Johannessimatupang’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

METODE PENELITIAN BISNIS MM KELAS PAGI MEI 2015


Halaman ini diperuntukkan untuk kelas Metode Penelitian Bisnis kelas pagi. Semua peserta diharapkan mengunduh powerpoin kuliah dan pedoman yg diperuntukkan untuk semua peserta.

Sukses untuksemua peserta.
Pedoman Kuliah
blog-pedoman-kuliah-Metode Penelitian Business Mei 2015
Research Argumen
Reserach Argumen Mei 2015
Powerpoin kuliah

Bab-1 Pengantar Riset Bisnis

Bab-2 Berfikir saintifik dalam persoalan bisnis

Bab-3 Proses Penelitian September 2013

Bab-4 Riset Proposal

Bab-5 Etika dalam Penetlian

Bab-6 Rancangan Penelitian

Bab-7 Rancangan Sampling

Bab-8 Pengukuran

Bab-9 Skala Pengukuran

Bab-10 Sumber dara

Bab-11 Survey

Iklan

Mei 1, 2015 - Posted by | Uncategorized

21 Komentar »

  1. Makasi materinya Pak Jo…

    Komentar oleh Thondra B | Mei 2, 2015 | Balas

  2. terima kasih pak jo untuk materinya…

    Komentar oleh Agil Muharya | Mei 2, 2015 | Balas

  3. Terima kasih Pak.

    Komentar oleh yemi suwarti | Mei 3, 2015 | Balas

  4. Selamat malam pak JO, berikut proposal judul penelitian saya
    NAMA : WAWAN NOVIANTO
    NIM : P2C214009
    KELAS PAGI

    PPENGARUH AWARENESS, PERSEPSI MANFAAT, DAN KEMUDAHAN TRANSAKSI,
    TERHADAP PENGGUNAAN LAYANAN ELEKTRONIK BANGKING BANK SYARIAH

    Perkembangan perilaku konsumen di era konektivitas dan informasi yang
    semakin terbuka. Saat ini menjadi merek yang dikenal oleh pasar
    tidaklah cukup, mereka harus mampu membuat pelanggan merasa WOW dan
    secara sukarela merekomendasikan merek tersebut ke rekan-rekan
    lainnya. Kemampuan merek dalam mengembangkan kreativitas dan
    produktifitas adalah harga mati bagi para pemasar yang ingin survive
    dalam persaingan.

    Pada dunia perbankan, perkembangan teknologi informasi terus
    dimanfaatkan untuk mendapatkan layanan yang lebh efisien dan efektiv
    terhadap nasabahnya. Sebagai contoh, adanya produk-produk electronic
    banking seperti ATM, Kartu Kredit, Kartu Debet, Internet Banking,
    SMS/mobile banking, phone banking, dan lainnya, telah mendorong
    layanan perbankan menjadi relatif tidak terbatas, baik dari sisi waktu
    maupun dari sisi jangkauan geografis. Hal ini pada gilirannya telah
    meningkatkan volume dan nilai nominal transaksi keuangan di perbankan
    secara sangat signifikan.

    Berdasarkan data di Bank Indonesia, transaksi elektronik yang
    dilakukan dengan menggunakan kartu (kartu kredit, kartu debet, ATM,
    kartu ATM + debet) di Indonesia selama jangka waktu Januari s/d
    Agustus 2008, jumlah transaksi yang terjadi adalah sebanyak 980,4 juta
    transaksi dengan nilai nominal transaksi Rp1.463 triliun, dan jumlah
    kartu yang beredar sebanyak 51,35 juta kartu yang diterbitkan oleh 118
    penyelenggara (53 penerbit kartu ATM, 20 penerbit kartu kredit, 38
    penerbit kartu ATM+Debet, dan 7 penerbit kartu prabayar).

    Tidak mau tertinggal, perbankan syariah juga menggunakan teknologi ini
    untuk meningkatkan kinerjanya. Salah satu bank Syariah Nasional, Bank
    Muamalat bahkan terus memacu layanan elektronik channel (e-channel)
    sampai akhir tahun 2014. Hal ini dilakukan untuk meningkatan pelayanan
    kepada nasabah Bank Muamalat.

    ”Kedepan kita ingin memperkuat IT, salah satunya dengan mobile banking
    yang nantinya akan ada platform baru dari Bank Muamalat. Dengan
    begitu, kita punya kemampuan tidak kalah dengan bank besar lainnya,”
    ujar Direktur Keuangan & Operasional Bank Muamalat Hendiarto usai
    mendapat penghargaan Best Islamic Finance Bank in Indonesia dari Alpha
    Southeast Asia di Jakarta, Selasa (26/8/2014). (Sumber :
    http://ekbis.sindonews.com/read/895363/34/bank-muamalat-pacu-layanan-e-channel-1409063964
    ).

    Dia melanjutkan, per akhir Desember 2013 total transaksi e-channel
    perseroan mencapai 22,71 juta atau naik 64,15% dari tahun 2012 sebesar
    13,8 juta.

    Dengan komposisi jumlah transaksi mobile banking sebesar 1,14 juta,
    jumlah transaksi ATM sebesar 21 juta, transaksi internet banking
    sebesar 218 ribu, serta vitual account sebesar 334 ribu. Hendi
    mengungkap, sampai akhir tahun nanti layanan e-channel diharapkan
    dapat menyentuh angka 30 juta transaksi.

    Jika dibandingkan dengan data keseluruhan perbankan di Indonesia,
    tentu Muamalat masih terlalu kecil. Hal ini sesuai dengan market share
    perbankan Syariah di Indoneisa yang baru lima persen dibanding bank
    konvensional. (Sumber :
    http://ekbis.sindonews.com/read/947203/34/ojk-pangsa-pasar-bank-syariah-baru-5-1420606102
    )

    Berdasar awal tersebut, Bank Muamalat sebagai bank Syariah harus
    memperhatikan variable-variabel yang dapat meningkatkan penggunakan
    teknologi dan fasilitas perbankan elektronik oleh nasabahnya. Karena,
    dengan naiknya pengunakaan teknologi dan fasilitas perbankan
    elektronik oleh nasabah, maka akan meningkatkan jumlah transaksi
    perbankannya.

    Berdasarkan pada uraian latar belakang masalah yang terjadi di atas
    maka saya mengajukan sebuah penelitian dengan judul
    “PENGARUH AWARENESS, PERSEPSI MANFAAT, DAN KEMUDAHAN TRANSAKSI,
    TERHADAP PENGGUNAAN LAYANAN ELEKTRONIK BANGKING BANK SYARIAH
    (Survey Pada Nasabah Bank MUAMALAT JAMBI)”

    atas Koreksinya saya ucapkan terimakasih sebelumnya….

    Komentar oleh wawan novianto | Mei 4, 2015 | Balas

  5. Selamat malam pak Jo, berikut proposal judul penelitian saya
    NAMA : WAWAN NOVIANTO
    NIM : P2C214009
    KELAS PAGI

    PPENGARUH AWARENESS, PERSEPSI MANFAAT, DAN KEMUDAHAN TRANSAKSI,
    TERHADAP PENGGUNAAN LAYANAN ELEKTRONIK BANGKING BANK SYARIAH

    Perkembangan perilaku konsumen di era konektivitas dan informasi yang
    semakin terbuka. Saat ini menjadi merek yang dikenal oleh pasar
    tidaklah cukup, mereka harus mampu membuat pelanggan merasa WOW dan
    secara sukarela merekomendasikan merek tersebut ke rekan-rekan
    lainnya. Kemampuan merek dalam mengembangkan kreativitas dan
    produktifitas adalah harga mati bagi para pemasar yang ingin survive
    dalam persaingan.

    Pada dunia perbankan, perkembangan teknologi informasi terus
    dimanfaatkan untuk mendapatkan layanan yang lebh efisien dan efektiv
    terhadap nasabahnya. Sebagai contoh, adanya produk-produk electronic
    banking seperti ATM, Kartu Kredit, Kartu Debet, Internet Banking,
    SMS/mobile banking, phone banking, dan lainnya, telah mendorong
    layanan perbankan menjadi relatif tidak terbatas, baik dari sisi waktu
    maupun dari sisi jangkauan geografis. Hal ini pada gilirannya telah
    meningkatkan volume dan nilai nominal transaksi keuangan di perbankan
    secara sangat signifikan.

    Berdasarkan data di Bank Indonesia, transaksi elektronik yang
    dilakukan dengan menggunakan kartu (kartu kredit, kartu debet, ATM,
    kartu ATM + debet) di Indonesia selama jangka waktu Januari s/d
    Agustus 2008, jumlah transaksi yang terjadi adalah sebanyak 980,4 juta
    transaksi dengan nilai nominal transaksi Rp1.463 triliun, dan jumlah
    kartu yang beredar sebanyak 51,35 juta kartu yang diterbitkan oleh 118
    penyelenggara (53 penerbit kartu ATM, 20 penerbit kartu kredit, 38
    penerbit kartu ATM+Debet, dan 7 penerbit kartu prabayar).

    Tidak mau tertinggal, perbankan syariah juga menggunakan teknologi ini
    untuk meningkatkan kinerjanya. Salah satu bank Syariah Nasional, Bank
    Muamalat bahkan terus memacu layanan elektronik channel (e-channel)
    sampai akhir tahun 2014. Hal ini dilakukan untuk meningkatan pelayanan
    kepada nasabah Bank Muamalat.

    ”Kedepan kita ingin memperkuat IT, salah satunya dengan mobile banking
    yang nantinya akan ada platform baru dari Bank Muamalat. Dengan
    begitu, kita punya kemampuan tidak kalah dengan bank besar lainnya,”
    ujar Direktur Keuangan & Operasional Bank Muamalat Hendiarto usai
    mendapat penghargaan Best Islamic Finance Bank in Indonesia dari Alpha
    Southeast Asia di Jakarta, Selasa (26/8/2014). (Sumber :
    http://ekbis.sindonews.com/read/895363/34/bank-muamalat-pacu-layanan-e-channel-1409063964
    ).

    Dia melanjutkan, per akhir Desember 2013 total transaksi e-channel
    perseroan mencapai 22,71 juta atau naik 64,15% dari tahun 2012 sebesar
    13,8 juta.

    Dengan komposisi jumlah transaksi mobile banking sebesar 1,14 juta,
    jumlah transaksi ATM sebesar 21 juta, transaksi internet banking
    sebesar 218 ribu, serta vitual account sebesar 334 ribu. Hendi
    mengungkap, sampai akhir tahun nanti layanan e-channel diharapkan
    dapat menyentuh angka 30 juta transaksi.

    Jika dibandingkan dengan data keseluruhan perbankan di Indonesia,
    tentu Muamalat masih terlalu kecil. Hal ini sesuai dengan market share
    perbankan Syariah di Indoneisa yang baru lima persen dibanding bank
    konvensional. (Sumber :
    http://ekbis.sindonews.com/read/947203/34/ojk-pangsa-pasar-bank-syariah-baru-5-1420606102
    )

    Berdasar awal tersebut, Bank Muamalat sebagai bank Syariah harus
    memperhatikan variable-variabel yang dapat meningkatkan penggunakan
    teknologi dan fasilitas perbankan elektronik oleh nasabahnya. Karena,
    dengan naiknya pengunakaan teknologi dan fasilitas perbankan
    elektronik oleh nasabah, maka akan meningkatkan jumlah transaksi
    perbankannya.

    Berdasarkan pada uraian latar belakang masalah yang terjadi di atas
    maka saya mengajukan sebuah penelitian dengan judul
    “PENGARUH AWARENESS, PERSEPSI MANFAAT, DAN KEMUDAHAN TRANSAKSI,
    TERHADAP PENGGUNAAN LAYANAN ELEKTRONIK BANGKING BANK SYARIAH
    (Survey Pada Nasabah Bank MUAMALAT JAMBI)”.

    Sebelumnya saya ucapkan terimakasih atas koreksinya

    Komentar oleh wawan novianto | Mei 4, 2015 | Balas

  6. Selamat pagi Pak Jo, berikut saya sampaikan proposal judul penelitian saya…mohon agar Bapak berkenan untuk mengoreksinya..terima kasih pak…

    PROPOSAL JUDUL PENELITIAN TESIS
    Nama : AZAZI KARIM
    NIM : P2C214034
    Kelas : Pagi

    ANALISIS PENGARUH ERA DISENTRALISASI TERHADAP PENGELOLAAN PROGRAM KB

    Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Pasal 59 mengamatkan kepada Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk melaksanakan tugas mengendalikan penduduk dan menyelenggarakan program keluarga berencana. Tugas tersebut di jabarkan kedalam fungsi-fungsi sebagai berikut; (1) perumusan kebijakan nasional, (2) penetapan norma, standar, prosedur, dan kriteria; (3) pelaksanaan advokasi dan koordinasi; (4) menyelenggarakan komunikasi, informasi dan edukasi; (5) penyelenggaraan pemantauan dan evaluasi; dan (6) pembinaan, pembimbingan, dan fasilitasi di bidang pengendalian penduduk dan penyelenggaraan keluarga berencana.

    Namun demikian sejak era Reformasi yang bergulir mulai tahun 1998 telah banyak merubah konstelasi sosial, ekonomi, politik dan kehidupan masyarakat di Indonesia. Hal ni disebabkan karena adanya perubahan lingkungan strategis dimana sistem pemerintahan berubah dari sentralistik menjadi desentralistik. Demikian juga telah terjadi perubahan, dimana sebelumnya kekuasaan eksekutif sangat mendominasi, maka saat ini kekuasaan legislatif yang lebih dominan, walaupun sistem pemerintahan kita masih tetap berbentuk presidensial. Seiring dengan terjadinya perubahan lingkungan strategis di tingkat pemerintah kabupaten dan kota, dimana kewenangan pengelolaan program kependudukan dan keluarga berencana menjadi urusan pemerintah kabupaten dan kota, ternyata banyak mengalami hambatan dan tantangan. Saat ini di provinsi Jambi kelembagaan yang mengelola dan menangani program kependudukan dan KB di kabupaten/kota, sangatlah bervariasi dan tidak adanya kesamaan antara kabupaten/kota dengan kabupaten lainnya. Kelembagaan yang menangani kependudukan dan keluarga berencana digabung dengan instansi lain, seperti pemberdayaan masyarakat dan perempuan, sosial, pemerintahan desa dan perlindungan anak. Dan bahkan satu kantor menangani empat atau bahkan lima urusan yang digabung menjadi satu, sehingga tugas dan fungsi pengelolaan kependudukan dan KB menjadi tidak fokus. Permasalahan lainnya bahwa sejak kewenangan pengelolaan program keluarga berencana di limpahkan kepada pemerintah kabupaten dan kota, seakan-akan urusan keluarga berencana tidak menjadi program yang prioritas bagi pemerintah kabupaten/kota, sehingga terjadi lonjakan angka kelahiran yang tinggi. Sesuai dengan itu, penelitian ini akan mengungkapkan bagaimanakah pengelolaan Program KB di era Disentralisasi.

    Kata Kunci. Manajemen, Desentralisasi, Pengelolaan Program KB

    Komentar oleh Azazi Karim | Mei 6, 2015 | Balas

  7. Selamat siang Pak Jo…berikut saya sampaikan Abstract untuk usulan Thesis!Mohon arahan dan koreksinya…
    Nama : Thondra Biritta
    NIM : P2C214011
    Kelas : Pagi

    PENGARUH KERJASAMA BANK INDONESIA (BI) DENGAN KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN (KKP) TERHADAP PENGEMBANGAN KAWASAN MINAPOLITAN DI KABUPATEN MUARO JAMBI – PROPINSI JAMBI

    Perkembangan sektor usaha perikanan menunjukkan kemajuan yang pesat sehingga sewajarnya menjadi fokus pembiayaan Bank Indonesia (BI). Sektor ini bahkan mampu menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Potensi besar dari perikanan menjadi salah satu poin penting bagi Bank Indonesia untuk menyalurkan pembiayaan. Sebagai bank sentral di Indonesia, BI menyalurkan pembiayaan dalam program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang telah diluncurkan pada tanggal 05 Nopember 2007. Penyaluran kredit kepada UMKM ini bekerjasama dengan instansi pemerintah salahsatunya yaitu Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam rangka Pengembangan Kawasan Minapolitan.
    Kerjasama BI dan KKP ini untuk meningkatkan peran dalam mengoptimalkan produksi perikanan melalui Unit Pembenihan Rakyat (UPR) pada Kawasan Minapolitan. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Kepmen 32/Men/2010 tanggal 14 Mei 2010 Tentang Penetapan Kawasan Minapolitan. Kabupaten Muaro Jambi termasuk sentra produksi perikanan yang cukup potensial dengan produksi unggulan ikan Patin, hal ini tidak terlepas dari kondisi geografis wilayah yang dialiri sungai Batang Hari sehingga daerah ini memiliki banyak lahan basah/rawa yang baik untuk budidaya ikan. Produksi perikanan Kabupaten Muaro Jambi mencapai 11.143,98 ton pertahun, terdiri dari perairan umum 859,18 ton dan budidaya 10.283,80 ton. Jenis komoditas sebagian besar didominasi oleh ikan Patin, Nila dan Lele.
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji mekanisme pembiayaan serta mengetahui peran kerjasama Bank Indonesia dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan terhadap pengembangan kawasan minapolitan di kabupaten Muaro Jambi dan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi kendala dalam mengoptimalkan sektor perikanan di kawasan tersebut. Alat analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan wawancara. Penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi praktisi di bidang perbankan untuk memperbaiki layanan pembiayaan di sector perikanan.

    Kata kunci : Kerjasama, Bank Indonesia, Kawasan Minapolitan

    Komentar oleh Thondra B | Mei 7, 2015 | Balas

  8. Selamat Malam Pak Jo, Berikut saya sampaikan Argument Research untuk proposal thesis saya. Mohon berkenan bapak untuk memberikan petunjuk dan koreksinya. Dan sebelumnya saya ucapkan terima kasih.
    NAMA : NINA ZULNIMAR JASMALY
    NIM : P2C214042
    KELAS : PAGI
    PENGARUH INOVASI PRODUK, KUALITAS LAYANAN, DAN KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP LOYALITAS NASABAH BANK SYARIAH
    Saat ini banyak bermunculan bank-bank dengan konsep Bank Syariah yang menawarkan berbagai produk perbankan berbasis Syariah. Aneka ragam produk yang ditawarkan sekaligus dengan memberikan pelayanan yang prima yang diharapkan nantinya dapat memberikan kepuasan kepada nasabah yang akan menggunakan produk perbankan. Banyak inovasi produk yang dikeluarkan oleh masing-masing Bank Syariah. Dengan adanya inovasi produk tersebut membuat persaingan di antara bank-bank syariah semakin tinggi. Masing-masing bank syariah memberikan kemudahan dan keunggulan pada produk mereka. Dalam hal ini para nasabah harus cermat dalam memilih produk perbankan yang akan mereka gunakan. Nasabah yang telah memilih produk perbankan dihadapkan pada pilihan yang sulit ketika produk yang telah dipilih tidak memberikan kepuasan disebabkan karena kualitas pelayanan yang kurang baik. Hal ini berdampak kepada loyalitas nasabah yang telah menggunakan produk bank syariah tersebut. Sesuai dengan itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah pengaruh dari inovasi produk, kualitas layanan dan kepuasan konsumen terhadap loyalitas nasabah Bank Syariah Mandiri
    Kata Kunci : Inovasi produk, Kualitas Layanan, Kepuasan Konsumen, Loyalitas, Bank Syariah Mandiri, Jambi

    Komentar oleh Nina Zulnimar Jasmaly | Mei 7, 2015 | Balas

  9. Selamat malam Pak J0, berikut saya sampaikan Abstract untuk usulan Thesis.
    Mohon arahan dan koreksinya.
    Nama : Yemi Suwarti
    NIM : P2c214048
    Kelas : Pagi

    PENGARUH EKSPEKTASI DAN KEPUASAN MAHASISWA/WI TERHADAP MUTU PELAYANAN PENDIDIKAN DI AKADEMI FARMASI (AKFAR) PROVINSI JAMBI

    Akademi Farmasi (AKFAR) Provinsi Jambi menjadi unit pelaksana tekhnis dinas (UPTD) pada Dinas Kesehatan Provinsi Jambi 27 Juli 2010 yang menempatkan Akademi Farmasi (AKFAR) Provinsi Jambi sebagai institusi pendidikan tinggi bidang kesehatan negeri. Perubahan besar juga terjadi pada wajah Akademi Farmasi (AKFAR) Provinsi Jambi yang mencerminkan sebuah pendidikan tinggi milik pemerintah daerah yang akrab lingkungan masyarakat . Komitmen menjadi National Class, entrepreneurial academy dengan tetap mengutamakan kepentingan peningkatan daya saing masyarakat Jambi.
    Sejak dari awal penerimaan mahasiswa baru di Akademi Farmasi (Akfar) berdampak positif dengan banyaknya antusias pendaftar, itu menunjukkan masyarakat jambi mengakui keberadaan akademi farmasi (Akfar) yang satu-satunya akademi di bidang kefarmasian milik pemda yang kompeten Ditandai banyak lulusan yang dihasilkan langsung terjun ke dunia kerja. Seperti di Rumah sakit, puskesmas, apotek, Pedagang Besar Farmasi, Toko Obat dan dunia kerja yang ada kaitannya dengan bidang kefarmasian. Bahkan mahasiswa/winya yang masih di tingkat III ada yang sudah kerja, seperti di apotek-apotek.
    Keberhasilan Akademi Farmasi (Akfar) didukung dari banyak hal, mulai dari civitas akademis, program pendidikan yang tepat, sarana dan prasarana penunjang pendidikan yang memadai untuk mendukung hasil lulusan akademi farmasi (Akfar) yang unggul. Di samping itu Akademi Farmasi (Akfar) melakukan kerja sama dengan dunia kerja di bidang kefarmasian agar hasil lulusan langsung bisa terjun ke dunia kerja.
    Menghadapi era globalisasi ini Akademi Farmasi (Akfar) Provinsi Jambi perlu melakukan perubahan yang lebih baik untuk meningkatkan kualitas mahasiswa/wi yang dihasilkan. Sesuai dengan itu, penelitian ini dilakukan untuk mengungkapkan bagaimana ekspektasi dan kepuasan mahasiswa/wi terhadap mutu pelayanan pendidikan di Akademi Farmasi (Akfar) Provinsi Jambi, baik dari Civitas Akademik maupun sarana dan prasarana yang tersedia.
    Tujuan Penelitian
    Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan pengaruh ekspektasi dan kepuasan mahasiswa/si terhadap mutu pelayanan pendidikan di Akademi Farmasi (AKFAR) Provinsi Jambi.
    Manfaat Penelitian :
    Manfaat Akademis yang dapat diberikan oleh studi ini adalah peneliti dapat memberikan referensi yang lebih komprehensif, khususnya menyajikan bukti empirik tentang pengaruh ekspektasi dan kepuasan mahasiswa/wi terhadap mutu pelayanan pendidikan di Akademi Farmasi (AKFAR) Provinsi Jambi.
    Manfaat Praktis dari hasil analisis pada studi penelitian ini diharapkan menjadikan sebuah gambaran bagi institusi baik seluruh civitas akademik maupun sarana dan prasaraanya yang tepat di Akademi Farmasi (AKFAR) Provinsi Jambi.
    Metode Penelitian : Populasi Sampling

    Kata Kunci : Ekspektasi, Kepuasan, Civitas Akademik, Sarana dan Prasarana di Akademi Farmasi (Akfar) Provinsi Jambi

    Komentar oleh yemi suwarti | Mei 7, 2015 | Balas

  10. Selamat pagi Pak Jo, Berikut saya sampaikan Research Argument untuk proposal thesis saya.
    Mohon berkenan bapak untuk memberikan petunjuk dan koreksinya. Dan sebelumnya saya ucapkan terima kasih.
    NAMA : ENI OKTAVIANI
    NIM : P2C214044
    kelas : PAGI

    ANALISIS PENGARUH FAKTOR PSIKOLOGIS KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MELALUI MEDIA SOSIAL

    Tekhnologi informasi dari tahun ketahun berkembang semakin pesat. Hal ini membawa pengaruh pada perubahan gaya hidup masyarakat. Dewasa ini penggunaan internet tidak hanya digunakan sebagai alat pencari informasi, berkomunikasi serta alat publikasi akan tetapi sudah banyak digunakan untuk transaksi jual beli melalui berbagai macam media sosial salah satunya adalah Instagram. Menurut Chandra (Arwiedya, 2011) kekuatan terbesar dari internet yang membuatnya menjadi pilihan utama konsumen dalam belanja masa depan ialah bahwa proses pencarian, evaluasi pilihan serta aktualisasi belanja terjadi sangat cepat, nyaman, serta dilakukan dimana saja dan kapan saja. Proses pencarian melalui internet dapat diperkuat dengan diskusi melalui chat atau news group di antara sesama konsumen atau calon konsumen, kemudian proses evaluasi untuk membanding-bandingkan serta membangun decision criteria, selanjutnya proses transaksi pembelian. Hal ini berpengaruh terhadap konsumen dalam melakukan keputusan pembelian dalam ha ini dilihat dari faktor psikologis konsumen itu sendri. Dengan demikian, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Seberapa besar pengaruh psikologis konsumen terhadap keputusan pembelian melalui media sosial (Instagram).

    Keyword: perilaku konsumen, faktor psikologis, keputusan pembelian, media sosial(Instagram)

    Komentar oleh Eni Oktaviani | Mei 7, 2015 | Balas

  11. Selamat pagi Pak Jo, berikut saya sampaikan argument research proposal thesis saya, mohon berkenan Bapak untuk mengoreksi dan memberikan arahan serta bimbingannya pak. Terima kasih sebelumnya pak.

    NAMA : NANY MAWADDAH
    KELAS : PAGI
    NIM : P2C214050
    JUDUL : “ANALISIS PENGARUH KOMPETENSI KEPEMIMPINAN,
    KECERDASAN EMOSIONAL, DAN BUDAYA ORGANISASI
    TERHADAP KINERJA ORGANISASI”
    (STUDI PADA BADAN PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN
    PERIZINAN TERPADU KOTA JAMBI)

    Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) Kota Jambi merupakan implikasi dikeluarkannya Peraturan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 20 Tahun 2008 tentang Pedoman Organisasi dan Tatakerja Unit Pelayanan Perizinan Terpadu di Daerah. Oleh karena itu Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Jambi memiliki tugas pokok melaksanakan koordinasi dan menyelenggarakan pelayanan perizinan secara terpadu. Dengan dibentuknya organisasi ini, maka diharapkan mampu mewujudkan pelayanan publik yang sesuai dengan standar pelayanan minimal yaitu efektif, efisien, adil, transparan, dan akuntabel.
    Sebagai sebuah unit khusus yang menangani pelayanan perizinan yang berhadapan langsung dengan masyarakat, tentu saja bidang pekerjaan yang ditangani oleh BPMPPT Kota Jambi sangatlah kompleks dan menuntut tingkat ketepatan yang tinggi, cepat, dan dapat dipercaya. Keadaan ini mendorong BPMPPT Kota Jambi harus senantiasa memiliki orang-orang yang dapat diandalkan. Pegawai yang dibutuhkan adalah pegawai yang sesuai dengan kriteria tugas dan fungsi yang diemban BPMPPT Kota Jambi sebagai pelayan kebutuhan pelanggan.
    Seiring dengan dinamika kehidupan masyarakat, maka masyarakatpun semakin kritis dalam menanggapi berbagai permasalahan yang ada saat ini khususnya dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang diselenggarakan oleh aparatur pemerintah. Oleh karena itu semakin besar pula tuntutan masyarakat terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik. Pelayanan yang mudah,cepat, tepat, dan dapat dipercaya tentu saja adalah harapan seluruh masyarakat. Jika kriteria-kriteria tersebut dapat terpenuhi dengan baik maka implikasinya adalah terwujudnya kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan. Oleh karena itu, setiap pegawai harus senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
    Kepuasan pelanggan dan kualitas layanan merupakan salah satu kriteria dari kinerja organisasi agar dapat dikatakan baik atau tidak. Konsekuensi dari hasil kerja yang tidak baik hanya akan mengecewakan pelanggan (Makover, 2003:38) karena tidak terpenuhinya harapan (Flemming, 2002:11). Kekecewaan tersebut tertuang dalam bentuk ketidakpuasan dan komplain. Identifikasi awal masalah yang muncul di Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Jambi menunjukkan bahwa masih terjadi keterlambatan dalam menyelesaikan produk perizinan, kesulitan prosedur yang harus dilalui, serta kesalahan dalam produk akhir penerbitan suatu izin seringkali terjadi. Tidak hanya itu saja, ditemukan pula masih adanya sikap menunggu pelanggan, tidak disiplin menggunakan waktu kerja. Spencer dan Spencer (1992) mengatakan hasil kerja yang superior berkaitan erat dengan kompetensi pegawai. Tidak cukup hanya kompetensi pengetahuan, tetapi juga kompetensi perilaku.
    Kepemimpinan adalah salah satu dimensi kompetensi yang sangat menentukan terhadap kinerja atau keberhasilan suatu organisasi. Esensi pokok kepemimpinan adalah cara untuk mempengaruhi orang lain dalam mencapai tujuan organisasi. Sebagaimana yang dikatakan oleh Amstrong (2003) bahwa kepemimpinan adalah cara mengajak keryawan agar bertindak benar, mencapai komitmen dan memotivasi mereka untuk mencapai tujuan bersama. Selain itu, fokus terhadap pelanggan bisa terbentuk bila ada seperangkat nilai-nilai dan keyakinan bersama tentang pentingnya memenuhi kebutuhan pelanggan (Fey dan Denison, 2003). Nilai-nilai dan keyakinan-keyakinan serta praktek-praktek yang dimiliki bersama inilah yang membentuk budaya sebuah organisasi (Schein, 1992).
    Selain itu juga, kinerja suatu organisasi dapat dikatakan baik dikarenakan beberapa faktor. Salah satunya adalah faktor kecerdasan emosianal yang harus dimiliki oleh setiap pegawai. Menurut Spencer dalam Sudarmanto (2009) menjelaskan bahwa kecerdasan emosional adalah kendali diri yang mencakup sikap-sikap: daya tahan dalam bekerja (stamina), menghadapi tekanan (dalam bekerja), bersikap tenang dan tidak mudah terprovokasi dalam situasi tertentu. Senada dengan pendapat tersebut, sebagai organisasi yang bertugas melayani kebutuhan masyarakat yang begitu kompleks, maka sikap-sikap tersebut sangat perlu dimiliki oleh pegawai BPMPPT Kota Jambi sebagai penyelenggara pelayanan. Hasil identifikasi ini pada akhimya membawa penulis untuk melakukan penelitian terhadap Kinerja organisasi dalam hal ini Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) Kota Jambi yang ditinjau dari kompetensi kepemimpinan, kecerdasan emosional yang dimiliki pegawai dan budaya organisasi setempat.

    Keyword: kompetensi kepemimpinan, kecerdasan emosional, budaya organisasi, kinerja organisasi

    Komentar oleh Nany Mawaddah | Mei 7, 2015 | Balas

  12. Selamat Sore pak Jo… berikut saya kirimkan Research Argumen :
    Nama : Mutia Kartika Sari
    NIM : P2C2 14036
    JUDUL : “PENGARUH KEPUASAN KERJA, MOTIVASI KERJA DAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BALAI KARANTINA PERTANIAN KELAS I JAMBI”.

    Sumber daya manusia (SDM) dalam suatu organisasi memegang peranan penting. Sumber Daya Manusia merupakan faktor sentral dalam suatu organisasi. Apapun bentuk serta tujuannya, organisasi dibuat berdasarkan berbagai visi untuk kepentingan manusia dan dalam pelaksanaan misinya dikelola dan diurus oleh manusia. Jadi, manusia merupakan faktor strategis dalam semua kegiatan institusi/organisasi. Dalam era globalisasi seperti sekarang ini kebutuhan akan sumber daya manusia sebagai tenaga kerja dalam organisasi menjadi perhatian penting mengingat banyak perubahan yang dihadapi organisasi. Banyak kasus yang terjadi pada organisasi disebabkan oleh perilaku organisasi yang tidak sesuai dan menyebabkan organisasi tidak berjalan sebagaimana mestinya. Pada beberapa studi tentang perilaku organisasi, ada 3 faktor penentu perilaku dalam organisasi yaitu individu, kelompok dan struktur. Organisasi mengharapkan kinerja individu yang maksimal dan dapat mempengaruhi kinerja secara kelompok yang pada akhirnya mempengaruhi kemajuan organisasi secara keseluruhan.
    Kinerja organisasi yang baik menuntut karyawan didalamnya dapat berperilaku yang sesuai dengan harapan organisasi. Perilaku yang diharapkan tidak hanya perilaku in role (bekerja sesuai job description saja), tetapi juga terdapat perilaku extra role (bekerja melebihi apa yang diharapkan organisasi). Perilaku bekerja extra yang melebihi apa yang diharapkan inilah yang disebut OCB (Organizational Citinzenship Behavior). OCB tidak berhubungan dengan kompensasi secara langsung. OCB lebih kepada perilaku sosial masing-masing individu dalam bekerja melebihi apa yang diharapkan. Masing-masing individu dalam organisasi melaksanakan OCB dengan rasa sukarela tanpa ada peraturan yang mengikat.
    Balai Karantina Pertanian Kelas I Jambi merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis Badan Karantina Pertanian yang berada di bawah Kementerian Pertanian. Walaupun secara organisasi, pegawai yang bekerja di dalamnya merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah memiliki jabatan dan tugas masing-masing secara tegas, masih banyak terdapat permasalahan dalam pengelolaan sumber daya manusia (pegawai) dalam meningkatkan kinerja masing-masing pegawai.Salah satu faktor yang banyak dikatakan mempengaruhi kinerja adalah kepuasan kerja dan motivasi kerja. Secara teori pegawai yang memiliki kepuasan kerja yang tinggi biasanya akan menunjukkan kinerja yang tinggi pula. Demikian juga dengan motivasi kerja. Dengan adanya motivasi yang tinggi, pegawai akan bekerja dengan lebih baik yang pada akhirnya akan meningkatkan kinerja ypegawai yang bersangkutan. Dengan adanya kepuasan kerja, motivasi kerja dan OCB yang tinggi dari masing-masing pegawai, organisasi tentulah akan semakin mudah untuk mencapai kinerja yang tinggi pula.
    Berdasarkan uraian di atas penulis tertarik untuk meneliti mengenai hubungan kepuasan kerja, motivasi kerja dan OCB dalam meningkatkan kinerja organisasi dengan judul “Pengaruh Kepuasan Kerja, Motivasi Kerja dan Organizational Citizenship Behavior terhadap Kinerja Pegawai pada Balai Karantina Pertanian Kelas I Jambi”.

    Sebagai judul baik, tapi perhatikan lebih baik kesesuaian judul pada kesenjangan (gap) yang ditemui pada objek yang diteliti. Apakah konsep itu sesuai dengan gap yang ditemui pada objek penelitian?

    Komentar oleh mutia | Mei 8, 2015 | Balas

  13. Selamat siang pak jo, berikut draft proposal tesis saya. Mohon kiranya dapat meberikan masukan dan kritik terhadap judul beserta isi proposal ini.
    Nama : Aang Purnama
    Nim : P2C214062

    JUDUL : Pengaruh regulasi pemerintah pusat dan daerah terhadap tingkat produksi dan kinerja penjualan batubara.
    (Studi kasus pada PT Minemex Indonesia di kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi)

    Provinsi jambi sangat terkenal dengan sumber daya alam nya yang berlimpah, sejak dahulu daerah jambi terkenal dengan emas nya maka nya jambi pada jaman dulu kala dijuluki “swarnabumi”. Di saat batubara mengalami trend sebagai salah satu sumber energy, provinsi jambi langsung dilirik oleh para investor tambang batubara baik PMA maupun PMDN baik ijin berskala besar yaitu PKP2B (Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara) maupun berskala kecil yaitu IUP (Ijin Usaha Pertambangan).

    Iklim investasi di Indonesia sangat tergantung dengan berbagai aspek salah satu nya adalah peraturan perundang-undangan yang berlaku, ketidak pastian hukum dan sistem birokrasi yang kadang cenderung berbelit-belit membuat para pelaku bisnis merasa “hectic”. Contoh regulasi pusat seperti penentuan batas kuota ekspor, kewajiban membangun smelter, wajib mengantongi sertifikat C&C (clean and clear) dan ET (eksportir terdaftar) dll sementara regulasi pemerintah daerah yaitu perda dan moratorium tentang moda transportasi yang wajib digunakan oleh perusahaan batu bara dimana diwajibkan untuk menggunakan jalur atau jalan khusus atau melalui jalur sungai (river way).

    Dalam tulisan ini, saya mencoba untuk mengkaji aspek regulasi pemerintah pusat dan daerah dalam pengaruhnya terhadap tingkat produksi dan kinerja penjualan. (Studi kasus pada PT Minemex Indonesia di kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi)

    Kata Kunci : Batubara, Regulasi, Tingkat Produksi, Tingkat Penjualan

    Komentar oleh Aang Purnama | Mei 9, 2015 | Balas

  14. Dearest Pk Jo,

    During last tutorial, you had mentioned me about my compulsory to upload the latest info’s regarding to regulations. Apparently, the task you have noticed me has not been submitted into your blog (such as : UU, Peraturan Pemerintah and etc). Frankly speaking, I am very pleased to share with, somehow, due to my lack of spare time because of so pack of agendas which have bonded me making me couldn’t cope your command very well. I really delighted for your understanding towards this kind of excuse. Thanks for your trust pak jo.

    Best regards,
    Aang Purnama

    Komentar oleh Aang Purnama | Mei 12, 2015 | Balas

  15. Selamat Siang Pak Jo,, beriku saya kirimkan rencana penelitian saya, mohon kira nya di komentari demi perbaikan yang lebih baik pak.. terimakasih banyak

    Pengaruh Sertifikasi Terhadap Peningkatan Kualitas
    Tenaga Kerja Konstruksi di Provinsi Jambi

    Abstrak
    Rangkaian upaya terus dilakukan oleh pemerintah demi menyelenggarakan pembinaan jasa konstruksi agar dapat kompetitif dalam menghadapi dinamika perubahan persaingan yang semakin ketat, terlebih akan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) di akhir 2015. Sebagai salah satu bentuk upaya tersebut yakni melakukan sertifikasi baik itu keahlian dan keterampilan pada tenaga kerja konstruksi di Provinsi Jambi. Sertifikasi merupakan proses penilaian untuk mendapatkan pengakuan terhadap klasifikasi dan kualifikasi atau kompetensi dan kemampuan usaha di bidang jasa konstruksi yang berbentuk usaha orang perseorangan atau badan usaha, selain itu juga dapat dikatakan sebagai proses penilaian kompetensi dan kemampuan profesi keterampilan kerja dan keahlian kerja seseorang di bidang jasa konstruksi menurut disiplin keilmuan dan atau keterampilan tertentu dan atau kefungsian dan atau keahlian tertentu.
    Mengingat bahwa sektor jasa konstruksi merupakan suatu hal yang prioritas dalam 10 agenda pilihan di provinsi jambi yaitu terdiri dari; pembangunan dan rehabilitasi jalan, pembangunan saluran drainase, pembangunan infrastruktur, dan lain sebagainya. Dengan demikian sektor jasa konstruksi mempunyai peran besar bagi pembangunan peradaban pada suatu wilayah. Disisi lain yang perlu disadari bahwa, hasil pekerjaan konstruksi yang berkualitas dapat diperoleh jika para pelaku bidang jasa konstruksi memiliki kompetensi dan profesionalisme yang tinggi sesuai bidang pekerjaannya. Salah satu upaya peningkatan kualitas kompetensi dan profesionalisme para pekerja di bidang jasa konstruksi adalah dengan adanya sistem quality assurance dalam bentuk sertifikasi.

    Perlu adanya tinjauan khusus dalam rangka menguji efektivitas dari sertifikasi ini, dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja konstruksi, agar segala aspek yang diinginkan dapat diketahui secara lebih mendalam dan dapat dijadikan rujukan. Terlebih pembangunan infrastruktur sangat ditentukan oleh sumber daya manusia didalamnya meliputi; penyedia jasa, pengguna jasa, dan masyarakat jasa konstruksi.

    Kata Kunci : sertifikasi, jasa konstruksi, keterampilan, keahlian

    Komentar oleh M Ryan Fadhli | Mei 12, 2015 | Balas

  16. Selamat pagi Pak Jo
    Nama : Wahyu Ery
    NIM : P2C2 14030
    Kelas : Pagi
    Rencana Proposal Tesis saya dengan Judul :
    : Analisis hubungan tenaga SDM pembiayaan UMKM dengan pertumbuhan kredit UMKM

    Fenomena yang ada :
    Sesuai aturan Bank Indonesia sampai dengan tahun 2018 diwajibkan seluruh Bank membiayai usaha UMKM minimal sebesar 20 % dari porto folio kreditnya , hal ini sesuai dengan tujuan pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan usaha UMKM , dimana sebagian besar penduduk indonesia hidup dengan usaha UMKM , artinya bila usaha UMKM ini dapat ditingkatkan perkembangan usahanya tentukan akan memberikan peningkatan taraf hidup pelaku usaha UMKM ini yang tentunya akan mempengaruhi kenaikan tingkat perkapita penduduk kita , dengan aturan yang dibuat oleh BI tersebut memacu seluruh Bank khususnya Bank Umum yang porto folio kredit UMKM masih sangat rendah untuk dapat meningkatkannya , guna mewujudkan hal ini setiap Bank berusaha melakukan perecrutan SDM baik yang berpengalaman di bidang UMKM Banking maupun yang belum berpengalaman , diharapkan dengan perekrutan SDM untuk pembiayaan UMKM ini dapat meningkatan portofolio kredit UMKM dimasing-masing Bank , dari penjelasan diatas saya mecoba menganalisis hubungan peningkatan jumlah SDM pembiayaan UMKM dengan pertumbuhan kredit UMKM di provinsi Jambi

    Hypotesis :
    Dengan peningkatan SDM pembiayaan UMKM akan meningkatkan pertumbuhan kredit UMKM

    Komentar oleh wahyu ery | Mei 14, 2015 | Balas

  17. Selamat pagi pak Jo.
    Berikut saya sampaikan rencana penelitian saya. Mohon bimbingan, arahan dan koreksinya. terima kasih sebelumya pak.

    Nama : Agil Muharya
    NIM : P2C214033

    Judul : PENGARUH PENGENDALIAN INTERN PERKREDITAN DAN PENERAPAN CLEARANCE STATEMENT TERHADAP KREDIT BERMASALAH PADA PT. BANK MANDIRI (PERSERO) TBK, AREA JAMBI.

    Perkembangan perbankan di Provinsi Jambi mengalami peningkatan yang cukup pesat, perkembangan yang pesat ini menyebabkan meningkatnya persaingan antar bank dalam merebut nasabah guna menghimpun dana yang sebesar-besarnya dari masyarakat. Dana yang dihimpun ini kemudian diusahakan agar dapat memberikan keuntungan bagi bank, dengan kata lain dana disalurkan kembali ke masyarakat dalam bentuk kredit. Bank sebagai salah satu bentuk badan usaha, tentu saja aktivitas yang dilakukan mengharapkan adanya keuntungan. Hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar, tetapi dalam pelaksanaan pemberian kredit, disamping memenuhi tujuan usaha bank juga harus mampu sebagai agent of development, artinya bank harus mampu melakukan pembinaan terhadap debiturnya, sehingga kredit yang telah disalurkan tersebut dapat memenuhi sasaran semula. Untuk menjaga posisi moneter dan mengawasi kredit dapat dilakukan melalui pengaturan arah pemberian kredit misalnya pengaturan jenis kredit yang prioritas seperti yang telah dilakukan oleh PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. Area Jambi.

    Kredit merupakan kegiatan usaha perbankan yang mempunyai resiko tinggi, karena kredit merupakan asset bank yang ada di pihak luar bank (debitur). Oleh sebab itu, sepantasnya apabila bank memberikan perhatian yang besar dalam melaksanakan kegiatanya tesebut, yaitu dengan menetapkan kebijakan -kebijakan kredit yang tidak terlepas dari likuiditas, solvabilitas, dan rentabilitas, disamping itu juga bank harus mampu mengembalikan dana yang telah dihimpunnya berupa pokok dan bunga.

    Dalam pemberian kredit sangatlah penting bagi bank untuk mempertimbangkan beberapa faktor baik yang berasal dari intern maupun faktor ektern, faktor intern meliputi kebijakan dalam prosedur pemberian kredit, sedangkan faktor ekstern meliputi kemampuan nasabah dalam membayar cicilan dan pertumbuhan ekonomi.

    Dari uraian singkat diatas tampak bahwa bisnis perbankan tidak terlepas dari resiko menghadapi kasus kredit bermasalah. Oleh karena itu dalam menyusun strategi, bank tidak terpaku pada usaha menghindari kredit bermasalah, melainkan berusaha menekan resiko munculnya kasus itu serendah mungkin. Secara garis besar dapat dikatakan bahwa usaha menekan resiko munculnya kredit bermasalah dapat dilakukan dengan cara menjaga mutu kredit yang disalurkan. Dalam penyaluran kredit peranan pengendalian intern menjadi sangat penting, dengan penerapan sistem pengendalian intern yang memadai, maka akan dapat menjamin kelayakan operasi yang dijalankan. Pengendalian intern ini dimulai dari ditaatinya prosedur pemberian kredit, sumber daya manusia yang cukup berkualitas dan pengawasan yang berkelanjutan setelah kredit tersebut diberikan, sehingga resiko akan kemungkinan kerugian dimasa mendatang dapat diperkecil. Selain itu, penerapan clearance statement menjadi salah satu strategi untuk meminimalisir pertumbuhan kredit bermasalah. Untuk lebih fokusnya, penulis membatasi ruang lingkup pembahasan hanya pada PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. Area Jambi.

    Kata kunci: pengendalian intern, clearance statement, kredit bermasalah

    Judulnya terlalu mudah ditebaik, semakin baik pengendalian semakin kurang kredit bermasalah. Kalau saja makalah yang ditulis dengan judul IMPLEMENTASI STRATEGI PENGENDALIAN INTERNAL PEMBERIAN KREDIT ini lebih baik, karena yang dijelaskan adalah bagaimana menyusun strategi implementasi. Topiknya juga bidang manajemen. Sukses selalu.

    Komentar oleh Agil Muharya | Mei 17, 2015 | Balas

  18. Selamat malam Pak Jo, sehat selalu ya pak, amin
    Saya ingin mengajukan Abstrak dari tugas BI dan penulisan karya ilmiah seperti yang sudah bapak instruksikan sebelumnya,
    Nama : Azola patra ( PN )
    Nim : ERC1B011071
    Kelas : M2B (manajemen) Reguler Mandiri (Ekstensi)
    Judul : Merintis Usaha Nasi Uduk Sebagai Peluang Bisnis
    Siapa yang tidak kenal Nasi uduk pecel Lele, makanan ini sudah menjadi ikon di masyarakat kita khusus nya di daerah Jawa. Namun semakin berkembangnya jaman , makanan ini mampu melewati berbagai pelosok tanah air. Iya karena harga yang relative murah serta kelezatan yang di tawarkan nya, makanan ini begitu cepat popular dikalangan masyarakat bawah, menengah hingga kalangan atas. Semakin menjamurnya usaha-usaha nasi uduk belakangan ini menjadi momentum tersendiri, serta menjadi pendorong usaha kecil dan menengah di masyarakat untuk memperbaiki perekonomian masyarakat. Bisnis ini sangat menggiurkan dan menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Di tengah pengangguran yang hanya menurun beberapa persen dari tahun ketahun, bisnis ini juga tentunya menjadi solusi dalam mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan di Indonesia. Berbisnis nasi uduk tidak memerlukan modal yang relative besar dan pendidikan yang tinggi, bisnis ini sangat merakyat dan sangat mendasari pikiran rakyat kita. Hanya perlu ketekunan, pengelolaan yang baik, serta kemauan yang kuat bisnis ini bisa menjadi kerajaan bisnis di masa depan bagi seluruh lapisan masyarakat.
    Usaha warung tenda nasi uduk pecel lele : http://www.tabloidwirausaha.com/2014/03/usaha-warung-tenda-pecel-lele-pecel.html

    Komentar oleh Azola Patra | Mei 20, 2015 | Balas

  19. Selamat Malam pak Jo.
    Berikut saya sampaikan rencana penelitian saya. Mohon bimbingan, arahan dan koreksinya. terima kasih sebelumya pak.

    Nama : Firdaus
    NIM : P2C214040

    Judul : Pengaruh Persepsi Konsumen Terhadap Keputusan
    Pembelian Ulang Pada Indomaret

    Persepsi konsumen merupakan hal pertama yang muncul dalam pemikiran konsumen pada sebuah Purusahaan. Karena persepsi sendiri adalah stimuli panca indera yang menerima sensasi dari pelayanan perusahaan yang kemudian mempengaruhi konsumen tersebut melakukan pembelian ulang..
    Industri retail saat ini telah menjadi sebuah bisnis pasar modern yang berkembang sehingga membuat konsumen memiliki persepsi sendiri dalam memilih Industri retail yang baik yang ditunjukkan adanya pengaruh dari persepsi yang saling terkait dengan kerangka konseptual penelitian.
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi konsumen terhadap keputusan pembelian ulang pada Indomaret.
    Kata Kunci: Persepsi Konsumen, Indomaret, Keputusan Pembelian Ulang

    Komentar oleh Firdaus | Mei 22, 2015 | Balas

  20. Selamat pagi Pak Jo… berikut ini saya kirimkan rencana proposal tesis saya, mohon arahan dan bimbingan Bapak, terima kasih.

    NAMA : ISMANUDDIN BERUTU
    NIM : P2C214020
    KELAS : PAGI

    ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA KEUANGAN PT AGROWIYANA
    Abstrak : Dalam mewujudkan perusahaan perkebunan berkelanjutan (sustanable company), perencanaan bisnis yang benar-benar matang sangat diperlukan untuk memperoleh return yang sesuai dengan yang diharapkan. Analisis kinerja keuangan termasuk hal yang harus diperhatikan dalam perencanaan bisnis yang baik. PT. Agrowiyana adalah perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit. Sektor perkebunan merupakan sektor yang tidak hanya menekankan pada luasnya lahan dan besarnya investasi, akan tetapi juga padat karya. Untuk mencapai peningkatan profitabilitas perusahaan, maka perusahaan harus memanfaatkan sumberdaya yang di miliki untuk memaksimalkan nilai perusahaan, selain itu perusahaan juga harus menerapkan kaidah-kaidah perusahaan perkebunan yang ramah leingkungan serta menjalankan operasional yang baik (Excellent Operations) agar menjadi perusahaan yang berdaya saing tinggi, seluruh aktivitas bisnis yang dilakukan akan tercermin pada kinerja laporan keuangan perusahaan. Banyak faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan. Apakah faktor pendukung tersebut masih mampu dalam hal meningkatkan laba perusahaan, lebih efisiensi dan efektif dalam operasional perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor – faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan yaitu (1) Untuk mengetahui apakah Jumlah Aktiva Tetap, Hutang Jangka Panjang, Hutang Hungungan Istimewa (Hutang Afiliasi), dan Equity secara bersama-sama berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan atau Rentabilitas PT. Agrowiyana, (2) Untuk mengetahui apakah Jumlah Aktiva Tetap, Hutang Jangka Panjang, Hutang Hubungan Istimewa (Hutang Afiliasi) dan Equity secara parsial berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan atau Rentabilitas PT. Agrowiyana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder berupa Laporan Keuangan Audited PT. Agrowiyana tahun 2010-2014.
    Kata Kunci : Kinerja keuangan

    Komentar oleh Ismanuddin Berutu NIM : P2C214020 | Juni 10, 2015 | Balas

  21. selamat malam pak jo, berikut ini saya kirimkan rencana proposal saya, mohon arahan dan bimbingannya, terima kasih pak

    Nama : Hendri Yandri
    NIM : P2C214038
    Kelas : Pagi

    STUDI ANALISIS STRATEGI BI DALAM MENINGKATKAN PRODUCT BRANDINGUMKM MENGHADAPI MEA 2015

    Oleh :HendriYandri
    P2C214038

    Usaha Mikro, Kecil danMenengah (UMKM) merupakantulangpunggungperekonomiandi negara-negaraanggota ASEAN. UMKM mampumenyeraptenagakerja, disampingituumkm yang kuat, dinamisdanefisienakanmendorongpembangunanekonomi yang berkelanjutan. Bagi Indonesia, peran UMKM bahkanmerupakansokoguruutamaperekonomian.Jikadilihatdarisegijumlah unit usaha, untuktahun 2007 dan 2008 pelakuusahadenganskala UMKM merupakanmayoritasdenganpangsa 99,99% darikeseluruhanpelakuusaha di Indonesia. SementaradarisegipenciptaanlapanganpekerjaanUMKM tenagakerja yang bekerja di sektorusaha, tercatatmasing-masingsebesar 96,95% padatahun 2007 dan 97,04% padatahun 2008 bekerjadisektor UMKM.
    Entitasskalausahamikroinijugaberperanstrategissebagaijaringpengamanrakyatdalammenghadapikrisisdanturbulensiekonomi.Gambaran yang menarikterlihatpadakontribusi UMKM dalampembentukan PDB.Padapembentukan PDB (atasdasarhargaberlaku) terlihatdominasiperankontribusi UMKM, yaitusebesar 56,23% padatahun 2007 dan 55,56% padatahun 2008. Gambaranserupajugatampakbiladilihatpadapenghitungan PDB denganhargakonstan 2000, dimanakontribusiUMKMsebesar 58,40% padatahun 2007 dan58,33% padatahun 2008. Akan tetapijikadilihatperbandingannyadenganjumlahentitasdanpenyerapantenagakerjapadausahabesardikaitkandengankontribusisektorusahabesarpadapembentukan PDB, dapatdikatakanbahwaproduktivitasentitas UMKM jauhlebihrendahdibandingkanentitasusahabesar.Hal inikemungkinankarenaadanyaketidakseimbangandalamhalkualitasproduk, strategipemasaran, teknologi, manajemen, aksespembiayaandanaksespasar.
    TujuanPenelitian
    Penelitianinibertujuanuntukmengetahuipengaruhstartegi Bank Indonesia dalammeningkatkandayasaingproduk UMKM menghadapi MEA 2015
    Manfaatpenelitian
    Manfaatakademisdiharapkandapatmenjadireferensikepustakaanterkaitstrategi BI dalammeningkatkandayasaingproduk UMKM menghadapi MEA 2015
    Manfaatpraktisdaripenelitianinidiharapkandapatmenjadibahankajianlebihlanjutbagi BI dalammeningkatkandayasaing UMKM
    Metodepenelitian :Populasi Sampling
    Keyword : UMKM, ASEAN, KUALITAS PRODUK, DAN AKSES PASAR

    Komentar oleh hendrichaniago80 | Juni 11, 2015 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: