Johannessimatupang’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

MANAJEMEN OPERASI MM ANGKATAN 19 SEPTEMBER 2014


Halaman ini diperuntukkan bagi peserta kuliah Manajemen Operasi Angkatan 19. Semua powerpoin di halaman ini harus diunggah. Tugas yang berkenaaan dengan mata kuliah ini hanya diunggah pada halaman ini saja. SUKSES UNTUK ANDA
PEDOMAN PENULISAN LAPORAN
Pedoman Penulisan Laporan Kuliah Kolaboratif November 2014
Powerpoin Kuliah
heizer_01 operation and productivity september 2014
Bab II Global Environment and Operations Strategy
Bab III Managing Projects.ppt [Compatibility Mode]<
Bab III Managing Projects.ppt [Compatibility Mode]
Bab 5 Product Design Heizer.ppt [Compatibility Mode]
Bab VI Quality Management and International Standards.ppt [Autosaved]
Bab-3 Sifat Jasa
03 Service Strategy

Technology in Service

UAS FEBRUARY 2015
Soal Ujian UAS Manajemen Operasi Kelas Pagi februari 2015

tugas II manajemen operasi angkatan 2016

mm-tugas-ii-manajemen-operasi-desember-2016

File bacaan

bacaan-geographic-clustering-network-relationships-and-competitive-advantage

Iklan

September 30, 2014 - Posted by | Uncategorized

64 Komentar »

  1. siang pak, bahan chapter 3 belum diupload pak ya?

    Komentar oleh ANDY BRATA | Oktober 22, 2014 | Balas

  2. siang pak jo, sebetulnya banyak pertanyaan saat kegiatan penulisan kasus kemaren, terutama bagaimana kaitan antara studi kasus dengan proyeksi thesis, kemudian apa perbedaan antara studi kasus yang sedang dijadikan metode pembelajaran dengan kegiatan investigasi? terima kasih pak

    Komentar oleh hendrichaniago80 | Oktober 28, 2014 | Balas

  3. pagi pak, maaf pak, sepertinya bahan ajar tgl 17 belum bapak upload…

    Komentar oleh ANDY BRATA | November 22, 2014 | Balas

  4. maaf mengganggu pak, bahan ajar yang tadi malam belum bapak upload ke blog pak?

    Komentar oleh ANDY BRATA | Januari 7, 2015 | Balas

  5. LITA NGULIA
    P2C214052
    UAS OPERASI
    MAGISTER MANAJEMEN KELAS PAGI

    1. Jasa atau layanan menjadi bagian penting dalam perekonomian modern, negara menerima pendapatan yang terus meningkat dari sektor layanan. Oleh karena itu , dari bahasan manajemen operasional, layanan menjadi bagian penting dalam operasi sehingga harus mendapat perhatian. Dalam kaitan ini dikenal sifat layanan yang mengkombinasikan berbagai unsur sebagaimana berikut
    • Hubungan karyawan dan kustomisasi. Kustomisasi massal berarti sebuah sistem dimana produk dibuat sesuai dgn pesanan (build-to-order).Build-to-order berarti memproduksi sesuai dengan pesanan pelanggan, bukan sesuai dengan peramalan pasar. Strategi untuk mendapatkan pesanan adalah suatu strategi yang sulit. Beberapa keuntungan dalam kustomisasi massal dan build-to-order : Perusahaan memperoleh pesanan dan tetap berjalan dgn memenuhi permintaan pasar. Mengurangi pengeluaran besar pada organisasi yg ada (dari karyawan hingga gudang dan fasilitas) karena perkiraan penjualan yg tidak tepat. Contohnya saya sebagai konsumen ingin membeli tas gosh tetapi saya mau tas yang saya beli saya desain sendiri sehingga barang yang saya mau itu sesuai selera dan kebutuhan saya. Dan karyawan atau produsen bisa membuat request tas yang saya mau. Sehingga ada hubungan timbal balik antara saya dan produsen. Dan dengan adanya desain yang saya inginkan sendiri itu tidaklah mempengarui produksi barang yang lainnya yang sudah disediakan oleh toko tersebut.
    • Sifat tindakan layanan dan penerima layanan. Dalam konsep pelayanan, dikenal dua jenis pelaku pelayanan, yaitu penyedia layanan dan penerima layanan. Penyedia layanan atau service provider adalah pihak yang dapat memberikan suatu layanan tertentu kepada penerima layanan, baik berupa layanan dalam bentuk penyediaan dan penyerahan barang (goods) atau jasa-jasa (services). Penerima layanan atau service receiver adalah penerima layanan (customer) atau penerima layanan (consumer) yang menerima layanan dari para penyedia layanan (Barata, 2003:26). Contohnya sebuah salon menerima konsumen untuk creambath. Jika karyawan sudah memberikan tindakan pelayanan creambath dari mulai cuci rambut, pemberian cream, pijat kepala, pijat badan sampai dengan proses akhirnya konsumen sudah menerima pelayanan. Jika konsumen merasa puas makan pelayanan berhasil dan berjalan dengan baik dan setimpal. Sifat penyampaian jasa dan hubungan antara organisasi penyedia jasa (provider) dan pelanggannya. Segitiga menggambarkan tiga kelompok yang saling berhubungan yang bekerja bersama untuk mengembangkan, mempromosikan dan menyampaikan jasa. Ketiga pemain utama ini diberi nama pada poin segitiga: perusahaan (SBU atau departemen atau manajemen), pelanggan dan provider (pemberi jasa). Provider dapat pegawai perusahaan, subkontraktor, atau pihak luar yang menyampaikan jasa perusahaan. Antara ketiga poin segitiga ini, tiga tipe pemasaran harus dijalankan agar jasa dapat disampaikan dengan sukses: pemasaran eksternal (external marketing), pemasaran interaktif (interactive marketing), dan pemasaran internal (internal marketing). Pada sisi kanan segitiga adalah usaha pemasaran eksternal yaitu membangun harapan pelanggan dan membuat janji kepada pelanggan mengenai apa yang akan disampaikan. Sesuatu atau seseorang yang mengkomunikasikan kepada pelanggan sebelum menyampaikan jasa dapat dipandang sebagai bagian dari fungsi pemasaran eksternal. Pemasaran eksternal yang merupakan permulaan dari pemasaran jasa adalah janji yang dibuat harus ditepati. Pada dasar segitiga adalah akhir dari pemasaran jasa yaitu pemasaran interaktif atau real time marketing. Disini janji ditepati atau dilanggar oleh karyawan, subkontraktor atau agen. Ini merupakan titik kritis. Apabila janji tidak ditepati pelanggan akan tidak puas dan seringkali meninggalkan perusahaan. Sisi kiri segitiga menunjukkan peran kritis yang dimainkan pemasaran internal. Ini merupakan kegiatan manajemen untuk membuat provider memiliki kemampuan untuk menyampaikan janji-janji yaitu perekrutan, pelatihan, motivasi, pemberian imbalan, menyediakan peralatan dan teknologi. Apabila provider tidak mampu dan tidak ingin memenuhi janji yang dibuat, perusahaan akan gagal, dan segitiga jasa akan runtuh.

    2. DAYA SAING
    Pengertian Daya Saing Daya saing adalah Kapasitas bangsa untuk menghadapi tantangan persaingan pasar internasional dan tetap menjaga atau meningkatkan pendapatan riil-nya (Council of Competitiveness, Washington, DC, 2006) Daya saing merupakan kemampuan menghasilkan produk barang dan jasa yang memenuhi pengujian internasional, dan dalam saat bersamaan juga dapat memelihara tingkat pendapatan yang tinggi dan berkelanjutan, atau kemampuan daerah menghasilkan tingkat pendapatan dan kesempatan kerja yang tinggi dengan tetap terbuka terhadap persaingan eksternal (European Commission, 1999). Daya saing didefinisikan sebagai posisi relatif dari salah satu pesaing terhadap para pesaing yang lain.
    3 strategi yang membangun daya saing pelayanan yaitu dalam bidang pelayanan jasa penerbangan :
    • Harga tiket yang murah/terjangkau dari masyarakat menengah ke atas atau bawah.
    • Keamanan dan keselamatan pengguna di dalam pesawat.
    • Waktu yang sesuai dengan jadwal penerbangan.
    Garuda Indonesia merupakan salah satu contoh perusahaan penerbangan dimana TI dan Internet diterapkan untuk meningkatkan daya saingnya, yang berarti pula meningkatkan pelayanannya kepada pelanggan yang akhirnya dapat menciptakan loyalitas pelanggan terhadap maskapai penerbangan ini. Tak dapat dipungkiri, berbagai aplikasi yang diterapkannya, seperti ERP (Enterprise Resource Planning), terbukti mampu meningkatkan kinerja dan daya saingnya.
    Saat ini, Garuda Indonesia bahkan telah menerapkan aplikasi proses pengadaan secara online (e-Procurement), dan IT Service Management. Selain itu Garuda juga melakukan lelang real-time online (e-Auction) yang di akhir tahun 2006 mendapatkan penghargaan “E-Procurement & E-Auction Award” kategori ‘application of B2B’ dari Kementrian Negara BUMN. Perusahaan ini pun sejak Mei 2006 telah (mulai) menerapkan e-ticketing sesuai dengan ketentuan IATA bahwa semua airlines yang menjadi anggota IATA harus sudah menerapkan sistem e-ticketing secara menyeluruh pada akhir bulan Mei 2008.
    Bagi Garuda Indonesia, transformasi melalui pemanfaatan teknologi menjadi sangat berarti; selain karakteristik industri penerbangan yang padat teknologi juga industri ini penuh dengan tuntutan akan inovasi dalam meraih keunggulan bersaing (competitive advantage).
    Dalam kaitan ini pula, dua dari direktur / figur Board of Directors yang baru (Direktur Strategi & Teknologi Informasi dan Direktur Keuangan) yang ditetapkan Kantor Kementrian BUMN dan Komisaris, terdapat direktur yang khusus menangani strategi dan teknologi informasi, agar pengembangan strategi Garuda Indonesia ke depan dapat didukung oleh teknologi informasi yang lebih sophisticated , sejalan dengan tuntutan lingkungan industri yang dinamis dan kompetitif dewasa ini.
    Kiranya ini memberikan manfaat tersendiri bagi Garuda mengingat secara langsung kita dapat berbagi pengalaman dan transfer of knowledge di bidang teknologi informasi dari penerapan di berbagai perusahaan terkemuka, yang pada akhirnya diharapkan dapat membantu Garuda Indonesia untuk memiliki keunggulan bersaing melalui inovasi dan pengembangan sistem dan teknologi informasi yang tepat untuk peningkatan strategi bisnis yang kompetitif.
    Untuk meningkatkan daya saing perlu juga diperhatikan kualitas pelayanan keselamatan dalam penerbangan merupakan pelayanan yang sangat penting untuk diwujudkan oleh perusahaan jasa penerbangan. Karena pelayanan merupakan ujung tombak dalam usaha di bidang jasa. Kualitas tingkat keselamatan merupakan bagian utama dari strategi perusahaan penerbangan dalam rangka meraih keunggulan yang berkesinambungan berkaitan dengan harapan konsumen. Bagi perusahaan jasa kualitas penampilan pelayanan perlu ditawarkan atau dibuktikan untuk diketahui oleh masyarakat, dengan jalan memberikan jaminan keselamatan penumpang dalam penerbangan sehingga pengguna jasa dapat memberikan citra kualitas pelayanan yang positif pada perusahaan. Citra kualitas pelayanan yang positif dari pengguna jasa berarti pelayanan yang ditawarkan perusahaan dapat diterima dan sesuai dengan harapan pengguna jasa atau masyarakat. Pengguna jasa yang merasa puas akan pelayanan yang diberikan perusahaan dan mendapatkan rasa aman dan kepercayaan berarti perusahaan jasa memperhatikan kepentingan pelanggan. Pengguna jasa menginginkan tingkat keselamatan yang terjamin dengan pelayanan yang baik dan merasakan kepercayaan dalam perjalanan. Untuk itu, perusahaan berusaha memenuhi harapan pengguna jasa dengan memberikan suatu kepercayaan kepada pelanggan. Saat ini banyak ditemui iklan- iklan dari perusahaan angkutan yang menawarkan harga diskon kepada calon penumpang. Tujuan dari pemberian harga diskon ini sudah pasti untuk menarik minat konsumen dalam menggunakan jasa angkutan, baik darat, laut, ataupun udara. Sebelum para konsumen memilih dan menentukan alternatif pilihan yang berdasarkan harga tiket akan timbul persepsi yang positif ataupun negatif dalam diri konsumen masing – masing.
    Ada banyak faktor yang mempengaruhi ketertarikan penumpang pada transportasi udara. Berkurangnya konsumen pemakai jasa angkutan pesawat terbang membuat pihak perusahaan pesawat terbang mengambil langkah secara bijak dengan memberikan tiket harga pada masyarakat umum diharihari tertentu seperti hari lebaran, tutup tahun, atau liburan sekolah, dapat juga potongan harga tersebut diberikan pada pelanggan setelah pelanggan mempergunakan angkutan udara dalam jumlah hitungan yang banyak diberi tiket untuk satu kali perjalanan. Dampak tiket yang murah dalam dunia penerbangan tidak semata-mata memberikan segi keuntungan bagi para penumpang pesawat, namun implikasi juga berpengaruh pada kualitas pesawat dan keselamatan dalam penerbangan. Banyak diberitakan di media cetak ataupun di media elektronik tentang kecelakaan dalam sarana tranportasi udara
    3. Hubungan 3 prinsip pendekatan pengelolaan proyek
    • Gantt Chart merupakan diagram perencanaan yang digunakan untuk penjadwalan sumber daya dan alokasi waktu (Heizer, Jay dan Render, Barry, 2006). Gantt Chart adalah contoh teknik non-matematis yang banyak digunakan dan sangat popular di kalangan para manajer karena sederhana dan mudah dibaca. Manajemen proyek dengan menggunakan teknik Critical Path Method (CPM) biasanya digunakan untuk pembangunan proyek dimana perkiraan waktu untuk setiap aktivitas atau pekerjaan adalah tertentu. Sedangkan dengan teknik Program Evaluation and Review Technique (PERT) digunakan untuk proyek-proyek di mana perkiraan waktu tidak dapat diprediksi dengan pasti. Baik CPM maupun PERT dibuat berdasarkan diagram jaringan (network chart), yang merupakan lanjutan dari diagram baris atau gantt chart (Bernard, W). Tujuan membangun suatu jaringan adalah untuk membantu perencanaan dan penjadwalan suatu proyek. Penjadwalan membutuhkan waktu-waktu yang berkenaan dengan aktivitas. Penerapan manajemen proyek secara benar akan mendatangkan keuntungan dari segi waktu dan biaya dibanding jika pengelolaan dilakukan seperti pengelolaan pekerjaan regular (Santosa, 2009). Suatu proyek dapat dipandang sebagai suatu kumpulan pekerjaan yang berurutan untuk mencapai tujuan. Setiap pekerjaan yang ada dalam proyek ini disebut aktivitas. Setiap aktivitas dimulai dan berakhir pada suatu titik waktu. Sedangkan istilah kejadian digunakan dalam hubungannya dengan waktu dimulai dan berakhirnya suatu aktivitas. Jika suatu aktivitas telah berakhir, maka suatu kejadian telah terjadi.
    • Highly Visible Responsible adalah sangat terlihat tanggung jawab. Seorang manager proyek merupakan seorang professional dalam bidang manajemen proyek. Manajer proyek memiliki tanggung jawab untuk melakukan perencanaan, pelaksanaan dan penutupan sebuah proyek yang biasanya berkaitan dengan bidang industri kontruksi, arsitektur, telekomunikasi dan informasi teknologi. Untuk menghasilkan kinerja yang baik, sebuah proyek harus dimanage dengan baik oleh manajer proyek yang berkualitas baik serta memiliki kompetensi yang disyaratkan. Salah satu contohnya dalam pelaksanaan proyek bangunan sekolah dari awal perencanaan, pelaksaan dan penutupan atau selesainya sebuah proyek manajer proyek harus bisa bertanggung jawab menyelesaikan proyek sekolah itu tepat pada waktu yang sudah ditentukan. Agar waktunya tepat manajer proyek bs menggunakan pendekatan skedul GANTT CHART, CPM dan PERT.
    4. Pengadaan barang dan jasa
    • Pengertian pengadaan barang dan jasa secara online. Secara umum, e-auction sebagai proses pengadaan barang dan jasa yang dilakukan dengan berbasis internet sehingga proses transaksi antara buyer dan supplier dilakukan secara online dengan cepat, aman, dan mudah. E-Auction. Ini adalah aplikasi untuk membantu proses lelang. Pada proses pembelian, lelang dilakukan oleh pembeli dengan mengumpulkan calon-calon supplier. Mereka sebelumnya sudah diberi tahu oleh pembeli tentang jumlah, spesifikasi, dan waktu kebutuhan suatu barang atau jasa. Mereka akan mengajukan penawaran (secara elektronik) dan selama proses lelang mereka biasa merevisi (menurunkan) harga penawarannya. Supplier yang memberikan penawaran terendah pada akhir periode lelang akan keluar sebagai pemenang. (Hermawan, 2008:9).
    • Manfaat pengadaan barang dan jasa secara online adalah dengan menggunakan proses e-auction berbasis internet sehingga proses transaksi antara buyer dan supplier dilakukan secara online dengan cepat, aman dan mudah. Proses ini membantu untuk proses lelang. Pada proses pembelian, lelang dilakukan oleh pembeli dengan mengumpulkan calon-calon supliyer.
    • Cara mempertimbangkan pengadaan barang dan jasa secara online dengan melihat landasan hukum pengadaan barang diindonesia. Ada dasar hukum dan peraturan perundangn-undangan yang mengatur tentang pengadaaan barang dan jasa secara online dan Surat Edaran Menteri PU No. 21/SE/M/2007, Perihal Penerapan Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik (e-auction) di Lingk, Dep. PU TA 2008 dengan meningkatkan kualitas Pelaksanaan dan Kuantifas Penyebaran Pengertian Inventarisasi.

    5. Diketahui informasi dari pengalaman satu proyek, waktu yang dibutuhkan (T) = 62 minggu, sedangkan variasi adalah 72. Berapakah kemungkinan proyek itu selesai 18 hari sebelum waktu normal pengerjaan proyek?
    Tabel Kegiatan, Waktu, dan Kegiatan Pendahulunya

    Nama Deskripsi Kegiatan Waktu
    Kegiatan Pendahulu

    A Rancang pak – 2

    B Pesan barang – 13

    C Dirikan kantor penjualan – 6

    D Set up fasilitas pengepakan A 10

    E Pilih distributor C 9

    F Rekrut tenaga penjualan (sales) C 4

    G Training tenaga penjualan (sales) F 7

    H Pilih agen iklan C 2

    I Rencanakan strategi promosi H 4

    J Lakukan promosi I 10

    K Pak barag-barang b,d 6

    L Penjualan ke distributor e,g 6

    M Kirim barang k,l 6

    Dari proyek peluncuran proyek baru diatas bisa dibuat jaringan kerja sebagai berikut :

    a 2
    2 2
    7 d

    10
    0 b 13 k 23 m 29
    1 13 3 6 7 6 10
    0 17 23 29
    l 6
    c 6 e 6 17
    6 4 9
    6 17
    g 7 j 10
    f 10
    4 5
    10

    h 8 i 12
    2 8 4 9
    15 19

    Keterangan :

    ES, waktu mulai paling awal EF, waktu selesai paling awal
    Nomor simpul/ titik Nama kegiatan

    6 17
    e
    4 6

    9
    6 17

    Waktu kegiatan
    LS, waktu mulai paling akhir LF, waktu selesai paling akhir

    Gambar Diagram CPM Proyek Peluncuran Produk Bar

    a. Cara menghitung forward pass (EF) dan backward pass (LS dan LF)

    Dari Gambar 2.5 perhatikan kegiatan pada simpul 2-3 dan 1-3. Terdapat 2 nilai untuk EF, yakni 12 ( 2 + 10 ) dan 13 ( 0 + 13 ). Nilai yang digunakan adalah nilai maksimum diantara nilai EF yang ada. Sedangkan untuk nilai LF dan LS, gunakan nilai minimum diantara nilai yang ada, untuk simpul 2, nilai LS adalah 17 – 10 = 7 sedangkan untuk simpul 3, nilai LF 23 – 6 = 7. Perlu diketahui bahwa LS dari suatu kegiatan adalah LF dari kegiatan yang mendahuluinya, ES dari suatu kegiatan adalah EF dari kegiatan sebelumnya.

    b. Cara menghitung slack

    Dari Gambar 2.5 perhatikan kegiatan pada simpul 3-7 dan 4-5. Pada simpul 3-7 LS = 17 dan ES = 13 maka slack (LS – ES) = 4. Sedangkan pada simpul 4-5 LS = 6 dan ES = 6 maka slack = 0.

    c. Cara menghitung TF (Total Float) dan FF (Free Float)

    Dari Gambar 2.5 dapat dilihat bahwa proyek dimulai pada waktu 0. Umur proyek adalah 29 hari. Waktu mulai dari suatu aktivitas/ kegiatan sekaligus menjadi waktu selesai dari aktivitas sebelumnya yang menuju ke simpul yang sama, atau secara
    matematis :
    TF = LF – durasi – ES
    Total Float untuk kegiatan “e (pilih distributor)” adalah :
    TF = LF – durasi – ES
    = 17 – 9 – 6
    = 2
    Free Float untuk suatu kegiatan adalah waktu yang tersisa bila :
    FF = Waktu paling awal – Waktu yang diperlukan – Waktu paling
    dari kegiatan yang dari kegiatan L awal dari
    mengikuti kegiatan kegiatan L

    L

    FF = EF – durasi – ES

    Suatu kegiatan dilaksanakan pada waktu yang paling awal, begitu juga kegiatan yang mengikutinya.

    FF = EF – durasi – ES

    = 17 – 9 – 6

    = 2

    Tabel Perhitungan Waktu Proyek

    Kegiatan Waktu ES EF LS LF TF FF Slack Keterangan
    (Nomor simpul) (Minggu) (LS-ES)

    1 – 2 2 0 2 5 7 5 0 5 Bisa diundur
    hingga 5 minggu

    1 – 3 13 0 13 4 17 4 0 4 Bisa diundur
    hingga 4 minggu

    1 – 4 6 0 6 0 6 0 0 0 Kegiatan kritis

    2 – 3 10 2 12 7 17 5 1 5 Bisa diundur
    hingga 5 minggu

    3 – 7 6 13 19 17 23 4 4 4 Bisa diundur
    hingga 4 minggu

    4 – 5 4 6 10 6 10 0 0 0 Kegiatan kritis

    4 – 6 9 6 15 8 17 2 2 2 Bisa diundur
    hingga 2 minggu

    4 – 8 2 6 8 13 15 7 0 7 Bisa diundur
    hingga 7 minggu

    5 – 6 7 10 17 10 17 0 0 0 Kegiatan kritis

    6 – 7 6 17 23 17 23 0 0 0 Kegiatan kritis

    7 – 10 6 23 29 23 29 0 0 0 Kegiatan kritis

    8 – 9 4 8 12 15 19 7 0 7 Bisa diundur
    hingga 7 minggu

    9 – 10 10 12 22 19 29 7 7 7 Bisa diundur
    hingga 7 minggu

    Jika TF dan FF = 0 maka kegiatan tersebut kritis, slack juga akan bernilai 0 untuk memastikan bahwa kegiatan tersebut kritis.

    Setelah membahas metode jaringan (network ), ternyata memiliki keunggulan dari gantt chart, antara lain (Ma’arif, Syamsul Mohammad dan Tanjung, Hendri, 2003) :
    1. Dapat memperlihatkan hubungan ketergantungan antara kegiatan (activity) yang logis satu dengan yang lain dalam sebuah proyek, sehingga memungkinkan proyek dapat dikendalikan dan dikerjakan dengan prosedur yang jelas.

    2. Cocok untuk mengendalikan proyek yang terdiri dari banyak kegiatan dengan berbagai urutan dan kebutuhan.
    3. Bila ada suatu kegiatan yang terganggu maka kita dapat mengetahui pengaruhnya terhadap kegiatan yang lain dan dapat dilakukan penjadwalan ulang.
    4. Penjadwalan proyek dalam urutan yang praktis dan efisien karena dikemas dalam bentuk diagram jaringan.
    5. Dengan diagram jaringan dapat mengetahui kegiatan yang kritis, dan dapat menghitung toleransi keterlambatan suatu kegiatan yang bukan kegiatan kritis.

    Kelemahannya :

    1. Biasanya lebih rumit dan lebih sulit untuk dipahami dalam pembuatan dan pembacaan jadwal kegiatan
    2. Menggunakan perumusan matematis kadang salah dalam perhitungan

    3. Untuk proyek yang besar diperlukan bantuan komputer untuk memproses urutan kegiatan, waktu, dan lain-lain.

    Komentar oleh Lita Ngulia (@litaulia) | Februari 12, 2015 | Balas

  6. TUGAS MANAJEMEN OPERASI
    UJIAN SEMESTER ANGKATAN 19 KELAS PAGI
    Dosen : Dr. Johannes, S.E., M.Si

    Disusun Oleh :

    1. YEMI SUWARTI P2C214048

    MAGISTER MANAJEMEN
    UNIVERSITAS JAMBI
    2015

    1. Dalam kaitan ini dikenal sifat layanan yang mengkombinasikan berbagai unsur sebagaimana berikut.
    a) Keterlibatan Karyawan dan Tingkat Kastomisasi (customization)
    b) Sifat tindakan layanan dan Penerima Langsung layanan
    c) Sifat penyampaian jasa dan hubungan antara organisasi penyedia jasa (provider) dan pelanggannya.
    Jelaskan konstruksi ke tiga hal di atas dan contohnya secara rinci:
    1.a). Keterlibatan karyawan dan tingkat kastomisasi.
    Keterlibatan Tingkat Kastomisasi
    Karyawan Rendah Tinggi
    Rendah Service factory:
    • Perusahaan penerbangan
    • Jasa pengangkutan
    • Hotel
    Resor dan pusat hiburan Service shop:
    • Rumah sakit
    • Bengkel mobil
    Reparasi alat elektronik
    Tinggi Mass service:
    • Perdagangan eceran
    • Perdagangan grosir
    • Sekolah
    Retail banking profesional Professional service:
    • Dokter
    Ahli hukum

    1.b). Sifat tindakan layanan dan Penerima Langsung layanan
    Tindakan Penerima langsung layanan
    layanan Menjadi anggota (membership) Tidak menjadi anggota (membership)
    Layanan diantar langsung
    • Perusahaan asuransi
    • Telepon berlangganan
    • Kegunaan elektronik
    • Perbankan
    • Stasiun radio
    • Polisi keamanan
    • Mercusuar
    • Jalan raya
    Pertimbangan Transaksi
    • Lamanya menggunakan telepon
    • Tiket teater
    • Melalui Transit
    • Sam’s Wholesale club
    • Frekuensi penerbangan
    • Restoran
    • Pembayaran Telpon
    • Jalan Tol
    • Pertunjukan teater
    • Transportasi umum

    1.c). Sifat penyampaian jasa dan hubungan antara organisasi penyedia jasa (provider) dan pelanggannya

    Hubungan antara Tersedianya outlet jasa
    Provider dan pelanggannya Tunggal Beragam

    Pelanggan dan provider Teater
    Tukang cukur
    • Jasa Bus
    • Restoran cepat saji
    Provider dan pelanggan Perusahaan taxi pada pelayanan antar jemputnya
    • Pelayanan surat
    Seperti kantor pos
    Transaksi pada perusahaan besar Perusahaan kartu kredit
    Stasiun tv lokal Jaringan broadcast
    Perusahaan telepon

    2. a). Apa yang dimaksud dengan daya saing
    Daya saing adalah Kapasitas bangsa untuk menghadapi tantangan persaingan pasar internasional dan tetap menjaga atau meningkatkan pendapatan riil-nya (Council of Competitiveness, Washington, DC, 2006)
    Daya saing merupakan kemampuan menghasilkan produk barang dan jasa yang memenuhi pengujian internasional, dan dalam saat bersamaan juga dapat memelihara tingkat pendapatan yang tinggi dan berkelanjutan, atau kemampuan daerah menghasilkan tingkat pendapatan dan kesempatan kerja yang tinggi dengan tetap terbuka terhadap persaingan eksternal (European Commission, 1999).
    Daya saing didefinisikan sebagai posisi relatif dari salah satu pesaing terhadap para pesaing yang lain.
    • Posisi relatif masa kini, melihat ke masa depan
    Daya saing dapat disebut sebagai kesiapan suatu bangsa untuk interaksi daya saing masa depan. Agar menjadi kompetitif dalam arti ini adalah memiliki peluang untuk menang bagi sejumlah pemain industri yang menghadapi biaya tinggi.
    Beberapa ukuran kriteria ini biasanya didiskusikan dalam lingkungan bisnis dan politik sekarang. Salah satunya adalah upah pekerja dalam sebuah negara. Statistik yang sering kali disebutkan dalam debat mengenai mengendurnya hambatan perdagangan internasional adalah daya saing, upah pekerja A.S. dalam hubungan dengan upah yang rendah di Negara-negara lain seperti Meksiko. Hal ini menciptakanbeberapa kontroversi dan suatu dilemaetika untuk manajer ketika perusahaan mencari pekerja dengan upah rendah menutup pabrik di Amerika Serikat dan memindahkan fasilitas produks ke Negara lain. Ukuran lain yang digunakan dari kriteria ini adalah tingkat pendidikan dari angkatan kerja bangsa tersebut. Wakil pemerintah yang mencoba menarik investasi baru dalam konomi.
    • Posisi relatif masa kini, dari dari masa lalu ke masa kini
    Daya saing dapat juga digambarkan sebagai sebuah bechmaring untuk prestasi yang telah lampau. Agar menjadi ompetitif dalam arti ini adalah berhasil dalam mencapai peringkat tertentu yang diinginkan. Ukuran yang sering dipakai dalam criteria ini adalah bagian pasar dunia dari suatu Negara. Jadi, bila perusahaan Jepang mempunyai persentase signifikan dari pasar dunia VCR (Video Cassette Recorder) mereka dikatakan kompetitifdalam usaha mereka sampai sekarang dari masa lalu ke masa kini.
    Ukuran lain dari criteria ini adalah standar kehidupan suatu Negara. Sebuah Negara dapat dikatakan kompetitif bila pendapatan perkapita, pelayanan kesehatan dan harapan hidup untuk warga negaranya relatif unggul dibandingkan yang dapat diharapkan oleh warga Negara dari bangsa lain.
    Salah satu kunci meningkatkan daya saing tersebut adalah mendorong laju inovasi sebuah perusahaan agar bisa bersaing, baik di tingkat lokal, nasional, dan lingkungan global. Tetapi pernyataan teoritis tersebut tidaklah mudah diterapkan di tingkatan empiris. Inovasi bukanlah sesuatu yang sederhana dan juga bukan suatu resep mujarab yang bisa diperoleh dengan mudah oleh setiap organisasi yang mempunyai penyakit dengan gejala yang sama yaitu rendahnya daya saing.
    2.b). Jelaskan ke tiga strategi yang berkaitan untuk membangun daya saing layanan
    Strategi yang baik untuk dapat meningkatkan daya saing layanan haruslah dilengkapi dengan berbagai elemen penunjang.
    I. Tingkatkan Kualitas Produk dan Layanan
    Kualitas merupakan elemen utama bagi peningkatan daya saing suatu produk. Suatu produk dapat lebih mudah memenangkan tingkat persaingan yang kian ketat di pasaran bila kualitasnya selalu terjaga. Namun pengertian kualitas dalam era globalisasi dewasa ini tidak hanya terbatas pada Kualitas Produk yang ditawarkan, namun juga meliputi Kualitas Layanan yang menyertai penjualan suatu produk. Bila dulu konsep pemasaran konvensional dapat secara tegas membedakan antara perusahaan penjual produk dengan perusahaan penjual jasa, maka kini pembedaan seperti itu tidak lagi dapat diberlakukan bila suatu perusahaan ingin dapat meningkatkan daya saingnya. Saat ini seluruh perusahaan, baik perusahaan penghasil produk maupun penjual jasa, haruslah bersikap sebagai “The Real Service Company” bagi para konsumennya guna dapat memenangkan tingkat persaingan yang semakin tajam serta meraih loyalitas konsumen. Dengan demikian pengertian Service kini telah meluas tidak saja hanya sebagai jenis layanan yang dijual tapi juga mencakup pengertian layanan yang menyertai terjualnya suatu produk di pasaran, baik berupa pelayanan pada saat penjualan maupun pelayanan purna jual (after sales service). Kualitas yang baik pada akhirnya akan merupakan salah satu faktor yang memberikan nilai tambah (value added) pada suatu produk.
    Produk consumer electronics merupakan non-consumable product dan termasuk dalam produk yang memiliki masa pakai cukup lama. Hal ini membuat banyaknya pertimbangan yang diambil calon konsumen sebelum memutuskan suatu pembelian produk. Keunggulan produk merupakan salah satu pertimbangan utama dari calon konsumen dalam membeli produk consumer electronics. Keunggulan ini tidak terlepas dari aspek kualitas dari produk itu sendiri serta nilai tambah (value added) yang ditawarkan oleh produk tersebut. Disamping itu calon konsumen akan sangat mempertimbangkan segi kualitas pelayanan yang diberikan, khususnya jaminan layanan purna jual (after sales), karena setiap orang pada dasarnya selalu menginginkan jaminan kepastian atas bentuk penyelesaian dari setiap masalah yang mungkin timbul. Oleh karena itu layanan purna jual yang baik dan cepat tanggap menjadi faktor utama penentu dalam memenangkan persaingan di pasar consumer electronics product. Walau demikian, kualitas layanan pada saat penjualan tetap tidak dapat diabaikan.

    Calon konsumen akan merasa sangat dihargai bila mendapatkan layanan yang ramah pada saat dia akan melakukan keputusan pembelian. Seringkali kesan keramahan yang diperolehnya akan mempengaruhi dan mempercepat proses pengambilan keputusan seseorang untuk membeli suatu produk.
    Keunggulan suatu brand dari produk consumer electronics dalam segi kualitas produk serta service yang menyertainya, baik layanan penjualan maupun layanan purna jual akan membuat brand tersebut memiliki citra (image) yang positif di mata konsumen yang pada akhirnya dapat meraih loyalitas konsumen untuk selalu membeli produk dalam brand yang sama.
    II. Tanamkan Nilai-nilai Utama
    Nilai yang dikandung suatu produk juga merupakan elemen penting untuk meningkatkan daya saing produk tersebut. Namun seperti halnya kualitas, telah terjadi pergeseran pengertian Nilai dari suatu produk. Nilai suatu produk tidak lagi hanya ditentukan dari kualitas yang baik maupun harga murah saja, tetapi juga ditentukan oleh sederetan faktor penentu nilai lainnya seperti kemudahan pembelian (convenience of purchase) yang terkait dengan ketersediaan (availability) suatu produk dipasaran serta jalur distribusi yang baik serta tingkat pelayanan yang memuaskan (service excellence). Hal ini disebabkan karena harapan konsumen selalu berkembang, sehingga penjualan suatu produk harus dapat memenuhi harapan konsumen secara tepat agar tercapai kepuasan konsumen (customer satisfaction).
    Ada tiga macam nilai utama yang harus bisa dipenuhi oleh produsen suatu produk untuk dapat meningkatkan daya saingnya.
    Ke – 3 macam nilai tersebut adalah:
    – Operational excellence.
    – Customer Intimacy.
    – Product Leadership.
    Operational excellence merupakan suatu nilai dimana produsen harus selalu menjaga efisiensi dan meningkatkan kualitas dari system / proses penghasil produk maupun system pelayanan yang diberikan untuk senantiasa dapat memuaskan konsumen. Kepuasan konsumen akan kualitas serta layanan yang diberikan oleh brand dari suatu produk, akan membuat sulitnya konsumen melakukan brand switching (beralih pada brand lain).
    Customer intimacy merupakan suatu nilai dimana produsen harus dapat memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen. Suatu produk / jasa yang baik tidak hanya sekedar dapat memenuhi apa yang menjadi kebutuhan dasar (basic need) dari konsumen tapi sebaiknya juga dapat memenuhi apa yang menjadi kebutuhan yang mendalam (deeply need) dari konsumen. Kebutuhan yang mendalam (deeply need) merupakan kebutuhan konsumen yang belum dirasakannya pada saat suatu produk / jasa ditawarkan kepadanya, sehingga seringkali disebut sebagai kebutuhan terselubung yang belum terucapkan (unarticulated need).

    Namun ketika produk / jasa tersebut ditawarkan, konsumen menyadari bahwa produk / jasa itu dapat memenuhi kebutuhan maupun harapannya akan sebuah produk / jasa yang bermutu. Untuk itu diperlukan inovasi terus-menerus agar nilai yang ditawarkan suatu produk selalu dapat menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen, bahkan melebihi apa yang menjadi harapan konsumen (exceeding the customer expectation).
    Product Leadership merupakan nilai yang harus dianut produsen dengan mendasarkan pada keunggulan untuk terus menerus melakukan inovasi pada produk maupun jasa yang dihasilkan sehingga dapat selalu menjadi leader dalam industrinya. Nilai semacam ini menuntut kreatifitas yang tinggi serta kecepatan dalam membaca kebutuhan pasar, terutama kebutuhan yang terselubung agar dapat meraih keunggulan. Namun penerapan nilai ini harus tetap dapat memenuhi tuntutan dari nilai ke – 2 tersebut di atas yaitu Customer intimacy, sehingga setiap inovasi yang dilakukan haruslah selalu disesuaikan dengan kebutuhan dan harapan konsumen. Dengan demikian walaupun produk yang ditawarkan dapat melebihi harapan konsumen pada saat itu (exceeding the customer expectation) namun tidak menyimpang dari kebutuhan konsumen agar tidak terjadi penawaran produk / jasa yang tidak dibutuhkan dan tidak dapat diserap oleh pasar.
    Bagi suatu produsen penghasil produk consumer electronics maka ke – 3 nilai utama tersebut di atas sangat penting dalam meningkatkan daya saing produk untuk dapat menjadi leader dalam industrinya serta dapat meraih loyalitas konsumen dan bahkan memperbesar pangsa pasarnya melalui terbentuknya citra (image) yang baik.
    III. Tetapkan Posisi (Positioning Statement) yang tepat
    Penetapan Posisi (positioning statement) yang diinginkan sangat diperlukan untuk dapat melahirkan citra (image) akan produk / jasa yang diharapkan. Positioning Statement yang jelas akan mempermudah arah penetapan strategi pemasaran suatu produk serta memperjelas target pasar yang akan dibidiknya. Dengan demikian dapat terhindar inefficiency dalam menjalankan program-program promosi. Untuk dapat lebih meningkatkan daya saing suatu produk saat dipasarkan, usahakan penetapan positioning yang unik dan berbeda dengan positioning produk pesaing. Suatu produk yang dapat memposisikan dirinya sebagai Leader dan Trend Setter (bukan hanya sekedar follower) akan lebih mudah untuk dapat meraih pangsa pasar. Penetapan positioning haruslah memperhatikan aspek psikologis dari masyarakat pada pasar yang dituju, disamping aspek demografis dan geografis, karena seringkali sebuah trend lahir karena sesuai dengan life style yang diinginkan oleh masyarakat dalam target pasar yang dituju.
    IV. Ciptakan Brand Equity yang kuat
    Brand equity yang kuat dan citra positif sangat diperlukan dalam menjalankan usaha sebagai salah satu kunci keberhasilan untuk meraih kepercayaan publik. Citra positif dari brand suatu produk / jasa ini pada akhirnya akan meningkatkan kepercayaan konsumen untuk menggunakan produk / jasa yang ditawarkan. Hal ini sangat penting karena daya saing dan kesuksesan pemasaran suatu produk / jasa sangat ditentukan oleh pengakuan masyarakat terhadap brand dari produk / jasa tersebut.

    Brand yang kuat dan memiliki citra positif merupakan Jaminan bagi konsumen untuk menggunakan produk / jasa dari brand tersebut dan merupakan Equity bagi perusahaan / produsen. Pada dasarnya konsumen selalu mempertimbangkan brand, khususnya untuk produk yang bersifat non-consumable dan memiliki masa pakai cukup lama. Rasa terjamin dan kepuasan yang didapat dari penggunaan suatu brand merupakan nilai tambah tersendiri bagi konsumen, yang pada akhirnya memberikan nilai tambah pula bagi perusahaan / produsen. Kepercayaan yang diberikan oleh konsumen pada suatu brand membuat konsumen enggan beralih pada brand lain (memperkecil brand switching) karena tidak ingin menanggung resiko pada brand lainnya yang belum tentu memberikan jaminan kepuasan. Sehingga loyalitas konsumen dapat diraih karena konsumen akan selalu melakukan re-selling atas produk-produk dengan brand tersebut. Disamping itu, seorang konsumen yang merasa puas dan terjamin dengan suatu brand akan sangat mungkin menganjurkan calon potensial konsumen lain untuk membeli produk dengan brand tersebut, yang pada gilirannya akan memperluas pangsa pasar dari suatu brand.
    Namun Brand equity hanya dapat tercapai bila konsumen merasa puas dan mendapat kepastian jaminan, yang tentunya tidak terlepas dari kualitas maupun nilai tambah dari produk yang ditawarkan serta kualitas dari layanan yang menyertai penjualan produk tersebut.
    Dan kepuasan konsumen (customer satisfaction) ini hanya akan bisa terjadi bila perusahaan / produsen selalu berupaya melakukan perbaikan dan inovasi terus menerus dalam proses produksi maupun system pelayanan yang efisien, cepat serta responsif terhadap apa yang menjadi kebutuhan serta harapan konsumen.
    Untuk mendapatkan Brand equity yang kuat, maka suatu Brand haruslah dapat menembus batas-batas emosional target pasarnya. Dengan demikian suatu Brand yang memperoleh pengakuan kuat dari konsumennya adalah Brand yang dapat diterima oleh hati konsumennya, bukan sekedar diterima oleh akal. Oleh karena itu perlu diciptakan program-program promosi maupun keperdulian terhadap konsumen (customer care) yang dapat membangun suatu keterikatan emosional antara Brand dengan konsumen / target pasarnya.
    Dengan tercapainya Brand Equity yang kuat serta hubungan emosional dengan target pasarnya yang tentunya harus didukung oleh kualitas produk maupun layanan yang baik, maka seringkali faktor harga tidak lagi menjadi faktor sensitif bagi target pasarnya, karena perceived quality biasanya mempunyai korelasi kuat dengan premium price. Sehingga brand yang dipersepsi selalu menjaga kualitas tinggi umumnya bisa menjual produk / jasa dengan harga yang lebih tinggi karena konsumennya sudah merasa mendapat nilai tambah (value added) yang lebih tinggi dari brand tersebut, yang pada gilirannya dapat memberikan keuntungan lebih bagi perusahaan / produsen. Hal ini telah terjadi pada beberapa brand dalam industri otomotif seperti Mercy dan BMW.
    V. Ciptakan Citra (Image) Positif di Mata Publik
    Penciptaan Citra positif dari suatu perusahaan / produsen penghasil produk / jasa sangat erat kaitannya dengan penciptaan Brand equity untuk dapat meraih kepercayaan publik. Citra positif di mata publik hanya dapat tercapai bila keseluruhan perusahaan mencerminkan citra yang ingin diposisikan tersebut, karena publik akan lebih mengakui citra yang tercermin langsung dari setiap sikap dan kegiatan suatu perusahaan.

    Oleh karena itu langkah awal yang harus diupayakan adalah menanamkan dan meningkatkan keyakinan dan kepercayaan diri di dalam tubuh perusahaan itu sendiri sebagai sebuah perusahaan yang profesional. Untuk selanjutnya sebuah motto dengan citra positif dapat didengungkan ke publik sehingga pada akhirnya perusahaan dapat memperoleh pengakuan dari masyarakat luas.
    a. Tanamkan Kepercayaan dan Keyakinan dalam Tubuh Perusahaan
    Peningkatan citra positif hanya dapat diperoleh dengan adanya Visi dan Misi yang jelas (clear) serta Komitmen yang kuat (strong commitment) dari manajemen puncak terhadap arah dan tujuan usaha.
    Komitmen yang kuat dari jajaran manajemen puncak sangat diperlukan untuk memberikan rasa yakin, percaya dan rasa aman bagi seluruh jajaran karyawan dalam melaksanakan setiap kegiatan usaha yang merupakan ujung tombak pelaksana jalannya usaha guna dapat mencapai tujuan akhir yang telah disepakati bersama.
    Oleh sebab itu Visi dan Misi yang jelas maupun Komitmen yang kuat haruslah didengungkan dan disosialisasikan oleh manajemen puncak ke segenap karyawan, agar memiliki keseragaman sikap, arah gerak dan tujuan.
    Visi dan Misi ini pula yang menjadi cikal bakal dari terbentuknya Budaya perusahaan (corporate culture) yang berakar kuat diseluruh perusahaan serta lahirnya Identitas perusahaan (corporate identity) yang dapat mencirikan Keunggulan utama (core competence) suatu perusahaan di mata publik.
    Nilai-nilai keyakinan dan kepercayaan yang kuat dari seluruh jajaran manajemen maupun karyawan yang tercermin dalam sikap maupun tindakan, secara langsung maupun tidak langsung dapat pula berfungsi sebagai bagian dari mata rantai “public relation” bagi perusahaan maupun brand dari produk / jasa yang dihasilkan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan keyakinan publik akan keunggulan brand tersebut.
    Untuk dapat tumbuh menjadi perusahaan yang profesional maka harus ada suatu nilai-nilai dasar yang sama yang tertanam disetiap sikap (attitude) maupun kegiatan seluruh perusahaan yang pada akhirnya akan membawa perusahaan ke tujuan yang telah ditetapkan bersama.
    Nilai-nilai dasar yang lahir dari Visi dan Misi perusahaan selanjutnya dituangkan dalam bentuk Budaya perusahaan (corporate culture) agar dapat lebih mudah disosialisikan dan diserap sebagai acuan dasar bagi setiap kegiatan perusahaan.
    Budaya perusahaan yang mencerminkan profesionalitas haruslah tersosialisasikan dengan baik (widely shared) dan tertanam kuat diseluruh bidang kegiatan perusahaan (deeply rooted). Namun budaya perusahaan akan lebih mudah tersosialisasi dan tertanam kuat bila ada komitmen yang kuat pula dari seluruh jajaran manajemen untuk menjalankannya.
    Agar lebih mudah tersosialiasi dan tertanam kuat sebagai suatu Budaya perusahaan, maka Visi dan Misi dapat dituangkan dalam bentuk Motto perusahaan.
    Penggunaan Visi dan Misi sebagai Budaya Perusahaan dalam bentuk Motto telah terbukti membawa beberapa perusahaan terkemuka tetap bertahan dan bahkan mencapai puncak keberhasilan.

    Seperti halnya Astra yang berhasil keluar dari kesulitan saat citranya menurun diguncang kasus Bank Suma dan membuktikan dirinya sebagai simbol kemenangan profesionalisme, bahkan telah dianggap sebagai salah satu aset penting dalam dunia perindustrian Indonesia, dengan berpegang teguh pada Catur Dharmanya yaitu “Menjadi aset nasional (Nation), Tim kerja yang tangguh (Team Work), Kualitas (Quality) dan Menjadi yang terbaik (The Best)”. Atau IBM dengan prinsip “Rasa hormat dan pengakuan pada setiap individu, Pelayanan yang terbaik (best service) dan Kualitas (quality)”. Hallmark card yang menganut nilai-nilai “Unggul (quality), Inovatif (inovation), Bermoral (etics) dan Bertanggungjawab (responsible)”. Serta Matsushita yang berpegang pada prinsip “Best service with offering good quality product to fulfill consumer need and expectation”. Nilai-nilai yang dipegang teguh dan dituangkan dari Visi dan Misi yang jelas telah membawa sejumlah perusahaan terkemuka meraih puncak kejayaan dan bahkan pemimpin (leader) dalam bidangnya.
    b. Gemakan Citra Positif ke Seluruh Publik
    Sebuah Citra positif haruslah diupayakan untuk digemakan ke seluruh lapisan masyarakat agar publik dapat mengetahui, menerima, dan pada akhirnya mengakui keberadaan sebuah perusahaan. Citra positif yang didengungkan haruslah disesuaikan dengan Posisi (positioning) yang diinginkan perusahaan dalam lingkup industri / usahanya, yang didukung oleh sikap perusahaan dalam setiap bidang kegiatannya.
    Profesionalitas merupakan kunci sukses utama dalam memenangkan persaingan yang tajam di era globalisasi ini. Oleh karena itu sebuah perusahaan yang menginginkan kesuksesan serta peningkatan daya saing dari produk / jasa yang ditawarkannya haruslah bersikap Profesional dalam setiap bidang kegiatannya.
    Selanjutnya ukuran profesionalitas sangat erat kaitannya dengan Kualitas yang dihasilkan. Dengan demikian perusahaan yang ingin memposisikan dirinya sebagai perusahaan yang profesional haruslah mengutamakan mutu dalam setiap produk maupun jasa yang dihasilkan.
    Untuk dapat mencitrakan dirinya ke publik sesuai dengan posisi yang diinginkan maka disamping budaya perusahaan yang tertanam kuat pada seluruh sikap dan kegiatan perusahaan, diperlukan juga Identitas perusahaan (corporate identity) yang dapat memperlihatkan citra perusahaan tersebut ke masyarakat luas.
    Pemilihan filisofi, semboyan ataupun motto yang tepat sangatlah penting dalam menentukan identitas sebuah perusahaan. Identitas inilah yang akan selalu “mewakili” dan “mencirikan” kekuatan inti (core competence) sebuah perusahaan di masyarakat untuk mencapai citra dan posisi yang diharapkan.
    Beberapa perusahaan yang telah berhasil mencitrakan dirinya melalui identitas yang tepat adalah Mc Donald yang telah berhasil menembus pasar fast food dunia dengan semboyan citranya “Quality, Service, Cleanliness and Value” yang mencerminkan karakter utama serta posisi yang diinginkannya. Atau Singapore Airline yang mencitrakan dirinya dengan simbol “Singapore Girls” yang penuh keramahtamahan, keluwesan, dan senyuman namun tetap cekatan dan selalu menjaga profesionalitas. Cocacola dengan “Always Cocacola” yang mencerminkan keberadaannya dan keunikannya bagi seluruh lapisan masyarakat. Serta Nokia dengan motto “Teknologi yang mengerti Anda (Human Technology)”, yang mencerminkan keperduliannya terhadap kebutuhan konsumen.

    Pemanfaatan figur publik (public figure) yang disegani dan dihormati dalam mendengungkan citra serta komitmen suatu perusahaan juga dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan citra positif yang diinginkan. “Image is Power” demikian pendapat Philip Kotler. Ternyata keberadaan seorang Chief Executive Officer (CEO) atau Pemilik perusahaan yang terkenal dan merupakan figur publik yang disegani dapat memberikan “pengaruh” besar untuk menarik perhatian publik akan produk / jasa yang ditawarkan oleh perusahaannya ataupun meningkatkan citra perusahaannya, serta dapat berperan sebagai “public relation” bagi perusahaannya sendiri baik secara langsung maupun tidak langsung melalui serangkaian komitmennya dalam dunia usaha. Hal ini akan semakin menunjang meningkatnya citra positif perusahaan bila komitmen-komitmen yang dikeluarkan mencerminkan sikap profesionalitas yang tinggi, serta keperdulian terhadap kebutuhan masyarakat yang pada akhirnya dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaannya.
    VI. Jalankan Program Promosi dan Customer Care
    Penggunaan program promosi secara massal yang ditujukan untuk seluruh kategori pelanggan potensial (mass promotion program) seringkali tidak efektif, karena pesan yang disampaikan tidak sampai pada kategori-kategori pelanggan tertentu. Oleh karena itu penggunaan program promosi massal tidak dianjurkan untuk terlalu sering digunakan karena pada akhirnya hanya membuang-buang dana anggaran.
    Agar lebih efektif maka program pemilihan promosi maupun program keperdulian pelanggan (customer care) haruslah tepat dan sesuai dengan kategori pelanggan yang dituju.
    Untuk pelanggan yang sudah pernah membeli produk / jasa dari suatu brand (present customer), tidak diperlukan program promosi yang hanya menjelaskan manfaat produk / jasa secara umum, karena mereka tentunya sudah mengetahui dengan jelas manfaat yang diberikan. Yang diperlukan adalah program promosi serta customer care yang dapat merangsang present customer melakukan re-selling dan bahkan loyal terhadap brand tersebut, seperti pemberian point dalam setiap pembelian produk yang dapat ditukarkan dengan produk senilai tertentu sesuai dengan jumlah point yang terkumpul.
    Sedangkan untuk strong potensial customer (calon pelanggan yang memiliki potensi besar membeli produk / jasa yang ditawarkan), lebih tepat bila diberikan program promosi yang dapat menjelaskan nilai tambah yang diperoleh dari produk / jasa tersebut untuk meningkatkan awarness mereka.
    Adapun untuk fair potensial customer (calon pelanggan yang mungkin dapat tertarik untuk membeli produk / jasa yang ditawarkan), cukup dengan program promosi umum yang menjelaskan manfaat dari produk / jasa tersebut untuk dapat meraih awareness mereka.
    Disamping program-program promosi yang tepat, maka program kepedulian pelanggan (customer care) perlu pula dijalankan untuk dapat membangun hubungan keterikatan emosional pelanggan, khususnya pelanggan lama (present customer) terhadap suatu brand untuk meraih loyalitas mereka. Hal ini diperlukan mengingat biaya yang diperlukan untuk meraih pelanggan baru jauh lebih besar dibandingkan biaya yang diperlukan untuk mempertahankan pelanggan lama, karena untuk dapat meraih pelanggan baru suatu perusahaan masih harus membangun tingkat awarness mereka akan brand tersebut dari awal. Dengan mempertahankan pelanggan lama (present customer), perusahaan sudah dapat langsung menikmati marjin keuntungan (profit) yang lebih tinggi.
    VII. Luncurkan Produk yang Tepat
    Suatu Brand dapat meluncurkan produk yang beragam, sehingga dapat memenuhi permintaan lebih dari satu target pasar. Namun peluncuran setiap jenis produk haruslan sesuai dengan kebutuhan dari setiap target pasar yang dituju, dengan ditunjang oleh program promosi yang sesuai pula. Pelebaran berbagai jenis produk yang disesuaikan dengan kebutuhan dari target pasar yang beragam dapat pula meningkatkan daya saing suatu Brand dalam menguasai pangsa pasar yang lebih luas.
    Strategi peningkatan daya saing Brand ini banyak dijumpai pada industri telepon genggam (hand phone) yang meluncurkan beragam jenis produk untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda dari setiap segmen pasar.
    2.c). Berikan contoh penjelasan (a dan c) di dalam industri penerbangan.
    Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia.
    Secara pasti, dalam lima tahun ini (2005-2010), Garuda Indonesia menunjukkan capaian pelaksanaan program transformasi di seluruh lini perusahaan, mulai dari operasional, bisnis, manajemen, hingga pelayanan.
    Saat ini, Garuda merupakan satu-satunya maskapai nasional yang disegani di ASEAN karena memberikan pelayanan terbaik kepada para pengguna jasa transportasi udara. Posisi teratas ini dibuktikan dari hasil survei yang dilakukan Center for Asia Pacific Aviation (CAPA) pada 2010. Garuda dinobatkan sebagai maskapai penerbangan teratas di ASEAN.
    CAPA merupakan lembaga survei independen penerbangan di Asia Pasifik. Hasil kesimpulannya juga mengacu pada hasil survei Skytrax. Cakupan survei CAPA meliputi kenyamanan penumpang, kualitas makanan, pelayanan awak kabin, pelayanan di darat, dan nilai selama penerbangan (perbandingan tarif dengan manfaat yang diperoleh penumpang).
    Hasilnya, Garuda meraih nilai tertinggi (8,48) di antara maskapai bintang 4 Skytrax di kawasan Asia Tenggara menyisihkan Thai Airways (8,40) dan Bangkok Airways (7,32). Menurut CAPA, keramahan dan pelayanan awak kabin Garuda mendapat pujian terbanyak dari penumpang. Hidangan makanan/minuman di Garuda juga lebih unggul dibanding maskapai lainnya. Garuda juga dinilai unggul dengan jaringan rute domestik dan bisa tetap memberikan pelayanan terbaik di penerbangan berdurasi 50 menit, selain disenangi karena memiliki armada terbaru.
    Terkait hal ini, pemerhati dan pakar hukum penerbangan Kemis Martono mengatakan, transformasi Garuda tidak lepas dari keberanian jajaran direksi dalam melakukan terobosan, khususnya terkait program peremajaan armada dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Peremajaan armada yang dilakukan sejak 2005 membuat penerbangan Garuda lebih aman dibanding maskapai lainnya.
    Keberhasilan Garuda memperoleh pengakuan dari sejumlah organisasi penerbangan dunia bukan sekadar terkait pencitraan, melainkan juga lebih pada kemampuan melakukan perbaikan. Dalam bisnis maskapai penerbangan sipil, sedikit kesalahan bisa mendapat sorotan dari banyak pihak.

    ANALISIS TOWS MATRIX GARUDA INDONESIA
    KSF INTERNAL

    S=KEKUATAN
    – On time performance
    – Service yang cepat dan memuaskan
    – Dibandingkan dengan perusahaan penerbanan domestik lainnya, keamanan
    penerbangan Garuda paling terjamin
    – Memiliki business unit yang mendukung aktivitas perusahaannya
    – Memiliki SDM yang qualified (kompeten)
    W=KELEMAHAN

    – Biaya operational yang tinggi menyebabkan harga tiket pesawat cukup tinggi diantara
    penerbangan domestik lainnya
    – Tingginya tingkat KKN di dalam perusahaan yang dapat merugikan perusahaan
    – Garuda mempunyai utang yang sangat banyak
    O=PELUANG
    – pasar penerbangan internasional yang masih sangat luas
    – meningkatnya kebutuhan masyarakat atas alat transportasi yang lebih cepat
    S-O
    Dengan menambah armada pesawat dan mulai membuka rute ke beberapa negara tetangga lainnya yang sering dikunjungi masyarakat indonesia W-O
    Berusaha menekan harga serendah mungkin agar dapat terjangkau bagi kalanngan masyarakat serta mengawasi keuangan perusahaan.
    T=ANCAMAN
    – Kompetitor yang semakin banyak dengan harga tiket yang kompetitif
    – Kondisi sosial politik yang tidak menentu (misal : ancaman bom)
    – Penurunan nilai mata uang rupiah terhadap dolar AS
    S-T
    Lebih memantapkan posisinya sebagai perusahaan penerbangan terbesar dan terpercaya di Indonesia melalui service yang berkualitas baik sebelum maupun saat penerbangan W-T
    Mulai mempertahankan pangsa pasarnya dari banyak nya competitor baru dengan cara melakukan persaingan harga dengan seketatnya serta pemberian layanan yang membedakannya dengan perusahaan penerbangan lainnya

    ANALISIS MODEL KOMPETITIF PORTER

    Pesaing TradisionalGaruda memiliki salah satu atau internasional kompetitor lokal yang mengoperasikan rute yang sama dengan mereka. Contoh untuk pesaing lokal Merpati Airlines, Air Asia Indonesia, Bouraq Airlines. Contoh untuk kompetitor lokal Merpati Airlines, Air Asia Indonesia, Bouraq Airlines.
    Untuk pesaing internasional Malaysian Airlines, Air Asia Malaysia, China Airlines, Korea Airlines, Thai Airways, KLM, Untuk pesaing internasional Malaysia Airlines, Air Asia Malaysia, China Airlines, Korea Airlines, Thai Airways, KLM,
    Pemain Baru Di Pasar

    Di benak penumpang, maskapai penerbangan terbagi menjadi dua kelompok besar, yaitu pemain lama seperti Garuda, Merpati, dan Mandala; serta pemain baru seperti Lion Air, Jatayu, Adam Air, dan Batavia Air. Pemain lama memiliki citra dapat dipercaya, lebih prestisius, dan merek yang direkomendasi.
    Sementara pemain baru terutama dicirikan oleh harganya yang murah. Pemain baru, khususnya Batavia Air, juga dipersepsikan banyak beriklan dan berpromosi.

    Produk dan jasa pengganti
    Dunia saat ini tren pasar bergerak sangat. Karena krisis ekonomi, sekarang orang lebih disukai untuk bepergian dalam jangka pendek lebih dari jangka panjang. Orang pendek berarti jarak yang melakukan perjalanan di daerah di seluruh negeri. jadi banyak orang terkadang memilih untuk menaiki transportasi laut maupun darat, selain karena jarak yang ditempuh cukup dekat dan biaya murah juga menjadi faktor yang menentukan.

    Pelanggan
    Pelanggan atau target pasar Garuda Indonesia Indonesia are very wide spread. tersebar sangat luas. Untuk pasar lokal, Garuda memiliki segmen tidak. Setiap orang bersedia membayar dan memilih Garuda sebagai pembawa mereka.. Tetapi di pasar internasional, Garuda telah benar-benar tergantung dengan orang-orang pemerintah, pengusaha dan juga pekerja Indonesia / buruh. Mereka belum menyentuh pasar pelajar, meskipun segmen ini merupakan pasar yang sangat potensial bagi mereka karena banyak studi mahasiswa Indonesia di luar negeri.
    Pemasok
    Pemasok pada PT. Garuda Indonesia diseleksi berdasarkan daya saing, fleksibilitas, inovasi dan kekuatan pada penerapan solusi yang dikembangkan, perusahaan mencari bisnis yang mampu dan mempunyai keinginan serta niat baik untuk berbagai tanggung jawab dalam melakukan usaha untuk mengembangkan tingkat kualitas dan layanan dengan biaya terjangkau, keterikatan pemasok terhadap penawaran perusahaan selanjutnya ditindaklanjuti dengan proses pengiriman proposal oleh para pemasok.
    PROSPEK INDUSTRI PENERBANGAN
    Berdasarkan sejarah, industri penerbangan menunjukan perjalanan dengan transportasi udara saat ini menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat dunia dibanding dengan masa lalu. Hal ini ditunjukkan dengan jumlah penumpang yang mencapai lebih dari 2,5 miliar orang dan sekitar 50 juta ton muatan yang menggunakan trasnportasi udara setiap tahunnya. Mengenai dampak pada lingkungan yang dihasilkan industri penerbangan, laporan tersebut mengemukakan bahwa industri ini tetap mencari keseimbangan dengan menekankan keuntungan yang disumbangkannya yang didapatnya bagi masyarakat di seluruh dunia.
    Industri penerbangan saat ini menyumbangkan sekitar dua persen emisi CO2 buatan manusia di seluruh dunia yang menurutnya tidak akan melebih tiga persen hingga 2050.
    Mengenai 80 persen kontribusi gas rumah kaca dari industri ini dari penerbangan jarak jauh yang mencapai 1.500 kilometer sampai saat ini masih belum ditemukan alternatif penggantinya.
    Namun menurunnya angka penurunan pertumbuhan industri penerbangan yang berdampak cukup besar pada lapangan pekerjaan, pertumbuhan ekonomi dan perkembangan sosial, belum tentu akan berdampak pada penurunan emisi.

    PERMASALAHAN STRATEGI PT.GARUDA INDONESIA
    Garuda Indonesia merupakan salah satu contoh perusahaan penerbangan dimana TI dan Internet diterapkan untuk meningkatkan daya saingnya, yang berarti pula meningkatkan pelayanannya kepada pelanggan yang akhirnya dapat menciptakan loyalitas pelanggan terhadap maskapai penerbangan ini. Tak dapat dipungkiri, berbagai aplikasi yang diterapkannya, seperti ERP (Enterprise Resource Planning), terbukti mampu meningkatkan kinerja dan daya saingnya.

    Saat ini, Garuda Indonesia bahkan telah menerapkan aplikasi proses pengadaan secara online (e-Procurement), dan IT Service Management. Selain itu Garuda juga melakukan lelang real-time online (e-Auction) yang di akhir tahun 2006 mendapatkan penghargaan “E-Procurement & E-Auction Award” kategori ‘application of B2B’ dari Kementrian Negara BUMN.
    Perusahaan ini pun sejak Mei 2006 telah (mulai) menerapkan e-ticketing sesuai dengan ketentuan IATA bahwa semua airlines yang menjadi anggota IATA harus sudah menerapkan sistem e-ticketing secara menyeluruh pada akhir bulan Mei 2008.
    Bagi Garuda Indonesia, transformasi melalui pemanfaatan teknologi menjadi sangat berarti; selain karakteristik industri penerbangan yang padat teknologi juga industri ini penuh dengan tuntutan akan inovasi dalam meraih keunggulan bersaing (competitive advantage). Dalam kaitan ini pula, dua dari direktur / figur Board of Directors yang baru (Direktur Strategi & Teknologi Informasi dan Direktur Keuangan) yang ditetapkan Kantor Kementrian BUMN dan Komisaris, terdapat direktur yang khusus menangani strategi dan teknologi informasi, agar pengembangan strategi Garuda Indonesia ke depan dapat didukung oleh teknologi informasi yang lebih sophisticated , sejalan dengan tuntutan lingkungan industri yang dinamis dan kompetitif dewasa ini.
    Kiranya ini memberikan manfaat tersendiri bagi Garuda mengingat secara langsung kita dapat berbagi pengalaman dan transfer of knowledge di bidang teknologi informasi dari penerapan di berbagai perusahaan terkemuka, yang pada akhirnya diharapkan dapat membantu Garuda Indonesia untuk memiliki keunggulan bersaing melalui inovasi dan pengembangan sistem dan teknologi informasi yang tepat untuk peningkatan strategi bisnis yang kompetitif.
    PERMASALAHAN STRATEGI INDUSTRI PENERBANGAN
    Kualitas pelayanan keselamatan dalam penerbangan merupakan pelayanan yang sangat penting untuk diwujudkan oleh perusahaan jasa penerbangan. Karena pelayanan merupakan ujung tombak dalam usaha di bidang jasa. Kualitas tingkat keselamatan merupakan bagian utama dari strategi perusahaan penerbangan dalam rangka meraih keunggulan yang berkesinambungan berkaitan dengan harapan konsumen. Bagi perusahaan jasa kualitas penampilan pelayanan perlu ditawarkan atau dibuktikan untuk diketahui oleh masyarakat, dengan jalan memberikan jaminan keselamatan penumpang dalam penerbangan sehingga pengguna jasa dapat memberikan citra kualitas pelayanan yang positif pada perusahaan. Citra kualitas pelayanan yang positif dari pengguna jasa berarti pelayanan yang ditawarkan perusahaan dapat diterima dan sesuai dengan harapan pengguna jasa atau masyarakat.
    Pengguna jasa yang merasa puas akan pelayanan yang diberikan perusahaan dan mendapatkan rasa aman dan kepercayaan berarti perusahaan jasa memperhatikan kepentingan pelanggan. Pengguna jasa menginginkan tingkat keselamatan yang terjamin dengan pelayanan yang baik dan merasakan kepercayaan dalam perjalanan. Untuk itu, perusahaan berusaha memenuhi harapan pengguna jasa dengan memberikan suatu kepercayaan kepada pelanggan. Saat ini banyak ditemui iklan- iklan dari perusahaan angkutan yang menawarkan harga diskon kepada calon penumpang. Tujuan dari pemberian harga diskon ini sudah pasti untuk menarik minat konsumen dalam menggunakan jasa angkutan, baik darat, laut, ataupun udara. Sebelum para konsumen memilih dan menentukan alternatif pilihan yang berdasarkan harga tiket akan timbul persepsi yang positif ataupun negatif dalam diri konsumen masing – masing.

    Ada banyak faktor yang mempengaruhi ketertarikan penumpang pada transportasi udara.
    Berkurangnya konsumen pemakai jasa angkutan pesawat terbang membuat pihak perusahaan pesawat terbang mengambil langkah secara bijak dengan memberikan tiket harga pada masyarakat umum diharihari tertentu seperti hari lebaran, tutup tahun, atau liburan sekolah, dapat juga potongan harga tersebut diberikan pada pelanggan setelah pelanggan mempergunakan angkutan udara dalam jumlah hitungan yang banyak diberi tiket untuk satu kali perjalanan.
    Dampak tiket yang murah dalam dunia penerbangan tidak semata-mata memberikan segi keuntungan bagi para penumpang pesawat, namun implikasi juga berpengaruh pada kualitas pesawat dan keselamatan dalam penerbangan. Banyak diberitakan di media cetak ataupun di media elektronik tentang kecelakaan dalam sarana tranportasi udara.
    Maka intinya dari masalah strategi jasa penerbangan adalah :
    1. Harga tiket yang murah/terjangkau dari masyarakat menengah ke atas atau bawah.
    2. Keamanan dan keselamatan pengguna di dalam pesawat.
    3. Waktu yang sesuai dengan jadwal penerbangan.

    3.a Dalam pembuatan skedul dikenal berbagai pendekatan yaitu: 1) Gantt Chart, 2) Critical Path Method (CPM) dan Program Evaluation and Review (PERT). Jelaskan prinsip pendekatan ini secara ringkas
    jawab.
    Gantt chart adalah suatu alat yang bernilai khususnya untuk proyek-proyek dengan jumlah anggota tim yang sedikit, proyek mendekati penyelesaian dan beberapa kendala proyek.
    Gantt Chart merupakan diagram perencanaan yang digunakan untuk penjadwalan
    sumber daya dan alokasi waktu (Heizer, Jay dan Render, Barry, 2006). Gantt Chart
    adalah contoh teknik non-matematis yang banyak digunakan dan sangat popular di
    kalangan para manajer karena sederhana dan mudah dibaca.
    Gantt Chart dapat membantu penggunanya untuk memastikan bahwa (Heizer, Jay dan Render, Barry,2006):
    • Semua kegiatan telah direncakan
    • Urutan kinerja telah diperhitungkan
    • Perkiraan waktu kegiatan telah tercatat, dan
    • Keseluruhan waktu proyek telah dibuat
    Karakteristik Gantt Chart
    • Gantt chart secara luas dikenal sebagai alat fundamental dan mudah diterapkan oleh para manajer proyek untuk memungkinkan seseorang melihat dengan mudah waktu dimulai dan selesainya tugas-tugas dan sub- sub tugas dari proyek.
    • Semakin banyak tugas-tugas dalam proyek dan semkin penting urutan antara tugas-tugas maka semakin besar kecenderungan dan keinginan untuk memodifikasi gantt chart.
    • Gantt chart membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan “what if” saat melihat kesempatan-kesempatan untuk membuat perubahan terlebih dahulu terhadap kebutuhan.
    Keuntungan menggunakan Gantt Chart
    • Sederhana, mudah dibuat dan dipahami, sehingga sangat bermanfaat sebagai alat komunikasi dalam penyelenggaraan proyek. Gantt Chart sangat mudah dipahami, balok horizontal (horizontal bar) dibuat pada tiap kegiatan proyek sepanjang garis waktu.
    • Gantt chart digunakan untuk penjadwalan sederhana atau proyek-proyek yang
    kegiatannya tidak terlalu berkaitan atau proyek kecil, sedangkan network untuk
    penjadwalan proyek yang rumit.
    • Gantt Chart juga dapat digunakan untuk penjadwalan operasi yang berulang.
    • Dapat menggambarkan jadwal suatu kegiatan dan kenyataan kemajuan sesungguhnya pada saat pelaporan
    • Bila digabungkan dengan metoda lain dapat dipakai pada saat pelaporan
    Kelemahan Gantt Chart
    • Tidak menunjukkan secara spesifik hubungan ketergantungan antara satu kegiatan dan kegiatan yang lain, sehingga sulit untuk mengetahui dampak yang diakibatkan oleh keterlambatan satu kegiatan terhadap jadwal keseluruhan proyek.
    • Sulit mengadakan penyesuaian atau perbaikan/pembaharuan bila diperlukan, karena pada umumnya ini berarti membuat bagan balok baru.
    • Gantt chart tidak bisa secara eksplisit menunjukkan keterkaitan antara
    aktivitas dan bagaimana satu aktivitas berakibat pada aktivitas lain bila waktunya
    terlambat atau dipercepat, sehingga perlu dilakukan modifikasi terhadap Gantt chart.
    CPM (Critical Path Method)
    CPM (Critical Path Method) adalah teknik menajemen proyek yang menggunakan hanya satu factor waktu per kegiatan. Merupakan jalur tercepat untuk mengerjakan suatu proyek, dimana setiap proyek yang termasuk pada jalur ini tidak diberikan waktu jeda/istirahat untuk pengerjaannya. Dengan asumsi bahwa estimasi waktu tahapan kegiatan proyek dan ketergantungannya secara logis sudah benar. Jalur kritis berkonsentrasi pada timbal balik waktu dan biaya. Menurut Ir.Rakhma Oktavina, M.T. jalur kritis merupakan jalur yang terdiri dari kegiatan-kegiatan yang bila terlambat akan mengakibatkan keterlambatan penyelesaian proyek.
    Lintasan kritis (critical path) mengandung makna bahwa aktifitas-aktifitas yang ada pada lintasan itu tidak boleh terlambat dikerjakan dan butuh perhatian khusus dari manajemen (Nasrullah, 1996).

    Langkah-langkah dalam perencanaan proyek menggunakan metode CPM :

    Tentukan rincian kegiatan. Dari rincian kegiatan yang harus dilakukan dalam sebuah proyek, tambahkan informasi durasi dan identifikasikan prasyarat kegiatan sebelumnya yang harus terselesaikan terlebih dahulu.
    Tentukan urutan kegiatan dan gambarkan dalam bentuk jaringan. Beberapa kegiatan akan dapat dimulai dengan sangat tergantung pada penyelesaian kegiatan lain. Relasi antar kegiatan ini harus diidentifikasi dan digambarkan secara berurutan dalam bentuk titik dan busur.
    Susun perkiraan waktu penyelesaian untuk masing-masing kegiatan. Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap kegiatan dapat diestimasi dengan menggunakan pengalaman masa lalu atau perkiraan dari para praktisi. CPM tidak memperhitungkan variasi waktu penyelesaian, sehingga hanya satu perkiraan yang akan digunakan untuk memperkirakan waktu setiap kegiatan.
    Identifikasi jalur kritis (jalan terpanjang melalui jaringan). Jalur kritis adalah jalur yang memiliki durasi terpanjang yang melalui jaringan. Arti penting dari jalur kritis adalah bahwa jika kegiatan yang terletak pada jalur kritis tersebut tertunda, maka waktu penyelesaian proyek secara keseluruhan otomatis juga akan tertunda.
    Pada jalur selain jalur kritis, akan ditemui waktu longgar/waktu toleransi (slack time) yaitu sejumlah waktu sebuah kegiatan dapat ditunda tanpa menunda penyelesaian proyek secara keseluruhan.
    Update Diagram CPM. Pada saat proyek berlangsung, waktu penyelesaian kegiatan dapat diperbarui sesuai dengan diperolehnya informasi dan asumsi baru. Sebuah jalur kritis baru mungkin akan muncul, dan perubahan bentuk jaringan sangat mungkin harus dilakukan.

    Project Evaluation and Review Technique (PERT)
    Pengertian PERT (menurut Jay Heizer & Barry Render, 2005) adalah Untuk membagi keseluruhan proyek ke dalam kejadian dan aktivitas. Suatu kejadian menandai mulainya atau selesainya tugas atau aktivitas tertentu. Suatu aktivitas di sisi lain adalah suatu tugas atau subproyek yang terjadi antara dua kejadian. Menurut (Jay Heizer & Barry Render, 2005), dalam jaringan PERT kita menetapkan tiga perkiraan waktu (three times estimates) untuk masing-masing jaringan aktivitas. Three times estimates meliputi:
    a. Waktu optimis (optimistic time) (a) : adalah waktu terpendek kejadian yang Mungkin terjadi. Waktu yang dibutuhkan oleh sebuah kegiatan jika semua hal berlangsung sesuai rencana. Dalam memperkirakan nilai ii, biasanya terdapat peluang kecil (katakanlah,1/100) bahwa waktu kegiatan akan b
    c. Waktu realistis (most likely time) (m) : waktu yang paling tepat untuk penyelesaian aktivitas dalam jaringan PERT, merupakan waktu yang paling sering terjadi jika suatu aktivitas diulang beberapa kali.

    Kelebihan dan Keterbatasan PERT
    Menurut (Jay Heizer & Barry Render, 2005), kelebihan PERT :
    1. Sangat berguna terutama saat menjadwalkan dan mengendalikan proyek besar.
    2. Konsep yang lugas atau secara langsung (straightforward) dan tidak memerlukan perhitungan matematis yang rumit.
    3. Jaringan grafis membantu melihat hubungan antar kegiatan secara cepat.
    4. Analisis jalur kritis dan waktu slack membantu menunjukkan kegiatan yang perlu diperhatikan lebih dekat.
    5. Dokumentasi proyek dan gambar menunjukkan siapa yang bertanggung jawab untuk kegiatan yang beragam.
    6. Dapat diterapkan untuk proyek yang bervariasi.
    7. Berguna dalam mengawasi jadwal dan biaya.

    Menurut (Jay Heizer & Barry Render, 2005), keterbatasan dalam PERT :
    1. Kegiatan proyek harus ditentukan secara jelas, dan hubungannya harus bebas dan stabil.
    2. Hubungan pendahulu harus dijelaskan dan dijaringkan bersama-sama.
    3. Perkiraan waktu cenderung subjektif dan bergantung pada kejujuran para manajer yang takut akan bahaya terlalu optimistis atau tidak cukup pesimistis.
    3.b. Seorang manajer proyek adalah seorang yang memiliki kecakapan dan kefleksibelan mumpuni sehingga dia dikenal sebagai seorang yang “highly visible responsible”.

    Artinya seorang manajer proyek sangat terlihat bertanggung jawab.
    Manajemen proyek dapat didefinisikan sebagai suatu proses dari perencanaan, pengaturan, kepemimpinan, dan pengendalian dari suatu proyek oleh para anggotanya dengan memanfaatkan sumber daya seoptimal mungkin untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan. Fungsi dasar manajemen proyek terdiri dari pengelolaan-pengelolaan lingkup kerja, waktu, biaya, dan mutu. Pengelolaan aspek-aspek tersebut dengan benar merupakan kunci keberhasilan dalam penyelenggaraan suatu proyek.
    Dengan adanya manajemen proyek maka akan terlihat batasan mengenai tugas, wewenang, dan tanggung jawab dari pihak-pihak yang terlibat dalam proyek baik langsung maupun tidak langsung, sehingga tidak akan terjadi adanya tugas dan tangung jawab yang dilakukan secara bersamaan (overlapping).
    Apabila fungsi-fungsi manajemen proyek dapat direalisasikan dengan jelas dan terstruktur, maka tujuan akhir dari sebuah proyek akan mudah terwujud, yaitu:
    1. Tepat Waktu
    2. Tepat Kuantitas
    3. Tepat Kualitas
    4. Tepat Biaya sesuai dengan biaya rencana
    5. Tidak adanya gejolak sosial dengan masyarakat sekitar
    6. Tercapainya K3 dengan baik
    Pelaksanaan proyek memerlukan koordinasi dan kerjasama antar organisasi secara solid dan terstruktur. Dan hal inilah yang menjadi kunci pokok agar tujuan akhir proyek dapat selesai sesuai dengan schedule yang telah direncanakan.
    Dalam pengertian sesungguhnya, Manajer Proyek harus:
    • Menyiapkan dan menggerakkan semua rencana proyek dalam batasan biaya, waktu, dan fungsi.
    • Menjadi penguasa pusat untuk teknik dan keputusan manajemen dalam proyek.
    • Bertanggung jawab untuk hasil akhir yang baik dalam proyek dalam batasan biaya, waktu, dan fungsi.
    • Menjadi pemimpin yang melaporkan proyek ke manajemen yang lebih tinggi.
    • Memiliki pengaruh setara dengan manajer dalam merencanakan kegunaan dan alokasi sumber daya.
    Faktor vital dalam manajemen
    Dalam semua manajemen bisnis, ahli-ahli, profesi, bahkan dinas pemerintah, proyek besar dan kecil, perusahaan besar dan kecil,
    terdapat 3 faktor vital kesuksesan sebuah perusahaan/organisasi :
    • Kemampuan dasar pengusaha, menemukan atau berinovasi dan kemampuan menjual.
    • Perlakuan terhadap manusia (karyawan).
    • Pengetahuan manajemen teknik
    Teknik Utama
    Dalam mempelajari teknik manajemen proyek, sangat penting untuk mengenali poin-poin kunci yang meliputi kesuksesan proyek. Pentingnya definisi ini muncul selama dan sesudah perang dunia II, khususnya di Amerika, tetapi juga di Inggris.
    Perang tersebut, dengan penemuan dalam sains, proyek kompleks (khususnya industri pesawat), kelengkapan yang penting, dan kebutuhan vital untuk sukses, menghasilkan teknik manajemen baru. Manajemen yang intuitif tidak bisa bertahan terhadap tekanan dan meningkatnya situasi kompleks.
    Karena itu disiplin operasi dan asisten untuk alat alat, seperti komputer, harus mengarah ke manager yang modern di semua tingkatan manajemen.

    Teknik Kunci No.1
    Menggambarkan Pekerjaan
    • Apa itu pekerjaan? Deskripsikan, dan identifikasikan,
    spesifikasikan sedetail mungkin. Untuk menggambarkan pekerjaan, kita harus bertanya dan menerima jawaban yang cocok dengan jawaban
    lain.
    • Secepatnya, kita harus mampu menggambarkan pekerjaan seperti bahwa kita memiliki kepercayaan diri penuh terhadap semua fakta yang diketahui dan poin-poin yang harus diantisipasi karena bidang
    perusahaan dikombinasikan untuk menspesifikasikan tugas yang digambarkan.
    Teknik Kunci No.2
    Ketahui berapa total sumberdaya yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan
    • Dalam batasan keuangan. Dalam usaha manusia, fisik dan mental.
    • Ingat, bahwa yang tidak bisa dipisahkan dalam membuat keputusan tentang sumberdaya yakni harus direalisasikan terhadap efek skala waktu, kualitas, reliabilitas, biaya dan biaya produksi.
    Teknik Kunci No.3
    Ketahui skala waktu dalam batasan semua aktivitas, peristiwa dan sumber daya.
    • Untuk memperoleh sumber daya
    • Menerapkan dan mempekerjakan sumber daya
    • Dalam membuat rencana waktu lengkap untuk suatu proyek, banyak aktivitas secara normal muncul.
    • Sebagian dari logika akan diperbaiki, tetapi akan jadi menguntungkan ke secara menyeluruh menguji logika seperti halnya waktu aktivitas.
    Teknik Kunci No.4
    Apakah kualitas dan reliabilitas (kehandalan) harus dicapai?
    • Dengan teknologi modern dan teknik mengontrol nilai, kualitas dan reliabilitas bisa didapat tanpa biaya ekstra, dan di kasus tertentu pada biaya rendah.
    • Melihat teknologi terbaru, komponen yang lebih sedikit, dan melihat nilai terbaik. Menggunakan analisis nilai dan teknik.
    Teknik Kunci No.5
    Ketahui biaya produksi!
    Mengetahui bahwa biaya produksi sangat vital, salah satu dari kekuatan yang dimiliki perusahaan.
    Price (harga) – Cost (biaya) = Profit (laba)
    Secara kontinu menekan perusahaan lebih efisien, cepat dan pembiayaan yang akurat.
    Teknik Kunci No.6
    Membuat kelanjutan, kesadaran pendekatan secara disiplin untuk
    mengoptimalkan nilai
    • Apa yang didapatkan dengan uang kita.
    • Nilai optimal bila “Fungsi” diperoleh dengan biaya terendah atas skala waktu dan kualitas
    • Gunakan analisis nilai, dan teknik penilaian.
    Teknik Kunci No.7
    Mengukur Performa Proyek
    • Harus mengidentifikasikan masalah dikaitkan oleh pengetahuan kita secara detail, ukuran dan kendali terhadap proyek. Kita lalu bisa melakukan koreksi.
    Setelah mengukur, lalu menilai dan melakukan kontrol.

    • Mengukur performa semua yang mempengaruhi proyek : Subkontraktor, semua personel perusahaan yang berkontribusi, dan kontribusi customers, juga premi, dan utang.
    Manajer proyek sering disebut diantaranya yakni Project Engineer, Project Director, Project Co- Ordinator, Technical Project Manager, Contacts
    Engineer, Assistant Project Managers, dan Construction Management.
    4.A. Apa yang dimaksud dengan pengadaan barang dan jasa secara online ?
    LPSE adalah unit kerja yang dibentuk di seluruh Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah/lnstitusi Lainnya (K/L/D/I) untuk menyelenggarakan sistem pelayanan pengadaan barang/jasa secara elektronik serta memfasilitasi ULP/Pejabat Pengadaan dalam melaksanakan pengadaan barang/jasa secara elektronik. ULP/Pejabat Pengadaan pada Kementerian/Lembaga/Perguruan Tinggi/BUMN yang tidak membentuk LPSE dapat menggunakan fasilitas LPSE yang terdekat dengan tempat kedudukannya untuk melaksanakan pengadaan secara elektronik. Selain memfasilitasi ULP/Pejabat Pengadaan dalam melaksanakan pengadaan barang/jasa secara elektronik LPSE juga melayani registrasi penyedia barang dan jasa yang berdomisili di wilayah kerja LPSE yang bersangkutan
    Pengadaan barang/jasa secara elektronik akan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, meningkatkan akses pasar dan persaingan usaha yang sehat, memperbaiki tingkat efisiensi proses pengadaan, mendukung proses monitoring dan audit dan memenuhi kebutuhan akses informasi yang real time guna mewujudkan clean and good government dalam pengadaan barang/jasa pemerintah.
    Dasar hukum pembentukan LPSE adalah Pasal 111 Nomor 54 Tahun 2010 tentang pengadaan barang/jasa pemerintah yang ketentuan teknis operasionalnya diatur oleh Peraturan Kepala LKPP Nomor 2 Tahun 2010 tentang Layanan pengadaan Secara Elektronik. LPSE dalam menyelenggarakan sistem pelayanan Pengadaan Barang/Jasa secara elektronik juga wajib memenuhi persyaratan sebagaimana yang ditentukan dalam Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik
    Layanan yang tersedia dalam Sistem Pengadaan Secara Elektronik saat ini adalah e-tendering yang ketentuan teknis operasionalnya diatur dengan Peraturan Kepala LKPP Nomor 1 Tahun 2011 tentang Tata Cara E-Tendering. Selain itu LKPP juga menyediakan fasilitas Katalog Elektronik (e-Catalogue) yang merupakan sistem informasi elektronik yang memuat daftar,jenis, spesifikasi teknis dan harga barang tertentu dari berbagai penyedia barang/jasa pemerintah, proses audit secara online (e-Audit), dan tata cara pembelian barang/jasa melalui katalog elektronik (e-Purchasing).
    Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE)
    SPSE merupakan aplikasi e-procurement yang dikembangkan oleh Direktorat e-Procurement – LKPP untuk digunakan oleh LPSE di seluruh K/L/D/I. Aplikasi ini dikembangkan dengan semangat efisiensi nasional sehingga tidak memerlukan biaya lisensi, baik lisensi SPSE itu sendiri maupun perangkat lunak pendukungnya.
    SPSE dikembangkan oleh LKPP bekerja sama dengan:
    1. Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) untuk fungsi enkripsi dokumen
    2. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk sub sistem audit

    4.b. Apa manfaat daripada pengadaan barang dan jasa secara online baik kepada pelaksana maupun kepada pemerintah dan perekonomian
    Manfaat pengadaan barang dan jasa secara online banyak sekali baik untuk pelaksana maupan pemerintah, diantaranya : informasi pengadaan barang dan jasa bisa cepat diakses, praktis, tidak memakan waktu yang lama, sehingga kita bisa mendapatkan baran dan jasa tepat waktu. Dengan tersedianya barang dan jasa bisa memacu kinerja perusahaan/pemerintah sehingga meningkatkan perekonomian.
    4.c. Bagaimana cara mempertimbangkan pemilihan penyedia layanan secara teori.
    Penyedia layanan (Service Provider), Barata 2003 adalah :
    Pihak uang dapat memberikan suatu layanan tertentu kepada konsumen, baik berupa layanan dalam bentuk penyediaan dan penyerahan barang (goods) atau jasa-jasa (service).
    Kriteria-kriteria pemilihan penyedia layanan :
    Kesederhanaan, Reliabilitas, Tanggung jawab dari petugas pelayanan, Kecakapan para petugas pelayanan, Pendekatan kepada pelanggan dan kemudahan kontak pelanggan dengan petugas pelayanan, Keramahan , keamanan, mengerti apa yang diharapkan pelanggan, kenyataan, efisien, ekonomis.
    5.Diketahui informasi dari pengalaman satu proyek, waktu yang dibutuhkan (T) = 62 minggu, sedangkan variasi adalah 72. Berapakah kemungkinan proyek itu selesai 18 hari sebelum waktu normal pengerjaan proyek?
    Jawab :

    Diketahui : a = 3 minggu (18 hari), m = 62 minggu, b = 72 minggu

    Waktu yang diharapkan :
    t = a + 4m + b = 3 + 4(62) + 72 = 3+248+72 = 323 = 53,83 = 54 minggu
    6 6 6 6

    Varian : (b-a) ² = (72-3) ² = 69 ² = 4761 = 132,25
    6 6 6 36

    Waktu normal pengerjaan 54 minggu, kemungkinan proyek selesai 18 hari membutuhkan varian 132,25.

    Komentar oleh yemi suwarti | Februari 12, 2015 | Balas

  7. Selamat Siang, Pak Jo. Salam sejahtera bagi kita semua. Berikut saya lampirkan jawaban dari UJIAN SEMESTER ANGKATAN 19 KELAS PAGI.
    Dosen : Dr. Johannes, S.E., M.Si
    Disusun Oleh :

    PRISKILA MUTIARA SM
    P2C214058

    MAGISTER MANAJEMEN
    UNIVERSITAS JAMBI
    2015

    1. A. Keterlibatan Karyawan dan Tingkat Kustomisasi (customization)
    Kustomisasi massal merupakan pembuatan produk dan jasa yang dapat memenuhi keinginan pelanggan yang semakin uniksecara cepat dan murah. Namun, kustomisasi massal bukan hanya mengenai apa yang diinginkan pelanggan dan kapan pelanggan menginginkannya dengan tepat. Kustomisasi massal memberikan kita keragaman produk yang biasanya dapat disediakan oleh manufaktur bervolume rendah (fokus pada proses) dengan biaya seperti manufaktur bervolume tinggi dan terstandarisasi (fokus pada produk). Pada tahap kustomisasi massal merupakan suatu tantangan yang membutuhkan peningkatan kemampuan operasional dimana harus membangun proses yang pemanfaatan sumber daya organisasi secara imajinatif dan agresif.
    Penjadwalan yang sangat efektif, fleksibilitas personel dan fasilitas,rantai pasokan yang mendukung, dan yang cepat juga dibutuhkan. Hal-hal inilah yang mempengaruhi kesepuluh keputusan MO sehingga membutuhkan manajemen operasi yang sangat baik.
    Membuat kustomisasi massal berfungsi kustomisasi massal berarti sebuah sistem dimana produk dibuat sesuai pesanan (built-to-order). Built-to-order berarti memproduksi sesuai pesanan pelanggan, bukan sesuai peramalan pasar. Seperti yang diperlihatkan Dell Computers, built-to-order dapat menjadi stategi untuk mendapatkan pesanan jika dilakukan dengan cepat. Namun, built-to-order adalah stategi yang sulit.Berikut beberapa tantangan besarnya.
    Kustomisasi massal/build-to-order adalah hal yang sulit, tetapi merupakan suatu hal baru yang diperlukan dalam operasi. Terdapat beberapa keuntungan dalam kustomisasi massal dan build-to-order: pertama, perusahaan memperoleh pesanan dan tetap berjalan dengan memenuhi permintaan pasar ; sebagai tambahan, mereka dapat mengurangi pengeluaran besar pada organisasi yang ada (dari karyawan hingga gudangan hingga fasilitas) karena perkiraan penjualan yang tidak tepat. Kustomisasi missal dan build-to-order dapat dilakukan-dan manajer operasi pada perusahaan terkemuka sanggup tantangan tersebut.
    B.Sifat Tindakan Layanan dan Penerima Langsung Layanan
    Pelayanan dapat didefinisikan sebagai tindakan atau kinerja yang menciptakan manfaat bagi pelanggan dengan mewujudkan perubahan yang diinginkan dalam diri atau atas nama penerima. Sehingga pelayanan itu sendiri memiliki nilai tersendiri bagi pelanggan dalam hubungannya dengan menciptakan nilai-nilai pelanggan.
    Christian Gronroos mengemukakan bahwa terdapat empat faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan, yaitu :
    1. Menjaga dan memperhatikan , bahwa pelanggan akan merasakan karyawan dan sistem opersional yang ada dapat menyelesaikan problem mereka.
    2. Spontanitas, dimana karyawan menunjukkan keinginan untuk menyelesaikan masalah pelanggan.
    3. Penyelesaian masalah, karyawan yang berhubungan langsung dengan pelanggan harus memiliki kemampuan untuk menjalankan tugas berdasarkan standar yang ada, termasuk pelatihan yang diberikan untuk dapat memberikan pelayanan yang lebih baik.
    4. Perbaikan, apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan harus mempunyai personel yang dapat menyiapkan usah-usaha khusus untuk mengatasi kondisi tersebut.
    Menurut Tjiptono, ada 4 karakteristik pokok pelayanan (jasa) yang membedakannya dengan barang , yaitu :
    1. Intangibility : tidak ada bentuk fisiknya sehingga tidak dapat dilihat, oleh karena itu pemasar menggunakan sejumlah alat untuk membuktikan kualitas pelayanan (jasa) yang ditawarkan.
    2. Inseparability : pelayanan (jasa) yang dijual tidak terpisahkan dari orang yang memasarkan. Pelayanan (jasa) diproduksi dan dikonsumsi pada saat yang bersamaan. Service provider (penyedia jasa) dan customer (pelanggan) akan bertemu secara langsung maupun tidak langsung sehingga hal ini mempengaruhi kualitas pelayanan (jasa) dan karena itu pula tidak dapat distandarisasi.
    3. Variability : pelayanan (jasa) yang beragam sangat tergantung siapa yang menyajikan, oleh karena itu untuk dapat mengendalikan kualitas, PLN melakukan seleksi yang ketat dan pelatihan yang tersistem bagi SDMnya, menstandarisasi proses kinerja pelayanan (jasa) di seluruh internal PLN, memonitor kepuasan pelanggan melalui survei atau kotak saran.
    4. Perishability : Karena sifatnya yang tidak dapat disimpan, maka PLN harus mampu menjaga kontinuitas pasokan listrik .
    Pelanggan menurut Francis Buttle dalam konteks bisnis ke bisnis (B2B), adalah sebuah organisasi perusahaan atau sebuah institusi, sedangkan pelanggan dalam konteks bisnis ke konsumen (B2C) adalah konsumen akhir, yakni seorang individu atau sebuah keluarga. Kualitas layanan harus dimulai dari kebutuhan pelanggan dan berakhir pada harapan pelanggan. Hal ini berarti bahwa citra kualitas yang baik bukan berdasarkan sudut pandang produsen, melainkan berdasarkan sudut pandang harapan pelanggan. Lebih lanjut Valarie A.Zeithaml dan Mary Jo Bitner mendefinisikan harapan pelanggan sebagai berikut ” Customer expectations are the standards of or reference points for performance againts which service experiences are compared and are often formulated in terms of what customer believes should or will happen”. Artinya adalah bahwa harapan pelanggan merupakan standar acuan yang menjadi petunjuk bagi pelanggan sebelum membeli suatu produk dalam menilai kinerja produk tersebut.
    Menurut Valarie A.Zeithaml dan Mary Jo Bitner, ada 2 level dari harapan pelanggan, yaitu :
    1. Desired service
    Suatu level yang merupakan harapan dari pelanggan mengenai pelayanan yang mereka inginkan. Level ini merupakan perpaduan antara kepercayaan tentang ”yang diterima” (can be) dan ”yang seharusnya diterima”(should be).
    2. Adequate service
    Suatu tingkatan dimana pelanggan akan menerima pelayanan. Dan juga pada level ini merupakan kemampuan dari pihak manajemen untuk memberikan pelayanan kepada pelanggan. Dalam tingkatan ini pelanggan akan mendapatkan pelayanan yang cukup.
    C. Sifat Penyampaian Jasa dan Hubungan antara Organisasi Penyedia Jasa (provider) dan Pelanggannya.
    Segitiga menggambarkan tiga kelompok yang saling berhubungan yang bekerja bersama untuk mengembangkan, mempromosikan dan menyampaikan jasa. Ketiga pemain utama ini diberi nama pada poin segitiga: perusahaan (SBU atau departemen atau manajemen), pelanggan dan provider (pemberi jasa). Provider dapat pegawai perusahaan, subkontraktor, atau pihak luar yang menyampaikan jasa perusahaan. Antara ketiga poin segitiga ini, tiga tipe pemasaran harus dijalankan agar jasa dapat disampaikan dengan sukses: pemasaran eksternal (external marketing), pemasaran interaktif (interactive marketing), dan pemasaran internal (internal marketing).
    Pada sisi kanan segitiga adalah usaha pemasaran eksternal yaitu membangun harapan pelanggan dan membuat janji kepada pelanggan mengenai apa yang akan disampaikan. Sesuatu atau seseorang yang mengkomunikasikan kepada pelanggan sebelum menyampaikan jasa dapat dipandang sebagai bagian dari fungsi pemasaran eksternal. Pemasaran eksternal yang merupakan permulaan dari pemasaran jasa adalah janji yang dibuat harus ditepati.
    Pada dasar segitiga adalah akhir dari pemasaran jasa yaitu pemasaran interaktif atau real time marketing. Disini janji ditepati atau dilanggar oleh karyawan, subkontraktor atau agen. Ini merupakan titik kritis. Apabila janji tidak ditepati pelanggan akan tidak puas dan seringkali meninggalkan perusahaan. Sisi kiri segitiga menunjukkan peran kritis yang dimainkan pemasaran internal. Ini merupakan kegiatan manajemen untuk membuat provider memiliki kemampuan untuk menyampaikan janji-janji yaitu perekrutan, pelatihan, motivasi, pemberian imbalan, menyediakan peralatan dan teknologi. Apabila provider tidak mampu dan tidak ingin memenuhi janji yang dibuat, perusahaan akan gagal, dan segitiga jasa akan runtuh.
    2. A. Apa yang dimaksud dengan daya saing?
    Daya saing adalah Kapasitas bangsa untuk menghadapi tantangan persaingan pasar internasional dan tetap menjaga atau meningkatkan pendapatan riil-nya (Council of Competitiveness, Washington, DC, 2006)
    Daya saing merupakan kemampuan menghasilkan produk barang dan jasa yang memenuhi pengujian internasional, dan dalam saat bersamaan juga dapat memelihara tingkat pendapatan yang tinggi dan berkelanjutan, atau kemampuan daerah menghasilkan tingkat pendapatan dan kesempatan kerja yang tinggi dengan tetap terbuka terhadap persaingan eksternal (European Commission, 1999).
    Daya saing didefinisikan sebagai posisi relatif dari salah satu pesaing terhadap para pesaing yang lain.
    • Posisi relatif masa kini, melihat ke masa depan
    Daya saing dapat disebut sebagai kesiapan suatu bangsa untuk interaksi daya saing masa depan. Agar menjadi kompetitif dalam arti ini adalah memiliki peluang untuk menang bagi sejumlah pemain industri yang menghadapi biaya tinggi.
    Beberapa ukuran kriteria ini biasanya didiskusikan dalam lingkungan bisnis dan politik sekarang. Salah satunya adalah upah pekerja dalam sebuah negara. Statistik yang sering kali disebutkan dalam debat mengenai mengendurnya hambatan perdagangan internasional adalah daya saing, upah pekerja A.S. dalam hubungan dengan upah yang rendah di Negara-negara lain seperti Meksiko. Hal ini menciptakanbeberapa kontroversi dan suatu dilemaetika untuk manajer ketika perusahaan mencari pekerja dengan upah rendah menutup pabrik di Amerika Serikat dan memindahkan fasilitas produks ke Negara lain. Ukuran lain yang digunakan dari kriteria ini adalah tingkat pendidikan dari angkatan kerja bangsa tersebut. Wakil pemerintah yang mencoba menarik investasi baru dalam konomi.

    • Posisi relatif masa kini, dari dari masa lalu ke masa kini
    Daya saing dapat juga digambarkan sebagai sebuah bechmaring untuk prestasi yang telah lampau. Agar menjadi ompetitif dalam arti ini adalah berhasil dalam mencapai peringkat tertentu yang diinginkan. Ukuran yang sering dipakai dalam criteria ini adalah bagian pasar dunia dari suatu Negara. Jadi, bila perusahaan Jepang mempunyai persentase signifikan dari pasar dunia VCR (Video Cassette Recorder) mereka dikatakan kompetitifdalam usaha mereka sampai sekarang dari masa lalu ke masa kini. Ukuran lain dari criteria ini adalah standar kehidupan suatu Negara. Sebuah Negara dapat dikatakan kompetitif bila pendapatan perkapita, pelayanan kesehatan dan harapan hidup untuk warga negaranya relatif unggul dibandingkan yang dapat diharapkan oleh warga Negara dari bangsa lain.
    B. Jelaskan ke tiga strategi yang berkaitan untuk membangun daya saing layanan
    1. Compliance Management
    Pemenuhan atas semua aturan yang memberikan suatu tekanan baru untuk mencari metode-metode yang lebih baik. Penilaian terhadap pemenuhan regulasi tersebut akan sangat membutuhkan sistem-sistem yang mengotomatisasikan analisi secara manual dan proaktif dalam pemantauan berbagai proses bisnis yang pada akhirnya akan menurunkan biaya audit.
    2. Profitability Management
    Dorongan untuk mengelola biaya dan mengoptimalkan pendapatan akan lebih menajamkan fokus perhatian perusahaan terhadap peningkatan profitabilitas di perusahaan secara keseluruhan.
    3. Process Improvement
    Menuntut perusahaan agar lebih fokus dalam menilai dan meningkatkan proses-proses operasional yang telah dimiliki.

    C. Berikan contoh penjelasan (a dan b) di dalam industri penerbangan.
    Saat ini persaingan dalam industri penerbangan begitu ketatnya. Sayangnya tidak semua memperhatikan kepuasan pelanggan namun hanya memikirkan keuntungan. Dengan konsep LCC (Low Cost Carier) harga tiket pesawat menjadi lebih murah. Untuk menekan harga tiket tak sedikit maskapai penerbangan yang tidak mengindahkan kualitas pelayanan bahkan keamanan/keselamatan penumpangnya. Berbeda dengan Garuda Indonesia yang menerapkan TI untuk meningkatkan daya saing tanpa mengurangi kualitas pelayanan.

    ERP, E-Procurement, E-Auction, E-Ticketing dan IT Service management merupakan sejumlah penerapan TI yang dilakukan oleh Garuda Indonesia untuk meningkatkan daya saingnya, dan hal ini terbukti dengan loyalnya pengguna jasa penerbangan ini. Secara Objektif penulis pun sebagai pengguna jasa penerbangan yang sudah beberapakali menggunakan berbagai jenis maskapai yang terdapat di Indonesia, merasakan sendiri kualitas pelayanan Garuda Indonesia yang memuaskan mulai dari Ground sampai Air hingga sampai ke Ground lagi, walaupun belum se-the best as Singapore Air. Tapi untuk ukuran Nasional Garuda Indonesia termasuk yang terbaik.

    Seyogyanya, maskapai penerbangan lain dapat menerapkan TI yang tepat dan sustainable untuk menunjang kualitas pelayanannya, sehingga tidak menekan biaya tiket dengan mengurangi kualitas pelayanan bahkan keamanan penumpang.

    3. A. Dalam pembuatan schedule dikenal berbagai pendekatan yaitu: 1) Gantt Chart, 2) Critical Path Method (CPM) dan Program Evaluation and Review (PERT). Jelaskan prinsip pendekatan ini secara ringkas.

    Peta Gantt
    Peta Gantt ditemukan di awal tahun 1900 oleh Henry L.Gantt, seorang engineer dan ahli sosial yang hidup dalam masa yang sama dengan F.W.Taylor. Gantt berhasil menciptakan sebuah peta yang pada dasarnya menggambarkan pekerjaan yang harus dilaksanakan, dan menunjukkan hubungan antara semua fase atau tingkat dari pekerjaan. Pada saat itu, peta ini digunakan untuk menanggulangi masalah pengendalian produksi yang dikenal dengan Peta Gantt atau Gantt Chart.
    Peta Gantt disusun dengan maksud mengidentifikasi unsur waktu dan urutan dalam merencanakan suatu kegiatan yang terdiri dari: waktu mulai, waktu penyelesaian, dan pada saat pelaporan. Sampai sekarang, metode peta Gantt masih digunakan secara luas baik berdiri sendiri maupun dikombinasikan dengan teknik lain yang lebih canggih.
    Gantt mempergunakan Gantt Milestone Chart (peta tonggak kemajuan Gantt). Milestone atau tonggak kemajuan adalah event yang mempunyai fungsi dalam pencapaian keberhasilan proyek yang ditinjau dari segi jadwal. Tonggak kemajuan menandai waktu mulai dan akhir suatu kegiatan. Melalui peta ini dapat diketahui berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaian suatu proyek. Peta Gantt dapat digambar dalam dua bentuk, yaitu:

    Bentuk koordinat cartesius (koordinat X dan Y)
    Garis horizontal sebagai koordinat X menunjukkan waktu secara linier dan setiap kegiatan dicatat pada sumbu Y dengan durasi waktu kegiatan diletakkan horizontal sejajar dengan sumbu X dengan notasi balok, garis, ataupun objek lain yang memiliki dimensi horizontal. Bentuk peta Gantt dalam bentuk koordinat X dan Y dapat dilihat pada Gambar 3.1. Setiap baris memiliki dua balok horizontal. Pertama, menggambarkan kurun waktu perencanaan kegiatan atau target (warna hijau). Kedua, menggambarkan kurun waktu kenyataan (warna biru).
    Dari rangkaian aktivitas di atas dapat disimpulkan bahwa kegiatan dalam pembuatan sebuah majalah pada sebuah perusahaan penerbitan tidak sesuai dari jadwal. Untuk kegiatan mencetak lembar penomoran halaman terlambat dari jadwal (2 minggu) dan kegiatan mendesain sampul (3 minggu). Kedua kegiatan tersebut belum terselesaikan sementara hasil kegiatan perlu dilaporkan. Dengan demikian, perlu dilakukan rencana alternatif agar semua target dapat terpenuhi.
    Proses perencanaan dan pengendalian proyek tidak hanya pada pembuatan jaringan kerja melainkan harus dilanjutkan pada perhitungan mengenai waktu penyelesaian proyek dan analisis lainnya. Untuk itu, digunakan beberapa metode yang sangat membantu dan sudah cukup dikenal dalam membantu merencanakan proyek dalam bentuk jaringan kerja. Metode tresebut adalah Metode PERT (Program Evaluation and Review Technique) dan Metode CPM (Critical Path Method).
    Perbedaan pokok antara CPM dan PERT ialah bahwa CPM memasukkan konsep biaya dalam proses perencanaan dan pengendalian sedangkan dalam PERT besarnya biaya berubah-ubah (uncertainty) sesuai dengan lamanya waktu dari semua aktivitas yang terdapat dalam suatu proyek. Biasanya metode PERT digunakan untuk proyek penelitian atau pengembangan produk baru dengan tingkat ketidakpastian yang tinggi.
    Khusus dalam bab ini akan dibahas mengenai Metode CPM saja tetapi tidak bermaksud untuk mengabaikan PERT sebab prinsip-prinsip pembentukan jaringan dalam CPM sangat mirip dengan metode PERT sehingga mereka yang mempelajari CPM dengan baik, tidak akan menemui kesulitan dalam menggunakan PERT. Perlu disadari bahwa teknik atau metode CPM dan PERT sangat penting artinya sebagai alat perencanaan dan pengendalian pelaksanaan suatu proyek.

    B. Seorang manajer proyek adalah seorang yang memiliki kecakapan dan kefleksibelan mumpuni sehingga dia dikenal sebagai seorang yang “highly visible responsible”. Jelaskan arti ungkapan itu dan apa syarat bagi seorang manajer proyek, jelaskan dengan memberikan contoh.

    Seorang Manajer proyek harus:
    – Pelatih yang baik
    – Komunikator yang
    – Mampu mengorganisir dari berbagai disiplin ilmu.

    Syarat bagi seorang manajer proyek:
    1. Karakter dari Kepribadiannya
    – Harus memahami dan menguasai semua hal baik secara teori maupun teknis terhadap proyek yang sedang di tangani.
    – Memiliki pengalaman dan keahlian yang berkaitan dengan proyek yang sedang dikelola.
    – Sebagai seorang yang mengambil keputusan, maka harus mampu bertindak secara adil dan bertanggung jawab.
    – Memiliki wibawa, mampu beradaptasi dan bergaul dengan bawahan sehingga tidak ada kesenjangan antara atasan dan bawahan.

    2. Karakteristik dari Kemampuan Terkait dengan Proyek yang Dikelola
    – Memiliki komitmen yang tinggi untuk meraih tujuan serta keberhasilan proyek.
    – Mampu menyelesaikan proyek sesuai dengan waktu dan anggaran yang diberikan.
    – Membuat dan melakukan rencana darurat untuk mengantisipasi hal-hal maupun masalah tak terduga.
    – Mampu membuat perencanaan dalam jangka panjang dan jangka pendek.
    – Memiliki kemauan untuk mendefinisikan ulang tujuan, tanggung jawab dan jadwal selama hal tersebut ditujukan untuk mengembalikan arah tujuan dari pelaksanaan proyek jika terjadi jadwal maupun anggaran yang meleset.

    3. Karakteristik Kemampuan Terkait dengan tim yang Dipimpin
    – Mampu bersosialisasi dengan bawahan atau anggota tim.
    – Mampu membangun kedisiplinan secara structural
    – Memiliki kemampuan dan keahlian berkomunikasi serta manjerial.
    – Menghormati para anggota tim kerjanya serta mendapat kepercayaan dan penghormatan dari mereka.
    – Memiliki kepercayaan yang tinggi kepada para profesional terlatih untuk menerima pekerjaan-pekerjaan yang didelegasikan darinya.
    – Berbagi sukses dengan seluruh anggota tim.
    – Mampu menempatkan orang yang tepat di posisi yang sesuai.
    – Memberikan apresiasi yang baik kepada para anggota tim yang bekerja dengan baik.

    4. A. Apa yang dimaksud dengan pengadaan barang dan jasa secara online?
    Procurement adalah sistem pengadaan barang dan jasa yang memanfaatkan teknologi informasi. Teknologi informasi digunakan untuk melakukan pengolahan data penggadaan hingga ke proses pembuatan laporan. E-procurement merupakan istilah umum diterapkan pada penggunaan sistem yang terintegrasi antara database dengan area yang luas (biasanya berbasis web) jaringan sistem komunikasi disebagian atau seluruh proses pembelian. Proses pengadaan meliputi identifikasi kebutuhan awal dan spesifikasi oleh pengguna, melalui pencarian, sumber dan tahap negosiasi kontrak, pemesanan dan termasuk mekanisme yang meregistrasi penerimaan, pembayaran dan sebagai pendukung evaluasi pasca pengadaan.
    B. Apa manfaat daripada pengadaan barang dan jasa secara online baik kepada pelaksana maupun kepada pemerintah dan perekonomian?
    Internet telah muncul sebagai media yang efektif dari segi biaya dan dapat diandalkan untuk melakukan transaksi bisnis online. Semakin banyak perusahaan yang mengadopsi media ini dalam melakukan pengadaan barang mereka. Menurut Seth Miller dalam artikelnya keuntungan utama e-procurement meliputi menghemat uang, waktu, dan beban kerja tambahan yang normalnya berhubungan dengan pekerjaan tulis-menulis. Proses pengadaan konvensional biasanya melibatkan banyak pemrosesan kertas-kertas, yang mana menghabiskan sejumlah besar waktu dan uang.
    Keuntungan e-procurement tidak hanya meliputi penghematan uang tetapi juga penyederhanaan keseluruhan proses. Rencana-rencana yang optimal dapat dikomunikasikan dengan cepat kepada pemasok-pemasok, oleh karena itu dapat mengurangi biaya dan pemborosan yang biasanya terdapat dalam supply chain. Keuntungan e-procurement meliputi pengurangan biaya overhead seperti pembelian agen, juga peningkatan kendali inventori, dan keseluruhan peningkatan siklus manufaktur. Sistem e-procurement membantu perusahaan-perusahaan mengkonsolidasikan data tentang pengadaan bermacam-macam barang baik secara langsung maupun tidak langsung.
    Suatu sistem pengadaan (termasuk e-procurement) sebaiknya diintegrasikan dengan aplikasi ERP (Enterprise Resource Planning) atau sistem pengolahan permintaan barang yang digunakan.. Integrasi antara sistem pembelian dan keuangan juga dipandang sebagai kendala yang paling penting untuk pemilihan sistem. Ini juga berdampak langsung pada tingkat penghematan proses dan sifat dari diterapkannya sistem.

    C. Bagaimana cara mempertimbangkan pemilihan penyedia layanan secara teori?

    Karakteristik Penyelenggaraan Pelayanan Publik
    Privat Publik
    Sekunder Primer
    Adaptabilitas Sangat tinggi Rendah Sangat rendah
    Posisi tawar klien Sangat tinggi Rendah Sangat rendah
    Bentuk / tipe pasar Kompetisi Oligipoli Monopoli
    Locus control Klien Provider Pemerintah
    Sifat pelayanan Dikendalikan oleh klien Dikendalikan oleh Provider Dikendalikan oleh pemerintah

    Sumber : Ratminto (1999 : 7)
    Dengan mencermati tabel, dapat disimpulkan bahwa :
    1. Dalam pelayanan publik yang diselenggarakan oleh swasta, posisi klien sangat kuat (empowered), sebaliknya dalam pelayanan primer yang diselenggarakan oleh organisasi publik, pelayanan primer yang diselenggarakan oleh organisasi publik, posisi klien sangat lemah (powerless).
    2. Secara teoritis, kinerja pelayanan publik / pelayanan umum dan pelayanan administrasi pemerintahan / pelayanan perijinan dapat ditingkatkan dengan cara memberdayakan (empowering) klien. Hal ini sesuai dengan teori “exit” dan “voice” (Jones, 1994).

    5. Diketahui informasi dari pengalaman satu proyek, waktu yang dibutuhkan (T) = 62 minggu, sedangkan variasi adalah 72. Berapakah kemungkinan proyek itu selesai 18 hari sebelum waktu normal pengerjaan proyek?
    Diketahui =
    A = 18 hari (3 minggu)
    M = 62 minggu
    B = 72 minggu
    Jawab =
    T = A + 4M + B = 3 + 4(62) + 72 = 3+248+72 = 323 = 53,83 = 54 minggu
    6 6 6 6
    Varian = (B-A) ² = (72-3) ² = 69 ² = 4761 = 132,25
    6 6 6 36
    Waktu normal pengerjaan proyek = 54 minggu, kemungkinan proyek selesai dalam 18 hari membutuhkan varian 132,25.

    Komentar oleh Priskila Mutiara Sembiring Maha | Februari 13, 2015 | Balas

  8. Selamat Siang Pak Jo
    Bersama ini saya sampaikan jawaban UAS Manajemen Operasi
    Nama : Fidhyos Vera Fidhin
    Nim : P2C214055
    Kelas : Pagi
    Demikian yang dapat saya sampaikan. Atas perhatian Bapak, Saya ucapkan terima kasih.
    Salam.

    FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
    PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN
    UJIAN AKHIR SEMESTER-KELAS MALAM
    MANAJEMEN OPERASI
    February 12, 2015
    Dosen Penguji: Dr. Johannes, S.E., M.Si
    Petunjuk.
    1. Jawaban di ketik di word, setelah itu diunggah di blog pada halaman yang sesuai yaitu Manajemen Opersi.
    2. Jawaban yang dicetak dikumpul di MM paling lambat hari Sabtu pukul 9 padi dengan identitas yang lengkap.
    3. Serahkan map (portopolio) anda berikan nama yang jelas dan kumpulan tugas yang pernah anda kerjakan selama kuliah Manajemen Operasi.

    NAMA MAHASISWA : FIDHYOS VERA FIDHIN
    NIM : P2C214055
    KELAS : PAGI

    1. Jasa atau layanan menjadi bagian penting dalam perekonomian modern, negara menerima pendapatan yang terus meningkat dari sektor layanan. Oleh karena itu, dari bahasan manajemen operasional, layanan menjadi bagian penting dalam operasi sehingga harus mendapat perhatian. Dalam kaitan ini dikenal sifat layanan yang mengkombinasikan berbagai unsur sebagaimana berikut.
    a) Keterlibatan Karyawan dan Tingkat Kastomisasi (customization)
    b) Sifat tindakan layanan dan Penerima Langsung layanan
    c) Sifat penyampaian jasa dan hubungan antara organisasi penyedia jasa (provider) dan pelanggannya.
    Jelaskan konstruksi ke tiga hal di atas dan contohnya secara rinci.

    Jawab :
    a) Keterlibatan Karyawan dan Tingkat Kastomisasi (customization)
    Kustomisasi massal berarti sebuah sistem dimana produk dibuat sesuai dgn pesanan (build-to-order).dan bukannya sesuai dengan peramalan pasar. Adapun keuntungan dalam kustomisasi massal dan build-to-order :
     perusahaan memperoleh pesanan dan tetap berjalan dgn memenuhi permintaan pasar.
     Mengurangi pengeluaran besar pada organisasi yg ada karena perkiraan penjualan yang tidak tepat.
    Rendah Perusahaan penerbangan
    • Jasa pengangkutan
    • Hotel
    Resor dan pusat hiburan Service shop:
    • Rumah sakit
    • Bengkel mobil
    Reparasi alat elektronik
    Tinggi
    Perdagangan eceran
    • Perdagangan grosir
    • Sekolah
    Retail banking profesional Professional service:
    • Dokter
    Ahli hukum
    b) Sifat tindakan layanan dan penerima layanan.
    Dalam konsep pelayanan ada dua jenis pelaku pelayanan
    1. Penyedia layanan atau service provider adalah pihak yang dapat memberikan suatu layanan tertentu kepada penerima layanan, baik berupa layanan dalam bentuk penyediaan dan penyerahan barang (goods) atau jasa-jasa (services).
    2. Penerima layanan atau service receiver adalah penerima layanan (customer) atau penerima layanan (consumer) yang menerima layanan dari para penyedia layanan
    c) Sifat penyampaian jasa dan hubungan antara organisasi penyedia jasa (provider) dan pelanggannya.
    Segitiga menggambarkan tiga kelompok yang saling berhubunganyaitu perusahaan (SBU atau departemen atau manajemen), pelanggan dan provider (pemberi jasa yang bekerja bersama untuk mengembangkan, mempromosikan dan menyampaikan jasa. Antara ketiga poin segitiga ini, tiga tipe pemasaran harus dijalankan agar jasa dapat disampaikan dengan sukses: pemasaran eksternal (external marketing), pemasaran interaktif (interactive marketing), dan pemasaran internal (internal marketing).
    Pada sisi kanan segitiga adalah usaha pemasaran eksternal yaitu membangun harapan pelanggan dan membuat janji kepada pelanggan mengenai apa yang akan disampaikan. Sesuatu atau seseorang yang mengkomunikasikan kepada pelanggan sebelum menyampaikan jasa dapat dipandang sebagai bagian dari fungsi pemasaran eksternal. Pemasaran eksternal yang merupakan permulaan dari pemasaran jasa adalah janji yang dibuat harus ditepati. Pada dasar segitiga adalah akhir dari pemasaran jasa yaitu pemasaran interaktif atau real time marketing. Disini janji ditepati atau dilanggar oleh karyawan, subkontraktor atau agen. Ini merupakan titik kritis. Apabila janji tidak ditepati pelanggan akan tidak puas dan seringkali meninggalkan perusahaan. Sisi kiri segitiga menunjukkan peran kritis yang dimainkan pemasaran internal. Ini merupakan kegiatan manajemen untuk membuat provider memiliki kemampuan untuk menyampaikan janji-janji yaitu perekrutan, pelatihan, motivasi, pemberian imbalan, menyediakan peralatan dan teknologi. Apabila provider tidak mampu dan tidak ingin memenuhi janji yang dibuat, perusahaan akan gagal, dan segitiga jasa akan runtuh.
    2. Sebagaimana dalam operasi barang, operasi layanan juga mempertimbangkan daya saing sehingga strategi apapun yang dilakukan juga harus menopang daya saing layanan yang dihasilkan.
    a) Apa yang dimaksud dengan daya saing
    b) Jelaskan ke tiga strategi yang berkaitan untuk membangun daya saing layanan
    c) Berikan contoh penjelasan (a dan c) di dalam industri penerbangan.

    Jawab :

    a) Pengertian daya saing

    Menurut Michael Porter :
    “There is no accepted definition of competitiveness. Whichever definition of competitiveness is adopted, an even more serious problem has been there is no generally accepted theory to explain it . . .. “ (Porter, 1990).
    “Competitiveness remains a concept that is not well understood, despite widespread acceptance of its importance . . . . “(Porter, 2003, 2002b).
    Waheeduzzaman dan Ryans menyimpulkan bahwa daya saing dapat dipandangsebagai akibat, hasil, dan alat untuk mencapai tujuan, dan sebagaimana suatukeindahan, definisi, pengukuran, dan pemahaman tentang daya saing sangattergantung pada sudut pandang pengamatan (Waheeduzzan dalam Henricsson,2005). Untuk mengembangkan, mengimplementasikan, dan memantau berbagaiinisiatif daya saing, diperlukan sebuah kerangka pikir sehingga daya saing dapatdiukur dan dipahami (Henricsson, 2005)
    Daya saing merupakan kemampuan suatu perusahaan untuk menciptakan inovasi-inovasi baru, memproduksi produk-produk baru yang diinginkan oleh konsumen agar tercapainya tujuan perusahaan secara efektif dan efisien. Daya saing perusahaan bisa membuat strategi-strategi yang dapat memberikan nilai lebih terhadap perusahaan pesaing. Strategi dapat berupa membuat inovasi serta selalu mengeluarkan produk-produk yang baru sehingga menghasilkan karya yang inovatif dan berdaya saing dipasaran.

    b) 3 strategi dalam membangun daya saing layanan
    1. Tingkatkan Kualitas Produk dan Layanan
    Kualitas merupakan elemen utama bagi peningkatan daya saing suatu produk. Suatu produk dapat lebih mudah memenangkan tingkat persaingan yang kian ketat di pasaran bila kualitasnya selalu terjaga. Namun pengertian kualitas dalam era globalisasi dewasa ini tidak hanya terbatas pada Kualitas Produk yang ditawarkan, namun juga meliputi Kualitas Layanan yang menyertai penjualan suatu produk. Bila dulu konsep pemasaran konvensional dapat secara tegas membedakan antara perusahaan penjual produk dengan perusahaan penjual jasa, maka kini pembedaan seperti itu tidak lagi dapat diberlakukan bila suatu perusahaan ingin dapat meningkatkan daya saingnya. Saat ini seluruh perusahaan, baik perusahaan penghasil produk maupun penjual jasa, haruslah bersikap sebagai “The Real Service Company” bagi para konsumennya guna dapat memenangkan tingkat persaingan yang semakin tajam serta meraih loyalitas konsumen. Dengan demikian pengertian Service kini telah meluas tidak saja hanya sebagai jenis layanan yang dijual tapi juga mencakup pengertian layanan yang menyertai terjualnya suatu produk di pasaran, baik berupa pelayanan pada saat penjualan maupun pelayanan purna jual (after sales service). Kualitas yang baik pada akhirnya akan merupakan salah satu faktor yang memberikan nilai tambah (value added) pada suatu produk.
    2. Tanamkan Nilai-nilai Utama
    Nilai yang dikandung suatu produk juga merupakan elemen penting untuk meningkatkan daya saing produk tersebut. Namun seperti halnya kualitas, telah terjadi pergeseran pengertian Nilai dari suatu produk. Nilai suatu produk tidak lagi hanya ditentukan dari kualitas yang baik maupun harga murah saja, tetapi juga ditentukan oleh sederetan faktor penentu nilai lainnya seperti kemudahan pembelian (convenience of purchase) yang terkait dengan ketersediaan (availability) suatu produk dipasaran serta jalur distribusi yang baik serta tingkat pelayanan yang memuaskan (service excellence). Hal ini disebabkan karena harapan konsumen selalu berkembang, sehingga penjualan suatu produk harus dapat memenuhi harapan konsumen secara tepat agar tercapai kepuasan konsumen (customer satisfaction).
    3. Tetapkan Posisi (Positioning Statement) yang tepat
    Penetapan Posisi (positioning statement) yang diinginkan sangat diperlukan untuk dapat melahirkan citra (image) akan produk / jasa yang diharapkan. Positioning Statement yang jelas akan mempermudah arah penetapan strategi pemasaran suatu produk serta memperjelas target pasar yang akan dibidiknya. Dengan demikian dapat terhindar inefficiency dalam menjalankan program-program promosi. Untuk dapat lebih meningkatkan daya saing suatu produk saat dipasarkan, usahakan penetapan positioning yang unik dan berbeda dengan positioning produk pesaing. Suatu produk yang dapat memposisikan dirinya sebagai Leader dan Trend Setter (bukan hanya sekedar follower) akan lebih mudah untuk dapat meraih pangsa pasar. Penetapan positioning haruslah memperhatikan aspek psikologis dari masyarakat pada pasar yang dituju, disamping aspek demografis dan geografis, karena seringkali sebuah trend lahir karena sesuai dengan life style yang diinginkan oleh masyarakat dalam target pasar yang dituju.
    c) Contoh dalam Industri penerbangan
    Dalam meningkatkan daya saingnya Garuda Indonesia Persero Tbk menggunakan Teknologi Informasi / SistemInformasi (IT/IS) yang berfungsi sebagai transformator bisnis agar perusahaan tetap dapat membanguneksistensinya.Penerapan teknologi informasi (TI) dalam dunia bisnis merupakan pertimbangan yang cukup penting, bahkan sangat strategis. Berbagai aplikasi TI kini semakin luas diterapkan oleh berbagai jenis industri di seluruh dunia. Perusahaan-perusahaan modern yang menghadapi persaingan yang semakin ketat, hampir tak bisa mengelak dari keharusan memanfaatkan TI dalam meningkatkan daya saingnya.

    Kehadiran TI, ditambah Internet, tampaknya akan terus mendorong perubahan-perubahan yang mendasar, baik dalam cara berkomunikasi, mengelola usaha maupun memunculkan cara-carabaru dalam berbisnis. Namun, teknologi lebih merupakan perangkat dan sarana, namun yang lebih menentukan adalah bagaimana orang-orang menggunakan sarana itu dengan tepat dan cermatdalam menjawab kebutuhannya. Salah satunya adalah bagaimana melayani pelanggan secaralebih baik, sesuai dengan tantangan masa kini. Penggunaan teknologi informasi, dalam hal ini internet, kini memang telah dikembangkan untuk menyampaikan berbagai macam solusi guna meningkatkan pengetahuan dan kinerja perusahaan.
    Garuda Indonesia merupakan salah satu contoh perusahaan penerbangan dimana TI dan Internet diterapkan untuk meningkatkan daya saingnya, yang berarti pula meningkatkan pelayanannya kepada pelanggan yang akhirnya dapat menciptakan loyalitas pelanggan terhadap maskapai penerbangan ini. Tak dapat dipungkiri, berbagai aplikasi yang diterapkannya, seperti ERP (Enterprise Resource Planning), terbukti mampu meningkatkan kinerja dan daya saingnya.
    Saat ini, Garuda Indonesia bahkan telah menerapkan aplikasi proses pengadaan secara online (e-Procurement), dan IT Service Management. Selain itu Garuda juga melakukan lelang real-time online (e-Auction) yang di akhir tahun 2006 mendapatkan penghargaan “E-Procurement & E-Auction Award” kategori ‘application of B2B’ dari Kementrian Negara BUMN.
    Perusahaan ini pun sejak Mei 2006 telah (mulai) menerapkan e-ticketing sesuai dengan ketentuan IATA bahwa semua airlines yang menjadi anggota IATA harus sudah menerapkan sistem e-ticketing secara menyeluruh pada akhir bulan Mei 2008.
    Bagi Garuda Indonesia, transformasi melalui pemanfaatan teknologi menjadi sangat berarti; selain karakteristik industri penerbangan yang padat teknologi juga industri ini penuh dengan tuntutan akan inovasi dalam meraih keunggulan bersaing (competitive advantage).
    Dalam kaitan ini pula, dua dari direktur / figur Board of Directors yang baru (Direktur Strategi & Teknologi Informasi dan Direktur Keuangan) yang ditetapkan Kantor Kementrian BUMN dan Komisaris, terdapat direktur yang khusus menangani strategi dan teknologi informasi, agar pengembangan strategi Garuda Indonesia ke depan dapat didukung oleh teknologi informasi yang lebih sophisticated , sejalan dengan tuntutan lingkungan industri yang dinamis dan kompetitif dewasa ini.
    Kiranya ini memberikan manfaat tersendiri bagi Garuda mengingat secara langsung kita dapat berbagi pengalaman dan transfer of knowledge di bidang teknologi informasi dari penerapan di berbagai perusahaan terkemuka, yang pada akhirnya diharapkan dapat membantu Garuda Indonesia untuk memiliki keunggulan bersaing melalui inovasi dan pengembangan sistem dan teknologi informasi yang tepat untuk peningkatan strategi bisnis yang kompetitif.
    Salah satunya adalah apa yang disebut dengan IT Service Management (ITSM). ITSM akan membantu perusahaan dalam mencapai tiga tujuan mendasar, yakni kemampuan mencapai kepuasan pelanggan, melebihi harapan pelanggan, dan menangani persepsi pelanggan. Begitupula halnya dengan Garuda Indonesia yang menerapkan ITSM.
    Meski secara konsepsi pengertiannya bisa sedikit berbeda, namun kalangan ahli dan praktisi TI sepakat bahwa tiga tujuan mendasar tersebut menjadi inti dari ITSM. ITSM tak hanya sekadarbagaimana mengelola pelayanan berbasis TI, melainkan bagaimana penerapan TI benar-benardilihat dari perspektif pelanggan (customer-centric view of IT). Daripada fokus apakah sebuahatau route tertentu dapat berfungsi dengan baik, ITSM justru dilihat sebagai serangkaiandan prosedur yang membantu perusahaan memastikan apakah para pengguna (end users) memperoleh apa yang mereka butuhkan dari TI.
    I TSM dapat dianalogikan dengan berlangganan jasa layanan telepon jarak jauh (SLJJ).
    Kita tidak berlangganan koneksi ke kantor pusat, atau dari perusahaan ke perusahaan telekomunikasi lokal atau ke menara microwave dan lain sebagainya, kita hanya berharap ketika kita menekan nomor telepon tertentu langsung nyambung. Pandangan TI tradisional lebih melihat pada bagaimana menyediakan komponen dan aplikasi, bukan bagaimana benar-benar melihat pada apa yang mereka sediakan sebagai end-to-end service.
    Meski ada banyak peranti yang dapat digunakan untuk mendukung penerapan ITSM, namun kalangan ahli dan praktisi TI lebih menyarankan untuk memperhatikan bagaimana membangun suatu proses yang tepat. Biasanya, proses-proses itu akan mengacu pada IT Infrastructure Library, seperangkat dokumen yang menjelaskan mengenai best practices untuk mencapai ITSM yang baik. Prosesnya sendiri harus dilihat dalam tiga aspek penting, yakni strategis, taktis dan operasional. Ketiganya harus mampu menjelaskan bagaimana mengelola hubungan antara TI dan pelanggan bisnisnya. Ini merupakan versi TI dalam melihat pengelolaan pelanggan. Proses-proses strategis menyangkut pembuatan kebijakan dan prosedur, dan membentuk pengontrol arsitektur dan komite yang membantu perusahaan.
    Sedang proses-proses taktis adalah yang terkait dengan hantaran layanan sebenarnya (actual service delivery), termasuk service level management (SLA), yang menjadi salah satu kunci suatu ITSM yang baik. SLA menginginkan bahwa TI memahami kebutuhan bisnis dan menyesuaikan tingkat layanan TI-nya dengan kebutuhan tersebut dan menggunakan ukuran-ukuran tertentu, termasuk ketersediaan, kapasitas dan biaya.
    Perusahaan dapat saja membangun infrastruktur untuk ketersediaan tingkat tinggi, tetapi hal itu akan lebih mahal dari apa yang dibutuhkan bisnis. Service level management juga menyediakan panduan untuk penanganan kapasitas – pastikan Anda memiliki jumlah yang tepat, di tempat yang tepat, pada saat yang tepat, dan biaya yang tepat.
    Sedang proses-proses operasional mencakup fungsi pendukung yang dilakukan setiap harinya, seperti penanganan masalah sesaat (incident), penanganan masalah dan perubahan yang dilakukan. Penanganan sesaat, antara lain koordinasi perbaikan pelayanan setelah terjadi suatu masalah. Sedang penanganan masalah adalah mencari akar penyebab masalah dan sekaligus memperbaikinya.
    Dengan konsep LCC (Low Cost Carier) harga tiket pesawat menjadi lebih murah. Untuk menekan harga tiket tak sedikit maskapai penerbangan yang tidak mengindahkan kualitas pelayanan bahkan keamanan/keselamatan penumpangnya. Berbeda dengan Garuda Indonesia yang menerapkan TI untuk meningkatkan daya saing tanpa mengurangi kualitas pelayanan.
    ERP, E-Procurement, E-Auction, E-Ticketing dan IT Service management merupakan sejumlah penerapan TI yang dilakukan oleh Garuda Indonesia untuk meningkatkan daya saingnya, dan hal ini terbukti dengan loyalnya pengguna jasa penerbangan ini. Secara Objektif penulis pun sebagai pengguna jasa penerbangan yang sudah beberapakali menggunakan berbagai jenis maskapai yang terdapat di Indonesia, merasakan sendiri kualitas pelayanan Garuda Indonesia yang memuaskan mulai dari Ground sampai Air hingga sampai ke Ground lagi, walaupun belum se-the best as Singapore Air. Tapi untuk ukuran Nasional Garuda Indonesia termasuk yang terbaik. Seyogyanya, maskapai penerbangan lain dapat menerapkan TI yang tepat dan sustainable untuk menunjang kualitas pelayanannya, sehingga tidak menekan biaya tiket dengan mengurangi kualitas pelayanan bahkan keamanan penumpang.

    2. Dalam pengelolaan proyek, dikenal berbagai tahapan pengelolaan mulai dari perencanaan, penskedulan, dan penyusunan biaya.

    a) Dalam pembuatan skedul dikenal berbagai pendekatan yaitu : 1) Gantt Chart, 2) Critical Path Method (CPM) dan Program Evaluation and Review (PERT). Jelaskan prinsip pendekatan ini secara ringkas.
    b) Seorang manajer proyek adalah seorang yang memiliki kecakapan dan kefleksibelan mumpuni sehingga dia dikenal sebagai seorang yang “highly visible responsible”. Jelaskan arti ungkapan itu dan apa syarat bagi seorang manajer proyek, jelaskan dengan memberikan contoh.

    Jawab :

    a) 1. Gantt Chart
    Gantt Chart merupakan diagram perencanaan yang digunakan untuk penjadwalan sumber daya dan alokasi waktu (Heizer, Jay dan Render, Barry, 2006). Gantt Chart adalah contoh teknik non-matematis yang banyak digunakan dan sangat popular di kalangan para manajer karena sederhana dan mudah dibaca.

    2. Critical Path Method (CPM) atau Method (metode jalur kritis)
    CPM adalah suatu metode perencanaan dan pengendalian proyek-proyek yang merupakan sistem yang paling banyak digunakan diantara semua sistem yang memakai prinsip pembentukan jaringan. Dengan CPM, jumlah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan berbagai tahap suatu proyek dianggap diketahui dengan pasti, demikian pula hubungan antara sumber yang digunakan dan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek. Jadi CPM merupakan analisa jaringan kerja yang berusaha mengoptimalkan biaya total proyek melalui pengurangan waktu penyelesaian total proyek yang bersangkutan.

    3. Program Evaluation and Review (PERT) atau teknik menilai dan meninjau kembali program)
    Teknik PERT adalah suatu metode yang bertujuan untuk sebanyak mungkin mengurangi adanya penundaan, maupun gangguan produksi, serta mengkoordinasikan berbagai bagian suatu pekerjaan secara menyeluruh dan mempercepat selesainya proyek. Teknik ini memungkinkan dihasilkannya suatu pekerjaan yang terkendali dan teratur, karena jadwal dan anggaran dari suatu pekerjaan telah ditentukan terlebih dahulu sebelum dilaksanakan. Tujuan dari PERT adalah pencapaian suatu taraf tertentu dimana waktu merupakan dasar penting dari PERT dalam penyelesaian kegiatan-kegiatan bagi suatu proyek

    Dalam metode PERT dan CPM masalah utama yaitu teknik untuk menentukan jadwal kegiatan beserta anggaran biayanya dengan maksud pekerjaan-pekerjaan yang telah dijadwalkan itu dapat diselesaikan secara tepat waktu serta tepat biaya.. Teknik penyusunan jaringan kerja yang terdapat pada CPM, sama dengan yang digunakan pada PERT. Perbedaan yang terlihat adalah bahwa PERT menggunakan activity oriented, sedangkan dalam CPM menggunakan event oriented. Pada activity oriented anak-panah menunjukkan activity atau pekerjaan dengan beberapa keterangan aktivitasnya, sedang event oriented pada peristiwalah yang merupakan pokok perhatian dari suatu aktivitas. Pada prinsipnya yang menyangkut perbedaan PERT dan CPM adalah sebagai berikut : a. PERT digunakan pada perencanaan dan pengendalian proyek yang belum pernah dikerjakan, sedangkan CPM digunakan untuk menjadwalkan dan mengendalikan aktivitas yang sudah pernah dikerjakan sehingga data, waktu dan biaya setiap unsur kegiatan telah diketahui oleh evaluator. b. Pada PERT digunakan tiga jenis waktu pengerjaan yaitu yang tercepat, terlama serta terlayak, sedangkan pada CPM hanya memiliki satu jenis informasi waktu pengerjaan yaitu waktu yang paling tepat dan layak untuk menyelesaikan suatu proyek. c. Pada PERT yang ditekankan tepat waktu, sebab dengan penyingkatan waktu maka biaya proyek turut mengecil, sedangkan pada CPM menekankan tepat biaya. d. Dalam PERT anak panah menunjukkan tata urutan (hubungan presidentil), sedangkan pada CPM tanda panah adalah kegiatan.

    b) highly visible responsible”.

    Highly Visible Responsible adalah sangat terlihat tanggung jawab. Seorang manager proyek merupakan seorang professional dalam bidang manajemen proyek. Manajer proyek memiliki tanggung jawab untuk melakukan perencanaan, pelaksanaan dan penutupan sebuah proyek yang biasanya berkaitan dengan bidang industri kontruksi, arsitektur, telekomunikasi dan informasi teknologi. Untuk menghasilkan kinerja yang baik, sebuah proyek harus dimanage dengan baik oleh manajer proyek yang berkualitas baik serta memiliki kompetensi yang disyaratkan. Salah satu contohnya dalam pelaksanaan proyek bangunan sekolah dari awal perencanaan, pelaksaan dan penutupan atau selesainya sebuah proyek manajer proyek harus bisa bertanggung jawab menyelesaikan proyek sekolah itu tepat pada waktu yang sudah ditentukan. Agar waktunya tepat manajer proyek bs menggunakan pendekatan skedul GANTT CHART, CPM dan PERT.

    3. Pengadaan barang dan jasa untuk instansi pemerintahan sekarang ini harus dilakukan secara online. Pelaksanaannya membutuhkan sarana dan prasarana yang menoang (supporting Service) sehingga dapat dimungkinkan bagaimana pengadaan barang dan jasa secara online dilakukan . Dalam kaitan ini jelaskan hal berikut.
    a) Apa yang dimaksud dengan pengadaan barang dan jasa secara online
    b) Apa manfaat daripada pengadaan barang dan jasa secara online baik kepada pelaksana maupun kepada pemerintah dan perekonomian
    c) Bagaimana cara mempertimbangkan pemilihan penyedia layanan secara teori.

    Jawab :

    a) Menurut LKPP ( Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah ) ;
    Pengertian E-proc adalah proses pengadaan barang dan jasa yang pelaksanaanya dilakukan secara elektronik melalui fasilitas teknologi informasi ( Berbasis Web / internet ), meliputi pelelangan umum secara elektronik oleh Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).
    Aplikasi itu terkait informasi stok material atau monitoring pergerakan material, penyusunan HPS (harga perkiraan sendiri) atau dikenal dengan ECE (Engineering Cost Estimate) sehingga dicapai harga pembelian yang optimal dan terwujudnya inventory perusahaan yang efisien. Efisiensi ini di antaranya, pengiriman biodata perusahaan penyedia (Vendor) barang / jasa, pendaftaran, penawaran, pemberitahuan lelang, status lelang sampai status pemenang.

    b) Apa manfaat daripada pengadaan barang dan jasa secara online baik kepada pelaksana maupun kepada pemerintah dan perekonomian
    a. Efektif dan Efisien
    E-procurement (e-Proc)bisa mempercepat proses tender. Jika dengan cara konvensional proses tender memerlukan waktu 36 hari, maka lewat e- procuremnet hanya perlu waktu 18-20 hari. Pelaksanaan implementasi e-procurement akan tersebar secara mandiri dilingkungan pemerintah pusat dan daerah oleh masing-masing instansi yang bersangkutan. Sistem aplikasi yang digunakan bersifat Open Source, Free License, Free of Charge, and Full Support. E-Proc juga menghemat anggaran,semua data kualifikasi peserta tender sudah tersimpan secara otomatis di database LPSE, sehingga ketika mengikuti tender, peserta tidak perlu menyiapkan data kualifikasi dan meng-uploadnya setiap kali hendak mengikuti tender on-line. Peserta tender cukup upload 1 (satu) kali dan tinggal mencentang dokumen yang dibutuhkan atau dipersyaratkan oleh instansi penyelenggara pengadaan. Berdasarkan waktu, mengikuti tender on line cukup menghemat waktu, peserta tender tinggal menyiapkan dokumen penawaran dan dokumen teknis saja. Kegiatan aanwidzing atau rapat penjelasan juga dilakukan secara on-line. Peserta tender bisa bertanya pada panitia pengadaan yang nantinya akan dijawab di web-site itu juga. Dokumen penawaran pun dimasukkan secara online dengan cara upload.

    b. Persaingan yang sehat dan nondiskriminatif
    Praktek dalam e-Proc memicu persaingan yang sehat dan nondiskriminatif. Hal ini mendukung terciptanya iklim investasi nasional yang kondusif. Dengan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa yang lebih transparan, fair dan partisipatif akan mendukung persaingan usaha yang semakin sehat di setiap wilayah. Tidak ada pengaturan pemenang lelang serta hilangnya sistem arisan antar pelaku usaha, pelaku usaha yang besar tidak dapat menekan pelaku usaha kecil untuk tidak berpartisipasi dalam tender, serta pelaku usaha di semua tingkatan tidak dapat menekan lembaga pemerintah untuk memenangkannya dalam tender. Pelaksanaan lelang diatur dalam suatu sistem yang transparan, akuntabel, dan meniadakan kontak langsung antara panitia dengan penyedia barang dan jasa.

    c. Transparan dan akuntabel
    Transparansi memberikan jaminan pada masyarakat melalui persebaran informasi kebijakan sehingga memudahkan masyarakat dan stakeholders untuk melakukan kontrol atas penyelenggaraan pemerintahan. Semangat awal dibangunnya e-procurement adalah untuk membangun transparansi dan menutup celah terjadinya macam-macam penyelewengan.Sistem ini telah mengurangi peran pihak pihak yang terlibat dalam penerimaan, pencatatan, maupun pendistribusian persyaratan administrasi lelang yang dapat menimbulkan kemungkinan terjadinya kolusi. Melalui e-procurement, rekanan tidak perlu datang berkali-kali, karena semua bisa diakses melalui internet.Rekanan yang datang harus menunjukkan berkas-berkas asli untuk dicocokkan dengan yang sudah dikirim lewat internet.Sistem ini dapat mengurangi tatap muka antara rekanan dan panitia lelang sehingga kecurigaan terjadinya kecurangan dapat dihindari.Pelaksanaan lelang diatur dalam suatu sistem yang transparan, akuntabel, dan meniadakan kontak langsung antara panitia dengan penyedia barang dan jasa.

    d. LebihAman
    E-Proc mampu menjaga faktor kerahasiaan dokumen penawaran antar vendor/penyedia barang jasa.Proses digitalisasi e-procurement juga ditekankan pada keamanan data yang mengacu pada confidentiality, integrity, aviliability, authenticatication, non repudiation dan access control. File yang telah terenkripsi tidak akan bisa dibuka sebelumtanggal yang ditetapkan terlebih lagi jika kunci harus dibuka oleh lebih satu orang panitia.

    4. Diketahui informasi dari pengalaman satu proyek, waktu yang dibutuhkan (T) = 62 minggu, sedangkan variasi adalah 72. Berapakah kemungkinan proyek itu selesai 18 hari sebelum waktu normal pengerjaan proyek?
    Diketahui T = 62
    Varian = 72

    Ditanya

    Probabilitas waktu proyek akan diselesaikan 18 hari sebelum waktu normal pengerjaan proyek.

    Jawab.

    Waktu penyelesaian yang diinginkan adalah 44 minggu atau 62-18
    Óp = √project variance
    Z = Due date – Expected Completion Date
    Óp
    = 44 – 62
    8,5
    = -18
    8,5

    = – 2,1

    Kurva Normal akan Nampak sebagai berikut :

    Tanggal Jatuh Tempo = 44 T = 62
    Karena kurva normal adalah simestri dan nilai table yang dihitung untuk nilai positif dari Z area yang diinginkannadalah setara dengan 1 (nilai tabel). Untuk Z + 2,0 area adalah 0,99725 maka area yang berkaitan dengan nilai Z 2,1 adalah (1-0,97725) = 0,02275.
    Sehingga probabilitas dari proyek 18 minggu sebelum tanggal penyelesaian yang diharapkan adalah kira-kira 1,023 atau 2,3%

    Komentar oleh fidhyos vera fidhin | Februari 13, 2015 | Balas

  9. Selamat siang pak Jo,
    Berikut saya lampirkan tugas ujian semester ganjil, Angkatan 19 (kelas pagi)
    Disusun oleh: VERA MONICA (P2C214006)

    1. a. Keterlibatan Karyawan dan Tingkat Kastomisasi (customization) :
    Keberhasilan penyedia jasa dalam penyajian jasa sangat tergantung pada peran karyawan. Untuk itu perusahaan harus dapat membina hubungan (relationship) yang baik atas dasar prinsip win-win situation untuk mendorong dan mengoptimalkan kinerja mereka. Membina hubungan baik dengan karyawan dapat dilakukan dengan meningkatkan kompensasi, mengurangi konflik dan motivasi. kualitas pelayanan yang diberikan kepada konsumen menjadi pemasaran paling tepat bagi bisnis jasa. Kenyamanan, solusi tepat, pelayanan prima, dan keramahan karyawan menjadi kunci sukses bisnis jasa.
    Tingkat Kastomisasi :
    ini memungkinkan sejumlah para pelanggan melakukan personalisasi karakteristik produk, kastomisasi meningkatkan delivery produk tidak hanya kepada mereka dengan kebutuhan-kebutuhan special (sensitivitas fashion) tetapi juga bagi mereka yang ingin melakukan pembelian kembali produk yang sama sepanjang waktu. Para strategist harus mengikuti dan mengantisipasi permintaan-permintaan ini, mereka mempergunakan strategi berbasis pelanggan dengan asumsi bahwa pe,uasam para pelanggan juga akan memaksimumkan sukses dalam mencapai lebih banyak tujuan-tujuan kinerja tradisional, strategist berbasis pelanggan berfokus pada identifikasi dan melayani hasrat dan kebutuhan-kebutuhan pelanggan.
    Contoh : ketika seseorang mendatangi sebuah toko t-shirt dimana t-shirt yang dijual di toko tersebut boleh mengkastom sendiri sesuai keinginan pelanggan. T-shirt yang di pesan bisa di buat dengan tulisan pilihan sendiri atau dengan gambar yang sesuai keinginan pelanggan.

    b. sifat dari tindakan layanan dan penerimaan langsung layanan :
    1. Tindakan yang terlihat : manusia = Pemrosesan manusia jasa ditunjukan pada tubuh seseorang. Contoh: Penumpang transfortasi, penginapan, dan layanan kesehatan. Barang/kepemilikan = Pemrosesan kepemilikan jasa yang ditunjukan pada fisik benda yang dimiliki Contoh: transfortasi kargo, dry cleaning
    2. tindakan yang tidak terlihat : manusia = Pemrosesan stimulus mental jasa yang ditunjukkan pada fikiran seseorang. Contoh: pendidikan, iklan, psikoterapi. Barang/kepemilikan = Pemrosesan informasi jasa yang ditunujukan pada asset tak berwujud. Contoh: akuntansi,perbankan, jasa hukum

    c. Pelayanan yang baik dari penyedia jasa (people) akan membentuk suatu physical evidence pada pelanggan akibat process pemberian jasa yang dilakukan sangat baik. Dari physical evidence yang telah terbentuk memungkinkan untuk peningkatan jumlah pelanggan yang ingin menggunakan jasa layanan yang sama. Mengelola Mutu Jasa Terdapat suatu strategi yang dapat ditempuh dalam memenangkan persaingan dengan pesaing usaha yaitu dengan cara menyampaikan layanan yang bermutu tinggi secara konsisten dibanding para pesaing dan lebih tinggi daripada harapan pelanggan. Untuk menghindari kegagalan dalam penyampaian jasa, perlu diperhatikan kesenjangan-kesenjangan yang mungkin terjadi, diantaranya sebagai berikut :
    1. Kesenjangan terjadi antara harapan konsumen dan persepsi manajemen. Contoh: manajemen rumah sakit menganggap pasien menginginkan menu makanan yang disajikan enak, padahal pasien menginginkan pelayanan perawat yang baik.
    2. Kesenjangan terjadi antara persepsi manajemen dan spesifikasi mutu jasa.
    3. Kesenjangan terjadi antara spesifikasi mutu dengan cara penyampaian jasa
    4. Kesenjangan terjadi antara penyampaian jasa dan komunikasi internal.
    5. Kesenjangan yang terjadi antara jasa yng dialami dengan jasa yang diharapkan (persepsi konsumen).

    2. DAYA SAING
    a. Daya saing merupakan kemampuan menghasilkan produk barang dan jasa yang memenuhi pengujian internasional, dan dalam saat bersamaan juga dapat memeilihara tingkat pendapatan yang tinggi dan berkelanjutan, atau kemampuan daerah menghasilkan tingkat pendapatan dan kesempatan kerja yang tinggi dengan tetap terbuka terhadap persaingan eksternal.

    b. tiga strategi yang berkaitan untuk membangun daya saing layanan
    • modularisasi : memodularkan jasa sehingga kustomisasi ada dalam bentuk perubahan modul. Strategi ini memungkinkan jasa “yang beragam” dedesain sebagai entitas modular yang standar.
    • Otomatisasi : mambagi jasa menjadi bagia-bagian kecil dan megindentifikasi bagian-bagian tersebut yang memberikan masing-masingnya otomatisasi.
    • Momen kebenara : integrasi pelanggan yang tinggi berarti bahwa dalam industry jasa terdapat momen kebenaran ketika hubungan antara penyedia dan pelanggan sangat penting.

    c. strategi pelayanan Garuda dinyatakan pada pelayanan maksimal yang membuat pelanggan loyal kepada mereka.
    • memberikan pelayanan secara dini, pelanggan dipantau dengan penginderaan Garuda mulai dari titik yang dapat disentuh (touch point) mulai dari berbagai titik website, call center, sales office, Garuda Frequent Flyer (GFF) center, dan service center.
    • pre-flight adalah layanan setelah konsumen membeli tiket. Di sini touch point-nya adalah penjualan tiket di bandara, customer service desk, GFF membership service, check-in service, transfer desk, executive lounge dan boarding gate.
    • tahap post-flight, meliputi: arrival assistant, hospitality desk (menangani penumpang yang butuh bantuan), baggage delivery, juga lost and found.
    • customer affairs, loyalty program (GFF dan boarding pass bisa digunakan untuk mendapatkan voucher belanja di merchant tertentu)

    3. a. salah satu pendekatan penentuan jadwal yang popular adalah grafik Gantt : merupakan cara yang murah dalam membantu manajer memastikan bahwa:
    • Aktivitas direncanakan
    • Urutan kinerja didokumentasikan
    • Waktu aktivitas diestimasikan dan dicatat
    • Waktu proyek keseluruhan dikembangkan.
    pendekatan Critical Path Method (CPM) dan Program Evaluation and Review (PERT):
    • Menentukan proyek dan menyiapkan struktur perincian kerja.
    • Mengembangkan hubungan antaraktivitas, menentukan aktivitas mana yang harus di dahulukan dan mana yang harus mengikuti aktivitas lainnya.
    • Mengambarkan jaringan yang menghubungkan semua kativitas
    • Menentukan waktu dan atau estimasi biaya pada masing-masing aktivitas
    • Menghitung jalur waktu terpanjang melalui jaringan. Hal ini disebut dengan jalur kritis (critical path)
    • Menggunakan jaringan untuk membantu merencanakan, menentukan jadwal, mengawasi, dan mengendalikan proyek.

    b. syarat bagi seorang manajer proyek:
    – Problem Solving, kemampuan manajer dalam menyelesaikan masalah secara efektif dan efisien.
    – Budgeting and Cost Skills, Kemampuan dalam hal membuat anggaran biaya proyek, analisis kelayakan investasi agar keuangan proyek dapat berjalan optimal sesuai dengan keinginan penyedia dana.
    – Schedulling and Time Management Skills, kemampuan untuk menjadwalkan proyek. Disini manajer proyek dituntut untuk dapat mengelola waktu secara baik agar proyek dapat selesai tepat waktu seperti yang diharapkan.
    – Technical Skills, Kemampuan teknis melingkupi pengetahuan dan pengalaman dalam hal proyek itu sendiri, dengan mengetahui prosedur-prosedur dan mekanisme proyek.
    – Leadership Skills, Kepemimpinan menjadi salah satu peranan penting yang dimiliki oleh seorang manajer proyek
    – Resource Management and Human Relationship Skills, Pemakaian sumber daya adalah masalah utama bagi para manajer proyek. Manajer proyek perlu memahami akibat dari kegagalan dalam mengelola sumber daya, oleh karena itu perlu kehati-hatian dalam menempatkan sumberdaya yang ada dan menjadwalkannya.
    – Communication Skills, Perencanaan sebuah proyek akan menjadi tidak berguna ketika tidak ada komunikasi yang efektif antara manajer proyek dengan timnya.
    Contoh : membangun sebuah stadion sepak bola, megelola penelitian berskala besar, melaksanakan pembedahan transplantasi organ tubuh, memasang lintas produksi, atau berjuang mendapatkan ijazah strata satu di suatu perguruan tinggi.

    4. a. pengadaan barang dan jasa secaa online adalah kegiatan pengadaan barang/jasa pemerintah yang pelaksanaannya dilakukan secara elektronik yang berbasis web/internet dengan memanfaatkan fasilitas teknologi komunikasi dan informasi.

    b. Manfaat dari e-procurement dapat dirasakan oleh rekanan dan juga pemerintah. Bagi rekanan, mereka tidak perlu bolak-balik untuk memberikan keterangan berkas-berkas terkait yang dibutuhkan serta tidak perlu memfotokopi berkas-berkas. Jika ada masalah atau hal-hal yang masih belum dimengerti, rekanan bisa chatting dengan petugas untuk mempertanyakan semua semua hal terkait dengan pengadaan. Selain itu, rekanan cukup datang sekali ke LPSE untuk mendapatkan account number yang akan digunakan untuk mengikuti lelang. Setelah itu, pengiriman berkas dapat dilakukan di rumah tanpa harus datang ke LPSE. Sedangkan manfaat untuk pemerintah adalah bisa mendapatkan barang dan jasa yang lebih kompetitif dan berkualitas dengan adanya pengadaan lelang secara elektronik. Selain itu, pemerintah juga mendapatkan keuntungan terkait praktik transparansi dan akuntabilitas pelayanan. Dengan adanya e-procurement ini kinerja pemerintah dalam proses pengadaan barang dan jasa cenderung lebih efektif dan efisien daripada melalui cara manual. E-procurement ini juga dapat mencegah praktek korupsi yang sering terjadi pada pengadaan barang dan jasa karena antara petugas dan rekanan tidak dapat bertemu langsung. Hal ini menghalangi rekanan maupun petugas untuk bermain curang dalam penentuan pemenang pengadaan barang dan jasa.

    c. cara mempertimbangkan pemilihan penyedia layanan secara teori:
    pemilihan penyedia barang/jasa adalah serangkaian kegiatan mulai dari mengidentifikasi keperluan jasa kontraktor oleh pengguna jasa, mempersiapkan paket lelang, melakukan lelang, sampai tanda tangan kontrak untuk menangani implementasi fisik proyek.

    5. Diketahui informasi dari pengalaman satu proyek, waktu yang dibutuhkan (T) = 62 minggu, sedangkan variasi adalah 72. Berapakah kemungkinan proyek itu selesai 18 hari sebelum waktu normal pengerjaan proyek?
    Jawab:
    Waktu optimis (a) = 18 hari (3 minggu)
    Waktu pesimis (b) = 72 minggu
    Waktu yang paling mungkin (m) = 62 minggu

    Waktu aktivitas yang diharapkan (t) :
    t = (( a + 4m + b ))/6
    t = (3+4(62)+ 72 )/6
    t = 323/6=53,83=54 minggu
    varian untuk aktifitas adalah :
    varian = [((b-a))/6]²= [(72-3)/6] ²= [69/6]² = 4761/36 = 132,25
    kemungkinan proyek itu selesai 18 hari sebelum waktu normal pengerjaan proyek adalah : 132,25

    Komentar oleh vera monica | Februari 13, 2015 | Balas

  10. Selamat sore Pak Jo, berikut ini saya kirimkan jawaban UAS, terima kasih.

    FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS NAMA : ISMANUDDIN BERUTU
    PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN NIM : P2C214020
    UJIAN AKHIR SEMESTER – MANAJEMEN OPERASI KELAS : PAGI
    DOSEN PENGUJI : Dr. Johannes, SE, M.Si

    1. Jasa atau layanan menjadi bagian penting dalam perekonomian modern, negara menerima pendapatan yang terus meningkat dari sektor layanan. Oleh karena itu, dari bahasan manajemen operasional, layanan menjadi bagian penting dalam operasi sehingga harus mendapat perhatian. Dalam kaitan ini dikenal sifat layanan yang mengkombinasikan berbagai unsur sebagaimana berikut.
    a) Keterlibatan Karyawan dan Tingkat Kastomisasi (customization)
    b) Sifat tindakan layanan dan Penerima Langsung layanan
    c) Sifat penyampaian jasa dan hubungan antara organisasi penyedia jasa (provider) dan pelanggannya.
    Jelaskan konstruksi tiga hal diatas dan contohnya secara rinsi.
    Jawab :
    a) Berdasarkan tingkat kastomisasi (customization) Jasa dikelompokkan ke dalam sebuah matriks yang terdiri atas dua sumbu, di mana sumbu vertikalnya menunjukkan tingkat customization karakteristik jasa (tinggi dan rendah), sedangkan sumbu horisontalnya adalah tingkat judgment yang diterapkan oleh contact personnel dalam memenuhi kebutuhan pelanggan industrial (tinggi dan rendah). Dalam suatu perusahaan ataupun suatu organisasi keterlibatan kerja karyawan sangat berperan besar dalam tingkat customization. Perusahaan-perusahaan yang memiliki jajaran karyawan yang bersemangat dan bermotivasi tinggi melakukan upaya yang lebih berat dalam menciptakan pengalaman yang superior bagi konsumen, yang pada gilirannya memberikan dampak positif bagi perusahaan dalam bentuk kesetiaan yang lebih tinggi dan kontribusi yang lebih baik pada pertumbuhan keuntungan bisnis.
    b) Pelayanan dalam hal ini diartikan sebagai jasa atau service yang disampaikan oleh pemilik jasa yang berupa kemudahan, kecepatan, hubungan, kemampuan dan keramahtamahan yang ditujukan melalui sikap dan sifat dalam memberikan pelayanan untuk kepuasan konsumen. Kualitas pelayanan (service quality) dapat diketahui dengan cara membandingkan persepsi para konsumen atas pelayanan yang nyata-nyata mereka terima / peroleh dengan pelayanan yang sesungguhnya mereka harapkan/inginkan terhadap atribut-atribut pelayanan suatu perusahaan. Pelayanan merupakan perilaku produsen dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen demi tercapainya kepuasan pada konsumen itu sendiri. Sebagai penerima langsung layanan hubungan antara produsen dan konsumen menjangkau jauh melebihi dari waktu pembelian ke pelayanan purna jual, kekal abadi melampaui masa kepemilikan produk. Perusahaan menganggap konsumen sebagai raja yang harus dilayani dengan baik, mengingat dari konsumen tersebut akan memberikan keuntungan kepada perusahaan agar dapat terus hidup. Pelayanan merupakan perilaku produsen dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen demi tercapainya kepuasan pada konsumen itu sendiri.
    c) Berdasarkan hubungan dengan pelanggan, jasa dikelompokkan ke dalam sebuah matriks yang terdiri atas dua sumbu, di mana sumbu vertikalnya menunjukkan tipe hubungan antara perusahaan jasa dan pelanggannya (hubungan keanggotaan dan tak ada hubungan formal), sedangkan sumbu horisontalnya adalah sifat penyampaian jasa (penyampaian secara berkesinambungan dan penyampaian diskret). Hubungan antara organisasi penyedia jasa (provider) dengan pelanggan sering disebut juga dengan Costomer Relationship Management. Konsep utama dari Costomer Relationship Management adalah penciptaan nilai pelanggan yang bertujuan tidak hanya untuk memaksimalkan pendapat dari transaksi tunggal, melainkan keunggulan bersaing yang tidak hanya berdasarkan harga, tetapi juga berdasarkan kemampuan provider untuk membantu pelanggan menghasilkan nilai untuk mereka sendiri dan untuk membina hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Costomer Relationship Management merupakan kombinasi dari proses bisnis dan teknologi yang tujuannya untuk memahami pelanggan dari berbagai prospektif untuk membedakan produk dan jasa perusahaan secara kompetitif. Fokus dari CRM itu sendiri adalah memperbaiki tingkat kepuasan pelanggan, meningkatkan loyalitas pelanggan, dan meningkatkan pendapatan dari pelanggan yang ada, dalam menghadapi tingginya tingkat persaingan, globalisasi dan perputaran pelanggan serta perkembangan biaya pengakuisisian.

    Salah satu contoh penerapan ketiga hal tersebut diatas dapat kita lihat jika kita berkunjung ke salah satu bank, pada saat di depan pintu masuk saja seorang satpam bank akan membukakan pintu untuk kita, kemudian menyapa dengan ramah, menanyakan keperluan dan apa yang bisa di bantu oleh karyawan tersebut untuk memudahkan kita melakukan aktivitas yang akan kita tuju pada saat memasuki bank tersebut, kemudian jika kita akan menemui costumer service pada saat kita bejalan memenuhi panggilan antrian karyawan tersebut berdiri dan menyambut kita dengan seyum dan sapaan yang ramah dan akan membantu nasabahnya dalam melakukan transkasi yang di butuhkan, dan melayani sampai dengan kebutuhan nasaban dapat terpenuhi seluruhnya. Pihak bank juga akan memberikan service yang lebih besar sebagai wujud dari Costomer Relationship Management yang di terapkan dengan menciptakan layanan khusus kepada nasabah potensial untuk menciptakan loyalitas pelangga.

    2. Sebagaimana dalam operasi barang, operasi layanan juga mempertimbangkan daya saing sehingga strategi apapun yang dilakukan juga harus menopang daya saing layanan yang dihasilkan.
    a) Apa yang dimaksud dengan daya saing
    b) Jelaskan ke tiga strategi yang berkaitan untuk membangun daya saing layanan
    Berikan contoh penjelasan (a dan b) di dalam industri penerbangan.
    Jawab :
    a) Daya saing adalah kemampuan makhluk hidup untuk dapat tumbuh (berkembang) secara normal di antara makhluk hidup lainnya sebagai pesaing dalam satu habitat (dalam satu bidang usaha, bisnis, organisasi, dsb). Daya saing atau keunggulan bersaing atau competitiveness pada skala mikro yakni perusahaan atau organisasi, dalam skala nasional adalah negara, dan dalam sekala kawasan adalah regional. Berbagai macam ukuran daya saing dikembangkan untuk setiap skala tersebut. Apapun skalanya, daya saing merupakan kemampuan untuk memberikan produk atau service yang memenuhi standar kualitas baik untuk pasar lokal maupun pasar internasional pada tingkat harga yang bersaing dan menghasilkan return yang cukup untuk menutup seluruh sumber daya yang diserap dalam memproduksi produk atau service tersebut. Berbagai pendekatan dapat digunakan untuk mengukur daya saing. Pada hakekatnya penciptaan produk merupakan proses menciptkan nilai bagi pelanggan dan ini melibatkan berbagai pihak yang terangkai dalam sebuah rantai nilai, daya saing dapat dibangun melalui kolaborasi antar entitas yang tergabung dalam rantai nilai tersebut.

    b) Ada tiga strategi yang digunakan untuk membangun daya saing layanan yakni overall cost leadership, differentiation dan focus, untuk lebih jelasnya akan di uraikan sebagai berikut :
    b.1. Overall Cost Leadership menekankan perusahaan untuk menghasilkan produk dan jasa yang distandarisasi dengan biaya per unit yang sangat rendah untuk para konsumen yang peka terhadap harga. Terdapat dua strategi alternatif kepemimpinan biaya, yaitu :
    • Strategi biaya rendah (low-cost) yang menawarkan produk atau jasa kepada konsumen pada harga terendah yang tersedia di pasar.
    • Strategi nilai terbaik (best-value) yang menawarkan produk atau jasa kepada konsumen pada nilai harga terbaik yang tersedia di pasar.
    Strategi ini bertujuan untuk menawarkan serangkaian produk atau jasa pada harga yang serendah mungkin dibandingkan dengan produk pesaing dengan atribut serupa. Sasaran dari kedua tipe strategi ini adalah pasar yang besar. Perusahaan yang menggunakan strategi kepemimpinan biaya rendah atau nilai terbaik harus meraih keunggulan kompetitif dengan cara-cara yang sulit ditiru atau disamai oleh pesaing. Untuk menjalankan strategi kepemimpinan biaya secara berhasil, sebuah perusahaan harus memastikan bahwa total biaya diseluruh rantai nilainya lebih rendah dari total biaya pesaing.
    b.2. Differentiation diarahkan untuk memberikan Value yang mudah diingat dan benar-benar dirasakan perbedaanya, agar bisa melekat pada benak konsumen secara baik dengan komposisi; brand + keunikan + value nya. Memang kalau dilihat sekilas differensiasi yang ada saat ini lebih cenderung dalam pendekatan fisik, namun ada beberapa diffrensiasi yang dapat dilakukan oleh suatu perusahaan, antara lain :
    • Differensiasi citra/brand images, adalah keberhasilan media dan komunikasi pemasaran sehingga berhasil mengangkat citra /brand pada level tertentu, misal carefour, garuda indonesia dll.
    • Differensiasi produk, bisa dilakukan dengan berbagai kemasan, desain, aroma, mudah dirawat, mudah diganti komponennya, memeliki stuktur yang berdaya tahan tinggi, tampilan yang fashion able dll, keunikan dan standard produk ini penting agar memberikan pesan kepada konsumen atas keunggulan produk tersebut dari pesaing.
    • Differensiasi layanan, adalah bentuk bukti keunggulan layanan yang terdiri dari banyak hal namun memang benar-benar berbeda misal dalam mewujudkan layanan komunikasi online, layanan 24 jam, layanan antar dan pejemputan, layanan dalam kebersihan dan harumnya ruangan, layanan cepat dan kilat.
    • Diferensiasi teknologi, adalah upaya pendekatan dan kekuatan teknologi untuk memudahkan, menjaminkan akurasi, kecepatan analisa, otomatisasi yang bisa meminimalisir ketergantungan customer service yg berwujud manusia. misal dalam kemudahan pembayaran online, teknologi rekaman layanan dari waktu ke waktu, teknologi web programming sehingga semua serba otomatisasi.
    • Differeniasi distribusi adalah cara melayani kepada pelanggan dengan kekuatan lini yang unggul dan semakin cepat, gesit, responsif, misal memiliki cabang yang banyak di berbagai kota didukung tim ahli dengan kemampuan yang solusif.
    • Differensiasi SDM/Personnel training, hal ini merupakan hal yang cukup penting dimana mempersiapkan SDM dengan melakukan training yang tepat dan berkelanjutan, beberapa perusahaan selalu menggunakan gadis cantik dan super tampan dalam promosi, dengan kustom yang elegan, atau justru terbalik bisa menggunakan SDM dengan kustom berjilbab rapi sopan dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik, atau memiliki SDM yang memiliki track record dan pengalaman tinggi dan cekatan.
    b.3 Focus Strategi digunakan untuk membangun keunggulan bersaing dalam suatu segmen pasar tertentu. Dalam pelaksanaannya terutama pada perusahaan skala menengah dan besar, strategi fokus diintegrasikan dengan salah satu dari dua strategi generik lainnya diatas: strategi biaya rendah atau strategi pembedaan karakteristik produk. Strategi ini biasa digunakan oleh pemasok “niche market” (segmen khusus/khas dalam suatu pasar tertentu; disebut pula sebagai ceruk pasar) untuk memenuhi kebutuhan suatu produk barang dan jasa khusus. Strategi ini akan menjadi lebih efektif jika konsumen membutuhkan suatu kekhasan tertentu yang tidak diminati oleh perusahaan pesaing. Biasanya perusahaan yang bergerak dengan strategi ini lebih berkonsentrasi pada suatu kelompok pasar tertentu (niche market), wilayah geografis tertentu, atau produk barang atau jasa tertentu dengan kemampuan memenuhi kebutuhan konsumen secara baik, excellent delivery.

    Dari ketiga strategi yang telah dijelaskan diatas didalam dunia penerbangan diterapkan oleh Garuda Indonesia. Focus bisnis yang dibangun Garuda Indonesia dibidang jasa transportasi udara yang selama ini melakukan layanan full service dengan market yang terbatas, melihat peluang yang lebih besar pada pangsa pasar menengah ke bawah maka Garuda Indonesia menggabungkan tiga strategi sebagaimana yang dijelaskan diatas, pertama Garuda Indonesia melakukan diffrensiasi dengan membentuk anak perusahaan citilink, menerapkan cost leadership dimana citilink mengusung penerbangan dengan biaya murah dan focus pada segmen pasar tertentu (citilink fokus pada pasar menengah ke bawah dan Garuda pada pasar menengah ke atas).

    Citilink (PT Citilink Indonesia) adalah anak perusahaan Garuda Indonesia yang juga merupakan maskapai penerbangan. Maskapai ini menyediakan layanan penerbangan berbiaya murah ke berbagai destinasi menarik di Indonesia. Pada tanggal 5 Juli 2012 Citilink meresmikan penerimaan sertifikat Air Operation Certificate (AOC) dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia sebagai perusahaan maskapai yang resmi beroperasi di Indonesia yang independen.

    Industri penerbangan Indonesia bertumbuh dengan pesat di semua segmen. Di kelas premium, sebagai fokus pasar Garuda Indonesia tumbuh sangat baik dan mendapat pengakuan internasional. Namun, dari segi kuantitas, sektor yang tumbuh paling cepat adalah kelas menengah ke bawah. Garuda juga harus merebut ini. Tapi, dari segi bisnis akan sulit kalau Garuda terjun langsung, karena posisinya menjadi tidak jelas (menjadi tidak fokus). Karena itu, strategi fokus yang di bangun Garuda Indonesai dengan diffrensiasi produk mendirikan citilink. Citilink dikembangkan dengan serius untuk merebut pasar menengah ke bawah yang ke depan pertumbuhannya paling prospektif.
    Sebagai penerbangan dengan konsep LCC (Low-Cost Carrier), citilink merencanakan untuk memiliki market share signifikan, untuk bisa bersaing, salah satunya dengan menambah armada yang direncanakan hingga tahun 2017 akan mendatangkan 70 pesawat baru jenis A320. Setiap tahun akan datang 10 pesawat. Citilink memang mengarah ke single aircraft type, yakni Airbus 320, sehingga Boeing 737 tidak akan di pakai lagi.
    Dalam melakukan strategi bisnisnya citilink melakukan strategi biaya rendah (low-cost) yang menawarkan produk atau jasa kepada konsumen pada harga terendah yang tersedia di pasar, dalam hal ini citilink harus benar-benar memastikan diri sebagai the lowest cost. konsep LCC adalah mengatur alokasi biaya, utilisasi pesawat meningkat, pengaturan ground handling, manajemen kru juga berjalan baik. Bahkan, kru kabin citilink tidak dilakukan antar-jemput, sebab dilakukan pengaturan jam kerja sehingga jadwal terbang mereka selalu dimulai dari kota base mereka dan kembali ke kota itu lagi. Jadi, tidak perlu antar-jemput dan tidak perlu diinapkan.

    Selain itu, citilink juga mendorong agar menjadi maskapai berbasis teknologi informasi (TI) dengan melakukan penjualan tiket lewat website dan perkembangan kedepan citilink juga akan melakukan penjualan tiket lewat Alfamart. Dan kemudian akan launching mobile apps untuk Blackberry, Android, dan iPad. Sebagai anak perusahaan Garuda Indonesia tentu service atau pelayanan yang di berikan menjadi keunggulan lainnya, dengan pengalaman yang cukup baik sebagai maskapai domestik Garuda Indonesia sudah memiliki sistem pelatihan yang bekelanjutan dalam menciptakan kru dan karyawan dengan service excellent, salah satu keunggulan didalam diffrensiasi yang dapat membentuk brand image baru bagi kunsumen dalam memilih layanan penerbangan berbiaya murah dengan menggunakan citilink.

    3. Dalam pengelolaan proyek, dikenal berbagai tahapan pengelolaan mulai dari perencanaan, penskedulan, dan penyusunan biaya.
    a) Dalam pembuatan skedul dikenal berbagai pendekatan yaitu: 1) Gantt Chart, 2) Critical Path Method (CPM) dan Program Evaluation and Review (PERT). Jelaskan prinsip pendekatan ini secara ringkas.
    b) Seorang manajer proyek adalah seorang yang memiliki kecakapan dan kefleksibelan mumpuni sehingga dia dikenal sebagai seorang yang “highly visible responsible”. Jelaskan arti ungkapan itu dan apa syarat bagi seorang manajer proyek, jelaskan dengan memberikan contoh.
    Jawab :
    a) Dalam pembuatan skedul dikenal berbagai pendekatan yaitu: 1) Gantt Chart, 2) Critical Path Method (CPM) dan Program Evaluation and Review (PERT).
    • Gantt Chart adalah sejenis grafik batang (Bar Chart) yang digunakan untuk menunjukan Tugas-tugas pada Proyek serta Jadwal dan waktu pelaksanaannya, seperti waktu dimulainya tugas tersebut dan juga batas waktu yang digunakan untuk menyelesaikan tugas yang bersangkutan. Orang atau Departemen yang ditugaskan untuk menyelesaikan Tugas dalam proyek juga harus dituliskan dalam Gantt Chart.
    • Critical Path Method (CPM) adalah teknik menganalisis jaringan kegiatan (aktivitas-aktivitas) ketika menjalankan proyek dalam rangka memprediksi durasi total. Critical path sebuah proyek adalah deretan aktivitas yang menentukan waktu tercepat yang mungkin agar proyek dapat diselesaikan. teknik menajemen proyek yang menggunakan hanya satu factor waktu per kegiatan. Merupakan jalur tercepat untuk mengerjakan suatu proyek, dimana setiap proyek yang termasuk pada jalur ini tidak diberikan waktu jeda/istirahat untuk pengerjaannya. Dengan asumsi bahwa estimasi waktu tahapan kegiatan proyek dan ketergantungannya secara logis sudah benar.
    • Evaluation and Review (PERT) adalah suatu model jaringan yang mampu memetakan waktu penyelesaian kegiatan yang acak. PERT dikembangkan agar tercipta ruang/potensi untuk pengurangan waktu dan biaya yang diperlukan untuk penyelesaian proyek tersebut. Sebelum sebuah kegiatan dapat dimulai, semua kegiatan yang menjadi prasyarat bagi kegiatan tersebut harus sudah terselesaikan. Diagram PERT memiliki dua komponen utama yaitu aktivitas (activities) dan tonggak event/acara (milestones). Kedua komponen ini ditandai dengan busur dan titik. Activities digambarkan oleh busur dan diberi kode A, B, C dan seterusnya, sebagai simbol Kegiatan A: ……., Kegiatan B: ……., Kegiatan C: ……., busur juga diberikan keterangan berapa lama perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan kegiatan yang bersangkutan. Sedangkan milestones digambarkan oleh titik/lingkaran yang diberi nomor kode yang naik berurut dari awal hingga akhir diagram. Penomoran dengan kode 10, 20, 30, dan seterusnya, bertujuan untuk memberi ruang apabila kemudian diperlukan penambahan kegiatan di antara masing-masing titik.
    b) Seorang manajer proyek adalah seorang yang memiliki kecakapan dan kefleksibelan mumpuni sehingga dia dikenal sebagai seorang yang “highly visible responsible” maksudnya adalah merupakan kemampuan seorang manajer proyek selain memiliki kompetensi yang mencakup unsur ilmu pengetahuan (knowledge), kemampuan (skill) dan sikap (attitude), juga harus memiliki tanggunghawab yang tinggi untuk menggerakkan seluruh unsur-unsur yang terlibat di dalam suatu proyek, harus dapat memberikan contoh dan arahan serta motifasi bagi karyawannya dalam mengerjakan proyek agar sesuai dengan jadwal yang dientukan. Pemilihan seorang manajer proyek merupakan keputusan paling utama mengenai proyek. Manajer proyek perlu memiliki kerangka harapan agar dapat berhasil dengan baik. Berikut adalah syarat dan kualitas yang dicari manakala pemilihan seorang manajer proyek:
     Latar belakang teknis yang kuat.
     Seorang manajer yang tegas.
     Individu yang bersifat dewasa.
     Seseorang yang mampu memimpin team dengan baik.
     Seseorang yang mampu dan cepat dalam mengambil keputusan yang diperlukan.
     Seseorang yang memiliki hubungan baik dengan para eksekutif senior.
     Seseorang yang dapat memelihara kebahagiaan tim proyek.
     Orang yang telah bekerja dalam beberapa departemen berbeda

    4. Pengadaan barang dan jasa untuk instansi pemerintahan sekarang ini harus dilakukan secara online. Pelaksanaannya membutuhkan sarana dan prasarana yang menolong (supporting Service) sehingga dapat dimungkinkan bagaimana pengadaan barang dan jasa secara online dilakukan . Dalam kaitan ini jelaskan hal berikut.
    a) Apa yang dimaksud dengan pengadaan barang dan jasa secara online
    b) Apa manfaat daripada pengadaan barang dan jasa secara online baik kepada pelaksana maupun kepada pemerintah dan perekonomian
    c) Bagaimana cara mempertimbangkan pemilihan penyedia layanan secara teori.

    Jawab :
    a) Pengadaan barang dan jasa secara online atau sering juga di sebut E-procurement adalah sistem pengadaan barang dan jasa yang memanfaatkan teknologi informasi. Teknologi informasi digunakan untuk melakukan pengolahan data penggadaan hingga ke proses pembuatan laporan. E-procurement merupakan istilah umum diterapkan pada penggunaan sistem yang terintegrasi antara database dengan area yang luas (biasanya berbasis web) jaringan sistem komunikasi disebagian atau seluruh proses pembelian. Proses pengadaan meliputi identifikasi kebutuhan awal dan spesifikasi oleh pengguna, melalui pencarian, sumber dan tahap negosiasi kontrak, pemesanan dan termasuk mekanisme yang meregistrasi penerimaan, pembayaran dan sebagai pendukung evaluasi pasca pengadaan. Dari pengertian ini maka yang dimaksud dengan E-procurement ditentukan oleh siapa yang melaksanakan. Bila dilakukan oleh pemerintah dan institusi publik maka dikategorikan sebagai government procurement. Pada proses pembelian/pengadaan, maupun proses lelang yang dilakukan oleh pemerintah atau instansi pemerintah dengan mengumpulkan calon-calon supplier atau kontraktor. Mereka sebelumnya sudah diberi penjelasan oleh instansi tersebut ketentuan lelang yang akan di lakukan, tentang jumlah, spesifikasi, dan waktu kebutuhan suatu barang atau jasa. Supplier atau kontraktor yang memberikan penawaran terbaik dan spesifikasi yang sesuai dengan rencana pengadaan barang dan jasa tersebut pada akhir periode lelang atau pengadaan akan keluar sebagai pemenang, dan selanjutnya proses pengerjaan dan pengiriman barang akan dilakukan oleh supplier dan kontraktor yang telah ditentukan pemenangnya tersebut.
    b) Manfaat pengadaan barang dan jasa secara online bagi pemerintah, meliputi menghemat uang, waktu, dan beban kerja tambahan yang normalnya berhubungan dengan pekerjaan tulis-menulis. Proses pengadaan konvensional biasanya melibatkan banyak pemrosesan kertas-kertas, yang mana menghabiskan sejumlah besar waktu dan uang. Keuntungan pengadaan online tidak hanya meliputi penghematan uang tetapi juga penyederhanaan keseluruhan proses. Rencana-rencana yang optimal dapat dikomunikasikan dengan cepat kepada pemasok-pemasok (supplier dan Kontraktor), oleh karena itu dapat mengurangi biaya dan pemborosan yang biasanya terdapat dalam supply chain. Selain itu akan mengurangi interaksi perorangan antara pemerintah dan pelaksana sehingga dapat menghindari korupsi, nepotisme dan permaian yang dapat merugikan negara.

    Bagi pelaksana (supplier dan kontraktor) dengan sistem online akan lebih memudahkan untuk melakukan pemantauan proses tender atau lelang yang di lakukan pemerintah dan pihak-pihak lainnya yang mengawasi tata kelola pemerintahan yang bersih juga dapat ikut melakukan pemantaun, sehingga akan terseleksi dengan baik supplier yang kualifikasinya sesuai dengan supplier dengan kualifikasi yang tidak sesuai secara objektif tanpa adanya interpensi dari pihak manapun dan akuntabilitasnya dapat di pertanggungjawabkan.

    Sementara bagi perekonomian secara umum akan menurunkan biaya ekonomi tinggi yang saat ini masih terjadi hampir disemua sektor yang behubungan dengan pemerintahan, dengan menghilangkan biaya ekonomi tinggi tersebut akan menghasilkan produk yang sesuai dengan kualitas yang sesuai dengan harga yang sesuai pula sehingga tidak memberatkan APBD dan APBN yang sering dikatakan bocor sebahagian besar pada sektor pengadaan barang dan jasa. dengan penerapan pengadaan barang dan jasa secara online (government procurement) sebagaimana yang dijelaskan diatas, maka APBD dan APBN yang selama ini bocor akibat pengadaan barang dan jasa dapat di alihkan untuk menggerakkan sektor ekonomi lainnya yang dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat, meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat yang akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah maupun nasional.
    c) Memilih penyedia layanan atau vendor yang dapat mendukung kinerja bisnis memang sulit. Perusahaan harus mempertimbangkan pilihan untuk menggunakan penyedia layanan aplikasi, faktor-faktor manajemen, organisasi dan teknologi yang harus dipertimbangkan ketika membuat keputusan, faktor tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :
     Faktor manajemen, faktor ini akan sangat mempengaruhi keputusan untuk memntukan penyedia layanan yang akan dipilih, dalam hal ini harus diketahui terlebih dahulu permasalahan dalam perusahaan, misalnya seperti efisiensi dalam pergudangan, efektifitas dalam pemesanan, ketika perusahaan hanya ingin fokus pada proses bisnis inti tanpa membuang sumberdaya untuk mengoperasikan infrastruktur TI sendiri. Selanjutnya untuk mengetahui apa yang dibutuhkan perusahaan untuk mengatasi masalah diatas.
     Faktor Organisasi, kesiapan mengenai seluruh sumber daya dalam perusahaan termasuk SDM untuk mengoperasikan system penyedia layana (khususnya layanan online) yang akan diterapkan. Proses ini akan sedikit rumit untuk menyesuaikan bisnis yang sebelumnya berbasis layanan kompensional untuk migrasi ke sistem layanan dengan perangkat lunak.
     Faktor Teknologi, Apakah system peyedia layanan tersebut akan dapat diterapkan dengan baik sesuai dengan tujuan perusahaan, apakah memerlukan integrasi yang kompleks dengan system kantor administrasi perusahaan atau tidak.

    5. Diketahui informasi dari pengalaman satu proyek, waktu yang dibutuhkan (T) = 62 minggu, sedangkan variasi adalah 72. Berapakah kemungkinan proyek itu selesai 18 hari sebelum waktu normal pengerjaan proyek?

    Jawab :
    Dik :
    – Waktu yang dibutuhkan 62 minggu
    – Sedangkan variasi adalah 72
    Dit : Berapa kemungkinan proyek itu selesai 18 hari sebelum waktu normal.
    • Waktu normal 62 minggu (62 x7 = 434 hari)
    • Kemungkinan selesai 18 hari sebelum waktu normal = 434-18 = 416 hari (416 : 7 = 59 minggu)
    • Projek standard deviation

    αp = Project Variance

    αp = 72

    = 8,48

    Kemungkinan proyek selesai 18 hari sebelum waktu normal ( probability of project competion :

    Z = (62 weeks – 59 weeks) αp

    Z = 3/8,48
    Z = 0,35

    Komentar oleh Ismanuddin Berutu NIM : P2C214020 | Februari 13, 2015 | Balas

  11. JAWABAN UAS
    MATA KULIAH : MANAJEMEN OPERASI
    MAHASISWA / NIM : MUTIA KARTIKA SARI (P2C2 14036)

    JAWABAN NO. 1
    Jasa atau layanan menjadi bagian penting dalam perekonomian modern, negara menerima pendapatan yang terus meningkat dari sektor layanan. Oleh karena itu, dari bahasan manajemen operasional, layanan menjadi bagian penting dalam operasi sehingga harus mendapat perhatian. Dalam kaitan ini dikenal sifat layanan yang mengkombinasikan berbagai unsur sebagaimana berikut.
    a) Keterlibatan Karyawan dan Tingkat Kastomisasi (customization)
    b) Sifat tindakan layanan dan Penerima Langsung layanan
    c) Sifat penyampaian jasa dan hubungan antara organisasi penyedia jasa (provider) dan pelanggannya.

    Jasa atau layanan membutuhkan integrasi pemasaran, operasi dan sumberdaya manusia. Keterlibatan karyawan dengan pelanggan sangat diperlukan dalam rangka menjaga hubungan yang lebih erat dengan pelanggan. mPelanggan juga diharapkan berpartisipasi dalam pelayanan yang diiinginkan. Perkembangan industri dari yang sebelumnya mass production menjadi mass customization yang ditandai dengan semakin banyaknya model produk yang dijual untuk tipe produk yang sama. Untuk dapat bertahan, perusahaan harus tenggap dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Tiap konsumen memiliki keinginan-keinginannya sendiri, namun bila keinginan masing-masing konsumen dituruti tanpa sebuah sistem yang memadai maka biaya produksi akan sangat tinggi dan tetntunya perusahaan akan merugi. Penyampaian jasa layanan adalah bagian yang tidak terlepas dan harus diperhatikan dalam menjaga hubungan dengan pelanggan. Secara terus-menrus karyawan harus menjaga kualitas hubungan dengan customer. Terpenuhinya semua kebutuhan dan keinginan konsumen akan membuat konsumen puas dan akan kembali melakukan transaksi dengan perusahaan tersebut. Hal ini berarti akan meningkatkan loyalitas dari pelanggan dan ini berarti demand konsumen ke perusahaan akan terus naik. Loyalitas pelanggan merupakan sebuah sikap yang menjadi dorongan perilaku untuk melakukan pembelian produk/jasa dari suatu perusahaan yang menyertakan aspek perasaan didalamnya, khususnya yang membeli secara teratur dan berulang-ulang dengan konsistensi yang tinggi, namun tidak hanya membeli ulang suatu barang dan jasa, tetapi juga mempunya komitmen dan sikap yang positif terhadap perusahaan yang menawarkan produk/ jasa tersebut.

    JAWABAN NO. 2
    a. Daya saing adalah kemampuan perusahaan, industri, daerah, negara, atau antar daerah menghasilkan faktor pendapatan dan faktor pekerjaan yang relatif tinggi dan berkesinambungan untuk menghadapi persaingan internasional. Strategi daya saing merupakan alat perusahan untuk bersaing dengan penantang pasar. Daya saing muncul ketika sebuah perusahaan menerapkan strategi penciptaan nilai-nilai yang tidak dapat ditiru manfaatnya oleh perusahaan lain atau terlalu tinggi harganya untuk ditiru. Setiap Perusahaan harus memiliki kemampuan untuk bertahan dalam dunia persaingan usaha. Memiliki daya saing yang tinggi bukan lagi sekedar kebutuhan melainkan suatu keharusan. Tanpa daya siang yang tinggi mustahil suatu perusahaan dapat bertahan, apalagi memenangkan persaingan. Tuntutannya menjadi sangat strategis, terutama bila eksistensi bukan merupakan satu-satunya yang ingin dicapai, tetapi memenangkan persaingan yang justru diharapkan untuk dicapai.

    b. Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membangun daya saing layanan (Service Strategy) yaitu dengan memperhatian VISI, SEGMEN dan COMPETITIVENESS OF SERVICE.
    1. Visi : Perusahaan harus mempunyai visi atau tujuan jangka panjang yang ingin dicapai. Visi adalah suatu pandangan jauh tentang perusahaan, tujuan-tujuan perusahaan dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut pada masa yang akan datang. Dalam visi terkandung orientasi perusahaan ke masa depan, mengekspresikan kreatifitas dan tujuan yang jelas.
    2. Segmentasi : Salah satu alasan utama untuk menggunakan segmentasi adalah untuk membantu perusahaan untuk lebih memahami kebutuhan basis pelanggan tertentu. Untuk meningkatkan daya saing perusahaan harus ditentukan dahulu jenis segmen dengan jelas. Dengan kita memandang ada kelompok pelanggan potensial yang berbeda satu sama lain, maka pesan pemasaran dapat lebih tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan dan keinginan orang-orang. Seringkali, membagi konsumen dengan kriteria yang jelas akan membantu perusahaan mengidentifikasi aplikasi lain untuk produk mereka yang mungkin belum jelas sebelumnya. Hal ini sering membantu perusahaan menargetkan audiens yang lebih besar dalam klasifikasi demografis yang sama, meningkatkan pangsa pasar di antara basis tertentu. Segmentasi pasar juga dapat berfungsi untuk mengidentifikasi kelompok-kelompok kecil orang yang membentuk mereka sendiri, kelompok bagian yang tidak diketahui sebelumnya, sehingga lebih meningkatkan efisiensi keseluruhan upaya pemasaran perusahaan.
    3. Competitiveness of services : Kualitas pelayanan yang baik merupakan satu hal yang sangat penting untuk meraih pasar. Kepuasan konsumen merupakan tingkat perasaan konsumen setelah membandingkan kinerja (hasil) yang dirasakan dengan harapannya. Riset konsumen untuk mengungkapkan reaksi konsumen terhadap pelayanan yang diberikan perusahaan dengan tingkat kepuasan yang berkaitan dengan pelayanan tersebut sangat relevan dan dibutuhkan oleh perusahaan yang berorientasi pada konsumen. Hanya perusahaan yang mampu berkompetisi yang dapat bertahan dalam persaingan.

    c. Salah satu contoh strategi yang sukses: Southwest Airline didirikan di airport Love Field di Dallas pada tahun 1971 oleh Rollin King, Lamar Muse, dan Herb Kelleher. Untuk menghubungi 3 kota besar di negara bagian Texas – Dallas, Houston, dan San Antonio. Waktu tempuh antara masing-masing 3 kota itu 1 jam dengan pesawat jet atau 3 jam dengan kendaraan darat. Sebagai airline yang menyediakan harga tiket murah, Southwest Airlines mengharapkan mereka bisa menarik business traveler antara 3 kota itu untuk mimilih terbang naik Southwest daripada nyetir mobil. Southwest Airlines yang bermarkas di airport Dallas Love Field mulai beroperasi dengan 3 buah B737-200. Sekarang mereka melayani sekitar 70 kota di US dan 25 kota di Mexico. Usahanya dikembangkan di Hotel, penyewaan mobil dan Liburan (Vacation). Bahkan Southwest Airlines menerima kucing dan anjing kecil yang sudah divaksinasi dalam suatu pembawa yang diperhirungkan beratnya sebagai carry on bag dengan biaya $75 USD per pet per trip.
    Strategi yang dipakai adalah sebagai berikut :
    – Mengembangkan bisnis secara bertahap dengan menambahkan lebih banyak penerbangan pada rute yang ada dan memulai layanan untuk bandara baru
    – Membuat layanan yang ramah
    – Menjaga armada hanya menggunakan pesawat Boeing 737
    – Mendorong pelanggan untuk membuat reservasi dan membeli tiket di situs Web perusahaan
    – Hindari terbang ke bandara yang padat atau ramai
    – Mempekerjakan sistem rute point-to-point
    – Menghemat biaya dengan waktu yang singkat untuk menurunjan dan menaikkan penumpang.

    JAWABAN NO. 3
    a. Penentuan jadual proyek melibatkan pengurutan dan pembagian waktu ke semua aktivitas proyek. Pada tahapan ini manajer memutuskan berapa lama suatu aktivitas akan memakan waktu dan menghitung sumber daya yang diperlukan pada masing0-masing tahapan produksi. Manajer juga akan merencanakan jadual yang berbeda bagi kebutuhan akan personel berdasarkan pada jenis kemampuan (manajemen, teknik, dll) dan kebutuhan akan bahan material. Dalam pembuatan skedul dikenal berbagai pendekatan yaitu :

    1. Gantt Chart : merupakan cara yang mudah dalam membantu manajer memastikan bahwa (1) aktivitas direncanakan, (2) urutan kerja didokumentasikan, (3) waktu aktivitas diestimasi dan dicatat, (4) waktu proyek keseluruhan dikembangkan. Grafik Gantt mudah dipahami. Pada proyek sederhana grafik ini memungkinkan menajer untuk mengawasi kemajuan dari masing-masing aktivitas dan untuk menemukan serta mengatasi area permasalahan.
    2. Critical Path Method (CPM) : merupakan suatu metode penjadwalan proyek yang sudah dikenal dan sering digunakan sebagai sarana manajemen dalam pelaksanaan proyek. CPM merupakan sebuah teknik menajemen proyek yang menggunakan satu faktor waktu per aktivitas.
    3. Program Evaluation and Review (PERT) : Merupakan sebuah teknik menajemen proyek yang mnggunakan tiga waktu estimasi untuk masing-masing aktivitas. Proyek yang kompleks menggunakan metode PERT (Program Evaluation Review Technical), maka akan diketahui :
    – Kapan proyek selesai
    – Bagaimana urut-urutan pekerjaan, kapan mulainya dan kapan selesainya
    – Pekerjaan mana yang paling lama
    – Pekerjaan mana yang tertunda
    – Pekerjaan mana yang dapat perhatian khusus

    b. Seorang manajer proyek adalah seorang yang memiliki kecakapan dan kefleksibelan mumpuni sehingga dia dikenal sebagai seorang yang “highly visible responsible”. Hal ini berarti sebagai seorang manajer harus dapat membaca situasi yang ada dengancepat dan juga melakukan penyesuaian dengan cepat. Manajer proyek yang efektif juga memungkinkan manajer untuk focus pada aktivitas yang penting bagi penyelesaian proyek yang tepat waktu. Dengana memahami jalur kritis proyek, seoatrang manajer harus mengetahui dengan cepat di mana proses yang dapat dipersingkat sehingga membuatnya menjadi lebih ekonomis. Manajer proyek yang baik juga memungkinkan perusahaan untuk secara efisien menciptakan produk dan jasa untuk pasar global dan merespon dengan cepat secara efektif terhadap kompetisi global.

    JAWABAN NO.4
    a. Pengadaan Barang dan Jasa secara Online adalah penyelenggara sistem elektronik pengadaan barang/jasa pemerintah. Sistem dijalankan dengan mengoperasikan sistem e-procurement bernama SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik) yang dikembangkan oleh LKPP.
    Implementasi e-procurement di Indonesia ditugaskan kepada Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) LKPP mengembangkan Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) berbasis free license untuk diterapkan seluruh instansi pemerintah di Indonesia. Mulai diterapkan pada tahun 2008 oleh 11 instansi dan tahun 2013 ini sudah 573 K/L/D/I (kementerian/lembaga/daerah/instansi) yang memiliki LPSE.
    Sistem ini dikembangkan dalam rangka menjawab tantangan persaingan sehat dan pelaksanaan pengadaan barang jasa yang berdasarkan prinsip ekonomis, efektif dan efisien. Pengadaan barang/jasa secara elektronik (e-pengadaan) akan meningkatkan transparansi, sehingga persaingan sehat antar pelaku usaha dapat lebih cepat terdorong. Dengan demikian optimalisasi dan efisiensi belanja negara segera dapat diwujudkan.
    b. Manfaat yang didapatkan dari pengadaan barang dan jasa secara online ini baik bagi pelaksana maupun kepada pemerintahan adalah : LPSE adalah suatu sistem yang dibentuk untuk menciptakan nilai-nilai good governance dalam suatu layanan pengadaan barang dan atau jasa yang dilindungi oleh APENDO (aplikasi pengaman dokumen) dari Badan inteligen negara (BIN). LPSE sebagai system tentu dirancang sedemikian rupa agar mengurangi kontak antara panitia pengadaan dan rekanan yang dimungkinkan akan terjadi korupsi. Selain itu juga supaya proses pengadaan lebih transparan dan akuntabel. LPSE melayani registrasi penyedia barang dan jasa yang berdomisili di wilayah kerja LPSE yang bersangkutan. Aplikasi yang digunakan oleh LPSE di seluruh Indonesia dikembangkan oleh LKPP. Aplikasi yang dikembangkan bersifat kode sumber terbuka, bebas lisensi, bebas biaya, tidak bergantung kepada merk tertentu, dan mendapatkan dukungan penuh dari LKPP untuk pelatihan maupun pendampingan. Selain sebagai pengelola sistem e-procurement, LPSE juga berfungsi untuk menyediakan pelatihan, akses Internet, dan bantuan teknis dalam mengoperasikan sistem e-procurement kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)/panitia serta penyedia barang/jasa. LPSE juga melakukan pendaftaran dan verifikasi terhadap penyedia barang/jasa. LPSE berada di bawah pengawasan LKPP di bagian Deputi Bidang Monitoring, Evaluasi, dan Pengembangan Sistem Informasi.

    c. Secara teori pertimbangan dalam pemilihan penyedia layanan pengadaan barang dan jasa haruslah mengacu kepada peraturan yang berlaku.

    a. efisien, yaitu pengadaan barang/jasa dilaksanakan dengan menggunakan dana dan daya seminimal mungkin untuk mencapai kualitas dan sasaran yang telah dalam waktu dan penggunaan dana yang telah ditetapkan untuk mencapai hasil yang maksimum;
    b. efektif, yaitu pengadaan barang/jasa harus sesuai dengan kebutuhan dan sasaran yang telah ditetapkan serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya;
    c. transparan, yaitu semua ketentuan dan informasi mengenai pengadaan barang/jasa bersifat jelas dan dapat diketahui secara luas oleh penyedia barang /jasa serta oleh masyarakat pada umumnya;
    d. akuntabel, yaitu harus sesuai dengan aturan dan ketentuan yang terkait dengan pengadaan barang/jasa sehingga dapat dipertanggungjawabkan;
    e. kerahasiaan, yaitu dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa Pemerintah secara elektronik, wajib menjaga kerahasiaan kode akses guna mencegah terjadinya penyalahgunaan;
    f. terbuka, yaitu pengadaan barang/jasa dapat diikuti oleh penyedia barang/jasa yang memenuhi kriteria tertentu yang telah ditetapkan;
    g. bersaing, yaitu pengadaan barang/jasa dilaksanakan melalui persaingan secara sehat diantara para peserta untuk memperoleh barang/jasa yang ditawarkan secara kompetitif dan tidak ada intervensi;
    h. adil, yaitu memberikan perlakuan yang sama atau tidak diskriminatif terhadap semua calon penyedia barang/jasa dan tidak mengarah untuk memberi keuntungan kepada pihak tertentu, dengan cara dan/atau alasan apapun;
    i. interoperabilitas, yaitu bahwa sistem aplikasi yang dibangun dapat diinstall pada semua Operating System Komputer; dan
    j. jaminan keamanan data, yaitu bahwa lalu lintas data yang ada pada sistem aplikasi dijamin keamanannya dan jika sampai terjadi manipulasi data (perubahan/kerusakan) akan dapat diidentifikasi/mampu telusur (traceable).


    JAWABAN NO. 5

    Waktu total proyek yang diharapkan T = 62 Minggu
    Varian Proyek = 72
    Waktu penyelesaian yang diharapkan 18 hari sebelum waktu penyelesaian yang diharapkan.
    Waktu penyelesaian yang diinginkan = 62 minggu – 18 hari = 59,4 minggu
    σp = √Project variance = √72 = 8,5
    59,4 – 62 -2,6
    Z = = = – 0,305 = – 0,31
    8,5 8,5

    Karena nilai peluang bagi nilai Z bertanda (+) dan (-) adalah sama, didasarkan pada sifat kurva distribusi Z (normal baku) yang simetris maka Z = + 0,31.
    Untuk Z = 0,31 dari table adalah 0,380183. Dengan demikian, probabilitas proyek dapat diselesaikan 18 hari sebelum waktu normal pengerjaan proyek adalah 1.380 atau 38%.

    Komentar oleh mutia | Februari 13, 2015 | Balas

  12. Nama : Thondra Biritta
    NIM : P2C214011
    UAS Manajemen Operasi

    Soal :
    1. Jasa atau layanan menjadi bagian penting dalam perekonomian modern, negara menerima pendapatan yang terus meningkat dari sektor layanan. Oleh karena itu, dari bahasan manajemen operasional, layanan menjadi bagian penting dalam operasi sehingga harus mendapat perhatian. Dalam kaitan ini dikenal sifat layanan yang mengkombinasikan berbagai unsur sebagaimana berikut.
    a) Keterlibatan Karyawan dan Tingkat Kastomisasi (customization)
    b) Sifat tindakan layanan dan Penerima Langsung layanan
    c) Sifat penyampaian jasa dan hubungan antara organisasi penyedia jasa (provider) dan pelanggannya.
    Jelaskan konstruksi ke tiga hal di atas dan contohnya secara rinci.
    Jawaban :
    1. Dari ketiga hal diatas Jasa dapat dikontruksikan berdasarkan berbagai kriteria, sebagai berikut:
    – Berdasarkan tingkat customization dan judgment dalam penyampaian jasa
    Jasa dikelompokkan ke dalam sebuah matriks yang terdiri atas dua sumbu, di mana sumbu vertikalnya menunjukkan tingkat customization karakteristik jasa (tinggi dan rendah), sedangkan sumbu horisontalnya adalah tingkat judgment yang diterapkan oleh contact personnel dalam memenuhi kebutuhan pelanggan industrial (tinggi dan rendah). Kemudian dalam hal penyampaian jasa dikelompokkan ke dalam sebuah matriks yang terdiri atas dua sumbu, di mana sumbu vertikalnya menunjukkan sifat interaksi antara pelanggan dan perusahaan jasa (pelanggan mendatangi perusahaan jasa, perusahaan jasa mendatangi pelanggan, serta pelanggan, dan perusahaan jasa melakukan transaksi melalui surat atau media elektronik), sedangkan sumbu horisontalnya adalah ketersediaan outlet jasa (single site dan multiple sites).

    – Berdasarkan sifat tindakan jasa
    Jasa dikelompokkan ke dalam sebuah matriks yang terdiri atas dua sumbu, di mana sumbu vertikalnya menunjukkan sifat tindakan jasa (tangible actions dan intangible actions), sedangkan sumbu horisontalnya adalah penerima jasa (manusia dan benda).

    – Berdasarkan hubungan dengan pelanggan
    Jasa dikelompokkan ke dalam sebuah matriks yang terdiri atas dua sumbu, di mana sumbu vertikalnya menunjukkan tipe hubungan antara perusahaan jasa dan pelanggannya (hubungan keanggotaan dan tak ada hubungan formal), sedangkan sumbu horisontalnya adalah sifat penyampaian jasa (penyampaian secara berkesinambungan dan penyampaian diskret).

    Soal :
    2. Sebagaimana dalam operasi barang, operasi layanan juga mempertimbangkan daya saing sehingga strategi apapun yang dilakukan juga harus menopang daya saing layanan yang dihasilkan.
    a) Apa yang dimaksud dengan daya saing
    b) Jelaskan ke tiga strategi yang berkaitan untuk membangun daya saing layanan
    c) Berikan contoh penjelasan (a dan c) di dalam industri penerbangan.
    Jawaban :
    2. a) Daya saing menurut Michael Porter (1990) adalah Produktifitas yang didefinisikan sebagai nilai output yang oleh seorang tenaga kerja dan Bank Dunia menyatakan hal yang sama yaitu daya saing mengacu kepada besaran serta laju perubahan nilai tambah perunit input yang dicapai oleh perusahaan. Dari kedua definisi diatas menyatakan bahwa daya saing tidak secara sempit mencakup hanya sebatas tingkat efisiensi perusahaan akan tetapi mencakup aspek diluar perusahaan seperti contohnya iklim berusaha yang merupakan faktor diluar kendali perusahaan (External).
    b) Strategi yang berkaitan untuk membangun daya saing layanan sebagai berikut :
    1. strategy of focus
    Strategi yang yang memiliki satu fokus layanan saja. Diharapkan strategi ini mampu memberikan layanan yang terbaik kepada konsumennya karena betul-betul terkonsentrasi pada layanan tersebut, meningkatkan kepercayaan konsumen serta membangun daya saing. Adapun beberapa fokus layanan seperti:
    a. Kelompok pembeli (contoh: Asuransi USAA dan pegawai militer)
    b. Servis yang ditawarkan (contoh: perawatan pasien hernia)
    c. Wilayah geografis (contoh: TV kabel Austin)
    2. strategy differentiation
    – Menghasilkan produk yang dapat diingat terus
    – Menyesuaikan Produk Standar
    – Mengurangi resiko yang akan ditanggung oleh konsumen
    – Mengawasi kualitas produk
    – Memberikan perhatian terhadap personel pelatihan
    Note: Strategi differentiation artinya menjadi unik dalam brand image, teknologi yang digunakan, fitur atau reputasi pelayanan terhadap konsumen.
    3. strategy of focus and overall cost leadership.
     Menghasilkan pelayanan yang murah
     Membuat standar pelayanan
     Mempromosikan self service dengan mengurangi personel pesan antar
     Mengurangi biaya distribus
     Melakukan operasi pelayanan Off-line
    c) Daya saing dalam industri penerbangan saat ini dimulai dari adanya anggapan bahwa jasa transportasi adalah sesuatu yang mewah, akan tetapi industri penerbangan ini pada saat ini memperkenalkan sesuatu yang baru melalui sistem lowcost. Dimana sistem ini memangkas berbagai biaya dari sistem sebelumnya sehingga harga tiket menjadi lebih murah, tanpa mengurangi keamanan dan keselamatan penumpang. Dengan sistem baru ini menjadikan daya saing perusahaan penerbangan semakin kompetitif, dengan peningkatan penumpang yang semakin meningkat.
    Soal :
    3. Dalam pengelolaan proyek, dikenal berbagai tahapan pengelolaan mulai dari perencanaan, penskedulan, dan penyusunan biaya.
    a) Dalam pembuatan skedul dikenal berbagai pendekatan yaitu: 1) Gantt Chart, 2) Critical Path Method (CPM) dan Program Evaluation and Review (PERT). Jelaskan prinsip pendekatan ini secara ringkas.
    b) Seorang manajer proyek adalah seorang yang memiliki kecakapan dan kefleksibelan mumpuni sehingga dia dikenal sebagai seorang yang “highly visible responsible”. Jelaskan arti ungkapan itu dan apa syarat bagi seorang manajer proyek, jelaskan dengan memberikan contoh.
    Jawaban :
    3. a). Prinsip Pendekatan ini adalah Pendekatan ini pada dasarnya digunakan untuk mengerjakan sebuah proyek, hanya saja untuk Gantt Chart tidak cocok untuk proyek besar dengan aktifitas yang banyak. Sedangkan untuk CPM dan PERT adalah dua teknik yang bermanfaat dalam menentukan lamanya waktu minimum untuk sebuah proyek dan menggambarkan waktu yang diperlukan dari kegiatan proyek (Nasrullah, 1997), CPM dan PERT memiliki kemiripan karena memperlihatkan lama suatu aktifitas dan saat – saat mulai paling dini sebagaimana halnya Gantt Chart.
    b). “highly visible responsible” adalah sebuah kemampuan yang dipunyai dalam mempertanggungjawabkan sebuah pekerjaan dan diimplementasikan sebagai seorang Pelatih yang baik dan komunikator yang mampu mengorganisir berbagai disiplin ilmu.
    Contoh :
    Seorang Manajer Proyek yang diberi kewenangan untuk mengerjakan sebuah proyek pembangunan Apartemen dengan waktu yang ditentukan sehingga manajer ini dikejar waktu yang deadline, oleh karena itu dia harus mampu mengkordinir seluruh bagian atau teknisi yang berbeda ilmu ataupun pekerjaan untuk dapat menyesuaikan waktu pekerjaan dengan jenis – jenis pekerjaan dimulai dari tahap perencanaan sampai dengan tahap finishingnya. Sehingga waktu yang deadline tersebut dapat diselesaikan dengan efisien dan efektif tanpa harus ada pengerjaan ulang.
    Soal :
    4. Pengadaan barang dan jasa untuk instansi pemerintahan sekarang ini harus dilakukan secara online. Pelaksanaannya membutuhkan sarana dan prasarana yang menoang (supporting Service) sehingga dapat dimungkinkan bagaimana pengadaan barang dan jasa secara online dilakukan . Dalam kaitan ini jelaskan hal berikut.
    a) Apa yang dimaksud dengan pengadaan barang dan jasa secara online
    b) Apa manfaat daripada pengadaan barang dan jasa secara online baik kepada pelaksana maupun kepada pemerintah dan perekonomian
    c) Bagaimana cara mempertimbangkan pemilihan penyedia layanan secara teori.
    Jawaban :
    4. a) pengadaan barang dan jasa secara online adalah Proses kegiatan untuk mendapatkan barang dan jasa secara efektif, efisien, dan transparan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pengguna secara elektronik dengan memanfaatkan teknologi informasi.
    b) manfaat daripada pengadaan barang dan jasa secara online baik kepada pelaksana maupun kepada pemerintah dan perekonomian sebagai berikut : Semakin banyak perusahaan atau instansi memanfaatkan sistem ini maka akan menghemat uang, waktu, dan beban kerja tambahan yang normalnya berhubungan dengan pekerjaan tulis-menulis. Proses pengadaan konvensional biasanya melibatkan banyak pemrosesan kertas-kertas, yang mana menghabiskan sejumlah besar waktu dan uang. Kemudian Keuntungan memanfaatkan sistem ini tidak hanya meliputi penghematan uang tetapi juga penyederhanaan keseluruhan proses. Rencana-rencana yang optimal dapat dikomunikasikan dengan cepat kepada pemasok-pemasok, oleh karena itu dapat mengurangi biaya dan pemborosan yang biasanya terdapat dalam supply chain, serta pengurangan biaya overhead seperti pembelian agen, juga peningkatan kendali inventori, dan keseluruhan peningkatan siklus manufaktur. Sistem ini membantu perusahaan-perusahaan mengkonsolidasikan data tentang pengadaan bermacam-macam barang baik secara langsung maupun tidak langsung.
    c) cara mempertimbangkan pemilihan penyedia layanan secara teori sebagai berikut :
    – Mempertimbangkan keuntungan dan kerugian dalam memilih penyedia layanan
    – Membuat skala ekonomi
    – Memperhatikan sistem pelayanan yang diterapkan apakah aftersales atau tidak
    Soal :
    5. Diketahui informasi dari pengalaman satu proyek, waktu yang dibutuhkan (T) = 62 minggu, sedangkan variasi adalah 72. Berapakah kemungkinan proyek itu selesai 18 hari sebelum waktu normal pengerjaan proyek?
    Jawaban :
    Diketahui :
    Due date = 62 minggu
    Expected date = 18 hari = 2,5 minggu
    Variasi = 72
    Ditanya: Z=….
    Jawab:
    Z= (Due date- Expected date)/p
    p =  Project varians
    =  72
    = 8.48
    Z= (62-2.5)/8.48
    = 59.5/8.48
    = 7.01

    Komentar oleh Thondra B | Februari 13, 2015 | Balas

  13. Selamat Malam Mr.Joe, salam sejahtera bagi kita semua, bersama ini saya kirimkan JAWABAN UAS KELAS PAGI OLEH DYAH WIDAYANTI (P2C214027)

    1a. Keterlibatan karyawan dan tingkat kustomisasi
    Menurut Gilmor dan Joseph (1997), ada 4 (empat) pendekatan dalam customization, yaitu :
    1. Customizers Kolaboratif, yaitu pendekatan dimana pelanggan/individu melakukan dialog untuk membantu mengartikulasikan kebutuhan mereka dan untuk membuat produk yang disesuaikan untuk mereka.contoh salon Rambut, pelanggan dapat konsultasi atau berdialog mengenai jenis/type potongan rambut yang diinginkan.
    2. Customizers Adaptive, manufactur menawarkan produk standar, namun masih dapat disesuaikan. Produk dirancang dalam bentuk standar tersebut dibuat sedemikan rupa sehingga pengguna masih dapt mengubah sendiri, contoh: Handphone, dengan membenamkan teknologi didalamnya setiap customer dapat menambahkan fungsi dalam produk tersebut.
    3. Customizer Cosmetic, yaitu menyajikan produk standar berbeda untuk berbeda pelanggan. Pendekatan kosmetik tepat ketika pelanggan menggunakan produk cara yang sama dan hanya berbeda dalam bagaimana mereka ingin disajikan. menawarkan standar yang dikemas khusus untuk tiap pelanggan contoh : Gula yang dikemas dalam packing ½ kg, 1 kg, 2 kg, sehingga pelanggan mempunyai pilihan.
    4. Customizer Transparan, menyediakan pelanggan dengan produk/layanan unik tanpa membiarkan mereka mengetahui secara eksplisit bahwa produk-produk dan jasa telah disesuaikan untuk mereka. Pendekatan transparan untuk kustomisasi tepat ketika kebutuhan spesifik pelanggan dapat diprediksi dengan mudah atau dapat disimpulkan dan terutama ketika pelanggan menyatakan kebutuhan mereka berulang kali.
    Contoh : Mobil, dibuat dengan warna yang berbeda yang didasarkan pada keinginan banyak individu yang diikuti oleh banyak manufaktur.
    Seluruh perusahaan di dunia saat ini menyadari kebutuhan untuk memberikan pelayanan yang memuaskan untuk pelanggan. Dalam keinginan perusahaan untuk memenuhi keinginan pelanggan, mendorong banyak perusahaan terpaksa menciptakan program-program baru dan prosedur untuk memenuhi setiap permintaan pelanggan. Dalam melakukan Mass Custimization, bagaimana perusahaan memberikan nilai yang unik/nilai tambah suatu produk sesuai keinginan pelanggan namun dengan cara yang efisien.
    Teknologi informasi tepat guna dan proses kerja yang fleksibel memungkinkan perusahaan untuk menyesuaikan barang atau jasa bagi pelanggan perorangan dalam volume tinggi dan dengan harga yang relatif biaya rendah. Sehingga perusahaan lebih kompetitif dalam memenuhi keinginan setiap pelanggan serta mampu menang dalam persaingan global.
    Dengan menerapkan teknologi informasi secara efektif dan melatih seluruh karyawannya untuk memanfaatkan informasi, suatu perusahaan akan berkembang menjadi salah satu perusahaan yang sukses di dunia yang menyediakan layanan paling personal bagi pelanggan. Yang membuatnya berbeda adalah penekanan pada beberapa prinsip kunci, yang diperkuat oleh kepemimpinan yang kokoh, manajemen yang sukses, serta aplikasi teknologi. Prinsip-prinsip tersebut meliputi:
    – Sebuah visi tentang layanan yang efisien dan personal. Adalah penting untuk memastikan karyawan berkomitmen dalam memberikan layanan yang berkualitas Sistem TI distandardisasi di seluruh bagian dalam perusahaan, dan budaya organisasai dikembangkan yang menekankan pada kebutuhan untuk menangkap serta menyebarkan informasi yang bermanfaat mengenai setiap pelanggan.
    – Keinginan untuk memastikan perusahaan beroperasi dengan tanpa kesalahan dan menjaga loyalitas pelanggan dengan menggunakan strategi pemasaran yang tepat. Untuk mencapai hal tersebut, suatu perusahaan perlu menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mengakumulasikan pengetahuan mendalam tentang proses kerjanya, kemudian menggabungkan teknologi dengan keterampilan dan inovasi, yang memampukan perusahaan tersebut untuk melacak preferensi setiap pelanggannya.
    Misalnya, karyawan mengobservasi pelanggan, mencatat preferensi mereka, dan menyimpan data tersebut dalam jaringan informasi yang mencakup seluruh bagian dalam perusahaan. Hal ini memapukan karyawan lain untuk menggunakan kembali informasi tersebut dan memberikan layanan paling personal yang tersedia, meningkatkan kontak mereka dengan pelanggan untuk dapat mengalahkan pesaing. Ketika datang pelanggan mendapatkan barang yang mereka inginkan. Dan selama mereka melakukan transaksi, supervisor memeriksa dengan cermat detail yang relevan dari setiap pelanggan sehingga mereka dapat memberikan layanan yang lebih personal, seperti menyediakan minuman , surat kabar atau yang diminati dan sebagainya.
    Penerapan :
    – Berdayakan karyawan disetiap tingkat dalam perusahaan Anda, dan manfaatkan juga teknologi, untuk mendengarkan pasar Anda di tingkat lanjutan tertentu.
    – Simpan Informasi tentang klien dengan cara yang mudah diakses untuk memastikan tersedianya kualitas personal yang berbeda.
    – Lakukan pengaturan ulang terhadap karyawan, informasi, dan proses dengan cepat jika diperlukan guna memberikan manfaat dari layanan yang sangat dikustomisasi serta penuh perhatian.
    Sumber :
    • Gilmore, James H dan Pine II B. Joseph. 1997. “The Four Faces of Mass Customization”. Harvard Business Review; Vol 5 Issue 1 page 91 – 101 Jan/Feb 1997. United States

    1b. Sifat tindakan layanan dan penerima langsung layanan
    Jasa sangat bervariasi dan dapat dikategorikan berdasarkan sifat yang mendasari proses pelayanan. Jasa ada dua jenis yaitu jasa yang berwujud (tangible) dan tak berwujud (intangible). Perbedaan memiliki implikasi pemasaran yang penting dan menghasilkan empat kategori pemrosesan:
    1.Pemrosesan manusia
    2Pemrosesan kepemilikan
    3.Pemrosesan stimulasi mental
    4. Pemrosesan informasi.

    sifat dari tindakan layanan penerima langsung layanan manusia barang/kepemilikan tindakan yang terlihat pemrosesan manusia Jasa ditujukan pada tubuh seseorang Penumpang transportasi, penginapan Layanan kesehatan pemrosesan kepemilikan Jasa yang ditujukan pada fisik benda yang dimiliki seperti Transportasi kargo dan Dry cleaning tindakan yang tidak terlihat pemrosesan stimulus mental jasa yang ditujukan pada fikiran seseorang.

    #Sifat dari tindakan layanan# #Penerima langsung layanan#

    1.Manusia 2.Barang/Kepemilikan

    A.Tindakan yang terlihat -Pemrosesan manusia jasa -Pemrosesan kepemilikan jasa
    Ditujukan pada tubuh seseorang Ditujukan pada fisik benda
    Ex: Penumpang Transportasi Ex: Transportasi kargo
    Layanan Kesehatan Dry cleaning

    B.Tindakan yang tidak terlihat -Pemrosesan stimulus mental jasa -Pemrosesan informasi Jasa
    Ditujukan pada fikiran seseorang ditujukan pada aset takb erwujud Ex: Pendidikan Ex: Perbankan
    Iklan Jasa Hukum

    1C. Sifat Penyampaian Jasa dan Hubungan antara organisasi penyedia jasa (provider) dan pelanggannya.

    Penawaran jasa dibedakan dalam lima kategori, yaitu :
    a. Penawaran barang berwujud murni, contohnya adalah sabun, shampo.
    b. Penawaran barang berwujud disertai jasa, contohnya penjualan produk komputer dimana pelanggan
    membutuhkan instalasi atau servis komputer yang sudah dibelinya.
    c. Campuran, dimana porsi antara produk dan jasanya seimbang, contohnya adalah penawaran makan
    direstaurant dimana pelanggan memesan makan disertai dengan kebutuhan pelayanan yang memuaskan.
    d. Jasa Utama disertai barang tambahan, contohnya adalah perusahaan jasa travel yang menjual jasa
    transportasi disertai produk tambahan misalnya makanan yag disajikan dengan merek tertentu.
    e. Penawaran Jasa murni, contoh yang sering ditemui adalah pelayanan jasa cukur rambut ( salon kecantikan

    Pelayanan yang baik dari penyedia jasa (people) akan membentuk suatu physical evidence pada pelanggan akibat process pemberian jasa yang dilakukan sangat baik. Dari physical evidence yang telah terbentuk memungkinkan untuk peningkatan jumlah pelanggan yang ingin menggunakan jasa layanan yang sama. Mengelola Mutu Jasa Terdapat suatu strategi yang dapat ditempuh dalam memenangkan persaingan dengan pesaing usaha yaitu dengan cara menyampaikan layanan yang bermutu tinggi secara konsisten dibanding para pesaing dan lebih tinggi daripada harapan pelanggan. Untuk menghindari kegagalan dalam penyampaian jasa, perlu diperhatikan kesenjangan-kesenjangan yang mungkin terjadi, diantaranya sebagai berikut :
    1. Kesenjangan terjadi antara harapan konsumen dan persepsi manajemen. Contoh, manajemen rumah sakit menganggap pasien menginginkan menu makanan yang disajikan enak, padahal pasien menginginkan pelayanan perawat yang baik.
    2. Kesenjangan terjadi antara persepsi manajemen dan spesifikasi mutu jasa.
    3. Kesenjangan terjadi antara spesifikasi mutu dengan cara penyampaian jasa
    4. Kesenjangan terjadi antara penyampaian jasa dan komunikasi internal.
    5. Kesenjangan yang terjadi antara jasa yng dialami dengan jasa yang diharapkan (persepsi konsumen).
    Selain kesenjangan ternyata perubahan faktor lingkungan juga mempengaruhi perkembangan sektor jasa. antara lain adalah: konsumen, pesaing, teknologi-inovasi, globalisasi, ekonomi, pemerintah dan sosial budaya. Diantara faktor lingkungan tersebut, maka perkembangan teknologi (informasi dan komunikasi) oleh banyak kalangan dikatakan sebagai faktor lingkungan yang paling banyak mempengaruhi sektor jasa. Teknologi ini sangat membantu sektor jasa untuk mengelola bisnisnya secara efisien sesuai dengan semangat cost cutting. Selain itu meningkatnya sektor jasa juga dipicu beberapa faktor pendorong yaitu: meningkatnya tuntutan konsumen terhadap kualitas, pengurangan biaya, pelayanan jasa, konsumen internal, peningkatan produksi dan berkembangnya organisasi Nirlaba.

    2a. Apa yang dimaksud daya saing?
    Di antara contoh pengertian daya saing pada tingkat industri ini adalah sebagai berikut: S
    Suatu industri dikatakan berdaya saing (kompetitif) jika memiliki tingkat produktivitas faktor keseluruhan (total factor productivity/TFP) sama atau lebih tinggi dibandingkan dengan pesaing asingnya (foreign competitors).
    • Suatu industri dikatakan berdaya saing (kompetitif) jika memiliki biaya satuan (rata-rata) sama atau lebih rendah dibandingkan dengan pesaing asingnya (foreign competitors).
    Berikut adalah beberapa definisi daya saing yang dikutip dari IMD (diambil dari The US National Competitiveness Council):
    • Daya saing mencakup efisiensi (mencapai sasaran dengan biaya serendah mungkin) dan efektivitas (memiliki sasaran yang tepat). Pilihan tentang inilah yang sangat menentukan dari sasaran industri. Daya saing meliputi baik tujuan akhir dan cara mencapai tujuan akhir tersebut (Buckley, P. J. et al, “Measures of International Competitiveness: A Critical Survey”, Journal of Marketing Management, 1988).
    • Daya saing industri adalah kemampuan perusahaan atau industri dalam menghadapi tantangan persaingan dari para pesaing asingnya(US Department of Energy).
    • Mendukung kemampuan perusahaan, industri, daerah, negara atausupranational regions untuk menciptakan tingkat pendapatan dan pemanfaatan faktor yang relatif tinggi, sambil tetap mempertahankan keberadaan dalam persaingan internasional (OECD, 1996. “Industrial Competitiveness:Benchmarking Business Environments in the Global Economy”).

    2b. Jelaskan ketiga strategi yang berkaitan untuk membangun daya saing layanan

    Di dalam ilmu ekonomi bisnis, konsep daya saing ini menunjukkan posisi strategis dari suatu perusahaan bila dibandingkan dengan perusahaan lain yang memiliki pasaran (pelanggan atau pembeli) yang sama. Perusahaan sering saling bersaing memperebutkan pasaran dengan menggunakan kiat-kiat atau strategi tertentu. Agar memiliki daya saing tersebut, Michael Porter (1985) memberikan saran untuk memilih salah satu dari tiga strategi berikut yaitu strategi cost leadership, differentiation, dan focus (secara umum semuanya dikenal dengan nama competitive strategy). Strategi pertama lebih memusatkan perhatian untuk merebut pasaran dengan harga murah melalui pengurangan biaya produksi; strategi kedua memanfaatkan kekhasan model atau kualitas terbaik yang tidak terdapat pada perusahaan lain sehingga menarik pembeli atau pasaran; dan strategi ketiga memusatkan perhatian pada segmen pasar tertentu dengan menggunakan kombinasi dari strategi pertama dan kedua. Ide ini mendapatkan kritikan karena hanya menggunakan sisi supply-side (Dobson, Starkey dan Richards, 2004).

    2c. Berikan Contoh penjelasan A dan C di dalam industri penerbangan

    Persaingan di dalam industri penerbangan saat ini semakin ketat yang ditandai dengan Semakin bertambahnya jumlah operator penerbangan yang melayani penerbangan penerbangan di dalam negeri. Persaingan yang ketat ini akan mengharuskan setiap operator penerbangan memberikan pelayanan terbailcnya kepada konsumen. Pelayanan yang diberikan kepada konsumen dalam industri ini mengaitkan berbagai aspek, dari aspek teknis hingga pada aspek yang bersifat non tehnis . Perusahaan yang memiliki daya dukung terhadap aspek-aspek inilah yang akan memililu daya saing tinggi di dalam industri penerbangan Manajemen Garuda telah melakukan program penyehatan dalam rangka meletakkan paradigma baru yang dilakukan oleh Garuda dengan merubah image Garuda bukan saja sebagai sarana transportasi udara untuk memindahkan orang dan barang tetapi sebagai proses bisnis perjalanan yang komprehensif, yang menuntut kualitas layanan prima bagi kenyamanan penumpang. Upaya Garuda tersebut di dalam strateginya tentunya harus didukung oleh sumberdayasumberdaya yang dimilikinya. Setelah dilakukan analisis terhadap sumber daya dan kapabilitas yang dimiliki Garuda diketahui bahwa Garuda memiliki banyak sumber daya dan kapabilitas yang dapat diandalkan di dalam industri penerbangan kita. Dari smnber daya dan kapabilitas yang dimiliki tersebut hampir seluruhnya dapat diandalkan oleh Garuda sebagai keunggulan bersaing (competitive advantage). Sumber daya dan kapabilitas yang diunggulkan tersebut terutama pada sumber daya yang pengadaannya membutuhkan investasi cukup tinggi seperti sistem informasi, tim perawatan pesawat, sumber daya yang terlatih dan tim eksekutif yang berpengalaman. Sedangkan kapabilitas yang dapat diunggulkan Garuda lebih pada kemampuan tim eksekutif dalam mengelola Garuda hingga mampu merubah negatrf operation menjadl positif operation, peningkatkan performa pelayanan melalui peningkatzn OTP dan SLF, kerja sama rute sambungan dan melakukan pemasaran dengan paradigma baru . Oleh karena itu untuk dapat meningkatkan daya saingnya Garuda harus berusaha mempertahankan image merek dan image pelayanannya yang telah d inginkanoleh konsumen dengan meningkatkan pelayanan kepada penumpang baik pelayanan pre flight, in fright dan post fright . Tim eksekutif yang telah membuktlkan kemampuannya membawa Garuda lepas dari krisis perlu ditingkatkan kinerjanya untuk tetap bekerja secara professional. Sebagai perusahaan penerbangan yang mau tidak mau memanfaatkan tehnologi dalam operasinya. Tehnologi yang dlmilikinya harus dimanfaatkan semaksimal munglun untuk kepentingan operasi Garuda yang pada akhirnya akan mendukung tercapainya kepuasan konsumen. Kerja sama yang dilakukan dengan para pemasok terutama unit bisnisnya dan perusahaan penerbangan lain , perlu dipertahankan dan ditingkatkan kualitasnya sehingga kerjasama tersebut dapat menjadi sebuah keunggulan tersendiri bagi Garuda.

    3a. Jelaskan prinsip Critical Path Method (CPM) dan program Evaluation and review (PERT)

    PERT merupakan singkatan dari Program Evaluation and Review Technique (teknik menilai dan meninjau kembali program), sedangkan CPM adalah singkatan dari Critical Path Method (metode jalur kritis) dimana keduanya merupakan suatu teknik manajemen. Teknik PERT adalah suatu metode yang bertujuan untuk sebanyak mungkin mengurangi adanya penundaan, maupun gangguan produksi, serta mengkoordinasikan berbagai bagian suatu pekerjaan secara menyeluruh dan mempercepat selesainya proyek. Teknik ini memungkinkan dihasilkannya suatu pekerjaan yang terkendali dan teratur, karena jadwal dan anggaran dari suatu pekerjaan telah ditentukan terlebih dahulu sebelum dilaksanakan.

    Tujuan dari PERT adalah pencapaian suatu taraf tertentu dimana waktu merupakan dasar penting dari PERT dalam penyelesaian kegiatan-kegiatan bagi suatu proyek. Dalam metode PERT dan CPM masalah utama yaitu teknik untuk menentukan jadwal kegiatan beserta anggaran biayanya dengan maksud pekerjaan-pekerjaan yang telah dijadwalkan itu dapat diselesaikan secara tepat waktu serta tepat biaya.
    CPM adalah suatu metode perencanaan dan pengendalian proyek-proyek yang merupakan sistem yang paling banyak digunakan diantara semua sistem yang memakai prinsip pembentukan jaringan. Dengan CPM, jumlah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan berbagai tahap suatu proyek dianggap diketahui dengan pasti, demikian pula hubungan antara sumber yang digunakan dan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek. Jadi CPM merupakan analisa jaringan kerja yang berusaha mengoptimalkan biaya total proyek melalui pengurangan waktu penyelesaian total proyek yang bersangkutan. Teknik penyusunan jaringan kerja yang terdapat pada CPM, sama dengan yang digunakan pada PERT. Perbedaan yang terlihat adalah bahwa PERT menggunakan activity oriented, sedangkan dalam CPM menggunakan event oriented. Pada activity oriented anak-panah menunjukkan activity atau pekerjaan dengan beberapa keterangan aktivitasnya, sedang event oriented pada peristiwalah yang merupakan pokok perhatian dari suatu aktivitas.

    Pada prinsipnya yang menyangkut perbedaan PERT dan CPM adalah sebagai berikut :
    a. PERT digunakan pada perencanaan dan pengendalian proyek yang belum pernah dikerjakan, sedangkan CPM digunakan untuk menjadwalkan dan mengendalikan aktivitas yang sudah pernah dikerjakan sehingga data, waktu dan biaya setiap unsur kegiatan telah diketahui oleh evaluator.
    b. Pada PERT digunakan tiga jenis waktu pengerjaan yaitu yang tercepat, terlama serta terlayak, sedangkan pada CPM hanya memiliki satu jenis informasi waktu pengerjaan yaitu waktu yang paling tepat dan layak untuk menyelesaikan suatu proyek.
    c. Pada PERT yang ditekankan tepat waktu, sebab dengan penyingkatan waktu maka biaya proyek turut mengecil, sedangkan pada CPM menekankan tepat biaya.
    d. Dalam PERT anak panah menunjukkan tata urutan (hubungan presidentil), sedangkan pada CPM tanda panah adalah kegiatan.

    Sumber: http://grahacendikia.files.wordpress.com/2009/04/pert-dan-cpm.pdf
    3b. Jelaskan arti dari “Highly visible responsible” dan syarat bagi seorang manajer proyek beserta contoh
    Arti dari “Highly visible responsible” terlihat mempunyai rasa tanggung jawab yang tinggi.

    Employment Status Indicator (ESI) International telah menyusun daftar tanggapan dari sumber yang berbeda untuk membuat gambaran suatu kriteria manajer proyek yang baik. Berikut ini adalah 10 kriteria teratas yang disusun oleh ESI.
    1. Menginspirasi dengan Visi Bersama
    Semua orang perlu memiliki visi yang sama untuk menyelesaikan suatu proyek. Manajer proyek yang baik membantu semua anggota tim agar mereka merasa seperti memiliki kepentingan yang sama dalam sebuah proyek, dan memberdayakan semua orang untuk berbagi dan mengalami visi kelompok. Warren Bennis, pelopor studi Kepemimpinan, mengatakan tentang jenis pemimpin yang visioner: “Mereka menawarkan kesempatan kepada orang-orang untuk menciptakan visi mereka sendiri, untuk mengeksplorasi apa visi tersebut berarti untuk pekerjaan dan kehidupan mereka, dan untuk membayangkan masa depan mereka sebagai bagian dari organisasi.”
    2. Kominukator yang Baik
    Kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang-orang di semua tingkatan hampir selalu disebut sebagai keterampilan yang paling penting kedua oleh manajer proyek dan anggota tim. Kepemimpinan proyek panggilan untuk komunikasi yang jelas tentang tujuan, tanggung jawab, kinerja, harapan dan umpan balik. Ada banyak nilai yang ditempatkan pada keterbukaan dan keterusterangan. Pemimpin proyek juga merupakan penghubung terhadap tim untuk organisasi yang lebih baik. Pemimpin harus memiliki kemampuan untuk secara efektif bernegosiasi dan menggunakan persuasi bila diperlukan untuk memastikan keberhasilan tim dan proyek. Melalui komunikasi yang efektif, pimpinan proyek mendukung prestasi individu dan tim dengan menciptakan pedoman yang jelas untuk mencapai hasil dan untuk kemajuan karir anggota tim.
    3. Integritas
    Salah satu hal yang paling penting bagi pemimpin proyek adalah tindakan, dan bukan sekedar kata-kata. Kepemimpinan yang baik menuntut komitmen, dan demonstrasi dari etika. Membuat standar perilaku etis bagi diri sendiri dan hidup dengan standar tersebut, serta memberi penghargaan bagi yang memberikan contoh praktek-praktek tersebut, adalah tanggung jawab pimpinan proyek. Kepemimpinan termotivasi oleh kepentingan diri sendiri, bukan untuk melayani kesejahteraan tim.
    4. Antusiasme
    Pemimpin negatif dapat menjadi nyata perangkap untuk keberhasilan proyek dan efektivitas keseluruhan tim. Manajer proyek yang baik memiliki keuletan pada langkah mereka dan sikap percaya diri yang menetapkan kecepatan untuk seluruh tim mereka. Memiliki energi yang baik sangat penting untuk menetapkan contoh positif dan sikap untuk tim. Manajer proyek yang berkomitmen positif dan memiliki tujuan bahkan ketika melakukan kesalahan akan membantu mengilhami orang lain untuk tidak menjadi negatif ketika proyek mengalami keterlambatan atau halangan.
    5. Empati
    Empati dan simpati adalah dua hal yang berbeda. Simpati biasanya diproyeksikan, sedangkan empati berarti benar-benar memahami bagaimana orang lain merasakan sesuatu, terutama ketika datang ke hal-hal yang melibatkan kehidupan di luar pekerjaan. Kadang-kadang empati perlu ditunjukkan kepada anggota tim yang sedang berjuang untuk mengatasi masalah karena bisa saja terdapat masalah pribadi yang mungkin dapat mempengaruhi pekerjaan mereka. Dengan demikian, seorang manajer proyek yang kuat akan berempati dengan masalah anggota tim tanpa menunjukkan penyesalan. Memastikan anggota tim dapat tetap produktif pada proyek, tanpa memperburuk masalah pribadi mereka.
    6. Kompetensi
    Anggota tim perlu merasa seperti manajer proyek mereka memiliki beberapa tingkat keahlian dalam subyek proyek. Dengan demikian, pemimpin proyek harus memiliki kemampuan untuk memimpin tim mereka dengan keahlian teknis jika suatu saat terjadi masalah teknis yang tidak dapat diatasi oleh tim. Hal ini tidak berarti seorang manajer proyek pada proyek pengembangan perangkat lunak membutuhkan kemampuan untuk membuka Visual Studio dan mulai coding di console, namun itu tidak berarti bahwa manajer proyek memahami implikasi dari tantangan teknis yang berbeda. Pemimpin yang dianggap sebagai kompeten oleh rekan-rekan mereka memiliki kemampuan untuk menginspirasi, mengaktifkan, dan mendorong.
    7. Mendelegasikan Tugas
    Kepercayaan adalah bagian terbesar dari manajemen proyek yang efektif, dan berapa banyak manajer proyek percaya tim mereka sering ditunjukkan melalui seberapa besar tanggung jawab mereka bersedia untuk mendelegasikan. Manajer proyek yang baik memahami tingkat pengawasan setiap kebutuhan anggota tim untuk tugas dari masing-masing anggota. Menetapkan tugas yang tepat untuk orang yang tepat dan mempercayai mereka untuk memanfaatkan yang terbaik dari kemampuan mereka adalah kunci dari karakteristik manajer proyek yang baik.
    8. Stay Cool walaupun dalam Under Pressure
    Dalam dunia yang sempurna, setiap proyek akan selesai tepat waktu, sesuai anggaran, dan pada lingkupnya. Sayangnya, kita tidak hidup di dunia yang sempurna. Ketika keadaan menjadi sulit, manajer proyek yang baik bisa tetap menjaga sikapnya untuk tenang. Bennis Waran menyatakan: ” Keluar dari ketidakpastian dan kekacauan perubahan, pemimpin bangkit dan mengartikulasikan gambaran baru masa depan yang menarik proyek bersama” Singkatnya, semakin banyak manajer proyek tampak “stres”, semakin banyak tim dan klien akan stres juga. Manajer proyek yang baik akan tetap dingin di bawah tekanan.
    9. Keterampilan Team Building
    Sebuah pembangun tim terbaik dapat didefinisikan sebagai orang yang kuat yang memberikan substansi yang memegang tim bersama-sama dalam tujuan yang sama menuju tujuan yang tepat. Agar sebuah tim berkembang dari sekelompok orang asing ke unit kohesif tunggal, pemimpin harus memahami proses dan dinamika yang diperlukan untuk transformasi ini. Dia juga harus tahu gaya kepemimpinan yang sesuai untuk digunakan selama setiap tahap pengembangan tim. Pemimpin juga harus memiliki pemahaman tentang pemain tim yang berbeda gaya dan cara memanfaatkan masing-masing pada waktu yang tepat, untuk masalah yang dihadapi.
    10. Tahu Bagaimana Memecahkan Masalah
    Manajer proyek yang baik memecahkan masalah dengan berbagi tanggung jawab dengan para ahli di tim mereka. Mirip dengan item nomor 6 di atas tentang kompetensi, bahkan manajer proyek yang baik tidak akan memiliki solusi untuk setiap masalah yang muncul, hanya saja tidak mungkin. Namun, manajer proyek yang baik akan memahami bagaimana untuk mengatur jalur menuju solusi. Hal ini berarti meningkatkan pengetahuan para anggota tim dan para pemangku kepentingan yang memiliki pengetahuan ahli untuk membantu, dan menetapkan rencana untuk memecahkan masalah yang sulit dengan memanfaatkan pengalaman tim. Sebagian besar karakteristik tersebut di atas mengikat satu sama lain, dan jika seorang manajer proyek yang baik akan menampilkan satu atau dua dari kriteria ini maka kemungkinan mereka dapat bekerja untuk menjadi lebih baik.

    Sumber referensi:
    http://www.projectsmart.co.uk/pdf/top-10-qualities-of-a-project-manager.pdf
    http://www.recruiter.com/i/10-things-that-make-a-good-project-manager-great/

    4. a. Apa yang dimaksud pengadaan barang dan jasa secara online
    E-procurement merupakan sebuah istilah dari pengadaan (procurement) atau pembelian secara elektronik. Atau on line ,E-procurement merupakan bagian dari e-bisnis dan digunakan untuk mendesain proses pengadaan berbasis internet yang dioptimalkan dalam sebuah perusahaan atau pemerintah tanpa harus bertatap muka atau bertemu langsungh. E-procurement tidak hanya terkait dengan proses pembelian itu saja tetapi juga meliputi negosiasi-negosiasi elektronik dan pengambilan keputusan atas kontrak-kontrak dengan pemasok. Karena proses pembelian disederhanakan dengan penanganan elektronik untuk tugas-tugas yang berhubungan dengan operasi, tugas-tugas yang berhubungan dengan strategi dapat diberi peran yang lebih penting dalam proses tersebut. Tugas-tugas baru yang berhubungan dengan strategi pembelian ini meliputi manajemen kontrak kepada pemasok lama maupun baru serta penciptaan struktur pasar baru dengan secara aktif mengkonsolidasikan sisi pemasokan/suplai. Sedangkan procurement system adalah sistem perangkat lunak untuk pembelian secara elektronik, yaitu pengadaan barang dan jasa.
    4b. Manfaat pengadaan barang secara online baik kepada pelaksana, pemerintah dan perekonomian
    Internet telah muncul sebagai media yang efektif dari segi biaya dan dapat diandalkan untuk melakukan transaksi bisnis online. Semakin banyak perusahaan yang mengadopsi media ini dalam melakukan pengadaan barang mereka. Menurut Seth Miller dalam artikelnya keuntungan utama e-procurement meliputi menghemat uang, waktu, dan beban kerja tambahan yang normalnya berhubungan dengan pekerjaan tulis-menulis. Proses pengadaan konvensional biasanya melibatkan banyak pemrosesan kertas-kertas, yang mana menghabiskan sejumlah besar waktu dan uang.
    Keuntungan e-procurement tidak hanya meliputi penghematan uang tetapi juga penyederhanaan keseluruhan proses. Rencana-rencana yang optimal dapat dikomunikasikan dengan cepat kepada pemasok-pemasok, oleh karena itu dapat mengurangi biaya dan pemborosan yang biasanya terdapat dalam supply chain. Keuntungan e-procurement meliputi pengurangan biaya overhead seperti pembelian agen, juga peningkatan kendali inventori, dan keseluruhan peningkatan siklus manufaktur. Sistem e-procurement membantu perusahaan-perusahaan mengkonsolidasikan data tentang pengadaan bermacam-macam barang baik secara langsung maupun tidak langsung.
    Suatu sistem pengadaan (termasuk e-procurement) sebaiknya diintegrasikan dengan aplikasi ERP (Enterprise Resource Planning) atau sistem pengolahan permintaan barang yang digunakan.. Integrasi antara sistem pembelian dan keuangan juga dipandang sebagai kendala yang paling penting untuk pemilihan sistem. Ini juga berdampak langsung pada tingkat penghematan proses dan sifat dari diterapkannya sistem.
    Daftar Pustaka
    1. Sistem Pengadaan Publik Dan Cakupannya, Senator Nur Bahagia, Pusat Pengkajian Logistik dan Rantai Pasok ITB, senator@mail.ti.itb.ac.id.
    2. Key Issuesin E-Procurement : Procurement Implementation and Operation In The Public Sector, Simon R. Croom and Alistair Brandon-Jones
    4c. Cara mempertimbangkan pemilihan penyedia layanan secara teori
    Menurut Albrecht dan Zemke (dalam Dwiyanto, 2005 :145) bahwa kualitas pelayanan publik merupakan hasil interaksi dari berbagai aspek, yaitu sistem pelayanan, sumber daya manusia pemberia pelayanan, strategi, dan pelanggan (customers).
    Ivancevich, Lorenzi, Skinner dan Crosby (dalam Ratminto dan Atik, 2005:2) berpendapat bahwa pelayanan adalah produk-produk yang tidak kasat mata (tidak dapat diraba) yang melibatkan usaha-usaha manusia dan menggunakan peralatan.
    Senada dengan pendapat itu, Gronroos (dalam Ratminto dan Atik, 2005 :2) berpendapat :
    Pelayanan adalah suatu aktivitas atau serangkaian aktivitas yang bersifat tidak kasat mata (tidak dapat diraba) yang terjadi sebagai akibat adanya interaksi antara konsumen dengan karyawan atau hal-hal lain yang disediakan oleh perusahaan pemberi pelayanan yang dimaksudkan untuk memecahkan Permasalahan konsumen/pelanggan.
    Tuntutan pelanggan untuk mendapatkan pelayanan yang lebih baik (service excellence) tidak dapat dihindari oleh penyelenggara pelayanan jasa. Tuntutan para penerima layanan untuk memperoleh pelayanan yang lebih baik harus disikapi sebagai upaya untuk memberikan kepuasan kepada penerima layanan. Kepuasan penerima layanan sangat berkaitan dengan kualitas pelayanan yang diberikan, seperti yang diungkapkan Tjiptono (1996:56), bahwa kualitas memiliki hubungan yang sangat erat dengan kepuasan pelanggan.
    Kotler (dalam Tjiptono, 1996:147) mengatakan bahwa kepuasan pelanggan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja atau hasil yang dia rasakan dibanding dengan harapannya.
    Setiap pelanggan atau penerima layanan tentu menghendaki kepuasan dalam menerima suatu layanan. Menurut Ratminto dan Atik (2005:28) :

    5.Berapa kemungkinan proyek selesai 18 hari sebelum waktu normal pengerjaan proyek jika
    diketahui:
    (T)= 62 minggu, sedangkan V=72?

    Diketahui : a = 3 minggu (18 hari), m = 62 minggu, b = 72 minggu
    Waktu yang diharapkan :
    t = a + 4m + b = 3 + 4(62) + 72 = 3+248+72 = 323 = 53,83 = 54 minggu
    6 6 6 6
    Varian : (b-a) ² = (72-3) ² = 69 ² = 4761 = 132,25
    6 6 6 36
    Dengan demikian waktu pengerjaan 54 minggu, kemungkinan proyek selesai 18 hari membutuhkan varian 132,25

    Komentar oleh Dyah Widayanti (P2C214027) | Februari 13, 2015 | Balas

  14. Nama : Rina Widiasih
    NIM : P2C214005
    Kelas : PAGI
    Mata Kuliah : MANAJEMEN OPERASI
    1. Jasa atau layanan menjadi bagian penting dalam perekonomian modern, negara menerima pendapatan yang terus meningkat dari sektor layanan. Oleh karena itu , dari bahasan manajemen operasional, layanan menjadi bagian penting dalam operasi sehingga harus mendapat perhatian. Dalam kaitan ini dikenal sifat layanan yang mengkombinasikan berbagai unsur sebagaimana berikut.
    a) Keterlibatan Karyawan dan Tingkat Kastomisasi (customization)
    Adalah dibutuhkannya persepsi karyawan terhadap bagaimana karyawan tersebut di berikan pengarahan,yaitu :
    • Adaptive Organisasi
    Organisasi yang adaptif memiliki karaktristik yaitu membutuhkan tingkat kreativitas yang tinggi dipengaruhi oleh keahlian dan pengetahuan seseorang ada kekebalan untuk mengikuti hal-hal yang sesuai dengan standar, keterbukaan untuk inovasi,pengembangan profesionalisme karyawan, gaya manajemennya memfasilitasi dan pengukuran kinerjanya jangka panjang
    • Compliant Organization
    Karakteristik organisasi compliant adalah service deliverynya konsisten sesuai dengan aturan yang ditentukan,layanan yang menggunakan compliant biasanya memiliki konsumen yang banyak,dokumentasi proses harus jelas gaya mengarahkan indikator pengukuran berlaku jangka pendek.
    b) Sifat tindakan layanan dan Penerima Langsung layanan
    Adalah Menurut Kotler (2002:83) definisi pelayanan adalah setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun. Produksinya dapat dikaitkan atau tidak dikaitkan pada satu produk fisik. Pelayanan merupakan perilaku produsen dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen demi tercapainya kepuasan pada konsumen itu sendiri. Kotler juga mengatakan bahwa perilaku tersebut dapat terjadi pada saat, sebelum dan sesudah terjadinya transaksi. Pada umumnya pelayanan yang bertaraf tinggi akan menghasilkan kepuasan yang tinggi serta pembelian ulang yang lebih sering. Kata kualitas mengandung banyak definisi dan makna, orang yang berbeda akan mengartikannya secara berlainan tetapi dari beberapa definisi yang dapat kita jumpai memiliki beberapa kesamaan walaupun hanya cara penyampaiannya saja biasanya terdapat pada elemen sebagai berikut:
    1. Kualitas meliputi usaha memenuhi atau melebihkan harapan pelanggan.
    2. Kualitas mencakup produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan
    3. Kualitas merupakan kondisi yang selalu berubah.
    c) Sifat penyampaian jasa dan hubungan antara organisasi penyedia jasa (provider) dan pelanggannya
    Adalah Hubungan antara produsen dan konsumen menjangkau jauh melebihi dari waktu pembelian ke pelayanan purna jual, kekal abadi melampaui masa kepemilikan produk. Perusahaan menganggap konsumen sebagai raja yang harus dilayani dengan baik, mengingat dari konsumen tersebut akan memberikan keuntungan kepada perusahaan agar dapat terus hidup. dapat diambil kesimpulan bahwa kualitas pelayanan adalah segala bentuk aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan guna memenuhi harapan konsumen. Pelayanan dalam hal ini diartikan sebagai jasa atau service yang disampaikan oleh pemilik jasa yang berupa kemudahan, kecepatan, hubungan, kemampuan dan keramahtamahan yang ditujukan melalui sikap dan sifat dalam memberikan pelayanan untuk kepuasan konsumen. Kualitas pelayanan (service quality) dapat diketahui dengan cara membandingkan persepsi para konsumen atas pelayanan yang nyata-nyata mereka terima / peroleh dengan pelayanan yang sesungguhnya mereka harapkan/inginkan terhadap atribut-atribut pelayanan suatu perusahaan.
    2 a. Daya saing adalah suatu kemampuan perusahaan untuk bisa bersaing dengan perusahaan lain untuk mendapatkan simpatik atau pangsa pasar dari produk yang ditawarkan oleh perusahaan, baik itu berupa barang ataupun jasa sehingga konsumen menjadi percaya dan menjadikan praduk barang ataupun jasa tersebut menjadi pilihan konsumen unruk memakainya atau untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
    b. Stretgi adalah proses pengambilan keputusan – keputusan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan utama dari suatu perusahaan.
    1. penggunaan tenaga kerja
    dalam menggunakan tenaga kerja perusahaan memang harus betul-betul memperhatikan hak-hak tenaga kerja tersebut, jangan sampai hanya ingin mendapatkan untung yang besar perusahaan sampai mengabaikan yang menjadi kewajiaban perusahaan untuk membayarnya, karena menajemen operasi di gunakan agar sistem dari suatu perusahaan itu dapat berjalan lancar.
    2. lingkungan sekitar perusahaan
    linkungan sekitar perusahaan merupakan hal yang penting diperhatikan oleh perusahaan. Suatu perusahaan hendaknya memperhatikan kondisi sosial yang berkembang di sekitar perusahaannya, baik itu berupa mungkin terjadi pencemaran yang disebabkan oleh limbah perusahaan tersebut ataupun kondisi ekonomi masyarakat yang ada sekitar perusahaan.
    3. Penggunaan sumber daya
    Penggunaan sumber daya baik itu manusia ataupun alam memang betul-betul harus diperhatikan, manejemen dari suatu perusahaan tersebut harus membuat strategi yang baik untuk menggunakan sumber daya ini sehingga dapat berlangsung secara terus menerus.
    c. Contoh di dalam industri Penerbangan adalah jarangnya penerbangan itu mengalami penundaan keberangkatan yang disebabkan oleh hal yang teknis. Kalaupun ada penundaan kebarangkatan hal itu cepat dikonpirmasikan kepada penumpang, perusahaan penerbangan itu memberikan konpensasi berupa makan bagi para penumpangya sampai pesawat tersebut berangkat. Ataupun pelayanan yang ramah dari personil atau kru pesewat yang sopan berwibawa dan menyenangkat para pelanggan.
    Kustomisasi massal merupakan pembuatan produk dan jasa yang dapat memenuhi keinginan pelanggan yang semakin unik secara cepat dan murah. Kustomisasi massal memberikan keragaman produk yang biasanya dapat disediakan oleh manufaktur bervolume rendah (fokus pada proses) dengan biaya seperti manufaktur bervolume tinggi dan terstandarisasi (fokus pada produk). Membangun proses yang gesit yang memproduksi produk terkustomisasi secara cepat dan murah membutuhkan pemanfaatan sumber daya organisasi secara imajinatif dan agresif.
    Customization dalam service dan peran sumber daya manusia dalm hal customization pada industri penerbangan contohnya adalah Garuda Indonesia Airways. Indonesia patut berbangga karena memiliki Maskapai terbaik peringkat ke-7 bahkan mengalahkan penerbangan internasional lain seperti Etihad Airways,Japan Airline,Turkish Airlines hingga Cathay Pacific.Maskapai ini mendapat nilai 80 untuk pengalaman terbang dan 74 untuk ketepatan waktu. Maskapai yang didirikan pada 29 Januari 1949 sebagai Garuda Indonesia Airways ini mendapatkan nilai tertinggi yaitu 90 untuk kenyamanan kursi dan pelayanan yang memuaskan,pada tahun 2014 Garuda Indonesia akan masuk dalam Aliansi penerbangan Sky Team.
    Armada Garuda Indonesia yang pertama untuk melayani jaringan penerbangan di dalam negeri terdiri dari 20 pesawat DC-3/C-47 dan 8 pesawat jenis PBY – Catalina Amphibi. Untuk melebarkan sayapnya, Garuda kemudian mengadakan pembaruan armadanya untuk melayani penerbangannya. Jaringan penerbangan Garuda Indonesia diperluas meliputi seluruh wilayah Republik Indonesia kecuali Irian Jaya sedangkan ke luar negeri menjangkau kota – kota seperti Singapura, Bangkok dan Manila.
    Garuda semakin berkembang dan seluruh pesawatnya kemudian terdiri dari pesawat bermesin jet. Kekuatan armadanya berturut – turut ditambah dengan tipe – tipe pesawat seperti DC-10, MD-11, Boeing 747, 737, Airbus 300 dan Airbus 330.
    Kegiatan Garuda lainya adalah mengangkut ribuan jemaah haji setiap tahunnya. Selain itu Garuda Indonesia juga merupakan sarana angkutan bagi kunjungan resmi kepala negara ke berbagai negara.
    Sebagai perusahaan penerbangan pembawa bendera bangsa nasional, Garuda Indonesia berjuang sekuat tenaga dalam menegakkan citra bangsa dan negara melalui pelayanannya. Kini jaringan penerbangan Garuda telah menjangkau seluruh wilayah Republik Indonesia, sedangkan ke luar negeri meliputi kota – kota di benua Asia, Australia dan Eropa.
    Saat ini, Garuda merupakan satu-satunya maskapai nasional yang disegani di ASEAN karena memberikan pelayanan terbaik kepada para pengguna jasa transportasi udara. Posisi teratas ini dibuktikan dari hasil survei yang dilakukan Center for Asia Pacific Aviation (CAPA) pada 2010. Garuda dinobatkan sebagai maskapai penerbangan teratas di ASEAN.
    CAPA merupakan lembaga survei independen penerbangan di Asia Pasifik. Hasil kesimpulannya juga mengacu pada hasil survei Skytrax. Cakupan survei CAPA meliputi kenyamanan penumpang, kualitas makanan, pelayanan awak kabin, pelayanan di darat, dan nilai selama penerbangan (perbandingan tarif dengan manfaat yang diperoleh penumpang).
    Hasilnya, Garuda meraih nilai tertinggi (8,48) di antara maskapai bintang 4 Skytrax di kawasan Asia Tenggara menyisihkan Thai Airways (8,40) dan Bangkok Airways (7,32). Menurut CAPA, keramahan dan pelayanan awak kabin Garuda mendapat pujian terbanyak dari penumpang. Hidangan makanan/minuman di Garuda juga lebih unggul dibanding maskapai lainnya. Garuda juga dinilai unggul dengan jaringan rute domestik dan bisa tetap memberikan pelayanan terbaik di penerbangan berdurasi 50 menit, selain disenangi karena memiliki armada terbaru.
    Kekuatan armada Garuda Indonesia Airways
    – On time performance
    – Service yang cepat dan memuaskan
    – Dibandingkan dengan perusahaan penerbanan domestik lainnya, keamanan penerbangan Garuda paling terjamin
    – Memiliki business unit yang mendukung aktivitas perusahaannya
    – Memiliki SDM yang qualified (kompeten)
    Garuda Indonesia merupakan salah satu contoh perusahaan penerbangan dimana TI dan Internet diterapkan untuk meningkatkan daya saingnya, yang berarti pula meningkatkan pelayanannya kepada pelanggan yang akhirnya dapat menciptakan loyalitas pelanggan terhadap maskapai penerbangan ini. Tak dapat dipungkiri, berbagai aplikasi yang diterapkannya, seperti ERP (Enterprise Resource Planning), terbukti mampu meningkatkan kinerja dan daya saingnya.
    Saat ini, Garuda Indonesia bahkan telah menerapkan aplikasi proses pengadaan secara online (e-Procurement), dan IT Service Management. Selain itu Garuda juga melakukan lelang real-time online (e-Auction) yang di akhir tahun 2006 mendapatkan penghargaan “E-Procurement & E-Auction Award” kategori ‘application of B2B’ dari Kementrian Negara BUMN.
    Perusahaan ini pun sejak Mei 2006 telah (mulai) menerapkan e-ticketing sesuai dengan ketentuan IATA bahwa semua airlines yang menjadi anggota IATA harus sudah menerapkan sistem e-ticketing secara menyeluruh pada akhir bulan Mei 2008.
    Garuda juga memperkenalkan kursi kelas bisnis yang dapat diubah menjadi tempat tidur pada penerbangan jarak jauh.
    • Kelas Utama
    Kelas utama akan tersedia pada pesawat B777-300ER. Akan tersedia 8 kursi kelas utama dengan konfigurasi 1-2-1. Kabin kelas utama akan dilengkapi dengan 23″ AVOD dan kursi yang dapat disandarkan hingga 180 derajat menjadi flat-bed.
    • Kelas Eksekutif
    Pesawat A330 (seri -200 dan -300) memiliki produk kelas eksekutif baru dengan Flat-Bed seats yang memiliki ruang kaki 74″ dan dapat disandarkan hingga 180 derajat. Kursi ini memiliki sandaran tangan 11 inci,layar sentuh LCD dengan AVOD di setiap kursi, colokan laptop pribadi, dan lampu baca pribadi. Pesawat Boeing 747-400 dan Boeing 737 masih menggunakan kursi eksekutif lama. Boeing 747–400 memiliki ruang kaki 46″-48″ dengan panjang kursi 16″. Sementara di Boeing 737 , termasuk seri -300, -400, -500, dan seri -800 yang terbaru memiliki ruang kaki 41″ to 44″ dengan panjang 19″. Di beberapa pesawat, tersedia TV di setiap kursi.
    • Kelas Ekonomi
    Tersedia di semua pesawat. Ruang kaki terdiri dari 30″ hingga 35″ tergantung jenis pesawat, dengan panjang kursi 17″. Pesawat Airbus A330-200, Airbus A330-300 aircraft dan Boeing 737-800 yang lebih baru memiliki kursi kelas ekonomi yang lebih baru yang menawarkan layar sentuh LCD 9-inci dengan AVOD. Makanan dan minuman ditawarkan tergantung lamanya penerbangan. Anggur dan bir juga ditawarkan dalam penerbangan internasional.
    3. a.1. Gantt Chart merupakan cara murah dan sederhana dalam membantu manajer memastikan bahwa aktivitas direncanakan, urutan kinerja didokumentasikan, waktu aktivitas diestimasi dan dicatat, waktu proyek keseluruhan di kembangkan.Grafik Gantt lebih mudah untuk dipahami.Pada Gantt Chart relationship tidak kelihatan hanya total waktunya saja.
    2. Critical Path Method ( CPM ) dan Program Evaluasi dan Review ( PERT )
    Critical Path Method ( CPM ) adalah teknik manajemen proyek yang hanya menggunakan satu faktor waktu per aktivitas yang dikenal dengan Methode Jalur Kritis
    Program Evaluasi dan Review ( PERT ) adalah sebuah teknik manajemen proyek yang menggunakan tiga waktu estimasi untuk masing-masing aktivitas.Dengan keunggulan methode ini yaitu membangun hubungan yang satu dengan yang lain dan mengetahui kegiatan mana yang harus di mulai dahulu.
    b. Seorang Manajer proyek adalah seorang yang memiliki kecakapan dan kefleksibelan mumpuni sehingga dia di kenal sebagai seorang yang “ highly visible responsible “ artinya seorang manajer proyek yang sangat terlihat sangat bertanggung jawab dalam melakukan tugasnya.

    Manajer Proyek (Project Manager) adalah seseorang yang brtindak sebagai pimpinan dalam suatu proyek. PM ini sangat berperan penting dalam adanya suatu proyek, karena kegagalan dan keberhasilan dari proyek tersebut di tentukan oleh PM itu sendiri.
    Untuk menjadi seorang PM yang baik diperlukan beberapa kriteria khusus agar proyek berhasil dengan baik. Kriteria tersebut dilihat dari berapa sisi diantaranya :
    • Karakter dari Kepribadinya
    • Karakteristik dari Kemampuan Terkait dengan Proyek yang Dikelola
    • Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Tim yang Dipimpin
    1. Karakter dari Kepribadiannya
    • Harus memahami dan menguasai semua hal baik secara teori maupun teknis terhadap proyek yang sedang di tangani.
    • Memiliki pengalaman dan keahlian yang berkaitan dengan proyek yang sedang dikelola.
    • Sebagai seorang yang mengambil keputusan, maka harus mampu bertindak secara adil dan bertanggung jawab.
    • Memiliki wibawa, mampu beradaptasi dan bergaul dengan bawahan sehingga tidak ada kesenjangan antara atasan dan bawahan.
    2. Karakteristik dari Kemampuan Terkait dengan Proyek yang Dikelola
    • Memiliki komitmen yang tinggi untuk meraih tujuan serta keberhasilan proyek.
    • Mampu menyelesaikan proyek sesuai dengan waktu dan anggaran yang diberikan.
    • Membuat dan melakukan rencana darurat untuk mengantisipasi hal-hal maupun masalah tak terduga.
    • Mampu membuat perencanaan dalam jangka panjang dan jangka pendek.
    • Memiliki kemauan untuk mendefinisikan ulang tujuan, tanggung jawab dan jadwal selama hal tersebut ditujukan untuk mengembalikan arah tujuan dari pelaksanaan proyek jika terjadi jadwal maupun anggaran yang meleset.
    3. Karakteristik Kemampuan Terkait dengan tim yang Dipimpin
    • Mampu bersosialisasi dengan bawahan atau anggota tim.
    • Mampu membangun kedisiplinan secara structural
    • Memiliki kemampuan dan keahlian berkomunikasi serta manjerial.
    • Menghormati para anggota tim kerjanya serta mendapat kepercayaan dan penghormatan dari mereka.
    • Memiliki kepercayaan yang tinggi kepada para profesional terlatih untuk menerima pekerjaan-pekerjaan yang didelegasikan darinya.
    • Berbagi sukses dengan seluruh anggota tim.
    • Mampu menempatkan orang yang tepat di posisi yang sesuai.
    • Memberikan apresiasi yang baik kepada para anggota tim yang bekerja dengan baik.
    Contoh Manajer Proyek
    Studi kasus pekerjaan dalam Sistem Informasi Minimarket
    Inisialisasi :
    mengenali dan memulai proyek baru Minimarket
    Perencanaan :
    memberikan panduan pelaksanaan seperti kontrak tim, pembagian ruang lingkup pekerjaan (programmer : persiapan software yang dibutuhkan, system analyst : perencanaan skema system informasi, dll), jadwal proyek, daftar resiko yang sudah diprioritaskan
    Pelaksanaan/Executing :
    Melaksanakan perencanaan proyek (programmer : coding / pembuatan system informasi, system analys : membuat alternative dari permasalahan yang dialami programmer (membuat solusi error code programmer))
    Pengendalian Proyek :
    laporan status dan perkembangan/progress
    Penutupan Proyek :
    implementasi system informasi ke stake holder dan customer

    4. Pengadaan barang dan jasa untuk instansi pemerintahan sekarang ini harus dilakukan secara online. Pelaksanaannya membutuhkan sarana dan prasarana yang menoang (supporting Service) sehingga dapat dimungkinkan bagaimana pengadaan barang dan jasa secara online dilakukan . Dalam kaitan ini jelaskan hal berikut.
    a) Apa yang dimaksud dengan pengadaan barang dan jasa secara online
    adalah adalah unit kerja yang dibentuk untuk melayani Unit Layanan Pengadaan (ULP) atau Panitia/Pokja ULP Pengadaan yang akan melaksanakan pengadaan secara elektronik. LPSE dikembangkan dalam rangka menjawab tantangan persaingan sehat dan pelaksanaan pengadaan barang jasa yang berdasarkan prinsip ekonomis, efektif dan efisien.
    b) Apa manfaat daripada pengadaan barang dan jasa secara online baik kepada pelaksana maupun kepada pemerintah dan perekonomian
    Pengadaan barang/jasa secara elektronik (e-pengadaan) akan meningkatkan transparansi, sehingga persaingan sehat antar pelaku usaha dapat lebih cepat terdorong. Dengan demikian optimalisasi dan efisiensi belanja negara segera dapat diwujudkan. Pengadaan barang dan jasa bagi institusi pemerintah ternyata tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Ada prosedur dan peraturan yang harus dipenuhi oleh institusi pemerintah apabila mereka melakukan pengadaan barang dan jasa Dengan adanya Keppres 80/2003 Jo No 61/2004 diharapkan seluruh petugas pengadaan barang/jasa dapat memahami setiap ketentuannya. Unsur keanggotaan panitia pengadaan yang dipilih juga harus memahami tata cara pengadaan, memahami substansi kegiatan/pekerjaan serta memahami hukum-hukum kontrak/perjanjian.
    C). Bagaimana cara mempertimbangkan pemilihan penyedia layanan secara teori adalah

    1. Apakah pelaksanaan paket pengadaan akan memberikan keuntungan yang mamadai bagi penyedia;
    2. Apakah strategi usaha atau kegiatan satker sejalan dengan bidang usaha penyedia barang/jasa;
    3. Apakah penyedia barang/jasa merasa nyaman menjadi penyedia barang/jasa di satker tersebut;
    4. Apakah kondisi keuangan baik dan pembayaran lancar;
    5. Apakah satker/instansi memberikan peluang untuk mengembangkan usaha bagi penyedia bersangkutan;
    6. Apakah menjadi penyedia di instansi tersebut memberikan keuntungan lain, misalnya menaikkan kredibilitas dan reputasi penyedia.
    5. Diketahui informasi dari pengalaman satu proyek, waktu yang dibutuhkan (T) = 62 minggu, sedangkan variasi adalah 72. Berapakah kemungkinan proyek itu selesai 18 hari sebelum waktu normal pengerjaan proyek?
    Diketahui =
    Waktu Optimis (A )= 18 hari (3 minggu)
    Waktu yang paling mungkin (M) = 62 minggu
    Waktu Pesimis (B) = 72 minggu
    Jawab =
    Waktu aktivasi yang diharapkan = T
    T = A + 4M + B = 3 + 4(62) + 72 = 3+248+72 = 323/6 = 53,83 = 54 minggu
    Varian = (B-A) ² = (72-3) ² = 69 ² = 4761/36 = 132,25
    Waktu normal pengerjaan proyek = 54 minggu, kemungkinan proyek selesai dalam 18 hari membutuhkan varian 132,25.

    Komentar oleh Rina Widiasih | Februari 13, 2015 | Balas

  15. Jawaban Ujian Akhir Semester
    Mata Kuliah : Manajemen Operasi
    Nama Mahasiswa: Wahyu Ery
    NIM : P2C2 14030
    1.a. Keterlibatan Karyawan dan tingkat kastomisasi , maksudnya : Pelayanan adalah suatu kegiatan yang terjadi dalam interaksi langsung anatara seseorang dengan orang lain atau mesin secara fisik dan menyediakan kepuasan pelanggan , dimana secara kualitas perusahaan harus mampu memahami keinginan dan kebutuhan pelanggan , dalam matrik dapat diuraikan sbb :
    Customer
    Low Hight
    -Resort
    -Hotel
    -Trucking -Rumah Sakit
    – Bengkel
    -Sekolah
    -Bank
    -Toko retail -Lawyer
    -Dokter
    -Akunting
    -Arsitek

    b.Sifat Tindakan karyawan dan Penerima Langsung layanan
    Dalam memberikan layanan kepada pelanggan perusahaan harus mampu mengindentifikasi bagaimana barang dan jasa akan mampu memuaskan keinginan pelanggan (mengidentifikasi karakteristik produk khusus ,fitur,atau atribut dan menunjukkan bagaimana perusahaan dapat memuaskan keinginan pelanggan ) didalam hal ini perusahaan guna memuaskan pelanggan harus ditunjang oleh : 1. suporting system yang baik 2.Fasilitas yang baik 3. Informasi yang baik
    Dalam matrik dapat dijelaskan sbb :
    People Thing
    -Beauty Salon
    -Healt Care
    -Exercise clinic
    -Restoran -Laundry
    -Bengkel
    -Janitorial service
    -Education
    -Broachasting
    -Information service -Banking
    -Insurance
    -Asuransi

    c.Sifat penyampaian jasa dan hubungan antara oraganisasi penyedia jasa (provider ) dan pelanggan
    Dalam hal ini organisasi harus mampu mengidentifikasi hubungan antar beberapa perusahaan dengan pelanggan berjalan baik , dimana penyedia layanan harus mampu menciptakan pelanggan yang loyal dengan mengidentifikasi keingin dan kebutuhan pelanggannya , ha ini dapat dilihat dari matrik sbb :
    Membership”relationship No formal relationship
    -Banking
    -Insurance
    -Electrik utility -Stasiun radio
    -Police protection
    -Transit Pass
    -Theater Series Ticket -Bioaskop
    -restoran
    -Pucblic tranfortation

    2. a. Daya saing adalah Kemampuan perusahaan untuk mengatasi perubahan dan persaingan pasar dalam memperbesar dan mempertahankan profitabilitas,pangsa pasar dan ukuran bisnisnya , daya saing merupakan kemampuan menghasilkan produk barang dan jasa yang memenuhi keinginan pelanggan
    b. 3 strategi yang berkaitan untuk membangun daya saing layanan
    1.Kostomisasi dan justifikasi : perusahaan harus mampu mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan nasabah , hal ini dapat diterangkan dalam matrik sbb :
    Hight Low
    -Taxi service
    -Goumet restaurant
    -surgery -family restaurant
    -education
    -telephone service
    -cafetaria
    – Retail Banking -movie theater
    -public tranfortation

    2.Sifat Supply dan permintaan , dimana daya saing perusahaan harus mampu melihat permintaan pelanggan dan bagimana perusahaan dapat mewujudkan permintaan pelanggan tersebut dengan baik, tentu hal yang paling penting perusahaan harus mampu mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan pelanggan sehingga perusahaan akan mampu mempertahankan produknya sesuai permintaan pelanggan, hal ini dapat dijelaskna dalam matrik berikut :
    Wide narrow
    -electricity
    -Telephone -Banking
    -Legal service
    -tax preparation
    -Hotels and motels -movie theater
    -Gas station

    3. Metode penyampaian jasa , dimana perusahaan harus mampu menyampaikan produk perusahaan ke pelanggan dengan informasi yang jelas , hal ini dimaksudkan agar pelanggan dapat mengetahui dan mengerti produk yang dihasilkan secara detail , hal ini harus dilakukan oleh perusahaan dengan interaksi dengan pelanggan akan lebih baik dalam memberikan informasi layanan, penjelasan ini dapat dilihat dari matrik berikut ini :
    Single site multi site
    -Theater
    -Barbershop -Bus service
    -fast food chain
    -taxi
    -pest control service -Mail delivery
    -emergency repair
    -Local TV station
    -credit card company -Broacact networkTelephone company

    2.c. Contoh dalam industri penerbangan :
    Didalam industri penerbangan persaingan yang terjadi semakin ketat , masing-masing perusahaan berusaha mencari startegi persaingan dengan melihat pada diri sendiri dan pesaing , sebagai contoh:
    Garuda memilih persaingan dengan melayani pelanggan menengah keatas dimana dalam melakukan layananya pihak garuda memberikan service didalam pesawat yang tidak diberikan airline lain , seperti : pelanggan dapat sebagai member , dengan sebagai member akan banyak kebudahan yang diperoleh , selanjuntya untuk kelas bisnis ada layanan premium yang diberikan , untuk penerbangan perintis garuda mendirikan anak usaha citylink
    sedangkan lion lebih memilih strategi dengan low cost dengan membidik pelanggan kelas bawah dengan memperbanyak rute penerbangan domestik dan meningkatkan rute internasional serta mendirikan wings untuk penerbangan perintis khususnya diwilayah timur indonesia

    3.Dalam pembuatan schedule dikenal pendekatan : 1. Grantt Chart 2. CPM 3.PERT , jelaskan prinsip pendekatan ini secara ringkas..

    Jawab :
    3.a. Grantt Chart : merupakan cara penentuan jadwal yang murah dalam emmbantu manejer proyek memastikan bahwa : a. Aktivitas direncanakan b. Urutan kerja didokumentasikan c. Waktu aktivitas diestimasikan dan dicatat d. Waktu proyek keseluruhan dikembangkan.
    Grafik Grantt Chart mudah untuk dipahami,batang horizontal digambar untuk masing-masing aktivitas proyek sepanjang periode waktu
    CPM (critical Part method ) dan PERT merupakan metode jalur kritis yang dikembangkan untuk membantu manejer menentukan jadwal,mengawasi,dan mengendalikan proyek yang besar dan rumit .CPM dan PERT keduanya memiliki enam langkah dasar sbb :
    -menentukan proyek dan menyiapkan struktur perincian kerja
    -mengembangkan hubungan antaraktivitas,mentukan aktivitas mana yang harus didahulukan dan mana yang harus mengikuti aktivitas lainnya
    -menggambarkan jaringan yang menghubungkan semua aktivitas
    -menentukan waktu dan/atau estimasi biaya pada masing-masing aktivitas
    -menghitung jalut waktu terpanjang melalui jaringan, hal tersebut dengan jalr kritis
    -menggunakan jaringan untuk membantu merencanakan,menetukan jadwal,mengawasi,dan mengendalikan
    Teknik CPM dan PERT mempunyai teknik analisis yang sama dalam penggunaannya , perbedaan utama antar keduanya adalah PERT mengunakan estimasi sebanyak 3 kali untuk masing-masing aktivitas , estimasi waktu ini digunakan untuk menghitung nilaiyang diharapkan dan standar deviasiuntuk aktivitas , sedangkan CPM membuat asumsi bahwa aktivitas waktu diketahui memiliki kepastian dan demikian hanya memerlukan satu faktorwaktu untuk masing-masing aktivitas.
    Program CPM dan PERT menghasilkan beebrapa laporan yaitu : perincian biaya yang detail utnuk masing-masing tugas ; kurva total program buruh ; tabel distribusi biaya ; rangkuman biaya dan jam fungsional ; peramalan bahan mentah dan pengeluaran ; laporan varian ;laporan analisis waktu , laporan status kerja

    3.b. Manajer proyek memimpin aktivitas –aktivitas koordinasi proyek dengan departemen lainnya dan melaporkan secara langsung kepada manajemen diatasnya , manejer proyek harus memiliki visibiltas yang tinggi dalam sebuah perusahaan dan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa :
    1.semua aktivitas yang diperlukan selesai dalam urutan yang benar dan tepat waktu
    2.proyek sesuai dengan anggaran
    3.proyek memenhi tujuan terkait kualitas
    4.orang yang ditugaskan pada proyek menerima motivasi,arahan,dan informasi yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan
    Karena itu seorang menejer proyek harus menjadi pelatih dan penghubung yang baik dan mampu untuk mengorganisasikan aktivitas-aktivitas dari berbagai disiplin .

    4.Pengadaan arang dan jasa diinstansi pemerintah sekarang dilakukan secara online , jelaskan
    4.a. Pengadaan barang dan jasa secara online adalah penadaan barang dan jasa yang mengunakan E-Procurement atau lelang secara elektronik merupakan proses pengadan barang/jasa dalam lingkup pemerintah yang menggunakan perangkat teknologi informasi dan komunikasi dalam setiap proses dan langkahnya , Secara umum, e-procurement dapat dilakukan melalui 2 cara, yaitu e-tendering dan e-purchasing. E-Tendering adalah proses pengadaan barang/jasa yang diikuti oleh penyedia barang/jasa secara elektronik melalui cara satu kali penawaran, sedangkan E-Purchasing adalah proses pengadaan barang/jasa yang dilakukan melalui katalog elektronik.
    4.b. Tujuan dari pengadaan barang dan jasa secara online bagi pelaksana dan pemerintah adalah
    1. Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas;
    2. Meningkatkan akses pasar dan persaingan usaha yang sehat;
    3. Memperbaiki tingkat efisiensi proses pengadaan;
    4. Mendukung proses monitoring dan audit; dan
    5. Memenuhi kebutuhan akses informasi yang real time.
    Manfaat yang timbul dengan pengadaan barang dan jasa secara online adalah :
    1. Terjadinya efisiensi dalam penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
    2. Pengadaan barang dan jasa dengan menggunakan cara e-Procurement dapat dilakukan
    dalam jangka waktu yang lebih cepat dibanding dengan cara yang dilakukan dengan cara konvensional
    3. Persaingan yang sehat antar pelaku usaha sehingga mendukung iklim investasi yang kondusif
    4.c.secara teori dalam menentukan pemilihan penyedian layanan harus memperhatikan :
    – Avaliability – convenience -dependability – personalization – Price – Quality – Reputation
    – safety serta – speed
    5. Diketahui : waktu yang dibutuhkan (T) = 62 minggu , variasi = 72 , berapa kemungkinan proyek itu seelsai 18 hari sebelum waktu normal pengerjaan proyek ?
    Mencari varian proyek : ( (72 – 62 )/6)2 = (10/6 )2 = 100/36 = 2,78 yang menunjukkan standar deviasi proyek ( o ) = / proyek varian = / 2,78 = 1,39
    Mencari standar deviasi untuk tanggal tenggat waktu sbb :
    Z = (tenggat waktu – tanggal penyelesaian yang diharapkan) deviasi proyek ( o )
    Z = (72- 62) / 1,39 = 10/1,39 = 7,19

    Komentar oleh wahyu ery | Februari 13, 2015 | Balas

  16. Nama : Agil Muharya
    NIM : P2C214033
    Ujian Akhir Semester Manajemen Operasi

    1) a) Keterlibatan karyawan dan tingkat Kastomisasi (customization) menjadi bagian penting dalam perekonomian modern, hal ini dikarenakan konsumen sangat membutuhkan produk yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen itu sendiri. Dengan adanya kastomisasi, konsumen dapat memenuhi keinginannya dalam pemilihan jenis produk. Begitu juga dengan keterlibatan karyawan, karyawan harus menjaga kualitas hubungan dengan customer. Terpenuhinya semua kebutuhan dan keinginan konsumen akan membuat konsumen puas dan akan kembali melakukan transaksi dengan perusahaan tersebut. Hal ini berarti akan meningkatkan loyalitas dari pelanggan dan ini berarti demand konsumen ke perusahaan akan terus naik. Loyalitas pelanggan merupakan sebuah sikap yang menjadi dorongan perilaku untuk melakukan pembelian produk/jasa dari suatu perusahaan yang menyertakan aspek perasaan didalamnya, khususnya yang membeli secara teratur dan berulang-ulang dengan konsistensi yang tinggi, namun tidak hanya membeli ulang suatu barang dan jasa, tetapi juga mempunya komitmen dan sikap yang positif terhadap perusahaan yang menawarkan produk/ jasa tersebut.

    b) Sifat tindakan layanan dan penerima Langsung layanan merupakan salah satu hal yang menjadi perhatian dalam perekonomian modern. Contoh dari hal tersebut adalah pada layanan kecantikan (salon), layanan perbankan, transportasi, dll. Pada jenis usaha di atas, custumer menerima langsung tindakan layanan.

    c) Pelayanan yang baik dari penyedia jasa (people) dapat membentuk suatu konsep pelayanan yang baik pada pelanggan akibat process pemberian jasa yang dilakukan sangat baik. Hal ini dapat meningkatkan loyalitas pelanggan. Dalam mengelola kualitas Jasa terdapat suatu strategi yang dapat ditempuh dalam memenangkan persaingan dengan pesaing usaha yaitu dengan cara menyampaikan layanan yang bermutu tinggi secara konsisten dibanding para pesaing.

    2) a) Pengertian daya saing adalah kemampuan perusahaan, industri, daerah, negara, atau antar daerah menghasilkan faktor pendapatan dan faktor pekerjaan yang relatif tinggi dan berkesinambungan untuk menghadapi persaingan.
    b) Tiga strategi yang berkaitan untuk membangun daya saing layanan adalah :
    > Operational excellence merupakan suatu nilai dimana produsen harus selalu menjaga efisiensi dan meningkatkan kualitas dari sistem / proses penghasil produk maupun system pelayanan yang diberikan untuk senantiasa dapat memuaskan konsumen. Kepuasan konsumen akan kualitas serta layanan yang diberikan oleh brand dari suatu produk, akan membuat sulitnya konsumen melakukan brand switching (beralihpada brand lain).

    > Customer intimacy merupakan suatu nilai dimana produsen harus dapat memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen. Suatu produk / jasa yang baik tidak hanya sekedar dapat memenuhi apa yang menjadi kebutuhan dasar (basic need) dari konsumen tapi sebaiknya juga dapat memenuhi apa yang menjadi kebutuhan yang mendalam (deeply need) dari konsumen. Kebutuhan yang mendalam (deeply need) merupakan kebutuhan konsumen yang belum dirasakannya pada saat suatu produk / jasa ditawarkan kepadanya, sehingga sering kali disebut sebagai kebutuhan terselubung yang belumt erucapkan (unarticulated need).
    > Product Leadership merupakan nilai yang harus dianut produsen dengan mendasarkan pada keunggulan untuk terus menerus melakukan inovasi pada produk maupun jasa yang dihasilkan sehingga dapat selalu menjadi leader dalam industrinya. Nilai semacam ini menuntut kreatifitas yang tinggi serta kecepatan dalam membaca kebutuhan pasar, terutama kebutuhan yang terselubung agar dapat meraih keunggulan.Namun penerapan nila iini harus tetap dapat memenuhi tuntutan dari nilai ke – 2 tersebut di atas yaitu Customer intimacy, sehingga setiap inovasi yang dilakukan haruslah selalu disesuaikan dengan kebutuhan dan harapan konsumen. Dengan demikian walaupun produk yang ditawarkan dapat melebihi harapan konsumen pada saat itu (exceeding the customer expectation) namun tidak menyimpang dari kebutuhan konsumen agar tidak terjadi penawaran produk / jasa yang tidak dibutuhkan dan tidak dapat diserap oleh pasar.
    c) * contoh operation excellence dapat kita lihat pada perusahaan penerbangan lion air. Lion air konsisten dengan menetapkan strategi pasarnya menjadi maskapai penerbangan yang efisien. Dengan menggunakan pesawat jenis Boeing, Boeing mengklaim pesawat 737 MAX bisa menghemat 10-12 persen bahan bakar. Lion air juga menggunakan sistem pembelian tiket online dan e-ticket sehingga tidak ada biaya pencetakan tiket. Hal ini juga menjadi salah satu strategi efisiensi yang dilaukan oleh lion air.
    * Contoh konsep Customer intimacy Konsep layanan penumpang tersebut menjadi cirri khas Garuda Indonesia dalam melayani penumpang. Tidak hanya menjadi kebanggan pihak perusahaan, tetapi juga menjadi citra dan ikon Indonesia di dunia penerbangan internasional. Konsep ini dikembangkan dengan menggali lima factor utama yang mempengaruhi kenyamanan, yaitu sight,sound,scent,taste,dantouch.
    Konsep layanan penumpang Garuda Indonesia Experience pertama kali diluncurkan oleh maskapaipenerbangan ini semenjak tahun 2009. Keramahtamahan pelayanan menjadi nilai jual utama, sehingga tidak mengherankan jika Garuda menjadi salah satu maskapai penerbangan terbesar. Selainitu, perusahaan ini juga bertindak sebagai pembawa benderabangsa Indonesia yang harus mengemban misi untuk mempromosikan Indonesia di mata dunia internasional melalui keramahtamahan pelayanan, dan penggunaan ornamen-ornamen khusus berbahan khas dari Indonesia, bahkan hiburan musik, hingga cita rasa makanan selalu mencerminkan kekhasan Indonesia.
    Selain menggali kenyamanan penumpang dari lima factor tersebut di atas, konsep pelayanan Garuda Indonesia Experience juga memiliki nilai-nilai dasar, yaitu tepat waktu dan aman, cepat dan tepat, bersih dan nyaman, andal, profesional, kompeten, dan siap membantu. Dengan mengedepankan konsep briliantini, eksistensi Garuda Indonesia sebagai perusahaan penerbangan terkemuka diterima dengan baik oleh konsumen.

    3) Prinsip pendekatan pengelolaan proyek
    a) Gantt Chart adalah diagram perencanaan yang digunakan untuk penjadwalan sumber daya dan alokasi waktu (Heizer, Jay dan Render, Barry, 2006). Gantt Chart adalah contoh teknik non-matematis yang banyak digunakan dan sangat popular di kalangan para manajer karena sederhana dan mudah dibaca. Manajemen proyek dengan menggunakan teknik
    Critical Path Method (CPM) biasanya digunakan untuk pembangunan proyek dimana perkiraan waktu untuk setiap aktivitas atau pekerjaan adalah tertentu. Sedangkan dengan teknik
    Program Evaluation and Review Technique (PERT) digunakan untuk proyek-proyek di mana perkiraan waktu tidak dapat diprediksi dengan pasti. Baik CPM maupun PERT dibuat berdasarkan diagram jaringan (network chart), yang merupakan lanjutan dari diagram baris atau gantt chart (Bernard, W). Tujuan membangun suatu jaringan adalah untuk membantu perencanaan dan penjadwalan suatu proyek. Penjadwalan membutuhkan waktu-waktu yang berkenaan dengan aktivitas. Penerapan manajemen proyek secara benar akan mendatangkan keuntungan dari segi waktu dan biaya dibanding jika pengelolaan dilakukan seperti pengelolaan pekerjaan regular (Santosa, 2009). Suatu proyek dapat dipandang sebagai suatu kumpulan pekerjaan yang berurutan untuk mencapai tujuan. Setiap pekerjaan yang ada dalam proyek ini disebut aktivitas. Setiap aktivitas dimulai dan berakhir pada suatu titik waktu. Sedangkan istilah kejadian digunakan dalam hubungannya dengan waktu dimulai dan berakhirnya suatu aktivitas. Jika suatu aktivitas telah berakhir, maka suatu kejadian telah terjadi.
    • Highly Visible Responsible merupakan kemampuan dari seseoran dalam menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
    Shtub (1994) menggambarkan diagram kemampuan yang penting untuk dimiliki oleh seorang manajer proyek, diantaranya adalah:
    Budgeting and Cost Skills: Kemampuan dalam hal membuat anggaran biaya proyek baik dalam hal analisis biaya proyek, analisis kelayakan investasi agar keuangan proyek dapat berjalan optimal sesuai dengan keinginan penyedia dana.
    > Schedulling and Time Management Skills: Manajer proyek dituntut untuk dapat mengelola waktu secara baik agar proyek dapat selesai tepat waktu seperti yang diharapkan. Untuk mengelola waktu ini manajer proyek harus mendefinisikan aktivitas-aktivitas yang diperlukan, misalnya dengan teknik WBS (Work Breakdown Structure). Selain itu, manajer proyek harus mampu memperkirakan waktu bagi setiap aktivitas secara realistis.
    > Technical Skills: Kemampuan teknis melingkupi pengetahuan dan pengalaman dalam hal proyek itu sendiri, dengan mengetahui prosedur-prosedur dan mekanisme proyek. Kemampuan ini biasanya didapatkan dari penimbaan ilmu khusus, misalnya Institut Manajemen Proyek, dsb
    > Resource Management and Human Relationship Skills: Manajer proyek perlu memahami akibat dari kegagalan dalam mengelola sumber daya, sehingga diperlukan kehati-hatian dalam menempatkan sumberdaya yang ada dan menjadwalkannya. Hal ini membutuhkan kemampuan untuk membangun jaringan sosial dengan orang-orang yang terlibat di dalam proyek, seperti para stakeholder.
    > Communication Skills: Perencanaan sebuah proyek akan menjadi tidak berguna ketika tidak ada komunikasi yang efektif antara manajer proyek dengan timnya. Setiap anggota tim harus mengetahui tanggung jawab mereka.
    > Negotiating Skills: Selain kemampuan komunikasi yang baik, negosiasi juga memerlukan strategi dalam menarik dukungan manajemen atas atau sponsor mereka, bagaimanapun, pihak yang bernegosiasi harus dapat melihat loyalitas sang manajer terhadap mereka, baru kemudian akan muncul kepercayaan.
    > Marketing, Contracting, Customer Relationship Skills: Manajer proyek juga harus memiliki kemampuan untuk memasarkan hasil proyeknya, karena akan sangat tragis ketika sebuah proyek yang sukses secara implementatif, tetapi outputnya tidak dibutuhkan oleh para penggunanya. Selain itu, kedekatan dengan konsumen sangat diperlukan. Sang manajer perlu responsif terhadap perubahan kebutuhan dan persyaratan pelanggan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Dalam konsep TQM, kunci utama untuk mengidentifikasi kebutuhan pelanggan adalah komunikasi secara terus-menerus anatar pelanggan maupun antar tim proyek (Tjiptono&Diana, 2003).
    > Leadership Skills: Kepemimpinan menjadi salah satu peranan penting yang dimiliki oleh seorang manajer proyek. Apa yang dilakukan oleh manajer proyek menendakan bagaimana seharusnya orang lain atau timnya bekerja.

    4) a) pengadaan barang dan jasa secara online atau e-coution adalah suatu proses pengadaan barang dan jasa yang dilakukan dengan berbasis internet sehingga proses transaksi antara buyer dan supplier dilakukan secara online dengan cepat, aman, dan mudah. E-Auction Ini adalah aplikasi untuk membantu proses lelang. Pada proses pembelian, lelang dilakukan oleh pembeli dengan mengumpulkan calon-calon supplier. Mereka sebelumnya sudah diberi tahu oleh pembeli tentang jumlah, spesifikasi, dan waktu kebutuhan suatu barang atau jasa. Mereka akan mengajukan penawaran (secara elektronik) dan selama proses lelang mereka biasa merevisi (menurunkan) harga penawarannya. Supplier yang memberikan penawaran terendah pada akhir periode lelang akan keluar sebagai pemenang.
    b) Manfaat pengadaan barang secara online.
    Bagi pelaksana : dengan adanya pengadaan secara online, pelakasna dapat menghemat biaya operasional, karena pelaksana tidak perlu langsung mendatangi lokasi instansi secara langsung. Selain itu, syarat-syarat berupa dokumen yang harus dipersiapkan dapat dengan efektif di upload melalui aplikasi dengan jaringan internet.
    Bagi pemerintah : dengan adanya system pengadaan secara online, maka konsep good corporate governance dapat terwujud. Hal ini dikarenakan dapat menghindari konflik kepentingan dalam pengambilan keputusan pemenang proyek
    c) cara mempertimbangkan pemilihan penyedia layanan secara teori.
    > Surat Izin Usaha pada bidang usaha yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah yang berwenang yang masih berlaku.
    > Tidak dalam pengawasan pengadilan, tidak pailit, kegiatan usahanya tidak berhenti/dihentikan, dan atau tidak sedang menjalani sanksi pidana; Aspek yang dinilai dan teknis pembuktian:
    Jika sampai dengan 7 (tujuh) hari kerja mulai pembukaan penawaran ada pihak lain yang bisa membuktikan bahwa perusahaan yang bersangkutan dalam pengawasan pengadilan, pailit, kegiatan usahanya berhenti / dihentikan, dan atau sedang menjalani sanksi pidana maka penyedia barang/jasa dinyatakan Gugur.
    > Telah melunasi kewajiban pajak tahun terakhir (SPT/ PPh) serta memiliki laporan bulanan PPh Pasal 25 atau Pasal 21/ Pasal 23 atau PPN sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan yang lalu.
    Penyedia Barang/Jasa diminta untuk menunjukkan bukti pembayaran Pajak yang asli dan benar dikeluarkan oleh kantor pajak, apabila tidak dapat menunjukkan bukti pajak sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan terakhir dan atau palsu maka Penyedia Barang/jasa tersebut dinyatakan Gugur.
    > Selama 4 (empat) tahun terakhir pernah memiliki pengalaman menyediakan barang/jasa baik di lingkungan pemerintah atau swasta termasuk pengalaman subkontrak baik di lingkungan pemerintah atau swasta, kecuali penyedia barang/ jasa yang baru berdiri kurang dari 3 (tiga) tahu.
    > Memiliki kinerja baik dan tidak masuk dalam daftar sanksi atau daftar hitam di suatu instansi.
    > Memiliki kemampuan pada bidang pekerjaan yang sesuai untuk usaha kecil termasuk koperasi kecil; Bidang pengalaman harus sesuai dengan pengumuman pelelangan atau uraian paket pekerjaan mengenai bidang pekerjaan.
    > Memiliki kemampuan pada bidang dan subbidang pekerjaan yang sesuai untuk bukan usaha kecil:
    > Dalam hal bermitra yang diperhitungkan adalah kemampuan dasar dari perusahaan yang mewakili kemitraan (lead firm);
    > Untuk pekerjaan khusus/ spesifik/ teknologi tinggi dapat ditambahkan persyaratan lain seperti peralatan khusus, tenaga ahli;
    > Spesialis yang diperlukan, atau pengalaman tertentu; Aspek yang dinilai dan teknis pembuktian:
    Penyedia Barang/Jasa diminta untuk menyediakan peralatan khusus, tenaga ahli spesialis dengan sertifikat instansi atau pengalaman tertentu sebagaimana dalam dokumen RKS atau pengumuman lelang dan bila tidak sesuai maka Penyedia Barang/jasa tersebut dapat dinyatakan Gugur;
    > Memiliki surat keterangan dukungan keuangan dari bank pemerintah / swasta untuk mengikuti pengadaan barang/ jasa sekurang-kurangnya 10 % (sepuluh persen) dari nilai proyek untuk pekerjaan jasa pemborongan dan 5 % (lima persen) dari nilai proyek untuk pekerjaan pemasokan barang/jasa lainnya, kecuali untuk penyedia barang/ jasa usaha kecil termasuk koperasi kecil;
    > Memiliki kemampuan menyediakan fasilitas dan peralatan serta personil yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan; Aspek yang dinilai dan teknis pembuktian:
    Penyedia Barang/Jasa diminta untuk menunjukkan bukti kepemilikan atau hak menggunakan atas fasilitas dan peralatan yang dibutuhkan dalam pekerjaan dan panitia dapat melakukan cross cek kepada penyedia barang/jasa. Jika tidak dapat membuktikan maka penyedia barang/jasa dinyatakan Gugur;
    > Termasuk dalam penyedia barang/ jasa yang sesuai dengan nilai paket pekerjaan; Aspek yang dinilai dan teknis pembuktian:
    Kualifikasi Penyedia Barang/Jasa (besar/menengah/kecil) harus sesuai dengan pengumuman atau dokumen pengadaan barang/jasa. Jika tidak sesuai dinyatakan Gugur ;
    > Menyampaikan daftar perolehan pekerjaan yang sedang dilaksanakan khusus untuk jasa pemborongan; Aspek yang dinilai dan teknis pembuktian:
    Jika sampai dengan 7 (tujuh) hari kerja mulai pembukaan penawaran ada pihak lain yang bisa membuktikan bahwa perusahaan yang bersangkutan sedang melakukan pekerjaan dan tidak menyampaikan daftar pekerjaan dimaksud, makapenyedia barang/jasa dinyatakan Gugur ;
    > Tidak membuat pernyataan yang tidak benar tentang kompetensi dan kemampuan usaha yang dimilikinya; Aspek yang dinilai dan teknis pembuktian:
    Jika sampai dengan 7 (tujuh) hari kerja mulai pembukaan penawaran ada pihak lain yang bisa membuktikan bahwa perusahaan yang bersangkutan membuat pernyataan yang tidak benar tentang kompetensi dan kemampuan usaha yang dimilikinya, maka penyedia barang / jasa dinyatakan Gugur ;
    > Untuk pekerjaan jasa pemborongan memiliki sisa kemampuan keuangan (SKK) yang cukup dan sisa kemampuan paket (SKP). Sistem e-Procurement secara otomatis menghitung SKK dan SKP bagi penyedia barang/jasa yang mengikuti pelelangan di lingkungan Pemerintah Daerah.

    5) Waktu total proyek yang diharapkan T = 62 Minggu
    Varian Proyek = 72
    Waktu penyelesaian yang diharapkan 18 hari sebelum waktu penyelesaian yang diharapkan.
    Waktu penyelesaian yang diinginkan = 62 minggu – 18 hari = 59,4 minggu
    σp = √Project variance = √72 = 8,5
    59,4 – 62 -2,6
    Z = = = – 0,305 = – 0,31
    8,5 8,5
    Karena nilai peluang bagi nilai Z bertanda (+) dan (-) adalah sama, didasarkan pada sifat kurva distribusi Z (normal baku) yang simetris maka Z = + 0,31.
    Untuk Z = 0,31 dari table adalah 0,380183. Dengan demikian, probabilitas proyek dapat diselesaikan 18 hari sebelum waktu normal pengerjaan proyek adalah 1.380 atau 38%.

    Komentar oleh Agil Muharya / P2C214033 | Februari 13, 2015 | Balas

  17. Nama : Agil Muharya
    NIM : P2C214033
    Kelas : Pagi
    Ujian Akhir Semester Manajemen Operasi

    1) a) Keterlibatan karyawan dan tingkat Kastomisasi (customization) menjadi bagian penting dalam perekonomian modern, hal ini dikarenakan konsumen sangat membutuhkan produk yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen itu sendiri. Dengan adanya kastomisasi, konsumen dapat memenuhi keinginannya dalam pemilihan jenis produk. Begitu juga dengan keterlibatan karyawan, karyawan harus menjaga kualitas hubungan dengan customer. Terpenuhinya semua kebutuhan dan keinginan konsumen akan membuat konsumen puas dan akan kembali melakukan transaksi dengan perusahaan tersebut. Hal ini berarti akan meningkatkan loyalitas dari pelanggan dan ini berarti demand konsumen ke perusahaan akan terus naik. Loyalitas pelanggan merupakan sebuah sikap yang menjadi dorongan perilaku untuk melakukan pembelian produk/jasa dari suatu perusahaan yang menyertakan aspek perasaan didalamnya, khususnya yang membeli secara teratur dan berulang-ulang dengan konsistensi yang tinggi, namun tidak hanya membeli ulang suatu barang dan jasa, tetapi juga mempunya komitmen dan sikap yang positif terhadap perusahaan yang menawarkan produk/ jasa tersebut.

    b) Sifat tindakan layanan dan penerima Langsung layanan merupakan salah satu hal yang menjadi perhatian dalam perekonomian modern. Contoh dari hal tersebut adalah pada layanan kecantikan (salon), layanan perbankan, transportasi, dll. Pada jenis usaha di atas, custumer menerima langsung tindakan layanan.

    c) Pelayanan yang baik dari penyedia jasa (people) dapat membentuk suatu konsep pelayanan yang baik pada pelanggan akibat process pemberian jasa yang dilakukan sangat baik. Hal ini dapat meningkatkan loyalitas pelanggan. Dalam mengelola kualitas Jasa terdapat suatu strategi yang dapat ditempuh dalam memenangkan persaingan dengan pesaing usaha yaitu dengan cara menyampaikan layanan yang bermutu tinggi secara konsisten dibanding para pesaing.
    2) a) Pengertian daya saing adalah kemampuan perusahaan, industri, daerah, negara, atau antar daerah menghasilkan faktor pendapatan dan faktor pekerjaan yang relatif tinggi dan berkesinambungan untuk menghadapi persaingan.
    b) Tiga strategi yang berkaitan untuk membangun daya saing layanan adalah :
    > Operational excellence merupakan suatu nilai dimana produsen harus selalu menjaga efisiensi dan meningkatkan kualitas dari sistem / proses penghasil produk maupun system pelayanan yang diberikan untuk senantiasa dapat memuaskan konsumen. Kepuasan konsumen akan kualitas serta layanan yang diberikan oleh brand dari suatu produk, akan membuat sulitnya konsumen melakukan brand switching (beralihpada brand lain).

    > Customer intimacy merupakan suatu nilai dimana produsen harus dapat memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen. Suatu produk / jasa yang baik tidak hanya sekedar dapat memenuhi apa yang menjadi kebutuhan dasar (basic need) dari konsumen tapi sebaiknya juga dapat memenuhi apa yang menjadi kebutuhan yang mendalam (deeply need) dari konsumen. Kebutuhan yang mendalam (deeply need) merupakan kebutuhan konsumen yang belum dirasakannya pada saat suatu produk / jasa ditawarkan kepadanya, sehingga sering kali disebut sebagai kebutuhan terselubung yang belumt erucapkan (unarticulated need).
    > Product Leadership merupakan nilai yang harus dianut produsen dengan mendasarkan pada keunggulan untuk terus menerus melakukan inovasi pada produk maupun jasa yang dihasilkan sehingga dapat selalu menjadi leader dalam industrinya. Nilai semacam ini menuntut kreatifitas yang tinggi serta kecepatan dalam membaca kebutuhan pasar, terutama kebutuhan yang terselubung agar dapat meraih keunggulan.Namun penerapan nila iini harus tetap dapat memenuhi tuntutan dari nilai ke – 2 tersebut di atas yaitu Customer intimacy, sehingga setiap inovasi yang dilakukan haruslah selalu disesuaikan dengan kebutuhan dan harapan konsumen. Dengan demikian walaupun produk yang ditawarkan dapat melebihi harapan konsumen pada saat itu (exceeding the customer expectation) namun tidak menyimpang dari kebutuhan konsumen agar tidak terjadi penawaran produk / jasa yang tidak dibutuhkan dan tidak dapat diserap oleh pasar.
    c) * contoh operation excellence dapat kita lihat pada perusahaan penerbangan lion air. Lion air konsisten dengan menetapkan strategi pasarnya menjadi maskapai penerbangan yang efisien. Dengan menggunakan pesawat jenis Boeing, Boeing mengklaim pesawat 737 MAX bisa menghemat 10-12 persen bahan bakar. Lion air juga menggunakan sistem pembelian tiket online dan e-ticket sehingga tidak ada biaya pencetakan tiket. Hal ini juga menjadi salah satu strategi efisiensi yang dilaukan oleh lion air.
    * Contoh konsep Customer intimacy Konsep layanan penumpang tersebut menjadi cirri khas Garuda Indonesia dalam melayani penumpang. Tidak hanya menjadi kebanggan pihak perusahaan, tetapi juga menjadi citra dan ikon Indonesia di dunia penerbangan internasional. Konsep ini dikembangkan dengan menggali lima factor utama yang mempengaruhi kenyamanan, yaitu sight,sound,scent,taste,dantouch.
    Konsep layanan penumpang Garuda Indonesia Experience pertama kali diluncurkan oleh maskapaipenerbangan ini semenjak tahun 2009. Keramahtamahan pelayanan menjadi nilai jual utama, sehingga tidak mengherankan jika Garuda menjadi salah satu maskapai penerbangan terbesar. Selainitu, perusahaan ini juga bertindak sebagai pembawa benderabangsa Indonesia yang harus mengemban misi untuk mempromosikan Indonesia di mata dunia internasional melalui keramahtamahan pelayanan, dan penggunaan ornamen-ornamen khusus berbahan khas dari Indonesia, bahkan hiburan musik, hingga cita rasa makanan selalu mencerminkan kekhasan Indonesia.
    Selain menggali kenyamanan penumpang dari lima factor tersebut di atas, konsep pelayanan Garuda Indonesia Experience juga memiliki nilai-nilai dasar, yaitu tepat waktu dan aman, cepat dan tepat, bersih dan nyaman, andal, profesional, kompeten, dan siap membantu. Dengan mengedepankan konsep briliantini, eksistensi Garuda Indonesia sebagai perusahaan penerbangan terkemuka diterima dengan baik oleh konsumen.
    3) Prinsip pendekatan pengelolaan proyek
    a) Gantt Chart adalah diagram perencanaan yang digunakan untuk penjadwalan sumber daya dan alokasi waktu (Heizer, Jay dan Render, Barry, 2006). Gantt Chart adalah contoh teknik non-matematis yang banyak digunakan dan sangat popular di kalangan para manajer karena sederhana dan mudah dibaca. Manajemen proyek dengan menggunakan teknik
    Critical Path Method (CPM) biasanya digunakan untuk pembangunan proyek dimana perkiraan waktu untuk setiap aktivitas atau pekerjaan adalah tertentu. Sedangkan dengan teknik
    Program Evaluation and Review Technique (PERT) digunakan untuk proyek-proyek di mana perkiraan waktu tidak dapat diprediksi dengan pasti. Baik CPM maupun PERT dibuat berdasarkan diagram jaringan (network chart), yang merupakan lanjutan dari diagram baris atau gantt chart (Bernard, W). Tujuan membangun suatu jaringan adalah untuk membantu perencanaan dan penjadwalan suatu proyek. Penjadwalan membutuhkan waktu-waktu yang berkenaan dengan aktivitas. Penerapan manajemen proyek secara benar akan mendatangkan keuntungan dari segi waktu dan biaya dibanding jika pengelolaan dilakukan seperti pengelolaan pekerjaan regular (Santosa, 2009). Suatu proyek dapat dipandang sebagai suatu kumpulan pekerjaan yang berurutan untuk mencapai tujuan. Setiap pekerjaan yang ada dalam proyek ini disebut aktivitas. Setiap aktivitas dimulai dan berakhir pada suatu titik waktu. Sedangkan istilah kejadian digunakan dalam hubungannya dengan waktu dimulai dan berakhirnya suatu aktivitas. Jika suatu aktivitas telah berakhir, maka suatu kejadian telah terjadi.
    • Highly Visible Responsible merupakan kemampuan dari seseoran dalam menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
    Shtub (1994) menggambarkan diagram kemampuan yang penting untuk dimiliki oleh seorang manajer proyek, diantaranya adalah:
     Budgeting and Cost Skills: Kemampuan dalam hal membuat anggaran biaya proyek baik dalam hal analisis biaya proyek, analisis kelayakan investasi agar keuangan proyek dapat berjalan optimal sesuai dengan keinginan penyedia dana.
     Schedulling and Time Management Skills: Manajer proyek dituntut untuk dapat mengelola waktu secara baik agar proyek dapat selesai tepat waktu seperti yang diharapkan. Untuk mengelola waktu ini manajer proyek harus mendefinisikan aktivitas-aktivitas yang diperlukan, misalnya dengan teknik WBS (Work Breakdown Structure). Selain itu, manajer proyek harus mampu memperkirakan waktu bagi setiap aktivitas secara realistis.
     Technical Skills: Kemampuan teknis melingkupi pengetahuan dan pengalaman dalam hal proyek itu sendiri, dengan mengetahui prosedur-prosedur dan mekanisme proyek. Kemampuan ini biasanya didapatkan dari penimbaan ilmu khusus, misalnya Institut Manajemen Proyek, dsb
     Resource Management and Human Relationship Skills: Manajer proyek perlu memahami akibat dari kegagalan dalam mengelola sumber daya, sehingga diperlukan kehati-hatian dalam menempatkan sumberdaya yang ada dan menjadwalkannya. Hal ini membutuhkan kemampuan untuk membangun jaringan sosial dengan orang-orang yang terlibat di dalam proyek, seperti para stakeholder.
     Communication Skills: Perencanaan sebuah proyek akan menjadi tidak berguna ketika tidak ada komunikasi yang efektif antara manajer proyek dengan timnya. Setiap anggota tim harus mengetahui tanggung jawab mereka.
     Negotiating Skills: Selain kemampuan komunikasi yang baik, negosiasi juga memerlukan strategi dalam menarik dukungan manajemen atas atau sponsor mereka, bagaimanapun, pihak yang bernegosiasi harus dapat melihat loyalitas sang manajer terhadap mereka, baru kemudian akan muncul kepercayaan.
     Marketing, Contracting, Customer Relationship Skills: Manajer proyek juga harus memiliki kemampuan untuk memasarkan hasil proyeknya, karena akan sangat tragis ketika sebuah proyek yang sukses secara implementatif, tetapi outputnya tidak dibutuhkan oleh para penggunanya. Selain itu, kedekatan dengan konsumen sangat diperlukan. Sang manajer perlu responsif terhadap perubahan kebutuhan dan persyaratan pelanggan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Dalam konsep TQM, kunci utama untuk mengidentifikasi kebutuhan pelanggan adalah komunikasi secara terus-menerus anatar pelanggan maupun antar tim proyek (Tjiptono&Diana, 2003).
     Leadership Skills: Kepemimpinan menjadi salah satu peranan penting yang dimiliki oleh seorang manajer proyek. Apa yang dilakukan oleh manajer proyek menendakan bagaimana seharusnya orang lain atau timnya bekerja.
    4) a) pengadaan barang dan jasa secara online atau e-coution adalah suatu proses pengadaan barang dan jasa yang dilakukan dengan berbasis internet sehingga proses transaksi antara buyer dan supplier dilakukan secara online dengan cepat, aman, dan mudah. E-Auction Ini adalah aplikasi untuk membantu proses lelang. Pada proses pembelian, lelang dilakukan oleh pembeli dengan mengumpulkan calon-calon supplier. Mereka sebelumnya sudah diberi tahu oleh pembeli tentang jumlah, spesifikasi, dan waktu kebutuhan suatu barang atau jasa. Mereka akan mengajukan penawaran (secara elektronik) dan selama proses lelang mereka biasa merevisi (menurunkan) harga penawarannya. Supplier yang memberikan penawaran terendah pada akhir periode lelang akan keluar sebagai pemenang.
    b) Manfaat pengadaan barang secara online.
    Bagi pelaksana : dengan adanya pengadaan secara online, pelakasna dapat menghemat biaya operasional, karena pelaksana tidak perlu langsung mendatangi lokasi instansi secara langsung. Selain itu, syarat-syarat berupa dokumen yang harus dipersiapkan dapat dengan efektif di upload melalui aplikasi dengan jaringan internet.
    Bagi pemerintah : dengan adanya system pengadaan secara online, maka konsep good corporate governance dapat terwujud. Hal ini dikarenakan dapat menghindari konflik kepentingan dalam pengambilan keputusan pemenang proyek
    c) cara mempertimbangkan pemilihan penyedia layanan secara teori.
    > Surat Izin Usaha pada bidang usaha yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah yang berwenang yang masih berlaku.
    > Tidak dalam pengawasan pengadilan, tidak pailit, kegiatan usahanya tidak berhenti/dihentikan, dan atau tidak sedang menjalani sanksi pidana; Aspek yang dinilai dan teknis pembuktian:
    Jika sampai dengan 7 (tujuh) hari kerja mulai pembukaan penawaran ada pihak lain yang bisa membuktikan bahwa perusahaan yang bersangkutan dalam pengawasan pengadilan, pailit, kegiatan usahanya berhenti / dihentikan, dan atau sedang menjalani sanksi pidana maka penyedia barang/jasa dinyatakan Gugur.
    > Telah melunasi kewajiban pajak tahun terakhir (SPT/ PPh) serta memiliki laporan bulanan PPh Pasal 25 atau Pasal 21/ Pasal 23 atau PPN sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan yang lalu.
    Penyedia Barang/Jasa diminta untuk menunjukkan bukti pembayaran Pajak yang asli dan benar dikeluarkan oleh kantor pajak, apabila tidak dapat menunjukkan bukti pajak sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan terakhir dan atau palsu maka Penyedia Barang/jasa tersebut dinyatakan Gugur.
    > Selama 4 (empat) tahun terakhir pernah memiliki pengalaman menyediakan barang/jasa baik di lingkungan pemerintah atau swasta termasuk pengalaman subkontrak baik di lingkungan pemerintah atau swasta, kecuali penyedia barang/ jasa yang baru berdiri kurang dari 3 (tiga) tahu.
    > Memiliki kinerja baik dan tidak masuk dalam daftar sanksi atau daftar hitam di suatu instansi.
    > Memiliki kemampuan pada bidang pekerjaan yang sesuai untuk usaha kecil termasuk koperasi kecil; Bidang pengalaman harus sesuai dengan pengumuman pelelangan atau uraian paket pekerjaan mengenai bidang pekerjaan.
    > Memiliki kemampuan pada bidang dan subbidang pekerjaan yang sesuai untuk bukan usaha kecil:
    > Dalam hal bermitra yang diperhitungkan adalah kemampuan dasar dari perusahaan yang mewakili kemitraan (lead firm);
    > Untuk pekerjaan khusus/ spesifik/ teknologi tinggi dapat ditambahkan persyaratan lain seperti peralatan khusus, tenaga ahli;
    > Spesialis yang diperlukan, atau pengalaman tertentu; Aspek yang dinilai dan teknis pembuktian:
    Penyedia Barang/Jasa diminta untuk menyediakan peralatan khusus, tenaga ahli spesialis dengan sertifikat instansi atau pengalaman tertentu sebagaimana dalam dokumen RKS atau pengumuman lelang dan bila tidak sesuai maka Penyedia Barang/jasa tersebut dapat dinyatakan Gugur;
    > Memiliki surat keterangan dukungan keuangan dari bank pemerintah / swasta untuk mengikuti pengadaan barang/ jasa sekurang-kurangnya 10 % (sepuluh persen) dari nilai proyek untuk pekerjaan jasa pemborongan dan 5 % (lima persen) dari nilai proyek untuk pekerjaan pemasokan barang/jasa lainnya, kecuali untuk penyedia barang/ jasa usaha kecil termasuk koperasi kecil;
    > Memiliki kemampuan menyediakan fasilitas dan peralatan serta personil yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan; Aspek yang dinilai dan teknis pembuktian:
    Penyedia Barang/Jasa diminta untuk menunjukkan bukti kepemilikan atau hak menggunakan atas fasilitas dan peralatan yang dibutuhkan dalam pekerjaan dan panitia dapat melakukan cross cek kepada penyedia barang/jasa. Jika tidak dapat membuktikan maka penyedia barang/jasa dinyatakan Gugur;
    > Termasuk dalam penyedia barang/ jasa yang sesuai dengan nilai paket pekerjaan; Aspek yang dinilai dan teknis pembuktian:
    Kualifikasi Penyedia Barang/Jasa (besar/menengah/kecil) harus sesuai dengan pengumuman atau dokumen pengadaan barang/jasa. Jika tidak sesuai dinyatakan Gugur ;
    > Menyampaikan daftar perolehan pekerjaan yang sedang dilaksanakan khusus untuk jasa pemborongan; Aspek yang dinilai dan teknis pembuktian:
    Jika sampai dengan 7 (tujuh) hari kerja mulai pembukaan penawaran ada pihak lain yang bisa membuktikan bahwa perusahaan yang bersangkutan sedang melakukan pekerjaan dan tidak menyampaikan daftar pekerjaan dimaksud, makapenyedia barang/jasa dinyatakan Gugur ;
    > Tidak membuat pernyataan yang tidak benar tentang kompetensi dan kemampuan usaha yang dimilikinya; Aspek yang dinilai dan teknis pembuktian:
    Jika sampai dengan 7 (tujuh) hari kerja mulai pembukaan penawaran ada pihak lain yang bisa membuktikan bahwa perusahaan yang bersangkutan membuat pernyataan yang tidak benar tentang kompetensi dan kemampuan usaha yang dimilikinya, maka penyedia barang / jasa dinyatakan Gugur ;
    > Untuk pekerjaan jasa pemborongan memiliki sisa kemampuan keuangan (SKK) yang cukup dan sisa kemampuan paket (SKP). Sistem e-Procurement secara otomatis menghitung SKK dan SKP bagi penyedia barang/jasa yang mengikuti pelelangan di lingkungan Pemerintah Daerah.

    5) Waktu total proyek yang diharapkan T = 62 Minggu
    Varian Proyek = 72
    Waktu penyelesaian yang diharapkan 18 hari sebelum waktu penyelesaian yang diharapkan.
    Waktu penyelesaian yang diinginkan = 62 minggu – 18 hari = 59,4 minggu
    σp = √Project variance = √72 = 8,5
    59,4 – 62 -2,6
    Z = = = – 0,305 = – 0,31
    8,5 8,5
    Karena nilai peluang bagi nilai Z bertanda (+) dan (-) adalah sama, didasarkan pada sifat kurva distribusi Z (normal baku) yang simetris maka Z = + 0,31.
    Untuk Z = 0,31 dari table adalah 0,380183. Dengan demikian, probabilitas proyek dapat diselesaikan 18 hari sebelum waktu normal pengerjaan proyek adalah 1.380 atau 38%.

    Komentar oleh Agil Muharya/P2C214033 | Februari 13, 2015 | Balas

  18. Selamat malam Pak Jo.. terlampi saya sampaikan Jawaban UAS M.Operasi

    Nama : Amri Hidayat Arief
    NIM : P2C214004

    Terimakasih.

    JAWABAN UAS MANAGEMEN OPERASI

    Jawaban No. 1
    A. Penjelasan sifat layanan yang mengkombinasikan antara Keterlibatan Karyawan dan Tingkat kustomisasi (customization) adalah :

    Karyawan memiliki peran yang penting bagi keberhasilan organisasi. Organisasi yang berhasil adalah organisasi yang mampu memenuhi harapan konsumen. Dalam transaksi jasa, perpindahan kepemilikan tidak terjadi, yang terjadi adalah penambahan nilai. Penambahan nilai dalam industri jasa merupakan masalah utama karena proses pertukaran atau transaksi dikatakan berhasil ketika semua pihak yang terlibat dalam proses tersebut mendapatkan sesuatu yang sesuai dengan pengorbanannya. Inti dari pertukaran adalah mengorbankan sesuatu untuk memperoleh yang lain, diharapkan apa yang diperoleh melebihi yang dikorbankan. Perbedaan organisasi jasa dan manufaktur terletak pada peran manusianya atau karyawannya. Sifat jasa yang inseparability dimana produksi dan konsumsi dilakukan secara bersamaan membuat interaksi yang terjadi antara karyawan dengan konsumen selama proses transfer jasa menjadi sangat berpengaruh terhadap persepsi konsumen pada kualitas jasa. Karyawan merupakan bagian integral perusahaan yang mewakili perusahaan dalam berinteraksi dengan konsumen karenanya kinerja karyawan akan menentukan apakah penyedia jasa tersebut mampu memberikan suatu jaminan atau assurance akan tercapainya keinginan konsumen. Keterkaitan dengan Customize atau kustomisasi adalah layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan pelanggan. Layanan yang telah dicustomize ini harus mampu di deliver oleh karyawan yang mempunyai kompetensi yang tinggi agar layanan dapat diterima secara utuh melebihi harapan konsumen.

    Contoh : Kustomise layanan pada Toyota Motor, untuk pelanggan yang tidak dapat dating langsung untuk melakukan service kendaraannya maka Toyota menyiapkan layanan servise Toyota Home Service dimana pelayanan service bisa dilakukan every where sesuai dengan kebutuhan pelanggan dg SDM yang skill dan kemampuannya sesuai standart Toyota.

    B. Penjelasan Sifat Tindakan Layanan dan Penerima Langsung Layanan adalah : Pelayanan adalah suatu tindakan untuk memberikan atau memenuhi kebutuhan orang lain, tindakan pelayanan dapat bersifat tangible atau juga bersifat intangible yang terkai dengan
    – Prilaku dan tingkah laku dalam melakukan tindakan layanan
    – Waktu penyampaian yang tepat
    – Cara penyampaian layanan yang sesuai dengan penerima langsung layanan.
    -Keramahtamahan si pelaku Tindakan Layanan.

    , sedangkan penerima langsung layanan adalah end user/konsumen yang pasti berhubungan dengan manusia yang menjadi target layanan. Penerima layanan meliputi beberapa segmen mulai dari low sd high yang memerlukan service yang lebih prima dari pelaku tindakan layanan.

    Contoh : Pada layanan perbankan khususnya untuk segmen prioritas, nasabah ingin dilayani lebih tidak hanya untuk layanan bank secara konvensional, tetapi juga terhadap pengelolaan keuangan wealth management, investasi dan proteksi keuangan lainnya. Termasuk melakukan arrange bisnis dan ruang lounge untuk pertemuan dengan mitra bisnis disiapkan oleh Bank.
    Contoh lainnya pada spt pada gambar :

    Tangible Action Manusia Benda
    Jasa yang ditujukan pada manusia
    Perawatan kesehatan
    Tranportasi
    Salon kecantikan
    Klinik kebugaran
    Restoran
    Potong rambut

    Jasa yang ditujukan kepada benda
    -Jasa courier
    -Jasa keamanan
    -Binatu
    -perawatan taman
    -perawatan hewan
    Jasa yg ditujukan pada pikiran manusia :
    -pendidikan
    -penyiaran
    -jasa informasi
    Jasa pada asset tak berwujud
    -perbankan
    -jasa bantuan hokum
    -asuransi
    Intangible action

    C. Penjelasan sifat penyampaian jasa dan hubungan antara organisasi penyedia jasa dan pelanggannya.

    Sifat penyampaian data merupakan interaksi yang terjadi antara customer dengan pihak/organisasi penyedia jasa sangat bergantung kepada ketersediaan outlet pelayanan jangkauan service dan seberapa besar ketersediaan jasa yang dapat diakses oleh sustomer.. Deliveri service dapat bersifat Single site ataupun multiple site
    .Contoh

    Sifat penyampaian Single site Multiplesite

    Customer travel to service teater/barbershop Bus service/ Fastfood
    Orgatization
    Service Provider travel taxi/Pest Controlled AAA Emergency repair
    To customer

    Transaction is at arms Credit Card/local tv station broadcast net/telp company

    2.Apa yang dimaksud daya saing :

    Daya saing (comparative competitiveness) adalah sebagai Kemampuan suatu perusahaan menguasai, meningkatkan dan mempertahankan suatu posisi pasar atau Kemampuan suatu perusahaan mengatasi perubahan dan persaingan pasar dalam memperbesar dan mempertahankan keuntungannya (profitabilitas), pangsa pasar, dan/atau ukuran bisnisnya (skala usahanya);. Merupakan keunggulan yang berbeda yang tidak dimiliki perusahaan lain sehingga perusahaan mampu bertahan dan menghasilkan keuntungan yang maksimal.
    b. Strategi membangun daya saing layanan :

    1. Visi dan Operating Strategi dimana organisasi penyedia jasa harus mempunyai visi serta tujuan perusahaan memastikan opersionalnya dapat dilaksanakan secara effisien, menjaga kualitas dari system pelayanan yang diberikan untuk senantiasa dapat memuaskan konsumen. Operating Strategi terkait dengan financing, marketing organization human resources sehingga produk jasa yang ditawarkan dapat bersaing dari sisi pricing dan service quality yang excellent.

    2. Segmentasi dan Service delivery system yaitu bagaimana penyampaian service dilakukan tepat waktu dan tepat sasaran sesuai target segmen pasar yang menjadi visi perusahaan sehingga produk jasa sesuai dengan kebutuhan dan keinginan customer. Service Delivery yang baik dapat menimbulkan customer intimacy dimana produsen dapat memnuhi kebutuhan dan harapan pelanggan. Service yang baik tidak hanya sekedar dapat memenuhi basic need dari konsumen sebaiknya dapat juga memenuhi apa yang menjadi kebutuhan yang mendalam dari konsumen. Deeply need merupakan kebutuhan konsumen yg belum dirasakannya pada saat suatu jasa ditawarkan kepadanya untuk itu diperlukan inovasi secara continu agar nilai produk jasa dapat dikastamisasi menyesuaikan dengan kebutuhan dan harapan pelangga, Service delivery system ini terkait erat dengan skill karyawan (People), technology, equipment, layout dan kemudahan procedure dan akses terhadap layanan diberikan.

    3. Overall Cost Leadership untuk menjamin competitiveness comparative perusahaan yaitu : secara terus menerus melakukan inovasi dan diffrensiasi terhadap produk jasa yang ditawarkan sehingga dapat menjadi leader didalam peer industrinya. Dan produk yang ditawarkan dapat selalu memenuhi kebutuhan pelanggan ( exceeding customers expectation)

    C. Contoh pada perusahaan penerbangan yaitu : Pada maskapai Lion air dengan focus beroperasi pada Low Cost Carrier (LCC) tanpa menyampingkan sisi safety dan kenyamanan penumpang , Operasional perusahaan focus kepada Non Full service Flight dengan strategi Memperbanyak rute penerbangan dan jumlah pesawat serta kemudahan akses dalam pembelian tiket secara online dengan penawaran tiket yang relative murah dengan rute yang lengkap membuat maskapai ini berkembang pesat sebagai maskapai LCC yang terbesar di Indonesia. Dan menjadi pilihan bagi pelanggan untuk kembali menggunakan lion air untuk keperluan travellingnya.

    3. GANT CHART, CPM, Dan PERT
    A. Pendekatan Gantt Cart : Sejenis Garafika batang (Bar Chart) yang digunakan untuk menunjukkan tugas-tugas pada proyek serta jadwal dan waktu pelaksanaannya, seperti kapan pekejaan A dimulai kapan item B selesai serta batas waktu target penyelesaian pada masing-masing item pekerjaan. Person atau Pihak yang bertanggung untuk menyelesaikan pekerjaan. pada dasarnya adalah suatu gambaran atas perencanan, penjadwalan dan pemantauan (monitoring) kemajuan setiap kegiatan atau aktivitas pada suatu proyek. Dalam Gantt Chart juga dapat dilihat urutan kegiatan ataupun tugas yang harus dilakukan berdasarkan prioritas waktu yang ditentukan.

    Manajemen proyek dengan menggunakan teknik Critical Path Method (CPM) biasanya digunakan untuk pembangunan proyek dimana perkiraan waktu untuk setiap aktivitas atau pekerjaan adalah tertentu. Sedangkan dengan teknik Program Evaluation and Review Technique (PERT) digunakan untuk proyek-proyek di mana perkiraan waktu tidak dapat diprediksi dengan pasti. Baik CPM maupun PERT dibuat berdasarkan diagram jaringan (network chart), yang merupakan lanjutan dari diagram baris. Pada CPM dan PERT membertimbangkan precedence relationship and interdepencies dari masing masing pekerjaan proyek.

    B. Seorang Manager proyek harus memiliki kecakapan dan fleksibility yang tinggi dikenal dengan istilah highly visible responsible” ynag bermakna Highly Visible Responsible adalah seorang manager ditunjuk sebagai person yang mempunyai tanggung jawab penuh terhadap operasional proyek. Seorang manager proyek merupakan seorang professional dalam bidang manajemen proyek. Manajer proyek memiliki tanggung jawab untuk melakukan Planning, Organizing , Staffing , Leading dan Controlling atas pelaksanaan dan penyelesaian proyek. Untuk menghasilkan kinerja yang baik, sebuah proyek harus dimanage dengan baik oleh manajer proyek yang berkualitas baik serta memiliki kompetensi yang disyaratkan. Salah satu contohnya dalam pelaksanaan proyek pembangunan jalan tol dari awal perencanaan, pelaksaan dan penutupan atau selesainya sebuah proyek manajer proyek harus bisa bertanggung jawab menyelesaikan proyek pembangunan jalan tol tersebut on schedule ditentukan. Agar waktunya tepat manajer proyek bs menggunakan pendekatan Gantt Cart, CPM atau PERT. Dengan kompleksitas pekerjaan dan tuntutan kompetensi serta tanggungjawab dan risk terkait pekerjaan proyek yang harus dimiliki maka MO dikenal sebagai seorang yang Highly Visible responsible “

    4. Pengadaan Barang dan Jasa secara Online adalah proses pengadaan barang dan jasa yang dilakukan berbasis internet sehingga proses transaksi antara buyer dan supplier dilakukan online dengan cepat dan mudah. Proses in dikenal dengan proses e-auction atau procurement.
    E-procurement adalah sistem pengadaan barang dan jasa yang memanfaatkan teknologi informasi. Teknologi informasi digunakan untuk melakukan pengolahan data penggadaan hingga ke proses pembuatan laporan. E-procurement merupakan istilah umum diterapkan pada penggunaan sistem yang terintegrasi antara database dengan area yang luas (biasanya berbasis web) jaringan sistem komunikasi disebagian atau seluruh proses pembelian. Proses pengadaan meliputi identifikasi kebutuhan awal dan spesifikasi oleh pengguna, melalui pencarian, sumber dan tahap negosiasi kontrak, pemesanan dan termasuk mekanisme yang meregistrasi penerimaan, pembayaran dan sebagai pendukung evaluasi pasca pengadaan.
    Manfaat daripada pengadaan barang secara online yaitu :

    Internet telah muncul sebagai media yang efektif dari segi biaya dan dapat diandalkan untuk melakukan transaksi bisnis online. Semakin banyak perusahaan yang mengadopsi media ini dalam melakukan pengadaan barang mereka. Menurut Seth Miller dalam artikelnya keuntungan utama e-procurement meliputi menghemat uang, waktu, dan beban kerja tambahan yang normalnya berhubungan dengan pekerjaan tulis-menulis. Proses pengadaan konvensional biasanya melibatkan banyak pemrosesan kertas-kertas, yang mana menghabiskan sejumlah besar waktu dan uang.
    Keuntungan e-procurement tidak hanya meliputi penghematan uang tetapi juga penyederhanaan keseluruhan proses. Rencana-rencana yang optimal dapat dikomunikasikan dengan cepat kepada pemasok-pemasok, oleh karena itu dapat mengurangi biaya dan pemborosan yang biasanya terdapat dalam supply chain. Keuntungan e-procurement meliputi pengurangan biaya overhead seperti pembelian agen, juga peningkatan kendali inventori, dan keseluruhan peningkatan siklus manufaktur. Sistem e-procurement membantu perusahaan-perusahaan mengkonsolidasikan data tentang pengadaan bermacam-macam barang baik secara langsung maupun tidak langsung.

    C. Pertimbangan pemilihan penyedia Layanan secara teori harus memperhatikan aspek aspek :
    1. Efisiensi
    Prinsip efisiensi dalam pengadaan barang dan jasa adalah dengan menggunakan sumber daya yang tersedia diperoleh barang dan jasa dalam jumlah, kualitas yang diharapkan, dan diperoleh dalam waktu yang optimal.

    2. Efektif
    Prinsip efektif dalam pengadaan barang dan jasa adalah dengan sumber daya yang tersedia diperoleh barang dan jasa yang mempunyai nilai manfaat setinggi-tingginya.

    3. Persaingan Sehat
    Prinsip persaingan yang sehat dalam pengadaan barang dan jasa adalah adanya persaingan antar calon penyedia barang dan jasa berdasarkan etika dan norma pengadaan yang berlaku, tidak terjadi kecurangan dan praktek KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme).

    4. Terbuka
    Prinsip terbuka dalam pengadaan barang dan jasa adalah memberikan kesempatan kepada semua penyedia barang dan jasa yang kompeten untuk mengikuti pengadaan.

    5. Transparansi
    Prinsip transparansi dalam pengadaan barang dan jasa adalah pemberian informasi yang lengkap tentang aturan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa kepada semua calon penyedia barang dan jasa yang berminat dan masyarakat.

    6. Tidak Diskriminatif
    Prinsip tidak diskriminatif dalam pengadaan barang dan jasa adalah pemberian perlakuan yang sama kepada semua calon penyedia barang dan jasa yang berminat mengikuti pengadaan barang dan jasa.
    7. Akuntabilitas
    Prinsip akuntabilitas dalam pengadaan barang dan jasa adalah pertanggungjawaban pelaksanaan pengadaan barang dan jasa kepada para pihak yang terkait dan masyarakat berdasarkan etika, norma, dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    8. Good Corporate Governance patuh terhadap prinsip tata kelola perusahaan yang baik

    Jawaban No. 5
    Diket informasi dari pengalaman satu proyek, waktu yang dibutuhkan (T) = 62 minggu variasi adalah 72. Berapakah kemungkinan proyek itu selesai 18 hari sebelum waktu normal pengerjaan proyek?
    Jawaban :
    Diketahui :
    Due date = 62 minggu
    Expected date = 18 hari = 2,5 minggu
    Variasi = 72
    Ditanya: Z = ?.
    Jawab:
    pZ= (Due date- Expected date)/
    Project variansp = 
    72=
    = 8.48
    Z= (62-2.5)/8.4
    = 59.5/8.4
    = 7.08

    Komentar oleh Amri Hidayat Arief | Februari 13, 2015 | Balas

  19. LEMBARAN JAWABAN

    NAMA MAHASISWA : AHMAD YADI
    NO. MAHASISWA : P2C214045
    KELAS : PAGI

    No. 1
    a) Keterlibatan Karyawan dan Tingkat Kastomisasi (customization)
    Berdasarkan tingkat intensitas karyawan (keterlibatan tenaga kerja), jasa dapat dikelompokkan menjadi 2 macam
    – Equipment-based services : seperti cuci mobil otomatis, jasa sambungan telepon interlokal dan internasional,
    mesin ATM (Anjungan Tunai Mandiri) , Internet bankin , Vending Machines , dan binatu.
    – People based services : seperti pelatih sepakbola, satpam, akuntan, konsultan hukum, bidan dan dokter
    anak-anak )
    b) Jasa utama yang disertai barang dan jasa tambahan, yaitu jasa utama dengan jasa tambahan dan/atau barang
    pelengkap. Contohnya: penumpang pesawat terbang membeli jasa transportasi. Mereka sampai di tempat
    tujuan tanpa sesuatu hal berwujudyang mempeiihatkan yang mempeiihatkan pengeluaran mereka. Namun,
    pejalanan tesebut meliputi barang-barang berwujud, seperti makanan dan minuman, potongan tiket dan
    penerbangan.
    c) Suatu Provider harus mampu mengidentifikasi dan mengenal terlebih dahulu hubungan antar beberapa
    perusahaan dengan konsumen agar bisa berjalan saling menguntungkan, dimana penyedia layanan atau
    providrer harus mampu membuat strategi atau tehnik supaya konsumenya tetap mengunakan produk atau jasa
    yang di jual , dengan cara provider harus mampu mengidentifikasi keingin dan kebutuhan pelanggannya yang
    dibutuhkan

    No. 2
    a) Apa yang dimaksud dengan daya saing
    Defenisi daya saing secara umum adalah kemampuan makhluk hidup untuk dapat tumbuh (berkembang) secara
    normal di antara makhluk hidup lainnya sbg pesaing dl satu habitat (dl satu bidang usaha dsb) (KBBI, 2008).
    Berikut adalah beberapa definisi dari daya saing yang dikutip dari IMD (diambil dari The US National
    Competitiveness Council) (Taufik, 2009):
    • Daya saing mencakup efisiensi (mencapai sasaran dengan biaya serendah mungkin) dan efektivitas
    (memiliki sasaran yang tepat). Pilihan tentang inilah yang sangat menentukan dari sasaran industri.
    Daya saing meliputi baik tujuan akhir dan cara mencapai tujuan akhir tersebut (Buckley, P. J. et al, “Measures of
    International Competitiveness: A Critical Survey”, Journal of Marketing Management, 1988).
    • Daya saing industri adalah kemampuan perusahaan atau industri dalam menghadapi tantangan persaingan
    dari para pesaing asingnya (US Department of Energy).
    • Mendukung kemampuan perusahaan, industri, daerah, negara atau supranational regions untuk menciptakan
    tingkat pendapatan dan pemanfaatan faktor yang relatif tinggi, sambil tetap mempertahankan keberadaan dalam
    persaingan internasional (OECD, 1996. “Industrial Competitiveness:Benchmarking Business Environments in
    the Global Economy”).
    b) Jelaskan ke tiga strategi yang berkaitan untuk membangun daya saing layanan
    • Operational excellence
    Operational ecellence merupakan suatu nilai dimana produsen harus selalu menjaga efisiensi dan meningkatkan
    kualitas dari sistem atau proses penghasil produk maupun sistem pelayanan yang diberikan untuk dapat lebih
    memuaskan konsumen.
    • Customer intimacy
    Dalam hal ini merupakan suatu nilai dimana produsen harus dapat bisa memenuhi kebutuhan dan harapan
    konsumen terdapat suatu produk yang dipasarkan. Suatu produk atau jasa yang baik tidak hanya sekedar dapat
    memenuhi apa yang menjadi kebutuhan dasar dari konsumen, tapi sebaiknya juga dapat memenuhi apa yang
    menjadi kebutuhan yang mendalam dari konsumen.
    • Product leadership
    Product leadership merupakan nilai-nilai yang harus dianut oleh setiap produsen dengan mendasarkan pada
    keunggulan-keunggulan untuk terus menerus melakukan inovasi pada produk maupun jasa yang dihasilkan,
    sehingga produk tersebut dapat menjadi leader dalam industrinya. Dalam hal semacam ini sangatlah dibutuhkan
    sebuat kreatifitas yang sangat tinggi, serta kecepatan dalam membaca kebutuhan pasar, terutama keutuhan
    yang terselubung agar dapat meraih keunggulan. Namun penerapan nilai itu juga harus tetap dapat memenuhi
    tuntutan dari nilai custumer intimacy, sehingga inovasi yang dilakukan selalu dapat sesuai dengan kebutuhan
    dan harapan konsumen.

    c. Contoh didalam jenis pelayanan industri penerbangan dimana setiap maskapai penerbangan berusaha semaksimal
    mungkin untuk menigkatkan jumlah penumpangnya, untuk itu setiap maskapai penerbangan mengunakan
    berbagai cara dan strategi bersaing didalam memberikan pelayanan kepada penumpang, baik bersaing dalam
    segi biaya, askes, kenyamaman maupun bersaing dalam segi pelayanana, dimana kesemuanya itu akan
    berpengaruh terhadap biaya yang akan di keluarkan untuk operasional dan laba yang akan di peroleh, untuk itu
    setiap maskapai penerbagan harus berani bersaing baik dalam negeri maupun bersaing dalam internasional

    No. 3
    a) Dalam pembuatan skedul dikenal berbagai pendekatan yaitu: 1) Gantt Chart, 2) Critical Path Method (CPM)
    dan Program Evaluation and Review (PERT). Jelaskan prinsip pendekatan ini secara ringkas.
    – Gant chart menyediakan format standar untuk menampilkan informasi jadwal proyek degan menampilkan
    aktivitas proyek beserta tanggal mulai dan selesainya dalam format kalender
    – CPM adala teknik membuat diagram jaringan yang digunakan utk memperkirakan durasi proyek total
    . Critical path untuk sebuah proyek adalah serangkaian aktivitas yang menentukan waktu tersingkat untuk
    penyelesaian proyek
    – PERT adalah teknik analisis jaringan untuk estimasi durasi proyek dimana terdapat ketidak pastian yang tinggi
    pada estimasi durasi aktivitas individual

    b) Arti ungkapan “highly visible responsible Menurut PMBOK Guide (PMI, 2001) menjabarkan peranan tanggung jawab diartikan bahwa seorang manajer proyek harus ditunjukkan pada semua tahapan proyek, Manajer proyek bersama dengan tim manajemen proyek bertanggung jawab menentukan kualitas nilai proyek, Manajer proyek juga mempunyai tanggung jawab kepada sumber daya manusia untuk menerima dan melepas bawahannya tergantung atas organisasi atau industri dimana mereka menjadi anggota. Peran dan tanggung jawab dari manajer proyek biasanya kritis pada kebanyakan proyek tapi sangat berarti dalam penerapannya. Manajer proyek bertanggung jawab dalam membuat pelaporan rangkap kepada manajer fungsional dan timnya sendiri.

    Syarat bagia seorang manajer:
    – Mempunyai jiwa kepemimpinan yang berorientasi kuat pada pencapaian sasaran.
    – Seorang yang generalis yang berpandangan luas dan spesialis
    – Memiliki kredibilitas secara teknis, latar belakang pengalaman yang cukup dan pendidikan yang memadai.
    – Menguasai aspek sumber daya manusia.

    No. 4
    a) Apa yang dimaksud dengan pengadaan barang dan jasa secaa online
    Adalah Metode pemilihan penyedia barang/pekerjaan kontruksi/jasa lainya secara elektronik untuk semua
    pekerjaan yang dapat diikuti oleh semua penyedia barang/pekerjaan kontruksi/jasa lainya yang memenuhi
    syarat dengan mengunakan aplikasi Sintem Pengadaan Secara Electronik (SPSE)

    b) Apa manfaat daripada pengadaan barang dan jasa secara online baik kepada pelaksana maupun kepada pemerintah dan perekonomian
    – Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas
    – Meningkatkan akses pasar dan persaingan usaha yang sehat
    – Memperbaiki tingkat efisensi proses pengadaan
    – Mendukung proses monitoring dan audit
    – Memenuhi kebutuhan akses informasi yang real time
    – Adil (tidak diskriminatif) dan efektif

    c) Bagaimana cara mempertimbangkan pemilihan penyedia layanan secara teori.
    Dengan cara lebih memperhatikan beberapa hal antaralian:
    – Memaksimalkan pengunaan barang/jasa produksi dalam negeri
    – Preferensi harga
    – Meningkatkan peran serta usaha mikro, usaha kecil, koperasi kecil, dan kelompok masyarakat dalam pengadaan
    barang/jasa
    – Memperhatikan terhadap aspek pemanfaatan sumber daya alam dan pelestarian fungsi linkungan hidup secara
    arif
    No. 5
    Diketahui informasi dari pengalaman satu proyek, waktu yang dibutuhkan (T) = 62 minggu, sedangkan variasi adalah 72. Berapakah kemungkinan proyek itu selesai 18 hari sebelum waktu normal pengerjaan proyek?

    SD proyek= √varian proyek
    SD proyek = √72
    = 8,48 minggu
    18 hari = 2,57 minggu
    Z = (due date- expected date)/SD proyek
    = (62 minggu – (62-2,57))/8,48
    = 0,30
    Lihat tabel z, maka nilainya adalah 0,1179
    Jadi probabiliti proyek akan selesai sebelum 18 hari dari waktu normal pengerjaan proyek adalah 11,79%

    Komentar oleh AHMAD YADI | Februari 13, 2015 | Balas

  20. Nama : ANDINI RIZKI AMALIA
    N I M : P2C214007
    UAS Mata Kuliah Manajemen Operasi (Kelas Pagi)

    1.a) Keterlibatan karyawan dan tingkat kastomisasi (Customization)
    Pelayanan yang baik dari karyawan penyedia jasa akan membentuk suatu physical evidence pada pelanggan. Dari physical evidence yang telah terbentuk memungkinkan untuk peningkatan jumlah pelanggan yang ingin menggunakan jasa layanan yang sama. Kustomisasi massal berarti sebuah sistem dimana produk dibuat sesuai dengan pesanan (build-to-order). Build-to-order berarti memproduksi sesuai dengan pesanan pelanggan, bukan sesuai dengan peramalan pasar.
    Kontruksi Keterlibatan karyawan dan tingkat kastomisasi (Customization):
    Keterlibatan karyawan rendah, tingkat kastomisasi rendah biasanya pada pabrik/perusahaan jasa.
    Contoh: Penerbangan, Jasa Angkutan, Hotel, Resort dan Rekreasi.
    Keterlibatan karyawan rendah, tingkat kastomisasi tinggi biasanya pada toko jasa.
    Contoh: Rumah Sakit, Bengkel, dan jasa reparasi lainnya.
    Keterlibatan karyawan tinggi, tingkat kastomisasi rendah biasanya pada jasa massal.
    Contoh: Ritel, Grosir, Sekolah, Aspek Ritel Bank Komersil.
    Keterlibatan karyawan tinggi, tingkat kastomisasi tinggi biasanya pada jasa profesional.
    Contoh: Dokter, Pengacara, Akuntan dan Arsitek.

    b) Sifat Tindakan Layanan dan Penerima Langsung Layanan
    Tindakan layanan ada yang bersifat tangible (berwujud) dan ada yang bersifat intangible (tidak berwujud), sementara penerima langsung layanan dapat berupa manusia maupun benda.
    Kontruksi Sifat Tindakan Layanan dan Penerima Langsung Layanan:
    Sifat Tindakan Layanan berwujud, penerima langsung layanan manusia biasanya pada tubuh manusia.
    Contoh: perawatan kesehatan, transportasi penumpang, salon kecantikan, klinik olahraga, restoran.
    Sifat Tindakan Layanan berwujud, penerima langsung layanan benda/barang biasanya pada aset berwujud.
    Contoh: Alat transportasi, Jasa perbaikan & pemeliharaan, layanan kebersihan, jasa laundry.
    Sifat Tindakan Layanan tidak berwujud, penerima langsung layanan manusia biasanya pada pikiran manusia.
    Contoh: Pendidikan, Siaran, Jasa Informasi, Teater, Museum.
    Sifat Tindakan Layanan tidak berwujud, penerima langsung layanan benda/barang biasanya pada aset tak berwujud
    Contoh: layanan hukum, akunting, jasa keamanan, asuransi.

    Sifat penyampaian jasa dan hubungan antara organisasi penyedia jasa (provider) dan pelanggannya.
    Sifat penyampaian jasa ada yang kontinu dan ada yang diskrit, sementara hubungan antara organisasi penyedia jasa (provider) dan pelanggan ada yang bersifat formal dalam bentuk keanggotaan dan ada yang bersifat informal.
    Kontruksi sifat penyampaian jasa & hubungan antara organisasi penyedia jasa (provider) dan pelanggannya:
    Sifat penyampaian jasa kontinu & hubungan antara organisasi penyedia jasa (provider) dan pelanggannya formal (keanggotaan)
    Contoh: Asuransi, Bank
    Sifat penyampaian jasa kontinu & hubungan antara organisasi penyedia jasa (provider) dan pelanggannya non-formal
    Contoh: Stasiun radio, perlindungan polisi, mercusuar, jalan umum
    Sifat penyampaian jasa diskrit & hubungan antara organisasi penyedia jasa (provider) dan pelanggannya formal (keanggotaan)
    Contoh: Telepon seluler jarak jauh, jasa langganan penerbangan.
    Sifat penyampaian jasa diskrit & hubungan antara organisasi penyedia jasa (provider) dan pelanggannya non-formal
    Contoh: Restoran, Jalan Tol, Bioskop, Transportasi umum.

    2.a) Pengertian Daya Saing:
    – Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), daya saing adalah kemampuan makhluk hidup untuk dapat tumbuh (berkembang) secara normal di antara makhluk hidup lainnya sebagai pesaing dalam satu habitat (dalam satu bidang usaha dsb).
    – Daya saing adalah Kapasitas bangsa untuk menghadapi tantangan persaingan pasar internasional dan tetap menjaga atau meningkatkan pendapatan riil-nya (Council of Competitiveness, Washington DC, 2006)
    – Daya saing merupakan kemampuan menghasilkan produk barang dan jasa yang memenuhi pengujian internasional, dan dalam saat bersamaan juga dapat memelihara tingkat pendapatan yang tinggi dan berkelanjutan, atau kemampuan daerah menghasilkan tingkat pendapatan dan kesempatan kerja yang tinggi dengan tetap terbuka terhadap persaingan eksternal (European Commission, 1999).
    Ketiga strategi yang berkaitan untuk membangun daya saing layanan (Heizer dan Render, 2014 : 33 – 36):
    Persaingan Melalui Diferensiasi
    Diferensiasi membedakan penawaran dari sebuah organisasi dalam sebuah cara yang dianggap oleh pelanggan sebagai penambahan nilai. Dalam sektor jasa, salah satu pilihan untuk memperluas diferensiasi produk adalah melalui sebuah pengalaman. Diferensiasi pengalaman melibatkan seorang pelanggan dengan sebuah produk melalui penggunaan imajinatif dari lima indra sehingga pelanggan “memiliki pengalaman” dengan produk.
    Contoh: sarung tangan inovatif Safeskin, Pengalaman makan malam di Hard Rock Cafe.
    Persaingan Melalui Biaya
    Low-cost leadership memiliki arti mencapai nilai yang maksimum seperti yang telah didefinisikan oleh pelanggan. Strategi ini memerlukan usaha yang tiada henti untuk mengurangi biaya sementara memenuhi harapan pelanggan akan nilai. Sebuah strategi biaya rendah tidak berarti memiliki nilai yang rendah atau kualitas yang rendah.
    Contoh: Low cost carrier dari Southwest Airlines, sistem distribusi modern dari Walmart.
    Persaingan Melalui Respon
    Respon merupakan serangkaian nilai terkait dengan pengembangan dan pengiriman produk yang tepat waktu, selain juga penentuan jadwal yang terpercaya dan kinerja yang fleksibel. Respon yang fleksibel dapat dianggap sebagai kemampuan untuk menyesuaikan perubahan dalam sebuah pasar di mana inovasi desain dan volume berfluktuasi secara substansial.
    Contoh: Jaminan 5 menit dari Pizza Hut pada saat makan siang, Respon Hewlett-Packard terhadap pasar dunia.

    Contoh dalam industri penerbangan:
    Salah satu perusahaan penerbangan yang melakukan strategi persaingan melalui biaya adalah AirAsia. AirAsia “hanya” bermain di kelas bawah dalam kelompok yang disebut “Low Cost Carrier”. Ciri strategi bersaing AirAsia fokus pada penerbangan murah, dengan tagline “Now everyone can fly” segmen yang dilayani terutama mereka yang sensitif terhadap harga, bahkan lapisan masyarakat yang belum menggunakan transportasi udara.

    Beberapa cara maskapai ini menekan harga tiket adalah dengan meniadakan makanan, menggunakan awak kabin yang sama untuk penerbangan balik ke pemberangkatan sambil membawa penumpang baru, penjualan tiket on-line guna menghindari counter dan stafnya. AirAsia membuat model tarif serendah mungkin dan menciptakan nilai melalui penerapan kunci strategi berikut (academia.edu):
    Safety First
    Bekerja sama dengan penyedia perawatan dan mematuhi standar operasi penerbangan dunia.
    High Aircraft Utilization
    Waktu perputaran (turn around time) tercepat di region dengan hanya 25 menit, memastikan tarif terhemat dan produktivitas yang tinggi.
    Low Fare, No Frills
    Menyediakan pilihan layanan yang sesuai dengan kebutuhan bagi para penumpang tanpa menurunkan kualitas dan layanan.
    Streamline Operations
    Memastikan bahwa setiap proses dilakukan secara sesederhana dan efisien.
    Lean Distribution System
    Menawarkan kanal distribusi yang luas dan inovatif untuk memudahkan proses pembelian dan perjalanan.
    Point to Point Network
    Menerapkan jaringan point to point agar pengoperasian menjadi sederhana dengan berbiaya yang rendah.

    3.a) Gantt Chart merupakan grafik perencanaan yang biasanya digunakan untuk menentukan jadwal sumber daya dan mengalokasikan waktu (Heizer dan Render, 2014 : 62). Batang horizontal digambar untuk masing-masing aktivitas proyek sepanjang periode waktu.
    Gantt Chart merupakan cara yang murah dalam membantu manajer memastikan bahwa (1) Aktivitas direncanakan, (2) Urutan kinerja didokumentasikan, (3) Waktu aktivitas diestimasi dan dicatat dan (4) Waktu proyek keseluruhan dikembangkan.
    Gantt Chart mudah untuk dipahami, juga bisa digunakan untuk penentuan jadwal operasi yang bersifat repitisi, namun kekurangannya Gantt Chart tidak cukup untuk menggambarkan hubungan timbal balik antara aktivitas dan sumber daya.

    Critical Path Method (CPM) atau Metode Jalur Kritis merupakan teknik manajemen proyek yang hanya menggunakan satu faktor per waktu per aktivitas, sementara Program Evaluation and Review (PERT) atau Teknik Tinjuan Ulang dan Evaluasi Program merupakan sebuah teknik manajemen proyek yang menggunakan tiga waktu estimasi untuk masing-masing aktivitas. Estimasi waktu ini digunakan untuk menghitung nilai yang diharapkan dan standar deviasi untuk aktivitas. (Heizer dan Render, 2014 : 63-64).

    Keunggulan CPM dan PERT:
    Sangat berguna ketika menentukan jadwal dan mengendalikan proyek yang besar.
    Konsep yang langsung dan secara matematis tidak sulit.
    Jaringan grafik membantu menekankan hubungan di antara aktivitas proyek.
    Analisis jalur kritis dan waktu perpanjangan membantu menentukan aktivitas-aktivitas yang perlu untuk diperhatikan lebih dekat.
    Dokumentasi proyek dan grafik menunjukkan siapa yang bertanggung jawab untuk berbagai aktivitas.
    Dapat diterapkan ke berbagai macam proyek.
    Berguna dalam mengawasi bukan hanya jadwal, tetapi juga biaya.

    Kekurangan CPM dan PERT:
    Aktivitas proyek harus benar-benar dijelaskan, bersifat independen dan stabil dalam hal hubungannya.
    Hubungan yang ada sebelumnya harus spesifik dan ada dalam jaringan yang sama.
    Estimasi waktu cenderung menjadi subyektif dan dipalsukan oleh manajer yang takut akan bahaya menjadi terlalu optimistis atau tidak cukup pesimis.
    Terdapat bahaya yang tidak dapat terpisahkan dari menempatkan terlalu banyak penekanan pada jalur terpanjang, atau kritis. Jalur yang hampir kritis perlu untuk diawasi secara ketat pula.

    Manajer proyek dikenal sebagai seorang yang “highly visible responsible”, artinya seorang manajer proyek harus memiliki visibilitas yang tinggi dalam sebuah perusahaan dan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa:
    Semua aktivitas-aktivitas yang diperlukan selesai dalam urutan yang benar dan tepat waktu.
    Proyek sesuai dengan anggaran.
    Proyek memenuhi tujuan terkait kualitas.
    Orang yang ditugaskan pada proyek menerima motovasi, arahan dan informasi yang diperlukan untuk melakukan pekerjaannya.

    Manajer proyek harus menjadi pelatih, penghubung dan komunikator yang baik, serta mampu untuk mengorganisir aktivitas-aktivitas dari berbagai disiplin.
    Contoh:
    Seorang manajer proyek pembangunan jembatan yang berlatar belakang pendidikan teknik sipil, harus mampu menggerakkan dan bekerjasama dengan seluruh anggota tim dalam proyek pembangunan tersebut mulai dari perencana, tim budgeting, mandor, tukang, admin dsb. Seorang manajer proyek juga harus memiliki kemampuan verbal yang baik, dia harus mampu berkomunikasi untuk memahami dan menindaklanjuti hambatan-hambatan yang dialami bawahannya, serta berkomunikasi dengan instansi terkait menyangkut perizinan maupun amdal. Dengan kemampuan dan kerjasama yang baik, maka manajer tersebut dapat menyelesaikan proyek pembangunan jembatan yang tidak hanya berkualitas dan memenuhi standar secara teknis namun juga memenuhi aspek efisiensi biaya/anggaran, tepat waktu, serta ramah lingkungan.

    4.a) Yang dimaksud pengadaan barang dan jasa pemerintah secara online adalah pengadaan barang/jasa pemerintah yang diselenggarakan menggunakan sistem elektronik. Penyelenggara sistem ini adalah LPSE atau Layanan Pengadaan Secara Elektronik. LPSE sendiri mengoperasikan sistem e-procurement bernama SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik) yang dikembangkan oleh LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah). SPSE dikembangkan dengan semangat free license, sehingga instansi dengan anggaran terbatas tetap dapat menerapkan SPSE. Dalam mengembangkan SPSE, LKPP melibatkan Lembaga Sandi Negara dalam hal penggunaan Aplikasi Pengaman Dokumen (APENDO) dan melibatkan BPKP dalam sistem e-audit yang memungkinkan SPSE mengeluarkan informasi detail tentang proses lelang untuk keperluan audit.
    b) Manfaat dari pengadaan barang/jasa pemerintah secara online dapat dirasakan oleh penyedia/rekanan dan juga pemerintah. Bagi rekanan, tidak perlu bolak-balik untuk memberikan keterangan terkait berkas yang dibutuhkan serta tidak perlu memfotokopi berkas. Jika ada masalah atau hal-hal yang masih belum dimengerti, rekanan bisa chatting dengan petugas untuk mempertanyakan semua semua hal terkait dengan pengadaan. Selain itu, rekanan cukup datang sekali ke LPSE untuk mendapatkan account number yang akan digunakan untuk mengikuti lelang. Setelah itu, pengiriman berkas dapat dilakukan di mana saja tanpa harus datang ke LPSE.
    Sedangkan manfaat untuk pemerintah adalah bisa mendapatkan barang dan jasa yang lebih kompetitif dan berkualitas dengan adanya pengadaan lelang secara elektronik. Selain itu, pemerintah juga mendapatkan keuntungan terkait praktik transparansi dan akuntabilitas pelayanan. Dengan adanya e-procurement ini kinerja pemerintah dalam proses pengadaan barang dan jasa cenderung lebih efektif dan efisien daripada melalui cara manual. E-procurement ini juga dapat mencegah praktek korupsi yang sering terjadi pada pengadaan barang dan jasa karena antara petugas dan rekanan tidak dapat bertemu langsung. Hal ini menghalangi rekanan maupun petugas untuk bermain curang dalam penentuan pemenang pengadaan barang dan jasa.
    Cara mempertimbangkan pemilihan penyedia layanan secara teori adalah berdasarkan kriteria sebagai berikut:
    Availability
    Ketersediaan layanan, contoh: ATM 24 jam.
    Convenience
    Kenyamanan layanan salah satunya dari aspek lokasi layanan tersebut.
    Dependability
    Keteguhan atau konsistensi layanan, contoh: kinerja yang selalu tepat waktu.
    Personalization
    Personalisasi atau kedekatan dengan pelanggan salah satunya dengan mengetahui nama pelanggan.
    Price
    Harga yang wajar sesuai kualitas layanan yang diberikan.
    Quality
    Kualitas dan persepsi dari pelanggan terhadap suatu layanan sangat penting.
    Reputation
    Reputasi yang baik dari mulut ke mulut.
    Safety
    Keselamatan dan keamanan pelanggan.
    Speed
    Kecepatan dalam layanan yang mengindari waktu tunggu berlebihan.

    Diketahui:
    Tenggat waktu yang dibutuhkan suatu proyek T=62 minggu
    Variasi (σ2p)=72

    Ditanya:
    Kemungkinan proyek selesai 18 hari sebelum waktu normal pengerjaan proyek?

    Penyelesaian:
    Variasi=σ2p=72  σp=√72=8,49
    Tanggal penyelesaian yang diharapkan =18 hari sebelum waktu normal pengerjaan.
    18 hari = 2,57 minggu,
    sehingga tanggal penyelesaian yang diharapkan = 62minggu-2,57minggu = 59,43minggu

    Z =(tenggat waktu – tanggal penyelesaian yang diharapkan)/ σp
    =(62 minggu – 59,43 minggu)/8,49 minggu
    =0,30
    Z adalah standar deviasi untuk tanggal tenggat waktu dari tanggal yang diharapkan.

    Merujuk pada Tabel Standar Deviasi Distribusi Normal nilai Z=0,30 mengindikasikan sebuah probabilitas sebesar 0,6179. Dengan demikian terdapat sebuah kemungkinan bahwa proyek selesai 18 hari sebelum waktu normal pengerjaan proyek adalah sebesar 0,6179 atau 61,79%.

    Komentar oleh ANDINI RIZKI AMALIA | Februari 13, 2015 | Balas

  21. Salam sejahtera Pak Jo, mohon maaf karena pada kiriman saya sebelumnya spasi dan bullet/numbering pada jawaban tidak jelas maka berikut ini saya kirimkan kembali jawaban UAS Manajemen Operasi. Semoga Bapak berkenan, terima kasih.

    Nama : ANDINI RIZKI AMALIA
    N I M : P2C214007
    UAS Mata Kuliah Manajemen Operasi (Kelas Pagi)

    1.a) Keterlibatan karyawan dan tingkat kastomisasi (Customization)
    Pelayanan yang baik dari karyawan penyedia jasa akan membentuk suatu physical evidence pada pelanggan. Dari physical evidence yang telah terbentuk memungkinkan untuk peningkatan jumlah pelanggan yang ingin menggunakan jasa layanan yang sama. Kustomisasi massal berarti sebuah sistem dimana produk dibuat sesuai dengan pesanan (build-to-order). Build-to-order berarti memproduksi sesuai dengan pesanan pelanggan, bukan sesuai dengan peramalan pasar.
    Kontruksi Keterlibatan karyawan dan tingkat kastomisasi (Customization):
    -Keterlibatan karyawan rendah, tingkat kastomisasi rendah biasanya pada pabrik/perusahaan jasa.
    Contoh: Penerbangan, Jasa Angkutan, Hotel, Resort dan Rekreasi.
    -Keterlibatan karyawan rendah, tingkat kastomisasi tinggi biasanya pada toko jasa.
    Contoh: Rumah Sakit, Bengkel, dan jasa reparasi lainnya.
    -Keterlibatan karyawan tinggi, tingkat kastomisasi rendah biasanya pada jasa massal.
    Contoh: Ritel, Grosir, Sekolah, Aspek Ritel Bank Komersil.
    -Keterlibatan karyawan tinggi, tingkat kastomisasi tinggi biasanya pada jasa profesional.
    Contoh: Dokter, Pengacara, Akuntan dan Arsitek.

    b) Sifat Tindakan Layanan dan Penerima Langsung Layanan
    Tindakan layanan ada yang bersifat tangible (berwujud) dan ada yang bersifat intangible (tidak berwujud), sementara penerima langsung layanan dapat berupa manusia maupun benda.
    Kontruksi Sifat Tindakan Layanan dan Penerima Langsung Layanan:
    -Sifat Tindakan Layanan berwujud, penerima langsung layanan manusia biasanya pada tubuh manusia.
    Contoh: perawatan kesehatan, transportasi penumpang, salon kecantikan, klinik olahraga, restoran.
    -Sifat Tindakan Layanan berwujud, penerima langsung layanan benda/barang biasanya pada aset berwujud.
    Contoh: Alat transportasi, Jasa perbaikan & pemeliharaan, layanan kebersihan, jasa laundry.
    -Sifat Tindakan Layanan tidak berwujud, penerima langsung layanan manusia biasanya pada pikiran manusia.
    Contoh: Pendidikan, Siaran, Jasa Informasi, Teater, Museum.
    -Sifat Tindakan Layanan tidak berwujud, penerima langsung layanan benda/barang biasanya pada aset tak berwujud
    Contoh: layanan hukum, akunting, jasa keamanan, asuransi.

    c) Sifat penyampaian jasa dan hubungan antara organisasi penyedia jasa (provider) dan pelanggannya.
    Sifat penyampaian jasa ada yang kontinu dan ada yang diskrit, sementara hubungan antara organisasi penyedia jasa (provider) dan pelanggan ada yang bersifat formal dalam bentuk keanggotaan dan ada yang bersifat informal.
    Kontruksi sifat penyampaian jasa & hubungan antara organisasi penyedia jasa (provider) dan pelanggannya:
    -Sifat penyampaian jasa kontinu & hubungan antara organisasi penyedia jasa (provider) dan pelanggannya formal (keanggotaan)
    Contoh: Asuransi, Bank
    -Sifat penyampaian jasa kontinu & hubungan antara organisasi penyedia jasa (provider) dan pelanggannya non-formal
    Contoh: Stasiun radio, perlindungan polisi, mercusuar, jalan umum
    -Sifat penyampaian jasa diskrit & hubungan antara organisasi penyedia jasa (provider) dan pelanggannya formal (keanggotaan)
    Contoh: Telepon seluler jarak jauh, jasa langganan penerbangan.
    -Sifat penyampaian jasa diskrit & hubungan antara organisasi penyedia jasa (provider) dan pelanggannya non-formal
    Contoh: Restoran, Jalan Tol, Bioskop, Transportasi umum.

    2.a) Pengertian Daya Saing:
    – Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), daya saing adalah kemampuan makhluk hidup untuk dapat tumbuh (berkembang) secara normal di antara makhluk hidup lainnya sebagai pesaing dalam satu habitat (dalam satu bidang usaha dsb).
    – Daya saing adalah Kapasitas bangsa untuk menghadapi tantangan persaingan pasar internasional dan tetap menjaga atau meningkatkan pendapatan riil-nya (Council of Competitiveness, Washington DC, 2006)
    – Daya saing merupakan kemampuan menghasilkan produk barang dan jasa yang memenuhi pengujian internasional, dan dalam saat bersamaan juga dapat memelihara tingkat pendapatan yang tinggi dan berkelanjutan, atau kemampuan daerah menghasilkan tingkat pendapatan dan kesempatan kerja yang tinggi dengan tetap terbuka terhadap persaingan eksternal (European Commission, 1999).

    b) Ketiga strategi yang berkaitan untuk membangun daya saing layanan (Heizer dan Render, 2014 : 33 – 36):
    1) Persaingan Melalui Diferensiasi
    Diferensiasi membedakan penawaran dari sebuah organisasi dalam sebuah cara yang dianggap oleh pelanggan sebagai penambahan nilai. Dalam sektor jasa, salah satu pilihan untuk memperluas diferensiasi produk adalah melalui sebuah pengalaman. Diferensiasi pengalaman melibatkan seorang pelanggan dengan sebuah produk melalui penggunaan imajinatif dari lima indra sehingga pelanggan “memiliki pengalaman” dengan produk.
    Contoh: sarung tangan inovatif Safeskin, Pengalaman makan malam di Hard Rock Cafe.

    2) Persaingan Melalui Biaya
    Low-cost leadership memiliki arti mencapai nilai yang maksimum seperti yang telah didefinisikan oleh pelanggan. Strategi ini memerlukan usaha yang tiada henti untuk mengurangi biaya sementara memenuhi harapan pelanggan akan nilai. Sebuah strategi biaya rendah tidak berarti memiliki nilai yang rendah atau kualitas yang rendah.
    Contoh: Low cost carrier dari Southwest Airlines, sistem distribusi modern dari Walmart.

    3) Persaingan Melalui Respon
    Respon merupakan serangkaian nilai terkait dengan pengembangan dan pengiriman produk yang tepat waktu, selain juga penentuan jadwal yang terpercaya dan kinerja yang fleksibel. Respon yang fleksibel dapat dianggap sebagai kemampuan untuk menyesuaikan perubahan dalam sebuah pasar di mana inovasi desain dan volume berfluktuasi secara substansial.
    Contoh: Jaminan 5 menit dari Pizza Hut pada saat makan siang, Respon Hewlett-Packard terhadap pasar dunia.

    c) Contoh dalam industri penerbangan:
    Salah satu perusahaan penerbangan yang melakukan strategi persaingan melalui biaya adalah AirAsia. AirAsia “hanya” bermain di kelas bawah dalam kelompok yang disebut “Low Cost Carrier”. Ciri strategi bersaing AirAsia fokus pada penerbangan murah, dengan tagline “Now everyone can fly” segmen yang dilayani terutama mereka yang sensitif terhadap harga, bahkan lapisan masyarakat yang belum menggunakan transportasi udara.

    Beberapa cara maskapai ini menekan harga tiket adalah dengan meniadakan makanan, menggunakan awak kabin yang sama untuk penerbangan balik ke pemberangkatan sambil membawa penumpang baru, penjualan tiket on-line guna menghindari counter dan stafnya. AirAsia membuat model tarif serendah mungkin dan menciptakan nilai melalui penerapan kunci strategi berikut (academia.edu):
    1) Safety First
    Bekerja sama dengan penyedia perawatan dan mematuhi standar operasi penerbangan dunia.

    2) High Aircraft Utilization
    Waktu perputaran (turn around time) tercepat di region dengan hanya 25 menit, memastikan tarif terhemat dan produktivitas yang tinggi.

    3) Low Fare, No Frills
    Menyediakan pilihan layanan yang sesuai dengan kebutuhan bagi para penumpang tanpa menurunkan kualitas dan layanan.

    4) Streamline Operations
    Memastikan bahwa setiap proses dilakukan secara sesederhana dan efisien.

    5) Lean Distribution System
    Menawarkan kanal distribusi yang luas dan inovatif untuk memudahkan proses pembelian dan perjalanan.

    6) Point to Point Network
    Menerapkan jaringan point to point agar pengoperasian menjadi sederhana dengan berbiaya yang rendah.

    3.a) Gantt Chart merupakan grafik perencanaan yang biasanya digunakan untuk menentukan jadwal sumber daya dan mengalokasikan waktu (Heizer dan Render, 2014 : 62). Batang horizontal digambar untuk masing-masing aktivitas proyek sepanjang periode waktu.
    Gantt Chart merupakan cara yang murah dalam membantu manajer memastikan bahwa (1) Aktivitas direncanakan, (2) Urutan kinerja didokumentasikan, (3) Waktu aktivitas diestimasi dan dicatat dan (4) Waktu proyek keseluruhan dikembangkan.
    Gantt Chart mudah untuk dipahami, juga bisa digunakan untuk penentuan jadwal operasi yang bersifat repitisi, namun kekurangannya Gantt Chart tidak cukup untuk menggambarkan hubungan timbal balik antara aktivitas dan sumber daya.

    Critical Path Method (CPM) atau Metode Jalur Kritis merupakan teknik manajemen proyek yang hanya menggunakan satu faktor per waktu per aktivitas, sementara Program Evaluation and Review (PERT) atau Teknik Tinjuan Ulang dan Evaluasi Program merupakan sebuah teknik manajemen proyek yang menggunakan tiga waktu estimasi untuk masing-masing aktivitas. Estimasi waktu ini digunakan untuk menghitung nilai yang diharapkan dan standar deviasi untuk aktivitas. (Heizer dan Render, 2014 : 63-64).

    Keunggulan CPM dan PERT:
    1) Sangat berguna ketika menentukan jadwal dan mengendalikan proyek yang besar.
    2) Konsep yang langsung dan secara matematis tidak sulit.
    3) Jaringan grafik membantu menekankan hubungan di antara aktivitas proyek.
    4) Analisis jalur kritis dan waktu perpanjangan membantu menentukan aktivitas-aktivitas yang perlu untuk diperhatikan lebih dekat.
    5) Dokumentasi proyek dan grafik menunjukkan siapa yang bertanggung jawab untuk berbagai aktivitas.
    6) Dapat diterapkan ke berbagai macam proyek.
    7) Berguna dalam mengawasi bukan hanya jadwal, tetapi juga biaya.

    Kekurangan CPM dan PERT:
    1) Aktivitas proyek harus benar-benar dijelaskan, bersifat independen dan stabil dalam hal hubungannya.
    2) Hubungan yang ada sebelumnya harus spesifik dan ada dalam jaringan yang sama.
    3) Estimasi waktu cenderung menjadi subyektif dan dipalsukan oleh manajer yang takut akan bahaya menjadi terlalu optimistis atau tidak cukup pesimis.
    4) Terdapat bahaya yang tidak dapat terpisahkan dari menempatkan terlalu banyak penekanan pada jalur terpanjang, atau kritis. Jalur yang hampir kritis perlu untuk diawasi secara ketat pula.

    b) Manajer proyek dikenal sebagai seorang yang “highly visible responsible”, artinya seorang manajer proyek harus memiliki visibilitas yang tinggi dalam sebuah perusahaan dan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa:
    1 Semua aktivitas-aktivitas yang diperlukan selesai dalam urutan yang benar dan tepat waktu.
    2 Proyek sesuai dengan anggaran.
    3 Proyek memenuhi tujuan terkait kualitas.
    4 Orang yang ditugaskan pada proyek menerima motovasi, arahan dan informasi yang diperlukan untuk melakukan pekerjaannya.

    Manajer proyek harus menjadi pelatih, penghubung dan komunikator yang baik, serta mampu untuk mengorganisir aktivitas-aktivitas dari berbagai disiplin.
    Contoh:
    Seorang manajer proyek pembangunan jembatan yang berlatar belakang pendidikan teknik sipil, harus mampu menggerakkan dan bekerjasama dengan seluruh anggota tim dalam proyek pembangunan tersebut mulai dari perencana, tim budgeting, mandor, tukang, admin dsb. Seorang manajer proyek juga harus memiliki kemampuan verbal yang baik, dia harus mampu berkomunikasi untuk memahami dan menindaklanjuti hambatan-hambatan yang dialami bawahannya, serta berkomunikasi dengan instansi terkait menyangkut perizinan maupun amdal. Dengan kemampuan dan kerjasama yang baik, maka manajer tersebut dapat menyelesaikan proyek pembangunan jembatan yang tidak hanya berkualitas dan memenuhi standar secara teknis namun juga memenuhi aspek efisiensi biaya/anggaran, tepat waktu, serta ramah lingkungan.

    4.a) Yang dimaksud pengadaan barang dan jasa pemerintah secara online adalah pengadaan barang/jasa pemerintah yang diselenggarakan menggunakan sistem elektronik. Penyelenggara sistem ini adalah LPSE atau Layanan Pengadaan Secara Elektronik. LPSE sendiri mengoperasikan sistem e-procurement bernama SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik) yang dikembangkan oleh LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah). SPSE dikembangkan dengan semangat free license, sehingga instansi dengan anggaran terbatas tetap dapat menerapkan SPSE. Dalam mengembangkan SPSE, LKPP melibatkan Lembaga Sandi Negara dalam hal penggunaan Aplikasi Pengaman Dokumen (APENDO) dan melibatkan BPKP dalam sistem e-audit yang memungkinkan SPSE mengeluarkan informasi detail tentang proses lelang untuk keperluan audit.

    b) Manfaat dari pengadaan barang/jasa pemerintah secara online dapat dirasakan oleh penyedia/rekanan dan juga pemerintah. Bagi rekanan, tidak perlu bolak-balik untuk memberikan keterangan terkait berkas yang dibutuhkan serta tidak perlu memfotokopi berkas. Jika ada masalah atau hal-hal yang masih belum dimengerti, rekanan bisa chatting dengan petugas untuk mempertanyakan semua semua hal terkait dengan pengadaan. Selain itu, rekanan cukup datang sekali ke LPSE untuk mendapatkan account number yang akan digunakan untuk mengikuti lelang. Setelah itu, pengiriman berkas dapat dilakukan di mana saja tanpa harus datang ke LPSE.
    Sedangkan manfaat untuk pemerintah adalah bisa mendapatkan barang dan jasa yang lebih kompetitif dan berkualitas dengan adanya pengadaan lelang secara elektronik. Selain itu, pemerintah juga mendapatkan keuntungan terkait praktik transparansi dan akuntabilitas pelayanan. Dengan adanya e-procurement ini kinerja pemerintah dalam proses pengadaan barang dan jasa cenderung lebih efektif dan efisien daripada melalui cara manual. E-procurement ini juga dapat mencegah praktek korupsi yang sering terjadi pada pengadaan barang dan jasa karena antara petugas dan rekanan tidak dapat bertemu langsung. Hal ini menghalangi rekanan maupun petugas untuk bermain curang dalam penentuan pemenang pengadaan barang dan jasa.

    c) Cara mempertimbangkan pemilihan penyedia layanan secara teori adalah berdasarkan kriteria sebagai berikut:
    – Availability
    Ketersediaan layanan, contoh: ATM 24 jam.
    – Convenience
    Kenyamanan layanan salah satunya dari aspek lokasi layanan tersebut.
    – Dependability
    Keteguhan atau konsistensi layanan, contoh: kinerja yang selalu tepat waktu.
    – Personalization
    Personalisasi atau kedekatan dengan pelanggan salah satunya dengan mengetahui nama pelanggan.
    – Price
    Harga yang wajar sesuai kualitas layanan yang diberikan.
    – Quality
    Kualitas dan persepsi dari pelanggan terhadap suatu layanan sangat penting.
    – Reputation
    Reputasi yang baik dari mulut ke mulut.
    – Safety
    Keselamatan dan keamanan pelanggan.
    – Speed
    Kecepatan dalam layanan yang mengindari waktu tunggu berlebihan.

    5. Diketahui:
    Tenggat waktu yang dibutuhkan suatu proyek T=62 minggu
    Variasi (σ2p)=72

    Ditanya:
    Kemungkinan proyek selesai 18 hari sebelum waktu normal pengerjaan proyek?

    Penyelesaian:
    Variasi=σ2p=72 sehingga σp=√72=8,49
    Tanggal penyelesaian yang diharapkan =18 hari sebelum waktu normal pengerjaan.
    18 hari = 2,57 minggu,
    sehingga tanggal penyelesaian yang diharapkan = 62minggu-2,57minggu = 59,43minggu

    Z=(tenggat waktu – tanggal penyelesaian yang diharapkan)/ σp
    =(62 minggu – 59,43 minggu)/8,49 minggu
    =0,30
    Z adalah standar deviasi untuk tanggal tenggat waktu dari tanggal yang diharapkan.

    Merujuk pada Tabel Standar Deviasi Distribusi Normal nilai Z=0,30 mengindikasikan sebuah probabilitas sebesar 0,6179. Dengan demikian terdapat sebuah kemungkinan bahwa proyek selesai 18 hari sebelum waktu normal pengerjaan proyek adalah sebesar 0,6179 atau 61,79%.

    Komentar oleh ANDINI RIZKI AMALIA | Februari 13, 2015 | Balas

  22. Selamat Malam, Pak Jo. Salam sejahtera bagi kita semua. Berikut saya lampirkan jawaban dari UJIAN SEMESTER ANGKATAN 19. Thanks a lot Mr.
    Nama :Firdaus
    NIM : P2C214040
    Kelas :PAGI
    Mata Kuliah : MANAJEMEN OPERASI
    1. a. Keterlibatan Karyawan dan Tingkat Kustomisasi (customization)
    Kustomisasi massal meliputi proses produksi yang cukup fleksibel untuk menciptakan produk dan jasa yang masing-masing dijalinkan dengan masing-masing pelanggan. Masa depan manufacturing produksi salah satunya adalah penyesuaian (kustomisasi) massal.
    Kustomisasi massal menawarkan keuntungan baik bagi pelanggan maupun pabrik. Pelanggan tidak harus berkompromi. Mereka dapat memperoleh produk yang mereka inginkan, disesuaikan dengan masing – masing selera dan kebutuhan. Bagi pabrik, mereka menciptakan lebih banyak kepuasan pelanggan, pada saat yang sama, meningkatkan efisiensi produksi. Kustomisasi massal mengakibatkan sedikit atau tidak adanya sediaan barang jadi atau setengah jadi ; tidak ada produk yang kadaluarsa yang penuh debu pada rak atau ruang pamer ; serta menuntut modal kerja yang lebih sedikit.
    Kelemahan kustomisasi massal adalah bahwa sistem tersebut menciptakan peningkatan koordinasi permintaan pada manajemen. Dan sistem ini umumnya menuntut karyawan menempuh pelatihan ulang dan menyeluruh. Kustomisasi massal biasanya menuntut perekayasaan ulang proses dan pengorganisasian kembali kerja berdasar tim untuk meningkatkan kelenturan
    Kustomisasi Massal (Mass Customization). Menurut Laudon (2010), mass customization adalah kemampuan untuk menawarkan produk atau jasa yang disesuaikan secara individu dengan menggunakan sumber daya produksi yang sama seperti mass production.
    Mass Customization membuat produk lebih variatif (High variety) dengan harga murah (low price). Mass Customization dapat menyesuaikan produk dengan cepat bagi nasabah individu maupun untuk pasar ceruk (niche), produksi efisiensi dari produksi massal dan waktu produksi lebih cepat. Menggunakan prinsip yang sama, mass customization merupakan Build-to-Orde, produk yang disesuaikan namun dapat diproduksi secara massal pula.
    Seluruh perusahaan di dunia saat ini menyadari kebutuhan untuk memberikan pelayanan yang memuaskan untuk pelanggan. Dalam keinginan perusahaan untuk memenuhi keinginan pelanggan, mendorong banyak perusahaan terpaksa menciptakan program-program baru dan prosedur untuk memenuhi setiap permintaan pelanggan. Dalam melakukan Mass Custimization, bagaimana perusahaan memberikan nilai yang unik/nilai tambah suatu produk sesuai keinginan pelanggan namun dengan cara yang efisien.
    Teknologi informasi tepat guna dan proses kerja yang fleksibel memungkinkan perusahaan untuk menyesuaikan barang atau jasa bagi pelanggan perorangan dalam volume tinggi dan dengan harga yang relatif biaya rendah. Sehingga perusahaan lebih kompetitif dalam memenuhi keinginan setiap pelanggan serta mampu menang dalam persaingan globa
    Contoh :, pabrikan mobil mewah sering menawarkan kustomisasi warna exterior dan interior, sejak awal produk tersebut diluncurkan ke pasaran. Kustomisasi selain warna pada body, juga pada warna kulit cabin dan jok tempat duduk. Kustomisasi juga dilakukan di jenis pengoperasian mobil. Sementara untuk mobil-mobil laris,hanya diberikan sekitar 3-5 warna pilihan saja.
    b. Sifat Tindakan Layanan dan Penerima Langsung Layanan
    Berdasarkan sifat tindakan jasa Jasa dikelompokkan ke dalam sebuah matriks yang terdiri atas dua menunjukkan sifat tindakan jasa (tangible dan intangible ), penerima jasa (manusia dan benda).
    Tangible Action Manusia Benda
    Jasa yang ditujukan pada manusia
    Perawatan kesehatan
    Tranportasi
    Salon kecantikan
    Restoran
    Potong rambut
    Jasa yang ditujukan kepada benda
    -Jasa keamanan
    Jasa yg ditujukan pada pikiran manusia :
    -pendidikan
    -jasa informasi
    Jasa pada asset tak berwujud
    -perbankan
    -jasa bantuan hokum
    -asuransi
    c. Berdasarkan hubungan dengan pelanggan
    Adalah Hubungan antara produsen dan konsumen menjangkau jauh melebihi dari waktu pembelian ke pelayanan purna jual, kekal abadi melampaui masa kepemilikan produk. Perusahaan menganggap konsumen sebagai raja yang harus dilayani dengan baik, mengingat dari konsumen tersebut akan memberikan keuntungan kepada perusahaan agar dapat terus hidup. dapat diambil kesimpulan bahwa kualitas pelayanan adalah segala bentuk aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan guna memenuhi harapan konsumen. Pelayanan dalam hal ini diartikan sebagai jasa atau service yang disampaikan oleh pemilik jasa yang berupa kemudahan, kecepatan, hubungan, kemampuan dan keramahtamahan yang ditujukan melalui sikap dan sifat dalam memberikan pelayanan untuk kepuasan konsumen. Kualitas pelayanan (service quality) dapat diketahui dengan cara membandingkan persepsi para konsumen atas pelayanan yang nyata-nyata mereka terima / peroleh dengan pelayanan yang sesungguhnya mereka harapkan/inginkan terhadap atribut-atribut pelayanan suatu perusahaan.
    2. a.) Pengertian Daya saing
    Pengertian Daya saing adalah Kapasitas bangsa untuk menghadapi tantangan persaingan pasar internasional dan tetap menjaga atau meningkatkan pendapatan riil-nya (Council of Competitiveness, Washington, DC, 2006). Daya saing merupakan kemampuan menghasilkan produk barang dan jasa yang memenuhi pengujian internasional, dan dalam saat bersamaan juga dapat memelihara tingkat pendapatan yang tinggi dan berkelanjutan, atau kemampuan daerah menghasilkan tingkat pendapatan dan kesempatan kerja yang tinggi dengan tetap terbuka terhadap persaingan eksternal (European Commission, 1999).
    Daya saing didefinisikan sebagai posisi relatif dari salah satu pesaing terhadap para pesaing yang lain.
    • Posisi relatif masa kini, melihat ke masa depan
    Daya saing dapat disebut sebagai kesiapan suatu bangsa untuk interaksi daya saing masa depan. Agar menjadi kompetitif dalam arti ini adalah memiliki peluang untuk menang bagi sejumlah pemain industri yang menghadapi biaya tinggi. Beberapa ukuran kriteria ini biasanya didiskusikan dalam lingkungan bisnis dan politik sekarang. Salah satunya adalah upah pekerja dalam sebuah negara. Statistik yang sering kali disebutkan dalam debat mengenai mengendurnya hambatan perdagangan internasional adalah daya saing, upah pekerja A.S. dalam hubungan dengan upah yang rendah di Negara-negara lain seperti Meksiko. Hal ini menciptakanbeberapa kontroversi dan suatu dilemaetika untuk manajer ketika perusahaan mencari pekerja dengan upah rendah menutup pabrik di Amerika Serikat dan memindahkan fasilitas produks ke Negara lain. Ukuran lain yang digunakan dari kriteria ini adalah tingkat pendidikan dari angkatan kerja bangsa tersebut. Wakil pemerintah yang mencoba menarik investasi baru dalam konomi.

    • Posisi relatif masa kini, dari dari masa lalu ke masa kini
    Daya saing dapat juga digambarkan sebagai sebuah bechmaring untuk prestasi yang telah lampau. Agar menjadi ompetitif dalam arti ini adalah berhasil dalam mencapai peringkat tertentu yang diinginkan. Ukuran yang sering dipakai dalam criteria ini adalah bagian pasar dunia dari suatu Negara. Jadi, bila perusahaan Jepang mempunyai persentase signifikan dari pasar dunia VCR (Video Cassette Recorder) mereka dikatakan kompetitifdalam usaha mereka sampai sekarang dari masa lalu ke masa kini. Ukuran lain dari criteria ini adalah standar kehidupan suatu Negara. Sebuah Negara dapat dikatakan kompetitif bila pendapatan perkapita, pelayanan kesehatan dan harapan hidup untuk warga negaranya relatif unggul dibandingkan yang dapat diharapkan oleh warga Negara dari bangsa lain. Salah satu kunci meningkatkan daya saing tersebut adalah mendorong laju inovasi sebuah perusahaan agar bisa bersaing, baik di tingkat lokal, nasional, dan lingkungan global. Tetapi pernyataan teoritis tersebut tidaklah mudah diterapkan di tingkatan empiris. Inovasi bukanlah sesuatu yang sederhana dan juga bukan suatu resep mujarab yang bisa diperoleh dengan mudah oleh setiap organisasi yang mempunyai penyakit dengan gejala yang sama yaitu rendahnya daya saing.

    b.) Tiga strategi yang berkaitan dengan untuk membangun daya saing layanan
    Persaingan Melalui Diferensiasi
    Strategi ini memanfaatkan kekhasan model atau keunikan serta kualitas terbaik yang tidak terdapat di perusahaan lain sehingga mampu menarik pembeli atau pelanggan.
    Persaingan Melalui Biaya
    Strategi ini lebih memusatkan perhatian untuk merebut pasaran dengan harga murah melalui pengurangan biaya produksi.
    Persaingan Melalui Respons
    Strategi ketiga adalah respons. Respons seringkali diangap sebagai respons yang fleksibel, tetapi juga merujuk pada respons yang dapat diandalkan dan cepat. Respons dapat didefinisikan sebagai keseluruhan rentang nilai terkait dengan pengembangan dan pengiriman produk yang tepat waktu, selain itu juga penentuan jadwal yang terpercaya dan kinerja yang fleksibel. Respons yang fleksibel dapat dianggap sebagai kemampuan untuk menyesuaikan perubahan dalam sebuah pasar dimana inovasi desain dan volume berfluktuasi secara substansial.
    c.) Daya saing dan stretegi di penerbangan.
    Saya mengambil contoh Penerbangan Garuda
    Strategi adalah sesuatu yang operasional, dapat diterapkan oleh semua jajaran pada satu korporasi. Secara ringkas strategi pelayanan Garuda dinyatakan pada pelayanan maksimal yang membuat pelanggan loyal kepada mereka. Strategi pemasaran Garuda adalah memberikan pelayanan kepada pelanggan dengan tahapan sebagai berikut (Anonim, 2012).

    Tahap (1) memberikan pelayanan secara dini, pelanggan dipantau dengan penginderaan Garuda mulai dari titik yang dapat disentuh (touch point) mulai dari berbagai titik website, call center, sales office, Garuda Frequent Flyer (GFF) center, dan service center.

    Tahap (2) pre-flight adalah layanan setelah konsumen membeli tiket. Di sini touch point-nya adalah penjualan tiket di bandara, customer service desk, GFF membership service, check-in service, transfer desk, executive lounge dan boarding gate.

    Tahap (3) tahap in-flight, meliputi cabin service, cabin comfort, lavatory, on board catering, in-flight entertainment, amenity kit, dan sales on board.

    Tahap (4) tahap post-flight, meliputi: arrival assistant, hospitality desk (menangani penumpang yang butuh bantuan), baggage delivery, juga lost and found.

    Tahap (5) customer affairs, loyalty program (GFF dan boarding pass bisa digunakan untuk mendapatkan voucher belanja di merchant tertentu)

    Strategi demikian terintegrasi dengan kegiatan korporasi dalam hal mempertahankan pelanggan potensial yang tergolong sering bepergian (frequent flyer). Terhadap mereka ini diberikan pelayanan khusus begitu mereka sampai di bandara sesaat mereka akan menggunakan jasa Penerbangan Garuda. Hal ini bersamaan pula dengan pembentukan komunitas yang semua dimaksudkan untuk dapat mempertahankan pelanggan.

    3. a. 1.) Gantt Chart
    Gantt Chart adalah suatu alat yang bernilai khususnya untuk proyek-proyek dengan jumlah anggota tim yang sedikit, proyek mendekati penyelesaian dan beberapa kendala proyek.
    Gantt Chart merupakan diagram perencanaan yang digunakan untuk penjadwalan
    sumber daya dan alokasi waktu (Heizer, Jay dan Render, Barry, 2006). Gantt Chart
    adalah contoh teknik non-matematis yang banyak digunakan dan sangat popular di
    kalangan para manajer karena sederhana dan mudah dibaca.
    2. ) Critical Path Method
    Critical Path Method adalah teknik menganalisis jaringan kegiatan/aktivitas-aktivitas ketika menjalankan proyek dalam rangka memprediksi durasi total.
    Critical path sebuah proyek adalah deretan aktivitas yang menentukan waktu tercepat yang mungkin agar proyek dapat diselesaikan. Critical path adalah jalur terpanjang dalam network diagram dan mempunyai kesalahan paling sedikit.
    3.) Program Evalution dan review
    Program Evalution dan review adalah suatu metode yang dirancang untuk mengoptimalkan biaya proyek dimana dapat ditentukan kapan pertukaran biaya dan waktu harus dilakukan untuk memenuhi jadwal penyelesaian proyek dengan biaya seminimal mungkin.
    b. Higly Visible Responsible maknanya merupakan seorang menejer harus mempunyai tanggung jawan yang tinggi terutama dalam sebuah proyek itu sendiri.

    Tanggung Jawab Manajer Proyek :
    1. Definisi (Definition)
    PM adalah orang yang mengatur diambil atau tidaknya suatu keputusan. Hal ini mungkin mempengaruhi wawancara dengan user dan membantu dalam pembuatan dokumentasi. PM dibalrtu oleh PL yang akan memberikan bantuan teknis, seperti persiapan rencana proyek.
    2. Analsis (Analysis)
    PM harus membuat beberapa bagian mengenai spesifikasi fungsional. PM. akan memastikan bahwa fs (prototipe sistem) dapat selesai pada waktunya. Negosiasi antara FS dengan klien menghasilkan kesepakatan. Bagian tersulit adalah membuat user memaharni bahwa perubahan FS tidak untuk selamanya dan segara perubahan disetujui oleh tim terbaik.
    3. Disain (Design)
    Seorang PM menyusun pertemuan secara rutin dan menerbitkan sebuah laporan harian. Seorang PM harus dapat memeriksa semua permasalahan dan menyelesaikannya, jika ini mungkin dan merencanakan ulang jika tidak dapat menyelesaikannya.
    4. Pemrograman (Programming)
    Pada tahap ini banyak melibatkan orang dengan segala bentuk permasalahannya. Seorang manajer harus dapat memonitor semua yang terjadi dalam tim dan merespon segala masalah yang ada.
    5. Sistem Integrasi dan Tes (system rntegration And Test)
    Pada tahap ini seorang PM harus bisa menjaga keutuhan perusahaan. Di lingkungan luar (klien, manajer tingkat atas) mungkin bingung, menelepon manajer, mengundang rapat, menutup rapat dan meminta laporan perkembangan harian. Disinilah keberadaan PM dibutuhkan untuk tetap menjaga seluruh keberhasilan dari tender proyek.
    6. Penerimaan (Acceptance)
    PM menjadualkan waktu, fasilitas dan dibutuhkan untuk menjalankan sistem menanda tangani perjanjian.
    7. Operasi (Operation)
    PM harus memastikan bahwa dukungan teknik yang ditanrpilkan sebelumnya tersedia dan user puas dengan sistem operasional. Dan akhirnya PM mengadakan pertemuan untuk mengevaluasi proyek dan memberikan laporan proyek.
    Contohnya : Seorang menejer melakukan pengelolaan terhadap sebuah peroyek pembuatan drainase, manajer proyek harus bisa merencanakan proyek tersebut baik dalam proses pelaksaan proyek tersebut mauapun dalam pengontrolan proyek tersebut sampai dengan selesai.

    4.a. Pengertian pengadaan barang dan jasa secara online.
    Secara umum, e-auction sebagai proses pengadaan barang dan jasa yang dilakukan dengan berbasis internet sehingga proses transaksi antara buyer dan supplier dilakukan secara online dengan cepat, aman, dan mudah. E-Auction. Ini adalah aplikasi untuk membantu proses lelang. Pada proses pembelian, lelang dilakukan oleh pembeli dengan mengumpulkan calon-calon supplier. Mereka sebelumnya sudah diberi tahu oleh pembeli tentang jumlah, spesifikasi, dan waktu kebutuhan suatu barang atau jasa. Mereka akan mengajukan penawaran (secara elektronik) dan selama proses lelang mereka biasa merevisi (menurunkan) harga penawarannya. Supplier yang memberikan penawaran terendah pada akhir periode lelang akan keluar sebagai pemenang. (Hermawan, 2008:9).
    b. Manfaat pengadaan barang secara online.
    Internet telah muncul sebagai media yang efektif dari segi biaya dan dapat diandalkan untuk melakukan transaksi bisnis online. Semakin banyak perusahaan yang mengadopsi media ini dalam melakukan pengadaan barang mereka. Menurut Seth Miller dalam artikelnya keuntungan utama e-procurement meliputi menghemat uang, waktu, dan beban kerja tambahan yang normalnya berhubungan dengan pekerjaan tulis-menulis. Proses pengadaan konvensional biasanya melibatkan banyak pemrosesan kertas-kertas, yang mana menghabiskan sejumlah besar waktu dan uang.
    Keuntungan e-procurement tidak hanya meliputi penghematan uang tetapi juga penyederhanaan keseluruhan proses. Rencana-rencana yang optimal dapat dikomunikasikan dengan cepat kepada pemasok-pemasok, oleh karena itu dapat mengurangi biaya dan pemborosan yang biasanya terdapat dalam supply chain. Keuntungan e-procurement meliputi pengurangan biaya overhead seperti pembelian agen, juga peningkatan kendali inventori, dan keseluruhan peningkatan siklus manufaktur. Sistem e-procurement membantu perusahaan-perusahaan mengkonsolidasikan data tentang pengadaan bermacam-macam barang baik secara langsung maupun tidak langsung.
    Suatu sistem pengadaan (termasuk e-procurement) sebaiknya diintegrasikan dengan aplikasi ERP (Enterprise Resource Planning) atau sistem pengolahan permintaan barang yang digunakan.. Integrasi antara sistem pembelian dan keuangan juga dipandang sebagai kendala yang paling penting untuk pemilihan sistem. Ini juga berdampak langsung pada tingkat penghematan proses dan sifat dari diterapkannya sistem

    c. Cara mempertimbangkan pemilihan penyediaan layanan secara teori
    Sesuai dengan konsep dasar pengadaan, barang/jasa yang baik harus pula disediakan oleh penyedia barang/jasa yang baik sehingga dikenal istilah Kualifikasi yang merupakan penilaian terhadap kompetensi atau kemampuan penyedia barang/jasa dalam menyediakan barang/jasa yang dibutuhkan.
    Berdasarkan konsep tersebut, maka dalam pengadaan barang/jasa pemerintah, ada 2 hal yang dipilih, yaitu barang/jasa itu sendiri serta penyedia barang/jasa yang berbentuk badan usaha atau perseorangan.
    Untuk membuktikan penyedia barang/jasa tersebut memenuhi kualifikasi, maka dilakukan penilaian kualifikasi terhadap badan usaha/perseorangan sesuai ketentuan Pasal 19 Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan perubahannya, sedangkan untuk membuktikan bahwa penyedia barang/jasa mampu menyediakan barang/jasa yang dibutuhkan maka dilakukan penilaian terhadap dokumen penawaran penyedia yang terdiri atas penilaian administrasi, teknis, dan harga.
    Pada saat penilaian inilah mulai terjadi pergeseran tujuan evaluasi pengadaan barang/jasa, yaitu dari yang sebelumnya untuk menilai penyedia barang/jasa dan barang/jasa yang ditawarkan menjadi sekedar menilai dokumen kualifikasi dan penawaran yang diajukan.
    5. Jawab :
    Diketahui :
    Due Date = 62 Minggu
    Expected date = 18 hari = 2,5 Minggu
    Variasi = 72
    Ditanya : Z =… ?
    Jawab :
    Z = ( Due Date – Expected Date ) / όp
    όp = √ Project Varians
    = √ 72
    = 8,84
    Z = ( 62-2,5 ) / 8,48
    = 59,5 / 8,48
    = 7,01

    Komentar oleh firdaus | Februari 13, 2015 | Balas

  23. Yth : Bapak Jhohanes Simatupang
    di –
    Tempat
    Dengan hormat,
    Terlampir saya saya sampaikan jawaban soal Ujian Akhir Semester Mata kuliah Manajemen Operasional.
    Demikian, atas perhatian Bapak saya ucapkan terima kasih.

    Hormat saya,

    Azazi Karim

    Jawaban No. 1
    a. Keterlibatan Karyawan dan Tingkat Kustomisasi (customization)
    Kustomisasi massal bukan hanya mengenai apa yang diinginkan pelanggan dan kapan pelanggan menginginkannya dengan tepat, akan tetapi Kustomisasi massal merupakan pembuatan produk dan jasa yang dapat memenuhi keinginan pelanggan yang semakin secara cepat. Penjadwalan yang sangat efektif, fleksibilitas personel dan fasilitas,rantai pasokan yang mendukung, dan yang cepat juga dibutuhkan. Hal-hal inilah yang mempengaruhi kesepuluh keputusan Majemen Opersional sehingga membutuhkan manajemen operasi yang sangatbaik. Kustomisasi massal sebuah sistem dimana produk dibuat sesuai pesanan memproduksi sesuai pesanan pelanggan, bukan sesuai peramalan pasar.
    Ada beberapa keuntungan dalam kustomisasi massal dan build-to-order: pertama, perusahaan memperoleh pesanan dan tetap berjalan dengan memenuhi permintaan pasar ; sebagai tambahan, mereka dapat mengurangi pengeluaran besar pada organisasi yang ada (dari karyawan hingga gudangan hingga fasilitas) karena perkiraan penjualan yang tidak tepat. Pada dasarnya konsumen memiliki keinginan sendiri-sendiri, jika keinginan terseb dipenuhi tanpa sebuah sistem yang memadai maka biaya produksi akan sangat tinggi akibatnya perusahaan akan mengalami kerugian. Penyampaian jasa layanan adalah bagian yang tidak terlepas dan harus diperhatikan dalam menjaga hubungan dengan pelanggan. Secara terus-menrus karyawan harus selalu menjaga hubungan dengan pelanggan. Jika suatu perusahaan dapat memenuhi semua kebutuhan dan keinginan konsumen, maka konsumen akan merasa bergantung dan terus berusaha untuk menjadikan suatu kebutuhan terhadap perusaan tersebut. Ada empatmempengaruhi kualitas pelayanan terhadap konsumen, yaitu :
    1. Menjaga dan memperhatikan, bahwa pelanggan akan merasakan karyawan dan sistem opersional yang ada dapat menyelesaikan problem mereka.
    2. Spontanitas, dimana karyawan menunjukkan keinginan untuk menyelesaikan masalah pelanggan.
    3. Penyelesaian masalah, karyawan yang berhubungan langsung dengan pelanggan harus memiliki kemampuan untuk menjalankan tugas berdasarkan standar yang ada, termasuk pelatihan yang diberikan untuk dapat memberikan pelayanan yang lebih baik.
    4. Perbaikan, apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan harus mempunyai personel yang dapat menyiapkan usah-usaha khusus untuk mengatasi kondisi tersebut.Menurut Tjiptono, ada 4 karakteristik pokok pelayanan (jasa) yang membedakannya dengan barang , yaitu :
    a. Intangibility : tidak ada bentuk fisiknya sehingga tidak dapat dilihat, oleh karena itu pemasar menggunakan sejumlah alat untuk membuktikan kualitas pelayanan (jasa) yang ditawarkan.
    b. Inseparability : pelayanan (jasa) yang dijual tidak terpisahkan dari orang yang memasarkan. Pelayanan (jasa) diproduksi dan dikonsumsi pada saat yang bersamaan. Service provider (penyedia jasa) dan customer (pelanggan) akan bertemu secara langsung maupun tidak langsung sehingga hal ini mempengaruhi kualitas pelayanan (jasa) dan karena itu pula tidak dapat distandarisasi.
    c. Variability : pelayanan (jasa) yang beragam sangat tergantung siapa yang menyajikan, oleh karena itu untuk dapat mengendalikan kualitas, PLN melakukan seleksi yang ketat dan pelatihan yang tersistem bagi SDMnya, menstandarisasi proses kinerja pelayanan (jasa) di seluruh internal PLN, memonitor kepuasan pelanggan melalui survei atau kotak saran.
    d. Perishability : Karena sifatnya yang tidak dapat disimpan, maka PLN harus mampu menjaga kontinuitas pasokan listrik .
    Pelanggan menurut Francis Buttle dalam konteks bisnis ke bisnis (B2B), adalah sebuah organisasi perusahaan atau sebuah institusi, sedangkan pelanggan dalam konteks bisnis ke konsumen (B2C) adalah konsumen akhir, yakni seorang individu atau sebuah keluarga. Kualitas layanan harus dimulai dari kebutuhan pelanggan dan berakhir pada harapan pelanggan. Hal ini berarti bahwa citra kualitas yang baik bukan berdasarkan sudut pandang produsen, melainkan berdasarkan sudut pandang harapan pelanggan. Lebih lanjut Valarie A.Zeithaml dan Mary Jo Bitner mendefinisikan harapan pelanggan sebagai berikut ” Customer expectations are the standards of or reference points for performance againts which service experiences are compared and are often formulated in terms of what customer believes should or will happen”. Artinya adalah bahwa harapan pelanggan merupakan standar acuan yang menjadi petunjuk bagi pelanggan sebelum membeli suatu produk dalam menilai kinerja produk tersebut. Menurut Valarie A.Zeithaml dan Mary Jo Bitner, ada 2 level dari harapan pelanggan, yaitu :
    e. Desired service
    Suatu level yang merupakan harapan dari pelanggan mengenai pelayanan yang mereka inginkan. Level ini merupakan perpaduan antara kepercayaan tentang ”yang diterima” (can be) dan ”yang seharusnya diterima”(should be).
    f. Adequate service
    Suatu tingkatan dimana pelanggan akan menerima pelayanan. Dan juga pada level ini merupakan kemampuan dari pihak manajemen untuk memberikan pelayanan kepada pelanggan. Dalam tingkatan ini pelanggan akan mendapatkan pelayanan yang cukup.
    5. Sifat Penyampaian Jasa dan Hubungan antara Organisasi Penyedia Jasa (provider) dan Pelanggannya.
    Segitiga menggambarkan tiga kelompok yang saling berhubungan yang bekerja bersama untuk mengembangkan, mempromosikan dan menyampaikan jasa. Ketiga pemain utama ini diberi nama pada poin segitiga: perusahaan (SBU atau departemen atau manajemen), pelanggan dan provider (pemberi jasa). Provider dapat pegawai perusahaan, subkontraktor, atau pihak luar yang menyampaikan jasa perusahaan.
    Antara ketiga poin segitiga ini, tiga tipe pemasaran harus dijalankan agar jasa dapat disampaikan dengan sukses: pemasaran eksternal (external marketing), pemasaran interaktif (interactive marketing), dan pemasaran internal (internal marketing). Pada sisi kanan segitiga adalah usaha pemasaran eksternal yaitu membangun harapan pelanggan dan membuat janji kepada pelanggan mengenai apa yang akan disampaikan. Sesuatu atau seseorang yang mengkomunikasikan kepada pelanggan sebelum menyampaikan jasa dapat dipandang sebagai bagian dari fungsi pemasaran eksternal.Pemasaran eksternal yang merupakan permulaan dari pemasaran jasa adalah janji yang dibuat harus ditepati.
    Pada dasar segitiga adalah akhir dari pemasaran jasa yaitu pemasaran interaktif atau real time marketing.Disini janji ditepati atau dilanggar oleh karyawan, subkontraktor atau agen.Ini merupakan titik kritis. Apabila janji tidak ditepati pelanggan akan tidak puas dan seringkali meninggalkan perusahaan. Sisi kiri segitiga menunjukkan peran kritis yang dimainkan pemasaran internal.Ini merupakan kegiatan manajemen untuk membuat provider memiliki kemampuan untuk menyampaikan janji-janji yaitu perekrutan, pelatihan, motivasi, pemberian imbalan, menyediakan peralatan dan teknologi. Apabila provider tidak mampu dan tidak ingin memenuhi janji yang dibuat, perusahaan akan gagal, dan segitiga jasa akan runtuh.
    Jawaban no.2
    a. Daya saing
    Daya saing adalah kemampuan perusahaan, industri, daerah, negara, atau antar daerah menghasilkan faktor pendapatan dan faktor pekerjaan yang relatif tinggi dan berkesinambungan untuk menghadapi persaingan internasional.Strategi daya saing merupakan alat perusahan untuk bersaing dengan penantang pasar. Daya saing muncul ketika sebuah perusahaan menerapkan strategi penciptaan nilai-nilai yang tidak dapat ditiru manfaatnya oleh perusahaan lain atau terlalu tinggi harganya untuk ditiru. Setiap Perusahaan harus memiliki kemampuan untuk bertahan dalam dunia persaingan usaha.Memiliki daya saing yang tinggi bukan lagi sekedar kebutuhan melainkan suatu keharusan.Tanpa daya siang yang tinggi mustahil suatu perusahaan dapat bertahan, apalagi memenangkan persaingan.Tuntutannya menjadi sangat strategis, terutama bila eksistensi bukan merupakan satu-satunya yang ingin dicapai, tetapi memenangkan persaingan yang justru diharapkan untuk dicapai.
    Operasi global memberikan tantangan dan peluang yang lebih besar bagi manajer operasi. Walaupun tugas ini menantang, manajer operasi mampu meningkatkan produktivitas dalam perekonomian dunia yang kompetitif dan dinamis.Manajer operasi dapat membangun dan mengelola fungsi-fungsi MO yang berperan besar pada daya saing perusahaan.Organisasi mengenali kekuatan dan kelemahannya.Kemudian membangun misi dan strategi efektif yang mempengaruhi kekuatan dan kelemahan perusahaan, dan juga menambahkan peluang dan mengurangi ancaman lingkungan.Jika prosedur ini dilakukan secara baik, maka organisasi bisa memiliki keunggulan bersaing melalui beberapa kombinasi pembedaan, biaya-rendah, dan respon yang cepat.Keunggulan bersaing ini sering dicapai melalui perubahan strategi perusahaan menjadi internasional, multidomestik, global ataupu transnasional.
    Penggunaan sumber daya yang efektif, baik domestic maupun internasional merupakan tanggung jawab manajer yang professional dan hanya sedikit manajer professional di masyarakat kita yang mampu mencapai kinerja ini.Tantangannya besar, sehingga penghargaan bagi para manajer dan masyarakat sangat berarti.

    b. Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membangun daya saing layanan (Service Strategy) yaitu dengan memperhatian VISI, SEGMEN dan COMPETITIVENESS OF SERVICE.
    1. Visi : Perusahaan harus mempunyai visi atau tujuan jangka panjang yang ingin dicapai. Visi adalah suatu pandangan jauh tentang perusahaan, tujuan-tujuan perusahaan dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut pada masa yang akan datang. Dalam visi terkandung orientasi perusahaan ke masa depan, mengekspresikan kreatifitas dan tujuan yang jelas.
    2. Segmentasi : Salah satu alasan utama untuk menggunakan segmentasi adalah untuk membantu perusahaan untuk lebih memahami kebutuhan basis pelanggan tertentu. Untuk meningkatkan daya saing perusahaan harus ditentukan dahulu jenis segmen dengan jelas. Dengan kita memandang ada kelompok pelanggan potensial yang berbeda satu sama lain, maka pesan pemasaran dapat lebih tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan dan keinginan orang-orang. Seringkali, membagi konsumen dengan kriteria yang jelas akan membantu perusahaan mengidentifikasi aplikasi lain untuk produk mereka yang mungkin belum jelas sebelumnya. Hal ini sering membantu perusahaan menargetkan audiens yang lebih besar dalam klasifikasi demografis yang sama, meningkatkan pangsa pasar di antara basis tertentu. Segmentasi pasar juga dapat berfungsi untuk mengidentifikasi kelompok-kelompok kecil orang yang membentuk mereka sendiri, kelompok bagian yang tidak diketahui sebelumnya, sehingga lebih meningkatkan efisiensi keseluruhan upaya pemasaran perusahaan
    3. Competitiveness of services : Kualitas pelayanan yang baik merupakan satu hal yang sangat penting untuk meraih pasar. Kepuasan konsumen merupakan tingkat perasaan konsumen setelah membandingkan kinerja (hasil) yang dirasakan dengan harapannya. Riset konsumen untuk mengungkapkan reaksi konsumen terhadap pelayanan yang diberikan perusahaan dengan tingkat kepuasan yang berkaitan dengan pelayanan tersebut sangat relevan dan dibutuhkan oleh perusahaan yang berorientasi pada konsumen. Hanya perusahaan yang mampu berkompetisi yang dapat bertahan dalam persaingan.
    c. Salah satu contoh strategi yang sukses: Southwest Airline didirikan di airport Love Field di Dallas pada tahun 1971 oleh Rollin King, Lamar Muse, dan Herb Kelleher. Untuk menghubungi 3 kota besar di negara bagian Texas – Dallas, Houston, dan San Antonio. Waktu tempuh antara masing-masing 3 kota itu 1 jam dengan pesawat jet atau 3 jam dengan kendaraan darat. Sebagai airline yang menyediakan harga tiket murah, Southwest Airlines mengharapkan mereka bisa menarik business traveler antara 3 kota itu untuk mimilih terbang naik Southwest daripada nyetir mobil. Southwest Airlines yang bermarkas di airport Dallas Love Field mulai beroperasi dengan 3 buah B737-200. Sekarang mereka melayani sekitar 70 kota di US dan 25 kota di Mexico. Usahanya dikembangkan di Hotel, penyewaan mobil dan Liburan (Vacation). Bahkan Southwest Airlines menerima kucing dan anjing kecil yang sudah divaksinasi dalam suatu pembawa yang diperhirungkan beratnya sebagai carry on bag dengan biaya $75 USD per pet per tripStrategi yang dipakai adalah sebagai berikut :
     Mengembangkan bisnis secara bertahap dengan menambahkan lebih banyak penerbangan pada rute yang ada dan memulai layanan untuk bandara baru
     Membuat layanan yang ramah
     Menjaga armada hanya menggunakan pesawat Boeing 737
     Mendorong pelanggan untuk membuat reservasi dan membeli tiket di situs Web perusahaan
     Hindari terbang ke bandara yang padat atau ramai
     Mempekerjakan sistem rute point-to-point
     Menghemat biaya dengan waktu yang singkat untuk menurunjan dan menaikkan penumpang.

    Jawaban No. 3
    Soal :
    Dalam pengelolaan proyek, dikenal berbagai tahapan pengelolaan mulai dari perencanaan, penskedulan, dan penyusunan biaya.
    a. Dalam pembuatan skedul dikenal berbagai pendekatan yaitu: 1) Gantt Chart, 2) Critical Path Method (CPM) dan Program Evaluation and Review (PERT). Jelaskan prinsip pendekatan ini secara ringkas.
    Jawaban :
    1) Gantt Chart : merupakan cara yang mudah dalam membantu manajer memastikan bahwa (1) aktivitas direncanakan, (2) urutan kerja didokumentasikan, (3) waktu aktivitas diestimasi dan dicatat, (4) waktu proyek keseluruhan dikembangkan. Grafik Gantt mudah dipahami. Pada proyek sederhana grafik ini memungkinkan menajer untuk mengawasi kemajuan dari masing-masing aktivitas dan untuk menemukan serta mengatasi area permasalahan.
    Peta Gantt disusun dengan maksud mengidentifikasi unsur waktu dan urutan dalam merencanakan suatu kegiatan yang terdiri dari: waktu mulai, waktu penyelesaian, dan pada saat pelaporan. Sampai sekarang, metode peta Gantt masih digunakan secara luas baik berdiri sendiri maupun dikombinasikan dengan teknik lain yang lebih canggih.
    Gantt mempergunakan Gantt Milestone Chart (peta tonggak kemajuan Gantt).Milestone atau tonggak kemajuan adalah event yang mempunyai fungsi dalam pencapaian keberhasilan proyek yang ditinjau dari segi jadwal.Tonggak kemajuan menandai waktu mulai dan akhir suatu kegiatan.Melalui peta ini dapat diketahui berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaian suatu proyek. Peta Gantt dapat digambar dalam dua bentuk, yaitu:
    Bentuk koordinat cartesius (koordinat X dan Y)
    • Garis horizontal sebagai koordinat X menunjukkan waktu secara linier dan setiap kegiatan dicatat pada sumbu Y dengan durasi waktu kegiatan diletakkan horizontal sejajar dengan sumbu X dengan notasi balok, garis, ataupun objek lain yang memiliki dimensi horizontal. Bentuk peta Gantt dalam bentuk koordinat X dan Y dapat dilihat pada Gambar 3.1. Setiap baris memiliki dua balok horizontal. Pertama, menggambarkan kurun waktu perencanaan kegiatan atau target (warna hijau). Kedua, menggambarkan kurun waktu kenyataan (warna biru).
    • Dari rangkaian aktivitas di atas dapat disimpulkan bahwa kegiatan dalam pembuatan sebuah majalah pada sebuah perusahaan penerbitan tidak sesuai dari jadwal. Untuk kegiatan mencetak lembar penomoran halaman terlambat dari jadwal (2 minggu) dan kegiatan mendesain sampul (3 minggu). Kedua kegiatan tersebut belum terselesaikan sementara hasil kegiatan perlu dilaporkan. Dengan demikian, perlu dilakukan rencana alternatif agar semua target dapat terpenuhi.
    2) Critical Path Method (CPM) : merupakan suatu metode penjadwalan proyek yang sudah dikenal dan sering digunakan sebagai sarana manajemen dalam pelaksanaan proyek. CPM merupakan sebuah teknik menajemen proyek yang menggunakan satu faktor waktu per aktivitas.
    3) Program Evaluation and Review (PERT): Merupakan sebuah teknik menajemen proyek yang mnggunakan tiga waktu estimasi untuk masing-masing aktivitas. Proyek yang kompleks menggunakan metode PERT (Program Evaluation Review Technical), maka akan diketahui :
    a) Kapan proyek selesai
    b) Bagaimana urut-urutan pekerjaan, kapan mulainya dan kapan selesainya
    c) Pekerjaan mana yang paling lama
    d) Pekerjaan mana yang tertunda
    e) Pekerjaan mana yang dapat perhatian khusus
    Prinsip Pendekatan ini pada dasarnya digunakan untuk mengerjakan sebuah proyek, hanya saja untuk Gantt Chart tidak cocok untuk proyek besar dengan aktifitas yang banyak. Sedangkan untuk CPM dan PERT adalah dua teknik yang bermanfaat dalam menentukan lamanya waktu minimum untuk sebuah proyek dan menggambarkan waktu yang diperlukan dari kegiatan proyek (Nasrullah, 1997), CPM dan PERT memiliki kemiripan karena memperlihatkan lama suatu aktifitas dan saat – saat mulai paling dini sebagaimana halnya Gantt Chart.
    CPM memasukkan konsep biaya dalam proses perencanaan dan pengendalian sedangkan dalam PERT besarnya biaya berubah-ubah (uncertainty) sesuai dengan lamanya waktu dari semua aktivitas yang terdapat dalam suatu proyek. Biasanya metode PERT digunakan untuk proyek penelitian atau pengembangan produk baru dengan tingkat ketidakpastian yang tinggi.
    b. Seorang manajer proyek adalah seorang yang memiliki kecakapan dan kefleksibelan mumpuni sehingga dia dikenal sebagai seorang yang “highly visible responsible”. Jelaskan arti ungkapan itu dan apa syarat bagi seorang manajer proyek, jelaskan dengan memberikan contoh.
    Jawaban :
    “Highly Visible Responsible” adalah sebuah kemampuan yang dipunyai dalam mempertanggungjawabkan sebuah pekerjaan dan diimplementasikan sebagai seorang Pelatih yang baik dan komunikator yang mampu mengorganisir berbagai disiplin ilmu.
    Dengan Kata Lain Seorang Manajer proyek harus:
    1) Pelatih yang baik
    2) Komunikator yang
    3) Mampu mengorganisir dari berbagai disiplin ilmu.
    Syarat bagi seorang manajer proyek:
    1) Karakter dari Kepribadiannya
    a) Harus memahami dan menguasai semua hal baik secara teori maupun teknis terhadap proyek yang sedang di tangani.
    b) Memiliki pengalaman dan keahlian yang berkaitan dengan proyek yang sedang dikelola.
    c) Sebagai seorang yang mengambil keputusan, maka harus mampu bertindak secara adil dan bertanggung jawab.
    d) Memiliki wibawa, mampu beradaptasi dan bergaul dengan bawahan sehingga tidak ada kesenjangan antara atasan dan bawahan.
    2) Karakteristik dari Kemampuan Terkait dengan Proyek yang Dikelola
    a) Memiliki komitmen yang tinggi untuk meraih tujuan serta keberhasilan proyek.
    b) Mampu menyelesaikan proyek sesuai dengan waktu dan anggaran yang diberikan.
    c) Membuat dan melakukan rencana darurat untuk mengantisipasi hal-hal maupun masalah tak terduga.
    d) Mampu membuat perencanaan dalam jangka panjang dan jangka pendek.
    e) Memiliki kemauan untuk mendefinisikan ulang tujuan, tanggung jawab dan jadwal selama hal tersebut ditujukan untuk mengembalikan arah tujuan dari pelaksanaan proyek jika terjadi jadwal maupun anggaran yang meleset.
    3) Karakteristik Kemampuan Terkait dengan tim yang Dipimpin
    a) Mampu bersosialisasi dengan bawahan atau anggota tim.
    b) Mampu membangun kedisiplinan secara structural
    c) Memiliki kemampuan dan keahlian berkomunikasi serta manjerial.
    d) Menghormati para anggota tim kerjanya serta mendapat kepercayaan dan penghormatan dari mereka.
    e) Memiliki kepercayaan yang tinggi kepada para profesional terlatih untuk menerima pekerjaan-pekerjaan yang didelegasikan darinya.
    f) Berbagi sukses dengan seluruh anggota tim.
    g) Mampu menempatkan orang yang tepat di posisi yang sesuai.
    h) Memberikan apresiasi yang baik kepada para anggota tim yang bekerja dengan baik.
    Jawaban no.4
    a. Apa yang dimaksud pengadaan barang dan jasa secara online
    Adapun LPSE (Layanan Pengadaan secara Elektronik) sebagai pihak yang menjadi mediator antara penyedia barang dan jasa (vendor) dan pihak pengguna (instansi pemerintah), serta sebagai pengelola sistem e-procurement.Penerapan pengadaan barang dan jasa pemerintah secara elektronik (e-procurement) ini disosialisasikan di seluruh daerah di Indonesia pada tahun 2009. Pemerintah mewajibkan seluruh Instansi Pemerintahan di Indonesia menggunakan e-procurement tahun 2011 tanpa terkecuali untuk proses pengadaan barang dan jasa.
    Penerapan pengadaan barang dan jasa secara elektronik merupakan suatu bentuk penerapan e-government di lingkungan pemerintah, dimana menurut Bank Dunia (World Bank) mendefinisikan e-government sebagai berikut: Mengarahkan seluruh aparat pemerintahan untuk penggunaan IT (seperti WAN, internet, mobile computing) yang mempunyai kemampuan untuk mengubah hubungan dengan masyarakat, bisnis, dan pihak yang terkait dengan pemerintahan. Disamping itu penerapan e-procurement ini juga dapat dikatakan sebagai bentuk implementasi GCG (Good Corporate Governance). Pemerintah mulai menggunakan GCG demi terciptanya perubahan menuju pemerintahan yang baik dan bersih (good governance). Pelaksanaan pemerintahan yang baik ini juga sebagai salah satu upaya untuk menghapuskan berbagai bentuk praktek inefisiensi, korupsi, kolusi, nepotisme dan penyimpangan lainnya.Dukungan teknologi informasi dapat meningkatkan kapabilitas lembaga-lembaga pemerintahan dalam memberikan kontribusi bagi penciptaan nilai tambah, serta menghindari tindak KKN.
    Oleh karena itu, e-procurement yang dilakukan oleh lembaga pemerintahan adalah salah satu aplikasi yang merupakan implementasi dari lembaga tersebut dalam mengimplementasikan GCG. Permasalahan yang terjadi apakah penerapan pengadaan barang dan jasa secara elektronik sudah sesuai dengan tujuan pembuatannnya yaitu untuk menekan segala bentuk penyimpangan dan peningkatan efisiensi serta trasnparansi dalam proses pengadaan barang dan jasa.
    e-Procurement merupakan suatu implementasi untuk mewujudkan proses pengadaan barang dan jasa pemerintah menjadi efisien dan transparan.Proses pengadaan barang/jasa ini menjamin tersedianya informasi, kesempatan dan peluang usaha serta mendorong terjadinya persaingan yang sehat dan terwujudnya keadilan bagi seluruh pelaku usaha atau asosiasi vendor yang bergerak di bidang pengadaan barang/jasa pemerintah.

    b. Apa manfaat dari pada pengadaan barang dan jasa secara online baik kepada Pelaksana maupun kepada pemerintah dan perekonomian
    Untuk Pelaksana:
    • Menjadi sebuah pedoman untuk penerapan elektronik Procurement. Dimana sedikitnya kesalahan yang terjadi dalam proses pengadaan barang dan jasa, masyarakat semakin percaya terhadap pelayanan pemerintah, dan masyarakat akan merasa lebih mudah untuk melakukan tahapan atau proses dari lelang tersebut.

    Untuk Pemerintah:
    • untuk meminimalisasi suatu tindak Korupsi Kolusi dan Nepotisme, dimana untuk meningkatkan suatu efesiensi, transparansi dan efektifitas pada pengadaan barang dan jasa. Seiring berkembangnya teknologi, maka pada pengadaan barang dan jasa pemerintah.
    • untuk memperbaharui sistem administrasi pemerintah yang akan meningkatkan kualitas dari pelayanan dan meningkatkan pendapatan pemerintah.

    c. Bagaimana cara mempertimbangkan pemilihan penyedia layanan secara teori
    Karakteristik Penyelenggaraan Pelayanan Publik
    Privat Publik
    Sekunder Primer
    Adaptabilitas Sangat tinggi Rendah
    Sangat rendah
    Posisi tawar klien Sangat tinggi Rendah
    Sangat rendah
    Bentuk / tipe pasar Kompetisi Oligipoli
    Monopoli
    Locus control Klien Provider
    Pemerintah
    Sifat pelayanan Dikendalikan oleh klien Dikendalikan oleh Provider
    Dikendalikan oleh pemerintah
    Sumber : Ratminto (1999 : 7)

    1) Dalam pelayanan publik yang diselenggarakan oleh swasta, posisi klien sangat kuat (empowered), sebaliknya dalam pelayanan primer yang diselenggarakan oleh organisasi publik, pelayanan primer yang diselenggarakan oleh organisasi publik, posisi klien sangat lemah (powerless).
    2) Secara teoritis, kinerja pelayanan publik / pelayanan umum dan pelayanan administrasi pemerintahan / pelayanan perijinan dapat ditingkatkan dengan cara memberdayakan (empowering) klien. Hal ini sesuai dengan teori “exit” dan “voice” (Jones, 1994).

    Selain itu, secara teori pertimbangan dalam pemilihan penyedia layanan pengadaan barang dan jasa haruslah mengacu kepada peraturan yang berlaku.
    1) Efisien, yaitu pengadaan barang/jasa dilaksanakan dengan menggunakan dana dan daya seminimal mungkin untuk mencapai kualitas dan sasaran yang telah dalam waktu dan penggunaan dana yang telah ditetapkan untuk mencapai hasil yang maksimum;
    2) Efektif, yaitu pengadaan barang/jasa harus sesuai dengan kebutuhan dan sasaran yang telah ditetapkan serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya;
    3) Transparan, yaitu semua ketentuan dan informasi mengenai pengadaan barang/jasa bersifat jelas dan dapat diketahui secara luas oleh penyedia barang /jasa serta oleh masyarakat pada umumnya;
    4) Akuntabel, yaitu harus sesuai dengan aturan dan ketentuan yang terkait dengan pengadaan barang/jasa sehingga dapat dipertanggungjawabkan;
    5) Kerahasiaan, yaitu dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa Pemerintah secara elektronik, wajib menjaga kerahasiaan kode akses guna mencegah terjadinya penyalahgunaan;
    6) Terbuka, yaitu pengadaan barang/jasa dapat diikuti oleh penyedia barang/jasa yang memenuhi kriteria tertentu yang telah ditetapkan;
    7) Bersaing, yaitu pengadaan barang/jasa dilaksanakan melalui persaingan secara sehat diantara para peserta untuk memperoleh barang/jasa yang ditawarkan secara kompetitif dan tidak ada intervensi;
    8) Adil, yaitu memberikan perlakuan yang sama atau tidak diskriminatif terhadap semua calon penyedia barang/jasa dan tidak mengarah untuk memberi keuntungan kepada pihak tertentu, dengan cara dan/atau alasan apapun;
    9) Interoperabilitas, yaitu bahwa sistem aplikasi yang dibangun dapat diinstall pada semua Operating System Komputer; dan
    10) Jaminan keamanan data, yaitu bahwa lalu lintas data yang ada pada sistem aplikasi dijamin keamanannya dan jika sampai terjadi manipulasi data (perubahan/kerusakan) akan dapat diidentifikasi/mampu telusur (traceable).

    Jawaban l No. 5
    Diketahui informasi dari pengalaman satu proyek, waktu yang dibutuhkan (T) = 62 minggu, sedangkan variasi adalah 72. Berapakah kemungkinan proyek itu selesai 18 hari sebelum waktu normal pengerjaan proyek?
    Diketahui :
    Due date = 62 minggu
    Expected date = 18 hari = 3 minggu
    Variasi = 72
    Ditanya:
    Z=….????
    Jawab:
    Z= (Due date- Expected date)/op
    p =  Project varians
    =  72
    = 8.49

    Z= (62 – 3 minggu)/8,49
    = 59/8,49
    = 6,95>>> = 7
    >> Jadi kemungkinan proyek itu selesai dalam 18 hari sebelum waktu normal penerjaan proyek adalah 7 minggu

    Komentar oleh Azazi Karim | Februari 13, 2015 | Balas

  24. Malam Pak jho, berikut saya kirimkan tgas saya.
    MANAJEMEN OPERASI
    UJIAN AKHIR SEMESTER ANGKATAN 19 KELAS PAGI
    Dosen: Dr. Johannes Simatupang, SE, M.Si
    Disusun Oleh : Nany Mawaddah, S.IP (P2C214050)

    Jasa atau layanan menjadi bagian penting dalam perekonomian modern, negara menerima pendapatan yang terus meningkat dari sektor layanan. Oleh karena itu , dari bahasan manajemen operasional, layanan menjadi bagian penting dalam operasi sehingga harus mendapat perhatian. Dalam kaitan ini dikenal sifat layanan yang mengkombinasikan berbagai unsur sebagaimana berikut.
    Keterlibatan Karyawan dan Tingkat Kastomisasi (customization)
    Jawab:
    Jasa sering dipandang sebagai suatu fenomena yang rumit. Kata “jasa” (service) itu sendiri mempunyai banyak arti, mulai dari pelayanan pribadi (personal service) sampai jasa sebagai suatu produk. Kotler (1994)(dikutip dalam Lupiyoadi, 2006; 6) mendefinisikan jasa sebagai berikut: “Setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain, pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun. Produksi jasa bisa berkaitan dengan produk fisik atau sebaliknya”. dapat ditarik kesimpulan bahwa didalam jasa selalu ada aspek interaksi antara pihak konsumen dan pihak produsen (jasa), meskipun pihak-pihak yang terlibat tidak selalu menyadari. Jasa bukan suatu barang, melainkan suatu proses atau aktivitas yang tidak berwujud. Kaitan antara keterlibatan karyawan dan tingkat kastomisasi adalah Kegiatan pelayanan berawal dari kebutuhan dan keinginan pelanggan, serta berakhir dengan kepuasan dan loyalitas pelanggan. Dalam hal ini karyawan wajib memahami siapa saja pelanggannya, preferensi, karakteristik, kebutuhan dan keinginan, gaya hidup, serta faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pola konsumsi mereka. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dalam hal ini perusahaan dituntut mampu memahami keinginan dan kebutuhan pelanggan.

    Sifat tindakan layanan dan Penerima Langsung layanan

    Jawab:

    Menurut Lovelock, Petterson & Walker dalam Tjiptono (2005) mengemukakan perspektif pelayanan sebagai sebuah sistem, dimana setiap bisnis jasa dipandang sebagai sebuah sistem yang terdiri atas dua komponen utama: (1) operasai jasa; dan (2) penyampaian jasa. Berdasarkan pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa pelayanan merupakan suatu bentuk sistem, prosedur atau metode tertentu diberikan kepada orang lain, dalam hal ini, kebutuhan pelanggan tersebut dapat terpenuhi sesuai dengan harapan atau keinginan pelanggan dengan tingkat persepsi mereka.
    Menurut Payne (2000) mengatakan bahwa layanan pelanggan terdapat pengertian:
    Segala kegiatan yang dibutuhkan untuk menerima, memproses, menyampaikan dan memenuhi pesanan pelanggan dan untuk menindak lanjuti setiap kegiatan yang mengandung kekeliruan.
    Ketepatan waktu dan reabilitas penyampaian produk dan jasa kepada pelanggan sesuai dengan harapan mereka.
    Serangkaian kegiatan yang meliputi semua bidang bisnis yang terpadu untuk menyampaikkan produk dan jasa tersebut sedemikian rupa sehingga dipersepsikan memuaskan oleh pelanggan dan yang merealisasikan pencapaian tujuan-tujuan perusahaan.
    Total pesanan yang masuk dan seluruh komunikasi dengan pelanggan.
    Penyampaian produk kepada pelanggan tepat waktu dan akurat dengan tidak lanjut tanggapan keterangan yang akurat. Disamping itu adanya suatu sistem pelayanan yang baik terdiri dari tiga elemen, yakni:
    Strategi pelayanan, suatu strategi untuk memberikan layanan dengan mutu yang sebaik mungkin kepada para pelanggan.
    Sumber daya manusia yang memberikan layanan.
    Sistem pelayanan, prosedur atau tata cara untuk memberikan layanan kepada para pelanggan yang melibatkan seluruh fasilitas fisik yang memiliki dan seluruh sumber daya manusia yang ada.
    Dalam penetapan sistem pelayanan mencakup strategi yang dilakukan, dimana pelayanan yang diberikan kepada pelanggan dapat merasakan langsung, agar tidak terjadi distorsi tentang suatu kepuasan yang akan mereka terima. Sementara secara spesifik adanya peranan pelayanan yang diberikan secara nyata akan memberikan pengaruh bagi semua pihak terhadap manfaat yang dirasakan pelanggan.

    Sifat penyampaian jasa dan hubungan antara organisasi penyedia jasa (provider) dan pelanggannya.

    Jawab:
    Thery dalam Toha (1996) menggolongkan lima unsur pelayanan yang memuaskan, yaitu merata dan sama, diberikan tepat pada waktunya, memenuhi jumlah yang dibutuhkan, berkesinambungan, dan selalu meningkatkan kualitas serta pelayanan (proggresive service). Setiap orang mengharapkan pelayanan yang unggul, yaitu suatu sikap atau cara pegawai dalam melayani pelanggan secara memuaskan. Pelayanan publik yang profesional, artinya pelayanan publik yang dicirikan oleh adanya akuntabilitas dan responsibilitas dari pemberi layanan (aparatur pemerintah) yang efektif dalam pencapaian tujuan dan sasaran.
    Bila jasa/layanan yang diterima (perceived service) sesuai dengan yang diharapkan, maka kualitas jasa/layanan yang dipersepsikan baik dan memuaskan. Jika jasa yang diterima melampaui harapan pelanggan, maka kualitas jasa dipersepsikan sebagai kualitas yang ideal. Sebaliknya bila jasa/layanan yang diterima lebih rendah dari pada diharapkan, maka kualitas/layanan akan dipersepsikan buruk. Dengan demikian, baik atau buruknya kualitas jasa/layanan tergantung kepada kemampuan penyedia jasa dalam memenuhi harapan pelanggan secara konsisten dan berakhir pada persepsi pelanggan. Ini berarti bahwa citra kualitas yang baik bukanlah berdasarkan sudut pandang penyelenggara, tetapi harus dilihat dari sudut pandang atau persepsi pelanggan.
    Sebagaimana dalam operasi barang, operasi layanan juga mempertimbangkan daya saing sehingga strategi apapun yang dilakukan juga harus menopang daya saing layanan yang dihasilkan.
    Apa yang dimaksud dengan daya saing

    Jawab:
    Daya saing perusahaan dapat diartikan sebagai kemampuan suatu perusahaan menguasai, meningkatkan dan mempertahankan suatu posisi pasar atau dapat juga diartikan sebagai kemampuan suatu perusahaan mengatasi perubahan dan persaingan pasar dalam memperbesar dan mempertahankan keuntungannya (profitabilitas), pangsa pasar, dan/atau ukuran bisnisnya (skala usahanya). Sementara itu pendapat lain mengungkapkan bahwa daya saing adalah berbagai kondisi, faktor dan sumber daya yang ada dalam suatu perusahaan yang dapat digunakan untuk mengembangkan perusahaan sehingga memiliki keunggulan lebih dibanding perusahaan lain yang sejenis. (Council of Competitiveness, Washington, DC, 2006) mengatakan bahwa “daya saing adalah Kapasitas bangsa untuk menghadapi tantangan persaingan pasar internasional dan tetap menjaga atau meningkatkan pendapatan riil-nya.” Berdasarkan pendapat di atas, secara keseluruhan maka dapat disimpulkan bahwa daya saing adalah suatu kemampuan perusahaan untuk bisa bersaing dengan perusahaan lain untuk mendapatkan simpatik atau pangsa pasar dari produk yang ditawarkan oleh perusahaan, baik itu berupa barang ataupun jasa sehingga konsumen menjadi percaya dan menjadikan praduk barang ataupun jasa tersebut menjadi pilihan konsumen unruk memakainya atau untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
    Jelaskan ke tiga strategi yang berkaitan untuk membangun daya saing layanan

    Jawab:

    Konsep daya saing perusahaan menunjukkan posisi strategis dari suatu perusahaan bila dibandingkan dengan perusahaan lain yang memiliki pasaran (pelanggan atau pembeli) yang sama. Perusahaan saling bersaing memperebutkan pasaran dengan menggunakan kiat-kiat atau strategi tertentu. Agar memiliki daya saing tersebut, maka terdapat 3 (tiga) strategi yang berkaitan diantaranya adalah:
    Persaingan Melalui Diferensiasi
    Strategi ini memanfaatkan kekhasan model atau keunikan serta kualitas terbaik yang tidak terdapat di perusahaan lain sehingga mampu menarik pembeli atau pelanggan.
    Persaingan Melalui Biaya
    Strategi ini lebih memusatkan perhatian untuk merebut pasaran dengan harga murah melalui pengurangan biaya produksi.
    Persaingan Melalui Respons
    Strategi ketiga adalah respons. Respons seringkali diangap sebagai respons yang fleksibel, tetapi juga merujuk pada respons yang dapat diandalkan dan cepat. Respons dapat didefinisikan sebagai keseluruhan rentang nilai terkait dengan pengembangan dan pengiriman produk yang tepat waktu, selain itu juga penentuan jadwal yang terpercaya dan kinerja yang fleksibel. Respons yang fleksibel dapat dianggap sebagai kemampuan untuk menyesuaikan perubahan dalam sebuah pasar dimana inovasi desain dan volume berfluktuasi secara substansial.

    Berikan contoh penjelasan (a dan c) di dalam industri penerbangan.
    Jawab:

    Keberhasilan daya saing maskapai penerbangan seperti Southwest Airlines, Alaska,dan JetBlue yang konsisten menerapkan strategi layanan dalam membangun daya saing. Southwest melakukan hal ini dengan memenuhi kebutuhan akan penerbangan dengan biaya murah dan jarak pendek. Pada Industri penerbangan, tiga dari empat perusahaa penerbangan di AS yang mencatatkan diri sebagai yang terbaik dalam hal pelayanan pelanggan. Perusahaan-perusahaan penerbangan yang bertarif murah, satu-satunya yang berbeda dari empat besar tersebut adalah hanya Alaska. Virgin Atlantic Airways mendorong strategi yang menawarkan lebih banyak keramah tamahan dan pelayanan yang lebih baik untuk tiket kelas bisnis maupun kelas ekonomi, dan tetap berjuang disaat perusahaan lain menghadapi kesulitan. Setelah menambah layanan dan bangku kelas bisnis, maskapai penerbangan ini dilaporkan mengalami kenaikan penjualan tiket bisnis. Sementara itu Singapore Airlines yang juga merupakan salah satu perusahaan penerbangan yang secara konsisten meraih keuntungan sepanjang beberapa dekade belakangan, yang dalam banyak hal disebabkan karena reputasinya dalam memberikan pelayanan yang prima. Selain itu juga Singapore Airlines dan Virgin keduanya mampu menawarkan produk jasa yang lebih untuk setiap rute penerbangan yang meliputi rute-rute yang sama dengan para pesaing, dengan meyakini pada suatu ide bahwa jasa penerbangan merupakan komoditi dan orang tidak mau membayar yang lebih untuk setiap penambahan jasa pelayanan yang didapatkan.
    Senada dengan penjelasan di atas, jika melirik ke dalam negeri srategi dalam meningkatkan daya saing layanan juga diterapkan oleh PT. Garuda IndonesiaStrategi pengembangan produk dan pasar yang dilakukan oleh Garuda Indonesia adalah dengan market development, dimana channel online disini digunakan untuk melakukan transaksi penjualan ke pasar baru, memperoleh keuntungan dari rendahnya biaya advertising secara internasional tanpa membutuhkan dukungan infrastruktur penjualan dari wilayah pelanggan. Penggunaan internet disini sangat membantu Garuda Indonesia untuk memasuki pasar baru yang diberikan oleh rute mereka dengan alokasi biaya yang lebih efektif.
    Strategi diferensiasi juga diterapkan oleh PT. Garuda Indonesia. Diferensiasi merupakan tindakan merangkat seperangkat perbedaan yang berarti untuk membedakan penawaran perusahaan dibandingkan penawaran pesaing. Diferensiasi terdiri dari diferensiasi produk, diferensiasi pelayanan, diferensiasi personal, diferensiasi saluran dan diferensiasi citra. Diferensiasi produk terdiri dari bentuk, pernik-pernik, kualitas, kehandalan, mudah diperbaiki gaya dan rancangan. Diferensiasi pelayanan meliputi mudah pemesanan, instalasi pelatihan pelanggan, konsultasi pelanggan, pemeliharaan dan perbaikan, dan pelayanan lainnya. Garuda Indonesia menggunakan strategi diferensiasi pelayanan untuk meraih kesuksesannya. Iklan Garuda Indonesia untuk menggambarkan pelayanan yang menyenangkan dengan “e-travel”.

    Dalam pengelolaan proyek, dikenal berbagai tahapan pengelolaan mulai dari perencanaan, penskedulan, dan penyusunan biaya.
    Dalam pembuatan skedul dikenal berbagai pendekatan yaitu: 1) Gantt Chart, 2) Critical Path Method (CPM) dan Program Evaluation and Review (PERT). Jelaskan prinsip pendekatan ini secara ringkas.
    Jawab:

    Gant Chart
    Gantt Chart sering disebut sebagai bagan balok yang merupakan salah satu metode penjadwalan paling umum digunakan dalam proyek-proyek yang ada. Heizer, Jay dan Render, Barry (2008),yang dialih-bahasakan oleh Chriswan Sungkono (2010,90),menyatakan bahwa“Gantt chart adalah sebuah contoh teknik nonmatematis yang digunakan secara luas dan populer di kalangan manajer karena sifatnya sederhana dan visual”. Gantt Chart diperkenalkan oleh pertama kali diperkenalkan oleh Henry L. Gantt pada tahun 1916. Pada bagan Gant ini, menyajikan elemen-elemen kegiatan dari suatu proyek, yang tersusun secara vertikal (berdasarkan kronologis waktu pelaksanaan proyek) dan dalam arah horizontal menggunakan skala waktu proporsional pada penjadwalannya, sehingga tampak lebih mudah dalam visualisasi untuk melihat dan mengendalikan proyek dalam prosesnya di lapangan.
    Gantt Chart merupakan teknik penjadwalan proyek yang paling populer digunakan oleh manajer, dibandingkan dengan metode-metode yang lebih kompleks dalam mengalokasikan sumber daya proyek dalam penyusunannya Menurut Eddy Herjanto (2008,358), hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan Gantt Chart adalah sebagai berikut:
    Semua aktivitas telah selesai dianalisis sebelumnya.
    Urutan kinerjanya telah diperhitungkan.
    Perkiraan waktu telah tercatat sebelumnya
    Keseluruhan waktu proyek telah ditentukan.
    Akan tetapi terdapat 2 kelemahan Gant Chart yang harus diketahui diantaranya :
    Tidak secara langsung menunjukkan hubungan antar kegiatan, sehingga hal yang sulit diidentifikasi adalah pengaruh keterlambatan pada suatu aktivitas terhadap aktivitas lain yaang akan dilakukan selanjutnya.
    Tidak menunjukkan deskripsi aktivitas-aktivitas kritis, sehingga otomatis semua aktivitas dalam proyek akan berstatus kritis.

    Critical Path Method (CPM)
    Menurut Roger G. Schroeder (2000:293), pengertian metode jalur kritis adalah metode berdasarkan jaringan yang menggunakan keseimbangan waktu-biaya linier. Tiap kegiatan daapt diselesaikan lebih cepat dari waktu normalnya dengan cara memintas kegiatan untuk sejumlah biaya tertentu. Dengan demikian jika waktu penyelesaianproyek tidak memuaskan, beberapa kegiatan tertentu dapat dipintas untuk dapat menyelesaikan proyek dengan waktu yang lebih sedikit.
    CPM (Critical Path Method) adalah teknik menajemen proyek yang menggunakan hanya satu factor waktu per kegiatan. Merupakan jalur tercepat untuk mengerjakan suatu proyek, dimana setiap proyek yang termasuk pada jalur ini tidak diberikan waktu jeda/istirahat untuk pengerjaannya. Dengan asumsi bahwa estimasi waktu tahapan kegiatan proyek dan ketergantungannya secara logis sudah benar. Jalur kritis berkonsentrasi pada timbal balik waktu dan biaya. Jalur kritis merupakan jalur yang terdiri dari kegiatan-kegiatan yang bila terlambat akan mengakibatkan keterlambatan penyelesaian proyek.
    Langkah-langkah dalam perencanaan proyek menggunakan metode CPM :
    1. Tentukan rincian kegiatan.
    Dari rincian kegiatan yang harus dilakukan dalam sebuah proyek, tambahkan informasi durasi dan identifikasikan prasyarat kegiatan sebelumnya yang harus terselesaikan terlebih dahulu.
    Tentukan urutan kegiatan dan gambarkan dalam bentuk jaringan.
    Beberapa kegiatan akan dapat dimulai dengan sangat tergantung pada penyelesaian kegiatan lain. Relasi antar kegiatan ini harus diidentifikasi dan digambarkan secara berurutan dalam bentuk titik dan busur.
    Susun perkiraan waktu penyelesaian untuk masing-masing kegiatan.
    Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap kegiatan dapat diestimasi dengan menggunakan pengalaman masa lalu atau perkiraan dari para praktisi. CPM tidak memperhitungkan variasi waktu penyelesaian, sehingga hanya satu perkiraan yang akan digunakan untuk memperkirakan waktu setiap kegiatan.
    Identifikasi jalur kritis (jalan terpanjang melalui jaringan).
    Jalur kritis adalah jalur yang memiliki durasi terpanjang yang melalui jaringan. Arti penting dari jalur kritis adalah bahwa jika kegiatan yang terletak pada jalur kritis tersebut tertunda, maka waktu penyelesaian proyek secara keseluruhan otomatis juga akan tertunda. Pada jalur selain jalur kritis, akan ditemui waktu longgar/waktu toleransi (slack time) yaitu sejumlah waktu sebuah kegiatan dapat ditunda tanpa menunda penyelesaian proyek secara keseluruhan. Update Diagram CPM. Pada saat proyek berlangsung, waktu penyelesaian kegiatan dapat diperbarui sesuai dengan diperolehnya informasi dan asumsi baru. Sebuah jalur kritis baru mungkin akan muncul, dan perubahan bentuk jaringan sangat mungkin harus dilakukan.

    Project Evaluation and Review Technique (PERT)
    PERT (menurut Setianingrum, 2011) adalah suatu alat manajemen proyek yang digunakan untuk melakukan penjadwalan, mengatur dan mengkoordinasikan bagian-bagian pekerjaan yang ada di dalam suatu proyek. PERT juga merupakan suatu metode yang bertujuan untuk mengurangi adanya penundaan kegiatan (proyek, produksi, dan teknik) maupun rintangan dan perbedaan-perbedaan, mengkoordinasikan dan menyelaraskan berbagai bagian sebagai suatu keseluruhan pekerjaan dan mempercepat selesainya proyek-proyek. Menurut (Jay Heizer & Barry Render, 2005), dalam jaringan PERT kita menetapkan tiga perkiraan waktu (three times estimates) untuk masing-masing jaringan aktivitas. Three times estimates meliputi:
    Waktu optimis (optimistic time) (a) : adalah waktu terpendek kejadian yang Mungkin terjadi. Waktu yang dibutuhkan oleh sebuah kegiatan jika semua hal berlangsung sesuai rencana.
    Waktu pesimis ( pessimistic time) (b) : waktu terpanjang kejadian yang dibutuhkan. Waktu yang dibutuhkan sebuah kegiatan dengan asumsi kondisi yang ada sangat tidak diharapkan.
    Waktu realistis (most likely time) (m) : waktu yang paling tepat untuk penyelesaian aktivitas dalam jaringan PERT, merupakan waktu yang paling sering terjadi jika suatu aktivitas diulang beberapa kali.
    Proyek yang kompleks menggunakan metode PERT, maka akan diketahui:
    Kapan proyek akan selesai
    Bagaimana urut-urutan pekerjaan, kapan mulainya dan kapan selesainya
    Pekerjaan mana yang paling lama
    Pekerjaan mana yang tertunda
    Pekerjaan mana yang dapat perhatian khusus

    Kelebihan dan Keterbatasan PERT Menurut (Jay Heizer & Barry Render, 2005), kelebihan PERT :
    Sangat berguna terutama saat menjadwalkan dan mengendalikan proyek besar.
    Konsep yang lugas atau secara langsung (straightforward) dan tidak memerlukan perhitungan matematis yang rumit.
    Jaringan grafis membantu melihat hubungan antar kegiatan secara cepat.
    Analisis jalur kritis dan waktu slack membantu menunjukkan kegiatan yang perlu diperhatikan lebih dekat.
    Dokumentasi proyek dan gambar menunjukkan siapa yang bertanggung jawab untuk kegiatan yang beragam.
    Dapat diterapkan untuk proyek yang bervariasi.
    Berguna dalam mengawasi jadwal dan biaya.

    Menurut (Jay Heizer & Barry Render, 2005), keterbatasan dalam PERT :
    Kegiatan proyek harus ditentukan secara jelas, dan hubungannya harus bebas dan stabil.
    Hubungan pendahulu harus dijelaskan dan dijaringkan bersama-sama.
    Perkiraan waktu cenderung subjektif dan bergantung pada kejujuran para manajer yang takut akan bahaya terlalu optimistis atau tidak cukup pesimistis.

    Jelaskan arti ungkapan Highly Visible Responsible dan apa syarat bagi seorang manajer proyek, jelaskan dengan memberikan contoh.

    Jawab:
    Highly Visible Responsible dalam hal ini mengandung arti bahwa seorang manajer proyek harus memiliki visibilitas yang tinggi dalam suatu perusahaan dan betanggung jawab dalam memastikan bahwa:
    semua aktivitas-aktivitas yang diperlukan selesai dalam urutan yang benar dan tepat waktu
    proyek sesuai dengan anggaran
    proyek memenuhi tujuan terkait kualitas
    orang yang ditugaskan pada proyek menerima motivasi, arahan, dan informasi yang diperlukan untuk melakukan pekerjaannya.
    Adapun syarat yang harus dimiliki oleh seorang manajer proyek adalah:
    Manajer proyek harus menjadi pelatih dan komunikator yang baik
    Mampu mengorganisisr aktivitas-aktivitas dari berbagai disiplin ilmu.
    Memiliki pengalaman dan kompetensi yang sesuai dengan proyek yang sedang dikelola
    Memiliki komitmen yang tinggi untuk meraih tujuan serta keberhasilan proyek
    Mampu membuat perencanaan dalam jangka panjang dan jangka pendek
    Memiliki kepercayaan yang tinggi kepada para profesional terlatih untuk menerima pekerjaan-pekerjaan yang didelegasikan kepadanya
    Contoh:
    Sebagai contoh yaitu ketika seorang manajer proyek dihadapi masalah-masalah etis. Dalam hal ini, manajer proyek bukan hanya dituntut memiliki visibilitas yang tinggi, akan tetapi juga mampu menghadapi masalah etis sehari-harinya. Bagaimana tindakan mereka membentuk suatu pedoman perilaku untuk dapat dipatuhi dalam pengerjaan proyek. Manajer proyek terkadang berurusan dengan (1) penawaran hadiah dari kontraktor, (2) tekanan untuk mengubah laporan status untuk menutupi kenyataan penundaan, (3) laporan palsu untuk pembebanan waktu dan pengeluaran, (4) tekanan untuk mengompromikan kualitas agar memperoleh bonus atau menghindari penalti terkait dengna jadwal. Hal yang dapat dilakukan adalah dengna menerapkan kode etis dari Project Management Institute, yaitu dengan cara mencoba membentuk standar. Kode-kode tersebut perlu disandingkan dengan kepemimpinan yang baik dan sebuah budaya organisasi yang kuat, dengan standar dan nilai etik yang melekat sehingga daapt dipatuhi oleh unsur yang terkait dalam suatu proyek.

    Pengadaan barang dan jasa untuk instansi pemerintahan sekarang ini harus dilakukan secara online. Pelaksanaannya membutuhkan sarana dan prasarana yang menoang (supporting Service) sehingga dapat dimungkinkan bagaimana pengadaan barang dan jasa secara online dilakukan . Dalam kaitan ini jelaskan hal berikut.

    Apa yang dimaksud dengan pengadaan barang dan jasa secara online

    Jawab:

    E-procurement adalah sistem pengadaan barang dan jasa yang memanfaatkan teknologi informasi. Teknologi informasi digunakan untuk melakukan pengolahan data penggadaan hingga ke proses pembuatan laporan. E-procurement merupakan istilah umum diterapkan pada penggunaan sistem yang terintegrasi antara database dengan area yang luas (biasanya berbasis web) jaringan sistem komunikasi disebagian atau seluruh proses pembelian. Proses pengadaan meliputi identifikasi kebutuhan awal dan spesifikasi oleh pengguna, melalui pencarian, sumber dan tahap negosiasi kontrak, pemesanan dan termasuk mekanisme yang meregistrasi penerimaan, pembayaran dan sebagai pendukung evaluasi pasca pengadaan.

    Apa manfaat daripada pengadaan barang dan jasa secara online baik kepada pelaksana maupun kepada pemerintah dan perekonomian

    Jawab:

    Keuntungan diterapkannya e-procurement ini terletak pada dua kategori umum, yaitu: efektifitas dan efisiensi. Efisiensi e-Procurement ini dilihat dari rendahnya biaya pengadaan (procurement), cepatnya waktu siklus, mengurangi maverick (pengadaan barang dan jasa yang tidak teridentifikasi), dan integrasi dari fungsi pengadaan yang lebih rekat dengan key back office system sehingga dapat mengurangi waktu administrasi. Sedangkan efektifitas e-procurement dapat dilihat dari meningkatnya pengontrolan pada rantai persediaan dan keputusan pembelian persediaan dengan kualitas yang lebih baik.
    Menurut Seth Miller dalam artikelnya keuntungan utama e-procurement meliputi menghemat uang, waktu, dan beban kerja tambahan yang normalnya berhubungan dengan pekerjaan tulis-menulis. Proses pengadaan konvensional biasanya melibatkan banyak pemrosesan kertas-kertas, yang mana menghabiskan sejumlah besar waktu dan uang. Keuntungan e-procurement tidak hanya meliputi penghematan uang tetapi juga penyederhanaan keseluruhan proses. Rencana-rencana yang optimal dapat dikomunikasikan dengan cepat kepada pemasok-pemasok, oleh karena itu dapat mengurangi biaya dan pemborosan yang biasanya terdapat dalam supply chain. Keuntungan e-procurement meliputi pengurangan biaya overhead seperti pembelian agen, juga peningkatan kendali inventori, dan keseluruhan peningkatan siklus manufaktur. Sistem e-procurement membantu perusahaan-perusahaan mengkonsolidasikan data tentang pengadaan bermacam-macam barang baik secara langsung maupun tidak langsung.

    Bagaimana cara mempertimbangkan pemilihan penyedia layanan secara teori.

    Jawab:
    Sesuai ketentuan dalam Perpres No.54 Tahun 2010, pemilihan penyedia barang/pekerjaan konstruksi/jasa lainnya dilakukan dengan cara:
    Pemilihan Penyedia Barang/Jasa Lainnya dilakukan dengan:
    Pelelangan yang terdiri atas Pelelan Umum dan Pelelangan Sederhana;
    Penunjukan Langsung;
    Pengadaan Langsung; atau
    Kontes/Sayembara.
    Pemilihan Penyedia Pekerjaan Konstruksi dilakukan dengan:
    Pelelangan Umum;
    Pelelangan Terbatas;
    Pemilihan Langsung;
    Penunjukan Langsung; atau
    Pengadaan Langsung.
    Sedangkan pengadaan untuk jasa konsultansi dilakukan melalui cara Seleksi Sederhana, Penunjukan Langsung, Pengadaan Langsung, Sayembara. Adapun pengertian metode pemilihan penyedia barang/jasa di atas adalah sebagai berikut :
    Pelelangan Umum. Yaitu metode pemilihan Penyedia Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya untuk semua pekerjaan yang dapat diikuti oleh semua Penyedia Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya yang memenuhi syarat.
    Pelelangan Sederhana. Yaitu metode pemilihan Penyedia Barang/Jasa Lainnya untuk pengadaan yang tidak kompleks dan bernilai paling tinggi Rp200.000.000,-(dalam draft perubahan Perpres 54 Tahun 2010 tanggal 28 Maret 2012 nilainya paling tinggi Rp5.000.000.000).
    Pelelangan Terbatas. Yaitu metode pemilia Pekerjaan Konstruksi untuk Pekerjaan Konstruksi dengan jumlah Penyedia yang mampu melaksanakan diyakini terbatas dan untuk pekerjaan yang kompleks. Pekerjaan yang Kompleks adalah pekerjaan yang memerlukan teknologi tinggi, mempunyai risiko tinggi, menggunakan peralatan yang didesain khusus dan/atau pekerjaan yang bernilai diatas Rp100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah).
    Pemilihan Langsung. Dalam hal metode pelelangan umum atau pelelangan terbatas dinilai tidak efisien dari segi biaya pelelangan, maka pemilihan penyedia barang/jasa dapat dilakukan dengan metode pemilihan langsung, yaitu dilakukan dengan membandingkan sebanyak-banyaknya penawaran, sekurang¬kurangnya 3 penawaran dari penyedia barang/jasa yang telah lulus prakualifikasi serta dilakukan negosiasi baik teknis maupun biaya serta harus diumumkan minimal melalui papan pengumunan resmi untuk penerangan umum dan bila memungkinkan melalui internet (pemilihan Penyedia Pekerjaan Konstruksi untuk pekerjaan yang bernilai paling tinggi Rp200.000.000,00 (dalam draft perubahan Perpres 54 Tahun 2010 tanggal 28 Maret 2012 nilainya paling tinggi Rp5.000.000.000)).
    Penunjukan Langsung. Yaitu metode pemilihan Penyedia Barang/Jasa dengan cara menunjuk langsung 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa. Dalam keadaan tertentu dan keadaan khusus pemilihan penyedia barang/jasa dapat dilakukan dengan cara penunjukan langsung terhadap 1 (satu) penyedia barang/jasa dengan cara melakukan negosiasi baik teknis maupun biaya sehingga diperoleh harga yang wajar dan secara teknis dapat dipertanggungjawabkan.
    Pengadaan Langsung. Yaitu pengadaan Barang/Jasa langsung kepada Penyedia barang/Jasa, tanpa melalui Pelelangan/Seleksi/Penunjukan Langsung dan dapat dilakukan terhadap Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya yang bernilai paling tinggi Rp100.000.000,-(dalam draft perubahan Perpres 54 Tahun 2010 tanggal 28 Maret 2012 nilainya paling tinggi Rp200.000.000)
    Kontes/Sayembara. Kontes/Sayembara dilakukan khusus untuk pemilihan Penyedia Barang/Jasa Lainnya yang merupakan hasil Industri kreatif, inovatif dan budaya dalam negeri.
    Sedangkan khusus untuk pemilihan penyedia jasa konsultansi melalui negosiasi teknis dan biaya sehingga diperoleh harga yang sesuai dengan harga pasar dan secara teknis dapat dipertanggungjawabkan. Pemilihan Penyedia Jasa Konsultansi pada prinsipnya dilakukan melalui Seleksi Umum. Dalam keadaan tertentu pemilihan Penyedia Jasa Konsultansi dapat dilakukan melalui Seleksi Sederhana, Penunjukan Langsung, Pengadaan Langsung, Sayembara.
    Seleksi Umum; merupakan metode pemilihan penyedia jasa konsultansi yang daftar pendek pesertanya dipilih melalui proses prakualifikasi secara terbuka yaitu diumumkan secara luas sekurang-kurangnya di website K/D/L/I, dan papan pengumuman resmi masyarakat serta Portal Pengadaan Nasional melalui LPSE, sehingga masyarakat luas dan dunia usaha yang berminat serta memenuhi kualifikasi dapat mengikutinya;
    Seleksi Sederhana; merupakan metode yang dilakukan terhadap Pengadaan Jasa Konsultansi dalam hal Seleksi Umum dinilai tidak efisien dari segi biaya seleksi, dilakukan untuk pengadaan Jasa Konsultansi yang bersifat sederhana dan bernilai paling tinggi Rp200.000.000,-dengan diumumkan paling kurang di website K/L/D/I dan papan pengumuman resmi untuk masyarakat serta Portal Pengadaan Nasional melalui LPSE, sehingga masyarakat luas dan dunia usaha yang berminat dan memenuhi kualifikasi dapat mengikutinya.
    Penunjukan Langsung; dilaksanakan dikarenakan keadaan tertentu dan keadaan khusus, pemilihan penyedia jasa konsultansi dapat dilakukan dengan menunjuk satu penyedia jasa konsultansi yang memenuhi kualifikasi dan dilakukan negosiasi baik dari segi teknis maupun biaya sehingga diperoleh biaya yang wajar dan secara teknis dapat dipertanggungjawabkan.
    Pengadaan Langsung; dilakukan terhadap Pengadaan Jasa Konsultansi yang memiliki karakteristik merupakan kebutuhan operasional K/L/D/I, dan atau bernilai paling tinggi Rp50.000.000,-. Pengadaan dilaksanakan oleh 1 Pejabat Pengadaan. Pengadaan Langsung tidak digunakan sebagai alasan untuk memecah paket pengadaan menjadi beberapa paket dengan maksud untuk menghindari Seleksi.
    Sayembara; dilakukan terhadap Pengadaan Jasa Konsultansi yang memiliki karakteristik merupakan proses dan hasil dari gagasan, kreatifitas, inovasi dan metode pelaksanaan tertentu, tidak dapat ditetapkan berdasarkan Harga Satuan. Persyaratan administratif bagi Penyedia Jasa Konsultansi yang akan mengikuti Sayembara ditetapkan oleh ULP/Pejabat Pengadaan yang dapat lebih mudah dari pada Persyaratan Penyedia Barang/Jasa secara umum. Persyaratan dan metode evaluasi teknis ditetapkan oleh ULP/Pejabat Pengadaan setelah mendapat masukan dari tim yang ahli dibidangnya, sedangkan pelaksanaan evaluasi dilakukan oleh tim yang ahli di bidangnya.
    Adapun prinsip-prinsip yang harus diterapkan dalam pemilihan penyedia layanan adalah: Kesederhanaa, Reliabilitas, tanggung jawab dari petugas pelayanan, kecakapan para petugas pelayanan, pendekatan kepada pelanggan dan kemudahan kontak pelanggan dengna petugas layanan, keramahan, keamanan, efisien dan ekonomis. Sementara itu prinsip-prinsip dasar pengadaan barang/jasa pemerintah adalah, efisien, terbuka dan bersaing, transparan, adil/tidak diskriminatif, dan akuntabel.
    Diketahui informasi dari pengalaman satu proyek, waktu yang dibutuhkan (T) = 62 minggu, sedangkan variasi adalah 72. Berapakah kemungkinan proyek itu selesai 18 hari sebelum waktu normal pengerjaan proyek?
    Jawab:
    Diket: Due date = 62 minggu
    Expected date = 18 hari = 3 minggu
    Project Variance = 72
    Ditanya: Z ?
    Jawab :
    Z= (Due date-Expected Completion Date)/σp
    σp= √(Project Varians)
    σp= √72 = 8,48
    Z= (62- 3) / 8,48
    = 6,95 >> dibulatkan
    = 7
    Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa probabilitas dari penyelesaian proyek 18 minggu sebelum waktu normal pengerjaan proyek adalah kira-kira 7 hari.

    Komentar oleh Nani Mawadah | Februari 13, 2015 | Balas

  25. Yth : Bapak Jhohanes Simatupang
    di –
    Tempat
    Dengan hormat,
    Terlampir saya saya sampaikan jawaban soal Ujian Akhir Semester Mata kuliah Manajemen Operasional.
    Demikian, atas perhatian Bapak saya ucapkan terima kasih.

    Hormat saya,

    Azazi Karim
    NIM : P2C214034
    UAS MANAJEMEN OPERASIONAL (KELAS PAGI)

    Jawaban No. 1
    a. Keterlibatan Karyawan dan Tingkat Kustomisasi (customization)
    Kustomisasi massal bukan hanya mengenai apa yang diinginkan pelanggan dan kapan pelanggan menginginkannya dengan tepat, akan tetapi Kustomisasi massal merupakan pembuatan produk dan jasa yang dapat memenuhi keinginan pelanggan yang semakin secara cepat. Penjadwalan yang sangat efektif, fleksibilitas personel dan fasilitas,rantai pasokan yang mendukung, dan yang cepat juga dibutuhkan. Hal-hal inilah yang mempengaruhi kesepuluh keputusan Majemen Opersional sehingga membutuhkan manajemen operasi yang sangatbaik. Kustomisasi massal sebuah sistem dimana produk dibuat sesuai pesanan memproduksi sesuai pesanan pelanggan, bukan sesuai peramalan pasar.
    Ada beberapa keuntungan dalam kustomisasi massal dan build-to-order: pertama, perusahaan memperoleh pesanan dan tetap berjalan dengan memenuhi permintaan pasar ; sebagai tambahan, mereka dapat mengurangi pengeluaran besar pada organisasi yang ada (dari karyawan hingga gudangan hingga fasilitas) karena perkiraan penjualan yang tidak tepat. Pada dasarnya konsumen memiliki keinginan sendiri-sendiri, jika keinginan terseb dipenuhi tanpa sebuah sistem yang memadai maka biaya produksi akan sangat tinggi akibatnya perusahaan akan mengalami kerugian. Penyampaian jasa layanan adalah bagian yang tidak terlepas dan harus diperhatikan dalam menjaga hubungan dengan pelanggan. Secara terus-menrus karyawan harus selalu menjaga hubungan dengan pelanggan. Jika suatu perusahaan dapat memenuhi semua kebutuhan dan keinginan konsumen, maka konsumen akan merasa bergantung dan terus berusaha untuk menjadikan suatu kebutuhan terhadap perusaan tersebut. Ada empatmempengaruhi kualitas pelayanan terhadap konsumen, yaitu :
    1. Menjaga dan memperhatikan, bahwa pelanggan akan merasakan karyawan dan sistem opersional yang ada dapat menyelesaikan problem mereka.
    2. Spontanitas, dimana karyawan menunjukkan keinginan untuk menyelesaikan masalah pelanggan.
    3. Penyelesaian masalah, karyawan yang berhubungan langsung dengan pelanggan harus memiliki kemampuan untuk menjalankan tugas berdasarkan standar yang ada, termasuk pelatihan yang diberikan untuk dapat memberikan pelayanan yang lebih baik.
    4. Perbaikan, apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan harus mempunyai personel yang dapat menyiapkan usah-usaha khusus untuk mengatasi kondisi tersebut.Menurut Tjiptono, ada 4 karakteristik pokok pelayanan (jasa) yang membedakannya dengan barang , yaitu :
    a. Intangibility : tidak ada bentuk fisiknya sehingga tidak dapat dilihat, oleh karena itu pemasar menggunakan sejumlah alat untuk membuktikan kualitas pelayanan (jasa) yang ditawarkan.
    b. Inseparability : pelayanan (jasa) yang dijual tidak terpisahkan dari orang yang memasarkan. Pelayanan (jasa) diproduksi dan dikonsumsi pada saat yang bersamaan. Service provider (penyedia jasa) dan customer (pelanggan) akan bertemu secara langsung maupun tidak langsung sehingga hal ini mempengaruhi kualitas pelayanan (jasa) dan karena itu pula tidak dapat distandarisasi.
    c. Variability : pelayanan (jasa) yang beragam sangat tergantung siapa yang menyajikan, oleh karena itu untuk dapat mengendalikan kualitas, PLN melakukan seleksi yang ketat dan pelatihan yang tersistem bagi SDMnya, menstandarisasi proses kinerja pelayanan (jasa) di seluruh internal PLN, memonitor kepuasan pelanggan melalui survei atau kotak saran.
    d. Perishability : Karena sifatnya yang tidak dapat disimpan, maka PLN harus mampu menjaga kontinuitas pasokan listrik .
    Pelanggan menurut Francis Buttle dalam konteks bisnis ke bisnis (B2B), adalah sebuah organisasi perusahaan atau sebuah institusi, sedangkan pelanggan dalam konteks bisnis ke konsumen (B2C) adalah konsumen akhir, yakni seorang individu atau sebuah keluarga. Kualitas layanan harus dimulai dari kebutuhan pelanggan dan berakhir pada harapan pelanggan. Hal ini berarti bahwa citra kualitas yang baik bukan berdasarkan sudut pandang produsen, melainkan berdasarkan sudut pandang harapan pelanggan. Lebih lanjut Valarie A.Zeithaml dan Mary Jo Bitner mendefinisikan harapan pelanggan sebagai berikut ” Customer expectations are the standards of or reference points for performance againts which service experiences are compared and are often formulated in terms of what customer believes should or will happen”. Artinya adalah bahwa harapan pelanggan merupakan standar acuan yang menjadi petunjuk bagi pelanggan sebelum membeli suatu produk dalam menilai kinerja produk tersebut. Menurut Valarie A.Zeithaml dan Mary Jo Bitner, ada 2 level dari harapan pelanggan, yaitu :
    e. Desired service
    Suatu level yang merupakan harapan dari pelanggan mengenai pelayanan yang mereka inginkan. Level ini merupakan perpaduan antara kepercayaan tentang ”yang diterima” (can be) dan ”yang seharusnya diterima”(should be).
    f. Adequate service
    Suatu tingkatan dimana pelanggan akan menerima pelayanan. Dan juga pada level ini merupakan kemampuan dari pihak manajemen untuk memberikan pelayanan kepada pelanggan. Dalam tingkatan ini pelanggan akan mendapatkan pelayanan yang cukup.
    5. Sifat Penyampaian Jasa dan Hubungan antara Organisasi Penyedia Jasa (provider) dan Pelanggannya.
    Segitiga menggambarkan tiga kelompok yang saling berhubungan yang bekerja bersama untuk mengembangkan, mempromosikan dan menyampaikan jasa. Ketiga pemain utama ini diberi nama pada poin segitiga: perusahaan (SBU atau departemen atau manajemen), pelanggan dan provider (pemberi jasa). Provider dapat pegawai perusahaan, subkontraktor, atau pihak luar yang menyampaikan jasa perusahaan.
    Antara ketiga poin segitiga ini, tiga tipe pemasaran harus dijalankan agar jasa dapat disampaikan dengan sukses: pemasaran eksternal (external marketing), pemasaran interaktif (interactive marketing), dan pemasaran internal (internal marketing). Pada sisi kanan segitiga adalah usaha pemasaran eksternal yaitu membangun harapan pelanggan dan membuat janji kepada pelanggan mengenai apa yang akan disampaikan. Sesuatu atau seseorang yang mengkomunikasikan kepada pelanggan sebelum menyampaikan jasa dapat dipandang sebagai bagian dari fungsi pemasaran eksternal.Pemasaran eksternal yang merupakan permulaan dari pemasaran jasa adalah janji yang dibuat harus ditepati.
    Pada dasar segitiga adalah akhir dari pemasaran jasa yaitu pemasaran interaktif atau real time marketing.Disini janji ditepati atau dilanggar oleh karyawan, subkontraktor atau agen.Ini merupakan titik kritis. Apabila janji tidak ditepati pelanggan akan tidak puas dan seringkali meninggalkan perusahaan. Sisi kiri segitiga menunjukkan peran kritis yang dimainkan pemasaran internal.Ini merupakan kegiatan manajemen untuk membuat provider memiliki kemampuan untuk menyampaikan janji-janji yaitu perekrutan, pelatihan, motivasi, pemberian imbalan, menyediakan peralatan dan teknologi. Apabila provider tidak mampu dan tidak ingin memenuhi janji yang dibuat, perusahaan akan gagal, dan segitiga jasa akan runtuh.
    Jawaban no.2
    a. Daya saing
    Daya saing adalah kemampuan perusahaan, industri, daerah, negara, atau antar daerah menghasilkan faktor pendapatan dan faktor pekerjaan yang relatif tinggi dan berkesinambungan untuk menghadapi persaingan internasional.Strategi daya saing merupakan alat perusahan untuk bersaing dengan penantang pasar. Daya saing muncul ketika sebuah perusahaan menerapkan strategi penciptaan nilai-nilai yang tidak dapat ditiru manfaatnya oleh perusahaan lain atau terlalu tinggi harganya untuk ditiru. Setiap Perusahaan harus memiliki kemampuan untuk bertahan dalam dunia persaingan usaha.Memiliki daya saing yang tinggi bukan lagi sekedar kebutuhan melainkan suatu keharusan.Tanpa daya siang yang tinggi mustahil suatu perusahaan dapat bertahan, apalagi memenangkan persaingan.Tuntutannya menjadi sangat strategis, terutama bila eksistensi bukan merupakan satu-satunya yang ingin dicapai, tetapi memenangkan persaingan yang justru diharapkan untuk dicapai.
    Operasi global memberikan tantangan dan peluang yang lebih besar bagi manajer operasi. Walaupun tugas ini menantang, manajer operasi mampu meningkatkan produktivitas dalam perekonomian dunia yang kompetitif dan dinamis.Manajer operasi dapat membangun dan mengelola fungsi-fungsi MO yang berperan besar pada daya saing perusahaan.Organisasi mengenali kekuatan dan kelemahannya.Kemudian membangun misi dan strategi efektif yang mempengaruhi kekuatan dan kelemahan perusahaan, dan juga menambahkan peluang dan mengurangi ancaman lingkungan.Jika prosedur ini dilakukan secara baik, maka organisasi bisa memiliki keunggulan bersaing melalui beberapa kombinasi pembedaan, biaya-rendah, dan respon yang cepat.Keunggulan bersaing ini sering dicapai melalui perubahan strategi perusahaan menjadi internasional, multidomestik, global ataupu transnasional.
    Penggunaan sumber daya yang efektif, baik domestic maupun internasional merupakan tanggung jawab manajer yang professional dan hanya sedikit manajer professional di masyarakat kita yang mampu mencapai kinerja ini.Tantangannya besar, sehingga penghargaan bagi para manajer dan masyarakat sangat berarti.

    b. Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membangun daya saing layanan (Service Strategy) yaitu dengan memperhatian VISI, SEGMEN dan COMPETITIVENESS OF SERVICE.
    1. Visi : Perusahaan harus mempunyai visi atau tujuan jangka panjang yang ingin dicapai. Visi adalah suatu pandangan jauh tentang perusahaan, tujuan-tujuan perusahaan dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut pada masa yang akan datang. Dalam visi terkandung orientasi perusahaan ke masa depan, mengekspresikan kreatifitas dan tujuan yang jelas.
    2. Segmentasi : Salah satu alasan utama untuk menggunakan segmentasi adalah untuk membantu perusahaan untuk lebih memahami kebutuhan basis pelanggan tertentu. Untuk meningkatkan daya saing perusahaan harus ditentukan dahulu jenis segmen dengan jelas. Dengan kita memandang ada kelompok pelanggan potensial yang berbeda satu sama lain, maka pesan pemasaran dapat lebih tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan dan keinginan orang-orang. Seringkali, membagi konsumen dengan kriteria yang jelas akan membantu perusahaan mengidentifikasi aplikasi lain untuk produk mereka yang mungkin belum jelas sebelumnya. Hal ini sering membantu perusahaan menargetkan audiens yang lebih besar dalam klasifikasi demografis yang sama, meningkatkan pangsa pasar di antara basis tertentu. Segmentasi pasar juga dapat berfungsi untuk mengidentifikasi kelompok-kelompok kecil orang yang membentuk mereka sendiri, kelompok bagian yang tidak diketahui sebelumnya, sehingga lebih meningkatkan efisiensi keseluruhan upaya pemasaran perusahaan
    3. Competitiveness of services : Kualitas pelayanan yang baik merupakan satu hal yang sangat penting untuk meraih pasar. Kepuasan konsumen merupakan tingkat perasaan konsumen setelah membandingkan kinerja (hasil) yang dirasakan dengan harapannya. Riset konsumen untuk mengungkapkan reaksi konsumen terhadap pelayanan yang diberikan perusahaan dengan tingkat kepuasan yang berkaitan dengan pelayanan tersebut sangat relevan dan dibutuhkan oleh perusahaan yang berorientasi pada konsumen. Hanya perusahaan yang mampu berkompetisi yang dapat bertahan dalam persaingan.
    c. Salah satu contoh strategi yang sukses: Southwest Airline didirikan di airport Love Field di Dallas pada tahun 1971 oleh Rollin King, Lamar Muse, dan Herb Kelleher. Untuk menghubungi 3 kota besar di negara bagian Texas – Dallas, Houston, dan San Antonio. Waktu tempuh antara masing-masing 3 kota itu 1 jam dengan pesawat jet atau 3 jam dengan kendaraan darat. Sebagai airline yang menyediakan harga tiket murah, Southwest Airlines mengharapkan mereka bisa menarik business traveler antara 3 kota itu untuk mimilih terbang naik Southwest daripada nyetir mobil. Southwest Airlines yang bermarkas di airport Dallas Love Field mulai beroperasi dengan 3 buah B737-200. Sekarang mereka melayani sekitar 70 kota di US dan 25 kota di Mexico. Usahanya dikembangkan di Hotel, penyewaan mobil dan Liburan (Vacation). Bahkan Southwest Airlines menerima kucing dan anjing kecil yang sudah divaksinasi dalam suatu pembawa yang diperhirungkan beratnya sebagai carry on bag dengan biaya $75 USD per pet per tripStrategi yang dipakai adalah sebagai berikut :
     Mengembangkan bisnis secara bertahap dengan menambahkan lebih banyak penerbangan pada rute yang ada dan memulai layanan untuk bandara baru
     Membuat layanan yang ramah
     Menjaga armada hanya menggunakan pesawat Boeing 737
     Mendorong pelanggan untuk membuat reservasi dan membeli tiket di situs Web perusahaan
     Hindari terbang ke bandara yang padat atau ramai
     Mempekerjakan sistem rute point-to-point
     Menghemat biaya dengan waktu yang singkat untuk menurunjan dan menaikkan penumpang.

    Jawaban No. 3
    Soal :
    Dalam pengelolaan proyek, dikenal berbagai tahapan pengelolaan mulai dari perencanaan, penskedulan, dan penyusunan biaya.
    a. Dalam pembuatan skedul dikenal berbagai pendekatan yaitu: 1) Gantt Chart, 2) Critical Path Method (CPM) dan Program Evaluation and Review (PERT). Jelaskan prinsip pendekatan ini secara ringkas.
    Jawaban :
    1) Gantt Chart : merupakan cara yang mudah dalam membantu manajer memastikan bahwa (1) aktivitas direncanakan, (2) urutan kerja didokumentasikan, (3) waktu aktivitas diestimasi dan dicatat, (4) waktu proyek keseluruhan dikembangkan. Grafik Gantt mudah dipahami. Pada proyek sederhana grafik ini memungkinkan menajer untuk mengawasi kemajuan dari masing-masing aktivitas dan untuk menemukan serta mengatasi area permasalahan.
    Peta Gantt disusun dengan maksud mengidentifikasi unsur waktu dan urutan dalam merencanakan suatu kegiatan yang terdiri dari: waktu mulai, waktu penyelesaian, dan pada saat pelaporan. Sampai sekarang, metode peta Gantt masih digunakan secara luas baik berdiri sendiri maupun dikombinasikan dengan teknik lain yang lebih canggih.
    Gantt mempergunakan Gantt Milestone Chart (peta tonggak kemajuan Gantt).Milestone atau tonggak kemajuan adalah event yang mempunyai fungsi dalam pencapaian keberhasilan proyek yang ditinjau dari segi jadwal.Tonggak kemajuan menandai waktu mulai dan akhir suatu kegiatan.Melalui peta ini dapat diketahui berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaian suatu proyek. Peta Gantt dapat digambar dalam dua bentuk, yaitu:
    Bentuk koordinat cartesius (koordinat X dan Y)
    • Garis horizontal sebagai koordinat X menunjukkan waktu secara linier dan setiap kegiatan dicatat pada sumbu Y dengan durasi waktu kegiatan diletakkan horizontal sejajar dengan sumbu X dengan notasi balok, garis, ataupun objek lain yang memiliki dimensi horizontal. Bentuk peta Gantt dalam bentuk koordinat X dan Y dapat dilihat pada Gambar 3.1. Setiap baris memiliki dua balok horizontal. Pertama, menggambarkan kurun waktu perencanaan kegiatan atau target (warna hijau). Kedua, menggambarkan kurun waktu kenyataan (warna biru).
    • Dari rangkaian aktivitas di atas dapat disimpulkan bahwa kegiatan dalam pembuatan sebuah majalah pada sebuah perusahaan penerbitan tidak sesuai dari jadwal. Untuk kegiatan mencetak lembar penomoran halaman terlambat dari jadwal (2 minggu) dan kegiatan mendesain sampul (3 minggu). Kedua kegiatan tersebut belum terselesaikan sementara hasil kegiatan perlu dilaporkan. Dengan demikian, perlu dilakukan rencana alternatif agar semua target dapat terpenuhi.
    2) Critical Path Method (CPM) : merupakan suatu metode penjadwalan proyek yang sudah dikenal dan sering digunakan sebagai sarana manajemen dalam pelaksanaan proyek. CPM merupakan sebuah teknik menajemen proyek yang menggunakan satu faktor waktu per aktivitas.
    3) Program Evaluation and Review (PERT): Merupakan sebuah teknik menajemen proyek yang mnggunakan tiga waktu estimasi untuk masing-masing aktivitas. Proyek yang kompleks menggunakan metode PERT (Program Evaluation Review Technical), maka akan diketahui :
    a) Kapan proyek selesai
    b) Bagaimana urut-urutan pekerjaan, kapan mulainya dan kapan selesainya
    c) Pekerjaan mana yang paling lama
    d) Pekerjaan mana yang tertunda
    e) Pekerjaan mana yang dapat perhatian khusus
    Prinsip Pendekatan ini pada dasarnya digunakan untuk mengerjakan sebuah proyek, hanya saja untuk Gantt Chart tidak cocok untuk proyek besar dengan aktifitas yang banyak. Sedangkan untuk CPM dan PERT adalah dua teknik yang bermanfaat dalam menentukan lamanya waktu minimum untuk sebuah proyek dan menggambarkan waktu yang diperlukan dari kegiatan proyek (Nasrullah, 1997), CPM dan PERT memiliki kemiripan karena memperlihatkan lama suatu aktifitas dan saat – saat mulai paling dini sebagaimana halnya Gantt Chart.
    CPM memasukkan konsep biaya dalam proses perencanaan dan pengendalian sedangkan dalam PERT besarnya biaya berubah-ubah (uncertainty) sesuai dengan lamanya waktu dari semua aktivitas yang terdapat dalam suatu proyek. Biasanya metode PERT digunakan untuk proyek penelitian atau pengembangan produk baru dengan tingkat ketidakpastian yang tinggi.
    b. Seorang manajer proyek adalah seorang yang memiliki kecakapan dan kefleksibelan mumpuni sehingga dia dikenal sebagai seorang yang “highly visible responsible”. Jelaskan arti ungkapan itu dan apa syarat bagi seorang manajer proyek, jelaskan dengan memberikan contoh.
    Jawaban :
    “Highly Visible Responsible” adalah sebuah kemampuan yang dipunyai dalam mempertanggungjawabkan sebuah pekerjaan dan diimplementasikan sebagai seorang Pelatih yang baik dan komunikator yang mampu mengorganisir berbagai disiplin ilmu.
    Dengan Kata Lain Seorang Manajer proyek harus:
    1) Pelatih yang baik
    2) Komunikator yang
    3) Mampu mengorganisir dari berbagai disiplin ilmu.
    Syarat bagi seorang manajer proyek:
    1) Karakter dari Kepribadiannya
    a) Harus memahami dan menguasai semua hal baik secara teori maupun teknis terhadap proyek yang sedang di tangani.
    b) Memiliki pengalaman dan keahlian yang berkaitan dengan proyek yang sedang dikelola.
    c) Sebagai seorang yang mengambil keputusan, maka harus mampu bertindak secara adil dan bertanggung jawab.
    d) Memiliki wibawa, mampu beradaptasi dan bergaul dengan bawahan sehingga tidak ada kesenjangan antara atasan dan bawahan.
    2) Karakteristik dari Kemampuan Terkait dengan Proyek yang Dikelola
    a) Memiliki komitmen yang tinggi untuk meraih tujuan serta keberhasilan proyek.
    b) Mampu menyelesaikan proyek sesuai dengan waktu dan anggaran yang diberikan.
    c) Membuat dan melakukan rencana darurat untuk mengantisipasi hal-hal maupun masalah tak terduga.
    d) Mampu membuat perencanaan dalam jangka panjang dan jangka pendek.
    e) Memiliki kemauan untuk mendefinisikan ulang tujuan, tanggung jawab dan jadwal selama hal tersebut ditujukan untuk mengembalikan arah tujuan dari pelaksanaan proyek jika terjadi jadwal maupun anggaran yang meleset.
    3) Karakteristik Kemampuan Terkait dengan tim yang Dipimpin
    a) Mampu bersosialisasi dengan bawahan atau anggota tim.
    b) Mampu membangun kedisiplinan secara structural
    c) Memiliki kemampuan dan keahlian berkomunikasi serta manjerial.
    d) Menghormati para anggota tim kerjanya serta mendapat kepercayaan dan penghormatan dari mereka.
    e) Memiliki kepercayaan yang tinggi kepada para profesional terlatih untuk menerima pekerjaan-pekerjaan yang didelegasikan darinya.
    f) Berbagi sukses dengan seluruh anggota tim.
    g) Mampu menempatkan orang yang tepat di posisi yang sesuai.
    h) Memberikan apresiasi yang baik kepada para anggota tim yang bekerja dengan baik.
    Jawaban no.4
    a. Apa yang dimaksud pengadaan barang dan jasa secara online
    Adapun LPSE (Layanan Pengadaan secara Elektronik) sebagai pihak yang menjadi mediator antara penyedia barang dan jasa (vendor) dan pihak pengguna (instansi pemerintah), serta sebagai pengelola sistem e-procurement.Penerapan pengadaan barang dan jasa pemerintah secara elektronik (e-procurement) ini disosialisasikan di seluruh daerah di Indonesia pada tahun 2009. Pemerintah mewajibkan seluruh Instansi Pemerintahan di Indonesia menggunakan e-procurement tahun 2011 tanpa terkecuali untuk proses pengadaan barang dan jasa.
    Penerapan pengadaan barang dan jasa secara elektronik merupakan suatu bentuk penerapan e-government di lingkungan pemerintah, dimana menurut Bank Dunia (World Bank) mendefinisikan e-government sebagai berikut: Mengarahkan seluruh aparat pemerintahan untuk penggunaan IT (seperti WAN, internet, mobile computing) yang mempunyai kemampuan untuk mengubah hubungan dengan masyarakat, bisnis, dan pihak yang terkait dengan pemerintahan. Disamping itu penerapan e-procurement ini juga dapat dikatakan sebagai bentuk implementasi GCG (Good Corporate Governance). Pemerintah mulai menggunakan GCG demi terciptanya perubahan menuju pemerintahan yang baik dan bersih (good governance). Pelaksanaan pemerintahan yang baik ini juga sebagai salah satu upaya untuk menghapuskan berbagai bentuk praktek inefisiensi, korupsi, kolusi, nepotisme dan penyimpangan lainnya.Dukungan teknologi informasi dapat meningkatkan kapabilitas lembaga-lembaga pemerintahan dalam memberikan kontribusi bagi penciptaan nilai tambah, serta menghindari tindak KKN.
    Oleh karena itu, e-procurement yang dilakukan oleh lembaga pemerintahan adalah salah satu aplikasi yang merupakan implementasi dari lembaga tersebut dalam mengimplementasikan GCG. Permasalahan yang terjadi apakah penerapan pengadaan barang dan jasa secara elektronik sudah sesuai dengan tujuan pembuatannnya yaitu untuk menekan segala bentuk penyimpangan dan peningkatan efisiensi serta trasnparansi dalam proses pengadaan barang dan jasa.
    e-Procurement merupakan suatu implementasi untuk mewujudkan proses pengadaan barang dan jasa pemerintah menjadi efisien dan transparan.Proses pengadaan barang/jasa ini menjamin tersedianya informasi, kesempatan dan peluang usaha serta mendorong terjadinya persaingan yang sehat dan terwujudnya keadilan bagi seluruh pelaku usaha atau asosiasi vendor yang bergerak di bidang pengadaan barang/jasa pemerintah.

    b. Apa manfaat dari pada pengadaan barang dan jasa secara online baik kepada Pelaksana maupun kepada pemerintah dan perekonomian
    Untuk Pelaksana:
    • Menjadi sebuah pedoman untuk penerapan elektronik Procurement. Dimana sedikitnya kesalahan yang terjadi dalam proses pengadaan barang dan jasa, masyarakat semakin percaya terhadap pelayanan pemerintah, dan masyarakat akan merasa lebih mudah untuk melakukan tahapan atau proses dari lelang tersebut.

    Untuk Pemerintah:
    • untuk meminimalisasi suatu tindak Korupsi Kolusi dan Nepotisme, dimana untuk meningkatkan suatu efesiensi, transparansi dan efektifitas pada pengadaan barang dan jasa. Seiring berkembangnya teknologi, maka pada pengadaan barang dan jasa pemerintah.
    • untuk memperbaharui sistem administrasi pemerintah yang akan meningkatkan kualitas dari pelayanan dan meningkatkan pendapatan pemerintah.

    c. Bagaimana cara mempertimbangkan pemilihan penyedia layanan secara teori
    Karakteristik Penyelenggaraan Pelayanan Publik
    Privat Publik
    Sekunder Primer
    Adaptabilitas Sangat tinggi Rendah
    Sangat rendah
    Posisi tawar klien Sangat tinggi Rendah
    Sangat rendah
    Bentuk / tipe pasar Kompetisi Oligipoli
    Monopoli
    Locus control Klien Provider
    Pemerintah
    Sifat pelayanan Dikendalikan oleh klien Dikendalikan oleh Provider
    Dikendalikan oleh pemerintah
    Sumber : Ratminto (1999 : 7)

    1) Dalam pelayanan publik yang diselenggarakan oleh swasta, posisi klien sangat kuat (empowered), sebaliknya dalam pelayanan primer yang diselenggarakan oleh organisasi publik, pelayanan primer yang diselenggarakan oleh organisasi publik, posisi klien sangat lemah (powerless).
    2) Secara teoritis, kinerja pelayanan publik / pelayanan umum dan pelayanan administrasi pemerintahan / pelayanan perijinan dapat ditingkatkan dengan cara memberdayakan (empowering) klien. Hal ini sesuai dengan teori “exit” dan “voice” (Jones, 1994).

    Selain itu, secara teori pertimbangan dalam pemilihan penyedia layanan pengadaan barang dan jasa haruslah mengacu kepada peraturan yang berlaku.
    1) Efisien, yaitu pengadaan barang/jasa dilaksanakan dengan menggunakan dana dan daya seminimal mungkin untuk mencapai kualitas dan sasaran yang telah dalam waktu dan penggunaan dana yang telah ditetapkan untuk mencapai hasil yang maksimum;
    2) Efektif, yaitu pengadaan barang/jasa harus sesuai dengan kebutuhan dan sasaran yang telah ditetapkan serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya;
    3) Transparan, yaitu semua ketentuan dan informasi mengenai pengadaan barang/jasa bersifat jelas dan dapat diketahui secara luas oleh penyedia barang /jasa serta oleh masyarakat pada umumnya;
    4) Akuntabel, yaitu harus sesuai dengan aturan dan ketentuan yang terkait dengan pengadaan barang/jasa sehingga dapat dipertanggungjawabkan;
    5) Kerahasiaan, yaitu dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa Pemerintah secara elektronik, wajib menjaga kerahasiaan kode akses guna mencegah terjadinya penyalahgunaan;
    6) Terbuka, yaitu pengadaan barang/jasa dapat diikuti oleh penyedia barang/jasa yang memenuhi kriteria tertentu yang telah ditetapkan;
    7) Bersaing, yaitu pengadaan barang/jasa dilaksanakan melalui persaingan secara sehat diantara para peserta untuk memperoleh barang/jasa yang ditawarkan secara kompetitif dan tidak ada intervensi;
    8) Adil, yaitu memberikan perlakuan yang sama atau tidak diskriminatif terhadap semua calon penyedia barang/jasa dan tidak mengarah untuk memberi keuntungan kepada pihak tertentu, dengan cara dan/atau alasan apapun;
    9) Interoperabilitas, yaitu bahwa sistem aplikasi yang dibangun dapat diinstall pada semua Operating System Komputer; dan
    10) Jaminan keamanan data, yaitu bahwa lalu lintas data yang ada pada sistem aplikasi dijamin keamanannya dan jika sampai terjadi manipulasi data (perubahan/kerusakan) akan dapat diidentifikasi/mampu telusur (traceable).

    Jawaban l No. 5
    Diketahui informasi dari pengalaman satu proyek, waktu yang dibutuhkan (T) = 62 minggu, sedangkan variasi adalah 72. Berapakah kemungkinan proyek itu selesai 18 hari sebelum waktu normal pengerjaan proyek?
    Diketahui :
    Due date = 62 minggu
    Expected date = 18 hari = 3 minggu
    Variasi = 72
    Ditanya:
    Z=….????
    Jawab:
    Z= (Due date- Expected date)/op
    p =  Project varians
    =  72
    = 8.49

    Z= (62 – 3 minggu)/8,49
    = 59/8,49
    = 6,95>>> = 7
    >> Jadi kemungkinan proyek itu selesai dalam 18 hari sebelum waktu normal penerjaan proyek adalah 7 minggu

    Komentar oleh Azazi Karim | Februari 13, 2015 | Balas

  26. MANAJEMEN OPERASI
    UJIAN AKHIR SEMESTER ANGKATAN 19 KELAS PAGI
    Dosen: Dr. Johannes Simatupang, SE, M.Si
    Disusun Oleh : Nany Mawaddah, S.IP (P2C214050)

    Jasa atau layanan menjadi bagian penting dalam perekonomian modern, negara menerima pendapatan yang terus meningkat dari sektor layanan. Oleh karena itu , dari bahasan manajemen operasional, layanan menjadi bagian penting dalam operasi sehingga harus mendapat perhatian. Dalam kaitan ini dikenal sifat layanan yang mengkombinasikan berbagai unsur sebagaimana berikut.
    Keterlibatan Karyawan dan Tingkat Kastomisasi (customization)
    Jawab:
    Jasa sering dipandang sebagai suatu fenomena yang rumit. Kata “jasa” (service) itu sendiri mempunyai banyak arti, mulai dari pelayanan pribadi (personal service) sampai jasa sebagai suatu produk. Kotler (1994)(dikutip dalam Lupiyoadi, 2006; 6) mendefinisikan jasa sebagai berikut: “Setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain, pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun. Produksi jasa bisa berkaitan dengan produk fisik atau sebaliknya”. dapat ditarik kesimpulan bahwa didalam jasa selalu ada aspek interaksi antara pihak konsumen dan pihak produsen (jasa), meskipun pihak-pihak yang terlibat tidak selalu menyadari. Jasa bukan suatu barang, melainkan suatu proses atau aktivitas yang tidak berwujud. Kaitan antara keterlibatan karyawan dan tingkat kastomisasi adalah Kegiatan pelayanan berawal dari kebutuhan dan keinginan pelanggan, serta berakhir dengan kepuasan dan loyalitas pelanggan. Dalam hal ini karyawan wajib memahami siapa saja pelanggannya, preferensi, karakteristik, kebutuhan dan keinginan, gaya hidup, serta faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pola konsumsi mereka. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dalam hal ini perusahaan dituntut mampu memahami keinginan dan kebutuhan pelanggan.

    Sifat tindakan layanan dan Penerima Langsung layanan

    Jawab:

    Menurut Lovelock, Petterson & Walker dalam Tjiptono (2005) mengemukakan perspektif pelayanan sebagai sebuah sistem, dimana setiap bisnis jasa dipandang sebagai sebuah sistem yang terdiri atas dua komponen utama: (1) operasai jasa; dan (2) penyampaian jasa. Berdasarkan pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa pelayanan merupakan suatu bentuk sistem, prosedur atau metode tertentu diberikan kepada orang lain, dalam hal ini, kebutuhan pelanggan tersebut dapat terpenuhi sesuai dengan harapan atau keinginan pelanggan dengan tingkat persepsi mereka.
    Menurut Payne (2000) mengatakan bahwa layanan pelanggan terdapat pengertian:
    Segala kegiatan yang dibutuhkan untuk menerima, memproses, menyampaikan dan memenuhi pesanan pelanggan dan untuk menindak lanjuti setiap kegiatan yang mengandung kekeliruan.
    Ketepatan waktu dan reabilitas penyampaian produk dan jasa kepada pelanggan sesuai dengan harapan mereka.
    Serangkaian kegiatan yang meliputi semua bidang bisnis yang terpadu untuk menyampaikkan produk dan jasa tersebut sedemikian rupa sehingga dipersepsikan memuaskan oleh pelanggan dan yang merealisasikan pencapaian tujuan-tujuan perusahaan.
    Total pesanan yang masuk dan seluruh komunikasi dengan pelanggan.
    Penyampaian produk kepada pelanggan tepat waktu dan akurat dengan tidak lanjut tanggapan keterangan yang akurat. Disamping itu adanya suatu sistem pelayanan yang baik terdiri dari tiga elemen, yakni:
    Strategi pelayanan, suatu strategi untuk memberikan layanan dengan mutu yang sebaik mungkin kepada para pelanggan.
    Sumber daya manusia yang memberikan layanan.
    Sistem pelayanan, prosedur atau tata cara untuk memberikan layanan kepada para pelanggan yang melibatkan seluruh fasilitas fisik yang memiliki dan seluruh sumber daya manusia yang ada.
    Dalam penetapan sistem pelayanan mencakup strategi yang dilakukan, dimana pelayanan yang diberikan kepada pelanggan dapat merasakan langsung, agar tidak terjadi distorsi tentang suatu kepuasan yang akan mereka terima. Sementara secara spesifik adanya peranan pelayanan yang diberikan secara nyata akan memberikan pengaruh bagi semua pihak terhadap manfaat yang dirasakan pelanggan.

    Sifat penyampaian jasa dan hubungan antara organisasi penyedia jasa (provider) dan pelanggannya.

    Jawab:
    Thery dalam Toha (1996) menggolongkan lima unsur pelayanan yang memuaskan, yaitu merata dan sama, diberikan tepat pada waktunya, memenuhi jumlah yang dibutuhkan, berkesinambungan, dan selalu meningkatkan kualitas serta pelayanan (proggresive service). Setiap orang mengharapkan pelayanan yang unggul, yaitu suatu sikap atau cara pegawai dalam melayani pelanggan secara memuaskan. Pelayanan publik yang profesional, artinya pelayanan publik yang dicirikan oleh adanya akuntabilitas dan responsibilitas dari pemberi layanan (aparatur pemerintah) yang efektif dalam pencapaian tujuan dan sasaran.
    Bila jasa/layanan yang diterima (perceived service) sesuai dengan yang diharapkan, maka kualitas jasa/layanan yang dipersepsikan baik dan memuaskan. Jika jasa yang diterima melampaui harapan pelanggan, maka kualitas jasa dipersepsikan sebagai kualitas yang ideal. Sebaliknya bila jasa/layanan yang diterima lebih rendah dari pada diharapkan, maka kualitas/layanan akan dipersepsikan buruk. Dengan demikian, baik atau buruknya kualitas jasa/layanan tergantung kepada kemampuan penyedia jasa dalam memenuhi harapan pelanggan secara konsisten dan berakhir pada persepsi pelanggan. Ini berarti bahwa citra kualitas yang baik bukanlah berdasarkan sudut pandang penyelenggara, tetapi harus dilihat dari sudut pandang atau persepsi pelanggan.
    Sebagaimana dalam operasi barang, operasi layanan juga mempertimbangkan daya saing sehingga strategi apapun yang dilakukan juga harus menopang daya saing layanan yang dihasilkan.
    Apa yang dimaksud dengan daya saing

    Jawab:
    Daya saing perusahaan dapat diartikan sebagai kemampuan suatu perusahaan menguasai, meningkatkan dan mempertahankan suatu posisi pasar atau dapat juga diartikan sebagai kemampuan suatu perusahaan mengatasi perubahan dan persaingan pasar dalam memperbesar dan mempertahankan keuntungannya (profitabilitas), pangsa pasar, dan/atau ukuran bisnisnya (skala usahanya). Sementara itu pendapat lain mengungkapkan bahwa daya saing adalah berbagai kondisi, faktor dan sumber daya yang ada dalam suatu perusahaan yang dapat digunakan untuk mengembangkan perusahaan sehingga memiliki keunggulan lebih dibanding perusahaan lain yang sejenis. (Council of Competitiveness, Washington, DC, 2006) mengatakan bahwa “daya saing adalah Kapasitas bangsa untuk menghadapi tantangan persaingan pasar internasional dan tetap menjaga atau meningkatkan pendapatan riil-nya.” Berdasarkan pendapat di atas, secara keseluruhan maka dapat disimpulkan bahwa daya saing adalah suatu kemampuan perusahaan untuk bisa bersaing dengan perusahaan lain untuk mendapatkan simpatik atau pangsa pasar dari produk yang ditawarkan oleh perusahaan, baik itu berupa barang ataupun jasa sehingga konsumen menjadi percaya dan menjadikan praduk barang ataupun jasa tersebut menjadi pilihan konsumen unruk memakainya atau untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
    Jelaskan ke tiga strategi yang berkaitan untuk membangun daya saing layanan

    Jawab:

    Konsep daya saing perusahaan menunjukkan posisi strategis dari suatu perusahaan bila dibandingkan dengan perusahaan lain yang memiliki pasaran (pelanggan atau pembeli) yang sama. Perusahaan saling bersaing memperebutkan pasaran dengan menggunakan kiat-kiat atau strategi tertentu. Agar memiliki daya saing tersebut, maka terdapat 3 (tiga) strategi yang berkaitan diantaranya adalah:
    Persaingan Melalui Diferensiasi
    Strategi ini memanfaatkan kekhasan model atau keunikan serta kualitas terbaik yang tidak terdapat di perusahaan lain sehingga mampu menarik pembeli atau pelanggan.
    Persaingan Melalui Biaya
    Strategi ini lebih memusatkan perhatian untuk merebut pasaran dengan harga murah melalui pengurangan biaya produksi.
    Persaingan Melalui Respons
    Strategi ketiga adalah respons. Respons seringkali diangap sebagai respons yang fleksibel, tetapi juga merujuk pada respons yang dapat diandalkan dan cepat. Respons dapat didefinisikan sebagai keseluruhan rentang nilai terkait dengan pengembangan dan pengiriman produk yang tepat waktu, selain itu juga penentuan jadwal yang terpercaya dan kinerja yang fleksibel. Respons yang fleksibel dapat dianggap sebagai kemampuan untuk menyesuaikan perubahan dalam sebuah pasar dimana inovasi desain dan volume berfluktuasi secara substansial.

    Berikan contoh penjelasan (a dan c) di dalam industri penerbangan.
    Jawab:

    Keberhasilan daya saing maskapai penerbangan seperti Southwest Airlines, Alaska,dan JetBlue yang konsisten menerapkan strategi layanan dalam membangun daya saing. Southwest melakukan hal ini dengan memenuhi kebutuhan akan penerbangan dengan biaya murah dan jarak pendek. Pada Industri penerbangan, tiga dari empat perusahaa penerbangan di AS yang mencatatkan diri sebagai yang terbaik dalam hal pelayanan pelanggan. Perusahaan-perusahaan penerbangan yang bertarif murah, satu-satunya yang berbeda dari empat besar tersebut adalah hanya Alaska. Virgin Atlantic Airways mendorong strategi yang menawarkan lebih banyak keramah tamahan dan pelayanan yang lebih baik untuk tiket kelas bisnis maupun kelas ekonomi, dan tetap berjuang disaat perusahaan lain menghadapi kesulitan. Setelah menambah layanan dan bangku kelas bisnis, maskapai penerbangan ini dilaporkan mengalami kenaikan penjualan tiket bisnis. Sementara itu Singapore Airlines yang juga merupakan salah satu perusahaan penerbangan yang secara konsisten meraih keuntungan sepanjang beberapa dekade belakangan, yang dalam banyak hal disebabkan karena reputasinya dalam memberikan pelayanan yang prima. Selain itu juga Singapore Airlines dan Virgin keduanya mampu menawarkan produk jasa yang lebih untuk setiap rute penerbangan yang meliputi rute-rute yang sama dengan para pesaing, dengan meyakini pada suatu ide bahwa jasa penerbangan merupakan komoditi dan orang tidak mau membayar yang lebih untuk setiap penambahan jasa pelayanan yang didapatkan.
    Senada dengan penjelasan di atas, jika melirik ke dalam negeri srategi dalam meningkatkan daya saing layanan juga diterapkan oleh PT. Garuda IndonesiaStrategi pengembangan produk dan pasar yang dilakukan oleh Garuda Indonesia adalah dengan market development, dimana channel online disini digunakan untuk melakukan transaksi penjualan ke pasar baru, memperoleh keuntungan dari rendahnya biaya advertising secara internasional tanpa membutuhkan dukungan infrastruktur penjualan dari wilayah pelanggan. Penggunaan internet disini sangat membantu Garuda Indonesia untuk memasuki pasar baru yang diberikan oleh rute mereka dengan alokasi biaya yang lebih efektif.
    Strategi diferensiasi juga diterapkan oleh PT. Garuda Indonesia. Diferensiasi merupakan tindakan merangkat seperangkat perbedaan yang berarti untuk membedakan penawaran perusahaan dibandingkan penawaran pesaing. Diferensiasi terdiri dari diferensiasi produk, diferensiasi pelayanan, diferensiasi personal, diferensiasi saluran dan diferensiasi citra. Diferensiasi produk terdiri dari bentuk, pernik-pernik, kualitas, kehandalan, mudah diperbaiki gaya dan rancangan. Diferensiasi pelayanan meliputi mudah pemesanan, instalasi pelatihan pelanggan, konsultasi pelanggan, pemeliharaan dan perbaikan, dan pelayanan lainnya. Garuda Indonesia menggunakan strategi diferensiasi pelayanan untuk meraih kesuksesannya. Iklan Garuda Indonesia untuk menggambarkan pelayanan yang menyenangkan dengan “e-travel”.

    Dalam pengelolaan proyek, dikenal berbagai tahapan pengelolaan mulai dari perencanaan, penskedulan, dan penyusunan biaya.
    Dalam pembuatan skedul dikenal berbagai pendekatan yaitu: 1) Gantt Chart, 2) Critical Path Method (CPM) dan Program Evaluation and Review (PERT). Jelaskan prinsip pendekatan ini secara ringkas.
    Jawab:

    Gant Chart
    Gantt Chart sering disebut sebagai bagan balok yang merupakan salah satu metode penjadwalan paling umum digunakan dalam proyek-proyek yang ada. Heizer, Jay dan Render, Barry (2008),yang dialih-bahasakan oleh Chriswan Sungkono (2010,90),menyatakan bahwa“Gantt chart adalah sebuah contoh teknik nonmatematis yang digunakan secara luas dan populer di kalangan manajer karena sifatnya sederhana dan visual”. Gantt Chart diperkenalkan oleh pertama kali diperkenalkan oleh Henry L. Gantt pada tahun 1916. Pada bagan Gant ini, menyajikan elemen-elemen kegiatan dari suatu proyek, yang tersusun secara vertikal (berdasarkan kronologis waktu pelaksanaan proyek) dan dalam arah horizontal menggunakan skala waktu proporsional pada penjadwalannya, sehingga tampak lebih mudah dalam visualisasi untuk melihat dan mengendalikan proyek dalam prosesnya di lapangan.
    Gantt Chart merupakan teknik penjadwalan proyek yang paling populer digunakan oleh manajer, dibandingkan dengan metode-metode yang lebih kompleks dalam mengalokasikan sumber daya proyek dalam penyusunannya Menurut Eddy Herjanto (2008,358), hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan Gantt Chart adalah sebagai berikut:
    Semua aktivitas telah selesai dianalisis sebelumnya.
    Urutan kinerjanya telah diperhitungkan.
    Perkiraan waktu telah tercatat sebelumnya
    Keseluruhan waktu proyek telah ditentukan.
    Akan tetapi terdapat 2 kelemahan Gant Chart yang harus diketahui diantaranya :
    Tidak secara langsung menunjukkan hubungan antar kegiatan, sehingga hal yang sulit diidentifikasi adalah pengaruh keterlambatan pada suatu aktivitas terhadap aktivitas lain yaang akan dilakukan selanjutnya.
    Tidak menunjukkan deskripsi aktivitas-aktivitas kritis, sehingga otomatis semua aktivitas dalam proyek akan berstatus kritis.

    Critical Path Method (CPM)
    Menurut Roger G. Schroeder (2000:293), pengertian metode jalur kritis adalah metode berdasarkan jaringan yang menggunakan keseimbangan waktu-biaya linier. Tiap kegiatan daapt diselesaikan lebih cepat dari waktu normalnya dengan cara memintas kegiatan untuk sejumlah biaya tertentu. Dengan demikian jika waktu penyelesaianproyek tidak memuaskan, beberapa kegiatan tertentu dapat dipintas untuk dapat menyelesaikan proyek dengan waktu yang lebih sedikit.
    CPM (Critical Path Method) adalah teknik menajemen proyek yang menggunakan hanya satu factor waktu per kegiatan. Merupakan jalur tercepat untuk mengerjakan suatu proyek, dimana setiap proyek yang termasuk pada jalur ini tidak diberikan waktu jeda/istirahat untuk pengerjaannya. Dengan asumsi bahwa estimasi waktu tahapan kegiatan proyek dan ketergantungannya secara logis sudah benar. Jalur kritis berkonsentrasi pada timbal balik waktu dan biaya. Jalur kritis merupakan jalur yang terdiri dari kegiatan-kegiatan yang bila terlambat akan mengakibatkan keterlambatan penyelesaian proyek.
    Langkah-langkah dalam perencanaan proyek menggunakan metode CPM :
    1. Tentukan rincian kegiatan.
    Dari rincian kegiatan yang harus dilakukan dalam sebuah proyek, tambahkan informasi durasi dan identifikasikan prasyarat kegiatan sebelumnya yang harus terselesaikan terlebih dahulu.
    Tentukan urutan kegiatan dan gambarkan dalam bentuk jaringan.
    Beberapa kegiatan akan dapat dimulai dengan sangat tergantung pada penyelesaian kegiatan lain. Relasi antar kegiatan ini harus diidentifikasi dan digambarkan secara berurutan dalam bentuk titik dan busur.
    Susun perkiraan waktu penyelesaian untuk masing-masing kegiatan.
    Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap kegiatan dapat diestimasi dengan menggunakan pengalaman masa lalu atau perkiraan dari para praktisi. CPM tidak memperhitungkan variasi waktu penyelesaian, sehingga hanya satu perkiraan yang akan digunakan untuk memperkirakan waktu setiap kegiatan.
    Identifikasi jalur kritis (jalan terpanjang melalui jaringan).
    Jalur kritis adalah jalur yang memiliki durasi terpanjang yang melalui jaringan. Arti penting dari jalur kritis adalah bahwa jika kegiatan yang terletak pada jalur kritis tersebut tertunda, maka waktu penyelesaian proyek secara keseluruhan otomatis juga akan tertunda. Pada jalur selain jalur kritis, akan ditemui waktu longgar/waktu toleransi (slack time) yaitu sejumlah waktu sebuah kegiatan dapat ditunda tanpa menunda penyelesaian proyek secara keseluruhan. Update Diagram CPM. Pada saat proyek berlangsung, waktu penyelesaian kegiatan dapat diperbarui sesuai dengan diperolehnya informasi dan asumsi baru. Sebuah jalur kritis baru mungkin akan muncul, dan perubahan bentuk jaringan sangat mungkin harus dilakukan.

    Project Evaluation and Review Technique (PERT)
    PERT (menurut Setianingrum, 2011) adalah suatu alat manajemen proyek yang digunakan untuk melakukan penjadwalan, mengatur dan mengkoordinasikan bagian-bagian pekerjaan yang ada di dalam suatu proyek. PERT juga merupakan suatu metode yang bertujuan untuk mengurangi adanya penundaan kegiatan (proyek, produksi, dan teknik) maupun rintangan dan perbedaan-perbedaan, mengkoordinasikan dan menyelaraskan berbagai bagian sebagai suatu keseluruhan pekerjaan dan mempercepat selesainya proyek-proyek. Menurut (Jay Heizer & Barry Render, 2005), dalam jaringan PERT kita menetapkan tiga perkiraan waktu (three times estimates) untuk masing-masing jaringan aktivitas. Three times estimates meliputi:
    Waktu optimis (optimistic time) (a) : adalah waktu terpendek kejadian yang Mungkin terjadi. Waktu yang dibutuhkan oleh sebuah kegiatan jika semua hal berlangsung sesuai rencana.
    Waktu pesimis ( pessimistic time) (b) : waktu terpanjang kejadian yang dibutuhkan. Waktu yang dibutuhkan sebuah kegiatan dengan asumsi kondisi yang ada sangat tidak diharapkan.
    Waktu realistis (most likely time) (m) : waktu yang paling tepat untuk penyelesaian aktivitas dalam jaringan PERT, merupakan waktu yang paling sering terjadi jika suatu aktivitas diulang beberapa kali.
    Proyek yang kompleks menggunakan metode PERT, maka akan diketahui:
    Kapan proyek akan selesai
    Bagaimana urut-urutan pekerjaan, kapan mulainya dan kapan selesainya
    Pekerjaan mana yang paling lama
    Pekerjaan mana yang tertunda
    Pekerjaan mana yang dapat perhatian khusus

    Kelebihan dan Keterbatasan PERT Menurut (Jay Heizer & Barry Render, 2005), kelebihan PERT :
    Sangat berguna terutama saat menjadwalkan dan mengendalikan proyek besar.
    Konsep yang lugas atau secara langsung (straightforward) dan tidak memerlukan perhitungan matematis yang rumit.
    Jaringan grafis membantu melihat hubungan antar kegiatan secara cepat.
    Analisis jalur kritis dan waktu slack membantu menunjukkan kegiatan yang perlu diperhatikan lebih dekat.
    Dokumentasi proyek dan gambar menunjukkan siapa yang bertanggung jawab untuk kegiatan yang beragam.
    Dapat diterapkan untuk proyek yang bervariasi.
    Berguna dalam mengawasi jadwal dan biaya.

    Menurut (Jay Heizer & Barry Render, 2005), keterbatasan dalam PERT :
    Kegiatan proyek harus ditentukan secara jelas, dan hubungannya harus bebas dan stabil.
    Hubungan pendahulu harus dijelaskan dan dijaringkan bersama-sama.
    Perkiraan waktu cenderung subjektif dan bergantung pada kejujuran para manajer yang takut akan bahaya terlalu optimistis atau tidak cukup pesimistis.

    Jelaskan arti ungkapan Highly Visible Responsible dan apa syarat bagi seorang manajer proyek, jelaskan dengan memberikan contoh.

    Jawab:
    Highly Visible Responsible dalam hal ini mengandung arti bahwa seorang manajer proyek harus memiliki visibilitas yang tinggi dalam suatu perusahaan dan betanggung jawab dalam memastikan bahwa:
    semua aktivitas-aktivitas yang diperlukan selesai dalam urutan yang benar dan tepat waktu
    proyek sesuai dengan anggaran
    proyek memenuhi tujuan terkait kualitas
    orang yang ditugaskan pada proyek menerima motivasi, arahan, dan informasi yang diperlukan untuk melakukan pekerjaannya.
    Adapun syarat yang harus dimiliki oleh seorang manajer proyek adalah:
    Manajer proyek harus menjadi pelatih dan komunikator yang baik
    Mampu mengorganisisr aktivitas-aktivitas dari berbagai disiplin ilmu.
    Memiliki pengalaman dan kompetensi yang sesuai dengan proyek yang sedang dikelola
    Memiliki komitmen yang tinggi untuk meraih tujuan serta keberhasilan proyek
    Mampu membuat perencanaan dalam jangka panjang dan jangka pendek
    Memiliki kepercayaan yang tinggi kepada para profesional terlatih untuk menerima pekerjaan-pekerjaan yang didelegasikan kepadanya
    Contoh:
    Sebagai contoh yaitu ketika seorang manajer proyek dihadapi masalah-masalah etis. Dalam hal ini, manajer proyek bukan hanya dituntut memiliki visibilitas yang tinggi, akan tetapi juga mampu menghadapi masalah etis sehari-harinya. Bagaimana tindakan mereka membentuk suatu pedoman perilaku untuk dapat dipatuhi dalam pengerjaan proyek. Manajer proyek terkadang berurusan dengan (1) penawaran hadiah dari kontraktor, (2) tekanan untuk mengubah laporan status untuk menutupi kenyataan penundaan, (3) laporan palsu untuk pembebanan waktu dan pengeluaran, (4) tekanan untuk mengompromikan kualitas agar memperoleh bonus atau menghindari penalti terkait dengna jadwal. Hal yang dapat dilakukan adalah dengna menerapkan kode etis dari Project Management Institute, yaitu dengan cara mencoba membentuk standar. Kode-kode tersebut perlu disandingkan dengan kepemimpinan yang baik dan sebuah budaya organisasi yang kuat, dengan standar dan nilai etik yang melekat sehingga daapt dipatuhi oleh unsur yang terkait dalam suatu proyek.

    Pengadaan barang dan jasa untuk instansi pemerintahan sekarang ini harus dilakukan secara online. Pelaksanaannya membutuhkan sarana dan prasarana yang menoang (supporting Service) sehingga dapat dimungkinkan bagaimana pengadaan barang dan jasa secara online dilakukan . Dalam kaitan ini jelaskan hal berikut.

    Apa yang dimaksud dengan pengadaan barang dan jasa secara online

    Jawab:

    E-procurement adalah sistem pengadaan barang dan jasa yang memanfaatkan teknologi informasi. Teknologi informasi digunakan untuk melakukan pengolahan data penggadaan hingga ke proses pembuatan laporan. E-procurement merupakan istilah umum diterapkan pada penggunaan sistem yang terintegrasi antara database dengan area yang luas (biasanya berbasis web) jaringan sistem komunikasi disebagian atau seluruh proses pembelian. Proses pengadaan meliputi identifikasi kebutuhan awal dan spesifikasi oleh pengguna, melalui pencarian, sumber dan tahap negosiasi kontrak, pemesanan dan termasuk mekanisme yang meregistrasi penerimaan, pembayaran dan sebagai pendukung evaluasi pasca pengadaan.

    Apa manfaat daripada pengadaan barang dan jasa secara online baik kepada pelaksana maupun kepada pemerintah dan perekonomian

    Jawab:

    Keuntungan diterapkannya e-procurement ini terletak pada dua kategori umum, yaitu: efektifitas dan efisiensi. Efisiensi e-Procurement ini dilihat dari rendahnya biaya pengadaan (procurement), cepatnya waktu siklus, mengurangi maverick (pengadaan barang dan jasa yang tidak teridentifikasi), dan integrasi dari fungsi pengadaan yang lebih rekat dengan key back office system sehingga dapat mengurangi waktu administrasi. Sedangkan efektifitas e-procurement dapat dilihat dari meningkatnya pengontrolan pada rantai persediaan dan keputusan pembelian persediaan dengan kualitas yang lebih baik.
    Menurut Seth Miller dalam artikelnya keuntungan utama e-procurement meliputi menghemat uang, waktu, dan beban kerja tambahan yang normalnya berhubungan dengan pekerjaan tulis-menulis. Proses pengadaan konvensional biasanya melibatkan banyak pemrosesan kertas-kertas, yang mana menghabiskan sejumlah besar waktu dan uang. Keuntungan e-procurement tidak hanya meliputi penghematan uang tetapi juga penyederhanaan keseluruhan proses. Rencana-rencana yang optimal dapat dikomunikasikan dengan cepat kepada pemasok-pemasok, oleh karena itu dapat mengurangi biaya dan pemborosan yang biasanya terdapat dalam supply chain. Keuntungan e-procurement meliputi pengurangan biaya overhead seperti pembelian agen, juga peningkatan kendali inventori, dan keseluruhan peningkatan siklus manufaktur. Sistem e-procurement membantu perusahaan-perusahaan mengkonsolidasikan data tentang pengadaan bermacam-macam barang baik secara langsung maupun tidak langsung.

    Bagaimana cara mempertimbangkan pemilihan penyedia layanan secara teori.

    Jawab:
    Sesuai ketentuan dalam Perpres No.54 Tahun 2010, pemilihan penyedia barang/pekerjaan konstruksi/jasa lainnya dilakukan dengan cara:
    Pemilihan Penyedia Barang/Jasa Lainnya dilakukan dengan:
    Pelelangan yang terdiri atas Pelelan Umum dan Pelelangan Sederhana;
    Penunjukan Langsung;
    Pengadaan Langsung; atau
    Kontes/Sayembara.
    Pemilihan Penyedia Pekerjaan Konstruksi dilakukan dengan:
    Pelelangan Umum;
    Pelelangan Terbatas;
    Pemilihan Langsung;
    Penunjukan Langsung; atau
    Pengadaan Langsung.
    Sedangkan pengadaan untuk jasa konsultansi dilakukan melalui cara Seleksi Sederhana, Penunjukan Langsung, Pengadaan Langsung, Sayembara. Adapun pengertian metode pemilihan penyedia barang/jasa di atas adalah sebagai berikut :
    Pelelangan Umum. Yaitu metode pemilihan Penyedia Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya untuk semua pekerjaan yang dapat diikuti oleh semua Penyedia Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya yang memenuhi syarat.
    Pelelangan Sederhana. Yaitu metode pemilihan Penyedia Barang/Jasa Lainnya untuk pengadaan yang tidak kompleks dan bernilai paling tinggi Rp200.000.000,-(dalam draft perubahan Perpres 54 Tahun 2010 tanggal 28 Maret 2012 nilainya paling tinggi Rp5.000.000.000).
    Pelelangan Terbatas. Yaitu metode pemilia Pekerjaan Konstruksi untuk Pekerjaan Konstruksi dengan jumlah Penyedia yang mampu melaksanakan diyakini terbatas dan untuk pekerjaan yang kompleks. Pekerjaan yang Kompleks adalah pekerjaan yang memerlukan teknologi tinggi, mempunyai risiko tinggi, menggunakan peralatan yang didesain khusus dan/atau pekerjaan yang bernilai diatas Rp100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah).
    Pemilihan Langsung. Dalam hal metode pelelangan umum atau pelelangan terbatas dinilai tidak efisien dari segi biaya pelelangan, maka pemilihan penyedia barang/jasa dapat dilakukan dengan metode pemilihan langsung, yaitu dilakukan dengan membandingkan sebanyak-banyaknya penawaran, sekurang¬kurangnya 3 penawaran dari penyedia barang/jasa yang telah lulus prakualifikasi serta dilakukan negosiasi baik teknis maupun biaya serta harus diumumkan minimal melalui papan pengumunan resmi untuk penerangan umum dan bila memungkinkan melalui internet (pemilihan Penyedia Pekerjaan Konstruksi untuk pekerjaan yang bernilai paling tinggi Rp200.000.000,00 (dalam draft perubahan Perpres 54 Tahun 2010 tanggal 28 Maret 2012 nilainya paling tinggi Rp5.000.000.000)).
    Penunjukan Langsung. Yaitu metode pemilihan Penyedia Barang/Jasa dengan cara menunjuk langsung 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa. Dalam keadaan tertentu dan keadaan khusus pemilihan penyedia barang/jasa dapat dilakukan dengan cara penunjukan langsung terhadap 1 (satu) penyedia barang/jasa dengan cara melakukan negosiasi baik teknis maupun biaya sehingga diperoleh harga yang wajar dan secara teknis dapat dipertanggungjawabkan.
    Pengadaan Langsung. Yaitu pengadaan Barang/Jasa langsung kepada Penyedia barang/Jasa, tanpa melalui Pelelangan/Seleksi/Penunjukan Langsung dan dapat dilakukan terhadap Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya yang bernilai paling tinggi Rp100.000.000,-(dalam draft perubahan Perpres 54 Tahun 2010 tanggal 28 Maret 2012 nilainya paling tinggi Rp200.000.000)
    Kontes/Sayembara. Kontes/Sayembara dilakukan khusus untuk pemilihan Penyedia Barang/Jasa Lainnya yang merupakan hasil Industri kreatif, inovatif dan budaya dalam negeri.
    Sedangkan khusus untuk pemilihan penyedia jasa konsultansi melalui negosiasi teknis dan biaya sehingga diperoleh harga yang sesuai dengan harga pasar dan secara teknis dapat dipertanggungjawabkan. Pemilihan Penyedia Jasa Konsultansi pada prinsipnya dilakukan melalui Seleksi Umum. Dalam keadaan tertentu pemilihan Penyedia Jasa Konsultansi dapat dilakukan melalui Seleksi Sederhana, Penunjukan Langsung, Pengadaan Langsung, Sayembara.
    Seleksi Umum; merupakan metode pemilihan penyedia jasa konsultansi yang daftar pendek pesertanya dipilih melalui proses prakualifikasi secara terbuka yaitu diumumkan secara luas sekurang-kurangnya di website K/D/L/I, dan papan pengumuman resmi masyarakat serta Portal Pengadaan Nasional melalui LPSE, sehingga masyarakat luas dan dunia usaha yang berminat serta memenuhi kualifikasi dapat mengikutinya;
    Seleksi Sederhana; merupakan metode yang dilakukan terhadap Pengadaan Jasa Konsultansi dalam hal Seleksi Umum dinilai tidak efisien dari segi biaya seleksi, dilakukan untuk pengadaan Jasa Konsultansi yang bersifat sederhana dan bernilai paling tinggi Rp200.000.000,-dengan diumumkan paling kurang di website K/L/D/I dan papan pengumuman resmi untuk masyarakat serta Portal Pengadaan Nasional melalui LPSE, sehingga masyarakat luas dan dunia usaha yang berminat dan memenuhi kualifikasi dapat mengikutinya.
    Penunjukan Langsung; dilaksanakan dikarenakan keadaan tertentu dan keadaan khusus, pemilihan penyedia jasa konsultansi dapat dilakukan dengan menunjuk satu penyedia jasa konsultansi yang memenuhi kualifikasi dan dilakukan negosiasi baik dari segi teknis maupun biaya sehingga diperoleh biaya yang wajar dan secara teknis dapat dipertanggungjawabkan.
    Pengadaan Langsung; dilakukan terhadap Pengadaan Jasa Konsultansi yang memiliki karakteristik merupakan kebutuhan operasional K/L/D/I, dan atau bernilai paling tinggi Rp50.000.000,-. Pengadaan dilaksanakan oleh 1 Pejabat Pengadaan. Pengadaan Langsung tidak digunakan sebagai alasan untuk memecah paket pengadaan menjadi beberapa paket dengan maksud untuk menghindari Seleksi.
    Sayembara; dilakukan terhadap Pengadaan Jasa Konsultansi yang memiliki karakteristik merupakan proses dan hasil dari gagasan, kreatifitas, inovasi dan metode pelaksanaan tertentu, tidak dapat ditetapkan berdasarkan Harga Satuan. Persyaratan administratif bagi Penyedia Jasa Konsultansi yang akan mengikuti Sayembara ditetapkan oleh ULP/Pejabat Pengadaan yang dapat lebih mudah dari pada Persyaratan Penyedia Barang/Jasa secara umum. Persyaratan dan metode evaluasi teknis ditetapkan oleh ULP/Pejabat Pengadaan setelah mendapat masukan dari tim yang ahli dibidangnya, sedangkan pelaksanaan evaluasi dilakukan oleh tim yang ahli di bidangnya.
    Adapun prinsip-prinsip yang harus diterapkan dalam pemilihan penyedia layanan adalah: Kesederhanaa, Reliabilitas, tanggung jawab dari petugas pelayanan, kecakapan para petugas pelayanan, pendekatan kepada pelanggan dan kemudahan kontak pelanggan dengna petugas layanan, keramahan, keamanan, efisien dan ekonomis. Sementara itu prinsip-prinsip dasar pengadaan barang/jasa pemerintah adalah, efisien, terbuka dan bersaing, transparan, adil/tidak diskriminatif, dan akuntabel.
    Diketahui informasi dari pengalaman satu proyek, waktu yang dibutuhkan (T) = 62 minggu, sedangkan variasi adalah 72. Berapakah kemungkinan proyek itu selesai 18 hari sebelum waktu normal pengerjaan proyek?
    Jawab:
    Diket: Due date = 62 minggu
    Expected date = 18 hari = 3 minggu
    Project Variance = 72
    Ditanya: Z ?
    Jawab :
    Z= (Due date-Expected Completion Date)/σp
    σp= √(Project Varians)
    σp= √72 = 8,48
    Z= (62- 3) / 8,48
    = 6,95 >> dibulatkan
    = 7
    Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa probabilitas dari penyelesaian proyek 18 minggu sebelum waktu normal pengerjaan proyek adalah kira-kira 7 hari.

    Komentar oleh nani mawadah | Februari 13, 2015 | Balas

  27. TUGAS MANAJEMEN OPERASI
    UJIAN AKHIR SEMESTER GANJIL ANGKATAN 19 KELAS PAGI
    Dosen : Dr. Johannes Simatupang, SE, M.Si
    Disusun Oleh :
    Eni Oktaviani (P2C214044)
    Jawaban :
    1. Sifat layanan yang mengkombinasikan berbagai unsur sebagaimana berikut:
    a. Berdasarkan Tingkat Kastomisasi (customization) dan keputusan dalam penyampaian jasa, kelompok jasa yang ditinjau dari segi rendahnya keseragaman atau lebih terbiasa secara umum dari jasa yang disajikan menurut pihak penyedia jasa maupun pelanggan dikaitkan dengan tinggi rendahnya penilaian, tanggapan, pendapat atau pertimbangan dari pihak pelanggan terhadap jasa yang disediakan.
    b. Berdasarkan sifat tindakan jasa (the nature of the service act) merupakan jasa yang sifat penyampaian nya dapat berhubungan dengan tubuh atau pikiran dari pihak penerima jasa serta juga dapat berkaitan dengan benda atau kekayaan dan kepentingan lainnya dari pihak penerima jasa.
    c. Berdasarkan metode penyampaian (methode of service delivery), kelompok jasa yang ditinjau dari cara interaksi antara pelanggan dengan penyedia jasa dikaitakan dengan banyaknya tempat yang disediakan oleh pihak penyedia layanan.
    2. Operasi layanan juga mempertimbangkan daya saing sehingga strategi apapun yang dilakukan juga harus menopang daya saing layanan yang dihasilkan.
    a) Daya saing adalah suatu kemampuan perusahaan untuk bisa bersaing dengan perusahaan lainny untuk mendapatkan simpatik atau pangsa pasar dari produk yang ditawarkan oleh perusahaan, baik itu berupa barang ataupun jasa sehingga konsumen menjadi percaya dan menjadikan praduk barang ataupun jasa tersebut menjadi pilihan konsumen unruk memakainya atau untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
    b) Jelaskan ke tiga strategi yang berkaitan untuk membangun daya saing layanan :
    1. Persaingan melalui differensiasi :
    Differensiasi dikait kan dengan keunikan. Sebuah kesempatan yang dimiliki perusahaan untuk menciptakan keunikan tidak berada pada suatu fungsi atau aktivitas tertentu tetapi bila muncul pada hampir semua yang dilakukan oleh perusahaan. Differensiasi dianggap sebagai hal di luar karakteristik fisik dan atribut jasa untuk mencakup segala hal tentang produk atau jasa yang mempengaruhi nilai yang diperoleh oleh pelanggan. Dalam sector jasa, salah satu pilihan untuk memperluas differensiasi produk adalah melalui sebuah pengalaman
    2. Persaingan Melalui biaya :
    Salah satu strategi yang dilakukan adalah strategi berbiaya rendah, yang mana menggunakan sumber daya financial secara efektif.
    3. Persaingan melalui respons :
    Respon sering kali dianggap sebagai respon yang fleksibel, tetapi juga merujuk pada respons yang dapat diandalkan dan cepat. Respons di defenisikan sebagai keseluruhan rentang nilai terkait dengan pengembangan dan pengiriman produk yang tepat waktu, selain juga penentuan jadwal yang terpercaya dan kinerja yang fleksibel. Respon yang fleksibel dapat dianggap sebagai kemampuan untuk menyesuaikan perubahan dalam sebuah pasar dimana inovasi desain dan volume berfluktuasi secara substansial.
    c) Berikan contoh penjelasan (a dan c) di dalam industri penerbangan.
    Maskapai penerbangan yang terdepan di Asia ini didirikan dengan impian untuk membuat semua orang dapat terbang dengan pesawat. Sejak 2001, AirAsia telah dengan mulus mendobrak norma bepergian keliling dunia dan telah meningkatkan posisinya menjadi yang terbaik di dunia. Dengan jaringan rute yang membentang di lebih dari 20 negara, AirAsia terus membangun jalur menuju penerbangan berbiaya hemat dengan solusi inovatif kami, proses yang efisien dan pendekatan kami terhadap dunia bisnis yang penuh dengan semangat. Bersama dengan perusahaan rekanan kami AirAsia X, Thai AirAsia dan Indonesia AirAsia, AirAsia siap membawa konsep terbang dengan biaya hemat ke level yang baru dengan slogan kami: “Sekarang Siapapun Bisa Terbang (Now Everyone Can Fly)” Indonesia Air Asia sebelumnya bernama AWAIR; Air Wagon International) adalah sebuah maskapai penerbangan berbiaya rendah yang berbasis di Indonesia. Indonesia AirAsia adalah rekan maskapai AirAsia, maskapai penerbangan berbiaya rendah dari Malaysia, di Indonesia. Indonesia AirAsia didirikan pada September 1999 dengan nama PT. AWAIR International. Mereka memulai penerbangan berjadwal ke beberapa kota di Indonesia pada tahun 2000, yang kemudian diikuti pembukaan penerbangan ke luar negeri (Singapura). Persaingan yang ketat di sektor penerbangan di Indonesia membuat AWAIR menghentikan operasinya sekitar setahun kemudian. Pada tahun 2004, AWAIR diambil alih AirAsia, dan mengalihkan orientasi pasarnya ke penerbangan berbiaya rendah. Penerbangan pertamanya dimulai pada Desember tahun itu. Mulai 1 Desember 2005, AWAIR berganti nama menjadi PT. Indonesia AirAsia.
    • Visi Air Asia : Menjadi maskapai penerbangan berbiaya hemat di Asia dan melayani 3 juta orang yang sekarang dilayani dengan konektivitas yang kurang baik dan tarif yang mahal.
    • Misi Air Asia : Menjadi perusahaan terbaik untuk bekerja, di mana para karyawan dianggap sebagai anggota keluarga besar, Menciptakan brand ASEAN yang diakui secara global, Mencapai tarif terhemat sehingga semua orang bisa terbang dengan AirAsia, Mempertahankan produk berkualitas tinggi, menggunakan teknologi untuk mengurangi pembiayaan dan meningkatkan kualitas layanan.
    Strategi Air Asia
    • Utamakan Keselamatan: Bekerja sama dengan penyedia perawatan paling terkenal di dunia dan mematuhi standar operasi penerbangan dunia
    • Pemanfaatan Aircraft: Waktu perputaran (turn around time) tercepat di region dengan hanya 25 menit, memastikan tarif terhemat dan produktivitas yang tinggi.
    • Tarif Hemat, Tanpa Embel-embel: Menyediakan pilihan layanan yang sesuai dengan kebutuhan bagi para penumpang tanpa menurunkan kualitas dan layanan.
    • Pengoperasian Sederhana: Memastikan bahwa setiap proses dilakukan secara sesederhana dan efisien.
    • Sistem Distribusi yang Ringkas: Menawarkan kanal distribusi yang luas dan inovatif untuk memudahkan proses pembelian dan perjalanan.
    • Jaringan Point to Point: Menerapkan jaringan point to point agar pengoperasian menjadi sederhana dengan berbiaya yang rendah.
    Analisis Industri
    a) Jenis Persaingan
    Dalam industri penerbangan ini jenis persaingannya sangat ketat dan berat dan persaingan pada penerbangan ini lebih kearah Oligopoli. Dimana mempunyai beberapa produsen namun produk yang dihasilkan sama. Produsen yang ada dalam industri penerbangan ini seperti Garuda Indonesia dan lainnya, produknya sama berupa jasa angkutan transportasi udara. Namun Air Asia mempunyai strategi untuk bisa unggul dibandingkan pesaingnya yaitu, menerapkan harga yang murah (low cost) dan melakukan diferensiasi. Diferensiasi yang dilakukan oleh Air Asia yaitu selain jasa angkutan transportasi udara, Air Asia juga menyediakan paket biro perjalanan dan juga rental mobil bagi para konsumen.
    b) Produk : Tingkat Diferensiasi Produk
    Tingkat diferensiasi produk yang ada pada industri penerbangan produknya tidak terlalu terdiferensiasi dimana berupa jasa angkutan transportasi udara. Hanya sedikit yang menyediakan paket perjalanan ataupun yang lainnya. Sehingga tingkat diferensiasi produk dalam industri penerbangan ini bisa dikatakan rendah.
    c) Kondisi terkini dari Industri : Pertumbuhan Kondisi yang terjadi dalam industri penerbangan pada saat sekarang ini sangat ketat, munculnya airlines-airlines baru di Indonesia pada kurun waktu 7 (tujuh) tahun terakhir ini mengakibatkan tingkat persaingan menjadi semakin ketat baik dari aspek produk, pelayanan, dan harga. Ketidakmampuan airlines untuk bersaing dalam aspek-aspek tersebut akan mengakibatkan airlines kehilangan pelanggannya. Saat sekarang ini banyak maskapai berlomba-lomba melakukan efisiensi cost untuk meminimize operasional costnya. Namun demikian, tampaknya bisnis Airlines di Indonesia terus menggeliat dibuktikan dengan adanya investasi yang besar-besaran dari beberapa maskapai untuk menambah pesawatnya
    d) Posisi perusahaan dalam industri Pada saat sekarang ini industri penerbangan diIndonesia terus menggeliat dan berkembang. Air Asia masuk kedalam salah satu airlines terdepan diIndonesia bersama Garuda, dengan pesaing lain seperti LionAir, BataviaAir, Sriwijaya dan yang lainnya. Air Asia merupakan saingan teratas bagi perusahaan – perusahaan penerbangan lainnya. Hal ini tidak lain karena strategi Low Cost Carrier (LCC) yang diterapkan oleh Air Asia, selain itu dikarenakan diferensiasi yang dilakukan Air Asia seperti biro perjalanan dan rental mobil. Perusahaan airlines lain juga ikut menerapkan hal yang sama dengan mengurangi harga, namun justru pada perusahaan airlines lain dengan berkurangnya harga justru layanan juga ikut berkurang. Sedangkan pada Air Asia layanan tetap dijadikan prioritas yang utama, sehingga mereka mempunyai pangsa pasar yang luas.
    Porter Key’s Factors
    a. Ease of entry of competitors
    Untuk masuk kedalam industri penerbangan ini kesulitannya sangat tinggi. Hal utama yang menyebabkan sulitnya untuk masuk dalam industri penerbangan ini adalah modal (capital requirement ) yang dibutuhkan sangat tinggi untuk mengatur semuanya seperti pembelian atau sewa pesawat udara, mendirikan kantor, menyewa staf, dan lain-lain. Selain itu, kesadaran merek sangat penting dalam industri ini, untuk memasuki industri ini tidak hanya modal yang tinggi dibutuhkan tetapi juga harus mengambil beberapa waktu untuk menciptakan brand awareness. Konsumen selalu memilih produk atau layanan yang benar-benar dipercaya. Selain itu adalah mengenai product differentiation dan kebijakan pemerintah, Air Asia sendiri masih kesulitan untuk mendapatkan rute penerbangan karena terhalang oleh kebijakan pemerintah. Jadi tingkat kesulitan untuk masuk dalam industri ini sangat tinggi.
    b. Threat of subtitutes
    Ancaman barang substitusi dalam industri penerbangan ini cukup tinggi dimana substitusi atau pengganti dari jasa angkutan penerbangan atau udara ini bisa diganti dengan angkutan darat ( baik bus maupun kereta api ) atau angkutan laut. Dalam hal ini pengganti (angkutan darat dan laut) masih kalah atau tidak sebaik produk yang ditawarkan (angkutan udara), hal tersebut terletak pada kemudahan dan kecepatan jasa angkutan tersebut. Selain itu karena harga yang ditawarkan dari masing – masing angkutan tersebut tidak berbeda jauh. Maka kecenderungan pelanggan akan tetap menggunakan jasa transportasi angkutan udara.
    c. Bargaining power of buyers
    Pembeli adalah salah satu faktor yang akan memberi pengaruh industri apakah membuat keuntungan atau kerugian. Saat ini, mereka pembeli jauh lebih luas dan mempunyai pendidikan tinggi. Dengan demikian, mereka sangat sensitif terhadap harga tidak peduli pada apapun jenis produk atau jasa. Dalam hal ini, bahkan Air Asia selalu memberikan harga terendah kepada pelanggan, namun pembeli masih akan membuat perbandingan antara maskapai penerbangan. Untuk beralih ke layanan lain sangat sederhana karena Air Asia tidak satu-satunya yang menyediakan layanan penerbangan. Pelanggan masih bisa memilih layanan penerbangan lain seperti Lion Air, Garuda dan lainnya. Selain itu, Air Asia juga terkadang sering menunda penerbangan. Oleh karena itu, sebagai orang investor atau bisnis, pembeli akan memilih maskapai lebih dapat diandalkan (dalam ketepatan waktu) daripada Air Asia. Dalam hal ini, kekuatan pembeli cukup tinggi untuk Air Asia.
    d. Bargaining power of supplier
    Setiap industri memiliki seseorang untuk memainkan peran sebagai pemasok. Kekuatan pemasok adalah penting karena akan mempengaruhi industri. Dalam industri penerbangan, kekuatan pemasok cukup tinggi karena hanya ada dua pemasok utama yaitu Airbus dan Boeing sehingga tidak ada banyak pilihan untuk industri penerbangan. Namun demikian, krisis ekonomi global telah membatasi pendatang baru dan juga mengurangi upgrade dari pesawat dalam waktu dekat. Namun, kedua pemasok menyediakan pesawat standar yang hampir sama dan karenanya kemungkinan beralih bagi Air Asia jadi rendah. Karena itu kekuatan pemasok tinggi pada industri penerbangan ini.
    e. Rivalry among the existing player
    Di setiap industri, ada tren positif atau negatif untuk menilai pertumbuhan industri. Jika tren positif, maka perusahaan tidak akan mengambil pangsa pasar di antara mereka. Namun, dalam industri penerbangan, tingkat pertumbuhan sangat rendah karena pelanggan terbatas. Jadi, dalam rangka memperluas, Air Asia telah mencuri pangsa pasar dari para pesaingnya. Air Asia memimpin medan perang utama dalam harga antara pesaing karena biaya operasi yang rendah, namun Air Asia tidak satu-satunya yang menyediakan layanan penerbangan. Ada beberapa cost carrier rendah seperti Lion Air diIndonesia, Tiger Airway dikawasan Asia Tenggara dan lainnya. Jadi, itu menjadi ancaman bagi Air Asia. Dalam hal ini, persaingan di antara pesaing yang ada cukup tinggi untuk Air Asia.
    Global Industri
    Manfaat jika masuk kedalam industri global Dalam industri penerbangan jika Air Asia masuk dalam industri global banyak manfaat yang akan diperoleh, diantaranya :
     Reputasi atau meningkatkan daya saing dalam negeri
    Jika masuk dalam industri global otomatis reputasi dari suatu jasa penerbangan akan meningkat, tidak saja dari luar namun juga dari dalam negeri sendiri. Dengan bergeraknya suatu perusahaan dalam globalisasi maka kepercayaan akan tumbuh dari konsumen kepada perusahaan tersebut. Selain itu perusahaan akan lebih teruji dan mendapat brand image tersendiri.
     Belajar
    Selain mendapat reputasi juga bisa sebagai cara untuk belajar dan menambah pengalaman mengenai lingkungan penerbangan diluar negeri, dan mengenai lingkungan operasinya. Selain itu juga bisa dapat mengeksploitasi sumber daya lain ataupun dalam negeri, seperti tenaga kerja dan bahan baku.
     Meningkatkan penjualan dan keuntungan
    Dengan bertambahnya pangsa pasar maka juga akan ikut meningkatkan penjualan dan juga keuntungan bagi perusahaan.
     Menciptakan jalur distribusi skala global
    Dengan masuk pada dunia global maka perusahaan akan membuat atau mencari jalur distribusi baru yang harus dimiliki untuk dapat sukses dalam persaingan global.
    Kerugian jika masuk kedalam industri global yang mungkin didapat jika masuk dalam industri global ini mungkin hanya terletak pada apabila gagalnya industri yang dijalankan pada dunia global. Karena memakan biaya yang tinggi untuk membangun usaha dan jalur distribusi. Selain itu pangsa pasar yang ada dala lingkungan global sekarang ini tidak bertambah dengan cepatnya dan tidak seiring dengan perkembangan dunia penerbangan, karena itu pangsa pasar akan sedikit dan akan terjadi perebutan pangsa pasar dengan pesaing. Hal lainnya mungkin saja dalam pemakaian tenaga kerja, jika pada dunia global bisa mengeksploitasi dari luar negeri maka kesempatan kerja yang akan didapat tenaga kerja dalam negeri menjadi lebih tipis.
    Analisis Integrasi Vertikal Integrasi vertikal adalah penggabungan dua atau lebih perusahaan menjadi suatu perusahaan yang aktivitasnya berhubungan secara vertikal. Hubungan vertikal meliputi pengadaan bahan baku dan sumber daya lain, proses produksi, hingga pemasaran ke konsumen pengguna barang atau jasa. Jika Air Asia akan melakukan integrasi vertikal menurut saya Air Asia melakukan akuisisi pada hotel – hotel atau biro perjalanan (tour and travel). Ini dimaksudkan agar Air Asia dapat menyelaraskan usahanya dengan usaha yang akan diakuisisi ini. Dengan mengakuisisi hotel ataupun biro perjalanan, Air Asia bisa membuat inovasi atas produknya (dalam hal ini transportasi udara). Manfaaat bagi Air Asia sendiri yakni bisa membuka atau mngambil pangsa pasar baru. Bagi konsumen yang akan melakukan perjalanan dan wisata tidak perlu lagi direpotkan dengan mengurus satu persatu urusannya, hanya dengan menghubungi Air Asia konsumen bisa mendapatkannya sekaligus.
    http://maskapai.wordpress.com/2007/10/25/bisnis-penerbangan-yang-semakin-kompetitif/#more-7
    3. Dalam pengelolaan proyek dikenal berbagai tahapan pengelolaan mulai dari perencanaan, penskedulan dan penyusunan biaya.
    a) Dalam pembuatan skedul dikenal berbagai pendekatan yaitu:
    • GANTT (GANTT Chart)
    Gantt chart secara luas dikenal sebagai alat fundamental dan mudah diterapkan oleh para manajer proyek untuk memungkinkan seseorang melihat dengan mudah waktu dimulai dan selesainya tugas-tugas dan sub- sub tugas dari proyek. Semakin banyak tugas-tugas dalam proyek dan semkin penting urutan antara tugas-tugas maka semakin besar kecenderungan dan keinginan untuk memodifikasi gantt chart. Gantt chart membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan “what if” saat melihat kesempatan-kesempatan untuk membuat perubahan terlebih dahulu terhadap kebutuhan.
    Kelebihan Gantt Chart
     Umum digunakan
     Menyediakan representasi grafis yang mudah dipahami
     Sesuai untuk proyek sederhana
    Kekurangan Gantt Chart
     Tidak merepresentasikan relasi antar aktivitas
     Tidak memberi gambaran progress yang jelas
     Tidak memberikan informasi mengenai waktu pengerjaan tercepat/terlama
     Sulit mengadakan penyesuaian atau perbaikan/pembaharuan bila diperlukan.
    • PERT (Program Evaluation and Review Technique)
    Metode PERT dikembangkan oleh Navy Spesial Project Office pada tahun 1957. Metode ini bertujuan untuk sebanyak mungkin mengurangi penundaan, termasuk gangguan atau konflik suatu jadwal. Metodologi PERT divisualisasikan dengan suatu grafik atau bagan yang melambangkan ilustrasi dari sebuah proyek. Diagram jaringan ini terdiri dari beberapa titik (nodes) yang merepresentasikan kejadian (event) atau suatu titik tempuh (milestone). Titik-titik tersebut dihubungkan oleh suatu vektor (garis yang memiliki arah) yang merepresentasikan suatu pekerjaan (task) dalam sebuah proyek. Arah dari vektor atau garis menunjukan suatu urutan pekerjaan. PERT pada prinsipnya adalah hubungan ketergantungan antara bagian-bagian kegiatan yang digambarkan dalam bentuk diagram network. Dengan demikian dapat diketahui bagian-bagian kegiatan mana yang harus didahulukan dan kegiatan mana yang menunggu selesainya pekerjaan. Kelemahan metode ini terletak pada cara pembacaan. Tidak semua level manajemen dapat membaca dan mengetahui kegiatan mana yang memerlukan perhatian penuh agar proyek dapat berjalan sesuai dengan rencana. Selain menunjukkan suatu urutan pengerjaan diagram PERT juga menunjukan suatu keterikatan antar pekerjaan yang tidak dapat dipisahkan. Sebuah pekerjaan yang dapat dilakukan bersamaan dengan pekerjaan lain disebut juga sebagai pekerjaan pararel (pararel task atau concurrent task). Selain itu terdapat juga sebuah aktivitas yang diwakili oleh garis putus-putus yang disebut dengan dummy activities. Dari sebuah diagram PERT dapat digunakan untuk mengetahui suatu urutan aktivitas kritis atau aktivitas yang harus dilakukan sebagai prioritas utama (critical path), penjadwalan dengan aktivitas lain, dan jumlah pekerja yang dibutuhkan. Diagram PERT sangat bermanfaat bagi pengelolaan sebuah proyek karena menyediakan informasi berikut:
     Jangka waktu penyelesaian proyek,
     Kemungkinan penyelesaian proyek sebelum tanggal yang ditentukan,
     Tahapan kegiatan yang kritis, yang dapat berdampak langsung terhadap waktu penyelesaian proyek,
     Kegiatan yang memiliki tenggat waktu relatif longgar yang seharusnya dapat dikelola sebagai tambahan waktu bagi tahapan kegiatan kritis,
     Tanggal kegiatan dimulai dan tanggal kegiatan berakhir (periode program).
    Langkah-Langkah Dalam Melakukan Perencanaan Dengan PERT Dalam melakukan perencanaan dengan PERT dibutuhkan beberapa langkah, yaitu:
     Mengidentifikasi aktivitas (activity) dan titik tempuhnya (milestone). Sebuah aktivitas adalah pekerjaan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah proyek. Titik tempuh (milestone) adalah penanda kejadian pada awal dan akhir satu atau lebih aktivitas. Untuk mengidentifikasi aktivitas dan titik tempuh dapat menggunakan suatu tabel agar lebih mudah dalam memahami dan menambahkan informasi lain seperti urutan dan durasi.
     Menetapkan urutan pengerjaan dari aktivitas-aktivitas yang telah direncanakan. Langkah ini bisa dilakukan bersamaan dengan identifikasi aktivitas. Dalam menentukan urutan pengerjaan bisa diperlukan analisa yang lebih dalam untuk setiap pekerjaan.
     Membuat suatu diagram jaringan (network diagram).
    Setelah mendapatkan urutan pengerjaan suatu pekerjaan maka suatu diagram dapat dibuat. Diagram akan menunjukan pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan berurutan(serial) atau secara bersamaan (pararell). Pada diagram PERT biasanya suatu pekerjaan dilambangkan dengan simbol lingkaran dan titik tempuh dilambangkan dengan simbol panah.
     Memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk setiap aktivitas.
    Dalam menentukan waktu dapat menggunakan satuan unit waktu yang sesuai misal jam, hari, minggu, bulan, dan tahun.
     Menetapkan suatu jalur kritis (critical path).
    Suatu jalur kritis bisa didapatkan dengan menambah waktu suatu aktivitas pada tiap urutan pekerjaan dan menetapkan jalur terpanjang pada tiap proyek. Biasanya sebuah jalur kritis terdiri dari pekerjaan-pekerjaan yang tidak bisa ditunda waktu pengerjaannya. Dalam setiap urutan pekerjaan terdapat suatu penanda waktu yang dapat membantu dalam menetapkan jalur kritis, yaitu :
    ES – Early Start
    EF – Early Finish
    LS – Latest Start
    LF – Latest Finish
    Dengan menggunakan empat komponen penanda waktu tersebut bisa didapatkan suatu jalur kritis sesuai dengan diagram.
     Melakukan pembaharuan diagram PERT sesuai dengan kemajuan proyek. Sesuai
    dengan berjalannya proyek dalam waktu nyata. Waktu perencanaan sesuai dengan diagram PERT dapat diperbaiki sesuai dengan waktu nyata. Sebuah diagram PERT mungkin bisa digunakan untuk merefleksikan situasi baru yang belum pernah diketahui sebelumnya.
    Karakteristik PERT
    Dari langkah-langkah penjelasan metode PERT maka bisa dilihat suatu karakteristik dasar PERT, yaitu sebuah jalur kritis. Dengan diketahuinya jalur kritis ini maka suatu proyek dalam jangka waktu penyelesaian yang lama dapat diminimalisasi. Ciri-ciri jalur kritis antara lain sebagai berikut:
     Jalur yang biasanya memakan waktu terpanjang dalam suatu proses.
     Jalur yang tidak memiliki tenggang waktu antara selesainya suatu tahap kegiatan dengan mulainya suatu tahap kegiatan berikutnya.
     Tidak adanya tenggang waktu tersebut yang merupakan sifat kritis dari jalur kritis.
    Manfaat PERT
     Mengetahui ketergantungan dan keterhubungan tiap pekerjaan dalam suatu proyek.
     Dapat mengetahui implikasi dan waktu jika terjadi keterlambatan suatu pekerjaan.
     Dapat mengetahui kemungkinan untuk mencari jalur alternatif lain yang lebih baik untuk kelancaran proyek.
     Dapat mengetahui kemungkinan percepatan dari salah satu atau beberapa jalur kegiatan.
     Dapat mengetahui batas waktu penyelesaian proyek.
    Kelebihan Model Diagram PERT
     Merepresentasikan relasi antar aktivitas
     Sesuai untuk proyek besar
     Lebih efisien
    Kekurangan Dari Metode Diagram PERT
     Sulit dalam pengembangan dan pengelolaan
    • Critical Path Method (CPM)
    Pada tahun 1958, perusahaan bahan-bahan kimia Du Pon Company menemukan metode Critical Path Method (CPM) untuk memecahkan kesulitan-kesulitan dalam proses fabrikasi. Pada dasarnya metode ini mirip dengan metode PERT. Perbedaan mendasarnya terletak dalam penentuan perkiraan waktu. CPM dapat memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan setiap kegiatan dan dapat menentukan prioritas kegiatan yang harus mendapat pengawasan cermat agar semua kegiatan selesai sesuai rencana. Dengan kata lain, metode ini memungkinkan terbentuknya suatu jalur atau lintasan kritis. Critical Path Method (untuk selanjutnya disingkat dengan CPM) adalah suatu metode perencanaan dan pengendalian proyek-proyek yang merupakan sistem yang paling banyak digunakan diantara semua sistem yang memakai prinsip pembentukan jaringan. Dengan CPM, jumlah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan berbagai tahap suatu proyek dianggap diketahui dengan pasti, demikian pula hubungan antara sumber yang digunakan dan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek. Jadi CPM merupakan analisa jaringan kerja yang berusaha mengoptimalkan biaya total proyek melalui pengurangan waktu penyelesaian total proyek yang bersangkutan.
    b) Seorang manajer proyek adalah seorang yang memiliki kecakapan dan kefleksibelan m umpuni sehingga dia dikenal sebagai seorang yang “highly visible responsible”. Highly Visible Responsible dalam hal ini mengandung arti bahwa seorang manajer proyek harus memiliki visibilitas yang tinggi dalam suatu perusahaan dan betanggung jawab dalam memastikan bahwa:
     semua aktivitas-aktivitas yang diperlukan selesai dalam urutan yang benar dan tepat waktu
     proyek sesuai dengan anggaran
     proyek memenuhi tujuan terkait kualitas
     orang yang ditugaskan pada proyek menerima motivasi, arahan, dan informasi yang diperlukan untuk melakukan pekerjaannya.
    Adapun syarat yang harus dimiliki oleh seorang manajer proyek adalah:
     Manajer proyek harus menjadi pelatih dan komunikator yang baik
     Mampu mengorganisisr aktivitas-aktivitas dari berbagai disiplin ilmu.
     Memiliki pengalaman dan kompetensi yang sesuai dengan proyek yang sedang dikelola
     Memiliki komitmen yang tinggi untuk meraih tujuan serta keberhasilan proyek
     Mampu membuat perencanaan dalam jangka panjang dan jangka pendek
     Memiliki kepercayaan yang tinggi kepada para profesional terlatih untuk menerima pekerjaan-pekerjaan yang didelegasikan kepadanya
    Contoh: Sebagai contoh yaitu ketika seorang manajer proyek dihadapi masalah-masalah etis. Dalam hal ini, manajer proyek bukan hanya dituntut memiliki visibilitas yang tinggi, akan tetapi juga mampu menghadapi masalah etis sehari-harinya. Bagaimana tindakan mereka membentuk suatu pedoman perilaku untuk dapat dipatuhi dalam pengerjaan proyek. Manajer proyek terkadang berurusan dengan penawaran hadiah dari kontraktor, tekanan untuk mengubah laporan status untuk menutupi kenyataan penundaan, laporan palsu untuk pembebanan waktu dan pengeluaran, tekanan untuk mengompromikan kualitas agar memperoleh bonus atau menghindari penalti terkait dengna jadwal. Hal yang dapat dilakukan adalah dengna menerapkan kode etis dari Project Management Institute, yaitu dengan cara mencoba membentuk standar. Kode-kode tersebut perlu disandingkan dengan kepemimpinan yang baik dan sebuah budaya organisasi yang kuat, dengan standar dan nilai etik yang melekat sehingga daapt dipatuhi oleh unsur yang terkait dalam suatu proyek.
    4. Pengadaan barang dan jasa untuk instansi pemerintahan sekarang ini harus dilakukan secara online.
    a. Barang dan jasa secara online (E-procurement) adalah system pengadaan barang dan jasa yang memanfaatkan teknologi informasi. Teknologi informasi digunakan untuk melakukan pengolahan data penggadaan hingga ke proses pembuatan laporan. E-procurement merupakan istilah umum diterapkanpadapenggunaan sistem yang terintegrasi antara database dengan area yang luas (biasanyaberbasis web) jaringan system komunikasi disebagian atau seluruh proses pembelian. Proses pengadaan meliputi identifikasi kebutuhan awal dan spesifikasi oleh pengguna, melalui pencarian, sumber dan tahap negosiasi kontrak, pemesanan dantermasuk mekanisme yang meregistrasi penerimaan, pembayaran dan sebagai pendukung evaluasi pasca pengadaan.
    b. Pemanfaatan e-procurement juga menunjukkan bahwa teknologi juga dapat berkontribusi membenahi berbagai persoalan terkait pengadaan barang/jasa pemerintah yang mungkin sulit dicapai. Adapun manfaat e-procurement menurut Yudho Giri (2009:36) antara lain:
    • e-Procurement memperluas akses pasar dan membantu menciptakan persaingan sehat (transparansi, harga yang lebih baik, dan pola interaksi yang lebih baik). Teknologi memungkinkan penyedia barang/jasa pemerintah di sebuah daerah, dengan hanya sekali mendaftarkan diri, mendapatkan akses pasar yang lebih luas, yaitu dalam hal ini seluruh Indonesia, untuk kemudian melakukan persaingan secara sehat dan terbuka. Pengusaha besar dan pengusaha kecil mendapatkan informasi peluang pasar yang sama dan mendapatkan kesempatan yang sama untuk memenangkan peluang tersebut.
    • e-Procurement juga memberikan rasa aman dan nyaman. Rasa aman karena proses pengadaan mengikuti ketentuan yang diatur secara elektronik dengan mengedepankan transparansi dan akuntabilitas, sehingga pemenang adalah penyedia barang/jasa yang telah mengikuti kompetisi dengan adil dan terbuka. Jumlah peserta pengadaan yang bertambah akan meningkatkan persaingan yang mengakibatkan penawaran mencapai harga pasar yang sesungguhnya. Risiko panitia menjadi berkurang karena teknologi membantu mengurangi kemungkinan kesalahan prosedur baik yang disengaja maupun tidak. Pada akhirnya, masing-masing pihak merasa nyaman berkat bantuan e-procurement. Kenyamanan yang diberikan juga dapat dilihat dari menurunnya jumlah sanggah sejak digunakannya e-procurement. Teknologi juga turut berperan mengubah ‘budaya kerja’ aparatur negara yang terlibat. Pengaturan jadwal dan waktu yang ketat membuat tidak ada lagi toleransi terhadap keterlambatan. Konsekuensinya, semua pihak yang terlibat harus mengubah budaya kerja mereka untuk disiplin memenuhi tenggat waktu yang telah ditetapkan. Selain pengaturan jadwal dan waktu, teknologi juga membantu memastikan bahwa semua persyaratan, ketentuan, dan proses dipenuhi serta ditaati.
    • e-procurement juga berperan mengubah sikap para pelaku usaha untuk dapat terus meningkatkan kompetensinya. Dalam setiap proses pengadaan, pelaku usaha akan selalu mengetahui mengapa mereka tidak berhasil memenangkan sebuah paket pengadaan. Pelaku usaha yang baik akan terus berusaha memperbaiki diri untuk dapat memperbesar kemungkinan memenangkan paket pengadaan di kemudian hari. e-Procurement juga berdampak terhadap interaksi yang terjadi antara pelaku usaha dengan pemerintah. Jika di masa lalu, pelaku usaha perlu sering mendatangi instansi pemerintah di masing-masing sektor dan mendekati pihak yang terkait untuk mendapatkan informasi tentang peluang pengadaan, maka kini informasi tersebut telah tersedia dalam sistem. Akibatnya, terjadi perubahan cara berinteraksi dimana frekuensi komunikasi melalui sistem e-procurement meningkat sedangkan frekuensi tatap muka menjadi jauh berkurang.
    • e-Procurement juga memberikan manfaat lain diluar yang diperkirakan. Sebagai contoh, seluruh proses pengadaan, mulai dari pengumuman sampai dengan penetapan pemenang, tercatat dalam sistem. Akibatnya, setiap kegiatan yang tercantum sebagai item pengadaan secara tidak langsung mencerminkan aktivitas yang dilakukan oleh unit organisasi tersebut. Pimpinan juga dapat menggunakan sistem ini untuk mengetahui jumlah kegiatan yang telah dilaksanakan, sedang dalam proses pelaksanaan, maupun yang akan dilaksanakan. Secara tidak langsung, hal ini tentunya juga menunjukkan kinerja organisasi yang dipimpinnya.
    • e-procurement juga dapat digunakan sebagai sarana untuk monitoring dan evaluasi atas indikator kinerja pengadaan barang/jasa pemerintah yang dapat ditinjau dari beberapa kategori e-Procurement juga meningkatkan perhatian terhadap fasilitas TI. Sifat e-procurement yang lintas sektor menuntut penyediaan fasilitas TI yang mencukupi kebutuhan setiap unit organisasi dalam menyelenggarakan proses pengadaan. Ketika sistem yang ada tidak dapat digunakan oleh pihak yang terkait dengan proses pengadaan, tentunya akan menimbulkan keluhan. Dari sisi panitia pengadaan, ketidaktersediaan sistem akan mengganggu proses pencantuman pengadaan beserta dokumen penunjangnya. Dari sisi pelaku usaha, ketidaktersediaan sistem akan mengganggu proses pengunduhan dokumen pengadaan, dan pengunggahan dokumen penawaran. Oleh karenanya, e-procurement menuntut organisasi untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan dalam pengelolaan sistem TI.
    • e-Procurement juga mengajak pihak yang terlibat untuk lebih mengenal dan mengerti TI. Panitia pengadaan dituntut mampu menggunakan teknologi TI dalam mengoperasikan sistem e-procurement. Pelaku usaha wajib menggunakan teknologi yang ada jika ingin berpartisipasi dalam kegiatan pengadaan. Menurut Sutedi (2012-254) manfaat lain dari pelaksanaan e-procurement yaitu: “Dengan e-procurement proses lelang dapat berlangsung secara efektif, efisien, terbuka, besaing, transparan, adil/tidak diskriminatif dan akuntabel, sehingga diharapkan dapat mencerminkan keterbukaan/transparansi dan juga meminimalisir praktik curang/KKN dalam lelang pengadaan barang yang berakibat merugikan keuangan negara.” Pelaksanaan e-procurement yang dijalankan dengan baik dan benar dapat memberikan banyak manfaat salah satunya efisiensi waktu, dimana dengan adanya e-procurement waktu yang diperlukan dalam proses pengadaan barang dan jasa dapat diminimalkan sehingga paket-paket proyek lebih tepat waktu.
    c. Bagaimana cara mempertimbangkan pemilihan penyedia layanan secara teori. pengertian metode pemilihan penyedia barang/jasa secara teori adalah sebagai berikut :
    1. Pelelangan Umum. Yaitu metode pemilihan Penyedia Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya untuk semua pekerjaan yang dapat diikuti oleh semua Penyedia Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya yang memenuhi syarat.
    2. Pelelangan Sederhana. Yaitu metode pemilihan Penyedia Barang/Jasa Lainnya untuk pengadaan yang tidak kompleks dan bernilai paling tinggi Rp200.000.000,-(dalam draft perubahan Perpres 54 Tahun 2010 tanggal 28 Maret 2012 nilainya paling tinggi Rp5.000.000.000).
    3. Pelelangan Terbatas. Yaitu metode pemilia Pekerjaan Konstruksi untuk Pekerjaan Konstruksi dengan jumlah Penyedia yang mampu melaksanakan diyakini terbatas dan untuk pekerjaan yang kompleks. Pekerjaan yang Kompleks adalah pekerjaan yang memerlukan teknologi tinggi, mempunyai risiko tinggi, menggunakan peralatan yang didesain khusus dan/atau pekerjaan yang bernilai diatas Rp100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah).
    4. Pemilihan Langsung. Dalam hal metode pelelangan umum atau pelelangan terbatas dinilai tidak efisien dari segi biaya pelelangan, maka pemilihan penyedia barang/jasa dapat dilakukan dengan metode pemilihan langsung, yaitu dilakukan dengan membandingkan sebanyak-banyaknya penawaran, sekurang¬kurangnya 3 penawaran dari penyedia barang/jasa yang telah lulus prakualifikasi serta dilakukan negosiasi baik teknis maupun biaya serta harus diumumkan minimal melalui papan pengumunan resmi untuk penerangan umum dan bila memungkinkan melalui internet (pemilihan Penyedia Pekerjaan Konstruksi untuk pekerjaan yang bernilai paling tinggi Rp200.000.000,00 (dalam draft perubahan Perpres 54 Tahun 2010 tanggal 28 Maret 2012 nilainya paling tinggi Rp5.000.000.000)).
    5. Penunjukan Langsung. Yaitu metode pemilihan Penyedia Barang/Jasa dengan cara menunjuk langsung 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa. Dalam keadaan tertentu dan keadaan khusus pemilihan penyedia barang/jasa dapat dilakukan dengan cara penunjukan langsung terhadap 1 (satu) penyedia barang/jasa dengan cara melakukan negosiasi baik teknis maupun biaya sehingga diperoleh harga yang wajar dan secara teknis dapat dipertanggungjawabkan.
    6. Pengadaan Langsung. Yaitu pengadaan Barang/Jasa langsung kepada Penyedia barang/Jasa, tanpa melalui Pelelangan/Seleksi/Penunjukan Langsung dan dapat dilakukan terhadap Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya yang bernilai paling tinggi Rp100.000.000,-(dalam draft perubahan Perpres 54 Tahun 2010 tanggal 28 Maret 2012 nilainya paling tinggi Rp200.000.000)
    7. Kontes/Sayembara. Kontes/Sayembara dilakukan khusus untuk pemilihan Penyedia Barang/Jasa Lainnya yang merupakan hasil Industri kreatif, inovatif dan budaya dalam negeri.

    5. Diketahui informasi dari pengalaman satu proyek, waktu yang dibutuhkan (T) = 62 minggu, sedangkan variasi adalah 72. Berapakah kemungkinan proyek itu selesai 18 hari sebelum waktu normal pengerjaan proyek?
    Diketahui :
    Due Date : 62 minggu
    Expected Date : 18 hari = 3 Minggu
    Variasi : 72

    Ditanya : Z
    Penyelesaian:
    Z = (Due Date – Expected date)/∂p
    ∂p = √Project varians
    = √72
    = 8,49
    Z = (62-3)/8,49
    = 6,94 dibulatkan menjadi 7
    Jadi dari hasil perhitungan diatas dapat diketahui bahwa kemungkinan proyek tersebut selesai sebelum waktu normal adalah 7 minggu.

    Terimakasih. . . . . . . .

    Komentar oleh eni oktaviani | Februari 13, 2015 | Balas

  28. MANAJEMEN OPERASI
    UJIAN AKHIR SEMESTER ANGKATAN 19 KELAS PAGI
    Dosen: Dr. Johannes Simatupang, SE, M.Si
    Disusun Oleh : Nany Mawaddah, S.IP (P2C214050)

    Jasa atau layanan menjadi bagian penting dalam perekonomian modern, negara menerima pendapatan yang terus meningkat dari sektor layanan. Oleh karena itu , dari bahasan manajemen operasional, layanan menjadi bagian penting dalam operasi sehingga harus mendapat perhatian. Dalam kaitan ini dikenal sifat layanan yang mengkombinasikan berbagai unsur sebagaimana berikut.
    Keterlibatan Karyawan dan Tingkat Kastomisasi (customization)
    Jawab:
    Jasa sering dipandang sebagai suatu fenomena yang rumit. Kata “jasa” (service) itu sendiri mempunyai banyak arti, mulai dari pelayanan pribadi (personal service) sampai jasa sebagai suatu produk. Kotler (1994)(dikutip dalam Lupiyoadi, 2006; 6) mendefinisikan jasa sebagai berikut: “Setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain, pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun. Produksi jasa bisa berkaitan dengan produk fisik atau sebaliknya”. dapat ditarik kesimpulan bahwa didalam jasa selalu ada aspek interaksi antara pihak konsumen dan pihak produsen (jasa), meskipun pihak-pihak yang terlibat tidak selalu menyadari. Jasa bukan suatu barang, melainkan suatu proses atau aktivitas yang tidak berwujud. Kaitan antara keterlibatan karyawan dan tingkat kastomisasi adalah Kegiatan pelayanan berawal dari kebutuhan dan keinginan pelanggan, serta berakhir dengan kepuasan dan loyalitas pelanggan. Dalam hal ini karyawan wajib memahami siapa saja pelanggannya, preferensi, karakteristik, kebutuhan dan keinginan, gaya hidup, serta faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pola konsumsi mereka. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dalam hal ini perusahaan dituntut mampu memahami keinginan dan kebutuhan pelanggan.

    Sifat tindakan layanan dan Penerima Langsung layanan

    Jawab:

    Menurut Lovelock, Petterson & Walker dalam Tjiptono (2005) mengemukakan perspektif pelayanan sebagai sebuah sistem, dimana setiap bisnis jasa dipandang sebagai sebuah sistem yang terdiri atas dua komponen utama: (1) operasai jasa; dan (2) penyampaian jasa. Berdasarkan pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa pelayanan merupakan suatu bentuk sistem, prosedur atau metode tertentu diberikan kepada orang lain, dalam hal ini, kebutuhan pelanggan tersebut dapat terpenuhi sesuai dengan harapan atau keinginan pelanggan dengan tingkat persepsi mereka.
    Menurut Payne (2000) mengatakan bahwa layanan pelanggan terdapat pengertian:
    Segala kegiatan yang dibutuhkan untuk menerima, memproses, menyampaikan dan memenuhi pesanan pelanggan dan untuk menindak lanjuti setiap kegiatan yang mengandung kekeliruan.
    Ketepatan waktu dan reabilitas penyampaian produk dan jasa kepada pelanggan sesuai dengan harapan mereka.
    Serangkaian kegiatan yang meliputi semua bidang bisnis yang terpadu untuk menyampaikkan produk dan jasa tersebut sedemikian rupa sehingga dipersepsikan memuaskan oleh pelanggan dan yang merealisasikan pencapaian tujuan-tujuan perusahaan.
    Total pesanan yang masuk dan seluruh komunikasi dengan pelanggan.
    Penyampaian produk kepada pelanggan tepat waktu dan akurat dengan tidak lanjut tanggapan keterangan yang akurat. Disamping itu adanya suatu sistem pelayanan yang baik terdiri dari tiga elemen, yakni:
    Strategi pelayanan, suatu strategi untuk memberikan layanan dengan mutu yang sebaik mungkin kepada para pelanggan.
    Sumber daya manusia yang memberikan layanan.
    Sistem pelayanan, prosedur atau tata cara untuk memberikan layanan kepada para pelanggan yang melibatkan seluruh fasilitas fisik yang memiliki dan seluruh sumber daya manusia yang ada.
    Dalam penetapan sistem pelayanan mencakup strategi yang dilakukan, dimana pelayanan yang diberikan kepada pelanggan dapat merasakan langsung, agar tidak terjadi distorsi tentang suatu kepuasan yang akan mereka terima. Sementara secara spesifik adanya peranan pelayanan yang diberikan secara nyata akan memberikan pengaruh bagi semua pihak terhadap manfaat yang dirasakan pelanggan.

    Sifat penyampaian jasa dan hubungan antara organisasi penyedia jasa (provider) dan pelanggannya.

    Jawab:
    Thery dalam Toha (1996) menggolongkan lima unsur pelayanan yang memuaskan, yaitu merata dan sama, diberikan tepat pada waktunya, memenuhi jumlah yang dibutuhkan, berkesinambungan, dan selalu meningkatkan kualitas serta pelayanan (proggresive service). Setiap orang mengharapkan pelayanan yang unggul, yaitu suatu sikap atau cara pegawai dalam melayani pelanggan secara memuaskan. Pelayanan publik yang profesional, artinya pelayanan publik yang dicirikan oleh adanya akuntabilitas dan responsibilitas dari pemberi layanan (aparatur pemerintah) yang efektif dalam pencapaian tujuan dan sasaran.
    Bila jasa/layanan yang diterima (perceived service) sesuai dengan yang diharapkan, maka kualitas jasa/layanan yang dipersepsikan baik dan memuaskan. Jika jasa yang diterima melampaui harapan pelanggan, maka kualitas jasa dipersepsikan sebagai kualitas yang ideal. Sebaliknya bila jasa/layanan yang diterima lebih rendah dari pada diharapkan, maka kualitas/layanan akan dipersepsikan buruk. Dengan demikian, baik atau buruknya kualitas jasa/layanan tergantung kepada kemampuan penyedia jasa dalam memenuhi harapan pelanggan secara konsisten dan berakhir pada persepsi pelanggan. Ini berarti bahwa citra kualitas yang baik bukanlah berdasarkan sudut pandang penyelenggara, tetapi harus dilihat dari sudut pandang atau persepsi pelanggan.
    Sebagaimana dalam operasi barang, operasi layanan juga mempertimbangkan daya saing sehingga strategi apapun yang dilakukan juga harus menopang daya saing layanan yang dihasilkan.
    Apa yang dimaksud dengan daya saing

    Jawab:
    Daya saing perusahaan dapat diartikan sebagai kemampuan suatu perusahaan menguasai, meningkatkan dan mempertahankan suatu posisi pasar atau dapat juga diartikan sebagai kemampuan suatu perusahaan mengatasi perubahan dan persaingan pasar dalam memperbesar dan mempertahankan keuntungannya (profitabilitas), pangsa pasar, dan/atau ukuran bisnisnya (skala usahanya). Sementara itu pendapat lain mengungkapkan bahwa daya saing adalah berbagai kondisi, faktor dan sumber daya yang ada dalam suatu perusahaan yang dapat digunakan untuk mengembangkan perusahaan sehingga memiliki keunggulan lebih dibanding perusahaan lain yang sejenis. (Council of Competitiveness, Washington, DC, 2006) mengatakan bahwa “daya saing adalah Kapasitas bangsa untuk menghadapi tantangan persaingan pasar internasional dan tetap menjaga atau meningkatkan pendapatan riil-nya.” Berdasarkan pendapat di atas, secara keseluruhan maka dapat disimpulkan bahwa daya saing adalah suatu kemampuan perusahaan untuk bisa bersaing dengan perusahaan lain untuk mendapatkan simpatik atau pangsa pasar dari produk yang ditawarkan oleh perusahaan, baik itu berupa barang ataupun jasa sehingga konsumen menjadi percaya dan menjadikan praduk barang ataupun jasa tersebut menjadi pilihan konsumen unruk memakainya atau untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
    Jelaskan ke tiga strategi yang berkaitan untuk membangun daya saing layanan

    Jawab:

    Konsep daya saing perusahaan menunjukkan posisi strategis dari suatu perusahaan bila dibandingkan dengan perusahaan lain yang memiliki pasaran (pelanggan atau pembeli) yang sama. Perusahaan saling bersaing memperebutkan pasaran dengan menggunakan kiat-kiat atau strategi tertentu. Agar memiliki daya saing tersebut, maka terdapat 3 (tiga) strategi yang berkaitan diantaranya adalah:
    Persaingan Melalui Diferensiasi
    Strategi ini memanfaatkan kekhasan model atau keunikan serta kualitas terbaik yang tidak terdapat di perusahaan lain sehingga mampu menarik pembeli atau pelanggan.
    Persaingan Melalui Biaya
    Strategi ini lebih memusatkan perhatian untuk merebut pasaran dengan harga murah melalui pengurangan biaya produksi.
    Persaingan Melalui Respons
    Strategi ketiga adalah respons. Respons seringkali diangap sebagai respons yang fleksibel, tetapi juga merujuk pada respons yang dapat diandalkan dan cepat. Respons dapat didefinisikan sebagai keseluruhan rentang nilai terkait dengan pengembangan dan pengiriman produk yang tepat waktu, selain itu juga penentuan jadwal yang terpercaya dan kinerja yang fleksibel. Respons yang fleksibel dapat dianggap sebagai kemampuan untuk menyesuaikan perubahan dalam sebuah pasar dimana inovasi desain dan volume berfluktuasi secara substansial.

    Berikan contoh penjelasan (a dan c) di dalam industri penerbangan.
    Jawab:

    Keberhasilan daya saing maskapai penerbangan seperti Southwest Airlines, Alaska,dan JetBlue yang konsisten menerapkan strategi layanan dalam membangun daya saing. Southwest melakukan hal ini dengan memenuhi kebutuhan akan penerbangan dengan biaya murah dan jarak pendek. Pada Industri penerbangan, tiga dari empat perusahaa penerbangan di AS yang mencatatkan diri sebagai yang terbaik dalam hal pelayanan pelanggan. Perusahaan-perusahaan penerbangan yang bertarif murah, satu-satunya yang berbeda dari empat besar tersebut adalah hanya Alaska. Virgin Atlantic Airways mendorong strategi yang menawarkan lebih banyak keramah tamahan dan pelayanan yang lebih baik untuk tiket kelas bisnis maupun kelas ekonomi, dan tetap berjuang disaat perusahaan lain menghadapi kesulitan. Setelah menambah layanan dan bangku kelas bisnis, maskapai penerbangan ini dilaporkan mengalami kenaikan penjualan tiket bisnis. Sementara itu Singapore Airlines yang juga merupakan salah satu perusahaan penerbangan yang secara konsisten meraih keuntungan sepanjang beberapa dekade belakangan, yang dalam banyak hal disebabkan karena reputasinya dalam memberikan pelayanan yang prima. Selain itu juga Singapore Airlines dan Virgin keduanya mampu menawarkan produk jasa yang lebih untuk setiap rute penerbangan yang meliputi rute-rute yang sama dengan para pesaing, dengan meyakini pada suatu ide bahwa jasa penerbangan merupakan komoditi dan orang tidak mau membayar yang lebih untuk setiap penambahan jasa pelayanan yang didapatkan.
    Senada dengan penjelasan di atas, jika melirik ke dalam negeri srategi dalam meningkatkan daya saing layanan juga diterapkan oleh PT. Garuda IndonesiaStrategi pengembangan produk dan pasar yang dilakukan oleh Garuda Indonesia adalah dengan market development, dimana channel online disini digunakan untuk melakukan transaksi penjualan ke pasar baru, memperoleh keuntungan dari rendahnya biaya advertising secara internasional tanpa membutuhkan dukungan infrastruktur penjualan dari wilayah pelanggan. Penggunaan internet disini sangat membantu Garuda Indonesia untuk memasuki pasar baru yang diberikan oleh rute mereka dengan alokasi biaya yang lebih efektif.
    Strategi diferensiasi juga diterapkan oleh PT. Garuda Indonesia. Diferensiasi merupakan tindakan merangkat seperangkat perbedaan yang berarti untuk membedakan penawaran perusahaan dibandingkan penawaran pesaing. Diferensiasi terdiri dari diferensiasi produk, diferensiasi pelayanan, diferensiasi personal, diferensiasi saluran dan diferensiasi citra. Diferensiasi produk terdiri dari bentuk, pernik-pernik, kualitas, kehandalan, mudah diperbaiki gaya dan rancangan. Diferensiasi pelayanan meliputi mudah pemesanan, instalasi pelatihan pelanggan, konsultasi pelanggan, pemeliharaan dan perbaikan, dan pelayanan lainnya. Garuda Indonesia menggunakan strategi diferensiasi pelayanan untuk meraih kesuksesannya. Iklan Garuda Indonesia untuk menggambarkan pelayanan yang menyenangkan dengan “e-travel”.

    Dalam pengelolaan proyek, dikenal berbagai tahapan pengelolaan mulai dari perencanaan, penskedulan, dan penyusunan biaya.
    Dalam pembuatan skedul dikenal berbagai pendekatan yaitu: 1) Gantt Chart, 2) Critical Path Method (CPM) dan Program Evaluation and Review (PERT). Jelaskan prinsip pendekatan ini secara ringkas.
    Jawab:

    Gant Chart
    Gantt Chart sering disebut sebagai bagan balok yang merupakan salah satu metode penjadwalan paling umum digunakan dalam proyek-proyek yang ada. Heizer, Jay dan Render, Barry (2008),yang dialih-bahasakan oleh Chriswan Sungkono (2010,90),menyatakan bahwa“Gantt chart adalah sebuah contoh teknik nonmatematis yang digunakan secara luas dan populer di kalangan manajer karena sifatnya sederhana dan visual”. Gantt Chart diperkenalkan oleh pertama kali diperkenalkan oleh Henry L. Gantt pada tahun 1916. Pada bagan Gant ini, menyajikan elemen-elemen kegiatan dari suatu proyek, yang tersusun secara vertikal (berdasarkan kronologis waktu pelaksanaan proyek) dan dalam arah horizontal menggunakan skala waktu proporsional pada penjadwalannya, sehingga tampak lebih mudah dalam visualisasi untuk melihat dan mengendalikan proyek dalam prosesnya di lapangan.
    Gantt Chart merupakan teknik penjadwalan proyek yang paling populer digunakan oleh manajer, dibandingkan dengan metode-metode yang lebih kompleks dalam mengalokasikan sumber daya proyek dalam penyusunannya Menurut Eddy Herjanto (2008,358), hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan Gantt Chart adalah sebagai berikut:
    Semua aktivitas telah selesai dianalisis sebelumnya.
    Urutan kinerjanya telah diperhitungkan.
    Perkiraan waktu telah tercatat sebelumnya
    Keseluruhan waktu proyek telah ditentukan.
    Akan tetapi terdapat 2 kelemahan Gant Chart yang harus diketahui diantaranya :
    Tidak secara langsung menunjukkan hubungan antar kegiatan, sehingga hal yang sulit diidentifikasi adalah pengaruh keterlambatan pada suatu aktivitas terhadap aktivitas lain yaang akan dilakukan selanjutnya.
    Tidak menunjukkan deskripsi aktivitas-aktivitas kritis, sehingga otomatis semua aktivitas dalam proyek akan berstatus kritis.

    Critical Path Method (CPM)
    Menurut Roger G. Schroeder (2000:293), pengertian metode jalur kritis adalah metode berdasarkan jaringan yang menggunakan keseimbangan waktu-biaya linier. Tiap kegiatan daapt diselesaikan lebih cepat dari waktu normalnya dengan cara memintas kegiatan untuk sejumlah biaya tertentu. Dengan demikian jika waktu penyelesaianproyek tidak memuaskan, beberapa kegiatan tertentu dapat dipintas untuk dapat menyelesaikan proyek dengan waktu yang lebih sedikit.
    CPM (Critical Path Method) adalah teknik menajemen proyek yang menggunakan hanya satu factor waktu per kegiatan. Merupakan jalur tercepat untuk mengerjakan suatu proyek, dimana setiap proyek yang termasuk pada jalur ini tidak diberikan waktu jeda/istirahat untuk pengerjaannya. Dengan asumsi bahwa estimasi waktu tahapan kegiatan proyek dan ketergantungannya secara logis sudah benar. Jalur kritis berkonsentrasi pada timbal balik waktu dan biaya. Jalur kritis merupakan jalur yang terdiri dari kegiatan-kegiatan yang bila terlambat akan mengakibatkan keterlambatan penyelesaian proyek.
    Langkah-langkah dalam perencanaan proyek menggunakan metode CPM :
    1. Tentukan rincian kegiatan.
    Dari rincian kegiatan yang harus dilakukan dalam sebuah proyek, tambahkan informasi durasi dan identifikasikan prasyarat kegiatan sebelumnya yang harus terselesaikan terlebih dahulu.
    Tentukan urutan kegiatan dan gambarkan dalam bentuk jaringan.
    Beberapa kegiatan akan dapat dimulai dengan sangat tergantung pada penyelesaian kegiatan lain. Relasi antar kegiatan ini harus diidentifikasi dan digambarkan secara berurutan dalam bentuk titik dan busur.
    Susun perkiraan waktu penyelesaian untuk masing-masing kegiatan.
    Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap kegiatan dapat diestimasi dengan menggunakan pengalaman masa lalu atau perkiraan dari para praktisi. CPM tidak memperhitungkan variasi waktu penyelesaian, sehingga hanya satu perkiraan yang akan digunakan untuk memperkirakan waktu setiap kegiatan.
    Identifikasi jalur kritis (jalan terpanjang melalui jaringan).
    Jalur kritis adalah jalur yang memiliki durasi terpanjang yang melalui jaringan. Arti penting dari jalur kritis adalah bahwa jika kegiatan yang terletak pada jalur kritis tersebut tertunda, maka waktu penyelesaian proyek secara keseluruhan otomatis juga akan tertunda. Pada jalur selain jalur kritis, akan ditemui waktu longgar/waktu toleransi (slack time) yaitu sejumlah waktu sebuah kegiatan dapat ditunda tanpa menunda penyelesaian proyek secara keseluruhan. Update Diagram CPM. Pada saat proyek berlangsung, waktu penyelesaian kegiatan dapat diperbarui sesuai dengan diperolehnya informasi dan asumsi baru. Sebuah jalur kritis baru mungkin akan muncul, dan perubahan bentuk jaringan sangat mungkin harus dilakukan.

    Project Evaluation and Review Technique (PERT)
    PERT (menurut Setianingrum, 2011) adalah suatu alat manajemen proyek yang digunakan untuk melakukan penjadwalan, mengatur dan mengkoordinasikan bagian-bagian pekerjaan yang ada di dalam suatu proyek. PERT juga merupakan suatu metode yang bertujuan untuk mengurangi adanya penundaan kegiatan (proyek, produksi, dan teknik) maupun rintangan dan perbedaan-perbedaan, mengkoordinasikan dan menyelaraskan berbagai bagian sebagai suatu keseluruhan pekerjaan dan mempercepat selesainya proyek-proyek. Menurut (Jay Heizer & Barry Render, 2005), dalam jaringan PERT kita menetapkan tiga perkiraan waktu (three times estimates) untuk masing-masing jaringan aktivitas. Three times estimates meliputi:
    Waktu optimis (optimistic time) (a) : adalah waktu terpendek kejadian yang Mungkin terjadi. Waktu yang dibutuhkan oleh sebuah kegiatan jika semua hal berlangsung sesuai rencana.
    Waktu pesimis ( pessimistic time) (b) : waktu terpanjang kejadian yang dibutuhkan. Waktu yang dibutuhkan sebuah kegiatan dengan asumsi kondisi yang ada sangat tidak diharapkan.
    Waktu realistis (most likely time) (m) : waktu yang paling tepat untuk penyelesaian aktivitas dalam jaringan PERT, merupakan waktu yang paling sering terjadi jika suatu aktivitas diulang beberapa kali.
    Proyek yang kompleks menggunakan metode PERT, maka akan diketahui:
    Kapan proyek akan selesai
    Bagaimana urut-urutan pekerjaan, kapan mulainya dan kapan selesainya
    Pekerjaan mana yang paling lama
    Pekerjaan mana yang tertunda
    Pekerjaan mana yang dapat perhatian khusus

    Kelebihan dan Keterbatasan PERT Menurut (Jay Heizer & Barry Render, 2005), kelebihan PERT :
    Sangat berguna terutama saat menjadwalkan dan mengendalikan proyek besar.
    Konsep yang lugas atau secara langsung (straightforward) dan tidak memerlukan perhitungan matematis yang rumit.
    Jaringan grafis membantu melihat hubungan antar kegiatan secara cepat.
    Analisis jalur kritis dan waktu slack membantu menunjukkan kegiatan yang perlu diperhatikan lebih dekat.
    Dokumentasi proyek dan gambar menunjukkan siapa yang bertanggung jawab untuk kegiatan yang beragam.
    Dapat diterapkan untuk proyek yang bervariasi.
    Berguna dalam mengawasi jadwal dan biaya.

    Menurut (Jay Heizer & Barry Render, 2005), keterbatasan dalam PERT :
    Kegiatan proyek harus ditentukan secara jelas, dan hubungannya harus bebas dan stabil.
    Hubungan pendahulu harus dijelaskan dan dijaringkan bersama-sama.
    Perkiraan waktu cenderung subjektif dan bergantung pada kejujuran para manajer yang takut akan bahaya terlalu optimistis atau tidak cukup pesimistis.

    Jelaskan arti ungkapan Highly Visible Responsible dan apa syarat bagi seorang manajer proyek, jelaskan dengan memberikan contoh.

    Jawab:
    Highly Visible Responsible dalam hal ini mengandung arti bahwa seorang manajer proyek harus memiliki visibilitas yang tinggi dalam suatu perusahaan dan betanggung jawab dalam memastikan bahwa:
    semua aktivitas-aktivitas yang diperlukan selesai dalam urutan yang benar dan tepat waktu
    proyek sesuai dengan anggaran
    proyek memenuhi tujuan terkait kualitas
    orang yang ditugaskan pada proyek menerima motivasi, arahan, dan informasi yang diperlukan untuk melakukan pekerjaannya.
    Adapun syarat yang harus dimiliki oleh seorang manajer proyek adalah:
    Manajer proyek harus menjadi pelatih dan komunikator yang baik
    Mampu mengorganisisr aktivitas-aktivitas dari berbagai disiplin ilmu.
    Memiliki pengalaman dan kompetensi yang sesuai dengan proyek yang sedang dikelola
    Memiliki komitmen yang tinggi untuk meraih tujuan serta keberhasilan proyek
    Mampu membuat perencanaan dalam jangka panjang dan jangka pendek
    Memiliki kepercayaan yang tinggi kepada para profesional terlatih untuk menerima pekerjaan-pekerjaan yang didelegasikan kepadanya
    Contoh:
    Sebagai contoh yaitu ketika seorang manajer proyek dihadapi masalah-masalah etis. Dalam hal ini, manajer proyek bukan hanya dituntut memiliki visibilitas yang tinggi, akan tetapi juga mampu menghadapi masalah etis sehari-harinya. Bagaimana tindakan mereka membentuk suatu pedoman perilaku untuk dapat dipatuhi dalam pengerjaan proyek. Manajer proyek terkadang berurusan dengan (1) penawaran hadiah dari kontraktor, (2) tekanan untuk mengubah laporan status untuk menutupi kenyataan penundaan, (3) laporan palsu untuk pembebanan waktu dan pengeluaran, (4) tekanan untuk mengompromikan kualitas agar memperoleh bonus atau menghindari penalti terkait dengna jadwal. Hal yang dapat dilakukan adalah dengna menerapkan kode etis dari Project Management Institute, yaitu dengan cara mencoba membentuk standar. Kode-kode tersebut perlu disandingkan dengan kepemimpinan yang baik dan sebuah budaya organisasi yang kuat, dengan standar dan nilai etik yang melekat sehingga daapt dipatuhi oleh unsur yang terkait dalam suatu proyek.

    Pengadaan barang dan jasa untuk instansi pemerintahan sekarang ini harus dilakukan secara online. Pelaksanaannya membutuhkan sarana dan prasarana yang menoang (supporting Service) sehingga dapat dimungkinkan bagaimana pengadaan barang dan jasa secara online dilakukan . Dalam kaitan ini jelaskan hal berikut.

    Apa yang dimaksud dengan pengadaan barang dan jasa secara online

    Jawab:

    E-procurement adalah sistem pengadaan barang dan jasa yang memanfaatkan teknologi informasi. Teknologi informasi digunakan untuk melakukan pengolahan data penggadaan hingga ke proses pembuatan laporan. E-procurement merupakan istilah umum diterapkan pada penggunaan sistem yang terintegrasi antara database dengan area yang luas (biasanya berbasis web) jaringan sistem komunikasi disebagian atau seluruh proses pembelian. Proses pengadaan meliputi identifikasi kebutuhan awal dan spesifikasi oleh pengguna, melalui pencarian, sumber dan tahap negosiasi kontrak, pemesanan dan termasuk mekanisme yang meregistrasi penerimaan, pembayaran dan sebagai pendukung evaluasi pasca pengadaan.

    Apa manfaat daripada pengadaan barang dan jasa secara online baik kepada pelaksana maupun kepada pemerintah dan perekonomian

    Jawab:

    Keuntungan diterapkannya e-procurement ini terletak pada dua kategori umum, yaitu: efektifitas dan efisiensi. Efisiensi e-Procurement ini dilihat dari rendahnya biaya pengadaan (procurement), cepatnya waktu siklus, mengurangi maverick (pengadaan barang dan jasa yang tidak teridentifikasi), dan integrasi dari fungsi pengadaan yang lebih rekat dengan key back office system sehingga dapat mengurangi waktu administrasi. Sedangkan efektifitas e-procurement dapat dilihat dari meningkatnya pengontrolan pada rantai persediaan dan keputusan pembelian persediaan dengan kualitas yang lebih baik.
    Menurut Seth Miller dalam artikelnya keuntungan utama e-procurement meliputi menghemat uang, waktu, dan beban kerja tambahan yang normalnya berhubungan dengan pekerjaan tulis-menulis. Proses pengadaan konvensional biasanya melibatkan banyak pemrosesan kertas-kertas, yang mana menghabiskan sejumlah besar waktu dan uang. Keuntungan e-procurement tidak hanya meliputi penghematan uang tetapi juga penyederhanaan keseluruhan proses. Rencana-rencana yang optimal dapat dikomunikasikan dengan cepat kepada pemasok-pemasok, oleh karena itu dapat mengurangi biaya dan pemborosan yang biasanya terdapat dalam supply chain. Keuntungan e-procurement meliputi pengurangan biaya overhead seperti pembelian agen, juga peningkatan kendali inventori, dan keseluruhan peningkatan siklus manufaktur. Sistem e-procurement membantu perusahaan-perusahaan mengkonsolidasikan data tentang pengadaan bermacam-macam barang baik secara langsung maupun tidak langsung.

    Bagaimana cara mempertimbangkan pemilihan penyedia layanan secara teori.

    Jawab:
    Sesuai ketentuan dalam Perpres No.54 Tahun 2010, pemilihan penyedia barang/pekerjaan konstruksi/jasa lainnya dilakukan dengan cara:
    Pemilihan Penyedia Barang/Jasa Lainnya dilakukan dengan:
    Pelelangan yang terdiri atas Pelelan Umum dan Pelelangan Sederhana;
    Penunjukan Langsung;
    Pengadaan Langsung; atau
    Kontes/Sayembara.
    Pemilihan Penyedia Pekerjaan Konstruksi dilakukan dengan:
    Pelelangan Umum;
    Pelelangan Terbatas;
    Pemilihan Langsung;
    Penunjukan Langsung; atau
    Pengadaan Langsung.
    Sedangkan pengadaan untuk jasa konsultansi dilakukan melalui cara Seleksi Sederhana, Penunjukan Langsung, Pengadaan Langsung, Sayembara. Adapun pengertian metode pemilihan penyedia barang/jasa di atas adalah sebagai berikut :
    Pelelangan Umum. Yaitu metode pemilihan Penyedia Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya untuk semua pekerjaan yang dapat diikuti oleh semua Penyedia Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya yang memenuhi syarat.
    Pelelangan Sederhana. Yaitu metode pemilihan Penyedia Barang/Jasa Lainnya untuk pengadaan yang tidak kompleks dan bernilai paling tinggi Rp200.000.000,-(dalam draft perubahan Perpres 54 Tahun 2010 tanggal 28 Maret 2012 nilainya paling tinggi Rp5.000.000.000).
    Pelelangan Terbatas. Yaitu metode pemilia Pekerjaan Konstruksi untuk Pekerjaan Konstruksi dengan jumlah Penyedia yang mampu melaksanakan diyakini terbatas dan untuk pekerjaan yang kompleks. Pekerjaan yang Kompleks adalah pekerjaan yang memerlukan teknologi tinggi, mempunyai risiko tinggi, menggunakan peralatan yang didesain khusus dan/atau pekerjaan yang bernilai diatas Rp100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah).
    Pemilihan Langsung. Dalam hal metode pelelangan umum atau pelelangan terbatas dinilai tidak efisien dari segi biaya pelelangan, maka pemilihan penyedia barang/jasa dapat dilakukan dengan metode pemilihan langsung, yaitu dilakukan dengan membandingkan sebanyak-banyaknya penawaran, sekurang¬kurangnya 3 penawaran dari penyedia barang/jasa yang telah lulus prakualifikasi serta dilakukan negosiasi baik teknis maupun biaya serta harus diumumkan minimal melalui papan pengumunan resmi untuk penerangan umum dan bila memungkinkan melalui internet (pemilihan Penyedia Pekerjaan Konstruksi untuk pekerjaan yang bernilai paling tinggi Rp200.000.000,00 (dalam draft perubahan Perpres 54 Tahun 2010 tanggal 28 Maret 2012 nilainya paling tinggi Rp5.000.000.000)).
    Penunjukan Langsung. Yaitu metode pemilihan Penyedia Barang/Jasa dengan cara menunjuk langsung 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa. Dalam keadaan tertentu dan keadaan khusus pemilihan penyedia barang/jasa dapat dilakukan dengan cara penunjukan langsung terhadap 1 (satu) penyedia barang/jasa dengan cara melakukan negosiasi baik teknis maupun biaya sehingga diperoleh harga yang wajar dan secara teknis dapat dipertanggungjawabkan.
    Pengadaan Langsung. Yaitu pengadaan Barang/Jasa langsung kepada Penyedia barang/Jasa, tanpa melalui Pelelangan/Seleksi/Penunjukan Langsung dan dapat dilakukan terhadap Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya yang bernilai paling tinggi Rp100.000.000,-(dalam draft perubahan Perpres 54 Tahun 2010 tanggal 28 Maret 2012 nilainya paling tinggi Rp200.000.000)
    Kontes/Sayembara. Kontes/Sayembara dilakukan khusus untuk pemilihan Penyedia Barang/Jasa Lainnya yang merupakan hasil Industri kreatif, inovatif dan budaya dalam negeri.
    Sedangkan khusus untuk pemilihan penyedia jasa konsultansi melalui negosiasi teknis dan biaya sehingga diperoleh harga yang sesuai dengan harga pasar dan secara teknis dapat dipertanggungjawabkan. Pemilihan Penyedia Jasa Konsultansi pada prinsipnya dilakukan melalui Seleksi Umum. Dalam keadaan tertentu pemilihan Penyedia Jasa Konsultansi dapat dilakukan melalui Seleksi Sederhana, Penunjukan Langsung, Pengadaan Langsung, Sayembara.
    Seleksi Umum; merupakan metode pemilihan penyedia jasa konsultansi yang daftar pendek pesertanya dipilih melalui proses prakualifikasi secara terbuka yaitu diumumkan secara luas sekurang-kurangnya di website K/D/L/I, dan papan pengumuman resmi masyarakat serta Portal Pengadaan Nasional melalui LPSE, sehingga masyarakat luas dan dunia usaha yang berminat serta memenuhi kualifikasi dapat mengikutinya;
    Seleksi Sederhana; merupakan metode yang dilakukan terhadap Pengadaan Jasa Konsultansi dalam hal Seleksi Umum dinilai tidak efisien dari segi biaya seleksi, dilakukan untuk pengadaan Jasa Konsultansi yang bersifat sederhana dan bernilai paling tinggi Rp200.000.000,-dengan diumumkan paling kurang di website K/L/D/I dan papan pengumuman resmi untuk masyarakat serta Portal Pengadaan Nasional melalui LPSE, sehingga masyarakat luas dan dunia usaha yang berminat dan memenuhi kualifikasi dapat mengikutinya.
    Penunjukan Langsung; dilaksanakan dikarenakan keadaan tertentu dan keadaan khusus, pemilihan penyedia jasa konsultansi dapat dilakukan dengan menunjuk satu penyedia jasa konsultansi yang memenuhi kualifikasi dan dilakukan negosiasi baik dari segi teknis maupun biaya sehingga diperoleh biaya yang wajar dan secara teknis dapat dipertanggungjawabkan.
    Pengadaan Langsung; dilakukan terhadap Pengadaan Jasa Konsultansi yang memiliki karakteristik merupakan kebutuhan operasional K/L/D/I, dan atau bernilai paling tinggi Rp50.000.000,-. Pengadaan dilaksanakan oleh 1 Pejabat Pengadaan. Pengadaan Langsung tidak digunakan sebagai alasan untuk memecah paket pengadaan menjadi beberapa paket dengan maksud untuk menghindari Seleksi.
    Sayembara; dilakukan terhadap Pengadaan Jasa Konsultansi yang memiliki karakteristik merupakan proses dan hasil dari gagasan, kreatifitas, inovasi dan metode pelaksanaan tertentu, tidak dapat ditetapkan berdasarkan Harga Satuan. Persyaratan administratif bagi Penyedia Jasa Konsultansi yang akan mengikuti Sayembara ditetapkan oleh ULP/Pejabat Pengadaan yang dapat lebih mudah dari pada Persyaratan Penyedia Barang/Jasa secara umum. Persyaratan dan metode evaluasi teknis ditetapkan oleh ULP/Pejabat Pengadaan setelah mendapat masukan dari tim yang ahli dibidangnya, sedangkan pelaksanaan evaluasi dilakukan oleh tim yang ahli di bidangnya.
    Adapun prinsip-prinsip yang harus diterapkan dalam pemilihan penyedia layanan adalah: Kesederhanaa, Reliabilitas, tanggung jawab dari petugas pelayanan, kecakapan para petugas pelayanan, pendekatan kepada pelanggan dan kemudahan kontak pelanggan dengna petugas layanan, keramahan, keamanan, efisien dan ekonomis. Sementara itu prinsip-prinsip dasar pengadaan barang/jasa pemerintah adalah, efisien, terbuka dan bersaing, transparan, adil/tidak diskriminatif, dan akuntabel.
    Diketahui informasi dari pengalaman satu proyek, waktu yang dibutuhkan (T) = 62 minggu, sedangkan variasi adalah 72. Berapakah kemungkinan proyek itu selesai 18 hari sebelum waktu normal pengerjaan proyek?
    Jawab:
    Diket: Due date = 62 minggu
    Expected date = 18 hari = 3 minggu
    Project Variance = 72
    Ditanya: Z ?
    Jawab :
    Z= (Due date-Expected Completion Date)/σp
    σp= √(Project Varians)
    σp= √72 = 8,48
    Z= (62- 3) / 8,48
    = 6,95 >> dibulatkan
    = 7
    Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa probabilitas dari penyelesaian proyek 18 minggu sebelum waktu normal pengerjaan proyek adalah kira-kira 7 minggu.

    Terimakasih,,,,,,

    Komentar oleh nany mawaddah | Februari 13, 2015 | Balas

  29. TUGAS MANAJEMEN OPERASI
    UJIAN AKHIR SEMESTER GANJIL ANGKATAN 19 KELAS PAGI
    DOSEN : Dr. Johannes Simatupang, SE, M.Si
    Disusunoleh
    NAMA : NINA ZULNIMAR JASMALI( P2C214042)
    JAWAB :
    1. sifat layanan yang mengkombinasikan berbagai unsur sebagaimana berikut.
    a) Berdasarkan Tingkat Kastomisasi (customization) dan keputusan dalam penyampaian jasa, kelompok jasa yang ditinjau dari segi rendahnya keseragaman atau lebih terbiasa secara umum dari jasa yang disajikan menurut pihak penyedia jasa maupun pelanggan dikaitkan dengan tinggi rendahnya penilaian, tanggapan, pendapat atau pertimbangan dari pihak pelanggan terhadap jasa yang disediakan.
    b) Berdasarkan sifat tindakan jasa (the nature of the service act) merupakan jasa yang sifat penyampaian nya dapat berhubungan dengan tubuh atau pikiran dari pihak penerima jasa serta juga dapat berkaitan dengan benda atau kekayaan dan kepentingan lainnya dari pihak penerima jasa.
    c) Berdasarkan metode penyampaian (methode of service delivery), kelompok jasa yang ditinjau dari cara interaksi antara pelanggan dengan penyedia jasa dikaitakan dengan banyaknya tempat yang disediakan oleh pihak penyedia layanan.
    2. a. Daya saing merupakan kemampuan menghasilkan produk barang dan jasa yang memenuhi pengujian internasional, dan dalam saat bersamaan juga dapatmemeliharatingkat pendapatan yang tinggi dan berkelanjutan, atau kemampuan daerah menghasilkan tingkat pendapatan dan kesempatan kerja yang tinggi dengan tetap terbuka terhadap persaingan eksternal (European Commission, 1999). Daya saing perusahaan dapat diartikan sebagai kemampuan suatu perusahaan menguasai, meningkatkan dan mempertahankansuatu posisipasaratau dapat juga diartikan sebagai kemampuan suatu perusahaan mengatasi perubahan dan persaingan pasar dalam memperbesa rdan mempertahankan keuntungannya (profitabilitas), pangsapasar, dan/atau ukuran bisnisnya (skalausahanya).
    b. tiga strategi yang berkaitan untuk membangun daya saing layananyaitu :
    1. Persaingan melalui differensiasi :
    Differensiasi dikaitkan dengan keunikan. Differensiasi dianggap sebagai hal di luar karakteristik fisik dan atribut jasa untuk mencakup segala hal tentang produk atau jasa yang mempengaruhi nilai yang diperoleh oleh pelanggan. Dalam sector jasa, salah satu pilihan untuk memperluas differensiasi produk adalah melalui sebuah pengalaman
    2. Persaingan Melalui biaya :
    Salah satu strategi yang dilakukan adalah strategi berbiaya rendah, yang mana menggunakan sumberdaya financial secara efektif. Contoh Walmart danColyurt, merupakan perusahaan teratas dengan strategi biaya rendah. Sebuah strategi biaya rendah tidakberarti memiliki nilai yang rendah atau kualitas yang rendah.
    3. Persaingan melalui respons :
    Respons didefenisikan sebagai keseluruhan rentang nilai terkait dengan pengembangan dan pengiriman produk yang tepat waktu, selain juga penentuan jadwal yang terpercaya dan kinerja yang fleksibel. Respon yang fleksibel dapat dianggap sebagai kemampuan untuk menyesuaikan perubahan dalam sebuah pasar dimana inovasi desain dan volume berfluktuasi secara substansial.
    C. Contoh didalam industry penerbangan :
    Contohnya pada Southwest Airlines. Southwest Airlines telah menjadi penghasil uang yang konsisten sementara maskapai penerbangan AS lainnya telah kehilangan milyaran uang. Southwest melakukan hal ini dengan memenuhi kebutuhan akan penerbangan murah dan jarak pendek. Standar operasi telah menyertakan penggunaan bandara dan terminal sekunder , yang pertama datang, yang pertama diberikan kursi penumpang, sedikit pilihan tarif, jumlah kru yang lebih sedikit dengan jam, terbang yang lebih, penerbangan dengan hanya diberikan makanan ringan atau tanpa makanan sama sekali, dan tidak ada took penjualan tiket di pusat kota. Selain itu Southwest telah sangat efektif menyamakan kapasitas dengan permintaan dan secara efektif pula menggunakan kapasitas ini. Hal ini dilakukan dengan mendesain sebuah struktur rute yang sesuai dengan kapasitas dari Boeing 737-nya. Southwest mencapai jarak terbang yang lebih banyak dibandingkan maskapai lainnya karena cepatnya turn round- pesawatnya jarang berada di darat
    3. Dalam pengelolaan proyek dikenal berbagai tahap pengelolaan mulai dari perencanaan, penskedulan dan penyusunan biaya.
    a.*Gantt chart adalah suatu alat yang bernilai khususnya untuk proyek-proyek dengan jumlah anggota tim yang sedikit, proyek mendekati penyelesaian dan beberapa kendala proyek.Gantt chart secara luas dikenal sebagai alat fundamental dan mudah diterapkan oleh para manajer proyek untuk memungkin kan seseorang melihat dengan mudah waktu dimulai dan selesainya tugas-tugas dan sub- sub tugas dari proyek.
    ͼ Semakin banyak tugas-tugas dalam proyek dan semkin penting urutan antara tugas-tugas maka semakin besar kecenderungan dan keinginan untuk memodifikasi gantt chart.
    ͼ Gantt chart membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan “what if” saa tmelihat kesempatan-kesempatan untuk membuat perubahan terlebih dahulu terhadap kebutuhan.
    *CPM (Critical Path Method) adalah teknik menajemen proyek yang menggunakan hanya satu factor waktu per kegiatan. Merupakan jalur tercepat untuk mengerjakan suatu proyek, dimana setiap proyek yang termasuk pada jalur ini tidak diberikan waktu jeda/istirahat untuk pengerjaannya. Dengan asumsi bahwa estimasi waktu tahapan kegiatan proyek dan ketergantungan nya secara logis sudah benar. Jalur kritis berkonsentrasi pada timbal balik waktu dan biaya. Menurut Ir.Rakhma Oktavina, M.T. jalur kritis merupakan jalur yang terdiri dari kegiatan-kegiatan yang bila terlambatakan mengakibatkan keterlambatan penyelesaian proyek.
    *Pengertian PERT (menurut Jay Heizer & Barry Render, 2005) adalah Untuk membagi keseluruhan proyek kedalam kejadian dan aktivitas. Suatu kejadian menandai mulainya atau selesainya tugas atau aktivitas tertentu. Suatu aktivitas di sisi lain adalah suatu tugas atau subproyek yang terjadi antara dua kejadian. Menurut (Jay Heizer& Barry Render, 2005), dalam jaringan PERT kitamenetapkantiga perkiraan waktu (three times estimates) untuk masing-masing jaringan aktivitas. Three times estimates meliputi:
     Waktu optimis (optimistic time) (a) : adalah waktu terpendek kejadian yang Mungkin terjadi. Waktu yang dibutuhkan oleh sebuah kegiatan jika semua hal berlangsung sesuai rencana. Dalam memperkirakan nilai ini, biasanya terdapat peluang kecil (katakanlah,1/100) bahwawaktukegiatanakan< a.
     Waktupesimis ( pessimistic time) (b) : waktuterpanjangkejadian yang dibutuhkan. Waktu yang dibutuhkan sebuah kegiatan dengan asumsi kondisi yang ada sangat tidak diharapkan. Dalam memperkirakan nilai ini, biasanya terdapat peluang yang juga kecil (juga, 1/100) bahwa waktu kegiatan akan berkurang
     Waktu realistis (most likely time) (m) :waktu yang paling tepat untuk penyelesaian aktivitas dalam jaringan PERT, merupakan waktu yang paling sering terjadi jika suatu aktivitas diulang beberapa kali.

    B. Highly Visible Responsible dalam hal ini mengandung arti bahwa seorang manajer proyek harus memiliki visibilitas yang tinggi dalam suatu perusahaan dan betanggung jawab dalam memastikan bahwa:
     semua aktivitas-aktivitas yang diperlukan selesai dalam urutan yang benar dan tepat waktu
     proyek sesuai dengan anggaran
     proyek memenuhi tujuan terkait kualitas
     orang yang ditugaskan pada proyek menerima motivasi, arahan, dan informasi yang diperlukan untuk melakukan pekerjaannya.
    Adapun syarat yang harus dimiliki oleh seorang manajer proyek adalah:
     Manajer proyek harus menjadi pelatih dan komunikator yang baik
     Mampu mengorganisisr aktivitas-aktivitas dari berbagai disiplin ilmu.
     Memiliki pengalaman dan kompetensi yang sesuai dengan proyek yang sedang dikelola
     Memiliki komitmen yang tinggi untuk meraih tujuan serta keberhasilan proyek
     Mampu membuat perencanaan dalam jangka panjang dan jangka pendek
     Memiliki kepercayaan yang tinggi kepada para profesional terlatih untuk menerima pekerjaan-pekerjaan yang didelegasikan kepadanya

    Contoh:
    Sebagai contoh yaitu ketika seorang manajer proyek dihadapi masalah-masalah etis. Dalam hal ini, manajer proyek bukan hanya dituntut memiliki visibilitas yang tinggi, akan tetapi juga mampu menghadapi masalah etis sehari-harinya. Bagaimana tindakan mereka membentuk suatu pedoman perilaku untuk dapat dipatuhi dalam pengerjaan proyek. Manajer proyek terkadang berurusan dengan penawaran hadiah dari kontraktor, tekanan untuk mengubah laporan status untuk menutupi kenyataan penundaan, laporan palsu untuk pembebanan waktu dan pengeluaran, tekanan untuk mengompromikan kualitas agar memperoleh bonus atau menghindari penalti terkait dengna jadwal.
    4. a. Pengadaan barang dan jasa secara online (E-procurement) adalah system pengadaan barang dan jasa yang memanfaat kan teknologi informasi. Teknologi informasi digunakan untuk melakukan pengolahan data penggadaan hingga ke proses pembuatan laporan. E-procurement merupakan istilah umum diterapkan pada penggunaan sistem yang terintegrasi antara database dengan area yang luas (biasanyaberbasis web) jaringan sistem komunikasi disebagian atau seluruh proses pembelian. Proses pengadaan meliputi identifikasi kebutuhan awal dan spesifikasi oleh pengguna, melalui pencarian, sumber dan tahap negosiasi kontrak, pemesanan dan termasuk mekanisme yang meregistrasi penerimaan, pembayaran dan sebagai pendukung evaluasi pasca pengadaan.
    b. Menurut Seth Miller dalam artikelny akeuntungan utama e-procurement meliputi menghemat uang, waktu, dan beban kerja tambahan yang normalnya berhubungan dengan pekerjaan tulis-menulis. Proses pengadaan konvensional biasanya melibatkan banyak pemrosesan kertas-kertas, yang mana menghabiskan sejumlah besar waktu dan uang. Keuntungan e-procurement tidak hanya meliputi penghematan uang tetapi juga penyederhanaan keseluruhan proses. Rencana-rencana yang optimal dapat dikomunikasikan dengan cepat kepada pemasok-pemasok, oleh karena itu dapat mengurangi biaya dan pemborosan yang biasanya terdapat dalam supply chain. Keuntungan e-procurement meliputi pengurangan biaya overhead seperti pembelian agen, juga peningkatan kendali inventori, dan keseluruhan peningkatan siklus manufaktur. Sistem e-procurement membantu perusahaan-perusahaan mengkonsolidasikan data tentang pengadaan bermacam-macam barang baik secara langsung maupun tidak langsung
    c. Sesuai ketentuan dalam Perpres No.54 Tahun 2010, pemilihan penyedia barang/pekerjaan konstruksi/jasalainnya dilakukan dengan cara:
    1. Pemilihan Penyedia Barang/Jasa Lainnya dilakukan dengan:
    a. Pelelangan yang terdiri atas Pelelan Umum dan Pelelangan Sederhana;
    b. Penunjukan Langsung;
    c. Pengadaan Langsung; atau
    d. Kontes/Sayembara.
    2. Pemilihan Penyedia Pekerjaan Konstruksi dilakukan dengan:
    a. Pelelangan Umum;
    b. Pelelangan Terbatas;
    c. Pemilihan Langsung;
    d. Penunjukan Langsung; atau
    e. Pengadaan Langsung.
    Sedangkan pengadaan untuk jasa konsultansi dilakukan melalui cara Seleksi Sederhana, Penunjukan Langsung, Pengadaan Langsung, Sayembara.
    5. Diketahui informasi dari pengalaman satu proyek, waktu yang dibutuhkan (T) = 62 minggu, sedangkan variasi adalah 72. Berapakah kemungkinan proyek itu selesai 18 hari sebelum waktu normal pengerjaan proyek?
    Diketahui :
    Due Date : 62 minggu
    Expected Date : 18 hari = 3 Minggu
    Variasi : 72

    Ditanya : Z
    Penyelesaian:
    Z = (Due Date – Expected date)/∂p
    ∂p = √Project varians
    = √72
    = 8,49
    Z = (62-3)/8,49
    = 6,94
    dibulatkan menjadi 7
    Jadi dari hasil perhitungan diatas dapat diketahui bahwa kemungkinan proyek tersebut selesai sebelum waktu normal adalah 7 minggu.

    TERIMAKASIH. . . . .

    Komentar oleh Nina Zulnimar Jasmali | Februari 13, 2015 | Balas

  30. JAWABAN SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER
    MATA KULIAH MANAJEMEN OPERASI
    ANGKATAN 19 KELAS PAGI

    OLEH :
    NAMA : DINA NOVIYANTI
    NIM : P2C214043

    1. SIFAT LAYANAN JASA
    a). Berdasarkan Tingkat Kastomisasi (customization) dan keputusan dalam penyampaian jasa, kelompok jasa yang ditinjau dari segi rendahnya keseragaman atau lebih terbiasa secara umum dari jasa yang disajikan menurut pihak penyedia jasa maupun pelanggan dikaitkan dengan tinggi rendahnya penilaian, tanggapan, pendapat atau pertimbangan dari pihak pelanggan terhadap jasa yang disediakan. Contohnya yakni : Kastomisasi layanan. Contohnya pada perusahaan cinderamata yang membuat produknya sesuai dengan permintaan konsumen.
    b) Berdasarkan sifat tindakan jasa (the nature of the service act) merupakan jasa yang sifat penyampaian nya dapat berhubungan dengan tubuh atau pikiran dari pihak penerima jasa serta juga dapat berkaitan dengan benda atau kekayaan dan kepentingan lainnya dari pihak penerima jasa. Contohnya yakni :
    People Thing
    -Beauty Salon
    -Healt Care
    Exercise clinic
    -Restoran
    -Bengkel
    -anitorial service
    -Education
    -Broachasting
    Information service -Banking
    -Insurance
    -Asuransi

    c) Berdasarkan metode penyampaian (methode of service delivery), kelompok jasa yang ditinjau dari cara interaksi antara pelanggan dengan penyedia jasa dikaitakan dengan banyaknya tempat yang disediakan oleh pihak penyedia layanan.
    Contohnya yakni :
    – Pada layanan perbankan Bank Mandiri khususnya untuk segmen prioritas, nasabah ingin dilayani lebih tidak hanya untuk layanan bank secara konvensional, tetapi juga terhadap pengelolaan keuangan wealth management, investasi dan proteksi keuangan lainnya. Termasuk melakukan arrange bisnis dan ruang lounge untuk pertemuan dengan mitra bisnis disiapkan oleh Bank.
    – Pada Rental Mobil TRAC/ Astra Rent Car, untuk pelanggan yang tidak dapat datang langsung untuk melakukan penyewaan dan bila pada saat rental kendaraannya mengalami gangguan, maka TRAC/ Astra Rent Car menyiapkan layanan dimana pelayanan service bisa dilakukan every where sesuai dengan kebutuhan pelanggan dg SDM yang skill dan kemampuannya berkualitas sesuai standar perusahaan.

    2. DAYA SAING LAYANAN
    a). Daya saing merupakan kemampuan menghasilkan produk barang dan jasa yang memenuhi pengujian internasional, dan dalam saat bersamaan juga dapat memelihara tingkat pendapatan yang tinggi dan berkelanjutan, atau kemampuan daerah menghasilkan tingkat pendapatan dan kesempatan kerja yang tinggi dengan tetap terbuka terhadap persaingan eksternal. Daya saing dapat berarti kemampuan perusahaan untuk bisa bersaing dengan perusahaan lainnya untuk mendapatkan simpatik atau pangsa pasar dari produk yang ditawarkan oleh perusahaan, baik itu berupa barang ataupun jasa sehingga konsumen menjadi percaya dan menjadikan praduk barang ataupun jasa tersebut menjadi pilihan konsumen unruk memakainya atau untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

    b) Tiga strategi yang berkaitan untuk membangun daya saing layanan :
    – Persaingan melalui diferensiasi : Differensiasi dikaitkan dengan keunikan. Kesempatan yang dimiliki perusahaan untuk menciptakan keunikan tidak berada pada suatu fungsi atau aktivitas tertentu tetapi bila muncul pada hampir semua yang dilakukan oleh perusahaan. Differensiasi dianggap sebagai hal diluar karakteristik fisik dan atribut jasa untuk mencakup segala hal tentang produk atau jasa yang mempengaruhi nilai yang diperoleh oleh pelanggan. Dalam sector jasa, salah satu pilihan untuk memperluas differensiasi produk adalah melalui sebuah pengalaman.
    – Persaingan Melalui biaya : strategi yang dilakukan adalah strategi berbiaya rendah, yang menggunakan sumber daya financial secara efektif.
    – Persaingan melalui respons :Respon sering kali dianggap sebagai respon yang fleksibel, tetapi juga merujuk pada respons yang dapat diandalkan dan cepat. Respons di defenisikan sebagai keseluruhan rentang nilai terkait dengan pengembangan dan pengiriman produk yang tepat waktu, selain juga penentuan jadwal yang terpercaya dan kinerja yang fleksibel. Respon yang fleksibel dapat dianggap sebagai kemampuan untuk menyesuaikan perubahan dalam sebuah pasar dimana inovasi desain dan volume berfluktuasi secara substansial.

    c). Contoh dalam industri penerbangan :
    Susi Air adalah maskapai penerbangan Indonesia yang dioperasikan oleh PT ASI Pujiastuti Aviation dengan penerbangan terjadwal dan charter. Dengan berkembangnya industri penerbangan di tanah air, Susi Air haruslah menetapkan strategi yang kuat agar tidak kalah saing dengan perusahaan sejenis dan mampu memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen, karena konsumen adalah raja. Dengan menerapkan strategi yang tepat, maka Susi Air diharapkan dapat meningkatkan daya saing didalam industri penerbangan perintis yang digeluti saat ini.

    Adapun Kelebihan/ Kekuatan dari perusahaan penerbangan Susi Air yakni :
    – Melakukan Pemasaran/ kerjasama secara langsung ke perusahaan/ pemerintahan
    – Mampu mengakomodasi transportasi bagi segmen yang berada di lingkungan geografi terpencil
    – Dari segi positioning, mampu dikenal oleh masyarakat luas sebagai alat transportasi ke jalur perintis
    – Engineer Profesional karena memiliki lisensi Caravan
    – Karyawan mampu menangani lebih dari satu keahlian
    – Sistem keuangan terpusat
    – Diaudit oleh pusat dalam periode tertentu
    – Audit dilakukan oleh internal perusahaan maupun dari eksternal
    – Menggunakan Pesawat terbaru
    – Ontime Boarding

    Opportunities/Peluang dari Perusahaan Penerbangan Susi Air :
    – Pertumbuhan signifikan dari penguna jasa penerbangan
    – Mobiltas masyarakat didaerah yang semakin tinggi
    – Dibukanya rute perintis oleh pemerintah daerah
    – Menjalin kerjasama dengan maskapai komersil besar melalui connecting flight/ interconnection flight
    – Mulai meningkatya peminat pesawat charter
    – Banyaknya bandara dengan Runway pendek menjadi peluang bagi Susi Air
    – Daya Beli Masyarakat

    Strategi ST Perusahaan Susi Air : Maksud dari strategi S-T adalah mengurangi dampak dari ancaman – ancaman eksternal perusahaan dengan menggunakan kekuatan yang ada. Alternatif strategi yang dapat dilakukan adalah:
    – Memberikan manfaat lebih dari harga yang dikeluarkan, seperti ektra meal atau snack pada saat terbang, dll.
    – Meyakinkan konsumen bahwa pesawat Susi Air aman dan nyaman dengan pemberian informasi baik brosur maupun keterangan staff.

    3. TAHAPAN PENGELOLAAN PROYEK
    a. Pendekatan dalam pembuatan Schedulle :
    – Gantt Chart adalah suatu alat yang bernilai khususnya untuk proyek-proyek dengan jumlah anggota tim yang sedikit, proyek mendekati penyelesaian dan beberapa kendala proyek. Gantt Chart merupakan diagram perencanaan yang digunakan untuk penjadwalan sumber daya dan alokasi waktu (Heizer, Jay dan Render, Barry, 2006). Gantt Chart adalah contoh teknik non-matematis yang banyak digunakan dan sangat popular dikalangan para manajer karena sederhana dan mudah dibaca.
    – Critical Path Method (CPM) adalah teknik menganalisis jaringan kegiatan/aktivitas-aktivitas ketika menjalankan proyek dalam rangka memprediksi durasi total. Critical Path sebuah proyek adalah deretan aktivitas yang menentukan waktu tercepat yang mungkin agar proyek dapat diselesaikan. Critical path adalah jalur terpanjang dalam network diagram dan mempunyai kesalahan paling sedikit.
    – Program Evalution dan Review (PERT) adalah suatu metode yang dirancang untuk mengoptimalkan biaya proyek dimana dapat ditentukan kapan pertukaran biaya dan waktu harus dilakukan untuk memenuhi jadwal penyelesaian proyek dengan biaya seminimal mungkin.

    b). Seorang manajer proyek adalah seorang yang memiliki kecakapan dan kefleksibelan mumpuni sehingga dia dikenal sebagai seorang yang “highly visible responsible”. Hal ini berarti sebagai seorang manajer harus dapat membaca situasi yang ada dengancepat dan juga melakukan penyesuaian dengan cepat. Manajer proyek yang efektif juga memungkinkan manajer untuk focus pada aktivitas yang penting bagi penyelesaian proyek yang tepat waktu. Dengana memahami jalur kritis proyek, seoatrang manajer harus mengetahui dengan cepat di mana proses yang dapat dipersingkat sehingga membuatnya menjadi lebih ekonomis. Manajer proyek yang baik juga memungkinkan perusahaan untuk secara efisien menciptakan produk dan jasa untuk pasar global dan merespon dengan cepat secara efektif terhadap kompetisi global.
    Contohnya adalah seorang Manajer Proyek yang diberi kewenangan untuk mengerjakan sebuah proyek pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) di Kabupaten Terpencil. Dengan waktu yang ditentukan sehingga manajer ini dikejar waktu yang deadline, dengan permasalahan jarak tempuh yang cukup jauh dan medan ke lokasi yang sedikit berat/ sulit dijangkau, dia harus mampu mengkordinir seluruh bagian atau teknisi yang berbeda ilmu ataupun pekerjaan untuk dapat menyesuaikan waktu pekerjaan dengan jenis – jenis pekerjaan dimulai dari tahap perencanaan sampai dengan tahap finishingnya. Sehingga waktu yang deadline tersebut dapat diselesaikan dengan efisien dan efektif

    4. PENGADAAN BARANG DAN JASA SECARA ONLINE/ ELEKTRONIK
    a). Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang efisien dan efektif merupakan salah satu bagian yang penting dalam perbaikan pengelolaan keuangan negara. Salah satu perwujudannya adalah dengan pelaksanaan proses Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah secara elektronik, yaitu Pengadaan Barang/Jasa yang dilaksanakan dengan menggunakan teknologi informasi dan transaksi elektronik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

    b) Proses Pengadaan Barang/Jasa pemerintah secara elektronik ini akan lebih meningkatkan dan menjamin terjadinya efisiensi, efektifitas, transparansi, dan akuntabilitas dalam pembelanjaan uang negara. Selain itu, proses Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah secara elektronik ini juga dapat lebih menjamin tersedianya informasi, kesempatan usaha, serta mendorong terjadinya persaingan yang sehat dan terwujudnya keadilan (non discriminative) bagi seluruh pelaku usaha yang bergerak di bidang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

    c) Dalam hal pengadaan barang/jasa pemerintah dilakukan melalui penyedia barang/jasa, pemilihan penyedia barang dan jasa harus dilaksanakan dengan cara yang telah ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan. Peraturan perundangan yang khusus dibuat sebagai acuan utama dalam pengadaan barang/jasa adalah Peraturan Presiden nomor 54 tahun 2010 sebagaimana telah direvisi dengan Peraturan Presiden nomor 70 tahun 2012. Petunjuk teknis pelaksanaan Peraturan Presiden tersebut adalah Peraturan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) nomor 14 tahun 2012 tentang Petunjuk Teknis Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

    Pemilihan penyedia barang/jasa dapat dilakukan dengan cara:
    1. Pelelangan (Pelelangan Umum, Pelelangan Terbatas, Pelelangan Sederhana, dan Pemilihan Langsung);
    – Pelelangan Umum adalah metode pemilihan Penyedia Barang/Pekerja Konstruksi/Jasa Lainnya untuk semua pekerjaan yang dapat diikuti oleh semua Penyedia Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya yang memenuhi syarat.
    – Pelelangan Terbatas adalah metode pemilihan Penyedia Barang/Pekerjaan Konstruksi dengan jumlah Penyedia yang mampu melaksanakan diyakini terbatas dan untuk pekerjaan yang kompleks.
    – Pelelangan Sederhana adalah metode pemilihan Penyedia Barang/Jasa Lainnya untuk pekerjaan yang bernilai paling tinggi Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).
    – Pemilihan Langsung adalah metode pemilihan Penyedia Pekerjaan Konstruksi untuk pekerjaan yang bernilai paling tinggi Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).
    2. Seleksi (Seleksi Umum dan Seleksi Sederhana);
    – Seleksi Umum adalah metode pemilihan Penyedia Jasa Konsultansi untuk pekerjaan yang dapat diikuti oleh semua Penyedia Jasa Konsultansi yang memenuhi syarat.
    – Seleksi Sederhana adalah metode pemilihan Penyedia Jasa Konsultansi untuk Jasa Konsultansi yang bernilai paling tinggi Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).

    3. Penunjukan Langsung;
    – Penunjukan Langsung adalah metode pemilihan Penyedia Barang/Jasa dengan cara menunjuk langsung 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa
    4. Pengadaan Langsung;
    – Pengadaan Langsung adalah Pengadaan Barang/Jasa langsung kepada Penyedia Barang/Jasa, tanpa melalui Pelelangan/ Seleksi/ Penunjukan Langsung
    5. Sayembara;
    – Sayembara adalah metode pemilihan Penyedia Jasa yang memperlombakan gagasan orisinal, kreatifitas dan inovasi tertentu yang harga/biayanya tidak dapat ditetapkan berdasarkan Harga Satuan.
    6. Kontes.
    – Kontes adalah metode pemilihan Penyedia Barang yang memperlombakan barang/benda tertentu yang tidak mempunyai harga pasar dan yang harga/ biayanya tidak dapat ditetapkan berdasarkan Harga Satuan.

    Dalam hal pemilihan penyedia barang/jasa dilakukan dengan cara Seleksi, Penunjukan Langsung, dan Pengadaan Langsung, kesepakatan antara pemerintah dan penyedia tentang kualitas teknis dan harga barang/jasa harus dilakukan melalui proses negosiasi. Sedangkan pemilihan penyedia barang/jasa yang dilakukan dengan cara Pelelangan, Sayembara, dan Kontes tidak boleh dilakukan negosiasi.

    Petunjuk Teknis Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah pada pasal 19 menyebutkan bahwa Penyedia Barang/Jasa dalam pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa wajib memenuhi persyaratan sebagai berikut:
    a. memenuhi ketentuan peraturan perundangundangan untuk menjalankan kegiatan/usaha;
    b. memiliki keahlian, pengalaman, kemampuan teknis dan manajerial untuk menyediakan Barang/Jasa;
    c. memperoleh paling kurang 1 (satu) pekerjaan sebagai Penyedia Barang/Jasa dalam kurun waktu 4 (empat) tahun terakhir, baik di lingkungan pemerintah maupun swasta, termasuk pengalaman sub kontrak;
    d. ketentuan sebagaimana dimaksud pada huruf c, dikecualikan bagi Penyedia Barang/Jasa yang baru berdiri kurang dari 3 (tiga) tahun;
    e. memiliki sumber daya manusia, modal, peralatan dan fasilitas lain yang diperlukan dalam Pengadaan Barang/Jasa;
    f. dalam hal Penyedia Barang/Jasa akan melakukan kemitraan, Penyedia Barang/Jasa harus mempunyai perjanjian kerja sama operasi/ kemitraan yang memuat persentase kemitraan dan perusahaan yang mewakili kemitraan tersebut;
    g. memiliki kemampuan pada bidang pekerjaan yang sesuai untuk Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan koperasi kecil serta kemampuan pada subbidang pekerjaan yang sesuai untuk usaha non-kecil;
    h. memiliki Kemampuan Dasar (KD) untuk usaha nonkecil, kecuali untuk Pengadaan Barang dan Jasa Konsultansi;
    i. khusus untuk Pelelangan dan Pemilihan Langsung Pengadaan Pekerjaan Konstruksi memiliki dukungan keuangan dari bank;
    j. khusus untuk Pengadaan Pekerjaan Konstruksi dan Jasa Lainnya, harus memperhitungkan Sisa Kemampuan Paket (SKP) sebagai berikut:
    SKP = KP – PKP = nilai Kemampuan Paket, dengan ketentuan:
    a) untuk Usaha Kecil, nilai Kemampuan Paket (KP) ditentukan sebanyak 5 (lima) paket pekerjaan; dan
    b) untuk usaha non kecil, nilai Kemampuan Paket (KP) ditentukan sebanyak 6 (enam) atau 1,2 (satu koma dua) N. P = jumlah paket yang sedang dikerjakan. N = jumlah paket pekerjaan terbanyak yang dapat ditangani pada saat bersamaan selama kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir.
    k. tidak dalam pengawasan pengadilan, tidak pailit, kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan dan/atau direksi yang bertindak untuk dan atas nama perusahaan tidak sedang dalam menjalani sanksi pidana, yang dibuktikan dengan surat pernyataan yang ditandatangani Penyedia Barang/Jasa;
    l. sebagai wajib pajak sudah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
    dan telah memenuhi kewajiban perpajakan tahun terakhir (PPTK
    Tahunan) serta memiliki laporan bulanan PPh Pasal 21, PPh Pasal 23
    (bila ada transaksi), PPh Pasal 25/Pasal 29 dan PPN (bagi Pengusaha Kena Pajak) paling kurang 3 (tiga) bulan terakhir dalam tahun berjalan;
    m. secara hukum mempunyai kapasitas untuk mengikatkan diri pada Kontrak;
    n. tidak masuk dalam Daftar Hitam;
    o. memiliki alamat tetap dan jelas serta dapat dijangkau dengan jasa pengiriman; dan
    p. menandatangani Pakta Integritas.

    5. ESTIMASI PENGHITUNGAN PENGERJAAN PROYEK KEGIATAN

    Diketahui : (T) = 62 minggu
    Variasi=σ2p=72
    Ditanyakan : Kemungkinan Proyek selesai 18 hari sebelum waktu normal pengerjaan proyek?
    Jawaban :
    Variasi=σ2p = 72
    σp=√72=8,49

    Tanggal penyelesaian yang diharapkan =18 hari sebelum waktu normal pengerjaan.

    18 hari = 2,57 minggu,

    Maka tanggal penyelesaian yang diharapkan =
    62minggu-2,57minggu = 59,43minggu

    Standar deviasi untuk tanggal tenggat waktu dari tanggal yang diharapkan (Z)
    Z =(tenggang waktu – tanggal penyelesaian yang diharapkan)/ σp
    =(62 minggu – 59,43 minggu)/8,49 minggu
    =0,30

    BerdasarkanTabel Standar Deviasi Distribusi Normal
    Untuk nilai Z=0,30 berarti probabilitas sebesar 0,6179.

    KESIMPULAN : kemungkinan bahwa proyek selesai 18 hari sebelum waktu normal pengerjaan proyek adalah sebesar 0,6179 atau 61,79%.

    Komentar oleh Dina Noviyanti | Februari 13, 2015 | Balas

  31. Pagi Pak Jho berikut saya kirimkan tugas saya,
    Nama : Firdaus
    NIM : P2C214040
    Kelas : PAGI
    Mata Kuliah : MANAJEMEN OPERASI
    1. a. Keterlibatan Karyawan dan Tingkat Kustomisasi (customization)
    Kustomisasi massal meliputi proses produksi yang cukup fleksibel untuk menciptakan produk dan jasa yang masing-masing dijalinkan dengan masing-masing pelanggan. Masa depan manufacturing produksi salah satunya adalah penyesuaian (kustomisasi) massal.
    Kustomisasi massal menawarkan keuntungan baik bagi pelanggan maupun pabrik. Pelanggan tidak harus berkompromi. Mereka dapat memperoleh produk yang mereka inginkan, disesuaikan dengan masing – masing selera dan kebutuhan. Bagi pabrik, mereka menciptakan lebih banyak kepuasan pelanggan, pada saat yang sama, meningkatkan efisiensi produksi. Kustomisasi massal mengakibatkan sedikit atau tidak adanya sediaan barang jadi atau setengah jadi ; tidak ada produk yang kadaluarsa yang penuh debu pada rak atau ruang pamer ; serta menuntut modal kerja yang lebih sedikit.
    Kelemahan kustomisasi massal adalah bahwa sistem tersebut menciptakan peningkatan koordinasi permintaan pada manajemen. Dan sistem ini umumnya menuntut karyawan menempuh pelatihan ulang dan menyeluruh. Kustomisasi massal biasanya menuntut perekayasaan ulang proses dan pengorganisasian kembali kerja berdasar tim untuk meningkatkan kelenturan
    Kustomisasi Massal (Mass Customization). Menurut Laudon (2010), mass customization adalah kemampuan untuk menawarkan produk atau jasa yang disesuaikan secara individu dengan menggunakan sumber daya produksi yang sama seperti mass production.
    Mass Customization membuat produk lebih variatif (High variety) dengan harga murah (low price). Mass Customization dapat menyesuaikan produk dengan cepat bagi nasabah individu maupun untuk pasar ceruk (niche), produksi efisiensi dari produksi massal dan waktu produksi lebih cepat. Menggunakan prinsip yang sama, mass customization merupakan Build-to-Orde, produk yang disesuaikan namun dapat diproduksi secara massal pula.
    Seluruh perusahaan di dunia saat ini menyadari kebutuhan untuk memberikan pelayanan yang memuaskan untuk pelanggan. Dalam keinginan perusahaan untuk memenuhi keinginan pelanggan, mendorong banyak perusahaan terpaksa menciptakan program-program baru dan prosedur untuk memenuhi setiap permintaan pelanggan. Dalam melakukan Mass Custimization, bagaimana perusahaan memberikan nilai yang unik/nilai tambah suatu produk sesuai keinginan pelanggan namun dengan cara yang efisien.
    Teknologi informasi tepat guna dan proses kerja yang fleksibel memungkinkan perusahaan untuk menyesuaikan barang atau jasa bagi pelanggan perorangan dalam volume tinggi dan dengan harga yang relatif biaya rendah. Sehingga perusahaan lebih kompetitif dalam memenuhi keinginan setiap pelanggan serta mampu menang dalam persaingan globa
    Contoh :, pabrikan mobil mewah sering menawarkan kustomisasi warna exterior dan interior, sejak awal produk tersebut diluncurkan ke pasaran. Kustomisasi selain warna pada body, juga pada warna kulit cabin dan jok tempat duduk. Kustomisasi juga dilakukan di jenis pengoperasian mobil. Sementara untuk mobil-mobil laris,hanya diberikan sekitar 3-5 warna pilihan saja.
    b. Sifat Tindakan Layanan dan Penerima Langsung Layanan
    Berdasarkan sifat tindakan jasa Jasa dikelompokkan ke dalam sebuah matriks yang terdiri atas dua menunjukkan sifat tindakan jasa (tangible dan intangible ), penerima jasa (manusia dan benda).
    Tangible Action Manusia Benda
    Jasa yang ditujukan pada manusia
    Perawatan kesehatan
    Tranportasi
    Salon kecantikan
    Restoran
    Potong rambut
    Jasa yang ditujukan kepada benda
    -Jasa keamanan
    Jasa yg ditujukan pada pikiran manusia :
    -pendidikan
    -jasa informasi
    Jasa pada asset tak berwujud
    -perbankan
    -jasa bantuan hokum
    -asuransi
    c. Berdasarkan hubungan dengan pelanggan
    Adalah Hubungan antara produsen dan konsumen menjangkau jauh melebihi dari waktu pembelian ke pelayanan purna jual, kekal abadi melampaui masa kepemilikan produk. Perusahaan menganggap konsumen sebagai raja yang harus dilayani dengan baik, mengingat dari konsumen tersebut akan memberikan keuntungan kepada perusahaan agar dapat terus hidup. dapat diambil kesimpulan bahwa kualitas pelayanan adalah segala bentuk aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan guna memenuhi harapan konsumen. Pelayanan dalam hal ini diartikan sebagai jasa atau service yang disampaikan oleh pemilik jasa yang berupa kemudahan, kecepatan, hubungan, kemampuan dan keramahtamahan yang ditujukan melalui sikap dan sifat dalam memberikan pelayanan untuk kepuasan konsumen. Kualitas pelayanan (service quality) dapat diketahui dengan cara membandingkan persepsi para konsumen atas pelayanan yang nyata-nyata mereka terima / peroleh dengan pelayanan yang sesungguhnya mereka harapkan/inginkan terhadap atribut-atribut pelayanan suatu perusahaan.
    2. a.) Pengertian Daya saing
    Pengertian Daya saing adalah Kapasitas bangsa untuk menghadapi tantangan persaingan pasar internasional dan tetap menjaga atau meningkatkan pendapatan riil-nya (Council of Competitiveness, Washington, DC, 2006). Daya saing merupakan kemampuan menghasilkan produk barang dan jasa yang memenuhi pengujian internasional, dan dalam saat bersamaan juga dapat memelihara tingkat pendapatan yang tinggi dan berkelanjutan, atau kemampuan daerah menghasilkan tingkat pendapatan dan kesempatan kerja yang tinggi dengan tetap terbuka terhadap persaingan eksternal (European Commission, 1999).
    Daya saing didefinisikan sebagai posisi relatif dari salah satu pesaing terhadap para pesaing yang lain.
    • Posisi relatif masa kini, melihat ke masa depan
    Daya saing dapat disebut sebagai kesiapan suatu bangsa untuk interaksi daya saing masa depan. Agar menjadi kompetitif dalam arti ini adalah memiliki peluang untuk menang bagi sejumlah pemain industri yang menghadapi biaya tinggi. Beberapa ukuran kriteria ini biasanya didiskusikan dalam lingkungan bisnis dan politik sekarang. Salah satunya adalah upah pekerja dalam sebuah negara. Statistik yang sering kali disebutkan dalam debat mengenai mengendurnya hambatan perdagangan internasional adalah daya saing, upah pekerja A.S. dalam hubungan dengan upah yang rendah di Negara-negara lain seperti Meksiko. Hal ini menciptakanbeberapa kontroversi dan suatu dilemaetika untuk manajer ketika perusahaan mencari pekerja dengan upah rendah menutup pabrik di Amerika Serikat dan memindahkan fasilitas produks ke Negara lain. Ukuran lain yang digunakan dari kriteria ini adalah tingkat pendidikan dari angkatan kerja bangsa tersebut. Wakil pemerintah yang mencoba menarik investasi baru dalam konomi.

    • Posisi relatif masa kini, dari dari masa lalu ke masa kini
    Daya saing dapat juga digambarkan sebagai sebuah bechmaring untuk prestasi yang telah lampau. Agar menjadi ompetitif dalam arti ini adalah berhasil dalam mencapai peringkat tertentu yang diinginkan. Ukuran yang sering dipakai dalam criteria ini adalah bagian pasar dunia dari suatu Negara. Jadi, bila perusahaan Jepang mempunyai persentase signifikan dari pasar dunia VCR (Video Cassette Recorder) mereka dikatakan kompetitifdalam usaha mereka sampai sekarang dari masa lalu ke masa kini. Ukuran lain dari criteria ini adalah standar kehidupan suatu Negara. Sebuah Negara dapat dikatakan kompetitif bila pendapatan perkapita, pelayanan kesehatan dan harapan hidup untuk warga negaranya relatif unggul dibandingkan yang dapat diharapkan oleh warga Negara dari bangsa lain. Salah satu kunci meningkatkan daya saing tersebut adalah mendorong laju inovasi sebuah perusahaan agar bisa bersaing, baik di tingkat lokal, nasional, dan lingkungan global. Tetapi pernyataan teoritis tersebut tidaklah mudah diterapkan di tingkatan empiris. Inovasi bukanlah sesuatu yang sederhana dan juga bukan suatu resep mujarab yang bisa diperoleh dengan mudah oleh setiap organisasi yang mempunyai penyakit dengan gejala yang sama yaitu rendahnya daya saing.

    b.) Tiga strategi yang berkaitan dengan untuk membangun daya saing layanan
    Persaingan Melalui Diferensiasi
    Strategi ini memanfaatkan kekhasan model atau keunikan serta kualitas terbaik yang tidak terdapat di perusahaan lain sehingga mampu menarik pembeli atau pelanggan.
    Persaingan Melalui Biaya
    Strategi ini lebih memusatkan perhatian untuk merebut pasaran dengan harga murah melalui pengurangan biaya produksi.
    Persaingan Melalui Respons
    Strategi ketiga adalah respons. Respons seringkali diangap sebagai respons yang fleksibel, tetapi juga merujuk pada respons yang dapat diandalkan dan cepat. Respons dapat didefinisikan sebagai keseluruhan rentang nilai terkait dengan pengembangan dan pengiriman produk yang tepat waktu, selain itu juga penentuan jadwal yang terpercaya dan kinerja yang fleksibel. Respons yang fleksibel dapat dianggap sebagai kemampuan untuk menyesuaikan perubahan dalam sebuah pasar dimana inovasi desain dan volume berfluktuasi secara substansial.
    c.) Daya saing dan stretegi di penerbangan.
    Saya mengambil contoh Penerbangan Garuda
    Strategi adalah sesuatu yang operasional, dapat diterapkan oleh semua jajaran pada satu korporasi. Secara ringkas strategi pelayanan Garuda dinyatakan pada pelayanan maksimal yang membuat pelanggan loyal kepada mereka. Strategi pemasaran Garuda adalah memberikan pelayanan kepada pelanggan dengan tahapan sebagai berikut (Anonim, 2012).

    Tahap (1) memberikan pelayanan secara dini, pelanggan dipantau dengan penginderaan Garuda mulai dari titik yang dapat disentuh (touch point) mulai dari berbagai titik website, call center, sales office, Garuda Frequent Flyer (GFF) center, dan service center.

    Tahap (2) pre-flight adalah layanan setelah konsumen membeli tiket. Di sini touch point-nya adalah penjualan tiket di bandara, customer service desk, GFF membership service, check-in service, transfer desk, executive lounge dan boarding gate.

    Tahap (3) tahap in-flight, meliputi cabin service, cabin comfort, lavatory, on board catering, in-flight entertainment, amenity kit, dan sales on board.

    Tahap (4) tahap post-flight, meliputi: arrival assistant, hospitality desk (menangani penumpang yang butuh bantuan), baggage delivery, juga lost and found.

    Tahap (5) customer affairs, loyalty program (GFF dan boarding pass bisa digunakan untuk mendapatkan voucher belanja di merchant tertentu)

    Strategi demikian terintegrasi dengan kegiatan korporasi dalam hal mempertahankan pelanggan potensial yang tergolong sering bepergian (frequent flyer). Terhadap mereka ini diberikan pelayanan khusus begitu mereka sampai di bandara sesaat mereka akan menggunakan jasa Penerbangan Garuda. Hal ini bersamaan pula dengan pembentukan komunitas yang semua dimaksudkan untuk dapat mempertahankan pelanggan.

    3. a. 1.) Gantt Chart
    Gantt Chart adalah suatu alat yang bernilai khususnya untuk proyek-proyek dengan jumlah anggota tim yang sedikit, proyek mendekati penyelesaian dan beberapa kendala proyek.
    Gantt Chart merupakan diagram perencanaan yang digunakan untuk penjadwalan
    sumber daya dan alokasi waktu (Heizer, Jay dan Render, Barry, 2006). Gantt Chart
    adalah contoh teknik non-matematis yang banyak digunakan dan sangat popular di
    kalangan para manajer karena sederhana dan mudah dibaca.
    2. ) Critical Path Method
    Critical Path Method adalah teknik menganalisis jaringan kegiatan/aktivitas-aktivitas ketika menjalankan proyek dalam rangka memprediksi durasi total.
    Critical path sebuah proyek adalah deretan aktivitas yang menentukan waktu tercepat yang mungkin agar proyek dapat diselesaikan. Critical path adalah jalur terpanjang dalam network diagram dan mempunyai kesalahan paling sedikit.
    3.) Program Evalution dan review
    Program Evalution dan review adalah suatu metode yang dirancang untuk mengoptimalkan biaya proyek dimana dapat ditentukan kapan pertukaran biaya dan waktu harus dilakukan untuk memenuhi jadwal penyelesaian proyek dengan biaya seminimal mungkin.
    b. Higly Visible Responsible maknanya merupakan seorang menejer harus mempunyai tanggung jawan yang tinggi terutama dalam sebuah proyek itu sendiri.

    Tanggung Jawab Manajer Proyek :
    1. Definisi (Definition)
    PM adalah orang yang mengatur diambil atau tidaknya suatu keputusan. Hal ini mungkin mempengaruhi wawancara dengan user dan membantu dalam pembuatan dokumentasi. PM dibalrtu oleh PL yang akan memberikan bantuan teknis, seperti persiapan rencana proyek.
    2. Analsis (Analysis)
    PM harus membuat beberapa bagian mengenai spesifikasi fungsional. PM. akan memastikan bahwa fs (prototipe sistem) dapat selesai pada waktunya. Negosiasi antara FS dengan klien menghasilkan kesepakatan. Bagian tersulit adalah membuat user memaharni bahwa perubahan FS tidak untuk selamanya dan segara perubahan disetujui oleh tim terbaik.
    3. Disain (Design)
    Seorang PM menyusun pertemuan secara rutin dan menerbitkan sebuah laporan harian. Seorang PM harus dapat memeriksa semua permasalahan dan menyelesaikannya, jika ini mungkin dan merencanakan ulang jika tidak dapat menyelesaikannya.
    4. Pemrograman (Programming)
    Pada tahap ini banyak melibatkan orang dengan segala bentuk permasalahannya. Seorang manajer harus dapat memonitor semua yang terjadi dalam tim dan merespon segala masalah yang ada.
    5. Sistem Integrasi dan Tes (system rntegration And Test)
    Pada tahap ini seorang PM harus bisa menjaga keutuhan perusahaan. Di lingkungan luar (klien, manajer tingkat atas) mungkin bingung, menelepon manajer, mengundang rapat, menutup rapat dan meminta laporan perkembangan harian. Disinilah keberadaan PM dibutuhkan untuk tetap menjaga seluruh keberhasilan dari tender proyek.
    6. Penerimaan (Acceptance)
    PM menjadualkan waktu, fasilitas dan dibutuhkan untuk menjalankan sistem menanda tangani perjanjian.
    7. Operasi (Operation)
    PM harus memastikan bahwa dukungan teknik yang ditanrpilkan sebelumnya tersedia dan user puas dengan sistem operasional. Dan akhirnya PM mengadakan pertemuan untuk mengevaluasi proyek dan memberikan laporan proyek.
    Contohnya : Seorang menejer melakukan pengelolaan terhadap sebuah peroyek pembuatan drainase, manajer proyek harus bisa merencanakan proyek tersebut baik dalam proses pelaksaan proyek tersebut mauapun dalam pengontrolan proyek tersebut sampai dengan selesai.

    4.a. Pengertian pengadaan barang dan jasa secara online.
    Secara umum, e-auction sebagai proses pengadaan barang dan jasa yang dilakukan dengan berbasis internet sehingga proses transaksi antara buyer dan supplier dilakukan secara online dengan cepat, aman, dan mudah. E-Auction. Ini adalah aplikasi untuk membantu proses lelang. Pada proses pembelian, lelang dilakukan oleh pembeli dengan mengumpulkan calon-calon supplier. Mereka sebelumnya sudah diberi tahu oleh pembeli tentang jumlah, spesifikasi, dan waktu kebutuhan suatu barang atau jasa. Mereka akan mengajukan penawaran (secara elektronik) dan selama proses lelang mereka biasa merevisi (menurunkan) harga penawarannya. Supplier yang memberikan penawaran terendah pada akhir periode lelang akan keluar sebagai pemenang. (Hermawan, 2008:9).
    b. Manfaat pengadaan barang secara online.
    Internet telah muncul sebagai media yang efektif dari segi biaya dan dapat diandalkan untuk melakukan transaksi bisnis online. Semakin banyak perusahaan yang mengadopsi media ini dalam melakukan pengadaan barang mereka. Menurut Seth Miller dalam artikelnya keuntungan utama e-procurement meliputi menghemat uang, waktu, dan beban kerja tambahan yang normalnya berhubungan dengan pekerjaan tulis-menulis. Proses pengadaan konvensional biasanya melibatkan banyak pemrosesan kertas-kertas, yang mana menghabiskan sejumlah besar waktu dan uang.
    Keuntungan e-procurement tidak hanya meliputi penghematan uang tetapi juga penyederhanaan keseluruhan proses. Rencana-rencana yang optimal dapat dikomunikasikan dengan cepat kepada pemasok-pemasok, oleh karena itu dapat mengurangi biaya dan pemborosan yang biasanya terdapat dalam supply chain. Keuntungan e-procurement meliputi pengurangan biaya overhead seperti pembelian agen, juga peningkatan kendali inventori, dan keseluruhan peningkatan siklus manufaktur. Sistem e-procurement membantu perusahaan-perusahaan mengkonsolidasikan data tentang pengadaan bermacam-macam barang baik secara langsung maupun tidak langsung.
    Suatu sistem pengadaan (termasuk e-procurement) sebaiknya diintegrasikan dengan aplikasi ERP (Enterprise Resource Planning) atau sistem pengolahan permintaan barang yang digunakan.. Integrasi antara sistem pembelian dan keuangan juga dipandang sebagai kendala yang paling penting untuk pemilihan sistem. Ini juga berdampak langsung pada tingkat penghematan proses dan sifat dari diterapkannya sistem

    c. Cara mempertimbangkan pemilihan penyediaan layanan secara teori
    Sesuai dengan konsep dasar pengadaan, barang/jasa yang baik harus pula disediakan oleh penyedia barang/jasa yang baik sehingga dikenal istilah Kualifikasi yang merupakan penilaian terhadap kompetensi atau kemampuan penyedia barang/jasa dalam menyediakan barang/jasa yang dibutuhkan.
    Berdasarkan konsep tersebut, maka dalam pengadaan barang/jasa pemerintah, ada 2 hal yang dipilih, yaitu barang/jasa itu sendiri serta penyedia barang/jasa yang berbentuk badan usaha atau perseorangan.
    Untuk membuktikan penyedia barang/jasa tersebut memenuhi kualifikasi, maka dilakukan penilaian kualifikasi terhadap badan usaha/perseorangan sesuai ketentuan Pasal 19 Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan perubahannya, sedangkan untuk membuktikan bahwa penyedia barang/jasa mampu menyediakan barang/jasa yang dibutuhkan maka dilakukan penilaian terhadap dokumen penawaran penyedia yang terdiri atas penilaian administrasi, teknis, dan harga.
    Pada saat penilaian inilah mulai terjadi pergeseran tujuan evaluasi pengadaan barang/jasa, yaitu dari yang sebelumnya untuk menilai penyedia barang/jasa dan barang/jasa yang ditawarkan menjadi sekedar menilai dokumen kualifikasi dan penawaran yang diajukan.
    5. Jawab :
    Diketahui :
    Due Date = 62 Minggu
    Expected date = 18 hari = 2,5 Minggu
    Variasi = 72
    Ditanya : Z =… ?
    Jawab :
    Z = ( Due Date – Expected Date ) / όp
    όp = √ Project Varians
    = √ 72
    = 8,84
    Z = ( 62-2,5 ) / 8,48
    = 59,5 / 8,48
    = 7,01

    Komentar oleh Firdaus | Februari 13, 2015 | Balas

  32. PAgi Pak, ini tugas saya pak.
    AANG PURNAMA
    P2C214062
    MAGISTER MANAJEMEN
    UNIVERSITAS JAMBI
    2015
    a) Keterlibatan Karyawan dan Tingkat Kastomisasi (customization)
    Adalah dibutuhkannya persepsi karyawan terhadap bagaimana karyawan tersebut di berikan pengarahan,yaitu :
    • Adaptive Organisasi
    Organisasi yang adaptif memiliki karaktristik yaitu membutuhkan tingkat kreativitas yang tinggi dipengaruhi oleh keahlian dan pengetahuan seseorang ada kekebalan untuk mengikuti hal-hal yang sesuai dengan standar, keterbukaan untuk inovasi,pengembangan profesionalisme karyawan, gaya manajemennya memfasilitasi dan pengukuran kinerjanya jangka panjang
    • Compliant Organization
    Karakteristik organisasi compliant adalah service deliverynya konsisten sesuai dengan aturan yang ditentukan,layanan yang menggunakan compliant biasanya memiliki konsumen yang banyak,dokumentasi proses harus jelas gaya mengarahkan indikator pengukuran berlaku jangka pendek.
    b) Sifat Tindakan karyawan dan Penerima Langsung layanan
    Dalam memberikan layanan kepada pelanggan perusahaan harus mampu mengindentifikasi bagaimana barang dan jasa akan mampu memuaskan keinginan pelanggan (mengidentifikasi karakteristik produk khusus ,fitur,atau atribut dan menunjukkan bagaimana perusahaan dapat memuaskan keinginan pelanggan )
    c) Pelayanan yang baik dari penyedia jasa (people) akan membentuk suatu physical evidence pada pelanggan akibat process pemberian jasa yang dilakukan sangat baik. Dari physical evidence yang telah terbentuk memungkinkan untuk peningkatan jumlah pelanggan yang ingin menggunakan jasa layanan yang sama. Mengelola Mutu Jasa Terdapat suatu strategi yang dapat ditempuh dalam memenangkan persaingan dengan pesaing usaha yaitu dengan cara menyampaikan layanan yang bermutu tinggi secara konsisten dibanding para pesaing dan lebih tinggi daripada harapan pelanggan.
    2. A. Apa yang dimaksud dengan daya saing?
    Daya saing adalah Kapasitas bangsa untuk menghadapi tantangan persaingan pasar internasional dan tetap menjaga atau meningkatkan pendapatan riil-nya (Council of Competitiveness, Washington, DC, 2006)
    Daya saing merupakan kemampuan menghasilkan produk barang dan jasa yang memenuhi pengujian internasional, dan dalam saat bersamaan juga dapat memelihara tingkat pendapatan yang tinggi dan berkelanjutan, atau kemampuan daerah menghasilkan tingkat pendapatan dan kesempatan kerja yang tinggi dengan tetap terbuka terhadap persaingan eksternal (European Commission, 1999).
    Daya saing didefinisikan sebagai posisi relatif dari salah satu pesaing terhadap para pesaing yang lain.
    b. tiga strategi yang berkaitan untuk membangun daya saing layanan
    • modularisasi : memodularkan jasa sehingga kustomisasi ada dalam bentuk perubahan modul. Strategi ini memungkinkan jasa “yang beragam” dedesain sebagai entitas modular yang standar.
    • Otomatisasi : mambagi jasa menjadi bagia-bagian kecil dan megindentifikasi bagian-bagian tersebut yang memberikan masing-masingnya otomatisasi.
    • Momen kebenara : integrasi pelanggan yang tinggi berarti bahwa dalam industry jasa terdapat momen kebenaran ketika hubungan antara penyedia dan pelanggan sangat penting.
    Saya memilih di penerbngan Arlines
    – Mengembangkan bisnis secara bertahap dengan menambahkan lebih banyak penerbangan pada rute yang ada dan memulai layanan untuk bandara baru
    – Membuat layanan yang ramah
    – Menjaga armada hanya menggunakan pesawat Boeing 737
    – Mendorong pelanggan untuk membuat reservasi dan membeli tiket di situs Web perusahaan
    – Hindari terbang ke bandara yang padat atau ramai
    – Mempekerjakan sistem rute point-to-point
    – Menghemat biaya dengan waktu yang singkat untuk menurunjan dan menaikkan penumpang.
    3. a. 1.) Gantt Chart
    Gantt Chart adalah suatu alat yang bernilai khususnya untuk proyek-proyek dengan jumlah anggota tim yang sedikit, proyek mendekati penyelesaian dan beberapa kendala proyek.
    Gantt Chart merupakan diagram perencanaan yang digunakan untuk penjadwalan
    sumber daya dan alokasi waktu (Heizer, Jay dan Render, Barry, 2006). Gantt Chart
    adalah contoh teknik non-matematis yang banyak digunakan dan sangat popular di
    kalangan para manajer karena sederhana dan mudah dibaca.
    2. ) Critical Path Method
    Critical Path Method adalah teknik menganalisis jaringan kegiatan/aktivitas-aktivitas ketika menjalankan proyek dalam rangka memprediksi durasi total.
    Critical path sebuah proyek adalah deretan aktivitas yang menentukan waktu tercepat yang mungkin agar proyek dapat diselesaikan. Critical path adalah jalur terpanjang dalam network diagram dan mempunyai kesalahan paling sedikit.
    3.) Program Evalution dan review
    Program Evalution dan review adalah suatu metode yang dirancang untuk mengoptimalkan biaya proyek dimana dapat ditentukan kapan pertukaran biaya dan waktu harus dilakukan untuk memenuhi jadwal penyelesaian proyek dengan biaya seminimal mungkin.

    b). “highly visible responsible” adalah sebuah kemampuan yang dipunyai dalam mempertanggungjawabkan sebuah pekerjaan dan diimplementasikan sebagai seorang Pelatih yang baik dan komunikator yang mampu mengorganisir berbagai disiplin ilmu.
    4.a) Yang dimaksud pengadaan barang dan jasa pemerintah secara online adalah pengadaan barang/jasa pemerintah yang diselenggarakan menggunakan sistem elektronik. Penyelenggara sistem ini adalah LPSE atau Layanan Pengadaan Secara Elektronik. LPSE sendiri mengoperasikan sistem e-procurement bernama SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik) yang dikembangkan oleh LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah). SPSE dikembangkan dengan semangat free license, sehingga instansi dengan anggaran terbatas tetap dapat menerapkan SPSE. Dalam mengembangkan SPSE, LKPP melibatkan Lembaga Sandi Negara dalam hal penggunaan Aplikasi Pengaman Dokumen (APENDO) dan melibatkan BPKP dalam sistem e-audit yang memungkinkan SPSE mengeluarkan informasi detail tentang proses lelang untuk keperluan audit.
    b. Manfaat yang didapatkan dari pengadaan barang dan jasa secara online ini baik bagi pelaksana maupun kepada pemerintahan adalah : LPSE adalah suatu sistem yang dibentuk untuk menciptakan nilai-nilai good governance dalam suatu layanan pengadaan barang dan atau jasa yang dilindungi oleh APENDO (aplikasi pengaman dokumen) dari Badan inteligen negara (BIN). LPSE sebagai system tentu dirancang sedemikian rupa agar mengurangi kontak antara panitia pengadaan dan rekanan yang dimungkinkan akan terjadi korupsi. Selain itu juga supaya proses pengadaan lebih transparan dan akuntabel. LPSE melayani registrasi penyedia barang dan jasa yang berdomisili di wilayah kerja LPSE yang bersangkutan.
    c. Cara mempertimbangkan pemilihan penyediaan layanan secara teori
    Untuk membuktikan penyedia barang/jasa tersebut memenuhi kualifikasi, maka dilakukan penilaian kualifikasi terhadap badan usaha/perseorangan sesuai ketentuan Pasal 19 Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan perubahannya, sedangkan untuk membuktikan bahwa penyedia barang/jasa mampu menyediakan barang/jasa yang dibutuhkan maka dilakukan penilaian terhadap dokumen penawaran penyedia yang terdiri atas penilaian administrasi, teknis, dan harga.
    Pada saat penilaian inilah mulai terjadi pergeseran tujuan evaluasi pengadaan barang/jasa, yaitu dari yang sebelumnya untuk menilai penyedia barang/jasa dan barang/jasa yang ditawarkan menjadi sekedar menilai dokumen kualifikasi dan penawaran yang diajukan.
    5. Jawab :
    Diketahui :
    Due Date = 62 Minggu
    Expected date = 18 hari = 2,5 Minggu
    Variasi = 72
    Ditanya : Z =… ?
    Jawab :
    Z = ( Due Date – Expected Date ) / όp
    όp = √ Project Varians
    = √ 72
    = 8,84
    Z = ( 62-2,5 ) / 8,48

    Komentar oleh Aang Purnama | Februari 13, 2015 | Balas

  33. selamat Pagi Pak, ini tgas saya kirimkan pak, trimkasih,
    Nama : Firdaus
    NIM : P2C214040
    Kelas : PAGI
    Mata Kuliah : MANAJEMEN OPERASI
    1. a. Keterlibatan Karyawan dan Tingkat Kustomisasi (customization)
    Kustomisasi massal meliputi proses produksi yang cukup fleksibel untuk menciptakan produk dan jasa yang masing-masing dijalinkan dengan masing-masing pelanggan. Masa depan manufacturing produksi salah satunya adalah penyesuaian (kustomisasi) massal.
    Kustomisasi massal menawarkan keuntungan baik bagi pelanggan maupun pabrik. Pelanggan tidak harus berkompromi. Mereka dapat memperoleh produk yang mereka inginkan, disesuaikan dengan masing – masing selera dan kebutuhan. Bagi pabrik, mereka menciptakan lebih banyak kepuasan pelanggan, pada saat yang sama, meningkatkan efisiensi produksi. Kustomisasi massal mengakibatkan sedikit atau tidak adanya sediaan barang jadi atau setengah jadi ; tidak ada produk yang kadaluarsa yang penuh debu pada rak atau ruang pamer ; serta menuntut modal kerja yang lebih sedikit.
    Kelemahan kustomisasi massal adalah bahwa sistem tersebut menciptakan peningkatan koordinasi permintaan pada manajemen. Dan sistem ini umumnya menuntut karyawan menempuh pelatihan ulang dan menyeluruh. Kustomisasi massal biasanya menuntut perekayasaan ulang proses dan pengorganisasian kembali kerja berdasar tim untuk meningkatkan kelenturan
    Kustomisasi Massal (Mass Customization). Menurut Laudon (2010), mass customization adalah kemampuan untuk menawarkan produk atau jasa yang disesuaikan secara individu dengan menggunakan sumber daya produksi yang sama seperti mass production.
    Mass Customization membuat produk lebih variatif (High variety) dengan harga murah (low price). Mass Customization dapat menyesuaikan produk dengan cepat bagi nasabah individu maupun untuk pasar ceruk (niche), produksi efisiensi dari produksi massal dan waktu produksi lebih cepat. Menggunakan prinsip yang sama, mass customization merupakan Build-to-Orde, produk yang disesuaikan namun dapat diproduksi secara massal pula.
    Seluruh perusahaan di dunia saat ini menyadari kebutuhan untuk memberikan pelayanan yang memuaskan untuk pelanggan. Dalam keinginan perusahaan untuk memenuhi keinginan pelanggan, mendorong banyak perusahaan terpaksa menciptakan program-program baru dan prosedur untuk memenuhi setiap permintaan pelanggan. Dalam melakukan Mass Custimization, bagaimana perusahaan memberikan nilai yang unik/nilai tambah suatu produk sesuai keinginan pelanggan namun dengan cara yang efisien.
    Teknologi informasi tepat guna dan proses kerja yang fleksibel memungkinkan perusahaan untuk menyesuaikan barang atau jasa bagi pelanggan perorangan dalam volume tinggi dan dengan harga yang relatif biaya rendah. Sehingga perusahaan lebih kompetitif dalam memenuhi keinginan setiap pelanggan serta mampu menang dalam persaingan globa
    Contoh :, pabrikan mobil mewah sering menawarkan kustomisasi warna exterior dan interior, sejak awal produk tersebut diluncurkan ke pasaran. Kustomisasi selain warna pada body, juga pada warna kulit cabin dan jok tempat duduk. Kustomisasi juga dilakukan di jenis pengoperasian mobil. Sementara untuk mobil-mobil laris,hanya diberikan sekitar 3-5 warna pilihan saja.
    b. Sifat Tindakan Layanan dan Penerima Langsung Layanan
    Berdasarkan sifat tindakan jasa Jasa dikelompokkan ke dalam sebuah matriks yang terdiri atas dua menunjukkan sifat tindakan jasa (tangible dan intangible ), penerima jasa (manusia dan benda).
    Tangible Action Manusia Benda
    Jasa yang ditujukan pada manusia
    Perawatan kesehatan
    Tranportasi
    Salon kecantikan
    Restoran
    Potong rambut
    Jasa yang ditujukan kepada benda
    -Jasa keamanan
    Jasa yg ditujukan pada pikiran manusia :
    -pendidikan
    -jasa informasi
    Jasa pada asset tak berwujud
    -perbankan
    -jasa bantuan hokum
    -asuransi
    c. Berdasarkan hubungan dengan pelanggan
    Adalah Hubungan antara produsen dan konsumen menjangkau jauh melebihi dari waktu pembelian ke pelayanan purna jual, kekal abadi melampaui masa kepemilikan produk. Perusahaan menganggap konsumen sebagai raja yang harus dilayani dengan baik, mengingat dari konsumen tersebut akan memberikan keuntungan kepada perusahaan agar dapat terus hidup. dapat diambil kesimpulan bahwa kualitas pelayanan adalah segala bentuk aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan guna memenuhi harapan konsumen. Pelayanan dalam hal ini diartikan sebagai jasa atau service yang disampaikan oleh pemilik jasa yang berupa kemudahan, kecepatan, hubungan, kemampuan dan keramahtamahan yang ditujukan melalui sikap dan sifat dalam memberikan pelayanan untuk kepuasan konsumen. Kualitas pelayanan (service quality) dapat diketahui dengan cara membandingkan persepsi para konsumen atas pelayanan yang nyata-nyata mereka terima / peroleh dengan pelayanan yang sesungguhnya mereka harapkan/inginkan terhadap atribut-atribut pelayanan suatu perusahaan.
    2. a.) Pengertian Daya saing
    Pengertian Daya saing adalah Kapasitas bangsa untuk menghadapi tantangan persaingan pasar internasional dan tetap menjaga atau meningkatkan pendapatan riil-nya (Council of Competitiveness, Washington, DC, 2006). Daya saing merupakan kemampuan menghasilkan produk barang dan jasa yang memenuhi pengujian internasional, dan dalam saat bersamaan juga dapat memelihara tingkat pendapatan yang tinggi dan berkelanjutan, atau kemampuan daerah menghasilkan tingkat pendapatan dan kesempatan kerja yang tinggi dengan tetap terbuka terhadap persaingan eksternal (European Commission, 1999).
    Daya saing didefinisikan sebagai posisi relatif dari salah satu pesaing terhadap para pesaing yang lain.
    • Posisi relatif masa kini, melihat ke masa depan
    Daya saing dapat disebut sebagai kesiapan suatu bangsa untuk interaksi daya saing masa depan. Agar menjadi kompetitif dalam arti ini adalah memiliki peluang untuk menang bagi sejumlah pemain industri yang menghadapi biaya tinggi. Beberapa ukuran kriteria ini biasanya didiskusikan dalam lingkungan bisnis dan politik sekarang. Salah satunya adalah upah pekerja dalam sebuah negara. Statistik yang sering kali disebutkan dalam debat mengenai mengendurnya hambatan perdagangan internasional adalah daya saing, upah pekerja A.S. dalam hubungan dengan upah yang rendah di Negara-negara lain seperti Meksiko. Hal ini menciptakanbeberapa kontroversi dan suatu dilemaetika untuk manajer ketika perusahaan mencari pekerja dengan upah rendah menutup pabrik di Amerika Serikat dan memindahkan fasilitas produks ke Negara lain. Ukuran lain yang digunakan dari kriteria ini adalah tingkat pendidikan dari angkatan kerja bangsa tersebut. Wakil pemerintah yang mencoba menarik investasi baru dalam konomi.

    • Posisi relatif masa kini, dari dari masa lalu ke masa kini
    Daya saing dapat juga digambarkan sebagai sebuah bechmaring untuk prestasi yang telah lampau. Agar menjadi ompetitif dalam arti ini adalah berhasil dalam mencapai peringkat tertentu yang diinginkan. Ukuran yang sering dipakai dalam criteria ini adalah bagian pasar dunia dari suatu Negara. Jadi, bila perusahaan Jepang mempunyai persentase signifikan dari pasar dunia VCR (Video Cassette Recorder) mereka dikatakan kompetitifdalam usaha mereka sampai sekarang dari masa lalu ke masa kini. Ukuran lain dari criteria ini adalah standar kehidupan suatu Negara. Sebuah Negara dapat dikatakan kompetitif bila pendapatan perkapita, pelayanan kesehatan dan harapan hidup untuk warga negaranya relatif unggul dibandingkan yang dapat diharapkan oleh warga Negara dari bangsa lain. Salah satu kunci meningkatkan daya saing tersebut adalah mendorong laju inovasi sebuah perusahaan agar bisa bersaing, baik di tingkat lokal, nasional, dan lingkungan global. Tetapi pernyataan teoritis tersebut tidaklah mudah diterapkan di tingkatan empiris. Inovasi bukanlah sesuatu yang sederhana dan juga bukan suatu resep mujarab yang bisa diperoleh dengan mudah oleh setiap organisasi yang mempunyai penyakit dengan gejala yang sama yaitu rendahnya daya saing.

    b.) Tiga strategi yang berkaitan dengan untuk membangun daya saing layanan
    Persaingan Melalui Diferensiasi
    Strategi ini memanfaatkan kekhasan model atau keunikan serta kualitas terbaik yang tidak terdapat di perusahaan lain sehingga mampu menarik pembeli atau pelanggan.
    Persaingan Melalui Biaya
    Strategi ini lebih memusatkan perhatian untuk merebut pasaran dengan harga murah melalui pengurangan biaya produksi.
    Persaingan Melalui Respons
    Strategi ketiga adalah respons. Respons seringkali diangap sebagai respons yang fleksibel, tetapi juga merujuk pada respons yang dapat diandalkan dan cepat. Respons dapat didefinisikan sebagai keseluruhan rentang nilai terkait dengan pengembangan dan pengiriman produk yang tepat waktu, selain itu juga penentuan jadwal yang terpercaya dan kinerja yang fleksibel. Respons yang fleksibel dapat dianggap sebagai kemampuan untuk menyesuaikan perubahan dalam sebuah pasar dimana inovasi desain dan volume berfluktuasi secara substansial.
    c.) Daya saing dan stretegi di penerbangan.
    Saya mengambil contoh Penerbangan Garuda
    Strategi adalah sesuatu yang operasional, dapat diterapkan oleh semua jajaran pada satu korporasi. Secara ringkas strategi pelayanan Garuda dinyatakan pada pelayanan maksimal yang membuat pelanggan loyal kepada mereka. Strategi pemasaran Garuda adalah memberikan pelayanan kepada pelanggan dengan tahapan sebagai berikut (Anonim, 2012).

    Tahap (1) memberikan pelayanan secara dini, pelanggan dipantau dengan penginderaan Garuda mulai dari titik yang dapat disentuh (touch point) mulai dari berbagai titik website, call center, sales office, Garuda Frequent Flyer (GFF) center, dan service center.

    Tahap (2) pre-flight adalah layanan setelah konsumen membeli tiket. Di sini touch point-nya adalah penjualan tiket di bandara, customer service desk, GFF membership service, check-in service, transfer desk, executive lounge dan boarding gate.

    Tahap (3) tahap in-flight, meliputi cabin service, cabin comfort, lavatory, on board catering, in-flight entertainment, amenity kit, dan sales on board.

    Tahap (4) tahap post-flight, meliputi: arrival assistant, hospitality desk (menangani penumpang yang butuh bantuan), baggage delivery, juga lost and found.

    Tahap (5) customer affairs, loyalty program (GFF dan boarding pass bisa digunakan untuk mendapatkan voucher belanja di merchant tertentu)

    Strategi demikian terintegrasi dengan kegiatan korporasi dalam hal mempertahankan pelanggan potensial yang tergolong sering bepergian (frequent flyer). Terhadap mereka ini diberikan pelayanan khusus begitu mereka sampai di bandara sesaat mereka akan menggunakan jasa Penerbangan Garuda. Hal ini bersamaan pula dengan pembentukan komunitas yang semua dimaksudkan untuk dapat mempertahankan pelanggan.

    3. a. 1.) Gantt Chart
    Gantt Chart adalah suatu alat yang bernilai khususnya untuk proyek-proyek dengan jumlah anggota tim yang sedikit, proyek mendekati penyelesaian dan beberapa kendala proyek.
    Gantt Chart merupakan diagram perencanaan yang digunakan untuk penjadwalan
    sumber daya dan alokasi waktu (Heizer, Jay dan Render, Barry, 2006). Gantt Chart
    adalah contoh teknik non-matematis yang banyak digunakan dan sangat popular di
    kalangan para manajer karena sederhana dan mudah dibaca.
    2. ) Critical Path Method
    Critical Path Method adalah teknik menganalisis jaringan kegiatan/aktivitas-aktivitas ketika menjalankan proyek dalam rangka memprediksi durasi total.
    Critical path sebuah proyek adalah deretan aktivitas yang menentukan waktu tercepat yang mungkin agar proyek dapat diselesaikan. Critical path adalah jalur terpanjang dalam network diagram dan mempunyai kesalahan paling sedikit.
    3.) Program Evalution dan review
    Program Evalution dan review adalah suatu metode yang dirancang untuk mengoptimalkan biaya proyek dimana dapat ditentukan kapan pertukaran biaya dan waktu harus dilakukan untuk memenuhi jadwal penyelesaian proyek dengan biaya seminimal mungkin.
    b. Higly Visible Responsible maknanya merupakan seorang menejer harus mempunyai tanggung jawan yang tinggi terutama dalam sebuah proyek itu sendiri.

    Tanggung Jawab Manajer Proyek :
    1. Definisi (Definition)
    PM adalah orang yang mengatur diambil atau tidaknya suatu keputusan. Hal ini mungkin mempengaruhi wawancara dengan user dan membantu dalam pembuatan dokumentasi. PM dibalrtu oleh PL yang akan memberikan bantuan teknis, seperti persiapan rencana proyek.
    2. Analsis (Analysis)
    PM harus membuat beberapa bagian mengenai spesifikasi fungsional. PM. akan memastikan bahwa fs (prototipe sistem) dapat selesai pada waktunya. Negosiasi antara FS dengan klien menghasilkan kesepakatan. Bagian tersulit adalah membuat user memaharni bahwa perubahan FS tidak untuk selamanya dan segara perubahan disetujui oleh tim terbaik.
    3. Disain (Design)
    Seorang PM menyusun pertemuan secara rutin dan menerbitkan sebuah laporan harian. Seorang PM harus dapat memeriksa semua permasalahan dan menyelesaikannya, jika ini mungkin dan merencanakan ulang jika tidak dapat menyelesaikannya.
    4. Pemrograman (Programming)
    Pada tahap ini banyak melibatkan orang dengan segala bentuk permasalahannya. Seorang manajer harus dapat memonitor semua yang terjadi dalam tim dan merespon segala masalah yang ada.
    5. Sistem Integrasi dan Tes (system rntegration And Test)
    Pada tahap ini seorang PM harus bisa menjaga keutuhan perusahaan. Di lingkungan luar (klien, manajer tingkat atas) mungkin bingung, menelepon manajer, mengundang rapat, menutup rapat dan meminta laporan perkembangan harian. Disinilah keberadaan PM dibutuhkan untuk tetap menjaga seluruh keberhasilan dari tender proyek.
    6. Penerimaan (Acceptance)
    PM menjadualkan waktu, fasilitas dan dibutuhkan untuk menjalankan sistem menanda tangani perjanjian.
    7. Operasi (Operation)
    PM harus memastikan bahwa dukungan teknik yang ditanrpilkan sebelumnya tersedia dan user puas dengan sistem operasional. Dan akhirnya PM mengadakan pertemuan untuk mengevaluasi proyek dan memberikan laporan proyek.
    Contohnya : Seorang menejer melakukan pengelolaan terhadap sebuah peroyek pembuatan drainase, manajer proyek harus bisa merencanakan proyek tersebut baik dalam proses pelaksaan proyek tersebut mauapun dalam pengontrolan proyek tersebut sampai dengan selesai.

    4.a. Pengertian pengadaan barang dan jasa secara online.
    Secara umum, e-auction sebagai proses pengadaan barang dan jasa yang dilakukan dengan berbasis internet sehingga proses transaksi antara buyer dan supplier dilakukan secara online dengan cepat, aman, dan mudah. E-Auction. Ini adalah aplikasi untuk membantu proses lelang. Pada proses pembelian, lelang dilakukan oleh pembeli dengan mengumpulkan calon-calon supplier. Mereka sebelumnya sudah diberi tahu oleh pembeli tentang jumlah, spesifikasi, dan waktu kebutuhan suatu barang atau jasa. Mereka akan mengajukan penawaran (secara elektronik) dan selama proses lelang mereka biasa merevisi (menurunkan) harga penawarannya. Supplier yang memberikan penawaran terendah pada akhir periode lelang akan keluar sebagai pemenang. (Hermawan, 2008:9).
    b. Manfaat pengadaan barang secara online.
    Internet telah muncul sebagai media yang efektif dari segi biaya dan dapat diandalkan untuk melakukan transaksi bisnis online. Semakin banyak perusahaan yang mengadopsi media ini dalam melakukan pengadaan barang mereka. Menurut Seth Miller dalam artikelnya keuntungan utama e-procurement meliputi menghemat uang, waktu, dan beban kerja tambahan yang normalnya berhubungan dengan pekerjaan tulis-menulis. Proses pengadaan konvensional biasanya melibatkan banyak pemrosesan kertas-kertas, yang mana menghabiskan sejumlah besar waktu dan uang.
    Keuntungan e-procurement tidak hanya meliputi penghematan uang tetapi juga penyederhanaan keseluruhan proses. Rencana-rencana yang optimal dapat dikomunikasikan dengan cepat kepada pemasok-pemasok, oleh karena itu dapat mengurangi biaya dan pemborosan yang biasanya terdapat dalam supply chain. Keuntungan e-procurement meliputi pengurangan biaya overhead seperti pembelian agen, juga peningkatan kendali inventori, dan keseluruhan peningkatan siklus manufaktur. Sistem e-procurement membantu perusahaan-perusahaan mengkonsolidasikan data tentang pengadaan bermacam-macam barang baik secara langsung maupun tidak langsung.
    Suatu sistem pengadaan (termasuk e-procurement) sebaiknya diintegrasikan dengan aplikasi ERP (Enterprise Resource Planning) atau sistem pengolahan permintaan barang yang digunakan.. Integrasi antara sistem pembelian dan keuangan juga dipandang sebagai kendala yang paling penting untuk pemilihan sistem. Ini juga berdampak langsung pada tingkat penghematan proses dan sifat dari diterapkannya sistem

    c. Cara mempertimbangkan pemilihan penyediaan layanan secara teori
    Sesuai dengan konsep dasar pengadaan, barang/jasa yang baik harus pula disediakan oleh penyedia barang/jasa yang baik sehingga dikenal istilah Kualifikasi yang merupakan penilaian terhadap kompetensi atau kemampuan penyedia barang/jasa dalam menyediakan barang/jasa yang dibutuhkan.
    Berdasarkan konsep tersebut, maka dalam pengadaan barang/jasa pemerintah, ada 2 hal yang dipilih, yaitu barang/jasa itu sendiri serta penyedia barang/jasa yang berbentuk badan usaha atau perseorangan.
    Untuk membuktikan penyedia barang/jasa tersebut memenuhi kualifikasi, maka dilakukan penilaian kualifikasi terhadap badan usaha/perseorangan sesuai ketentuan Pasal 19 Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan perubahannya, sedangkan untuk membuktikan bahwa penyedia barang/jasa mampu menyediakan barang/jasa yang dibutuhkan maka dilakukan penilaian terhadap dokumen penawaran penyedia yang terdiri atas penilaian administrasi, teknis, dan harga.
    Pada saat penilaian inilah mulai terjadi pergeseran tujuan evaluasi pengadaan barang/jasa, yaitu dari yang sebelumnya untuk menilai penyedia barang/jasa dan barang/jasa yang ditawarkan menjadi sekedar menilai dokumen kualifikasi dan penawaran yang diajukan.
    5. Jawab :
    Diketahui :
    Due Date = 62 Minggu
    Expected date = 18 hari = 2,5 Minggu
    Variasi = 72
    Ditanya : Z =… ?
    Jawab :
    Z = ( Due Date – Expected Date ) / όp
    όp = √ Project Varians
    = √ 72
    = 8,84
    Z = ( 62-2,5 ) / 8,48
    = 59,5 / 8,48
    = 7,01

    Komentar oleh Firdaus | Februari 13, 2015 | Balas

  34. Selamat pagi Pak Jo, berikut saya lampirkan UAS Operasional dimana saya mahasiswa yang mengikuti UAS Susulan dari kelas malam…terima kasih.

    UAS MANAJEMEN OPERASIONAL
    PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN
    DOSEN : DR. JOHANNES, SE, M.Si

    NAMA : DEWI ASNIRA PUTRI
    NIM : P2C214024
    KELAS : MALAM (UJIAN SUSULAN)

    1. Jasa atau layanan menjadi bagian penting dalam perekonomian modern, negara menerima pendapatan yang terus meningkat dari sektor layanan. Oleh karena itu , dari bahasan manajemen operasional, layanan menjadi bagian penting dalam operasi sehingga harus mendapat perhatian. Dalam kaitan ini dikenal sifat layanan yang mengkombinasikan berbagai unsur sebagaimana berikut.
    a. Keterlibatan karyawan dan tingkat kustomisasi
    Jawab :
    Dalam suatu perusahaan ataupun suatu organisasi keterlibatan kerja karyawan sangat berperan besar. Keterlibatan karyawan dengan pelanggan sangat diperlukan dalam rangka menjaga hubungan yang lebih erat dengan pelanggan, salah satunya dapat dilakukan dengan komunikasi, dimana seorang karyawan harus memiliki kemampuan yang baik dalam menyampaikan informasi kepada pelanggan ataupun memperoleh masukan dari pelanggan. Seluruh perusahaan di dunia saat ini menyadari kebutuhan untuk memberikan pelayanan yang memuaskan untuk pelanggan. Dalam keinginan perusahaan untuk memenuhi keinginan pelanggan, mendorong banyak perusahaan terpaksa menciptakan program-program baru dan prosedur untuk memenuhi setiap permintaan pelanggan. Dalam melakukan Mass Custimization, bagaimana perusahaan memberikan nilai yang unik/nilai tambah suatu produk sesuai keinginan pelanggan namun dengan cara yang efisien.Teknologi informasi tepat guna dan proses kerja yang fleksibel memungkinkan perusahaan untuk menyesuaikan barang atau jasa bagi pelanggan perorangan dalam volume tinggi dan dengan harga yang relatif biaya rendah. Sehingga perusahaan lebih kompetitif dalam memenuhi keinginan setiap pelanggan serta mampu menang dalam persaingan global.
    Contoh : seseorang yang datang ke salon rambut dimana pelanggan dapat konsultasi atau berdialog mengenai jenis/type dan model potongan rambut yang sesuai dan yang diinginkan. Disini, pelanggan melakukan dialog untuk membantu mengartikulasikan kebutuhan mereka dan untuk membuat produk yang disesuaikan untuk keinginan mereka.
    b. Sifat tindakan layanan dan penerima layanan
    Jawab :
    Pelayanan adalah setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun. Produksinya dapat dikaitkan atau tidak dikaitkan pada satu produk fisik. Pelayanan merupakan perilaku produsen dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen demi tercapainya kepuasan pada konsumen itu sendiri.sifat tindakan layanan dan penerima layanan dapat dilihat dari kualitas pelayanan yang diterima. Kualitas pelayanan (service quality) dapat diketahui dengan cara membandingkan persepsi para konsumen atas pelayanan yang nyata-nyata mereka terima / peroleh dengan pelayanan yang sesungguhnya mereka harapkan / inginkan terhadap atribut-atribut pelayanan suatu perusahaan. Jika jasa yang diterima atau dirasakan (perceived service) sesuai dengan yang diharapkan, maka kualitas pelayanan dipersepsikan baik dan memuaskan, jika jasa yang diterima melampaui harapan konsumen, maka kualitas pelayanan dipersepsikan sangat baik dan berkualitas.Sebaliknya jika jasa yang diterima lebih rendah daripada yang diharapkan, maka kualitas pelayanan dipersepsikan buruk
    Contoh :
    Untuk sebuah lokasi peristirahatan seperi resort misalnya, maka keramahan, handling complaint dan kreatifitas pelayanan termasuk makanan dan fasilitas yang disediakan seperti outbound, wi-fi, spa dsb. ketika seorang pelayan di sebuah resort bertemu dengan seorang Bapak – tamu yang pernah menginap sebelumnya di resort tersebut, dan disapa oleh pelayan tersebut dengan ramah dengan mengingatkannya bahwa Bapak tersebut sebelumnya pernah menginap di hotel yang sama beberapa bulan yang lalu. Tentunya hal ini membuat kaget pelanggan karena merasa diperhatikan atau merasa dianggap penting, sehingga menjadi satu nilai plus bagi service yang kita diberikan sehingga bisa dikategorikan service excellent.
    c. Sifat penyampaian jasa dan hubungan antara organisasi penyedia jasa (provider) dan pelanggannya.
    Jawab :
    Hal ini berhubungan dengan CRM (cutomer relationship management), dimana Customer Relationship Management memiliki tiga landasan. Konsep pertama dari CRM adalah penciptaan nilai pelanggan yang bertujuan tidak hanya untuk memaksimalkan pendapatan dari transaksi tunggal, melainkan keunggulan bersaing yang tidak hanya berdasarkan harga, tetapi juga berdasarkan kemampuan provider untuk membantu pelanggan menghasilkan nilai untuk mereka sendiri dan untuk membina hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Konsep kedua adalah dengan melihat produk sebagai suatu proses, dalam hal ini perbedaan antara barang dan jasa tidak berarti lagi. Produk dilihat sebagai suatu entitas yang mencakup pertukaran antara proses yang dijalankan provider dengan proses yang dijalankan oleh pelanggan. Konsep ketiga adalah tanggung jawab provider, suatu perusahaan dapat membina hubungan yang lebih kuat hanya jika perusahaan bertanggung jawab dalam membangun hubungan tersebut dan menawarkan para pelanggannya untuk menghasilkan nilai untuk mereka sendiri.
    Contoh : penerapan CRM pada Telkomsel, tersedianyan aplikasi di GraPARI maupun call center. Sehingga pelanggan akan lebih mudah dalam mendapatkan pelayanan yang komprehensif. Selain itu Telkomsel juga telah membangun sistem untuk meningkatkan pelayanan pelanggan seperti melalui promo Telkomsel Poin. Melaui Telkomsel Poin, poin yang didapat oleh para pelanggan dapat ditukarkan sesuai kebutuhan dan keinginan pelanggan yang heterogen.

    2. Sebagaimana dalam operasi barang, operasi layanan juga mempertimbangkan daya saing sehingga strategi apapun yang dilakukan juga harus menopang daya saing layanan yang dihasilkan.
    a. Apa yang dimaksud dengan daya saing
    Jawab :
    Menurut Pilat (1996), daya saing didefinisikan sebagai tingkat kemampuan suatu neara dalam menghasilkan barang dan jasa yang sesuai dengan tuntutan pasar baik dalam dan luar negeri dan bersamaan dengan itu kemampuan menciptakan suatu kesejahteraan berkelanjutan bagi warga negara. Sehingga dapat dikatakan bahwa daya saing adalah kemampuan serta keunggulan yang dipergunakan untuk bersaing pada pasar tertentu.
    Definisi lain daya saing adalah kemampuan perusahaan, industri, daerah, negara, atau antar daerah menghasilkan faktor pendapatan dan faktor pekerjaan yang relatif tinggi dan berkesinambungan untuk menghadapi persaingan internasional.
    b. Jelaskan ke tiga strategi yang berkaitan untuk membangun daya saing layanan
    Jawab :
    Strategi bersaing Bisnis jasa
    Michael porter sangat terkenal dengan tiga bentuk strategi bersaing, yaitu overall cost leadership, strategi (differentiation), dan strategi fokus (focus).
    Overall Cost Leadership
    Strategi ini mensyaratkan adanya fasilitas yang memungkinkan dilaksanakannya suatu produksi massal, control biaya, termasuk control biaya tetap yang ketat dan penggunaan teknologi yang dapat mengurangi biaya produksi pada tingkat paling rendah. Dengan perhitungan biaya yang lebih rendah, akan memperkuat posisi perusahaan di antara para pesaing, karena pesaing yang kurang efisien akan kalah, sementara perusahaan dengan biaya yang lebih murah akan dapat menahan serangan pesaing.
    Untuk bisa menerapkan strategi biaya rendah, biasanya membutuhkan biaya investasi yang besar, terutama investasi pada barang-barang modal, seperti mesin-mesin dan peralatan-peralatan besar lainnya. Di samping itu, perusahaan harus berani dan agresif dalam menentukan harga jual, strategi-strategi harga lainnya, termasuk kemungkinan risiko menderita kerugian pada saat ingin meningkatkan mangsa pasar. Strategi biaya rendah ini kadang-kadang mengubah secara mendadak kedudukan suatu perusahaan.
    Strategi (differentiation)
    Hal pokok yang mendasari strategi diferensiasi adalah tersedianya pelayanan, yang menurut penilaian konsumen bersifat unik atau berbeda dengan pelayanan-pelayanan lain yang sejenis. Beberapa pendekatan dalam strategi diferensiasi dapat berbentuk diferensiasi dalam merek, seperti logo dalam bentuk jaringan penjual, seperti century 21 yang mempunyai jaringan agen property di seluruh dunia. Strategi diferensiasi bukan mengabaikan biaya, tetapi setiap usaha diarahkan untuk mendapatkan konsumen yang loyal. Sebagai ilustrasi, dapat dikatakan bahwa strategi diferensiasi yang dijalankan tidak menimbulkan tambahan biaya, meakipun konsumen mendapat pelayanan yang sama.
    Strategi Fokus
    Strategi fokus didasarkan kepada ide untuk melayani suatu target konsumen yang mempunyai kebutuhan yang sangat spesifik. Segmennya bisa saja sekelompok target konsumen tertentu, seperti apa yang dilakukan Federal Express, yang melayani paket pengiriman 24 jam.
    Strategi fokus ini didasarkan pada suatu anggapan, bahwa perusahaan yang memfokuskan seluruh rancangannya untuk kelompok konsumen tertentu akan lebih efektif dan lebih efisien daripada perusahaan yang mencoba melayani seluruh jenis konsumen. Dengan memahami secara khusus apa yang dibutuhkan dan diinginkan konsumen, maka perusahaan akan lebih berhasil dari perusahaan lain yang tidak mempelajarinya secara khusus. Strategi fokus sebetulnya merupakan aplikasi dari dua strategi lainnya, yaitu strategi biaya rendah dan strategi diferensiasi pada segmen pasar tertentu.
    c. Berikan contoh penjelasan (a dan c) di dalam industri penerbangan.
    Jawab :
    Dalam kondisi persaingan cukup ketat diantara maskapai penerbangan saat ini, menuntut perusahaan untuk mencptakan strategi baru untuk memenangkan persaingan. Aspek pelayanan merupakan key performance indicator yang penting dlaam kegiatan operasional, oleh karena itu penataan mata rantai pelayanan merupakan langkah strategis dalam mempertegas komitmen Garuda Indonesia sebagai full service airlines yang berorientasi terhadap kepuasan pelanggan yaitu memberikan pelayan dari pre flight service, in flight service higga post flight service. Strategi adalah sesuatu yang operasional, dapat diterapkan oleh semua jajaran pada satu korporasi, salah satu contoh maskapai penerbangan yang menerapkan startegi bersaing dalam menghadapi industri persaingan adalah Masakapi Penerbangan Garuda Indonesia. Secara ringkas strategi pelayanan Garuda dinyatakan pada pelayanan maksimal yang membuat pelanggan loyal kepada mereka.
    Strategi pemasaran Garuda adalah memberikan pelayanan kepada pelanggan dengan tahapan sebagai berikut (Anonim, 2012) :
    Tahap (1) memberikan pelayanan secara dini, pelanggan dipantau dengan penginderaan Garuda mulai dari titik yang dapat disentuh (touch point) mulai dari berbagai titik website, call center, sales office, Garuda Frequent Flyer (GFF) center) dan service center.
    Tahap (2) pre flight adalah layanan setelah konsumen membeli tiket. Disini touch pointnya adalah penjualan tiket di bandara, customer service desk, GFF membership service, check in service, transfer desk, executive lounge dan boarding gate.
    Tahap (3) tahap in flight, meliputi cabin service, cabin comfort, lavatory, on board catering, in flight entertainment, amenity kit, dan sales on board.
    Tahap (4) tahap post-flight, meliputi aarival assistant, hospitally desk (menangani penumpang yang butuh bantuan) baggage delivery, juga lost and found.
    Tahap (5) customer affairs, loaylity program (GFF dan boarding pass bisa digunakan untuk mendapatkan voucher belanja di merchant tertentu).
    Strategi demikian terintegrasi dengan kegiatan korporasi dalam hal mempertahankan pelanggan potensial yang tergolong sering bepergian (frequent flyer). Terhadap mereka ini diberikan pelayanan khusus begitu mereka sampai di bandara sesaat mereka akan menggunakan jasa Penerbangan Garuda. Hal ini bersamaan pula dengan pembentukan komunitas yang semua dimaksudkan untuk dapat mempertahankan pelanggan.
    Selain itu Garuda Indonesia juga merupakan salah satu contoh perusahaan penerbangan dimana TI dan Internet diterapkan untuk meningkatkan daya saingnya, yang berarti pula meningkatkan pelayanannya kepada pelanggan yang akhirnya dapat menciptakan loyalitas pelanggan terhadap maskapai penerbangan ini. Tak dapat dipungkiri, berbagai aplikasi yang diterapkannya, seperti ERP (Enterprise Resource Planning), terbukti mampu meningkatkan kinerja dan daya saingnya.

    3. Dalam pengelolaan proyek, dikenal berbagai tahapan pengelolaan mulai dari perencanaan, penskedulan, dan penyusunan biaya.
    a. Dalam pembuatan skedul dikenal berbagai pendekatan yaitu: 1) Gantt Chart, 2) Critical Path Method (CPM) dan Program Evaluation and Review (PERT). Jelaskan prinsip pendekatan ini secara ringkas.
    Jawab :
    Gant chart (diagram chart) adalah salah satu cara pendekatan penjadwalan proyek dengan cara berbiaya rendah yang membantu para manajer memastikan bahwa semua kegiatan telah direncanakan, urutan kerja telah diperhitungkan, perkiraan waktu kegiatan telah tercatat dan keseluruhan proyek telah dibuat. Diagram gant ini juga dapat digunakan untuk penjadwalan operasi yang terulang. Diagram ini memungkinkan para manajer mengamati kemajuan tiap kegiatan, untuk mengetahui dan menangani area permasalahan.
    Sedangkan pendekatan penjadwalan dengan CPM dan PERT ini digunakan untuk membantu para manajer membuat penjadwalan, memonitoring dan mengendalikan proyek besar dan kompleks. Metode CPM dan PERT ini adalah metode yang dapat digunakan untuk membuat perencanaan, skedul dan proses pengendalian suatu proyek. Dimana untuk dapat menerapkan kedua metode ini perlu ditetapkan terlebih dahulu kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan dalam suatu proyek dan menyusunnya dalam bentuk jaringan. Jaringan menunjukkan saling hubungan antar satu kegiatan dengan kegiatan lain. Walaupun prinsip penyusunan jaringan pada kedua metode ini adalah sama namun terdapat perbedaan mendasar antara kedua metode ini. PERT menggunakan tiga perkiraan waktu untuk tiap kegiatan. Perkiraan waktu ini digunakan untuk menghitung nilai yang diharapkan dan penyimpangan standar untuk kegiatan tersebut. Sedangkan CPM membuat asumsi bahwa waktu kegiatan diketahu pasti hingga hanya diperlukan satu faktor waktu untuk tiap kegiatan.
    b. Seorang manajer proyek adalah seorang yang memiliki kecakapan dan kefleksibelan mumpuni sehingga dia dikenal sebagai seorang yang “highly visible responsible”. Jelaskan arti ungkatpan itu dan apa syarat bagi seorang manajer proyek, jelaskan dengan memberikan contoh.
    Jawab :
    Arti ungkapan manajer proyek dikenal sebagai seorang yang “highly visible reponsibility”, dimana seorang manajer proyek merupakan seseorang yang memiliki tanggung jawab yang besar atau seseorang yang bertanggung jawab pada penyelesaian tujuan suatu proyek secara keseluruhan. Dimana sebagai lini terdepan dalam pelaksanaan suatu proyek, manajer proyek harus berusaha sebaik-baiknya untuk memenuhi seluruh kriteria output dari proyek, dimana seorang manajer proyek harus mampu dalam mengelola berbagai macam kegiatan,sejumlah besar tenaga kerja dan tenaga ahli dalam berbagai aspek baik itu perencanaan ,pengelolaan, pengendalian untuk mencapai suatu tujuan proyek.
    Syarat bagi seorang manajer proyek, dapat dilihat dengan contoh sebagai berikut : misalnya terdapat satu organisasi proyek. Dimana anggota tim proyek sementara ditugaskan pada sebuah proyek dan membuat laporan pada manajer proyek. Manajer yang memimpin proyek mengkoordinasikan kegiatan dengan departemen lain dan membuat laporan langsung kepada manajemen yang berada paling atas (manajemen puncak). Manajer proyek mendapatkan sorotan dalam perusahaan dan bertanggungjawab memastikan seluruh kegiatan yang diperlukan diselesaikan dalam urutan dan waktu yang tepat; proyek selesai sesuai dengan anggaran; Proyek memenuhi sasaran kualitas dan; orang-orang yang ditugaskan pada proyek mendapatkan motivasi, arahan dan informasi yang diperlukan dalam melakukan pekerjaan mereka. Ini berarti manajer proyek haruslah mempunyai kemampuan untuk melatih, berkomunikasi dengan baik dan dapat mengorganisasikan kegiatan dari berbagai disiplin ilmu.

    4. Pengadaan barang dan jasa untuk instansi pemerintahan sekarang ini harus dilakukan secara online. Pelaksanaannya membutuhkan sarana dan prasarana yang menoang (supporting Service) sehingga dapat dimungkinkan bagaimana pengadaan barang dan jasa secara online dilakukan . Dalam kaitan ini jelaskan hal berikut.
    a. Apa yang dimaksud dengan pengadaan barang dan jasa secara online
    Jawab :
    Pengadaan barang dan jasa secara online adalah kegiatan pengadaan barang/jasa yang pelaksanaannya dilakukan secara online/elektronik yang berbasis web/internet dengan memanfaatkan fasilitas teknologi komunikasi dan informasi sehingga proses transaksi antara buyer dan supplier dilakukan secara online dengan cepat, aman, dan mudah. Proses pengadaan barang dan jasa saat ini telah dilakukan oleh LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik) dengan mengoperasikan sistem e-procurement.SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik).
    b. Apa manfaat daripada pengadaan barang dan jasa secara online baik kepada pelaksana maupun kepada pemerintah dan perekonomian
    Jawab :
    Manfaat dari pengadaan barang dan jasa secara online melalui e-procurement dapat dirasakan oleh rekanan dan juga pemerintah. Bagi rekanan, mereka tidak perlu bolak-balik untuk memberikan keterangan berkas-berkas terkait yang dibutuhkan serta tidak perlu memfotokopi berkas-berkas. Jika ada masalah atau hal-hal yang masih belum dimengerti, rekanan bisa chatting dengan petugas untuk mempertanyakan semua semua hal terkait dengan pengadaan. Selain itu, rekanan cukup datang sekali ke LPSE untuk mendapatkan account number yang akan digunakan untuk mengikuti lelang. Setelah itu, pengiriman berkas dapat dilakukan di rumah tanpa harus datang ke LPSE.
    Sedangkan manfaat untuk pemerintah adalah bisa mendapatkan barang dan jasa yang lebih kompetitif dan berkualitas dengan adanya pengadaan lelang secara elektronik. Selain itu, pemerintah juga mendapatkan keuntungan terkait praktik transparansi dan akuntabilitas pelayanan.
    Dengan adanya pengadaan barang dan jasa secara online melalui e-procurement ini kinerja pemerintah dalam proses pengadaan barang dan jasa cenderung lebih efektif dan efisien daripada melalui cara manual. E-procurement ini juga dapat mencegah praktek korupsi yang sering terjadi pada pengadaan barang dan jasa karena antara petugas dan rekanan tidak dapat bertemu langsung. Hal ini menghalangi rekanan maupun petugas untuk bermain curang dalam penentuan pemenang pengadaan barang dan jasa. Pengadaan barang/jasa secara elektronik (e-pengadaan) ini juga akan meningkatkan transparansi, sehingga persaingan sehat antar pelaku usaha dapat lebih cepat terdorong. Dengan demikian optimalisasi dan efisiensi belanja negara segera dapat diwujudkan.
    c. Bagaimana cara mempertimbangkan pemilihan penyedia layanan secara teori.
    Jawab:
    Pemilihan penyedia jasa harus mempertimbangkan kesesuaian bidang, keseimbangan antara kemampuan dan beban kerja. serta kinerja dari penyedia jasa tersebut.
    Salah satu cara mempertimbangkan pemilihan penyedia layanan dapat dilakukan dengan melaksanakan proses kulaifikasi. Kualifikasi merupakan proses penilaian kompetensi dan kemampuan usaha serta pemenuhan persyaratan tertentu lainnya dari penyedia. Kualifikasi dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara yaitu prakualifikasi atau pascakualifikasi.
    Prakualifikasi merupakan proses penilaian kualifikasi yang dilakukan sebelum pemasukan penawaran. Proses prakualifikasi ini nantinya akan menghasilkan daftar calon penyedia. Prakualifikasi dilaksanakan untuk pengadaan sebagai berikut :
    Pemilihan penyedia yang bersifat kompleks melalui Pelelangan Umum; atau
    Pemilihan penyedia yang menggunakan Penunjukan Langsung kecuali untuk penanganan darurat.
    Pascakualifikasi merupakan proses penilaian kualifikasi setelah pemasukan penawaran. Pascakualifikasi dilaksanakan untuk pengadaan sebagai berikut:
    1) Pemilihan penyedia melalui Pelelangan Umum kecuali untuk Pekerjaan Kompleks; dan
    2) Pemilihan penyedia yang menggunakan Pelelangan Sederhana.
    Sedangkan secara online pemilihan penyedia layanan dapat dilakukan dengan e-tendering. E-tendering merupakan tata cara pemilihan penyedia barang/jasa yang dilakukan secara terbuka dan dapat diikuti oleh semua penyedia barang/jasa yang terdaftar pada sistem pengadaan elektronik dengan cara menyampaikan satu kali penawaran dalam waktu yang telah ditentukan.

    5. Diketahui informasi dari pengalaman satu proyek, waktu yang dibutuhkan (T) = 62 minggu, sedangkan variasi adalah 72. Berapakah kemungkinan proyek itu selesai 18 hari sebelum waktu normal pengerjaan proyek?
    Jawab :
    Kemungkinan pengerjaan proyek ini dapat dicari dengan menggunakan pendekatan PERT.
    Waktu realistis proyek (T) = 62 minggu
    Variasi proyek = 72
    Waktu penyelesaian yang diharapkan selama 18 hari (4,5 minggu) sebelum waktu normal
    Varian proyek = s² (varian kegiatan pada jalur kritis)
    Standar deviasi royek (s) = √(varian proyek) = √72 = 8,485
    Waktu penyelesaian yang diinginkan = 62 minggu – 2,57 minggu
    = 59,43 minggu
    Probabilitas/kemungkinan proyek daat diselesaikan dalam waktu 18 hari:
    Z (nilai deviasi normal) = (batas waktu – waktu realistis proyek)/s
    = (59,43 – 62)/8,485
    = -0,30
    Karena nilai Z bertanda (+) dan (-) adalah sama, didasarkan pada sifat kurva distribusi Z (normal baku) yang simetris maka Z = + 0,30. Dan merujuk pada tabel normal maka kita mendapat peluang 0.6179, artinya ada peluang sebesar 61.79% untuk perusahaan menyelesaikan proyek tersebut dalam kurun waktu 18 hari (2,57 minggu) atau kurang dari itu.

    Komentar oleh DEWI ASNIRA PUTRI | Februari 13, 2015 | Balas

  35. Selamat Pagi Pak , Berikut tugas saya kirimkan,
    Nama : Firdaus
    NIM : P2C214040
    Kelas : PAGI
    Mata Kuliah : MANAJEMEN OPERASI
    1. a. Keterlibatan Karyawan dan Tingkat Kustomisasi (customization)
    Kustomisasi massal meliputi proses produksi yang cukup fleksibel untuk menciptakan produk dan jasa yang masing-masing dijalinkan dengan masing-masing pelanggan. Masa depan manufacturing produksi salah satunya adalah penyesuaian (kustomisasi) massal.
    Kustomisasi massal menawarkan keuntungan baik bagi pelanggan maupun pabrik. Pelanggan tidak harus berkompromi. Mereka dapat memperoleh produk yang mereka inginkan, disesuaikan dengan masing – masing selera dan kebutuhan. Bagi pabrik, mereka menciptakan lebih banyak kepuasan pelanggan, pada saat yang sama, meningkatkan efisiensi produksi. Kustomisasi massal mengakibatkan sedikit atau tidak adanya sediaan barang jadi atau setengah jadi ; tidak ada produk yang kadaluarsa yang penuh debu pada rak atau ruang pamer ; serta menuntut modal kerja yang lebih sedikit.
    Kelemahan kustomisasi massal adalah bahwa sistem tersebut menciptakan peningkatan koordinasi permintaan pada manajemen. Dan sistem ini umumnya menuntut karyawan menempuh pelatihan ulang dan menyeluruh. Kustomisasi massal biasanya menuntut perekayasaan ulang proses dan pengorganisasian kembali kerja berdasar tim untuk meningkatkan kelenturan
    Kustomisasi Massal (Mass Customization). Menurut Laudon (2010), mass customization adalah kemampuan untuk menawarkan produk atau jasa yang disesuaikan secara individu dengan menggunakan sumber daya produksi yang sama seperti mass production.
    Mass Customization membuat produk lebih variatif (High variety) dengan harga murah (low price). Mass Customization dapat menyesuaikan produk dengan cepat bagi nasabah individu maupun untuk pasar ceruk (niche), produksi efisiensi dari produksi massal dan waktu produksi lebih cepat. Menggunakan prinsip yang sama, mass customization merupakan Build-to-Orde, produk yang disesuaikan namun dapat diproduksi secara massal pula.
    Seluruh perusahaan di dunia saat ini menyadari kebutuhan untuk memberikan pelayanan yang memuaskan untuk pelanggan. Dalam keinginan perusahaan untuk memenuhi keinginan pelanggan, mendorong banyak perusahaan terpaksa menciptakan program-program baru dan prosedur untuk memenuhi setiap permintaan pelanggan. Dalam melakukan Mass Custimization, bagaimana perusahaan memberikan nilai yang unik/nilai tambah suatu produk sesuai keinginan pelanggan namun dengan cara yang efisien.
    Teknologi informasi tepat guna dan proses kerja yang fleksibel memungkinkan perusahaan untuk menyesuaikan barang atau jasa bagi pelanggan perorangan dalam volume tinggi dan dengan harga yang relatif biaya rendah. Sehingga perusahaan lebih kompetitif dalam memenuhi keinginan setiap pelanggan serta mampu menang dalam persaingan globa
    Contoh :, pabrikan mobil mewah sering menawarkan kustomisasi warna exterior dan interior, sejak awal produk tersebut diluncurkan ke pasaran. Kustomisasi selain warna pada body, juga pada warna kulit cabin dan jok tempat duduk. Kustomisasi juga dilakukan di jenis pengoperasian mobil. Sementara untuk mobil-mobil laris,hanya diberikan sekitar 3-5 warna pilihan saja.
    b. Sifat Tindakan Layanan dan Penerima Langsung Layanan
    Berdasarkan sifat tindakan jasa Jasa dikelompokkan ke dalam sebuah matriks yang terdiri atas dua menunjukkan sifat tindakan jasa (tangible dan intangible ), penerima jasa (manusia dan benda).
    Tangible Action Manusia Benda
    Jasa yang ditujukan pada manusia
    Perawatan kesehatan
    Tranportasi
    Salon kecantikan
    Restoran
    Potong rambut
    Jasa yang ditujukan kepada benda
    -Jasa keamanan
    Jasa yg ditujukan pada pikiran manusia :
    -pendidikan
    -jasa informasi
    Jasa pada asset tak berwujud
    -perbankan
    -jasa bantuan hokum
    -asuransi
    c. Berdasarkan hubungan dengan pelanggan
    Adalah Hubungan antara produsen dan konsumen menjangkau jauh melebihi dari waktu pembelian ke pelayanan purna jual, kekal abadi melampaui masa kepemilikan produk. Perusahaan menganggap konsumen sebagai raja yang harus dilayani dengan baik, mengingat dari konsumen tersebut akan memberikan keuntungan kepada perusahaan agar dapat terus hidup. dapat diambil kesimpulan bahwa kualitas pelayanan adalah segala bentuk aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan guna memenuhi harapan konsumen. Pelayanan dalam hal ini diartikan sebagai jasa atau service yang disampaikan oleh pemilik jasa yang berupa kemudahan, kecepatan, hubungan, kemampuan dan keramahtamahan yang ditujukan melalui sikap dan sifat dalam memberikan pelayanan untuk kepuasan konsumen. Kualitas pelayanan (service quality) dapat diketahui dengan cara membandingkan persepsi para konsumen atas pelayanan yang nyata-nyata mereka terima / peroleh dengan pelayanan yang sesungguhnya mereka harapkan/inginkan terhadap atribut-atribut pelayanan suatu perusahaan.
    2. a.) Pengertian Daya saing
    Pengertian Daya saing adalah Kapasitas bangsa untuk menghadapi tantangan persaingan pasar internasional dan tetap menjaga atau meningkatkan pendapatan riil-nya (Council of Competitiveness, Washington, DC, 2006). Daya saing merupakan kemampuan menghasilkan produk barang dan jasa yang memenuhi pengujian internasional, dan dalam saat bersamaan juga dapat memelihara tingkat pendapatan yang tinggi dan berkelanjutan, atau kemampuan daerah menghasilkan tingkat pendapatan dan kesempatan kerja yang tinggi dengan tetap terbuka terhadap persaingan eksternal (European Commission, 1999).
    Daya saing didefinisikan sebagai posisi relatif dari salah satu pesaing terhadap para pesaing yang lain.
    • Posisi relatif masa kini, melihat ke masa depan
    Daya saing dapat disebut sebagai kesiapan suatu bangsa untuk interaksi daya saing masa depan. Agar menjadi kompetitif dalam arti ini adalah memiliki peluang untuk menang bagi sejumlah pemain industri yang menghadapi biaya tinggi. Beberapa ukuran kriteria ini biasanya didiskusikan dalam lingkungan bisnis dan politik sekarang. Salah satunya adalah upah pekerja dalam sebuah negara. Statistik yang sering kali disebutkan dalam debat mengenai mengendurnya hambatan perdagangan internasional adalah daya saing, upah pekerja A.S. dalam hubungan dengan upah yang rendah di Negara-negara lain seperti Meksiko. Hal ini menciptakanbeberapa kontroversi dan suatu dilemaetika untuk manajer ketika perusahaan mencari pekerja dengan upah rendah menutup pabrik di Amerika Serikat dan memindahkan fasilitas produks ke Negara lain. Ukuran lain yang digunakan dari kriteria ini adalah tingkat pendidikan dari angkatan kerja bangsa tersebut. Wakil pemerintah yang mencoba menarik investasi baru dalam konomi.

    • Posisi relatif masa kini, dari dari masa lalu ke masa kini
    Daya saing dapat juga digambarkan sebagai sebuah bechmaring untuk prestasi yang telah lampau. Agar menjadi ompetitif dalam arti ini adalah berhasil dalam mencapai peringkat tertentu yang diinginkan. Ukuran yang sering dipakai dalam criteria ini adalah bagian pasar dunia dari suatu Negara. Jadi, bila perusahaan Jepang mempunyai persentase signifikan dari pasar dunia VCR (Video Cassette Recorder) mereka dikatakan kompetitifdalam usaha mereka sampai sekarang dari masa lalu ke masa kini. Ukuran lain dari criteria ini adalah standar kehidupan suatu Negara. Sebuah Negara dapat dikatakan kompetitif bila pendapatan perkapita, pelayanan kesehatan dan harapan hidup untuk warga negaranya relatif unggul dibandingkan yang dapat diharapkan oleh warga Negara dari bangsa lain. Salah satu kunci meningkatkan daya saing tersebut adalah mendorong laju inovasi sebuah perusahaan agar bisa bersaing, baik di tingkat lokal, nasional, dan lingkungan global. Tetapi pernyataan teoritis tersebut tidaklah mudah diterapkan di tingkatan empiris. Inovasi bukanlah sesuatu yang sederhana dan juga bukan suatu resep mujarab yang bisa diperoleh dengan mudah oleh setiap organisasi yang mempunyai penyakit dengan gejala yang sama yaitu rendahnya daya saing.

    b.) Tiga strategi yang berkaitan dengan untuk membangun daya saing layanan
    Persaingan Melalui Diferensiasi
    Strategi ini memanfaatkan kekhasan model atau keunikan serta kualitas terbaik yang tidak terdapat di perusahaan lain sehingga mampu menarik pembeli atau pelanggan.
    Persaingan Melalui Biaya
    Strategi ini lebih memusatkan perhatian untuk merebut pasaran dengan harga murah melalui pengurangan biaya produksi.
    Persaingan Melalui Respons
    Strategi ketiga adalah respons. Respons seringkali diangap sebagai respons yang fleksibel, tetapi juga merujuk pada respons yang dapat diandalkan dan cepat. Respons dapat didefinisikan sebagai keseluruhan rentang nilai terkait dengan pengembangan dan pengiriman produk yang tepat waktu, selain itu juga penentuan jadwal yang terpercaya dan kinerja yang fleksibel. Respons yang fleksibel dapat dianggap sebagai kemampuan untuk menyesuaikan perubahan dalam sebuah pasar dimana inovasi desain dan volume berfluktuasi secara substansial.
    c.) Daya saing dan stretegi di penerbangan.
    Saya mengambil contoh Penerbangan Garuda
    Strategi adalah sesuatu yang operasional, dapat diterapkan oleh semua jajaran pada satu korporasi. Secara ringkas strategi pelayanan Garuda dinyatakan pada pelayanan maksimal yang membuat pelanggan loyal kepada mereka. Strategi pemasaran Garuda adalah memberikan pelayanan kepada pelanggan dengan tahapan sebagai berikut (Anonim, 2012).

    Tahap (1) memberikan pelayanan secara dini, pelanggan dipantau dengan penginderaan Garuda mulai dari titik yang dapat disentuh (touch point) mulai dari berbagai titik website, call center, sales office, Garuda Frequent Flyer (GFF) center, dan service center.

    Tahap (2) pre-flight adalah layanan setelah konsumen membeli tiket. Di sini touch point-nya adalah penjualan tiket di bandara, customer service desk, GFF membership service, check-in service, transfer desk, executive lounge dan boarding gate.

    Tahap (3) tahap in-flight, meliputi cabin service, cabin comfort, lavatory, on board catering, in-flight entertainment, amenity kit, dan sales on board.

    Tahap (4) tahap post-flight, meliputi: arrival assistant, hospitality desk (menangani penumpang yang butuh bantuan), baggage delivery, juga lost and found.

    Tahap (5) customer affairs, loyalty program (GFF dan boarding pass bisa digunakan untuk mendapatkan voucher belanja di merchant tertentu)

    Strategi demikian terintegrasi dengan kegiatan korporasi dalam hal mempertahankan pelanggan potensial yang tergolong sering bepergian (frequent flyer). Terhadap mereka ini diberikan pelayanan khusus begitu mereka sampai di bandara sesaat mereka akan menggunakan jasa Penerbangan Garuda. Hal ini bersamaan pula dengan pembentukan komunitas yang semua dimaksudkan untuk dapat mempertahankan pelanggan.

    3. a. 1.) Gantt Chart
    Gantt Chart adalah suatu alat yang bernilai khususnya untuk proyek-proyek dengan jumlah anggota tim yang sedikit, proyek mendekati penyelesaian dan beberapa kendala proyek.
    Gantt Chart merupakan diagram perencanaan yang digunakan untuk penjadwalan
    sumber daya dan alokasi waktu (Heizer, Jay dan Render, Barry, 2006). Gantt Chart
    adalah contoh teknik non-matematis yang banyak digunakan dan sangat popular di
    kalangan para manajer karena sederhana dan mudah dibaca.
    2. ) Critical Path Method
    Critical Path Method adalah teknik menganalisis jaringan kegiatan/aktivitas-aktivitas ketika menjalankan proyek dalam rangka memprediksi durasi total.
    Critical path sebuah proyek adalah deretan aktivitas yang menentukan waktu tercepat yang mungkin agar proyek dapat diselesaikan. Critical path adalah jalur terpanjang dalam network diagram dan mempunyai kesalahan paling sedikit.
    3.) Program Evalution dan review
    Program Evalution dan review adalah suatu metode yang dirancang untuk mengoptimalkan biaya proyek dimana dapat ditentukan kapan pertukaran biaya dan waktu harus dilakukan untuk memenuhi jadwal penyelesaian proyek dengan biaya seminimal mungkin.
    b. Higly Visible Responsible maknanya merupakan seorang menejer harus mempunyai tanggung jawan yang tinggi terutama dalam sebuah proyek itu sendiri.

    Tanggung Jawab Manajer Proyek :
    1. Definisi (Definition)
    PM adalah orang yang mengatur diambil atau tidaknya suatu keputusan. Hal ini mungkin mempengaruhi wawancara dengan user dan membantu dalam pembuatan dokumentasi. PM dibalrtu oleh PL yang akan memberikan bantuan teknis, seperti persiapan rencana proyek.
    2. Analsis (Analysis)
    PM harus membuat beberapa bagian mengenai spesifikasi fungsional. PM. akan memastikan bahwa fs (prototipe sistem) dapat selesai pada waktunya. Negosiasi antara FS dengan klien menghasilkan kesepakatan. Bagian tersulit adalah membuat user memaharni bahwa perubahan FS tidak untuk selamanya dan segara perubahan disetujui oleh tim terbaik.
    3. Disain (Design)
    Seorang PM menyusun pertemuan secara rutin dan menerbitkan sebuah laporan harian. Seorang PM harus dapat memeriksa semua permasalahan dan menyelesaikannya, jika ini mungkin dan merencanakan ulang jika tidak dapat menyelesaikannya.
    4. Pemrograman (Programming)
    Pada tahap ini banyak melibatkan orang dengan segala bentuk permasalahannya. Seorang manajer harus dapat memonitor semua yang terjadi dalam tim dan merespon segala masalah yang ada.
    5. Sistem Integrasi dan Tes (system rntegration And Test)
    Pada tahap ini seorang PM harus bisa menjaga keutuhan perusahaan. Di lingkungan luar (klien, manajer tingkat atas) mungkin bingung, menelepon manajer, mengundang rapat, menutup rapat dan meminta laporan perkembangan harian. Disinilah keberadaan PM dibutuhkan untuk tetap menjaga seluruh keberhasilan dari tender proyek.
    6. Penerimaan (Acceptance)
    PM menjadualkan waktu, fasilitas dan dibutuhkan untuk menjalankan sistem menanda tangani perjanjian.
    7. Operasi (Operation)
    PM harus memastikan bahwa dukungan teknik yang ditanrpilkan sebelumnya tersedia dan user puas dengan sistem operasional. Dan akhirnya PM mengadakan pertemuan untuk mengevaluasi proyek dan memberikan laporan proyek.
    Contohnya : Seorang menejer melakukan pengelolaan terhadap sebuah peroyek pembuatan drainase, manajer proyek harus bisa merencanakan proyek tersebut baik dalam proses pelaksaan proyek tersebut mauapun dalam pengontrolan proyek tersebut sampai dengan selesai.

    4.a. Pengertian pengadaan barang dan jasa secara online.
    Secara umum, e-auction sebagai proses pengadaan barang dan jasa yang dilakukan dengan berbasis internet sehingga proses transaksi antara buyer dan supplier dilakukan secara online dengan cepat, aman, dan mudah. E-Auction. Ini adalah aplikasi untuk membantu proses lelang. Pada proses pembelian, lelang dilakukan oleh pembeli dengan mengumpulkan calon-calon supplier. Mereka sebelumnya sudah diberi tahu oleh pembeli tentang jumlah, spesifikasi, dan waktu kebutuhan suatu barang atau jasa. Mereka akan mengajukan penawaran (secara elektronik) dan selama proses lelang mereka biasa merevisi (menurunkan) harga penawarannya. Supplier yang memberikan penawaran terendah pada akhir periode lelang akan keluar sebagai pemenang. (Hermawan, 2008:9).
    b. Manfaat pengadaan barang secara online.
    Internet telah muncul sebagai media yang efektif dari segi biaya dan dapat diandalkan untuk melakukan transaksi bisnis online. Semakin banyak perusahaan yang mengadopsi media ini dalam melakukan pengadaan barang mereka. Menurut Seth Miller dalam artikelnya keuntungan utama e-procurement meliputi menghemat uang, waktu, dan beban kerja tambahan yang normalnya berhubungan dengan pekerjaan tulis-menulis. Proses pengadaan konvensional biasanya melibatkan banyak pemrosesan kertas-kertas, yang mana menghabiskan sejumlah besar waktu dan uang.
    Keuntungan e-procurement tidak hanya meliputi penghematan uang tetapi juga penyederhanaan keseluruhan proses. Rencana-rencana yang optimal dapat dikomunikasikan dengan cepat kepada pemasok-pemasok, oleh karena itu dapat mengurangi biaya dan pemborosan yang biasanya terdapat dalam supply chain. Keuntungan e-procurement meliputi pengurangan biaya overhead seperti pembelian agen, juga peningkatan kendali inventori, dan keseluruhan peningkatan siklus manufaktur. Sistem e-procurement membantu perusahaan-perusahaan mengkonsolidasikan data tentang pengadaan bermacam-macam barang baik secara langsung maupun tidak langsung.
    Suatu sistem pengadaan (termasuk e-procurement) sebaiknya diintegrasikan dengan aplikasi ERP (Enterprise Resource Planning) atau sistem pengolahan permintaan barang yang digunakan.. Integrasi antara sistem pembelian dan keuangan juga dipandang sebagai kendala yang paling penting untuk pemilihan sistem. Ini juga berdampak langsung pada tingkat penghematan proses dan sifat dari diterapkannya sistem

    c. Cara mempertimbangkan pemilihan penyediaan layanan secara teori
    Sesuai dengan konsep dasar pengadaan, barang/jasa yang baik harus pula disediakan oleh penyedia barang/jasa yang baik sehingga dikenal istilah Kualifikasi yang merupakan penilaian terhadap kompetensi atau kemampuan penyedia barang/jasa dalam menyediakan barang/jasa yang dibutuhkan.
    Berdasarkan konsep tersebut, maka dalam pengadaan barang/jasa pemerintah, ada 2 hal yang dipilih, yaitu barang/jasa itu sendiri serta penyedia barang/jasa yang berbentuk badan usaha atau perseorangan.
    Untuk membuktikan penyedia barang/jasa tersebut memenuhi kualifikasi, maka dilakukan penilaian kualifikasi terhadap badan usaha/perseorangan sesuai ketentuan Pasal 19 Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan perubahannya, sedangkan untuk membuktikan bahwa penyedia barang/jasa mampu menyediakan barang/jasa yang dibutuhkan maka dilakukan penilaian terhadap dokumen penawaran penyedia yang terdiri atas penilaian administrasi, teknis, dan harga.
    Pada saat penilaian inilah mulai terjadi pergeseran tujuan evaluasi pengadaan barang/jasa, yaitu dari yang sebelumnya untuk menilai penyedia barang/jasa dan barang/jasa yang ditawarkan menjadi sekedar menilai dokumen kualifikasi dan penawaran yang diajukan.
    5. Jawab :
    Diketahui :
    Due Date = 62 Minggu
    Expected date = 18 hari = 2,5 Minggu
    Variasi = 72
    Ditanya : Z =… ?
    Jawab :
    Z = ( Due Date – Expected Date ) / όp
    όp = √ Project Varians
    = √ 72
    = 8,84
    Z = ( 62-2,5 ) / 8,48
    = 59,5 / 8,48
    = 7,01

    Komentar oleh firdaus | Februari 13, 2015 | Balas

  36. NAMA : HENDRI YANDRI
    NIM : P2C214038
    KELAS : PAGI
    AKT : 19
    MTK : MANAJEMEN OPERASI

    Jawaban
    Industry jasa akhir-akhir ini menjadi semakin menarik berbagai perusahaan dunia, baik itu jasa perbankan, keuangan, asuransi, kesehatan, transportasi maupun sector jasa lainnya. Dalam konsep PCN (Process-Chain-Network) yang dikembangkan oleh Professor Scott Samson disebutkan bahwa proses dapat didesain untuk mengoptimalkan interaksi antara perusahaan dan pelanggannya. Dengan demikian keterlibatan karyawan dan tingkat kastomasisasi harus memposisikan lebih kearah domain proses pelanggan. Perhatian terhadap pelanggan akan menimbulkan intimac loyality sehingga perusahaan akan mendapatkan pelanggan yang setia. Sifat penerima layanan dan penerima langsung layanan akan menetukan desain produk yang sesuai dengan karakteristik pelanggan, gaya hidup, termasuk social budaya pelanggan. Desain produk yang memperhatikan aspek seperti ini akan lebih diterima oleh pelanggan.
    Mengingat interaksi yang semakin tinggi antara perusahaan dengan pelanggan maka perlu memperhatikan sifat penyampaian jasa, hubungan antar organisasi penyedia jasa dan pelanggannya sendiri. Sifat penyampaian jasa yang dilakukan oleh perusahaan membutuhkan daya kreativitas yang tinggi dari perusahaan dengan memperhatikan kecendrungan pelanggan untuk membeli setiap produk jasa yang ditawarkan. Termasuk juga melihat perkembangan kompetisi antar perusahaan penyedia langganan dengan jenis produk jasa yang sama. Langkah ini diperlukan untuk menambah daya saing layanan yang akan diberikan kepada pelanggan terutama yang tidak dimiliki oleh provider yang lain. Tentunya dengan cara ini desain layanan terhadap pelanggan akan lebih kompetitif dan mampu menjaga loyalitas pelanggan.

    Daya saing adalah kemampuan perusahaan untuk dapat terus berkembang diantara persaingan dengan perusahaan lain dalam bidang industry jasa yang sejenis
    Tiga strategi yang berkaitan untuk membangun daya saing layanan yakni : peningkatan kualitas layanan. Kualitas layanan perlu ditingkatkan setiap saat, mengingat semakin banyaknya pilihan produk jasa yang sama. Oleh sebab itu peningkatan kualitas layanan menjadi pilihan utama agar perusahaan dapat bersaing. Kedua adalah menanamkan nilai-nilai utama perusahaan. Nilai-nilai ini berkaitan erat dengan operational excellence, costumer intimac, dan product leadership. Dengan menentapkan nilai-nilai ini diharapkan akan menjadi semangat bagi perusahaan dalam bersaing dengan perusahaan lainnya. Langkah ketiga adalah dengan menetapkan posisi (positioning statement). Penetapan ini perlu dilakukan oleh perusahaan untuk mendapatkan image jasa layanan yang diharapkan. Posisi yang jelas akan mempermudah arah strategi pemasaran yang akan dilakukan sehingga diharapkan perusahaan akan menjadi trend setter.
    Dalam industry penerbangan jasa layanan yang berdaya saing bisa dilihat seperti jasa penerbangan pesawat Air Asia dengan menjual layanan tiket murah dan link service yang murah sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Perusahaan ini menjual image murahnya kepada pelanggan namun tetap memperhatikan kepuasan pelanggan. Model jasa layanan ini telah menjadikan Air Asia sebagai salah satu maskapai penerbangan yang sangat baik terutama untuk kawasan asia.

    Gantt Chart merupakan cara yang mudah untuk membantu menajer dalam melakukan perencanaan, urutan kerja, waktu estimasi dan waktu proyek secara keseluruhan. PERT dan CPM merupakan teknik jaringan yang banyak digunakan dengan kemampuan mempertimbangkan hubungan antar aktivitas pada proyek-proyek yang rumit.
    Highly visible responsible merupakan kemampuan seorang manajer proyek dalam merespon setiap kejadian secara cepat dan tepat dengan mempertimbangkan segala resiko yang mungkin terjadi. Syarat yang diperlukan untuk dapat menjadi seorang manajer seperti itu antara lain, displin yang tinggi, memiliki integritas, dan responsive. Contohnya seorang manajer proyek jalan tol. Seorang manajer dengan sifat seperti tersebut akan mempertimbangkan segala kemungikan yang akan terjadi, dengan demikian manajer akan membagi waktu proyek seefektif mungkin karena jika tidak begitu proyek bisa jadi gagal. Manajer proyek sudah mempredikisikan hal-hal kecil yang akan terjadi ketika proyek akan dikerjakan, misalnya musim hujan, atau pada saat pengerjaan jalan tol terjadi eksiden maka manajer proyek sudah mampu memprediksi bahwa hal tersebut mungkin akan terjadi.

    Pengadaan barang dan jasa secara online adalah proses pengadaan barang dan jasa dengan berbasis internet sehingga proses transaksi antara buyer dengan supplier dilakukan secara online dengan cepat, aman, dan mudah.
    Manfaat pengadaan barang dan jasa secara online meningkatkan transparansi dan keterbukaan dalam proses pengadaan barang dan jasa, meningkatkan persaingan yang sehat dalam rangka pelayanan public dan penyelenggaraan pemerintahan serta meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam pengelolaan proses pengadaan barang dan jasa.
    Pemilihan jasa penyedia layanan mempertimbangkan beberapa aspek, pertama adalah aspek legalitas. Aspek legalitas sangat terkait dengan terdaftarnya penyedia layanan dibadan hukum pemerintah yang terkait. Kedua aspek ketepatan, artinya jasa layanan tepat dalam pengadaan layanan tersebut. Ketiga adalah aspek kepatutan dimana setiap penyedia layanan mesti memperhatikan norma-norma yang ada diwilayah tersebut sehingga tidak merusak tata nilai yang ada.

    Diketahui waktu yang dibutuhkan (T) = 62 mingggu
    Variasi (V) = 72
    Ditanya, kemungkinan proyek selesai 18 hari sebelum waktu normal pengerjaan proyek?
    Jawab :
    Solusi :
    Waktu penyelesaian yang diharapkan adalah 18 harisebelum waktu penyelesaian yang diharapkan 62 minggu.
    Waktu penyelesaian yang diinginkan adalah:
    = 62 minggu – 18 hari
    = 62 minggu – 2,57 minggu
    = 59,43 minggu.

    Z = (59,43 – 62)/8,485

    Z = – 0,303.

    Untuk nilai Z = 0,303 area dari table adalah 0,1179. Dengan demikian, probabilitas dari penyelesaian proyek 18 hari sebelum yang diharapkan adalah kira-kira 0,1179 atau 11,79 %.

    Komentar oleh hendrichaniago80 | Februari 14, 2015 | Balas

  37. MANAJEMEN OPERASI
    UJIAN AKHIR SEMESTER ANGKATAN 19 KELAS PAGI
    Dosen: Dr. Johannes Simatupang, SE, M.Si

    Nama : LUTHFI FIRDAUS
    NIM : P2C214060
    Kelas : Pagi

    1. Jasa atau layanan menjadi bagian penting dalam perekonomian modern, negara menerima pendapatan yang terus meningkat dari sektor layanan. Oleh karena itu , dari bahasan manajemen operasional, layanan menjadi bagian penting dalam operasi sehingga harus mendapat perhatian.
    a) Keterlibatan karyawan dan tingkat kustomisasi. Dalam sektor jasa, layanan merupakan bagian penting yang diberikan kepada pelanggan/konsumen. Kustomisasi merupakan cara yang digunakan oleh produsen penyedia layanan jasa dalam menyesuaikan layanan sesuai dengan apa yang diinginkan oleh konsumen. Dalam hal ini dibutuhkan professional service, dimana derajat integrasi antar penyedia-penerima jasa dan kustomisasi yang sama-sama tinggi. Seperti halnya seorang arsitek, memberikan layanan, inspirasi, dan menyesuaikan keinginan klien yang ingin membangun rumah. Seorang arsitek perlu menanyakan kepada klien, apa-apa saja yang ingin dibuat dan dimasukkan kedalam rumah yang akan dibangun, karena peran dari arsitek langsung berhubungan dengan sang klien, dan mengkustomisasi layanan berupa desain rumah yang sesuai keinginan klien.
    b) Sifat tindakan layanan dan penerima langsung layanan. Sama hal nya dengan integrasi dan kustomisasi yang diberikan. Bentuk tindakan ada yang nyata berbentuk (tangible action) dan yang tidak dapat dirasa dengan jelas (intangible action). Salah satu bentuk tindakan layanan yang nyata berbentuk adalah restoran. Restoran memberikan pelayanan dalam bentuk makanan yang dibarengi dengan servis untuk melengkapi dari makanan yang disajikan, orang yang memberikan layanan jelas. Selain itu, terdapat layanan yang diberikan secara langsung dari orang nya langsung, akan tetapi layanan atau jasa yang diberikan tidak berbentuk (intangible), contohnya adalah Edukasi, proses belajar-mengajar antar guru dan siswa, maupun mahasiswa dan dosen. Adapula gabungan dari keduanya, yakni layanan Bank. Uang menjadi tangible thing yang dibarengi dengan layanan dari Teller atupun Customer Service secara langsung.
    c) Sifat penyampaian jasa dan hubungan antara organisasi dan penyedia jasa (provider) dan pelanggannya. Terdapat 2 sifat penyampaian, yakni Continuous delivery of service dan Discrete Transaction, sedangkan untuk hubungan provider dengan pelanggan yakni Membership Relationship dan Nonformal relationship. Kedua hal ini berkaitan untuk menciptakan hubungan yang terus berkelanjutan, salah satunya adalah Asuransi, penyedia jasa dan pelanggan saling terikat satu sama lain, dan penyedia jasa terus menjaga hubungan dengan memberikan pelayanan dan menawarkan produk-produk asuransi baru terhadap pelanggannya. Kemudian ada juga Public transportation yang bersifat Discrete transaction, transaksi yang berlainan dengan hubungan antar penyedia jasa dan pelanggan tanpa formalitas. Pemerintah memberikan layanan publik agar bisa dirasakan oleh masyarakat, tanpa memberikat ikatan langsung diantara keduanya.
    2. Sebagaimana dalam operasi barang, operasi layanan juga mempertimbangkan daya saing sehingga strategi apapun yang dilakukan juga harus menipang daya saing layanan yang dihasilkan.
    a) Daya saing merupakan kemampuan yang dimiliki untuk berkompetisi dalam mencapai suatu tujuan. Selain itu pengertian lain dari daya saing adalah Kapasitas bangsa untuk menghadapi tantangan persaingan pasar internasional dan tetap menjaga atau meningkatkan pendapatan riil-nya (Council of Competitiveness, Washington, DC, 2006).
    Daya saing merupakan kemampuan menghasilkan produk barang dan jasa yang memenuhi pengujian internasional, dan dalam saat bersamaan juga dapat memelihara tingkat pendapatan yang tinggi dan berkelanjutan, atau kemampuan daerah menghasilkan tingkat pendapatan dan kesempatan kerja yang tinggi dengan tetap terbuka terhadap persaingan eksternal (European Commission, 1999).
    Daya saing merupakan efisiensi dan efektivitas yang memiliki sasaran yang tepat dalam menentukan arah dan hasil sasaran yang ingin dicapai yang meliputi tujuan akhir dan proses pencapaian akhir dalam menghadapai persaingan. Sumihardjo (2008: 8), memberikan penjelasan tentang istilah daya saing ini, yaitu: “Kata daya dalam kalimat daya saing bermakna kekuatan, dan kata saing berarti mencapai lebih dari yang lain, atau beda dengan yang lain dari segi mutu, atau memiliki keunggulan tertentu.
    b) Terdapat tiga strategi yang berkaitan untuk membangun daya saing layanan, yakni:
    – Overall Cost Leadership, dimana penyedia jasa perlu memperhatikan biaya yang akan dikeluarkan oleh customer untuk mendapatkan jasa tersebut. Dengan biaya yang rendah, tentu penyedia jasa harus mempunyai standar dari servis yang akan diberikan, jangan karena biaya yang rendah menyebabkan turunnya kualitas dari jasa yang diberikan.
    – Differentiation, dimana penyedia jasa membuat suatu perbedaan dari produk atau jasa yang akan diberikan kepada pelanggan. Membuat produk atau jasa yang diberikan tersebut “memorable”, menyesuaikan standar produk, mengurangi resiko persepsi dari konsumen, memberikan perhatian lebih terhadap personnel training, serta perlunya melakukan kontrol kualitas dari produk/jasa tersebut.
    – Focus, merupakan salah satu bagian penting yang dapat meningkatkan daya saing, penyedia jasa perlu memperhatikan segmen, target, dan positioning dari pasar yang akan di masukin. Sehingga penyedia jasa dapat lebih fokus, apakah akan menyediakan layanan untuk kelas atas, menengah, bawah, atau gabungan dari semuanya.
    c) Industri penerbangan saat ini terus berkembang pesat, setiap maskapai penerbangan saling bersaing satu sama lain. Masing-masing maskapai penerbangan mempunyai keunggulan, Salah satunya adalah Garuda Indonesia, jika dilihat dari 3 strategi untuk menciptakan daya saing sesuai dengan poin a dan b diatas, GI lebih pada strategi fokus, yang dimana GI memberikan layanan untuk kelas menengah ke atas, meski dengan harga yang relatif mahal tetapi layanan yang diberikan akan sesuai dengan harapan para pelanggan dari kelas bisnis, maupun ekonomi. Kemudian Garuda Indonesia membuat anak perusahaan yakni Citilink, dimana Citilink lebih kepada strategi Overall Cost Leadership, dalam hal ini Citilink memberikan harga yang murah (low-cost) untuk memasuki pasar kelas menengah kebawah. Adapula maskapai penerbangan Lion Air, meski banyak pelanggan masakapai tersebut yang komplain dengan jadwal yang sering delay, akan tetapi dia mempunyai strategi Differentiation yang diterapkan, yakni membuat jadwal penerbangan yang lebih banyak dan bervariasi, sehingga para pelanggan mempunyai banyak pilihan jam penerbangan.
    3. Dalam pengelolaan proyek, dikenal berbagai tahapan pengelolaan mulai dari perencanaan, penskedulan, dan penyusunan biaya.
    a) 1) Gantt chart adalah suatu alat yang bernilai khususnya untuk proyek-proyek dengan jumlah anggota tim yang sedikit, proyek mendekati penyelesaian dan beberapa kendala proyek. Gantt Chart merupakan diagram perencanaan yang digunakan untuk penjadwalan
    sumber daya dan alokasi waktu (Heizer, Jay dan Render, Barry, 2006). Gantt Chart
    adalah contoh teknik non-matematis yang banyak digunakan dan sangat popular di
    kalangan para manajer karena sederhana dan mudah dibaca.
    Gantt Chart dapat membantu penggunanya untuk memastikan bahwa (Heizer, Jay dan Render, Barry,2006):
    • Semua kegiatan telah direncakan
    • Urutan kinerja telah diperhitungkan
    • Perkiraan waktu kegiatan telah tercatat, dan
    • Keseluruhan waktu proyek telah dibuat
    Karakteristik Gantt Chart:
    • Gantt chart secara luas dikenal sebagai alat fundamental dan mudah diterapkan oleh para manajer proyek untuk memungkinkan seseorang melihat dengan mudah waktu dimulai dan selesainya tugas-tugas dan sub- sub tugas dari proyek.
    • Semakin banyak tugas-tugas dalam proyek dan semkin penting urutan antara tugas-tugas maka semakin besar kecenderungan dan keinginan untuk memodifikasi gantt chart.
    • Gantt chart membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan “what if” saat melihat kesempatan-kesempatan untuk membuat perubahan terlebih dahulu terhadap kebutuhan.
    2) Critical Path Method (CPM) adalah teknik manajemen proyek yang hanya menggunakan satu faktor waktu per aktivitas sedangkan Program Evaluation and Review Technique (PERT) adalah sebuah teknik manajemen proyek yang menggunakan tiga waktu estimasi untuk masing-masing aktivitas (Heizer, Jay dan Render, Barry, 2015).
    Kerangka kerja PERT dan CPM
    PERT dan CPM keduanya memiliki enam langkah dasar sebagai berikut:
    1) Menentukan proyek dan menyiapkan struktur perincian kerja
    2) Mengembangkan hubungan antar aktivitas. Menentukan aktivitas mana yang harus didahulukan dan mana yang harus mengikuti aktivitas lainnya.
    3) Menggambarkan jaringan yang menghubungkan pada semua aktivitas.
    4) Menentukan waktu dan/atau estimasi biaya pada masing-masing aktivitas.
    5) Menghitung jalur waktu terpanjang melalui jaringan. Hal ini disebut dengan jalur kritis (critical path).
    6) Menggunakan jaringan untuk membantu merencanakan, menentukan jadwal, mengawasi, dan mengendalikan proyek.
    Langkah 5, menentukan jalur kritis, merupakan bagian utama dari mengendalikan proyek. Aktivitas-aktivitas pada jalur kritis mewakili tugas yang akan menunda keseluruhan proyek jika mereka tidak selesai tepat waktu. Manajer bisa mendapatkan fleksibilitas yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas penting dengan mengidentifikasi aktivitas-aktivitas nonpenting dan perencanaan ulang, penentuan ulang jadwal, dan pengalokasian ulang buruh dan sumber daya finansial.
    Walaupun PERT dan CPM berbeda dalam beberapa hal secara terminologi dan dalam konstruksi jaringan, tujuan mereka tetap sama. Selain itu, analisis yang digunakan kedua teknik tersebut sangat serupa. Perbedaan utama diantara keduanya adalah PERT menggunakan estimasi sebanyak tiga kali untuk masing-masing aktivitas. Estimasi waktu ini digunakan untuk menghitung nilai yang fiharapkan adan standar deviasi untuk aktivitas. CPM membuat asumsi bahwa aktivitas waktu diketahui memiliki kepastian dan dengan demikian hanya memerlukan satu faktor waktu untuk masing-masing aktivitas.
    b) Seorang manajer proyek adalah seorang yang memiliki kecakapan dan kefleksibelan mumpuni sehingga dia dikenal sebagai seorang yang “highly visible responsible”. Ungkapan tersebut berarti menunjukkan bahwa seorang manajer proyek adalah orang yang terlihat sangat bertanggung jawab terhadap keberlangsungan proyek yang dijalankan.
    Menurut Project Mangement Body of Knowledge Guide (PMI 2001) mengatakan bahwa manajer proyek seseorang yang bertanggung jawab dalam mengurus sebuah proyek. Menurut Ritz (1994) seorang manajer proyek berasal dari suatu institusi atau seorang pengusaha yang sinonim dengan pengurus, eksekutif, supervisor dan boss.
    Pemilihan seorang manajer proyek merupakan satu dari dua atau tiga keputusan paling utama mengenai proyek. Manajer proyek perlu memiliki kerangka harapan agar dapat berhasil dengan baik. Berikut adalah daftar kepopuleran, keterampilan dan kualitas yang dicari manakala pemilihan seorang manajer proyek:
    1) Latar belakang teknis yang kuat.
    2) Seorang manajer yang keras kepala.
    3) Individu yang bersifat dewasa.
    4) Seseorang yang tersedia.
    5) Seseorang yang memiliki hubungan baik dengan para eksekutif senior.
    6) Seseorang yang dapat memelihara kebahagiaan tim proyek.
    7) Orang yang telah bekerja dalam beberapa departemen berbeda.
    Peranan Dan Tanggung Jawab Manajer
    PMBOK Guide (PMI, 2001) menjabarkan peranan tanggung jawab serta apa yang harus dimiliki oleh seorang manajer proyek pada setiap proses manajemen proyek. Hal ini dapat disimpulkan sebagai berikut:
    1) Kepemimpinan seorang manajer proyek harus ditunjukkan pada semua tahapan proyek.
    2) Manajer proyek mempunyai otoritas dan kebebasan dalam mengatur proyek.
    3) Manajer proyek bersama dengan tim manajemen proyek harus mengkoordinir dan mengarahkan berbagai alat penghubung teknis dan organisasi yang ada dalam proyek.
    4) Manajer proyek bersama dengan pemberi kuasa menyediakan sumber daya organisasi untuk merancang aktivitas proyek.
    5) Manajer proyek harus mengenali proyek dan ditugaskan sejak awal studi kelayakan. Manajer proyek harus selalu ditugaskan sebelum dimulai perencanaan proyek dilaksanakan dan lebih disukai yang sebelumnya telah banyak menyelesaikan proyek tersebut.
    6) Manajer proyek bersama dengan tim manajemen proyek bertanggung jawab menentukan kualitas dan nilai proyek.
    7) Manajer proyek juga mempunyai tanggung jawab kepada sumber daya manusia untuk menerima dan melepas bawahannya tergantung atas organisasi atau industri dimana mereka menjadi anggota.
    8) Peran dan tanggung jawab dari manajer proyek biasanya kritis pada kebanyakan proyek tapi sangat berarti dalam penerapannya.
    9) Manajer proyek bertanggung jawab dalam membuat pelaporan rangkap kepada manajer fungsional dan timnya sendiri.
    10) Manajer proyek dan tim manajemen risiko memberi tanggapan kepada pemilik proyek terhadap risiko yang dilaporkan. Hal ini akan mengurangi efek yang tidak diantisipasi dan koreksi yang diperlukan untuk mengurangi risiko.
    11) Manajer proyek yang diusulkan harus bersertifikat Project Management Profesional (PMP) atau yang diusulkan harus mempunyai dokumentasi pengalaman kerja sebelumnya pada proyek yang sama.
    Kualifikasi Manajer Proyek
    Menurut Imam Soeharto (1997), karena tanggung jawab yang harus diemban oleh manajer proyek cukup berat dalam menentukan keberhasilan proyek, maka seorang manajer proyek harus mempunyak kualifikasi tertentu, yaitu:
    • Mempunyai jiwa kepemimpinan yang berorientasi kuat pada pencapaian sasaran.
    • Seorang yang generalis yang berpandangan luas dan spesialis
    • Memiliki kredibilitas secara teknis, latar belakang pengalaman yang cukup dan pendidikan yang memadai.
    • Menguasai aspek sumber daya manusia.
    Menurut Lyle Spencer, seorang manajer proyek harus mempunyai kompetensi manajamen proyek yang meliputi pengontrolan simber daya dan waktu pelaksanaan, manajemen sumber daya manusia dan manajemen strategik. Manajer proyek harus terus mengetahui informasi dalam pelaksanaan pekerjaan dan mempunyai inisiatif untuk menyelesaikan masalah yang terjadi. Manajer proyek harus dapat belajar dari pengalaman yang sudah didapatnya dalam pelaksanaan proyek sebelumya untuk dapat diterapkan dalam metode kerja proyek yang sedang dipimpinnya.
    Kemampuan Manajer Proyek
    Berkaitan dengan pekerjaan seorang manajer, menurut Katz, kemampuan yang diperlukan oleh manajer adalah:
    1) Kemampuan konseptual
    2) Kemampuan interpersonal
    3) Kemampuan administrasi
    4) Kemampuan teknis
    Shtub (1994) menggambarkan diagram kemampuan yang penting untuk dimiliki oleh seorang manajer proyek, diantaranya adalah:
    1) Budgeting and Cost Skills: Kemampuan dalam hal membuat anggaran biaya proyek baik dalam hal analisis biaya proyek, analisis kelayakan investasi agar keuangan proyek dapat berjalan optimal sesuai dengan keinginan penyedia dana.
    2) Schedulling and Time Management Skills: Manajer proyek dituntut untuk dapat mengelola waktu secara baik agar proyek dapat selesai tepat waktu seperti yang diharapkan. Untuk mengelola waktu ini manajer proyek harus mendefinisikan aktivitas-aktivitas yang diperlukan, misalnya dengan teknik WBS (Work Breakdown Structure). Selain itu, manajer proyek harus mampu memperkirakan waktu bagi setiap aktivitas secara realistis.
    3) Technical Skills: Kemampuan teknis melingkupi pengetahuan dan pengalaman dalam hal proyek itu sendiri, dengan mengetahui prosedur-prosedur dan mekanisme proyek. Kemampuan ini biasanya didapatkan dari penimbaan ilmu khusus, misalnya Institut Manajemen Proyek, dsb
    4) Resource Management and Human Relationship Skills: Manajer proyek perlu memahami akibat dari kegagalan dalam mengelola sumber daya, sehingga diperlukan kehati-hatian dalam menempatkan sumberdaya yang ada dan menjadwalkannya. Hal ini membutuhkan kemampuan untuk membangun jaringan sosial dengan orang-orang yang terlibat di dalam proyek, seperti para stakeholder.
    5) Communication Skills: Perencanaan sebuah proyek akan menjadi tidak berguna ketika tidak ada komunikasi yang efektif antara manajer proyek dengan timnya. Setiap anggota tim harus mengetahui tanggung jawab mereka.
    6) Negotiating Skills: Selain kemampuan komunikasi yang baik, negosiasi juga memerlukan strategi dalam menarik dukungan manajemen atas atau sponsor mereka, bagaimanapun, pihak yang bernegosiasi harus dapat melihat loyalitas sang manajer terhadap mereka, baru kemudian akan muncul kepercayaan.
    7) Marketing, Contracting, Customer Relationship Skills: Manajer proyek juga harus memiliki kemampuan untuk memasarkan hasil proyeknya, karena akan sangat tragis ketika sebuah proyek yang sukses secara implementatif, tetapi outputnya tidak dibutuhkan oleh para penggunanya. Selain itu, kedekatan dengan konsumen sangat diperlukan. Sang manajer perlu responsif terhadap perubahan kebutuhan dan persyaratan pelanggan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Dalam konsep TQM, kunci utama untuk mengidentifikasi kebutuhan pelanggan adalah komunikasi secara terus-menerus anatar pelanggan maupun antar tim proyek (Tjiptono&Diana, 2003).
    8) Leadership Skills: Kepemimpinan menjadi salah satu peranan penting yang dimiliki oleh seorang manajer proyek. Apa yang dilakukan oleh manajer proyek menendakan bagaimana seharusnya orang lain atau timnya bekerja. Grey&Larson (2006) memberikan contoh gaya kepemimpinan dengan memberi teladan sebagai syarat menuju manajer proyek yang efektif. Ada enam aspek yang melingkupinya, antara lain :
    • Prioritas, hal ini berbicara mengenai penggunaan waktu. Manajer proyek memerlukan banyak waktu untuk mengamati sebuah pengujian kritis daripada menunggu laporan, menyatakan pentingnya penguji dan pekerjaan tim.
    • Urgensi, dengan meningkatkan pola interaksi dengan tim seperti laporan dan rapat penting dengan sering akan membuat tim merasa bahwa pekerjaan ini sangat penting.
    • Pemecahan masalah, manajer proyek yang efektif akan lebih memusatkan kepada bagaimana tim dapat mengubah masalah menjadi kesempatan atau apa yang dipelajari dari suatu kesalahan untuk lebih proaktif dalam memecahkan maslah.
    • Kerjasama, berbicara mengenai bagaimana manajer proyek bertindak terhadap orang luar dan memengaruhi bagaimana anggota tim berinteraksi dengan orang luar.
    • Standar kinerja, manajer proyek harus menetapkan standar yang tinggi untuk kinerja proyek melalui respon yang cepat atas kebutuhan tim, mengikuti isu-isu penting, berprinsip teguh, serta hati-hati dalam menjalankan pertemuan-pertemuan kritis.
    • Etika, jika seorang manajer proyek dengan bebas menyalahgunakan atau menahann informasi penting dari manajemen atas atau pelanggan, hal ini member isyarat kepada anggota tim bahwa perilaku seperti ini dapat diterima dan dilakukan.
    Tjiptono&Diana (2003) dalam buku Total Quality Management (TQM) mendeskripsikan pemimpin yang baik memiliki karakteristik; tanggung jawab yang seimbang, Model peranan yang positif, memiliki keterampilan komunikasi yang baik, memiliki pengaruh yang positif, dan memiliki kemampuan untuk meyakinkan orang lain.
    Kriteria Manajer Proyek Yang Efektif
    Nobody’s Perfect, kata ini memang menunjukkan sebuah realitas. Bagaimanapun tuntutan kesempurnaan kerja seorang manajer proyek yang efektif tidak dapat seratus persen terwujud. Akan tetapi ada beberapa criteria dan usaha pendekatan ke arah sana. Grey&Larson (2006) mendeskripsikan beberapa indicator, ciri dan kualitas seorang manajer proyek yang efektif. Beberapa kontradiksi yang dihadapkan oleh manajer proyek antara lain:
    • Inovasi dan menjaga stabilitas.
    • Menetapkan gambaran dan terlibat langsung di lapangan.
    • Mendorong individu tetapi juga menekan tim.
    • Campur tangan atau tidak.
    • Fleksibel tapi ketat.
    • Loyalitas tim dan loyalitas organisasi.
    Kontradiksi ini memerlukan kecakapan khusus bagi manajer proyek untuk mengambil posisi mereka dan menempatkan keputusan sesuai dengan keadaan. Terpaku pada suatu prinsip yang ketat tidak akan menyelesaikan masalah, karena manajer proyek tidak bekerja sendiri. Dalam buku yang sama Grey&Larson (2006) juga menggambarkan ciri-ciri dari seorang manajer proyek yang efektif. Diantaranya adalah:
    1) Pemikir Sistem, kemampuan dalam berpikir untuk mengelola interaksi antar komponen dan sumber daya proyek yang berbeda-beda, karena tidak bisa dikatakan efektif apabila penyelesaian masalah hanya secara parsial. Hal ini akan mempersulit sang manajer untuk mengambil keputusan.
    2) Integritas Pribadi, membangun dan meningkatkan kemampuan diri menjadi sangat penting dilakukan terlebih dahulu sebelum meningkatkan kemampuan anggota tim.
    3) Proaktif, bedakan dengan reaktif. Para manajer proyek dituntut tidak hanya akan melihat peristiwa yang telah terjadi (reaktif), akan tetapi juga selalu meneropong masa depan dan berjuang keras menemukan masa depan proyek (Kartajaya, 2003)
    4) Toleransi yang tinggi terhadap Stress, mengingat proyek merupakan hal yang rumit dan kompleks, pasti akan menimbulkan tekanan terhadap orang yang bebankan tanggungjawab kepadanya. Manajer proyek harus mampu mengelola kondisi psikologis mereka agar dapat bertahan dalam tekanan.
    5) Perspektif Bisnis Umum, seorang manajer proyek harus memahami dasar-dasar bisnis dari disiplin teknis yang berbeda-beda sebagai kerja antar fungsional.
    6) Komunikator yang baik, telah dijelaskan sebelumnya.
    7) Manajemen waktu yang efektif, telah dijelaskan sebelumnya.
    8) Politikus Mahir, strategi dalam menghadapi banyak orang dan mendapatkan dukungan dari semua pihak merupakan cirri penting manajer proyek yang sukses.
    9) Optimis, Slater (1999) dalam bukunya Saving Big Blue mengatakan “Anda dalam kesulitan Besar jika Menganggap anda Sudah Selesai”. Maksud dari kata-kata ini ialah, masalah-masalah yang sudah diselesaikan tidak bisa kita lepas begitu saja, karena pada nantinya kan bermunculan masalah-masalah baru di dalam pelaksanaan proyek. Kepercayaan diri terhadap proyek, mampu membuat seorang manajer proyek melakukan inovasi dan mengubah strategi proyek ke arah yang lebih baik tanpa meninggalkan perencanaan yang telah ditetapkan.
    4. Pengadaan barang dan jasa untuk instansi pemerintahan sekarang ini harus dilakukan secara online. Pelaksanaannya membutuhkan sarana dan prasarana yang menopan (supporting service) sehingga dapat dimungkinkan bagaimana pengadaan barang dan jasa secara online dilakukan.
    a) Pengadaan barang dan jasa secara online adalah salah satu hal yang penting bagi suatu perusahaan dalam usaha untuk mendapatkan barang maupun jasa melalui media elektronik agar dapat lebih efisien, efektif, juga transparan bagi setiap unsur yang mengikuti pengadaan tersebut.
    b) Manfaat daripada pengadaan barang dan jasa secara online baik kepada pelaksana maupun kepada pemerintah dan perekonomian, yakni memberikan efektifitas pada proses pengadaan yang dilakukan, mengurangi proses yang masih dilakukan secara konvensional (manual) dengan menggunakan banyak hardcopy yang menghabiskan kertas sehingga menjadi tidak efektif dalam memanfaatkan sumber daya yang ada. Selain itu dengan penggunaan teknologi internet, waktu proses bisa lebih efisien, bila pengadaan barang dan jasa ini melibatkan pelaksana dengan pihak terkait berada pada jarak yang cukup jauh, akan berkurang waktu dalam pengiriman data-data yang guna proses pengadaan tersebut. Selain itu data akan ter-record dengan baik dalam database internet. Meningkatkan transparansi untuk mengurangi tingkat korupsi yang terjadi di dalam pelaksana maupun pemerintah, sehingga akan memperbaiki keadaan perekonomian saat ini hingga masa mendatang.

    c) Cara mempertimbangkan pemilihan penyedia layanan secara teori, yakni:
    • Mempertimbangkan apakah pelaksanaan paket pengadaan memberikan keuntungan dan kerugian.
    • Memperhatikan sistem pelayanan yang diterapkan oleh pihak terkait, agar memahami prosesdur dan tata cara pelaksanaannya.
    • Memperhatikan kondisi psikologis pihak terkait dalam pelaksanaan pengadaan, apakah penyedia merasa nyaman dan aman.
    • Memperhatikan kondisi internal, kondisi keuangan yang baik dan pembayaran yang lancar.
    • Mempertimbangkan peluang untuk mengembangkan usaha.
    • Memperhatikan keutungan lainnya.
    5. Diketahui informasi dari pengalaman satu proyek, waktu yang dibutuhkan (T) = 62 minggu, sedangkan variasi adalah 72. Berapakah kemungkinan proyek itu selesai 18 hari sebelum waktu normal pengerjaan proyek?
    Diketahui: Due date (waktu yang dibutuhkan) = 62 minggu
    Expected date = 18 hari (3 minggu)
    Project Variance = 72
    Ditanya: Z ?
    Jawab :
    Z = (Due date-Expected Completion Date)/σp
    σp = √(Project Varians)
    σp = √72 = 8,48
    Z = (62- 3) / 8,48
    = 6,95 >> dibulatkan 7

    Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa probabilitas dari penyelesaian proyek 18 minggu sebelum waktu normal pengerjaan proyek adalah kira-kira 7 minggu.

    Komentar oleh LUTHFI FIRDAUS | Februari 14, 2015 | Balas

  38. FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
    PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN
    UJIAN AKHIR SEMESTER-KELAS PAGI
    MANAJEMEN OPERASI
    February 12, 2015
    Dosen Penguji: Dr. Johannes, S.E., M.Si
    Disusun Oleh : Winda Pratiwi (P2C214057)

    Jasa atau layanan menjadi bagian penting dalam perekonomian modern, negara menerima pendapatan yang terus meningkat dari sektor layanan. Oleh karena itu , dari bahasan manajemen operasional, layanan menjadi bagian penting dalam operasi sehingga harus mendapat perhatian. Dalam kaitan ini dikenal sifat layanan yang mengkombinasikan berbagai unsur sebagaimana berikut.
    Keterlibatan Karyawan dan Tingkat Kastomisasi (customization)
    Jawab:
    Jasa sering dipandang sebagai suatu fenomena yang rumit. Kata “jasa” (service) itu sendiri mempunyai banyak arti, mulai dari pelayanan pribadi (personal service) sampai jasa sebagai suatu produk. Kotler (1994)(dikutip dalam Lupiyoadi, 2006; 6) mendefinisikan jasa sebagai berikut: “Setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain, pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun. Produksi jasa bisa berkaitan dengan produk fisik atau sebaliknya”. dapat ditarik kesimpulan bahwa didalam jasa selalu ada aspek interaksi antara pihak konsumen dan pihak produsen (jasa), meskipun pihak-pihak yang terlibat tidak selalu menyadari. Jasa bukan suatu barang, melainkan suatu proses atau aktivitas yang tidak berwujud. Kaitan antara keterlibatan karyawan dan tingkat kastomisasi adalah Kegiatan pelayanan berawal dari kebutuhan dan keinginan pelanggan, serta berakhir dengan kepuasan dan loyalitas pelanggan. Dalam hal ini karyawan wajib memahami siapa saja pelanggannya, preferensi, karakteristik, kebutuhan dan keinginan, gaya hidup, serta faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pola konsumsi mereka. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dalam hal ini perusahaan dituntut mampu memahami keinginan dan kebutuhan pelanggan.

    Sebagaimana dalam operasi barang, operasi layanan juga mempertimbangkan daya saing sehingga strategi apapun yang dilakukan juga harus menopang daya saing layanan yang dihasilkan.
    Apa yang dimaksud dengan daya saing Istilah daya saing (competitiveness), meskipun setidaknya telah “diawali” oleh konsep keunggulan komparatif (comparative advantage) Ricardo sejak abad 18,[1] kini mendapat perhatian yang semakin besar terutama tiga dekade belakangan ini. Daya saing, satu dari sekian jargon yang sangat populer, tetapi tetap tak sederhana untuk dipahami. Seperti diungkapkan oleh Garelli (2003),[2] konsep yang multidimensi ini sangat memungkinkan beragam definisi dan pengukuran. Tidaklah mengejutkan jika perkembangan pandangan dan diskusi tentang daya saing tak luput dari kritik dan perdebatan yang juga terus berlangsung hingga kini.[3]
    Dalam literatur, istilah “daya saing” (competitiveness) mempunyai interpretasi/tafsiran beragam. Tak satupun yang penulis klaim sebagai “definisi baku” yang diterima semua pihak. Tentang ini, barangkali benar yang disampaikan Michael Porter:
    “There is no accepted definition of competitiveness. Whichever definition of competitiveness is adopted, an even more serious problem has been there is no generally accepted theory to explain it . . .. “ (Porter, 1990).
    “Competitiveness remains a concept that is not well understood, despite widespread acceptance of its importance . . . . “(Porter, 2003, 2002b).
    Hampir dua dekade kemudian, diskusi tentang ini bahkan meluas dan perspektif tantang apa dan bagaimana meningkatkan daya saing memperkaya debat yang berkembang. Dalam literatur, bahasan konsep daya saing dapat ditinjau pada tingkat:
    perusahaan,
    industri atau sehimpunan/sekelompok industri,[4] dan
    negara atau daerah (sebagai suatu entitas ekonomi).
    Pemaknaan daya saing pada konteks tersebut “berbeda.” Akan tetapi, daya saing pada masing-masing tingkatan tersebut terkait secara erat. Daya saing perusahaan merupakan elemen pembentuk daya saing pada tingkat industri, daerah atau negara. Sementara di pihak lain, berbagai kondisi dan faktor yang ada dalam suatu industri dan di suatu daerah atau negara membentuk konteks bagi perkembangan daya saing perusahaan dalam industri dan di wilayah yang bersangkutan. Isu ini juga merupakan salah satu topik yang terus diperdebatkan dalam diskusi tentang daya saing.
    Jelaskan ke tiga strategi yang berkaitan untuk membangun daya saing layanan
    peralatan manufaktur pemimpin biaya dapat menjadi usang karena inovasi teknologi para pesaingnya.hal ini mengakibatkan kemungkinan untuk pesaingnya memproduksi pada tingkat biaya yang lebih rendah daripada pemimpin biaya.
    Terlalu banyak fokus pada pengurangan harga juga dapat membuat perusahaan kurang memperhatikan kebutuhan pelanggan atau isu2 yang berkaitan dengan dimensi pesaing lainnya. Penekanan yang berkelanjutan pada pengurangan biaya cukup melegenda di Lloyd TSB group,Inggris,PLC.

    Yang terakhir resiko yang berkaitan dengan imitasi (penjiplakan). Dengan menggunakan kompetensi inti yang dimilikinya sendiri. Terkadang para pesaing belajar bagaimana cara meniru strategi pemimpin biaya dengan berhasil. Pemimpin biaya harus mencari jalan untuk meningkatkan nilai barang dan jasa yang ditawarkannya kepada para pelanggan. Biasanya nilai meningkat dengan menjual produk yg ada saat ini dengan harga yang labih murah,bahkan pemimpin biaya harus tetap berhati-hati ketika mengurangi harga ke tingkat yang lebih rendah,jika harga barang dan jasa berada di posisi rendah secara tidak realistas,harapan pelanggan terhadap apa yang mereka lihat sebagai harga yang masuk akal akan sulit diubah.
    Berikan contoh penjelasan (a dan c) di dalam industri penerbangan.
    Pelaku usaha pariwisata menilai langkah pemerintah menerapkan tarif batas atas dan batas bawah penerbangan akan berdampak pada penurunan daya saing maskapai lokal serta berefek pada minat wisatawan nusantara (wisnus) untuk bervakansi ke destinasi wisata di dalam dan luar negeri. Ketua Umum Asosiasi Pariwisata Indonesia (ASPPI) Bahriyansyah pemberlakuan tarif batas atas dan bawah penerbangan bisa mengurangi daya saing maskapai penerbangan Indonesia dibanding perusahaan asing lantaran peraturan ini hanya berlaku bagi maskapai lokal. Padahal, industri penerbangan nasional saat ini telah mengadopsi sistem Open Sky dimana konsumen dalam negeri bisa menggunakan jasa penerbangan asing. Dengan dihapuskannya tarif promo, dia khawatir konsumen lokal justru lebih berminat bepergian ke luar negeri lewat maskapai asing. “Bukan tidak mungkin harga tiket yang ditawarkan maskapai asing lebih murah ketimbang perusahaan lokal. Bisa jadi nanti wisatawan domestik jadi malas bervakansi ke destinasi wisata di dalam negeri karena biaya transportasi lebih mahal.

    Hubungan 3 prinsip pendekatan pengelolaan proyek
    Gantt Chart merupakan diagram perencanaan yang digunakan untuk penjadwalan sumber daya dan alokasi waktu (Heizer, Jay dan Render, Barry, 2006). Gantt Chart adalah contoh teknik non-matematis yang banyak digunakan dan sangat popular di kalangan para manajer karena sederhana dan mudah dibaca. Manajemen proyek dengan menggunakan teknik Critical Path Method (CPM) biasanya digunakan untuk pembangunan proyek dimana perkiraan waktu untuk setiap aktivitas atau pekerjaan adalah tertentu. Sedangkan dengan teknik Program Evaluation and Review Technique (PERT) digunakan untuk proyek-proyek di mana perkiraan waktu tidak dapat diprediksi dengan pasti. Baik CPM maupun PERT dibuat berdasarkan diagram jaringan (network chart), yang merupakan lanjutan dari diagram baris atau gantt chart (Bernard, W). Tujuan membangun suatu jaringan adalah untuk membantu perencanaan dan penjadwalan suatu proyek. Penjadwalan membutuhkan waktu-waktu yang berkenaan dengan aktivitas. Penerapan manajemen proyek secara benar akan mendatangkan keuntungan dari segi waktu dan biaya dibanding jika pengelolaan dilakukan seperti pengelolaan pekerjaan regular (Santosa, 2009). Suatu proyek dapat dipandang sebagai suatu kumpulan pekerjaan yang berurutan untuk mencapai tujuan. Setiap pekerjaan yang ada dalam proyek ini disebut aktivitas. Setiap aktivitas dimulai dan berakhir pada suatu titik waktu. Sedangkan istilah kejadian digunakan dalam hubungannya dengan waktu dimulai dan berakhirnya suatu aktivitas. Jika suatu aktivitas telah berakhir, maka suatu kejadian telah terjadi.
    Highly Visible Responsible adalah sangat terlihat tanggung jawab. Seorang manager proyek merupakan seorang professional dalam bidang manajemen proyek. Manajer proyek memiliki tanggung jawab untuk melakukan perencanaan, pelaksanaan dan penutupan sebuah proyek yang biasanya berkaitan dengan bidang industri kontruksi, arsitektur, telekomunikasi dan informasi teknologi. Untuk menghasilkan kinerja yang baik, sebuah proyek harus dimanage dengan baik oleh manajer proyek yang berkualitas baik serta memiliki kompetensi yang disyaratkan. Salah satu contohnya dalam pelaksanaan proyek bangunan sekolah dari awal perencanaan, pelaksaan dan penutupan atau selesainya sebuah proyek manajer proyek harus bisa bertanggung jawab menyelesaikan proyek sekolah itu tepat pada waktu yang sudah ditentukan. Agar waktunya tepat manajer proyek bs menggunakan pendekatan skedul GANTT CHART, CPM dan PERT.

    Pengadaan barang dan jasa untuk instansi pemerintahan sekarang ini harus dilakukan secara online. Pelaksanaannya membutuhkan sarana dan prasarana yang menoang (supporting Service) sehingga dapat dimungkinkan bagaimana pengadaan barang dan jasa secara online dilakukan . Dalam kaitan ini jelaskan hal berikut.
    Apa yang dimaksud dengan pengadaan barang dan jasa secaa online
    Yang dimaksud e-Procurement merupakan sistem pengadaan atau pembelian barang dan jasa yang dilakukan secara elektronik melalui internet. Sistem tersebut selain mengefisienkan proses pengadaan barang dan jasa juga merupakan cara yang efektif dan transparan serta bisa memangkas biaya secara signifikan. Diharapkan sistem itu mampu menurunkan angka kebocoran hingga 25 persen, dibandingkan dengansistem lama. Keppres No 80 Tahun 2003 menggariskan prinsip-prinsip pengadaan barang dan jasa yang dibiayai APBN dan APBD dengan menggunakan teknologi informasi, terbuka, bersaing, transparan dan tidak diskriminatif. Prosedur e-Procurement yang belum termuat dalam Keppres diatas kemudian dijabarkan lebih lanjut dalam Peraturan Presiden No 8Tahun 2006. Prinsip Procurement transparan, adil, bertanggung jawab,sefektif, edisien, kehati-hatian, kemandirian, integritas, good corporategovernance.

    Apa manfaat daripada pengadaan barang dan jasa secara online baik kepada pelaksana maupun kepada pemerintah dan perekonomian
    :meningkatkan efektifitas dan efisiensi pengadaan barang/jasa pemerintah meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengadaan barang/jasa pemerintah memudahkan sourcing dalam memperoleh data dan informasi tentangbarang/jasa dan penyedia barang/jasa menjamin proses pengadaan barang/jasa pemerintah berjalan lebih cepat dan akurat menjamin persamaan kesempatan, akses dan hak yang sama bagi para pihak pelaku pengadaan barang/jasa menciptakan situasi yang kondusif agar terjadi persaingan yang sehatantar penyedia barang/jasa menciptakan situasi yang kondusif bagi aparatur pemerintah dan menjamin terselenggaranya komunikasi online untuk mengurangi intensitas pertemuan langsung antara penyedia barang/jasa dengan panitia pengadaan dalam mendukung pemerintahan yang bersih danbebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme. meminimalisasi faktor kesalahpahaman yang terjadi dalam proses pengadaan barang/jasameminimalisasi kecurigaan masyarakat terhadap proses pengadaan barang/jasamembantu proses pengendalian administrasi proyek terutama padaproses pengadaan barang/jasamemudahkan bagi peserta lelang untuk mengikuti semua tahapan lelang sesuai regulasi yang ada dengan pemanfaatan teknologi informasi (internet) memberi keadilan bagi seluruh peserta lelang baik peserta dari penyedia barang/jasa dengan kualifikasi kecil atau non kecil.

    Bagaimana cara mempertimbangkan pemilihan penyedia layanan secara teori. Cara mempertimbangkan pengadaan barang dan jasa secara online dengan melihat landasan hukum pengadaan barang diindonesia. Ada dasar hukum dan peraturan perundangn-undangan yang mengatur tentang pengadaaan barang dan jasa secara online dan Surat Edaran Menteri PU No. 21/SE/M/2007, Perihal Penerapan Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik (e-auction) di Lingk, Dep. PU TA 2008 dengan meningkatkan kualitas Pelaksanaan dan Kuantifas Penyebaran Pengertian Inventarisasi.

    Diketahui informasi dari pengalaman satu proyek, waktu yang dibutuhkan (T) = 62 minggu, sedangkan variasi adalah 72. Berapakah kemungkinan proyek itu selesai 18 hari sebelum waktu normal pengerjaan proyek?
    Jawab:
    Diket: Due date = 62 minggu
    Expected date = 18 hari = 3 minggu
    Project Variance = 72
    Ditanya: Z ?
    Jawab :
    Z= (Due date-Expected Completion Date)/σp
    σp= √(Project Varians)
    σp= √72 = 8,48
    Z= (62- 3) / 8,48
    = 6,95 >> dibulatkan
    = 7
    Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa probabilitas dari penyelesaian proyek 18 minggu sebelum waktu normal pengerjaan proyek adalah kira-kira 7 hari.

    Komentar oleh Winda Pratiwi, SE | Februari 14, 2015 | Balas

  39. FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
    PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN
    UJIAN AKHIR SEMESTER-KELAS PAGI
    MANAJEMEN OPERASI
    February 12, 2015
    Dosen Penguji: Dr. Johannes, S.E., M.Si
    Disusun Oleh : MAYA ROFIKASARI WIDODO (P2C214059)

    Jasa atau layanan menjadi bagian penting dalam perekonomian modern, negara menerima pendapatan yang terus meningkat dari sektor layanan. Oleh karena itu , dari bahasan manajemen operasional, layanan menjadi bagian penting dalam operasi sehingga harus mendapat perhatian. Dalam kaitan ini dikenal sifat layanan yang mengkombinasikan berbagai unsur sebagaimana berikut
    Hubungan karyawan dan kustomisasi. Kustomisasi massal berarti sebuah sistem dimana produk dibuat sesuai dgn pesanan (build-to-order).Build-to-order berarti memproduksi sesuai dengan pesanan pelanggan, bukan sesuai dengan peramalan pasar. Strategi untuk mendapatkan pesanan adalah suatu strategi yang sulit. Beberapa keuntungan dalam kustomisasi massal dan build-to-order : Perusahaan memperoleh pesanan dan tetap berjalan dgn memenuhi permintaan pasar. Mengurangi pengeluaran besar pada organisasi yg ada (dari karyawan hingga gudang dan fasilitas) karena perkiraan penjualan yg tidak tepat. Contohnya saya sebagai konsumen ingin membeli tas gosh tetapi saya mau tas yang saya beli saya desain sendiri sehingga barang yang saya mau itu sesuai selera dan kebutuhan saya. Dan karyawan atau produsen bisa membuat request tas yang saya mau. Sehingga ada hubungan timbal balik antara saya dan produsen. Dan dengan adanya desain yang saya inginkan sendiri itu tidaklah mempengarui produksi barang yang lainnya yang sudah disediakan oleh toko tersebut.
    Sebagaimana dalam operasi barang, operasi layanan juga mempertimbangkan daya saing sehingga strategi apapun yang dilakukan juga harus menopang daya saing layanan yang dihasilkan.
    Apa yang dimaksud dengan daya saing Istilah daya saing (competitiveness), meskipun setidaknya telah “diawali” oleh konsep keunggulan komparatif (comparative advantage) Ricardo sejak abad 18,[1] kini mendapat perhatian yang semakin besar terutama tiga dekade belakangan ini. Daya saing, satu dari sekian jargon yang sangat populer, tetapi tetap tak sederhana untuk dipahami. Seperti diungkapkan oleh Garelli (2003),[2] konsep yang multidimensi ini sangat memungkinkan beragam definisi dan pengukuran. Tidaklah mengejutkan jika perkembangan pandangan dan diskusi tentang daya saing tak luput dari kritik dan perdebatan yang juga terus berlangsung hingga kini.[3]
    Dalam literatur, istilah “daya saing” (competitiveness) mempunyai interpretasi/tafsiran beragam. Tak satupun yang penulis klaim sebagai “definisi baku” yang diterima semua pihak. Tentang ini, barangkali benar yang disampaikan Michael Porter:
    “There is no accepted definition of competitiveness. Whichever definition of competitiveness is adopted, an even more serious problem has been there is no generally accepted theory to explain it . . .. “ (Porter, 1990).
    “Competitiveness remains a concept that is not well understood, despite widespread acceptance of its importance . . . . “(Porter, 2003, 2002b).
    Hampir dua dekade kemudian, diskusi tentang ini bahkan meluas dan perspektif tantang apa dan bagaimana meningkatkan daya saing memperkaya debat yang berkembang. Dalam literatur, bahasan konsep daya saing dapat ditinjau pada tingkat:
    perusahaan,
    industri atau sehimpunan/sekelompok industri,[4] dan
    negara atau daerah (sebagai suatu entitas ekonomi).
    Pemaknaan daya saing pada konteks tersebut “berbeda.” Akan tetapi, daya saing pada masing-masing tingkatan tersebut terkait secara erat. Daya saing perusahaan merupakan elemen pembentuk daya saing pada tingkat industri, daerah atau negara. Sementara di pihak lain, berbagai kondisi dan faktor yang ada dalam suatu industri dan di suatu daerah atau negara membentuk konteks bagi perkembangan daya saing perusahaan dalam industri dan di wilayah yang bersangkutan. Isu ini juga merupakan salah satu topik yang terus diperdebatkan dalam diskusi tentang daya saing.
    Jelaskan ke tiga strategi yang berkaitan untuk membangun daya saing layanan
    peralatan manufaktur pemimpin biaya dapat menjadi usang karena inovasi teknologi para pesaingnya.hal ini mengakibatkan kemungkinan untuk pesaingnya memproduksi pada tingkat biaya yang lebih rendah daripada pemimpin biaya.
    Terlalu banyak fokus pada pengurangan harga juga dapat membuat perusahaan kurang memperhatikan kebutuhan pelanggan atau isu2 yang berkaitan dengan dimensi pesaing lainnya. Penekanan yang berkelanjutan pada pengurangan biaya cukup melegenda di Lloyd TSB group,Inggris,PLC.

    Yang terakhir resiko yang berkaitan dengan imitasi (penjiplakan). Dengan menggunakan kompetensi inti yang dimilikinya sendiri. Terkadang para pesaing belajar bagaimana cara meniru strategi pemimpin biaya dengan berhasil. Pemimpin biaya harus mencari jalan untuk meningkatkan nilai barang dan jasa yang ditawarkannya kepada para pelanggan. Biasanya nilai meningkat dengan menjual produk yg ada saat ini dengan harga yang labih murah,bahkan pemimpin biaya harus tetap berhati-hati ketika mengurangi harga ke tingkat yang lebih rendah,jika harga barang dan jasa berada di posisi rendah secara tidak realistas,harapan pelanggan terhadap apa yang mereka lihat sebagai harga yang masuk akal akan sulit diubah.
    Berikan contoh penjelasan (a dan c) di dalam industri penerbangan.
    Pelaku usaha pariwisata menilai langkah pemerintah menerapkan tarif batas atas dan batas bawah penerbangan akan berdampak pada penurunan daya saing maskapai lokal serta berefek pada minat wisatawan nusantara (wisnus) untuk bervakansi ke destinasi wisata di dalam dan luar negeri. Ketua Umum Asosiasi Pariwisata Indonesia (ASPPI) Bahriyansyah pemberlakuan tarif batas atas dan bawah penerbangan bisa mengurangi daya saing maskapai penerbangan Indonesia dibanding perusahaan asing lantaran peraturan ini hanya berlaku bagi maskapai lokal. Padahal, industri penerbangan nasional saat ini telah mengadopsi sistem Open Sky dimana konsumen dalam negeri bisa menggunakan jasa penerbangan asing. Dengan dihapuskannya tarif promo, dia khawatir konsumen lokal justru lebih berminat bepergian ke luar negeri lewat maskapai asing. “Bukan tidak mungkin harga tiket yang ditawarkan maskapai asing lebih murah ketimbang perusahaan lokal. Bisa jadi nanti wisatawan domestik jadi malas bervakansi ke destinasi wisata di dalam negeri karena biaya transportasi lebih mahal.

    3. a. 1.) Gantt Chart
    Gantt Chart adalah suatu alat yang bernilai khususnya untuk proyek-proyek dengan jumlah anggota tim yang sedikit, proyek mendekati penyelesaian dan beberapa kendala proyek.
    Gantt Chart merupakan diagram perencanaan yang digunakan untuk penjadwalan
    sumber daya dan alokasi waktu (Heizer, Jay dan Render, Barry, 2006). Gantt Chart
    adalah contoh teknik non-matematis yang banyak digunakan dan sangat popular di
    kalangan para manajer karena sederhana dan mudah dibaca.
    2. ) Critical Path Method
    Critical Path Method adalah teknik menganalisis jaringan kegiatan/aktivitas-aktivitas ketika menjalankan proyek dalam rangka memprediksi durasi total.
    Critical path sebuah proyek adalah deretan aktivitas yang menentukan waktu tercepat yang mungkin agar proyek dapat diselesaikan. Critical path adalah jalur terpanjang dalam network diagram dan mempunyai kesalahan paling sedikit.
    3.) Program Evalution dan review
    Program Evalution dan review adalah suatu metode yang dirancang untuk mengoptimalkan biaya proyek dimana dapat ditentukan kapan pertukaran biaya dan waktu harus dilakukan untuk memenuhi jadwal penyelesaian proyek dengan biaya seminimal mungkin.
    b). “highly visible responsible” adalah sebuah kemampuan yang dipunyai dalam mempertanggungjawabkan sebuah pekerjaan dan diimplementasikan sebagai seorang Pelatih yang baik dan komunikator yang mampu mengorganisir berbagai disiplin ilmu.

    Pengadaan barang dan jasa untuk instansi pemerintahan sekarang ini harus dilakukan secara online. Pelaksanaannya membutuhkan sarana dan prasarana yang menoang (supporting Service) sehingga dapat dimungkinkan bagaimana pengadaan barang dan jasa secara online dilakukan . Dalam kaitan ini jelaskan hal berikut.
    Apa yang dimaksud dengan pengadaan barang dan jasa secaa online
    Yang dimaksud e-Procurement merupakan sistem pengadaan atau pembelian barang dan jasa yang dilakukan secara elektronik melalui internet. Sistem tersebut selain mengefisienkan proses pengadaan barang dan jasa juga merupakan cara yang efektif dan transparan serta bisa memangkas biaya secara signifikan. Diharapkan sistem itu mampu menurunkan angka kebocoran hingga 25 persen, dibandingkan dengansistem lama. Keppres No 80 Tahun 2003 menggariskan prinsip-prinsip pengadaan barang dan jasa yang dibiayai APBN dan APBD dengan menggunakan teknologi informasi, terbuka, bersaing, transparan dan tidak diskriminatif. Prosedur e-Procurement yang belum termuat dalam Keppres diatas kemudian dijabarkan lebih lanjut dalam Peraturan Presiden No 8Tahun 2006. Prinsip Procurement transparan, adil, bertanggung jawab,sefektif, edisien, kehati-hatian, kemandirian, integritas, good corporategovernance.

    Apa manfaat daripada pengadaan barang dan jasa secara online baik kepada pelaksana maupun kepada pemerintah dan perekonomian
    :meningkatkan efektifitas dan efisiensi pengadaan barang/jasa pemerintah meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengadaan barang/jasa pemerintah memudahkan sourcing dalam memperoleh data dan informasi tentangbarang/jasa dan penyedia barang/jasa menjamin proses pengadaan barang/jasa pemerintah berjalan lebih cepat dan akurat menjamin persamaan kesempatan, akses dan hak yang sama bagi para pihak pelaku pengadaan barang/jasa menciptakan situasi yang kondusif agar terjadi persaingan yang sehatantar penyedia barang/jasa menciptakan situasi yang kondusif bagi aparatur pemerintah dan menjamin terselenggaranya komunikasi online untuk mengurangi intensitas pertemuan langsung antara penyedia barang/jasa dengan panitia pengadaan dalam mendukung pemerintahan yang bersih danbebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme. meminimalisasi faktor kesalahpahaman yang terjadi dalam proses pengadaan barang/jasameminimalisasi kecurigaan masyarakat terhadap proses pengadaan barang/jasamembantu proses pengendalian administrasi proyek terutama padaproses pengadaan barang/jasamemudahkan bagi peserta lelang untuk mengikuti semua tahapan lelang sesuai regulasi yang ada dengan pemanfaatan teknologi informasi (internet) memberi keadilan bagi seluruh peserta lelang baik peserta dari penyedia barang/jasa dengan kualifikasi kecil atau non kecil.

    Bagaimana cara mempertimbangkan pemilihan penyedia layanan secara teori. Cara mempertimbangkan pengadaan barang dan jasa secara online dengan melihat landasan hukum pengadaan barang diindonesia. Ada dasar hukum dan peraturan perundangn-undangan yang mengatur tentang pengadaaan barang dan jasa secara online dan Surat Edaran Menteri PU No. 21/SE/M/2007, Perihal Penerapan Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik (e-auction) di Lingk, Dep. PU TA 2008 dengan meningkatkan kualitas Pelaksanaan dan Kuantifas Penyebaran Pengertian Inventarisasi.

    Diketahui informasi dari pengalaman satu proyek, waktu yang dibutuhkan (T) = 62 minggu, sedangkan variasi adalah 72. Berapakah kemungkinan proyek itu selesai 18 hari sebelum waktu normal pengerjaan proyek?
    Jawab:
    Diket: Due date = 62 minggu
    Expected date = 18 hari = 3 minggu
    Project Variance = 72
    Ditanya: Z ?
    Jawab :
    Z= (Due date-Expected Completion Date)/σp
    σp= √(Project Varians)
    σp= √72 = 8,48
    Z= (62- 3) / 8,48
    = 6,95 >> dibulatkan
    = 7
    Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa probabilitas dari penyelesaian proyek 18 minggu sebelum waktu normal pengerjaan proyek adalah kira-kira 7 hari.

    Komentar oleh Maya Rofikasari Widodo, SE | Februari 14, 2015 | Balas

  40. Nama : Herlisa Chairani
    NIM : P2C214056
    1. Jasa atau layanan menjadi bagian penting dalam perekonomian modern, negara menerima pendapatan yang terus meningkat dari sektor layanan. Oleh karena itu , dari bahasan manajemen operasional, layanan menjadi bagian penting dalam operasi sehingga harus mendapat perhatian. Dalam kaitan ini dikenal sifat layanan yang mengkombinasikan berbagai unsur sebagaimana berikut.

    a) Keterlibatan Karyawan dan Tingkat Kastomisasi (customization)

    Dari matriks dapat dijelaskan, hubungan keterlibatan karyawan dengan kustomisasi yang diinginkan pelanggan. Kustomisasi massal berarti sebuah sistem dimana produk dibuat sesuai dgn pesanan (build-to-order). Build-to-order berarti memproduksi sesuai dengan pesanan pelanggan, bukan sesuai dengan peramalan pasar. Strategi untuk mendapatkan pesanan adalah suatu strategi yang sulit. Beberapa keuntungan dalam kustomisasi massal dan build-to-order : Perusahaan memperoleh pesanan dan tetap berjalan dgn memenuhi permintaan pasar. Mengurangi pengeluaran besar pada organisasi yg ada (dari karyawan hingga gudang dan fasilitas) karena perkiraan penjualan yg tidak tepat. Contohnya produsen yang memesan sepatu kepada pengrajin sepatu sesuai dengan desain yang ia inginkan, kemudian produsen membuat sepatu tersebut sesuai desain yang diinginkan pelanggan. Sehingga ada hubungan timbal balik antara saya dan produsen. Dan dengan adanya desain yang saya inginkan sendiri itu tidaklah mempengarui produksi barang yang lainnya yang sudah disediakan oleh toko tersebut.

    b) Sifat tindakan layanan dan Penerima Langsung layanan

    Sifat tindakan layanan dan penerima layanan. Dalam konsep pelayanan, dikenal dua jenis pelaku pelayanan, yaitu penyedia layanan dan penerima layanan. Penyedia layanan atau service provider adalah pihak yang dapat memberikan suatu layanan tertentu kepada penerima layanan, baik berupa layanan dalam bentuk penyediaan dan penyerahan barang (goods) atau jasa-jasa (services). Penerima layanan atau service receiver adalah penerima layanan (customer) atau penerima layanan (consumer) yang menerima layanan dari para penyedia layanan (Barata, 2003:26). Contohnya sebuah salon menerima konsumen untuk creambath. Jika karyawan sudah memberikan tindakan pelayanan creambath dari mulai cuci rambut, pemberian cream, pijat kepala, pijat badan sampai dengan proses akhirnya konsumen sudah menerima pelayanan. Jika konsumen merasa puas makan pelayanan berhasil dan berjalan dengan baik dan setimpal. Sifat penyampaian jasa dan hubungan antara organisasi penyedia jasa (provider) dan pelanggannya.
    c) Sifat penyampaian jasa dan hubungan antara organisasi penyedia jasa (provider) dan pelanggannya.

    Segitiga menggambarkan tiga kelompok yang saling berhubungan yang bekerja bersama untuk mengembangkan, mempromosikan dan menyampaikan jasa. Ketiga pemain utama ini diberi nama pada poin segitiga: perusahaan (SBU atau departemen atau manajemen), pelanggan dan provider (pemberi jasa). Provider dapat pegawai perusahaan, subkontraktor, atau pihak luar yang menyampaikan jasa perusahaan. Antara ketiga poin segitiga ini, tiga tipe pemasaran harus dijalankan agar jasa dapat disampaikan dengan sukses: pemasaran eksternal (external marketing), pemasaran interaktif (interactive marketing), dan pemasaran internal (internal marketing).
    Pada sisi kanan segitiga adalah usaha pemasaran eksternal yaitu membangun harapan pelanggan dan membuat janji kepada pelanggan mengenai apa yang akan disampaikan. Sesuatu atau seseorang yang mengkomunikasikan kepada pelanggan sebelum menyampaikan jasa dapat dipandang sebagai bagian dari fungsi pemasaran eksternal. Pemasaran eksternal yang merupakan permulaan dari pemasaran jasa adalah janji yang dibuat harus ditepati.
    Pada dasar segitiga adalah akhir dari pemasaran jasa yaitu pemasaran interaktif atau real time marketing. Disini janji ditepati atau dilanggar oleh karyawan, subkontraktor atau agen. Ini merupakan titik kritis. Apabila janji tidak ditepati pelanggan akan tidak puas dan seringkali meninggalkan perusahaan. Sisi kiri segitiga menunjukkan peran kritis yang dimainkan pemasaran internal. Ini merupakan kegiatan manajemen untuk membuat provider memiliki kemampuan untuk menyampaikan janji-janji yaitu perekrutan, pelatihan, motivasi, pemberian imbalan, menyediakan peralatan dan teknologi. Apabila provider tidak mampu dan tidak ingin memenuhi janji yang dibuat, perusahaan akan gagal, dan segitiga jasa akan runtuh.

    2. Sebagaimana dalam operasi barang, operasi layanan juga mempertimbangkan daya saing sehingga strategi apapun yang dilakukan juga harus menopang daya saing layanan yang dihasilkan.

    a) Apa yang dimaksud dengan daya saing

    Daya saing merupakan efisiensi dan efektivitas yang memiliki sasaran yang tepat dalam menentukan arah dan hasil sasaran yang ingin dicapai yang meliputi tujuan akhir dan proses pencapaian akhir dalam menghadapai persaingan. Sumihardjo (2008: 8), memberikan penjelasan tentang istilah daya saing ini, yaitu: “Kata daya dalam kalimat daya saing bermakna kekuatan, dan kata saing berarti mencapai lebih dari yang lain, atau beda dengan yang lain dari segi mutu, atau memiliki keunggulan tertentu. Artinya daya saing dapat bermakna kekuatan untuk berusaha menjadi lebih dari yang lain atau unggul dalam hal tertentu baik yang dilakukan seseorang, kelompok maupun institusi tertentu.” Selanjutnya Sumihardjo (2008: 11), mengemukakan bahwa “daya saing meliputi: (1) kemampuan memperkokoh posisi pasarnya, (2) kemampuan menghubungkan dengan lingkungannya, (3) kemampuan meningkatkan kinerja tanpa henti, dan (4) kemampuan menegakkan posisi yang menguntungkan”.
    Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa daya saing adalah kemampuan dari seseorang/kelompok untuk menunjukkan keunggulan dalam hal tertentu, dengan cara memperlihatkan situasi dan kondisi yang paling menguntungkan, hasil kerja yang lebih baik, lebih cepat atau lebih bermakna dibandingkan dengan yang lainnya.
    Dari pendapat diatas, daya saing dalam konteks layanan berarti kemampuan perusahaan atau produsen dalam menunjukkan keunggulan terhadapa jasa atau layanan yang diberikannya dibandingkan dengan perusahaan lain.
    Competitive Environment of Services :
    • Relatively Low Overall Entry Barriers
    • Economies of Scale Limited
    • High Transportation Costs
    • Erratic Sales Fluctuations
    • No Power Dealing with Buyers or Suppliers
    • Product Substitutions for Service
    • High Customer Loyalty
    • Exit Barriers

    b) Jelaskan ketiga strategi yang berkaitan untuk membangun daya saing layanan
    1. Competitive Service Strategies (Overall Cost Leadership):
    • Seeking Out Low-cost Customers
    • Standardizing a Custom Service
    • Reducing the Personal Element in Service Delivery (promote self-service)
    • Reducing Network Costs (hub and spoke)
    • Taking Service Operations Off-line
    2. Competitive Service Strategies (Differentiation):
    • Making the Intangible Tangible (memorable)
    • Customizing the Standard Product
    • Reducing Perceived Risk
    • Giving Attention to Personnel Training
    • Controlling Quality
    Note: Differentiation in service means being unique in brand image, technology use, features, or reputation for customer service.
    3. Competitive Service Strategies (Focus):
    • Buyer Group: (e.g. USAA insurance and military officers)
    • Service Offered: (e.g. Shouldice Hospital and hernia patients)
    • Geographic Region: (e.g. Austin Cable Vision and TV watchers)

    c) Berikan contoh penjelasan (a dan c) di dalam industri penerbangan.

    Garuda Indonesia merupakan salah satu contoh perusahaan penerbangan dimana TI dan Internet diterapkan untuk meningkatkan daya saingnya, yang berarti pula meningkatkan pelayanannya kepada pelanggan yang akhirnya dapat menciptakan loyalitas pelanggan terhadap maskapai penerbangan ini. Tak dapat dipungkiri, berbagai aplikasi yang diterapkannya, seperti ERP (Enterprise Resource Planning), terbukti mampu meningkatkan kinerja dan daya saingnya.

    Saat ini, Garuda Indonesia bahkan telah menerapkan aplikasi proses pengadaan secara online (e-Procurement), dan IT Service Management. Selain itu Garuda juga melakukan lelang real-time online (e-Auction) yang di akhir tahun 2006 mendapatkan penghargaan “E-Procurement & E-Auction Award” kategori ‘application of B2B’ dari Kementrian Negara BUMN. Perusahaan ini pun sejak Mei 2006 telah (mulai) menerapkan e-ticketing sesuai dengan ketentuan IATA bahwa semua airlines yang menjadi anggota IATA harus sudah menerapkan sistem e-ticketing secara menyeluruh pada akhir bulan Mei 2008.

    Bagi Garuda Indonesia, transformasi melalui pemanfaatan teknologi menjadi sangat berarti; selain karakteristik industri penerbangan yang padat teknologi juga industri ini penuh dengan tuntutan akan inovasi dalam meraih keunggulan bersaing (competitive advantage). Dalam kaitan ini pula, dua dari direktur / figur Board of Directors yang baru (Direktur Strategi & Teknologi Informasi dan Direktur Keuangan) yang ditetapkan Kantor Kementrian BUMN dan Komisaris, terdapat direktur yang khusus menangani strategi dan teknologi informasi, agar pengembangan strategi Garuda Indonesia ke depan dapat didukung oleh teknologi informasi yang lebih sophisticated, sejalan dengan tuntutan lingkungan industri yang dinamis dan kompetitif dewasa ini.

    Kiranya ini memberikan manfaat tersendiri bagi Garuda mengingat secara langsung kita dapat berbagi pengalaman dan transfer of knowledge di bidang teknologi informasi dari penerapan di berbagai perusahaan terkemuka, yang pada akhirnya diharapkan dapat membantu Garuda Indonesia untuk memiliki keunggulan bersaing melalui inovasi dan pengembangan sistem dan teknologi informasi yang tepat untuk peningkatan strategi bisnis yang kompetitif. Untuk meningkatkan daya saing perlu juga diperhatikan kualitas pelayanan keselamatan dalam penerbangan merupakan pelayanan yang sangat penting untuk diwujudkan oleh perusahaan jasa penerbangan. Karena pelayanan merupakan ujung tombak dalam usaha di bidang jasa. Kualitas tingkat keselamatan merupakan bagian utama dari strategi perusahaan penerbangan dalam rangka meraih keunggulan yang berkesinambungan berkaitan dengan harapan konsumen. Bagi perusahaan jasa kualitas penampilan pelayanan perlu ditawarkan atau dibuktikan untuk diketahui oleh masyarakat, dengan jalan memberikan jaminan keselamatan penumpang dalam penerbangan sehingga pengguna jasa dapat memberikan citra kualitas pelayanan yang positif pada perusahaan. Citra kualitas pelayanan yang positif dari pengguna jasa berarti pelayanan yang ditawarkan perusahaan dapat diterima dan sesuai dengan harapan pengguna jasa atau masyarakat. Pengguna jasa yang merasa puas akan pelayanan yang diberikan perusahaan dan mendapatkan rasa aman dan kepercayaan berarti perusahaan jasa memperhatikan kepentingan pelanggan. Pengguna jasa menginginkan tingkat keselamatan yang terjamin dengan pelayanan yang baik dan merasakan kepercayaan dalam perjalanan. Untuk itu, perusahaan berusaha memenuhi harapan pengguna jasa dengan memberikan suatu kepercayaan kepada pelanggan. Saat ini banyak ditemui iklan- iklan dari perusahaan angkutan yang menawarkan harga diskon kepada calon penumpang. Tujuan dari pemberian harga diskon ini sudah pasti untuk menarik minat konsumen dalam menggunakan jasa angkutan, baik darat, laut, ataupun udara. Sebelum para konsumen memilih dan menentukan alternatif pilihan yang berdasarkan harga tiket akan timbul persepsi yang positif ataupun negatif dalam diri konsumen masing – masing.

    Ada banyak faktor yang mempengaruhi ketertarikan penumpang pada transportasi udara. Berkurangnya konsumen pemakai jasa angkutan pesawat terbang membuat pihak perusahaan pesawat terbang mengambil langkah secara bijak dengan memberikan tiket harga pada masyarakat umum diharihari tertentu seperti hari lebaran, tutup tahun, atau liburan sekolah, dapat juga potongan harga tersebut diberikan pada pelanggan setelah pelanggan mempergunakan angkutan udara dalam jumlah hitungan yang banyak diberi tiket untuk satu kali perjalanan. Dampak tiket yang murah dalam dunia penerbangan tidak semata-mata memberikan segi keuntungan bagi para penumpang pesawat, namun implikasi juga berpengaruh pada kualitas pesawat dan keselamatan dalam penerbangan. Banyak diberitakan di media cetak ataupun di media elektronik tentang kecelakaan dalam sarana tranportasi udara.

    3. Dalam pengelolaan proyek, dikenal berbagai tahapan pengelolaan mulai dari perencanaan, penskedulan, dan penyusunan biaya.

    a) Dalam pembuatan skedul dikenal berbagai pendekatan yaitu: 1) Gantt Chart, 2) Critical Path Method (CPM) dan Program Evaluation and Review (PERT). Jelaskan prinsip pendekatan ini secara ringkas.
    Ghant Chart
    Gantt Chart adalah sejenis grafik batang (Bar Chart) yang digunakan untuk menunjukan Tugas-tugas pada Proyek serta Jadwal dan waktu pelaksanaannya, seperti waktu dimulainya tugas tersebut dan juga batas waktu yang digunakan untuk menyelesaikan tugas yang bersangkutan. Orang atau Departemen yang ditugaskan untuk menyelesaikan Tugas dalam proyek juga harus dituliskan dalam Gantt Chart.
    Gantt Chart merupakan salah satu alat yang sangat bermanfaat dalam merencanakan penjadwalan dan memantau kegiatan pada suatu proyek, mengkomunikasikan kegiatan-kegiatan yang harus dilaksanakan dan juga status pelaksanaannya. Dalam Gantt Chart juga dapat dilihat urutan kegiatan ataupun tugas yang harus dilakukan berdasarkan prioritas waktu yang ditentukan.

    Membuat Gantt Chart:
    1. Mengidentifikasikan Tugas
    • Mengidentifikasikan Tugas yang perlu diselesaikan pada Proyek
    • Menentukan Milestone (bagian pekerjaan dari suatu tugas) dengan menggunakan Brainstorming ataupun Flow chart.
    • Mengidentifikasikan waktu yang diperlukan dalam menyelesaikan suatu tugas.
    • Mengidentifikasikan urutan pekerjaan ataupun tugas yang akan dikerjakan. Seperti Tugas yang harus diselesaikan sebelum memulai suatu tugas yang baru ataupun tugas-tugas apa yang harus dilakukan secara bersamaan (Simultan).
    2. Gambarkan sumbu horizontal untuk waktu pelaksanaannya (dapat diletakan diatas atau dibawah halaman). Tandai dengan skala waktu yang sesuai (bisa dalam harian maupun mingguan).
    3. Tuliskan Tugas atau bagian pekerjaan (milestone) yang akan dikerjakan berdasarkan urutan waktu pada bagian kiri. Gambarkan Diagram Batang (Bar Graph) untuk menunjukan rentang waktu yang diperlukan untuk melakukan tugas yang bersangkutan. Gambarkan kotak dari kiri dimana waktu Tugas tersebut dimulai sampai pada waktu tugas yang bersangkutan berakhir. Jika diperlukan presentasi kepada Manajemen perusahaan, gambarkan bentuk Intan (Diamond) pada tanggalnya. Gambarkan tepinya saja dan kotak tersebut jangan diisi.
    4. Lakukan pemeriksaan kembali, apakah semua tugas atau bagian pekerjaan untuk Proyek tersebut sudah tertulis semuanya ke dalam Gantt Chart.

    Menggunakan Gantt Chart:
    1. Saat Proyek sedang berlangsung, isikan gambar Intan (Diamond) ataupun Grafik Batang pada Gantt Chart untuk menunjukan bahwa tugas yang bersangkutan telah diselesaikan. Jika ada tugas masih berlangsung (in progress), estimasikan kemajuan tugas yang bersangkutan dan isikan grafik batang sesuai dengan kemajuan tersebut.
    2. Letakkan tanda vertical untuk menunjukan sejauh mana Proyek ini sedang berlangsung.

    Dari Gantt Chart diatas dapat dilihat bahwa proyek telah berlangsung di minggu ke 6 (tanda panah kuning). Semua tugas yang terdapat didalam Gantt Chart telah dikerjakan sesuai dengan Jadwalnya. Gantt Chart ini merupakan salah satu alat (tools) untuk melakukan perencanaan Proyek (Project Planning) dan juga sebagai alat untuk memantau perkembangan proyek.

    Critical Path Method

    Critical Path Method (CPM) atau Metode Jalur Kritis merupakan model kegiatan proyek yang digambarkan dalam bentuk jaringan. Kegiatan yang digambarkan sebagai titik pada jaringan dan peristiwa yang menandakan awal atau akhir dari kegiatan digambarkan sebagai busur atau garis antara titik.
    CPM memberikan manfaat sebagai berikut:
    • Memberikan tampilan grafis dari alur kegiatan sebuah proyek,
    • Memprediksi waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah proyek,
    • Menunjukkan alur kegiatan mana saja yang penting diperhatikan dalam menjaga jadwal penyelesaian proyek.

    Critical Path Method / CPM adalah suatu rangkaian item pekerjaan dalam suatu proyek yang menjadi bagian kritis atas terselesainya proyek secara keseluruhan. Ini artinya, tidak terselesaikannya tepat watu suatu pekerjaan yang masuk dalam pekerjaan kritis akan menyebabkan proyek akan mengalami keterlambatan karena waktu finish proyek akan menjadi mundur atau delay. CPM dibangun atas suatu network yang dihitung dengan cara tertentu dan dapat pula dengan software sehingga menghasilkan suatu rangkaian pekerjaan yang kritis.

    Dalam konsep menggunakan milestone dan CPM secara integrated ini secara sederhana bermaksud untuk membuat schedule yang berukuran besar pada proyek besar menjadi schedule yang lebih kecil. Secara logika kita pahami bahwa schedule yang lebih kecil berarti schedule tersebut lebih managable atau dapat lebih mudah untuk dikelola. Inilah intinya peran konsep ini dalam mengatasi kompleksitas proyek yang besar.
    Konsep ini tentu saja dapat dikembangkan sesuai dengan kondisi proyek yang ada dan dapat di trial. Langkah standart dalam pemikiran saya adalah sebagai berikut:
    1. Membagi seluruh pekerjaan menjadi beberapa kelompok pekerjaan yang dapat dikatakan sejenis.
    2. Menentukan durasi penyelesaian pekerjaan masing-masing milestone.
    3. Menentukan keterkaitan-keterkaitan (interdependencies) antara kelompok-kelompok pekerjaan tersebut.
    4. Menentukan critical path method atas milestone berdasarkan hubungan saling keterkaitannya
    5. Membandingkan durasi total pekerjaan dengan waktu yang dibutuhkan

    Berikut ini merupakan contoh gambar jaringan dari Activity on Node pada critical path method.

    Project Evaluation and Review Technique (PERT)

    Pengertian PERT menurut (Jay Heizer & Barry Render, 2005,) adalah Untuk membagi keseluruhan proyek ke dalam kejadian dan aktivitas. Suatu kejadian menandai mulainya atau selesainya tugas atau aktivitas tertentu. Suatu aktivitas di sisi lain adalah suatu tugas atau subproyek yang terjadi antara dua kejadian. Menurut (Jay Heizer & Barry Render, 2005,), dalam jaringan PERT kita menetapkan tiga perkiraan waktu (three times estimates) untuk masing-masing jaringan aktivitas. Three times estimatesmeliputi:

    1. Waktu optimis (optimistic time) (a) : adalah waktu terpendek kejadian yang mungkin terjadi. Waktu yang dibutuhkan oleh sebuah kegiatan jika semua hal berlangsung sesuai rencana. Dalam memperkirakan nilai ii, biasanya terdapat peluang kecil (katakanlah,1/100) bahwa waktu kegiatan akan b
    3. Waktu realistis (most likely time) (m) : waktu yang paling tepat untuk penyelesaian aktivitas dalam jaringan PERT, merupakan waktu yang paling sering terjadi jika suatu aktivitas diulang beberapa kali.

    Menurut (Jay Heizer & Barry Render, 2005), kelebihan PERT :
    1. Sangat berguna terutama saat menjadwalkan dan mengendalikan proyek besar.
    2. Konsep yang lugas atau secara langsung (straightforward) dan tidak memerlukan perhitungan matematis yang rumit.
    3. Jaringan grafis membantu melihat hubungan antar kegiatan secara cepat. Analisis jalur kritis dan waktu slack membantu menunjukkan kegiatan yang perlu diperhatikan lebih dekat.
    4. Dokumentasi proyek dan gambar menunjukkan siapa yang bertanggung jawab untuk kegiatan yang beragam.
    5. Dapat diterapkan untuk proyek yang bervariasi.
    6. Berguna dalam mengawasi jadwal dan biaya.

    Menurut (Jay Heizer & Barry Render, 2005,), keterbatasan dalam PERT:
    1. Kegiatan proyek harus ditentukan secara jelas, dan hubungannya harus bebas dan stabil.
    2. Hubungan pendahulu harus dijelaskan dan dijaringkan bersama-sama.
    3. Perkiraan waktu cenderung subjektif dan bergantung pada kejujuran para manajer yang takut akan bahaya terlalu optimistis atau tidak cukup pesimistis.
    4. Ada bahaya terselubung dengan terlalu banyaknya penekanan pada jalur terpanjang atau kritis. Jalur yang nyaris kritis perlu diawasi dengan baik.

    b) Seorang manajer proyek adalah seorang yang memiliki kecakapan dan kefleksibelan mumpuni sehingga dia dikenal sebagai seorang yang “highly visible responsible”. Jelaskan arti ungkapan itu dan apa syarat bagi seorang manajer proyek, jelaskan dengan memberikan contoh.

    Pada sebuah proyek, terdapat anggota proyek dan manajer proyek. Anggota tim proyek ditugaskan sementara pada sebuah proyek dan melapor kepada manajer proyek. Manajer memimpin aktivitas-aktivitas, koordinasi poyek dengan departemen lainnya dan melaporkan secara langsung kepada manajemen atas. Highly Visible Responsible adalah sangat terlihat tanggung jawab. Seorang manager proyek merupakan seorang professional dalam bidang manajemen proyek. Manajer proyek memiliki tanggung jawab untuk melakukan perencanaan, pelaksanaan dan penutupan sebuah proyek yang biasanya berkaitan dengan bidang industri kontruksi, arsitektur, telekomunikasi dan informasi teknologi. Untuk menghasilkan kinerja yang baik, sebuah proyek harus dimanage dengan baik oleh manajer proyek yang berkualitas baik serta memiliki kompetensi yang disyaratkan. Salah satu contohnya dalam pelaksanaan proyek bangunan sekolah dari awal perencanaan, pelaksaan dan penutupan atau selesainya sebuah proyek manajer proyek harus bisa bertanggung jawab menyelesaikan proyek sekolah itu tepat pada waktu yang sudah ditentukan. Manajer proyek memiliki visibilitas yang tinggi dalam sebuah perusahaan dan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa :
    1. Semua aktivitas-aktivitas yang diperlukan selesai dalam urutan yang benar dan tepat waktu
    2. Proyek sesuai dengan anggaran
    3. Proyek memenuhi tujuan terkait kualitas
    4. Orang yang ditugaskan pada proyek menerima motivasi, arahan, dan informasi yang diperlukan untuk melakukan pekerjaannya.

    Hal ini berarti bahwa manajer proyek harus menjadi pelatih dan penghubung yang baik, dan mampu untuk mengorganisasi aktivitas-aktivitas dari berbagai disiplin.

    4. Pengadaan barang dan jasa untuk instansi pemerintahan sekarang ini harus dilakukan secara online. Pelaksanaannya membutuhkan sarana dan prasarana yang menopang (supporting Service) sehingga dapat dimungkinkan bagaimana pengadaan barang dan jasa secara online dilakukan . Dalam kaitan ini jelaskan hal berikut.

    a) Apa yang dimaksud dengan pengadaan barang dan jasa secara online

    E-Procurement adalah sistem pengadaan barang dan jasa yang memanfaatkan teknologi informasi. Teknologi informasi digunakan untuk melakukan pengolahan data penggadaan hingga ke proses pembuatan laporan. E-procurement merupakan istilah umum diterapkan pada penggunaan sistem yang terintegrasi antara database dengan area yang luas (biasanya berbasis web) jaringan sistem komunikasi disebagian atau seluruh proses pembelian. Proses pengadaan meliputi identifikasi kebutuhan awal dan spesifikasi oleh pengguna, melalui pencarian, sumber dan tahap negosiasi kontrak, pemesanan dan termasuk mekanisme yang meregistrasi penerimaan, pembayaran dan sebagai pendukung evaluasi pasca pengadaan.

    b) Apa manfaat daripada pengadaan barang dan jasa secara online baik kepada pelaksana maupun kepada pemerintah dan perekonomian

    Pengadaan barang/jasa secara elektronik akan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, meningkatkan akses pasar dan persaingan usaha yang sehat, memperbaiki tingkat efisiensi proses pengadaan, mendukung proses monitoring dan audit dan memenuhi kebutuhan akses informasi yang real time guna mewujudkan clean and good government dalam pengadaan barang/jasa pemerintah.
    Internet telah muncul sebagai media yang efektif dari segi biaya dan dapat diandalkan untuk melakukan transaksi bisnis online. Semakin banyak perusahaan yang mengadopsi media ini dalam melakukan pengadaan barang mereka. Menurut Seth Miller dalam artikelnya keuntungan utama e-procurement meliputi menghemat uang, waktu, dan beban kerja tambahan yang normalnya berhubungan dengan pekerjaan tulis-menulis. Proses pengadaan konvensional biasanya melibatkan banyak pemrosesan kertas-kertas, yang mana menghabiskan sejumlah besar waktu dan uang.
    Keuntungan e-procurement tidak hanya meliputi penghematan uang tetapi juga penyederhanaan keseluruhan proses. Rencana-rencana yang optimal dapat dikomunikasikan dengan cepat kepada pemasok-pemasok, oleh karena itu dapat mengurangi biaya dan pemborosan yang biasanya terdapat dalam supply chain. Keuntungan e-procurement meliputi pengurangan biaya overhead seperti pembelian agen, juga peningkatan kendali inventori, dan keseluruhan peningkatan siklus manufaktur. Sistem e-procurement membantu perusahaan-perusahaan mengkonsolidasikan data tentang pengadaan bermacam-macam barang baik secara langsung maupun tidak langsung.
    Suatu sistem pengadaan (termasuk e-procurement) sebaiknya diintegrasikan dengan aplikasi ERP (Enterprise Resource Planning) atau sistem pengolahan permintaan barang yang digunakan.. Integrasi antara sistem pembelian dan keuangan juga dipandang sebagai kendala yang paling penting untuk pemilihan sistem. Ini juga berdampak langsung pada tingkat penghematan proses dan sifat dari diterapkannya sistem.
    c) Bagaimana cara mempertimbangkan pemilihan penyedia layanan secara teori.

    Penyedia layanan (Service Provider), Barata 2003 adalah :
    Pihak uang dapat memberikan suatu layanan tertentu kepada konsumen, baik berupa layanan dalam bentuk penyediaan dan penyerahan barang (goods) atau jasa-jasa (service).
    Kriteria-kriteria pemilihan penyedia layanan :
    Kesederhanaan, Reliabilitas, Tanggung jawab dari petugas pelayanan, Kecakapan para petugas pelayanan, Pendekatan kepada pelanggan dan kemudahan kontak pelanggan dengan petugas pelayanan, Keramahan , keamanan, mengerti apa yang diharapkan pelanggan, kenyataan, efisien, ekonomis.

    5. Diketahui informasi dari pengalaman satu proyek, waktu yang dibutuhkan (T) = 62 minggu, sedangkan variasi adalah 72. Berapakah kemungkinan proyek itu selesai 18 hari sebelum waktu normal pengerjaan proyek?
    Due date = 62 minggu
    Expected date = 18 hari = 2,5 minggu
    Variasi = 72
    Ditanya: Z=….
    Jawab:
    pZ= (Due date- Expected date)/
    Project variansp = 
    72=
    = 8.48
    Z= (62-2.5)/8.48
    = 59.5/8.48
    = 7.01

    Komentar oleh Herlisa Chairani | Februari 14, 2015 | Balas

  41. salam sejahtera ini saya sampaikan jawaban UAS, terima kasih.

    UAS MATA KULIAH MANAJEMEN OPERASI
    NAMA : MAYRINA
    NIM : P2C214026
    KELAS : PAGI

    Malam Pak Jo, salam sejahtera ini saya sampaikan jawaban UAS

    1. a) Keterlibatan karyawan dan tingkat kastomisasi (Customization)
    Pelayanan yang baik dari karyawan penyedia jasa akan membentuk suatu physical evidence pada pelanggan. Dari physical evidence yang telah terbentuk memungkinkan untuk peningkatan jumlah pelanggan yang ingin menggunakan jasa layanan yang sama. Kustomisasi massal berarti sebuah sistem dimana produk dibuat sesuai dengan pesanan (build-to-order). Build-to-order berarti memproduksi sesuai dengan pesanan pelanggan, bukan sesuai dengan peramalan pasar.
    Kontruksi Keterlibatan karyawan dan tingkat kastomisasi (Customization):
    Keterlibatan karyawan rendah, tingkat kastomisasi rendah biasanya pada pabrik/perusahaan jasa.
    Contoh: Penerbangan, Jasa Angkutan, Hotel, Resort dan Rekreasi.
    Keterlibatan karyawan rendah, tingkat kastomisasi tinggi biasanya pada toko jasa.
    Contoh: Rumah Sakit, Bengkel, dan jasa reparasi lainnya.
    Keterlibatan karyawan tinggi, tingkat kastomisasi rendah biasanya pada jasa massal.
    Contoh: Ritel, Grosir, Sekolah, Aspek Ritel Bank Komersil.
    Keterlibatan karyawan tinggi, tingkat kastomisasi tinggi biasanya pada jasa profesional.
    Contoh: Dokter, Pengacara, Akuntan dan Arsitek.
    b) Penjelasan Sifat Tindakan Layanan dan Penerima Langsung Layanan adalah : Pelayanan adalah suatu tindakan untuk memberikan atau memenuhi kebutuhan orang lain, tindakan pelayanan dapat bersifat tangible atau juga bersifat intangible yang terkait dengan
    – Prilaku dan tingkah laku dalam melakukan tindakan layanan
    – Waktu penyampaian yang tepat
    – Cara penyampaian layanan yang sesuai dengan penerima langsung layanan.
    – Keramahtamahan si pelaku Tindakan Layanan.
    sedangkan penerima langsung layanan adalah end user/konsumen yang pasti berhubungan dengan manusia yang menjadi target layanan. Penerima layanan meliputi beberapa segmen mulai dari low sd high yang memerlukan service yang lebih prima dari pelaku tindakan layanan.
    Contoh : Pada layanan perbankan khususnya untuk segmen prioritas, nasabah ingin dilayani lebih tidak hanya untuk layanan bank secara konvensional, tetapi juga terhadap pengelolaan keuangan wealth management, investasi dan proteksi keuangan lainnya. Termasuk melakukan arrange bisnis dan ruang lounge untuk pertemuan dengan mitra bisnis disiapkan oleh Bank.

    c) Sifat penyampaian jasa dan hubungan antara organisasi penyedia jasa (provider) dan pelanggannya.
    Sifat penyampaian jasa ada yang kontinu dan ada yang diskrit, sementara hubungan antara organisasi penyedia jasa (provider) dan pelanggan ada yang bersifat formal dalam bentuk keanggotaan dan ada yang bersifat informal.
    Kontruksi sifat penyampaian jasa & hubungan antara organisasi penyedia jasa (provider) dan pelanggannya:
    Sifat penyampaian jasa kontinu & hubungan antara organisasi penyedia jasa (provider) dan pelanggannya formal (keanggotaan)
    Contoh: Asuransi, Bank
    Sifat penyampaian jasa kontinu & hubungan antara organisasi penyedia jasa provider) dan pelanggannya non-formal

    2. Daya saing
    a. Pengertian Daya Saing
    adalah Kapasitas bangsa untuk menghadapi tantangan persaingan pasar internasional dan tetap menjaga atau meningkatkan pendapatan riil-nya (Council of Competitiveness,Washington,DC,2006)
    Daya saing merupakan kemampuan menghasilkan produk barang dan jasa yang memenuhi pengujian internasional, dan dalam saat bersamaan juga dapat memelihara tingkat pendapatan yang tinggi dan berkelanjutan, atau kemampuan daerah menghasilkan tingkat pendapatan dan kesempatan kerja yang tinggi dengan tetap terbuka terhadap persaingan eksternal (European Commission, 1999). Daya saing didefinisikan sebagai posisi relatif dari salah satu pesaing terhadap para pesaing yang lain.

    b. Ada tiga macam nilai utama yang harus bisa dipenuhi oleh industry penerbangan untuk dapat meningkatkan daya saingnya.
    Ke – 3 macam nilai tersebut adalah:
    – Operational excellence.
    – Customer Intimacy.
    – Product Leadership.
    Operational excellence merupakan suatu nilai dimana produsen harus selalu menjaga efisiensi dan meningkatkan kualitas dari system / proses penghasil produk maupun system pelayanan yang diberikan untuk senantiasa dapat memuaskan konsumen. Kepuasan konsumen akan kualitas serta layanan yang diberikan oleh brand dari suatu produk, akan membuat sulitnya konsumen melakukan brand switching (beralih pada brand lain).
    Customer intimacy merupakan suatu nilai dimana produsen harus dapat memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen. Suatu produk / jasa yang baik tidak hanya sekedar dapat memenuhi apa yang menjadi kebutuhan dasar (basic need) dari konsumen tapi sebaiknya juga dapat memenuhi apa yang menjadi kebutuhan yang mendalam (deeply need) dari konsumen. Kebutuhan yang mendalam (deeply need) merupakan kebutuhan konsumen yang belum dirasakannya pada saat suatu produk / jasa ditawarkan kepadanya, sehingga seringkali disebut sebagai kebutuhan terselubung yang belum terucapkan (unarticulated need). Namun ketika produk / jasa tersebut ditawarkan, konsumen menyadari bahwa produk / jasa itu dapat memenuhi kebutuhan maupun harapannya akan sebuah produk / jasa yang bermutu. Untuk itu diperlukan inovasi terus-menerus agar nilai yang ditawarkan suatu produk selalu dapat menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen, bahkan melebihi apa yang menjadi harapan konsumen (exceeding the customer expectation).
    Product Leadership merupakan nilai yang harus dianut produsen dengan mendasarkan pada keunggulan untuk terus menerus melakukan inovasi pada produk maupun jasa yang dihasilkan sehingga dapat selalu menjadi leader dalam industrinya. Nilai semacam ini menuntut kreatifitas yang tinggi serta kecepatan dalam membaca kebutuhan pasar, terutama kebutuhan yang terselubung agar dapat meraih keunggulan. Namun penerapan nilai ini harus tetap dapat memenuhi tuntutan dari nilai ke – 2 tersebut di atas yaitu Customer intimacy, sehingga setiap inovasi yang dilakukan haruslah selalu disesuaikan dengan kebutuhan dan harapan konsumen. Dengan demikian walaupun produk yang ditawarkan dapat melebihi harapan konsumen pada saat itu (exceeding the customer expectation) namun tidak menyimpang dari kebutuhan konsumen agar tidak terjadi penawaran produk / jasa yang tidak dibutuhkan dan tidak dapat diserap oleh pasar.
    Bagi suatu produsen terutama dalam layanan bagi industry penerbangan maka ke – 3 nilai utama tersebut di atas sangat penting dalam meningkatkan daya saing produk untuk dapat menjadi leader dalam industrinya serta dapat meraih loyalitas konsumen dan bahkan memperbesar pangsa pasarnya melalui terbentuknya citra (image) yang baik.
    c. Di dalam industry penerbangan dari Ke-3 macam nilai tersebut diatas saya mengambil contoh adalah maskapai Garuda :
    – Operational excellence.
    Contohnya : Maskapai Garuda mengutamakan ketepatan waktu dan memberikan jaminan keselamatan penumpang dalam penerbangan sehingga pengguna jasa dapat memberikan citra kualitas pelayanan yang positif pada perusahaan
    – Customer Intimacy.
    Contohnya : Garuda mengutamakan pelayanan yang meliputi kenyamanan penumpang, kualitas makanan, pelayanan awak kabin, pelayanan di darat, Menurut CAPA, keramahan dan pelayanan awak kabin Garuda mendapat pujian terbanyak dari penumpang. Hidangan makanan/minuman di Garuda juga lebih unggul dibanding maskapai lainnya. Garuda juga dinilai unggul dengan jaringan rute domestik dan bisa tetap memberikan pelayanan terbaik di penerbangan berdurasi 50 menit, selain disenangi karena memiliki armada terbaru.
    Garuda melakukan terobosan, khususnya terkait program peremajaan armada dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Peremajaan armada yang dilakukan sejak 2005 membuat penerbangan Garuda lebih aman dibanding maskapai lainnya.
    – Product Leadership.
    Contohnya : Saat ini, Garuda Indonesia bahkan telah menerapkan aplikasi proses pengadaan secara online (e-Procurement), dan IT Service Management.

    3. GANTT CHART
    Pengertian GANTT CHART
    Gantt Chart merupakan diagram perencanaan yang digunakan untuk penjadwalan sumber daya dan alokasi waktu (Heizer, Jay dan Render, Barry, 2006). Gantt Chart adalah contoh teknik non-matematis yang banyak digunakan dan sangat popular di kalangan para manajer karena sederhana dan mudah dibaca.

    CPM ( Critical Path Method )
    Pengertian CPM
    T. Hani Handoko (1993 : 401) mengemukakan bahwa CPM adalah suatu metode yang dirancang untuk mengoptimalkan biaya proyek dimana dapat ditentukan kapan pertukaran biaya dan waktu harus dilakukan untuk memenuhi jadwal penyelesaian proyek dengan biaya seminimal mungkin.
    CPM adalah suatu metode perencanaan dan pengendalian proyek-proyek yang merupakan sistem yang paling banyak digunakan diantara semua sistem yang memakai prinsip pembentukan jaringan. Dengan CPM, jumlah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan berbagai tahap suatu proyek dianggap diketahui dengan pasti, demikian pula hubungan antara sumber yang digunakan dan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek. Jadi CPM merupakan fasilitas analisa jaringan kerja yang berusaha mengoptimalkan biaya total proyek melalui pengurangan waktu penyelesaian total proyek yang bersangkutan.
    Teknik penyusunan jaringan kerja yang terdapat pada CPM, sama dengan yang digunakan pada PERT. Perbedaan yang terlihat adalah bahwa PERT menggunakan activity oriented, sedangkan dalam CPM menggunakan event oriented. Pada activity oriented anak panah menunjukkan activity atau pekerjaan dengan beberapa keterangan aktivitasnya, sedang event oriented pada peristiwalah yang merupakan pokok perhatian dari suatu aktivitas.

    PERT ( Program Evaluation Review Technique )
    Pengertian PERT
    PERT adalah suatu alat manajemen proyek yang digunakan untuk melakukan penjadwalan, mengatur dan mengkoordinasikan bagian-bagian pekerjaan yang ada di dalam suatu proyek. PERT yang memiliki kepanjangan Program Evaluation Review Technique adalah suatu metodologi yang dikembangkan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat pada tahun 1950 untuk mengatur program misil. Sedangkan terdapat metodologi yang sama pada waktu bersamaan dikembangkan oleh sektor swasta yang dinamakan CPM atau Critical Path Method. PERT pada awalnya didesain untuk industri yang menghasilkan produk tidak standar dan mengalami perubahan teknologi yang cepat sekali, seperti industri pertahanan dan ruang angkasa, sehingga masalah ketidakpastian dalam penyelesaian. (Siswanto, 2007) analisis jaringan kegiatan, dan peristiwa atau disingkat analisis jaringan kerja adalah istilah umum yang meliputi berbagai metode perencanaan proyek diantaranya, yang paling terkenal adalah PERT dua sistem ini dikembangkan di Amerika Serikat untuk proyek-proyek skala besar dalam bidang pertahanan (E. Jasifi, 1994).
    T. Hari Handoko (1993, 401) mengemukakan bahwa PERT adalah suatu metode analisis yang dirancang untuk membantu dalam penjadwalan dan pengendalian proyek-proyek yang kompleks, yang menuntut bahwa masalah utama yang dibahas yaitu masalah teknik untuk menentukan jadwal kegiatan beserta anggaran biayanya sehingga dapat diselesaikan secara tepat waktu dan biaya.
    Metodologi PERT divisualisasikan dengan suatu grafik atau bagan yang melambangkan ilustrasi dari sebuah proyek. Diagram jaringan ini terdiri dari beberapa titik (nodes) yang merepresentasikan kejadian (event) atau suatu titik tempuh (milestone). Titik-titik tersebut dihubungkan oleh suatu vektor (garis yang memiliki arah) yang merepresentasikan suatu pekerjaan (task) dalam sebuah proyek. Arah dari vaktor atau garis menunjukkan suatu urutan pekerjaan.
    Kerangka pemikiran PERT dan CPM mengikuti enam langkah dasar yaitu:
    1. Mendefinisikan proyek dan menyiapkan struktur pecahan
    2. Membangun hubungan antara kegiatan. Memutuskan hubungan mana yang harus lebih dulu dan mana mengikuti yang lain.
    3. Menggambarkan network keseluruhan proyek
    4. Menetapkan perkiraan waktu dan/atau biaya tiap kegiatan
    5. Menghitung jalur waktu terpanjang melalui jaringan yang disebut jalur kritis.
    6. Menggunakan jarinagn untuk membantu perencanaan, penjadwalan dan pengendalian proyek.

    B. Highly visible responsible adalah Seorang manager proyek merupakan seorang professional dalam bidang manajemen proyek. Manajer proyek memiliki tanggung jawab untuk melakukan perencanaan, pelaksanaan dan penutupan sebuah proyek yang biasanya berkaitan dengan bidang industri kontruksi, arsitektur, telekomunikasi dan informasi teknologi. Untuk menghasilkan kinerja yang baik, sebuah proyek harus dimanage dengan baik oleh manajer proyek yang berkualitas baik serta memiliki kompetensi yang disyaratkan. Seorang manajer proyek yang baik harus memiliki kompetensi yang mencakup unsur ilmu pengetahuan (knowledge), kemampuan (skill) dan sikap (attitude). Ketiga unsur ini merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan proyek. Sebuah proyek akan dinyatakan berhasil apabila proyek dapat diselesaikan sesuai dengan waktu, ruang lingkup dan biaya yang telah direncanakan. Manajer proyek merupakan individu yang paling menentukan keberhasilan / kegalan proyek. Karena dalam hal ini manajer proyek adalah orang yang memegang peranan penting dalam mengintegrasikan, mengkoordinasikan semua sumber daya yang dimiliki dan bertanggung jawab sepenuhnya atas kenberhasilan dalam pencapaian sasaran proyek.

    Untuk menjadi manajer proyek yang baik, terdapat 9 ilmu yang harus dikuasai. Adapun ke sembilan ilmu yang dimaksud antara lain :
    a. Manajemen Ruang Lingkup
    b. Manajemen Waktu
    c. Manajemen Biaya
    d. Manajemen Kualitas
    e. Manajemen Sumber Daya Manusia
    f. Manajemen Pengadaan
    g. Manajemen Komunikasi
    h. Manajemen Resiko
    i. Manajemen Integrasi

    Seorang manajer proyek yang baik juga harus mempersiapkan dan melengkapi kemampuan diri sendiri yang bisa diperoleh melalui kursus manajemen proyek. Adapun panduan referensi standart internasional yang kerap dipergunakan dalam bidang manajemen proyek adalam PMBOK (Project Management Body Of Knowledge). Setelah seorang manajer proyek dirasa cukup menguasai bidang pekerjaan yang sedang dijalani, maka disarankan untuk dapat mengambil sertifikasi manajemen proyek. Mereka yang berhasil mendapatkan sertifikasi ini akan memperoleh gelar PMP (Project Management Professional) dibelakang namanya sebagai bukti dimilikinya kemampuan terkait.

    4. Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang selanjutnya disebut dengan Pengadaan Barang/Jasa
    a. Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang efisien dan efektif merupakan salah satu bagian yang penting dalam perbaikan pengelolaan keuangan negara. Salah satu perwujudannya adalah dengan pelaksanaan proses Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah secara elektronik, yaitu Pengadaan Barang/Jasa yang dilaksanakan dengan menggunakan teknologi informasi dan transaksi elektronik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang‐undangan. E-Procurement atau lelang secara elektronik adalah proses pengadan barang/jasa dalam lingkup pemerintah yang menggunakan perangkat teknologi informasi dan komunikasi dalam setiap proses dan langkahnya.
    Dari pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pengadaan barang dan jasa atau procurement adalah suatu kegiatan untuk mendapatkan barang dan jasa yang diperlukan oleh perusahaan dilihat dari kebutuhan dan penggunaannnya, serta dilihat dari kualitas, kuantitas, waktu pengiriman dan harga yang terjangkau.
    b. Apa manfaatnya?
    Pertama, e-katalog menjadikan proses pengadaan barang/jasa di sektor publik lebih efisien. Waktu pengadaan yang pendek dan persaingan sehat rekanan menguntungkan pemerintah dalam mendapatkan harga terbaik.
    Kedua, e-katalog juga dapat meningkatkan transparansi. Dalam kasus koneksi Internet, semua ISP memberikan harga layanan secara terbuka. Dengan demikian, masalah kebocoran anggaran yang sering terjadi dalam pengadaaan barang/jasa bisa ditekan.
    Ketiga, e-katalog yang menyederhanakan proses akan mengundang semakin banyak rekanan untuk berpartisipasi. E-katalog telah menghilangkan administrasi dan proses pengadaan barang/jasa yang cenderung rumit (red tape). Manfaat seperti ini akan semakin terasa, ketika semakin banyak barang/jasa yang dimasukkan ke dalam e-katalog.
    Data dari lapangan menunjukkan bahwa penggunaan e-procurement selain memberikan efisiensi harga, juga telah menjadikan proses lelang semakin cepat, disamping menjadikan petugas pengadaan bebas dari ‘teror’. Namun menjadi pionir tentu tidak cukup, seperti halnya kabupaten/kota lain, jika initiatif tidak dikawal secara konsisten secara terus menerus. Beberapa di antaranya adalah dengan ‘melembagakan’ e-procurement, menjadikannya sebagai rutinitas dan memberikan dukungan politik yang pantang surut.
    Sebaliknya, beberapa lembaga pemerintah lain, terutama di daerah, sangat mungkin harus berjuang keras untuk mencapainya. Kendala teknis bisa jadi hanya sebagian kecil masalah. Kendala non-teknis lebih mendominiasi. E-procurement sebagai bagian dari inisiatif e-government adalah keputusan politik yang tidak steril dari tarik-ulur kepentingan. Pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa konflik kepentingan antaraktor menjadi penghambat utama pelaksanaan e-procurement di banyak lembaga. Tidak jarang beragam ‘trik’ dilakukan untuk tetap melanggengkan praktik lama, tetapi tetap mendapatkan legitimasi bahwa sebuah lembaga telah mengadopsi e-procurement.
    c. Persyaratan penyedia barang/jasa adalah:
    • memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan untuk menjalankan usaha. (dalam ketentuan ini jelas bahwa penyedia barang/jasa harus mengikuti aturan yang berlaku mengenai bentuk usaha, seperti Surat Ijin Usaha dan aturan-aturan lainnya);
    • memiliki keahlian, pengalaman, kemampuan teknis dan manajerial untuk menyediakan barang/jasa (hal ini nantinya dapat dibuktikan pada penilaian kualifikasi perusahaan tersebut).
    • tidak dalam pengawasan pengadilan, tidak pailit, kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan, dan/atau direksi yang bertindah untuk dan atas nama perusahaan tidak sedang dalam menjalani sanksi pidana;
    • secara hukum mempunya kapasitas menandatangani kontrak. (atau yang lebih jelas adalah penandatangan kontrak haruslah orang yang namanya tertera di dalam akte pendirian perusahaan atau orang yang diberi kuasa penuh (misalnya melalui RUPS) untuk bertindak untuk dan atas nama perusahaan itu);
    • sebagai wajib pajak sudah memenuhi kewajiban perpajakan tahun terakhir, dibuktikan dengan melampirkan bukti tanda terima penyampaian SPT PPh tahun terakhir, dan fotokopi SSP PPh Pasal 29;
    • dalam kurun waktu 4 (empat) tahun terakhir pernah memperoleh pekerjaan menyediakan barang/jasa, baik di lingkungan pemerintah maupun swasta termasuk pengalaman subkontrak, kecuali penyedia barang/jasa yang baru berdiri kurang dari 3 (tiga) tahun;
    • tidak masuk dalam daftar hitam (sebuah daftar yang dikeluarkan oleh institusi pemerintah yang berisi daftar perusahaan yang “bermasalah” dalam proses pelelangan di satu tempat sehingga tidak diperbolehkan mengikuti pelelangan si seluruh institusi pemerintah lainnya);
    • memiliki alamat tetap dan jelas serta dapat dijangkau dengan pos (“jelas” disini juga berarti bahwa alamat tersebut memang benar alamat perusahaan yang bersangkutan, bukan alamat yang hanya sekedar “diakui” saja);

    Khusus untuk tenaga ahli yang ditugaskan dalam pelaksanaan pekerjaan Jasa Konsultasi, persyaratannya adalah:
    • memiliki NPWP dan bukti penyelesaian kewajiban pajak (ini yang kadang sulit bagi tenaga ahli kita);
    • lulusan perguruan tinggi negeri atau swasta yang telah terakreditasi atau yang lulus ujian negara atau perguruan tinggi luar negeri yang ijazahnya telah disahkan oleh Depdiknas;
    • mempunya pengalaman di bidangnya.

    Selain persyaratan di atas, pegawai negeri, pegawai BI, pegawai BHMN/BUMN/BUMD dilarang menjadi penyedia barang/jasa, kecuali yang bersangkutan mengambil cuti di luar tanggungan negara.
    Untuk penilaian mengenai persyaratan penyedia barang/jasa tersebut akan melalui proses penilaian kualifikasi, baik pra kualifikasi maupun pasca kualifikasi.

    5. Diketahui:
    Waktu yang dibutuhkan suatu proyek T= 62 minggu
    Variasi = 72

    Ditanya:
    Berapakah kemungkinan proyek selesai 18 hari sebelum waktu normal pengerjaan proyek?

    Penyelesaian:
    Variasi = 72
    = √72 = 8,49
    Tanggal penyelesaian yang diharapkan =18 hari sebelum waktu normal pengerjaan.
    18 hari = 2,57 minggu,
    sehingga tanggal penyelesaian yang diharapkan = 62 minggu – 2,57 minggu = 59,43 minggu

    Z =(tenggat waktu – tanggal penyelesaian yang diharapkan)/ variasi
    =(62 minggu – 59,43 minggu)/8,49 minggu
    =0,30
    Z adalah standar deviasi untuk tanggal tenggat waktu dari tanggal yang diharapkan.
    Merujuk pada Tabel Standar Deviasi Distribusi Normal nilai Z=0,30 mengindikasikan sebuah probabilitas sebesar 0,6179. Dengan demikian terdapat sebuah kemungkinan bahwa proyek selesai 18 hari sebelum waktu normal pengerjaan proyek adalah sebesar 0,6179 atau 61,79%.

    Komentar oleh mayrina | Februari 14, 2015 | Balas

  42. 1. A. Keterlibatan Karyawan dan Tingkat Kustomisasi (customization)
    Kustomisasi massal merupakan pembuatan produk dan jasa yang dapat memenuhi keinginan pelanggan yang semakin uniksecara cepat dan murah. Namun, kustomisasi massal bukan hanya mengenai apa yang diinginkan pelanggan dan kapan pelanggan menginginkannya dengan tepat. Kustomisasi massal memberikan kita keragaman produk yang biasanya dapat disediakan oleh manufaktur bervolume rendah (fokus pada proses) dengan biaya seperti manufaktur bervolume tinggi dan terstandarisasi (fokus pada produk). Pada tahap kustomisasi massal merupakan suatu tantangan yang membutuhkan peningkatan kemampuan operasional dimana harus membangun proses yang pemanfaatan sumber daya organisasi secara imajinatif dan agresif.
    Penjadwalan yang sangat efektif, fleksibilitas personel dan fasilitas,rantai pasokan yang mendukung, dan yang cepat juga dibutuhkan. Hal-hal inilah yang mempengaruhi kesepuluh keputusan MO sehingga membutuhkan manajemen operasi yang sangat baik.
    Membuat kustomisasi massal berfungsi kustomisasi massal berarti sebuah sistem dimana produk dibuat sesuai pesanan (built-to-order). Built-to-order berarti memproduksi sesuai pesanan pelanggan, bukan sesuai peramalan pasar. Seperti yang diperlihatkan Dell Computers, built-to-order dapat menjadi stategi untuk mendapatkan pesanan jika dilakukan dengan cepat. Namun, built-to-order adalah stategi yang sulit.Berikut beberapa tantangan besarnya.
    Kustomisasi massal/build-to-order adalah hal yang sulit, tetapi merupakan suatu hal baru yang diperlukan dalam operasi. Terdapat beberapa keuntungan dalam kustomisasi massal dan build-to-order: pertama, perusahaan memperoleh pesanan dan tetap berjalan dengan memenuhi permintaan pasar ; sebagai tambahan, mereka dapat mengurangi pengeluaran besar pada organisasi yang ada (dari karyawan hingga gudangan hingga fasilitas) karena perkiraan penjualan yang tidak tepat. Kustomisasi missal dan build-to-order dapat dilakukan-dan manajer operasi pada perusahaan terkemuka sanggup tantangan tersebut.
    B.Sifat Tindakan Layanan dan Penerima Langsung Layanan
    Pelayanan dapat didefinisikan sebagai tindakan atau kinerja yang menciptakan manfaat bagi pelanggan dengan mewujudkan perubahan yang diinginkan dalam diri atau atas nama penerima. Sehingga pelayanan itu sendiri memiliki nilai tersendiri bagi pelanggan dalam hubungannya dengan menciptakan nilai-nilai pelanggan.
    Christian Gronroos mengemukakan bahwa terdapat empat faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan, yaitu :
    1. Menjaga dan memperhatikan , bahwa pelanggan akan merasakan karyawan dan sistem opersional yang ada dapat menyelesaikan problem mereka.
    2. Spontanitas, dimana karyawan menunjukkan keinginan untuk menyelesaikan masalah pelanggan.
    3. Penyelesaian masalah, karyawan yang berhubungan langsung dengan pelanggan harus memiliki kemampuan untuk menjalankan tugas berdasarkan standar yang ada, termasuk pelatihan yang diberikan untuk dapat memberikan pelayanan yang lebih baik.
    4. Perbaikan, apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan harus mempunyai personel yang dapat menyiapkan usah-usaha khusus untuk mengatasi kondisi tersebut.
    2. Daya saing
    a. Pengertian Daya Saing
    adalah Kapasitas bangsa untuk menghadapi tantangan persaingan pasar internasional dan tetap menjaga atau meningkatkan pendapatan riil-nya (Council of Competitiveness,Washington,DC,2006)
    Daya saing merupakan kemampuan menghasilkan produk barang dan jasa yang memenuhi pengujian internasional, dan dalam saat bersamaan juga dapat memelihara tingkat pendapatan yang tinggi dan berkelanjutan, atau kemampuan daerah menghasilkan tingkat pendapatan dan kesempatan kerja yang tinggi dengan tetap terbuka terhadap persaingan eksternal (European Commission, 1999). Daya saing didefinisikan sebagai posisi relatif dari salah satu pesaing terhadap para pesaing yang lain.

    b. Ada tiga macam nilai utama yang harus bisa dipenuhi oleh industry penerbangan untuk dapat meningkatkan daya saingnya.
    Ke – 3 macam nilai tersebut adalah:
    – Operational excellence.
    – Customer Intimacy.
    – Product Leadership.
    Operational excellence merupakan suatu nilai dimana produsen harus selalu menjaga efisiensi dan meningkatkan kualitas dari system / proses penghasil produk maupun system pelayanan yang diberikan untuk senantiasa dapat memuaskan konsumen. Kepuasan konsumen akan kualitas serta layanan yang diberikan oleh brand dari suatu produk, akan membuat sulitnya konsumen melakukan brand switching (beralih pada brand lain).
    Customer intimacy merupakan suatu nilai dimana produsen harus dapat memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen. Suatu produk / jasa yang baik tidak hanya sekedar dapat memenuhi apa yang menjadi kebutuhan dasar (basic need) dari konsumen tapi sebaiknya juga dapat memenuhi apa yang menjadi kebutuhan yang mendalam (deeply need) dari konsumen. Kebutuhan yang mendalam (deeply need) merupakan kebutuhan konsumen yang belum dirasakannya pada saat suatu produk / jasa ditawarkan kepadanya, sehingga seringkali disebut sebagai kebutuhan terselubung yang belum terucapkan (unarticulated need). Namun ketika produk / jasa tersebut ditawarkan, konsumen menyadari bahwa produk / jasa itu dapat memenuhi kebutuhan maupun harapannya akan sebuah produk / jasa yang bermutu. Untuk itu diperlukan inovasi terus-menerus agar nilai yang ditawarkan suatu produk selalu dapat menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen, bahkan melebihi apa yang menjadi harapan konsumen (exceeding the customer expectation).
    Product Leadership merupakan nilai yang harus dianut produsen dengan mendasarkan pada keunggulan untuk terus menerus melakukan inovasi pada produk maupun jasa yang dihasilkan sehingga dapat selalu menjadi leader dalam industrinya. Nilai semacam ini menuntut kreatifitas yang tinggi serta kecepatan dalam membaca kebutuhan pasar, terutama kebutuhan yang terselubung agar dapat meraih keunggulan. Namun penerapan nilai ini harus tetap dapat memenuhi tuntutan dari nilai ke – 2 tersebut di atas yaitu Customer intimacy, sehingga setiap inovasi yang dilakukan haruslah selalu disesuaikan dengan kebutuhan dan harapan konsumen. Dengan demikian walaupun produk yang ditawarkan dapat melebihi harapan konsumen pada saat itu (exceeding the customer expectation) namun tidak menyimpang dari kebutuhan konsumen agar tidak terjadi penawaran produk / jasa yang tidak dibutuhkan dan tidak dapat diserap oleh pasar.
    Bagi suatu produsen terutama dalam layanan bagi industry penerbangan maka ke – 3 nilai utama tersebut di atas sangat penting dalam meningkatkan daya saing produk untuk dapat menjadi leader dalam industrinya serta dapat meraih loyalitas konsumen dan bahkan memperbesar pangsa pasarnya melalui terbentuknya citra (image) yang baik.
    c. Di dalam industry penerbangan dari Ke-3 macam nilai tersebut diatas saya mengambil contoh adalah maskapai Garuda :
    – Operational excellence.
    Contohnya : Maskapai Garuda mengutamakan ketepatan waktu dan memberikan jaminan keselamatan penumpang dalam penerbangan sehingga pengguna jasa dapat memberikan citra kualitas pelayanan yang positif pada perusahaan
    – Customer Intimacy.
    Contohnya : Garuda mengutamakan pelayanan yang meliputi kenyamanan penumpang, kualitas makanan, pelayanan awak kabin, pelayanan di darat, Menurut CAPA, keramahan dan pelayanan awak kabin Garuda mendapat pujian terbanyak dari penumpang. Hidangan makanan/minuman di Garuda juga lebih unggul dibanding maskapai lainnya. Garuda juga dinilai unggul dengan jaringan rute domestik dan bisa tetap memberikan pelayanan terbaik di penerbangan berdurasi 50 menit, selain disenangi karena memiliki armada terbaru.
    Garuda melakukan terobosan, khususnya terkait program peremajaan armada dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Peremajaan armada yang dilakukan sejak 2005 membuat penerbangan Garuda lebih aman dibanding maskapai lainnya.
    – Product Leadership.
    Contohnya : Saat ini, Garuda Indonesia bahkan telah menerapkan aplikasi proses pengadaan secara online (e-Procurement), dan IT Service Management.
    3. a. 1.) Gantt Chart
    Gantt Chart adalah suatu alat yang bernilai khususnya untuk proyek-proyek dengan jumlah anggota tim yang sedikit, proyek mendekati penyelesaian dan beberapa kendala proyek.
    Gantt Chart merupakan diagram perencanaan yang digunakan untuk penjadwalan
    sumber daya dan alokasi waktu (Heizer, Jay dan Render, Barry, 2006). Gantt Chart
    adalah contoh teknik non-matematis yang banyak digunakan dan sangat popular di
    kalangan para manajer karena sederhana dan mudah dibaca.
    2. ) Critical Path Method
    Critical Path Method adalah teknik menganalisis jaringan kegiatan/aktivitas-aktivitas ketika menjalankan proyek dalam rangka memprediksi durasi total.
    Critical path sebuah proyek adalah deretan aktivitas yang menentukan waktu tercepat yang mungkin agar proyek dapat diselesaikan. Critical path adalah jalur terpanjang dalam network diagram dan mempunyai kesalahan paling sedikit.
    3.) Program Evalution dan review
    Program Evalution dan review adalah suatu metode yang dirancang untuk mengoptimalkan biaya proyek dimana dapat ditentukan kapan pertukaran biaya dan waktu harus dilakukan untuk memenuhi jadwal penyelesaian proyek dengan biaya seminimal mungkin.
    b). “highly visible responsible” adalah sebuah kemampuan yang dipunyai dalam mempertanggungjawabkan sebuah pekerjaan dan diimplementasikan sebagai seorang Pelatih yang baik dan komunikator yang mampu mengorganisir berbagai disiplin ilmu.
    4. A. Apa yang dimaksud dengan pengadaan barang dan jasa secara online?
    Procurement adalah sistem pengadaan barang dan jasa yang memanfaatkan teknologi informasi. Teknologi informasi digunakan untuk melakukan pengolahan data penggadaan hingga ke proses pembuatan laporan. E-procurement merupakan istilah umum diterapkan pada penggunaan sistem yang terintegrasi antara database dengan area yang luas (biasanya berbasis web) jaringan sistem komunikasi disebagian atau seluruh proses pembelian. Proses pengadaan meliputi identifikasi kebutuhan awal dan spesifikasi oleh pengguna, melalui pencarian, sumber dan tahap negosiasi kontrak, pemesanan dan termasuk mekanisme yang meregistrasi penerimaan, pembayaran dan sebagai pendukung evaluasi pasca pengadaan.
    B. Apa manfaat daripada pengadaan barang dan jasa secara online baik kepada pelaksana maupun kepada pemerintah dan perekonomian?
    Internet telah muncul sebagai media yang efektif dari segi biaya dan dapat diandalkan untuk melakukan transaksi bisnis online. Semakin banyak perusahaan yang mengadopsi media ini dalam melakukan pengadaan barang mereka. Menurut Seth Miller dalam artikelnya keuntungan utama e-procurement meliputi menghemat uang, waktu, dan beban kerja tambahan yang normalnya berhubungan dengan pekerjaan tulis-menulis. Proses pengadaan konvensional biasanya melibatkan banyak pemrosesan kertas-kertas, yang mana menghabiskan sejumlah besar waktu dan uang.
    Keuntungan e-procurement tidak hanya meliputi penghematan uang tetapi juga penyederhanaan keseluruhan proses. Rencana-rencana yang optimal dapat dikomunikasikan dengan cepat kepada pemasok-pemasok, oleh karena itu dapat mengurangi biaya dan pemborosan yang biasanya terdapat dalam supply chain. Keuntungan e-procurement meliputi pengurangan biaya overhead seperti pembelian agen, juga peningkatan kendali inventori, dan keseluruhan peningkatan siklus manufaktur. Sistem e-procurement membantu perusahaan-perusahaan mengkonsolidasikan data tentang pengadaan bermacam-macam barang baik secara langsung maupun tidak langsung.
    Suatu sistem pengadaan (termasuk e-procurement) sebaiknya diintegrasikan dengan aplikasi ERP (Enterprise Resource Planning) atau sistem pengolahan permintaan barang yang digunakan.. Integrasi antara sistem pembelian dan keuangan juga dipandang sebagai kendala yang paling penting untuk pemilihan sistem. Ini juga berdampak langsung pada tingkat penghematan proses dan sifat dari diterapkannya sistem.

    C. Bagaimana cara mempertimbangkan pemilihan penyedia layanan secara teori?

    Karakteristik Penyelenggaraan Pelayanan Publik
    Privat Publik
    Sekunder Primer
    Adaptabilitas Sangat tinggi Rendah Sangat rendah
    Posisi tawar klien Sangat tinggi Rendah Sangat rendah
    Bentuk / tipe pasar Kompetisi Oligipoli Monopoli
    Locus control Klien Provider Pemerintah
    Sifat pelayanan Dikendalikan oleh klien Dikendalikan oleh Provider Dikendalikan oleh pemerintah

    Sumber : Ratminto (1999 : 7)
    Dengan mencermati tabel, dapat disimpulkan bahwa :
    1. Dalam pelayanan publik yang diselenggarakan oleh swasta, posisi klien sangat kuat (empowered), sebaliknya dalam pelayanan primer yang diselenggarakan oleh organisasi publik, pelayanan primer yang diselenggarakan oleh organisasi publik, posisi klien sangat lemah (powerless).
    2. Secara teoritis, kinerja pelayanan publik / pelayanan umum dan pelayanan administrasi pemerintahan / pelayanan perijinan dapat ditingkatkan dengan cara memberdayakan (empowering) klien. Hal ini sesuai dengan teori “exit” dan “voice” (Jones, 1994).

    5. Diketahui informasi dari pengalaman satu proyek, waktu yang dibutuhkan (T) = 62 minggu, sedangkan variasi adalah 72. Berapakah kemungkinan proyek itu selesai 18 hari sebelum waktu normal pengerjaan proyek?
    Diketahui =
    A = 18 hari (3 minggu)
    M = 62 minggu
    B = 72 minggu
    Jawab =
    T = A + 4M + B = 3 + 4(62) + 72 = 3+248+72 = 323 = 53,83 = 54 minggu
    6 6 6 6
    Varian = (B-A) ² = (72-3) ² = 69 ² = 4761 = 132,25
    6 6 6 36
    Waktu normal pengerjaan proyek = 54 minggu, kemungkinan proyek selesai dalam 18 hari membutuhkan varian 132,25.

    Komentar oleh Alvin Oktafiansyah, S.STP | Februari 14, 2015 | Balas

  43. Nama : SRI WAHYUNI
    Kelas : Malam
    NIM : P2C214031
    UJIAN SUSULAN

    JAWABAN UAS MANAJEMEN OPERASIONAL

    1. Jasa atau layanan menjadi bagian penting dalam perekonomian modern, negara menerima pendapatan yang terus meningkat dari sektor layanan. Oleh karena itu, dari bahasan manajemen operasional, layanan menjadi bagian penting dalam operasi sehingga harus mendapat perhatian. Dalam kaitan ini dikenal sifat layanan yang mengkombinasikan berbagai unsur sebagai berikut.
    a. Keterlibatan karyawan dan tingkat kastomisasi (customization)
    b. Sifat tindakan layanan dan penerimaan langsung layanan
    c. Sifat penyampaian jasa dan hubungan antara organisasi penyedia jasa (provider) dan pelanggannya
    Jelaskan konstruksi ketiga hal diatas dan contohnya secara rinci
    Jawab:
    Pelayanan adalah proses pemenuhan kebutuhan seseorang terhadapa barang maupun jasa. Sedangkan menurut Kotler dalam Laksana (2008), pelayanan adalah tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak lain, yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun.
    a. Keterlibatan karyawan dan tingkat Kastominisasi (Customization)
    Karyawan adalah sumber daya manusia terpenting sebagai tonggak penjalan suatu proses pelayanan. Dengan memiliki SDM yang berkualitas, maka pelayanan yang diberikanpun akan berkualitas. Karna dijaman sekarang ini, pelayanan merupakan tolak ukur kemajuan suatu organisasi.
    Tingkat Kastomisasi (Customization) adalah tigkat pendekatan dimana pelanggan/individu melakukan dialog untuk membantu mengartikulasikan kebutuhan mereka yang disesuaikan untuk mereka.
    Contoh: dalam hal pemotongan rambut. Pelanggan dapat berkonsultasi ata berdialog mengenai jenis/model potongan rambut yang sesuai dengan pelanggan dan karyawan di salon tersebut memberikan informasi dengan melakukan pelayanan yang memuaskan kepada sipelanggan dan membuat sipelanggan puas dengan hasil pemotongan rambut tersebut.

    b. Sifat tindakan layanan dan Penerimaan Lansung Layanan
    Ada banyak sifat tindakan layanan, diantaranya Responsivenes. Yaitu respon atau kesigapan karyawan dalam membantu pelanggan dan memberikan pelayanan yang cepat dan tanggap, yang meliputi : kesigapan karyawan dalam melayani pelanggan, kecepatan keryawan dalam menangani transaksi dan penanganan keluhan pelanggan atau pasien. Selain itu ada sifat Commmication dimana karyawan mampu mengkomunikasikan seluruh program dan nilai suatu organisasi melalui layanan yang diberikan dan mampu memberikan informasi yang diharapkan oleh para pengguna layanan.
    Penerimaan Lansung Layanan adalah suatu proses feedback dimana setiap pengaduan dari pelanggan yang masuk ke jasa pelayanan apapun segera diterima dan ditindak lanjuti oleh pihak pemberi layanan. Hal ini berdampak positif untuk kedepannya. Karna pelanggan merasa dihargai dan merasa dihormati.
    Contohnya: keluhan pelayanan dirumah sakit milik pemerintah, banyak sekali pengaduan yang masuk kehadapan pemerintah selaku pemegang kebijakan di RSUD baik tentang layanan kebersihan, kualitas dokter dan perawat, kualitas obat dan penanganannya serta pengeluaran anggaran. Contoh sikap responsive yang dilakukan pemerintah adalah dengan mengeluarkan program BPJS, Kartu Sehat dan sebagainya dalam hal meminimalisir pengeluaran biaya, itu sudah merupakan suatu hal yang dicanangkan dan diharapkan mampu membuat pelayanan menjadi lebih baik lagi kedepannya di RSUD yang sudah mendapat predikat rendah dimasyarakat.
    c. Sifat penyampaian jasa dan hubungan antara organisasi penyedia jasa (provider) dan pelanggannya
    Sifat penyampaian jasa atau Access adalah cara yang dilakukan agar pesan pelayanan sampai kepada pihak penerima layanan. Akses ini diharapkan dapat memajukan produk layanan yang diberikan. Sifat penyimpanan ini dapat dilakukan lansung atau dengan bertatap muka dan menyampaikan secara lisan, dan dapat juga dilakukan pada media sosial, di spanduk, baliho, reklame dan akses lainnya.
    Hubungan provider dan pelanggan tidak bertatap muka secara langsung. Provider sebagai penyedia jasa hanya bekerja dibelakang layar, provider sebagai pihak ketiga yang dalam hal pemberian jasa sebagai pembina pemberi pelayanan.

    2. Sebagaimana dalam operasional barang, operasional layanan juga mempertimbangkan daya saing sehingga strategi apapun yang dilakukan juga harus menopang daya saing layanan yang dihasilkan.

    a. Apa yang dimaksud dengan daya saing
    Jawab: daya saing adalah adalah kemampuan atau kapasitas bangsa, negara, daerah menghasilkan pendapatan dan pekerjaan untuk menghadapi tantangan persaingan pasar internasional dan tetap menjaga atau meningkatkan persaingan pada pasar nternasional dan tetap menjaga atau meningkatkan pendapatan riilnya.

    b. Jelaskan ketiga strategi yang berkaitan untuk membangun daya saing layanan
    – Meningkatkan mutu produk layanan
    Sekarang ini sangat banyak jenis produk layanan yang diberikan baik oleh pihak pemerintah maupun swasta. Tidak sedikit juga masyarakat yang tertarik untuk menggunakan produk layanan tersebut. Untuk meningkatkan daya saing layanan, baik pihak pemerintah maupun swasta harus mampu menciptakan produk unggulan yang dapat memberikan kepuasan kepada pelangan.

    – Meningkatkan kualitas SDM
    Hal ini penting dilakukan karena SDM merupakan faktor penunjang yang sangat memiliki peran penting dalam mengopersionalkan daya saing pelayanan. Untuk SDM yang sudah memiliki kualitas yang baik, harus selalu diberi pembinaan secara terus menerus agar menjadi pemberi layanan yang benar-benar bermutu dan berkualitas tinggi. Sedangkan bagi SDM yang yang belum memenuhi standar, pihak terkait dapat mengikutsertakan SDM tersebut kedalam sebuat pelatihan dan pendidikan yang menunjang sehingga dapat meningkatkan kualitas SDM tersebut.
    – Meningkatkan kepercayaan pelanggan
    Kepercayaan yang terbentuk didalam pemikiran pelanggan adalah ketika pelanggan merasa sangat puas dengan pelayanan yang kita berikan. Hal ini akan memberikan penilaian tersendiri dihati pelanggan sebagai objek pengguna layanan.

    c. Berikan contoh penjelasan (a dan c) didalam industri penerbangan
    – Untuk produk layanan pada industri penerbangan, pihak maskapai dapat menciptakan sebuah sistem atau program tempat pengaduan dari pelanggan pengguna jasa penerbangan, sistem pengaduan ini bertujuan sebagai upaya penyerapan aspirasi yang mana mungkin dapat membangun industri penerbangan menjadi lebih baik lagi.
    – Peningkatan kualitas SDM
    Disetiap industri penerbangan saya rasa pelayanan yang diberikan oleh pilot, pramugari, pramugara sudah baik. Hanya saja pada bagian teknisi yang cukup mengkhawatirkan jika tidak ditangani dengan baik karna hal tersebut dapat menyebabkan resiko fatal baik bagi penumpang maupun pihak penerbangan.
    – Meningkatkan kepercayaan pelanggan
    Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan penerbangan yang sebisa mungkin tidak ada resiko kecelakaan. Dan setiap melakukan penerbangan hendaknya pihak maskapai memiliki ijin terbang dari kementerian perhubungan. Yang demikian dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap industri penerbangan tersebut.

    3. Dalam pengelolaan proyek, dikenal berbagai tahapan pengelolaan mulai dari perencanaan, penskedulan dan penyusunan biaya.
    a. Dalam pembuatan skedul dikenal berbagai pendekatan yaitu: a) Gantt Chart, 2) Critical Path Method (CPM) dan Program Evaluation and Review (PERT). Jelaskan prinsip pendekatan ini secara ringkas.
    Jawab:
    – Gantt Chart adalah sejenis grafik batang (bar chart) yang digunakan untuk menunjukkan tugas-tugas pada proyek serta jadwal dan waktu pelaksanaannya, seperti waktu dimulainya tugas tersebut dan juga batas waktu yang digunakan untuk menyelesaikan tugas yang bersangkutan. Orang atau Departemen yang ditugaskan untuk menyelesaikan tugas dalam proyek juga harus dituliskan dalam Gantt Chart.
    Gantt Chart merupakan salah satu alat yang sangat bermanfaat dalam merencanakan penjadwalan dan memantau kegiatan pada suatu proyek, mengkomunikasikan kegiatan-kegiatan yang harus dilaksanakan dan juga status pelaksanaannya. Dalam Gantt Chart juga dapat dilihat urutan kegiatan ataupun tugas yang harus dilakukan berdasarkan prioritas waktu yang ditentukan.
    – Critical Path Method (CPM) adalah tekhnik manajemen proyek yang menggunakan hanya satu faktor waktu perkegiatan. Merupakan jalur tercepat untuk mengerjakan suatu proyek, dimana setiap proyek yang termasuk pada jalur ini tidak diberikan waktu jeda/istirahat untuk pengerjaannya. Dengan asumsi bahwa estimasi waktu tahapan kegiatan proyek dan ketergantungannya secara logis sudah benar.
    – Program Evaluation and Review (PERT) adalah suatu model jaringan yang mampu memetakan waktu penyelesaian kegiatan yang acak.

    b. Seseorang manajer proyek adalah seseorang yang memiliki kecakapan dan fleksibelan sehingga dia dikenal sebagai seorang yang “highly visible responsible”. Jelaskan arti ungkapan itu dan apa syarat bagi seorang manajer proyek, jelaskan dengan memberikan contoh.
    Jawab:
    – Higly visible responsible adalah salah satu karakteristik penting yang harus dimiliki oleh setiap manajer proyek. Dimana seorang menejer harus mampu mempertanggungjawabkan setiap kebijakan dan tindakan yang diambil. Merencanakan program dengan baik dan memaksimalkan outpun sehingga outcome dapat dirasakan. Idak hanya pertanggungjawaban akan hal tersebut saja, manajer proyek harus bertanggungjawab atas kesejahteraan tim, transparansi akan anggaran yang diperoleh, dan bertanggungjawab atas keselamatan diri pribadi tim, contohnya dengan mengansuransikan kegiatan proyek tersebut.

    – Syarat bagi seorang Manajer proyek adalah
    Karakter dari Kepribadiannya: menguasai dan memahami semua hal baik secara teori maupun teknis, memiliki pengalaman dan keahlian, adil dan bertanggunjawab atas segala kebijakan, memilikiwibawa dan mampu beradaptasi.
    Karakteristik dari kemampuan terkait dengan proyek yang dikelola : memiliki komitmen yang tinggi, mampu menyelesaikan proyek, membuat rencana darurat sebagai bentuk antisipasi, mampu berencana baik jangka panjang maupun jangka pendek. Memiliki kemauan untuk mendefinisikan ulang tujuan, tanggungjawab dan jadwal.
    Karakter kemampuan terkait tim yang dipimpin : mampu bersosialisasi, mampu membangun kedisiplinan. Memiliki kemampuan komunikasi manajerial, menghormati para anggota tim, berbagi sukses dengan seluruh anggota tim, memberikan apresiasi ang baik kepada para anggota, mampu menmpatkan orang yang tepat diposisi yang tepat.

    4. Pengadaan barang dan jasa untuk instansi pemerintah sekarang ini harus dilakukan secara online. Pelaksanaannya membutuhkan sarana dan prasarana yang menolong (Supporting Service) sehinga dapat dimungkinkan bagaimana pengadaan barang dan jasa secara online dilakukan. Dalam kaitan ini jelaskan hal berikut:
    a. Apa yang dimaksud dengan pengadaan barang dan jasa secara online
    Jawab : kegiatan pengadaan barang dan jasa adalah kegiatan pengadaan dalam hal untuk mendapatkan barang dan jasa yang diperlukan oleh instansi tertentu. Proses pengadaan ini dapat dilakukan secara online antara buyer dan jasa yang dilakukan dengan cepat, aman dan mudah.

    b. Apa manfaat daripada pengadaan barang dan jasa secara online baik kepada pelaksana maupun kepada pemerintah dan perekonomian
    Jawab: pengadaan barang dan jasa secara online ini menjadikan proses jual belinya lebih efisien. Waktu pengadaan yang pendek dan persaingan sehat rekanan menguntungkan pemerintah dalam mendapatkan harga terbaik. Proses tersebut juga dapat menciptakan transparansi, kebocoran anggaran yang sering terjadi dalam pengadaan barang/jasa dapat ditekan. Hal ini juga akan mengundang semakin banyak rekanan untuk berpartisipasi. Tidak hanya itu, pengadaan berbasis online ini juga telah menghilangkan administrasi dan proses pengadaan barang.jasa yang cenderung rumit.

    c. Bagaimana cara mempertimbangkan pemilihan penyediaan layanan secara teori
    Jawab :
    Sesuai ketentuan Perpres No. 54 Tahun 2010, pemilihan penyediaan barang dan jasa dilakukan dengan cara pemilihan penyedia, pemilihan penyedia pekerjaan konstruksi. Sedangkan untuk pengadaan jasa konsultasi dilakukan melalui cara seleksi sederhana, penunjukan langsung, pengadaan langsung, sayembara. Untuk pemilihan penyediaan jasa konsultasi melalui negosiasi teknis dan biaya sehingga diperoleh harga yang sesuai dengan harga pasar dan secara teknis dapat dipertanggungjawabkan. Pemilihan penyediaan jasa konsultasi pada prinsipnya dilakukan melalui seleksi umum.

    5. Diketahui informasi dari pengalaman satu proyek, waktu yang dibutuhkan (T) = 62 Minggu, sedangkan variasi adalah 72. Berapakah kemungkinan proyek itu selesai 18 hari sebelum waktu normal pengerjaan proyek.
    Jawab:
    Diketahui : m = 62 Minggu,
    Varian (b) : 72
    a = 18 Hari = 3 Minggu
    adapun waktu aktivitas proyek yang diharapkan (t) :
    t= a+4m+b/6
    t= 3+4(62)+72/6
    t=323/6
    t=53,83
    t kurang lebih 54 Minggu.
    Variannya adalah = (b-a)2 /62
    = (72-3)2 /62
    = 692 = 4761/36=132,25
    Jadi, kemunkinan penyelesaian proyek tersebut dalam jangka waktu 18 hari sebelum waktu normal penyelesaian proyek adalah 132,25

    Komentar oleh SRI WAHYUNI | Februari 14, 2015 | Balas

  44. FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
    PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN
    UJIAN AKHIR SEMESTER-KELAS MALAM
    MANAJEMEN OPERASI
    February 12, 2015
    Dosen Penguji: Dr. Johannes, S.E., M.Si
    Disusun Oleh : Winda Pratiwi (P2C214057)

    Jasa atau layanan menjadi bagian penting dalam perekonomian modern, negara menerima pendapatan yang terus meningkat dari sektor layanan. Oleh karena itu , dari bahasan manajemen operasional, layanan menjadi bagian penting dalam operasi sehingga harus mendapat perhatian. Dalam kaitan ini dikenal sifat layanan yang mengkombinasikan berbagai unsur sebagaimana berikut.
    Keterlibatan Karyawan dan Tingkat Kastomisasi (customization)
    Jawab:
    Jasa sering dipandang sebagai suatu fenomena yang rumit. Kata “jasa” (service) itu sendiri mempunyai banyak arti, mulai dari pelayanan pribadi (personal service) sampai jasa sebagai suatu produk. Kotler (1994)(dikutip dalam Lupiyoadi, 2006; 6) mendefinisikan jasa sebagai berikut: “Setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain, pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun. Produksi jasa bisa berkaitan dengan produk fisik atau sebaliknya”. dapat ditarik kesimpulan bahwa didalam jasa selalu ada aspek interaksi antara pihak konsumen dan pihak produsen (jasa), meskipun pihak-pihak yang terlibat tidak selalu menyadari. Jasa bukan suatu barang, melainkan suatu proses atau aktivitas yang tidak berwujud. Kaitan antara keterlibatan karyawan dan tingkat kastomisasi adalah Kegiatan pelayanan berawal dari kebutuhan dan keinginan pelanggan, serta berakhir dengan kepuasan dan loyalitas pelanggan. Dalam hal ini karyawan wajib memahami siapa saja pelanggannya, preferensi, karakteristik, kebutuhan dan keinginan, gaya hidup, serta faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pola konsumsi mereka. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dalam hal ini perusahaan dituntut mampu memahami keinginan dan kebutuhan pelanggan.

    Sebagaimana dalam operasi barang, operasi layanan juga mempertimbangkan daya saing sehingga strategi apapun yang dilakukan juga harus menopang daya saing layanan yang dihasilkan.
    Apa yang dimaksud dengan daya saing Istilah daya saing (competitiveness), meskipun setidaknya telah “diawali” oleh konsep keunggulan komparatif (comparative advantage) Ricardo sejak abad 18,[1] kini mendapat perhatian yang semakin besar terutama tiga dekade belakangan ini. Daya saing, satu dari sekian jargon yang sangat populer, tetapi tetap tak sederhana untuk dipahami. Seperti diungkapkan oleh Garelli (2003),[2] konsep yang multidimensi ini sangat memungkinkan beragam definisi dan pengukuran. Tidaklah mengejutkan jika perkembangan pandangan dan diskusi tentang daya saing tak luput dari kritik dan perdebatan yang juga terus berlangsung hingga kini.[3]
    Dalam literatur, istilah “daya saing” (competitiveness) mempunyai interpretasi/tafsiran beragam. Tak satupun yang penulis klaim sebagai “definisi baku” yang diterima semua pihak. Tentang ini, barangkali benar yang disampaikan Michael Porter:
    “There is no accepted definition of competitiveness. Whichever definition of competitiveness is adopted, an even more serious problem has been there is no generally accepted theory to explain it . . .. “ (Porter, 1990).
    “Competitiveness remains a concept that is not well understood, despite widespread acceptance of its importance . . . . “(Porter, 2003, 2002b).
    Hampir dua dekade kemudian, diskusi tentang ini bahkan meluas dan perspektif tantang apa dan bagaimana meningkatkan daya saing memperkaya debat yang berkembang. Dalam literatur, bahasan konsep daya saing dapat ditinjau pada tingkat:
    perusahaan,
    industri atau sehimpunan/sekelompok industri,[4] dan
    negara atau daerah (sebagai suatu entitas ekonomi).
    Pemaknaan daya saing pada konteks tersebut “berbeda.” Akan tetapi, daya saing pada masing-masing tingkatan tersebut terkait secara erat. Daya saing perusahaan merupakan elemen pembentuk daya saing pada tingkat industri, daerah atau negara. Sementara di pihak lain, berbagai kondisi dan faktor yang ada dalam suatu industri dan di suatu daerah atau negara membentuk konteks bagi perkembangan daya saing perusahaan dalam industri dan di wilayah yang bersangkutan. Isu ini juga merupakan salah satu topik yang terus diperdebatkan dalam diskusi tentang daya saing.
    Jelaskan ke tiga strategi yang berkaitan untuk membangun daya saing layanan
    peralatan manufaktur pemimpin biaya dapat menjadi usang karena inovasi teknologi para pesaingnya.hal ini mengakibatkan kemungkinan untuk pesaingnya memproduksi pada tingkat biaya yang lebih rendah daripada pemimpin biaya.
    Terlalu banyak fokus pada pengurangan harga juga dapat membuat perusahaan kurang memperhatikan kebutuhan pelanggan atau isu2 yang berkaitan dengan dimensi pesaing lainnya. Penekanan yang berkelanjutan pada pengurangan biaya cukup melegenda di Lloyd TSB group,Inggris,PLC.

    Yang terakhir resiko yang berkaitan dengan imitasi (penjiplakan). Dengan menggunakan kompetensi inti yang dimilikinya sendiri. Terkadang para pesaing belajar bagaimana cara meniru strategi pemimpin biaya dengan berhasil. Pemimpin biaya harus mencari jalan untuk meningkatkan nilai barang dan jasa yang ditawarkannya kepada para pelanggan. Biasanya nilai meningkat dengan menjual produk yg ada saat ini dengan harga yang labih murah,bahkan pemimpin biaya harus tetap berhati-hati ketika mengurangi harga ke tingkat yang lebih rendah,jika harga barang dan jasa berada di posisi rendah secara tidak realistas,harapan pelanggan terhadap apa yang mereka lihat sebagai harga yang masuk akal akan sulit diubah.
    Berikan contoh penjelasan (a dan c) di dalam industri penerbangan.
    Pelaku usaha pariwisata menilai langkah pemerintah menerapkan tarif batas atas dan batas bawah penerbangan akan berdampak pada penurunan daya saing maskapai lokal serta berefek pada minat wisatawan nusantara (wisnus) untuk bervakansi ke destinasi wisata di dalam dan luar negeri. Ketua Umum Asosiasi Pariwisata Indonesia (ASPPI) Bahriyansyah pemberlakuan tarif batas atas dan bawah penerbangan bisa mengurangi daya saing maskapai penerbangan Indonesia dibanding perusahaan asing lantaran peraturan ini hanya berlaku bagi maskapai lokal. Padahal, industri penerbangan nasional saat ini telah mengadopsi sistem Open Sky dimana konsumen dalam negeri bisa menggunakan jasa penerbangan asing. Dengan dihapuskannya tarif promo, dia khawatir konsumen lokal justru lebih berminat bepergian ke luar negeri lewat maskapai asing. “Bukan tidak mungkin harga tiket yang ditawarkan maskapai asing lebih murah ketimbang perusahaan lokal. Bisa jadi nanti wisatawan domestik jadi malas bervakansi ke destinasi wisata di dalam negeri karena biaya transportasi lebih mahal.

    Hubungan 3 prinsip pendekatan pengelolaan proyek
    Gantt Chart merupakan diagram perencanaan yang digunakan untuk penjadwalan sumber daya dan alokasi waktu (Heizer, Jay dan Render, Barry, 2006). Gantt Chart adalah contoh teknik non-matematis yang banyak digunakan dan sangat popular di kalangan para manajer karena sederhana dan mudah dibaca. Manajemen proyek dengan menggunakan teknik Critical Path Method (CPM) biasanya digunakan untuk pembangunan proyek dimana perkiraan waktu untuk setiap aktivitas atau pekerjaan adalah tertentu. Sedangkan dengan teknik Program Evaluation and Review Technique (PERT) digunakan untuk proyek-proyek di mana perkiraan waktu tidak dapat diprediksi dengan pasti. Baik CPM maupun PERT dibuat berdasarkan diagram jaringan (network chart), yang merupakan lanjutan dari diagram baris atau gantt chart (Bernard, W). Tujuan membangun suatu jaringan adalah untuk membantu perencanaan dan penjadwalan suatu proyek. Penjadwalan membutuhkan waktu-waktu yang berkenaan dengan aktivitas. Penerapan manajemen proyek secara benar akan mendatangkan keuntungan dari segi waktu dan biaya dibanding jika pengelolaan dilakukan seperti pengelolaan pekerjaan regular (Santosa, 2009). Suatu proyek dapat dipandang sebagai suatu kumpulan pekerjaan yang berurutan untuk mencapai tujuan. Setiap pekerjaan yang ada dalam proyek ini disebut aktivitas. Setiap aktivitas dimulai dan berakhir pada suatu titik waktu. Sedangkan istilah kejadian digunakan dalam hubungannya dengan waktu dimulai dan berakhirnya suatu aktivitas. Jika suatu aktivitas telah berakhir, maka suatu kejadian telah terjadi.
    Highly Visible Responsible adalah sangat terlihat tanggung jawab. Seorang manager proyek merupakan seorang professional dalam bidang manajemen proyek. Manajer proyek memiliki tanggung jawab untuk melakukan perencanaan, pelaksanaan dan penutupan sebuah proyek yang biasanya berkaitan dengan bidang industri kontruksi, arsitektur, telekomunikasi dan informasi teknologi. Untuk menghasilkan kinerja yang baik, sebuah proyek harus dimanage dengan baik oleh manajer proyek yang berkualitas baik serta memiliki kompetensi yang disyaratkan. Salah satu contohnya dalam pelaksanaan proyek bangunan sekolah dari awal perencanaan, pelaksaan dan penutupan atau selesainya sebuah proyek manajer proyek harus bisa bertanggung jawab menyelesaikan proyek sekolah itu tepat pada waktu yang sudah ditentukan. Agar waktunya tepat manajer proyek bs menggunakan pendekatan skedul GANTT CHART, CPM dan PERT.

    Pengadaan barang dan jasa untuk instansi pemerintahan sekarang ini harus dilakukan secara online. Pelaksanaannya membutuhkan sarana dan prasarana yang menoang (supporting Service) sehingga dapat dimungkinkan bagaimana pengadaan barang dan jasa secara online dilakukan . Dalam kaitan ini jelaskan hal berikut.
    Apa yang dimaksud dengan pengadaan barang dan jasa secaa online
    Yang dimaksud e-Procurement merupakan sistem pengadaan atau pembelian barang dan jasa yang dilakukan secara elektronik melalui internet. Sistem tersebut selain mengefisienkan proses pengadaan barang dan jasa juga merupakan cara yang efektif dan transparan serta bisa memangkas biaya secara signifikan. Diharapkan sistem itu mampu menurunkan angka kebocoran hingga 25 persen, dibandingkan dengansistem lama. Keppres No 80 Tahun 2003 menggariskan prinsip-prinsip pengadaan barang dan jasa yang dibiayai APBN dan APBD dengan menggunakan teknologi informasi, terbuka, bersaing, transparan dan tidak diskriminatif. Prosedur e-Procurement yang belum termuat dalam Keppres diatas kemudian dijabarkan lebih lanjut dalam Peraturan Presiden No 8Tahun 2006. Prinsip Procurement transparan, adil, bertanggung jawab,sefektif, edisien, kehati-hatian, kemandirian, integritas, good corporategovernance.

    Apa manfaat daripada pengadaan barang dan jasa secara online baik kepada pelaksana maupun kepada pemerintah dan perekonomian
    :meningkatkan efektifitas dan efisiensi pengadaan barang/jasa pemerintah meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengadaan barang/jasa pemerintah memudahkan sourcing dalam memperoleh data dan informasi tentangbarang/jasa dan penyedia barang/jasa menjamin proses pengadaan barang/jasa pemerintah berjalan lebih cepat dan akurat menjamin persamaan kesempatan, akses dan hak yang sama bagi para pihak pelaku pengadaan barang/jasa menciptakan situasi yang kondusif agar terjadi persaingan yang sehatantar penyedia barang/jasa menciptakan situasi yang kondusif bagi aparatur pemerintah dan menjamin terselenggaranya komunikasi online untuk mengurangi intensitas pertemuan langsung antara penyedia barang/jasa dengan panitia pengadaan dalam mendukung pemerintahan yang bersih danbebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme. meminimalisasi faktor kesalahpahaman yang terjadi dalam proses pengadaan barang/jasameminimalisasi kecurigaan masyarakat terhadap proses pengadaan barang/jasamembantu proses pengendalian administrasi proyek terutama padaproses pengadaan barang/jasamemudahkan bagi peserta lelang untuk mengikuti semua tahapan lelang sesuai regulasi yang ada dengan pemanfaatan teknologi informasi (internet) memberi keadilan bagi seluruh peserta lelang baik peserta dari penyedia barang/jasa dengan kualifikasi kecil atau non kecil.

    Bagaimana cara mempertimbangkan pemilihan penyedia layanan secara teori. Cara mempertimbangkan pengadaan barang dan jasa secara online dengan melihat landasan hukum pengadaan barang diindonesia. Ada dasar hukum dan peraturan perundangn-undangan yang mengatur tentang pengadaaan barang dan jasa secara online dan Surat Edaran Menteri PU No. 21/SE/M/2007, Perihal Penerapan Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik (e-auction) di Lingk, Dep. PU TA 2008 dengan meningkatkan kualitas Pelaksanaan dan Kuantifas Penyebaran Pengertian Inventarisasi.

    Diketahui informasi dari pengalaman satu proyek, waktu yang dibutuhkan (T) = 62 minggu, sedangkan variasi adalah 72. Berapakah kemungkinan proyek itu selesai 18 hari sebelum waktu normal pengerjaan proyek?
    Jawab:
    Diket: Due date = 62 minggu
    Expected date = 18 hari = 3 minggu
    Project Variance = 72
    Ditanya: Z ?
    Jawab :
    Z= (Due date-Expected Completion Date)/σp
    σp= √(Project Varians)
    σp= √72 = 8,48
    Z= (62- 3) / 8,48
    = 6,95 >> dibulatkan
    = 7
    Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa probabilitas dari penyelesaian proyek 18 minggu sebelum waktu normal pengerjaan proyek adalah kira-kira 7 hari.

    Komentar oleh Winda Pratiwi, SE | Februari 14, 2015 | Balas

  45. FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
    PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN
    UJIAN AKHIR SEMESTER-KELAS MALAM
    MANAJEMEN OPERASI
    February 12, 2015
    Dosen Penguji: Dr. Johannes, S.E., M.Si
    Disusun Oleh : ARIAN SAFUTRA (P2C214047)
    1. A. Keterlibatan Karyawan dan Tingkat Kustomisasi (customization)
    Kustomisasi massal merupakan pembuatan produk dan jasa yang dapat memenuhi keinginan pelanggan yang semakin uniksecara cepat dan murah. Namun, kustomisasi massal bukan hanya mengenai apa yang diinginkan pelanggan dan kapan pelanggan menginginkannya dengan tepat. Kustomisasi massal memberikan kita keragaman produk yang biasanya dapat disediakan oleh manufaktur bervolume rendah (fokus pada proses) dengan biaya seperti manufaktur bervolume tinggi dan terstandarisasi (fokus pada produk). Pada tahap kustomisasi massal merupakan suatu tantangan yang membutuhkan peningkatan kemampuan operasional dimana harus membangun proses yang pemanfaatan sumber daya organisasi secara imajinatif dan agresif.
    Penjadwalan yang sangat efektif, fleksibilitas personel dan fasilitas,rantai pasokan yang mendukung, dan yang cepat juga dibutuhkan. Hal-hal inilah yang mempengaruhi kesepuluh keputusan MO sehingga membutuhkan manajemen operasi yang sangat baik.
    Membuat kustomisasi massal berfungsi kustomisasi massal berarti sebuah sistem dimana produk dibuat sesuai pesanan (built-to-order). Built-to-order berarti memproduksi sesuai pesanan pelanggan, bukan sesuai peramalan pasar. Seperti yang diperlihatkan Dell Computers, built-to-order dapat menjadi stategi untuk mendapatkan pesanan jika dilakukan dengan cepat. Namun, built-to-order adalah stategi yang sulit.Berikut beberapa tantangan besarnya.
    Kustomisasi massal/build-to-order adalah hal yang sulit, tetapi merupakan suatu hal baru yang diperlukan dalam operasi. Terdapat beberapa keuntungan dalam kustomisasi massal dan build-to-order: pertama, perusahaan memperoleh pesanan dan tetap berjalan dengan memenuhi permintaan pasar ; sebagai tambahan, mereka dapat mengurangi pengeluaran besar pada organisasi yang ada (dari karyawan hingga gudangan hingga fasilitas) karena perkiraan penjualan yang tidak tepat. Kustomisasi missal dan build-to-order dapat dilakukan-dan manajer operasi pada perusahaan terkemuka sanggup tantangan tersebut.
    B.Sifat Tindakan Layanan dan Penerima Langsung Layanan
    Pelayanan dapat didefinisikan sebagai tindakan atau kinerja yang menciptakan manfaat bagi pelanggan dengan mewujudkan perubahan yang diinginkan dalam diri atau atas nama penerima. Sehingga pelayanan itu sendiri memiliki nilai tersendiri bagi pelanggan dalam hubungannya dengan menciptakan nilai-nilai pelanggan.
    Christian Gronroos mengemukakan bahwa terdapat empat faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan, yaitu :
    1. Menjaga dan memperhatikan , bahwa pelanggan akan merasakan karyawan dan sistem opersional yang ada dapat menyelesaikan problem mereka.
    2. Spontanitas, dimana karyawan menunjukkan keinginan untuk menyelesaikan masalah pelanggan.
    3. Penyelesaian masalah, karyawan yang berhubungan langsung dengan pelanggan harus memiliki kemampuan untuk menjalankan tugas berdasarkan standar yang ada, termasuk pelatihan yang diberikan untuk dapat memberikan pelayanan yang lebih baik.
    4. Perbaikan, apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan harus mempunyai personel yang dapat menyiapkan usah-usaha khusus untuk mengatasi kondisi tersebut.
    2. Daya saing
    a. Pengertian Daya Saing
    adalah Kapasitas bangsa untuk menghadapi tantangan persaingan pasar internasional dan tetap menjaga atau meningkatkan pendapatan riil-nya (Council of Competitiveness,Washington,DC,2006)
    Daya saing merupakan kemampuan menghasilkan produk barang dan jasa yang memenuhi pengujian internasional, dan dalam saat bersamaan juga dapat memelihara tingkat pendapatan yang tinggi dan berkelanjutan, atau kemampuan daerah menghasilkan tingkat pendapatan dan kesempatan kerja yang tinggi dengan tetap terbuka terhadap persaingan eksternal (European Commission, 1999). Daya saing didefinisikan sebagai posisi relatif dari salah satu pesaing terhadap para pesaing yang lain.

    b. Ada tiga macam nilai utama yang harus bisa dipenuhi oleh industry penerbangan untuk dapat meningkatkan daya saingnya.
    Ke – 3 macam nilai tersebut adalah:
    – Operational excellence.
    – Customer Intimacy.
    – Product Leadership.
    Operational excellence merupakan suatu nilai dimana produsen harus selalu menjaga efisiensi dan meningkatkan kualitas dari system / proses penghasil produk maupun system pelayanan yang diberikan untuk senantiasa dapat memuaskan konsumen. Kepuasan konsumen akan kualitas serta layanan yang diberikan oleh brand dari suatu produk, akan membuat sulitnya konsumen melakukan brand switching (beralih pada brand lain).
    Customer intimacy merupakan suatu nilai dimana produsen harus dapat memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen. Suatu produk / jasa yang baik tidak hanya sekedar dapat memenuhi apa yang menjadi kebutuhan dasar (basic need) dari konsumen tapi sebaiknya juga dapat memenuhi apa yang menjadi kebutuhan yang mendalam (deeply need) dari konsumen. Kebutuhan yang mendalam (deeply need) merupakan kebutuhan konsumen yang belum dirasakannya pada saat suatu produk / jasa ditawarkan kepadanya, sehingga seringkali disebut sebagai kebutuhan terselubung yang belum terucapkan (unarticulated need). Namun ketika produk / jasa tersebut ditawarkan, konsumen menyadari bahwa produk / jasa itu dapat memenuhi kebutuhan maupun harapannya akan sebuah produk / jasa yang bermutu. Untuk itu diperlukan inovasi terus-menerus agar nilai yang ditawarkan suatu produk selalu dapat menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen, bahkan melebihi apa yang menjadi harapan konsumen (exceeding the customer expectation).
    Product Leadership merupakan nilai yang harus dianut produsen dengan mendasarkan pada keunggulan untuk terus menerus melakukan inovasi pada produk maupun jasa yang dihasilkan sehingga dapat selalu menjadi leader dalam industrinya. Nilai semacam ini menuntut kreatifitas yang tinggi serta kecepatan dalam membaca kebutuhan pasar, terutama kebutuhan yang terselubung agar dapat meraih keunggulan. Namun penerapan nilai ini harus tetap dapat memenuhi tuntutan dari nilai ke – 2 tersebut di atas yaitu Customer intimacy, sehingga setiap inovasi yang dilakukan haruslah selalu disesuaikan dengan kebutuhan dan harapan konsumen. Dengan demikian walaupun produk yang ditawarkan dapat melebihi harapan konsumen pada saat itu (exceeding the customer expectation) namun tidak menyimpang dari kebutuhan konsumen agar tidak terjadi penawaran produk / jasa yang tidak dibutuhkan dan tidak dapat diserap oleh pasar.
    Bagi suatu produsen terutama dalam layanan bagi industry penerbangan maka ke – 3 nilai utama tersebut di atas sangat penting dalam meningkatkan daya saing produk untuk dapat menjadi leader dalam industrinya serta dapat meraih loyalitas konsumen dan bahkan memperbesar pangsa pasarnya melalui terbentuknya citra (image) yang baik.
    c. Di dalam industry penerbangan dari Ke-3 macam nilai tersebut diatas saya mengambil contoh adalah maskapai Garuda :
    – Operational excellence.
    Contohnya : Maskapai Garuda mengutamakan ketepatan waktu dan memberikan jaminan keselamatan penumpang dalam penerbangan sehingga pengguna jasa dapat memberikan citra kualitas pelayanan yang positif pada perusahaan
    – Customer Intimacy.
    Contohnya : Garuda mengutamakan pelayanan yang meliputi kenyamanan penumpang, kualitas makanan, pelayanan awak kabin, pelayanan di darat, Menurut CAPA, keramahan dan pelayanan awak kabin Garuda mendapat pujian terbanyak dari penumpang. Hidangan makanan/minuman di Garuda juga lebih unggul dibanding maskapai lainnya. Garuda juga dinilai unggul dengan jaringan rute domestik dan bisa tetap memberikan pelayanan terbaik di penerbangan berdurasi 50 menit, selain disenangi karena memiliki armada terbaru.
    Garuda melakukan terobosan, khususnya terkait program peremajaan armada dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Peremajaan armada yang dilakukan sejak 2005 membuat penerbangan Garuda lebih aman dibanding maskapai lainnya.
    – Product Leadership.
    Contohnya : Saat ini, Garuda Indonesia bahkan telah menerapkan aplikasi proses pengadaan secara online (e-Procurement), dan IT Service Management.
    3. a. 1.) Gantt Chart
    Gantt Chart adalah suatu alat yang bernilai khususnya untuk proyek-proyek dengan jumlah anggota tim yang sedikit, proyek mendekati penyelesaian dan beberapa kendala proyek.
    Gantt Chart merupakan diagram perencanaan yang digunakan untuk penjadwalan
    sumber daya dan alokasi waktu (Heizer, Jay dan Render, Barry, 2006). Gantt Chart
    adalah contoh teknik non-matematis yang banyak digunakan dan sangat popular di
    kalangan para manajer karena sederhana dan mudah dibaca.
    2. ) Critical Path Method
    Critical Path Method adalah teknik menganalisis jaringan kegiatan/aktivitas-aktivitas ketika menjalankan proyek dalam rangka memprediksi durasi total.
    Critical path sebuah proyek adalah deretan aktivitas yang menentukan waktu tercepat yang mungkin agar proyek dapat diselesaikan. Critical path adalah jalur terpanjang dalam network diagram dan mempunyai kesalahan paling sedikit.
    3.) Program Evalution dan review
    Program Evalution dan review adalah suatu metode yang dirancang untuk mengoptimalkan biaya proyek dimana dapat ditentukan kapan pertukaran biaya dan waktu harus dilakukan untuk memenuhi jadwal penyelesaian proyek dengan biaya seminimal mungkin.
    b). “highly visible responsible” adalah sebuah kemampuan yang dipunyai dalam mempertanggungjawabkan sebuah pekerjaan dan diimplementasikan sebagai seorang Pelatih yang baik dan komunikator yang mampu mengorganisir berbagai disiplin ilmu.
    4. A. Apa yang dimaksud dengan pengadaan barang dan jasa secara online?
    Procurement adalah sistem pengadaan barang dan jasa yang memanfaatkan teknologi informasi. Teknologi informasi digunakan untuk melakukan pengolahan data penggadaan hingga ke proses pembuatan laporan. E-procurement merupakan istilah umum diterapkan pada penggunaan sistem yang terintegrasi antara database dengan area yang luas (biasanya berbasis web) jaringan sistem komunikasi disebagian atau seluruh proses pembelian. Proses pengadaan meliputi identifikasi kebutuhan awal dan spesifikasi oleh pengguna, melalui pencarian, sumber dan tahap negosiasi kontrak, pemesanan dan termasuk mekanisme yang meregistrasi penerimaan, pembayaran dan sebagai pendukung evaluasi pasca pengadaan.
    B. Apa manfaat daripada pengadaan barang dan jasa secara online baik kepada pelaksana maupun kepada pemerintah dan perekonomian?
    Internet telah muncul sebagai media yang efektif dari segi biaya dan dapat diandalkan untuk melakukan transaksi bisnis online. Semakin banyak perusahaan yang mengadopsi media ini dalam melakukan pengadaan barang mereka. Menurut Seth Miller dalam artikelnya keuntungan utama e-procurement meliputi menghemat uang, waktu, dan beban kerja tambahan yang normalnya berhubungan dengan pekerjaan tulis-menulis. Proses pengadaan konvensional biasanya melibatkan banyak pemrosesan kertas-kertas, yang mana menghabiskan sejumlah besar waktu dan uang.
    Keuntungan e-procurement tidak hanya meliputi penghematan uang tetapi juga penyederhanaan keseluruhan proses. Rencana-rencana yang optimal dapat dikomunikasikan dengan cepat kepada pemasok-pemasok, oleh karena itu dapat mengurangi biaya dan pemborosan yang biasanya terdapat dalam supply chain. Keuntungan e-procurement meliputi pengurangan biaya overhead seperti pembelian agen, juga peningkatan kendali inventori, dan keseluruhan peningkatan siklus manufaktur. Sistem e-procurement membantu perusahaan-perusahaan mengkonsolidasikan data tentang pengadaan bermacam-macam barang baik secara langsung maupun tidak langsung.
    Suatu sistem pengadaan (termasuk e-procurement) sebaiknya diintegrasikan dengan aplikasi ERP (Enterprise Resource Planning) atau sistem pengolahan permintaan barang yang digunakan.. Integrasi antara sistem pembelian dan keuangan juga dipandang sebagai kendala yang paling penting untuk pemilihan sistem. Ini juga berdampak langsung pada tingkat penghematan proses dan sifat dari diterapkannya sistem.

    C. Bagaimana cara mempertimbangkan pemilihan penyedia layanan secara teori?

    Karakteristik Penyelenggaraan Pelayanan Publik
    Privat Publik
    Sekunder Primer
    Adaptabilitas Sangat tinggi Rendah Sangat rendah
    Posisi tawar klien Sangat tinggi Rendah Sangat rendah
    Bentuk / tipe pasar Kompetisi Oligipoli Monopoli
    Locus control Klien Provider Pemerintah
    Sifat pelayanan Dikendalikan oleh klien Dikendalikan oleh Provider Dikendalikan oleh pemerintah

    Sumber : Ratminto (1999 : 7)
    Dengan mencermati tabel, dapat disimpulkan bahwa :
    1. Dalam pelayanan publik yang diselenggarakan oleh swasta, posisi klien sangat kuat (empowered), sebaliknya dalam pelayanan primer yang diselenggarakan oleh organisasi publik, pelayanan primer yang diselenggarakan oleh organisasi publik, posisi klien sangat lemah (powerless).
    2. Secara teoritis, kinerja pelayanan publik / pelayanan umum dan pelayanan administrasi pemerintahan / pelayanan perijinan dapat ditingkatkan dengan cara memberdayakan (empowering) klien. Hal ini sesuai dengan teori “exit” dan “voice” (Jones, 1994).

    5. Diketahui informasi dari pengalaman satu proyek, waktu yang dibutuhkan (T) = 62 minggu, sedangkan variasi adalah 72. Berapakah kemungkinan proyek itu selesai 18 hari sebelum waktu normal pengerjaan proyek?
    Diketahui =
    A = 18 hari (3 minggu)
    M = 62 minggu
    B = 72 minggu
    Jawab =
    T = A + 4M + B = 3 + 4(62) + 72 = 3+248+72 = 323 = 53,83 = 54 minggu
    6 6 6 6
    Varian = (B-A) ² = (72-3) ² = 69 ² = 4761 = 132,25
    6 6 6 36
    Waktu normal pengerjaan proyek = 54 minggu, kemungkinan proyek selesai dalam 18 hari membutuhkan varian 132,25

    Komentar oleh ARIAN SAFUTRA S, STP | Februari 14, 2015 | Balas

  46. FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
    PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN
    UJIAN AKHIR SEMESTER-KELAS MALAM
    MANAJEMEN OPERASI
    February 12, 2015
    Dosen Penguji: Dr. Johannes, S.E., M.Si
    Disusun Oleh : JIMI HARIYANTO (P2C214035)
    1. A. Keterlibatan Karyawan dan Tingkat Kustomisasi (customization)
    Kustomisasi massal merupakan pembuatan produk dan jasa yang dapat memenuhi keinginan pelanggan yang semakin uniksecara cepat dan murah. Namun, kustomisasi massal bukan hanya mengenai apa yang diinginkan pelanggan dan kapan pelanggan menginginkannya dengan tepat. Kustomisasi massal memberikan kita keragaman produk yang biasanya dapat disediakan oleh manufaktur bervolume rendah (fokus pada proses) dengan biaya seperti manufaktur bervolume tinggi dan terstandarisasi (fokus pada produk). Pada tahap kustomisasi massal merupakan suatu tantangan yang membutuhkan peningkatan kemampuan operasional dimana harus membangun proses yang pemanfaatan sumber daya organisasi secara imajinatif dan agresif.
    Penjadwalan yang sangat efektif, fleksibilitas personel dan fasilitas,rantai pasokan yang mendukung, dan yang cepat juga dibutuhkan. Hal-hal inilah yang mempengaruhi kesepuluh keputusan MO sehingga membutuhkan manajemen operasi yang sangat baik.
    Membuat kustomisasi massal berfungsi kustomisasi massal berarti sebuah sistem dimana produk dibuat sesuai pesanan (built-to-order). Built-to-order berarti memproduksi sesuai pesanan pelanggan, bukan sesuai peramalan pasar. Seperti yang diperlihatkan Dell Computers, built-to-order dapat menjadi stategi untuk mendapatkan pesanan jika dilakukan dengan cepat. Namun, built-to-order adalah stategi yang sulit.Berikut beberapa tantangan besarnya.
    Kustomisasi massal/build-to-order adalah hal yang sulit, tetapi merupakan suatu hal baru yang diperlukan dalam operasi. Terdapat beberapa keuntungan dalam kustomisasi massal dan build-to-order: pertama, perusahaan memperoleh pesanan dan tetap berjalan dengan memenuhi permintaan pasar ; sebagai tambahan, mereka dapat mengurangi pengeluaran besar pada organisasi yang ada (dari karyawan hingga gudangan hingga fasilitas) karena perkiraan penjualan yang tidak tepat. Kustomisasi missal dan build-to-order dapat dilakukan-dan manajer operasi pada perusahaan terkemuka sanggup tantangan tersebut.
    B.Sifat Tindakan Layanan dan Penerima Langsung Layanan
    Pelayanan dapat didefinisikan sebagai tindakan atau kinerja yang menciptakan manfaat bagi pelanggan dengan mewujudkan perubahan yang diinginkan dalam diri atau atas nama penerima. Sehingga pelayanan itu sendiri memiliki nilai tersendiri bagi pelanggan dalam hubungannya dengan menciptakan nilai-nilai pelanggan.
    Christian Gronroos mengemukakan bahwa terdapat empat faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan, yaitu :
    1. Menjaga dan memperhatikan , bahwa pelanggan akan merasakan karyawan dan sistem opersional yang ada dapat menyelesaikan problem mereka.
    2. Spontanitas, dimana karyawan menunjukkan keinginan untuk menyelesaikan masalah pelanggan.
    3. Penyelesaian masalah, karyawan yang berhubungan langsung dengan pelanggan harus memiliki kemampuan untuk menjalankan tugas berdasarkan standar yang ada, termasuk pelatihan yang diberikan untuk dapat memberikan pelayanan yang lebih baik.
    4. Perbaikan, apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan harus mempunyai personel yang dapat menyiapkan usah-usaha khusus untuk mengatasi kondisi tersebut.
    2. Daya saing
    a. Pengertian Daya Saing
    adalah Kapasitas bangsa untuk menghadapi tantangan persaingan pasar internasional dan tetap menjaga atau meningkatkan pendapatan riil-nya (Council of Competitiveness,Washington,DC,2006)
    Daya saing merupakan kemampuan menghasilkan produk barang dan jasa yang memenuhi pengujian internasional, dan dalam saat bersamaan juga dapat memelihara tingkat pendapatan yang tinggi dan berkelanjutan, atau kemampuan daerah menghasilkan tingkat pendapatan dan kesempatan kerja yang tinggi dengan tetap terbuka terhadap persaingan eksternal (European Commission, 1999). Daya saing didefinisikan sebagai posisi relatif dari salah satu pesaing terhadap para pesaing yang lain.

    b. Ada tiga macam nilai utama yang harus bisa dipenuhi oleh industry penerbangan untuk dapat meningkatkan daya saingnya.
    Ke – 3 macam nilai tersebut adalah:
    – Operational excellence.
    – Customer Intimacy.
    – Product Leadership.
    Operational excellence merupakan suatu nilai dimana produsen harus selalu menjaga efisiensi dan meningkatkan kualitas dari system / proses penghasil produk maupun system pelayanan yang diberikan untuk senantiasa dapat memuaskan konsumen. Kepuasan konsumen akan kualitas serta layanan yang diberikan oleh brand dari suatu produk, akan membuat sulitnya konsumen melakukan brand switching (beralih pada brand lain).
    Customer intimacy merupakan suatu nilai dimana produsen harus dapat memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen. Suatu produk / jasa yang baik tidak hanya sekedar dapat memenuhi apa yang menjadi kebutuhan dasar (basic need) dari konsumen tapi sebaiknya juga dapat memenuhi apa yang menjadi kebutuhan yang mendalam (deeply need) dari konsumen. Kebutuhan yang mendalam (deeply need) merupakan kebutuhan konsumen yang belum dirasakannya pada saat suatu produk / jasa ditawarkan kepadanya, sehingga seringkali disebut sebagai kebutuhan terselubung yang belum terucapkan (unarticulated need). Namun ketika produk / jasa tersebut ditawarkan, konsumen menyadari bahwa produk / jasa itu dapat memenuhi kebutuhan maupun harapannya akan sebuah produk / jasa yang bermutu. Untuk itu diperlukan inovasi terus-menerus agar nilai yang ditawarkan suatu produk selalu dapat menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen, bahkan melebihi apa yang menjadi harapan konsumen (exceeding the customer expectation).
    Product Leadership merupakan nilai yang harus dianut produsen dengan mendasarkan pada keunggulan untuk terus menerus melakukan inovasi pada produk maupun jasa yang dihasilkan sehingga dapat selalu menjadi leader dalam industrinya. Nilai semacam ini menuntut kreatifitas yang tinggi serta kecepatan dalam membaca kebutuhan pasar, terutama kebutuhan yang terselubung agar dapat meraih keunggulan. Namun penerapan nilai ini harus tetap dapat memenuhi tuntutan dari nilai ke – 2 tersebut di atas yaitu Customer intimacy, sehingga setiap inovasi yang dilakukan haruslah selalu disesuaikan dengan kebutuhan dan harapan konsumen. Dengan demikian walaupun produk yang ditawarkan dapat melebihi harapan konsumen pada saat itu (exceeding the customer expectation) namun tidak menyimpang dari kebutuhan konsumen agar tidak terjadi penawaran produk / jasa yang tidak dibutuhkan dan tidak dapat diserap oleh pasar.
    Bagi suatu produsen terutama dalam layanan bagi industry penerbangan maka ke – 3 nilai utama tersebut di atas sangat penting dalam meningkatkan daya saing produk untuk dapat menjadi leader dalam industrinya serta dapat meraih loyalitas konsumen dan bahkan memperbesar pangsa pasarnya melalui terbentuknya citra (image) yang baik.
    c. Di dalam industry penerbangan dari Ke-3 macam nilai tersebut diatas saya mengambil contoh adalah maskapai Garuda :
    – Operational excellence.
    Contohnya : Maskapai Garuda mengutamakan ketepatan waktu dan memberikan jaminan keselamatan penumpang dalam penerbangan sehingga pengguna jasa dapat memberikan citra kualitas pelayanan yang positif pada perusahaan
    – Customer Intimacy.
    Contohnya : Garuda mengutamakan pelayanan yang meliputi kenyamanan penumpang, kualitas makanan, pelayanan awak kabin, pelayanan di darat, Menurut CAPA, keramahan dan pelayanan awak kabin Garuda mendapat pujian terbanyak dari penumpang. Hidangan makanan/minuman di Garuda juga lebih unggul dibanding maskapai lainnya. Garuda juga dinilai unggul dengan jaringan rute domestik dan bisa tetap memberikan pelayanan terbaik di penerbangan berdurasi 50 menit, selain disenangi karena memiliki armada terbaru.
    Garuda melakukan terobosan, khususnya terkait program peremajaan armada dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Peremajaan armada yang dilakukan sejak 2005 membuat penerbangan Garuda lebih aman dibanding maskapai lainnya.
    – Product Leadership.
    Contohnya : Saat ini, Garuda Indonesia bahkan telah menerapkan aplikasi proses pengadaan secara online (e-Procurement), dan IT Service Management.
    3. a. 1.) Gantt Chart
    Gantt Chart adalah suatu alat yang bernilai khususnya untuk proyek-proyek dengan jumlah anggota tim yang sedikit, proyek mendekati penyelesaian dan beberapa kendala proyek.
    Gantt Chart merupakan diagram perencanaan yang digunakan untuk penjadwalan
    sumber daya dan alokasi waktu (Heizer, Jay dan Render, Barry, 2006). Gantt Chart
    adalah contoh teknik non-matematis yang banyak digunakan dan sangat popular di
    kalangan para manajer karena sederhana dan mudah dibaca.
    2. ) Critical Path Method
    Critical Path Method adalah teknik menganalisis jaringan kegiatan/aktivitas-aktivitas ketika menjalankan proyek dalam rangka memprediksi durasi total.
    Critical path sebuah proyek adalah deretan aktivitas yang menentukan waktu tercepat yang mungkin agar proyek dapat diselesaikan. Critical path adalah jalur terpanjang dalam network diagram dan mempunyai kesalahan paling sedikit.
    3.) Program Evalution dan review
    Program Evalution dan review adalah suatu metode yang dirancang untuk mengoptimalkan biaya proyek dimana dapat ditentukan kapan pertukaran biaya dan waktu harus dilakukan untuk memenuhi jadwal penyelesaian proyek dengan biaya seminimal mungkin.
    b). “highly visible responsible” adalah sebuah kemampuan yang dipunyai dalam mempertanggungjawabkan sebuah pekerjaan dan diimplementasikan sebagai seorang Pelatih yang baik dan komunikator yang mampu mengorganisir berbagai disiplin ilmu.
    4. A. Apa yang dimaksud dengan pengadaan barang dan jasa secara online?
    Procurement adalah sistem pengadaan barang dan jasa yang memanfaatkan teknologi informasi. Teknologi informasi digunakan untuk melakukan pengolahan data penggadaan hingga ke proses pembuatan laporan. E-procurement merupakan istilah umum diterapkan pada penggunaan sistem yang terintegrasi antara database dengan area yang luas (biasanya berbasis web) jaringan sistem komunikasi disebagian atau seluruh proses pembelian. Proses pengadaan meliputi identifikasi kebutuhan awal dan spesifikasi oleh pengguna, melalui pencarian, sumber dan tahap negosiasi kontrak, pemesanan dan termasuk mekanisme yang meregistrasi penerimaan, pembayaran dan sebagai pendukung evaluasi pasca pengadaan.
    B. Apa manfaat daripada pengadaan barang dan jasa secara online baik kepada pelaksana maupun kepada pemerintah dan perekonomian?
    Internet telah muncul sebagai media yang efektif dari segi biaya dan dapat diandalkan untuk melakukan transaksi bisnis online. Semakin banyak perusahaan yang mengadopsi media ini dalam melakukan pengadaan barang mereka. Menurut Seth Miller dalam artikelnya keuntungan utama e-procurement meliputi menghemat uang, waktu, dan beban kerja tambahan yang normalnya berhubungan dengan pekerjaan tulis-menulis. Proses pengadaan konvensional biasanya melibatkan banyak pemrosesan kertas-kertas, yang mana menghabiskan sejumlah besar waktu dan uang.
    Keuntungan e-procurement tidak hanya meliputi penghematan uang tetapi juga penyederhanaan keseluruhan proses. Rencana-rencana yang optimal dapat dikomunikasikan dengan cepat kepada pemasok-pemasok, oleh karena itu dapat mengurangi biaya dan pemborosan yang biasanya terdapat dalam supply chain. Keuntungan e-procurement meliputi pengurangan biaya overhead seperti pembelian agen, juga peningkatan kendali inventori, dan keseluruhan peningkatan siklus manufaktur. Sistem e-procurement membantu perusahaan-perusahaan mengkonsolidasikan data tentang pengadaan bermacam-macam barang baik secara langsung maupun tidak langsung.
    Suatu sistem pengadaan (termasuk e-procurement) sebaiknya diintegrasikan dengan aplikasi ERP (Enterprise Resource Planning) atau sistem pengolahan permintaan barang yang digunakan.. Integrasi antara sistem pembelian dan keuangan juga dipandang sebagai kendala yang paling penting untuk pemilihan sistem. Ini juga berdampak langsung pada tingkat penghematan proses dan sifat dari diterapkannya sistem.

    C. Bagaimana cara mempertimbangkan pemilihan penyedia layanan secara teori?

    Karakteristik Penyelenggaraan Pelayanan Publik
    Privat Publik
    Sekunder Primer
    Adaptabilitas Sangat tinggi Rendah Sangat rendah
    Posisi tawar klien Sangat tinggi Rendah Sangat rendah
    Bentuk / tipe pasar Kompetisi Oligipoli Monopoli
    Locus control Klien Provider Pemerintah
    Sifat pelayanan Dikendalikan oleh klien Dikendalikan oleh Provider Dikendalikan oleh pemerintah

    Sumber : Ratminto (1999 : 7)
    Dengan mencermati tabel, dapat disimpulkan bahwa :
    1. Dalam pelayanan publik yang diselenggarakan oleh swasta, posisi klien sangat kuat (empowered), sebaliknya dalam pelayanan primer yang diselenggarakan oleh organisasi publik, pelayanan primer yang diselenggarakan oleh organisasi publik, posisi klien sangat lemah (powerless).
    2. Secara teoritis, kinerja pelayanan publik / pelayanan umum dan pelayanan administrasi pemerintahan / pelayanan perijinan dapat ditingkatkan dengan cara memberdayakan (empowering) klien. Hal ini sesuai dengan teori “exit” dan “voice” (Jones, 1994).

    5. Diketahui informasi dari pengalaman satu proyek, waktu yang dibutuhkan (T) = 62 minggu, sedangkan variasi adalah 72. Berapakah kemungkinan proyek itu selesai 18 hari sebelum waktu normal pengerjaan proyek?
    Diketahui =
    A = 18 hari (3 minggu)
    M = 62 minggu
    B = 72 minggu
    Jawab =
    T = A + 4M + B = 3 + 4(62) + 72 = 3+248+72 = 323 = 53,83 = 54 minggu
    6 6 6 6
    Varian = (B-A) ² = (72-3) ² = 69 ² = 4761 = 132,25
    6 6 6 36
    Waktu normal pengerjaan proyek = 54 minggu, kemungkinan proyek selesai dalam 18 hari membutuhkan varian 132,25

    Komentar oleh JIMI HARIYANTO S, STP | Februari 14, 2015 | Balas

  47. FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
    PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN
    UJIAN AKHIR SEMESTER-KELAS MALAM
    MANAJEMEN OPERASI
    February 12, 2015
    Dosen Penguji: Dr. Johannes, S.E., M.Si
    Disusun Oleh : MUHAMMAD ICHSAN TAUFIQ (P2C214004)
    1. A. Keterlibatan Karyawan dan Tingkat Kustomisasi (customization)
    Kustomisasi massal merupakan pembuatan produk dan jasa yang dapat memenuhi keinginan pelanggan yang semakin uniksecara cepat dan murah. Namun, kustomisasi massal bukan hanya mengenai apa yang diinginkan pelanggan dan kapan pelanggan menginginkannya dengan tepat. Kustomisasi massal memberikan kita keragaman produk yang biasanya dapat disediakan oleh manufaktur bervolume rendah (fokus pada proses) dengan biaya seperti manufaktur bervolume tinggi dan terstandarisasi (fokus pada produk). Pada tahap kustomisasi massal merupakan suatu tantangan yang membutuhkan peningkatan kemampuan operasional dimana harus membangun proses yang pemanfaatan sumber daya organisasi secara imajinatif dan agresif.
    Penjadwalan yang sangat efektif, fleksibilitas personel dan fasilitas,rantai pasokan yang mendukung, dan yang cepat juga dibutuhkan. Hal-hal inilah yang mempengaruhi kesepuluh keputusan MO sehingga membutuhkan manajemen operasi yang sangat baik.
    Membuat kustomisasi massal berfungsi kustomisasi massal berarti sebuah sistem dimana produk dibuat sesuai pesanan (built-to-order). Built-to-order berarti memproduksi sesuai pesanan pelanggan, bukan sesuai peramalan pasar. Seperti yang diperlihatkan Dell Computers, built-to-order dapat menjadi stategi untuk mendapatkan pesanan jika dilakukan dengan cepat. Namun, built-to-order adalah stategi yang sulit.Berikut beberapa tantangan besarnya.
    Kustomisasi massal/build-to-order adalah hal yang sulit, tetapi merupakan suatu hal baru yang diperlukan dalam operasi. Terdapat beberapa keuntungan dalam kustomisasi massal dan build-to-order: pertama, perusahaan memperoleh pesanan dan tetap berjalan dengan memenuhi permintaan pasar ; sebagai tambahan, mereka dapat mengurangi pengeluaran besar pada organisasi yang ada (dari karyawan hingga gudangan hingga fasilitas) karena perkiraan penjualan yang tidak tepat. Kustomisasi missal dan build-to-order dapat dilakukan-dan manajer operasi pada perusahaan terkemuka sanggup tantangan tersebut.
    B.Sifat Tindakan Layanan dan Penerima Langsung Layanan
    Pelayanan dapat didefinisikan sebagai tindakan atau kinerja yang menciptakan manfaat bagi pelanggan dengan mewujudkan perubahan yang diinginkan dalam diri atau atas nama penerima. Sehingga pelayanan itu sendiri memiliki nilai tersendiri bagi pelanggan dalam hubungannya dengan menciptakan nilai-nilai pelanggan.
    Christian Gronroos mengemukakan bahwa terdapat empat faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan, yaitu :
    1. Menjaga dan memperhatikan , bahwa pelanggan akan merasakan karyawan dan sistem opersional yang ada dapat menyelesaikan problem mereka.
    2. Spontanitas, dimana karyawan menunjukkan keinginan untuk menyelesaikan masalah pelanggan.
    3. Penyelesaian masalah, karyawan yang berhubungan langsung dengan pelanggan harus memiliki kemampuan untuk menjalankan tugas berdasarkan standar yang ada, termasuk pelatihan yang diberikan untuk dapat memberikan pelayanan yang lebih baik.
    4. Perbaikan, apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan harus mempunyai personel yang dapat menyiapkan usah-usaha khusus untuk mengatasi kondisi tersebut.
    2. Daya saing
    a. Pengertian Daya Saing
    adalah Kapasitas bangsa untuk menghadapi tantangan persaingan pasar internasional dan tetap menjaga atau meningkatkan pendapatan riil-nya (Council of Competitiveness,Washington,DC,2006)
    Daya saing merupakan kemampuan menghasilkan produk barang dan jasa yang memenuhi pengujian internasional, dan dalam saat bersamaan juga dapat memelihara tingkat pendapatan yang tinggi dan berkelanjutan, atau kemampuan daerah menghasilkan tingkat pendapatan dan kesempatan kerja yang tinggi dengan tetap terbuka terhadap persaingan eksternal (European Commission, 1999). Daya saing didefinisikan sebagai posisi relatif dari salah satu pesaing terhadap para pesaing yang lain.

    b. Ada tiga macam nilai utama yang harus bisa dipenuhi oleh industry penerbangan untuk dapat meningkatkan daya saingnya.
    Ke – 3 macam nilai tersebut adalah:
    – Operational excellence.
    – Customer Intimacy.
    – Product Leadership.
    Operational excellence merupakan suatu nilai dimana produsen harus selalu menjaga efisiensi dan meningkatkan kualitas dari system / proses penghasil produk maupun system pelayanan yang diberikan untuk senantiasa dapat memuaskan konsumen. Kepuasan konsumen akan kualitas serta layanan yang diberikan oleh brand dari suatu produk, akan membuat sulitnya konsumen melakukan brand switching (beralih pada brand lain).
    Customer intimacy merupakan suatu nilai dimana produsen harus dapat memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen. Suatu produk / jasa yang baik tidak hanya sekedar dapat memenuhi apa yang menjadi kebutuhan dasar (basic need) dari konsumen tapi sebaiknya juga dapat memenuhi apa yang menjadi kebutuhan yang mendalam (deeply need) dari konsumen. Kebutuhan yang mendalam (deeply need) merupakan kebutuhan konsumen yang belum dirasakannya pada saat suatu produk / jasa ditawarkan kepadanya, sehingga seringkali disebut sebagai kebutuhan terselubung yang belum terucapkan (unarticulated need). Namun ketika produk / jasa tersebut ditawarkan, konsumen menyadari bahwa produk / jasa itu dapat memenuhi kebutuhan maupun harapannya akan sebuah produk / jasa yang bermutu. Untuk itu diperlukan inovasi terus-menerus agar nilai yang ditawarkan suatu produk selalu dapat menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen, bahkan melebihi apa yang menjadi harapan konsumen (exceeding the customer expectation).
    Product Leadership merupakan nilai yang harus dianut produsen dengan mendasarkan pada keunggulan untuk terus menerus melakukan inovasi pada produk maupun jasa yang dihasilkan sehingga dapat selalu menjadi leader dalam industrinya. Nilai semacam ini menuntut kreatifitas yang tinggi serta kecepatan dalam membaca kebutuhan pasar, terutama kebutuhan yang terselubung agar dapat meraih keunggulan. Namun penerapan nilai ini harus tetap dapat memenuhi tuntutan dari nilai ke – 2 tersebut di atas yaitu Customer intimacy, sehingga setiap inovasi yang dilakukan haruslah selalu disesuaikan dengan kebutuhan dan harapan konsumen. Dengan demikian walaupun produk yang ditawarkan dapat melebihi harapan konsumen pada saat itu (exceeding the customer expectation) namun tidak menyimpang dari kebutuhan konsumen agar tidak terjadi penawaran produk / jasa yang tidak dibutuhkan dan tidak dapat diserap oleh pasar.
    Bagi suatu produsen terutama dalam layanan bagi industry penerbangan maka ke – 3 nilai utama tersebut di atas sangat penting dalam meningkatkan daya saing produk untuk dapat menjadi leader dalam industrinya serta dapat meraih loyalitas konsumen dan bahkan memperbesar pangsa pasarnya melalui terbentuknya citra (image) yang baik.
    c. Di dalam industry penerbangan dari Ke-3 macam nilai tersebut diatas saya mengambil contoh adalah maskapai Garuda :
    – Operational excellence.
    Contohnya : Maskapai Garuda mengutamakan ketepatan waktu dan memberikan jaminan keselamatan penumpang dalam penerbangan sehingga pengguna jasa dapat memberikan citra kualitas pelayanan yang positif pada perusahaan
    – Customer Intimacy.
    Contohnya : Garuda mengutamakan pelayanan yang meliputi kenyamanan penumpang, kualitas makanan, pelayanan awak kabin, pelayanan di darat, Menurut CAPA, keramahan dan pelayanan awak kabin Garuda mendapat pujian terbanyak dari penumpang. Hidangan makanan/minuman di Garuda juga lebih unggul dibanding maskapai lainnya. Garuda juga dinilai unggul dengan jaringan rute domestik dan bisa tetap memberikan pelayanan terbaik di penerbangan berdurasi 50 menit, selain disenangi karena memiliki armada terbaru.
    Garuda melakukan terobosan, khususnya terkait program peremajaan armada dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Peremajaan armada yang dilakukan sejak 2005 membuat penerbangan Garuda lebih aman dibanding maskapai lainnya.
    – Product Leadership.
    Contohnya : Saat ini, Garuda Indonesia bahkan telah menerapkan aplikasi proses pengadaan secara online (e-Procurement), dan IT Service Management.
    3. a. 1.) Gantt Chart
    Gantt Chart adalah suatu alat yang bernilai khususnya untuk proyek-proyek dengan jumlah anggota tim yang sedikit, proyek mendekati penyelesaian dan beberapa kendala proyek.
    Gantt Chart merupakan diagram perencanaan yang digunakan untuk penjadwalan
    sumber daya dan alokasi waktu (Heizer, Jay dan Render, Barry, 2006). Gantt Chart
    adalah contoh teknik non-matematis yang banyak digunakan dan sangat popular di
    kalangan para manajer karena sederhana dan mudah dibaca.
    2. ) Critical Path Method
    Critical Path Method adalah teknik menganalisis jaringan kegiatan/aktivitas-aktivitas ketika menjalankan proyek dalam rangka memprediksi durasi total.
    Critical path sebuah proyek adalah deretan aktivitas yang menentukan waktu tercepat yang mungkin agar proyek dapat diselesaikan. Critical path adalah jalur terpanjang dalam network diagram dan mempunyai kesalahan paling sedikit.
    3.) Program Evalution dan review
    Program Evalution dan review adalah suatu metode yang dirancang untuk mengoptimalkan biaya proyek dimana dapat ditentukan kapan pertukaran biaya dan waktu harus dilakukan untuk memenuhi jadwal penyelesaian proyek dengan biaya seminimal mungkin.
    b). “highly visible responsible” adalah sebuah kemampuan yang dipunyai dalam mempertanggungjawabkan sebuah pekerjaan dan diimplementasikan sebagai seorang Pelatih yang baik dan komunikator yang mampu mengorganisir berbagai disiplin ilmu.
    4. A. Apa yang dimaksud dengan pengadaan barang dan jasa secara online?
    Procurement adalah sistem pengadaan barang dan jasa yang memanfaatkan teknologi informasi. Teknologi informasi digunakan untuk melakukan pengolahan data penggadaan hingga ke proses pembuatan laporan. E-procurement merupakan istilah umum diterapkan pada penggunaan sistem yang terintegrasi antara database dengan area yang luas (biasanya berbasis web) jaringan sistem komunikasi disebagian atau seluruh proses pembelian. Proses pengadaan meliputi identifikasi kebutuhan awal dan spesifikasi oleh pengguna, melalui pencarian, sumber dan tahap negosiasi kontrak, pemesanan dan termasuk mekanisme yang meregistrasi penerimaan, pembayaran dan sebagai pendukung evaluasi pasca pengadaan.
    B. Apa manfaat daripada pengadaan barang dan jasa secara online baik kepada pelaksana maupun kepada pemerintah dan perekonomian?
    Internet telah muncul sebagai media yang efektif dari segi biaya dan dapat diandalkan untuk melakukan transaksi bisnis online. Semakin banyak perusahaan yang mengadopsi media ini dalam melakukan pengadaan barang mereka. Menurut Seth Miller dalam artikelnya keuntungan utama e-procurement meliputi menghemat uang, waktu, dan beban kerja tambahan yang normalnya berhubungan dengan pekerjaan tulis-menulis. Proses pengadaan konvensional biasanya melibatkan banyak pemrosesan kertas-kertas, yang mana menghabiskan sejumlah besar waktu dan uang.
    Keuntungan e-procurement tidak hanya meliputi penghematan uang tetapi juga penyederhanaan keseluruhan proses. Rencana-rencana yang optimal dapat dikomunikasikan dengan cepat kepada pemasok-pemasok, oleh karena itu dapat mengurangi biaya dan pemborosan yang biasanya terdapat dalam supply chain. Keuntungan e-procurement meliputi pengurangan biaya overhead seperti pembelian agen, juga peningkatan kendali inventori, dan keseluruhan peningkatan siklus manufaktur. Sistem e-procurement membantu perusahaan-perusahaan mengkonsolidasikan data tentang pengadaan bermacam-macam barang baik secara langsung maupun tidak langsung.
    Suatu sistem pengadaan (termasuk e-procurement) sebaiknya diintegrasikan dengan aplikasi ERP (Enterprise Resource Planning) atau sistem pengolahan permintaan barang yang digunakan.. Integrasi antara sistem pembelian dan keuangan juga dipandang sebagai kendala yang paling penting untuk pemilihan sistem. Ini juga berdampak langsung pada tingkat penghematan proses dan sifat dari diterapkannya sistem.

    C. Bagaimana cara mempertimbangkan pemilihan penyedia layanan secara teori?

    Karakteristik Penyelenggaraan Pelayanan Publik
    Privat Publik
    Sekunder Primer
    Adaptabilitas Sangat tinggi Rendah Sangat rendah
    Posisi tawar klien Sangat tinggi Rendah Sangat rendah
    Bentuk / tipe pasar Kompetisi Oligipoli Monopoli
    Locus control Klien Provider Pemerintah
    Sifat pelayanan Dikendalikan oleh klien Dikendalikan oleh Provider Dikendalikan oleh pemerintah

    Sumber : Ratminto (1999 : 7)
    Dengan mencermati tabel, dapat disimpulkan bahwa :
    1. Dalam pelayanan publik yang diselenggarakan oleh swasta, posisi klien sangat kuat (empowered), sebaliknya dalam pelayanan primer yang diselenggarakan oleh organisasi publik, pelayanan primer yang diselenggarakan oleh organisasi publik, posisi klien sangat lemah (powerless).
    2. Secara teoritis, kinerja pelayanan publik / pelayanan umum dan pelayanan administrasi pemerintahan / pelayanan perijinan dapat ditingkatkan dengan cara memberdayakan (empowering) klien. Hal ini sesuai dengan teori “exit” dan “voice” (Jones, 1994).

    5. Diketahui informasi dari pengalaman satu proyek, waktu yang dibutuhkan (T) = 62 minggu, sedangkan variasi adalah 72. Berapakah kemungkinan proyek itu selesai 18 hari sebelum waktu normal pengerjaan proyek?
    Diketahui =
    A = 18 hari (3 minggu)
    M = 62 minggu
    B = 72 minggu
    Jawab =
    T = A + 4M + B = 3 + 4(62) + 72 = 3+248+72 = 323 = 53,83 = 54 minggu
    6 6 6 6
    Varian = (B-A) ² = (72-3) ² = 69 ² = 4761 = 132,25
    6 6 6 36
    Waktu normal pengerjaan proyek = 54 minggu, kemungkinan proyek selesai dalam 18 hari membutuhkan varian 132,25

    Komentar oleh MUHAMMAD ICHSAN TAUFIQ S, STP | Februari 14, 2015 | Balas

  48. FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
    PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN
    UJIAN AKHIR SEMESTER-KELAS MALAM
    MANAJEMEN OPERASI
    February 12, 2015
    Dosen Penguji: Dr. Johannes, S.E., M.Si
    Disusun Oleh : ABDUL GAPUR (P2C214063)
    1. A. Keterlibatan Karyawan dan Tingkat Kustomisasi (customization)
    Kustomisasi massal merupakan pembuatan produk dan jasa yang dapat memenuhi keinginan pelanggan yang semakin uniksecara cepat dan murah. Namun, kustomisasi massal bukan hanya mengenai apa yang diinginkan pelanggan dan kapan pelanggan menginginkannya dengan tepat. Kustomisasi massal memberikan kita keragaman produk yang biasanya dapat disediakan oleh manufaktur bervolume rendah (fokus pada proses) dengan biaya seperti manufaktur bervolume tinggi dan terstandarisasi (fokus pada produk). Pada tahap kustomisasi massal merupakan suatu tantangan yang membutuhkan peningkatan kemampuan operasional dimana harus membangun proses yang pemanfaatan sumber daya organisasi secara imajinatif dan agresif.
    Penjadwalan yang sangat efektif, fleksibilitas personel dan fasilitas,rantai pasokan yang mendukung, dan yang cepat juga dibutuhkan. Hal-hal inilah yang mempengaruhi kesepuluh keputusan MO sehingga membutuhkan manajemen operasi yang sangat baik.
    Membuat kustomisasi massal berfungsi kustomisasi massal berarti sebuah sistem dimana produk dibuat sesuai pesanan (built-to-order). Built-to-order berarti memproduksi sesuai pesanan pelanggan, bukan sesuai peramalan pasar. Seperti yang diperlihatkan Dell Computers, built-to-order dapat menjadi stategi untuk mendapatkan pesanan jika dilakukan dengan cepat. Namun, built-to-order adalah stategi yang sulit.Berikut beberapa tantangan besarnya.
    Kustomisasi massal/build-to-order adalah hal yang sulit, tetapi merupakan suatu hal baru yang diperlukan dalam operasi. Terdapat beberapa keuntungan dalam kustomisasi massal dan build-to-order: pertama, perusahaan memperoleh pesanan dan tetap berjalan dengan memenuhi permintaan pasar ; sebagai tambahan, mereka dapat mengurangi pengeluaran besar pada organisasi yang ada (dari karyawan hingga gudangan hingga fasilitas) karena perkiraan penjualan yang tidak tepat. Kustomisasi missal dan build-to-order dapat dilakukan-dan manajer operasi pada perusahaan terkemuka sanggup tantangan tersebut.
    B.Sifat Tindakan Layanan dan Penerima Langsung Layanan
    Pelayanan dapat didefinisikan sebagai tindakan atau kinerja yang menciptakan manfaat bagi pelanggan dengan mewujudkan perubahan yang diinginkan dalam diri atau atas nama penerima. Sehingga pelayanan itu sendiri memiliki nilai tersendiri bagi pelanggan dalam hubungannya dengan menciptakan nilai-nilai pelanggan.
    Christian Gronroos mengemukakan bahwa terdapat empat faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan, yaitu :
    1. Menjaga dan memperhatikan , bahwa pelanggan akan merasakan karyawan dan sistem opersional yang ada dapat menyelesaikan problem mereka.
    2. Spontanitas, dimana karyawan menunjukkan keinginan untuk menyelesaikan masalah pelanggan.
    3. Penyelesaian masalah, karyawan yang berhubungan langsung dengan pelanggan harus memiliki kemampuan untuk menjalankan tugas berdasarkan standar yang ada, termasuk pelatihan yang diberikan untuk dapat memberikan pelayanan yang lebih baik.
    4. Perbaikan, apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan harus mempunyai personel yang dapat menyiapkan usah-usaha khusus untuk mengatasi kondisi tersebut.
    2. Daya saing
    a. Pengertian Daya Saing
    adalah Kapasitas bangsa untuk menghadapi tantangan persaingan pasar internasional dan tetap menjaga atau meningkatkan pendapatan riil-nya (Council of Competitiveness,Washington,DC,2006)
    Daya saing merupakan kemampuan menghasilkan produk barang dan jasa yang memenuhi pengujian internasional, dan dalam saat bersamaan juga dapat memelihara tingkat pendapatan yang tinggi dan berkelanjutan, atau kemampuan daerah menghasilkan tingkat pendapatan dan kesempatan kerja yang tinggi dengan tetap terbuka terhadap persaingan eksternal (European Commission, 1999). Daya saing didefinisikan sebagai posisi relatif dari salah satu pesaing terhadap para pesaing yang lain.

    b. Ada tiga macam nilai utama yang harus bisa dipenuhi oleh industry penerbangan untuk dapat meningkatkan daya saingnya.
    Ke – 3 macam nilai tersebut adalah:
    – Operational excellence.
    – Customer Intimacy.
    – Product Leadership.
    Operational excellence merupakan suatu nilai dimana produsen harus selalu menjaga efisiensi dan meningkatkan kualitas dari system / proses penghasil produk maupun system pelayanan yang diberikan untuk senantiasa dapat memuaskan konsumen. Kepuasan konsumen akan kualitas serta layanan yang diberikan oleh brand dari suatu produk, akan membuat sulitnya konsumen melakukan brand switching (beralih pada brand lain).
    Customer intimacy merupakan suatu nilai dimana produsen harus dapat memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen. Suatu produk / jasa yang baik tidak hanya sekedar dapat memenuhi apa yang menjadi kebutuhan dasar (basic need) dari konsumen tapi sebaiknya juga dapat memenuhi apa yang menjadi kebutuhan yang mendalam (deeply need) dari konsumen. Kebutuhan yang mendalam (deeply need) merupakan kebutuhan konsumen yang belum dirasakannya pada saat suatu produk / jasa ditawarkan kepadanya, sehingga seringkali disebut sebagai kebutuhan terselubung yang belum terucapkan (unarticulated need). Namun ketika produk / jasa tersebut ditawarkan, konsumen menyadari bahwa produk / jasa itu dapat memenuhi kebutuhan maupun harapannya akan sebuah produk / jasa yang bermutu. Untuk itu diperlukan inovasi terus-menerus agar nilai yang ditawarkan suatu produk selalu dapat menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen, bahkan melebihi apa yang menjadi harapan konsumen (exceeding the customer expectation).
    Product Leadership merupakan nilai yang harus dianut produsen dengan mendasarkan pada keunggulan untuk terus menerus melakukan inovasi pada produk maupun jasa yang dihasilkan sehingga dapat selalu menjadi leader dalam industrinya. Nilai semacam ini menuntut kreatifitas yang tinggi serta kecepatan dalam membaca kebutuhan pasar, terutama kebutuhan yang terselubung agar dapat meraih keunggulan. Namun penerapan nilai ini harus tetap dapat memenuhi tuntutan dari nilai ke – 2 tersebut di atas yaitu Customer intimacy, sehingga setiap inovasi yang dilakukan haruslah selalu disesuaikan dengan kebutuhan dan harapan konsumen. Dengan demikian walaupun produk yang ditawarkan dapat melebihi harapan konsumen pada saat itu (exceeding the customer expectation) namun tidak menyimpang dari kebutuhan konsumen agar tidak terjadi penawaran produk / jasa yang tidak dibutuhkan dan tidak dapat diserap oleh pasar.
    Bagi suatu produsen terutama dalam layanan bagi industry penerbangan maka ke – 3 nilai utama tersebut di atas sangat penting dalam meningkatkan daya saing produk untuk dapat menjadi leader dalam industrinya serta dapat meraih loyalitas konsumen dan bahkan memperbesar pangsa pasarnya melalui terbentuknya citra (image) yang baik.
    c. Di dalam industry penerbangan dari Ke-3 macam nilai tersebut diatas saya mengambil contoh adalah maskapai Garuda :
    – Operational excellence.
    Contohnya : Maskapai Garuda mengutamakan ketepatan waktu dan memberikan jaminan keselamatan penumpang dalam penerbangan sehingga pengguna jasa dapat memberikan citra kualitas pelayanan yang positif pada perusahaan
    – Customer Intimacy.
    Contohnya : Garuda mengutamakan pelayanan yang meliputi kenyamanan penumpang, kualitas makanan, pelayanan awak kabin, pelayanan di darat, Menurut CAPA, keramahan dan pelayanan awak kabin Garuda mendapat pujian terbanyak dari penumpang. Hidangan makanan/minuman di Garuda juga lebih unggul dibanding maskapai lainnya. Garuda juga dinilai unggul dengan jaringan rute domestik dan bisa tetap memberikan pelayanan terbaik di penerbangan berdurasi 50 menit, selain disenangi karena memiliki armada terbaru.
    Garuda melakukan terobosan, khususnya terkait program peremajaan armada dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Peremajaan armada yang dilakukan sejak 2005 membuat penerbangan Garuda lebih aman dibanding maskapai lainnya.
    – Product Leadership.
    Contohnya : Saat ini, Garuda Indonesia bahkan telah menerapkan aplikasi proses pengadaan secara online (e-Procurement), dan IT Service Management.
    3. a. 1.) Gantt Chart
    Gantt Chart adalah suatu alat yang bernilai khususnya untuk proyek-proyek dengan jumlah anggota tim yang sedikit, proyek mendekati penyelesaian dan beberapa kendala proyek.
    Gantt Chart merupakan diagram perencanaan yang digunakan untuk penjadwalan
    sumber daya dan alokasi waktu (Heizer, Jay dan Render, Barry, 2006). Gantt Chart
    adalah contoh teknik non-matematis yang banyak digunakan dan sangat popular di
    kalangan para manajer karena sederhana dan mudah dibaca.
    2. ) Critical Path Method
    Critical Path Method adalah teknik menganalisis jaringan kegiatan/aktivitas-aktivitas ketika menjalankan proyek dalam rangka memprediksi durasi total.
    Critical path sebuah proyek adalah deretan aktivitas yang menentukan waktu tercepat yang mungkin agar proyek dapat diselesaikan. Critical path adalah jalur terpanjang dalam network diagram dan mempunyai kesalahan paling sedikit.
    3.) Program Evalution dan review
    Program Evalution dan review adalah suatu metode yang dirancang untuk mengoptimalkan biaya proyek dimana dapat ditentukan kapan pertukaran biaya dan waktu harus dilakukan untuk memenuhi jadwal penyelesaian proyek dengan biaya seminimal mungkin.
    b). “highly visible responsible” adalah sebuah kemampuan yang dipunyai dalam mempertanggungjawabkan sebuah pekerjaan dan diimplementasikan sebagai seorang Pelatih yang baik dan komunikator yang mampu mengorganisir berbagai disiplin ilmu.
    4. A. Apa yang dimaksud dengan pengadaan barang dan jasa secara online?
    Procurement adalah sistem pengadaan barang dan jasa yang memanfaatkan teknologi informasi. Teknologi informasi digunakan untuk melakukan pengolahan data penggadaan hingga ke proses pembuatan laporan. E-procurement merupakan istilah umum diterapkan pada penggunaan sistem yang terintegrasi antara database dengan area yang luas (biasanya berbasis web) jaringan sistem komunikasi disebagian atau seluruh proses pembelian. Proses pengadaan meliputi identifikasi kebutuhan awal dan spesifikasi oleh pengguna, melalui pencarian, sumber dan tahap negosiasi kontrak, pemesanan dan termasuk mekanisme yang meregistrasi penerimaan, pembayaran dan sebagai pendukung evaluasi pasca pengadaan.
    B. Apa manfaat daripada pengadaan barang dan jasa secara online baik kepada pelaksana maupun kepada pemerintah dan perekonomian?
    Internet telah muncul sebagai media yang efektif dari segi biaya dan dapat diandalkan untuk melakukan transaksi bisnis online. Semakin banyak perusahaan yang mengadopsi media ini dalam melakukan pengadaan barang mereka. Menurut Seth Miller dalam artikelnya keuntungan utama e-procurement meliputi menghemat uang, waktu, dan beban kerja tambahan yang normalnya berhubungan dengan pekerjaan tulis-menulis. Proses pengadaan konvensional biasanya melibatkan banyak pemrosesan kertas-kertas, yang mana menghabiskan sejumlah besar waktu dan uang.
    Keuntungan e-procurement tidak hanya meliputi penghematan uang tetapi juga penyederhanaan keseluruhan proses. Rencana-rencana yang optimal dapat dikomunikasikan dengan cepat kepada pemasok-pemasok, oleh karena itu dapat mengurangi biaya dan pemborosan yang biasanya terdapat dalam supply chain. Keuntungan e-procurement meliputi pengurangan biaya overhead seperti pembelian agen, juga peningkatan kendali inventori, dan keseluruhan peningkatan siklus manufaktur. Sistem e-procurement membantu perusahaan-perusahaan mengkonsolidasikan data tentang pengadaan bermacam-macam barang baik secara langsung maupun tidak langsung.
    Suatu sistem pengadaan (termasuk e-procurement) sebaiknya diintegrasikan dengan aplikasi ERP (Enterprise Resource Planning) atau sistem pengolahan permintaan barang yang digunakan.. Integrasi antara sistem pembelian dan keuangan juga dipandang sebagai kendala yang paling penting untuk pemilihan sistem. Ini juga berdampak langsung pada tingkat penghematan proses dan sifat dari diterapkannya sistem.

    C. Bagaimana cara mempertimbangkan pemilihan penyedia layanan secara teori?

    Karakteristik Penyelenggaraan Pelayanan Publik
    Privat Publik
    Sekunder Primer
    Adaptabilitas Sangat tinggi Rendah Sangat rendah
    Posisi tawar klien Sangat tinggi Rendah Sangat rendah
    Bentuk / tipe pasar Kompetisi Oligipoli Monopoli
    Locus control Klien Provider Pemerintah
    Sifat pelayanan Dikendalikan oleh klien Dikendalikan oleh Provider Dikendalikan oleh pemerintah

    Sumber : Ratminto (1999 : 7)
    Dengan mencermati tabel, dapat disimpulkan bahwa :
    1. Dalam pelayanan publik yang diselenggarakan oleh swasta, posisi klien sangat kuat (empowered), sebaliknya dalam pelayanan primer yang diselenggarakan oleh organisasi publik, pelayanan primer yang diselenggarakan oleh organisasi publik, posisi klien sangat lemah (powerless).
    2. Secara teoritis, kinerja pelayanan publik / pelayanan umum dan pelayanan administrasi pemerintahan / pelayanan perijinan dapat ditingkatkan dengan cara memberdayakan (empowering) klien. Hal ini sesuai dengan teori “exit” dan “voice” (Jones, 1994).

    5. Diketahui informasi dari pengalaman satu proyek, waktu yang dibutuhkan (T) = 62 minggu, sedangkan variasi adalah 72. Berapakah kemungkinan proyek itu selesai 18 hari sebelum waktu normal pengerjaan proyek?
    Diketahui =
    A = 18 hari (3 minggu)
    M = 62 minggu
    B = 72 minggu
    Jawab =
    T = A + 4M + B = 3 + 4(62) + 72 = 3+248+72 = 323 = 53,83 = 54 minggu
    6 6 6 6
    Varian = (B-A) ² = (72-3) ² = 69 ² = 4761 = 132,25
    6 6 6 36
    Waktu normal pengerjaan proyek = 54 minggu, kemungkinan proyek selesai dalam 18 hari membutuhkan varian 132,25

    Komentar oleh ABDUL GAPUR, SE | Februari 14, 2015 | Balas

  49. Selamat Pagi Pak Jo
    Bersama ini saya sampaikan jawaban UAS Manajemen Operasi
    Nama : Amalia A’yuni
    Nim : P2C214012
    Kelas : Pagi
    Demikian yang dapat saya sampaikan. Atas perhatian Bapak, Saya ucapkan terima kasih.
    Salam.
    Soal 1) Jasa atau layanan menjadi bagian penting dalam perekonomian modern, negara menerima pendapatan yang terus meningkat dari sektor layanan. Oleh karena itu , dari bahasan manajemen operasional, layanan menjadi bagian penting dalam operasi sehingga harus mendapat perhatian. Dalam kaitan ini dikenal sifat layanan yang mengkombinasikan berbagai unsur sebagaimana berikut.
    a) Keterlibatan Karyawan dan Tingkat Kastomisasi (customization)
    b) Sifat tindakan layanan dan Penerima Langsung layanan
    c) Sifat penyampaian jasa dan hubungan antara organisasi penyedia jasa (provider) dan pelanggannya.
    Jelaskan konstruksi ke tiga hal di atas dan contohnya secara rinci.
    Jawab:
    a) Keterlibatan Karyawan dan Tingkat Kastomisasi (customization)
    Hal lain yang membedakan antara perusahaan jasa dengan perusahaan manufaktur adalah keterlibatan konsumen dalam menentukan produk atau jasa yang akan diproduksi. Zaichkowsky (1985) mendefinisikan keterlibatan sebagai relevansi yang dirasakan seseorang dari suatu objek berdasarkan kebutuhan, nilai, dan minat yang melekat dan mempengaruhi sikap dan perilaku konsumen. Tingkat keterlibatan konsumen kaitannya sangat erat dengan tingkat customization pelayanan perusahaan. Berry (1983 dalam Kinard dan Capella, 2006) menyatakan bahwa customization merupakan salah satu strategi untuk membangun hubungan antara konsumen dengan penyedia jasa. Terkait dengan hal tersebut, Bowen (1990) mengklasifikasi jenis jasa menjadi 3 kategori, yaitu high contact customized, moderate contact non-personal, dan moderate contact standardized.

    Tipe jasa high contact customized merupakan tipe jasadengan tingkat customization yang tinggi, dimana pelayanan yang diberikan perusahaan dapat dengan mudah disesuaikan dengan kebutuhan konsumen, seperti salon dan klinik kesehatan. Sebagai perusahaan yang menawarkan tingkat customization yang tinggi, maka tipe jasa ini membutuhkan keterlibatan konsumen yang tinggi, dan Jones et al., (2003) \menyatakan bahwa dalam tipe jasa high contact customized, kebutuhan konsumen merupakan input bagi perusahaan dalam melakukan kreasi pelayanan.

    Sebaliknya, restoran cepat saji, hotel, dan bank adalah tipe jasa moderate contactstandardized yaitu merupakan tipe jasa dengan tingkat customization serta tingkat keterlibatan konsumen yang rendah, dimana pelayanan yang diberikan perusahaan sudah menjadi standar tersendiri sehingga konsumen menjadi sulit untuk membedakan penawaran 3 antara penyedia jasa (Kinard dan Capella, 2006). Dalam tipe jasa ini, konsumen lebih mementingkan kecepatan, konsistensi, serta harga yang lebih murah daripada pengetahuan dan sikap karyawan, sehingga karyawan harus dilatih dengan baik dan efisien (Bowen, 1990).

    b) Sifat tindakan layanan dan Penerima Langsung layanan

    Menurut Kotler dalam Sampara Lukman (2000:8) mengemukakan, pelayanan adalah setiap kegiatan yang menguntungkan dalam suatu kumpulan atau kesatuan, dan menawarkan kepuasan meskipun hasilnya tidak terikat pada suatu produk secara fisik.

    Selanjutnya Sampara Lukman (2000:5) pelayanan merupakan suatu kegiatan yang terjadi dalam interaksi langsung antara seseorang dengan orang lain atau mesin secara fisik, dan menyediakan kepuasaan pelanggan.

    Sedangkan definisi yang lebih rinci diberikan oleh Gronroos dalam Ratminto (2005:2) yaitu pelayanan adalah suatu aktivitas atau serangkaian aktivitas yang bersifat tidak kasat mata yang terjadi akibat adanya interaksi antara konsumen dengan karyawan atau hal-hak lain yang disediakan oleh perusahaan pemberi pelayanan yang dimaksudkan untuk memecahkan permasalahan konsumen/pelanggan.

    Menurut Ahmad Batinggi (1998:21) terdapat tiga jenis layanan yang bisa dilakukan oleh siapapun, yaitu :
    1. Layanan dengan lisan
    Layanan dengan lisan dilakukan oleh petugas – petugas di bidang Hubungan Masyarakat ( HUMAS ), bidang layanan Informasi, dan bidangbidang lain yang tugasnya memberikan penjelasan atau keterangan kepada siapapun yang memerlukan. Agar supaya layanan lisan berhasil sesuai dengan yang diharapkan, ada syarat – syarat yang harus dipenuhi oleh pelaku layanan yaitu:
    a. Memahami masalah – masalah yang termasuk ke dalam bidang tugasnya.
    b. Mampu memberikan penjelasan apa yang diperlukan, dengan lancar, singkat tetapi cukup jelas sehingga memuaskan bagi mereka yang memperoleh kejelasan mengenai sesuatu.
    c. Bertingkah laku sopan dan ramah

    2. Layanan dengan tulisan
    Layanan melalui tulisan merupakan bentuk layanan yang paling menonjol dalam melaksanakan tugas. Sistem layanan pada abad Informasi ini menggunakan sistem layanan jarak jauh dalam bentuk tulisan.
    Layanan tulisan ini terdiri dari 2 (dua) golongan yaitu, berupa petunjuk Informasi dan yang sejenis ditujukan kepada orang – orang yang berkepentingan, agar memudahkan mereka dalam berurusan dengan instansi atau lembaga pemerintah. Kedua, layanan berupa reaksi tertulis atau permohonan laporan, pemberian/ penyerahan, pemberitahuan dan sebagainya. Adapun kegunaannya yaitu :
    a. Memudahkan bagi semua pihak yang berkepentingan.
    b. Menghindari orang yang banyak bertanya kepada petugas
    c. Mamperlancar urusan dan menghemat waktu bagi kedua pihak, baik petugas maupun pihak yang memerlukan pelayanan.
    d. Menuntun orang ke arah yang tepat
    3. Layanan dengan perbuatan
    Pada umumnya layanan dalam bentuk perbuatan dilakukan oleh petugaspetugas yang memiliki faktor keahlian dan ketrampilan. Dalam kenyataan sehari – sehari layanan ini memang tidak terhindar dari layanan lisan jadi antara layanan perbuatan dan lisan sering digabung. Hal ini disebabkan karena hubungan pelayanan secara umum banyak dilakukan secara lisan kecuali khusus melalui hubungan tulis yang disebabkan oleh faktor jarak.

    c) Sifat penyampaian jasa dan hubungan antara organisasi penyedia jasa (provider) dan pelanggannya
    Teknologi informasi tepat guna dan proses kerja yang fleksibel memungkinkan perusahaan untuk menyesuaikan barang atau jasa bagi pelanggan perorangan dalam volume tinggi dan dengan harga yang relatif biaya rendah. Sehingga perusahaan lebih kompetitif dalam memenuhi keinginan setiap pelanggan serta mampu menang dalam persaingan global.
    penyedia jasa dapat melakukan empat strategi dalam mengurangi dampak variabilitas, yaitu Pertama, berinvestasi dalam proses rekrutmen, seleksi, pemotivasian, pelatihan dan pengembangan karyawan, dengan harapan bahwa staff yang terlatih baik dan bermotivasi tinggi lebih mampu mematuhi prosedur standar dan menangani permintaan yang sifatnya unpredictable. Kedua, melakukan standarisasi proses pelaksanaan jasa (service-performance process standardization) atau industrialisasi jasa atau dengan jalan meningkatkan konsistensi kinerja karyawan melalui prosedur kerja yang rinci (termasuk script untuk cara menyapa pelanggan) dan penyeliaan yang lebih teliti. Ketiga, melakukan service customization, artinya meningkatkan interaksi antara penyedia jasa dan pelanggan sedemikian rupa sehingga jasa yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan individual setiap pelanggan. Keempat, memantau kepuasan pelanggan, baik secara pasif (melalui sistem kotak saran dan keluhan, saluran bebas pulsa atau websites) maupun aktif (survei kepuasan pelanggan dan mystery shopping). Dengan cara seperti ini, setiap aspek layanan yang kurang memuaskan dapat dideteksi dan dikoreksi

    Soal 2) Sebagaimana dalam operasi barang, operasi layanan juga mempertimbangkan daya saing sehingga strategi apapun yang dilakukan juga harus menopang daya saing layanan yang dihasilkan.
    a) Apa yang dimaksud dengan daya saing
    b) Jelaskan ke tiga strategi yang berkaitan untuk membangun daya saing layanan
    c) Berikan contoh penjelasan (a dan c) di dalam industri penerbangan.
    Jawab:
    a) Apa yang dimaksud dengan daya saing
    Daya saing dapat di artikan sebagai kemampuan Kunci utama untuk memenangkan persaingan dengan memberikan nilai dan kepuasan kepada pelanggan melalui penyampaian produk dan jasa berkualitas. Perusahaan menguasai, meningkatkan dan mempertahankan suatu posisi pasar atau dapat juga diartikan sebagai kemampuan suatu perusahaan mengatasi perubahan dan persaingan pasar dalam memperbesar dan mempertahankan keuntungannya (profitabilitas), pangsa pasar, dan/atau ukuran bisnisnya (skala usahanya). Sementara itu pendapat lain mengungkapkan bahwa daya saing adalah berbagai kondisi, faktor dan sumber daya yang ada dalam suatu perusahaan yang dapat digunakan untuk mengembangkan perusahaan sehingga memiliki keunggulan lebih dibanding perusahaan lain yang sejenis.
    (Council of Competitiveness, Washington, DC, 2006) mengatakan bahwa “daya saing adalah Kapasitas bangsa untuk menghadapi tantangan persaingan pasar internasional dan tetap menjaga atau meningkatkan pendapatan riil-nya.” Berdasarkan pendapat di atas, secara keseluruhan maka dapat disimpulkan bahwa daya saing adalah suatu kemampuan perusahaan untuk bisa bersaing dengan perusahaan lain untuk mendapatkan simpatik atau pangsa pasar dari produk yang ditawarkan oleh perusahaan, baik itu berupa barang ataupun jasa sehingga konsumen menjadi percaya dan menjadikan praduk barang ataupun jasa tersebut menjadi pilihan konsumen unruk memakainya atau untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
    Daya Saing
    Suatu produk hanya memiliki daya saing bila keunggulan produk tersebut dibutuhkan oleh
    pelanggan. Keunggulan suatu produk jasa terletak pada keunikan serta kualitas pelayanan produk jasa tersebut kepada pelanggan. Agar dapat bersaing, suatu produk harus memiliki keunikan dibandingkan dengan produk lain yang sejenis.
    Keuntungan-keuntungan yang diperoleh dengan diberikannya kualitas layanan yang maksimal:
    1. Mempertahankan Pelanggan
    Pelanggan yang merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh sebuah perusahaan jasa akan memberitahukannya kepada orang lain dan sulit untuk membuatnya pindah ke tempat lain.
    2. Menghindari persaingan harga
    Suatu perusahaan jasa yang memiliki standar kualitas tinggi akan mempunyai posisi persaingan yang lebih kuat dibandingkan dengan perusahaan jasa yang memiliki standar kualitas rendah.
    3. Mempertahankan karyawan-karyawan yang berkualitas
    Karyawan-karyawan yang berkualitas akan lebih menyukai perusahaan tempatnya bekerja
    dijalankan dengan baik dan menghasilkan jasa yang berkualitas karena mereka tidak menginginkan untuk selalu dikomplain oleh pelanggan karena jasa yang tidak berkualitas.
    4. Mengurangi biaya-biaya
    Dengan diberikannya layanan yang memuaskan kepada pelanggan, pihak manajemen tidak perlu mengeluarkan biaya ekstra untuk kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh karyawan.
    5. Meningkatkan laba perusahaan
    Dengan diberikannya kualitas layanan yang maksimal membuat pelanggan merasa puas.
    Pelanggan yang merasa puas ini pasti akan memberitahukan kepada orang lain sehingga banyak orang yang akan datang dan menggunakan jasa perusahaan yang pada akhirnya sangat membantu perusahaan dalam meningkatkan laba.

    b) Jelaskan ke tiga strategi yang berkaitan untuk membangun daya saing layanan
    Dalam menghadapi ancaman persaingan, Porter (1985) mengemukakan 3 strategi dalam menghadapi hal tersebut seperti : Diferensiasi “menekankan adanya kekhususan dalam perusahaan dibanding para peasingnya”, Strategi ini memanfaatkan kekhasan model atau keunikan serta kualitas terbaik yang tidak terdapat di perusahaan lain sehingga mampu menarik pembeli atau pelanggan
    Cost leadership “menekankan keunggulan dalam biaya”, Strategi ini lebih memusatkan perhatian untuk merebut pasaran dengan harga murah melalui pengurangan biaya produksi.
    Focus “memfokuskan produk atau jasanya untuk memenuhi kebutuhan segmen tertentu (terbatas)”. Tanpa fokus, perusahaan akan bergerak ke kiri dan ke kanan karena untuk sementara hal itu dianggap penting. Selain itu, fokus juga menunjukkan adanya keterbatasan sumberdaya untuk mengimplementasikan strategi ke dalam bentuk program, kebijakan, anggaran, sampai ke prosedur.
    c) Berikan contoh penjelasan (a dan c) di dalam industri penerbangan.
    Seiring perkembangan dunia usaha sekarang ini, pertumbuhan di bidang perekonomian baik jasa ataupun sektor industri berkembang dengan sangat pesat. Persaingan di bisnis penerbangan makin terfragmentasi karena hadirnya pemain – pemain swasta dengan permodalan yang cukup dan trategi penetrasi bisnis yang brilian. Khususnya munculya pemain – pemain baru yang amat percaya diri dan cukup sukses mengambil positioning sebagai low cost carrier yaitu persaingan melalui rute penerbangan yang semakin mempermudah pelanggan untuk mencapai tujuan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh rute penerbangan, kualitas pelayanan dan promosi terhadap keunggulan bersaing secara parsial dan simultan.

    Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengguna jasa Maskapai Penerbangan Lion Air di kota Semarang, sedangkan sampelnya adalah sebesar 100 responden. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Jenis data yang digunakan adalah data primer dengan metode pengumpulan data kuesioner. Alat analisis yang dipergunakan adalah regresi berganda.

    Untuk menciptakan kepuasan pelanggan, Perusahaan Lion Air perlu melakukan penambahan fasilitas – fasilitas untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggan. Hal ini dilakukan Lion Air agar tidak kalah dalam persaingan atas fasilitas dan pelayanan yang dilakukan maspakai penerbangan lainnya. Lion Air melayani pelanggan dari berbeda segmen, melakukan survei yang melibatkan pelanggan mengetahui kebutuhan dan keinginan mereka. Misalnya: makanan, majalah, fasilitas lain. Dengan adanya fasilitas, Lion Air akan memberikan kemudahkan bagi konsumen. Untuk kemudahan pemesanan tiket, Lion Air menyediakan pemesanan tiket secara online lewat website dan sms booking. Bagi yang memesan tiket secara online, tersedia pula pembayaran secara online. Calon penumpang pun tidak perlu bersusah payah, cukup pesan dan bayar melalui satu portal di website Lion Air.
    Pada waktu-waktu tertentu, seperti saat liburan sekolah, Lion Air sering menawarkan travel promo dengan tiket murah ke kota-kota di Indonesia maupun luar negeri. Produk ini menawarkan cara mudah dan sederhana pemesanan kursi pesawat serta harga lebih terjangkau 30 persen lebih murah daripada tiket produk utama Lion Air yang dilayani Boeing 737-300/-400/-500. Mereka memilih kota tujuan tertentu juga dengan maksud agar calon penumpang dapat berkunjung ke tempat wisata yang ada di kota tersebut. Kota yang sering dipilih Lion Air untuk ditawarkan dalam travel promo antara lain 3 Yogyakarta, Manado, Medan, Lombok, Bali, hingga Kuala Lumpur dan Singapura.

    Lion Air sangat memperhatikan kenyamanan dan keselamatan konsumen. Hal ini dilakukan pesawat Lion Air yang menjalani proses perawatan sevara berkala dan intensif meliputi empat check secara periodik yaitu A – Check (setiap 125 ribu jam terbang), C – Check (setiap 375 ribu jam terbang), I/2D – Check (setiap 10 ribu jam terbang) dan D – Check atau Overhaul (setiap 20 ribu jam terbang). Lion Air mendapatkan dukungan fasilitas perawatan pesawat yang telah memenuhi standar yang sangat berpengaruh di dunia yaitu Federal Aviation Administration (Amerika Serikat) dan Joint Airworthiness Authorities (Eropa). Dengan adanya proses perawatan ini, Lion Air akan menjamin keselamatan seluruh konsumen jasanya (www.swa.co.id).
    Kepuasan pelanggan dapat dicapai melalui hasil kinerja terbaik dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan / konsumen. Pemberian pelayanan terbaik terjadi bila perusahaan mampu menjaga / meningkatkan kualitas jasa atau pelayanan yang diberikan, oleh karena itu perusahaan harus dapat terus membaca apa yang menjadi kebutuhan konsumen guna mencapai tingkat kepuasan konsumen yang tinggi.
    Hasil dari penelitian ini adalah : Rute penerbangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keunggulan bersaing, ini dilihat dari hasil t hitung > t tabel atau signifikasi t tabel atau signifikasi t tabel atau signifikasi >> = 7
    >> Jadi kemungkinan proyek itu selesai dalam 18 hari sebelum waktu normal penerjaan proyek adalah 7 minggu

    Komentar oleh amalia ayuni | Februari 15, 2015 | Balas

    • Selamat Pagi Pak Jo
      Bersama ini saya sampaikan jawaban UAS Manajemen Operasi
      Nama : Amalia A’yuni
      Nim : P2C214012
      Kelas : Pagi
      Demikian yang dapat saya sampaikan. Atas perhatian Bapak, Saya ucapkan terima kasih.
      Salam.
      Soal 1) Jasa atau layanan menjadi bagian penting dalam perekonomian modern, negara menerima pendapatan yang terus meningkat dari sektor layanan. Oleh karena itu , dari bahasan manajemen operasional, layanan menjadi bagian penting dalam operasi sehingga harus mendapat perhatian. Dalam kaitan ini dikenal sifat layanan yang mengkombinasikan berbagai unsur sebagaimana berikut.
      a) Keterlibatan Karyawan dan Tingkat Kastomisasi (customization)
      b) Sifat tindakan layanan dan Penerima Langsung layanan
      c) Sifat penyampaian jasa dan hubungan antara organisasi penyedia jasa (provider) dan pelanggannya.
      Jelaskan konstruksi ke tiga hal di atas dan contohnya secara rinci.
      Jawab:
      a) Keterlibatan Karyawan dan Tingkat Kastomisasi (customization)
      Hal lain yang membedakan antara perusahaan jasa dengan perusahaan manufaktur adalah keterlibatan konsumen dalam menentukan produk atau jasa yang akan diproduksi. Zaichkowsky (1985) mendefinisikan keterlibatan sebagai relevansi yang dirasakan seseorang dari suatu objek berdasarkan kebutuhan, nilai, dan minat yang melekat dan mempengaruhi sikap dan perilaku konsumen. Tingkat keterlibatan konsumen kaitannya sangat erat dengan tingkat customization pelayanan perusahaan. Berry (1983 dalam Kinard dan Capella, 2006) menyatakan bahwa customization merupakan salah satu strategi untuk membangun hubungan antara konsumen dengan penyedia jasa. Terkait dengan hal tersebut, Bowen (1990) mengklasifikasi jenis jasa menjadi 3 kategori, yaitu high contact customized, moderate contact non-personal, dan moderate contact standardized.

      Tipe jasa high contact customized merupakan tipe jasadengan tingkat customization yang tinggi, dimana pelayanan yang diberikan perusahaan dapat dengan mudah disesuaikan dengan kebutuhan konsumen, seperti salon dan klinik kesehatan. Sebagai perusahaan yang menawarkan tingkat customization yang tinggi, maka tipe jasa ini membutuhkan keterlibatan konsumen yang tinggi, dan Jones et al., (2003) \menyatakan bahwa dalam tipe jasa high contact customized, kebutuhan konsumen merupakan input bagi perusahaan dalam melakukan kreasi pelayanan.

      Sebaliknya, restoran cepat saji, hotel, dan bank adalah tipe jasa moderate contactstandardized yaitu merupakan tipe jasa dengan tingkat customization serta tingkat keterlibatan konsumen yang rendah, dimana pelayanan yang diberikan perusahaan sudah menjadi standar tersendiri sehingga konsumen menjadi sulit untuk membedakan penawaran 3 antara penyedia jasa (Kinard dan Capella, 2006). Dalam tipe jasa ini, konsumen lebih mementingkan kecepatan, konsistensi, serta harga yang lebih murah daripada pengetahuan dan sikap karyawan, sehingga karyawan harus dilatih dengan baik dan efisien (Bowen, 1990).

      b) Sifat tindakan layanan dan Penerima Langsung layanan

      Menurut Kotler dalam Sampara Lukman (2000:8) mengemukakan, pelayanan adalah setiap kegiatan yang menguntungkan dalam suatu kumpulan atau kesatuan, dan menawarkan kepuasan meskipun hasilnya tidak terikat pada suatu produk secara fisik.

      Selanjutnya Sampara Lukman (2000:5) pelayanan merupakan suatu kegiatan yang terjadi dalam interaksi langsung antara seseorang dengan orang lain atau mesin secara fisik, dan menyediakan kepuasaan pelanggan.

      Sedangkan definisi yang lebih rinci diberikan oleh Gronroos dalam Ratminto (2005:2) yaitu pelayanan adalah suatu aktivitas atau serangkaian aktivitas yang bersifat tidak kasat mata yang terjadi akibat adanya interaksi antara konsumen dengan karyawan atau hal-hak lain yang disediakan oleh perusahaan pemberi pelayanan yang dimaksudkan untuk memecahkan permasalahan konsumen/pelanggan.

      Menurut Ahmad Batinggi (1998:21) terdapat tiga jenis layanan yang bisa dilakukan oleh siapapun, yaitu :
      1. Layanan dengan lisan
      Layanan dengan lisan dilakukan oleh petugas – petugas di bidang Hubungan Masyarakat ( HUMAS ), bidang layanan Informasi, dan bidangbidang lain yang tugasnya memberikan penjelasan atau keterangan kepada siapapun yang memerlukan. Agar supaya layanan lisan berhasil sesuai dengan yang diharapkan, ada syarat – syarat yang harus dipenuhi oleh pelaku layanan yaitu:
      a. Memahami masalah – masalah yang termasuk ke dalam bidang tugasnya.
      b. Mampu memberikan penjelasan apa yang diperlukan, dengan lancar, singkat tetapi cukup jelas sehingga memuaskan bagi mereka yang memperoleh kejelasan mengenai sesuatu.
      c. Bertingkah laku sopan dan ramah

      2. Layanan dengan tulisan
      Layanan melalui tulisan merupakan bentuk layanan yang paling menonjol dalam melaksanakan tugas. Sistem layanan pada abad Informasi ini menggunakan sistem layanan jarak jauh dalam bentuk tulisan.
      Layanan tulisan ini terdiri dari 2 (dua) golongan yaitu, berupa petunjuk Informasi dan yang sejenis ditujukan kepada orang – orang yang berkepentingan, agar memudahkan mereka dalam berurusan dengan instansi atau lembaga pemerintah. Kedua, layanan berupa reaksi tertulis atau permohonan laporan, pemberian/ penyerahan, pemberitahuan dan sebagainya. Adapun kegunaannya yaitu :
      a. Memudahkan bagi semua pihak yang berkepentingan.
      b. Menghindari orang yang banyak bertanya kepada petugas
      c. Mamperlancar urusan dan menghemat waktu bagi kedua pihak, baik petugas maupun pihak yang memerlukan pelayanan.
      d. Menuntun orang ke arah yang tepat
      3. Layanan dengan perbuatan
      Pada umumnya layanan dalam bentuk perbuatan dilakukan oleh petugaspetugas yang memiliki faktor keahlian dan ketrampilan. Dalam kenyataan sehari – sehari layanan ini memang tidak terhindar dari layanan lisan jadi antara layanan perbuatan dan lisan sering digabung. Hal ini disebabkan karena hubungan pelayanan secara umum banyak dilakukan secara lisan kecuali khusus melalui hubungan tulis yang disebabkan oleh faktor jarak.

      c) Sifat penyampaian jasa dan hubungan antara organisasi penyedia jasa (provider) dan pelanggannya
      Teknologi informasi tepat guna dan proses kerja yang fleksibel memungkinkan perusahaan untuk menyesuaikan barang atau jasa bagi pelanggan perorangan dalam volume tinggi dan dengan harga yang relatif biaya rendah. Sehingga perusahaan lebih kompetitif dalam memenuhi keinginan setiap pelanggan serta mampu menang dalam persaingan global.
      penyedia jasa dapat melakukan empat strategi dalam mengurangi dampak variabilitas, yaitu Pertama, berinvestasi dalam proses rekrutmen, seleksi, pemotivasian, pelatihan dan pengembangan karyawan, dengan harapan bahwa staff yang terlatih baik dan bermotivasi tinggi lebih mampu mematuhi prosedur standar dan menangani permintaan yang sifatnya unpredictable. Kedua, melakukan standarisasi proses pelaksanaan jasa (service-performance process standardization) atau industrialisasi jasa atau dengan jalan meningkatkan konsistensi kinerja karyawan melalui prosedur kerja yang rinci (termasuk script untuk cara menyapa pelanggan) dan penyeliaan yang lebih teliti. Ketiga, melakukan service customization, artinya meningkatkan interaksi antara penyedia jasa dan pelanggan sedemikian rupa sehingga jasa yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan individual setiap pelanggan. Keempat, memantau kepuasan pelanggan, baik secara pasif (melalui sistem kotak saran dan keluhan, saluran bebas pulsa atau websites) maupun aktif (survei kepuasan pelanggan dan mystery shopping). Dengan cara seperti ini, setiap aspek layanan yang kurang memuaskan dapat dideteksi dan dikoreksi

      Soal 2) Sebagaimana dalam operasi barang, operasi layanan juga mempertimbangkan daya saing sehingga strategi apapun yang dilakukan juga harus menopang daya saing layanan yang dihasilkan.
      a) Apa yang dimaksud dengan daya saing
      b) Jelaskan ke tiga strategi yang berkaitan untuk membangun daya saing layanan
      c) Berikan contoh penjelasan (a dan c) di dalam industri penerbangan.
      Jawab:
      a) Apa yang dimaksud dengan daya saing
      Daya saing dapat di artikan sebagai kemampuan Kunci utama untuk memenangkan persaingan dengan memberikan nilai dan kepuasan kepada pelanggan melalui penyampaian produk dan jasa berkualitas. Perusahaan menguasai, meningkatkan dan mempertahankan suatu posisi pasar atau dapat juga diartikan sebagai kemampuan suatu perusahaan mengatasi perubahan dan persaingan pasar dalam memperbesar dan mempertahankan keuntungannya (profitabilitas), pangsa pasar, dan/atau ukuran bisnisnya (skala usahanya). Sementara itu pendapat lain mengungkapkan bahwa daya saing adalah berbagai kondisi, faktor dan sumber daya yang ada dalam suatu perusahaan yang dapat digunakan untuk mengembangkan perusahaan sehingga memiliki keunggulan lebih dibanding perusahaan lain yang sejenis.
      (Council of Competitiveness, Washington, DC, 2006) mengatakan bahwa “daya saing adalah Kapasitas bangsa untuk menghadapi tantangan persaingan pasar internasional dan tetap menjaga atau meningkatkan pendapatan riil-nya.” Berdasarkan pendapat di atas, secara keseluruhan maka dapat disimpulkan bahwa daya saing adalah suatu kemampuan perusahaan untuk bisa bersaing dengan perusahaan lain untuk mendapatkan simpatik atau pangsa pasar dari produk yang ditawarkan oleh perusahaan, baik itu berupa barang ataupun jasa sehingga konsumen menjadi percaya dan menjadikan praduk barang ataupun jasa tersebut menjadi pilihan konsumen unruk memakainya atau untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
      Daya Saing
      Suatu produk hanya memiliki daya saing bila keunggulan produk tersebut dibutuhkan oleh
      pelanggan. Keunggulan suatu produk jasa terletak pada keunikan serta kualitas pelayanan produk jasa tersebut kepada pelanggan. Agar dapat bersaing, suatu produk harus memiliki keunikan dibandingkan dengan produk lain yang sejenis.
      Keuntungan-keuntungan yang diperoleh dengan diberikannya kualitas layanan yang maksimal:
      1. Mempertahankan Pelanggan
      Pelanggan yang merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh sebuah perusahaan jasa akan memberitahukannya kepada orang lain dan sulit untuk membuatnya pindah ke tempat lain.
      2. Menghindari persaingan harga
      Suatu perusahaan jasa yang memiliki standar kualitas tinggi akan mempunyai posisi persaingan yang lebih kuat dibandingkan dengan perusahaan jasa yang memiliki standar kualitas rendah.
      3. Mempertahankan karyawan-karyawan yang berkualitas
      Karyawan-karyawan yang berkualitas akan lebih menyukai perusahaan tempatnya bekerja
      dijalankan dengan baik dan menghasilkan jasa yang berkualitas karena mereka tidak menginginkan untuk selalu dikomplain oleh pelanggan karena jasa yang tidak berkualitas.
      4. Mengurangi biaya-biaya
      Dengan diberikannya layanan yang memuaskan kepada pelanggan, pihak manajemen tidak perlu mengeluarkan biaya ekstra untuk kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh karyawan.
      5. Meningkatkan laba perusahaan
      Dengan diberikannya kualitas layanan yang maksimal membuat pelanggan merasa puas.
      Pelanggan yang merasa puas ini pasti akan memberitahukan kepada orang lain sehingga banyak orang yang akan datang dan menggunakan jasa perusahaan yang pada akhirnya sangat membantu perusahaan dalam meningkatkan laba.

      b) Jelaskan ke tiga strategi yang berkaitan untuk membangun daya saing layanan
      Dalam menghadapi ancaman persaingan, Porter (1985) mengemukakan 3 strategi dalam menghadapi hal tersebut seperti : Diferensiasi “menekankan adanya kekhususan dalam perusahaan dibanding para peasingnya”, Strategi ini memanfaatkan kekhasan model atau keunikan serta kualitas terbaik yang tidak terdapat di perusahaan lain sehingga mampu menarik pembeli atau pelanggan
      Cost leadership “menekankan keunggulan dalam biaya”, Strategi ini lebih memusatkan perhatian untuk merebut pasaran dengan harga murah melalui pengurangan biaya produksi.
      Focus “memfokuskan produk atau jasanya untuk memenuhi kebutuhan segmen tertentu (terbatas)”. Tanpa fokus, perusahaan akan bergerak ke kiri dan ke kanan karena untuk sementara hal itu dianggap penting. Selain itu, fokus juga menunjukkan adanya keterbatasan sumberdaya untuk mengimplementasikan strategi ke dalam bentuk program, kebijakan, anggaran, sampai ke prosedur.
      c) Berikan contoh penjelasan (a dan c) di dalam industri penerbangan.
      Seiring perkembangan dunia usaha sekarang ini, pertumbuhan di bidang perekonomian baik jasa ataupun sektor industri berkembang dengan sangat pesat. Persaingan di bisnis penerbangan makin terfragmentasi karena hadirnya pemain – pemain swasta dengan permodalan yang cukup dan trategi penetrasi bisnis yang brilian. Khususnya munculya pemain – pemain baru yang amat percaya diri dan cukup sukses mengambil positioning sebagai low cost carrier yaitu persaingan melalui rute penerbangan yang semakin mempermudah pelanggan untuk mencapai tujuan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh rute penerbangan, kualitas pelayanan dan promosi terhadap keunggulan bersaing secara parsial dan simultan.

      Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengguna jasa Maskapai Penerbangan Lion Air di kota Semarang, sedangkan sampelnya adalah sebesar 100 responden. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Jenis data yang digunakan adalah data primer dengan metode pengumpulan data kuesioner. Alat analisis yang dipergunakan adalah regresi berganda.

      Untuk menciptakan kepuasan pelanggan, Perusahaan Lion Air perlu melakukan penambahan fasilitas – fasilitas untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggan. Hal ini dilakukan Lion Air agar tidak kalah dalam persaingan atas fasilitas dan pelayanan yang dilakukan maspakai penerbangan lainnya. Lion Air melayani pelanggan dari berbeda segmen, melakukan survei yang melibatkan pelanggan mengetahui kebutuhan dan keinginan mereka. Misalnya: makanan, majalah, fasilitas lain. Dengan adanya fasilitas, Lion Air akan memberikan kemudahkan bagi konsumen. Untuk kemudahan pemesanan tiket, Lion Air menyediakan pemesanan tiket secara online lewat website dan sms booking. Bagi yang memesan tiket secara online, tersedia pula pembayaran secara online. Calon penumpang pun tidak perlu bersusah payah, cukup pesan dan bayar melalui satu portal di website Lion Air.
      Pada waktu-waktu tertentu, seperti saat liburan sekolah, Lion Air sering menawarkan travel promo dengan tiket murah ke kota-kota di Indonesia maupun luar negeri. Produk ini menawarkan cara mudah dan sederhana pemesanan kursi pesawat serta harga lebih terjangkau 30 persen lebih murah daripada tiket produk utama Lion Air yang dilayani Boeing 737-300/-400/-500. Mereka memilih kota tujuan tertentu juga dengan maksud agar calon penumpang dapat berkunjung ke tempat wisata yang ada di kota tersebut. Kota yang sering dipilih Lion Air untuk ditawarkan dalam travel promo antara lain 3 Yogyakarta, Manado, Medan, Lombok, Bali, hingga Kuala Lumpur dan Singapura.

      Lion Air sangat memperhatikan kenyamanan dan keselamatan konsumen. Hal ini dilakukan pesawat Lion Air yang menjalani proses perawatan sevara berkala dan intensif meliputi empat check secara periodik yaitu A – Check (setiap 125 ribu jam terbang), C – Check (setiap 375 ribu jam terbang), I/2D – Check (setiap 10 ribu jam terbang) dan D – Check atau Overhaul (setiap 20 ribu jam terbang). Lion Air mendapatkan dukungan fasilitas perawatan pesawat yang telah memenuhi standar yang sangat berpengaruh di dunia yaitu Federal Aviation Administration (Amerika Serikat) dan Joint Airworthiness Authorities (Eropa). Dengan adanya proses perawatan ini, Lion Air akan menjamin keselamatan seluruh konsumen jasanya (www.swa.co.id).
      Kepuasan pelanggan dapat dicapai melalui hasil kinerja terbaik dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan / konsumen. Pemberian pelayanan terbaik terjadi bila perusahaan mampu menjaga / meningkatkan kualitas jasa atau pelayanan yang diberikan, oleh karena itu perusahaan harus dapat terus membaca apa yang menjadi kebutuhan konsumen guna mencapai tingkat kepuasan konsumen yang tinggi.
      Hasil dari penelitian ini adalah : Rute penerbangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keunggulan bersaing, ini dilihat dari hasil t hitung > t tabel atau signifikasi t tabel atau signifikasi t tabel atau signifikasi >> = 7
      >> Jadi kemungkinan proyek itu selesai dalam 18 hari sebelum waktu normal penerjaan proyek adalah 7 minggu

      Komentar oleh amalia ayuni | Februari 15, 2015 | Balas

  50. pagi pak,

    mohon maaf sebelumnya, kayaknya ada kendala pada jaringan internet sehingga jawaban saya hanya sampai jawaban no.2. saya telang mengulang copy paste sebanyak 2 kali namun tetap yang masuk hanya jawaban sampai no 2. untuk kelengkapan data hard copy jawaban saya serahkan pada mba merry.
    saya minta maag juga sebelumnya pada pak jo, karena baru dapat mengemail jawaban UAS pagi ini, dikarenakan baru pulang dari diklat di jakarta selama 11 hari dari tanggal 04 s/d 14 Februari 2015 surat dari kantor telah saya serahkan sebeum tanggal 04 februari 2015. namun tetap saya lampirkan bersamaan dengan jawaban uas dan tugas yang harus dikumpul.

    demikian saya sampaikan atas kemurahan hati pak jo saya ucapkan terimakasih

    salam

    Komentar oleh amalia ayuni | Februari 15, 2015 | Balas

  51. Sore pak Jo…. Kalau boleh kami diberi tahu jawaban yg benar utk pertanyaan no terakhir…. Sepertinya terdapat persepsi yg berbeda dari masing2 mahasiswa dalam penyelesaiannya… thanks

    Komentar oleh mutia | Februari 25, 2015 | Balas

  52. Slamat pagi pak Jo, berikut jawaban UAS MO saya. Maaf terlambat pak..

    Nama : Wawan Novianto
    NIM : P2C214009
    Kelas Pagi

    1. Kontruksi Layanan Jasa
    a) Keterlibatan Karyawan dan Tingkat Kastomisasi (customization)
    Karyawan harus mengerti dan melayani seluruh aktivitas jasa secara continue. Kelompok jasa yang ditinjau dari segi rendahnya keseragaman atau lebih terbiasa secara umum dari jasa yang disajikan menurut pihak penyedia jasa maupun pelanggan dikaitkan dengan tinggi rendahnya penilaian, tanggapan, pendapat atau pertimbangan dari pihak pelanggan terhadap jasa yang disediakan. Contohnya : Agen Travelling, yang menyediakan sejak pembelian tiket, hotel, hingga pemandu dalam sebuah perjalanan paket wisata
    b) Sifat tindakan layanan dan Penerima Langsung layanan
    Sifat layanan jasa akan dirasakan oleh konsumen, karena layanan tidak berwujud dalam bentuk barang, namun yang dirasakan adalah kemanfaatnya. Dan hal itu dinilai oleh konsumen secara berbeda sesuai tingkat kepusasan konsumen sendiri. Berdasarkan sifat tindakan jasa (the nature of the service act) merupakan jasa yang sifat penyampaian nya dapat berhubungan dengan tubuh atau pikiran dari pihak penerima jasa serta juga dapat berkaitan dengan benda atau kekayaan dan kepentingan lainnya dari pihak penerima jasa.
    Contoh : Dalam jasa panti pijat atau salaon. Tindakan pemberi layanan akan dirasakan secara langsung per individu.

    c) Sifat penyampaian jasa dan hubungan antara organisasi penyedia jasa (provider) dan pelanggannya.
    Sifat penyampaian jasa harus terus dikemas, dimana provider memberikan respon terhadap konsumen dan diperlukan imbal balik. Provider memberikan servis palayanan untuk mendapatkan masukan dari pada konsumen.
    Pada Rental Mobil TRAC/ Astra Rent Car, untuk pelanggan yang tidak dapat datang langsung untuk melakukan penyewaan dan bila pada saat rental kendaraannya mengalami gangguan, maka TRAC/ Astra Rent Car menyiapkan layanan dimana pelayanan service bisa dilakukan every where sesuai dengan kebutuhan pelanggan dg SDM yang skill dan kemampuannya sesuai standart perusahaan.
    2. a. Daya saing perusahaan merupakan kemampuan suatu perusahaan menguasai, meningkatkan dan mempertahankansuatu posisi pasar dalam sebuah industri. Daya saing juga merupakan kemampuan menghasilkan produk barang dan jasa yang memenuhi pengujian internasional, dan dalam saat bersamaan juga dapatmemeliharatingkat pendapatan yang tinggi dan berkelanjutan, atau kemampuan daerah menghasilkan tingkat pendapatan dan kesempatan kerja yang tinggi dengan tetap terbuka terhadap persaingan eksternal (European Commission, 1999).
    b. Strategi daya saing layananya :
    1. Persaingan melalui Differensiasi :
    Differensiasi atau pembeda dengan penyedia jasa lainnya dalam sebuah industri. Dianggap sebagai hal di luar karakteristik fisik dan atribut jasa untuk mencakup segala hal tentang produk atau jasa yang mempengaruhi nilai yang diperoleh oleh pelanggan. Dalam sector jasa, salah satu pilihan untuk memperluas differensiasi produk adalah melalui sebuah pengalaman. Hal ini bisa menjadi salah satu yang diterima konsumen dengan berbeda disbanding penyedia jasa lainnya.
    2. Penekanan Biaya :
    Air Asia salah satu perusahaan jasa penerbangan yang melakukan strategi ini. Diamana menekan besaran biaya untuk sebuah produk jasa. Salah satu strategi yang dilakukan adalah strategi berbiaya rendah, yang mana menggunakan sumberdaya financial secara efektif..
    3. Persaingan melalui respons :
    Respons didefenisikan sebagai keseluruhan rentang nilai terkait dengan pengembangan dan pengiriman produk yang tepat waktu, selain juga penentuan jadwal yang terpercaya dan kinerja yang fleksibel. Respon yang fleksibel dapat dianggap sebagai kemampuan untuk menyesuaikan perubahan dalam sebuah pasar dimana inovasi desain dan volume berfluktuasi secara substansial.
    Contoh, Respon servis dealer Toyota. DImana memberikan respon yang cepat terhadap para konsumennya. Mereka memberikan layanan bengkel hingga ke rumah-rumah konsumen melalui panggilan telpon.

    3. a.*Gantt chart adalah suatu alat yang bernilai khususnya untuk proyek-proyek dengan fungsi
    1. Menentukan durasi pekerjaan terhadap perkembangan waktu.
    2. Perencanaan dan penjadwalan proyek pekerjaan.
    3. Pemantauan kemajuan proyek pekerjaan.
    Gantt chart membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan “what if” saa tmelihat kesempatan-kesempatan untuk membuat perubahan terlebih dahulu terhadap kebutuhan.
    b. *CPM (Critical Path Method)
    Teknik menajemen proyek yang menggunakan hanya satu factor waktu per kegiatan. Merupakan jalur tercepat untuk mengerjakan suatu proyek, dimana setiap proyek yang termasuk pada jalur ini tidak diberikan waktu jeda/istirahat untuk pengerjaannya. Dengan asumsi bahwa estimasi waktu tahapan kegiatan proyek dan ketergantungan nya secara logis sudah benar. Jalur kritis berkonsentrasi pada timbal balik waktu dan biaya. Menurut Ir.Rakhma Oktavina, M.T. jalur kritis merupakan jalur yang terdiri dari kegiatan-kegiatan yang bila terlambatakan mengakibatkan keterlambatan penyelesaian proyek.
    3.*Pengertian PERT

    Diagram PERT untuk sebuah proyek dengan enam aktivitas. Proyek ini memiliki dua jalur kritis: aktivitas B dan C, atau A, D, dan F — dengan waktu tercepat penyelesaian selama 7 bulan. Aktivitas E adalah aktivitas sub-kritis, dan memiliki waktu slack selama 2 bulan.
    (menurut Jay Heizer & Barry Render, 2005) adalah Untuk membagi keseluruhan proyek kedalam kejadian dan aktivitas. Suatu kejadian menandai mulainya atau selesainya tugas atau aktivitas tertentu. Suatu aktivitas di sisi lain adalah suatu tugas atau subproyek yang terjadi antara dua kejadian. Menurut (Jay Heizer& Barry Render, 2005), dalam jaringan PERT kitamenetapkantiga perkiraan waktu (three times estimates) untuk masing-masing jaringan aktivitas. Three times estimates meliputi:
     Waktu optimis (optimistic time) (a) : adalah waktu terpendek kejadian yang Mungkin terjadi. Waktu yang dibutuhkan oleh sebuah kegiatan jika semua hal berlangsung sesuai rencana. Dalam memperkirakan nilai ini, biasanya terdapat peluang kecil (katakanlah,1/100) bahwawaktukegiatanakan< a.
     Waktupesimis ( pessimistic time) (b) : waktuterpanjangkejadian yang dibutuhkan. Waktu yang dibutuhkan sebuah kegiatan dengan asumsi kondisi yang ada sangat tidak diharapkan. Dalam memperkirakan nilai ini, biasanya terdapat peluang yang juga kecil (juga, 1/100) bahwa waktu kegiatan akan berkurang
     Waktu realistis (most likely time) (m) :waktu yang paling tepat untuk penyelesaian aktivitas dalam jaringan PERT, merupakan waktu yang paling sering terjadi jika suatu aktivitas diulang beberapa kali.
    B. Highly Visible Responsible dalam hal ini mengandung arti bahwa seorang manajer proyek harus memiliki visibilitas yang tinggi dalam suatu perusahaan dan betanggung jawab dalam memastikan bahwa:
     semua aktivitas-aktivitas yang diperlukan selesai dalam urutan yang benar dan tepat waktu
     proyek sesuai dengan anggaran
     proyek memenuhi tujuan terkait kualitas
     orang yang ditugaskan pada proyek menerima motivasi, arahan, dan informasi yang diperlukan untuk melakukan pekerjaannya.
    Adapun syarat yang harus dimiliki oleh seorang manajer proyek adalah:
     Manajer proyek harus menjadi pelatih dan komunikator yang baik
     Mampu mengorganisisr aktivitas-aktivitas dari berbagai disiplin ilmu.
     Memiliki pengalaman dan kompetensi yang sesuai dengan proyek yang sedang dikelola
     Memiliki komitmen yang tinggi untuk meraih tujuan serta keberhasilan proyek
     Mampu membuat perencanaan dalam jangka panjang dan jangka pendek
     Memiliki kepercayaan yang tinggi kepada para profesional terlatih untuk menerima pekerjaan-pekerjaan yang didelegasikan kepadanya

    Contoh:
    Sebagai contoh yaitu ketika seorang manajer proyek dihadapi masalah-masalah, maka manejer harus proaktiv melakukan pendekatan dan menyelesaikan proses tersebut dengan melihat kondisi dan menyesuaikan dengan prosedur yang bisa dilakukan.
    4.a. Pengadaan barang dan jasa secara online (E-procurement) adalah system pengadaan barang dan jasa yang memanfaat kan teknologi informasi. Teknologi informasi digunakan untuk melakukan pengolahan data penggadaan hingga ke proses pembuatan laporan. E-procurement merupakan istilah umum diterapkan pada penggunaan sistem yang terintegrasi antara database dengan area yang luas (biasanyaberbasis web) jaringan sistem komunikasi disebagian atau seluruh proses pembelian. Proses pengadaan meliputi identifikasi kebutuhan awal dan spesifikasi oleh pengguna, melalui pencarian, sumber dan tahap negosiasi kontrak, pemesanan dan termasuk mekanisme yang meregistrasi penerimaan, pembayaran dan sebagai pendukung evaluasi pasca pengadaan.
    b. Menurut Seth Miller dalam artikelny akeuntungan utama e-procurement meliputi menghemat uang, waktu, dan beban kerja tambahan yang normalnya berhubungan dengan pekerjaan tulis-menulis. Proses pengadaan konvensional biasanya melibatkan banyak pemrosesan kertas-kertas, yang mana menghabiskan sejumlah besar waktu dan uang. Keuntungan e-procurement tidak hanya meliputi penghematan uang tetapi juga penyederhanaan keseluruhan proses. Rencana-rencana yang optimal dapat dikomunikasikan dengan cepat kepada pemasok-pemasok, oleh karena itu dapat mengurangi biaya dan pemborosan yang biasanya terdapat dalam supply chain. Keuntungan e-procurement meliputi pengurangan biaya overhead seperti pembelian agen, juga peningkatan kendali inventori, dan keseluruhan peningkatan siklus manufaktur. Sistem e-procurement membantu perusahaan-perusahaan mengkonsolidasikan data tentang pengadaan bermacam-macam barang baik secara langsung maupun tidak langsung
    c. Sesuai ketentuan dalam Perpres No.54 Tahun 2010, pemilihan penyedia barang/pekerjaan konstruksi/jasalainnya dilakukan dengan cara:
    1. Pemilihan Penyedia Barang/Jasa Lainnya dilakukan dengan:
    a. Pelelangan yang terdiri atas Pelelan Umum dan Pelelangan Sederhana;
    b. Penunjukan Langsung;
    c. Pengadaan Langsung; atau
    d. Kontes/Sayembara.
    2. Pemilihan Penyedia Pekerjaan Konstruksi dilakukan dengan:
    a. Pelelangan Umum;
    b. Pelelangan Terbatas;
    c. Pemilihan Langsung;
    d. Penunjukan Langsung; atau
    e. Pengadaan Langsung.
    Sedangkan pengadaan untuk jasa konsultansi dilakukan melalui cara Seleksi Sederhana, Penunjukan Langsung, Pengadaan Langsung, Sayembara.

    5. Diketahui informasi dari pengalaman satu proyek, waktu yang dibutuhkan (T) = 62 minggu, sedangkan variasi adalah 72. Berapakah kemungkinan proyek itu selesai 18 hari sebelum waktu normal pengerjaan proyek?
    Diketahui :
    Due Date : 62 minggu
    Expected Date : 18 hari = 3 Minggu
    Variasi : 72

    Ditanya : Z
    Penyelesaian:
    Z = (Due Date – Expected date)/∂p
    ∂p = √Project varians
    = √72
    = 8,49
    Z = (62-3)/8,49
    = 6,94 dibulatkan menjadi 7 minggu

    Komentar oleh Wawan Novianto | Februari 26, 2015 | Balas

  53. o ia maaf pak Jo, mau konfirmasi terkait rencana seminar kita dengan BI, apakah jadi kegiatanya ?

    Komentar oleh Wawan Novianto | Februari 26, 2015 | Balas

  54. Selamat Sore Pak Jo
    Bersama ini saya sampaikan jawaban Manajemen Operasi
    Nama : Endillah Sastra
    Nim : P2C2016001
    Kelas : Malam
    Demikian yang dapat saya sampaikan. Atas perhatian Bapak, Saya ucapkan terima kasih.
    Salam.
    Managemen oprasional
    1. Yang dimaksud dengan cluster untuk satu lokasi adalah sebagai sekumpulan perusahaan dan lembaga-lembaga terkait di bidang tertentu yang berdekatan secara geografis dan saling terkait, krugman,1991 menyatakan sebagian peneliti dari ekonomi dan manajemen mengangap bahwa perusahaan perusahaan dalam kloster homogeny yang sama dan mencapai tingkat kinerja yang sama pula. Manfaat dari pada cluster dari efek aglomerasi melalui infrasturktur umum meliputi kolam tenaga kerja yang mana kluster industry menjadi tempat penyalur tenaga kerja yang baik, pemasok yang memenuhi persyaratan , modal yang tersedia, sebgai professional perusahaan jasa, dan laboraturiom. Sedangkan asumsi yang mendasari cluster Dalam penelitian in kita mendefinisikan cluster geografis sebaga kelompok proksimat perusahaan yang saling berhubungan , pemasok, penyedia layanan dan lembaga –lembaga terkait dalam bidang tertentu, dihubngkan oleh persamaan dan saling melengkapi
    2. Karena adanya pertukaran informasi dan gagasan ‘knowledge spill-over’ dimana Competitiveness, tercermin dalam konteks dinamis dan global, misalnya berhubungan erat dengan innovasi dan adopsi praktik terbaik. menurut Poter (1990,1998) , berpendapat bahwa pengeahuan berbagai antar perusahaan dengan latar belakang geografis bisa memberikan keuntungan kompetitif untuk kelompk perusahaan secara keseluruhan.pengetahuan mungkin sederhana atau komplaks, eksplisit. Pengetahuan merupakan kunci dalam kloster industry sehingga tercipta nya daya saing dari suatu kloster industry ,penciptaan ide-ide dengan nilai komersial dapat di ukur dengan nilai pendaftaran yang paten.
    3. Yang dimaksud dengan daya saing berkelanjutan adalah kemampuan atau keasanggupan bagi kperusahaan untuk bersaing. Hal ini dikarena kan Perusahaan menciptakan keunggan kompetitif yang berkelanjutan dengan menggunakan internal sumber dya mereka sendiri( Barney 1991) ,atau manfaatkan sumber daya eksternal (dyer dn hatch )sehingga keuntungan yang berasal dari jaringan antar organisasi dapat mencakupm mitigasi keidakpastian lingkungan , mengurangi biaya transaksi, mempromosikan pembelajaransosal . tanggapan antara perusahaan (kraatz ,1998 tallman dan chacar 2011) dan menyediakan akses kesumber daya komplementer atau informasi untuk pengembangan , produks dan pemasara produksi (perbuatn dan hill, 1996: lamin dan dunlap, 2011: yang dan liu , 2012).
    4. Dalam sau kawasan kedekatan antar perusahaan terjadi Karena semua terkait dengan lubang struktual yang mencipakan sikap saling bergangtung antar perusahaan,tidak hanya pergi perntara sering terletak dijalur informasi antar jaringan perusahaan, Karen mereka dapat menikmati arus lebih efektif an efisien dari set informasi sehingga mereka memiliki banyak akses ke lebih banyak sumber daya dan peluang (Scoot,1991).
    5. KLASTER INDUSTRI AGRO DI INDONESIA , Kegiatan evaluasi pengembangan klaster industri agro secara umum bertujuan untuk mengevaluiasi pelaksanaan pengembangan klaster industri agro selama ini (periode tahun 2006-2011), yang terdiri dari 11 klaster industri. Kemudian sasaran yang ingin dicapai dari hasil evaluasi ini adalah tergambarnya kondisi kinerja klaster industri agro pada saat ini, sehingga mampu memberikan informasi mengenai efektif atau tidaknya pengembangan klaster industri agro tersebut. Kemudian yg kedua adalah tergambarnya informasi mengenai hasil evaluasi pelaksanaan pengembangan klaster industri agro. Sasaran yg terakhir adalah tersusunya rekomendasi pelaksanaan pengembangan klaster industri agro di masa depan.manfaat dri cluster tersebut dapat memngatur dan merubah bentuk dari satu jenis produk menjadi bentuk yang lain sesuai dengan keinginan konsumen, terjadinya perubahan fungsi waktu, yang tadinya komoditas pertanian yang perishable menjadi tahan disimpan lebih lama, dan meningkatkan kualitas dari produk itu sendiri, sehingga meningkatkan harga dan nilai tambah.

    Komentar oleh endillahsastra@gmail.com | Desember 5, 2016 | Balas

  55. NAMA : ECA OKTRIANA, SE
    NIM : P2C216026
    TUGAS II : MANAJEMEN OPERASI
    HARI/TANGGAL : SENIN, 05 DESEMBER 2016

    1. Apakah yang dimaksud dengan cluster untuk satu lokasi industri, apa pula manfaat daripada cluster dan asumsi apa yang mendasari cluster ?
    Jawab:
    klaster sebagai sekumpulan perusahaan dan lembaga-lembaga terkait di bidang tertentu yang berdekatan secara geografis dan saling terkait karena “kebersamaan (commonalities) dan komplementaritas”.
    Adapun manfaat dari klaster yaitu sebagai berikut:
    1. Lokalisasi ekonomi. Melalui klaster, dengan memanfaatkan kedekatan lokasi, industri yang menggunakan input (informasi, teknologi atau layanan jasa) yang sama dapat menekan biaya perolehan dalam penggunaan jasa tersebut. Misalnya pendirian pusat pelatihan di klaster akan memudahkan akses industri pelaku klaster tersebut.
    2. Pemusatan tenaga kerja. Klaster akan menarik tenaga kerja dengan berbagai keahlian yang dibutuhkan klaster tersebut, sehingga memudahkan industri pelaku klaster untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerjanya dan mengurangi biaya pencarian tenaga kerja.
    3. Akses pada pertukaran informasi dan patokan kinerja. industri yang tergabung dalam klaster dapat dengan mudah memonitor dan bertukar informasi mengenai kinerja supplier dan nasabah potensial. Dorongan untuk inovasi dan teknologi akan berdampak pada peningkatan produktivitas dan perbaikan produk.
    4. Produk komplemen. Karena kedekatan lokasi, produk dari satu pelaku klaster dapat memiliki dampak penting bagi aktivitas usaha industri yang lain. Disamping itu kegiatan usaha yang saling melengkapi ini dapat bergabung dalam pemasaran bersama.
    Asumsi yang mendasari klaster yaitu
    1. dalam penelitian ini kita mendefinisikan cluster geografis sebagai kelompok geografis proksimat perusahaan yang saling berhubungan, pemasok, penyedia layanan dan lembaga terkait di bidang tertentu, dihubungkan oleh persamaan dan saling melengkapi.
    2. berpendapat bahwa perusahaan dalam manfaat klaster dari efek aglomerasi melalui infrastruktur umum yang mencakup kolam tenaga kerja terampil, supppliers berkualitas, modal yang tersedia, perusahaan jasa profesional dan R & D laboratorium

    2. Porter mengatakan bahwa cluster dapat membangung competitive advantage karena adanya share pengetahuan. Bagaimana share pengetahuan ini bisa terjadi diantara perusahaan yang berada di satu cluster ?
    Jawab:
    perusahaan dengan kedekatan geografis satu sama lain akan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk belajar pengetahuan tersebut melalui interaksi tatap muka. Sehingga peluang yang lebih baik untuk berbagi pengetahuan mungkin menjadi alasan yang paling penting untuk peningkatan keunggulan kompetitif yang diberikan oleh cluster geografis.

    3. Dari konsep daya saing, dikenal daya saing yang berkelanjutan. Apa yang dimaksud dengan daya saing yang berkelanjutan dan bagaimana hal ini bisa terjadi?
    Jawab:
    perusahaan dapat menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan dengan menggunakan sumber daya internal mereka sendiri atau memanfaatkan sumber daya eksternal.
    keuntungan yang berasal dari jaringan antar organisasi mungkin termasuk mengurangi ketidakpastian lingkungan, mengurangi biaya transaksi, mempromosikan pembelajaran sosial tanggapan adaptif antara perusahaan dan menyediakan akses ke sumber daya untuk pengembangan informasi komplementer, produksi dan pemasaran produk.
    4. Dalam satu kawasan dikenal ada kedekatan antar perusahaan. Bagaimana terciptanya kedekatan antar perusahaan sehingga mampu memberikan manfaat?
    Jawab:
    Keantaraan sangat terkait dengan lubang struktural dimana keantaraan dari titik pengukuran sejauh mana perusahaan dapat bermain sebagai broker atau “gatekeeper” dengan sebuah potensi untuk mengontrol perusahaan-perusahaan lain tidak hanya sering berada pada jalur informasi diantara perusahaan-perusahaan di jaringan.
    mereka dapat menikmati arus aset dan informasi yang lebih efektif dan efisien sehingga mereka umumnya memiliki akses ke sumber daya yang lebih baik dan peluang dalam hal produksi, kualitas dan layanan pelanggan.
    5. Berikan satu contoh klaster yang anda ketahui melalui google, jelaskan perusahaan apa yang ada disana dan apa manfaat klaster tersebut?
    Jawab:
    Contoh Klaster industri yaitu klaster industri perkapalan
    Daerah Cilamaya dijadikan klaster industri perkapalan, maka industri-industri yang dapat diajak bergabung dalam klaster tersebut adalah:
    1. Aich – Kiki Autoparts Ind
    2. Astra Isuzu Casting
    3. Astra Daihatsu Motor
    4. A.T. Indonesia
    5. Dai Nippon Printing Incl
    6. Da-Ichi Kimia Raya
    7. FCC Indonesia
    8. Fujita Indonesia
    9. Fuji Technics Indonesia
    10. Fuji Spring Indonesia
    11. Hamatetsu Indonesia
    12. Horiguchi Engineriing Ind
    13. IBS Indonesia
    14. Idemitsu Lube Indonesia
    15. Idemitsu Lube Techo
    16. Imai Indonesia
    17. Indetech Metal Nusantara
    18. International Steel Indonesia
    19. Iwatani Industrial Gas
    Beberapa manfaat klaster industri perkapalan diyakini dapat mencapai suatu dampak yang signifikan pada pembangunan industri perkapalan terutama melalui keterlibatan dalam dialog konstruktif atau proses partisipatif antara pelaku bisnis, pemasok kunci, pembeli dan stakeholder kunci lain pada klaster industri perkapalan:
    a. Memungkinkan suatu kerangka bagi kolaborasi industri perkapalan
    b. Meningkatkan pertambahan nilai industri perkapalan
    c. Membantu pengembangan agenda bersama
    d. Menghimpun sumber daya kolektif
    e. Memperoleh manfaat ekonomi (membantu pencapaian skala ekonomi)
    f. Pemasaran bersama
    g. Kerjasama bisnis untuk memperkuat industrinya
    h. Mempengaruhi hubungan pemasok dan pembeli
    i. Membantu mengurangi kekhawatiran persaingan antar industri dengan membangun rasa saling percaya dan kerjasama antar pelaku bisnis dalam klaster
    j. Aliansi strategis nasional maupun internasional dan pengakuan nasional dan internasional
    k. Memperkuat keterkaitan yang saling menguntungkan antar stakeholder, tingkat nasional dan internasional seperti misalnya antara penyelenggara pendidikan dengan industri perkapalan, penyedia teknologi dengan pengguna, investor dengan lembaga keuangan/ pembiayaan dengan perusahaan yang ada atau yang baru dan lainnya;
    l. Memberikan kerangka kerja yang lebih jelas dan terarah termasuk penyediaan infrastruktur yang lebih sesuai dengan kebutuhan industri perkapalan
    m. Memungkinkan investasi infrastruktur informasi yang terakseskan dan mempunyai daya dongkrak (leverage effect) untuk meningkatkan kinerja klaster industri perkapalan.

    Komentar oleh eca oktriana | Desember 5, 2016 | Balas

  56. Nama : Puput Sri Wahyuni
    Nim : P2C216050
    Tugas II Manajemen Operasi Kelas Malam

    1. Apakah yang dimaksud dengan cluster untuk satu lokasi industri, apa pula manfaat daripada cluster, dan asumsi apa yang mendasari cluster.
    • Dalam konteks ekonomi/bisnis, “klaster industri (industrial cluster)” merupakan terminologi yang mempunyai pengertian khusus tertentu. Walaupun begitu, dalam literatur, istilah “klaster industri” diartikan dan digunakan secara beragam. Berikut adalah beberapa contoh definisi klaster industry,Klaster industri adalah:
    a. Konsentrasi geografis dari perusahaan dan industri yang saling berkompetisi, komplementer, atau saling terkait, yang melakukan bisnis satu dengan lainnya dan/atau memiliki kebutuhan serupa akan kemampuan, teknologi dan infrastruktur (Munnich Jr., et al. 1999);
    b. Michael Porter mendefinisikan klaster sebagai sekumpulan perusahaan dan lembaga-lembaga terkait di bidang tertentu yang berdekatan secara geografis dan saling terkait karena “kebersamaan (commonalities) dan komplementaritas” (Porter, 1990);
    c. Klaster merupakan jaringan produksi dari perusahaan-perusahaan yang saling bergantungan secara erat (termasuk pemasok yang terspesialisasi), agen penghasil pengetahuan (perguruan tinggi, lembaga riset, perusahaan rekayasa), lembaga perantara/bridging institution (broker, konsultan) dan pelanggan, yang terkait satu dengan lainnya dalam suatu rantai produksi peningkatan nilai tambah (Roelandt dan den Hertog, 1998);
    d. Klaster merupakan suatu sistem dari keterkaitan pasar dan non pasar antara (a system of market and nonmarket links) perusahaan-perusahaan dan lembaga yang terkonsentrasi secara geografis (Abramson, 1998);
    Dalam penelitian ini kita mendefinisikan cluster geografis sebagai kelompok geografis proksimat perusahaan yang saling berhubungan, pemasok, penyedia layanan, dan lembaga-lembaga terkait dalam bidang tertentu, dihubungkan oleh persamaan dan saling melengkapi (Porter, 1998, 2003).
    Idealnya model cluster adalah homogen dengan mengerjakan jenis pekerjaan yang sama dalam satu lokasi. Meskipun perusahaan dalam cluster yang sama memiliki kesempatan yang lebih baik untuk melakukan pertukaran informasi dari perusahaan yang berlokasi di luar , kesempatan ini tidak akan terwujud tanpa kepercayaan antara perusahaan,(cluster yang sama (homogen)
    • Adapun manfaat cluster adalah Porter (1990) mengemukakan bahwa perusahaan dalam manfaat klaster dari efekektifitas melalui infrastruktur umum yang meliputi tenaga kerja terampil, pemasok yang memenuhi syarat, modal yang tersedia, profesional perusahaan jasa, dan R & D laboratorium (Saxenian, 1994). Manfaat lain dari cluster industri antara lain adalah mengurangi biaya transportasi dan transaksi, meningkatkan efisiensi, menciptakan aset secara kolektif, dan memungkinkan terciptanya inovasi. Cluster industri merupakan salah satu cara terbaik untuk mengorganisasikan industri satu negara, sehingga lebih memudahkan perumusan kebijakan pemerintah karena lebih terintegrasi dan terfokus. Dalam pembentukan cluster, perlu diperkuat industri-industri yang terdapat dalam rantai nilai (value chain) yang mencakup industri inti (core industry), industri pendukung (supporting industries), dan industri-industri terkait (related industries), yang dapat mendorong keunggulan komparatif menjadi keunggulan kompetitif.
    • Yang mendasari cluster Menurut Michael Porter, terdapat faktor-faktor yang memicu inovasi dan perkembangan cluster yang kemudian dikenal dengan ”Diamond Porter”, yaitu : (i) Faktor kondisi yang terdiri dari tenaga kerja yang terspesialisasi, infrastruktur, bahan baku, dan modal; (ii) Permintaan yang meliputi karakteristik, segmen, ukuran, dan jumlah permintaan; (iii) Industri pendukung dan terkait yang meliputi industri pemasok dan komplementer; serta (iv) Struktur, strategi, dan persaingan perusahaan. Selain itu, Porter juga menambahkan pemerintah yang juga berperan penting dalam pengambangan cluster. Dikatakan juga bahwa usaha/industri yang berada dalam kelompok dapat mempengaruhi daya saing melalui peningkatan produktivitas, mendorong inovasi dan merangsang bisnis baru di lapangan. Cluster akan meningkatkan produktivitas karena kebutuhan industri dalam mengakses atau memperoleh sumber daya dapat terkonsentrasi di satu tempat. Hal ini membantu meringankan biaya transaksi (transaction costs). Sumber daya produktif yang dimaksud dapat berupa teknologi, informasi, sumber daya manusia, kapital, atau sumber daya lainnya. Selain itu, dengan adanya cluster dapat meningkatkan Competitif Advantage

    2. Porter mengatakan bahwa cluster dapat membangun competitive advantage karena adanya share pengetahuan. Bagaimana share pengetahuan ini bisa terjadi diantara perusahaan yang berada di satu cluster?
    Porter (1990, 1998) berpendapat bahwa pengetahuan berbagi antara perusahaan dengan umum latar belakang geografis bisa memberikan keuntungan kompetitif untuk kelompok perusahaan secara keseluruhan. Pengetahuan mungkin sederhana atau kompleks, eksplisit atau diam-diam. Hal ini juga lengket dan tempat tertentu. teori RBV berpendapat bahwa hanya kompleks, tertanam, diam-diam, dan sumber daya firmspecific pengetahuan (Grant, 1996) dapat diperlakukan sebagai sumber kompetitif keuntungan. Perusahaan dengan kedekatan geografis satu sama lain akan memiliki lebih besar kesempatan untuk belajar pengetahuan tersebut melalui tatap muka interaksi. Jadi, lebih baik Kesempatan untuk berbagi pengetahuan mungkin menjadi alasan yang paling penting untuk peningkatan keunggulan kompetitif yang diberikan oleh cluster geografis (Porter, 1990, 1998).
    Selain itu, karena kualitas informasi ditransfer akan membusuk dengan jarak (Saxenian, 1994), perusahaan di dalam cluster juga memiliki peluang yang lebih baik untuk mentransfer pengetahuan berkualitas tinggi dari luar (Porter, 1990; Pouder dan St. John, 1996). Karakteristik ini berbagi pengetahuan mempromosikan siklus yang baik dengan memperkuat basis pengetahuan dari cluster, menjadikannya lokasi yang menarik perusahaan lain (McCann dan Arita, 2006). Namun, kesempatan yang lebih baik tidak sama kesempatan terwujud. Ada banyak hambatan untuk realisasi peluang dari lokasi di klaster industri. yang penting, karena banyak teori jaringan sosial berpendapat, adalah ketidakpercayaan antara perusahaan (Das dan Teng, 1998; Granovetter, 1973; Larson, 1992;. Powell et al, 1996). Menurut dengan argumen dari teori ini, hanya jika jaringan (yang akan dijelaskan lebih lanjut di bagian berikutnya) telah ditanamkan cukup dalam di tempat pertama dapat saling percaya menjadi dibudidayakan, memungkinkan realisasi lebih besar dari peluang.

    3. Dari konsep daya saing, dikenal daya saing yang berkelanjutan. Apa yang dimaksud dengan daya saing yang berkelanjutan, dan bagaimana hal ini bisa terjadi?
    Keunggulan kompetitif diperkenalkan pertama kali sebagai konsep pada tahun 1985 oleh Michael E. Porter dalam tulisannya berjudul “Competitive Advantage: Creating and Sustaining Superior Performance.” Menariknya, Porter telah lebih dulu menggunakan istilah strategi kompetitif pada tahun 1980 melalui tulisannya berjudul “Competitive Strategy: Techniques for Analyzing Industries and Competitors”. Porter (1980) dalam tulisan sebelumnya mengusulkan strategi-strategi generik untuk keunggulan kompetitif. Kemudian pada tahun 1985, barulah Porter memberikan gambarannya tentang keunggulan kompetitif sebagai berikut:
    “Keunggulan kompetitif adalah jantung dari kinerja perusahaan dalam pasar yang kompetitif … Keunggulan kompetitif adalah tentang bagaimana sebuah perusahaan benar-benar menempatkan strategi-strategi generik ke dalam praktik.” (Porter, 1985, p.xv)
    Lebih lanjut menurut Porter (1985, p. 3), keunggulan kompetitif bertumbuh secara fundamental dari nilai yang memungkinkan perusahaan untuk menciptakan nilai itu bagi para pembelinya melebihi biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk menciptakannya. Daya saing berkelanjutan adalah bagaimana perushaan dapat mengoptimalkan seluruh komponen sumber daya menghadapi persaingan, termasuk pembagian cluster geografis, tak hanya internal, namun juga eksternal perusahaan. Hal ini juga bisa analisis dari Porter (1990):
    a. Ancaman pendatang baru –> hambatan masuk, harga, biaya, pengalaman dan respon incumbent, diferensiasi, akses distribusi, switching cost, dan kebijakan pemerintah.
    b. Kekuatan tawar-menawar pemasok –> organisasi pemasok, switching cost, tingkat konsentrasi pasar, diversifikasi, dan kebijakan pemerintah.
    c. Kekuatan tawar-menawar pembeli –> tingkat pendapatan, pilihan kualitas produk, diferensiasi, switching cost, dan akses informasi.
    d. Ancaman produk substitusi –> harga produk subsitusi, kualitas, dan switching cost.
    e. Persaingan di dalam industri –> pertumbuhan pasar, struktur biaya, pengalaman dalam industri, dan perbedaan strategi yang diterapkan perusahaan.
    Porter (1990), menyatakan terdapat tiga strategi generik untuk competitif advantages yaitu: (1) differentiation; (2) overall cost leadership; dan (3) focus. Menurut Porter strategi perusahaan untuk bersaing dalam suatu industri dapat berbeda-beda dalam dimensi tertentu. Porter mengemukakan tiga belas dimensi yang digunakan oleh perusahaan dalam bersaing, yaitu: spesialisasi, identifikasi merk, sorongan vs tarikan, seleksi saluran, mutu produk, kepeloporan teknologi, integrasi vertikal, posisi biaya, layanan, kebijakan harga, leverage, hubungan dengan perusahaan induk, dan hubungan dengan pemerintah.

    4. Dalam satu kawasan dikenal ada kedekatan antar perusahaan. Bagaimana terciptanya kedekatan antar perusahaan sehingga mampu memberikan manfaat.
    Kedekatan dapat meningkatkan struktural (Pitt et al., 2006) di bahwa kedekatan dari titik mengukur sejauh mana perusahaan dapat memainkan “broker” atau “Gatekeeper” dengan potensi kontrol atas orang lain (Scott, 1991). Tidak hanya pergi-perantara sering terletak di jalur informasi antara perusahaan jaringan, mereka dapat menikmati arus lebih efektif dan efisien dari aset dan informasi (Burt,1992) sehingga mereka umumnya memiliki akses ke lebih banyak dan lebih baik sumber daya dan peluang (Gulati et al., 2000) dalam hal produksi, kualitas, dan layanan pelanggan. Lebih lanjut, pergi-perantara dapat mengontrol sumber daya mengalir antara perusahaan terputus, diinformasikan lebih cepat tentang tindakan orang lain, dan dapat menilai motif mereka dan perilaku yang lebih akurat dan cepat (Gnyawali dan Madhavan, 2001).
    Akhirnya, dengan go-perantara, seseorang bisa mendapatkan satu set lebih kaya dan lebih bervariasi dari sumber serta informasi baru dan beragam (Tsai, 2001), yang semuanya akan membantu pengusaha untuk memulai kegiatan inovatif. Selain itu, Burt (1992) berpendapat yang memiliki jaringan padat, intensif, timbal balik, dan multiplexible tidak selalu disertai dengan go-antara yang baik posisi.

    5. Berikan satu contoh cluster yang anda ketahui, anda bisa menggunakan goole search, jelaskan perusahaan apa yang ada di sana dan apa manfaat cluster tersebut.

    Cluster industry perikanan diprovinsi Banten, Pembangunan kluster industri kelautan perikanan secara sederhana dapat dipahami sebagai sebuah pengembangan kawasan yang secara geografis mengintegrasikan seluruh sumberdaya, pelaku, dan faktor-faktor produksi yang terkait, yang beroperasi secara simultan dan saling membutuhkan.
    Dalam konsep kluster, Kementerian Kelautan dan Perikanan (DKP) selaku pembuat regulasi dan instansi yang bertanggungjawab dalam pengembangan sarana dan prasarana kelautan dan perikanan, akan berkolaborasi dengan kalangan perbankan selaku penyedia modal, kalangan swasta/pengusaha bersama koperasi sebagai pelaksana kegiatan, serta masyarakat nelayan-pembudidaya ikan dan masyarakat pesisir lainnya sebagai penerima manfaat. Dengan terintegrasinya berbagai faktor produksi tadi, maka pembangunan cluster industri kelautan perikanan secara teoritis akan mampu meningkatkan daya saing industri di dalamnya, karena kedekatannya dengan sumber bahan baku, dan kedekatannya dengan sumber-sumberdaya lainnya akan membuat seluruh faktor produksi dapat didayagunakan secara efisien.
    Pengembangan pelabuhan perikanan merupakan salah satu contoh pembangunan kelautan perikanan berbasis cluster. Di kawasan ini seluruh rantai bisnis, mulai dari armada kapal tangkap, pelabuhan bongkar muat, sarana air bersih, pabrik es, tempat pelelangan, fasilitas docking, toserba kebutuhan nelayan, stasiun pengisian bahan bakar, sampai dengan warung-warung tegal dan nasi padang akan saling bertumpu satu sama lain. Belum lagi industri ikutan yang turut berkembang seperti hotel, penyewaan sarana transportasi, pusat kesehatan masyarakat, dan pasar rakyat. Bahkan pembangunan kawasan pelabuhan yang maju akan mampu mendorong tumbuh kembangnya industri jasa lainnya, seperti perbankan, telekomunikasi, perumahan, sekolah, dan pusat-pusat rekreasi.
    Sejauh ini DKP Provinsi Banten sudah menetapkan beberapa daerah sebagai kawasan industri kelautan perikanan Banten, diantaranya adalah : (1) Cluster rumput laut jenis cotoni di Pulau Panjang, Kab. Serang, (2) Cluster kerang hijau di Panimbang, Kab. Pandeglang, (3) Cluster Kerapu di Cigorondong, Kab. Pandeglang, (4) Cluster rumput laut jenis gracilaria di Tenjo Ayu, Tanara, Kab. Serang, (5) Cluster Ikan Hias di Kab. Dan Kota Tangerang, (6) Cluster perikanan tangkap di PPP Labuan, Kab. Pandeglang
    Indikator Keberhasilan Sistem Kluster Perikanan
    Sebuah kluster perikanan dianggap berhasil apabila : Terjadi peningkatan investasi yang signifikan dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi, Tercapainya peningkatan pendapatan nelayan dan/atau pembudidaya melalui kegiatan industri dan pasar lokal/ekspor, dan terlaksananya pemberdayaan masyarakat nelayan dan/atau pembudidaya sehingga mampu memposisikan diri sebagai pelaku ekonomi yang unggul. Selain itu dapat terwujud pelestarian lingkungan secara berkelanjutan, serta terlaksananya pengembangan jasa kelautan (non pariwisata) untuk menunjang pembangunan sektor kelautan dan perikanan.
    Peran Pengawasan dan Pengendalian dalam Pengembangan Kluster Perikanan
    Kawasan industri kelautan perikanan sebagai sebuah sistem, memerlukan mekanisme pengelolaan yang handal agar indikator keberhasilan sebagaimana disebut dimuka dapat dicapai. Mekanisme pengelolaan ini penting untuk menjamin seluruh operasional kawasan berlangsung secara efektif dan efisien. Dari sudut pandang WASDAL, mekanisme pengelolaan itu sekurangnya meliputi :
    • Tersedianya Lembaga Pengelola
    • Tersedianya Sistem dan Prosedur Operasional (SOP)
    • Tersedianya Prasarana Dasar dan Sarana Penunjang
    • Tersedianya Perencanaan Kawasan dan Perencanaan Teknis
    • Tersedianya Pusat Informasi Kawasan
    • Tersedianya Forum Koordinasi antar Pelaku di Kawasan
    • Tersedianya Lembaga Pengawas
    Dengan komponen-komponen pengelolaan di atas, maka peran WASDAL dalam pengembangan kluster kelautan perikanan tidak boleh dipahami secara sempit sebagai kegiatan patroli kapal inspeksi saja, tetapi harus dipahami sebagai sebuah kegiatan besar, yang target kinerjanya adalah memastikan bahwa semua komponen yang mendukung terselenggaranya kegiatan cluster tersebut telah berjalan sesuai rencana.
    Selain itu bidang pengawasan dan pengendalian sumberdaya kelautan dan perikanan juga dituntut untuk menjamin stabilitas kualitas lingkungan, terutama bagi kawasan – kawasan pengembangan budidaya perikanan yang sangat peka terhadap cemaran seperti : rumput laut, kerang hijau, dan kerapu.
    Karena itu kegiatan pengendalian lingkungan di kawasan ini harus diarahkan pada identifikasi dan penanggulangan berbagai penyebab terjadinya degradasi kualitas perairan, seperti limbah industri, pertanian, maupun limbah domestik. Tim gabungan operasi terpadu pengawasan SDKP perlu berpatroli di sekitar cluster-cluster tersebut di atas untuk mengetahui ada tidaknya cemaran yang mengganggu, dan mengambil tindakan yang tepat.
    Rekomendasi Kebijakan
    a. Perlunya Lembaga Pengelola Kawasan
    Sebuah cluster industri kelautan perikanan yang didalamnya beroperasi berbagai industri yang saling kait mengait, idealnya dikelola oleh sebuah lembaga yang bekerja secara purna waktu untuk mengatur jalannya rantai bisnis di dalamnya.
    Lembaga ini harus memikirkan seluruh prasarana dasar dan sarana penunjang yang diperlukan seperti pembangunan jalan, dermaga, listrik, telpon, air bersih, moda transportasi, pelataran parkir, masjid, dan prasarana/sarana lainnya.
    Rancangan kebutuhan prasarana dasar dan penunjang ini kemudian disampaikan kepada DKP untuk dikomunikasikan kepada lembaga terkait lainnya, seperti Dinas PU, Dinas Pertambangan dan Energi, PT. Telkom, Perusahaan Daerah Air Minum, dan berbagai perusahaan swasta yang relevan untuk kemungkinan ditanamkannya investasi. Dengan perencanaan kawasan yang jelas dan didukung oleh perencanaan-perencanaan teknis, baik lembaga pemerintah maupun swasta akan melihat bahwa pengembangan kawasan ini memang layak untuk didukung dan dibesarkan. Selain memetakan kebutuhan prasarana dasar, lembaga pengelola juga harus mengelola data dan informasi, membuat regulasi, memonitor kegiatan kawasan, dan menyelenggarakan kegiatan fasilitasi untuk seluruh pelaku yang ada di kawasan.
    Pengalaman membuktikan bahwa berbagai cluster industri di Indonesia yang sudah berhasil seperti kota-kota mandiri, kawasan berikat, kawasan pengembangan ekonomi terpadu, dan kawasan industri lainnya, seluruhnya memiliki badan pengelola kawasan yang profesional.
    b. Penanganan Gangguan Masalah Sosial
    Di tengah kondisi perekonomian yang sulit, sangat mungkin terjadi pengembangan cluster kelautan perikanan terganggu oleh masalah-masalah sosial yang ada disekitarnya. Masalah seperti pencurian, pengrusakan, intimidasi keamanan, dan lain-lain, bisa menyebabkan terganggunya upaya pengembangan cluster. Untuk itu Tim Operasi Terpadu Wasdal SDKP perlu menerapkan konsep ”mencegah” lebih baik daripada ”mengobati” dengan melakukan deteksi dini terhadap semua potensi masalah sosial disekitar kawasan, dan mengambil tindakan antisipasi yang diperlukan.
    c. Penataan Cluster Perikanan Tangkap
    Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Labuan, Kab. Pandeglang, meskipun baru saja naik statusnya dari PPI menjadi PPP, tetapi bukan berarti bahwa kawasan ini sudah layak disebut sebagai sebuah cluster perikanan tangkap. Perlu upaya ekstra keras dari pemerintah maupun swasta untuk menata kawasan ini menjadi cluster perikanan tangkap yang handal, mengingat banyak komponen industri di dalamnya belum berfungsi sebagaimana yang diharapkan.
    Selain sistem kepelabuhanan dan kelengkapannya, hal yang paling perlu mendapat perhatian dari cluster perikanan tangkap ini adalah :
    1. Penataan jenis dan jumlah kapal perikanan, alat tangkap, alat bantu penangkapan, jalur penangkapan serta wilayah penangkapan.
    2. Peningkatan apresiasi dan partisipasi masyarakat dalam pengawasan sumberdaya kelautan dan perikanan.
    Tim Operasi Terpadu Pengendalian SDKP juga perlu meningkatkan kegiatan penaatan dan penegakan hukum di kawasan ini, dengan melakukan uji petik terhadap kapal perikanan yang memasuki pelabuhan pangkalan dengan memeriksa : kesesuaian dokumen perijinan; kesesuaian alat penangkap ikan; kesesuaian alat Bantu penangkapan ikan; kesesuaian fisik kapal; dan kesesuaian ikan hasil tangkapan. Selain itu dilakukan Uji petik terhadap kapal perikanan yang akan meninggalkan pelabuhan pangkalan untuk melakukan operasi penangkapan atau pengangkutan ikan dengan memeriksa : Kesesuaian dokumen perizinan; Kesesuaian alat penangkapan ikan; Kesesuaian alat bantu penangkapan; Kesesuaian fisik kapal, dan Kesesuaian awak kapal (crew list), serta perlunya sosialisasi tentang Ketentuan Perizinan Usaha Penangkapan Ikan, dan Pelayanan Dokumen Penangkapan Ikan.
    Pengembangan pusat perikanan tangkap Kabupaten dimaksudkan untuk memberikan arahan dan fungsi yang jelas terhadap sentral kegiatan perikanan tangkap, sehingga peranan arahan dan fungsi yang jelas terhadap sentral kegiatan perikanan tangkap sehingga dapat memicu pengembangan kegiatan perikanan di Kabupaten Pasaman Barat secara optimal. Penetapan pertumbuhan perkembangan kegiatan perikanan tangkap dan sub pusat pelayanan dilakukan, dengan mempertimbangkan :
    1. Lokasi tangkapan yang memiliki potensi penangkapan
    2. Lokasi dan arahan pengembangan
    3. Pusat-pusat pemukiman nelayan yang telah berkembang
    4. Lokasi pasar (pemasaran hasil produksi perikanan)
    5. Fungsi yang diemban kegiatan perikanan tangkap
    6. Sarana dan prasarana penunjang perikanan
    Dengan pertimbangan dan kriteria tersebut, maka struktur tata ruang perikanan tangkap di Kabupaten Pasaman Barat adalah sebagai berikut :
    Pusat pengembangan utama perikanan tangkap
    • Pusat pengembangan utama perikanan tangkap berfungsi sebagai pusat pelayanan regional perikanan Kabupaten, dimana pusat pengembangan utama perikanan tangkap yaitu Air Bangis. Orientasi ke kota Sibolga dan kota Padang.
    • Memiliki sarana penunjang perikanan seperti Cold Storage, pabrik es, dan lainnya.
    • Memiliki pelabuhan yang berfungsi sebagai pelabuhan perikanan pantai yang dirancang untuk dapat melayani kapal perikanan yang berukuran sampai 50 GT.
    • Berfungsi sebagai pengumpul produksi ikan setengah jadi untuk diolah lebih lanjut pada industri pengolahan hasil laut Kabupaten.
    • Industri pengolahan hasil laut kabupaten.
    Industri perkapalan/galangan kapal yang titik beratnya pada perbaikan/reparasi kapal penangkapan ikan bertonase besar (sampai 50 GT).

    Komentar oleh johannessimatupang | Desember 6, 2016 | Balas

  57. NAMA : ANDRI KARDIANSYAH
    NIM : P2C216011
    KELAS : PAGI ANGKATAN 21

    1) Apa yang dimaksud dengan cluster?

    – Konsentrasi geografis dari perusahaan dan industri yang saling berkompetisi, komplementer, atau saling terkait, yang melakukan bisnis satu dengan lainnya dan/atau memiliki kebutuhan serupa akan kemampuan, teknologi dan infrastruktur (Munnich Jr., et al. 1999); Kuncoro lebih lanjut menguraikan bahwa kluster industri (industrial cluster) pada dasarnya merupakan kelompok produksi yang amat terkonsentrasi secara spasial dan biasanya berspesialisasi pada hanya satu atau dua industri utama saja.

    – Manfaat Klaster Industri : Menurut Marshall (dalam Kuncoro, 2000), pembentukan klaster bisa membantu industri kecil untuk meningkatkan daya saing. Karena dengan adanya aglomerasi perusahaan-perusahaan sejenis yang mempunyai kesamaan maupun keterkaitan aktivitas, sehingga akan membatasi eksternalitas ekonomi yang dihasilkan dan akan mengurangi/menurunkan biaya produksi perusahaan yang tergabung dalam klaster. Keuntungan yang dihasilkan dari pembentukkan klaster antara lain peluang penyerapan tenaga kerja yang lebih besar, kemudahan dalam modal, akses kepada supplier, dan input pelayanan khusus serta terjadinya transfer informasi dan ilmu pengetahuan. Manfaat klaster diperkuat dengan pendapat Scorsone (dalam Bhinukti, 2011) klaster industri yang berbasis pada komunitas publik memiliki manfaat baik bagi industri itu sendiri maupun bagi perekonomian di wilayahnya. Bagi industri, klaster membawa keuntungan sebagai berikut :
    1. Lokalisasi ekonomi. Melalui klaster, dengan memanfaatkan kedekatan lokasi, industri yang menggunakan input (informasi, teknologi atau layanan jasa) yang sama dapat menekan biaya perolehan dalam penggunaan jasa tersebut. Misalnya pendirian pusat pelatihan di klaster akan memudahkan akses industri pelaku klaster tersebut.
    2. Pemusatan tenaga kerja. Klaster akan menarik tenaga kerja dengan berbagai keahlian yang dibutuhkan klaster tersebut, sehingga memudahkan industri pelaku klaster untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerjanya dan mengurangi biaya pencarian tenaga kerja.
    3. Akses pada pertukaran informasi dan patokan kinerja. industri yang tergabung dalam klaster dapat dengan mudah memonitor dan bertukar informasi mengenai kinerja supplier dan nasabah potensial. Dorongan untuk inovasi dan teknologi akan berdampak pada peningkatan produktivitas dan perbaikan produk.
    4. Produk komplemen. Karena kedekatan lokasi, produk dari satu pelaku klaster dapat memiliki dampak penting bagi aktivitas usaha industri yang lain. Disamping itu kegiatan usaha yang saling melengkapi ini dapat bergabung dalam pemasaran bersama.
    Klaster juga merupakan upaya untuk membuat industri mikro, kecil, dan menengah menjadi lebih berorientasi pada pasar nasional maupun global. Dalam pelaksanaan klaster, menghilangkan persaingan di daerah sendiri, kekuatan dapat digabungkan untuk meraih daya saing nasional dan internasional. Dukungan diberikan kepada pengusaha lokal melalui Lembaga Pengembangan Bisnis yang diharapkan mampu mengembangkan klaster sebagai komunitas dan secara bisnis (Bhinukti, 2011).
    – Asumsi yang mendasari cluster industry:
    Di antara beberapa hal yang sebenarnya sangat mendasar dalam konsep klaster industri dan membedakan satu konsep dengan konsep lainnya adalah dimensi/aspek rantai nilai (value chain). Dengan pertimbangan dimensi rantai nilai, secara umum terdapat dua pendekatan klaster industri dalam literatur, yaitu:
    1. Beberapa literatur, terutama yang berkembang terlebih dahulu dan lebih menyoroti aspek aglomerasi, merupakan pendekatan berdasarkan pada (menekankan pada) aspek keserupaan (similarity) sehimpunan aktivitas bisnis. Dalam hal ini misalnya, sentra industri/bisnis, industrial district, dan sejenisnya yang mempunyai “keserupaan” aktivitas bisnis dianggap sebagai suatu klaster industri;
    2. Beberapa literatur yang berkembang dewasa ini, termasuk yang ditekankan oleh Porter, merupakan pendekatan yang lebih menyoroti “keterkaitan” (interdependency) atau rantai nilai sehimpunan aktivitas bisnis. Dalam pandangan ini, sentra industri/ bisnis dan/atau industrial district pada dasarnya merupakan bagian integral dari jalinan rantai nilai sebagai suatu klaster industri.
    Pendekatan rantai nilai dinilai “lebih sesuai” terutama dalam konteks peningkatan daya saing, pengembangan sistem inovasi (nasional/daerah), prakarsa pengembangan ekonomi berbasis pengetahuan/teknologi atau tema sejenisnya, dan bukan “sekedar” upaya memperoleh “ekonomi aglomerasi” karena terkonsentrasinya aktivitas bisnis yang serupa.
    Bahasan dalam blog ini selanjutnya lebih menekankan pendekatan yang kedua. Hal yang penting dari pendekatan kedua ini adalah asumsi bahwa untuk berhasil, perusahaan tidak dapat bekerja sendiri secara terisolasi. Identik dengan ini adalah bahwa inovasi seringkali muncul dari interaksi multi pihak.
    Kalau saya “sederhanakan,” maka keenam teori tersebut adalah seperti ditunjukkan pada gambar berikut.

    2) Porter mengatakan bahwa cluster dapat membangun competitive advantage karena adanya share pengetahuan. Bagaimana share pengetahuan ini bisa terjadi diantara perusahaan yang berada di satu cluster?

    Pertukaran pengetahuan di antara perusahaan yang terletak di cluster merupakan karakteristik yang menonjol dari clauster geografis, meskipun perusahaan dalam cluster yang sama memiliki kesempatan lebih baik untuk melakukan pertukaran informasi dari perusahaan yang lokasi di luar. Share pengetahuan tersebut juga terjadi di karenakan adanya keterkaitan satu sama lain di karenakan adanya saling membutuhkan, dan hubungan emosional antar pemilik perusahaan di cluster.

    3) Dari konsep daya saing, dikenal daya saing yang berkelanjutan. Apa yang dimaksud dengan daya saing yang berkelanjutan, dan bagaimana hal ini bisa terjadi?

    Daya saing berkelanjutan adalah Kapasitas bangsa untuk menghadapi tantangan persaingan pasar internasional dan tetap menjaga atau meningkatkan pendapatan riil-nya (Council of Competitiveness, Washington, DC, 2006), Daya saing merupakan kemampuan menghasilkan produk barang dan jasa yang memenuhi pengujian internasional, dan dalam saat bersamaan juga dapat memelihara tingkat pendapatan yang tinggi dan berkelanjutan, atau kemampuan daerah menghasilkan tingkat pendapatan dan kesempatan kerja yang tinggi dengan tetap terbuka terhadap persaingan eksternal (European Commission, 1999).

    Daya saing didefinisikan sebagai posisi relatif dari salah satu pesaing terhadap para pesaing yang lain.

    • Posisi relatif masa kini, melihat ke masa depan

    Daya saing dapat disebut sebagai kesiapan suatu bangsa untuk interaksi daya saing masa depan. Agar menjadi kompetitif dalam arti ini adalah memiliki peluang untuk menang bagi sejumlah pemain industri yang menghadapi biaya tinggi.

    Beberapa ukuran kriteria ini biasanya didiskusikan dalam lingkungan bisnis dan politik sekarang. Salah satunya adalah upah pekerja dalam sebuah negara. Statistik yang sering kali disebutkan dalam debat mengenai mengendurnya hambatan perdagangan internasional adalah daya saing, upah pekerja A.S. dalam hubungan dengan upah yang rendah di Negara-negara lain seperti Meksiko. Hal ini menciptakanbeberapa kontroversi dan suatu dilemaetika untuk manajer ketika perusahaan mencari pekerja dengan upah rendah menutup pabrik di Amerika Serikat dan memindahkan fasilitas produks ke Negara lain. Ukuran lain yang digunakan dari kriteria ini adalah tingkat pendidikan dari angkatan kerja bangsa tersebut. Wakil pemerintah yang mencoba menarik investasi baru dalam konomi.

    • Posisi relatif masa kini, dari dari masa lalu ke masa kini

    Daya saing dapat juga digambarkan sebagai sebuah bechmaring untuk prestasi yang telah lampau. Agar menjadi ompetitif dalam arti ini adalah berhasil dalam mencapai peringkat tertentu yang diinginkan. Ukuran yang sering dipakai dalam criteria ini adalah bagian pasar dunia dari suatu Negara. Jadi, bila perusahaan Jepang mempunyai persentase signifikan dari pasar dunia VCR (Video Cassette Recorder) mereka dikatakan kompetitifdalam usaha mereka sampai sekarang dari masa lalu ke masa kini. Ukuran lain dari criteria ini adalah standar kehidupan suatu Negara. Sebuah Negara dapat dikatakan kompetitif bila pendapatan perkapita, pelayanan kesehatan dan harapan hidup untuk warga negaranya relatif unggul dibandingkan yang dapat diharapkan oleh warga Negara dari bangsa lain.

    Salah satu kunci meningkatkan daya saing tersebut adalah mendorong laju inovasi sebuah perusahaan agar bisa bersaing, baik di tingkat lokal, nasional, dan lingkungan global. Tetapi pernyataan teoritis tersebut tidaklah mudah diterapkan di tingkatan empiris. Inovasi bukanlah sesuatu yang sederhana dan juga bukan suatu resep mujarab yang bisa diperoleh dengan mudah oleh setiap organisasi yang mempunyai penyakit dengan gejala yang sama yaitu rendahnya daya saing.
    • Inovasi adalah memperkenalkan ide, barang, jasa atau praktek-praktek baru yang bermanfaat.

    • Memperkenalkan ide baru ke pasar dalam bentuk barang dan jasa yang baru atau perbaikan dalam organisasi atau proses.

    • Ide, metode atau peralatan baru. Tindakan dalam menciptakan barang atau proses baru. Tindakan yang mencakup penemuan atau pekerjaan yang diperlukan untuk membawa ide atau konsep ke dalam bentuk akhir.

    • Adalah proses merubah pengetahuan dan ide menjadi cara yang lebih baik dalam menjalankan usaha atau menjadi barang dan jasa yang baru atau lebih baik, yang dinilai oleh masyarakat. Proses inovasi berkaitan dengan riset dan pengembangan, komersialisasi, dan difusi teknologi.

    • Penciptaan, pengembangan, dan implementasi barang, proses, dan jasa baru dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas atau keunggulan bersaing. Inovasi mungkin berkenaan dengan produk, jasa, proses manufaktur, proses managerial atau disain organisasi. Inovasi sebagian besar dipandang pada tingkat produk atau proses dimana inovasi produk tersebut memuaskan kebutuhan konsumen dan inovasi proses meningkatkan efisiensi dan efektifitas.

    • Proses adopsi sesuatu, ide atau pola prilaku yang baru ke dalam budaya.

    • Tindakan dalam memperkenalkan sesuatu yang baru dan berbeda secara signifikan.

    4) Dalam satu kawasan dikenal ada kedekatan antar perusahaan. Bagaimana terciptanya kedekatan antar perusahaan sehingga mampu memberikan manfaat.

    – Kedekatan geografis mempermudah perusahaan untuk menciptakan keterkaitan yang menguntungkan bagi setiap perusahaan didalam klaster industri. Kedekatan geografis juga memudahkan perusahaan untuk memantau dan memberikan kontrak kerja pada supplier dan subcontractor. Ada dua tipe manfaat yang didapat perusahaan yang berada di dalam klaster. Yang pertama, manfaat pasif yaitu manfaat yang didapatkan perusahaan tanpa harus melakukan aktifitas tertentu. Kedua, manfaat aktif yaitu semakin besar upaya aktif yang perusahaan tidak mencukupi permintaan, diikuti dengan akses terhadap kredit, kekurangan daya dan korupsi. Hambatan keuangan mempunyai dampak yang besar untuk perusahaan-perusahaan kecil menyebabkan pertumbuhan perusahaan lebih lambat.

    5) Berikan satu contoh cluster yang anda ketahui, anda bisa menggunakan google search, jelaskan perusahaan apa yang ada di sana dan apa manfaat cluster tersebut?

    Kondisi aktual dari klaster industri rumput laut di kawasan minapolitan Kabupaten Sumba Timur, menentukan faktor- faktor yang memengaruhi pengembangan klaster industri rumput laut di kawasan minapolitan Kabupaten Sumba Timur dan merekomendasikan prioritas strategi yang tepat guna mendukung pengembangan klaster industri rumput laut yang berkelanjutan di kawasan minapolitan Kabupaten Sumba Timur. Penelitian ini menggunakan model klaster dengan sistem zonasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk menganalisis kondisi aktual, analisis kesenjangan dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil analisis kondisi aktual dan analisis kesenjangan diperoleh data bahwa zona I masih memiliki kinerja kurang baik pada kondisi aktual dengan nilai kinerja (2,4) dari nilai 5 untuk kondisi ideal. Nilai kinerja ini merupakan rata-rata hasil penjumlahan tingkat kinerja dari 9 indikator pendukung pada zona I. Zona II juga masih memiliki tingkat kinerja yang kurang baik pada kondisi aktual dengan nilai kinerja (2,6) dari nilai 5 untuk kondisi ideal. Zona III memiliki tingkat kinerja yang cukup baik pada kondisi aktual dengan nilai kinerja (2,7) dari nilai 5 untuk kondisi ideal. Nilai kinerja ini merupakan rata-rata hasil penjumlahan tingkat kinerja dari 4 indikator pendukung pada zona III. Faktor prioritas utama dalam pencapaian sasaran adalah zona I (kegiatan budidaya) dengan pertimbangan hasil analisis kondisi aktual dan analisis kesenjangan yang menunjukkan bahwa zona I merupakan zona hulu yang memiliki peran penting dalam penyediaan bahan baku bagi kegiatan yang berjalan pada zona II dan zona III. Alternatif strategi yang tepat diterapkan dan diprioritaskan dalam pengembangan klaster industri rumput laut yang berkelanjutan di kawasan minapolitan Kabupaten Sumba Timur adalah pada zona I yaitu peningkatan kapasitas produksi, pada zona II yaitu membangun hubungan kemitraan yang terintegrasi dan terkoordinasi dengan baik dan pada zona III yaitu peningkatan kapasitas produksi.

    Komentar oleh ANDRI KARDIANSYAH | Desember 6, 2016 | Balas

  58. NAMA : ANDRI KARDIANSYAH
    NIM : P2C216011
    KELAS : PAGI ANGKATAN 21

    1) Apa yang dimaksud dengan cluster?

    – Konsentrasi geografis dari perusahaan dan industri yang saling berkompetisi, komplementer, atau saling terkait, yang melakukan bisnis satu dengan lainnya dan/atau memiliki kebutuhan serupa akan kemampuan, teknologi dan infrastruktur (Munnich Jr., et al. 1999); Kuncoro lebih lanjut menguraikan bahwa kluster industri (industrial cluster) pada dasarnya merupakan kelompok produksi yang amat terkonsentrasi secara spasial dan biasanya berspesialisasi pada hanya satu atau dua industri utama saja.

    – Manfaat Klaster Industri : Menurut Marshall (dalam Kuncoro, 2000), pembentukan klaster bisa membantu industri kecil untuk meningkatkan daya saing. Karena dengan adanya aglomerasi perusahaan-perusahaan sejenis yang mempunyai kesamaan maupun keterkaitan aktivitas, sehingga akan membatasi eksternalitas ekonomi yang dihasilkan dan akan mengurangi/menurunkan biaya produksi perusahaan yang tergabung dalam klaster. Keuntungan yang dihasilkan dari pembentukkan klaster antara lain peluang penyerapan tenaga kerja yang lebih besar, kemudahan dalam modal, akses kepada supplier, dan input pelayanan khusus serta terjadinya transfer informasi dan ilmu pengetahuan. Manfaat klaster diperkuat dengan pendapat Scorsone (dalam Bhinukti, 2011) klaster industri yang berbasis pada komunitas publik memiliki manfaat baik bagi industri itu sendiri maupun bagi perekonomian di wilayahnya. Bagi industri, klaster membawa keuntungan sebagai berikut :
    1. Lokalisasi ekonomi. Melalui klaster, dengan memanfaatkan kedekatan lokasi, industri yang menggunakan input (informasi, teknologi atau layanan jasa) yang sama dapat menekan biaya perolehan dalam penggunaan jasa tersebut. Misalnya pendirian pusat pelatihan di klaster akan memudahkan akses industri pelaku klaster tersebut.
    2. Pemusatan tenaga kerja. Klaster akan menarik tenaga kerja dengan berbagai keahlian yang dibutuhkan klaster tersebut, sehingga memudahkan industri pelaku klaster untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerjanya dan mengurangi biaya pencarian tenaga kerja.
    3. Akses pada pertukaran informasi dan patokan kinerja. industri yang tergabung dalam klaster dapat dengan mudah memonitor dan bertukar informasi mengenai kinerja supplier dan nasabah potensial. Dorongan untuk inovasi dan teknologi akan berdampak pada peningkatan produktivitas dan perbaikan produk.
    4. Produk komplemen. Karena kedekatan lokasi, produk dari satu pelaku klaster dapat memiliki dampak penting bagi aktivitas usaha industri yang lain. Disamping itu kegiatan usaha yang saling melengkapi ini dapat bergabung dalam pemasaran bersama.
    Klaster juga merupakan upaya untuk membuat industri mikro, kecil, dan menengah menjadi lebih berorientasi pada pasar nasional maupun global. Dalam pelaksanaan klaster, menghilangkan persaingan di daerah sendiri, kekuatan dapat digabungkan untuk meraih daya saing nasional dan internasional. Dukungan diberikan kepada pengusaha lokal melalui Lembaga Pengembangan Bisnis yang diharapkan mampu mengembangkan klaster sebagai komunitas dan secara bisnis (Bhinukti, 2011).
    – Asumsi yang mendasari cluster industry:
    Di antara beberapa hal yang sebenarnya sangat mendasar dalam konsep klaster industri dan membedakan satu konsep dengan konsep lainnya adalah dimensi/aspek rantai nilai (value chain). Dengan pertimbangan dimensi rantai nilai, secara umum terdapat dua pendekatan klaster industri dalam literatur, yaitu:
    1. Beberapa literatur, terutama yang berkembang terlebih dahulu dan lebih menyoroti aspek aglomerasi, merupakan pendekatan berdasarkan pada (menekankan pada) aspek keserupaan (similarity) sehimpunan aktivitas bisnis. Dalam hal ini misalnya, sentra industri/bisnis, industrial district, dan sejenisnya yang mempunyai “keserupaan” aktivitas bisnis dianggap sebagai suatu klaster industri;
    2. Beberapa literatur yang berkembang dewasa ini, termasuk yang ditekankan oleh Porter, merupakan pendekatan yang lebih menyoroti “keterkaitan” (interdependency) atau rantai nilai sehimpunan aktivitas bisnis. Dalam pandangan ini, sentra industri/ bisnis dan/atau industrial district pada dasarnya merupakan bagian integral dari jalinan rantai nilai sebagai suatu klaster industri.
    Pendekatan rantai nilai dinilai “lebih sesuai” terutama dalam konteks peningkatan daya saing, pengembangan sistem inovasi (nasional/daerah), prakarsa pengembangan ekonomi berbasis pengetahuan/teknologi atau tema sejenisnya, dan bukan “sekedar” upaya memperoleh “ekonomi aglomerasi” karena terkonsentrasinya aktivitas bisnis yang serupa.
    Bahasan dalam blog ini selanjutnya lebih menekankan pendekatan yang kedua. Hal yang penting dari pendekatan kedua ini adalah asumsi bahwa untuk berhasil, perusahaan tidak dapat bekerja sendiri secara terisolasi. Identik dengan ini adalah bahwa inovasi seringkali muncul dari interaksi multi pihak.
    Kalau saya “sederhanakan,” maka keenam teori tersebut adalah seperti ditunjukkan pada gambar berikut.

    2) Porter mengatakan bahwa cluster dapat membangun competitive advantage karena adanya share pengetahuan. Bagaimana share pengetahuan ini bisa terjadi diantara perusahaan yang berada di satu cluster?

    Pertukaran pengetahuan di antara perusahaan yang terletak di cluster merupakan karakteristik yang menonjol dari clauster geografis, meskipun perusahaan dalam cluster yang sama memiliki kesempatan lebih baik untuk melakukan pertukaran informasi dari perusahaan yang lokasi di luar. Share pengetahuan tersebut juga terjadi di karenakan adanya keterkaitan satu sama lain di karenakan adanya saling membutuhkan, dan hubungan emosional antar pemilik perusahaan di cluster.

    3) Dari konsep daya saing, dikenal daya saing yang berkelanjutan. Apa yang dimaksud dengan daya saing yang berkelanjutan, dan bagaimana hal ini bisa terjadi?

    Daya saing berkelanjutan adalah Kapasitas bangsa untuk menghadapi tantangan persaingan pasar internasional dan tetap menjaga atau meningkatkan pendapatan riil-nya (Council of Competitiveness, Washington, DC, 2006), Daya saing merupakan kemampuan menghasilkan produk barang dan jasa yang memenuhi pengujian internasional, dan dalam saat bersamaan juga dapat memelihara tingkat pendapatan yang tinggi dan berkelanjutan, atau kemampuan daerah menghasilkan tingkat pendapatan dan kesempatan kerja yang tinggi dengan tetap terbuka terhadap persaingan eksternal (European Commission, 1999).

    Daya saing didefinisikan sebagai posisi relatif dari salah satu pesaing terhadap para pesaing yang lain.

    • Posisi relatif masa kini, mel