Johannessimatupang’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

MANAJEMEN PERUBAHAN


Halaman ini diperuntukkan  bagi peserta Manajemen Perubahan  kelas pagi dan sore. Untuk itu  perhatikan hal-hal berikut.

  1. Powerpoin kuliah  diambil  di blog ini pada halaman  yang berbeda, untuk mendapatkannya  anda bisa googling
  2. Semuat penugasan  hanya dimuat pada halaman ini saja.
  3. Sebelum menjawab tugas perhatikan   judul  tugas anda, dosen mungkin bisa memuatnya pada  satu file   dimana mahasiswa harus mengambilnya.

SUKSES UNTUK ANDA

UTS Kelas pagi

soal-uas-manajemen-perubahan-oktober-2016

Tugas Kelas sore

tugas-manajemen-perubahan-kelas-sore-november-2016

Powerpoin tambahan menjelang semester

pptch10-leading-and-managing-change

bab-9-designing-intervention

chapter-11-evaluasi-dan-pelembagaan-perubahan

chapter-13-proses-pendekatan-organisasi

 pptch12-individual-interpersonal-and-group-approaches

Iklan

September 8, 2016 - Posted by | Uncategorized

37 Komentar »

  1. Selamat pagi pak jo. saya mahasiswi bapak kelas sore mengirimkan tugas manajemen perubahan tentang e-budgeting

    Nama : Tri Nurdiyanti
    NIM : RRC1B0315001
    Tugas :E-budgeting
    Manajemen KOnversi 2015

    Menanggapi permasalahan yang terjadi pada birokasi pemerintahan tentang adanya oknum yang mengubah anggaran demi mendapatkan keuntungan pribadi, Bapak Basuki Djahaja Purnama dalam mengelola keuangan daerah di DKI Jakarta mulai menerapkan e-budgeting untuk mengontrol keuangan daerah.
    e- budgeting merupakan system keuangan yang disimpan secara online dengan tujuan transparasi bagi setiap pihak. System ini diterapkan sebagai dokumentasi penyusunan anggaran disebuah daerah. Dengan tujuan setiap orang dapat mengakses data-data anggaran yang disusun oleh pemenrintahan daerah sehingga diharapkan bias mencegah upaya penggelapan atau kecurangan dari birokrasi setempat.
    e-budgeting berguna untuk mencegah tindakan korupsi,menerapkan prinsip transparansi public sehingga dapat menimbulkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,dan dapat digunakan untuk efisiensi pendataan keuangan secara efesian dan efektif.
    Dalam system e-budgeting ada beberapa pihak yang berperan didalamnya antara lain:
    1. SKPD setiap satuan dinas mempunyai login untuk mengisi usulan kegiatan dan harag yang disesuaikan dengan anggaran yang diberikan.
    2. Tim peneliti, merupakan kelompok untuk memonitoring anggaran dan usulan dari SKPD, tim peneliti berhak untuk membuat perubahan komponen yang diajukan SKPD.
    3. Tim data, merupakan tim yang memeriksa komponen yang diusukam SKPD kena pajak atau tidak kena pajak.
    4. Badan Perencanaan Kota bertugas menentukan program dan anggaran SKPD.
    5. Legislatif, anggota dewan dapat melihat usulan perencanaan satuan kerja.
    6. Administrator, mengakses semua akses user dan mengunci kegiatan yang diusulkan satuan kerja.

    e-budgeting menggunakan jasa konsultsan Gagat Sidi Wahono yang bertugas untuk memberitahu sistemnya bagaimana dalam menggunakan e-budgeting sedangkan yang memegang system adalah Pengpov DKI Jakarta.

    terimakasih pak

    Komentar oleh Tri Nurdiyanti | Oktober 6, 2016 | Balas

  2. Selamat siang pak Jo. Saya mahasiswa bapak dalam kelas Manajemen Perubahan kelas sore berikut saya mengirimkan tugas mengenai e-budgeting.
    Nama : Tri Nurdiyanti
    NIM : RRC1B0315001
    Tugas :E-budgeting
    Manajemen KOnversi 2015

    Menanggapi permasalahan yang terjadi pada birokasi pemerintahan tentang adanya oknum yang mengubah anggaran demi mendapatkan keuntungan pribadi, Bapak Basuki Djahaja Purnama dalam mengelola keuangan daerah di DKI Jakarta mulai menerapkan e-budgeting untuk mengontrol keuangan daerah.
    e- budgeting merupakan system keuangan yang disimpan secara online dengan tujuan transparasi bagi setiap pihak. System ini diterapkan sebagai dokumentasi penyusunan anggaran disebuah daerah. Dengan tujuan setiap orang dapat mengakses data-data anggaran yang disusun oleh pemenrintahan daerah sehingga diharapkan bias mencegah upaya penggelapan atau kecurangan dari birokrasi setempat.
    e-budgeting berguna untuk mencegah tindakan korupsi,menerapkan prinsip transparansi public sehingga dapat menimbulkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,dan dapat digunakan untuk efisiensi pendataan keuangan secara efesian dan efektif.
    Dalam system e-budgeting ada beberapa pihak yang berperan didalamnya antara lain:
    1. SKPD setiap satuan dinas mempunyai login untuk mengisi usulan kegiatan dan harag yang disesuaikan dengan anggaran yang diberikan.
    2. Tim peneliti, merupakan kelompok untuk memonitoring anggaran dan usulan dari SKPD, tim peneliti berhak untuk membuat perubahan komponen yang diajukan SKPD.
    3. Tim data, merupakan tim yang memeriksa komponen yang diusukam SKPD kena pajak atau tidak kena pajak.
    4. Badan Perencanaan Kota bertugas menentukan program dan anggaran SKPD.
    5. Legislatif, anggota dewan dapat melihat usulan perencanaan satuan kerja.
    6. Administrator, mengakses semua akses user dan mengunci kegiatan yang diusulkan satuan kerja.

    e-budgeting menggunakan jasa konsultsan Gagat Sidi Wahono yang bertugas untuk memberitahu sistemnya bagaimana dalam menggunakan e-budgeting sedangkan yang memengang system adalah Pengpov DKI Jakarta.

    terimaksih pak

    Komentar oleh tri nurdiyanti | Oktober 6, 2016 | Balas

  3. Selamat siang pak Jo. Saya mahasiswa bapak dalam kelas Manajemen Perubahan kelas sore berikut saya mengirimkan tugas mengenai e-budgeting.
    Nama : Tri Nurdiyanti
    NIM : RRC1B0315001
    Tugas :E-budgeting
    Manajemen KOnversi 2015

    Menanggapi permasalahan yang terjadi pada birokasi pemerintahan tentang adanya oknum yang mengubah anggaran demi mendapatkan keuntungan pribadi, Bapak Basuki Djahaja Purnama dalam mengelola keuangan daerah di DKI Jakarta mulai menerapkan e-budgeting untuk mengontrol keuangan daerah.
    e- budgeting merupakan system keuangan yang disimpan secara online dengan tujuan transparasi bagi setiap pihak. System ini diterapkan sebagai dokumentasi penyusunan anggaran disebuah daerah. Dengan tujuan setiap orang dapat mengakses data-data anggaran yang disusun oleh pemenrintahan daerah sehingga diharapkan bias mencegah upaya penggelapan atau kecurangan dari birokrasi setempat.
    e-budgeting berguna untuk mencegah tindakan korupsi,menerapkan prinsip transparansi public sehingga dapat menimbulkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,dan dapat digunakan untuk efisiensi pendataan keuangan secara efesian dan efektif.
    Dalam system e-budgeting ada beberapa pihak yang berperan didalamnya antara lain:
    1. SKPD setiap satuan dinas mempunyai login untuk mengisi usulan kegiatan dan harag yang disesuaikan dengan anggaran yang diberikan.
    2. Tim peneliti, merupakan kelompok untuk memonitoring anggaran dan usulan dari SKPD, tim peneliti berhak untuk membuat perubahan komponen yang diajukan SKPD.
    3. Tim data, merupakan tim yang memeriksa komponen yang diusukam SKPD kena pajak atau tidak kena pajak.
    4. Badan Perencanaan Kota bertugas menentukan program dan anggaran SKPD.
    5. Legislatif, anggota dewan dapat melihat usulan perencanaan satuan kerja.
    6. Administrator, mengakses semua akses user dan mengunci kegiatan yang diusulkan satuan kerja.

    e-budgeting menggunakan jasa konsultsan Gagat Sidi Wahono yang bertugas untuk memberitahu sistemnya bagaimana dalam menggunakan e-budgeting sedangkan yang memengang system adalah Pengpov DKI Jakarta.

    terimakasih pak

    Komentar oleh tri nurdiyanti | Oktober 6, 2016 | Balas

  4. Tugas Manajemen Perubahan
    Nama : Tutur Lego Sutopo
    Nim : RRC1B0315006
    Manajemen konversi (SORE)
    E-Budgeting
    E-Budgeting merupakan alat teknologi informasi atau perangkat lunak untuk mendukung siklus penganggaran, mulai dari perencanaan, pembuatan program, sampai dengan kendali dan evaluasi.
    E-budgeting diterapkan sebagai dokumentasi penyusunan anggaran disebuah daerah. dimana setiap orang (masyarakat) bisa mengakses data anggaran yang disusun oleh pemerintah daerah sehingga bisa mencegah upaya penggelapan dana atau kecurangan.
    Dalam penerapannya, pada kurun waktu tertentu pencatatan dana bisa diakali dengan mudah karena menggunakan sistem konvensional seperti aplikasi excell. Pencatatan dengan menggunakan aplikasi excell masih dapat dimanipulasi datanya atau disamarkan oleh pihak dalam yang mengakibatkan menggelembung dana anggaran. Dengan sistem e-budeting upaya tersebut dapat dicegah karena data yang telah diinput sudah tidak bisa diutak-atik kembali.
    Prinsip keterbukaan data informasi keuangan kepada masyarakat sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan yaitu : peraturan Menteri Dalam Negeri No. 13 tahun 2006. Peraturan ini menjadi pedoman penerapan sistem e-budgeting untuk setiap instansi pemerintahan daerah di indonesia. Penggunaan sitem ebudgeting pada suatu daerah dapat bekerjasama atau mendapat persetujuan DPRD, pemerintah setempat, maupun masyarakat (SDM).
    Meski sering dipuji sebaai terobosan kebijakan keuangan yang berpihak kepada masyarakat, tetap saja ada kelemahan yang sangat menghawatirkan. Kelemahan itu terkait pada rentannya sistem pemerintahan yang cenderung mudah dibobol oleh hecker atau virus online yang bisa merusak data. Tapi kemungkinan-kemungkinan tersebut sudah diantisipasi melalui sistem keamanan yang diterapkan dalam e-budgeting. Sejauh ini, lebih banyak keunggulan yang menonjol dari sistem e-budgeting, namun harus tetap mengedepankan optimalisasi dari segi teknis dan kemampuan pengelolaan yang tepat dari SDM yang bertanggung jawab.

    Komentar oleh tutur lego sutopo | Oktober 6, 2016 | Balas

  5. Nama : H.M.Firmansyah
    NIM : RRC1B0315005
    MK : Manajemen Perubahan

    Pengertian E-budgeting

    E- budgeting merupakan sebuah sistem keuangan yang dikelola berbasis teknologi internet yang disimpan secara online dengan tujuan adanya transparansi bagi setiap pihak yang terkait. Sistem ini diterapkan sebagai dokumentasi penyusunan anggaran yang disebuah daerah. Jadi tujuan dari e-budgeting ini sangat banyak manfaatnya salah satunya setiap orang dapat mengakses data-data anggaran yang disusun oleh sebuah pemerintah daerah, sehingga diharapkan bisa mencegah upaya penggelapan dana atau kecurangan dari birokrasi setempat.
    Penyusunan anggaran dilakukan dengan adanya survey dilapangan. Kompnen penyusun terdiri dari tiga jenis pengelompokkan, yaitu :
    • Standar Harga Satuan Dasar (SHSD)
    • Harga Satuan Pokok Kegiatan (HSPK)
    • Standar Analisa Belanja (SAB)
    Sistem ini dibuat secara online agar dapat diakses oleh dinas manapun lokasinya dan juga dapat diakses saat pembahasan dengan anggota dewan.
    Fitur yang terdapat dalam sistem e-budgeting :
    • Pembuatan komponen-komponen penyusun
    • Pembuatan anggaran
    • Pengiriman rincian anggaran
    • Evaluasi anggaran
    • Daftar harga dan daftar penyusun komponen
    • Rekap anggaran
    • Daftar harga dan daftar penyusun komponen
    • Rekap anggaran
    • History rincian anggaran
    • Setting kode rekening komponen penyusun anggaran

    Tujuan dan Manfaat dari e-budgeting
    Sebagai alat kontrol akan lebih mudah dilakukan, karena pelacakan sesiapa yang mengisi apa dapat ditinjau atau dilacak secara jelas dan transparansi dalam menggunakan anggaran yang telah ditetapkan. kontrol dapat dilakukan sejak tahap perencanaan, jadi usulan anggaran yang “mengada-ada” dapat diminimalkan. Hal ini dapat meningkatkan transparansi anggaran, sehingga pemerintah menjadi lebih akuntabel, karena setiap rupiah pengeluaran dapat dilacak dengan mudah dan pengawasan langsung oleh BPK,OJK,dan Menkeu akan lebih baik terhadap jalannya kegiatan yang dijalankan, serta dapat mengurangi terjadinya korupsi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

    Pelaksanaan E-budgeting
    Dalam menjalankan e-budgeting tentu ada orang-orang yang menjalankan kegiatan e-budgeting tersebut. Penggunaan sistem e-budgeting dibagi menjadi 6 yaitu :
    1. Satuan Kerja (Dinas)
    Merupakan satuan kerja di lingkungan pemerintah yang mendapat anggaran dari APBD.
    o Berhak mengajukan usulan harga SHSD
    o Mengisi rincian kegiatan sesuai dengan anggaran yang diberikan
    o Setiap satuan kerja memiliki beberapa login berdasarkan bidang yang terdapat dalam dinas tersebut

    2. Tim Peneliti
    Merupakan sekelompok orang dari beberapa satuan kerja yang ditunjuk untuk memonitoring anggaran dari satuan kerja agar anggaran tersebut sesuai dengan limit yang ditentukan.
    o Berhak untuk mengunci kegiatan yang sudah seduai
    o Merasinalisasikan dan menyesuaikan komponen
    o Mengedit RKA

    3. Tim Data
    Merupakan sekelompok orang yang ditunjuk untuk melakukan survey dan kemudian membuat komponen penyusun dan menentukan apakah komponen tersebut tidak kena pajak atau kena pajak.
    o Berhak untuk memasukkan komponen ke dalam e-budgeting
    o Berhak untuk merubah harga komponen yang sudah ada dalam e-budgeting
    o Berhak mengunci komponen agar tidak dapat dipilih dalam menyusun Rencana Kerja Anggaran (RKA)
    o Berhak menghapus komponen yang sudah terdapat dalam e-budgeting

    4. Bappeko (Badan Perencanaan Kota)
    Merupakan salalh satu kerja di pemerintah kota yang ditunjuk untuk menentukan program dan bidang suatu anggaran dalam setiap satuan kerja, tujuannya adalah agar dapat dilihat secara langsung nilai per-program.
    o Berhak membuat kegiatan dan sub kegiatan untuk satuan-satuan kerja sebelum dilakukan penganggaran

    5. Dewan Legislatif
    Dapat dilihat usulan dan perencanaan anggaran dari satuan kerja.

    6. Administrator
    Merupakan user yang dapat melakukan managemen user, database dan dapat mengakses semua hak user lainnya, seperti
    o Mengunci dan membuka akses user
    o Mengunci kegiatan yang diusulkan satuan kerja.

    Komentar oleh H.M.Firmansyah (RRC1B0315005) | Oktober 6, 2016 | Balas

  6. Nama : Rani Nasrah.S
    Nim : RRC1B0315008
    Kelas : Konversi MPH / Sore
    P.Tugas : E-Budgeting

    Didalam konteks perubahan, terdapat beberapa sistem salah satunya yaitu E- Buggeting. E- Bugeting atau Budget (Anggaran) itu sendiri merupakan suatu rencana yang disusun secara sistematis, yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan yang dinyatakan dalam unit (kesatuan) moneter dan berlaku untuk jangka waktu (periode) tertentu yang akan datang. Dengan adanya sistem e- buggeting masyarakat dapat melihat anggaran apa saja yang dibuat atau di ajukan. Dalam hal ini pula, e- bugeting memiliki 4 unsur di dalamnya antara lain:
    1.Rencana
    Unsur ini merupakan unsur yang terukur dari sebuah kegiatan atau aktvitas yang akan di lakukan, degan unsur ini pula maka akan memudahkan lembaga atau perusahaan untuk menggapai tujuan yang hendak di capai. Budget akan merinci tiap kegiatan secara spesifik dan sistematis yaang dinyatakan dalam unit moneter. Adapun alasan lembaga atau perusahaan harus menyusun rencana adalah sebagai berikut:
    a. Sebagai pedoman kerja diwaktu yang akan datang.
    b. Waktu yang akan datang penuh dengan ketidakpastian dan akan timbul pula alaternatif pilihan, maka perusahaan harus mempersiapkan diri sejak awal tentang apa yang akan dilakukannya nanti dan harus mempersiapkan diri sejak awal, alternatif manakah yang akan dipilihnya nanti
    c. Sebagai alat pengkoordinasian kegiatan-kegiatan dari seluruh bagian-bagian yang ada di lembaga atau perusahaan, dan
    d. Sebagai alat pengawasan terhadap pelaksanaan (realisasi) dari rencana tersebut diwaktu yang akan datang.

    2. Meliputi seluruh kegiatan perusahaan
    Yakni mencakup semua kegiatan yang akan dilakukan oleh semua bagian-bagian yang ada di dalam lembaga / perusahaan tersebut. Adapun garis besar yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan yaitu fungsi pemasaran (marketing), fungsi produksi (producing), fungsi pembelanjaan/ kuangan (fianancing), fungsi administrasi (administrating), dan fungsi personlia (personnel).
    3. Budget dinyatakan dalam unit moneter
    Yaitu unit kesatuan yang dapat diterapkan pada berbagai kegiatan yang dapat diterpkan pada berbagai kegiatan lembaga perusahaan yang beraneka ragam.
    4. Budget dibuat untuk jangka waktu yang akan datang
    Dalam hal ini berisi taksiraan-taksiran (forecast) tentang apa yang terjadi dan apa yang akan dilakukan dimasa yang akan datang. Dengan demikian, budget berdasarkan periode waktunya terbagi kedalam dua jenis, yakni budget strategis (strategic budget) yang berlaku untuk jangka panjang dan budget taktis (tactical budget) yang berlaku untuk jangka pendek.

    Dari penjelasan mengenai e-budgeting maka bahwasnya e- budgeting merupakan sistem yang menyusun sutau rencan yang sitematis, yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan. e-budgeting di buat untuk mengatasi perncanaan suatu lembaga atau perusahaan dalam hal anggaran, anggaran yang di maksud adalah anggaran yang tidak tepan dalam perencanaannya, pengoprasiannya dan tujuannya.
    Bila dilihat dari beberapa sumber, e- budgeting timbul di karnakan adanya gejala dan permasalahan dana atau anggaran yang tidak tepat dalam penggunaan, tujuan, perncanaannya dan pengoperasiannya, bukan itu saja jika penyusunan masih menggunakan aplikasi Ms.Exel maka dapat dengan mudah di palsukan atau di buah – ubah oleh beberapa oknum atau pegawai kerja yang berkaitan kegiatan yang telah di buat dan dengan anggarn itu sendiri dan untuk sistem akuntansi komputer yang digunakan untuk saat ini bukan dibuat BPKD melainkan meniru sistem yang sudah ada seperti informasi pemberitaan yang dimuat di tribunnews.com
    Maka dengan adanya e-budgeting, kita dapat saling mengawasi anggaran agar terciptanya transparansi dalam penyusunan anggaran dalam suatu daerah dan hal ini termasuk dalam kegunaan atau manfaat dari E- Budgeting itu sendiri dimana dapat sebagi pedoman kerja, memberikan arahan sekaligus memberikan target-target yang harus dicapai oleh lembaga atau perusahaan, sebagai alat pengkoordinasian kerja, sebagai alat pengawasan kerja yang berfungsi sebagai tolak ukur dan alat pembanding guna memudahkan evaluasi kegiatan yang telah dilakukan oleh lembaga / perusahaan. Tidak hanya itu, dengan adanya E-Budgeting ini masyarakat dapat melihat anggaran apa saja yang dibuat atau di ajukan.
    Sistem ini menjaga program kegiatan yang telah disusun satuan kerja tidak digangsir oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau bagian lainnya. Dan dengan sistem ini pula masyarakat jadi lebih percaya karna pada dasarnya Penerapan sistem juga sesuai dengan semangat Peraturan Pemerintah nomor 58 tahun 2005 yang menyatakan bahwa keuangan daerah harus dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang – undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung jawab dengan memperhatikan keadilan, kepatutan, dan manfaat untuk masyaraka. Pengertian Transparansi dalam PP 58/2005 diartikan sebagai prinsip keterbukaan yang memungkinkan masyarakat untuk mengetahui dan mendapatkan akses informasi seluas – luasnya tentang kuangan daerah dan diatur dalam Peraturan Mentri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006.
    Untuk e- budgeting sediri memiliki kliennya sendiri tidak hanya masyarakat yang dapat mengases sistem ini namun manajer dan member juga dapat mengases dengan mudah informasi dari sistem ini. Di dalam sistem ini juga terdapat pihak yang berperan dalam E-Budgeting tidak hanya sebagai klien tetap juga dapat sebagai konseling, karena di dalam e-budgeting semua pihak yang terlibat memiliki tugas dan peran masing-masing dalam E-Bugdgeting antara lain adalah sebagai berikut :
    1. SKDP. Setiap satuan dinas mempunyai login untuk mengisi usulan kegiatan dan harga yang disesuaikan dengan anggaran yang diberikan.
    2. Tim Peneliti. Merupakan kelompok yang ditunjuk untuk memonitoring anggaran dan usulan dari SKDP. Tim Peneliti berhak membuat perubahan komponen yang diajukan SKDP.
    3. Tim Data. Kelompok ini bertugas memeriksa komponen yang diusulkan SKDP kena pajak atau tidak kena pajak. Selain itu Tim Data dapat merubah komponen harga, menghapus komponen dan mengunci komponen.
    4. Badan Perencanaan Kota (Bappeko). Bertugas menentukan program dan anggaran SKDP.
    5. Legislatif. Anggota Dewasn dapat melihat usulan perencanaan setiap satuan kerja.
    6. Administrator. Dapat mengakses semua akses user dan mengunci kegiatan yang sudah diusulkan satuan kerja.

    Dan untuk konsultan ada beberapa yag telah di jabarkan di atas sesui dengan tugas dan perannya dalam sistem ini. Jika kita lihat dari kasus e-budgeting yang terjadi di DKI terdapat beberapa para ahli yang di ambil oleh gurbenur DKI Jakarta guna atau pun peran dari tenaga ahli ini yaitu Tenaga ahli hanya berperan untuk memberi masukan serta membangun sistem.
    Maka dapat disimpulkan bahwa dengan adanya e-budgeting maka gejala ataupun masalah dalam perencanaan, pengoperasian dan penggunaan suatu anggaran dapat saling mengawasi agar terciptanya transparansi dalam penyusunan anggaran dalam suatu daerah ataupun provinsi baik lembaga ataupun perusahaan dan manfaat dari e-budgeting sendiri juga dapat mengurangi penggandaan anggaran, korupsi dan juga dapat sebagai pedoman kerja, alat pengawasan kerja dan alat pengkoordinasian kerja dan masigh banyak kegunaan dan manfaat dari e-budgeting ini. Dengan pengawasan dari para tenaga ahli membuat klien atau masyarakat dapat lebih percaya lagi akan ketransparansian suatu anggaran dan dengan begitu masyaraka juga ikut handil dalam melakukan pengawassan terhadap suatu anggaran dari perusahaan atau lembaga yang ada di suatu daerah dan provinsi.

    Terimakshi ^.^

    Komentar oleh Rani Nasrah. S | Oktober 6, 2016 | Balas

  7. Salam Pak Jo, saya mahasiswi bapak untuk kelas manajemn perubahan kelas sore. Dengan Tugas yang bapak berikan mengenai E-Budgeting

    Nama : Rani Nasrah.S
    Nim : RRC1B0315008
    Kelas : Konversi MPH / sore
    P.Tugas : E-Budgeting

    Didalam konteks perubahan, terdapat beberapa sistem salah satunya yaitu E- Buggeting. E- Bugeting atau Budget (Anggaran) itu sendiri merupakan suatu rencana yang disusun secara sistematis, yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan yang dinyatakan dalam unit (kesatuan) moneter dan berlaku untuk jangka waktu (periode) tertentu yang akan datang. Dengan adanya sistem e- buggeting masyarakat dapat melihat anggaran apa saja yang dibuat atau di ajukan. Dalam hal ini pula, e- bugeting memiliki 4 unsur di dalamnya antara lain:
    1. Rencana
    Unsur ini merupakan unsur yang terukur dari sebuah kegiatan atau aktvitas yang akan di lakukan, degan unsur ini pula maka akan memudahkan lembaga atau perusahaan untuk menggapai tujuan yang hendak di capai. Budget akan merinci tiap kegiatan secara spesifik dan sistematis yaang dinyatakan dalam unit moneter. Adapun alasan lembaga atau perusahaan harus menyusun rencana adalah sebagai berikut:
    a. Sebagai pedoman kerja diwaktu yang akan datang.
    b. Waktu yang akan datang penuh dengan ketidakpastian dan akan timbul pula alaternatif pilihan, maka perusahaan harus mempersiapkan diri sejak awal tentang apa yang akan dilakukannya nanti dan harus mempersiapkan diri sejak awal, alternatif manakah yang akan dipilihnya nanti
    c. Sebagai alat pengkoordinasian kegiatan-kegiatan dari seluruh bagian-bagian yang ada di lembaga atau perusahaan, dan
    d. Sebagai alat pengawasan terhadap pelaksanaan (realisasi) dari rencana tersebut diwaktu yang akan datang.

    2. Meliputi seluruh kegiatan perusahaan
    Yakni mencakup semua kegiatan yang akan dilakukan oleh semua bagian-bagian yang ada di dalam lembaga / perusahaan tersebut. Adapun garis besar yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan yaitu fungsi pemasaran (marketing), fungsi produksi (producing), fungsi pembelanjaan/ kuangan (fianancing), fungsi administrasi (administrating), dan fungsi personlia (personnel).

    3. Budget dinyatakan dalam unit moneter
    Yaitu unit kesatuan yang dapat diterapkan pada berbagai kegiatan yang dapat diterpkan pada berbagai kegiatan lembaga perusahaan yang beraneka ragam.

    4.Budget dibuat untuk jangka waktu yang akan datang
    Dalam hal ini berisi taksiraan-taksiran (forecast) tentang apa yang terjadi dan apa yang akan dilakukan dimasa yang akan datang. Dengan demikian, budget berdasarkan periode waktunya terbagi kedalam dua jenis, yakni budget strategis (strategic budget) yang berlaku untuk jangka panjang dan budget taktis (tactical budget) yang berlaku untuk jangka pendek.

    Dari penjelasan mengenai e-budgeting maka bahwasnya e- budgeting merupakan sistem yang menyusun sutau rencan yang sitematis, yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan. e-budgeting di buat untuk mengatasi perncanaan suatu lembaga atau perusahaan dalam hal anggaran, anggaran yang di maksud adalah anggaran yang tidak tepat dalam perencanaannya, pengoprasiannya dan tujuannya.
    Bila dilihat dari beberapa sumber, e- budgeting timbul di karnakan adanya gejala dan permasalahan dana atau anggaran yang tidak tepat dalam penggunaan, tujuan, perncanaannya dan pengoperasiannya, bukan itu saja jika penyusunan masih menggunakan aplikasi Ms.Exel maka dapat dengan mudah di palsukan atau di ubah– ubah oleh beberapa oknum atau pegawai kerja yang berkaitan kegiatan yang telah di buat dan dengan anggarn itu sendiri dan untuk sistem akuntansi komputer yang digunakan untuk saat ini bukan dibuat BPKD melainkan meniru sistem yang sudah ada seperti informasi pemberitaan yang dimuat di tribunnews.com
    Maka dengan adanya e-budgeting, kita dapat saling mengawasi anggaran agar terciptanya transparansi dalam penyusunan anggaran dalam suatu daerah dan hal ini termasuk dalam kegunaan atau manfaat dari E- Budgeting itu sendiri dimana dapat sebagi pedoman kerja, memberikan arahan sekaligus memberikan target-target yang harus dicapai oleh lembaga atau perusahaan, sebagai alat pengkoordinasian kerja, sebagai alat pengawasan kerja yang berfungsi sebagai tolak ukur dan alat pembanding guna memudahkan evaluasi kegiatan yang telah dilakukan oleh lembaga / perusahaan. Tidak hanya itu, dengan adanya E-Budgeting ini masyarakat dapat melihat anggaran apa saja yang dibuat atau di ajukan.
    Sistem ini menjaga program kegiatan yang telah disusun satuan kerja tidak digangsir oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau bagian lainnya. Dan dengan sistem ini pula masyarakat jadi lebih percaya karna pada dasarnya Penerapan sistem juga sesuai dengan semangat Peraturan Pemerintah nomor 58 tahun 2005 yang menyatakan bahwa keuangan daerah harus dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang – undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung jawab dengan memperhatikan keadilan, kepatutan, dan manfaat untuk masyaraka. Pengertian Transparansi dalam PP 58/2005 diartikan sebagai prinsip keterbukaan yang memungkinkan masyarakat untuk mengetahui dan mendapatkan akses informasi seluas – luasnya tentang kuangan daerah dan diatur dalam Peraturan Mentri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006.
    Untuk e- budgeting sediri memiliki kliennya sendiri tidak hanya masyarakat yang dapat mengases sistem ini namun manajer dan member juga dapat mengases dengan mudah informasi dari sistem ini. Di dalam sistem ini juga terdapat pihak yang berperan dalam E-Budgeting tidak hanya sebagai klien tetap juga dapat sebagai konseling, karena di dalam e-budgeting semua pihak yang terlibat memiliki tugas dan peran masing-masing dalam E-Bugdgeting antara lain adalah sebagai berikut :
    1. SKDP. Setiap satuan dinas mempunyai login untuk mengisi usulan kegiatan dan harga yang disesuaikan dengan anggaran yang diberikan.
    2. Tim Peneliti. Merupakan kelompok yang ditunjuk untuk memonitoring anggaran dan usulan dari SKDP. Tim Peneliti berhak membuat perubahan komponen yang diajukan SKDP.
    3. Tim Data. Kelompok ini bertugas memeriksa komponen yang diusulkan SKDP kena pajak atau tidak kena pajak. Selain itu Tim Data dapat merubah komponen harga, menghapus komponen dan mengunci komponen.
    4. Badan Perencanaan Kota (Bappeko). Bertugas menentukan program dan anggaran SKDP.
    5. Legislatif. Anggota Dewasn dapat melihat usulan perencanaan setiap satuan kerja.
    6. Administrator. Dapat mengakses semua akses user dan mengunci kegiatan yang sudah diusulkan satuan kerja.
    Dan untuk konsultan ada beberapa yag telah di jabarkan di atas sesui dengan tugas dan perannya dalam sistem ini. Jika kita lihat dari kasus e-budgeting yang terjadi di DKI terdapat beberapa para ahli yang di ambil oleh gurbenur DKI Jakarta guna atau pun peran dari tenaga ahli ini yaitu Tenaga ahli hanya berperan untuk memberi masukan serta membangun sistem.
    Maka dapat disimpulkan bahwa dengan adanya e-budgeting maka gejala ataupun masalah dalam perencanaan, pengoperasian dan penggunaan suatu anggaran dapat saling mengawasi agar terciptanya transparansi dalam penyusunan anggaran dalam suatu daerah ataupun provinsi baik lembaga ataupun perusahaan dan manfaat dari e-budgeting sendiri juga dapat mengurangi penggandaan anggaran, korupsi dan juga dapat sebagai pedoman kerja, alat pengawasan kerja dan alat pengkoordinasian kerja dan masigh banyak kegunaan dan manfaat dari e-budgeting ini. Dengan pengawasan dari para tenaga ahli membuat klien atau masyarakat dapat lebih percaya lagi akan ketransparansian suatu anggaran dan dengan begitu masyaraka juga ikut handil dalam melakukan pengawassan terhadap suatu anggaran dari perusahaan atau lembaga yang ada di suatu daerah dan provinsi.

    Salam Semangat Pak Jo , Terimakasi ^.^

    Komentar oleh Rani Nasrah. S | Oktober 6, 2016 | Balas

  8. Nama : Tutur Lego Sutopo
    Nim : RRC1B0315006
    Manajemen konversi (SORE)
    E-Budgeting
    E-Budgeting merupakan alat teknologi informasi atau perangkat lunak untuk mendukung siklus penganggaran, mulai dari perencanaan, pembuatan program, sampai dengan kendali dan evaluasi.
    E-budgeting diterapkan sebagai dokumentasi penyusunan anggaran disebuah daerah. dimana setiap orang (masyarakat) bisa mengakses data anggaran yang disusun oleh pemerintah daerah sehingga bisa mencegah upaya penggelapan dana atau kecurangan.
    Dalam penerapannya, pada kurun waktu tertentu pencatatan dana bisa diakali dengan mudah karena menggunakan sistem konvensional seperti aplikasi excell. Pencatatan dengan menggunakan aplikasi excell masih dapat dimanipulasi datanya atau disamarkan oleh pihak dalam yang mengakibatkan menggelembung dana anggaran. Dengan sistem e-budeting upaya tersebut dapat dicegah karena data yang telah diinput sudah tidak bisa diutak-atik kembali.
    Prinsip keterbukaan data informasi keuangan kepada masyarakat sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan yaitu : peraturan Menteri Dalam Negeri No. 13 tahun 2006. Peraturan ini menjadi pedoman penerapan sistem e-budgeting untuk setiap instansi pemerintahan daerah di indonesia. Penggunaan sitem e–budgeting pada suatu daerah dapat bekerjasama atau mendapat persetujuan DPRD, pemerintah setempat, maupun masyarakat (SDM).
    Meski sering dipuji sebaai terobosan kebijakan keuangan yang berpihak kepada masyarakat, tetap saja ada kelemahan yang sangat menghawatirkan. Kelemahan itu terkait pada rentannya sistem pemerintahan yang cenderung mudah dibobol oleh hecker atau virus online yang bisa merusak data. Tapi kemungkinan-kemungkinan tersebut sudah diantisipasi melalui sistem keamanan yang diterapkan dalam e-budgeting. Sejauh ini, lebih banyak keunggulan yang menonjol dari sistem e-budgeting, namun harus tetap mengedepankan optimalisasi dari segi teknis dan kemampuan pengelolaan yang tepat dari SDM yang bertanggung jawab.

    Komentar oleh tutur lego sutopo | Oktober 6, 2016 | Balas

  9. NAMA : KURNIAWAN
    NIM : RRC1B0315014
    KELAS : MANAJEMEN KONVERSI SORE

    Pengertian e-budgeting
    e-Budgeting adalah sistem saling mengawasi anggaran agar terciptanya transparansi dalam penyusunan anggaran di dalam suatu daerah. Jadi dengan adanya sistem ini masyarakat dapat melihat anggaran apa saja yang dibuat atau yang di ajukan oleh pemerintah setempat, Namun e-Budgeting tidak menjamin seperti yang terlansir di media. Namun demikian penggunaan e-Budgeting bukan tanpa hambatan. Sebagai halnya banyak inisiatif penggunaaan teknologi informasi di sektor publik, hambatan terbesarnya bukan masalah teknis. Faktor non tekhnis, termasuk kepentingan beragam orang yang terlibat, sangat mungkin lebih dominan. Nilai yang dimasukan ke dalam sistem e-Budgeting adalah kontrol dan transparansi. Tidak semua orang nyaman dengan hal ini, Namun tetap aktual.
    Keunggulan sistem e-budgeting
    Sistem e-budgeting kini pun mulai membuktikan sejumlah keunggulannya dibandingkan dengan penerapan dokumentasi keuangan secara konvensional. Beberapa keunggulannya sebagai berikut :
    1. Mencegah tindakan korupsi
    Peraktik korupsi di sejumlah daerah terkadang bisa disamarkan dengan proses manipulasi data keuangan. Dalam kurun waktu tertentu, pencatatan dana bisa diakali dengan lebih mudah karena masih menggunakan sistem konvensional seperti aplikasi Excel. Dengan menerapkan sistem e-budgeting upaya tersebut bisa dicegah karena data yang telah dimasukan sudah tidak bisa di rubah lagi dan telah tersebar ke publik.

    2. Transparansi publik
    Pemantauan data keuangan sekaligus pengendaliannya oleh publik merupakan praktik dari transparansinya keuangan di sebuah pemerintahan suatu daerah. masyarakat bisa langsung melayangkan keluhan jika mencurigai data yang tidak semestinya terjadi. Masyarakat juga bisa memastikan apakah dana pajak yang telah dibayarkan sudah digunakan sebagaimana mestinya. Transparansi publik ini merupakan kewajiban dari setiap pemerintah daerah untuk mencegah dan mengantisipasi segala tindakan kecurangan dalam pengelolaan APBD.

    3. Efisiensi pendataan keuangan
    Sistem pendataan keuangan pun bisa berlangsung secara efektif dan efisien. Dengan menggunakan sistem dan jaringan terpadu, maka pemerintah daerah bisa langsung mengendalikan dan mengevaluasi secara langsung. Di saat bersamaan pula masyarakat juga bisa berperan aktif dalam mengawal data yang telah disimpan secara online tersebut.

    Meski sering dipuji sebagai sebuah terobosan kebijakan keuangan yang berpihak pada masyarakat, tetap saja ada sebuah kelemahan yang sangat mengkhawatirkan. Kelemahan ini terkait pada rentannya sistem pemerintahan yang cendrung mudah dibobol oleh hacker atau terkena virus online yang bisa merusak suatu data. Tapi kemungkinan itu pastinya sudah diantisipasi melalui sistem keamanan yang diterapkan dalam sistem e-budgeting. Sejauh ini lebih banyak keunggualan yang menonjol dari sistem e-budgeting ini, namun harus tetap mengedepankan optimalisasi dari segi tekhnis dan kemampuan pengelolaan yang tepat dari sumbar daya manusia yang bertanggung jawab.

    Komentar oleh Wawan Kurniawan | Oktober 6, 2016 | Balas

  10. Selamat sore Pak Jo, Saya mahasiswi bapak dari kelas sore (ekstensi)

    Nama : HEIDI CHOIRISYA
    Nim : RRC1B014101
    Mata Kuliah : MPH 273
    Topik Pembahasan : E- Budgeting

    • Apa itu e-Budgeting?
    e-budgeting merupakan sebuah sistem keuangan yang disimpan secara online dengan tujuan transparansi bagi semua pihak. Sistem ini diterapkan sebagai dokumentasi penyusunan anggaran disebuah daerah.
    • Masalahnya apa?
    e-butgeting menjadi salah satu cara yang tepat dalam mengatasi kecurangan dan korupsi yang banyak sekali terjadi di Indonesia.
    • Gunanya apa?
    Dengan e-budgeting , Setiap orang bisa mengakses data-data anggaran yang disusun oleh sebuah pemerintah daerah sehingga diharapkan bisa mencegah upaya penggelapan dana atau kecurangan di birokrasi seteempat
    Keunggulan lain dari e-Budgeting :
    1. Mencegah tindakan korupsi
    Praktik korupsi sekarang sudah banyak yang disamarkan dengan proses manipulasi data keuangan. Jadi, lumrah jika ada penggelembungan atau penggelapan dana yang tiba-tiba terjadi dalam sebuah data keuangan pemerintah daerah. Dengan menerapkan sistem e-Budgeting. Upaya-upaya tersebut bisa dicegah karena data yang diinput sudah tidak bisa diutak atik lagi dan telah tersebar ke publik.
    2. Prinsip Transparansi Publlik
    Transparansi publlik merupakan kewajiban dari setiap pemerintah daerah untuk mencegah dan mengantisipasi segala tindakan kecurangan dalam pengelolaaan APBD
    3. Efisiensi Pendataan Keuangan
    Sistem pendataan keuangan bisa berlangsung secara efisien dan efektif, dengan menggunakan sistem dan jaringan terpadu maka pemerintah daerah bisa langsung mengendalikan dan mengevaluasi secara langsung, disaat yang bersamaan, warga juga bisa berperan aktif dalam mengawal data yang telah tersimpan.
    • Siapa kliennya?
    Disini yang menjadi kliennya adalah pemerintah , karena pemerintah yang menjalankan program ini, yang dengan aplikasi ini juga akan menguntungan untuk pemerintah itu sendiri nantinya
    • Siapa Konsultannya?
    Para ahli atau orang-orang yang bergerak dibidang teknologi yang bisa membantu mengaplikasikan program pemerintah tersebut.
    Penerapan sistem e-budgeting dalam menyusun anggaran sangat efektif untuk mengelola anggaran dan memonitor masalah.

    Komentar oleh Heidi Choirisya | Oktober 6, 2016 | Balas

  11. NAMA : KURNIAWAN
    NIM : RRC1B0315014
    KELAS : MANAJEMEN KONVERSI SORE

    Pengertian e-budgetimg
    e-Budgeting adalah sistem saling mengawasi anggaran agar terciptanya transparansi dalam penyusunan anggaran di dalam suatu daerah. Jadi dengan adanya sistem ini masyarakat dapat melihat anggaran apa saja yang dibuat atau yang di ajukan oleh pemerintah setempat, Namun e-Budgeting tidak menjamin seperti yang terlansir di media. Namun demikian penggunaan e-Budgeting bukan tanpa hambatan. Sebagai halnya banyak inisiatif penggunaaan teknologi informasi di sektor publik, hambatan terbesarnya bukan masalah teknis. Faktor non tekhnis, termasuk kepentingan beragam orang yang terlibat, sangat mungkin lebih dominan. Nilai yang dimasukan ke dalam sistem e-Budgeting adalah kontrol dan transparansi. Tidak semua orang nyaman dengan hal ini, Namun tetap aktual.
    Keunggulan sistem e-budgeting
    Sistem e-budgeting kini pun mulai membuktikan sejumlah keunggulannya dibandingkan dengan penerapan dokumentasi keuangan secara konvensional. Beberapa keunggulannya sebagai berikut :
    1. Mencegah tindakan korupsi
    Peraktik korupsi di sejumlah daerah terkadang bisa disamarkan dengan proses manipulasi data keuangan. Dalam kurun waktu tertentu, pencatatan dana bisa diakali dengan lebih mudah karena masih menggunakan sistem konvensional seperti aplikasi Excel. Dengan menerapkan sistem e-budgeting upaya tersebut bisa dicegah karena data yang telah dimasukan sudah tidak bisa di rubah lagi dan telah tersebar ke publik.

    2. Transparansi publik
    Pemantauan data keuangan sekaligus pengendaliannya oleh publik merupakan praktik dari transparansinya keuangan di sebuah pemerintahan suatu daerah. masyarakat bisa langsung melayangkan keluhan jika mencurigai data yang tidak semestinya terjadi. Masyarakat juga bisa memastikan apakah dana pajak yang telah dibayarkan sudah digunakan sebagaimana mestinya. Transparansi publik ini merupakan kewajiban dari setiap pemerintah daerah untuk mencegah dan mengantisipasi segala tindakan kecurangan dalam pengelolaan APBD.

    3. Efisiensi pendataan keuangan
    Sistem pendataan keuangan pun bisa berlangsung secara efektif dan efisien. Dengan menggunakan sistem dan jaringan terpadu, maka pemerintah daerah bisa langsung mengendalikan dan mengevaluasi secara langsung. Di saat bersamaan pula masyarakat juga bisa berperan aktif dalam mengawal data yang telah disimpan secara online tersebut.

    Meski sering dipuji sebagai sebuah terobosan kebijakan keuangan yang berpihak pada masyarakat, tetap saja ada sebuah kelemahan yang sangat mengkhawatirkan. Kelemahan ini terkait pada rentannya sistem pemerintahan yang cendrung mudah dibobol oleh hacker atau terkena virus online yang bisa merusak suatu data. Tapi kemungkinan itu pastinya sudah diantisipasi melalui sistem keamanan yang diterapkan dalam sistem e-budgeting. Sejauh ini lebih banyak keunggualan yang menonjol dari sistem e-budgeting ini, namun harus tetap mengedepankan optimalisasi dari segi tekhnis dan kemampuan pengelolaan yang tepat dari sumbar daya manusia yang bertanggung jawab.

    Komentar oleh Wawan Kurniawan | Oktober 6, 2016 | Balas

  12. Selamat siang pak Jo, saya mahasiswa bapak kls sore Mata Kuliah Manajemen Perubahan,
    NAMA : MUHAMMAD AKBAR FADILLAH
    NIM : RRC1B0315012

    Sistem e-budgeting akhir akhir ini menjadi topik pembicaraan di berbagai media sekitar setahun yang lalu. Istilah itu dipopulerkan oleh Gubernur DKI Jakarta yaitu Basuki Tjahaya Purnama atau yang sering dipanggil Pak Ahok. Ketika iya diangkat menjadi Gubernur DKI Jakarta iya langsung implementasikan e-budgeting. Apakah e-budgeting itu, bagaimana kinerja dari sistem e-bugeting itu, serta apa saja keunggulan dari e-budgeting tersebut?

    Pengertian E-Budgering

    E-budgeting merupakan sebuah sistem keuangan yang disimpan secara online dengan tujuan transparasi bagi setiap pihak. Sistem ini diterapkan sebagai dokumentasi penyusunan anggaran di sebuah daerah. Setiap orang bisa mengakses data-data yang disusun oleh sebuah pemerintahan daerah, sehingga bisa diharapkan bisa mencegah upaya penggelapan dana atau kecurangan dari birokrasi setempat.
    Keunggulan Sistem E-Budgeting
    Sistem e-budgeting kinipun mulai membuktikan sejumlah keunggulannya dibandingkan dengan penerapan dokumentasi keungan secara konvensional. Beberapa keunggulannya seperti :

    – Mencegah tindakan korupsi

    Preaktik korupsi di sejumlah derah terkadang bisa disamarkan dengan proses manipulasi data keuangan. Dalam kurun waktu tertentu, pencatatan dana bisa diakali dengan lebih muda karena masih menggunakan sistem konvensional seperti menggunakan aplikasi Excel. Dengan menerapkan sistem e-budgeting upaya-upaya tersebut bisa dicegah karena data yang telah diimput sudah tidakbisa di ubah lagi ( diutak- atik lagi ) dan telah tersebar ke publik sehinga masyarakat tau berapa besarnya anggaran di suatu daerah yang telah menggunakan sistem e-budgeting.

    – Prinsip transparasi publik

    Pemantauan data keuangan sekaligus pengendalian oleh publik merupakan pratik dari demokratisasi keuangan di sebuah pemerintah daerah. Warga bisa langsung melayangkan keluhan jika mencurigai data yang tidak semestinya. Mereka juga bisa memastikan apakah dana pajak yang telah dibayarkan sudah digunakan sebagaimana mestinya. Transparasi publik merupakan kewajiban dari setiap pemerintah daerah untuk mencegah dan mengantisipasi segala tindakan kecurangan dalam pengelolaan APBD, dan prinsip keterbukaan data informasi keuangan kepada masyarakat juga telah diatur dalam undang-undang yaitu : peraturan mentri dalam negeri No.13 tahun 2006. Peraturan inilah yang menjadi pedoman penerapan sistem e-budgeting untuk setiap instansi pemerintahan daerah di Indonesi.

    – Efisiensi pendataan keuangan

    Sistem pendataan keuangan pun bisa berlansung secara efisien dan efektif. Dengan menggunakan sistem dan jaringan terpadu, maka pemerintah daerah bisa langsung mengendalikan dan mengevaluasi secara langsung. Di saat bersamaan warga juga bisa berperan aktif dalam mengawal data yang telah tersimpan secara online tersebut.

    Meskisering dipuji sebagai salah satu terobosan kebijakan keuangan yang berpihak kepada masyarakat, tetap saja ada sebuah kelemahan dari sistem e-budgeting yang sangat mengkhawatirkan. Kelemahan itu terkait kepada rentanya sistem pemerintah yang cendrung mudah dibobol oleh hacker atau terkena virus online yang bisa merusak data.

    Komentar oleh M.Akbar Fadillah | Oktober 6, 2016 | Balas

  13. NAMA : KURNIAWAN
    NIM : RRC1B0315014
    KELAS : MANAJEMEN KONVERSI SORE

    Pengertian e-budgetimg
    e-Budgeting adalah sistem saling mengawasi anggaran agar terciptanya transparansi dalam penyusunan anggaran di dalam suatu daerah. Jadi dengan adanya sistem ini masyarakat dapat melihat anggaran apa saja yang dibuat atau yang di ajukan oleh pemerintah setempat, Namun e-Budgeting tidak menjamin seperti yang terlansir di media. Namun demikian penggunaan e-Budgeting bukan tanpa hambatan. Sebagai halnya banyak inisiatif penggunaaan teknologi informasi di sektor publik, hambatan terbesarnya bukan masalah teknis. Faktor non tekhnis, termasuk kepentingan beragam orang yang terlibat, sangat mungkin lebih dominan. Nilai yang dimasukan ke dalam sistem e-Budgeting adalah kontrol dan transparansi. Tidak semua orang nyaman dengan hal ini, Namun tetap aktual.
    Keunggulan sistem e-budgeting
    Sistem e-budgeting kini pun mulai membuktikan sejumlah keunggulannya dibandingkan dengan penerapan dokumentasi keuangan secara konvensional. Beberapa keunggulannya sebagai berikut :
    1. Mencegah tindakan korupsi
    Peraktik korupsi di sejumlah daerah terkadang bisa disamarkan dengan proses manipulasi data keuangan. Dalam kurun waktu tertentu, pencatatan dana bisa diakali dengan lebih mudah karena masih menggunakan sistem konvensional seperti aplikasi Excel. Dengan menerapkan sistem e-budgeting upaya tersebut bisa dicegah karena data yang telah dimasukan sudah tidak bisa di rubah lagi dan telah tersebar ke publik.

    2. Transparansi publik
    Pemantauan data keuangan sekaligus pengendaliannya oleh publik merupakan praktik dari transparansinya keuangan di sebuah pemerintahan suatu daerah. masyarakat bisa langsung melayangkan keluhan jika mencurigai data yang tidak semestinya terjadi. Masyarakat juga bisa memastikan apakah dana pajak yang telah dibayarkan sudah digunakan sebagaimana mestinya. Transparansi publik ini merupakan kewajiban dari setiap pemerintah daerah untuk mencegah dan mengantisipasi segala tindakan kecurangan dalam pengelolaan APBD.

    3. Efisiensi pendataan keuangan
    Sistem pendataan keuangan pun bisa berlangsung secara efektif dan efisien. Dengan menggunakan sistem dan jaringan terpadu, maka pemerintah daerah bisa langsung mengendalikan dan mengevaluasi secara langsung. Di saat bersamaan pula masyarakat juga bisa berperan aktif dalam mengawal data yang telah disimpan secara online tersebut.

    Meski sering dipuji sebagai sebuah terobosan kebijakan keuangan yang berpihak pada masyarakat, tetap saja ada sebuah kelemahan yang sangat mengkhawatirkan. Kelemahan ini terkait pada rentannya sistem pemerintahan yang cendrung mudah dibobol oleh hacker atau terkena virus online yang bisa merusak suatu data. Tapi kemungkinan itu pastinya sudah diantisipasi melalui sistem keamanan yang diterapkan dalam sistem e-budgeting. Sejauh ini lebih banyak keunggualan yang menonjol dari sistem e-budgeting ini, namun harus tetap mengedepankan optimalisasi dari segi tekhnis dan kemmpuan pengelolaan yang tepat dari sumbar daya manusia yang bertanggung jawab

    Komentar oleh Wawan Kurniawan | Oktober 6, 2016 | Balas

  14. Selamat sore Pak Jo, saya mahasiswa bapak dari kelas sore (ekstensi)

    Nama : MUHAMMAD SUBHAN
    NIM : RRC1B014102
    Mata Kuliah : MPH 273

    E-budgeting adalah aplikasi teknologi informasi atau perangkat lunak untuk mendukung siklus penganggaran, mulai dari perencanaan, pembuatan program, sampai dengan kendali dan evaluasi.
    Sistem e-budgeting adalah sebuah langkah maju dalam penyusunan anggaran. Sistem tersebut dapat memudahkan pengawasan dan meminimalisasi terjadinya penyelewengan. Sistem e-budgeting harus dipertahankan karena dengan e-budgeting memudahkan pengawasan dan menghindari tatap muka dalam bertransaksi
    Apa manfaat dari eBudgeting?
    1. kontrol akan lebih mudah dilakukan. Hanya mereka yang berhak yang dapat mengakses dan mengubah anggaran.
    2. kontrol dapat dilakukan sejak tahap perencanaan. e-budgeting didesain untuk dapat menolak usulan yang dianggap tidak relevan. Usulan anggaran yang “mengada-ada” dapat diminimalkan.
    3. kontrol realisasi anggaran akan menjadi lebih mudah dilakukan.. Dengan demikian, pemerintah menjadi lebih akuntabel, karena setiap rupiah pengeluaran dapat dilacak dengan mudah.
    4. Penerapan sistem e-budgeting dalam menyusun anggaran sangat efektif unuk mengelola anggaran dan memonitor masalah
    Namun demikian, perlu diingat, penggunaan eBudgeting bukan tanpa hambatan, hambatan terbesarnya bukan masalah teknis. Faktor non-teknis, termasuk kepentingan beragam orang yang terlibat, sangat mungkin lebih dominan.
    Jadi menurut saya masih ada kekurangan pada sistem e-budgeting ini, seperti bisa saja seorang hacker membobol sistem tersebut. Namun kekurangan tersebut tidak menutupi kelebihan ssistem ini, karena dengan sistem ini masyarakat jadi lebih percaya.

    Komentar oleh Muhammad Subhan | Oktober 6, 2016 | Balas

  15. Selamat siang pak Jo, saya mahasiswa bapak kls sore Mata Kuliah Manajemen Perubahan,

    NAMA : MUHAMMAD AKBAR FADILLAH
    NIM : RRC1B0315012

    Sistem e-budgeting akhir akhir ini menjadi topik pembicaraan di berbagai media sekitar setahun yang lalu. Istilah itu dipopulerkan oleh Gubernur DKI Jakarta yaitu Basuki Tjahaya Purnama atau yang sering dipanggil Pak Ahok. Ketika iya diangkat menjadi Gubernur DKI Jakarta iya langsung implementasikan e-budgeting. Apakah e-budgeting itu, bagaimana kinerja dari sistem e-bugeting itu, serta apa saja keunggulan dari e-budgeting tersebut?
    Pengertian E-Budgering
    E-budgeting merupakan sebuah sistem keuangan yang disimpan secara online dengan tujuan transparasi bagi setiap pihak. Sistem ini diterapkan sebagai dokumentasi penyusunan anggaran di sebuah daerah. Setiap orang bisa mengakses data-data yang disusun oleh sebuah pemerintahan daerah, sehingga bisa diharapkan bisa mencegah upaya penggelapan dana atau kecurangan dari birokrasi setempat.
    Keunggulan Sistem E-Budgeting
    Sistem e-budgeting kinipun mulai membuktikan sejumlah keunggulannya dibandingkan dengan penerapan dokumentasi keungan secara konvensional. Beberapa keunggulannya seperti :

    – Mencegah tindakan korupsi

    Preaktik korupsi di sejumlah derah terkadang bisa disamarkan dengan proses manipulasi data keuangan. Dalam kurun waktu tertentu, pencatatan dana bisa diakali dengan lebih muda karena masih menggunakan sistem konvensional seperti menggunakan aplikasi Excel. Dengan menerapkan sistem e-budgeting upaya-upaya tersebut bisa dicegah karena data yang telah diimput sudah tidakbisa di ubah lagi ( diutak- atik lagi ) dan telah tersebar ke publik sehinga masyarakat tau berapa besarnya anggaran di suatu daerah yang telah menggunakan sistem e-budgeting.

    – Prinsip transparasi publik

    Pemantauan data keuangan sekaligus pengendalian oleh publik merupakan pratik dari demokratisasi keuangan di sebuah pemerintah daerah. Warga bisa langsung melayangkan keluhan jika mencurigai data yang tidak semestinya. Mereka juga bisa memastikan apakah dana pajak yang telah dibayarkan sudah digunakan sebagaimana mestinya. Transparasi publik merupakan kewajiban dari setiap pemerintah daerah untuk mencegah dan mengantisipasi segala tindakan kecurangan dalam pengelolaan APBD, dan prinsip keterbukaan data informasi keuangan kepada masyarakat juga telah diatur dalam undang-undang yaitu : peraturan mentri dalam negeri No.13 tahun 2006. Peraturan inilah yang menjadi pedoman penerapan sistem e-budgeting untuk setiap instansi pemerintahan daerah di Indonesi.

    – Efisiensi pendataan keuangan

    Sistem pendataan keuangan pun bisa berlansung secara efisien dan efektif. Dengan menggunakan sistem dan jaringan terpadu, maka pemerintah daerah bisa langsung mengendalikan dan mengevaluasi secara langsung. Di saat bersamaan warga juga bisa berperan aktif dalam mengawal data yang telah tersimpan secara online tersebut.

    Meskisering dipuji sebagai salah satu terobosan kebijakan keuangan yang berpihak kepada masyarakat, tetap saja ada sebuah kelemahan dari sistem e-budgeting yang sangat mengkhawatirkan. Kelemahan itu terkait kepada rentanya sistem pemerintah yang cendrung mudah dibobol oleh hacker atau terkena virus online yang bisa merusak data.

    Komentar oleh M.Akbar Fadillah | Oktober 6, 2016 | Balas

  16. Selamat sore Pak Jo, Saya mahasiswi bapak dari kelas sore (ekstensi)

    Nama : HEIDI CHOIRISYA
    Nim : RRC1B014101
    Mata Kuliah : MPH 273
    Topik Pembahasan : E- Budgeting

    • Apa itu e-Budgeting?
    e-budgeting merupakan sebuah sistem keuangan yang disimpan secara online dengan tujuan transparansi bagi semua pihak. Sistem ini diterapkan sebagai dokumentasi penyusunan anggaran disebuah daerah.
    • Masalahnya apa?
    e-butgeting menjadi salah satu cara yang tepat dalam mengatasi kecurangan dan korupsi yang banyak sekali terjadi di Indonesia.
    • Gunanya apa?
    Dengan e-budgeting , Setiap orang bisa mengakses data-data anggaran yang disusun oleh sebuah pemerintah daerah sehingga diharapkan bisa mencegah upaya penggelapan dana atau kecurangan di birokrasi seteempat
    Keunggulan lain dari e-Budgeting :
    1. Mencegah tindakan korupsi
    Praktik korupsi sekarang sudah banyak yang disamarkan dengan proses manipulasi data keuangan. Jadi, lumrah jika ada penggelembungan atau penggelapan dana yang tiba-tiba terjadi dalam sebuah data keuangan pemerintah daerah. Dengan menerapkan sistem e-Budgeting. Upaya-upaya tersebut bisa dicegah karena data yang diinput sudah tidak bisa diutak atik lagi dan telah tersebar ke publik.
    2. Prinsip Transparansi Publlik
    Transparansi publlik merupakan kewajiban dari setiap pemerintah daerah untuk mencegah dan mengantisipasi segala tindakan kecurangan dalam pengelolaaan APBD
    3. Efisiensi Pendataan Keuangan
    Sistem pendataan keuangan bisa berlangsung secara efisien dan efektif, dengan menggunakan sistem dan jaringan terpadu maka pemerintah daerah bisa langsung mengendalikan dan mengevaluasi secara langsung, disaat yang bersamaan, warga juga bisa berperan aktif dalam mengawal data yang telah tersimpan.

    • Siapa kliennya?
    Disini yang menjadi kliennya adalah pemerintah , karena pemerintah yang menjalankan program ini, yang dengan aplikasi ini juga akan menguntungan untuk pemerintah itu sendiri nantinya
    • Siapa Konsultannya?
    Para ahli atau orang-orang yang bergerak dibidang teknologi yang bisa membantu mengaplikasikan program pemerintah tersebut.
    Penerapan sistem e-budgeting dalam menyusun anggaran sangat efektif untuk mengelola anggaran dan memonitor masalah.

    Komentar oleh Heidi Choirisya | Oktober 6, 2016 | Balas

  17. NAMA : HENDRIO SEPTIAWAN
    NIM : RRC1B0315017
    Manajemen Konversi (sore)

    Pengertian E-Budgeting
    Budget adalah suatu rencana yang disusun secara sistematis, yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan yang dinyatakandalam unit (kesatuan) moneter dan berlaku untuk jangkawaktu (periode) tertentu yang akan datang.
    Dari pengertian di atas nampaknya bahwa suatu Budget mempunyai empat unsur, yaitu:
    • Rencana
    • Meliputi seluruh kegiatan perusahaan
    • Dinyatakan dalam unit moneter
    • Jangka waktu tertentu yang akan datang

    Manfaat E-Budget

    Manfaat Budget terdiri dari tiga pokok, yaitu :
    • Sebagai pedoman kerja
    Yang mana berfungsi sebagai pedoman kerja dan memberikan arahan serta sekaligus memberikan target-target yang harus dicapai oleh kegiatan-kegiatan perusahaan diwaktu yang akan datang.
    • Sebagai alat pengawasan kerja
    Budget berfungsi pula sebagai tolak ukur, sebagai alat pembanding untuk.
    Mengevaluasi realisasi kegiatan perusahaan nanti.Dengan membandingkan apa yang
    tertuang di dalam Budget dengan apa yang dicapai oleh realisasi kerja perusahaan,
    dapatlah dinilai apakah perusahaan telah sukses bekerja ataukah kurang sukses
    bekerja.
    •Sebagai alat pengkoordinasian kerja
    Budget berfungsi sebagai alat untuk mengkoordinasikan kerja agar semua bagian-bagian yang terdapat di dalam perusahaan dapat saling menunjang, saling bekerja sama dengan baik untuk menuju kesasaran yang telah ditetapkan. Dengan demikian kelancaran jalannya perusahaan akan lebih terjamin.

    Unsur Budget

    Budget memiliki empat unsur utama.Pertama, rencana yang terukur dari sebuaha ktivitas atau kegiatan yang akan dilakukan. Dengan adanya budget ini akan memudahkan lembaga atau perusahaa nuntuk menggapai tujuan yang hendak dicapai. Budget akan merinci tiap kegiatan secara spesifik dan sistematis yaang dinyatakan dalam unit moneter. Adapun alasan lembaga atau perusahaan harus menyusun rencana adalah sebagai berikut:
    • Waktu yang akan datang penuh dengan ketidak pastian, sehingga harus mempersiapkan diri sejak awal tentang apa yang akan dilakukannya nanti.
    • Waktu yang akan datang penuh dengan berbagai alaterntif pilihan, sehingga harus mempersiapkan diri sejak awal, alternatif manakah yang akan dipilihnya nanti
    • Sebagai pedoman kerja diwaktu yang akan datang
    • Sebagai alat pengkoordinasian kegiatan-kegiatan dari seluruh bagian-bagian yang ada di lembaga atau perusahaan.
    • Sebagai alat pengawasan terhadap pelaksanaan (realisasi) dari rencana tersebut diwaktu yang akan datang
    Kedua, unsur budget meliputi seluruh kegiatan lembaga atau perusahaan, yakni mencakup semua kegiatan yang akan dilakukan oleh semuabagian-bagian yang ada di dalam lembaga / perusahaan tersebut. Secara garis besar kegiatan dalam lembaga atau perusahaan dikelompokan menjadi lima jenis yaitu pemasaran, produksi, pembelanjaan, administrasi,personlia.
    Ketiga, budget dinyatakan dalam unit moneter, yaitu unit kesatuan yang dapat diterapkan pada berbagai kegiatan lembaga / perusahaan yang beranekaragam.
    Keempat, budget dibuat untuk jangka waktu yang akan datang sehingga berisi taksiraan-taksiran tentang apa yang terjadi dan apa yang akan di lakukan dimasa yang akan datang. Dengan demikian, budget berdasarkan periode waktunya terbagi kedalamdua jenis, yakni budget strategis yang berlaku untuk jangka panjang dan budget taktis yang berlaku untuk jangka pendek. Lantas, bagaimana pertimbangan untuk dapat memilih jangka waktu berlakunya budget? Kurang lebih ada lima hal yang harus di perhatikan diantaranya sebagai berikut:
    • Luas pasar penjualan produk yang dihasilkan
    • Posisi perusahaan atau lembaga dalam persaingan
    • Jenis produk yang dihasilkan perusahaan
    • Tersedianya data dan informasi untuk melakukan penaksiran-penksiran
    • Keadaan perekonomian paada umumnya

    Komentar oleh hendrio septiawan | Oktober 6, 2016 | Balas

  18. Salam Pak Jo, saya mahasiswi bapak untuk kelas manajemn perubahan kelas sore. Dengan Tugas yang bapak berikan mengenai E-Budgeting

    Nama : Afrizal
    Nim : RRC1B0315016
    Kelas : Konversi MPH / sore
    P.Tugas : E-Budgeting

    Istilah: “E-BUDGETING” akhir akhir ini sering mucul dalam pemberitaan di media sosial maupun di media cetak. Konsep dari e-budgeting, merupakan pengembangan konsep budgeting, salah satu financial tools di dalam mengelola suatu perusahaan maupun pemerintah.
    Budget: Merupakan alat perencanaan keuangan dari dua sisi: Perkiraan penerimaan dan perkiraan pengeluaran. budget pengeluaran dibuat berdasarkan keperluan dari suatu bagian organisasi untuk mendukung kegiatan supaya bisa berjalan sesuai dengan target yang di tentukan.
    Konsep E-budgeting, sesungguhnya sama dengan konsep budgeting secara tradisional. Untuk level perusahaan, jauh lebih flexible daripada di institusi pemerintah, sehingga bisa di terapkan Flexible budgeting..
    Fungsi budget yang utama adalah: Perencanaan keuangan, yang mencerminkan tujuan/sasaran/objective yang akan dicapai dan sudah memperoleh persetujuan dari level lebih atas.
    Pengertian E-Budgeting adalah Sistem yang dibuat guna untuk mengawasi anggaran agar terciptanya transparansi dalam penyusunan anggaran suatu daerah. Jadi dengan adanya sistem ini masyarakat dapat melihat anggaran apa saja yang dibuat atau di ajukan oleh pemerintah setempat.
    Akan ada dampak yang bisa ditimbulkan dari penerapan sistem E-Budgeting, dimana satu sisi penerapan E-Budgeting dapat memancing transparansi anggaran, dengan kata lain semua pihak dapat mengetahui jumlah anggaran yang rencanakan oleh pemerintah daerah tidak terkecuali diketahui juga oleh masyarakat umum.
    Adapun keunggulan dari penerapan sistem E-Budgeting diantaranya sebagai berikut:
    1. Dapat mencegah tindakan korupsi
    2. Sistem pendataan keuangan pun bisa berjalan secara efisien dan efektif
    3. Transparansi Publik

    Komentar oleh Afrizal | Oktober 6, 2016 | Balas

  19. NAMA : KURNIAWAN
    NIM : RRC1B0315014

    Pengertian e-budgeting
    e-Budgeting adalah sistem saling mengawasi anggaran agar terciptanya transparansi dalam penyusunan anggaran di dalam suatu daerah. Jadi dengan adanya sistem ini masyarakat dapat melihat anggaran apa saja yang dibuat atau yang di ajukan oleh pemerintah setempat, Namun e-Budgeting tidak menjamin seperti yang terlansir di media. Namun demikian penggunaan e-Budgeting bukan tanpa hambatan. Sebagai halnya banyak inisiatif penggunaaan teknologi informasi di sektor publik, hambatan terbesarnya bukan masalah teknis. Faktor non tekhnis, termasuk kepentingan beragam orang yang terlibat, sangat mungkin lebih dominan. Nilai yang dimasukan ke dalam sistem e-Budgeting adalah kontrol dan transparansi. Tidak semua orang nyaman dengan hal ini, Namun tetap aktual.
    Keunggulan sistem e-budgeting
    Sistem e-budgeting kini pun mulai membuktikan sejumlah keunggulannya dibandingkan dengan penerapan dokumentasi keuangan secara konvensional. Beberapa keunggulannya sebagai berikut :
    1. Mencegah tindakan korupsi
    Peraktik korupsi di sejumlah daerah terkadang bisa disamarkan dengan proses manipulasi data keuangan. Dalam kurun waktu tertentu, pencatatan dana bisa diakali dengan lebih mudah karena masih menggunakan sistem konvensional seperti aplikasi Excel. Dengan menerapkan sistem e-budgeting upaya tersebut bisa dicegah karena data yang telah dimasukan sudah tidak bisa di rubah lagi dan telah tersebar ke publik.
    2. Transparansi publik
    Pemantauan data keuangan sekaligus pengendaliannya oleh publik merupakan praktik dari transparansinya keuangan di sebuah pemerintahan suatu daerah. masyarakat bisa langsung melayangkan keluhan jika mencurigai data yang tidak semestinya terjadi. Masyarakat juga bisa memastikan apakah dana pajak yang telah dibayarkan sudah digunakan sebagaimana mestinya. Transparansi publik ini merupakan kewajiban dari setiap pemerintah daerah untuk mencegah dan mengantisipasi segala tindakan kecurangan dalam pengelolaan APBD.
    3. Efisiensi pendataan keuangan
    Sistem pendataan keuangan pun bisa berlangsung secara efektif dan efisien. Dengan menggunakan sistem dan jaringan terpadu, maka pemerintah daerah bisa langsung mengendalikan dan mengevaluasi secara langsung. Di saat bersamaan pula masyarakat juga bisa berperan aktif dalam mengawal data yang telah disimpan secara online tersebut.

    Meski sering dipuji sebagai sebuah terobosan kebijakan keuangan yang berpihak pada masyarakat, tetap saja ada sebuah kelemahan yang sangat mengkhawatirkan. Kelemahan ini terkait pada rentannya sistem pemerintahan yang cendrung mudah dibobol oleh hacker atau terkena virus online yang bisa merusak suatu data. Tapi kemungkinan itu pastinya sudah diantisipasi melalui sistem keamanan yang diterapkan dalam sistem e-budgeting. Sejauh ini lebih banyak keunggualan yang menonjol dari sistem e-budgeting ini, namun harus tetap mengedepankan optimalisasi dari segi tekhnis dan kemmpuan pengelolaan yang tepat dari sumbar daya manusia yang bertanggung jawab.

    Komentar oleh kurniawan | Oktober 6, 2016 | Balas

  20. NAMA : KURNIAWAN
    NIM : RRC1B0315014

    e-Budgeting adalah sistem saling mengawasi anggaran agar terciptanya transparansi dalam penyusunan anggaran di dalam suatu daerah. Jadi dengan adanya sistem ini masyarakat dapat melihat anggaran apa saja yang dibuat atau yang di ajukan oleh pemerintah setempat, Namun e-Budgeting tidak menjamin seperti yang terlansir di media. Namun demikian penggunaan e-Budgeting bukan tanpa hambatan. Sebagai halnya banyak inisiatif penggunaaan teknologi informasi di sektor publik, hambatan terbesarnya bukan masalah teknis. Faktor non tekhnis, termasuk kepentingan beragam orang yang terlibat, sangat mungkin lebih dominan. Nilai yang dimasukan ke dalam sistem e-Budgeting adalah kontrol dan transparansi. Tidak semua orang nyaman dengan hal ini, Namun tetap aktual.
    Keunggulan sistem e-budgeting
    Sistem e-budgeting kini pun mulai membuktikan sejumlah keunggulannya dibandingkan dengan penerapan dokumentasi keuangan secara konvensional. Beberapa keunggulannya sebagai berikut :
    1. Mencegah tindakan korupsi
    Peraktik korupsi di sejumlah daerah terkadang bisa disamarkan dengan proses manipulasi data keuangan. Dalam kurun waktu tertentu, pencatatan dana bisa diakali dengan lebih mudah karena masih menggunakan sistem konvensional seperti aplikasi Excel. Dengan menerapkan sistem e-budgeting upaya tersebut bisa dicegah karena data yang telah dimasukan sudah tidak bisa di rubah lagi dan telah tersebar ke publik.
    2. Transparansi publik
    Pemantauan data keuangan sekaligus pengendaliannya oleh publik merupakan praktik dari transparansinya keuangan di sebuah pemerintahan suatu daerah. masyarakat bisa langsung melayangkan keluhan jika mencurigai data yang tidak semestinya terjadi. Masyarakat juga bisa memastikan apakah dana pajak yang telah dibayarkan sudah digunakan sebagaimana mestinya. Transparansi publik ini merupakan kewajiban dari setiap pemerintah daerah untuk mencegah dan mengantisipasi segala tindakan kecurangan dalam pengelolaan APBD.
    3. Efisiensi pendataan keuangan
    Sistem pendataan keuangan pun bisa berlangsung secara efektif dan efisien. Dengan menggunakan sistem dan jaringan terpadu, maka pemerintah daerah bisa langsung mengendalikan dan mengevaluasi secara langsung. Di saat bersamaan pula masyarakat juga bisa berperan aktif dalam mengawal data yang telah disimpan secara online tersebut.

    Meski sering dipuji sebagai sebuah terobosan kebijakan keuangan yang berpihak pada masyarakat, tetap saja ada sebuah kelemahan yang sangat mengkhawatirkan. Kelemahan ini terkait pada rentannya sistem pemerintahan yang cendrung mudah dibobol oleh hacker atau terkena virus online yang bisa merusak suatu data. Tapi kemungkinan itu pastinya sudah diantisipasi melalui sistem keamanan yang diterapkan dalam sistem e-budgeting. Sejauh ini lebih banyak keunggualan yang menonjol dari sistem e-budgeting ini, namun harus tetap mengedepankan optimalisasi dari segi tekhnis dan kemampuan pengelolaan yang tepat dari sumbar daya manusia yang bertanggung jawab.

    Komentar oleh kurniawan | Oktober 6, 2016 | Balas

  21. Nama : Evi Riana Dewi
    Nim : RRC1B0315011
    Konversi MPH (sore)
    E-Budgeting
    Budget (Anggaran) adalah suatu rencana yang disusun secara sistematis, yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan yang dinyatakan dalam unit (kesatuan) moneter dan berlaku untuk jangka waktu (periode) tertentu yang akan datang. Budget berfungsi pula sebagai tolok ukur, sebagai alat pembanding untuk mengevaluasi realisasi kegiatan perusahaan nanti. Dengan membandingkan apa yang tertuang di dalam Budget dengan apa yang dicapai oleh realisasi kerja perusahaan, dapatlah dinilai apakah perusahaan telah sukses bekerja atau kah kurang sukses bekerja.
    tugas dan Tujuan Budgeting
    1. Memberi garis kebijakan/pedoman bagi tindakan di masa depan.
    2. Menciptakan alat pengamat-amatan (control) yang baik bagi pimpinan perusahaan.
    3. Memprediksi transaksi dan kejadian finansial serta non finansial di masa yang akan datang.
    4. Mengembangkan informasi yang akurat dan bermakna bagi penerima anggaran.
    Fungsi Budget
    Anggaran yang disusun perusahaan tersebut harus disesuaikan dengan sumberdaya yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut. Anggaran harus menggambarkan/merefleksikan adanya beban tambahan yang diperlukan usaha yang dilakukan (dalam bentuk iklan dan promosi atau pemasaran) untuk memacu/mendorong penjualan dan meningkatkan image perusahaan termasuk estimasi biaya upah dan gaji untuk mendukung tenaga penjualan yang lebih besar dan memberikan struktur komisi yang lebih menarik dengan harapan dapat lebih memotivasi usaha-usaha penjualan. Selanjutnya dalam anggaran hendaknya terkandung estimasi cash flow yang berkaitan dengan waktu pengumpulan kas dari pelanggan, pembayaran kas ke supplier, dan mengantisipasi peningkatan beban rupa-rupa. Dengan kata lain anggaran tersebut harus dibuat secara rinci mengenai bagaimana suatu perusahaan diharapkan beroperasi. Anggaran memiliki beberapa fungsi, yaitu :
    1. Merupakan hasil akhir dari suatu proses perencanaan perusahaan. Sebagai hasil negosiasi antar anggota perusahaan maka ia mengandung konsesus/kesepakatan organisasi tentang operasionalisasi tujuan perusahaan dimasa yang akan datang.
    2. Merupakan cetak biru bagi pelaksanaan tindakan, yang merefleksikan apa yang menjadi prioritas-prioritas manajemen dalam mengalokasikan sumber daya-sumber daya perusahaan. Anggaran juga memberikan indikasi mengenai bagaimana unit-unit kecil organisasi diarahkan secara bersama-sama untuk mencapai tujuan perusahaan secara menyeluruh.
    3. Berfungsi sebagai alat komunikasi internal perusahaan, yang menghubungkan satu departemen atau divisi dengan lainnya dan dengan top manajemennya.
    4. Menyatakan sasaran dalam kriteria kinerja atau standar yang dapat diukur dan dibandingkan dengan hasil operasi yang dicapai. Dengan demikian dapat dijadikan dasar bagi evaluasi/penilaian kinerja bagi manajer pusat laba dan biaya.
    5. Berfungsi sebagai alat kontrol yang dapat menunjukkan secara nyata kepada manajemen mengenai bagian-bagian yang menjadi kekuatan atau kelemahan perusahaan. Hal ini memungkinkan manajemen menentukan tindakan-tindakan perbaikan yang diperlukan.
    6. Dapat mempengaruhi dan memotivasi para manajer dan karyawan untuk melakukan tindakan konsisten secara efisien dan efektif serta sesuai dengan sasaran organisasi.
    Tugas dan Tujuan Budgeting
    1. Memberi garis kebijakan/pedoman bagi tindakan di masa depan.
    2. Menciptakan alat pengamat-amatan (control) yang baik bagi pimpinan perusahaan.
    3. Memprediksi transaksi dan kejadian finansial serta non finansial di masa yang akan datang.
    4. Mengembangkan informasi yang akurat dan bermakna bagi penerima anggaran.
    Manfaat Penyusunan Bugdet
    1. Masalah rentabilitas menjadi normatif (dijadikan ukuran).
    2. Budget mengajarkan kepada semua pihak untuk berfikir dalam hal uang.
    3. Budget memungkinkan pimpinan perusahaan untuk menyelidiki mengapa realisasi lebih rendah/tinggi daripada budget.
    4. Budget memberikan dasar untuk perhitungan harga pokok yang tepat.
    5. Budget mendorong pada analisis diri sendiri, sesuai dengan fungsinya sebagai alat pengendalian.
    6. Budget mengajarkan kepada para fungsionaris untuk berhemat.
    7. Budget membantu dalam memperoleh kredit dari bank.

    Komentar oleh evi riana dewi | Oktober 6, 2016 | Balas

  22. Nama : Fredrik Agustinus Pardosi
    Nim : RRC1B0315013
    E-Budgeting
    E-Budgeting adalah sistem saling mengawasi anggaran agar terciptanya transparansi dalam penyusunan anggaran dalam suatu daerah.Jadi dengan adanya sistem ini masyarakat dapat melihat anggaran apa saja yang dibuat atau di ajukan.Namun,E-Budgeting tidak menjamin,seperti yang terlansir di media.
    Aplikasi e-Budgeting dikembangkan dengan berbasis web dengan mempertimbangkan banyaknya pengguna yang akan terlibat dalam proses pengelolaan budget. Dengan demikian, aplikasi dapat memberikan fleksibilitas yang tinggi dalam hal akses dimana pengguna dapat mengakses aplikasi hanya dengan menggunakan perangkat apapun dengan menggunakan browser.
    Aplikasi e-Budgeting dapat digunakan untuk mengelola budget CAPEX secara tahunan dan OPEX secara bulanan. Budget yang sudah disetujui perusahaan diupload di awal tahun untuk setiap departemen (CAPEX) dan cost center (OPEX). Aplikasi juga menyediakan fitur penambahan budget serta alokasi budget antar bulan atau cost center untuk budget OPEX. Penambahan dan alokasi budget selalu melalui proses persetujuan yang dapat diatur secara dinamis. Sama halnya dengan pembuatan proposal untuk penggunaan budget. Setelah proposal selesai disetujui, pengguna khusus dapat memproses proposal. Proses proposal terdiri dari input nilai negosiasi, pemilihan vendor yang terpilih, membuat SPK dan MOU, serta melakukan pembayaran atas proposal pekerjaan tersebut.
    Tujuan utama dari aplikasi e-Budgeting ini adalah untuk mempermudah pengelolaan budget serta membuat proses persetujuan sedemikian rupa mengurangi penggunaan kertas tetapi dapat dicetak sesuai kebutuhan. Disamping itu, pada aplikasi juga terdapat fitur pesan inbox yang dapat digunakan untuk komunikasi sehingga melengkapi kelebihan aplikasi e-Budgeting dimana pengguna dapat melakukannya secara mobile hanya melalui perangkat masing – masing.
    Manfaat E-budgeting:
    1. kontrol akan lebih mudah dilakukan
    2. kontrol dapat dilakukan sejak tahap perencanaan
    3. tranparansi anggaran dapat ditingkatkan
    4. kontrol realisasi anggaran akan menjadi lebih mudah dilakukan

    Komentar oleh Fredrik Agustinus | Oktober 6, 2016 | Balas

  23. NAMA : HENDRIO SEPTIAWAN
    NIM : RRC1B0315017
    Manajemen Konversi (sore)

    Pengertian E-Budgeting
    Budget adalah suatu rencana yang disusun secara sistematis, yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan yang dinyatakandalam unit (kesatuan) moneter dan berlaku untuk jangkawaktu (periode) tertentu yang akan datang.
    Dari pengertian di atas nampaknya bahwa suatu Budget mempunyai empat unsur, yaitu:
    • Rencana
    • Meliputi seluruh kegiatan perusahaan
    • Dinyatakan dalam unit moneter
    • Jangka waktu tertentu yang akan datang

    Manfaat E-Budget

    Manfaat Budget terdiri dari tiga pokok, yaitu :
    • Sebagai pedoman kerja
    Yang mana berfungsi sebagai pedoman kerja dan memberikan arahan serta sekaligus memberikan target-target yang harus dicapai oleh kegiatan-kegiatan perusahaan diwaktu yang akan datang.
    • Sebagai alat pengawasan kerja
    Budget berfungsi pula sebagai tolak ukur, sebagai alat pembanding untuk.
    Mengevaluasi realisasi kegiatan perusahaan nanti.Dengan membandingkan apa yang
    tertuang di dalam Budget dengan apa yang dicapai oleh realisasi kerja perusahaan,
    dapatlah dinilai apakah perusahaan telah sukses bekerja ataukah kurang sukses
    bekerja.
    •Sebagai alat pengkoordinasian kerja
    Budget berfungsi sebagai alat untuk mengkoordinasikan kerja agar semua bagian-bagian yang terdapat di dalam perusahaan dapat saling menunjang, saling bekerja sama dengan baik untuk menuju kesasaran yang telah ditetapkan. Dengan demikian kelancaran jalannya perusahaan akan lebih terjamin.

    Unsur Budget

    Budget memiliki empat unsur utama.Pertama, rencana yang terukur dari sebuaha ktivitas atau kegiatan yang akan dilakukan. Dengan adanya budget ini akan memudahkan lembaga atau perusahaa nuntuk menggapai tujuan yang hendak dicapai. Budget akan merinci tiap kegiatan secara spesifik dan sistematis yaang dinyatakan dalam unit moneter. Adapun alasan lembaga atau perusahaan harus menyusun rencana adalah sebagai berikut:
    • Waktu yang akan datang penuh dengan ketidak pastian, sehingga harus mempersiapkan diri sejak awal tentang apa yang akan dilakukannya nanti.
    • Waktu yang akan datang penuh dengan berbagai alaterntif pilihan, sehingga harus mempersiapkan diri sejak awal, alternatif manakah yang akan dipilihnya nanti
    • Sebagai pedoman kerja diwaktu yang akan datang
    • Sebagai alat pengkoordinasian kegiatan-kegiatan dari seluruh bagian-bagian yang ada di lembaga atau perusahaan.
    • Sebagai alat pengawasan terhadap pelaksanaan (realisasi) dari rencana tersebut diwaktu yang akan datang
    Kedua, unsur budget meliputi seluruh kegiatan lembaga atau perusahaan, yakni mencakup semua kegiatan yang akan dilakukan oleh semuabagian-bagian yang ada di dalam lembaga / perusahaan tersebut. Secara garis besar kegiatan dalam lembaga atau perusahaan dikelompokan menjadi lima jenis yaitu pemasaran, produksi, pembelanjaan, administrasi,personlia.
    Ketiga, budget dinyatakan dalam unit moneter, yaitu unit kesatuan yang dapat diterapkan pada berbagai kegiatan lembaga / perusahaan yang beranekaragam.
    Keempat, budget dibuat untuk jangka waktu yang akan datang sehingga berisi taksiraan-taksiran tentang apa yang terjadi dan apa yang akan di lakukan dimasa yang akan datang. Dengan demikian, budget berdasarkan periode waktunya terbagi kedalamdua jenis, yakni budget strategis yang berlaku untuk jangka panjang dan budget taktis yang berlaku untuk jangka pendek. Lantas, bagaimana pertimbangan untuk dapat memilih jangka waktu berlakunya budget? Kurang lebih ada lima hal yang harus di perhatikan diantaranya sebagai berikut:
    • Luas pasar penjualan produk yang dihasilkan
    • Posisi perusahaan atau lembaga dalam persaingan
    • Jenis produk yang dihasilkan perusahaan
    • Tersedianya data dan informasi untuk melakukan penaksiran-penksiran
    • Keadaan perekonomian paada umumnya

    Komentar oleh hendrio septiawan | Oktober 6, 2016 | Balas

  24. Tugas Manajemen Perubahan
    Nama : Abdi kurniawan
    NIM : RRC1B0315002
    Manajemen Konversi (Sore)
    E-Budgeting
    E-Budgeting adalah sistem saling mengawasi anggaran agar terciptanya transparansi dalam penyusunan anggaran dalam suatu daerah. Jadi dengan adanya sistem ini masyarakat dapat melihat anggaran apa saja yang dibuat atau di ajukan. Tujuan utama dari aplikasi e-Budgeting ini adalah untuk mempermudah pengelolaan budget serta membuat proses persetujuan sedemikian rupa mengurangi penggunaan kertas tetapi dapat dicetak sesuai kebutuhan.
    Aplikasi E-Budgeting ini dikembangkan dengan berbasis web dengan mempertimbangkan banyaknya pengguna yang akan terlibat dalam proses pengelolaan budget. Dengan demikian, aplikasi dapat memberikan fleksibilitas yang tinggi dalam hal akses dimana pengguna dapat mengakses aplikasi hanya dengan menggunakan perangkat apapun dengan menggunakan browser.
    Tujuannya tentu untuk meningkatkan efisiensi anggaran belanja dan produktifitas proses bisnis korporasi atau perusahaan di semua area manajemennya (riset dan pengembangan, pemasaran, sumber daya manusia, produksi dan keuangan).
    Pihak yang berperan dalam E-Budgeting serta tugas dan peran masing-masing pihak dalam E-Bugdgeting antara lain adalah sebagai berikut :
    1. SKDP. Setiap satuan dinas mempunyai login untuk mengisi usulan kegiatan dan harga yang disesuaikan dengan anggaran yang diberikan.
    2. Tim Peneliti. Merupakan kelompok yang ditunjuk untuk memonitoring anggaran dan usulan dari SKDP. Tim Peneliti berhak membuat perubahan komponen yang diajukan SKDP.
    3. Tim Data. Kelompok ini bertugas memeriksa komponen yang diusulkan SKDP kena pajak atau tidak kena pajak. Selain itu Tim Data dapat merubah komponen harga, menghapus komponen dan mengunci komponen.
    4. Badan Perencanaan Kota (Bappeko). Bertugas menentukan program dan anggaran SKDP.
    5. Legislatif. Anggota Dewasn dapat melihat usulan perencanaan setiap satuan kerja.
    6. Administrator. Dapat mengakses semua akses user dan mengunci kegiatan yang sudah diusulkan satuan kerja.

    Komentar oleh Abdi Kurniawan | Oktober 6, 2016 | Balas

  25. Selamat sore Pak Jo, saya mahasiswa bapak untuk kelas manajemen perubahan kelas sore. Dengan Tugas yang bapak berikan mengenai E-Budgeting

    Nama : Afrizal
    Nim : RRC1B0315016
    Kelas : Konversi MPH / sore
    P.Tugas : E-Budgeting

    Istilah: “E-BUDGETING” akhir akhir ini sering mucul dalam pemberitaan di media sosial maupun di media cetak. Konsep dari e-budgeting, merupakan pengembangan konsep budgeting, salah satu financial tools di dalam mengelola suatu perusahaan maupun pemerintah.
    Budget: Merupakan alat perencanaan keuangan dari dua sisi: Perkiraan penerimaan dan perkiraan pengeluaran. budget pengeluaran dibuat berdasarkan keperluan dari suatu bagian organisasi untuk mendukung kegiatan supaya bisa berjalan sesuai dengan target yang di tentukan.
    Konsep E-budgeting, sesungguhnya sama dengan konsep budgeting secara tradisional. Untuk level perusahaan, jauh lebih flexible daripada di institusi pemerintah, sehingga bisa di terapkan Flexible budgeting..
    Fungsi budget yang utama adalah: Perencanaan keuangan, yang mencerminkan tujuan/sasaran/objective yang akan dicapai dan sudah memperoleh persetujuan dari level lebih atas.
    Pengertian E-Budgeting adalah Sistem yang dibuat guna untuk mengawasi anggaran agar terciptanya transparansi dalam penyusunan anggaran suatu daerah. Jadi dengan adanya sistem ini masyarakat dapat melihat anggaran apa saja yang dibuat atau di ajukan oleh pemerintah setempat.
    Akan ada dampak yang bisa ditimbulkan dari penerapan sistem E-Budgeting, dimana satu sisi penerapan E-Budgeting dapat memancing transparansi anggaran, dengan kata lain semua pihak dapat mengetahui jumlah anggaran yang rencanakan oleh pemerintah daerah tidak terkecuali diketahui juga oleh masyarakat umum.
    Adapun keunggulan dari penerapan sistem E-Budgeting diantaranya sebagai berikut:
    1. Dapat mencegah tindakan korupsi
    2. Sistem pendataan keuangan pun bisa berjalan secara efisien dan efektif
    3. Transparansi Publik

    Terima kasih …

    Komentar oleh Afrizal | Oktober 6, 2016 | Balas

  26. NAMA : KURNIAWAN
    NIM : RRC1B0315014

    e-Budgeting adalah sistem saling mengawasi anggaran agar terciptanya transparansi dalam penyusunan anggaran di dalam suatu daerah. Jadi dengan adanya sistem ini masyarakat dapat melihat anggaran apa saja yang dibuat atau yang di ajukan oleh pemerintah setempat, Namun e-Budgeting tidak menjamin seperti yang terlansir di media. Namun demikian penggunaan e-Budgeting bukan tanpa hambatan. Sebagai halnya banyak inisiatif penggunaaan teknologi informasi di sektor publik, hambatan terbesarnya bukan masalah teknis. Faktor non tekhnis, termasuk kepentingan beragam orang yang terlibat, sangat mungkin lebih dominan. Nilai yang dimasukan ke dalam sistem e-Budgeting adalah kontrol dan transparansi. Tidak semua orang nyaman dengan hal ini, Namun tetap aktual.
    Keunggulan sistem e-budgeting
    Sistem e-budgeting kini pun mulai membuktikan sejumlah keunggulannya dibandingkan dengan penerapan dokumentasi keuangan secara konvensional. Beberapa keunggulannya sebagai berikut :
    1. Mencegah tindakan korupsi
    Peraktik korupsi di sejumlah daerah terkadang bisa disamarkan dengan proses manipulasi data keuangan. Dalam kurun waktu tertentu, pencatatan dana bisa diakali dengan lebih mudah karena masih menggunakan sistem konvensional seperti aplikasi Excel. Dengan menerapkan sistem e-budgeting upaya tersebut bisa dicegah karena data yang telah dimasukan sudah tidak bisa di rubah lagi dan telah tersebar ke publik.
    2. Transparansi publik
    Pemantauan data keuangan sekaligus pengendaliannya oleh publik merupakan praktik dari transparansinya keuangan di sebuah pemerintahan suatu daerah. masyarakat bisa langsung melayangkan keluhan jika mencurigai data yang tidak semestinya terjadi. Masyarakat juga bisa memastikan apakah dana pajak yang telah dibayarkan sudah digunakan sebagaimana mestinya. Transparansi publik ini merupakan kewajiban dari setiap pemerintah daerah untuk mencegah dan mengantisipasi segala tindakan kecurangan dalam pengelolaan APBD.
    3. Efisiensi pendataan keuangan
    Sistem pendataan keuangan pun bisa berlangsung secara efektif dan efisien. Dengan menggunakan sistem dan jaringan terpadu, maka pemerintah daerah bisa langsung mengendalikan dan mengevaluasi secara langsung. Di saat bersamaan pula masyarakat juga bisa berperan aktif dalam mengawal data yang telah disimpan secara online tersebut.

    Meski sering dipuji sebagai sebuah terobosan kebijakan keuangan yang berpihak pada masyarakat, tetap saja ada sebuah kelemahan yang sangat mengkhawatirkan. Kelemahan ini terkait pada rentannya sistem pemerintahan yang cendrung mudah dibobol oleh hacker atau terkena virus online yang bisa merusak suatu data. Tapi kemungkinan itu pastinya sudah diantisipasi melalui sistem keamanan yang diterapkan dalam sistem e-budgeting. Sejauh ini lebih banyak keunggualan yang menonjol dari sistem e-budgeting ini, namun harus tetap mengedepankan optimalisasi dari segi tekhnis dan kemmpuan pengelolaan yang tepat dari sumbar daya manusia yang bertanggung jawab.

    Komentar oleh KURNIAWAN (RRC1B0315014) | Oktober 6, 2016 | Balas

  27. Manajemen Konversi (sore)
    Nama : Ahlil Fikri
    Nim : RRC1B0315010
    E-budgeting
    E-budgeting merupakan sebuah system keuangan yang disimpan secara online dengan tujuan transparansi bagi setiap pihak.
    Dalam sistem ini untuk membuat sebuah anggaran, dibutuhkan komponen-komponen penyusun yang mana komponen-komponen penyusun tersebut merupakan hasil dari survey di lapangan. Komponen penyusun terdiri dari tiga jenis pengelompokan, yaitu : Standar Harga Satuan Dasar (SHSD), Harga Satuan Pokok Kegiatan (HSPK), Standar Analisa Belanja (SAB).
    Sistem ini dibuat secara online agar dapat diakses oleh dinas dimanapun lokasinya dan juga dapat diakses pada saat pembahasan dengan dewan. Penggunaan sistem online ini telah berdampak pada penghematan anggaran. Dicontohkan, untuk perjalanan dinas selama satu tahun, usulan anggaran dari masing-masing dinas harus melalui satu atap dan ternyata bisa menghemat APBD (anggaran pendapatan belanja daerah).
    Fitur yang terdapat dalam sistem e-budgeting :
    • Pembuatan komponen-komponen penyusun;
    • Pembuatan anggaran;
    • Pengiriman rincian anggaran;
    • Evaluasi anggaran;
    • Daftar harga dan daftar penyusun komponen;
    • Rekap anggaran;
    • History rincian anggaran;
    • Setting kode rekening komponen penyusun anggaran.
    Dalam penerapannya e-budgeting mengalami hambatan seperti, perlu waktu untuk mengubah mindset para pegawai untuk membangun dan menjalankan e-budgeting, Adanya resistensi penolakan pada beberapa SKPD (satuan kerja perangkat daerah), Ketergantungan terhadap jaringan internet, Adanya keterbatasan SDM untuk mengoperasikan aplikasi e-budgeting, Masih banyaknya SKPD yang belum memahami penggunaan aplikasi e-budgeting.
    Proses pembuatan e-budgeting :
    • Tahap Proses membuat mapping sistem dan database budgeting disesuaikan dengan alur kerja manajemen penganggaran,
    • Membuat alur kerja e budgeting beserta manajemennya,
    • Membangun sistem e budgeting (software dan hardware) sesuai dengan alur kerja manajemen kinerja,
    • Melakukan pelatihan bagi SDM pengelola system,
    • Ujicoba sistem e budgeting
    • Internalisasi e budgeting kepada seluruh SKPD (satuan kerja perangkat daerah) dan stakeholders
    • Menerapkan dan memelihara sistem e budgeting.
    Manfaat yang diberikan dalam penggunaan e-budgeting seperti Penyusunan Anggaran SKPD (satuan kerja perangkat daerah) menjadi lebih cepat, Mempermudah dan mempercepat SKPD(satuan kerja perangkat daerah) untuk melakukan perubahan atau menambahkan komponen pada rincian RKA( Rencana Kerja Anggaran) jika sudah ada ijin dari tim, Tersedianya standar harga (SBU) untuk menyusun anggaran, Mendapatkan Informasi dan data rencana anggaran lebih cepat.
    Dalam menerapkan system e-budgiting harus adanya persyaratan
    • adanya dukungan dan komitmen seluruh jajaran pemerintah daerah dan SKPD;
    • MoU dengan stakeholders pengembangan sistem penganggaran berbasis online;
    • Memiliki hardware (server) dan jaringan yang memadai untuk sistem penganggaran berbasis online;
    • Membangun sistem penganggaran sesuai dengan alur kerja (SOP);
    • Menyusun SOP penyusunan sistem penganggaran berbasis online;
    • Mempersiapkan SDM pengelola sistem (pelatihan)

    Komentar oleh Ahlil Fikri | Oktober 6, 2016 | Balas

  28. Manajemen Konversi (sore)
    Nama : Ahlil Fikri
    Nim : RRC1B0315010
    E-budgeting
    E-budgeting merupakan sebuah system keuangan yang disimpan secara online dengan tujuan transparansi bagi setiap pihak.
    Dalam sistem ini untuk membuat sebuah anggaran, dibutuhkan komponen-komponen penyusun yang mana komponen-komponen penyusun tersebut merupakan hasil dari survey di lapangan. Komponen penyusun terdiri dari tiga jenis pengelompokan, yaitu : Standar Harga Satuan Dasar (SHSD), Harga Satuan Pokok Kegiatan (HSPK), Standar Analisa Belanja (SAB).
    Sistem ini dibuat secara online agar dapat diakses oleh dinas dimanapun lokasinya dan juga dapat diakses pada saat pembahasan dengan dewan. Penggunaan sistem online ini telah berdampak pada penghematan anggaran. Dicontohkan, untuk perjalanan dinas selama satu tahun, usulan anggaran dari masing-masing dinas harus melalui satu atap dan ternyata bisa menghemat APBD (anggaran pendapatan belanja daerah).
    Fitur yang terdapat dalam sistem e-budgeting :
    • Pembuatan komponen-komponen penyusun;
    • Pembuatan anggaran;
    • Pengiriman rincian anggaran;
    • Evaluasi anggaran;
    • Daftar harga dan daftar penyusun komponen;
    • Rekap anggaran;
    • History rincian anggaran;
    • Setting kode rekening komponen penyusun anggaran.
    Dalam penerapannya e-budgeting mengalami hambatan seperti, perlu waktu untuk mengubah mindset para pegawai untuk membangun dan menjalankan e-budgeting, Adanya resistensi penolakan pada beberapa SKPD (satuan kerja perangkat daerah), Ketergantungan terhadap jaringan internet, Adanya keterbatasan SDM untuk mengoperasikan aplikasi e-budgeting, Masih banyaknya SKPD yang belum memahami penggunaan aplikasi e-budgeting.
    Proses pembuatan e-budgeting :
    • Tahap Proses membuat mapping sistem dan database budgeting disesuaikan dengan alur kerja manajemen penganggaran,
    • Membuat alur kerja e budgeting beserta manajemennya,
    • Membangun sistem e budgeting (software dan hardware) sesuai dengan alur kerja manajemen kinerja,
    • Melakukan pelatihan bagi SDM pengelola system,
    • Ujicoba sistem e budgeting
    • Internalisasi e budgeting kepada seluruh SKPD (satuan kerja perangkat daerah) dan stakeholders
    • Menerapkan dan memelihara sistem e budgeting.
    Manfaat yang diberikan dalam penggunaan e-budgeting seperti Penyusunan Anggaran SKPD (satuan kerja perangkat daerah) menjadi lebih cepat, Mempermudah dan mempercepat SKPD(satuan kerja perangkat daerah) untuk melakukan perubahan atau menambahkan komponen pada rincian RKA( Rencana Kerja Anggaran) jika sudah ada ijin dari tim, Tersedianya standar harga (SBU) untuk menyusun anggaran, Mendapatkan Informasi dan data rencana anggaran lebih cepat.
    Dalam menerapkan system e-budgiting harus adanya persyaratan
    • adanya dukungan dan komitmen seluruh jajaran pemerintah daerah dan SKPD;
    • MoU dengan stakeholders pengembangan sistem penganggaran berbasis online;
    • Memiliki hardware (server) dan jaringan yang memadai untuk sistem penganggaran berbasis online;
    • Membangun sistem penganggaran sesuai dengan alur kerja (SOP);
    • Menyusun SOP penyusunan sistem penganggaran berbasis online;
    • Mempersiapkan SDM pengelola sistem (pelatihan)

    Komentar oleh Ahlil Fikri | Oktober 6, 2016 | Balas

  29. NAMA : KURNIAWAN
    NIM : RRC1B0315014

    e-Budgeting adalah sistem saling mengawasi anggaran agar terciptanya transparansi dalam penyusunan anggaran di dalam suatu daerah. Jadi dengan adanya sistem ini masyarakat dapat melihat anggaran apa saja yang dibuat atau yang di ajukan oleh pemerintah setempat, Namun e-Budgeting tidak menjamin seperti yang terlansir di media. Namun demikian penggunaan e-Budgeting bukan tanpa hambatan. Sebagai halnya banyak inisiatif penggunaaan teknologi informasi di sektor publik, hambatan terbesarnya bukan masalah teknis. Faktor non tekhnis, termasuk kepentingan beragam orang yang terlibat, sangat mungkin lebih dominan. Nilai yang dimasukan ke dalam sistem e-Budgeting adalah kontrol dan transparansi. Tidak semua orang nyaman dengan hal ini, Namun tetap aktual.
    Keunggulan sistem e-budgeting
    Sistem e-budgeting kini pun mulai membuktikan sejumlah keunggulannya dibandingkan dengan penerapan dokumentasi keuangan secara konvensional. Beberapa keunggulannya sebagai berikut :
    1. Mencegah tindakan korupsi
    Peraktik korupsi di sejumlah daerah terkadang bisa disamarkan dengan proses manipulasi data keuangan. Dalam kurun waktu tertentu, pencatatan dana bisa diakali dengan lebih mudah karena masih menggunakan sistem konvensional seperti aplikasi Excel. Dengan menerapkan sistem e-budgeting upaya tersebut bisa dicegah karena data yang telah dimasukan sudah tidak bisa di rubah lagi dan telah tersebar ke publik.
    2. Transparansi publik
    Pemantauan data keuangan sekaligus pengendaliannya oleh publik merupakan praktik dari transparansinya keuangan di sebuah pemerintahan suatu daerah. masyarakat bisa langsung melayangkan keluhan jika mencurigai data yang tidak semestinya terjadi. Masyarakat juga bisa memastikan apakah dana pajak yang telah dibayarkan sudah digunakan sebagaimana mestinya. Transparansi publik ini merupakan kewajiban dari setiap pemerintah daerah untuk mencegah dan mengantisipasi segala tindakan kecurangan dalam pengelolaan APBD.
    3. Efisiensi pendataan keuangan
    Sistem pendataan keuangan pun bisa berlangsung secara efektif dan efisien. Dengan menggunakan sistem dan jaringan terpadu, maka pemerintah daerah bisa langsung mengendalikan dan mengevaluasi secara langsung. Di saat bersamaan pula masyarakat juga bisa berperan aktif dalam mengawal data yang telah disimpan secara online tersebut.

    Meski sering dipuji sebagai sebuah terobosan kebijakan keuangan yang berpihak pada masyarakat, tetap saja ada sebuah kelemahan yang sangat mengkhawatirkan. Kelemahan ini terkait pada rentannya sistem pemerintahan yang cendrung mudah dibobol oleh hacker atau terkena virus online yang bisa merusak suatu data. Tapi kemungkinan itu pastinya sudah diantisipasi melalui sistem keamanan yang diterapkan dalam sistem e-budgeting. Sejauh ini lebih banyak keunggualan yang menonjol dari sistem e-budgeting ini, namun harus tetap mengedepankan optimalisasi dari segi tekhnis dan kemmpuan pengelolaan yang tepat dari sumbar daya manusia yang bertanggung jawab.

    Komentar oleh kurniawan | Oktober 6, 2016 | Balas

  30. Selamat sore Pak Jo, saya mahasiswa bapak dari kelas sore (ekstensi)

    Nama : MUHAMMAD SUBHAN
    NIM : RRC1B014102
    Mata Kuliah : MPH 273

    E-budgeting adalah aplikasi teknologi informasi atau perangkat lunak untuk mendukung siklus penganggaran, mulai dari perencanaan, pembuatan program, sampai dengan kendali dan evaluasi.
    Sistem e-budgeting adalah sebuah langkah maju dalam penyusunan anggaran. Sistem tersebut dapat memudahkan pengawasan dan meminimalisasi terjadinya penyelewengan. Sistem e-budgeting harus dipertahankan karena dengan e-budgeting memudahkan pengawasan dan menghindari tatap muka dalam bertransaksi
    Apa manfaat dari eBudgeting?
    1. kontrol akan lebih mudah dilakukan. Hanya mereka yang berhak yang dapat mengakses dan mengubah anggaran.
    2. kontrol dapat dilakukan sejak tahap perencanaan. e-budgeting didesain untuk dapat menolak usulan yang dianggap tidak relevan. Usulan anggaran yang “mengada-ada” dapat diminimalkan.
    3. kontrol realisasi anggaran akan menjadi lebih mudah dilakukan.. Dengan demikian, pemerintah menjadi lebih akuntabel, karena setiap rupiah pengeluaran dapat dilacak dengan mudah.
    4. Penerapan sistem e-budgeting dalam menyusun anggaran sangat efektif unuk mengelola anggaran dan memonitor masalah
    Namun demikian, perlu diingat, penggunaan eBudgeting bukan tanpa hambatan, hambatan terbesarnya bukan masalah teknis. Faktor non-teknis, termasuk kepentingan beragam orang yang terlibat, sangat mungkin lebih dominan.
    Jadi menurut saya masih ada kekurangan pada sistem e-budgeting ini, seperti bisa saja seorang hacker membobol sistem tersebut. Namun kekurangan tersebut tidak menutupi kelebihan ssistem ini, karena dengan sistem ini masyarakat jadi lebih percaya.

    Komentar oleh muhammad subhan | Oktober 6, 2016 | Balas

  31. Tugas Manajemen Perubahan
    Nama : Yuni Dama Yanti
    Nim : RRC1B0315003
    Manajemen konversi (SORE)
    E-Budgeting
    Pengertian e-budgeting adalah suatu rencana yang disusun secara sistematis yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan yang dinyatakan dalam unit moneter dan berlaku untuk jangka waktu tertentu yang akan datang.
    e-budgeting mempunyai 4 unsur:
     Rencana
     Meliputi seluruh kegiatan perusahaan
     Dinyatakan dalam unit moneter
     Jangka waktu tertentu yang akan datang
    Manfaat e-budgeting:
     Sebagai pedoman kerja yang akan berfungsi sebagai pedoman kerja dan memberikan arahan dan sekaligus target yang akan dicapai oleh kegiatan pada masa yang akan datang.
     Sebagai alat pengawasan kerja. Budget berfungsi pula sebagai tolak ukur, sebagai alat pembanding untuk mengevaluasi realisasi kegiatan perusahaan nanti. Dengan membandingkan apa yang tertuang di dalam budget dengan apa yang dicapai oleh realisasi kerja perusahaan.
     Sebagai alat pengkoordinasi kerja

    E-budgeting diterapkan sebagai dokumentasi penyusunan anggaran disebuah daerah. dimana setiap orang (masyarakat) bisa mengakses data anggaran yang disusun oleh pemerintah daerah sehingga bisa mencegah upaya penggelapan dana atau kecurangan.
    Dalam penerapannya, pada kurun waktu tertentu pencatatan dana bisa diakali dengan mudah karena menggunakan sistem konvensional seperti aplikasi excell. Pencatatan dengan menggunakan aplikasi excell masih dapat dimanipulasi datanya atau disamarkan oleh pihak dalam yang mengakibatkan menggelembung dana anggaran. Dengan sistem e-budeting upaya tersebut dapat dicegah karena data yang telah diinput sudah tidak bisa diutak-atik kembali.

    Dalam system e-budgeting ada beberapa pihak yang berperan didalamnya antara lain:
    1. SKPD setiap satuan dinas mempunyai login untuk mengisi usulan kegiatan dan harag yang disesuaikan dengan anggaran yang diberikan.
    2. Tim peneliti, merupakan kelompok untuk memonitoring anggaran dan usulan dari SKPD, tim peneliti berhak untuk membuat perubahan komponen yang diajukan SKPD.
    3. Tim data, merupakan tim yang memeriksa komponen yang diusukam SKPD kena pajak atau tidak kena pajak.
    4. Badan Perencanaan Kota bertugas menentukan program dan anggaran SKPD.
    5. Legislatif, anggota dewan dapat melihat usulan perencanaan satuan kerja.
    6. Administrator, mengakses semua akses user dan mengunci kegiatan yang diusulkan satuan kerja.
    Budget berfungsi sebagai alat untuk mengkoordinasi kerja agar semua bagian-bagian yang terdapat di dalam perusahaan dapat saling menunjang-saling bekerja sama dengan baik untuk menuju ke sasaran yang telah ditetapkan.

    Komentar oleh Yuni Dama Yanti | Oktober 6, 2016 | Balas

  32. Tugas Manajemen Perubahan
    Nama : Yuni Dama Yanti
    Manajemen Kelas Konversi (sore)
    e-budgeting

    Pengertian e-budgeting adalah suatu rencana yang disusun secara sistematis yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan yang dinyatakan dalam unit moneter dan berlaku untuk jangka waktu tertentu yang akan datang.
    e-budgeting mempunyai 4 unsur:
     Rencana
     Meliputi seluruh kegiatan perusahaan
     Dinyatakan dalam unit moneter
     Jangka waktu tertentu yang akan datang
    Manfaat e-budgeting:
     Sebagai pedoman kerja yang akan berfungsi sebagai pedoman kerja dan memberikan arahan dan sekaligus target yang akan dicapai oleh kegiatan pada masa yang akan datang.
     Sebagai alat pengawasan kerja. Budget berfungsi pula sebagai tolak ukur, sebagai alat pembanding untuk mengevaluasi realisasi kegiatan perusahaan nanti. Dengan membandingkan apa yang tertuang di dalam budget dengan apa yang dicapai oleh realisasi kerja perusahaan.
     Sebagai alat pengkoordinasi kerja

    E-budgeting diterapkan sebagai dokumentasi penyusunan anggaran disebuah daerah. dimana setiap orang (masyarakat) bisa mengakses data anggaran yang disusun oleh pemerintah daerah sehingga bisa mencegah upaya penggelapan dana atau kecurangan.
    Dalam penerapannya, pada kurun waktu tertentu pencatatan dana bisa diakali dengan mudah karena menggunakan sistem konvensional seperti aplikasi excell. Pencatatan dengan menggunakan aplikasi excell masih dapat dimanipulasi datanya atau disamarkan oleh pihak dalam yang mengakibatkan menggelembung dana anggaran. Dengan sistem e-budeting upaya tersebut dapat dicegah karena data yang telah diinput sudah tidak bisa diutak-atik kembali.

    Dalam system e-budgeting ada beberapa pihak yang berperan didalamnya antara lain:
    1. SKPD setiap satuan dinas mempunyai login untuk mengisi usulan kegiatan dan harag yang disesuaikan dengan anggaran yang diberikan.
    2. Tim peneliti, merupakan kelompok untuk memonitoring anggaran dan usulan dari SKPD, tim peneliti berhak untuk membuat perubahan komponen yang diajukan SKPD.
    3. Tim data, merupakan tim yang memeriksa komponen yang diusukam SKPD kena pajak atau tidak kena pajak.
    4. Badan Perencanaan Kota bertugas menentukan program dan anggaran SKPD.
    5. Legislatif, anggota dewan dapat melihat usulan perencanaan satuan kerja.
    6. Administrator, mengakses semua akses user dan mengunci kegiatan yang diusulkan satuan kerja.
    Budget berfungsi sebagai alat untuk mengkoordinasi kerja agar semua bagian-bagian yang terdapat di dalam perusahaan dapat saling menunjang-saling bekerja sama dengan baik untuk menuju ke sasaran yang telah ditetapkan.

    Komentar oleh Yuni Dama Yanti | Oktober 6, 2016 | Balas

  33. Selamat pagi pak jo, berikut saya cantumkan tugas yang seminggu lalu bapak berikan mengenai E-Budgeting
    NAMA : AGUS MIYANTO
    NIM : RRC1B01 4047
    KELAS : MANAJEMEN Reg.MANDIRI SORE, dalam mata kuliah MPH
    E-Budgeting merupakan seuatu langkah yang efektif guna mencapai transparansi dalam bertransaksi, karena setiap transaksi yang terjadi dapat langsung dimonitoring oleh pemerintah maupun masyarakat. E-budgeting merupakan sistem baru dalam keuangan yang dapat disimpan atau juga dapat ditinjau secara online.
    Sistem ini membuktikan dari apa yang direncanakan oleh pemerintah dalam mengurangi praktek KKN. Karena semua yang berkaitan dalam keuangan debit kredit dapat diambil datanya dengan mudah dan cepat. Maka mereka yang hendak melakukan kecurangan harus berfikir serius dalam mengambil tidakan tersebut. Masyarakat pun juga dapat mengadukan hal-hal yang dinilai tidak wajar dalam praktek e-budgeting.
    Terobosan dalam pengoptimalan pendapatan sangat berpeluang besar bagi daerah, karena sistem ini juga bisa dikatak efektif dan efisien dalam hal ini.
    Pertanyaan yang perlu dibahas adalah, apakah jambi bisa menerapkan sistem e-budgeting ?
    Sebenarnya dalam penerapan e-badgeting sudah memiliki dasar kuat, peraturan perundang-undangan yaitu: peraturan menteri dalam negeri No. 13 tahun 2006. Peraturan ini dapat diterapkan di daerah manapun di Indonesia, tidak pula terkecuali Provinsi Jambi. Sampai saat ini sistem ini masih sulit diterapkan karena faktor budaya pemerintahan provinsi jambi masih menganut sitem kekeluargaan. Kemudian juga kesadaran masyarakatnya dalam mendesak pemerintah dalam menerapkan e-budgeting yang masih minim. Seharusnya masyarakat Jambi harus fanatik dalam menuntaskan penggelapan-penggelapan yang terjadi, fakta nya mereka acuh tak acuh, membuthkan perubahan tetapi enggan untuk bergerak atau bersuara, entah tiada wadah aspirasi rakyat atau dasar pemerintahnya yang menutup akses penyampaian aspirasi publik !!!

    Komentar oleh agus miyanto | Oktober 6, 2016 | Balas

  34. Selamat malam Pak Jo.
    Kami dari kelompok 3 bermaksud untuk memaparkan jawaban dari hasil diskusi kelompok kami terkait dengan topik yang bapak berikan pada minggu lalu mengenai Online Journal.
    Adapun nama-nama kelompoknya sebagai berikut :
    1. Muhammad Ridwan ( C1B014060 )
    2. Agung Laksono ( C1B014062 )
    3. Ayu Shalika Astary ( C1B014053 )
    4. Vintia Yulitresca ( C1B014064 )
    5. Eko Rasmono ( C1B014047 )
    6. Gesha Aristian ( C1B014056 )
    7. Sunengsih ( C1B014048 )
    8. Mimi Lusi Rahayu ( C1B014055 )
    Berikut ini kami lampirkan tugas kami tentang Online-Journal yang dimaksud.
    Besar harapan kami untuk dibahas pada pertemuan besok.

    1. Apakah Tujuan Online Journal ?
    Sehubungan dengan perkembangan era digital dan informasi, sudah seharusnya, baik itu instansi pemerintahan, swasta, dan institusi pendidikan memamfaatkan kemajuan dalam penyampaian informasi dengan memamfaatkan atau mengkolaborasikan antara teknologi yang berkembang saat ini dan manusia sebagai pemberi sumber informasi agar terciptanya kemudahan dalam mengakses informasi yang secara dimanis dapat berubah sewaktu – waktu.
    Tujuan online journal sejatinya adalah sebagai media penyebaran tulisan / karya tulis seseorang baik itu Dosen maupun mahasiswa dilingkungan kampus / institusi pendidikan tertentu agar dapat berguna sebagai bahan referensi bagi orang lain. Tujuan lainnya agar tulisan tersebut bisa dikenal lebih luas lagi dan juga sebagai bukti kepemilikan tulisan tersebut agar tidak diplagiasi oleh orang lain yang tidak bertanggung jawab.

    2. Apakah urutan pekerjaan sehingga tujuan yang disebutkan tercapai ?
    a. Memaksimalkan setiap teknologi yang berkembang pada saat ini sebagai penunjang kegiatan yang berhubungan dengan online journal seperti pengunggahan journal, pengaksesan journal, dan pengunduhan journal secara online.
    b. Pengelolaan online journal di Instansi pendidikan sebagai wadah dari journal – journal yang telah diunggah oleh para penulis sehingga dapat diorganisir secara baik dan dapat terkontrol peredarannya agar tidak disalah gunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
    c. Mengenalkan online journal dengan membuat berbagai terobosan – terobosan terbaru baik itu dari segi tampilan halaman web yang nantinya akan diakses oleh masyarakat maupun dari tulisan – tulisan yang diunggah. Dalam hal ini agar online journal yang dikelola dapat dikenal oleh orang banyak, dibutuhkan peran serta doen maupun mahasiswa yang menjadikan online journal sebagai bahan rujukan atau referensi baik sebagai bahan ajar maupun pemecahan masalah dalam menyelesaikan tugas – tugas perkuliahan.

    3. Apakah relevan dengan pencapaian tujuan organisasi ?
    Saat ini online journal dinilai belum relevan dengan pencapaian tujuan organisasi karena banyak sekali terdapat kekurangan didalam pegelolaan online journal ini baik dari segi fasilitas dan juga personil yang dimiliki untuk mengembangkan online journal baik dilingkungan kampus maupun diluar ruang lingkup kampus. Penyebab lainnya yaitu belum banyaknya orang yang mengetahui akan keberadaan online journal ini dan juga belum banyak orang yang memaksimalkan keberadaan online journal ini guna untuk mempermudah aktivitasnya.

    4. Apakah terdapat pengetahuan di publikasi online ?
    Iya. Karena online journal tidak hanya menaungi satu disiplin bidang ilmu saja. Namun juga berbagai journal – journal yang dapat dengan mudah diakses oleh pembaca.

    5. Apakah terdapat transfer kompetensi ?
    Tentu saja iya. Transfer kompetensi yang dimaksud ialah perubahan pola kerja dalam hal publikasi journal online yang biasanya publikasi journal disebarkan melalui media cetak, kemudian berubah ke publikasi melalui media elektronik. Perubahaan ini menuntut penulis agar memiliki skill dalam hal memahami langkah – langkah untuk publikasi journal online. Oleh sebab itu penulis harus dapat menguasai beberapa hal berikut terkait dengan transfer kompetensi seperti pengetahuan mengenai komputer sebagai alat penunjang kegiatan journal online, dan pemamfaatan akses internet yang tersedia.

    6. Siapakah yang harus berubah agar online journal mencapai tujuan efektif ?
    a. Dosen
    b. Mahasiswa
    c. Pengelola, dalam hal ini karyawan bagian UPT

    7. Kapabilitas apa yang diperlukan ?
    a. Sebagai Provider, harus mampu menyediakan tulisan – tulisan baru mengikuti isi – isu yang berkembang dimasyarakat sebagai referensi ataupun tolak ukur pembaca.
    b. Sebagai Penulis, harus mampu membuat kaya tulis yang orisinil maksudnya bebas dari tindakan plagiat.
    c. Kapabilitas yang harus dimiliki oleh personil atau karyawan UPT di instsansi pendidikan terkait sebagai operator ataupun orang yang mengelola online journal, seperti :
     Pengadaan computer
     Perawatan fasilitas – fasilitas yang mendukung kegiatan online journal
     Mengontrol setiap aktivitas pada online journal

    8. Kultur apa yang harus dikembangkan?
    a. Selalu mengapdate informasi – informasi terbaru baik itu dalam hal yang menunjang kegiatan penulisan journal.
    b. Adanya tingkat kesadaran dari dosen maupun mahasiswa untuk mengunggah tulisannya ke online journal agar karyanya tersebut dapat dibaca dan dikenal oleh banyak orang.
    c. Adanya kesadaran dari mahasiswa maupun pembaca lainnya untuk memaksimalkan pemamfaatan online journal guna untuk mempertahankan eksistensi online journal sebagai bahan referensi, masukan, dan acuan untuk menyelesaikan tugas perkuliahan maupun aktivitas – aktivitas lainnya.

    Komentar oleh muhammadridwan140895 | November 14, 2016 | Balas

  35. selamat pagi pak jo… berikut saya cantumkan tugas latihan yang bapak berikan

    NAMA : AGUS MIYANTO
    NIM : RRC1B01 4047
    KELAS : MANAJEMEN Reg.MANDIRI SORE, dalam mata kuliah MPH

    1. Apa pentingnya dan perannya kegiatan menganalisis dan mendiagnosa satu perubahan yg direncanakan pada satu organisasi ?
    Jawab : mendiagosa merupakan langkah untuk menentukan kebijakan perubahan atau akan kemana arah yang hendak dituju dalam melakukan perubahan itu sendiri. Mendiagnosa menjadi hal yang sangat penting karena ini merupakan cara awal untuk membaca situasi kondisi atau keadaan atau objek yang ada dalam suatu organisasi tersebut. Menganalisis juga sama pentingnya, karena berkaitan dengan sasaran-saran perubahan yang sifatnya organisasional.
    2. Ada berbagai cara yg dapat diterapkan dalam mengumpulkan data, ini dapat dilihat pada konteks metode penelitian.salah satu metode dalam pengumpulan data yaitu unobtrusive data. Dalam kaitan ini jawablah pertanyaan berikut.
    a) Apakah yg dimaksud dengan unobtrusive data
    Jawab : merupakan sebuah metode pengumpulan data yang diperoleh dari sumber selain orang. Biasa digunakan pada ilmu-ilmu sosial .metode ini juga menemukan fakta-fakta yang diperoleh dilapangan melalui analisis isi dan studi kelayakan.
    ini juga merupakan cara mendiagnosa dan menganalisis objek perubahan
    b) Apa keuntungan dan kelemahan daripada penggunaan data demikian dalam melakukan analisis dan diagnosa satu perubahan
    Jawab : kelemahan menggunakan metode ini misalnya banyak data-data pribadi yang tidak terungkap, misalnya kehidupan pribadi yang rahasia, karena hanya melihat fakta yang ada dan terlihat saja. Nah, kelebihannya yaitu cara ini lebih cepat dalam memperoleh data yang dibutuhkan.
    3. Salah satu metode pengumpulan data dan menganalisis dikenal dengan force-field analysis of work group performance. Dalam kaitan itu jelaskan hal berikut.
    a) Apa peran teknologi, bahan baku yg lebih baik, persaingan, dan tekanan terhadap perubahan
    Jawab : teknologi merupakan penunjang perubahan, karena teknologi bisa dijadikan alternatif paling efektif dalam proses perubahan itu sendiri, terutama dalam akses nya.
    bahan baku yang berintegritas tinggi memiliki masa pakai yang lebih tahan lama bila digunakan secara cotinue.
    Persaingann dapat mempengaruhi perubahan, tetapi lebih bersifat positif karena persaingan dapat memacu integritas seseorang.
    Tekanan, hal ini justru akan memberikan dampak yang kurang baik terhadap perubahan, karena tekanan akan memberikan beban yang nantinya sulit untuk membuat seseorang berkembang dengan baik.
    b) Dari pertanyaan (a) jelaskan adanya upaya mempertahankan status quo: norma kinerja kelompok, ketakutan perubahan, anggota yg tak siap, dan kebutuhan keahlian dalam pembelajaran
    Jawab : karena teknologi yang muktahir dapat memberikan ancaman tersendiri bagi anggota yang tidak stuju pada perubahan karena sulit untuk menerima nya. Mungkin bisa saja ada seseorang yang takut terhadap perubahan itu, misalnya oknum-oknum yang kurang baik.
    Persaingan yang ketat juga memberikan dampak buruk terhadap anggota yang kurang siap akan perbuhan. Karena bisa jadi mereka kuraang memiki keahlian yang dibutuhkan

    Komentar oleh agusmiyan | November 19, 2016 | Balas

  36. Selamat sore Pak Johannes, saya mahasiswa bapak dari kelas sore (ekstensi)
    NAMA : AROFIK
    NIM : RRC1B014109
    JURUSAN: MANAJEMEN
    tugas : MANAJEMEN PERUBAHAN 273 (kelas sore)
    pemberian tugas tanggal,17 november 2016

    Soal.
    Dalam konteks perubahan untuk satu organisasi,perubahan dapat langgeng bilamana ada lembaga yang mengadopsi seluruh bentuk perubahan yang di lakukan. Artinya,pada akhirnya perubahan itu harus di lakukukan oleh satu devisi dalam organisasi.sebelum satu perubahan di adopsi,hendaknya di lakukan pengumpulan datayang akan di jadikan sebagai caramenganalisis dan mendiagnosa.dalam kaitan ini jawablah pertanyaan berikut.
    1).apa pentingnya dan peranya kegiatan menganalisis dan mendiagnosa satu perubahan yang di rencanakan dalam satu organisasi.
    2).ada berbagai cara yang dapat di terapkan dalam mengumpulkan data,ini dapat di lihat dalam konteks metode penelitian.salah satu metode pengumpulan data,yaitu anobtrusive data.dalam kaitan ini jawablah pertanyaan berikut.
    a).apakah yang di maksud dengan anobtrusive data.
    b).apa keuntungan dan kelemahan dari pada penggunaan data demikian dalam melakukan analisis dan diagnose satu perubahan.
    3).salah satu metode pengumpulan data dan menganalisis di kenal dengan force-field analysis of work gropu performance,dalam kaitan itu jelaskan hal berikut.
    a).apa peran teknologi,bahan baku yang lebih baik,persaingan,dan tekanan.
    b).dari pertanyaan: (a) jelaskan adanya upaya memperbaiki status quo:norma kinerja kelompok,ketakutan perubahan,anggota yang tak siap,dan kebutuhan keahlian dalam pembelajaran.

    JABAWAN :
    1). yaitu : untuk menetapkan pemahaman yang menyeluruh mengenai suatu sistem dan menjadikannya sebagai dasar dalam menentukan perubahan apa yang diinginkan,sedangkan perannya antara lain; membantu meningkatkan pemahaman tentang perilaku organisasi,membantu mengkatagorikan data tentang organisasi,membantu menginterpretasikan data tentang organisasi,membantu menyediakan informasi dalam bahasa yang sama,lebih terperincinya Yaitu : memudahkan dalam memahami dan mengidentifikasi permasalahan organisasi dan hubungannya dengan perubahan lingkungan,membantu dalam merancang intervensi yang diperlukan bagi organisasi untuk meningkatkan kinerja,membantu merancang bagaimana melakukan perubahan dalam organisasi.

    2). a. unobstrusive data adalah dapat di artikan sebagai pengukuran data yang mencolok atau tergolong pada kategori penelitian kualitatif, pengukuran variabel dilakukan melalui data yang diperoleh dari sumber selain orang.
    b. Keuntungan data tersebut adalah dapat menghemat biaya dan waktu dalam pengumpulannya,sedangkan kelemahannya adalah sering kali informasi yang diberikan sudah usang atau ketinggalan jaman, jadi penting untuk memperoleh data yang up-to-date.

    3). a.- peran teknologi yaitu: Aktivitas dalam perusahaan menjadi lebih mudah, cepat, dan efisien dengan adanya bantuan teknologi salah satunya menunjang kegiatan operasional perusahaan.- bahan baku lebih baik yaitu: dapat mempelancar proses produksi serta barang jadi yang dihasilkan harus dapat menjamin efektifitas kegiatan pemasaran, yaitu memberikan kepuasan kepada pelanggan, karena apabila barang tidak tersedia maka perusahaan kehilangan kesempatan merebut pasar dan perusahaan tidak dapat mensuplay barang pada tingkat optimal.- persaingan: pengembangan atau perubahan kepribadian seseorang,kemajuan masyarakat,solidaritas kelompok.-tekanan: memberi perubahan kepribadian seseorang untuk menjadi lebih baik.
    b.- norma kinerja kelompok: Untuk membangun tim yang baik maka perlu ada ikatan hati antar anggotanya dengan akidah dan nilai-nilai transendental sehingga sangat penting membangun visi dan misi bersama dalam tim.- ketakutan perubahan: dengan adanya edukasi,komunikasi,partisipasi,memberikan dukungan,dan menerapkan perubahan secara adil merupakan beberapa cara untuk mengatasi ketakutan perubahan,- anggota yang tak siap: dengan memberikan dorongan dan motivasi agar siap untuk melakukan perubahan,- kebutuhan keahlian dalm pembelajaran: memberikan kesempatan dan mendorong setiap individu yang ada dalam organisasi tersebut untuk terus belajar dan memperluas kapasitas dirinya.

    Komentar oleh arofik | November 19, 2016 | Balas

  37. Selamat malam pak, saya mahasiswa bapak dari kelas sore
    Nama : Muhammad Akbar Fadillah
    Nim : RRC1B0315012
    Tugas manajemen perubahan, pada tanggal 17 november 2016.

    1. Adalah untuk memberikan gambaran serta memberikan pemahaman kepada anggota organisasi tentang perubahan perubahan yang akan dilakukan serta menentukan perubahan yang diinginkan oleh organisasi tersebut sehingga anggota organisasi tersebut dapat mengetahui, peranannya dapat membantu organisasi, baik itu informasi maupun data.

    2. A. Unobtrusive ( metode tidak reaktif ) Merupakan teknik pendekatan dimana peneliti tidak berperan aktif dalam penelitiannya seperti menonjolkan diri atau melakukan sesuatu untuk mendapatkan respon dari individu atau kelompok yang ditelitinya, tetapi disini peneliti lebih menjadi seseorang yang hanya mengamati. Contohnya yaitu dalam kasus tawuran, dimana peneliti tidak ikut serta dalam tawuran melainkan hanya menjadi observer

    B. Keuntungan dalam melakukan analisis dan diagnosa dengan mengunakan data adalah dapat menghemat waktu dan biaya pada saat ingin melakukan analisis dan diagnosa dalam suatu perubahan organisasi dan lebih mempermudah anggota organisasi tersebut dalam hal melakukan analisis dan diagnosa, sedangkan untuk kelemahannya sendiri adalah seringkali data yang kita perlukan itu tidak update, atau tidak data yang terbaru sehingga dapat menghambat analisis dan diagnosa yang sedang dilakukan.

    3. A. Dengan adanya peran teknologi dalam hal pengumpulan data dapat menunjang kinerja seseorang yang ingin mengumpulkan data karna, proses pengumpulan data tersebut dapat lebih cepat, lebih mudah dan lebih efisien tampa harus menggunakan waktu yang lama dan dengan adanya teknologi dapat memberikan informasi-informasi yang kita butuhkan. Peran bahan baku yang baik dalam pengumpulan data sangatlah penting karna dari bahan baku yang baik tersebut kita akan mendapatkan hasil yang baik pula, tampa bahan baku yang baik maka data yang kita kumpulkan hasilnya tidak akan baik. Peran persaingan dan tekanan dalam pengumpulan data.

    B. Norma kinerja kelompok, untuk membangun suatu organisasi perlu adanya norma atau nilai nilai yang baik antar anggota organisasi tersebut, karna dengan adanya hubungan yang baik antara anggota satu dengan yang lain dapat membuat kekompakan organisasi tersebut menjadi terjaga dan dapat membuat kelompok tersebut menjadi lebih solit lagi. Ketakutan perubahan, dengan adanya komunikasi yang baik dan hubungan yang baik, serta memberikan dukungan kepada setiap anggota dapat menghindari perubahan dari suatu organisasi. Anggota yang tidak siap, dengan adanya edukasi dan pendidikan serta dekungan dari setiap para naggota yang lain terhadap anggota yang tidak siap tersebut akan membentuk atau akan merubah anggota tersebut menjadi siap dalam menghadapi perubahan perubahan yang terjadi didalam organisasi tersebut. Kebutuhan keahlian dalam pembelajaran, memberikan kesempatan kepada setiap anggota untuk mengembangkan diri dengan keahlian keahlian tertentu sehingga dapat membangun organisasi tersebut untuk lebih baik lagi.

    Komentar oleh M. Akbar Faddillah | November 19, 2016 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: