Johannessimatupang’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

SEMINAR MANAJEMEN PEMASARAN KELAS SORE


Halaman ini diperuntukkan untuk kelas Seminar Manajemen Pemasaran kelas sore. Setiap peserta harus menggunakan halaman ini sebagai alat komunikasi dan berbagi dala mmengembangkan topik bahasan yang relevan.

SUKSES UNTUK SEMUA

Pedoman Pelaksanaan Perkuliahan Seminar
Pedoman Kelas Seminar Manajemen Pemasaran Kelas Sore

Maret 5, 2015 - Posted by | Uncategorized

13 Komentar »

  1. MELLISA (RRC1B0313008)
    NABILLA TRI ANDARASARI (RRC1B0313003)

    ANALISIS PENGARUH SERVICESCAPE TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN PADA RESTAURANT DUCK TALE

    BAB 1
    PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang Masalah
    Pertumbuhan Perekonomian dunia saat ini telah mencapai situasi dimana persaingan telah menjadi menu utama sehari-hari yang harus dihadapi oleh para pelaku bisnis. Di era persaingan yang semakin ketat ini sebuah strategi yang hanya mementingkan kualitas pelayanan di nilai kurang untuk menarik dan mempertahankan konsumen. Para pelaku bisnis di tantang untuk dapat menambahkan strategi yang lebih inovatif lagi agar dapat mempertahankan eksistensi sebuah bisnis. Salah satu strategi yang dapat di lakukan adalah menciptakan diferensiasi produk atau jasa yang unik yang berbeda dari produk atau jasa para pesaing yang sejenis. Menurut Kotler (2002:328), diferensiasi adalah tindakan merancang serangkaian perbedaan yang berarti untuk membedakan tawaran perusahaan dengan tawaran pesaing. Selanjutnya Kotler (2002:329) menyebutkan bahwa perusahaan dapat mendiferensiasikan tawaran pasarnya menurut 5 dimensi, yaitu: produk, pelayanan, personalia, saluran pemasaran atau citra. Diferensiasi dapat dilakukan pada pelayanan yang unik dan mudah diingat, solusi pelayanan yang profesional, proses pelayanan singkat dan cepat, metode promosi yang konsisten dan berkesinambungan. Kesemuanya melahirkan nuansa baru bagi pelayanan konsumen yang tak terlupakan dan menjadi “brand” tersendiri bagi perusahaan untuk mengangkat citra perusahaan yang profesional, mudah,cepat dan nyaman.
    Andi Sernovitz(2006) dalam bukunya yang berjudul How smart companies get people talking, mengungkapkan bahwa untuk membentuk sebuah pembicaraan di kalangan masyarakat maka sebuah perusahaan harus memiliki konsep be interesting. Perusahaan perlu melakukan sesuatu yang berbeda dan menarik sehingga tidak terlihat membosankan. Perusahaan yang menciptakan produk atau jasa yang sejenis, namun memiliki suatu perbedaan yang menonjol maka mereka akan mempunyai karakteristik tersendiri yang menarik untuk di bicarakan seperti packaging dari produk atau jasa tersebut.

    Menurut kotler (1973) penataan lingkaungan fisik dalam bisnis dapat di deskripsikan dan diatur dalam istilah yang dinamakan dengan “atmospherics”. Atmospherics atau atmosfer yang merupakan istilah yang digunakan untuk mengontrol secara sengaja dan memanipulasi tanda atau isyarat lingkungan dalam lingkungan jasa. Kemudian pada tahun 1992, Bitner mengambil konsep atmosfer selangkah lebih maju dengan mengembangkan suatu kerangka kerja yang membahas tentang dampak lingkungan fisik terhadap konsumen dalam industri jasa. Untuk membedakan kerangka kerja ini dengan “atmospherics” Bitner menggunakan istilah servicescape untuk mendeskripsikan lingkungan fisik dimana sebuah jasa tersebut dihantarkan.
    Istilah servicescape atau ingkungan fisik mengacu pada gaya dan penampilan dari lingkungan yang disediakan dan juga mencakup unsur-unsur lain dari lingkungan jasa yang membentuk pengalaman konsumen. Lingkungan fisik merupakan salah satu istilah untuk menyebut servicescape yaitu lingkungan yang sengaja dibuat dan mempunyai peran penting dalam mempengaruhi perilaku konsumen pada lingkungan tempat mereka datang.
    Restoran merupakan tempat yang tidak hanya menjual produk saja namun juga menjual jasa dimana pelayanan merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk kenyaman konsumen. Jasa memiliki karakteristik yang berbeda dengan produk. Jasa bersifat tidak berwujud (intangible), sedangkan produk bersifat berwujud (tangible). Sifat jasa yang tidak berwujud membuat konsumen membutuhkan bukti-bukti fisik yang dapat membuat pelanggan mempunyai pengalaman yang menyenangkan ketika mereka membeli jasa. Bukti fisik dari sebuah jasa dapat dilihat melalui gedung, perabotan interior, perlengkapan, seragam dari karyawan, tanda-tanda, penggunaan dari warna, aroma dan suara
    Restoran merupakan salah satu industri jasa dimana setiap pengusaha restoran berlomba-lomba menawarkan kualitas produk dan layanan yang maksimal kepada konsumen yang datang. Selain menawarkan kualitas produk, sebuah restoran juga harus bisa memberikan sesuatu yang berbeda dari restoran lain yang dapat membuat nilai tambah bagi usahanya. Sebuah restoran harus dapat membangun dan menjaga kredibilitasnya agar setiap pelanggan yang datang mempunyai kesan yang positif bagi restoran tersebut dan nantinya akan dapat memberikan emosi dan kepuasan bagi pelanggan.

    Industri-industri makanan tidak hanya sebagai tempat makan lagi, perusahaan berlomba-lomba untuk membuat restoran dan kafe yang bisa menarik perhatian konsumen untuk datang. Definisi kafe sendiri sudah berubah dari tempat yang biasa digunakan untuk tempat bersantai kini kafe dikembangkan menjadi tempat hiburan dan tempat makan. Ada beberapa tempat makan yang sekaligus kafe di Kota Jambi,salah satu rumah makan dan kafe adalah Duck Tale. Berbeda dengan rumah makan lain pada umumnya,Duck Tale menawarkan banyak menu makanan dengan menu utama nya bebek dan fasilitas unik yang didapatkan ketika bertandang ke restoran ini. Bahkan banyak orang yang menganggap Duck Tale bukan hanya sekedar tempat makan tapi sekaligus sebagai tempat untuk mengadakan party ulang tahun.
    Konsep yang ditawarkan Duck Tale merupakan pilihan tempat makan indoor dan outdoor,dimana konsep indoor merupakan konsep tempat makan yang elegant dan konsep outdoor merupakan konsep yang bertemakan Garden house. Selain menjual menu-menu bebek Duck Tale juga menawarkan suasana yang berbeda dari tempat lain. Duck Tale memiliki keunikan dari segi bangunan yang mudah dikenali melalui ciri khas eksterior Garden dengan bangunan rumah yang di desain seunik mungkin menjadi tempat makan, Kekhasan Duck Tale lainnya juga dapat terlihat dari interior bangunan yang dapat dilihat dari warna ruangan yang cenderung senada yaitu warna putih (white).
    Konsep Garden House yang diusung Duck Tale lewat interior tidak semata-mata sebagai alat promosi untuk menarik minat konsumen tetapi sebagai bentuk identitas perusahaan. Atmosfer dan lingkungan fisik yang terlihat di Duck Tale yang membedakannya dengan perusahaan lain. Secara tidak langsung, pengunjung akan menyimpulkan sendiri mengenai kesan dan pengalaman mereka selama berada di Duck Tale. Tidak hanya sebagai restoran, Duck Tale juga sering dikunjungi oleh keluarga sebagai salah satu tujuan untuk merayakan party.
    Keunikan suasana yang coba dibangun oleh Duck Tale merupakan salah satu strategi bersaing yang bisa mendiferensiasikan restoran tersebut dengan restoran lainya. Sebagian besar restoran hanya memberikan layanan yang baik untuk konsumen, meningkatkan kinerja karyawan yang semata-mata bertujuan untuk meningkatkan penjualan dan memuaskan konsumen. Namun, masih jarang restoran yang menonjolkan lingkungan fisik untuk bisa bersaing secara kompetitif. Lingkungan fisik yang unik akan memberikan kesan tersendiri bagi setiap konsumen yang dating. Melihat pentingnya peran servicescape dalam restoran yang dapat membentuk loyalitas pelanggan, maka penelitian ini akan melihat bagaimana Pengaruh servicescape terhadap loyalitas pelanggan (studi kasus pada restoran Duck Tale).
    1.2 Rumusan Masalah
    Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka perumusan masalah dari penelitian ini adalah:
    Bagaimana pengaruh servicescape dalam membentuk loyalitas pelanggan restoran Duck Tale?
    1.3 Tujuan Penelitian
    Menganalisis pengaruh servicescape terhadap loyalitas pelanggan pada Restoran Duck Tale.

    1.4 Manfaat penelitian
    1.Manfaat Akademis
    Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai penilaian serviscape dan penggaruhnya terhadap loyalitas konsumen yang berguna dalam bidang pemasaran. Selain itu juga diharapkan dapat menjadi dasar penelitian selanjutnya serta menambah wawasan bagi pembacanya.
    2.Manfaat praktis
    Manfaat praktis penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan evaluasi dalam peningkatan strategi pemasaran khususnya dalam perancangan lingkungan fisik atau servicescape yang ingin dilakukan dimasa yang akan datang.

    Komentar oleh Nabilla tri andarasari | Maret 19, 2015 | Balas

  2. Nama :
    RIZWANDI (RRC1B0313002)
    WAHYU FIRMANSYAH (RRC1B0313004)

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi
    Jurusan Manajemen Kelas Sore

    Analisis Pengaruh Promotion Mix terhadap Volume penjualan PT. Yamaha Sabang Raya Motor Kebun Handil Kota Jambi

    Industri kendaraan bermotor merupakan salah satu industri yang sangat pesat perkembangannya di dunia termasuk di Indonesia. Ini disebabkan kebutuhan manusia akan kendaraan sangat penting artinya terhadap kegiatan masyarakat secara langsung. Permintaan kebutuhan kendaraan bermotor akan terus meningkat seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah pemasaran kendaraan tersebut.
    Wilayah Indonesia memiliki daratan yang luas, tentu akan membutuhkan kendaraan sebagai sarana transportasi, apalagi dengan semakin banyaknya jalur transportasi yang baru dibuka untuk menghubungkan suatu wilayah dengan wilayah lainnya. Seiring peningkatan jumlah penduduk dan arus perpindahan penduduk juga akan mendorong peningkatan penggunaan kendaraan dalam menunjang kegiatan perekonomian masyarakat.
    Berkembangnya industri otomotif dunia tentu sangat berpengaruh bagi bangsa Indonesia, dimana begitu banyaknya jenis dan tipe kendaraan dari berbagai macam merek terus menyemarakan pasar kendaraan otomotif di Indonesia. Melihat Indonesia merupakan pasar yang cukup potensial. Hal ini menjadi peluang bagi para pelaku industri otomotif di Indonesia untuk dapat memanfaatkan kesempatan ini. Akan tetapi penurunan daya beli masyarakat akibat krisis ekonomi tentu akan mempengaruhi tingkat penjualan dari kendaraan tersebut. Akibat kondisi ekonomi yang kurang menentu memaksa produsen otomotif untuk menghasilkan kendaraan yang cocok dengan kondisi masyarakat, sehungga tetap terjangkau oleh masyarakat. Tahap perkembangan kegiatan industri kendaraan di Indonesia yang dulunya sebagai distributor dari mobil yang dibuat di luar negeri kini melangkah ke tahap perakitan (Assembly) dan terus meningkat ke tahap industri secara penuh (Full Manufacturing) yang merupakan salah satu upaya dari para produsen mobil untuk menekan biaya produksi sehingga nilai jual kendaraan tersebut dapat dijangkau oleh konsumen. Selain itu, juga dapat menyerap tenaga kerja dan alih teknologi yang sangat dibutuhkan sebagai negara sedang berkembang.
    Maraknya jenis dan kendaraan motor yang ada di pasaran tentu akan menimbulkan masalah bagi produsen itu sendiri, dimana terjadi kompetisi didalam menarik konsumen sebanyak mungkin. Untuk menarik minat para pembeli, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan perbaikan sistem pemasaran yang lebih efektif. Pemasaran efektif dalam penerapannya bukan hanya bagaimana meningkatkan volume penjualan tetapi juga mengamati tingkah laku konsumen serta memenuhi keinginan konsumen melalui usaha perbaikan kualitas produk yang sesuai dengan harapan konsumen.
    Dalam upaya mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan, seringkali perusahaan dihadapkan pada berbagai masalah, seperti kesulitan di dalam meningkatkan volume penjualan, adanya persaingan yang ketat dari perusahaan sejenis, semakin kompleksnya perilaku konsumen terhadap suatu produk, selera konsumen yang selalu berubah-ubah, serta kondisi ekonomi yang kurang menentu.
    Menurut konsep pemasaran berhasilnya suatu perusahaan apabila perusahaan tersebut dapat memenuhi kebutuhan konsumen dengan lebih baik, hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tersebut telah memasuki era kompetisi. Sejalan dengan hal tersebut, upaya yang dapat dilakukan dalam memasarkan suatu produk yakni dengan melakukan kegiatan promosi yang meliputi, advertising, sales promotion, personal selling, public relation, direct marketing agar calon konsumen lebih mengenal, memahami, serta simpati terhadap produk yang ditawarkan. Promosi dihadapkan pada berbagai macam kegiatan yang dapat dilakukan perusahaan untuk mengkomunikasikan kelebihan-kelebihan produk yang dimiliki agar dapat membujuk calon pembeli. Oleh sebab itu manajer pemasaran harus memilih bentuk promosi yang tepat dan terpadu agar menghasilkan efek domino sehingga dapat meningkatkan volume penjualan.
    Demikian halnya dengan PT. Yamaha Sabang Raya Motor sebagai penyalur kendaraan bermotor di Provinsi Jambi yang berkedudukan di Kebun Handil Kota Jambi, tentu sangat memperhatikan sistem pemasaran dan promosi penjualan secara efektif kendaraan merek Yamaha sudah pasti akan intens dalam melakukan kegiatan promosi dengan berbagai media, dengan tujuan merebut pangsa pasar dari berbagai jenis kendaraan telah diluncurkan kepasaran. Berdasarkan kondisi yang telah disebutkan diatas dimana begitu banyaknya produk-produk yang sama yang ditawarkan dari berbagai macam produsen sehingga meramaikan bursa otomotif menarik minat penulis untuk mengambil judul :
    “Analisis Pengaruh Promotional Mix Terhadap Volume Penjualan PT. Sabang Raya Motor Kebun Handil Kota Jambi.”

    1.2 Rumusan Masalah
    Setiap perusahaan ysng akan atau sedang melakukan kegiatan usaha tidak luput dari bermacam-macam masalah yang harus dipecahkan demi kelancaran usahanya. Masalah pokok pada PT. Yamaha Sabang Raya Motor Kebun Handil Kota Jambi adalah
    Apakah bauran promosi yang meliputi periklanan, penjualan pribadi, promosi penjualan, publisitas dan pemasaran langsung berpengaruh terhadap peningkatan volume penjualan motor Yamaha pada PT. Yamaha Sabang Raya Motor Kebun Handil Kota Jambi ?
    Bauran promosi apakah yang paling dominan dalam meningkatkan volume penjualan motor Yamaha ?

    1.3 Tujuan Penelitian
    Untuk mengetahui pengaruh bauran promosi terhadap perkembangan volume penjualan motor Yamaha pada PT. Yamaha Sabang Raya Motor dengan promosi yang selama ini di terapkan.
    2.Untuk mengetahui bauran promosi yang paling dominan mempengaruhi terhadap perkembangan volume penjualan motor Yamaha Pada PT. Yamaha Sabang Raya Motor Kebun Handil Kota Jambi.

    Komentar oleh Rizwandi | Maret 21, 2015 | Balas

  3. nama :
    BINTANG PUSPA SARI ( ERC1B012004 )

    ANALISIS PRESEPSI KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN DAN LOYALITAS PADA INDOMARET KECAMATAN TELANAIPURA KOTA JAMBI

    BAB I
    PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang
    Bisnis pasar modern sudah cukup lama memasuki indutri retail Indonesia dan dengan cepat memperluas wilayahnya sampai kepelosok daerah. Keberdaan mereka banyak menimbulkan pro-kontra. Bagi konsumen pasar modern, keberadaan Hypermarket, Supermarket dan Minimarket, memang memberikan alternatif belanja yang menarik. Selain menawarkan kenyamanan dan kualitas produk, harga yang mereka pasang juga cukup bersaing bahkan lebih murah dari pasar tradisional. Sebaliknya, keadaan semacam ini jelas membuat risau para retail kecil.
    Dewasa ini bermunculan Minimarket dengan berbagai fasilitas yang semakin lengkap. Pada dasarnya keberhasilan usaha retail terletak pada penyediaan produk sehari-hari, baik secara kualitas maupun kuantitas serta harga yang terjangkau terutama bagi masyarkat berpenghasilan sedang.

    Dalam bisnis ritel, banyak konsumen yang melakukan pembelian merupakan suatu keberhasilan, namun banyak perusahaan yang belum mengetahui secara langsung rangsangan yang mana mempengaruhi persepsi konsumen untuk membeli, kemudian untuk mengetahui keadaan usaha perlu dilakukan studi terhadap persepsi masyarakat/pelanggan, apa lagi usaha itu merupakan hal yang baru bagi suatu lingkungan masyarakat.
    Salah satu ukuran keberhasilan suatu usaha adalah bagaimana persepsi konsumen dapat meningkatkan kepercayaan kepada perusahaan sehingga mereka mempunyai keinginan untuk membeli yang sangat besar bagi perusahaan tersebut. Menurut Rakhmat (2003:51) “persepsi adalah pengalaman tentang obyek peristiwa atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan “. Seseorang yang telah termotivasi akan sikap untuk bertindak dan tindakan yang dilakukan oleh seseorang itu dipengaruhi oleh persepsi.
    Persepsi konsumen akan mempengaruhi keputusan pembelian dikarenakan orang mempunyai kesukaan dan kebiasaan yang berbeda-beda sesuai dengan kondisi konsumen terutama didukung oleh kemampuan seseorang untuk mendapatkan suatu barang atau jasa di dalam lingkungan Indomaret. Menurut Kotler (2007 :153) “keputusan pembelian seseorang dipengaruhi oleh faktor psikologi utama, antara lain persepsi serta keyakinan dan pendirian”. Berdasarkan uraian diatas maka proses keputusan pembelian konsumen sangat ditentukan oleh faktor psikologi mereka sendiri antara lain persepsi serta keyakinan dan pendirian mereka, kemudian mengidentifikasi masukan-masukan informasi yang mereka peroleh mengenai barang atau produk kemudian mengevaluasinya untuk kemudian melakukan keputusan pembelian.
    Sebagai sebuah produk usaha, bisnis ritel di Kota Jambi juga mengalami persaingan yang sangat tinggi. Semua pengelola berusaha agar usaha ritelnya dikunjungi orang sebanyak mungkin, karena salah satu ukuran keberhasilan suatu bisnis ritel adalah banyak sedikitnya pengunjung melakukan pembelian. Untuk menghadapi iklim persaingan demikian, siapapun harus mampu menciptakan competitive advantage. Tak jarang berbagai strategi dilakukan dalam meningkatkan keunggulan daya saing tersebut dan di uji dengan menggunakan berbagai penelitian. Hasil yang diperoleh dari penelitian itu pun menyebutkan berbeda-beda tentang penyebab konsumen berbelanja. Indomaret adalah salah satu usaha bisnis dari Indomarco Prismatama yang berkecimpung pada bisnis ritel Indonesia. Pada awal tahun 2012, usaha ini telah memiliki cabang kurang lebih 6003 unit cabang dan memiliki 15 pusat distribusi di Indonesia. Indomaret masih menerima peluang dan gencar dalam membuka cabang-cabang baru.
    Khususnya di Kota Jambi, saat ini Indomaret telah membuka 53 cabang di kota Jambi dan masing-masing cabang memiliki 8 orang karyawan. Indomaret memiliki konsep tampilan dan suasana toko yang telah disesuaikan dengan apa yang diinginkan konsumen untuk mencapai kepuasan dan kemudahan dalam melakukan pembelian, dengan desain interior dan tampilan Minimarket yang memakai kaca tembus pandang diharapkan masyarakat dapat mengetahui apa saja yang dijual di Indomaret, Indomaret juga berusaha menyajikan segala kebutuhan konsumen dengan memperbanyak ragam barang yang dijual dengan membaca keinginan konsumen, disamping itu konsumen dapat bebas memilih dan mengambil sendiri barang yang diinginkannya. Dengan konsep inilah Indomaret berusaha menarik perhatian banyak pengunjung.
    Dari masing- masing kecamatan memiliki beberapa unit Indomaret, seperti dikawasan Kecamatan Telanaipura Kota Jambi .

    Table 1.1
    Indomaret Kecamatan Telanaipura di Kota Jambi
    No Alamat Minimarket Indomaret Kecamatan Rata-rata Konsumen
    1. Jln. Re Martadinata / 009, Kelurahan Telanaipura Telanaipura 200
    2. Jln. Amir Hamzah / 009, Kelurahan Telanaipura Telanaipura 170
    3. Jln. Slamet Riyadi Jambi / 009 Kelurahan Sungai Putri Telanaipura 210
    4. Jln. Suwabesi Jambi / 009 Kelurahan Kenali Telanaipura 270
    5. Jln. Letkol Abunjani / 009 Kelurahan Selamet Telanaipura 250
    6. Jln. Sumantri Brojonegoro Kelurahan Selamet Telanaipura 230
    7. Jln. Kapten Pattimura Kelurahan Simpang IV Sipin Telanaipura 220
    Total 1550
    Sumber : Indomaret Kecamatan Telanaipura Kota Jambi (2013) perhari

    Dari tabel 1.1 di atas diketahui bahwa jumlah konsumen Indomaret Kecamatan Telanipura Kota Jambi memiliki range rata-rata konsumen yang cukup besar. Jika jumlah konsumen tidak sesuai dengan harapan dan perusahan tidak melakukan upaya-upaya untuk memperbaikinya maka perusahan tentunya tidak akan berkembang dengan baik. Berbedanya jumlah konsumen Indomaret Kecamatan Telanipura Kota Jambi akan memberi dampak pada kelangsungan hidup Indomaret karena biaya operasional tergantung dari jumlah konsumen.
    Dalam hal ini peneliti merasa tertarik untuk melakukan penelitian guna mengetahui persepsi konsumen dengan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi konsumen dalam melakukan pembelian ulang pada Indomaret Kecamatan Telanaipuradi Kota Jambi. Berangkat dari latar belakang yang telah dipaparkan tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Analisis Presepsi Konsumen Terhadap Pelayanan dan Loyalitas Pada Indomaret Kecamatan Telanaipura Kota Jambi”.

    1.2 Rumusan Masalah
    Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut, apakah pelayanan indomaret kepada konsumen berpengaruh terhadap loyalitas konsumen pada indomaret kecamatan telanaipura Kota Jambi .

    1.3 Tujuan Penelitian
    Berdasarkan permasalahan yang telah dirumuskan, tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah
    1. Mengetahui apakah pelayanan indomaret kepada konsumen berpengaruh terhadap presepsi konsumen untuk loyalitas pada indomaret kecamatan telanaipura Kota Jambi ?
    2. Menganalisis presepsi konsumen agar tetap loyalitas terhadap pelayanan indomaret kecamatan telanaipura Kota Jambi ?

    1.4 Manfaaat Penelitian
    Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaaat sebagai berikut :
    1. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan ilmu pengetahuan, khususnya manajemen pemasaran terutama bagi akademis yang ingin menganalisis pengaruh persepsi konsumen terhadap keputusan pembelian ulang.
    2. Secara praktis, merupakan bahan masukan bagi perusahaan khususnya tentang persepsi konsumen dalam keputusan pembelian pada Minimarket Indomaret sebagai dasar menentukan langkah strategi pemasaran di Kecamatan Telanaipura di Kota Jambi selanjutnya.

    Komentar oleh bintang puspa sari | Maret 22, 2015 | Balas

  4. Nama : Ezzy Zadella (ERC1B012018)
    Analisis keterlibatan UMKM terhadap MEA

    1.1 Latar Belakang
    Implementasi
    Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan segera diberlakukan 2 tahun lagi, yaitu pada tahun 2015. MEA merupakan salah satu pilar-pilar impian masyarakat ASEAN yang dicetuskan dalam kesepakatan Bali Concord II. ASEAN berharap dapat membentuk sebuah pasar tunggal dan basis produksi sebelum tahun 2015. Dengan MEA 2015 maka diharapkan ASEAN akan memiliki 4 karakteristik utama yaitu sebagai (1) pasar tunggal dan kesatuan basis produksi, (2) kawasan ekonomi yang berdaya saing, (3) pertumbuhan ekonomi yang merata, dan (4) meningkatkan kemampuan untuk berintegrasi dengan perekonomian global.
    Usaha mikro kecil dan menegah (UMKM) memainkan suatu peran vital di dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, tidak hanya di negara-negara sedang berkembang tetapi juga di negara-negara maju. Diakui secara luas bahwa UMKM sangat penting karena karakteristik-karakteristik utama mereka yang membedakan mereka dari usaha besar , terutama karena UMKM adalah usaha-usaha padat karya, terdapat di semua lokasi terutama di perdesaan, lebih tergantung pada bahan-bahan baku lokal, dan penyedia utama barang-barang dan jasa kebutuhan pokok masyarakat berpendapatan rendah atau miskin (Tambunan: 2012) .
    Sesuai dengan pilar utama MEA ini, akan tercipta pasar tunggal di wilayah ASEAN. Pasar tunggal ini akan munculkan aliran perdagangan barang, jasa, modal dan investasi secara bebas. Indonesia sebagai anggota ASEAN yang mempunyai jumlah penduduk paling banyak ini akan sangat berpotensi menjadi pasar yang kuat untuk perdagangan barang dan jasa yang dihasilkan oleh Negara-negara di ASEAN.
    Berkaca dari pengalaman sebelumnya yaitu pada tahun 2010 telah diberlakukannya kerjasama China ASEAN Free Trade Area (CAFTA), salah satu dampak yang muncul adalah membanjirnya produk-produk Cina di pasaran Indonesia. Produk-produk tersebut menjadi pesaing dari produk-produk yang dihasilkan oleh UMKM Indonesia, seperti misalnya produk keramik, pakaian jadi, produk alas kaki (sepatu/sandal), mebel, dan produk kerajinan. Hal tersebut merupakan tantangan bagi produk-produk UMKM Indonesia.
    Sama halnya dengan akan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA/AEC, ASEAN Economic Community) pada tahun 2015, hal tersebut juga akan menjadi peluang sekaligus tantangan bagi produk-produk yang dihasilkan oleh UMKM di Indonesia. Dalam hal ini peningkatan daya saing UMKM menjadi faktor kunci agar mampu menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang dari implementasi MEA 2015.
    Temanggung merupakan suatu kota di Indonesia dimana warganya banyak yang berkecimpung dalam dunia bisnis UMKM. Dari data yang diperoleh dari Dinas Perindag, Koperasi dan UMKM Kabupaten Temanggung, pada tahun 2010 terdapat 15421 industri UMKM yang menyerap tenaga kerja 55747 orang. Dengan adanya persaingan yang semakin ketat sebagai akibat dari adanya pasar tunggal masyarakat Ekonomi ASEAN ini akan sangat dimungkinkan berdampak pada kelangsungan hidup UMKM tersebut, karena akan banyak produk-produk impor yang akan membanjiri pasar dalam negeri ini. Apabila UMKM tidak dapat mempertahankan keberadaanya dan melakukan pembenahan guna menghadapi perilaku pasar yang semakin terbuka di masa mendatang maka akan sangat mungkin banyak UMKM yang akan gulung tikar. Para pelaku UMKM tidak boleh lagi mengandalkan buruh murah dalam pengembangan bisnisnya. Kreativitas dan inovasi melalui dukungan penelitian dan pengembangan menjadi sangat penting untuk diperhatikan. Selain itu UMKM harus memanfaatkan peluang untuk meraih potensi pasar dan menjaga eksisitensi UMKM dengan baik. Untuk dapat memanfaatkan peluang tersebut, maka tantangan yang terbesar bagi UMKM dalam menghadapi MEA adalah bagaimana menentukan strategi guna memenangkan persaingan, Salah satu strategi yang dapat digunakan adalah dengan menciptakan berbagai keunggulan dan kekhasan dari produk yang dihasilkan.

    1.2 Rumusan Masalah
    Dari uraian latar belakang di atas, maka rumusan masalah dari penelitian adalah sebagai berikut :
    1. Bagaimana kesiapan UMKM batik Jambi Indonesia terhadap MEA ?
    2. Apa pengaruh MEA terhadap perkembangan batik Jambi ?

    1.3 Tujuan Penelitian
    1. Untuk meninjau kesiapan UMKM batik Jambi terhadap MEA yang akan hadir di tahun 2015
    2. Untuk mengetahui pengaruh MEA terhadap perkembangan batik Jambi

    1.4 Manfaat Penelitian
    Terdapat 2 manfaat penelitian yaitu:
    1. Manfaat teoristis
    a. Memberikan manfaat kontribusi terhadap perkembangan ilmu menejemen, khususnya menejemen pemasaran
    b. Dapat dipakai menjadi acuan bagi penelitian-penelitian sejenis untuk tahap selanjutnya.
    2. Manfaat praktis
    a. Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan mengenai keterlibatan UMKM batik jambi terhadap MEA.
    b. Manfaat bagi masyarakat Jambi untuk perkembangan UMKM Batik Jambi dalam menghadapi MEA

    Komentar oleh ezzy zadella (ERC1B012018) | Maret 22, 2015 | Balas

  5. Nama Kelompok :
    1. Tiara Nopita Angraina (ERC1B012008)
    2. Yelli Elfia (ERC1B012116)

    PENGARUH SELEBRITI PENDUKUNG (CELEBRITY ENDORSER) TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK POND’S

    1.1 Latar Belakang
    Salah satu strategi yang dilakukan perusahaan agar produknya dikenal oleh masyarakat yaitu dengan cara melakukan promosi melalui media iklan. iklan merupakan salah satu bentuk dari komunikasi pemasaran, melalui iklan produsen dapat menarik perhatian dan membujuk konsumen untuk membeli produk yang ditawarkan.Salah satu cara yang dilakukan perusahaan agar iklan yang dibuat dapat menarik perhatian konsumen yaitu dengan cara menggunakan celebrity endorser. Celebrity endorser merupakan bintang televisi, aktor film, atlet terkenal, hingga individu yang sudah meninggal, yang dapat mempengaruhi sikap serta perilaku konsumen pada produk yang diiklankannya.
    Perusahaan sering menggunakan selebriti pendukung (celebrity endorser) dibandingkan dengan orang biasa, hal ini dikarenakan atribut populer yang dimiliki oleh selebriti termasuk kecantikan, keberanian, bakat, keanggunan atau kekuasaan dan daya tarik seksual merupakan pemikat yang diinginkan untuk merek-merek yang akan didukung oleh selebriti. Atribut populer yang dimiliki oleh selebriti diharapkan dapat menarik minat konsumen untuk membeli produk sehingga dapat meningkatkan penjualan. Pemilihan selebriti juga harus diperhatikan oleh pemasar agar sesuai dengan citra produk yang diiklankan.
    Pemakaian selebriti pendukungpun diikuti oleh produk pond’s dalam mempertahankan predikatnya sebagai posisi market leader di pasar produk pemutih wajah. Dengan Menunjuk Raisa sebagai selebriti endorser produk Pond’s White Beauty, menjadi langkah jitu Pond’s di tahun 2015. Figur Raisa dianggap sebagai contoh positif bagi remaja yang dapat ditiru, khususnya dalam melakukan transformasi diri ke arah yang lebih baik. Raisa dipandang sebagai role model untuk para remaja perihal merawat kulit dari dalam sehingga mendapatkan transformasi kecantikan yang maksimal.
    Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan diatas, maka penulis mengambil judul Pengaruh Selebriti Pendukung (Celebrity Endorser) terhadap Keputusan Pembelian Ulang Produk Pond’s.

    1.2 Rumusan Masalah
    Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalah yang akan dianalisis dalam penelitian ini yaitu :
    1. Apakah selebriti pendukung (celebrity endorser) Raisa berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk pond’s?
    2. Variabel manakah dari selebriti pendukung (celebrity endroser) Raisa yang mempunyai pengaruh paling dominan terhadap keputusan pembelian produk pond’s.

    1.3 Tujuan Penelitian
    1. Untuk mengetahui apakah selebriti pendukung (celebrity endorser) Raisa berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk pond’s.
    2. Untuk mengetahui Variabel-variabel dari selebriti pendukung (celebrity endroser) Raisa yang mempunyai pengaruh paling dominan terhadap keputusan pembelian produk pond’s.

    Komentar oleh Tiara Nopita Angraina | Maret 22, 2015 | Balas

  6. NAMA : ANDI
    NIM : ERC1B012060

    JUDUL : ANALISIS PENGARUH KENAIKAN BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) TERHADAP KENAIKAN HARGA BAHAN BAKU SEMBAKO DI INDONESIA

    BAB I
    PENDAHULUAN

    1.1. Latar Belakang

    Dunia bisnis mengalami perkembangan yang cukup pesat dalam era globalisasi perdagangan tidak lagi mengenal batas baik itu nasional maupun internasional serta perkembangan teknologi yang begitu cepat menyebabkan naiknya harga bahan bakar minyak dihadapkan dengan kebutuhan sembako masyarakat, masalah kebijakan pemerintah untuk menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri menyebabkan perubahan perekonomian secara drastis. kenaikan BBM ini akan diikuti oleh naiknya harga barang-barang dan jasa-jasa di masyarakat. Kenaikan harga barang dan jasa ini menyebabkan tingkat inflasi di Indonesia mengalami kenaikan dan mempersulit perekonomian masyarakat terutama masyarakat yang berpenghasilan tetap.
    Jika terjadi kenaikan harga BBM di negara ini, akan sangat berpengaruh terhadap permintaan (demand) dan penawaran (supply). permintaan adalah keinginan yang disertaidengan kesediaan serta kemampuan untuk membeli barang yang bersangkutan (Rosyidi,2009:291). sementara penawaran adalah banyaknya jumlah barang dan jasa yangditawarkan oleh produsen pada tingkat harga dan waktu tertentu. permintaan dari masyarakat akan berkurang karena harga barang dan jasa yang ditawarkan mengalami kenaikan. begitu juga dengan penawaran, akan berkurang akibat permintaan dari masyarakat menurun. harga barang-barang dan jasa-jasa menjadi melonjak akibat dari naiknya biaya produksi dari barang dan jasa. Ini adalah imbas dari kenaikan harga BBM. hal ini sesuai dengan hukum permintaan, “Jika harga suatu barang naik, maka jumlah barangyang diminta akan turun, dan sebaliknya jika harga barang turun, jumlah barang yangdiminta akan bertambah” (Jaka, 2007:58).
    Indonesia adalah negara yang memiliki sumber daya alam melimpah. kekayaan alamnya membentang dari ujung pulau sumatera hingga pulau papua yang meliputi sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan juga yang tidak dapat diperbaharui. para pendiri bangsa (founding fathers) ketika merumuskan konstitusi negara (UUD 1945) menyadari betul potensi kekayaan alam Indonesia. oleh karena itu, dalam konstitusi secara khusus pasal 33 UUD 1945 ayat 3 dinyatakan bahwa bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

    1.3. Tinjaun Penelitian
    Tujuan pada penelitian ini adalah :
    1. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kenaikan bbm terhadap kebutuhan sembako pada masyarakat dalam periode 2014.
    2. Untuk mengetahui dan Menganalisis seberapa besar persentase pengaruh kenaikan harga bbm terhadap bahan baku sembako di indonesia.
    3. Untuk mengetahui apakah kenaikan bbm hanya berpengaruh di bidang bahan baku sembako saja.
    4. Untuk mengetahui dampak positif dan negative dari kenaikan bbm.

    Komentar oleh ANDI ( ERC1B012060 ) M6G MANAJEMEN | Maret 23, 2015 | Balas

  7. Nama :
    1. Tri Agustini (RRC1B0313006)
    2. Hasan Basri (RRC1B0313005)

    ANALISIS PENGARUH WORD OF MOUTH TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN PADA PRODUK PARFUME ONEVISION

    1.1 LATAR BELAKANG
    Parfum adalah wewangian atau bau-bauan yang berasal dari ekstrak tumbuh-tumbuhan, bunga-bungaan, kayu-kayuan, biji-bijian, akar-akaran, dan bahan-bahan lain yang sekiranya dapat dijadikan bahan baku parfum dengan cara diekstrak dengan metode penyulingan ataupun cara lain yang dikenal pada umumnya. Bahan-bahan tersebut adalah sumber dari wewangian yang kita cium dan kita temukan di berbagai tempat.
    Kebiasaan menggunakan parfum merupakan gaya hidup yang sudah dilakukan banyak kalangan masyarakat sejak lama, parfum digunakan karena memberikan keharuman dan kesegaran bagi penggunanya, selain itu dapat menjadi ciri khas seseorang dari aroma tubuhnya, dan parfum juga dapat menambah kepercayaan diri penggunanya serta dapat menghilangkan bau badan.
    Saat ini aroma parfum yang ditawarkan sudah semakin beragam, baik yang dikhususkan untuk pria, wanita, ataupun untuk keduanya. Kata parfum sendiri berasal dari bahasa latin “per fumum” yang berarti melalui asap. Riwayat parfum telah ada sejak zaman Mesopotamia kuno sekitar lebih dari 4000 tahun yang lalu. Pada zaman dahulu, orang-orang menggunakan tanaman herbal, rempah-rempah dan bunga dan dicampurkan bersama untuk membuat wewangian. Selanjutnya pada pertengahan abad ke-15 parfum mulai dicampur minyak dan alkohol. Meskipun demikian, parfum baru mengalami kemajuan pesat pada abad ke-18 dengan munculnya beragam aroma wewangian dan botol yang indah (Wikipedia, 2011). Dalam 20 tahun terakhir ini terdapat peningkatan yang pesat pada jumlah produksi parfum (Albano, Goodelman, Kunes, & O’Rourke 2010). Bahkan industri parfum diperkirakan dapat memperoleh hasil penjualan tahunan sebesar 25-30 juta dollar (NYtimes, 2009). Hal tersebut menunjukkan adanya kebutuhan masyarakat akan parfum yang semakin hari semakin meningkat. Ada beberapa alasan mengapa konsumen menggunakan parfum. Dari hasil penelitian Borgave & Chaudari (2010), konsumen merasa lebih baik dan merasa lebih percaya diri setelah menggunakan parfum. Salah satu produk perfume yang penjualannya melalui sIstem multi level marketing adalah PT. Okta Nuansa Estetika atau yang lebih dikenal dengan nama Onevision dan perusahaan Onevision melakukan inovasi unik dalam memasarkan produknya dengan cara mengajak masyarakat untuk bergabung menjadi member atau membeli produknya. Selain itu juga menggunakan consultant dengan melakukan komunikasi word of mouth yang akan menawarkan produk dengan memberikan informasi tentang produk yang mereka tawarkan. Informasi tersebut meliputi apa saja yang berhubungan dengan produknya, seperti jenis warna, bahan produk, kualitas produk, dan termasuk harga. Hal ini dilakukan dengan maksud agar konsumen dapat memperoleh gambaran produk tersebut. Dengan begitu, konsumen akan menciptakan persepsi yang berbeda-beda terhadap produk Onevision yang ditawarkan oleh seorang consultant, baik dari segi citra merek, kualitas & harga produk sehingga menimbulkan ketertarikan konsumen untuk membeli produknya. Onevision menyediakan perfume dengan 5 varian aroma yang berbeda sebagai penunjang kepercayaan diri konsumennya. Hal ini menjadi menarik untuk lebih diteliti dan dikaji lebih dalam mengenai “ Pengaruh Word Of Mouth terhadap Minat Beli Konsumen Pada Produk Parfume Onevision”

    1.2 Rumusan Masalah
    Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka rumusan masalah yang bisa diambil yaitu Pengaruh Word Of Mouth terhadap Minat beli Konsumen Pada produk Parfume Onevision?

    1.3 Tujuan Penelitian
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar Pengaruh Word Of Mouth terhadap Minat beli kosumen pada produk parfume Onevision.

    Komentar oleh TRI AGUSTINI | Maret 23, 2015 | Balas

  8. Nama : Dian Retno Wulan
    Nim : ERC1B012040

    Judul : PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN PROMOSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK “SARI ROTI”, DI KEL. PAYO SELINCAH. JAMBI SELATAN

    1.1 Latar Belakang
    Suatu perusahaan dalam mengeluarkan produk sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Dengan begitu maka produk dapat bersaing di pasaran, sehingga menjadikan konsumen memiliki banyak alternatif pilihan produk sebelum mengambil keputusan untuk membeli suatu produk yang ditawarkan. Hal inilah yang menjadikan peran promosi penting untuk perusahaan.
    Dengan promosi perusahaan dapat mengkomunikasikan produk kepada konsumen. Keunggulan-keunggulan dari produk dapat diketahui oleh konsumen dan dapat menarik konsumen untuk mencoba dan kemudian mengambil keputusan untuk membeli produk tersebut. Jadi promosi merupakan salah satu aspek yang penting dalam manajemen pemasaran karena dengan promosi, konsumen yang semula tidak tertarik terhadap produk dapat berubah fikiran untuk membeli produk.
    Perusahaan menggunakan promosi untuk memicu transaksi, sehingga konsumen mau membeli suatu merek tertentu serta mendorong tenaga penjualan untuk secara agresif menjualnya. Selain itu promosi mampu merangsang permintaan akan suatu produk. Dengan promosi tersebut diharapkan konsumen mau membeli produk tersebut dan mendorong konsumen yang telah membeli agar membeli produk lebih sering lagi, sehingga akan terjadi pembelian ulang dan volume penjualan produk suatu perusahaan akan meningkat.
    Promosi merupakan faktor penting dalam mewujudkan tujuan penjualan suatu perusahaan agar konsumen bersedia menjadi langganan. Mereka terlebih dahulu harus dapat mencoba atau meneliti barang-barang yang diproduksi oleh perusahaan, akan tetapi mereka tidak akan melakukan hal tersebut, jika kurang yakin terhadap barang tersebut. Disinilah perlu mengadakan promosi yang terarah, karena diharapkan dapat memberikan pengaruh positif terhadao meningkatnya penjualan
    Berdasarkan pemantauan yang dilakukan terhadap beberapa hal yang mempengaruhi keputusan pembelian oleh konsumen dalam membeli roti dengan merk SARI ROTI, diantaranya yaitu konsumen melihat apakah produk tersebut berkualitas dan apakah baik untuk dikonsumsi karena banyaknya roti yang menggunakan bahan-bahan kimia yang berbahaya bagi tubuh. Dan kenyataannya adalah roti tersebut sangat terjaga kualitasnya, sangat lezat, roti yang empuk dan aman untuk dikonsumsi, karena roti tersebut langsung dibuat dipabriknya dan langsung dijual oleh penjual dari pabrik tersebut. Roti ini tidak dijual di supermarket atau di warung-warung, dikarenakan produk ini sangat dijaga kualitasnya, yaitu jangka waktu roti yang dijual tidak lama karena perusahaan ingin konsumen mendapatkan roti yang segar atau lezat untuk dikonsumsi.
    Setelah beberapa waktu diteliti dilapangan secara langsung dengan menanyakan pendapat dari konsumen juga penjual dari pabrik, diketahui bahwa roti ini sangat diminati dan setiap konsumen yang mengetahui tentang kualitas juga rasa roti ini konsumen tersebut kembali membeli lagi dan lagi.
    Dengan promosi yang baik diharapkan akan terjadi komunikasi antara produsen dengan konsumen. Dengan adanya komunikasi tersebut diharapkan dapat memperoleh konsumen baru dan mempertahankan konsumen lama. Berdasarkan uraian tersebut, maka penelitian ini berjudul
    “PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN PROMOSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK “SARI ROTI”, DI KEL. PAYO SELINCAH. JAMBI SELATAN
    1.2 Rumusan Masalah.
    Berdasarkan latar belakang penelitian, maka dapat disimpulkan rumusan masalah sebagai berikut :
    Adakah pengaruh kualitas produk terhadap keputusan pembelian produk “Sari Roti”, di Kel. Payo Selincah. Jambi Selatan
    Adakah pengaruh promosi terhadap keputusan pembelia produk “Sari Roti”, di Kel. Payo Selincah. Jambi Selatan
    Adakah pengaruh kualitas produk dan promosi terhadap keputusan pembelian produk “Sari Roti “, di Kel. Payo Selincah. Jambi Selatan
    1.3 Tujuan Dan Manfaat Penelitian
    Tujuan Penelitian
    Adakah tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
    Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh kualitas produk terhadap keputusan pembelian produk “Sari Roti”,di Kel. Payo Selincah. Jambi Selatan
    Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh promosi terhadap keputusan pembelian produk “Sari Roti”,di Kel. Payo Selincah. Jambi Selatan
    Manfaat penelitian
    Beberapa manfaat yang diharapkan dalam hasil penelitian ini adalah :
    Hasil penelitian ini nantinya diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan. Secara besar penelitian ini berguna bagi :
    Bagi Penulis
    Kegunaan penelitian ini bagi penulis yaitu untuk dapat mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang penulis dapatkan selama menjadi mahasiswa di Fakultas Ekonomi Manajemen Jurusan Pemasaran
    Bagi Perusahaan
    Hasil penelitian ini dapat menghasilkan informasi yang bermanfaat sebagai bahan evaluasi terhadap efektifitas dan efisiensi dalam menerapakan strategi pemasaran yang efektif.
    Bagi pihak lain
    Hasil dari penelitian ini dapat memberikan ilmu pengetahuan yang penulis terutama dibidang pemasaran tentang faktor poduk dan promosi terhadap keputusan pembelian.

    Komentar oleh Dian Retno Wulan | Maret 24, 2015 | Balas

  9. Nama Kelompok:
    Fitri Dwi Haryanti (ERC1B012092)
    Yolla Amelia (ERC1B012080)

    ANALISIS PERILAKU BRAND SWITCHING TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK PEMBERSIH PAKAIAN (DETERJEN)

    1.1 Latar Belakang
    Dunia bisnis menghadapi era baru persaingan yang semakin kuat yang disebabkan oleh pengaruh globalisasi. Globalisasi didukung oleh kamajuan teknologi yang semakin pesat. Era globalisasi, jumlah merek, dan produk yang bersaing menjadi sangat banyak sehingga banyak konsumen yang memiliki beragam pilihan dan alternatif produk atau jasa yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen.
    Dengan ditunjang oleh pesatnya perkembangan teknologi, serta kebutuhan konsumen yang semakin banyak menjadi peluang bagi perusahaan untuk berinovasi dalam menciptakan produk susuai kebutuhan pelanggannya. Namun kini mampu mengakses dan menjangkau produk atau jasa yang diinginkan meskipun produk tersebut terletak jauh dari tempat konsumen itu berada. Hal ini menjadi tantang untuk produsen agar menciptakan produk yang berkualitas yang dapat memenuhi kebutuhan konsumennya sehingga konsumen terpuaskan dengan produk yang dihasilkan.
    Berbagai macam pilihan produk atau jasa yang ditawarkan oleh produsen, memberikan kesempatan bagi konsumen untuk melakukan konsumsi dengan berbagai pilihan merek. Beragamnya produk yang ditawarkan membuat konsumen memiliki kesempatan untuk berpindah dari satu merek ke merek yang lain. Oleh karena itu, produsen harus memiliki strategi yang tepat untuk mempertahankan dan meningkatkan loyalitas pelanggan terhadap produk yang dijual. Beberapa hal yang menjadi alasan konsumen berpindah dari satu merek ke merek yang lain di antranya; (1) ketidakpuasan konsumen terhadap produk, (2) adanya keinginan untuk mencari variasi, (3) harga dan iklan.
    Produk yang dijadikan penelitian adalah produk toiletris yaitu produk sabun pembersih pakaian (detejen). Di industri sabun pembersih pakaian ini memunculkan berbagai isu strategik tentang bagaimana perusahaan menarik pelanggan terhadap produk yang dihasilkan dan bagaimana produsen dapat mempertahankan loyalitas pelanggan.
    Konsumen dihadapkan oleh berbagai jenis produk yang sama sehinggan kemungkinan konsumen untuk berpindah produk semakin besar. Promosi lewat iklan semakin memotivasi konsumen untuk mencoba merek baru. Disisi lain produk pembersih pakaian merupakan salah satu produk yang sangat dibutuhkan oleh konsumen khususnya ibu rumah tangga. Sehingga banyak pesaing-pesaing yang memanfaatkan kesempatan ini. Hal ini menjadi ancaman bagi peusahaan jika tidak segera merespon sesuatu yang telah terjadi.
    Berdasarkan latar belakan diatas maka penelitian di beri judul “ ANALISIS PERILAKU BRAND SWITCHING TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK PEMBERSIH PAKAIAN (DETERJEN)”.

    1.2 Rumusan Masalah
    2. Apakah ketidakpusan mempunyai pengaruh terhadap keputusan perpindahan merek?
    3. Apakah keinginan mencari variasi mempunyai pengaruh terhadap keputusan perpindahan merek?
    4. Apakah harga mempunyai pengaruhi keputusan perpindahan merek?
    5. Apakah iklan mempunyai pengaruh keputusan perpindahan merek?

    1.3 Tujuan Penelitian
    Berdasarkan rumusan masalah diatas adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
    1. Menganalisis apakah ketidakpuasan konsumen terhadap produk pembersih pakaian berpengaruh terhadap perpindahan merek?
    2. Menganalisis apakah keinginan mencari variasi berpengaruh terhadap perpindahan merek?
    3. Menganalisis apakah harga dan iklan berpengaruh terhadap perpindahan merek?

    1.4 Manfaat Penelitian
    1. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan ilmu pengetahuan, khususnya manajemen pemasaran terutama bagi akademis yang ingin menganalisis perilaku BRAND SWITCHING terhadap keputuan pembelian produk.
    2. Manfaat praktis, merupakan pedoman atau dasar untuk perushaan dalam menentukan langkah strategi pemasaran dimasa mendatang.

    Komentar oleh Fitri dwi haryanti | Maret 25, 2015 | Balas

  10. NAMA : MUTIA AMRINA ROSYADA
    NIM : ERC1B012126
    Seminar Metode Penelitian
    Judul : STRATEGI PEMASARAN PRODUK DIGITAL PRINTING PADA ESTIKA ADVERTISING DAN DIGITAL PRINTING DI JAMBI

    BAB I
    PENDAHULUAN
    1.1 Latar Belakang
    Perkembangan industri yang pesat mendorong timbulnya persaingan antar perusahaan sejenis dalam memasarkan hasil produksinya. Persaingan terjadi di era globalisasi saat ini disebabkan oleh informasi dan komunikas yang semakin canggih. Daya saing yang tinggi memaksa setiap perusahaan untuk memenangkan persaingan yang ada dan merupakan tantangan tersendiri bagi setiap perusahaan untuk berusaha agar hasil produksinya tetap laku dipasaran. Perusahaan di tuntut untuk mampu bertahan dan berkembang untuk meningkatkan posisi produknya dalam persaingan tersebut.
    Kemunculan teknologi digital di Indonesia telah membuka peluang di berbagai bidang industri. Teknologi komputer dan printer yang ada sekarang, telah memungkinkan kita untuk mencetak tidak hanya teks dan gambar sederhana, namun sudah dapat mencetak dengan hasil kualitas foto, hasilnya menyerupai cetak foto. Bahkan apabila menggunakan kertas khusus untuk foto, hasilnya menyerupai cetak foto. Teknologi komputer dan printer yang semakin canggih, menjadkan hasil yang diperoleh akan semakin baik,dan proses produksinya menjadi semakin lebih cepatdan mudah.
    Digital printing kini sedang menjadi tren khususnya untuk kepentingan promosi perusahaan. Disamping itu permintaan akan produk digital printing semakin meningkat hal ini seiring dengan banyaknya bermunculan perusahaan digital prnting baru. Strategi pemasaran merupakian salah satu senjata bagi perusahaan dalam mengahadpi persaingan bisnis digital printing. Pada dasarnya strategi pemasaran mencari kecocokan antara kemampuan internal dan peluang eksternal yang ada diluar pasar. Mencari kecocokan ini merupakan tanggung jawab perusahaan untuk menerapkan strategi pemasaran yang sesuai dengan produk yang dihasilkan dan sesuai dengan produk yang dihasilkan dan sesuai dengan segmen pasar yang ingin dituju oleh produk yang diluncurkan.
    Perusahaan Estika Advertising dan Digital Printing ini menggunakan tekhnik cetak digital (digital printing) dalam proses produksinya. Cetak digital merupakan proses pencetkan suatu gambar atau desain ke media cetak seperti kertas, kain atau bahan lainnya secara langsung dari komputer melalui alat cetak dimana pencetak dilakukan dan di kontol secara digital tanpa melalui proses pembuatan acuan cetak. Tentu saja hal ini didukung pleh peralatan berteknologi tinggi seperti komputer, printer, kamera dan lain-lainnya.

    1.2 Rumusan Masalah
    1. Bagaimana Strategi pemasaran produk digital printing yang dijalankan oleh Perusahaan Estika Advertising dan Digital Printing di Jambi ?
    2. Apakah strategi produk pemasaran produk digital printing yang dijalankan oleh Perusahaan Estika Advertising dan Digital Printing telah mencapai memenuhi sasaran ?

    1.3 Tujuan Penelitian
    1. Untuk menjelaskan strategi pemasaran produk digital printingyan dijalankan oleh Perusahaan Estika Advertising dan Digital Printing di Jambi.
    2. Untuk menjelaskan strategi pemasaran produk digital printing yang dijalankan oleh Perusahaan Estika Advertising dan Digital Printing telah memenuhi sasaran.

    1.4 Manfaat Penelitian
    1. Bagi peneliti, menerapkan teori-teori yang pernah didapat dan yang dipelajari selama mengikuti perkuliahan yang berhubungan dengan masalah yang telah dikemukakan diatas sehingga dapat diharapkan ilmu tersebut dapat diterapkan dengan baik dan benar.
    2. Bagi Universitas, memberikan informasi sebagai bahan studi lebih lanjut bagi yang ingin mengadakan penelitian yang berkaitan dengan topik yang sama serta memberikan sumbangan bagi karya tulis ilmiah di perpustakaan

    Komentar oleh mutia amrina rosyada | Maret 25, 2015 | Balas

  11. NAMA ANGGOTA KELOMPOK :
    1. IBNU RIDHO (ERC1B012128)
    2. DIAN HIDAYAT (ERC1B012130)

    ANALISIS PENGARUH DIFERENSIASI PRODUK TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA BENGKEL SRIKANDI NUSA INDAH JAMBI

    BAB I
    PENDAHULUAN

    1.1. Latar Belakang
    Globalisasi ditandai dengan dimulainya era perdagangan yang tidak mengenal batas batas negara. Perubahan terjadi pada tingkat yang semakin cepat dibandingkan sebelumnya. Kekuatan Global akan terus mempengaruhi kehidupan masyarakat dunia. Teknologi akan terus mengagumkan kita dan melakukan hal hal yang tidak terpikirkkan sebelumnya yang mengakibatkan tidak ada pembatasan-pembatasan yang dapat melindungi kepentingan perdagangan suatu negara dengan negara lain. Semakin banyak orang, semakin banyak negara. Perusahaan perusahaan bebas memutuskan apa yang harus dibuat dan dijual, sehingga strategi bisnis sekarang akan beresiko, demikian juga halnya bila beralih ke strategi bisnis yang baru.

    Untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat sangat dibutuhkan manajemen yang handal dan mampu mengantisipasi pada setiap persaingan yang dapat menjalankan perusahaan secara efektif dan efisien. Dengan demikian, maka seorang dituntut untuk dapat memanfaatkan secara tepat sumber daya ekonomi yang ada dalam perusahaan sehingga dapat menghasilkan pengembalian yang maksimal atas pemakaian sumber daya ekonomi.

    Berbagai usaha untuk menciptakan produk yang unggul dalam kegiatan pemasaran, perusahaan membutuhkan suatu strategi untuk mempengaruhi pasar dengan cara mencari peluang usaha baik dalam bentuk produk maupun dalam bentuk jasa pelayanan, dengan demikian hal ini memungkinkan perusahaan untuk menghasilkan produk dengan kualitas yang lebih baik dari sebelumnya dan lebih baik dari produk saingannya, agar dapat menarik konsumen pada umumnya, khususnya pemakai produk tersebut dan tentunya dapat memenuhi kepuasan konsumen sebagai pemakai atau konsumen yang menggunakan produk tersebut.

    Perusahaan perusahaan dewasa ini berusaha keras untuk mendapatkan posisi terkemuka di pasar, daripada harus menerima posisi di peringkat ke dua di pasar, maka perusahaan perusahaan menekankan untuk mempertahankan pelanggan dan bukan sekedar mendapatkan pelanggan yang baru. Perusahaan juga harus memperluas bauran tawaran mereka dalam upaya untuk mendapatkan pangsa pelanggan serta bukan sekedar pangsa pasar. Selain itu perusahaan harus mengidentifikasi pelanggan. mereka yang mampu menghasilkan laba dan memberikan layanan istimewa, perusahaan harus mendasarkan keputusan mereka pada nilai masa hidup pelanggan dan bukan pada maksimasi laba saat ini.

    Perusahaan harus, menyadari bahwa pelanggan saat ini menemukan banyak sekali produk dalam berbagai kombinasi barang dan jasa pada tingkat harga tertentu, serta harapan mereka akan mutu dan pelayanan yang terus meningkat. Di tengah pilihan yang begitu banyak, pelanggan. cenderung memilih tawaran yang paling sesuai dengan kebutuhan serta harapan masing masing. Mereka membeli berdasarkan pandangan nilai mereka, karena itu tidak heran bahwa perusahaan yang unggul pada masa kini adalah perusahaan yang berhasil memuaskan bahkan menyenangkan pelanggan sasaran mereka.
    Berdasarkan perubahan yang mendasar cara pemikiran pemasaran adalah beralihnya paradigma dari penjualan menjadi penciptaan pelanggan.

    Pemasaran dahulu berwawasan transaksi, sekarang lebih berwawasan hubungan. Dalam mencermati keberadaan, setiap perusahaan harus menyadari bahwa mereka telah menghadapi kekuatan persaingan yang amat tajam, karena saat ini di mana pasar telah berubah menjadi buyers markets, kekuatan pasar yang berada di tangan pembeli, perusahaan cenderung harus memperhatikan segala kebutuhan, kepuasan dan selera konsumen oleh sebab itu, para pemasar harus dapat mengatasi permasalahan yang timbul akibat dari keinginan, persepsi, referensi, perilaku belanja serta faktor gaya hidup pelanggan sasaran mereka. Selain itu pemasar juga harus memahami berbagai pengaruh yang timbul dan kebijakan atau strategi yang ditujukan terhadap para pembeli dan pengembangan suatu pemahaman mengenai bagaimana sebenarnya para konsumen membuat keputusan untuk membeli produk tersebut.

    Persaingan semakin ketat, sebagai suatu tantangan serta motivasi untuk mencapai target yang direncanakan. Pada dasarnya keberhasilan suatu perusahaan di dalam memproduksi dan memasarkan produknya, sangat ditentukan oleh ketepatan strategi yang dipakai oleh perusahaan adalah penerapan kebijakan diferensiasi produk yang merupakan suatu usaha pembedaan yang bersifat khusus terhadap berbagai produk yang dihasilkan.

    Dengan semakin banyaknya perusahaan yang menghasilkan produk sejenis, juga berbagai perusahaan jasa yang menyajikan layanan serupa, keberhasilan perusahaan dalam memasarkan produknya ditentukan melalui proses riset pasar yang relevan yang mampu mengidentifikasi peluang untuk memudahkan dalam menentukan strategi pemasaran.
    Diferensiasi produk adalah bagaimana perusahaan menawarkan produk perusahaan yang memiliki keunggulan kompetitif (memiliki sesuatu yang lebih baik), unik untuk membedakan tawaran perusahaan dengan tawaran pesaing. Dengan demikian dapat memaksimalkan total penjualan sebagai dasar memasuki dan memenangkan persaingan.
    “BENGKEL SRIKANDI” adalah salah satu toko dan bengkel yang menjual spare parts, melayani servis/perbaikan ringan kendaraan beroda dua, tetapi lebih menfokuskan diri untuk memberikan jasa modifikasi motor, bagi mereka para pecinta motor (Bikers). Saat ini sepeda motor lebih dari sekedar alat transportasi sehari-hari. Bagi banyak orang, sepeda motor adalah hobby, entah itu berupa kegemaran untuk melakukan balapan, atraksi, adventur, hingga modifikasi. Bagi orang-orang ini sepeda motor adalah kawan, teman berekreasi dan berbagai pengalaman. Bahkan tidak jarang mereka memperlakukan kendaraannya ini seperti layaknya sahabat dalam menguji segala potensi diri.Bagi mereka motor tidak hanya sekedar kuda besi, karena akan berakhir di sana. Bagi para Bikers mereka tidak hanya menservicesnya bila sakit, tapi juga merawatnya (maintainance) agar gagah dan juga fit. Atas dasar inilah pihak perusahaan berusaha sebaik mungkin menyediakan barang-barang untuk keperluan modifikasi (sesuai dengan keinginan dan pesanan konsumen), yang sedang trend di dunia otomotif saat ini. berdasarkan uraian diatas maka penelitian kami ini berjudul “ANALISIS PENGARUH DIFERENSIASI PRODUK TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA BENGKEL SRIKANDI NUSA INDAH JAMBI”

    1.2. Rumusan Masalah
    Berdasarkan latar belakang permasalahan yang telah diuraikan maka permasalahan utamanya yaitu :
    “Bagaimana pengaruh diferensiasi produk terhadap kepuasan konsumen pada “BENGKEL SRIKANDI” ?

    1.3 Tujuan Penelitian
    Untuk mengetahui diferensiasi produk terhadap kepuasan konsumen pada “BENGKEL SRIKANDI” ?

    1.4 Manfaat penelitian
    Beberapa manfaat yang diharapkan dalam hasil penelitian ini adalah :
    Hasil penelitian ini nantinya diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan. Secara besar penelitian ini berguna bagi :
    Bagi Penulis:
    Kegunaan penelitian ini bagi penulis yaitu untuk dapat mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang penulis dapatkan selama menjadi mahasiswa di Fakultas Ekonomi Manajemen Jurusan Pemasaran
    Bagi Perusahaan:
    Hasil penelitian ini dapat menghasilkan informasi yang bermanfaat yaitu strategi perusahaan untuk mempromosikan produk yang diproduksinya dengan produk perusahaan pesaingnya.

    Komentar oleh ibnu ridho dan dian hidayat | Maret 25, 2015 | Balas

  12. nama : Dwi Angga Retno
    NIM : ERC1B012076

    Judul : ”Analisis Permintaan Konsumen Terhadap Pembelian Produk Abon Ikan Patin”

    BAB I
    PENDAHULUAN

    1.1. Latar Belakang
    Seiring dengan meningkatnya laju pertumbuhan jumlah penduduk maka tingkat konsumsi masyarakat akan pangan semakin meningkat pula, baik pangan nabati maupun pangan hewani. Ikan sebagai salah satu sumber pangan hewani tingkat konsumsinya semakin meningkat tiap tahunnya. Menurut data dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jambi (2009), produksi ikan patin di Provinsi Jambi pada tahun 2008 meningkat sebesar 31,44 % dibandingkan dengan tahun 2006. Namun dari disisi konsumsi, peningkatannya hanya sebesar 22,79 %. Kondisi ini mengakibatkan terjadinya kelebihan produksi (over supplay) ikan patin sebesar 97,3 ton pada tahun 2008. Perlu adanya penanganan masalah ini, berupa pengolahan ikan patin lebih lanjut seperti agroindustri abon ikan patin. Abon ikan patin adalah makanan yang yang terbuat dari serat daging ikan patin. Penampilannya biasanya berwarna cokelat terang hingga kehitam-hitaman dikarenakan dibumbui kecap. Abon tampak seperti serat-serat kapas, karena didominasi oleh serat-serat otot yang mengering yang disuwir-suwir. Karena kering dan nyaris tak memiliki sisa kadar air, abon biasanya awet disimpan berminggu-minggu hingga berbulan-bulan dalam kemasan yang kedap udara. Abon Ikan Patin merupakan salah satu produk yang sangat digemari khususnya oleh masyarakat Kota Jambi. Abon Ikan Patin merupakan olahan yang bergizi tinggi. Daerah penghasil abon ikan patin dapat kita jumpai di Kasang Pudak Kabupaten Muaro Jambi dan Desa Senaning Kabupaten Batanghari. Produk ini dapat kita jumpai pula di supermarket dan unit-unit pemasaran. Harga jual tinggi dari suatu komoditas memang menjadi daya tarik untuk mengusahakannya. Iming-iming mendapat keuntungan tebal kadang membuat pelaku bisnisnya melupakan stategi usaha. Hal seperti ini pernah terjadi pada bisnis ikan patin di Kab. Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Tahun lalu harga ikan patin di Jambi sempat anjlok sampai setengah dari harga biasanya yang sebesar Rp12.000 per kg. Penyebabnya overproduksi sehingga harganya jatuh. Karena kurang koordinasi, petani serempak tebar benih, jadi panen berbarengan,”. Dengan menurunnya harga ikan patin membuat agroindustri patin membeli ikan patin dengan jumlah besar dan memproduksi abon dalam jumlah besar. Namun dampak dari over produksi adalah menumpuknya abon digudang penyimpanan. Karena produsen tidak mau merugi maka harus dibuat strategi pemasaran yang baik untuk memasarkan produknya secara efektif dan efisien. Maka sebagai pendidik kami melakukan tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti dan mencoba menggunakan ilmu manajemen pemasaran dengan teori bauran pemasaran (marketing mix).
    Dalam materi bauran pemasaran ada 4 P yang digunakan untuk mengerjakan bauran pemasaran yang efektif dan efisien dan 4 P itu adalah Product, Price, Promotion dan Place. Maka kami mengambil contoh produk dan melakukan penelitian dari abon patin T & TRI yang berada didaerah Kasang Pudak Kabupaten Muaro Jambi apakah sudah menerapkan bauran pemasaran dengan baik.

    1.2 Rumusan Masalah
    Strategi yang dilakukan dalam meningkatkan permintaan konsumen terhadap produk abon ikan patin.

    1.3 Tujuan Penelitian
    a. Untuk mengetahui dan menganalisis strategi pemasaran abon patin di Kumpe Ulu
    b. Untuk mengetahui kelayakan abon patin sebagai usaha yang layak untuk dikembangkan
    c. Mengetahui bauran pemasaran yang dijalankan ibu Triwarni dalam memasarkan abon ikan patin nya.

    1.4 Manfaat Penelitian
    a. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan bagi masyarakat terutama masyarakat Kumpe Ulu dalam mengkaji lebih lanjut tentang usaha abon ikan patin.
    b. Hasil penelitian diharapkan dapat bermanfaat bagi kalangan akademik khususnya mahasiswa pertanian dalam menambah literatur dan kajian pustaka mengenai strategi pemasaran abon ikan patin.
    c. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi pedoman dan bahan masukan bagi pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengetahui strategi pemasaran abon ikan patin.

    Komentar oleh Dwi Angga Retno | Maret 26, 2015 | Balas

  13. Nama : Citra Nur Sabrina (RRC1B0313007)
    Muhammad Fajrin(RRC1B0313001)

    ANALISIS PERSEPSI DAN PERILAKU KONSUMEN TERHADAP KOPI OEY

    BAB I
    PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang
    Berkembangnya kebutuhan manusia modern secara tidak langsung membentuk pemasaran emosional.kebutuhan di dunia ini semakin emosional jadi lebih menarik di bandingkan kegunaan karena pada kenyataannya semakin makmur seseorang semakin besar kebutuhan emosionalnya .perasaan merupakan akar dalam kehidupan seseorang dan banyak hal yang mempengaruhi segala perilaku ,sebab perasaan terkait dengan emosi .emosi sangat mempengaruhi pemikiran seseorang emosi membentuk dan mempengaruhi penilaian dan emosi membentuk perilaku oleth sebab itu produsen harus menaruh perhatian penting untuk memperhatikan emosi pelanggan dan berusaha mempengaruhi pelanggan sehingga mereka memiliki emosi yang positif dengan upaya ini di harapkan pemikiran dan perilaku mereka terhadap perusahaan,produk dan jasa yang perusahaan tawarkan menjadi positif pula.berkembangnya gaya hidup (lifestyle )yang terjadi di kota jambi mendorong semakin banyaknya di buka pusat-pusat bisnis sebagai penunjang perkembangan bisnis di kota Jambi dan berpengaruh juga dalam bidang seperti kuliber.fashion,seni dan lain-lain perkembangan kuliner di jambi ini banyak terinspirasi konsep gaya dari western seperti distro,restaurant ,café dan lain-lain di era modernisasi ini bukan hanya kotanya saja yang mengalami perubahan ,tetapi mengalami perubahan gaya hidup masyarakatnya,dan juga pengaruh aspek budaya dan social yang datang dari luar negeri membuat pola perilaku masyarakat Indonesia berubah di contohkan masyarakat yang dahulunya menggunakan waktu siangnya untuk istirahat dan makan siang tetapi sekarang mereka menggunakan nya sebagai sarana untuk bersosialisasi dengan adanya perubahan dan pengaruh itu menyebabkan banyak ahal mengalami pergeseran atau perubahan fungsi salah satunya adalah kehadiran sebuah kafe yang melahirkan fenomena social dan budaya baru selain jalan-jalan ke shopping centreuntuk berbelanja ,biasanya mereka juga menghabiskan waktu di café .di samping sebagai tempat untuk minum-minum ataupun menyantap makanan ringan ,para pelanggan melihat ada banyak peluang dan manfaat yang mereka dapatkan saat berkunjung di café antara lain sebgai tempat untuk berkumpul ,bersosialisai,berkencan ,bertukar pikiran memperluas jaringan dan bahkan menjadi salah satu tempat pilihan untuk melakukan meeting antar eksekutif serta menyaksikan live music pada even-event,tertentu yang di sajikan oleh kafe-kafe tersebut.sehingga menjadi kebiasaan baru ini menjadi gaya hidup kebanyak orang jambi saat ini sekarang ini banyak coffe shop menjadi gaya hidup kebanyakan orang jambi saat ini ,seperti JCO, DUNKIN, KOPITIAM,KOPI OEY dan lain-lain saat ini waralaba-waralaba coffe shop dan kafe asing yang tengah menjamur saat ini telah menjadi salah satu pilihan masyarakat kota jambi mulai dari anak muda hingga orang dewasa sebagai tempat berkumpul ,bersantai dan melepas stress .salah satu kafe yang terletak strategis di area mesjid alfalah dan cukup di gandrungi oleh masyarakat kota jambi sejak tahun 2013 saai ini adalah KOPI OEY JAMBI .Kopi Oey saat ini hadir di kota jambi sejak tahun 2013 kopi oey mampu bertahan dengan menu andalan Sego Ireng dan minumannya yaitu Susu Indo Cina dan Koffie SoeSoe indotjina.yang menjadi menu favorit andalan .kopi oey menggunkan konsep zaman dahulu yaitu nuansa cina tempo dulu yang membuat kita merasa pada zaman dahulu dengan alunan music keroncong dan fsilitas-fasilitas yang di berikan dan juga ruangan yang nyaman kopi oey saat ini bukan hanya sebuah istilah namun saat ini telah menjadi sebuah budaya gaya hidup .perkembangan kopi oey dalam industry layanan tidak hanya fungsionalitas kafe atau restaurant semata.namun kopi oey ini menciptakan suasana nostalgia zaman sejarah indocina dahulu salah satunya music kroncong yang merupakan music tradisional zaman dahulu sehingga menjadi salah satu pengalaman unik bagi konsumen .Gambaran singkat tersebut factor yang mempengaruhi konsumen kopi oey di jambi yang notabene penikmat kuliner ,namun lebih dari itu menjadikan kopi oey tidak mudah di geser oleh para pesaing yang relatif memiliki karateristik produk yang sejenis dan unik ,Salah satu membuat pelanggan loyal adalah dari aspek persepsi dan perilaku konsumen yang membuat kopi oey menjadi tempat favorit bagi kalangan anak muda maupun dewasa .apalagi umumnya tempat nongkrong di kota jambi masih sangat minim dari yang berbentuk café maupun restoran dengan adanya KOPI OEY tempat wisata kuliner di kota jambi tersebut membuat lebih banyak dari sebelumya dan dari itu pula akan tertarik untuk yang mempunyai modal untuk membuat semacam restoran tersebut.di jaman industri kuliner yang berlomba-lomba untuk menampilkan gaya modern,sederhana,cepat,kopi oey berani untuk mengabaikan hal tersebut,dan tetap di jalankan menampilkan kesan klasik menjadi modern

    1.2 Rumusan Masalah Penelitian
    1. Bagaimana persepsi dan sikap konsumen baik atau buruk terhadap terhadap Kopi Oey tergantung kepada kuesioner yang digunakan ?
    2. Bagaimana rekomendasi strategi pemasaran bagi KOPI OEY untuk menghadapi persaingan ke depan ?

    1.3 Tujuan Penelitian
    Menganalisis tentang persepsi dan perilaku konsumen terhadap Kopi Oey

    1.4 Manfaat penelitian
    Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu masukan bagi pihak perusahaan dalam menganalisis persepsi dan perilaku konsumen yang berhubungan dengan manajemen pemasaran dan juga Hasil penelitian ini diharapkan pembaca dapat membantu para peneliti lainnya untuk bias menambah wawasan dan pengetahuan

    Komentar oleh CITRA NUR SABRINA DAN MUHAMMAD FAJRIN | April 2, 2015 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: