Johannessimatupang’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

MANAJEMEN PEMASARAN LANJUTAN MM-19 SEPTEMBER


Halaman ini diperuntukkan untuk peserta MM angkatan 19. Semua file harus diunduh dan dicetak. Dikumpul pada map tulang yg disertai identitasny (Nama, No Mahasiswa).

Formulir Ketentuan Seminar akademis dan Panduan Laporan Seminar Indidivdu
mm Formulir mengikuti seminar akademis

mm Format Laporan Seminar September 2014

UJIAN MIDSEMESTERSoal UTS Manajemen Pemasaran Lanjutan Desember 2014
MM Pelatihan Kasus Ujian pemasaran november 2014
Presentasi Penulisan Kasus Oktober 2014

SUKSES UNTUK SEMUA
Kotler_MM_Developing Marketing in 21st September 2014
Kotler_MM_Collecting Information and Forcasting Demang September 2014

Utamakan Mengunduh dan mencetak poperpoin berikut.
Kotler_MM_14e_07_ippt

Kotler_MM_14e_05_ippt [Compatibility Mode]

Kotler_MM_14e_04_ippt

Kotler_MM_14e_03_ippt [Compatibility Mode]

Kotler_MM_14e_02_ippt

Kotler_MM_14e_01_ippt
Kotler_MM_14e_06_ippt
Bab 9 creating brand equity kotler_mm13e_media_09.ppt [Compatibility Mode]

bab 10 Crafting Brand Positioning kotler_mm13e_media_10.ppt [Compatibility Mode]
Designing and Managing Integrated Marketing Communication kotler_mm13e_media_17 [Compatibility Mode]
Designing and Managing Integrated Marketing Channels kotler_mm13e_media_15 [Compatibility Mode]
Developing Pricing Strategis and Program kotler_mm13e_media_14 [Compatibility Mode]

Setting product strategy kotler_mm13e_media_12 [Compatibility Mode]
Managing Personal Communications kotler_mm13e_media_19

SOAL UTS
Soal UTS Manajemen Pemasaran Lanjutan Desember 2014

September 22, 2014 - Posted by | Uncategorized

32 Komentar »

  1. Terimakasih bahannya pak jo

    Komentar oleh ANDY BRATA | September 23, 2014 | Balas

  2. Terima Kasih Pak Buat Materinya..

    Komentar oleh Laila Farhat | September 23, 2014 | Balas

  3. Thanks a lot for all matery…….

    Komentar oleh mutia | September 23, 2014 | Balas

  4. Terima kasih banyak pak Jo, Materinya sangat membantu sekali.

    Komentar oleh Arisonang Rangkuti | September 23, 2014 | Balas

  5. Terima Kasih Pak jo bahan kuliahnya

    Komentar oleh Dina Sianosari, S.STP | September 24, 2014 | Balas

  6. pak jo trimakasih banyak, bahan materi nya sangat membantu sekali

    Komentar oleh agesha marsyaf | September 25, 2014 | Balas

  7. Terima kasih atas bahannya Pak Jo….

    Komentar oleh Thondra B | September 26, 2014 | Balas

  8. Pak Jo…. Saya sdh download materi “Defining Marketing…” dan Conducting Marketing Researh” tanggal 22 Sept kemarin…. tp sy lihat hari ini ada materi yang sama… Setelah diprint sepertinya “Serupa tapi Tak Sama”…. Yang harus dikumpul yang mana pak…. Thanks

    Komentar oleh mutia | September 26, 2014 | Balas

  9. Tugas Kuliah Manajemen Pemasaran
    Dosen : DR. Johannes SE, M.Si
    Nama Mahasiswa : Adimarta, ST
    1. Sejarah / Perjalanan Kesuksesan Starbuck
    Pendirian
    Kedai Starbucks pertama dibuka di Seattle, Washington, pada tanggal 30 Maret 1971 oleh tiga rekanan: guru bahasa Inggris Jerry Baldwin, guru sejarah Zev Siegl, dan penulis Gordon Bowker. Ketiganya terinspirasi oleh pengusaha pemanggangan kopi Alfred Peet, yang mereka kenal secara pribadi, untuk menjual biji kopi berkualitas tinggi beserta peralatannya. Awalnya, perusahaan ini hendak diberi nama Pequod yang diambil dari nama kapal pemburu Moby-Dick, tetapi nama ini ditolak oleh sejumlah pendiri pendamping. Perusahaan ini akhirnya diberi nama sesuai nama mualim satu kapal Pequod, Starbuck.
    Sejak 1971–1976, kedai pertama Starbucks berdiri di 2000 Western Avenue, kemudian direlokasi ke 1912 Pike Place. Perusahaan ini hanya menjual kopi panggang dan tidak menjual minuman kopi. Selama tahun-tahun pertama beroperasi, mereka membeli biji kopi hijau dari Peet’s, kemudian mulai membeli langsung dari petani kopi.
    Penjualan dan perluasan
    Tahun 1984, para pemilik asli Starbucks, dipimpin Jerry Baldwin, mengakuisisi Peet’s. Sepanjang 1980-an, total penjualan kopi di Amerika Serikat menurun, namun penjualan kopi spesial meningkat dan membentuk 10% pangsa pasar tahun 1989, dibandingkan dengan 3% pada tahun 1983. Tahun 1986, perusahaan ini memiliki 6 toko di Seattle dan mulai menjual kopi espresso. Pada tahun 1987, para pemilik asli menjual Starbucks ke Howard Schultz yang mengganti merek sebagian kedai kopi Il Giornale miliknya menjadi Starbucks dan segera memperluas operasinya. Pada tahun itu pula, Starbucks membuka kedai pertamanya di luar Seattle di Waterfront Station, Vancouver, British Columbia, dan Chicago, Illinois. Per 1989, terdapat 46 kedai di seluruh kawasan Northwest dan Midwest dan Starbucks memanggang lebih dari 2.000.000 pon (910,000 kg) kopi setiap tahun. Saat penawaran umum perdana bulan Juni 1992, Starbucks memiliki 140 kedai dan penghasilan sebesar $73,5 juta, naik dari $1,3 juta pada tahun 1987. Nilai pasarnya mencapai $271 juta. 12% saham perusahaan dijual dan menghasilkan $25 juta yang akan membantunya menambah jumlah kedai selama dua tahun berikutnya. Pada bulan September 1992, harga sahamnya naik 70% menjadi 100 kali laba per saham tahun sebelumnya.
    Pasar dan produk baru
    Kedai Starbucks pertama di luar Amerika Utara dibuka di Tokyo, Jepang pada tahun 1996. Starbucks masuk Britania Raya tahun 1998 melalui akuisisi Seattle Coffee Company (saat itu berkantor pusat di Britania Raya dan memiliki 60 kedai) dengan nilai $83 juta dan mengubah semua merek kedainya menjadi Starbucks. Pada bulan September 2002, Starbucks membuka kedai pertamanya di Amerika Tengah, tepatnya di Mexico City.
    Tahun 1999, Starbucks bereksperimen dengan makanan di wilayah Teluk San Francisco melalui sebuah jaringan restoran bernama Circadia. Restoran-restoran ini kemudian ditutup dan diubah menjadi kafe Starbucks.
    Bulan Oktober 2002, Starbucks mendirikan perusahaan perdagangan kopi di Lausanne, Swiss untuk menangani pembelian kopi hijau. Semua bisnis terkait kopi lainnya terus dikelola dari Seattle.
    Bulan April 2003, Starbucks menyelesaikan pembelian Seattle’s Best Coffee dan Torrefazione Italia dari AFC Enterprises dengan nilai $72 juta. Persetujuan ini cuma menambahkan 150 kedai ke dalam kepemilikan Starbucks, tetapi menurut Seattle Post-Intelligencer bisnis grosirnya justru lebih menguntungkan. Pada bulan September 2006, pesaingnya, Diedrich Coffee, mengumumkan bahwa mereka akan menjual sebagian besar kedai ecerannya ke Starbucks. Penjualan ini mencakup kedai jaringan Coffee People miliknya yang berpusat di Oregon. Starbucks mengubah merek semua kedai Diedrich Coffee dan Coffee People menjadi Starbucks, meski kedai Coffee People di Bandar Udara Portland tidak disertakan dalam penjualan ini.
    Pada bulan Agustus 2003, Starbucks membuka kedai pertamanya di Amerika Latin, tepatnya di Lima, Peru.
    Tahun 2007, perusahaan ini membuka kedai pertamanya di Rusia, sepuluh tahun setelah mendaftarkan merek dagang di sana.
    Bulan Maret 2008, Starbucks membeli perusahaan produsen Clover Brewing System. Mereka mulai menguji sistem kopi “fresh-pressed” di beberapa kedai Starbucks di Seattle, California, New York, dan Boston.

    Grafik menampilkan pertumbuhan jumlah kedai Starbucks antara 1971 dan 2011.
    Pada awal 2008, Starbucks membuat sebuah situs web komunitas, My Starbucks Idea, yang dirancang untuk mengumpulkan saran dan umpan balik dari pelanggan. Pengguna lain bisa mengomentari dan menilai saran tersebut. Jurnalis Jack Schofield menulis bahwa, “My Starbucks sekarang mungkin terlihat manis dan ceria, dan ini tidak mungkin terjadi tanpa penyensoran besar-besaran.” Situs web ini menggunakan perangkat lunak Salesforce.
    Pada bulan Mei 2008, sebuah program kesetiaan diluncurkan untuk pengguna terdaftar Starbucks Card (sebelumnya hanya kartu hadiah) yang menawarkan berbagai macam keuntungan seperti akses Internet Wi-Fi, bebas biaya untuk susu kedelai & sirup berperisa, dan isi ulang gratis untuk kopi seduh.
    Sebuah toko di Seattle yang terkenal langsung menerapkan ide-ide baru perusahaan kembali dibuka pada musim gugur 2010 dengan desain interior baru, termasuk penempatan mesin espresso di tengah kedai.
    Tanggal 14 November 2012, Starbucks mengumumkan bahwa mereka akan membeli Teavana dengan nilai $620 juta.
    # Sumber : Wikipedia

    2. Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan diberlakukan pada tahun 2015. Jelaskan apa saja tantangannya!
    Jawab :
    Tantangan yang akan dihadapi :
    1. Meningkatkan efisiensi, efektifitas dan kualitas produksi
    2. Menciptakan iklim usaha yang kondusif dalam rangka meningkatkan daya saing
    3. Memperluas jaringan pemasaran
    4. Meningkatkan kemampuan penguasaan teknologi informasi dan komunikasi termasuk promosi pemasaran dan loby

    # Sumber:
    http://ditjenkpi.kemendag.go.id/website_kpi/Umum/Setditjen/Buku%20Menuju%20ASEAN%20ECONOMIC%20COMMUNITY%202015.pdf

    Komentar oleh adimarta | September 28, 2014 | Balas

  10. Tugas Kuliah Manajemen Pemasaran
    Dosen : DR. Johannes SE, M.Si

    Nama Mahasiswa : Adimarta, ST
    No. Mahasiswa : P2C214023

    1. Sejarah / Perjalanan Kesuksesan Starbuck
    Pendirian
    Kedai Starbucks pertama dibuka di Seattle, Washington, pada tanggal 30 Maret 1971 oleh tiga rekanan: guru bahasa Inggris Jerry Baldwin, guru sejarah Zev Siegl, dan penulis Gordon Bowker. Ketiganya terinspirasi oleh pengusaha pemanggangan kopi Alfred Peet, yang mereka kenal secara pribadi, untuk menjual biji kopi berkualitas tinggi beserta peralatannya. Awalnya, perusahaan ini hendak diberi nama Pequod yang diambil dari nama kapal pemburu Moby-Dick, tetapi nama ini ditolak oleh sejumlah pendiri pendamping. Perusahaan ini akhirnya diberi nama sesuai nama mualim satu kapal Pequod, Starbuck.
    Sejak 1971–1976, kedai pertama Starbucks berdiri di 2000 Western Avenue, kemudian direlokasi ke 1912 Pike Place. Perusahaan ini hanya menjual kopi panggang dan tidak menjual minuman kopi. Selama tahun-tahun pertama beroperasi, mereka membeli biji kopi hijau dari Peet’s, kemudian mulai membeli langsung dari petani kopi.
    Penjualan dan perluasan
    Tahun 1984, para pemilik asli Starbucks, dipimpin Jerry Baldwin, mengakuisisi Peet’s. Sepanjang 1980-an, total penjualan kopi di Amerika Serikat menurun, namun penjualan kopi spesial meningkat dan membentuk 10% pangsa pasar tahun 1989, dibandingkan dengan 3% pada tahun 1983. Tahun 1986, perusahaan ini memiliki 6 toko di Seattle dan mulai menjual kopi espresso. Pada tahun 1987, para pemilik asli menjual Starbucks ke Howard Schultz yang mengganti merek sebagian kedai kopi Il Giornale miliknya menjadi Starbucks dan segera memperluas operasinya. Pada tahun itu pula, Starbucks membuka kedai pertamanya di luar Seattle di Waterfront Station, Vancouver, British Columbia, dan Chicago, Illinois. Per 1989, terdapat 46 kedai di seluruh kawasan Northwest dan Midwest dan Starbucks memanggang lebih dari 2.000.000 pon (910,000 kg) kopi setiap tahun. Saat penawaran umum perdana bulan Juni 1992, Starbucks memiliki 140 kedai dan penghasilan sebesar $73,5 juta, naik dari $1,3 juta pada tahun 1987. Nilai pasarnya mencapai $271 juta. 12% saham perusahaan dijual dan menghasilkan $25 juta yang akan membantunya menambah jumlah kedai selama dua tahun berikutnya. Pada bulan September 1992, harga sahamnya naik 70% menjadi 100 kali laba per saham tahun sebelumnya.
    Pasar dan produk baru
    Kedai Starbucks pertama di luar Amerika Utara dibuka di Tokyo, Jepang pada tahun 1996. Starbucks masuk Britania Raya tahun 1998 melalui akuisisi Seattle Coffee Company (saat itu berkantor pusat di Britania Raya dan memiliki 60 kedai) dengan nilai $83 juta dan mengubah semua merek kedainya menjadi Starbucks. Pada bulan September 2002, Starbucks membuka kedai pertamanya di Amerika Tengah, tepatnya di Mexico City.
    Tahun 1999, Starbucks bereksperimen dengan makanan di wilayah Teluk San Francisco melalui sebuah jaringan restoran bernama Circadia. Restoran-restoran ini kemudian ditutup dan diubah menjadi kafe Starbucks.
    Bulan Oktober 2002, Starbucks mendirikan perusahaan perdagangan kopi di Lausanne, Swiss untuk menangani pembelian kopi hijau. Semua bisnis terkait kopi lainnya terus dikelola dari Seattle.
    Bulan April 2003, Starbucks menyelesaikan pembelian Seattle’s Best Coffee dan Torrefazione Italia dari AFC Enterprises dengan nilai $72 juta. Persetujuan ini cuma menambahkan 150 kedai ke dalam kepemilikan Starbucks, tetapi menurut Seattle Post-Intelligencer bisnis grosirnya justru lebih menguntungkan. Pada bulan September 2006, pesaingnya, Diedrich Coffee, mengumumkan bahwa mereka akan menjual sebagian besar kedai ecerannya ke Starbucks. Penjualan ini mencakup kedai jaringan Coffee People miliknya yang berpusat di Oregon. Starbucks mengubah merek semua kedai Diedrich Coffee dan Coffee People menjadi Starbucks, meski kedai Coffee People di Bandar Udara Portland tidak disertakan dalam penjualan ini.
    Pada bulan Agustus 2003, Starbucks membuka kedai pertamanya di Amerika Latin, tepatnya di Lima, Peru.
    Tahun 2007, perusahaan ini membuka kedai pertamanya di Rusia, sepuluh tahun setelah mendaftarkan merek dagang di sana.
    Bulan Maret 2008, Starbucks membeli perusahaan produsen Clover Brewing System. Mereka mulai menguji sistem kopi “fresh-pressed” di beberapa kedai Starbucks di Seattle, California, New York, dan Boston.

    Grafik menampilkan pertumbuhan jumlah kedai Starbucks antara 1971 dan 2011.
    Pada awal 2008, Starbucks membuat sebuah situs web komunitas, My Starbucks Idea, yang dirancang untuk mengumpulkan saran dan umpan balik dari pelanggan. Pengguna lain bisa mengomentari dan menilai saran tersebut. Jurnalis Jack Schofield menulis bahwa, “My Starbucks sekarang mungkin terlihat manis dan ceria, dan ini tidak mungkin terjadi tanpa penyensoran besar-besaran.” Situs web ini menggunakan perangkat lunak Salesforce.
    Pada bulan Mei 2008, sebuah program kesetiaan diluncurkan untuk pengguna terdaftar Starbucks Card (sebelumnya hanya kartu hadiah) yang menawarkan berbagai macam keuntungan seperti akses Internet Wi-Fi, bebas biaya untuk susu kedelai & sirup berperisa, dan isi ulang gratis untuk kopi seduh.
    Sebuah toko di Seattle yang terkenal langsung menerapkan ide-ide baru perusahaan kembali dibuka pada musim gugur 2010 dengan desain interior baru, termasuk penempatan mesin espresso di tengah kedai.
    Tanggal 14 November 2012, Starbucks mengumumkan bahwa mereka akan membeli Teavana dengan nilai $620 juta.
    # Sumber : Wikipedia

    2. Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan diberlakukan pada tahun 2015. Jelaskan apa saja tantangannya!
    Jawab :
    Tantangan yang akan dihadapi :
    1. Meningkatkan efisiensi, efektifitas dan kualitas produksi
    2. Menciptakan iklim usaha yang kondusif dalam rangka meningkatkan daya saing
    3. Memperluas jaringan pemasaran
    4. Meningkatkan kemampuan penguasaan teknologi informasi dan komunikasi termasuk promosi pemasaran dan loby

    # Sumber:
    http://ditjenkpi.kemendag.go.id/website_kpi/Umum/Setditjen/Buku%20Menuju%20ASEAN%20ECONOMIC%20COMMUNITY%202015.pdf

    Komentar oleh adimarta | September 28, 2014 | Balas

  11. Nama mahasiswa : Imam Perdhana Satria Aringga
    No.Mahasiswa : P2C214046
    Dosen : DR. Johannes SE, M.Si
    Tugas Manajemen pemasaran lanjutan

    1. Sejarah / Perjalanan Kesuksesan Starbuck
    Starbucks Coffee Corporation adalah sebuah jaringan kedai kopi dari Amerika Serikat yang bermarkas di Seattle, Washington. Starbucks adalah perusahaan kedai kopi terbesar di dunia, dengan 15.012 kedai di 44 negara. Melalui divisi Starbucks Entertainment dengan merek Hear Music, perusahaan ini juga memasarkan buku, musik, dan film
    Sejak pertama kali dibuka di Seattle, Starbucks tumbuh dengan sangat cepat. Pada tahun 1990-an, Starbucks banyak membuka kedai baru. Pertumbuhan ini terus berlanjut sampai tahun 2000-an. Sesuai dengan misi Starbucks sebagai pemasok utama dari kopi terbaik di dunia tanpa kompromi dan visi untuk membangun Starbucks sebagai diakui dan dihormati merek yang paling di dunia serta tetap menjaga prinsip-prinsip perusahaan selama Starbucks tumbuh, kini Starbucks mampu menyediakan kopi berkualitas premium dengan tingkat superior layanan pelanggan dan pada harga premium, di seluruh dunia
    Berikut adalah beberapa strategi starbucks dalam menjangkau pelanggan
    1 “Menjaga Cita Rasa Kopi” Sejarah Starbucks telah menunjukkan bahwa mereka menempatkan penekanan yang besar pada kualitas produk kopi mereka, bahkan jika harga sedikit lebih mahal dari yang diharapkan, sangat sebanding untuk memuaskan pelanggan dengan kaya rasa, lezat dan aroma.
    2 “Tempat Ketiga” Sejak awal, strategi pemasaran Starbucks telah berfokus pada menciptakan “tempat ketiga” bagi setiap orang untuk pergi antara ke rumah dan bekerja. Starbucks ingin menciptakan pengalaman” unik bagi pelanggan mereka yang menggabungkan padatnya jadwal mereka, serta sebagai tempat untuk bersantai. adanya “suasana” berbeda dalam Starbucks membuat orang-orang terkesan, sangat penting bagi Starbucks karena mereka telah menyadari bahwa ini adalah salah satu konsep kuat melekat pada Starbucks, untuk pelanggan yang sangat tertarik dengan Starbucks. Senior Vice President administrasi di Amerika Utara Christine Hari menjelaskan bahwa, “orang datang ke sini untuk minum kopi, tapi suasana yang membuat mereka ingin tinggal, ”
    3 “Kepuasan Pelanggan” Kepuasan pelanggan adalah masalah yang sangat penting dengan Starbucks. Dari pintu masuk terakhir toko mereka sudah disambut dengan penyajian kopi, itu adalah suatu keharusan bahwa pelanggan merasakan keunikan mereka menikmati pengalaman kopi Starbucks
    4 “Menciptakan Masyarakat Starbucks” Strategi pemasaran Starbucks bahkan diperluas untuk menciptakan sebuah masyarakat sekitar merek mereka. Pada situs web mereka, individu didorong untuk mengekspresikan pengalaman mereka dengan sejarah Starbucks, dan perusahaan berusaha untuk “secara pribadi” bergabung dalam diskusi. Teknik ini cerdik ditunjukkan oleh Webolutions: The Strategic Marketing Agency
    5 “Kemitraan” Starbucks Coffee Company telah dikenal untuk menciptakan kemitraan strategis yang menunjukkan fakta bahwa cara lain untuk mengembangkan bisnis Anda adalah mitra cerdas. Selama bertahun-tahun, Starbucks telah sangat meningkatkan penjualan hanya dengan menggunakan strategi ini.
    6 “Inovasi”Selama bertahun-tahun, Starbucks Coffee Company telah dikenal untuk memikirkan ide-ide kreatif dan inovatif untuk menambah produk atau jasa mereka. Mereka telah menambahkan rasa yang berbeda untuk kopi mereka, makanan lebih banyak pada menu mereka, dan bahkan menjadi salah satu pengalaman pertama untuk menawarkan kemampuan internet di toko mereka.
    7 “Pemasaran Merek” Strategi pemasaran Starbucks selalu berfokus pada “word-of-mouth” yaitu perkataan mulut. Iklan dan menjaga kualitas tinggi dari produk dan layanan mereka berbicara sendiri. Selama bertahun-tahun, ini telah menjadi keunikan Starbucks, dan telah memainkan peran besar dalam membuat Starbucks Coffee Company sukses
    Demikian, strategi pemasaran Starbucks ‘telah menyebabkan perusahaan mengalami kesuksesan saat ini. Fakta ini sudah cukup untuk menyadari bahwa ada banyak yang bisa dipelajari dari apa yang telah perusahaan ini dicapai untuk kepentingan usaha kecil. Isabel Isidro, managing editor PowerHomeBiz.com, telah menulis sebuah artikel yang sangat baik yang menguraikan apa usaha kecil bisa belajar dari Starbucks.

    2. Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan diberlakukan pada tahun 2015. Jelaskan apa saja tantangannya!
    Jawab :
    1. Mind-set masyarakat, khususnya pelaku usaha Indonesia yang belum seluruhnya mampu melihat KEA 2015 sebagai peluang. Menurut Journal of Current Southeast Asian Affairs (Guido Benny dan Kamarulnizam Abdullah – 2011), kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai ASEAN masih sangat terbatas.
    2. Sinkronisasi program & kebijakan pemerintah (pusat dengan daerah) menghadapi MEA 2015, diperlukan kesamaan pandang diantara pejabat pusat dan daerah. Global Competitive Index oleh World Economic Forum menempatkan Indonesia pada urutan ke 50, dibawah sebagian negara ASEAN (Singapura, Brunei, Malaysia, Thailand).
    3. Lemahnya Infrastruktur, khususnya bidang transportasi dan energi menyebabkan biaya ekonomi tinggi, utamanya sektor produksi dan bagi pasar.
    4. Pelaku usaha yang inward-looking. Besarnya pasar domestik mendorong pelaku usaha memprioritaskan pemenuhan kebutuhan pasar domestik.
    5. Terbatasnya jumlah SDM yang kompeten untuk mendukung produktivitas nasional Birokrasi yang belum efisien dan belum sepenuhnys berpihak pada pebisnis.

    Komentar oleh imam perdhana | September 28, 2014 | Balas

  12. Nama : ANDY BRATA
    No Mahasiswa : P2C214001
    Kelas : Malam
    Program Magister Manajemen
    Tugas Manajemen Pemasaran
    Dosen : Dr. Johannes, SE, M. Si

    Soal
    1. Tuliskan 4 paragraf yang menceritakan bagaimana Starbucks memasarkan kopi
    2. MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) Tahun 2015 akan berlangsung jelaskan tantangan
    Jawaban
    1. Strategi Unik Starbucks. Strategi pemasaran Starbucks bukan salah satu yang sering terlihat di banyak bisnis saat ini. Akhir-akhir ini sangat jarang ditemukan iklan Starbucks di papan reklame, ruang iklan, koran atau poster di tempat-tempat di mana seseorang dapat melihat iklan untuk perusahaan lainnya. Saat ini, Starbuck tidak hanya menggunakan strategi pemasaran yang tidak konvensional untuk bersenang-senang. Nyatanya Mereka berpikir keras dalam mempromosikan perusahaan mereka, dan telah memutuskan bahwa Starbucks sangat dimungkinkan untuk menggunakan strategi yang tidak konvensional yang mungkin unik dan jarang dijalankan, tetapi kebanyakan sangat cocok dengan konsep perusahaan inginkan. Beberapa strategi pemasaran yang pernah dijalankan Starbucks antara lain :
    Strategi Fokus Diferensiasi
    Porter Diferensiasi Focus Strategi adalah strategi yang saat ini dijalankan oleh Starbucks. Strategi ini menyediakan produk atau layanan tertentu pada pasar dan membedakan dari kompetisi di daerah tertentu. Dalam kasus Starbucks, perusahaan adalah biaya tinggi, penyedia seleksi khusus, menawarkan jalur khusus disesuaikan dari kopi dan teh produk untuk kopi yang mencintai pelanggan dengan harga premium. Starbucks menggunakan strategi diferensiasi fokus secara menyeluruh, dan mitra perusahaan pemasaran dan arah iklan untuk strategi ini. Merangkul posisi pemimpin dan pemimpin segmen industri sebagai kualitas produk, Starbucks tidak agresif pada pasar perusahaan melalui cara-cara tradisional tetapi hampir seluruhnya berfokus pada tingginya tingkat pemasaran dan branding dari perkataan mulut dan kunc aliansi serta kemitraan. Hampir pendekatan Starbucks rendah hati untuk menghindari promosi perusahaan tetapi memungkinkan untuk dipromosikan dengan mendukung pelanggan dan melalui pekerjaan baik itu telah menjadi sukses strategi bagi perusahaan. Starbucks – Keanekaragaman Budaya di Starbucks Selain dari kopi yang luar biasa, Starbucks telah membuat keluar bisnis hubungan manusia, keterlibatan masyarakat dan perayaan budaya. Di Starbucks, Keanekaragaman didefinisikan dalam bentuk persamaan. Keanekaragaman = Inklusi + Ekuitas + Aksesibilitas Dengan kehadiran di lebih dari 50 negara, Passion untuk kopi besar, pelayanan masyarakat asli dan koneksi melampaui bahasa dan budaya.
    Inisiatif pemasaran starbucks
    Inisiatif pemasaran Starbucks Corporation tidak agresif memasarkan perusahaan atau produk mereka. Sebaliknya, mereka mengarahkan penjualan mereka melalui perusahaan gambar dan reputasi. Namun, itu hasil kerja keras perusahaan, perhatian terhadap detail dan pengalaman pelanggan, membuat keputusan etis dan pelatihan karyawan adalah peringkat sebagai “Salah satu merek global yang paling berharga”. Sebagian besar ini telah dicapai melalui pemasaran kata dari mulut dan melalui kemitraan. Dengan keberhasilan Starbucks sekarang, sulit untuk percaya bahwa perusahaan tidak sedikit jika tidak ada iklan langsung melalui iklan, atau bentuk lain dari promosi. Starbucks tidak menggunakan daftar email distribusi, hanya satu pelanggan Starbucks yang mendaftar. Sebaliknya, pemasaran adalah melalui kemitraan dengan dunia, membantu dan etis fokus lembaga dan melalui infiltrasi kopi Starbucks ke pasar umum konsumen, hanya didukung oleh integritas merek dan pengalaman seperti ditarik oleh pelanggan di lokasi toko di seluruh dunia (Theodore, 2002).
    Aliansi
    Pemanfaatan aliansi merupakan landasan strategi pemasaran Starbucks Corporation. Isidro (2004) menegaskan bahwa strategis aliansi Starbucks merupakan salah satu alasan mendasar bagi kesuksesan dan pertumbuhan korporasi jangka panjang. Aliansi benar-benar faktor pendorong dan pengenalan merek. Bentuk aliansi Starbucks dengan perusahaan dan kelompok-kelompok sosial di seluruh papan, sehingga memperluas pemaparan dari perusahaan, meningkatkan citra merek organisasi dan reputasi, dan mengekspos nama dan produk secara berkala kepada pelanggan baru yang potensial. Pada tahun 1993, perusahaan bermitra dengan toko buku Barnes dan Noble di rumah kedai kopi (Isidro, 2004). Selanjutnya, pada tahun 1996, Starbucks bermitra dengan PepsiCo botol, mendistribusikan dan menjual Starbucks Frappuccino (Isidro, 2004). Starbucks juga membentuk aliansi dengan es krim manufaktur dan rantai hotel untuk menawarkan merek Starbucks dan rasa es krim dan kopi Starbucks dalam hotel (Isidro, 2004). Selanjutnya, Starbucks telah membentuk aliansi dengan United Airlines, menawarkan Starbucks kopi di cangkir bantalan logo kopi perusahaan di penerbangan. Starbucks bahkan telah bermitra dengan makanan Kraft untuk mendistribusikan kopi Starbucks di rantai nasional toko grosir dan outlet barang dagangan massa (Theodore, 2002). Salah satu kemitraan yang telah sangat sukses, serta finansial menguntungkan, untuk Starbucks adalah dengan industri musik. Wolk (2008) mencatat bahwa hari ini Starbucks adalah “salah satu musik pengecer yang paling kuat di pasar” (hal.4). The Perusahaan sangat selektif dalam judul musik dan seleksi terbatas, tetapi perusahaan tidak menjual yang membawa pada premium (Wolk, 2008). Sebuah kemitraan musik kedua adalah antara Starbucks dan i-Tunes, suatu aliansi yang telah membentuk Program “lagu minggu ini” (Wolk, 2008). Terlepas dari keberhasilan dan makanan pasangan musik, Starbucks menegaskan dan tegas tetap setia untuk alasan eksistensi : kualitas kopi premium dan kualitas kopi pengalaman pelanggan. Dalam aplikasi, Starbucks telah dipahami, memeluk, dan keuntungan dari aliansi strategis, baik dalam pemasaran positif dan profitabilitas.
    Strategi Starbucks untuk menjangkau pelanggan
    “Menjaga Cita Rasa Kopi”
    Sejarah Starbucks telah menunjukkan bahwa mereka menempatkan penekanan yang besar pada kualitas produk kopi mereka, bahkan jika harga sedikit lebih mahal dari yang diharapkan, sangat sebanding untuk memuaskan pelanggan dengan kaya rasa, lezat dan aroma.
    “Tempat Ketiga”
    Sejak awal, strategi pemasaran Starbucks telah berfokus pada menciptakan “tempat ketiga” bagi setiap orang untuk pergi antara ke rumah dan bekerja.
    Starbucks ingin menciptakan “pengalaman” unik bagi pelanggan mereka yang menggabungkan padatnya jadwal mereka, serta sebagai tempat untuk bersantai. adanya “suasana” berbeda dalam Starbucks membuat orang-orang terkesan, sangat penting bagi Starbucks karena mereka telah menyadari bahwa ini adalah salah satu konsep kuat melekat pada Starbucks, untuk pelanggan yang sangat tertarik dengan Starbucks. Senior Vice President administrasi di Amerika Utara Christine Hari menjelaskan bahwa, “orang datang ke sini untuk minum kopi, tapi suasana yang membuat mereka ingin tinggal.
    “Kepuasan Pelanggan”
    Kepuasan pelanggan adalah masalah yang sangat penting dengan Starbucks. Dari pintu masuk terakhir toko mereka sudah disambut dengan penyajian kopi, itu adalah suatu keharusan bahwa pelanggan merasakan keunikan mereka menikmati pengalaman kopi Starbucks.
    “Menciptakan Masyarakat Starbucks”
    Strategi pemasaran Starbucks bahkan diperluas untuk menciptakan sebuah masyarakat sekitar merek mereka. Pada situs web mereka, individu didorong untuk mengekspresikan pengalaman mereka dengan sejarah Starbucks, dan perusahaan berusaha untuk “secara pribadi” bergabung dalam diskusi. Teknik ini cerdik ditunjukkan oleh Webolutions: The Strategic Marketing Agency.
    “Kemitraan”
    Starbucks Coffee Company telah dikenal untuk menciptakan kemitraan strategis yang menunjukkan fakta bahwa cara lain untuk mengembangkan bisnis Anda adalah mitra cerdas. Selama bertahun-tahun, Starbucks telah sangat meningkatkan penjualan hanya dengan menggunakan strategi ini.
    “Inovasi”
    Selama bertahun-tahun, Starbucks Coffee Company telah dikenal untuk memikirkan ide-ide kreatif dan inovatif untuk menambah produk atau jasa mereka. Mereka telah menambahkan rasa yang berbeda untuk kopi mereka, makanan lebih banyak pada menu mereka, dan bahkan menjadi salah satu pengalaman pertama untuk menawarkan kemampuan internet di toko mereka.
    “Pemasaran Merek”
    Strategi pemasaran Starbucks selalu berfokus pada “word-of-mouth” yaitu perkataan mulut. Iklan dan menjaga kualitas tinggi dari produk dan layanan mereka berbicara sendiri. Selama bertahun-tahun, ini telah menjadi keunikan Starbucks, dan telah memainkan peran besar dalam membuat Starbucks Coffee Company sukses. Hal ini jelas bahwa perusahaan telah menciptakan teknik pemasaran sangat individual agar sesuai dengan promosi dari merek Starbucks yang berlaku untuk konsep unik ini dibangun di atas.

    2. Dengan disepakatinya Masyarakat Ekonomi Asian, maka semua Negara yang tergabung dalam organisasi tersebut mau tidak mau harus mempersiapkan diri termasuk di dalamnya adalah Indonesia. Negara yang mempersiakan diri dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asian (MEA) adalah Negara yang akan mendapatkan keuntungan lebih banyak. Persiapan yang dilakukan tidak hanya pelaku bisnis saja tetapi juga pemerintah dalam menunjang fasilitas dan infrastruktur akan dalam kegiatan ekonomi dapat berjalan dengan baik serta masyarakat. Dalam rangka menghadapi MEA 2015 pemerintah telah mengambil kebijakan dan ketentuan antara lain Inpres No. 5 thn 2008 tentang fokus progam ekonomi, Inpres No 11 thn 2011 tentang Pelaksanaan Komitmen Cetak Biru Masyarakat Ekonomi Asean, Kepres No 23 thn 2012 tentang susunan Keanggotaan Sekretariat Nasional Asean, Program Pembangunan Seperti MP3EI, Program Logistik Nasional, Penyusunan Roadmap Daya Saing, Policy Paper mengenai kesiapan Indonesia menghadapi AEC, Pebentukan Komite Nasional AEC 2015 dan UKP4-Monitoring Langkah Pemerintah.
    Tantangan yang dihadapi antara lain kondisi Infrastuktur yang masih belum baik, tentang kepastian hukum seperti ada UU yang tumpang tindih, masalah ineffisien birokrasi, kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai Asean yang masih sangat terbatas dll.
    Untuk menghadapi perlu adanya strategi yang jitu untuk meningkatkan daya saing nasional secara keseluruhan, dalam menyusun strategi harus memperhatikan antara lain harus selalu mengutamakan kepentingan nasional dalam setiap perundingan perdagangan internasional yaitu perjanjian perdagangan yang memberikan keuntungan bagi semua pihak yang terlibat didalamnya, memperkuat ekonomi dalam negeri dan meningkatkan pelayanan publik.
    Percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia dalam menghadapi MEA, yang prioritas custom umum, market, pertumbuhan ekonomi, biaya perdagangan yang tranparan, peningkatan produktivitas, pengelolaan upah dan meningkatkan Gross Domestik Produk perkapita.
    Produk diupayakan berkualitas, ukuran marketing efektif, profit diatas kalkulasi harga pokok penjualan/produksi, legal, sehat, ramah lingkungan, sesuai standar internasional, ber SNI, kemasan yang menarik, bermanfaat unggul dan lainnya berdaaya saing. Produk danjasa bila dipakai digunakan/digunakan pemakai ada rasa kebanggan karena prestise, bermanfaat, legal, berbudaya Indonesia, kebanggan pemakai menembus antar Negara.
    Masih banyak pertanyaan tentang jalan menuju masyarakat ekonomi ASEAN 2015. Manila, (Analisa). Negara-negara anggota ASEAN (Perhimpunan Negara Asia Tenggara) cukup komit untuk merealisasikan apa yang disebut Masyarakat Ekonomi ASEAN (AEC) per 2015 dengan potensi masing-masing untuk tumbuh dan kesiapannya dalam menghadapi berbagai tantangan yang melingkupi proses pembentukan AEC tersebut. Integrasi ASEAN menjadi isu penting yang tidak bisa diabaikan begitu saja, khususnya oleh Pilipina, kata analis yang juga mitra pelaksana dan CEO, perusahaan audit, perpajakan dan jasa konsultan Management Association of the Philippines. Isu itu terangkat pada P&A CEO Business Forum tentang “Jalan Menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015: Dengan Memaksimalkan Peluang dan Menghadapi Tantangan” 23 Oktober lalu. Analisis tadi mengatakan, integrasi ASEAN berimplikasi sangat luas yang mempengaruhi tidak hanya kehidupan rakyat Pilipina tapi juga sekitar 600 juta rakyat Negara Asia Tenggara. Deputi Sekjen ASEAN, Dr. Lim Hong Hin sebelumnya mengatakan, usaha menuju sebuah masyarakat ekonomi terpadu sebenarnya sudah dimulai sejak dini di tahun 1992. Kita sangat senang mendengar bahwa berdasarkan catatan yang digunakan untuk memonitor kemajuan yang dicapai berbagai negara berbeda, ternyata semuanya komit terhadap integrasi ASEAN, dan melaksanakan segala sesuatunya dengan baik dengan mematuhi segala ketentuan, termasuk oleh Pilipina, katanya. Apa siap bersaing dalam masyarakat terpadu? Namun demikian, kata analis tadi, banyak rekan di dalam masyarakat bisnis masih dengan terus terang mempertanyakan apa sebenarnya Masyarakat Ekonomi ASEAN. Bagaimana dunia bisnis akan terpengaruh bila tahun 2015 tiba? Apa yang bisa mereka perbuat untuk memaksimalkan peluang yang tersedia? Bagaimana mengatasi semua konsekuensi yang tidak dikehendaki? Dan yang lebih penting lagi, apakah semua negara, terutama Pilipina siap bersaing di dalam sebuah masyarakat terpadu? Membiarkan semua tandatanya itu tidak terjawab tidak hanya akan menyebarkan kebingungan dan kesangsian di kalangan pihak-pihak berkepentingan, tapi juga bisa menuntun kepada ancaman yang jauh lebih berbahaya – yakni kepuasan diri sendiri.
    Pemerintah dan wisata perlu mengantisipasi penerapan liberalisasi bidang jasa di kawasan ASEAN pada tahun 2015. Tanpa antisipasi, Indonesia tidak akan sanggup bersaing sehingga pasar bisnis jasa di dalam negeri didominasi oleh pelaku asing. Padahal, kontribusi sektor jasa bagi perekonomian nasional mencapai 53 persen. Antisipasi yang mendesak adalah peningkatan sertifikasi tenaga kerja. Pasalnya, tenaga kerja menjadi ranah sensitif yang diperebutkan. Di Negara berpendapatan menengah, jasa diperlukan sebagai mesin pencipta lapangan kerja, katanya. Sondang menilai perdagangan jasa cukup berisiko. Oleh karena itu, peraturan yang benar dan kebijakan tambahan lain sangat diperlukan untuk memastikan liberalisasi memberikan banyak keuntungan ketimbang kerugian. “Pemerintah harus mulai menciptakan kondisi yang memberikan kesempatan agar negara bisa bersaing dengan asing. Misalnya dalam konteks tenaga kerja, kualifikasi untuk dokter, insinyur dan tenaga arsitek, pemerintah perlu meningkatkan standarisasinya, katanya. Jika Indonesia mampu mengantisipasi, pengaruh liberalisasi akan mengarah pada efisiensi pasar jasa. Dampaknya adalah pilihan bagi konsumen meningkat, produktivitas meningkat, serta persaingan yang lebih sehat di dorong.
    Akhir tahun lalu kita dikejutkan oleh beberapa data ekonomi yang mencemaskan. Di antara banyak data miris tersebut, angka kemiskinan dan penyerapan tenaga kerja bisa menjadi representasinya. Pertama, selama Maret September 2012 angka kemiskinan hanya turun 0.3 persen. Itu artinya kemampuan pemerintah menurunkan angka kemiskinan makin lemah dari waktu ke waktu. Anehnya, penurunan ini terjadi bersamaan dengan makin besarnya anggaran yang digunakan untuk mengatasinya. Kedua, sampai dengan Triwulan III 2012, data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi hanya mampu menyerap 180.000 tenaga kerja. Kinerja ini jauh lebih buruk ketimbang tahun 2010 (400.000 tenaga kerja) dan 2011 (225.000 tenaga kerja). Jika ditambahkan dengan data ketimpangan pendapatan yang menganga, problem terkait kualitas pembangunan beberapa tahun terakhir pun kian sempurna.
    Pemerintah berkilah penurunan kemiskinan yang lambat diakibatkan oleh persentase kemiskinan yang sudah relatif rendah sehingga setiap upaya pengurangan akan makin sulit. Argumen ini sebenarnya lemah karena kemiskinan “alamiah” sebetulnya berada di kisaran 4 persen, yang disebabkan oleh adanya individu yang sakit (permanen), cacat, lanjut usia, dan lain sebagainya. Jika kemiskinan berada di kisaran 10 persen, masih terbuka kemungkinan untuk penurunan dalam persentase yang besar. Pertumbuhan sektor pertanian nyaris tidak pernah diatas 3 persen. Bahkan beberapa kali hanya sedikit di atas 2 persen (padahal pertumbuhan ekonomi rata-rata 6 persen). Intinya, nyaris mustahil mengurangi kemiskinan jika sektor pertanian tumbuh rendah (involusi pertanian). Dalam soal penciptaan lapangan kerja ini, kegagalan pemerintah terletak pada struktur pertumbuhan ekonomi yang didominasi sektor non-tradeable.
    MEA dipilih oleh negara-negara ASEAN untuk meningkatkan kemakmuran ekonomi rakyatnya secara bersama-sama, mengingat cara ini merupakan opsi yang paling efisien dibandingkan bila upaya peningkatan kemakmuran dilakukan secara unilateral. MEA dalam upaya peningkatkan kemakmuran ekonomi dilakukan melalui penguatan daya saing untuk memenangkan kompetisi global, melalui tahapan integrasi pasar domestik sebagai pasar tunggal dan integrasi basis produksi sehingga pada akhirnya mendorong peningkatan daya saing dalam menembus pasar global. Oleh sebab itu, pencapaian MEA dilakukan melalui empat tahapan strategis, meliputi : pencapaian pasar tunggal dan kesatuan basis produksi, kawasan ekonomi yang berdaya saing, pertumbuhan ekonomi yang merata dan terintegrasi dengan perekonomian global.
    Pada Pilar Pertama cetak biru MEA, dinyatakan bahwa : ASEAN sebagai pasar tunggal dan basis produksi internasional dengan elemen aliran bebas barang, jasa, investasi, tenaga kerja terampil dan aliran modal yang lebih bebas. Bila Indonesia tidak siap, maka aliran bebas barang, jasa, investasi, tenaga kerja terampil dan modal, terlihat sebagai ancaman daripada peluang.
    Tahun 2015 ASEAN akan makin bersatu dengan terbentuknya Masyarakat Ekonomi ASEAN di bidang politik, ekonomi dan sosial budaya. Ada tantangan dan peluang. KTT Asean ke-20 sudah selesai dilaksanakan di Kamboja 3-4 April 2012. KTT Asean dihadiri oleh seluruh anggota yaitu: Indonesia, Filipina, Singapura, Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar dan Kamboja. Salah satu kesepakatan penting yang akan mempengaruhi hajat hidup rakyat Indonesia adalah makin mengerucutnya persiapan pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015, yakni masyarakat politik-keamanan, ekonomi dan sosio kultural budaya. Ada dua tantangan besar dalam membangun ASEAN Community 2015. Pertama, jurang horizontal antara negara dengan kelas ekonomi maju dan yang masih menengah dan maju. Kedua, jurang vertikal antara negara yang demokratis liberal dan masih otoriter.
    Bagaimana kita membangun komunitas kalau nilai-nilai yang menjadi pengikat berbeda dan taraf kehidupan berbeda. Yang kita butuhkan sekarang dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean 2015 adalah menyelesaikan pekerjaan rumah bersama-sama. Pemerintah perlu menyosialisasikan rencana aksi menghadapi tantangan regional. Kerjasama antar negara menjadi tak ada artinya bila masyarakat tak terlibat.
    Indonesia adalah salah satu negara terbesar populasinya yang ada di kawasan ASEAN. Masyarakat Indonesia adalah negara heterogen dengan berbagai jenis suku, bahasa dan adat istiadat yang terhampar dari Sabang sampai Merauke. Indonesia mempunyai kekuatan ekonomi yang cukup bagus, pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia (4,5%) setelah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan India. Ini akan menjadi modal yang penting untuk mempersiapkan masyarakat Indonesia menuju AEC tahun 2015. Sebagai salah satu dari tiga pilar utama ASEAN Community 2015, ASEAN Economic Community yang dibentuk dengan misi menjadikan perekonomian di ASEAN menjadi lebih baik serta mampu bersaing dengan Negara-negara yang perekonomiannya lebih maju dibandingkan dengan kondisi Negara ASEAN saat ini. Selain itu juga dengan terwujudnya ASEAN Community yang dimana di dalamnya terdapat AEC, dapat menjadikan posisi ASEAN menjadi lebih strategis di kancah Internasional, kita mengharapkan dengan terwujudnya komunitas masyarakat ekonomi ASEAN ini dapat membuka mata semua pihak, sehingga terjadi suatu dialog antar sektor yang dimana nantinya juga saling melengkapi diantara para stakeholder sektor ekonomi di Negara negara ASEAN ini sangat penting. Untuk itu kita harus mampu meningkatkan kepercayaan diri bahwa sebetulnya apabila kita memiliki kekuatan untuk bisa bangkit dan terus menjaga kesinambungan stabilitas ekonomi kita yang sejak awal pemerintahan Presiden Susilo Bamabang Yudhoyono ini terus meningkat, angka kemiskinan dapat ditekan seminim mungkin, dan progres dalam bidang ekonomi lainnya pun mengalami kemajuan yang cukup signifikan. Dengan hal tersebut banyak sekali yang bisa kita wujudkan terutama dengan merealisasikan ASEAN Economy Community 2015 nanti. Stabilitas ekonomi Indonesia yang kondusif ini merupakan sebuah opportunity dimana Indonesia akan menjadi sebuah kekuatan tersendiri, apalagi dengan sumber daya alam yang begitu besar, maka akan sangat tidak masuk akal apabila kita tidak bisa berbuat sesuatu dengan hal tersebut.
    Peluang yang sudah terbuka ini, kalau tidak segera dimanfaatkan, kita akan tertinggal, karena proses ini juga diikuti gerak negara lain dan hal itu terus bergulir. Kita harus segera berbenah diri untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia Indonesia yang kompetitif dan berkulitas global. Menuju tahun 2015 tidaklah lama, Sudah siapkah kita akan Tantangan dan peluang bagi kalangan profesional muda kita/mahasiswa untuk tidak terbengong-bengong menyaksikan lalu-lalang tenaga asing di wilayah kita?
    Tantangan Indonesia ke depan adalah mewujudkan perubahan yang berarti bagi kehidupan keseharian masyarakatnya. Semoga seluruh masyarakat Indonesia kita ini bisa membantu untuk mewujudkan kehidupan ekonomi dan sosial yang layak agar kita bisa segera mewujudkan masyarakat ekonomi ASEAN tahun 2015.
    Peluang dan Tantangan UKM Indonesia : Komunitas ASEAN jadi peluang pengusaha muda. Para pengusaha muda di dalam negeri menyambut baik rencana pemberlakuan komunitas ekonomi ASEAN pada 2020 mendatang. Langkah itu dinilai sebagai peluang untuk memperluas pasar dan meningkatkan produksi, mengingat pasar ASEAN yang sangat besar.Menghadapi tantangan itu HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia ) mulai menyiapkan sejumlah langkah menghadapi persaingan ekonomi pada 2020. “Indonesia harus menjadi pemain dalam komunitas ekonomi ASEAN. Untuk menghadapi itu semua, paparnya, mulai saat ini HIPMI telah mengambil sejumlah langkah antara lain menyiapkan dan memberikan mentoring pada pengusaha pemula agar mampu menghadapi persaingan baik di dalam negeri, kawasan dan global. Selain itu, katanya, HIPMI juga memberikan perhatian pada pengusaha- pengusaha lokal atau di daerah agar dapat mengembangkan usahanya sekaligus memperluas pasar produksi barang-barang mereka. Wakil Presiden Boediono mengimbau dunia usaha untuk menjangkau wirausaha muda, yang umumnya masih duduk di bangku kuliah. Caranya, dengan menyediakan tempat praktik bagi bisnis wirausaha. Imbauan itu disampaikan Boediono dalam acara Wirausaha Muda Mandiri yang digelar PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk di Jakarta, Kamis (17/1). Praktik kewirausahaan itu penting, Direktur Utama Bank Mandiri, Zulkifli Zaini mengatakan program wirausaha Muda Mandiri ini diyakini mengubah cara pandang mahasiswa terhadap wirausaha. Selain itu, menjadikan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sebagai sektor idaman untuk berkarya. “Juga menginspirasi generasi muda untuk menjadi pencipta lapangan kerja, “tambah Zulkifli.
    Menuju Komunitas Ekonomi ASEAN 2015 : Peluang dan Tantangan Bagi Pelaku Usaha Kalimantan Barat. Dalam rangka melaksanakan fungsi diseminasi informasi perihal pembentukan Komunitas Ekonomi ASEAN 2015, Dirjen Kerja Sama ASEAN, Kemlu RI menyelenggarakan Sosialisasi bertema “Menuju Komunitas Ekonomi ASEAN 2015: Peluang dan Tantangan Bagi Pelaku Usaha Kalimantan Barat” kepada pelaku usaha dan pemerintah daerah Kalimantan Barat, serta Kuliah Umum “Menuju Komunitas Ekonomi ASEAN 2015” kepada mahasiswa/i perguruan tinggi di wilayah Pontianak, Kalimantan Barat. Dalam kaitan ini, ASEAN juga memberi perhatian penting kepada pengembangan usaha kecil dan menengah baik dari aspek permodalan, teknologi, dan akses pasar. Hal ini dikarenakan ekonomi negara-negara ASEAN mayoritas disokong oleh sektor UKM. Para narasumber dalam kegiatan sosialisasi tersebut menyampaikan pentingnya bagi
    Contoh lain :
    Gapensi Jambi harus siap menghadapi MEA 2015 mendatang. Menentukan arah kebijakan dan konsolidasi organisasi dalam menghadapi perkembangan dan situasi yang timbul serta menampung dan menyelesaikan secara tuntas masalah yang dihadapi organisasi dan anggota. Khususnya dalam rangka peningkatan kualitas dan pelayanan maksimal. Sehingga mampu meningkatkan saya saing anggota dalam menyonsong MEA 2015.
    Mari Tingkatkan profesionalisme yang berdaya saing tinggi sebagai Pelaksana Jasa Konstruksi Menyonsong Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015.

    Komentar oleh Andy Brata | September 28, 2014 | Balas

  13. TUGAS KULIAH

    MANAJEMEN PEMASARAN

    MAGISTER MANAJEMEN
    FAKULTAS EKONOMI BISNIS
    UNIVERSITAS JAMBI
    2014.
    DOSEN : Dr. JOHANNES, SE, M.Si

    NAMA : DINA SIANOSARI, S.STP
    NIM : P2C214049
    KELAS : MALAM

    SOAL

    1. Tuliskan 4 Paragraph yang menceritakan bagaimana keberhasilan Starbuck memasarkan Kopinya ?
    Jawaban :
    Starbucks Corporation adalah sebuah perusahaan coffe shop atau kedai kopi internasional yang berada di seattle, Washington, Amerika Serikat dimana usaha ini dimulai dari peluang kecintaan orang Amerika akan kopi dan gaya hidup (lifestyle) orang Amerika akan kopi sehingga menjadikan usaha ini semakin berkembang dari tahun ke tahun. Keberhasilan Starbucks sebagai merek yang paling diakui dunia dan menjadikan suatu perusahaan internasional dimulai dengan Visi dan Misinya “Akan menjadikan kedai kopi yang terkenal dan menjadi yang paling dihargai dan dinilai merek yang paling positif oleh seluruh lapisan dunia “ sehingga menjadi modal dalam menempatkan segmentansi pasar dan target-target konsumen yang akan dituju sebelum mereka meluncurkan sebuah produk yang mereka hasikan, dengan memilih segmentasi pasar seperti di hotel, sekolah, supermarket, kantin-kantin setiap perusahaan dan airport membuat perusahaan ini semaking berkembang sehingga kedai kopinya tersebar diseluruh dunia.
    Kesuksesan dan keberhasilan starbucks dicapai dengan kualitas cita rasa kopi yang mereka buat dan pelayanan terhadap kepuasan konsumen. Starbucks sendiri menciptakan strategi khusus dengan menargetkan starbucks sebagai tempat ketiga bagi konsumen setelah rumah dan tempat kerja mereka. Selain itu dengan prinsip-prinsip yang mereka miliki, starbucks melakukan cara pemasaran dengan menciptakan beberapa variasi produk yang tentu saja kualitasnya benar-benar memiliki cita rasa yang tinggi dan cocok dengan lidah konsumen serta menanamkan brand image yang cukup kuat dengan logo perusahaan mereka di setiap kemasan produk yang mereka sajikan, serta menggunakan produk promosi (merchandise) dalam memperkuat citra perusahaan yang mereka bangun selama ini.
    Sebelum mencapai kesuksesan itu semua masa sulit yang dialami oleh starbucks sendiri pada masa imbas dan krisis global tidak membuat semangat perusahaan ini menjadi menurun dalam stategi pemasaran produk kopi yang mereka miliki. Starbucks melakukan strategi-strategi khusus dengan Memancing Pelanggan di pagi dan Sore hari sekaligus dengan menawarkan paket murah minum kopi yang dilakukan untuk mendongkrak angka penjualan perusahaan mereka akibat kekacauan ekonomi yang mengakibatkan banyak perusahaan gulung tikar, melihat kondisi yang seperti itu dan sadar akan kondisi yang tidak menguntungkan bagi perusahaan mereka, manajemen starbucks langsung melakukan konsep pemasaran berupa macam-macam promosi dengan memberikan paket murah minum kopi di sore hari dan memberikan potongan harga bagi pelanggan yang menunjukkan kuitansi pembelian di pagi hari, sehingga strategi ini mampu membuat perusahaan kopi kelas dunia ini meraih pembeli dua kali lipat dari biasanya.
    Selain itu salah satu strategi lain yang membuat Starbucks meraih puncak kesuksesannya yaitu kemampuan perusahaan mereka dalam membentuk suatu komunitas pecinta kopi dengan membangun satu website komunitas yang didesain untuk mengumpulkan berbagai saran dan masukan dari para pelanggannya dalam menggali ide-ide kreatif yang membangun bagi perkembangan perusahaan starbucks. Selanjutnya Starbucks menciptakan strategi pemasaran dengan membuat drive thru dimana memudahkan konsumen untuk mendapatkan secangkir kopi tanpa harus turun dari kendaraaan mereka, serta menciptakan produk-produk dengan atribut atau desain yang unik dan lucu dalam menarik minat konsumen untuk membelinya. Starbucks terus berupaya dalam menempatkan strategi pemasarannya dengan membuka cafe yang hingga 24 jam nonstop, hal ini dilakukan demi mencapai kebutuhan konsumen akan kopi dalam layanan penuh dan kepuasaan konsumen sendiri yang bagi mereka diatas segala-galanya. Hal itulah yang membuat nama starbucks semakin lama semakin mendunia dengan cita rasa kopinya yang khas dan pelayanan terhadap konsumen yang sangat mereka jaga selama ini.

    2. Jelaskan tantangan MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) yang akan berlangsung pada Tahun 2015 ?
    Jawaban :
    Masyarakat Ekonomi ASEAN merupakan kesepakatan negara-negara ASEAN dalam meningkatkan kerjasama bidang perekonomian yang akan diberlakukan pada 31 Desember 2015. Bentuk kerjasama MEA ini dilakukan dengan tujuan agar mewujudkan aliran bebas barang, jasa dan tenaga kerja terlatih, serta aliran investasi yang lebih bebas. Indonesia yang merupakan salah satu negara yang ikut ambil bagian dalam MEA 2015 memiliki potensi dan peluang yang besar untuk meningkatkan perekonomian nasional. Berdasarkan data Bank Dunia Tahun 2011 menunjukkan bahwa Indonesai mengalami pertumbuhan ekonomi tertinggi di negara-negara ASEAN yang berada pada urutan ke tiga di Asia setelah China dan India. Selain itu, realisasi investasi Indonesia pada tahun 2012 mencapai Rp 313,2 triliun yang merupakan nilai tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
    Menurut saya kondisi yang dicapai oleh Indonesia tentu saja kekuatan dan kesempatan Indonesia untuk menjadi pemenang dalam persaingan yang akan diberlakukan mulai 2015 mendatang memang sangat tinggi, tetapi dibalik itu semua Indonesia masih mempunyai banyak kelemahan serta tantangan yang harus benar-benar dihadapi dan diatasi secara maksimal . Melihat keadaan yang terjadi sekarang ini Indonesia sebenarnya belum siap menghadapi MEA 2015 walaupun mempunyai peluang dan kekuatan yang tinggi. Indonesia dengan kekayaan alam yang besar ternyata bukan merupakan modal utama bagi peningkatan perekonomian di kancah dunia sehingga bisa bersaing dengan perekonomian negara-negara berkembang lainnnya hal ini dapat kita lihat kemampuan ekspor Indonesia hanya didominasi oleh barang-barang berupa bahan baku alam (raw material), seperti batubara, minyak nabati, gas, dan minyak bumi. Indonesia masih kalah bersaing dengan negara-negara industri utama ASEAN seperti Singapura, Malaysia dan Thailand dikarenakan Pengolahan bahan baku alam yang merupakan hasil alam negara Indonesia masih selalu dilakukan dan dibantu oleh negara lain, dimana Indonesia sendiri belum mampu menguasai kekayaan alamnya sendiri dikarenakan potensi SDM yang masih sangat kurang dan ini menjadi permasalahan Indonesia yang sangat krusial.
    Apalagi jika kita lihat bersama dari segi jasa (services) yang dimiliki Indonesia, menurut saya kondisi Indonesia sendiri masih relatif lebih rendah tingkat kualitas tenaga kerjanya dibandingkan dengan tenaga kerja di negara ASEAN lainnya. Selain itu pelayanan kesehatan di Indonesia sudah cukup baik tetapi terbatas di kota besar saja dan harganya juga relatif mahal dan faktor tenaga ahli yang masih kurang dan sangat terbatas. Hal ini dapat terlihat jelas banyak masyarakat Indonesia yang berobat ke luar negeri karena kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia masih sangat kurang, dimana mereka lebih memilih fasilitas berobat diluar negeri dikarenakan tenaga ahli/dokter disana lebih mereka percaya dan ini merupakan suatu tantangan bagi Indonesia yang harus2 benar-benar diatasi dan dibenahi oleh Pemerintah.
    Selain itu Infrastruktur Indonesia juga masih sangat buruk. MEA yang mulai diberlakukan 2015 mendatang merupakan sebuah zona pasar tunggal yang artinya bahwa barang dan jasa, termasuk manusia sepenuhnya bebas bergerak mulai tahun 2015. Adanya infrastruktur yang memadai akan mempermudah arus perdagangan barang dan jasa antarnegara ASEAN, ditambah pula keberadaan MEA yang terdiri dari lima pilar liberalisasi sebagai kerangka kerja yang terdiri atas liberalisasi arus barang, arus jasa, arus investasi, arus modal, dan pasar tenaga kerja yang terampil turut memberikan peringatan bagi Indonesia guna memperkuat infrastruktur.
    Ketakutan yang muncul bagi masyarakat Indonesia adalah ketika MEA pada Tahun 2015 berlangsung dimana seluruh lapisan masyarakat di negara-negara ASEAN akan bebas memilih dan menentukan tempat dia untuk bekerja. SDM Indonesia yang masih lebih rendah kualitasnya dengan negara lainnya akan kalah bersaing di pasaran nanti. Tenaga kerja Indonesia yang tidak memiliki kemampuan untuk bersaing merebut pekerjaan sehingga akan semakin terpuruk dan terpinggirkan oleh bangsa-bangsa lain yang lebih unggul dan ini merupakan kondisi yang sangat buruk bagi Indonesia yang akan kembali seperti terjajah oleh bangsa lain, dan melihat kondisi ini semua dengan permasalahan-permasalahan yang ada di Indonesia, Pemerintah harus melakukan berbagai strategi khusus dalam menghadapi MEA pada Tahun 2015 , sehingga Indonesia bisa bersaing dengan Negara-negara berkembang lainnya.

    Komentar oleh Dina Sianosari, S.STP | September 29, 2014 | Balas

  14. NAMA : LAILA FARHAT
    NIM : P2C214029
    KELAS : MAGISTER MANAGEMENT
    MATA KULIAH : MANAJEMEN PEMASARAN
    DOSEN : DR. JOHANNES SIMATUPANG, SE. MM.

    1. KEBERHASILAN STARBUCK MEMASARKAN KOPI…

    “Starbucks”, tentu tidak asing lagi di telinga kita, karena Starbucks merupakan kedai kopi yang sangat terkenal di dunia. Gerainya sudah ada di beberapa Negara termasuk di Indonesia. Awalnya kedai kopi ini beroperasi di kota Seattle, Amerika. Tujuan dari dibukanya kedai kopi ini adalah untuk memenuhi kebutuhan warga Amerika akan kebiasaannya meminum kopi di pagi hari. Maka pada awal dibukanya kedai ini, setiap paginya selalu dipadati oleh para penikmat kopi. Yang unik dari kedai kopi ini adalah, kita bisa membawa pulang minuman kopi yang kita beli dan bisa menikmatinya dimana saja.Manajemen Starbucks sangat berempati terhadap pentingnya membuat senang pelanggan dan membuat pelanggan sangat puas. Mottonya dengan “just say yes” kepada setiap permintaan konsumen, dan menyajikan kualitas asli bahan¬ bahan pembuat menunya dan tidak pernah memakai bahan artifisial. Dan hal penting yang membuat perusahaan ini sukses ialah konsistensinya dalam mempertahankan ‘feel’ positif pada pelanggan. Peran karyawan juga sangat besar untuk menciptakan hubungan baik yang membuat pelanggan merasa ‘welcome’ sehingga ingin kembali lagi dan membuat pelanggan seluruh dunia rata¬ rata mengeluarkan US$ 5 atau setara lebih kurang Rp. 50.000,-. Pada awal kehadirannya di Indonesia, keberadaan Starbucks Coffee dianggap aneh dan tidak rasional. Karena kebiasaan di indonesia, minuman kopi biasa di dapat di warung-¬warung kopi dengan harga yang sangat murah. Penikmat kopi Starbucks ini pada awalnya adalah orang¬-orang asing yang ada di indonesia. Namun seiring berkembangnya jaman dan arus globalisasi kuat, banyak masyarakat Indonesia yang mulai menggemari kopi Starbucks. Mereka mulai belajar bagaimana cara menikmati kopi ala orang Amerika.

    Melihat keberhasilan Starbucks dalam menjalankan bisnisnya tak lepas dari Prinsip-Prinsip yang di jalankan oleh Starbucks yaitu :The Starbucks Experience 5 Prinsip Untuk Mengubah Hal-hal Yang Biasa Menjadi Sesuatu Yang Luar Biasa.
    PRINSIP I : LAKUKAN DENGAN CARA ANDA
    Starbucks membangun sebuah hubungan personal untuk mengingat KEBUTUHAN DAN SELERA PELANGGAN karena pengetahuan adalah kekuatan (knowledge is power). Dengan bersikap ramah, Starbucks menciptakan sebuah ikatan yang mengundang pelanggan untuk berkunjung dan berkunjung lagi. Di Starbucks, bersikap tulus berarti BERHUBUNGAN, MENEMUKAN, dan MERESPONS.

    PRINSIP II : SEMUANYA PENTING
    BISNIS RETAIL ADALAH TENTANG DETAIL. Detail kecil kadangkala membedakan antara kesuksesan dan kegagalan. Dan benar-benar tidak ada satu cara pun untuk menyembunyikan mutu yang jelek. Komitmen terhadap detail adalah hal yang sangat penting dalam semua bisnis. Jika anda mengabaikan hal-hal kecil yang dianggap penting oleh orang-orang yang anda layani, anda akan gagal menciptakan pengalaman yang mereka harapkan. Para pemimpin Starbucks sangat peduli pada semua hal seperti lingkungan fisik, mutu produk, perlunya penyusunan prioritas kerja, pentingnya reputasi perusahaan, bahkan budaya yang menyenangkan. Secangkir kopi yang nikmat hanyalah sebagian dari formula kesuksesan Starbucks.
    Jika Starbucks bisa menghibur pelanggan dan memberi mereka ide, alat, sesuatu untuk dicari saat mereka keluar dari kedai, maka Starbucks adalah persinggahan yang lebih dari sekedar tempat minum kopi. Keberhasilan Starbucks sebagian dimulai dari kemauan untuk menantang pemikiran konvensional sembari memperhatikan hal-hal detail yang memungkinkan Starbucks untuk berinovasi. Salah satu contohnya ketika perusahaan berusaha mengembangkan kemasan yang sanggup mempertahanan kesegaran kopi, tidak hanya tujuh hari, tapi sampai enam minggu. TIDAK HANYA SEMUANYA PENTING, TETAPI JUGA SEMUA ORANG PENTING.

    PRINSIP III : SURPRISE AND DELIGHT
    Starbucks menyentuh kehidupan orang lain. Kesediaan untuk memedulikan orang lain sering menjadi KEJUTAN yang menyenangkan. Seorang petugas mengingatkan seorang CEO Starbucks tentang betapa pentingnya mengingatkan para prajurit yang sedang bertugas bahwa pegawai Starbucks juga memikirkan mereka. Menambahkan senyuman di sana-sini bisa mengubah hari-hari orang lain. Bahkan Starbucks menjadi tempat ketiga setelah rumah dan kantor. Starbucks menyediakan tempat untuk berbincang, berhubungan, dan menyambung kembali hubungan. Selain itu jangan lupakan barang langka dan berharga bernama KONSISTENSI. Ketika sebuah bisnis bisa memenuhi selera sejumlah besar orang secara konsisten, individu lainnya akan ikut bergabung di lokasi tersebut untuk bersenang-senang dengan komunitas. Jadi untuk dapat berhasil, maka CARILAH KEBUTUHAN MASYARAKAT, DAN MASUK, SERTA PENUHILAH. Jangan lupa memberi SURPRISE.

    PRINSIP IV : TERBUKA TERHADAP KRITIK
    Pendekatan edukasional berkumandang dalam kebudayaan yang sangat menghargai informasi. Harus mengerti apa yang PENTING bagi orang-orang di pasar tersebut dan menunjukkan bahwa mereka memiliki KEPEDULIAN yang tulus terhadap kesejahteraan masyarakat.
    Jangan keberatan dikritik. Jika tidak benar, abaikan saja. Jika tidak adil, jangan tersinggung. Jika tidak beralasan, tersenyumlah, jika tidak terbukti itu bukan kritik, pelajarilah. Kritik merupakan kesempatan untuk belajar lebih banyak mengenai apa yang bisa kita lakukan, bagaimana menjadi lebih baik, dan bagaimana menangani masalah secara berbeda. Ketika bersalah, akuilah, perbaikilah, dan tetap pada jalur di mana anda dapat membuat perubahan positif. Starbucks telah belajar untuk tidak mengurangi kritik yang masuk dan mengingkarinya tetapi mendengarkan untuk memetik kesempatan belajar yang datang dari suara-suara tersebut. Pemimpin yang hebat membuang keangkuhannya dan membuka telinga serta pikiran terhadap masukan dari orang lain, menerima kritikan sebagai sarana pengembangan yang berharga. Namun demikian, pemimpin harus mampu membedakan antara pelanggan yang menginginkan masalahnya segera diselesaikan dengan pelanggan yang tidak akan pernah puas atau berhenti mengeluh. Ada kalanya terdapat penolakan demi penolakan. Evaluasi yang teliti terhadap penolakan seringkali memengaruhi kesuksesan dan kegagalan. Ada saatnya dalam bisnis ketika penolakan justru membesar di tengah usaha untuk menenangkannya, ini merupakan pertanda bahwa cara terbaik adalah menjauh. Konsep terbuka terhadap kritik banyak menyangkut penghargaan terhadap sudut pandang orang lain. Ketika penolakan tersebut tidak kunjung mereda, saatnya untuk memilih pergi dan berkata akan ada lokasi lain di hari lain. Reputasi sebuah bisnis atau merek bisa sangat terpengaruh desas-desus, kabar yang tidak sepenuhnya benar, dan kesalahan informasi. Sebelum informasi menyesatkan beraksi, pemimpin harus segera menemukan jalan untuk mengomunikasikan berita yang sebenarnya sehingga semuanya dapat diluruskan. Ketika tragedi WTC 1999, Starbucks tidak mau memberi minuman gratis pada para korban. Hal ini dikritik oleh seorang pelanggan yang mengatakan bahwa perusahaan yang masih saja memikirkan keuntungan di saat krisis seperti itu tidaklah pantas mendapat uang jerih payah orang lain. Untungnya pemimpin Starbucks memahami bahwa sebagian besar orang bersedia memaafkan kesalahan manusia, yang tidak dapat mereka toleransi adalah kegagalan untuk mempertanggungjawabkan kesalahan atau keengganan untuk memecahkan masalah. Setelah pemilik Starbucks meminta maaf atas sikap mereka, maka masyarakat pun memaafkan. Starbucks mendorong pegawainya untuk tidak mengajukan pertanyaan ya atau tidak, tetapi bagaimana. Pegawai di semua tingkatan harus membiasakan diri tidak hanya dengan apa yang sedang dikatakan pelanggannya, tapi juga apa yang tidak.

    PRINSIP V : LEAVE YOUR MARK
    Starbucks ingin memberi kontribusi positif pada komunitas dan lingkungan. Starbucks berkomitmen terhadap peran kepemimpinan berwawasan lingkungan di semua aspek bisnisnya. Starbucks memenuhi misi ini dengan berkomitmen:
    • Memahami masalah lingkungan dan berbagi informasi dengan mitra Starbucks.
    • Menciptakan solusi inovatif dan fleksibel untuk membawa perubahan.
    • Berusaha keras membeli, menjual, menggunakan produk yang ramah lingkungan.
    • Menanamkan tanggung jawab terhadap lingkungan sebagai nilai perusahaan.
    Starbucks berpendapat bahwa CSR berubah dari masalah kedermawanan menjadi cara Starbucks menjalankan bisnis. Ini sungguh transformasional. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa
    • Masyarakat cenderung berbisnis dengan dan bekerja untuk perusahaan yang memiliki kepedulian sosial.
    • Pelamar kerja yang paling berbakat dan berkualitas semakin mempertimbangkan etika serta dukungan perusahaan terhadap masyarakat ketika memilih tempat kerja.
    • Keyakinan pegawai tiga kali lipat lebih tinggi pada perusahaan yang secara aktif terlibat dalam masyarakat dibanding yang tidak.
    • Ketika lingkungan kerja pegawai selaras dengan nilai-nilai pribadinya, mereka menjadi lebih produktif.
    • Perusahaan yang berfokus pada pengaruh lingkungan biasanya dihargai 5% lebih tinggi dibandingkan yang tidak.
    • Partisipasi pegawai dalam aktivitas berbasis komunitas dapat memperkuat kerja sama tim, keahlian kepemimpinan, dan identitas perusahaan mereka.
    Upaya-upaya peduli masyarakat akan membangkitkan hubungan yang lebih kuat antara Starbucks dengan warga, politisi, serta pemuka daerah. Starbucks diterima sebagai anggota masyarakat yang sejati dan penuh welas asih, bukan sekedar pihak asing yang semata-mata ingin mengeruk keuntungan untuk dibawa pulang ke negerinya sendiri.
    Dari apa yang dijelaskan di atas, maka dapat diambil beberapa poin kesimpulan yaitu
    Budaya merupakan faktor yang sangat penting diperhatikan untuk pengembangan
    suatu bisnis. Bagi kegiatan pemasaran, budaya merupakan faktor demografis yang dapat mendukung kegiatan pemasaran seperti menentukan strategi Segmenting,targeting dan positioning. Arus globalisasi yang kuat membuat mudahnya budaya asing masuk ke Indonesia dan hal ini akan memperkaya budaya Indonesia Banyaknya budaya asing yang mempengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia membuat multi national corporate berkembang dengan pesat di Indonesi Strabucks Coffee telah mengubah budaya masyarakat menjadi sebuah gaya hidup. Seperti halnya meminum kopi, kemunculan Starbucks sebagai kedai kopi modern yang kental dengan budaya Amerikanya, membuat masyarakat Indonesia menganggap bahwa meminum kopi di kedai Starbucks menjadi gaya hidup golongan masyarakat tertentu.

    2. TANTANGAN DALAM MENGHADAPI MEA 2015
    Dengan disepakatinya Masyarakat Ekonomi Asian, maka semua Negara yang tergabung dalam organiisasi tersebut mau tidak mau harus mempersipakan diri termasuk di dalamnya adalah Indonesia. Negara yang mempersipakan diri dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asian (MEA) adalah Negara yang akan mendapatkan keuntungan lebih banyak. Persiapan yang dilakukan tidak hanya pelaku bisnis saja tetapi juga pemerintah dalam menunjang fasilitas dan infrastruktur akan dalam kegiatan ekonomi dapat berjalan dengan baik serta masyarakat. Dalam rangka menghadapi MEA 2015.
    Untuk menghadapi MEA tersebut perlu adanya strategi yang jitu untuk meningkatkan daya saing nasional secara keseluruhan, dalam menyusun strategi harus memperhatikan antara lain harus selalu mengutamakan kepentingan nasional dalam setiap perundingan perdagangan internasional yaitu perjanjian perdagangan yang memberikan keuntungan bagi semua pihak yang terlibat didalamnya, memperkuat ekonomi dalam negeri dan meningkatkan pelayanan public. Untuk itu percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia dalam menghadapi MEA, yang prioritas custom umum, market, pertumbuhan ekonomi, biaya perdagangan yang transparan, peningkatan produktivitas, pengelolaan upah dan meningkatkan Gross Domestik Produk perkapita. Produk diupayakan berkualitas, ukuran marketing efektif, profit diatas kalkulasi harga pokok penjualan/produksi, legl, sehat, ramah lingkungaan, sesuai standar internasional, ber SNI, kemas yang menarik, bermanfaat unggul dan lainnya berdaaya saing. Produk dan jasa bila dipakai digunakan/digunakan pemakai ada rasa kebanggan karena prestise, bermanfaat, legal, berbudaya Indonesia, kebanggan pemakai menembus antar Negara.
    Peluang yang sudah terbuka ini, kalau tidak segera dimanfaatkan, kita akan tertinggal, karena proses ini juga diikuti gerak negara lain dan hal itu terus bergulir. Kita harus segera berbenah diri untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia Indonesia yang kompetitif dan berkulitas global. Menuju tahun 2015 tidaklah lama, Sudah siapkah kita akan Tantangan dan peluang bagi kalangan profesional muda kita/mahasiswa untuk tidak terbengong-bengong menyaksikan lalu-lalang tenaga asing di wilayah kita?
    Tantangan Indonesia ke depan adalah mewujudkan perubahan yang berarti bagi kehidupan keseharian masyarakatnya. Semoga seluruh masyarakat Indonesia kita ini bisa membantu untuk mewujudkan kehidupan ekonomi dan sosial yang layak agar kita bisa segera mewujudkan masyarakat ekonomi ASEAN tahun 2015.

    Jadikan Tantangan Sebagai Peluang untuk Menang
    Diharapkandengan kehadiran MEA di tahun 2015 tersebut mampu meningkatkan kesadaran dan merubah cara pandang para stakeholder baik dari kalangan bisnis, pemerintah, dan masyarakat Indonesia untuk secara bersama-sama berperan aktif dalam meningkatkan daya saing Indonesia agar dapat menjadi champion di dalam MEA dan mengembangkan ASEAN sebagai hub dari rantai pasokan global (global supply chain).

    Untuk arus barang sendiri dilakukan dengan menghapuskan bea masuk seluruh barang kecuali barang yang termasuk dalam Sensitive List (SL) dan High Sensitive List (HSL) serta bea masuk produk Priority Integration Sectors (PIS). Arus jasa dilakukan dengan mengurangi seluruh hambatan dalam perdagangan jasa untuk empat sektor bidang jasa, yaitu transportasi udara,e-ASEAN, kesehatan dan pariwisata; mengurangi seluruh hambatan perdagangan jasa pada 2015. Sedangkan, untuk liberalisasi arus tenaga kerja dilakukan dengan meberikan fasilitas penerbitan visa dan employment pass bagi tenaga profesi serta tenaga kerja terampil ASEAN yang bekerja di sektor-sektor yang berhubungan dengan perdagangan atau investasi antar Negara ASEAN. Tentunya dengan adanya AEC 2015 ini menjadi sebuah peluang sekaligus tantangan bagi Negara-negara ASEAN khususnya Indonesia. Peluang, karena produk-produk Indonesia akan mendapat pasar di kawasan ASEAN.
    Akan tetapi, mau tidak mau Indonesia harus siap mengahadapi AEC 2015 karena dengan adanya AEC 2015 ini, secara tidak langsung masyarakat Indonesia dituntut untuk berkreativitas lagi agar mampu bersaing dengan Negara-negara Anggota ASEAN lainnya. Integrasi ekonomi di ASEAN ini berpeluang menjadi batu loncatan bagi Indonesia untuk memiliki posisi tawar yang kuat dalam konstelasi politik global. Indonesia bahkan diprediksi bahwa akan menjadi negara dengan tingkat ekonomi terbesar ke tujuh pada 2030. Kenyataan ini dan prediksi ke depan tersebut memberi angin segar dalam membangun optimisme Indonesia menatap masa depan khususnya menjelang berlakunya MEA pada 2015. Perdagangan bebas antar negara di kawasan Asia Tenggara akan membawa hal positif dan negatif bagi masing-masing negara yang terlibat didalamnya. Manfaat AEC 2015 ini yaitu penurunan biaya perjalanan transportasi, menurunkan secara cepat biaya telekomunikasi, meningkatkan jumlah pengguna internet, informasi akan semakin mudah dan cepat diperoleh, meningkatnya investasi dan lapangan kerja.
    Sisa waktu yang hanya tinggal bebrapa bulan lagi, hendaknya dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh pemerintah untuk bersiap menghadapi AEC 2015. Tantangan kedepan bagi Indonesia ialah mewujudkan perubahan yang berarti bagi kehidupan keseharian masyarakatnya. Semoga seluruh masyarakat Indonesia bisa membantu untuk mewujudkan kehidupan ekonomi dan sosial yang layak agar kita bisa bersaing di masyarakat ekonomi ASEAN tahun 2015.

    Komentar oleh Laila Farhat | September 29, 2014 | Balas

  15. TUGAS MANAJEMEN PEMASARAN
    PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN
    DOSEN : DR. JOHANNES, SE, M.Si

    NAMA : DEWI ASNIRA PUTRI
    NIM : P2C214024
    KELAS : MALAM

    1. Tuliskan 4 paragraf yang menceritakan bagaimana Starbuck memasarkan kopi !
    Jawab :
    Perusahaan Starbuck coffe merupakan perusahaan kopi berkelas dunia yang berpusat di Seattle,Washington dimana produk-produk yang dihasilkan sudah cukup dipercaya. Perusahaan Starbuck Coffe telah merancang sebuah misi untuk bisa mampu sukses didunia bisnis. Starbucks sendiri menciptakan strategi khusus dengan menargetkan starbucks sebagai tempat ketiga bagi konsumen setelah rumah dan tempat kerja mereka. Pada awal munculnya pendiri Starbuck Coffe hanya terfokus pada penjualan kopi panggang serta pengecer biji kopi setempat dan tidak menjual minuman kopi, kemudian dengan meningkatnya penjualan kopi spesial perusahaan ini mulai menjual kopi Espresso. Kemudian mereka mulai memperluas cabang kedainya. Dengan melihat perkembangan pasar yang ada Starbuck Coffe mulai bereksperimen dengan membuat menu makanan baru. Starbuck juga membeli beberapa perusahaan pesaingnya dan mengakuisisinya ke dalam perusahaan Starbuck. Perusahaan Starbuck juga membuat sebuah situs web komunitas dimana situs ini dirancang untuk mengumpulkan saran dan umpan balik dari pelanggan.
    Sebuah perusahaan kopi dan jaringan kedai kopi yang meluas dengan cepat, starbuck melalui divisi Starbuck entertainment dan bekerjasama dengan merk hear music, perusahaan ini juga memasarkan berbagai produk seperti buku, musik dan film dan pada saat ini jumlah kedai kopi starbuck diluarnegeri mewakili sepertiga dari total kedai starbuck diselurih dunia. Keberhasilan sebuah bisnis usaha tak lain dipengaruhi oleh bagaimana startegi pemasaran yang dilakukan. Strategi pemasaran Starbuck antara lain melalui marketing segmentation dimana disini Starbuck Coffe didasarkan pada suatu analisa yang kuat terhadap kondisi segmentasi target konsumen yang ditetapkan. Melalui berbagai pertimbangan dan penilaian yang kuat maka dilakukan upaya-upaya kreatif marketing yang didasarkan pada kondisi segmentasi konsumen. Starbuck membidik segmen di Hotel, toko-toko grosir, sekolah, pusat bisnis, cafe dan airlines. Starbuck membuka kedai kopinya di seluruh dunia.
    Starbuck mengembangkan produk baru untuk non peminum kopi ditengah pasar yang kompetitif. Starbuck menarik konsumen baru dengan tidak hanya dengan produk yang berkualitas, tetapi juga dengan rasa yang disukai konsumen. Kualitas yang luar biasa dalam kopi servis yang bagus yang diberikan disetiap kedai kopi Starbucks. Starbucks menghadapi persaingan yang ketat didalam bisnis mereka. Akan tetapi Starbucks memiliki strategi yang baik sehingga dapat mengatasi semua pesaing-pesaingnya. pada masa imbas dan krisis global tidak membuat semangat perusahaan Starbuck menjadi mundur. Starbucks melakukan strategi-strategi khusus dengan Memancing Pelanggan di pagi dan Sore hari sekaligus dengan menawarkan paket murah minum kopi yang dilakukan untuk mendongkrak angka penjualan perusahaan mereka akibat kekacauan ekonomi yang mengakibatkan banyak yang bangkrut, melihat kondisi yang seperti itu dan sadar akan kondisi yang tidak menguntungkan bagi perusahaan mereka, manajemen starbucks langsung melakukan konsep pemasaran berupa macam-macam promosi dengan memberikan paket murah minum kopi di sore hari dan memberikan potongan harga bagi pelanggan sehingga hal ini bisa membuat perusahaan Starbuck tetap bertahan dan meraih keuntungan dua kali lipat dari biasanya .Starbucks juga menerapkan stategi targeting dalam menetapkan target pasar Starbuck melakukan analisa terhadap kondisi padar, strategi dalam menghadapi pasar yang kita pilih, maupun menganalisa penjualan , pertumbuhan pangsa pasar serta jangkauan dan jaringan yang ada.
    Kemudian, strategi berikutnya yang dilakukan oleh Starbucks adalah dimana Starbucks gencar melakukan kampanye baru (promosi) di dunia maya, mulai dari twitter, facebook, youtube sehingga Starbuck dapat meraih perhatian lebih banyak orang dibanding lewat media tradisional. Starbuck memanfaatkan kekuatan situs jejaring dengan memberikan tantangan pada orang-orang untuk menjadi yang pertama memposting foto poster Starbucks di Twitter. Starbucks yakin lewat media online, selain budget yang mereka keluarkan bisa ditekan mereka pun bisa menjaring jumlah orang (pelanggan/konsumen) yang lebih banyak. Hal ini dilakukan sebagai salah satu strategi positioning dalam pemasaran Starbucks Coffe. Dengan strategi-strategi tersebut, maka Starbucks dapat menjadikan dirinya sebagai perusahaan Coffe Shop yang terbaik didunia pada saat ini.

    2. MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) Tahun 2015 akan berlangsung, jelaskan tantangannya !
    Jawab :
    ASEAN Economic Community pada tahun 2015 nantinya menjadi babak baru bagi perkembangan perekonomian negara-negara yang khususnya berada di kawasan Asia Tenggara. Pemebentukan MEA pada tahun 2015 menjadi tantangan dan peluang bagi negara-negara ASEAN.Untuk negara-negara anggota ASEAN sendiri terdapat beberapa tantangan untuk kedepannya antara lain : (1) perubahan geopolitik dan ekonomi di kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur yang mengakselerasi pergeseran lanskap kawasan dan dinamika hubungan antara negara-negara besar dan relevansi ASEAN ;(2) Bagaimana mengupayakan pencapaian integritas ekonomi ASEAN 2015 nantinya berdasarkan persepektif masing-masing negara anggota ASEAN ; (3) Bagaimana mengidentifikasi peran sektor bisnis dimasing-masing negara anggota; (4) Bagaimana menggabungkan analisa ekonomi tiap negara anggota dan wujud kebijakan perekonomiannya; (5) Tantangan lainnya adalah ASEAN perlu aktif dalam pembentukan arsitektur kawasan di Asia Tenggara dan Asia Timur, dimana ASEAN bisa berpartisipasi aktif dalam memebentuk agenda dan arah kerja sama politik, keamanan, ekonomi serta sosial budaya di East Asia Summit (EAS), karena bukanlah hal yang mustahil apabila negara besar yang juga anggota ASEAN mengambil alih peranan ASEAN sebagai pendorong agenda dan focal point di EAS jika ASEAN terlihat pasif dalam perkembangan arsitektur regional. Sedangkan untuk negara Indonesia tantangan yang akan dihadapi adalah tantangan dari dalam (intern) dan tantangan dari luar (ekstern). Untuk tantangan intern, antara lain adalah (1) masih rendahnya pemahaman dan pengetahuan stakeholder baik dari pemerintah pusat dan daerah tentang MEA; (2) Kebanyakan daerah di Indonesia masih belum siap dalam menghadapi MEA 2015 hal tersebut ditandai dengan masih banyaknya daerah yang belum menyiapkan kerangka regulasi kebijakan atau program serta masih belum optimalnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Sedangkan untuk tantangan eksternal yang akan dihadapi Indonesia dalam MEA antara lain : (1) Tingkat persaingan perdagangan yang semakin ketat dimana sektor pemasaran barang dan jasa diantara negara dikawasan ASEAN akan semakin tajam, negara di kawasan ASEAN akan menghasilkan produk-produk andalan mereka untuk dipamerkan dalam MEA sehingga persaingan menjadi lebih tajam; (2) Indonesia harus bisa meningkatkan daya tarik investasi agar pertumbuhan ekonomi semakin stabil; (3) Untuk SDM nya, dimana kondisi kualitas SDM Indosesia yang masih kalah dengan negara ASEAN dimana hal ini akan terhubung langsung dengan rendahnya produktivitas tenaga kerja Indonesia sehingga apabila tidak ada pembatasan terhadap pergerakan tenaga kerja lain masuk ke Indonesia , maka dapat dipastikan tenaga kerja Indonesia hanya akan menjadi penonton di negara sendiri. Di Negara lain, Indonesia dikenal sebagai produsen “Tenaga Kerja Tak Terdidik”. Tak hanya di Negara orang, di Negara sendiri pun masih menjadi “babu”. Ironis, Kita hanya bisa numpang bekerja dan hanya bisa memenuhi kualifikasi paling rendah dalam struktur organisasi perusahaan-perusahaan Multinasional. Masih Sedikit masyarakat Indonesia menjadi tenaga ahli. Sebagian besar SDM Indonesia dianggap belum mumpuni untuk mengisi posisi vital sebuah perusahaan asing. Sebagai Negara dengan penduduk paling besar, seharusnya Indonesia dapat memanfaatkannya. Apabila Indonesia dapat membaca peluang ini, maka bisa dijadikan batu loncatan untuk pasar bebas yang lebih luas. Perlu ada standarisasi pada semua sektor, tak terkecuali SDM dan daya saing produk. Para pemangku kepentingan Lembaga pendidikan yang notabennya sebagai pencetak SDM dituntut untuk melakukan standarisasi. Standarisasi berguna untuk meningkatkan daya saing dan melindungi masyarakat dari produk-produk yang tidak berkualitas. Dalam hal ini, banyak pihak menganggap program standarisasi bisa dijadikan senjata ampuh untuk berkompetisi pada MEA 2015. Lonjakan Inflasi akibat kenaikan harga BBM dan meningkatnya BI Rate yang menyebabkan para pengusaha kesulitan dalam mengakses modal pengembangan usaha juga menjadi salah satu kendala bagi Indonesia dalam menghadapi MEA 2015. Padahal, di saat situasi genting seperti ini, diperlukan akselerasi pertumbuhan yang lebih baik. Jika menilik pengalaman sebelumnya, Indonesia sebagai tuan rumah Indonesia hanya sebgaai “penonton” ditengah gempuran barang-barang impor baik itu pada komoditi otomotif, elektronik, teknologi. Indonesia hanya menjadi konsumen aktif. Negara yang digadang-gadang sebagai Negara Agraris “gemah ripah loh jinawi”, sampai saat ini masih getol mengimpor bahan pangan seperti: kedelai, beras, bawang merah, cabai dsb dari Negara lain. Jika hal ini terus terjadi, impor lebih besar dari pada ekspor dapat memicu munculnya permasalahan baru, yaitu melemahnya mata uang rupiah, akibat neraca perdagangan yang defisit, sehingga menggangu stabilitas ekonomi. Dengan permasalahan-permasalahan yang ada, seyoogyanya pemerintah harus cepat tanggap untuk mengatasi semua permasalahan yang ada dengan melakukan berbagai strategi khusus dalam menghadapi MEA tahun 2015, sehingga Indonesia dapat bersaing dengan negara-negara lainnya. Semoga dengan adanya strategi-strategi yang telah dicanangkan bisa membawa Indonesia menuju perekonomian yang lebih baik lagi.

    Komentar oleh Dewi Asnira Putri | September 29, 2014 | Balas

  16. Nama : Arisonang Rangkuti
    No Mahasiswa : P2C214028
    Kelas : Malam
    Program : Magister Manajemen
    Tugas : Manajemen Pemasaran
    Dosen : Dr. Johannes, SE, M. Si
    1. Tuliskan 4 paragrap yang menceritakan bagaimana keberhasilan Sturbuck memasarkan kopi.
    Starbucks Coffee Corporation adalah sebuah jaringan kedai kopi dari Amerika Serikat yang bermarkas di Seattle, Washington. Starbucks adalah perusahaan kedai kopi terbesar di dunia, dengan 15.012 kedai di 44 negara. Melalui divisi Starbucks Entertainment dengan merek Hear Music, perusahaan ini juga memasarkan buku, musik, dan film. Adapun strategi pemasaran yang diterapkan oleh Starbucks Coffe Corporation antara lain :
    1. Porter Fokus Diferensiasi
    2. Inisiatif Pemasaran Starbucks
    3. Aliansi
    Porter Fokus Diferensiasi, dengan strategi ini Starbucks Coffee Corporation menyediakan menyediakan produk atau layanan jasa tertentu dan membedakan dari kompetensi di daerah tertentu. Dalam kasus perusahaan Starbucks adalah biaya tinggi, penyedia seleksi khusus, menawarkan jalur khusus disesuaikan dari produk kopi dan teh yang dicintai pelanggan dengan harga premium. Starbucks menggunakan strategi fokus diferensiasi secara menyeluruh, Starbucks tidak agresif memasarkan produk secara tradisional tetapi berfokus penuh pada tingkat pemasaran dengan branding dari perkataan mulut ke mulut, kunci aliansi serta kemitraan. Starbucks hampir menghindari promosi perusahaan secara konvensional tetapi dengan dukungan pelanggan yang telah menikmati kualitas serta pelayanan saat menggunakan produk dan pelayanan Starbucks.
    Inisiatif Pemasaran Starbucks tidak agresif dalam memasarkan perusahaan atau produk mereka. Sebaliknya, mereka mengarahkan penjualan mereka melalui citra dan reputasi perusahaan. Namun, itu merupakan hasil kerja keras perusahan, oleh karena perhatian terhadap detail dan pengalaman pelanggan, membuat keputusan etis dan pelatihan karyawan yang membuatnya sebagai salah satu merek global yang paling berharga. Sebagian besar telah dicapai melalui pemasaran kata (dari mulut ke mulut) dan melalui kemitraan. Dengan keberhasilan Starbucks sekarang, sulit untuk dipercaya bahwa perusahaan tidak sedikitpun menggunakan iklan dan bentuk lain dari promosi. Sebaliknya, pemasaran melalui kemitraan dengan dunia, membantu dan lembaga fokus etis dan melalui infiltrasi kopi Starbucks ke pasar umum konsumen, hanya didukung oleh integritas merek dan pengalaman seperti menarik pelanggan di sekitar lokasi toko di seluruh dunia.
    Aliansi Starbucks Coffee Corporation bermula pada tahun 1993, Starbucks bermitra dengan toko buku Barnes dan Noble di rumah kedai kopi. Selanjutnya, pada tahun 1996, Starbucks bermitra dengan PepsiCo botol, mendistribusikan dan menjual Starbucks Frappuccino. Starbucks juga membentuk aliansi dengan es krim manufaktur dan rantai hotel untuk menawarkan merek Starbucks dan rasa es krim dan kopi Starbucks dalam hotel. Selanjutnya, Starbucks telah membentuk aliansi dengan United Airlines, menawarkan kopi Starbucks di cangkir bantalan logo kopi perusahaan baik di penerbangan. Starbucks bahkan telah bermitra dengan makanan Kraft untuk mendistribusikan kopi Starbucks di rantai toko grosir nasional dan outlet barang dagangan massa.
    Salah satu kemitraan yang telah sangat sukses, serta menguntungkan dari segi finansial adalah dengan bermitra di industri musik. Wolk (2008) mencatat bahwa hari ini Starbucks adalah “salah satu pengecer musik yang paling kuat di pasar” (hal.4). Perusahaan sangat selektif dalam judul musik dan seleksi yang terbatas, tetapi perusahaan tidak menjual yang membawa pada premium (Wolk, 2008). Sebuah kemitraan musik kedua adalah antara Starbucks dan i-Tunes, suatu aliansi yang telah membentuk Program “lagu minggu ini” (Wolk, 2008). Terlepas dari keberhasilan dan makanan pasangan musik, Starbucks menegaskan tetap setia untuk alasan eksistensi : kualitas kopi premium dan kualitas kopi pengalaman pelanggan. Dalam aplikasinnya, Starbucks memahami telah mendapatkan keuntungan dari aliansi strategis, baik dalam pemasaran positif dan profitabilitas.
    Sumber Online : https://www.academia.edu/5318976/strategi_bisnis_starbucks_coffee
    2. MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) tahun 2015 akan berlangsung, jelaskan tantangan-tantangannya.
    Bagi Indonesia sendiri, MEA akan menjadi kesempatan yang baik karena hambatan perdagangan akan cenderung berkurang bahkan menjadi tidak ada. Hal tersebut akan berdampak pada peningkatan eskpor yang pada akhirnya akan meningkatkan GDP Indonesia. Di sisi lain, muncul tantangan baru bagi Indonesia berupa permasalahan homogenitas komoditas yang diperjualbelikan, contohnya untuk komoditas pertanian, karet, produk kayu, tekstil, dan barang elektronik (Santoso, 2008). Dalam hal ini competition risk akan muncul dengan banyaknya barang impor yang akan mengalir dalam jumlah banyak ke Indonesia yang akan mengancam industri lokal dalam bersaing dengan produk-produk luar negri yang jauh lebih berkualitas. Hal ini pada akhirnya akan meningkatkan defisit neraca perdagangan bagi Negara Indonesia sendiri.
    Pada sisi investasi, kondisi ini dapat menciptakan iklim yang mendukung masuknya Foreign Direct Investment (FDI) yang dapat menstimulus pertumbuhan ekonomi melalui perkembangan teknologi, penciptaan lapangan kerja, pengembangan sumber daya manusia (human capital) dan akses yang lebih mudah kepada pasar dunia. Meskipun begitu, kondisi tersebut dapat memunculkan exploitation risk. Indonesia masih memiliki tingkat regulasi yang kurang mengikat sehingga dapat menimbulkan tindakan eksploitasi dalam skala besar terhadap ketersediaan sumber daya alam oleh perusahaan asing yang masuk ke Indonesia sebagai negara yang memiliki jumlah sumber daya alam melimpah dibandingkan negara-negara lainnya. Tidak tertutup kemungkinan juga eksploitasi yang dilakukan perusahaan asing dapat merusak ekosistem di Indonesia, sedangkan regulasi investasi yang ada di Indonesia belum cukup kuat untuk menjaga kondisi alam termasuk ketersediaan sumber daya alam yang terkandung.
    Dari aspek ketenagakerjaan, terdapat kesempatan yang sangat besar bagi para pencari kerja karena dapat banyak tersedia lapangan kerja dengan berbagai kebutuhan akan keahlian yang beraneka ragam. Selain itu, akses untuk pergi keluar negeri dalam rangka mencari pekerjaan menjadi lebih mudah bahkan bisa jadi tanpa ada hambatan tertentu. MEA juga menjadi kesempatan yang bagus bagi para wirausahawan untuk mencari pekerja terbaik sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Dalam hal ini dapat memunculkan risiko ketenagakarejaan bagi Indonesia. Dilihat dari sisi pendidikan dan produktivitas Indonesia masih kalah bersaing dengan tenaga kerja yang berasal dari Malaysia, Singapura, dan Thailand serta fondasi industri yang bagi Indonesia sendiri membuat Indonesia berada pada peringkat keempat di ASEAN (Republika Online, 2013).
    Dengan hadirnya ajang MEA ini, Indonesia memiliki peluang untuk memanfaatkan keunggulan skala ekonomi dalam negeri sebagai basis memperoleh keuntungan. Namun demikian, Indonesia masih memiliki banyak tantangan dan risiko-risiko yang akan muncul bila MEA telah diimplementasikan. Oleh karena itu, para risk professional diharapkan dapat lebih peka terhadap fluktuasi yang akan terjadi agar dapat mengantisipasi risiko-risiko yang muncul dengan tepat. Selain itu, kolaborasi yang apik antara otoritas negara dan para pelaku usaha diperlukan, infrastrukur baik secara fisik dan sosial(hukum dan kebijakan) perlu dibenahi, serta perlu adanya peningkatan kemampuan serta daya saing tenaga kerja dan perusahaan di Indonesia.
    Sumber Online : http://www.crmsindonesia.org/node/624

    Komentar oleh Arisonang Rangkuti | September 29, 2014 | Balas

  17. Tugas Manajemen Pemasaran (MJP612)
    NAMA : Adria Wuri Lastari
    NIM : P2C214025
    Dosen : DR. Johannes Simatupang SE, M.Si

    1. Tuliskan 4 paragraf yang menceritakan bagaimana “starbuck” memasarkan kopi !
    Starbucks merupakan kedai kopi yang sangat terkenal di dunia. Jumlah kedai Starbucks telai mencapai lebih dari sepuluh ribu gerai kedai kopi yang tersebar diseluruh dunia. Brand yang berasal dari Amerika ini tidak hanya menawarkan kualitas tinggi di setiap produknya melainkan pula mengedepankan kesenangan para pelanggan melaui service dan atmosfer tempat yang nyaman. Tidak hanya itu, Starbucks juga sangat menjaga kepuasan para pelanggannya. Banyak orang di dunia tidak terkecuali Indonesia telah menjadi penggemar setia brand yang sudah ada sejak tahun 1990 an ini dan tidak segan-segan untuk mengeluarkan uang demi segelas kopi nikmat dari Starbucks setiap harinya. Oleh karenanya tidak heran kalau Starbucks telah menjadi yang terdepan dalam bidangnya.
    Salah satu elemen penting dalam konsep 4P (product, price, place, promotion) yang dituturkan oleh Kothler tentang pemasaran (marketing) adalah Place. Placement atau penempatan yang dimaksud adalah lokasi yang dianggap strategis untuk memasarkan dan menjual produk. Elemen place ini tidak kalah penting dengan elemen-elemen lainnya, ini dikarenakan tempat kita memasarkan suatu produk sangat menentukan tingkat penjualan produk dan keberhasilan usaha kita. Lokasi penjualan yang tepat, nyaman dan mudah dijangkau itulah yang diinginkan oleh konsumen. Elemen place ini ditangkap serius pula oleh Starbucks dalam usaha mensukseskan pemasarannya. Di Indonesia menurut data yang dituturkan situs resminya, terdapat lebih dari 50 gerai Starbucks khususnya dalam lingkup Jabodetabek. Lokasinya bermacam-macam dan hampir mencakup seluruh aspek kehidupan masyarakat. Contohnya di tempat umum seperti pusat pemberlanjaan (mall), rumah sakit, sekitar perumahan besar, bandar udara (airport) dan bahkan di perjalanan menuju luar kota (rest area ruas tol). Tak henti-hentinya Starbucks mengeluarkan inovasi terbaru termasuk tempat penjualannya demi memenuhi statement-nya yang menjunjung tinggi kepuasan dan kesenangan pelanggan. Tidak perlu heran kalau Starbucks selalu yang menjadi terdepan di bidangnya dan mencapai kesuksesannya sekarang ini.
    Selanjutnya, PosisioningStarbuck lebih memilih untuk menciptakan variasi produk yang kualitasnya benar-benar terjaga, menanamkan brand image yang cukup kuat melalui logo perusahaan yang digunakan, serta menggunakan produk promosi (merchandise) untuk memperkuat citra perusahaan yang mereka bangun.
    Selanjutnya adalah strategi positioning untuk membangun loyalitas konsumen. Ketika konsumen mulai mengenal dan mempercayai produk Anda, selanjutnya buatlah beberapa program promosi yang bisa menguatkan loyalitas mereka. Misalnya saja seperti strategi pemasaran Starbuck drive thru yang memudahkan para konsumen untuk mendapatkan secangkir kopi tanpa harus turun dari kendaraan mereka, melengkapi produk dengan atribut unik untuk menarik minat konsumen, serta membuka gerai hingga 24 jam nonstop untuk memenuhi kebutuhan para konsumennya.
    Meningkatnya permintaan akan kopi, memancing munculnya berbagai brand dan kedai-kedai kopi di sekitar kita. Pengunjung kedai-kedai ini pun tidaklah sedikit, begitu pula dengan keuntungan yang didapat oleh produsen. Namun tidaklah semua pengunjung merupakan para penikmat kopi, melainkan hanya mencari suasana atau bahkan untuk menunjukan status sosial. Dapat ditarik kesimpulan bahwa budaya minum kopi itu sendiri telah berkembang tidak hanya sebagai pemuas kebutuhan para pencinta kopi saja melainkan pula muncul sebagai trend atau gaya hidup tersendiri.

    2. MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) Tahun 2015 akan berlangsung. Jelaskan tantangannya !
    Lebih dari satu decade lalu, para pemimpin ASEAN sepakat membentuk pasar tunggal dikawasan Asia Tenggara pada tahun 2015 mendatang. Ini dilakukan agar daya saing ASEAN meningkat serta bisa menyaingi Cina dan India untuk menarik investasi asing.Pembentukan MEA ini nantinya memungkinkan satu Negara menjual barang dan jasa ke Negara lain diseluruh Asia Tenggara sehingga kompetisi akan semakin ketat.
    Adapun tantangan pemasaran yang akan dihadaipi oleh pemasar antara lain :
    a. Custumer Market
    Sebagai pelaku bisnis kita harus mempersiapkan produk unggulan yang bisa laku dipasaran. Kualitas dan standardisasi, isu global (green product, HACCAP), Kreativitas dan inovasi (nilai budaya, hand made, sentuhan teknologi), serta Characteristic global arus sudah sesuai dengan selera pasar.
    b. Business Market
    Pada MEA 2015 mendatang akan terjadi persaingan makin tajam, walau sumber daya kita banyak tapi untuk memperoleh sumber daya tersebut diperlukan strategi khusus bagi. Kita juga harus menjaga dan meningkatkan daya saing sebagai industri kreatif dan inovatif, dan juga harus meningkatkan standar, desain dan kualitas produk agar sesuai dengan ketentuan ASEAN, misalnya bisa dilihat pada ketentuan ISO 26000 untuk green product.
    c. Global Markets.
    • Mind-set masyarakat, khususnya pelaku usaha Indonesia yang belum seluruhnya mampu melihat MEA 2015 sebagai peluang. Kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai ASEAN masih sangat terbatas.
    • Pelaku usaha yang inward-looking. Besarnya pasar domestik mendorong pelaku usaha memprioritaskan pemenuhan kebutuhan pasar domestik.
    • Terbatasnya jumlah SDM yang kompeten untuk mendukung produktivitas nasional
    • Birokrasi yang belum efisien dan belum sepenuhnys berpihak pada pebisnis.
    d. Nonprofit and Governmental Market
    Tantangan yang akan dihadapi MEA dalan bidang nonprofit dan pemerintahan yaitu Sinkronisasi program & kebijakan pemerintah (pusat dengan daerah) menghadapi MEA 2015, diperlukan kesamaan pandang diantara pejabat pusat dan daerah. Global Competitive Index oleh World Economic Forum menempatkan Indonesia pada urutan ke 50, dibawah sebagian negara ASEAN (Singapura, Brunei, Malaysia, Thailand). Selain itu juga Lemahnya Infrastruktur, khususnya bidang transportasi dan energi menyebabkan biaya ekonomi tinggi, utamanya sektor produksi dan bagi pasar dan Birokrasi yang belum efisien dan belum sepenuhnya berpihak pada pebisnis yang akan menjadi tantangan dalam menghadapi MEA pada tahun 2015.

    Komentar oleh Adria Wuri Lastari | September 29, 2014 | Balas

  18. NAMA  : RIZKI OKTAVIANI, S.STP

    MATA KULIA  : MANAJEMEN PEMASARAN

    KELAS  : MALAM

     

    1. Tuliskan 4 (empat) paragraf yang menceritakan bagaimana keberhasilan starbucks dalam pemasaran kopi.

     

    Starbucks adalah salah satu perusahaan kopi dan jaringan kedai kopi global asal Amerika Serikat (AS) yang berkantor pusat di seattle, washington. Starbucks juga merupakan suatu perusahaan kedai kopi yang terbesar di Dunia. Dalam usaha starbucks menjual minuman panasdan dingin, biji kopi, salad, sandwich panas dan dingin, kue kering manis, camilan dan barang-barang seperti gelas dan tumbler.

     

    Starbucks memiliki visi dan misi yaitu menjadi yang terbaik ditingkat dunia. Dengan modal visi dan misi starbucks tersebut pengelolaan berusaha menentukan segmentasi dan target-target konsumen yang akan dibidik sebelum mereka meluncurkan suatu produk. Stretegi dalam pemasaran dengan menciptakan hasil atau produk yang baik, disini Starbucks lebih memilih untuk menciptakan variasi produk yang kualitasnya benar-benar terjaga dan memiliki tujuan untuk menargetkan dirinya menjadi tempat ketiga bagi konsumen setelah rumah dan tempat kerja mereka.

     

    Starbucks setuju melakukan kerjasama dengan perusahaan Apple untuk dapat berkolaborasi dalam penjualan musik sebagai bagian dari “Pengalaman Starbuck”. Apple menambahkan fitur starbucks entertainment ke iTunes Store, agar dapat menjual musik-musik yang sedang diputarkan pada setiap kedai kopi starbucks. Hal tersebut dapat di katakan strategi dalam pemasaran starbucks dikarenakan starbucks bekerja sama pada perusahaan yang ternama seperti Apple yang dapat menunjang dan mempopulerkan perusahaan tersebut (starbucks).

     

    Starbucks selalu menjaga cita rasa kopi dan kepuasan pelanggan. Strategi pemasaran starbucks bukan salah satu sering terlihat di banyak bisnis saat ini, seperti pemasangan reklame, ruang iklan, koran ataupun poster di tempat-tempat dimana orang lain dapat melihat iklan perusahaan lainnya. Starbucks menggunakan strategi fokus diferensiasi yang merupakan strategi penyediaan produk atau layanan tertentu pada pasar dan membedakan dari kompetisi di daerah tertentu.

    2. MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) Tahun 2015 akan berlangsung, jelaskan tantangan.

     

    MEA merupakan perjanjian Masyarakan Ekonomi ASEAN / ASEAN Economic Community (AEC), pada saat ini Indonesia tengah berada pada arus perdagangan global. MEA merupakan bentuk realisasi dari tujuan akhir integrasi ekonomi di kawasan Asia Tenggara.

     

    Adapaun kendala yang terjadi pada indonesia dalam integrasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 antara lain :

     

    1. Laju Peningkatan Ekpor dan Impor. Tantangan yang dihadapi oleh Indonesia memasuki integrasi ekonomi ASEAN tidak hanya yang bersifat internal di dalam negeri tetapi terlebih lagi persaingan dengan negara sesama ASEAN dan negara lain di luar ASEAN seperti China dan India. Kinerja ekspor selama periode 2004 –2008 yang berada di urutan ke-4 setelah Singapura, Malaysia, dan Thailand, dan importer tertinggi ke-3 setelah Singapura dan Malaysia, merupakan tantangan yang sangat serius ke depan karena telah mengakibatkan neraca perdagangan Indonesia yang defisit terhadap beberapa Negara ASEAN tersebut. Ancaman yang diperkirakan lebih serius lagi adalah perdagangan bebas ASEAN dengan China. Hingga tahun 2007, nilai perdagangan Indonesia dengan China masih mengalami surplus, akan tetapi pada tahun 2008, Indonesia mengalami defisit sebesar US$ 3600 juta. Apabila kondisi daya saing Indonesia tidak segera diperbaiki, nilai defisit perdagangan dengan China akan semakin meningkat. Akhir-akhir ini para pelaku usaha khususnya yang bergerak di sektor industri petrokimia hulu, baja, tekstil dan produk tekstil, alas kaki serta elektronik, menyampaikan kekhawatirannya dengan masuknya produk-produk sejenis dari China dengan harga yang relative lebih murah dari produksi dalam negeri.

    2. Laju Inflasi. Tantangan lainnya adalah laju inflasi Indonesia yang masih tergolong tinggi bila dibandingkan dengan Negara lain di kawasan ASEAN. Stabilitas makro masih menjadi kendala peningkatan daya saing Indonesia dan tingkat kemakmuran Indonesia juga masih lebih rendah dibandingkan negara lain. Populasi Indonesia yang terbesar di ASEAN membawa konsekuensi tersendiri bagi pemerataan pendapatan, 3 (tiga) Negara ASEAN yang lebihbaik dalam menarik PMA mempunyai pendapatan per kapita yang lebih tinggi dari Indonesia.

    3. Dampak Negatif Arus Modal yang Lebih Bebas. Arus modal yang lebih bebas untuk mendukung transaksi keuangan yang lebih efisien, merupakan salah satu sumber pembiayaan pembangunan, memfasilitasi perdagangan internasional, mendukung pengembangan sektor keuangan dan akhirnya meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Namun demikian, proses liberalisasi arus modal dapat menimbulkan  ketidakstabilan melalui dampak langsungnya pada kemungkinan pembalikan arus modal yang tiba-tiba maupun dampak tidak langsungnya pada peningkatan permintaaan domestik yang akhirnya berujung pada tekanan inflasi

    4. Kesamaan Produk. Hal lain yang perlu dicermati adalah kesamaan keunggulan komparatif kawasan ASEAN, khususnya di sektor pertanian, perikanan, produk karet, produk berbasis kayu, dan elektronik. Kesamaan jenis produk ekspor unggulan ini merupakan salah satu penyebab pangsa perdagangan intra-ASEAN yang hanya berkisar 20-25persen dari total perdagangan ASEAN. Indonesia perlu melakukan strategi peningkatan nilai tambah bagi produk eskpornya sehingga mempunyai karakteristik tersendiri dengan produk dari Negara-negara ASEAN lainnya.

    5. Daya Saing Sektor Prioritas Integrasi. Tantangan lain yang juga dihadapi oleh Indonesia adalah peningkatan keunggulan komparatif di sektor prioritas integrasi. Saat ini Indonesia memiliki keunggulan di sektor/komoditi seperti produk berbasis kayu, pertanian, minyak sawit, perikanan, produk karet danelektronik, sedangkan untuk tekstil, elektronik, mineral (tembaga, batu bara, nikel), mesin-mesin, produk kimia, karet dan kertas masih dengan tingkat keunggulan yang terbatas.

    6. Daya Saing SDM. Kemapuan bersaing SDM tenaga kerja Indonesia harus ditingkatkan baik secara formal maupun informal. Kemampuan tersebut diharapkan harus minimal memenuhi ketentuan dalam MRA yang telah disetujui. Pada tahun 2008-2009, Mode 3 pendirian perusahaan (commercial presence) dan Mode 4 berupa mobilitas tenaga kerja (movement of natural persons) intra ASEAN akan diberlakukan untuk sektor prioritas integrasi. Untuk itu, Indonesia harus dapat meningkatkan kualitas tenaga kerjanya sehingga bisa digunakan baik di dalam negeri maupun intra-ASEAN, untuk mencegah banjirnya tenaga kerja terampil dari luar. Pekerjaan ini tidaklah mudah karena memerlukan adanya cetak birum system pendidikan secara menyeluruh, dan sertifikasi berbagai profesi terkait.

    7. Tingkat Perkembangan Ekonomi. Tingkat perkembangan ekonomi Negara-negaraAnggota ASEAN hingga saat ini masih beragam. Secara sederhana, penyebutan ASEAN-6 dan ASEAN-4 dimaksudkan selain untuk membedakan tahun bergabungnya dengan ASEAN, juga menunjukkan perbedaan tingkat ekonomi. Apabila diteliti lebih spesifik lagi, tingkat kemajuan berikut inijuga terdapat diantara Negara Anggota ASEAN:kelompok negara maju (Singapura), kelompok negara dinamis (Thailand dan Malaysia), kelompok negara pendapatan menengah (Indonesia, Filipina, dan Brunei), dan kelompok negara belum maju (CLMV). Tingkat kesenjangan yang tinggi tersebut merupakan salah satu masalah di kawasan yang cukup mendesak untuk dipecahkan agar tidak menghambat percepatan kawasan menuju AEC 2015. Oleh karenanya, ASEAN dalam menentukan jadwal komitmen liberalisasi mempertimbangkan perbedaan tingkat ekonomi tersebut. Dalam rangka membangun ekonomi yang merata di kawasan (region of equitable economic development), ASEAN harus bekerja keras di dalam negeri masing-masing dan bekerja sama dengan sesama ASEAN.

    8. Kepentingan Nasional. Disadari bahwa dalam rangka integrasi ekonomi, kepentingan nasional merupakan yang utama yang harus diamankan oleh Negara Anggota ASEAN. Kepentingan kawasan, apabila tidak sejalan dengan kepentingan nasional, merupakan prioritas kedua. Hal ini berdampak pada sulitnya mencapai dan melaksanakan komitmen liberalisasi AEC Blueprint. Dapat dikatakan, kelemahan visi dan mandat secara politik serta masalah kepemimpinan di kawasan akan menghambat integrasi kawasan. Selama ini ASEAN selalu menggunakan pendekatan voluntary approach dalam berbagai inisiatif kerja sama yang terbentuk di ASEAN sehingga group pressure diantara sesama Negara Anggota lemah. Tentu saja hal ini berkonsekuensi pada pewujudan integrasi ekonomi kawasan akan dicapai dalam waktu yang lebih lama.

    9. Kedaulatan Negara. Integrasi ekonomi ASEAN membatasi kewenangan suatu negara untuk menggunakan kebijakan fiskal, keuangan dan moneter untuk mendorong kinerja ekonomi dalam negeri. Hilangnya kedaulatan negara merupakan biaya atau pengorbanan terbesar yang ”diberikan’ oleh masing-masing Negara Anggota ASEAN. Untuk mencapai AEC 2015 dengan sukses, diperlukan kesadaran politik yang tinggi dari suatu negara untuk memutuskan ”melepaskan” sebagian kedaulatan negaranya. Kerugian besar lainnya adalah seperti kemungkinan hilangnya peluang kerja di suatu negara serta kemungkinan menjadi pasar bagi Negara ASEAN lainnya yang lebih mampu bersaing.

    Komentar oleh RIZKI OKTAVIANI, S.STP | September 29, 2014 | Balas

  19. Nama  : SRI WAHYUNI

    Mata Kuliah : Manajemen Pemasaran

    Kelas  : Malam

     

    1. Tuliskan 4 Paragraf yang menceritakan bagaimana keberhasilan starbuks dalam memasarkan Kopi.

    Jawab:

     

    Awalnya starbuks adalah sebuah kedai kopi yang hanya memanggang dan mengecer biji kopi yang didirikan pada tahun 1971 di seattle, Washington. pada tahun 2000an starbuks meluas dengan cepat diseluruh penjuru dunia. Kedai starbuks pertama diluar Amerika Serikat berada di Tokyo, Jepang yang didirikan pada tahun 1996. Dari starbuks yang hanya sebagai produsen pengecer kopi, kini meningkat dengan menghasilkan berbagai produk penjualan yang dilakukan dengan cara melibatkan konsumen melalui situs web bagi komunitas pecinta kopi dengan menampung ide serta saran dari mereka, sehingga starbuks tidak hanya menjual produk kopi seperti sekarang ini.

     

    Strategi pemasaran yang dilakukan starbuks tidak hanya pada kualitas kopi yang berbeda saja, tetapi juga pada pemasaran tempat, nuansa dan harga. Starbuks menyediakan lingkungan yang tenang dan nyaman bagi orang-orang untuk bersosialisasi, bersantai atau beristirahat bagi para pekerja. Hal ini dapat membuat pelanggan menikmati kopi dan produk lainnya dengan harga relatif lebih rendah saat bersantai maupun bekerja.

     

    Segmentasi pasar starbuks tidak hanya membidik pada segmen hotel, cafe atau sekolah saja, tapi juga membidik pada kalangan pembisnis, airlines dan grocery store. Produk yang ditawarkan oleh starbuks tidak hanya kopi, mereka juga mengembangkan makanan, cake, salad, juas, bir dan anggur. Starbuks juga mengembangkan produk baru yang menarik konsumen non-peminum kopi ditengah pasar yang kompetitif. Starbuks tidak hanya menjual produk-produk berkualitas yang menarik, tetapi juga menjual rasa yang disukai konsumen.

     

    Strategi lain yang dialakukan oleh starbuks adalah dengan menambah kedai-kedai kopi starbuks diseluruh dunia. Hal ini sesuai dengan visi dan misi starbuks yang ingin  menjadikan starbuks sebagai kopi dengan kualitas terbaik diseluruh belahan dunia seperti reputasinya sekarang ini yang mana reputasi perusahaan starbuks meningkat diantara para pecinta kopi maupun kompetitor yang ada. Starbuks juga tidak hanya menggaet pelanggan di sore hari, tetapi juga melakukan suatu gebrakan dengan membuka kedai kopi pada pagi hari bagi pelanggannya dan memberikan potongan harga bagi pelanggan kopi sore hari dengan menunjukkan struk belanja kopi pada pagi hari.

     

    2. MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) tahun 2015 akan berlangsung, jelaskan tantangannya.

    Jawab:

     

    MEA atau masyarakat ekonomi asean adalah pasar tunggal yang dibentuk oleh para pemimpin ASEAN yang berada dikawasan Asia Tenggara pada akhir tahun 2015 mendatang. Adapun produk yang dipasarkan adalah menjual berbagai produk dari masing-masing negara ASEAN baik berupa barang maupun jasa dengan mudah ke negara-negara lain diseluruh Asia Tenggara sehingga daya saing produk semakin meningkat dan ketat.

     

    MEA juga membuka arus perdagangan tenaga kerja profesional seperti dokter, pengacara,  Akuntan dan lain-lain. Bagi para pemimpin asosiasi profesi diindonesia, mereka merasa indonesia cukup mampu bersaing dan mengaku optimis bahwa tenaga kerja ahli indonesia akan dapat melakukan yang terbaik pada kegiatan MEA tersebut.

     

    Tantangannya adalah bahwa Indonesia harus membuka peluang bagi tenaga kerja asing untuk mengisi berbagai jabatan serta profesi yang ada di Indonesia yang masih tertutup atau minim tenaga asingnya. SDM di Indonesia masih kurang mampu dan kurang terampil untuk menyaingi pasar tenaga kerja asing karena kurangnya pelatihan dan pendidikan profesi tapi hal tersebut tidak membuat Indonesia menjadi pesimis untuk mengikuti acara MEA tersebut.

     

    Produk Ekspor masih kurang memenuhi standar dan indonesia dikenal belum mampu mengolah bahan mentah yang dihasilkan sendiri sehingga masih perlu untuk di ekspor ke berbagai negara lain sehingga baru dapat diolah menjadi barang jadi yang  bernilai tinggi. Hal ini juga merupakan salah satu faktor yang membuat perekonomian di Indonesia masih menurun.

    Komentar oleh SRI WAHYUNI, S.STP | September 29, 2014 | Balas

  20. NAMA : DWI PUTRI LASTARI
    KELAS MALAM
    NO MAHASISWA : P2C214018

    1. Jelaskan keunggulan Starbucks dalam memasarkan kopinya. Jelaskan 4 paragraf !
    Starbucks adalah sebuah organisasi global dengan lebih dari 16.000 ritel di 48 negara di seluruh dunia. Starbucks Coffee Company didirikan pada tahun 1971, membuka toko pertamanya di Seattle’s Pike Place Market. Kini Starbucks adalah merek terkemuka untuk retail kopi special.
    Starbucks adalah pengecer terkemuka dan roaster untuk kopi merek khusus di dunia. Kopi-kopi yang diolah dan disajikan berasal dari biji kopi pilihan. Pihak Starbucks akan menghadiahinya status “pemasok pilihan” dan membayar harga tertinggi untuk biji kopi yang mereka beli dari petani-petani yang meningkatkan standar kualitas, kepedulian lingkungan, social dan ekonomi.
    Starbucks juga merupakan organisasi yang terbuka dengan pelanggannya. Hal ini dari diterimanya semua pertanyaan, komentar dan umpan balik (kritik dan saran) dari pelanggan. Semuanya dapat dikirimkan melalui email, sms atau hanya menginformasikan di Starbucks ritel. Ini dilakukan agar pihak sturbucks dapat mengetahui reaksi masyarakat.
    Starbucks menciptakan kopi baru yang bernama “Dark Kopi” dengan Buah topping. Kopi ini juga bisa ditambahkan dengan susu skim. Dark kopi adalah kopi terbaik untuk kesehatan karena belum dicampur dengan susu full cream, whipped cream, dan lain-lain. Buah topping pada produk ini adalah buah nyata, tidak dicampur dengan kopi tetapi hanya pelengkap untuk menambah lebih banyak vitamin sementara minum kopi. Bagi orang yang ingin menambahkan susu di dalamnya, akan ditambahkan susu skim karena mengandung rendah lemak daripada susu full cream yang mengandung lemak bagi tubuh. Hal ini menjadi salah satu yang paling sering dipesan khususnya bagi mereka yang takut berat badannya bertambah.
    Semua ritel starbucks di dunia memiliki Wi-Fi layanan Internet. Hal ini Pelanggan yang ingin menikmati kopi sembari mengerjakan tugas atau rapat dengan klien dengan memanfaatkan jaringan WIFI yang tersedia di Sturbucks. Kemudahan berinternet merupakan daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.
    Starbucks bekerja sama dengan GNC, perusahaan yang memproduksi vitamin untuk kesehatan. Ketika pelanggan membeli Starbucks seharga Rp500.000,– dengan penerima menggabungkan dalam satu bulan dari mulai penerima pertama, mereka akan mendapatkan diskon 10% ketika membeli produk GNC dalam jumlah apapun. Ini akan dilakukan selama 6 bulan pertama. Untuk 6 bulan ke depan, Starbucks akan bekerja sama dengan Fitness First. Jika Starbucks pelanggan membeli sebesar Rp 100.000, – dalam satu transaksi, mereka akan mendapatkan voucher percobaan gratis dalam setiap Pertama Kebugaran.

    2. MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) pada tahun 2015 akan berlangsung. Jelaskan tantangannya !
    – Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia Indonesia masih lemah
    Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat besar, tetapi hanya mampu mengekspor bahan baku yang selanjutnya mengimpor bahan setengah jadi hingga bahan jadi kembali, yang tentu saja harganya jauh lebih mahal dibandingkan dengan harga ekspor kita. Ini terjadi karena Sumber Daya Manusia yang dimiliki oleh Indonesia masih belum mampu bersaing dengan negara Asia Tenggara lainnya. Hal lain yang berpengaruh pada lemahnya kualitas SDM Indonesia adalah kurangnya kesadaran masyarakat Indonesia mengenai pentingnya pendidikan mengakibatkan sebagian besar tenaga kerja hanya dimanfaatkan sebagai buruh kasar atau TKI di pasar Internasional.

    – Infrastruktur indonesia belum memadai
    MEA yang diberlakuakan 2015 mendatang merupakan sebuah zona pasar tunggal yang artinya akan terjadi zona pasar bebas didalamnya baran, jasa termasuk manusia akan bergerak bebas didalamnya. Adanya infrastruktur yang memadai akan mempermudah arus perdagangan antar negara Asean. Adapun penyebab rendahnya pembangunan infrastruktur di Indonesia, yaitu :
    a. Anggaran infrastruktur hanya 2,5% dari APBN kita
    b. Konflik kepentinga, seperti konflik politik, bisnis dalam pembangunan infrastruktur
    c. Koordinasi yang sulit, jika melibatkan area hutan lindung dimana koordinasi lintas kementerian dan lintas otoritas sulit dilakukan.

    – Usaha Mikro Kecil,Menengah kurang diperhatikan pemerintah
    Perkembangan UMKM masih kurang diperhatikan oleh Pemerintah Indonesia. UMKM di Indonesisa hanya mampu bertahan dan berkembang dengan lambat . ini dikarenakan kurangnya pendampingan dari pemerintah untuk menstandarkan produk lokal dan menginternasionalkan produk UMKM. Padahal produk UMKM berpeluang
    icon Indonesia dan Unicef telah menetapkan batik sebagai warisan budaya dari Indonesia. Pemerintah harus mampu memperkenalkan batik secara Internasional sehingga membuat masyarakat Internasiona kenal dan ingin menggunakannya.

    Komentar oleh Dwi Putri Lastari | September 29, 2014 | Balas

  21. NAMA : METIAROSYANANDA
    KELAS : MAGISTER MANAJEMEN
    MATA KULIAH : MANAJEMEN PEMASARAN
    DOSEN : DR. JOHANNES SIMATUPANG, SE, MM

    1. Keberhasilan Starbuck memasarkan Kopi
    Zew Siegel, Jerry Baldwin, dan Gordon Bowker, adalah Trio yang meletakkan batu ondasi kesuksesan starbucks pada 1971 di Seatle , Washington. Mereka memulai kisah sukses starbucks dengan menjual biji kopi berkualitas tinggi. Kesuksesan usaha yang mereka rintis menarik minat seorang wiraswastawan, yang bernama Howard Schultz, untuk bergabung dalam starbucks. Saat itu, Schultz diberi jabatan sebagai Direktur Operasi Retail. Kedatang Schultz dalam starbucks inilah yang menjadi cikal bakal perkembangan starbucks hingga seperti saat ini.
    Starbucks dikenal sebagai tempat kerja yang memberikan kenyamanan bagi para pekerjanya. Kuncinya, Starbucks menganggap pekerjanya sebagai partner. Starbucks berani memberi jaminan asuransi kesehatan kepada pekerja yang bekerja selama 20 jam per minggu saat perusahaan lain belum menerapkannya. Dalam hal ini, ia memelopori program peningkatan kesejahteraan pekerja.
    Kehadiran Starbucks Coffee menawarkan aktivitas mengopi yang berbeda dengan kafe-kafe sebelumnya. Citra sebagai kafe yang bergengsi yang disandang oleh starbucks coffe terlihat dari cara starbucks coffee memfasilitasi para pelanggannya dengan kebutuhan-kebutuhan yang mengarah pada kebutuhan kaum elit, kenyamanan serta keakraban yang membuat betah para pelanggan.
    Strabucks coffe sangat memahami betul pangsa pasarnya. Fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh Starbucks coffe ini secara tidak langsung menentukan jenis konsumen seperti apa yang memenuhi gerainya, begitu pula dari harga setiap secangkir kopi. Maka, tidak heran bila kemudian, Starbucks Cofe mempunyai citra sebagai tempat mengopi kalangan menengah ke atas dengan mobilitas yang tinggi.
    Satu hal lagi yang tidak lepas dari pemasaran Starbucks Coffee, adalah memahami bahwa kaum urban di kota besar sangat menghargai waktu dan penuh pertimbangan ekonomis. Bila mereka tengah mengopi, maka aktivitas tidak terbatas hanya mengopi saja , tapi juga harus ada kegiatan yang lebih produktif lagi seperti menulis artikel, bertemu klien kantor, atau memanfaatkan fasilitas jaringan nirkabel yang disediakan starbucks coffe untuk berselancar di dunia maya. Apabila dikembalikan pada pendapat Karl polanyi, bahwa di era kontemporer masyarakat akan melihat segala bentuk hubungan dilandaskan atas pertimbangan ekonomis, mak sebab-sebab tersebut sangat masuk akal.

    2. MEA ( Masyarakat Ekonomi Asean ) tahun 2015 akan berlangsung, Jelaskan tantangannya
    Asean Economic Comunity pada tahun 2015 nantinya menjadi babak baru bagi perkembangan perekonomian negara-negara khusunya di kawasan Asia Tenggara sekaligus memberikan harapan agar prospek dan peluang bagi kerjasama ekonomi antar kawasan dalam skala yang lebih menakjubkan lagi. Perlunya strategi khusus bagi negara-negara tersebut untuk terus memacu keaktifan perekonomian domestiknya agar maju sejajar, minimal mereka dapat menyeimbangkan posisi kesiapan ekonominya dalam proses integrasi ekonomi 2015 nanti.
    Ketakutan yang muncul bagi masyarakat Indonesia adalah ketika MEA pada Tahun 2015 berlangsung dimana seluruh lapisan masyarakat di negara-negara ASEAN akan bebas memilih dan menentukan tempat dia untuk bekerja. SDM Indonesia yang masih lebih rendah kualitasnya dengan negara lainnya akan kalah bersaing di pasaran nanti. Tenaga kerja Indonesia yang tidak memiliki kemampuan untuk bersaing merebut pekerjaan sehingga akan semakin terpuruk dan terpinggirkan oleh bangsa-bangsa lain yang lebih unggul dan ini merupakan kondisi yang sangat buruk bagi Indonesia yang akan kembali seperti terjajah oleh bangsa lain, dan melihat kondisi ini semua dengan permasalahan-permasalahan yang ada di Indonesia, Pemerintah harus melakukan berbagai strategi khusus dalam menghadapi MEA pada Tahun 2015 , sehingga Indonesia bisa bersaing dengan Negara-negara berkembang lainny
    Peluang dan Tantangan UKM Indonesia : Komunitas ASEAN jadi peluang pengusaha muda. Para pengusaha muda di dalam negeri menyambut baik rencana pemberlakuan komunitas ekonomi ASEAN pada 2020 mendatang. Langkah itu dinilai sebagai peluang untuk memperluas pasar dan meningkatkan produksi, mengingat pasar ASEAN yang sangat besar.Menghadapi tantangan itu HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia ) mulai menyiapkan sejumlah langkah menghadapi persaingan ekonomi pada 2020. “Indonesia harus menjadi pemain dalam komunitas ekonomi ASEAN. Untuk menghadapi itu semua, paparnya, mulai saat ini HIPMI telah mengambil sejumlah langkah antara lain menyiapkan dan memberikan mentoring pada pengusaha pemula agar mampu menghadapi persaingan baik di dalam negeri, kawasan dan global. Selain itu, katanya, HIPMI juga memberikan perhatian pada pengusaha- pengusaha lokal atau di daerah agar dapat mengembangkan usahanya sekaligus memperluas pasar produksi barang-barang mereka. Wakil Presiden Boediono mengimbau dunia usaha untuk menjangkau wirausaha muda, yang umumnya masih duduk di bangku kuliah. Caranya, dengan menyediakan tempat praktik bagi bisnis wirausaha.
    Laju Peningkatan Ekpor dan Impor. Tantangan yang dihadapi oleh Indonesia memasuki integrasi ekonomi ASEAN tidak hanya yang bersifat internal di dalam negeri tetapi terlebih lagi persaingan dengan negara sesama ASEAN dan negara lain di luar ASEAN seperti China dan India. Kinerja ekspor selama periode 2004 –2008 yang berada di urutan ke-4 setelah Singapura, Malaysia, dan Thailand, dan importer tertinggi ke-3 setelah Singapura dan Malaysia, merupakan tantangan yang sangat serius ke depan karena telah mengakibatkan neraca perdagangan Indonesia yang defisit terhadap beberapa Negara ASEAN tersebut. Ancaman yang diperkirakan lebih serius lagi adalah perdagangan bebas ASEAN dengan China. Hingga tahun 2007, nilai perdagangan Indonesia dengan China masih mengalami surplus, akan tetapi pada tahun 2008, Indonesia mengalami defisit sebesar US$ 3600 juta. Apabila kondisi daya saing Indonesia tidak segera diperbaiki, nilai defisit perdagangan dengan China akan semakin meningkat. Akhir-akhir ini para pelaku usaha khususnya yang bergerak di sektor industri petrokimia hulu, baja, tekstil dan produk tekstil, alas kaki serta elektronik, menyampaikan kekhawatirannya dengan masuknya produk-produk sejenis dari China dengan harga yang relative lebih murah dari produksi dalam negeri.

    Komentar oleh METIA ROSYANANDA | September 29, 2014 | Balas

  22. Nama : agesha marsyaf

    no mahasiswa: P2C214053

    Mata Kuliah : Manajemen Pemasaran

    Kelas : Malam

    1. Menurut pendapat saya Manajemen Starbucks sangat berempati terhadap pentingnya membuat senang pelanggan dan membuat pelanggan sangat puas. Mottonya dengan “just say yes” kepada setiap permintaan konsumen, dan menyajikan kualitas asli bahan ¬bahan pembuat menunya dan tidak pernah memakai bahan artifisial. Dan hal penting yang membuat perusahaan ini sukses ialah konsistensinya dalam mempertahankan‘feel’ positif pada pelanggan. Peran karyawan juga sangat besar untuk menciptakan hubungan yang lebih baik terhadap pelanggan, ‘welcome’ sehingga ingin kembali lagi
    Budaya Amerika banyak mempengaruhi masyarakat Indonesia. Mulai dari style, kebiasaan, musik, film, dll. Hal inilah yang mendorong Starbucks sangat sukses di Indonesia. Banyak orang¬orang yang mulai ”ngopi” dan menghabiskan waktu bersama dengan rekan-rekannya di starbuck coffe. Dikaitkan dengan budaya starbuck memang identik dengan amerika dan gaya hidup barat yaitu lebih suka minum kopi bersama
    Starbucks mengembangkan bisnisnya ke arah pop culture. Misalnya dengan menjual CD musik, film, dan buku di beberapa outletnya. Diharapkan konsumen bukan hanya melakukan kegiatan minum kopi di Starbucks. Kembali ke ide penciptaan atmosfer Starbucks yang merupakan salah satu peran besar kesuksesannya berlanjut dengan dihadirkannya fasilitas Wi¬Fi yang mengundang minat khalayak untung datang. Orang tidak sekedar mengecek e¬mail di laptop dan mendengarkan musik MP3.
    kesuksesan kedai Starbucks Indonesia juga merupakan hasil dari selalu memunculkan inovasi produk serta fokusnya strategi pemasaran perusahaan, salah satunya lewat platform digital. Sebagai bagian dari inovasi, imbuhnya, di tahun 2012, Starbucks Indonesia berhasil meluncurkan rangkaian menu Frappuccino blended beverage, seperti Mocha cookie crumble, Red bean green tea cream, dan Hojicha tea jelly Frappuccino blended beverage
    2. Menurut pendapat saya MEA akan menjadi kesempatan yang baik karena hambatan perdagangan akan cenderung berkurang bahkan menjadi tidak ada. Hal tersebut akan berdampak pada peningkatan eskpor yang pada akhirnya akan meningkatkan GDP Indonesia. Di sisi lain, muncul tantangan baru bagi Indonesia berupa permasalahan homogenitas komoditas yang diperjualbelikan,contohnya untuk komoditas pertanian, karet, produk kayu, tekstil, dan barang elektronik. Dalam hal ini akan muncul dengan banyaknya barang impor yang akan mengalir dalam jumlah banyak ke Indonesia yang akan mengancam industri lokal dalam bersaing dengan produk-produk luar negri yang jauh lebih berkualitas. Hal ini pada akhirnya akan meningkatkan defisit neraca perdagangan bagi Negara Indonesia sendiri.

    Pada sisi investasi, kondisi ini dapat menciptakan iklim yang mendukung masuknya Foreign Direct Investment (FDI) yang dapat menstimulus pertumbuhan ekonomi melalui perkembangan teknologi, penciptaan lapangan kerja, pengembangan sumber daya manusia dan akses yang lebih mudah kepada pasar dunia. Indonesia masih memiliki tingkat regulasi yang kurang mengikat, sehingga dapat menimbulkan tindakan eksploitasi dalam skala besar terhadap ketersediaan sumber daya alam oleh perusahaan asing yang masuk ke Indonesia sebagai negara yang memiliki jumlah sumber daya alam melimpah dibandingkan negara-negara lainnya. Tidak tertutup kemungkinan juga eksploitasi yang dilakukan perusahaan asing dapat merusak ekosistem di Indonesia, sedangkan regulasi investasi yang ada di Indonesia belum cukup kuat untuk menjaga kondisi alam termasuk ketersediaan sumber daya alam yang terkandung.

    Dari aspek ketenagakerjaan, terdapat kesempatan yang sangat besar bagi para pencari kerja karena dapat banyak tersedia lapangan kerja dengan berbagai kebutuhan akan keahlian yang beraneka ragam. Selain itu, akses untuk pergi keluar negeri dalam rangka mencari pekerjaan menjadi lebih mudah bahkan bisa jadi tanpa ada hambatan tertentu. MEA juga menjadi kesempatan yang bagus bagi para wirausahawan untuk mencari pekerja terbaik sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Dalam hal ini dapat memunculkan risiko ketenagakarejaan bagi Indonesia. Dilihat dari sisi pendidikan dan produktivitas Indonesia masih kalah bersaing dengan tenaga kerja yang berasal dari Malaysia, Singapura, dan Thailand serta fondasi industri yang bagi Indonesia sendiri membuat Indonesia berada pada peringkat keempat di ASEAN (Republika Online, 2013).

    Dengan hadirnya ajang MEA ini, Indonesia memiliki peluang untuk memanfaatkan keunggulan skala ekonomi dalam negeri sebagai basis memperoleh keuntungan. Namun demikian, Indonesia masih memiliki banyak tantangan dan risiko-risiko yang akan muncul bila MEA telah diimplementasikan. Oleh karena itu, para risk professional diharapkan dapat lebih peka terhadap fluktuasi yang akan terjadi agar dapat mengantisipasi risiko-risiko yang muncul dengan tepat. Selain itu, kolaborasi yang apik antara otoritas negara dan para pelaku usaha diperlukan, infrastrukur baik secara fisik dan sosial(hukum dan kebijakan) perlu dibenahi, serta perlu adanya peningkatan kemampuan serta daya saing tenaga kerja dan perusahaan di Indonesia. Jangan sampai Indonesia hanya menjadi penonton di negara sendiri di tahun 2015 mendatang.

    Komentar oleh agesha marsyaf | September 29, 2014 | Balas

  23. Nama : RD. MUHAMMAD RIDHO
    No Mahasiswa : P2C214022
    Kelas : Malam
    Program Magister Manajemen
    Tugas Manajemen Pemasaran
    Dosen : Dr. Johannes, SE, M. Si

    1. Cerita Singkat Keberhasilan Starbuck dalam menjalankan bisnis Coffee nya
    Mendengar kata-kata starbuck bagi kebayakan pencinta/penggemar kopi atau pun masyarakat umum bukan lah hal asing lagi, pasti pikiran nya tertuju pada Coffee yang bercitra rasa tinggi dan minuman yang berkelas. Starbuck Coffee memang produk minuman kopi yang sudah lama digemari masyarakat dunia, selain dari kopi luwak buatan Indonesia.
    Di balik kesuksesan Starbuck Coffee yang menjadi minuman kopi terbaik didunia, Seseorang yang berperan penting dalam mendirikan dan mengembangkan minuman kopi tersebut yakni Howard Schultz. Ia adalah seorang general manager di sebuah perusahaan yang bernama Hammarplast. Suatu hari, ia mengunjungi Starbucks yang pada masa itu hanyalah sebuah toko kecil pengecer biji-biji kopi yang telah disangrai. Toko itu dimiliki oleh Jerry Baldwin dan Gordon Bowker.
    Howard pun memutuskan tuk bergabung dengan Starbucks. Sampai pada suatu ketika, Howard datang dengan ide yang ia fikir sangat cemerlang. Dan tekad itu akhirnya suatu saat pun terwujud. Bahkan dengan uang yang terkumpul dari usahanya, Howard mampu membeli Starbucks langsung dari pendirinya. Kini, Starbucks Coffee seakan menjadi brand kedai kopi yang paling meroket reputasinya. Tak kurang dari puluhan ribu cabang di seluruh dunia, Starbucks siap memanjakan para penikmat kopi espresso dengan prinsip yang selalu ditanamkan oleh Howard kepada tiap karyawanannya, yaitu utamakan keramahan pada konsumen.
    Keberhasilan/Strategi Starbucks untuk menjangkau pelanggan.

    “Menjaga Cita Rasa Kopi”
    Sejarah Starbucks telah menunjukkan bahwa mereka menempatkan penekanan yang besar pada kualitas produk kopi mereka, bahkan jika harga sedikit lebih mahal dari yang diharapkan, sangat sebanding untuk memuaskan pelanggan dengan kaya rasa, lezat dan aroma.
    “Tempat Ketiga”
    Sejak awal, strategi pemasaran Starbucks telah berfokus pada menciptakan “tempat ketiga” bagi setiap orang untuk pergi antara ke rumah dan bekerja.
    Starbucks ingin menciptakan
    “Pengalaman unik”.
    Bagi pelanggan mereka yang menggabungkan
    padatnya jadwal mereka, serta sebagai tempat untuk bersantai. adanya “suasana” berbeda dalam Starbucks membuat orang-orang terkesan, sangat penting bagi Starbucks karena mereka telah menyadari bahwa ini adalah salah satu konsep kuat melekat pada Starbucks, untuk pelanggan yang sangat tertarik dengan Starbucks. Senior Vice President administrasi di Amerika Utara.
    “Kepuasan Pelanggan”
    Kepuasan pelanggan adalah masalah yang sangat penting dengan Starbucks. Dari pintu masuk terakhir toko mereka sudah disambut dengan penyajian kopi, itu adalah suatu keharusan bahwa pelanggan merasakan keunikan mereka menikmati pengalaman kopi Starbucks .

    “Menciptakan Masyarakat Starbucks”
    Strategi pemasaran Starbucks bahkan diperluas untuk menciptakan sebuah masyarakat sekitar merek mereka. Pada situs web mereka, individu didorong untuk mengekspresikan pengalaman mereka dengan sejarah Starbucks, dan perusahaan berusaha untuk “secara pribadi” bergabung dalam diskusi. Teknik ini cerdik ditunjukkan oleh Webolutions: The Strategic Marketing Agency
    “Kemitraan”
    Starbucks Coffee Company telah dikenal untuk menciptakan kemitraan strategis yang menunjukkan fakta bahwa cara lain untuk mengembangkan bisnis Anda adalah mitra cerdas. Selama bertahun-tahun, Starbucks telah sangat meningkatkan penjualan hanya dengan menggunakan strategi ini.
    “Inovasi”
    Selama bertahun-tahun, Starbucks Coffee Company telah dikenal untuk memikirkan ide-ide kreatif dan inovatif untuk menambah produk atau jasa mereka. Mereka telah menambahkan rasa yang berbeda untuk kopi mereka, makanan lebih banyak pada menu mereka, dan bahkan menjadi salah satu pengalaman pertama untuk menawarkan kemampuan internet di toko mereka.
    “Pemasaran Merek”
    Strategi pemasaran Starbucks selalu berfokus pada “word-of-mouth” yaitu perkataan mulut. Iklan dan menjaga kualitas tinggi dari produk dan layanan mereka berbicara sendiri. Selama bertahun-tahun, ini telah menjadi keunikan Starbucks, dan telah memainkan peran besar dalam membuat Starbucks Coffee Company sukses.

    2. Tantangan MEA 2015 yang akan dihadapi Indoneia.
    Pada KTT ASEAN ke-9 tahun 2003, ASEAN menyepakati BALI CONCORD II yang memuat 3 (tiga) pilar untuk mencapai ASEAN Vision 2020 yaitu Ekonomi, Sosial Budaya dan Politik Keamanan. Terkait dengan ekonomi, diwujudkan dalam bentuk Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
    20 November 2007 disepakati Piagam ASEAN dan menjadikan ASEAN organisasi berbadan hukum dengan fokus perhatian pada proses integrasi ekonomi menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Di tahun ini juga, ASEAN sepakat mempercepat implementasi MEA dari tahun 2020 menjadi tahun 2015.
    Pencapaian MEA 2015 melalui rencana aksi yang tertuang
    dalam 4 pilar MEA:
    1. Pasar Tunggal dan Basis Produksi Regional: arus barang, jasa,
    dan investasi yg bebas, tenaga kerja yang lbh bebas, arus modal yang lebih bebas, Priority Integration Sectors (PIS), serta pengembangan sektor food-agriculture-forestry;
    2. Kawasan Berdaya-saing Tinggi: kebijakan persaingan,
    perlindungan konsumen, HKI, pembangunan infrastruktur, kerjasama energi, perpajakan, e-Commerce;
    3. Kawasan dengan Pembangunan Ekonomi yang Merata: pengembangan UKM, prakarsa bagi integrasi ASEAN (CLMV);
    4. Integrasi dengan Perekonomian Dunia: pendekatan koheren terhadap hubungan ekonomi eksternal, partisipasi yang semakin meningkat dalam jaringan suplai global.
    • Manfaat
    Terintegrasikannya ekonomi ASEAN akan memperkuat posisi ASEAN dalam percaturan ekonomi dunia;
    Integrasi Ekonomi ASEAN meningkatkan pertumbuhan ekonomi ASEAN pada umumnya dan Indonesia pada khususnya. Integrasi ASEAN akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat seluruh Negara Aggota ASEAN. MEA akan membuka peluang kerja yang lebih luas bagi tenaga kerja terampil Indonesia. Penyerapan tenaga kerja baru di Indonesia meningkat menjadi 5.409 pada rentang waktu 2004-2012 (setelah implementasi AFTA) dari 1.347 di rentang waktu 2001-2003 (sebelum implementasi AFTA);
    Meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) atau Nilai Tambah Bruto (NTB) Indonesia meningkat dari Rp 160.201 milyar di tahun 2001-2003 menjadi Rp 575.415 milyar tahun 2004-2012.
    Sektor Jasa memberikan kontribusi sekitar 47% terhadap GDP ASEAN dan 47,2% terhadap GDP Indonesia tahun 2012. Dengan semakin terbukanya kesepakatan di sektor jasa, ditargetkan peningkatan kontribusi sebesar 70% pada tahun 2025. Penyerapan Tenaga Kerja Nasional sebesar 15% (2012).

    Sektor Barang
    Pasar ASEAN mewakili + 25% pasar ekspor Indonesia; tetap menjadi pasar potensial seiring berkembangnya populasi ASEAN khususnya kelas menengah;
    Secara rata-rata ASEAN-5 (Brunei D, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand), sebanyak 99,1% tarif bea masuknya sudah 0%. Hal ini merupakan peluang bagi produk Indonesia untuk masuk ke pasar sebesar lebih dari 200 juta jiwa.
    Sektor Jasa
    Tenaga kerja terampil Indonesia (dokter, akuntan, perawat, praktisi pariwisata, dokter gigi, teknisi dan arsitek) akan memiliki kesempatan untuk bekerja di perusahaan-perusahaan bertaraf internasional yang ada di seluruh AMS.
    Sektor-sektor jasa potensial Indonesia seperti Jasa Konstruksi, Jasa Kesehatan, Komunikasi dan Pariwisata (jasa perjalanan/travel) dapat meluaskan usahanya ke seluruh AMS

    Investasi
    Rezim investasi yang lebih terbuka menjadikan ASEAN tempat yang lebih menarik bagi aliran modal asing. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup tinggi dan stabil serta didukung oleh sumber daya alam dan sumber daya manusia yang melimpah menjadikan Indonesia sebagai daya tarik tersendiri bagi Investor asing untuk berinvestasi di Indonesia.

    Upaya lain yang telah dilakukan Pemerintah untuk menghadapi AEC
    Perbaikan infrastruktur fisik: transportasi, telekomunikasi, jalan tol, pelabuhan, revitalisasi dan restrukturisasi industri, dan lain-lain.
    Peningkatan iklim usaha yang kondusif dan mengurangi ekonomi biaya tinggi vide reformasi bidang perpajakan, kepabeanan, dan birokrasi;
    Reformasi kebijakan: penyesuaian, persiapan dan perbaikan regulasi ;
    Peningkatan kualitas sumber daya manusia di birokrasi, dunia usaha ataupun professional vide sistem pendidikan nasional.
    Pengembangan industri prioritas yang berdampak luas dan komoditi unggulan;
    Reformasi kelembagaan dan kepemerintahan
    Pengembangan sektor energi yang akan mendukung produksi nasional;
    Penciptaan national social safety net melalui kerangka kebijakan pengamanan;
    Mengintergrasikan komitmen AEC dengan MP3EI 6 (enam) koridor keunggulan ekonomi mencakup, sumber daya alam, industri dan jasa, pariwisata dan pangan, proses produksi tambang dan energi nasional, proses dan produksi perikanan, pertanian, perkebunan, minyak, gas dan tambang, pusat pertumbuhan pangan, perikanan, energi dan tambang nasional.
    Peningkatan awareness dan readyness pemangku kepentingan nasional termasuk masyarakat;
    Sosialisasi MEA melalui berbagai media secara comprehensif dan masif
    Pembentukan Pusat Studi ASEAN di 11 Universitas Negeri (inisiatif pemerintah) dan 1 Universitas Swasta (inisiatif sendiri)

    Dunia Usaha:
    Proaktif tingkatkan efisiensi usaha, inovasi, dan kualitas produk
    Mengembangkan network di kawasan
    Meningkatkan promosi produk di kawasan
    Proaktif membangun komunikasi dengan lembaga informasi
    Beradaptasi dengan perkembangan dan trend bisnis di kawasan
    Tenaga Kerja:
    Menguasai bahasa asing baik bahasa inggris maupun bahasa asing lainnya.
    Meningkatkan ketrampilan melalui pelatihan dan sertifikasi bertaraf ASEAN dan internasional. Memperluas networking, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di ASEAN.
    Memahami MRA dan ASEAN MNP Agreement beserta komitmennya dari seluruh AMS.
    Publik:
    Proaktif meningkatkan pemahaman akan AEC agar dapat mengidentifikasi peluang yang dapat diambil.
    Proaktif meningkatkan potensi SDM
    Menggunakan produk-produk asli Indonesia.

    Komentar oleh RD. MUHAMMAD RIDHO. / NIM: P2C214022 | September 29, 2014 | Balas

  24. PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN
    Dosen Pengasuh : Dr. Johannes, S.E,M.Si
    Nama : Gebi Riana Sari, S.IP
    Kelas : IIB (Malam)

    1. Keberhasilan Starbucks Coffe memasarkan Kopi
    Starbucks merupakan salah satu label kopi yang terkenal di dunia. Seperti halnya di Indonesia kalangan yang minum “kopi” di kedai kopi bernama starbucks ini bisa jadi sudah dianggap gaul dan “berkelas”. Benar saja kedai kopi yang satu ini memiliki nama yang mendunia dan dengan harga yang mahal pastinya. Akan tetapi sebagaian orang berfikir hal tersebut wajar-wajar saja mengingat rasa dan kualitas serta tempatnya yang nyaman.
    Berbicara tentang kedai kopi berkelas ini mengingatkan saya yang pernah “sekali” berkunjumg ke starbucks di bandung untuk membeli cappuccino (take away) agar dibilang keren saat membawanya. Sesampai saya di café ini saya melihat ada gelas bertuliskan starbucks yang sebenarnya STANDAR tapi karena merknya ini yang membuat saya tertarik untuk membelinya. Akhirnya dengan perasaan senang saya menuju kasir dengan membawa GELAS tadi untuk melakukan payment. Dan “agak” terkejut ketika billnya dengan satu gelas yang STANDAR bertuliskan starbucks tadi harganya 300 ribu. Dan karena sedah sampai di kasir rasanya malu untuk untuk mundur dan mengembalikan gelas tersebut ke tempat semula.
    Dari pengalaman tersebut dapat ditarik benang merahnya yaitu harga menunjukkan kualitas dan kualitas menunjukkan harga. Selain rasa yang “berbeda” kopi ini memang agak sedikit berbeda dari kopi biasa. Apabila dikaitkan dengan pemasaran masa kini yaitu sesuatu yang mahal memang menunjukkan kualitas. Berbeda dengan prinsip ekonomi yang seringkali terpatri dalam ingatan kita “dengan biaya sekecil-kecilnya mendapatkan keuntungan sebesar-besarmya”. Dari hidup kita belajar menyikapi sesuatu hal yang realistis. Dikutip dari salah satu academia blog educations terdapat strategi Starbucks untuk menjangkau pelanggan yaitu salah satunya dengan menjaga cita rasa konsumen dimana mereke berfokus pada kualitas kopi yang disajikan bahkan jika harus menggunakan bahan baku yang mahal hal ini dianggap sebanding dengan kepuasan konsumen. Hal ini sangat berbeda dengan sistem yang ada pada umumnya dimana konsumen terkadang mengurangi kualitas dengan menggunakan bahan yang lebih murah ketika pemasarannya sudah meningkat. Keadaan ini bertujuan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih.
    Selain itu Starbucks juga berharap tempat yang mereka sediakan dapat menjadi “tempat ketika” bagi para konsumen. Hal ini dikarenakan mereka juga memperhatikan kenyamanan yang berkunjung ke Starbucks. Dan tak lupa juga adanya hubungan kemitraan baik yang ditimbulkan dari kalangan relasi starbucks ini juga didukung oleh adanya inovasi yang menarik konsumen untuk merasa comfort dan adanya kesenangan untuk dating kembali.
    Dari hal ini kita bisa belajar bahwa keberhasilan Starbucks ini bukan diraih dari hal yang mudah. Setiap keberhasilan pasti ada kegagalan dan orang yang bangkit dari kegagalan tersebutlah yang akan meraih kesuksesan. Dengan memahami hal ini kita dapat melihat bahwa keberhasilan starbucks dalam memasarkan dirinya ini juga didukung oleh 3 faktor yaitu tentang creating communications, delivering value to customer and managing customer relationship.
    2. Tantangan MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) 2015
    Persaingan di bursa tenaga kerja akan semakin meningkat menjelang pemberlakuan pasar bebas Asean pada akhir 2015 mendatang. Dimana MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) bisa dikatakan sebagai pembentukan pasar tunggal yang memungkinkan suatu Negara dapat menjual barang dan jasa dengan mudah ke Negara-negara di kawasan asia tenggara. Akan tetapi hal ini menuntut setiap Negara untuk dapat berkompetisi memberikan yang terbaik untuk menunjukkan kemampuan negaranya baik dari segi barang yang berkualitas, pelayanan yang baik, dan adanya event-event yang menarik. Selain itu, kemampuan seseorang untuk meningkatkan daya tarik konsumen dengan sikap yang ramah sehingga memberikan kenyamanan bagi konsumen, dengan adanya pelayanan baik yang diberikan sehingga terciptanya pengalaman yang baik pula. Selain itu, tempat memasarkan suatu barang/jasa juga berpengaruh terhadap kemajuan dalam penerapan pasar tunggal ini serta didukung dengan adanya organisasi yang mampu menjadi wadah untuk bernaungnya suatu pemasaran tersebut tentunya dengan akuratnya informasi yang ada dengan menciptakan ide-ide yang kreatif dan inovatif. Diharapkan dengan adanya penerapan pasar tunggal ini justru membuat produsen di Indonesia menjadi semakin berkarya dan terpacu dalam memberikan yang terbaik di mata asean serta di mata dunia dan melihat persaingan ini sebagai semangat dalam dunia marketing khususnya bagi Indonesia.
    Masyarakat Ekonomi Asean tidak hanya membuka arus perdagangan barang atau jasa, tetapi juga pasar tenaga kerja profesional, seperti dokter, pengacara, akuntan, dan lainnya. Kita sadari bahwa dari segi hukum di Indonesia apabila terdapat permasalahan kita biasa menggunakan pengacara lokal ( dari Indonesia) akan tetapi dari dunia kesehatan kita sering berkonsultasi bahkan mempercayakan pengobatan dan operasi dengan menggunakan dokter luar negeri. Karena kita menganggap dokter luar lebih berpengalaman dan memiliki peralatan yang canggih dan tidak gegabah dalam mengambil tindakan operasi dan hal yang terpenting ialah ketika kita berobat ke luar negeri seperti Malaysia, kita tidak perlu membayar mahal karena di Malaysia dokter yang membuka praktek juga harus tetap standby di salah satu rumah sakit spesialis yang sesuai dengan keahliannya jadi dokter tersebut sudah menerima gaji yang tinggi dari pemerintahan disana. Jika kita melihat di Negara tetangga tersebut kita malah sering menemukan orang dari Indonesia yang berobat kesana. Selain lebih murah, dokter disana juga memberikan pelayanan yang prima serta fasilitas rumah sakit yang nyaman menghindari pasien yang stress terlebih dahulu ketika mencium bau obat, dan kondisi yang kurang nyaman di rumah sakit.
    Dengan adanya MEA ini diharapkan Negara asean dapat mempromosikan barangnya dengan mudah seperti halnya Indonesia dapat meningkatkan daya saing dengan Negara asean lainnya dan ini berkaitan dengan kesiapan seluruh stake holder suatu Negara dalam mempromosikan negaranya. Jadi diharapkan Indonesia dapat memanfaatkan momentum ini sebagai tantangan dan peluang dan diharapkan Indonesia dapat menjadi “pemain” bukan “penonton”.

    Komentar oleh Gebi Riana Sari | September 29, 2014 | Balas

  25. TUGAS MANAJEMEN PEMASARAN
    PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN
    DOSEN : DR. JOHANNES, SE, M.Si

    NAMA : SONNY ARDIANSYAH PUTRA,S.STP
    NIM : P2C214008
    KELAS : MALAM

    1. Keberhasilan Starbucks dalam memasarkan kopi ;
    Perusahaan yang berbasis di Seattle, Amerika Serikat (AS) ini pertama kali mengolah bijih kopi menjadi minuman komersial pada tahun 1971. Dalam perkembangannya, Starbucks mampu memiliki 16.000 gerai yang tersebar di seluruh dunia.
    Menurut Schultz kunci sukses perusahaannya ada pada cinta (love) dan kemanusiaan (humanity), yang menurutnya tidak diajarkan dalam buku dan kelas bisnis manapun. “Dalam menjalankan bisnis, ada rangkaian kesuksesan yang telah kami alami dan akan kami sampaikan kuncinya ke kalangan bisnis manapun yang hadir di sini (pertemuan), dan hal itu adalah €˜kepercayaan€™. Lebih lanjut, Schultz bilang, saat ini ada media sosial yang memegang peranan penting untuk membangun dan mengelola sebuah merek global. Menurutnya, pelaku bisnis sudah saatnya memanfaatkan perkembangan media sosial itu untuk mengembangkan bisnisnya.
    Saat ini saja, kata Schultz, Starbucks berani mengalihkan sebagian besar dana pemasarannya dari media tradisional ke media sosial karena selain dari tanggapan masyarakat, media sosial juga berperan penting dalam pemasaran starbuck yang telah mendunia.
    Starbucks bukan sekedar menjual kopi dengan kualitas tinggi namun juga menjual atmosfernya. Atmosfer dimana orang nyaman untuk duduk ­duduk, berkumpul dengan kerabat, berbicang ­bincang bisnis, dan berbagai aktivitas lain. Hal lain yang unik dari kedai kopi ini adalah kehadiran barista terlatih yang lincah dalam membuat dan menyajikan latte pesanan kita dan nama ­nama kreatif untuk setiap menunya.
    Starbuck memberikan kenyamanan dan rasa kopi yang sama di seluruh bagian dunia yang mempunyai gerainya, sehingga para pelanggan akan menuju gerai starbuck untuk sekedar nongkrong dan membicarakan bisnis.

    2. Tantangan MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) ;

    ASEAN Economic Community pada tahun 2015 nantinya menjadi babak baru bagi perkembangan perekonomian negara-negara khususnya di kawasan Asia Tenggara sekaligus memberikan harapan akan prospek dan peluang bagi kerjasama ekonomi antar kawasan dalam skala yang lebih menakjubkan lagi. Hal ini tentunya membutuhkan persiapan serta pertimbangan strategis atas berbagai fakta kondisi perekonomian, pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi di beberapa negara anggota ASEAN yang sangat beragam, misalnya Kamboja, Laos dan Myanmar. Perlunya strategi khusus bagi negara-negara tersebut untuk terus memacu keaktifan perekonomian domestiknya agar maju sejajar, minimal mereka dapat menyeimbangkan posisi kesiapan ekonominya dalam proses integrasi ekonomi 2015 nanti. Hal ini dirasa perlu mengingat kondisi ekonomi negara tersebut relatif tidak setangguh negara anggota lain yang terlihat mapan secara ekonomi seperti Singapore, Malaysia, Filipina, Thailand, Indonesia dan Brunei Darussalam, Memang melihat perbedaan sektor ekonomi tentunya membutuhkan koordinasi efektif dalam memacu perekonomian anggota negara lainnya, agar mampu menapaki rencana implementasi ASC 2015 dengan seimbang dan efektif.
    Pertama, negara-negara di kawasan Asia Tenggara ini akan dijadikan sebuah wilayah kesatuan pasar dan basis produksi. Dengan terciptanya kesatuan pasar dan basis produksi maka akan membuat arus barang, jasa, investasi, modal dalam jumlah yang besar, dan skilled labour menjadi tidak ada hambatan dari satu negara ke negara lainnya di kawasan Asia Tenggara.
    Kedua, MEA akan dibentuk sebagai kawasan ekonomi dengan tingkat kompetisi yang tinggi, yang memerlukan suatu kebijakan yang meliputi competition policy, consumer protection, Intellectual Property Rights (IPR), taxation, dan E-Commerce. Dengan demikian, dapat tercipta iklim persaingan yang adil, terdapat perlindungan berupa sistem jaringan dari agen-agen perlindungan konsumen, mencegah terjadinya pelanggaran hak cipta, menciptakan jaringan transportasi yang efisien, aman, dan terintegrasi, menghilangkan sistem Double Taxation, dan meningkatkan perdagangan dengan media elektronik berbasis online.
    Ketiga, MEA pun akan dijadikan sebagai kawasan yang memiliki perkembangan ekonomi yang merata, dengan memprioritaskan pada Usaha Kecil Menengah (UKM). Kemampuan daya saing dan dinamisme UKM akan ditingkatkan dengan memfasilitasi akses mereka terhadap informasi terkini, kondisi pasar, pengembangan sumber daya manusia dalam hal peningkatan kemampuan, keuangan, serta teknologi.
    Keempat, MEA akan diintegrasikan secara penuh terhadap perekonomian global. Dengan dengan membangun sebuah sistem untuk meningkatkan koordinasi terhadap negara-negara anggota. Selain itu, akan ditingkatkan partisipasi negara-negara di kawasan Asia Tenggara pada jaringan pasokan global melalui pengembangkan paket bantuan teknis kepada negara-negara Anggota ASEAN yang kurang berkembang. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan kemampuan industri dan produktivitas sehingga tidak hanya terjadi peningkatkan partisipasi mereka pada skala regional namun juga memunculkan inisiatif untuk terintegrasi secara global.

    Komentar oleh Sonny Ardiansyah Putra | September 30, 2014 | Balas

  26. Nama : Marsaulina Nurjayanti Nasution
    Nim : P2C214003
    Dosen : Bpk. Johannes Simatupang
    Mata Kuliah : Manajemen Pemasaran
    Kelas Malam (19.30 – 21.30)

    1. Cerita pemasaran starbucks !

    Starbucks berawal dari seorang manajer sebuah perusahaan bernama Hammarplast yang memiliki karyawan bernama Howard Schultz. Ketika itu dia mengunjungi took kecil yang menjual biji- biji kopo yang telah disangrai, took ini dimiliki oleh Jerry Baldwin dan Gordon Bowker. Howard merasa tertarik dan mengajak Jerry bergabung. Howard meluncurkan idenya untuk membuat starbucks menjadi kedai kopi dengan gaya Italia. Namun, krisis hutang jerry menolak ide Howard tersebut. Dan Jerry dan howard bertengkar dan tidak pernah menemui titik penyelesaian. Namun, Howard tidak pernah menyerah lalu mendirikan perusahaan sendiri dan memilih berjuang dengan investor-investor yang berminat.
    Usaha Howard itu tidak sia-sia. Kerja kerasnya menghasilkan bahwa dia mampu membeli starbucks. Pada awalnya Howard mendapat pergolakan oleh karyawannya. Tapi, Howard tidak memecat karyawannya tapi dia malah merangkul dengan system kekeluargaannya. Bahkan karyawannya di beri opsi saham perusahaan sehinggan sense of belonging merekia makin kian tinggi.
    Starbucks memiliki target pasar pada awalnya membidik segmen masyarakat yang berada di hotel, took-toko grosir dan kafe-kafe dan bandara. Bahkan untuk memperkuat brandnya starbucks memiliki arti menarik penlanggan dengan kualitas kopi yang menggoda. Untuk memasarkan produknya dengan baik starbucks mengembangkan produk kopi mereka, seperti berbagai jenis kopi dan minuman lain seperti teh serta menyediakan cake menyediakan makanan lainnya sebagai teman minum kopi. Prinsip untuk peningkatan pemasaran yang digunakan dengan rasa saling hormat dan menjaga martabat masing-masing, menetapkan standard tertinggi dalam pembelian, pemanggangan kopi dan fresh delivery dari produk kopi starbucks, dan menjaga kepuasan pelanggan setiap saat.
    Di era global, Starbucks memiliki banyak pesaing yang berkualitas. Pemasaran starbucks yang telah memliki brand Image yang baik maka starbucks membuka kedai-kedai kopinya ke seluruh dunia dan memberikan pelayanan terbaik di kedai-kedainya. Salah satu strategi memancing pelanggan dengan menawarkan paket murah minum kopi di sore hari. Selain itu, starbucks menggencarkan dengan potongan minum kopi dipagi hari dengan cara menunjukkan kuitansi pembelian kopi dipagi hari. Selain itu, Starbucks gencar memasarkan produknya melalui jaringan social, salah satunya dengan perlombaan twitter. Promosi juga dilakukan dengan video di youtube dan kontes foto dilakukan di facebook. Dengan startegi pemsaran itu maka starbucks dapat menjadi perusahaan kopi terbesar yang mendunia.
    2. Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tahun 2015 akan segera dilaksanakan, jelaskan tantangannya ?
    Jawab : Para pemimpin Asean membentuk sebuah kawasan pasar tunggal dikawasan asia tenggara yang dimulai pada tahun 2015 mendatang. Ini dilakukan dalam meningkatkan daya saing ASEAN yang dapat menyaingi dari cina dan India untuk menarik investasi asing. Penanaman modal asing di wilayah ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan. Nantinya satu Negara menjual barang dan jasa dengan mudah ke Negara lain dikawasan asia tenggara. Persaingan berbagai industri semakin ketat. Pembentukkan kawasan masyarakat asean akan sangat berpengaruh kepada masyarakatnya yaitu perluasan tenaga kerja.
    Menuju masyarakat asean memiliki tantangan dan peluang yang dihadapi tiap Negara asean. Fokus dari kegiatan masyarakat asean adalah basis produksi arus barang, jasa, investasi, dan modal dalam jumkah yang besar, dan skilled labour. MEA juga akan memerlukan kebijakan competition policy, consumer protection, intellectual property rights, taxation dan E- commerce. Dan kegiatan MEA mendukung adanya peningkatan Tantangan yang akan dihadapi MEA bagi Indonesia, yaitu :
    1. Indonesia memiliki homogenitas komoditas dalam perdagangan contoh produk komoditas pertanian, karet, produk kayu, tekstil dan barang elektronik. Resiko kompetensi adalah banyak muncul barang impor kedalam negeri yang menimbulkan defisit neraca perdagangan dalam negeri.
    2. Segi Investasi, Kondisi ini menciptakan iklim masuknya foreign Direct Investment (FDI) yang dapat menstimuluskan pertumbuhan ekonomi melalui perkembangan teknologi, penciptaan lapangan kerja, pengembangan sumber daya. Kondisi ini memunculkan exploitation risk dikarenakan Indonesia masih memiliki tingkat regulasi yang kurang mengikat sehingga menimbulkan tindakazn eksploitasi dalam skala besar terhadap ketersediaan sumber daya alam oleh perusahaan asing yang masuk ke Indonesia. Tidak tertutup kemungkinan terjadi eksploitasi sumber daya alam dan regulasi pemerintah terhadap perlindungan sumber daya alam belumlah kuat.
    3. Segi tenaga kerja, Terdapat kesempatan kerja yang sangat besar bagi pencari kerja. Akses ke luar negeri menjadi lebih mudah sehingga memungkinkan saja para wirausahawan mencari pekerja yang terbaik sesuai criteria. Ini dapat dilihat bahwa kualitas tenaga kerja Indonesia masih kalah bersainjg dengan tenaga kerja dari Negara seperti Malaysia, Singapura dan Thailand.

    Komentar oleh N (@_lyna1310) | September 30, 2014 | Balas

  27. LATIHAN I MATA KULIAH MANAJEMEN PEMASARAN
    Nama : Shinta Karolin
    NIM : P2C214041
    Kelas Malam Magister Manajemen

    1.
    Siapa yang tak kenal dengan Starbucks? Merek yang besar lewat ‘warung’ kopinya ini memang sudah dikenal oleh seantero penjuru dunia. Tapi ternyata di balik kesuksesan merek berlogo perempuan berambut panjangi tu, ada beberapa hal yang menjadi kunci sukses dalam berbisnis bagi mereka. Salah satunya adalah inovasi untuk menghindari kebosanan para pelanggannya.
    Beberapa inovasi yang dilakukan oleh Starbucks:
    – Melek teknologi, didedikasikan untuk kalangan menengah keatas Starbuck tidak hanya harus mampu menyuguhkan apa keinginan konsumen, tapi juga mengimbangi pergerakan kalangannya, salah satunya strategi yang akan diterapakan adalah dengan melengkapi dapurnya dengan mesin kopi berbasi internet. Keunggulannya adalah, mesin kopi ini bias terkoneksi dengan internet dengan pengaturan suhu digital, serta bias melacak preferensi pelanggan dan memantau kinerja mesin kopi.
    – Merambah dunia teh, Starbuck yang hingga kini terkenal dengan kopi kopinya mulai berencana untuk tidak hanya bergelut di dunia kopi, tapi juga teh.
    – Merombak menu makanan, meski identik dengan kopi, tentu pelanggan juga butuh makanan sebagai teman minumnya.
    Tidak hanya produk utama anda yang wajib diinovasikan, tapi juga menu tambahan serta beberapa hal yang dapat mempengaruhi kenyamanan pelanggan.
    Salah satu visi dan misi yang dimiliki Starbuck yaitu menjadi yang terbaik di tingkat dunia sehingga Starbuck berusaha menentukan segementasi dan target – target konsumen yang akan dibidik sebelum meraka meluncurkan sebuah produk. Starbuck sendiri menargetkan ingin menjad itempat ketiga bagi konsumen setelah rumah dan tempat kerja. Setelah itu Starbuck mempertimbangkan nilai yang paling kuat dan menciptakan kreatif marketing yang didasarkan pada kondisi segmen pasar yang ditentukan memilih untuk menciptakan variasi produk yang kualitasnya terjaga, menanamkan brand image yang cukup kuat melalui logo perusahaan yang digunakan, serta menggunakan produk promosi (merchandise) untuk memperkuat citra perusahaan yang dibangun.
    Selanjutny adalah strategi positioning untuk membangun loyalitas konsumen. Ketika konsumen mulai mengenal dan mempercayai produk yang dimiliki Starbuck memiliki strategi pemasaran Starbuck drive thru yang memeudah kan para konsumen untuk mendapatkan secangkir kopi panas tanpa harus turun dari kendaraan mereka, melengkapi produk dengan atribut unik untuk menarik minat konsumen serta membuka gerai hingga 24 jam nonstop untuk memenuhi kebutuhan para konsumennya.
    2
    Terdapat empat hal yang akan menjadi fokus MEA pada tahun 2015 yang dapat dijadikan suatu momentum yang baik untuk Indonesia. Pertama, negara-negara di kawasan Asia Tenggara ini akan dijadikan sebuah wilayah kesatuan pasar dan basis produksi. Dengan terciptanya kesatuan pasar dan basis produksi maka akan membuat arus barang, jasa, investasi, modal dalam jumlah yang besar, dan skilled labour menjadi tidak ada hambatan dari satu negara ke negara lainnya di kawasan Asia Tenggara.
    Kedua, MEA akan dibentuk sebagai kawasan ekonomi dengan tingkat kompetisi yang tinggi, yang memerlukan suatu kebijakan yang meliputi competition policy, consumer protection, Intellectual Property Rights (IPR), taxation, dan E-Commerce. Dengan demikian, dapat tercipta iklim persaingan yang adil; terdapat perlindungan berupa sistem jaringan dari agen-agen perlindungan konsumen; mencegah terjadinya pelanggaran hak cipta; menciptakan jaringan transportasi yang efisien, aman, dan terintegrasi; menghilangkan sistem Double Taxation, dan; meningkatkan perdagangan dengan media elektronik berbasis online.
    Ketiga, MEA pun akan dijadikan sebagai kawasan yang memiliki perkembangan ekonomi yang merata, dengan memprioritaskan pada Usaha Kecil Menengah (UKM). Kemampuan daya saing dan dinamisme UKM akan ditingkatkan dengan memfasilitasi akses mereka terhadap informasi terkini, kondisi pasar, pengembangan sumber daya manusia dalam hal peningkatan kemampuan, keuangan, serta teknologi.
    Keempat, MEA akan diintegrasikan secara penuh terhadap perekonomian global. Dengan dengan membangun sebuah sistem untuk meningkatkan koordinasi terhadap negara-negara anggota. Selain itu, akan ditingkatkan partisipasi negara-negara di kawasan Asia Tenggara pada jaringan pasokan global melalui pengembangkan paket bantuan teknis kepada negara-negara Anggota ASEAN yang kurang berkembang. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan kemampuan industri dan produktivitas sehingga tidak hanya terjadi peningkatkan partisipasi mereka pada skala regional namun juga memunculkan inisiatif untuk terintegrasi secara global.
    Berdasarkan ASEAN Economic Blueprint, MEA menjadi sangat dibutuhkan untuk memperkecil kesenjangan antara negara-negara ASEAN dalam hal pertumbuhan perekonomian dengan meningkatkan ketergantungan anggota-anggota didalamnya. MEA dapat mengembangkan konsep meta-nasional dalam rantai suplai makanan, dan menghasilkan blok perdagangan tunggal yang dapat menangani dan bernegosiasi dengan eksportir dan importir non-ASEAN.
    Bagi Indonesia sendiri, MEA akan menjadi kesempatan yang baik karena hambatan perdagangan akan cenderung berkurang bahkan menjadi tidak ada. Hal tersebut akan berdampak pada peningkatan eskpor yang pada akhirnya akan meningkatkan GDP Indonesia. Di sisi lain, muncul tantangan baru bagi Indonesia berupa permasalahan homogenitas komoditas yang diperjualbelikan, contohnya untuk komoditas pertanian, karet, produk kayu, tekstil, dan barang elektronik (Santoso, 2008). Dalam hal ini competition risk akan muncul dengan banyaknya barang impor yang akan mengalir dalam jumlah banyak ke Indonesia yang akan mengancam industri lokal dalam bersaing dengan produk-produk luar negri yang jauh lebih berkualitas. Hal ini pada akhirnya akan meningkatkan defisit neraca perdagangan bagi Negara Indonesia sendiri.
    Dengan hadirnya ajang MEA ini, Indonesia memiliki peluang untuk memanfaatkan keunggulan skala ekonomi dalam negeri sebagai basis memperoleh keuntungan. Namun demikian, Indonesia masih memiliki banyak tantangan dan risiko-risiko yang akan muncul bila MEA telah diimplementasikan. Oleh karena itu, para risk professional diharapkan dapat lebih peka terhadap fluktuasi yang akan terjadi agar dapat mengantisipasi risiko-risiko yang muncul dengan tepat. Selain itu, kolaborasi yang apik antara otoritas negara dan para pelaku usaha diperlukan, infrastrukur baik secara fisik dan sosial(hukum dan kebijakan) perlu dibenahi, serta perlu adanya peningkatan kemampuan serta daya saing tenaga kerja dan perusahaan di Indonesia. Jangan sampai Indonesia hanya menjadi penonton di negara sendiri di tahun 2015 mendatang.

    Komentar oleh Shinta Karolin | September 29, 2014 | Balas

    Komentar oleh shinta karolin | September 30, 2014 | Balas

  28. LATIHAN I MATA KULIAH MANAJEMEN PEMASARAN
    Nama : Lisa Sundari
    NIM : P2C214039
    Kelas Malam Magister Manajemen

    1. Tuliskan 4 paragraf yang menceritakan bagaimana keberhasilan starbucks memasarkan kopi?
    Starbucks sangat mengerti bahwa harapan konsumen tidak hanya sekedar menkmati kopi, namun lebih terfokus pada “Menciptakan Pengalaman”. Itulah
    Pengalaman menyenangkan dari menikmati secangkir kopi berkualitas (Goods) ditambah pelayanan excellent berstandar international(Service) dan suasana nyaman dan cozy (Place) Menjadi Faktor penting dalam terciptanya pengalaman yang menyenangkan(Experiences) sehingga harga pun tidak menjadi masalah karena konsumen telah mendapatkan pengalaman terbaiknya.
    Dan tidak sedikit yang akan menceritakan pengalaman terbaik mereka kepada siapa saja. Dan sesungguhnya pengalaman yang terbaik inilah yang akan menjadi pemasar sesungguhnya.
    Dengan focus kepada Good Experiences inilah Starbucks berhasil memasarkan kopinya ke seluruh dunia. Ini bahkan tidak hanya menjadi kebutuhan dikala weekend saja,tapi dihari-hari sibuk senin sampai jumat pun outlet starbucks tidak pernah sepi pengunjung.

    2. MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) Tahun 2015 akan berlangsung, Jelaskan tantangannya?
    Tantangan yang akan dihadapi pada saat diberlakukannya MEA antara lain persaingan yang significant antara pekerja local dan asing, baik di kalangan buruh maupun di tingkat manajerial karena tenaga kerja asing biasanya lebih murah dan lebih produktif. Untuk itu pemerintah Indonesia harus meningkatkan sumber daya manusia melalui pelatihan-pelatihan namun harus ada kesadaran dr tiap individu pekerja nya untuk meningkatkan skill dan kualitas diri.
    Tantangan selanjutnya adalah mengenai ketahanan pangan dan energy. Saat ini sebagian besar masyarakat Indonesia sangat bergantung pada konsumsi beras, namun untuk mencukupinya pemerintah harus melakukan impor. Impor ini lah yang melemahkan ketahanan pangan Indonesia. Untuk itu pemerintah harus memberikan dukungan yang lebih bagi produksi beras local. Selain itu pemerintah juga harus meningkatkan potensi-potensi di sector lain seperti peternakan dan perikanan. Agar dapat membantu ketahanan pangan Indonesia tanpa harus bergantung pada import dari luar negeri.

    Komentar oleh lisa sundari | September 30, 2014 | Balas

  29. Nama : Hanipah
    No. Mahasiswa : P2C214010
    Kelas : Malam
    Program Magister Manajemen
    Tugas : Manajemen Pemasaran
    Dosen : Dr. Johannes, SE, M. Si

    SOAL
    Tuliskan empat paragraf yang menceritakan bagaimana Starbucks memasarkan kopi?
    MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) tahun 2015 akan berlangsung, jelaskan tantangan yang dihadapi?

    JAWABAN :
    1.
    STRATEGI PEMASARAN STARBUCKS
    Starbucks Coffe adalah sebuah jaringan kedai kopi berasal dari Amerika Serikat yang terbesar didunia, lebih dari lima belas ribu gerai kopi di 44 Negara. Kesuksesan Starbucks tersebut merupakan hasil dari strategi pemasaran yang mereka jalankan. Bisa dikatakan Starbucks tidak melakukan strategi pemasaran seperti yang kita lihat pada bisnis yang ada saat ini, hampir tidak pernah kita temui iklan Starbucks di papan reklame, ruang iklan, koran dan sebagainya.
    Ketidakagresifan Starbucks dalam melakukan promo visual memasarkan perusahaan dan produk mereka dikarenakan mereka lebih mengutamakan penjualan mereka dengan cara pembentukan citra perusahaan dan reputasi mereka. Antara lain strategi yang dilakukan Starbucks untuk membentuk citra dan reputasi mereka menjangkau pelanggan adalah :
    Menjaga cita rasa kopi yang mereka sajikan kepada pelanggan
    Menciptakan tempat ketiga selain rumah dan kantor sebagai tempat untuk bersantai, Starbucks menciptakan suasana yang nyaman untuk para pelanggannya
    Menciptakan masyarakat Starbucks dengan situs web mereka, menampung testimoni pelanggan terhadap Starbucks dan membuka forum diskusi serta memanfaatkan media sosial untuk berinteraksi langsung dengan pelanggan
    Melakukan kemitraan yang baik dalam melakukan pengembangan usaha
    Selalu berinovasi untuk produk yang mereka tawarkan
    Pemasaran merk dengan konsep Mouth to mouth
    Salah satu visi dan misi Starbucks adalah menjadi yang terbaik ditingkat dunia. Pengelola Starbucks selalu menentukan segmentasi dan target target yang mereka bidik sebelum meluncurkan sebuah produk. Dapat diambil kesimpulan dari penjelasan diatas, bahwa Starbucks menargetkan kepada konsumen yang membutuhkan tempat ketiga untuk bersantai selain rumah dan kantor.
    Hal ini jelas bahwa perusahaan Starbucks menciptakan teknik dan strategi pemasaran yang sangat individual yang tercermin pada konsep diatas. Namun demikian, strategi pemasaran Starbucks membuat perusahaan mengalami kesuksesan saat ini. Fakta ini sudah cukup untuk menyadari bahwa ada banyak yang bisa dipelajari dari apa yang telah dicapai oleh perusahaan ini untuk kepentingan usaha kecil.

    2. Tantangan yang akan dihadapi saat MEA berlangsung
    Dengan disepakatinya Masyarakat Ekonomi ASEAN, maka semua Negara yang tergabung dalam organisasi tersebut mau tidak mau harus mempersiapkan diri termasuk di dalamnya adalah Indonesia. Persiapan yang dilakukan tidak hanya oleh pelaku bisnis saja, tetapi juga pemerintah dalam menunjang fasilitas dan infrastruktur akan dalam kegiatan ekonomi dapat berjalan dengan baik serta masyarakat.
    Dengan terbentuknya Masyarakat Ekonomi ASEAN, maka akan membuat bersatunya negara-negara ASEAN dalam bidang politik, ekonomi dan sosial budaya. Untuk itu akan adanya tantangan yang akan menjadi pekerjaan rumah untuk setiap negara. Tantangan yang akan dihadapi antara lain :
    Dibidang ekonomi
    Dengan terbentuknya Masyarakat Ekomomi ASEAN akan mengakibatkan semakin banyak pebisnis dan pekerja yang akan bebas masuk ke Negara-negara yang dianggap mempunyai pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi contohnya Indonesia. Sehingga akan semakin banyak terciptanya lapangan pekerjaan bertaraf internasional, namun lapangan pekerjaan itu hanya akan menambah angka pengangguran itu sendiri, karena tidak berdampak kepada peningkatan taraf hidup masyarakat Indonesia, khususnya buruh yang ada di Indonesia dan yang datang ke Indonesia yang tidak mempunyai sertifikasi pendidikan.
    Dibidang politik dan sosial budaya
    Akan terjadinya jurang pemisah antara negara-negara maju dengan negara menengah dan juga terdapat jurang pemisah antara negara yang demokratis liberal dengan negara yang masih otoriter. Bagaimana akan membentuk komunitas agar dapat bersatu jika nilai-nilai yang menjadi pengikat dan taraf kehidupan berbeda.
    Seperti yang dijelaskan diatas, merupakan beberapa tantangan yang akan dihadapi oleh negara-negara ASEAN yang sisebabkan oleh terbentuknya MEA, sehingga pemerintah harus memberikan solusi dan persiapan matang untuk negara mereka agar dapat bersaing.

    Komentar oleh hanipah | September 30, 2014 | Balas

  30. Terima kasih bahan kuliahnya pak, saya mau tanya ketika kita jadi peserta seminar apa harus jg buat laporannya? jk iya seperti apa format laporannyanya PaK? (yemi suwarti, kelas pagi angkatan 19)

    Komentar oleh yemi suwarti | Oktober 10, 2014 | Balas

  31. Tugas : Mata Kuliah Manajemen Pemasaran
    Dosen : Dr. Johannes, SE, M.Si
    Nama Mahasiswa : Yemi Suwarti
    No. Mahasiswa : P2C214048
    Tentang pertanyaan di materi Defining marketing for 21 st century
    Soal :
    1. Tuliskan 4 paragraf yang menceritakan bagaimana keberhasilan Sturbuck memasarkan kopi.
    2. MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) tahun 2015 akan berlangsung, jelaskan tantangan.
    Penyelesaiaan :
    1. Keberhasilkan Sturbuck memasarkan kopi.
    Sejarah Berdiri Perusahaan Minuman Starbucks.
    Starbucks Corporation adalah sebuah jaringan kedai kopi dari Amerika Serikat yang bermarkas di Seattle, Washington. Starbucks adalah perusahaan kedai kopi terbesar di dunia, dengan 15.012 kedai di 44 negara. Strabucks menjual kopi, minuman panas berbasis espresso, minuman dingin dan panas lainnya, makanan ringan, serta cangkir dan bijih kopi. Melalui divisi Starbucks Entertainment dengan merek Hear Music, perusahaan ini juga memasarkan buku, musik, dan film. Sejarah Starbucks dimulai dari Seattle pada tahun 1971. Tiga orang sahabat, Jerry Baldwin, Zev Siegl, dan Gordon Bowker, yang semua memiliki passion pada kopi, membuka sebuah toko kecil dan mulai menjual biji kopi yang telah dipanggang, kopi bubuk dan alat-alat pemanggangan. Perusahaan ini berjalan dengan baik.
    Keberhasilan sturbuk dimulai pada tahun 1980.

    Dengan awalnya dimulai dari 17 toko pada tahun 1987, perusahaan berekspansi dengan cepat menuju kota-kota yang lain: Vancouver, Portland, dan Chicago. Pada tahun 1991 Starbucks juga telah memperluas bisnis mereka melalui pesanan katalog lewat pos dan mendapatkan lisensi membuka toko di airport dan berekspansi lebih lanjut ke negara bagian California. Pada tahun 1992 perusahaan masuk ke bursa, dan setelah penawaran saham perdana, Starbucks melanjutkan pertumbuhan dengan kecepatan phenomenal yang tidak seorang pun pernah melihatnya di dunia perkopian sebelumnya. Pada tahun 1997 jumlah Starbucks Coffee tumbuh sepuluh kali lipat, di Amerika Serikat, Jepang, dan Singapura.

    Perluasan-perluasan Bisnis Lain
    Tidak cukup cukup hanya sebagai kedai kopi, Starbucks memulai beberapa perluasan produk dan merek yang lain.
    • Menawarkan kopi Starbucks di penerbangan United Airlines.
    • Menjual teh premium melalui Tazo Tea Company yang dimiliki Starbucks.
    • Menggunakan Internet untuk penawaran langsung sebagai pilihan untuk membeli kopi Starbucks secara online.
    • Mendistribusikan biji utuh dan kopi bubuk melalui supermarket.
    • Memproduksi es krim kopi premium bersama Dreyer’s.
    • Menjual CD di toko eceran Starbucks.

    Sukses Starbucks sebagian besar dicapai melalui pengiklanan dari mulut ke mulut, dan hal ini membuat namanya menjadi kata yang populer. Pada tahun fiskal 2004, Starbucks meraih catatan 1,344 toko di seluruh dunia. Kedai kopi sturbuck yang berpusat di Seattle AS yang terus berkembang peast di dunia.pada tahun 2006 menargetkan memiliki sekitar 30.000 toko diseluruh dunia, kenyataanyya berhasil menciptakan 2.800 lapangan kerja secara global. Kunci keberhasilannya terletak pada manajemen perusahaan yang menempatkan karyawan sebagai mitra. Dimana mitra ini mampu memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Karyawan yang direkrut harus sesuai The Right Man on The Right Place, melatihnya, menghargai, memberikan gaji diatasnUMR, insentif, kesehatan, uang cuti, niaya kuliah bagi karyawan yang kuliah,sampai pemberian 1 pon gratis/karyawan setiap minggunya.

    2. Tantangan MEA (masyarakat Ekonomi Asean Tahun 2015 :
    MEA akan dimulai 31 Desember 2015 yang berarti semua kekayaan dan pekerjaan kita dikuasai oleh orang-orang Negara lain. Jika kita tidak bisa mengantisipasi berrti semua yang kita miliki akan dikuasai oleh negara lain. Indonesia khususnya banyak kekurangan baik SDM maupun tekhnologi, belum lagi banyaknya birokrasi yang berbelit dan banyak terjadi kesenjangan. Karena nantinya semua sumber daya bisa masuk dari Negara manapun banyak yang harus jita persiapkan terutama sumber daya manusia. Untuk menghadapinya SDM dalan negeri harus punya pengetahuan, keahlian, kemampuan berbahasa khususnya bahasa internasional yang lebih baik dari SDM luar negeri. Ini bisa dilakukan baik dari SDM pribadi maupun lembaga atau perusahaan. Di samping itu kita juga harus sudah memikirkan bahkan mengganti peralatan, mesin atau tekhnologi yang tradisional menjadi tekhnologi yang canggih dan modern. Untuk generasi penerus juga harus dipersiapkan khususnya yang masih sekolah/kuliah, diberikan pendidikan, keahlian dan kemampuan yang sesuai dengan tuntutan MEA.
    Selain itu Infrastruktur Indonesia juga masih sangat buruk. MEA yang mulai diberlakukan 2015 mendatang merupakan sebuah zona pasar tunggal yang artinya bahwa barang dan jasa, termasuk manusia sepenuhnya bebas bergerak mulai tahun 2015. Adanya infrastruktur yang memadai akan mempermudah arus perdagangan barang dan jasa antarnegara ASEAN, ditambah pula keberadaan MEA yang terdiri dari lima pilar liberalisasi sebagai kerangka kerja yang terdiri atas liberalisasi arus barang, arus jasa, arus investasi, arus modal, dan pasar tenaga kerja yang terampil turut memberikan peringatan bagi Indonesia guna memperkuat infrastruktur. Itu memelukan kerja sama dari semua pihak terutama antara pemerintahan Indonesia dan rakyatnya.

    Komentar oleh yemi suwarti | November 14, 2014 | Balas

  32. Tugas : Mata Kuliah Manajemen Pemasaran
    Dosen : Dr. Johannes, SE, M.Si
    Nama Mahasiswa : Yemi Suwarti
    No. Mahasiswa : P2C214048
    Kelas : Pagi
    Tentang : Diferensiasi Pelayanan Kantor Perwakilan Menopang Daya Saing

    Soal :
    1. Buatlah pandangan umum anda terhadap kasus yang anda palajari
    2. Jelaskan dengan 3-4 hal yang sedang terjadi pada kasus diatas
    3. Seberapa penting peran kantor perwakilan dalam membentuk nilai bagi rumah sakit secara keseluruhan
    4. Bagaimana peran kantor perwakilan dalam membentuk nilai bagi rumah sakit secara keseluruhan
    5. Dalam kaitannya dengan era perdagangan bebas bagaimanakah persaingan rumah sakit didalam negeri
    6. Setelah diberlakukannya BPJS kesehatan dan Kartu Indonesia Sehat bagaimana pendapatmu akan preferensi berobat ke luar negeri
    7. Adakah kendala ke depan yang dihadapi khususnya dalam era perdagangan bebas di asean
    Jawab :
    1. Pandangan umum terhadap diferensiasi pelayanan kantor perwakilan menopang daya saing.
    Tren pasien dari Jambi yang terus meningkat ke MMC bersamaan dengan peningkatan jumlah rumah sakit dan tuntutan peningkatan pelayanan baik di Jakarta maupun di Jambi khususnya oleh rumah sakit swasta. Masyarakat jambi memilih berobat ke MMC atau rumah sakit swasta karena di sana pelayanan kesehatan memuaskan walaupun biayanya mahal, daripada kita berobat ke rumah sakit umum yang banyak birokrasinya.
    2. Kasus yang terjadi :
    a. Untuk berobat ke MMC ada kendala di masyarakat Jambi tentang transportasinya, dimana untuk ke Malaka belum ada penerbangan yang langsung ke sana. Jika memakai kendaraan apapun perlu waktu yang cukup lama.
    b. Adanya Kantor Perwakilan (KPM) MMC di Jambi tetapi masyarakat di Jambi banyak yang tidak tahu, karena kurangnya sosialisasi dari KPM MMC Jambi.
    c. Mengenai pembiayaan berobat ke MMC yang dirasakan masyarakat Jambi khususnya terlalu mahal, karena mayoritas taraf hidup masyarakat Jambi menengah ke bawah yang juga menginginkan berobat ke sana dan cepat sehat. Alasannya berobat ke Jambi masih belum modern dan banyak birokrasinya.
    d. MMC Malaka jika tidak mengadakan inovasi dan terobosan baru melelui banyak KPM pasti akan banyak pesaingnya.
    3. Peran KPM di rumah sakit MMC Malaka sangat penting, di bidang pemasaran kita mengenal Marketing Mix, Di mana KPM harus bisa menjual product dari MMC Malaka, baik mulai pendaftaran, pelayanan sampai keberhasilan berobat. Place sebagai KPM bisa menempatkan lokasi yang strategis , dimana masyarakat Jambi bisa tahu dan mendapatkan informasi yang jelas. Price juga dipikirkan bagi KPM yang harus bisa menjelaskan secara terbuka dan transparan mengenai semua pembiayaan berobat, baik sakit ringan sampi berat bahkan operasi. Sebaiknya juga dijelaskan tentang pembiayaan mulai dari pendaftaran, transportasi pulang pergi dan penginapan. Promotion yang bagaimana yang harus dilakukan KPM, karena promosi yang menarik juga diperlukan dalam memasarkan MMC. Misal bagimana pelayanan di MMC maupun di KPM yang beda dari rumah sakit yang lain yang memuaskan konsumen. Communication diperlukan KPM agar dapat mengkomunikasikan pengobatan secara mendetail MMC ke masyarakat dengan jelas, Agar masyarakat Jambi tidak salah presepsi dan yakin berobat ke MMC. Customer needs and wants, KPM harus tahu apa yang menjadi kebutuhan dan keinginana masyarakat Jambi saat ini, yang harus dipenuhi MMC Malaka agar masyarakat Jambi puas terhadap pelayanan MMC. Convenience, salah satu factor juga yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan KPM agar konsumen merasa nyaman.
    4. Peran kantor perwakilan dalam membentuk nilai bagi rumah sakit secara keseluruhan melalui kegiatan yang beragam dan inovatif agar MMC tidak tersaingi, antara lain program KPM yang dilakukan :
    a. Appointment dan jadwal cuti dokter
    b. Estimasi biaya operasi
    c. Paket medical chekup
    d. Konsultasi hasil diagnosa di Indonesia khususnya di Jambi
    e. Jalur perjalanan jambi-Malaka
    f. Booking hotel di Malaka
    g. Booking ticketing pesawat
    h. Pembuatan Passport
    i. Transfer biaya pengobatan
    j. Booking taxi di bandara KL dan Malaka
    k. Booking ambulans di bandara KL dan Malaka
    l. Konsul dokter via telephone
    m. Menyediakan tenaga pendamping jika diperlukan, dll
    5. Persaingan rumah sakit di dalam negeri di era perdagangan bebas, setiap rumah sakit baik umum maupun swasta perlu meningkatkan SDM baik pengetahuan, keterampilan terutam bisa berbahasa Internasional, di samping itu harus bisa memberikan pelayanan yang sangat baik bagi konsumen dan dijaga benar kepuasan konsumen.
    6. BPJS dan Karti Indonesia Sehat suatu terobosan baru positif, yang sangat membantu masyarakat menengah ke bawah, yang perlu diperhatikan tentang mutu pelayanan dan obat yang diberikan harus bisa menyembuhkan dan memuaskan konsumen, dan semua birokrasi jangan berbelit-belit. Bagi yang berobat ke luar negeri itu hak azazi manusia, seandainya kita mampudalam segala hal dan untuk kepuasan tidak ada salahnya kita berobat ke luar negeri.
    7. Kendala yang dihadapi di era perdagangan bebas di Asean antara lain :
    – Masuknya SDM dari luar negeri yang lebih professional
    – Bebasnya kita berobat ke luar negeri yang pengobatan dan pelayanan lebih bagus dengan harga terjangkau bahkan lebih murah dengan segala fasilitas modern yang ditawarkan.

    Maaf Pak Soft Copy Baru saya kirim, Hard Copy Hari Senin Setelah kitaSeminar

    Komentar oleh yemi suwarti | Desember 3, 2014 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: