Johannessimatupang’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

MATRIKULASI PASCASARJANA


Powerpoin Manajemen dan Organisasi Presentasi Matrikulasi MMMei 2014 Manejemen dan Organisasi
Designing Organization Matrikulasi handout Juni 2014
Presentasi Matrikulasi MMMei 2014 Manejemen dan kepemimpinan
Soal Ujian Matrikulasi MM Juni 2014
Soal Untuk Peserta Manajemen dan Kepemimpinan
Soal Ujian Matrikulasi S3 Manajemen dan Kepemimpinan Juni 2013
ppp What do you mean by leadership Juni 2014
NILAI SEMENTARA PESERTA S2
Nilai Manajemen dan Organisasi Kelas Matrikulasi Juni 2914

Mei 29, 2014 - Posted by | Uncategorized

102 Komentar »

  1. Selamat Pagi Pak Jo,
    Mohon Konfirmasi Soal Ujian Matrikulasi Kami Pak kelas Malam.
    Terima Kasih.

    Komentar oleh Adeena Sari | Juni 16, 2014 | Balas

  2. Selamat Pagi Pak Jo…
    Untuk soal ujian peserta matrikulasi kelas malam apa sudah bisa kami unduh pak…
    terima kasih…

    Komentar oleh Laila Farhat | Juni 17, 2014 | Balas

  3. NAMA : LITA NGULIA
    JURUSAN : PROGRAM PASCA SARJANA MAGISTER MANAJEMEN KELAS PAGI
    JAWABAN UNTUK SOAL UJIAN MARTIKULASI MM JUNI 2014
    1. Berikan alasan bahwa pekerjaan seorang manajer juga didapati pada kegiatan sehari-hari tanpa memandang bahwa yang bersangkutan apakah menjadi manajer atau tidak pada satu perusahaan . Berikan jawaban dengan memberi contoh.

    Salah satu contoh adalah mulai dari memanajerkan diri sendiri tanpa kita melihat bahwa kita atau orang tersebut adalah manajer disuatu perusahaan, manajemen diri sendiri itu bagaimana cara kita mengatur serta mengelola diri kita sendiri agar dapat mencapai tujuan yang kita inginkan. Banyak cara yang dapat dilakukan dalam manajemen diri sendiri. Seperti: memiliki sikap disiplin, tidak menyia-nyiakan waktu, memiliki motivasi yang tinggi dalam hidupnya, dan mempunyai planning untuk mencapai tujuan yang di inginkan. Mungkin selama ini kita selalu diperhatikan, diatur, dan selalu diberi perintah oleh orang tua kita sendiri. Tetapi setelah beranjak dewasa itu semua bukan lagi tanggungjawab orang tua, melainkan diri kita sendiri. Untuk itu mulailah dari sekarang untuk belajar memanajemen diri sendiri. Karena kesuksesan dapat dilihat dari kesuksesan seseorang dalam memanajemenkan dirinya sendiri. Setelah dapat memanajemenkan dirinya sendiri maka orang tersebut akan dapat memimpin dan menggerakan suatu perusahaan agar tujuan yang telah direncanakan dimulai dari sekarang. Dan semua itu berawal dari diri kita sendiri.

    2. Kebutuhan akan manajer yang efektif menjadi dasar apakah organisasi dapat mencapai tujuannya baik atau tidak. Dalam hal ini salah satunya dibutuhkan kompetensi di bidang komunikasi , jelaskan hal ini dapat dibangun oleh seorang manajer.

    Komunikasi yang efektif bagi manajer penting karena dua hal yaitu :
    A. Komunikasi adalah proses yang dengannya fungsi-fungsi manajemen yaitu merencanakan, mengorganisasikan, memimpin dan mengendalikan organisasi dapat berjalan dengan baik.
    B. Komunikasi adalah kegiatan dimana manajer mencurahkan sebagian besar dari waktunya.
    Proses komunikasi memungkinkan para manajer menjalankan tanggung jawab mereka. Informasi harus dikomunikasikan dengan para manajer, sehingga mereka mempunyai dasar untuk membuat perencanaan, rencana harus dikomunikasikan dengan yang lain agar dapat dilaksanakan. Pengorganisasian memerlukan komunikasi dengan oranag-orang mengenai penugasan mereka. Memimpin mengharuskan manajer berkomunikasi dengan bawahan sehingga tugas kelompok dapat dicapai. Manajer hanya dapat melaksanakan fungsinnya dengan baik hanya dengan berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain. Dasar berlangsungnya fungsi-fungsi manajemen adalah melalui proses komunikasi. Hal ini lah yang dapat dibangun dari seorang manajer agar terciptanya suatu komunikasi yang baik dan bisa tercapai suatu tujuan dari perusahaan atau organisasi tersebut.

    3. Pada berbagai tingkatan manajer (punjak, tengah dan bawah) dibutuhkan manajer yang berbeda sesuai dengan kompetensi yang diisyaratkan. Mengapa hal ini demikian ? berikan alasannya.

    Tingkatan manajer itu tersendiri terbagi atas 3 bagian yaitu :
    A. Top manager itu sendiri bertugas merencanakan kegiatan dan strategi perusahaan secara umum dan mengarahkan jalannya perusahaan.
    B. Middle manager itu sendiri mencangkup semua manajemen yang berada diantara top manager dan lower manager dan bertugas sebagai penghubung antara keduanya. Jabatan yang termasuk manajer menengah di antaranya kepala bagian, pemimpin proyek, manajer pabrik, atau manajer divisi.
    C. Lower manager dikenal pula dengan istilah manajemen operasional, merupakan manajemen tingkatan paling rendah yang bertugas memimpin dan mengawasi karyawan non-manajerial yang terlibat dalam proses produksi.
    Alasannya dalam prakteknya pembagian fungsi dalam manajemen secara fundamental tidak dapat dibedakan secara tajam dan tegas, karena setiap manajer (top manager, middle manager, dan lower manager), dalam usaha untuk mencapai tujuan, seorang menejer harus melaksanakan semua fungsi menejerial,hanya saja skop dan penekanannya yang berbeda.

    4. Dalam kompetensi self management, salah satunya dikenal Intergity dan Ethical Conduct. Jelaskan lingkup dan arti daripada dimensi kompetensi ini.

    Seperti halnya memimpin orang, maka pemimpin harus mengenali orang-orang yang dipimpinnya. Demikian pula memimpin diri sendiri harus dapat mengenali dirinya sendiri. Apa yang harus dikenali?
    A. Mindset dan leadership. Ini terkait dengan paradigma, mindset atau pikiran. Agar dapat menjadi orang yang sukses dibutuhkan orang yang memiliki mindset winner (pemenang), bukan loser (pecundang). Kemudian dari sisi leadership harus memiliki mental driver (pengendali) bukan passenger (penumpang). Dibutuhkan mindset pemenang dan mental driver agar kita tidak mudah menyerah dan selalu ada kemauan untuk mencoba. “Ada mau, ada jalan.Tidak mau, banyak alasan.” Itu prinsipnya. Apa ciri-ciri the winner mindset dapat dibaca pada tulisan sebelumnya (winner loser).
    B. Kepribadian, bakat dan kompetensi. Manusia merupakan ciptaan Allah yang paling unik karena tidak ada manusia di dunia ini yang sama persis 100% khususnya pada aspek kepribadian, bakat dan kompetensi. Jalan sukses orang pun tidak bisa dipastikan sama karena keunikannya tersebut. Oleh karena itu manusia harus mengenali kepribadian, bakat dan kompetensinya agar dapat menemukan jalan suksesnya.
    C. Misi, visi dan target hidup. Keberadaan manusia di dunia ini tentu tidak asal hidup tapi ingin memberi arti pada kehidupan (significance contribution). Oleh karena itu manusia harus dapat merumuskan misi, visi dan target hidupnya sebagai bintang pemandu dia di tengah lautan kehidupan yang penuh ombak tantangan dan ujian.

    5. Max Weber, penggagas pandangan birokrasi, menyampaikan 7 prinsip. Jelaskan 3 diantara 7 prinsip tersebut.

    Dalam analisis Weber, organisasi “tipe ideal” yang dapat menjamin efisiensi yang tinggi harus mendasarkan pada otoritas legal-rasional., Weber mengemukakan konsepnya tentang the ideal type of bureaucracy dengan merumuskan ciri-ciri pokok organisasi birokrasi yang lebih sesuai dengan masyarakat modern, yaitu:
    1. A hierarchical system of authority (sistem kewenangan yang hierakis)
    2. A systematic division of labour (pembagian kerja yang sistematis)
    3. A clear specification of duties for anyoneworking in it (spesifikasi tuhas yang jelas)
    4. Clear ang systematic diciplinary codes and procedures (kode etik disiplin dan prosedur yang jelas serta sistematis)

    Komentar oleh LITA NGULIA | Juni 17, 2014 | Balas

  4. NAMA : LITA NGULIA
    JURUSAN : PROGRAM PASCA SARJANA MAGISTER MANAJEMEN KELAS PAGI
    JAWABAN UNTUK SOAL UJIAN MARTIKULASI MM JUNI 2014
    1. Berikan alasan bahwa pekerjaan seorang manajer juga didapati pada kegiatan sehari-hari tanpa memandang bahwa yang bersangkutan apakah menjadi manajer atau tidak pada satu perusahaan . Berikan jawaban dengan memberi contoh.

    Salah satu contoh adalah mulai dari memanajerkan diri sendiri tanpa kita melihat bahwa kita atau orang tersebut adalah manajer disuatu perusahaan, manajemen diri sendiri itu bagaimana cara kita mengatur serta mengelola diri kita sendiri agar dapat mencapai tujuan yang kita inginkan. Banyak cara yang dapat dilakukan dalam manajemen diri sendiri. Seperti: memiliki sikap disiplin, tidak menyia-nyiakan waktu, memiliki motivasi yang tinggi dalam hidupnya, dan mempunyai planning untuk mencapai tujuan yang di inginkan. Mungkin selama ini kita selalu diperhatikan, diatur, dan selalu diberi perintah oleh orang tua kita sendiri. Tetapi setelah beranjak dewasa itu semua bukan lagi tanggungjawab orang tua, melainkan diri kita sendiri. Untuk itu mulailah dari sekarang untuk belajar memanajemen diri sendiri. Karena kesuksesan dapat dilihat dari kesuksesan seseorang dalam memanajemenkan dirinya sendiri. Setelah dapat memanajemenkan dirinya sendiri maka orang tersebut akan dapat memimpin dan menggerakan suatu perusahaan agar tujuan yang telah direncanakan dimulai dari sekarang. Dan semua itu berawal dari diri kita sendiri.

    2. Kebutuhan akan manajer yang efektif menjadi dasar apakah organisasi dapat mencapai tujuannya baik atau tidak. Dalam hal ini salah satunya dibutuhkan kompetensi di bidang komunikasi , jelaskan hal ini dapat dibangun oleh seorang manajer.

    Komunikasi yang efektif bagi manajer penting karena dua hal yaitu :
    A. Komunikasi adalah proses yang dengannya fungsi-fungsi manajemen yaitu merencanakan, mengorganisasikan, memimpin dan mengendalikan organisasi dapat berjalan dengan baik.
    B. Komunikasi adalah kegiatan dimana manajer mencurahkan sebagian besar dari waktunya.
    Proses komunikasi memungkinkan para manajer menjalankan tanggung jawab mereka. Informasi harus dikomunikasikan dengan para manajer, sehingga mereka mempunyai dasar untuk membuat perencanaan, rencana harus dikomunikasikan dengan yang lain agar dapat dilaksanakan. Pengorganisasian memerlukan komunikasi dengan oranag-orang mengenai penugasan mereka. Memimpin mengharuskan manajer berkomunikasi dengan bawahan sehingga tugas kelompok dapat dicapai. Manajer hanya dapat melaksanakan fungsinnya dengan baik hanya dengan berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain. Dasar berlangsungnya fungsi-fungsi manajemen adalah melalui proses komunikasi. Hal ini lah yang dapat dibangun dari seorang manajer agar terciptanya suatu komunikasi yang baik dan bisa tercapai suatu tujuan dari perusahaan atau organisasi tersebut.

    3. Pada berbagai tingkatan manajer (punjak, tengah dan bawah) dibutuhkan manajer yang berbeda sesuai dengan kompetensi yang diisyaratkan. Mengapa hal ini demikian ? berikan alasannya.

    Tingkatan manajer itu tersendiri terbagi atas 3 bagian yaitu :
    A. Top manager itu sendiri bertugas merencanakan kegiatan dan strategi perusahaan secara umum dan mengarahkan jalannya perusahaan.
    B. Middle manager itu sendiri mencangkup semua manajemen yang berada diantara top manager dan lower manager dan bertugas sebagai penghubung antara keduanya. Jabatan yang termasuk manajer menengah di antaranya kepala bagian, pemimpin proyek, manajer pabrik, atau manajer divisi.
    C. Lower manager dikenal pula dengan istilah manajemen operasional, merupakan manajemen tingkatan paling rendah yang bertugas memimpin dan mengawasi karyawan non-manajerial yang terlibat dalam proses produksi.
    Alasannya dalam prakteknya pembagian fungsi dalam manajemen secara fundamental tidak dapat dibedakan secara tajam dan tegas, karena setiap manajer (top manager, middle manager, dan lower manager), dalam usaha untuk mencapai tujuan, seorang menejer harus melaksanakan semua fungsi menejerial,hanya saja skop dan penekanannya yang berbeda.

    4. Dalam kompetensi self management, salah satunya dikenal Intergity dan Ethical Conduct. Jelaskan lingkup dan arti daripada dimensi kompetensi ini.

    Seperti halnya memimpin orang, maka pemimpin harus mengenali orang-orang yang dipimpinnya. Demikian pula memimpin diri sendiri harus dapat mengenali dirinya sendiri. Apa yang harus dikenali?
    A. Mindset dan leadership. Ini terkait dengan paradigma, mindset atau pikiran. Agar dapat menjadi orang yang sukses dibutuhkan orang yang memiliki mindset winner (pemenang), bukan loser (pecundang). Kemudian dari sisi leadership harus memiliki mental driver (pengendali) bukan passenger (penumpang). Dibutuhkan mindset pemenang dan mental driver agar kita tidak mudah menyerah dan selalu ada kemauan untuk mencoba. “Ada mau, ada jalan.Tidak mau, banyak alasan.” Itu prinsipnya. Apa ciri-ciri the winner mindset dapat dibaca pada tulisan sebelumnya (winner loser).
    B. Kepribadian, bakat dan kompetensi. Manusia merupakan ciptaan Allah yang paling unik karena tidak ada manusia di dunia ini yang sama persis 100% khususnya pada aspek kepribadian, bakat dan kompetensi. Jalan sukses orang pun tidak bisa dipastikan sama karena keunikannya tersebut. Oleh karena itu manusia harus mengenali kepribadian, bakat dan kompetensinya agar dapat menemukan jalan suksesnya.
    C. Misi, visi dan target hidup. Keberadaan manusia di dunia ini tentu tidak asal hidup tapi ingin memberi arti pada kehidupan (significance contribution). Oleh karena itu manusia harus dapat merumuskan misi, visi dan target hidupnya sebagai bintang pemandu dia di tengah lautan kehidupan yang penuh ombak tantangan dan ujian.

    5. Max Weber, penggagas pandangan birokrasi, menyampaikan 7 prinsip. Jelaskan 3 diantara 7 prinsip tersebut.

    Dalam analisis Weber, organisasi “tipe ideal” yang dapat menjamin efisiensi yang tinggi harus mendasarkan pada otoritas legal-rasional., Weber mengemukakan konsepnya tentang the ideal type of bureaucracy dengan merumuskan ciri-ciri pokok organisasi birokrasi yang lebih sesuai dengan masyarakat modern, yaitu:
    1. A hierarchical system of authority (sistem kewenangan yang hierakis)
    2. A systematic division of labour (pembagian kerja yang sistematis)
    3. A clear specification of duties for anyoneworking in it (spesifikasi tuhas yang jelas)
    4. Clear ang systematic diciplinary codes and procedures (kode etik disiplin dan prosedur yang jelas serta sistematis)

    Komentar oleh Lita Ngulia (@litaulia) | Juni 17, 2014 | Balas

  5. Selamat malam Pak Jo,
    salam sejahtera dan semoga dalam keadaan sehat selalu.
    NAMA : VERA MONICA
    JURUSAN: PROGRAM PASCA SARJANA MAGISTER MANAJEMEN KELAS PAGI

    jawaban untuk ujian martikulasi MM JUNI 2014

    1. Kebutuhan akan manajer yang efektif menjadi dasar apakah organisasi dapat mencapai tujuannya baik atau tidak. Dalam hal ini salah satunya dibutuhkan kompetensi di bidang komunikasi , jelaskan hal ini dapat dibangun oleh seorang manajer?
    Jawaban:
    Kompetensi di bidang komunikasi yang dapat di bangun oleh manajer:
    1. Komunikasi informal
    a. Memiliki kesadaran tentang perasaan orang lain
    b. Mempromosikan komunikasi dua arah,mendengarkan serta member dan menerima pendapat
    c. Membangun hubungan kuat dengan orang-orang sekitar
    2. Komunikasi formal
    a. Menginformaikan orang-orang atas peristiwa yang relevan dan aktivitas dan membuat mereka mendapatkan informasi yang baru
    b. Membuat persuasif, dan menangani pertanyaan dengan baik
    c. Menulis dengan jelas, ringkas, dan efektif, menggunakan berbagai sumberdaya berbasis computer
    3. Negosiasi
    a. Melakukan negosiasi secara efektif atas nama tim dan sumber daya
    b. Mahir dalam mengembangkan hubungan
    c. Mengambil tindakan tegas dan adil ketika menangani masalah bawahan

    2. Dalam kompetensi self management, salah satunya dikenal Intergity dan Ethical Conduct. Jelaskan lingkup dan arti daripada dimensi kompetensi ini?
    Jawaban:
    o Memiliki standar jelas pribadi yang berfungsi sebagai landasan untuk menjaga rasa integritas dan perilaku etis
    o Bersedia untuk mengakui kesalahan
    o Menerima tanggung jawab atas tindakan sendiri

    3. Max Weber, penggagas pandangan birokrasi, menyampaikan 7 prinsip. Jelaskan 3 diantara 7 prinsip tersebut?
    Jawaban:
     Susunan jabatan berdasarkan prinsip hirarki, dengan perkataan lain setiap jabatan yang tingkatnya lebih rendah selalu berada dibawah pengendalian dan pengawasan tingkat yang lebih tinggi, dengan cara tersebut tidak ada jabatan yang tidak dikendalikan, pemenuhannya tidak dapat dilakukan secara kebetulan, pelaksanaan nya harus dicek dan di perkuat secara sistematis
     Untuk meningkatkan organisasi, semua sumber dan organisasi harus bebas dari setiap pengendalian ekstern dan posisi tidak dapat dimonopoli di dalam tangan pejabat manapun
     Tindakan,keputusan dan peraturan administrative harus di rumuskan dan di catat secara tertulis.

    4. Untuk manajer global dibutuhkan kompetensi yang berbeda dibanding dengan kompetensi untuk manajer lokal. Jelaskan perbedaan menurut anda?
    Jawaban:
    Manajer global : manajer yang memiliki karakteristik fleksibel dalam arti dapat mengikuti perkembangan dan juga efisien dalam pemanfaatan sumberdaya, serta perlu memahami tentang bagaimana perbedaan budaya nasional menetapkan asumsi dan set pola perilaku serta bagaimana menginterprestasikan faktor tersebut.
    Manajer lokal : memiliki otoritas terbatas berkaitan dengan soal jumlah, penentuan dan penyebaran pegawai.

    5. Mesin Singer adalah mesin yang ternama, kemudian memasuki pasar global dengan cara membuka cabang dengan cara franchise di berbagai negara. Jelaskan hal ini bisa terjadi dan sebutkan kelemahan dan keunggulannya apa?
    Jawaban:
    Franchise juga merupkan strategi perluasan dari suatu usaha yang telah berhasil dan ingin bermitra dengan pihak ketiga yang serasi,yang ingin berusaha dan memiliki usaha sendiri.
    Keunggulan sistem franchise:
     Pihak franchisor memiliki akses pada permodalan dan berbagai biaya dengan franchise dengan resiko yang relative lebih rendah
     Pihak franchise mendapatka kesempatan utnuk memasuki sebuah bisnis dengan cara cepat dan biaya lebih rendah dengan produk atau jasa yang telah teruji dang terbukti kredibilitas mereknya.
     Lebih dari itu franchise secara berkala menerima bantuan manajerial dala hal pemilihan lokasi bisnis, desain fasilitas, prosedur operasi, pembelian, dan pemasaran.
    Kerugian sistrem franchise:
     System franchise tidak memberikan kebebasan penuh kepada franchise karena franchise terikat perjanjian dan harus mengikuti system dan metode yang telah dibuat oleh franchisor
     System franchise bukan jaminan akan keberhasilan menggunakan merek terkenal belum tentu akan sukses bila tidak diimbangi dengan kecermatan dan kehati-hatian franchise dalam memilih usaha dan mempunyai komitmen dan harus bekerja keras serta tekun.
     Tidak semua janji franchisor di terima frenchise
     Masih adanya ketidak amanan dalam suatu franchise karena franchisor dapat memutuskan atau tidak memperbaharui perjanjian.

    Komentar oleh VERA MONICA | Juni 17, 2014 | Balas

  6. PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN
    JAWABAN UJIAN MATRIKULASI MANAJEMEN DAN ORGANISASI
    Dosen Pengasuh : Dr. Johannes, SE., M.Si dan Drs. Muliady Raf, MBA

    1. Definisi Manajer pada umumnya adalah “seseorang yang bekerja mengorganisasi kegiatan pada sebuah perusahaan untuk mencapai tujuan”. Pada dasarnya seorang manajer dapat kita temui dimanapun dan kapanpun dalam kegiatan sehari-hari, seperti dalam lingkup keluarga. Contoh manajer dalam lingkup keluarga adalah seorang “kepala keluarga” yang mengorganisir keluarganya sendiri, terdiri dari istri dan anak-anaknya. Kepala keluarga yang menentukan arah dan merencanakan masa depan keluarga. Kepala keluarga mencari penghasilan dan bekerjasama dengan istri untuk mengatur keuangan keluarga, merinci segala kebutuhan dan rencana pendidikan untuk anak-anaknya. Tujuan yang ingin dicapai adalah keluarga merasa nyaman, bahagia dan tercukupi semua kebutuhan serta anak-anak dapat memperoleh pendidikan yang baik.
    2. Birokrasi dapat membuat organisasi menjadi efisien didukung akan kemampuan Sumberdaya Manusia yang menjalankannya dan aturan yang disederhanakan. Jika Sumber daya manusia benar-benar menjalankan kewajibannya dengan penuh tanggung jawab, tepat waktu,sesuai aturan yang telah disederhanakan (tidak berbeli-belit) dan tidak mempersulit maka efisiensi organisasi dapat terwujud. Contoh birokrasi yang dapat membuat organisasi menjadi efisien yakni Lelang Jabatan di Pemprov. DKI yang mencari SDM berkompeten dan berkualitas sesuai dengan jabatan yang akan ditempati dan bertujuan untuk mempersingkat proses (tahapan) birokrasi yang panjang, penyeleksian secara terbuka, memudahkan segala urusan yang terkait kewajibannya sehingga organisasi menjadi efisien.
    3. Kompetensi Komunikasi seorang Manajer dapat dibangun melalui proses-proses pembelajaran baik itu secara teori ataupun secara praktis, sebagai berikut : secara teori dengan banyak membaca (study literatur), terutama yang terkait dengan kegiatannya sebagai seorang manajer. Secara praktis dapat dibangun dengan berkomunikasi langsung secara internal dan eksternal dengan relasi,rekan kerja dan staf,memperluas jaringan dan pergaulan sehingga apa yang disampaikan kepada stafnya dapat diaplikasikan dengan baik dan tujuan organisasi dapat tercapai.
    4. Menurut saya kompetensi kepala daerah yang berperan penting adalah Komunikasi, pengetahuan dan perilaku. Seorang kepala daerah harus dapat menyampaikan ide atau konsep pemerintahannya dengan baik dan detail terhadap kepala dinas agar dalam pelaksanaan dilapangan sesuai dengan tupoksi masing-masing, dan seorang kepala daerah harus dapat memberi contoh teladan dalam bersikap dikehidupan sehari-hari.
    5. Ada, salahsatunya dengan latarbelakang pendidikan. Seorang manajer yang pernah mendapatkan pendidikan manajemen, lebih sistematis dalam hal pengambilan keputusan secara cepat dan tepat dan pendelegasian tugas dalam perusahaan karena lebih memahami prinsip dasar manajerial sehingga tujuan perusahaan dapat dicapai dengan langkah/strategi yang lebih terarah.

    Sukses Pak Jo…

    Nama : Thondra Biritta
    Kelas : Pagi

    Komentar oleh thondra | Juni 17, 2014 | Balas

  7. SOAL NOMOR 7. Max Weber, penggagas pandangan birokrasi, menyampaikan 7 prinsip. Jelaskan 3 diantara 7 prinsip tersebut.
    1.Pembagian Kerja. Pekerjaan dipecah-pecah sehingga jelas pembagian masing-masing anggota.
    2.Hirarki kewenangan yang jelas. Struktur organisasi disusun bertingkat dan memastikan jabatan yang lebih rendah berada di bawah supervisi dan kontrol dari yang lebih tinggi. Garis komando dan garis koordinasi diciptakan untuk meperjelas alur pelaporan diantara anggota organisasi.
    3.Formalisasi yang tinggi. Untuk mengatur perilaku anggota organisasi, perlu disusun peraturan dan prosedur formal sebagai sebuah sistem. Poin ini sangat relevan dengan besaran organisasi. Semakin organisasi tumbuh besar, maka perlu ada formalisasi agar semua hal berjalan standar.

    SOAL NOMOR 2. Dalam pandangan birokrasi, manajemen diterjemahkan menjadi seperangkat aturan yang membuat organisasi ataupun perusahaan agar dapat berjalan dengan efisien . Jelaskan bagaimana birokrasi dapat membuat organisasi menjadi efisien berikan contoh.
    birokrasi diartikan sebagai suatu organisasi yang memiliki rantai komando dengan bentuk piramida, dimana lebih banyak orang berada ditingkat bawah dari pada tingkat atas, biasanya ditemui pada instansi yang sifatnya administratif maupun militer.
    Dalam kehidupan dimasa sekarang ini kemampuan manajemen sangat di butuhkan, pasalnya dengan manajemen seseorang dapat mengatur kebutuhan hidupnya dengan baik. Terlebih jika seseorang berada dalam lingkungan pemerintahan.
    Dunia pemerintahan merupakan suatu bentuk organisasi besar yang terdiri dari ribuan hingga jutaan manusia di dalamnya, dimana mereka memiliki visi misi yang jelas untuk dicapai. Namun, dalam penerapannya sungguh sangat tidak semudah yang diharapkan, ini terkait adanya kelemahan manajemen di dalam implementasinya. Pemerintahan kita masih memiliki keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang mempunyai kemampuan manajemen yang baik dan benar. Dan celakanya kebanyakan SDM tersebut harus memegang jabatan penting sebagai pimpinan dalam kerangka organisasinya.
    Akan lebih efesien apabila pemerintahan kita mendapatkan atensi yang luar biasa, terkait masalah kemampuan manajemen para pemangku jabatan (pimpinan satuan kerja dan lain-lain) dalam organisasi pemerintah. Kemampuan manajemen yang baik dipastikan akan membawa perubahan pada kemajuan reformasi birokrasi di Indonesia. Karena apabila manajemen dapat berjalan (difungsikan) dengan baik, maka pimpinan akan mampu menggerakkan SDM yang ada dibawahnya dengan baik dan benar sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) nya masing-masing.

    SOAL NOMOR 1. Berikan alasan bahwa pekerjaan seorang manajer juga didapati pada kegiatan sehari-hari tanpa memandang bahwa yang bersangkutan apakah menjadi manajer atau tidak pada satu perusahaan . Berikan jawaban dengan memberi contoh.
    Dalam sebuah organisasi tentulah punya misi dan visi yang dimana didalamnya terdapat manajer dan angotanyanya yang mengatur apa yang dibutuhkan agar misi dan visi tersebut dapat dicapai.
    Dalam kasus Perusahaan bla bla bla yang sedang mengalami kehabisan air minum, tentulah tidak perlu memberi tau manajer apabila terjadinya kehabisan air minum, kamu bisa menjadi manajer disini dengan cara membeli dengan dana pribadi, dan melaporkan apa yang terjadi nanti

    SOAL NOMOR 13. Mesin Singer adalah mesin yang ternama, kemudian memasuki pasar global dengan cara membuka cabang dengan cara franchise di berbagai negara. Jelaskan hal ini bisa terjadi dan sebutkan kelemahan dan keunggulannya apa.
    Franchising juga merupakan strategi perluasan dari suatu usaha yang telah berhasil dan ingin bermitra dengan pihak ketiga yang serasi, yang ingin berusaha, dan memiliki usaha sendiri.
    keungulannya :
    1. Pihak franchisor memiliki akses pada permodalan dan berbagi biaya dengan franchisee dengan resiko yang relatif lebih rendah.
    2. Pihak franchisee mendapat kesempatan untuk memasuki sebuah bisnis dengan cara cepat dan biaya lebih rendah dengan produk atau jasa yang telah teruji dan terbukti kredibilitas mereknya.
    3. Lebih dari itu, franchisee secara berkala menerima bantuan manajerial dalam hal pemilihan lokasi bisnis, desain fasilitas, prosedur operasi, pembelian,
    kekurangannya :
    1. Sistem franchise tidak memberikan kebebasan penuh kepada franchisee karena franchisee terikat perjanjian dan harus mengikuti sistem dan metode yang telah dibuat oleh franchisor.
    2. Sistem franchise bukan jaminan akan keberhasilan, menggunakan merek terkenal belum tentu akan sukses bila tidak diimbangi dengan kecermatan dan kehati-hatian franchisee dalam memilih usaha dan mempunyai komitmen dan harus bekerja keras serta tekun.
    3. Franchisee harus bisa bekerja sama dan berkomunikasi dengan baik dalam hubungannya dengan franchisor
    4. Masih adanya ketidakamanan dalam suatu franchise, karena franchisor dapat memutuskan atau tidak memperbaharui perjanjian

    SOAL NOMOR 8. Dalam hal organisasi apa manajemen birokrasi sesuai dilaksanakan.
    Pada setiap organisasi dimana pelayanan birokrasi kepada publik menjadi keutamaan tugas rutin yang harus terdapat dalam setiap organisasi

    Komentar oleh Satria ariangga (@imamPerdhana) | Juni 17, 2014 | Balas

  8. Nama : ANDY BRATA
    Kelas : Malam
    Program Magister Manajemen
    Matrikulasi Manajemen dan Organisasi

    Jawaban Ujian Matrikulasi
    1. Contohnya di kehidupan rumah tangga, seorang ayah bisa dikatakan sebagai manajer karena beliau bekerja melalui isteri dan anak-anaknya untuk mengatur dan mengarahkan isteri dan anak-anaknya untuk mencapai tujuan kehidupan berumah tangga (tujuan organisasi). Menjelaskan bagaimana melakukan pekerjaan, berkomunikasi kepadaa isteri dan anak-anaknya, memonitor pekerjaan isteri dan anak-anaknya, memecahkan masalah-masalh yang muncul di keluarga, menegakkan disiplin, menghargai dan menegakkan hak-hak keluarga. Seorang isteri juga sebagai manajer keuangan di rumah tangga, dimana isteri lah yang mengatur segala sesuatu berkaitan dengan penggunaan keuangan di rumah tangga. Seorang anak juga manajer, dimana dia mengatur uang sekolah yang diberikan orang tuanya, mengatur waktu untuk keluarga dan dirinya, mengatur diri dan keluarganya untuk masa depan diri dan keluarganya.

    2. Melalui manejemen maka birokrasi dapat mengerjakan pekerjaan dengan benar atau tepat. Contoh dalam pembuatan KK, KTP SIM, PASPOR dll. Dengan manajemen maka pembuatan KK, KTP SIM, PASPOR dll dapat dibuat dengan cepat, dalam waktu yang tidak terlalu lama dan dengan biaya yang tidak terlalu mahal.

    3. Selain kemampuan konsepsional, manajer juga perlu dilengkapi dengan keterampilan berkomunikasi atau keterampilan berhubungan dengan orang lain, yang disebut juga keterampilan kemanusiaan. Komunikasi yang persuasif harus selalu diciptakan oleh manajer terhadap bawahan yang dipimpinnya. Dengan komunikasi yang persuasif, bersahabat, dan kebapakan akan membuat karyawan merasa dihargai dan kemudian mereka akan bersikap terbuka kepada atasan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan, baik pada tingkatan manajemen atas, menengah, maupun bawah.

    4. Kompetensi Komunikasi
    Dengan berkomunikasi yang baik (informal communication, formal communication, negotiation) maka apa yang diharapkan dari tujuan organisasi pemerintahan tersebut akan tercapai dengan baik pula.

    5. Ada. Pengetahuan, Keterampilan dan Sikap, ketiga hal tersebut akan mempengaruhi kompetensi dari seorang manajer didalam pekerjaan atau kepemimpinannya.

    Komentar oleh ANDY BRATA | Juni 17, 2014 | Balas

  9. awaban soal nomor 1
    Di dalam membahas sebuah kajian tentang Manajemen seringkali orang-orang beranggapan bahwa Manajemen erat kaitannya dengan Manajer sebuah organisasi atau pun perusahaan. Namun, sebenarnya manajemen adalah sebuah pola atau “habit” yang dapat dibangun di dalam diri setiap orang. Manajemen tidak hanya sekedar bagaimana mengatur bawahan atau pun pekerjaan yang dilakoni, tetapi juga menjadi sebuah integritas bagi setiap diri manusia.
    Bagaimana seorang manusia dapat mengatur dirinya sendiri, itu sudah termasuk dalam bentuk manajemen yang sederhana. Kita dapat menemukan manajemen dalam kehidupan sehari-hari kita.
    Beberapa dia ntaranya adalah:
    • Manajemen Waktu: mengatur jadwal dengan baik
    • Manajemen dalam mengerjakan tugas: yang prioritas sampai yang tidak terlalu penting)
    • Manajemen dalam bersosialisasi: menepati janji yang telah dibuat
    • Manajemen Disiplin: menyelesaikan “to-do” harian yang telah dibuat dengan tepat waktu
    • Dsb.
    Jawaban soal nomor 3
    Dalam mengembangkan sebuah kompetensi komunikasi dalam manajemen, yang paling penting adalah melatih sebuah komunikasi yang efektif. Komunikasi yang efektif di sini maksudnya adalah seorang Manajer dapat berkomunikasi secara fleksibel. Maksudnya adalah komunikasi yang dipakai dapat beradaptasi sesuai kebutuhan, misalnya dengan siapa dia berbicara, di mana dia berbicara, dalam suasana apa dia berbicara, dan apa yang dibicarakan. bahasa yang dipakai juga tidak terlalu mengganggu pendengar, misalnya ketika seorang manajer sedang berbiacara dengan seorang yang “low educated”, seharusnya dia dapat menggunakan bahasa yang sederhana dari pada menggunakan istilah-istilah ilmiah, dan sebaliknya jika dia sedang berbicara dengan atasan, dia dapat menggunakan bahasa yang lebih ilmiah.
    Jawaban soal nomor 4
    Ada dua kompentensi yang harus dimiliki dalam kasus ini:
    Yang pertama adalah kompetensi tim kerja dimana seorang Kepala Daerah dapat mempunyai “team work” yang baik terhadap Kepala Dinas. Agar setiap program pemerintahan daerah dapat direalisasikan dengan baik. Dengan adanya rapat kerja dan evaluasi dari kedua pihak, akan membantu meningkatkan tim kerja yang baik.
    Yang kedua adalah kompetensi perencanaan di mana setiap langkah-langkah yang akan dikerjakan dapat direncanakan oleh kedua belah pihak dengan sepakat. Dengan adanya kesepakatan di dalam strategi, akan sangat membantu menyelesaikan tugas. Karena setiap strategi dan tugas-tugas akan dibagikan secara jelas dan rinci.
    Jawaban nomor 10
    • Tersedianya sumber daya manusia yang berkualitas yang dibutuhkans
    • Sistem kerja perusahaan Microsoft yang mungkin berbeda dengan kultur kerja orang Indonesia
    • Penyesuaian kebutuhan teknologi yang berbeda dengan negara asal
    • Pembajakan di Indonesia masih sangat bebas sehingga inovasi Microsoft mungkin dapat dibajak dengan bebas tanpa pengendalian yang ketat
    • “Research and Development” yang berbeda
    Jawaban nomor 6
    Karena setiap individu manajer mempunyai kemampuan kompetensi yang berbeda-beda. Misalnya seorang lini manajer yang berada di puncak, tentu bukan seorang yang harus bekerja menggunakan “hard-skill” yang lebih banyak, namun ia mempunyai suatu kemampuan berpikir, memberdayakan manusia dan mendelegasi yang lebih kuat. Sedangkan lini manajer yang lebih bawah lagi, ia sudah dapat mengembangkan kemampuan memimpinnya, namun sebagian pekerjaaan masih harus ia kerjakan karena menuntut “skill” dan kepintaran tertentu. Contohnya adalah bagian audit.

    Komentar oleh Lyo Patterson Marcus | Juni 18, 2014 | Balas

    • Lyo ini tugasmu atau Andy Brata

      Komentar oleh johannessimatupang | Juni 27, 2014 | Balas

  10. PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN
    JAWABAN UJIAN MATRIKULASI MANAJEMEN DAN ORGANISASI
    Dosen Pengasuh : Dr. Johannes, SE., M.Si dan Drs. Muliady Raf, MBA

    1. Definisi Manajer pada umumnya adalah “seseorang yang bekerja mengorganisasi kegiatan pada sebuah perusahaan untuk mencapai tujuan”. Pada dasarnya seorang manajer dapat kita temui dimanapun dan kapanpun dalam kegiatan sehari-hari, seperti dalam lingkup keluarga. Contoh manajer dalam lingkup keluarga adalah seorang “kepala keluarga” yang mengorganisir keluarganya sendiri, terdiri dari istri dan anak-anaknya. Kepala keluarga yang menentukan arah dan merencanakan masa depan keluarga. Kepala keluarga mencari penghasilan dan bekerjasama dengan istri untuk mengatur keuangan keluarga, merinci segala kebutuhan dan rencana pendidikan untuk anak-anaknya. Tujuan yang ingin dicapai adalah keluarga merasa nyaman, bahagia dan tercukupi semua kebutuhan serta anak-anak dapat memperoleh pendidikan yang baik.
    2. Birokrasi dapat membuat organisasi menjadi efisien didukung akan kemampuan Sumberdaya Manusia yang menjalankannya dan aturan yang disederhanakan. Jika Sumber daya manusia benar-benar menjalankan kewajibannya dengan penuh tanggung jawab, tepat waktu,sesuai aturan yang telah disederhanakan (tidak berbeli-belit) dan tidak mempersulit maka efisiensi organisasi dapat terwujud. Contoh birokrasi yang dapat membuat organisasi menjadi efisien yakni Lelang Jabatan di Pemprov. DKI yang mencari SDM berkompeten dan berkualitas sesuai dengan jabatan yang akan ditempati dan bertujuan untuk mempersingkat proses (tahapan) birokrasi yang panjang, penyeleksian secara terbuka, memudahkan segala urusan yang terkait kewajibannya sehingga organisasi menjadi efisien.
    3. Kompetensi Komunikasi seorang Manajer dapat dibangun melalui proses-proses pembelajaran baik itu secara teori ataupun secara praktis, sebagai berikut : secara teori dengan banyak membaca (study literatur), terutama yang terkait dengan kegiatannya sebagai seorang manajer. Secara praktis dapat dibangun dengan berkomunikasi langsung secara internal dan eksternal dengan relasi,rekan kerja dan staf,memperluas jaringan dan pergaulan sehingga apa yang disampaikan kepada stafnya dapat diaplikasikan dengan baik dan tujuan organisasi dapat tercapai.
    4. Menurut saya kompetensi kepala daerah yang berperan penting adalah Komunikasi, pengetahuan dan perilaku. Seorang kepala daerah harus dapat menyampaikan ide atau konsep pemerintahannya dengan baik dan detail terhadap kepala dinas agar dalam pelaksanaan dilapangan sesuai dengan tupoksi masing-masing, dan seorang kepala daerah harus dapat memberi contoh teladan dalam bersikap dikehidupan sehari-hari.
    5. Ada, salahsatunya dengan latarbelakang pendidikan. Seorang manajer yang pernah mendapatkan pendidikan manajemen, lebih sistematis dalam hal pengambilan keputusan secara cepat dan tepat dan pendelegasian tugas dalam perusahaan karena lebih memahami prinsip dasar manajerial sehingga tujuan perusahaan dapat dicapai dengan langkah/strategi yang lebih terarah.

    Salam Sukses…
    Nama : Thondra Biritta
    Kelas : Pagi

    Komentar oleh Thondra B. | Juni 18, 2014 | Balas

  11. Tugas Kuliah Manajemen dan Organisasi
    Program Matrikulasi
    Kelas : Malam
    Nama : Adimarta

    Soal :

    1. Berikan alasan bahwa pekerjaan seorang manajer juga didapati pada kegiatan sehari-hari tanpa memandang yang bersangkutan apakah menjadi manajer atau tidak pada suatu perusahaan. Berikan jawaban dengan contoh.

    Jawab :

    Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.

    Contoh :

    Keputusan saya mengikuti / masuk kuliah di MM Unja adalah contoh yang dapat dikatakan telah melakukan apa yang dillakukan seorang Manajer dalam pekerjaan kantornya, meskipun dalam skala yang lebih kecil.

    Sebelum saya memutuskan untuk kuliah di MM Unja, maka saya telah membuat PERENCANAAN yang meliputi soal Biaya dan Waktu Kuliah.

    PENGORGANISASIAN yang meliputi mengatur Waktu dan Konsentrasi (Pemikiran).

    PENGKOORDINASIAN yang meliputi upaya mendapatkan dukungan dari orang terdekat / keluarga, karena bagaimanapun juga, keputusan yang saya ambil ini sedikit banyak akan berdampak atau mempengaruhi kualitas waktu dan rutinitas yang telah ada sebelumnya.

    PENGONTROLAN / PENGENDALIAN yang meliputi upaya untuk mengendalikan apa-apa yang telah saya rencanakan seperti tersebut di atas agar sesuai dengan apa yang saya rencanakan, yaitu mampu menyelesaikan kuliah di MM Unja dengan TEPAT WAKTU (Efektif), TEPAT BIAYA (Efisien).

    3. Kebutuhan akan Manajer yang efektif menjadi dasar apakah organisasi dapat mencapai tujuannya baik atau tidak. Dalam hal ini salah satunya dibutuhkan kompetensi di bidang komunikasi. Jelaskan hal ini dapat dibangun oleh seorang Manajer.

    Jawab :

    Salah satu Fungsi Manajemen adalah Fungsi MENGATUR (ORGANIZING), maka seorang Manajer terlebih dahulu musti mengenal dan mengetahui siapa yang di pimpinnya dengan baik. Karena itu, seorang Manajer harus mempunyai kemampuan membangun komunikasi yang baik dengan bawahannya. Tujuan membangun komunikasi yang baik adalah untuk menciptakan ’Keterikatan’ (hubungan Emosional) yang baik, sehingga fungsi mengatur dan mengendalikan Organisasi dapat secara menyeluruh, untuk menjadikan organisasi bisa bergerak / berjalan seiring dan seirama secara harmonis. Sehingga apa yang telah direncanakan / dimaksud / diperintahkan oleh Manajer kepada Tim (anggota organisasi) / bawahannya dapat berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan.

    5. Adakah peran daripada latar belakang manajer tentang kompetensi yang dimilikinya?

    Jawab :

    Jika yang dimaksud latar belakang di sini adalah soal latar belakang sosial / ekonomi masa kecilnya, maka saya berpendapat latar belakang ini tidak ada pengaruh secara langsung terhadap kompetensi yang dimiliki seorang Manajer. Hal ini dilandasi kepada bahwa Kompeternsi adalah sesuatu yang bersifat terukur dan dapat dipelajari. Namun jika yang dimaksud di sini latar belakang pendidikan yang pernah dijalaninya, maka saya berpendapat pasti ada pengaruhnya terhadap Kompetensi yang dimiliki seorang Manajer.

    6. Adakah peran daripada latar belakang manajer tentang kompetensi yang dimilikinya?

    Jawab :
    Ketrampilan yang harus dimiliki pada setiap manajer berbeda-beda. Pada tingkatan manajer paling atas (Top Manager) membutuhkan kemampuan konseptual daripada yang lainnya. Manajemen paling bawah lebih memerlukan ketrampilan teknikal, seperti akuntansi, komputer, dan lain-lain. Ketrampilan ketiga, yaitu ketrampilan berkomunikasi dimana ketrampilan ini dibutuhkan dalam semua tingkatan manajemen.
    Seorang peneliti, Henry Mintzberg, mengkategorikan peran seorang manajer dan dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis utama, yaitu :
    • Peran Decisional, membutuhkan manajer yang merencanakan strategi dan memanfaatkan sumber daya.
    • Peran Interpersonal, memerlukan manajemen untuk mengarahkaan dan mengawasi karyawan dan organisasi.
    • Peran Informasi adalah, mereka dimana para manajer memberikan dan mengirimkan informasi.

    8. Max Webber, penggagas pandangan birokrasi, menyampaikan 7 prinsip. Jelaskan 3 diantara 7 prinsip tersebut!

    Jawab :
    1. Terdapat ruang lingkup kompetensi yang jelas serta memiliki kewenangan untuk melaksanakan tugas dan pekerjaan yang merupakan aspek integral dari birokrasi.
    2. Para pelaksana atau staf administrasi secara tegas dipisahkan dari para pemilik modal atau alat produksi agar pimpinan dapat membuat keputusan yang rasioal dan obyektif.
    3. Prinsip hirarki menunjukkan bahwa tiap-tiap bagian yang lebih rendah posisinya selalu berada di bawah perintah dan selalu di bawah pengawasan dari posisi yang lebih tinggi sehingga garis komunikasi lebih bersifat vertikal.

    Komentar oleh Adimarta | Juni 18, 2014 | Balas

  12. TUGAS UJIAN MATRIKULASI MANAJEMEN DAN ORGANISASI
    PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN UNIVERSITAS JAMBI
    Dosen Pengasuh : Dr. Johannes, SE., M. Si dan Drs. Muliady Raf. MBA

    Nama : NOVA ANGELIA, SE
    Kelas : Malam
    Tanggal :18 Juni 2014

    1. Pertanyaan No.1
    Berikan alasan bahwa pekerjaan seorang manajer juga didapati pada kegiatan sehari-hari tanpa memandang bahwa yang bersangkutan apakan menjadi manajer atau tidak pada suatu perusahaan. Berikan jawaban dengan memberi contoh .

    Setiap manusia adalah seorang manajer. Baik dia seorang staff diperusahaan, seorang pengusaha, pegawai pemerintahan, pedagang, anak sekolah, ibu rumah tangga, atau bahkan seorang pengangguran sekalipun. Karena manusia me – manajeri dirinya sendiri dalam kehidupan sehari-hari. Setiap hari kita adalah seorang manajer terhadap apa yang harus kita jalani. Kita adalah manajer keuangan untuk diri kita sendiri. Harus mampu mengolah uang yang ada untuk kelangsungan hidup kita. Tanpa harus berada pada tingkat manajer keuangan pada sebuah perusahaan. Kita harus mampu membagi atau memperhitungkan kebutuhan keuangan kita dengan sebaik-baiknya agar cukup dengan uang yang ada. Begitu pula dengan masalah waktu. Kita adalah manajer untuk diri kita sendiri dalam pembagian waktu. Kita harus mampu membagi waktu sebaik-baiknya agar dapat melaksanakan seluruh tugas proiritas maupun tidak prioritas untuk diri kita sendiri. Pada intinya, seorang manusia harus mampu terlebih dahulu dalam me-manajeri hidupnya sendiri sehingga mampu me- Manajeri subuah perusahaan atau institusi yang membawahi orang lain.

    2. Pertanyaan No. 2
    Dalam pandangan birokrasi, manajemen diterjemahkan menjadi seperangkat aturan yang membuat organisasi ataupun perusahaan agar dapat berjalan dengan efisien. Jelaskan bagaimana birokrasi dapat membuat organisasi menjadi efisien. Berikan contoh.

    Birokrasi sangat dibutuhkan dalam sebuah organisasi ataupun perusahaan. Birokrasi dapat membantu keberlangsungan perusahaan ataupun organisasi. Adanya pembagian-pembagian pekerjaan atau urutan-urutan pekerjaan yang harus sesuai dengan kebutuhan. Sehingga perusahaan atau organisasi tersebut dapat efisien dalam menjalankan tugas-tugas yang ada.

    3. Pertanyaan No. 10
    Andaikan Microsoft akan membuka cabang di Indonesia, kendala apa yang dihadapi perusahaan tersohor itu.

    Microsoft adalah suatu perusahaan software yang sangat terbesar di dunia. Produk-produk yang dihasilkan Microsoft adalah produk-produk yang merupakan produk yang banyak digunakakan diseluruh dunia, termasuk Indonesia. Jika Microsoft ingin membuka cabang di Indonesia, tentu saja kita cukup berbangga. Tapi tentu saja ada kendala yang ditemukan. Salah satunya adalah salah satunya izin dari pemerintah. Karena Pemerintah Indonesia tentu saja harus melihat dampaknya bagi masyarakat Indonesia. Dalam hal Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia yang akan dipergunakan oleh Perusaan tersebut.

    4. Pertanyaan No. 5
    Adakan Peran daripada latar belakang seorang manajer tentang kompetensi yang dimilikinya.

    Latar belakang seorang manajer sangat berpengaruh dalam kompetensinya, karena latar belakang merupakan patokan atau ukuran bagaimana nantinya dia dapat menjalankan kompetensinya sebagai seorang manajer. Misalnya latar belakan pendidikan dan keluarganya. Latar belakang pendidikan dapat membantu dia dalam menjalankan tugasnya dalam menjadi seorang manajer. Dan latar belakang keluarganya yang baik dapat menjadikan dirinya seorang manajer yang baik pula.

    5. Pertanyaan No. 3
    Kebutuhan akan manajer yang efektif menjadi dasar apakah organisasi dapat mencapai tujuannya baik atau tidak. Dalam hal ini, salah satunya dibutuhkan kompetensi dibidang komunikasi, jelaskan hal ini dapat dibangun oleh seorang manajer.

    Kompetensi komunikasi sangat diperlukan oleh seorang manajer yang membawahi beberapa bagian dan staff disebuah perusahaan atau organisasi. Manajer harus dapat mengkomunikasikan segala hal yg berkaitan dengan pekerjaan kepada bawahannya. Dan cara komunikasi yang baik tentu saja dapat mengartikan apa yang di inginkan manajer kepada bawahannya, sehingga akan tidak akan terjadi kesalahan komunikasi diantara mereka. Manajer harus tau bagaimana berkomunikasi dengan setiap bawahannya, setiap bawahan mempunyai cara menangkap komunikasi yang berbeda- beda. Sehingga manajer harus mampu membedakan cara berkomunikasi pada tiap bawahannya.

    Terimakasih

    Komentar oleh Nova Angelia, SE | Juni 18, 2014 | Balas

  13. Nama : Laila Farhat
    Kelas : Malam
    Program : Magister Management
    Mata Kuliah : Pengantar Manajemen Dan Organisasi.
    Dosen Pembimbing : Dr. Johannes S.E., M. Si.

    Selamat Pagi Pak Jo..
    Salam Sejahtera Untuk Kita Semua..
    Berikut Saya Sampaikan Tugas Matrikulasi Yang Telah Di Berikan…

    Pertanyaan :
    1. Berikan alasan bahwa pekerjaan seorang Manager juga di dapati pada kegiatan sehari-hari tanpa memandang bahwa yang bersangkutan apakah Manager atau tidak pada satu perusahaan, berikan dengan memberi contoh !.

    Jawaban :
    Secara umum Manager adalah orang yang bertanggung jawab secara langsung untuk memastikan seluruh kegiatan dalam suatu organiasi agar dapat berjalan dengan baik dan terujud melalui rangkain kegiatan manajemen baik yang bersifat fungsional maupun operasional. Dan semua hal tersebut dapat di implementasikan dalam kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga seperti halnya yang di lakukan oleh ibu rumah tangga. Ibu rumah tangga bisa di katakan seorang Manager, karena fungsinya sebagai pengatur keuangan, pengatur kegiatan dan pengatur bagi anak-anak serta suami mereka, tanpa di sadari dengan system yang di lakukannya ibu-ibu rumah tangga secara tidak langsung memprkatekkan kegiatan-kegiatan yang di lakukan oleh seorang manager, seperti pengaturan jadwal belajar anak-anak, pengaturan pengeluaran keuangan bulanan dan pengaturan kebutuhan lainnya, tanpa adanya peran ibu rumah tangga yang benar dalam pengaturan rumah tangganya dapat di pastikan bahwa rumah tangga tidak dapat berjalan dengan baik, dan juga sebaliknya jika peran, fungsi serta system yang di atur sedemikian rupa di rumah tangga maka otomais keluarga tersebut dapat di katakan baik dan berhasil dalam kehidupannya.

    Pertanyaan :
    2. Kebutuhan akan Manager yang efektif menjadi dasar apakah organisasi dapat mencapai tujuannya baik atau tidak, dalam hal ini salah satunya di butuhkan kompetensi di bidang komunikasi, jelaskan hal ini dapat di bangun oleh seorang Manager !.

    Jawaban :
    Manager yang efektif membutuhkan beberapa kompetensi, salah satunya adalah kompetensi di bidang komunikasi yaitu keahlian dalam memahami dan melakukan interaksi dengan berbagai jenis orang di lingkungannya seperti bernegosiasi, memberi motivasi dan menyakinkan orang lain dan sebagainya baik secara lisan dan tulisan. Hal ini tentu sangat di perlukan oleh seorang Manager dalam memimpin organisasi karena tanpa kemampuan berkomunikasi dengan baik visi dan misi dari organisasi tidak dapat tersampaikan kepada orang lain dan hal ini tentukan merugikan bagi perusahaan, jadi peran kompetensi komunikasi bagi seorang Manager sangat mempengaruhi dan berujung dari keberhasilan Perusahann atau Organisasi yang dia pimpin.

    Pertanyaan :
    3. Dalam kompetensi self Management, salah satunya di kenal integrity dan ethical conduct, jelaskan lingkup dan arah dari pada dimensi kompetensi ini !.

    Jawaban :
    Integrity Dan Ethical Conduct merupakan salah satu bagian dari kompetensi pengelolaan diri atau self managemen . Integrity merupakan kejujuran dan bersikap adil serta dapat di percaya dalam hubungan kerja, memiliki integritas pribadi dan prilaku yang etis dan jelas menerima tanggung jawab atas tindakannya. dalam kaitannya dengan seorang Manager, integrity dan ethical conduct ini sangat di perlukan karena seorang manager harus bersikap mempertahankan prinsip dan menjadi dasar yang melekat pada diri sendiri sebagai nilai-nilai moral, dan hal ini harus tercermin dalam seorang manager yang baik. Dia bersikap sesuai dengan apa yang di katakannya dan di buktikan dengan perbuatan Sehingga bisa memberi contoh kepada bawahannya. disitulah terletak pondasi dalam membangun kepercayaan dan hubungan antara individu dalam organisasi. Dimana kita memperhatikan legalitas dan prosedur yang harus ditempuh, namun yang lebih penting Integritas seseorang dapat menuntun mana yang jujur dan yang tidak jujur yang tidak mudah di kacaukan hal-hal yang bersifat formal tapi dapat menyesatkan. Jadi kompetensi integrity dan ethical conduct sangat berperan bagi seorang Manager.

    Pertanyaan :
    4. Untuk organisasi di bidang Pemerintahan seperti seorang Kepala Daerah kepada Kepala Dinas, Kompetensi apa yang menurut anda berperan penting ? Berikan alasannya !.

    Jawaban :
    Dalam Bidang Pemerintahan seorang Kepala Daerah Kepada Kepala Dinas menurut pendapat saya kompetensi yang sangat di utamakan selain kompetensi-kompetensi yang lain adalah kompetensi di bidang komunikasi, karena kepala daerah dalam hal ini dapat di katakan seorang Gubernur kepada kepala Dinas mempunyai wewenang, tanggung jawab yang sudah tersusun dan sistimatis secara masing-masing bidang kerja yang berbeda-beda sehingga pendekatan Kepala Daerah lebih menekankan kepada cara berkomunikasi yang baik dan memahami apa yang inign di sampaikan dan di terima. Dapat di katakana bahwa kompetensi komunikasi yaitu penyampaian pertukaran informasi yang efektif yang dapat menimbulkan pemahaman antara diri anda sendiri dan orang lain, berbicara, menulis dan mengamati untuk memodifikasi makna. Fleksibel pendekatan beragam sesuai dengan situasi bersifat formal dan hirarki. Kemampuan membangun hubungan dan menerapkan pengaruhnya dalam semua arah. Dan semua itu harus di kuasai oleh seorang Kepala Daerah untuk menginstruksikan kepada kepala dinas untuk menjalankan program-program kerja daerah sehingga dapat tercapai apa yang diinginkan

    Pertanyaan :
    5. Dalam Hal Organisasi apa Manajemen Birokrasi sesuai di laksanakan ?

    Jawaban :
    Manajemen birokrasi merupakan organisasi yang sifatnay mempunyai rantai tugas yang berbentuk piramida. Dimana lebih banyak orang berada di bawah dari pada di tingkat atas, biasanya pada instansi yang sifatnya administasi maupun militer. Jadi secara tidak langsung manajemen birokrasi dapat di terapkan pada organisasi pemerintahan seperti pelayanan pada Rumah Sakit.
    Pada rantai tugas ini setiap posisi serta tanggung jawab kerjanya di deskripsikan dengan jelas dalam organisasi. Organisasi inipun memiliki aturan dan prosedur ketat sehingga cenderung kurang flkesibel ciri lainnya adalah biasanya banyak formulir yang harus di lengkapi dan pendelegasian wewenang harus di lakukan sesuai dengan hirarki kekuasaan. Banyak keunggulan dari manajemen birokrasi ini tetapi banyak pula kekurangannya.

    Demikian disampikan, Terima Kasih Pak Jo..
    Salam Sejahtera..

    Komentar oleh Laila Farhat | Juni 18, 2014 | Balas

  14. Salam Pak Jo,
    Nama : Arisonang Rangkuti
    Program Magister Manajemen
    Tugas Ujian Martikulasi Manajemen dan Organisasi

    1. Sebagai pribadi yang bukan manajer suatu organisasi ataupun perusahaan minimal adalah sebagai manajer diri sendiri. Contohnya adalah manajemen waktu, dimana kita sebagai individu mengatur waktu. Yaitu manajemen waktu untuk kegiatan yang akan dilakukan pada hari ini ataupun manajemen waktu untuk kegiatan yang akan dilakukan esok hari atau di hari-hari tertentu. Tetap dengan penerapan POAC, dimulai dari perencanaan yaitu dengan merencanakan apa yang akan kita lakukan di waktu tertentu. Organizing, yaitu dengan membagi-bagi atau menyusun urutan-urutan kegiatan yang akan dilakukan di waktu terntu. Actuating atau Leading, yaitu dengan melaksanakan atau melakukan kegiatan sesuai dengan perencanaan yang telah kita organizing pada waktu tertentu. Dan terakhir adalah Controlling, yaitu dengan melakukan evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan berdasarkan perencanaan yang telah di organizing. Apakah telah terlaksana sesuai dengan harapan kita atau masih tidak sesuai dengan harapan kita. Dengan evaluasi ini diharapkan untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan pada pelaksanaan yang terjadi pada waktu sekarang agar tidak terjadi pada pelaksanaan di waktu berikutnya.
    2. Salah satu contoh dimana birokrasi dapat membuat organisasi khususnya dalam pemerintahan adalah dengan penggunaan E-Government. Penggunaan TI ini dapat mempermudah masyarakat untuk mengakses informasi untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas di instansi pemerintah. E-Government juga dapat memperluas partisipasi publik dimana masyarakat dimungkinkan untuk terlibat aktif dalam pengambilan kebijakan Pemerintah. E-Government merupakan sistem TI yang dikembangkan oleh Pemerintah dalam memberikan pilihan kepada masyarakat, untuk bisa mendapatkan kemudahan akses informasi dan layanan pemerintah. Selain itu, e-Government, merupakan bentuk pemanfaatan TI untuk mendukung aktivitas Pemerintah Daerah yang meliputi aktivitas internal maupun di lingkungan Pemerintah Daerah serta aktivitas pelayanan publik.
    Dengan demikian, untuk menghadapi era global ini Pemerintah Daerah dituntut untuk membangun ketangguhan di segala bidang. Disamping itu, tuntutan masyarakat terhadap pelayanan yang baik atau pelayanan prima menjadikan Pemerintah Daerah mau tidak mau harus mengikuti perkembangan teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas yang tinggi. Dengan semakin meningkatnya tuntutan pembangunan dan pelayanan oleh masyarakat, menjadikan pemerintah daerah harus kreatif di segala bidang dan mampu memanfaatkan segenap potensi yang ada termasuk pendayagunaan e-Government.
    Sumber : http://etisetyarini.blog.fisip.uns.ac.id/2011/12/07/e-government-munuju-efektivitas-dan-efisiensi-birokrasi-indonesia/

    6. Robert L. Katz pada tahun 1970-an mengemukakan bahwa setiap manajer membutuhkan minimal tiga keterampilan dasar. Ketiga keterampilan tersebut adalah:
    1. Keterampilan konseptual (conceptional skill)
    Manajer tingkat atas (top manager) harus memiliki keterampilan untuk membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuan organisasi. Gagasan atau ide serta konsep tersebut kemudian haruslah dijabarkan menjadi suatu rencana kegiatan untuk mewujudkan gagasan atau konsepnya itu. Proses penjabaran ide menjadi suatu rencana kerja yang kongkret itu biasanya disebut sebagai proses perencanaan atau planning. Oleh karena itu, keterampilan konsepsional juga meruipakan keterampilan untuk membuat rencana kerja.
    2. Keterampilan berhubungan dengan orang lain (humanity skill)
    Selain kemampuan konsepsional, manajer juga perlu dilengkapi dengan keterampilan berkomunikasi atau keterampilan berhubungan dengan orang lain, yang disebut juga keterampilan kemanusiaan. Komunikasi yang persuasif harus selalu diciptakan oleh manajer terhadap bawahan yang dipimpinnya. Dengan komunikasi yang persuasif, bersahabat, dan kebapakan akan membuat karyawan merasa dihargai dan kemudian mereka akan bersikap terbuka kepada atasan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan, baik pada tingkatan manajemen atas, menengah, maupun bawah.
    3. Keterampilan teknis (technical skill)
    Keterampilan ini pada umumnya merupakan bekal bagi manajer pada tingkat yang lebih rendah. Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu, misalnya menggunakan program komputer, memperbaiki mesin, membuat kursi, akuntansi dan lain-lain.
    Dengan bahasa yang sederhana, sebetulnya ketiga jenis tingkatan manajemen tersebut bekerja pada waktu yang sama, tetapi jenis kegiatannya berbeda. Manajemen Tingkat Atas lebih banyak bekerja dengan pikiran, sedikit sekali bekerja secara fisik atau tenaga. Manajemen Tingkat Menengah, antara kerja pikir dengan kerja fisik boleh dikatakan seimbang. Sedangkan Manajemen Tingkat Bawah, bekerja dengan pikiran sedikit sekali, sementara dengan fisik atau tenaga amat besar/banyak. Namun semua itu untuk mencapai tujuan perusahaan dengan cara yang efektif dan efisien.
    Sumber: http://ilhamhidayat.blog.com/2009/10/01/tingkatan-manajemen-dan- manajer-dan-keterampilan-manajer/
    8. Tiga dari tujuh prinsip tipe ideal birokrasi adalah :
    1. Peraturan atau aturan yang ada di dalam birokrasi sangat jelas dan tegas sekali untuk menegakkan ketertiban dan kelangsungannya. Dalam suatu organisasi bisa digambarkan dengan aturan-aturan dan tata tertib bagi pelaksana organisasi sehingga bagi yang melanggar aturan-aturan dan tata tertib tersebut akan diberikan sanksi sesuai ketetapan organisasi.
    2. Terdapat ruang lingkup kompetensi yang jelas serta memiliki kewenangan untuk melaksanakan tugas dan pekerjaan yang merupakan aspek integral dari birokrasi.
    3. Sumber dari otoritas atau kewenangan adalah keterampilan teknis, kompotensi dan keahlian (expertise) agar dapat dipromosikan pada suatu jabatan/posisi tertentu.
    Sumber : http://www.ut.ac.id/html/suplemen/sosi4310/top.9.htm
    13. Adalah Isaac Merrit Singer pembuat mesin jahit singer yang terkenal. Mesin jahit yang ia temukan praktis dan mudah dipakai untuk kebutuhan rumah tangga, mulai dari bentuk hingga kemudahan pemakaiannya. Adapun Isaac Merrit Singer membuka cabang dengan cara franchise di berbagai negara adalah salah satu cara untuk meningkatkan distribusi dan penjualan mesin jahit singer baik di dalam maupun luar negeri.
    Adapun keunggulan franchise adalah manajemen bisnis yang telah terbangun. Biaya dan tenaga yang diperlukan untuk membangun reputasi bisnis tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan dengan membangun bisnis baru. Dengan menggunakan bisnis waralaba. Sistem manajeman finansial telah di tetapkan oleh pemilik waralaba utama, sehingga kita tidak perlu dipusingkan lagi dengan manajemen finansial seperti membangun bisnis baru. Orang yang membeli waralaba bisa mendapatkan keuntungan kerjasama yang telah terbangun sebelumnya oleh pemilik waralaba. Contohnya kerjasama dengan pemasok bahan baku, pihak periklanan dan juga pemasaran. Pemilik waralaba biasanya akan memberikan pelatihan seperti manajemen finansial, pemasaran, periklanan dan lain lain. Hal – hal seperti ini biasanya sudah termasuk dalam paket pembelian waralaba.
    Adapun Kelemahan franchise adalah kurangnya kendali dari pembeli waralaba terhadap bisnisnya sendiri, karena semua sistem telah ditentukan oleh pemilik waralaba. Sehingga ruang gerak pembeli waralaba sangat terbatas. Ide-ide untuk berkreatifitas pun terkadang tidak bisa diaplikasikan, karena adanya perjanjian-perjanjian khusus. Untuk mendapatkan keuntungan yang mencukupi, tentunya setiap pengusaha menginginkan modal yang kecil. Salah satu caranya adalah mencari supplier yang murah. Dengan menggunakan sistem waralaba, pihak pemasok barang pun telah ditentukan. Sehingga kita tidak bisa memilih lagi supplier yang lebih murah. Salah satu kekurangan terbesar dari waralaba adalah tergantungnya reputasi waralaba terhadap waralaba yang lain. Jika waralaba yang lain melakukan kesalahan yang mengakibatkan rusaknya reputasi, maka hal ini juga akan mempengaruhi waralaba yang anda kelola. Pihak pemilik waralaba akan mengajukan biaya awal untuk membeli perjanjian waralaba. Kemudian biaya lanjutan untuk pelatihan dan dukungan bagi para pembeli waralaba. Pembeli waralaba di haruskan untuk membayar royalti dari sejumlah keuntungan yang didapatkan. Jika keuntungan yang didapatkan sedikit, berarti keuntungan tersebut akan dipotong untuk menutupi biaya ini.
    Sumber : http://pengusahamuslim.com/keuntungan-dan-kekurangan-1728/#.U6EDsnZqPWk\
    http://id.wikipedia.org/wiki/Isaac_Singer

    Kebiasaan yang bagus, setiap jawaban ada referensi.

    Komentar oleh Ari Rangkuti | Juni 18, 2014 | Balas

  15. NAMA : DWI PUTRI LASTARI
    KELAS : 2B
    DOSEN PENGASUH : Dr. JOHANNES, S.E., M.Si dan Drs. MULIADY RAF, MBA.

    UJIAN MATRIKULASI MANAJEMEN DAN ORGANISASI
    4. Untuk organisasi di bidang pemerintahan, seperti seorang kepala daerah kepada kepala dinas, kompetensi apa yang menurut anda berperan penting. Berikan alasannya!.
    Menurut saya kemampuan atau kompetensi yang sangat berperan penting alaha kompetensi konseptual. Kepala daerah selaku top manager di daerqah lebih membutuhkan kompetensi konseptual. Hal ini dikarenakan selaku top manager, kepala daerah harus mampu mempuat keputusan terbaik untuk terkait pembangunan daerah nya. Oleh karena itu, kepala daerah harus mampu mengidentifikasi setiap masalah-masalah dan potensi yang dimilikinya untuk mampu membuat keputusan yang terbaik bagi pembangunan daerahnya. Hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan Analisa Potensi Wilayah. Selain itu, kepala daerah juga harus mampu membuat daftar prioritas kegiatan yang harus dilakukan terkait pembangunan daerahnya. Serta harus mampu membuat suatu solusi alternatif apabila suatu kegiatan yang dilaksanakan gagal.

    6. Pada berbagai tingkatan manajer (puncak, tengah dan bawah) dibutuhkan manajer yang berbeda sesuai dengan kompetensi yang disyaratkan. Mengapa hal ini demikian? Berikan alasannya.
    Ada 3 tingakatn manajer, yaitu :
    a. First Line Manager/ manajer bawah : manajer yang bertanggung jawab terhadap operasional kegiatan karyawan dan tidak mengganggu manajer lainnya. Pada first line manajer ini lebih dibutukan kompetensi yang bersifat teknikal. Ini digunakan untuk mengatur karyawan-karyawan yang levelnya di bawah first line manajer. Contohnya adalah mandor. Secara teknik, mandor harus memiliki kompetensi teknik yang lebih baik dibandingkan karyawannya untuk dapat mengatur dan mengawasi pekerjaan karyawannya sesuai dengan hasil yang diharapkan.
    b. Middle Manager/ manajer tengah : manajer tengah (middle) bertanggung jawab mempengaruhi (mensupervisi) manajer level dibawahnya dan bertanggung jawab kepada top manajer. Kompetensi yang harus dimiliki adalah kompetensi komunikasi. Komunikasi diperlukan untuk membangun kerja sama dengan karyawan serta perusahaan lainnya,mampu menciptakan link dengan perusahaan lain, serta harus mampu memotivasi karyawan agar dapat bekerja secara optimal agar tujuan perusahaan dapat tercapai. Contohnya adalah Kepala Dinas Kepala Bagian, Kepala seksi dan Kepala Sub Bagian.
    c. Top Manajer/ Manajer Puncak : merupakan manajer tertinggi dari tingkatan majer. Sehingga kompetensi yang dibutuhkan adalah kompetensi konseptual, yaitu kompetensi untuk mengidentifikasi masalah , mencari solusi masalah, dan membuat keputusan terkait pemecahan masalah secara bijak. Contohnya dalah : Gubernur, Walikota dan Bupati.
    10. Andaikan microsoft membuka cabang di Indonesia, kendala apa yang dihadapi perusahaan tersohor itu ?
    Menurut saya, apabila pperusahaan microsoft membuka cabang di Indonesia merupakan langkah potensial bagi mereka, mengingat mayoritas masyarakat indonesia bersifat konsumtif, sehingga memudahkan perusahaan tersebut untuk mendapat keuntungan dari hal ini. Akan tetapi, hal ini terkendala pada kurangnya penguasaan ilmu teknologi (IT) pada sebagian masyarakat di Indonesia. Seperti yang diketahui bahwa sebagian dari masyarakat Indonesia masih mengidap penyakit gaptek (gagap teknologi), sehingga akan terhambat pada pengelolaan pada aplikasi terkait microsoft tersebut. Mengingat perusahaan misrosoft bersifat geografis dimana semua aplikasi , bahasa dan sebagainya menyangkut microsoft disesuaikan dengan wilayah tersebut. Sehingga dibutuhkan Sumber Daya Manusia yang sangat handal dalam bidang IT, akan tetapi, SDM yang tersedia di Indonesia masih sedikit yang mengerti mengenai hal ini. Hal-hal tersebut akan menghambat perkembangan teknologi dari microsoft, akibatnya perusahaan tersebut tidak akan bisa berkembang secara maksimal.

    11. Jelaskan hal yang mengakibatkan percepatan dimensi persaingan diantara perusahaan memasuki pasar global.
    Adapun hal-hal yang mengakibatkan percepatan persaingan di antara perusahaan memasuki pasar global, yaitu :
    a. Kualitas
    Kualitas yang baik merupakan salah satu indikator konsumen mau membeli suatu produk baik jasa maupun barang yang ditawarkan perusahaan. Kualitas yang baik mendorong minat konsumen untuk mau membeli produk tersebut, sehingga dapat dikatan bahwa perusahaaan harus mampu menciptakan produk dengan kualitas yang terbaik dan unik dengan kelebihan yang tidak dimiliki produk dari perusahaan lainnya agar menjadi ciri sehingga masyarakat selaku konsumen mau untuk membeli produk tersebut.

    b. Harga penawaran
    Selain kualitas yang baik, indikator lainnya adalah harga penawaran. Konsumen mana yang tidak akan berlomba-lomba membeli produk dengan kualitas yang baik dengan harga penawaran yang terjangkau ??, tentu saja semua konsumen berminat dengan hal tersebut. Harga yang “miring” dengan kualitas baik menjadi pertimbangan tersendiri bagi konsumen untuk membeli suatu produk. Sehingga dapat dikatakan bahwa produk yang berkualitas baik, serta harga penawaran yang terjangkau lah yang akan lebih menarik minat konsumen untuk membeli produk yang ditawarkan oleh perusahaan.

    12. Untuk manajer global dibutuhkan kompetensi yang berbeda dibanding dengan kompetensi untuk manajer lokal. Jelaskan perbedaan menurut anda .
    Menurut saya hal ini jelas sangat berbeda mengingat cakupan wilayah kerja dan ruang lingkupnya. Cakupan wilayah kerja manajer global lebih luas dan bersifat umum, sedangkan manajer lokal lebih kompleks dan bersifat khusus. Contohnya Presiden dan Lurah, dimana dalam hal ini presiden adalah manajer globab dan lurah adalah manajer lokal. Keputusan dan peraturan yang dibuat oleh masing-masing manajer tersebut berbeda dampak dan sasarannya. Keputusan dan peraturan yang dibuat oleh Presiden berdampak bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali, akan tetapi berbeda dengan keputusan dan peraturan yang dibuat oleh lurah hanya berdampak bagi masyarakat di lingkungan kelurahan yang dipimpinnya. Selain itu dilihat dari pertanggungjawaban kinerja nya, Presiden sebagai manajer global bertanggung jawab secara global atau menyeluruh kepada seluruh masyarakat , sedangkan manajer lokal hanya bertanggung jawab pada atasan dan masyarakat yang di lingkungan kelurahan yang dipimpinnya.

    Tentang kualitas perlu dibahas ulang, karena dampak daripada presfektif manajemen sekarang selalu terkait dg kualitas, terkait dg perbaikan yg selalu diterapkan oleh manajer.

    Komentar oleh Dwi Putri Lastari | Juni 18, 2014 | Balas

  16. Selamat siang pak jo..
    Berikut saya kirimkan tugas ujian matrikulasi manajemen dan organisasi

    TUGAS UJIAN MATRIKULASI MANAJEMEN DAN ORGANISASI
    PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN UNIVERSITAS JAMBI
    Dosen Pengasuh : Dr. Johannes, SE., M. Si dan Drs. Muliady Raf. MBA

    Nama : DEWI ASNIRA PUTRI

    1. Untuk organisasi dibidang pemerintahan, seperti seorang kepala daerah kepada kepala dinas, kompetensi apa yang menurut anda berperan penting. Berikan alasannya !
    Jawab :
    menurut saya kompetensi yang berperan penting adalah kompetensi managerial karena seorang kepala daerah dituntut memiliki suatu kemampuan yang berkaitan dalam menangani tugas suaru organisasi dalam hal ini tugas pemerintahan. Seorang kepala daerah harus memilki suatu konsep dan teknik perencanaan, pengorganisasian, pengendalian dan evaluasi kinerja pada setiap kepala dinas (kepala SKPD) didaerahnya dan juga mampu dalam menerapkan prinsip good governance dalam manajemen pemerintahan, sehingga dapat mendukung kelancaran pelaksanaan tugas bagi kepala dinas di daerahnya sesuai dengan tupoksinya masing-masing.

    2. Andaikan Microsoft akan membuka cabang di Indonesia, kendala apa yang dihadapi perusahaan tersohor itu?
    Jawab :
    a. Proses perijinan yang harus disesuaikan dengan aturan dari negara indonesia dan perusahaan microsoft harus memahami iklim sosial, politik dan budaya (multicultural) dari negara Indonesia.
    b. Proses penentuan lokasi, desain perusahaan dan penyediaan komponen/bahan baku dari perusahaan microsoft itu sendiri, dimana perusahaan seperti microsoft mungkin saja menggunakan bahan/komponen dari negara lain(misal dari amerika) yang kemudian kan diproses di indonesia dan kemudia akan dipasarkan kembali tidak hanya di indonesia dan tentunya juga akan dipasarkan ke negara lain hal ini memberi konsekuensi adanya pengaturan produksi yang tidak mudah karena akan berkaitan dengan bergabagi regulasi antar negara yangb berbeda-beda
    c. Kondisi ekonomi indonesia dimana perusahaan microsoft tentunya harus disesuaikan dengan tingkat inflasi dan turun naiknya tingkat suku bunga yang tentunya nanti akan berpengaruh terhadap perusahaan microsoft itu sendiri, serta penyesuaian nilai mata uang di negara Indonesia.

    3. Berikan alasan bahwa pekerjaan seorang manajer juga didapati pada kegiatan sehari-hari tanpa memandang bahwa yang bersangkutan apakah menjadi manajer atau tidak pada satu perusahaan. Berikan jawaban dengan memberi contoh !
    Jawab :
    Ini dapat dilihat dalam kemampuan kita dalam bertindak dalam mengatur sumber daya diri dan sumber daya waktu (self management). Seperti halnya seorang manajer yang profesional, kita juga tentunya memiliki tujuan kedepan baik tujuan jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Misalnya, seorang karyawan yang ingin menyelesaikan pekerjaan yang diberikan oleh atasan dengan cepat dan baik. Dimulai dengan membuat suatu perencanaan (planning), hal-hal yang perlu direncanakan sebagai manajer bagi diri sendiri adalah rincian aktivitas selama sehari, seminggu, sebulan ataupun semester, dimana dalam mengerjakan sebuah tugas dilakukan secara sedikit demi sedikit namun rutin dan dilakukan sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat (organizing). Kemudian kita dapat memastikan tugas yang telah kita kerjakan telah terlaksana dengan baik(actuating), kita dapat memastikan lembar perencanaan yang telah kita buat memang telah dikerjakan sehingga kita dapat melihat kemajuan dari tugas-tugas kita (controlling), akan tetapi jika terdapat suatu permasalahan mendadak yang masuk dalam perencanaan harian kita, kita dapat melakukan identifikasi terhadap permasalahan dan improve jadwal harian kita. Dengan begitu berarti kita telah menjadi manager bagi diri kita sendiri (self-management) tanpa memandang apakah harus menjadi manajer atau tidak di suatu perusahaan.

    4. Dalam hal organisasi apa manajemen birokrasi sesuai dilaksanakan ?
    Jawab :
    Manajemen birokrasi ini terdapat atau sesuai dilaksanakan pada organisasi birokrasi pemerintah yang berfungsi sebagai instrumen pemerintah untuk mencapai tujuan-tujuan termasuk keseluruhan organisasi pemerintah yang melaksanakan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat dalam berbagai unit organisasi pemerintah dengan tujuan untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat.

    5. Kebutuhan akan manajer yang efektif menjadi dasar apakah organisasi dapat mencapai tujuannya dengan baik atau tidak. Dalam hal ini salah satunya dibutuhan kompetensi di bidang komunikasi, jelaskan hal ini dapat dibangun oleh seorang manajer !
    Jawab :
    Seorang manager memerlukan suatu kompetensi dalam bidang komunikasi agar tujuan yang diinginkan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, terorganisir dan sesuai jadwal serta bagaimana mengelola informasi secara efektif dan efisien. Seorang manager harus dapat membangun dan mengelola suatu hubungan baik secara lisan dan tulisan, agar tidak terjadi istilah miss communication sehingga segala aktivitas yang terkait dengan komunikasi tersebut dapat berjalan lancar baik komunikasi di dalam maupun keluar perusahaan. Kompetensi komunikasi yang baik seorang manager dapat dilihat dalam konteks kemampuan seorang manager untuk menghilangkan kekhawatiran dalam mengelola kelompok audiens yang besar serta kemampuan komunikasi manager dalam mengelola dan menyelesaikan konflik kepentingan antar individu. Jadi, seorang manager yang memiliki kompetensi bidang komunikasi yang baik dapat menjalankan perannya sebagai pembagi informasi, pendukung/fasilitator, pengontrol kualitas pekerjaan, mentor maupun sebagai pemimpin/pencipta situasi.

    Terima kasih..

    Jawabannya jujur masalah perizinan, tapi tak menjelaskan kenapa terjadi demikian. Izin apa saja yg diperlukan.

    Komentar oleh Dewi Asnira Putri | Juni 18, 2014 | Balas

  17. UJIAN MATRIKULASI
    MANAJEMEN DAN ORGANISASI
    NAMA : Adria Wuri Lastari
    Program Pascasarjana
    Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen

    1. Berikan alasan bahwa pekerjaan seorang manajer juga didapati pada kegiatan sehari-hari tanpa memandang bahwa yang bersangkutan apakah menjadi manajer atau tidak pada satu perusahaan . Berikan jawaban dengan memberi contoh.
    Pekerjaan manajer adalah suatu kegiatan yang digunakan harus mengatur semuanya dengan baik, agar dapat melakukan kegiatan dengan efektif dan efisien. Oleh karena itu menurut saya kegiatan manajer dalam kehidupan sehari-hari sangat penting . karena dengan adanya manajemen kita bisa mengatur semua kegiatan agar dapat dilakukan dengan efesien dan efektif. Tanpa adanya manajemen kegiatan kita dalam kehidupan sehari-hari akan tidak teratur, dan tidak dapat mencapai tujuan yang maksimal dan tepat waktu.
    Contohnya manajemen dalam kehidupan sehari-hari adalah memanaj waktu pada saat saya kuliah di Strata 1. Awal memasuki perkuliahan saya memiliki tujuan agar dapat menyelesaikan dalam waktu yang relatif singkat. Dan saya mencoba memanaj waktu agar tujuan saya tercapai. Memanaj waktu harus kita lakukan agar dapat memanfaatkan waktu yang sebaik mungkin. Tidak melakukan kegiatan yang hanya membuang-buang waktu. Memanaj waktu sangat penting karena dengan memanaj waktu semua kegiatan perkuliahan saya tertata rapih dan sesuai dengan target waktu yang saya ingin capai.
    Contoh lain pentingnya kegiatan manajer dalam kehidupan sehari-hari adalah pentingnya kita memanaj keuangan kita. Karena dengan kita memanaj keuangan kita dapat mengatur keuangan dalam keseharian kita. Apabila kita tidak memanaj keuangan kita maka yang akan terjadi hanya pemborosan penggunaan uang untuk membeli barang yang tidak penting. Dalam suatu kehidupan sehari-hari memanaj keuangan harus di terapkan agar antara pemasukkan yang didapat dari bekerja dapat mencukupi kehidupan kita dengan memanaj pengeluaran yang keluar sehari-hari. Apabila manajemen keuangan tidak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari akan terjadi pengeluaran yang berlebihan dan tak mencukupi kehidupan kita.

    2. Kebutuhan akan manajer yang efektif menjadi dasar apakah organisasi dapat mencapai tujuannya baik atau tidak. Dalam hal ini salah satunya dibutuhkan kompetensi di bidang komunikasi , jelaskan hal ini dapat dibangun oleh seorang manajer.
    Kemampuan komunikasi sangat penting dimiliki oleh seorang manajer. Kemampuan komunikasi ini akan teruji ketika manajer menyampaikan pesan kepada karyawannya dan tentu saja para karyawan mudah memahami pesan yang disampaikan. Di sisi lain kemampuan komunikasi para manajer juga akan terlihat saat mereka memberikan kesempatan kepada karyawan untuk menyampaikan tanggapan mereka, dan tanggapan itu dapat ditindak lanjuti secara bijaksana, dan terjalin hubungan kerja yang harmonis serta para karyawan tetap memiliki motivasi kerja yang tinggi atau berperilaku yang positif. Bila kondisi ini tercipta, maka produktifitas kerja karyawan akan meningkat dan sekaligus meningkatkan produktifitas organisasi. hal-hal yang perlu dipahami
    oleh setiap manajer:
    – Empaty, maksudnya manajer harus memahami perasaan dan pemikiran karyawan agar dapat menyampaikan pesan yang tepat kepada mereka sehingga mereka dapat dengan mudah memahami pesan yang disampaikan.
    – Mendengar, kemampuan mendengar bagi para manajer diperlukan untuk memahami pesan atau tanggapan yang disampaikan oleh karyawan, sehingga manajer dapat memberikan tanggapan balik yang tepat kepada karyawan.
    – Kemampuan membaca, para manajer sebaiknya memiliki kemampuan membaca agar dapat dengan mudah menafsirkan pesan ertulis yang disampaikan oleh para karyawan.
    -Memilih Kata, dalam melakukan komunikasi, baik komunikasi tertulis maupun komunikasi lisan,para manajer seharusnya dapat memilih kata-kata yang tepat, sepadan dan mudah dipahami oleh karyawan sehingga mereka dapat mengambil makna yang disampaikan oleh manajer.

    8. Max Weber, penggagas pandangan birokrasi, menyampaikan 7 prinsip. Jelaskan 3 diantara 7 prinsip tersebut.
    1. Suatu susunan fungsi pejabat yang tetap dan terikat oleh peraturan.
    Weber menjelaskan organisasi rasional merupakan antitesa dari pada hubungan khusus, temporal dan yang tidak stabil dengan demikian titik beratnya diartikannya kepada kontinuitas. Peraturan akan menghasilkan suatu penyelesaian baru bagi setiap persoalan dan kasus, peraturan akan mempermudah standarisasi dan banyak kasus diperlakukan secara sama.
    2. Bidang kompetensi khusus; ini menyangkut;
    (a) Suatu bidang kewajiban untuk menjalankan berbagai fungsi yang merupakan pembagian kerja yang sistematis
    (b) Persyaratan bagi para pemegang jabatan dengan wewenang yang diperlukan untuk melaksanakan fungsi tersebut.
    (c) Bahwa sarana pelaksana sudah ditentukan secara jelas dan penggunanya tunduk pada kondisi tertentu. Organisasi yang rasional memerlukan pembagian kerja dan kekuasaan yang sistematis. Setiap partisipan tidak hanya harus memahami tugas yang dibebankan tetapi juga mempunyai sarana untuk melaksanakannya terutama kemampuan untuk memerintah orang lain tetapi juga harus mengetahui batas-batas tugas, hak dan kekuasaan agar tidak melampaui garis yang memisahkan perananya dan peranan orang lain, sehingga akibatnya tidak mengabaikan seluruh struktur organisasi.
    3. Peraturan yang mengatur tingkah laku sesuatu jabatan dapat berbentuk peraturan dan norma teknis. Peraturan dan norma teknis tersebut, penerapanya benar-benar rasional dan harus didukung oleh latihan khusus. Dengan demikian pada umumnya tepat bila dikatakan bahwa hanya seseorang yang memiliki latar belakang teknis yang memadai dan dipandang cukup cakap.Untuk menduduki jabatan staf administrasi, Weber menyebut akar wewenang birokrat ialah pengetahuan dan latihan yang pernah diterima, penguasaanya dibidang ketrampilan teknik dan pengetahuan akan merupakan landasan-landasan legitimasi yang diberikan kepadanya.

    12. Untuk manajer global dibutuhkan kompetensi yang berbeda dibanding dengan kompetensi untuk manajer lokal. Jelaskan perbedaan menurut anda.
    Manajer Global adalah Manajer yang memiliki karakteristik fleksibel dalam arti dapat mengikuti perkembangan dan juga efisien dalam pemanfaatan sumber daya. Global artinya berpandangan luas yaitu skala internasional. Untuk arus globalisasi yang deras saat ini, dituntut peran manajer yang berwawasan global agar tidak tertinggal dalam perkembangan kegiatan suatu perusahaan. Dengan kemampuannya berfikir secara global demi kemajuan perusahaan ini lah yang membuat seorang manajer global berhak mendapatkan konpensasi yang lebih besar dibandingkan dengan manajer lokal. Hal ini juga dapat berdampak positif pada hasil yang akan diperoleh oleh perusahaan nantinya yang diharapkan akan menambah nilai perusahaan. Manajer global merupakan salah satu asset besar yang dimiliki oleh perusahaan yang wajib dipelihara perusahaan agar selalu memberikan kinerja kerja yang semakin baik bagi perusahaan. Bukan berarti manajer lokal tidak memiliki peranan penting. Manajer global dan manejer lokal sama sama memiliki peran penting bagi perusahaan. Untuk itu harus diberikan konpensasi terbaik berdasarkan kontribusi dan kinerja masing-masing.

    13. Mesin Singer adalah mesin yang ternama, kemudian memasuki pasar global dengan cara membuka cabang dengan cara franchise di berbagai negara. Jelaskan hal ini bisa terjadi dan sebutkan kelemahan dan keunggulannya apa.

    Franchine bisa terjadi jika izin menggunakan nama atau merk Mesih Singer juga sistemnya (manajemen, keuangan, standar mutu, promosi, dan lain-lain) yang telah di uji dan disepakati. Keunggulan Franchise, mesin dengan merk “ Singer”
    – bisa cepat terjual karena mainset yang ada pada konsumen tentang merk itu sudah dinilai baik.
    – Sudah ada system, tidak perlu mencari-cari lagi atau merancang system yang sudah disiapkan.
    – Menumpang nama besar dan sudah dikenal
    – Risiko kegagalan franchise sangat kecil
    Kekurangannya :
    – Membayar franchise fee yang harus dilunasi ketika terjadi kesempatan antara pihak pembeli dan penjual franchise
    – Membayar royalty fee. Royalty fee adalah jenis pembayaran kepada pihak franchisor setiap bulannya dihitung dari persentase total pendapatan sesuai kesepakatan awal.
    – Tidak bebas. Adanya system aturan main yang harus diikuti sehingga kita ridak bisa merubah apapun, dan tidak bisa berinovasi
    – Pengawasan terus menerus. Untuk mencapai tujuan yang diinginkan, franchisor (pemilik franchise) melakukan pengawasan yang berkesinambungan. Franchisee (pembeli franchise) sering merasa tidak nyaman karena berada dalam pengawasan dan merasa dimata-matai.

    Komentar oleh Adria Wuri Lastari | Juni 18, 2014 | Balas

  18. Selamat sore Pak Jo
    salam sejahtera untuk kita semua
    ini jawaban dari soal martikulasinya pak.

    Nama : Alvin Oktafiansyah
    Pasca Sarjana Magister Manajemen
    Kelas jum’at-sabtu

    1. alasan pekerjaan seorang manajer juga didapati pada kegiatan sehari-hari tanpa memandang bahwa yang bersangkutan menjadi manajer atau tidak pada satu perusahaan.
    * manajer diri sendirim; dengan kita memanajerkan diri kita sendiri, maka otomatis kita akan bisa bertanggung jawab dari hal kecil dan akan terbentuk disiplin dalam diri sendiri , dengan kita bisa memanajerkan diri kita sendiri secara tidak langsung memanajerkan diri orang lain.

    4. organisasi dibidang pemerintahan, seperti seorang kepala daerah kepada kepala dinas, kompetensi apa yang menurut anda berperan penting .berikan alasannya.
    * kepemimpinannya karena dia berperan besar untuk tanggung jawab oleh bawahan dan rakyatnya, jika dia memimpin dengan ceroboh atau tidak sesuai akan menyensarakan masyarakatnya dan didaerah yang dia pimpin tidak akan maju, sedangkan otonomi daerah tidak akan berjalan seimbang.

    5. adakah peran daripada latar belakang seorang manajer tentang kompetensi yang dimilikinya?
    * Ada, karena seorang manajer perlu memiliki kemampuan untuk berpikir secara proaktif untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan-perubahan eksternal dilingkungan dan internal, dan juga para manajer memerlukan kompetensi untuk merencanakan dan mengorganisasikan sumber daya, baik waktu, anggaran, peralatan maupun sumber daya manusia yang memastikan eksekusi strategi ,pada akhirnya eksekusi strategi yang berhasil selalu melibatkan untuk mendapatkan hasildari orang lain, kemampuan untuk memberdayakan anggota tim melalui umpan balik, evaluasi berkala, dan pengembangan komptensi merupakan kunci keberhasilan eksekusi strategi.

    8. Max weber,penggagas pandangan birokrasi, menyampaikan 7 prinsip ,jelaskan 3 diantara 7 prinsip tersebut.
    *peraturan atau aturan yang ada dalam birokrasi sangat jelas dan tegaqs sekali untuk menegakkan ketertibasn dan kelangsungannya
    * terdapat ruang lingkup kompetensi yang jelas serta memiliki kewenangan untuk melaksanakan tugas dan pekerjaan yang merupakan aspek integral dan birokrasi
    * sumber dari otoritas atau kewenangan adalah keterampilan teknis kompetensi dan keahlian agar dapat dipromosikan pada suatu jabatan atau posisi tertentu.

    11. jelaskan halyang mengakibatkan percepatan dimensi persaingan perusahaan memasuki pasar global
    * tekanan dari produk pengganti
    semua perusahaan dalam suatu industri dalam pengertian yang luas bersaing dengan produk pengganti
    * kekuatan tawar menawar pembeli
    para pembeli biasanya akan membeli barang dengan harga termurah yang dapat diperolehnya.
    * kekuatan tawar-menawar pemasok
    pemasok dapat menekan perusahaan yang ada dalam suatu industri dengan cara menaikkan harga serta menurunkan kualitas barang yang dijualnya.
    * ancaman masuknya pendatang baru
    pendatang baru dalam industri biasanya dapat mengancam pesaing yang ada.
    *tingkat rivalitas diantara para pesaing yang ada berbentuk perlombaan mendapatkan untuk mendapatkan posisi dengan menggunakan taktik-taktik seperti persaingan harga,perang iklan,introduksi produk, dan meningkatkan pelayanan atau jaminan kepada pelanggan.

    Komentar oleh Alvin Oktafiansyah | Juni 18, 2014 | Balas

  19. Nama : Marsaulina Nurjayanti Nasution
    Kelas Magister Manajemen Malam
    1. Max Weber, penggagas pandangan birokrasi, menyampaikan 7 prinsip. Jelaskan 3 diantara 7 prinsip tersebut
    Jawab :
    Tipe ideal birokrasi menurut Weber adalah yang memiliki prinsip-prinsip:
    a. Sumber dari otoritas atau kewenangan adalah keterampilan teknis, kompotensi dan keahlian (expertise) agar dapat dipromosikan pada suatu jabatan/posisi tertentu. Ini merupakan ukuran yang obyektif dan berlaku bagi siapapun yang memenuhi kualifikasi dan persyaratan yang ada dapat dipromosikan pada jabatan tertentu. Prinsip weber ini menunjukkan seseorang untuk menduduki jabatan tertentu melalui proses seleksi dalam perekrutan dan keahlian seseorang menunjukkan kompetensi orang tersebut dalam mengambil keputusan organisasi. Sebagai contoh manajer umumnya mempunyai hak yang sah untuk memberikan aturan kerja dan memberikan tugas kepada bawahan . otoritas juga melibatkan hak agen untuk menerapkan pengendalian untuk berbagai hal , seperti keuwangan, sumber daya, peralatan dan material dan pengendalian ini merupakan sumber-sumber kekuasan yang lainnya. Posisi ini dituntut seseorang dapat dipromosikan menjadi manajer jika orang tersebut memiliki keahlian, kompetensi dan keterampilan teknis dalam mengambil kebijakan.
    b. Para pelaksana atau staf administrasi secara tegas dipisahkan dari para pemilik modal atau alat produksi agar pimpinan dapat membuat keputusan yang rasional dan obyektif. Prinsip ini menunjukkan harus ada pemisahan antara pengusaha pemilik modal dengan jajaran karyawan didalamnya agar setiap keputusan yang diambil tidak terpengaruh dari sisi yang kebijakan otoritas, Para pelaksana secara tegas bekerja sesuai subtansi objek pekerjaannya. Para pengambil keputusan tetap melakukan kontrol terhadap perusahaan. Terpisahnya ini dapat membuat keputusan yang diambil secara tegas dan sangat berpengaruh pada perusahaan.
    c. Prinsip hirarki menunjukkan bahwa tiap-tiap bagian yang lebih rendah posisinya selalu berada di bawah perintah dan selalu di bawah pengawasan dari posisi yang lebih tinggi sehingga garis komunikasi lebih bersifat vertikal.
    Komunikasi vertikal yang bersifat dari atas kebawah memiliki fungsi :
    • Melaksanakan kebijaksanaan, prosedur kerja, peraturan, instruksi, mengenai pelaksanaan kerja bawahan.
    • Menyampaikan pengarahan doktrinasi, evaluasi, teguran.
    • Memberikan informasi mengenai tujuan organisasi, kebijaksanaan-kebijaksaan organisasi, insentif.
    Seorang pimpinan harus lebih memperhatikan komunikasi dengan bawahannya, dan memahami cara-cara mengambil kebijaksanaan, terhadap bawahannya. Keberhasilan organisasi dilandasi oleh perencanaan yang tepat, dan seorang pimpinan organisasi yang memiliki jiwa kepemimpinan.
    2. Pada berbagai tingkatan manajer (punjak, tengah dan bawah) dibutuhkan manajer yang berbeda sesuai dengan kompetensi yang diisyaratkan. Mengapa hal ini demikian ? berikan alasannya.
    Alasan Mannajer dibagi tingkatannya karena tiap –tiap bagian organisasi memiliki
    keputusan yang berbeda dan dipengaruhi oleh kompetensi serta keahlian dari seorang manajer. Yang membedakan mereka pada kompetensi untuk menjalankanj tugas, sebagai berikut :
    1. Manajemen Tingkat Puncak (Top Management).
    Bertanggung jawab atas arah dan operasi menyeluruh dari sebuah organisasi” Misalnya CEO, Presiden, Presiden Divisi, dengan tugas Mengembangkan/menetapkan tujuan-tujuan/ kebijakan-kebijakan, dan strategi-strategi bagi organisasi secara keseluruhan. Mewakili organisasi mereka, menghabiskan 75% waktu mereka untuk merencanakan dan memimpin.
    Untuk manajemen tingkat ini, keahlian yang terutama diperlukan adalah keahlian dalam hal konseptual, komunikasi, pengambilan keputusan, manajemen global, dan manajemen waktu.

    2. Manajemen Tingkat Menengah (Middle Managemenet).

    Bertanggung jawab menetapkan sasaran-sasaran yang konsisten dengan tujuan-tujuan manajemen puncak dan menterjemahkannya ke dalam rencana-rencana bagi manejer lini pertama untuk dilaksanakan”Misalnya kepala departemen, manejer pabrik : Bertanggung jawab untuk mengarahkan dan mengkoordinasi manejer lini pertama dan keryawan non-manejerial, karyawan biasa. Terlibat di dalam menetapkan tenggat waktu produksi; criteria evaluasi kinerja; proyek mana yang perlu diberikan sumber daya. Menterjemahkan tujuan umum manajemen puncak ke dalam rencana-rencana operasional khusus, skedul, dan prosedur serta mengembangkan bawahan mereka.
    Untuk manajemen tingkat menengah ini, keahlian yang diperlukan di antaranya adalah keahlian konseptual, komunikasi, pengambilan keputusan, manajemen waktu, dan teknikal.
    3. ManajemenSupervisi atau Tingkat pertama (Manajer Bawah).
    Secara langsung bertanggung jawab atas produksi barang dan jasa”. Misalnya: manejer penjualan, kepala seksi, pengawas produksi : Sebagian besar waktunya dihabiskan dengan orang yang dia supervisi, lebih banyak waktunya untuk memimpin dan mengontrol, sangat membutuhkan ketrampilan teknis dan mensupervisi tugas sehari-hari. Keahlian yang diperlukan pada tingkatan ini adalah keahlian komunikasi, pengambilan keputusan, manajemen waktu, dan teknikal.

    3. Dalam kompetensi self management, salah satunya dikenal Intergity dan Ethical Conduct. Jelaskan lingkup dan arti daripada dimensi kompetensi ini.
    a. Integrasi memiliki 2 pengertian, yaitu : Pengendalian terhadap konflik dan penyimpangan dalam suatu sistem tertentu serta Membuat suatu keseluruhan dan menyatukan unsur-unsur tertentu. Dengan pemikiran diatas, maka “Integritas” menjadi kunci kepemimpinan untuk kompetensi self management “bagaimana ia membuat keputusan yang benar pada waktu yang benar” dalam bersikap dan berperilaku karena disitulah terletak pondasi dalam membangun kepercayaan dan hubungan antara individu dalam organisasi. Dimana kita memperhatikan legalitas dan prosedur yang harus ditempuh, namun yang lebih penting “Integritas” seseorang dapat menuntun mana yang jujur dan yang tidak jujur yang tidak mudah di kacaukan hal-hal yang bersifat formal tapi dapat menyesatkan. Dalam Kompetensi self management yang dibangun atas kekuatan berpikir dengan kebiasaan yang produktif yang dilandasi oleh kekuatan moral berarti ia memiliki “Integritas” untuk bersikap dan berperilaku sehingga ia mampu memberikan keteladanan untuk mempengaruhi orang lain untuk melakukan perubahan yang terkait dengan proses berpikir. Jadi kompetensi self management yang memiliki “integritas”, maka ia menyadari benar bahwa rimba hukum memang tidak pernah jelas, itu tidak berarti ia akan mempergunakan dengan dalih kekuasaan untuk ikut bermain dalam arena tersebut, karena ia akan menolak untuk ikut serta dalam persaingan yang tidak sehat, walaupun hal itu merupakan tugas yang akan dilaksanakannya. Oleh karena ia dalam bersikap dan berperilaku tidak akan melepaskan diri dari membuat suatu keputusan yang adil dan objektif. Jadi dengan intergritas itu berarti ia memiliki manajemen intuitif untuk mengintergrasikan otak kanan dan kiri dengan hati sebagai keterampilan manajemen abad baru.
    b. Ethichal conduct
    Ethical conduct adalah perilakua etis dalam organisasi. Standar etika perilaku dalam organisasi yang sesuai dengan kompetensi self management :
    a. Menjaga tingkat kompetensi profesionalitas yang memadai
    b. Melaksanakan tugas-tugas profesional sesuai dengan hukum, peraturan dan standar teknis yang berlaku.
    c. Menahan diri untuk tidak mengungkapkan informasi rahasia yang diperoleh, kecuali diharuskan secara hukum.
    d. Memberitahukan kepada bawahan seperlunya kerahasiaan dari informasi yang berkenaan dengan tugas-tugasnya dan memonitor aktivitas mereka untuk menjaga kerahasiaan tersebut.
    e. Menahan diri dari penggunaan informasi rahasia secara tidak etis dan melawan hukum, baik secara pribadi maupun melalui pihak ketiga.
    f. Mengkomunikasikan informasi secara adil dan objektif

    4. Kebutuhan akan manajer yang efektif menjadi dasar apakah organisasi dapat mencapai tujuannya baik atau tidak. Dalam hal ini salah satunya dibutuhkan kompetensi di bidang komunikasi , jelaskan hal ini dapat dibangun oleh seorang manajer. Manajemen Komunikasi merupakan proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan penyampaian pesan (ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya.Efektifnya suatu manajemen komunikasi berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal. Serta bagaimana mengelola informasi untuk mencapai suatu tujuan. Lebih jauhnya, proses produksi informasi atau pesan sampai pada evaluasi. Tidak hanya cara mengatur pesan saja, tetapi juga mengerti bagaimana suatu informasi tersebut dibentuk. Agar masyarakat dapat menerima informasi sesuai dengan efek yang diinginkan. Seseorang dapat membangun komunikasi harus menjalankan. yaitu :
    1. Pembagi informasi
    2. Penolong/pendukung/fasilitator/ pencipta kesempatan
    3. Pengontrol kualitas
    4.Mentor/role model
    5. Pemimpin/pencipta situasi
    5. Adakah peran daripada latar belakang seorang manajer tentang kompetensi yang dimilikinya?
    Peran Seorang manajer sesuai dengan kompetensinmya dikarenakan Seorang manajer
    harus memiliki :
    • Managerial cycle atau siklus pengambilan keputusan, membuat rencana, menyusun organisasi, pengarahan organisasi, pengendalian, penilaian dan pelaporan.
    • Memotivasi, artinya seorang manajer harus dapat mendorong para bawahannyauntuk bekerja giat dan membina para bawahan dengan baik dan harmonis.
    • Manajer harus berusaha memenuhi kebutuhan para bawahannya.
    • Manajer harus dapat menciptakan kondisi yang akan membantu bawahannya mendapatkan kepuasan dalam pekerjaanya.
    • Manajer harus berusaha agar para bawahannya bersedia memikul tanggung jawab.
    • Manajer harusmembina bawahannya agar dapat bekerja secara efektif dan efisien.
    • Manajer harus membenahi fungsi-fungsi fundamental manajemen secara baik.
    • Manajer harus mewakili dan membina hubungan yang harmonis dengan pihak luar.

    Komentar oleh Lyna_Nasoetion (@_lyna1310) | Juni 18, 2014 | Balas

  20.  

     

    PROGRAM  MAGISTER MANAJEMEN

    UJIAN MATRIKULASI-MANAJEMEN DAN ORGANISASI

    Dosen Pengasuh: Dr. Johannes, S.E., M.Si,   dan Drs. Muliady Raf, MBA.

     

     

     

    Nama  : RIZKI OKTAVIANI, S.STP

    Kelas  : Malam

     

    1. Dalam kompetensi self management, salah  satunya dikenal  Intergity dan Ethical Conduct.  Jelaskan lingkup dan arti dari pada dimensi kompetensi ini.

     

    Dapat kita ketahui bahwa kompetensi self managemen merupakan kompetensi terhadap manajemen diri. Dapat dijelaskan bahwa kompetensi selt management merupakan suatu usaha dari individu untuk dapat mengontrol perilaku dan dapat diketahui lebih lanjut bahwa self management meliputi cara penyelesaian masalah, penetapan tujuan, mengamati permasalahan yang terdapat pada lingkungan sekitar sehingga dapat menghambat pencapaian tujuan.

    Ruang lingkup dari pada Intergity dan ethical conduct  ialah Lingkungan fisik dan sosial yang merupakan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dalam pengembangan diri. Pengembangan diri sendiri terdapat dimensi kompetensi antara lain cara beretika/ beradaptasi dan integritas/konsisten.

    – Intergity : merupakan suatu tindakan secara konsisten yang sesuai dengan nilai-nilai, norma-norma, peraturan, kebijakan pada suatu organisasi dan kode etik profesi, walaupun pada kenyataan nilai-nilai, norma, peraturan, kebijakan serta kode etik tersebut sulit dilakukan.

    – Ethical conduct : adalah suatu perilaku etis yang diartikan sebagai hubungan kerjasama antara suatu individu dan kelompok ataupun organisasi, akan tetapi hubungan kerjasama tersebut harus memiliki standar-standar perilaku yang bermoral yang dapat diterima baik secara individu maupun kelompok.

     

    2. Max Weber, penggagas   pandangan birokrasi, menyampaikan 7 prinsip. Jelaskan 3 diantara 7 prinsip tersebut.

     

    Menurut pendapat Max Weber mengenai birokrasi ialah merupakan salah satu dasar pemikiran yang dominan dalam perjalanan evolusi konsep desain organisasi atau disebutdengan organisasi ideal.

    Adapun 7 prinsip yang dimaksud adalah Pembagian kerja, hirarki kewenangan, formalisasi, impersonal, keputusan personalia berdasarkan kemampuan, jenjang karir dan pemisahan jelas antara kehidupan pribadi dan organisasi. Ada 3 prinsip yang dapat dijelaskan, Yaitu:

    – Pembagian kerja : pembagian kerja ini merupakan suatu bentuk suatu susunan pekerjaan yang jelas sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing pegawai. Pembagian kerja ini pada dasarnya untuk dapat mempercepat pekerjaan dan dapat menghasilkan suatu pekerjaan itu dengan hasil yang bagus/baik, maka pembagian pekerjaan tersebut sangat dibutuhkan dalam suatu birokrasi supaya tidak ada kekeliruan dalam suatu pekerjaan yang menumpuk jikalau tidak ada pembagian pekerjaan.

    – Hirarki kewenangan : maksud dari hirarki kewenangan ini ialah suatu bentuk tatacara dalam bekerja sesuai dengan tingkatan pekerjaan/struktur organisasi atau dapat dikatakan susunan struktur organisasi yang disusun berdasarkan tingkatan dan memastikan jabatan yang lebih rendah/staf berada dibawah supervisi dan dikontrol oleh pejabat yang lebih tinggi. Adapun garis komando dan garis koordinasi diciptakan untuk memperjelas alur pelaporan diantara anggota organisasi.

    – Formalisasi : formalisasi merupakan pengaturan perilaku anggota yang perlu disusun aturan dan prosedur formal sebagai sebuah sistem. Poin ini sangat relevan dengan besaran organisasi. Semakan birokrasi tumbuh maka sangat diperlukan formalisasi ataupun aturan-aturan yang berlaku pada anggota organisasi karna aturan itu yang akan menjaga keamana organisasi.

     

    3. Untuk manajer global dibutuhkan  kompetensi yang berbeda dibanding dengan  kompetensi  untuk manajer lokal. Jelaskan perbedaan menurut anda

     

    Manajer global memiliki kompetensi sebagai berikut : manajer global ini bekerja tidak hanya dengan struktur organisasi dan prosedur saja, akan tetapi manajer global ini berkompetensi dalam cara merubah pola pikir manajer tersebut yang dapat terjadi pada proses kognitif dalam suatu bingkai persoalan bisnis. Manajer juga merubah pola pikir tentang bagaimana cara agar dapat menerima dan memahami keragaman serta heterogenitas sosial budaya dan ekonomi sebagai sumber peluang pendapatan.  Pola pikir manajer bukan saja mampu memahami sosial budaya baik lintas negara atau bangsa, akan tetapi manajer tersebut juga mampu untuk hidup yang nyaman dan mampu hidup layak dalam berbagai keragaman yang ada.

     

    Manajer lokal memiliki kompetensi sebagai berikut : manajer lokal ini merupakan lingkup pengetahuannya terbatas tidak seperti majer global yang mengasah cara pola pikir untuk berkembang. Perusahaan asing atau luar suka memperkerjakan manajer lokal dikarenakan pemahaman tentang lingkungan setempat, akan tetapi mereka tetap menjadi pemain tim yang efektif dalam memanage suatu pekerjaan mereka harus mampu beradaptasi dengan struktur global dan perencanaan bisnis lokal dengan mempengaruhi kerja tim untuk melayani kebutuhan operasional lokal.

     

    4. Adakah peran dari pada latar belakang seorang manager tentang kompetensi yang dimilikinya?

    -peranan seorang manager dalam suatu organisasi sangatlah penting,hal tersebut terjadi karena seorang manager harus memiliki suatu kompetensi untuk motivator bagi karyawannya dan manager merupakan salah satu untuk tombak dari suatu keberhasilan dalam organisasi tersebut.

     

    Manager adalah seorang yang bekerja melalui orang lain dengan mengoordinasikan kegiatan-kegiatan guna mencapai suatu tujuan organisasi dan seorang manager memiliki tanggung jawabyang amat besar untuk seluruh bagian pada organisasi yg di pimpin.

     

    -Adakah peran dari pada latarbelakang seorang manager tentang kompetensi dimiliki,seorang manager tersebut? Tentu saja ada setiap peran manager memiliki kompetensi. Kompetensi yang di miliki manager adalah sebagai berikut:

     

    1) Think Beyond The Horizon

    -Seorang manager perlu memiliki kemampuan dalam berfikir secara produktif untuk dapat mengatasi masalah yg timbul pada organisasi

     

    2) Comunication

    –Manager harus memiliki jembatan penghubung strategi komunikasi yang di bentuk menjadi realisasi,eksekusi lapangan pada organisasi.

     

    3) Planing & Organizing

    –Manager harus memiliki kompetensi dalam eksekusi strategi dalam melibatkan pelaksaan dari rangkaian program kerja untuk mencapai sasaran organisasi.

     

    5. Untuk organisasi di bidang pemerintahan seperti seorang kepala daerah kepada kepala dinas,kompetensi apa yang menurut anda berperan penting,alasannya?

     -menurut saya kompetensi yang berperan penting pada organisasi bidang pemerintahan, adalah sebagai berikut:

     

     

     

     a. Etika/Etitut

     -dalam suatu hubungan kerja baik di bidang pemerintahan ataupun bidang umum kompetensi dalam bentuk etika sangat penting,hal ini dapat di bilang penting karena etika merupakan suatu tata cara dalam bersikap,bicara dan lain sebagainya.

     

     Kompetensi etika ini merupakan suatu hubungan/interaksi yang sesuai aturan baik atasan kebawahan dan sebaliknya dari bawahan ke atasan.

     

     b. Kemampuan dalam memimpin

     -menurut saya kompetensi ini sangat penting mengapa demikian,karena kepala daerah harus memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi karena pemimpin harus memiliki ketegasan,cara berfikir/pola piker yang cepat untuk dapat memutuskan sesuatu hal yang mendasar.

    Komentar oleh Rizki oktaviani, S.STP | Juni 18, 2014 | Balas

  21. Selamat sore Pak Jo
    salam sejahtera untuk kita semua
    ini jawaban dari soal martikulasinya pak.

    Nama : wahyu ery
    Pasca Sarjana Magister Manajemen
    Kelas jum’at-sabtu
    Pertanyaan :
    No : 6. Pada berbagai tingkatan manajer (punjak, tengah dan bawah) dibutuhkan manajer yang berbeda sesuai dengan kompetensi yang diisyaratkan. Mengapa hal ini demikian ? berikan alasannya.
    Jawaban :dalam berbagai tingkatan manajer harus disesuaikan dengan kompetensi yang ada sebab fungsi dari masing masing manajer tersebut sbb :
    Manager tingkat atas : harus diperlukan orang yang mempunyai kompetensi yang tinggi serta pengalaman dibidang tersebut sangat memadai karena di tingkat ini seorang manajer merupakan konseptual , yaitu :
    -bertanggung jawab terhadap oraganisasi secara keseluruhan
    -menentukan tujuan,startegi dan kebijakan
    -menentukan keputusan-keputusan startegis
    Manager menengah : merupakan seorang menejer yang melaksanakan tujuan,strategi dan kebijakan yang dibuat manajer tingkat atas serta mengkoordinasikan dan mengarahkan aktivitas manajer tingkat bawah ( merupakan menajer yang dapat menghubngkan kepentingan perusahaan dan kepetingan karyawan )
    Manajer tingkat bawah : merupakan menajer yang fungsinya mengawasi dan mengkoordinasikan kegiatan operasional yang dilakukan oleh karyawan ( di level ini menejr tingkat bawah sebagai seorang operasioanl )

    No : 3 Kebutuhan akan manajer yang efektif menjadi dasar apakah organisasi dapat mencapai tujuannya baik atau tidak. Dalam hal ini salah satunya dibutuhkan kompetensi di bidang komunikasi , jelaskan hal ini dapat dibangun oleh seorang manajer.
    Jawaban :
    Seorang manajer yang efektif harus mempunyai komukasi skill ( informal communication, formal communication dan negosiation )yang baik karena fungsi dan tugasnya yang harus dilakukan adalah mengkoordinasikan dan mengintegrasikan kegiatan organisasi antar bagian , memahami orang lain, bekerja sama dengan orang lain, mendorong serta memotivasi orang lain agar tujuan organisasi bisa tercapai

    No : 1 ; Berikan alasan bahwa pekerjaan seorang manajer juga didapati pada kegiatan sehari-hari tanpa memandang bahwa yang bersangkutan apakah menjadi manajer atau tidak pada satu perusahaan . Berikan jawaban dengan memberi contoh.
    Jawaban :
    Pengertian manajer adalah : orang yang melakukan kegiatan manajemen agar tujuan manajemen dapat terwujud secara efektif dan efisien , dalam kehidupan kita sehari-hari tentu kita mempunyai kegiatan dalam kehidupan kita yang harus kita capai dengan efektif dan efisien , con : hari ini kita akan membayar rekening listrik , tentu kita harus persiapkan
    Waktu , jam berapa akan melakukan pembayaran ? dengan apa harus kita pergi ke PLN ? dengan siapa kita pergi kesana ? mempersiapkan rekening listriknya , mengecek jumlah uang yang harus dibayar untuk tagihan listrik ,mempersiapkan uang pembayaran , mempersiapkan pakaian yang akan digunakan serta menyimpan stroke pembayaran listrik agar terdokumentasi edngan baik.
    Bila tahapan-tahapan proses tersebut telah kita lalui dengan baik maka artinya kita telah melakukan proses manajemen .
    No : 5 ..Adakah peran daripada latar belakang seorang manajer tentang kompetensi yang dimilikinya?
    Jawaban : sangat perlu sekali kompetensi dalam diri seorang manajer karena seorang manajer harus mempunyai ketrampilan manajemen ( conseptual skill,human skill,teknikal skill ) , disamping itu seorang manajer juga harus mempunyai : interpersonal role , informasi role dan decision role yang baik , bila seorang manajer mempunyai hal-hal tersebut maka tujuan organisasi secara efektif dan efisien dapat tercapai
    NO : 8 ..Max Weber, penggagas pandangan birokrasi, menyampaikan 7 prinsip. Jelaskan 3 diantara 7 prinsip tersebut.
    Jawaban :
    1. Hirarki : dalam birokrasi seharusnya selalu dioperasikan dalam sistem hierarki.
    maksudnya : bahwa suatu organisasi harus diatur dalam sistem hierarki vertikal yang ketat dan komunikasi antar pekerja dibatasi sesuai jabatannya , tujuannya dengan dibatasi jabatan dan sistem vertikal akan jelas pembagian kerja dan pertanggung jawaban terhadap kerja tersebut serta siapa yang bertanggung jawab terhadap kerja juga harus jelas dimana proses kontrol dan monitoring wajib dilakukan agar diperoleh tujuan yang efektif dan efisien
    2. Pembagian Kerja : dalam pola pembagian kerja dalam sistem birokrasi dirancang agar antar bagian memiliki spesifikasi kerja yang berbeda sehingga atar bagian akan focus terhadap apa yang dikerjakan dan apa yang akan dikoordinasikan , bila antar bagian telah focus dengan tugas dan fungsinya masing-masing selanjutnya antar bagian ini akan diintegrasikan , bila antar bagian sudah diintegrasikan maka akan diperoleh hasil kerja yang baik menurut tujuan organisasi ( agar focus dan tidak overlapping pekerjaan )
    3. Birokrasi memiliki karakteristik bahwa alur kekuasannya terpusat : maksudnya organisasi dianggap akan menjadi paling efektif apabila manajemen pusat memiliki kontrol terhadap proses pengambilan keputusan dan kegiatan pekerja.

    Komentar oleh wahyu ery | Juni 18, 2014 | Balas

  22. Nama : Shinta Karolin
    Kelas Malam Matrikulasi Program Pascasarjana Magister Manajemen
    Pengantar Manajemen dan Organisasi

    1. Seorang manajer berwenang dan bertanggung jawab membuat rencana, mengatur, memimpin, dan mengendalikan pelaksanaannya untuk mencapai tujuan perusahaan. Seseorang yang memiliki tanggung jawab dalam suatu pekerjaan dapat dikatakan manajer bagi diri sendiri karena bertanggung jawab menyelesaikan tugas dan tanggung jawab dari pekerjaan nya. Sebagai contoh seorang arsitektur yang bekerja pada suatu perusahaan mendapat orderan untuk mendesain rumah seorang konsumen memiliki rencana kerja untuk mewujud kan rumah impian konsumen mulai dari desain, bahan yang di perlukan, tenaga kerja dsb. Kemudian arsitektur tersebut mengatur jalan nya rencana dilapangan kemudian memimpin para pekerja sesuai rencana yang telah ditentukan selanjutnya mengendalikan jalan nya kegiatan agar sesuai rencana untuk memperoleh hasil yang di ingin kan. (Jawaban No 1)

    2. Manajer yang efektif adalah seorang manajer yang mampu membuat suatu pekerjaan terselesaikan dan memilih cara yang efektif untuk mencapai tujuan. Contoh nya adalah Manajer yang memiliki keterampilan, pengetahuan luas dan mampu menyelesaikan dan melaksanakan tugas beserta kewenangannya. Manajer yang mampu membantu perusahaan meningkatkan keunggulan kompetitif dan kinerjanya. Manajer yang dapat memilih pekerjaan yang hatus dilakukan atau metode yang tepat untuk mencapai tujuan. Untuk mencapai tujuan tersebut manajer tidak sendiri tetapimemiliki bawahan yang nantinya bersama sama di bawah arahan manajer mencapai tujuan perusahaan dan untuk itu di butuhkan komunikasi yang baik antara manajer dan bawahan maka manajer harus memiliki keterampilan komunikasi yaitu keterampilan berinteraksi secara baik dengan banyak orang. Kepada bawahan bersifat mengayomi, persuasif dan bersahabat. Kepada rekan kerja saling menghormati, kepada costumer dan atasan bersifat melayani. Manajer berkomunikasi dengan baik kepada semua orang menshare visinya dan membuat semua orang menjadi tim sukses visi tersebut. (Jawaban No 3)

    3. Peran dan latar belakang manajer sangat berpengaruh terhadap kompetensi yang dimiliki nya. Para manajer yang telah berpengalaman terhadap bidang nya masing – masing tentu sudah lebih baik dan berkompeten untuk menangani bidang nya masing – masing. Seorang manajer keuangan yang sudah berpengalaman dalam menganalisis laporan keungan tentu harus beradaptasi ketika di pindahkan ke posisi manajer sumber daya manusia. Seorang manajer harus berperan aktif untuk memastikan strategi organisasi tereksekusi secara efektif, para manajer ini harus memiliki kompetensi yangs sesuai. (Jawaban No 5)

    4. Setiap manajer dari setiap tingkatan di perlukan manajer yang berbeda sesuai kompetensi karena tingkatan manajer lini pertama, tingkat menengah, dan puncak memiliki tugas yang berbeda sesuai posisinya. Manajer pada tingkatan lini pertama tugas nya memimpin dan mengawasi karyawan non manajerial yang terlibat dalam proses produksi disebut juga supervisor atau mandor. Manajer tingkat menengahbertugas sebagai penghubung antara keduanya manajer lini pertama dan manajer puncak. Jabatan tersebut diantaranya kepala bagian, pemimpin proyek, ataupun manajer pabrik. Sedangkan manajer puncak bertugas merencanakan kegiatan dan strategi perusahaan secara umum dan mengarahkan jalannya perusahaan. Seperti CEO (Chief Executive Officer). Jadi setiap tingkatan manajer ini harus di pegang oleh orang yang berkompeten dalam bidang tersebut baik dari segi pendidikan maupun pengalaman kerja. (Jawaban No 6)

    5. Manajemen birokrasi merupakan suatu organisasi yang memiliki rantai komando dimana lebih banyak orang berada di tingkat bawah daripada tingkat atas, biasanya ditemui pada instansi yang sifatnya administratif maupun militer. Organisasi birokrasi memiliki aturan dan prosedur yang ketat sehingga cenderung kurang flexibel. Pegawai negeri salah satu contoh yang termasuk manajemen birokrasi karena cara pemerintahan yang sangat dikuasai oleh pegawai, penerimaan gaji sesuai dengan pangkat atau kedudukan, promosi didasarkan pada pertimbangan kemampuan yang melebihi rata – rata, jabatan administratif yang terorganisasi/ tersusun secara hirarkis.(Jawaban No 7)

    Komentar oleh Shinta Karolin | Juni 18, 2014 | Balas

  23. PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN
    Dosen Pengasuh : Dr. Johannes, S.E,M.Si
    Nama : Gebi Riana Sari, S.IP
    Kelas : IIB

    Soal
    1. Berikan Alasan bahwa pekerjaan seorang manajer juga didapati pada kegiatan sehari-hari tanpa memandang bahwa yang bersangkutan apakah menjadi manajer atau tidak pada suatu perusahaan/sertakan contoh !

    2. Kebutuhan akan manajer yang efektif menjadi dasar apakah organisasi dapat mencapai tujuannya baik atau tidak. Dalam hal ini salah satunya dibutuhkan kompetensi di bidang komunikasi, jelaskan hal ini akan dibangun oleh seorang manajer!

    3. Untuk organisasi di bidang pemerintahan, seperti seorang kepala daerah kepada kepala dinas, kompetensi apa yang menurut anda berperan penting!

    4. Adakah peran daripada latar belakang seorang manajer tentang kompetensi yang dimilikinya!

    5. Pada berbagai tingkatan manajer(Top, Middle, Low) dibutuhkan manajer yang berbeda sesuai dengan kompetensi yang diisyaratkan, jelaskan!

    Jawaban
    1. Manager adalah seseorang yang bekerja melalui orang lain dengan mengoordinasikan kegiatan-kegiatan yang dikelola guna mencapai sasaran yang diinginkan.
    Menurut Wikipedia, setidaknya ada 3 (tiga) karakteristik yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kualifikasi seseorang untuk dapat menjadi manajer yang baik yaitu :
    – Karakter Pribadinya
    – Karakteristik Kemampuan berdasarkan apa yang dikelola seorang manajer
    – Karakteristik Kemampuan terkait dengan Tim yang dipimpin oleh Manajer tersebut
    Seorang manajer yang baik haruslah memiliki pribadi yang baik dan dapat dijadikan contoh oleh anggota tim yang bernaung dibawah manajer tersebut, karena potensi pribadi memang sudah terpatri dari dalam diri seseorang dan tidak dapat diubah dengan begitu saja. Seoranag manajer harus memiliki pendirian yang kuat dalam mempertahankan argumennya dan dapat menjadi pribadi yang berguna dan dapat menjadi tonggak dalam me-manage sesuatu. Seorang manajer harus dapat menjadi koordinator yang baik dalam mengkoordinasikan anggota timnya dalam hal apapun.
    Dalam hal me-manage sesuatu seorang manajer harus memahami terlebih dahulu karakteristik kemampuan berdasarkan apa yang ia kelola. Karena sebelum mengkoordinir suatu hal, seorang manajer sebaiknya mampu memahami apa yang ia kelola, bagaimana cara ia mengelola, dan tindakan serta keputusan apa yang sebaiknya diambil oleh seorang manajer. Karena setiap anggota tim dan manajer membutuhkan koordinasi dalam menjalankan suatu hal.
    Tim yang dipimpin suatu manajer harus mampu memiliki keterkaitan dengan sesama anggota tim yang ia kelola. Setiap anggota tim juga harus menghargai manajernya agar koordinasi dapat terselenggara dengan baik. Inti dari sebuah manajemen agar dapat terselenggara dengan baik harus adanya koordinasi yang baik.
    Karakter Pribadinya
    • Memiliki pemahaman yang menyeluruh mengenai teknis pekerjaan dari proyek yang dikelola olehnya.
    Seorang manajer harus mampu memahami terlebih dahulu konsep yang diselenggarakan dalam suatu manajemen agar dapat dikelola dengan baik agar dapat mencapai keberhasilan dalam suatu manajemen. Intinya seorang manajer harus paham terlebih dahulu teknis yang akan diselenggarakan dalam penyelenggaraan manajemen agar tujuan manajemen dapat tercapai dan setiap tim dapat saling berkoordinasi dengan manajemen.
    • Mampu bertindak sebagai seorang pengambil keputusan yang handal dan bertanggung jawab.
    Seorang manajer harus dapat dijadikan contoh dalam suatu manajemen, karena seorang manajer dapat dijadikan sebagai pengambil keputusan yang baik dan harus berani mengambil resiko dan bertanggung jawab dalam melaksanakan suatu pekerjaan yang ia emban. Karena secara tidak langsung setiap anggota tim dapat bekerja sesuai dengan arahan dari manajer. Karena manajer selain menjadi coordinator dalam me-manage sesuatu juga harus mampu menggunakan kebijakannya dalam pengambilan keputusan yang akan berpengaruh bagi anggota Tim yang lainnya.
    • Memiliki integritas diri yang baik namun tetap mampu menghadirkan suasana yang mendukung di lingkungan tempat dia bekerja.
    Seorang manajer harus memiliki integritas diri yang tinggi agar setiap anggota tim mengahrgai dan mendukung kebijakan dan keputusan yang diambil oleh manajer. Akan tetapi, suasana yang tenang dan tidak terlalu kaku juga dibutuhkan dalam suatu manajemen agar kondisi manajemen tidak terlalu canggung dan adanya batas atau sekat antara anggota tim dan manajernya juga terkadang menimbulkan hal yang negatif bagi kelancaran suatu manajemen yang sehat sehingga berdampak pada sasaran manajemen yang kurang tepat.
    • Memiliki pengalaman dan keahlian yang memadai dalam mengelola waktu dan manusia.
    Seorang manajer pada dasarnya harus mampu mengendalikan dirinya sendiri sebelum ia mengendalikan orang lain/anggota tim lainnya. Karena ini akan berpengaruh terhadap bagaimana ia bersikap dan menjadi panutan bagi anggota tim yang lainnya. me-manage waktu dan manusia tidak semudah ynag dipikirkan karena dalam hal ini seorang manajer harus memiliki perhitungan waktu yang baik dan dapat menerjemahkan kriteria anggota timnya agar tidak terjadi perselisihan dan ketidaknyamanan dalam suatu manajemen, karena hubungan yang baik sangat diperlukan dalam membentuk suatu manajemen yang baik. Seorang manajer harus bisa menempatkan posisinya sebagai apa yang diinginkan oleh anggota tim agar tidak terjadi situasi yang tidak menguntukan bagi manajer ataupun anggota tim lainnya. Karena tercapainya tujuan manajemen sangat berpengaruh dengan koordinasi dan hubungan yang baik antara manajer dan anggota tim yang ada di dalam manajemen tersebut.

    Contoh yang dapat di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari yaitu:
    – Menjadi manajer bagi diri sendiri
    Karena seorang manajer yang baik terlebih dahulu harus menjadi manajer yang sukses dalam me-manajerial diri sendiri. Karena apabila seorang manajer sudah mampu me-manage keuangannya, me-manage waktu dan siap mengambil resiko yang akan di tanggung bagi dirinya sendiri terlebih dahulu dan ia dapat mencapai manajemen dirinya sendiri. Karena seorang manajer harus memahami apa yang akan dihadapi bagi dirinya sendiri dan bertanggung jawab atas apa yang ia hadapi kedepannya. Seorang manajer yang mampu me-manage dirinya sendiri haruslah mampu bertahan pada pendiriannya dan memiliki pribadi yang sanggup bertanggung jawab. Seorang manajer diri sendiri juga harus mampu memahami apa yang ia hadapi dan juga harus belajar menyikapi setiap persoalan yang ia hadapi agar dapat terselenggaranya tujuan manajemen.

    – Menjadi manajer dalam rumah tangga (Ibu Rumah Tangga)
    Menjadi seorang ibu juga dapat dikatakan sudah menjadi manajer bagi keluarganya, bagi anak-anaknya, dalam mengelola keuangan dan kebutuhan keluarganya. Karena seorang ibu terlepas dari ia bekerja ataupun tidak mau tidak mau ia harus mampu menjadi manajer bagi keluarganya yang menjadi manajer bagi anggota keluarganya yang menjadi anggota tim dalam suatu manajemen rumah tangga. Kenapa seorang ibu dapat dikatakan seorang manajer karena seorang ibu dapat memahami dengan baik karakteristik anggota keluarganya tetapi tidak mengurangi peran seorang ayah yang menajdi kepala keluarga sehingga dapat terciptanya sebuah keluarga yang harmonis. Karena tujuan utama dalam mengelola manajemen yang baik yaitu harus memiliki dasar dan tujuan sehingga manajemen dapat terlaksana dan dapat meminimalisir adanya hambatan yang dapat terjadi kapan saja. Manajemen itu sendiri merupakan penerapan keahlian yang dimiliki manajer, ilmu pengetahuan yang ada dan ketrampilan pribadi manajer yang harus bisa menjadi tealdan bagi anggota tim yang lain, baik secara teknis dengan menggunakan resource yang terbatas untuk dapat menggapai sasaran yang ditetapkan, supaya dapat menghasilkan kinerja yang baik, waktu, mutu dan keselamatan kerja yang optimal, itu yang terpenting.

    2. Dalam manajemen, dibutuhkan pengelolaan yang terarah dan baik, karena suatu hal yang dikelola pasti memiliki keterbatasan sehingga tugas dari seorang manajer dapat membaca arah dari manajemen ini, dengan menyikapi permasalahan yang ada sehingga tujuan akhir dari suatu manajemen dapat tercapai. Yang wajib dikelola dalam lingkup manajemen yaitu biaya, waktu, keselamatan kerja dan kesehatan, lingkungan, sumberdaya, resiko dan sistem informasi. Dari sini bisa kita ambil pokok pikirannya dimana yang dapat menunjang manajemen dapat terselenggara dengan baik dengan adanya perencanaan keuangan yang baik, seorang manajer juga harus mampu mengelola waktu yang ada sehingga dapat mempergunakan setiap kesempatan secara efektif dan efisien. Selain itu keselamatan anggota tim juga harus dikedepankan oleh manajer serta keadaan lingkungan yang mendukung juga diharapkan karena dapat berpengaruh terhadap kelancaran manajemen.
    Dalam penyelenggaraan manajemen itu sendiri juga pati mengalami hambatan dan muncul berbagai resiko yang akan dihadapi oleh manajer dan anggota tim terkait dengan koordinasi dan komunikasi yang kurang lancar (miss communication) yang kerap terjadi dalam suatu manajemen. Kompetensi dalam bidang komunikasi sudah sangat tentu perlu dalam mengelola manajemen yang baik dalam mencapai tujuan manajemen dan mencapai sasaran manajemen.
    Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kompetensi adalah kewenangan (kekuasaan) untuk menentukan atau memutuskan sesuatu hal.
    Berangkat dari definisi tersebut kita dapat menarik benang merahnya bahwa seorang manajer harus mampu mengarahkan dengan adanya kebijakan dan kemana arah manajemen tersebut akan dibawa dan mengemban prioritas dalam mencapai tujuan manajemen salah satunya dengan adanya komunikasi yang lancar dan terarah sehingga terciptanya koordinasi yang baik dalam suatu manajemen. Intinya seorang manajer harus mampu membangun komunikasi yang baik dan terarah baik itu top-down ataupun sesama anggota tim dalam manajemen.

    3. Dalam organisasi di bidang pemerintahan seperti seorang kepala dinas ke kepala daerahnya juga membutuhkan kompetensi yang terarah yang dapat mengaktualisasikan sebuah manajemen dapat mencapai sasarannya dengan sempurna pula. Kompetensi ini mengandung pengertian adanya pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan dalam mengemban sebuah jabatan tertentu Kompetensi dimaknai juga sebagai aktualisasi nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir, dan bertindak. Kompetensi dapat pula dimaksudkan sebagai kemampuan seorang manajer dalam melaksanakan tugas yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau latihan yang dimiliki seorang manajer. Salah satunya kompetensi dalam memperoleh komunikasi agar dapat membangun koordinasi yang baik antar anggota tim. Karena dalam suatu manajemen sebuah koordinasi sangat penting untuk dilakukan karena dalam suatu manajemen pasti mengalami kendala dan resiko yang harus dihadapi oleh setiap lingkup manajemen. Maka dari itu, koordinasi dan komunikasi yang baik sangat diperlukan.
    Aktualisasi kompetensi keterampilan bagi manajer juga sangat diperlukan apalagi kalau kita hadapkan pada kondisi dimana seorang kepala dinas yang merupakan pelaksana dan juga merupakan kaki tangan kepala daerah yang sangat berpengaruh dalam penyelenggaraan suatu pemerintahan sesuai dengan urusan serta tugas pokok dan fungsi yang dimiliki. Karena seorang kepala daerah sudah pasti memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda dalam menjalankan sudatu pemerintahan yang ia pimpin. Maka dari itu, kita jangan terlena dengan pemimpin yang santai dan tidak keras dalam mengemban suatu tanggung jawab yang berdampak bagi keseluruhan anggota tim dalam suatu manajemen. Karena Dinas Daerah merupakan unsur pelaksana Pemerintah yang dimpimpin oleh seorang Kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada kepala daerah melalui Sekretaris Daerah. Dinas Daerah Provinsi mempunyai tugas melaksanakan kewenangan dan dapat ditugaskan untuk melaksanakan penyelenggaraan wewenang. Maka dari itu kompetensi yang terukur sangat dibutuhkan dalam penyelenggaraan suatu pemerintah seperti halnya antara kepala dinas yang bertanggung jawab kepada kepala daerahnya.

    4. Menurut saya latar bealkang seorang manajer sangat diperlukan dalam hal me-manage dengan kompetensi dasar yang dimilikinya dengan dikung oleh pengalaman yang dialami sebelumnya itu bisa menjadi dasar bagi seorang manajer dapat cerdas dan cermat dalam mengambil keputusan dan juga kebijakan. Karena dengan adanya kompetensi yang dimiliki seorang manajer maka manajer tersebut sudah memiliki keahlian yang masih dapat diterapkan dalam manajemen yang dia emban di saat sekarang ini. Karena pengalaman dapat mengajarkan banyak hal bagi setiap orang termasuk manajer. Karena dalam latar belakang yang dimiliki ini mengandung aspek pengetahuan yang diperoleh sebelumnya, keterampilan yang dibutuhkan dan sikap kerja yang sesuai dengan standar yang ditetapkan dan apabila ini sudah diterapkan dan berhasil pada manajemen ynag sebelumnya hal ini dapat ditingkatkan kembali sehingga dapat mencapai tujuan manajemen yang mencapai sasaran dan memuaskan.

    5. Tingkatan manajer (Top, Middle, Low)
    Top Management (Manajemen Tingkat Atas) Manajer bertanggungjawab atas pengaruh yang ditimbulkan dari keputusan-keputusan manajemen secara keseluruhan dari organisasi. Misal: Direktur, wakil direktur, direktur utama. Keahlian yang dimiliki para manajer tingkat puncak adalah konseptual, artinya keahlian untuk membuat dan merumuskan konsep untuk dilaksanakan oleh tingkatan manajer dibawahnya. Jadi pada posisi top manajemen ini karena keputusan yang akan diambil merupakan keputusan yang berdampak besar maka diharuskan adanya konsep yang dapat bersanding dan menjadi pilar dalam kebijakan dan pengambilan keputusan yang akan diambil.
     Middle Management (Manajemen Tingkat Menengah) Manajemen menengah harus memiliki keahlian manusiawi, artinya keahlian untuk berkomunikasi, bekerjasama dan memotivasi orang lain. Manajer bertanggungjawab melaksanakan rencana dan memastikan tercapainya suatu tujuan. Misal: manajer wilayah, kepala divisi, direktur produk. Dalam middle manajement ini seorang manajer yang berada dalam posisi ini harus menjadi penengah yang baik yang mampu bergerak secara merangkul dengan bawahan dan respect terhadap atasan sehingga dapat menjadi penghubung yang baik dalam suatu kehidupan manajemen. Karena dengan adanya komunikasi yang baik dan di dukung koordinasi yang baik dalam suatu manajemen maka dibutuhkan orang tepat yang berada pada posisi ini

     Lower Management (Manajemen Tingkat Rendah). Manager bertanggung jawab menyelesaikan rencana-rencana yang telah ditetapkan oleh para manajer yang lebih tinggi. Pada tingkatan ini juga memiliki keahlian yaitu keahlian teknis, atrinya keahlian yahng mencakup prosedur, teknik, pengetahuan dan keahlian dalam bidang khusus. Tanpa diragukan lagi low manajer juga sangat berperan penting bagi manajemen karena seorang low manajer harus mengerti teknis secara mendasar dan juga harus mengerti secara keseluruhan apa yang akan menjadi pertimbangan bagi suatu manajemen.

    • Pada initinya ketiga posisi manajer ini sangat berperan penting dengan tugas pokok dan fungsi yang berbeda demi terselenggaranya tujuan manajemen dengan sasaran yang sudah di canangkan dengan tujuan mencapai manajemen yang terarah.

    terimakasih pak, selamat malam.

    Komentar oleh gebi riana sari | Juni 18, 2014 | Balas

  24. SEMOGA BERHASIL
    NAMA : METIA ROSYANANDA
    KELAS : PASCA SARJANA MALAM

    JAWABAN
    1. Max Weber, penggagas pandangan birokrasi, menyampaikan 7 prinsip. Jelaskan 3 diantara 7 prinsip tersebut
    Jawab :
    1. Pembagian Kerja,
    Pekerjaan yang dilakukan harus dipecah- pecah sehingga jelas pembagian masing masing dari setiap orang atau staf
    2. Hirarki Kewenangan yang jelas
    struktur organisasi disusun bertingkatdan memastikan jabatan yang lebih rendah berada dibawah supervisi dan kontrol dari yang lebih tinggi. Garis komando dan garis koordinasi diciptakan untuk memperjelas alur pelaporan diantara anggota organisasi.
    3. Jenjang Karier
    bagi anggota organisasi prinsip ini mengasumsikan bahwa keanggotaan organisasiseseorang adalah seterusnya. dengan jenjang karir diharapkan anggota dapat mengejar karir dan menjaga komitmen terhadap organisasi.

    2. Adakah peran daripada latar belakang seorang manajer tentang kompetensi yang dimilikinya?
    Jawab :
    Latar Belakang seorang manajer sangat berperan dalam kompetensi yang dimilikinya, Latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja nya sangat berpengaruh dalam mendukung kompetensi yang dimiliki seorang manajer dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas baik sumber daya manusia maupun manajemen dari perusahaan/organisasi yang dipimpin oleh manajer tersebut. dalam usaha meningkatkan kualitas sumber daya manusia, manajer dalam suatu organisasi/ perusahaan merupakan kompenen sumber daya yang harus di bina dan dikembangkan terus menerus, Selain itu manajer harus cepat tanggap dengan setiap perubahan yang terjadi untuk mendorong agar terus menerus belajar dan bersaing secara sehat dengan perkembangan ilmu pengetahuan, Iptek yang semakin maju, dan dalam mengahadapi pasar global serta mobilitas dalam masyarakat.

    3. Dalam pandangan birokrasi, manajemen diterjemahkan menjadi seperangkat aturan yang membuat organisasi ataupun perusahaan agar dapat berjalan dengan efisien . Jelaskan bagaimana birokrasi dapat membuat organisasi menjadi efisien berikan contoh
    Jawab :
    Organisasi adalah wadah berkumpulnya sekelompok orang yang memiliki tujuan bersama, kemudian mengorganisasikan diri dengan bekerja bersama-sama dan merealisasikan tujuan dari birokrasi. Organisasi mempunyai komponen penting yaitu salah satunya adalah struktur organisasi yang menunjukkan pembagian kerja dan menunjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda tersebut dkoordinasikan dan mempunyai spesialisasi-spesialisasi pekerjaan dari birokrasi, sehingga struktur organisasi didalam birokrasi sangat penting untuk dipahami oleh semua komponen untuk menciptakan sistem kerja yang efektif dan efisien.
    Contoh nya dalam Birokrasi Pemerintahan mempunyai struktur organisasi yang jelas dan jenjang hirarki, serta kewenangan yang mebidangi masing- masing kegiatan dari Kepala sampai ke staff.

    4. Pada berbagai tingkatan manajer (punjak, tengah dan bawah) dibutuhkan manajer yang berbeda sesuai dengan kompetensi yang diisyaratkan. Mengapa hal ini demikian ? berikan alasannya.
    Jawab :
    Karena setiap tingkatan dalam suatu organisasi atau perusahaan memiliki tanggung jawab dalam menyelesaikan tugasnya sesuai dengan keahlian yang dimiliki setiap manajer, dan setiap tingkatan manajer tersebut memiliki fungsi yang berbeda beda dalam membuat dan merumuskan suatu konsep yang akan dillaksanakan dalam suatu organisasi atau perusahaan tersebut.
    Contoh nya untuk manajemen puncak manager itu bertanggung jawab atas pengaruh yang ditimbulkan dari keputusan- keputusan manajemen keseluruhan dari organisasi sehingga disini diperlukan manajer yang memiliki keahlian konseptual, untuk manajemen menengah harus memiliki keahlian interpersonal / manusiawi sehingga disini diperlukan manajer dengan keahlian-keahlian dalam bidang komunikasi, kemudian untuk manajemen bawah manager bertanggung jawab menyelesaikan rencana-rencana ditetapkan oleh manajer yang lebih tinggi sehingga pada tingkatan ini diperlukan seorang manajer keahlian dalam bidang tekhnis baik itu mencakup prosedeur, pengetahuan, dan keahlian dalam bidang khusus. Dari tingkatan ini bisa kita lihat setiap tingkatan manajer memiliki fungsi yang berbeda sehingga dengan menempatkan manajer sesuai dengan kompetensi yang diisyaratkan diharapkan suatu organisasi atau perusahaan tersebut akan berjalan dengan baik.

    5. Untuk manajer global dibutuhkan kompetensi yang berbeda dibanding dengan kompetensi untuk manajer lokal. Jelaskan perbedaan menurut anda.
    Jawab :
    Perbedaannya disini dapat kita lihat dari fungsi manajer global dan manjer lokal itu sendiri, dimana manajer global itu akan menangani lingkungan organisasi, perusahaan dan lingkungan bisnis secara global yag akan merambah kesemua negara termasuk indonesia sehingga kompetensi yang harus dimiliki seorang manjer global kan lebih luas dan lebih tinggi serta memiliki skill yang baik agar bsa mengatasi tantangan yang akan dihadapi nya . secara global perubahan lingkungan bisinis yang sangat cepat dan tinggi ny ketidakpastian memerlukan seorang pemimpin yang dapat bergerak cepat mengantisipasi perubahan tersebut sehingga bisnis mereka akan tetap survive, manajer global juga harus belajar untuk menyesuaikan berbagai macam kemampuan tekhnical, kebiasaan dan sikap berkaitan dengan pelanggan, pemasok maupun karyawan. Manajer global memiliki beberapa karakteristik yang harus dipenuhi. Sedangkan untuk manajer lokal kompetensi yang harus di penuhinya tidak seberat manajer global, ruang lingkupnya pun tidak terlalu besar dan hanya terlibat dalam organisasi atau peruahaan dan bisnis lokal. Namun keduanya tetap sangat berperan dalam memajukan organisasi atau perusahaan dan bisnis yang dijalankan dalam suatu daerah tertentu atau dalam suatu negara, dimana keduanya saling terkait , contohnya manajer Global yang bertanggung jawab untuk organisasi perusahaan bisnis mancanegara akan membutuhkan manajer lokal untuk mmempermudah melakukan kerjasama antara perusahaan asing dan perusahaan dalam negri. manajer lokal

    Komentar oleh METIA ROSYANANDA | Juni 18, 2014 | Balas

  25. ujian matrikulasi
    Dr. Johannes S.E., M. Si.
    agesha marsyaf s.ikom
    kelas malam

    1. Max weber menyampaikan 7 prinsip birokrasi. Jelaskan 3 diantaranya?
    Weber merujuk birokrasi sebagai satu jenis struktur pentadbiran yang dibangunkan dalam satu pertubuhan dimana adanya autoriti “rasional-sah”
    Weber menerangkan jenis birokrasi yang ideal dari sudut yang positif, beliau menganggap organisasi birokrasi adalah organisasi yang lebih rasional dan lebih cekap.
    Jenis birokrasi yang ideal termasuklah tidak ada jenis autoriti atau perhubungan yang lain, tidak mempunyai persahabatan dan permusuhan, tidak mempunyai komplot, dan tidak mempunyai badan jawatankuasa.
    HIRARKI KEWENANGAN
    Hirarki kewenangan yang jelas. Struktur organisasi disusun bertingkat dan memastikan jabatan yang lebih rendah berada di bawah supervisi dan kontrol dari yang lebih tinggi. Garis komando dan garis koordinasi diciptakan untuk meperjelas alur pelaporan diantara anggota organisasi.
    FORMALISASI
    Formalisasi yang tinggi. Untuk mengatur perilaku anggota organisasi, perlu disusun peraturan dan prosedur formal sebagai sebuah sistem. Poin ini sangat relevan dengan besaran organisasi. Semakin organisasi tumbuh besar, maka perlu ada formalisasi agar semua hal berjalan standar.
    IMPERSONAL.
    Tindakan dan keputusan yang berlaku di dalam organisasi tidak melibatkan perasaan pribadi. Tidak diperbolehkan konflik kepentingan berperan dalam pengambilan keputusan

    2. Perbedaan Manajer global dengan manajer lokal jelaskan?

    Manajer global harus berfikir internasional, berfikir lebih maju kedepan dari pada manajer lokal ,biasanya ciri-ciri manajer global yaitu:

    Sikap etnocentris, adalah keyakinan parokialistis bahwa pendekatan dan praktek manajemen yang paling baik adalah yang berasal dari negara asalnya (negara tempat kantor pusat perusahaan itu berada). Sikap etnocentris ini cenderung yakin bahwa negara asing tidak memiliki keterampilan, pengetahuan, atau pengalaman untuk membuat keputusan bisnis terbaik seperti dari negara asalnya. Sikap seperti ini tidak menyadari bahwa orang lain mempunyai cara hidup, cara kerja, adat-istiadat dan bahkan pasar yang berbeda. Apabila terdapat manajer yang memiliki sikap seperti ini, maka manajer ini akan mengalami kesulitan untuk dapat bersaing di lingkungan global.

    Sikap policentris, adalah pandangan bahwa para manajer di negeri tuan rumah (negara asing/tempat organisasi berbisnis) mengetahui cara kerja terbaik untuk menjalankan bisnis mereka. Dengan adanya sikap ini para manajer cenderung membiarkan fasilitas asing dan karyawan asing untuk bekerja memikirkan dirinya sendiri, karena hal itu merupakan yang paling baik bagi dirinya sendiri.

    Sikap geocentris, adalah pandangan yang berorientasi dunia, sehingga cara kerja, keputusan-keputusan bisnis yang dibuat harus berorientasi global. Manajemen global yang sukses membutuhkan kepekaan yang tinggi terhadap perbedaan praktek dan adat-istiadat nasional.

    3. Hal yang mengakibatkan percepatan dimensi persaingan diantara perusahaan memasuki pasar global?
    Semakin lamban perusahaan mengambil langkah ke internasional maka akan semakin besar resiko mereka terhalang kepasar yang bertumbuh di eropa barat, eropa timur dan lainnya. Saat ini nNegara anggota pasar bersama eropa membuka hambatan arus barang, jasa, uang, dan orang dari merekamelakukan deregulasi bisnis. Peluang baru terbuka dinegara bagian eropa timur karena berjuang untuk mengubah perekonomian negara terpimpin menjadi perekonomian yang digerakkan pasar. Itulah salah satu hal yang mempercepat dimensi persaingan di antara perusahaan.

    4. Adakah peran dari latar belakang manajer tentang kopetensi yang dimilikinya?
    Tentu saja ada,dimana latar belakang tersebut akan sangat mempengaruhi cara kerja sang manajer itu sendiri. Kemudian mempengaruhi perusahaan dan kararkter cara memimpinnya. Contoh : latar belakang manajer yang bagus harus memahami apa yang di sampaikan bawahan termasuk dalam hal isi dan tujuan penyampaian aspirasi, dengan semakin paham maka maka komunikasi akan semakin lancar sehingga tidak akan ada multitafir yang akan menggaburkan komunikasi tersebut. Dari contoh ini ialah manajer yang mempunyai latar belakang yang komunikatif terhadap pihak eksternal maupun internal perusahaan.
    5. Pengertian intergity dan ethical conduct

    Integritas (Integrity) adalah bertindak konsisten sesuai dengan nilai-nilai dan kebijakan organisasi serta kode etik profesi, walaupun dalam keadaan yang sulit untuk melakukan ini. Dengan kata lain, “satunya kata dengan perbuatan”. Mengkomunikasikan maksud, ide dan perasaan secara terbuka, jujur dan langsung sekalipun dalam negosiasi yang sulit dengan pihak lain.

    Memahami dan mengenali perilaku sesuai kode etik
    • Mengikuti kode etik profesi dan perusahaan.
    • Jujur dalam menggunakan dan mengelola sumber daya di dalam lingkup atau otoritasnya.
    • Meluangkan waktu untuk memastikan bahwa apa yang dilakukan itu tidak melanggar kode etik.
    Melakukan tindakan yang konsisten dengan nilai (values) dan keyakinannya
    • Melakukan tindakan yang konsisten dengan nilai dan keyakinan.
    • Berbicara tentang ketidaketisan meskipun hal itu akan menyakiti kolega atau teman dekat.
    • Jujur dalam berhubungan dengan pelanggan.
    Bertindak berdasarkan nilai (values) meskipun sulit untuk melakukan itu
    • Secara terbuka mengakui telah melakukan kesalahan.
    • Berterus terang walaupun dapat merusak hubungan baik.
    Bertindak berdasarkan nilai (values) walaupun ada resiko atau biaya yang cukup besar
    • Mengambil tindakan atas perilaku orang lain yang tidak etis, meskipun ada resiko yang signifikan untuk diri sendiri dan pekerjaan.
    • Bersedia untuk mundur atau menarik produk/jasa karena praktek bisnis yang tidak etis.
    • Menentang orang-orang yang mempunyai kekuasaan demi menegakkan nilai (values).
    Ethical conduct adalah adalah pedoman internal perusahaan yang berisikan Sistem Nilai, Etika Bisnis, Etika Kerja, Komitmen, serta penegakan terhadap peraturan-peraturan perusahaan bagi individu dalam menjalankan bisnis, dan aktivitas lainnya serta berinteraksi dengan stakeholders. Salah satu contoh perusahaan yang menerapkan kode perilaku korporasi (corporate code of conduct) adalah sebagai berikut :

    a.Pengambilan Keputusan bersumber dari budaya perusahaan, etika, nilai, sistem, tata kerja korporat, kebijakan dan struktur organisasi.
    b.Mendorong untuk pengembangan perusahaan, pengelolaan sumber daya secara efektif dan efisien.
    c.Mendorong dan mendukung pertanggungjawaban perusahaan kepada pemegang saham dan stake holder lainnya.

    Agesha, pentadbran itu apa ya, mohon dijelaskan.

    Komentar oleh agesha marsyaf | Juni 18, 2014 | Balas

  26. Nama: Lisa Sundari
    Program Pasca Sarjana Matrikulasi Juni 2014
    1. Berikan alasan bahwa pekerjaan seorang manager juga didapatinpada kegiatan sehari-hari tanpa memandang bahwa yang bersangkutan apakah menjadi manager atau tidak pada satu perusahaan. Berikan jawaban dengan memberikan contoh?

    JAWAB: Dalam kehidupan sehari-hari kita adalah manager bagi diri kita sendiri. Karena dalam menjalankan kehidupan sehari-hari kita secara langsung telah menjalankan proses manajerial. Mulai dari aktifitas kita dipagi hari kita memulainya dengan sebuah perencanaan,apa yang akan kita kerjakan pada hari itu,lalu siapa saja yang akan terlibat untuk merealisasikan apa yang kita rencanakan tsb,kemudian bagaimana kita memberikan arahan atau instruksi agar apa yang kita rencanakan berjalan sesuai dengan apa yang kita rencanakan,kemudian bagaimana kita melakukan pengecekan atau kontrol terhadap proses yang sedang berjalan dalam usaha untuk mencapai apa yang telah direncanakan.

    2. Untuk organisasi dibidang pemerintahan,seperti kepala daerah kepada kepala dinas, kompetensi apa yang menurut anda berperan penting. Berikan alasannya ?

    JAWAB: Kepala daerah merupakan pemimpin formal didaerah yang bertugas untuk membangun dan memajukan kehidupan masyarakat didaerahnya masing2. Kepala dinas memiliki kompetensi yang mendasar dalam terwujudnya pembangunan dan kemajuan suatu daerah karena kepala dinas dengan masing2 instansi kedinasannya bisa lebig spesifik dan fokus dalam membangun dan memajukan daerah sesuai dengan bidangnya masing-masing.

    3. Untuk manajer global dibutuhkan komopetensi yang berbeda dibanding dengan kompetensi untuk manajer lokal. Jelaskan perbedaan menurut anda?

    JAWAB: Dari sisi ruang lingkup sudah terlihat perbedaan kompetensi antara manajer global yang lebih luas dibandingkan dgn manajer lokalyang terbatas. Tantangan dari manajer global tidak dapat hanya dipenuhi melalui struktur organisasi dan prosedur saja akan tetpi sebaliknya justru membutuhkan perubahan pola pikir manajer itu sendir dalam hal ini bagaimana manajer global menerima dan memahami keragaman dan heterogenias sosial budaya dan ekonomi di suatu negara.jadi manajer global harus memiliki perspektif pemahaman ttg bagaimana dimensi global yang spesifik yg dapat mempengaruhi kinerjanya. Dalam hal ini perbedaan kompetensinya sudah terlihat jelas jika dibandingkan manajer lokal yang cakupannya tidak seluas manajer global.

    4. Adakah peran dari latar belakang seorang manajer tentang kompetensi yang dimilikinya?

    JAWAB: Peran dari latar belakang seorang manajer dalam hal kompetensi yang dimilikinya sangat besar,dengan latar belakang yang sesduai dengan apa yang sedang dikerjakannya itu akan sangat berpengaruh pada apa yang menjadi kewenangannya nanti, misalnya seorang manajer dengan latar belakang pendidikan sumber daya manusia akan sangat berkompeten dalam merekrut calon karyawan di sebuah perusahaan.
    5. Max Weber penggagas pandangan birokrasi menyampaikan 7 prinsip. Jelaskan 3 diantara 7 peinsip itu?

    JAWAB:1.Birokrasi yang dijalankan oleh pejabat
    Birokrasi merupakan pelaksanaan kekuasaan oleh para administrator yang profesional. Atau, birokrasi merupakan pemerintah oleh para pejabat. Dalam pengertian ini, pejabat memiliki kekuasaan untuk mengatur dan melakukan sesuatu. Juga seringkali dikatakan birokrasi adalah kekuasaan oleh para elit pejabat.
    2. Birokrasi sebagai administrasi negara (publik)
    Birokrasi merupakan komponen sistem politik, baik administrasi pemerintahan sipil ataupun publik. Ia mencakup semua pegawai pemerintah. Birokrasi merupakan sistem administrasi, yaitu struktur yang mengalokasikan barang dan jasa dalam suatu pemerintahan. ;lewat birokrasi, kebijakan-kebijakan negara diimplementasikan.
    3. Birokrasi sebagai uatu organisasi
    Birokrasi merupakan suatu bentuk organisasi berskala besar, formal, dan modern. Suatu organisai dapat disebut biri

    Komentar oleh lisa sundari | Juni 18, 2014 | Balas

  27. nama : Dina sianosari, S.STP
    Kelas Matrikulasi Malam

    ini Jawaban soal Matrikulasi saya pak.
    terima kasih.

    UJIAN MATRIKULASI

    PENGANTAR MANAJEMEN DAN ORGANISASI

    Dosen Pembimbing : Dr. Johanes, SE, M.Si

    Disusun Oleh :

    DINA SIANOSARI, S.STP

    Kelas Matrikulasi Malam (2B)

    MAGISTER MANAJEMEN
    FAKULTAS EKONOMI BISNIS
    UNIVERSITAS JAMBI
    2014

    1. Max Weber Penggagas Pandangan Birokrasi menyampaikan 7 Prinsip.
    J elaskan 3 Prinsip diantara 7 Prinsip tersebut ?
    Jawaban :
    Max Weber adalah seorang ahli Sosiologi Jerman yang merupakan salah satu perintis utama studi mengenai organisasi. Konsep Max Weber yang paling monumental yaitu analisisnya mengenai tipe ideal birokrasi yang menempatkannya sebagai salah satu tokoh terpenting di antara banyak perintis Teori Organisasi. Konsep Max Weber dipandang sangat berbeda dengan pandangan umum yang melihat sisi negatif dari birokrasi itu sendiri yang mengkonsepsikan birokrasi sebagai tipe ideal.
    3 (Tiga) Prinsip diantara 7 (Tujuh) Prinsip Pandangan Birokrasi menurut Max Weber Yaitu :
    1. Aturan-aturan yang disahkan, regulasi dan prosedur yang distandarkan dan arah tindakan anggota organisasi dalam pencapaian tugas organisasi menggambarkan pengembangan rangkaian kaidah dan panduan spesifik untuk merencanakan tugas dan aktivitas organisasi.
    2. Spesialisasi peran anggota organisasi memberikan peluang kepada divisi pekerja untuk menyederhanakan aktivitas pekerja dalam menyelesaikan tugas yang rumit. Dengan memecah tugas-tugas yang rumit kedalam aktivitas khusus tersebut, maka produktivitas pekerja dapat ditingkatkan.
    3. Hirarki otoritas organisasi formal dan legitimasi peran kekuasaan anggota organisasi didasarkan pada keahlian pemegang jabatan secara individu membantu mengarahkan hubungan intra personal di antara anggota organisasi guna menyelesaikan tugas-tugas organisasi.
    Dalam pandangan Max Weber jika suatu organisasi memiliki dasar-dasar berupa prinsip-prinsip sebagaimana yang dikemukakan diatas, maka organisasi tersebut akan dapat mengatasi ketidakefesienan dan ketidakpraktisan yang sangat tipikal yang ditemukan pada banyak organisasi pada masa itu, dimana birokrasi merupakan bentuk paling efisen dari suatu organisasi yang merupakan instrumen yang paling efisien dari kegiatan administrasi berskala besar.

    2. Untuk Organisasi di bidang pemerintahan, seperti seorang kepala daerah kepada kepala dinas, kompetensi apa yang menurut anda berperan penting. Berikan alasannya.
    Jawaban :
    Kompetensi adalah hal yang paling penting yang harus dimiliki oleh seorang Kepala Daerah, dimana Kepala daerah adalah posisi sentral dan strategis dalam sistem Pemerintahan Daerah. Begitu strategisnya kedudukan dan peran kepala daerah dalam sistem pemerintahan, sehingga kepala daerah dituntut harus memiliki kompetensi yang dinamik, aktif, kreatif serta komunikatif sehingga dapat menerapkan pola kekuasaan yang tepat dan pola perilaku kepemimpinan yang sesuai tuntutan kebutuhan.
    Kepala Daerah harus memiliki kompetensi sebagai orang yang bergerak lebih awal dalam mempelopori, membimbing, menuntun dan mengarahkan pikiran dan pendapat tiap-tiap Kepala SKPD melalui pengaruhnya dalam penetapan suatu tujuan organisasi pemerintahan melalui pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan khususnya Kabupaten/Kota dimana permasalahan-permasalahan yang timbul dalam roda pemerintahan bisa diatasi dan di pecahkan secara bertahap demi tercapainya tujuan suatu organisasi pemerintahan yang diharapkan. Kompetensi yang penting yang harus dimiliki setiap Kepala daerah yaitu didasarkan pada indikator kinerja berikut :
    1. Kualitas dan soliditas sistem kepimpinan dalam Pemerintahan (leadership system) yang mencakup visi, nilai-nilai, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program.
    2. Efektifitas dan efisiensi komunikasi.
    3. Keterkendalian proses kepemimpinannya.
    4. Inovasi Kepemimpinannya.
    5. Keterukuran kinerja kepemimpinannya.
    Secara Garis besar kompetensi yang sangat berperan penting bagi seorang Kepala Daerah yaitu :
    1. Mampu menjadi Penentu Arah (direction setter)
    2. Mampu sebagai agen perubahan ( change agent)
    3. Mampu sebagai pelatih (coach)
    4. Mampu sebagai juru bicara Organisasi Pemerintahan (spokesperson)
    5. Mampu sebagai komunikator yang efektif
    6. Mampu menjadi Mediator
    7. Mampu menjadi Integrator.
    Jika Kompetensi diatas dikuasai penuh oleh seorang Kepala Daerah maka hubungan korelasi yang timbul antara Kepala Daerah kepada Kepala Dinas akan tercipta dengan baik guna terwujudnya “ Good Governance “.

    3. Adakah Peran daripada latar belakang seorang manajer tentang kompetensi yang dimilikinya?
    Jawaban :
    Latar Belakang seorang manajer dalam kompetensinya sangat berpengaruh terhadap kredibilitas kinerjanya dalam satu perusahaan. Selain menjalankan fungsi manajemen, seorang manajer juga dituntut untuk menjalankan perannya sebagai seorang manajer. Tugas menajer meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, Pengkordinasi dan Pengendali, seluruh sumber daya yang ada guna mencapai tujuan.
    Menurut Mintzberg peran seorang manajer dapat dibagi menjadi tiga peran besar yaitu :
    1. interpersonal,
    Interpersonal merupakan peran manajer yang berkaitan dengan pekerjaan yang berhubungan dengan orang lain dan tugas-tugas yang bersifat seremonial dan simbolik.
    2. Informational, dan
    Informational merupakan peran manajer yang berkaitan dengan menerima, menyimapn dan menyebarluaskan informasi.
    3. Decisional.
    Decisional merupakan peran manajer yang berkaitan dengan penentuan berbagai pilihan.
    Dengan latar belakang yang sejalan dengan tugasnya sebagai manajer tentu saja kompetensi yang dimilki oleh seorang manager itu sendiri memiliki pengaruh yang besar baik itu latar belakang dari segi pendidikan maupun latar belakang dari segi pengalaman bekerja di suatu perusahaan.

    4. Untuk Manajer global dibutuhkan kompetensi yang berbeda dibanding dengan kompetensi untuk manajer lokal. Jelaskan perbedaan menurut anda?
    Jawaban :
    Manajemen global adalah manajer yang memiliki karakteristik fleksibel dalam arti dapat mengikuti perkembangan dan juga efisien dalam pemanfaatan sumber daya. Global artinya berpandangan luas yaitu skala internasional. Untuk arus globalisasi yang deras saat ini, dituntut peran manajer yang berwawasan global agar tidak tertinggal dalam perkembangan kegiatan.
    Manajemen global melihat pola pikir global sebagai kompetensi menyeluruh yang muncul dari perpaduan tiga bidang ilmu pengetahuan, yakni: bisnis global, studi internasional, dan kemahiran pergaulan lintas-budaya. Seorang manajer global pertama-tama perlu memahami sistem, model dan teknik yang berbeda dari operasi bisnis modern dalam perspektif internasional. Dalam sisi keuangan global misalnya, para manajer global perlu memperluas wawasan tentang teknik analisis keuangan, yang memasukkan unsur kompleksitas negara dalam kaitannya dengan faktor resiko, pertukaran mata uang atau perbedaan pasar modal. Begitu pula dalam hal pemasaran global, misalnya tentang bagaimana mengembangkan merek global dalam perbedaan pasar lintas-nasional. Yang tak kalah pentingnya adalah hal yang berkaitan dengan perilaku organisasi, seperti bagaimana seluk-beluk menciptakan budaya organisasi yang koheren di tingkat organisasi nasional.
    Seorang manajer global harus memiliki semua keahlian dan kompetensi secara paripurna, namun paling tidak memiliki perspektif pemahaman tentang bagaimana dimensi global yang spesifik dapat mempengaruhi kinerja aspek fungsional dari masing-masing organisasi.
    Sedangkan Manajer Lokal adalah orang yang memiliki pemikiran tajam dan kritis yang telah mengenal daerahnya dengan baik sehingga dapat bertindak efektif. Tugas manajer lokal bertanggungjawab untuk keselamatan dan kesejahteraan masyarakat, dia dituntut mampu berpikir kritis untuk mengidentifikasi dan mengantisipasi situasi, memecahkan masalah, dan membuat keputusan secara efektif dan effisien.

    Bagi Perusahaan, Manajer Lokal bermanfaat untuk menunjang internasionalisasi bagi Perusahaan dimana berperan sebagai berikut :
    1. Membantu Perusahaan dalam menjalankan perusahaan cabang.
    2. Sebagai Perantara ketika berurusan dengan klien-klien negara setempat.
    3. Pemberi informasi yang dibutuhkan perusahaan sentral untuk menjalankan perusahaan cabang dan untuk mebuat keputusan.
    4. Perantara antara perusahaan sentral dengan karyawan lokal lainnya di perusahaan untuk menyampaikan hasil keputusan.

    Jadi dari penjelesan diatas terlihat jelas perbedaannya bahwa kompetensi manajer global harus memiliki semua keahlian dan kompetensi secara paripurna, namun paling tidak memiliki perspektif pemahaman tentang bagaimana dimensi global yang spesifik dapat mempengaruhi kinerja aspek fungsional dari masing-masing beberapa organisasi /perusahaan yang dipimpinnya secara global, sedangkan Manajer Lokal cukup memiliki kompetensi keahlian terhadap mengatur dan merencanakan program-program terkait perusahaan/organisasi yang dia pimpin dimana manajer lokal sendiri merupakan perpanjangan tangan dari perusahaan inti yang fungsinya membantu perusahaan cabang.

    5. Dalam hal organisasi apa manajemen birokrasi sesuai dilaksanakan?
    Jawaban :
    Organisasi yang tepat yang dapat diterapkan pada manajemen birokrasi yaitu Organisasi di bidang Pemerintahan dimana Manajemen Birokrasi dalam Pemerintahan memang sangat dibutuhkan dalam mengatur sistem pemerintahan itu sendiri. Manajemen Birokrasi dalam organisasi pemerintahan adalah manajemen yang dinilai ideal dalam mengatur organisasi pemerintahan melalui prinsip-prinsip bentuk birokrasi.
    Sebagai konsep yang ideal tentu saja manajemen birokrasi sangat dibutuhkan dalam organisasi pemerintahan dimana fokusnya untuk mewujudkan pemerintahan yang baik (good governance). Dalam rangka tata pemerintahan yang baik harus diarahkan pada manajemen birokrasi yang perencanaannya diatur untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan mengurangi secara signifikan tingkat penyalahgunakan kewenangan di lingkungan aparatur pemerintahan. Pelaksanaan organisasi pemerintahan yang diterapkan melalui manajemen birokrasi diharapkan Pemerintah mampu berperan sebagai fasilitator dan dinamisator dalam penyelengaraan pemerintahan dan turut menciptakan iklim yang mendukung lancarnya proses pemerintahan dan pembangunan.

    Komentar oleh Adeena Sari | Juni 18, 2014 | Balas

  28. Nama : Rd. Muhammad Ridho
    Jurusan : Magister Manajemen (Kelas Malam)

    1. Berikan alasan bahwa pekerjan seorang manager juga didapati pada kegiatan sehari-hari tanpa memandang bahwa yang bersangkutan apakah menjadi manager atau tidak pada satu perusahaan. Berikan contoh nya.?
    Jawab: Contoh nya seorang Petani sayuran, ia Mengatur/merencanakan memulai penanaman sayur-sayuran yang akan ditanam nya., Memilih sayuran yang akan ditanaminya, menghitung anggaran untuk pembelian bibit, Pupuk/Pestisida, dan kebutuhan pasca Panen nantinya. dan mengontrol/memeriksa hasil tanaman sayuran tersebut sebelum didistibusikan (dipasarkan). Contoh tersebut merupakan ada kaitan nya dengan kegiatan seorang manajer dimana ia Melakukan tugas POAC ( Planning, Organizing, Acctuanting, dan Controlling).

    2. Adakah peran dari latar belakang seorang manager tentang kompetisi yang dimilikinya..?
    Jawab : Menurut saya Ada karna Tugas dan tanggung jawab dari seorang manager sangat penting untuk berkembangnya atau pun kemajuan dari suatu perusahaan /kegiatan nya untuk mencapai tujuan yang ingin dicapainya, jadi ia harus mempunyai Kompetensi sebagai seorang Manager karna perannya sangat penting dalam hal megatur dan memanfaatkan SDM dan Sumber-sumber lainnya secara Efektif dan Efisien.

    3. Untuk Organisasi di bidang Pemerintahan, seperti seorang kepala daerah kepada kepala dinas, kompetensi apa yang menurut anda berperan penting,..?
    Jawab : Menurut Saya Kometensi yang berperan penting dari seorang Kepala daerah adalah kemampuan ia mengatur, mengkomunikasikan, mengevaluasi dan mengontrol tugas pokok yang yang diberikan kepada kepala dinas tersebut yang sudah tersusun/direncanakan sebelumnya agar dapat mencapai Visi dan Misinya.

    4. Kebutuhan akan manajer yang efektif menjadi dasar apakah organisasi dapat mencapai tujuannya baik atau tidak, dalam hal ini salah satu yang dibutuhkan kompetensi dibidang komunikasi, jelaskan hal ini dapat dibangun oleh seorang manajer..?
    Jawab : Hal yang harus dibangun seorang menager dalam bidang komunikasi untuk mencapai tujuan yang baik yakni dengan mengadakan rapat sebagai media komunikasi dengan mengadakan rapat/mengevalusi tugas-tugas yang dijalankan apakah sudah mencapai tujuan yang baik atau pun belum kemudian dengan melakukan komunikasi antar karyawan maka hal-hal yang menjadi kendala/masalah dalam mencapai tujuan dapat dicari Solusinya jadi terjalin komunikasi yang baik/jelas antar karyawan dan manajernya.

    5. Andaikan Microsoft akan membuka cabang di indonesia, kendala apa yang dihadapi perusahaan tersohor itu..?
    Jawab : 1. Kesulitan Perusahaan mendapatkan lahan atau lokasi proyek yang sesuai.
    2. Kesulitan dalam mendapatkan bahan baku,
    3. Kurangnya Tenaga Ahli yang ada diindonesia sehinnga mereka harus
    mendatangkan tenaga ahli dari Negaranya sendiri.
    4. Transparancy yaitu mengenai kejelasan mengenai peraturan perundang-
    undangan, Prosedur administrasi yang berlaku, serta kebijakan investasi

    Komentar oleh Rd. Muhammad Ridho | Juni 18, 2014 | Balas

  29. Salam super pak joe,,,,

    Saya mahasiswa matrikulasi magister manajemen kelas pagi.
    Nama : ENI OKTAVIANI

    Jawaban ujian matrikulasi manajemen dan organisasi :

    3. kompetensi di bidang komunikasi dapat dibangun oleh seorang manajer antara lain :
    Dengan cara kita membangun dan mengelola suatu hubungan, baik secara lisan maupun tulisan agar tidak terjadi istilah missed communication, sehingga segala aktivitas yang terkait dengan komunikasi tersebut dapat berjalan lancar dan damai. Biasanya hubungan yang baik tersebut nantinya akan dikenal sebagai bentuk koordinasi atau kerjasama untuk mencapai tujuan bersama. Tujuan utama manajemen komunikasi adalah pemanfaatan optimal sumber daya manusia dan teknologi untuk meningkatkan dialog dengan orang lain. Pada intinya, hasil dari sebuah proses komunikasi adalah terciptanya dialog yang berjalan dua arah dan sekaligus melahirkan pertukaran informasi yang relatif seimbang. Pemahaman atas manajemen komunikasi memerlukan kompetensi tertentu agar dapat melahirkan komunikasi yang efektif.

    6. Pada berbagai tingkatan manajer (punjak, tengah dan bawah) dibutuhkan manajer yang berbeda sesuai dengan kompetensi yang diisyaratkan. Mengapa hal ini demikian :
    Tingkatan tersebut untuk membedakan pembagian tugas dan tanggung jawab seorang manajer dengan kompetensi yang dimilikinya.
    berikan alasannya ;
    seorang top manager mengepalai semua yang bekerja untuk perusahaan termasuk midlle dan lower manager, peran seorang top manager mempengaruhi semua kinerja perusahaan jadi kita bisa nilai bahwa sebuah perusahaan yang sukses berkat orang-orang yang berada ditingkatan ini. Midlle manager orang-orang yang menempati tingkat ini adalah manager yang terkonsentrasi penuh pada suatu bagian saja. Sedangkan lower manager tingkatan terendah disuatu perusahaan, tugas orang-orang ini mengatur para staff dan mereka juga harus mempunyai keahlian dibidangnya agar bisa mengajari bawahannya dengan baik dan benar.

    7. Dalam kompetensi self management, salah satunya dikenal Intergity dan Ethical Conduct. Jelaskan lingkup dan arti daripada dimensi kompetensi ini.
    Self management adalah kemampuan kita dalam me-manage diri sendiri (manajemen diri) dalam menghadapi segala tantangan dalam hidup kita. Sebagai seorang pemimpin harus dapat mengenali orang-orang yang dipimpinnya.
    • Mindset dan leadership
    Ini terkait dengan paradigma, mindset atau pikiran. Agar dapat menjadi orang yang sukses dibutuhkan orang yang memiliki mindset winner (pemenang), bukan loser (pecundang). Kemudian dari sisi leadership harus memiliki mental driver (pengendali) bukan passenger (penumpang). Dibutuhkan mindset pemenang dan mental driver agar kita tidak mudah menyerah dan selalu ada kemauan untuk mencoba. “Ada mau, ada jalan.Tidak mau, banyak alasan.” Itu prinsipnya.
    • Keperibadian bakat dan kompetensi
    Manusia merupakan ciptakan tidak sama antara satu dan lainnya khususnya pada aspek kepribadian, bakat dan kompetensi. Jalan sukses orang pun tidak bisa dipastikan sama karena keunikannya tersebut. Oleh karena itu manusia harus mengenali kepribadian, bakat dan kompetensinya agar dapat menemukan jalan suksesnya.
    • Misi, visi, dan target hidup
    Keberadaan manusia di dunia ini tentu tidak asal hidup tapi ingin memberi arti pada kehidupan (significance contribution). Oleh karena itu manusia harus dapat merumuskan misi, visi dan target hidupnya sebagai bintang pemandu dia di tengah lautan kehidupan yang penuh ombak tantangan dan ujian.
    Jika ketiga hal tersebut telah dikenali dengan baik maka manusia tersebut telah melewati tahap pertama dari manajemen dirinya yaitu knowing. Selanjutnya tahap kedua yaitu mastering dengan mengeksplorasi dan memaksimalisasi diri menjadi master. Baru di tahap ketiga yaitu controlling yaitu mengendalikan diri sendiri.

    8. 3 diantara 7 prinsip max weber tentang pandangan birokrasi :
    • Spesialisasi peran anggota organisasi memberikan peluang kepada divisi pekerja untuk menyederhana kan aktivitas pekerjadalam menyelesaikan tugas yang rumit. Dengan memecah tugas yang rumit kedalam aktivitas khusus tersebut, maka produktivitas pekerja dapat ditingkatkan.
    • Hierarki otoritas organisasi formal dan legitimasi peran kekuasaan anggota organisasi didasarkan pada keahlian pemegang jabatan secara individu, membantu mengarahkan hubungan intra personal diantara anggota organisasi guna menyelesaikan tugas-tugas organisasi.
    • Pekerjaan personil berkualitas didasarkan pada kemampuan tekhnik yang mereka miliki dan kemampuan untuk melaksanakan tugas yang dibebankan kepada mereka. Para manajer harus mengevaluasi persyaratan pelamar kerja secara logis, dan individu yang berkualitas dapat diberikan kesempatan untuk melakukan tugasnya demi perusahaan.

    13. Mesin Singer adalah mesin yang ternama, kemudian memasuki pasar global dengan cara membuka cabang dengan cara franchise di berbagai negara. Jelaskan hal ini bisa terjadi dan sebutkan kelemahan dan keunggulannya apa.
    bisnis franchise merupakan suatu bentuk kerjasama antara dua pihak dalam sebuah sistem pendistribusian baik itu barang maupun jasa.
    Kelebihan membeli franchise :
    • Konsep bisnisnya sudah jelas dan dibantu dengan dadanya pelatihan sehingga bisnis bisa berjalan sesuai dengan konsep atau sesuai dengan produk utama.
    • Menjalankan konsep bisnis yang sudah berjalan dan sudah dikenal masyarakat luas.
    • Kontrol bisnis sudah dibantu oleh sistem.
    • Bisa berkonsultasi dengan penyedia franchise setiap kendala yang dihadapi dilapangan.
    • Pengembangan bisnis dipikirkan juga oleh penyedia franchise
    Kekurangan membeli franchise :
    • Kerugian modal
    Kesalahan dalam memilih usaha franchise dapat menimbulkan kerugian modal bagi kita. Jika ternyata usaha tersebut tidak tidak dapat berjalan dan berkembang, maka sejumlah uang yang kita bayar untuk membeli usaha tersebut tidak akan dikembalikan.
    • Keuntungan yang tidak maksimal
    Kebanyakan bisnis franchise menetapkan ketentuan bagi hasil, jadi keuntungan yang diperoleh hanya setengah saja.
    • Memiliki potensi konflik
    Bisnis franchise merupakan bisnis dengan ikatan kerja sama, ketika terjadi ketimpangan sering menimbulkan konflik bisnis antara franchisor dan franchise, sehingga menyebabkan terganggunya atau rusaknya jalinan kerjasama tersebut, sehingga semua pihak akan merasakan kerugian.Jika bisnis utama mendapat masalah maka akan berpengaruh terhadap bisnis franchise yang lainnya.
    • Tidak bebas
    Adanya sistem dan aturan-aturan main yang harus diikuti, selain membantu dan memudahkan pembeli franchise ternyata di sisi lain membuat franchisee merasa dikekang atau tidak bebas. Bila ingin menambah atau mengubah menu yang dinilai lebih menjual seperti pada franchise makanan misalnya, harus dengan persetujuan pihak franchisor.

    Terimakasih

    Komentar oleh Eni oktaviani | Juni 18, 2014 | Balas

  30. Nama : Jimi Hariyanto, S.STP
    Jurusan : Pasca Sarjana Magister Manajemen
    Kelas : Malam

    SOAL :
    1. Berikan alasan bahwa pekerjaan seorang manajer juga didapati pada kegiatan sehari – hari tanpa memandang bahwa yang bersangkutan apakah menjadi manajer atau tidak pada suatu perusahaan. Berikan jawaban dengan memberikan contoh.
    Maksudnya disini, didalam kehidupan atau kegiatan sehari – hari seseorang pasti mereka mempunyai rencana atau manajemen dirinya dalam kehidupannya sehari – hari. Hal ini tidak seharusnya sesorang tersebut harus menjadi seorang manager. Seseorang yang posisinya bukan seorang manajer pun pasti didalam kegiatannya sehari – hari pasti ada rencana atau manajemen untuk dirinya sendiri mulai dari apa yang harus dia lakukan dalam kehidupan dan kegiatannya sehari – hari. Contohnya, abas merupakan staf karyawan di suatu perusahaan swasta dia telah terbiasa memanajemenkan atau mengatur dirinya sendiri dalam kehidupannya sehari – hari sehingga dia memiliki kualitas bekerja yang baik kemudian dengan hasil kinerja yang baik tersebut dia kemudian diangkat menjadi manajer di perusahaan tempat dia bekerja tersebut.
    2. Dalam pandangan birokrasi, manajemen diterjemahkan menjadi seperangkat aturan yang membuat organisasi atau perusahaan agar dapat berjalan dengan efisien. Jelaskan bagaimana birokrasi dapat membuat organisasi menjadi efisien berikan contoh.
    Birokrasi itu sendiri dapat diartikan sebagai kekuasaan atau pengaruh dari para kepala dan staf biro pemerintahan yang mana mempunyai suatu rencana mencapaikan tujuan dari suatu organisasi yang ada didalamnya. Salah satu tugas birokrasi adalah memberikan pelayanan terhadap suatu kebutuhan dan kepentingan masyarakat. Agar birokrasi dapat membuat organisasi menjadi efisien, harus adanya pelayanan publik yang efisien juga sehingga suatu rencana atau tujuan organisasi tersebut tercapai sesuai visi dan misi suatu organisasi tersebut.
    3. Untuk organisasi di bidang pemerintahan, seperti seorang kepala daerah kepada kepala dinas, kompetensi apa yang menurut anda berperan penting, berikan alasannya.
    Didalam organisasi di pemerintahan kepala daerah merupakan tingkatan yang paling tinggi didalam suatu organisasi pemerintahan tersebut. Sedangkan kepala dinas merupakan bawahan yang harus menjalankan visi dan misi atau rencana program kepala daerah tersebut. Dalam hal ini kompetensi yang berperan penting bagi kepala dinas terhadap kepala daerah yaitu menjalankan program yang telah di rencanakan oleh kepala daerah tersebut sehingga mencapai suatu tujuan organisasi yang telah disepakati seperti memajukan daerah tersebut sesuai rencana yang telah disepakati.
    4. Max Weber, pengagas pandangan birokrasi, menyampaikan 7 (Tujuh) prinsip. Jelaskan, 3 (Tiga) diantara 7 (Tujuh) prinsip tersebut.
    Prinsip – prinsip birokrasi menurut Max Weber diantaranya :
    a. Peraturan atau aturan yang ada didalam birokrasi sangat jelas dan tegas sekali untuk menegakan ketertiban dan kelangsungannya.
    b. Prinsip hirarki menunjukan bahwa tiap – tiap bagian yang lebih rendah posisinya selalu berada di bawah perintah dan selalu di bawah pengawasan dari posisi yang lebih tinggi sehingga garis komunikasi lebih bersifat vertikal.
    c. Proses pelaksanaan fungsi organisasi merupakan sesuatu yang dapat diketahui oleh siapapun dan bersifat terbuka bagi publik.
    5. Dalam hal organisasi apa manajemen birokrasi sesuai dilaksanakan.
    Budaya organisasi merupakan kesepakatan bersama tentang nilai – nilai bersama dalam kehidupan organisasi dan mengikat semua orang dalam organsiasi bersangkutan. Organisasi birokrasi yang sesuai dilaksanakan adalah memberikan pelayanan prima atau pelayanan publik kepada masyarakat sehingga masyarakat tersebut menjadi puas terhadap pelayanan yang telah di berikan. Hal tersebut merupakan suatu tujuan dari suatu organisasi birokrasi yang ada saat ini

    Komentar oleh jimi hariyanto,S.STP | Juni 18, 2014 | Balas

  31. NAMA : HANIFAH
    JURUSAN : PASCA SARJANA MASTER MANAJEMEN
    KELAS : MALAM
    JAWABAN UJIAN MATRIKULASI MANAJEMEN ORGANISASI

    1. Karena pada kehidupan sehari-hariada tujuan yang ingin dicapai,untk itu maka harus ada Manajemen yang dilakukan oleh seseorang sebagai manejer yangmengatur proses untuk Mencapai tujuan tersebut secara efektif dan efisien
    Contoh :
    Pada kehidupan di rumah tangga seorang ibu secara tidak langsung berperan sebagai Manejer yaitu mengatur peroses berputarnya roda kehidupan “mulai dari merencanakan Persiapan sarapan pagi mengantar anak sekolah,sampai mengatur belanja dan sebagainya.
    Kemudian dikontrolnya peroses tersebut agar berjalan dengan semestinya,hingga mendapatkan tujuan yang di harapkan

    2. Birokrasi agar Efisiensi
    Birokrasi tersebut harus melakukan fungsi manajemen secara konsisten ,baik dari mulai perencanaan, Sumber daya yang ada baik manusia maupun yang lainnya,leadignya serta tidak lupa pula kontrolnya.dan di sertai dengan analisis SWOT.
    Menurut MEX WEBER “ Organisasi tipe edial dapat menjamin efisiensi yang tinggi” yaitu harus mendasar otoritas legal rasional,yang lebih sesuai dengan masyarakat moderen ,antara lain:
    a. Sistem manajemen …….. yang hirarkis
    b. Pembagian kerja yang sistematis
    c. Spesifikasi tugas yang jelas
    d. Kode etik “disiplin” serta prosedur kerja yang jelas dan sistematis.

    3. Kompetensi dibidang komunikasi yang dapat dibangun oleh manejer:
    a. Komunikasi informal.
    1) Memiliki kesadaran tentang perasaan orang lain
    2) Melaksanakan dan memperomosikan komunikasi dua arah
    3) Membangun hubungan kuat dengan orang –orang sekitar.
    b. Komunikasi formal
    1) Memberi informasi tentang peristiwa yang relevan, aktifitas yang sedang berlangsung
    2) Membuat persuasif dan menangani pertanyaan dengan baik
    3) Menulis dengan jelas,ringkas dan efektif dan menggunakan sumberdaya berbasis computer.
    c. Negosiasi
    1) Negosiasi secara efektif atas nama tim dan sumberdaya
    2) Mengambil tindakan tegas dan adil dalam menghadapi masalah bawahan.

    4. (pertanyaan nomor 5)
    Latar belakang seorang menejer tentu sangat berperan terutama pendidikan, misalnya seorang menejer yang punya latar belakang pendidikan manajemen SDM, dia lebih sistematis dalam melaksanakan tugas dibidangnya,dapat mengambil keputusan yag tepat dan cepat
    Serta dapat membagikan tugas kepada bawahan nya sesuai dengan kompetensi yang ada, karena lebih memahami prisif- prinsif menejerial hingga tujuan organisasi dapat tercapai secara efektif dan efisien.
    5 . (jawaban soal nomor 8 )
    3 dari 7 perinsif pandangan birokrasi menurut MAX WEBER, antara lain:
    1. Pembagian kerja , yaitu kerja dibagi habis sesuai tupoksi
    2. Hirarkikewenangan yang jelas ,struktur organisasi disusun bertingkat dan memastikan jabatan yang lebih rendah berada dibawah supervisi dan control dari yang lebih tinggi
    3. Formalisasi yang tinggi untuk mengatur prilaku anggota organisasi perlu disusun prosedur formal sebagai sebuah sistem agar semua berjalan dengan baik

    Komentar oleh Hanifa | Juni 19, 2014 | Balas

  32. NAMA : NANY MAWADDAH, S.IP
    JURUSAN : PROGRAM PASCA SARJANA MAGISTER MANAJEMEN
    KELAS : PAGI

    Selamat siang, izin pak jo, berikut jawaban soal ujian matrikulasi mata kuliah manajemen dan organisasi.

    1. Dalam pandangan birokrasi, manajemen diterjemahkan menjadi seperangkat aturan yang membuat organisasi ataupun perusahaan agar dapat berjalan dengan efisien. Jelaskan bagaimana birokrasi dapat membuat organisasi menjadi efisien, berikan contoh:

    Jawab:
    Dalam praktiknya birokrasi merupakan alat atau instrumen dari kekuasaan untuk mencapai tujuan pemimpin maupun tujuan bersama yang diemban oleh pemimpin tersebut. Berbicara mengenai birokrasi tentu berkaitan dengan prinsip-prinsip birokrasi yang terdiri dari, adanya pembagian pekerjaan, hubungan kewenangan dan tanggung jawab yang jelas, adanya aturan-aturan yang jelas serta memiliki misi target yang akan dituju. Prinsip prinsip tersebut jika dilaksanakan dengan baik maka akan mampu mewujudkan organisasi yang efektif dan efisien. Adapun peran birokrasi dalam mewujudkan organisasi yang efisien adalah:

    – Kejelasan tugas dan jabatan.
    Dengan adanya hirarki dalam birokrasi maka teciptalah kejelasan tugas dan jabatan. Kejelasan tugas dan jabatan memastikan tugas dan tanggung jawab sebagai bagian kekuasaan yang habis dibagi. Tugas dan jabatan yang diberikan memperjelas wewenang yang akan dijalankan. Semuanya dipertanggungjawabkan secara hierarkis dan abstraktif. Secara hierarkis, tugas dan jabatan yang diberikan memperjelas wewenang yang akan dijalankan. Secara hierarkis, tugas dan jabatan dipertanggungjawabkan melalui tingkatan tertentu dari level bawah hingga puncak institusi. Sedangkan abstraktif menunjukkanbahwa sekalipuun tugas dan jabatan bersifat teknikal, namun pola pertanggungjawaban dilakukan oleh lapisan paling bawah ke pimpinan puncak institusi.
    – Terciptanya Sistem Informasi yang Jelas
    Sistem hierarkis membuka ruang bagi sistem informasi secara bertingkat dari lapisan bawah ke atas. Semakin ketat sistem hierarkis yang diterapkan, semakin mudah memperoleh informasi melalui mekanisme yang ditetapkan dan semakin tinggi tingkat transparansi dan akuntabilitas penyelenggara pemerintahan.
    – Kecakapan Teknis
    Kecakapan teknis menjadi karakteristik esensial dalam birokrasi. Salah satu kemunduran birokrasi selama ini karena rendahnya sumber daya manusia yang menjadi instrumen pokok birokrasi. Jika birokrasi diharapkan berperan sebagai cerminan atas harapan masyarakat, seyogyanya ia mampu dan dituntut memiliki sejumlah kemampuan tertentu yang memungkinkan keseluruhan harapan tadi dapat terwujud secara efektif. Tingginya harapan dan tuntutan masyarakat mendorong perlunya rekruitment pejabat birokrasi yang berkualitas dalam rangka mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien

    2. Adakah peran dari latar belakang seorang manajer tentang kompetensi yang dimilikinya?

    Jawab:
    Menurut saya peran dari latar belakang seorang manajer terhadap kompetensi yang dimilikinya tentu saja ada, karena kompetensi merupakan suatu kemampuan yang dilandasi oleh keterampilan dan pengetahuan yang didukung oleh sikap kerja serta penerapannya dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan di tempat kerja yang mengacu pada persyaratan keterampilan, sikap, dan apresiasi yang harus dimiliki oleh SDM organisasi untuk dapat melaksanakan tugas-tugas pekerjaan sesuai dengan yang dibebankan organisasi. Keterampilan dan pengetahuan tersebut tentu saja berasal dari pengalaman dan proses pembelajaran yang diperoleh seseorang dari latar belakang kehidupannya. Misalnya seorang guru yang tentunya memiliki latar belakang pendidikan guru tentu saja akan memiliki standar kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru. Latar belakang pendidikan dan pengalaman yang dimiliki seseorang tentu saja memiliki peran penting terhadap kompetensi yang dimilikinya. Demikian juga dengan seseorang yang memiliki latar belakang profesi seorang manager, tentunya harus tahu kemampuan atau kompetensi apa yang harus dimiliki, serta peran apa yang harus dijalani oleh seorang manajer yang diantaranya adalah Planning and Decision Making yaitu memiliki kemampuan merencanakan dan mengambil keputusan, Organizing yaitu kemampuan mengelola bebragai komponen agar tujuan perusahaan atau organisasi dapat tercapai, Controlling yaitu kemampuan pengendalian dan monitorig terhadap kebijakan yang dibuat, dalam hal ini manajer akan memperoleh berbagai informasi yang suatu saat bisa dijadikan sebagai langkah perbaikan berkelanjutan, dan Leading yaitu kemampuan memimpin dimana memimpin bukan hanya sekedar image, tapi jauh lebih penting adalah tindakan dan perilaku yang mencerminkan seorang pemimpin.

    3. Untuk organisasi di bidang pemerintahan, seperti seorang kepala daerah kepada kepala dinas, kompetensi apa yg berperan penting. Berikan alasannya!

    Jawab:
    Kompetensi yang dimiliki aparatur pemerintah daerah menjadi sangat penting, karena peran yang mereka miliki dalam proses pencapaian tujuan organisasi. Dengan peran yang berbeda antara pegawai biasa dan para pimpinan, maka kompetensi yang diperlukan diantara mereka juga berbeda. Kompetensi untuk pegawai biasa tentu saja akan selaras dengan fungsinya sebagai pelaksana dari kebijakan-kebijakan yang ditetapkan para pimpinan. Sedangkan kompetensi untuk para pimpinan akan sesuai dengan fungsinya dalam kedudukan sebagai pemimpin dalam organisasi. Dalam hal ini, kompetensi yang diperlukan oleh seorang kepala daerah diantaranya adalah:
    – Strategic Thinking
    Kemampuan untuk memahami kecenderungan perubahan lingkungan organisasi yang cepat, ancaman kompetisi, ekuatan serta kelemahan organisasi itu sendiri. Dengan kompetensi ini, pemimpin dapat menciptakan dan menjalankan strategi organisasi.
    – Flexibility
    Kemampuan untuk beradaptasi dan menanggapi perubahan lingkungan secara cepat dan efektif. Dalam lingkungan organisasi pemerintah, flexibility sangat diperlukan untuk merespon berbagai perubahan yang sangat kompleks dalam masyarakat, perkembangan tuntutan masyarakat akan kualitas pelayanan, transparansi, dan partisipasi dalam proses pembangunan
    – Kemampuan untuk merencanakan dan mengimplementasikan yang diukur dengan semangat berprestasi (Achievement Organization), Ketelitian terhadap kejelasan tugas (Concern for order), Inisiatif (Initiative) dan pencarian informasi (Information Seeking). Dalam hal ini diharapkan aparatur pemerintahan daerah yang menjabat pada jabatan tertentu mempunyai standar superior daripada pegawai biasa. Tentu saja hal ini akan dapat dicapai melalui pengembangan dengan standar kompetensi yang jelas.
    – Kemampuan melayani yang dapat diukur dengan melalui Empati (Interpersonal Understanding), dan Orientasi pada pelanggan (Costumer Service Orientation). Aparatur pemerintah daerah diharapkan semua memenuhi standar ini sesuai dengan keinginan masyarakat selaku konsumen atau pelanggan
    – Kemampuan Leadership yakni kompetensi yang berkaitan dengan aktivitas memimpin organisasi dan orang-orang yang ada di dalamnya untuk mencapai tujuan, visi, dan sasaran, yang telah ditetapkan.
    – Kemampuan Managerial yakni kompetensi yang secara khusus berhubungan dengan pengaturan , pengawasan, dan pengembangan pegawai yang dapat diukur melalui kemampuan mengembangkan orang lain (Developing Others), Mengarahkan orang lain (Directiveness), Kemampuan kerjasama (Tim Work), Kemampuan memimpin kelompok (Team Leadership)
    – Kemampuan Berpikir diukur dengan kemampuan berpikir analisis dan kemampuan berpikir konsepsional, serta keahlian profesional (expertise), yakni memahami sesuatu melalui pemecahan atau pemilaha persoalan ke dalam bagian-bagian yang lebih kecil, atau mengenali impilkasi dari sesuatu melalui tahap demi tahap. Kompetensi ini melibatkan penggunaan logika, pemikiran yang sistematik untuk memahami, menganalisis dan menyelesaikan masalah. Pimpinan daerah diharapkan memiliki kompetensi ini sehingga mampu mengidentifikasi dan mengevaluasi beberapa enyebab yang mungkin dai suatu masalah, dan selanjutnya membangun serta melaksanakan rencana untuk mengatasi masalah.
    – Kemampuan bersikap dewasa yang dapat diukur dari Pengendalian diri (self Controll), Kepercayaan Diri (Self Confidence), Penyesuaian diri (flexibility), dan komitmen terhadap organisasi.

    4. Pada berbagai tingkatan manajer (puncak, tengah dan bawah) dibutuhkan manajer yang berbeda sesuai dengan kompetensi yang diisyaratkan. Mengapa hal ini demikian? Berikan alasannya!

    Jawab:
    Berdasarkan tingkatan dalam organisasi, maka tingkat manajer dapat dibedakan atas:
    • Manajemen Puncak (Top Management)
    Yaitu Manajer bertanggung jawab atas pengaruh yang ditimbulkan dari keputusan-keputusan manajemen keseluruhan dari organisasi. Dikenal pula dengan isitilah excecutive officer. Bertugas merencanakan dan kegiatan dan strategi perusahaan secara umum dan mengarahkan jalannya perusahaan. Kompetensi yang harus dimiliki para manajer tingkat puncak adalah konseptual, artinya keahlian untuk membuat dan merumuskan konsep untuk dilaksanakan ileh tingkatanmanajer dibawahnya.
    • Manajemen Tingkat Menengah (Middle Management)
    Yaitu mencakup semua manajemen yang berada di antara manajer lini pertama dan manajemen puncak. Bertugas sebagai penghubung antara keduanya. Adapun kompetensi yang harus dimiliki oleh manajemen tingkat menengah adalah keahlian interpersonal/manusiawi, artinya keahlian untuk berkomunikasi, bekerjasama dan memotivasi orang lain. Manajer bertanggung jawab melaksanakan rencana dan memastikan tercapainya suatu tujuan.
    • Manajemen lini pertama (first-line management)
    Dikenal pula dengan istilah manajemen operasional, merupakan manajemen tingkatan paling rendah yang bertugas memimpin dan mengawasi karyawan non-manajerial yang terlibat dalam proses produksi. Manajer bertanggung jawab menyelesaikan rencana-rencana yang telah ditetapkan oleh para manajer yang lebih tinggi. Kompetensi yang harus dimiliki pada level ini yaitu keahlian teknis, artinya keahlian yang mencakup prosedur teknik, pengetahuan dan keahlian dalam bidang khusus.
    Berdasarkan penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa setiap tingkatan manajemen dalam suatu organisasi memiliki tugas pokok dan fungsi yang berbeda-beda. Oleh karena itu untuk dapat melaksanakan hal tersebut dengan baik maka dibutuhkan kompetensi yang berbeda pula sesuai dengan tingkatan manajemen dalam organisasi tersebut.

    5. Max Weber, penggagas pandangan birokrasi, menyampaikan 7 prinsip. Jelaskan 3 diantara 7 prinsip tersebut!

    Jawab:

    Prinsip Birokrasi menurut Max Weber diantaranya adalah:
    • Merupakan suatu fungsi pejabat yang tetap dan terikat dengan peraturan
    Sistem peraturan adalah merupakan prinsip utama dalam sebuah sistem birokrasi. Fungsi utama peraturan yang ditetapkan dalam sebuah organisasi ialah untuk mempermudah standarisasi. Sistem peraturan yang distandarisasi dirancang untuk menjamin adanya keseragaman dalam menjalankan setiap tugas, dimana peraturan tersebut menentukan tanggung jawab , peranan, dan bidang tugas bagi setiap anggota dan hubungan diantara mereka.
    • Prinsip Hierarki
    Setiap jabatan yang tingkatnya lebih rendah dalam hierarki adalah di bawah pengendalian dan pengawasan jabatan yang lebih tinggi. Tujuan diwujudkan hierarki ini adalah untuk memastikan setiap jabatan dikendalikan secara sistematik oleh jabatan tertentu yang lain. Dalam hierarki itu setiap jabatan harus bertanggung jawab kepada atasannya atas keputusan dan tindakan sendiri ataupn bawahannya.
    • Adanya bidang kecakapan khusus
    Berkaitan dengan bidang kewajiban tugas yang ada pada seorang pekerja atau suatu bagian yang dibagi ke dalam bagian-bagian yang lebih khusus sesuai dengan keahlian dan kompetensi yang dibutuhkan bagian tersebut dalam organisasi. Sebagai contoh, bagian keuangan yang berfungsi membuat ramalan keperluan dana,mendapatkan dana untuk organisasi, memastikan dana organisasi digunakan dengan baik sesuai dengan fungsinya.

    Komentar oleh nany mawaddah | Juni 19, 2014 | Balas

  33. NAMA :DESGITA DWI PURDINI
    NIM : C1B013065
    KELAS :MANAJEMEN B 2013

    ABSTRAK
    “Keberanian dalam kewirausahaan”
    Keberanian membuka peluang. Karena dengan bekal keberanian, di saat anda mempunyai ide bisnis yang bagus, ide ini bisa anda presentasikan kepada pemilik modal. Problem permodalan pun terselesaikan berkat sikap mental positif dalam diri anda.Kewirausahaan adalah semangat seseorang, nilai dan prinsip serta sikap, kuat, seni, dan tindakan nyata yang sangat perlu, dalam menangani dan mengembangkan perusahaan atau kegiatan lain yang mengarah pada pelayanan terbaik kepada langganan dan piahak-pihak lain yang berkepentingan termasuk masyarakat, bangsa dan Negara. dalam menjalankan kewirausahaan butuh keberanian,karena dari niat keberanian kita akan bisa melakukannya .dalam menjalankan kewirausahaan harus punya prinsip yang kuat.kita tahu di dalam melakukan kewirausahaan pasti ada kendala-kendala,kerugian,maupun keuntungan.semua itu harus dihadapi dengan tegas dan kita harus menerima resikonya.oleh karena itu untuk memulai suatu bisnis harusla mencari tau dulu informasi-informasi ynag akan di lakukan .untuk memulai bisnis itu bisa mulai dari bisnis kecil hingga bisnis besar,memulai bisnis dari kecil kita akan mengetahui lebih kedepannya dan memotivasi kita untuk bisnis lebih maju dan besar.bekerja sama dalam suatu tim seperti perusahaan lain,karena dengan bekerja sama maka akan mendapatkan pelajaran yang lebih maksimal dan memanfaatkan pengetahuan-pengetahuan yang dapat di pelajari untuk membantu menciptakan pemikiran yang baik,dan memberi inovasi agar menjadi pengusaha yang sukses

    Kata kunci: keberanian,kemauan,pemikiran ide

    Komentar oleh desgita dwi purdini | Juni 19, 2014 | Balas

  34. Nama : Herlisa Chairani
    Prodi : Magister Manajemen Universitas Jambi
    Kelas : Jumat – Sabtu
    Ujian Matrikulasi Manajemen dan Organisasi

    1. Dalam pandangan birokrasi, manajemen diterjemahkan menjadi seperangkat aturan yang membuat organisasi ataupun perusahaan agar dapat berjalan dengan efisien. Jelaskan bagaimana birokrasi dapat membuat organisasi menjadi efisien. Berikan contoh.
    Birokrasi berasal dari kata bureaucracy diartikan sebagai suatu organisasi yang memiliki rantai komando dengan bentuk piramida, dimana lebih banyak orang berada ditingkat bawah dari pada tingkat atas, biasanya ditemui pada instansi yang sifatnya administratif maupun militer.
    Pada rantai komando ini setiap posisi serta tanggung jawab kerjanya dideskripsikan dengan jelas dalam organigram. Organisasi ini pun memiliki aturan dan prosedur ketat sehingga cenderung kurang fleksibel. Ciri lainnya adalah biasanya terdapat banyak formulir yang harus dilengkapi dan pendelegasian wewenang harus dilakukan sesuai dengan hirarki kekuasaan.
    Manfaat yang diharapkan dari manajemen birokrasi adalah efisiensi dan konsistensi. Sebuah fungsi birokrasi paling baik diterapkan pada perusahaan atau organisasi yang mempunyai banyak tugas-tugas rutin yang perlu dilakukan. Kemudian karyawan tingkat yang lebih rendah dapat menangani sebagian besar pekerjaan dengan aturan dan prosedur yang telah dibuat tersebut.

    2. Max Weber, penggagas pandangan birokrasi, menyampaikan 7 prinsip. Jelaskan 3 diantara 7 prinsip tersebut.
    Max Weber (1864-1920) seorang ahli sosiologi Jerman, merupakan salah satu perintis utama studi mengenai organisasi. Weber hidup dalam situasi masyarakat yang penuh perubahan. Pada masa itu Eropa terjadi hidup situasi masyarakat yang penuh perubahan. Pada masa itu Eropa terjadi peningkatan besar-besaran dalam proses industrialisasi serta dalam penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Weber merupakan salah satu diantara beberapa pemikir yang menaruh perhatian besar pada perubahan-perubahan tersebut.

    Konsep Weber yang paling monumental adalah analisisnya mengenai tipe ideal birokrasi yang kemudian menempatkannya sebagai salah satu tokoh terpenting di antara banyak perintis Teori Organisasi. Konsep Weber tentang birokrasi sangat berbeda dengan pandangan umum yang melihat sisi negatip dari birokrasi. Weber mengkonsepsikan birokrasi sebagai tipe ideal, yang dalam kenyataannya tidak akan pernah dijumpai satu birokrasi pun yang memiliki kesamaan secara sempurna dengan tipe idealnya Weber.
    Tipe ideal birokrasi menurut Weber adalah yang memiliki prinsip-prinsip (3 diantaranya adalah sebagai berikut) :
    • Aturan (Rules)
    Sebagai pedoman formal untuk perilaku karyawanalam menyelesaikan pekerjaannya masing-masing. Aturan dapat membentuk disiplin organisasi yang diperlukan jika ingin mencapai tujuannya. Kepatuhan terhadap aturan yang dibuat dapat menjaga stabilitas organisasi.
    • Pembagian Kerja (Division of Labor)
    Divisi tenaga kerja mengacu pada pemisahan kerja ke posisi-posisi khusus. Hal ini memungkinkan organisasi untuk menggunakan sumber daya manusia secara efisien. Manajer dan karyawan melakukan tugas berdasarkan spesialisasi dan keahlian pribadi masing-masing yang telah ditetapkan.
    • Struktur Hirarkis (Hierarchical Structure)
    Struktur hirarkis adalah peringkat pekerjaan sesuai dengan jumlah otoritas (hak untuk memutuskan) dalam setiap pekerjaan. Biasanya otoritas meningkat pada setiap tingkat yang lebih tinggi ke puncak hirarki. Mereka yang berada di posisi yang lebih rendah berada di bawah kontrol dan arah dari orang-orang di posisi yang lebih tinggi. Misalnya pada perushaan yang mempunya cabang di beberapa wilayah Indonesia, masalah operasi dan sebaginya dilaporkan kepada masing-masing kepada kepala cabang sebelum akhirnya dilaporkan ke kantor pusat. Jika ada masalah di salah satu cabang, CEO tahu siapa yang harus dihubungi. Menurut Weber, hierarki yang didefinisikan dengan baik membantu untuk mengontrol perilaku karyawan dengan membuat jelas persis di mana masing-masing berdiri dalam kaitannya dengan orang lain dalam organisasi.

    3. Dalam hal organisasi apa manajemen birokrasi sesuai dilaksanakan.
    Pendekatan birokrasi paling efektif bila pada perusahaan/organisasi yang :
    • Sejumlah besar informasi standar harus diproses dan metode pengolahan efisien baku telah ditemukan (seperti pada kartu kredit dan perusahaan asuransi, pengadilan, lalu lintas)
    • Kebutuhan pelanggan cenderung tidak berubah berubah
    • Teknologi ini yang rutin digunakan bersifat stabil, sehingga karyawan dapat dengan mudah dan cepat diajarkan bagaimana untuk mengoperasikannya
    • Organisasi harus mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan dari banyak karyawan agar dapat memberikan layanan standar atau produk kepada pelanggan

    4. Jelaskan hal yang mengakibatkan percepatan dimensi persaingan diantara perusahaan memasuki pasar global.
    Dewasa ini, banyak perusahaan dan organisasi yang mengembangkan usaha ke dunia global. Begitu pun dengan masyarakat dunia yang sudah semakin modern. Hal ini mengakibatkan percepatan dimensi persaingan di antara pasar memasuki pasar global, terutama dalam beberapa cara antara lain :
    Pertama, organisasi atau perusahaan menjadi tidak berbatas, perdagangan global akan menjadi semakin penting. Kedua, teknologi menjadikan terjadinya komunikai dan percepatan informasi menyebar di seluruh dunia. Ketiga, karena perdagangan global mengembang dan informasi menjadi lebih tersedia, transaksi antar perusahaan menjadi lebih transparan. Keempat, ekonomi tradisional menjadi lebih terbuka dan demokratis untuk mengambil keuntungan dari peluang perdagangan di seluruh dunia. Dan terkakhir, pasar tenaga kerja di Cina dan India yang mengambil banyak pekerjaan padat karya tradisional dilakukan di Meksiko dan negara-negara lain.

    5. Kompetensi self-management, salah satunya dikenal Intergity and Ethical Conduct. Jelaskan lingkup dan arti daripada dimensi kompetensi ini.
    Kompetensi manajemen diri mengacu pada pengembangan diri sendiri dan mengambil tanggung jawab untuk hidup karyawan di dalam maupun di luar lingkungan kerja. Seringkali, ketika sesuatu tidak berjalan dengan baik, orang cenderung menyalahkan keadaan maupun orang lain. Para manajer yang efektif tentunya tidak melakukan hal tersebut. Kompetensi manajemen diri meliputi:
    • Integritas dan perilaku etis
    • berkendara pribadi dan ketahanan
    • masalah kerja Balancing dan kehidupan
    • Kesadaran diri dan pengembangan

    Integritas dan perilaku etis (integrity and ethical conduct)
    Sama seperti pelanggan mengharapkan perusahaan untuk berperilaku etis, organisasi mengharapkan karyawan mereka untuk menunjukkan integritas dan bertindak secara etis. Ketika merekrut karyawan baru yang tidak memiliki catatan panjang kerja atau banyak keahlian teknis-kualitas ini mungkin yang paling penting bahwa majikan mencari. Menurut jajak pendapat Gallup, ketika perusahaan mempekerjakan karyawan muda, mereka lebih peduli dengan integritas dan minat dalam pekerjaan karyawan dibandingkan dengan keterampilan teknis khusus dan bakat.

    Komentar oleh Herlisa Chairani | Juni 19, 2014 | Balas

  35. ZULGANI
    PROGRAM DOKTOR (S3) ILMU EKONOMI

    Soal
    1. Berikan alasan bahwa pekerjaan seorang pemimpin juga didapati pada kegiatan sehari-hari tanpa memandang bahwa yang bersangkutan apakah menjadi pemimpin atau tidak pada satu perusahaan atau organisasi. Berikan jawaban dengan memberi contoh.
    Jawab : bagaimanapun juga dalam proses kehidupan yang normal sesorang mesti mampu mengapplikasikan fungsi – fungsi manajemen dan kepemimpinan dalam kehidupan sehari hari tanpa harus individu tersebut menjadi pemimpin pada suatu institusi atau organisasi. Fungsi manajemen dan kepemimpinan merupakan pintu gerbang untuk merealisasikan cita – cita sebagaimana yang telah digariskan. Dalam konteks kehidupan (sudah barang tentu termasuk pula pada tata kelola perusahaan atau organisasi ) pasti memiliki tujuan. Pencapaian tujuan inilah akan mengharuskan sesorang (individu) harus menterjemahkan dan mengkombinasikan fungsi – fungsi perencanaan, pengorganisasian, menggerakkan, termasuk fungsi pengawasan secara terus menerus hingga tujuan yang telah ditetapkan dapat direalisir. Ketidak mampuan mengoptimalisakan fungsi – fungsi manajemen dan kepemimpinan akan mengakibatkan munculnya potensi kegagalan dalam merealisir tujuan
    Contoh : seorang mahasiswa program S3 harus mampu membuat rentang perencanaan perkuliahan yang matang dengan mengkombinasikan dan mengorganisir aspek –aspek potensi kemampuan yang dimiliki, mengevaluasi kegiatan belajar, bekerja sama dalam suatu kelompok (team work) bergerak secara dinamis untuk mendapat ilmu pengetahuan, melakukan monitoring terhadap hasil proses belajar sehingga pada satu titik tertentu diharapkan tujuan yang telah digariskan dapat terwujud

    2. Dalam pandangan birokrasi, manajemen diterjemahkan menjadi seperangkat aturan yang membuat organisasi ataupun perusahaan agar dapat berjalan dengan efisien . Jelaskan bagaimana birokrasi dapat membuat organisasi menjadi efisien berikan contoh.
    Jawab : sebagai bagian dari mesin organisasi yang maju dan dinamis, penterjemahan manajemen menjadi seperangkat aturan pada dasarnya telah menjadi suatu kebutuhan mutlak. Dinamika internal dan eksternal yang berkembang jelas sangat mempengaruhi siklus hidup suatu organisasi. Untuk mengefektifkan mekanisme kerja sekumpula individu yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan diperlukan arah dan petunjuk yang jelas tentang bidang pekerjaan, cara mengerjakaannya, tujuan mengerjakannya, bagaimana mengerjakannya, siapa yang mengerjakaanya, kapan mengerjakannya, dimana pekerjaan itu di kerjakan, kepada siapa hasil pekerjaan itu dilaporkan dan dipertanggungjawabkan , apa ukuran pencapaian hasil pekerjaan sera apa yang harus dikerjakan. Keteraturan mulai dari fase awal hingga fase akhir pekerjaan yang telah digariskan secara formal itulah yang disebut dengan seperangkat aturan.
    Contoh : Pembuatan Standard Operating Procedure (SOP) yang kini telah menjadi kebutuhan nyata bagi setiap institusi, organisasi dan lembaga baik swasta maupun pemerintah, dan bahkan tidak jarang dijumpai didalam suatu rumah tangga pun pada prinsipnya harus ada SOP mikro untuk menggairahkan dan menormalkan rumah tangga.

    3. Untuk organisasi di bidang pemerintahan , seperti seorang kepala daerah kepada kepala dinas, kompetensi manajer apa yang menurut anda berperan penting. Berikan alasannya,

    Jawab : kompetensi koordinasi. Seorang kepala daerah harus memiliki kompetensi koordinasi yang tinggi dan akurat, jelas, taktis dan strategis. Syarat seperti ini diperlukan agar kepala dinas yang menjadi mitra kerja mampu memahami dan menjalankan beban kerja yang menjadi tugas pokok dan fungsinya. Dalam era manajemen strategik dewasa ini seorang pemimpin yang cerdas adalah pemimpin yang mampu membangun jalur koordinasi secara utuh dan terus menerus dengan mitra kerjanya, hingga tahapan pencapaian tujuan dapat tercapai dalam waktu yang telah ditetapkan. Pentingnya kompetensi koordinasi ini bukanlah berarti mengenyampingkan kompetensi – kompentensi yang lain seperti pemahaman pekerjaan, profesionalitas, kharisma, jenjang pendidikan , dan pola kerjasama. Dalam kenyataanya, manajemen pemerintahan dan pembangunan di daerah paling banyak mengalami in konsistensi karena dinamika dan jalur koordinasi kerja tidak terbangun secara utuh.

    4. Dalam konsep kepemimpinan dikenal ucapan “leadership is a process, not a position” jelaskan artnya.
    Jawab. Kepemimpinan itu merupakan suatu proses, bukan suatu kedudukan atau jabatan. Maksudnya : seorang pemimpin harus memiliki kapasitas dan jiwa kepemimpinan yang bisa diperoleh dari proses pembelajaran maupun dari proses pengalaman hidup. Kepemimpinan merupakan prasyarat utama untuk menciptakan image agar mereka yang menjadi partner sorang pemimpin mampu dan mau untuk diajak bekerjasama sesuai dengan prinsip – prinsip dan kaedah – kaedah yang telah ditetapkan dalam organisasi. Pada dasarnya kepemimpinan itu bukanlah suatu posisi atau jabatan strategis yang berhasil diraih dengan telah mengorbankan banyak potensi sumberdaya dan sumberdana. Kepemimpinan itu adalah pekerjaan, makin tinggi jenjang kepemimpinan maka makin besar pula bobot pekerjaan dan tanggung jawab yang dipikul. Oleh karena itu kepemimpinan dapat dikatakan sebagai suatu instrumen stratejik yang harus dimiliki oleh setiap pemimpin agar dapat merumuskan dan menjalankan mesin organisasi dan birokrasi secara berkelanjutan

    5. Bagi peneliti kepemimpinan diyakini bahwa kepemimpinan bukanlah sesuatu yang dibawa lahir akan tetapi dapat dipelajari. Henry Mizberg mengatakan bahwa “leadership, like swimming, cannot be learned by reading about it” jelaskan apa makna ungkapan itu.
    Jawab : makna ungkapan itu adalah kepemimpinan itu ibarat atau laksana berenang, dia tidak bisa dipelajari dengan cara membaca. Artinya kepemimpimam itu merupakan seni dan ilmu yang harus dipadukan kepemimpinan dapat dipelajari dengan mengenali secara mendalam aspek – aspek yang berkaitan dengan manajemen, dinamika organisasi dan ketatalaksanaan, kepemimpinan bisa dikembangkan secara ilmiah dengan cara menggali dan mempelajarinya secara nyata dalam rentang yang cukup panjang,karenanya kepemimpinan sebagai suatu metode ilmiah dapat dipelajari berdasakan prinsip – prinsip ilmu manajemen. Sebagi suatu seni kepemimpinan akan lahir dan tumbuh dari pengalaman – pengalaman empirik yang secara terus menerus pernah dialamai oleh seseorang atau individu, dari pengalaman ini ia banyak menimba dan memperoleh “art of leadeship”, yang amat berguna untuk diterapkan dalam bidang pekerjaan dan kehidupannya. Dalam kaitan ini Membaca merupakan salah satu instrumen untuk mendapatkan inspirasi guna menemukan cara terbaik untuk memimpin dan menjadi pemimpin dengan jiwa kepemimpinan yang diterima oleh sebagian besar individu.

    Komentar oleh zulgani | Juni 19, 2014 | Balas

  36. Nama : Amalia A’yuni
    Kelas : Pagi
    Program : Program Pasca Sarjana Magister Manajemen
    Mata kuliah : Manajemen dan Organisasi
    Dosen : Dr. Johannes, SE, M.Si

    1. Berikan alasan bahwa pekerjaan seorang manajer juga didapati pada kegiatan sehari-hari tanpa memandang bahwa yang bersangkutan apakah menjadi manajer atau tidak pada satu perusahaan. Berikan jawaban dengan memberi contoh.
    Jawab :
    Walau tidak menjadi manajer perusahaan semua orang dapat bertindak sebagai manajer dalam kegiatan sehari-hari, karena pada prinsipnya setiap orang adalah manajer untuk dirinya sendiri. Dari kegiatan perencanaan sampai dengan pelaksanaan dan juga dalam pengambilan keputusan atau tindakan yang harus dilakukan sampai pada tanggung jawab yang harus dihadapinya.
    Contoh :
    Seorang petugas marketing/ agent dalam mendapatkan nasabah harus bisa merencanakan strategi-strategi apa saja yang harus dijalankan, keputusan dan tindakan apa yang harus dilakukan untuk bisa terlaksananya tujuan yang diinginkan. Semua resiko yang akan dihadapi harus dapat di antisipasi guna meminimalisir dampaknya.
    Demikian pula dalam kehidupan rumah tangga, bagaimana seorang kepala keluarga mengatur kehidupan keluarganya agar tercapai tujuan yang diinginkan, mulai dari mengelola waktu, waktu untuk keluarga, waktu untuk pekerjaan, mengelola keuangan agar penghasilan yang didapat bisa memenuhi kebutuhan dan masa depan anak-anak. Strategi apa yang akan dilakukan bila kita mengharapkan kehidupan yang berkualitas bagi anak-anak. Di perlukan sinergi antara bapak sebagai kepala keluarga, ibu yang mengasuh, memperhatikan dan merawat anak-anak, dan juga pendekatan dalam bentuk perhatian yang tulus pada anak-anak. Bagaimana sebagai orang tua memberi contoh, memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya, menetapkan skala prioritas terhadap target-target yang ingin dicapai baik jangka pendek maupun jangka panjang, membekali anak-anak dengan ahlak dan ilmu yang berguna bagi masa depan mereka, dan juga mencari jalan keluar bila terdapat hambatan, halangan dalam mencapai tujuan yang diinginkan.

    2. Dalam pandangan birokrasi, manajemen diterjemahkan menjadi seperangkat aturan yang membuat organisasi ataupun perusahaan agar dapat berjalan dengan efisien. Jelaskan bagaimana birokrasi dapat membuat organisasi menjadi efisien, berikan contoh.
    Jawab :
    Perubahan yang begitu cepat harus diperhutungkan untuk memastikan organisasi dapat mencapai tujuannya, untuk itu di perlukan manajer yang efektif. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki manajer yang efektif adalah komunikasi, karena dengan komunikasi skill seorang manajer dapat dan mampu menyampaikan apa yang menjadi arah dan tujuan organisasi. Seorang manajer harus mampu menyampaikan hal-hal yang sederhana sehingga mampu diterjemahkan atau dipahami oleh setiap individu. Komunikasi yang baik dapat meningkatkan saling pengertian, kerjasama dan juga kepuasan kerja. Berbagaimacam karakter yang ada dalam organisasi, maka komunikasi yang terbuka harus dikembangkan dengan baik. Karyawan yang memiliki kompetensi komunikasi yang baik akan mampu memperoleh dan mengembangka tugas yang diembannya, sehingga tingkat kinerja karyawan menjadi semakin baik. Kemampuan komunikasi yang efektif akan teruji ketika manajer menyampaikan pesan kepada karyawannya dan tentu saja para karyawan mudah memahami pesan yang disampaikannya. Di sisi lain kemampuan komunikasi manajer juga akan terlihat saat memberikan kesempatan kepada karyawan untuk menyampaikan tanggapan mereka dan tanggapan itu dapat ditindaklanjuti secara bijaksana, dan terjalin hubungan kerja yang harmonis serta para karyawan tetap memiliki motivasi kerja yang tinggi atau berperilaku yang positif. Bila kondisi ini tercipta, maka produktifitas kerja karyawan akan meningkat dan sekaligus meningkatkan produktifitas organisasi.

    4. Untuk organisasi di bidang pemerintahan, seperti seorang kepala daerah kepada kepala dinas, kompetensi apa yang menurut anda berperan penting. Berikan alasannya.

    Jawaban :
    Kopetensi yang paling memegang peran penting adalah
    • Memiliki jiwa leadership yang baik karena sebagi penggerak individu-individu untuk mencapai visi dan misi. Seorang kepala daerah yang mempunyai jiwa kepemimpinan mampu membawa aura positif bagi semua individu di dalam organisasi tersebut. Seorang kepala daerah harus dapat menjadi teladan bagi bawahannya yaitu mampu mendorong kehidupan yang penuh semangat, lebih produktif, bahagia dan mampu mewujudkan hidup yang lebih seimbang dan bermakna.
    • Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik. Dengan kemampuan komunkasi itu kepala daerah dapat menyampaikan kebijakan yang menjadi ruang lingkup tugas-tugasnya, bisa menyatukan dan mensinergikan perbedaan-perbedaan yang ada demi produktifitas organisasi.
    • Kompetensi budgeting, sehingga anggaran dapat digunakan secara efektif dan efesien.
    • Kemampuan merencanakan dan mengimplementasikan (motivasi untuk berprestasi, perhatian terhadap kejelasan tugas, ketelitian, dan kualitas kerja, proaktif, dan kemampuan mencari dan menggunakan informasi).

    8. Max Weber, penggagas pandangan birokrasi, menyampaikan 7 prinsip. Jelaskan 3 di antar 7 prisip tersebut.

    Jawab
    7 Prinsip Birokrasi Max Weber adalah :
    1. A formal hierarchical structure
    2. Management by rules
    3. Organization by functional specialty
    4. An “up-focused” or “in-focused” mission
    5. Purposely impersonal
    6. Employment based on technical qualifications
    7. Predisposition to grow in staff above the line

    Dalam pandangan weber, jika suatu organisasi memiliki dasar-dasar berupa prinsip-prinsip sebagaimana dikemukakan di atas, maka organisasi tersebut akan dapat mengatasi ketidak efisienan dan ketidakpraktisan.
    1. A formal hierarchical structure
    Struktur organisasi disusun bertingkat dan memastikan jabatan yang lebih rendah berada di bawah supervisi dan kontrol dari yang lebih tinggi. Garis komando dan garis koordinasi diciptakan untuk memperjelas alur laporan diantara anggota organisasi. Prinsip hirarki menunjukkan bahwa tiap-tiap bagian yang lebih rendah posisinya selalu dibawah perintah dan pengawasan dari posisi yang lebih tinggi, sehingga garis komunikasi lebih bersifat vertikal. Dengan prinsip hirarkhi, posisi atas/ supervisor memiliki tanggung jawab, otoritas yang lebih besar di bandingkan bawahannya.

    2. Purposely Impersonal
    Tindakan dan keputusan yang berlaku di dalam organisasi tidak melibatkan perasaan pribadi, tidak ada ikatan emosional antara atasan dan bawahan dan tidak diperbolehkannya konfik kepentingan berperan dalam pengambilan keputusan

    3. Employment based on technical qualification
    Penilaian atas karyawan berdasarkan kompetensi yang dimilikinya, keputusan tentang promosi, seleksi didasarkan atas kualifikasi, keberhasilan atau prestasi yang telah di lakukan oleh karyawan. Organisasi harus memastikan merit sistem berjalan. Karyawan yang bekerja baik akan mendapat penghargaan sesuai dengan kinerjanya. Penghargaan dapat berupa promosi, reward insentif dll.

    7. Dalam kompetensi self management, salah satunya dikenal Integrity dan Ethical Conduct. Jelaskan lingkup dan arti daripada dimensi kompetensi ini.

    Jawab :
    Integritas dan kode etik merupakan kompetensi yang harus dimiliki setiap karyawan, terutama ketika individu yang bersangkutan berkomunikasi dan berinteraksi mewakili kepentingan perusahaan. Setiap individu yang patuh pada kode etika berarti patuh untuk berperilaku secara etis dengan integritas pribadi yang tinggi, terutama kemampuan dalam menunjukkan rasa hormat, kejujuran, etos kerja dan tanggung jawab sesuai dengan wewenang. Integritas dan profesionalisme merupakan sikap yang harus diperlihatkan dalam setiap tindakan, saat melakukan tugas dan tanggungjawab.
    Integritas (integrity), senantiasa melaksanakan pekerjaan dengan jujur dan penuh tanggung jawab serta beretika, semata-mata untuk kepentingan perusahaan.
    Integritas dapat diterjemahkan ke dalam 5 (lima) perilaku utama yang akan menjadi pegangan dalam menjalakan bisnis dan organisasi perusahaan, yaitu
    1. Bekerja hanya untuk kepentingan perusahaan
    2. Tidak penah menyalagunakan wewenang untuk kepentingan lain di luar kepentingan perusahaan
    3. Bertanggungjawab dan senantiasa dapat menjelaskan keputusan dan langkah-langkah yang di ambil dalam pekerjaan
    4. Senantiasa menggunakan etika dalam bekerja
    5. Senantiasa menjadi panutan bagi lingkungannya.
    Sedangkan Ethical Conduct (kode etik) secara sederhana di artikan sebagai nilai dan norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau sekelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Bila dikaitkan dalam perusahaan maka bisa di artikan sebagai cara-cara baik untuk melakukan kegiatan usaha yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan, industri dan juga masyarakat
    Di perusahaan yang sudah sangat profesional, dengan tata kelola yang berpedoman good corporate governance yang jujur, pelanggaran terhadap kode etik dapat mengakibatkan konsekuensi mulai dari teguran hingga pemutusan hubungan kerja. Oleh karena itu, biasanya para karyawan dan pimpinan akan fokus dengan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan bisnis yang jujur, etis dan terbuka.
    Kode etik tidak boleh ditafsirkan atau dipersepsikan dengan pandangan pribadi, atau juga dengan nilai-nilai keyakinan pribadi. Kode etik merupakan standar untuk menjadi profesional dalam integritas pribadi melalui nilai-nilai yang bersifat universal. Kode etik harus menjadi pedoman untuk mengelola konflik kepentingan. Sebab, saat anda memiliki konflik kepentingan, anda berpotensi menjadi tidak etis dan berpotensi merendahkan integritas anda, untuk kepentiangan keuangan atau kepentingan pribadi anda yang lain

    Komentar oleh amalia a'yuni | Juni 19, 2014 | Balas

  37. Salam sejahtera Pak jo
    Berikut ini saya sampaikan jawaban ujian matrikulasi Pengantar Manajemen Dan Organisasi
    Nama : Nina Zulnimar Jasmali
    Kelas : Pagi Magister Manajemen

    1. Berikan alasan bahwa pekerjaan seorang manajer dapat didapati pada kegiatan sehari- hari tanpa memandang bahwa yang bersangkutan apakah menjadi seorang manajer atau tidak pada suatu perusahaan. Berikan jawaban dengan memberikan contoh.
    Jawaban :
    Manajer adalah seseorang yang berkerja melalui orang lain dengan mengoordinasikan kegiatan-kegiatan mereka guna mencapai sasaran organisasi. Pada kenyataannya seorang manajer tidak hanya dibutuhkan dalam suatu organisasi atau suatu perusahaan tetapi juga pada kegiatan sehari-hari. Contohnya pada kehidupan rumah tangga. Seorang suami/ayah sebagai top manajer bertugas mengarahkan, merencanakan kehidupan kedepan, dan sebagai penanggungjawab tertinggi pada kelangsungan hidup rumah tangga. Seorang istri/ibu bertugas sebagai middle manager yang bertugas sebagai penghubung antara suami dan anak-anak, bekerjasama dengan suami dalam mengelola rumah tangga. Sesuai dengan tujuan seorang manajer yaitu guna mencapai sasaran organisasi, maka tujuan yang ingin dicapai dalam kehidupan rumah tangga adalah dimana tercukupinya segala kebutuhan keluarga dan kebahagiaan lahir dan batin.

    2. Dalam pandangan birokrasi, manajemen diterjemahkan menjadi seperangkat aturan yang membuat organisasi ataupun perusahaan agar dapat berjalan dengan efisien. Jelaskan bagaimana birokrasi dapat membuat organisasi menjadi efisien. Berikan contoh.
    Jawaban :
    Birokrasi adalah sebuah struktur dengan tugas-tugas operasi yang sangat rutin yang dicapai melalui spesialisasi, aturan dan ketentuan yang sangat formal, tugas yang dikelompokkan ke dalam berbagai departemen fungsional, wewenang terpusat, rentang kendali yang sempit dan pengambilan keputusan yang mengikuti rantai komando. Contohnya sebuah universitas. Dimana didalam suatu universitas yang memegang kendali atau komando tertinggi adalah seorang rektor. Rektor dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh pembantu rektor yang masing bertugas dalam unit kerja masing-masing. Yang nantinya masing-masing pembantu rektor akan dibantu oleh kepala-kepala biro yang nantinya akan bertugas dibawah pengawasan pembantu rektor

    3. Kebutuhan akan manajer yang efektif menjadi dasar apakah organisasi dapat mencapai tujuannya baik atau tidak. Dalam hal ini salah satunya dibutuhkan kompetensi dibidang komunikasi. Jelaskan hal ini dapat dibangun oleh seorang manajer.
    Jawaban :
    Komunikasi merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang manajer. Karena kemampuan berkomunikasi akan menentukan berhasil tidaknya seorang manajer dalam melaksanakan tugasnya. Seorang manajer adalah leader yang memiliki pengikut (follower) guna merealisasikan gagasannya dalam rangka mencapai tujuan perusahaan. Disini seorang manajer harus mempunyai beberapa dimensi kompetensi komunikasi yaitu :
    – Informal communication (komunikasi informal)
    Seorang manajer diharapkan bisa fleksibel dan memiliki banyak pendekatan di situasi- situasi berbeda
    – Formal Communication (komunikasi formal)
    Seorang manajer harus bisa menulis secara jelas, singkat dan efektif, menggunakan media tradisional sebaik elektronik
    – Negotiation (negosiasi)
    Terlatih mengembangkan hubungan dan meningkatkan pengaruh disemua bidang

    4. Untuk organisasi dibidang pemerintahan, seperti seorang kepala daerah kepada kepala dinas, kompetensi apa yang menurut anda berperan penting. Berikan alasannya.
    Jawaban :
    Kompetensi yang berperan penting adalah communication competency, teamwork competency dan multicultural competency.
    – Communication competency : Karena sebagai seorang kepala daerah harus mempunyai kemampuan komukasi yang baik, baik secara informal, formal dan mampu bernegosiasi, sehingga kepala dinas mampu mencerna apa yang diinginkan olah kepala daerah.
    – Team Work Competency : Seorang kepala daerah harus mempunyai kompetensi tersebut, dimana seorang kepala daerah harus bisa memformulasikan tujuan yang ingin dicapai sehingga kepala dinas bisa menterjemahkan melalui program- program kerja yang bisa mendukung terwujudnya tujuan kepala daerah
    – Multicultural Competency : Seorang kepala daerah harus mempunyai kompetensi kesadaran global dimana kepala daerah harus mengetahui tren politik, social, ekonomi dan budaya yang sesuai dengan daerah yang dipimpin.

    5. Max Weber, penggagas pandangan birokrasi, menyampaikan 7 prinsip. Jelaskan 3 diantara 7 prinsip tsb.
    Jawaban :
    1. Pembagian Kerja : Pekerjaan dipecah-pecah sehingga jelas pembagian tugas masing masing anggota
    2. Impersonal : Tindakan dan keputusan yang berlaku didlam organisasi tidak melibatkan perasaan pribadi. Tidak diperbolehkan konflik kepentingan berperan dalam pengambilan keputusan
    3. Hirarki Kewenangan : Struktur organisasi disusun bertingkat dan memastikan jabatan yang lebih rendah berada dibawah supervise dan control dari yang lebih tinggi. Garis komando dan garis koordinasi diciptakan untuk memperjelas alur pelaporan diantara anggota organisasi

    Komentar oleh nina zulnimar jasmali | Juni 19, 2014 | Balas

  38. NAMA: KUSWANTO

    JAWABAN SOAL MARTIKULASI PROGRAM DOKTOR ILMU EKONOMI MATAKULIAH MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN

    1. Berikan alasan bahwa pekerjaan seorang pemimpin juga didapati pada kegiatan sehari-hari tanpa memandang bahwa yang bersangkutan apakah menjadi pemimpin atau tidak pada satu perusahaan atau organisasi. Berikan jawaban dengan memberi contoh.
    Jawaban:
    Untuk meraih gelar Doktor, seorang mahasiswa adalah pemimpin atas perkuliahan yang dijalaninya, kepemimpinan tersebut tampak pada aktivitas berikut ini:
    a) Merencanakan perkuliahan yang akan dijalani selama 6 semester (3 tahun).
    • Pelaksanaan perkuliahan tatap muka dilakukan pada semester 1, 2 dan 3
    • Pengajuan judul desertasi dan promotor pada semester 3
    • Penyusunan proposal desertasi pada semester 4 selama 3 – 5 bulan
    • Seminar proposal desertasi pada semester 4 bulan ke-6
    • Penilitian pada semester 5 selama 3 – 5 bulan
    • Analisis dan membahasan hasil penelitian semester 5 bulan ke-6
    • Publikasi pada semester 6 selama 3 – 5 bulan
    • Sidang semester 6 bulan ke-6
    b) Menghimpun sumberdaya yang dibutuhkan untuk menjalankan perkuliahan yang telah direncanakan tersebut
    • Menempatkan diri sendiri sebagai pelaksana utama
    • Menjadikan teman sejawat sebagai patner kuliah
    • Menjadikan dosen sebagai nara sumber, pembimbing dan promotor
    • Menjadikan keluarga sebagai pendukung perkuliahan
    • Menjadikan instansi terkait sebagai sumber dana
    c) Menjalankan program-program perkuliahan yang telah direncanakan dengan memfungsikan sumberdaya seefisien mungkin.
    d) Mengendalikan sumberdaya manusia:
    • Bekerja sama dengan teman sejawat dalam penyelesaian tugas-tugas perkuliahan
    • Berkonsultansi dengan dosen terkait dengan mater perkuliahan dan penyusunan desertasi serta publikasi
    • Memberi pemahaman kepada keluarga akan cita-cita bersama sehingga saling mendukung satu sama lain.
    Mengendalikan material:
    • Memanfaatkan sumber belajar yang tersedia, seperti buku, artikel dan sumber yang lainnya
    • Memanfaatan sarana dan prasarana belajar yang ada, seperti komputer dan perangkatnya.
    Mengendalikan finansial:
    • Mencari pemasukan yang dibenarkan dan mengelolanya seefisien mungkin dalam membiaya perkuliahan.
    • Mencari alternatif-alternatif lain untuk mengantisipasi hambatan keuangan.
    Mengendalikan sumber informasi:
    • Berusaha aktif dalam mengakses internet
    • Sering berkunjung ke sekretariat program
    • Sering berkomunikasi dengan teman sejawat

    2. Dalam pandangan birokrasi, manajemen diterjemahkan menjadi seperangkat aturan yang membuat organisasi ataupun perusahaan agar dapat berjalan dengan efisien . Jelaskan bagaimana birokrasi dapat membuat organisasi menjadi efisien berikan contoh.
    Jawaban:
    Keberadaan birokrasi menjadikan organisiasi berjalan dengan efisien apabila pekerjaan yang ada didalamnya dijalankan dengan benar dan merupakan suatu pekerjaan yang dibenarkan dalam mencapai tujuannya. Sebagaimana dikatakan oleh Peter Drucker efisiensi adalah melakukan pekerjaan dengan benar (doing thing right) dan efektifitas adalah melakukan pekerjaan yang benar (doing the right thing).
    Sebagai contoh:
    Kantor Pos Pusat di Jambi untuk mencari paket kiriman yang hilang dari Jambi ke Sarolangun melakukan 5 panggilan telpon dari divisi yang terpisah ke kantor pos Sarolangun. Hal ini jelas kurang efisien. Jalan keluar yang terbaik adalah divisi pengiriman paket menelpon langsung siapa kurir yang bertugas mengirimkan paket tersebut ke Sarolangun. Akan tetapi efisiensi saja tidaklah cukup untuk memastikan keberhasilan. Oleh karena itu, selain peduli dengan efisiensi, para manajer juga harus berusaha untuk mencapai hasil yang efektif. Selama bertahun-tahun perusahaan Toshiba Elektronik mengalami penurunan penjualan, pangsa pasar dan keuntungannya, walaupun elektronik-elektronik yang dibuatnya sudah sangat efisien. Kemudian perusahaan tersebut melakukan inovasi baru dengan memproduksi elektronik rancangan pemenang lomba yang telah dirancang ulang, sehingga menarik minat pembeli. Setelah itu Toshiba Elektronik mulai memperoleh kembali pangsa pasar dan keuntungannya. Ini menunjukkan bahwa Toshiba Elektronik berusaha untuk efektivitas, yaitu menyelesaikan tugas-tugas yang dapat menolong pencapaian sasaran organisasi.

    3. Dalam konsep kepemimpinan dikenal ucapan “leadership is a process, not a position” jelaskan artinya.
    Jawaban:
    Arti dari kata tersebut adalah kepemimpinan adalah suatu proses, bukan posisi. Kata ini mengandung arti bahwa untuk menjadi seorang pemimpin harus melalui proses. Tidak ada seorang yang menjadi pemimpin secara mendadak atau karbitan. Misalnya, seseorang dalam suatu organisasi yang menyandang pangkat dan menduduki posisi tertentu tidak sendirinya merupakan pemimpin unit organisasi yang seharusnya dipimpin, karena bisa saja yang menjadi pemimpin (de facto) adalah asistennya. Hal ini menegaskan bahwa kepemimpinan terjadi sebagai suatu akibat dari interaksi antara seorang pemimpin dan bawahannya dalam lingkup situasi tertentu.

    4. Dalam pandangan para peneliti kepemimpinan, beda antara manajer dan kepemimpinan adalah sesuatu yang sulit dibedakan. Tapi Bennis (1989) membedakan manajer dan kepemimpinan antara lain melalui pembeada berikut:
    Jawaban:
    a) Managers administer; leaders innovate
    Pemimpin (leaders) sebagai inovator merupakan pemimpin yang memiliki ide-ide baru dan menggerakan seluruh organisaasi ke dalam fase berfikir untuk maju. Dia senantiasa mengembangkan strategi-strategi dan metode yang baru. Oleh karenanya, ia berusaha menguasai pengetahuan tentang tren terbaru, keahlian melalui penelitian dan kajian.
    Sedangkan manajer sebagai administer cenderung mempertahankan apa yang telah ditetapkan. Oleh karena ia berusaha mempertahankan kontrol dan mengatasi gangguan dalam organisasi yang akan terjadi.
    Menurut Drucker bahwa seorang manajer adalah seseorang yang menetapkan target yang tepat, tolok ukur, analisis, dan menilai kinerja. Manajer memahami orang-orang yang bekerja bersama mereka dan tahu mana orang yang terbaik untuk tugas-tugas tertentu.
    b) Managers maintain; leaders develop
    Pemimpin sebagai pembangun maksudnya ketika menghadapi suatu masalah ia berusaha menawarkan solusi dan menjadikan kegagalan untuk memperjelas tujuan atau menjadikannya sebagai pelajaran untuk mendapatkan yang lebih baik.
    Sedangkan manajer sebagai maintain tidak benar-benar berfikir tentang arti dari kegagalan. Dia hanya berusaha mengetahui bagaimana dan kapan untuk melaksanakan rencana yang sesuai. Menurut Drucker, manajer menerima status quo dan lebih seperti tentara di militer. Dia tahu bahwa perintah dan rencana yang penting dan tugasnya menjada visi pada tujuan perusahaan saat ini.
    c) Mangers control; leaders inspire.
    Pemimpin sebagai inspire adalah seorang pemimpin yang memberikan inspirasi kepada orang lain untuk menjadi yang terbaik dan tahu cara yang tepat mengatur waktu serta kecepatan untuk seluruh kelompok. Sebagaimana ungkapan menyatakan bahwa: “kepemimpinan bukan apa yang dilakukan oleh seseorang, tetapi apa yang orang lain lakukan sebagai respon dari orang tersebut”.
    Sedangkan manajer sebagai pengontrol sebagaimana dikatan oleh Drucker memiliki tugas untuk mempertahankan kontrol atas orang dengan membantu mereka untuk mengembangkan asetnya sendiri dan mengeluarkan bakatnya yang terbesar. Oleh karenanya seorang manajer harus mengatahui orang-orang yang bekerja dengannya dan memahami kepentingannya serta posisinya agar tugasnya dapat berjalan dengan efektif. Dalam hal ini yang akan dilakukan oleh manajer adalah membuat keputusan tentang gaji, proposi penempatan dan melakukan komunikasi dengan tim. Dalam kata lain, mengelola proyek adalah suatu hal, dan memberdayakan orang lain adalah hal lain.

    5. Dalam suasana tertentu, seorang pemimpin mengarah kepada kebutuhan pemimpin yang karismatik. Jelaskan batasan kepemimpinan seperti ini dan dalam hal apa kepemimpinan ini dibutuhkan dan bahayanya apa.

    Jawaban:
    Batasan kepemimpinan karismatik:
    a) Adanya kemampuan mempengaruhi pengikut bukan berdasarkan pada tradisi atau otoritas formal tetapi lebih pada persepsi pengikut bahwa pemimpin diberkati dengan bakat supernatural dan kekuatan yang luar biasa.
    b) Mempunyai pengaruh terhadap pengikut pada tingkat yang tinggi secar aluar biasa, bukan karena tradisi atau otoritas tapi karena persepsi pengikut.
    c) Pemimpin dipandang tidak hanya sekedar bos, tetapi sebagai model peran dan panutan hidup

    Situasi kepemimpinan karismatik dibutuhkan:
    a) Pada saat terjadi krisis
    b) Dibutuhkannya suatu perubahan
    c) Adanya peluang untuk menyampaikan tujuan idiologis
    d) Adanya ketersediaan simbol-simbol dramatis
    e) Adanya kesempatan untuk menjelaskan peran pengikut dalam menangani krisis

    Bahaya dari kepemimpinan karismatik:
    a) Keinginan penerimaan oleh pemimpin menghambat kecaman dari para pengikut\
    b) Pemujaan oleh para pengikut menciptakan khayalan akan tidak dapat berbuat kesalahan
    c) Keyakinan dan optimisme berlebihan membutakan pemimpin dari bahaya nyata
    d) Proyek beresiko terlalu besar untuk gagal
    e) Penolakan akan masalah dan kegagalan mengurangi pembelajaran organisasi
    f) Mengambil pujaan sepenuhnya atas keberhasilan akan mengasingkan beberapa pengikut yang penting
    g) Perilaku impulsif yang tidak kontroversional menciptakan musuh
    h) Ketergantungan pada pemimpin menciptakan krisis kepemimpinan.

    Komentar oleh KUSWANTO | Juni 19, 2014 | Balas

  39. Latihan : MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN
    Dosen : Dr. Johannes, S.E., M.Si,
    Nama : Sukandar
    Prodi : Doktor Ilmu Ekonomi
    UJIAN MATRIKULASI-MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN
    Soal No 9
    Dalam suasana tertentu, seorang pemimpin mengarah kepada kebutuhan pemimpin yang karismatik. Jelaskan batasan kepemimpinan seperti ini dan dalam hal apa kepemimpinan ini dibutuhkan dan bahayanya apa.

    Jawab :
    Kepemimpinan kharismatik, yaitu para pengikut membuat atribusi (penghubungan) dari kemampuan pemimpin yang heroik atau luar biasa bila mereka mengamati perilaku-perilaku tertentu. Menurut House, seorang pemimpin kharismatik mempunyai dampak yang dalam dan tidak luar biasa terhadap pengikut, mereka merasakan bahwa keyakinan-keyakinan pemimpin tersebut adalah benar maka mereka menerima pemimpin tersebut tanpa mempertanyakan lagi, mereka tunduk kepada pemimpin dengan senang hati, mereka merasa sayang terhadap pemimpin tersebut, mereka terlibat secara emosional dalam misi kelompok atau organisasi dan mempunyai tujuan-tujuan kinerja tinggi.
    Soal No. 2
    Dalam pandangan birokrasi, manajemen diterjemahkan menjadi seperangkat aturan yang membuat organisasi ataupun perusahaan agar dapat berjalan dengan efisien . Jelaskan bagaimana birokrasi dapat membuat organisasi menjadi efisien berikan contoh.
    Jawab :
    Birokrasi dapat membuat organisasi menjadi efisien didukung akan kemampuan Sumberdaya Manusia yang menjalankannya dan aturan yang disederhanakan. Jika Sumber daya manusia benar-benar menjalankan kewajibannya dengan penuh tanggung jawab, tepat waktu,sesuai aturan yang telah disederhanakan (tidak berbeli-belit) dan tidak mempersulit maka efisiensi organisasi dapat terwujud. Contoh birokrasi yang dapat membuat organisasi menjadi efisien yakni Lelang Jabatan di Pemprov. DKI yang mencari SDM berkompeten dan berkualitas sesuai dengan jabatan yang akan ditempati dan bertujuan untuk mempersingkat proses (tahapan) birokrasi yang panjang, penyeleksian secara terbuka, memudahkan segala urusan yang terkait kewajibannya sehingga organisasi menjadi efisien.
    Soal No. 4
    Untuk organisasi di bidang pemerintahan , seperti seorang kepala daerah kepada kepala dinas, kompetensi manajer apa yang menurut anda berperan penting. Berikan alasannya,
    Jawab :
    Menurut saya kompetensi kepala daerah yang berperan penting adalah Komunikasi, pengetahuan dan perilaku. Seorang kepala daerah harus dapat menyampaikan ide atau konsep pemerintahannya dengan baik dan detail terhadap kepala dinas agar dalam pelaksanaan dilapangan sesuai dengan tupoksi masing-masing, dan seorang kepala daerah harus dapat memberi contoh teladan dalam bersikap dikehidupan sehari-hari.
    Soal No. 5

    Dalam konsep kepemimpinan dikenal ucapan “leadership is a process, not a position” jelaskan artnya.
    Jawab :
    Kepemimpinan bisa saja karena berusaha menjacapai tujuan seseorang atau kelompok, dan bisa saja sama atau tidak selaras dengan tujuan organisasi. Kepemimpinan adalah kegiatan untuk mempengaruhi prilaku orang lain, atau seni mempengaruhi prilaku manusia baik perorangan atau kelompok.

    Soal No. 7

    Bagi peneliti kepemimpinan diyakini bahwa kepemimpinan bukanlah sesuatu yang dibawa lahir akan tetapi dapat dipelajari. Henry Mizberg mengatakan bahwa “leadership, like swimming, cannot be learned by reading about it” jelaskan apa makna ungkapan itu.
    Jawab :
    Menurut Henry Mintzberg, Peran Pemimpin adalah :
    1) Peran huhungan antar perorangan, dalam kasus ini fungsinya sebagai pemimpin yang dicontoh, pembangun tim, pelatih, direktur, mentor konsultasi.
    2) Fungsi Peran informal sebagai monitor, penyebar informasi dan juru bicara.
    3) Peran Pembuat keputusan, berfungsi sebagai pengusaha, penanganan gangguan, sumber alokasi, dan negosiator.

    Komentar oleh sukandar | Juni 19, 2014 | Balas

  40. Selamat malam, pak Johannes
    Nama : Yunan Surono
    Kelas : “ A “ Program Studi Doktor (konsentrasi Manajemen)
    Pak, berikut jawaban soal matrikulasi Manajemen dan Kepemimpinan

    1. Pekerjaan seorang pemimpin juga didapati pada kegiatan sehari-hari tanpa memandang bahwa yang bersangkutan apakah menjadi pemimpin atau tidak pada suatu perusahaan atau organisasi.
    Jawaban;
    Pada prinsipnya kita sebagai manusia (individu), telah mempraktekkan ilmu manajemen yang kita pelajari pada perguruan tinggi dalam kehidupan sehari hari. Hal ini tergambar secara jelas ketika kita menghadapi suatu masalah baik dalam diri kita sendiri maupun dalam skala yang agak lebih besar misalnya dalam keluarga kita sendiri, dan berusaha untuk memecahkan nya baik yang dilakukan secara terpola melalui proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan kepemimpinan maupun pengendalian guna mencapai hasil atau tujuan yang dimaksud. Misalnya kita akan membuat rumah idaman kita, tentu kita akan menyiapkan dana dan sumber daya yang dibutuhkan, proses pengerjaaan, waktu yang dibutuhkan, kualitas bahan dan pekerjaan sampai hasil dari keinginan kita yang sesuai dengan tujuan semula. Sedangkan untuk keputusan yang tidak terpola/ tidak terencana, kita misalkan mengendarai sepeda motor, tentu kita akan mencapai tujuan yang kita inginkan berdasarkan keadaaan yang ada dijalan sampai tujuan yang kita kehendaki. Artinya bahwa pengambilan keputusan dan manajerial telah kita laksanakan dalam kehidupan kita sehari hari, sehingga kita juga bisa dikatakan menjadi seorang manajer.
    5. Dalam konsep kepemimpinan dikenal ucapan “leadership is a process, not a position” artinya adalah bahwa kepemimpinan seseorang yang diperoleh itu, sebagai hasil dari sebuah proses yang dijalaninya dalam suatu organisasi dan manajemen yang diperankannya (pengalamannya), sehingga didapat kepemimpinan yang mumpuni dalam proses manajerialnya ( perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan kepemimpinan serta pengendalian ) bukan karena jabatan yang diembannya dalam sebuah organisasi dan manajemen yang ia jalani pada posisinya sekarang. Sehingga proses dalam pelaksanaan manajemen ini akan menjadi lebih efektif dan effisien.
    4. Untuk organisasi dibidang pemerintahan, seperti seorang kepala daerah terhadap kepala dinas, kompetensi manajer apa yang menurut anda berperan penting, jelaskan artnya.
    Jawaban;
    Untuk organisasi dibidang pemerintahan, seorang kepala daerah terhadap kepala dinasnya, kompetensi manajer yang berperan penting adalah pada planning and administration competency, dimana pada dimensi kompetensi ini, secara jelas bahwa
    – Seorang kepala dinas harus mampu mengumpulkan informasi, menganalisis, dan memecahkan masalah yang ada pada dnas masing-masing, sehingga akan mampu menghitung resiko dan antisipasinya terhadap segala konsekuensinya pada waktu tertentu.
    – Seorang kepala dinas dituntut untuk mampu membuat perencanaan dan mengorganisasikan proyek yang ada pada dinasnya, termasuk perencanaan, penjadwalan, program kerja prioritas, pendelegasian wewenang dan lainnya.
    – Pelaksanaan manajemen waktu, kepala dinas tahu kapan akan melapor dan kapan akan meminta arahan kepada bupatinya.
    – Seorang kepala dinas dituntut untuk mampu membuat dan mengelola anggaran dan keuangan yang ada di instansi yang dipimpinnya termasuk memahami mengenai anggarannya, aliran uang kas, laporan keuangan dan laporan tahunan dan menggunakan beberapa informasi secara berkala.
    Dimana semua tanggung jawa tersebut tentunya akan selalu dikoordinasikan dengan kepala daerahnya, sebagai pimpinan di daerahnya.
    7. Kepemimpinan bukanlah sesuatu yang dibawa lahir, akan tetapi dapat di pelajari. Henry Mizberg mengatakan bahwa “leadership, like swimming, cannot be learned by reading about it”. Terjemahannya adalah Kepemimpinan, seperti berenang, tidak dapat dipelajari dengan membaca tentang itu. Makna dari ungkapan tersebut adalah bahwa kepemimpinan (leadership) itu merupakan suatu proses yang harus kita jalani dan kita lalui sehingga akan menjadi suatu pengalaman yang melekat pada diri seorang pemimpin dan nantinya akan sangat membantu dalam proses manajerial organisasi yang dipimpinnya. Kepemimpinan tidak bisa kita pelajari dengan membaca tentang kepemimpinan melalui literatur, media dan katalog saja, kepemimpinan diperoleh dari sebuah proses yang panjang dari suatu keadaan, situasi dan kondisi yang kita hadapi dan kita lewati dan nantinya akan menjadi sebuah pengalaman yang terakumulasi menjadi sebuah jati diri yang akan melekat pada kita, sehingga akan menjadi ciri khas kita didalam mengelola suatu organisasi. Kepemimpinan akan berkaitan erat dengan ilmu dan seni yang dilakukan oleh seseorang didalam mengorganisasikan orang lain untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

    2. Dalam Pandangan Birokrasi, Manajemen diterjemahkan menjadi seperangkat aturan yang membuat organisasi ataupun perusahaan agar dapat berjalan dengan effisien. Jelaskan bagaimana birokrasi dapat membuat organisasi menjadi effisien, berikan contoh
    Jawaban;
    Birokrasi dapat membuat organisasi menjadi lebih effisien, karena birokrasi mendasarkan diri pada aturan (rules) yang berlaku, hirarki yang berlaku dan jelas, struktur otoritas yang jelas antara masing masing anggota organisasi, jenjang karir yang jelas, tidak bersifat personal, ada divisi yang khusus untuk mengurusi bagian tenaga kerja (bagian SDM), yang kesemuanya itu bersifat rasional dan dapat diterima masing masing anggota organisasi secara jelas.

    Komentar oleh yunan surono | Juni 19, 2014 | Balas

  41. Nama : H. Ivan Wirata, ST. MM. MT
    Prodi : Doktor /S3 Ilmu Ekonomi

    Soal dan Jawaban

    1. Berikan alasan bahwa pekerjaan seorang pemimpin juga didapati pada kegiatan sehari-hari tanpa memandang bahwa yang bersangkutan apakah menjadi pemimpin atau tidak pada satu perusahaan atau organisasi. Berikan jawaban dengan memberi contoh .

    Jawaban :
    Pekerjaan seorang pemimpin juga didapati pada kegiatan sehari hari tanpa memandang bahwa yang bersangkutan apakan menjadi pemimpin atau tidak pada suatu perusahaan atau organisasi, menilai dikatakanya seseorang sebagai seorang pemimpin pertama harus

    a. mempunyai etika dan integritas dimana mempunyai pribadi yang jelas dan mempunyai tanggung jawab terhadap apapun persoalan, dia tidak pernah melemparkan tanggung jawab kepada orang lain memberitanggung jawab atas tindakanya kepada orang lain walaupun dia seorang pemimpin yang lebih besar, tapi untuk sebagai kepala rumah tangga dia tidak akan menerapkan manajemen kepemimpinanya seperti kepemimpinanya yang di kantor atau di Organisasi

    b. Bisa mengendalikan diri dan mempunyai ketahanan mental, Pemimpin tersebut dia akan bertanggung jawab dalam bekerja dan bisa menghadapi rintangan serta tidak akan merasa apatis jikalau menemukan kegagalan
    contoh seperti pemimpin perusahaan yang baik tidak akan membawakan persoalan Pekerjaan kerumahnya

    c. Dapat mengimbangi antara kerja dan Isu lainya.
    masalah apapun yang terjadi didalam rumah tangga, selaku pemimpin rumah tangga ,tidak berdampak kepada Kepemimpinanya di dalam berorganisasi atau Pekerjaan Kantor

    d. Kesadaran Diri dan Pengembangan
    Selaku Pemimpin rumah tangga dia harus bertujuan secara pribadi dan berusaha mempunyai karier yang jelas dan menyadari serta mengakui sebagai manusia Pastilah mempunyai Kekuatan serta kelemahan dan selalu menganalisa aktivitas pekerjaanya menjadi contoh pengalaman untuk Kedepanya agar lebih baik

    2. Dalam pandangan birokrasi, manajemen diterjemahkan menjadi seperangkat aturan yang membuat organisasi ataupun perusahaan agar dapat berjalan dengan efisien . Jelaskan bagaimana birokrasi dapat membuat organisasi menjadi efisien berikan contoh.

    Jawaban
    a. Yang Pertama adanya regulasi, aturan aturan yang mendukung untuk dibentuknya suatu Organisasi
    b. mempunyai pembagian kerja berdasarkan fungsi dan spesialis, serta mempunyai susunan organisasi yang jelas dan mempunyai tupoksi dalam mendukung struktur Organisasi
    c. Mempunyai Prosedur seleksi yang formal
    d. Jenjang Karier berdasarkan prestasi kerja
    e. Mempunyai peraturan – peraturan yang rinci
    f. Mempunyai banyak struktur organisasi

    3. Kebutuhan akan manajer yang efektif menjadi dasar apakah organisasi dapat mencapai tujuannya baik atau tidak. Dalam hal ini salah satunya dibutuhkan kompetensi di bidang komunikasi , jelaskan urgensi kompetensi ini pada jenjang kepemimpinan (puncak, menengah dan bawah) di jenjang mana kompetensi ini paling dibutuhkan.

    Jawaban :
    Dalam mencapai tujuan Organisasi diperlukan manajer yang efektif dan sangat dibutuhkan seorang manajer yang mempunyai pandangan dan kompetensi, disini sangat diperlukan sekali seorang manajer bisa berkomunikasi dengan mempunyai prilaku yang baik dan mempunyai sistem berkomunikasi yang mudah dimengerti terhadap arahan kepada bawahanya, dimana permasalan ini tertuju untuk semua tingkat level Manager, tetapi yang paling Urgen adalah ditingkat Top Level Manger, Karena ditingkat ini seorang Top Manajer memang harus sudah mempunyai kompetensi komunikasi Baik secara Informal maupun formal dan mampu membuat perundingan secara sentuhan, hubungan dan pengaruh melalui kegiatan pendekatan Emosional
    Contohnya dengan berolah raga bersama bawahan tanpa terlihat batasan antar pimpinan dan bawahan

    4. Untuk organisasi di bidang pemerintahan, seperti seorang kepala daerah kepada kepala dinas, kompetensi manajer apa yang menurut anda berperan penting. Berikan alasannya,

    Jawaban
    Kompetensi yang paling berperan penting adalah Kompetensi perencanaan dan Administrasi, Karena Kompetensi perencanaan adalan kompetensi yang harus
    a) mempunyai Data dan informasi yang jelas dalam kelengkapan Administrasi

    b) Mempunyai perencanaan dan struktur Organisasi, dalam stuktur tersebut tercakup Jadwal, tupoksi dan tanggung jawab serta mempunyai Manajeman kedisiplinan waktu dan mempunyai jadwal Jam kerja, jadwal masuk dan jadwal keluar

    c) Mempunyai visi dan misi Organisasi serta mempunyai target serta sasaran melalui program, kegiatan untuk menunjang program jangka pendek dan jangka panjang serta dengan kegunaan anggran yang efektif, efesien, tepat guna dan tepat sasaran

    5. Dalam konsep kepemimpinan dikenal ucapan “leadership is a process, not a position” jelaskan artnya.

    Jawaban
    Jiwa Kepemimpinan dimulai dari diri sendiri, dia mempunyai semangat saat diberikan tugas dan mempunyai karakter jiwa kepemimpinan yang disebut layak menjadi seorang pemandu, dia tau berbuat apa ketika anak buahnya tidak tau dan dapat memberikan solusi dalam memecahkan masalah dan mempunyai karakter mampu berinterksi dan mempersuasikan rekan kerjanya untuk bekerja sesuai misi dari organisasi dan memberikan motivasi kepada bawahanya untuk tetap bersemangat dalam menjalankan tanggung jawabnya dan pemimpin haus mengetahu dan mempu mengkoordinasikan tugas anak buahnya dan untuk kremudian melakukan evaluasi

    Komentar oleh Ivan Wirata | Juni 19, 2014 | Balas

  42. Nama : Siti Hodijah
    Prodi S3 : Ilmu Ekonomi

    1. Berikan alasan bahwa pekerjaan seorang pemimpin juga didapati pada kegiatan sehari-hari tanpa memandang bahwa yang bersangkutan apakah menjadi pemimpin atau tidak pada satu perusahaan atau organisasi. Berikan jawaban dengan memberi contoh.

    Jawaban:
    Karena pemimpin adalah seseorang dengan wewenang kepemimpinannya mengarahkan bawahannya untuk mengerjakan sebagian dari pekerjaannya dalam mencapai tujuan. Maka dalam mencapai tujuan tertentu dibutuhkan seorang pemimpin yang akan mengatur, mendorong dan membimbing bawahan atau kelompoknya untuk mencapai tujuan, serta bertanggung jawab atas tindakkannya. Sehingga pemimpin menjadi sangat penting dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditentukan tersebut.
    Sebagai contoh dalam kehidupan keluarga peran kepala keluarga sangat penting dalam mengatur jalan kehidupan keluarga. Kepala keluarga akan mengatur dan membimbing keluarga untuk mencapai tujuan yang diharapkan oleh keluarga tersebut.
    Contoh selanjutnya yaitu dalam kehidupan bermasyarakat peran serta ketua Rukun Tetangga atau ketua RT sangat penting dalam mengatur anggota masyarakat agar tercipta keteraturan bermasyarakat dan kerukunan bertetangga.

    2. Dalam pandangan birokrasi, manajemen diterjemahkan menjadi seperangkat aturan yang membuat organisasi ataupun perusahaan agar dapat berjalan dengan efisien. Jelaskan bagaimana birokrasi dapat membuat organisasi menjadi efisien berikan contoh.

    Jawaban:
    Birokrasi adalah “setiap organisasi yang berskala besar yang terdiri atas para pejabat yang diangkat, di mana fungsi utamanya adalah untuk melaksanakan (to implement) kebijakan-kebijakan yang telah diambil oleh para pengambil keputusan (decision makers). Dengan adanya birokrasi dalam organisasi akan terbentuk sebuah sistem gugus tugas yang akan membagi beberapa bagian rantai komando untuk memecahkan tugas dan permasalahan. Gugus tugas dengan rantai komando tersebut akan memecahkan dan menyelasaikan tugas atau pemasalahan secara terbagi sesuai dengan spesalisasinya, sehingga mampu membuat organisasi berjalan dengan efisien.
    Idealnya, birokrasi merupakan suatu sistem rasional atau struktur yang terorganisir yang dirancang sedemikian rupa guna memungkinkan adanya pelaksanaan kebijakan publik yang efektif dan efisien.

    Sebagai contoh dalam sebuah perusahaan yang memiliki birokrasi yang baik biasanya mampu menyelesaikan pekerjaan atau pesanan pelangganya dengan baik. Hal ini akibat adanya sistem birokrasi yang mengatur pesanan akan mengatur bagaimana pesanan tersebut harus dikerjakan oleh perusahaan.

    4. Untuk organisasi di bidang pemerintahan, seperti seorang kepala daerah kepada kepala dinas, kompetensi manajer apa yang menurut anda berperan penting. Berikan alasannya,

    Jawaban:
    Kompetensi manajer yang penting dalam pemerintahan adalah Kepemimpinan, Kemampuan Memberdayakan serta Kemampuan Memotivasi dan Memberi Inspirasi.

    Alasannya adalah kepala daerah wajib memiliki kompetensi kepemimpinan yang andal dan dipercaya oleh setiap bawahan. Selain itu kepala daerah haruslah pemimpin yang cerdas memberdayakan semua fungsi dan peran organisasinya, dengan tujuan menghasilkan kualitas kerja dan kinerja yang maksimal. Kepala daerah juga haruslah pemimpin yang berkemampuan untuk memotivasi dan memberi inspirasi kepada staf-staf nya. Di mana, setiap motivasi dan inspirasi ini harus bisa menyentuh lubuk hati terdalam dari para staf untuk bekerja lebih maksimal.

    5. Dalam konsep kepemimpinan dikenal ucapan “leadership is a process, not a position” jelaskan artinya.

    Jawaban:
    Karena kepimpinan adalah suatu proses yang berkaitan yang disebut dengan langkah maupun tindakan.untuk mempengaruhi orang lain. Dalam proses tersebut terdapat beberapa faktor yang terkait : Pemimpin, Pengikut dan Situasi.
    Dengan memperhatikan ketiga faktor – faktor tersebut diatas, maka dapat dimasukan kedalam suatu konsep bahwa kepemimpinan adalah sebagai suatu proses, dimana sikap dan perilaku dalam langkah maupun tindakan akan tergambarkan oleh peran bawahan atau pengikut disatu sisi dan disisi lain oleh peran pemimpin dengan memperhatikan situasi yang dihadapi.
    Kepemimpinan adalah sebuah keputusan dan lebih merupakan hasil dari proses perubahan karakter atau transformasi internal dalam diri seseorang. Kepemimpinan bukanlah jabatan atau gelar, melainkan sebuah kelahiran dari proses panjang perubahan dalam diri seseorang. Ketika seseorang menemukan visi dan misi hidupnya, ketika terjadi kedamaian dalam diri dan membentuk bangunan karakter yang kokoh, ketika setiap ucapan dan tindakannya mulai memberikan pengaruh kepada lingkungannya, dan ketika keberadaannya mendorong perubahan dalam organisasinya, pada saat itulah seseorang lahir menjadi pemimpin sejati.
    Jadi pemimpin bukan sekedar gelar atau jabatan yang diberikan dari luar melainkan sesuatu yang tumbuh dan berkembang dari dalam diri seseorang. Kepemimpinan lahir dari proses internal.

    6. Dalam pandangan para peneliti kepemimpinan, beda antara manajer dan kepemimpinan adalah sesuatu yang sulit dibedakan. Tapi Bennis (1989) membedakan manajer dan kepemimpinan antara lain melalui pembeda berikut:
    a) Managers administer; leaders innovate
    b) Managers maintain; leaders develop
    c) Mangers control; leaders inspire.
    Jelaskan perbedaan ketiga pembeda tersebut.

    Jawaban:
    a) Managers administer; leaders innovate
    Yang membedakan dalam bagian ini dapat dijelaskan sebagai berikut:
    • manajer hanya mempertahankan apa yang telah ditetapkan. Manajer serta harus mempertahankan kontrol dan mengatasi gangguan dalam organisasi yang mungkin ada;
    • sedangkan leader atau pemimpin adalah orang yang datang dengan ide-ide baru dan menggerakkan seluruh organisasi ke dalam fase berpikir untuk maju. Orang ini harus terus-menerus mengembangkan strategi-strategi dan taktik baru. Dia harus memiliki pengetahuan tentang tren terbaru, penelitian, dan keahlian.

    b) Managers maintain; leaders develop
    Yang membedakan dalam bagian ini dapat dijelaskan sebagai berikut:
    • manajer hanya mempertahankan apa yang telah ditetapkan;
    • sedangkan pemimpin harus mengembangkan apa yang sudah ada, agar menjadi lebih baik.

    c) Manegers control; leaders inspire.
    Yang membedakan dalam bagian ini dapat dijelaskan sebagai berikut:
    • manajer akan mempertahankan kontrol atas orang dengan membantu mereka mengembangkan aset mereka sendiri dan mengeluarkan bakat mereka yang terbesar. Untuk melakukan ini secara efektif, Anda harus tahu orang-orang yang bekerja dengan dan memahami kepentingan mereka serta passionnya;
    • seorang pemimpin adalah seseorang yang menginspirasi orang lain untuk menjadi yang terbaik dan tahu cara yang tepat mengatur tempo serta kecepatan untuk seluruh kelompok. Kepemimpinan adalah bukan apa yang Anda lakukan-tetapi apa yang orang lain lakukan sebagai respon dari Anda.

    Komentar oleh Siti Hodijah | Juni 19, 2014 | Balas

  43. NAMA : ANDINI RIZKI AMALIA
    PRODI : MAGISTER MANAJEMEN (KELAS PAGI)
    UJIAN MATRIKULASI MM JUNI 2014

    1. Soal Nomor 6
    Pada berbagai tingkatan manajer (puncak, tengah dan bawah) dibutuhkan manajer yang berbeda sesuai dengan kompetensi yang diisyaratkan. Mengapa hal ini demikian ? berikan alasannya.
    Jawaban :
    Setiap tingkatan manajer membutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang berbeda. Manager Puncak (Top Manager) bertanggung jawab atas pengaruh yang ditimbulkan dari keputusan-keputusan manajemen organisasi secara keseluruhan, sehingga lebih membutuhkan kemampuan konseptual (conceptional skill) dibandingkan kemampuan teknis (technical skill). Manajer Tingkat Menengah (Middle Manager) membutuhkan kemampuan konseptual dan teknis secara berimbang, sedangkan Manajer Tingkat Bawah (Low Manager) lebih membutuhkan keterampilan teknis. Ketiga manajer tersebut membutuhkan keterampilan berkomunikasi atau kemampuan hubungan manusiawi (humanity skill) yang kurang lebih sama besarnya.
    Dengan kemampuan yang baik diharapkan seorang manejer mampu melaksanakan tugasnya dengan baik, sehingga tujuan perusahaan atau industri yang tercantum dalam visi dan misi dapat tercapai dengan baik.

    2. Soal Nomor 7
    Dalam kompetensi self management, salah satunya dikenal Intergity dan Ethical Conduct. Jelaskan lingkup dan arti daripada dimensi kompetensi ini.
    Jawaban :
     Integrity dapat diartikan sebagai bertindak konsisten sesuai dengan nilai-nilai dan prinsip. Integritas mencakup sifat seperti bertanggung jawab, jujur, komitmen, menepati kata-kata dan setia. Sebagai contoh pribadi yang memiliki integritas tetap akan bekerja dengan tanggung jawab dan sesuai aturan baik ketika ada maupun tidak ada pengawasan dari atasan.
     Ethical Conduct dapat diartikan sebagai perilaku yang sesuai dengan etika atau asas perilaku yang disepakati secara umum. Ricky W. Griffin dalam bukunya yang berjudul Business mengklasifikasikan etika manajerial ke dalam tiga kategori, yaitu perilaku terhadap karyawan, perilaku terhadap organisasi dan perilaku terhadap agen ekonomi lainnya. Contoh perilaku yang secara umum dianggap tidak etis misalnya mengurangi upah pekerja karena tahu pekerja itu tidak bisa mengeluh lantaran takut kehilangan pekerjaan dan menjual atau membocorkan rahasia perusahaan kepada pihak lain.

    3. Soal Nomor 10
    Andaikan Microsoft akan membuka cabang di Indonesia, kendala apa yang dihadapi perusahaan tersohor itu?
    Jawaban :
     Kualitas Infrastruktur yang kurang memadai;
     Iklim investasi yang tidak kondusif akibat kondisi politik dan keamanan Indonesia yang kurang stabil dan menurunnya wibawa hukum dalam negeri;
     Sistem perizinan yang berbelit-belit sehingga menyebabkan biaya perizinan investasi di Indonesia lebih tinggi dibandingkan negara – negara kompetitor;
     Belum optimalnya pelaksanaan alih teknologi;
     Masalah transparansi, yaitu belum adanya kejelasan mengenai peraturan perundangan, prosedur administrasi yang berlaku, serta kebijakan investasi asing.

    4. Soal Nomor 13
    Mesin Singer adalah mesin yang ternama, kemudian memasuki pasar global dengan cara membuka cabang dengan cara franchise di berbagai negara. Jelaskan hal ini bisa terjadi dan sebutkan kelemahan dan keunggulannya apa.
    Jawaban :
    Franchise (waralaba) merupakan kegiatan pemberian lisensi dari pemegang usaha (franchisor) kepada pembeli merek usaha (franchisee) untuk berusaha dibawah nama dagang franchisor berdasarkan kontrak dan pembayaran royalti. Franchise hadir sebagai strategi perluasan dari suatu jenis usaha.
    Kelemahan :
     Sistem franchise tidak memberikan kebebasan penuh kepada franchisee karena franchisee terikat perjanjian dan harus mengikuti sistem dan metode yang telah dibuat oleh franchisor.
     Sistem franchise bukan jaminan akan keberhasilan, menggunakan merek terkenal belum tentu akan sukses bila tidak diimbangi dengan kecermatan dan kehati-hatian franchisee dalam memilih usaha dan mempunyai komitmen dan harus bekerja keras serta tekun.
     Franchisee harus bisa bekerja sama dan berkomunikasi dengan baik dalam hubungannya dengan franchisor.
     Tidak semua janji franchisor diterima oleh franchisee.
     Masih adanya ketidakamanan dalam suatu franchise, karena franchisor dapat memutuskan atau tidak memperbaharui perjanjian.
    Keunggulan :
     Pihak franchisor memiliki akses pada permodalan dan berbagi biaya dengan franchisee dengan resiko yang relatif lebih rendah.
     Pihak franchisee mendapat kesempatan untuk memasuki sebuah bisnis dengan cara cepat dan biaya lebih rendah dengan produk atau jasa yang telah teruji dan terbukti kredibilitas mereknya.
     Lebih dari itu, franchisee secara berkala menerima bantuan manajerial dalam hal pemilihan lokasi bisnis, desain fasilitas, prosedur operasi, pembelian, dan pemasaran.

    5. Soal Nomor 14
    Chart adalah alat penting untuk menggambarkan satu organisasi, walau chart juga tak lepas dari kritikan. Jelaskan apa kritikan untuk pendekatan chart.
    Jawaban :
    Kritikan terhadap pendekatan chart organisasi tergantung design dari masing-masing chart itu sendiri, antara lain
     Vertical Design
    tidak mampu mendefinisikan wewenang dan tangggung jawab dengan jelas sehingga menyulitkan dalam pendelegasian pekerjaan.
     Functional Design
    Komunikasi yang tidak memadai, konflik terhadap produk prioritas, lebih fokus pada tujuan masing-masing departemen di atas tujuan organisasi secara menyeluruh, mengembangkan manager yang ahi hanya pada bidang tertentu.
     Product Design
    Pemanfaatan keterampilan dan sumber daya yang tidak efisien, tidak membina koordinasi dengan kegiatan di luar jalur produk, mendorong konflik dalam pengelolaan sumber daya, keterbatasan mobilitas karier untuk personil di luar jalur produk.
     Geographical Design
    Duplikasi fungsi pada berbagai tindakan pada masing-masing regional atau lokasi, konflik antara tujuan masing-masing lokasi dengan tujuan organisasi.
     Network Design
    Manajer harus terus-menerus memantau kualitas pekerjaan yang disediakan oleh organisasi lain, karyawan outsourcing tidak bisa memegang nilai-nilai yang sama dan rasa urgensi waktu yang sama dengan karyawan tetap.

    Komentar oleh ANDINI RIZKI AMALIA | Juni 19, 2014 | Balas

  44. Selamat pagi, Pak Jo.
    PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN
    UJIAN MATRIKULASI-MANAJEMEN DAN ORGANISASI
    Dosen Pengasuh: Dr. Johannes, S.E., M.Si, dan Drs. Muliady Raf, MBA.

    Nama : Yemi Suwarti
    Kelas : Pagi
    Penyelesaian Soal Ujian Matrikulasi-Manajemen dan Organisasi.
    Soal :
    1. Berikan alasan bahwa pekerjaan seorang manajer juga didapati pada kegiatan sehari-hari tanpa memandang bahwa yang bersangkutan apakah menjadi manajer atau tidak pada satu perusahaan . Berikan jawaban dengan memberi contoh.
    Jawab :
    Manajer adalah orang yang mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Atau Manager adalah orang yang melakukan serangkaian aktivitas yang digunakan untuk mengelola sumber daya (resource) untuk mencapai tujuan tertentu. Menurut saya sebelum kita menjadi manajer untuk orang lain, kita bisa memanajeri diri kita sendiri. Sebagai contoh, saya adalah ibu rumah tangga dengan 2 orang putra dan putri yang masih SD, dan saya pun bekerja sabagai PNS. Disini saya harus pandai memanfaatkan waktu sehari selama 24 jam seefisien mungkin. Misal mulai dari bangun tidur saya harus bisa membuat sarapan pagi untuk keluarga, mengantar anak-anak sekolah lalu bekerja. Sepulang kerja saya juga menyiapkan keperluan suami dan anak-anak dari mulai makanannya, belajar anak-anak sampai suami dan anak-anak tertidur. Jadi jika saya sukses memanfaatkan waktu dalam sehari semalam,untuk mencapai tujuan hidup saya sukses keluarga berarti sukses pribadi saya berarti saya bisa dianggap seorang manajer.
    Soal ;
    3. Kebutuhan akan manajer yang efektif menjadi dasar apakah organisasi dapat mencapai tujuannya baik atau tidak. Dalam hal ini salah satunya dibutuhkan kompetensi di bidang komunikasi , jelaskan hal ini dapat dibangun oleh seorang manajer.

    Jawab :
    Manajer dapat mencapai tujuannya harus mempunyai kompetensi di bidang komunikasi. Manajer dapat mengelola sumber daya komunikasi yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas pertukaran pesan yang terjadi dalam berbagai konteks komunikasi. Konteks komunikasi yang dimaksud disini berarti tataran komunikasi individual, interpersonal, organisasional, governmental, sosial, atau bahkan internasional. Sebagai contohnya, kita sebagai manajer dapat meningkatkan kemampuan kita dalam berkomunikasi agar dapat menjadi seorang komunikator yang memiliki kredibilitas. Disinilah letak kegunaan mempelajari manajemen komunikasi, yaitu agar kita dapat lebih mengerti bagaimana seharusnya berkomunikasi dengan orang lain, sehingga komunikasi yang terjadi merupakan komunikasi yang efektif.
    Soal :
    5. Adakah peran daripada latar belakang seorang manajer tentang kompetensi yang dimilikinya?
    Jawab :
    Ada, karena peran manajer diantaranya ;
    – Peran Antar Pribadi :
    Melibatkan orang dan kewajiban lain, yang bersifat seremonial dan simbolis antara anak buah pemimpan dan penghubung.
    – Peran Informasional :
    Meliputi peran manajer sebagai pemantau dan penyebar informasi.
    – Peran Pengambilan Keputusan :
    Manajer bisa memecahkan masalah, pembagi sumber daya dan perunding.
    Dari peran yang ada melatarbelakangi adanya Kompetensi yang dimiliki seorang manager adalah : Pertama, Planning and decision making. Seorang manager harus mempunyai kompetensi merencanakan dan mengambil keputusan. Bisa dikatakan juga bahwa manager akan menjadi otak bagi perusahaan. Dia akan membawa kearah mana perusahaan itu akan berjalan. Dalam menjalankan tugasnya nanti, seringkali manager akan menemui banyak permasalahan. Kemampuan untuk merencanakan dan mengambil keputusan menjadi hal yang sangat dibutuhkan bagi berkembangnya perusahaan. Untuk mempunyai kemampuan semacam ini memang dibutuhkan latihan dan pembiasaan diri dan salah satu caranya adalah dengan banyak berorganisasi dan bersosialisasi. Kedua, Organizing. Organizing sangat erat kaitannya dengan mengelola. Seorang manager akan memandang perusahaan sebagai sebuah sistem besar dengan banyak sekali komponen didalamnya. Komponen itu terdiri dari banyak hal yang meliputi human resources, financial resources, physical resources dan information resources. Tentu dibutuhkan suatu kemampuan untuk mengelola berbagai komponen tadi supaya tujuan utama perusahaan bisa tercapai. Nah, pada dasar kita tidak akan bisa menyatukan berbagai komponen tadi. Karena apa? Karena setiap komponen akan mempunyai karakter yang berbeda. Seorang manager yang baik akan mengelola sebuah perusahaan sebagai sebuah sistem atau dalam istilah kerennya system thinking. Ketiga, Controling. Kemampuan yang satu ini juga tidak kalah penting. Controling adalah kemampuan dimana seorang manager harus bisa melakukan pengendalian dan monitoring terhadap kebijakan yang sedang berjalan. Sangat disayangkan apabila kebijakan yang telah ditetapkan, tidak berjalan sebagaimana mestinya. Oleh karenanya, seorang manager sesekali harus melakukan controling atas kebijakan yang sudah dibuatnya. Melalui hal ini, maka seorang manager akan mempunyai beragam informasi yang suatu saat bisa dijadikan sebagai langkah perbaikan berkelanjutan (continous improvement). Keempat, Leadin. Kepemimpinan adalah hal pokok yang harus dimiliki oleh seorang manager. Memimpin berarti kita akan menjadi contoh bagi bawahan kita. Contoh disini menyakut banyak hal, sikap kita, pemikiran kita dan tindakan kita secara langsung akan dilihat oleh orang lain. Jadi kepemimpinan bukan sekedar image, tapi yang jauh lebih penting adalah tindakan dan perilaku kita yang mencerminkan sebagai pemimpin.
    Soal :
    6. Pada berbagai tingkatan manajer (punjak, tengah dan bawah) dibutuhkan manajer yang berbeda sesuai dengan kompetensi yang diisyaratkan. Mengapa hal ini demikian ? berikan alasannya.
    Jawab :
    Karena pada tingkatan manajer puncak tugasnya merencanakan kegiatan dan strategi perusahaan secara umum dan mengarahkan jalannya perusahaan, disini keterampilan yang dimiliki keterampilan konseptual, keterampilan membuat keputusan dan keterampilan berhubungan dengan orang lain. Manajernya biasa disebut CEO, CIO, CFO.Tingkatan Manajer menengah tugasnya sebagai penghubung antara manajer puncak dan manajer bawah, disamping dia menguasai keterampilan manajer puncak juga menguasai keterampilan manajer bawah. Manajernya biasa disebut Kapala bagian, pemimpin proyek, manajer pabrik/divisi. Tingkatan manajer bawah tugasnya memimpin dan mengawasi karyawan non manajerial yang terlibat dalam proses produksi, keterampilan yang dimiliki keterampilan taknis, keterampilan manajemen waktu dan keterampilan berhubungan dengan orang lain. Manajernya biasa disebut Supervisor, manajer area, manajer kantor, mandor.
    Soal :
    12. Untuk manajer global dibutuhkan kompetensi yang berbeda dibanding dengan kompetensi untuk manajer lokal. Jelaskan perbedaan menurut anda.
    Jawab :
    Manajer global tidak dapat hanya dipenuhi melalui struktur organisasi dan prosedur, akan tetapi sebaliknya, justeru membutuhkan perubahan pola pikir manajer itu sendiri yang terjadi dalam proses kognitifnya dalam bingkai persoalan bisnis yang dihadapinya. Diantaranya adalah pola pikir tentang bagaimana menerima dan memahami keragaman dan heterogenitas sosio-budaya dan ekonomi sebagai sumber peluang atau kesempatan. Sebuah pola pikir global bukan saja mampu memahami keragaman budaya lintas negara atau bangsa, akan tetapi juga mampu hidup dengan nyaman dalam nuansa keragaman budaya tersebut. Dalam perspektif strategik, seorang manajer perlu memiliki seperangkat kemampuan untuk menyeimbangkan persaingan bisnis dalam suatu negara, dalam kaidah pepatah “berfikir global, bertindak lokal” dalam perspektif fungsionalnya. Manajer global pola pikirnya global sebagai kompetensi menyeluruh yang muncul dari perpaduan tiga bidang ilmu pengetahuan, yakni: bisnis global, studi internasional, dan kemahiran pergaulan lintas-budaya. Seorang manajer global pertama-tama perlu memahami sistem, model dan teknik yang berbeda dari operasi bisnis modern dalam perspektif internasional. Dalam sisi keuangan global misalnya, para manajer global perlu memperluas wawasan tentang teknik analisis keuangan, yang memasukkan unsur kompleksitas negara dalam kaitannya dengan faktor resiko, pertukaran mata uang atau perbedaan pasar modal. Begitu pula dalam hal pemasaran global, misalnya tentang bagaimana mengembangkan merek global dalam perbedaan pasar lintas-nasional. Yang tak kalah pentingnya adalah hal yang berkaitan dengan perilaku organisasi, seperti bagaimana seluk-beluk menciptakan budaya organisasi yang koheren di tingkat organisasi nasional. Bedanya dengan manajer local lebih memiliki pemahaman tentang lingkungan setempat mereka. Akan tetapi mereka harus tetap menjadi pemain tim yang efektif dalam memanage perbedaan beragam budaya, dan mereka harus tetap mampu beradaptasi dengan struktur global dalam merencanakan bisnis lokalnya, dengan mempengaruhi keseluruhan tim kerja untuk lebih melayani kebutuhan operasi lokal dalam perspektif global. Artinya terdapat bukti yang menunjukkan bahwa permintaan akan manajer global akan terus tumbuh dalam beberapa dekade ke depan

    Komentar oleh Yemi Suwarti | Juni 19, 2014 | Balas

  45. NAMA : DAHMIRI
    MATRIKULASI MANEJEMEN DAN KEPEMIMPINAN
    PROGRAM DOKTOR ILMU EKONOMI UNJA ANGKATAN 2014

    2. Dalam pandangan birokrasi, manajemen diterjemahkan menjadi seperangkat aturan yang membuat organisasi ataupun perusahaan agar dapat berjalan dengan efisien . Jelaskan bagaimana birokrasi dapat membuat organisasi menjadi efisien berikan contoh.
    Birokrasi adalah sebagai alat organisasi,di mana ia meupakan suatu otoritas yang ditetapkan secara rasional oleh berbagai peraturan. Birokrasi seringkali dimaksudkan sebagai upaya untuk mengorganisasi secara teratur suatu pekerjaan yang harus dilakukan oleh banyak orang. Dalam kacamata Max Weber,birokrasi dipandang sebagai suatu manifestasi sosiologi dari proses rasionalisasi. Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan birokrasi itu ? Istilah ini telah lama menjadi polemik di kalangan para pemikir dengan berbagai macam konotasinya Di bawah ini terdapat beberapa definisi tentang birokrasi.

    . Dennis Wrong merumuskan bahwa birokrasi adalah suatu organisasi yang sepenuhnya bekerja untuk mencapai satu tujuan tertentu dari berbagai macam tujuan yang memiliki cirri-ciri :
     Diorganisasi secara hierarkis dengan jalinan komando yang tegas dari atas ke bawah;
     Adanya pembagian tugas yang jelas di mana setiap orang mempunyai tanggung jawab dan tugas yang spesifik
     Adanya peraturan-peraturan umum dan ketentuan yang menuntun semua sikap dan usaha untuk mencapai tujuan;
     Manusia yang teriibat dipilih berdasarkan kompetisi dan keahlian;
     Bekerja dalam birokrasi cenderung merupakan pekerjaan seumur hidup.
    Dari pendefinisian di atas, birokrasi dipandang sebagai sesuatu yang positif. Sebagaimana telah dikemukakan oleh Weber, bahwa setiap aktivitas yang menuntut kordinasi yang ketat dan melibatkan sejumlah orang, serta membutuhkan keahlian khusus adalah dengan menggunakan organisasi birokratik. Birokrasi sangat dibutuhkan; karena semata-mata mendasarkan pada keunggulan teknis dibandingkan dengan bentuk organisasi lainnya. Jadi, dengan birokrasi maka organisasi akan berjalan secara efisien.
    Contoh : Dalam organisasi diatur tugas pokok dan fungsi masing-masing anggota organisasi mulai dari pimpinan puncak sampai kepada level terbawah, sehingga ada jalur komando dan jalur koordinasi yang harus ditaati oleh semua anggota organisasi. Dengan demikian maka roda organisasi akan berjalan terarah dan teratur. Ini menunjukkan adanya birokrasi yang dapat menciptakan efisien.

    4. Untuk organisasi di bidang pemerintahan , seperti seorang kepala daerah kepada kepala dinas, kompetensi manajer apa yang menurut anda berperan penting. Berikan alasannya.

    Kepala Daerah dan Kepala-kepala Dinas adalah Manajer puncak yang berada pada puncak hierarki dan bertanggung jawab atas keseluruhan organisasi. Sebagai manajer puncak maka kepala daerah dan jepala-kepala dinas harus memiliki kompetensi manajer antara lain :

    a. Keterampilan konseptual (conceptional skill), yaitu kemampuan untuk membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuan organisasi. Gagasan atau ide serta konsep tersebut kemudian haruslah dijabarkan menjadi suatu rencana kegiatan untuk mewujudkan gagasan atau konsepnya itu. Proses penjabaran ide menjadi suatu rencana kerja yang kongkret itu biasanya disebut sebagai proses perencanaan atau planning. Oleh karena itu, keterampilan konsepsional juga meruipakan keterampilan untuk membuat rencana kerja.
    b. Bertanggung jawab untuk menentukan tujuan organisasi;
    c. Menetapkan strategi untuk mencapai tujuan tersebut;
    d. Mengawasi dan menginterpretasikan lingkungan eksternal;
    e. Mengambil keputusan yang mempengaruhi seluruh organisasi.
    f. Mereka memandang kedepan dalam jangka panjang;
    g. Memperhatikan tren lingkungan secara umum,

    Di antara tanggung jawab yang paling penting untuk manajer puncak adalah mengkomunikasikan visi bersama untuk organisasi, membentuk budaya perusahaan, dan menjaga semangat kewirausahaan yang dapat membantu perusahaan menyeimbangi perusahaan yang cepat. Terlebih pada masa sekarang, manajer puncak harus melibatkan pengetahuan, keahlian, dan kemampuan unik dari masing – masing karyawan. Manajemen puncak adalah sumber utama otoritas dan mengelola tujuan dan kebijakan perusahaan. Ini mencurahkan lebih banyak waktu perencanaan dan koordinasi fungsi.

    5. Dalam konsep kepemimpinan dikenal ucapan “leadership is a process, not a position” jelaskan artinya.
    Kepimpinan adalah suatu proses yang berkaitan yang disebut dengan langkah tindakan.untuk mempengaruhi orang lain. Jadi dalam proses tersebut terdapat faktor 1) pemimpin ; 2) pengikut ; 3) situasi.
    Dengan memperhatikan ketiga faktor tersebut kedalam konsep kepemimpinan sebagai suatu proses, maka sikap dan perilaku dalam langkah tindakan akan tergambarkan oleh peran bawahan atau pengikut disatu sisi dan disisi lain oleh peran pemimpin dengan mmperhatikan situasi yang dihadapi.
    Sejalan dengan pemahaman diatas, maka untuk menyingkap konsepsi kepemimpinan sebagai proses dan bukan posisi, lebih lanjut akan diungkapkan pemikiran mengenai hal-hal yang diutarakan dibawah ini :
    Pertama :
    Kepemimpinan adalah setiap orang berbisnis : Banyak cara untuk mengungkapkan proses dalam pemahaman kepemimpinan dari beberapa pendekatan, ada yang melihat dengan memfokuskan dari personalitas, tantangan psikologis, perilaku pemimpin, hubungan antara pemimpin dan pengikut dan ada juga melihat dari situasi yang berdampak kepada tindakan para pemmpin.
    Sejalan dengan pendekatan yang diungkapkan diatas, maka lahir pemikiran untuk memahami proses kedalam kepemimpinan menjadi apa yang disebut 1) kepemimpinan adalah baik dari sisi pengetahuan dan atau seni ; 2) kepemimpinan baik dari sisi rasional maupun emosional ; 3) kepemimpinan dan manajemen ; 4) kepemimpinan dan pengikut ; 5) kepemimpinan dan pengikut ; 6) kepemimpinan pada tingkat yang besar dan kecil.
    Yang menjadi persoalan dalam mendalami kepemimpinan sebagai suatu proses, sangat dipengaruhi pandangan tradisonal yang mengungkapkan bahwa terdapat rintangan-rintangan yang berkaitan dengan pengembangan kepemimpinan dari sudut apa yang diungkapkan dalam pikiran mengenai „Kepemimpinan yang baik adalah pikiran pada umumnya“ ; „Pemimpinan adalah dilahirkan bukan dibentuk“ ; „Hanya sekolah yang mengajarkan kepemimpinan adalah sekolah yang kurang berpengaruh“.
    Walaupun begitu banyak difinisi keemimpinan yang ada, kita merumuskan kepemimpinan sebagai suatu proses dalam mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan kelompok. Jadi kepemimpinan setiap orang berbisnis dan berarti setiap orang bertanggung jawab, maka pembelajaran sebagai kerangka kerja konsepsional untuk pemikiran tentang kpemimpinan dapat memantu dalam membentuk keperibadian atas pengalaman anda dari pekerjaan terutama yang menyangkut pengembangan nilai-nilai kepemimpinan.
    Kedua :
    Kepemimpinan Adalah Dikembangkan melalui Pendidikan dan Pelatihan : Bertitik tolak dari pemikiran persfektif yang dipergunakan untuk menganalisa beragam situasi kepemimpinan yang diuraikan diatas, maka disadari bahwa relatip sulit untuk para pemimpin mengembangkan metoda ini dari analisis atas dirinya sendiri, oleh karena itu pendidikan formal sebagai cara yang terbaik dalam pengembangan dari sudut persfektif kepemimpinan yang diberikan melalui pendidikan dan pelatihan formal.
    Sejalan dengan pikiran diatas maka disusunlah suatu model yang mengkaitkan dengan pengalaman terhadap 1) tindakan, apa yang dikerjakan anda ; 2) refleksi, bagaimana anda memandang saat ini dan bagaimana anda merasakannya mengenai hal tersebut ; 3) observasi, apa yang terjadi hasil dan dampak lainnya.
    Jadi kunci peranan dari persepsi dalam lingkaran pengalaman tersebut dapat mengungkapkan hal-hal yang terkait dengan refleksi dan pengembangan kepemimpinan ; pengembangan kepemimpinan melalui penglaman, pendidikan dan pelatihan yang kesemuanya akan terkait dalam rangka membangun citra kepemimpinan anda sendiri.
    Ketiga :
    Kepemimpinan Melibatkan Suatu Intraksi Diantara Pemimpin, Para Pengikut Dan Situasi : Berdasarkan makna kepemimpinan yang telah diungkapkan sebagai suatu proses mempengaruhi, maka pendalamannya dapat melihat dari beberapa lensa.

    6. Dalam pandangan para peneliti kepemimpinan, beda antara manajer dan kepemimpinan adalah sesuatu yang sulit dibedakan. Tapi Bennis (1989) membedakan manajer dan kepemimpinan antara lain melalui pembeada berikut:
    a) Managers administer; leaders innovate
    b) Managers maintain; leaders develop
    c) Mangers control; leaders inspire.
    Jelaskan perbedaan ketiga pembeda tersebut.

    Dalam bukunya “On Becoming a Leader”, Warren Bennis menulis tentang perbedaan penting antara beberapa pemimpin dan manajer. Berikut adalah beberapa hal penting dari buku ini, serta insight dari Gene Wade, pendiri CEO UniversityNow, dan Peter Drucker.
    a. Leader melakukan inovasi, sedangkan manajer mengelola.
    Ini berarti bahwa seorang leader atau pemimpin adalah orang yang datang dengan ide-ide baru dan menggerakkan seluruh organisasi ke dalam fase berpikir untuk maju. Orang ini harus terus-menerus mengembangkan strategi-strategi dan taktik baru . Dia harus memiliki pengetahuan tentang tren terbaru, penelitian, dan keahlian.
    Di sisi lain, manajer mempertahankan apa yang telah ditetapkan. Orang ini harus mempertahankan kontrol dan mengatasi gangguan dalam organisasi yang mungkin ada.
    Dalam bukunya The Wall Street Journal Essential Guide to Management: Lasting Lessons from the Best Leadership Minds of Our Time, Alan Murray mengutip Drucker bahwa seorang manajer adalah seseorang yang menetapkan target yang tepat, tolok ukur, analisis, dan menilai kinerja. Manajer memahami orang-orang yang bekerja bersama mereka dan tahu mana orang yang terbaik untuk tugas-tugas tertentu.

    b. Leader menginspirasi sementara manajer bergantung pada kontrol.
    Seorang pemimpin adalah seseorang yang menginspirasi orang lain untuk menjadi yang terbaik dan tahu cara yang tepat mengatur tempo serta kecepatan untuk seluruh kelompok.
    Kepemimpinan adalah bukan apa yang Anda lakukan-tetapi apa yang orang lain lakukan sebagai respon dari Anda. Jika tidak ada yang muncul di barisan Anda, maka Anda bukanlah seorang pemimpin.
    Dan jika orang memutuskan untuk ikut dalam “kapal” Anda karena Anda telah menginspirasi mereka, maka itu berarti bahwa Anda telah membuat suatu ikatan kepercayaan dalam perusahaan. Ini adalah hal yang penting karena jika bisnis berubah dengan cepat dan membutuhkan orang untuk percaya dalam suatu misi, maka orang ini bisa menjadi pilihan yang tepat.
    Adapun manajer, Drucker menulis bahwa tugas mereka adalah untuk mempertahankan kontrol atas orang dengan membantu mereka mengembangkan aset mereka sendiri dan mengeluarkan bakat mereka yang terbesar. Untuk melakukan ini secara efektif, Anda harus tahu orang-orang yang bekerja dengan dan memahami kepentingan mereka serta passionnya.
    Manajer kemudian menciptakan keputusan tentang gaji, promosi penempatan, dan melalui komunikasi dengan tim. Mengelola proyek adalah satu hal, memberdayakan orang lain adalah hal lain.
    c. Pemimpin bertanya “what” dan “why,” sedangkan manajer bertanya “how”.
    Untuk bertanya apa dan mengapa Anda harus mampu mempertanyakan mengapa orang lain melakukan tindakan-tindakan tertentu yang terjadi. Kadang-kadang ini mengharuskan Anda menantang atasan. Ini berarti bahwa mereka mampu stand up untuk manajemen ketika mereka berpikir sesuatu yang perlu dilakukan bagi perusahaan. Pemimpin tidak selalu benar tentunya.
    Jika perusahaan Anda mengalami kegagalan, pekerjaan leader adalah untuk datang dan berkata, “Apa yang kita pelajari dari hal ini?” Dan “Bagaimana kita menggunakan kegagalan ini untuk memperjelas tujuan kita atau mendapatkan sesuatu yang lebih baik?”
    Sebaliknya, manajer tidak benar-benar berpikir tentang apa artinya kegagalan.
    Tugas mereka adalah untuk bertanya “bagaimana” dan “kapan” untuk memastikan mereka melaksanakan rencana yang sesuai. Drucker menulis bahwa manajer menerima status quo dan lebih seperti tentara di militer. Mereka tahu bahwa perintah dan rencana yang penting dan tugas mereka adalah untuk menjaga visi mereka pada tujuan perusahaan saat ini.

    9. Dalam suasana tertentu, seorang pemimpin mengarah kepada kebutuhan pemimpin yang karismatik. Jelaskan batasan kepemimpinan seperti ini dan dalam hal apa kepemimpinan ini dibutuhkan dan bahayanya apa.
    Batasan Kepemimpinan karismatik adalah gaya kepemimpinan yang membuat para anggota yang di pimpinnya mengikuti inovasi inovasi yang di ajukan oleh pemimpin ini. Pemimpin karismatik visioner mengekpresikan visi bersama mengenai masa depan. Sedangkan pemimpin karismatik di masa krisis akan menunjukkan pengaruhnya ketika system harus menghadapi situasi dimana pengetahuan, informasi, dan prosedur yang ada tidak mencukupi (Ian I. Mirtoff, 2004)
    Kepemimpinan Kharismatik dibutuhkan dan diyakini memiliki sesuatu yang luar biasa. Memimpin dengan cara yang tidak lazim dari sesuatu yang telah dikenal. Serta mampu mematahkan hal-hal terdahulu untuk kemudian menciptakan hal-hal baru bersifat revolusioner yang mampu tumbuh dalam keadaan serumit apapun.
    Dari segi kemunculannya, kharisma yang disematkan pada seorang pemimpin lazimnya terlontar pada persepsi rakyat yang dipimpinnya. Dengan demikian, dapat didefinisikan kembali (tanpa keluar dari maksud Weber yang hakiki) Kharismatik adalah kemampuan seorang pemimpin untuk mendapatkan kehormatan, ketaatan serta kehebatannya sebagai sumber dari kekuasaan tersebut dengan penekanan dalam setiap interaksinya (antara pemimpin dan pengikutnya) harus terdapat suatu integritas yang continue. Dengan kata lain, diwajibkan akan adanya kesadaran pada benak kita untuk bersatu pada satu tujuan, satu keinginan, satu cita-cita, satu harapan, dan satu perjuangan. Kemudian, barulah kita berharap akan muncul sosok pemimpin kharismatik yang dicintai, dihargai, dan dihormati.
    Tentu saja, pemimpin kharismatik adalah pemimpinan nasional yang mampu menggandeng semua kelompok, golongan, etnis, suku, agama dan siapapun saja untuk mendapatkan kesetiaan.
    Bahaya/kelemahan :
    Dalam penafsiran yang lain mengatakan bahwa kepemimpinan kharismatik adalah kepemimpinan yang hanya bersumber dari kharisma. Dimana charisma diartikan dengan orang yang memiliki keahlian tersendiri yang tidak dimiliki oleh orang lain seperti hal hal gaib dan sebagainya. Memang itu sebagai kelemahan dari kepemimpinan kharismatik.
    Terlepas dari kelebihannya, pemimpin karismatik juga memiliki beberapa kelemahan, terutama jika dihadapkan dengan sebuah organisasi besar. Kepemimpinan karismatik berisiko, karena hasil kerja pemimpin sulit untuk diprediksi, apabila pemimpin tersebut terlalu banyak diberikan kewenangan untuk menentukan visi perusahaan ke depan. Kekuasaan tersebut dapat disalahgunakan, sehingga organisasi dapat terseret pada konflik yang merusak. Dalam kondisi perusahaan yang kacau, sangat sukar untuk mengembangkan sebuah visi strategis dengan lingkungan organisasi yang kompleks seorang diri. Kondisi tersebut lebih sesuai untuk diatasi dengan sebuah visi yang lebih besar, yang datangnya dari sebuah proses kepemimpinan bersama. Jadi, teori-teori karismatik yang menekankan kepada kepemimpinan individu yang luar biasa, paling cocok untuk menjelaskan seorang wirausahawan yang visioner, yang mendirikan sebuah organisasi baru atau seorang manajer pemutar arah (turnaround manager) yang menyelamatkan sebuah organisasi yang besar, yang berada di ujung keruntuhan.

    Komentar oleh DAHMIRI | Juni 19, 2014 | Balas

  46. JAWABAN UJIAN MATRIKULASI
    MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN

    MUKHTARMIZI
    PROGRAM DOKTOR (S-3), MANAJEMEN

    Jawaban

    1. (Jawban soal no. 2)
    Dalam pandangan Birokrasi, manajemen diterjemahkan menjadi seperangkat aturan yang membuat organisasi ataupun perusahaan agar dapat berjalan dengan efisien, jelaskan bagaimana Birokrasi dapat membuat organisasi menjadi efisien.
    Birokrasi adalah sebuah struktur dengan tugas-tugas operasi yang sangat rutin yang dicapai melalui spesialisasi, aturan dan ketentuan yang sangat formal, tugas-tugas yang dikelompokkan ke dalam berbagai departemen fungsional, wewenang terpusat, rentang kendali yang sempit, dan pengambilan keputusan yang mengikuti rantai komando.
    Birokrasi dapat membuat organisasi menjadi efisien karena birokrasi tetap mengunakan pendekatan quality dalam berbagai hal, disebabkan antara manajemen dengan kepemimpinan tidak dapat dipisahkan, apapun bentuknya tetap menggunakan hal tersebut, jadi Kekuatan utama birokrasi ada kemampuannya menjalankan kegiatan-kegiatan yang terstandar secara sangat efisien, sedangkan kelemahannya adalah dengan spesialisasi yang diciptakan bisa menimbulkan konflik-konflik subunit, karena tujuan-tujuan unit fungsional dapat mengalahkan tujuan keseluruhan organisasi, Kelemahan besar lainnnya adalah ketika ada kasus yang tidak sesuai sedikit saja dengan aturan, tidak ada ruang untuk modifikasi karena birokrasi hanya efisien sepanjang karyawan menghadapi masalah yang sebelumnya telah mereka hadapi dan sudah ada aturan keputusan terprogram yang mapan, dan apabila dalam realita pelaksanaanya birokrasi dapat berfungsi melayani sesuai dengan kebutuhan masyarakat artinya tidak ada hambatan yang terjadi dalam pelayanan tersebut, cepat dan tepat dalam memberikan pelayanan serta mampu memecahkan fenomena yang menonjol akibat problem social yang sangat cepat dari factor eksternal.
    Contoh : Pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) dengan pelayanan yang cepat dan tepat waktu.
    2. (jawban soal no. 5) Arti dari “Leadership is a process, not a position” dengan arti Kepemimpinan itu merupakan suatu proses, bukan suatu kedudukan atau jabatan.
    maksud dari arti tersebut yaitu merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain, bawahan atau kelompok, kemampuan mengarahkan tingkah laku bawahan atau kelompok, memiliki kemampuan atau keahlian khusus dalam bidang yang diinginkan oleh kelompoknya, untuk mencapai tujuan organisasi atau kelompok.
    Pada dasarnya kepemimpinan itu bukanlah suatu posisi atau jabatan strategis yang berhasil diraih dengan telah mengorbankan banyak potensi sumberdaya dan sumberdana. Kepemimpinan itu adalah pekerjaan, makin tinggi jenjang kepemimpinan maka makin besar pula bobot pekerjaan dan tanggung jawab yang dipikul. Oleh karena itu kepemimpinan dapat dikatakan sebagai suatu instrumen stratejik yang harus dimiliki oleh setiap pemimpin agar dapat merumuskan dan menjalankan mesin organisasi dan birokrasi secara berkelanjutan.

    3. (jawban soal no. 4) Untuk organisasi dibidang pemerintah, seperti kepala Daerah kepada kepala dinas, kompetensi manajer yang berperan adalah Top manajer .

    Dengan alasan : bahwa Top Manajer bertugas merencanakan kegiatan dan strategi perusahaan secara umum dan mengarahkan jalannya perusahaan serta berperan sebagai pengambilan keputusan, meliputi peran sebagai seorang wirausahawan, pemecah masalah, pembagi sumber daya, dan perunding.

    Manajemen puncak memegang peranan kunci dalam membangun kepedulian dan memotivasi karyawan, dengan menjelaskan nilai-nilai penting lingkungan organisasi dan mengkomunikasikan komitmen kebijakan lingkungan. Semua karyawan harus memiliki komitmen lingkungan yang sama dalam menerapkan SML.

    4. (jawban soal no. 7)
    Bagi peneliti kepemimpinan diyakini bahwa kepemimpinan bukanlah sesuatu yang dibawa lahir akan tetapi dapat dipelajari. Henry Mizberg mengatakan bahwa “leadership, like swimming, cannot be learned by reading about it” jelaskan apa makna ungkapan itu.
    Makna : kepemimpinan itu ibarat atau laksana berenang, dia tidak bisa dipelajari dengan cara membaca.
    Artinya kepemimpimam itu merupakan seni dan ilmu yang harus dipadukan antara kepemimpinan apa yang harus dipelajari (kegagalan), apa yang harus diperjuangkan (karisma), perlu tidaknya pendelegasian (kadang-kadang), perlu tidaknya berkolaborasi (mungkin). Seni kepemimpinan akan lahir dan tumbuh dari pengalaman – pengalaman empirik yang secara terus menerus pernah dialamai oleh seseorang atau individu, dari pengalaman ini ia banyak menimba dan memperoleh “art of leadeship”, yang amat berguna untuk diterapkan dalam bidang pekerjaan dan kehidupannya. Dalam kaitan ini Membaca merupakan salah satu instrumen untuk mendapatkan inspirasi guna menemukan cara terbaik untuk memimpin dan menjadi pemimpin dengan jiwa kepemimpinan yang diterima oleh sebagian besar individu.

    5. (jawban soal no. 10)
    Menjadi seorang pemimpin dapat dipelajari melalui satu pelatihan “coaching” baik informal maupun informal. Bedakan coaching dalam bentuk formal dan informal dan bagaimana factor pendukung keberhasilannya.

    Jawaban :
    coaching dalam bentuk formal yaitu pelatihan terstruktur yang dilaksanakan secara resmi oleh pemerintah, dengan perencanaan yang lebih akurat, dilandasi dengan hukum yang jelas

    coaching dalam bentuk informal yaitu Kegiatan pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri. Hasil pendidikan informal diakui sama dengan pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan.

    Faktor pendukung keberhasilannya yaitu terlaksananya pelatihan / pendidikan yang dilaksanakan secara efektif, efisiensi dan standardisasi pelatihan, Hal ini dapat ditentukan melaui faktor-faktor penunjang sebagi berikut:
    a. Terpenuhinya sarana dan prasarana fisik dengan baik
    b. kualitas pelatih memadai
    c. Tingginya prestasi peserta
    d. Tingginya kesempatan pemerataan pelatihan
    e. Biaya yang memadai
    .

    Komentar oleh mukhtarmizi | Juni 19, 2014 | Balas

  47. PAHRUL ROZI
    MATRIKULASI MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN
    PROGRAM DOKTOR ILMU EKONOMI UNJA

    2. Dalam pandangan birokrasi, manajemen diterjemahkan menjadi seperangkat aturan yang membuat organisasi ataupun perusahaan agar dapat berjalan dengan efisien. Jelaskan bagaimana birokrasi dapat membuat organisasi menjadi efisien. Berikan contoh.

    JAWAB :
    Birokrasi berasal dari kata bureaucracy diartikan sebagai suatu organisasi yang memiliki rantai komando dengan bentuk piramida, dimana lebih banyak orang berada ditingkat bawah dari pada tingkat atas, biasanya ditemui pada instansi yang sifatnya administratif maupun militer. Pada rantai komando ini setiap posisi serta tanggung jawab kerjanya dideskripsikan dengan jelas dalam organigram. Organisasi ini pun memiliki aturan dan prosedur ketat sehingga cenderung kurang fleksibel. Ciri lainnya adalah biasanya terdapat banyak formulir yang harus dilengkapi dan pendelegasian wewenang harus dilakukan sesuai dengan hirarki kekuasaan. Birokrasi menjadi efisien disebabkan hal-hal berikut :
    a. Kejelasan tugas dan jabatan.
    Dengan adanya hirarki dalam birokrasi maka teciptalah kejelasan tugas dan jabatan. Kejelasan tugas dan jabatan memastikan tugas dan tanggung jawab sebagai bagian kekuasaan yang habis dibagi. Tugas dan jabatan yang diberikan memperjelas wewenang yang akan dijalankan. Semuanya dipertanggungjawabkan secara hierarkis dan abstraktif. Secara hierarkis, tugas dan jabatan yang diberikan memperjelas wewenang yang akan dijalankan. Secara hierarkis, tugas dan jabatan dipertanggungjawabkan melalui tingkatan tertentu dari level bawah hingga puncak institusi. Sedangkan abstraktif menunjukkanbahwa sekalipuun tugas dan jabatan bersifat teknikal, namun pola pertanggungjawaban dilakukan oleh lapisan paling bawah ke pimpinan puncak institusi.
    b. Terciptanya Sistem Informasi yang Jelas.
    Sistem hierarkis membuka ruang bagi sistem informasi secara bertingkat dari lapisan bawah ke atas. Semakin ketat sistem hierarkis yang diterapkan, semakin mudah memperoleh informasi melalui mekanisme yang ditetapkan dan semakin tinggi tingkat transparansi dan akuntabilitas penyelenggara pemerintahan.
    c. Kecakapan Teknis.
    Kecakapan teknis menjadi karakteristik esensial dalam birokrasi. Salah satu kemunduran birokrasi selama ini karena rendahnya sumber daya manusia yang menjadi instrumen pokok birokrasi. Jika birokrasi diharapkan berperan sebagai cerminan atas harapan masyarakat, seyogyanya ia mampu dan dituntut memiliki sejumlah kemampuan tertentu yang memungkinkan keseluruhan harapan tadi dapat terwujud secara efektif. Tingginya harapan dan tuntutan masyarakat mendorong perlunya rekruitment pejabat birokrasi yang berkualitas dalam rangka mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien.

    Contoh : Adanyan Struktur organisasi dan pembagian tugas pokok dan fungsi masing-masing pos yang ada distruktur tersebut menggambarkan adanya kejelasan tugas dan wewenang, sistem informasi yang jelas dan kecakapan yang harus dimiliki.
    4. Untuk organisasi di bidang pemerintahan, seperti seorang kepala daerah kepada kepala dinas, kompetensi apa yg berperan penting. Berikan alasannya!

    JAWAB :
    Kompetensi yang diperlukan oleh seorang kepala daerah diantaranya adalah:
    a. Strategic Thinking, yaitu kemampuan untuk memahami kecenderungan perubahan lingkungan organisasi yang cepat, ancaman kompetisi, ekuatan serta kelemahan organisasi itu sendiri. Dengan kompetensi ini, pemimpin dapat menciptakan dan menjalankan strategi organisasi.
    b. Flexibility, yaitu kemampuan untuk beradaptasi dan menanggapi perubahan lingkungan secara cepat dan efektif. Dalam lingkungan organisasi pemerintah, flexibility sangat diperlukan untuk merespon berbagai perubahan yang sangat kompleks dalam masyarakat, perkembangan tuntutan masyarakat akan kualitas pelayanan, transparansi, dan partisipasi dalam proses pembangunan.
    c. Kemampuan untuk merencanakan dan mengimplementasikan yang diukur dengan semangat berprestasi (Achievement Organization), Ketelitian terhadap kejelasan tugas (Concern for order), Inisiatif (Initiative) dan pencarian informasi (Information Seeking). Dalam hal ini diharapkan aparatur pemerintahan daerah yang menjabat pada jabatan tertentu mempunyai standar superior daripada pegawai biasa. Tentu saja hal ini akan dapat dicapai melalui pengembangan dengan standar kompetensi yang jelas.
    d. Kemampuan melayani yang dapat diukur dengan melalui Empati (Interpersonal Understanding), dan Orientasi pada pelanggan (Costumer Service Orientation). Aparatur pemerintah daerah diharapkan semua memenuhi standar ini sesuai dengan keinginan masyarakat selaku konsumen atau pelanggan.
    e. Kemampuan Leadership yakni kompetensi yang berkaitan dengan aktivitas memimpin organisasi dan orang-orang yang ada di dalamnya untuk mencapai tujuan, visi, dan sasaran, yang telah ditetapkan.
    f. Kemampuan managerial yakni kompetensi yang secara khusus berhubungan dengan pengaturan , pengawasan, dan pengembangan pegawai yang dapat diukur melalui kemampuan mengembangkan orang lain (Developing Others), Mengarahkan orang lain (Directiveness), Kemampuan kerjasama (Tim Work), Kemampuan memimpin kelompok (Team Leadership).
    g. Kemampuan berpikir diukur dengan kemampuan berpikir analisis dan kemampuan berpikir konsepsional, serta keahlian profesional (expertise), yakni memahami sesuatu melalui pemecahan atau pemilaha persoalan ke dalam bagian-bagian yang lebih kecil, atau mengenali impilkasi dari sesuatu melalui tahap demi tahap. Kompetensi ini melibatkan penggunaan logika, pemikiran yang sistematik untuk memahami, menganalisis dan menyelesaikan masalah. Pimpinan daerah diharapkan memiliki kompetensi ini sehingga mampu mengidentifikasi dan mengevaluasi beberapa enyebab yang mungkin dai suatu masalah, dan selanjutnya membangun serta melaksanakan rencana untuk mengatasi masalah.
    h. Kemampuan bersikap dewasa yang dapat diukur dari Pengendalian diri (self Controll), Kepercayaan Diri (Self Confidence), Penyesuaian diri (flexibility), dan komitmen terhadap organisasi.

    5. Dalam konsep kepemimpinan dikenal ucapan “leadership is a process, not a position” jelaskan artinya.
    JAWAB :
    Kepemimpinan adalah sebuah proses pembelajaran maupun dari proses pengalaman hidup dan bukan posisi. Pada dasarnya kepemimpinan itu bukanlah suatu posisi atau jabatan strategis yang berhasil diraih dengan telah mengorbankan banyak potensi sumberdaya dan sumberdana. Kepemimpinan itu adalah pekerjaan, makin tinggi jenjang kepemimpinan maka makin besar pula bobot pekerjaan dan tanggung jawab yang dipikul. Oleh karena itu kepemimpinan dapat dikatakan sebagai suatu instrumen stratejik yang harus dimiliki oleh setiap pemimpin agar dapat merumuskan dan menjalankan roda organisasi.
    Kepemimpinan sebagai suatu proses, sangat dipengaruhi pandangan tradisonal yang mengungkapkan bahwa terdapat rintangan-rintangan yang berkaitan dengan pengembangan kepemimpinan dari sudut apa yang diungkapkan dalam pikiran mengenai „Kepemimpinan yang baik adalah pikiran pada umumnya“ ; „Pemimpinan adalah dilahirkan bukan dibentuk“ ; „Hanya sekolah yang mengajarkan kepemimpinan adalah sekolah yang kurang berpengaruh“.
    Walaupun begitu banyak difinisi keemimpinan yang ada, kita merumuskan kepemimpinan sebagai suatu proses dalam mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan kelompok. Jadi kepemimpinan setiap orang berbisnis dan berarti setiap orang bertanggung jawab, maka pembelajaran sebagai kerangka kerja konsepsional untuk pemikiran tentang kepemimpinan dapat memantu dalam membentuk keperibadian atas pengalaman anda dari pekerjaan terutama yang menyangkut pengembangan nilai-nilai kepemimpinan.

    6. Dalam pandangan para peneliti kepemimpinan, beda antara manajer dan kepemimpinan adalah sesuatu yang sulit dibedakan. Tapi Bennis (1989) membedakan manajer dan kepemimpinan antara lain melalui pembeada berikut:
    a) Managers administer; leaders innovate
    b) Managers maintain; leaders develop
    c) Mangers control; leaders inspire.
    Jelaskan perbedaan ketiga pembeda tersebut.

    Menurut Warren Bennis perbedaan penting antara pemimpin dan manajer adalah :
    a. Leader melakukan inovasi, sedangkan manajer mengelola.
    Ini berarti bahwa seorang leader atau pemimpin adalah orang yang datang dengan ide-ide baru dan menggerakkan seluruh organisasi ke dalam fase berpikir untuk maju. Orang ini harus terus-menerus mengembangkan strategi-strategi dan taktik baru . Dia harus memiliki pengetahuan tentang tren terbaru, penelitian, dan keahlian.
    b. Leader menginspirasi sementara manajer bergantung pada kontrol.
    Seorang pemimpin adalah seseorang yang menginspirasi orang lain untuk menjadi yang terbaik dan tahu cara yang tepat mengatur tempo serta kecepatan untuk seluruh kelompok. Kepemimpinan adalah bukan apa yang Anda lakukan-tetapi apa yang orang lain lakukan sebagai respon dari Anda. Jika tidak ada yang muncul di barisan Anda, maka Anda bukanlah seorang pemimpin.
    c. Pemimpin bertanya “what” dan “why,” sedangkan manajer bertanya “how”.
    Jika perusahaan Anda mengalami kegagalan, pekerjaan leader adalah untuk datang dan berkata, “Apa yang kita pelajari dari hal ini?” Dan “Bagaimana kita menggunakan kegagalan ini untuk memperjelas tujuan kita atau mendapatkan sesuatu yang lebih baik?”
    Sebaliknya, manajer tidak benar-benar berpikir tentang apa artinya kegagalan.

    7. Bagi peneliti kepemimpinan diyakini bahwa kepemimpinan bukanlah sesuatu yang dibawa lahir akan tetapi dapat dipelajari. Henry Mizberg mengatakan bahwa “leadership, like swimming, cannot be learned by reading about it” jelaskan apa makna ungkapan itu.

    Kepemimpinan itu ibarat berenang, yang tidak bisa dipelajari hanya dengan cara membaca. Artinya kepemimpimam itu merupakan seni dan ilmu yang harus dipadukan kepemimpinan dapat dipelajari dengan mengenali secara mendalam aspek – aspek yang berkaitan dengan manajemen, dinamika organisasi dan ketatalaksanaan, kepemimpinan bisa dikembangkan secara ilmiah dengan cara menggali dan mempelajarinya secara nyata dalam rentang yang cukup panjang.
    Kepemimpinan sering disebut sebagai suatu seni, bukannya dalam pengertian sebagai suatu anugerah yang didapat sejak dari lahir. Karena itulah kepemimpinan bisa dilatih.
    Kepemimpinan bukanlah tentang kepribadian; kepemimpinan adalah tentang perilaku.
    Serangkaian ketrampilan dan kemampuan yang bisa diamati. Para pemimpin dimanapun juga, mempunyai kesamaan pola perilaku yang umum. Pola-pola perilaku para pemimpin yang efektif ini kemudian diklasifikasikan ke dalam lima praktek perilaku pemimpin, yaitu:
    • Menjadi Teladan,
    • Memberikan inspirasi tentang visi,
    • Menantang proses atau mengubah status quo,
    • Menunjang orang lain untuk bisa bertindak dan mengambil peran,
    • Mendorong semangat orang-orangnya.
    Karena kepemimpinan adalah perilaku oleh sebab itu kepemimpinan dapat dipelajari.

    Komentar oleh PAHRUL ROZI | Juni 20, 2014 | Balas

  48. NAMA : DAHMIRI
    MATRIKULASI MANEJEMEN DAN KEPEMIMPINAN
    PROGRAM DOKTOR ILMU EKONOMI UNJA ANGKATAN 2014
    DOSEN : DR. JOHANNES, SE.,M.SI/ DR. TONA AURORA LUBIS, SE.,MM

    2. Dalam pandangan birokrasi, manajemen diterjemahkan menjadi seperangkat aturan yang membuat organisasi ataupun perusahaan agar dapat berjalan dengan efisien . Jelaskan bagaimana birokrasi dapat membuat organisasi menjadi efisien berikan contoh.
    Birokrasi adalah sebagai alat organisasi,di mana ia meupakan suatu otoritas yang ditetapkan secara rasional oleh berbagai peraturan. Birokrasi seringkali dimaksudkan sebagai upaya untuk mengorganisasi secara teratur suatu pekerjaan yang harus dilakukan oleh banyak orang. Dalam kacamata Max Weber,birokrasi dipandang sebagai suatu manifestasi sosiologi dari proses rasionalisasi. Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan birokrasi itu ? Istilah ini telah lama menjadi polemik di kalangan para pemikir dengan berbagai macam konotasinya Di bawah ini terdapat beberapa definisi tentang birokrasi.

    . Dennis Wrong merumuskan bahwa birokrasi adalah suatu organisasi yang sepenuhnya bekerja untuk mencapai satu tujuan tertentu dari berbagai macam tujuan yang memiliki cirri-ciri :
     Diorganisasi secara hierarkis dengan jalinan komando yang tegas dari atas ke bawah;
     Adanya pembagian tugas yang jelas di mana setiap orang mempunyai tanggung jawab dan tugas yang spesifik
     Adanya peraturan-peraturan umum dan ketentuan yang menuntun semua sikap dan usaha untuk mencapai tujuan;
     Manusia yang teriibat dipilih berdasarkan kompetisi dan keahlian;
     Bekerja dalam birokrasi cenderung merupakan pekerjaan seumur hidup.
    Dari pendefinisian di atas, birokrasi dipandang sebagai sesuatu yang positif. Sebagaimana telah dikemukakan oleh Weber, bahwa setiap aktivitas yang menuntut kordinasi yang ketat dan melibatkan sejumlah orang, serta membutuhkan keahlian khusus adalah dengan menggunakan organisasi birokratik. Birokrasi sangat dibutuhkan; karena semata-mata mendasarkan pada keunggulan teknis dibandingkan dengan bentuk organisasi lainnya. Jadi, dengan birokrasi maka organisasi akan berjalan secara efisien.
    Contoh : Dalam organisasi diatur tugas pokok dan fungsi masing-masing anggota organisasi mulai dari pimpinan puncak sampai kepada level terbawah, sehingga ada jalur komando dan jalur koordinasi yang harus ditaati oleh semua anggota organisasi. Dengan demikian maka roda organisasi akan berjalan terarah dan teratur. Ini menunjukkan adanya birokrasi yang dapat menciptakan efisien.

    4. Untuk organisasi di bidang pemerintahan , seperti seorang kepala daerah kepada kepala dinas, kompetensi manajer apa yang menurut anda berperan penting. Berikan alasannya.

    Kepala Daerah dan Kepala-kepala Dinas adalah Manajer puncak yang berada pada puncak hierarki dan bertanggung jawab atas keseluruhan organisasi. Sebagai manajer puncak maka kepala daerah dan jepala-kepala dinas harus memiliki kompetensi manajer antara lain :

    a. Keterampilan konseptual (conceptional skill), yaitu kemampuan untuk membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuan organisasi. Gagasan atau ide serta konsep tersebut kemudian haruslah dijabarkan menjadi suatu rencana kegiatan untuk mewujudkan gagasan atau konsepnya itu. Proses penjabaran ide menjadi suatu rencana kerja yang kongkret itu biasanya disebut sebagai proses perencanaan atau planning. Oleh karena itu, keterampilan konsepsional juga meruipakan keterampilan untuk membuat rencana kerja.
    b. Bertanggung jawab untuk menentukan tujuan organisasi;
    c. Menetapkan strategi untuk mencapai tujuan tersebut;
    d. Mengawasi dan menginterpretasikan lingkungan eksternal;
    e. Mengambil keputusan yang mempengaruhi seluruh organisasi.
    f. Mereka memandang kedepan dalam jangka panjang;
    g. Memperhatikan tren lingkungan secara umum,

    Di antara tanggung jawab yang paling penting untuk manajer puncak adalah mengkomunikasikan visi bersama untuk organisasi, membentuk budaya perusahaan, dan menjaga semangat kewirausahaan yang dapat membantu perusahaan menyeimbangi perusahaan yang cepat. Terlebih pada masa sekarang, manajer puncak harus melibatkan pengetahuan, keahlian, dan kemampuan unik dari masing – masing karyawan. Manajemen puncak adalah sumber utama otoritas dan mengelola tujuan dan kebijakan perusahaan. Ini mencurahkan lebih banyak waktu perencanaan dan koordinasi fungsi.

    5. Dalam konsep kepemimpinan dikenal ucapan “leadership is a process, not a position” jelaskan artinya.
    Kepimpinan adalah suatu proses yang berkaitan yang disebut dengan langkah tindakan.untuk mempengaruhi orang lain. Jadi dalam proses tersebut terdapat faktor 1) pemimpin ; 2) pengikut ; 3) situasi.
    Dengan memperhatikan ketiga faktor tersebut kedalam konsep kepemimpinan sebagai suatu proses, maka sikap dan perilaku dalam langkah tindakan akan tergambarkan oleh peran bawahan atau pengikut disatu sisi dan disisi lain oleh peran pemimpin dengan mmperhatikan situasi yang dihadapi.
    Sejalan dengan pemahaman diatas, maka untuk menyingkap konsepsi kepemimpinan sebagai proses dan bukan posisi, lebih lanjut akan diungkapkan pemikiran mengenai hal-hal yang diutarakan dibawah ini :
    Pertama :
    Kepemimpinan adalah setiap orang berbisnis : Banyak cara untuk mengungkapkan proses dalam pemahaman kepemimpinan dari beberapa pendekatan, ada yang melihat dengan memfokuskan dari personalitas, tantangan psikologis, perilaku pemimpin, hubungan antara pemimpin dan pengikut dan ada juga melihat dari situasi yang berdampak kepada tindakan para pemmpin.
    Sejalan dengan pendekatan yang diungkapkan diatas, maka lahir pemikiran untuk memahami proses kedalam kepemimpinan menjadi apa yang disebut 1) kepemimpinan adalah baik dari sisi pengetahuan dan atau seni ; 2) kepemimpinan baik dari sisi rasional maupun emosional ; 3) kepemimpinan dan manajemen ; 4) kepemimpinan dan pengikut ; 5) kepemimpinan dan pengikut ; 6) kepemimpinan pada tingkat yang besar dan kecil.
    Yang menjadi persoalan dalam mendalami kepemimpinan sebagai suatu proses, sangat dipengaruhi pandangan tradisonal yang mengungkapkan bahwa terdapat rintangan-rintangan yang berkaitan dengan pengembangan kepemimpinan dari sudut apa yang diungkapkan dalam pikiran mengenai „Kepemimpinan yang baik adalah pikiran pada umumnya“ ; „Pemimpinan adalah dilahirkan bukan dibentuk“ ; „Hanya sekolah yang mengajarkan kepemimpinan adalah sekolah yang kurang berpengaruh“.
    Walaupun begitu banyak difinisi keemimpinan yang ada, kita merumuskan kepemimpinan sebagai suatu proses dalam mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan kelompok. Jadi kepemimpinan setiap orang berbisnis dan berarti setiap orang bertanggung jawab, maka pembelajaran sebagai kerangka kerja konsepsional untuk pemikiran tentang kpemimpinan dapat memantu dalam membentuk keperibadian atas pengalaman anda dari pekerjaan terutama yang menyangkut pengembangan nilai-nilai kepemimpinan.
    Kedua :
    Kepemimpinan Adalah Dikembangkan melalui Pendidikan dan Pelatihan : Bertitik tolak dari pemikiran persfektif yang dipergunakan untuk menganalisa beragam situasi kepemimpinan yang diuraikan diatas, maka disadari bahwa relatip sulit untuk para pemimpin mengembangkan metoda ini dari analisis atas dirinya sendiri, oleh karena itu pendidikan formal sebagai cara yang terbaik dalam pengembangan dari sudut persfektif kepemimpinan yang diberikan melalui pendidikan dan pelatihan formal.
    Sejalan dengan pikiran diatas maka disusunlah suatu model yang mengkaitkan dengan pengalaman terhadap 1) tindakan, apa yang dikerjakan anda ; 2) refleksi, bagaimana anda memandang saat ini dan bagaimana anda merasakannya mengenai hal tersebut ; 3) observasi, apa yang terjadi hasil dan dampak lainnya.
    Jadi kunci peranan dari persepsi dalam lingkaran pengalaman tersebut dapat mengungkapkan hal-hal yang terkait dengan refleksi dan pengembangan kepemimpinan ; pengembangan kepemimpinan melalui penglaman, pendidikan dan pelatihan yang kesemuanya akan terkait dalam rangka membangun citra kepemimpinan anda sendiri.
    Ketiga :
    Kepemimpinan Melibatkan Suatu Intraksi Diantara Pemimpin, Para Pengikut Dan Situasi : Berdasarkan makna kepemimpinan yang telah diungkapkan sebagai suatu proses mempengaruhi, maka pendalamannya dapat melihat dari beberapa lensa.

    6. Dalam pandangan para peneliti kepemimpinan, beda antara manajer dan kepemimpinan adalah sesuatu yang sulit dibedakan. Tapi Bennis (1989) membedakan manajer dan kepemimpinan antara lain melalui pembeada berikut:
    a) Managers administer; leaders innovate
    b) Managers maintain; leaders develop
    c) Mangers control; leaders inspire.
    Jelaskan perbedaan ketiga pembeda tersebut.

    Dalam bukunya “On Becoming a Leader”, Warren Bennis menulis tentang perbedaan penting antara beberapa pemimpin dan manajer. Berikut adalah beberapa hal penting dari buku ini, serta insight dari Gene Wade, pendiri CEO UniversityNow, dan Peter Drucker.
    a. Leader melakukan inovasi, sedangkan manajer mengelola.
    Ini berarti bahwa seorang leader atau pemimpin adalah orang yang datang dengan ide-ide baru dan menggerakkan seluruh organisasi ke dalam fase berpikir untuk maju. Orang ini harus terus-menerus mengembangkan strategi-strategi dan taktik baru . Dia harus memiliki pengetahuan tentang tren terbaru, penelitian, dan keahlian.
    Di sisi lain, manajer mempertahankan apa yang telah ditetapkan. Orang ini harus mempertahankan kontrol dan mengatasi gangguan dalam organisasi yang mungkin ada.
    Dalam bukunya The Wall Street Journal Essential Guide to Management: Lasting Lessons from the Best Leadership Minds of Our Time, Alan Murray mengutip Drucker bahwa seorang manajer adalah seseorang yang menetapkan target yang tepat, tolok ukur, analisis, dan menilai kinerja. Manajer memahami orang-orang yang bekerja bersama mereka dan tahu mana orang yang terbaik untuk tugas-tugas tertentu.

    b. Leader menginspirasi sementara manajer bergantung pada kontrol.
    Seorang pemimpin adalah seseorang yang menginspirasi orang lain untuk menjadi yang terbaik dan tahu cara yang tepat mengatur tempo serta kecepatan untuk seluruh kelompok.
    Kepemimpinan adalah bukan apa yang Anda lakukan-tetapi apa yang orang lain lakukan sebagai respon dari Anda. Jika tidak ada yang muncul di barisan Anda, maka Anda bukanlah seorang pemimpin.
    Dan jika orang memutuskan untuk ikut dalam “kapal” Anda karena Anda telah menginspirasi mereka, maka itu berarti bahwa Anda telah membuat suatu ikatan kepercayaan dalam perusahaan. Ini adalah hal yang penting karena jika bisnis berubah dengan cepat dan membutuhkan orang untuk percaya dalam suatu misi, maka orang ini bisa menjadi pilihan yang tepat.
    Adapun manajer, Drucker menulis bahwa tugas mereka adalah untuk mempertahankan kontrol atas orang dengan membantu mereka mengembangkan aset mereka sendiri dan mengeluarkan bakat mereka yang terbesar. Untuk melakukan ini secara efektif, Anda harus tahu orang-orang yang bekerja dengan dan memahami kepentingan mereka serta passionnya.
    Manajer kemudian menciptakan keputusan tentang gaji, promosi penempatan, dan melalui komunikasi dengan tim. Mengelola proyek adalah satu hal, memberdayakan orang lain adalah hal lain.
    c. Pemimpin bertanya “what” dan “why,” sedangkan manajer bertanya “how”.
    Untuk bertanya apa dan mengapa Anda harus mampu mempertanyakan mengapa orang lain melakukan tindakan-tindakan tertentu yang terjadi. Kadang-kadang ini mengharuskan Anda menantang atasan. Ini berarti bahwa mereka mampu stand up untuk manajemen ketika mereka berpikir sesuatu yang perlu dilakukan bagi perusahaan. Pemimpin tidak selalu benar tentunya.
    Jika perusahaan Anda mengalami kegagalan, pekerjaan leader adalah untuk datang dan berkata, “Apa yang kita pelajari dari hal ini?” Dan “Bagaimana kita menggunakan kegagalan ini untuk memperjelas tujuan kita atau mendapatkan sesuatu yang lebih baik?”
    Sebaliknya, manajer tidak benar-benar berpikir tentang apa artinya kegagalan.
    Tugas mereka adalah untuk bertanya “bagaimana” dan “kapan” untuk memastikan mereka melaksanakan rencana yang sesuai. Drucker menulis bahwa manajer menerima status quo dan lebih seperti tentara di militer. Mereka tahu bahwa perintah dan rencana yang penting dan tugas mereka adalah untuk menjaga visi mereka pada tujuan perusahaan saat ini.

    9. Dalam suasana tertentu, seorang pemimpin mengarah kepada kebutuhan pemimpin yang karismatik. Jelaskan batasan kepemimpinan seperti ini dan dalam hal apa kepemimpinan ini dibutuhkan dan bahayanya apa.
    Batasan Kepemimpinan karismatik adalah gaya kepemimpinan yang membuat para anggota yang di pimpinnya mengikuti inovasi inovasi yang di ajukan oleh pemimpin ini. Pemimpin karismatik visioner mengekpresikan visi bersama mengenai masa depan. Sedangkan pemimpin karismatik di masa krisis akan menunjukkan pengaruhnya ketika system harus menghadapi situasi dimana pengetahuan, informasi, dan prosedur yang ada tidak mencukupi (Ian I. Mirtoff, 2004)
    Kepemimpinan Kharismatik dibutuhkan dan diyakini memiliki sesuatu yang luar biasa. Memimpin dengan cara yang tidak lazim dari sesuatu yang telah dikenal. Serta mampu mematahkan hal-hal terdahulu untuk kemudian menciptakan hal-hal baru bersifat revolusioner yang mampu tumbuh dalam keadaan serumit apapun.
    Dari segi kemunculannya, kharisma yang disematkan pada seorang pemimpin lazimnya terlontar pada persepsi rakyat yang dipimpinnya. Dengan demikian, dapat didefinisikan kembali (tanpa keluar dari maksud Weber yang hakiki) Kharismatik adalah kemampuan seorang pemimpin untuk mendapatkan kehormatan, ketaatan serta kehebatannya sebagai sumber dari kekuasaan tersebut dengan penekanan dalam setiap interaksinya (antara pemimpin dan pengikutnya) harus terdapat suatu integritas yang continue. Dengan kata lain, diwajibkan akan adanya kesadaran pada benak kita untuk bersatu pada satu tujuan, satu keinginan, satu cita-cita, satu harapan, dan satu perjuangan. Kemudian, barulah kita berharap akan muncul sosok pemimpin kharismatik yang dicintai, dihargai, dan dihormati.
    Tentu saja, pemimpin kharismatik adalah pemimpinan nasional yang mampu menggandeng semua kelompok, golongan, etnis, suku, agama dan siapapun saja untuk mendapatkan kesetiaan.
    Bahaya/kelemahan :
    Dalam penafsiran yang lain mengatakan bahwa kepemimpinan kharismatik adalah kepemimpinan yang hanya bersumber dari kharisma. Dimana charisma diartikan dengan orang yang memiliki keahlian tersendiri yang tidak dimiliki oleh orang lain seperti hal hal gaib dan sebagainya. Memang itu sebagai kelemahan dari kepemimpinan kharismatik.
    Terlepas dari kelebihannya, pemimpin karismatik juga memiliki beberapa kelemahan, terutama jika dihadapkan dengan sebuah organisasi besar. Kepemimpinan karismatik berisiko, karena hasil kerja pemimpin sulit untuk diprediksi, apabila pemimpin tersebut terlalu banyak diberikan kewenangan untuk menentukan visi perusahaan ke depan. Kekuasaan tersebut dapat disalahgunakan, sehingga organisasi dapat terseret pada konflik yang merusak. Dalam kondisi perusahaan yang kacau, sangat sukar untuk mengembangkan sebuah visi strategis dengan lingkungan organisasi yang kompleks seorang diri. Kondisi tersebut lebih sesuai untuk diatasi dengan sebuah visi yang lebih besar, yang datangnya dari sebuah proses kepemimpinan bersama. Jadi, teori-teori karismatik yang menekankan kepada kepemimpinan individu yang luar biasa, paling cocok untuk menjelaskan seorang wirausahawan yang visioner, yang mendirikan sebuah organisasi baru atau seorang manajer pemutar arah (turnaround manager) yang menyelamatkan sebuah organisasi yang besar, yang berada di ujung keruntuhan.

    Komentar oleh DAHMIRI | Juni 20, 2014 | Balas

  49. Kepada Yth : Bapak DR.Johannes SE, Msi
    Dengan ini saya sampaikan jawaban ujian matrikulasi Managemen dan Organisasi dengan data :
    Nama : Amri Hidayat Arief
    Kelas : Pagi Matrikulasi Program Magister Managemen
    Demikian disampaikan, atas perhatian Bapak diucapkan terimakasih.
    1. Berikan alasan bahwa pekerjaan seorang manajer juga didapati pada kegiatan sehari-hari tanpa memandang bahwa yang bersangkutan apakah menjadi manajer atau tidak pada satu perusahaan . Berikan jawaban dengan memberi contoh.
    Pekerjaan Manager juga didapati pada kegiatan sehari-hari tanpa memandang apakah yang bersangkutan menjadi manajer atau tidak pada suatu perusahaan, hal ini didasari karena dalam kegiatan sehari-hari secara tidak sadar kita telah melakukan prinsip-prinsip managemen yaitu : perencanaan, pengorganisasian, menggerakkan dan pengendalian thd aktivitas yang dilakukan. Dengan telah melaksanakan prinsip-prinsip managemen tersebut maka individu yang bersangkutan secara tidak langsung telah menjadi manajer bagi dirinya sendiri maupun lingkungannya.
    Contoh : Dalam lingkungan kecil masyarakat dikenal dengan adanya rukun tetangga (RT) dipimpin oleh ketua RT, dalam lingkungan tersebut ketua RT dapat disebut sebagai manajer karena diberi tanggung jawab dan dipercaya oleh warga untuk memimpin tempat tinggalnya dalam mencapai tujuan menjadi lingkungan tempat tinggal yang lebih baik,seperti berdasarkan kesepakatan di lingkungan tersebut dilakukan kegiatan gotong royong untuk menjaga kebersihan lingkungan yang dilaksanakan setiap bulan maka Ketua RT melakukan perencanaan pekerjaan, mengorganisirnya dan menggerakkan seluruh warga agar melakukan kegiatan tsersebut dan kemudian memastikan kegiatan tersebut telah sesuai dengan tujuan yang disepakati. Dalam kegiatan ini Ketua RT telah berperan sebagai manager bagi lingkungannya.
    2. Kebutuhan akan manajer yang efektif menjadi dasar apakah organisasi dapat mencapai tujuannya baik atau tidak. Dalam hal ini salah satunya dibutuhkan kompetensi di bidang komunikasi , jelaskan hal ini dapat dibangun oleh seorang manajer.
    Kompetensi di bidang komunikasi mutlak harus dimiliki oleh manager agar organisasi dapat mencapai tujuannya karena ketrampilan komunikasi membentuk kesuksesan yang mendasar dari sebuah organisasi,hal ini menjadi sangat penting karena kita sering beranggapan bahwa diri kita sudah mampu dalam melakukan komunikasi tetapi banyak permasalahan terjadi pada satu organisasi disebabkan karena kesalahan komunikasi. Intinya, ketrampilan komunikasi diperlukan untuk memimpin orang lain. Anda tidak dapat memimpin orang lain jika tidak diiringi oleh kemampuan kita mempresentasikan visi dan ide kita untuk mempengaruhi orang lain secara baik. Orang-orang tidak akan mengikuti keinginan kita jika kita tidak memiliki kemampuan untuk memimpin mereka dan ini membutuhkan sebuah kepercayaan yang terjadi lewat komunikasi dua arah. Komunikasi yang efektif terdiri dari kemampuan berbicara dan mendengarkan, memberitahukan orang lain, dan mendukung kearah komunikasi terbuka. Ketika seorang manajer bisa menguasai hal-hal itu, maka akan mempunyai kekuatan untuk memimpin orang lain dan menyelesaikan tugas-tugas yang telah disampaikan kepada mereka untuk mencapai sasaran perusahaan.
    Manajer yang efektif dapat mengembangkan komunikasi yang efektif dengan cara
    • melibatkan memahami dan mengetahui siapa-siapa saja yang membutuhkan informasi dan komunikasi dimana informasi itu mudah didapatkan secara cepat.
    • memilih dan secara efektif menggunakan media komunikasi, baik lisan maupun tulisan, bagi orang-orang yang akan menerima informasi dan bagaimana cara menggunakan informasi.
    • Komunikator yang baik adalah juga seorang pendengar yang baik
    • Memfasilitasi orang lain melakukan komunikasi dengan baik, dan memastikan bahwa komunikasi terbuka terjadi diantara anggota tim dan orang-orang lain yang membutuhkan informasi.
    Ada Lima Area pengembangan dalam ketrampilan komunikasi ini yaitu
    1. Berbicara Efektif (Speak Effectively) : kemampuan untuk berbicara secara jelas dan mengekspresikan diri dengan baik di dalam tim dan dalam percakapan one-on-one
    2. Komunikasi Terbuka (Open Communication): Menciptakan suasana dimana kualitas informasi yang uptodate dapat mengalir dengan baik diantara diri sendiri dan orang lain; serta mampu mendukung ekspresi dari ide dan opini orang lain
    3. Mendegarkan (Listen to others) : Kemampuan untuk secara aktif dan mendapatkan pengertian dari komentar dan pertanyaan orang lain; serta mampu mendengarkan dengan baik di dalam grup
    4. Teknik Presentasi (Deliver Presentations) : Kemampuan untuk mempersiapkan dan melakukan presentasi; serta mampu untuk membawakan diri dengan baik di depan orang banyak
    5. Komunikasi tertulis (Written Communication) : Kemampunan untuk menggabungkan informasi secara jelas dan efektif lewat dokumen formal dan informal.

    3. Pada berbagai tingkatan manajer (puncak, tengah dan bawah) dibutuhkan manajer yang berbeda sesuai dengan kompetensi yang diisyaratkan. Mengapa hal ini demikian ? berikan alasannya.
    Pada berbagai tingkatan manajer dibutuhkan kompetensi yang berbeda sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan dan disyaratkan oleh organisasi karena suatu organisasi memiliki permasalahan yang sangat kompleks dgn semakin tingginya tingkat kompetisi antar organisasi/perusahaan. Dengan tingkatan-tingkatan kompetensi diharapkan suatu organisasi/perusahaan dapat menghasilkan produk yang berkualitas. Beberapa contoh kompetensi pada level manager adalah sebagai berikut :
    • Top Managemen atau posisi puncak seorang manager pada posisi ini harus memiliki kompetensi seperti Strategic Thinking untuk dapat membuat strategi yang bisa membuat organisasi menjadi berkembang, Change Leadership mampu menyampaikan visi, misi perusahaan serta Kompetensi Relatiaonship management.
    • Middle Management seorang manager pada posisi ini harus memiliki kompetensi seperti empowerment, interpersonal outstanding, managing people dan building team
    • Lower Management harus memiliki kompetensi seperti quality orientation, customer focus , building trust, continous improvement, team work dll.

    4. Dalam pandangan birokrasi managemen diterjemahkan menjadi seperangkat aturan yang membuat organisasi ataupun perusahaan agar dapat berjalan dengan efisien.Jelaskan bagaimana birokrasi dapat membuat organisasi menjadi efisien berikan contoh.
    Birokrasi dapat membuat organisasi menjadi efisien karena dengan adanya birokrasi suatu organisasi menjadi mempunyai struktur yang memiliki beberapa karakteristik antara lain :
    1. Terdapat pembagian tugas yang jelas
    2. Hirarki kewenangan dirumuskan dengan lebih baik
    3. Sistem dan prosedur telah ditetapkan sesuai tujuan organisasi
    4. Hak hak dan kewajiban telah diatur sesuai tujuan organisasi
    5. Hubungan interpersonal menjadi tertata dengan lebih baik
    Umumnya organisasi memerlukan koordinasi yang ketat karena melibatkan banyak orang dengan keahlian keahlian yang sangat beragam sehingga dengan adanya birokrasi dapat dilakukan perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan serta pengawasan secara efektif dan efisien.

    Contoh :
    birokrasi biasanya terdapat pada organisasi yang bersifat administratif atau militer dimana struktur biasanya bersifat piramida. Pada organisasi militer terdapat rantai komando yang jelas dimana setiap layer organisasi telah memahami tugas pokok dan fungsinya masing-masing. Dengan memahami tugas pokok dan fungsinya maka organisasi akan dapat berjalan sesuai dengan harapan dan supervise oleh atasan dapat dilakukan secara efektif dan efisien.
    5. Max Weber, penggagas pandangan birokrasi, menyampaikan 7 prinsip. Jelaskan 3 diantara 7 prinsip tersebut
    3 dari 7 Prinsip Birokrasi menurut Max Webber yaitu :
    1. Sistem kewenangan yang hierarkis : suatu organisasi disusun bertingkat dan memastikan jabatan yang berada lebih rendah di supervisi dan dikontrol dari jabatan yang lebih tinggi. Garis komando dan garis koordinasi diciptakan untuk memperjelas alur pelaporan diantara anggota organisasi.
    2. Kode Etik, disiplin dan procedure telah dibuat secara jelas serta sistematis : untuk mengatur perilaku organisasi perlu disusun peraturan dan prosedur formal sebagai sebuah system. Besaran ini sangat relevan dengan besaran organisasi semakin organisasi berkembang semakin perlu formalitas aturan agar semua hal berjalan sesuai standar.
    3. Mempunyai spesifikasi tugas yang jelas: pekerjaan terdeskripsi dengan baik sehingga jelas pembagian tugas masing-masing anggota dan setiap anggota paham dan jelas tugas pokok dan fungsinya.

    terimakasih.

    Komentar oleh Amri Hidayat Arief | Juni 20, 2014 | Balas

  50. NAMA : MUHAMMAD ICHSAN TAUFIQ
    JURUSAN : PROGRAM PASCA SARJANA MAGISTER MANAJEMEN
    KELAS PAGI
    SELAMAT PAGI PAK DJO, MOHON IZIN BERITKUT INI JAWABAN SOAL UNTUK UJIAN MATRIKULASI MM JUNI 2014
    1. Max Weber, penggagas pandangan birokrasi menyampaikan 7 prinsip. Jelaskan 3 diantara 7 prinsip tersebut.

    Jawab:
    Max Weber mengkonsepsikan birokrasi sebagai tipe ideal, adapun tipe ideal birokrasi yang dikemukakan oleh Max Weber yaitu mengandung princip-prinsip sebagai berikut:
     Suatu susunan fungsi pejabat yang tetap dan terikat dengan peraturan.
    Sistem peraturan adalah merupakan prinsip utama dalam sebuah sistem birokrasi. Fungsi utama peraturan yang ditetapkan dalam sebuah organisasi ialah untuk menciptakan adanya standarisasi. Dengan adanya standarisasi, maka akan menjamin terwujudnya keseragaman dalam menjalankan setiap tugas, menentukan tanggung jawab, peranan dan bidang tugas bagi setiap anggota suatu organisasi. Sebagai contoh, adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam pelayanan perizinan di Kantor Pelayanan Perizinanan Terpadu Satu Pintu Kota Jambi. Dengan adanya SOP tersebut maka masyarakat dapat mengetahui rincian biaya, mekanisme dan segala informasi yang berkaitan dengan perizinan. Pegawai KPTSP melayani masyarakat sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan. Dengan demikian akan terciptanya keseragaman dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan tentu saja akan mendorong terwujudnya kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan.
     Susunan Jabatan adalah berdasarkan prinsip hirarki.
    Setiap jabatan yang tingkatnya lebih rendah dalam hierarki adalah di bawah pengendalian dan pengawasan jabatan yang lebih tinggi. Tujuan diwujudkan hierarki ini adalah untuk memastikan setiap jabatan dikendalikan secara sistematik oleh jabatan tertentu yang lain.
     Tindakan-tindakan, keputusan-keputusan, dan aturan-aturan semuanya diadministrasikan dan diarsipkan secara tertulis.
    Dalam hal ini Weber menekankan bahwa semua kegiatan organisasi yang penting dan pelaksanaan peraturan harus ditafsirkan secara sistematik yaitu dengan menggunakan sistem pencatatan.

    2. Untuk organisasi di bidang pemerintahan, seperti seorang kepala daerah kepada kepala dinas, kompetensi apa yang menurut anda berperan penting. Berikan alasannya!

    Jawab:
    Adapun kompetensi yang dibutuhkan oleh seorang kepala daerah diantaranya adalah:

    • Proactive Planning
    Mampu menetapka sasaran dan strategi yang spesifik untuk mencapai sasaran tersebut. Pemimpinmampu mengantisipasi atau mempertimbangkan rintangan potensial dan mengembangkan rencana darurat untuk menanggulangi rintangan itu
    • Showing Foresight
    Perencana yang dapat memperkirakan masa depan. Dalam membuat rencana tidak hanya mempertimbangkan apa yang ingin dilakukan, tetapi mempertimbangkan teknologi, prosedur, organisasi dan faktor lain yang mungkin dapat mempengaruhi rencana.
    • Creative Thinking
    Dalam menghadapi tantangan pemimpin mampu mencari alternatif jalan keluar yang baru dengan memperhatikan isu, peluang dan masalah.
    • Coalition building
    Pemimpin visioner menyadari bahwa dalam rangka mencapai sasara dirinya, dia harus menciptakan hubungan yang harmonis baik ke dalam maupun ke luar organisasi. Dia aktif mencari peluang untuk bekerjasama dengan berbagai macam individu, departemen dan
    golongan tertentu.

    3. Pada berbagai tingkatan manajer (puncak, tengah, dan bawah) dibutuhkan manajer yang berbeda sesuai dengan kompetensi yang disyaratkan. Mengapa hal ini demikian? Berikan alasannya!

    Jawab:
    Jenjang atau tingkatan manajemen pada badan usaha besar biasanya terdapat tiga tingkatan manajemen, yaitu
    • Manajemen Tingkat Puncak (Top Management)
    Manajemen tingkat puncak merupakan tingkatan tertinggi dalam manajemen. Biasanya yang menduduki manajemen ini adalah direktur utama, presiden direktur, atau wakil direktur, dan sebagainya. Jika di dalam kelas, maka yang menjadi manajemen tingkat puncak adalah ketua dan wakil ketua. Tugas manajemen tingkat puncak adalah membuat rencana jangka panjang, menetapkan tujuan dan misi organisasi, serta strategi yang digunakan. Manajemen puncak juga harus dapat mengembangkan semua rencana yang telah dibuat dan mengadakan hubungan dengan pihak luar.
    • Manajemen Tingkat Menengah (Middle Management)
    Posisi manajemen tingkat menengah berada di bawah manajemen puncak. Tugas manajemen menengah adalah mengalihkan rencana, misi, dan tujuan yang dibuat oleh manajemen puncak ke dalam program yang lebih spesifik. Biasanya yang termasuk manajemen menengah adalah manajer, kepala devisi, kepala cabang, dan sebagainya.
    • Manajemen Tingkat Pertama (First Line Management atau Supervisory)
    Manajemen tingkat pertama merupakan tingkatan yang paling rendah. Manajemen tingkat pertama dapat juga disebut supervisor. Tugas dari manajemen ini adalah membawahi langsung pekerja dan bertanggung jawab atas tugas mereka. Mereka juga yang selalu memberikan motivasi pada karyawan dan menetapkan prestasi yang layak diterima karyawan. Manajemen tingkat pertama terdiri atas supervisi, ketua kelompok, dan sebagainya.

    Perbedaan tugas pokok dan fungsi manajer dalam setiap tingkatan membuat standar kompetensi yang diperlukan juga berbeda-beda.

    4. Berikan alasan bahwa pekerjaan seorang manajer juga didapati pada kegiatan sehari-hari tanpa memandang bahwa yang bersangkutan seorang manajer atau tidak. Berikan jawaban dengan memberikan contoh!

    Jawab:
    Dalam kehidupan sehari-hari pada dasarnya sadar atau tidak disadari kita telah menerapkan prinsip-prinsip manajemen. Sebagai contoh mulai dari bangun pagi, beraktivitas dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip manajemen. Menentukan dan mengatur jadwal kegiatan serta memanage waktu sehari-hari juga merupakan aktivitas manajemen yang tanpa kita sadari telah kita lakukan. Mulai dari merencanakan apa yang akan dilakukan setiap hari, menorganisir kegiatan berdasarkan prioritas, hingga akhirnya kegiatan tersebut berhasil dilaksanakan. Ketika dihadapkan dengan suatu masalah dalam pelaksanaan rencana tersebut, maka kita akan berusaha mencari alternative rencana seta solusi terbaik untuk mengatasinya. Penjelasan di atas menunjukkan bahwa dalam kehidupan sehari-hari kita telah menerapkan prinsip-prinsip manajemen meskipun notabene bukan seorang manajer. Kegiatan manajemen pada dasarnya berawal dari aktivitas mengatur diri sendiri.

    5. Adakah peran dari latar belakang seorang manajer tentang kompetensi yang dimilikinya?

    Jawab:
    Menurut Michael Zwell (2000:56-68) terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kompetensi seseorang, diantaranya adalah: Keyakinan dan nilai-nilai, Keterampilan, Pengalaman, Karakteristik kepribadian, Motivasai , Isu Emosional, Kemampuan Intelektual dan Budaya Organisasi. Berdasarkan pendapat tersebut dapat diketahui salah satu faktor yang berperan dan mempengaruhi kompetensi yang dimiliki seseorang adalah pengalaman. Dalam hal ini Keahlian dari banyak kompetensi memerlukan pengalaman. Diantaranya pengalaman dalam mengorganisasi orang, komunikasi dihadapan kelompok, menyelesaikan masalah, dsb. Orang yang tidak pernah berhubungan dengan organisasi besar dan kompleks tidak mungkin mengembangkan kecerdasan organisasional untuk memahami dinamika kekuasaan dan pengaruh dalam lingkungan. Orang yang pekerjaannya memerlukan sedikit pemikiran strategis kurang mengembangkan kompetensi daripada mereka yang telah menggunakan pemikiran strategis bertahun-tahun. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa latar belakang atau pengalaman seseorang memiliki peran yang begitu penting terhadap kompetensi yang dimilikinya.

    Komentar oleh Muhammad Ichsan Taufiq | Juni 20, 2014 | Balas

  51. nama : Mayrina
    Kelas : pagi
    program : magister ekonomi unja

    selamat pagi pak jo,
    ini jawaban ujian saya smoga berkenan, terima kasih

    PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN
    JAWABAN UJIAN MATRIKULASI MANAJEMEN DAN ORGANISASI
    PENULIS : MAYRINA, ST

    1. (Jawaban soal no. 3) Seorang manajer harus memiliki kompetensi salah satunya adalah di bidang komunikasi karena seorang manajer harus mampu memahami dan melakukan interaksi dengan berbagai jenis orang di masyarakat seperti memiliki keahlian dalam hal bernegosiasi, memotivasi serta meyakinkan orang lain.

    2. (Jawaban soal no. 4) Kompetensi yang berperan penting bagi seorang kepala daerah kepada kepala dinas adalah Planning and Administration Competency. Seorang pemimpin harus bisa merencanakan dan memimpin, mengatur strategi bagi organisasi secara keseluruhan serta menetapkan kebijakan-kebijakan, menganalisis dan memecahkan masalah.

    3. (Jawaban soal no. 6) Tingkatan-tingkatan manajemen terdiri dari 3 yaitu puncak, tengah dan bawah setiap tingkatan mempunyai manajer dengan tanggung jawab yang berbeda, pada manajemen tingkat puncak (Top Management) manajer bertanggung jawab atas arah dan operasi menyeluruh dari sebuah organisasi. Pada manajemen tingkat menengah (Middle Management) manajer bertanggung jawab menetapkan sasaran-sasaran yang konsisten dengan tujuan-tujuan manajemen puncak dan menterjemahkannya ke dalam rencana-rencana bagi manajer lini pertama untuk dilaksanakan. Pada manajemen supervisi atau tingkat pertama (Supervisory or First-Line Management) seorang manajer secara langsung bertanggung jawab atas produksi barang dan jasa sedangkan pada tingkat yang terakhir manajemen nonsupervis (Non-Supervisory Management) biasanya terdiri dari para tenaga kerja tingkat bawah, seperti buruh.

    4. (Jawaban soal no. 7) Kompetensi Self Management dikenal istilah Intergity dan Ethical Conduct yaitu kompetensi yang memiliki standar integritas pribadi dan perilaku etis yang jelas, menerima tanggungjawab atas tindakannya sendiri.

    5. (Jawaban soal no. 8) Dalam perspektif Max Weber, terdapat 7 prinsip 3 diantaranya adalah sebagai berikut :
    a. Pembagian Kerja. Pekerjaan dipecah-pecah sehingga jelas pembagian masing-masing anggota dalam sebuah organisasi, menempatkan setiap anggota dengan tupoksinya masing-masing sesuai dengan latar belakang pendidikan dan kemampuan serta keahlian yang dimiliki setiap anggota akan menghasilkan pekerjaan selesai dengan baik, tepat dan permasalahan dalam pekerjaan dapat terselesaikan.
    b. Impersonal. Tindakan dan keputusan yang berlaku di dalam organisasi tidak melibatkan perasaan pribadi. Tidak diperbolehkan konflik kepentingan berperan dalam pengambilan keputusan sehingga mempengaruhi profesionalisme dalam pekerjaan.
    c. Jenjang karir. Prinsip ini mengansumsikan bahwa keanggotaan organisasi seseorang adalah seterusnya (continuous basis). Dengan jenjang karir diharapkan anggota dapat mengejar karir dan menjaga komitmen terhadap organisasi. Hal ini juga bisa sebagai motivasi bagi seseorang dalam melaksanakan pekerjaannya dengan berusaha semaksimal mungkin memberikan yang terbaik bagi organisasi.

    Komentar oleh mayrina | Juni 20, 2014 | Balas

  52. Salam Sejahtera Pak Joe……
    Tugas mata kuliah “Matrikulasi Manajemen dan Organisasi.
    Nama : Dyah Widayanti
    Program Magister Manajemen ( Kelas Pagi )

    Pertanyaan no. 1
    Berikan alasan bahwa pekerjaan seorang manajer juga didapati pada kegiatan sehari-hari tanpa memandang bahwa yang bersangkutan apakah menjadi manajer atau tidak pada satu perusahaan . Berikan jawaban dengan memberi contoh:
    Jawaban:
    Karena pada pada dasarnya Manajer adalah Subjek dari atau orang yang melaksanakan kegiatan manajemen. Secara lebih lengkap bahwa menjadi manajer adalah bagaimana cara seseorang bertanggung jawab secara langsung untuk memastikan kegiatan dalam sebuah organisasi ataupun keseharian yang dijalankan baik individu ataupun secara bersama-sama berjalan dengan lancar untuk mendapatkan tujuan yang ingin dicapai. Seorang Manajer bertugas untuk memastikan bahwa seluruh tujuan yang telah ditetapkan oleh dapat diwujudkan melalui rangkaian kegiatan manajemen, baik yang bersifat fungsional maupun operasional.
    Contoh; Dalam kehidupan kelompok masyarakat yang paling kecil yaitu dalam sebuah Rukun tetangga (RT), dimana seorang Ketua RT juga melakukan kegiatan manajer, salah tugas seorang ketua RT adalah mampu mengatur, menggerakkan, mengkoordinasi warga-warganya demi tercapainya suatu tujuan tertentu, misalnya untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan aman. Sehingga sebagai seorang ketua RT harus mampu menjadi contoh dalam kebersihan yang dimulai dari lingkungan tempat tinggalnya sendiri terlebih dahulu, kemudian mengajak para warga untuk secara bersama- sama menjaga kebersihan dilingkungan RT tersebut. Selain itu mampu menciptakan ide-ide atau gagasan serta menampung aspirasi dari warganya dalam menciptakan tujuan tersebut, misalnya dengan mengadakan kegiatan gotong –royong bersama selama 1(satu) hari dalam seminggu dan juga melaksanakan kegiatan ronda malam atau siskamling.

    Pertanyaan no.3
    Kebutuhan akan manajer yang efektif menjadi dasar apakah organisasi dapat mencapai tujuannya baik atau tidak. Dalam hal ini salah satunya dibutuhkan kompetensi di bidang komunikasi , jelaskan hal ini dapat dibangun oleh seorang manajer.
    Jawaban
    Untuk mendapatkan seorang manajer yang efektif sudah tentu setiap manajer harus mempunyai keahlian-keahlian manajemen (managerial skill) untuk dapat mengimplementasikan kegiatan manajemen tersebut, dan salah satu keahlian tersebut adalah keahlian dalam berkomunikasi, yaitu keahlian dalam memahami dan melakukan interaksi dengan berbagai tingkatan karyawan dalam suatu perusahaan, sesama anggota dalam organisasi bahkan berbagai lapisan dalam masyarakat. Karena kegagalan dalam berkomunikasi akan mempersulit dalam mencapai tujuan yang akan dicapai dalam suatu organisasi. Dengan keahlian dalam komunikasi diharapkan semua informasi dapat dibuat dikumpulkan, dibagikan, disimpan dan digunakan dengan secara tepat. Dengan Kemampuan berkomunikasi yang baik akan mampu mensosialisasikan kebijakan-kebijakan, melakukan koordinasi-koordinasi dengan seluruh anggota yang berkepentingan sehingga proses yang dibutuhkan dalam mencapai tujuan akan lebih mudah tercapai. Satu hal yang terpenting adalah dengan menggunakan proses komunikasi yang baik maka seorang manajer akan mampu untuk mengindetifikasi langkah-langkah yang tepat untuk mempercepat pencapaian tujuan, mengidentifikasi stakeholder kebutuhan komunikasi, menjalankan aktivitas komunikasi dan dengan tepat mengirim ataupun menerima informasi yang tepat dan pada waktu yang tepat pula.
    Pertanyaan no. 5
    Adakah peran daripada latar belakang seorang manajer tentang kompetensi yang dimilikinya?
    Jawaban
    Latar belakang seorang manajer tentu saja mempengaruhi kompetensi yang dimilikinya, hal ini dikarenakan Kompetensi pada dasarnya merupakan sebuah refleksi dari nilai-nilai keahlian seseorang dalam melaksanakan bidang pekerjaannya. Dalam hal ini semakin kompleks perkembangan suatu usaha atau organisasi yang terjadi secara langsung akan dapat mempengaruhi perilaku seorang manjajer dalam menjalankan bidang pekerjaannya. Sehingga seorang manajer tentunya harus mempunyai pengalaman dan latar belakang yang dianggap bisa memepengaruhi peningkatan terhadap pekerjaan ataupun mampu untuk memotivasi karyawan lain dalam mencapai tujuan perusahaan.
    Hal ini terjadi karena munculnya nilai-nilai baru yang dibawa oleh perubahan tekhnologi. Oleh karena itu sebagai seorang manajer harus mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan nilai-nilai baru tersebut untuk kemudian diinteprestasikan pada kegiatan inovasi dan kreatifitas yang dapat dikembangkan pada bidang pekerjaannya.. Menurut Stuart dan Lindsay (1997), kompetensi manajerial dapat dibangun melalui lingkungan organisasi dan budaya organisasi, oleh karena itu perubahan yang terjadi pada lingkungan bisnis akan dapat mempengaruhi kompetensi manajerial yang dibutuhkan organisasi.
    Perubahan-perubahan yang terjadi tersebut pada akhirnya dapat mempengaruhi karakteristik organisasi, kekuatan organisasi dan kompetensi manajerial dalam manajemen organisasi. Perubahan iklim persaingan bisnis yang semakin cepat membawa konsekuensi pada semakin pentingnya pembentukan kompetensi manajerial dalam menjaga eksistensi perusahaan dalam persaingan global. Output yang dihasilkan masih dalam kualifikasi standar kemampuan yang bersifat teknis dan belum menyentuh skill manajerial. Oleh karena itu diperlukan berbagai upaya dalam rangka meningkatkan kompetensi manajer apalagi jika sebelumnya seorang manajer belum mempunyai pengalaman pekerjaan pada bagian yang akan dipimpinnya.

    Pertanyaan no. 6
    Pada berbagai tingkatan manajer (puncak, tengah dan bawah) dibutuhkan manajer yang berbeda sesuai dengan kompetensi yang diisyaratkan. Mengapa hal ini demikian ? berikan alasannya.

    Jawaban

    Karena pada tiap tingkatan manajerial membutuhkan keahlian dan kemampuan yang berbeda – beda sesuai dengan tingkatan manajer tersebut.

    1. Manajemen Tingkat Puncak (Top Management).
    Bertanggung jawab atas arah dan operasi menyeluruh dari sebuah organisasi.Misalnya CEO, Presiden, Presiden Divisi, dengan tugas Mengembangkan/menetapkan tujuan-tujuan/ kebijakan-kebijakan, dan strategi-strategi bagi organisasi secara keseluruhan. Mewakili
    organisasi mereka, menghabiskan 75% waktu mereka untuk merencanakan dan memimpin.
    Untuk manajemen tingkat ini, keahlian yang terutama diperlukan adalah keahlian dalam hal konseptual, komunikasi, pengambilan keputusan, manajemen global, dan manajemen waktu.

    2. Manajemen Tingkat Menengah (Middle Managemenet).
    Bertanggung jawab menetapkan sasaran-sasaran yang konsisten dengan tujuan-tujuan manajemen puncak dan menterjemahkannya ke dalam rencana-rencana bagi manejer lini pertama, untuk dilaksanakan misalnya kepala departemen pabrik : Bertanggung jawab untuk mengarahkan dan mengkoordinasi manejer lini pertama dan keryawan non-manejerial, karyawan biasa. Terlibat di dalam menetapkan tenggat waktu produksi; criteria evaluasi kinerja; proyek mana yang perlu diberikan sumber daya. Menterjemahkan tujuan umum manajemen puncak ke dalam rencana-rencana operasional khusus, skedul, dan prosedur serta mengembangkan bawahan mereka.Untuk manajemen tingkat menengah ini, keahlian yang diperlukan di antaranya adalah keahlian konseptual, komunikasi, pengambilan keputusan,manajemenwaktu,danteknikal.

    3. ManajemenSupervisi atau Tingkat pertama (Supervisory or First-LineManagemenet).

    Secara langsung bertanggung jawab atas produksi barang dan jasa”. Misalnya: manejer penjualan, kepala seksi, pengawas produksi : Sebagian besar waktunya dihabiskan dengan orang yang dia supervisi, lebih banyak waktunya untuk memimpin dan mengontrol, sangat membutuhkan ketrampilan teknis dan mensupervisi tugas sehari-hari.
    Keahlian yang diperlukan pada tingkatan ini adalah keahlian komunikasi, pengambilan keputusan, manajemen waktu, dan teknikal.

    4. Manajemen Nonsupervisi (Non – Supervisory Management),
    yang biasanya terdiri dari para tenaga kerja tingkat bawah, seperti buruh. Keahlian yang diperlukan pada tingkatan ini adalah keahlian teknikal, komunikasi, dan manajemen waktu.

    Pertanyaan.No.8
    Max Weber, penggagas pandangan birokrasi, menyampaikan 7 prinsip. Jelaskan 3 diantara 7 prinsip tersebut
    Jawaban
    Weber terkenal dengan konsepnya mengenai organisasi Birokrasi yang ideal dengan menyertakan 8 karakteristik struktural, antara lain :

    Pertama, aturan-aturan yang disahkan, regulasi, dan prosedur yang distandarkan dan arah tindakan anggota organisasi dalam pencapaian tugas organisasi.
    Weber menggambarkan pengembangan rangkaian kaidah dan panduan spesifik untuk merencanakan tugas dan aktivitas organisasi.

    Kedua, spesialisasi peran anggota organisasi memberikan peluang kepada divisi pekerja untuk menyederhanakan aktivitas pekerja dalam menyelesaikan tugas yang rumit.
    Dengan memecah tugas-tugas yang rumit ke dalam aktivitas khusus tersebut, maka produktivitas pekerja dapat ditingkatkan.

    Ketiga, hirarki otoritas organisasi formal dan legitimasi peran kekuasaan anggota organisasi didasarkan pada keahlian pemegang jabatan secara individu.
    Hal ini membantu mengarahkan hubungan intra personal di antara anggota organisasi guna menyelesaikan tugas-tugas organisasi.

    Komentar oleh Dyah Widayanti | Juni 20, 2014 | Balas

  53. PAHRUL ROZI
    MATRIKULASI MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN
    PROGRAM DOKTOR ILMU EKONOMI UNJA.

    2. Dalam pandangan birokrasi, manajemen diterjemahkan menjadi seperangkat aturan yang membuat organisasi ataupun perusahaan agar dapat berjalan dengan efisien. Jelaskan bagaimana birokrasi dapat membuat organisasi menjadi efisien. Berikan contoh.

    JAWAB :
    Birokrasi berasal dari kata bureaucracy diartikan sebagai suatu organisasi yang memiliki rantai komando dengan bentuk piramida, dimana lebih banyak orang berada ditingkat bawah dari pada tingkat atas, biasanya ditemui pada instansi yang sifatnya administratif maupun militer. Pada rantai komando ini setiap posisi serta tanggung jawab kerjanya dideskripsikan dengan jelas dalam organigram. Organisasi ini pun memiliki aturan dan prosedur ketat sehingga cenderung kurang fleksibel. Ciri lainnya adalah biasanya terdapat banyak formulir yang harus dilengkapi dan pendelegasian wewenang harus dilakukan sesuai dengan hirarki kekuasaan. Birokrasi menjadi efisien disebabkan hal-hal berikut :
    a. Kejelasan tugas dan jabatan.
    Dengan adanya hirarki dalam birokrasi maka teciptalah kejelasan tugas dan jabatan. Kejelasan tugas dan jabatan memastikan tugas dan tanggung jawab sebagai bagian kekuasaan yang habis dibagi. Tugas dan jabatan yang diberikan memperjelas wewenang yang akan dijalankan. Semuanya dipertanggungjawabkan secara hierarkis dan abstraktif. Secara hierarkis, tugas dan jabatan yang diberikan memperjelas wewenang yang akan dijalankan. Secara hierarkis, tugas dan jabatan dipertanggungjawabkan melalui tingkatan tertentu dari level bawah hingga puncak institusi. Sedangkan abstraktif menunjukkanbahwa sekalipuun tugas dan jabatan bersifat teknikal, namun pola pertanggungjawaban dilakukan oleh lapisan paling bawah ke pimpinan puncak institusi.
    b. Terciptanya Sistem Informasi yang Jelas.
    Sistem hierarkis membuka ruang bagi sistem informasi secara bertingkat dari lapisan bawah ke atas. Semakin ketat sistem hierarkis yang diterapkan, semakin mudah memperoleh informasi melalui mekanisme yang ditetapkan dan semakin tinggi tingkat transparansi dan akuntabilitas penyelenggara pemerintahan.
    c. Kecakapan Teknis.
    Kecakapan teknis menjadi karakteristik esensial dalam birokrasi. Salah satu kemunduran birokrasi selama ini karena rendahnya sumber daya manusia yang menjadi instrumen pokok birokrasi. Jika birokrasi diharapkan berperan sebagai cerminan atas harapan masyarakat, seyogyanya ia mampu dan dituntut memiliki sejumlah kemampuan tertentu yang memungkinkan keseluruhan harapan tadi dapat terwujud secara efektif. Tingginya harapan dan tuntutan masyarakat mendorong perlunya rekruitment pejabat birokrasi yang berkualitas dalam rangka mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien.

    Contoh : Adanyan Struktur organisasi dan pembagian tugas pokok dan fungsi masing-masing pos yang ada distruktur tersebut menggambarkan adanya kejelasan tugas dan wewenang, sistem informasi yang jelas dan kecakapan yang harus dimiliki.
    4. Untuk organisasi di bidang pemerintahan, seperti seorang kepala daerah kepada kepala dinas, kompetensi apa yg berperan penting. Berikan alasannya!

    JAWAB :
    Kompetensi yang diperlukan oleh seorang kepala daerah diantaranya adalah:
    a. Strategic Thinking, yaitu kemampuan untuk memahami kecenderungan perubahan lingkungan organisasi yang cepat, ancaman kompetisi, ekuatan serta kelemahan organisasi itu sendiri. Dengan kompetensi ini, pemimpin dapat menciptakan dan menjalankan strategi organisasi.
    b. Flexibility, yaitu kemampuan untuk beradaptasi dan menanggapi perubahan lingkungan secara cepat dan efektif. Dalam lingkungan organisasi pemerintah, flexibility sangat diperlukan untuk merespon berbagai perubahan yang sangat kompleks dalam masyarakat, perkembangan tuntutan masyarakat akan kualitas pelayanan, transparansi, dan partisipasi dalam proses pembangunan.
    c. Kemampuan untuk merencanakan dan mengimplementasikan yang diukur dengan semangat berprestasi (Achievement Organization), Ketelitian terhadap kejelasan tugas (Concern for order), Inisiatif (Initiative) dan pencarian informasi (Information Seeking). Dalam hal ini diharapkan aparatur pemerintahan daerah yang menjabat pada jabatan tertentu mempunyai standar superior daripada pegawai biasa. Tentu saja hal ini akan dapat dicapai melalui pengembangan dengan standar kompetensi yang jelas.
    d. Kemampuan melayani yang dapat diukur dengan melalui Empati (Interpersonal Understanding), dan Orientasi pada pelanggan (Costumer Service Orientation). Aparatur pemerintah daerah diharapkan semua memenuhi standar ini sesuai dengan keinginan masyarakat selaku konsumen atau pelanggan.
    e. Kemampuan Leadership yakni kompetensi yang berkaitan dengan aktivitas memimpin organisasi dan orang-orang yang ada di dalamnya untuk mencapai tujuan, visi, dan sasaran, yang telah ditetapkan.
    f. Kemampuan managerial yakni kompetensi yang secara khusus berhubungan dengan pengaturan , pengawasan, dan pengembangan pegawai yang dapat diukur melalui kemampuan mengembangkan orang lain (Developing Others), Mengarahkan orang lain (Directiveness), Kemampuan kerjasama (Tim Work), Kemampuan memimpin kelompok (Team Leadership).
    g. Kemampuan berpikir diukur dengan kemampuan berpikir analisis dan kemampuan berpikir konsepsional, serta keahlian profesional (expertise), yakni memahami sesuatu melalui pemecahan atau pemilaha persoalan ke dalam bagian-bagian yang lebih kecil, atau mengenali impilkasi dari sesuatu melalui tahap demi tahap. Kompetensi ini melibatkan penggunaan logika, pemikiran yang sistematik untuk memahami, menganalisis dan menyelesaikan masalah. Pimpinan daerah diharapkan memiliki kompetensi ini sehingga mampu mengidentifikasi dan mengevaluasi beberapa enyebab yang mungkin dai suatu masalah, dan selanjutnya membangun serta melaksanakan rencana untuk mengatasi masalah.
    h. Kemampuan bersikap dewasa yang dapat diukur dari Pengendalian diri (self Controll), Kepercayaan Diri (Self Confidence), Penyesuaian diri (flexibility), dan komitmen terhadap organisasi.

    5. Dalam konsep kepemimpinan dikenal ucapan “leadership is a process, not a position” jelaskan artinya.
    JAWAB :
    Kepemimpinan adalah sebuah proses pembelajaran maupun dari proses pengalaman hidup dan bukan posisi. Pada dasarnya kepemimpinan itu bukanlah suatu posisi atau jabatan strategis yang berhasil diraih dengan telah mengorbankan banyak potensi sumberdaya dan sumberdana. Kepemimpinan itu adalah pekerjaan, makin tinggi jenjang kepemimpinan maka makin besar pula bobot pekerjaan dan tanggung jawab yang dipikul. Oleh karena itu kepemimpinan dapat dikatakan sebagai suatu instrumen stratejik yang harus dimiliki oleh setiap pemimpin agar dapat merumuskan dan menjalankan roda organisasi.
    Kepemimpinan sebagai suatu proses, sangat dipengaruhi pandangan tradisonal yang mengungkapkan bahwa terdapat rintangan-rintangan yang berkaitan dengan pengembangan kepemimpinan dari sudut apa yang diungkapkan dalam pikiran mengenai „Kepemimpinan yang baik adalah pikiran pada umumnya“ ; „Pemimpinan adalah dilahirkan bukan dibentuk“ ; „Hanya sekolah yang mengajarkan kepemimpinan adalah sekolah yang kurang berpengaruh“.
    Walaupun begitu banyak difinisi keemimpinan yang ada, kita merumuskan kepemimpinan sebagai suatu proses dalam mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan kelompok. Jadi kepemimpinan setiap orang berbisnis dan berarti setiap orang bertanggung jawab, maka pembelajaran sebagai kerangka kerja konsepsional untuk pemikiran tentang kepemimpinan dapat memantu dalam membentuk keperibadian atas pengalaman anda dari pekerjaan terutama yang menyangkut pengembangan nilai-nilai kepemimpinan.

    6. Dalam pandangan para peneliti kepemimpinan, beda antara manajer dan kepemimpinan adalah sesuatu yang sulit dibedakan. Tapi Bennis (1989) membedakan manajer dan kepemimpinan antara lain melalui pembeada berikut:
    a) Managers administer; leaders innovate
    b) Managers maintain; leaders develop
    c) Mangers control; leaders inspire.
    Jelaskan perbedaan ketiga pembeda tersebut.

    Menurut Warren Bennis perbedaan penting antara pemimpin dan manajer adalah :
    a. Leader melakukan inovasi, sedangkan manajer mengelola.
    Ini berarti bahwa seorang leader atau pemimpin adalah orang yang datang dengan ide-ide baru dan menggerakkan seluruh organisasi ke dalam fase berpikir untuk maju. Orang ini harus terus-menerus mengembangkan strategi-strategi dan taktik baru . Dia harus memiliki pengetahuan tentang tren terbaru, penelitian, dan keahlian.
    b. Leader menginspirasi sementara manajer bergantung pada kontrol.
    Seorang pemimpin adalah seseorang yang menginspirasi orang lain untuk menjadi yang terbaik dan tahu cara yang tepat mengatur tempo serta kecepatan untuk seluruh kelompok. Kepemimpinan adalah bukan apa yang Anda lakukan-tetapi apa yang orang lain lakukan sebagai respon dari Anda. Jika tidak ada yang muncul di barisan Anda, maka Anda bukanlah seorang pemimpin.
    c. Pemimpin bertanya “what” dan “why,” sedangkan manajer bertanya “how”.
    Jika perusahaan Anda mengalami kegagalan, pekerjaan leader adalah untuk datang dan berkata, “Apa yang kita pelajari dari hal ini?” Dan “Bagaimana kita menggunakan kegagalan ini untuk memperjelas tujuan kita atau mendapatkan sesuatu yang lebih baik?”
    Sebaliknya, manajer tidak benar-benar berpikir tentang apa artinya kegagalan.

    7. Bagi peneliti kepemimpinan diyakini bahwa kepemimpinan bukanlah sesuatu yang dibawa lahir akan tetapi dapat dipelajari. Henry Mizberg mengatakan bahwa “leadership, like swimming, cannot be learned by reading about it” jelaskan apa makna ungkapan itu.

    Kepemimpinan itu ibarat berenang, yang tidak bisa dipelajari hanya dengan cara membaca. Artinya kepemimpimam itu merupakan seni dan ilmu yang harus dipadukan kepemimpinan dapat dipelajari dengan mengenali secara mendalam aspek – aspek yang berkaitan dengan manajemen, dinamika organisasi dan ketatalaksanaan, kepemimpinan bisa dikembangkan secara ilmiah dengan cara menggali dan mempelajarinya secara nyata dalam rentang yang cukup panjang.
    Kepemimpinan sering disebut sebagai suatu seni, bukannya dalam pengertian sebagai suatu anugerah yang didapat sejak dari lahir. Karena itulah kepemimpinan bisa dilatih.
    Kepemimpinan bukanlah tentang kepribadian; kepemimpinan adalah tentang perilaku.
    Serangkaian ketrampilan dan kemampuan yang bisa diamati. Para pemimpin dimanapun juga, mempunyai kesamaan pola perilaku yang umum. Pola-pola perilaku para pemimpin yang efektif ini kemudian diklasifikasikan ke dalam lima praktek perilaku pemimpin, yaitu:
    • Menjadi Teladan,
    • Memberikan inspirasi tentang visi,
    • Menantang proses atau mengubah status quo,
    • Menunjang orang lain untuk bisa bertindak dan mengambil peran,
    • Mendorong semangat orang-orangnya.
    Karena kepemimpinan adalah perilaku oleh sebab itu kepemimpinan dapat dipelajari.

    Komentar oleh PAHRUL ROZI | Juni 20, 2014 | Balas

  54. Mulyadi Raf
    PROGRAM STUDI DOKTOR ILMU EKONOMI
    UJIAN MATRIKULASI-MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN

    Soal:
    1. Dalam pandangan birokrasi, manajemen diterjemahkan menjadi seperangkat aturan yang membuat organisasi ataupun perusahaan agar dapat berjalan dengan efisien . Jelaskan bagaimana birokrasi dapat membuat organisasi menjadi efisien berikan contoh.
    Jawab:
    Menajemen yang birokratik ditandai oleh adanya aturan-aturan (the use of rules), sekumpulan hirarki ( a set of hierarchi), pembagian kerja yang jelas (a clear division of labor), dan prosedur-prosedur yang rinci (detailed procedures). Elemen-elemen yang melekat pada manajemen birokratik ini melandasi karakteristik manajemen birokratik, yang meliputi:
    (a) aturan yang formal – yang diperlukan sebagai guidelines bagi karyawan dalam melaksanakan pekerjaan.
    (b) impersonality – di mana karyawan dievaluasi kinerjanya secara objektif berdasarkan aturan dan data .
    (c) pembagian tugas – memecah pekerjaan menjadi bagian-bagian yang bersifat spesialis, sehingga memungkinkan organisasi menggunakan personil dan sumberdaya job trainig secara efisien.
    (d) sturktur Yang hirakis – memberi peringkat pekerjaan sesuai dengan jumlah kewenangan (hak untuk membuat keputusan) pada setiap pekerjaan.
    (e) struktur otoritas yang rinci – yang menegaskan siapa yang memiliki hak untuk membuat keputusan
    (f) komitmen karir jangka panjang – organisasi dan karyawan memandang bahwa mereka memilki komitmen yang sama atas karir jangka panjang karyawan, dan
    (g) rasionalitas – yaitu menggunakan cara yang paling efisien untuk mencapai tujuan organisasi.
    Karakteristik-karakteristik ini diramu menjadi sebuah “blue print” yang menggambarkan secara komperehensif bagaimana sebuah organisasi dijalankan. Dengan pola manajemen yang ditata secara demokratik tersebut akan sangat memungkinkan sebuah organisasi dijalankan secara efisien dan konsisten. Perkerjaan-pekerjaan yang bersifat rutin dan banyak dapat dilaksanakan dengan mudah oleh karyawan dengan mengikuti aturan dan prosedur yang telah ditentukan. Hasil pekerjaan yang dilakukan karyawan memiliki standar kualitas yang tinggi. Contoh organisasi yang menerapkan manajemen birokratik adalah organisasi militer.

    2. Kebutuhan akan manajer yang efektif menjadi dasar apakah organisasi dapat mencapai tujuannya baik atau tidak. Dalam hal ini salah satunya dibutuhkan kompetensi di bidang komunikasi , jelaskan urgensi kompetensi ini pada jenjang kepemimpinan (puncak, menengah dan bawah) di jenjang mana kompetensi ini paling dibutuhkan.

    Jawab:
    Kompetensi komunikasi adalah kemampuan yang harus dimiliki seseorang (manajer) untuk menyampaikan informasi dan saling bertukar informasi secara efektif sehingga terjadi kesepahaman antara manajer dan karyawan dan/atau pihak lain. Ada tiga tipe kompetensi komunikasi yang dapat digunakan oleh manajer, yaitu (a) komunikasi informal, (b) Komunikasi Formak, dan (c) Negosiasi.
    Karena tujuan mamanage suatu organisasi adalah untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, dan sesuai pula dengan esensi manajemen yakni untuk mencapai tujuan tersebut harus dilakukan melalui orang lain, maka kompetensi komunikasi penting bagi setiap level manager meskipun dengan menggunakan tipe komunikasi yang berbeda.
    Pada dasarnya setiap level manajer harus mampu mengekspresikan apa yang ada di dalam fikirannya, dan memahami fikiran orang lain. Hal ini hanya dapat dilakukan melalui kompetensi komunikasi yang dimilikinya, baik secara tertulis, oral, ataupun non verbal (isayarat atau bahasa tubuh). Tanpa memiliki kompetensi komunikasi sulit bagi manajer untuk dapat dengan efektif mengelola organisasinya dengan efektif, tertutama ketika organisasi memiliki jaring yang luas yang menghubungkannya dengan orang-orang yang ada di dalam maupun di luar organisasi.
    Jika dilihat dari level pimpinan (puncak, menengah dan bawah), maka urgensi kompetensi komunikasi sangat tergantung pada manjerial skill yang harus dimiliki oleh oleh masing-masing level manajer. Manajer yang berada pada level puncak lebih banyak memerlukan kahalian konseptual (conceptual skill). Manajer level menengah lebih banyak membutuhkan keahalian hubungan antar manusia (human relation skill). Manager level bawah membutuhkan keahlian teknis untuk melaksanakan pekerjaannya.
    Dari ketiga level manajer tersebut, manajer level menengah paling banyak membutuhkan kompetensi komunikasi karena manajer ini merupakan penghubung antara top manajer dengan manajer level bawah, dan sebaliknya. Manajer level menengah harus mampu mengkomunikasikan setiap keputusan dan kebijakan yang dibuat oleh top manajer untuk diimplementasikan oleh manajer level bawah. Sebaliknya dia juga harus mampu mengkomunikasikan pertanggunjawaban atas implementasi keputusan kepada top manajer.
    Dalam menerapkan kompetensi komunikasinya, manajer level menengah menggunakan komunikasi informal untuk membangun hubungan interpersonal dan mendapatkan feeback dan menggunakan competensi negosiasi untuk membangun hubungan dan pengaruh kepada manajer level atas, dan untuk mengabil keputusan dan tindakan yang adil dalam menangani problem pada manajer level.

    3. Untuk organisasi di bidang pemerintahan , seperti seorang kepala daerah kepada kepala dinas, kompetensi manajer apa yang menurut anda berperan penting. Berikan alasannya,

    Jawab.
    Kepala Daerah (gubernur) merapakan pimpinan tertinggi dalam suatu wilayah pemerintahan (provinsi). Dalam melaksanakan aktivitasnya sebagai kepala daerah, gubernur dibantu oleh para kepala dinas (pimpinan level menengah). Dari titik pandang bidang keahlian yang harus dikuasai seorang kepala daerah berfokus kepada keahlian konseptual, sedangkan ruang lingkup dan rentang waktu dari pekerjaannya bersifat strategik dan jangka panjang, dan rentang kendali dari pekerjaannya relatif luas. Dengan demikian maka seorang pimpinan daerah (gubernur) memerlukan lebih banyak kompetensi strategic action, kompetensi self management dan kompetensi perencanaan dan adminstratif.
    Kompetensi strategic action diperlukan oleh pimpinan daerah untuk membantunya dalam merumuskan dan memahami visi, misi, dan nilai-nilai organisasi, serta memastikan bahwa tindakan karyawan sesuai dengan visi, misi, dan nilai-nilai organisasi tersaebut. Self Competency diperlukan untuk menjaga integritas diri etika, semangat, fleksibilitas, keseimbangan antara kerja dan tuntutan hidup, dan pengembangan dirinya sebagai kepala daerah.
    Sedangkan para kepala dinas yang berada pada level menengah membutuhkan keahlian hubungan antar manusia (human relation skill) untuk mengkoordinasikan aktivitas karyawan, menetapkan tujuan yang konsisten dengan sasaran kepala daerah serta mentrasmisikannya kepada manajer level bawah (kepala bagian). Menyelesaikan kontradiksi antara harapan kepala daerah tntang apa yang harus dicapai dengan apa yang dapat dilaksankana oleh para karyawan. Dengan demikian maka para kepala dinas memerlukan lenbih banyak kompetensi teamwork, communication competency.

    4. Dalam konsep kepemimpinan dikenal ucapan “leadership is a process, not a position” jelaskan artnya.

    Jawab:
    Artinya bahwa leadership adalah sauatu proses untuk mempengaruhi sekelompok orang guna mencapai suatu tujuan. Untuk itu diperlukan kemampuan mempengaruhi orang lain dengan menciptakan suatu kadaan yang kondusif bagi suatu kelompok orang untuk secara bersama–sama mencapai suatu tujuan. Sedangkan posisi adalah sebuah gelar atau jabatan seperti presiden, direktur perusahaan, gubernur dan sebagainya. Oleh karena itu leadership bukanlah posisi. Seseorang dapat memimpin tanpa posisi karena kepemimpinan tidak tergantung pada posisi, tetapi seseorang yang menduduki suatu posisi mempunyai potensi untuk memimpin.

    5. Bagi peneliti kepemimpinan diyakini bahwa kepemimpinan bukanlah sesuatu yang dibawa lahir akan tetapi dapat dipelajari. Henry Mizberg mengatakan bahwa “leadership, like swimming, cannot be learned by reading about it” jelaskan apa makna ungkapan itu.

    Jawab.
    Maksudnya bahwa kepemimpin itu bukanlah semata-mata bakat yang dibawa dari lahir, tetapi kepemimpinan dapat dipelajari baik dari pendidikan formal maupun non formal. Seseorang yang terlahir dengan sifat-sifat fisik dan psikologis yang berkaitan erat dengan karakteristik kepemimpinan seperti kondisi fisik yang sempurna, percaya diri, intelijensia yang tinggi, dan ulet, maka ketika diberi pendidikan leadership akan mepercepat pembentukan karakter kemimpinannya. Akan tetapi seperti kata Minzberg bahwa “leadership, like swimming, cannot be learned by reading it”, artinya kepemimpinan itu tidak bisa terbentuk pada diri seserang hanya dengan membaca atau mempelari teori atau konsep-konsep kepemimpinan, tetapi juga harus dipraktekkan dalam dunia nyata. Pendidikan formal yang didapat dari lembaga pendidikan tidak serta merta menciptakan seseorang menjadi pemimpin, tetapi menguasai (mastering) konsep-konsep kepemimpinan melalui pendidikan formal serta didukung dengan karakteristik kepemimpinan yang dibawa dari lahir dan dipraktekan dalam duinia nyata akan mempercepat proses pembentukan karakter kepemimpinan pada diri seseorang.pemimpin

    Komentar oleh Mulyadi Raf | Juni 20, 2014 | Balas

  55. Salam pak jo

    UJIAN MATRIKULASI MANAJEMEN DAN ORGANISASI
    PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN UNIVERSITAS JAMBI
    Dosen Pengasuh : Dr. Johannes, SE., M. Si dan Drs. Muliady Raf. MBA
    Nama : ABDUL GAPUR
    Tanggal :20 Juni 2014
    Soal dan jawaban
    1. Berikan alasan bahwa pekerjaan seorang manajer juga didapati pada kegiatan sehari-hari tanpa memandang bahwa yang bersangkutan apakah menjadi manajer atau tidak pada satu perusahaan . Berikan jawaban dengan memberi contoh.
    Manejer tidak hanya terdapat di sebuah perusahaan besar saja, dalam pekerjaan sehari hari juga dibutuhkan manajer serta manejer itu sediri sebenarnya terdapat di dalam diri kita sendiri, tinggal lagi bagaimana kita mengolah mengatur, menata serta memaksimalkan dan memanajmenkan diri kita menjadi manejer untuk sebuah proses pencapai tujuan dan cita cita dalam hidupan sehari-hari. Dan hal yang terpenting adalah usaha kita menggali potensi manejer yang ada di dalam diri kita betapa tidak mungkin dalam menjalankan kehidupan sehari hari banyak persoalan, komplik serta masalah yang mesti kita lalui dan untuk mengakamodir persoalan-persoalan yang menimpa kita, tentu butuh manejer sihingga target penyelesaian dapat di selesaikan sengan maksimal.
    Cantoh;
    Seorang mahasiswa pasca sarjana MM kalau dia berkeinginan dan berniat untuk menyelesaikan studi dengan cepat mesti memanejerkan dirinya untuk berpikir gimana cara untuk menyelesaikan perkuliyahannya sehingga tidak telat, dan bisa menyelesaikan pasca S2 nya sesuai dengan yang sudah di jadwalkan oleh pihak kampus. Tentu ini membutuhkan sebuah usaha yang dibangun dari dalam dirinya sendiri, bagaimana pola mengatur waktu antara pekerjaan dan perkuliyahan, dan pendanaan sehingga mampu memaksimalkan waktu untuk menyelesaikan studi dengan cepat.

    2. Max Weber, penggagas pandangan birokrasi, menyampaikan 7prinsip.Jelaskan 3 diantara 7 prinsip tersebut.
    a. Birokrasi sebagai organisasi rasional
    Birokrasi merupakan organisasi rasional sebagian besar mengikut pada pemahaman Weber. Namun, rasional di sini patut dipahami bukan sebagai segalanya terukur secara pasti dan jelas. Kajian sosial tidap pernah menghasilkan sesuatu yang pasti menurut hipotesis yang diangkat. Birokrasi dapat dikatakan sebagai organisasi yang memaksimumkan efisiensi dalam administrasi. Secara teknis, birokrasi juga mengacu pada mode pengorganisasian dengan tujuan utamanya menjaga stabilitas dan efisiensi dalam organisasi-organisasi yang besar dan kompleks. Birokrasi juga mengacu pada susunan kegiatan yang rasional yang diarahkan untuk pencapaian tujuan-tujuan organisasi.
    Perbedaan dengan Weber adalah, jika Weber memaklumkan birokrasi sebagai “organisasi rasional”, Albrow memaksudkan birokrasi sebagai “organisasi yang di dalamnya manusia menerapkan kriteria rasionalitas terhadap tindakan mereka.”
    b. Birokrasi sebagai Inefesiensi Organisasi
    Birokrasi merupakan antitesis (perlawanan) dari dari vitalitas administratif dan kretivitas manajerianl. Birokrasi juga dinyatakan sebagai susunan manifestasi kelembagaan yang cenderung ke arah infleksibilitas dan depersonalisasi. Selain itu, birokrasi juga mengacu pada ketidaksempurnaan dalam struktur dan fungsi dalam organisasi-organisasi besar.
    Birokrasi terlalu percaya kepada preseden (aturan yang dibuat sebelumnya), kurang inisiatif, penundaan (lamban dalam berbagai urusan), berkembangbiaknya formulir (terlalu banyak formalitas), duplikasi usaha, dan departementalisme. Birokrasi juga merupakan organisasi yang tidak dapat memperbaiki perilakunya dengan cara belajar dari kesalahannya. Aturan-aturan di dalam birokrasi cenderung dipakai para anggotanya untuk kepentingan diri sendiri.

    c. Birokrasi sebagai kekuasaan yang dijalankan oleh pejabat.
    Birokrasi merupakan pelaksanaan kekuasaan oleh para administrator yang profesional. Atau, birokrasi merupakan pemerintahan oleh para pejabat. Dalam pengertian ini, pejabat memiliki kekuasaan untuk mengatur dan melakukan sesuatu. Juga, seringkali dikatakan birokrasi adalah kekuasaan para elit pejabat.
    3. Dalam pandangan birokrasi, manajemen diterjemahkan menjadi seperangkat aturan yang membuat organisasi ataupun perusahaan agar dapat berjalan dengan efisien. Jelaskan bagaimana birokrasi dapat membuat organisasi menjadi efisien berikan contoh.
    Organisasi birokrasi yang mampu memberikan pelayanan publik secara efektif dan efesien kepada masyarakat, salah satunya jika strukturnya lebih terdesentralisasi daripada tersentralisasi. Sebab, dengan struktur yang terdesentralisasi diharapkan akan lebih mudah mengantisipasi kebutuhan dan kepentingan yang diperlukan oleh masyarakat, sehingga dengan cepat dan tepat birokrasi dapat menyediakan pelayanannya sesuai yang diharapkan masyarakat pelanggannya, serta penempatan job sesuai dengan disiplin ilmu tentu sangat berperan sekali untuk kelangsungan sebuah organisasi. Sedangkan dalam kontek persyaratan budaya organisasi birokrasi, perlu dipersiapkan tenaga kerja atau aparat yang benar-benar memiliki kemampuan (capabelity), memiliki loyalitas kepentingan (competency), dan memiliki keterkaitan kepentingan (consistency atau coherency)
    4. Kebutuhan akan manajer yang efektif menjadi dasar apakah organisasi dapat mencapai tujuannya baik atau tidak. Dalam hal ini salah satunya dibutuhkan kompetensi di bidang komunikasi , jelaskan hal ini dapat dibangun oleh seorang manajer.
    Komunikasi yang terjadi di dalam suatu organisasi penting serta sangat dibutuhkan karena dengan adanya komunikasi maka kita sebagai manusia bisa berhubungan dengan orang lain dan saling bertukar pikiran yang bisa menambah wawasan kita maupun seseorang dalam bekerja, berorganisasi, atau menjalani kehidupan sehari-harinya.
    Maka untuk membina hubungan kerja antar pegawai dengan atasan mesti tercipta komunikasi yang baik dan efektif, secara lebih terperinci mengenai pekerjaan yang dijalani. Dalam hal ini, perlu ada yang menyalurkan solusi dan ide melalui komunikasi harus ada si pengirim berita (sender) maupun si penerima berita (receiver). Solusi-solusi yang diberikan pun tidak diambil semaunya saja, tetapi harus ada dasar, pertimbangan penyaringan dan seleksi yang harus di pertimbangkan terlebih dahulu, manakah solusi yang terbaik yang akan ditempuh, dan yang akan dilaksanakan oleh organisasi tersebut agar mencapai tujuan bersama, serta visi, misi suatu organisasi. Di sisi lain, akan tetapi dalam prakteknya proses komunikasi harus melalui tahapan-tahapan yang kadang-kadang agak sulit dijalankan. Berikut ini merupakan tahapannya :
     Ide atau gagasan; pengirim
     Perumusan; ide sipengirim disampaikan dalam bentuk tulisan
     Penyaluran; lisan, tertulis, mempergunakan simbol atau bahasa isyarat
     Tindakan; perintah-perintah dalah sebuah organisasi di jalankan sesuai ketentuan
     Pengertian; pesan yang disampaikan oleh si pengirim menjadi pertimbangan dalam mebuat ide atau mengambil sebuah keputusan olehg penerima pesan
     Penerimaan; penerimaan ini di terima oleh penerima berita
    Dalam membina kerja sama dalam kelompok inilah yang nantinya digunakan dalam rangka membina koordinasi organisasi kesatuan gerak dan arah yang sesuai dengan arah dan tujuan organisasi.
    Pengambilan keputusan juga sangat memerlukan komunikasi yang setepat-tepatnya, karena dalam akhir dari pengambilan keputusan tersebut hendaknya juga merupakan pencerminan dari adanya koordinasi dan kerjasama yang tercipta dalam lingkungan perusahaan atau lingkungan organisasi.

    5. Dalam hal organisasi manajemen birokrasi apa sesuai dilaksanakan.
    Harus ada prinsip kepastian dan hal-hal kedinasan harus diatur berdasarkan hukum. Diterapkannya sistim Tata Jenjang dalam kedinasan. Prinsip ini mengandung makna bahwa ada tatanan di tingkat atas, ada pula tatanan tingkat bawah. Yang ada di tingkat atas berwenang mengawasi dan mengendalikan tingkat di bawahnya. Manajemen yang modern haruslah didasarkan pada dokumen dokumen yang tertulis, yang aslinya tersimpan tahan lama dan dalam bentuk yang kuat. Oleh karena itu harus satuan organisasi dan pegawai yang bertugas itu. Spesialisasi dalam manajemen atau organisasi harus didukung oleh keahlian yang terlatih. Hubungan kerja diantara orang-orang dalam organisasi didasarkan atas prinsip impersonal. Dan Organisasi yang epektif yang dapat diterapkan pada manajemen birokrasi adalah Organisasi di bidang Pemerintahan dimana Manajemen Birokrasi dalam Pemerintahan memang dipandang perlu untuk mewujudkan sebuah visi dan misi dalam sebuah pemerintahan serta mengatur sistem birokrasi sebuah lembaga pemerintahan itu sendiri. Manajemen Birokrasi dalam sebuah organisasi pemerintahan adalah manajemen yang dinilai tepat dalam mengatur jalannya roda organisasi pemerintahan melalui prinsip-prinsip serta bentuk birokrasi. buah konsep yang tepat tentu saja manajemen birokrasi sangat dibutuhkan dalam organisasi pemerintahan dimana fokusnya untuk mewujudkan pemerintahan yang baik. Dalam proses penataan pemerintahan yang baik harus di pusatkan pada manajemen birokrasi yang konsep perencanaannya diatur dengan dengan jelas dan terstruktur untuk mencapai target memenuhi kebutuhan kelayak ramai, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan mengurangi secara signifikan tingkat penyalahgunaan, wewenang dan jabatan di lingkungan aparatur pemerintahan. Proses pelaksanaan dalam sebuah organisasi pemerintahan yang diterapkan melalui manajemen birokrasi diharapkan Pemerintah mampu berperan aktif sebagai fasilitator dalam penyelengaraan pemerintahan dan turut menciptakan situasi yang kondusif serta mendukung lancarnya proses roda pemerintahan dan pembangunan. kemudian meninggkatkan rasa percaya masyarakat terhadap sebuah lembaga pemerintahan.

    Komentar oleh ABDUL GAPUR | Juni 20, 2014 | Balas

  56. NAMA : RINA WIDIASIH,SE
    PRODI : MAGISTER MANAJEMEN UNIVERSITAS JAMBI
    KELAS : PAGI
    UJIAN MARTIKULASI MANAJEMEN DAN ORGANISASI
    DOSEN PENGASUH : Dr.Johannes ,SE.M.Si

    1.Kegiatan manajer juga bisa dilakukan pada kehidupan sehari-hari diluar kegiatan perusahan misalnya saya sendiri seorang ibu rumah tangga yang juga bekerja di luar rumah,tentunya membutuhkan asisten rumah tangga untuk membantu berlangsungnya kehidupan dalam rumah tangga yaitu dengan merekrut Asisten atau Pembantu Rumah Tangga. Tanpa di sadari fungsi manajemen yang kita kenal dengan POAC ( Planning, Organizing,Actuating and Controling )itu kita lakukan sehari-hari dari merencanakan mencari pembantu tentunya dengan syarat-syarat yang telah kita tentukan antara lain umur,jenis kelamin,pendidikan dan pengalaman,setelah mendapatkan Pembantu Rumah Tangga selanjutnya saya akan memberikan rincian tugas pokok yang harus dilakukan oleh pembatu tersebut kemudian Menggerakkan dan tentunya Mengawasi.Jadi tidak hanya dalam Perusahaan saja Manajer itu ada, Seorang Ibu Rumah Tangga juga seorang Manajer untuk rumah tangganya.
    3.Yang dapat di bangun oleh Seorang manajer dalam bidang kompetensi komunikasi agar kebutuhan akan manajer yang efektif menjadi dasar apakah organisasi dapat mencapai tujuannya dengan baik sangat lah fundamental karena kompetensi komunikasi adalah kemampuan sorang manajer secara efektif untuk mentransfer dan memberikan informasi yang mengarah pada pemahaman diri sendiri dan orang lain.Ketrampilan komunikasi ini sangat penting dalam kehidupan manusia,dimana dapat kita lihat komunikasi dapat terjadi pada setiap gerak langkah manusia baik komunikasi secara verbal maupun nonverbal.oleh karena itu dalam konteks dunia kerja arus komunikasi antara atasan ,bawahan dan rekan sekerja bahkan dengan pihak lain yang terkait dalam kegiatan suatu pekerjaan akan sangat berdampak pada kinerja.
    4.Untuk organisasi di bidang Pemerintahan seperti Kepala Daerah kepada Kepala Dinas, Kompetensi yang penting yang harus dimiliki oleh Kepala Daerah menurut saya adalah KOORDINASI.Karena Koordinasi adalah suatu proses dimana Pimpinan mengembangkan Pola usaha kelompok secara teratur diantara bawahannya dan menjamin kesatuan tindakan di dalam tujuan bersama.
    Koordinasi sangatlah penting bagi Kepala Daerah karena jabatannya adalah juga sebagai Kepala Wilayahsebagai wakil Pemerintahan Pusat di daerah , Kepala Wilayah menjalankan fungsi Koordinasi terhadap semua instansi vertikal dan dinas daerah yang ada di wilayahnya (PP nomor 6 Tahun 1988).Koordinasi jauh lebih mudah dilaksanakan karena adanya satu garis komando dari masing-masing pimpinan instansi yang bermuara di tangan Kepala Daerah.
    Fungsi Kepala Daerah / Gubernur sendiri adalah : Melakukan Koordinasi dengan Instansi vertikal yang ada di tingkat Provinsi dan Dinas-dinas Provinsi, Melakukan pembinaan,pengawasan dan fasilitasi penyelenggaraan otonomi daerah. Maka kompetensi KOORDINASI harus di miliki oleh Kepala Daerah karena koordinasi merupakan faktor dominan di dalam kehidupan kepemerintahan daerah yang harus secara terus menerus dilakukan dan di tingkatkan dalam rangka pencapaian tujuan yang optimal.
    7. Dalam Kompetensi Self Management,salah satunya dikenal Intergity dan Ethical Conduct.Integity yaitu tindakan yang konsisten yang sesuai dengan nilai-nilai, norma-norma,peraturan, kebijakan suatu organisasi dengan kode etik profesi walaupun pada kenyataannya semua itu sulit untuk dilakukan.Ethical Conduct yaitu suatu prilaku etis yang diartikan sebagai hubungan kerja sama antara individu dengan kelompok atau organisasi tapi hubungan kerjasama tersebut harus memiliki standar standar prilaku yang bermoral yang bisa di terima oleh individu atau kelopok.
    8. Max Weber,penggagas pandangan birokrasi menyampaikan 7 prinsip meliputi
    – Pembagian Kerja . Kerja sesuai dengan tupoksi masing-masing pegawai untuk menghindari pekerjaan yang menumpuk dan membuat pekerjaan lebih cepat diselesaikan dengan effektif dan efesien
    -Hierarki Kewenangan yang Jelas. Ada struktur organisasi yang jelas untuk memperjelas garis komando dan garis koordinasi.
    -Formalisasi yang tinggi. Adanya Peraturan yang mengatur prilaku anggotan organisasi dengan prosedur formal untuk menjaga keamanan organisasi.
    -Bersifat tidak pribadi (impersonal)
    -Pengambilan keputusan mengenai penetapan pegawai yang berdasarkan kemampuan
    -Jejak karier bagi pegawai
    -Kehidupan organisasi yang dipisahkan dengan jelas dari kehidupan pegawai
    Karakteristik karakteristik tersebut menggabarkan ideal tipe dari Weber mengenai organisasi yang rasional dan efisien,tujuan-tujuan jelas dan eksplisif, posisi diatur dalam suatu hierarki berbentuk piramidadengan wewenang yang makin meningkatkan waktu bergerak keatas dalam organisasi.

    Komentar oleh Rina Widiasih | Juni 20, 2014 | Balas

  57. Selamat Siang Pak Jo..

    Bersama ini saya sampaikan jawaban soal ujian Matrikulasi Manajemen dan Organisasi
    Program Magister Manajemen Universitas Jambi, Juni 2014

    Nama : Dina Noviyanti
    Kelas : Jumat – Sabtu

    1. Pekerjaan seorang manager juga didapati pada kegiatan sehari-hari tanpa memandang bahwa yang bersangkutan apakah menjadi seorang manager atau tidak pada satu perusahaan. Pada dasarnya tiap-tiap orang merupakan pemimpin bagi dirinya sendiri. Menjadi pemimpin bagi diri sendiri merupakan kunci untuk memimpin orang lain karena dasar terpenting untuk bisa memimpin orang lain adalah bisa memimpin diri sendiri. Dalam memimpin diri sendiri, seseorang harus mampu mengendalikan 5 divisi utama yaitu: pikiran, tubuh, perasaan, pekerjaan, dan spiritual. Layaknya suatu perusahaan, menjadi manager bagi diri sendiri harus memiliki prinsip tata kelola yang baik, memiliki tujuan, visi dalam hidup. Seorang manager bagi diri sendiri harus fokus, memiliki prioritas hidup dan manajemen waktu yang baik. Seorang manager juga harus fleksible, selalu ingin belajar, spontan, inovatif dan sangat senang dalam menghadapi perubahan, disiplin, berkomitmen, percaya diri, yakin dan tetaplah rendah hati kepada siapapun. Contoh pada kehidupan sehari-hari, seorang manager bagi diri sendiri harus pandai mengelola waktu, sejak bangun tidur dan aktifitas sehari-hari. Semakin pandai memanage diri sendiri, semakin pandai pula lah sesorang membawa diri dan membaur pada lingkungan nya.

    2. Dalam pandangan birokrasi, manajemen diterjemahkan menjadi seperangkat aturan yang membuat organisasi ataupun perusahaan dapat berjalan efisien. Dalam fungsi manjemen, pengorganisasian memiliki peran penting selayaknya fungsi perencanaan, yakni dengan adanya fungsi pengorganisasian seluruh sumberdaya yang dimiliki oleh organisasi / perusahaan dapat diatur penggunaannya secara efektif dan efisien guna pencapaian tujuan organisasi sebagaimana ditetapkan. Dalam sisatem pengorganisasian yang efektif dan efisien perlu diperhatikan bahwa :
    a. Pada saat perencanaan, tujuan organisasi/perusahaan harus jelas dan mudah dipahami oleh staff.
    b. Pimpinan/ manager harus membagi habis pekerjaan dalam bentuk kegiatan pokok sesuai visi dan misi organisasi, harus adanya departementalisasi, pengembangan bidang, sesksi, sesuai dengan kebutuhan organisasi/perusahaan.
    c. Membagi tugas pokok dalam satuan-satuan kegiatan yang praktis dan harus mecerminkan fungsi-fungsi yang harus dikerjakan oleh staff.
    d. Pimpinan/manager organisasi/perusahaan harus menyiapkan fasilitas yang mendukung guna pelaksanaan tugas, contoh mengelola tata ruangan yang baik dan efektif, pengadaan alat-alat kerja, fasilitas yang mendukung staff dalam melaksanakan kegiatan organisasi.
    e. Manager/pimpinan organisasi harus pandai memilih dan menempatkan staff sesuai dengan kompetensi yang dimiliki dalam pelaksanaan tugas perusahaan/organisasi.

    Bila dalam suatu organisasi telah jelas tata kelola organisasinya, maka tujuan dari organisasi/perusahaan dapat dicapai. Dalam pencapaian tujuan organisasi, Birokrasi nya harus memperhatikan beberapa prinsip/ asas organisasi antara lain :
    a. Asas Tujuan Organisasi : yakni harus jelas apakah bertujuan untuk mencari profit/laba atau memberikan pelayanan.
    b. Asas kesatuan tujuan : organisasi harus memiliki suatu tujuan yang jelas
    c. Asas kesatuan perintah : dalam organisasi, staff bertanggungjawab melaporkan pekerjaan nya pada atasan atau dengan kata lain atasan mendelegasikan tugas yang jelas pada staff/ bawahan.
    d. Asas rentang kendali : dalam organisasi seorang atasan dapat memimpin secara efektif bila memiliki bawahan dalam jumlah tertentu.
    e. Asas pendelegasian wewenang : dalam organisasi pendelegasian wewenang harus jelas dan efektif sehingga hasilnya dapat dilaporkan pada atasan.
    f. Asas keseimbangan wewenang dan tanggungjawab : hendaknya wewenang yang didelegasikan tidak meminta pertanggungjawaban yang lebih besar dari wewenang itu sendiri.
    g. Asas tanggungjawab : dalam organisasi, seorang bawahan bertanggungjawab pada atasan yang mendelegasikan tugas, dan pada organisasi/perusahaan
    h. Asas pembagian kerja : mengelompokkan tugas berdasarkan kesamaan jenis nya dalam satu unit kerja / departemen dan hendaknya berdasar pada eratnya hubungan pekerjaan tersebut.
    i. Asas penempatan personalia : staff ditempatkan berdasarkan keahlian, kecakapan, keterampilan dan kompetensi yang dimilikinya. Organisasi dapat efektif bila penempatan staff/ karyawan tepat.
    j. Asas efisiensi : dalam suatu organisasi, dalam pencapaian tujuan harus dapat hasil yang maksimal dengan pengorbanan yang minimal. Dalam birokrasi organisasi harus tepat menentukan strategi pencapaian tujuan dengan meminimalisasi cost/biaya dan risk/ resiko. Dalam hal ini lah fungsi Manager harus aktif berperan.
    k. Asas kesinambungan : pelaksanaan kegiatan organisasi/perusahaan harus mengusahakan cara-cara guna menjamin kelangsungan dan mencapai tujuan organisasi.
    l. Asas koordinasi : yakni mensinkronkan dan mengintegrasi segala tindakan supaya terarah pada sasaran yang ingin dicapai.

    Contoh nyata misalnya dalam perekrutan pegawai, merupakan tanggungjawab bagian Human Resource Department (HRD) untuk melaksanakan serangkaian seleksi perekrutan staff hingga muncul beberapa kandidat yang kompeten pada bidangnya. Selanjutnya biasa dilakukan training guna adaptasi dan pembelajaran karyawan baru yang selanjutnya merupakan staff yang akan mendukung organisasi dalam pencapain tujuan. HRD menentukan aturan-aturan perusahaan dan Job Description masing-masing staff sehingga jelas apa-apa yang menjadi tanggung jawab masing-masing staff dalam organisasi/perusahaan.

    3. Kebutuhan akan manager yang efektif dan efisien menjadi dasar apakah organisasi dapat menjadi tujuannya yang baik atau tidak. Dalam hal ini salah satunya dibutuhkan kompetensi di bidang komunikasi. Sebagaimana kita ketahui, komunikasi merupakan alat yang mempersatukan bahasa antar persons/ orang. Komunikasi ialah proses menyalurkan informasi, ide, penjelasan, perasaan, pertanyaan dari komunikator kepada komunikan. Seorang Manager yang baik harus memiliki kompetensi komunikasi yang baik, sehingga tercipta iklim kerja yang kondusif yang mampu membuat nyaman para pekerja/ staff. Seorang manager harus memiliki kompetensi komunikasi interpersonal antara lain :

    a. terbuka yakni mampu menyampaikan secara jujur tujuan perusahaan
    b. empati yakni seorang manager harus mempu menyamakan konsep organisasi dengan para staff, memproyeksikan dirinya dalam dimensi komunikasi yang baik dengan para staff sehingga bila telah muncul empati, setiap orang dalam suatu organisasi akan sukarela dan bekerjasama dalam mewujudkan tujuan organisasi.
    c. Supportiveness yakni lebih mengarah kepada penjelasan ketimbang mengevaluasi dan lebih tentatif atau provisional daripada kaku dengan sudut pandang sendiri.
    d. Positive ness yakni mampu bersikap positif dan memandang memandang sesuatu akan senantiasa berjalan baik, apabila terdapat permaslahan dalam organisasi seorang manager harus pandai mengkomunikasikan dengan sub manager dan bawahan dalam mendiskusikan permasalahan yang terjadi, dan harus bijak dalam menentukan solusi.
    e. Equality (kesetaraan) yakni dalam berkomunikasi, seorang manager harus pandai mengelola tata bahasa sehingga tidak menimbulkan kesan adanya kesenjangan antara atasan dan bawahan.

    4. Untuk organisasi bidang pemerintahan, seorang Kepala Daerah kepada Kepala Dinas harus memiliki kompetensi handal dalam mengamanahkan jabatan pejabat esselon kepada birokratnya dengan memperhatikan pangkat, kompetensi, pengalaman, dan track record nya. Mengacu pada Keputusan Kepala BAKN tahun 2011 No. 43 tentang Standar kompetensi jabatan struktural PNS sebagaimana diatur bahwa PNS harus berkompeten, memiliki pengetahuan, cakap, dan mampu bersikap dan berperilaku sesuai aturan dalam pelaksanaan tugas dan jabatannya. Selain kecakapan dalam memilih Kepala Dinas yang kompeten pada bidang nya, Kepala daerah sesuai dengan Pasal 25 UU No. 32 tahun 2004 harus mampu memimpin dan menyelenggarakan pemerintahan daerah berdasar ketetapan bersama yang ditetapkan bersama DPRD; mengajukan rancangan Perda dan menetapakn PERDA yang dikoordinasikan dengan Kepala Dinas / Satuan Kerja Perangkat daerah (SKPD); dan disetujui oleh DPRD; mengupayakan terlaksananya kewajiban daerah; melaksanakan tugas dan wewenang sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Dalam hal ini perlu koordinasi yang baik antara Kepala Daerah dengan Kepala masing-masing SKPD. Diperlukan komunikasi yang baik sehingga kinerja masing- masing SKPD terpantau dan tujuan pembangunan Daerah dapat tercapai.

    5. Latar belakang seorang Manager mempengaruhi kompetensi yang dimilikinya, meliputi pengetahuan, etika, dan keterampilan. Dengan kemampuan, pengetahuan, dan etika yang baik diharapkan seorang Manager mampu melaksanakan tugas dengan baik sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai. Latar belakang pendidikan dan lingkungan hidup seorang manager berperan penting dalam menentukan pembentukan skill/kemampuan/kompetensi manager. Seorang manager yang baik harus memiliki kompetensi management, teknis, dan konseptual.
    a. Kompetensi Management (management skill)
    Yakni kemampuan seorang manager untuk menerapkan fungsi-fungsi manajemen (merencanakan, mengorganisasi, aktualisasi, fungsi peng-staff-an, koordinasi, komando, peng-anggaran, dan fungsi kontrol)
    b. Kompetensi teknikal (technical skill)
    Merupakan kemampuan seorang manager dalam menggunakan alat (tools), menerapkan POS (prosedur operational standart), dan pengetahuan teknis yang berkaitan dengan bidang kerja, dalam hal ini dibutuhkan kemempuan bekerjasama dan memotivasi.
    c. Kompetensi Konseptual (conseptual skill)
    Merupakan kemampuan untuk memadukan dan mengkoordinasikan berbagai kepentingan dan kegiatan dalam organisasi/ perusahaan, disini manager harus memiliki konsep yang terarah dan terukur guna pencapaian tujuan organisasi.

    Kombinasi ketiga nya mampu menciptakan kondisi kondusif bagi tercapainya tujuan organisasi/perusahaan.

    *Salam dan Sukses*

    Komentar oleh Dina Noviyanti | Juni 20, 2014 | Balas

  58. Nama : Maya Rofikasari Widodo, SE
    Kelas : Magister Manajemen PAGI
    1. Manager adalah seseorang yang tanggungjawab utamanya adalah menjalankan proses atau fungsi manajemen. Haruslah dapat membuat perencanaan serta mengambil keputusan, mengorganisasikan, memimpin, serta melakukan fungsi pengawasan terhadap manusia/pekerja, keuangan. Dalam pelaksanaan kegiatannya, seorang manajer harus dapat mencapai tujuan organisasi melalui kerjasama dengan banyak karyawan.
    Contoh : Seorang pedagang yang harus mempersiapkan segalanya dari mulai membuka toko, merapikan sampai dengan toko tutup dan bekerjasama dengan karyawannya.

    2. Birokrasi adalah alat kekuasaan bagi yang menguasainya, dalam organisasi pemerintahan dimana para pejabatnya secara bersama-sama berkepentingan dalam kontinuitasnya sehingga bisa dikatakan organisasi menjadi efisien.
    Contoh : Seorang Kabid memberikan tugas ke Kasubbag dan Kasubbag Mengkonsep Surat dan memberikan lagi ke staf.
    3. Ada tiga hal penting yang harus dipelajari manajer dalam kompetensi dibidang komunikasi yang terjadi dalam suatu organisasi :
    a. Informasi yang menjadi sumber komunikasi
    b. Bagaimana proses komunikasi tersebut
    c. Komunikasi antar orang dalam organisasi, Jika ketiga hal tersebut tidak banyak mengalami hambatan maka komunikasi dalam organisasi akan berjalan lebih berhasil sehingga pelaksanaan pencapaian tujuan menjadi lebih baik.
    4. Jawaban soal Nomor 8
    1. Keahlian
    Semua kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan organisasi, harus didasarkan keahlian, sehingga mampu menjalankan tugas dengan baik;
    2. Berdasarkan kebijaksanaan, peraturan, dan prosedur
    Pelaksanaan tugas pekerjaan harus sesuai dengan kebijaksanaan, peraturan dan prosedurnya;
    3. Jenjang hirarki
    Setiap pelaksanaan tugas pekerjaan harus dapat dipertanggung jawabkan kepada atasan melalui mata rantai tingkat unit dalam organisasi
    5. Peranan seorang manajer dalam suatu organisasi itu sangatlah penting karena keberadaan seorang manajer menjadi motivator bagi karyawan-karyawannya dan salah satu ujung tombak dari keberhasilan suatu organisasi. Salah satu tugas atau peran seorang majaner yaitu harus bisa mengatasi konflik yang ada dalam suatu organisasi yang dipimpinnya sehingga setiap konflik itu dapat diselesaikan dengan baik dan tidak ada yang merasa dirugikan. Manajer adalah seseorang yang bekerja melalui orang lain dengan mengoordinasikan kegiatan-kegiatannya guna mencapai sasaran suatu organisasi. Posisi manajer menjadi sangat krusial bila Direktur atau Deputy dan diharapkan mempunyai peranan dalam meningkatkan serta menjaga keseimbangan dalam suatu organisasi. Seorang manajer dalam melakukan tugasnya menjamin ketersediaan, keakuratan, ketepatan, dan keamanan informasi serta pengaturan organisasi yang baik serta dibutuhkan oleh suatu organisasi untuk mencapai tujuan organisasi, sekaligus meningkatkan eksistensi organisasi di tengah-tengah lingkungannya. Keberhasilan menjalankan tugas ini mensyaratkan manajer mempunyai kemampuan multi disiplin, seperti dalam bidang : teknologi, bisnis, manajemen, serta kepemimpinan.

    Komentar oleh Maya Rofikasari Widodo, SE | Juni 20, 2014 | Balas

  59. Salam sejahtera Pak jo
    Berikut ini saya sampaikan jawaban ujian matrikulasi Pengantar Manajemen Dan Organisasi
    Nama : Nina Zulnimar Jasmali
    Kelas : Pagi Magister Manajemen
    1. Berikan alasan bahwa pekerjaan seorang manajer dapat didapati pada kegiatan sehari- hari tanpa memandang bahwa yang bersangkutan apakah menjadi seorang manajer atau tidak pada suatu perusahaan. Berikan jawaban dengan memberikan contoh.
    Jawaban :
    Manajer adalah seseorang yang berkerja melalui orang lain dengan mengoordinasikan kegiatan-kegiatan mereka guna mencapai sasaran organisasi. Pada kenyataannya seorang manajer tidak hanya dibutuhkan dalam suatu organisasi atau suatu perusahaan tetapi juga pada kegiatan sehari-hari. Contohnya pada kehidupan rumah tangga. Seorang suami/ayah sebagai top manajer bertugas mengarahkan, merencanakan kehidupan kedepan, dan sebagai penanggungjawab tertinggi pada kelangsungan hidup rumah tangga. Seorang istri/ibu bertugas sebagai middle manager yang bertugas sebagai penghubung antara suami dan anak-anak, bekerjasama dengan suami dalam mengelola rumah tangga. Sesuai dengan tujuan seorang manajer yaitu guna mencapai sasaran organisasi, maka tujuan yang ingin dicapai dalam kehidupan rumah tangga adalah dimana tercukupinya segala kebutuhan keluarga dan kebahagiaan lahir dan batin.
    2. Dalam pandangan birokrasi, manajemen diterjemahkan menjadi seperangkat aturan yang membuat organisasi ataupun perusahaan agar dapat berjalan dengan efisien. Jelaskan bagaimana birokrasi dapat membuat organisasi menjadi efisien. Berikan contoh.
    Jawaban :
    Birokrasi adalah sebuah struktur dengan tugas-tugas operasi yang sangat rutin yang dicapai melalui spesialisasi, aturan dan ketentuan yang sangat formal, tugas yang dikelompokkan ke dalam berbagai departemen fungsional, wewenang terpusat, rentang kendali yang sempit dan pengambilan keputusan yang mengikuti rantai komando. Contohnya sebuah universitas. Dimana didalam suatu universitas yang memegang kendali atau komando tertinggi adalah seorang rektor. Rektor dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh pembantu rektor yang masing bertugas dalam unit kerja masing-masing. Yang nantinya masing-masing pembantu rektor akan dibantu oleh kepala-kepala biro yang nantinya akan bertugas dibawah pengawasan pembantu rektor
    3. Kebutuhan akan manajer yang efektif menjadi dasar apakah organisasi dapat mencapai tujuannya baik atau tidak. Dalam hal ini salah satunya dibutuhkan kompetensi dibidang komunikasi. Jelaskan hal ini dapat dibangun oleh seorang manajer.
    Jawaban :
    Komunikasi merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang manajer. Karena kemampuan berkomunikasi akan menentukan berhasil tidaknya seorang manajer dalam melaksanakan tugasnya. Seorang manajer adalah leader yang memiliki pengikut (follower) guna merealisasikan gagasannya dalam rangka mencapai tujuan perusahaan. Disini seorang manajer harus mempunyai beberapa dimensi kompetensi komunikasi yaitu :
    – Informal communication (komunikasi informal)
    Seorang manajer diharapkan bisa fleksibel dan memiliki banyak pendekatan di situasi- situasi berbeda
    – Formal Communication (komunikasi formal)
    Seorang manajer harus bisa menulis secara jelas, singkat dan efektif, menggunakan media tradisional sebaik elektronik
    – Negotiation (negosiasi)
    Terlatih mengembangkan hubungan dan meningkatkan pengaruh disemua bidang
    4. Untuk organisasi dibidang pemerintahan, seperti seorang kepala daerah kepada kepala dinas, kompetensi apa yang menurut anda berperan penting. Berikan alasannya.
    Jawaban :
    Kompetensi yang berperan penting adalah communication competency, teamwork competency dan multicultural competency.
    – Communication competency : Karena sebagai seorang kepala daerah harus mempunyai kemampuan komukasi yang baik, baik secara informal, formal dan mampu bernegosiasi, sehingga kepala dinas mampu mencerna apa yang diinginkan olah kepala daerah.
    – Team Work Competency : Seorang kepala daerah harus mempunyai kompetensi tersebut, dimana seorang kepala daerah harus bisa memformulasikan tujuan yang ingin dicapai sehingga kepala dinas bisa menterjemahkan melalui program- program kerja yang bisa mendukung terwujudnya tujuan kepala daerah
    – Multicultural Competency : Seorang kepala daerah harus mempunyai kompetensi kesadaran global dimana kepala daerah harus mengetahui tren politik, social, ekonomi dan budaya yang sesuai dengan daerah yang dipimpin.
    5. Max Weber, penggagas pandangan birokrasi, menyampaikan 7 prinsip. Jelaskan 3 diantara 7 prinsip tsb.
    Jawaban :
    1. Pembagian Kerja : Pekerjaan dipecah-pecah sehingga jelas pembagian tugas masing masing anggota
    2. Impersonal : Tindakan dan keputusan yang berlaku didlam organisasi tidak melibatkan perasaan pribadi. Tidak diperbolehkan konflik kepentingan berperan dalam pengambilan keputusan
    3. Hirarki Kewenangan : Struktur organisasi disusun bertingkat dan memastikan jabatan yang lebih rendah berada dibawah supervise dan control dari yang lebih tinggi. Garis komando dan garis koordinasi diciptakan untuk memperjelas alur pelaporan diantara anggota organisasi

    Komentar oleh nina zulnimar jasmali | Juni 20, 2014 | Balas

  60. Selamat siang Pak Jo,
    Salam sejahtera dan semoga dalam keadaan sehat selalu.
    Nama : Arian Safutra
    Jurusan : Program Pasca Sarjana Magister Manajeman Kelas Pagi

    Soal dan Jawaban Matrikulasi MM Juni 2014
    1. Berikan alasan bahwa pekerjaan seorang manajer juga didapati pada kegiatan sehari-hari tanpa memandang bahwa yang bersangkutan apakah menjadi manajer atau tidak pada satu perusahaan . Berikan jawaban dengan memberi contoh.
    Jawab
    Manajer merupakan seseorang yang bekerja melalui orang lain atau langsung dari dirinya sendiri dalam mengatur, mengorganisasikan kegiatan-kegiatan untuk mencapai sasaran atau tujuan, dengan demikian kegiatan manajer tidak hanya ditemukan pada perusahaan ataupun suatu organisasi tetapi juga ada pada kehidupan sehari-hari.
    Contoh :
    Dalam kehidupan kita sehari-hari terdapat kegiatan manajer yaitu pengaturan kegiatan yang akan kita lakukan dari bangun tidur sampai tidur kembali dan begitu pula besoknya seperti kegiatan kapan kita mandi, sarapan pagi, pergi kerja, istirahat makan siang, kerja lagi, selesai kerja pulang, mandi, makan malam, istirahat, kumpul keluarga dan tidur malam, bagi umat muslim sholat 5 waktu. Tentunya untuk mencapai kehidupan yang baik dan teratur kita harus bisa mengatur kegiatan-kegiatan kita tersebut dan masing-masing pribadi harus bisa menjadi manajer bagi dirinya sendiri untuk mencapai tujuan agar dirinya lebih baik lagi dari hari keharinya.
    2. Dalam pandangan birokrasi, manajemen diterjemahkan menjadi seperangkat aturan yang membuat organisasi ataupun perusahaan agar dapat berjalan dengan efisien . Jelaskan bagaimana birokrasi dapat membuat organisasi menjadi efisien berikan contoh.
    jawab
    Pertama pemberian tugas pokok dan fungsi ( tupoksi ) secara jelas agar tidak terjadi tumpang tindih dalam suatu pekerjaan.
    Kedua koordinasi yang dilakukan baik dari puncak pimpinan ke bawahannya dan sebaliknya, koordinasi suatu organisasi yang sejajar dalam suatu struktur organisasi dalam suatu pekerjaan agar pekerjaan bisa berjalan dengan baik dalam mencapai tujuan. contoh dalam suatu Pemerintahan Daerah, Dinas antar dinas Dan sebagainya.
    Contoh :
    Birokrasi pemerintahan Daerah.
    Dimana Pemerintahan Daerah Kabupaten dipimpin oleh Bupati, tentunya Bupati harus mampu mengatur dan mengorganisasikan bawahannya dalam pemberian Tupoksi dalam melaksanakan pekerjaannya dan Bupati harus bisa melakukan koordinasi dengan DPRD, Kapolres, dan tentunya Satuan Kerja Pemerintah Daerah ( SKPD ) agar tercapainya pembanguann dan kesejahteraan masyarakat. Apabila ini tercapai maka akan terwujud suatu organisasi yang efektif dan efisien.
    3. Kebutuhan akan manajer yang efektif menjadi dasar apakah organisasi dapat mencapai tujuannya baik atau tidak. Dalam hal ini salah satunya dibutuhkan kompetensi di bidang komunikasi, jelaskan hal ini dapat dibangun oleh seorang manajer.
    Jawab
    Manajer harus bisa mengatur dan mengorganisasikan kegiatan- kegiatan untuk mencapai sasaran dan tujuan dengan cara melalui orang lain, oleh sebab itu seorang manajer harus mampu berkomunikasi dengan baik agar penyampaian suatu pekerjaan mudah dan bisa diserap. Kompetensi di bidang komunikasi ini harus dapat dibangun oleh seorang manajer dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti dan diserap untuk menghindari terjadinya miss comunication dalam mengatur dan mengorganisasikan kegiatan-kegiatan agar bisa berjalan dengan lancar dan tercapainya suatu sasaran.
    4. Untuk organisasi di bidang pemerintahan , seperti seorang Kepala Daerah kepada kepala dinas, kompetensi apa yang menurut anda berperan penting. Berikan alasannya,
    Jawab
    Menurut saya kompetensi yang berperan penting untuk organisasi di bidang Pemerintahan adalah kompetensi di bidang koordinasi dan komunikasi.
    Koordinasi ialah menyampaikan dalam menyampaikan tentunya kita memerlukan komunikasi yang baik dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti dan diserap oleh pendengar. Kepala Daerah harus mempunyai kompotensi di bidang komunikasi agar Kepala Daerah dalam menyampaikan sesuatu bisa dengan mudah dimengerti oleh dinas atau bawahannya dan bahkan masyarakat.
    5. Adakah peran daripada latar belakang seorang manajer tentang kompetensi yang dimilikinya?
    Jawab
    Latar belakang seorang manajer tentang kompetensi yang dimilikinya merupakan keahlian khusus yang dimiliki manajer tersebut, dan keahlian khusus ini sangat berperan bagi seorang manajer dalam mengatur dan mengorganisasikan kegiatan-kegiatan agar bisa berjalan dengan baik dalam mencapai suatu tujuan atau sasaran.
    Oleh karena itu di suatu perusahaan dalam menerima tenaga kerja memberikan syarat-syarat atau kriteria-kriteria tertentu yang dibutuhkan untuk mendapatkan tenaga kerja yang ahli di bidangnya agar bisa bekerja dengan baik dan tentunya tidak merugikan perusahaan tersebut.

    Komentar oleh Arian Safutra | Juni 20, 2014 | Balas

  61. Salam sejahtera Pak jo
    BerikutinisayasampaikanjawabanujianmatrikulasiPengantarManajemen Dan Organisasi
    Nama : Nina ZulnimarJasmali
    Kelas :Pagi Magister Manajemen
    1. Berikanalasanbahwapekerjaanseorangmanajerdapatdidapatipadakegiatansehari- haritanpamemandangbahwa yang bersangkutanapakahmenjadiseorangmanajeratautidakpadasuatuperusahaan. Berikanjawabandenganmemberikancontoh.
    Jawaban :
    Manajeradalahseseorang yang berkerjamelalui orang laindenganmengoordinasikankegiatan-kegiatanmerekagunamencapaisasaranorganisasi. Padakenyataannyaseorangmanajertidakhanyadibutuhkandalamsuatuorganisasiatausuatuperusahaantetapijugapadakegiatansehari-hari.Contohnyapadakehidupanrumahtangga.Seorangsuami/ayah sebagai top manajerbertugasmengarahkan, merencanakankehidupankedepan, dansebagaipenanggungjawabtertinggipadakelangsunganhiduprumahtangga. Seorangistri/ibubertugassebagai middle manager yang bertugassebagaipenghubungantarasuamidananak-anak, bekerjasamadengansuamidalammengelolarumahtangga.Sesuaidengantujuanseorangmanajeryaitugunamencapaisasaranorganisasi, makatujuan yang ingindicapaidalamkehidupanrumahtanggaadalahdimanatercukupinyasegalakebutuhankeluargadankebahagiaanlahirdanbatin.
    2. Dalampandanganbirokrasi, manajemenditerjemahkanmenjadiseperangkataturan yang membuatorganisasiataupunperusahaan agar dapatberjalandenganefisien. Jelaskanbagaimanabirokrasidapatmembuatorganisasimenjadiefisien. Berikancontoh.
    Jawaban :
    Birokrasiadalahsebuahstrukturdengantugas-tugasoperasi yang sangatrutin yang dicapaimelaluispesialisasi, aturandanketentuan yang sangat formal, tugas yang dikelompokkankedalamberbagaidepartemenfungsional, wewenangterpusat, rentangkendali yang sempitdanpengambilankeputusan yang mengikutirantaikomando. Contohnyasebuahuniversitas.Dimanadidalamsuatuuniversitas yang memegangkendaliataukomandotertinggiadalahseorangrektor.Rektordalammelaksanakantugasnyadibantuolehpembanturektor yang masingbertugasdalam unit kerjamasing-masing. Yang nantinyamasing-masingpembanturektorakandibantuolehkepala-kepala biro yang nantinyaakanbertugasdibawahpengawasanpembanturektor
    3. Kebutuhanakanmanajer yang efektifmenjadidasarapakahorganisasidapatmencapaitujuannyabaikatautidak. Dalamhalinisalahsatunyadibutuhkankompetensidibidangkomunikasi. Jelaskanhalinidapatdibangunolehseorangmanajer.
    Jawaban :
    Komunikasimerupakansalahsatukompetensi yang harusdimilikiolehseorangmanajer.Karenakemampuanberkomunikasiakanmenentukanberhasiltidaknyaseorangmanajerdalammelaksanakantugasnya. Seorangmanajeradalah leader yang memilikipengikut (follower) gunamerealisasikangagasannyadalamrangkamencapaitujuanperusahaan.Disiniseorangmanajerharusmempunyaibeberapadimensikompetensikomunikasiyaitu :
    – Informal communication (komunikasi informal)
    Seorangmanajerdiharapkanbisafleksibeldanmemilikibanyakpendekatan di situasi- situasiberbeda
    – Formal Communication (komunikasi formal)
    Seorangmanajerharusbisamenulissecarajelas, singkatdanefektif, menggunakan media tradisionalsebaikelektronik
    – Negotiation (negosiasi)
    Terlatihmengembangkanhubungandanmeningkatkanpengaruhdisemuabidang
    4. Untukorganisasidibidangpemerintahan, sepertiseorangkepaladaerahkepadakepaladinas, kompetensiapa yang menurutandaberperanpenting. Berikanalasannya.
    Jawaban :
    Kompetensi yang berperanpentingadalah communication competency, teamwork competency dan multicultural competency.
    – Communication competency :Karenasebagaiseorangkepaladaerahharusmempunyaikemampuankomukasi yang baik, baiksecara informal, formal danmampubernegosiasi, sehinggakepaladinasmampumencernaapa yang diinginkanolahkepaladaerah.
    – Team Work Competency : Seorangkepaladaerahharusmempunyaikompetensitersebut, dimanaseorangkepaladaerahharusbisamemformulasikantujuan yang ingindicapaisehinggakepaladinasbisamenterjemahkanmelalui program- program kerja yang bisamendukungterwujudnyatujuankepaladaerah
    – Multicultural Competency :Seorangkepaladaerahharusmempunyaikompetensikesadaran global dimanakepaladaerahharusmengetahuitrenpolitik, social, ekonomidanbudaya yang sesuaidengandaerah yang dipimpin.
    5. Max Weber, penggagaspandanganbirokrasi, menyampaikan 7 prinsip. Jelaskan 3 diantara 7 prinsiptsb.
    Jawaban :
    1. PembagianKerja : Pekerjaandipecah-pecahsehinggajelaspembagiantugasmasingmasinganggota
    2. Impersonal :Tindakandankeputusan yang berlakudidlamorganisasitidakmelibatkanperasaanpribadi. Tidakdiperbolehkankonflikkepentinganberperandalampengambilankeputusan
    3. HirarkiKewenangan :Strukturorganisasidisusunbertingkatdanmemastikanjabatan yang lebihrendahberadadibawah supervise dan control dari yang lebihtinggi. Gariskomandodangariskoordinasidiciptakanuntukmemperjelasalurpelaporandiantaraanggota organisasi

    Komentar oleh nina zulnimar jasmali | Juni 20, 2014 | Balas

  62. Jawaban Ujian Matrikulasi
    Nama : Mutia Kartika Sari, SP
    Prodi : Magister Manajemen

    PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN
    UJIAN MATRIKULASI-MANAJEMEN DAN ORGANISASI
    Dosen Pengasuh: Dr. Johannes, S.E., M.Si, dan Drs. Muliady Raf, MBA.

    Soal No.1. Berikan alasan bahwa pekerjaan seorang manajer juga didapati pada kegiatan sehari-hari tanpa memandang bahwa yang bersangkutan apakah menjadi manajer atau tidak pada satu perusahaan . Berikan jawaban dengan memberi contoh.

    Jawaban : Pada dasarnya setiap manusia mempunyai kemampuan untukmenjadi seorang pemimpin atau manejer. Kelebihan manusia yang memiliki akal memberikan kemampuan berpikir manusia sehingga dapat mengatur dan bertanggungjawab pada diri sendiri. Sebagai manejer bagi dirinya sendiri seseorang dapat mengatur kegiatannya sehari-hari mulai baru bangun tidur, beraktifitas, tidur/istirahat sampai bangun lagi. Kegiatan self manajemen ini akan dilakukan sepanjang hidup manusia.Kemampuan self manajemen yang baik dan terarah akan menjadikan seseorang menjadi manusia yang berhasil, sebaliknya self manajemen yang tidak terencana dengan tidak teratur akan mengahsilkan pribadi yang kurang berhasil.

    Soal No.3. Kebutuhan akan manajer yang efektif menjadi dasar apakah organisasi dapat mencapai tujuannya baik atau tidak. Dalam hal ini salah satunya dibutuhkan kompetensi di bidang komunikasi , jelaskan hal ini dapat dibangun oleh seorang manajer.
    Jawaban : Salah satu kompetensi yang harus dimiliki seorang manajer sehingga dapat dikatakan sebagai manajer yang efektif adalah kemampuan berkomunikasi (Communication Competency), baik Informal Komunikasi, Formal Komunikasi maupun Kemampuan Bernegosiasi.
    Secara Komunikasi Informal, Manajer yang efektif tahu bagaimana berkomunikasi dengan berbagai macam gaya bawahan, kapan harus berbicara tegas, bersikap formal, bersikap santai, mendengarkan pendapat staf dan kapan mengambil keputusan yang tepat. Kemampuan komunikasi tidak hanya didapat dari mendengar dengan telinga, tetapi juga memperhatikan bahasa tubuh dan mata hati dari staf sehingga terjadi keterikatan bathin yang baikdiantara keduanya. Hal ini dapat menghilangkan kesalahpahaman (misunderstanding) di antara atasan dan staf sebagai bawahannya.
    Secara Komunikasi Formal, Manajer harus dapat menjabarkan arahannya dalam bentuk tulisan dengan bahasa yang jelas, santun dan terperinci sehingga dapat diterima dengan jelas oleh stafnya.
    Sedang kemampuan bernegosiasi sangat diperlukan untuk membangun hubungan dan interaksi sosialsehingga antara manajer dan staf mendapatkan jalan yang terbaik dalam mencapai tujuan masing-masing..

    Soal No.7. Dalam kompetensi self management, salah satunya dikenal Intergity dan Ethical Conduct. Jelaskan lingkup dan arti daripada dimensi kompetensi ini.
    Jawaban : Integrity atau integritas sangat kuat dalam mpengaruhi kepemimpinan seseorang dalam kaitannya dengan self manajemen. Integritas yang kuat mengartikan kekonsistenan antara tindakan dengan prinsip-prinsip, nilai dan keyakinan yang ada dalam diri seseorang. Seorang manajer yang mempunyai integritas yang kuat dapat menjadi contoh teladan bagi stafnya, karena segala perbuatannya selaras dengan apa yng dikemukakannya. Sikap seperti iniakan memberikan rasa percaya (trust) dari para stafnya.

    Sedangkan kemampuan Ethical Conduct erat kaitannya dengan kemampuan untuk berperilaku, sikap, etika, moral dan tata krama yang baik dalam bergaul atau berhubungan dengan pihak lain termasuk didalamnya memperhatikan hak-hak orang lain dan saling menghormati pendapat atau menghargai martabat orang lain . Seorang pemimpin yang mempunyai sikap attitude yang baik dalam kepemimpinannya akan menimbulkan respect yang baik dari staf. Respon yang baik dari pemimpin atas pendapat stafnya, akan menimbulkan rasa percaya diri (confidence) karena staf merasa dihormati dan dihargai, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja staf dalam menjalankan pekerjaanya untuk mencapai tujuan (goal) dari organisasi…

    Soal No.8 Max Weber, penggagas pandangan birokrasi, menyampaikan 7 prinsip. Jelaskan 3 diantara 7 prinsip tersebut.
    Jawaban: Manajemen Birokrasi biasanya terlihat dari Manajemen Pemerintahan yang cenderung memperlihatkan hal hal yang bersifat formal dan panjang rantai prosedurnya. Formalisasi yang tinggi dibutuhkan agar semua hal berjalan normal. Tahun tahun belakangan ini telah dijalankan Reformasi Birokrasi Pemerintahan sehingga regulasi yang diterapkan lebih simpel dan dapat memotong rantai prosedur yang ada.
    Dalam perspektif Max Weber terdapat 7 (tujuh) prinsip dasar yang perlu diterapkan dalam membangun organisasi. 3 (tiga) dari prinsip itu antara lain
    1. RULES : Peraturan merupakan prosedur formal yang disusun dan diperlukan untuk mengatur perilaku anggota organisasi. Peraturan yang dibuat dapat membantu peningkatan disiplin dan kinerja organisasi dalam mencapai tujuan organisasi. Selain itu peraturan dibuat untuk menyelaraskan prosedur kegiatan operasional dan memelihara stabilitas organisasi yang dipengaruhi oleh perbedaan kepentingan antara manajer dan staf.
    2. DIVISION OF LABOR : Division of labor menggambarkn pembagian pekerjaan mnjadi bagian bagian dengan posisi yang jelas dan khusus. Pembagian pekerjaan sebagai masing masing manajer dan masing masing staf disesuaikan dengan kemampuan teknis/kompetensi masing masing. Jabatan administrasi tersusun secara hirarkis dan terorganisasi dengan teratur.. Sejalan dengan Reformasi Birokrasi saat ini sudah dilaksanakan perampingan jabatan struktural di beberapa Kementerian sehingga rantai komando suatu kegiatan tidak mengalami overlapping kepemimpinan.

    3. LIFE LONG CAREER COMMITMENT : Hal ini menggambarkan bahwa baik manajer, staf maupun organisasi mendapatkan bagiannya masing masing saling mempunyai komitmen bersama untuk kelangsungan organisasi. Adanya jenjang karir yang pasti menimbulkan keinginan untuk terus meningkatkan kompetensi dari anggota orgnisasi. Komitmen jenjang karir akan terus berlangsung seiring kerjasama organisasi memberikan jaminan keamanan selama anggota organisasi mempunyai kualifikasi teknis dan pekerjaannya memuaskan…..

    Soal No.13. Mesin Singer adalah mesin yang ternama, kemudian memasuki pasar global dengan cara membuka cabang dengan cara franchise di berbagai negara. Jelaskan hal ini bisa terjadi dan sebutkan kelemahan dan keunggulannya apa.
    Jawaban : Sejarah waralaba (franchise) dimulai oleh seorang pengusaha bernama Isaac Singer (1850) yang bergerak di bidang usaha penjualan mesin jahit Singer dan ingin meningkatkan distribusi penjualan mesin jahitnya. Singer mengamati bahwa hampir sebagian besar para pelaku di bidang modiste atau penjahit di Mexico menggunakan mesih jahit seperti pendahulunya, yaitu menggunakan kekuatan kaki.Memiliki mesin jahit yang lebih canggih (mesin listrik) merupakan hal yang mustahil karena harus dibeli dengan biaya yang tidak murah dan harus dengan uang tunai.Membidik pangsa pasar kalangan menengah kebawah, Singer berupaya mencari solusi dengan system penjualan waralaba keberbagai negara sehingga dapat mengurangi biaya produksi yang akhirnya dapat menurunkan nilai jual mesin jahit singer di pasaran.
    Waralaba yang di kembangkan denga nmemberikan kesempatan kepada pelaku bisnis di berbagai Negara sebagai franchisee untuk mengembangkan system penjualan di masing-masing Negara.Para Franchisee dituntut untuk mempunyai komitmen yang kuat untuk keberhasilan, karena mereka menginvestasikan uang mereka sendiri untuk membangun bisnis mereka sendiri dengan lebihbaik.Singer menyadari bahwa para franchisee tentunya mempunyai pengetahuan yang lebih baik mengenai perkembangan industry mesinjahit di tempatnya masing-masing.

    KeuntungandariusahaWaralaba / franchise Antara lain :
    a. Resiko kegagalan bisnis dapat diperkecil seminim mungkin karena Manajemen bisnis telah terbangun sudahmemiliki brand image yang kuat, telah di uji coba sebelumnya dan siap untuk di implementasikan pada lokasi yang baru.
    b. Mengurangibiaya Pemasaran karena pangsa pasardar iproduk sudah dikenal masyarakat. Dengan kata lain, biaya dan tenaga yang diperlukan untuk membangun reputasi bisnis tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan dengan membangun bisnis baru.Pemasok bahan baku, pihak periklanan dan juga pemasaran sudah diatur oleh Fanchisor sebagaipihak pemberi waralaba.
    c. Manajemen finansial yang lebih mudah. Investor cenderung lebih suka untuk memberikan modal pada bisnis yang telah kokoh dari segi finansial dan jaringan pemasaran. Dengan menggunakan bisnis waralaba, sistem manajeman finansial telah di tetapkan oleh pemilik waralaba utama, sehingga kita tidak perlu dipusingkan lagi dengan manajemen finansial seperti membangun bisnis baru.
    d. Tidak diperlukan pengalaman khusus dari franchisee karena semua aspek usaha yang menyangkut bisnis akan dilatih oleh franchisor. Biasanya franchisor akan memberikan pelatihan baik dari segi persiapan, operasional, pemasaran sampai penanganan hambatan dan kendala yang akan ditemukan.
    e. Jaminan teritorial daerah bisnis. Ini menyangkut kelangsungan usaha dalam jangka panjang, Biasanya franchisor akan memberikan syarat penempatan lokasi dari bisnis yang akan diwaralabakan. Jarak anatara satu cabang dengan cabang yang lain biasanya sudah diatur sedemikian rupa sehingga antara satu franchisee dengan yang lain terjadi market share yang sehat..

    Adapun kelemahan dari bisnis Waralaba antara lain :
    a. Kendali terhadap bisnis oleh franchisee tidak leluasa karena segala sesuatunya sudah diatu roleh franchisor. Semua system sudah dibuat sedemikian rupa sehingga ide-ide untuk berkreatifitaspun terkadang tidak dapat diwujudkan.
    b. Pemilihan supplier bagi barang-barang tertentu tidak bisa ditentukan oleh franchisee sehingga untuk mencari supplier dengan harga murah juga tidak dapat dilakukan. Terutama untu kbarang-barang yang memang diciptakan oleh franchisor…
    c. Brand Image yang sudaha da terkadang membuat ketergantungan dari segi reputasi. Jika di cabang yang lain terdapat kesalahan, biasanya akan membawa dampak negatif yang luas terhadap waralaba dengan brand yang sama.
    d. Adanya franchise fee membuat keuntungan yang diperoleh franchisee menjadi berkurang karena harus berbagai dengan franchisor.

    Jambi, 20Juni 2014
    Nama Mahasiswa : Mutia Kartika Sari, SP

    Komentar oleh Mutia Kartika Sari, SP | Juni 20, 2014 | Balas

  63. JAWABAN UJIAN MATRIKULASI TAHUN 2014
    MAKA KULIAH : MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN
    NAMA : YANUAR FITRI
    PROGRAM : DOKTOR ILMU EKONOMI

    1. Berikan alasan bahwa pekerjaan seorang pemimpin juga didapati pada kegiatan sehari-hari tanpa memandang bahwa yang bersangkutan apakah menjadi pemimpin atau tidak pada suatu perusahaan atau organisasi. Berikana jawaban dengan memberi contoh.

    Jawab :
    Dalam kegiatan kehidupan kita, pasti mempunyai tujuan, baik secara pribadi, keluarga, kelompok maupun perusahaan atau organisasi. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, maka setiap orang dengan berbekal ilmu manajemen atau tidak akan melakukan usaha untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Untuk itu pemimpin akan melakukan atau melaksanakan ilmu-ilmu manajemen dan kepemimpinan, seperti melaksanakan fungsi perencanaa, pengorganisasian, pengawasan, evaluasi dll secara terus menerus. Tentunya kualitas pencapaian tujuan yang telah ditetapkan akan berbeda setiap orang atau pemimpin yang salah satunya akan tergantung pada sejauh mana ybs melaksanakan ilmu manajemen dan kepemimpinan. Bila ilmu manajemen dan kepemimpinan dilaksanakan dengan baik maka secara umum hasilnya atau tujuan yang akan dicapai lebih cepat, lebih efisien.

    Contoh adalah ; Yang pasti kita telah menjadi pemimpin dalam skala kecil seperti pemimpin dalam sebuah keluarga yang terdiri atas ayah, ibu dan anak. Sebagai seorang pemimpin dalam sebuah rumah tangga, maka pemimpin baik berbekal pengetahuan ilmu manjemen dan kepemimpinan atau tidak. Bisa juga kita sekaligus menjadi pemimpin pada berbagai tingkatan pada perusahaan atau organisasi. Dalam rumah tangga kita sudah harus merencanakan jumlah anak, rencana pengeluaran, bagaimana mendapatkan sumber pendapatan dll. Harus mampu mengatur keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran sehingga setiap bulan tidak terjadi minus pendapatan.

    2. Dalam pandangan birokrasi, manajemen diterjemahkan menjadi seperangkat aturan yang membuat organisasi ataupun perusahaan agar dapat berjalan dengan efisien. Jelaskan bagaimana birokrasi dapat membuat organisasi menjadi efisien.
    Jawab :
    Seperangkat aturan yang dimulai dari pengaturan pekerjaan pada tahap awal sampai tahap akhir yang telah menjadi arahan dalam bekerja merupakan hal yang penting dalam pandangan birokrasi. Tanpa aturan, maka birokrasi tidak akan berjalan dengan baik sehingga tujuan bisa tidak tercapai. Aturan-aturan tersebut bisa dalam bentuk Juklak, Juknis ataupun di perusahaan disebut lebih dikenal dengan SOP. SOP menjadi kebutuhan semua organisasi, baik formal maupun informal. Dengan adanya SOP maka setiap orang yang terlibat akan mengetahui tentang pekerjaan yang akan dilakukan, pengetahuan apa yang harus mereka punyai, bagaimana teknis/cara mengerjakannya, apa tujuan yang akan dicapai, siapa yang akan mengerjakan, kapan akan mengerjakan, dimana akan mengerjakan, siapa yang akan melakukan pengawasan, kepada siapa bertanggungjawab atas tugas yang akan dilakukan, apak ukuran kebershasilan mencapai pekerjaan, bagaimana evaluasi akan dilakukan dan banyak lagi aspek lain yang harus dijelaskan pada SOP tersebut.
    Manajemen birokratis mengutamakan aspek karaktersitik administrasi seperti aturan, inpersonality, pembagian tenaga kerja, hirakhi, sturktur otoritas, komitmen tentang karir, rasional dan fokusnya adalah pada seluruh orang dalam organisasi.

    3. Untuk organisasi di bidang pemerintahan, seperti seorang kepala daerah kepada kepala dinas, kompetensi manejer apa yang menurut anda berperan penting. Berikan alasannya.

    Jawab :
    Kompetensi manajer yang cocok untuk kepala daerah ke kepala dinas adalah “ kompetensi perencanaan dan administrasi”. Setiap kepala dinas adalah pimpinan tertinggi apada setiap SKPD pada suatu pemerintahan. Setiap SKPD dalam mencapai tujuannya akan mempunyai renstra SKPD yang sangat tergantung kepada visi dan misi kepala daerah tertentu. Visi dan misi tersebut diterjemahkan dalam RPJM daerah. Artinya Renstra SKPD harus mengacu kepada RPJM daerah. Untuk mencapai tujuan dari RPJM, maka harus dilakukan oleh setiap SKPD. Untuk itu diperlukan kompetensi manajer perencanaan dan administrasi, sehingga kepala daerah mampu untuk mengevaluasi tujuannya sesuai dengan perencanaan dan apakah setiap pekerjaan sudah sesuai dengan aturan yang ada atau sudah sesuai dengan administrasi sehingga tidak akan menjadi temuan bagi lembaga pengawasan internal maupun eksternal.
    Dimensi kompetensi perencanaan dan administrasi meliputi :
    a. Pengumpulan informasi, analisis dan pemecahan masalah. Di sini kepala daerah harus dapat memanejemen kalukulasi tentang resiko yang kaan terjadi, mencoba untuk membuat antisipasi dari setiap resiko yang akan terjadi selama waktu berjalan. Contoh : dalam perjalanan ada pencapaian PAD yang tidak tercapai, atau keterlambatan pencairan anggaran pembangunan dll.
    b. Perencanaan dan organisasi proyek. Disini kepala daerah harus mampu memanejemen proyek agar proyek mempunyai perencanaan yang baik, ada skedul kegiatan agar tidak tumpang tindih antar SKPD, ada prioritas agar pemanfaatan anggaran optimal, ada upaya pendelegasian proyek sehingga bisa berjalan dengan baik. Perlu merencanakan atau mengkoordinasikan pelaksanaan proyek agar saling sinergis, tidak saling menghambat dll.
    c. Perlunya tim manejemen yang mampu untuk bisa mengantisipasi dan mencari solusi dari setiap respon/interupsi yang terjadi dari setiap pelaksanaan proyek.
    d. Perlunya manajemen anggaran dan keuangan untuk bisa memahami mekanisme penganggaran dan keuangan. Aliran dala pembangunan dalam satu tahun misalnya, adanya laporan pemanfaaran dana dan laporannya sebagai bagian penting dalam melaksanakan fungsi pengawasan den pengendalian.

    4. Dalam konsep kepemimpinan dikenal ucapan “leadership is a proses, not a position”, jelaskan artinya.

    Jawab :
    Leadership merupakan sebuah proses dalam mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan. Leadership adalah kepemimpinan yang tentunya berbeda dengan leader atau pemimpin. Setiap pemimpin belum tentu sebagai leadership. Namun setiap leadership pasti pemimpin.
    Leadership akan melihat 2 aspek yang penting, yaitu dia sebagai pemimpin, ada pengikut dan ada kondisi rill yang ada. Proses kepemimpinan bukanlah sesuatu yang sekali jadi, harus melalui proses yang terus menerus berdasarkan proses pembelajaran, dan pengalaman. Makin tinggi pembelajaran dan pengalaman seseorang maka kami besar peluang keberhasilan untuk mencapai tujuan dari kepemimpinannya. Kepemimpinan dalam suatu oragnisasi diarahkan untuk mempengaruhi orang-orang yang dipimpinnya agar mau berbuat seperti yang diharapkan atau sesuai harapan yang memimpinnnya. Kepemimpinan merupakan hal yang penting dalam sebuah organisasi, karena mampu untuk membangkitkan semangat bekerja, semangat memberikan yang terbaik, semangat berinovasi untuk sesuatu yang lebih baik.

    5. Bagi peneliti kepemimpinan diyakini bahwa kepemimpinan bukanlah sesuatu yang dibawa lahir akan tetapi dapat dipelajari. Henry Mizberg mengatakan bahwa : leadership, like swimming, cannot be learnet by reading about it”. Jelaskan apa makna ungkapan itu.
    Jawab :
    Artinya kepemimpinan itu seperti berenang, tidak bisa dipelajari dengan membaca (orang berenang). Jadi kepemimpinan akan didapat bukan karena membaca, tapi karena melaksanakan dari yang diketahui (pengetahuan) dan pengalaman yang ada secara terus menerus. Kepemimpinan sesungguhnya tidak ditentukan oleh pangkat atau jabatan seseorang. Kepemimpinan adalah sauatu yang muncul dari dalam dan merupakan buah dari keputusan seseorang untuk meu menjadi pemimpin, baik bagi dirinya sendiri, keluarga, lingkungan pekerjaan dan lingkungan sosial bahkan negerinya. Kepemimpinan merupakan sebuah keputuan yang merupkan hasil proses perubahan karakter atau transformasi internal dalam diri seseorang. Masalah kepemimpinan tidak terbatas pada orgnisasi atau lembaga tertentu. Kepemimpinan juga tidak hanya menjadi milik atau monopoli seorang yang menyandang prediket kepala atau manajer dalam suatu perusahaan atau kantor, sehingga haru mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi bawahannya. Untuk itu kepemimpinan menuntut suatu transformasi dari dalam hati dan perubahan karakter untuk manusia yang dipimpinnya.

    Demikian dan terima kasih.

    Komentar oleh Yanuar Fitri, mhs. Program Doktor Ilmu Ekonomi | Juni 20, 2014 | Balas

  64. Selamat siang Pak Jo

    Nama : M. ZAHARI MS
    Prodi : S3 Ilmu Ekonomi FEB Unja

    1. Berikan alasan bahwa pekerjaan seorang pemimpin juga didapati pada kegiatan sehari-hari tanpa memandang bahwa yang bersangkutan apakah menjadi pemimpin atau tidak pada satu perusahaan atau organisasi. Berikan jawaban dengan memberi contoh.
    Jawaban:
    Pemimpin adalah seseorang yang mempunyai sifat-sifat kepemimpinan dimana saja ia berada, baik menjadi pimpinan atau tidak pada suatu perusahaan atau organisasi. Contohnya: Dalam keluarga, seorang ayah dapat dikatakan sebagai pemimpin karena ayah adalah kepala rumah tangga yang mengayomi keluarnganya untuk mengatur dan mengarahkan isteri dan anak-anaknya untuk mencapai tujuan kehidupan berumah tangga yang lebih baik. Seorang ayah dapat memberikan pengertian tentang betapa penting melakukan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup, berkomunikasi, mengawasi dan menegakkan disiplin, menghargai dan menegakkan hak-hak keluarga, serta mencari solusi memecahkan masalah-masalah yang dialami keluarga demi keutuhan hidup berumah tangga yang harmonis dan bahagia.

    2. Dalam pandangan birokrasi, manajemen diterjemahkan menjadi seperangkat aturan yang membuat organisasi ataupun perusahaan agar dapat berjalan dengan efisien. Jelaskan bagaimana birokrasi dapat membuat organisasi menjadi efisien berikan contoh.
    Jawaban :
    Birokrasi sangat dibutuhkan dalam sebuah organisasi ataupun perusahaan. Birokrasi itu sendiri berasal dari kata bureaucracy (bahasa inggris bureau + cracy), diartikan sebagai suatu organisasi yang memiliki rantai komando dengan bentuk piramida, dimana lebih banyak orang berada ditingkat bawah dari pada tingkat atas, biasanya ditemui pada instansi yang sifatnya administratif maupun militer. Fungsi birokrasi paling baik diterapkan pada perusahaan atau organisasi yang mempunyai banyak tugas-tugas rutin yang perlu dilakukan. Kemudian karyawan tingkat yang lebih rendah dapat menangani sebagian besar pekerjaan dengan aturan dan prosedur yang telah dibuat tersebut.
    Organisasi adalah merupakan wadah berkumpulnya sekelompok orang yang memiliki tujuan bersama, kemudian mengorganisasikan diri dengan bekerja bersama-sama dan merealisasikan tujuan dari birokrasi. Birokrasi dapat membuat organisasi menjadi efisien didukung oleh kemampuan Sumberdaya Manusia yang menjalankannya dan aturan yang disederhanakan. Jika Sumber daya manusia benar-benar menjalankan kewajibannya dengan penuh tanggung jawab, tepat waktu, sesuai aturan yang telah disederhanakan dan tidak mempersulit, maka efisiensi organisasi dapat terwujud.
    Contoh birokrasi yang dapat membuat organisasi menjadi efisien yakni Lelang Jabatan Kepala Sekolah yang mencari SDM berkompeten dan berkualitas sesuai dengan jabatan yang akan ditempati dan bertujuan untuk mempersingkat proses (tahapan) birokrasi yang panjang, penyeleksian secara terbuka, memudahkan segala urusan yang terkait kewajibannya sehingga organisasi menjadi efisien.

    3. Kebutuhan akan manajer yang efektif menjadi dasar apakah organisasi dapat mencapai tujuannya baik atau tidak. Dalam hal ini salah satunya dibutuhkan kompetensi di bidang komunikasi, jelaskan urgensi kompetensi ini pada jenjang kepemimpinan (puncak, menengah dan bawah) di jenjang mana kompetensi ini paling dibutuhkan.
    Jawaban:
    Kompetensi komunikasi sangat diperlukan oleh seorang manajer yang membawahi beberapa bagian dan staff disebuah perusahaan atau organisasi. Deminsi kompetensi di bidang komunikasi yang dapat menjadi dasar manajer dalam mencapai tujuan organisasi yang efektif, adalah :
    1) Komunikasi informal (Informasi Communication)
    a. Memiliki kesadaran tentang perasaan orang lain
    b. Mempromosikan komunikasi dua arah, mendengarkan serta memberri dan menerima pendapat
    c. Membangun hubungan kuat dengan orang-orang sekitar
    2) Komunikasi formal (Formasi Communication)
    a. Menginformaikan orang-orang atas peristiwa yang relevan dan aktivitas dan membuat mereka mendapatkan informasi yang baru
    b. Membuat persuasif, dan menangani pertanyaan dengan baik
    c. Menulis dengan jelas, ringkas, dan efektif, menggunakan berbagai sumberdaya berbasis computer
    3). Negosiasi (Negotiation)
    a. Melakukan negosiasi secara efektif atas nama tim dan sumber daya
    b. Mahir dalam mengembangkan hubungan
    c. Mengambil tindakan tegas dan adil ketika menangani masalah bawahan.
    Urgensi kompetensi di bidang komunikasi pada jenjang kepemimpinan dapat dibedakan atas 3 bagian yaitu :
    a. Top managers: merupakan manajer tertinggi dari tingkatan majer. Sehingga kompetensi yang dibutuhkan adalah kompetensi konseptual, yaitu kompetensi untuk mengidentifikasi masalah, mencari solusi masalah, dan membuat keputusan terkait pemecahan masalah secara bijak. Contohnya adalah : Gubernur, Walikota/Bupati atau Direktur Utama, Direktur
    b. Middle managers itu sendiri mencangkup semua manajemen yang berada diantara top manager dan lower manager dan bertugas sebagai penghubung antara keduanya. Contoh: Jabatan yang termasuk manajer menengah di antaranya kepala bagian, pemimpin proyek, manajer pabrik, atau manajer divisi.
    c. First-line managers dikenal pula dengan istilah manajemen operasional, merupakan manajemen tingkatan paling rendah yang bertugas memimpin dan mengawasi karyawan non-manajerial. Pada first line manajer ini lebih dibutuhkan kompetensi yang bersifat teknikal. Contohnya adalah mandor.
    Berdasarkan jenjang kepemimpinan ini, mana kompetensi tersebut sama-sama dibutuhkan sesuai dengan jenjang kepemimpinan. Alasannya adalah pada kenyataannya pembagian fungsi dalam manajemen secara fundamental tidak dapat dibedakan secara tajam dan tegas, karena setiap jenjang kepemimpinan (Top managers, Middle managers, dan First-line managers), dalam usaha untuk mencapai tujuan, seorang pemimpin harus melaksanakan semua fungsi menejerial, hanya saja skop dan penekanannya yang menunjukkan perbedaan. Pimpinan dalam menjalankan tanggung jawabnnya mengharuskan berkomunikasi dengan bawahan sehingga pekerjaan dapat diselesaikan sesuai dengan tujuan yang diinginkan.

    4. Untuk Organisasi di bidang pemerintahan, seperti seorang kepala daerah kepada kepala dinas, kompetensi manajer apa yang menurut anda berperan penting. Berikan alasannya.
    Jawaban: :
    Kompetensi adalah hal yang paling penting yang harus dimiliki oleh seorang Kepala Daerah, dimana Kepala daerah adalah posisi sentral dan strategis dalam sistem Pemerintahan Daerah. Begitu strategisnya kedudukan dan peran kepala daerah dalam sistem pemerintahan, sehingga kepala daerah dituntut harus memiliki kompetensi yang dinamik, aktif, kreatif serta komunikatif sehingga dapat menerapkan pola kekuasaan yang tepat dan pola perilaku kepemimpinan yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan.
    Kepala Daerah harus memiliki kompetensi sebagai orang yang bergerak lebih awal dalam mempelopori, membimbing, menuntun dan mengarahkan pikiran dan pendapat tiap-tiap Kepala Dinas (SKPD) melalui pengaruhnya dalam penetapan suatu tujuan organisasi pemerintahan melalui pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan di daerah dimana permasalahan-permasalahan yang timbul dalam roda pemerintahan bisa diatasi dan di pecahkan secara bertahap demi tercapainya tujuan suatu organisasi pemerintahan yang diharapkan. Kompetensi yang penting yang harus dimiliki setiap Kepala daerah yaitu didasarkan pada indikator kinerja berikut:
    a. Kualitas dan soliditas sistem kepimpinan dalam Pemerintahan (leadership system) yang mencakup visi, nilai-nilai, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program.
    b. Efektifitas dan efisiensi komunikasi.
    c. Keterkendalian proses kepemimpinannya.
    d. Inovasi Kepemimpinannya.
    e. Keterukuran kinerja kepemimpinannya.
    Secara Garis besar kompetensi yang sangat berperan penting bagi seorang Kepala Daerah yaitu:
    a. Mampu menjadi Penentu Arah (direction setter)
    b. Mampu sebagai agen perubahan (change agent)
    c. Mampu sebagai pelatih (coach)
    d. Mampu sebagai juru bicara Organisasi Pemerintahan (spokesperson)
    e. Mampu sebagai komunikator yang efektif
    f. Mampu menjadi Mediator
    g. Mampu menjadi Integrator.
    Jika Kompetensi diatas dikuasai penuh oleh seorang Kepala Daerah maka hubungan korelasi yang timbul antara Kepala Daerah kepada Kepala Dinas akan tercipta dengan baik guna terwujudnya “ Good Governance “.

    5. Dalam konsep kepemimpinan dikenal ucapan “leadership is a process, not a position”. jelaskan artinya.
    Jawaban :
    Yang dimaksud dengan “leadership is a process, not a position” yaitu “kepemimpinan adalah sebuah proses, bukan suatu posisi”. Artinya, sebenarnya tidak ada “pemimpin karbitan” yang menjadi matang secara mendadak. Seseorang dalam organisasi yang menyandang gelar/pangkat dan menduduki posisi tertentu dalam sebuah organisasi tidak dengan sendirinya merupakan seorang pemimpin unit organisasi yang seharusnya dipimpinnya, karena dapat saja yang menjadi pemimpin de facto adalah seorang asistennya, seorang pemimpin informal. Kepemimpinan menyangkut sesuatu yang terjadi sebagai sebuah akibat dari interaksi antara seorang pemimpin dan para pengikutnya dalam lingkup situasi tertentu.
    Kepemimpinan itu lebih daripada sekadar apa saja tentang sang pemimpin atau apa saja yang dilakukan sang pemimpin. Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi orang-orang lain agar dapat mencapai tujuan-tujuan kelompok, tidak hanya mengenai seorang pribadi yang dikatakan pemimpin atau sebuah posisi.
    Kepemimpinan berasal dari kata pimpin yang memuat dua hal pokok yaitu: pemimpin sebagai subjek dan yang dipimpin sebagai objek. Kata pimpin mengandung pengertian mengarahkan, membina atau mengatur, menuntun dan juga menunjukkan ataupun mempengaruhi. Pemimpin mempunyai tanggung jawab baik secara fisik maupun spiritual terhadap keberhasilan aktivitas kerja dari yang dipimpin, sehingga menjadi pemimpin itu tidak mudah dan tidak akan setiap orang mempunyai kesamaan di dalam menjalankan kepemimpinannya.
    Kepemimpinan hanya dapat dilaksanakan oleh seorang pemimpin. Seorang pemimpin adalah seseorang yang mempunyai keahlian memimpin, mempunyai kemampuan mempengaruhi pendirian/pendapat orang atau sekelompok orang tanpa menanyakan alasan-alasannya. Seorang pemimpin adalah seseorang yang aktif membuat rencana-rencana, mengkoordinasi, melakukan percobaan dan memimpin pekerjaan untuk mencapai tujuan bersama-sama. Oleh karena kepemimpinan memerlukan suatu proses yang mempengaruhi aktifitas kelompok yang diatur untuk mencapai tujuan bersama.

    Komentar oleh M. ZAHARI MS | Juni 20, 2014 | Balas

  65. NAMA  :  ALI AKBAR
    PRODI  :  DOKTOR ILMU EKONOMI
    KELAS :  A
    MATA KULIAH  :  MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN

    Soal dan Jawaban :
    1. Dalam pandangan birokrasi, manajemen diterjemahkan menjadi seperangkat aturan yang membuat organisasi ataupun perusahaan agar dapat berjalan dengan efisien. Jelaskan bagaimana birokrasi dapat membuat organisasi menjadi efisien berikan contoh ?
     Dari gambaran umum birokrasi merupakan tipe organisasi yang dimaksudkan untuk mencapai tugas administrasi dengan cara mengkoordinasi secara sistematis teratur pekerjaan dari banyak organisasi. Pada birokrasi memiliki prinsip-prinsip dimana aturan (rules) yang ada sangat jelas dan tegas sekali untuk menegakkan ketertiban dan kelangsungannya, terdapat ruang lingkup kompetensi yang jelas serta memiliki kewenangan untuk melaksanakan tugas dan pekerjaan yang merupakan aspek integral dari birokrasi, adanya pembagian tugas dan tanggung jawab, hirarki, dst.. Dari hal-hal tersebut (birokrasi) membuat organisasi menjadi efisien.   · Contoh : Pembuatan job description, struktur organisasi, aturan/kebijakan/standar prosedur operasional yang mengatur dan membagi fungsi-fungsi, tugas-tugas dan tanggung jawab agar organisasi/perusahaan dapat berjalan dengan efisien.
    2. Kebutuhan akan manajer yang efektif menjadi dasar apakah organisasi dapat mencapai tujuannya baik atau tidak. Dalam hal ini salah satunya dibutuhkan kompetensi di bidang komunikasi, jelaskan urgensi kompetensi ini pada jenjang kepemimpinan (puncak, menengah dan bawah) di jenjang mana kompetensi ini paling dibutuhkan ? · Komunikasi memiliki keterkaitan dengan kepemimpinan, bahkan dapat dikatakan bahwa tiada kepemimpinan tanpa komunikasi, kompetensi di bidang komunikasi (berkomunikasi) akan sangat menentukan berhasil tidaknya seorang pemimpin dalam melaksanakan tugasnya. Setiap pemimpin memiliki pengikut/bawahan guna merealisasikan gagasannya dalam rangka mencapai tujuan organisasi/perusahaan, disinilah pentingnya kemampuan berkomunikasi bagi seorang pemimpin (efektif dan efisien dalam berkomunikasi), khususnya dalam usaha untuk mempengaruhi orang lain/bawahannya (seperti : memotivasi, mengarahkan, menyampaikan informasi, pengawasan) sehingga segala tujuan dari organisasi/perusahaan dapat tercapai dengan baik sesuai yang telah ditetapkan. · Kompetensi di bidang komunikasi yang paling dibutuhkan di jenjang manajer/ kepemimpinan puncak (top manajers), berikutnya manajer/kepemimpinan menengah (middle manajerst) dan bawah (first-line manajer).   3. Untuk organisasi di bidang pemerintahan, seperti seorang kepala daerah kepada kepala dinas, kompetensi manajer apa yang menurut anda berperan penting. Berikan alasannya ?
    · Kompetensi komunikasi : Kepala daerah merupakan pemimpin puncak (top manajers) di suatu daerah yang membawahi/mensupervisi beberapa lini organisasi (seperti a.l. : dinas-dinas yang dipimpin oleh kepala dinas), sehingga kompetensi komunikasi (informal communication, formal communication dan negotiation) sangat diperlukan untuk mengkoordinasikan, memotivasi, menyampaikan informasi, pengawasan, mengarahkan bawahannya (seperti a.l. : kepala dinas). Dengan kompetensi komunikasi diharapkan adanya feed back dari bawahan sehingga terbentuk sinergi dalam bekerja (dapat bekerja sesuai dengan yang telah ditetapkan) sehingga tujuan dapat dicapai dengan baik.
    4. Dalam konsep kepemimpinan dikenal ucapan “leadership is a process, not a position” jelaskan artinya ?
    · Kepemimpinan adalah merupakan suatu proses bukan suatu posisi/jabatan/kedudukan, dimana menjadi seorang pemimpin dapat melalui proses pembelajaran (learning) dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari. Kepemimpinan merupakan syarat utama untuk menciptakan kesan agar mereka yang menjadi bawahan, rekan kerja, mampu dan mau untuk bekerjasama sesuai dengan tujuan, aturan, prinsip dan kaedah yang telah ditetapkan dalam organisasi/perusahaan. Pada dasarnya kepemimpinan (leadership) bukanlah suatu posisi/jabatan/kedudukan strategis yang berhasil dicapai seseorang dengan menggunakan banyak potensi sumber daya dan sumber dana yang dimiliki. Kepemimpinan itu adalah proses mempengaruhi atau mengarahkan pegawai/bawahan/anggota/yang dipimpinnya dalam upaya mencapai tuj
    uan organisasi serta membantu membentuk suatu budaya produktif dalam organisasi. 5. Menjadi seorang pemimpin dapat dipelajari melalui satu pelatihan “coaching” baik infomal maupun formal. Bedakan coaching dalam bentuk formal dan informal dan bagaimana faktor pendukung keberhasilannya ?
    · Coaching adalah : bermitra dengan coachee dalam proses pemikiran yang menggugah dan proses yang kreatif, untuk memberikan inspirasi pada coachee dalam memaksimalkan potensi individu dan profesional mereka.
    · Coaching dalam bentuk formal adalah : coaching yang dilaksanakan dengan jadwal (skedule), tempat yang telah ditetapkan, program dengan awal dan akhir, menggunakan coaching mode sedangkan coaching dalam bentuk informal adalah : coaching yang dilaksanakan pada keseharian (tidak terjadwal) dan tempat yang tidak ditentukan, dengan proses yang terus berjalan dan menggunakan coaching mode atau style management lainnya.
    · Faktor pendukung keberhasilan coaching adalah :
    –   Suasana coaching harus kondusif dan tempat yang nyaman.
    –   Kemampuan coach untuk mengali, mengungah coachee untuk memaksimalkan potensi individu dan profesional mereka.
    –   Saling kepercayaan antara coach dengan coachee dalam pelaksanaan coaching.
    –   Mendengar dengan empati.
    –   Batasan waktu (time line).                

    Komentar oleh ali akbar | Juni 20, 2014 | Balas

  66. NAMA; IR. AMRIN AZIZ M.SI
    PROGRAM DOKTOR (S3) EKONOMI

    1. karena memimpin itu adalah suatu proses kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan dalam kepemimpinan itu terdiri dari bberapa fungsi
    a.fungsi perencanaan
    b. fungsi pengorganisasian
    c. fungsi pelaksanaan
    d.fungsi evaluasi
    contoh : memimpin keluarga dan memimpin diri sendiri di dalamnya terkandung kegiatan yang akan dilaksanakan pada hari itu

    2. Penerapan efisiensi organisasi beserta contohnya
    • Membuat struktur organisasi sesuai dengan tujuan birokrasi
    • Menempatkan orang-orang sesuai fungsi dan keahlian masing-masing
    • Menempatkan waktu sesuai dengan pencapaian tujuan yang ada
    • Melakukan pendekaatan terhadap pelaku organisasi
    Contoh: Dinas pertanian provinsi yang merupakan lembaga birokrasi pemerintah yang di pimpin oleh kepala dinas dengan strukturnya sebagai berikut :

    3. Komunikasi di butuhkan pada :
    a. Top Manager adalah dibutuhkan berupa informal comunication berupa komunikasi yang sifatnya fleksibel,pendekatan tertentu dalam situasi tertentu,
    b. Middle Manager memerlukan formal comunication yang sifatnya merupakan pembicaran yang mempunyai konsep penyelesaian yang efektif juga berupa advokasi dan berupa komunikasi yang secara langsung kepada yang ditujukan untuk pelaksanaan
    c. First Line Manager adalah komunikasi yang sifatnya negoisasi dan membantu membutuhkan skill atau kemampuan yang membangun keakraban dan menjawab kebutuhan yang di inginkan di level manapun dengan baik
    jadi disini yang sanagat dibutuhkan dalam komunikasi managerial pada tingkat manajemen first line dalam pelayanan

    4. Yang dibutuhkan dalam hal tersebut yakni manajemen formal communication

    5. “leadership is a process, not a position” maksudnya adalah pemipin itu merupakan bagian dari proses untuk mencapai kesuksesan dalam meraih tujuan bukan lah untuk meraih posisi sendiri

    Komentar oleh AMRIN AZIZ | Juni 20, 2014 | Balas

  67. Nama : Winda Pratiwi, SE
    Kelas : Magister Manajemen Pagi

    1. Dalam pandangan birokrasi, manajemen diterjemahkan menjadi seperangkat aturan yang membuat organisasi ataupun perusahaan agar dapat berjalan dengan efisien . Jelaskan bagaimana birokrasi dapat membuat organisasi menjadi efisien berikan contoh.
    Birokrasi adalah salah satu bentuk dari organisasi, yang diangkat atas dasar alasan keunggulan teknis, di mana organisasi tersebut memerlukan koordinasi yang ketat, karena melibatkan begitu banyak orang dengan keahlian-keahlian yang sangat bercorak ragam. Birokrasi dikatakan efektif dan efisien apabila dalam realita pelaksanaannya birokrasi dapat berfungsi melayani sesuai dengan kebutuhan masyarakat artinya tidak ada hambatan yang terjadi dalam pelayanan tersebut, cepat dan tepat dalam memberikan pelayanan serta mampu memecahkan fenomena yang menonjol akibat adanya perubahan sosial yang sangat cepat dari faktor eksternal. Agar birokrasi dapat berjalan efektif dan efisien perlu memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhinya seperti dikemukakan Gie. Gie (1991) mengatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi dan efektivitas kerja adalah (1) motivasi kerja, (2) kemampuan kerja, (3) suasana kerja, (4) lingkungan kerja, (5) perlengkapan dan fasilitas dan (6) prosedur kerja. Mengacu pada faktor-faktor yang dikemukakan oleh Gie tersebut di atas, maka penulis yakin ada (1) sumber daya manusia, (2) lingkungan kerja yang benar-benar dapat mempengaruhi efektivitas dan efisiensi penyedia pelayanan publik di Indonesia.
    Contoh : dalam instansi pemerintahan sarjana hukum di tempatkan di biro hukum. Sesuai dengan bidangnya

    2. Kebutuhan akan manajer yang efektif menjadi dasar apakah organisasi dapat mencapai tujuannya baik atau tidak. Dalam hal ini salah satunya dibutuhkan kompetensi di bidang komunikasi , jelaskan hal ini dapat dibangun oleh seorang manajer.
    – Organisasi harus mengkoordinasikan kegiatan – kegiatan dari banyak karyawan agar dapat memberikan layanan standar atau produk kepada pelanggan.
    – Kebutuhan cendrung berubah
    – Informasi yang menjadi sumber komunikasi

    3. Untuk organisasi di bidang pemerintahan , seperti seorang kepala daerah kepada kepala dinas, kompetensi apa yang menurut anda berperan penting. alasannya.
    Kompetensi sangat penting karena dalam pengangkatan pejabat eselon II harusnya mengacu kepada keputusan kepala BAKN no 43 tahun tahun 2001 tentang standar kompetensi jabatan struktural PNS sebagaimana yang diatur dalam pasal 1 surat keputusan Kepala BAKN tahun 2001 itu.
    Dalam Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara NO 43 tahun 2001 itu yang dimaksud dengan :
    (1) Kompetensi adalah Kemampuan dan karakteristik yang dimiliki oleh seorang
    pegawai Negeri Sipil berupa pengetahuan, keahlian dan sikap perilaku yang
    diperlukan dalam pelaksanaan tugas jabatannya.
    (2) Kompetensi Umum adalah : Kemampuan dan karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang Pegawai Negeri Sipil berupa pengetahuan dan perilaku yang diperlukan dalam melaksanakan tugas jabatan struktural yang dipangkunya.
    (3) Kompetensi Khusus adalah : Kemampuan dan karakteristik yang dimiliki oleh seorang Pegawai Negeri Sipil berupa keahlian untuk melaksanakan tugas jabatan Struktural yang dipangkunya.

    4. Adakah peran daripada latar belakang seorang manajer tentang kompetensi yang dimilikinya?
    Noerachman Saleh (2003) menyebutkan bahwasanya faktor terbesar penyebab
    kegagalan suatu proyek, bukanlah masalah teknis tapi lebih pada faktor manajemen, dalam
    hal ini manajemen proyek. Untuk itulah diperlukan kompetensi tertentu bagi seorang
    Project Manager selaku pimpinan utama pada proyek yang dipimpinnya. Apalagi pada
    Industri konstruksi merupakan industri yang berisiko tinggi.
    Menurut Jeffry L Whitten dalam Metode Design dan Analisis Sistem yang
    terdapat pada materi Konteks dan Proses Management Proyek, Kompetensi seorang
    Project Manager dikelompokkan atas :
    – Kompetensi Pencapaian Bisnis
    a. Kesadaran bisnis ; Mengikat tiap proyek sistem pada misi, visi & tujuan organisasi.
    b. Orientasi Rekan bisnis ; Menjaga keterlibatan para manajer dan user selama
    Proyek.
    c. Komitmen pada kualitas ; Memastikan tiap proyek sistem berkontribusi pada
    harapan kualitas organisasi secara keseluruhan.
    – Kompetensi Pemecahan Masalah
    a. Inisiatif ; Mendemontrasikan kreatifitas, resiko diperhitungkan untuk dianalisis,
    disain dan mengimplementasikan sistem informasi .
    b. Pengumpulan informasi ; Dengan terampil memperoleh informasi faktual yang
    diperlukan untuk menganalisis,disain, & mengimplementasikan sistem informasi
    c. Pemikiran analitis ; Dapat menilai dan memilih proses pengembangan sistem yang
    sesuai serta menggunakan perangkat manajemen untuk merencanakan,
    menjadwalkan dan menganggarkan pengembangan sistem. Juga dapat
    memecahkan masalah melalui pendekatan analitis penguraian sistem menjadi
    bagian-bagian serta merakit kembali bagian-bagian tersebut menjadi sistem yang
    diperbaiki.
    d. Pemikiran konseptual ; Memahami teori sistem dan menerapkannya pada analisis &
    desain sistem dari sistem informasi.

    5. Max Weber, penggagas pandangan birokrasi, menyampaikan 7 prinsip. 3 diantara prinsip tersebut :
    – Pembagian Kerja
    Divisi tenaga kerja mengacu pada pemisahan kerja ke posisi khusus.
    – Kehidupan Organisasi yang di pisahkan dengan jelas dari kehidupan pegawai
    Karakteristik – Karakteristik tersebut menggambarkan ideal tipe dari weber mengenai organisai yang rasional dan efisien, tujuan – tujuan jelas dan eksplisif, posisi diatur dalam suatu hierarki berbentuk piramida dengan wewenang yang makin meningkatkan waktu bergerak ke atas dalam organisasi.
    – Struktur Hirarkis
    Peningkat pekerjaan sesuai dengan jumlah otoritas dalam setiap pekerjaan

    Komentar oleh Winda Pratiwi, SE | Juni 20, 2014 | Balas

  68. selamat sore pak joe
    berikut ini saya kirimkan jawaban soal matrikulasi kelas pagi

    UJIAN MATRIKULASI-MANAJEMEN DAN ORGANISASI

    Nama : Hendri Yandri

    Jawaban dari soal :
    No.
    1. Pekerjaaan seorang manajer juga didapati pada kegiatan sehari-hari karena sifat dan fungsi manajer bersifat umum. Artinya siapapun pasti memiliki jiwa seorang manajer. Sifat manajer biasanya tergambar dalam pola prilaku dan interaksi dengan pekerjaan.
    Misalnya pekerjaan cleaning servis, dalam menjalankan kegiatan tersebut, siapapun pasti akan memulainya dengan planing, kapan waktu membersihkan, dimana akan dibersihkan, bagaimana dengan ketersediaan alat dan bahan yang akan digunakan, berapa waktu yang dibutuhkan untuk membersihkan dan sebagainnya. Semuanya sangat terkait dengan fungsi manajemen, apakah itu planingnya, organizingnya, actuatingnya maupun controlingnya.
    Intinya, setiap pekerjaan akan berhubungan dengan sifat dan fungsi seorang manajer.

    2. Birokrasi dapat membuat organisasi menjadi efisien dengan cara membuat rule of the game, kemudian membuat visi atau tujuan yang akan dicapai, apakah jangka pendek, menengah dan panjang, membuat kebijakan yang strategic sesuai visi dan misi, kemudian membuat standar operasional prosedur sebagai acuan dalam pekerjaan serta menetapkan personel karyawan atau pegawai berdasarkan spesialisasi dan kompetensi.
    Contohnya : instansi laboratorium dengan tugas utamanya sebagai lembaga analisis mikroorganisme tanah yang menguntungkan. Instansi ini akan bekerja secara efisien manakala petugas labratoriumnya berdasar spesialisasinya, kemudian mempunyai kelengkapan alat analisis, ditunjang dengan standar operasional sehingga pekerja tersebut akan bekerja tepat waktu. Disinilah letak efisiennya lembaga tersebut dalam bekerja.

    3. Seorang manajer akan berkerja secara efektif jika mempunyai kompetensi dalam hal komunikasi. Kemunikasi yang baik ditandai dengan kemampuan berbicara yang fasih, singkat, holistic dan dialogis. Apabila terdapat beberapa hal yang kurang dimengerti oleh karyawannya, seorang manajer mesti memberikan rincian kerjanya secara tertulis karena komunikasi tersebut tidak hanya bersifat lisan namun bisa juga bersifat tulisan. Dengan demikian akan jelaslah tugas yang diberikan oleh seorang manajer kepada karyawannya.

    4. Kompetensi yang berperan penting dari seorang kepala daerah adalah kompetensi strategic action. Dengan kompetensi ini seorang kepala daerah akan mudah mengontrol para kepala dinasnya dalam bekerja. Sebab capaian tugas dan kerja kepala dinas tentunya tidak akan terlepas dari strategi yang telah dibuat oleh seorang kepala daerah.

    5. Peran latar belakang seorang manajer tentang kompetensi yang dimilikinya sangat berperan. Latar belakang manajer dengan kompetensi self management misalnya akan berpengaruh pada sikap dan prilaku seorang manajer. Kompetensi self management sangat berkaitan bagi setiap manajer dalam mengelola rutinitas pekerjaannya. Dalam hal ini yang paling berperan adalah manajemen waktu. Ketika seorang manajer terlahir dari lingkungan yang disiplin dalam waktu maka kebiasaan ini akan terbawa dalam aktivitas kerja seorang manajer. Sebab sikap disiplin tersebut sudah menjadi karakter atau attitude, sikap dan prilaku seperti ini biasanya akan menjadi irama kerja seorang manajer dalam mengelola instansinya.

    Komentar oleh hendri yandri | Juni 20, 2014 | Balas

  69. Nama : Ismanuddin Berutu, SE
    Prodi : Magister Manajemen (Kelas Pag)
    Mata Kuliah : Manajemen & Organisasi

    1. Berikan alasan bahwa pekerjaan seorang manajer juga didapati pada kegiatan sehari-hari tanpa memandang bahwa yang bersangkutan apakah menjadi manajer atau tidak pada satu perusahaan. Berikan jawaban dengan memberi contoh.
    Jawab :
    Setiap individu adalah manajer bagi dirinya sendiri, seseorang yang tidak mampu mengelola atau mengatur dirinya dan merencanakan tujuan hidup yang akan dicapainya maka seseorang tersebut akan sulit mencapai kesuksesan yang di harapkannya. Didalam kehidupan sehari-hari sejak melakukan aktivitas dari pagi hari seseorang memiliki kendali 100% terhadap dirinya dan waktu yang ada padanya, sebagai contoh seseorang pekerja yang setiap harinya masuk kerja pada pukul 08.00 pagi, sering sekali masuk kerja lewat dari waktu yang di tentukan dengan alasan macet atau hujan atau alasan lainnya, pada hal seseorang pekerja tersebut dengan melakukan manajemen waktu yang baik maka sebenarnya dia tidak perlu untuk terlambat masuk kekantor, hal ini menunjukkan setiap orang dapat menerapkan cara berfikir dan bekerja seorang manajer di dalam melakukan aktivitas sehari-hari berupa manajemen waktu yang baik, disiplin, keratifitas didalam meningkatkan keahlian dan pengetahuan dan sebagainya.
    2. Kebutuhan akan manajer yang efektif menjadi dasar apakah organisasi dapat mencapai tujuannya baik atau tidak. Dalam hal ini salah satunya dibutuhkan kompetensi di bidang komunikasi, jelaskan hal ini dapat dibangun oleh seorang manajer.
    Jawab :
    Agar organisasi dengan mudah mencapai tujuannya, maka diperlukan kompetensi setiap karyawan/staf dan semua level manajemen sesuai dengan bidangnya masing-masing. Kompetensi adalah suatu kemampuan (skill & knowledge) untuk melaksanakan atau melakukan aktivitas/pekerjaan/tugas, semakin banyak kompetensi seorang manajer maka semakin memperlancar dan mempermudah pekerjaan dan tugas yang menjadi tanggungjawabnya. Dari beberapa kompetensi yang harus dimiliki seorang manajer salah satu yang penting adalah kompetensi dibidang komunikasi yang harus dibangun oleh seorang manajer. Communication competency merupakah kemampuan seorang manajer tidak hanya dalam bentuk kemampuan berbicara baik kepada bawahan atasan rekan sejawat maupun dengan pihak eksternal, namun lebih luas dari itu yakni kemampuan menterjemahkan instruksi, tugas dan delegasi yang di berikan kepada bawahan (karyawan/staf) sehingga instruksi yang diberikan dapat dijalankan dengan baik dan benar serta melakukan koordinasi dengan bahagian lainnya agar tercipta keharmonisasian didalam menjalankan suatu organisasi untuk mencapai tujuan, selain kemampuan berbicara kemampuan komunikasi juga mencakup kemampuan mendengar orang lain, sehingga seluruh sub ordinat yang ada dibawahnya mampu dengan mudah menyampaikan ide dan pendapatnya.
    Dengan pentingnya kompetensi tersebut, maka dapat dibangun oleh seorang manajer dengan melakukan interaksi dengan seluruh fungsi yang ada didalam organisasi baik secara vertikal maupun secara horizontal, baik dengan bawahan langsung maupun dengan rekan sejawat demikian juga dengan atasan serta pihak eksternal yang berhubungan dari suatu organisasi, dengan seringnya interaksi dan koordinasi yang dilakukan maka akan terbangun komunikasi yang baik antar lini sehingga setiap tugas dan target yang mendukung tercapainya tujuan dengan mudah akan menggerakkan setiap fungsi organisasi sesuai dengan tugas dan tanggungjawab yang melekat pada setiap fungsi, maupun yang melekat pada setiap personal yang ada didalamnya.
    3. Untuk organisasi di bidang pemerintahan, seperti seorang kepala daerah kepada kepala dinas, kompetensi apa yang menurut anda berperan penting. Berikan alasannya.
    Jawab :
    Kompetensi yang berperan penting yang harus di tentukan oleh seorang kepala daerah kepada kepala dinas adalah sebagai berikut :
    a. Pengetahuan (knowledge) yaitu kesadaran dan kemampuan dalam bidang kognitif, misalnya, seorang kepala dinas mengetahui cara melakukan identifikasi belajar, dan bagaimana melakukan pembelajaran yang baik kepada seluruh pegawai yang berada didalam dinas tersebut, sehingga proses transformasi visi dan missi dinas yang dipimpinnya dapat diselaraskan dengan seluruh pegawai yang ada di dalam dinas tersebut, sehingga setiap pegawai dapat didorong bahwa mereka adalah cerminan dari visi misi dari dinas dimana mereka ditugaskan, sehingga setiap pegawai merasakan memiliki tanggungjawab yang besar dan bersama-sama mendorong visi dan missi dinas tersebut berjalan dengan baik dan benar.
    b. Pemahaman (understanding) yaitu kedalaman kognitif dan efektif yang dimiliki oleh seorang kepala dinas, misalnya dalam melaksanakan tugas dan tanggujawabnya harus mempunyai pemahaman yang baik tentang karakteristik dan kondisi kerja secara effektif dan efisien, hal ini akan sangat berperan mendorong dinas tersebut menggunakan segala sumberdaya yang dimiliki secara baik dan benar sehingga mengurangi pemborosan dan menghindari terjadinya kebocoran sumberdaya (anggaran) yang menjadi tanggungjawab dinas tersebut sehingga segala program untuk menjalankan fungsi dinas yang bersangkutan sesuai dengan visi dan missi yang menjadi tujuan yang harus dicapai dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
    c. Kemampuan (skill) adalah suatu keterampilan/kemampuan psikomotorik yang dimiliki oleh individu (kepala dinas) untuk melaksanakan tugas atau pekerjaan yang dibebankan kepadanya, dalam hal ini skill yang harus dimiliki harus sesuai dengan dinas yang pimpinnya contoh seorang yang berlatar belakang pertanian memimpin dinas pertanian, dan seterusnya, hal ini agar proses tujuan yang akan di capai dapat dijalankan dengan baik dan bendar karena seorang kepala dinas yang memimpin dinas tersebut memiliki keahlian.

    4. Adakah peran latar belakang seorang manajer tentang kompetensi yang dimilikinya ?
    Jawab :
    Peran latar belakang seorang manajer akan sangat mempengaruhi kompetensi yang dimilikinya, latar belakang tersebut dapat terdiri dari, latar belakang pendidikan, latar belakang pengalaman pekerjaan, latar belakang lingkungan maupun latar belakang keluarga. Peran latar belakang seorang manajer tersebut sangat berpengaruh berhasil atau tidaknya seorang menajer menjalankan fungsi dan tugas serta tanggung jawab yang di jalankannya, di dalam proses rekruitmen biasanya persyaratan latar belakang juga di cantumkan untuk di dinilai oleh manajemen didalam memutuskan apakah seseorang akan di berikan kepercayaan atas tugas dan tanggung jawab dan kewenangan yang akan di berikan kepadanya. Semakin banyaknya dan luas latar belekang yang positif atas seseorang baik pendidikan, pengalaman akan meningkatkan kopetensi seorang manajer dalam mejalankan tugas dan tanggung jawab yang harus dipenuhi untuk tujuan menggerakkan organisasi yang efektif dan efisien.
    5. Pada berbagai tingkatan manajer (puncak, tengah dan bawah) dibutuhkan manajer yang berbeda sesuai dengan kompetensi yang diisyaratkan. Mengapa hal ini demikian ? berikan alasan.

    Jawab :
    Pada level manajemen tertentu pasti dibutuhkan kompetensi yang berbeda, pada level menejer bawah, kopentensi yang dibutuhkan lebih kepada kompetensi secara tekhnis operasional, dimana manajer level bawah akan bersentuhan langsung pada kegiatan bussines proses dari suatu organisasi (perusahaan), sehingga kompetensi dibidang keahlian (skill) lebih diutamakan dibanding dengan kompetensi lainya.
    Pada level majemen tengah, selain kompetensi keahlian seorang manajer level tengah harus sudah menambah kompetensinya dibidang analisa, controll terhadap jalannya organisasi, serta kompetensi komunikasi baik kepada internal organisasi maupun kepada eksternal, pada level manajer tengah sudah harus di tuntut pula pemahaman yang kuat terhadap visi dan missi serta tujuan perusahaan yang lebih besar, sehingga akan membantu manajer puncak untuk menetapkan kebijakan perusahaan didalam menghadapi permasalahan organisasi baik dari internal maupun dari eksternal.
    Pada level puncak kompetensi manajer puncak selain kemampuan tehnis dan analisa yang baik juga mampu melihat keberadaan organisasi yang dipimpinnya terhadap seluruh steckholder yang ada sehingga mampu menempatkan organisasi yang dipimpinnya untuk berjalan sesuai dengan perkembangan makro ekonomi baik dalam mengantisipasi kondisi pasar, kebijakan pemerintah maupun pertumbuhan ekonomi makro, sehingga pada setiap kondisi yang dihadapi dapat di lalului dengan baik sesuai dengan tujuan organisasi. Pada level manajer puncak peran dari pada manajemen sebagai perencanaan, pengorganisasian dan menggerakkan organisasi serta pengendalian terhadap pencapaian hasil dari tujuan organisasi harus mutlak di miliki oleh seorang manajer pada level puncak.

    Komentar oleh Ismanuddin Berutu | Juni 20, 2014 | Balas

  70. Selamat malam….!!!

    Kepada Yth :

    Dr. Johannes, S.E., M.Si,

    Dosen mata kuliah Manajemen dan Organisasi
    Magister Manajeman
    Fakultas Ekonomi dan Bisnis
    Universitas Jambi

    Di –
    Tempat

    Dengan hormat,

    Bersama ini saya sampaikan jawaban soal ujian Matrikulasi mata kuliah Manajemen dan Organisasi yang Bapak asuh. Sebagaimana terlampir.

    Demikian, atas perhatian Bapak saya ucapkan terima kasih.

    Hormat saya,

    Azazi Karim

    NAMA MAHASISWA : AZAZI KARIM
    JADWAL KULIAH : PAGI

    SOAL DAN JAWABAN

    1. Berikan alasan bahwa pekerjaan seorang manajer juga didapati pada kegiatan sehari-hari tanpa memandang bahwa yang bersangkutan apakah menjadi manajer atau tidak pada satu perusahaan . Berikan jawaban dengan memberi contoh.
    Jawaban :
    Manajer adalah seseorang yang mengarahkan, mengoordinasikan orang lain dan bertanggung jawab guna mencapai sasaran organisasi.
    Jadi dalam kehidupan sehari-hari pekerjaan seorang manajer sudah kita lakukan seperti perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan.
    Contoh :
    1) Pekerjaan seorang manajer dalam kehidupan sehari-hari, adalah saat kita ingin mendapatkan sesuatu atau tujuan, kita merencanakan hal-hal apa saja yang perlu dilakukan untuk memperoleh tujuan tersebut, setelah direncanakan kita harus mengarahkan diri kita atau orang lain untuk dapat membantu, mempermudah mencapai tujuan tersebut.
    2) Saya sebagai pegawai negeri Sipil ( Pegawai kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi) dengan Jabatan Kasubid Kesertaan KB Jalur Pemerintah dan Swasta. Saya diharapkan mampu untuk mengorganisasikan staf dengan memberi peran dan tugas masing-masing ; kemudian menggerakkan agar peran dan tugas tersebut dapat terlaksana, serta mengawasi sejauhmana pelaksanaan peran serta tugas itu dapat mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditentukan

    2. Dalam pandangan birokrasi, manajemen diterjemahkan menjadi seperangkat aturan yang membuat organisasi ataupun perusahaan agar dapat berjalan dengan efisien . Jelaskan bagaimana birokrasi dapat membuat organisasi menjadi efisien berikan contoh.
    Jawab :
    Dalam birokrasi, manajemen diterjemahkan sebagais eperangkat peraturan yang dijalankan agar mencapai sasaran secara efisien:
    Seperangkat peraturan menjadi dasar prosedural bagi proses perencanaan, pengorganisasan, pelaksanaan dan pengawasan, sehingga diasumsikan batasan wewenang dan tanggungjawab, disiplin, keteraturan kerja, keadilan serta keterbukaan menjadi jelas; yang pada gilirannya diprediksikan dapat mengembangkan integritas, profesionalisme, kreativitas, kepekaan, kepemimpinan, keteladanan, kebersamaan, dinamika kelompok, ketepatan, kecepatan, dedikasi, loyalitas, semangat sertamo tivasi yang akhirnya secara inheren menjadi efisien dengan sendirinya.

    3. Kebutuhan akan manajer yang efektif menjadi dasar apakah organisasi dapat mencapai tujuannya baik atau tidak. Dalam hal ini salah satunya dibutuhkan kompetensi di bidang komunikasi , jelaskan hal ini dapat dibangun oleh seorang manajer.
    Jawaban :
    Kompetensi di bidang komunikasi sesuatu yang sangat penting karena komunikasi dapat meningkatkan saling pengertian antara karyawan dan atasan, dan meningkatkan koordinasi dari berbagai macam kegiatan/tugas yang berbeda. Cara untuk membangun komunikasi yang efektif ialah dengan menghormati dan menghargai partner atau lawan komunikasi kita, berkomunikasi dengan bahasa yang mudah dimengerti partner atau lawan komunikasi, menghindari gangguan komunikasi, membuat suasana komunikasi yang menyenangkan dan menggunakan bahasa tubuh yang benar.

    4. Untuk organisasi di bidang pemerintahan , seperti seorang kepala daerah kepada kepala dinas, kompetensi apa yang menurut anda berperan penting. Berikan alasannya,
    Jawaban :
    Kompetensi yang berperan penting bagi seorang kepala daerah, yaitu:
    1) Keterampilan Kepemimpinan. Yaitu kepala daerah harus memiliki Program kerja, mengeksekusi program tersebut, dan mengevaluasinya yang memerlukan komitmen, ketegasan, dan keberanian.
    2) Kompetensi Konseptual, yaitu kepala daerah harus membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuan daerahnya.
    3) Kompetensi membuat keputusan, yaitu kemampuan kepala daerah untuk mengidentifikasi masalah, memandangnya secara keseluruhan dan komprehensif (helicopter view), dan menentukan solusi terbaik untuk memecahkan masalah mengenai daerah yang dipimpinnya.

    5. Adakah peran daripada latar belakang seorang manajer tentang kompetensi yang dimilikinya?
    Jawaban :
    Ada, karena untuk menjadi seorang manejer, individu haruslah memiliki kompetensi. kompetensi tersebut didapat dari pengalaman, pembelajaran dan juga dari latar belakang pendidikan.

    6. Pada berbagai tingkatan manajer (punjak, tengah dan bawah) dibutuhkan manajer yang berbeda sesuai dengan kompetensi yang diisyaratkan. Mengapa hal ini demikian ? berikan alasannya.
    Jawaban :
    Karena setiap tingkatan manajer memiliki ruang lingkup tanggung jawab dan tugas yang berbeda. Untuk itu dibutuhkan kompetensi yang berdeda pula.
    Tindakan Maneajer Puncak, tengah dan bawah harus sesuai kompentensi yang diisyaratkan :
    a. Tindakan manajer puncak ialah proses memberi arti terhadap usaha kolektif untuk terwujudnya kesediaan bersama guna melakukan usaha yang diinginkan demi mencapai sasaran.
    b. Tindakan manajertengah ialah proses mempengaruhi aktifitas kelompok yang diorganisasikan kearah pencapaian sasaran.
    c. Tidakan manajer bawah ialah proses interaksi antar pemimpin dengan pengikut guna mencapai sasaran.

    Komentar oleh Azazi Karim | Juni 20, 2014 | Balas

  71. NAMA : PRISKILA MUTIARA SEMBIRING M.
    JURUSAN : PROGRAM PASCA SARJANA MAGISTER MANAJEMEN KELAS PAGI
    JAWABAN UNTUK SOAL UJIAN MARTIKULASI MM JUNI 2014

    Selamat malam Pak. Berikut saya lampirkan jawaban dari soal ujian matrikulasi kita.

    Soal dan Jawaban:

    1). Berikan alasan bahwa pekerjaan seorang manajer juga didapati pada kegiatan sehari-hari tanpa memandang bahwa yang bersangkutan apakah menjadi manajer atau tidak pada satu perusahaan. Berikan jawaban dengan memberi contoh!
    ► Berbicara soal manajer pasti tidak terlepas dari kata manage (manajemen) karena tugas dari seorang manajer adalah me-manage (mengelola). Dalam kehidupan sehari-haripun, walaupun tidak memegang jabatan sebagai manajer tetapi kita semua tidak lepas juga dari kegiatan mengelola, dari hal terkecil sampai hal yang besar. Manajemen itu sendiri adalah suatu kegiatan yang digunakan untuk mengatur semuanya dengan baik, agar dapat melakukan kegiatan dengan efektif dan efisien. Oleh karena itu menurut saya manajemen dalam kehidupan sehari-hari sangat penting. Tanpa adanya manajemen kegiatan kita dalam kehidupan sehari-hari akan tidak teratur.
    Contoh dari kegiatan mengelola dapat dilihat dari seorang pegawai perusahaan. Misalnya seorang Teller di sebuah Bank. Kegiatan mengelola seorang Teller dimulai dari malam hari, ia harus mengatur jam tidur agar keesokan paginya dapat bangun dipagi hari untuk memulai seluruh aktifitasnya. Kemudian dipagi hari ia harus mempersiapkan penampilan agar terlihat baik sebagaimana mestinya. Selanjutnya ia harus punya strategi agar tujuan dan target pekerjaan yang akan dikerjakan berjalan dengan baik.

    2). Pada berbagai tingkatan manajer (puncak, tengah dan bawah) dibutuhkan manajer yang berbeda sesuai dengan kompetensi yang diisyaratkan. Mengapa hal ini demikian? Berikan alasannya!
    ► Tingkatan jabatan manajer terjadi karena dalam suatu perusahaan pasti ada banyak divisi yang ada dan harus dikelola, oleh karena beragamnya divisi tersebut, maka tugaspun (tanggung jawab) menjadi beragam pula dan harus dibagi-bagi sesuai dengan divisi yang ada pada perusahaan tersebut. Ada tiga tingkatan jabatan manajer pada suatu perusahaan, tingkatan-tingkatan ini yang membedakan pembagian tugas dan tanggung jawab:
    1. Top Manager biasanya manager pada tingkatan ini adalah CEO, GM, Direktur Utama dsb. Tugasnya mengepalai semua yang bekerja untuk perusahaan termasuk middle manager, dan lower manager. Peran seorang Top Manager mempengaruhi semua kinerja perusahaan jadi bisa kita nilai bahwa sebuah perusahaan yang sukses berkat orang-orang yang berada di tingkatan Top Manager ini begitu sebaliknya dan tanggung jawabnyapun begitu besar terhadap perusahaan jadi tidak bisa kita pungkiri kenapa orang yang ada di bagian Top Manager ini biasanya menerima salary terbesar di banding siapapun yang bekerja di suatu perusahaan.
    2. Middle Manager sesuai dengan namanya middle yang berarti tengah, orang-orang yang menempati tingkatan ini biasanya di posisi Manajer Pemasaran, Manajer Keuangan, Manajer SDM dsb di suatu perusahaan. Middle manager adalah manajer yang terkonsentrasi penuh pada suatu bagian saja. Selain mengepalai suatu bagian Middle Manager ini biasanya juga bertugas untuk penghubung antara Top Manager dengan Lower Manager.
    3. Lower manager adalah manajer tingkatan terendah di suatu perusahaan biasanya orang-orang yang menempati posisi ini adalah mereka yang mempunyai jabatan Mandor, Supervisor, dsb di suatu perusahaan. Tugas Lower manager sangat sulit selain mereka harus bisa mengatur para staffnya mereka juga harus mempunyai keahlian di bidangnya agar bisa mengajari bawahannya dengan baik dan benar.
    KEAHLIAN SEORANG MANAGER
    ”Manajer Hari Ini Tidak Sekedar Cukup Memiliki Keterampilan Kuantitatif Dan Analitik Yang Luar Biasa Hebat, Tapi Wajib Memiliki Perspektif Fungsional Dan Teknis Kepemimpinan Yang Luas, Yang Mampu Melewati Sekat-Sekat Emosi Dan Pikiran.” – Djajendra

    3). Max Weber, penggagas pandangan birokrasi, menyampaikan 7 prinsip. Jelaskan 3 diantara 7 prinsip tersebut!
    ► 1. Hirarki kewenangan yang jelas. Struktur organisasi disusun bertingkat dan memastikan jabatan yang lebih rendah berada di bawah supervisi dan kontrol dari yang lebih tinggi. Garis komando dan garis koordinasi diciptakan untuk meperjelas alur pelaporan diantara anggota organisasi.
    2. Adanya jenjang karir bagi anggota organisasi. Prinsip ini mengasumsikan bahwa keanggotaan organisasi seseorang adalah seterusnya (continuous basis). Dengan jenjang karir diharapkan anggota dapat mengejar karir dan menjaga komitmen terhadap organisasi.\
    3. Pemisahan yang jelas kehidupan pribadi dan organisasi. Dalam organisasi ideal, pengambilan keputusan dilakukan semaksimal mugkin berjalan rasional. Artinya, anggota organisasi harus dapat memisahkan kehidupan organisasi dan kehidupan organisasi.

    4). Untuk manajer global dibutuhkan kompetensi yang berbeda dibanding dengan kompetensi untuk manajer lokal. Jelaskan perbedaan menurut anda!
    ► Siapapun yang berada dalam konteks bisnis internasional, bekerja pada perusahaan asing atau menjadi ekspatriat di suatu negara, ketika berinteraksi dengan orang asing pasti pernah mengalami tatapan mata yang menyiratkan ketidakpahaman, senyuman yang dipaksakan, gumaman komentar dalam bahasa yang tidak jelas akibat tidak dipahaminya kata-kata yang diucapkan. Sebaliknya terkadang tanpa disadari, kita sendiri pernah membuat orang lain bingung dengan bahasa tubuh, ekspresi wajah dan aksen berbicara kita.
    Orang-orang dengan budaya yang berbeda memproses informasi dengan cara yang berbeda, menilai perlakuan secara berbeda dan mengukur konsep waktu dan ruang dalam pola yang berbeda pula. Ketidakpekaan atas perbedaan budaya bisa menjelma menjadi masalah bisnis yang serius (Mitchel, 2001).
    Para ilmuwan komunikasi antarbudaya mengidentifikasi empat komponen dasar dari kompetensi komunikasi antarbudaya, yaitu: motivasi, pengetahuan, sikap dan perilaku (Wiseman, 2002 dalam Martin dan Nakayama, 2007). Setiap ilmuwan menjabarkan ke empat komponen tersebut ke penjelasan yang lebih mendetil. Hofstede (2001) menyatakan, untuk dapat mahir berkomunikasi antarbudaya harus melalui tahapan awareness, knowledge danskills.
    Martin dan Nakayama (2007) menjabarkan kompetensi komunikasi antarbudaya menjadi 2 komponen, yaitu komponen individual dan komponen kontekstual.
    Komponen individual terdiri dari:
    1. Motivasi, yaitu keinginan untuk berkomitmen dalam hubungan, keinginan untuk belajar tentang diri pribadi dan orang lain dan berusaha untuk fleksibel. Motivasi adalah dimensi terpenting dalam komponen individual.
    2. Pengetahuan dan pengetahuan tentang diri sendiri, yaitu mengenal kelebihan dan kekurangan diri sebagai komunikator.
    3. Pengetahuan bahasa, yaitu pengetahuan tentang bahasa ibu, bahasa asing dan tahu kesulitan-kesulitannya.
    4. Sikap, termasuk toleran terhadap makna ambigu, empati dan tidak berprasangka buruk.
    5. Perilaku dan ketrampilan.
    Komponen kontekstual terdiri dari:
    1. Pemahaman atas konteks dan setting dimana komunikasi berlangsung. Seorang komunikator yang baik harus sensitif pada kondisi dan latar budaya sekelilingnya.
    2. Mengetahui posisi kita sebagai komunikator di dalam suatu percakapan/ pertemuan/ situasi.
    Dapat dilihat dari penjabaran diatas bahwa perbedaan manajer lokal dan global terletak pada beberapa hal yang menyangkut dengan hal internasional.

    5). Mesin Singer adalah mesin yang ternama, kemudian memasuki pasar global dengan cara membuka cabang dengan cara franchise di berbagai negara. Jelaskan hal ini bisa terjadi dan sebutkan kelemahan dan keunggulannya!
    ► Waralaba diperkenalkan pertama kali pada tahun 1850-an oleh Isaac Singer, pembuat mesin jahit Singer, ketika ingin meningkatkan distribusi penjualan mesin jahitnya. Walaupun usahanya tersebut gagal, namun dialah yang pertama kali memperkenalkan format bisnis waralaba ini di AS.

    Keuntungan
    Konsep Bisnis
    Sebuah franchise yang berdiri pasti sudah memiliki nama dan konsep bisnis yang sudah diatur sebelumnya dengan baik. Sehingga, para pemula yang ingin menjalankan bisnis hanya perlu meneruskan saja. Franchisee juga akan sangat mudah memperkenalkan usaha tersebut karena pada umumnya memang sudah dikenal oleh masyarakat. Dengan hanya membayar royalty, maka franchisee dapat mempunyai kebebasan waktu dalam berbisnis karena sistemnya sudah dikelola oleh tenaga ahli yang sudah disediakan secara profesional.
    Modal
    Banyak bisnis franchise sekarang ini yang dapat diperoleh dengan biaya cukup ringan, misalnya franchise minuman hanya membutuhkan modal maksimal 5 juta.
    Kerugian
    Kerugian Modal
    Kesalahan dalam memilih usaha franchise dapat menimbulkan kerugian modal bagi kita. Jika ternyata usaha tersebut tidak dapat berjalan dan berkembang, maka sejumlah uang yang kita bayar untuk membeli usaha tersebut tidak akan dikembalikan.
    Kebangkrutan
    Kebangkrutan dapat terjadi terutama apabila franchisor utama sudah mengalaminya. Oleh sebab itu, pertimbangkan bisnis yang dapat bertahan lama dan berpredikat baik.
    Resiko
    Franchisor tidak akan menanggung resiko bisnis franchisee. Mereka hanya bertanggung jawab dalam memberikan konsep dan pengalaman menjalankan usaha mereka. Tidak menjamin kesuksesan bagi franchisee.
    Keuntungan yang Tidak Maksimal
    Kebanyakan bisnis franchise menetapkan ketentuan bagi hasil. Jadi, keuntungan yang diperoleh hanya setengah saja. Sedangkan, ketika membuka usaha sendiri, kita bisa memperoleh keuntungan secara maksimal.
    Jadi, bisnis franchise juga tidak serta-merta selalu berhasil. Tetap dibutuhkan upaya dan ketelitian dalam memilih dan menjalankannya. Anda tidak boleh terpaku pada bisnis yang mampu berkembang pesat dalam waktu singkat, melainkan pada usaha yang mampu bertahan lama. Ya, kita harus mencari berbagai informasi yang berkaitan dengan franchise tersebut.

    Demikian jawaban dari soal matrikulasi yang Bapak berikan. Thank you for your attention and time. Good luck always.

    Komentar oleh Priskila Mutiara Sembiring M | Juni 20, 2014 | Balas

  72. Selamat Malam, Salam Sejahtera Pak Jo

    Nama : Ariya Kamandanu
    Kelas : Magister Managemen Pagi

    PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN
    UJIAN MATRIKULASI-MANAJEMEN DAN ORGANISASI
    Dosen Pengasuh: Dr. Johannes, S.E., M.Si, dan Drs. Muliady Raf, MBA.

    1. Soal nomor 2 :
    Dalam pandangan birokrasi, manajemen diterjemahkan menjadi seperangkat aturan yang membuat organsasi ataupun perusahaan agar dapat berjalan dengan efisien. Jelaskan bagaimana birokrasi dapat membuat organisasi menjadi efisien, berikan contoh ?
    Jawab :
    Birokrasi dapat membuat organisasi menjadi efisien didukung akan kemampuan Sumberdaya Manusia yang menjalankannya dan aturan yang sederhana,cara pelayanan dielenggarakan secara mudah,cepat dantidak berbelit . Jika Sumber daya manusia benar-benar menjalankan kewajibannya dengan penuh tanggung jawab, tepat waktu,sesuai persyaratan pelayanan yang hanya dibatasi pada hal-hal yang berkaitanlangsung dengan tetap memperhatikan keterpaduan yang sinkron antara persyaratan dan produk layanan. Contoh birokrasi yang dapat membuat organisasi menjadi efisien yakni birokrasi anti korupsi
    Contoh lembaga nya PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) merupakan lembagauntuk efiiensi pekerjaan di bidang pegeluaran izin usaha.ini merupakan reformasi diidang perizinan
    2. Soal nomor 3 :
    Kebutuhan akan manajer yang efektif menjadi dasar apakah organisasi dapat mencapai tujuannya baik atau tidak. Dalam hal ini salah satunya dibutuhkan kompetensi di bidang komunikasi , jelaskan hal ini dapat dibangun oleh seorang manajer ?
    Jawab :
    Seorang manajer harus mampu mengoperasionalkan komunikasi yang efektif yakni lebih mengutamakan pada pencapian apa yang menjadi tujuan dan sasaran dari visi-misi suatu organisasi,harus mampu membentuk kejelasan dan kepastian,mengenai tata cara berorganisasi,sehingga seorang manajer mapu membangun komunikasi yang baik dalam proses pengolahan sistem organisasi

    3. Soal nomor 4 :
    Untuk organisasi di bidang pemerintahan , seperti seorang kepala daerah kepada kepala dinas, kompetensi apa yang menurut anda berperan penting. Berikan alasannya ?
    Jawab :
    Kepala daerah (pemimpin dalam pemerintahan) adalah yang paling dominan mempengaruhi kinerja suatu organisasi. Pemimpin harus memiliki kompetensi dalam menganalisis lingkungan strategis organisasinya, mampu membangun leadership system yang solid, merancang strategi dan mengalokasikan sumber-sumber daya yang dimiliki organisasinya, mampu mengendalikan implementasi system kepemimpinan secara efektif dan efisien (produktif) hingga organisasinya berhasil merealisasikan visinya.
    Karena pemimpin yang memiliki kompetensi seperti diatas tentu memiliki kualitas kepmimpinan yg baik dan benar sesuai harapan organisasinya.
    4. Soal nomor 7 :
    Dalam kompetensi self management, salah satunya dikenal Intergity dan Ethical Conduct. Jelaskan lingkup dan arti daripada dimensi kompetensi ini ?
    Jawab :
    Integrity Dan Ethical Conduct merupakan salah satu bagian dari kompetensi pengelolaan diri atau self managemen . Integrity merupakan kejujuran dan bersikap adil serta dapat di percaya dalam hubungan kerja, memiliki integritas pribadi dan prilaku yang etis dan jelas menerima tanggung jawab atas tindakannya, yang memiliki ruang lingkup seperti :
    1) kesusilaan, yakni peraturan hidup yg berasal dari suara hati manusia yangmenentukan perbuatan mana yg baik dan mana yang buruk, tergantung pada kepribadian atau jati diri masing-masing. Manusia berbuat baik atau buruk karena consience of man. Yang mendorong manusia untuk kebaikan akhlaknya;
    2) Kesopanan, yakni peraturan hidup yang timbul karena ingin menyenangkan orang lain dalam pergaulan sehari-hari bermasyarakat, berpemerintahan dan hal pada dasarnya kesopanan ini merupakan suatu bentuk kepantasan, kepatuhan, kepedulian, kesenonohan yang berlaku dalam pergaulan.
    5. Soal nomor 8 :
    Max Weber, penggagas pandangan birokrasi, menyampaikan 7 prinsip. Jelaskan 3 diantara 7 prinsip tersebut ?
    Jawab :
    Dalam analisis Weber, organisasi “tipe ideal” yang dapat menjamin efisiensi yang tinggi harus mendasarkan pada otoritas legal-rasional., Weber mengemukakan konsepnya tentang the ideal type of bureaucracy dengan merumuskan ciri-ciri pokok organisasi birokrasi yang lebih sesuai dengan masyarakat modern, yaitu:
    1) A hierarchical system of authority (sistem kewenangan yang hierakis)
    Prinsip hirarki mnunjukkan bahwa tiap-tiap bagian yang lebih rendah posisinya salu berada dibawah perintah dan selalu dibawah pengawasan dari posisi yang lebih tinggi sehngga garis komunikasi lebih bersifat vertical
    2) A systematic division of labour (pembagian kerja yang sistematis)
    Weber merancang sistem birokrasi agar memiliki pembagian kerja.
    Karena menganut aliran klasik dimana manusia dianggap seperti mesin, maka terjadi pembagian kerja sebagaimana spare part dalam tubuh mesin, dimana masing-masing bagian memiliki spesifikasi kerja yang berbeda.
    3) clear specification of duties for anyoneworking in it (spesifikasi tuhas yang jelas)
    Birokrasi memiliki karakteristik bahwa alur kekuasannya terpusat.
    Dalam pandangan ini, organisasi dianggap akan menjadi paling efektif apabila manajemen pusat memiliki kontrol terhadap proses pengambilan keputusan dan kegiatan pekerja.

    Komentar oleh Ariya Kamandanu, S.STP | Juni 20, 2014 | Balas

  73. Salam hormat Pak Jo…

    Nama saya AZIMNAYANTI mahasiswa kelas pagi

    Jawaban ujian Martikulasi Manajemen dan Organisasi :

    4. Untuk organisasi dibidang pemerintahan seperti peran kepala daerah kepada kepala dinas, kompetensi apa yang menurut anda berperan penting. Berikan alasannya.
    Jawab:
    Peran kepala daerah kepada kepala dinas , kompetensi yang penting adalah kemampuan dan karteristik yang dimiliki berupa pengetahuan, keahlian dan sikap perilaku yang diperlukan dalam pelaksanakan tugasnya, sehingga setiap petunjuk dan arahan yang diberikan akan terlaksana dengan baik untuk mencapai hasil yang optimal.

    5. Adakah peran dari latar belakang seorang manajer tentang kompetensi yang dimilikinya.
    Jawab:
    Peran dari latar belakang seorang manajer tentang kompetensi pendidikan manajemen yang dimilikinya sangat berperan penting dalam pelaksanaan tugas sehari-hari untuk mencapai hasil yang lebih baik dan menguntung bagi suatu perusahaan atau instansi.

    7. Dalam kompetensi selfmanagement, salah satunya dikenal Intergity dan EthicalConduct. Jelaskan lingkup dan arti daripada dimensi kompetensi ini.
    Jawab:
    Self Management/ Manajemen diri salah satunya di kenal dengan intergity/ integritas dan ethicalconduct/ perilaku etis merupakan dua kompenen yang berarti penting dalam Manajemen diri yang pada hakikatnya berujung pada kompetensi diri,kompetensi berkaitan dengan motivasi diri, keterampilan mengarahkan diri pada sasaran, keterampilan mengendalikan diri sendiri, keterampilan mengevaluasi diri sendiri,bertindak dengan percaya diri, mengelola pembelajaran sendiri, mendemonstrasikan fleksibilitas, dan berinisiatif.
    Integritas di dalam kehidupan kerja maupun untuk diri sendiri integritas/kejujuran adalah kunci dari setiap kepercayaan akan pekerjan yang di lakukan agar segala sesuatu berjalan sesuai yang diinginkan/ misi yang di emban terlaksana dengan baik guna mencapai tujuan yang diinginkan. Seseorang yang sukses dalam karir dan relationship tidak terlepas dari perilaku mereka yang patuh terhadap aturan yang dibuat (kode etik) sehingga tidak melakukan hal negatif yang dapat merugikan perusahaan dan diri sendiri. Hal ini tentu tidak terlepas dari Integritas/ kejujuran dalam pelaksanaannya. Pekerjaan dilakukan dengan integritas yang tinggi serta diiringi dengan kode etik dapat mewujudkan kualitas kerja yang lebih unggul dengan pencapaian karir yang cemerlang.Di dalam perusahaan karakter kerja dengan kualitas integritas akan menjadi suatu perisai organisasi, yang akan membuat setiap aktivitas bisnis perusahaan terlindungi dari perilaku tidak etis ataupun yang melanggar hukum.

    8. Max Weber, penggagas pandangan birokrasi, menyampaikan 7 prinsip. Jelaskan 3 diantara 7 prinsip tersebut.
    Jawab:
    1). Pembagian Kerja. Pekerjaan dipecah-pecah sehingga jelas pembagian masing-masing anggota. Artinya setiap pegawai mendapat bagian dalam pekerjaan atau 2 poksi, di bagi sesuai dengan kompetensi yang dimiliki agar pekerjaan dapat dilakukan efektif dan efisien.
    2). Hirarkikewenangan yang jelas. Struktur organisasi disusun bertingkat dan memastikan jabatan yang lebih rendah berada di bawah supervisi dan kontrol dari yang lebih tinggi. Garis komando dan garis koordinasi diciptakan untuk meperjelas alur pelaporan diantara anggota organisasi. Kejelasan akan struktur organisasi dan tugas yang diemban dapat berjalan sesuai dengan yang telah di tetapkan serta komunikasi yang baik antar atasan dan bawahan dapat berjlan lancar.
    3). Formalisasi yang tinggi. Untuk mengatur perilaku anggota organisasi, perlu disusun peraturan dan prosedur formal sebagai sebuah sistem. Poin ini sangat relevan dengan besaran organisasi. Semakin organisasi tumbuh besar, maka perlu ada formalisasi agar semua hal berjalan standar. Segala sesuatu berjalan sesuai prosedur yang telah ditetapkan dan standar yang dibuat demi ketrtiban berjalan suatu kegiatan dengan sistem yang dibuat agar mencapai tujuan yang diharapkan.

    9. Dalam hal organisasi apa manajemen birokrasi sesuai dilaksanakan
    Jawab:
    Birokrasi pada awalnya tumbuh dan berkembang sebagai suatu tatanan yang merupakan kebutuhan alami yang harus mampu menjamin sistem pemerintahan yang bersih dan berwibawa.Dalam hal organisasi manajemen birokrasi belum sesuai dilaksanakan artinya wewenang dan mandat yang diberikan sering kali tidak dipergunakan semaksimal mungkin sehingga kegiatan menjadi tidak efektif dan output yang dihasilkan tidak dapat menjadi acuan organisasi dalam mengambil keputusan berikutnya. Sikap independensi sangat dibutuhkan dalam terciptanya manajemen birokrasi yang baik dalam suatu organisasi.
    Dalam birokrasi, ada banyak faktor yang memengaruhi keberadaannya,yaitu: mental, perilaku, karakteristik, dan kinerjanya. Pelayanan birokrasi kepada publik menjadi keutamaan tugas rutin yang harus terdapat dalam setiap organisasi. Sehingga seringkali orang awam menilai bahwa birokrasi identik dengan pelayanan public yang diterima masyarakat. Birokrasi manajemen pada pemerintah daerah sangat terlihat buruknya khususnya hubungan antara atasan/manager kepada bawahan, aturan yang ditetapkan bukan lagi untuk dipatuhi melainkan dilanggar hingga menimbulkan praktek KKN dalam pelaksanaannya.Fungsi pemerintah sebagai aparatur daerah yang melayani segala keluhan dan permasalahan yang terjadi di masyarakat tidak lagi menjadi fokus utama dalam mewujudkan birokrasi guna pemerintahan yang baik. Tugas (pegawai) pemerintah adalah melayani masyarakat, dan bukan sebaliknya masyarakat yang melayani (pegawai) pemerintah. Tuntutan masyarakat terhadap kualitas layanan publik samakin keras gaungnya.

    .

    Komentar oleh AZIMNAYANTI | Juni 20, 2014 | Balas

  74. TUGAS EKONOMI MAKRO

    Nama : H. Ivan Wirata, ST. MM. MT
    Prodi : Doktor /S3 Ilmu Ekonomi

    1. Apa Subtansi yang dipelajari dalam Ekonomi Makro
    Jawaban :
    Ekonomi Makro adalah Teori Ekonomi yang mnembahas masalah – masalah Ekonomi secara keseluruhan, secara besar besaran menyangkut keseluruhan sistem dan organisasi Ekonomi, dengan Tujuan Utama / Subtansi sebagai bahan pengambil kebijaksanaandalam pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, tenaga kerja dan pencapaian keseimbangan neraca yang berkesinambungan.

    2. Apa Pengertian GNP, GDP, GDP Perkapita, Net National Product, Net National Income, Personal Income dan Disposible Income
    Jawaban :
    GNP adalah Gross national Product atau Product Nasional Bruto (PNB), GNP adalah Jumlah Barang dan Jasa yang dihasilkan Oleh Faktor faktor Produksi milik warga negara, baik yang tinggal di Dalam Negri maupun diluar Negri, tetapi tidak termasuk warga negara asing yang tinggal dinegara tersebut atau dengan kata lain GNP adalah Jumlah Produk Domesti Bruto ditambah dengan pendapatan Neto dari Luar Negri, Penghasilan Neto adalah Penghasilan warga negara yang bekerja diluar negri dikurangi Penghasilan warga negara lain yang bekerja di dalam Negri,
    GNP = PDB + Pendapatan Neto

    GDP adalah Produck Domestik Bruto atau PDB (Gross Domesti Product), merupakan salah instrumen penting untuk menghitung pendapatan nasional, PDB Merupakan nil;ai dari akhir keseluruhan barang Jasa yang dihasilkan semua unit Ekonomi dalam suatu negara termaksut Barang Jasa yang dihasilkan Warga Negara lain yang tinggal dinegara tersebut, Perhitungan nilai PDB dapat dilakukan atas dua macam dasar harga yaitu
    • atas dasar harga berlaku,
    • aras dasar harga Konstan

    GDP Perkapita adalah besarnya pendapatan rata-rata penduduk di suatu negara. Pendapatan per kapita didapatkan dari hasil pembagian pendapatan nasional suatu negara dengan jumlah penduduk negara tersebut.

    Net National Product (NNP) adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat dalam periode tertentu, setelah dikurangi penyusutan
    (depresiasi) dan barang pengganti modal.
    Rumus :
    NNP = GNP – Penyusutan

    NNI (Net National Income) adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima oleh masyarakat setelah dikurangi pajak tidak langsung (indirect tax)
    Rumus : NNI = NNP – Pajak tidak langsung
    PI (Personal Income) adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat yang benar-benar sampai ke tangan masyarakat setelah dikurangi oleh laba ditahan, iuran asuransi, iuran jaminan social, pajak perseorangan dan ditambah dengan transfer payment.
    Rumus :
    PI = (NNI + transfer payment) – (Laba ditahan + Iuran asuransi + Iuran jaminan social + Pajak perseorangan )

    DI (Disposible Income) adalah pendapatan yang diterima masyarakat yang sudah siap dibelanjakan oleh penerimanya.
    Rumus :
    DI = PI – Pajak langsung

    3. Apa Beda Real GDP dengan Nominal GDP
    Jawaban
    Perbedaan Real GDP dangan Nominal GDP adalah
    Real GDP adalah penyaksian yang paling dekat dalam mengukur output; karena menyajikan monitorisasi ukuran yang sangat teliti dari perekonomian negara. Tingkat pertumbuhan real GDP diukur dengan cara, % tingkat pertumbuhan dari Real GDP
    GDP t – GDP t-1
    t = 100 x GDP t-1

    Sebagai contoh, Real GDP pada tahun 2006 adalah $11,294.8 milyar dan pada tahun 2007 adalah $11,523.9 milyar. Akan didapatkan hasil bahwa pertumbuhan Real GDP pada tahun 2007 adalah 2.0 persen selama tahun 2007.
    Sedangkan Nominal GDP adalah ukuran dalam harga pasar yang sebenarnya. Dan Real GDP dihitung dalam harga-harga yang konstan atau invarian (contohnya saat dimana kita mengukur jumlah mobil dikali dengan harga mobil dalam suatu periode tertentu atau tahun tertentu

    4. Sebutkan Tiga Pendekatan Menghitung GDP Dan Bagaimana menghitung PDB dari sisi Penerimaan
    Jawaban :
    Tiga Pendekatan menghitung GDP, yaitu berdasarkan
    1. Pendekatan Produksi
    2. Pendekatan Pengeluaran
    3. Pendekatan Pendapatan.

    Cara Menghitung PDB dari sisi penerimaan adalah dengan membagi-bagi perekonomian menjadi beberapa sektor produksi (industrial origin). Jumlah output masing-masing sektor merupakan jumlah output seluruh perekonomian. Hanya saja, ada kemungkinan bahwa output yang dihasilkan suatu sektor perekonomian berasal dari output sektor lain. Atau bisa juga merupakan input bagi sektor ekonomi yang lain lagi. Dengan kata lain, jika tidak berhati-hati akan terjadi penghitungan ganda (double counting) atau bahkan multiple counting. Akibatnya angka PDB bisa menggelembung beberapa kali lipat dari angka yang sebenarnya. Untuk menghindari hal tersebut, maka dalam perhitungan PDB dengan metode produksi, yang dijumlahkan adalah nilai tambah (value added) masing-masing sektor.

    Y = (PXQ)1 + (PXQ)2 +…..(PXQ)n
    Ket:
    Y = Pendapatan Nasional
    P = harga
    Q = kuantitas

    5. Apa Pengertian Nilai Tambah
    Jawaban :
    Pengertian Nilai tambah adalah Selisih antara nilau suatu Barang ketika dari suatu tahapan produksi dengan biaya produksi barang tersebut ketika masuk dalam tahapan produksi barang tersebut dengan kata lain selisih antara output dengan nilai input.NT = NO – NI

    6. Apa Pengertian Agregare Demand (AD) dan Agrogar Suply (AS)
    Jawaban
    Aggregate Demand (AD) adalah hubungan antara jumlah output diminta dan tingkat harga agregat. Ini menyatakan jumlah barang dan jasa yang orang ingin dibeli pada tiap tingkat harga tertentu.

    aggregate supply (AS)/Penawaran agregat adalah hubungan antara jumlah barang dan jasa yang ditawarkan dan tingkat harga. Karena perusahaan yang menawarkan memiliki harga yang fleksibel dalam jangka panjang tetapi harga yang kaku dalam jangka pendek

    7. Apa yang anda ketahui dengan keseimbangan Ekonomi makro
    Jawaban :
    Keseimbangan Ekonomi Makro adalah suatu kombinasi seluruh harga dan kuantitas dimana pihak penjuan dan pembeli sama – sama tidak bersedia mengubah tingkat penjualan, pembelian maupun harganya.

    8. Sebutkan Jenis Pasar dalam Ekonomi Makro
    Jawaban :
    Jenis Pasar dalam Ekonomi Makro ada Dua Jenis yaitu
    A. Pasar Uang adalah pertemuan antara permintaan akan uang (MD) dengan penawaran uang (MS). MD adalah kebutuhan masyarakat akan uang tunai untuk menunjang kegiatan ekonominya. MS adalah jumlah uang yang disediakan oleh pemerintah dan bank-bank, yaitu seluruh uang Kartal dan uang Giral yang beredar.Pasar Barang

    B. Pasar barang adalah pasar dimana semua barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara dan dalam jangka waktu tertentu.Permintaan dalam pasar barang merupakan agregasi dari semua permintaan akan barang dan jasa di dalam negeri, sementara yang menjadi penawarannya adalah semua barang dan jasa yang diproduksi dalam negeri.

    9. Pengertian Multiplier Effect
    Jawaban :
    Multiplier Effect adalah Proses yang menunjukan sejauh mana pendapatan nasional akan berubah efek dari perubahan dalam pengeluaran agregat Mutiplier bertujuan untuk menerangkan pengaruh dari kenaikan atau kemerosotan dalam pengeluaran agrekat ke atas tingkat keseimbangan dan terutama ketingkat pendapatan Nasional hasil kali pertambahan tiap pos pendapatan nasional. Multiplier Effect sendiri yang paling populer adalah pengganda Pajak, Pengganda Investasi, dan Pengganda Belanja Pemerintah. Untuk melogika dengan mudah sebelum masuk ke pembahasan, kita logika dulu bagaimana pengaruh ketiga efek yang telah disebutkan tadi terhadap pendapatan nasional.

    10. Pengertian Balance Budgeting
    Jawaban :
    Balance Budgeting adalah dimana anggaran berimbang terjadi ketika jumlah total dari uang yang dianggarkan dalam satu tahun adalah sama dengan jumlah yang dikeluarkan untuk barang, jasa, dan bunga utang dalam satu Tahun

    Komentar oleh Ivan Wirata | Juni 20, 2014 | Balas

    • Kenapa ekonomi makro unggah ke blog ini?

      Komentar oleh johannessimatupang | Juni 21, 2014 | Balas

      • Ivan, untuk martrikulasi Manajemen dan Kepemimpinan anda salah mengunggah, karena yg diunggah ada Ekonomi Makro. Silahkan diunggah ulang.

        Komentar oleh johannessimatupang | Juli 14, 2014

  75. JAWABAN MATRIKULASI MANAJEMEN DAN ORGANISASI
    Nama : AHMAD YADI
    Program : Program Magister Manajemen
    Kelas : Pagi

    1. Jawaban soal nomor 1
    Pekerjaan seorang manajer bukan saja di kerjakan oleh seorang yang menjabat atau berkedudukan sebagai manajer di suatu perusahaan, namun pada prakteknya semua Manusia dalam menjalankan kehidupannya baik mulai dari tidur, banguan tidur dan tidur lagi semuanya diperlukan suatu aturan yang sistimatis atau suatu perecanaan yang pas sihinga kita dalam menjalankan kehidupan sehari-hari bisa teratur dan terarah, contoh : kita mengartur kapan, dimana, bagaiman kegitan itu dilakukan dll.

    2. Jawaban soal nomor 2
    Dengan memberlakukan sistem Birokrasi jelas dapat menjadi sistem kontrol dalam organisasi dimana dalam malakukan kegiatan sudah dirancang berdasarkan aturan-aturan yang rasional dan sistematis, sehingga ini dapat bertujuan untuk mengkoordinasi dan mengarahkan aktivitas-aktivitas kerja individu dalam rangka penyelesaian tugas-tugas nya efisien

    3. Jawaban soal nomor 3
    Komunikasi merupkan suatu hal pokok yang sangat penting didalam kehidupan manusia, baik komunikasi dalam berorganisasi maupun didalam kehidupan sehari-hari, sehingga secara tidaklangsung kompetensi komunikasi seorang manajer itu sangat diperlukan untuk mencapai tujuan yang baik, dengan komunikasi yang baik akan menimbulkan suatu kerja sama yang baik pula.

    4. Jawaban soal nomor 4
    Menurut saya kompetensi yang berperan penting adalah:
    a. kompetensi dalam komunikasi karena jika dalam komunikasi saja tidak efektif maka tidak akan terlaksana semua tujuan yang telah direncankan dengan baik
    b. kemampuan managerial ini sangat penting bagi seorang pemimpin, tampa adanya managerial yang baik mustahil suatu organiasi akan berjalan dengan biak pula
    c. Kemampuan berpikir ini diukur dengan kemampuan berpikir seorang pemimpin didalam menganalisis dan kemampuan berpikir konsepsional, serta keahlian dalam mencapai tujuan dan masalah yang dihadapi

    5. Jawaban soal nomor 6
    Karena setiap tingkatan manajer ini mempunyai tugas, wewenang, kemampuna dan permasalahan yang berbedah- bedapula setiap tingkatannya, sehingga dengan adannya tingkatan manajer yang di duduki oleh orang yang benar-benar memiliki kompetensi yang sesuai dengan permasalah yang di hadapinya,maka suatu organiasi tersebut akan dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujunanya.

    Komentar oleh AHMAD YADI | Juni 20, 2014 | Balas

  76. TUGAS EKONOMI MAKRO

    Nama : H. Ivan Wirata, ST. MM. MT
    Prodi : Doktor /S3 Ilmu Ekonomi
    Kelas : A
    Mata Kuliah : Ekonomi Makro

    1. Apa Subtansi yang dipelajari dalam Ekonomi Makro
    Jawaban :
    Ekonomi Makro adalah Teori Ekonomi yang mnembahas masalah – masalah Ekonomi secara keseluruhan, secara besar besaran menyangkut keseluruhan sistem dan organisasi Ekonomi, dengan Tujuan Utama / Subtansi sebagai bahan pengambil kebijaksanaandalam pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, tenaga kerja dan pencapaian keseimbangan neraca yang berkesinambungan.

    2. Apa Pengertian GNP, GDP, GDP Perkapita, Net National Product, Net National Income, Personal Income dan Disposible Income
    Jawaban :
     GNP adalah Gross national Product atau Product Nasional Bruto (PNB), GNP adalah Jumlah Barang dan Jasa yang dihasilkan Oleh Faktor faktor Produksi milik warga negara, baik yang tinggal di Dalam Negri maupun diluar Negri, tetapi tidak termasuk warga negara asing yang tinggal dinegara tersebut atau dengan kata lain GNP adalah Jumlah Produk Domesti Bruto ditambah dengan pendapatan Neto dari Luar Negri, Penghasilan Neto adalah Penghasilan warga negara yang bekerja diluar negri dikurangi Penghasilan warga negara lain yang bekerja di dalam Negri,
    GNP = PDB + Pendapatan Neto

     GDP adalah Produck Domestik Bruto atau PDB (Gross Domesti Product), merupakan salah instrumen penting untuk menghitung pendapatan nasional, PDB Merupakan nil;ai dari akhir keseluruhan barang Jasa yang dihasilkan semua unit Ekonomi dalam suatu negara termaksut Barang Jasa yang dihasilkan Warga Negara lain yang tinggal dinegara tersebut, Perhitungan nilai PDB dapat dilakukan atas dua macam dasar harga yaitu
    • atas dasar harga berlaku,
    • aras dasar harga Konstan

     GDP Perkapita adalah besarnya pendapatan rata-rata penduduk di suatu negara. Pendapatan per kapita didapatkan dari hasil pembagian pendapatan nasional suatu negara dengan jumlah penduduk negara tersebut.

     Net National Product (NNP) adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat dalam periode tertentu, setelah dikurangi penyusutan (depresiasi) dan barang pengganti modal.
    Rumus :
    NNP = GNP – Penyusutan

     NNI (Net National Income) adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima oleh masyarakat setelah dikurangi pajak tidak langsung (indirect tax)
    Rumus : NNI = NNP – Pajak tidak langsung

     PI (Personal Income) adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat yang benar-benar sampai ke tangan masyarakat setelah dikurangi oleh laba ditahan, iuran asuransi, iuran jaminan social, pajak perseorangan dan ditambah dengan transfer payment.
    Rumus :
    PI = (NNI + transfer payment) – (Laba ditahan + Iuran asuransi + Iuran jaminan social + Pajak perseorangan )

     DI (Disposible Income) adalah pendapatan yang diterima masyarakat yang sudah siap dibelanjakan oleh penerimanya.
    Rumus :
    DI = PI – Pajak langsung

    3. Apa Beda Real GDP dengan Nominal GDP
    Jawaban
    Perbedaan Real GDP dangan Nominal GDP adalah
    Real GDP adalah penyaksian yang paling dekat dalam mengukur output; karena menyajikan monitorisasi ukuran yang sangat teliti dari perekonomian negara. Tingkat pertumbuhan real GDP diukur dengan cara, % tingkat pertumbuhan dari Real GDP
    GDP t – GDP t-1
    t = 100 x GDP t-1

    Sebagai contoh, Real GDP pada tahun 2006 adalah $11,294.8 milyar dan pada tahun 2007 adalah $11,523.9 milyar. Akan didapatkan hasil bahwa pertumbuhan Real GDP pada tahun 2007 adalah 2.0 persen selama tahun 2007.
    Sedangkan Nominal GDP adalah ukuran dalam harga pasar yang sebenarnya. Dan Real GDP dihitung dalam harga-harga yang konstan atau invarian (contohnya saat dimana kita mengukur jumlah mobil dikali dengan harga mobil dalam suatu periode tertentu atau tahun tertentu

    4. Sebutkan Tiga Pendekatan Menghitung GDP Dan Bagaimana menghitung PDB dari sisi Penerimaan
    Jawaban :
    Tiga Pendekatan menghitung GDP, yaitu berdasarkan
    1. Pendekatan Produksi
    2. Pendekatan Pengeluaran
    3. Pendekatan Pendapatan.

    Cara Menghitung PDB dari sisi penerimaan adalah dengan membagi-bagi perekonomian menjadi beberapa sektor produksi (industrial origin). Jumlah output masing-masing sektor merupakan jumlah output seluruh perekonomian. Hanya saja, ada kemungkinan bahwa output yang dihasilkan suatu sektor perekonomian berasal dari output sektor lain. Atau bisa juga merupakan input bagi sektor ekonomi yang lain lagi. Dengan kata lain, jika tidak berhati-hati akan terjadi penghitungan ganda (double counting) atau bahkan multiple counting. Akibatnya angka PDB bisa menggelembung beberapa kali lipat dari angka yang sebenarnya. Untuk menghindari hal tersebut, maka dalam perhitungan PDB dengan metode produksi, yang dijumlahkan adalah nilai tambah (value added) masing-masing sektor.

    Y = (PXQ)1 + (PXQ)2 +…..(PXQ)n
    Ket:
    Y = Pendapatan Nasional
    P = harga
    Q = kuantitas

    5. Apa Pengertian Nilai Tambah
    Jawaban :
    Pengertian Nilai tambah adalah Selisih antara nilau suatu Barang ketika dari suatu tahapan produksi dengan biaya produksi barang tersebut ketika masuk dalam tahapan produksi barang tersebut dengan kata lain selisih antara output dengan nilai input.NT = NO – NI

    6. Apa Pengertian Agregare Demand (AD) dan Agrogar Suply (AS)
    Jawaban
    Aggregate Demand (AD) adalah hubungan antara jumlah output diminta dan tingkat harga agregat. Ini menyatakan jumlah barang dan jasa yang orang ingin dibeli pada tiap tingkat harga tertentu.

    aggregate supply (AS)/Penawaran agregat adalah hubungan antara jumlah barang dan jasa yang ditawarkan dan tingkat harga. Karena perusahaan yang menawarkan memiliki harga yang fleksibel dalam jangka panjang tetapi harga yang kaku dalam jangka pendek

    7. Apa yang anda ketahui dengan keseimbangan Ekonomi makro
    Jawaban :
    Keseimbangan Ekonomi Makro adalah suatu kombinasi seluruh harga dan kuantitas dimana pihak penjuan dan pembeli sama – sama tidak bersedia mengubah tingkat penjualan, pembelian maupun harganya.

    8. Sebutkan Jenis Pasar dalam Ekonomi Makro
    Jawaban :
    Jenis Pasar dalam Ekonomi Makro ada Dua Jenis yaitu
    A. Pasar Uang adalah pertemuan antara permintaan akan uang (MD) dengan penawaran uang (MS). MD adalah kebutuhan masyarakat akan uang tunai untuk menunjang kegiatan ekonominya. MS adalah jumlah uang yang disediakan oleh pemerintah dan bank-bank, yaitu seluruh uang Kartal dan uang Giral yang beredar.Pasar Barang

    B. Pasar barang adalah pasar dimana semua barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara dan dalam jangka waktu tertentu.Permintaan dalam pasar barang merupakan agregasi dari semua permintaan akan barang dan jasa di dalam negeri, sementara yang menjadi penawarannya adalah semua barang dan jasa yang diproduksi dalam negeri.

    9. Pengertian Multiplier Effect
    Jawaban :
    Multiplier Effect adalah Proses yang menunjukan sejauh mana pendapatan nasional akan berubah efek dari perubahan dalam pengeluaran agregat Mutiplier bertujuan untuk menerangkan pengaruh dari kenaikan atau kemerosotan dalam pengeluaran agrekat ke atas tingkat keseimbangan dan terutama ketingkat pendapatan Nasional hasil kali pertambahan tiap pos pendapatan nasional. Multiplier Effect sendiri yang paling populer adalah pengganda Pajak, Pengganda Investasi, dan Pengganda Belanja Pemerintah. Untuk melogika dengan mudah sebelum masuk ke pembahasan, kita logika dulu bagaimana pengaruh ketiga efek yang telah disebutkan tadi terhadap pendapatan nasional.

    10. Pengertian Balance Budgeting
    Jawaban :
    Balance Budgeting adalah dimana anggaran berimbang terjadi ketika jumlah total dari uang yang dianggarkan dalam satu tahun adalah sama dengan jumlah yang dikeluarkan untuk barang, jasa, dan bunga utang dalam satu Tahun

    Komentar oleh Ivan Wirata | Juni 20, 2014 | Balas

    • ekonomi makro kenapa upload ke blog pak Jo?

      Komentar oleh johannessimatupang | Juni 21, 2014 | Balas

  77. Nama : LUTHFI FIRDAUS
    Prodi : Magister Manajemen Universitas Jambi
    Kelas : Pagi

    MANAJEMEN DAN ORGANISASI
    1. Berikan alasan bahwa pekerjaan seorang manajer juga didapati pada kegiatan sehari-hari tanpa memandang bahwa yang bersangkutan apakah menjadi manajer atau tidak diperusahaan. Berikan jawaban dengan memberi contoh!
    Pekerjaan seorang manajer didapati pada kegiatan sehari-hari, karena pada dasarnya manajer menjalankan fungsi manajemen, yakni merencanakan, mengorganisir, melaksanakan, dan mengawasi atau mengontrol. Seseorang menjalani kehidupannya sehari-hari tentu perlu mengatur kehidupannya. Contoh kecil saja, dimulai dari malam hari apabila esok hari mempunyai jadwal kerja yang mengharuskan kita datang pagi-pagi sekali, jam 6 pagi misalnya, tentu kita berencana untuk bangun lebih awal esok hari dengan mengatur waktu alarm pada pukul 5. Dari hal kecil tersebut saja sudah ada fungsi manajemen yang berjalan.
    Contoh lainnya yakni seperti kita mengatur keuangan untuk membeli sebuah barang, dengan gaji yang pas-pas an apabila kita tidak mengatur dengan baik dan menabung. Tentu impian untuk membeli barang tersebut tidak akan tercapai. Dengan mengatur dan menghitung pendapatan, kemudian dikurangi dengan pengeluaran selama sebulan, apabila pengeluaran kurang dari pendapatan, tentu sisa uang tersebut bisa di tabung dengan tujuan untuk membeli sebuah barang yang diinginkan. Tetapi seorang yang menjalankan fungsi manajemen dalam kehidupannya mempunyai cara yang berbeda-beda. Misalnya dalam hal tadi, ada juga yang langsung mengambil sebagian pendapatannya untuk ditabung terlebih dahulu, dan sisanya tersebut digunakan untuk biaya-biaya kehidupan sehari-hari, cukup tidak cukup, harus dicukupkan, tentu demi tercapainya tujuan untuk membeli barang yang diinginkan tersebut. Dengan menjalankan hal seperti itu, bukanlah berarti kita orang yang akan menjadi seorang manajer keuangan ataupun yang akan bekerja diperusahaan berbasis keuangan.

    2. Dalam pandangan birokrasi, manajemen diterjemahkan menjadi seperangkat aturan yang membuat organisasi atau perusahaan agar dapat berjalan dengan efisien. Jelaskan bagaimana birokrasi dapat membuat organisasi menjadi efisien! Berikan contoh.
    Birokrasi memberikan penggunaan aturan, tingkatan-tingkatan, divisi atau bagian dari pekerja, serta prosedur yang detail. Dengan adanya birokrasi tersebut tentu dapat membuat organisasi berjalan menjadi efisien. Para karyawan bekerja sesuai dengan job desk-nya masing-masing tanpa mengikut campuri divisi yang lainnya, akan tetapi perlu adanya koordinasi antar divisi/departemen yang memiliki keterkaitan dalam pekerjaan. Selain itu dengan adanya tingkatan dalam organisasi, memberikan batasan tanggung jawab dan wewenang yang jelas terhadap pekerjaan, baik antar atasan terhadap bawahan maupun bawahan terhadap atasan dengan garis hubung yang jelas. Sehingga mengarahkan para karyawan dengan lebih baik, dan mengefisienkan pekerjaan mereka. Selain itu dengan adanya prosedur yang detail memberikan kejelasan dalam bekerja, memberikan arahan dan tahapan-tahapan dalam bekerja, apa-apa saja yang harus dikerjakan oleh seorang karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan agar lebih tertata dengan baik, sehingga organisasi beserta anggotanya dapat berjalan dengan efisien.
    Salah satu contoh yang bisa kita ambil di perusahaan misalnya terdapat pimpinan perusahaan kita sebut saja sebagai CEO, yang mempunyai bawahan dalam hal ini divisi-divisi yang memegang perannya masing-masing, misalnya divisi keuangan, sumberdaya manusia, operasional, IT, dll. Tiap-tiap divisi juga mempunyai bagian dan sub-bagiannya masing-masing agar para karyawan yang bekerja menjadi lebih terfokus, tentu agar tujuan divisi tercapai yang didasari pada tujuan utama suatu perusahaan tersebut.

    3. Kebutuhan akan manajer yang efektif menjadi dasar apakah organisasi dapat mencapai tujuannya dengan baik atau tidak. Dalam hal ini salah satunya dibutuhkan kompetensi dibidang komunikasi. Jelaskan hal ini dapat dibangun oleh seorang manajer!
    Komunikasi merupakan bagian penting dalam kompetensi yang dibutuhkan oleh seorang manajer. Komunikasi adalah proses menyampaikan pesan kepada si penerima pesan. Apabila seorang manajer mampu menyampaikan perintah kepada bawahan dengan cara penyampaian yang baik dan jelas, maka bawahan akan menerima perintah tersebut dengan baik pula. Kemampuan komunikasi ini juga diaplikasikan pada waktu tertentu sesuai dengan kebutuhan.
    Misalnya dalam ruang lingkup dunia kerja, contoh komunikasi yang digunakan adalah komunikasi formal. Ini merupakan sebuah cara berkomunikasi yang menghormati atasan, bawahan, maupun rekan kerja dengan tata bahasa yang baik. Dalam dunia kerja, tentu para pekerja mempunyai berbagai macam latar belakang, usia, pendidikan, budaya, dan lain sebagainya, sehingga komunikasi formal yang digunakan manajer dalam menyampaikan pesan lebih mampu menempatkan komunikasi ini secara universal.
    Kemudian terdapat juga komunikasi informal, komunikasi ini lebih bersifat membangun hubungan sosial yang lebih efektif. Beberapa kalimat/kata yang sifatnya tidak kaku mampu membuat orang merasa lebih familiar terhadap kalimat/kata tersebut, sehingga membuat mereka lebih menyatu dan memiliki ikatan.
    Ada juga negosiasi yang merupakan bagian penting dari komunikasi. Negosiasi adalah kemampuan seseorang untuk dapat mencapai kesepakatan bersama. Dalam suatu perusahaan ketika akan merekrut calon karyawan baru, negosiasi antar manajer dan calon karyawan baru tentu sangat penting baik demi kesepakatan hak & kewajiban diantara kedua belah pihak.
    Ketiga kemampuan ini termasuk dalam kompetensi komunikasi yang harus dimiliki oleh seorang manajer. Manajer yang mampu berkomunikasi dengan baik, dapat menjaga hubungan yang baik pula di dalam internal maupun eksternal perusahaan. Hubungan antar sesama karyawan, atasan-bawahan, bawahan-atasan, maupun rekan kerja diluar perusahaan menjadi terjalin dengan baik. Dengan begitu, SDM yang baik akan menjalankan perusahaan lebih efektif dan efisien.

    4. Max Weber, penggagas pandangan birokrasi menyampaikan 7 prinsip. Jelaskan 3 dari 7 prinsip tersebut.
    Beberapa prinsip yang dikemukakan oelh Max Weber diantaranya adalah:
    1) Rules (Peraturan)
    Peraturan merupakan pedoman formal bagi perilaku karyawan ketika saat mereka dalam pekerjaan. Peratuan membantu mendisiplinkan organisasi dalam meraih tujuannya.
    2) Lifelong Career Commitment (Komitmen Karir Seumur Hidup)
    Organisasi dan keryawan melihat diri mereka sebagai orang yang berkomitmen satu sama lain selama masa kerja. Dalam hal ini organisasi menggunakan beberapa hal untuk memberikan kepuasan kepada karyawan dalam melakukan tugas yang ditugaskan, seperti memberikan keamanan dalam pekerjaan, selangkah semi selangkah dalam kenaikan upah/gaji, serta dana pensiun.
    3) Rationality (Bersifat Rasional)
    Rasionalitas adalah penggunaan cara yang paling efisien yang tersedia untuk mencapai tujuan. Manajer dalam sistem manajemen birokrasi menggunakan logika.

    5. Untuk manajer global dibutuhkan kompetensi yang berbeda dibanding dengan kompetensi manajer lokal. Jelaskan perbedaan menurut anda!
    Kompetensi yang dimiliki oleh manajer global dan lokal terdapat perbedaan. Dari segi komunikasi yang digunakan oleh manajer global tentu sudah harus menguasai bahasa asing agar dalam menjalankan perusahaan mampu memasuki persaingan global. Perencanaan dan administrasi yang digunakan manajer global jelas menentukan keberlangsungan suatu perusahaan. Untuk memasuki pasar global bukanlah hal main-main semata, perencanaan yang matang sangat dibutuhkan. Contoh kecilnya adalah pendanaan. Dalam dunia global, nilai pertukaran yang digunakan yakni nilai mata uang asing dimana perusahaan itu bekerja sama, misal Dollar Amerika. Kurs yang berbeda tentu mengharuskan manajer mempersiapkan dan merencanakan dengan matang modal yang harus disiapkan untuk bersaing di pasar global. Disisi lainnya seperti Multikultural kompetensi, kemampuan seorang manajer untuk memiliki pengetahuan dan dapat memahami berbagai macam budaya yang berbeda yang terdapat diberbagai negara menjadi salah satu persiapan dalam bersaing di pasar global. Suatu perusahaan yang maju akan membuka cabang di negara lain untuk memperluas jaringan perdagangan mereka, kemudian merekrut karyawan yang berasal dari negara tersebut. Dalam proses pengembangan perusahaan tentu perlu memperhatikan budaya, politik, sistem ekonomi, sejarah, agama, nilai, kepercayaan, dan lain sebagainya yang jelas sangat berbeda dari negara asal perusahaan itu.

    Komentar oleh LUTHFI FIRDAUS | Juni 20, 2014 | Balas

  78. Nama : R. Ryan Hidayat, S.E
    Prodi : Prodi Magister Manajemen Universitas Jambi
    Kelas : Pagi
    PENGANTAR MANAJEMEN DAN ORGANISASI

    Jawaban:
    1. Alasan bahwa pekerjaan seorang manajer juga di dapati pada kegiatan sehari-hari pegawai/karyawan yang bukan manajer adalah
    – Seorang pegawai/karyawan seorang organisasi pasti sudah mempunyai tugas dan fungsi serta dibebankan tanggung jawab sesuai dengan pembagian tugas apakah statusnya manajer atau tidak manajer, dengan demikian karena pegawai/karyawan yang tidak berstatus manajer mempunyai juga tugas dan fungsi serta tanggung jawab berarti karena sebagian pekerjaannya sama dengan status manajer, tetapi bedanya seorang manajer tugas dan fungsinya serta tanggung jawabnya lebih besar dari karyawan yang tidak berstatus manajer .
    Contoh: Seorang teller di suatu Bank mempunyai tugas dan fungsi sebagai penerima dan
    pembayar uang nasabah dan sekaligus dibebankan tanggung jawab sebagai teller.

    2. Sebab Birokrasi dapat membuat organisasi menjadi efisien adalah
    Karena Birokrasi mempunyai ciri pokok:
    a. Dalam Birokrasi ada pembagian tugas dan spesialisasi. Setiap individu dalam organisasi mempunyai wewenang dan juridiksi yang diatur oleh berbagai peraturan, kebijakan dan ketetapan hukum
    b. Hubungan yang terjadi dalam organisasi merupakan hubungan impersonal
    c. Dalam organisasi ada hirarki kewenangan, di mana setiap bagian yang lebih rendah selalu berada di bawah kewenangan dan supervisi dari bagian diatasnya.
    d. Administrasi selalu didasarkan atas dan dilaksanakan dengan dokumen tertulis
    e. Orientasi pembinaan pegawai adalah pengembangan karier, yang berarti keahlian merupakan kriteria utama diterima atau tidaknya seseorang sebagai anggota organisasi dan promosi dalam organisasi itu.
    f. Dalam proses pengambilan keputusan, Birokrasi menghindari penggunaan emosi dan perasaan suka atau tidak suka

    Dengan demikian dari enam ciri-ciri Birokrasi tentunya menciptakan dan mewujudkan efisien dalam organisasi.

    Contohnya: Organisasi dalam suatu perusahaan, dimana organisasi tersebut mempunyai tugas dan fungsi serta tanggung jawab bidang produksi, bidang promosi, bidang distribusi serta bidang keuangan. Masing-masing bidang tersebut sudah mengetahui tugas dan fungsinya masing-masing dan tidak akan terjadi tumpang tindih pekerjaan, dengan demikian efisiensi akan terwujud karena garis bidang masing-masing sudah terpisah.

    3. Salah satu kompetensi dibidang komunikasi yang dibutuhkan seorang manajer yang efektif dalam mencapai tujuan organisasi ini perlu dibangun oleh seorang manajer sebab dinamika proses kerjasama untuk mencapai tujuan organisasi dapat ditingkatkan melalui perbaikan komunikasi, dimana komunikasi merupakan sarana untuk mengadakan koordinasi antara berbagai subsistem dalam organisasi. ada 2 macam model komunikasi dalam organisasi yaitu:
    a. Komunikasi kordinatif, yaitu komunikasi yang berfungsi untuk menyatukan bagian-bagian (subsistem) organiasasi. Termasuk dalam komunikasi ini adalah perumusan tujuan, koordinasi kegiatan dari berbagai bagian, atau membuat jadwal untuk berbagai aktivitas, pengurangan pekerjaan duplikatifdan pengurangan pemborosan akibat tidak adanya komunikasi.
    b. Komunikasi interaktif, yaitu proses pertukaran imformasi yang berjalan secara berkeseimbangan, pertukaran pendapat dan sikap yang dipakai sebagai dasar penyesuaian diantara bagian organisasi atau antara organisasi dengan lingkungan.
    Dengan demikian kompetensi dibidang komunikasi organisasi memang benar-benar diperlukan seorang manajer.

    6. Mengapa atau sebab berbagai tingkatan manajer ( Puncak, Menengah, Bawah) dibutuhkan manajer yang berbeda sesuai dengan kompetensi yang diisyaratkan? Alasannya, karena setiap tingkatan manajer (Puncak, Menengah, dan Bawah) tugas dan fungsi serta wewenangnya tidak sama, semakin tinggi status manajernya maka semakin besar pula tugas dan wewenang serta tanggung jawabnya, sebaliknya semakin kecil status manajernya (manajer bawah) tugas dan wewenang serta tanggung jawabnya juga kecil.
    Dengan demikian status manajer yang mempunyai tugas dan wewenang serta tanggung jawabnya besar, kompetensi (kemampuan) manajer harus dituntut semakin tinggi , sebaliknya semakin rendah status manajernya maka semakin kecil juga kompetensinya.

    8. 3 prinsip dari 7 prinsip Birokrasi yang dipelopori oleh Max Webber sebagai penggagas pandangan birokrasi yaitu:
    a. Dalam organisasi harus ada pembagian tugas dan spesialisasi. Artinya setiap individu dalam organisasi mempunyai wewenang dan tanggung jawab serta juridiksi yang diatur oleh berbagai peraturan, kebijakan dan ketentuan hukum. Dengan demikian tugas dan fungsi masing-masing individu tidak tumpang tindih dan tidak saling berebut dalm tugas serta pertanggung jawabannya pun mudah diminta termasuk pengawasannya pun mudah dilaksanakan.
    b. Hubungan yang terjadi dalam organisasi merupakan hubungan impersonal, artinya hubungan, komunikasi sebatas tugas dan fungsi serta keahlian dan jauh dari sikap prasangka, terhindar dari penggunaan emosi dan perasaan suka atau tidak suka (Favoritisme) atau terhindar dari ikatan kekeluargaan sehingga organisasi tersebut menjadi efisien dan efektif.
    c. Orientasi pembinaan pegawai adalah pengembangan karir yang berarti keahlian merupakan kriteria utama diterima tidaknya seseorang sebagai anggota organisasi dan promosi dalam organisasi itu. Dengan demikian pegawai menjadi kompetitif untuk menambah wawasan dan keahliannya masing-masing guna mencapai karir dalam organisasi tersebut.

    Komentar oleh R. Ryan Hidayat | Juni 20, 2014 | Balas

  79. Selamat pagi pak Johanes

    NAMA : AANG PURNAMA,SE
    PRODI : MAGISTER MANAJEMEN UNIVERSITAS JAMBI
    KELAS : PAGI
    PENGANTAR MANAJEMEN DAN ORGANISASI

    1. Berikan alasan bahwa pekerjaan seorang manajer juga didapati pada kegiatan sehari-hari tanpa memandang bahwa yang bersangkutan apakah menjadi manajer atau tidak pada satu perusahaan . Berikan jawaban dengan memberi contoh.

    Jawab :
    Karena Manajerial merupakan kata sifat yang berhubungan dengan kepemimpinan dan pengolaan. Dalam banyak kepustakaan, kata manajerial sering disebut sebagai asal kata dari manajemen yang berarti melatih kuda, sedangkan secara harfiah diartikan to handle yang berarti mengurus, menangani atau mengendalikan. Sedangkan manajemen merupakan kata benda yang dapat berarti pengolahan, tata pimpinan atau ketatalaksanaan Kata manajer menekankan pada orangnya, sedangkan manajerial menyangkut pekerjaan yang dilakukan manajer. Jadi kata manajerial adalah suatu aktifitas atau pekerjaan yang dilakukan manajer dalam merencanakan, mengorganisir, mengelola, mengontrol serta mengevaluasi berbagai pekerjaannya.
    Terminologi lain dijabarkan pula, kaitannya pemimpin dengan manajer Seorang pemimpin yang menjalankan peran kepemimpinannya dalam berbagai lembaga, keluarga, dan lingkungan tempat tinggal mereka sehari – hari pada dasarnya adalah seorang manajer. Ketika berposisi sebagai seorang manajer, ia dituntut untuk mampu mengelola dinamika kegiatan lembaga, keluarga, lingkungan yang dipimpinnya dengan baik guna menunjang pencapaian tujuan. Sehubungan dengan hal ini, ia membutuhkan keberadaan orang lain berupa karyawan atau bawahan untuk dipimpinnya bekerja sama dan memberikan kontribusi bagi pencapaiannya.
    Karenanya, salah satu tolak ukur kualitas pribadi pemimpin (yang juga berperan sebagai manajer) adalah kemampuannya mengoptimalkan dan mendayagunakan kecakapan para bawahan serta memberdayakan mereka. Ia juga harus dapat melakukan kaderisas dengan baik sehingga pada saat proses alih kepemimpinan terjadi, hal itu dapat terlaksana secara lancar tanpa hambatan berarti. Pendelegasian wewenang yang hasilnya diketahui nantinya merupakan dasar penilaian terhadap kaderisasi kepemimpinan dan dilingkungan keluarga dan masyarakat mampu memimpin dan membina keluarga sehingga menjadi keluarga dan masyarakat yang baik
    Dari penjabaran diatas dapat disimpulkan bahwa pekerjaan seorang maneger adalah Bagaimana merencanakan, mengorganisir, mengelola, mengontrol serta mengevaluasi berbagai pekerjaannya dalam sebuah prusahaan dan dikehidupan sehari – hari.

    Contoh
    1. Membuat perencanaan dalam keluarga dan masyarakat, perencaan yang dibuat misalnya berkaitan dengan program rumah tangga dan masyarakat, pembinaan dalam keluarga terhadap istri dan anak, Pembinaan terhadap masyarakat tentang program – program pengembangan desa dsb,
    2. Pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.
    3. Pengelolaan administrasi keuangan Baik itu dalam lingkup keungan keluarga dan masyarakat
    4. Mengontrol dan mengevaluasi kegiatan sehari hari dalam keluarga dan masyarakat seperti mengotrol perkembangan anak mengontrol dan mengevaluasi masalah masalah dalam keluarga dsb.

    2. Dalam pandangan birokrasi, manajemen diterjemahkan menjadi seperangkat aturan yang membuat organisasi ataupun perusahaan agar dapat berjalan dengan efisien . Jelaskan bagaimana birokrasi dapat membuat organisasi menjadi efisien berikan contoh.
    Jawab :

    Efektivitas dan efisiensi secara bersama-sama sangat perlu diterapkan dalam penerapan Good Governance, karena suatu yang efektif belum tentu efisien, demikian juga sebaliknya suatu yang efisien belum tentu efektif. Suatu pekerjaan yang efektif belum tentu efisien karena hasil dicapai itu telah menghabiskan banyak pikiran, tenaga, waktu, maupun benda lainnya. Hal ini disebabkan karena efektif adalah melakukan pekerjaan yang benar dan sesuai serta dengan cara yang tepat untuk mencapai suatu tujuan yang telah direncanakan. Sedangkan efisien adalah hasil dari usaha yang telah dicapai lebih besar dari usaha yang dilakukan
    Ciri-ciri ideal birokrasi, yaitu (1) adanya pengaturan ataupun pengorganisasian fungsi-fungsi resmi untuk suatu kesatuan yang utuh; (2) adanya pembagian kerja yang jelas di dalam organisasi; (3) adanya pengorganisasian yang mengikuti prinsip-prinsip hirarki, yaitu tingkatan yang lebih rendah diawasi dan diatur oleh tingkatan yang lebih tinggi; (4) adanya sistem penerimaan dan penempatan karyawan yang didasarkan atas kemampuan teknis, tanpa memperhatikan koneksi, hubungan keluarga maupun favoritisme; (5) adanya pemisahan antara pemilikan alat produksi maupun administrasi dari kepemimpinan organisasi; (6) adanya obyektivitas dalam melaksanakan tugas yang berkaitan dengan suatu jabatan dalam organisasi; dan (7) kegiatan administratif, keputusan-keputusan dan peraturan-peraturan dalam organisasi selalu dituangkan dalam bentuk tertulis apabila ini dilaksanakan pasti organisasi dalam menjalankan fungsi dan tugas organisasi tersebut akan efesien.
    Efisiensi menunjukkan bagaimana mencapainya, yakni dibanding dengan usaha, biaya atau pengorbanan yang harus dikeluarkan. Adanya efisiensi diharapkan para birokrat dalam melaksanakan tugas-tugas pelayanan kepada masyarakat tidak boros

    Contohnya :
    Misalnya dalam organisasi pemeritahan kabupaten Sarolangu para birokrat secara berhati-hati memberikan hasil yang sebesar-besarnya kepada publik dengan menjalankan fungsi masing masing antara fingsi Eksekutif dan Legislatif yang dijalankan sesuai dengan tugas dan wewenag yang telah diatur yaitu eksekutif menjalankan roda pemeritahan dan legislatif mengawasi berjalannya roda pemerintahan tersebut, sistem rekrutmen dan penerimaan yang akuntabel dan transparan dan penempatan yang sesuai dengan bidang keilmuan dan keahlian masing masing dan adanya aturan pemisahan antara pemilikan alat produksi maupun administrasi dari kepemimpinan kepala daerah, obyektivitas dalam melaksanakan tugas yang berkaitan dengan suatu jabatan dalam organisasi; dan kegiatan administratif, keputusan-keputusan dan peraturan-peraturan dalam organisasi selalu dituangkan dalam bentuk tertulis.
    Maka nilai efisiensi lebih mengarah pada penggunaan sumber daya yang dimiliki secara cepat dan tepat, tidak boros dan dapat dipertanggung jawabkan kepada publik. Hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa pada dasarnya penerapan prinsip tersebut adalah berdasarkan pada pendapat Gie. Penerapan prinsip efektivitas dan efisiensi ini dimaksudkan untuk menyelesaikan tugas pekerjaan birokrasi secara cepat dalam waktu singkat, ringkas dan tidak berbelit-belit (tidak lagi melalui banyak meja), berprestasi tinggi, tidak mengalami pemborosan atau keborosan waktu maupun dana dan daya, serta menghasilkan pelayanan yang berkualitas
    Efektivitas (tepat sasaran) adalah taraf tercapainya suatu tujuan tertentu, baik ditinjau dari segi hasil, maupun segi usaha yang diukur dengan mutu, jumlah serta ketepatan waktu sesuai dengan prosedur dan ukuran–ukuran tertentu yang telah digariskan. Efektivitas yaitu para birokrat dalam melaksanakan tugas-tugas pelayanan kepada publik harus baik yaitu memenuhi target atau tujuan yang telah ditentukan sebelumnya tercapai. Tujuan yang dimaksud adalah tujuan publik dalam pencapaian tujuannya, bukan tujuan pemberi pelayanan (birokrat publik).

    3. Untuk organisasi di bidang pemerintahan , seperti seorang kepala daerah kepada kepala dinas, kompetensi apa yang menurut anda berperan penting. Berikan alasannya.
    Jawab :
    1. Kompetensi leading change, yaitu kemampuan untuk membangun dan mengimplementasikan visi dan misi yang mengintegrasikan tujuan, prioritas, dan nilai-nilai penting organisasi. kompetensi ini sangat penting karna banyak pejabat/kepala daereah pada tidak mampu merealisasikan visi dan misi yang mereka telah mereka buat sehingga kemampuan atau kopentensi leading change sangat penting yaitu dimana seorang pemimpin mampu dengan cepat dan tepat mengintegrasikan visi misi tersebut kedalam tujuan dan program – program yang tepat sasaran dan sesuai dengan apa yang telah direncanakan.
    2. Kompetensi leading people, yaitu kemampuan untuk mendesain dan mengimplementasikan strategi-strategi yang berusaha memaksimalkan potensi SDM Aparatur dan mendorong standar etika dan moral yang tinggi dalam pencapaian visi, misi dan tujuan organisasi kemampuan ini sangat diperlukan bagi kepala daerah dimana kepala daerah harus mampu menempatkan orang orang secara profesional sesuai pada bidangnya masing – masing sesuai dengan kualitas dan keilmuanyanya.
    3. Kompetensi Results driven, yaitu kompetensi yang mengutamakan tercapainya hasil dengan optimal dengan tidak mengabaikan peningkatan akuntabilitas, termasuk didalamnya kemampuan untuk membuat keputusan secara efektif.
    4. Kompetensi Business Acumen, yaitu kemampuan untuk mengenali dan mengelola sumber daya organisasi (SDM, dana, material, informasi, teknologi) dengan cara sedemikian rupa sehingga dapat meningkatkan public trust.
    5. Kompetensi Building Coalition/Communications, yaitu merupakan kemampuan untuk menjelaskan, mengadvokasi, dan mengekpresikan ide dan fakta secara meyakinkan serta kemampuan untuk membangun dan mengembangkan profesional network dengan organisasi/Daerah lainnya.

    4. Max Weber, penggagas pandangan birokrasi, menyampaikan 7 prinsip. jelaskan 3 diantara 7 prinsip tersebut.
    Jawab :
    1. Adanya pengaturan ataupun pengorganisasian fungsi-fungsi resmi untuk suatu kesatuan yang utuh, dalam hali ini adalah pengaturan fungsi – fungsi sistem birokrasi yang utuh dimana semua lini mulai dari pejabat tingkat tinggi sampai terendah Mematuhi aturan-aturan yang disahkan, regulasi, dan prosedur yang distandarkan dan arah tindakan anggota organisasi dalam pencapaian tugas organisasi. Yang menggambarkan pengembangan rangkaian kaidah dan panduan spesifik untuk merencanakan tugas dan aktivitas organisasi sehingga tujuan dan tata cara organisasi dapat tergambar dengan jelas dan dapat dijalanakan dengan baik.
    2. Adanya pembagian kerja yang jelas di dalam organisasi, dalam hal ini pejabat atau personil berkualitas didasarkan pada kemampuan tehnik yang mereka miliki dan kemampuan untuk melaksanakan tugas yang dibebankan kepada mereka.
    uraian tugas yang terperinci harus diberikan kepada semua anggota organisasi sebagai garis besar tugas formal dan tanggung jawab kerjanya. Pejabat lini harus mempunyai pemahaman yang jelas tentang keinginan organisasi dari kinerja yang mereka lakukan Para pejabat harus mengevaluasi persyaratan pelamar kerja secara logis, dan individu yang berkualitas dapat diberikan kesempatan untuk melakukan tugasnya untuk efektif dan efesiennya hasil guna tercapainnya tujuna organisaisi yang dipimpin.
    pembagian kerja berdasarkan spesialisasi peran anggota organisasi memberikan peluang kepada divisi pekerja untuk menyederhanakan aktivitas personil dalam menyelesaikan tugas yang rumit. Dengan memecah tugas-tugas yang rumit ke dalam aktivitas khusus tersebut, maka produktivitas organisasi dapat ditingkatkan dan akhirnya dengan pembagian kerja yang jelas dan diatur dengan baik personil mampu bertukar personil dalam peran organisasi yang bertanggung jawab memungkinkan aktivitas organisasi dapat diselesaikan oleh individu yang berbeda. Mampu tukar ini menekankan pentingnya tugas organisasi yang relatif untuk dibandingkan dengan anggota organisasi tertentu yang melaksanakan tugasnya-tugasnya
    3. Adanya pengorganisasian yang mengikuti prinsip-prinsip hirarki, yaitu tingkatan yang lebih rendah diawasi dan diatur oleh tingkatan yang lebih tinggi, hirarki otoritas organisasi formal dan legitimasi peran kekuasaan anggota organisasi didasarkan pada keahlian pemegang jabatan secara individu, membantu mengarahkan hubungan intra personal di antara anggota organisasi guna menyelesaikan tugas-tugas organisasi dan semua lini yang memiliki legitimasi yang jelas mulai dari tingkatan tinggi mengawasi tingkatan rendah dan diperkuat dengan aturan – aturan yang memisahkan wewanag, fungsi dan paran masing masing tingkatan, masing masing tingkatan bekerja dengan aturan aturan tersebut exs : Kekuasaan atau legalitas eksekutif itu akan dikontrol oleh kekuasaan legisltatif karna secara legalitas pran pran ini telah diatur oleh aturan yang sifatnya mengikat satu dengan yang lainnya.

    5. Pada berbagai tingkatan manajer (punjak, tengah dan bawah) dibutuhkan manajer yang berbeda sesuai dengan kompetensi yang diisyaratkan. Mengapa hal ini demikian ? berikan alasannya
    Jawab :
    Karna setiap manager memiliki fingsi dan pran yang berbeda beda dan juga tiap tiap tingkatan memiliki beban kerja dan tanggung jawab pekerjaan yang bertingkat sesuai dengan level tingkatannya dalam hal ini tetuntya menejer puncak memiliki pran, fungsi tanggung jawab yang lebih besar dari midle manager dan midle manager diawasi oleh top manager atau manager puncak dan pran dan tanggung jawab manager tengah itu lebih besar dari manager tingkat bawah jadi karna fungsi dan tanggung jawab yang berbeda tiap tingkatannya maka spesifikasi tingkatan tiap lini itu akan berpeda dan top manager harus memiliki kopetensi yang lebih tinggi dari manager tengah dan bawah dan begitupun manager tengah harus memiliki kemampuan diatas manager tingkat bawah.
    Manager puncak ( Top Manager ) adalah tingkatan manajemen tertinggi sering juga disebut dengan manajemen senior. Manajemen puncak biasannya terdiri dari dewan direktur dan direktur utama. Tugas dari manajemen puncak adalah memutuskan hal – hal yang penting bagi kelangsungan hidup organisasi. Top manager atau manager tertinggi yang termasuk dalam golongan ini adalah anggota – anggota board of manager ( dewan direksi) dan presiden prusahaan. Dewan direksi bergerak dalam memimpin organisasi atau prusahaan keseluruhannya.
    Manager menengah ( middle manager) mereka berada di manajemen menengah harus memiliki keahlian interpersonal atau manusiawi, artinya keahlian untuk berkomunikasi dan momotivasi orang lain, yang termasuk tingkatan ini adalah kepala bagian, kepala divisi, dan kepala seksi dan juga manager menengah harus mampu menjadi penghubung yang baik berkaitan dengan perencanaan pekerjaan yang harus dikerjakan oleh manager lini sebagai penjalan keputusan dan melaporkan masalah atau kendala yang terjadi di tingkat bawah kepada top manager.
    Manager tingkat pertama ( first line manager ) adalah tingkatan manajemen paling bawah. Tugasnya utamanya adalah untuk menjalankan keputusan yang dibuta manajemen tingkat pertama dan menengah. Mereka juga bertangung jawab mengawasi para pekerja melaksanakan pekerjaan sehari hari. Pada tingkatan ini juga memiliki keahlian yaitu: teknik pengetahuan dan keahlian yang mencakup prosedur, teknik, pengetahuan dan keahlian yang khusus. Yang termasuk dalam golongan ini adalah mandor , superintendent, general foreman, dan goreman, memipin para pekerja supaya melaksanakan pekerjaan sesuai dengan tujuan organisasi atau prusahaan.
    Oleh karna itu kopetensi yang dimiliki berbeda – beda tiap tingkatannya, melihat dari spesifikasi job descripsion tiap tingkatan berbeda – beda dan tiap tingkatan memiliki kualitas spesifikasi yang memerlukan keterampilan yang berbeda beda dan semakin tinggi tingkatannya maka semakin tinggi kualitas dari kompetensi yang diiginkan

    Komentar oleh AANG PURNAMA | Juni 21, 2014 | Balas

  80. Kepada Yth. Bapak Johannes Simatupang, SE, MSi
    Bersama ini saya sampaikan jawaban dari Ujian Matrikulasi Manajemen dan Organisasi.
    Demikian yang dapat saya sampaikan. Atas perhatian Bapak, saya ucapkan terima kasih.

    PROGRAM MAGISTER MANAGEMEN
    JAWABAN UJIAN MATRIKULASI MANAJEMEN DAN ORGANISASI
    Dosen Pengasuh : Dr. Johannes, SE, M.Si dan Drs. Muliady Raf, MBA

    NAMA MAHASISWA : FIDHYOS VERA FIDHIN, SE
    KELAS : PAGI

    1. Jawaban Soal 1
    Berikan alasan bahwa pekerjaan seoranng manager juga didapati pada kegiatan sehari-hari tanpa memandang bahwa yang bersangkutan apakah menjadi manager atau tidak pada suatu perusahaan. Berikan jawaban dengan memberi contoh.
    Manajemen merupakan suatu proses kegiatan yang bertujuan umtuk mencapai tujuan suatu organisasi. Manajemen bukan hanya suatu pengetahuan tetapi juga sebuah seni yang didapat dari pengalaman, pengamatan dan pelajaran. Contoh dalam kehidupan sehari- hari adalah seorang suami sebagai kepala rumah tangga. Dia diharuskan dapat memanage rumah tangganya dengan segala sumber daya yang dimilikinya. Dia diharapkan dapat membawahi istri dan anak-anaknya dan mengarahkan mereka untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
    2. Jawaban Soal 2

    Dalam pandangan birokrasi manajemen diterjemahkan menjadi seperangkat aturan yang membuat organisasi ataupun perusahaan agar dapat berjalan dengan efisien . Jelaskan bagaimana birokrasi dapat membuat organisasi menjadi efisien berikan contoh.

    Birokrasi adalah suatu sistem struktur manajemen pemerintahan negara atau administrasi besar atau organisasi sesuai dengan kebutuhan atau keinginan yang kompleks yang ditandai dengan otoritas hirarkis di antara banyak kantor dengan prosedur yang tetap. Birokrasi merupakan cara yang ideal dalam mengatur organisasi melalui prinsip-prinsip manajemen. Contohnya Indonesia sebagai bentuk organisasi besar yang memiliki jutaan penduduknya dengan semua tujuan yang ingin tercapai. Tetapi sayangnya didalam kenyataannya, Indonesia memiliki keterbatasan dalam sumber daya manusia untuk itu diperlukaj suatu proses manajemen dimana peran manajemen diperlukan untuk dapat menggerakkan bawahannya untuk dapat mencapai tujuannya. Manajemen yang baik akan dapat menggerakakan dan membawa perubahan pada birokrasi di Indonesia.

    3. Jawaban Nomor 4
    Untuk organisasi di bidang pemerintahan , seperti seorang kepala daerah kepada kepala dinas, kompetensi apa yang menurut anda berperan penting. Berikan alasannya

    Kompetensi yang berperan adalah kemampuan kepala daerah dalam melakukan pendelegasian wewenang dan pekerjaan kepada bawahannya dalam hal ini adalah seorang kepala dinas. Hal ini mutlak diperlukan agar tidak terjadi kerancuan dalam pembagian tugas yang harus dilakukan bawahannya.

    4. Jawaban Nomor 8

    Max Weber, penggagas pandangan birokrasi, menyampaikan 7 prinsip. Jelaskan 3 diantara 7 prinsip tersebut.

    1. Para pelaksana atau staf administrasi secara tegas dipisahkan dari para pemilik modal atau alat produksi agar pimpinan dapat membuat keputusan yang rasioal dan obyektif. Para pengambil keputusan dalam melakukan ntindakannya tidak melibatkan perasaaan pribadi tapi berdasarkan pada kemampuan para pegawainya.
    2. Prinsip hirarki menunjukkan bahwa tiap-tiap bagian yang lebih rendah posisinya selalu berada di bawah perintah dan selalu di bawah pengawasan dari posisi yang lebih tinggi sehingga garis komunikasi lebih bersifat vertikal. Hirarki kewenangan yang jelas dimana Struktur organisasi disusun bertingkat dan memastikan jabatan yang lebih rendah berada di bawah supervisi dan kontrol dari yang lebih tinggi. Garis komando dan garis koordinasi diciptakan untuk meperjelas alur pelaporan diantara anggota organisasi
    3. Proses pelaksanaan fungsi organisasi merupakan sesuatu yang dapat diketahui oleh siapapun dan bersifat terbuka bagi publik. Dalam artian semua kegiatan diadalam organisasi bersifat umum, transparan dan tegas dimana orang-orang terlibat didalamnya dapat mengetahi segala informasi yang terjadi didalam organisasinya.

    5. Jawaban Nomor 10
    Andaikan Microsoft akan membuka cabang di Indonesia, kendala apa yang dihadapi perusahaan tersohor itu?

    Adapun kendala yang akan dihadapi adalah sebagai berikut :
    1. Prosedur perizinan yang memakan banyak waktu, biaya dan tenaga dimana Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki banyak prosedur perizinan dibandingkan Negara seperti Singapura dan Malaysia.
    2. Keterbatasan dalam sumber daya manusia yang berkualitas walaipun Indonesia memiliki sumber daya manusai yang berlimpah tetapi tidak diiringi oleh kemampuan, skill dan pengetahuan yang seimbang.

    Lantas untuk jawaban soal no 2 kompetensi apa yg dibutuhkan?

    Pendelegasian wewenang masuk kompetensi apa?

    Komentar oleh Fidhyos Vera Fidhin, SE | Juni 26, 2014 | Balas

  81. Selamat pagi pak jo..
    Salam sejahtera
    Saya Imam Perdhana Satria Ariangga
    saya mau mengkonfirmasi bahwa saya mahasiswa bapak matrikulasi manajemen kelas malam
    yang dikategorikan TL
    Itu komentar nomor 7 punya saya pak, dan tugas yang dikumpulkan juga telah saya kumpulkan sesuai dengan apa yang bapak perintahkan..
    Terima kasih sebelumnya bapak

    Komentar oleh Satria ariangga (@imamPerdhana) | Juni 27, 2014 | Balas

  82. Nama : M Ryan Fadhli , Prodi :Magister Manajemen Universitas Jambi Kelas : Jumat – Sabtu Ujian Matrikulasi Manajemen dan Organisasi
    1. Dalam pandangan birokrasi, manajemen diterjemahkan menjadi seperangkat aturan yang membuat organisasi ataupun perusahaan agar dapat berjalan dengan efisien. Jelaskan bagaimana birokrasi dapat berjalan dengan efisien berikan contoh ?
    Manajemen dalam pandangan birokrasi diterjemahkan kedalam suatu bentuk peraturan untuk mencapai efisisensi, adanya netralitas birokrasi, yaitu jauh dari pengaruh politik, agar dalam menjalankan tugasnya dapat bersikap adil, tidak memihak, dan objektif. Selain itu, faktor lain yang dapat manajemen dalam birokrasi menjadi efisien adalah dengan dilengkapi personalia yang professional melalui spesialisasi yang baik dan aturan yang jelas. Karena pada hakekatnya munculnya birokrasi bukan hanya untuk menjalankan tapi mengkoordinasikan berbagai unsur, bahkan fenomena yang lebih penting bahwa birokrasi sebenarnya diciptakan untuk menjalankan fungsi pendisipilinan dan pengendalian.
    Disisi lain, terdapat cara lain dalam perspektif pengertian keilmuan manajemen birokrasi yang terdiri dari 4 point, yaitu :
    1. Standar informasi harus dijalankan dan proses menjalankannya dengan menggunakan metode yang terbaru
    2. Ketentuan dan syarat diketahui oleh pelanggan dan tidak dirubah secara sepihak.
    3. Teknologi digunakan secara rutin dan stabil, maka dari itu pegawai harus dengan cepat mempelajari menggunakan alat tersebut.
    4. Organisasi harus berkoordinasi terhadap aktivitas pegawai agar standar pelayanan atau produk layanan dapat disampaikan dengan baik.
    Adapun contoh dari penerapan tersebut adalah :
    Suatu standar operasional prosedur (SOP) yang dibuat oleh Samsat yaitu pada program Drive Thru, dimana pelanggan dapat dengan mudah mendapatkan pelayanan dalam memperpanjang STNK. Hal ini merupakan suatu bentuk layanan birokrasi yang mempermudah pelanggan, diserta dengan pertimbangan adanya SDM yang professional, pemanfaatan teknologi, pemberian informasi yang baik kepada publik, dan lain lain. Layanan dilakukan dengan cepat hanya dalam waktu 5-10 menit dengan tujuan memangkas birokrasi.

    2) Untuk organisasi di bidang pemerintahan, seperti seorang kepala daerah kepada kepala dinas, kompetensi apa yang menurut anda berperan penting. Berikan alasannya ?
    Hubungan antara kepala daerah dan kepala dinas merupakan perwujudan hubungan antara top manajemen dengan middle manajemen, dimana kepala daerah mengintruksikan arahan khusus pada suatu dinas fungsional terkait untuk menjalankan tugas pokok dan fungsinya sesuai dengan garis besar atau pola kebijakan umum yang tertuang dalam visi dan misi kepala daerah tersebut yang dijadikan sasaran. Oleh sebab itu kompetensi yang berperan penting adalah pemimpin yang mampu memberikan pengarahan (Directing) yang akan dijadikan alat utama dalam menggerakan kepala dinas agar mampu bekerja sesuai dengan harapan. Selain itu yang tak kalah pentingnya kompetensi dalam melakukan koordinasi dan pengawasan. Koordinasi sebagai suatu upaya penyelarasan suatu pekerjaan dari suatu bagian dengan bagian lain untuk mencegah timbulnya kesimpang siuran. Sedangkan pengawasan dapat dijadikan upaya untuk mencegah kemungkinan penyimpangan terhadap rencana yang telah ditetapkan sebelumnya. Berkaitan dengan visi-misi tersebut, maka jika diklasifikasikan kedalam salah satu dari 6 kompetensi inti manajerial, seorang kepala daerah harus memiliki Strategic Action Competency, dimana harus memahami semua misi yang dibuat serta nilai dalam organisasi kemudian mendayagunakan setiap kepala dinas menjalankannya. Kompetensi ini harus mengetahui bagaimana lembaga tersebut menjalankan fungsinya sesuai dengan perubahan-perubahan yang diinginkan.
    Contoh :
    Pada program SAMISAKE (Satu Milyar Satu Kecamatan) dalam kegiatan bedah rumah yang diusung oleh Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus yang dimulai tahun 2010, dengan melibatkan 3 lembaga pemerintahan yaitu Dinas P.U, Bappeda, dan TNI. Gubernur harus mengendalikan ketiganya pada sasaran menuju jambi emas, khususnya pada peningkatakn kesejahteraan. Adanya pembagian tugas yang jelas antar lembaga yaitu secara umum Bappeda sebagai perencana, Dinas P.U sebagai perancang struktur dan anggran bangunan, serta TNI sebagai pelaksana teknis lapangan untuk mendayagunakan masyarakat. Tak hanya itu, program ini harus diawasi oleh gubernur langsung sebagai kepala daerah agar dapat berjalan sesuai rencana.

    3. Max weber, penggagas pandangan birokrasi, menyampaikan 7 prinsip. Jelaskan 3 diantara 7 prinsip tersebut.
    1. Hierarki kewenangan
    Adanya struktur yang berjenjang, dan banyaknya mata rantai yang harus dilalui dalam mengambil keputusan. Tugas dilakukan atas perintah atasan, dalam artian menjalankan tugas agar atasan merasa puas, bukan beroreintasi pada kepuasan pelanggan. Adanya garis komando dan garis koordinasi dalam struktur untuk memperjelas alur pelaporan diantara anggota organisasi.
    2. Formalisasi yang tinggi
    Suatu sistem dilakukan sesuai aturan dan keputusan organisasi, hal ini mengarah kepada komando militer yang kaku harus sesuai instruksi berjenjang, bawahan hanya menerima saja apa kehendak dan perintah atasan tanpa adanya ruang untuk mendiskusikan perintah itu.

    3. Adanya jenjang karier
    Semakin lama mengabdi maka semakin besar peluang karier pegawai semakin naik, dan hal ini dijamin organisasi selama pegawai tersebut memiliki kualifikasi yang baik pada bidangnya. Pendidikan dan pengalaman lebih penting daripada hubungan personal antara pimpinan dan bawahan. Hal ini dilakukan agar pegawai tetap menjaga komitmen yang panjang terhadap organisasi.

    4. Dalam hal organisasi apa manajemen birokrasi sesuai dilaksanakan ?
    Birokrasi menutut Betham (1987) yaitu institusi yang berada pada sektor Negara yang memiliki karakteristik adanya kewajiban, memiliki hubungan dengan hukum dan berhubungan dengan pertanggungjawaban kepada publik dalam menjalankan tugasnya. Jadi suatu manajemen dalam organisasi harus berorientasi pada kepuasan masyarakat, oleh sebab pertanggungjawaban nantinya akan disampaikan kepada publik, dan publik lah yang menilai baik buruknya birokrasi tersebut. Masyarakat luas sangat membutuhkan birokrasi karena mereka yang mengorganisasi pembangunan jalan, mengelola rumah sakit, menyelenggarakan pendidikan, pertahanan Negara, menjaga ketertiban, menyediakan sarana transportasi, dan lain lain. Maka jika semua hal tersebut dikelola dengan baik dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, dengan demikian manajemen birokrasi sudah sesuai dilaksanakan.

    5. Untuk manajer global dibutuhkan kompetensi yang berbeda dibanding dengan kompetensi untuk manajer lokal. Jelaskan perbedaan menurut anda ?
    Secara umum manajer global harus memiliki wawsan yang luas daripada manajer lokal, adapun wawasan tersebut tertuang dalam beberapa klasifikasi kompetensi dapat dibedakan sebagai berikut :
    a. perubahan sosial masyarakat
    manajer global : harus memliki padangan yang luas terhadap perubahan sosial warga Negara di dunia, berkaitan dengan orientasi kerja, budaya,dan lain lain
    manajer lokal : berfokus padaprubaha sosial pada suatu Negara dan itu dapat ditinjau melalui pengamatan fenomena terkini.
    b. bahasa
    manajer global : harus memiliki kemampuan bahasa asing yang beragam dan baik. Khususnya bahasa dunia yaitu bahasa inggris, untuk memperlancar komunikasi dan hubungan yang berkaitan dengan keuntungan kedua belah pihak.
    Manajer lokal : hanya terbatas pada komunikasi masyarakat lokal namun dapat lebih mendalam dengan cara memahami pola prilaku partner yang tidak hanya dapat dinilai dari bahasa saja.
    c. pemahaman akan sistem perekonomian
    manajer global : harus memandang dan mempertimbangan sistem perekonomian secara global dan makro antar Negara. Ditinjau dari perdagangan, mata uang, teknologi informasi, dan kebijakan publik yang dimiliki oleh masing-masing Negara.
    Manajer lokal : berfokus pada sistem perekonomian di satu Negara atau wilayah yang penduduknya kurang beragam, sehingga pertimbangan keputusan ekonomi dalam manajemen organisasi tidak begitu luas.

    Komentar oleh M. Ryan fadli | Juni 28, 2014 | Balas

  83. Selamat Pagi dan Salam Sejahtera Pak.
    Mohon Maaf terlambat mengirim tugas ke Blog Bapak.
    Nama : Sonny Ardiansyah Putra, S.STP
    Kelas Malam

    1. Berikan alasan bahwa pekerjaan seoranng manager juga didapati pada kegiatan sehari-hari tanpa memandang bahwa yang bersangkutan apakah menjadi manager atau tidak pada suatu perusahaan. Berikan jawaban dengan memberi contoh.

    Jawab ; Pekerjaan sebagai Manager dapat di lihat dalam kehidupan rumah tangga kita sendiri bahwa suami atau kepala rumah tangga adalah seorang manager yang mengatur, memimpin, dan mencari uang untuk kehidupan keluarganya dan segala aktifitas atau pekerjaan yang dilakukan manajer dalam merencanakan, mengorganisir, mengelola, mengontrol serta mengevaluasi berbagai pekerjaannya juga di laksanakan dalam kehidupan rumah tangganya terhubung suami manager atau tidak di dalam pekerjaannya.

    2. Kebutuhan akan manajer yang efektif menjadi dasar apakah organisasi dapat mencapai tujuannya dengan baik atau tidak. Dalam hal ini salah satunya dibutuhkan kompetensi dibidang komunikasi. Jelaskan hal ini dapat dibangun oleh seorang manajer!

    Jawab ; Komunikasi adalah hal terpenting dalam menjalankan tugas sebagai manager agar bawahan dapat mengerti apa yang ingin kita lakukan dan bawahan mengetahui yang ingin di laksanakannya. karena dari itu komunikasi efektif harus dilaksanakan dalam organisasi atau perusahaan agar dapat menjadi lebih baik lagi dan mencapai target yang di inginkan manager dan perusahaannya.
    a. komunikasi kordinatif adalah komunikasi yang berfungsi menyatukan bagian dalam organisasi atau perusahaan, komunikasi ini adalah perumusan tujuan, koordinasi kegiatan dari berbagai bagian, membuat jadwal kegiatan.
    b. komunikasi interaktif adalah pertukaran informasi yang berjalan secara berkeseimbangan, pertukaran pendapat dan sikap yang di pakai sebagai dasar penyesuain bagian organisasi,

    3. Max Weber, penggagas pandangan birokrasi, menyampaikan 7 prinsip. jelaskan 3 diantara 7 prinsip tersebut.

    Jawab : 1. Pembagian Kerja ; pembagian kerja ini untuk membantu menyelesaikan setiap pekerjaan dan memberikan pekerjaan sesuai dengan basic pendidikan dari karyawannya.
    2. Hirarki kewenangan yang jelas ; maksudnya adalah untuk menunjukkan jabatan yang bisa memberi perintah dan jabatan yang menerima perintah, jadi atasan berwenang penuh atas semua pekerjaan bawahannya.
    3. Rasionalitas adalah penggunaan cara yang paling efisien yang tersedia untuk mencapai tujuan. Manajer dalam sistem manajemen birokrasi menggunakan logika.

    4. Dalam kompetensi self management, salah satunya dikenal Intergity dan Ethical Conduct.
    Jelaskan lingkup dan arti daripada dimensi kompetensi ini ?

    Jawab :
    Integrity Dan Ethical Conduct merupakan salah satu bagian dari kompetensi pengelolaan diri atau self managemen . Integrity merupakan kejujuran dan bersikap adil serta dapat di percaya dalam hubungan kerja, memiliki integritas pribadi dan prilaku yang etis dan jelas menerima tanggung jawab atas tindakannya, yang memiliki ruang lingkup seperti :
    1) kesusilaan, yakni peraturan hidup yg berasal dari suara hati manusia yangmenentukan perbuatan mana yg baik dan mana yang buruk, tergantung pada kepribadian atau jati diri masing-masing. Manusia berbuat baik atau buruk karena consience of man. Yang mendorong manusia untuk kebaikan akhlaknya;
    2) Kesopanan, yakni peraturan hidup yang timbul karena ingin menyenangkan orang lain dalam pergaulan sehari-hari bermasyarakat, berpemerintahan dan hal pada dasarnya kesopanan ini merupakan suatu bentuk kepantasan, kepatuhan, kepedulian, kesenonohan yang berlaku dalam pergaulan.

    Komentar oleh Sonny Ardiansyah Putra, S.STP | Juni 28, 2014 | Balas

  84. Selamat Siang Pak Jo.
    Kemaren sudah saya kirimkan tugas saya di blog bapak, tetapi tidak mau dikirim- kirim berikut saya kirimkan lagi berhubung nilai saya kemaren TL. Sebenarnya saya sudah mengantarkan hard copy nya jg kmren ke TU MM.
    Berikut Saya Kirimkan Ulang Tugas Ujian Matrikulasi Manajemen dan Organisasi
    Nama : Firdaus
    Jurusan : Program Magister Manajemen Universitas Jambi
    Kelas : Pagi
    Dosen Pengasuh : Dr. Johannes, SE., M. Si dan Drs. Muliady Raf. MBA

    1. Berikan alasan bahwa pekerjaan seorang manajer juga didapati pada kegiatan sehari-hari tanpa memandang bahwa yang bersangkutan apakah menjadi manajer atau tidak pada satu perusahaan . Berikan jawaban dengan memberi contoh.
    Jawab :
    Manajemen bisa kita realisasikan (terapkan) bukan hanya dikantor, perusahaan atau ketika kita menduduki posisi sebagai seorang manejer tetapi manajemen bisa kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Tujuan kita memanajemen diri membuat kita lebih efektif, berdaya guna, sekaligus kita bersuka cita menikmati rizki. Kita pun menyadari ada banyak hal yang menarik untuk kita kerjakan. Kita harus belajar, tetapi juga kita senang bergaul, bermain, berorganisasi, berceng – kerema dengan teman-teman, dengan keluarga dan handai tolan. Kita pun punya hobby dan ingin melakukannya. Namun demikian, waktu yang kita miliki terbatas, satu hari hanya 24 jam, tidak lebih dan tidak kurang.
    Oleh karena itu , yang dapat kita lakukan adalah meng-alokasikan nya – menjatahkan untuk sejumlah kegiatan yang kita ingin kerjakan, kemudian mengontrolnya agar penggunaannya sesuai dengan yang kita rencanakan. Sehingga tidak ada waktu yang berlalu tanpa kita sadari. Hal ini tidak mudah, itu sebabnya kita perlu memiliki kemampuan/kecakapan untuk mengelola waktu kita.
    Dari paparan saya di atas saya akan berikan contoh pemanfaatan waktu, dengan penanganan yang lebih sesuai!
    Contohnya : Dalam kehidupan sehari-hari saya banyak melakukan kegiatan, tapi dalam sehari tersebut saya harus memprioritaskan pekerjaan yang lebih penting, saya bangun pagipun harus terencana, ketika malam hari sebelum terlelap tidur saya sudah berencana apa yang mesti dan harus saya lakukan esok harinya, misalnya pagi hari saya bangun pagi saya terlebih dulu pergi ketempat usaha saya, saya melihat kendala apa yang terjadi pada hari tersebut dan langkah strategi apa yang mesti saya ambil, setelah itu saya mulai melakukan kegiatan aktifitaslainn ya. Jadi kesimpulannya setiap hari kita harus memanajemen waktu dengan baik agar nilai manfaat waktu itu sendiri lebih.

    2. Kebutuhan akan manajer yang efektif menjadi dasar apakah organisasi dapat mencapai tujuannya baik atau tidak. Dalam hal ini salah satunya dibutuhkan kompetensi di bidang komunikasi , jelaskan hal ini dapat dibangun oleh seorang manajer.
    Jawab :
    a. Kompetensi pemimpin. Sebagai pemimpin, seorang manajer bertanggung jawab atas lancar-tidaknya pekerjaan yang dilakukan bawahannya. Beberapa kegiatan bersangkutan langsung dengan kepemimpinannya pada semua tahap manajemen: penentuan kebijaksanaan, perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengawasan, dan penilaian. Ada juga kegiatan-kegiatan yang tidak langsung berkaitan dengan kepemimpinannya, antara lain memotivasi para karyawan agar giat bekerja. Untuk melaksanakan kepemimpinannya secara efektif, maka ia harus mampu melaksanakan komunikasi secara efektif. Dalam konteks kepemimpinan, seorang manajer berkomunikasi efektif bila ia mampu membuat para karyawan melakukan kegiatan tertentu dengan kesadaran, kegairahan, dan kegembiraan. Dengan suasana kerja seperti itu akan dapat diharapkan hasil yang memuaskan.
    b. Peranan penghubung. Dalam peranan sebagai penghubung, seorang manajer melakukan komunikasi dengan orang-orang di luar jalur komando vertikal, baik secara formal maupun secara tidak formal.
    c. Peranan juru bicara. Peranan ini memiliki kesamaan dengan peranan penghubung, yakni dalam hal mengkomunikasikan informasi kepada khalayak luar. Perbedaannya ialah dalam hal caranya: jika dalam peranannya sebagai penghubung ia menyampaikan informasi secara antarpribadi dan tidak selalu resmi, namun dalam perananya sebagai juru bicara tidak selamanya secara kontak pribadi, tetapi selalu resmi. Dalam peranannya sebagai juru bicara itu ia juga harus mengkomunikasikan informasi kepada orang-orang yang berpengaruh yang melakukan pengawasan terhadap organisasinya. Kepada khalayak di luar organisasinya ia memberikan informasi dalam rangka pengembangan organisasinya. Ia meyakinkan khalayak bahwa organisasi yang dipimpinnya telah melakukan tanggung jawab sosial sebagaimana mestinya. Ia meyakinkan pula para pejabat pemerintah bahwa organisasinya berjalan sesuai dengan peratruran sebagaimana harusnya.
    d. Peranan perunding. Manajer melakukan peranan perunding bukan saja mengenai hal-hal yang resmi dan langsung berhubungan dengan organisasi, melainkan juga tentang hal-hal yang tidak resmi dan tidak langsung berkaitan dengan kekaryaan. Bagi manajer, perundingan merupakan gaya hidup karena hanya ialah yang mempunyai wewenang untuk menanggapi sumber-sumber organisasional pada waktu yang tepat, dan hanya ialah yang merupakan pusat jaringan informasi yang sangat diperlukan bagi perundingan yang penting.

    3. Pada berbagai tingkatan manajer (puncak, tengah dan bawah) dibutuhkan manajer yang berbeda sesuai dengan kompetensi yang diisyaratkan. Mengapa hal ini demikian ? berikan alasannya.
    Jawab :
    1. Manajemen Puncak (Top Management). Manajer bertaggungjawab atas pengaruh yang diitmbulkan dari keputusan-keputusan manajemen keseluruhan dari organisasi. Misal: Direktur, wakil direktur, direktur utama. Keahlian yang dimiliki para manajer tinggkat puncak adalah konseptual, artinya keahlian untuk membuat dan merumuskan konsep untuk dilaksanakan oleh tingkatan manajer dibawahnya.
    2. Manajemen Menengah (Middle Management). Manajemen menengah harus memeilikikeahlian interpersonal/manusiawi, artinya keahlian untuk berkomunikasi, bekerjasama dan memotivasi orang lain. Manajer bertanggungjawab melaksanakan reana dan memastikan tercapainya suatu tujuan. Misal: manajer wilayah, kepala divisi, direktur produk.
    3. Manajemen Bawah/Lini (Low Management) Manager bertanggung jawab menyelesaikan rencana-rencana yang telah ditetapkan oleh para manajer yang lebih tinggi. Pada tngkatan ini juga memiliki keahlian yaitu keahlian teknis, atrinya keahlian yahng mencakup prosedur, teknik, pengetahuan dan keahlian dalam bidang khusus. Misal: supervisor/pengawas produksi, mandor.
    Alasannya :
    Pekerjaan yang berbeda dan masalah yang berbeda jadi secara tidaka langsung membutuhkan manejer yang berbeda pula ketika mengerjakan pekerjaan, pekerjaan dapat terselesaikan dengan efektif dan efisien. Tujuan manajer yang berbeda untuk mempermudah dalam proses jalannya perusahaan tersebut dan produktifitasnya juga lebih baik karena jobs des pekerjaan lebih jelas.

    4. Max Weber, penggagas pandangan birokrasi, menyampaikan 7 prinsip. Jelaskan 3 diantara 7 prinsip tersebut.
    Jawab :
    1. Hierarki wewenang dirumuskan dengan baik.
    Sentralisasi kekuasaan berdasarkan suatu hirarki dengan pemisahan jelas peringkat atas dan bawah.
    4. Program rasional untuk mencapai tujuan.
    Seleksi dan promosi personalia didasarkan atas kecakapan teknis, dan pendidikan latihan serta persyaratan lain yang disesuaikan dengan kebutuhan dan pelaksanaan tugas.
    5. Hubungan antarpribadi bersifat formal.
    Ada pemisahan antara masalah pribadi dengan masalah formal organisasi. Jadi birokrasi merupakan model normatif, menekankan struktur dalam organisasi.

    5. Untuk manajer global dibutuhkan kompetensi yang berbeda dibanding dengan kompetensi untuk manajer lokal. Jelaskan perbedaan menurut anda.
    Jawab :
    Manejer Global : Manajer Global harus benar-benar berkualitas dari segi pengalaman dan pengetahuan karena persaingannya terhadap banyak negara dibelahan dunia. Banyak hal yang mesti dan harus diperhatiakan contohnya kondisi pasar, budaya, dari segi pemerintahan, pertahanan suatau negara dan banyak hal lainnya yang mesti dipertimbangkan, ketika mengmabil keputusan harus benar-benar dianlisis untuk meminimalisir resiko. Maka dari itu manajer Global harus lebih kompetitif dibandingkan manajer lokal.
    Manajer Lokal : Manajer lokal cakupan atau ruang lingkupnya lebih kecil dan ketika mengambil keputusan lebih kepada mempertimbangkan kondisi lokal. Pasar domestik lebih mudah untuk manejer Lokal dan dari segi pengetahuan juga beda dengan manejer global.

    Komentar oleh firdaus | Juni 30, 2014 | Balas

  85. TUGAS PENGANTAR  MANAJEMEN DAN ORGANISASI

    Nama : Sri Wahyuni

     

    1. Berikan alasan bahwa pekerjaan seorang manajer juga didapati pada kegiatan sehari-hari tanpa memandang bahwa yang bersangkutan apakah menjadi menejer atau tidak pada suatu perusahaan. Berikan jawaban dengan memberi contoh.

    Jawab:

    Manajer dapat diartikan sebagai mengatur, pengatur dan pengarah. Artinya, manajer adalah seseorang yang dapat mengatur dan mengarahkan baik itu untuk dirinya sendiri maupun orang lain.  Manajer adalah orang yang memiliki kewenangan dan tanggungjawab atas apa yang dikerjakannya. Manajer tidak hanya dapat kita temukan disuatu perusahaan atau organisasi. Karna tanpa kita sadari, kita adalah manajer bagi diri kita sendiri.

    Contohnya. Kita sebagai manajer diri kita sendiri mampu untuk menggerakkan, memajukan, mengarahkan dan menjalankan segala kegiatan dari kita bangun tidur sampai kita tidur kembali. Tidak hanya itu, kita sebagai manajer juga mampu mengontrol kegiatan organ tubuh kita yang berpusat dari otak untuk melakukan hal baik maupun buruk tergantung bagaimana manajemen kita terhadap otak dan prilaku kita sendiri.

    Tidak hanya itu, seorang ibu dirumah juga dapat dikatakan sebagai seorang manajer. Ibu yang mengatur, mengarahkan, mengontrol dan menjalankan baik itu keuangan keluarga, kegiatan rumah tangga, mengarahkan anak-anaknya serta mengatur waktu antara karirnya dan kewajibannya sebagai seorang ibu rumah tangga. Hal ini tidak hanya kita dapatkan pada suatu perusahaan tapi tindakan nyata seorang manajer itu ada di sekililing kita dan diri kita sendiri tanpa disadari.

     

    2. Untuk organisasi di bidang pemerintahan seperti seorang kepala daerah kepada kepala dinas kompetensi apa yang menurut anda berperan penting. Berikan alasannya.

    Jawab:

    Organisasi menurut Kamus Besar Indonesia adalah kesatuan (susunan) yang terdiri atas bagian orang dalam perkumpulan untuk mencapai tujuan bersama. Organisasi adalah wadah atau tempat dimana sumber daya manusia atau orang-orang yang memiliki kompetensi setelah melewati berbagai syarat dan ketentuan yang bergabung, bekerja sama membentuk tim, berkoordinasi menjalankan perencanaan untuk mencapai tujuan bersama.

    Pemerintahan  adalah organisasi, lembaga, wadah ataupun tempat orang-orang yang mempunyai kekuasaan dan wewenang untuk menjalankan organisasi atau lembaga tempat dimana mereka bekerja (pemerintahan) dan menjalankan tugas Negara.

    Kompetensi adalah kemampuan yang dimiliki seorang Pegawai (SDM) yang dapat berupa pengetahun, peran, nilai-nilai, keterampilan, dan dapat juga berbentuk sifat dan prilaku atas pertanggungjawaban  terhadap tugas yang diembannya sehingga SDM tersebut profesional dalam menduduki jabatan untuk menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya.

    Untuk organisasi di Bidang Pemerintahan, kompetensi yang berperan penting yang harus dimiliki oleh kepala dinas menurut Permenkes 971 adalah Integritas, Kepemimpinan, Perencanaan, Penganggaran, Kerjasama dan Fleksible.

    Tapi menurut saya yang paling berperan penting adalah INTEGRITAS .

    Integritas adalah kepribadian yang dilandasi unsur kejujuran, keberanian, kebijaksanaan dan pertanggungjawaban sehingga menimbulkan kepercayaan dan rasa hormat. Orang yang mempunyai integritas yang baik adalah orang yang tidak diragukan lagi serta selalu konsisten dalam kata dan perbuatan. Dengan integritas tinggi seorang akan selalu bertindak jujur yang pada akhirnya akan mendorong terwujudnya pemerintah yang bersih dan berwibawa. Aparatur yang berintegritas harus didukung profesionalitas dalam bidangnya dan dalam menjalankan tugasnya selalu memperhatikan output yang dihasilkan. (Ratminto& Atik Septi Winarsih, Manajemen Pelayanan, 2005).

    Karena jika seseorang sudah memiliki integritas yang tinggi, maka dia pasti bisa memimpin, merencanakan, menganggarkan, bekerjasama dan fleksibel. Kompetensi inilah yang harus dimiliki oleh seorang kepala daerah, kepala dinas maupun SDM yang menduduki jabatan di Bidang Pemerintahan. Diluar dari pada kompetensi dasar dalam artian harus menguasai teori, memiliki wawasan, pengalaman dan memiliki kemampuan dalam menjalankan pemerintahan itu sendiri. Selain kompetensi diatas, yang paling utama adalah komitmen yang diakhiri dengan evaluasi terhadap tiap-tiap komponen diatas dalam penyelenggaraan pemerintahan.

     

    3. Adakah peran daripada latar belakang seorang manajer tentang kompetensi yang dimilikinya?

    Jawab :

    Manajer adalah sesorang yang bekerja dan berusaha menggapai tujuan organisasi atau perusahaan dengan mengatur bawahannya atau orang lain agar melakukan tugas organisasi tersebut demi tercapainya tujuan. Manajer tidak melakukan aktivitas pencapaian organisasi secara langsung. Menejer hanya memberi informasi, membuat keputusan dan bersama-sama mengevaluasi sehingga dapat melakukan evaluasi pada output atau hasil yang dicapai oleh organisasi atau perusahaan tersebut. Dan menejer wajib melakukan pengawasan atas kegiatan atau pelaksanaan (actuating) pada perencanaan yang sudah ditetapkan sebelumnya.

    Seorang manajer harus memiliki latar belakang kemampuan, keterampilan, sikap serta pengalaman bekerja yang dapat menjadi modal utama seorang manajer dalam memimpin suatu organisasi atau perusahaan. Latar belakang seorang manajer ini berpengaruh terhadap hasil kinerja dari suatu organisasi meskipun yang menjalankan perencanaan organisasi tersebut bukan manajer yang turun tangan lansung mengerjakannya. Tapi seorang manajer merupakan otak atau tumpuan bagi bawahannya dalam melaksanakan tujuan organisasi. Latar belakang seorang manajer juga mempengaruhi aktifitas suatu organisasi atau perusahaan dan juga dapat berpengaruh terhadap kebijakan atau keputusan-keputusan penting yang akan diambil dalam menjalankan tujuan organisasi. Dari latarbelakang inilah kita dapat mengetahui seberapa jauh kompetensi dan kemampuan yang dimiliki seorang manajer yang berpengaruh besar terhadap keberhasilan suatu organisasi atau perusahaan.

     

    4. Max Weber, penggagas pandangan Birokrasi menyampaikan 7 (tujuh) perinsip. Jelaskan 3 (tiga) diantara & 7 (tujuh) perinsip tersebut.

    Jawab:

    Birokrasi dapat dikatakan wadah bagi aparatur (SDM) yang dijadikan tempat pergumulan untuk mencapai jawaban atas rangkaian tujuan yang telah direncanakan dan ditetapkan sebelumnya dengan rencana serta proses yang berjenjang.

    a. Kepastian Hukum

    Adalah regulasi dan peraturan-peraturan yang pasti terdapat didalam organisasi dalam suatu birokrasi  yang jelas menjadi payung hukum atas segala kebijakan yang diambil dan mengikat dengan tegas. Ketika birokrasi bekerja, birokrasi berpedoman kepada hukum dan segala keputusan yang diambil selalu berpatokan dan berkiblat kearah hukum itu sendiri. Dan suatu organisasi harus mampu memiliki hukum yang pasti, jelas dan logis sehingga tidak menimbulkan keragu-raguan sehingga tidak berbenturan atau menimbulkan konflik norma. Karena konflik norma biasanya timbul dari ketidakpastian aturan yang dapat berupa kontestasi norma, reduksi norma dan distorsi norma. Karena Indonesia adalah negara hukum. Ini tertera dalam UUD 1945 Bab I Ayat 1.

    b. Hirarki

    Hirarki dapat mengikat baik secara lansung maupun tidak langsung, harizontal maupun vertikal. Hirarki dapat berupa tingkatan atau jenjang jabatan. Dengan hirarki, alur pembagian tugas dalam menjalankan tupoksi dalam suatu organisasi menjadi jelas, dan arah pertanggun gjawabannyapun jelas kepada siapa.

    Hirarki dapat dikatakan abstraksi pada struktur suatu sistem yang mempelajari fungsi interaksi antar komponen beserta dampaknya terhadap organisasi tersebut. Bentuknya saling berkaitan, tersusun dan memuncak. Bagian teratas dari hirarki tersebut dapat memberi dorongan, motivasi, tugas, mengatur, mengomandoi bagian hirarki yang berada dibawahnya, hirarki bagian bawah dapat berkonsultasi kepada bagian yang terdapat diatasnya dan untuk sesama sub vertikal dari hirarki tersebut dapat saling berkoordinasi dan bekerjasama.

    c. Transparansi dan Akuntabilitas

    Dalam pengelolaan dan sumber daya, setiap orang harus memperhatikan aspek akuntabilitas dan transparansi.  Akuntabilitas adalah segala kebijakan dan peraturan yang dikeluarkan dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya dan dapt dipertanggungjawabkan kepada publik sehingga masyarakat dapat memberikan penilaian dan bagi kita aparatur dapat melakukan evaluasi. Sedangkan prinsip transparansi adalah segala keputusan politik, kebijakan publik dan peraturan yang dibuat daerah yang diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini penting mengingat agar terwujudnya pemerintahan yang bersih, bebas kolusi, korupsi dan nepotisme serta mendapatkan dukungan dari masyarakat luas dalam pelaksanaan otonomi daerah.

    Contohnya saja dalam pengelolaan keuangan,  sesuai dengan UUD 1945, BPK wajib untuk melakukan pemeriksaan atas laporan keuangan dilingkup Pemerintahan baik Pusat maupun Daerah. Pengelolaan keuangan merupakan suatu kegiatan yang mempengaruhi peningkatan kesejahteraan rakyat dan bangsa Indonesia. Pemerintah harus transparan dalam memberikan informasi keuangan yang bersifat terbuka dan jujur kepada masyarakat . Karena Masyarakat memiliki hak untuk tau secara terbuka dan menyeluruh atas pertanggungjawaban pemerintah dalam pengelolaan sumber daya yang dipercayakan. Sedangkan untuk prinsip akuntabilitas yaitu adanya pertanggungjawaban dalam pelaksanaan kebijakan yang dipercayakan.  Hasil dari akuntabilitas adalah laporan keuangan yang merupakan bentuk daripada transparansi itu sendiri.

     

    5. Pada berbagai tingkatan manajer (puncak,tengah,bawah) dibutuhkan menejer yang berbeda sesuai dengan kompetensi yang diisyaratkan. Mengapa hal ini demikian? berikan alasannya.

    Jawab:

    Pada umumnya manajer memiliki tanggung jawab yang sama, yaitu melakukan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengendalian serta penyusunan staf namum kadarnya yang berbeda. Begitu juga kompetensinya.

    a) Manajer Puncak/Top Manager bertanggungjawab atas keseluruhan kinerja dan keefektifan dari suatu perusahaan. Manajer tingkat puncak dapat dikatakan sebagai sang pembuat kebijakan, keputusan dan strategi yang berlaku secara umum pada suatu organisasi atau perusahaan. Manajer puncak juga melakukan koordinasi dan menjalin hubungan dengan perusahaan lain dan pemerintah. Jadi, untuk menduduki posisi manajer puncak, kompetensi yang diharapkan yang harus dimiliki haruslah sangat berkompeten, berintegritas dan Fleksibel.

    b) Manajer Menengah/Middle Manager berada diposisi tengah antara Manajer Puncak dan Manajer Lini Pertama (Low Manager). Manajer ini bertugas untuk menerapkan strategi, kebijakan dan keputusan yang diambil oleh manajer puncak.

    c) Manajer Lini Pertama/Low Manager adalah manajer tingkat bawah. Posisi ini bertugas melakukan pengawasan atau supervisi para karyawan dan memastikan strategi, kebijakan serta keputusan yang telah dibuat dijalankan dengan baik. Manajer ini juga memiliki andil dalam proses pengimplementasian strategi yang telah ditetapkan.

    Dapat kita lihat dari penjelasan diatas bahwa ketiga posisi manajer tersebut memiliki peranan penting dan bertanggungjawab atas posisinya. Jadi untuk kompetensi atau kemampuan yang dimilikinya harus disesuaikan dengan tupoksi dari masing-masing tingkat manajerial. Tapi tidak menutup kemungkinan bahwa Manajer yang berada dibawah sewaktu-waktu memiliki kompetensi lebih tinggi dan memberikan pendapat atau arahan kepada manajer yang berada diatasnya yang berdampak pada kemajuan aktivitas suatu organisasi terhadap pencapaian tujuan. Hirarki yang berbentuk kerucut atau piramida berarti semakin tinggi level atau tingkatan seorang manajer, maka makin sedikit jumlah manajer pada tingkatan tersebut.

    Komentar oleh sri wahyuni, s.stp | Juni 30, 2014 | Balas

  86. Tugas Magister Manajemen
    Nama : Wawan Novianto
    Program : Magister Ekonomi dan Bisnis
    Kelas : Pagi (Jumat-Sabtu)

    Soal
    1.Berikan alasan bahwa pekerjaan seorang manajer juga didapati pada kegiatan sehari-hari tanpa memandang bahwa yang bersangkutan apakah menjadi manajer atau tidak pada satu perusahaan . Berikan jawaban dengan memberi contoh.
    Jawaban : Setiap orang memilikii kegiatan masing-masing, dan dalam kegiatan tersebut ada tujuan yang ingin dicapai atau diraih. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, ada rencana atau planing dan strategi yang akan ditempuh. Namun, untuk melaksanakannya perlu konsep manajerial, karena terkadang ada beberapa hambatan yang akan ditemui. Dan untuk memecahkanya, sangat diperlukan kemampuan manajerial. Atau, untuk meraih tujuan secara tepat dan sesuai targetan waktu, maka perlu kemampuan manajerial untuk membagi tahapan langkah yang harus dilakukan. Sebagai contoh, seorang mahasiswa magister manajemen ekonomi ingin lulus ujian matrikulasi, namun saat jadwal ujian keluar, jadwal tersebut berbenturan dengan agenda bisnis yang. Telah dijadwalkan sejak jauh hari. Dengan tujuan utama adalah lolos ujuan matrikulasi, maka perlu kemampuan manajerial bagaimana menyikapi ketidak sesuaian jadwal tersebut. Misalnya dengan segera menghubungi dosen pengajar dan menanyakan prosedur yang harus ditempuh jika harus izin untuk ujian. Mengambil keputusan manajerial dengan menjawab soal ujian via email atau sosial media menjadi salah satu tawaran mahasiswa kepada dosen pengajar merupakan salah satu contoh sikap atau solusi seorang manajerial

    2. Dalam pandangan birokrasi, manajemen diterjemahkan menjadi seperangkat aturan yang membuat organisasi ataupun perusahaan agar dapat berjalan dengan efisien . Jelaskan bagaimana birokrasi dapat membuat organisasi menjadi efisien berikan contoh.
    Jawaban : Seperanglat aturan tersebut bertujuan menjelaskan dan menentukan hak serta kewajiban masing masing bidang yang menggambarkan hubungan koordinasi dan pertanggungjawaban. Setiap bidang akan memiliki tanggungjawab sendiri dan akan mempertanggungjawabkan tugas dan fungsinya secara jelas kepada level manajerial diatasnya sesuai dengan aturan tersebut.
    Contohnya, birokrasi dalam rumah sakit. Setiap pasien yang masuk harus melalui prosedur birokrasi, yakni mendaftar di kasir. hal tersebut bertujuan agar organisasi berjalan efektiv, kasir akan mendata jenis penyakit pasien, lalu menentukan dokter yang akan menangani. Sehingga nantinya, sang dokter tidak perlu lagi memilah apakah pasien yang datang sesuai dengan keahlianya atau tidak. Kasir juga akan menentukan jenis pembiayaan pasien, sehingga nantinya bidang keuangan akan lebih mudah memprosesnya.

    3.Kebutuhan akan manajer yang efektif menjadi dasar apakah organisasi dapat mencapai tujuannya baik atau tidak. Dalam hal ini salah satunya dibutuhkan kompetensi di bidang komunikasi , jelaskan hal ini dapat dibangun oleh seorang manajer.

    Jawaban : Di era globalisasi saat ini, perkembangan teknologi internet dan komunikasi telah mempersempit jarak antar manusia dibelahan bumi. Komunikasi menjadi hal yang penting,
    Komunikasi bisa dibangun secara langsung melalui sosial media, bahkan presiden bisa berkomunikasi langsung dengan rakyatnya melalui jejaring sosial twitter.
    Selanjutnya manajerial dalam hal pola komunikasi. Setiap tingkatan sangat diperlukan kompetensi komunikasi, untuk level top manajer, komunikasi diperlukan menjelaskan apa yang akan dituju dalam sebuah perushaan (tujuan perushaan), komunikasi juga diperlukan untuk menilai atau melakukan kontroling terhadap level dibawahnya. Tidak itu saja, komunikasi menjadi strategi motivasi kepada level manajerial dibawahnya.

    9.Dalam hal organisasi apa manajemen birokrasi sesuai dilaksanakan.
    Jawaban : Manajemen birokrasi tepat dilaksanakan dalam organisasi yang bergerak pada pelayanan publik seperti rumah sakit, lembaga pendidikan, lembaga keuangan..
    Banyaknya konsumen atau publik yang harus dilayani, mengharuskan adanya aturan baku agar semua dapat dilayani dengan tepat dan sesuai.

    13.Mesin Singer adalah mesin yang ternama, kemudian memasuki pasar global dengan cara membuka cabang dengan cara franchise di berbagai negara. Jelaskan hal ini bisa terjadi dan sebutkan kelemahan dan keunggulannya apa.
    Jawaban : persaingan global memaksa setiap produk untuk bisa bersaing dengan produk lain yang berasal dari negara lain secara langsung. Produk dari setiap negara bisa bersaing tanpa melihat faktor geografis maupun demografis. Francise menjadi salah satu upaya memperluas pasar.

    Kelemahanya, francise akan mengakibatkan kontrol kualitas produk yang tidak terjaga, atau membutuhkan baiaya yanh besar untuk melaksanakan fungsi kontrol kualitas produk serta pelayanan.
    Perbedaan karakteristik masyarakat juga menjadi tantangan, apakah produk akan diterima sama seperti di negara lainnya..

    Keunggulanya, francise bisa memperluas pangsa pasar, biaya produksi yang lebih murah dan tanggungjawab perusahaan utama dalam hal kelangsungan usaha pengguna francise lebih rendah

    Komentar oleh wawan novianto | Juni 30, 2014 | Balas

  87. Nama : Ipal Gusti Ependi
    Program : Magister Manajemen
    Kelas : Jum’at – Sabtu
    Salam pak Jo, mhn maaf tugas terlambat saya upload ke blog bapak

    1. Pekerjaan seorang manajer juga didapati pada kegiatan sehari-hari tanpa memandang bahwa yang bersangkutan apakah menjadi manajer atau tidak pada satu perusahaan, karena :

    Manajer adalah orang yang bertanggung jawab atas hasil kerja orang-orang yang ada di dalam organisasi, yang bertugas sebagai perencana, pengorganisasi, pemimpin dan pengendali pelaksanaan aktivitas sehari-hari organisasi. Seorang manajer yang efektif adalah seorang manajer yang mapu membuat suatu pekerjaan terselesaikan dan menjaga tingkat kepuasaan yang tinggi di tempat kerja. Jadi pekerjaan seorang manajer boleh jadi tidak hanya dilakukan dilingkungan perusahaan saja akan tetapai, bisa dilakukan oleh seseorang di luar lingkungan tersebut. Dan setiap tindakan atau perbuatan yang mencerminkan adanya pengelolaan perencanaan dalam sebuah organisasi yang dipimpinnya serta menghasilkan output yang memuaskan adalah bentuk dari pekerjaan seorang manajer walaupun wadahnya bukan disebuah perusahaan. Manajer yang melaksankan fungsi manajemen dengan baik adalah seorang manajer yang lebih berhasil. Makin banyak waktu yang digunakan oleh seorang manajer untuk merencana, semakin besar keuntungan yang diperoleh perusahaan tersebut, karena fungsi perencanaan memegang peranan penting dalam keseluruhan fungsi manajemen.
    Contohnya. Seorang yang menjadi manajer pada sebuah lembaga sosial kemasyarakatan (bukan lembaga perusahaan) menjalankan fungsi dari manajerialnya sebagai perancana, pengorganisasian sebuah lembaga tersebut.

    2. Dalam pandangan birokrasi, manajemen diterjemahkan menjadi seperangkat aturan yang membuat organisasi ataupun perusahaan agar dapat berjalan dengan efisien. Jelaskan bagai bagaimana birokrasi dapat membuat organisasi menjadi efisien.

    Birokrasi adalah institusi resmi yang melakukan fungsi pelayanan terhadap kebutuhan dan kepentingan masyarakat (Tjokrowinoto;112), atau segala bentuk upaya pemerintah dalam mengeluarkan produk kebijakannya semata-mata dimaknai sebagai manifestasi dari fungsi melayani orang banyak.
    • Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
    • James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
    • Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
    • Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
    Menurut Peter Drucker efisiensi adalah melakukan pekerjaan dengan benar. Efisiensi merupakan kemampuan untuk melakukan pekerjaan dengan benar, berkaitan dengan biaya-biaya yang ditimbulkan dalam melakukan aktivitas, mengukur biaya dari sumberdaya yang diperlukan dalam rangka mencapai suatu tujuan. Menyelesaikan pekerjaan dengan usaha, biaya atau pemborosan minimum.
    Contohnya. Usaha pelayanan pengurusan izin-izin yang lebih cepat dan akurat yang dilakukan pemerintah daerah dengan cara memangkas atau menyederhanakan alur birokrasi yang selama ini terlalu panjang yaitu dengan membentuk lembaga baru dalam hal pengurusan izin ( Badan pelayanan izin satu pintu ) yang bertujuan untuk lebih meningkatkan kinerja pelayanan maksimal dan menciptakan efisiensi terhadap birokrasi dan masyarakat.
    3. Dalam mencapai tujuan organisasi yang baik dibutuhkan manajer yang efektif dan memiliki kompetensi dibidang komunikasi, apakah hal ini akan dapat dibangun oleh seorang manajer?

    Kompetensi komunikasi sama dengan kemampuan seseorang dalam berkomunikasi yang efektif baik secara individual, sosial, maupun profesional. Kompetensi adalah kemampuan seseorang yang meliputi keterampilan, pengetahuan, dan sikap dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan tertentu sesuai dengan standar-standar yang telah ditetapkan. Sedangkan kompetensi komunikasi adalah kemampuan yang meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap yang sesuai dalam mengelola pertukan pesan verbal dan non verbal berdasarkan patokan-patokan tertentu.
    Jadi seorang manajer yang efektif dan yang memiliki kompetensi dibidang komunikasi mampu melakukan atau membangun kinerja yang maksimal dalam mencapai tujuan organisasi atau perusahaan. Karena fungsi manajer dalam kompetensi komunikasi adalah proses pengelolaan sumberdaya komunikasi yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas dan efektifitas pertukaran pesan yang terjadi dalam berbagai konteks komunikasi dan penggunaan berbagai sumberdaya komunikasi secara terpadu melalui proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengontrolan unsur-unsur komunikasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

    4. Apakah peran daripada latar belakang seorang manajer tentang kompetensi yang dimilikinya?

    Peranan seorang manajer dalam suatu organisasi itu sangatlah penting karena keberadaan seorang manajer menjadi motivator bagi karyawan-karyawannya dan salah satu ujung tombak dari keberhasilan suatu organisasi. Salah satu tugas atau peran seorang majaner yaitu harus bisa mengatasi konflik yang ada dalam suatu organisasi yang dipimpinnya sehingga setiap konflik itu dapat diselesaikan dengan baik dan tidak ada yang merasa dirugikan. Menjadi seorang manajer memang bukan perkara mudah, perlu betahun-tahun pengalaman dan jam terbang serta bidang keilmuan yang mencukupi yang bisa menjadikan ia pantas disebut dan diangkat menjadi seorang manajer. Seorang manajer harus mampu untuk mengatasi masalah dan mampu untuk meramalkan kejadian yang akan terjadi bila sebuah keputusan diambil, namun tidak semua manajer itu berkerja selayaknya seorang manager, ada manajer yang hanya bisa menyuruh-nyuruh dan tidak mau dikoreksi apa bila dia salah dan tidak mau dikritik padahal pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mau mendengarkan keluhan dari bawahanya. Dan latar pelakang seorang manajer sangat diperlukan dalam kompetensi, dan kompetensi adalah hal yang penting dimiliki oleh para manajer untuk dapat menjadi eksekutor strategi. Hal-hal yang harus dimilikinya adalah:
    Thinking Beyond the Horizon, Comunication and Influencing, Planning and Organizing, Making Things Happen, and Engaging Talents. Inilah kelima kompetensi yang perlu dikuasai oleh seorang manajer untuk mendorong eksekusi strategi dalam organisasi.

    5. Pengertian Self Management adalah Prosedur dimana individu mengatur prilakunya sendiri (Gantina 2011:180). Setelah seseorang menetapkan tujuan hidup bagi dirinya, ia harus mengatur dan mengelola dirinya sebaik-baiknya untuk membawanya kearah tercapainya tujuan hidup dan itu juga segenap kegiatan dan langkah mengatur dan mengelola dirinya (Gie 1996:95). Sedangkan pengertian Self Management menurut Cormier & Nurius, 2002; Watson & Tharp, 2001 dalam Richard Nelson Jones (2011:476) adalah membantu klien untuk mengamati prilakunya, menetapkan tujuan bagi dirinya sendiri, mengidentifikasi penguat yang cocok, merencanakan graded steps (langkah-langkah yang diberi nilai) untuk mencapai tujuannya, dan menetapkan kapan menerapkan konsekuensi.
    • Integrity (integritas) berasal dari bahasa latin integer, incorruptibility, firm adherence to code of especially moral a caristic values yang berarti sikap yang teguh mempertahankan prinsip tidak mau korupsi, dan menjadi dasar yang melekat pada diri sendiri sebagai nilai-nilai moral. Integritas bukan hanya sekedar bicara, pemanis retorika, tetapi juga sebuah tindakan. Bila kita menelusuri karakter yang dibutuhkan para pemimpin saat ini dan selamanya mulai dari integritas, kredibilitas dan segudang karakter mulia yang lainya pastilah akan bermuara pada pribadi agung manusia pilihan al-mustafa Muhammad Saw, yang diutus untuk menyempurnakan karakter manusia. Integritas juga berarti mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan, dan kejujuran. Seseorang yang memiliki integritas pribadi akan tampil penuh percaya diri, anggun, tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang sifatnya hanya untuk kesenangan sesaat. Siswa yang memiliki integritas lebih berhasil ketika menjadi seorang pemimpin, baik pemimpin formal maupun pemimpin nonformal.
    Integrity/integritas yaitu apa yang kita lakukan sesuai dengan apa yang kita ucapkan. Untuk mewujudkannya memerlukan kerja keras, dan harus menggabungkan seluruh aspek yang ada dalam dirinya dan menjadi satu kesatuan yang saling mendukung satu sama lainnya yaitu aspek kognitif, aspek afektif dan aspek psikomotornya. Hal ini yang akan mencerminkan secara holistik dirinya sebagai seorang pemimpin.
    Kepemimpinan yang dibangun atas kekuatan berpikir dengan kebiasaan yang produktif dengan landasan kekuatan moral berarti ia memiliki Integritas untuk bersikap dan berprilaku sehingga ia mampu mmberikan keteladanan untuk mempengaruhi orang lain untuk melakukan perubahan yang terkait dengan proses berpikir. Menurut Hutson (2005; Trustworthiness) orang-orang yang memiliki integritas memiliki kemampuan ; mempertahankan keyakinan secara terbuka dan berani, mendengarkan kata hati dan menjalani prinsip-prinsip hidup, bertendak secara terhormat dan benar, membangun dan menjaga reputasi baik. Jadi kepemimpinan yang memiliki Integritas, maka ia menyadari benar bahwa rimba hukum mamang tidak pernah jelas, itu tidak berarti ia akan mempergunakan dengan dalih kekuasaan untuk ikut bermain dalam arena tersebut, karena ia akan menolak untuk ikut serta dalam persaingan yang tidak sehat, walaupun hal itu merupakan tugas yang akan dilaksanakannya. Oleh karena ia dalam bersikap dan berprilaku tidak akan melepaskan diri dari mambuat keputusan yang adil dan objektif. Jadi dengan integritas itu berarti ia memiliki manajemen intuitif untuk mengintegrasikan otak kanan dan otak kiri dengan hati sebagai keterampilan manajemen bad baru.
    • Ethical Conduct (kemampuan untuk berprilaku secara etis) adalah memiliki prilaku, sikap, etika, moral dan tata krama (etiket) yang baik (good moral and good manner) dalam bergaul atau berhubungan dengan pihak lain (social contact), termasuk di dalamnya memperhatikan hak-hak pihak lain dan saling menghormati pendapata atau menghargai martabat orang lain. Menurut Cultip and Broom Ethical Conduct adalah prilaku yang dianjurkan secara tepat dalam bertindak sesuai dengan nilai-nilai moral yang pada umumnya dapat diterima oleh masyarakat atau kebudayaan. Membangun etika prilaku profesi tersebut idealnya sesuai dengan kode etik formal dan diakui secara profesional yang berdasarkan cara pelaksanaan (how to law enforcement), dan penerapan sanksinya (what is sanctions) jika terjadi pelanggaran dalam praktiknya. Jadi dapat disimpulkan bahwa Ethical Conduct adalah sebagai kumpulan asas atau nilai moral yang menjadi norma prilaku yang dapat diterima dan menjadi pedoman bagaimana seharusnya (das sollen) berprilaku dalam menjalankan (das sein) tersebut secara etis.

    6. Salah satu dasar pemikiran yang dominan dalam perjalanan evolusi konsep desain organisasi adalah prinsip Max Weber tentang organisasi ideal. Konsep Max Weber tersebut kemudian dikenal dengan istilah Birokrasi. Birokrasi itu sendiri berasal dari gabungan kata biro (bereau) yang berarti kantor, tempat kerja dan Krasi (kratia/kratos) yang berarti kekuatan atau peraturan. Dalam perspektif Max Weber, terdapat 7 prinsip dasar yang perlu diterapkan dala, membangun organisasi agar dapat mencapai tujuannya adalah Sbb:
    • Pembagian Kerja adalah upaya yang dilakukan untuk memecah/membagi sebuah pekerjaan sehingga jelas tanggung jawab masing-masing anggota dalam menyelesaikan pekerjaan tersebut
    • Hirarki Kewenangan yang jelas adalah suatu bentuk struktur organisasi yang disusun bertingkat dan memastikan jabatan yang lebih rendah berada di bawah supervisi dan kontrol dari yang lebih tinggi. Garis komando dan garis koordinasi diciptakan untuk memperjelas alur pelaporan diantara anggota organisasi.
    • Formulasi yang tinggi adalah tata aturan yang bertujuan untuk mengatur prilaku anggota organisasi, perlu disusun peraturan dan prosedur formal sebagai sebuah sistem. Poin ini sangat relevan dengan besaran organisasi.
    • Impersonal adalah tindakan dan keputusan yang berlaku didalam organisasi yang tidak melibatkan perasaan pribadi, atau tidak memperbolehkan konflik kepentingan berperan didalam pengambilan keputusan.
    • Keputusan Personalia Berdasarkan Kemampuan adalh sebuah keputusan tentang promosi, seleksi, didasrkan atas kualifikasi, keberhasilan atau prestasi.
    • Jenjang Karir adalah sebuah upaya yang bisa dilakukan oleh organisasi didalam mengaktualisasikan kompetensi sumberdaya manusia organisasi yang sesuai dengan skill. Dengan jenjang karir diharapkan anggota dapat mengejar karir dan menjaga komitmen terhadap organisasi.
    • Pemisahan yang jelas antara kehidupan Pribadi dan Organisasi. Didalam organisasi ideal, pengambilan keputusan dilakukan semaksimal mungkin berjalan sesuai dengan rasionalitas, artinya anggota organisasi harus dapat memisahkan kehidupan organisasi dan kehidupan pribadi.

    Komentar oleh ipal gusti ependi | Juli 2, 2014 | Balas

  88. TUGAS MANAJEMEN ORGANISASI

    2. Dalam pandangan birokrasi, manajemen diterjemahkan menjadi seperangkat aturan yang membuat organisasi ataupun perusahaan agar dapat berjalan dengan efisien. Jelaskan bagai bagaimana birokrasi dapat membuat organisasi menjadi efisien.

    Birokrasi adalah institusi resmi yang melakukan fungsi pelayanan terhadap kebutuhan dan kepentingan masyarakat (Tjokrowinoto;112), atau segala bentuk upaya pemerintah dalam mengeluarkan produk kebijakannya semata-mata dimaknai sebagai manifestasi dari fungsi melayani orang banyak.
    • Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
    • James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
    • Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
    • Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
    Menurut Peter Drucker efisiensi adalah melakukan pekerjaan dengan benar. Efisiensi merupakan kemampuan untuk melakukan pekerjaan dengan benar, berkaitan dengan biaya-biaya yang ditimbulkan dalam melakukan aktivitas, mengukur biaya dari sumberdaya yang diperlukan dalam rangka mencapai suatu tujuan. Menyelesaikan pekerjaan dengan usaha, biaya atau pemborosan minimum.
    Contohnya. Usaha pelayanan pengurusan izin-izin yang lebih cepat dan akurat yang dilakukan pemerintah daerah dengan cara memangkas atau menyederhanakan alur birokrasi yang selama ini terlalu panjang yaitu dengan membentuk lembaga baru dalam hal pengurusan izin ( Badan pelayanan izin satu pintu ) yang bertujuan untuk lebih meningkatkan kinerja pelayanan maksimal dan menciptakan efisiensi terhadap birokrasi dan masyarakat.
    4. Apakah peran daripada latar belakang seorang manajer tentang kompetensi yang dimilikinya?

    Peranan seorang manajer dalam suatu organisasi itu sangatlah penting karena keberadaan seorang manajer menjadi motivator bagi karyawan-karyawannya dan salah satu ujung tombak dari keberhasilan suatu organisasi. Salah satu tugas atau peran seorang majaner yaitu harus bisa mengatasi konflik yang ada dalam suatu organisasi yang dipimpinnya sehingga setiap konflik itu dapat diselesaikan dengan baik dan tidak ada yang merasa dirugikan. Menjadi seorang manajer memang bukan perkara mudah, perlu betahun-tahun pengalaman dan jam terbang serta bidang keilmuan yang mencukupi yang bisa menjadikan ia pantas disebut dan diangkat menjadi seorang manajer. Seorang manajer harus mampu untuk mengatasi masalah dan mampu untuk meramalkan kejadian yang akan terjadi bila sebuah keputusan diambil, namun tidak semua manajer itu berkerja selayaknya seorang manager, ada manajer yang hanya bisa menyuruh-nyuruh dan tidak mau dikoreksi apa bila dia salah dan tidak mau dikritik padahal pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mau mendengarkan keluhan dari bawahanya. Dan latar pelakang seorang manajer sangat diperlukan dalam kompetensi, dan kompetensi adalah hal yang penting dimiliki oleh para manajer untuk dapat menjadi eksekutor strategi. Hal-hal yang harus dimilikinya adalah:
    Thinking Beyond the Horizon, Comunication and Influencing, Planning and Organizing, Making Things Happen, and Engaging Talents. Inilah kelima kompetensi yang perlu dikuasai oleh seorang manajer untuk mendorong eksekusi strategi dalam organisasi.

    5. Pengertian Self Management adalah Prosedur dimana individu mengatur prilakunya sendiri (Gantina 2011:180). Setelah seseorang menetapkan tujuan hidup bagi dirinya, ia harus mengatur dan mengelola dirinya sebaik-baiknya untuk membawanya kearah tercapainya tujuan hidup dan itu juga segenap kegiatan dan langkah mengatur dan mengelola dirinya (Gie 1996:95). Sedangkan pengertian Self Management menurut Cormier & Nurius, 2002; Watson & Tharp, 2001 dalam Richard Nelson Jones (2011:476) adalah membantu klien untuk mengamati prilakunya, menetapkan tujuan bagi dirinya sendiri, mengidentifikasi penguat yang cocok, merencanakan graded steps (langkah-langkah yang diberi nilai) untuk mencapai tujuannya, dan menetapkan kapan menerapkan konsekuensi.
    • Integrity (integritas) berasal dari bahasa latin integer, incorruptibility, firm adherence to code of especially moral a caristic values yang berarti sikap yang teguh mempertahankan prinsip tidak mau korupsi, dan menjadi dasar yang melekat pada diri sendiri sebagai nilai-nilai moral. Integritas bukan hanya sekedar bicara, pemanis retorika, tetapi juga sebuah tindakan. Bila kita menelusuri karakter yang dibutuhkan para pemimpin saat ini dan selamanya mulai dari integritas, kredibilitas dan segudang karakter mulia yang lainya pastilah akan bermuara pada pribadi agung manusia pilihan al-mustafa Muhammad Saw, yang diutus untuk menyempurnakan karakter manusia. Integritas juga berarti mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan, dan kejujuran. Seseorang yang memiliki integritas pribadi akan tampil penuh percaya diri, anggun, tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang sifatnya hanya untuk kesenangan sesaat. Siswa yang memiliki integritas lebih berhasil ketika menjadi seorang pemimpin, baik pemimpin formal maupun pemimpin nonformal.
    Integrity/integritas yaitu apa yang kita lakukan sesuai dengan apa yang kita ucapkan. Untuk mewujudkannya memerlukan kerja keras, dan harus menggabungkan seluruh aspek yang ada dalam dirinya dan menjadi satu kesatuan yang saling mendukung satu sama lainnya yaitu aspek kognitif, aspek afektif dan aspek psikomotornya. Hal ini yang akan mencerminkan secara holistik dirinya sebagai seorang pemimpin.
    Kepemimpinan yang dibangun atas kekuatan berpikir dengan kebiasaan yang produktif dengan landasan kekuatan moral berarti ia memiliki Integritas untuk bersikap dan berprilaku sehingga ia mampu mmberikan keteladanan untuk mempengaruhi orang lain untuk melakukan perubahan yang terkait dengan proses berpikir. Menurut Hutson (2005; Trustworthiness) orang-orang yang memiliki integritas memiliki kemampuan ; mempertahankan keyakinan secara terbuka dan berani, mendengarkan kata hati dan menjalani prinsip-prinsip hidup, bertendak secara terhormat dan benar, membangun dan menjaga reputasi baik. Jadi kepemimpinan yang memiliki Integritas, maka ia menyadari benar bahwa rimba hukum mamang tidak pernah jelas, itu tidak berarti ia akan mempergunakan dengan dalih kekuasaan untuk ikut bermain dalam arena tersebut, karena ia akan menolak untuk ikut serta dalam persaingan yang tidak sehat, walaupun hal itu merupakan tugas yang akan dilaksanakannya. Oleh karena ia dalam bersikap dan berprilaku tidak akan melepaskan diri dari mambuat keputusan yang adil dan objektif. Jadi dengan integritas itu berarti ia memiliki manajemen intuitif untuk mengintegrasikan otak kanan dan otak kiri dengan hati sebagai keterampilan manajemen bad baru.
    • Ethical Conduct (kemampuan untuk berprilaku secara etis) adalah memiliki prilaku, sikap, etika, moral dan tata krama (etiket) yang baik (good moral and good manner) dalam bergaul atau berhubungan dengan pihak lain (social contact), termasuk di dalamnya memperhatikan hak-hak pihak lain dan saling menghormati pendapata atau menghargai martabat orang lain. Menurut Cultip and Broom Ethical Conduct adalah prilaku yang dianjurkan secara tepat dalam bertindak sesuai dengan nilai-nilai moral yang pada umumnya dapat diterima oleh masyarakat atau kebudayaan. Membangun etika prilaku profesi tersebut idealnya sesuai dengan kode etik formal dan diakui secara profesional yang berdasarkan cara pelaksanaan (how to law enforcement), dan penerapan sanksinya (what is sanctions) jika terjadi pelanggaran dalam praktiknya. Jadi dapat disimpulkan bahwa Ethical Conduct adalah sebagai kumpulan asas atau nilai moral yang menjadi norma prilaku yang dapat diterima dan menjadi pedoman bagaimana seharusnya (das sollen) berprilaku dalam menjalankan (das sein) tersebut secara etis.

    6. Salah satu dasar pemikiran yang dominan dalam perjalanan evolusi konsep desain organisasi adalah prinsip Max Weber tentang organisasi ideal. Konsep Max Weber tersebut kemudian dikenal dengan istilah Birokrasi. Birokrasi itu sendiri berasal dari gabungan kata biro (bereau) yang berarti kantor, tempat kerja dan Krasi (kratia/kratos) yang berarti kekuatan atau peraturan. Dalam perspektif Max Weber, terdapat 7 prinsip dasar yang perlu diterapkan dala, membangun organisasi agar dapat mencapai tujuannya adalah Sbb:
    • Pembagian Kerja adalah upaya yang dilakukan untuk memecah/membagi sebuah pekerjaan sehingga jelas tanggung jawab masing-masing anggota dalam menyelesaikan pekerjaan tersebut
    • Hirarki Kewenangan yang jelas adalah suatu bentuk struktur organisasi yang disusun bertingkat dan memastikan jabatan yang lebih rendah berada di bawah supervisi dan kontrol dari yang lebih tinggi. Garis komando dan garis koordinasi diciptakan untuk memperjelas alur pelaporan diantara anggota organisasi.
    • Formulasi yang tinggi adalah tata aturan yang bertujuan untuk mengatur prilaku anggota organisasi, perlu disusun peraturan dan prosedur formal sebagai sebuah sistem. Poin ini sangat relevan dengan besaran organisasi.
    • Impersonal adalah tindakan dan keputusan yang berlaku didalam organisasi yang tidak melibatkan perasaan pribadi, atau tidak memperbolehkan konflik kepentingan berperan didalam pengambilan keputusan.
    • Keputusan Personalia Berdasarkan Kemampuan adalh sebuah keputusan tentang promosi, seleksi, didasrkan atas kualifikasi, keberhasilan atau prestasi.
    • Jenjang Karir adalah sebuah upaya yang bisa dilakukan oleh organisasi didalam mengaktualisasikan kompetensi sumberdaya manusia organisasi yang sesuai dengan skill. Dengan jenjang karir diharapkan anggota dapat mengejar karir dan menjaga komitmen terhadap organisasi.
    • Pemisahan yang jelas antara kehidupan Pribadi dan Organisasi. Didalam organisasi ideal, pengambilan keputusan dilakukan semaksimal mungkin berjalan sesuai dengan rasionalitas, artinya anggota organisasi harus dapat memisahkan kehidupan organisasi dan kehidupan pribadi.

    3. Dalam mencapai tujuan organisasi yang baik dibutuhkan manajer yang efektif dan memiliki kompetensi dibidang komunikasi, apakah hal ini akan dapat dibangun oleh seorang manajer?

    Kompetensi komunikasi sama dengan kemampuan seseorang dalam berkomunikasi yang efektif baik secara individual, sosial, maupun profesional. Kompetensi adalah kemampuan seseorang yang meliputi keterampilan, pengetahuan, dan sikap dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan tertentu sesuai dengan standar-standar yang telah ditetapkan. Sedangkan kompetensi komunikasi adalah kemampuan yang meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap yang sesuai dalam mengelola pertukan pesan verbal dan non verbal berdasarkan patokan-patokan tertentu.
    Jadi seorang manajer yang efektif dan yang memiliki kompetensi dibidang komunikasi mampu melakukan atau membangun kinerja yang maksimal dalam mencapai tujuan organisasi atau perusahaan. Karena fungsi manajer dalam kompetensi komunikasi adalah proses pengelolaan sumberdaya komunikasi yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas dan efektifitas pertukaran pesan yang terjadi dalam berbagai konteks komunikasi dan penggunaan berbagai sumberdaya komunikasi secara terpadu melalui proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengontrolan unsur-unsur komunikasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

    1. Pekerjaan seorang manajer juga didapati pada kegiatan sehari-hari tanpa memandang bahwa yang bersangkutan apakah menjadi manajer atau tidak pada satu perusahaan, karena :

    Manajer adalah orang yang bertanggung jawab atas hasil kerja orang-orang yang ada di dalam organisasi, yang bertugas sebagai perencana, pengorganisasi, pemimpin dan pengendali pelaksanaan aktivitas sehari-hari organisasi. Seorang manajer yang efektif adalah seorang manajer yang mapu membuat suatu pekerjaan terselesaikan dan menjaga tingkat kepuasaan yang tinggi di tempat kerja. Jadi pekerjaan seorang manajer boleh jadi tidak hanya dilakukan dilingkungan perusahaan saja akan tetapai, bisa dilakukan oleh seseorang di luar lingkungan tersebut. Dan setiap tindakan atau perbuatan yang mencerminkan adanya pengelolaan perencanaan dalam sebuah organisasi yang dipimpinnya serta menghasilkan output yang memuaskan adalah bentuk dari pekerjaan seorang manajer walaupun wadahnya bukan disebuah perusahaan. Manajer yang melaksankan fungsi manajemen dengan baik adalah seorang manajer yang lebih berhasil. Makin banyak waktu yang digunakan oleh seorang manajer untuk merencana, semakin besar keuntungan yang diperoleh perusahaan tersebut, karena fungsi perencanaan memegang peranan penting dalam keseluruhan fungsi manajemen.
    Contohnya. Seorang yang menjadi manajer pada sebuah lembaga sosial kemasyarakatan (bukan lembaga perusahaan) menjalankan fungsi dari manajerialnya sebagai perancana, pengorganisasian sebuah lembaga tersebut.

    Nama : DODI TISNA AMIJAYA
    Mata Kuliah : Manajemen Organisasi
    Semester : I (Satu)
    Kelas : Pagi (Jum’at- Sabtu)
    Program Studi : Magister Manajemen
    Program : Pascasarjana Universitas Jambi

    Komentar oleh dodi tisna amijaya | Juli 2, 2014 | Balas

  89. Nama : H.Andi Putra Wijaya
    Program : Magister Manajemen
    Kelas : Jum’at – Sabtu
    Salam pak Jo, mhn maaf tugas terlambat saya upload ke blog bapak
    Pengertian Self Management adalah Prosedur dimana individu mengatur prilakunya sendiri (Gantina 2011:180). Setelah seseorang menetapkan tujuan hidup bagi dirinya, ia harus mengatur dan mengelola dirinya sebaik-baiknya untuk membawanya kearah tercapainya tujuan hidup dan itu juga segenap kegiatan dan langkah mengatur dan mengelola dirinya (Gie 1996:95). Sedangkan pengertian Self Management menurut Cormier & Nurius, 2002; Watson & Tharp, 2001 dalam Richard Nelson Jones (2011:476) adalah membantu klien untuk mengamati prilakunya, menetapkan tujuan bagi dirinya sendiri, mengidentifikasi penguat yang cocok, merencanakan graded steps (langkah-langkah yang diberi nilai) untuk mencapai tujuannya, dan menetapkan kapan menerapkan konsekuensi.
    Integrity (integritas) berasal dari bahasa latin integer, incorruptibility, firm adherence to code of especially moral a caristic values yang berarti sikap yang teguh mempertahankan prinsip tidak mau korupsi, dan menjadi dasar yang melekat pada diri sendiri sebagai nilai-nilai moral. Integritas bukan hanya sekedar bicara, pemanis retorika, tetapi juga sebuah tindakan. Bila kita menelusuri karakter yang dibutuhkan para pemimpin saat ini dan selamanya mulai dari integritas, kredibilitas dan segudang karakter mulia yang lainya pastilah akan bermuara pada pribadi agung manusia pilihan al-mustafa Muhammad Saw, yang diutus untuk menyempurnakan karakter manusia. Integritas juga berarti mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan, dan kejujuran. Seseorang yang memiliki integritas pribadi akan tampil penuh percaya diri, anggun, tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang sifatnya hanya untuk kesenangan sesaat. Siswa yang memiliki integritas lebih berhasil ketika menjadi seorang pemimpin, baik pemimpin formal maupun pemimpin nonformal.
    Integrity/integritas yaitu apa yang kita lakukan sesuai dengan apa yang kita ucapkan. Untuk mewujudkannya memerlukan kerja keras, dan harus menggabungkan seluruh aspek yang ada dalam dirinya dan menjadi satu kesatuan yang saling mendukung satu sama lainnya yaitu aspek kognitif, aspek afektif dan aspek psikomotornya. Hal ini yang akan mencerminkan secara holistik dirinya sebagai seorang pemimpin.
    Kepemimpinan yang dibangun atas kekuatan berpikir dengan kebiasaan yang produktif dengan landasan kekuatan moral berarti ia memiliki Integritas untuk bersikap dan berprilaku sehingga ia mampu mmberikan keteladanan untuk mempengaruhi orang lain untuk melakukan perubahan yang terkait dengan proses berpikir. Menurut Hutson (2005; Trustworthiness) orang-orang yang memiliki integritas memiliki kemampuan ; mempertahankan keyakinan secara terbuka dan berani, mendengarkan kata hati dan menjalani prinsip-prinsip hidup, bertendak secara terhormat dan benar, membangun dan menjaga reputasi baik. Jadi kepemimpinan yang memiliki Integritas, maka ia menyadari benar bahwa rimba hukum mamang tidak pernah jelas, itu tidak berarti ia akan mempergunakan dengan dalih kekuasaan untuk ikut bermain dalam arena tersebut, karena ia akan menolak untuk ikut serta dalam persaingan yang tidak sehat, walaupun hal itu merupakan tugas yang akan dilaksanakannya. Oleh karena ia dalam bersikap dan berprilaku tidak akan melepaskan diri dari mambuat keputusan yang adil dan objektif. Jadi dengan integritas itu berarti ia memiliki manajemen intuitif untuk mengintegrasikan otak kanan dan otak kiri dengan hati sebagai keterampilan manajemen bad baru.
    Ethical Conduct (kemampuan untuk berprilaku secara etis) adalah memiliki prilaku, sikap, etika, moral dan tata krama (etiket) yang baik (good moral and good manner) dalam bergaul atau berhubungan dengan pihak lain (social contact), termasuk di dalamnya memperhatikan hak-hak pihak lain dan saling menghormati pendapata atau menghargai martabat orang lain. Menurut Cultip and Broom Ethical Conduct adalah prilaku yang dianjurkan secara tepat dalam bertindak sesuai dengan nilai-nilai moral yang pada umumnya dapat diterima oleh masyarakat atau kebudayaan. Membangun etika prilaku profesi tersebut idealnya sesuai dengan kode etik formal dan diakui secara profesional yang berdasarkan cara pelaksanaan (how to law enforcement), dan penerapan sanksinya (what is sanctions) jika terjadi pelanggaran dalam praktiknya. Jadi dapat disimpulkan bahwa Ethical Conduct adalah sebagai kumpulan asas atau nilai moral yang menjadi norma prilaku yang dapat diterima dan menjadi pedoman bagaimana seharusnya (das sollen) berprilaku dalam menjalankan (das sein) tersebut secara etis.

    Dalam mencapai tujuan organisasi yang baik dibutuhkan manajer yang efektif dan memiliki kompetensi dibidang komunikasi, apakah hal ini akan dapat dibangun oleh seorang manajer?

    Kompetensi komunikasi sama dengan kemampuan seseorang dalam berkomunikasi yang efektif baik secara individual, sosial, maupun profesional. Kompetensi adalah kemampuan seseorang yang meliputi keterampilan, pengetahuan, dan sikap dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan tertentu sesuai dengan standar-standar yang telah ditetapkan. Sedangkan kompetensi komunikasi adalah kemampuan yang meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap yang sesuai dalam mengelola pertukan pesan verbal dan non verbal berdasarkan patokan-patokan tertentu.
    Jadi seorang manajer yang efektif dan yang memiliki kompetensi dibidang komunikasi mampu melakukan atau membangun kinerja yang maksimal dalam mencapai tujuan organisasi atau perusahaan. Karena fungsi manajer dalam kompetensi komunikasi adalah proses pengelolaan sumberdaya komunikasi yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas dan efektifitas pertukaran pesan yang terjadi dalam berbagai konteks komunikasi dan penggunaan berbagai sumberdaya komunikasi secara terpadu melalui proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengontrolan unsur-unsur komunikasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

    Salah satu dasar pemikiran yang dominan dalam perjalanan evolusi konsep desain organisasi adalah prinsip Max Weber tentang organisasi ideal. Konsep Max Weber tersebut kemudian dikenal dengan istilah Birokrasi. Birokrasi itu sendiri berasal dari gabungan kata biro (bereau) yang berarti kantor, tempat kerja dan Krasi (kratia/kratos) yang berarti kekuatan atau peraturan. Dalam perspektif Max Weber, terdapat 7 prinsip dasar yang perlu diterapkan dala, membangun organisasi agar dapat mencapai tujuannya adalah Sbb:
    Pembagian Kerja adalah upaya yang dilakukan untuk memecah/membagi sebuah pekerjaan sehingga jelas tanggung jawab masing-masing anggota dalam menyelesaikan pekerjaan tersebut
    Hirarki Kewenangan yang jelas adalah suatu bentuk struktur organisasi yang disusun bertingkat dan memastikan jabatan yang lebih rendah berada di bawah supervisi dan kontrol dari yang lebih tinggi. Garis komando dan garis koordinasi diciptakan untuk memperjelas alur pelaporan diantara anggota organisasi.
    Formulasi yang tinggi adalah tata aturan yang bertujuan untuk mengatur prilaku anggota organisasi, perlu disusun peraturan dan prosedur formal sebagai sebuah sistem. Poin ini sangat relevan dengan besaran organisasi.
    Impersonal adalah tindakan dan keputusan yang berlaku didalam organisasi yang tidak melibatkan perasaan pribadi, atau tidak memperbolehkan konflik kepentingan berperan didalam pengambilan keputusan.
    Keputusan Personalia Berdasarkan Kemampuan adalh sebuah keputusan tentang promosi, seleksi, didasrkan atas kualifikasi, keberhasilan atau prestasi.
    Jenjang Karir adalah sebuah upaya yang bisa dilakukan oleh organisasi didalam mengaktualisasikan kompetensi sumberdaya manusia organisasi yang sesuai dengan skill. Dengan jenjang karir diharapkan anggota dapat mengejar karir dan menjaga komitmen terhadap organisasi.
    Pemisahan yang jelas antara kehidupan Pribadi dan Organisasi. Didalam organisasi ideal, pengambilan keputusan dilakukan semaksimal mungkin berjalan sesuai dengan rasionalitas, artinya anggota organisasi harus dapat memisahkan kehidupan organisasi dan kehidupan pribadi.

    Pekerjaan seorang manajer juga didapati pada kegiatan sehari-hari tanpa memandang bahwa yang bersangkutan apakah menjadi manajer atau tidak pada satu perusahaan, karena :

    Manajer adalah orang yang bertanggung jawab atas hasil kerja orang-orang yang ada di dalam organisasi, yang bertugas sebagai perencana, pengorganisasi, pemimpin dan pengendali pelaksanaan aktivitas sehari-hari organisasi. Seorang manajer yang efektif adalah seorang manajer yang mapu membuat suatu pekerjaan terselesaikan dan menjaga tingkat kepuasaan yang tinggi di tempat kerja. Jadi pekerjaan seorang manajer boleh jadi tidak hanya dilakukan dilingkungan perusahaan saja akan tetapai, bisa dilakukan oleh seseorang di luar lingkungan tersebut. Dan setiap tindakan atau perbuatan yang mencerminkan adanya pengelolaan perencanaan dalam sebuah organisasi yang dipimpinnya serta menghasilkan output yang memuaskan adalah bentuk dari pekerjaan seorang manajer walaupun wadahnya bukan disebuah perusahaan. Manajer yang melaksankan fungsi manajemen dengan baik adalah seorang manajer yang lebih berhasil. Makin banyak waktu yang digunakan oleh seorang manajer untuk merencana, semakin besar keuntungan yang diperoleh perusahaan tersebut, karena fungsi perencanaan memegang peranan penting dalam keseluruhan fungsi manajemen.
    Contohnya. Seorang yang menjadi manajer pada sebuah lembaga sosial kemasyarakatan (bukan lembaga perusahaan) menjalankan fungsi dari manajerialnya sebagai perancana, pengorganisasian sebuah lembaga tersebut.

    Dalam pandangan birokrasi, manajemen diterjemahkan menjadi seperangkat aturan yang membuat organisasi ataupun perusahaan agar dapat berjalan dengan efisien. Jelaskan bagai bagaimana birokrasi dapat membuat organisasi menjadi efisien.

    Birokrasi adalah institusi resmi yang melakukan fungsi pelayanan terhadap kebutuhan dan kepentingan masyarakat (Tjokrowinoto;112), atau segala bentuk upaya pemerintah dalam mengeluarkan produk kebijakannya semata-mata dimaknai sebagai manifestasi dari fungsi melayani orang banyak.
    Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
    James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
    Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
    Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
    Menurut Peter Drucker efisiensi adalah melakukan pekerjaan dengan benar. Efisiensi merupakan kemampuan untuk melakukan pekerjaan dengan benar, berkaitan dengan biaya-biaya yang ditimbulkan dalam melakukan aktivitas, mengukur biaya dari sumberdaya yang diperlukan dalam rangka mencapai suatu tujuan. Menyelesaikan pekerjaan dengan usaha, biaya atau pemborosan minimum.
    Contohnya. Usaha pelayanan pengurusan izin-izin yang lebih cepat dan akurat yang dilakukan pemerintah daerah dengan cara memangkas atau menyederhanakan alur birokrasi yang selama ini terlalu panjang yaitu dengan membentuk lembaga baru dalam hal pengurusan izin ( Badan pelayanan izin satu pintu ) yang bertujuan untuk lebih meningkatkan kinerja pelayanan maksimal dan menciptakan efisiensi terhadap birokrasi dan masyarakat.

    Komentar oleh Nama : H. Andi Putra Wijaya Program : Magister Manajemen Kelas : Jum’at – Sabtu Salam pak Jo, mhn maaf tugas terlambat saya upload ke blog bapak | Juli 4, 2014 | Balas

  90. Nama : Agil Muharya
    Program : Magister Manajemen
    Kelas : Pagi

    Mohon maaf atas keterlambatan menyampaikan tugas melalui blog bapak. Sebenarnya saya sudah menyampaikan tugas berupa hardcopy pada jadwal kuliah terakhir matrikulasi.
    Dan saya juga baru mendapatkan info tentang jadwal terakhir menyampaikan tugas susulan di blog. Sekali lagi saya mohon maaf.
    Berikut saya sampaikan kembali tugas saya.

    1. Berikan alasan bahwa pekerjaan seorang manajer juga didapati pada kegiatan sehari-hari tanpa memandang bahwa yang bersangkutan apakah menjadi manajer atau tidak pada satu perusahaan . Berikan jawaban dengan memberi contoh.

    Jawaban:
    Pada kegiatan sehari-hari seseorang dapat dikatakan sebagai manajer. Karena dalam kegiatan sehari-hari seseorang bisa merencanakan, mengawasi, dan mengevaluasi pekerjaan yang dilakukan.
    Contoh sederhana adalah seorang mahasiswa yang harus merencanakan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan kuliahnya mulai dari mendaftar ke universitas sampai dengan wisuda. Perencanaan merupakan salah satu tugas penting bagi seorang manajer.
    Pekerjaan berikutnya adalah evaluasi, pada setiap akhir semester mahasiswa harus bisa mngevaluasi kinerjanya pada semester tersebut dengan memperhatikan IPK yang diperolehnya dan mahasiswa tersebut harus bisa merencanakan strategi untuk semester yang akan datang agar nilai /IPK yang diperoleh dapat lebih baik lagi.

    2. Dalam pandangan birokrasi, manajemen diterjemahkan menjadi seperangkat aturan yang membuat organisasi ataupun perusahaan agar dapat berjalan dengan efisien . Jelaskan bagaimana birokrasi dapat membuat organisasi menjadi efisien berikan contoh.

    Jawaban:
    Dalam pandangan birokrasi terdapat pembagian tugas dan wewenang terhadap fungsi-fungsi organisasi. Dengan adanya pembagian tugas dan wewenang tersebut, maka fungsi organisasi dapat dijalankan secara efektif dan efisien. Tiap orang yang ditempatkan dalam suatu posisi/ jabatan dalam organisasi harus bertanggung jawab dalam menjalankan tugas dan wewenang yang telah diberikan. Hal ini dilakuakan agar birokrasi yang ditetapkan tidak hanya sekedar pembagian tugas saja, tapi harus dilaksanakan dengan tanggung jawab.
    Contoh:
    Seorang bupati/walikota tidak perlu lagi mengatur dan mengawasi secara detail tiap kegiatan yang dilakukan oleh kepala bidang dalam suatu SKPD. Hal ini diakrenkan wewenang dan tugas bupatitelah diberikan kepala dinas intuk mengatur masing-masing bidangnya, dan kepala dinas bertanggung kepada bupati/walikota atas kinerja kepala bidangnya.

    3. Dalam mencapai tujuan organisasi yang baik dibutuhkan manajer yang efektif dan memiliki kompetensi dibidang komunikasi, apakah hal ini akan dapat dibangun oleh seorang manajer?

    Jawaban :
    Kompetensi yang baik dalam bidang komunikasi sangat penting dalam suatu organisas. Seorang manajer harus bisa mengatur dan mengarahkan anggota-anggota yang ada dalam organisasinya untuk menjalankan tugas-tugas yang telah ditentukan. Dengan adanya komunikasi yang baik dalam organisasi, maka koordinasi yang baik juga dapat dijalankan secara efektif untuk mencapai tujuan organisasi. Salah satunya adalah memberikan kesempatan kepada bawahan untuk memberiakan tanggapan dari hal-hal yang telah dikomunikasikan. Tanggapan ini merupakan dampak (effect) dari komunikasi sebagai respon dari hal-hal yang telah dikomunikasikan sebelumnya. Hal ini akan diimplementasikan dalam bentuk umpan balik (FeedBack). Umpan balik ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas komunikasi yang telah dijalankan.
    4. Untuk organisasi di bidang pemerintahan seperti seorang kepala daerah kepada kepala dinas kompetensi apa yang menurut anda berperan penting. Berikan alasannya!
    Jawaban :
    Kompetensi yang harus dimiliki oleh kepala daerah adalah:
    Planning dan Administration Competency
    a. Seorang kepala daerah harus bias merencanakan program-program yang akan dijalankan selama pemerintahannya. Rencana (planning) ini menjadi pedoman atau acuan dalam menjalankan pemerintahan, dan didelegasikan kepada setiap kepala dinas sesuai dengan lingkup kerja masing-masing.
    b. kepala daerah harus bisa mengoordinir setiap kepala dinas dalam menjalankan tugas. Dan menerima masukan-masukan dari kepala dinas, baik itu kelancaran tugas, maupun kendala-kendala yang dihadapi dalam menjalankan tugas. Dari hasil informasi atau masukan tersebut, kepala daerah mempertimbangkan dan mengevaluasi informasi tersebut agar dapat memberikan solusi dalam menghadapi kendala/hambatan tersebut.
    c. Kepala daerah harus memiliki target waktu untuk mencapai tujuan dari program-program yang telah ditetapkan.
    Strategic action Competency
    Pada system pemerintahan saat ini, kepala daerah dituntut untuk langsung terjun langsung ke lapangan untuk memastikan apakah program-program yang direncanakan telah sesuai dengan harapan.
    5. Pada berbagai tingkatan manajer (punjak, tengah dan bawah) dibutuhkan manajer yang berbeda sesuai dengan kompetensi yang diisyaratkan. Mengapa hal ini demikian ? berikan alasannya.
    Jawaban :
    Latar belakang dari seorang manajer dapat mempengaruhi tingkat kompetensi yang dimiliki. Baik itu latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, dan karakter kepribadian seorang manajer.
    Kompetensi yang dibutuhkan seorang manajer berbeda-beda pada setiap tingkatan manajer.
     Pada tingkatan top management, yang diperlukan adalah kompetensi dalam hal konseptual, artinya keahlian dalam merumuskan konsep untuk dilaksankan oleh manajer di bawahnya.
     Pada tingkatan middle management/manajemen menengah harus memiliki keahlian interpersonal. Artinya keahlian untuk berkomunikasi, bekerjasama dan memotivasi orang lain. Manajer bertanggungjawab melaksanakan rencana dan memastikan tercapainya suatu tujuan.
     Pada tingkatan manajemen bawah/Lini (Low Management) manajer bertanggung jawab menyelesaikan rencana-rencana yang telah ditetapkan oleh para manajer yang lebih tinggi. Pada tingkatan ini juga harus memiliki keahlian teknis, artinya keahlian teknis yang mencangkup prosedur, teknik, pengetahuan dan keahlian dalam bidang khusus.

    Komentar oleh Agil Muharya | Juli 18, 2014 | Balas

  91. Tugas Matrikulasi Manajemen dan Kepemimpinan
    Kelas Ilmu Manajemen

    Nama : Noverly Baren
    Tugas Ke : I

    1. Kompetensi yang paling di butuhkan adalah :
    a. Semangat berprestasi untuk mencapai target kerja.
    b. Teliti dan punya perhatian terhadap tugas kerja.
    c. Proaktif.
    d. Punya Keingintahuan yang tinggi.
    e. Berempati terhadap orang lain.
    f. Kemampuan komunikatif yang diplomatis dan persuasif.

    2. Saya setuju , karena dengan internet dan komputer kita dapat mengakses, melihat segala sesuatu yang ada di dekat maupun yang jauh dengan kita, begitupun yang kulturnya sangat berbeda dengan kita.

    3. Kompetensi yang harus disiapkan untuk dapat menopang saya sebagai manejer yang efektif adalah dengan cara memiliki kemampuan untuk berpikir secara proaktif,harus dapat menyusun rencana aksi yang terinci, harus dapat mengambil tindakan yang tegas, harus dapat merenanakan dan mengorganisasikan sumber daya.

    4. Kompensi yang paling di butuhkan dalam Tim adalah

    a. Kerjasama / kemampuan untuk bekerja sama dengan anggota tim.
    b. Kepercayaan / kemampuan untuk dapat percaya dengan anggota tim yang lain.
    c. Kekompakan / kemampuan untuk dapat kompak dengan anggota tim yang lain.

    5. Kompetensi merupakan suatu kemampuan untuk melaksanakan atau melakukan suatu pekerjaan atau tugas yang dilandasi atas keterampilan dan pengetahuan serta didukung oleh sikap kerja yang dituntut oleh pekerjaan tersebut ,dengan demikian kompetensi menunjukkan keterampilan dan pengetahuan yang dicirikan oleh profesionalisme dalam suatu bidang tertentu sebagai suatu yang terpenting atau sebagai unggulan bidang tersebut.

    Komentar oleh Noverly Baren | September 24, 2014 | Balas

  92. Tugas Matrikulasi Manajemen dan Kepemimpinan
    Program S3
    Kelas Ilmu Manajemen

    Nama : ISKANDAR
    Tugas Ke : I

    1. Kompetensi yang paling di butuhkan pada karir saya pada suatu masa tertentu adalah memiliki kemampuan komunikatif yang diplomatis dan persuasif terhadap orang lain, memiliki keingintahuan yang tinggi terhadap pekerjaan dan memiliki ketelitian yang tinggi terhadap tugas dan pekerjaan.

    2. Pendapat saya setuju bahwa internal dan komputer dapat memudahkan orang untuk berkomunikasi melintasi kultur karena dengan internet dan komputer kita dapat mengakses / browsing kemanapun kita mau.

    3. Kompetensi yang harus disiapkan untuk dapat menopang saya sebagai manejer yang efektif adalah dengan cara mempunyai kemampuan yang diplomatis ,persuasif dan komunikatif serta proaktif terhadap tugas dan mempunyai semangat untuk mencapai target kinerja.

    4. Kompensi yang paling di butuhkan dalam Tim adalah :
    a. Kerjasama
    b. Kepercayaan
    c. Kekompakan

    5. Latar belakang seseorang. Sangatlah mempengaruhi kompetensi seseorang untuk mencapai tujuan , seperti contohnya pendidikan seseorang pasti sangat mempengaruhi kompetensinya.

    Komentar oleh Noverly Baren | September 24, 2014 | Balas

  93. TUGAS MATRIKULASI
    MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN
    PROGRAM S-3 ILMU MANAJEMEN
    TUGAS KE 1
    NAMA : INHUL HADI
    1. Pikirkan karir anda pada satu masa tertentu, kompetisi apa yang dibutuhkan?
    Karir di suatu masa : Pejabat Eselon II (Sekretaris Daerah)
    Kompetensi yang dibutuhkan:
    – Memiliki jiwa kepemimpinan dan tauladan bagi bawahan;
    – Menguasai dan memahami struktur birokrasi dan seluk beluk pemerintahan;
    – Menguasai dan memahami undang-undang/peraturan yang berkaitan dengan pemerintahan.
    – Memiliki daya kretifitas dan inisiatif yang tinggi;
    – Mampu mengorganisasikan berbagai sumberdaya yang ada dalam mencapai tujuan organisasi.
    2. Seorang manajer mengatakan bahwa internet dan computer memudahkan orang untuk berkomunikasi melintasi kultur. Apakah anda setuju tentang itu?jelaskan.
    Internet dan computer merupakan sebuah media komunikasi yang dapat melintasi kultur, jarak dan waktu, dengan media tersebut dapat diperoleh informasi dan data yang digunakan dalM menyusun perencanaan, langkah-langkah strategis, dan target yang akan dicapai.
    3. Jelaskan bagaimana anda menyiapkan kompetensi yang menopang anda sebagai manajer yang efektif?
    Kompetensi yang dimiliki sebagai seorang manajer yang efektif dapat diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan kompetensi dan menggali informasi kompetensi melalui berbagai media, serta membiasakan diri bersikap baik dalam menghadapi berbagai permasalahan yang ada.
    4. Bayangkan anda dalam satu tim. Jelaskan kompetensi apa yang paling anda butuhkan?
    Dalam sebuah tim kompetensi yang diutuhkan adalah kompetensi yang dapat mendukung tercapainya tujuan dari dibentuknya tim tersebut. Dalam sebuah tim dibutuhkan berbagai kompetensi yang berbeda pada masing-masing anggota tim sehingga masing-masing anggota tim dapat mengerahkan kompetensi yang dimilikinya dalam mendukung tercapainya tujuan dalam tim tersebut
    5. Bagaimana latar belakang seseorang dapat mempengaruhi kompetensi seseorang dalam menggapai tujuan?
    Latar belakang seseorang dapat mempengaruhi kompetensi yang dimillikinya, karena keadaan dirinya saat ini terbentuk dari proses yang telah dilalui di masa lalu. Seseorang yang memiliki latar belakang pengalaman bekerja dalam tim maka akan membentuk kebiasaan dan kepribadian dalam dirinya untuk bekerjasama dalam tim.

    Komentar oleh Inhul Hadi | September 25, 2014 | Balas

  94. UNIVERSITAS JAMBI
    PROGRAM PASCASARJANA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
    PROGRAM DOKTOR ILMU EKONOMI
    TUGAS MATA KULIAH :Teori Manajemen dan Organisasi
    NAMA :Drs.Bambang Sudarisman,S.H,M.M
    NIM :P3C114031
    DOSEN : Profesor Dr.Johanes, SE,MS.
    I. SOAL
    1. Pikirkan karier anda pada suatu masa tertentu kompetensi apa yang paling dibutuhkan ? …………………………………………………………………………………………
    2. Seorang manager mengatakan bahwa internet dan komputer memudahkan orang untuk berkomunikasi melintasi kultur, apakah anda setuju tentang itu ?……………………………………………………………………………………………………
    3. Jelaskan bagaimana anda menyiapkan dan kompetensi yang dapat menopang anda sebagai manager yang efektif ? ……………………………………………………….
    4. Bayangkan anda berada pada suatu masa, jelaskan kompetensi yang paling dibutuhkan ? …………………………………………………………………………………………
    5. Bagaimana latar belakang seseorang dapat mempengaruhi kompetensi dalam mencapai tujuan ? …………………………………………………………………………………
    II. Jawaban
    1. Yang saya pikirkan tentang karier dimasa datang adalah, saya ingin karier saya berkembang dan menjadi pucuk pimpinan tertinggi di institusi Polri dengan mempunyai pengetahuan dan wawasan yang luas sebagai bekal dalam pelaksanaan tugas, sehingga untuk itu saya harus memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk jabatan tersebut. Kompetensi yang dibutihkan tersebut adalah saya harus menguasai berbagai ilmu salah satunya adalah ilmu kepemimpinan, menguasai teknologiinformasi (internet dan komputer) dan menguasai keahlian di bidang ilmu kepolisian.
    2. Saya setuju dan sependapat dengan Manager yang mengatakan bahwa Internetdan Komputer memdahkan orang untuk berkomunikasi melintasi kultur. Menurut hemat kami di era glonalisasi ini, Internet dan Komputer memiliki peranan yang sangat besar dalam membantu dan memudahkan pekerjaan kita. Penyelesaian pekerjaan sangat terbantu dengan menguasai Komputer. Penguasasaan Komputer menjadi kompetensi yang harus dimiliki oleh seorng pimpinan dalam mengarahkan pekerjaan ditempat yang kita pimpin. Untuk Internet, segala informasi yang berkaitan dengan bidang kerja dapat diperoleh secar cepat dan begitu banyak pengetahuan yang diperole dari Internet.
    3. Yang harus saya persiapkan dan kompetensi yang dapat menopang saya sebagai Manager yang efektif adalah :
    Sebagaimana kita pahami bahwa kompetensi adalah keterampilan – keterampilan yang mencerminkan kemampuan potensial untuk melakukan sesuatu. Keterampilan yang diperlukan seseorang yang ditunjukan oleh kemampuannya untuk konsisten memberikan tingkat kinerja yang memadai atau tinggi dalam suatu fungsi pekerjaan yang spesifik.
    Untuk menjadi Manager yang efektif, maka upaya awal yang kita lakukan untuk menentukan kualitas dari manager yang efektif adalah didasarkan pada sejumlah sifat-sifat kepribadian dan keterampilan managerial yang ideal harus dipenuhi.
    Seorang Manager harus memiliki kemampuan dan keterampilan dalam memotivasi team nya dan mampu mendelegasikan tugas dengan efektif, karena seseorang Manager adalah seseorang yang mencapai sutu tujuan dengan bantuan orang lain.
    4. Kompetensi yang paling dibutuhkan disuatu masa adalah seorang yang memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk mengerjakan suatu pekerjaan, seperti menguasai komputer, menguasai program-program komputer dan menguasai keterampilan managerial, dsb.
    5. Latar belakang seseorang dapat mempengaruhi kompetensi dalam mencapai tujuan,menurut saya adalah :
    Latar belakang seseorang dapat menggiring kompetensi seseorang dalam mencapai tujuannya, karena seseorang yang berasal dari keluarga yang terdidik biasanya akan menggiring putra-putrinya menjadi seorang yang memiliki kemampuan dan keterampilan yang selaras dengan studi pendidikan sianak kedepannya.Dengan latarbelakang pendidikan yang baik seorang akan selalu mencari dan menambah keterampilannya sesuai dengab cita-cita pekerjaan yang diinginkannya dan kedepan sehingga dia memiliki kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerjanya.

    Nama : Sukma Bakti

    Latihan
    1. Pikirkan karir anda pada satu masa tertentu , kompetensi apa yang paling dibutuhkan
    2. Seorang manajer mengatakan bahwa internet dan computer memudahkan orang untuk berkomunikasi melintasi kultur . apakah anda setuju tentang itu jelaskan
    3. Jelaskan bagaimana anda menyiapkan kompetensi yang dapat menopang anda sebagai manajer yang efektif.
    4. Bayangkan anda berada pada satu , jelaskan kompetensi apa saja yang paling anda butuhkan
    5. Bagaimana latar belakang seseorang dapat mempengaruhi kompetensi seseorang dalam mencapai tujuan.

    Jawab.
    1. Karir yang dipikirkan pada satu masa tertentu yaitu menjadi dosen professional.
    Berikut ini adalah sepuluh ciri yang telah digambarkan melalui karya Milton Hildebrand dan Kenneth Feldman.

    Ciriciri seorang dosen professional adalah
    a. Gaya mengajar yang menarik minat
    b. Kemampuan berkomunikasi secara jelas
    c. Menguasai materi kuliah
    d. Siap dan Terorganisir daaaalam Menggunakan waktu kuliah secara efektif dan efisien
    e. Memiliki Antusiasme Yang Dinamis, artinya membuat belajar itu menjadi suatu pengalaman yang menyenangkan
    c. Memiliki kepedulian pribadi terhadap mahasiswa
    d. Ketrampilan berinteraksi
    e. Fleksibilitas, kreativitas, keterbukaan Terbuka terhadap saran mahasiswa mengenai isi, metode perkuliahan, dan tugas-tugas yang diberikan kepada mahasiswa menggunakan individualitas dan originalitas dalam mengatur kegiatan belajar mengajar
    f. Memiliki kepribadian yang kuat
    g. Komitmen
    Berkaitan dengan ciriciri seorang dosen professional maka kompetensi yang dibutuhkan yaitu

    a. Kompetensi Komunikasi
    ialah suatu keterampilan yang didalamnya meliputi berbagai penguasaan dan kemampuan, diantaranya “kemampuan berkomunikasi secara jelas dan efektif dalam menciptakan suasana komunikasi yang edukatif

    b. Kompetensi Perencanaan dan administrasi
    kesanggupan atau katif antara dosen dan peserta didik yang mencakup segi kognitif, afektif dan psikomotor, sebagai upaya mempelajari sesuatu berdasarkan perencanaan sampai dengan tahap evaluasi dan tindak lanjut agar tercapai tujuan pengajaran
    c. Kompetensi Tim Kerja
    Kemampuan mengkoordinir kepemimpinan dengan menggerakkan unsur SDM dan mengelola semua sumber menggerakkan semua kompenen untuk terlibat dalam kerja secara sinergis dan simultan.
    d. Kompetensi pelaksanan strategi
    Kemmpuan menggerakkan semua komponen SDM terlibat dalam pelaksanaan yang bergerak kerja secara sinergis dan simutan ke arah produktivitas optimal (pencapaian hasil kerja optimal) dengan menggunakan strategi dan taktik yang andal.
    e. Kompetensi Pengelolaan Diri
    adalah kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan bijaksana, berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, berahlak mulia, mengevaluasi kinerja sendiri, mengembangkan diri secara berkelanjutan
    f. Kompetensi Kesadaran Global

    2. Seorang manajer mengatakan bahwa internet dan computer memudahkan orang untuk berkomunikasi melintasi kultur . Hal ini disetujui karena Perkembangan IPTEK terhadap proses pembelajaran adalah diperkayanya sumber belajar dan media pembelajaran. Media komputer dimanfaatkan dalam pembelajaran karena memberikan keuntungan-keuntungan yang tidak dimiliki oleh media pembelajaran lainnya yaitu kemampuan komputer untuk berinteraksi secara individu dengan mahasiswa. Model pembelajaran yang diterapkan dalam pembelajaran berbantuan komputer secara umum dapat diklasifikasikan menjadi empat model, yaitu :
    a. tutorial,
    b. drill and practice,
    c. simulation, dan
    d. problem-solving.

    3. Sebagai manajer yang efektif saya mempersiapkan penopanagan kompetensi melalui :
    a. Identifikasi Kompetensi
    b. Meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan dan pelatihan
    c. Melatih diri dalam membangun kebersamaan dan jaringan kerja
    d. Memahami tehnologi informasi
    e. Membangun budaya kerja

    4. Bayangkan anda berada pada satu Tim , jelaskan kompetensi apa saja yang paling anda butuhkan
    Kompetensi yang dibutuhkan pada satu Tim kerja yaitu kemempuan komunikasi, kemampuan pengelolaan diri, kemampuan kerja Tim, kemampuan strategi dalam upaya mencapai tujuan kerjasama meningkatkan rasa kebersamaan kelompok, kerjasama anggota,

    5. latar belakang seseorang dapat mempengaruhi kompetensi seseorang dalam mencapai tujuan. Disebabkan dengan kondisi kematangan pendidikan membuat seseorang memahami identifikasi kompetensinya yang kemudian diasah dengan pengalaman pekerjaan dan jabatan yang diemban dan pembelajaran dari dirinya sendiri akan dapat mempengaruhi kompetensi menjadi lebih efektif.

    Tugas 1
    Manajemen Dan Kepemimpinan
    Nama : Daryati
    Latihan
    1. Pikirkan karir anda pada satu masa tertentu , kompetensi apa yang paling dibutuhkan
    2. Seorang manajer mengatakan bahwa internet dan computer memudahkan orang untuk berkomunikasi melintasi kultur . apakah anda setuju tentang itu jelaskan
    3. Jelaskan bagaimana anda menyiapkan kompetensi yang dapat menopang anda sebagai manajer yang efektif.
    4. Bayangkan anda berada pada satu , jelaskan kompetensi apa saja yang paling anda butuhkan
    5. Bagaimana latar belakang seseorang dapat mempengaruhi kompetensi seseorang dalam mencapai tujuan.
    Jawab :
    1. Pada satu masa tertentu saya ingin menjadi pimpinan pada satu organisasi . Kompetensi yang dibutuhkan yaitu ;
    a. Kompetensi Komunikasi
    b. Kompetensi Perencanaan dan administrasi
    c. Kompetensi Tim Kerja
    d. Kompetensi pelaksanan strategi
    e. Kompetensi Pengelolaan Diri
    f. Kompetensi Kesadaran Global

    2. Seorang manajer mengatakan bahwa internet dan computer memudahkan orang untuk berkomunikasi melintasi kultur . Hal ini disetujui karena Perkembangan IPTEK terhadap proses informasi adalah diperkayanya sumber belajar dan media informasi . Media komputer dimanfaatkan dalam pembelajaran informaso karena memberikan keuntungan-keuntungan yang tidak dimiliki oleh media pembelajaran lainnya yaitu kemampuan komputer untuk berinteraksi secara individu dengan mahasiswa. Model pembelajaran yang diterapkan dalam pembelajaran berbantuan komputer secara umum dapat diklasifikasikan menjadi empat model, yaitu :tutorial dan simulai

    3. Sebagai manajer yang efektif saya mempersiapkan penopanagan kompetensi melalui :
    a. Identifikasi Kompetensi
    b. Meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan dan pelatihan
    c. Melatih diri dalam membangun kebersamaan dan jaringan kerja
    d. Memahami tehnologi informasi
    e. Membangun budaya kerja

    4. Bayangkan anda berada pada satu Tim , jelaskan kompetensi apa saja yang paling anda butuhkan. Kompetensi yang dibutuhkan pada satu Tim kerja yaitu kemempuan komunikasi, kemampuan pengelolaan diri, kemampuan kerja Tim, kemampuan strategi dalam upaya mencapai tujuan kerjasama meningkatkan rasa kebersamaan kelompok, kerjasama anggota,

    5. latar belakang seseorang dapat mempengaruhi kompetensi seseorang dalam mencapai tujuan. Disebabkan dengan kondisi kematangan pendidikan membuat seseorang memahami identifikasi kompetensinya yang kemudian diasah dengan pengalaman pekerjaan dan jabatan yang diemban dan pembelajaran dari dirinya sendiri akan dapat mempengaruhi kompetensi menjadi lebih efektif.

    Komentar oleh Sukma Bakti | Oktober 7, 2014 | Balas

  95. Salam Hormat Pak Johanes
    Dengan ini saya sampaikan tugas Program Doktor Ekonomi Tentang CSR
    TUGAS TANGGUNG JAWAB SOSIAL (CSR)
    PERUSAHAAN THE BODY SOAP
    NAMA : SUKMA BAKTI
    NIM : P3C114033
    DOSEN : DR. JOHANES SIMATUPANG.SE.MSI

    Pertanyaan
    1. Rumuskan nilai yang didapat pada praktik korporasi dalam melaksanakan tanggung jawab sosial.
    2. Apakah nilai korporasi demikian bersifat permanen
    3. Apakah muncul konflik anatra pemangku kepentingan dalam melaksanakan CSR, jelaskan ?

    Jawab
    1. Isu terkait dengan tanggung jawab sosial / Corporate Social Responsibility) (CSR senantiasa mengalami perubahan sesuai dengan dinamika dan kesadaran tetang kebutuhan bersama. Isu yang terkait utamanya adalah Good Corporate Governance, Sustainable Development, sampai ke Daya Saing. Bilamana isu ini disimak lebih dalam, maka ditemukan bahwa penerapan CSR saling menopang dengan dimensi-dimensi tersebut. Bila dikatikan dengan corporate governance maka penakanan CSR adalah pelibatan stakeholder dalam tatakelola perusahaan. Semantara itu bila dikaitkan dengan isu keberlanjutan, penekanannya adalah bahwa bisnis yang dapat berkelanjutan apabila didukung oleh pemangku kepentingan. Selanjutnya bila dikaitkan dengan konsep daya saing, maka sisi pelaksanaan CSR adalah dalam rangka membangun daya saing bisnis baik di tingkat regional maupun global (Zadek, 2006)
    Corporate Social Responsibility (CSR) dapat dipandang sebagai aset strategis dan kompetitif bagi perusahaan di tengah iklim bisnis yang makin sarat kompetisii. CSR dapat memberi banyak keuntungan yaitu :
    a. Peningkatan profitabilitas bagi perusahaan dan kinerja finansial yang lebih baik. Banyak perusahaan-perusahaan besar yang mengimplementasikan program CSR menunjukan keuntungan yang nyata terhadap peningkatan nilai saham.
    b. Menurunkan risiko benturan dengan komunitas masyarakat sekitar, karena sesungguhnya substansi keberadaan CSR adalah dalam rangka memperkuat keberlanjutan perusahaan itu sendiri disebuah kawasan, dengan jalan membangun kerjasama antar stakeholder yang difasilitasi perusahaan tersebut dengan menyusun program-program pengembangan masyarakat sekitar atau dalam pengertian kemampuan perusahaan untuk dapat beradaptasi dengan lingkungannya, komunitas dan stakeholder yang terkait.
    c. Mampu meningkatkan reputasi perusahaan yang dapat dipandang sebagai social marketing bagi perusahaan tersebut yang juga merupakan bagian dari pembangunan citra perusahaan (corporate image building). Social Marketing akan dapat memberikan manfaat dalam pembentukan brand image suatu perusahaan dalam kaitannya dengan kemampuan perusahaan terhadap komitmen yang tinggi terhadap lingkungan selain memiliki produk yang berkualitas tinggi. Hal ini tentu saja akan memberikan dampak positif terhadap volume unit produksi yang terserap pasar yang akhirnya akan mendatangkan keuntungan yang besar terhadap peningkatan laba perusahaan. Kegiatan CSR yang diarahkan memperbaiki konteks korporat inilah yang memungkinkan alignment antara manfaat sosial dan bisnis yang muaranya untuk meraih keuntungan materi dan sosial dalam jangka panjang. CSR dapat dimulai dengan komitmen awal dari pimpinan perusahaan, kemudian dilaksanakan analisa kondisi eksternal dan pengaruhnya terhadap bisnis, mengkaji ulang struktur internal, strategi dan rencana tindak yang berkaitan dengan program…

    sejak hampir empat dekade lalu (alm) Anita Roddick memosisikan The Body Shop sebagai produk ramah lingkungan. Bagi Roddick, kecantikan sejati bersumber dari kepercayaan diri, yang berarti manusia harus realistis dengan tubuhnya dan bangga akan tubuhnya sendiri.
    produk The Body Shop berbahan natural yang dikemas dengan bahan plastik bersahaja. sebagai produk ramah lingkungan dengan kampanye againts animal testing, dan kepedulian mereka terhadap isu-isu sosial kemasyarakatan. melalui kegiatan-kegiatan sponsorship yang sesuai dengan core values yaitu kesadaran dan kepedulian terhadap isu-isu sosial dan lingkungan hidup global.

    Dalam skala merek, ada tiga gerakan yang diusung oleh The Body Shop ; look good, feel good dan do good. Look good dan feel good mengacu kepada kebutuhan perempuan untuk tampil baik, sementara do good merupakan ajakan perusahaan untuk berpartisipasi pada aktifitas perubahan, khususnya di ranah sosial. “Inilah yang kemudian menjadi diferensiasi The Body Shop,” Tercatat ada 15 komunitas yang bekerja sama dan mendapat dukungan dari TBS Indonesia. program customer loyalty. Tahun 2013 lalu misalnya, berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp 988.943.697 melalui program “Kisses for Causes” yang merupakan penyisihan 100% dari penjualan produk Dragon Fruit Lip Butter. telah didonasikan kepada tiga organisasi non-profit yang menjadi mitra kerjasama Yaitu Yayasan Prakarsa Hijau yang bergerak di bidang penyelamatan lingkungan, Borneo Orangutan Survival (BOS) yang bergerak di bidang konservasi orangutan, dan KAKAK Foundation yang bergerak di bidang perlindungan anak.serta kekerasan dalam rumah tangga .
    Donasi customer melalui 109 kasir gerai The Body Shop di seluruh Indonesia berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp1,2 milyar. Dana tersebut telah disalurkan kepada tiga organisasi, yakni Dompet Dhuafa dalam program Ramadan dalam menyediakan air bersih, , dan Sokola Rimba lewat bidang pendidikan. Total donasi yang diserahkan selama 2013 mencapai lebih dari Rp 2,1 milyar. tahun ini The Body Shop mengumpulkan 100% keuntungan dari penjualan produk Dragon Fruit Lip Butter yang akan disalurkan kepada komunitas NOL Sampah, ProFauna, dan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Wonosobo.
    2. Nilai korporasi diatas bersipat permanen yang ditunjukkan dengan konsistensi The Body Shop karena sejalan dan merupakan budaya perusahaan Sementara untuk dedikasi di Indonesia, The Bodyshop sudah mempelopori kampanye ‘againts animal testing’. Dalam keseharian operasional mereka pun mereka sudah membatasi penggunaan AC dan cahaya lampu listrik.
    Hingga saat ini value the Body shop seperti Green Campaign terutama tentang bahaya Global Warming, seiring juga dengan Stop Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan Bantu kaum Perempuan yang terkena HIV-AIDS sudah dikampanyekan di Indonesia. Untuk kampenye Green Campaign sendiri bahkan kantor The Bodyshop Bintaro sempat memenangkan Juara Pertama Green Office 2009 serta mampu menularkan semangat untuk peduli dengan lingkungan ini kepada warga masyarakat di sekitar Bintaro.
    Bisa dilihat dari contoh The Body Shop, perusahaan bisa menjadikan program CSR sebagai “kendaraan” untuk merangkul pelanggan di masa depan. Tinggal bagaimana cerdik dalam memilih programnya. Karena, secara sederhana, CSR akan sangat powerfull untuk membangun pasar masa depan, Membangun citra sekarang, dan memanen hasilnya kemudian. Karena itu, kita hanya bisa berharap bahwa perusahaan di Indonesia tidak hanya menjadikan green program ataupun program lainnya nya berhenti pada program CSR belaka Corporate Social Responsibility (CSR) dapat dipandang sebagai aset strategis dan kompetitif bagi perusahaan .
    3. Kemunculan konflik anatra pemangku kepentingan dalam melaksanakan CSR, tidak terjadi karena balutan “Kunci membina komunikasi yang baik dengan komunitas adalah hubungan tulus yang membuat kita bisa dekat seperti teman, namun tidak membuat mereka tergantung,” “Komunitas menjadi channel kami untuk mengomunikasikan pentingnya menjalankan bisnis yang memberi pengaruh positif untuk kehidupan. Dengan demikian, setiap orang yang terlibat dengan The Body Shop secara tidak langsung aktif menjadi agent of change, baik karyawan, komunitas, hingga konsumen,

    Konsep The Body Shop mengimplikasikan bahwa perusahaan harus lebih mengutamakan kepentingan stakeholder (semua pihak yang terlibat dan terkena dampak dari kegiatan yang dilakukan perusahaan) daripada kepentingan shareholder (pemegang saham). Dengan konsep 3P secara riil.
    a. People menekankan pentingnya praktik bisnis suatu perusahaan yang mendukung kepentingan tenaga kerja. Lebih spesifik konsep ini melindungi kepentingan tenaga kerja dengan menentang adanya eksplorasi yang mempekerjakan anak di bawah umur, pembayaran upah yang wajar, lingkungan kerja yang aman dan jam kerja yang dapat ditoleransi. Bukan hanya itu, konsep ini juga meminta perusahaan memperhatikan kesehatan dan pendidikan bagi tenaga kerja.
    b. Planet berarti mengelola dengan baik penggunaan energi terutama atas sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Mengurangi hasil limbah produksi dan mengolah kembali menjadi limbah yang aman bagi lingkungan, mengurangi emisi CO2 ataupun pemakaian energi, merupakan praktik yang banyak dilakukan oleh perusahaan yang telah menerapkan konsep ini. The Body Shop, dalam Values Report 2005, mencantumkan salah satu target inisiatif Protect Our Planet untuk tahun 2006 dengan mengurangi hingga 5% emisi CO2 dari listrik yang digunakan di gerainya. Starbucks memiliki program Coffee and Farmer Equity (CAFE) untuk memperoleh dan mengolah kopi dengan memperhatikan dampak ekonomi, sosial dan lingkungan. Starbucks mendefinisikan sustainability sebagai model yang layak secara ekonomis untuk menjawab kebutuhan sosial dan lingkungan dari semua partisipan dalam rantai pasokan dari petani sampai konsumen.
    c. Profit di sini lebih dari sekadar keuntungan. Profit di sini berarti menciptakan fair trade dan ethical trade dalam berbisnis. The Body Shop selalu mengaplikasikan fair trade – bukan mencari harga termurah – dalam mencari bahan bakunya.

    TUGAS
    MATERI TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN
    CORPORATE SOCIAL RESPONSSIBILITY (CSR)

    NAMA : BAMBANG SUDARISMAN
    NIM : P3C114031
    DOSEN : DR. JOHANES SIMATUPANG. SE. MSI

    Soal :
    1. Rumuskan nilai yang didapat pada praktik korporasi dalam melaksanakan tanggung jawab sosial.

    Jawab

    Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial Perusahaan merupakan komitmen setiapPerusahaan untuk membangun kualitas kehidupan yang lebih baik bersama dengan para pihak yang terkait, utamanya masyarakat di sekelilingnya dan lingkungan sosial dimana perusahaan tersebut berada, yang dilakukan secara terpadu, dan dengan kegiatan usaha yang dilaksanakan secaraberkelanjutan. Pemerintahpun mengatur secara khususmengenai CSR, diantaranya melalui UU No.40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dimana disebutkan bahwa Perseroan Terbatas yang menjalankan usaha dibidang dan/atau bersangkutan dengan sumber daya alam wajib menjalankantanggung jawab sosial dan lingkungan pasal (Pasal 74 ayat 1). Pentingnya CSR telah menjadi kecenderungan global, seiring dengan semakin maraknya kepedulian masyarakat terhadap produk-produk yang ramah lingkungan, serta kaidahkaidah sosial maupun prinsip dasar hak asasi manusia (HAM).
    Disinilah, PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) berkomitmen untuk turut serta mewujudkan dan mensukseskan terselenggaranya program Pemerintah dalam mendorong kegiatan serta pertumbuhan ekonomi kerakyatan, sekaligus terciptanya pemerataan pembangunan melalui perluasan kesempatan kerja dan pemberdayaan masyarakat. Adapun langkah guna merealisasikan komitmen ini, PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) pun menggiatkan peran aktifnya dengan berusaha mendorong serta menciptakan kesempatan berusaha melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan, yang pendanaannya dialokasikan dari penyisihan laba Perusahaan. PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) menyadari sepenuhnya bahwa dengan teciptanya iklim yang sehat dan mendorong kondisi saling menunjang serta menguntungkan antara swasta dan Badan Usaha Milik Negara, dapat memberikan manfaat positif bagi masyarakat yang ada di wilayah usaha BUMN.
    Kegiatan yang dilakukan secara rinci :
    a. Upaya mitigasi emisi karbon (CO2)
    b. Efisiensi penggunaan energi perkantoran
    c. Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (“B3”) Terkait dengan konsep Kantor Tanpa Kertas, pengelolaan sampah dilakukan bersama Dinas Kebersihan setempat. Pengawasan rutin diterapkan guna menekan jumlah sampah yang tercecer.
    d. Sejuta Pohon untuk Indonesia (One Billion Indonesia Trees – “OBIT”) Sebagaimana tertuang dalam komitmen Manajemen pada tanggal 23 Desember 2011 yang lalu, yang menyatakan bahwa Telkom sebagai BUMN mendukung penuh Program OBIT sebagai bentuk komitmen Pemerintah dalam menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 26% pada tahun 2020
    e. Program kemitraan dan Pemberdayaan ekonomi Masyarakat Berbagai kegiatan yang dijalankan dalam program kemitraan ditujukan untuk memicu pertumbuhan dan perkembangan potensi ekonomi masyarakat. Adapun sasaran dari pelaksanaanprogram ini adalah kegiatan-kegiatan ekonomi masyarakat,baik yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan bisnis utama Telkom.
    f. Indigo Fellowship 2011 Pada tanggal 12 Juni 2011, Telkom meluncurkan Indigo Fellowship 2011. Program ini merupakan bentuk inisiatif Kami dalam mendorong tumbuhnya industri kreatif, khususnya di bidang konten digital melalui wadah Indigo. Indigo Fellowship 2011 juga diharapkan mendorong tumbuhnya wirausaha digital (digitalpreneur) baru dalam bisnis industri kreatif digital. Tema yang diusung Indigo Fellowship 2011adalah: Digital Creativepreneur for Nation Competitiveness
    g. Pembangunan sarana dan Prasarana untuk masyarakat Program ini dijalankan melalui partisipasi aktif pembangunan sarana dan prasarana maupun program sosial kemasyarakatan lain. Tujuan pelaksanaan program adalah membangun hubungan harmonis dengan masyarakat, sekaligus memberi kontribusi nyata untuklingkungan masyarakat yang sejahtera.berupa sarana pendidikan dan layanan umum serta internet sehat dan aman (insani), Posko Telkom Peduli dan Telkom Group 2011 Kepedulian kepada para pemudik lebaran , Bantuan Pembangunan Sarana Umum sarana ibadah, Kebudayaan dan Peradaban, bantuan bencana alam, kesehatan dan lingkungan
    Secara singkat CSR dapat diartikan sebagai tanggung jawab sosial perusahaan yang bersifat sukarela. CSR adalah konsep yang mendorong organisasi untuk memiliki tanggung jawab sosial secara seimbang kepada pelanggan, karyawan, masyarakat, lingkungan, dan seluruh stakeholder. Sedangkan program charity dan community development merupakan bagian dari pelaksanaan CSR.

    Dalam praktiknya, memang charity dan community development dikenal lebih dahulu terkait interaksi perusahaan dengan lingkungan sekitarnya. Serta, kebutuhan perusahaan untuk lebih dapat diterima masyarakat. Sementara itu, lebih jauh CSR dapat dimaknai sebagai komitmen dalam menjalankan bisnis dengan memperhatikan aspek sosial, norma-norma dan etika yang berlaku, bukan saja pada lingkungan sekitar, tapi juga pada lingkup internal dan eksternal yang lebih luas. Tidak hanya itu, CSR dalam jangka panjang memiliki kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatnya kesejahteraan. Adapun pertimbangan utama dalam menerapkan CSR adalah manfaat, baik yang berwujud nyata (tangible) dan tidak nyata (intangible). Oleh karena itu manfaat yang diharapkan senantiasa harus mendapat dipantau dan dievaluasi.
    CSR tidak dapat dilihat dari perspektif laba rugi semata. Ekuitas merek yang terbentuk dari pelaksanaan CSR secara benar adalah engine penghasil revenue.
    Menurut saya, cara yang tepat adalah temukan diferensiasi dalam melakukan aktivitas CSR. Lakukan dengan konsisten dan libatkan seluruh elemen dalam perusahaan, dimulai dari mentalitas dan perilaku pimpinan. Dengan begitu, maka aktivitas CSR akan berkontribusi terhadap pembentukan ekuitas dan reputasi perusahaan. Selanjutnya, akan mendatangkan revenue dan profit jangka panjang
    Pelaksanaan kegiatan CSR yang baik secara otomatis akan mendapatkan corporate image (citra perusahaan) yang baik pula. Sudah saatnya perusahaan meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat sekitar sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap publik, sehingga perusahaan dapat mempertahankan sustainable company.

    Soal :
    2. Apakah nilai korporasi demikian bersifat permanen

    Jawab :

    Hal ini perlu diingatkan karena dalam paradigma bisnis modern bahwa hubungan pelanggan dan perusahaan adalah aset yang harus dikelola manajer. sebagai bagian daripada strategi. Apa yang dikemukakan oleh Mehaan dengan model 3C-SR harus menjadi awal internalisasi yaitu membangun komitmen. Sementara itu membangun komitmen haruslah dimulai dengan adanya pemahaman yang mendalam oleh pihak manajemen terhadap CSR. Untuk itu harus diakui bahwa manfaat CSR sebagai bagian daripada intangible aset tidaklah instan, akan tetapi perlahan-lahan pada jangka panjang.
    Wibisono (2007) menjelaskan manfaat CSR: 1) mempertahankan dan mendongkrak brand image perusahaan, 2) mem-peroleh license to operate, 3) mereduksi risiko bisnis perusahaan, 4) melebarkan akses sumberdaya, 5) membentangkan akses menuju market, 6) mereduksi biaya, 7) memperbaiki hubungan dengan pemangku kepentingan, 8) memperbaiki hubungan dengan regulator, 9) meningkatkan semangat produktivitas, dan 10) peluang mendapatkan penghargaan.
    Berkenaan dengan itu CSR harus menjadi budaya perusahaan yang bersifat permanen
    Dari sisi marketing, CSR bisa menjadi bagian dari brand differentiation yang mengandung unsur integritas, nilai etika, bahkan inovasi. unsur kredibilitas, peduli lingkungan, dan spiritualitas sudah masuk pada faktor penting, di samping faktor-faktor lainnya. Unsur-unsur tersebut di antaranya terbentuk dalam suatu brand karena adanya CSR. Keadilan dan fairness tentunya harus dijalankan sedari awal sebagai wujud tanggung jawab sosial di internal perusahaan dan kewajiban terhadap negara. akan membawa dampak yang sangat positif bagi pembentukan citra sekaligus kultur perusahaa Pelaksanaan CSR secara konsisten oleh perusahaan akan mampu menciptakan iklim investasi (penanaman modal). Anggapan yang mengatakan bahwa CSR akan menghambat iklim investasi patut ditolak. Ada kewajiban bagi setiap penanam modal yang datang ke Indonesia wajib mentaati aturan atau hukum yang berlaku di Indonesia, apapun bentuknya. Indonesia masih menjanjikan bagi investor dalam maupun asing. Sumber daya alam masih merupakan daya tarik tersendiri dibandingkan negara-negara sesama ASEAN dalam posisi Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM). Kondisi tersebut dapat terwujud apabila diimbangi dengan manfaat dari kesiapan peningkatan mutu infrastrukturt, manusia, pengetahuan

    Soal :

    3. Apakah muncul konflik anatra pemangku kepentingan dalam melaksanakan CSR, jelaskan ?

    Jawab :
    Bila dikaitkan dengan teori tanggung jawab sosial dengan aktivitas perusahaan, maka dapat dikatakan bahwa tanggung jawab sosial lebih menekankan pada kepedulian perusahaan terhadap kepentingan stakeholders dalam arti luas dari pada kepedulian perusahaan terhadap kepentingan perusahaan belaka. Dengan demikian konsep tanggung jawab sosial lebih menekankan pada tanggung jawab perusahaan atas tindakan dan kegiatan usahanya yang berdampak pada orang-orang tertentu, masyarakat dan lingkungan di mana perusahaan- perusahaan melakukan aktivitas yang dikemas sedemikian rupa, sehingga tidak berdampak negatif pada pihak-pihak tertentu dalam masyarakat.
    Sedangkan secara positif hal ini mengandung makna bahwa perusahaan harus menjalankan kegiatannya sedemikian rupa, sehingga dapat mewujudkan masyarakat yang lebih baik dan sejahtera.
    Masing-masing pemangku kepentingan ini mempunyai harapan yang berbeda terhadap perusahaan. Oleh karena itu, program dan kegiatan harus didasarkan kepada identifikasi pemangku kepentingan secara seksama. Tanggung jawab bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah kondisi yang penting bagi perusahaan yang harus dipenuhi untuk mempertahankan hubungan positif dengan para stakeholder-nya. CSR telah menjadi sebuah alat penting untuk membangun kepercayaan dengan konstituen perusahaan
    Bila dikatikan dengan corporate governance maka penakanan CSR adalah pelibatan stakeholder dalam tatakelola perusahaan. Semantara itu bila dikaitkan dengan isu keberlanjutan, penekanannya adalah bahwa bisnis yang dapat berkelanjutan apabila didukung oleh pemangku kepentingan.
    Dalam hubungannya dengan tanggung jawab sosial, prinsip sederhana yang mendasari perkembangannya adanya satu pengakuan prinsip mutualisme, dimana antara perusahaan dan masyarakat harus hidup berdampingan dan saling memberikan manfaat bersama. Hal ini kemudian diakui oleh bisnis bahwa hanya dengan masyarakat – yang dikenal juga dengan sebutan stakeholder yang kuat – maka bisnis dapat berkembang dengan baik.
    Dengan demikian, keberadaan perusahaan akan menjadi sangat bermanfaat, sehingga dapat menjalankan misinya untuk meraih optimalisasi profit, sekaligus dapat menjalankan misi sosialnya untuk kepentingan masyarakat. Pengaturan mengenai tanggung jawab penanam modal diperlukan untuk mendorong iklim persaingan usaha yang sehat, memperbesar tanggung jawab lingkungan dan pemenuhan hak dan kewajiban serta upaya mendorong ketaatan penanam modal terhadap peraturan perundang-undangan.

    Komentar oleh sukmabakti61 | November 19, 2014 | Balas

  96. salam Hormat Pak Johanes
    TUGAS
    TANGGUNG JAWAB SOSIAL / CORPORAT SOSIAL RESPONSSIBILITY (CSR)

    Nama : Daryati
    Dosen : Johanes Simatupang

    Pertanyaan
    1. Rumuskan nilai yang didapat pada praktik korporasi dalam melaksanakan tanggung jawab sosial.
    2. Apakah nilai korporasi demikian bersifat permanen
    3. Apakah muncul konflik anatra pemangku kepentingan dalam melaksanakan CSR, jelaskan ?

    Jawab
    1. Rumuskan nilai yang didapat pada praktik korporasi dalam melaksanakan tanggung jawab sosial.
    Pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan yang dikenal dengan istilah corporate social responsibility (CSR) telah berkembang di negara maju serta negara berkembang termasuk Indonesia. Saat ini konsep CSR telah diterima secara luas baik oleh perusahaan skala besar maupun perusahaan skala kecil.Sebagai konsep yang relatif baru, CSR masih menimbulkan perdebatan dikalangan pebisnis maupun akademisi. Kelompok yang menolak mengajuan argumen bahwa perusahaan adalah organisasi pencari laba dan bukan organisasi sosial. Perusahaan telah membayar pajak pada negara maka tanggung jawab untukmeningkatkan kesejahteraan masyarakat telah diambil alih oleh pemerintah. Kelompok yang mendukung menyatakan bahwa masyarakat tidak dapatdipisahkan dari individu yang terlibat didalamnya, yakni pemilik, karyawan, stakeholder-nya maka perusahaan harus memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap masyarakat (Satrio, 2002).
    Konsep CSR ingin mewujudkan interaksi antara perusahaan dengan stakeholder melalui pembinaan hubungan yang harmonis sehigga keberadaan perusahaan dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat sekitar. Di Indonesia, kegiatan CSR dinyatakan dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas (PT) No. 40 Tahun 2007 yang disahkan DPR. Pada pasal 74 ayat 1 disebutkan bahwa PT yang menjalankan usaha di bidang yang bersangkutan dengan sumber daya alam wajib menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan.
    Penerapan CSR di perusahaan akan menciptakan iklim saling percaya di dalamnya, yang akan menaikkan motivasi dan komitmen karyawan. Pihak konsumen, investor, pemasok, dan stakeholders yang lain juga telah terbukti lebih mendukung perusahaan yang dinilai bertanggung jawab sosial, sehingga meningkatkan peluang pasar dan keunggulan kompetitifnya. Dengan segala kelebihan itu, perusahaan yang menerapkan CSR akan menunjukkan kinerja yang lebih baik serta keuntungan dan pertumbuhan yang meningkat. Saat ini belum tersedia formula yang dapat memperlihatkan hubungan praktik CSR terhadap keuntungan perusahaan sehingga banyak kalangan dunia usaha yang bersikap skeptis dan menganggap CSR tidak memberi dampak atas prestasi usaha, karena mereka memandang bahwa CSR hanya merupakankomponen biaya yang mengurangi keuntungan. Praktek CSR akan berdampak positif jika dipandang sebagai pihak konsumen, investor, pemasok, dan stakeholders yang lain juga telah terbukti lebih mendukung perusahaan yang dinilai bertanggung jawab sosial. Karena dengan melakukan praktek CSR yang berkelanjutan, perusahaan akan mendapat tempat di hati dan ijin operasional dari masyarakat, bahkan mampu memberikan kontribusi bagi pembangunanberkelanjutan.
    PT. Wirakarya Sakti (PT. WKS) sebagai perusahaan terbesar yangnmengelola hutan tanaman di Propinsi Jambi menerapkan tanggung jawab sosial terhadap masyarakat di sekitar perusahaan atau dikenal dengan istilah CSR yang merupakan salah satu social license dengan harapan dapat mewujudkan keharmonisan hubungan yang terjalin dengan masyarakat di sekitar perusahaan.Dalam rangka menghadapi persaingan global, komitmen terhadap kelestarian fungsi produksi, kelestarian fungsi lingkungan dan fungsi sosial menjadi bagian yang tidak terpisahkan untuk menuju Pengelolaan Hutan Tanaman Lestari (PHTL) atau Sustainable Forest Management dimana perusahaan itu berada, seperti melakukan suatu kegiatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar dan menjaga lingkungan, memberikan beasiswa untuk anak tidak mampu di daerah tersebut, dana untuk pemeliharaan fasilitas umum, sumbangan untuk membangun desa/fasilitas masyarakat yang bersifat sosial dan berguna untuk masyarakat banyak, khususnya masyarakat yang berada di sekitar perusahaan tersebut berada
    Manfaat csr bagi masyarakat
    a. Meningkatknya kesejahteraan masyarakat sekitar dan kelestarian lingkungan.
    b. Adanya beasiswa untuk anak tidak mampu di daerah tersebut
    c. Meningkatnya pemeliharaan fasilitas umum.
    d. Adanya pembangunan desa/fasilitas masyarakat yang bersifat sosial dan berguna untuk masyarakat banyak khususnya masyarakat yang berada di sekitar perusahaan tersebut berada.

    Manfaat Csr Bagi Perusahaan
    a. Meningkatkan citra perusahaan.
    b. Mengembangkan kerja sama dengan perusahaan lain.
    c. Memperkuat brand merk perusahaan dimata masyarakat
    d. Membedakan perusahan tersebut dengan para pesaingnya.
    e. Memberikan inovasi bagi perusahaan

    2. Apakah nilai korporasi demikian bersifat permanen
    CSR berhubungan erat dengan “pembangunan berkelanjutan”, di mana ada argumentasi bahwa suatu perusahaan dalam melaksanakan aktivitasnya harus mendasarkan keputusannya tidak semata berdasarkan faktor keuangan, misalnya keuntungan atau deviden melainkan juga harus berdasarkan konsekuensi sosial dan lingkungan untuk saat ini maupun untuk jangka panjang.
    Pengertian CSR sangat beragam. Intinya, CSR adalah operasi bisnis yang berkomitmen tidak hanya untuk meningkatkan keuntungan perusahaan secara finansial, tetapi untuk pembangunan sosial-ekonomi kawasan secara holistik, melembaga, dan berkelanjutan. community development lebih bernuansa pemberdayaan. Beberapa investor dan perusahaam manajemen investasi telah mulai memperhatikan kebijakan CSR dari Surat perusahaan dalam membuat keputusan investasi mereka, sebuah praktek yang dikenal sebagai “Investasi bertanggung jawab sosial” (socially responsible investing).
    Komitmen tersebut tercermin dalam Visi dan Misi perusahaan Visinya adalah menjadi “Perusahaan yang Sehat, Aman dan Ramah Lingkungan untuk mendukungbisnis yang berkelanjutan”. Sedangkan Misi adalah memastikan bahwa semua tindakan yang dilakukan oleh insan-insan perusahaan proses- proses, dan produk-produknya menunjukkan budaya manajemen risiko dititikberatkan pada pengembangan sumber daya manusia, perbaikan infrastruktur terkait dengan kesehatan kerja
    3. Apakah muncul konflik anatra pemangku kepentingan dalam melaksanakan CSR, jelaskan
    PT. Wirakarya Sakti sebagai pemegang Ijin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu di Hutan Tanaman (IUPHHK-HTI) telah mengelola program CSR dengan baik. Bentuk-bentuk penerapan program CSR di perusahaan ini terbagi kedalam 3 kelompok kegiatan yaitu dukungan finansial yang bersifat charity, proyek fisik, dan usaha produktif. 2. Persepsi masyarakat jika dilihat dari aspek ekonomi

    Bagi perusahaan yang bergerak dalam usaha pengelolaan sumber daya alam salah satunya perusahaan yang memiliki hak pengolahan hutan, sering menuai dampak penolakan terutama dari masyarakat sekitar dan para pemerhatilingkungan. Kesadaran tentang pentingnya mengimplementasikan CSR inimenjadi trend global seiring dengan semakin maraknya kepedulian masyarakatglobal terhadap produk-produk yang ramah lingkungan dan diproduksi denganmemperhatikan kaidah-kaidah sosial dan prinsip-prinsip hak azasi manusia(HAM).
    Pada perusahaan kehutanan, CSR merupakan asas perencanaanimplementasi dan evaluasi kegiatan Community Development. Hal ini mengacukepada implementasi dari kriteria sosial seperti yang tercantum dalam SKMenteri Kehutanan No. 177/Kpts-II/2003 mengenai PHTL.Penerapan CSR di perusahaan akan menciptakan iklim saling percaya didalamnya, yang akan menaikkan motivasi dan komitmen karyawan. Pihak konsumen, investor, pemasok, dan stakeholders yang lain juga telah terbukti lebih mendukung perusahaan yang dinilai bertanggung jawab sosial, sehingga meningkatkan peluang pasar dan keunggulan kompetitifnya. Dengan segalakelebihan itu, perusahaan yang menerapkan CSR akan menunjukkan kinerja yanglebih baik serta keuntungan dan pertumbuhan yang meningkat.

    Komentar oleh sukmabakti61 | November 20, 2014 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: