Johannessimatupang’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

METODE PENELITIAN BISNIS UNTUK PESERTA MM MARET 2014


Pedoman.
1) Peserta diminta mengunduh bahan kuliah pada halaman yg berbeda dengan subjek yang pada blog ini
2) Semua tugas peserta mata kuliah ini diharapkan hanya diunggah pada halaman ini saja

SUKSES UNTUK ANDA
UJIAN TENGAH SEMESTER blog-tabel-UTS Metode Penelitian Bisnis Mei 2014

Iklan

Maret 27, 2014 - Posted by | Uncategorized

24 Komentar »

  1. slmt mlm pak jou, berikut sy kirimkan tgas metode penelitian bisnis
    Nama : Sri handayani
    Nim : P2C213045
    Topik : Pemanfaatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)
    Judul : Efektivitas Pemanfaatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Imigrasi Klas I Jambi
    abstrak :
    Kantor imigrasi Klas I Jambi adalah suatu instansi vertikal dari pemerintah pusat kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dibidang keimigrasian dan merupakan unit pelaksana teknis yang menjalankan fungsi Direktorat Jenderal Imigrasi pada suatu daerah di kota jambi.
    Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) adalah wujud dari pengelolaan keuangan negara yang merupakan instrumen bagi pemerintah untuk mengatur pengeluaran dan penerimaan Negara dalam rangka membiayai pelaksanaan kegiatan pemerintahan dan pembangunan, mencapai pertumbuhan ekonomi, pendapatan nasional, mencapai stabilitas perekonomian dan menentukan arah prioritas pembangunan secara umum. PNBP merupakan bagian dari penerimaan Negara yang juga merupakan salah satu unsur dalam APBN. Penerimaan Negara Bukan Pajak ini merupakan seluruh penerimaan Pemerintah Pusat yang tidak berasal dari penerimaan perpajakan. Kinerja dalam sebuah organisasi merupakan salah satu unsure yang tidak dapat dipisahkan dalam menjalankan tugas organisasi baik itu lembaga pemerintahan maupun swasta. Aparatur adalah perangkat alat Negara pemerintah, para pegawai negeri/Negara, alat kelengkapan Negara. .PNBP harus dikelola dengan baik agar terciptanya efektivitas dalam pemanfaatan PNBP demi terwujudnya kinerja Aparatur Sipil Negara yang baik sesuai dengan Undang – Undang No. 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil dari Penerimaan Negara Bukan Pajak tersebut memberikan manfaat terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara kantor Imigrasi Klas I Jambi.

    Komentar oleh Sri handayani | Maret 27, 2014 | Balas

  2. Nama : Meilanny Purba
    Nim :P2C213024

    Analisis Komparatif Jumlah Pelanggan Pinjaman Bank BUMN dan Bank Swasta dilihat dari Faktor – Faktor yang mempengaruhinya Di Kota Jambi.
    Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui berapa persentase jumlah pelanggan yang macet pinjaman di Bank Swasta dan Bank BUMN, perbedaan suku bunga antara bank Swasta dan Bank BUMN dan mengetahui apakah suku bunga mempengaruhi pelanggan terhadap pembayaran angsuran pinjaman, dalam hal ini pinjaman yang macet serta bagaimana proses pengajuan proses pinjaman,di Bank Swasta dan Bank BUMN sehingga pelanggan lebih memilih Bank BUMN.
    Metode analisis ini menggunakan metode Kuantitatif yang menekankan beberapa variabel dan tujuannya menguji teori dan menegangkan fakta – fakta sehingga perlu hipotesis untuk menjawab masalahnya.

    Komentar oleh Sri handayani | Maret 27, 2014 | Balas

  3. Selamat pagi pak jo, berikut saya kirimkan tugas metode penelitian bisnis MM kelas pagi.
    Nama: Hikcher Pasma Franata (P2C213007)
    Topik Penelitian : Perilaku Konsumen dan loyalitas konsumen (Nasabah)
    Bank BRI Unit Sidomukti
    Rencana Judul : Analisis Pengaruh Tingkat Pendapatan
    Masyarakat Karena Fluktuasi Harga Sawit Terhadap Perilaku Pembayaran
    Kredit Mikro dan Loyalitas Konsumen di BRI Unit Sidomukti Kantor Cabang
    Kuala Tungkal.

    Latar Belakang: Kecamatan Dendang Merupakan sebuah kecamatan di kabupaten
    tanjung jabung timur propinsi jambi dengan populasi penduduk yang merata
    di 7 desa dengan rata-rata bekerja sebagai pekebun sawit, perkembangan
    perekonomian di kecamatan ini mulai membaik sejak tahun 2003 setelah
    masyarakat mengenal dengan tanaman sawit dan hingga saat ini telah menjadi
    lahan penghasilan utama bagi masyarakat.
    Potensi ini yang membuat perekonomian semakin meningkat, hingga akhirnya
    pada tahun 2012 Bank Rakyat Indonesia mulai didirakan di desa sidomukti
    kecamatan dendang, menganalisis bahwasanya pertumbuhan perekonomian
    membaik hingga tahun kedepan dan jumlah uang beredar dimasyarakat
    meningkat maka positioning pelayanan perbankan berupan kredit mikro dan
    simpanan menjadi produk yang diberikan BRI unit sidomukti di kecamatan
    Dendang.
    Setahun setelah berjalan, pertumbuhan kredit mikro dan simpanan pada BRI
    unit Sidomukti meningkat hingga pencapaian target perusahaan tercapai,
    hal ini seiring berjalan dengan perkembangan usaha masyarakat yang
    meningkat dan keinginan mengembangkan usahanya tinggi dan ini tentunya
    sangat dipengaruhi oleh harga TBS (Tadan Buah Segar) yang stabil hingga
    saat ini, sehingga pengaruh tingkat harga mampu mempengaruhi prilaku
    masyarakat terhadap tingkat ekspektsi terhadap produk pinjaman mikro dari
    Bank BRI terutama minat dalam kredit mikro yang diberikan untuk
    perkembangan usaha bagi masyarakat.
    Tujuan Penulisan:
    1.Mengetahui pengaruh fluktuasi nilai harga jual TBS terhadap minat
    masyarakat dalam melakukan pinjaman di BRI
    2.Menganilsa Pengaruh Fluktuasi Harga TBS terhadap loyalitas nasabah BRI
    3.Menganilsa Kempampuan Pengembalian bayar nasabah jika terjadi
    fluktuasi harga TBS
    4.Mengidentifikasi dampak yang akan timbul jika nilai harga sawit tidak
    stabil

    Komentar oleh Hikcher Pasma Franata | Maret 28, 2014 | Balas

  4. Selamat pagi Pak Johannes, berikut saya kirimkan tugas metode penelitian bisnis MM kelas pagi.
    Nama: Doni Ikhsan (P2C213008)
    Topik Penelitian : Penyaluran, Pengembangan dan Implementasi Kredit Mikro Unit Mitra Usaha Singkut 2
    Rencana Judul : Strategi Penyaluran, Pengembangan dan Implementasi Micro Business Bank Mandiri
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor kekuatan, kelemahan, ancaman dan peluang yang dihadapi Bank Mandiri dalam menghadapi persaingan bisnis Mikro.

    Komentar oleh Doni Ikhsan | Maret 28, 2014 | Balas

  5. Semangat pagi pak Jo, salam sukses selalu
    Berikut saya kirimkan tugas Metode Penelitian Bisnis MM kelas pagi.
    Nama: Ratna Wijayanti
    NIM: P2C213009
    Topik Penelitian: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Kredit Macet
    Judul: Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Kredit Macet (Studi Kasus Pada PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. Cabang Mitra Usaha Jambi Singkut).
    Abstrak:
    Maksud dan tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kredit macet pada Bank Mandiri CMU Jambi Singkut. Kredit menjadi pilihan masyarakat sebagai alternatif atau jalan keluar ketika kebutuhan tidak bisa dipenuhi dengan hasil pendapatannya. Kredit selalu dibutuhkan oleh masyarakat baik untuk mengembangkan usahanya ataupun untuk memperluas lahan pertaniannya, selain itu juga untuk memenuhi kebutuhan pribadi ataupun untuk mengembangkan bisnisnya. Semakin meningkatnya kebutuhan tersebut sehingga tren penyaluran kredit semakin naik. Dalam menyalurkan kredit, bank harus menerapkan prinsip selalu berhati-hati. Pertimbangan-pertimbangan tertentu haruslah dilakukan untuk menghindari kesalahan-kesalahan agar tidak menimbulkan resiko kredit macet. Kredit macet dapat diakibatkan dari banyak faktor, baik faktor internal ataupun faktor eksternal. Bank Mandiri CMU Jambi Singkut sendiri menyalurkan kreditnya mayoritas kepada para petani, baik petani kelapa sawit ataupun petani karet dengan agunan sertifikat rumah atau kebun. Selain itu juga kepada PNS dengan agunan SK PNS dan pengusaha kecil menengah karena limit kredit yang diberikan maksimum hanya sebatas 50 juta untuk satu agunan baik berupa rumah ataupun kebun untuk pengajuan pertama kalinya. Mengingat semakin meningkatnya minat masyarakat terhadap kredit, bank sebaiknya memperhatikan dan memperbaiki aspek pengelolaan kredit untuk meminimalisir terjadinya kredit macet.

    Komentar oleh Ratna Wijayanti P2C213009 | Maret 28, 2014 | Balas

  6. Nama : Eben Ezer Siregar
    NIM / Angkatan : P2C213040 / XVIII
    Kelas : Pagi
    Tugas Mata Kuliah : Metode Penelitian Bisnis
    Program : Pasca Sarjana Magister Managemen Universitas Jambi

    Jawaban :

    Judul : “ Analisa Faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen ”

    Kebijakan dividen sangat penting karena mempengaruhi kesempatan investasi perusahaan, harga saham, struktur finansial, arus pendanaan dan posisi likuiditas. Dengan perkataan lain, kebijakan dividen menyediakan informasi mengenai performa (performance) perusahaan. Oleh karena itu, masing-masing perusahaan menetapkan kebijakan dividend yang berbeda-beda, karena kebijakan dividen berpengaruh terhadap nilai perusahaan dalam membayar dividen kepada para pemegang sahamnya,
    Dalam menetapkan kebijakan dividen, seorang manager keuangan menganalisis sampai seberapa jauh pembelanjaan dari dalam perusahaan sendiri yang akan dilakukan oleh perusahaan dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini mengingat bahwa hasil operasi yang ditanamkan kembali dalam perusahaan sesungguhnya adalah dana pemilik perusahaan yang tidak dibagikan sebagai dividen. Oleh sebab itu,atas dasar pertimbangan antara risiko dan hasil, perlu diputuskan apakah lebih baik hasil operasi tersebut dibagikan saja sebagai dividen ataukah ditanamkan kembali dalam bentuk laba ditahan, yang merupakan sumber dana permanen yang perlu dipertimbangkan pemanfaatannya di dalam perluasan dan pengembangan usaha perusahaan
    faktor-faktor penting yang berpengaruh pada pembayaran dividen. Semakin tinggi tingkat petumbuhan perusahaan maka semakin banyak dana yang dibutuhkan oleh perusahaan tersebut untuk investasi, sehingga dana yang tersedia dari laba akan ditahan .

    Komentar oleh Eben Ezer Siregar | Maret 28, 2014 | Balas

  7. Nama : Ida Royani Sijabat
    NIM : P2C213030

    PT. Intitirta Primasakti merupakan perusahaan PKP2B (Perjanjian Karya Pengusahaan pertambangan batubara ) generasi ke III, yang mulai beroperasi sejak tahun 1997 melalui SK No.371/2012/DJP/K/97. Areal kerja perusahaan berada di Kabupaten Sarolangun Dan Kabupaten Batanghari Propinsi Jambi Seluas 25.900Ha.
    Adapun maksud dari penelitian ini adalah untuk menelaah bentuk cash flow pada sebuah anak perusahaan yang belum mencatatkan laba. Selama perusahaan ini beroperasi sejak tahun 1997 sampai tahun 2014 telah dilakukan penanaman modal sebagai pemenuhan kewajiban terhadap pemerintah. Namun pun demikian sampai dengan saat ini kegiatan produksi batubara belum dilakukan mengingat kualitas batubara yang mencapai tingkat ke ekonomisan terhadap biaya penambangannya.
    Metode yang dilakukan berupa studi literatur laporan keuangan dan RKAB (Rencana Kerja Anggaran Belanja) selama 5 tahun terakhir. Kajian ini menggambarkan bagaimana strategi sebuah perusahaan batubara yang menginvestasikan modalnya dalam kurun waktu 17 tahun dan tanpa adanya penjualan batubara. Dengan memahami strategi investasi tanpa adanya laba kita dapat mengetahui bagaimana sebuah perusahaan energy menyadari arti pentingnya ketersediaan energi yang murah ( batubara) dimasa yang akan datang.

    Komentar oleh Ida Royani Sijabat | Maret 28, 2014 | Balas

  8. Nama : Johni Paul Karolus Pasaribu
    NIM : P2C213005

    Topik Penelitian : Strategi pelayanan meningkatkan penjualan tiket
    Rencana Judul : Analisis strategi pelayanan via telepon dalam meningkatkan penjualan tiket pesawat Sriwijaya Air pada PT. Sriwijaya Air Distrik Jambi

    Abstrak :
    Transportasi udara merupakan solusi perjalanan banyak masyarakat kelas menengah ke atas dalam menempuh waktu yang singkat dan cepat, banyak faktor masyarakat banyak memilih transportasi udara untuk kepentingan tertentu. Hal ini memberikan perusahaan maskapai penerbangan dalam melayani transportasi udara untuk meningkatkan jumlah penumpang burung emas ini.
    Ada banyak cara dan strategi dari perusahaan jasa transportasi memberikan pelayanan terbaik menyangkut persaingan bisnis dengan perusahaan transportasi udara lainnya secara sehat. Dimana PT. Sriwijaya Air distrik jambi memiliki cara yang khas melayani dalam meningkatkan penjualan tiket sementara harga tiket ditentukan oleh pusat.

    Komentar oleh johnipasaribu | Maret 28, 2014 | Balas

  9. Selamat sore Pak Jo…
    Tugas Metode Penelitian Bisnis Kelas Pagi
    Nama : EBTA SYAFRIZAL S. MUHI
    NIM : P2C213015

    Perkembangan teknologi dan informasi serta adanya peraturan-peraturan baru akan menuntut para Aparatur Sipil Negara untuk bekerja lebih keras lagi dan harus mampu berkompetisi agar tercipta pelayanan masyarakat yang prima. Untuk itu sumber daya manusia dalam hal ini aparatur sipil Negara harus dibekali dengan pendidikan dan pelatihan untuk menciptakan keunggulan kompetitif.
    Demikian juga aparatur sipil Negara yang ada pada Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi Kab. Tanjung Jabung Barat yang pada saat ini sudah banyak dari sumber daya manusianya mengikuti pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan baik dari pemerintah daerah sendiri, maupun pelatihanan dan pendidikan yang dilaksanakan oleh Kementrian dan Dirjen Perhubungan untuk mendapatkan sertifikat kompetensi.
    Tujuan kita dari uraian diatas adalah dapat melihat seberapa besar pengaruh pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja, kompetensi dan keunggulan kompetitif pegawai pada Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi Kab. Tanjung Jabung Barat

    Komentar oleh EBTA SYAFRIZAL S. MUHI | Maret 28, 2014 | Balas

  10. Selamat malam Pak jo…Salam Hormat Saya untuk Pak Jo Sekeluarga…..

    NAMA : ANDRI FARIKO
    NIM : P2C213036
    PROGRAM PASCA SARJANA MM UNTUK KELAS PAGI
    Tujuan Penelitian : untuk mendiskripsikan bagaimana pelaksanaan peran pemimpin dalam meningkatkan kinerja pegawai sebagai motivator dan untuk mendiskripsikan kendala-kendala yang dihadapi pemimpin dalam meningkatkan kinerja pegawai.

    Judul : Peran Pemimpin Dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai Pada Dinas Pendidikan kabupaten tanjung Jabung Barat – Khususnya Pada Kantor UPTD pendidikan Kecamatan Tungkal Ilir

    Peran pemimpin dalam meningkatkan kinerja pegawai merupakan salah satu kunci sukses bagi keberhasilan seluruh organisasi. Dalam meningkatkan kinerja pegawai sangat menentukan dalam mengarahkan sikap dan perilaku pribadi seseorang untuk dapat bersikap dan berperilaku sesuai dengan aturan yang ditentukan dalam menunjang tercapainya tujuan organisasi. Suatu ungkapan betapapun canggih suatu peralatan kerja, tersedianya biaya serta prosedur kerja namun jika anggota organisasi berperilaku tidak sesuai misi organisasi maka akan berakibat pada gagalnya pencapaian tujuan organisasi. Disinilah letak pentingnya faktor manusia dibandingkan dengan sumber daya lainnya. Oleh sebab itu pegawai sebagai sumber daya manusia dalam suatu organisasi harus di bina, di arahkan serta di tingkatkan kemampuannya untuk memperlancar tugas dan pekerjaannya sebagai pegawai negeri.
    Dimana peran pemimpin dalam meningkatkan motivasi kinerja pegawai dalam organisasi pemerintahan di dinas Pendidikan Kabupaten Tanjung Jabung Barat Khusus nya pada UPTD Pendidikan kecamatan Tungkal Ilir harus mempunyai kemampuan yang tinggi baik tingkat pendidikan dan pengalaman serta di tunjang dengan kesadaran di dalam mencapai tujuan tertentu. Sebagaimana pegawai negeri pada umumnya pegawai negeri yang ada di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjung Jabung Barat Khusus nya Pada UPTD Pendidikan Kecamatan Tungkal Ilir yang mana pegawai – pegawainya diberikan tugas-tugas yaitu Mampu memberikan pelayanan yang baik bagi Pengawas untuk Pengawas di tingkat Sekolah dasar, Guru – Guru pada Tingkat Sekolah Dasar serta Murid – murid yang ada di Sekolah dasar yang ada didalam wilayah Kecamatan Tungkal Ilir – Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang pelaksanaannya menuntut adanya motivasi, Pelatihan dan Pengarahan dari pemimpin yaitu dari Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Tungkal Ilir itu sendiri.
    Untuk meningkatkan kinerja pegawai di perlukan peran Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Tungkal Ilir selaku pemimpin dan pembina dalam organisasi yang ada pada UPTD Pendidikan Kecamatan Tungkal Ilir Tersebut, sehingga dengan begitu pegawai akan semakin mampu dan mudah dalam menjalankan tugasnya, dengan begitu tujuan dari UPTD Pendidikan Kecamatan Tungkal Ilir akan tercapai secara efektif dan efisien.
    Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana peran pemimpin dalam memotivator kinerja pegawai di di Kantor UPTD Pendidikan Kecamatan Tungkal Ilir dan kendala-kendala apa saja yang dihadapi seorang pemimpin dalam meningkatkan kinerja pegawai ?

    Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan bagaimana pelaksanaan peran pemimpin dalam meningkatkan kinerja pegawai sebagai motivator dan untuk mendiskripsikan kendala-kendala yang dihadapi pemimpin dalam meningkatkan kinerja pegawai, Sebagai sumbangan pemikiran dalam upaya meningkatkan kinerja pegawai di Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjung Jabung Barat – Khususnya pada UPTD pendidikan Kecamatan Tungkal Ilir , Kepala UPTD pendidikan Kecamatan Tungkal Ilir hendaknya memberikan contoh yang baik dan mengusahakan untuk lebih mengmbangkan SDM serta memberikan tindak lanjut dari ditemukannya pengawasan tersebut.

    Komentar oleh Andri Fariko | Maret 28, 2014 | Balas

  11. Selamat Pagi Pak Jo…
    Tugas Metode Penelitian Bisnis Kelas Pagi

    NAMA : MARYANI A. SYUKUR
    NIM : P2C213011

    ANALISIS KINERJA PETUGAS LAPANGAN DALAM UPAYA KEBERHASILAN PEMBANGUNAN KEBUN BIBIT RAKYAT DI WILAYAH KERJA BPDAS BATANGHARI JAMBI
    ABSTRAK :

    Peran sumberdaya hutan dan kehutanan dimasa yang akan datang sangat strategis dalam menjamin kelangsungan pembangunan nasional. Dengan jiwa reformasi dan keterbukaan maka kebijakan pemerintah lebih berorientasi kepada aspek peningkatan kesejahteraan masyarakat disamping aspek ekonomi, lingkungan/ekologis, dan keanekaragaman hayati salah satunya dengan Program Pembangunan Kebun Bibit Rakyat (KBR). Program ini dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kehutanan yaitu Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Batanghari (BPDAS Batanghari) di Provinsi Jambi.

    Penelitian ini bertujuan untuk menguji, mengetahui dan membuktikan analisis kinerja petugas lapangan dalam upaya keberhasilan pembangunan Kebun Bibit Rakyat (KBR) di wilayah kerja BPDAS Batanghari Jambi.

    Populasi dalam penelitian ini adalah semua petugas lapangan Kebun Bibit Rakyat sebanyak 49 orang. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah data primer berupa pengisian kuesioner dan wawancara sedangkan data sekunder berupa data yang diperoleh dari BPDAS Batanghari Jambi. Penelusuran hasil-hasil penelitian juga melalui studi pustaka yang ada relevansinya dengan penelitian ini.

    Komentar oleh Maryani A. Syukur | Maret 29, 2014 | Balas

  12. Nama : Eben Ezer Siregar
    NIM/ Angkatan : P2C213040
    Kelas : Pagi
    Tugas Mata Kuliah : Metode Penelitian Bisnis
    Program : Pascasarjana Magister Managemen Universitas Jambi

    Jawaban :
    Judul ‘ Analisa faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen’
    Kebijakan dividen sangat penting Karen mempengaruhi kesempatan investasi perusahaan, harga saham, struktur financial, arus pendanaan dan posisi likuiditas. Dengan perkataan lain, kebijakan dividen menyediakan informasi mengenai perfoma ( performance) perusahaan. Oleh karena itu, masing-masing perusahaan menetapkan kebijakan dividen yang berbeda-beda, karena kebijakan dividen berpengaruh terhadap nilai perusahaan dalam membayar dividen kepada para pemegang sahamnya.
    Dalam Menetapkan kebijakan dividen, seorang manager keuangan menganalisa sampai seberapa jauh pembelanjaan dari dalam perusahan sendiri yang akan dilakukan oleh erusahaan dapat dipertangungjawabkan. Hal ini mengingat bahwa hasil operasi yang ditanamkan kembali dalam perusahaan sesunguhnya adalah dana pemiliki perusahaan yang tidak dapat dibagikan sebagai dividen. Oleh sebab itu, atas dasar pertimbangan antara resiko dan hasil operasi tersebut dibagikan saja dividen ataukah ditanamkan kembali dalam bentuk laba di tahan, yang merupakan sumber dana permanen yang perlu dipertimbangkan pemanfaatannya di dalam perluasan dan pengembangan usaha perusahaan.
    Faktor –faktor penting yang berpengaruh pada pembayaran dividen. Semakin tinggi tingkat pertumbuhan perusahaan maka semakin banyak dana yang dibutuhkan oleh perusahaan tersebut untuk investasi, sehingga dana yang tersedia dari laba akan di tahan.

    Komentar oleh Eben Ezer Siregar | Maret 29, 2014 | Balas

  13. selamat pagi n salam sejahtera pak jo, bersama ini terlampir saya sampaikan tugas metodologi penelitian :
    nama : aris tri saputra
    nim : P2C213004
    abstrak :
    Transformasi PT Jamsostek (Persero) menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK) sesuai amanat UU 24 2011 dan UU 40 2004 tentang Sistem Jaminam Sosial Nasional, telah memberikan dinamika perubahan pola kerja Marketing Officer perihal memberikan informasi mengenai penyelenggaraan program Jaminan Sosial kepada peserta dan perusahaan serta strategi peningkatan dan kontiunitas kepesertaan Program BPJS TK.
    kelak abstrak ini diharapkan dapat mengetahui strategi yang tepat bagi Marketing Officer dalam mensukseskan SJSN di wilayah kerja kacab muaro bungo.

    Komentar oleh aris tri saputra | Maret 29, 2014 | Balas

  14. TUGAS METODE PENELITIAN BISNIS
    Nama : RIKI YANTO
    NIM : C2B012038
    Dosen : Dr. Johannes Simatupang, SE., M.Si

    PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN DISIPLIN TERHADAP KINERJA PEGAWAI UPTD BALAI PELAYANAN KEMETROLOGIAN DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI JAMBI

    Abstrak
    UPTD Balai Pelayanan Kemetrologian Disperindag Provinsi Jambi ini merupakan Bagian dari Unit Pelaksana Teknis Dinas dibawah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi. UPTD Balai Pelayanan Kemetrologian Disperindag ini dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah No. 14 Tahun 2008 dan PERGUB No. 1 Tahun 2009. Untuk memungut retribusi tera/tera ulang berdasarkan PERDA Provinsi Jambi No. 2 tahun 2012 tentang Jenis dan Tarif Retribusi Tera/Tera Ulang. Tugas dari UPTD Balai Pelayanan Kemetrologian Disperindag adalah melaksanakan sebagian kewenangan dan tugas teknis tertentu yang diberikan Dinas Perindustrian dan perdagangan dan penyiapan pembinaan dan pengawasan kegiatan kemetrologian berdasarkan perundangan-undangan yang berlaku kemudian menerapkan dan mengimplementasikan prinsip-prinsip dan pelaksanaan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1981 Tentang Metrologi Legal (UUML) dan peraturan pelaksanaannya yang bertujuan untuk melindungi kepentingan umum dalam hal jaminan kebenaran pengukuran serta standar ukuran, metode pengukuran dan alat-alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya (UTTP).
    Visi UPTD Balai Pelayanan Kemetrologian Disperindag Provinsi JambiMenjamin tertib ukur disegala bidang guna melindungi kepentingan umum ( konsumen dan Produsen) untuk menciptakan daya saing produk Jambi di pasar local maupun nasional, Misi UPTD Balai Pelayanan Kemetrologian Disperindag Provinsi Jambi Melakukan pembangunan dan pengembangan sistem Metrologi Legal melalui penggunaan satuan ukuran, penggunaan dan pengelolaan satandar ukuran, metode pengukuran dan ketentuan UTTP berdasarkan UUML, guna menjamin kebenaran pengukuran yang sama baik di dalam negeri maupun internasional

    UPTD Balai Pelayanan Kemetrologian ini merupakan salah satu dari banyak instansi pemerintahan yang memiliki peran penting dalam mewujudkan kualitas pelayanan publik yang prima. Kegiatan UPTD Balai Pelayanan Kemetrologian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi adalah kegiatan Tera/ tera ulang UTTP di 9 Kabupaten dan 2 Kota di Provinsi Jambi. Kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun demi menjaga tertib ukur dan untuk merealisasikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditargetkan melalui pungutan retribusi tera/tera ulang.
    Keberhasilan dalam pengelolaan serta pencapaian kinerja yang baik, akan dapat dicapai apabila faktor kemimpinan yang baik, dan disiplin pegawai yang baik sehingga pada akhirnya nanti diharapkan dapat memberikan kualitas kinerja yang baik sesuai Tugas, Pokok dan fungsi serta visi dan misi UPTD Balai Pelayanan Kemetrologian. Pegawai Negeri Sipil dikatakan mempunyai kinerja yang baik, antara lain bila mematuhi segala aturan yg telah ditetapkan dalam suatu organisasi sesuai dengan Surat Edaran nomor : SE/28 /MENPAN/10/2004 Tanggal 10 oktober 2004 tentang Penataan pegawai Negeri Sipil (PNS).

    Berdasarkan uraian diatas maka dapat dirumuskan tujuan penelitian ini adalah : Bagaimana gambaran kepemimpinan, dan disiplin pegawai, serta kinerja di UPTD Balai Pelayanan Kemetrologian? Adakah pengaruhnya kepemimpinan, dan disiplin pegawai terhadap kinerja? Seberapa besar pengaruh masing-masing variable kepemimpinan, dan disiplin pegawai terhadap kinerja? selanjutnya manakah variable yang lebih dominan berpengaruh antara kepemimpinan, dan disiplin pegawai terhadap kinerja?

    Komentar oleh RIKI YANTO | Maret 29, 2014 | Balas

  15. Selamat Malam Pak Jo, berikut saya kirimkan tugas Metode Penelitian Bisnis.
    Nama : IPENTILIANA
    NIM : P2C213029
    Judul : Pengaruh Kualitas Sumber Daya Manusia Komitmen dan Motivasi terhadap Kinerja Pegawai pada Badan Kepegawaian,Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kabupaten Batang Hari

    Latar Belakang
    Pemerintah yang baik (good goverment) merupakan issue yang penting dalam pengelolaan administrasi publik. Untuk melaksanakan penyelenggaraan pemerintah yang baik adalah dengan meningkatkan tingkat pengetahuan masyarakat, disamping adanya pengaruh globalisasi. Pelaksanaan reformasi diberbagai bidang mengharuskan pemerintah menanggapi tuntutan masyarakat, salah satu tuntutan dimaksud adalah pelaksanaan otonomi daerah secara luas, nyata dan bertanggung jawab. Semangat reformasi telah mewarnai pandangan aparatur pemerintah. Untuk mewujudkan administrasi negara yang mampu dalam kelancaran dan ketepatan pelaksanaan tugas dan fungsi penyelenggaraan pemerinta dan pembangunan.
    Sumber daya manusia merupakan suatu hal yang sangat penting bagi setiap organisasi sehingga perlu dikelola, diatur dan dimanfaatkan agar dapat berfungsi secara produktif untuk mencapai tujuan organisasi. Demikian pula sumber daya manusia yang dimiliki oleh suatu organisasi perlu dikelola secara profesional agar terwujud keseimbangan antara kebutuhan pegawai dengan tuntutan dan kemampuan organisasi.
    Perlu disadari, bahwa untuk mengimbangi perubahan-perubahan dan kemajuan dalam berbagai aspek yang mempengaruhi beban kerja pimpinan dituntut tersedianya tenaga kerja yang setiap saat dapat memenuhi kebutuhan. Untuk itu, membuat seseorang pimpinan harus dapat mengelola sumber daya secara efektif dan efesien terutama dalam pengelolaan sumber daya manusia. Dalam kondisi seperti ini, bagian kepegawaian juga dituntut harus selalu mempunyai strategi baru untuk dapat mengembangkan dan mempertahankan pegawai yang cakap yang diperlukan oleh suatu instansi (Widjaja, 1995:168).
    Keberadaan manusia dalam organisasi memiliki posisi yang sangat vital. Keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh kualitas orang-orang yang bekerja didalamnya. Perubahan lingkungan yang begitu cepat menuntut kemampuan mereka dalam menangkap fenomena perubahan tersebut,menganalisa dampaknya terhadap organisasi dan menyiapkan langkah-langkah guna menghadapi kondisi tersebut. Menyimak kenyataan di atas maka peran manajemen sumber daya manusia dalam organisasi tidka hanya sekedar administrasi tetapi justru lebih mengarah pada bagaimana mampu mengembangkan potensi sumber daya manusia agar menjadi kreatif dan inovatif.
    Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai unsur utama sumber daya manusia aparatur negara yang mempunyai peranan, yang menentukan keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.
    Sesuai dengan tuntutan nasional dkanan tantangan global, untuk mewujudkan keperimtahan yang baik diperlukan sumber daya manusia aparatur yang memiliki kompetensi jabatan dalam penyelenggaraan negara dan pembangunan. Untuk menciptakan sumber daya manusia aparur yang memiliki kompetensi tersebut diperlukan peningkatan mutu profesionalisme, sikap pengabdian dan kesetiaan pada perjuangan bangsa dan negara, semangat kesatuan dan persatuan, dan pembangembangan wawasan Pegawai Negeri Sipil. Kinerja pegawai yang merupakan hasil olah pikir dan tenaga dari seorang pegawai terhadap pekerjaan yang dilakukannya, dapat berujud, dilihat, dihitung jumlahnya, akan tetapi dalam banyak hal hasil olah pikiran dan tenaga tidak dapat dihitung dan dilihat, seperti ide-ide pemecahan suatu persoalan, inovasi baru suatu produk barang atau jasa, bisa juga merupakan penemuan atas prosedur kerja yang lebih efesien. Faktor penting yang menentukan kinerja pegawai dan kemampuan organisasi beradaptasi dengan perubahan lingkungan.
    Penurunan kinerja pegawai dapat menimbulkan perasaan yang tidak nyaman bagi pegawai, sehingga menyebabkan ketidakberdayaan dan kekhawatiran. Selain itu adanya sikap kurang percaya diri terhadap kemampuannya sendiri terkadang berdampak negatif pada kinerjanya. Kegagalan kerja pegawai dipandang oleh sebagian pegawai sebagai penilaian dari pimpinan, di sisi lain keberhasilan pegawai dipandang sebagai hasil dari kemampuannya sendiri. Selain hal mengenai locus of control masih ada lagi faktor yang dapat mempengaruhi kinerja pegawai yaitu kepuasan kerja. Kepuasan kerja pegawai merupakan elemen penting dalam menentukan keberhasilan suatu organisasi.
    Motivasi adalah dorongan, baik dari dalam maupun dari luar diri manusia untuk menggerakkan dan mendorong sikap dan tingkah lakunya dalam bekerja. Semakin tinggi motivasi seseorang, akan semakin kuat dorongan yang timbul untuk bekerja lebih giat sehingga dapat meningkatkan prestasi kerjanya. Kepuasan kerja merupakan keadaan emosional yang menyenangkan atau tidak menyenangkan pegawai yang berhubungan dengan kerjaannya. Semakin tinggi tingkat kepuasan kerja maka semakin senang pegawai dalam melaksanakan pekerjaannya yang pada akhirnya dapat meningkatkan prestasi kerjanya. Kondisi kerja yang kurang baik dapat menyebabkan rendahnya prestasi kerja pegawai.
    Seseorang yang sangat termotivasi yaitu orang yang melaksanakan upaya subtansial, guna menunjang tujuan-tujuan produksi kesatuan kerjanya dan organisasi dimana ia bekerja. Seseorang yang termotivasi hanya memberikan upaya minimum dalam hal bekerja motivasi merupakan sebuah konsep penting dalam studi kerja individu (Winardi, 2001:2). Berdasarkan keterangan-keterangan yang telah dikemukakan tersebut, maka dalam penelitian ini penulis menentukan judul: “Pengaruh Sumber Daya Manusia, Komitmen dan Motivasi terhadap Kinerja Pegawai Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kabupaten Batang Hari”

    Rumusan Masalah
    1. Apakah Kualitas Sumber Daya Manusia berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai pada Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kabupaten Batang Hari?
    2. Apakah Komitmen berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai pada Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kabupaten Batang Hari?
    3. Apakah Motivasi berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai pada Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kabupaten Batang Hari?
    4. Diantara Kualitas Sumber Daya Manusia, Komitmen dan Motivasi manakah yang mempunyai pengaruh dominan terhadap Kinerja Pegawai pada Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kabupaten Batang Hari?

    Manfaat Penelitian
    1. Sebagai bahan masukan untuk referensi penelitian yang lebih lanjut.
    2. Untuk menambah wawasan peneliti dalam mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama ini.
    3. Bagi Pemerintah Daerah khususnya Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kabupaten Batang Hari, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai pertimbangan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan upaya peningkatan kinerja pegawai.
    4. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan referensi bagi para akademisi khususnya peneliti lanjutan untuk melaksanakan penelitian sejenis atau penelitian dibidang yang sama.
    5. Menambah khasanah ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang pengembangan sumber daya manusia

    Komentar oleh IPENTILIANA | Maret 30, 2014 | Balas

  16. Selamat malam Pak Jo, berikut saya kirimkan tugas Metode Penelitian Bisnis.
    Nama : ISKANDAR MUDA
    NIM : P2C213057
    Judul : Analisis Pengaruh Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) dan Disiplin Kerja terhadap Pegawai BPKAD
    Provinsi Jambi

    ABSTRAK
    Penelitian ini akan mengungkap isu pokok tentang kinerja pegawai dan hubungannya dengan Tunjangan Kinerja Daerah dan disiplin kerja, khususnya di BPKAD Provinsi Jambi.
    Tujuan pokok penelitian ini adalah :
    1. Untuk memperoleh gambaran tentang tunjangan kinerja daerah, disiplin kerja dan kinerja pegawai BPKAD
    Provinsi Jambi
    2. Menganalisis pengaruh tunjangan kinerja daerah (TKD) dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai BPKAD
    Provinsi Jambi

    Komentar oleh Iskandar | April 2, 2014 | Balas

  17. Selamat malam pak Jo,
    Berikut saya kirimkan tugas metode penelitian bisnis MM kelas pagi.

    Nama : Elmi Suryani ( P2C213034)
    Topik Penelitian : Budaya Kerja, Kemampuan dan Komitmen Pegawai
    Negeri Sipil
    Rencana Judul : Budaya Kerja, Kemampuan dan Komitmen Pegawai
    Negeri Sipil di Balai Karantina Pertanian Kelas I Jambi
    Latar Belakang :
    Balai Karantina Pertanian Kelas I Jambi merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
    1. Sasaran dalam rangka mencapai Tujuan Pembangunan Badan Karantina Pertanian adalah sebagai berikut :
    2. Mencegah masuknya Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) dari luar negeri ke dalam Negara Republik Indonesia ;
    3. Mencegah tersebarnya Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Ka-rantina (OPTK) dari satu area ke area lain di wilayah Negara Republik Indonesia ;
    4. Mencegah keluarnya Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) tertentu dari wilayah Negara Republik Indonesia apabila negara tujuan menghendaki atau mempersyaratkannya ;
    5. Penerapan peraturan perundang-undangan Karantina dan tindak keWasdakan ;
    6. Pengembangan Laboratorium Balai Karantina Pertanian Kelas I Jambi sebagai alat dalam pelaksanaan tugas operasional
    Budaya kerja merupakan salah satu elemen kunci pengelolaan sumber daya manusia dalam mencapai sasaran tersebut diatas, maka penting bagi penulis menganalisis budaya kerja yang ada di Balai Karantina Pertanian Kelas I Jambi guna meningkatkan kemampuan dan komitmen sesuai dengan tugas pokok dan fungsi pegawai. Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah yang ada, penelitian ini bertujuan untuk :
    1. menganalisis budaya kerja yang terdiri dari kejujuran, ketekunan, kreativitas, kedisiplinan serta kemampuan dan komitmen pegawai negeri sipil di Balai Karantina Pertanian kelas I Jambi.
    2. menganalisis variabel yang berpengaruh terhadap budaya kerja, kemampuan dan komitmen pegawai negeri sipil di Balai Karantina Pertanian kelas I Jambi.

    Komentar oleh Elmi Suryani | April 5, 2014 | Balas

    • revisi
      berikur saya kirimkan revisi tugas saya diatas
      Nama : Elmi Suryani ( P2C213034)
      Topik Penelitian : Budaya Kerja, Kemampuan dan Komitmen Pegawai
      Negeri Sipil
      Rencana Judul : Budaya Kerja, Kemampuan dan Komitmen Pegawai
      Negeri Sipil di Balai Karantina Pertanian Kelas I Jambi
      Latar Belakang :
      Balai Karantina Pertanian Kelas I Jambi merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
      Sasaran dalam rangka mencapai Tujuan Pembangunan Badan Karantina Pertanian adalah sebagai berikut :
      1. Mencegah masuknya Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) dari luar negeri ke dalam Negara Republik Indonesia ;
      2. Mencegah tersebarnya Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Ka-rantina (OPTK) dari satu area ke area lain di wilayah Negara Republik Indonesia ;
      3. Mencegah keluarnya Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) tertentu dari wilayah Negara Republik Indonesia apabila negara tujuan menghendaki atau mempersyaratkannya ;
      4. Penerapan peraturan perundang-undangan Karantina dan tindak keWasdakan ;
      5. Pengembangan Laboratorium Balai Karantina Pertanian Kelas I Jambi sebagai alat dalam pelaksanaan tugas operasional
      Budaya kerja merupakan salah satu elemen kunci pengelolaan sumber daya manusia dalam mencapai sasaran tersebut diatas, maka penting bagi penulis menganalisis budaya kerja yang ada di Balai Karantina Pertanian Kelas I Jambi guna meningkatkan kemampuan dan komitmen sesuai dengan tugas pokok dan fungsi pegawai.
      Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah yang ada, penelitian ini bertujuan untuk :
      1. menganalisis budaya kerja yang terdiri dari kejujuran, ketekunan, kreativitas, kedisiplinan serta kemampuan dan komitmen pegawai negeri sipil di Balai Karantina Pertanian kelas I Jambi.
      2. menganalisis variabel yang berpengaruh terhadap budaya kerja, kemampuan dan komitmen pegawai negeri sipil di Balai Karantina Pertanian kelas I Jambi.

      Komentar oleh Elmi Suryani | April 5, 2014 | Balas

  18. Nama : Imas Yunismana
    NIM : P2C213049
    Kelas : Pagi

    Judul : PERMASALAHAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH

    Pemberian otonomi kepada daerah melalui desentralisasi dalam sebuah Negara kesatuan akan membawa resiko-resiko terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan, khususnya mengenai hubungan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Tidak hanya itu, desentralisasi juga dalam praktiknya memberikan pelayanan umum yang lebih baik dan menciptakan proses pengambilan keputusan publik yang lebih demokratis. Namun, praktik desentralisasi justru melahirkan berbagai persoalan di daerah, tidak saja mengenai pengelolaan keuangan, tetapi juga sumberdaya daerah yang lain, yang membutuhkan pengelolaan secara profesional dan sistematis. Pengelolaan keuangan daerah sering menghadapi masalah ketika perencanaan dan penganggaran tidak dilakukan dan berjalan dengan baik. Gagal dalam merencanakan sesungguhnya merencanakan sebuah kegagalan.

    Dualisme peraturan yang ada selama ini menimbulkan kebingungan dan ketidakpastian dalam pengelolaan keuangan daerah. Betapa tidak, ada dua magnet besar yang menjadi “kiblat” pengelolaan keuangan daerah. Di satu sisi, pemerintah daerah harus tunduk pada paket UU Keuangan Negara yaitu UU No 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara, UU No. 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, UU No 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan dan Pertanggungjawaban Pengelolaan Keuangan Negara, dan UU No 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Di sisi lainnya, Pemda harus tunduk pada paket UU Pemerintahan Daerah dan turunannya yaitu UU No 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, PP No. 58 tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, dan Permendagri No. 13 tahun 2006 beserta perubahannya.

    Ini tentunya merupakan masalah besar yang sulit dipecahkan. Tidak bisa dipungkiri bahwa dua kekuatan yang selama ini menjadi regulator pengelolaan keuangan daerah yaitu Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri memiliki kebijakan tersendiri yang dalam beberapa hal berbeda sehingga menimbulkan tanda tanya besar di daerah. Pengelola Keuangan Daerah dibuat bingung harus memakai peraturan yang mana. Ketika mereka mengunakan peraturan perundang-undangan yang dikeluarkan Kemendagri, mereka pada akhirnya harus menyesuaikan dengan peraturan yang dikeluarkan Kementerian Keuangan ketika menyusun laporan keuangan, daerah harus menyusun laporan keuangan berdasarkan Permendagri No. 13 tahun 2006 kemudian mereka harus mengkonversi laporan keuangan tersebut berdasarkan SAP. Akan ada pekerjaan ganda, sehingga menimbulkan inefisiensi waktu, tenaga, dan biaya. Akan ada standar ganda yang berbeda di daerah, sehingga penyusunan dan pengintegrasian pelaporan keuangan daerah sulit dilaksanakan. Selain itu resiko terjadinya kesalahan dalam pelaksanaan maupun pencatatan sangat besar.

    Komentar oleh Imas Yunismana | April 7, 2014 | Balas

  19. Semangat pagi Pak Jo
    Berikut saya kirimkan tugas Metode Penelitihan Bisnis Kelas pagi
    Nama : Elmi Suryani
    NIM : P2C213034
    Topik Penelitihan : Gaya Kepemimpinan Transformasional, Budaya Kerja dan Disiplin Kerja Pegawai
    Judul : Pengaruh Gaya Kepemimpinan Tranformasional dan Budaya Kerja terhadap Disiplin Kerja Pegawai Negeri pada Balai Karantina Pertanian Kelas I Jambi
    Latar Belakang :
    Bahwa dalam rangka peningkatan kinerja serta demi kelancaran pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Badan Karantina Pertanian pada UPT Lingkup Badan Karantina Pertanian, dipandang perlu adanya penataan komposisi kepegawaian Pegawai Negeri Sipil, dan penataan semata-mata untuk kepentingan dinas, pada kurun waktu 10 tahun terakhir ini Balai Karantina Pertanian Kelas I Jambi telah 3 kali terjadi mutasi alih tugas pimpinan, dan pada kesempatan kali ini penulis akan meneliti sejauh mana pengaruh gaya kepemimpinan transformasional yang saat ini diterapkan oleh pimpinan dan budaya kerja terhadap disiplin kerja pegawai di Balai Karantina Pertanian Kelas I Jambi.

    Komentar oleh Elmi Suryani | April 8, 2014 | Balas

  20. Nama : Hendri
    Nim : P2C213013
    Kelas : Pagi
    Tugas Mata Kuliah : Metode Penelitian Bianis
    Program : Pasca Sarjana Magister Manajemen Universitas Jambi

    Topik Penelitian : Pelaksanaan pemberian motivasi kerja pegawai pada kantor bersama samsat jambi

    Abstrak
    Latar Belakang
    Era teknologi dan informasi yang sedang berkembang sangat banyak membawa kemajuan dalam kehidupan umat manusia dan kinerja para pegawai. Kemajuan yang dialami termasuk perkembangan di bidang ilmu pengetahuan baik ekonomi, pembangunan, maupun teknologi. Untuk mengimbangi penemuan-penemuan tersebut diperlukan suatu keterampilan bagi pimpinan dalam memimpin para pegawainya agar memiliki kemampuan dalam melaksanaksan tugas yang diberikan serta menyelesaikan tugas dengan baik sesuai dengan program yang diharapkan. Keberhasilan seorang pimpinan suatu organisasi sebagian besar melalui bawahan atau pegawai, oleh sebab itu penting bagi seorang pimpinan untuk mengetahui bagaimana cara agar pegawainya tetap menjalankan tugas atau pekerjaan dengan baik. Pimpinan instansi pemerintah harus berupaya mendorong dan menstimulasi kerja para pegawainya, semakin tinggi standar kebutuhan dan kepuasan yang diinginkan, maka semakin giat seseorang untuk bekerja, secara umum tujuan pemberian motivasi adalah.1.mendorong gairah dan semangat kerja, 2.meningkatkan kedisplinan kerja pegawai, 3.mendorong untuk berpartisipasi peraihan prestasi kerja, 4.mendorong untuk berprilaku sebagai warga organisasi. Untuk itu motivasi sangat berperan sekali dalam suatu organisasi walaupun kendala dan problem masih banyak di hadapi oleh seorang pemimpin untuk mendorong motivasi pegawai pada kantor bersama samsat jambi agar lebih baik lagi dan dorongan motivasi bukan hanya berasal dari pimpinan tapi dapat berasal dari kita sendiri maupun dari teman-teman sekitar atau orang lain, karena bagian umum merupakan tempatnya pelayanan rumah tangganya kantor untuk kesemua bidang-bidang orang per orang yang ada di kantor, seringkali pelayanan yang diberikan kurang baik oleh pegawai, tentu akan menimbulkan keluhan-keluhan dan menimbulkan pertanyaan apa yang terjadi dengan kinerja pegawai. Minimnya pengetahuan tentang tugas-tugasnya, kurang termotivasi pegawai dengan tanggun jawab pekerjaan dan pembagian tugas yang tidak merata. Pada hakekatnya setiap organisasi baik pemerintahan maupun swasta peran sumber daya manusia (SDM) tetap menduduki peringkat teratas dalam menjalankan tugas untuk tercapainya tujuan yang maksimal,
    Rumusan Masalah
    Kantor bersama samsat jambi merupakan lembaga pemerintah yang tugas pokoknya adalah memberi pelayanan kepada masyarakat dalam hal pembayaran pajak kendaraan bermotor,balik nama kendaraan bermotor maupun pergantian surat tanda nomor kendaraan bermotor, serta segala sesuatu yang menyangkut masalah pajak kendaraan bermotor. Jadi yang menjadi masalah dalam pokok penelitian ini adalah : Bagaimana pelaksanaan pemberian motivasi kerja pegawai pada kantor bersama samsat jambi ?
    Tujuan penelitian adalah
    Untuk mengetahui pelaksanaan motivasi kerja yang diberikan pada pegawai kantor bersama samsat jambi dan untuk menganalisis tangapan bawahan terhadap bentuk-bentuk motivasi yang telah diberikan pada kantor bersama samsat jambi.

    Komentar oleh hendri | April 8, 2014 | Balas

  21. Selamat Siang Pak Jo, berikut saya kirimkan tugas metode penilitian bisnis
    Nama : YANTI
    NIM : P2C213043
    Judul : PENGARUH KINERJA KEUANGAN DALAM MENENTUKAN TINGKAT KETERGANTUNGAN DAERAH TERHADAP DANA PUSAT DI PROVINSI JAMBI

    1.1 Latar Belakang

    Undang-undang tentang otonomi no. 32 tahun 2004 yang mengatur tentang pemerintah daerah, dan undang- undang no.33 tahun 2004 tentang perimbangan keuangan daerah dan pusat, telah merubah secara drastis cara pandang daerah dalam mengelola sumber daya daerah sehingga mampu memberikan output untuk membiayai kebutuhan operasional daerah.
    Sejak berlakunya undang-undang otonomi tersebut sistem pemerintah melalui penyelenggaraan pemerintah dan pelayanan publik secara desentralisasi, dekosentrasi dan tugas pembantuan. Wujud desentralisasi dimana setiap daerah diberi wewenang, tugas dan tanggung jawab untuk mengatur daerahnya sendiri dengan tetap berpedoman pada peraturan perundang-undangan.
    Pelaksanaan otonomi dilakukan oleh setiap daerah secara luas melalui wewenang, tugas dan tanggung jawab terhadap perkembangan daerah. Tujuan otonomi ini adalah mampu meningkatkan kemampuan keuangan daerah dan kemandirin daerah yang tergambar melalui tingkatb kesejahteraan daerah. Dengan otonomi daerah, anggaran daerah menjadi pintu penting yang paling mungkin setiap daerah mendinamisir kegiatan pembangunan melalui alokasi yang tepat dalam rangka membuat strategi untuk menciptakan kebijakan yang lebih tepat sesuai situasi masing- masing daerah (Yustika 2007: 242)
    Penyelenggaraan otonomi daerah harus selalu berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan selalu memperhatikan kepentingandan aspirasi yang tumbuh dalam masyarakat. Untuk itu, otonomi daerah diharapkan dapat menciptakan efisiensi dan efektivitas pengelolaan sumber daya daerah,meningkatkan kualitas pelayanan umum dan kesejahteraan masyarakat dan menciptakan ruang bagi masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam proses pembangunan. (Mardiasmo, 2002)
    Daerah melalui kepemimpinan kepala daerah, Gubernur atau Bupati dituntut mampu memiliki strategi mengelola dan menggali potensi daerah menjadi sumber pendapatan yang mampu membiayai secara kontinue pengeluaran daerah dan mampu memberi kesejahteraan terhadap masyarakat melalui terciptanya lapangan kerja sehingga angka pengangguran dapat diminilisir.
    Sumber pengeluaran daerah yang diperoleh dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) mampu menggambarkan kinerja keuangan daerah. Berdasarkan hal tersebut pemerintah daerah dituntut mampu menghasilkan kinerja keuangan secara efisien dan efktif dalam mengelola sumber-sumber kekayaan daerah, sehingga mampu menjadi pemerintah yang memiliki kemampuan dan kemandirian dalam mempertahankan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kemampuan daerah menggali sumber-sumber daya daerah dalam bentuk Penadapatan Asli Daerah (PAD) akan menunjukkan seberapa tingkat ketergantungan daerah terhadap pemerintah pusat. Semakin besar Pendappatan Asli Daerah (PAD) mampu diperoleh, sebaiknya akan semakin kecil tingkatb ketergantungan daerah terhadap pemerintah pusat, karena menunjukkan bahwa daerah melalui sumber-sumber PAD yang semakin membaik telah mampu mensejahterakan masyarakat melalui pengelolaan keuangan yang efisien dan efektif.
    Pengukuran kinerja disini menggunakan analisis rasio keuangan daerah terhadap laporan perhitungan anggaran pendapatan dan belanja daerah yang terdiri dari rasio kemandirian keuangan daerah, rasio pertumbuhan , serta rasio fektivitas untuk melihat sejauh mana pemerintah daerah memiliki kemampuan membiayai kebutuhan masyarakatnya dan memberikan kesejahteraan pada masyarakatnya.
    Kajian empiris mengenai kinerja keuangan daerah di Indonesia selama ini telah banyak dilakukan, di antaranya dimaksudkan untuk mengevaluasi kinerja keuangan pemerintah kabupaten. Hal ini menunjukkan kecendrungan perhatian yang tinggi terhadap peningkatan kualitas kinerja instansi pemerintah, khususnya
    dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Seperti yang dilakukan oleh Matheus Dacosta (2002: 108) dalam penelitian tentang tingkat kemandirian Kota Kupang ditinjau dari aspek keuangan dalam melaksanakan otonomi daerah tahun 1997/1998 – 2001. Hasil penelitian antara lain derajat otonomi fiskal yang menerangkan rasio PAD terhadap total belanja daerah, berguna untuk menerangkan sampai sejauh mana PAD Kota Kupang mampu memberikan kontribusi terhadap realisasi pembelanjaan daerahnya setiap tahun berdasarkan sumber-sumber keuangan yang asli. Secara rata-rata derajat otonomi fiskal (DOF) Kota Kupang adalah 7,71% selama tahun 1997/1998 – 2001. Rasio ini dikategorikan sangat kurang karena berada di bawah rasio 25%. Hal ini berarti kemampuan keuangan Kota Kupang yang berasal dari PAD rendah sekali.

    1.2 Rumusan Masalah
    Berdasarkan uraian dari latar belakang maka rumusan masalah adalah
    1. Bagaimana gambaran kinerja keuangan melalui rasio kemandirian, rasio efektifitas, rasio efesiensi dan ketergantungan dana dari pusat
    2. Seberapa besar pengaruh rasio kemandirin terhadap ketergantungan dana dari pusat
    3. Seberapa besar pengaruh rasio rasio efektifitas terhadap ketergantungan dana dari pusat
    4. Seberapa besar pengaruh rasio efsiensi terhadap ketergantungan dana dari pusat
    5. Seberapa besar pengaruh rasio kemandirian, rasio efektifitas dan rasio efisiensi secara bersama-sama mempengaruhi ketergantungan dana dari pusat

    Metodologi penelitian
    Sampel dalam penelitian adalah daerah kota dan daerah tingkat II provisi jambi,jenis penelitian secara kualitatif dan kuantitatif dengan alat regresi linear berganda.jenis data adalah data sekunder

    Komentar oleh Yanti | April 10, 2014 | Balas

  22. Slmt pagi pak Jou, berikut penyempurnaan Tugas mata kuliah metode penelitian bisnis yg sebelumnya saya kirimkan.
    Nama : Sri Handayani
    Nim : P2C213045 (Klas pagi)
    Dosen : DR. Johannes
    A. Topik penelitian tentatif :
    “keefektifan pemanfaatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)”
    Judul Tentatif : “Efektivitas Pemanfaatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) kantor Imigrasi Klas I Jambi”
    B. Abstrak :
    Persoalan kinerja dalam suatu organisasi senantiasa merupakan isu aktual dan memerlukan perhatian yang sungguh – sungguh karena akan memberikan kontribusi terhadap efektivitas organisasi secara keseluruhan. Kantor Imigrasi yang berinduk pada Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjen Imigrasi) terus berupaya menjadikan rasi lembaga ini menjadi lembaga kredibel dimata masyarakat dan dunia.
    Sebagai unit pelaksana teknis dari instansi vertikal kementerian hukum dan hak asasi manusia yang merupakan penghasil devisa negara terbesar berupa penerimaan negara bukan pajak bersumber dari pelayanan keimigrasian. Adapun dari penerimaan negara bukan pajak ini tersebut diharapkan dapat memberikan umpan balik bagi kinerja aparatur sipil negara sehingga dapat memberikan pelayanan keimigrasian kepada masyarakat yang lebih baik secara cepat, tepat dan benar.
    Adapun kinerja organisasi sangat dipengaruhi oleh pembiayaan atau dana yang disediakan oleh pemerintah. Kinerja dalam sebuah organisasi merupakan salah satu unsure yang tidak dapat dipisahkan dalam menjalankan tugas organisasi baik itu lembaga pemerintahan maupun swasta. Aparatur adalah perangkat alat negara pemerintah, para pegawai negeri/ negara, alat kelengkapan negara. Hasil dari penerimaan negara bukan pajak harus dikelola dengan baik agar terciptanya efektivitas dalam pemanfaatan penerimaan negara bukan pajak demi terwujudnya kinerja aparatur sipil negara yang baik sesuai dengan undang – undang no. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.
    Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan : bagaimana kinerja aparatur sipil negara dikantor imigrasi klas I Jambi ? apakah hasil dari penerimaan negara bukan pajak tersebut efektif terhadap kinerja aparatur sipil negara dikantor imigrasi klas I jambi?

    a. latar belakang
    Persoalan kinerja dalam suatu organisasi senantiasa merupakan isu aktual dan memerlukan perhatian yang sungguh – sungguh karena akan memberikan kontribusi terhadap efektivitas organisasi secara keseluruhan. Dewasa ini hampir disetiap sumber daya manusia pada instansi pemerintah telah dituntut untuk memberikan kontribusi berupa kinerja yang baik yang disebut dengan kinerja aparatur sipil negara. Kinerja aparatur sipil negara yang pada dasarnya terbentuk setelah aparatur merasa adanya kepuasan, karena kebutuhannya terpenuhi dengan kata lain apabila kebutuhan aparatur belum terpenuhi sebgaimana mestinya maka kepuasan kerja tidak akan tercapai dan pada hakikatnya kinerja aparatur akan sulit terbentuk.
    Menurut Amstrong dan Baron yang dikutip oleh Wibowo mengatakan bahwa : pengertian performance sering dikaitkan sebagai kinerja, hasil kerja/ prestasi kerja tetapi juga bagaimana proses berlangsung. “kinerja adalah tentang melakukan pekerjaan tersebut. Kinerja adalah tentang apa yang dikerjakan dan bagaimana cara mengerjakannya. Kinerja merupakan hasil pekerjaan yang mempunyai hubungan kuat dengan tujuan strategis organisasi, kepuasan konsumen dan memberikan kontribusi ekonomi” (Wibowo,2007:7) dengan pengertian kinerja tersebut bahwasanya hasil yang dicapai oleh seseorang aparatur menurut ukuran professionalisme dalam pekerjaannya diaplikasikan dalam perilaku, kecerdasan dan kemampuan sesuai dengan peranan, kegiatan dan tugas yang telah ditentukan.
    Kenyataannya untuk mencapai kinerja yang diinginkan tidaklah mudah, terdapat banyak hambatan yang harus dilewati. Menurut Keith Davis dalam AA Anwar Prabu mangkunegara terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pencapaian kinerja faktor tersebut berasal dari faktor kemampuan dan motivasi aparatur. Aparatur dalam pencapaian kinerja harus memiliki kemampuan dan motovasi kerja. Kemampuan yang dimiliki aparatur berupa kecerdasan ataupun bakat. Motivasi yang dimiliki aparatur dilihat melalui sikap dan situasi kerja kondusif, karena hal ini akan berhubungan dengan pencapaian kinerja aparatur sipil negara pada kantor imigrasi klas I jambi dalam memberikan pelayanan keimigrasian. Dalam perwujudan untuk mengatasi segala hambatan dalam pencapaian kinerja diperlukannya dana atau pembiayaan yang berasal dari penerimaan negara yang dalam hal ini disebut penerimaan negara bukan pajak. Sejauh mana pemanfaatan dari penerimaan negara bukan pajak yang dihasilkan terhadap kinerja aparatur sipil negara kantor imigrasi klas I jambi yang diharapkan dengan kenyataan yang ada saat ini. Maka judul yang relevan saat ini adalah Pemanfaatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) kantor Imigrasi Klas I Jambi”
    b. Perumusan masalah
    berdasarkan uraian diatas maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
    1. bagaimana kinerja aparatur sipil negara kantor imigrasi klas I jambi
    2. bagaimana tingkat efektivitas pemanfaatan dana hasil pnbp dalam peningkatan kinerja ASN kantor imigrasi klas I Jambi
    c. Tujuan penelitian
    1. menggambarkan kinerja aparatur sipil negara kantor imigrasi klas I Jambi
    2. menggambarkan sejauh mana efektivitas pemanfaatan pnbp dalam penigkatan kinerja ASN kantor imirgasi klas I jambi
    Adapun sampel penelitian :
    Kantor imigrasi klas I jambi dan kantor imigrasi klas II kuala tungkal
    C. Saya tertarik dengan penelitian ini karena saya ingin mengetahui lagi sejauhmana dana pnbp yang dihasilkan dari pelayanan keimigrasian dimaanfaatan kembali demi peningkatan kinerja aparatur sipil negara serta seberapa efektifkah dana tersebut termanfaatkan dengan baik demi peningkatan kinerja sumber daya manusia dalam pemberian pelayanan keimigrasian tersebut. Menurut saya hal ini penting demi perbaikan kinerja kantor imigrasi klas I jambi kedepannya untuk lebih baik lagi sesuai dengan yang diharapkan.

    Komentar oleh Sri handayani | April 10, 2014 | Balas

  23. Penelitian Tentatif
    Nama : Johni Paul Karolus Pasaribu
    Kelas : Pagi
    NIM : P2C213005

    Tentatif : Pelayanan pembayaran rekening listrik sistem informasi dan antar jemput
    Judul : Analisa Pengaruh Pelayanan Jasa Pembayaran Listrik Terhadap Kepuasan Pelanggan di Komplek Perumahan (Pusat Informasi dan Antar Jemput)

    ABSTRAK.
    Pelayanan dan Kepuasan adalah kaitan yang sangat erat di bidang jasa, karena pelayanan yang mudah, tidak macet, cepat dan lain sebagainya memberikan efek yang sangat signifikan dan sangat berguna untuk pelanggan setiap kegiatan jasa. Jasa saat ini masih dalam pengembangan adalah pembayaran listrik dimana pelanggan pembayar listrik datang ke loket pembayaran listrik yang menjadi agen pembayaran yang dapat dikembangkan, contohnya loket PPOB yang sekarang ini sebagai lokasi pembayaran listrik dimana, dan memiliki keuntungan yang dapat dikatakan baik dan memberikan keuntungan bagi usahawan dan bagi pengguna listrik karena mempermudah dalam pembayaran.

    A. Latar Belakang
    Di masa kini telah tumbuh kegiatan usaha dalam berbagai jenis usaha baik usaha dagang, usaha manufaktur, usaha jasa dan usaha bidang lainnya yang dapat dikelola sehingga menciptakan usaha yang maju dan menjadi luas merambah ke berbagai lokasi.
    Jasa merupakan pelayanan yang sangat di cari oleh setiap orang untuk mendapatkan kepuasan sehingga memberikan efek yang positif untuk masa yang akan datang baik jangka panjang maupun jangka pendek. Jasa apabila dikelola dengan baik dan diirngi dengan manajemen yang bagus, akan menciptakan sebuah usaha yang paling dominan dan akan selalu di cari oleh kalangan masyarakat dimanapun berada.
    Saat ini telah banyak pengguna listrik baik listrik prabayar dan listrik pascabayar. Hal ini seiring dengan bertumbuhnya jumlah penduduk di area sekita kota jambi, namun dikhususkan di sekitar perumahan-perumahan yang berada di kawasan mayang. Di kawasan mayang banyak perumahan yang yang telah berdiri sebagai pengguna listrik.
    Listrik merupakan salah satu dari sekian banyak perusahaan milik negara yang merupakan pendapatan asli negara, yakni PT. PLN. Perusahaan negara ini telah merambah mengembangkan sayap melalui via bank, sehingga pembayaran dapat secara langsung terlunasi.
    Penduduk yang tinggal dalam perumahan maupun sekitar memiliki ragam kesibukan yang dapat menyita waktu, tenaga dan pikiran yang seiring sejalan menyebabkan terjadinya efek lupa pada pribadi. Mereka gunakan listrik selama 1 (satu) bulan yang dikenakan, sehingga terjadi pembayaran yang tertunda dan menimbulkan denda pembayaran yang memang tidak banyak namun sangat berasa bagi kalangan tertentu yang memiliki kegiatan rutinitas yang padat dan kadang tidak terkontrol.
    Untuk meminimalisir adanya tunggakan atau denda terus menerus yang terjadi setiap bulannya yang disebabkan oleh kesibukan rutinitas sehari-hari dan lain sebagainya maka dibutuhkan pusat informasi sebagai salah satu solusi termudah dalam membayarkan rekening listrik setap bulannya. Adanya informasi setiap bulannya informasi tagihan bulanan serta jasa membayarkan rekening listrik dari setiap pelanggan yang menggunakan jasa ini.
    Kepuasan pelanggan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan antara kinerja (hasil) produk yang dipikirkan terhadap kinerja yang diharapkan (Kotler,2005:70). Kepuasan ini terjadi sebagai hasil berpengaruhnya ketrampilan, pengetahuan, perilaku, sikap dan penyedia sarana. Tingkat kepuasan juga amat subyektif dimana satu konsumen dengan konsumen lain akan berbeda. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti umur, pekerjaan, pendapatan, pendidikan, jenis kelamin, kedudukan sosial, tingkat ekonomi, budaya, sikap mental dan kepribadian (Assefaff,2009:174).
    Kepuasan pelanggan dipengaruhi oleh persepsi kualitas jasa, kualitas produk, harga dan faktor-faktor yang bersifat pribadi serta yang bersifat situasi sesaat. Salah satu faktor yang menentukan kepuasan pelanggan adalah persepsi pelanggan mengenai kualitas jasa yang berfokus pada lima dimensi kualitas, jasa, yaitu bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan dan empati (Atmawati dan Wahyuddin,2007:3).
    Bukti fisik merupakan seberapa baik penampilan dan kemampuan sarana dan prasarana fisik harus dapat diandalkan. Penampilan fisik pelayanan, dan komunikasi akan memberikan warna dalam pelayanan pelanggan. Tingkat kelengkapan peralatan atau teknologi yang digunakan akan berpengaruh pada pelayanan pelanggan.
    Jaminan merupakan pengetahuan dan keramahan karyawan serta kemampuan melaksanakan tugas secara spontan yang dapat menjamin kerja yang baik, sehingga menimbulkan kepercayaan dan keyakinan pelanggan. Tingkat pengetahuan mereka akan menunjukkan tingkat kepercayaan bagi pelanggan, sikap ramah, sopan bersahabat adalah menunjukkan adanya perhatian pada pelanggan (Assefaff,2009:173).

    B. Rumusan Masalah
    1. Bagaimana kepuasan pelanggan yang menggunakan jasa pembayaran dengan sistem informasi?
    2. Bagaimana tingkat kepuasan pelanggan yang menggunakan jasa pembayaran listrik dengan sistem informasi dan memberikan pelayanan cepat, mudah dan terjangkau?

    C. Tujuan Penelitian
    1. Untuk mengetahui kepuasan pelanggan yang menggunakan jasa pembayaran listrik dengan sistem informasi.
    2. Untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan yang menggunakan jasa pembayaran listrik yang cepat, mudah dan terjangkau

    Komentar oleh Johni_Paul_Karolus_Pasaribu | April 11, 2014 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: