Johannessimatupang’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

MEP Pemasaran Pagi dan Sore September 2014


Halaman ini diperuntukkan untuk peserta Metode Penelitian Pemasaran kelas pagi dan sore.  Semua  powerpoin  pada halaman ini harus diunduh oleh peserta dan dan dikumpul pada  map dg warna yg sudah ditentukan.  Map fungsinya untuk memberkas  semua bahan kuliah dan tugas yg telah disampaikan kepada mahasiswa.

SUKSES UNTUK SEMUA

Rangkuman Penulisan Skripsi
Bab-1 Pengantar Riset Bisnis
Bab-2 Berfikir saintifik dalam persoalan bisnis.ppt [Compatibility Mode]
Bab-3 Proses Penelitian.ppt [Compatibility Mode]
Bab-4 Penyusunan Proposal Penelitian.ppt [Compatibility Mode]
Bab-5 Etika dalam Penetlian.ppt [Compatibility Mode]
Bab-6 Rancangan Penelitian.ppt [Compatibility Mode]

Rancangan Sampling Samling Oktober 2013

September 11, 2014 - Posted by | Uncategorized

67 Komentar »

  1. terimakasih pak telah mengapload bahan ajar MEP pemasaran

    Komentar oleh reza ramzanjani | September 11, 2014 | Balas

  2. Apa tidak ada materi baru untuk di download pak? Kelas MEP malam. Terimakasih

    Komentar oleh RIZWANDI | September 22, 2014 | Balas

  3. Nama : Ahmad dairobi saputra
    Nim : C1B012013
    Judul : Analisis faktor yang mempengaruhi prilaku konsumen dalam memilih menggunakan jasa vulkanisir BAN (TRUCK)
    latar belakang : di era modern ini, banyak bermunculan Merk merk BAN untuk mobil Truck dengan bermacam macam varian,merk dan harga. seiring dengan itu banyak juga bermunculan jasa yg dtawarkan produsen lokal untuk melakukan vulkanisir pada ban mobil truck.

    Idenya bagus, tapi buatkan latar belakang secara ringkas. Berapa perusahaan yang menghasilkan ban vulkanisir, siapa saja yang potensil membeli. Terlebih ini berkaitan dg pasar produsen, bukan pasar konsumen.

    Komentar oleh Ahmad dairobi | Oktober 16, 2014 | Balas

    • Baik pak, terima kasih atas saran nya pak.
      oh iya pak judul saya ini. analisis faktor yang mempengaruhi prilaku konsumen dalam memilih menggunakan jasa vulkanisin BAN (TRUCK) ( khusus daerah Jambi)

      Komentar oleh ahmad dairobi saputra | Oktober 20, 2014 | Balas

  4. NAMA : BINTANG PUSPA SARI
    NIM : ERC1B012004

    RESPON KONSUMEN TERHADAP BAURAN PEMASARAN JASA PADA HOTEL ABADI JAMBI

    1.1 Latar Belakang Masalah

    Hotel adalah suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa yaitu jasa penginapan dan menyediakan fasilitas-fasilitas lainnya dalam hotel, bagi orang-orang yang menggunakan jasa dan pihak hotel mendapatkan imbalan sebagai ganti rugi dari jasa tersebut.
    Hotel abadi tidak hanya menyediakan fasilitas kamar untuk tidur beserta kamar mandi dan fasilitas pelayanan seperti penyediaan makanan dan minuman tetapi juga menyewakan ruangan yang digunakan untuk tempat pesta pernikahan, seminar ataupun pesta-pesta yang diselenggarakan oleh pihak hotel, hal ini bertujuan untuk memberikan kepuasaan pada konsumen. Pengembangan kualitas layanan sangat didorong oleh kondisi persaingan antara perusahaan dan kemajuan teknologi terhadap perekonomian dan sejarah masyarakat. Kemajuan teknologi telah memberikan inovasi dan pengembangan yang terus menerus. Pada saat yang sama pemasaran sekarang dihadapkan pada kondisi masyarakat yang semakin makmur, sehingga menurut pada tawaran –tawaran yang lebih berkualitas. Para pelaku bisnis dipaksa teus meningkatkan pelayananya, jika tidak konsumen akan kabur kepesaing lain.
    Konsumen merupakan bagian yang sangat penting dalam sebuah sistem pemasaran. Keberhasilan pemasaran suatu perusahaan sangat ditentukan oleh konsumen. Perusahaan yang sangat memahami konsumen sehingga mampu mengendalikan konsumen merupakan awal kesuksesan bagi masa depan perusahaan. Penguasaan terhadap konsumen baik secara fisik maupun mental menjadi salah satu kunci bagi perkembangan perusahaan dalam jangka panjang.
    Konsumen merupakan sebuah pijakan yang menjadi dasar dalam menentukan langkah pemikiran pengembangan perusahaan. Perusahaan senantiasa melihat konsumen sebagai fokus pengambilan kebijakan manajemen perusahaan. Hidup dan mati perusahaan ditentukan oleh tindakan konsumen yang loyalitas terhadap produk yang dihasilkan suatu perusahan.
    Jika konsumen loyal terhadap produk yang ditawarkan maka perusahaan akan dapat bertahan. Sebaliknya jika konsumen lari atau meninggalkan produk yang ditawarkan perusahaan akan mengalami ancaman dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya. Dengan kata lain perkembangan suatu perusahaan ditentukan oleh respon konsumen terhadap produk yang ditawarkan. Hal tersebut juga diperlukan pada perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa.
    Pemasaran merupakan pokok yang dilakukan oleh pengusaha yang usahanya untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya untuk berkembang dan mendapatkan laba. Demikian juga halnya dengan hotel abadi untuk mencapai perkembangan yang lebih baik, banyak faktor yang saling berkaitan dan menunjang keberhasilan perusahaan salah satunya adalah pemasaran jasa.
    Konsep pemasaran jasa pada hakekatnya sama dengan pemasaran produk. Pemasar jasa pada hakekatnya sama dengan pemasaran produk. Pemasar memilih dan menganalisa pasar sasarannya, kemudian program pemasaran dibangun disekitar bagian-bagian dari bauran pemasaran tertentu.
    Dalam kaitannya dengan manajemen pemasaran yang berorientasi pada konsumen ada satu hal yang harus dikuasai oleh manajer perusahaan yaitu memahami faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam memberi jasa. Kemudian perusahaan dapat mengembangkan produk jasa, menentukan harga, promosi, dan mendistribusikan produknya secara lebih baik agar kebutuhan konsumen dapat terpenuhi sacra memuaskan.
    Pada perusahaan jasa yang bergerak dalam bidang usaha perhotelan juga perlu untuk merumuskan kebutuhan dan keinginan konsumen. Karena jika dilihat dari sudut konsumen, pada dasarnya konsumen selalu ingin mendapatkan kepuasaan dan terpenuhi semua kebutuhannya. Sebelum melakukan pembelian atau mempergunakan jasa konsumen akan melakukan pertimbangan atas jasa yang ditawarkan.
    Perusahaan menjadikan tolak ukur informasi yang didapat langsuung dari konsumen dalam penyusunan kombinasi kebijaksanaan perusahaan seperti penentuan harga, promosi , tempat, proses, dan bukti fisik, agar dapat mengetahui seberapa jauh respon konsumen, dimana dengan semua informasi tersebut perusahaan dapat menarik konsumen yang besar .

    1.2 RUMUSAN MASALAH

    Hotel abadi yang saat ini sebagai salah satu hotel yang sedang berkembang mengalami persaingan yang sangat ketat karena banyaknya industri perhotelan di kota jambi saat ini. Sehingga untuk menghadapi persaingan ini hotel abadi berusaha meningkatkan pelayanannya.
    Untuk itu perlu adanya telah yang mendalam guna mengetahui respon konsumen terhadap bauran pemasaran jasa yaitu harga, promosi, lokasi, pelayanan (merupoakan perwujudan dari produk), fasilitas (merupakan pereujudan dari bukti fisik), orang dan proses pada hotel abadi. Informasi dari konsumen dapat digunakan sebagai masukan dalam mengevaluasi segala kekurangan, sehingga pada akhirnya pihak manajemen dapat berusaha untuk meningkatkan kualitas layanannya.
    Berdasarkan uraian tersebut, maka pokok permasalahannya adalah bagaimanakah respon konsumen terhadap bauran pemasaran jasa pada hotel abadi ?

    Kalau langsung ke Bauran Pemasaran Jasa, judul seperti ini dikenal dengan judul GENERIK tidak menunjukkan adanya satu tantangan, karena yang baru hampir tidak ada. Tapi kalau diamati satu bauran saja, mungkin itu lebih menarik. Kita diskusikan lagi di kelas.

    Komentar oleh Bintang Puspa Sari | Oktober 17, 2014 | Balas

  5. Nama : Fathinul Abdul Aziz
    NIM : C1B012035

    Judul : Analisis pengaruh peringatan gambar penyakit pada rokok terhadap minat beli para perokok aktif

    Idenya bagus, tapi pendekatan seperti ni menggunakan pendekatan Health Marketing. Coba tulis latar belakangnya setidaknya 1 halaman.

    Komentar oleh Fathinul Abdul Aziz | Oktober 17, 2014 | Balas

    • PENDAHULUAN

      1.1 LATAR BELAKANG
      Sangat ironis memang bahwa manusia sangat memperhatikan keseimbangan alam akibat proses pembakaran bahan bakar oleh industri yang mengeluarkan polusi, tetapi dilain pihak orang-orang dengan sengaja mengalirkan gas produksi pembakaran rokok ke paru-paru mereka.
      Kebiasaan merokok telah menjadi budaya diberbagai bangsa di belahan dunia. Mayoritas perokok diseluruh dunia ini, 47 persen adalah populasi pria sedangkan 12 persen adalah populasi wanita dengan berbagai kategori umur. Latar belakang merokok beraneka ragam, di kalangan remaja dan dewasa pria adalah faktor gengsi dan agar disebut jagoan, malahan ada salah satu pepatah menarik yang digunakan sebagai pembenar atas kebiasaan merokok yaitu `ada ayam jago diatas genteng, ngga merokok ngga ganteng`. Sedangkan kalangan orang tua, stres dan karena ketagihan adalah faktor penyebab keinginan untuk merokok.
      Berbagai alasan dan faktor penyebab untuk merokok diatas biasanya tak akan kalah seandainya beradu argumen dengan pakar yang ahli tentang potensi berbahaya merokok, atas apa ditimbulkan dari kebiasaan merokok baik bagi dirinya sendiri, orang lain dan lingkungan, namun di sini para ahli tentang potensi bahaya merokok mengeluarkan ide baru untuk memperingati para perokok aktif akan bahaya merokok , yaitu dengan menempelkan gambar penyakit pada rokok , dimana gambar itu menunjukan penyakit apa saja yang di timbulkan bag perokok aktif maupun pasif.
      1.2 Rumusan Masalah
      1. Apakah pengaruh peringatan gambar penyakit pada rokok mempengaruhi daya beli para perokok aktif ?
      2. Bagaimana persentase pembelian rokok sebelum di pasang gambar penyakit dan sesudah di pasang gambarpenyakit yang akan di tanyakan pada penjual ?

      Komentar oleh Fathinul Abdul Aziz | Oktober 23, 2014 | Balas

  6. NAMA : TRI AGUSTINI
    NIM : RRC1B0313006
    JUDUL : Analisis Tingkat Kepuasan Konsumen Terhadap Kualitas Pelayanan Pada Karaoke Keluarga Happy Puppy Jambi

    PENDAHULUAN
    1.1 Latar Belakang Masalah
    Semakin hari persaingan dalam dunia bisnis kian ketat terutama di bidang jasa, hal ini dapat terlihat dari segi kemunculan usaha yang bergerak di bidang jasa. Bersama dengan hal tersebut banyak perusahaan jasa khususnya jasa karaoke keluarga yang sudah banyak bermunculan di Kota Jambi. Sehingga membuat persaingan semakin lebih ketat. Terkadang banyak perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa kurang memperhatikan kepuasan pelanggannya. Perusaahn yang bergerak dalam bidang jasa harus mengutamakan nilai kepuasan pelanggan terhadap jasa yang telah diberikan. Kepuasan pelanggan sangat berpengaruh terhadap kemajuan perusahaan itu sendiri. Karena apabila ada satu pelanggan yang merasa tidak terpuaskan maka dapat berpengaruh pada calon pelanggan lainnya,oleh karena itu perusahaan yang bergerak dibidang jasa khususnya jasa karaoke keluarga harus lebih mementingkan pelayanan yang baik,baik dari segi kenyamanan maupun faisilitas-fasilitas yang diberikan oleh perusahaan karaoke keluarga itu sendiri yang dapat membuat pelanggan merasa sangat tepuaskan

    Strategi kepuasan konsumen menyebabkan para pesaing harus berusaha keras dan melakukan biaya yang tinggi dalam usaha merebut konsumen suatu perusahaan. Dampak kepuasan konsumen terhadap loyalitas konsumen dan pembelian ulang berbeda-beda setiap perusahaan. Karena konsumen puas belum berarti mereka puas, akan tetapi konsumen yang puas akan cenderung menjadi konsumen yang loyal. Kepuasan konsumen dipengaruhi dua variabel utama, yaitu Expectations dan Perceived Performance, bila Perceived Performance melebihiExpectations, maka konsumen mendapatkan kepuasan, akhirnya akan menciptakan loyalitas konsumen (Tjiptono, 2000 : 41).
    Ada beberapa faktor yang dapat dipertimbangkan oleh konsumen dalam menilai suatu pelayanan yang diberikan oleh perusahaan. Menurut Zeithaml, Berry dan Parasuraman (1985) dikutip dalam Tjiptono (2000 : 27-28) berhasil mengidentifikasi lima dimensi kualitas jasa, yaitu :
    1. Bukti langsung (tangibles)
    Adalah fasilitas fisik, perlengkapan dan peralatan, penampilan pegawai, dan sarana komunikasi.
    2. Kehandalan (reliability)
    Adalah suatu kemampuan memberikan pelayanan yang dijanjikan dengan segera dan memuaskan.
    3. Daya tanggap (responsiveness)
    Adalah respon atau kesigapan dalam membantu konsumen dan memberikan pelayanan yang cepat dan tanggap.
    4. Jaminan (assurance)
    Adalah suatu kemampuan untuk melaksanakan tugas secara spontan yang dapat menjamin kinerja yang baik sehingga menambahkan kepercayaan konsumen.
    5. Perhatian (emphaty)
    Adalah perhatian secara individual yang diberikan perusahaan kepada konsumen.
    Hal yang perlu diperhatikan dalam memberikan pelayanan adalah mendengar suara konsumen, hal ini berarti perusahaan harus melakukan interaksi dengan konsumen dengan maksud untuk memperoleh umpan balik (feed back) berapa tanggapan konsumen tentang sarana dan prasarana yang berhubungan dengan pelayanan yang diberikan sebagai kontrol dan ukuran keberhasilan.
    Adapun cara untuk mendapatkan umpan balik disini diantaranya dapat dilakukan dengan penerapan sistem keluhan dan saran atau dengan survei loyalitas pembelian maka keluhan atau ketidakpuasan konsumen tersebut dapat segera diambil dan ditentukan solusi yang terbaik oleh perusahaan.
    Dengan semakin meningkatnya akan kebutuhan masyarakat akan hiburan, memberikan peluang bagi usaha karaoke keluarga Happy Puppy. Dengan semakin meningkatnya usaha tersebut, maka peneliti sangat tertarik untuk mempelajari atau menganalisis tentang “Analisis Tingkat Kepuasan Konsumen Terhadap Kualitas Pelayanan Pada Karaoke Keluarga Happy Puppy Jambi.”

    1.2 Perumusan Masalah
    Happy puppy karaoke keluarga merupakan usaha yang bergerak dalam bidang jasa, maka kepuasan pelanggan akan berpengaruh dan dapat menetukan perkembangan perusahaan ini di masa yang akan datang. Dengan adanya permasalahan tersebut maka rumusan masalah yang dapat diangkat yaitu, apakah pelanggan merasa puas dengan pelayanan di Happy Puppy Karaoke Keluarga Jambi ?

    Judul ini sudah banyak, tapi temukan sesuatu yang unik dari objek penelitian menjadi objek yang beda dengan penelitian yang terdahulu. Silahkan mulai ditulis proposal, disiapkan di word, bukan di blog.

    Komentar oleh TRI AGUSTINI | Oktober 18, 2014 | Balas

    • terima kasih pak masukkannya,akan saya perbaiki lagi

      Komentar oleh TRI AGUSTINI | November 4, 2014 | Balas

  7. Nama : Tiara Nopita Angraina
    Nim : ERC1B012008

    Analisis daya tarik restoran Zenbu dalam menarik pelanggan

    Latar belakang masalah
    Perkembangan restoran dewasa ini telah diwarnai dengan berbagai macam persaingan di segala bidang. Hal ini membuat para pelaku usaha berpikir lebih keras agar mampu memenangkan persaingan dan mempertahankan usahanya. Dalam mempertahankan kelangsungan usahanya, perusahaan haruslah mempunyai strategi pemasaran yang tepat dengan menciptakan produk-produk yang sesuai dengan harapan konsumen serta pelayanan yang memuaskan.

    Setiap restoran mempunyai cara tersendiri dalam upaya meningkatkan pelanggan dan memberi kepuasaan terhadap konsumen. Salah satunya yaitu restoran Zenbu, yang menciptakan konsep restoran jepang yang sudah banyak membuka cabang, salah satunya berada di Jambi. Konsep restoran dengan menyajikan makanan Jepang menjadikan salah satu daya tarik tersendiri bagi pelanggan yang ingin mencoba dan penggemar masakan Jepang.

    Berhasil atau tidaknya cara ini tergantung dari penerapan strategi bauran pemasaran yang akan berpengaruh pada kelangsungan bisnis usaha tersebut, maka strategi bauran pemasaran yang tepat sangat diperlukan dalam berbisnis. Di dalam konsep bauran pemasaran (Marketing Mix) terdapat empat variabel yaitu produk, price (haraga), promotion (promosi), dan place (tempat). Keempat variabel tersebut mempunyai pengaruh yang besar dalam menarik minat konsumen untuk membeli. Dalam hal ini dapat dilihat dari mulai banyaknya restoran yang tidak hanya menjual kelezatan produk makanan dan minumannya saja, tetapi juga tempat yang indah dan nyaman serta faktor-faktor pendukung lainnya.

    Rumusan Masalah
    Berdasarkan latar belakang, ada beberapa hal yang menjadi perumusan masalah dari penelitian ini, diantaranya:
    1. Berapa banyak pesaing yang menawarkan produk yang sama?
    2. Seberapa besar pengaruh menu dengan daya tarik konsumen ?
    3. Apakah faktor harga mempunyai pengaruh terhadap daya tarik konsumen?
    4. Seberapa besar pengaruh faktor tempat terhadap daya tarik konsumen?
    5. Seberapa besar pengaruh faktor promosi terhadap daya tarik konsumen?

    Apa yang menarik dari objek penelitian ini harus diungkapkan sehingga tergambar fokus yang berbeda dengan penelitian terdahulu.

    Komentar oleh Tiara Nopita Angraina | Oktober 18, 2014 | Balas

  8. Nama : Rahmat Aditio
    NIM : C1B012072
    Kelas : MEP Pemasaran Pagi
    Judul : ANALISIS PENGARUH ADVERTISING PRODUK MEREK DOWNY TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN ULANG KONSUMEN (STUDI KASUS PADA IBU RUMAH TANGGA KELURAHAN BUDIMAN KOTA JAMBI)

    LATAR BELAKANG :
    Sandang atau biasa disebut pakaian merupakan salah satu kebutuhan primer yang harus dipenuhi sebelum kebutuhan-kebutuhan lainnya. Dalam suatu keluarga, ibu berperan penting dalam menjaga kebersihan pakaian anggota keluarganya.
    Pakaian yang dicuci tidak cukup hanya sekedar bersih saja, namun bagi seorang ibu rumah tangga pakaian yang dicuci juga harus wangi dan juga lembut sehingga anggota keluarga yang memakai pakaian tersebut merasa nyaman saat mengenakannya kembali. Hal ini lah yang membuat seorang ibu rumah tangga harus cerdas dalam memilih pewangi dan pelembut pakaian untuk keluarganya.
    Informasi mengenai pewangi dan pelembut pakaian yang dibutuhkan ibu rumah tangga dapat diperoleh melaui periklanan yang dibuat oleh suatu perusahaan produk pewangi dan pelembut pakaian seperti merek Downy, baik melalui media cetak maupun media elektronik.
    Iklan yang dibuat oleh perusahaan produk merek Downy dikemas kreatif untuk menyampaikan kualitas produk sehingga mampu menarik minat masyarakat untuk membeli produk tersebut. Ketertarikan masyarakat terhadap produk tersebut biasanya dipengaruhi oleh iklan produk yang menimbulkan harapan tertentu bagi calon konsumennya.
    Akan tetapi, tidak setiap keputusan pembelian pertama akan menentukan pembelian berikutnya. Hal ini disebabkan adanya suatu gap antara harapan konsumen yang timbul akibat pengaruh iklan yang dibuat oleh perusahaan dengan manfaat yang diterima oleh konsumen setelah mencoba menggunakan produk tersebut. Dengan demikian, dalam proses pengambilan keputusan pembelian suatu produk, keputusan pembelian ulang akan ditentukan setelah konsumen menggunakan produk, apakah akan membeli kembali atau tidak.
    Dari uraian diatas maka saya tertarik untuk meneliti bagaimana proses periklanan suatu produk pewangi dan pelembut pakaian merek Downy mampu mempengaruhi keputusan pembelian ibu rumah tangga serta mengukur seberapa besar pengaruh suatu gap antara harapan konsumen yang timbul akibat pengaruh iklan yang dibuat oleh perusahaan dengan manfaat yang diterima oleh konsumen setelah mencoba menggunakan produk pelembut dan pewangi pakaian terhadap keputusan pembelian ulang produk tersebut.

    RUMUSAN MASALAH :
    1. Bagaimana advertising produk merek Downy mempengaruhi keputusan pembelian ibu rumah tangga ?
    2. Bagaimana pengaruh gap antara harapan konsumen dengan maanfaat yang diterima terhadap keputusan pembelian ulang produk merek Downy ?

    Downi sebagai proudk memiliki keunikan apa, sebagai perikalanan apa pula yang berbeda? Kasusnya jangan di kelurahan, setidaknya kecamatan.

    Komentar oleh Rahmat Aditio | Oktober 18, 2014 | Balas

    • berdasarkan beberapa artikel yang saya baca pak, disana disebutkan bahwa downy sudah mulai menujukkan kekuatannya sebagai penantang pasar produk pewangi dan pelembut pakaian yang saat ini masih didominasi oleh molto. hanya dengan waktu 3 tahun downy mampu mencapai 30 % market share pada pasar produk sejenis.hal tersebutlah yg membuat saya tertarik untuk menjadikan merek ini sbg objek penelitian pak. dalam iklan produknya kini sudah menampilkan kesan mewah, sehingga mampu menarik masyarakat berpendapatan menengah kebawah untuk dapat merasakan kesan mewah juga pada pakaian yg dikenakan tanpa biaya mahal. terima kasih pak atas tanggapan dan masukannya.

      Komentar oleh Rahmat Aditio | Oktober 29, 2014 | Balas

  9. NAMA: RIZWANDI
    NIM: RRC1B0313002
    TUGAS METODOLOGI PENELITIAN KELAS SORE

    1.1 Latar Belakang
    Berbicara tentang perekonomian baru sudah merupakan mode sekarang ini.Kita mendengar bahwa pelaku bisnis beroperasi dalam perekonomian global, yakni segala sesuatu bergerak dalam hitungan detik.Pasar yang diwarnai oleh persaingan yang luar biasa hebat dan teknologi yang perkembangannya susah ditebak telah menantang setiap pelaku bisnis,dan dunia bisnis harus menyesuaikan diri dengan konsumen yang lebih mampu dalam memegang peran.
    Perekonomian yang lama tampak lebih sederhana.Perekonomian tersebut didasarkan pada Revolusi Industri dan pada pengelolaan pabrik.Para pengusaha pabrik menerapkan prinsip dan praktek tertentu demi keberhasilan operasi pabrik mereka.Mereka membuat produk yang standar untuk menurunkan biaya produksi dan hanya mementingkan penjualan yang maksimal tanpa memperdulikan apakah produk yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen.
    Sebaliknya,pada perekonomian modern kegiatan produksi selalu didasarkan kepada kebutuhan dan keinginan.Sehingga produk yang dihasilkan benar-benar memenuhi ekspektasi dari konsumen.Pada perekonomian modern produsen juga berlomba-lomba mengumpulkan informasi dari konsumen untuk mengetahui kebutuhan dan keinginan konsumen tersebut atas suatu produk.Hal inilah yang menjadi perbedaan antara perekonomian lama yang berbasis pada penjualan dengan perekonomian modern yang berbasis Pemasaran.
    Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain (Philip Kotler, 2004:13).
    Pada umumnya orang memandang kegiatan pemasaran adalah kegiatan yang berhubungan memperkenalkan dan menyerahkan barang atau jasa kepada konsumen ataupun perusahaan lain.Bahkan tidak jarang masyarakat umum berpendapat bahwa pemasaran sama dengan penjualan/sales.Akan tetapi itu adalah pandangan yang terlalu sempit tentang tugas yang dilakukan para pemasar. Padahal kegiatan pemasaran mencakup hal yang lebih luas seperti mengumpulkan informasi dari pelanggan,menentukan bauran pemasaran,dan lain-lain.
    Seorang pemasar harus memahami kebutuhan,keinginan,dan permintaan pasar sasaran.Kebutuhan adalah tuntutan dasar manusia seperti makanan,udara, air pakaian,tempat berlindung,pendidikan,rekreasi,dan hiburan demi bertahan hidup (Philip kotler,2004:13).Keinginan juga tuntutan manusia,akan tetapi sifatnya tidak benar-benar pokok dan dipengaruhi lingkungan sekitar dalam pembentukannya (Philip Kotler,2004:13).Permintaan adalah keinginan konsumen akan produk tertentu yang didukung oleh kemampuan konsumen untuk membeli produk tersebut (Philip Kotler,2004:13).Oleh karena itu setiap perusahaan harus mengukur bukan saja berapa banyak orang yang menginginkan suatu produk,melainkan juga mengukur berapa banyak konsumen yang benar-benar mampu membeli produk tersebut.
    Oleh karena itu, telah kita ketahui bahwa pemasar bukanlah pihak yang menciptakan kebutuhan atau pemasar membuat konsumen membeli produk yang tidak mereka butuhkan dan mereka inginkan.Seorang pemasar tidak pernah menciptakan kebutuhan,kebutuhan telah muncul lama sebelum munculnya pemasar.Para pemasar dengan sejumlah faktor masyarakat lain bisa mempengaruhi keinginan konsumen.Para pemasar dapat mempromosikan gagasan bahwa produknya akan memuaskan kebutuhan konsumen.Akan tetapi,mereka tidak menciptakan kebutuhan.
    PT. Perkebunan Nusantara VI adalah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengelola hasil perkebunan seperti: kelapa sawit,karet,teh,dan lain-lain.Adapun areal lahan perkebunan yang dikelola seluas 45.870,10 hektar.PTP Nusantara VI Jambi dibentuk berdasarkan PP No.11 tahun 1996 tanggal 14 februari 1996 untuk regional Jambi dan Sumatera Barat.
    Selain penanaman komoditi milik sendiri, PTP Nusantara VI Jambi juga membantu masyarakat dalam mengelola areal perkebunan plasma sebagai bentuk kemitraan dengan masyarakat disekitar lingkungan.
    Hasil produksi dari PTP Nusantara VI Jambi berupa komoditas ekspor seperti teh,kelapa sawit dan karet.Selain hasil produksi berupa barang setengah jadi,PTP Nusantara VI Jambi juga mempunyai produk jadi seperti teh ‘Kajoe Aro’.Adapun pasar sasaran PTP Nusantara VI Jambi adalah pasar komoditas ekspor Eropa, Amerika, Afrika Selatan, dan Amerika Latin.
    Salah satu produk unggulan PTP Nusantara VI Jambi adalah teh “Kajoe Aro”.Teh ini ditanam didua lahan, yakni: Lereng gunung Kerinci, perkebunan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi dan di Danau Kembar, Gunung Talang Kabuapaten Solok Provinsi Sumatera Barat.
    Luas perkebunan teh Kayu Aro di lereng Gunung Kerinci mencapai 3.020 hektare. Itu merupakan salah satu hamparan perkebunan teh terluas di dunia. Kebun ini terletak di ketinggian 1.400 meter di atas permukaan laut (mdpl), hingga 1.600 mdpl. Kebun ini salah satu perkebunan teh tua di Indonesia, yang dibangun pada zaman kolonial Belanda.
    Awalnya kawasan ini hanya  hutan biasa. Perusahaan Belanda Namblodse Venotchaat Handle Vereiging Amsterdam (NVHVA) kemudian mengubahnya menjadi perkebunan teh pada 1925 hingga 1928. Pembukaan hutan Kerinci sebagai kebun penanaman teh dilakukan dengan mempekerjakan ratusan kuli kontrak asal Jawa. Proses penanaman teh dimulai pada 1929, sedangkan pabrik teh berdiri tahun 1932. Dari tangan kolonial, pengelolaan perkebunan teh Kayu Aro beralih ke PT Perkebunan Nusantara VI. Hingga kini kebun teh serta pabrik tua peninggalan Belanda masih beroperasi.
    Mungkin tidak banyak orang kenal teh Kayu Aro yang ditanam di dataran tinggi lereng Gunung Kerinci, Jambi. Padahal, kayu aro merupakan teh terbaik Indonesia. Bahkan, di zaman kolonial, teh Kayu Aro menjadi minuman Ratu Inggris Elizabeth II dan Ratu Belanda Wilhemina.
    Jika penikmat teh ditanya apa teh terbaik di dunia, jawabanya mungkin beragam dengan menyebut merek terkenal seperti Ty.phoo dari Inggris yang berharga 1,8 Poundsterling/250gr.Bila jawaban mereka dikerucutkan lagi maka muncul nama Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.Mereka akan mendaulat teh Kayu Aro yang terbaik di dunia.Namun jangan berharap bisa mendapatkan teh yang menjadi langganan keluarga bangsawan Eropa itu di Indonesia, termasuk di Jambi. Teh kualitas terbaik atau Grade 1 hanya dijual di Eropa, sementara yang dijual di Indonesia hanya produk campuran Grade I, II, III.
    Alasan mengapa produk grade I tidak dipasarkan di Indonesia adalah karena banyak persepsi keliru tentang cita rasa teh.Kebanyakan masyarakat menilai bahwa teh yang enak adalah teh yang wangi dan beraroma khas seperti aroma melati,vanila,dan lain-lain.Sebaliknya,teh “Kajoe Aro” grade I mempunyai cita rasa yang khas seperti terasa kental di lidah saat diminum dan meninggalkan rasa sedikit kelat setelah diminum.Itulah cita rasa teh yang sebenarnya yang disukai kalangan bangsawan Eropa.Selain itu,kebiasaan minum teh di Indonesia masih rendah dan lebih dominan minum kopi.
    Sekarang ini banyak kita temukan teh-teh kemasan dengan berbagai keunggulan tersendiri.Kebanyakan teh yang beredar dipasaran dimiliki oleh produsen swasta,sehingga kegiatan pemasarannya lebih maksimal dan dapat lebih dikenal oleh konsumen.
    Sebaliknya, PTP Nusantara VI Jambi adalah Badan Usaha Milik Negara oleh karena itu kegiatan pemasarannya tidak dapat semaksimal produsen swasta.Hal ini dikarenakan telah ada Undang-Undang yang mengatur bahwa Badan Usaha Milik Negara tidak boleh menguasai pasar atas suatu produk atau memonopoli suatu produk.Seperti contoh, kegiatan promosi teh “Kajoe Aro” tidak semaksimal promosi teh milik produsen swasta.Akibatnya, konsumen memiliki keterbatasan informasi terhadap teh “Kajoe Aro” sehingga produk ini kurang diminati konsumen dan tidak dapat bersaing maksimal dengan produk teh lain di pasaran.
    Hal ini menjadi sangat ironi karena teh “Kajoe Aro” yang sangat terkenal di luar Indonesia justru kurang diminati di pasaran dalam negeri.Karena konsumen pantas mendapatkan produk yang benar-benar berkualitas.
    Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka judul dari laporan ini adalah “Kegiatan Pemasaran teh Kajoe Aro PT. Perkebunan Nusantara VI Jambi”.

    1.2 Masalah Pokok Laporan
    Dari uraian latar belakang di atas,maka yang menjadi masalah pokok laporan adalah:
    1. Bagaimana Kegiatan Pemasaran teh Kajoe Aro PTP Nusantara VI Jambi ?

    2. Apa permasalahan yang dihadapi PTP Nusantara VI Jambi dalam kegiatan pemasaran teh Kajoe Aro ?

    Jelaskan dulu masalah yang dialami dalam pemasarannya, penelitian jangan lakukan untuk masalah yang dihadapi. Kecuali untuk penelitian dasar yang tidak menjadi cakupan kuliah kita.

    (Ini laporan magang saya dari D III Universitas Jambi pak. Mohon kritik dan saran bapak apakah laporan ini bisa dilanjutkan untuk skripsi)

    Komentar oleh RIZWANDI | Oktober 19, 2014 | Balas

  10. NAMA : MUHAMMAD IQBAL
    NIM : ERC1B011123

    Judul : Pengaruh perilaku Konsumen dan Kepuasan Pelanggan Terhadap Jasa Pertunjukan Live Music di Kafe Bangi Kopi Tiam
    A. Latar Belakang
    Musik memang tidak bisa lepas dari kehidupan semua orang di dunia ini. Berkaitan satu sama lain dan menjadi penyeimbang diri. Tak terlepas dari itu, di zaman modern sekarang ini pengaplikasian music bisa dimana saja dan kapan saja termasuk di dalam sebuah kafe.
    Selain sebagai tempat untuk bersantai dan berkumpul untuk sekedar makan dan minum, sekarang ini kafe mulai mencoba terobosan-terobosan unik untuk memikat para konsumen untuk lebih betah dan terlihat nyaman di dalam kafe. Salah satunya dengan memakai unsur music.
    Adanya live music di dalam sebuah kafe membuat suasana menjadi berbeda dan unik. Di Jambi salah satunya terdapat kafe yang menggunakan jasa pertunjukan live music yaitu, Bangi Kopi Tiam. Tak terlepas untuk makan dan minum, disana juga menjadi sarana berkumpulnya para komunitas music untuk saling berbagi ilmu tentang musik.
    Dengan adanya live music, saya berpendapat bahwa jasa ini bisa membantu dalam penerapan strategi promosi dan penjualan serta peningkatan jumlah konsumen untuk kafe Bangi Kopi Tiam.

    B. Rumusan Masalah
    – Berdasarkan latar belakang maslah yang telah dijelaskan diatas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
    1. Adakah kritikan atau komentar buruk terhadap pertunjukan live music tersebut?
    2. Kapan saja waktu penampilan live music disana? Apakah ada perbedaan jumlah konsumen pada saat waktu tampil dengan waktu biasa?
    3. Apakah dengan penampilan live music tersebut dapat membuat minat atau jumlah pelanggan bertambah?

    Komentar oleh Muhammad Iqbal | Oktober 19, 2014 | Balas

  11. TUGAS METODOLOGI PENELITIAN KELAS SORE
    NAMA : RAHANDHANI SETYO PRATIWI
    NIM : ERC1B012029

    1.1 Latar Belakang
    Dengan masuknya era globalisasi, seseorang dituntut untuk dapat mencurahkan segala potensi yang ada untuk mendukung program pembangunan di segala bidang.Seiring dengan kemajuan jaman yang saat ini persaingan bisnis membuat perusahaan berlomba-lomba menguasai pasar. Konsumen memiliki kebebasan yang luas untuk mendapatkan produk yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan mereka. Namun, bukan hanya kualitas produk yang dinilai oleh konsumen, pemasar juga harus memikirkan hal-hal yang sensitif yang dapat mempengaruhi daya tarik dan loyalitas konsumen seperti inovasi produk, sistem pelayanan yang didukung oleh kualitas pelayanan mengenai etika dan tata krama pegawai dan fasilitas yang memadai.
    Seperti perdagangan di bidang kuliner saat ini, para pemasar harus memiliki keunggulan agar dapat mempertahankan pasar dan memenangkan persaingan. Toko Roti Christine yang berada di Jl. Mr. Asaat no.40 memiliki cita rasa yang lezat, selain itu harganya juga terjangkau. Untuk menjangkau konsumen yang berada jauh dari outlet Christine, mereka menyediakan mobil khusus untuk memasarkan produknya hingga ke kabupaten yang masih dapat dijangkau dengan jarak tempuh 1-2 jam.
    1.2 Perumusan masalah
    1. Bagaimana cara Toko Roti Christine memberikan kualitas pelayanannya terhadap pelanggan?
    2. Bagaimanakah indeks kepuasan konsumen terhadap produk Christine?
    3. Bagaimana stategi yang diterapkan oleh Toko Roti Christine agar dapat mempertahankan bisnisnya ditengah menjamurnya bakery yang sejenis?

    Komentar oleh rahandhani setyo pratiwi | Oktober 19, 2014 | Balas

  12. Nama: Nabilla Tri Andarasari
    NIM: RRC1B0313003

    ANALISIS TINGKAT SENSITIVITAS KONSUMEN TERHADAP KENAIKAN HARGA LPG TABUNG 12KG DI KOTA JAMBI

    1.1 Latar Belakang Masalah

    Perkenalan LPG dimulai oleh PERTAMINA pada tahun 1968. Tujuan Pertamina memasarkan LPG adalah untuk meningkatkan pemanfaatan hasil produksi minyak bumi. Jadi LPG merupakan produk sampingan dari pemrosesan minyak bumi. Nama elpiji sendiri merupakan peng-Indonesia-an ucapan dari LPG atau LIQUEFIED PETROLIUM GAS. Oleh Pertamina, LPG dijadikan sebagai merk dagang sampai saat ini. Kelebihan elpiji ini adalah daya pemanasannya lebih tinggi dibandingkan minyak tanah atau kayu bakar sehingga memasak lebih cepat matang dan tentunya lebih hemat waktu. Selain itu elpiji juga lebih ramah lingkungan serta bagi penggunanya elpiji menjamin kondisi dapur tetap bersih.
    Perkembangan penggunaan elpiji untuk kegiatan rumah tangga mulai menanjak naik sejak digulirkannya program konversi minyak tanah ke bahan bakar gas pada tahun 2007 yang lalu. Program yang dilaksanakan oleh Pemerintah (Kementerian Negara Koperasi dan UKM serta Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan) beserta PT Pertamina dilaksanakan dengan cara pembagian paket program konversi minyak tanah ke LPG 3 Kg yang terdiri dari tabung LPG 3Kg beserta isinya, kompor gas satu mata tungku, katup tabung LPG, selang karet kompor gas dan regulator tekanan rendah diberikan secara gratis kepada masyarakat yang memenuhi persyaratan.

    Namun seiring banyaknya masyarakat yang berpindah dari minyak tanah ke LPG, ternyata Pertamina malah merugi karena harga LPG yang dijual oleh Pertamina ke masyarakat lebih rendah dari harga yang seharusnya ditetapkan, sehingga Pertamina mengalami kerugian triliunan rupiah. Kerugian yang dialami Pertamina sejak tahun 2009 – 2013 telah mencapai Rp 17 Trilyun. Dengan asumsi yang dipakai dalam RKAP 2014 (CPA 833 USD/Mton, kurs 10.500 Rp/USD) pasca kenaikan harga Rp 1000 /kg di Januari 2014 diperkirakan kerugian 2014 akan mencapai Rp 5.4 Trilyun. Namun apabila harga bahan baku dan kurs lebih besar akan berpotensi rugi lebih besar. Oleh karena itu, mau tidak mau Pertamina harus melakukan penyesuaian harga agar kerugian tersebut tidak semakin membengkak. Hal ini tertuang dalam Undang-Undang (UU) BUMN yang menyatakan bahwa perusahaan BUMN tidak boleh merugi (sumber: ekonomi.kompasiana.com)

    Oleh karena itu Pertamina menaikan harga LPG nonsubsidi 12kg secara berangsur-angsur. Seperti dikutip dari Antara, berdasarkan peta jalan yang sudah disampaikan Pertamina melalui surat tertanggal 15 Januari 2014 ke Menteri ESDM dan Menteri BUMN, kenaikan harga elpiji akan dilakukan secara bertahap hingga mencapai harga keekonomian.

    Per 1 Juli 2014, Pertamina akan menaikkan harga elpiji 12 kg sebesar Rp1.000 per kg menjadi Rp6.944 per kg dengan harga di konsumen Rp106.800 per tabung.

    Kemudian, per 1 Januari 2015 naik Rp1.500 per kg, 1 Juli 2015 naik Rp1.500 per kg, 1 Januari 2016 naik Rp1.500 per kg, dan 1 Juli 2016 naik Rp1.500
    per kg.

    Mulai 1 Juli 2016, harga elpiji diperkirakan mencapai keekonomian sebesar Rp11.944 per kg atau sampai konsumen Rp180.000 per tabung.

    Kenaikan harga LPG nonsubsidi 12kg menimbulkan gejolak di masyarakat, terutama bagi masyarakat dengan ekonomi menengah keatas yang mayoritas pengguna LPG nonsubsidi 12kg ini.

    Berdasarkan uraian diatas maka saya mengangkat “ANALISIS TINGKAT SENSITIVITAS KONSUMEN TERHADAP KENAIKAN HARGA LPG TABUNG 12KG DI KOTA JAMBI” sebagai judul laporan penelitian ini.

    1.2 Rumusan Masalah

    Dari uraian latar belakang di atas,maka yang menjadi masalah pokok laporan adalah:
    1. Seberapa tinggi tingkat sensitivitas masyarakat kelas ekonomi menengah keatas di Kota Jambi terhadap kenaikan harga LPG nonsubsidi 12kg?
    2. Apakah kenaikan harga ini berdampak besar pada tingkat penjualan LPG nonsubsidi 12kg?
    3. Berapa persen jumlah masyarakat ekonomi menengah keatas di kota jambi yang beralih menggunakan LPG bersubsidi 3kg?

    Komentar oleh Nabilla Tri Andarasari | Oktober 19, 2014 | Balas

  13. Nama : Ezzy Zadella
    Nim : ERC1B012018

    Judul
    Dampak karakteristik prilaku konsumen Indonesia terhadap MEA

    Latar belakang
    ASEAN merupakan sebuah organisasi besar yang beranggotakan seluruh Negara di Asia Tenggara yang dimana didalamnya terdapat Negara Indonesia. Negara Indonesia Merupakan Negara yang memiliki banyak sumber daya alam dan sumber daya manusia yang melimpah. Dari berbagai sektor ekonomi yang dimiliki Indonesia itu sendiri perekonomian Indonesia mengalami kenaikan dari tahun ketahun, akan tetapi tidak disetarakan dengan sumber daya manusia yang berlimpah namun tidak dengan pemikiran yang maju searah dengan perkembangan ekonomi Indonesia itu sendiri.
    Dari organisasi besar yang di sebut ASEAN tersebut terciptalah sebuah perencanaan penerapan pasar bebas yang akan dilakukan di seluruh Negara anggota ASEAN tersebut yang disebut MEA (masyarakat Ekonomi asean) yang akan memiliki dampak besar pada bidang perekonomian anggotanya. Dengan adanya MEA maka akan diharapkan timbulnya penyetaraan ekonomi antar anggota Negara, dan kesatuan antar Negara yang bersangkutan sebagai anggota. Dimana kitaketahui sendiri karakteristik Prilaku konsumen Indonesia adalah suatu titik besar dimana Indonesia dapat dikatakan sukses dalam menjalani menghadapi dan menyelesaikan kegiatan MEA itu sendiri. Karakteristik Prilaku konsumen Indonesia inilah yang akan menjadi masalah Indonesia dalam kegiatan MEA yang akan di laksanakan 2015 mendatang.

    Rumusan Masalah
    1. Bagaimana karakteristik konsumen Indonesia
    2. Persiapan apa yang harus dilakukan Indonesia dalam menghadapi MEA
    3. Apa dampak yang di akan diterima Indonesia dengan karakteristik konsumen Indonesia
    4. Apa Tindakan Pemerintah dalam menghadapi MEA.

    Komentar oleh zdellaezzy@rocketmail.com | Oktober 19, 2014 | Balas

  14. NAMA : YOLA AMELIA
    NIM: ERC1B012080
    ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT BELI KONSUMEN PADA IKLAN BB CREAM

    1.1 Latar Belakang
    Seiring dengan kemajuan pesat dalam dunia ilmu pengetahuan dan teknologi, bidang kosmetik juga mengalami perkembangan yang cukup pesat. Apalagi wanita masa kini sangat peduli akan penampilannya. Bahkan tidak diherankan ketika melihat wanita memiliki tas khusus untuk kosmetiknya sendiri. Bahkan untuk perawatan kecantikan pun mereka tidak segan merogoh kocek yang dalam demi memperoleh kecantikan.
    Saat ini sudah banyak kosmetik yang beredar di Indonesia, yang awalnya digunakan oleh wanita Eropa dan Korea namun sudah mulai merambah masuk ke Indonesia. Pelembab, tabir surya, foundation, dan bedak adalah barang wajib yang harus diaplikasikan ke wajah sebelum melangkah keluar rumah. Namun, untuk alasan kepraktisan saat ini banyak produsen mengemas semua manfaat produk menjadi krim sekali oles, BB Cream. Krim ini dapat menghaluskan kulit wajah sekaligus memberikan kelembabpan.
    BB cream dikenal dengan Blemish Balm, Blemish Base, atau Beblesh Balm. BB cream dahulu dipergunakan untuk membantu pasien bedah laser dengan maksud untuk melindungi kulit, menenangkan otot-otot wajah dan dapat memperbaiki kulit yang sangat sensitif dengan memberikan cakupan cahaya disekita bekas luka setelah laser. Namun, BB cream yang ada saat ini sudah diformulasikan berbeda sesuai kebutuhna kecantikan.
    Pada penggunaan yang teratur, manfaat BB cream dapat dirasakan di antaranya yaitu membuat kulit lebih cerah, anti jerawat anti kerut, melembabkan anti radang, penyembuhan muka dan mengecilkan pori-pori kulit serta melindungi kulit ari sinar matahari.

    1.2 Rumusan Masalah
    1. Apakah persepsi produk/pesan berpengaruh pada sikap terhadap merek?
    2. Apakah persepsi terhadap iklan berpengaruh pada sikap terhadap iklan?
    3. Apakah sikap terhadap iklan berpengaruh pada minat beli?

    Komentar oleh YOLA AMELIA | Oktober 20, 2014 | Balas

  15. Nama: Yeli Elfia
    Nim : ERC1B012116
    Judul : Analisi Pengaruh Kualitas Produk, Harga, dan Promosi terhadap keputusan pembelian biospray bionutric.

    1.1 Latar belakang : Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Pemeliharaan kesehatan adalah upaya penaggulangan dan pencegahan gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan, pengobatan dan perawatan. Bio spray adalah jenis nutrusi yang dikomsumsi melalui sempotan di bawah lidah dan diserap langsung melalui pembuluh darah dalam tubuh kita. Perusahaan bio spay mencurahkan kerja kerasnya untuk menganalisis biaya dan harga, jika harga tinggi penjualan akan hilang, jika harga rendah, maka target laba akan tidak akan dicapai. Perusahaan bio spay harus mampu menyakin konsumen akan kualitas produk nya, terutama untuk orang dewasa yang banyak penyakit dalam tubuh mau pun yang diluar. Semakin hari persaingan dalam dunia bisnis kian ketat terutama tentang obat- obatan herbal, hal ini dapat terlihat dari segi kemunculan perusahaan yang bergerak di bidang obat-obatan. Perusahan yang bergerak dalam bidang kesehatan harus mengutamakan kualitas produk, dengan harga yang di tawarkan kepada konsumen. Orang yahudi yang sangat tua bernama metusalah sebelum zaman air bah kemungkinan besar merupakan orang yang memiliki umur sangat panjang dalam sejarah manusia. Metusalah hidup sampai 969 tahun, sebagaimana tersurat dalam Al kitab, perjanjian lama.Tokoh lain yang berasal dari tionghoa bernama li qing yun, dilahirkan pada tahun 1677 dan meninggal tahun 1933 diberutakan hidup sampai berusaha 256 tahun. Beliau adalah contoh yang baik tentang usia panjang.

    1.2 Rumusan masalah:
    Dari latar belakang di atas terdapat dirumuskan masalah yaitu:
    A.Bagaiman pengaruh kualitas produk terhadap harga bio spay
    B.Bagaimana promosi bio spay untuk menarik minat konsuman

    Komentar oleh yeli elfia | Oktober 20, 2014 | Balas

  16. NAMA : MUTIA AMRINA ROSYADA
    NIM : ERC1B012126
    JUDUL: PENGARUH MODEL IKLAN KOSMETIK PIXY TERHADAP KONSUMEN DALAM PEMBELIAN PRODUK PIXY DI KOTA JAMBI

    BAB I
    PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang Masalah
    Televisi sebagai salah satu media komunikasi massa memiliki peran besar
    dalam menyebarkan informasi dan memberikan hiburan ke semua lapisan
    masyarakat. Perkembangan dunia pertelevisian di Indonesia menunjukkan perkembangan yang luar biasa. Perkembangan seperti itu tidak dapat dilepaskan
    dari dukungan berbagai iklan yang telah ditayangkan . Saat ini banyak televisi swasta yang bermunculan, jadi sudah dapat dipastikan juga jumlah iklan yang beredar pun terus meningkat. Media televisi memiliki kekuatan informasi persuasi yang lebih sempurna karena televisi mampu menimbulkan pengaruh yang kuat dengan menekankan pada dua indera sekaligus, yaitu pendengaran dan penglihatan sehingga efek yang ditimbulkan lebih dahsyat baik yang positif maupun negatif.
    Perpaduan antara kata-kata dan gambar mampu ditayangkan di televisi, jadi tepat apabila media televisi dipilih sebagai sarana peyampaian iklan. Informasi mengenai barang atau jasa dapat dengan mudah diketahui secara langsung melalui iklan yang ditayangkan di televisi, terutama produk-produk baru maupun produk yang diandalkan. Sebagaimana pendapat Susan P. Douglas and C. Samuel Craig (2006:5) bahwa “Much advertising is designed to promote and introduce new products from one society into another. Often this results in radical change in life-styles,behavior patterns of a society, stimulating for example the adoption of fast food,casual attire or hygiene and beauty products”.
    Di zaman modern seperti sekarang ini, iklan memang bukan barang baru lagi dalam pertelevisian di Indonesia. Iklan telah beranjak dari posisinya yang hanya “jualan” menjadi bagian dari tontonan. Dengan durasi yang hanya beberapa saat, kini iklan bagaikan sebuah drama pendek dengan berbagai tema romantis, komedi, bahkan horor. Salah satu tayangan yang mendominasi layar kaca adalah iklan-iklan produk kosmetik untuk wanita. Tidak terhitung banyaknya iklan yang mengangkat tema seputar tubuh wanita, mulai dari iklan shampoo, iklan deodorant, hand and body lotion hingga perawatan untuk kulit wajah wanita.
    Tayangan-tayangan iklan yang menarik menjadikan pikiran masyarakat tertuju pada produk yg telah disampaikan. Lalu berapa banyak iklan yang dapat menarik perhatian audiens setelah mengetahui isi pesan dari iklan yang ditayangkan tersebut. Iklan memiliki pengaruh yang sangat luar biasa terhadap audiens. Iklan adalah alat paling jitu untuk memperkenalkan sebuah produk pada konsumen. Yang sebelumnya tidak tertarik serta tidak mengetahui jadi tertarik akibat pengetahuan akan iklan tersebut. Upaya untuk meningkatkan konsumsi secara massal melalui publikasi media massa dalam bentuk iklan. Iklan yang ditayangkan dalam televisi bertujuan untuk mengenalkan suatu produk baru pada masyarakat luas baik produk dalam negeri maupun luar negeri.
    Periklanan banyak dirancang untuk mempromosikan dan memperkenalkan produk-produk baru dari satu masyarakat ke masyarakat yang lain. Seringkali hal ini malah menyebabkan perubahan radikal dalam gaya hidup, pola perilaku masyarakat, merangsang pemikiran seseorang terhadap sesuatu misalnya adopsi makanan cepat saji, pakaian kasual, kesehatan dan bahkan produk kecantikan.
    Jika kita meluangkan waktu mengamati iklan-iklan yang selalu muncul atau
    saat menyelingi acara di televisi, sebagian besar diantaranya hampir dipastikan
    berisi iklan produk perawatan kecantikan untuk wanita. Produsen kosmetika sering menggunakan motif yang terdapat dalam diri wanita untuk mengiklankan
    produknya seperti dikatakan oleh Jalaluddin Rakhmat (1994: 298) bahwa pesan-
    pesan kita dimaksudkan untuk mempengaruhi orang lain maka kita harus
    menyentuh motif yang menggerakkan atau mendorong perilaku komunikate. Oleh
    karena itu, iklan kosmetika (sebuah produk kecantikan perawatan kulit wajah)
    misalnya, iklan pemutih wajah selalu menampilkan model cantik, menarik, dan
    populer sehingga bisa menambah kepercayaan akan produk, yang pada akhirnya
    mampu “memaksa” khalayak sasaran untuk membeli produk yang diiklankan
    tersebut.
    Keberhasilan sebuah iklan produk kecantikan wanita juga tak lepas dari keterlibatan model yang tampil untuk menawarkan produk tersebut. Biasanya suatu produk lebih cepat dikenal jika yang menjadi model iklan adalah figur orang terkenal , seperti seorang model yang berparas cantik, seorang bintang film, penyanyi, artis sinetron dan sebagainya. Tugas seorang model dalam hal ini adalah ia harus bisa mengkomunikasikan produk yang akan ditawarkan agar lebih terasa berbeda dengan produk serupa dan membuat iklan menjadi semenarik mungkin agar menarik minat konsumen terhadap produk yang ditawarkan. Ekspresi model dalam hal ini juga sangat berpengaruh sehingga pesan yang disampaikan oleh pihak pemasar dapat sampai kepada segmen yang dituju.
    Contohnya salah satu produk kecantikan PIXY UV Whitening yang diproduksi untuk memutihkan kulit wajah menjadikan Nabila Syakieb sebagai model di dalam penayangan iklannya di televisi. Pada iklan tersebut diceritakan bahwa kulit wajah Nabil Syakieb jauh lebih putih dan halus setelah memakai produk kecantikan perawatan kulit wajah PIXY UV Whitening. Secara visual, iklan ini sangat menarik sebab tokoh wanita yang digambarkan merupakan representasi wanita cantik. Salah satu teknik para pembuat iklan agar produk yang dipasarkannya bisa laku adalah dengan menjadikan perempuan-perempuan cantik seperti Nabila Syakieb dalam iklan produk kecantikan PIXY UV Whitening sebagai ikon produknya. . Dengan memanfaatkan psikologi kaum perempuan yang selalu menganggap diri dan tubuhnya tidak sempurna maka kesempurnaan tubuh seorang perempuan dalam iklan produk kecantikan dan perawatan kulit wajah dicitrakan dan diidealisasikan sebagai sosok seorang perempuan yang jauh berbeda dengan sebagian besar perempuan. Karena sebagian besar perempuan tidak seperti para model di berbagai iklan perawatan kulit wajah yang ditayangkan di televisi. Mereka (kaum perempuan) akan berlomba-lomba membeli produk perawatan kecantikan tersebut agar dirinya bisa seperti model-model yang dijanjikan dalam sebuah tayangan iklan produk kecantikan wajah di televisi.
    Penggunaan istilah opinion leader juga cukup efektif dalam membangun perasaan yang sama dengan konsumen. Manusia akan cenderung meniru apa yang dilakukan oleh orang yang dianggap lebih darinya. Misalnya dalam hal penggunaan kosmetik, konsumen dalam hal ini wanita akan cenderung meniru tokoh yang diidolakan dalam hal kecantikan seperti artis sinetron atau model yang berwajah cantik. Maka disaat seperti ini seorang pemasar harus jeli dalam menentukan siapa tokoh yang akan dijadikan sebagai modelnya nanti agar bisa mempengaruhi konsumen lebih jauh lagi untuk membeli produk kecantikan yang ditawarkan. Renald Kasali (1995: 79) berpendapat bahwa ada beragam cara untuk mendekati khalayak sasaran agar menarik perhatian mereka, mulai dari menampilkan paras sang model yang cantik dan sensual hingga kata-kata manis dan cerdik dan penuh siasat serta menjanjikan penampilan seperti yang diinginkan oleh kaum wanita. Tiada hari tanpa iklan, begitulah gambaran karena terlalu banyak iklan yang muncul di televisi. Beragam iklan selalu tampil atau pada saat menyelingi rangkaian acara di televisi. Hal tersebut sudah pasti mampu merebut hati pemirsa yang sebelumnya tidak tertarik pada sebuah produk, namun karena iklan yang ditayangkan begitu gencarnya sehingga lama kelamaan tertarik dan ingin mencobanya.

    1.2 Rumusan Masalah
    Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan diatas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
    1. Apakah Model iklan kosmetik pixy mempengaruhi keputusan pembelian konsumen terhadap produk pixy di kota Jambi?
    2. Jika model iklan kosmetik Pixy mempengaruhi keputusan pembelian, Apa pengaruh daya tarik dari model iklan kosmetik Pixy tersebut?
    3. Apakah kredibilitas model iklan kosmetik Pixy juga berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk Pixy di kota Jambi?

    Komentar oleh MUTIA AMRINA ROSYADA | Oktober 20, 2014 | Balas

  17. PROPOSAL
    Nama: Dian Retno Wulan
    Nim: ERC1B012040

    JUDUL: MENGANALISA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
    PERILAKU KONSUMEN DALAM MEMBELI HELM MEREK GV

    BAB I
    PENDAHULUAN

    A.Latar Belakang
    Pada tahun 2003 dimulainya operasi pemusnahan helm yang bukan standar oleh jajaran kepolisian, ada beberapa warga Banjarmasin yang mengeluh/segan dengan penggunaan helm standar. Berbagai alasan mulai dari kepala terasa berat,tidak nyaman,tidak mendengar kalo ada yang memanggil, dan sebagainya.

    Helm yang baik adalah helm yang aman dan nyaman. Biasanya helm semacam ini lulus persyaratan DOT (Departement of Transportation) atau standar transportasi Amerika Serikat. Ada juga standar-standar lain seperti untuk Eropa, Jepang, bahkan Indonesia sendiri. Apapun itu, helm yang aman adalah helm yang terbuat dari lapisan cangkang luar yang membungkus seluruh kepala dan menyisakan cukup ruang untuk melihat kedepan.Orang-orang sering menyebutnya helm full face. Juga cangkangnya harus lumanyan tebal dan anti benturan.

    Helm yang aman mestinya berbanding lurus dengan tingkat kenyamanan meskipun hampir-hampir tidak ada helm yang benar-benar nyaman. Helm haruslah cukup ringan dan memungkinkan anda melihat dengan jelas, baik kala siang dan malam ataupun teruk hujan. Hindari penggunaan jenis kaca mika yang kurang bening yang mengurangi jarak pandang,terutama saat malam. Kaca yang sudah penuh dengan goresan, sebaiknya diganti. Pilihlah yng berkualitas oleh kebeningan dan tidak berefek cembung atau cekung.

    Sekarang ini banyak sekali terdapat merk-merk helm yang ditawarkan kepada konsumen seperti Arai, Shoe, Nolan, dan merk helm GV yang palsu yaitu GM dan sebagainya. Dimana masing-masing merk helm tersebut berusaha untuk membuat produknya lebih unggul dibandingkan dengan merk lain. Maka kegiatan pemasaran yang baik dan tepatlah yang memegang peranan yang penting dalam menunjang kelangsungan usaha dan perkembangan suatu perusahaan. Dengan kata lain, pihak produsen harus mampu merebut hati konsumen akan hasil produksi yang dijual dan berupaya untuk memuaskan kebutuhan konsumennya.

    Dalam memahami prilaku konsumen tentu tidak mudah karena konsumen mempunyai sifat yang berbeda-beda sebagaimana dari kebutuhan manusia yang tidak terbatas disamping dipengaruhi oleh kondisi eksternal dan internal lainnya yang berakibat langsung terhadap prilaku konsumen. Faktor eksternal yang dimaksud meliputi kebudayaan, sub budaya,kelas social,kelompok social, kelompok referensi, dan keluarga. Sedangkan factor internal adalah factor yang ada pada diri konsumen itu sendiri (psikologis) yang meliputi: belajar, kepribadian, dan konsep diri,serta sikap (Stanton,1996:155).

    Oleh sebab itu konsumen harus dapat mengendalikan perubahan perilaku tersebut dengan berusaha mengimbanginya, yakni dengan mempengaruhi konsumen dalam membeli produk yang ditawarkan dan melalui evaluasi berkala demi kelangsungan hidup produsen itu sendiri. Tidak semua merk helm yang mampu diminati oleh sebagian besar konsumen yang ada, tetapi hanya beberapa saja.Salah satunya adalah merk GV yang menjadi pilihan konsumen khususnya mehasisiwa fakultas ekonomi UNLAM Banjarmasin.

    Helm merk GV ini memiliki kualitas yang berstandar internasional yang menggunakan teknologi dari Italia. Berat helm half face idealnya 1 sampai 1,3 kg, sedangkan untuk helm full face bobotnya berkisar 1,3-1,7 kg.

    Helm GV nampaknya sudah menjadi tuntutan para pengendara sepeda motor, khususnya mahasiswa. Sering dikatakan oleh para mahasiswa “Kalau naik motor helmnya harus GV kalo tidak mau di cap tidak gaul”. Melihat keadaan inilah penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai perilaku konsumen yang merupakan salah satu dasar dalam menerapkan strategi pemasaran untuk mencapai tujuan, yaitu memberikan kepuasan kepada konsumen, sehinggan diharapkan dapat membawa kepada peningkatan penjualan yang berakibat lengsung pada peningkatan pasar.

    B.Rumusan Masalah
    Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan, maka dapat diidentifikasi beberapa hal sebagai berikut :
    Banyaknya merk-merk helm sepada motor yang ditawarkan oleh produsen kepada konsumen.
    Helm merupakan salah satu penunjang keselamatan berkendaraan yang sangat penting.
    Pentingnya memahami prilaku konsumen untuk meningkatkan penjualan.
    Helm GV diminati oleh para mahasiswa Fakultas Ekonomi UNLAM.

    Sehingga berdasarkan uraian di atas, maka permasalahannya dapat dirumuskan sebagai berikut :
    1.Apakah faktor-faktor seperti harga, selera, kualitas, harga jual kembali, prestise dan promosi secara simultan mempengaruhi prilaku konsumen dalam membeli helm merk GV?
    2.Dari factor-faktor tersebut, factor manakah yang paling dominan memberikan pengaruh terhadap prilaku konsumen terhadap pembelian helm merk GV?

    Komentar oleh DIAN RETNO WULAN | Oktober 20, 2014 | Balas

  18. JUDUL PROPOSAL : PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP ATRIBUT TUPPERWARE
    NAMA : MUHAMMAD ROSYIDI
    NIM :ERC1B012081
    KELAS MANAJEMEN PEMASARAN SORE

    BAB 1
    PENDAHULUAN
    1.1 LATAR BELAKANG
    Kegiatan pemasaran adalah kegiatan penawaran suatu produk atau jasa sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Kegiatan ini tentu saja tidak terlepas dari keputusan konsumen mengenai salah satu atribut yang dimiliki produk tersebut yaitu harga serta manfaat dari produk itu sendiri . Harga adalah jumlah yang harus diberikan oleh pelanggan terhadap kepemilikan suatu produk atau jasa.
    Perkembangan di sektor dunia usaha tidak menutup kemungkinan menimbulkan persaingan yang semakin ketat di antara perusahaan-perusahaan yang homogen dalam memenangkan pangsa pasar. Untuk itu pengelola perusahaan dituntut agar lebih peka terhadap keinginan konsumen dan pandai-pandai memilih alternatif strategi yang tepat serta mampu memberikan nilai-nilai tambah terhadap produk yang ditawarkan, sehingga perusahaan dapat mengatasi persaingan.Pada persaingan dunia usaha yang ketat ini, selain periklanan, promosi penjualan, sistem Multi Level Marketing juga mempunyai peran yang sangat penting yaitu untuk konsumen akan merasa lebih dekat dengan pemasar atau distributor.
    Pada setiap usaha, baik itu perusahaan yang baru berdiri, yang sedang berkembang maupun yang sudah mapan, kondisi perekonomian yang labil, menjadi faktor penentu bagi perkembangan perusahaan, maka tidak dapat dihindari apa yang dinamakan persaingan dalam mempertahankan dan merebut bagian pasar, setiap perusahaan mempunyai kewajiban untuk menyusun strategi agar perusahaannya mampu bertahan dalam kancah bisnis.Selain salah satu cara ini adalah dilakukannya Multi Level Marketing.
    Perusahaan melakukan pemasaran dengan sistem Multi Level Marketing seperti produk Tupperware (alat-alat rumah tangga) tuppeware Tupperware telah menjadi salah satu perusahaan terkemuka di dunia di bidang wadah plastik untuk penyimpanan maupun penyajian yang berkualitas tinggi dalam usianya yang lebih dari setengah abad. Saat ini Tupperware telah dipasarkan hampir di seratus negara di dunia dan merupakan perusahaan ketiga terbesar di dunia untuk kategori penjualan langsung (Direct Selling). Di Indonesia sendiri, Tupperware mulai dijual sejak tahun 1991. Saat ini Tupperware Indonesia telah memiliki lebih dari 70 distributor resmi yang tersebar di beberapa kota di Indonesia. punya keunggulan tersendiri yaitu Tupperware dibuat dari bahan bermutu tinggi yang diproses secara cermat dengan garansi seumur hidup. Artinya tupperware akan mengganti produk yang rusak atau cacat dalam pemakaian normal bukan pemakaian komersial. Seandainya produk yang sama tidak tersedia maka akan diganti dengan produk tupperware lain senilai harganya dengan barang tersebut
    Tupperware terbuat dari bahan plastic terbaik, tidak mengandung zat kimia beracun namun juga ramah bagi lingkungan karena produk tupperware bisa didaur ulang.Tupperware telah sukses lebih dari 70 tahun dengan filosofi yang sangat sederhana, kita percaya bahwa yangmenjadi dasar untuk sukses tergantung pada :
    1. People (Orang)
    2. Product (Produk)
    3. Plan (Rencana)
    Tupperware banyak di minati oleh ibu rumah tangga karena atribut produk tupperware (harga relatif mahal ,anti basi ,ringan ,tahan panas) ,serta bentuknya yang banyak disukai karena modis .tetapi yang menjadi persoalan harganya yang relatif mahal karena sebagian besar pandangan ibu rumah tangga menganggap produk tuppeware hanya mengandalkan brand yang sudah mendunia seperti kalangan menengah ke atas yang banyak menggunakan produk tuppeware karena harganya yang relatif mahal untuk sebuah wadah plastik.Selain itu brand produk rumah tangga lainnya sekarang mulai banyak menyaingi produk tupperware .tetapi atribut produk tupperware mempengaruhi konsumen dalam pembelian karena terkenal dengan wadah anti basi dan anti panas serta di dukung oleh garansi seumur hidup .
    Dan melihat latar belakang diatas hal itulah yang menarik bagi penulis untuk meneliti secara mendalam bagaimana presepsi masyarakat terhadap atribut produk tupperware karena disini penulis ingin menganalisa presepsi masyarakat terhadap atribut tuppewarre .

    B. Perumusan Masalah
    Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut:
    1.apakah atribut produk tupperware mempengaruhi kepada kepuasan konsumen ?
    2. Apakah ekuitas merek (brand equity) seperti asosiasi merek (brand association), persepsi kualitas (perceived quality), dan loyalitas merek (brand loyalty) yang dimiliki Tupperware berpengaruh terhadap kepuasan konsumen ?

    Komentar oleh MUHAMMAD ROSYIDI | Oktober 20, 2014 | Balas

  19. Nama : Hasan Basri
    Nim : RRC1B0313005
    Judul : ANALISIS DAMPAK NEGATIF BAGI PEDAGANG KECIL, MASUKNYA INDOMARET DI KOTA JAMBI
    1. Latar Belakang
    Dalam dunia yang moderen sa’at ini tentu di dalam dunia perkonomian berkembang pesat dengan mengikuti perkembangan dunia pada sa’at ini, dimana setiap orang berlomba melakukan kegiatan ekonomi dengan strategi-strategi yang mereka miliki untuk mencapai kesejatraan hidup mereka. Dengan usaha-usaha yang mereka miliki maka mereka melakukan kegiatan ekonomi dengan gaya-gaya yang moderen agar bisa menarik pelanggan untuk menjadikan mereka konsumen yang loyal.
    Di dalam kegiatan ekonomi terutama pada pedagang eceran kecil untuk zaman yang serba moderen ini tentu mengalami kesulitin di dalam persaingan ekonomi seperti sa’at sekarang ini, dimana gaya perekonomian moderen mulai memasukin kota-kota kecil, seperti Minimarket. Ini tentu membuat pedagang kecil mengalami kesulitan di dalam persaingan jual beli pada konsumen akhir. Khususnya untuk kota jambi.
    Minimarket di kota jambi merupakan usaha perekonomian yang maju pada sa’at ini, karena dengan perkembangan zaman maka kegiatan ekonomi masyarakat kota jambi khususnya di dalam pedagang eceran juga mengalami kemajuan, dimana pada sa’at ini Minimarket sudah mulai masuk kedaerah seluru kota jambi. Dan sudah menjadi ancaman pedagang eceran kecil yang sudah ada lama di kota jambi ini.

    2. Masalah Pokok Penelitian.

    a. Bagaimana dampak negatif masuknya Minimarket bagi pedagang eceran kecil di kota jambi!
    b. Apa yang di lakukan pedagang kecil untuk menghadapi persaingan jual beli dengan Minimarket yang baru masuk di kota jambi.

    Komentar oleh hasan basri | Oktober 20, 2014 | Balas

  20. Nama : Eka Lestari
    NIM : C1B012075
    Mata Kuliah : Metode Penelitian Pemasaran (Kelas Pagi)

    Judul : “Pengaruh Strategi Pemasaran Terhadap Peningkatan Penggunaan Jasa Wedding Organizer Pada Wedding Annisa Jambi”

    1.1 Latar Belakang
    Di zaman globalisasi sekarang ini banyak pelayanan jasa menarik yang bisa membantu kita dalam melakukan suatu kegiatan salah satunya yakni Wedding Organizer. Wedding Organizer adalah suatu jasa khusus yang membantu calon pengantin dan keluarga dalam perencanaan dan supervisi pelaksanaan rangkaian acara pesta pernikahan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Menggunakan Wedding Organizer tidak semata-mata dengan alasan ingin bebas dari segala kerepotan yang dihadapi dalam menyiapkan pesta pernikahan. Idealnya, biaya yang dikeluarkan untuk menyewa jasa Wedding Organizer harus berbalas setimpal atau bahkan lebih memuaskan.
    Dalam melakukan suatu kegiatan memasarkan atau memperkenalkan jasa agar dapat diterima oleh pelanggan maka dibutuhkan strategi. Didalam sebuah perusahaan, strategi merupakan proses yang memegang peranan penting terhadap perusahaan yang memasarkan barang dan jasa kepada konsumen karena setiap perusahaan mempunyai peluang yang sama dalam memproduksi barang atau jasa. Sehingga dapat saja terjadi persaingan antara perusahaan dengan kompetitor dalam merebut pasar. Jasa Wedding Organizer yang akhir-akhir ini semakin banyak berkembang membuat para penyedia jasa tersebut harus memiliki strategi dalam pelayanannya agar menambah tingkat pelanggan pengguna pelayanan jasa dari wedding organizer mereka.
    Semua proses pemiliham Wedding Organizer didasarkan atas suatu kriteria. Salah satu yang menjadi pertimbangan adalah kualitas dalam penanganan acara hingga harga yang ditawarkan. Dengan menghasilkan pelayana jasa yang baik, setiap Wedding Organizer berusaha untuk meningkatkan penjualan jasa dengan cara dan penggunaan strategi yang tepat. Untuk merebut pelanggan sebanyak mungkin, setiap Wedding Organizer tentu memiliki cara dan strategi yang berbeda. Penggunaan cara metode tersebut dalam ilmu pemasaran disebut Strategi Pemasaran.
    Apabila pelayanan jasa Wedding Organizer tidak menetapkan strategi pemasaran jasa yang tepat maka pelayanan jasa tersebut tidak dapat hidup dan berkembang karena itu hendaklah setiap pelayanan jasa Wedding Organizer harus dapat menetapkan cara dan strategi yang tepat sehingga akhirnya dapat bersaing dan merebut pasar yang ada. Bertitik tolak dari pernyataan tersebut maka penulis merasa tertarik untuk membahas dan mengambil judul “Pengaruh Strategi Pemasaran Terhadap Peningkat Volume Penggunaan Jasa Wedding Organizer Pada Wedding Annisa Jambi”.

    Komentar oleh Eka Lestari | Oktober 20, 2014 | Balas

  21. Nama : Fitri Dwi Haryanti
    Nim : ERC1B012092

    Analisis Strategi yang digunakan ‘’Rumah Makan Basuo’’ dalam menarik pelanggan

    Latar Belakang
    Persaingan dalam dunia bisnis semakin ketat, hal ini membuat pelaku usaha harus berusaha keras agar tetap bertahan. Kini kegiatan pemasaran mempunyai peran penting dalam kelangsungan hidup suatu usaha. Jika pelaku usaha ingin tetap bartahan harus mempunyai strategi yang hebat agar mampu bersaing. Salah satunya adalah bauran pemasaran yang mencakup: produk, harga, tempat, dan promosi.
    Bisnis kuliner adalah salah satunya. Sebagian besar konsumen yang mayoritas adalah orang sibuk yang kebanyakan lebih memilih mencari makanan yang cepat saji. Hal ini membuat pelaku usaha berbondong-bondong membuka usaha, khususnya dibidang kuliner yang sekarang sangat mudah kita jumpai disetiap sudut kota.
    Rumah makan padang misalnya, perkembangan RM. Padang telah diwarnai dengan persaingan. Menjamurnya RM. Padang khususnya di Jambi dewasa ini membuat para pelaku usaha Rumah Makan mau tidak mau harus mampu bersaing dengan rumah makan lain dan mampu mempertahankan produk yang dijualnya.
    Setiap RM mempunyai berbagai macam cara dalam meningkatkan pelanggan dan memberikan kepuasan terhadap konsumennya. RM. Basuo salah satunya, jika dilihat RM. Basuo memang terlihat sama dengan rumah makan pada umumnya. Namun yang mebuat saya tertarik ingin membahas tentang rumah makan ini karena rumah makan ini meskipun sama seperti rumah makan lain namun memiliki pelanggan yang cukup banyak, apakah strategi yang lebih ditekankan rumah makan ini selain harga yang relatif murah sehingga memiliki banyak pelanggan.

    Rumusan Masalah
    1. Apakah hanya faktor harga saja yang mempengaruhi daya tarik konsumen?
    2. Seberapa besar faktor pengaruh tempat terhadap daya tarik konsumen?
    3. Bagaimanakah pemasaran yang dilakukan untuk mempengaruhi daya tarik pelanggan?

    Komentar oleh Fitri Dwi Haryanti | Oktober 20, 2014 | Balas

  22. nama : citra nur sabrina
    nim : RRC1B0313007

    ANALISIS PERSEPSI DAN PERILAKU KONSUMEN TERHADAP PRODUK ARTHESS DI JAMBI

    Latar Belakang Penelitian

    Berdasarkan pada kemajuan teknologi pada era zaman sekarang ini ternyata membawa dampak positif terhadap perkembangan ekonomi yang diikuti dengan kemajuan dunia usaha seperti: Industri, usaha perdagangan dan usaha jasa, khususnya pada sektor usaha industri banyak mengalami kemajuan. Hal ini dibuktikan dari perkembangan perusahaan-perusahaan industri semakin pesat, baik berskala industri kecil, industri menengah maupun industri besar. Dengan adanya kemajuan dibidang dunia usaha tentu akan mengakibatkan timbulnya persaingan antara perusahaan dalam memasarkan barang dan jasa, dengan demikian setiap perusahaan akan berusaha semaksimal mungkin untuk memasuki pasar yang ada, sehingga tujuan dari perusahaan dapat tercapai.
    Adapun tujuan suatu perusahaan adalah untuk memperoleh laba semaksimal mungkin dan volume penjualan yang tinggi, sehingga dengan demikian akan dapat menjamin kelangsungan hidup perusahaan.
    Salah satu usaha dapat dilakukan adalah menerapkan kebijaksanaan pemasaran tepat sesuai dengan kebutuhan.Pemasaran merupakan salah satu kegiatan pokok harus dilakukan oleh suatu perusahaan untuk menguasai pangsa pasar sudah ada.Pemasaran merupakan suatu siklus bermula dan berakhir dengan kebutuhan konsumen.Jika perusahaan menginginkan usahanya tetap berjalan lancar, maka kegiatan pemasaran harus dapat memberikan kepuasan kepada konsumen.
    Perusahaan tersebut mau tidak mau harus bersaing dengan perusahaan-perusahaan lainnya.Setiap perusahaan harus berusaha meningkatkan volume penjualan produknya sebanyak mungkin karena volume penjualan yang tinggi merupakan salah satu indikator bahwa perusahaan yang bersangkutan berhasil dalam mencapai tujuan perusahaan.
    Untuk dapat merealisasikan volume penjualan yang direncanakan, seorang manajer pemasaran harus dapat merencanakan dan melaksanakan strategi pemasaran yang tepat.Selain daripada itu, seorang manajer pemasaran juga harus dapat memahami mengapa dan bagaimana tingkah laku konsumen dalam memilih, membeli dan menggunakan suatu produk tertentu. Dengan demikian, perusahaan dapat mengembangkan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan produknya secara baik dengan tujuan untuk mempengaruhi konsumen agar bersedia membeli produk yang akan dijual nantinya.
    Di dalam menjalankan aktivitasnya perusahan ARTHESS telah berhadapan dengan perusahaan yang sejenis dengan merek yang berbeda-beda, seperti Wigo, AQ 8, Vir dan Citra. Semakin banyak perusahaan yang memproduksi barang yang sejenis yaitu minuman mineral maka akan menimbulkan persaingan yang semakin tajam. Namun hingga saat ini perusahaan Arthess tetap bertahan, karena Arthess memiliki segmen pasar tersendiri.beberapa tahun belakangan ini menyebabkan perlunya analisis mengenai persepsi dan sikap konsumen terhadap produk Arthess untuk menentukan strategi yang tepat dalam mengarah kepada seluruh kalangan untuk menghadapi persaingan penelitian ini membahas mengenai persepsi dan perilaku konsumen khususnya kalangan dalam membeli produk Arthess
    Pasar potensial bagi produk Arthess dalam mengembangkan strategi pemasarannya untuk produk arthess
    Menurut Sumarwan (2004), para pemasar berkewajiban untuk memahami konsumen, mengetahui apa yang dibutuhkannya, bagaimana selera konsumen, dan bagaimana ia mengambil keputusan sehingga pemasar dapat memproduksi barang dan jasa yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Pemahaman yang mendalam mengenai konsumen akan memungkinkan pemasar dapat mempengaruhi keputusan konsumen, sehingga mau membeli apa yang ditawarkan oleh pemasar.
    Persaingan yang ketat antar merek menjadikan konsumen memiliki posisi yang semakin kuat dalam posisi tawar-menawar.Dengan memahami konsumen, pemasar dapat merumuskan strategi yang efektif. Kemampuan perusahaan dalam memahami keseluruhan dari persepsi konsumen akan membantu pemasar untuk mencari faktor-faktor apa yang mempengaruhi konsumen untuk membeli produk yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keunggulan bersaing adalah dengan menawarkan produk yang dapat memenuhi harapan dan keinginan konsumen.
    Pengukuran terhadap persepsi dan sikap konsumen terhadap suatu merek bertujuan untuk mengetahui kemampuan suatu produk dalam memenuhi harapan dan keinginan konsumen.
    Selain itu, produsen dalam memasarkan suatu produk perlu mengetahui bagaimana konsumen mengambil keputusan dalam memilih dan mengkonsumsi minuman mineral dalam kemasan. Salah satu faktor penting adalah memahami atribut-atribut apa saja yang dipertimbangkan konsumen dalam memilih minuman mineral dalam kemasan.Penelitian ini diarahkan untuk melihat persepsi dan sikap konsumen

    Rumusan Masalah Penelitian
    1. Bagaimana persepsi dan sikap konsumen terhadap produk Arthess?
    2. Atribut-atribut produk apa yang menjadi pertimbangan konsumen dalam mengkonsumsi minuman mineral dalam kemasan?
    3. Bagaimana rekomendasi strategi pemasaran bagi PT. Arthess untuk menghadapi persaingan ke depan ?

    Komentar oleh CITRA NUR SABRINA | Oktober 20, 2014 | Balas

  23. Nama : Mellisa
    Nim : RRC1B0313008

    Analisis Kepuasan Konsumen Terhadap Diferensiasi Produk Pada Bank Mandiri Cabang Jambi

    1.1 Latar belakang

    Pertumbuhan ekonomi suatu negara dapat ditandai dengan pertumbuhan industri perbankan yang ada dalam negara tersebut. Semakin berkembang industri perbankan maka semakin baik pula pertumbuhan ekonomi negara itu sendiri. Salah satu usaha jasa yang menawarkan berbagai kebutuhan masyarakat akan jasa pelayanan keuangan, maka usaha jasa perbankan selain mengedepankan profesionalisme dalam pelayanan kepada masyarakat sebagai nasabah, juga harus mengedepankan kepercayaan, karena dapat dikatakan bahwa industri perbankan adalah merupakan industri yang menjual kepercayaan kepada masyarakat sebagai nasabahnya.

    Masyarakat sebagai konsumen atau pasar yang dituju oleh industri perbankan memiliki berbagai pertimbangan dalam memilih usaha jasa perbankan yang akan digunakannya, hal tersebut dapat dilihat dari faktor tingkat bunga yang ditawarkan oleh perbankan kepada masyarakat, tingkat kenyamanan yang dirasakan oleh masyarakat dalam hal penyimpanan uang pada bank tersebut, juga mengenai kemudahan dalam memperoleh pinjaman.

    Faktor-faktor tersebut yang menjadi dasar pertimbangan masyarakat untuk memilih jasa perbankan, baik secara langsung maupun tidak langsung dapat membentuk loyalitas pada diri masyarakat akan bank yang dijadikan sebagai pilihan yang dipercayainya.

    Keberadaan jasa perbankan dalam masyarakat memang lebih menguntungkan terutama pada sektor perekonomian, di mana para pelaku ekonomi lebih leluasa dalam menjalankan proses kegiatan ekonominya untuk menunjang kelangsungan hidup. Usaha jasa perbankan dalam masyarakat yang mengedepankan pelayanan yang baik demi memperoleh kepercayaan dari masyarakat sebagai nasabahnya akan menghadapi berbagai macam keadaan atau pandangan yang timbul dari masyarakat sebagai ungkapan kepuasan atau ketidakpuasannya akan pelayanan yang diterimanya dari pihak bank yang dipercayainya.

    Persaingan semakin ketat, sebagai suatu tantangan serta motivasi untuk mencapai target yang direncanakan. Pada dasarnya keberhasilan suatu perusahaan di dalam memproduksi dan memasarkan produknya, sangat ditentukan oleh ketepatan strategi yang dipakai oleh perusahaan adalah penerapan kebijakan diferensiasi produk yang merupakan suatu usaha pembedaan yang bersifat khusus terhadap berbagai produk yang dihasilkan.
    Diferensiasi produk adalah bagaimana perusahaan menawarkan produk perusahaan yang memiliki keunggulan kompetitif (memiliki sesuatu yang lebih baik), unik untuk membedakan tawaran perusahaan dengan tawaran pesaing.

    Menyadari akan berbagai hal di atas maka dalam penelitian ini peneliti tertarik untuk memilih Bank Mandiri sebagai objek penelitian, dengan maksud untuk mengetahui seperti apa kepuasan pelanggan terhadap diferensiasi produk pada bank mandiri cabang jambi.
    1.2 Rumusan Masalah
    Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas maka permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah:
    “Bagaimana pengaruh diferensiasi produk terhadap kepuasan konsumen pada Bank Mandiri Cabang Jambi ?”

    Komentar oleh mellisa | Oktober 20, 2014 | Balas

  24. nama :fajrin
    Nim ; RRC1B0313001

    pendistribusian bbm premium pada pt.pertamina persero depot jambi
    1.1 Latar Belakang
    Pertamina sebagai sebuah perusahaan milik Negara yang bergerak dibidang usaha minyak dan gas bumi berserta kegiatan usaha terkait lainnya. Baik didalam maupun diluar negri pertamina senantiasa berupaya memberikan yang terbaik serta kontribusi nyata baik kesejahtraan bangsa dan Negara dalam memamfaatkan setiap potensi yang dimiliki di Indonesia.
    Sejak didirikan pada 10 Desember 1957,pertamina menyelenggarakan usaha minyak dan gas bumi di sektor hulu hinggah hilir.Bisnis sektor hulu pertamina yang dilakukan dibeberapa wilayah di indonesia dan luar negri meliputi kegiatan di bidang- bidang eksplorasi,produksi,serta transmisi minyak dan gas.
    Sedangkan pada sector hilir petamina meliputi kegiatan pengolahan minyak mentah, pemasaran,dan niaga produk hasil minyak gas dan petrokimia dan bisnis perkapalan terkait untuk pendistribusian peroduk perusahaan.
    Kelebihan utama BBM Pertamina adalah adanya jaminan ketersediaan dan supply BBM. Pertamina memiliki jaringan yang luas diseluruh daerah dan pelosok di Indonesia yang didukung oleh 7 kilang milik Pertamina maupun sumber dari luar negeri, sarana dan prasarana angkutan BBM yang lengkap, serta lebih dari 120 lokasi Depot, Terminal Transit dan Instalasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Mutu produk BBM dan kualitas serta kuantitas layanan yang terjamin serta memenuhi standard Internasional .
    Depot Jambi merupakan salah satu wilayah Unit Pemasaran II Palembang dalam kegiatan pendistribusian BBM di Wilayah Propinsi Jambi yang meliputi :
    Kodya Jambi
    1. Kabupaten Batang Hari
    2. Kabupaten Muaro Jambi
    3. Kabupaten Muaro Bungo
    4. Kabupaten Tebo
    5. Kabupaten Sarolangun Bangko
    6. Kabupaten Tanjung Jabung Barat
    7. Kabupaten Tanjung Jabung Timur
    8. Kabupaten Merangin.
    Pasokan BBM Depot Jambi oleh UPms II Palembang secara Reguler di Pasok dari Kilang Plaju/Sei.Gerong karena Kilang Plaju/Sei. Gerong yang sudah tua perlu dipersiapkan pasokan alternatif dari Terminal Transit Pulau Sambu / Terminal Transit Tanjung Uban dan pasokan emergency dari Depot Kertapati, Depot Lubuk Linggau serta Terminal Transit Teluk Kabung. Pasokan dari Kilang Plaju/Sei. Gerong menggunakan armada angkutan laut (Oil Barge/Tongkang) dengan jarak tempuh 256 Mill yang memerlukan waktu ± 72 jam untuk sampai di dermaga Depot Jambi.
    Pasokan stock BBM yang diterima dari tongkang tersebut di timbun di 12 tangki timbun depot yang terdiri dari 4 tangki timbun untuk produk BBM Premium, 1 tangki timbun untuk produk BBM Kerosine, 4 tangki timbun untuk produk BBM Solar,2 tangki timbun untuk produk BBM Pertamax, dan 1 tangki timbun untuk produk Fame.
    Stock BBM yang di timbun tentunya akan segera disalurkan ke konsumen ataupun pelanggan dengan mengacu pada kuota (Object Trhuput) yang dikeluarkan oleh Upms II Palembang.
    Depot Jambi memiliki 12 tangki timbun sebagai fasilitas penimbunan BBM dengan data safety capacity sebagai berikut :
    PRODUK NO. TANGKI SAFETY CAPACITY
    (MM) (KL)
    PREMIUM 1 8.930 1.050
    2 8.930 1.034
    11 10.780 3.228
    6 8.830 1.519
    TOTAL 6.831
    KEROSINE 7 8.928 1.511
    TOTAL 1.511
    SOLAR 3 8.820 1.036
    5 8.860 1.511
    8 8.850 2.015
    12 10.700 5.077
    TOTAL 9.639
    PERTAMAX 9 5.990 538
    10 6.000 546
    TOTAL 1084
    FAME 4 7.200 855
    TOTAL 855

    Ketahaan Objective Thruput Depot Bulan maret 2013 Rata-rata Coverage Days’nya adalah sebagai berikut :
    • PREMIUM = Total Safe Caps = 6.831 KL = 6,7 Hari
    OT per Hari 1.005
    • KEROSINE = Total Safe Caps = 1.511 KL = 755,5 Hari
    OT per Hari 2
    • SOLAR = Total Safe Caps = 9639 KL= 8,4 Hari
    OT per Hari 960
    • PERTAMAX =Total Safe Caps = 1084 =83 Hari
    OT per Hari 13
    • FAME =Total Safe Caps = 855 =171 Hari
    OT per Hari 5
    Dari data tersebut BBM premium akan di salurkan kepada konsumen SPBU dan Industri dengan kuota ( Object Trhuput ) yang telah ditetapkan oleh Upms Palembang utuk setiap hari yaitu 1005 KL dengan ketahanan stok tangki timbun selama 8,4 Hari.
    Untuk memaksimalkan kondisi ketahanan tangki timbun terhadap Objeck Trhput yang telah dikeluarkan oleh Upms II Palembang, Pendistribusian BBM Premium secara reguler di pasokan dari Kilang plaju,dan dari Terminal Transit Pulau Sambu dan Tanjung uban dengan mengunakan angkutan laut (0il Barge/Tongkang).
    1.2 Masalah Pokok Laporan
    Dari penjelasan pada latar belakang penulisan, maka yang menjadi masalah pokok laporan ini adalah :
    1. Bagaimana Proses Pendistribusian BBM Premium Terminal BBM Jambi?
    2. Bagaimana Kendala Yang Dihadapi Dalam Pendistribusian BBM Premium Terminal BBM Jambi ?

    Komentar oleh fajrin | Oktober 20, 2014 | Balas

  25. Nama: wahyu firmansyah
    Nim: RRC1B0313004

    ANALISIS PEMASARAN TEH BULK PADA PT PERKEBUNAN NUSANTARA (Persero) Jambi.

    1.1 Latar Belakang

    PT. Perkebunan Nusantara VI (Persero) Jambi merupakan salah satu Perusahaan yang bergerak di bidang pertanian dan perkebunan karena Negara Indonesia mempunyai lahan perkebunan dan pertanian yang luas dan mampu sampai mengeksport kebutuhan luar negeri akan hasil perkebunan, adapun beberapa hasil perkebunan di eksport guna memenuhi kebutuhan dunia seperti teh. Teh yang berasal dari Indonesia merupakan salah satu teh terbaik di dunia (www.tehindonesia.com), sehingga akan permintaan teh hasil perkebunan Indonesia meningkat seiring dengan perkembangan zaman teh diproduksi untuk menjadi minuman, pada saat ini masyarakat disarankan untuk minum teh setiap harinya karena terdapat banyak manfaat yang terkandung dalam daun teh sehingga banyak perusahaan yang bergerak seperti PT PERKEBUNAN NUSANTARA VI (Persero) Jambi, dalam bidang pengolahan daun teh menjadi minuman yang siap di pakai dan diminum oleh konsumen mulai dari teh celup, teh serbuk, sampai pada teh yang siap diminum.
    Seiring dengan bayaknya perusahaan perusahaan yang bergerak dalam bidang dan produk yang sama tetapi dengan merek yang berbeda hal ini menimbulkan adanya persaingan dalam memajukkan produknya.
    Dalam persaingan sebuah bisnis banyak strategi yang di miliki oleh setiap perusahaan untuk mendapatkan target pasar sehingga menjadi pemimpin pasar dalam industri tersebut. Strategi-strategi tersebut dilakukan dengan tujuan yang sama pada setiap perusahaan, yaitu berupa profit atau keuntungan yang ingin di capai. Hal ini di pengaruhi oleh tingkat konsumsi para konsumen akan produk yang beredar, terkadang konsumen sudah mengenal produk yang terlebih dahulu muncul dan menimbulkan image yang terbiasa menggunakan produk tersebut yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen untuk berulang-ulang menggunakan produk yang berdampak pada tingkat volume penjualan perusahaan tersebut. Dengan bayaknya tingkat konsumsi masyarakat akan seebuah produk maka hal ini akan berdampak pada tingkat penjualan produk tersebut. Langkah perusahaan yang digunakan guna mencapai tujuan tersebut seperti menggunakan sistem pemasaran yang bertujuan untuk mengetahui dan memahami pelanggan sedemikian rupa sehingga produk itu cocok dengan pelanggan.
    Dalam konsep bauran pemasaran menurut basu swastha (2008:78) mengemukakan kombinasi dari empat variable yang merupakan inti dari sistem pemasaran, yakni : produk, struktur harga, kegiatan promosi, dan sistem distribusi. Bauran pemasaran tersebut merupakan satu perangkat yang menetukan keberhasilan pemasaran bagi perusahaan.
    Dalam dunia bisnis, menggunakan sistem pemasaran pada perusahaan tamapaknya menjadi saling mendukung satu sama lainnya, banyak perusahaan yang harus berhadapan dengan berbagai tantangan atau hambatan yang lebih berat, sehingga untuk kelangsungan hidup mereka dituntut lebih kreatif dan memanfaatkan peluang yang ada seoptimal mungkin.
    Sistem pemasaran merupakan salah satu penentu keberhasilan suatu program pemasaran. Sejauh mana berkualitasnya produk, bila konsumen belum pernah mendengarkannya dan tidak yakin bahawa produk tersebut akan berguna bagi mereka.
    Perusahaan PT Perkebunan Nusantara VI (Persero) Jambi pemilik produk teh sehingga PTPN VI meninggatkan hasil produksinya guna memenuhi kebutuhan dalam negeri maupaun luar negeri, PTPN VI mempunyai program untuk memasarkan produknya yaitu dengan sistem auction / lelang. Dengan demikian perusahaan mengharapkan dari tahun ke tahun akan terjadi peningkatan penjualan produknya.
    Bedasarkan uraian diatas betapa petingnya pemasaran pada sebuah perusahaan, Maka dari itu penulis tertarik untuk mengambil judul : ANALISIS PEMASARAN TEH BULK PADA PT PERKEBUNAN NUSANTARA (Persero) Jambi.

    Komentar oleh wahyu | Oktober 20, 2014 | Balas

  26. Nama : Antar Eli Solala Gulo.
    NIM : ERC1B012019

    Judul : Pengaruh Pelayanan Jasa Terhadap Loyalitas Pelanggan di Warnet Gulover
    1.1. Latar Belakang Masalah
    Selama beberapa tahun ini teknologi menjadi bagian besar dalam perkembangan dunia. Sebelumnya, banyak hal yang tampak tidak mungkin seperti berkomunikasi langsung yan

    g dipisahkan jarak dan waktu secara tatap muka. Bahkan, sekarang kita dapat mengirim pesan dengan cepat dalam hitungan detik. Sekarang, hal-hal yang tidak mungkin itu dapat kita dapatkan dengan biaya murah bahkan nyaris gratis. Tidak heran banyak orang yang mengatakan zaman seperti inilah yang disebut zaman internet.

    Dimana-mana orang banyak membicarakan internet seakan-akan tidak terlepas dari hidupnya. Ditambah lagi dengan adanya media-media sosial yang mendukung dalam komunikasi mereka seperti facebook, twitter, dan sebagainya. Tidak hanya itu, anak-anak yang di desapun bahkan sudah dapat menjangkau internet.

    Tidak sedikit pihak yang megambil keuntungan dari internet ini, contohnya penyedia layanan internet atau sering kita sebut Warnet. Melihat pasar yang masih terbuka lebar, wajar jika dimana-mana bermunculan banyak warnet atau jasa penyedia layanan internet.

    Dengan banyaknya pesaing, mendapatkan apalagi mempertahankan pelanggan sangatlah sulit. Untuk itu, selain pemilihan lokasi yang strategis pengaruh pelayanan jasa yang berkualitas mempunyai peran yang sangat penting dalam mempertahankan pelanggan. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka saya bermaksud untuk melakukan penelitian tentang “PENGARUH PELAYANAN JASA TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN DI WARNET GULOVER”.

    1.2. Rumusan Masalah
    Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, permasalahan yang dihadapi ialah banyaknya pesaing yang membuat menurunnya jumlah konsumen. Sesungguhnya semua perusahaan berharap meningkatnya jumlah pelanggannya.
    Berdasarkan hal diatas maka dapat dirumuskan masalah yang akan di teliti sebagai berikut :
    1. Bagaimana pengaruh faktor kualitas pelayanan terhadap loyalitas pelanggan di Warnet Gulover?
    2. Bagaimana pengaruh faktor lokasi terhadap loyalitas pelanggan di Warnet Gulover?
    3. Bagaimana pengaruh kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan di Warnet Gulover?

    Judulnya terllau umum belum dimulai dg adanya gap, bisnis gap mislanya seperti idjelaskan di kelas.

    Komentar oleh Antar Eli Solala Gulo | Oktober 20, 2014 | Balas

    • Oke Pak, terima kasih atas masukannya. Jadi yang saya harus lakukan mengganti judulnya saja atau objeknya juga? mohon bantuannya. Terima Kasih

      Komentar oleh Antar Eli Solala Gulo | Oktober 25, 2014 | Balas

  27. Nama : Tri Rahayu
    NIM : ERC1B012045
    Kelas : MEP Pemasaran Sore
    Judul : Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Koran Tribun Jambi (Studi Kasus Pada Masyarakat Kota Jambi)

    1.1 Latar belakang
    Manusia adalah makhluk social sehingga antara satu manusia dan manusia lainnya akan saling berhubungan dan saling membutuhkan. Hal ini tentu juga berlaku dalam kehidupan bermasyarakat ,sehingga masyarakat dituntut untuk mengetahui dan peka terhadap setiap kejadian-kejadian yang ada disekitarnya. Kejadian-kejadian tersebut merupakan informasi yang sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat. Selain itu, informasi sudah menjadi salah satu sarana dalam menambah pengetahuan masyarakat, baik berupa berita, artikel, opini public ataupun informasi lainnya yang dibutuhkan masyarakat.
    Seiring kemajuan teknologi masyarakat dapat dengan mudah menerima informasi dari berbagai sumber. Selain itu ada pula media massa sebagai pihak yang menyediakan jasa informasi bagi masyarakat. Media massa akan mempublikasikan informasi melalui media elektronik seperti televisi, radio dan website ataupun melalui media cetak seperti tabloid, majalah dan surat kabar/Koran.
    Surat kabar atau biasa disebut dengan Koran merupakan salah satu media massa yang mudah diakses oleh masyarakat. Kemudahan tersebut dikarenakan Koran terbit setiap hari dan dijual disetiap perempatan jalan yang sering dilalui masyarakat serta informasi yang disajikan selalu up to date setiap hari. Koran biasanya berisikan politik, bisnis, kriminalitas, olahraga dan konten berita lainnya. Salah satu media massa yang juga menyediakan Koran di Provinsi Jambi yaitu Tribun Jambi.
    Tribun Jambi merupakan salah satu pendatang baru dalam persaingan Koran di Provinsi Jambi. Tribun jambi pertama kali terbit di Provinsi Jambi pada tahun 2009. Meskipun masih tergolong muda dibandingkan pesaingnya Jambi Independent dan Jambi Ekspres yang lebih dulu menguasai pangsa pasar Koran Provinsi Jambi, namun Tribun Jambi dengan jargonnya “Spirit Generasi Baru” berhasil mengimbangi kedua pesaingnya tersebut. Bahkan pada tahun 2012 lalu Tribun Jambi menunjukkan keunggulannya dengan meraih penghargaan sebagai Koran yang paling populer versi Survey Nielson 2012.
    Kepopuleran Koran Tribun Jambi berdasarkan hasil survey Nielson pada tahun 2012 lalu tentu menimbulkan banyak pertanyaan. Pertanyaan yang paling mendasar tentu saja “mengapa masyarakat Provinsi Jambi lebih banyak memilih Koran Tribun Jambi sebagai sumber berita hariannya ?”. Tentu saja ada faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat Provinsi Jambi memilih Tribun Jambi, bahkan sampai saat ini pun Tribun Jambi masih menunjukkan eksistensinya di pasar perkoranan Provinsi Jambi. Maka dari itu saya tertarik untuk meneliti faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi masyarakat Kota Jambi dalam mengambil keputusan pembelian Koran Tribun Jambi sekaligus mengukur faktor mana yang paling mempengaruhi pengambilan keputusan tersebut.

    1.2 Rumusan masalah
    1. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi masyarakat Kota Jambi dalam mengambil keputusan pembelian Koran tribun Jambi ?
    2. Faktor mana yang paling mempengaruhi masyarakat Kota Jambi dalam mengambil keputusan pembelian Koran tribun Jambi ?

    Seperti apa hasil survey Nielsen? Sehingga bisa dilanjuti bidang mana yg layak diterliti menjadi penelitianmu.

    Komentar oleh Tri Rahayu | Oktober 20, 2014 | Balas

    • hasil survey Nielsen pada bulan desember tahun 2012, menyebutkan bahwa preferensi pembaca di kota jambi yaitu mencari Koran yang menyajikan informasi yang dapat mereka percayai dan hasil survey juga menyebutkan bahwa ada tiga faktor utama yang mempengaruhi mengapa tribun jambi dipilih pembaca, yaitu berita-berita Tribun dianggap dapat dipercaya, Tribun dipilih karena berita-berita olahraganya, dan berita-berita lokal.
      Akan tetapi, penelitian Nielsen tersebut dilakukan pada tahun 2012, sedangkan sekarang sudah memasuki akhir tahun 2014 pak, sehingga memungkinkan adanya faktor-faktor lain ataupun perubahan faktor-faktor utama yang mempengaruhi keputusan pembelian Koran tribun jambi setelah tahun 2012. Hal tersebutlah yang membuat saya tertarik untuk melanjutkan penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian Koran tribun jambi tersebut pak.

      Komentar oleh Tri Rahayu | Oktober 24, 2014 | Balas

  28. Nama : SANWANI
    Nim : C1B012014
    Judul :Analisis pemasaran produk Tupperware melalui moment liburan
    Latar belakang.
    Tupperware merupakan produk rumah tangga saat ini,sudah dikenal banyak orang sebagai produk yang berkualitas baik. Produk rumahan yang berkualitas baik sangat dibutuhkan oleh setiap rumah tangga, karenanya Tupperware sudah dapat ditemukan hampir diseluruh rumah tangga setiap Negara di dunia.Hal tersebut menjadikan Tupperware mudah untuk dipasarakan atau dijual kepada masyarakat umum. Banyak cara yang dilakukan oleh penjual Tupperware dalam memasarkan produk Tupperware tersebut. Pada analisis ini akan dibahas penjualan produk Tupperware Melalui suatu momen liburan. Pemanfaatan moment liburan untuk memasarkan produk Tupperware oleh seorang pemasar merupakan suatu peluang yang baik untuk penawaran Tupperware . sebab dikala liburan merupakan waktu santai kelaurga atau kelompok untuk kumpul bersama ditempat rekreasi atau liburan. Pemasar dapat mengembangkan idenya dengan membentuk suatu permainan didalam kelompok yang liburan tersebut untuk menarik perhatian para konsumen, menjadikan para konsumen tidak merasa jenuh disaat pemasar menawarkan produknya.
    Rumusan masalah
    1.Apakah produk Tupperware baik untuk ditawarkan kepada konsumen saat liburan
    2.Bagaimana pemasar melakukan penawaran produk Tupperware saat liburan

    Bisakah ditunjukkan bahwa pada saat liburan penjualan meningkat? Kalau ya, maka pendekatian ini menggunakan pendekatan event marketing.

    Komentar oleh sanwani | Oktober 20, 2014 | Balas

  29. Selamat Pagi Pak Joe
    Nama : Rajastira Wira Pangestu
    NIM : C1B012080
    Manajemen G 2012

    Judul : Pengaruh Life Style terhadap kekuatan merek Perusahaan Informa dalam keputusan pembelian

    BAB I Pendahuluan
    1.1 Latar Belakang
    Sehubung dengan era globalisasi saat ini tingkat gaya hidup masyarakat pun mulai berubah dan memiliki bermacam-macam gaya hidup, dan ini pun dapat merubah semua nya dalam segala aspek kehidupan nya, selain itu life style juga dapat berpengaruh dalam mengambil keputusan dalam kegiatan sehari-hari nya.
    Gaya hidup merupakan salah satu indikator dari faktor pribadi yang turut berpengaruh terhadap perilaku konsumen. Jika diartikan, gaya hidup merupakan pola hidup di dunia yang diekspresikan oleh kegiatan, minat dan pendapat seseorang. Gaya hidup menggambarkan seseorang secara keseluruhan yang berinteraksi dengan lingkungan. Gaya hidup juga mencerminkan sesuatu di balik kelas sosial seseorang dan menggambarkan bagaimana mereka menghabiskan waktu dan uangnya. Gaya hidup pada prinsipnya adalah pola seseorang dalam mengelola waktu dan uangnya. Kotler&Keller (2009:175) mengemukakan bahwa sebagian gaya hidup terbentuk oleh keterbatasan uang atau keterbatasan waktu. Perusahaan yang bertujuan melayani konsumen dengan keuangan terbatas akan menciptakan produk dan jasa murah. Konsumen yang mengalami keterbatasan waktu cenderung multitugas (multitasking), melakukan dua atau lebih pekerjaan pada waktu yang sama. Mereka juga membayar orang lain untuk mengerjakan tugas karena waktu lebih penting daripada uang. Perusahaan yang melayani mereka akan menciptakan produk dan jasa yang nyaman bagi kelompok ini.
    Menurut Kasali (1998), para peneliti pasar yang menganut pendekatan gaya hidup cenderung mengklasifikasikan konsumen berdasarkan variabel-variabel AIO, yaitu aktifitas, interest/minat, dan opini. Aktivitas meminta kepada konsumen untuk mengidentifikasikan apa yang mereka lakukan, apa yang mereka beli, dan bagaimana mereka menghabiskan waktu mereka. Dengan adanya aktivitas konsumen, perusahaan dapat mengetahui kegiatan apa saja yang dapat dilakukan oleh pasar sasarannya, sehingga mempermudah perusahaan untuk menciptakan strategi-strategi dari informasi yang didapatkan tersebut. Aktivitas konsumen dapat diukur melalui indikator pekerjaan, hobi, dan liburan. Minat memfokuskan pada preferensi dan prioritas konsumen. Minat merupakan faktor pribadi konsumen dalam mempengaruhi proses keputusan pembelian. Setiap perusahaan dituntut untuk selalu memahami minat dan hasrat para pelanggannya. Dengan memahami minat pelanggannya, dapat memudahkan perusahaan untuk menciptakan ide-ide guna mempengaruhi proses pembelian para pasar sasarannya. Indikator minat adalah keluarga, pekerjaan, dan komunitas. Opini merupakan pendapat dari setiap konsumen yang berasal dari pribadi mereka sendiri.

    Oleh Karna itu perusahan informa melakukan segmentasi pasar dengan melihat life style penduduk indonesia yang mulai meningkat karna sudah dapat membedakan produk dengan kekuatan merek hal ini juga berpengahur terhadap keputusan pembelian konsumen, merek yang kuat dapat menimbulkan persepsi bawha produk yang di hasilkan itu memiliki kualitas yang sudah memiliki standarisasi.

    1.2 Rumusan Masalah

    Berdasarikan rumusan masalah di atas, maka yang menjadi permasalahan penelitian ini adalah :

    1. Apakah Life style masyarakat yang mengalami perubahan berpengaruh terhadap memilih merek produk di perusahaan informa ?
    2. Apakah kekuatan merek mampu membuat pelanggan merasa telah memiliki nilai produk yang tinggi sehingga keputusan pembelian pun dapat di ambil ?
    3. Apakah tuntutan aktivitas juga berpengaruh terhadap life style dan pemilihan produk sesuai kebutuhan ?
    4. Apakah kelas sosial seseorang dapat terlihat dari pemilihan merek di perusahan informa ?

    Informa itu perusahaan apa, produknya apa, lantas bagaimana kenerjanya?

    Komentar oleh Rajastira Wira Pangestu MGT G 2012 C1B012080 | Oktober 20, 2014 | Balas

    • terimakasih pak atas masukan nya
      PT. Home Center Indonesia Bidang Kerja INFORMA FURNISHINGS adalah perusahaan retail furniture terbesar dan terlengkap di Indonesia, menyediakan lebih dari 60.000 produk yang berkualitas. Sejarah Perusahaan INFORMA FURNISHINGS berdiri sejak tahun 2004 yang hingga saat ini telah memiliki 45 store yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia. dan di Jambi terletak di JAMTOS di sana terdapar peralatan furniture dengan merek dan kualitas yang sudah teruji.

      Komentar oleh Rajastira Wira Pangestu MGT G 2012 C1B012080 | Oktober 23, 2014 | Balas

  30. NAMA : ANDI
    NIM : ERC1B012060
    KELAS : M5G ( MANAGEMEN )
    TUGAS : MEP
    DOSEN : Pak Johanes Simatupang

    JUDUL PENELITIAN : Presepsi Kenapa Jenis Usaha FRANCHAISE sangat diminati para calon pengusaha..???
    LATAR BELAKANG :
    Alasan saya memilih judul ini karna, ketika saya melihat jenis usaha yang ad di sekitar kita kebanyakan usaha yang di minati adalah jenis usaha FRANCHAISE, di bandingkan usaha hasil ide sendiri, nah saya pun heran dan akhirnya saya mencoba meneliti hal tersebut hingga setelah saya selesai meneliti , saya baru mendapat sebuah opini bahwa jenis usaha FRANCHAISE lebih mudah di jalankan di bandingkan usaha sendiri karna, kita tidak perlu lagi untuk memikirkan usaha ap yang harus kita jalankan dan kita kembangkan secepat mungkin agar mudah di trima dan di ketahui oleh masyarakat. karna jenis usaha FRANCHAISE sudah mempunyai nama yang cukup terkenalsehingga dia menjual namanya untuk di pasarkan sesuai dengan peminat yang ingin mengontrak nama jenis usaha tersebut dan dia juga teelah menyadiakan semua bahan-bahan yang akan kita gunakan dan memberikan konsep serta resep makanan yang akan kita pakai, sehingga memudahkan kita untuk mengembangkan usaha tersebut, contoh usaha FRANCHAISE di kota jambi :
    RM. bangi kopy tiam, RM. kopi oey, RM. bumbu desa RM. clasio , pizza hut , share tea , shida, bak mie naga, es singapore dll.
    ket, dengan memilih usaha jenis FRANCHAISE lebih memudahkan para calon pengusaha untuk dapat memudahkan target promosi secara cepat dan tidak terlalu merepotkan dalam pengurusan kontrak usaha dan sebagainya.
    RUMUSAN MASALAH :
    dari sytem perumusan dapat di lihat dari adanya opini calon pebngusaha terhadap bisnis yang akan ia jalankan, dan muncul lah sebuah permasalahan yang sering terjadi pada calon pengusaha , sebelum ia akan memilih usaha yang benar-benar akan ia jalankan. seperti
    1. bagaimana perkembangan FRANCHAISE pada saat ini ?
    2. apakah pengertian dan pandangan masyarakat terhadap usaha FRANCHASE !
    3. bagaimanakah system FRANCHAISE itu berjalan ?
    4. bagaimana ciri-ciri usaha yang di kategorikan FRANCHAISE ?
    5. apakah dampak positif dan negatif dari sebuah FRANCHAISE terhadap calon pengusaha.

    Komentar oleh andi ( ERC1B012060 ) | Oktober 21, 2014 | Balas

  31. ANALISIS EFISIENSI USAHA PEMBESARAN dan PEMASARAN IKAN LELEDI KOTA JAMBI

    DISUSUN OLEH :
    NAMA : NANDA YELZA
    NIM : C1B012081
    KELAS : MGT G 12

    I. PENDAHULUAN
    Latar Belakang
    Ikan lele merupakan ikan air tawar yang mampu beradaptasi yang sangat tinggi pada lingkungan yang kurang baik. Namun nilai gizi maupun protein yang terkandung dalam ikan ini sangatlah tinggi. Sehingga Konsumen menjadikan lele sebagai ikan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Ikan lele banyak dikonsumsi oleh masyarakat karena kandungan gizi yang tinggi membuat peluang usahanya semakin terbuka. Mulai dari usaha pembenihan, pembesaran hingga usaha pengolahan.
    Konsumsi ikan lele pada beberapa tahun terakhir ini semakin meningkat. Peningkatan permintaan ikan lele berasal dari sekitar 25.000 pedagang warung pecel lele sehingga Direktorat Jendral Perikanan Budidaya, Kementrian Kelautan dan Perikanan akan mengupayakan peringkatan produksi ikan lele 450% yaitu dari 200.000 ton tahun 2009 menjadi 900.000 ton pada tahun 2014
    Ada beberapa hal yang mendorong masyarakat untuk membudidayakan ikan lele: 1) dapat dibudidayakan di lahan dan sumber air yang terbatas dengan padat tebar tinggi, 2) teknologi budidayanya mudah dikuasai oleh masyarakat, 3) pemasarannya relatif mudah, dan 4) modal usaha yang dibutuhkan relatif rendah
    Di kota jambi merupakan salah satu kota yang sedang berkembang dalam usaha pembesaran dan pemasaran ikan lele. Hal ini menjadi dasar perlunya pengkajian keefisiensian usaha pembesaran dan pemasaran ikan lele di kota jambi tersebut

    Rumusan Masalah
    Rumusan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
    a. Bagaimana kelayakan usaha dan efisiensi usaha dalam usaha pembesaran dan pemasaran ikan lele di kota Jambi?
    b. Bagaimana prospek pengembangan produk olahan ikan lele dalam memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah tersebut?

    Komentar oleh Nanda Yelza MGT G 12 NIM C1B012081 | Oktober 21, 2014 | Balas

  32. NAMA : HARY FEBRYAN
    NIM : C1B012115
    JUDUL: “Analisis faktor penghambat penjualan air minum maquay 7 di kota jambi tahun 2013”
    LATAR BELAKANG :
    depot air minum akhir – akhir ini tidak asing lagi bagi kita. karena yang kita tau air merupakan kebutuhan vital, begitu penting nya air bagi kehidupan membuat kita selalu berupaya mendapatkan air bersih untuk memenuhi semua kebutuhan terutama untuk air minum. dan akhir – akhir ini kita ketahui bahwa masalah polusi baik udara, tanah, dan air sudah melewati ambang batas toleransi, dan sangat berpengaruh bagi pemasaran air yang di lakukan depot depot air di kota jambi terutama maquay 7.
    RUMUSAN MASALAH :
    – apa faktor penghambat penjualan air ke konsumen ?
    – apa solusi agar penjualan berjalan lancar ?

    Komentar oleh hary febryan | Oktober 22, 2014 | Balas

  33. Selamat Pagi Bapak Joe
    saya Endah Pratiwi c1b012007 memiliki judul ”Analisis Peran tenaga pemasar didalam menentukan eksisitensi produk minyak rose brand dipasar tradisional.”

    LATARBELAKANG :
    Didalam era modern seperti sekarang, tidak dapat dipungkiri bahwa persaingan antara produk sejenis untuk menduduki pasar semakin ketat. perusahaan dituntut memiliki inovasi yang dapat menunjang kemajuan produknya serta mampu bertahan bahkan bersaing dengan perusahaan lain sejenis. minyak sayur atau minyak makan adalah sebutan sehari-hari untuk minyak kelapa sawit, memiliki peran penting didalam memenuhi kebutuhan pokok dalam rumah tangga di Indonesia bahkan disebagian Dunia. dan untuk di Indonesia terkhusus dikawasan Muara Bungo, Jambi selain produk minyak curah banyak produk minyak kemasan berbagai brand dengan berbagai ukuran beredar dipasaran dengan variasi harga termasuk minyak rose brand yang di produksi oleh Cv. Sumber Harapan Makmur. Produk minyak kelapa sawit baik kemasan maupun minyak kelapa sawit curah dijual diberbagai tempat, dari pasar tradisional sampai kepasar modern seperti supermarket dengan berbagai jenis pembeli dan berbagai latarbelakang pekerjaan dan pemasukan. Namun, tidak dapat dipungkiri pasar tradisional memiliki peran yang sangat penting untuk memasarkan produk dan sebagai penghubung antara Produsen ke Konsumen awal (Toko Klontong atau Penjual manisan) dan selanjutnya diteruskan ke Konsumen akhir ( Rumah Tangga ). Banyak produk yang hanya muncul beberapa saat saja dipasaran namun setelah itu menghilang dikarenakan tidak mampu bertahan bahkan menguasai pasar. hal ini menjadi pembelajaran tersendiri bagi para perusahaan yang ingin melakukan peluncuran produk di pasar.
    seperti yang kita ketahui selain kualitas, harga dan ukuran kemasan menjadi salah satu faktor pemicu ketertarikan konsumen terhadap barang yang akan kita tawarkan. didalam kasus minyak kelapa sawit kemasan ini, level harga dan kualitas sangat bervariatif namun tidak dapat dipungkiri ada beberapa perusahaan yang memiliki kualitas dan harga yang hampir sama bahkan memang sama didalam memproduksi minyak kelapa sawit kemasan. dan yang sangat diherankan meskipun mereka memiliki kualitas dan harga yang hampir sama bahkan sama, mereka memiliki penguasaan pasar yang berbeda. dan setelah dikaji ulang, ternyata faktor berikutnya yang menjadi pemicu ketertarikan konsumen terhadap suatu barang (dalam hal ini adalah penjual toko manisan atau toko klontong) adalah peran tenaga pemasar yang langsung berhubungan dengan konsumen lebih berperan penting dalam melakukan kegiatan penjualan atau memasarkan produk di pasaran. Oleh karena itu, Perusahaan harus menyadari seberapa besar peran tenaga pemasar didalam menentukan eksistensi produk di pasar trandisional untuk menunjang kemajuan pemasaran produk.

    Rumusan masalah
    Dari latarbelakang diatas dapat dirumuskan :
    1. Apa yang dilakukan tenaga pemasar untuk meningkatkan eksistensi produk di pasar tradisional?
    2. Seberapa besar peran tenaga pemasar untuk mempengaruhi keputusan pembelian konsumen ?

    Komentar oleh Endah Pratiwi | Oktober 22, 2014 | Balas

  34. Nama : Richard Steven
    Kelas : M5G
    NIM : ERC1B012017

    Judul : Persaingan Ketat Mobil Murah di era LCGC oleh Honda

    LATAR BELAKANG MASALAH
    Bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia membuat pangsa pasar bagi para produsen sangat menggiurkan. Terlebih lagi masyarakat Indonesia yang memiliki sifat konsumtif dan dinamis semakin menambah semangat produsen untuk menghasilkan produk dan inovasi baru.
    Salah satunya pada bidang transportasi, munculnya banyak pesaing baru dalam hal menguasai pasar transportasi pribadi khususnya mobil, PT HONDA PROSPECT MOTOR selaku dealer resmi produk mobil Honda di Indonesia mencoba untuk mempertahankan minat konsumen kepada produk mereka.
    Upaya untuk meningkatkan kualitas dan inovasi terus dilakukan Honda di Indonesia dengan meluncurkan produk dengan keunggulan tertentu. Khususnya pada sektor medium dan low price, Honda menawarkan beberapa varian yang sangat dibutuhkan masyarakat saat ini. Desain dan model yang ditawarkan bersifat universal sehingga dapat diterima masyarakat dari berbagai kelas.
    Akan tetapi Honda tidak sendirian dalam menarik hati konsumen Indonesia saat ini, selain pesaing lama yang terus berkembang, munculnya perusahaan mobil China menjadi ancaman baru mengingat produk yang ditawarkan sangat tepat dengan harga yang terjangkau. Selain itu dalam menyambut Ekonomi Asean Terbuka tahun 2015 memungkinkan adanya pesaing baru yang dapat muncul dari negara tetangga untuk mencari kesempatan.
    Dengan menyadari adanya pesaing-pesaing baru di industri otomotif di Indonesia, penulis mengambil judul yaitu “Persaingan Ketat Mobil Murah di era LCGC oleh Honda”.

    Rumusan Masalah
    1. Bagaimana kondisi persaingan industri otomotif di Indonesia?
    2. Apa saja dan bagaimana langkah yang dilakukan Honda dalam menghadapi persaingan Low Cost Green Car (LCGC) ?
    3. Seberapa tinggi tingkat kepuasaan konsumen Honda dengan adanya produk LCGC?

    Komentar oleh richard steven | Oktober 22, 2014 | Balas

  35. NAMA : NEA ELIZA
    NIM : C1B012078
    KELAS : MEP PEMSARAN PAGI
    JUDUL : PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN MEMBELI PERUMAHAN VILLA GADING MAYANG DI KOTA JAMBI.

    LATAR BELAKANG :
    Rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok disamping sandang dan pangan. Kebutuhan akan rumah harus dipenuhi dan disesuaikan dengan syarat-syarat sebagai rumah sehat yang dapat menunjang lingkungan yang bersih, indah, tertib dan sehat, sehingga penghuni akan merasa aman dan tenteram untuk tinggal dirumah tersebut. Maka untuk membangun rumah harus dapat memenuhi setiap kebutuhan yang diminta masyarakat yang dalam hal ini adalah sebagai konsumen akan sebuah rumah.
    Pembangunan perumahan dan pemukiman merupakan usaha untuk memenuhi salah satu kebutuhan dasar manusia, sekaligus usaha meningkatkan mutu lingkungan kehidupan, memberi arah pada pertumbuhan wilayah, memperluas lapangan kerja serta menggerakkan kegiatan ekonomi dalam rangka peningkatan pemerataan kesejahteraan rakyat.
    Sementara itu menurut Sugandhy (2002), kondisi perumahan dan pemukiman di Indonesia pada saat ini masih ditandai oleh :
    1) Belum mantapnya sistem penyelenggaraan termasuk sistem kelembagaan yang diperlukan.
    2) Rendahnya tingkat pemenuhan kebutuhan perumahan yang layak dan terjangkau.
    3) Menurunnya kualitas lingkungan pemukiman, dimana secara fungsional kualitas pelayanan sebagian besar perumahan dan pemukiman yang ada masih terbatas dan belum memenuhi standar pelayanan yang memadai.
    Selanjutnya Sugandhy (2002), menjelaskan bahwa tingginya kebutuhan perumahan yang layak dan terjangkau masih belum dapat diimbangi dengan kemampuan penyediaan baik oleh masyarakat, dunia usaha, maupun pemerintah. Lebih lanjut Sugandhy (2002) memberikan gambaran bahwa status kebutuhan perumahan pada saat ini meliputi :
    1) Kebutuhan rumah yang belum terpenuhi ( backlog ) sebanyak 4,3 Juta unit rumah
    2) Pertumbuhan kebutuhan rumah baru setiap tahunnya sebesar 800 ribu unit rumah.
    3) Kebutuhan peningkatan kualitas perumahan yang tidak memenuhi persyaratan layak huni sebanyak 13 juta unit rumah.
    Pembangunan perumahan didaerah perkotaan termasuk Kota Jambi dewasa ini semakin menjadi penting peranannya. Menurut Rencana Detail Tata Ruang ( RDTR ) Kota Jambi tahun 2000 – 2010, pada tahun 2002 jumlah unit rumah yang ada sebanyak 76.883 unit, dan pada tahun 2010 diperkirakan jumlah unit rumah di Kota Jambi menjadi 91.990 unit, atau terjadi penambahan sebesar 15.107 unit.
    Berdasarkan data tersebut maka dapat disimpulkan bahwa kebutuhan akan perumahan akan terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk (konsumen) dan pendapatan perkapita. Jadi dimasa yang akan datang peranan industri perumahan dan pemukiman dalam mendorong ekonomi nasional kiranya tidak dapat dipungkiri. Salah satu Industri perumahan dan pemukiman adalah usaha real estate.
    Usaha real estate adalah usaha yang mempunyai resiko yang tinggi, mengingat besarnya biaya yang diperlukan untuk membangun sebuah rumah, tetapi juga mempunyai potensi pembangunan yang juga besar. Sebagai salah satu cara dalam usaha pemenuhan kebutuhan hidup manusia yang tergolong pokok itu, realestat mempunyai potensi berkembang yang sesuai dengan perkembangan tingkat kehidupan sosial ekonomi serta budaya masyarakat yang membutuhkan jasa-jasanya, artinya semakin maju tingkat sosial ekonomi serta budaya suatu masyarakat akan semakin meningkat pula kebutuhan terhadap jasa-jasa real estate.
    Untuk mengatasi kekurangan perumahan di Indonesia khususnya di Kota Jambi, pemerintah telah mendorong usaha pembangunan rumah dengan menggunakan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah ( KPR ) yang dikelola oleh BTN melalui usaha Real Estate dan Perumnas.
    Salah satu perusahaan swasta yang bergerak dalam bidang pembangunan perumahan di Kota Jambi adalah PT. Niaga Guna Kencana ( NGK ). Perusahaan ini mulai membangun dan menjual rumah kepada masyarakat semenjak tahun 2005. PT. Niaga Guna Kencana ( NGK ) ini merupakan salah satu anggota DPD REAL ESTATE INDONESIA ( REI ) Provinsi Jambi, dan salah satu perumahan yang diusahakan adalah perumahan Villa Gading Mayang yang berlokasi di Jl. Ir. H. Juanda. Adapun type – type rumah yang dikembangkan adalah Type 47/108, Type 55/135, Type 65/144, Type 96/160, dan Type131/198, yang sudah terjual sebanyak 120 unit. Untuk lebih jelasnya mengenai jumlah konsumen masing – masing type rumah dapat dilihat pada tabel 1.1 berikut.
    Tabel 1.1 : Jumlah konsumen masing – masing type rumah di perumahan villa gading mayang.
    No Type Rumah Jumlah Konsumen
    ( Jiwa )

    No Type Rumah Jumlah Konsumen
    ( Jiwa )
    1 Type 47/108 36
    2 Type 55/135 36
    3 Type 65/144 32
    4 Type 96/160 4
    5 Type 131/198 12
    JUMLAH 120

    Sumber : PT. Niaga Guna Kencana

    Dari tabel diatas, terlihat jelas bahwa type rumah yang paling diminati oleh konsumen adalah Type 47/108 ( 36 Konsumen ) dan Type 55/135 ( 36 Konsumen ). Hal ini dikarenakan harga yang ditawarkan sesuai dengan kemampuan daya beli sebagian besar konsumen di perumahan Villa Gading Mayang.
    Disamping itu dalam hal pemasaran produk, produsen sangat perlu memperhatikan faktor – faktor yang mempengaruhi seorang konsumen didalam proses pengambilan keputusan pembelian suatu produk, termasuk didalamnya adalah produk perumahan. Salah satu faktor yang cukup kuat mempengaruhi konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian adalah perilaku konsumen. Sementara itu perilaku konsumen akan muncul setelah adanya persepsi konsumen terhadap suatu produk.
    Keputusan konsumen dalam membeli rumah di Villa Gading Mayang tentu mempunyai alasan dan daya tarik yang dimiliki perumahan Villa Gading Mayang dibandingkan perumahan lainnya dalam Kota Jambi. Untuk melihat persepsi konsumen dalam membeli rumah di perumahan Villa Gading Mayang diperlukan suatu penelitian. Berdasarkan hal tersebutlah, maka penulis tertarik untuk menganalisis “ PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN MEMBELI PERUMAHAN VILLA GADING MAYANG DI KOTA JAMBI “

    RUMUSAN MASALAH :

    Peluang usaha perumahan di Kota Jambi cukup baik, dari data yang telah dijelaskan di latar belakang terlihat bahwa akan terjadi peningkatan kebutuhan rumah pada tahun 2010 sebanyak 15.107 unit atau meningkat sebesar 19,65 % dibandingkan dengan tahun 2002.
    Disisi lain usaha ini mempunyai tingkat resiko yang tinggi seperti yang telah dijelaskan di latar belakang, karena besarnya biaya yang dibutuhkan untuk membangun sebuah rumah. Selain itu juga tingkat persaingan diantara pengusaha yang bergerak dibidang ini juga cukup tinggi. Dari data DPD REI Provinsi Jambi pada tahun 2006 terdapat 60 pengusaha yang bergerak dibidang ini.
    Dengan tingginya resiko dan tingkat persaingan di usaha perumahan maka pengusaha ( developer ) sebagai produsen sangat perlu memperhatikan tingkat kepuasan konsumen, karena perilaku konsumen dalam proses pengambilan keputusan pembelian perumahan diawali dengan puas atau tidaknya konsumen terhadap suatu produk. Semantara itu perilaku konsumen merupakan cerminan dari persepsi konsumen. Selanjutnya menurut Supranto ( 2000 ), salah satu tolak ukur daya saing dalam pemasaran adalah tingkat kepuasan konsumen. Kepuasan konsumen ditentukan oleh harga, kualitas, dan pelayanan.
    Oleh karena itu untuk membantu pengusaha (developer ) dalam memasarkan perumahan agar mampu bersaing dipasaran, maka perlu diteliti faktor – faktor yang mempengaruhi persepsi konsumen terhadap perilaku konsumen dalam proses pengambilan keputusan pembelian perumahan, yang meliputi harga, kualitas, model / type, fasilitas, lokasi, serta Sistem Pembelian.
    Dari uraian diatas maka permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah :
    – Bagaimanakah persepsi konsumen terhadap keputusan konsumen membeli perumahan Villa Gading Mayang di Kota Jambi ?

    Komentar oleh NEA ELIZA | Oktober 22, 2014 | Balas

  36. Nama : Dwi Angga Retno
    NIM : ERC1B012076
    Kelas : M5ABG

    Judul : Analisis Pemasaran Produk Olahan Ikan Patin Tri & T di Daerah KM 8, Desa Pudak Kec. Kumpeh Ulu

    1.1 Latar Belakang
    Dalam industry ternak ikan patin, banyak kalangan masyarakat yang belum mengetahui jenis-jenis produk yang dapat di hasilkan dari jenis ikan yang tergolong mempunyai kandungan minyak dan lemak yang cukup banyak.
    Seperti yang kita ketahui khusus nya di Provonsi Jambi olahan ikan patin dapat dibuat sebagai masakan seperti tempoyak patin, pindang patin dan sebagainya. Bukan hanya olahan itu saja yang dapat di hasilkan, Tepatnya industry yang berada di daerah KM 8 Desa Pudak Kec. Kumpeh Ulu, yang di miliki oleh Bapak Timan yang diberi nama Tri & T ini bukan hanya membudidayakan ikan patin, akan tetapi mengolah ikan tersebut menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi. Bahkan bagian-bagian ikan patin yang sering terbuang seperti duri ikan itu ternyata bisa di olah kembali menjadi kerupuk.
    Tak bisa dipungkiri tak ada yang tersisa dari pengolahan ikan patin tersebut. Sebagai contoh Produk yang di hasilkan dari pengolahan ikan patin industry Tri & T adalah abon patin, kerupuk duri patin, dan kerupuk kulit patin.

    1.2 Rumusan Masalah
    1. Strategi apa yang dilakukan untuk memasarkan produk olahan tersebut ?
    2. Pandangan konsumen mengenai produk-produk yang di hasilkan ?
    3. Langkah apa yang dilakukan dalam melakukan segmentasi pasar ?
    4. Bagaimana upaya yang dilakukan untuk menarik minat konsumen agar membeli hasil produk olahan tersebut ?

    Komentar oleh Dwi | Oktober 22, 2014 | Balas

  37. NAMA : Raihan Fajri Ramadhan
    NIM : C1B012054
    KELAS : MEP PEMASARAN PAGI

    Judul : Pengaruh Internet Marketing Terhadap Pembentukan Word of Mouth dan Brand Awareness
    (studi pada lapak FJB Unicorn Toys di Kaskus)

    1.1 Latar Belakang
    Pada Era globalisasi dan adanya internet menyebabkan munculnya era baru dalam dunia pemasaran yang biasa disebut dengan new wave marketing dimana semakin banyak competitor yang bersaing didalam pasar sehingga dibutuhkan inovasi yang baik untuk bisa bertahan dan memenangkan persaingan agar bisa mendapatkan tempat dibenak para konsumen. Jaringan internet merupakan awal lahirnya wave markerting yang menyebabkan internet marketing menjadi connector penting dalam wave marketing. Internet marketing ini memanfaatkan jejaring sosial dan forum untuk mengembangkan strategi pemasaran word of mouth, salah satu tujan yang diharapkan adalah membentuk brand awareness dalam benak konsumen dan sebisa mungkin menjadi top of mind dari konsumen yang dituju.

    Dari sekian banyaknya perusahaan yang menerapkan strategi internet marketing, salah satunya yaitu adalah Unicorn Toys. Unicorn Toys memperkenalkan Usaha Bisnisnya di KASKUS untuk mencari komunitas yang berpeluang menyebarkan informasi dari Usaha Bisnisnya. Walau menjual mainan Unicorn Toys juga mencari sebuah komunitas dan club dan memposisikan usahanya sebagai market center dari komunitas dan club tersebut. Berdasarkan uraian tersebut ditentukan tujuan dari penelitian ini adalah pengaruh internet marketing terhadap word of mouth dan brand awareness

    Komentar oleh Raihan Fajri R | Oktober 22, 2014 | Balas

  38. 1)Untuk mengetahui adakah perbedaan kepuasan konsumen Alfamart dan mini market racinta yang ada di jerambah bolong jambi
    2)Untuk mengetahui faktor-faktor apa yang membedakan kepuasan konsumen Alfamart dan mini market racinta yang ada didaerah jerambah bolong.

    Komentar oleh heni yanti | Oktober 22, 2014 | Balas

  39. Nama : Heni yanti
    Nim :ERC1B012007
    KELAS : M5ABG
    JUDUL :ANALISIS PERBANDINGAN KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN PADA MINIMARKET ALFAMART DENGAN MINI MARKET RACINTA YANG ADA DIJERAMBAH BOLONG JAMBI

    Abstrak
    tujuan dilakukan penelitian :
    1)Untuk mengetahui adakah perbedaan kepuasan konsumen Alfamart dan mini market racinta yang ada di jerambah bolong jambi
    2)Untuk mengetahui faktor-faktor apa yang membedakan kepuasan konsumen Alfamart dan mini market racinta yang ada didaerah jerambah bolong.

    PENDAHULUAN
    setiap perusahaan pada umumnya mempunyai tekhnik tersendiri dalam menjual produknya, dan Kualitas pelayanan merupakan kinerja terpenting oleh sebuah perusahaan untuk membangun loyalitas pelanggan. Perusahaan harus memperhatikan hal-hal penting bagi konsumen, supaya mereka merasakan kepuasan sebagaimana yang diharapkan. Dan hakikatnya kepuasan konsumen merupakan evaluasi purna beli dimana alternatif yang dipilih sekurang-kurangnya dapat memberikan hasil (outcome) sama atau melampaui harapan konsumen, sedangkan ketidakpuasan dapat terjadi apabila hasil yang diperoleh tidak memenuhi harapan yang diinginkan konsumen. Jadi tingkat kepuasan merupakan fungsi dari perbedaan antara kinerja yang dirasakan oleh harapan, jika kinerja yang dirasakan di bawah harapan maka konsumen merasa tidak puas, sedangkan jika kinerja yang dirasakan sesuai dengan harapan maka niscaya konsumen merasa puas. Dan jika kinerja yang dirasakan melampaui harapan maka konsumen akan merasa sangat puas.
    Terdapat lima dimensi yang dirancang untuk mengukur kualitas pelayanan yang didasarkan pada perbedaan antara nilai harapan dengan nilai kinerja yang dirasakan oleh konsumen yaitu : Responsivness, Reliability, Assurance, Emphaty dan Tangibles.
    1. Responsive (daya tanggap / kesigapan) adalah suatu respon / kesigapan karyawan dalam membantu konsumen dan memberikan pelayanan yang cepat dan tanggap.
    2. Reliability (keandalan) adalah suatu kemampuan untuk memberikan jasa yang dijanjikan dengan akurat dan terpercaya.
    3. Assurance (jaminan) adalah kemampuan karyawan atas pengetahuan terhadap produk secara tepat, kualitas, keramah-tamahan, perkataan atau kesopanan dalam memberikan pelayanan, keterampilan dalam memberikan informasi dan kemampuan dalam menanamkan kepercayaan konsumen / pelanggan terhadap perusahaan.
    4. Emphaty (perhatian) adalah kemampuan perusahaan dalam memberikan perhatian yang bersifat individual atau pribadi kepada para pelanggan / konsumen.
    5. Tangibles (kemampuan fisik) adalah suatu bentuk penampilan fisik, peralatan personal, media komunikasi dan hal-hal yang lainnya yang bersifat fisik.

    Masalah pelayanan sebenarnya bukanlah hal yang sulit atau rumit, tetapi apabila hal ini kurang diperhatikan maka dapat menimbulkan hal-hal yang rawan karena sifatnya yang sangat sensitif. Sistem pelayanan perlu didukung oleh kualitas pelayanan, fasilitas yang memadai dan etika atau tata krama. Sedangkan tujuan memberikan pelayanan adalah untuk memberikan kepuasan kepada konsumen/ pelanggan, sehingga berakibat dengan dihasilkannya nilai tambah bagi perusahaan.
    Untuk itu peneliti merasa tertarik untuk melakukan penelitian perbandingan kepuasan konsumen toko tersebut mengapa hal tersebut dapat mempengaruhi penjualan padahal keduanya memiliki strategi pemasaran yang hampir sama dan pelayanan yang hampir sama juga adakah perbedaan pada keduanya yang pada akhirnya mempengaruhi citra toko dari kacamata konsumen, apakah yang membuat berhasil mewujudkan kesan yang baik pada pelanggan dan pada akhirnya akan memudahkan meraih konsumen.

    Rumusan masalah
    1.apa yang menyebabkan konsumen lebih memilih Alfamart dibandingkan minimarket racinta yang ada dijerambah bolong.
    2.Untuk mengetahui faktor-faktor apa yang membedakan kepuasan konsumen Alfamart dan mini market racinta yang ada didaerah jerambah bolong.

    Komentar oleh heni yanti | Oktober 22, 2014 | Balas

  40. Selamat Malam Pak Jo
    Nama : Faisal Fansuri
    NIM : C1B012012
    Kelas : Manajemen’A 12 (MEP Pagi)
    Judul : Pengaruh Lifestyle dalam Penggunaan Media Online pada Proses Marketing Produk Distro

    Latar Belakang
    Dengan berkembangnya dunia IT pada era globalisasi saat ini, berbagai pola hidup masyarakat yang sebelumnya masih tradisional perlahan-lahan mulai berubah kearah yang lebih modern. Gaya hidup yang lebih modern tentulah memiliki keinginan akan hal yang serba cepat, sehingga media online mutlak diperlukan untuk mengakomodir masalah ini.
    Lifestyle atau Gaya hidup menurut Kotler adalah pola hidup seseorang di dunia yang iekspresikan dalam aktivitas, minat, dan opininya. Gaya hidup menggambarkan “keseluruhan diri seseorang” dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Secara umum dapat diartikan sebagai suatu gaya hidup yang dikenali dengan bagaimana orang menghabiskan waktunya (aktivitas), apa yang penting orang pertimbangkan pada lingkungan (minat), dan apa yang orang pikirkan tentang diri sendiri dan dunia di sekitar (opini). Dari berbagai di atas dapat disimpulkan bahwa gaya hidup adalah pola hidup seseorang yang dinyatakan dalam kegiatan, minat dan pendapatnya dalam membelanjakan uangnya dan bagaimana mengalokasikan waktu. Faktor-faktor utama pembentuk gaya hidup dapat dibagi menjadi dua yaitu secara demografis dan psikografis. Gaya hidup masyarakat yang modern dan ingin serba cepat dalam hal jual beli sehingga diperlukan sebuah media untuk mengakomodir keinginan tersebut, dikarenakan hal tersebut maka penggunaan media online dalam hal ini semakin berkembang pesat.
    Dewasa ini penggunaan media online (internet) sebagai salah satu alat untuk memperlancar kegiatan marketing semakin berkembang, contohnya yaitu semakin maraknya penjualan pakaian online, dengan menggunakan situs sosial media. Selain itu media online juga digunakan untuk pengiklanan. Online advertising adalah metode periklanan dengan menggunakan internet dan World Wide Web dengan tujuan menyampaikan pesan pemasaran (promosi) untuk menarik pelanggan.

    Komentar oleh Faisal Fansuri | Oktober 22, 2014 | Balas

  41. Nama: M. SOLIHIN
    Nim: C1B012057
    Kelas: MEP PEMASARAN PAGI
    JUDUL: ANALISIS KONSEP DAN STRATEGI AGEN PEMASARAN ASURANSI PRUDENTIAL DI JAMBI

    1.1 latar belakang
    Prudential adalah sebuah grup jasa keuangan internasional terkemuka yang menyediakan jasa keuangan dan pengelolaan dana di pasar-pasar pilihan: Inggris, Amerika, Asia dan Eropa. Prudential telah menyediakan jasa asuransi jiwa di Inggris selama lebih dari 150 tahun dan memiliki produk dana jangka panjang terbesar di Inggris selama lebih dari satu abad. Saat ini (per 31 Desember 2007), Prudential memiliki lebih dari 21 juta nasabah di seluruh dunia dan mengelola dana lebih dari US$ 530 milyar (Rp. 4.870 trilyun).
    Sejarah Prudential, Prudential berdiri pada 30 Mei 1848 di Hatton Garden, London, Inggris. Perusahaan ini didirikan dengan nama “Prudential Mutual Assurance Investment and Loan Association” dengan core bisnis asuransi jiwa dan pinjaman bagi kelas ekonomi menengah di Inggris saat itu.
    Prudential Indonesia Berdiri tahun 1995, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) merupakan bagian dari Prudential plc, London, Inggris.Di Asia, Prudential Indonesia menginduk pada kantor regional Prudential Corporation Asia (PCA), yang berkedudukan di Hong Kong yang mengelola dana mencapai £42,4 miliar (USD 67,8 miliar) per 31 Desember 2009
    Prudential Indonesia adalah pemimpin pasar dalam penjualan produk asuransi jiwa yang dikaitkan dengan investasi (unit link) pertamanya di tahun 1999.Sampai dengan 31 Desember 2009, Prudential Indonesia memiliki 7 kantor pemasaran, yaitu di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Medan, dan Batam dan 196 kantor keagenan (termasuk di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Batam, dan Medan).
    Alasan Asuransi Dibutuhkan, Mengapa asuransi itu penting? Asuransi pada dasarnya adalah kebutuhan yang penting dan seharusnya dipenuhi oleh setiap individu. Dalam roda kehidupan ini, tanpa disadari banyak sekali ancaman dan bahaya yang disebut dengan risiko kehidupan. Risiko kehidupan tersebut biasa berwujud sakit, sakit kritis, cacat tetap atau meninggal dunia. Namun demikian, banyak diantara Anda yang tidak peduli dengan adanya resiko kehidupan tersebut. Padahal ketika musibah datang menghantui Anda, yang kena dampaknya bukan hanya Anda. Tetapi keluarga Anda yang akan dibuat kelimpungan jika Anda tidak peduli dengan risiko yang terjadi pada diri Anda.
    1.2 rumusan masalah
    1. bagaimana peranan agen asuransi meningkatkan penjualan produknya?
    2. mengapa asuransi itu penting?

    Komentar oleh M.Solihin | Oktober 23, 2014 | Balas

  42. Nama:Reza Ramzanjani
    NIM : C1B012006
    juduk : pengaruh greeting terhadap keputusan pembelian (KFC cabang WTC)
    latar belakang: pengucapan salam pada saat konsumen datang untuk membeli akan menimbulkan ketertarikan pada konsumen yg merasa nyaman pada saat menikmati jasa pelayanan yg di berikan.

    Komentar oleh reza ramzanjani | Oktober 23, 2014 | Balas

  43. Nama : M.KHOIRUR ROZIKIN
    NIM : C1B012093
    Kelas : MEP PEMASARAN PAGI
    Judul : PENGARUH KUALITAS NILAI PELAYANAN DAN KEPUASAN NILAI BELI KONSUMEN DALAM PRODUK J.CO DONNUTS & COFFE DI JAMBI ( MALL WTC BATANGHARI )

    LATAR BELAKANG :

    Persaingan bisnis makanan semakin ketat di Indonesia begitu juga dalam
    bisnis makanan seperti donat. Hal ini ditandai oleh makin banyak munculnya
    merek donat yang ada di Indonesia sehingga konsumen dihadapkan pada pilihan
    merek yang beraneka ragam, seperti Dunkin’ Donuts, J.CO Donut, Krispy Kreme,
    I-Crave, dan sebagainya. Munculnya beragam jenis merek donat tersebut,
    menuntut produsen untuk menjaga kekuatan merek dan dikelola oleh perusahaan,
    agar merek mampu bersaing dalam jangka panjang.
    Dalam hal produk donnuts konsumen sangat sensitif dan peka. Sedikit
    saja tidak sesuai dengan standar kualitas mereka, maka konsumen tidak akan
    berpikir dua kali untuk mengkonsumsinya kembali. Salah satu produk donnuts
    yang sudah dikenal oleh masyarakat adalah J.CO Donuts. Sekarang ini,
    J.CO Donuts telah hadir di jambi meskipun ini merupakan produk terbaru
    di jambi namun produk makanan ini telah mulai dinikmati oleh berbagai
    masyarakat. Jenis J.CO Donuts sangat bervariasi pula seturut dengan
    perkembangan jaman dan teknologi. Biasanya J.CO Donuts di konsumsi sebagai
    makanan pelengkap atau bahkan sebagai makanan pengganti.
    Produk J.CO Donuts mempunyai Bentuk-bentuk unik diluar ciri khas
    donat yang bundar dan berlubang mulai bermunculan. Contohnya; Krispy Kreme
    memainkan kontur permukaan yang dibuat tidak merata pada Double Chocolate
    Cake, J.CO Donuts membuat bentuk seperti mahkota yang diberi nama J.Crown,
    I-Crave banyak menciptakan donat yang sama sekali tidak bulat dan berlubang,
    lalu Ring Master menumpuk donatnya menjadi dua tingkat, bertekstur lembut,
    modis dalam penampilan dan tentunya memiliki rasa yang sesuai dengan lidah.
    Dari 20 varian J.CO Donuts, ada tujuh donat yang paling populer yaitu Glazzy,
    Coco Loco, Al-Capone, Cheese Me Up, Why Nut, Coco Glaze dan Jacky Chunk.
    Harga J.CO Donuts yang kita jumpai baik di jambi maupun di luar
    jambi tidak sama, disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan income
    penduduk setempat.
    Tempat pembuatan J.CO Donuts berada bersama dengan tempat
    penjualannya, dimana di jambi terletak di Mall WTC BATANGHARI. Di samping itu
    pembeli dapat melihat langsung proses pembuatan produk makanan J.CO Donuts
    dan itu merupakan salah satu keunggulan yang dimiliki dari J.CO Donuts.
    Situasi dan kondisi yang semakin maju dan moderen ini, membuat J.CO
    Donuts harus terus dapat bertahan dan mengembangkan usahanya itu dengan cara
    memantau proses dan hasil produksinya agar terus terjaga kualitasnya dan terlebih 3
    lagi meningkatkan kualitas produk-produknya. Hal tersebut dimaksudkan untuk
    memberikan kepuasan bagi konsumen. Selain itu, J.CO Donuts perlu
    mengevaluasi faktor-faktor apa sajakah yang membentuk, mendorong, dan
    mempengaruhi minat beli konsumen terhadap produk makanan J.CO Donuts di
    Jambi

    RUMUSAN MASALAH
    1. Apakah tempat secara signifikan mempengaruhi minat beli konsumen di JCO DONNUTS & COFFE DI JAMBI ?
    2. Apakah produk secara signifikan mempengaruhi minat beli konsumen di J.CO DONNUTS & COFFE DI JAMBI ?
    3. Apakah pelanggan sudah puas terhadap pelayanan yang ada di J.CO DONNUTS & COFFE

    Komentar oleh M.KHOIRUR ROZIKIN | Oktober 23, 2014 | Balas

  44. NAMA: IVON SATRIA
    KELAS: MANAJEMEN G ’12 (MEP PAGI)
    NIM: C1B012106
    JUDUL: ANALISA PERSAINGAN PASAR TRADISIONAL DAN PASAR MODERN (ANGSO DUO DAN ALFAMART/INDOMART)

    A.LATAR BELAKANG
    Berawal dari Berkumpulnya para pedagang dan saudagar pada zaman dahulu, berlanjut dan terus menerus hingga berdirinya sebuah pasar yang dikenal dengan Pasar Inpres, dan terus dan terus berkembang menjadi sebuah kawasan yang sempat menjadi Ikonnya Pemerintah Daerah Kota Jambi. Selanjutnya, berkembang dan berkembang menjadi sebuah Pasar Tradisional terbesar di Kota Jambi, sebelum akan berkembang jadi pasar modern.
    Kehadiran pasar-pasar modern tadi, membuat adanya persaingan antara pasar tradisional seperti Angso Duo dengan pasar yang juga ada diswalayan dan supermarket yang tumbuh subur di provinsi jambi pada saat ini.
    Namun demikian, Kehadiran pasar modern dengan swalayan dan supermarketnya tidak menutup kemungkinan “matinya” Pasar Tradisional Angso Duo, yang berada dipinggir Jalan Sulthan Thaha dan persisnya langsung berhadapan dengan Tepian Sungai Batanghari, sungai terpanjang di Pulau sumatera. Sehingga, sangat trategis dalam jalur transportasi Sungai dan Laut. Saudagarpun, datang dan pergi dari pasar yang berdekatan dengan Pelabuhan Tanah Timbun, Pelabuhan yang sempat menjadi yang terbesar di Asia, waktu itu.
    Jauh dari kata layak,itu lah kata” yg tepat unutk pasar angso duo yg menjadai icon khusus atau simbol bagi kota jambi. Apakah angso duo akan di renovasi menjadi pasar modern atau tetap seperti pasar tradisional dg keadaan seperti sekarang tentu menjadi sebuah tanda tanya besar bagi rakyat jambi.

    Rumusan masalah
    1. Apakah pasar tradisional angso duo akan hilang seiring dengan berkembangnya pasar modern?
    2. Kebijakan-kebijakan yg dilakukan agar pasar tradisional tetap eksis dan mampu bersaing dengan pasar modern

    Komentar oleh IVON SATRIA | Oktober 23, 2014 | Balas

  45. Judul : Komitmen Rumah Makan Padang Memberikan Kepuasan Untuk Mempertahankan Pelanggan di Kota Jambi

    Nama : Abdul Rahman
    Nim : C1BO12111
    Kelas : MEP PEMASARAN PAGI

    Latar belakang masalah

    Disemua kota besar maupun kecil di Indonesia, dengan mudah rumah makan padang bisa kita temui bahkan sudah menyebar ke manca negara. Bisnis rumah makan padang memang banyak di dominasi oleh orang asli padang, karena jiwa merantau dan berdagang yang kuat dari masyarakat minang inilah yang membuat mereka mencari rezeki dengan berdagang tak terkecuali dengan bisnis rumah makan padang. Masakan padang memang terkenal degan rasa pedas dan banyak menggunakan rempah-rempah asli Indonesia, yang membuat penikmat masakan padang ingin merasakan lagi dan lagi. Ditambah lagi rendang adalah makanan terlezat di dunia saat ini, berarti penikmat masakan padang bukan hanya orang asli padang ataupun orang Indonesia tetapi masyarakat di Dunia ini juga merasakan kenikmatan masakan padang. Begitu juga halnya di kota Jambi banyak sekali bisnis rumah makan yang menjamur di setiap sudut kota,baik yang terletak di kaki lima maupun konsep rumah makan yang megah dengan ukuran tempat yang besar dan suasana yang nyaman.

    Rumusan masalah

    Bagaimana cara rumah makan padang mempertahankan pelanggan di kota jambi?
    Bagaimana rumah makan padang memberikan kepuasan terhadap pelanggan dikota jambi?
    Bagaimana komitmen rumah makan padang untuk mempertahankan rasa khas dari masakan padang di kota jambi?

    Komentar oleh ABDUL RAHMAN | Oktober 23, 2014 | Balas

  46. Nama : Syaiful AJi
    NIM : ERC1B012051
    M5ABG
    Pengaruh Endorser Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen dan Peningkatan Penjualan Barang Produsen .

    Latar Belakang :
    Di era globalisasi saat ini, adalah penting untuk memiliki sebuah informasi yang mudah dijangkau . Baik itu untuk kebutuhan pengetahuan ataupun hiburan . Saat ini para remaja telah menggilai sebuah produk bernama smartphone dengan segala feature dan kecanggihannya, tapi disini saya bukan mau ngomongin tekhnologi . Mari ke bagian primer dari kebutuhan manusia, yaitu pakaian . Saat ini, banyak brand-brand clothing yang bermunculan . Baik itu yang dilahirkan oleh kalangan artis ataupun orang biasa . Dalam melakukan promosi biasanya para pemilik brand tersebut akan melakukan yang namanya Endorsement . Endorsement adalah salah satu promosi yang digandrungi oleh pemilik usaha yang menjual produknya secara online . Karena dapat mudah dilakukan dan tidak banyak memakan biaya . Endorsement disini berarti sebagai sokongan/dukungan . Pemilik nantinya akan melakukan komunikasi kepada endorser (orang yang di endorse) . Lalu nantinya si pemilik akan mengirimkan produknya kepada endorser agar nantinya produk itu akan dipakai oleh si endorser lalu si endorser akan melakukan promosi di jejaring sosial, dengan cara memfoto produk bersama dirinya lalu mengupload foto tersebut ke jejaring social dengan menyertakan nama akun brand . Atau juga biasanya pemilik brand menjadikan si endorser sebagai model foto dari setiap artikel produk yang akan dijual .

    Rumusan Masalah :
    1. Apakah orang yang di endorse akan mempengaruhi keputusan pembelian konsumen ?
    2. Apakah dengan melakukan endorsement dapat meningkatkan penjualan produk ?
    3. Persepsi konsumen terhadap si endorser .

    Komentar oleh Syaiful Aji | Oktober 25, 2014 | Balas

  47. Nama : nurmanto
    Kelas : M5G
    NIM : ERC1B012039

    Judul : analisis pengaruh mengapa konsumen lebih memilih supermarket dibandingkan berbelanja di pasar los
    LATAR BELAKANG MASALAH
    Sudah menjadi hal biasa bahwa keberadaan pasar modern dewasa ini sudah menjadi tuntutan dan konsekuensi dari gaya hidup modern yang berkembang di masyarakat kita. Tidak hanya di kota metropolitan tetapi sudah merambah sampai kota kecil di tanah air. Sangat mudah menjumpai minimarket, supermarket bahkan hypermarket disekitar tempat tinggal kita. Tempat – tempat tersebut menjanjikan tempat belanja yang nyaman dengan harga yang tidak kalah menariknya. Namun dibalik kesenangan tersebut ternyata telah membuat para piritel kelas menengah dan teri mengeluh. Mereka dengan tegas memprotes ekspansi yang sangat agresif dari peritel kelas besar itu.
    banyak beberapa faktor yang memepengaruhi konsumen lebih memilih berbelanja di supermarket dibandingkan berbelanja di pasar los ataupun di pasar tradisional. diantarany adalah faktor kenyamanan berbelanja sangat penting dibandingkan dengan los, supermarket lebih mengedepankan kenyamanan sehingga konsumen merasa betah berada di dalam supermarket .
    Faktor selanjutnya akses masuk kedalam supermarket dan lahan parkir yang tersedia dan keamanan parkir yang terjamin bagi para konsumen, sehingga konsumen tidak perlu khawatir dibandingkan los, konsumen harus berkeliling mencari lahan parkir dan harus berjalan lagi untuk sampai ke pasar los.
    Ditambah Lagi Dimana Seringkali Sebuah supermarket memberanikan diri untuk membuat Potongan harga barang dengan berbagai syarat dan ketentuan yang mana dapat membuat Konsumen tergiur terhadap Promosi potongan Harga yang di berikan terhadap produk tertentu, yang mana berbeda dengan los dimana seorang konsumen untuk mendapatkan potongan harga terlebih dahulu mereka harus tawar menawar dengan penjual, untuk mendapatkan potongan harga yang diinginkan Konsumen.
    Serta Yang terakhir adalah Tingkat Pelayanan suatu supermarket sangat berbanding terbalik dengan Pasar Los, yang mana Pelayanan Supermarket telah menggunakan Sistem Pelayanan Bertaraf Modern dengan menggunakan Teknologi dan SDM yang telah Berpengalaman dalam Bidang nya.Sedangkan Pasar Los hanya mengunakkan perlengkapan Seadanya yang tidak terlalu modern dan Sumber SDM yang Biasa biasa saja, yang mana disini dapat terlihat bahwa Pelayanan Sangat mempengaruhi tingkat Kepuasan dan kenyamanan Konsumen Dalam Menentukan Keputusan .

    Rumusan masalah
    1. Perbedaan apa saja antara sistem kerja pasar los dan sistem kerja supermarket ?
    2. Kenapa konsumen lebih memilih supermarket ketimbang pasar los ?
    3. Langkah apa saja yang dapat dilakukan pasar los agar dapat bersaing dengan supermarket ?
    4. Dimana letak masalah kinerja pasar los terhadap supermarket sehingga kalah saing dengan supermarket ?

    Komentar oleh nurmanto | Oktober 25, 2014 | Balas

  48. NAMA :IBNU RIDHO
    NIM :ERC1B012128
    JUDUL :ANALISIS PERIKLANAN PEMBELIAN PRODUK VIDA PADA PT. SAN MIGUEL PURE AND FOODS INDONESIA MEMALUI INTERNET

    Latar Belakang Masalah
    Perkembangan teknologi informasi saat ini memungkinkan setiap perusahaan dekat
    dengan konsumen meskipun melalui media elektronik. Salah satu usaha yang dapat dilakukan oleh perusahan untuk menjangkau konsumen adalah dengan memanfaatkan perkembangan
    teknologi informasi tersebut. Metoda yang efektif untuk menjangkau konsumen potensial dalam jumlah yang sangat besar adalah menggunakan teknologi komputer dengan menggunakan internet. Dengan menerapkan e-commerce akan mampu menjangkau konsumen global dalam waktu singkat dan dana yang tidak terlalu besar. Perkembangan teknologi informasi tersebut merupakan peluang dan tantangan yang dihadapi oleh PT San Miguel Pure and Foods Indonesia. Globalisasi dan liberalisasi perdagangan berarti pasar dunia akan makin terbuka bagi produk Indonesia, dan sebaliknya pasar domestik pun akan makin terbuka pula bagi produk-produk internasional. Tentunya kondisi ini memberikan kesempatan kepada dunia usaha nasional lebih khusus kepada PT San Miguel Pure and Foods Indonesia untuk berkembang dan bersaing sejalan dengan proses globalisasi yang bergerak dengan cepat.
    Dewasa ini peran internet bukan hanya sebagai sarana mencari informasi, tapi juga mempunyai potensi besar sebagai media pemasaran dan perdagangan. Media periklanan melalui internet di Indonesia belum banyak dimanfaatkan secara maksimal, walaupun Indonesia dalam prosentasi pertumbuhan belanja iklan tertinggi di dibandingkan negara lainnya di Asia Pasifik.

    Perumusan Masalah
    1.Apakah pelaksanaan program periklanan produk di internet dan pemasaran produkVidaIndonesia melaluie-mailsecara signifikan mempengaruhi pemrosesan informasi periklanan oleh pengguna internet.
    2.Apakah pelaksanaan program periklanan produk di internet dan pemasaran produk PT San Miguel Pure and Foods indonesia khususnya untuk produk vida melalui e-mail secara signifikan mempengaruhi keputusan pembelian pengguna internet baik secara langsung maupun melalui tahap pemrosesan informasi periklanan.

    Komentar oleh ibnu ridho | Oktober 25, 2014 | Balas

  49. NAMA : ANDRY YAKUP
    NIM : ERC1B012084
    KELAS : M5G
    MK : MEP PEMASARAN

    Judul

    Analisa tinggkat kesenjangan untuk keberhasilan target pasar pada CV. MADANI PRINTING

    Latar belakang

    Pemasaran merupakan unjung tombak dari segala usaha atau jasa dalam mengembangkan bisnis , untuk

    suatu tujuan dalam mendapatkan target pasar , jadi para pemasar haruslah bisa melihat persaingan yang ada

    dan membuat segmen-segmen kebutuhan masayarakat demi mendapatkannya kepercayaan, image dan

    loyalitas konsumen

    Rumusan masalah

    1. Bagaimana cara menganalisa tingkat keberhasilan target pasar pada cv. Madani printing ?

    Komentar oleh andry yakup | Oktober 26, 2014 | Balas

  50. NAMA : DIAN HIDAYAT
    NIM : ERC1012130
    KLS : M5G
    MK : MEP PEMASARAN
    JUDUL
    ANALISIS TINGKAT LOYALITAS KONSUMEN PADA TOKO BUKU GRAMEDIA

    LATAR BERLAKANG
    Suatu perusahaan beroperasi disamping untuk mendapatkan laba atau keuntungan juga untuk mempertahankan kelangsung usahanya dan perusahaan harus melakukan kegiatan pemasaran bagi produk atau jasa yang dihasilkan dengan mengendentifikasikan kebutuhan konsumen yang perlu dipuaskan. Dalam kondisi semakin meningkatnya persaingan, maka perusahaan yang satu dengan yang lain saling bersaing merebut konsumen. Maka perusahaan harus mampu menciptakan dan mempertahankan pelanggan, oleh karna itu menciptakan loyalitas pelanggan terhadap merek produk merupakan konsep yang sangat penting .

    Rumusan masalah
    Bagaimana loyalitas konsumen pada toko buku gramedia ?

    Komentar oleh dian hidayat | Oktober 26, 2014 | Balas

  51. NAMA : DIAN HIDAYAT
    NIM : ERC1012130
    KLS : M5G
    MK : MEP PEMASARAN
    JUDUL
    ANALISIS TINGKAT LOYALITAS KONSUMEN PADA TOKO BUKU GRAMEDIA

    LATAR BERLAKANG
    Suatu perusahaan beroperasi disamping untuk mendapatkan laba atau keuntungan juga untuk mempertahankan kelangsung usahanya dan perusahaan harus melakukan kegiatan pemasaran bagi produk atau jasa yang dihasilkan dengan mengendentifikasikan kebutuhan konsumen yang perlu dipuaskan. Dalam kondisi semakin meningkatnya persaingan, maka perusahaan yang satu dengan yang lain saling bersaing merebut konsumen. Maka perusahaan harus mampu menciptakan dan mempertahankan pelanggan, oleh karna itu menciptakan loyalitas pelanggan terhadap merek produk merupakan konsep yang sangat penting .

    Rumusan masalah
    Bagaimana loyalitas konsumen pada toko buku gramedia ?

    Komentar oleh dian hidayat | Oktober 26, 2014 | Balas

  52. 46. Nama : Dede Verdana
    Kelas : MEP PEMASARAN (SORE)
    NIM : ERC1B012124

    Judul : Pengaruh Harga dan Kualitas Produk Mobil Honda Brio Tehadap Minat Konsumen

    LATAR BELAKANG MASALAH
    Dengan semakin bertambahnya dan meningkatnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia membuat pangsa
    pasar bagi para produsen sangat menggiurkan dan menjanjikan keuntungan yang besar tehadap
    produsen. Terlebih lagi masyarakat Indonesia yang memiliki sifat konsumtif dan keinginan memiliki produk
    yang baru, dengan kondisi seperti ini lah para produsen berkemauan keras akan menciptakan dan
    menghasilkan inovasi baru dan produk baru. dengan adanya produk tersebut para konsumen
    berkeinginan untuk memilikinya karna selain harga kualitas pun bisa di andalkan. dan kecenderungan
    konsumen memilih mobil yang murah, kecil karna sesuai dengan kondisi dalam kota apalagi untuk saat
    sekarang ini karena kendaraan sudah semakin bertambah dan mengakibatkan jalanan macet oleh
    sebab itu kendaranaan seperti ini lah yang sangat dibutuhkan selain dari kecil kendaraan ini juga gesit
    dan irit BBM kemudian harga juga tidak terlalu tinggi dibandingkan dengan produk yang lama. dan kondisi
    seperti inilah para produsen semakin berupaya untuk menciptakan produk yang inovatif.

    Rumusan Masalah
    1. Apakah harga berpengaruh terhadap minat konsumen?
    2. Apakah Kualitas produk mempengaruhi minat konsumen?

    Komentar oleh Dede Verdana | Oktober 27, 2014 | Balas

  53. Nama : Andi Darmawansyah
    NIM : ERC1B012041
    Judul : Analisis Pemasaran Produk Dental Unit Dari PT Global Dent Dibandingkan Dengan Perusahaan Lain Kepada Dokter Gigi Di Jambi
    1.1 Latar belakang
    PT Global Dent merupakan satu-satunya perusahaan dental supply yang mempunyai kantor di provinsi jambi , PT Global Dent adalah perusahaan dental supply yang mengkhususkan diri dalam penyediaan alat – alat dan bahan – bahan kedokteran gigi. Sebagai satu – satunya perusahaan yang memiliki kantor di jambi, namun ada beberapa dental supply lain yang memasarkan produknya dengan menggunakan mengirimkan sales ke provinsi jambi.
    Salah satu produk yang dipasarkan oleh PT Global Dent ialah dental unit . Dental unit merupakan alat kedokteran gigi yang sangat penting, yaitu berupa kursi pasien untuk memudahkan dokter gigi melakukan pemeriksaan dan tindakan.
    Kedokteran Gigi adalah ilmu mengenai pencegahan dan perawatan penyakit atau kelainan pada gigi mulut. Seseorang yang mempraktikkan ilmu kedokteran gigi disebut Dokter Gigi.
    Dengan bertambahnya dokter gigi di provinsi Jambi, maka kebutuhan akan dental unit akan semakin bertambah pula. Oleh karena itu tentu adanya peningkatan penjualan dental unit, apakah dental unit dari PT Global dent atau dari perusahaan dental supply lain yang akan di pilih oleh dokter gigi.
    1.2 Rumusan masalah
    1. Bagaimana tingkat penjualan dental unit PT global dent di bandingkan dental supply lain ?
    2. Dental unit mana yang akan dipilih dokter gigi untuk keperluan praktek nya

    Komentar oleh Andi Darmawansyah | Oktober 27, 2014 | Balas

  54. Nama : Andre syah putra
    Nim : ERC1B012095
    Jurusan : Ekonomi Manajemen
    MK : Metode Penelitian

    Analisa Strategi Pemasaran Asuransi Umum pada PT. AKSRINDO (Persero)
    Latar Belakang
    PT. Askrindo adalah Perusahaan yang bergerak di bidang jasa Asuransi yang salah satu Cabang nya berada di Jambi. Perusahaan Asuransi ini beralamat di Jl.Slamet Riyadi No.01 Broni – Jambi. Salah satu produk baru yang di pasar kan oleh Askrindo adalah Asuransi Umum (ASUM). Adapun produk Asuransi Umum yang di tawarkan ke konsumen antara lain :
    1. Asuransi Kebakaran
    2. Asuransi Kecelakaan diri
    3. Contraktor All Risk
    4. Marine Cargo

    Rumusan Masalah
    Produk yang dipasarkan oleh perusahaan ini masih sedikit untuk di ketahui oleh masyarakat banyak dan masih banyak nya masyarakat yang belum mengetahui manfaat dari Asuransi.
    Produk yang di pasarkan melalui Agen Asuransi dan Marketing di perusahaan tersebut
    Untuk mengetahui Strategi mana yang efektif untuk di pasarkan oleh PT. ASKRINDO
    Apakah melalui Agen Asuransi atau tenaga marketing dari ASKRINDO itu sendiri.

    Tujuan Penelitian
    Untuk Membantu ASKRINDO untuk menentukan strategi dalam memasarkan Produk tersebut.
    Kegunaan Penelitian
    Menambah wawasan masyarakat tentang penting nya berasuransi dalam kehidupan sehari – hari.

    Komentar oleh Andre syah putra | Oktober 27, 2014 | Balas

  55. NAMA : MUTIA AMRINA ROSYADA
    NIM : ERC1B012126

    JUDUL PROPOSAL : PENGARUH MODEL IKLAN KOSMETIK PIXY TERHADAP KONSUMEN DALAM PEMBELIAN PRODUK PIXY DI KOTA JAMBI

    BAB I
    PENDAHULUAN
    1.1 Latar Belakang Masalah
    Televisi sebagai salah satu media komunikasi massa memiliki peran besar
    dalam menyebarkan informasi dan memberikan hiburan ke semua lapisan
    masyarakat. Perkembangan dunia pertelevisian di Indonesia menunjukkan perkembangan yang luar biasa. Perkembangan seperti itu tidak dapat dilepaskan
    dari dukungan berbagai iklan yang telah ditayangkan . Saat ini banyak televisi swasta yang bermunculan, jadi sudah dapat dipastikan juga jumlah iklan yang beredar pun terus meningkat. Media televisi memiliki kekuatan informasi persuasi yang lebih sempurna karena televisi mampu menimbulkan pengaruh yang kuat dengan menekankan pada dua indera sekaligus, yaitu pendengaran dan penglihatan sehingga efek yang ditimbulkan lebih dahsyat baik yang positif maupun negatif.
    Perpaduan antara kata-kata dan gambar mampu ditayangkan di televisi, jadi tepat apabila media televisi dipilih sebagai sarana peyampaian iklan. Informasi mengenai barang atau jasa dapat dengan mudah diketahui secara langsung melalui iklan yang ditayangkan di televisi, terutama produk-produk baru maupun produk yang diandalkan. Sebagaimana pendapat Susan P. Douglas and C. Samuel Craig (2006:5) bahwa “Much advertising is designed to promote and introduce new products from one society into another. Often this results in radical change in life-styles,behavior patterns of a society, stimulating for example the adoption of fast food,casual attire or hygiene and beauty products”.
    Di zaman modern seperti sekarang ini, iklan memang bukan barang baru lagi dalam pertelevisian di Indonesia. Iklan telah beranjak dari posisinya yang hanya “jualan” menjadi bagian dari tontonan. Dengan durasi yang hanya beberapa saat, kini iklan bagaikan sebuah drama pendek dengan berbagai tema romantis, komedi, bahkan horor. Salah satu tayangan yang mendominasi layar kaca adalah iklan-iklan produk kosmetik untuk wanita. Tidak terhitung banyaknya iklan yang mengangkat tema seputar tubuh wanita, mulai dari iklan shampoo, iklan deodorant, hand and body lotion hingga perawatan untuk kulit wajah wanita.
    Tayangan-tayangan iklan yang menarik menjadikan pikiran masyarakat tertuju pada produk yg telah disampaikan. Lalu berapa banyak iklan yang dapat menarik perhatian audiens setelah mengetahui isi pesan dari iklan yang ditayangkan tersebut. Iklan memiliki pengaruh yang sangat luar biasa terhadap audiens. Iklan adalah alat paling jitu untuk memperkenalkan sebuah produk pada konsumen. Yang sebelumnya tidak tertarik serta tidak mengetahui jadi tertarik akibat pengetahuan akan iklan tersebut. Upaya untuk meningkatkan konsumsi secara massal melalui publikasi media massa dalam bentuk iklan. Iklan yang ditayangkan dalam televisi bertujuan untuk mengenalkan suatu produk baru pada masyarakat luas baik produk dalam negeri maupun luar negeri.
    Periklanan banyak dirancang untuk mempromosikan dan memperkenalkan produk-produk baru dari satu masyarakat ke masyarakat yang lain. Seringkali hal ini malah menyebabkan perubahan radikal dalam gaya hidup, pola perilaku masyarakat, merangsang pemikiran seseorang terhadap sesuatu misalnya adopsi makanan cepat saji, pakaian kasual, kesehatan dan bahkan produk kecantikan.
    Jika kita meluangkan waktu mengamati iklan-iklan yang selalu muncul atau
    saat menyelingi acara di televisi, sebagian besar diantaranya hampir dipastikan
    berisi iklan produk perawatan kecantikan untuk wanita. Produsen kosmetika sering menggunakan motif yang terdapat dalam diri wanita untuk mengiklankan
    produknya seperti dikatakan oleh Jalaluddin Rakhmat (1994: 298) bahwa pesan-
    pesan kita dimaksudkan untuk mempengaruhi orang lain maka kita harus
    menyentuh motif yang menggerakkan atau mendorong perilaku komunikate. Oleh
    karena itu, iklan kosmetika (sebuah produk kecantikan perawatan kulit wajah)
    misalnya, iklan pemutih wajah selalu menampilkan model cantik, menarik, dan
    populer sehingga bisa menambah kepercayaan akan produk, yang pada akhirnya
    mampu “memaksa” khalayak sasaran untuk membeli produk yang diiklankan
    tersebut.
    Keberhasilan sebuah iklan produk kecantikan wanita juga tak lepas dari keterlibatan model yang tampil untuk menawarkan produk tersebut. Biasanya suatu produk lebih cepat dikenal jika yang menjadi model iklan adalah figur orang terkenal , seperti seorang model yang berparas cantik, seorang bintang film, penyanyi, artis sinetron dan sebagainya. Tugas seorang model dalam hal ini adalah ia harus bisa mengkomunikasikan produk yang akan ditawarkan agar lebih terasa berbeda dengan produk serupa dan membuat iklan menjadi semenarik mungkin agar menarik minat konsumen terhadap produk yang ditawarkan. Ekspresi model dalam hal ini juga sangat berpengaruh sehingga pesan yang disampaikan oleh pihak pemasar dapat sampai kepada segmen yang dituju.
    Contohnya salah satu produk kecantikan PIXY UV Whitening yang diproduksi untuk memutihkan kulit wajah menjadikan Nabila Syakieb sebagai model di dalam penayangan iklannya di televisi. Pada iklan tersebut diceritakan bahwa kulit wajah Nabil Syakieb jauh lebih putih dan halus setelah memakai produk kecantikan perawatan kulit wajah PIXY UV Whitening. Secara visual, iklan ini sangat menarik sebab tokoh wanita yang digambarkan merupakan representasi wanita cantik. Salah satu teknik para pembuat iklan agar produk yang dipasarkannya bisa laku adalah dengan menjadikan perempuan-perempuan cantik seperti Nabila Syakieb dalam iklan produk kecantikan PIXY UV Whitening sebagai ikon produknya. . Dengan memanfaatkan psikologi kaum perempuan yang selalu menganggap diri dan tubuhnya tidak sempurna maka kesempurnaan tubuh seorang perempuan dalam iklan produk kecantikan dan perawatan kulit wajah dicitrakan dan diidealisasikan sebagai sosok seorang perempuan yang jauh berbeda dengan sebagian besar perempuan. Karena sebagian besar perempuan tidak seperti para model di berbagai iklan perawatan kulit wajah yang ditayangkan di televisi. Mereka (kaum perempuan) akan berlomba-lomba membeli produk perawatan kecantikan tersebut agar dirinya bisa seperti model-model yang dijanjikan dalam sebuah tayangan iklan produk kecantikan wajah di televisi.
    Penggunaan istilah opinion leader juga cukup efektif dalam membangun perasaan yang sama dengan konsumen. Manusia akan cenderung meniru apa yang dilakukan oleh orang yang dianggap lebih darinya. Misalnya dalam hal penggunaan kosmetik, konsumen dalam hal ini wanita akan cenderung meniru tokoh yang diidolakan dalam hal kecantikan seperti artis sinetron atau model yang berwajah cantik. Maka disaat seperti ini seorang pemasar harus jeli dalam menentukan siapa tokoh yang akan dijadikan sebagai modelnya nanti agar bisa mempengaruhi konsumen lebih jauh lagi untuk membeli produk kecantikan yang ditawarkan. Renald Kasali (1995: 79) berpendapat bahwa ada beragam cara untuk mendekati khalayak sasaran agar menarik perhatian mereka, mulai dari menampilkan paras sang model yang cantik dan sensual hingga kata-kata manis dan cerdik dan penuh siasat serta menjanjikan penampilan seperti yang diinginkan oleh kaum wanita. Tiada hari tanpa iklan, begitulah gambaran karena terlalu banyak iklan yang muncul di televisi. Beragam iklan selalu tampil atau pada saat menyelingi rangkaian acara di televisi. Hal tersebut sudah pasti mampu merebut hati pemirsa yang sebelumnya tidak tertarik pada sebuah produk, namun karena iklan yang ditayangkan begitu gencarnya sehingga lama kelamaan tertarik dan ingin mencobanya.

    1.2 Rumusan Masalah
    Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan diatas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
    1. Apakah Model iklan kosmetik pixy mempengaruhi keputusan pembelian konsumen terhadap produk pixy di kota Jambi?
    2. Jika model iklan kosmetik Pixy mempengaruhi keputusan pembelian, Apa pengaruh daya tarik dari model iklan kosmetik Pixy tersebut?
    3. Apakah kredibilitas model iklan kosmetik Pixy juga berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk Pixy di kota Jambi?

    Komentar oleh Mutia amrina rosyada | November 2, 2014 | Balas

  56. Nama : MUHAMMAD ROSYIDI

    Nim : ERC1B012081

    KELAS MANAJEMEN PEMASARAN SORE

    Judul : PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP ATRIBUT TUPPERWARE

    BAB 1
    PENDAHULUAN
    1.1 LATAR BELAKANG
    Kegiatan pemasaran adalah kegiatan penawaran suatu produk atau jasa sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Kegiatan ini tentu saja tidak terlepas dari keputusan konsumen mengenai salah satu atribut yang dimiliki produk tersebut yaitu harga serta manfaat dari produk itu sendiri . Harga adalah jumlah yang harus diberikan oleh pelanggan terhadap kepemilikan suatu produk atau jasa.
    Perkembangan di sektor dunia usaha tidak menutup kemungkinan menimbulkan persaingan yang semakin ketat di antara perusahaan-perusahaan yang homogen dalam memenangkan pangsa pasar. Untuk itu pengelola perusahaan dituntut agar lebih peka terhadap keinginan konsumen dan pandai-pandai memilih alternatif strategi yang tepat serta mampu memberikan nilai-nilai tambah terhadap produk yang ditawarkan, sehingga perusahaan dapat mengatasi persaingan.Pada persaingan dunia usaha yang ketat ini, selain periklanan, promosi penjualan, sistem Multi Level Marketing juga mempunyai peran yang sangat penting yaitu untuk konsumen akan merasa lebih dekat dengan pemasar atau distributor.
    Pada setiap usaha, baik itu perusahaan yang baru berdiri, yang sedang berkembang maupun yang sudah mapan, kondisi perekonomian yang labil, menjadi faktor penentu bagi perkembangan perusahaan, maka tidak dapat dihindari apa yang dinamakan persaingan dalam mempertahankan dan merebut bagian pasar, setiap perusahaan mempunyai kewajiban untuk menyusun strategi agar perusahaannya mampu bertahan dalam kancah bisnis.Selain salah satu cara ini adalah dilakukannya Multi Level Marketing.
    Perusahaan melakukan pemasaran dengan sistem Multi Level Marketing seperti produk Tupperware (alat-alat rumah tangga) tuppeware Tupperware telah menjadi salah satu perusahaan terkemuka di dunia di bidang wadah plastik untuk penyimpanan maupun penyajian yang berkualitas tinggi dalam usianya yang lebih dari setengah abad. Saat ini Tupperware telah dipasarkan hampir di seratus negara di dunia dan merupakan perusahaan ketiga terbesar di dunia untuk kategori penjualan langsung (Direct Selling). Di Indonesia sendiri, Tupperware mulai dijual sejak tahun 1991. Saat ini Tupperware Indonesia telah memiliki lebih dari 70 distributor resmi yang tersebar di beberapa kota di Indonesia. punya keunggulan tersendiri yaitu Tupperware dibuat dari bahan bermutu tinggi yang diproses secara cermat dengan garansi seumur hidup. Artinya tupperware akan mengganti produk yang rusak atau cacat dalam pemakaian normal bukan pemakaian komersial. Seandainya produk yang sama tidak tersedia maka akan diganti dengan produk tupperware lain senilai harganya dengan barang tersebut
    Tupperware terbuat dari bahan plastic terbaik, tidak mengandung zat kimia beracun namun juga ramah bagi lingkungan karena produk tupperware bisa didaur ulang.Tupperware telah sukses lebih dari 70 tahun dengan filosofi yang sangat sederhana, kita percaya bahwa yangmenjadi dasar untuk sukses tergantung pada :
    1. People (Orang)
    2. Product (Produk)
    3. Plan (Rencana)
    Tupperware banyak di minati oleh ibu rumah tangga karena atribut produk tupperware (harga relatif mahal ,anti basi ,ringan ,tahan panas) ,serta bentuknya yang banyak disukai karena modis .tetapi yang menjadi persoalan harganya yang relatif mahal karena sebagian besar pandangan ibu rumah tangga menganggap produk tuppeware hanya mengandalkan brand yang sudah mendunia seperti kalangan menengah ke atas yang banyak menggunakan produk tuppeware karena harganya yang relatif mahal untuk sebuah wadah plastik.Selain itu brand produk rumah tangga lainnya sekarang mulai banyak menyaingi produk tupperware .tetapi atribut produk tupperware mempengaruhi konsumen dalam pembelian karena terkenal dengan wadah anti basi dan anti panas serta di dukung oleh garansi seumur hidup .
    Dan melihat latar belakang diatas hal itulah yang menarik bagi penulis untuk meneliti secara mendalam bagaimana presepsi masyarakat terhadap atribut produk tupperware karena disini penulis ingin menganalisa presepsi masyarakat terhadap atribut tuppewarre .

    B. Perumusan Masalah
    Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut:
    1.apakah atribut produk tupperware mempengaruhi kepada kepuasan konsumen ?
    2. Apakah ekuitas merek (brand equity) seperti asosiasi merek (brand association), persepsi kualitas (perceived quality), dan loyalitas merek (brand loyalty) yang dimiliki Tupperware berpengaruh terhadap kepuasan konsumen ?

    Komentar oleh muhammad rosyidi | November 2, 2014 | Balas

  57. PROPOSAL
    Nama: Dian Retno Wulan
    Nim: ERC1B012040

    JUDUL: MENGANALISA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
    PERILAKU KONSUMEN DALAM MEMBELI HELM MEREK GV

    BAB I
    PENDAHULUAN

    A.Latar Belakang
    Pada tahun 2003 dimulainya operasi pemusnahan helm yang bukan standar oleh jajaran kepolisian, ada beberapa warga Banjarmasin yang mengeluh/segan dengan penggunaan helm standar. Berbagai alasan mulai dari kepala terasa berat,tidak nyaman,tidak mendengar kalo ada yang memanggil, dan sebagainya.

    Helm yang baik adalah helm yang aman dan nyaman. Biasanya helm semacam ini lulus persyaratan DOT (Departement of Transportation) atau standar transportasi Amerika Serikat. Ada juga standar-standar lain seperti untuk Eropa, Jepang, bahkan Indonesia sendiri. Apapun itu, helm yang aman adalah helm yang terbuat dari lapisan cangkang luar yang membungkus seluruh kepala dan menyisakan cukup ruang untuk melihat kedepan.Orang-orang sering menyebutnya helm full face. Juga cangkangnya harus lumanyan tebal dan anti benturan.

    Helm yang aman mestinya berbanding lurus dengan tingkat kenyamanan meskipun hampir-hampir tidak ada helm yang benar-benar nyaman. Helm haruslah cukup ringan dan memungkinkan anda melihat dengan jelas, baik kala siang dan malam ataupun teruk hujan. Hindari penggunaan jenis kaca mika yang kurang bening yang mengurangi jarak pandang,terutama saat malam. Kaca yang sudah penuh dengan goresan, sebaiknya diganti. Pilihlah yng berkualitas oleh kebeningan dan tidak berefek cembung atau cekung.

    Sekarang ini banyak sekali terdapat merk-merk helm yang ditawarkan kepada konsumen seperti Arai, Shoe, Nolan, dan merk helm GV yang palsu yaitu GM dan sebagainya. Dimana masing-masing merk helm tersebut berusaha untuk membuat produknya lebih unggul dibandingkan dengan merk lain. Maka kegiatan pemasaran yang baik dan tepatlah yang memegang peranan yang penting dalam menunjang kelangsungan usaha dan perkembangan suatu perusahaan. Dengan kata lain, pihak produsen harus mampu merebut hati konsumen akan hasil produksi yang dijual dan berupaya untuk memuaskan kebutuhan konsumennya.

    Dalam memahami prilaku konsumen tentu tidak mudah karena konsumen mempunyai sifat yang berbeda-beda sebagaimana dari kebutuhan manusia yang tidak terbatas disamping dipengaruhi oleh kondisi eksternal dan internal lainnya yang berakibat langsung terhadap prilaku konsumen. Faktor eksternal yang dimaksud meliputi kebudayaan, sub budaya,kelas social,kelompok social, kelompok referensi, dan keluarga. Sedangkan factor internal adalah factor yang ada pada diri konsumen itu sendiri (psikologis) yang meliputi: belajar, kepribadian, dan konsep diri,serta sikap (Stanton,1996:155).

    Oleh sebab itu konsumen harus dapat mengendalikan perubahan perilaku tersebut dengan berusaha mengimbanginya, yakni dengan mempengaruhi konsumen dalam membeli produk yang ditawarkan dan melalui evaluasi berkala demi kelangsungan hidup produsen itu sendiri. Tidak semua merk helm yang mampu diminati oleh sebagian besar konsumen yang ada, tetapi hanya beberapa saja.Salah satunya adalah merk GV yang menjadi pilihan konsumen khususnya mehasisiwa fakultas ekonomi UNLAM Banjarmasin.

    Helm merk GV ini memiliki kualitas yang berstandar internasional yang menggunakan teknologi dari Italia. Berat helm half face idealnya 1 sampai 1,3 kg, sedangkan untuk helm full face bobotnya berkisar 1,3-1,7 kg.

    Helm GV nampaknya sudah menjadi tuntutan para pengendara sepeda motor, khususnya mahasiswa. Sering dikatakan oleh para mahasiswa “Kalau naik motor helmnya harus GV kalo tidak mau di cap tidak gaul”. Melihat keadaan inilah penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai perilaku konsumen yang merupakan salah satu dasar dalam menerapkan strategi pemasaran untuk mencapai tujuan, yaitu memberikan kepuasan kepada konsumen, sehinggan diharapkan dapat membawa kepada peningkatan penjualan yang berakibat lengsung pada peningkatan pasar.

    B.Rumusan Masalah
    Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan, maka dapat diidentifikasi beberapa hal sebagai berikut :
    Banyaknya merk-merk helm sepada motor yang ditawarkan oleh produsen kepada konsumen.
    Helm merupakan salah satu penunjang keselamatan berkendaraan yang sangat penting.
    Pentingnya memahami prilaku konsumen untuk meningkatkan penjualan.
    Helm GV diminati oleh para mahasiswa Fakultas Ekonomi UNLAM.

    Sehingga berdasarkan uraian di atas, maka permasalahannya dapat dirumuskan sebagai berikut :
    1.Apakah faktor-faktor seperti harga, selera, kualitas, harga jual kembali, prestise dan promosi secara simultan mempengaruhi prilaku konsumen dalam membeli helm merk GV?
    2.Dari factor-faktor tersebut, factor manakah yang paling dominan memberikan pengaruh terhadap prilaku konsumen terhadap pembelian helm merk GV

    Komentar oleh Dian retno wulan | November 2, 2014 | Balas

  58. Nama : Mutia Amrina Rosyada
    Nim : ERC1B012126
    JUDUL PROPOSAL : Pengaruh model iklan kosmetik PIXY terhadap konsumen dalam pembelian produk PIXY di kota jambi

    BAB I
    PENDAHULUAN
    1.1 Latar Belakang Masalah
    Televisi sebagai salah satu media komunikasi massa memiliki peran besar
    dalam menyebarkan informasi dan memberikan hiburan ke semua lapisan
    masyarakat. Perkembangan dunia pertelevisian di Indonesia menunjukkan perkembangan yang luar biasa. Perkembangan seperti itu tidak dapat dilepaskan
    dari dukungan berbagai iklan yang telah ditayangkan . Saat ini banyak televisi swasta yang bermunculan, jadi sudah dapat dipastikan juga jumlah iklan yang beredar pun terus meningkat. Media televisi memiliki kekuatan informasi persuasi yang lebih sempurna karena televisi mampu menimbulkan pengaruh yang kuat dengan menekankan pada dua indera sekaligus, yaitu pendengaran dan penglihatan sehingga efek yang ditimbulkan lebih dahsyat baik yang positif maupun negatif.
    Perpaduan antara kata-kata dan gambar mampu ditayangkan di televisi, jadi tepat apabila media televisi dipilih sebagai sarana peyampaian iklan. Informasi mengenai barang atau jasa dapat dengan mudah diketahui secara langsung melalui iklan yang ditayangkan di televisi, terutama produk-produk baru maupun produk yang diandalkan. Sebagaimana pendapat Susan P. Douglas and C. Samuel Craig (2006:5) bahwa “Much advertising is designed to promote and introduce new products from one society into another. Often this results in radical change in life-styles,behavior patterns of a society, stimulating for example the adoption of fast food,casual attire or hygiene and beauty products”.
    Di zaman modern seperti sekarang ini, iklan memang bukan barang baru lagi dalam pertelevisian di Indonesia. Iklan telah beranjak dari posisinya yang hanya “jualan” menjadi bagian dari tontonan. Dengan durasi yang hanya beberapa saat, kini iklan bagaikan sebuah drama pendek dengan berbagai tema romantis, komedi, bahkan horor. Salah satu tayangan yang mendominasi layar kaca adalah iklan-iklan produk kosmetik untuk wanita. Tidak terhitung banyaknya iklan yang mengangkat tema seputar tubuh wanita, mulai dari iklan shampoo, iklan deodorant, hand and body lotion hingga perawatan untuk kulit wajah wanita.
    Tayangan-tayangan iklan yang menarik menjadikan pikiran masyarakat tertuju pada produk yg telah disampaikan. Lalu berapa banyak iklan yang dapat menarik perhatian audiens setelah mengetahui isi pesan dari iklan yang ditayangkan tersebut. Iklan memiliki pengaruh yang sangat luar biasa terhadap audiens. Iklan adalah alat paling jitu untuk memperkenalkan sebuah produk pada konsumen. Yang sebelumnya tidak tertarik serta tidak mengetahui jadi tertarik akibat pengetahuan akan iklan tersebut. Upaya untuk meningkatkan konsumsi secara massal melalui publikasi media massa dalam bentuk iklan. Iklan yang ditayangkan dalam televisi bertujuan untuk mengenalkan suatu produk baru pada masyarakat luas baik produk dalam negeri maupun luar negeri.
    Periklanan banyak dirancang untuk mempromosikan dan memperkenalkan produk-produk baru dari satu masyarakat ke masyarakat yang lain. Seringkali hal ini malah menyebabkan perubahan radikal dalam gaya hidup, pola perilaku masyarakat, merangsang pemikiran seseorang terhadap sesuatu misalnya adopsi makanan cepat saji, pakaian kasual, kesehatan dan bahkan produk kecantikan.
    Jika kita meluangkan waktu mengamati iklan-iklan yang selalu muncul atau
    saat menyelingi acara di televisi, sebagian besar diantaranya hampir dipastikan
    berisi iklan produk perawatan kecantikan untuk wanita. Produsen kosmetika sering menggunakan motif yang terdapat dalam diri wanita untuk mengiklankan
    produknya seperti dikatakan oleh Jalaluddin Rakhmat (1994: 298) bahwa pesan-
    pesan kita dimaksudkan untuk mempengaruhi orang lain maka kita harus
    menyentuh motif yang menggerakkan atau mendorong perilaku komunikate. Oleh
    karena itu, iklan kosmetika (sebuah produk kecantikan perawatan kulit wajah)
    misalnya, iklan pemutih wajah selalu menampilkan model cantik, menarik, dan
    populer sehingga bisa menambah kepercayaan akan produk, yang pada akhirnya
    mampu “memaksa” khalayak sasaran untuk membeli produk yang diiklankan
    tersebut.
    Keberhasilan sebuah iklan produk kecantikan wanita juga tak lepas dari keterlibatan model yang tampil untuk menawarkan produk tersebut. Biasanya suatu produk lebih cepat dikenal jika yang menjadi model iklan adalah figur orang terkenal , seperti seorang model yang berparas cantik, seorang bintang film, penyanyi, artis sinetron dan sebagainya. Tugas seorang model dalam hal ini adalah ia harus bisa mengkomunikasikan produk yang akan ditawarkan agar lebih terasa berbeda dengan produk serupa dan membuat iklan menjadi semenarik mungkin agar menarik minat konsumen terhadap produk yang ditawarkan. Ekspresi model dalam hal ini juga sangat berpengaruh sehingga pesan yang disampaikan oleh pihak pemasar dapat sampai kepada segmen yang dituju.
    Contohnya salah satu produk kecantikan PIXY UV Whitening yang diproduksi untuk memutihkan kulit wajah menjadikan Nabila Syakieb sebagai model di dalam penayangan iklannya di televisi. Pada iklan tersebut diceritakan bahwa kulit wajah Nabil Syakieb jauh lebih putih dan halus setelah memakai produk kecantikan perawatan kulit wajah PIXY UV Whitening. Secara visual, iklan ini sangat menarik sebab tokoh wanita yang digambarkan merupakan representasi wanita cantik. Salah satu teknik para pembuat iklan agar produk yang dipasarkannya bisa laku adalah dengan menjadikan perempuan-perempuan cantik seperti Nabila Syakieb dalam iklan produk kecantikan PIXY UV Whitening sebagai ikon produknya. . Dengan memanfaatkan psikologi kaum perempuan yang selalu menganggap diri dan tubuhnya tidak sempurna maka kesempurnaan tubuh seorang perempuan dalam iklan produk kecantikan dan perawatan kulit wajah dicitrakan dan diidealisasikan sebagai sosok seorang perempuan yang jauh berbeda dengan sebagian besar perempuan. Karena sebagian besar perempuan tidak seperti para model di berbagai iklan perawatan kulit wajah yang ditayangkan di televisi. Mereka (kaum perempuan) akan berlomba-lomba membeli produk perawatan kecantikan tersebut agar dirinya bisa seperti model-model yang dijanjikan dalam sebuah tayangan iklan produk kecantikan wajah di televisi.
    Penggunaan istilah opinion leader juga cukup efektif dalam membangun perasaan yang sama dengan konsumen. Manusia akan cenderung meniru apa yang dilakukan oleh orang yang dianggap lebih darinya. Misalnya dalam hal penggunaan kosmetik, konsumen dalam hal ini wanita akan cenderung meniru tokoh yang diidolakan dalam hal kecantikan seperti artis sinetron atau model yang berwajah cantik. Maka disaat seperti ini seorang pemasar harus jeli dalam menentukan siapa tokoh yang akan dijadikan sebagai modelnya nanti agar bisa mempengaruhi konsumen lebih jauh lagi untuk membeli produk kecantikan yang ditawarkan. Renald Kasali (1995: 79) berpendapat bahwa ada beragam cara untuk mendekati khalayak sasaran agar menarik perhatian mereka, mulai dari menampilkan paras sang model yang cantik dan sensual hingga kata-kata manis dan cerdik dan penuh siasat serta menjanjikan penampilan seperti yang diinginkan oleh kaum wanita. Tiada hari tanpa iklan, begitulah gambaran karena terlalu banyak iklan yang muncul di televisi. Beragam iklan selalu tampil atau pada saat menyelingi rangkaian acara di televisi. Hal tersebut sudah pasti mampu merebut hati pemirsa yang sebelumnya tidak tertarik pada sebuah produk, namun karena iklan yang ditayangkan begitu gencarnya sehingga lama kelamaan tertarik dan ingin mencobanya.

    1.2 Rumusan Masalah
    Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan diatas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
    1. Apakah Model iklan kosmetik pixy mempengaruhi keputusan pembelian konsumen terhadap produk pixy di kota Jambi?
    2. Jika model iklan kosmetik Pixy mempengaruhi keputusan pembelian, Apa pengaruh daya tarik dari model iklan kosmetik Pixy tersebut?
    3. Apakah kredibilitas model iklan kosmetik Pixy juga berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk Pixy di kota Jambi?

    Komentar oleh Mutia amrina rosyada | November 2, 2014 | Balas

  59. selamat siang pak /(
    saya Hary febryan, dengan nim C1B012115 ingin merubah judul saya dari “Analisis faktor penghambat penjualan air minum maquay 7 di kota jambi tahun 2013″ menjadi ” DAMPAK YANG MEMPENGARUHI MENINGKAT NYA TOKO PENJUALAN PAKAIAN SECONDHAND DI KOTA JAMBI ” dengan rumusan masalah sebagai berikut :
    – apa yang mendasari owner mendirikan usaha ?
    – seberapa besar antusias masyarakat terhadap pakaian secondhand ?

    mohon bimbingan nya pak, terimakasih….

    Komentar oleh hary febryan | November 4, 2014 | Balas

  60. selamat siang pak,
    saya Abdul Rahman kelas pagi NIM C1B012111 sedikit mengubah judul penulisan saya dari “komitmen rumah makan padang memberikan kepuasaan untuk mempertahankan pelanggan di kota jambi” menjadi “komitmen rumah makan simpang raya khas padang di kecamatan bayung lencir untuk memberikan kepuasan dan mempertahankan pelanggan.

    Rumusan masalah :
    Bagaimana cara rumah makan simpang raya mempertahankan pelanggan?
    Bagaimana rumah makan simpang raya memberikan kepuasan kepada pelanggan?

    Komentar oleh nama | November 5, 2014 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: