap proses sistem harus menggabungkan praktek-praktek industri terbaik. Komponen-komponen utama dari model bisnis LCC adalah:

    • Pemanfaatan pesawat terbang yang tinggi.
    Pesawat harus terbang sesering mungkin, penerbangan pertama tinggal landas sepagi mungkin secara komersial dan penerbangan terakhir secara khusus terbang pada tengah malam. Perjalanan pulang pergi yang cepat sangat penting untuk memastikan waktu yang dihabiskan di darat sesedikit mungkin – sebuah maskapai penerbangan menghasilkan uang saat pesawatnya terbang, bukan saat pesawatnya terparkir. Masa perputaran pesawat Air Asia adalah 25 menit; bandingkan dengan FSC yang masa perputarannya 1 jam. Rata-rata, pemanfaatan Air Asia per pesawat adalah 12 jam blok per hari, sebuah pesawat FSC mungkin dimanfaatkan sekitar 8 jam blok per hari.
    • Tidak ada hiasan tambahan
    Pokok bisnis untuk sebuah LCC adalah membawa seseorang dari poin A ke poin B. Semua hal lainnya dianggap sebagai barang mewah atau frill (hiasan tambahan) yang dapat diperoleh dengan mengeluarkan sedikit biaya. Untuk menghindari hiasan tambahan, Air Asia memberlakukan sejumlah ketetapan yaitu:

    – Tidak ada makanan & minuman gratis. Untuk apa memberikan sesuatu yang tidak Anda hargai? Para penumpang dipersilakan untuk membeli makanan & minuman pada harga yang terjangkau dari awak kabin.
    – Tempat duduk bebas. Pada awalnya, tidak ada tempat duduk yang ditetapkan. Para penumpang menerima boarding pass yang umum dan mereka nantinya harus menempati tempat duduk manapun yang tersedia. Namun akhirnya kebijakan ini diganti karena protes dari maskapai lain di Indonesia dan di ASEAN sehingga sekarang tempat duduk ditetapkan seperti maskapai lain pada umumnya.
    – Maskapai penerbangan tanpa tiket. Meminimalkan kerumitan di pihak pelanggan, yang tidak lagi perlu khawatir untuk direpotkan dengan kewajiban memegang tiket sebelum bepergian, dan memberi efek biaya rendah bagi maskapai (dalam hal kertas, pencetakan, pendistribusian).
    – Tidak ada pengembalian uang tiket. Maskapai penerbangan membuang banyak uang saat calon penumpang tidak muncul hingga saat keberangkatan tiba karena adanya kebijakan pengembalian uang tiket dan penjadwalan ulang. Terlepas dari si calon penumpang muncul atau tidak, biaya penerbangan yang dikeluarkan maskapai adalah sama. LCC tidak memberi keringanan bagi calon penumpang yang tidak muncul dan tidak menawarkan pengembalian uang tiket untuk penerbangan yang terlewatkan.
    – Tidak ada program loyalitas. Para pelanggan setia pada tarif yang rendah, jadi tak perlu mengadakan program frequent flyer atau program bagi pelanggan yang paling sering terbang bersama.
    • Beroperasi dengan efektif
    Membuat proses sesederhana mungkin adalah kunci keberhasilan LCC.

     Pesawat terbang berjenis tunggal. Para pilot, pramugari/pramugara, mekanik dan personil pelaksana mengkhususkan diri untuk satu jenis pesawat terbang, dengan demikian maka tidak dibutuhkan adanya pelatihan ulang yang memakan biaya bagi para staf, untuk menjaga ketersediaan suku cadang untuk jenis pesawat terbang yang berbeda, maupun untuk pengetahuan dan keterampilan mengoperasikan dan memelihara beragam jenis pesawat terbang dengan karakteristik masing-masing, atau untuk kebutuhan pekerjaan baru.
     Tempat duduk berkelas tunggal. Hanya ada satu jenis kelas tempat duduk, yaitu kelas satu, dan para penumpang bebas duduk di tempat duduk yang mereka pilih. Jika Anda ingin memiliki hak istimewa untuk memilih sendiri tempat duduk Anda, Anda dapat membeli Xpress boarding.
     Prosedur Operasi Standar (SOP). SOP penting untuk memastikan kesamaan tingkat kompetensi di antara semua staff. Dengan cara ini dapat memastikan kesamaan layanan di seluruh perusahaan.

    • Fasilitas Dasar
    Maskapai berbiaya rendah biasanya terbang dari dan ke bandara yang tidak termasuk bandara tersibuk, yang biasa disebut bandara sekunder. Beroperasi dari bandara sekunder lebih murah daripada di bandara utama yang lebih besar dan bandara sekunder tidak begitu padat dan masa perputaran pesawat terbang jauh lebih singkat. Misalnya, untuk meminimalkan biaya Air Asia terbang menuju Clark Airbase yang berjarak 70 km dari Manila demi menghindari terbang menuju bandara utama Ninoy Aquino Manila.
    • Jaringan poin ke poin
    LCC menghindari sistem hub-dan-spoke dan merangkul jaringan poin ke poin yang sederhana. Hampir seluruh penerbangan Air Asia berjarak tempuh pendek (3 jam penerbangan atau kurang). Tidak ada pengaturan yang dilakukan dengan perusahaan penerbangan lain dalam hal penerbangan penghubung, kemungkinan pemindahan penerbangan, atau pelabelan bagasi dan memindahkannya dari satu penerbangan ke penerbangan lain.
    • Sistem Distribusi Andalan
    LCC akan menjaga agar saluran distribusi mereka sesederhana mungkin dan akan meliputi seluruh spektrum profil para klien. Misalnya, Air Asia dapat melayani penumpang Eropa yang paling modern melalui penjualan lewat internet dan kartu kredit. Dan pada saat yang sama, Air Asia telah menciptakan sistem untuk menjual tiket ke lokasi-lokasi yang sangat jauh dan tak tersentuh teknologi seperti di Myanmar.

    – Penjualan Internet. Bagian terbesar penjualan (±65%) dilakukan melalui situs web maskapai, di mana tarif dibayar menggunakan kartu kredit. Ini merupakan saluran distribusi yang paling efektif dari segi biaya.
    – Kantor Penjualan. Air Asia hanya memiliki sedikit kantor penjualan. Air Asia hanya mendirikan sebuah call centre jika yakin penjualan yang berasal dari centre tersebut akan memberi hasil sepadan. Lebih jauh lagi, Air Asia tidak terpaku dengan memiliki kantor penjualan di kawasan mewah kota.
    – Agen-agen perjalanan. LCC sedapat mungkin menghindari mengandalkan penjualan melalui agen perjalanan. Ini berarti bahwa maskapai tidak membayar komisi apapun ke agen perjalanan, yang jika dilakukan bisa berdampak pada harga tiket. Juga, karena mereka tidak menggunakan agen perjalanan, mereka tidak menggunakan, atau berpartisipasi dalam sistem reservasi seluruh dunia dan itu akan menghemat biaya, yang sekali lagi akan tercermin pada harga tiket mereka.
    – Call centre. Penjualan tiket hanya dapat dilakukan melalui telepon, ini adalah metode sederhana dan efektif dalam biaya.

    Strategi bisnis AirAsia untuk merebut pasar adalah sebagai berikut:

    1. Perkuat armada
    Hingga saat ini, armada yang dimiliki Air Asia memang masih kalah dibanding Lion Air. Tapi maskapai asal Malaysia ini tidak segan berbelanja pesawat baru. Air Asia Indonesia akan mendatangkan 7 unit pesawat tipe Airbus A320 tahun ini. Penambahan pesawat ini dilakukan untuk menghubungkan hub Air Asia yang ada di Indonesia. Saat ini Air Asia mempunyai 6 hub diantaranya di Medan, Surabaya, Jakarta, Denpasar dan lainnya.
    2. Tambah rute penerbangan
    Selain mendatangkan pesawat baru untuk memperkuat armadanya, strategi lain adalah penambahan rute penerbangan lokal maupun internasional. Chief Operation Officer AirAsia Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan, pihaknya akan menambah rute untuk menghubungkan hub pesawat yang saat ini ada di 6 daerah Indonesia. Air Asia saat ini mempunyai hub di Surabaya, Makasar, Bandung, Denpasar, Jakarta, Medan. Untuk rute internasional, Air Asia membuka penerbangan ke kota kota di Singapura dan Malaysia.
    3. Promosi tiket
    Salah satu strategi bisnis Air Asia menguasai pasar penerbangan murah Indonesia adalah dengan promosi tiket penerbangan. Tiket penerbangan murah masih menjadi daya tarik bagi penumpang di Indonesia.
    4. Melantai di BEI
    Strategi lain yang diambil Air Asia Indonesia untuk menancapkan kuku bisnisnya di Indonesia adalah masuk ke pasar modal. Air Asia berencana melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO). Langkah IPO tersebut untuk menunjang ekspansi perseroan yang berencana meningkatkan pendapat dari tahun-tahun yang lalu.
    5. Kualitas pelayanan
    Air Asia beranggapan salah satu strategi untuk merebut hati penumpang pesawat adalah peningkatan kualitas pelayanan. Utamanya pada tingkat keamanan dan kenyamanan bagi calon penumpang. Air Asia mengaku bakal meningkatkan On Time Performance (OTP). Dengan ketepatan waktu penerbangan, mampu membuat nyaman calon penumpang. Budaya Air Asia memberikan pelayanan yang terbaik, kenyamanan dan keamanan. Keamanan menjadi budaya Air Asia karena untuk safety itu adalah utama dan pertama.
    6. Kuasai Asia Tenggara
    CEO AirAsia Tony Fernandes menyebut Lion Air dan pendirinya, Rusdi Kirana telah ‘ketinggalan kapal’ untuk merebut dominasi pasar penerbangan regional. Dia menjelaskan, sejak tahun 2001 saat dia mendirikan AirAsia dengan dua pesawat saja, dia telah membangun hubungan dengan Thailand, Indonesia, Filipina, dan Jepang. Setelah menguasai pasar Malaysia, kini Tony beralih fokus ke pasar Indonesia. Setelah itu, India dan Myanmar akan menjadi sasarannya.
    7. Strategi marketing
    Biasanya, maskapai dengan tarif standar akan bergantung pada agen travel untuk menjual tiketnya. Namun, menurut Air Asia itu hanyalah memboroskan ongkos distribusi. Oleh karena itu, Air Asia bekerjasama dengan penyedia kartu kredit karena bisa menghemat ongkos. Selain itu, maskapai asal Malaysia ini juga mengedepankan penjualan melalui internet. Terbukti penjualan melalui internet meraup 65 persen dari total konsumen. Air Asia juga membangun sedikit kantor penjualan dan tidak bekerjasama dengan agen travel. Bahkan, tiket juga bisa dibeli melalui call centre.

    BAB III

    KESIMPULAN

    Berdasarkan pembahasan tentang Strategi Air Asia, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa:

    1. Harga Air Asia selalu lebih rendah dibandingkan maskapai lainnya. Layanan jasa seperti ini sangat cocok bagi penumpang yang hanya ingin terbang tanpa embel embel makanan, tanpa layanan airport lounge, tanpa mengikuti program loyalty frequent flyer miles.
    2. Frekuensi terbang Air Asia yang tinggi bertujuan untuk kenyamanan para tamu. Maskapai inimempraktekkan pola 25 menit untuk tinggal landas, dimana merupakan yang paling cepat di Asia.
    3. Air Asia selalu berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang nyaman untuk membuat perjalanan lebih mudah.
    4. Menjadikan unsur keamanan sebagai yang utama dimana AirAsia (PT. IAA) melakukan pemeriksaan rutin pesawatnya di hangar Garuda Maintenance Facilities (GMF). Kegiatan in merupakan komitmen kepada masyarakat bahwa Indonesia AirAsia selalu patuh pada ketentuan keselamatan penerbangan.
    5. Dari kaca mata finance, strategi Air Asia ini bisa diterjemahkan mengubah biaya fixed cost menjadi biaya variable karena pendapatan perusahaan tersebut juga tidak tetap atau berubah-ubah, artinya efisiensi dilakukan dengan tidak menurunkan kualitas tetapi beban operasional dibuat minimal.

    DAFTAR PUSTAKA

    http://doddyhw.wordpress.com/2012/05/20/melihat-strategi-bisnis-airasia-dari-perspektif-service-science/

    http://id.wikipedia.org/wiki/AirAsia

    http://ilmu-strategik.blogspot.com/2012/08/air-asia-adalah-salah-satu-maskapai.html

    http://strategimanajemen.net/2010/03/08/melacak-strategi-bisnis-lion-air/

    https://mail-attachment.googleusercontent.com/attachment/u/0/?ui=2&ik= 13e3011df3&view=att&th=145bcc3391a06604&attid=0.7&disp=inline&safe=1&zw&saduie=AG9B_P9hVPsfSxN1bus2bMETqTFP&sadet=1399211267979&sads=XaGxx7wbmiHjy_IeNNTFx2oHRWA

    http://www.airasia.com/id/id/about-us/corporate-profile.page

    http://www.gudono.com/apps/forums/topics/show/3446744

    http://www.indo-aviation.com/2013/04/25/ini-strategi-sukses-indonesia-airasia/

    http://www.suarapengusaha.com/2013/04/23/ini-dia-strategi-airasia-singkirkan-lion-air-dan-kuasai-langit-indonesia/

    Komentar oleh julrahmatiyalfajri | Mei 5, 2014 | Balas

  5. MAKALAH MANAJEMEN STRATEGIK
    DENGAN JUDUL :
    STRATEGI YANG DIGUNAKAN OLEH MASKAPAI
    PENERBANGAN SRIWIJAYA AIR

    DOSEN PEMBIMBING :
    Dr.Johannes,SE.M.Si

    Nama Kelompok 3 :
    Gusman ( P2C213046 )
    Dede Trimaiyanto ( P2C213035 )
    Robby Irawan (P2C213051)
    Teddy Suandi Putra ( P2C213050)
    Nita Budiarni ( P2C213022)
    Yayuk Sulistyo ( P2C213039)
    Maulidia Imastary Tan ( P2C213018)
    Latar Belakang
    Pada umumnya tujuan utama perusahaan adalah untuk memperoleh laba yang sebesar-besarnya, meningkatkan volume penjualan dan mempertahankan kelangsungan hidupnya. Untuk memastikan bahwa tujuan utama perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan yang tepat oleh perusahaan, maka diperlukan perencanaan startegi bisnis, dan menyelaraskannya pada misi perusahaan. Strategi untuk suatu perusahaan adalah rencana jangka panjang. Strategi ini adalah rencana yang disatukan. Artinya mengikat semua bagian perusahaan menjadi satu menyeluruh, meliputi semua aspek penting perusahaan dan terpadu, sehingga semua bagian rencana serasi satu sama lain dan bersesuaian.
    Kebutuhan akan pelayanan transportasi bersifat sangat kualitatif dan mempunyai ciri yang berbeda-beda sebagai fungsi dari waktu, tujuan perjalanan, frekuensi, jenis kargo yang diangkut, dan lain-lain (Tamin, 2000). Pelayanan transportasi yang tidak sesuai dengan kebutuhan akan pergerakan menyebabkan sistem transportasi tersebut tidak berguna. Kebutuhan akan pergerakan bersifat sebagai kebutuhan turunan. Pergerakan terjadi karena adanya proses pemenuhan kebutuhan.
    Ciri utama sistem prasarana transportasi adalah melayani pengguna. Sistem prasarana transportasi harus selalu dapat digunakan dimanapun dan kapanpun. Oleh karena itu sangat penting untuk mengetahui besarnya kebutuhan akan transportasi pada masa mendatang sehingga dapat melakukan efisiensi sumberdaya dengan mengatur atau mengelola sistem prasarana transportasi yang dibutuhkan.
    Salah satu jenis transportasi yang sangat dibutuhkan oleh manusia dalam pemenuhan kebutuhannya adalah transportasi udara. Angkutan udara adalah setiap kegiatan dengan menggunakan pesawat udara untuk mengangkut penumpang, kargo, dan pos untuk satu perjalanan atau lebih dari satu bandar udara ke bandar udara yang lain atau beberapa bandar udara.

    1.2. Rumusan Masalah
    -Strategi-strategi dalam bentuk apa dan kesesuaiannnya pada maskapai sriwjaya air ?
    Tujuan Penulisan
    Untuk mengetahui strategi-strategi maskapai penerbangan sriwijaya air dalam menarik pelanggan .
    Gambaran Umum Perusahaan
    PT. Sriwijaya Air sebagai salah satu perusahaan penerbangan komersil baru dan sebagai pendatang baru (new comers) di Indonesia saat ini juga terus berusaha untuk memberikan yang terbaik kepada penumpangnya. Sejak beroperasinya perusahaan dari 10 november 2003 memiliki 1 pesawat dan pada saat ini memiliki 24 pesawat diantaranya 3 masih dalam tahap pemesanan. Meningkatnya jumlah pesawat menunjukkan adanya peningkatan pelanggan yang terjadi terhadap jasa yang ditawarkan oleh PT. Sriwijaya Air Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan permintaan pada September 2009, Sales Marketing Sriwijaya Air, James Wahane mengatakan, “ peningkatan penjualan untuk bulan September ini mencapai 20 persen “ ( Antara news September 2009). Selain itu, pada bulan Agustus Majalah Global Asia edisi Agustus 2009 menobatkan Sriwijaya Air berada pada peringkat 68 Top 100 Groups perusahaan teratas di Indonesia, predikat lainnya pada Majalah Internasional Airline Business telah memasukkan kembali Sriwijaya Air dalam peringkat internasional di dunia penerbangan.
    Majalah yang bertagline ‘Strategy For Airline Boardrooms Worldwide’ itu dari ribuan maskapai penerbangan dunia menempatkan peringkat Sriwijaya Air pada peringkat ke 192 (Top Passenger Operations Ranked by Traffic 2008: 151 to 200 berdasarkan pax traffic, pax number dan fleet size). Sriwijaya naik peringkat dari sebelumnya peringkat 194. Saat ini, Sriwijaya  Air telah mengoperasikan 30 unit pesawat yang tidak hanya melayani pelanggan yang ingin bepergian antarwilayah di Indonesia saja, tetapi juga melayani penerbangan ke luar negeri seperti Penang dan SingapuraPeningkatan predikat yang terjadi terhadap PT. Sriwijaya Air menunjukkan indikasi adanya peningkatan loyalitas pelanggan dengan bertambahnya jumlah pelanggan yang terjadi. Penambahan maskapai penerbangan juga merupakan indikasi adanya meningkatnya loyalitas pelanggan.

    STRATEGI SUMBER DAYA MANUSIA
    tenaga kerja yang dimiliki Sriwijaya Air merupakan Sumber Daya Manusia (SDM) pilihan yang terampil, ramah dan terpercaya. Sriwijaya Air juga siap melayani Anda 24 jam untuk melakukan akses reservasi pada (021) 6405566. Keselamatan (safety), keamanan (security), dan pelayanan (service) adalah pedoman pelayanan yang selalu menjadi prioritas kami dalam mewujudkan misi sebagai mitra perjalanan udara Anda sesuai dengan motto Sriwijaya Air “ Your Flying Partner”.
    Supplementary Service:Sriwijaya Air juga memberikan beberapa supplementary service kepada customer antara lain:
    -Menyediakan fasilitas makan dan minum bagi para penumpang ketika berada didalam pesawat.Sriwijaya akan dengan segera menyajikan makanan selama penerbangan pada waktu makan siang ataupun makan malam di setiap rute penerbangannya.
    -Menyediakan fasilitas-fasilitas yang mendukung terlaksananya proses jasa didalam pesawat.Bagasi pada setiap pesawatnya untuk mempermudah penumpang dalam menjaga dan menyimpan barang-barangnya. Pesawat juga didesign dalam bentuk dua kelas yaitu kelas bisnis dan kelas ekonomi,
    -Memberikan informasi yang bertujuan memberi kemudahan kepada seluruh pelanggan dengan melayani pembelian tiket pesawat secara online melalui akses internet.E-tiket merupakan pilihan alternatif yang lebih cepat dan dipercaya dibandingkan tiket pesawat kertas biasa .
    E-tiket Sriwijaya Air tersedia untuk semua penerbangan dan bisa dibeli secara online di Tiket2.com. Cukup mengunjungi masukkan bandara keberangkatan dan tujuan, pilih tanggal dan cari. Pada langkah berikutnya pilih penerbangan Anda, kemudian isi formulir pendek dengan rincian Anda. Tiket2 akan membuat reservasi penerbangan Anda, mengirimkan e-tiket ke email Anda segera setelah pembayaran dilakukan. Harap di perhatikan bahwa setelah transaksi nama penumpang pada tiket tidak bisa diubah. Selain itu Contact Center 24 jam: 021-292 79 777 atau 0804 1 777 777 yang ditetapkan oleh Sriwijaya Air siap melayani kebutuhan Anda 24 jam sehari 7 hari seminggu
    -menawarkan layanan pengiriman barang ke berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara. Sriwijaya Air mengerti kebutuhan Anda akan keamanan kiriman, kenyamanan pelayanan dan harga yang barsaing. Perusahaan  telah membuktikan bahwa layanan cargonya adalah salah satu yang terbaik di Indonesia.
    – Melayani konsultasi maupun response hingga solusi terhadap complain yang diutarakan oleh setiap pelanggan merekaPelayanan ini dapat melalui kunjungan pelanggan ataupun bertemu langsung dengan customer servicer di kantor.

    STRATEGI FASILITAS DAN KESELAMATAN
    Backstage & Fontstage Sriwijaya Air
    Backstage: fasilitas yang merupakan technical core dari sistem jasa (little interest to customers). Kegagalan ‘backstage personnel and system’ bekerja akan mempengaruhi  kualitas frontstage acivities.Salah satu unsur dari backstage set ini adalah keorganisasian sebuah perusahaan.  Bagaimana backstage suatu perusahaan didesign juga akan menentukan strategi pelayanan yang akan mereka berikan. Keorganisasian dalam hal ini mencakup beberapa aspek antara lain: kepemimpinan seorang manajer dan kompetensi yang dimiliki para karyawannya dan kebijakan-kebijakan didalam perusahaan.Backstage set Sriwijaya dapat kita misalkan pada kebijakan dalam menambah jumlah armada. Usia rata-rata pesawat Sriwijaya adalah 24 tahun, tetapi pada tahun 2012 akan mendatangkan 22 pesawat baru yang diharapkan dapat menggantikan armada yang lama. Contoh lainnya yaitu Penyediaan informasi mengenai tiket dan rute pesawat setiap harinya.Frontstage: mencakup semua element terdiri dari: physical  support  dan contact personnel  yang merupakan garis depan dalam sistem operasi jasa (visible  customer).Beberapa unsur-unsur yang terdapat pada frontstage diantaranya: teknologi yang digunakan, kemampuan karyawan dalam melayani dan memuaskan pelanggan, dan fasilitas pendukung lainnya. Atau biasa dikatakan bahwa fronstage set merupakan standard prosedur yang telah ditetapkan oleh perusahaan secara fisik yang dapat secara langsung dilihat maupun dirasakan oleh konsumen.
    Frontstage dalam hal ini dapat dicontohkan seperti kenyamanan dan keselamatan penumpang. Pesawat-pesawat Sriwijaya dikemudikan oleh pilot-pilot  yang andal dan profesional. Sriwijaya Air akan mengantarkan setiap penumpang hingga ke tempat tujuan dengan selamat. Dengan ruang kaki lebih luas di dalam kabin pesawat, perjalanan akan lebih nyaman dan santai. Penumpang akan tiba di kota tujuan dengan segar dan siap melakukan beragam aktivitas.
     
    STRATEGI INFORMASI
    Identifikasi tipe informasi yang harus dikumpulkan untuk mengembangkan jasa pada perusahaan Sriwijaya Air
    Sistem informasi yang dapat diimplementasikan terdiri dari 3 macam tipe informasi yaitu : 1.Informasi pengumpulan data (Scorekeeping information) : informasi yang berupa akumulasi atau pengumpulan data untuk menjawab pertanyaan. Berguna bagi manajer bawah untuk mengevaluasi kinerja personil-personilnya.Tipe informasi ini dilakukan untuk mengidentifikasi setiap pertanyaan yang muncul Dari penumpang yang telah merasakan pelayanan Sriwijaya, bilamana terjadi kesalahan dalam penyampaian jasa ataupun adanya ketidakpuasan akan pelayan yang telah diberikan, sehingga ini akan membantu manajer dalam memahami kinerja karyawannya. Apakah harus diperbaiki lagi.
    2.Informasi Pengarahan perhatian (attention directing information) : membantu manajemen memusatkan perhatian pada masalah-masalah yg menyimpang, ketidakberesan. Informasi ini membantu manajemen menengah untuk melihat penyimpangan-penyimpangan yg terjadi.Kegiatan ini dilakukan apabila terjadi kesalahan-kesalahan dalam proses penyampaian jasa. Kesalahan tersebut akan ditanggapi oleh manajer Sriwijaya kemudian memperbaikinya dengan merubah system sebelumnya agar pelanggan tidak akan merasa kecewa lagi.
    3.Informasi Pemecahan masalah (Problem Solving information) : informasi untuk membantu para manajer atas mengambil keputusan memecahkan permasalahan yang dihadapinya. Problem solving biasanya dihubungkan dgn keputusan yg tidak berulang-ulang serta situasi yg membutuhkan analisis yg dilakukan oleh manajemen tingkat atas.Dalam proses pemecahan masalah dibutuhkan informasi-informasi yang dibutuhkan dan berhubungan dengan kasus atau masalah yang akan dipecahkan. sehingga manajer harus melakukan diskusi dengan para bawahan maupun atasannya mengenai seluruh masalah-masalah yang telah diidentifikasi kemudian dicari apa yang menjadi penyababnya lalu mencari jalan keluarnya.
    4. STRATEGI DESAIGN & TENAGA KERJA
    Spesifikasi Design jasa
    Spesifikasi Design jasa mencakup beberapa hal seperti: prosedur, kebijakan, serta informasi lain yang diperlukan untuk sistem produksi jasa. Setalah disain akhir sudah ditetapkan, maka proses untuk membuat produk tersebut harus ditentukan. Secara aktual, kemampuan dan keterbatasan pemrosesan produk dipertimbangkan melalui seleksi dan proses disain, mungkin terjadi disain produk/jasa tersebut akan berubah secara substansial. Rencana proses secara penuh dilakukan pada tahap ini, hal ini meliputi spesifikasi produk, kualitas yang dibutuhkan, tingka kapasitas, teknologi, level kemampuan, kebutuhan material dan lain sebagainya.
    Dalam hal ini spesifikasi dimaksudkan berupa prosedur, kebijakan serta informasi-informasi secara rinci yang telah diperoleh maupun ditetapkan oleh perusahaan Sriwijaya Air yang akan dipergunakan selama proses jasa dilakukan.
    Berikut ini dijabarkan beberapa spesifikasi design yang telah ditetapkan oleh perusahaan Sriwijaya Air :
    a. Keselamatan Sriwijaya Air
    Usia rata-rata pesawat adalah 24 tahun, tetapi pada tahun 2012 akan mendatangkan 22 pesawat baru yang diharapkan dapat menggantikan armada yang lama.
    b. Tiket murah Sriwijaya pada rute populer
    Harga ditemukan oleh pengguna tiket-tiket dalam beberapa hari terakhir. Tarif mungkin berubah yang disebabkan oleh ketersediaan saat waktu pemesanan.
    c. Pemesanan e-tiket online Sriwijaya Air
    E-tiket merupakan pilihan alternatif yang lebih cepat dan dipercaya dibandingkan tiket pesawat kertas biasa . E-tiket Sriwijaya Air tersedia untuk semua penerbangan dan bisa dibeli secara online di Tiket2.com. Cukup mengunjungi website http://www.tiket2.com masukkan bandara keberangkatan dan tujuan, pilih tanggal dan cari. Pada langkah berikutnya pilih penerbangan Anda, kemudian isi formulir pendek dengan rincian Anda. Tiket2 akan membuat reservasi penerbangan Anda, mengirimkan e-tiket ke email Anda segera setelah pembayaran dilakukan. Harap di perhatikan bahwa setelah transaksi nama penumpang pada tiket tidak bisa diubah.

    d. Grup pemesanan Sriwijaya Air
    Layanan ini ditujukan bagi grup yang melakukan perjalanan karena bisnis perusahaan, konferensi, pameran, study tour sekolah, tamasya olahraga, atau hanya untuk mengunjungi keluarga dan teman. Peraturan untuk jenis pemesanan ini dapat berubah dari waktu ke waktu. Secara umum, kami menawarkan diskon besar untuk pemesanan grup (lebih dari 10 orang). Silahkan menghubungi Layanan Pelanggan Tiket2 untuk bantuan dan informasi terbaru.
    e. Jadwal penerbangan Sriwijaya Air
    Anda dapat memeriksa jadwal penerbangan Sriwijaya Air pada tanggal tertentu dengan menggunakan formulir di bagian atas halaman ini. Pastikan untuk memilih opsi “hanya Sriwijaya”, kemudian pilih rute dan tanggal.
    f. Cek-in dan boarding
    Penumpang Sriwijaya Air diharapkan untuk menyelesaikan proses cek in setidaknya 1 jam 45 menit sebelum jadwal penerbangan. Cek-in dapat dilakukan di konter cek in di bandara. Setibanya di bandara, tunjukan paspor atau kartu identitas di konter cek-in dan lanjutkan ke gerbang boarding. Untuk penerbangan internasional Anda juga harus membawa paspor Anda.
    g. Bagasi Sriwijaya Air
    Bagasi tangan (kabin) tidak boleh lebih besar dari ukuran 55cm x 35cm x 25 cm. Penumpang juga dapat membawa bagasi dengan berat total 20 kg, bebas biaya. Kecuali untuk penerbangan dengan rute Jakarta – Tanjung Pinang, memiliki batasan dibawah 15 kilogram. Untuk barang Anda yang melebihi batas bagasi akan dikenakan biaya. Dalam hal ini pihak Sriwijaya juga membuat kebijakan atas kesalahan-kesalahan yang terjadi seperti: bagasi rusak, hilang, atupun terlambat.
    h. Layanan penerbangan Sriwijaya Air
    Saat ini Sriwijaya dikategorikan sebagai maskapai penerbangan tingkat menengah yang hanya menyajikan makanan ringan dalam penerbangannya. Sriwijaya berencana memperluas penerbangan dengan layanan penuh dalam waktu 2-3 tahun ke depan sementara Sriwijaya mempersiapkan untuk memenuhi persyaratan. Setidaknya dengan 30 pesawat baru dan sebuah ruang bisnis, Sriwijaya akan dapat segera menyajikan makanan selama penerbangan pada waktu makan siang dan makan malam. Hal ini dilakukan, sesuai dengan komitmen Sriwijaya Air yang ingin memberi layanan terbaik dalam soal keselamatan (safety) dan pelayanan (services). Komitmen ini tentu bukan hanya sekadar slogan dan menjual kata-kata saja, tetapi telah diwujudkan dalam bentuk nyata.
    Armada
    Sriwijaya Air mengoperasikan 33 armada pesawat dengan usia rata-rata 25 tahun. Boeing 737-200, Boeing 737-300, Boeing 737-400, Boeing 737-500, Boeing 737-800.Pada tahun 2011 Sriwijaya Air mengumumkan bahwa mereka akan membeli 22 pesawat untuk memperkuat armadanya. Pesawat baru tersebut mencakup dua belas Boeing 737-500, lima Boeing 737-800 NG dan lima Embraer E-190. Kedatangan pesawat baru ini akan membantu memperluas rute dan meningkatkan layanan penerbangan – pesawat Embraer yang baru akan melayani penerbangan di bandara kecil Papua, NTT dan Maluku, Boeing 737-500 akan digunakan untuk kelas bisnis dan ekonomi, sementara Boeing 737-800 akan membantu memperkenalkan penerbangan baru ke Australia, Cina dan rute menengah yang terjangkau. Diharapkan kedatangan pertama 737-800 pada bulan September 2012. Hal ini dilakukan, sesuai dengan komitmen Sriwijaya Air yang ingin memberi layanan terbaik dalam soal keselamatan (safety) dan pelayanan (services). Komitmen ini tentu bukan hanya sekadar slogan dan menjual kata-kata saja, tetapi telah diwujudkan dalam bentuk nyata.
    J.  Kinerja Jasa
    Reposisi yang akan dilakukan Sriwjaya Air ini didasari oleh tuntutan pelanggan yang semakin hari semakin kritis dalam mengulik kinerja Sriwijaya Air di satu sisi dan kebutuhan serta keinginan pelanggan di sisi lainnya. Tuntutan ini memang patut untuk dipenuhi, mengingat bahwa kesetiaan pelanggan Sriwijaya Air dalam setiap tahunnya telah menunjukkan loyaitasnya. Ini terbukti dari angka market share yang didapatkan. Menurut catatan dari Departemen Perhubungan RI, bahwa tahun 2011, Sriwijaya Air telah menduduki peringkat ketiga dalam perolehan market share di Indonesia, setelah Lion Air dan Garuda Indonesia.Yang lebih membanggakannya lagi, bahwa apa yang diberikan oleh Sriwijaya Air selama tahun 2011 dalam melayani pelanggan telah mendapatkan apresiasi yang tiada henti. Apresasi tersebut berupa penghargaan dari Pemerintah Daerah Malang, Jawa Timur yang menganugerahi Sriwijaya Air menjadi maskapai nasional yang mendorong pertumbuhan perekonomian Pemerintah Daerah Malang dan sekitarnya. Penghargaan lainnya diperoleh  dari Sumsel Business Awards, yang menyematkan Sriwijaya Air sebagai Airlines dengan Pelayanan Prima, dan President Director Sriwijaya Air, Chandra Lie sebagai tokoh Inspiratif. Dan masih banyak penghargaan lainnya yang telah diterima oleh Sriwijaya Air.Menginjak usia kedelapan tahun, Sriwijaya Air terus melangkah dengan layanan barunya. Tak peduli dengan usianya yang terhitung dini di dunia penerbangan, Sriwijaya Air berusaha memberi layanan yang penuh makna bagi pelanggannya, dengan melakukan peremajaan pesawat dan layanan baruBeberapa contoh diatas secara tidak langsung telah membuktikan bagaimana kinerja sebenarnya perusahaan ini. Artinya sejauh ini Sriwijaya Air telah mampu melakukan misi-misinya dengan memberikan yang terbaik dalam rangka menciptakan kepuasan kepada setiap pelanggannya. Semua tugas dan kegiatan yang dijalankan oleh setiap bawahan maupun atasan di kantor ataupun di lapangan terorganisir dan terstruktur dengan efisien. Sehingga dengan kekompakan itu kinerja dari perusahaan dapat terus ditingkatkan.
    Menginjak usia kedelapan tahun, Sriwijaya Air terus melangkah dengan layanan barunya. Tak peduli dengan usianya yang terhitung dini di dunia penerbangan, Sriwijaya Air berusaha memberi layanan yang penuh makna bagi pelanggannya, dengan melakukan peremajaan pesawat dan layanan baru
     

    Atribut Utama Kualitas Jasa Perusahaan Sriwijaya Air Melalui “The Service Quality Model”
    Reliability (Kehandalan)
    Sriwijaya Air tidak pernah overpromise dalam membuat janji kepada pelanggannya. Sriwijaya selalu tepat janji dan benar-benar melaksanakan janjinya tersebut dengan benar, karena perusahaan tidak ingin mengecewakan penumpang mereka. Misalnya keterlambatan penerbangan pesawat yang telah dijadwalkan sebelumnya. Oleh karena itu Sriwijaya harus memberikan pelayanan sesuai dengan standar pelayanan yang dibutuhkan oleh pelanggan dan berusaha agar tidak melakukan kesalahan
    Assurance (Kepercayaan)
    Perilaku para karyawan sangat menentukan puas tidaknya konsumen. Perusahaan harus dapat memberikan rasa kepercayaan kepada pelanggan melalui pelayanan, interaksi atau transaksi dengan pelanggan. Misalnya pada saat pelanggan yang membeli tiket secara online, perusahaan harus bisa dan dapat meyakinkan pelanggan bahwa tiket yang dipesan itu adalah benar dan sesuai dengan harapan dari pelanggan, walau perusahaan memiliki garansi, dan terjadi suatu ketidakpuasan dari konsumen, misalnya jam keberangkatan yang tidak sesuai dengan jadwal keberangkatan, maka pelanggan akan tetap kecewa dengan pelayanan yang diberikan. Sehingga perusahaan Sriwijaya harus dapat memilih karyawan yang terampil, jujur, bekerja secara sungguh-sungguh dalam melayani konsumen.
    Tangibles (Penampilan)
    Perusahaan harus bisa selalu update terhadap teknologi yang baru sesuai dengan perubahan dan perkembangan teknologi, sehingga perusahaan memiliki keunggulan bersaing. Strategi ini telah diterapkan oleh Sriwijaya dengan mendatangkan dan menambah armada pesawat mereka yang lebih canggih seperti pesawat Boeing seri 737-800 New Generation (NG). Fasilitas ini juga didukung dengan penempatan karyawan yang berpenampilan menarik dan bersih, juga situs web resmi Sriwijaya di internet untuk menginformasikan yang dibutuhkan pelanggan dan dapat menarik minat pelanggan untuk membacanya agar mendapatkan informasi yang jelas dan lengkap.
    Empathy (Empati)
    Perusahaan Sriwijaya selalu berusaha memberikan perhatian individual (customization) kepada pelanggan yang datang, menyesuaikan jam kerja yang sesuai dengan pelanggan, berusaha bersungguh-sungguh selalu member perhatian terhadap hal-hal yang menjadi perhatian utama pelanggan, memberikan kebutuhan spesifik sesuai keinginan pelanggan. Misalnya ketika seorang penumpang baru saja selesai turun dari pesawat, kemudian melakukan complain terhadap pihak Sriwijaya maka mereka akan berusaha untuk menerima complain tersebut dengan ramah kemudian mencari solusi terbaik agar pelanggan tidak merasa terlalu dirugikan. 

    Responsiveness (Ketanggapan)
    Kecepatan perusahaan dalam memberikan perhatian individual (customization) kepada pelanggan yang datang dan mendapat keluhan ketika proses jasa berlangsung sangatlah penting. Sriwijaya merespon setiap apa-apa saja yang dibutuhkan oleh pelanggannya. Contohnya pada saat pemesanan tiket. Kantor-kantor cabang Sriwijaya telah ada hampir di setiap kota di Indonesia, juga dengan adanya situs internet pemesanan tiket online diharapkan pelanggan Sriwijaya dapat dimudahkan dalam pemesanan maupun dalam hal pembayaran. Pihak Sriwijaya harus mampu mengenali dan memahami apa yang diinginkan oleh pelanggannya jika ingin mempertahankan loyalitas pelanggan mereka.delapan poin untuk pengembangan dan peningkatan kinerja Sriwijaya Air. Pertama, meningkatkan pelayanan kepada seluruh pelanggan dengan menerapkan servis sebagai yang utama. Kedua, ketepatan waktu.  Ketiga, menyediakan kelas bisnis. Keempat, tiket elektronik. Kelima, penambahan bagasi 10 Kg. Keenam, memberlakukan sistem online check-in di bandara. Ketujuh, city check-in. Kedelapan,  “automatic boarding” ketika pesawat sudah dinyatakan siap terbang.

    Dari strategi-strategi yang telah ditetapkan oleh sriwijaya air dapat dipastikan maskapai penerbangan sriwijaya air menjadi salah satu jenis penerbangan yang memiliki konsumennya tersendiri dan menjadi salah satu maskapai yang diperhitungkan di indonesia. akan tetapi ada baiknya pihak maskapai juga memperhatikan masalah persaingan antar maskapai lain. Menerpakan tarif murah guna menarik perhatian konsumen juga harus diperhitungkan keamanannya, hal ini berarti pihak maskapai dan pemerintah setempat harus saling bekerjasama dalam hal keselamatan penumpang. dan dalam hal penentuan harga tiket ada baiknya pemerintah juga ikut pegang kendali agar maskapai penerbangan diindonesia tidak melanggar komponen keamanan terbang .

    Komentar oleh maulidia imastary | Mei 5, 2014 | Balas

  6. Selamat Malam Pak Jo
    Tugas dari kelompok-2 Makalah MANAJEMEN STRATEGIK PEMANTAUAN LINGKUNGAN DAN ANALISIS EKSTERNAL PADA PERUSAHAAN “SONY CORPRATION”

    Ditulis Oleh:
    RD. SUKMA AHMADI (P2C213025)
    SAFARIANTONI (P2C213001)
    M. SYAIFUDDIN (P2C213042)
    SUTIAN (P2C2130044)
    JONES P. NADAPDAP (P2C213082)
    NOVI RAMA (P2C213020)

    BAB. I
    PENDAHULUAN
    1.1. Perubahan dan Inovasi
    Manajemen perubahan adalah proses terus-menerus memperbaharui organisasi berkenaan dengan arah, struktur, dan kemampuan untuk melayani kebutuhan yang selalu berubah dari pasar, pelanggan dan para pekerja itu sendiri. Kegiatan manajemen perubahan harus berlangsung pada tingkat tinggi mengingat laju perubahan yang dihadapi akan lebih besar dari masa sebelumnya.
    Kekuatan-kekuatan Penyebab Perubahan Adanya permasalahan yang terjadi dalam sebuah organisasi menuntut sebuah perusahaan untuk berubah agar kegagalan yang dihadapi dapat di antisipasi, dorongan untuk berubah di pengaruhi oleh 2 faktor, yaitu faktor eksternal organisasi dan faktor internal organisasi.
    1. Faktor Kekuatan Eksternal Perubahan organisasi terjadi karena adanya perubahanperubahan dalam berbagai variable eksternal seperti system politik, ekonomi, teknologi, pasar, dan nilai-nilai. Kenaikan biaya dan kelangkaan berbagai SDA, keamanan karyawan dan peraturan-peraturan anti polusi, boikot pelanggan adalah beberapa contoh factor-faktor lingkungan yang merubah kehidupan orang baik sebagai karyawan maupun langgganan dalam tahun-tahun terakhir. Berbagai kekuatan eksternal dari kemajuan teknologi sampai kegiatan-kegiatan persaingan dan perubahan pola kehidupan, dapat menekan organisasi untuk mengubah tujuan, struktur dan metode operasinya.
    2. Faktor Kekuatan Internal Kekuatan-kekuatan pengubah internal merupakan hasil dari factor-faktor seperti tujuan, strategi, kebijaksanaan manajerial dan teknologi baru serta sikap dan perilaku para karyawan. Sikap dan ketidak puasan karyawan seperti ditunjukkan dalam tingkat perputaran atau pemogokan, dapat menyebabkan berbagai perubahan dalam kebijaksanaan dan praktek manajemen. Kekuatan Perubahan Internal Kegiatan-kegiatan Karyawan Tujuan Organisasi Strategi dan Kebijaksanaan Teknologi (1/22/2014 Created By Dadan Ahdiat).
    Sony adalah perusahaan elektronik yang berpusat di Tokyo, Jepang. Sekarang, Sony merupakan produsen elektronik terbesar di dunia, dan salah satu perusahaan terbesar di Jepang dan dunia. Perusahaan Sony diperdagangkan di Bursa Saham Tokyo dengan nomor 6758 dan Bursa Saham New York sebagai SNE melalui ADR.

    1.2. Visi dan Misi Sony Corporation
    Visi :
    Menjadi sebuah Perusahaan Terbesar Elektronik di Dunia yang mampu mencakup seluruh pemasaran Global di dalam bidang Pemasaran Internasional.
    Misi :
    Memperkuat Mutu Kualitas Produk elektronik yang berdaya manusia yang berpotensi dan berkualitas demi mencapai sebuah hasil produk yang dapat memuaskan konsumen seluruh dunia.

    1.3. Perkembangan Sony Corporation
    Siapa yang tak kenal merk “SONY”? Hampir semua barang elektronik dibuat oleh perusahaan Sony Global Corporation, Sony Corporation yang didirikan pada tahun 1946 adalah perusahaan konglomerat multinasional berpusat di Minato, Tokyo, Jepang, dan merupaakn salah satu konglomerat media terbesar di dunia dengan pendapatan lebih dari ¥ 7,730.0. Sony adalah salah satu pemimpin elektronik manufaktur, video, komunikasi, video game consoles, dan produk teknologi informasi untuk konsumen dan pasar profesional. Nama Sony diadaptasi dari sonus, bahasa latin yang berarti suara.
    Perusahaan Sony adalah unit bisnis elektronik dan induk perusahaan dari Sony Group, yang mana merupakan kesatuan pada bisnis dengan lima segmen operasional-elektronik, games, hiburan (gambar bergerak dan musik), layanan keuangan dan lainnya. Ini membuat Sony menjadi salah satu perusahaan hiburan komprehensif di dunia, maka dari itu kualitas produk Sony sudah tidak diragukan lagi. Sony menjadi kampiun di berbagai kategori, dari tape recorder, televisi, kamera digital, camcorder, komputer jinjing, sampai konsol game. Salah satu kekuatan Sony yang terhebat adalah kemampuannya untuk inovasi produk, kualitas produk. Web Page Sony menyatakan inovasi Sony menjadi bagian dari budaya utama, termasuk: magnetic tape pertama dan tape recorder pada tahun 1950, transistor radio pada 1955, transistor televisi pertama didunia pada tahun 1960, video cassette recorder berwarna pertama di dunia pada 1971, Walkman personal stereo pada 1979, Compact disc –ada 1982, 8mm camcorder pertama pada 1985, minidisk player pada 1992, sistem game Playstation pada 1995, kamera Digital Mavica pada 1997, DVD Player 1998, dan Network Walkman digital music player in 1999.
    Bisnis utama Sony adalah Sony Corporation (Sony Electronics in the U.S.), Sony Pictures Entertainment, Sony Computer Entertainment, Sony Music Entertainment, Sony Ericsson, and Sony Financial. Sebagai pembuat semiconductor, Sony berada diantara Worldwide Top 20 Semiconductor Sales Leaders.
    Perusahaan elektronik yang berantor pusat di Tokyo ini sudah merambah di berbagai belahan dunia dengan identitas globalnya termasuk di Indonesia. Di Indonesia sendiri merk Sony dioperasikan oleh Koji Wakaizumi, sebagai Presiden Direktur PT Sony Indonesia yang beroperasi sejak September 1995. Pada awalnya, Sony di Indonesia hanya menggarap produk-produk audio video saja. Tapi, sejalan dengan waktu, Sony Indonesia pada tahun 2006, mulai dipercaya untuk menambah VAIO. Jadi menambahkan IT. Kemudian pada Oktober 2009, kita menambah dengan produk PlayStation. Intinya, Sony mengembangkan diri dengan produk dari audio video, IT, sampai perkakas games, dan baru-baru ini Sony membeli Olympus dengan harga 50 miliar yen atau 6,1 Triliun di karenakan Olympus sedang didera skandal akuntansi yang menyebabkan produsen kamera itu merugi 1,7 miliar dollar AS.
    Sony Indonesia juga sukses dalam menggarap pasar. Banyak orang yang mengatakan bahwa kesuksesan perusahaan-perusahaan Jepang didukung oleh semangat dan nilai-nilai kultural Jepang yang dibawa oleh para petingginya. Tapi, Sony sebagai perusahaan global menegaskan kesuksesan itu didukung erat oleh nilai-nilai dan kultur korporat yang selama ini dibangun di tubuh Sony sendiri. Bila Sony tampak berbeda dengan perusahaan-perusahaan lain di Indonesia, itu bukan karena Sony merupakan perusahaan asal Jepang. Tapi, karena kultur Sony sangatlah unik. Bahkan, di Jepang sendiri, Sony cukup berbeda dibanding perusahaan Jepang di sana. Kultur yang dibangun Sony tidak melekat atau dipengaruhi oleh kultur Jepang. Secara global, Sony sudah ada di beberapa negara. Sudah menjadi kultur tersendiri. Inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi saya untuk bergabung dengan Sony karena tak sama dengan perusahaan lainnya di Tokyo sekalipun.
    Pada September 2009, Sony merilis slogan globalnya yang baru. Kita menegaskan lagi apa yang mendasar dari Sony passion untuk inovasi tersebut. Ini diterjemahkan dalam slogan baru Sony, yaitu make.believe (dibaca: make dot believe). Ini menggambarkan kultur Sony di mana yang menjadi dasar adalah keingintahuan (curiosity). Keingintahuan ini merupakan kunci kreativitas. Itu yang dimaksud dengan kata “make.” Sedangkan “believe” mengacu pada percaya apa pun yang kita bayangkan bisa kita realisasikan. Terkait yang tadi, di Sony, pengaruh budaya Jepang tidak kental sama sekali. Boleh dikatakan nilai-nilai Sony unik dan sudah membaur melting pot.
    Salah satu kunci sukses pada produk Sony yaitu selama ini sony melakukan 6 pendekatan antara lain: aktivitas hubungan masyarakat yang baik, strategi pameran dan ekspo, iklan melalui internet, display produk toko, pusat informasi, maupun tenaga sales yang semuanya sudah terintegrasi satu sama lain.

    BAB. II
    ANALISIS

    2.1. Analisis SWOT Sony Corporation.
    Sony Corporation adalah perusahaan konglomerat multinasional berpusat di Minato, Tokyo, Jepang, dan merupaakn salah satu konglomerat media terbesar di dunia dengan pendapatan lebih dari ¥ 7,730.0 miliar (FY2008). Saony adalah salah satu pemimpin elektronik manufaktur, video, komunikasi, video game consoles, dan produk teknologi informasi untuk konsumen dan pasar profesional. Nama Sony diadaptasi dari sonus, bahasa latin yang berarti suara.
    Perusahaan Sony adalah unit bisnis elektronik dan induk perusahaan dari Sony Group, yang mana merupakan kesatuan pada bisnis dengan lima segmen operasional-elektronik, games, hiburan (gambar bergerak dan musik), layanan keuangan dan lainnya. Ini membuat Sony menjadi salah satu perusahaan hiburan komprehensif di dunia.
    Bisnis utama Sony adalah Sony Corporation (Sony Electronics in the U.S.), Sony Pictures Entertainment, Sony Computer Entertainment, Sony Music Entertainment, Sony Ericsson, and Sony Financial. Sebagai pembuat semiconductor, Sony berada diantara Worldwide Top 20 Semiconductor Sales Leaders. Sony memiliki slogan “like no other”.
    I. Kekuatan (Strenght)
    Salah satu kekuatan terbesar Sony adalah kemampuan mereka untuk menghasilkan yang inovatif, produk yang berkualitas. Web Sony menyatakan Halaman “inovasi Sony telah menjadi bagian dari budaya mainstream, termasuk: pita magnetik pertama dan tape recorder di 1950; radio transistor pada tahun 1955; pertama TV dunia semua transistor-set pada tahun 1960; pertama warna dunia video perekam kaset pada tahun 1971; stereo Walkman pribadi pada tahun 1979; Compact Disc (CD) pada tahun 1982; 8mm camcorder pertama tahun 1985, sedangkan Minidisk (MD) pemain pada tahun 1992; sistem permainan PlayStation pada tahun 1995; digital Mavica kamera pada tahun 1997; Digital Versatile Disc (DVD) player pada tahun 1998; dan Jaringan Walkman player musik digital pada tahun 1999″(Sony.com/id/perusahaan).
    PC World menerbitkan The 20 Produk Paling Inovatif untuk Tahun 2006. Sony Reader terdaftar sebagai nomor enam dan Sony PlayStation terdaftar sebagai nomor enam belas. Sony Corporation telah berhasil menjadi kompetitif dan tetap organisasi yang kuat dengan belajar dari kegagalan masa lalu. Sony menyatakan sebagai berikut: “Sony telah belajar banyak dari produk gagal sebelumnya. Komputer MSX Sony rumah, misalnya, tidak mencapai tingkat keberhasilan yang memuaskan. Namun, hal itu mengajar insinyur pembangunan Sony berharga tahu-bagaimana yang akan diterapkan dalam tahun kemudian. Akibatnya, insinyur ini menjadi sumber daya hayati, merupakan daya laten dalam Sony yang tidak ada Pada perusahaan AV yanglain “(Sony.net).
    Kekuatan lain Sony adalah kemampuan mereka untuk menjadi sukses di pasar yang berbeda. Mereka telah membuat dampak di pasar video game, pasar PC, dan khususnya pasar televisi dan masih banyak lainnya.

    II. Weakness (Kelemahan)
    Sony terbesar dan paling baru kelemahan mereka adalah kurangnya inovasi dengan PS3. Sony berfokus pada teknologi digital ketika membangun PS3 dan memiliki kemampuan untuk mengekspor video dalam definisi tinggi. Namun teknologi ini hanya dapat dilihat pada TV definisi tinggi sehingga banyak orang bahkan tidak akan dapat melihat potensi penuh yang ditawarkan. Kejatuhannya lain untuk PS3 adalah harga, yang baru-baru ini Sony telah diturunkan dengan $ 100. Namun kelemahan dari PS3 bahkan lebih dalam ketika mempertimbangkan berbagai pilihan video game. Sebagian besar permainan yang tersedia adalah semua permainan penembak orang pertama, yang menarik bagi pasar tertentu. Ada beberapa permainan yang menarik ke bagian yang berbeda dari gamer video. Eksekutif Sony menegaskan bahwa mereka tahu bahwa mereka perlu melakukan lebih dari harga yang lebih rendah untuk merayu konsumen kembali ke merek lesu nya video game.

    III. Opportunities (Peluang)
    Sony mencari banyak peluang yang memanfaatkan kekuatan inovasi. Di Sony Ericsson, desain adalah lebih dari sekedar mencari produk yang baik: itu diintegrasikan ke dalam setiap langkah dalam proses – fitur cerdas, aplikasi yang user-friendly, bahan inovatif dan, tentu saja, tampilan visual yang menarik. Desain merupakan pembeda penting apabila membandingkan produk-produk mobile komunikasi.
    Sony Reader, perangkat harapan raksasa elektronik konsumen adalah draft awal bagaimana dunia akan membaca buku-buku di masa depan, inovasi lain yang Sony menggunakan sebagai kesempatan untuk memasuki pasar baru. Download buku-buku umum biaya 20 hingga 30 persen kurang dari rekan-rekan mereka mati-pohon, yang juga pengaturan standar pada apa yang diharapkan dalam hal produk-produk baru yang mendorong perangkat ramah lingkungan.
    Salah satu proyek CSL lainnya paling mungkin berhasil adalah sepotong kecil yang bagus dari perangkat lunak grafis untuk ponsel oleh Ivan Poupyrev. Ini mungkin tidak kedengarannya tidak banyak, tetapi kemampuan untuk menggambar ikon realistis dan avatar langsung pada telepon standar (non-touchscreen) ini yakin akan menambah daya tarik bagi pengguna situs jaringan sosial mobile.
    Meskipun ada terlalu banyak pada layar saat ini untuk menutupi secara mendalam di sini, ada penekanan yang jelas tentang apa yang banyak memprediksi akan menjadi teknologi ledakan beberapa tahun ke depan – jaringan sosial dalam segala bentuknya.

    IV. Threats (Ancaman)
    Ancaman umum yang dihadapi setiap perusahaan dalam penjualan adalah kompetisiSony Vaio adalah inovasi terbaru di komputer notebook. The various models range in price from $845 – $2300. Berbagai model harga berkisar dari $ 845 – $ 2300. Namun, Dell memiliki reputasi besar ketika datang ke laptop mirip dengan Vaio dan memiliki jangkauan yang lebih luas untuk memilih dari notebook, belum lagi bahwa Dell juga menjadi top seller ketika datang ke komputer desktop. Selain itu, biaya komputer notebook Dell tampaknya memiliki label harga yang lebih rendah daripada banyak model Sony Vaio.
    pesaing Sony di industri game adalah Nintendo dan Microsoft. PlayStation 3 penjualan telah jatuh di belakang baru-baru ini. Pada tahun 2007, 82.000 PS3s telah terjual dan 360.000 Nintendo Wiis.
    Di pasar televisi LCD, Sony unggul tapi masih menghadapi beberapa persaingan yang kuat, termasuk Samsung, Sharp, Panasonic dan banyak lagi. Banyak dari merek yang sama muncul di pasar Sony DVD player yang harus bersaing dengan sony.
    Persaingan tidak hanya ancaman yang dihadapi Sony. Sony baru-baru ini harus membuat permintaan maaf kepada publik tentang penggunaan latar belakang dalam video game kekerasan, Sony menggunakan Katedral Manchester di barat laut Inggris dalam permainan video, yang menampilkan adegan pertempuran senjata berdarah antara tentara Amerika dan asing. Sony membuat permintaan maaf, formal publik pada tanggal 6 Juli 2007. Namun, ketika diminta menarik permainan atau memberikan donasi kepada kelompok masyarakat, mereka menolak.

    BAB. III
    PENUTUP

    3.1. Langkah Perbaikan
    Menyongsong outlook perekonomian yang buruk di depan, Sony mengambil beberapa kebijakan strategis demi memperbaiki kinerja finansialnya. Sony melakukan kajian terhadap rencana investasinya, dan memutuskan beberapa perubahan. Pertama, Sony memangkas pengeluaran investasinya dengan cara outsourcing manufaktur sensor image CMOS yang digunakan pada ponsel. Kemudian, Sony juga menunda ekspansi pabriknya di Slovakia, menyusul anjloknya permintaan akan televisi. Dengan langkah-langkah tersebut, Sony berencana untuk memangkas investasi pada bisnis elektronik sebanyak 30% hingga 31 Maret 2010.
    Sony rencananya juga akan memangkas produksi pada dua pabrik, salah satunya adalah Sony Dax Technology Center di Prancis, yang memproduksi tape dan media rekaman lainnya. Sementara itu target hingga Maret 2010, Sony akan memangaks jumlah pabrik manufakturnya sebanyak 10%. Kemudian, sebagai salah satu langkah efisiensi, Sony juga berencana untuk melakukan PHK terhadap 8,000 orang dari sekitar 160,000 karyawan di seluruh dunia saat ini.

    3.2. Better Strategy
    Seiring dengan outlook perekonomian yang semakin buruk akibat lemahnya permintaan konsumen, maka kompetisi di pasar juga semakin ketat. Persaingan antar produsen akan semakin ganas dalam rangka memperebutkan kue pasar (market share). Strategi apa yang mungkin bisa ditempuh oleh Sony dalam menghadapi persaingan yang ketat ini?
    Bisnis elektronik merupakan bisnis yang bakalan memperoleh pukulan terberat seiring dengan melemahnya kondisi perekonomian. Dari segala lini produk, persaingan yang berat juga menghadang Sony. Mulai dari televisi, handycam, kamera digital, hingga ponsel, pesaing-pesaing Sony mendekat dengan penawaran yang tidak kalah menarik.
    Salah satu opsi penting yang perlu dipertimbangkan oleh Sony adalah: memangkas harga beberapa produknya. Sebelumnya, Sony sudah pernah menerapkannya pada PlayStation 3, dan hal ini terbukti berhasil, seiring dengan lonjakan penjualan pada bisnis Games. Kedua, Sony juga rasanya perlu untuk lebih berinovasi, karena di beberapa area, persaingan yang semakin ketat menjadikan persaingan harga menjadi tidak relevan lagi. Sony Ericsson, misalnya kalah dibandingkan dengan Nokia dalam hal memproduksi low-end phone yang berharga murah.
    Kemudian, seiring dengan baiknya penjualan bisnis Games Sony, sepertinya Sony bisa lebih mengandalkan bisnis ini di masa depan. Bisnis ini menjanjikan proporsi penjualan yang lebih besar dibandingkan dengan bisnis lainnya, terutama dengan bisnis elektronik dan ponsel yang sepertinya punya outlook lebih suram.
    Menurut laporan terakhir, sudah lebih dari 6 juta unit PlayStation 4 (PS4) yang ludes terjual terhitung sejak dirilis pada 15 November 2013 lalu hingga 8 Feruari 2014. Jumlah tersebut jauh mengungguli konsol pesaing mereka, Xbox One besutan Microsoft.
    Namun anehnya, bukannya menurunkan harga jual guna menarik semakin banyak konsumen, Sony dilaporkan justru menaikkan harga PS4 di pasar Kanada. Menurut yang dilansir laman IGN, Senin (17/3/2014), Sony menaikkan harga PS4 sebanyak USD 50 di Kanada, yang awalnya dibanderol USD 399 menjadi USD 449.
    Selain mesin konsol, Sony juga menaikkan harga jual aksesoris bagi PS4. Kontroler DualShock 4 dan OlayStation Camera yang masing-masingnya dibanderol USD 59 kini menjadi USD 64. Seluruh kenaikan harga tersebut berlaku sejak Sabtu 15 Maret 2014 kemarin.
    Entah apa maksud dari langkah bisnis yang dilakukan oleh Sony ini. Pada siaran pers yang dirilis, mereka hanya menyebutkan jika langkah ini dilakukan dalam rangka merespons perubahan di lingkungan pasar. Namun tak dijelaskan lebih detail apa maksud dari pernyataan itu.
    Namun menurut sebagian besar pengamat, langkah tersebut dilakukan Sony sebagai dampak dari melemahnya nilai tukar dolar Kanada baru-baru ini. Selain itu, kenaikan harga ini kemungkinan juga dipengaruhi oleh tingginya permintaan yang mengakibatkan stok PS4 menipis. – (Sumber: http://tekno.liputan6.com)

    Komentar oleh Rdn Ahmadi Sukma | Mei 12, 2014 | Balas

  7. Selamat malam Pak jo. ini tugas kami yang ke-3 pak?
    dengan Judul:
    STRATEGI PERUSAHAAN PENERBANGAN LION AIR DI INDONESIA

    Ditulis oleh kelompok-2:
    RD. SUKMA AHMADI (P2C213025)
    SAFARIANTONI (P2C213001)
    M. SYAIFUDDIN (P2C213042)
    SUTIAN (P2C2130044)
    JONES P. NADAPDAP (P2C213082)
    NOVI RAMA (P2C213020)

    BAB I
    PENDAHULUAN
    Lion Air (JT/LNI) adalah sebuah maskapai penerbangan Indonesia yang melayani segmentasi pasar sebagai hybrid carrier, atau perpaduan antara maskapai penerbangan berbiaya murah (LCC) dan maskapai medium.

    Sebagai hybrid carrier, Lion Air menawarkan penerbangan dalam dua kelas, Ekonomi dan Bisnis. Untuk penumpang kelas ekonomi, Lion Air memberikan fasilitas bagasi sebesar 20 kg dan kursi kulit dengan seat pitch 29 inci. Untuk para penumpang kelas bisnis, Lion Air menawarkan kursi kulit nyaman dengan jarak antar kursi (seat-pitch) 38 inci, pre-flight drink, makanan dan minuman, serta bagasi 30kg. Baik kelas ekonomi maupun bisnis mendapatkan fasilitas bagasi kabin seberat 10kg. Untuk penerbangan domestik, pesawat Lion Air mencakup paling banyak kombinasi rute dan jadwal ke kota-kota di Indonesia.

    Saat ini Lion Air adalah maskapai dengan armada terbesar di Indonesia, mengoperasikan lebih dari 80 Boeing 737-900ER terbaru serta Boeing 737-800 (Next Generation) dan Boeing 737-400. Lion Air masih memiliki 110 pesawat yang akan dikirimkan dari order awal 178 Boeing 737-900ER. Pada Maret 2013, Lion Air juga menandatangani kontrak pembelian 234 Airbus A320 family, yang tercatat sebagai kontrak pembelian terbesar dalam sejarah Airbus.

    Seberapa sering kita menggunakan jasa penerbangan yang ada di Indonesia? Mungkin banyak orang yang takut ketika mereka memilih penerbangan dengan harga murah, mereka takut akan keselamatan mereka dan ketidaknyamanan dengan harga penerbangan yang murah tersebut. Namun Lion Air berani menjawab semua ini karena hargalah yang menjadi strategi pemasaran Lion Air sejak dulu. Lion air yang menjadi salah satu perusahaan penerbangan dengan jadwal terbang yang luar biasa namun dar segi harga Lion Air masih tetap murah dibandingkan dengan penerbangan lainnya. Lion Air menetapkan harga penerbangan pada setiap daerah atau kota tujuan yang berbeda dari perusahaan penerbangan lainnya.

    Seiring perkembangan dunia usaha sekarang ini, pertumbuhan di bidang perekonomian baik jasa ataupun sektor industri berkembang dengan sangat pesat. Persaingan di bisnis penerbangan makin terfragmentasi karena hadirnya pemain – pemain swasta dengan permodalan yang cukup dan strategi penetrasi bisnis yang brilian. Khususnya munculya pemain – pemain baru yang amat percaya diri dan cukup sukses mengambil positioning sebagai low cost carrier yaitu persaingan melalui rute penerbangan yang semakin mempermudah pelanggan untuk mencapai tujuan.

    Ditengah persaingan antar maskapai penerbangan yang semakin ketat, banyak upaya yang dilakukan maskapai-maskapai penerbangan tak terkecuali Lion Air. Sebagai salah satu perusahaan penerbangan di Indonesia, Lion Air masih stabil dalam bersaing dengan maskapai penerbangan baru lainnya. Yaitu dalam mencari, menarik dan mempertahankan pelanggan untuk memuaskan pengguna jasanya, terutama melalui sisi peforma pelayanannya. Perusahaan harus menempatkan orientasi pada kepuasan pelanggan sebagai tujuan utama dimana pelaksanaan / kinerja jasa yang dilakukan haruslah sesuai dengan tingkat kepentingan / harapan konsumen. Kunci utama untuk memenangkan persaingan adalah memberikan nilai dan kepuasan kepada pelanggan melalui penyampaian produk dan jasa berkualitas.

    Untuk menciptakan kepuasan pelanggan, Perusahaan Lion Air perlu melakukan penambahan fasilitas – fasilitas untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggan. Hal ini dilakukan Lion Air agar tidak kalah dalam persaingan atas fasilitas dan pelayanan yang dilakukan maspakai penerbangan lainnya. Lion Air melayani pelanggan dari berbeda segmen, melakukan survei yang melibatkan pelanggan mengetahui kebutuhan dan keinginan mereka. Misalnya: makanan, majalah, fasilitas lain. Dengan adanya fasilitas, Lion Air akan memberikan kemudahkan bagi konsumen. Untuk kemudahan pemesanan tiket, Lion Air menyediakan pemesanan tiket secara online lewat website dan sms booking. Bagi yang memesan tiket secara online, tersedia pula pembayaran secara online. Calon penumpang pun tidak perlu bersusah payah, cukup pesan dan bayar melalui satu portal di website Lion Air.

    Pada waktu-waktu tertentu, seperti saat liburan sekolah, Lion Air sering menawarkan travel promo dengan tiket murah ke kota-kota di Indonesia maupun luar negeri. Produk ini menawarkan cara mudah dan sederhana pemesanan kursi pesawat serta harga lebih terjangkau 30 persen lebih murah daripada tiket produk utama Lion Air yang dilayani Boeing 737-300/-400/-500. Mereka memilih kota tujuan tertentu juga dengan maksud agar calon penumpang dapat berkunjung ke tempat wisata yang ada di kota tersebut. Kota yang sering dipilih Lion Air untuk ditawarkan dalam travel promo antara lain Yogyakarta, Manado, Medan, Lombok, Bali, hingga Kuala Lumpur dan Singapura.

    Lion Air sangat memperhatikan kenyamanan dan keselamatan konsumen. Hal ini dilakukan pesawat Lion Air yang menjalani proses perawatan sevara berkala dan intensif meliputi empat check secara periodik yaitu A – Check (setiap 125 ribu jam terbang), C – Check (setiap 375 ribu jam terbang), I/2D – Check (setiap 10 ribu jam terbang) dan D – Check atau Overhaul (setiap 20 ribu jam terbang). Lion Air mendapatkan dukungan fasilitas perawatan pesawat yang telah memenuhi standar yang sangat berpengaruh di dunia yaitu Federal Aviation Administration (Amerika Serikat) dan Joint Airworthiness Authorities (Eropa). Dengan adanya proses perawatan ini, Lion Air akan menjamin keselamatan seluruh konsumen jasanya (www.swa.co.id).

    Kepuasan pelanggan dapat dicapai melalui hasil kinerja terbaik dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan / konsumen. Pemberian pelayanan terbaik terjadi bila perusahaan mampu menjaga / meningkatkan kualitas jasa atau pelayanan yang diberikan, oleh karena itu perusahaan harus dapat terus membaca apa yang menjadi kebutuhan konsumen guna mencapai tingkat kepuasan konsumen yang tinggi.

    Peningkatan menunjukkan semakin kecil kemungkinan pelanggan untuk pindah ke jasa penerbangan lainnya karena pelanggan sudah puas atas manfaat yang telah diterimannya dari jasa penerbangan ini. Namun Karakteristik konsumen Lion Air dan Batavia Air sama – sama menurun di tahun 2009, karakteristik ini merupakan karakter konsumen jasa penerbangan yang berbeda – beda satu dengan yang lainnya dalam memilih dan menentukan jasa maskapai penerbangan sesuai dengan kebutuhannya, sehingga tidak menutup kemungkinan untuk pindah ke maskapai penerbangan lainnya. Misalnya disebabkan oleh pengaruh faktor harga, yaitu dengan menetapkan harga yang murah (low fare) maka akan mendorong konsumen untuk beralih pada 5 maskapai penerbangan lainnya. Sehingga untuk menyiasati hal tersebut perusahaan jasa harus meyakinkan konsumen bahwa produk yang ditawarkan sangat menarik dan sesuai kebutuhan mereka, biasanya perusahaan menawarkan produknya melalui iklan di media massa.

    Kemudian kepuasan konsumen pengguna jasa penerbangan Lion Air Pada tahun 2008 sebesar 79,50 dan Batavia Air sebesar 70,1. Sedangkan pada tahun 2009 Kepuasan konsumen Lion Air meningkat sebesar 82,8 dan Batavia Air meningkat sebesar 86,4. Hal ini menunjukan bahwa terjadi peningkatan kepuasan konsumen pada kedua maskapi. Namun kenaikan yang terjadi pada Lion air tidak sebesar kenaikan yang terjadi pada Batavia Air. Terdapat berbagai kemungkinan yang menyebabkan hal tersebut, salah satu di antaranya seringnya terjadi keterlambatan jadwal (Delay) yang terjadi pada Lion air, Hal ini jarang terjadi pada maskapai Batavia Air sehingga kemungkinan faktor ini menyebabkan berkurangnya kepuasan pelanggan. Permasalahan keterlambatan jadwal ini akan menjadi batu ganjalan bagi Lion Air karena hal ini semakin sering terjadi khususnya pada akhir-akhir ini. Seperti yang termuat dalam JAKARTA,KOMPAS.com – Menteri Perhubungan Freddy Numberi melayangkan surat teguran kepada PT Lion Mentari Airlines (Lion Air) menyusul rangkaian keterlambatan jadwal penerbangan yang dialami oleh para konsumennya di beberapa bandara di tanah air. Freddy mengatakan sudah memerintahkan jajarannya untuk mengirimkan surat peringatan tersebut. “Sudah kita meminta Dirjen (Hubungan Udara) untuk memberikan surat teguran karena Lion ini paling sering terlambat. Menurut catatan Kompas.com, penumpang pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-770 tujuan Jakarta-Manado kecewa karena pesawat batal mendarat di Manado, Sabtu lalu pada pukul 22.00 WIB. Kekecewaan semakin bertambah karena sampai dengan pukul 01.30 WIB, Minggu dini hari, para penumpang masih ditelantarkan di Bandara Hasanuddin, Makassar. Lion Air juga tercatat mengalami penundaan keberangkatan selama lima jam di Bandara Sultan Syarif Qasim II Pekanbaru pada hari Minggu, 5 Juni. Penundaan keberangkatan dalam waktu yang cukup lama juga terjadi pada penumpang di Bandara Soekarno-Hatta. Namun Lion Air dapat menyiasati hal tersebut dengan memberikan program promo secara regular serta pembenahan pelayanan terhadap para penumpang. Dilihat dari aspek pelayanan, Lion Air berusaha memberikan pelayanan yang terbaik bagi konsumen.

    Dalam kondisi persaingan yang cukup ketat diantara Jasa maskapai penerbangan saat ini, menuntut Perusahaan untuk menciptakan strategi baru untuk memenangkan persaingan. Aspek pelayanan merupakan key performance indicator yang penting dalam kegiatan operasional, oleh karena itu penataan 8 seluruh mata rantai pelayanan merupakan langkah strategis dalam mempertegas komitmen Lion Air sebagai full service arline yang berorientasi terhadap kepuasan pelanggan yaitu memberikan pelayanan dari pre filght service, in flight service hingga post flight service journey. Dapat diambil kesimpulan bahwa dengan meningkatkan kualitas pelayanan jasa penerbangan Lion Air akan meningkatkan penjualan, mempertahankan pelanggan dan memperluas pangsa pasar konsumen. Peningkatan kualitas pelayanan melalui bukti fisik (tangibles), keandalan (reliability), ketanggapan karyawan (responsiveness), jaminan keselamatan (Assurance) dan empati (Empathy) akan meningkatkan kepercayaan konsumen Lion Air untuk tidak beralih ke maskapai penerbangan lainnya.

    Hal ini menjadi perhatian utama perusahaan dalam memenangkan persaingan dimana kualitas pelayanan adalah salah satu strategi perusahaan dalam menciptakan kepuasan pelanggan. Untuk mengetahui apakah konsumen (pelanggan) puas atau tidak terhadap produk jasa yang diterima sangat tergantung dari harapan dan kenyataan, yaitu apakah harga yang dibayarkan sesuai dengan harapannya. Apabila harapan (ekspektasi) konsumen ternyata lebih besar dari kenyataan yang mereka terima dari jasa yang telah dibeli maka konsumen akan merasa kecewa, karena produk tidak sesuai kenyataan. Apabila harapan konsumen ternyata sama dengan kenyataan yang mereka terima maka kedua belah pihak, yaitu perusahaan pemberi jasa dan konsumen sebagai pembeli jasa, akan sama-sama puas. Tetapi bila harapan konsumen ternyata lebih rendah dari kenyataan yang mereka terima, itu merupakan suatu kejutan yang menyenangkan bagi konsumen tersebut. Tentu saja ini akan memberikan dampak yang positif bagi perusahaan itu.

    Adanya perubahan pelayanan yang berorientasikan kepada pelanggan dengan management yang kukuh dan profesional pada maskapai penerbangan lainnya, tentu saja hal ini mendorong terjadinya persaingan yang semakin tajam, sehingga diperlukan kegiatan pemasaran yang lebih agresif, konsepsional dan konsisten untuk mendapatkan pangsa pasar yang lebih besar. Industri transportasi khususnya maskapai penerbangan tentunya tidak hanya berupa produk saja yang ditawarkan, melainkan juga service / pelayanan. Produk yang berupa rute penerbangan serta jenis pesawat yang digunakan yang tentunya harus berkualitas harus diimbangi oleh service yang memuaskan. Service ini dapat berupa keramahtamahan, ketelitian, kecermatan, sopan santun, dsb. Produk berkualitas memang dapat diciptakan dengan waktu yang singkat, namun SDM berkualitas yang menjalankan service tersebut tidak dapat diciptakan dalam waktu yang singkat. SDM yang berkualitas memiliki 3 point utama, yaitu skill, Attitude, dan knowledge yang baik. Untuk menciptakan SDM yang berkualitas tersebut memerlukan pendidikan yang baik dan memadai, disertai dengan training bila diperlukan. Keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai tujuannya sangat ditentukan oleh sumber daya manusia yang dimiliki oleh organisasi tersebut. Oleh karena itu sangat diperlukan faktor yang dapat membangkitkan minat kerja sumber daya manusia tersebut. Penerapan jaringan komputerisasi maskapai penerbangan yang menyediakan system informasi dalam suatu perusahaan penerbangan pada akhir-akhir ini juga mutlak diperlukan. Hal ini dipengaruhi dengan semakin tingginya tingkat kebutuhan informasi baik keakuratan, relevansi dan ketepatan waktunya. Oleh karena itu banyak perusahaan penerbangan berlomba-lomba untuk memperbaiki kinerjanya agar dapat bersaing dalam meraih pangsa pasar.

    Ditengah ketatnya persaingan antar maskapai penerbangan dalam upaya memasarkan produknya selain perlu mempersiapkan strategi pemasaran tradisional dengan pendekatan empat P : Product, Price, Place, Promotion, belum cukup dan masih perlu ditambah lagi dengan tiga P : People, Physical Evidence, dan Process. Karena banyaknya faktor yang berinteraksi dalam organisasi, maka harus dilakukan pemasaran kepada pihak eksternal, internal, maupun interaktif.
    Strategi pemasaran organisasi jasa, secara garis besar berkaitan dengan tiga hal pokok yaitu : strategi diferensiasi kompetitif, strategi pengelola produktivitas, dan strategi pengelola kualitas jasa. Strategi pengelola kualitas jasa dirasakan sangat penting, karena semua unsur dalam organisasi terlibat secara total dalam perbaikan yang berkesinambungan, guna memenuhi keinginan dan harapan konsumen, dan dalam pengelola kualitas jasa tersebut didalamnya tergabung budaya kerja yang dapat memacu naik atau turunnya nilai keunggulan kerja perusahaan dalam bersaing dengan perusahaan sejenis lainnya

    BAB II
    PEMBAHASAN STRATEGI PERUSAHAAN

    2.1 Pemasaran
    Kegiatan pemasaran bagi perusahaan merupakan salah satu kegiatan pokok yang harus dilakukan oleh suatu perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Dalam melaksanakan kegiatan pemasaran ini banyak faktor yang harus dipertimbangkan oleh perusahaan. Salah satu faktor adalah memberikan kepuasan konsumen, perusahaan harus mampu memenuhi segala kebutuhan dan keinginan konsumen tersebut.

    Suatu perusahaan yang mulai mengarahkan kegiatan pemasarannya kepada pemuasan kebutuhan dan keinginan konsumen berarti perusahaan tersebut mulai menggunakan cara dan falsafah baru untuk mencapai tujuannya yang disebut konsep pemasaran (marketing concept). Stanton (1998) dalam bukunya yang berjudul Fundamentals of Marketing mengemukakan pendapat sebagai berikut bahwa :

    “ Marketing concept is a philosophy of business that states that the customers’ want-satisfaction is the economic and social justification for a firm’s exixtence”.

    Secara singkat dapat dikatakan bahwa definisi ini menunjukkan bahwa dengan memberikan kepuasan dan memenuhi keinginan konsumen, maka perusahaan dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya. Berdasarkan konsep pemasaran tersebut perusahaan akan mampu merumuskan dan menyusun strategi pemasaran yang tepat serta menjabarkannya dalam program-program pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen.

    Penggunaan konsep pemasaran sebagai falsafah bisnis, dapat disusun menjadi tiga elemen pokok yang masing-masing dapat dijabarkan sebagai berikut (Swatha & Irwan : 2000)
    a. Orientasi pada konsumen/pasar/pembeli
    Pada dasarnya perusahaan yang ingin mempraktekkan orientasi konsumen ini harus :
    1) Menentukan kebutuhan pokok dari pembeli yang akan dilayani dan dipenuhi. Perusahaan yang memproduksi mobil pada dasarnya menghasilkan alat transport, sedangkan alat transport itu sendiri dapat dibuat dalam berbagai model ukuran.
    2) Memilih kelompok pembeli tertentu sebagai sasaran dalam penjualannya.
    3) Menentukan produk dan program pemasarannya.
    4) Mengadakan penelitian pada konsumen untuk mengukur, menilai dan menafsirkan keinginan, sikap, serta tingkah laku mereka.
    5) Menetukan dan melaksanakan strategi yang paling baik.

    b. Volume penjualan yang menguntungkan
    Hal ini merupakan tujuan dari pemasaran, artinya laba itu dapat diperoleh melalui pemuasan konsumen. Dengan laba ini perusahaan dapat tumbuh dan berkembang, dapat menggunakan kemampuan yang lebih besar, dapat memberikan tingkat kepuasan yang lebih besar pada konsumen serta dapat memperkuat kondisi perekonomian secara keseluruhan.
    c. Koordinasi dan integrasi seluruh kegiatan pemasaran dalam perusahaan.
    Hal ini dilakukan untuk memberikan kepuasan konsumen dan perlu dihindari adanya pertentangan dalam perusahaan maupun antara perusahaan dengan pasarnya. Jadi dapat disimpulkan bahwa setiap orang dan setiap bagian dalam perusahaan maupun antara perusahaan turut berkecimpung dalam suatu usaha yang terkoordinir untuk memberikan kepuasan konsumen.

    Perilaku Konsumen
    Setiap perusahaan selalu berupaya mengembangkan sistem dalam memproduksi dan memasarkan produknya dengan mengikuti perkembangan tehnologi, yang mana akan berpengaruh terhadap produk-produk yang tersedia dipasar semakin beraneka ragam, sehingga pembeli dihadapkan pada beberapa alternatif keputusan membeli yang memungkinkan dapat memenuhi kebutuhannya. Keadaan ini mengakibatkan kegiatan yang diatur dalam sistem tersebut semakin kompleks.

    Sehubungan dengan hal tersebut, upaya mengembangkan sistem itu senantiasa harus dihubungkan dengan proses pengambilan keputusan membeli dan perkembangan teknologi masa depan. Sedangkan di sisi lain penumpukan produk teknologi masa depan yang mungkin terjadi mengakibatkan peran pemasaran menjadi penting dalam mendukung upaya pengembangan sistem yang dimaksud. Untuk keperluan tersebut pada tahab berikutnya perusahaan perlu berpaling pada kegiatan penelitian perilaku konsumen. Dengan melakukan itu, maka perusahaan dapat mengetahui bagaimana perilaku konsumen dan mengapa konsumen berperilaku demikian.

    Dengan melalui pengetahuan yang mendalam tentang perilaku konsumen, manejemen atau perusahaan akan dapat mengetahui kesempatan baru dalam mengembangkan usahanya dilihat dari kebutuhan dan keinginan konsumen yang belum terpenuhi. Bertitik tolak dari pengetahuan ini akan memudahkan perusahaan dalam mempengaruhi konsumen untuk mau memilih dan membeli produk yang ditawarkan perusahaan.

    Menurut Engel et al. Dalam bukunya Consumer Behavior (1993) mengemukakan bahwa :
    “Consumer behavior as those activities directly incolved in obtaining, consuming, and diposing of products and services, including the decision processes that precede and follow these actions”. Bahwa secara umum perilaku konsumen merupakan tindakan-tindakan fisik individu yang komplek dalam mengevaluasi, memperoleh dan menggunakan produk, termasuk didalamnya proses pengambilan keputusan yang mendahului dan menentukan tindakan-tindakan tersebut

    Sumber Henry Assael (1992) Pada gambar diatas mencerminkan interaksi antara pemasar (Marketer) dengan konsumen (Konsumer). Komponen utama dari model tersebut adalah pengambilan keputusan yang merupakan proses memahami dan mengevaluasi informasi mengenai merk yang ada, mempertimbangkan alternatif merk dalam memenuhi kebutuhannya serta memutuskan sebuah merek sebagai pilihannya.

    Ada tiga faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan konsumen :
    a. Faktor pertama adalah individual konsumen. Pemilihan suatu merk dipengaruhi oleh kebutuhan konsumen, persepsi terhadap karakteristik merek, dan sikap terhadap merek-merek alternatif. Selain itu pemilihan merek dipengaruhi oleh faktor-faktor demografi, gaya hidup, dan karakteristi-karakteristik personal konsumen.
    b. Faktor kedua adalah pengaruh lingkungan. Pengaruh lingkungan merupakan suatu faktor secara langsung mempengaruhi konsumen dan tanggapan konsumen (pemilihan merek). Lingkungan pembelian konsumen yaitu, budaya, kelas sosial, kelompok tatap muka (teman, keluarga, dan kelompok referensi), dan determinan situasional.
    c. Faktor ketiga adalah strategi pemasaran yang merupakan variabel yang dapat dikontrol oleh pemasar dalam usaha untuk memberi informasi dan mempengaruhi konsumen. Variabel ini adalah produk, harga, advertensi, dan distribusi, dipandang sebagai stimuli yang dipersepsikan dan di evaluasi oleh konsumen dalam proses pengambilan keputusan. Pemasar harus mendapatkan informasi dari konsumen untuk mengevaluasi peluang pemasaran sebelum mengembangkan strategi pemasaran. Hal ini terlihat dari dua arah panah antara strategi pemasaran dan pengambilan keputusan.

    Sekalipun konsumen telah membuat satu keputusan, evaluasi setelah pembelian menjadi umpan balik bagi individu konsumen. Selama mengevaluasi merek, konsumen akan belajar dari pengalaman dan mungkin merubah polanya dalam mendapatkan informasi, mengevaluasi merek, dan menyeleksi satu merek. Pengalaman mengkonsumsi akan secara langsung mempengaruhi apakah konsumen membeli merek yang sama lagi dikemudian hari.

    Strategi Pemasaran

    Setiap perusahaan mempunyai tujuan untuk tetap hidup dan berkembang. Tujuan tersebut bisa dicapai melalui usaha dengan mempertahankan dan meningkatkan laba perusahaan. Sementara itu, untuk mencapai hal tersebut, perusahaan dihadapkan pada berbagai tantangan, baik dari dalam maupun dari luar perusahaan.
    Tantangan dari dalam perusahaan adalah menyangkut keterbatasan sumber daya. Sedangkan dari luar perusahaan, berkaitan dengan tingkat persaingan yang semakin tajam yang dibarengi dengan perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang semakin cepat. Akibat dari semua itu menyebabkan pengambilan keputusan, khususnya dalam bidang pemasaran semakin komplek dan rumit.

    Untuk menghadapi kondisi demikian, perusahaan harus mampu menciptakan strategi-strategi, khususnya strategi pemasaran yang jitu, sehingga dapat menangkal tantangan-tantangan tersebut dan sekaligus dapat menciptakan peluang-peluang pasar yang pada gilirannya dapat menciptakan laba sebagaimana yang diharapkan.

    Sebelum dibicarakan mengenai strategi pemasaran, maka akan diketahui lebih dahulu tentang strategi itu sendiri. Menurut Christianta (1988) mengatakan bahwa :
    “ Strategi perusahaan adalah suatu rencana yang merupakan suatu kesatuan, bersifat luas dan terpadu yang menghadapkan keunggulan-keunggulan strategik yang dimiliki perusahaan dengan tantangan lingkungan “

    Sehubungan dengan itu maka strategi perusahaan harus dapat memberikan gambaran yang jelas dan terarah tentang apa dan bagaimana yang akan dilakukan perusahaan dalam menggunakan setiap peluang yang ada dan menghindari ancaman yang timbul pada beberapa sasaran yang dituju, sehingga tujuan perusahaan dapat dicapai.

    Bagi perusahaan yang berada dalam lingkungan persaingan yang intensif serta menghadapi pasar konsumen yang perkembangannya cepat, perumusan strategi pemasaran secara eksplisit menjadi satu kebutuhan yang mendasar. Kecepatan perubahan lingkungan dan perkembangan pasar merupakan alasan utama bagi perusahaan untuk selalu siap melakukan kajian kembali atas rumusan strategi pemasaran mereka.

    Sementara itu, Tull dan Kahle (Tjiptono 1997) mendifinisikan strategi pemasaran sebagai alat fundamental yang direncanakan untuk mencapai tujuan perusahaan dengan mengembangkan keunggulan bersaing yang berkesinambungan melalui pasar yang dimasuki dan program pemasaran yang digunakan untuk melayani pasar sasaran tersebut. Jadi untuk dapat menyusun strategi pemasaran secara komprehensif sesuai dengan lingkungan yang dihadapi, haruslah dipahami untuk persaingan pasar yang akan dituju.

    Esensi strategi pasar adalah rencana jangka panjang yang mengidentifikasikan cara-cara yang harus ditempuh perusahaan secara individu untuk menarik konsumen potensialnya dalam lingkungan persaingan yang agresif dan memiliki intensitas yuang mendalam. Pemilihan strategi pemasaran bagi perusahan merupakan bagian dari suatu proses pemasaran yang bersifat strategis yang bermula dari suatu proses penganalisaan peluang-peluang pemasaran, penetapan tujuan dan sasaran perusahaan, pemilihan strategi pemasaran, penyusunan rencana pemasaran, pelaksanaan dan pengendalianya.

    Didalam penyusunan strategi pemasaran banyak faktor perlu dipertimbangkan yaitu tujuan perusahaan, faktor eksternal dan faktor internal dari level bisnis. Unit level bisnis yang berhasil akan selalu beradaptasi dengan perubahan faktor-faktor tersebut.

    Radiosunu (1983) mengatakan bahwa :
    “ Strategi adalah suatu proses menganalisa kesempatan-kesempatan, pemilikan objektif, pengembangan strategi, perumusan rencana, pelaksanaan kegiatan dan pengawasan “
    Dengan definisi ini maka strategi pemasaran terdiri dari beberapa unsur yakni : (1) Penganalisaan pasar, (2) Menentukan objektif perusahaan, (3) Mengembangkan strategi pemasaran, (4) Perumusan rencana, dan (5) pelaksanaan kegiatan pemasaran dan pengawasan. Hal yang dikemukakan oleh Corey (dalam Tjipto 1997), Strategi pemasaran terdiri dari atas lima elemen yang saling berkait, yaitu :
    1) Pemilihan pasar, yaitu memilih pasar yang akan dilayani
    2)Perencanan produk, meliputi produk spesifik yang dijual, pembentukan lini produk, dan disain penawaran individual pada masing-masing lini. Produk itu sendiri menawarkan mwnfaat total yang diperoleh pelanggan dengan melakukan pembelian
    3)Penetapan harga yaitu menentukan harga yang dapat mencerminkan nilai kuantitatif dari produk kepada pelanggan
    4)Sistem distribusi, yaitu saluran perdagangan grosir dan eceran yang dilalui produk hingga mencapai konsumen akhir yang membeli dan menggunakannya
    5)Komunikasi pemasaran (promosi), yang meliputi perikalanan, penjualan personal, promosi penjualan, hubungan masyarakat.

    2.2 Strategi Keunggulan Bersaing
    Pemasaran pada saat ini belum menghubungkan antara konsep-konsep mikro dengan konsep-konsep makro. Pemasaran perlu menggali aspek makro yang meliputi : aspek nilai-nilai individu dan budaya. Faktor-faktor strategi bersaing yang mempengaruhi strategi bersaing, yaitu :

    a. Kekuatan dan kelemahan perusahaan.
    b. Peluang dan ancaman industri (Ekonomi dan Teknologi).
    c. Harapan masyarakat.
    d. Nilai-nilai yang dianut para eksekutif kunci.

    Menurut Porter dalam Purnama dan Setiawan (2003), keunggulan bersaing adalah kemampuan suatu perusahaan untuk meraih keuntungan ekonomis di atas laba yang mampu diraih oleh pesaing di pasar dalam industri yang sama. Perusahaan yang memiliki keunggulan kompetitif senantiasa memiliki kemampuan dalam memahamui perubahan struktur pasar dan mampu memilih strategi pemasaran yang efektif. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Porter, beberapa cara untuk memperoleh keunggulan bersaing antara lain dengan menawarkan produk atau jasa dengan harga minimum (cost leadership), menawarkan produk atau jasa dengan yang memiliki keunikan dibanding pesaingnya (differntiation), atau memfokuskan diri pada segmen tertentu (focus). Pemilihan strategi yang tepat oleh suatu perusahaan akan bergantung kepada analisis lingkungan usaha untuk menentukan peluang dan ancaman yang bertujuan untuk memperoleh keunggulan.bersaing (Competity Advantage).

    Hal itu sangat dipengaruhi oleh sistem informasi yang dimiliki oleh perusahaan. Beberapa strategi yang dapat menujang keunggulan perusahaan dalam persaingan (Purnama dan Setiawan, 2003):
    a. Kinerja Optimum
    Agar perusahaan memiliki keunggulan dari para pesaingnya, maka perusahaan harus mampu memproduksi barang atau jasa yang sejenis dengan barang atau jasa yang diproduksi oleh perusahaan pesaing dengan harga yang lebih rendah.
    b. Adaptif
    Agar perusahaan tetap mampu survive dizaman yang selalu mengalami perubahan, maka hal yang harus diperhatikan adalah adaptif. Perubahan menuntut perusahaan untuk menyesuaikan diri agar keberadaannya tetap diakui oleh masyarakat. Agar perusahaan selalu mampu malakukan adaptif terhadap perubahan, maka perusahaan memerlukan informasi yang lengkap mengenai yang ada disekitarnya.
    c. Continuous Improvement
    Merupakan suatu strategi untuk memperbaiki kualitas barang atau jasa yang dihasilkan perusahaan secara terus menerus. Strategi ini merupakan salah satu faktor yang mendukung keunggulan dalam persaingan.
    d. Sistem Informasi Akuntansi yang Efektif dan Keberhasilan Implementasi Sistem
    Pemanfaatan teknologi informasi menyebabkan perubahann yang sangat pesat dalam persaingan, pengelolaan sumberdaya, produksi dan sebagainya. Manajemen dapat dengan mudah memperolah informasi yang diperlukan untuk menjalankan perusahaannya. Hal ini juga mempengaruhi perilaku konsumen, dalam waktu yang relaif singkat konsumen dapat memperoleh informasi yang bermanfaat bagi pengambilan keputusan mengenai bagai mana harus mengalokasikan dananya.

    Implementasi suatu system informasi yang efektif merupakan hal yang sangat penting dalam menciptakan keunggulan daya saing. Keunggulan bersaing dipengaruhi oleh lingkungan bisnis yang ditentukan oleh unsur tak terkendali seperti unsur sosial dan budaya (Purnama dan Setiawan, 2003):

    2.3 Strategi Teknologi Informasi Terhadap Efektivitas, Efisiensi dan Produktivitas

    Penerapan teknologi informasi terhadap efektivitas, efisiensi dan produktivitas, disamping itu teknologi informasi telah mengambil alih tugas-tugas white-collar workers dalam setiap aktivitas operasional, manajerial dan strategik sepanjang proses rantai nilai (value chain). Purnama dan Setiawan (2003), berpendapat bahwa perkembangan teknologi telah membawa tiga dampak utama yang mempengaruhi struktur industri yaitu :

    a. Automasi
    Proses yang membuat tugas-tugas operasional rutin serta tugas-tugas manajerial dan strategik menjadi otomatik, bahkan telah mulai mengambil alih kecerdasan manusia yang mampu mengolah pengetahuan.

    b. Disintermediasi
    Meniadakan proses antara, atau dengan kata lain melalui jalan pintas. Rantai nilai (value chain) dapat diperpendek dengan meniadakan non value added activities, sehingga mempercepat throughtput time, seperti ATM (automatic teller machine) yang meniadakan fungsi kasir, DSS (decision support system) yang meniadakan saluran komunikasi antara manajemen puncak dengan para manajer menengah dan staf ahli.

    c. Integrasi
    Dalam teknologi Informasi digunakan berbagai konteks, yaitu : integrasi sarana (integrated computer system), integrasi input (integrated database), integrasi proses, integrasi output (integrated information), integrasi komunikasi (data, tex, sound, image, integration melalui digital communication net-work).

    Keberhasilan dalam usaha meningkatkan efisiensi dan produktivitas tersebut sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya : kualitas sumberdaya manusia, system yang baku, efektivitas proses pembuatan keputusan, dan efisiensi alokasi sumber daya yang lainnya. Sehingga dampak dari teknologi informasi terhadap efisiensi dan produktivitas usaha sangat tergantung pada efektivitas strategi teknologi yang dipilih oleh perusahaan, baik sektor mikro maupun sektor makro.

    Study yang dilakukan oleh MIT Center for Information System Research mendokumentasikan empat dampak utama dari teknologi informasi yaitu : perubahan besar dalam struktur, timbulnya kelompok-kelompok kerja dalam tim, disintegrasi korporat yang cenderung memperluas pasar dan memangkas hierarki, dan integrasi sistem dalam bentuk sistem bersama dan arsitektur data.

    Model Kekuatan yang Mendorong Persaingan
    Untuk mengidentifikasi sebuah system informasi dapat meningkatkan keunggulan daya saing perusahaan, maka perlu diteliti hubungan perusahaan dengan lingkungan perusahaan, perusahaan menghadapi kesempatan dan ancaman eksternal,yaitu : Ancaman adanya pesaing baru yang masuk dipasar, Tekanan dari produk pengganti (produk substitusi), Daya tawar dari pelanggan, Daya tawar dari pemasok, Posisi dari pesaing-pesaing tradisional.

    Dalam menghadapi ancaman persaingan, Porter (1985) mengemukakan 3 strategi dalam menghadapi hal tersebut seperti : Diferensiasi “menekankan adanya kekhususan dalam perusahaan dibanding para peasingnya”, Cost leadership “menekankan keunggulan dalam biaya”, Focus “memfokuskan produk atau jasanya untuk memenuhi kebutuhan segmen tertentu (terbatas)”.

    Rute Penerbangan

    Luasnya wilayah di Indonesia dengan ribuan pulau yang dipisahkan oleh lautan merupakan peluang yang sangat besar bagi dunia transportasi khususnya penerbangan dan pelayaran. Karena hanya dengan menggunakan dua alat trasportasi tersebut kita bisa menjangkau daerah di luar pulau yang kita inginkan. Maskapai penerbangan ramai-rami menambah frekuensi penerbangan dengan rute penerbangan yang semakin banyak. Peluang inilah yang dimanfaatkan oleh maskapai penerbangan Lion Air dengan membuka banyak rute penerbangan yang mejangkau hampir seluruh wilayah nusantara.

    Jumlah rute penerbangan yang dibuka oleh Lion Air adalah banyak untuk seluruh wilayah di Indonesia. Lion Air juga membuka rute penerbangan sesuai dengan kebutuhan pelanggan kebanyakan sehingga pelanggan tidak mengalami kesulitan apabila menginginkan bepergian dengan menggunakan pesawat terbang disetiap waktu. Lion Air membuka rute penerbangan yang jarang dibuka oleh maskapai penerbangan pesaing. Hal ini membuat peluang untuk mendapatkan penumpang menjadi lebih besar, terutama untuk wilayah Indonesia Timur yang jarang dibuka oleh penerbangan lain. Berdasarkan hasil penelitian Anita Jauhari (2003), positioning (rute peenrbangan) akan meningkatkan keunggulan bersaing perusahaan.

    Kualitas Pelayanan

    Menurut Paul J. Peter dan Jerry C. Oleson (2000:142) mendefinisikan pelayanan adalah perilaku penjual kepada pembeli dengan memberikan kepuasan kepada konsumen, agar konsumen merasa dihargai dan mendapatkan barang atau jasa sesuai dengan keinginannya.

    Pelayanan dalam hal ini diartikan sebagai jasa atau service yang disampaikan oleh pemilik jasa yang berupa kemudahan, kecepatan, hubungan, kemampuan dan keramahtamahan yang ditujukan melalui sikap dan sifat dalam memberikan pelayanan untuk keputusan pembelian. Setiap orang pada umumnya mempunyai kebutuhan yang beraneka ragam, baik material maupun non material. Untuk memenuhi kebutuhan yang beraneka ragam diperlukan pelayanan yang baik dalam pemenuhan kebutuhannya. Dalam hal ini pelayanan yang dimaksud adalah bahwa pihak perusahaan harus memahami dan tanggap terhadap segala macam bentuk dan keinginan konsumen dalam rangka pemenuhan kebutuhannya.

    Kunci keberhasilan dalam persaingan sering terletak pada penambahan pelayanan terutama dalam menambah nilai serta meningkatkan kualitasnya. Pembeda pelayanan utama adalah kemudahan, pemeliharaan dan perbaikan serta beberapa lainnya. Dengan demikian pelayanan merupakan suatu tindakan yang harus dilakukan dengan baik di dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen setiap waktu. Produsen yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen, akan memberikan keuntungan berupa kepuasan konsumen dan loyalitas konsumen. Kondisi ini terjadi karena apabila pelayanan baik, maka konsumen enggan untuk mencari di tempat lain dan akan kembali menggunakan jasa tersebut. Berdasarkan hasil penelitian Hendrar Adhinugroho (2002), kualitas pelayanan akan meningkatkan keunggulan bersaing perusahaan.

    Promosi

    Promosi merupakan salah satu variabel dalam bauran pemasaran yang sangat penting dilaksanakan oleh perusahaan dalam memasarkan produknya, baik berupa harga/jasa. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Swatha (1987 : 237) yang mengemukakan, bahwa :

    “ Promosi adalah arus informasi atau persuasi satu arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran “. Singkatnya promosi memberi informasi dan membujuk. Adapun komponen-komponen promosi meliputi empat kegiatan yang biasa disebut promotial mix atau kombinasi empat kegiatan promosi yaitu :
    1) Advertising atau periklanan, adalah bentuk penawaran secara tidak langsung melainkan melalui media massa seperti radio, televisi, majalah, surat kabar, poster dan lain-lain.
    2) Personal selling, adalah bentuk penawaran secara langsung melalui suatu interaksi atau percakapan antara salesman dan calon pembeli menyangkut produk yang dihasilkan.
    3) Sales promotion, adalah merupakan kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk mendorong konsumen dan pengecer agar dapat membeli barang yang ditawarkan. Kegiatan ini berupa pertunjukan, peragaan, pameran, demonstrasi, dan lain sebagainya.
    4) Publicity atau public relation, adalah merupakan suatu usaha untuk mendorong permintaan secara non personal untuk suatu produk atau jasa dengan menggunakan berita komersial dalam media massa.

    Kegiatan-kegiatan promosi tersebut dapat merubah perilaku dan pendapat, serta memperkuat tingkah laku konsumen yang ada. Konsumen yang melihat, mendengarkan, atau merasakan promosi akan terpengaruh untuk melalukan pembelian terhadap produk yang ditawarkan oleh perusahaan. Hal ini menandakan semakin baik promosi yang dilakukan oleh perusahaan dapat menciptakan keunggulan bersaing produk yang ditawarkan kepada konsumen. Berdasarkan hasil penelitian Hendrar Adhinugroho (2002), citra perusahaan melalui promosi akan meningkatkan keunggulan bersaing perusahaan.

    BAB III
    PENUTUP

    Yang menekankan pada harga rendah ini bukan berarti dari segi keamanannya tidak bisa dipertanggung jawabkan. Lion Air sebagai perusahaan penerbangan menetapkan strategi pemasaran Lion Air dengan menekankan pada harga. Lion Air yang beroperasi pada tahun 1999 ini telah membuktikan bahwa harga yang rendah dari strategi perusahaan penerbangan ini tetap menjamin akan keselamatan penumpangnya. Sampai saat ini setiap harinya Lion Air setiap harinya melakukan sedikitnya 200 kali penerbangan dan dalam waktu yang dekat jumlah pemakai penerbangan ini sangat luar biasa. Masyarakat golongan menengah kebawah memilih penerbangan dengan Loin Air karena harganya yang terjangkau bagi mereka. Strategi pemasaran Lion Air yang menekankan pada harga ini memang dimaksukan agar semua kalangan masyarakat baik dari gologan atas maupun bawah bisa memanfaatkan layanan jasa penerbangan dari Lion Air. Anda yang tertarik dengan strategi pemasaran Lion Air bisa mengambil poin penting dari perusahaan penerbangan ini untuk bisnis yang anda jalankan.
    a) Low cost airline
    Bisa dikatakan Lion Air memberikan harga yang rendah kepada konsumen karena memang inilah strategi bisnis dari salah satu perusahaan penerbangan terkemuka di Indonesia. Jika dibandingkan dengan perusahaan penerbangan lainnya memang jauh harga yang ditawarkan Lion Air. Meskipun harga dari tiket pesawat Lion Air ini rendah namun kenyamanan dan keselamatan penumpang tetap diutamakan.

    b) Kapasitas penumpang
    Dengan tarif harga penerbangan yang murah itu, Lion Air juga meningkatkan kapasitas penumpang untuk setiap pesawatnya. Dengan peningkatan kapasitas penumpang itu diharapkan konsumen bisa mendapatkan kursi sesuai dengan permintaan mereka. Karena banyaknya permintaan penerbangan dari konsumen ini juga menjadi faktor untuk peningkatan kapasitas penerbangannya.

    c) Kemajuan Teknologi
    Lion Air sebagai salah satu perusahaan penerbangan swasta meningkatkan penjualannya dengan peningkatan teknologi pada rancangan atau desain untuk memberikan kenyamanan dan kepuasan kepada penumpangnya. Meskipun dengan tarif penerbangan yang rendah namun teknologi dari Lion Air tetap sama dengan teknologi yang digunakan pesawat berkelas lainnya dengan tarif tinggi.

    d) Higt Service Quality
    Strategi pemasaran Lion Air lainnya adalah dengan pemberian service yang lengkap kepada setiap penumpang. Service tersebut ditempatkan pada setiap pesawat maupun pada home-base di setiap kota. Selain itu anda bisa melakukan reservasi lewat SMS, reservasi lewat internet dan berbagai kemudahan lainnya melalui internet dan teknologi lainnya.

    e) Promosi
    Lion Air selain melakukan strategi harga yang rendah, ternyata Lion Air juga melakukan beberapa promosi pada media cetak,internet maupun pada media elektronik lainnya. Promosi ini sangat efektif untuk menarik lebih banyak konsumen. Dengan persaingan bisnis perusahaan penerbangan itulah Lion Air berupaya untuk melaksanakan beberapa strategi bagi perusahaan.

    Sumber: http://ahlimanajemenpemasaran.com/2013/07/strategi-pemasaran-lion-air/#
    sthash.89xSA5Y3.dpuf

    Komentar oleh Rdn Ahmadi Sukma | Mei 12, 2014 | Balas

  8. Salam sukses Pak Jo!!!
    Semoga kita selalu sehat dalam lindungan Tuhan..Aamiin

    Tugas Kelompok
    Nama anggota kelompok:

    Revie Chantika Afrihami (P2C213038)
    Rino Wahyu Susilo (P2C213041)
    Indah Syelviani Rizki (P2C213010)

    PROGRAM PASCASARJANA
    MAGISTER MANAJEMEN
    FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
    UNIVERSITAS JAMBI
    Mata Kuliah : Manajemen Strategik
    Maskapai yang diamati : PT. Lion Air
    Berikut ini adalah hasil laporan kelompok kami mengenai strategi yang diterapkan oleh PT. Lion Air :

    BAB I
    PENDAHULUAN
    1.1 Sejarah Perusahaan
    Perjalanan panjang yang telah ditempuh Lion Air berawal dari penerbangan domestik yang kecil. Setelah tiga belas tahun pengalaman di bisnis wisata yang ditandai dengan kesuksesan biro perjalanan Lion Tours, kakak-beradik Kusnan dan Rusdi Kirana bertekad menjadikan impian mereka untuk memiliki usaha penerbangan menjadi kenyataan. Dibekali ambisi yang tinggi dan modal awal 10 juta dolar Amerika Serikat, Lion Air secara hukum didirikan pada bulan Oktober tahun 1999. Namun pengoperasian baru berjalan di mulai pada tanggal 30 Juni tahun 2000, dengan menggunakan sebuah pesawat Boeing 737-200. Saat ini, Rusdi Kirana sebagai salah satu pemilik Lion Air memegang jabatan sebagai Presiden dan juga Direktur.
    Lion Air mulai mengangkasa di Indonesia pada tahun 2000 dengan satu buah pesawat di dalam armadanya. Selama tiga belas tahun beroperasi, Lion Air kini terbang ke lebih dari 36 kota di Indonesia dan banyak tujuan-tujuan penerbangan lainnya, seperti Singapura, Malaysia dan Vietnam, Timor Leste dan Saudi Arabia.
    Sejak berdiri di tahun 2000, Lion Air telah mengambil banyak langkah penting dalam mengusahakan harga tiket yang terjangkau bagi banyak penumpang di Asia. Sebagai perusahaan transportasi swasta terbesar di Indonesia, Lion Air bukan hanya menawarkan harga yang terjangkau kepada penumpang, namun juga perjalanan udara yang aman, menyenangkan dan dapat diandalkan. Lion Air diresmikan sebagai ketua konferensi internasional Asia Pasific Regional Aviation (ARA) yang di adakan di singapura pada tanggal 19 November 2003. Lion Air memperoleh “Best Brand Award 2004” di SWA, sebuah majalah marketing yang terbit di Indonesia. Hal ini diperoleh oleh marketing Research Specialist (MARS) berdasarkan survei yang dilakukan pada enam ribu orang di lima kota besar di Indonesia. Lion Air meraih indeks sebesar 33,6% dalam kemampuan atau potensial dari sebuah produk untuk menambah penumpang di masa depan.
    Lion Air diterapkan sebagai maskapai penerbangan resmi miss Universe dan putri Indonesia 2004. Lion Air juga menyewakan pesawatnya dan megirimkan crew beserta teknisinya ke Myanmar dalam rangka membantu mendirikan Myanmar Airlines.
    Hingga pertengahan 2005, bersama dengan penerbangan internasional lainnya, Lion Air menempati Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta sedangkan perusahaan penerbangan lokal atau penerbangan domestik menempati Terminal Satu. Faktor tersebut, selain mampu memberikan para penumpang kemudahan penerbangan sambungan ke Indonesia atau dari Indonesia ke tujuan internasional lainnya, juga memberikan keuntungan lebih dari segi prestise. Tetapi kemudian Lion Air dipindahkan ke Terminal 1A dan penerbangan ke Pulau Sumatera, Batam, Pangkalpinang, dan Palangkaraya dioperasikan di terminal 1B (mulai 11 Oktober 2010) hingga saat ini. Sedangkan semua penerbangan internasional Lion Air dilayani dari terminal 2E.
    Dalam upaya meremajakan armadanya, Lion Air telah memesan 178 Boeing 737-900ER yang akan diantar bertahap dari 2007 hingga 2014. Lion Air berencana bersaing baik dengan Garuda Indonesia maupun Saudi Arabian Airlines untuk menerbangi rute-rute umroh bahkan haji dengan pesawat Boeing 747-400. 2 (dua) Pesawat Boeing 747-400 sudah masuk dalam armadanya.
    BOEING 737-900ER
    Untuk menampung tingginya permintaan trasportasi udara, Lion Air telah memilih armada Boeing yang sangat efisien dan dilengkapi oleh pesawat komersial berkoridor tunggal yang paling canggih di dunia. Dengan tambahan Boeing 737-900ER terbarunya, Lion Air akan mampu menawarkan lebih banyak penerbangan non-stop dengan tarif terjangkau ke berbagai tujuan. Anggota terbaru dari Next Generation Boeing 737 ini adalah pesawat komersial berkoridor tunggal yang paling canggih di dunia. Ia dapat menampung hingga 213 penumpang dalam konfigurasi single-class dan memiliki berat 9.550 ton (4.340 kg). Pesawat yang irit bahan bakar ini mengurangi emisi karbon hingga 4%, sehingga anda meninggalkan jejak karbon yang lebih sedikit setiap kali anda terbang bersama Boeing737-900ER. Lion Air menerima Boeing 737-900ER pertamanya pada bulan April 2007 ketika pesawat ini diantarkan dalam skema special cat rangkap dua yang mengkombinasikan singa Lion Air pada sirip vertikal dan warna khas Boeing pada badan pesawat. Saat ini Lion Air telah menerima sebanyakenam puluh pesawat Boeing 737-900ER. Lion Air beroperasi dengan all-Boeing dalam aramadanya dan merupakan Hybird-Carrier yang pertama di Asia. Saat ini Lion Air memiliki enam puluh delapan pesawat Boeing 737-900ER dan diantaranya adalah konfigurasi kelas ekonomi dengan total tempat duduk sebanyak 213 buah. Delapan lainnya dalam konfigurasi Dual-Class, meliputi 10 tempat duduk kelas bisnis dan 195 tempat duduk kelas ekonomi.
    Pada tahun 2011, disela-sela ASEAN Summit di Nusa Dua, Bali tanggal 18 November 2011 Lion Air mengumumkan bahwa memesan 201 pesawat boeing 737 Maks dan 29 pesawat boeing 737-900ER. Pemesanan ini sekaligus mengalahkan rekor dalam jumlah hal pemesanan pesawat yang sebelumnya dipegang maskpai Emirates.
    Boeing 737-900ER jenis pesawat Next Generation 737, jenis pesawat jet paling laris di dunia. Pesawat berkapasitas hingga 220 penumpang dalam konfigurasi single-class ini dianggap memiliki kapasitas yang lebih besar dan jangkauan lebih jauh. Next Generation 737 lebih muda 10 tahun dan terbang lebih tinggi, lebih cepat, lebih jauh dan tidak bising di bandingkan model saingannya. Boeing 737-900ER menambah sepasang pintu keluar dan flat rear-pressure bulkhead yang memungkinkan kapasitas hingga 220 penumpang dalam layout single-class. Perubahan-perubahan dalam desain aerodinamis dan struktural, termasuk sayap yang diperkuat struktural, tailskid dua posisi, perbaikan pada tepi depan dan belakang sistem flap, Blended Winglet dapat di pilih dan tangki bahan bakar tambahan memungkinkan 737-900ER untuk mengakomodasi berat tinggal landas yang lebih tinggi dan menaikan jangkauannya hingga 3.200 nautical miles (5.900 km).
    BOEING 737-400 Classic
    Boeing 737-400 Classic adalah versi kapasitas lebih besar dari model Boeing 737-300 Classic yang populer. Ia dapat menampung 158 penumpang dalam satu kali perjalanan dan Lion Air memiliki10 buah Boeing 737-400 Classic dalam armadanya yang memiliki 8 tempat duduk kelas bisnis dan 150 tempat duduk kelas ekonomi.
    MCDONNELL DOUGLAS – 82 atau MD-82
    McDonnell Douglas MD-82 adalah pesawat produksi McDonnell Douglas (MD) Amerika Serikat yang memiliki spesifikasi pesawat jet bermesin ganda dengan daya jelajah maksimal 3800 km dan kecepatan 811 km/jam.
    Daya angkut penampungan maksimum 172 orang, minimal 137 orang, tergantung varian dan konfigurasi kursi.
    MD-82 memiliki panjang 45,1 m, tinggi 9,05 m, bentang sayap 32,8 m, berat take off maksimal 149.500 pon (67,8 ton).
    1.2 Ruang Lingkup Pembahasan
    Pembahasan pada makalah ini akan mencakup tentang strategi yang diterapkan pada maskapai penerbangan Lion Air.
    1.3 Tujuan Pembahasan
    Tujuan pembahasan adalah untuk mengetahui, mempelajari, dan memahami tentang strategi yang diterapkan pada maskapai penerbangan Lion Air.

    BAB II
    PEMBAHASAN
    Mungkin banyak orang yang takut ketika mereka memilih penerbangan dengan harga murah, mereka takut akan keselamatan mereka dan ketidaknyamanan dengan harga penerbangan yang murah tersebut.
    Namun Lion Air berani menjawab semua ini karena hargalah yang menjadi strategi pemasaran Lion Air sejak dulu. Lion air yang menjadi salah satu perusahaan penerbangan dengan jadwal terbang yang luar biasa namun dar segi harga Lion Air masih tetap murah dibandingkan dengan penerbangan lainnya.
    Lion Air menetapkan harga penerbangan pada setiap daerah atau kota tujuan yang berbeda dari perusahaan penerbangan lainnya.
    Strategi pemasaran Lion Air yang menekankan pada harga rendah ini bukan berarti dari segi keamanannya tidak bisa dipertanggung jawabkan.
    Lion Air sebagai perusahaan penerbangan menetapkan strategi pemasaran Lion Air dengan menekankan pada harga. Lion Air yang beroperasi pada tahun 1999 ini telah membuktikan bahwa harga yang rendah dari strategi perusahaan penerbangan ini tetap menjamin akan keselamatan penumpangnya.
    Sampai saat ini setiap harinya Lion Air setiap harinya melakukan sedikitnya 200 kali penerbangan dan dalam waktu yang dekat jumlah pemakai penerbangan ini sangat luar biasa.
    Masyarakat golongan menengah kebawah memilih penerbangan dengan Loin Air karena harganya yang terjangkau bagi mereka.
    Strategi pemasaran Lion Air yang menekankan pada harga ini memang dimaksukan agar semua kalangan masyarakat baik dari gologan atas maupun bawah bisa memanfaatkan layanan jasa penerbangan dari Lion Air.
    Anda yang tertarik dengan strategi pemasaran Lion Air bisa mengambil poin penting dari perusahaan penerbangan ini untuk bisnis yang anda jalankan. Beberapa stategi pemasaran dari Lion Air diantaranya:
    • Low cost airline
    Bisa dikatakan Lion Air memberikan harga yang rendah kepada konsumen karena memang inilah strategi bisnis dari salah satu perusahaan penerbangan terkemuka di Indonesia.
    Jika dibandingkan dengan perusahaan penerbangan lainnya memang jauh harga yang ditawarkan Lion Air. Meskipun harga dari tiket pesawat Lion Air ini rendah namun kenyamanan dan keselamatan penumpang tetap diutamakan.
    • Kapasitas penumpang
    Dengan tarif harga penerbangan yang murah itu, Lion Air juga meningkatkan kapasitas penumpang untuk setiap pesawatnya.
    Dengan peningkatan kapasitas penumpang itu diharapkan konsumen bisa mendapatkan kursi sesuai dengan permintaan mereka. Karena banyaknya permintaan penerbangan dari konsumen ini juga menjadi faktor untuk peningkatan kapasitas penerbangannya.
    • Kemajuan Teknologi
    Lion Air sebagai salah satu perusahaan penerbangan swasta meningkatkan penjualannya dengan peningkatan teknologi pada rancangan atau desain untuk memberikan kenyamanan dan kepuasan kepada penumpangnya.
    Meskipun dengan tarif penerbangan yang rendah namun teknologi dari Lion Air tetap sama dengan teknologi yang digunakan pesawat berkelas lainnya dengan tarif tinggi.
    • Higt Service Quality
    Strategi pemasaran Lion Air lainnya adalah dengan pemberian service yang lengkap kepada setiap penumpang. Service tersebut ditempatkan pada setiap pesawat maupun pada home-base di setiap kota.
    Selain itu anda bisa melakukan reservasi lewat SMS, reservasi lewat internet dan berbagai kemudahan lainnya melalui internet dan teknologi lainnya.
    • Promosi
    Lion Air selain melakukan strategi harga yang rendah, ternyata Lion Air juga melakukan beberapa promosi pada media cetak,internet maupun pada media elektronik lainnya. Promosi ini sangat efektif untuk menarik lebih banyak konsumen. Dengan persaingan bisnis perusahaan penerbangan itulah Lion Air berupaya untuk melaksanakan beberapa strategi bagi perusahaan.

    BAB III
    KESIMPULAN
    Berdasarkan pembahasan tentang Strategi Lion Air, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa:
    1. Lion Air memberikan harga yang rendah kepada konsumen
    2. Dengan tarif harga penerbangan yang murah itu, Lion Air juga meningkatkan kapasitas penumpang untuk setiap pesawatnya.
    3. Meskipun dengan tarif penerbangan yang rendah namun teknologi dari Lion Air tetap sama dengan teknologi yang digunakan pesawat berkelas lainnya dengan tarif tinggi.
    4. pemberian service yang lengkap kepada setiap penumpang.

    DAFTAR PUSTAKA
    http://ahlimanajemenpemasaran.com/2013/07/strategi-pemasaran-lion-air/
    http://ernandoes.wordpress.com/2012/05/29/sejarah-lion-air-2/

    Komentar oleh Revie Chantika Afrihami, Rino Wahyu Susilo, Indah Syelviani Rizki | Mei 14, 2014 | Balas

  9. Pak Jo Ysh:
    Berikut dikirimkan jawaban Ujian Tengah Semester (UTS) Manajemen Strategik.

    NAMA : HENDRA ADMAJA
    NIM : P2C213031
    MATA UJIAN : UTS. MANAJEMEN STRATEGIK
    HARI/TGL : JUMAT, 16-5-2014
    KONS/KELAS : MSDM/KELAS MALAM ANGK. 18 MM. UNJA
    FAKULTAS : EKONOMI & BISNIS
    PROGRAM : PASCASARJANA MAGISTER MANAJEMEN

    [1].
    Nama Perusahaan yang diamati : Air Asia

    [2].
    Visi :
    Maskapai penerbangan berbiaya hemat di Asia dan melayani 3 juta orang yang sekarang dilayani dengan konektivitas yang kurang baik dan tarif yang mahal.

    Misi :
    – Menjadi perusahaan terbaik untuk bekerja, di mana para karyawan dianggap sebagai anggota keluarga besar
    – Menciptakan brand ASEAN yang diakui secara global
    – Mencapai tarif terhemat sehingga semua orang bisa terbang dengan Air Asia
    – Mempertahankan produk berkualitas tinggi, menggunakan teknologi untuk mengurangi pembiayaan dan meningkatkan kualitas layanan

    [3].
    Visi diatas merupakan sebuah cita-cita dari Air Asia. Kalau melihat Visi Air Asia yang dijabarkan di atas maka ada beberapa hal yang menurut saya dapat disampaikan:
    1. Visi tersebut masuk dalam kategori branding dari Air Asia;
    2. Penggunaan bahasa pada visi tersebut tidak terlalu rumit;
    3. Kata “melayani 3 juta penumpang” sudah menggambarkan bahwa visi tersebut sangat unik dan berorientasi pada masa yang akan datang, kata tersebut juga dapat merangsang karyawan untuk bekerja lebih baik karena dengan melayani banyak penumpang berarti karyawan di tuntut bekerja dengan sangat baik;
    4. Kata “berbiaya hemat” pada visi tersebut juga termasuk unik karena itu merupakan kekuatan yang akan dibangun oleh Air Asia kedepan;
    5. Visi tersebut terdiri dari 20 karakter kata yang menjadi kelemahan dari visi Air Asia, karena dengan panjangnya visi tersebut akan menyulitkan pasar untuk menghapal dan mengingat;

    Misi merupakan penjabaran dari visi air asia yang terukur dan realistis. Dari visi diatas maka ada beberapa hal yang menurut saya dapat disampaikan:
    1. Misi Air Asia menjadikan “karyawan dianggap sebagai anggota keluarga besar” adalah misi yang cukup unik, dengan misi tersebut Air Asia ingin menunjukkan bahwa perusahaan sangat dekat dengan karyawan dengan harapan hal tersebut dapat meningkatkan kinerja;
    2. Misi “Brand ASEAN yang diakui secara global” agak sulit di realisasikan karena untuk bersaing di tingkat global Air Asia harus lebih meningkatkan strategi pada kualitas jasa yang baik dibanding dengan penerapan harga yang murah;
    3. Misi “tarif terhemat” merupakan misi yang unik, dengan menggunakan tarif yang murah maka akan dapat mendorong pencapaian visi yang mentargetkan 3 juta penumpang;
    4. Misi “Mempertahankan produk berkualitas tinggi” serta sekaligus “mengurangi pembiayaan dan meningkatkan kualitas layanan” agak sulit diterapkan. Dengan menerapkan produk yang berkualitas dapat untuk meningkatkan kualitas layanan, namun dengan produk tersebut maka akan meningkatkan cost perusahaan yang berujung pada penambahan pembiayaan;

    [4].
    Daya saing merupakan kemampuan Air Asia untuk mencapai tujuan perusahaan dan dapat meningkatkan pendapatan riil-nya. Dari sejarah perusahaan maka ada beberapa hal yang menurut saya dapat disampaikan:
    1. Biaya penerbangan yang rendah dengan Menerapkan pola tarif yang sangat sederhana pada satu tarif atau tarif sub kelas dengan harga mulai dari tarif promo/diskon;
    2. Memiliki frekuensi penerbangan yang tinggi sehingga bisa melayani tiap penerbangan dari konsumen;
    3. Rute yang sederhana, tidak terlalu banyak Bandara yang digunakan untuk transit;
    4. Penjualan tiket dengan secara langsung (tidak dijual melalui travel agent) dan lebih mengutamakan melalui call center dan internet;
    5. Awak pesawat bekerja ganda dan tanpa memberlakukan penanganan melalui ground handling sehingga dapat memberikan pelayanan ke konsumen secara maksimal;
    6. Tidak memberikan sistem pemesanan tempat duduk dan memungkinkan pemesanan lebih awal yang boleh memilih tempat duduk;

    [5].
    Kompetensi inti dari Air Asia adalah:
    1. Selalu menambahkan jumlah pesawat serta meluncurkan rute-rute baru;;
    2. Biaya operasional yang rendah;
    3. Level manajemen yang sedikit, efektif, fokus dan manajemen agresif;
    4. Model bisnis sederhana yang telah terbukti, yang secara konsisten memberikan tarif terendah;
    5. Menembus dan merangsang pasar potensial;
    6. Staf multi-terampil berarti bekerja secara efisien dan efektif;
    7. Tipe single armada meminimalkan biaya pemeliharaan dan mudah untuk dioperasikan pilot;

    [6].
    Tiga variabel yang harus dipertimbangkan:
    1. Ekonomi: pendapatan perkapita, tren pendapatan, konversi nilai tukar, dan keanggotaan ekonomi regional.
    2. Teknologi: peraturan dalam transfer, stabilitas, jaringan transportasi, ketersediaan internet dan komunikasi.
    3. Politik legal: regulasi pemerintahan, pajak import, stabilitas keamanan dan aktivitas teroris

    [7].
    Rumusan strategi yang dilalukan oleh Air Asia:
    1. Pada variable Ekonomi beberapa rumusan yang dapat dilakukan Air Asia seperti: (a) memperhitungkan dengan tepat antara penjualan tiket yang murah dan promosi dengan pendapatan yang diharapkan perusahaan. Salah satunya peluang dalam menerapkan Penerbangan jarak jauh adalah tantangan untuk mendapatkan pasar pangsa pasar yang belum terjangkau, (b) Air Asia harus ikut berperan dalam mendorong bersatunya kekuatan ekonomi ASEAN dan penerapan mata tunggal sehingga permasalahan nilai tukar regional dapat diatasi, (c) ikut serta berperan dalam ekonomi regional;
    2. Pada variable Teknologi beberapa rumusan yang dapat dilakukan Air Asia seperti: (a) peraturan dalam transfer teknologi bisa diterapkan dalam hal pembelian armada pesawat harus di tambahkan dengan kebijakan transfer teknologi, (b) Mengutamakan stabilitas penerbangan, (c) meningkatkan investasi dalam mendukung ketersediaan internet, dan sarana komunikasi yang baik bagi perusahaan;
    Pada variable Politik legal beberapa rumusan yang dapat dilakukan Air Asia seperti: (a): Air Asia harus selalu dinamis dengan mengikuti regulasi pemerintahan, perusahaan harus mampu dengan cepat menerapakan kebijakan baru dari suatu negara melebur dengan kebijakan perusahaan, (b) Melakukan negoisasi dengan suatu Negara agar melakukan pengurangan pajak import dengan mempertimbangkan faktor kemanuasiaan dalam penerbangan murah, (c) meningkatkan keaamanan internal dan juga eksternal sehingga stabilitas keamanan dan aktivitas teroris dapat di tekan dan hindari.

    [8].
    Starategi Air Asia dikuatirkan tidak dapat di implementasikan dalam hal:
    1. Strategi Air Asia yang menerapkan harga murah dan diskon besar-besaran akan menyulitkan air asia untuk memaksimalkan keuntungan perusahaan yang diharapkan;
    2. Pelayanan prima yang diharapkan Air Asia sekaligus dibatasi oleh tarif yang rendah, sehingga membuat perusahaan cendrung memberikan layanan sesuai dengan harga yang dibayarkan penumpang;
    3. Terbatasnya jumlah sumber daya manusia sehingga tidak mampu menangani kejadian diluar kendali perusahaan;
    4. Campur tangan Pemerintah dan peraturan di bandara di masing-masing Negara yang mengharuskan perusahaan memberikan penawaran dan kompensasi kepada penumpang;
    5. Lokasi bandara di suatu wilayah yang kurang strategis;
    6. Merek yang kurang dikenal di wilayah negara tertentu;
    7. Ketergantungan Air Asia pada outsourcing akan menyulitkan perusahaan berkembang di suatu Negara yang melarang outsourcing;

    [9].
    Keputusan strategis yang pernah dibuat oleh Air Asia:
    1. Memperkuat armada dengan berbelanja pesawat baru. Penambahan pesawat ini dilakukan untuk menghubungkan kota-kota di tingkat lokal maupun internasional;
    2. Tambah rute penerbangan baik rute penerbangan lokal maupun internasional.
    3. Promosi tiket dengan menguasai pasar penerbangan murah. Tiket penerbangan murah masih menjadi daya tarik bagi pasar penerbangan;
    4. Masuk ke pasar modal, dengan IPO tersebut diharapkan dapat menunjang ekspansi perseroan yang berencana meningkatkan pendapat;
    5. Meningkatan kualitas pelayanan utamanya pada tingkat keamanan dan kenyamanan bagi calon penumpang;
    6. Menempatkan maskapai sebagai pemimpin pasar di Asia Tenggara;
    7. Strategi marketing dengan melakukan kerjasama dengan penyedia kartu kredit karena bisa menghemat ongkos. Selain itu, Air Asia juga mengedepankan penjualan melalui internet dan call centre;

    Sekian dan terima kasih atas perhatian Bapak.

    Komentar oleh Hendra Admaja | Mei 15, 2014 | Balas

  10. Salam sukses Pak Jo!!!
    Semoga kita selalu sehat dalam lindungan Tuhan..Amin.

    NAMA : MELANI KADAR
    NIM : P2C213023
    MATA UJIAN : UTS. MANAJEMEN STRATEGIK
    HARI/TGL : JUMAT, 16-5-2014
    KONS/KELAS : MSDM/KELAS MALAM ANGK. 18 MM. UNJA
    FAKULTAS : EKONOMI & BISNIS
    PROGRAM : PASCASARJANA MAGISTER MANAJEMEN

    Berikut ini adalah jawaban Ujian Tengah Semester (UTS) Manajemen Strategik

    1). Nama Perusahaan yang diamati adalah PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk

    2). Visi Perusahaan

    “Perusahaan Penerbangan Pilihan Utama di Indonesia dan Berdaya Saing di Internasional”
    Menjadi perusahaan penerbangan yang handal dengan menawarkan layanan yang berkualitas kepada masyarakat dunia menggunakan keramahan Indonesia.

    Misi Perusahaan

    Sebagai perusahan penerbangan pembawa bendera bangsa Indonesia yang mempromosikan Indonesia kepada dunia guna menunjang pembangunan ekonomi nasional dengan memberikan pelayanan yang profesional.

    • Melaksanakan usaha jasa angkutan udara yang memberikan kepuasan kepada pengguna jasa yang terpadu dengan industri lainnya melalui pengelolaan secara profesional dan didukung oleh sumber daya manusia yang mempunyai kompetensi tinggi.
    • Menghasilkan keuntungan dengan jaringan domestik yang kuat untuk terus meningkatkan pangsa pasar domestik dan internasional bagi usahawan, perorangan, wisatawan dan kargo termasuk penerbangan borongan.
    • Memiliki bisnis unit yang mendukung produk inti untuk meningkatkan keuntungan serta menghasilkan pendapatan tambahan dari usaha unit pendukung tersebut.

    3). Menurut Saya, Visi Misi dari PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk sangat unik dan menarik, mengingat PT. GI merupakan perusahaan BUMN. Dalam hal ini, PT. GI ingin menjadi perusahaan milik negara yang dapat bersaing secara internasional maupun menjadi pilihan armada penerbangan pertama bagi masayarakat Indonesia maupun bangsa lain. Hal yang sangat menarik dan baik adalah PT. GI berkeinginan mempromosikan Indonesia di kancah internasional dengan membawa bendera Tanah Air, Merah Putih. Dalam hal pencapaian cita-cita mulia tersebut, PT. GI memiliki harapan untuk membangun Indonesia dalam bidang ekonomi nasional dengan mengutamakan pelayanan secara profesional.

    Dilihat dari Visi Misi PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk ini, sangat harus bisa merangsang karyawan dalam hal pencapaian, karena apa? Karena di dalam visi misi ini, karyawan bukan hanya mendapatkan uang atas pekerjaannya, namun jika karyawan bekerja dengan profesional, memberikan pelayanan yang baik, maka mata dunia akan melihat Indonesia sebagai daerah tujuan wisata, bukan hanya dalam hal tujuan wisata saja, namun bangsa lain sangat ingin merasakan pelayanan armada yang baik dari armada nomor 1 di Indonesia yaitu PT. GI.

    Visi Misi PT. GI merangsang karyawan untuk mencapainya karena disinilah negara Indonesia mendapat penilaian dari bangsa lain maupun rakyat Indonesia sendiri, bagaimana dengan pelayanan armada penerbangannya, disinilah PT. GI dapat mencerminkan keluwesan dan keramah tamahan serta kesopanan dalam memberikan pelayanan.

    Visi PT. GI menjadi perusahaan penerbangan pilihan utama di Indonesia dan berdaya saing Internasional harus menjadikan PT. GI mendorong karyawan memberikan pelayanan yang good quality, disinilah keunikan yang ada. Karena jika dilihat Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya, kaya akan tradisi, dan kaya akan keramahan, hal ini akan menjadi tolak ukur keindahan Indonesia di mata dunia.

    Misi PT. GI sebagai perusahaan penerbangan pembawa bendera Indonesia mempromosikan Indonesia kepada dunia untuk menunjang pembangunan ekonomi nasional dengan memberikan pelayanan yang profesional sangat unik karena kita mengetahui bahwa negara Indonesia sangat kaya akan keindahan, disinilah PT. GI sangat berperan di garda terdepan dalam hal memberikan pelayan yang baik agar bangsa lain ingin melihat indahnya Indonesia tercinta.
    Dalam Misi melaksanakan usaha jasa angkutan udara yang memberikan kepuasan kepada pengguna jasa dapat memberikan gairah positif kepada karyawan untuk dapat mengembangkan sumber daya manusia yang mereka miliki.

    Misi menghasilkan profit dengan jaringan yang kuat serta secara strategis PT. GI memiliki kargo mampu mengembangkan karyawan agar bisa berdaya saing secara cepat dengan mengutamakan ketelitian pula.

    Dan Misi PT. GI memiliki bisnis unit yang mendukung produk inti untuk meningkatkan profit adalah misi yang unik dan sangat dibanggakan mengingat PT. GI tidak hanya terlena fokus pada produk inti,namun mengembangkan pikiran dan kemampuan untuk bisa memilik bisnis unit lain yang juga menarik untuk pencapaian pendapatan. Karyawan akan terangsang karena PT. GI secara otomatis dapat memberikan peluang bagi karyawan berprestasi agar mampu memegang bisnis unit lain dalam hal promosi karyawan.

    4). Melihat sejarah PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk, berawal dari penerbangan perdana di tahun 1949, Garuda Indonesia, yang sebelumnya bernama Garuda Indonesian Airways, mulai mengembangkan armadanya. Garuda Indonesia pada saat itu mengoperasikan satu pesawat Douglas DC-3 Dakota dan PBY Catalina. Berikutnya, Garuda Indonesia mengoperasikan armada DH Heron and Convair 340.
    Pada tahun 1956, untuk pertama kalinya Garuda Indonesia melayani jamaah haji Indonesia ke tanah suci Mekkah di Saudi Arabia, dengan menggunakan armada Convair 340.

    Periode 1960-an adalah masa dimana Garuda Indonesia tumbuh dengan pesat. Pada tahun 1961, armada Lockheed Electra didatangkan ke Bandara Kemayoran, Jakarta. Lima tahun kemudian, Garuda Indonesia memperkuat armadanya dengan jet empat mesin, yaitu Douglas DC-8. Di samping itu, armada lain seperti DC-3/C-47 Dakota, Convair 340, Convair 440, Lockheed Electra, Convair 990A, Fokker F-27 and DC-8 juga melengkapi kekuatan maskapai Garuda Indonesia.
    Kemudian pada tahun 1976, untuk pertama kalinya Garuda Indonesia mengoperasikan pesawat berbadan lebar Douglas DC-10, yang terdaftar sebagai PK-GIA. Satu tahun kemudian Garuda Indonesia tidak lagi menggunakan pesawat turboprop engine Fokker F-27. Hal ini membuat Garuda Indonesia sebagai satu-satunya maskapai yang hanya mengoperasikan pesawat jet, yaitu dengan armada DC-10, DC-9, DC-8 dan F-28.
    Perkembangan armada yang terus melesat pada tahun 1980, membuat Garuda Indonesia mendatangkan pesawat berbadan lebar Boeing 747-200. Dua tahun kemudian, maskapai membeli pesawat berbadan lebar lainnya, yaitu Airbus A300B4 FFCC (Forward Facing Crew Cockpit). Pesawat dengan kokpit yang berisi dua orang ini adalah ide dari Wiweko Soepono, mantan Presiden Direktur Garuda Indonesia. Pada tahun 1984, barisan armada Garuda Indonesia secara lengkap adalah Boeing 747-200, DC-10, Airbus A300B4, DC-9 and F-28. Dengan 36 unit pesawat F-28, pada saat itu Garuda Indonesia adalah operator F-28 terbesar di dunia.

    Pada tahun 1994, Garuda Indonesia memperkuat armadanya dengan pesawat berbadan paling lebar pada era 90-an, yaitu Boeing 747-400. Sebagai tambahan, barisan armada Garuda Indonesia juga dilengkapi dengan Boeing 737 seri 300, 400 dan 500.

    Selanjutnya pada tahun 2009, Garuda Indonesia menambah armada berteknologi tinggi, dengan memperkenalkan Airbus A330-300 dan Boeing 737-800 Next Generation. Kedua jenis pesawat ini dilengkapi dengan perangkat in-flight entertainment, Audio and Video on Demand (AVOD), di setiap tempat duduknya. Perangkat ini memungkinkan penumpang untuk memilih sendiri berbagai macam hiburan seperti film, program televisi, video musik dan permainan. Sebagai tambahan, tenpat duduk Business Class Garuda Indonesia Airbus A330 juga dapat sepenuhnya berbaring hingga 180 derajat (flat bed seat).
    Pada tahun 2012, Garuda Indonesia kembali menyambut armada baru Bombardier CRJ1000 NextGen.

    Persaingan dari tahun ke tahun dirasakan oleh PT. GI, sehingga PT. GI pada tiap tahunnya juga memberikan pembaharuan pada armada pesawatnya. Maka dari itu, untuk mewujudkan daya saingnya, PT. GI terus memperbaiki programnya dengan berbagai macam strategi bisnis.
    PT. GI terus berupaya keras dalam hal pencapaian tujuan perusahaan. Maka dari itu, dalam hal daya saing, PT. GI melakukan beberapa program yang strategis.
    Garuda Indonesia pada Juli 2009 mengumumkan meluncurkan sebuah rencana ekspansi 5 tahun yang bernama Quantum Leap. Garuda Indonesia mengubah tampilan maskapainya seperti mengubah livery maskapai, seragam staf dan logo. Dalam kurun waktu 5 tahun, Garuda Indonesia menambahkan armadanya dari 62 menjadi 116 pesawat. Quantum Leap yang dilakukan juga untuk menaikkan jumlah penumpang per tahun menjadi 27.6 juta. Dan dalam periode yang sama, jumlah penumpang bertambah sebanyak 10.1 juta dari sewaktu awal program ini dijalankan.

    Lompatan Quantum yang dilakukan oleh Garuda Indonesia :
    1.Menambah Rute Domestik dan Internasional
    Garuda Indonesia menambah tujuan domestik maupun internasional dari 41 menjadi 62. Rute ekspansi mencakup Amsterdam, dengan transit di Dubai, pada tahun 2010. Penerbangan non-stop menggunakan pesawat Boeing 777-300ER dimulai pada tahun 2011. Rute lain ke Hub-hub dunia seperti London, Frankfurt, Paris, Roma, Madrid, Los Angeles, serta kota lainnya akan dibuka kembali.
    2. Pergantian Logo
    3. Skema Warna Baru
    4. Seragam Baru, Kebaya Kartini
    5. Konsep Pelayanan Baru
    6. Sistem Hiburan Avod
    7. Kelas Eksekutif
    8. Kelas Ekonomi
    9. Garuda memasuki bursa saham

    Dengan strategi tersebut, PT. GI bersikap lebih fleksibel untuk mengembangkan pelayanannya untuk berdaya saing dengan armada lainnya, baik secara domestikmaupun mancanegara tanpa menghilangkan budaya asli Indonesia.

    5). Dari segi kompetensi inti, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memiliki pembagian tugas dan wewenang yang dibagi menjadi 3 unsur, antara lain unsur-unsur organisasi induk, unsur pelaksana, dan unsur pendukung.

    PT. GI ini juga menjadikan usahanya bergerak di bidang consumer service sehingga harus memaksimalkan dalam bidang jasa. Selain itu strategi pemasaran yang dilakukan adalah strategi pemasaran total, yaitu Garuda melayani semua segmen pasar yang ada, baik penumpang dengan tujuan bisnis, penumpang dengan tujuan wisatawan, maupun penumpang dengan tujuan pribadi. Strategi tersebut kemudian dijabarkan ke dalam strategi bauran pemasaran yang meliputi strategi produk, strategi harga, strategi distribusi, dan strategi promosi.

    Perusahaan akan dinilai baik jika melaksanakan on time performance dan service yang cepat. Inovasi-inovasi yang ditempuhnya antara lain menjunjung tinggi komitmen pelayanan, zero tolerance untuk keterlambatan/penundaan (kecuali karena alasan keamanan), percepatan penambahan armada, dan ekspansi rutenya benar-benar menjadikan Garuda sebagai penerbangan first class di Tanah Air.

    Struktur organisaisi PT Garuda Indonesia merupakan struktur proyek matriks. Di mana karyawan yang berada di bawah tanggung jawab departemen tertentu memiliki dua manager yang saling berbagi wewenang. Sebagai contoh dalam departemen niaga atau perniagaan terdapat dua manager yaitu manajer secara fungsional maupun proyek. Secara fungsional, General Manajer Area Western Indonesia yang bertanggungjawab pada keputusan promosi, rekomendasi gaji, review tahunan. Serta, manajer yang berperan menjalankan suatu proyek perusahaan. Sehingga perlu adanya komunikasi teratur dan koordinasi kerja dalam menyelesaikan konflik berasaman. Strukrur organisasi bertipe matriks yang dijalankan memberikan keuntungan karena desainnya lentur dan fleksibel, sehingga PT Garuda Indonesia dapat merespon dengan baik setiap perubahan lingkungan eksternal organisasi yang berpengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap lingkungan internal PT Garuda Indonesia dan membuat serta mengambil keputusan secara cepat terhadap perubahan lingkungan yang dihadapi.

    6). Tiga variabel yang harus dipertimbangkan dalam menyusun strategi perusahaan:
    1. Bidang ekonomi: pendapatan masyarakat yang menggambarkan daya beli masyarakat, nilai tukar uang negara untuk memastikan tingkat stabilitas nilai tukar negara sendiri dengan negara lain, dan keanggotaan ekonomi regional.
    2. Bidang politik: peraturan pemerintah yang ada di dalam negeri maupun luar negeri yang harus dipatuhi sesuai hak dan kewajiban, pajak keluar masuk barang (ekspor & impor), stabilitas keamanan suatu negara baik dari segi penjagaan maupun aktivitas teroris jika ada.
    3. Bidang teknologi: komunikasi yang ada baik telephone maupun jaringan internet, peraturan transfer dana, dan teknologi transportasi.

    7). Konsep strategi pemasaran yang digunakan PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk adalah konsep “kenyamanan” untuk meraih konsumen. Untuk itu Garuda Indonesia melakukan beberapa strategi pemasaran sebagai berikut :
    1.Meningkatkan Frekuensi penerbangannya.

    2.Memilih terminal 2 untuk naik-turun penumpang, yang lebih nyaman daripada terminal 1.

    3.Menyediakan snack di pesawat yang lengkap dengan berbagai pilihan minuman.

    4.Makanan dan minuman ditawarkan tergantung lamanya penerbangan. Anggur dan bir juga ditawarkan dalam penerbangan internasional.

    5. Melayani penumpang dengan penuh keramahan.

    6. Melakukan kerjasama dengan Singapore Airline untuk promosi bersama dalam meningkatkan lalu lintas antar kedua Negara, dan pengembangan networking.

    7. Melayani penerbangan untuk umroh dan haji.

    8. Pesawat yang terawat dalam hal safety / keamanan.

    Kenyamanan bagi pelanggan adalah faktor yang sangat penting. Karena kenyamanan ini akan memberikan kepada pelanggan sebuah pengalaman tersendiri, makin bagus makin tak terlupakan, makin besar kemungkinan pelanggan akan puas dan ingin kembali menggunakan layanan Garuda Indonesia pada penerbangan berikutnya. Inilah yang disebut Customer Experience. Penerbangan domestik layanan Garuda Indonesia memberikan kenyamanan yang paling baik. Dimulai dari ketepatan waktu penerbangan, kemudahan reservasi dan berbagai fasilitas city check in, executive lounge, fasilitas GFF (Garuda Frequent Flyers) serta penyajian makanan dan minuman di dalam pesawat, didisain untuk meningkatkan kepuasan pelanggan.

    Dari strategi pemasaran di atas yang dilakukan oleh Garuda Indonesia dimana Garuda Indonesia lebih menawarkan dalam hal kenyamanan penumpang, seperti pramugari yang ramah, ruangan yang safety, dan ketersediaan snack dan minuman, maka Garuda Indonesia dapat memberikan kepuasan lebih kepada konsumennya.

    8). Strategi PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk dikhawatirkan tidak terwujud dalam hal:
    1. Pemberian pelayanan yang tidak baik kepada pengguna jasa penerbangan PT. GI.
    2. PT. GI tidak memberikan pelayanan yang berkualitas sehingga pengguna jasa.
    3. Sumber daya manusia yang tidak mendukung dalam hal pelayanan jasa.
    4. Penurunan harga ticket kepada pengguna jasa yang tidak diimbangi dengan kualitas jasa.

    9). Keputusan strategis perusahaan yang pernah dibuat oleh PT. Garuda Indonesia ( Persero) Tbk:
    1. Corporate Level
    Berbicara mengenai di dalam bisnis apa perusahaan akan berpartisipasi dan pembagian sumber daya ke masing-masing bisnis unit. Berdasarkan corporate level strateginya, maka Garuda Indonesia diklasifikasikan ke dalam perusahaan related diversified firm yaitu perusahaan yang beroperasi di bidang industri yang mirip dan mereka berhubungan satu sama lain melalui operating synergies. Operating synergies ini dapat berupa :
    – kemampuan untuk membagi sumber daya
    – kemampuan untuk membagi core competency (sesuatu yang membuat suatu perusahaan sukses dan memberikan nilai tambah yang signifikan bagi customer).
    2. Bussiness Unit Level
    Fokus dari strategi yang diterapkan pada level bisnis unit ini adalah bagaimana menciptakan dan menjaga keunggulan kompetitif di setiap industri yang dimasukinya. Ciri bisnis unit adalah dapat mengambil keputusan dan memiliki strateginya sendiri-sendiri tapi tujuan utamanya tetap sama dengan perusahaan induknya. Usaha utama Garuda adalah jasa penerbangan, dan business unitnya pun sejalan dengan kegiatan utama perusahaan. Jadi bisa dibilang Garuda menggunakan pola Aviation Business Model untuk mengembangkan usahanya.
    Dalam sebuah perusahaan tentu terdapat faktor lingkungan internal yang menyebabkan strategi bisnis tersebut harus dijalankan. Bisnis membutuhkan lingkungan internal yang mendukung, antara lain sumber daya, kapabilitas, dan kompetensi inti. Ketiga hal itu sangatlah berkaitan satu sama lain.
    Garuda mempunyai anak perusahaan yang mendukung operasinya seperti PT. GMF, PT. GATE (pelatihan pilot), PT Aerowisata (katering penerbangan), PT Abacus (pemesanan tiket, dll). Selain itu garuda juga mengadakan e-auction untuk procurement agar pemeilihan supplier lebih adil dan menguntungkan.
    Garuda Indonesia menguasai 50% pasar penerbangan domestik Untuk penerbangan domestik, Garuda telah menjangkau hampir seluruh kota besar di Indonesia dengan penerbangan yang aman, pelayanan penumpang yang baik, fasilitas pesawat yang cukup memadai.

    Demikianlah jawaban Ujian Tengah Semester Manajemen Strategik tentang maskapai penerbangan PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Terima kasih.

    Komentar oleh Melani Kadar P2C213023 | Mei 16, 2014 | Balas

  11. aa

    Komentar oleh jon | Juni 16, 2014 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: