Johannessimatupang’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

SURVAI POTENSI DAN HARAPAN MAHASISWA TERHADAP PEMBELAJARAN ONLINE


Survai ini untuk semua mahasiswa S1 dan S2, baik yang pernah belajar dengan Pak. Jo maupun tidak. Klik Kuesioner untuk membuka pertanyaan, kemudian isilah sebagaimana mestinya. Terima kasih atas kesediaan anda menjadi responden. Sukses selalu

Kuesioner

Iklan

Oktober 28, 2014 - Posted by | Uncategorized

3 Komentar »

  1. Siang pak, sy sdh krm kuisioner, sdh masuk pak? Tq

    Komentar oleh yemi suwarti | Oktober 29, 2014 | Balas

  2. Malam Pak, saya sudah isi kuisionernya pa. Trimakasih atas perhatiannya pak

    Komentar oleh ANDY BRATA | Oktober 31, 2014 | Balas

  3. PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN
    UJIAH AKHIR SEMESTER
    08 FEBRUARI 2015
    Dosen Dr. Johannes, S.E., M.Si

    Petunjuk.
    1. Peserta menjawab pertanyaan, diketik cantumkan identitas yang lengkap kemudian unggah pada halaman yang sesuai (halaman kepemimpinan di blog yang sudah disiapkan)
    2. Waktu mengunggah paling lambat, pkl 18 tgl 10 Februari 2015
    3. Printout tugas disampaikan ke MM dengan identitas yang lengkap, simpan juga pertinggal jawaban anda.
    4. Anda diperkenankan memperoleh informasi tambahan untuk menjawab pertanyaan.

    1) Masalah pergantian pemimpin adalah masalah krusial bagi satu perusahaan . Sampai sekarang ini pada Advertorial (majalah), Creating Leaders from Within,dapat menjadi modus pada satu perusahaan . Bila hal ini terjadi maka dimungkinkan pada satu perusahaan ada 4 generasi pemimpin yaitu: 1) tradisionalist, 2) Baby Boomer, 3) Generasi X dan 4) Generasi Y. Dari kenyataan ini jelaskan lah hal-hal berikut.
    a) Jelaskan maksud dan ciri daripada ke empat tipe kepemimpinan di atas pada satu perusahaan
    Jawab :
    Maksud dan ciri-ciri 4 generasi pemimpin adalah sebagai berikut :
    • Tradisionalist adalah pewarisan sesuatu dari satu generasi ke generasi berikutnya.
    Ciri-ciri :
    1. Afektifitas yaitu hubungan antar anggota masyarakat didasarkan pada kasih saying.
    Orientasi kolektif yaitu lebih mengutamakan kepentingan kelompok/kebersamaan.
    Partikularisme yaitu segala sesuatu yang ada hubungannya dengan apa yang khusus berlaku untuk suatu daerah tertentu saja, ada hubungannya dengan perasaan subyektif dan rasa kebersamaan.
    2. Askripsi yaitu segala sesuatu yang dimiliki diperoleh dari pewarisan generasi sebelumnya.
    3. Diffuseness (kekaburan) yaitu dalam mengungkapkan sesuatu dengan tidak berterus-terang.
    4. Yang terikat kuat dengan tradisi.
    5. Sifat pelapisan sosialnya “tertutup”.
    6. Mobilitas sulit terjadi.
    7. Perubuhan terjadi secara lambat.
    8. Cenderung tertutup terhadap perubahan.

    • Baby Boomer adalah Generasi The Baby Boom adalah generasi yang lahir antara tahun 1946 hingga 1964. Istilah “Baby Boom” ataupun “Baby Boomers” digunakan Don Tapscott merujuk pada kadar kelahiran yang tinggi selepas Perang Dunia Kedua. Sewaktu peperangan, ramai pasangan menangguhkan kelahiran disebabkan faktor kesusahan semasa perang.
    Ciri-ciri :
    Mereka adalah kelompok generasi yang idealis. Generasi ini hidup berdikari dan tidak lagi terlalu bergantung kepada keluarga. Mereka mementingkan kerjanya dan mempengaruhi keputusan mereka.

    • Generasi X adalah sebuah istilah untuk menggambarkan generasi di banyak negara lahir dari zaman 1960-an hingga tahun 1982, namun sempadan masa bagi Generasi X tidak ditentukan.
    Ciri-ciri :
    1. Dalam hal kepemimpinan generasi x memiliki kecakapan yang tinggi.
    2. Generasi x dalam masalah hubungan dengan yang lain tidak memiliki komitmen.
    3. Disini generasi x tidak tertarik dalam hal kekuasaan.
    4. Daam etika kerja generasi x sangat seimbang.

    • Generasi Y adalah yang lahir pada 70-an atau sekitar tahun1980 hingga 1995 generasi terbaru dari pekerja untuk memasuki angkatan kerja saat ini. Mereka berbeda dari generasi lain dalam hal nilai dan sikap yang berhubungan dengan pekerjaan, manajer perlu untuk menyesuaikan pendekatan mereka untk memimpin generasi Y agar mau terlibat dan memepertahankan generasi ini.
    Ciri-ciri generasi Y adalah
    1. Tidak sabaran, tak mau rugi, banyak menuntut
    Generasi ini terbiasa dengan yang instan-instan, cenderung tidak sabaran. Bila memiliki keinginan harus segera terlaksana. Karakter ini tidak akan menjadi masalah, asalkan bisa memastikan bahwa apa yang dilakukannya bermakna positif.
    2. Percaya diri dan optimis
    Gen Y cenderung lebih mudah menerima perubahan, karena lebih open minded dan berkeinginan tinggi untuk belajar segala hal baru. Mereka juga lebih percaya diri untuk tampil di depan forum dan mengemukakan pendapatnya.
    3. Family centric
    Remaja gen-y lebih dekat pada keluarganya, dibanding remaja generasi baby boomers. Remaja generasi baby boomers lebih memilih untuk menjauh dari orang tua dan mandiri. Sementara Gen-Y meskipun mandiri, tetapi cenderung dekat, bahkan masih manja dengan orang tua.
    4. Suka inovasi/memunculkan ide baru
    Terkadang tanpa dicoba pun akan keluar ide-ide baru dari gen-Y untuk perusahaan tempatnya bekerja, karena cara berpikirnya saja sudah berbeda dengan generasi baby boomers. “Give me the latest!’ . Gen-Y selalu mengikuti trend terbaru, dan tak sabar untuk menciptakan trendnya sendiri.
    5. Memiliki semangat yang luar biasa
    Generasi Y mengerjakan tugas dengan lebih bersemangat dan cepat karena kebanyakan lebih melek tekhnologi. Mereka cenderung mudah beradaptasi dengan tekhnologi baru.
    6. Tidak menyukai jadwal yang detail
    Generasi lama adalah perencana dan schedulers, sementara gen-Y adalah koordinator. Bertemu dengan klien atau teman, misalnya, tanpa perlu perjanjian yang rumit dan direncanakan, bertemu di tempat yang disetujui secara mendadak pun dilakukan, seperti kapal mengikuti radar. Sementara perusahaan umumnya beroperasi berdasarkan rencana jangka panjang terperinci.
    7. Anytime-anywhere
    Generasi baby boomers memandang waktu dan tempat sebagai norma, sementara gen-Y kurang memperdulikan aturan baku. Bagi mereka, bekerja dari café atau local starbucks merupakan hal lumrah.
    8. Bagaimana mereka berkomunikasi
    Gen-Y jauh lebih nyaman menggunakan teks dan jaringan sosial, sementara generasi lama mungkin bukan hanya tidak nyaman dengan komunikasi digital, mereka bahkan merasa terganggu dengan kurangnya interaksi bertatap muka.
    9. Bagaimana mencari informasi atau belajar
    Generasi Y ingin belajar ‘on demand’, to the point, hanya untuk hal-hal sesuai cita-cita/passion/impian mereka, sesuai kebutuhan mereka. Gen-Y cenderung bosan dengan pelatihan yang bertele-tele dan bertahap yang dianjurkan perusahaan.

    b) Apakah yang dimaksud dengan leaders from within
    Jawab :
    Leaders from within adalah pemimpin dari dalam, yang artinya pemimpin yang paling kuat adalah orang yang memimpin “dari dalam.” Bukan dengan serangkaian teks atau apa yang mereka pelajari di sekolah bisnis. Namun kekuatan yang datang dari tujuan dan pengalaman, dan kepemimpinan yang berasal dari visi, adalah kualitas yang berada di dalam diri kita.

    c) Jelaskan berbagai masalah yang mungkin muncul terjadi pergantian pemimpin dari satu generasi ke generasi yang berbeda dalam satu perusahaan
    Jawab :
    Masalah yang mungkin muncul dalam pergantian pemimpin dari satu generasi ke generasi berbeda dalam satu perusahaan yaitu :
     Kurangnya Koordinasi
    Jika dalam satu perusahaan tidak terdapat koordinasi antara generasi sebelumnya dengan generasi selanjutnya atau bisa dikatakan koordinasinya buruk maka akan mengarah pada komunikasi yang buruk. Apabila itu terjadi maka akan berakibat pada program-program yang akan dilakukan selanjutnya, sehingga menyebabkan kesalahpahaman diantaranya.
     Praktik – praktik Organisasi
    1. Rasa hormat, martabat, dan kebebasan perorangan. Masalah ini berhubungan dengan cara organisasi memperlakukan anggotanya. Dari sudut pandang sebagian besar anggota oraganisasi, kepentingan organisasi didahulukan dan kepentingan anggota dijadikan yang paling akhir.
    2. Kebijakan dan praktik personel. Masalah ini berkenaan dengan etika kepegawaian, pemberian gaji, kenaikan pangkat, pendisiplinan, pemberhinetian dan masalah pension anggota organisasi. Kewajiban umum organisasi adalah berlaku adil pada anggota organisasi yang prospektif disetiap jenjang karirnya.
    3. Keleluasaan (privacy) dan pengaruh terhadap keputusan pribadi. Perjanjian eksplisit dan implicit antara pegawai dengan organisasi yang memperkerjakan mereka, memberi peluang kepada organisasi untuk memperhatikan faktor – faktor yang secara jelas mempengaruhi prestasi kerja pegawai. Namun masalah etika muncul bila organisasi menaruh perhatian khusus pada masalah kehidupan pribadi anggotanya yang tidak secara langsung mempengaruhi prestasi kerja mereka dalam organisasi, misalnya segala sesuatu yang terjadi selama cuti yang mungkin mempengaruhi citra organisasi, keikutsertaan dalam masalah–masalah publik seperti kegiatan masyarakat dan organisasi pelayanan, kontribusi pada badan-badan amal, dan keterlibatan dalam kelompok kegiatan politik. Padahal para pimpinan selain berhubungan dalam pelaksanaan program kerja seharusnya memiliki ikatan cultural, ketika terjalin komunikasi yang baik diantaranya.
    2) Dilaporkan bahwa Citibank adalah contoh perusahaan yang berada pada peringkat 1 di Indonesia dalammenyiapkan para pemimpin sehingga pemimpin mereka marak dibajak oleh perusahaan lain. Dalam kaitan ini jawablah pertanyaan berikut.
    a) Bagaimana cara menyiapkan pemimpin dalam pengalaman Citibank.
    Jawab:
    Cara menyiapkan pemimpin dalam pengalaman citibank adalah dengan memperhatikan ciri-ciri pemimpin yaitu sebagai berikut :
     Pemimpin yang dapat melibatkan semua orang
    Jangan buat kerja seorang diri. Ia bukan sahaja memenatkan kita, tetapi orang lain juga terasa mereka diabaikan. Mereka tidak akan rasa dihargai kewujudannya .Walau apapun jawatan dan kedudukan, mereka semua ada potensi untuk memberikan idea dan pendapat yang kreatif. Jadi libatkan semua orang dalam membuat sesuatu perancangan atau projek.
     Seseorang yang fleksibel dan adaptif
    Anda perlu ada kemahiran mempelajari sesuatu dengan pantas dan mengubahsuainya mengikut keperluan semasa. Bekerjasamalah dengan orang lain. Mereka mungkin dapat membantu. Tiada gunanya meninggi diri dan ego tidak bertempat.
     Memiliki visi yang berpandangan jauh
    Ini termasuklah visi untuk diri sendiri, pasukan dan organisasi anda. Pakejkan visi ini dan berkongsilah dengan orang lain dalam organisasi. Berikan penekanan terhadap visi pada setiap peluang yang anda perolehi.
     Pemimpin yang sanggup mengambil resiko
    Anda seharusnya berani mencuba idea-idea baru yang berpotensi. Risiko sebanarnya ada dimana-mana. Yang membezakannya hanyalah adalah samada besar ataupun kecil. Menyahut cabaran bermakna anda bersedia mengambil risiko. Dan mereka yang gagal menyahut cabaran biasanya tidak akan melakukan perubahan dan tidak dipandang orang.
     Pemimpin yang kreatif dan inovatif
    Ini adalah kunci perubahan jika anda ingin mara lebih jauh ke hadapan. Relakan diri anda untuk dipengaruhi oleh ide-ide baru.

    b) Adakah kerugian bagi satu perusahaan yang pemimpinnya dibajak oleh orang lain, dan apa kerugian dan keuntungan perusahaan yang membajak pemimpin dari perusahaan lain.

    Jawab :
    1. Ada, karena apabila pemimpin dibajak oleh orang lain, maka perusahaan tersebut akan sulit kembali untuk mendapatkan pemimpin dengan kinerja yang sama dan perlu waktu lama untuk mendapatkan keahlian yang baik dari pemimpin yang baru untuk mennghasilkan keuntungan yang besar bagi perusahaan kedepannya.

    2. Kerugian dan Keuntungan
    o Kerugian perusahaan yang membajak pemimpin dari perusahaan lain adalah perusahaan tersebut harus mengeluarkan biaya yang besar untuk memenuhi semua tawaran yang telah diberikan kepada pemimpin yang dibajak, seperti memberikan gaji yang jauh lebih besar dari perusahaan sebelumnya, memberikan banyak tunjangan seperti kendaraan, rumah, atau fasilitas lainnya yang tidak didapatkan di perusahaan tempatnya bekerja, serta srana pengembangan diri dengan menawarkan atau mengirim karyawan belajar atau pelatihan di luar negeri.

    o Keuntungan perusahaan yang membajak pemimpin dari perusahaan lain adalah perusahaan akan dengan cepat akan merasakan hasil yang menguntungkan dengan mendapatkan pemimpin atau karyawan yang berpengalaman di bidangnya, dengan segudang prestasi yang dimiliki oleh karyawan yang baru, serta karyawan tersebut memiliki potensi yang besar untuk meberikan keuntungan bagi perusahaan kedepanya.

    3) Jelaskan tahapan pembentukan pemimpin dari dalam mulai dari 1) employer branding, 2) HR Development Program , 3) HR Performance Appraisal, Assement and Talent Identification, 4) Leadership Development Program (LDP), 5) Selection, dan 6) Menemukan Leaders.
    Jawab :
    1. Employer Branding
    Menurut Ambler and Barrow (1996), Employer Branding adalah paket fungsional, ekonomi dan manfaat psikologi yang diberikan oleh perusahaan dan diidentifikasi oleh merek perusahaan itu sendiri. Definisi ini juga konsisten dengan kategori konsep brand itu sendiri sesuai dengan kebutuhan pelanggannya. strategi untuk membangun Employer Branding dapat dimulai dari:

    o Menentukan apa arti employer brand itu sendiri di dalam perusahaan.
    Sebagai contoh misalkan suatu mployer Brandinghanya dikembangkan di suatu departemen kecil dan hanya terfokus kepada rekruitmen, maka dapat dikatakan bahwa Employer Branding strategy yang sedang dijalankan sudah tidak sejalan dengan strategi bisnis perusahaan secara keseluruhan dan ke depannya akan dikalahkan oleh perusahaan lain yang sudah menganggap serius mengenai konsep strategi Employer Branding ini untuk menarik serta mempertahankan bakat yang ada.
    o Mendefinisikan tujuan dari Employer Branding itu sendiri serta menjabarkan ruang lingkup strategi atau proyek pembangunan brand ini.
    Dengan mendefinisikan tujuan strategi yang jelas sejak dini tentunya akan menghemat waktu serta biaya dalam jangka panjang. Contoh-contoh tujuan yang dimaksud misalnya ingin menurunkan perputaran sumber daya manusia sampai dengan persentase tertentu, kemudian meningkatkan kualitas dari calon pelamar dengan kriteria- kriteria tertentu dan lain sebagainya.
    o Mempererat hubungan serta komunikasi antara bagian HR dengan departemen marketing. Terkadang suatu rasa kepemilikan terhadap strategi pembangunan Employer Branding masih merupakah area abu-abu yang seharusnya diklarifikasi dengan semua stakeholder sehingga dapat mencapai kesepakatan dan bersatu untuk mencapai semua objektivitas yang sudah ditentukan sejak awal. Dalam hal ini misalnya sebagai contoh antara departemen HR atau sumber daya manusia dengan departemen pemasaran, dengan adanya komunikasi yang jelas, dapat membuat suatu kolaborasi yang kuat misalnya diskusi pentingnya pemasaran Employer Branding baik secara internal ke karyawan sendiri maupun eksternal dilakukan secara bersama-sama dan bukan hanya tanggung jawab dari departemen sumber daya manusia saja.
    o Menentukan apa arti brand perusahaan kita sendiri.
    Pada akhirnya kita harus mempunyai pengertian yang komprehensif mengenai budaya perusahaan kita, pengalaman kerja yang akan dimiliki, faktor-faktor apa yang menentukan kelahiran bakat baru, persepsi dari pihak eksternal, visi dan misi dari pemimpin perusahaan serta best practices yang dilakukan oleh perusahaan selama ini. Dengan pengertian yang comprehensive ini dapat diperoleh dan disusun suatu pesan yang asli, menarik serta original yang disetujui oleh pihak internal dan akan ditransmisikan secara konsisten ke eksternal perusahaan. Hal ini dapat dilakukan melalui riset kuantitatif misalnya survey yang dilakukan baik internal maupun eksternal serta riset kualitatif (focus group, interview terhadap para pemimpin atau round table meeting).
    Apabila suatu organisasi gagal dalam melakukan pengaturan dan pelaksanaan lebih lanjut dalam strategi Employer Brandingnya maka strategi tersebut menjadi tak memiliki arti dan tidak menghasilkan kondisi yang memiliki value added selain hanya menjadi faktor penambah iklan pada proses rekrutmen. Oleh karena itu Employer Brand haruslah menjadi yang pertama dibuat dan kemudian dilakukan dan selalu dilibatkan dalam seluruh kegiatan organisasi.
    2. Human Resources Development Program
    Setelah employer branding tahap selanjutnya adalah program pengembangan sumber daya manusia. Untuk memiliki sebuah strategi dalam Employer Branding adalah satu hal yang penting bagi organisasi tetapi untuk mengatur dan mengkaitkannya dengan program-program HR (sumber daya manusia) adalah hal yang memiliki kepentingan yang lebih tinggi dan perlu diperhatikan pula oleh organisasi.
    Pengembangan sumber daya manusia diperlukan karena organisasi akhir-akhir ini telah lebih mengerti bahwa karyawan tidak dapat begitu saja menjadi loyal dan memiliki kinerja yang maksimal secara sendirinya. Sama sepeti pelanggan akan memiliki hak untuk memilih vendor atau supplier mana yang fit dan sesuai dengan keinginannya maka karyawan yang memiliki potensi dan kompetensi pun akan memiliki hak atau keinginan untuk memilih suatu organisasi yang dapat menjanjikan–dan tentu merealisasikan janjinyaMsesuatu hal yang akan menguntungkan bagi karyawan tersebut. Dengan demikian organisasi semakin mulai berfikir mengenai bagaimana caranya untuk menarik minat calon/karyawan yang tepat untuk bergabung dan tetap berkomitmen kepada organisasi.
    3. Human Resources Performance Appraisal, Assement and Talent Identification
    Kemudian tahapan selanjutnya yaitu tentu memberikan penilaian terhadap kinerja yang telah dilakukan dalam periode penilaian tersebut yaitu dengan cara menilai apakah kinerja dari karyaw an tersebut sudah baik dan dapat bekerja dengan professional, serta menilai dan mengidentifikasi bakat yang dimiliki oleh karyawan tersebut selama berada di dalam perusahaan.
    4. Leadership Development Program (LDP)
    Dalam program pengembangan kepemimpinan, karyawan akan segera mencari tahu kepada karyawan yang baru keluar mengenai kondisi organisasi secara internal, apakah pekerjaan yang akan digelutinya merupakan posisi yang menguntungkan bagi dia atau tidak. Oleh karena itu apabila organisasi tidak memberikan pengalaman yang baik terhadap karyawan yang keluar tersebut maka sangat dikhawatirkan bahwa Employer Branding yang diharapkan terbentuk akan menjadi hilang.
    5. Selection
    Setelah itu menseleksi karyawan yang memiliki potensi dankrdibilitas dalam bekerja sehingga nantiny dapatdijadikan pemimpin, dan
    6. Menemukan Leaders
    Setelah itu menemukan pemimpin dengan ciri-ciri memilih orang secara berhati-hati dan mengarahkan mereka untuk mencapai tujuan yang ada dengan jelas dalam pikiran, mendorong orang untuk berusaha mencapai tujuan, mengarahkan untuk peka terhadap segala yang terjadi serta mengambil sikap tertentu untuk mengantisipasinya, yang terakhir adalah bahwa pemimpin harus memiliki agenda yang jelas mengenai apa dan bagaimana kehendak mereka.

    4) Group adalah hal potensil yang dapat dikembangkan untuk pencapaian tujuan secara efektif. Oleh karena itu , dalam satu organisasi dikenal juga Team Building yang diyakini bahwa dengan team, kinerja akan dapat dicapai lebih tinggi dari yang direncanakan. Dalam kaitan ini jelaskan hal berikut.
    a) Jelaskan tahapan pembentukan group
    Jawab :
    Tahap-tahap Pembentukan Kelompok Model pembentukan suatu kelompok pertama kali diajukan oleh Bruce Tackman (1965). Teori ini dikenal sebagai salah satu teori pembentukan kelompok yang terbaik dan menghasilkan banyak ide-ide lain setelah kosep ini dicetuskan.
     Tahap 1 – Forming
    Pada tahap ini kelompok baru saja dibentuk dan diberikan tugas. Anggota kelompok cenderung untuk bekerja sendiri dan walaupun memiliki itikad baik namun mereka belum saling mengenal dan belum saling percaya.
     Tahap 2 – Storming
    Kelompok mulai mengembangkan ide-ide berhubungan dengan tugas-tugas yang mereka hadapi. Mereka membahas isu-isu semacam masalah yang harus mereka selesaikan. Anggota kelompok saling terbuka dan mengkonfrontasi ide-ide dan perspektif mereka masing-masing. Pada beberapa kasus, tahap storming cepat selesai. Namun ada pula yang mandenk pada tahap ini.
     Tahap 3 – Norming
    Terdapat kesepakatan dan konsensus antara anggota kelompok. Peranan dan tanggung jawab telah jelas. Anggota kelompok mulai dapat mempercayai satu sama lain seiring dengan mereka melihat kontribusi masing-masing anggota untuk kelompok.
     Tahap 4 – Performing
    Kelompok dalam tahap ini dapat menyelesaikan pekerjaan dengan lancar dan efektif tanpa ada konflik yang tidak perlu dan supervisi eksternal. Anggota kelompok saling bergantung satu sama lainnya dan mereka saling respect dalam berkomunikasi.
     Tahap 5 – Adjourning dan Transforming
    Tahap dimana proyek berakhir dan kelompok membubarkan diri. Kelompok bisa saja kembali pada tahap mana pun ketika mereka mengalami perubah.

    b) Jelaskan arti task relationship dan employee relationship
    Jawab :
     Arti task relaionship adalah kepemimpinan yang berorientasi pada pekerjaan dimana perilaku pemimpinnya dalam penyelesaiannya tugasnya memberikan tugas, mengatur pelaksanaan, mengawasi dan mengevaluasi kinerja bawahan sebagai hasil pelaksanaan tugas.
     Arti employee relationship adalah kepemimpinan yang berorientasi pada pegawai akan ditandai dengan perilaku pemimpinnya yang memandang penting hubungan baik dan manusiawi dengan bawahannya.

    c) Apa beda antara group dan team dalam satu organisasi.
    Jawab :

    Group
    Kerja sebagai tugas administrasi
    Setiap individu bekerja secara bebas bahkan salin bersilangan
    Berfokus pada dirinya masing- masing
    Disuruh, bukan melakukan apa yang terbaik bisa dilakukan
    Team
    Saling bergantungan dan memahami tujuan personal dan team saling melengkapi
    Tidak mencari keuntungan satu sama lain
    Rasa memiliki dan mempunyai komitment

    d) Apakah karakteristik daripada satu team yang efektif.
    Jawab :
     Keanggotaan, dua atau lebih individu bergabung bersama untuk mencapai tujuan mereka tidak mampu mencapai sendiri.
     Tujuan umum, sebuah komitmen untuk tujuan bersama.
     Interdependensi, setiap anggota akan berhasil hanya jika semua orang lain berhasil – “kita tenggelam atau berenang bersama”.
     Organisaisi social, kelompok adalah kesatuan sosial dengan norma-norma, peran dibedakan, status, kekuasaan, hubungan emosional.
     Interaksi, face-to-face komunikasi dan sebaliknya, rasa ‘kelompok’ ada bahkan ketika para anggota tidak bersama.
     Pengaruh timbal-balik, setiap anggota mempengaruhi dan dipengaruhi oleh anggota lain.
     Kesadaran kolektif, anggota menganggap dirinya sebagai milik kelompok
     Saling percaya, anggota merasa nyaman dan aman secara emosional
     Keterlibatan, semua anggota berpartisipasi dan keputusan dibuat secara consensus.
     Sinergi, output kolektif lebih besar daripada jumlah kontribusi masing-masing

    5) Dalam topik Leadership Behavior dijelaskan bagaimana perilaku pemimpin dalam mengarahkan perilaku karyawan atau pengikutnya untuk dapat mencapai tujuan secara lebih efektif.
    a) Dalam hal LBDQ (Leader Behavior Description Questionaire) dikenal berbagai poin yang layak ditanyakan kepada karyawan tentang pemimpin. Jelaskan poin tersebut.
    Jawab :
    Item dalam Skala Pertimbangan :
    1. Dia melakukan nikmat pribadi untuk anggota kelompok.
    3. Ia melakukan hal-hal kecil untuk membuatnya menyenangkan untuk menjadi anggota kelompok.
    6. Dia mudah dimengerti.
    8. Dia menemukan waktu untuk mendengarkan anggota kelompok.
    12. Ia terus untuk dirinya sendiri.
    13. Ia terlihat keluar untuk kesejahteraan pribadi individu anggota kelompok.
    18. Dia menolak untuk menjelaskan tindakannya.
    20. Dia bertindak tanpa konsultasi kelompok.
    21. Dia punggung atas anggota dalam tindakan mereka.
    23. Ia memperlakukan semua anggota kelompok sebagai sederajat nya.
    26. Dia bersedia untuk membuat perubahan.
    28. Dia ramah dan didekati.
    31. Ia membuat anggota kelompok merasa nyaman ketika berbicara dengan mereka.
    34. Ia menempatkan saran yang dibuat oleh kelompok dalam operasi.
    38. Dia mendapat persetujuan kelompok mengenai hal-hal penting sebelum pergi ke depan.
    Item 5, 10, 15, 19, 25, 30, 33, 36, 37 dan 40 tidak mencetak gol pada dimensi baik.
    2. Dia membuat sikapnya jelas untuk kelompok
    4. Dia mencoba ide-ide baru dengan kelompok.
    7. Ia memerintah dengan tangan besi.
    9. Dia mengkritik kerja yang buruk.
    11. Dia berbicara dengan cara yang tidak dipertanyakan.
    14. Dia memberikan anggota kelompok untuk tugas-tugas tertentu.
    16. Dia jadwal pekerjaan yang harus dilakukan.
    17. Dia mempertahankan standar yang pasti kinerja.
    22. Dia menekankan pertemuan tenggat waktu
    24. Dia mendorong penggunaan prosedur yang seragam.
    27. Dia akan memastikan bahwa bagian dalam organisasi dipahami oleh seluruh anggota kelompok.
    29. Dia meminta anggota kelompok mengikuti aturan dan peraturan standar.
    32. Dia membiarkan anggota kelompok tahu apa yang diharapkan dari mereka.
    35. Dia melihat itu bahwa anggota kelompok bekerja hingga kapasitas.
    39. Dia melihat itu bahwa karya anggota kelompok dikoordinasikan.
    PEMIMPIN PERILAKU KETERANGAN KUESIONER (LBDQ)

    PETUNJUK ARAH:
    a. READ setiap item dengan hati-hati.
    b. BERPIKIR tentang seberapa sering pemimpin terlibat dalam perilaku yang dijelaskan olehitem.
    c. MEMUTUSKAN apakah ia / dia (A) Selalu (B) Seringkali, (C) Occasionaly, (D) Jarang atau (E) Jangan bertindak seperti yang dijelaskan oleh item.
    d. Menggambar lingkaran sekitar satu dari lima huruf (ABCDE) setelah item untuk
    menunjukkan jawaban yang Anda pilih.
    A = Selalu
    B = Sering
    C = Occasionaly
    D = Jarang
    E = Tidak pernah

    1. Apakah nikmat pribadi untuk anggota kelompok. A B C D E
    2. Membuat / nya sikap nya jelas untuk kelompok. A B C D E
    3. Apakah hal-hal kecil untuk membuatnya menyenangkan untuk
    menjadi anggota kelompok. A B C D E
    4. Mencoba keluar / ide barunya dengan kelompok. A B C D E
    5. Bertindak sebagai pemimpin sejati kelompok. A B C D E
    6. Apakah mudah dimengerti. A B C D E
    7. Aturan dengan tangan besi. A B C D E
    8. Menemukan waktu untuk mendengarkan anggota kelompok. A B C D E
    9. Kecam miskin bekerja. A B C D E
    10. Memberikan pemberitahuan terlebih dahulu perubahan. A B C D E
    11. Berbicara dengan cara yang tidak dipertanyakan. A B C D E
    12. Terus dirinya sendiri / dirinya sendiri. A B C D E
    13. Tampak keluar untuk kesejahteraan pribadi individu
    anggota kelompok. A B C D E
    14. Menetapkan anggota kelompok untuk tugas-tugas tertentu. A B C D E
    15. Apakah juru bicara kelompok. A B C D E
    16. Jadwal pekerjaan yang harus dilakukan. A B C D E
    17. Menjaga standar yang pasti kinerja. A B C D E
    18. Menolak untuk menjelaskan / nya tindakannya. A B C D E
    19. Menjaga kelompok informasi. A B C D E
    20. Kisah tanpa konsultasi kelompok. A B C D E
    21. Punggung anggota dalam tindakan mereka. A B C D E
    22. Menekankan pertemuan tenggat waktu. A B C D E
    23. Memperlakukan semua anggota kelompok sebagainya sama A B C D E
    24. Mendorong penggunaan prosedur yang seragam. A B C D E
    25. Mendapat apa yang dia / dia meminta dari / nya atasannya. A B C D E
    26. Apakah bersedia untuk membuat perubahan. A B C D E
    27. Memastikan bahwa / nya perannya dalam organisasi dipahami
    oleh anggota kelompok. A B C D E
    28. Apakah ramah dan didekati. A B C D E
    29. Meminta anggota kelompok mengikuti aturan
    dan peraturan standar. A B C D E
    30. Gagal untuk mengambil tindakan yang diperlukan. A B C D E
    31. Membuat anggota merasa nyaman ketika
    berbicara dengan mereka. A B C D E
    32. Mari anggota kelompok tahu apa yang diharapkan dari mereka. A B C D E
    33. Berbicara sebagai wakil kelompok. A B C D E
    34. Menempatkan saran yang dibuat oleh kelompok dalam operasi. A B C D E
    35. Melihat itu bahwa anggota kelompok bekerja hingga kapasitas. A B C D E
    36. Mari orang lain mengambilnya kepemimpinannya
    dalam kelompok A B C D E
    37. Mendapat / nya atasannya untuk bertindak demi
    kesejahteraan anggota kelompok. A B C D E
    38. Mendapat persetujuan kelompok dalam hal-hal
    penting sebelum pergi ke depan. A B C D E
    39. Melihat itu bahwa karya anggota kelompok dikoordinasikan. A B C D E
    40. Menjaga kelompok bekerja sama sebagai sebuah tim. A B C D E

    b) Kelanjutan daripada teori perilaku ini dikenal ada dua dimensi yang harus diperhatikan yaitu pertimbangan akan orang (people) dan result (hasil). Bila hal ini diterapkan maka didapat lima kombinasi siginifikan. Jelaskan kelima kombinasi dimaksud.
    Jawab :
    Studi ini melihat kepemimpinan itu atas dua dimensi perilaku pemimpin :
    • Initiating Structure (Struktur Tugas) merupakan cara pemimpin melukiskan hubungannya dengan bawahan dalam usaha menetapkan pola organisasi, saluran komunikasi, dan metode atau prosedur yang dipakai dalam organisasi,
    • Consideration (tenggang rasa) merupakan perilaku saling menghargai dan persahabatan antara pemimpin dengan bawahannya.
    Kombinasi signifikan dari dua dimensi tersebut adalah sebagai berikut :
    1. Pemimpin membantu terciptanya suasana persaudaraan, kerjasama dengan penuh rasa kebebasan.
    2. Pemimpin membantu kelompok untuk mengorganisir diri yaitu ikut serta dalam memberikan rangsangan dan bantuan kepada kelompok dalam menetapkan dan memjelaskan tujuan.
    3. Pemimpin membantu kelompok dalam menetapkan prosedur kerja, yaitu membantu kelompok dalam menganalisis situasi untuk kemudian menetapkan prosedur mana yang paling efektif dan efisien.
    4. Pemimpin bertanggungjawab dalam mengambil keputusan bersama dengan kelompok.
    5. Pemimpin bertanggung jawab dalam mengembangkan dan mempertahankan eksistensi organisasi.

    6) Pilihlah seorang pemimpin di Indonesia (anda bebas memilih), sehingga dapat dijelaskan berdasarkan pendeakatan OCEAN karakteristik atau faktor yang pemimpin yang anda pilih sehingga mereka layak dinyatakan menjadi pemimpin.
    Jawab :
    Pendekatan OCEAN karakteristik merupakan strategi ini mempromosi pendekatan yang sistematik kearah membina perniagaan dalam persekitaran pasaran yang belum dikenal pasti oleh para pesaing. Sehingga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi.
    Saya memilih B.J Habibie, karena pada masa pemerintahnan B.J Habibie ini, kebebasan pers dibuka lebar-lebar sehingga melahirkan demokratisasi yang lebih besar. Pada saat itu pula peraturan-peraturan perundang-undangan banyak dibuat. Pertumbuhan ekonomi cukup tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Habibie sangat terbuka dalam berbicara tetapi tidak pandai dalam mendengar, akrab dalam bergaul, tetapi tidak jarang eksplosif. Sangat details, suka uji coba tapi tetapi kurang tekun dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Walaupun demikian Habibie dalam masa pemerintahannya telah banyak memberikan kontribusi untuk kemajuan bangsa Indonesia.

    Komentar oleh Novi Rama (P2C213020) | Februari 10, 2015 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: