Johannessimatupang’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

METODE PENELITIAN PEMASARAN (PAGI DAN SORE)


Halaman ini diperuntukkan bagi peserta  mata kuliah Metode Penelitian pemasaran.  Semua  materi kuliah  harus diunduh di halaman ini. Selanjutnya, tugas hanya diunggah di halaman ini saja.  SUKSES UNTUK ANDA

MEP125 Redefining Marketing Research

Mep125 qualitative research

mp125 Research Design

mp125 Research Exploratory

bab-7-experiments-and-causality-research

bab-8-pengukuran-dan-skala

bab-10-penyusunan-kuesioner

bab-11-sampling

bab-14-penyiapan-data

bab-22-menyiapkan-laporan

Pedoman penulisan tugas  proposal tentatif Metode Penelitian Pemasaran

tugas-penulisan-proposal-penelitian-pemasaran-tentatif-oktober-2016

Pedoman Kualitatif Research Project I

Pedoman penulisan proposal  tentatif kelas  sore (regtular madiri)

pedoman-interview-gerai-kopi-di-kota-jambi-agustus-2016

Iklan

Agustus 29, 2016 - Posted by | Uncategorized

21 Komentar »

  1. Laporan tentang LISTRIK 35000 mw

    Pro dan kontrah terhadap kebijakan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan listrik dlam negri.
    di sebuah proyek besar pemerintah untuk merealisasikan listrik 35000 mw.
    Menurut mantan menteri sumber daya energi ,SUDIRMAN SAID
    Listrik 35000 mw harus di realisasikan setelah 70 tahun merdeka, masih ada sekitar 2519 desa di negri ini dalam keadaan gelap gulita pada ahir tahun 2014 rasio elektrikfikasi di indonesia baru mencapai 87persen.
    Menurut mantan mentEri maritim RIZAL RAMLI 5 tahun ke depan indonesia hanya membutuhkan 16 000 mw kapasitas pembangkit listrik .
    Dan pertanyaan nya lisrtrik semegah itu untuk siapa?
    Setelah dilihat data distrubusi lisrik ke wilayah-wilayah indonesia antara lain 60persen di bangun di wilayah jawa dan bali 25,5persen di bangun di sumatra 7,2persen di wilayah sulewesi 5,3persen di kalimantan NTT dan papua maluku hanya 1,9 0,9 0,7
    Kebutuhan listrik hanya di daera-daera terpencil akan tetapi kebijakan distribusi malah kebalikan nya

    Komentar oleh M EKO MANDALA PUTRA | September 23, 2016 | Balas

  2. Nama : Muhammad Yusuf
    Nim : C1B014001
    Matkul : Metode Penelitian Pemasaran
    Tugas : Hasil laporan dari minum Kopi di Simon & Sons

    Kopi Afrika, Ethiopia Konga
    Kopi ethopia konga ini di imporkan langsung dari benua afrika. Kopi ini termasuk kedalam kopi arabika, proses pertama setelah pemetikan dilakukan dengan cara vulious (setelah dipetik lalu biji nya di cuci dan dikeringkan). Simon and sons menerima impor kopi tersebut setelah proses vulios dan sampainya di indonesia kopi tersebut dirosting atau di panggang sehingga membentuk kualitas dari kopi tersebut.
    Kopi Afrika, Ethiopia Konga yang saya pesan tidak menggunakan gula dan proses penyajiannya secara V60, tetapi dalam proses penyajian tersebut juga ada cara expreso dan filter, Kalo expreso dia lebih strong karena perbandingannya 2:1 (2 air dan 1 kopi) dan juga bisa ditambahkan rasa-rasa lainya sedangkan proses Filter memang murni kopi itu disaring menggunakan tisu yang khusus untuk penyaringan kopi tersebut. Kembali ke proses kekopi yang saya pesan tadi secara V60, pertama tisu yang digunakan utk menyeduh kopi di bersihkan atau di lap dlu sehingga menghilangkan aroma tisu tersebut, lalu biji kopi yang akan di seduh di gerinda terlebih dahulu dan saya secara langsung melihat proses gerinda tersebut waktu nya kurang lebih 30 detik, secangkir kopi sekitar 30-45 gram dilakukan dengan cara bloming, tujuannya utk melepaskan gas yang ada di kopi selama 30 detik saat proses penyeduhan, stelah proses penyeduhan pertama tersebut baru disiapkan gelas utk kopi pelanggan sesuai dengan porsi kopi yang ditentukan.
    Saat meminum kopi Afrika, Ethiopia Konga ini sangat unik bagi saya karena sebelum kita meminum kopi tersebut kita disediakan satu gelas panjang berisi kopi dan satu gelas lagi yang ukurannya setengah dari gelas yang terisi kopi tadi dan isinya kosong, kopi tersebut dituangkan sedikit ke gelas kosong lalu kopi tersebut digoyang-goyangkan setelah digoyang-goyangkan, hidung kita didekatkan dengan gelas kopi tersebut lalu aroma kopi itu kita hirup seperti menghirup oksigen yang ada diudara lalu setelah kita hirup baru kita minum dan begitulah seterusnya cara meminum kopi Afrika, Ethiopia Konga tersebut.
    Kopi Afrika, Ethiopia Konga dapat dinikmati dengan harga Rp 35.000 setiap gelasnya

    Komentar oleh Muhammad Yusuf | Oktober 1, 2016 | Balas

  3. Selamat pagi pak jo? semoga selalu dalam keadaan sehat selalu

    Nama : Muhammad Yusuf
    Nim : C1B014001
    Matkul : Metode Penelitian Pemasaran
    Tugas : Hasil laporan dari minum Kopi di Simon & Sons

    Kopi Afrika, Ethiopia Konga
    Kopi ethopia konga ini di imporkan langsung dari benua afrika. Kopi ini termasuk kedalam kopi arabika, proses pertama setelah pemetikan dilakukan dengan cara vulious (setelah dipetik lalu biji nya di cuci dan dikeringkan). Simon and sons menerima impor kopi tersebut setelah proses vulios dan sampainya di indonesia kopi tersebut dirosting atau di panggang sehingga membentuk kualitas dari kopi tersebut.
    Kopi Afrika, Ethiopia Konga yang saya pesan tidak menggunakan gula dan proses penyajiannya secara V60, tetapi dalam proses penyajian tersebut juga ada cara expreso dan filter, Kalo expreso dia lebih strong karena perbandingannya 2:1 (2 air dan 1 kopi) dan juga bisa ditambahkan rasa-rasa lainya sedangkan proses Filter memang murni kopi itu disaring menggunakan tisu yang khusus untuk penyaringan kopi tersebut. Kembali ke proses kekopi yang saya pesan tadi secara V60, pertama tisu yang digunakan utk menyeduh kopi di bersihkan atau di lap dlu sehingga menghilangkan aroma tisu tersebut, lalu biji kopi yang akan di seduh di gerinda terlebih dahulu dan saya secara langsung melihat proses gerinda tersebut waktu nya kurang lebih 30 detik, secangkir kopi sekitar 30-45 gram dilakukan dengan cara bloming, tujuannya utk melepaskan gas yang ada di kopi selama 30 detik saat proses penyeduhan, stelah proses penyeduhan pertama tersebut baru disiapkan gelas utk kopi pelanggan sesuai dengan porsi kopi yang ditentukan.
    Saat meminum kopi Afrika, Ethiopia Konga ini sangat unik bagi saya karena sebelum kita meminum kopi tersebut kita disediakan satu gelas panjang berisi kopi dan satu gelas lagi yang ukurannya setengah dari gelas yang terisi kopi tadi dan isinya kosong, kopi tersebut dituangkan sedikit ke gelas kosong lalu kopi tersebut digoyang-goyangkan setelah digoyang-goyangkan, hidung kita didekatkan dengan gelas kopi tersebut lalu aroma kopi itu kita hirup seperti menghirup oksigen yang ada diudara lalu setelah kita hirup baru kita minum dan begitulah seterusnya cara meminum kopi Afrika, Ethiopia Konga tersebut.
    Kopi Afrika, Ethiopia Konga dapat dinikmati dengan harga Rp 35.000 setiap gelasnya

    Komentar oleh Muhammad Yusuf | Oktober 1, 2016 | Balas

  4. Selamat sore pak jo, saya mahasiswa bapak kelas pagi mata kuliah MEP125, bernama
    Nama: Mohd Gilang Akhbar
    NIM: C1B014077

    Ngopi sudah menjadi gaya hidup masyarakat urban, mulai dari remaja sampai pekerja banyak yang menjadikan kopi sebagai gaya hidup. Cafe-cafe modern pun banyak yang mulai menyediakan kopi, terutama kopi yang di grinder. Kopi yang di grinder adalah kopi yang disajikan dengan cara mengolah langsung biji kopi menggunakan mesin penggiling. Bagi pecinta kopi, kopi yang di grinder langsung dihadapan mereka terasa lebih nikmat dibandingkan dengan kopi-kopi sachet.
    Oleh karena itu kami kelas manajemen 2014 kelas pagi bersama dosen Prof. Dr. Johannes Simatupang, SE. MM, melakukan penelitian tentang kopi yang di Grinder. Penelitian kami lakukan di sebuah cafe bernama Simon & Sons, yang berada Jl. Gajah Mada 1 Jambi. Kopi yang disediakan di cafe tersebut, khususnya black filter coffee adalah Africa – Ethiopia konga, Jawa Barat – Raja sunda, Sumatera – Blue batak, Seasonal Coffee. Dengan metode seduh yaitu Aeropress, V60, Syphon, Tubruk.
    Saya memesan kopi Sumatera – Blue Batak dengan metode seduh V60. V60 adalah methode pour over dimana kopi lebih aromatik, bersih, menonjolkan karakter-karakter tertentu yang belum tentu bisa di dapatkan dengan cara penyeduhan lain. Cara pembuatannya pun adalah menimbang biji kopi sesuai dengan takaran lalu menyeduh dengan peralatan V60 dan metode pour over, lalu kopi dimasukkan kedalam coffee filter dan didiamkan sebentar lalu tuangkan air secara spiral memutar ke sisi luar kopi, agar kopi turun, ampas kopi lebih rata diangkat sedikit paper filter lalu ketuk perlahan dan kopi siap disajikan. Cara menikmatinya adalah dengan memutar gelas dan meminum sedikit-sedikit seperti menikmati wine.
    Kopi yang pesan baru dihidangkan setelah satu jam, karena kopi yang dipesan banyak dan setiap kopinya disajikan satu-persatu oleh pegawai cafe tersebut, ketika saya bertanya apakah memang seperti itu, pegawainya pun menjawab bahwa penyajian kopi di cafe Simon & Sons memang dilakukan satu persatu. Sambil menunggu kopi tiba, saya dan rombongan diberikan cemilan berupa kentang goreng secara gratis. Kopi blue batak yang saya pesan terasa khas seperti kebanyakan kopi sumatera, namun terasa smooth. Kopi blue batak dikenal juga dengan nama kopi lintong, sumatra blue lintong, dan banyak lagi.
    Kopi yang nikmat didukung juga dengan suasana nyaman yang disediakan oleh Simon & Sons, meja ditata dengan sangat rapi dan dekat agar pengunjung dapat menikmati kopi dan berkomunikasi dengan lancar, suasana cafe sangat tenang diiringi musik-musik pop, disertai pelayanan karyawan yang ramah. Hal ini yang membuat pengunjung merasa nyaman dan betah berlama-lama di cafe tersebut.
    Berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan karyawan, pengunjung Simon & Sons yang menikmati kopi disana biasanya datang sendirian maupun berkelompok, untuk yang datang sendiri biasanya datang ketika masih pagi, kebanyakan dari mereka cenderung sambil membawa laptop dan mengerjakaan perkerjaannya, dan bisa duduk disana sekitar 1 sampai 2 jam. Untuk yang berkelompok cukup beragam, ada remaja sampai orang-orang kantoran yang membicarakan urusan pekerjaan. Dan ketika ditanya apakah cafe Simon & Sons menyediakan kopi Liberica, mereka menjawab bahwa kopi Liberica tidak tersedia, dan cafe Simon & Sons hanya menyediakan kopi Arabica.

    Komentar oleh Mohd Gilang Akhbar | Oktober 4, 2016 | Balas

  5. Selamat Sore Pak Jo saya mahasiswa mata kuliah Mep 125

    Nama : Muhammad Iqbal Wendry
    Kelas : Managament A 2014
    Nim : C1B014079
    1. Simon & Son’s menyediakan 2 Macam model bentuk Kopi : Black Filter Cofee & Expresso Based.
    A. Black Coffe : Coffe yang di filter , diracik dengan keahlian tangan barista kami memainkan ratio air, kehalusan dan kekasaran biji kopi serta teknik tuang, menghasilkan kopi yang bersih enak dan aroma yang memikat.

    B. Expresse Based : Nikmati biji kopi pilihan dari kualitas terbaik Indonesia & Africa. Menyediakan 2 rasa yang berbeda. Western Blend adalah kopi yang berasal dari Africa dengan rasa yang lebih lembut dengan tingkat kesamaan seperti buah yang lebih tinggi & manis. Sedangkan Estern Blend adalah blend dari biji kopi Indonesia terbaik dengan rasa yang lebih berat dan strong.

    2. Cara Penyajian Kopi
    Saya mencoba salah satu kopi yang di sajikan yaitu Black Filter Coffe “ Jawa Barat – Raja Sunda” dengan pilihan metode seduh Syphon

    – Masukan air 200ml kedalam alat syphone .
    – Biji Kopi di timbang seberat 15.3 gram
    – Biji kopi di Gerinder
    – Air yang berada di alat syphone dipanas kan dengan suhu 80 derajat celcius selama 1 menit
    – Air yang telah panas akan naik dengan sendirinya
    – Setelah Kopi di masukan kedalam lalu di aduk
    – Setelah itu air yang telah di masukin kopi akan di saring dengan sendirinya
    – Lalu tuang ke dalam gelas
    – Kopi siap di sajikan

    3. Cara Meminum Kopi yang baik dan benar
    Kopi akan di sajikan dalam 2 gelas, 1 gelas berisikan kopi penuh atau bias juga di sebut teko dan 1 gelas lagi untuk minum, caranya yaitu dengan tuangkan sedikit demi sedikit air kopi ke dalam gelas minum lalu di putar, hirup aroma kopi nya lalu minum. Hal tersebut supaya kita dapat menikmati citra rasa dari kopi itu sendiri.

    Kesimpulan :
    Komentar saya terhadap kopi yang di sajikan itu telah baik dan benar . Kopi yang saya nikmati “Raja Sunda” itu terasa lebih pahit dan aromanya lebih strong karena metode seduh yang saya ambil yaitu syphone. Kondisi tempat yang startegis dan nyaman membuat saya betah dalam cafee tersebut

    Hasil Wawancara dari karyawan Barista Simon’s & Sons
    1. Menurut karyawan barista Simons & Son’s
    2. Pelanggan yang datang ke caffe tersebut menggunakan kendaraan pribadi.
    3. Pelanggan yang datang rata – rata berdua atau berkelompok
    4. Waktu ramainya pelangan datang dari jam 16.00 – 20.30
    5. Hari yang sangat pandat di datangi pelanggan yaitu hari Sabtu dan Minggu
    6. Waktu pelanggan menghabiskan waktu rata-rata 1 sampai 2 jam
    7. Kopi yang sering di pesan adalah Black Filter Coffee
    8. Gula yang di sajikan ada 2 model yaitu cair dan padat
    9. Rata=rata kopi yang di buat selama 1- 3 menit
    10. Sebelum kopi di buat akan di sajikan cemilan

    Sekian dari hasil Laporan pengamatan saya terima kasih

    Komentar oleh Muhammad Iqbal Wendry | Oktober 4, 2016 | Balas

  6. Selamat sore Pak Jo, saya mahasiswi pemasaran 2014 kelas pagi mata kuliah MEP 125
    Nama : Ivone Maulidia Cilesti
    NIM : C1B014032

    Pada tanggal 30 September 2016, Saya bersama mahasiswa marketing 2014 dan beberapa dosen diantaranya bapak Prof. Dr. Johannes,SE,MSi, bapak Andang Fazri,ST,MM, dan bapak Drs. Syahmardi Yacob,MBA, melakukan Depth Interview tentang kopi ke salah satu cafe di kota Jambi yaitu “Simon & Sons” yang beralamat di Jl. Gajah Mada 1, Jelutung, Jambi

    Café Simon & Sons menyediakan 2 jenis kopi, diantaranya :
    1. Black Filter Coffee :
    merupakan coffee yang di filter, diracik dengan keahlian tangan barista dalam memainkan ratio air, kehalusan dan kekasaran biji kopi serta teknik tuang, hingga menghasilkan kopi yang bersih, enak dan aroma yang memikat.
    Disana terdapat beberapa jenis kopi yang tersedia di antaranya kopi Africa – Ethiopian konga yang memiliki aroma bunga dengan body yang ringan dengan rasa seperti buah apricot, Jawa – Raja Sunda dengan body yang padat dengan aroma bunga, Sumatera – Blue batak dengan rasa seperti gula merah dan rempah – rempah Indonesia, dan Seasonal coffee – Dewi Rengganis, beberapa jenis latte dan mocha, dan makanan. Kopi – kopi tersebut di kirim langsung dari daerah asal nya seperti kopi Raja Sunda langsung dikirim dari daerah Jawa Barat dan kopi Ethiopian konga dari Afrika. Sedangkan untuk seasonal coffee merupakan kopi yang tergantung musim nya, pada saat itu cafe Simon & Sons menyediakan kopi Dewi Rengganis dari daerah jawa barat.
    Dalam penyeduhan kopi ini terdapat 4 jenis penyeduhan diantanya Aeropress, V60, Syphon, dan Tubruk. Setiap metode seduh menghasilkan tingkat kepekatan dan keasaman yang berbeda
    2. Espresso Based
    Pada jenis kopi espresso based, Café Simon & Sons menyediaka 2 rasa berbeda, diantaranya Western Blend yang merupakan kopi yang berasal dari Africa dengan rasa yang lebih lembut dengan tingkat keasaman seperti buah yang lebih tinggi & manis. Yang kedua adalah Eastern Blend yang merupakan blend dari biji kopi Indonesia terbaik dengan rasa yang lebih berat dan strong.
    Espresso based menyediakan tipe White (Cappucino, Caffe latte, Flat White, Caffe Mocha, dan Coffee Combo), Black (Long Black, Espresso, Ristretto, dan Piccolo Latte), dan Flavour Coffee (French Vanilla Latte, Caramel Latte, Cookies & Cream Blended, dan Chocolate Chip Blended)

    Pada kegiatan ini saya memesan jenis kopi Raja Sunda dengan metode seduh V60, saya memesan kopi dengan metode seduh tersebut karena merupakan hasil rekomendasi oleh Baristanya. Barista tersebut mengatakan Kopi Raja Sunda memiliki aroma wewangian seperti bunga – bunga dan metode seduh V60 merupakan metode seduh yang menghasilkan tingkat kepekatan dan keasaman paling ringan dibandingkan dengan metode seduh lainnya.
    Setelah memesan kopi, saya melihat proses pembuatan kopi tersebut. Mulai dari menetralkan gelas menggunakan air panas, proses penghalusan biji Kopi menggunakan Grinder, dan penyaringan sari kopi hingga menghasilkan kopi murni. Setelah kopi siap untuk dihidangkan, barista mengantarkan langsung kopi yang telah jadi dan mengajarkan cara meminum kopi tersebut. Barista tersebut mengatakan untuk sedikit memutar gelas yang telah dituangkan kopi (seperti meminum wine) dan menghirup aroma kopi tersebut dan menyeruput nya secara perlahan. Setelah saya melakukan apa yang dianjurkan oleh barista, saya dapat mencium wewangian khas kopi sangat harum yang berasal dari kopi di gelas saya. Walaupun saya sudah memesan kopi dengan metode seduh V60 dengan harapan bisa mendapatkan tingkat kepekatan dan keasaman yang ringan, namun bagi saya kopi tersebut masih terasa sangat pekat dan asam. Barista tersebut mengatakan hal tersebut wajar bagi pengopi pemula.

    Berdasarkan hasil wawancara dengan baristanya, dapat diketahui bahwa biasanya pelangan datang ke kafe tersebut mengunakan kendaraan pribadi seperti motor atau mobil. Pelanggan yang datang biasanya berdua atau berkelompok dengan jangka waktu sekitar 1 atau 2 jam. Sedangkan untuk pelanggan yang datang sendirian biasanya mereka datang pada saat pagi hari dengan membawa laptop dengan jangka waktu yang cukup lama berada di kafe tersebut. Pada pagi hari kafe Simon & Sons menyediakan kopi gratis untuk setiap pembelian roti atau cake pada jam 9 hingga jam 11.
    Berdasarkan pengamatan saya, café tersebut di tata sangat rapi dan apik dengan suhu yang pas. Dengan lukisan – lukisan yang di lukis langsung di dinding, sebagian interior berbahan kayu, dipadupadankan dengan musik slow memberikan kesan yang nyaman dan santai saat berada di dalam café tersebut.

    Komentar oleh Ivone Maulidia Cilesti | Oktober 4, 2016 | Balas

  7. selamat pak jooo…. ini adalah hasil laporan tugas dept interview kopi di Simon & Sons.

    Nama : Habiburrahman
    NIM : C1b014080
    Makul : Metode Penelitian Pemasaran

    Dept Interview bersama di Simon & Son’s
    Pada tanggal 30 September lalu kami seluruh mahasiswa MEP bersama dosen pembimbing yaitu Prof.dr.Johannes Simatupang SE. M,si, Andang Fazri ST,Mm dan dr.Syahmadi Yacob MBA. Melakukan interview di Simon & Son’s terhadap berbagai macam jenis kopi yang tersedia disana. Disana tidak hanya tersedia kopi yang berasal dari Indonesia bahkan dari luar negerti dengan berbgai jenis biji kopi.
    Macam-macam jenis biji kopi yang tersedia antara lain :

    a. Ethiopia Konga – Africa
    b. Raja Sunda – Jawa Barat
    c. Blue Batak – Sumatera
    d. Seasonal coffe ( kopi seusai musim yang di dapat dari luar dan dalam negeri dengan kualitas terbaik )
    di café ini juga menyediakan berbagai metode seduh :
    1. Aeropress. membuat tingkat keasaman kopi menjadi lebih tinggi.
    2. V60. Metode ini membuat ampas kopi lebih sedikit, kemudia membuat aroma kopi lebih ringan
    3. Syphon. Hampir sama dengan v60 tetapi metode ini menghasilkan aroma yang kuat, dengan cara
    merebus kopi.
    4.Tubruk. metode tradisional yang menonjolkan rasa khas kopi tersebut dengan penyajian bersama
    Ampasnya.

    Pada kesempatan kali ini saya memesan Seasonal coffe dengan metode v60 kopi musiman yang tersedia pada saat itu adalah kopi jenis Dewi Rengganis yang berasal dari Jawa Barat. cara penyajiannya pertama tisu khusus yang digunakan untuk menyeduh kopi di bersihkan untuk menghilangan aroma tisu tersebut. Kemudian kopi di gerinda selama 30 detik, secangkir kopi membutuhkan 30-35 gram biji kopi, lalu di blooming kemudian ditambahkan sedikit air panas, kemudian di hidangkan dengan 2 gelas yg berbeda.

    Saat kopi datang barista mengajari saya bagaimana meminum kopi tersebut, cara meminum kopi ini sama seperti wayne dengan memindahkan kopi dari gelas yang besar ke gelas kecil, kemudian di goyangkan agar aroma kopi menyebar, jadi sesaat sebelum kopi masuk ke mulut indera penciuman saya telah tergoda dengan aroma kopi yang sangat khas, dan kesan pertama setelah melewati tenggorokan rasa kopi ini cukup asam karena memang saya belum menambahkan gula, tetapi meski begitu kopi ini sangat nikmat karena tingkat aroma dan kemasaman yang kuat. Tetapi setelah di tambah gula kopi ini tetap dapat mempertahankan rasa asam yg khas yg membuat kopi ini menjadi tetap nikmat dan berkarakter menurut saya kopi ini sangat pas jika dinikmati saat malam hari yang dingin.

    Suasana yang dihadirkan Simon & Son’s juga sangat mendukung bagi para pecinta kopi dengan desain café bergaya retro modern yang membuat para penikmat kopi makin betah untuk berlama lama berada di Simon & Son’s, temperature AC pun sangat di perhatikan agar aroma kopi tetap tercium di dalam kafe, pengunjung di kafe ini rata-rata berkolompok pada sore hingga malam hari, pelanggan yang sendirian biasanya datang di pagi hari yang merupakan pecinta kopi di Simon & Son’s

    Komentar oleh habiburrahman | Oktober 4, 2016 | Balas

  8. Selamat sore pak jo, saya mahasiswa bapak kelas pagi mata kuliah MEP125, bernama
    Nama: M Iqbal Wendry
    NIM: C1B014079
    Berikut hasil dari indepth interview kami :

    1. Simon & Son’s menyediakan 2 Macam model bentuk Kopi : Black Filter Cofee & Expresso Based.
    A. Black Coffe : Coffe yang di filter , diracik dengan keahlian tangan barista kami memainkan ratio air, kehalusan dan kekasaran biji kopi serta teknik tuang, menghasilkan kopi yang bersih enak dan aroma yang memikat.

    B. Expresse Based : Nikmati biji kopi pilihan dari kualitas terbaik Indonesia & Africa. Menyediakan 2 rasa yang berbeda. Western Blend adalah kopi yang berasal dari Africa dengan rasa yang lebih lembut dengan tingkat kesamaan seperti buah yang lebih tinggi & manis. Sedangkan Estern Blend adalah blend dari biji kopi Indonesia terbaik dengan rasa yang lebih berat dan strong.

    2. Cara Penyajian Kopi
    Saya mencoba salah satu kopi yang di sajikan yaitu Black Filter Coffe “ Jawa Barat – Raja Sunda” dengan pilihan metode seduh Syphon

    – Masukan air 200ml kedalam alat syphone .
    – Biji Kopi di timbang seberat 15.3 gram
    – Biji kopi di Gerinder
    – Air yang berada di alat syphone dipanas kan dengan suhu 80 derajat celcius selama 1 menit
    – Air yang telah panas akan naik dengan sendirinya
    – Setelah Kopi di masukan kedalam lalu di aduk
    – Setelah itu air yang telah di masukin kopi akan di saring dengan sendirinya
    – Lalu tuang ke dalam gelas
    – Kopi siap di sajikan

    3. Cara Meminum Kopi yang baik dan benar
    Kopi akan di sajikan dalam 2 gelas, 1 gelas berisikan kopi penuh atau bias juga di sebut teko dan 1 gelas lagi untuk minum, caranya yaitu dengan tuangkan sedikit demi sedikit air kopi ke dalam gelas minum lalu di putar, hirup aroma kopi nya lalu minum. Hal tersebut supaya kita dapat menikmati citra rasa dari kopi itu sendiri.

    Kesimpulan :
    Komentar saya terhadap kopi yang di sajikan itu telah baik dan benar . Kopi yang saya nikmati “Raja Sunda” itu terasa lebih pahit dan aromanya lebih strong karena metode seduh yang saya ambil yaitu syphone.
    Hasil Wawancara dari karyawan Barista Simon’s & Sons
    1. Menurut karyawan barista Simons & Son’s
    2. Pelanggan yang datang ke caffe tersebut menggunakan kendaraan pribadi.
    3. Pelanggan yang datang rata – rata berdua atau berkelompok
    4. Waktu ramainya pelangan datang dari jam 16.00 – 20.30
    5. Hari yang sangat pandat di datangi pelanggan yaitu hari Sabtu dan Minggu
    6. Waktu pelanggan menghabiskan waktu rata-rata 1 sampai 2 jam
    7. Kopi yang sering di pesan adalah Black Filter Coffee
    8. Gula yang di sajikan ada 2 model yaitu cair dan padat
    9. Rata=rata kopi yang di buat selama 1- 3 menit
    10. Sebelum kopi di buat akan di sajikan cemilan
    Sekian laporan nya Terima kasih

    Komentar oleh Muhammad Iqbal Wendry | Oktober 4, 2016 | Balas

  9. Selamat sore pak jo, saya mahasiswa bapak kelas pagi mata kuliah MEP125, bernama
    Nama: Muhammad Iqbal Wendry
    NIM: C1B014079

    Berikut hasil dari indepth interview kami :

    1. Simon & Son’s menyediakan 2 Macam model bentuk Kopi : Black Filter Cofee & Expresso Based.
    A. Black Coffe : Coffe yang di filter , diracik dengan keahlian tangan barista kami memainkan ratio air, kehalusan dan kekasaran biji kopi serta teknik tuang, menghasilkan kopi yang bersih enak dan aroma yang memikat.

    B. Expresse Based : Nikmati biji kopi pilihan dari kualitas terbaik Indonesia & Africa. Menyediakan 2 rasa yang berbeda. Western Blend adalah kopi yang berasal dari Africa dengan rasa yang lebih lembut dengan tingkat kesamaan seperti buah yang lebih tinggi & manis. Sedangkan Estern Blend adalah blend dari biji kopi Indonesia terbaik dengan rasa yang lebih berat dan strong.

    2. Cara Penyajian Kopi
    Saya mencoba salah satu kopi yang di sajikan yaitu Black Filter Coffe “ Jawa Barat – Raja Sunda” dengan pilihan metode seduh Syphon

    – Masukan air 200ml kedalam alat syphone .
    – Biji Kopi di timbang seberat 15.3 gram
    – Biji kopi di Gerinder
    – Air yang berada di alat syphone dipanas kan dengan suhu 80 derajat celcius selama 1 menit
    – Air yang telah panas akan naik dengan sendirinya
    – Setelah Kopi di masukan kedalam lalu di aduk
    – Setelah itu air yang telah di masukin kopi akan di saring dengan sendirinya
    – Lalu tuang ke dalam gelas
    – Kopi siap di sajikan

    3. Cara Meminum Kopi yang baik dan benar
    Kopi akan di sajikan dalam 2 gelas, 1 gelas berisikan kopi penuh atau bias juga di sebut teko dan 1 gelas lagi untuk minum, caranya yaitu dengan tuangkan sedikit demi sedikit air kopi ke dalam gelas minum lalu di putar, hirup aroma kopi nya lalu minum. Hal tersebut supaya kita dapat menikmati citra rasa dari kopi itu sendiri

    Kesimpulan :
    Komentar saya terhadap kopi yang di sajikan itu telah baik dan benar . Kopi yang saya nikmati “Raja Sunda” itu terasa lebih pahit dan aromanya lebih strong karena metode seduh yang saya ambil yaitu syphone.
    Hasil Wawancara dari karyawan Barista Simon’s & Sons
    1. Menurut karyawan barista Simons & Son’s
    2. Pelanggan yang datang ke caffe tersebut menggunakan kendaraan pribadi.
    3. Pelanggan yang datang rata – rata berdua atau berkelompok
    4. Waktu ramainya pelangan datang dari jam 16.00 – 20.30
    5. Hari yang sangat pandat di datangi pelanggan yaitu hari Sabtu dan Minggu
    6. Waktu pelanggan menghabiskan waktu rata-rata 1 sampai 2 jam
    7. Kopi yang sering di pesan adalah Black Filter Coffee
    8. Gula yang di sajikan ada 2 model yaitu cair dan padat
    9. Rata=rata kopi yang di buat selama 1- 3 menit
    10. Sebelum kopi di buat akan di sajikan cemilan

    Komentar oleh Muhammad Iqbal Wendry | Oktober 4, 2016 | Balas

  10. Selamat Malam Pak Jo Saya mahasiswa MEP 125 pagi mau memberikan komentar hasil laporan pengamatan kopi

    Nama : Muhammad Iqbal Wendry
    Nim : C1B014079

    Disini kami mengambil sampel gerai kopi yang berada di kota jambi tempat nya di “ Simon & Son’s Caffe “
    Lokasi : Jl. Gajah Mada 1, Jambi
    Hari/Tanggal : Jum’at 30 September 2016
    Waktu : 16.30
    Anggota : 10 Orang

    Berikut hasil dari indepth interview kami :

    1. Simon & Son’s menyediakan 2 Macam model bentuk Kopi : Black Filter Cofee & Expresso Based.
    A. Black Coffe : Coffe yang di filter , diracik dengan keahlian tangan barista kami memainkan ratio air, kehalusan dan kekasaran biji kopi serta teknik tuang, menghasilkan kopi yang bersih enak dan aroma yang memikat.

    B. Expresse Based : Nikmati biji kopi pilihan dari kualitas terbaik Indonesia & Africa. Menyediakan 2 rasa yang berbeda. Western Blend adalah kopi yang berasal dari Africa dengan rasa yang lebih lembut dengan tingkat kesamaan seperti buah yang lebih tinggi & manis. Sedangkan Estern Blend adalah blend dari biji kopi Indonesia terbaik dengan rasa yang lebih berat dan strong.

    2. Cara Penyajian Kopi
    Saya mencoba salah satu kopi yang di sajikan yaitu Black Filter Coffe “ Jawa Barat – Raja Sunda” dengan pilihan metode seduh Syphon

    – Masukan air 200ml kedalam alat syphone .
    – Biji Kopi di timbang seberat 15.3 gram
    – Biji kopi di Gerinder
    – Air yang berada di alat syphone dipanas kan dengan suhu 80 derajat celcius selama 1 menit
    – Air yang telah panas akan naik dengan sendirinya
    – Setelah Kopi di masukan kedalam lalu di aduk
    – Setelah itu air yang telah di masukin kopi akan di saring dengan sendirinya
    – Lalu tuang ke dalam gelas
    – Kopi siap di sajikan
    Sebelum nya ada berbagai cara metode seduh :
    A. Aeropress : Aeropress pada dasarnya terbagi jadi dua bagian: tabung seduh, dan tabung penekan. Dengan metode ini Kopi yang di sajikan terasa strong dan tingkat asam nya lebih tinggi
    B. V 60 : Metode dengan menggunakan kertas khusus sebagai penyaringan kopi . dengan metode ini kopi kan terasa lebih lembut,ringan dan ampas yang sedikit
    C. Syphon : Metode dengan alat syphone yaitu kopi dengan rebus. Dengan metode ini ampas sedikit dan rasa lebih strong dan aromanya lebih terasa
    D. Tubruk : Tradisional di tumbuk metode ini dengan penyajian seperti biasa. metode ini ampas masih terasa .

    3. Cara Meminum Kopi yang baik dan benar
    Kopi akan di sajikan dalam 2 gelas, 1 gelas berisikan kopi penuh atau bias juga di sebut teko dan 1 gelas lagi untuk minum, caranya yaitu dengan tuangkan sedikit demi sedikit air kopi ke dalam gelas minum lalu di putar, hirup aroma kopi nya lalu minum. Hal tersebut supaya kita dapat menikmati citra rasa dari kopi itu sendiri.

    Kesimpulan :
    Komentar saya terhadap kopi yang di sajikan itu telah baik dan benar . Kopi yang saya nikmati “Raja Sunda” itu terasa lebih pahit dan aromanya lebih strong karena metode seduh yang saya ambil yaitu syphone.
    Hasil Wawancara dari karyawan Barista Simon’s & Sons
    1. Menurut karyawan barista Simons & Son’s
    2. Pelanggan yang datang ke caffe tersebut menggunakan kendaraan pribadi.
    3. Pelanggan yang datang rata – rata berdua atau berkelompok
    4. Waktu ramainya pelangan datang dari jam 16.00 – 20.30
    5. Hari yang sangat pandat di datangi pelanggan yaitu hari Sabtu dan Minggu
    6. Waktu pelanggan menghabiskan waktu rata-rata 1 sampai 2 jam
    7. Kopi yang sering di pesan adalah Black Filter Coffee
    8. Gula yang di sajikan ada 2 model yaitu cair dan padat
    9. Rata=rata kopi yang di buat selama 1- 3 menit
    10. Sebelum kopi di buat akan di sajikan cemilan

    SEKIAN TERIMA KASIH

    Komentar oleh IqbalWendry | Oktober 4, 2016 | Balas

  11. Selamat malam pak jo … ini hasil laporan saya
    Nama : Rachmadhanty Sucyani
    Nim :C1B014083
    Matkul : MEP 125 A
    Minggu lalu tepatnya jumat 30 september 2016 ,saya dan beberapa dosen saya yaitu : bapak Prof.Dr. Johannes SE.Msi , bapak andang fazri ST,MM dan bapak Drs. Syahmardi Yacob, MBA , melakukan salah satu riset tentang kopi ke salah satu cafe di kota jambi yaitu Simon & Sons .
    Di cafe Simon & Sons ada banyak menu coffe diantaranya Arfica – ethiopia konga , jawa barat – raja sunda ,sumatra -blue batak , dan sesasional coffee, Dimulai dari grinder, ditimbang lalu di saring menggunakan penyaring khusus kopi agar ampas kopi tidak ada .
    Saat itu saya memesan kopi dari jawa barat – Raja Sunda metode v60. V60 adalah methode pour over dimana kopi lebih aromatik, bersih, menonjolkan karakter-karakter tertentu yang belum tentu bisa di dapatkan dengan cara penyeduhan lain. Cara pembuatannya pun adalah menimbang biji kopi sesuai dengan takaran lalu menyeduh dengan peralatan V60 dan metode pour over, lalu kopi dimasukkan kedalam coffee filter dan didiamkan sebentar lalu tuangkan air secara spiral memutar ke sisi luar kopi, agar kopi turun, ampas kopi lebih rata diangkat sedikit paper filter lalu ketuk perlahan dan kopi siap disajikan. Cara menikmatinya adalah dengan memutar gelas dan meminum sedikit-sedikit seperti menikmati wine.
    Setiap pelanggan yang memesan kopi,penyajiannya pun satu per satu tidak bisa sekali 2 atau lebih,penyajian kopi oleh barista pun memakan waktu 1-2 menit untuk secangkir kopi,karena untuk pembuatan secangkir kopi sangat ditentukan dengan suhu udara untuk cita rasa kopi yang pas .
    Selama kami dicafe Simon & Sons, kami beri pelayanan yang istimewa kami dapat mewawancara barista dan melihat proses pembuatan kopi . suasana di sana nyaman dan musik yang mengalun merdu sambil meminum secangkir kopi. Setelah beberapa lama kami duduk disana ,berdasarkan wawancara dengan barista,kebanyakan orang datang secara berkelompok sambil membawa notebook/tap untuk menikmati secangkir kopi,ada juga yang datang sendirian dipagi hari.rata-rata pengunjung disana duduk sambil mengobrol atau merokok bersama teman antara 1-3 jam.yang datang kesana pun berbagai macam kalangan, dari anak remaja ,dewasa,hingga orang tua hanya untuk bersantai,atau membincangkan sesuatu sambil minum segelas kopi .dan kami sempat bertanya “apakah Simon & Sons menyediakan kopi Liberika ?” dijawab, tidak karena Simon & Sons hanya menyediakan kopi Arabica.

    Komentar oleh Rachmadhanty Sucyani | Oktober 4, 2016 | Balas

  12. Nama : Tado Satria Wicaksana
    Nim : C1B014074

    Laporan Kualitatif Riset

    Selamat malam pak joo. Sebelumnya saya pribadi berterima kasih sepenuhnya kepada bapak Prof. Dr. Johannes Simatupang, SE. MM, yang telah membimbing mata kuliah metode penelitian, dan dengan ditemani beberapa dosen seperti : Pak Andang Fazri ST,Mm dan Bapak dr.Syahmadi Yacob MBA, saya disini mencoba memberikan laporan tentang hasil survey kita bersama pada hari jum’at tanggal 30 September 2016.

    Pada hari jum’at sore kelas MEP pemasaran yang di pimpin oleh pak joo sendiri memutuskan untuk pergi minum kopi bersama, tepatnya di Simon & Sons. Singkat cerita, setelah sesampainya di depan Cafe Simon & Sons yang berada di jelutung merupakan sebuah cafe yang nyaman dan terbilang high class bagi saya, dan saya terkejut ketika memasuki cafe tersebut rupanya disana terdapat sebuah mesin pengering biji kopi (rosted). Kami di dilayani dengan sangat baik, service yang di berikan sangat memuaskan bagi saya dalam menyampaikan menu pilihan berbagai macam jenis kopi, dan karyawan tersebut sangat ramah dan terbilang sangat membantu dalam memudahkan saya untuk memilih pesanan.

    Berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan karyawan, dari berbagai macam jenis kopi yang di sediakan akhirnya saya memilih kopi seasonal coffe. Apa itu seasonal coffe? Mereka menjelaskan bahwa kopi tersebut merupakan hasil dari biji kopi yang di impor dari luar negri dan berdasarkan rekomendasi dari beberapa gerai coffe terkenal di luar negri, lalu mereka menawarkan saya biji kopi dari negara brazil karna berdasarkan apa yang mereka ketahui bahwa biji kopi brazil ini sangat susah untuk di impor ke indonesia dan saya tentunya merasa beruntung bisa mencicipi kopi tersebut.

    Saya melanjutkan survey ini ke tahap cara penyajiannya. Mereka menawarkan saya dengan cara menyeduh ala vietnam, dan timbul pertanyaan baru bagi saya, seperti apa penyajian kopi ala vietnam itu? Mereka menjawab dengan cara menghaluskan biji kopi menggunakan mesin grinder dan biji kopi yang sudah halus di diamkan sejenak karna ingin mengeluarkan gas dari biji kopi yang telah di grinder itu sendiri, lalu di berikan susu dan creamer dengan berat yang sudah di tentukan (35gram) dengan tahap terakhir memberikan air panas dengan cara sambil menyaring biji kopi menggunakan kertas yang sudah steril dan juga tehnik menyeduhnya di putar berdasarkan ritmenya, hal tersebut membuat saya penasaran dan saya langsung melihat proses pembuatannya dan memang benar langkah-langkah tersebut sesuai apa yang di utarakan karyawan tersebut kepada saya. Overall dari poin 50 – 100 saya memberi nilai 90, karna memang saya benar benar puas dengan rasa kopinya, cara pelayanannya, dan tempat yang sangat nyaman.

    Saya melanjutkan survey dengan menanyakan beberapa pertanyaan seperti berikut:

    Q : ”jam berapakah biasanya pengunjung datang untuk menikamti kopi?”
    A : “biasanya kalau mereka yang datang sendirian dari jam 9-11 mas, itu juga mereka bawa laptop sendiri dan sambil wifian. Karna juga pada jam tersebut kami memberikan snack gratis kepada para pengunjung”
    Q : “kalau yang datangnya beramai-ramai ada? Biasanya siapa? Apakah anak muda atau para pembisnis tionghoa?”
    A : “ yaaa, ada juga kalangan anak sma sampai kalangan remaja, biasanya mereka datang setelah makan siang mas. Ada juga para pembisnis tionghoa mas, kalau untuk pembisnis itu saya tidak bisa memastikan tapi paling sering sih waktu jam makan siang mas.”

    Setelah beberapa pertanyaan terakhir saya tidak sempat menanyakan apakah mereka tahu akan biji kopi liberica, mengingat suasana saat itu sangat pecah bahkan karyawannya terbilang kerepotan dan kewalahan dalam melayani kami. Terimakasih pak joo, selamat malam.

    Komentar oleh Tado Satria | Oktober 4, 2016 | Balas

  13. Nama : Tado Satria Wicaksana
    Nim : C1B014074

    Laporan Kualitatif Riset

    Selamat malam pak joo. Sebelumnya saya pribadi berterima kasih sepenuhnya kepada bapak Prof. Dr. Johannes Simatupang, SE. MM, yang telah membimbing mata kuliah metode penelitian pemasaran , dan dengan di temani bapak Andang Fazri ST,Mm dan bapak dr.Syahmadi Yacob MBA, saya disini akan mencoba memberikan laporan hasil survey kita bersama pada hari jum’at tanggal 30 September 2016.

    Pada hari jum’at kelas MEP memutuskan untuk pergi minum kopi bersama, tepatnya di Simon & Sons. Singkat cerita, setelah sesampainya di depan Cafe Simon & Sons yang berada di jelutung merupakan sebuah cafe yang nyaman dan terbilang high class bagi saya, dan saya terkejut ketika memasuki cafe tersebut rupanya disana terdapat sebuah mesin pengering biji kopi (rosted). Kami di dilayani dengan sangat baik, service yang di berikan sangat memuaskan bagi saya dalam menyampaikan menu pilihan berbagai macam jenis kopi, dan karyawan tersebut sangat ramah dan terbilang sangat membantu dalam memudahkan saya untuk memilih pesanan.

    Berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan karyawan, dari berbagai macam jenis kopi yang di sediakan akhirnya saya memilih kopi seasonal coffe. Apa itu seasonal coffe? Mereka menjelaskan kepada saya bahwa kopi tersebut merupakan hasil dari biji kopi yang di impor dari luar negri dan berdasarkan rekomendasi dari beberapa gerai coffe terkenal di luar negri, lalu mereka menawarkan saya biji kopi dari negara brazil karna berdasarkan apa yang mereka ketahui bahwa biji kopi brazil ini sangat susah untuk di impor ke indonesia dan saya tentunya merasa beruntung bisa mencicipi kopi tersebut.

    Saya melanjutkan survey ini ke tahap cara penyajiannya. Mereka menawarkan saya dengan cara menyeduh ala vietnam, dan timbul pertanyaan baru bagi saya, seperti apa penyajian kopi ala vietnam itu? Mereka menjawab dengan cara menghaluskan biji kopi dengan menggunakan mesin grinder dan biji kopi yang telah halus di diamkan sejenak karna ingin mengeluarkan gas dari biji kopi yang telah di grinder itu sendiri, lalu di berikan susu dan creamer dengan berat yang sudah di tentukan (35gram) dengan tahap terakhir memberikan air panas dengan cara sambil menyaring biji kopi menggunakan kertas yang sudah steril dan juga tehnik menyeduhnya di putar berdasarkan ritmenya, hal tersebut membuat saya penasaran dan saya langsung melihat proses pembuatannya dan memang benar langkah-langkah tersebut sesuai apa yang di utarakan karyawan tersebut kepada saya. Overall dari poin 50 – 100 saya memberi nilai 90, karna memang saya benar benar puas dengan rasa kopinya, cara pelayanannya, dan tempat yang sangat nyaman.

    Saya melanjutkan survey dengan menanyakan beberapa pertanyaan seperti berikut:

    Q : ”jam berapakah biasanya pengunjung datang untuk menikamti kopi?”
    A : “biasanya kalau mereka yang datang sendirian dari jam 9-11 mas, itu juga mereka bawa laptop sendiri dan sambil wifian. Karna juga pada jam tersebut kami memberikan snack gratis kepada para pengunjung”
    Q : “kalau yang datangnya beramai-ramai ada? Biasanya siapa? Apakah anak muda atau para pembisnis tionghoa?”
    A : “ yaaa, ada juga kalangan anak sma sampai kalangan remaja, biasanya mereka datang setelah makan siang mas. Ada juga para pembisnis tionghoa mas, kalau untuk pembisnis itu saya tidak bisa memastikan tapi paling sering sih waktu jam makan siang mas.”

    Setelah beberapa pertanyaan terakhir saya tidak sempat menanyakan apakah mereka tahu akan biji kopi liberica, mengingat suasana saat itu sangat pecah bahkan karyawannya terbilang kerepotan dan kewalahan dalam melayani kami. Terimakasih pak joo, selamat malam.

    Komentar oleh Tado Satria | Oktober 4, 2016 | Balas

  14. Selamat pagi Pak Jo, berikut adalah hasil laporan saya

    Nama : Ivone Maulidia Cilesti
    NIM : C1B014032

    Pada tanggal 30 September 2016, Saya bersama mahasiswa marketing 2014 dan beberapa dosen diantaranya bapak Prof. Dr. Johannes,SE,MSi, bapak Andang Fazri,ST,MM, dan bapak Drs. Syahmardi Yacob,MBA, melakukan Depth Interview tentang kopi ke salah satu cafe di kota Jambi yaitu “Simon & Sons” yang beralamat di Jl. Gajah Mada 1, Jambi

    Café Simon & Sons menyediakan 2 jenis kopi, diantaranya :
    1. Black Filter Coffee :
    merupakan coffee yang di filter, diracik dengan keahlian tangan barista dalam memainkan ratio air, kehalusan dan kekasaran biji kopi serta teknik tuang, hingga menghasilkan kopi yang bersih, enak dan aroma yang memikat.
    Disana terdapat beberapa jenis kopi yang tersedia di antaranya kopi Africa – Ethiopian konga yang memiliki aroma bunga dengan body yang ringan dengan rasa seperti buah apricot, Jawa – Raja Sunda dengan body yang padat dengan aroma bunga, Sumatera – Blue batak dengan rasa seperti gula merah dan rempah – rempah Indonesia, dan Seasonal coffee – Dewi Rengganis, beberapa jenis latte dan mocha, dan makanan. Kopi – kopi tersebut di kirim langsung dari daerah asal nya seperti kopi Raja Sunda langsung dikirim dari daerah Jawa Barat dan kopi Ethiopian konga dari Afrika. Sedangkan untuk seasonal coffee merupakan kopi yang tergantung musim nya, pada saat itu cafe Simon & Sons menyediakan kopi Dewi Rengganis dari daerah jawa barat.
    Dalam penyeduhan kopi ini terdapat 4 jenis penyeduhan diantanya Aeropress, V60, Syphon, dan Tubruk. Setiap metode seduh menghasilkan tingkat kepekatan dan keasaman yang berbeda
    2. Espresso Based
    Pada jenis kopi espresso based, Café Simon & Sons menyediaka 2 rasa berbeda, diantaranya Western Blend yang merupakan kopi yang berasal dari Africa dengan rasa yang lebih lembut dengan tingkat keasaman seperti buah yang lebih tinggi & manis. Yang kedua adalah Eastern Blend yang merupakan blend dari biji kopi Indonesia terbaik dengan rasa yang lebih berat dan strong.
    Espresso based menyediakan tipe White (Cappucino, Caffe latte, Flat White, Caffe Mocha, dan Coffee Combo), Black (Long Black, Espresso, Ristretto, dan Piccolo Latte), dan Flavour Coffee (French Vanilla Latte, Caramel Latte, Cookies & Cream Blended, dan Chocolate Chip Blended)

    Pada kegiatan ini saya memesan jenis kopi Raja Sunda dengan metode seduh V60, saya memesan kopi dengan metode seduh tersebut karena merupakan hasil rekomendasi oleh Baristanya. Barista tersebut mengatakan Kopi Raja Sunda memiliki aroma wewangian seperti bunga – bunga dan metode seduh V60 merupakan metode seduh yang menghasilkan tingkat kepekatan dan keasaman paling ringan dibandingkan dengan metode seduh lainnya.
    Setelah memesan kopi, saya melihat proses pembuatan kopi tersebut. Mulai dari menetralkan gelas menggunakan air panas, proses penghalusan biji Kopi menggunakan Grinder, dan penyaringan sari kopi hingga menghasilkan kopi murni. Setelah kopi siap untuk dihidangkan, barista mengantarkan langsung kopi yang telah jadi dan mengajarkan cara meminum kopi tersebut. Barista tersebut mengatakan untuk sedikit memutar gelas yang telah dituangkan kopi (seperti meminum wine) dan menghirup aroma kopi tersebut dan menyeruput nya secara perlahan. Setelah saya melakukan apa yang dianjurkan oleh barista, saya dapat mencium wewangian khas kopi sangat harum yang berasal dari kopi di gelas saya. Walaupun saya sudah memesan kopi dengan metode seduh V60 dengan harapan bisa mendapatkan tingkat kepekatan dan keasaman yang ringan, namun bagi saya kopi tersebut masih terasa sangat pekat dan asam. Barista tersebut mengatakan hal tersebut wajar bagi pengopi pemula.

    Berdasarkan hasil wawancara dengan baristanya, dapat diketahui bahwa biasanya pelangan datang ke kafe tersebut mengunakan kendaraan pribadi seperti motor atau mobil. Pelanggan yang datang biasanya berdua atau berkelompok dengan jangka waktu sekitar 1 atau 2 jam. Sedangkan untuk pelanggan yang datang sendirian biasanya mereka datang pada saat pagi hari dengan membawa laptop dengan jangka waktu yang cukup lama berada di kafe tersebut. Pada pagi hari kafe Simon & Sons menyediakan kopi gratis untuk setiap pembelian roti atau cake pada jam 9 hingga jam 11.
    Berdasarkan pengamatan saya, café tersebut di tata sangat rapi dan apik dengan suhu yang pas. Dengan lukisan – lukisan yang di lukis langsung di dinding, sebagian interior berbahan kayu, dipadupadankan dengan musik slow memberikan kesan yang nyaman dan santai saat berada di dalam café tersebut.

    Komentar oleh Ivone Maulidia Cilesti | Oktober 4, 2016 | Balas

  15. Selamat pagi Pak Jo, berikut adalah hasil laporan depth interview saya tentang kopi

    Nama : Ivone Maulidia Cilesti
    NIM : C1B014032

    Pada tanggal 30 September 2016, Saya bersama mahasiswa marketing 2014 dan beberapa dosen diantaranya bapak Prof. Dr. Johannes,SE,MSi, bapak Andang Fazri,ST,MM, dan bapak Drs. Syahmardi Yacob,MBA, melakukan Depth Interview tentang kopi ke salah satu cafe di kota Jambi yaitu “Simon & Sons” yang beralamat di Jl. Gajah Mada 1, Jambi
    Café Simon & Sons menyediakan 2 jenis kopi, diantaranya :
    1. Black Filter Coffee :
    merupakan coffee yang di filter, diracik dengan keahlian tangan barista dalam memainkan ratio air, kehalusan dan kekasaran biji kopi serta teknik tuang, hingga menghasilkan kopi yang bersih, enak dan aroma yang memikat.
    Disana terdapat beberapa jenis kopi yang tersedia di antaranya kopi Africa – Ethiopian konga yang memiliki aroma bunga dengan body yang ringan dengan rasa seperti buah apricot, Jawa – Raja Sunda dengan body yang padat dengan aroma bunga, Sumatera – Blue batak dengan rasa seperti gula merah dan rempah – rempah Indonesia, dan Seasonal coffee – Dewi Rengganis, beberapa jenis latte dan mocha, dan makanan. Kopi – kopi tersebut di kirim langsung dari daerah asal nya seperti kopi Raja Sunda langsung dikirim dari daerah Jawa Barat dan kopi Ethiopian konga dari Afrika. Sedangkan untuk seasonal coffee merupakan kopi yang tergantung musim nya, pada saat itu cafe Simon & Sons menyediakan kopi Dewi Rengganis dari daerah jawa barat.
    Dalam penyeduhan kopi ini terdapat 4 jenis penyeduhan diantanya Aeropress, V60, Syphon, dan Tubruk. Setiap metode seduh menghasilkan tingkat kepekatan dan keasaman yang berbeda
    2. Espresso Based
    Pada jenis kopi espresso based, Café Simon & Sons menyediaka 2 rasa berbeda, diantaranya Western Blend yang merupakan kopi yang berasal dari Africa dengan rasa yang lebih lembut dengan tingkat keasaman seperti buah yang lebih tinggi & manis. Yang kedua adalah Eastern Blend yang merupakan blend dari biji kopi Indonesia terbaik dengan rasa yang lebih berat dan strong.
    Espresso based menyediakan tipe White (Cappucino, Caffe latte, Flat White, Caffe Mocha, dan Coffee Combo), Black (Long Black, Espresso, Ristretto, dan Piccolo Latte), dan Flavour Coffee (French Vanilla Latte, Caramel Latte, Cookies & Cream Blended, dan Chocolate Chip Blended)
    Pada kegiatan ini saya memesan jenis kopi Raja Sunda dengan metode seduh V60, saya memesan kopi dengan metode seduh tersebut karena merupakan hasil rekomendasi oleh Baristanya. Barista tersebut mengatakan Kopi Raja Sunda memiliki aroma wewangian seperti bunga – bunga dan metode seduh V60 merupakan metode seduh yang menghasilkan tingkat kepekatan dan keasaman paling ringan dibandingkan dengan metode seduh lainnya.
    Setelah memesan kopi, saya melihat proses pembuatan kopi tersebut. Mulai dari menetralkan gelas menggunakan air panas, proses penghalusan biji Kopi menggunakan Grinder, dan penyaringan sari kopi hingga menghasilkan kopi murni. Setelah kopi siap untuk dihidangkan, barista mengantarkan langsung kopi yang telah jadi dan mengajarkan cara meminum kopi tersebut. Barista tersebut mengatakan untuk sedikit memutar gelas yang telah dituangkan kopi (seperti meminum wine) dan menghirup aroma kopi tersebut dan menyeruput nya secara perlahan. Setelah saya melakukan apa yang dianjurkan oleh barista, saya dapat mencium wewangian khas kopi sangat harum yang berasal dari kopi di gelas saya. Walaupun saya sudah memesan kopi dengan metode seduh V60 dengan harapan bisa mendapatkan tingkat kepekatan dan keasaman yang ringan, namun bagi saya kopi tersebut masih terasa sangat pekat dan asam. Barista tersebut mengatakan hal tersebut wajar bagi pengopi pemula.
    Berdasarkan hasil wawancara dengan baristanya, dapat diketahui bahwa biasanya pelangan datang ke kafe tersebut mengunakan kendaraan pribadi seperti motor atau mobil. Pelanggan yang datang biasanya berdua atau berkelompok dengan jangka waktu sekitar 1 atau 2 jam. Sedangkan untuk pelanggan yang datang sendirian biasanya mereka datang pada saat pagi hari dengan membawa laptop dengan jangka waktu yang cukup lama berada di kafe tersebut. Pada pagi hari kafe Simon & Sons menyediakan kopi gratis untuk setiap pembelian roti atau cake pada jam 9 hingga jam 11.
    Berdasarkan pengamatan saya, café tersebut di tata sangat rapi dan apik dengan suhu yang pas. Dengan lukisan – lukisan yang di lukis langsung di dinding, sebagian interior berbahan kayu, dipadupadankan dengan musik slow memberikan kesan yang nyaman dan santai saat berada di dalam café tersebut.

    Komentar oleh Ivone Maulidia Cilesti | Oktober 4, 2016 | Balas

  16. Selamat pagi Pak Jo, berikut adalah laporan hasil depth interview tentang kopi saya

    Nama : Ivone Maulidia Cilesti
    NIM : C1B014032

    Pada tanggal 30 September 2016, Saya bersama mahasiswa marketing 2014 dan beberapa dosen diantaranya bapak Prof. Dr. Johannes,SE,MSi, bapak Andang Fazri,ST,MM, dan bapak Drs. Syahmardi Yacob,MBA, melakukan Depth Interview tentang kopi ke salah satu cafe di kota Jambi yaitu “Simon & Sons” yang beralamat di Jl. Gajah Mada 1, Jambi

    Café Simon & Sons menyediakan 2 jenis kopi, diantaranya :
    1. Black Filter Coffee :
    merupakan coffee yang di filter, diracik dengan keahlian tangan barista dalam memainkan ratio air, kehalusan dan kekasaran biji kopi serta teknik tuang, hingga menghasilkan kopi yang bersih, enak dan aroma yang memikat.
    Disana terdapat beberapa jenis kopi yang tersedia di antaranya kopi Africa – Ethiopian konga yang memiliki aroma bunga dengan body yang ringan dengan rasa seperti buah apricot, Jawa – Raja Sunda dengan body yang padat dengan aroma bunga, Sumatera – Blue batak dengan rasa seperti gula merah dan rempah – rempah Indonesia, dan Seasonal coffee – Dewi Rengganis, beberapa jenis latte dan mocha, dan makanan. Kopi – kopi tersebut di kirim langsung dari daerah asal nya seperti kopi Raja Sunda langsung dikirim dari daerah Jawa Barat dan kopi Ethiopian konga dari Afrika. Sedangkan untuk seasonal coffee merupakan kopi yang tergantung musim nya, pada saat itu cafe Simon & Sons menyediakan kopi Dewi Rengganis dari daerah jawa barat.
    Dalam penyeduhan kopi ini terdapat 4 jenis penyeduhan diantanya Aeropress, V60, Syphon, dan Tubruk. Setiap metode seduh menghasilkan tingkat kepekatan dan keasaman yang berbeda
    2. Espresso Based
    Pada jenis kopi espresso based, Café Simon & Sons menyediaka 2 rasa berbeda, diantaranya Western Blend yang merupakan kopi yang berasal dari Africa dengan rasa yang lebih lembut dengan tingkat keasaman seperti buah yang lebih tinggi & manis. Yang kedua adalah Eastern Blend yang merupakan blend dari biji kopi Indonesia terbaik dengan rasa yang lebih berat dan strong.
    Espresso based menyediakan tipe White (Cappucino, Caffe latte, Flat White, Caffe Mocha, dan Coffee Combo), Black (Long Black, Espresso, Ristretto, dan Piccolo Latte), dan Flavour Coffee (French Vanilla Latte, Caramel Latte, Cookies & Cream Blended, dan Chocolate Chip Blended)

    Pada kegiatan ini saya memesan jenis kopi Raja Sunda dengan metode seduh V60, saya memesan kopi dengan metode seduh tersebut karena merupakan hasil rekomendasi oleh Baristanya. Barista tersebut mengatakan Kopi Raja Sunda memiliki aroma wewangian seperti bunga – bunga dan metode seduh V60 merupakan metode seduh yang menghasilkan tingkat kepekatan dan keasaman paling ringan dibandingkan dengan metode seduh lainnya.
    Setelah memesan kopi, saya melihat proses pembuatan kopi tersebut. Mulai dari menetralkan gelas menggunakan air panas, proses penghalusan biji Kopi menggunakan Grinder, dan penyaringan sari kopi hingga menghasilkan kopi murni. Setelah kopi siap untuk dihidangkan, barista mengantarkan langsung kopi yang telah jadi dan mengajarkan cara meminum kopi tersebut. Barista tersebut mengatakan untuk sedikit memutar gelas yang telah dituangkan kopi (seperti meminum wine) dan menghirup aroma kopi tersebut dan menyeruput nya secara perlahan. Setelah saya melakukan apa yang dianjurkan oleh barista, saya dapat mencium wewangian khas kopi sangat harum yang berasal dari kopi di gelas saya. Walaupun saya sudah memesan kopi dengan metode seduh V60 dengan harapan bisa mendapatkan tingkat kepekatan dan keasaman yang ringan, namun bagi saya kopi tersebut masih terasa sangat pekat dan asam. Barista tersebut mengatakan hal tersebut wajar bagi pengopi pemula.

    Berdasarkan hasil wawancara dengan baristanya, dapat diketahui bahwa biasanya pelangan datang ke kafe tersebut mengunakan kendaraan pribadi seperti motor atau mobil. Pelanggan yang datang biasanya berdua atau berkelompok dengan jangka waktu sekitar 1 atau 2 jam. Sedangkan untuk pelanggan yang datang sendirian biasanya mereka datang pada saat pagi hari dengan membawa laptop dengan jangka waktu yang cukup lama berada di kafe tersebut. Pada pagi hari kafe Simon & Sons menyediakan kopi gratis untuk setiap pembelian roti atau cake pada jam 9 hingga jam 11.
    Berdasarkan pengamatan saya, café tersebut di tata sangat rapi dan apik dengan suhu yang pas. Dengan lukisan – lukisan yang di lukis langsung di dinding, sebagian interior berbahan kayu, dipadupadankan dengan musik slow memberikan kesan yang nyaman dan santai saat berada di dalam café tersebut.

    Komentar oleh Ivone Maulidia Cilesti | Oktober 5, 2016 | Balas

  17. Selamat siang pak jo … ini hasil laporan saya
    Nama : Indah Suryaning Budi
    Nim : C1B013099
    Matkul : Metode Penelitian Pemasaran
    Tugas : Hasil laporan dari minum kopi di Simon & Sons

    Dewasa ini kopi telah berkembang pesat dan, dapat kita temui dibeberapa kafe. Jika dahulu kopi lebih banyak dikonsumsi oleh orang dewasa, namun kini kopi juga telah banyak diminati dikalangan remaja dimana bukan hanya laki – laki namun wanita juga termasuk peminatnya.
    Kini kopi berkembang dalam cara penyajiannya, dimana penyajian tersebut dapat melibatkan konsumen itu sendiri. Penyajian tersebut menggunakan mesin grinder.
    Dalam penelitian ini saya mengambil sampel gerai kopi di kota jambi tepatnya di “ Simon & Son’s “ coffe.
    Lokasi ; Jl. Gajah Mada 1, Jambi
    Hari/tgl ; Jum’at 30, September 2016
    Waktu ; 16 : 30 s/d Selesai
    Berikut hasil indepth interview yang saya lakukan di Simon & Son’s coffe :
    1. Penjelasan mengenai kopi Afrika, Ethiopia Konga.

    Kopi ethiopia konga dibeli dari Afrika. Kopi ini termasuk jenis kopi Arabika. Di proses dengan cara vulious maksutnya kopi langsung dipetik dari batang lalu biji kopi dicuci bersih dan dijemur. Pihak kafe ini membeli mentah kopi tersebut, saat kopi telah sampai ditempat, kemudian mereka roasting dengan tingkat roasting yang tidak terlalu gelap agar masih tersisa aroma buah, bunga dan tergantung dimana ia tumbuh. Menurut mereka disitulah letaj perbedaan kopi mereka dengan kopi – kopi yang lainnya.

    2. Metode pembuatan kopi yang telah di roasting.

    • Ekspresso
    Menggunakan mesin tersendiri, rasanya lebih strong, perbandingannya 1 gelas kopi 2 gelas air ( bisa ditambah susu, sirup dll ).

    • Filter
    Terdapat 4 Metode seduh, dimana setiap metode berbeda perbandingan, ini adalah murni kopi yang kemudian disaring. Berikut contoh metode seduh.
    1. Aeropress = Kopi terasa strong & tingkat asam lebih tinggi
    2. VGO = Kopi terasa lembut, dan ampas tersisa sedikit
    3. Syphone = Kopi lebih strong dan aroma lebih terasa
    4. Tubruk = Ditumbuk dan ampas masih terasa

    3. Kopi yang saya jadikan penelitian dan cara penyajiannya.

    Yaitu kopi Ethiopia Afrika yg saya pesan dengan menggunakan metode filter ( Syphone ). Metode yang menggunakan teknik dari jepang untuk menghasilkan kopi yang rasanya lebih strong.
    Cara penyajian :
    • Masukan air 200 ml ke dalam gelas tabung lalu sambungkan ke alat syphone.
    • Timbang biji kopi dengan berat 15,3 gram lalu digrinder
    • Panaskan alat syphone yang telah tersambung dengan gelas tabung yang berisi air sampai dengan 80 derajat Celcius selama 1 menit.
    • Air yang telah mendidih akan naik di alat syphone lalu masukan kopi yang telah digrinda dan aduk rata
    • Tunggu sampai 30 detik kemudian aduk kembali dan tunggu lagi sampai 30 detik.
    • Setelah itu matikan lampu dari alat syphone tersebut maka air kopi akan turun ke gelas tabung yang awal dan hanya tersisa ampas pada alat syphone.
    • Lalu pindahkan kopi ke dalam gelas tabung panjang.
    • Kopi siap disajikan.

    4. Cara meminum kopi.
    Kopi ini tanpa gula dan disediakan gula jika diperlukan (gula cair dan padat), terdapat 1 gelas yang berisi kopi dan 1 gelas lainnya yang kosong. Lalu, tuang kopi kedalam gelas kosong, lalu diputar dan hirup aroma kopi, lalu minum. Cara tersebut untuk meyakinkan bahwa ada aroma tersendiri dalam kopi tersebut.

    5. Kesimpulan.
    Berdasarkan penelitian dan indepth interview yang telah saya lakukan di Simon & Son’s Coffe, saya merasa cara penyajian kopi dapat menarik minat pelanggan untuk mencoba meminum kopi dan selain itu juga harga yang ditawarkan relatif murah, seharga Rp. 35.000,-
    Menurut Barista, kopi yang lebih sering dipesan yaitu kopi filter.
    Suasana dan tata letak meja dan kursi juga sangat menarik, disini juga dimanjakan dengan musik – musik pop yang dapat membuat pengunjung merasa nyaman jika berada di coffe ini.

    Komentar oleh Indah Suryaning Budi | Oktober 5, 2016 | Balas

  18. Selamat malam pak jo
    Salam sejahterah
    Nama:m eko mandala putra
    Nim : c1b014049
    Mtk. : metode penelitian pemasaran A

    Pada tgl 30 september 2016, sAya dan teman-teman sekelas mendapat kesempatan bersama dgn para dosen pembimbing yaitu ;prof dr johanes.se.msi, bpk andang fazri,st.mm dan bapak drs syahmardi yacob .MBE
    Di dalam tugas penelitian tentang kopi
    Kami melakukan depth interview di cafe simon and son’s di jln gajah mada 1.
    Setelah saya melakukan sebuah pengamatan di cafe tersebut ternyata cafe simon and son’s menyediakan beraneka ragam jenis kopi diantaranya:
    -EThiopia yg berasal dari africa
    -Raja sunda dari jawa barat
    -Blue batak berasal dari sumatra utara
    Dalam cara tehknik penyeduhan cafe simon and son’s menpunyai beberapa methode antaralain:
    * aeropres iyalah tehnik penyeduhan dgn carA lebih meransang tingkat keasaman kopi
    *V60 iaylah dgn tehnik mengurangi kadar ampas kopi
    *syphon iyalah dgn tehknis merebus kopi agAr keluar aromanya
    *tubruk iyalah cara tradisional yg biasa di masyarak klasik
    Rerata harga yg dijual di cafe ini di jual dgn harga 35000.
    Dan konsumen yg berkunjung di cafe ini berasal dari kalangan menengah. Yg untuk bersAntai dgn rekan kerja atau sahabat karib
    Pada hari-hari tertentu cafe ini menawar menu-menu special kpd pelanggan

    Komentar oleh M EKO MANDALA PUTRA | Oktober 7, 2016 | Balas

  19. Nama : Nelly Zulfa
    Nim : C1B014020
    Maktul : Metode Penelitian Pemasaran
    Tugas : Laporan Hasil Penelitian Kopi Dari “Simon&Sons”

    Pada hari Jumat sore tanggal 30 September 2016 mahasiswa metode penelitian pemasaran yang berjumlah 11 orang dan beberapa dosen pengampu yang mengunjungi sebuah tempat kopi yang ada di Kota Jambi tepatnya di “Simon & Son’s” yang berada di Jln. Gajah Mada 1 Jambi yang melakukan satu penelitian tentang suatu biji kopi yang ada di kafe tersebut.

    Di cafe tersebut ada beberapa jenis kopi Yaitu :
    1. Kopi afrika ethiopia
    Dari semua produsen kopi, Ethiopia barangkali adalah yang paling menarik. Di luar kenyataan bahwa negara ini adalah “nenek moyang”-nya asal kopi, Ethiopia juga terkenal sebagai penghasil kopi-kopi berkarakteristik istimewa. Berbagai rentang rasa floral dan fruity menyemburkan kompleksitas yang bermacam-macam lagi, menjadikannya banyak dipakai sebagai referensi oleh para coffee professional.
    2. Raja sunda
    Ditanam di wilayah pegunungan di daerah Bandung. Biji kopi Raja Sunda diolah dengan memfermentasikan terlebih dahulu buah kopi yang sudah dipetik selama satu malam, baru kemudian dicuci. Hasil fermentasi tersebut dikeringkan dalam rumah bambu hingga menjadi biji kopi.
    3. Blue Batak (Arabica Mandhailing)
    Kopi Arabika Mandailing (Blue Batak) di masa lalu dibawa oleh Belanda ke Indonesia pada tahun 1699. Kabupaten Pakantan adalah wilayah yang pertama menanam kopi arabika di Sumatra. Pada saat itu, jenis kopi arabika ditanam pertama kali di daerah Mandailing Natal (Kapubaten Pakantan) Sumatera Utara, kemudian di daerah Tapanuli Utara (Lintong Nihuta dan wilayah di sekitar Danau Toba) dan Dataran Tinggi Gayo (Aceh Tengah). Kopi Mandailing Arabika telah dikenal dunia sejak 1878. Kopi ini tumbuh baik di ketinggian 1200 kaki di atas permukaan laut.
    4. Seasonal coffe(kopi sesuai musim yang dapat dari luar dan dalam negeri dengan kualiatas yang bagus dan baik )

    Cara penyajian nya :
    Kopi sebelum digiling kopinya dikupas terlebih dahulu setelah dikupas kopi ditimbang dengan berat 15,3 gram untuk secangkir kopi dan setelah itu kopi di bluming dengan jangka waktu nya sampai 30 detik setelah dibluming di tambah air panas lagi. Sebelum dituangkan cangkir terlebih dahulu di sterilkan.
    Di kafe ini juga menyediakan beberapa metode seduh di antara nya :
    1. Aeropress (tingkat asamnya tinggi)
    Temperature yang rendah yang kisarannya antara 75°C sampai 85°C. Tren teknik menggunakan Aeropress yang biasa digunakan oleh Barista adalah dengan diputar-balik (upside-down), dosis kopi banyak, ekstraksi singkat dan beberapa kali stirring (pengadukan).
    2. V 60 ( ampas sedikit aroma nya lebih ringan)
    V60 adalah methode pour over dimana kopi lebih aromatik, bersih, menonjolkan karakter-karakter tertentu yang belum tentu bisa di dapatkan dengan cara penyeduhan lain. Cara pembuatannya pun adalah menimbang biji kopi sesuai dengan takaran lalu menyeduh dengan peralatan V60 dan metode pour over, lalu kopi dimasukkan kedalam coffee filter dan didiamkan sebentar lalu tuangkan air secara spiral memutar ke sisi luar kopi, agar kopi turun, ampas kopi lebih rata diangkat sedikit paper filter lalu ketuk perlahan dan kopi siap disajikan. Cara menikmatinya adalah dengan memutar gelas dan meminum sedikit-sedikit seperti menikmati wine.
    3. Syphon(ampas sedikit aroma nya kuat)
    Butuh kesabaran dan ketelitian yang lebih agar kopi yang dihasilkan memiliki citarasa yang sempurna. Selain itu, kesabaran dan ketelitian sangat diperlukan. Berikut cara membuat kopi dengan menggunakan alat dari Hario tersebut:
    Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah menyiapkan air dan dimasukkan ke dalam kontainer air yang terdapat pada bagian bawah coffee maker tersebut. Air yang di isi kedalam server boleh dengan air dengan suhu ruang ataupun air panas. Air panas lebih mempercepat proses pemanasan saat menggunakan burner.
    4. Tubruk (masih ada ampas )
    Banyak cara menyeduh kopi, yang paling popular barangkali ialah tubruk. Prosesnya mudah dan sederhana. Tinggal seduh air mendidih sekitar 90 derajat celcius sebanyak 100 cc untuk takaran kopi 15 – 17 gram. “Saya sendiri cukup sering menyeduh kopi dengan cara tubruk di rumah.

    Komentar oleh johannessimatupang | November 18, 2016 | Balas

  20. NAMA : AGUNG AZI PANGESTU
    NIM : C1B014088
    METODE PENELITIAN TENTANG KUALITATIF RISET
    Saya disini mencoba untuk memberikan laporan tentang hasil penelitian kopi di tempat KEDAI KOPI NIKMAT (KKN), Pada hari kamis Tanggal 17 november 2016. Saya mencicip sebuah kopi Arabica aceh gayo ini yang terbuat dari biji kopi lokal mandailing, biji mandailing ini berasal dari Sumatra selatan.
    Disini menyediakan bermacam biji kopi pertama:
    1. Arabica flores basawa
    2. kopi rubosta aceh
    3. Arabica toraja kalosi
    4. Arabica mandailing
    Cara pembuatan kopi ini pertama di grinda sampai halus kemudian kopi nya di sharing dengan tisu khusus supaya serbuknya tidak turun ke bawah dan tuangkan air panas 70˚C. setelah pembuatan nya udah selesai saya mencoba minum ternyata kopi nya lebih nikmat dari kopi yg pernah saya minum dan harum nya pun lebih wangi.
    Kopi lebericca: dikedai ini mereka sudah mengetahui keberadaan kopi lebericca tetapi baru 2 hari yang lalu mereka dapat link dimana tempat jual kopi lebericca tersebut.

    Komentar oleh johannessimatupang | November 18, 2016 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: